4.

Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto,SE,MM PKK Menteng 2010

MODUL KE-4 Mata Kuliah : Etika Bisnis & Pengembangan Profesi Dosen : Agus Arijanto,SE,MM
Faktor-Faktor / Elemen Lingkungan yang Mempengaruhi Dunia Bisnis Umum Secara Tidak Langsung Dalam dunia usaha terdapat banyak hal yang berpengaruh terhadap kesinambungan dunia usaha pada suatu daerah tertentu. Variable-variabel di bawah ini secara tidak langsung memberi efek pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki resistansi atau daya tahan masing-masing terhadap setiap faktor yang berbeda-beda. Faktor lingkungan yang mempengaruhi dunia usaha secara tidak langsung ini berada di luar dari elemen pihak internal dan eksternal yang telah dijelaskan pada artikel bagian lain. Secara bersamaan dengan faktor internal dan eksternal dengan faktor lingkungan mempengaruhi kondisi dunia usaha. 1. Variabel Sosial - Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area. - Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya. - Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain. 2. Variabel Ekonomi Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya. 3. Variabel Politik Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Agus Arijanto, SE., MM

ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1

SE. B. Pihak Internal Dunia Usaha 1. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Pihak Eksternal Dunia Usaha 1. SE. Karyawan Dengan memiliki sumber daya manusia atau sdm yang baik akan sangat membantu dunia bisnis untuk maju.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. 2. Pelanggan / Konsumen Konsumen dapat dibagi atau dibedakan menjadi 2. yaitu konsumen perorangan atau individu dan konsumen lembaga/perusahaan/bisnis.MM PKK Menteng 2010 4. 2. yakni external stakeholder (pihak luar) dan internal stakeholder (pihak dalam) : A. Variabel Teknologi Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Pemasok / Suplier / Suplayer Membatu perusahaan untuk mendapatkan faktor produksi atau input untuk diolah menjadi keluaran atau output yang memiliki nilai tambah. Faktor Internal dan Eksternal Yang Mempengaruhi Dunia Usaha / Bisnis Umum Secara Langsung Dalam dunia usaha terdapat dua (2) pihak yang berkepentingan (stakeholder) yang berpengaruh secara langsung. Pemegang Saham dan Dewan Direksi Adalah dua bagian penting yang mengatur kegiatan atau jalannya roda perusahaan publik di mana para pemegang saham memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi suatu perusahaan dengan hak suara yang dimilikinya sesuai dengan persentase saham yang dimiliki. Konsumen membelanjakan uang yang dimilikinya untuk barang atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. Perusahaan yang statis dan tidak mengikut perkem-bangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien..4.

jam kerja. Lembaga Konsumen Lembaga ini akan membantu konsumen dalam memperjuangkan haknya. leasing atau sewa guna.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. 4. 6. 8. Kelompok Khusus Contohnya seperti kelompok sosial. kondisi kerja.4. asuransi. Pesaing / Rival Semakin kuat pesaing kita maka akan mengurangi omset perusahaan. kelompok pecinta alam. Lembaga Keuangan Contohnya seperti bank. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .MM PKK Menteng 2010 3. Jika ada masalah antara konsumen dengan produk perusahaan. fasilitas.SE. sehingga perlu secara terus menerus melakukan pengembangan dan perbaikan untuk dapat menguasai pasar. dan sebagainya 5. Pihak yang Berkepentingan Lain Memperhatikan lembaga atau organisasi lain yang berhubungan dengan bisnis yang PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. kebijakan serta peraturan agar roda perekonomian suatu negara atau daerah dapat berjalan seperti yang telah direncanakan. dan lain sebagainya yang membantu perusahaan dalam mengelola keuangannya. SE. Serikat Pekerja Berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pekerja seperti upah. Pemerintah Lembaga yang membuat undang-undang. maka lembaga konsumen akan membantu konsumen. 7.. dan lain-lain 9.

4. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) berupa kegiatan filantropi dan pengembangan komunitas. pasien.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Tujuan akhir pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan adalah menempatkan entitas bisnis dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Didirikan tahun 1976 di Inggris.SE. dan lainnya harus diperhatikan. bagaimana perusahaan memaksimalkan tingkat pengembalian investasi melalui sejumlah kegiatan dan inisiatif sosial yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungannya. Oleh karena itu. tanggung jawab sosial itu seharusnya menginternalisasi pada semua bagian kerja pada suatu pekerjaan. Corporate Social Responsibility (CSR) jangan hanya sebagai Slogan Bagi Perusahaan Kisah sukses bisnis produsen kosmetik The Body Shop tak lain adalah kisah sukses entitas bisnis untuk membangun kepercayaan publik melalui implementasi tanggung jawab sosial perusahaan. Lebih jauh dari sekadar promosi.. Survei yang dilakukan Booth-Harris Trust Monitor (2001) menunjukkan mayoritas konsumen akan meninggalkan suatu produk yang mempunyai citra buruk atau diberitakan negatif. Philip Kotler dan Nancy Kotler dalam Corporate Social Responsibility. umumnya dikemas untuk mengupayakan citra positif alias promosi. SE. paramedis. secara praktis dapat menunjukkan. Doing the Most Good for Your Company and Your Cause (2005). "CSR itu seharusnya merupakan keputusan strategis perusahaan sejak awal dari PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. maka kelompok dokter. Jika kita terjun ke dalam bisnis rumah sakit. semakin berkembang pula pandangan bahwa keunggulan bersaing bisa dihasilkan dengan memadukan berbagai macam pertimbangan sosial dan lingkungan dalam strategi bisnis.MM PKK Menteng 2010 dijalankan. The Body Shop kini melayani lebih dari 77 juta pelanggan di 55 negara.

secara eksternal CSR juga memastikan jangan sampai perusahaan justru mengurangi kesejahteraan masyarakat di lingkung-lan sekitarnya. seperti Papua dan Kalimantan.MM PKK Menteng 2010 mendesain produk yang ramah lingkungan. dan pe-ngolahan limbah.Albert Fry yang pernah menjadi salah seorang manajer pada WBCSD menyatakan.4. pada dasarnya musuh terbesar bagi lingkungan adalah kemiskinan." Artinya. serta menjalankan manajemen yang beretika. sikap responsif terhadap kebutuhan lingkungan menjadi keharusan. Perusahaan-perusahaan ini bergabung dengan komitmen mencapai pembangunan berkelanjutan. perusahaan misalnya bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Sebanyak 180 perusahaan internasional dari 35 negara berkoalisi dalam organisasi itu. pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan perlu diupayakan di lingkungan internal dan eksternal. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . perusahaan yang mengolah sumber daya alam maupun sumber daya manusia pada hakikatnya adalah milik publik serta bertanggung jawab untuk memberi manfaat pada masyarakat. Selain itu. SE. melalui pertumbuhan ekonomi. Selain tuntutan lingkungan yang tertera pada regulasi. Jika pada suatu kawasan yang kaya sumber daya alam. Konosuke Matsushita. mengemukakan. Terkait pelaksanaan CSR pada lingkungan eksternal perusahaan. tidak bisa diabaikan pula tuntutan lingkungan yang tidak secara langsung disebutkan dalam peraturan publik. memerhatikan kesejahteraan karyawan. dan kemajuan sosial.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. tampak pada dibentuknya World Business Council for Suistainable Development (WBCSD). PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. tetapi masyarakat di lingkungan sekitarnya didera kemiskinan. Pada lingkungan inter-nal. keseimbangan ekologi. Ironi demikian juga terjadi pada beberapa kawasan kaya sumber daya alam di Indonesia. Tergantung pada lingkungan Meluasnya tuntutan publik serta menguatnya kesadaran pelaku usaha untuk menjalankan CSR. hingga pemasaran.. beroperasi peru-sahaan internasional yang meraup keuntungan besar. Pelaku bisnis membutuhkan dukungan lingkungannya.SE. antara lain. pendiri Matsushita Electric. Oleh karena itu. tentu terjadi ketidakadilan sosial yang perlu diluruskan.

