4.

Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto,SE,MM PKK Menteng 2010

MODUL KE-4 Mata Kuliah : Etika Bisnis & Pengembangan Profesi Dosen : Agus Arijanto,SE,MM
Faktor-Faktor / Elemen Lingkungan yang Mempengaruhi Dunia Bisnis Umum Secara Tidak Langsung Dalam dunia usaha terdapat banyak hal yang berpengaruh terhadap kesinambungan dunia usaha pada suatu daerah tertentu. Variable-variabel di bawah ini secara tidak langsung memberi efek pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki resistansi atau daya tahan masing-masing terhadap setiap faktor yang berbeda-beda. Faktor lingkungan yang mempengaruhi dunia usaha secara tidak langsung ini berada di luar dari elemen pihak internal dan eksternal yang telah dijelaskan pada artikel bagian lain. Secara bersamaan dengan faktor internal dan eksternal dengan faktor lingkungan mempengaruhi kondisi dunia usaha. 1. Variabel Sosial - Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area. - Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya. - Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain. 2. Variabel Ekonomi Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya. 3. Variabel Politik Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Agus Arijanto, SE., MM

ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1

Variabel Teknologi Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Pelanggan / Konsumen Konsumen dapat dibagi atau dibedakan menjadi 2. 2. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. SE..SE. Pemasok / Suplier / Suplayer Membatu perusahaan untuk mendapatkan faktor produksi atau input untuk diolah menjadi keluaran atau output yang memiliki nilai tambah. Perusahaan yang statis dan tidak mengikut perkem-bangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien. Karyawan Dengan memiliki sumber daya manusia atau sdm yang baik akan sangat membantu dunia bisnis untuk maju. 2. B.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto.4. Pihak Eksternal Dunia Usaha 1. yaitu konsumen perorangan atau individu dan konsumen lembaga/perusahaan/bisnis. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Faktor Internal dan Eksternal Yang Mempengaruhi Dunia Usaha / Bisnis Umum Secara Langsung Dalam dunia usaha terdapat dua (2) pihak yang berkepentingan (stakeholder) yang berpengaruh secara langsung.MM PKK Menteng 2010 4. Konsumen membelanjakan uang yang dimilikinya untuk barang atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan. Pihak Internal Dunia Usaha 1. yakni external stakeholder (pihak luar) dan internal stakeholder (pihak dalam) : A. Pemegang Saham dan Dewan Direksi Adalah dua bagian penting yang mengatur kegiatan atau jalannya roda perusahaan publik di mana para pemegang saham memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi suatu perusahaan dengan hak suara yang dimilikinya sesuai dengan persentase saham yang dimiliki.

Lembaga Keuangan Contohnya seperti bank. maka lembaga konsumen akan membantu konsumen. kelompok pecinta alam. Pesaing / Rival Semakin kuat pesaing kita maka akan mengurangi omset perusahaan. dan lain-lain 9. leasing atau sewa guna. jam kerja. 6. Jika ada masalah antara konsumen dengan produk perusahaan. Kelompok Khusus Contohnya seperti kelompok sosial. 4. 7. Serikat Pekerja Berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pekerja seperti upah. Pemerintah Lembaga yang membuat undang-undang. 8. Pihak yang Berkepentingan Lain Memperhatikan lembaga atau organisasi lain yang berhubungan dengan bisnis yang PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. kondisi kerja. dan lain sebagainya yang membantu perusahaan dalam mengelola keuangannya. fasilitas. asuransi. dan sebagainya 5.4. SE.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . sehingga perlu secara terus menerus melakukan pengembangan dan perbaikan untuk dapat menguasai pasar. kebijakan serta peraturan agar roda perekonomian suatu negara atau daerah dapat berjalan seperti yang telah direncanakan. Lembaga Konsumen Lembaga ini akan membantu konsumen dalam memperjuangkan haknya.SE..MM PKK Menteng 2010 3.

Survei yang dilakukan Booth-Harris Trust Monitor (2001) menunjukkan mayoritas konsumen akan meninggalkan suatu produk yang mempunyai citra buruk atau diberitakan negatif. Didirikan tahun 1976 di Inggris. maka kelompok dokter. dan lainnya harus diperhatikan. Philip Kotler dan Nancy Kotler dalam Corporate Social Responsibility. Oleh karena itu. Tujuan akhir pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan adalah menempatkan entitas bisnis dalam upaya pembangunan berkelanjutan. SE. Doing the Most Good for Your Company and Your Cause (2005).SE. Lebih jauh dari sekadar promosi. pasien. umumnya dikemas untuk mengupayakan citra positif alias promosi. The Body Shop kini melayani lebih dari 77 juta pelanggan di 55 negara. paramedis.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto.. Corporate Social Responsibility (CSR) jangan hanya sebagai Slogan Bagi Perusahaan Kisah sukses bisnis produsen kosmetik The Body Shop tak lain adalah kisah sukses entitas bisnis untuk membangun kepercayaan publik melalui implementasi tanggung jawab sosial perusahaan. tanggung jawab sosial itu seharusnya menginternalisasi pada semua bagian kerja pada suatu pekerjaan. Jika kita terjun ke dalam bisnis rumah sakit.4. secara praktis dapat menunjukkan. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . semakin berkembang pula pandangan bahwa keunggulan bersaing bisa dihasilkan dengan memadukan berbagai macam pertimbangan sosial dan lingkungan dalam strategi bisnis. bagaimana perusahaan memaksimalkan tingkat pengembalian investasi melalui sejumlah kegiatan dan inisiatif sosial yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungannya.MM PKK Menteng 2010 dijalankan. "CSR itu seharusnya merupakan keputusan strategis perusahaan sejak awal dari PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) berupa kegiatan filantropi dan pengembangan komunitas.

Oleh karena itu.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. SE. Selain tuntutan lingkungan yang tertera pada regulasi.. memerhatikan kesejahteraan karyawan. Selain itu. beroperasi peru-sahaan internasional yang meraup keuntungan besar.Albert Fry yang pernah menjadi salah seorang manajer pada WBCSD menyatakan.MM PKK Menteng 2010 mendesain produk yang ramah lingkungan. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Sebanyak 180 perusahaan internasional dari 35 negara berkoalisi dalam organisasi itu.4. antara lain. secara eksternal CSR juga memastikan jangan sampai perusahaan justru mengurangi kesejahteraan masyarakat di lingkung-lan sekitarnya. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan perlu diupayakan di lingkungan internal dan eksternal. serta menjalankan manajemen yang beretika. dan pe-ngolahan limbah. melalui pertumbuhan ekonomi.SE. Pada lingkungan inter-nal. Ironi demikian juga terjadi pada beberapa kawasan kaya sumber daya alam di Indonesia. tidak bisa diabaikan pula tuntutan lingkungan yang tidak secara langsung disebutkan dalam peraturan publik. tampak pada dibentuknya World Business Council for Suistainable Development (WBCSD). Tergantung pada lingkungan Meluasnya tuntutan publik serta menguatnya kesadaran pelaku usaha untuk menjalankan CSR. Terkait pelaksanaan CSR pada lingkungan eksternal perusahaan." Artinya. perusahaan yang mengolah sumber daya alam maupun sumber daya manusia pada hakikatnya adalah milik publik serta bertanggung jawab untuk memberi manfaat pada masyarakat. mengemukakan. keseimbangan ekologi. hingga pemasaran. dan kemajuan sosial. Pelaku bisnis membutuhkan dukungan lingkungannya. Jika pada suatu kawasan yang kaya sumber daya alam. Perusahaan-perusahaan ini bergabung dengan komitmen mencapai pembangunan berkelanjutan. seperti Papua dan Kalimantan. pada dasarnya musuh terbesar bagi lingkungan adalah kemiskinan. tetapi masyarakat di lingkungan sekitarnya didera kemiskinan. sikap responsif terhadap kebutuhan lingkungan menjadi keharusan. pendiri Matsushita Electric. perusahaan misalnya bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Konosuke Matsushita. tentu terjadi ketidakadilan sosial yang perlu diluruskan.

Penelitian itu menunjukkan. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .4. sedangkan pimpinan manajemen terdorong oleh norma etika bisnis. pemilik perusahaan. dan perguruan tinggi. Nindita menjelaskan. Kemelut tersebut menjadi tantangan ber-sama yang harus dijawab pemerintah. aktivitas CSR di Inggris dinilai jauh lebih maju dibandingkan kegiatan serupa di Amerika Serikat. konsumen. meyakini keunggulan kompetitif untuk berinvestasi pada perusahaan yang aktif menjalankan kegiatan CSR. Uniknya. Ernst & Young meyakini. pimpinan manajemen.SE. Para pemegang saham. misalnya. dan masyarakat. sepanjang penyelenggaraan program penghargaan Ernst & Young Entrepreneur of the Year. dan komunitas yang mencakup masyarakat dan organisasi nonpemerintah. prinsip-prinsip kewirausahaan yang membuat pelaku usaha mampu mengatasi kerumitan prosedur birokrasi dan berkelit dari tekan-an & tantangan pasar seharusnya dapat diaplikasikan untuk mengatasi ma-salah-masalah sosial. Mei 2006. Inggris memberlakukan aturan yang lebih jelas untuk melakukan pelaporan kegiatan CSR. untuk menciptakan keadilan sosial. Tidak demikian halnya dengan Amerika Serikat.. bisakah perusahaan.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. terbit-an Blackwell Publishing. pemerintah. lembaga nonpemerintah. pelaku bisnis. pemerintah.MM PKK Menteng 2010 Nindita berpendapat. dan pengangguran terus bertambah. Di Indonesia Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan di Indonesia? Kerusakan lingkungan terus-menerus meluas di negeri ini. kemiskinan. di kawasan-kawasan kaya negeri ini yang rakyatnya miskin itu. dibutuhkan kerja sama antara perusahaan. dan komunitas bekerja sama sebagai mitra yang dapat saling memercayai? Mengutip sebuah laporan penelitian terbaru pada Journal Compilation. komitmen terhadap perbaikan lingkungan sosial diidentifikasi sebagai karakter yang menonjol pada pengusaha-pengusaha sukses di berbagai negara. pemerintah. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. kesadaran perusahaan-perusahaan di Inggris untuk melakukan CSR lebih terdorong karena kontrol aktif dari para pemang-ku kepentingan yakni karyawan. Pertanyaannya. SE.

Perusahaan keluarga yang ambruk dua generasi setelah pendirinya meninggal. menyadari dan menguraikan Budaya Perusahaan yang build-in di dalam organisasi. dunia usaha. Perusahaan yang memiliki Budaya Perusahaan yang kuat akan mampu bertahan lama.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto.. menemukan. Kemitraan antara pemerintah. Memang.SE. bisa menjadi contoh yang nyata. dan komunitas hanya dapat berjalan jika ada kepercayaan dan sikap keterbukaan. bahkan oleh penegak hukum. mulai tahun ini Ernst & Young menambahkan satu kategori dalam program penghargaannya. Tentu saja tujuannya untuk mendorong para pengusaha untuk berlomba-lomba dengan komitmen penuh untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. fair treatment of employees. Langkah awal adalah usaha mengenali. SE.MM PKK Menteng 2010 Oleh karena itu. Contonya : IBM dengan IBM means services. Hal-hal yang ditemukan pada usaha itu sendiri dari: norma-norma positif dan norma-norma negatif.4. bisa saja perusahaan itu sukses tanpa memiliki Budaya Perusahaan. atau hal-hal yang hendak dipertahankan atau diperkuat dan hal-hal yang merupakan perselisihan antara apa yang ditemukan dengan Budaya Perusahaan yang dikehendaki. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . tetapi keberhasilannya biasanya bersifat sementara. potensi dunia bisnis untuk menjalankan perubahan sosial melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial tidak dapat tercapai optimal jika aturan tidak ditegakkan. yang membimbing seluruh karyawan dalam bekerja. Budaya Perusahaan (Corporate Culture) Secara sederhana Budaya Perusahaan kerap didefinisikan sebagai: Begitulah cara kami bekerja di sini. Namun klau menginginkan yang lebih “akademis” maka Budaya Perusahaan bisa didefinisikan sebagai: Nilai-nilai pokok yang menjadi inti dari falsafah bekerja dalam organisasi. P&G dengan Bussiness integrity. Lalu bagaimana caranya dalam membentuk suatu Budaya Perusahaan (Corporate Culture) yang kuat dan mampu membawa perusahaan bertahan lama? Terdapat sejumlah langkah yang dapat ditempuh dalam membentuk dan memelihara Budaya Perusahaan. yakni Social Entrepreneur of the Year. sehingga perusahaan akan mencapai sukses dalam usahanya. Akan tetapi.

sikap maupun perilaku.SE. mengenai bagaimanakah perselisihan dapat dikurangi dan norma-norma positif dipertahankan. yaitu pada setiap individu. Bila sudah jelas. Lalu di mana peran manager dalam pembentukan Budaya Perusahaan? Setiap manager harus memikul beban untuk membentuk atau memelihara Budaya Perusahaannya sesuai dengan otoritasnya. Sasaran-sasaran program. karyawan tsb. dan sasaran kultural yang berupa keyakinan. wajib memelihara. saya mendengar obrolan yang heboh dari meja sebelah tentang karyawan baru yang bikin geger dan sering menjadi bahan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. kebijakan dan struktur. pimpinan dan organisasi. Ia merupakan penerjemah dari Budaya Perusahaan bagi bawahan di unit kerjanya. Punyakah Budaya Perusahaan di perusahaan Indonesia ? Pada suatu kesempatan makan siang.MM PKK Menteng 2010 Langkah selanjutnya adalah menetapkan sasaran-sasaran yang jelas dan dapat iukur. Kegiatan itu disusul dengan perencanaan dan penerapan dari tindakan-tindakan yang secara ideal akan mewujudkan perubahan pada empat dimensi.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. pada anggota tim sekerja. Terjemahannya itu tentu dipengaruhi oleh apakah seorang karyawan telah mengerti dan menerima makro kultur dari perusahaannya.. Karena “cara bekerja” sebuah perusahaan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terus berubah. dan pada organisasi secara proses.4. SE. yaitu pada individu. pada pimpinan. Timbal balik sebaiknya diperoleh secara berkala guna meninjau kembali kecocokan dari asumsi-asumsi semula dan menyesuaikan tindakan selanjutnya. sistem. Adapun organisasi yang memiliki Budaya Perusahaan yang positif ibarat berlian yang tetap diasah dengan baik: meski banyak segi. cahayanya dapat menyatu. Jika setiap manager mampu untuk menerjemahkan “makro kultur” perusahaan menjadi suatu “mikro kultur” di unitnya masing-masing. kelompok. menguatkan dan mempertimbangkannya dalam setiap ketetapan dan kebijaksanaan perusahaan yang berakibat pada empat dimensi yang dibahas tadi. maka usaha untuk membentuk Budaya Perusahaan sebaiknya ditinjau sebagai suatu sistem. maka perusahaan itu akan seperti berlian: suatu badan tetapi banyak segi. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .

Audiens. Hal ini terungkap juga pada acara Corporate Culture Festival yang digelar Red Piramid di Hotel Borobudur. maka apabila nilai-nilai atau visi perusahaan yang sering tertempel dan dipajang di dinding-dinding kantor belum muncul dalam bentuk perilaku kolektif.300 orang adalah sikap menghargai waktu. adil. “Dia mungkin dari perusahaan yang budayanya saling sikut karena persaingannya sangat keras.Disciplined Thought --> No need of bureaucracy PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . hemat.” Budaya perusahaan telah menjadi istilah yang lazim digunakan dalam per-cakapan sehari-hari antarkaryawan. berprestasi. Pada acara itu diluncurkan juga sebuah buku berjudul Corporate Culture: Challenge to Excellence yang merupakan antologi (kumpulan artikel) yang ditulis oleh para pakar budaya perusahaan yang juga (bukan) kebetulan menjadi pembicara dalam seminar dua hari tersebut. mementingkan pen-didikan. “Dia baru masuk sih. yang berjumlah 11. Berikut beberapa contoh Corporate Culture: Kelompok Kompas Gramedia (KKG): (seperti dikutip dari buku Corporate Culture) "Secara keseluruhan.SE.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. dan kepemimpinan horizontal. menjunjung etika. SE.MM PKK Menteng 2010 gosip di antara karyawan. Namun. Salah satu kalimat yang tercetus dalam obrolan seru itu. Corporate Culture didefinisikan sebagai.” Berdasarkan definisi tersebut. termasuk saya sendiri. nilai-nilai itu bukan merupakan budaya perusahaan." . ketika ditanya tentang definisi budaya perusahaan. jadi belum paham budaya pe-rusahaan kita. culture matters yang diyakini dan dihidupi oleh segenap jajaran SDM di KKG." "A Culture of Discipline.Disciplined People --> No need of hierarchy . "Serangkaian nilai atau keyakinan yang menghasilkan pola perilaku tertentu secara kolektif dalam korporasi. Dalam buku itu. sikap yang dapat dipercayai.” Celetukan lain yang juga sempat saya curi dengar. bekerja dengan tujuan mulia.. saya yakin banyak di antara karyawan itu yang tidak memahami betul definisi budaya perusahaan. tidak dapat memberikan jawaban yang tepat. seperti halnya saya sendiri. 18-19 April yang lalu.4.

Tanggung-Jawab. Tiba-tiba saya jadi teringat kasus yang menimpa perusahaan tempat teman saya bekerja. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. tanpa disadari oleh sang pemimpin tersebut. (Tapi. yang biasanya juga adalah pemilik dan pendiri perusahaan.MM PKK Menteng 2010 . Corporate Culture biasanya dimulai dari tindakan-tindakan dan nilai-nilai dari sang pemimpin perusahaan. mungkin. Kalau kita perhatikan perusahaan-perusahaan kelas dunia yang terus mencatat prestasi hingga puluhan tahun. dengan mudah sebuah perusahaan baru di bidang yang sama menarik orangorang terbaik dari perusahaan tempat teman saya bekerja itu..Disciplined Action --> No need of excessive controls Group Wonokoyo.. Saya yakin setiap karyawan pasti mempunyai nilai-nilai yang dianut dan dipercaya.4.. perusahaan yang bergerak di bidang peternakan: (seperti dikutip dari buku Corporate Culture) nilai budaya Jujur. BersihRapi.bahwa sekarang ini untuk menarik karyawan bergabung dengan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. kalau perusahaan tempat teman saya bekerja itu mempunyai budaya perusahaan yang kuat. Terbersit dalam benak saya. Karena industri di bidang itu sedang berkembang pesat. Toyota. maka tidak akan semudah itu karyawannya pindah hanya karena iming-iming materi. SE. Kuatnya budaya perusahaan ini diyakini sebagai salah satu faktor penting penentu keber-hasilan mereka yang berkesinambungan. adalah seperti Coca Cola. nilai-nilai dan tindakan itu membudaya dengan sendirinya (=menjadi nilai-nilai dan kebiasaan yang dianut oleh semua karyawan). saya tidak yakin mereka akan mau pindah meskipun ditawari benefit yang jauh lebih banyak. Dengan tawaran gaji 2 hingga 3 kali lipat. mereka mempunyai budaya perusahaan yang sangat kuat. Bila perusahaan yang menawari mempunyai nilai-nilai dan budaya yang tidak sama. Seiring dengan waktu. mungkin.SE. tentu saja itu dengan catatan benefit yang diperolehnya di perusahaan tempat dia bekerja sudah termasuk cukup). Seorang direktur HR sebuah perusahaan farmasi terdepan di Indonesia mengatakan. maka terjadi pembajakan besar-besaran terhadap karyawan di perusahaan tempat teman saya bekerja itu sehingga bosnya sangat kewalahan. Disiplin.

benefit saja tidak cukup.SE. seperti ”selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan”. tidak satu pun dari buruh itu meninggalkan perusahaan. Dia menerapkan nilai-nilai dalam setiap perilakunya yang sangat mempengaruhi semua karyawan.4. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. Lalu bagaimana dengan perusahaan tempat kita bekerja? Sudahkah kita memiliki budaya perusahaan? Barangkali sudah ada benih-benih untuk tumbuhnya sebuah budaya perusahaan yang kuat di perusahaan Anda. Misalnya adanya seorang pemimpin yang kuat dan dihormati dan juga dicintai.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Karena karyawan akan berminat bergabung apabila nilai perusahaan sesuai dengan nilai yang dianutnya.MM PKK Menteng 2010 perusahaan kita. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . SE. di mana budaya perusahaan yang berdasarkan kekeluargaan sangat kuat di antara para buruh linting rokok. Perusahaan juga harus melakukan kegiatan branding untuk mempromosikan nilai-nilai dan budaya perusahaan. ”menghargai gagasan setiap orang dalam tim” dan sebagainya. Salah satu bagian dari tugas ke-HR-an adalah mendefinisikan nilai-nilai dan tindakan-tindakan itu dan menurunkannya hingga menjadi budaya yang dianut oleh karyawan dalam setiap level. Contoh : kasus yang terjadi pada Gudang Garam. Dengan berlalunya waktu dan terbukti bahwa kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai dari sang pemimpin ini sukses. Sehingga. maka cara-cara itu yang akan menjadi budaya yang diteruskan secara turun-temurun dan akan mengakar menjadi semakin kuat. meskipun keadaan ekonomi perusahaan sedang buruk.. ”bekerja dengan penuh gairah”.