4.

Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto,SE,MM PKK Menteng 2010

MODUL KE-4 Mata Kuliah : Etika Bisnis & Pengembangan Profesi Dosen : Agus Arijanto,SE,MM
Faktor-Faktor / Elemen Lingkungan yang Mempengaruhi Dunia Bisnis Umum Secara Tidak Langsung Dalam dunia usaha terdapat banyak hal yang berpengaruh terhadap kesinambungan dunia usaha pada suatu daerah tertentu. Variable-variabel di bawah ini secara tidak langsung memberi efek pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki resistansi atau daya tahan masing-masing terhadap setiap faktor yang berbeda-beda. Faktor lingkungan yang mempengaruhi dunia usaha secara tidak langsung ini berada di luar dari elemen pihak internal dan eksternal yang telah dijelaskan pada artikel bagian lain. Secara bersamaan dengan faktor internal dan eksternal dengan faktor lingkungan mempengaruhi kondisi dunia usaha. 1. Variabel Sosial - Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area. - Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya. - Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain. 2. Variabel Ekonomi Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya. 3. Variabel Politik Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Agus Arijanto, SE., MM

ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1

B. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. Pemegang Saham dan Dewan Direksi Adalah dua bagian penting yang mengatur kegiatan atau jalannya roda perusahaan publik di mana para pemegang saham memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi suatu perusahaan dengan hak suara yang dimilikinya sesuai dengan persentase saham yang dimiliki. Variabel Teknologi Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha.SE.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. yaitu konsumen perorangan atau individu dan konsumen lembaga/perusahaan/bisnis. 2. Perusahaan yang statis dan tidak mengikut perkem-bangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien. Konsumen membelanjakan uang yang dimilikinya untuk barang atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan. Karyawan Dengan memiliki sumber daya manusia atau sdm yang baik akan sangat membantu dunia bisnis untuk maju. Pemasok / Suplier / Suplayer Membatu perusahaan untuk mendapatkan faktor produksi atau input untuk diolah menjadi keluaran atau output yang memiliki nilai tambah. Faktor Internal dan Eksternal Yang Mempengaruhi Dunia Usaha / Bisnis Umum Secara Langsung Dalam dunia usaha terdapat dua (2) pihak yang berkepentingan (stakeholder) yang berpengaruh secara langsung. SE.MM PKK Menteng 2010 4. Pelanggan / Konsumen Konsumen dapat dibagi atau dibedakan menjadi 2.4. 2. Pihak Eksternal Dunia Usaha 1. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . yakni external stakeholder (pihak luar) dan internal stakeholder (pihak dalam) : A. Pihak Internal Dunia Usaha 1..

Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . kelompok pecinta alam. jam kerja.MM PKK Menteng 2010 3. fasilitas. dan lain sebagainya yang membantu perusahaan dalam mengelola keuangannya. leasing atau sewa guna. kebijakan serta peraturan agar roda perekonomian suatu negara atau daerah dapat berjalan seperti yang telah direncanakan. Kelompok Khusus Contohnya seperti kelompok sosial. 6. asuransi..4. Pihak yang Berkepentingan Lain Memperhatikan lembaga atau organisasi lain yang berhubungan dengan bisnis yang PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. dan lain-lain 9. Lembaga Keuangan Contohnya seperti bank. Jika ada masalah antara konsumen dengan produk perusahaan. sehingga perlu secara terus menerus melakukan pengembangan dan perbaikan untuk dapat menguasai pasar. Serikat Pekerja Berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pekerja seperti upah. 8. 4. dan sebagainya 5. maka lembaga konsumen akan membantu konsumen. Lembaga Konsumen Lembaga ini akan membantu konsumen dalam memperjuangkan haknya. SE. kondisi kerja.SE. Pemerintah Lembaga yang membuat undang-undang. Pesaing / Rival Semakin kuat pesaing kita maka akan mengurangi omset perusahaan. 7.