SE. Di Indonesia Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan di Indonesia? Kerusakan lingkungan terus-menerus meluas di negeri ini. dan komunitas yang mencakup masyarakat dan organisasi nonpemerintah. pemerintah. dan masyarakat. pemerintah. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . dan perguruan tinggi. SE. dan pengangguran terus bertambah.4. bisakah perusahaan. Penelitian itu menunjukkan. Uniknya. terbit-an Blackwell Publishing. misalnya. Ernst & Young meyakini. Kemelut tersebut menjadi tantangan ber-sama yang harus dijawab pemerintah. dibutuhkan kerja sama antara perusahaan. Tidak demikian halnya dengan Amerika Serikat. Pertanyaannya. komitmen terhadap perbaikan lingkungan sosial diidentifikasi sebagai karakter yang menonjol pada pengusaha-pengusaha sukses di berbagai negara. meyakini keunggulan kompetitif untuk berinvestasi pada perusahaan yang aktif menjalankan kegiatan CSR. konsumen. kesadaran perusahaan-perusahaan di Inggris untuk melakukan CSR lebih terdorong karena kontrol aktif dari para pemang-ku kepentingan yakni karyawan. Nindita menjelaskan. pimpinan manajemen. Mei 2006. pemerintah.. kemiskinan. pelaku bisnis. sepanjang penyelenggaraan program penghargaan Ernst & Young Entrepreneur of the Year. Para pemegang saham. sedangkan pimpinan manajemen terdorong oleh norma etika bisnis. dan komunitas bekerja sama sebagai mitra yang dapat saling memercayai? Mengutip sebuah laporan penelitian terbaru pada Journal Compilation. di kawasan-kawasan kaya negeri ini yang rakyatnya miskin itu. prinsip-prinsip kewirausahaan yang membuat pelaku usaha mampu mengatasi kerumitan prosedur birokrasi dan berkelit dari tekan-an & tantangan pasar seharusnya dapat diaplikasikan untuk mengatasi ma-salah-masalah sosial.MM PKK Menteng 2010 Nindita berpendapat. lembaga nonpemerintah. Inggris memberlakukan aturan yang lebih jelas untuk melakukan pelaporan kegiatan CSR. untuk menciptakan keadilan sosial. pemilik perusahaan. aktivitas CSR di Inggris dinilai jauh lebih maju dibandingkan kegiatan serupa di Amerika Serikat.

dan komunitas hanya dapat berjalan jika ada kepercayaan dan sikap keterbukaan. Perusahaan keluarga yang ambruk dua generasi setelah pendirinya meninggal. Memang. yang membimbing seluruh karyawan dalam bekerja. menyadari dan menguraikan Budaya Perusahaan yang build-in di dalam organisasi. dunia usaha. SE. atau hal-hal yang hendak dipertahankan atau diperkuat dan hal-hal yang merupakan perselisihan antara apa yang ditemukan dengan Budaya Perusahaan yang dikehendaki. fair treatment of employees. Hal-hal yang ditemukan pada usaha itu sendiri dari: norma-norma positif dan norma-norma negatif. Contonya : IBM dengan IBM means services.MM PKK Menteng 2010 Oleh karena itu. Perusahaan yang memiliki Budaya Perusahaan yang kuat akan mampu bertahan lama. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. P&G dengan Bussiness integrity. tetapi keberhasilannya biasanya bersifat sementara. sehingga perusahaan akan mencapai sukses dalam usahanya. bisa saja perusahaan itu sukses tanpa memiliki Budaya Perusahaan.SE. potensi dunia bisnis untuk menjalankan perubahan sosial melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial tidak dapat tercapai optimal jika aturan tidak ditegakkan. Akan tetapi. bisa menjadi contoh yang nyata. menemukan..Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Kemitraan antara pemerintah. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . yakni Social Entrepreneur of the Year. mulai tahun ini Ernst & Young menambahkan satu kategori dalam program penghargaannya. Lalu bagaimana caranya dalam membentuk suatu Budaya Perusahaan (Corporate Culture) yang kuat dan mampu membawa perusahaan bertahan lama? Terdapat sejumlah langkah yang dapat ditempuh dalam membentuk dan memelihara Budaya Perusahaan. Langkah awal adalah usaha mengenali. bahkan oleh penegak hukum.4. Namun klau menginginkan yang lebih “akademis” maka Budaya Perusahaan bisa didefinisikan sebagai: Nilai-nilai pokok yang menjadi inti dari falsafah bekerja dalam organisasi. Budaya Perusahaan (Corporate Culture) Secara sederhana Budaya Perusahaan kerap didefinisikan sebagai: Begitulah cara kami bekerja di sini. Tentu saja tujuannya untuk mendorong para pengusaha untuk berlomba-lomba dengan komitmen penuh untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya.

MM PKK Menteng 2010 Langkah selanjutnya adalah menetapkan sasaran-sasaran yang jelas dan dapat iukur. Bila sudah jelas. dan pada organisasi secara proses. sikap maupun perilaku. yaitu pada setiap individu. kebijakan dan struktur. sistem. pada pimpinan. kelompok. Jika setiap manager mampu untuk menerjemahkan “makro kultur” perusahaan menjadi suatu “mikro kultur” di unitnya masing-masing. saya mendengar obrolan yang heboh dari meja sebelah tentang karyawan baru yang bikin geger dan sering menjadi bahan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. SE. Lalu di mana peran manager dalam pembentukan Budaya Perusahaan? Setiap manager harus memikul beban untuk membentuk atau memelihara Budaya Perusahaannya sesuai dengan otoritasnya. Adapun organisasi yang memiliki Budaya Perusahaan yang positif ibarat berlian yang tetap diasah dengan baik: meski banyak segi. menguatkan dan mempertimbangkannya dalam setiap ketetapan dan kebijaksanaan perusahaan yang berakibat pada empat dimensi yang dibahas tadi. dan sasaran kultural yang berupa keyakinan.. Karena “cara bekerja” sebuah perusahaan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terus berubah. Kegiatan itu disusul dengan perencanaan dan penerapan dari tindakan-tindakan yang secara ideal akan mewujudkan perubahan pada empat dimensi. maka perusahaan itu akan seperti berlian: suatu badan tetapi banyak segi. cahayanya dapat menyatu. maka usaha untuk membentuk Budaya Perusahaan sebaiknya ditinjau sebagai suatu sistem. Ia merupakan penerjemah dari Budaya Perusahaan bagi bawahan di unit kerjanya.SE. Timbal balik sebaiknya diperoleh secara berkala guna meninjau kembali kecocokan dari asumsi-asumsi semula dan menyesuaikan tindakan selanjutnya. mengenai bagaimanakah perselisihan dapat dikurangi dan norma-norma positif dipertahankan. Terjemahannya itu tentu dipengaruhi oleh apakah seorang karyawan telah mengerti dan menerima makro kultur dari perusahaannya. pada anggota tim sekerja.4. wajib memelihara. yaitu pada individu. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . pimpinan dan organisasi. Sasaran-sasaran program.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Punyakah Budaya Perusahaan di perusahaan Indonesia ? Pada suatu kesempatan makan siang. karyawan tsb.

" . Pada acara itu diluncurkan juga sebuah buku berjudul Corporate Culture: Challenge to Excellence yang merupakan antologi (kumpulan artikel) yang ditulis oleh para pakar budaya perusahaan yang juga (bukan) kebetulan menjadi pembicara dalam seminar dua hari tersebut.” Berdasarkan definisi tersebut. Berikut beberapa contoh Corporate Culture: Kelompok Kompas Gramedia (KKG): (seperti dikutip dari buku Corporate Culture) "Secara keseluruhan. Audiens. jadi belum paham budaya pe-rusahaan kita. “Dia mungkin dari perusahaan yang budayanya saling sikut karena persaingannya sangat keras.” Budaya perusahaan telah menjadi istilah yang lazim digunakan dalam per-cakapan sehari-hari antarkaryawan. Corporate Culture didefinisikan sebagai. hemat. dan kepemimpinan horizontal. Namun. yang berjumlah 11. termasuk saya sendiri. culture matters yang diyakini dan dihidupi oleh segenap jajaran SDM di KKG. SE. saya yakin banyak di antara karyawan itu yang tidak memahami betul definisi budaya perusahaan.. "Serangkaian nilai atau keyakinan yang menghasilkan pola perilaku tertentu secara kolektif dalam korporasi. berprestasi.300 orang adalah sikap menghargai waktu. seperti halnya saya sendiri. maka apabila nilai-nilai atau visi perusahaan yang sering tertempel dan dipajang di dinding-dinding kantor belum muncul dalam bentuk perilaku kolektif. adil. nilai-nilai itu bukan merupakan budaya perusahaan. ketika ditanya tentang definisi budaya perusahaan. menjunjung etika.Disciplined Thought --> No need of bureaucracy PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .4.Disciplined People --> No need of hierarchy ." "A Culture of Discipline. Salah satu kalimat yang tercetus dalam obrolan seru itu. “Dia baru masuk sih. sikap yang dapat dipercayai. mementingkan pen-didikan.MM PKK Menteng 2010 gosip di antara karyawan.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Hal ini terungkap juga pada acara Corporate Culture Festival yang digelar Red Piramid di Hotel Borobudur.SE.” Celetukan lain yang juga sempat saya curi dengar. Dalam buku itu. tidak dapat memberikan jawaban yang tepat. 18-19 April yang lalu. bekerja dengan tujuan mulia.

Toyota.4. tanpa disadari oleh sang pemimpin tersebut. perusahaan yang bergerak di bidang peternakan: (seperti dikutip dari buku Corporate Culture) nilai budaya Jujur.. Bila perusahaan yang menawari mempunyai nilai-nilai dan budaya yang tidak sama.Disciplined Action --> No need of excessive controls Group Wonokoyo.SE. mungkin.. maka tidak akan semudah itu karyawannya pindah hanya karena iming-iming materi. Kuatnya budaya perusahaan ini diyakini sebagai salah satu faktor penting penentu keber-hasilan mereka yang berkesinambungan. Tanggung-Jawab. mungkin. SE.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Terbersit dalam benak saya. BersihRapi. Corporate Culture biasanya dimulai dari tindakan-tindakan dan nilai-nilai dari sang pemimpin perusahaan. kalau perusahaan tempat teman saya bekerja itu mempunyai budaya perusahaan yang kuat.bahwa sekarang ini untuk menarik karyawan bergabung dengan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. (Tapi. nilai-nilai dan tindakan itu membudaya dengan sendirinya (=menjadi nilai-nilai dan kebiasaan yang dianut oleh semua karyawan). maka terjadi pembajakan besar-besaran terhadap karyawan di perusahaan tempat teman saya bekerja itu sehingga bosnya sangat kewalahan. yang biasanya juga adalah pemilik dan pendiri perusahaan. Seiring dengan waktu. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 .. Dengan tawaran gaji 2 hingga 3 kali lipat. Kalau kita perhatikan perusahaan-perusahaan kelas dunia yang terus mencatat prestasi hingga puluhan tahun. adalah seperti Coca Cola. saya tidak yakin mereka akan mau pindah meskipun ditawari benefit yang jauh lebih banyak. Saya yakin setiap karyawan pasti mempunyai nilai-nilai yang dianut dan dipercaya. Seorang direktur HR sebuah perusahaan farmasi terdepan di Indonesia mengatakan. Tiba-tiba saya jadi teringat kasus yang menimpa perusahaan tempat teman saya bekerja. dengan mudah sebuah perusahaan baru di bidang yang sama menarik orangorang terbaik dari perusahaan tempat teman saya bekerja itu. tentu saja itu dengan catatan benefit yang diperolehnya di perusahaan tempat dia bekerja sudah termasuk cukup).MM PKK Menteng 2010 . mereka mempunyai budaya perusahaan yang sangat kuat. Disiplin. Karena industri di bidang itu sedang berkembang pesat.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto. maka cara-cara itu yang akan menjadi budaya yang diteruskan secara turun-temurun dan akan mengakar menjadi semakin kuat. ”bekerja dengan penuh gairah”. Contoh : kasus yang terjadi pada Gudang Garam.4. Lalu bagaimana dengan perusahaan tempat kita bekerja? Sudahkah kita memiliki budaya perusahaan? Barangkali sudah ada benih-benih untuk tumbuhnya sebuah budaya perusahaan yang kuat di perusahaan Anda. benefit saja tidak cukup. meskipun keadaan ekonomi perusahaan sedang buruk. Salah satu bagian dari tugas ke-HR-an adalah mendefinisikan nilai-nilai dan tindakan-tindakan itu dan menurunkannya hingga menjadi budaya yang dianut oleh karyawan dalam setiap level. tidak satu pun dari buruh itu meninggalkan perusahaan. Perusahaan juga harus melakukan kegiatan branding untuk mempromosikan nilai-nilai dan budaya perusahaan.MM PKK Menteng 2010 perusahaan kita. MM ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN PROFESI 1 . Karena karyawan akan berminat bergabung apabila nilai perusahaan sesuai dengan nilai yang dianutnya. di mana budaya perusahaan yang berdasarkan kekeluargaan sangat kuat di antara para buruh linting rokok.SE.Etika Bisnis Modul ke-4 by Agus Arijanto. Sehingga. SE. Dia menerapkan nilai-nilai dalam setiap perilakunya yang sangat mempengaruhi semua karyawan. ”menghargai gagasan setiap orang dalam tim” dan sebagainya. Dengan berlalunya waktu dan terbukti bahwa kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai dari sang pemimpin ini sukses.. Misalnya adanya seorang pemimpin yang kuat dan dihormati dan juga dicintai. seperti ”selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful