P. 1
Artikel Variabel Lingkungan Thd Usaha

Artikel Variabel Lingkungan Thd Usaha

|Views: 71|Likes:
Published by Pradnyana Eka

More info:

Published by: Pradnyana Eka on Dec 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

4.

Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto,SE,MM PKK Menteng 2010

MODUL KE-4 Mata Kuliah : Etika Bisnis & Pengembangan Profesi Dosen : Agus Arijanto,SE,MM
Faktor-Faktor / Elemen Lingkungan yang Mempengaruhi Dunia Bisnis Umum Secara Tidak Langsung Dalam dunia usaha terdapat banyak hal yang berpengaruh terhadap kesinambungan dunia usaha pada suatu daerah tertentu. Variable-variabel di bawah ini secara tidak langsung memberi efek pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki resistansi atau daya tahan masing-masing terhadap setiap faktor yang berbeda-beda. Faktor lingkungan yang mempengaruhi dunia usaha secara tidak langsung ini berada di luar dari elemen pihak internal dan eksternal yang telah dijelaskan pada artikel bagian lain. Secara bersamaan dengan faktor internal dan eksternal dengan faktor lingkungan mempengaruhi kondisi dunia usaha. 1. Variabel Sosial - Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area. - Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya. - Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain. 2. Variabel Ekonomi Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya. 3. Variabel Politik Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Agus Arijanto, SE., MM

ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1

Pelanggan / Konsumen Konsumen dapat dibagi atau dibedakan menjadi 2. Perusahaan yang statis dan tidak mengikut perkem-bangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .4. 2. Karyawan Dengan memiliki sumber daya manusia atau sdm yang baik akan sangat membantu dunia bisnis untuk maju. Konsumen membelanjakan uang yang dimilikinya untuk barang atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan. Variabel Teknologi Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Pemegang Saham dan Dewan Direksi Adalah dua bagian penting yang mengatur kegiatan atau jalannya roda perusahaan publik di mana para pemegang saham memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi suatu perusahaan dengan hak suara yang dimilikinya sesuai dengan persentase saham yang dimiliki.SE. Pemasok / Suplier / Suplayer Membatu perusahaan untuk mendapatkan faktor produksi atau input untuk diolah menjadi keluaran atau output yang memiliki nilai tambah. yakni external stakeholder (pihak luar) dan internal stakeholder (pihak dalam) : A.MM PKK Menteng 2010 4. Pihak Internal Dunia Usaha 1. 2. yaitu konsumen perorangan atau individu dan konsumen lembaga/perusahaan/bisnis. Faktor Internal dan Eksternal Yang Mempengaruhi Dunia Usaha / Bisnis Umum Secara Langsung Dalam dunia usaha terdapat dua (2) pihak yang berkepentingan (stakeholder) yang berpengaruh secara langsung.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. B. SE. Pihak Eksternal Dunia Usaha 1. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto..

asuransi. 4. kelompok pecinta alam. fasilitas. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Pihak yang Berkepentingan Lain Memperhatikan lembaga atau organisasi lain yang berhubungan dengan bisnis yang PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. kebijakan serta peraturan agar roda perekonomian suatu negara atau daerah dapat berjalan seperti yang telah direncanakan. dan sebagainya 5. Pemerintah Lembaga yang membuat undang-undang.SE.MM PKK Menteng 2010 3. kondisi kerja. SE. Pesaing / Rival Semakin kuat pesaing kita maka akan mengurangi omset perusahaan. 6.. sehingga perlu secara terus menerus melakukan pengembangan dan perbaikan untuk dapat menguasai pasar. dan lain sebagainya yang membantu perusahaan dalam mengelola keuangannya. Kelompok Khusus Contohnya seperti kelompok sosial.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Jika ada masalah antara konsumen dengan produk perusahaan. Serikat Pekerja Berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pekerja seperti upah. 8. Lembaga Konsumen Lembaga ini akan membantu konsumen dalam memperjuangkan haknya.4. maka lembaga konsumen akan membantu konsumen. 7. dan lain-lain 9. leasing atau sewa guna. Lembaga Keuangan Contohnya seperti bank. jam kerja.

semakin berkembang pula pandangan bahwa keunggulan bersaing bisa dihasilkan dengan memadukan berbagai macam pertimbangan sosial dan lingkungan dalam strategi bisnis. dan lainnya harus diperhatikan. Doing the Most Good for Your Company and Your Cause (2005). Tujuan akhir pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan adalah menempatkan entitas bisnis dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu. The Body Shop kini melayani lebih dari 77 juta pelanggan di 55 negara. Lebih jauh dari sekadar promosi. Jika kita terjun ke dalam bisnis rumah sakit. bagaimana perusahaan memaksimalkan tingkat pengembalian investasi melalui sejumlah kegiatan dan inisiatif sosial yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungannya.SE.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. pasien. maka kelompok dokter. Survei yang dilakukan Booth-Harris Trust Monitor (2001) menunjukkan mayoritas konsumen akan meninggalkan suatu produk yang mempunyai citra buruk atau diberitakan negatif.4. Didirikan tahun 1976 di Inggris. Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) berupa kegiatan filantropi dan pengembangan komunitas. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .MM PKK Menteng 2010 dijalankan. SE. tanggung jawab sosial itu seharusnya menginternalisasi pada semua bagian kerja pada suatu pekerjaan. umumnya dikemas untuk mengupayakan citra positif alias promosi. Corporate Social Responsibility (CSR) jangan hanya sebagai Slogan Bagi Perusahaan Kisah sukses bisnis produsen kosmetik The Body Shop tak lain adalah kisah sukses entitas bisnis untuk membangun kepercayaan publik melalui implementasi tanggung jawab sosial perusahaan. secara praktis dapat menunjukkan.. "CSR itu seharusnya merupakan keputusan strategis perusahaan sejak awal dari PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. paramedis. Philip Kotler dan Nancy Kotler dalam Corporate Social Responsibility.

sikap responsif terhadap kebutuhan lingkungan menjadi keharusan. memerhatikan kesejahteraan karyawan. melalui pertumbuhan ekonomi. keseimbangan ekologi. perusahaan misalnya bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat. seperti Papua dan Kalimantan. Jika pada suatu kawasan yang kaya sumber daya alam.SE. dan kemajuan sosial. Pada lingkungan inter-nal.4. Selain itu. Konosuke Matsushita. serta menjalankan manajemen yang beretika." Artinya. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . mengemukakan. pendiri Matsushita Electric. Tergantung pada lingkungan Meluasnya tuntutan publik serta menguatnya kesadaran pelaku usaha untuk menjalankan CSR. Selain tuntutan lingkungan yang tertera pada regulasi. beroperasi peru-sahaan internasional yang meraup keuntungan besar.MM PKK Menteng 2010 mendesain produk yang ramah lingkungan. dan pe-ngolahan limbah. tidak bisa diabaikan pula tuntutan lingkungan yang tidak secara langsung disebutkan dalam peraturan publik. pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan perlu diupayakan di lingkungan internal dan eksternal. perusahaan yang mengolah sumber daya alam maupun sumber daya manusia pada hakikatnya adalah milik publik serta bertanggung jawab untuk memberi manfaat pada masyarakat. pada dasarnya musuh terbesar bagi lingkungan adalah kemiskinan. Perusahaan-perusahaan ini bergabung dengan komitmen mencapai pembangunan berkelanjutan.Albert Fry yang pernah menjadi salah seorang manajer pada WBCSD menyatakan. SE. Oleh karena itu. Sebanyak 180 perusahaan internasional dari 35 negara berkoalisi dalam organisasi itu. Ironi demikian juga terjadi pada beberapa kawasan kaya sumber daya alam di Indonesia. tentu terjadi ketidakadilan sosial yang perlu diluruskan. tampak pada dibentuknya World Business Council for Suistainable Development (WBCSD). PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. antara lain. hingga pemasaran. tetapi masyarakat di lingkungan sekitarnya didera kemiskinan. Pelaku bisnis membutuhkan dukungan lingkungannya. Terkait pelaksanaan CSR pada lingkungan eksternal perusahaan.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto.. secara eksternal CSR juga memastikan jangan sampai perusahaan justru mengurangi kesejahteraan masyarakat di lingkung-lan sekitarnya.

4. pimpinan manajemen. dan pengangguran terus bertambah. lembaga nonpemerintah. pemerintah. pemilik perusahaan. Ernst & Young meyakini. di kawasan-kawasan kaya negeri ini yang rakyatnya miskin itu. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Para pemegang saham.. kemiskinan. prinsip-prinsip kewirausahaan yang membuat pelaku usaha mampu mengatasi kerumitan prosedur birokrasi dan berkelit dari tekan-an & tantangan pasar seharusnya dapat diaplikasikan untuk mengatasi ma-salah-masalah sosial. Inggris memberlakukan aturan yang lebih jelas untuk melakukan pelaporan kegiatan CSR. dibutuhkan kerja sama antara perusahaan. dan perguruan tinggi. komitmen terhadap perbaikan lingkungan sosial diidentifikasi sebagai karakter yang menonjol pada pengusaha-pengusaha sukses di berbagai negara. dan komunitas yang mencakup masyarakat dan organisasi nonpemerintah. terbit-an Blackwell Publishing. Penelitian itu menunjukkan. Nindita menjelaskan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto.MM PKK Menteng 2010 Nindita berpendapat.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Uniknya. SE. Mei 2006. bisakah perusahaan. pemerintah. dan komunitas bekerja sama sebagai mitra yang dapat saling memercayai? Mengutip sebuah laporan penelitian terbaru pada Journal Compilation. dan masyarakat. pemerintah.SE. sepanjang penyelenggaraan program penghargaan Ernst & Young Entrepreneur of the Year. sedangkan pimpinan manajemen terdorong oleh norma etika bisnis. misalnya. untuk menciptakan keadilan sosial. meyakini keunggulan kompetitif untuk berinvestasi pada perusahaan yang aktif menjalankan kegiatan CSR. pelaku bisnis. Kemelut tersebut menjadi tantangan ber-sama yang harus dijawab pemerintah. konsumen. Pertanyaannya. Di Indonesia Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan di Indonesia? Kerusakan lingkungan terus-menerus meluas di negeri ini. aktivitas CSR di Inggris dinilai jauh lebih maju dibandingkan kegiatan serupa di Amerika Serikat. Tidak demikian halnya dengan Amerika Serikat. kesadaran perusahaan-perusahaan di Inggris untuk melakukan CSR lebih terdorong karena kontrol aktif dari para pemang-ku kepentingan yakni karyawan.

Perusahaan yang memiliki Budaya Perusahaan yang kuat akan mampu bertahan lama. yakni Social Entrepreneur of the Year.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. P&G dengan Bussiness integrity.4. Budaya Perusahaan (Corporate Culture) Secara sederhana Budaya Perusahaan kerap didefinisikan sebagai: Begitulah cara kami bekerja di sini. Langkah awal adalah usaha mengenali. Lalu bagaimana caranya dalam membentuk suatu Budaya Perusahaan (Corporate Culture) yang kuat dan mampu membawa perusahaan bertahan lama? Terdapat sejumlah langkah yang dapat ditempuh dalam membentuk dan memelihara Budaya Perusahaan. Tentu saja tujuannya untuk mendorong para pengusaha untuk berlomba-lomba dengan komitmen penuh untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya. bisa menjadi contoh yang nyata. Hal-hal yang ditemukan pada usaha itu sendiri dari: norma-norma positif dan norma-norma negatif. SE. dunia usaha. Akan tetapi. Contonya : IBM dengan IBM means services. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .SE. menemukan.. menyadari dan menguraikan Budaya Perusahaan yang build-in di dalam organisasi. bahkan oleh penegak hukum. sehingga perusahaan akan mencapai sukses dalam usahanya. Memang. bisa saja perusahaan itu sukses tanpa memiliki Budaya Perusahaan. tetapi keberhasilannya biasanya bersifat sementara. atau hal-hal yang hendak dipertahankan atau diperkuat dan hal-hal yang merupakan perselisihan antara apa yang ditemukan dengan Budaya Perusahaan yang dikehendaki. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto.MM PKK Menteng 2010 Oleh karena itu. fair treatment of employees. mulai tahun ini Ernst & Young menambahkan satu kategori dalam program penghargaannya. yang membimbing seluruh karyawan dalam bekerja. Namun klau menginginkan yang lebih “akademis” maka Budaya Perusahaan bisa didefinisikan sebagai: Nilai-nilai pokok yang menjadi inti dari falsafah bekerja dalam organisasi. Perusahaan keluarga yang ambruk dua generasi setelah pendirinya meninggal. potensi dunia bisnis untuk menjalankan perubahan sosial melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial tidak dapat tercapai optimal jika aturan tidak ditegakkan. Kemitraan antara pemerintah. dan komunitas hanya dapat berjalan jika ada kepercayaan dan sikap keterbukaan.

yaitu pada individu. Ia merupakan penerjemah dari Budaya Perusahaan bagi bawahan di unit kerjanya. yaitu pada setiap individu. dan pada organisasi secara proses. maka usaha untuk membentuk Budaya Perusahaan sebaiknya ditinjau sebagai suatu sistem. pada anggota tim sekerja. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . kelompok. karyawan tsb. pada pimpinan. Karena “cara bekerja” sebuah perusahaan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terus berubah. pimpinan dan organisasi. kebijakan dan struktur. menguatkan dan mempertimbangkannya dalam setiap ketetapan dan kebijaksanaan perusahaan yang berakibat pada empat dimensi yang dibahas tadi. Sasaran-sasaran program..4. saya mendengar obrolan yang heboh dari meja sebelah tentang karyawan baru yang bikin geger dan sering menjadi bahan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. Kegiatan itu disusul dengan perencanaan dan penerapan dari tindakan-tindakan yang secara ideal akan mewujudkan perubahan pada empat dimensi. dan sasaran kultural yang berupa keyakinan. SE. Terjemahannya itu tentu dipengaruhi oleh apakah seorang karyawan telah mengerti dan menerima makro kultur dari perusahaannya. sistem. Lalu di mana peran manager dalam pembentukan Budaya Perusahaan? Setiap manager harus memikul beban untuk membentuk atau memelihara Budaya Perusahaannya sesuai dengan otoritasnya. Punyakah Budaya Perusahaan di perusahaan Indonesia ? Pada suatu kesempatan makan siang. Jika setiap manager mampu untuk menerjemahkan “makro kultur” perusahaan menjadi suatu “mikro kultur” di unitnya masing-masing. Adapun organisasi yang memiliki Budaya Perusahaan yang positif ibarat berlian yang tetap diasah dengan baik: meski banyak segi.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. cahayanya dapat menyatu. Timbal balik sebaiknya diperoleh secara berkala guna meninjau kembali kecocokan dari asumsi-asumsi semula dan menyesuaikan tindakan selanjutnya.SE. Bila sudah jelas. sikap maupun perilaku. wajib memelihara.MM PKK Menteng 2010 Langkah selanjutnya adalah menetapkan sasaran-sasaran yang jelas dan dapat iukur. mengenai bagaimanakah perselisihan dapat dikurangi dan norma-norma positif dipertahankan. maka perusahaan itu akan seperti berlian: suatu badan tetapi banyak segi.

4. "Serangkaian nilai atau keyakinan yang menghasilkan pola perilaku tertentu secara kolektif dalam korporasi. menjunjung etika. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . termasuk saya sendiri. culture matters yang diyakini dan dihidupi oleh segenap jajaran SDM di KKG. nilai-nilai itu bukan merupakan budaya perusahaan.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto.” Budaya perusahaan telah menjadi istilah yang lazim digunakan dalam per-cakapan sehari-hari antarkaryawan. ketika ditanya tentang definisi budaya perusahaan.” Berdasarkan definisi tersebut. sikap yang dapat dipercayai. yang berjumlah 11. saya yakin banyak di antara karyawan itu yang tidak memahami betul definisi budaya perusahaan. dan kepemimpinan horizontal." .Disciplined People --> No need of hierarchy . Pada acara itu diluncurkan juga sebuah buku berjudul Corporate Culture: Challenge to Excellence yang merupakan antologi (kumpulan artikel) yang ditulis oleh para pakar budaya perusahaan yang juga (bukan) kebetulan menjadi pembicara dalam seminar dua hari tersebut. Namun. SE. seperti halnya saya sendiri.Disciplined Thought --> No need of bureaucracy PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. mementingkan pen-didikan. Dalam buku itu." "A Culture of Discipline. Audiens. Hal ini terungkap juga pada acara Corporate Culture Festival yang digelar Red Piramid di Hotel Borobudur. bekerja dengan tujuan mulia.. Berikut beberapa contoh Corporate Culture: Kelompok Kompas Gramedia (KKG): (seperti dikutip dari buku Corporate Culture) "Secara keseluruhan. “Dia baru masuk sih. maka apabila nilai-nilai atau visi perusahaan yang sering tertempel dan dipajang di dinding-dinding kantor belum muncul dalam bentuk perilaku kolektif. hemat.300 orang adalah sikap menghargai waktu. adil. berprestasi.” Celetukan lain yang juga sempat saya curi dengar. Corporate Culture didefinisikan sebagai. tidak dapat memberikan jawaban yang tepat. jadi belum paham budaya pe-rusahaan kita. Salah satu kalimat yang tercetus dalam obrolan seru itu. “Dia mungkin dari perusahaan yang budayanya saling sikut karena persaingannya sangat keras.SE. 18-19 April yang lalu.MM PKK Menteng 2010 gosip di antara karyawan.

bahwa sekarang ini untuk menarik karyawan bergabung dengan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. kalau perusahaan tempat teman saya bekerja itu mempunyai budaya perusahaan yang kuat... Bila perusahaan yang menawari mempunyai nilai-nilai dan budaya yang tidak sama. Kuatnya budaya perusahaan ini diyakini sebagai salah satu faktor penting penentu keber-hasilan mereka yang berkesinambungan. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Kalau kita perhatikan perusahaan-perusahaan kelas dunia yang terus mencatat prestasi hingga puluhan tahun. Tanggung-Jawab. tanpa disadari oleh sang pemimpin tersebut. Terbersit dalam benak saya.SE. Disiplin. maka tidak akan semudah itu karyawannya pindah hanya karena iming-iming materi.. nilai-nilai dan tindakan itu membudaya dengan sendirinya (=menjadi nilai-nilai dan kebiasaan yang dianut oleh semua karyawan). (Tapi.MM PKK Menteng 2010 . SE.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. BersihRapi. Karena industri di bidang itu sedang berkembang pesat. Seiring dengan waktu. Corporate Culture biasanya dimulai dari tindakan-tindakan dan nilai-nilai dari sang pemimpin perusahaan. Toyota. Seorang direktur HR sebuah perusahaan farmasi terdepan di Indonesia mengatakan. maka terjadi pembajakan besar-besaran terhadap karyawan di perusahaan tempat teman saya bekerja itu sehingga bosnya sangat kewalahan. yang biasanya juga adalah pemilik dan pendiri perusahaan. tentu saja itu dengan catatan benefit yang diperolehnya di perusahaan tempat dia bekerja sudah termasuk cukup). Dengan tawaran gaji 2 hingga 3 kali lipat. mereka mempunyai budaya perusahaan yang sangat kuat.4. adalah seperti Coca Cola.Disciplined Action --> No need of excessive controls Group Wonokoyo. Tiba-tiba saya jadi teringat kasus yang menimpa perusahaan tempat teman saya bekerja. dengan mudah sebuah perusahaan baru di bidang yang sama menarik orangorang terbaik dari perusahaan tempat teman saya bekerja itu. mungkin. perusahaan yang bergerak di bidang peternakan: (seperti dikutip dari buku Corporate Culture) nilai budaya Jujur. Saya yakin setiap karyawan pasti mempunyai nilai-nilai yang dianut dan dipercaya. mungkin. saya tidak yakin mereka akan mau pindah meskipun ditawari benefit yang jauh lebih banyak.

Salah satu bagian dari tugas ke-HR-an adalah mendefinisikan nilai-nilai dan tindakan-tindakan itu dan menurunkannya hingga menjadi budaya yang dianut oleh karyawan dalam setiap level. Dia menerapkan nilai-nilai dalam setiap perilakunya yang sangat mempengaruhi semua karyawan.MM PKK Menteng 2010 perusahaan kita. tidak satu pun dari buruh itu meninggalkan perusahaan. ”bekerja dengan penuh gairah”. Dengan berlalunya waktu dan terbukti bahwa kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai dari sang pemimpin ini sukses. ”menghargai gagasan setiap orang dalam tim” dan sebagainya.4. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. maka cara-cara itu yang akan menjadi budaya yang diteruskan secara turun-temurun dan akan mengakar menjadi semakin kuat. benefit saja tidak cukup. Contoh : kasus yang terjadi pada Gudang Garam.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Sehingga. Perusahaan juga harus melakukan kegiatan branding untuk mempromosikan nilai-nilai dan budaya perusahaan. meskipun keadaan ekonomi perusahaan sedang buruk. Lalu bagaimana dengan perusahaan tempat kita bekerja? Sudahkah kita memiliki budaya perusahaan? Barangkali sudah ada benih-benih untuk tumbuhnya sebuah budaya perusahaan yang kuat di perusahaan Anda. SE. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .SE.. seperti ”selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan”. Misalnya adanya seorang pemimpin yang kuat dan dihormati dan juga dicintai. Karena karyawan akan berminat bergabung apabila nilai perusahaan sesuai dengan nilai yang dianutnya. di mana budaya perusahaan yang berdasarkan kekeluargaan sangat kuat di antara para buruh linting rokok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->