bagaimana perusahaan memaksimalkan tingkat pengembalian investasi melalui sejumlah kegiatan dan inisiatif sosial yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungannya.SE. Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) berupa kegiatan filantropi dan pengembangan komunitas. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Oleh karena itu..MM PKK Menteng 2010 dijalankan. Survei yang dilakukan Booth-Harris Trust Monitor (2001) menunjukkan mayoritas konsumen akan meninggalkan suatu produk yang mempunyai citra buruk atau diberitakan negatif. Lebih jauh dari sekadar promosi. tanggung jawab sosial itu seharusnya menginternalisasi pada semua bagian kerja pada suatu pekerjaan. Corporate Social Responsibility (CSR) jangan hanya sebagai Slogan Bagi Perusahaan Kisah sukses bisnis produsen kosmetik The Body Shop tak lain adalah kisah sukses entitas bisnis untuk membangun kepercayaan publik melalui implementasi tanggung jawab sosial perusahaan. semakin berkembang pula pandangan bahwa keunggulan bersaing bisa dihasilkan dengan memadukan berbagai macam pertimbangan sosial dan lingkungan dalam strategi bisnis. secara praktis dapat menunjukkan. SE. Tujuan akhir pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan adalah menempatkan entitas bisnis dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Didirikan tahun 1976 di Inggris.4. The Body Shop kini melayani lebih dari 77 juta pelanggan di 55 negara. Jika kita terjun ke dalam bisnis rumah sakit. "CSR itu seharusnya merupakan keputusan strategis perusahaan sejak awal dari PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. Doing the Most Good for Your Company and Your Cause (2005). pasien. umumnya dikemas untuk mengupayakan citra positif alias promosi.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. maka kelompok dokter. dan lainnya harus diperhatikan. Philip Kotler dan Nancy Kotler dalam Corporate Social Responsibility. paramedis.

Tergantung pada lingkungan Meluasnya tuntutan publik serta menguatnya kesadaran pelaku usaha untuk menjalankan CSR. Pelaku bisnis membutuhkan dukungan lingkungannya.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Jika pada suatu kawasan yang kaya sumber daya alam. Terkait pelaksanaan CSR pada lingkungan eksternal perusahaan. secara eksternal CSR juga memastikan jangan sampai perusahaan justru mengurangi kesejahteraan masyarakat di lingkung-lan sekitarnya. tentu terjadi ketidakadilan sosial yang perlu diluruskan.4.. Pada lingkungan inter-nal. melalui pertumbuhan ekonomi. pendiri Matsushita Electric. antara lain. Ironi demikian juga terjadi pada beberapa kawasan kaya sumber daya alam di Indonesia. mengemukakan." Artinya. SE. perusahaan misalnya bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Perusahaan-perusahaan ini bergabung dengan komitmen mencapai pembangunan berkelanjutan. pada dasarnya musuh terbesar bagi lingkungan adalah kemiskinan. sikap responsif terhadap kebutuhan lingkungan menjadi keharusan. perusahaan yang mengolah sumber daya alam maupun sumber daya manusia pada hakikatnya adalah milik publik serta bertanggung jawab untuk memberi manfaat pada masyarakat. Selain itu. tetapi masyarakat di lingkungan sekitarnya didera kemiskinan. seperti Papua dan Kalimantan. hingga pemasaran. memerhatikan kesejahteraan karyawan. Oleh karena itu. Konosuke Matsushita. dan pe-ngolahan limbah. beroperasi peru-sahaan internasional yang meraup keuntungan besar. tidak bisa diabaikan pula tuntutan lingkungan yang tidak secara langsung disebutkan dalam peraturan publik. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto.MM PKK Menteng 2010 mendesain produk yang ramah lingkungan. keseimbangan ekologi. pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan perlu diupayakan di lingkungan internal dan eksternal. Sebanyak 180 perusahaan internasional dari 35 negara berkoalisi dalam organisasi itu. serta menjalankan manajemen yang beretika.Albert Fry yang pernah menjadi salah seorang manajer pada WBCSD menyatakan. dan kemajuan sosial. tampak pada dibentuknya World Business Council for Suistainable Development (WBCSD). Selain tuntutan lingkungan yang tertera pada regulasi.SE.

pimpinan manajemen. pemerintah. dan perguruan tinggi. Pertanyaannya. lembaga nonpemerintah.SE. Tidak demikian halnya dengan Amerika Serikat.. dibutuhkan kerja sama antara perusahaan.4. dan komunitas yang mencakup masyarakat dan organisasi nonpemerintah. bisakah perusahaan. Para pemegang saham. Kemelut tersebut menjadi tantangan ber-sama yang harus dijawab pemerintah. konsumen.MM PKK Menteng 2010 Nindita berpendapat. dan masyarakat. pemerintah. kesadaran perusahaan-perusahaan di Inggris untuk melakukan CSR lebih terdorong karena kontrol aktif dari para pemang-ku kepentingan yakni karyawan. sedangkan pimpinan manajemen terdorong oleh norma etika bisnis. SE. sepanjang penyelenggaraan program penghargaan Ernst & Young Entrepreneur of the Year. pemilik perusahaan. Uniknya.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. pelaku bisnis. Ernst & Young meyakini. untuk menciptakan keadilan sosial. Mei 2006. di kawasan-kawasan kaya negeri ini yang rakyatnya miskin itu. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. terbit-an Blackwell Publishing. Penelitian itu menunjukkan. Inggris memberlakukan aturan yang lebih jelas untuk melakukan pelaporan kegiatan CSR. Di Indonesia Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan di Indonesia? Kerusakan lingkungan terus-menerus meluas di negeri ini. komitmen terhadap perbaikan lingkungan sosial diidentifikasi sebagai karakter yang menonjol pada pengusaha-pengusaha sukses di berbagai negara. prinsip-prinsip kewirausahaan yang membuat pelaku usaha mampu mengatasi kerumitan prosedur birokrasi dan berkelit dari tekan-an & tantangan pasar seharusnya dapat diaplikasikan untuk mengatasi ma-salah-masalah sosial. meyakini keunggulan kompetitif untuk berinvestasi pada perusahaan yang aktif menjalankan kegiatan CSR. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . dan pengangguran terus bertambah. misalnya. kemiskinan. dan komunitas bekerja sama sebagai mitra yang dapat saling memercayai? Mengutip sebuah laporan penelitian terbaru pada Journal Compilation. aktivitas CSR di Inggris dinilai jauh lebih maju dibandingkan kegiatan serupa di Amerika Serikat. pemerintah. Nindita menjelaskan.

Akan tetapi. tetapi keberhasilannya biasanya bersifat sementara.SE.4. bahkan oleh penegak hukum. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto.. Hal-hal yang ditemukan pada usaha itu sendiri dari: norma-norma positif dan norma-norma negatif. atau hal-hal yang hendak dipertahankan atau diperkuat dan hal-hal yang merupakan perselisihan antara apa yang ditemukan dengan Budaya Perusahaan yang dikehendaki. Namun klau menginginkan yang lebih “akademis” maka Budaya Perusahaan bisa didefinisikan sebagai: Nilai-nilai pokok yang menjadi inti dari falsafah bekerja dalam organisasi. yang membimbing seluruh karyawan dalam bekerja. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .MM PKK Menteng 2010 Oleh karena itu. Lalu bagaimana caranya dalam membentuk suatu Budaya Perusahaan (Corporate Culture) yang kuat dan mampu membawa perusahaan bertahan lama? Terdapat sejumlah langkah yang dapat ditempuh dalam membentuk dan memelihara Budaya Perusahaan. potensi dunia bisnis untuk menjalankan perubahan sosial melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial tidak dapat tercapai optimal jika aturan tidak ditegakkan. Memang. dan komunitas hanya dapat berjalan jika ada kepercayaan dan sikap keterbukaan. sehingga perusahaan akan mencapai sukses dalam usahanya. mulai tahun ini Ernst & Young menambahkan satu kategori dalam program penghargaannya. Contonya : IBM dengan IBM means services. dunia usaha. Perusahaan yang memiliki Budaya Perusahaan yang kuat akan mampu bertahan lama. bisa menjadi contoh yang nyata. Langkah awal adalah usaha mengenali. Tentu saja tujuannya untuk mendorong para pengusaha untuk berlomba-lomba dengan komitmen penuh untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Kemitraan antara pemerintah. P&G dengan Bussiness integrity. fair treatment of employees. yakni Social Entrepreneur of the Year. menemukan. menyadari dan menguraikan Budaya Perusahaan yang build-in di dalam organisasi. Perusahaan keluarga yang ambruk dua generasi setelah pendirinya meninggal. Budaya Perusahaan (Corporate Culture) Secara sederhana Budaya Perusahaan kerap didefinisikan sebagai: Begitulah cara kami bekerja di sini. bisa saja perusahaan itu sukses tanpa memiliki Budaya Perusahaan. SE.

saya mendengar obrolan yang heboh dari meja sebelah tentang karyawan baru yang bikin geger dan sering menjadi bahan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. maka usaha untuk membentuk Budaya Perusahaan sebaiknya ditinjau sebagai suatu sistem. menguatkan dan mempertimbangkannya dalam setiap ketetapan dan kebijaksanaan perusahaan yang berakibat pada empat dimensi yang dibahas tadi. Sasaran-sasaran program. Ia merupakan penerjemah dari Budaya Perusahaan bagi bawahan di unit kerjanya. Timbal balik sebaiknya diperoleh secara berkala guna meninjau kembali kecocokan dari asumsi-asumsi semula dan menyesuaikan tindakan selanjutnya. wajib memelihara. pada anggota tim sekerja. Jika setiap manager mampu untuk menerjemahkan “makro kultur” perusahaan menjadi suatu “mikro kultur” di unitnya masing-masing. dan pada organisasi secara proses. karyawan tsb. Karena “cara bekerja” sebuah perusahaan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terus berubah. Kegiatan itu disusul dengan perencanaan dan penerapan dari tindakan-tindakan yang secara ideal akan mewujudkan perubahan pada empat dimensi. cahayanya dapat menyatu.SE. maka perusahaan itu akan seperti berlian: suatu badan tetapi banyak segi. Lalu di mana peran manager dalam pembentukan Budaya Perusahaan? Setiap manager harus memikul beban untuk membentuk atau memelihara Budaya Perusahaannya sesuai dengan otoritasnya. dan sasaran kultural yang berupa keyakinan. sistem.4. yaitu pada individu. sikap maupun perilaku. pada pimpinan. pimpinan dan organisasi. kelompok.MM PKK Menteng 2010 Langkah selanjutnya adalah menetapkan sasaran-sasaran yang jelas dan dapat iukur. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . mengenai bagaimanakah perselisihan dapat dikurangi dan norma-norma positif dipertahankan. Adapun organisasi yang memiliki Budaya Perusahaan yang positif ibarat berlian yang tetap diasah dengan baik: meski banyak segi. SE. kebijakan dan struktur. Punyakah Budaya Perusahaan di perusahaan Indonesia ? Pada suatu kesempatan makan siang. yaitu pada setiap individu. Terjemahannya itu tentu dipengaruhi oleh apakah seorang karyawan telah mengerti dan menerima makro kultur dari perusahaannya.. Bila sudah jelas.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto.

” Budaya perusahaan telah menjadi istilah yang lazim digunakan dalam per-cakapan sehari-hari antarkaryawan. sikap yang dapat dipercayai. “Dia baru masuk sih. Berikut beberapa contoh Corporate Culture: Kelompok Kompas Gramedia (KKG): (seperti dikutip dari buku Corporate Culture) "Secara keseluruhan.MM PKK Menteng 2010 gosip di antara karyawan.300 orang adalah sikap menghargai waktu.” Berdasarkan definisi tersebut. menjunjung etika. Hal ini terungkap juga pada acara Corporate Culture Festival yang digelar Red Piramid di Hotel Borobudur. SE. Audiens. "Serangkaian nilai atau keyakinan yang menghasilkan pola perilaku tertentu secara kolektif dalam korporasi.. culture matters yang diyakini dan dihidupi oleh segenap jajaran SDM di KKG. bekerja dengan tujuan mulia. jadi belum paham budaya pe-rusahaan kita. Salah satu kalimat yang tercetus dalam obrolan seru itu. Pada acara itu diluncurkan juga sebuah buku berjudul Corporate Culture: Challenge to Excellence yang merupakan antologi (kumpulan artikel) yang ditulis oleh para pakar budaya perusahaan yang juga (bukan) kebetulan menjadi pembicara dalam seminar dua hari tersebut. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 ." "A Culture of Discipline. saya yakin banyak di antara karyawan itu yang tidak memahami betul definisi budaya perusahaan." .4. hemat.SE. mementingkan pen-didikan. ketika ditanya tentang definisi budaya perusahaan. yang berjumlah 11. Dalam buku itu. nilai-nilai itu bukan merupakan budaya perusahaan.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. tidak dapat memberikan jawaban yang tepat. dan kepemimpinan horizontal.” Celetukan lain yang juga sempat saya curi dengar.Disciplined People --> No need of hierarchy . Namun. “Dia mungkin dari perusahaan yang budayanya saling sikut karena persaingannya sangat keras. maka apabila nilai-nilai atau visi perusahaan yang sering tertempel dan dipajang di dinding-dinding kantor belum muncul dalam bentuk perilaku kolektif. seperti halnya saya sendiri. Corporate Culture didefinisikan sebagai. adil.Disciplined Thought --> No need of bureaucracy PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. termasuk saya sendiri. berprestasi. 18-19 April yang lalu.

MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . mereka mempunyai budaya perusahaan yang sangat kuat. Tanggung-Jawab. Disiplin. dengan mudah sebuah perusahaan baru di bidang yang sama menarik orangorang terbaik dari perusahaan tempat teman saya bekerja itu.MM PKK Menteng 2010 . mungkin. adalah seperti Coca Cola..SE. Seiring dengan waktu. perusahaan yang bergerak di bidang peternakan: (seperti dikutip dari buku Corporate Culture) nilai budaya Jujur. BersihRapi.bahwa sekarang ini untuk menarik karyawan bergabung dengan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. Dengan tawaran gaji 2 hingga 3 kali lipat. mungkin. kalau perusahaan tempat teman saya bekerja itu mempunyai budaya perusahaan yang kuat. Toyota. tanpa disadari oleh sang pemimpin tersebut.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. saya tidak yakin mereka akan mau pindah meskipun ditawari benefit yang jauh lebih banyak. Tiba-tiba saya jadi teringat kasus yang menimpa perusahaan tempat teman saya bekerja. Bila perusahaan yang menawari mempunyai nilai-nilai dan budaya yang tidak sama.. Corporate Culture biasanya dimulai dari tindakan-tindakan dan nilai-nilai dari sang pemimpin perusahaan. Seorang direktur HR sebuah perusahaan farmasi terdepan di Indonesia mengatakan.4. maka terjadi pembajakan besar-besaran terhadap karyawan di perusahaan tempat teman saya bekerja itu sehingga bosnya sangat kewalahan. (Tapi. tentu saja itu dengan catatan benefit yang diperolehnya di perusahaan tempat dia bekerja sudah termasuk cukup). Kalau kita perhatikan perusahaan-perusahaan kelas dunia yang terus mencatat prestasi hingga puluhan tahun. Terbersit dalam benak saya.Disciplined Action --> No need of excessive controls Group Wonokoyo. Saya yakin setiap karyawan pasti mempunyai nilai-nilai yang dianut dan dipercaya.. Kuatnya budaya perusahaan ini diyakini sebagai salah satu faktor penting penentu keber-hasilan mereka yang berkesinambungan. nilai-nilai dan tindakan itu membudaya dengan sendirinya (=menjadi nilai-nilai dan kebiasaan yang dianut oleh semua karyawan). yang biasanya juga adalah pemilik dan pendiri perusahaan. SE. maka tidak akan semudah itu karyawannya pindah hanya karena iming-iming materi. Karena industri di bidang itu sedang berkembang pesat.

benefit saja tidak cukup. maka cara-cara itu yang akan menjadi budaya yang diteruskan secara turun-temurun dan akan mengakar menjadi semakin kuat. ”menghargai gagasan setiap orang dalam tim” dan sebagainya. seperti ”selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan”. SE. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. tidak satu pun dari buruh itu meninggalkan perusahaan.. Dengan berlalunya waktu dan terbukti bahwa kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai dari sang pemimpin ini sukses.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Lalu bagaimana dengan perusahaan tempat kita bekerja? Sudahkah kita memiliki budaya perusahaan? Barangkali sudah ada benih-benih untuk tumbuhnya sebuah budaya perusahaan yang kuat di perusahaan Anda.4. ”bekerja dengan penuh gairah”. di mana budaya perusahaan yang berdasarkan kekeluargaan sangat kuat di antara para buruh linting rokok. meskipun keadaan ekonomi perusahaan sedang buruk.SE. Misalnya adanya seorang pemimpin yang kuat dan dihormati dan juga dicintai. Sehingga. Salah satu bagian dari tugas ke-HR-an adalah mendefinisikan nilai-nilai dan tindakan-tindakan itu dan menurunkannya hingga menjadi budaya yang dianut oleh karyawan dalam setiap level.MM PKK Menteng 2010 perusahaan kita. Contoh : kasus yang terjadi pada Gudang Garam. Karena karyawan akan berminat bergabung apabila nilai perusahaan sesuai dengan nilai yang dianutnya. Perusahaan juga harus melakukan kegiatan branding untuk mempromosikan nilai-nilai dan budaya perusahaan. Dia menerapkan nilai-nilai dalam setiap perilakunya yang sangat mempengaruhi semua karyawan. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful