4.

Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto,SE,MM PKK Menteng 2010

MODUL KE-4 Mata Kuliah : Etika Bisnis & Pengembangan Profesi Dosen : Agus Arijanto,SE,MM
Faktor-Faktor / Elemen Lingkungan yang Mempengaruhi Dunia Bisnis Umum Secara Tidak Langsung Dalam dunia usaha terdapat banyak hal yang berpengaruh terhadap kesinambungan dunia usaha pada suatu daerah tertentu. Variable-variabel di bawah ini secara tidak langsung memberi efek pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki resistansi atau daya tahan masing-masing terhadap setiap faktor yang berbeda-beda. Faktor lingkungan yang mempengaruhi dunia usaha secara tidak langsung ini berada di luar dari elemen pihak internal dan eksternal yang telah dijelaskan pada artikel bagian lain. Secara bersamaan dengan faktor internal dan eksternal dengan faktor lingkungan mempengaruhi kondisi dunia usaha. 1. Variabel Sosial - Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area. - Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya. - Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain. 2. Variabel Ekonomi Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya. 3. Variabel Politik Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Agus Arijanto, SE., MM

ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1

Variabel Teknologi Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. 2. yakni external stakeholder (pihak luar) dan internal stakeholder (pihak dalam) : A. Pemegang Saham dan Dewan Direksi Adalah dua bagian penting yang mengatur kegiatan atau jalannya roda perusahaan publik di mana para pemegang saham memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi suatu perusahaan dengan hak suara yang dimilikinya sesuai dengan persentase saham yang dimiliki. Pihak Eksternal Dunia Usaha 1. Pelanggan / Konsumen Konsumen dapat dibagi atau dibedakan menjadi 2. Konsumen membelanjakan uang yang dimilikinya untuk barang atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan. B. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. SE. Perusahaan yang statis dan tidak mengikut perkem-bangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien. Pihak Internal Dunia Usaha 1. Faktor Internal dan Eksternal Yang Mempengaruhi Dunia Usaha / Bisnis Umum Secara Langsung Dalam dunia usaha terdapat dua (2) pihak yang berkepentingan (stakeholder) yang berpengaruh secara langsung. Pemasok / Suplier / Suplayer Membatu perusahaan untuk mendapatkan faktor produksi atau input untuk diolah menjadi keluaran atau output yang memiliki nilai tambah.4.SE. Karyawan Dengan memiliki sumber daya manusia atau sdm yang baik akan sangat membantu dunia bisnis untuk maju. yaitu konsumen perorangan atau individu dan konsumen lembaga/perusahaan/bisnis.. 2.MM PKK Menteng 2010 4. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .

Kelompok Khusus Contohnya seperti kelompok sosial. dan sebagainya 5. Pemerintah Lembaga yang membuat undang-undang. Jika ada masalah antara konsumen dengan produk perusahaan. leasing atau sewa guna. kebijakan serta peraturan agar roda perekonomian suatu negara atau daerah dapat berjalan seperti yang telah direncanakan. jam kerja. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Pesaing / Rival Semakin kuat pesaing kita maka akan mengurangi omset perusahaan. maka lembaga konsumen akan membantu konsumen. sehingga perlu secara terus menerus melakukan pengembangan dan perbaikan untuk dapat menguasai pasar.4. Serikat Pekerja Berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pekerja seperti upah. kelompok pecinta alam.. Pihak yang Berkepentingan Lain Memperhatikan lembaga atau organisasi lain yang berhubungan dengan bisnis yang PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto.MM PKK Menteng 2010 3. 8. dan lain sebagainya yang membantu perusahaan dalam mengelola keuangannya.SE. 7. SE. asuransi. fasilitas.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. dan lain-lain 9. 6. 4. kondisi kerja. Lembaga Konsumen Lembaga ini akan membantu konsumen dalam memperjuangkan haknya. Lembaga Keuangan Contohnya seperti bank.

Corporate Social Responsibility (CSR) jangan hanya sebagai Slogan Bagi Perusahaan Kisah sukses bisnis produsen kosmetik The Body Shop tak lain adalah kisah sukses entitas bisnis untuk membangun kepercayaan publik melalui implementasi tanggung jawab sosial perusahaan.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Oleh karena itu. Didirikan tahun 1976 di Inggris. paramedis. bagaimana perusahaan memaksimalkan tingkat pengembalian investasi melalui sejumlah kegiatan dan inisiatif sosial yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungannya. semakin berkembang pula pandangan bahwa keunggulan bersaing bisa dihasilkan dengan memadukan berbagai macam pertimbangan sosial dan lingkungan dalam strategi bisnis. SE. Lebih jauh dari sekadar promosi. umumnya dikemas untuk mengupayakan citra positif alias promosi. pasien. Jika kita terjun ke dalam bisnis rumah sakit.. dan lainnya harus diperhatikan. tanggung jawab sosial itu seharusnya menginternalisasi pada semua bagian kerja pada suatu pekerjaan. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .4. Doing the Most Good for Your Company and Your Cause (2005).SE. Survei yang dilakukan Booth-Harris Trust Monitor (2001) menunjukkan mayoritas konsumen akan meninggalkan suatu produk yang mempunyai citra buruk atau diberitakan negatif. The Body Shop kini melayani lebih dari 77 juta pelanggan di 55 negara. "CSR itu seharusnya merupakan keputusan strategis perusahaan sejak awal dari PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. maka kelompok dokter. secara praktis dapat menunjukkan.MM PKK Menteng 2010 dijalankan. Tujuan akhir pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan adalah menempatkan entitas bisnis dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) berupa kegiatan filantropi dan pengembangan komunitas. Philip Kotler dan Nancy Kotler dalam Corporate Social Responsibility.

perusahaan yang mengolah sumber daya alam maupun sumber daya manusia pada hakikatnya adalah milik publik serta bertanggung jawab untuk memberi manfaat pada masyarakat. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. tidak bisa diabaikan pula tuntutan lingkungan yang tidak secara langsung disebutkan dalam peraturan publik. Selain itu. hingga pemasaran. pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan perlu diupayakan di lingkungan internal dan eksternal.4. mengemukakan. memerhatikan kesejahteraan karyawan.. serta menjalankan manajemen yang beretika. secara eksternal CSR juga memastikan jangan sampai perusahaan justru mengurangi kesejahteraan masyarakat di lingkung-lan sekitarnya. Selain tuntutan lingkungan yang tertera pada regulasi. Konosuke Matsushita. antara lain." Artinya. sikap responsif terhadap kebutuhan lingkungan menjadi keharusan. Jika pada suatu kawasan yang kaya sumber daya alam. beroperasi peru-sahaan internasional yang meraup keuntungan besar. tentu terjadi ketidakadilan sosial yang perlu diluruskan.Albert Fry yang pernah menjadi salah seorang manajer pada WBCSD menyatakan.MM PKK Menteng 2010 mendesain produk yang ramah lingkungan. melalui pertumbuhan ekonomi.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Ironi demikian juga terjadi pada beberapa kawasan kaya sumber daya alam di Indonesia. dan kemajuan sosial. Oleh karena itu. SE. dan pe-ngolahan limbah. Tergantung pada lingkungan Meluasnya tuntutan publik serta menguatnya kesadaran pelaku usaha untuk menjalankan CSR. Pada lingkungan inter-nal. pada dasarnya musuh terbesar bagi lingkungan adalah kemiskinan. keseimbangan ekologi. Perusahaan-perusahaan ini bergabung dengan komitmen mencapai pembangunan berkelanjutan. tampak pada dibentuknya World Business Council for Suistainable Development (WBCSD). Sebanyak 180 perusahaan internasional dari 35 negara berkoalisi dalam organisasi itu. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . pendiri Matsushita Electric. Pelaku bisnis membutuhkan dukungan lingkungannya.SE. Terkait pelaksanaan CSR pada lingkungan eksternal perusahaan. seperti Papua dan Kalimantan. tetapi masyarakat di lingkungan sekitarnya didera kemiskinan. perusahaan misalnya bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

dan perguruan tinggi. dan komunitas bekerja sama sebagai mitra yang dapat saling memercayai? Mengutip sebuah laporan penelitian terbaru pada Journal Compilation. pimpinan manajemen. Nindita menjelaskan. di kawasan-kawasan kaya negeri ini yang rakyatnya miskin itu. pemerintah.MM PKK Menteng 2010 Nindita berpendapat. SE. Ernst & Young meyakini. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . kesadaran perusahaan-perusahaan di Inggris untuk melakukan CSR lebih terdorong karena kontrol aktif dari para pemang-ku kepentingan yakni karyawan. prinsip-prinsip kewirausahaan yang membuat pelaku usaha mampu mengatasi kerumitan prosedur birokrasi dan berkelit dari tekan-an & tantangan pasar seharusnya dapat diaplikasikan untuk mengatasi ma-salah-masalah sosial. Uniknya.SE. konsumen. kemiskinan. Tidak demikian halnya dengan Amerika Serikat. Di Indonesia Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan di Indonesia? Kerusakan lingkungan terus-menerus meluas di negeri ini. pelaku bisnis. Penelitian itu menunjukkan. dan komunitas yang mencakup masyarakat dan organisasi nonpemerintah. aktivitas CSR di Inggris dinilai jauh lebih maju dibandingkan kegiatan serupa di Amerika Serikat. Inggris memberlakukan aturan yang lebih jelas untuk melakukan pelaporan kegiatan CSR. dan pengangguran terus bertambah. Kemelut tersebut menjadi tantangan ber-sama yang harus dijawab pemerintah. bisakah perusahaan. Para pemegang saham. untuk menciptakan keadilan sosial. meyakini keunggulan kompetitif untuk berinvestasi pada perusahaan yang aktif menjalankan kegiatan CSR. sedangkan pimpinan manajemen terdorong oleh norma etika bisnis.4. sepanjang penyelenggaraan program penghargaan Ernst & Young Entrepreneur of the Year. Mei 2006.. lembaga nonpemerintah.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. komitmen terhadap perbaikan lingkungan sosial diidentifikasi sebagai karakter yang menonjol pada pengusaha-pengusaha sukses di berbagai negara. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. misalnya. dibutuhkan kerja sama antara perusahaan. pemilik perusahaan. terbit-an Blackwell Publishing. Pertanyaannya. pemerintah. pemerintah. dan masyarakat.

menemukan. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . menyadari dan menguraikan Budaya Perusahaan yang build-in di dalam organisasi. tetapi keberhasilannya biasanya bersifat sementara.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto.MM PKK Menteng 2010 Oleh karena itu. yakni Social Entrepreneur of the Year. Perusahaan yang memiliki Budaya Perusahaan yang kuat akan mampu bertahan lama. Akan tetapi. Kemitraan antara pemerintah. dan komunitas hanya dapat berjalan jika ada kepercayaan dan sikap keterbukaan. Namun klau menginginkan yang lebih “akademis” maka Budaya Perusahaan bisa didefinisikan sebagai: Nilai-nilai pokok yang menjadi inti dari falsafah bekerja dalam organisasi. bisa saja perusahaan itu sukses tanpa memiliki Budaya Perusahaan.SE. fair treatment of employees. Memang. SE. yang membimbing seluruh karyawan dalam bekerja. Lalu bagaimana caranya dalam membentuk suatu Budaya Perusahaan (Corporate Culture) yang kuat dan mampu membawa perusahaan bertahan lama? Terdapat sejumlah langkah yang dapat ditempuh dalam membentuk dan memelihara Budaya Perusahaan.4. Langkah awal adalah usaha mengenali. bisa menjadi contoh yang nyata. mulai tahun ini Ernst & Young menambahkan satu kategori dalam program penghargaannya. Contonya : IBM dengan IBM means services. dunia usaha. Budaya Perusahaan (Corporate Culture) Secara sederhana Budaya Perusahaan kerap didefinisikan sebagai: Begitulah cara kami bekerja di sini. Tentu saja tujuannya untuk mendorong para pengusaha untuk berlomba-lomba dengan komitmen penuh untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya. P&G dengan Bussiness integrity. sehingga perusahaan akan mencapai sukses dalam usahanya. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. atau hal-hal yang hendak dipertahankan atau diperkuat dan hal-hal yang merupakan perselisihan antara apa yang ditemukan dengan Budaya Perusahaan yang dikehendaki. Perusahaan keluarga yang ambruk dua generasi setelah pendirinya meninggal.. bahkan oleh penegak hukum. Hal-hal yang ditemukan pada usaha itu sendiri dari: norma-norma positif dan norma-norma negatif. potensi dunia bisnis untuk menjalankan perubahan sosial melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial tidak dapat tercapai optimal jika aturan tidak ditegakkan.

Timbal balik sebaiknya diperoleh secara berkala guna meninjau kembali kecocokan dari asumsi-asumsi semula dan menyesuaikan tindakan selanjutnya. cahayanya dapat menyatu. Punyakah Budaya Perusahaan di perusahaan Indonesia ? Pada suatu kesempatan makan siang. maka perusahaan itu akan seperti berlian: suatu badan tetapi banyak segi. Terjemahannya itu tentu dipengaruhi oleh apakah seorang karyawan telah mengerti dan menerima makro kultur dari perusahaannya. mengenai bagaimanakah perselisihan dapat dikurangi dan norma-norma positif dipertahankan. sistem.4. Bila sudah jelas. Adapun organisasi yang memiliki Budaya Perusahaan yang positif ibarat berlian yang tetap diasah dengan baik: meski banyak segi. maka usaha untuk membentuk Budaya Perusahaan sebaiknya ditinjau sebagai suatu sistem. SE. Karena “cara bekerja” sebuah perusahaan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terus berubah. sikap maupun perilaku. saya mendengar obrolan yang heboh dari meja sebelah tentang karyawan baru yang bikin geger dan sering menjadi bahan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. Ia merupakan penerjemah dari Budaya Perusahaan bagi bawahan di unit kerjanya. pada anggota tim sekerja. Lalu di mana peran manager dalam pembentukan Budaya Perusahaan? Setiap manager harus memikul beban untuk membentuk atau memelihara Budaya Perusahaannya sesuai dengan otoritasnya. Jika setiap manager mampu untuk menerjemahkan “makro kultur” perusahaan menjadi suatu “mikro kultur” di unitnya masing-masing. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .SE.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. kelompok. Sasaran-sasaran program. yaitu pada individu. pimpinan dan organisasi. Kegiatan itu disusul dengan perencanaan dan penerapan dari tindakan-tindakan yang secara ideal akan mewujudkan perubahan pada empat dimensi.. karyawan tsb. yaitu pada setiap individu. dan pada organisasi secara proses. dan sasaran kultural yang berupa keyakinan. pada pimpinan. menguatkan dan mempertimbangkannya dalam setiap ketetapan dan kebijaksanaan perusahaan yang berakibat pada empat dimensi yang dibahas tadi. wajib memelihara. kebijakan dan struktur.MM PKK Menteng 2010 Langkah selanjutnya adalah menetapkan sasaran-sasaran yang jelas dan dapat iukur.

” Budaya perusahaan telah menjadi istilah yang lazim digunakan dalam per-cakapan sehari-hari antarkaryawan. Audiens.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. nilai-nilai itu bukan merupakan budaya perusahaan. “Dia mungkin dari perusahaan yang budayanya saling sikut karena persaingannya sangat keras.4." "A Culture of Discipline. hemat. maka apabila nilai-nilai atau visi perusahaan yang sering tertempel dan dipajang di dinding-dinding kantor belum muncul dalam bentuk perilaku kolektif.” Berdasarkan definisi tersebut. termasuk saya sendiri. bekerja dengan tujuan mulia. jadi belum paham budaya pe-rusahaan kita. "Serangkaian nilai atau keyakinan yang menghasilkan pola perilaku tertentu secara kolektif dalam korporasi. 18-19 April yang lalu. dan kepemimpinan horizontal.Disciplined People --> No need of hierarchy . “Dia baru masuk sih. tidak dapat memberikan jawaban yang tepat. Dalam buku itu." . Berikut beberapa contoh Corporate Culture: Kelompok Kompas Gramedia (KKG): (seperti dikutip dari buku Corporate Culture) "Secara keseluruhan.300 orang adalah sikap menghargai waktu. saya yakin banyak di antara karyawan itu yang tidak memahami betul definisi budaya perusahaan. Namun. berprestasi. Corporate Culture didefinisikan sebagai. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .SE.MM PKK Menteng 2010 gosip di antara karyawan. adil.Disciplined Thought --> No need of bureaucracy PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. menjunjung etika. SE. Pada acara itu diluncurkan juga sebuah buku berjudul Corporate Culture: Challenge to Excellence yang merupakan antologi (kumpulan artikel) yang ditulis oleh para pakar budaya perusahaan yang juga (bukan) kebetulan menjadi pembicara dalam seminar dua hari tersebut. ketika ditanya tentang definisi budaya perusahaan. culture matters yang diyakini dan dihidupi oleh segenap jajaran SDM di KKG. Salah satu kalimat yang tercetus dalam obrolan seru itu.” Celetukan lain yang juga sempat saya curi dengar. yang berjumlah 11. seperti halnya saya sendiri. Hal ini terungkap juga pada acara Corporate Culture Festival yang digelar Red Piramid di Hotel Borobudur. mementingkan pen-didikan.. sikap yang dapat dipercayai.

4. Saya yakin setiap karyawan pasti mempunyai nilai-nilai yang dianut dan dipercaya.. SE. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .MM PKK Menteng 2010 . Dengan tawaran gaji 2 hingga 3 kali lipat. tentu saja itu dengan catatan benefit yang diperolehnya di perusahaan tempat dia bekerja sudah termasuk cukup). Toyota.. Tanggung-Jawab. Karena industri di bidang itu sedang berkembang pesat. saya tidak yakin mereka akan mau pindah meskipun ditawari benefit yang jauh lebih banyak. Terbersit dalam benak saya. yang biasanya juga adalah pemilik dan pendiri perusahaan. Disiplin. Tiba-tiba saya jadi teringat kasus yang menimpa perusahaan tempat teman saya bekerja.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Kuatnya budaya perusahaan ini diyakini sebagai salah satu faktor penting penentu keber-hasilan mereka yang berkesinambungan.Disciplined Action --> No need of excessive controls Group Wonokoyo. tanpa disadari oleh sang pemimpin tersebut. BersihRapi. Seorang direktur HR sebuah perusahaan farmasi terdepan di Indonesia mengatakan. maka terjadi pembajakan besar-besaran terhadap karyawan di perusahaan tempat teman saya bekerja itu sehingga bosnya sangat kewalahan. dengan mudah sebuah perusahaan baru di bidang yang sama menarik orangorang terbaik dari perusahaan tempat teman saya bekerja itu. perusahaan yang bergerak di bidang peternakan: (seperti dikutip dari buku Corporate Culture) nilai budaya Jujur. (Tapi. maka tidak akan semudah itu karyawannya pindah hanya karena iming-iming materi. Corporate Culture biasanya dimulai dari tindakan-tindakan dan nilai-nilai dari sang pemimpin perusahaan. mungkin. nilai-nilai dan tindakan itu membudaya dengan sendirinya (=menjadi nilai-nilai dan kebiasaan yang dianut oleh semua karyawan). mereka mempunyai budaya perusahaan yang sangat kuat. Seiring dengan waktu.SE..bahwa sekarang ini untuk menarik karyawan bergabung dengan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. Bila perusahaan yang menawari mempunyai nilai-nilai dan budaya yang tidak sama. Kalau kita perhatikan perusahaan-perusahaan kelas dunia yang terus mencatat prestasi hingga puluhan tahun. mungkin. kalau perusahaan tempat teman saya bekerja itu mempunyai budaya perusahaan yang kuat. adalah seperti Coca Cola.

Lalu bagaimana dengan perusahaan tempat kita bekerja? Sudahkah kita memiliki budaya perusahaan? Barangkali sudah ada benih-benih untuk tumbuhnya sebuah budaya perusahaan yang kuat di perusahaan Anda. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. maka cara-cara itu yang akan menjadi budaya yang diteruskan secara turun-temurun dan akan mengakar menjadi semakin kuat. tidak satu pun dari buruh itu meninggalkan perusahaan. Contoh : kasus yang terjadi pada Gudang Garam. Misalnya adanya seorang pemimpin yang kuat dan dihormati dan juga dicintai. SE. ”bekerja dengan penuh gairah”. di mana budaya perusahaan yang berdasarkan kekeluargaan sangat kuat di antara para buruh linting rokok. Sehingga.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. meskipun keadaan ekonomi perusahaan sedang buruk.MM PKK Menteng 2010 perusahaan kita.. Perusahaan juga harus melakukan kegiatan branding untuk mempromosikan nilai-nilai dan budaya perusahaan. benefit saja tidak cukup. seperti ”selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan”. ”menghargai gagasan setiap orang dalam tim” dan sebagainya. Dengan berlalunya waktu dan terbukti bahwa kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai dari sang pemimpin ini sukses. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .SE.4. Dia menerapkan nilai-nilai dalam setiap perilakunya yang sangat mempengaruhi semua karyawan. Karena karyawan akan berminat bergabung apabila nilai perusahaan sesuai dengan nilai yang dianutnya. Salah satu bagian dari tugas ke-HR-an adalah mendefinisikan nilai-nilai dan tindakan-tindakan itu dan menurunkannya hingga menjadi budaya yang dianut oleh karyawan dalam setiap level.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful