P. 1
Karangan Bahasa Indonesia...

Karangan Bahasa Indonesia...

|Views: 2,626|Likes:
Published by Tiffany_Caesareza

More info:

Published by: Tiffany_Caesareza on Dec 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

1) Eksposisi atau paparan ialah salah satu bentuk wacana atau karangan yang bermaksud menjelaskan, mengembangkan, atau

menerangkan suatu gagasan. Tujuannya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha untuk mengubah pendirian atau mempengaruhi sikap pembaca. Contoh: Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang representatif, kini mulai dibangun di Palu, setelah tertunda dua tahun. Pembangunan kantor di Jalan Sam Ratulangi Palu Timur itu, direncanakan rampung 2 - 3 tahun mendatang, dengan biaya sekitar Rp 10 milyar. Demikian keterangan Sekwilda Sulteng, Amur Muchasim SH, Rabu (4/10) di Palu la menjelaskan, untuk tahap pertama, seta bangunan sayap dapat dirampungkan Februari 1996. (2) Narasi adalah sejenis karangan atau cerita yang isinya mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa menurut urutan waktu atau secara kronologis. Kejadian yang dikisahkan dapat bersifat khayali atau faktual, atau gabungan dari keduanya. Narasi ini sering dimasukkan ke dalam golongan karangan fiktif, jadi tercakup di dalamnya ialah roman, novel, cerpen, hikayat, tambo, dan dongeng. Contoh: 1. "Sejak kecil orang tuanya sudah tiada, tetapi Tuhan telah menolongnya, sehingga kini ia menjadi orang yang berguna baik untuk diri sendiri maupun masyarakatnya.

2. "Beratus-ratus tahun Indonesia telah dljajah Belanda. Perang Dunia II pecah, dan Belanda di

Indonesia kemudian takluk oleh Jepang, kini Jepanglah yang menguasai dan mengangkangi Indonesia. Ini tidak lama memang, karena Sekutu dapat mengalahkan Jepang dengan dibomnya Hiroshima dengan bom atom. Kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia umuk memproklamirkan kemerdekaannya. Proklamasi itu dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hata, pada tangga 17 Agustus 1945."

(3) Deskripsi disebut juga lukisan, yaitu salah satu bentuk karangan yang menggambarkan suatu keadaan, kejadian, atau peristiwa sejelas mungkin sehingga pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan itu. (Lihat contoh paragraf deskriptif). (4) Argumentasi adalah sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan, pendapat, sikap, atau keyakinan. Dalam Argumentasi ini, suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk membenarkan pernyataan, pendapat, dan sikap yang diajukan. Contoh: "Amin memang murid yang baik. Setiap hari la datang ke sekolah selalu lebih awal dari teman-temannya. Semua pekerjaan rumah tidak ada yang tidak diselesaikannya. Kepada gurunya dan orang tua ia selalu bersikap hormat. Bahwa prestasi belajarnya juga jauh lebih baik dari teman-temannya dapat dilihat dalam rapornya yang tidak pernah ada angka merah, Tak ayal lagi ia akan menjadi mahasiswa yang baik. " (5) Persuasi, ialah bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan, mengajak atau membangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang kadang-kadang agak emosional. Jika argumentasi berusaha membuktikan kebenaran atau pernyataan melalui proses penalaran yang sehat, persuasi berusaha merebut perhatian dan membangkitkan tindakan terhadap pembacanya. Contoh: Semua orang tahu bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. Namun demikian, masih banyak anggota masyarakat kita yang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan. Inilah masalah yang sulit dipecahkan. Seandainya saja setiap anggota masyarakat peduli akan kebersihan di sekitar tempat tinggalnnya tentulah kualitas kesehatan dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, marilah kita mencoba untuk menjadikan diri kita masing-masing peduli terhadap kebersihan lingkungan . Kesadaran ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk, diantaranya ialah tidak membuang sampah sembarangan.

JENIS KARANGAN: • • • • • Deskripsi Narasi Eksposisi Argumentasi Persuasi

1. DESKRIPSI Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Contoh deskripsi berisi fakta: Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata. Contoh deskripsi berupa fiksi: Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain. Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: • Keindahan Bukit Kintamani • Suasa pelaksanaan Promosi Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional • Keadaan ruang praktik • Keadaan daerah yang dilanda bencana • Langkah menyusun deskripsi: • Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan • Tentukan tujuan • Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan • Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan • Kembangkan kerangka menjadi deskripsi 2. NARASI Secara sederhana narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Contoh narasi yang berupa fiksi: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam. Pola narasi secara sederhana: awal - tengah - akhir Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri. Contoh narasi berisi fakta: Ir. Soekarno

Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. dan bagaimana cerita itu dipaparkan. Langkah menyusun narasi (fiksi): Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif. pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan. dimulai dengan mencari. Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ingatlah Ratri. Topik yang tepat untuk eksposisi. mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. menemukan. Soekarno bersama pemimpinpemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. namun kuusahakan untuk menepiskannya. Contoh paparan proses: . siapa pelaku ceritanya. dapat dilengkapi dengan grafik. akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada. yaitu akuntansi dan auditing. membuat tulangtulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Di mana seting/ lokasi ceritanya. Angin dingin yang menerpa. juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket. Untuk memperjelas uraian. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. jangan biarkan hatimu terbagi. mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Soekarno. Contoh: Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok. 3. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. gambar atau statistik. EKSPOSISI Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. kapan peristiwa-peristiwa berlangsung. Tapi wajah ayu di hadapanku. apa yang akan diceritakan. dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. sergah hati kecilku. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut. Bowo.Ir. antara lain: • Manfaat kegiatan ekstrakurikuler • Peranan majalah dinding di sekolah • Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil. Dalam bidang akuntasi. Jangan. Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang Contoh narasi fiksi: Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah.

Adanya unsur opini dan data. berjiwa besar. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur. Siapkan pisau. 3. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca.Cara mencangkok tanaman: 1. 4. dan sehat dengan diameter kira-kira 1. dan rutin berolah raga. Topik/ tema yang tepat untuk persuasi.5 sampai 2 cm. juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut. loyal. kita perlu istirahat yang cukup. Untuk mencegah ISPA. 2. berdedikasi. tanah yang subur. minum vitamin dan antioksidan. kekar. Langkah menyusun eksposisi: • Menentukan topik/ tema • Menetapkan tujuan • Mengumpulkan data dari berbagai sumber • Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih • Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi. misalnya: • Katakan tidak pada NARKOBA • Hemat energi demi generasi mendatang • Hutan sahabat kita • Hidup sehat tanpa rokok • Membaca memperluas cakrawala . tangguh. misalnya: • Disiplin kunci sukses berwirausaha • Teknologi komunikasi harus segera dikuasai • Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial Langkah menyusun argumentasi: • Menentukan topik/ tema • Menetapkan tujuan • Mengumpulkan data dari berbagai sumber • Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih • Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi 5. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya. dan sabut secukupnya. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm. Pilihlah ranting yang tegak. PERSUASI Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. bertanggung jawab. Tema/ topik yang tepat untuk argumentasi. Selain itu. dan cinta terhadap sesama. tidak merokok. ARGUMENTASI Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang. Contoh: Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. tali rafia. Contoh persuasi: Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut ( ISPA ).

Variatif: kalimat utama diletakkan pada awal dan diulang pada akhir alinea 4. www. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras. Contoh: Air yang tergenang seperti di kaleng-kaleng dan selokan harus dibersihkan. sehingga membentuk alur cerita. Kalimat penjelas 4. Air yang tergenang itu tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi sarang nyamuk. KELENGKAPAN = Berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang kejelasan kalimat topik. Syarat suatu judul: a. Narasi: karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul. Tujuan membaca dengan cara ini untuk mendapatkan pemahaman isi bacaan secara tepat dan rinci. Relevan (sesuai dengan isi) d. UNSUR-UNSUR PARAGRAF: 1. Contoh: Membaca intensif merupakan kegiatan membaca secara teliti atau membaca secara seksama.peperonity. Spesifik Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokok. Deskriptif atau naratif: kalimat utama termuat dalam seluruh alinea. Ia langsung saja menjerit sekencangnya. bacaan berupa teks. 4. Induktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada akhir alinea 3. Provokatif (menarik) b. Persuasi: karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu. Deduktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada awal alinea 2. hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan. ¤JENIS-JENIS KARANGAN: 1. tidak berdiri sendiri atau terlepas satu dengan yang lainnya 3. Topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran 2. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi. Misalnya untuk mengetahui hal-hal yang diperlukan. Udara dingin menusuk kulit.com . KESATUAN = Setiap paragraf sebaiknya mengandung satu gagasan pokok 2. Contoh: Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. KOHERENSI = Setiap paragraf harus merupakan suatu kumpulan kalimat yang saling berhubungan secara padu. Berbentuk frase c. Contoh: Malam itu indah sekali. Oleh karena itu. SYARAT PARAGRAF: 1. Argumentasi: bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti. Logis e. Judul (kepala karangan). Nyamuk akan bertelur dan berkembang biak di genangan air tersebut.Langkah menyusun persuasi: • Menentukan topik/ tema • Merumuskan tujuan • Mengumpulkan data dari berbagai sumber • Menyusun kerangka karangan • Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi Setelah anda memahami uraian di atas cari gambar dibawah ini sesuai nomer undian kelompok dan buatlah karangan sesuai jenisnyasecara kelompok lakukan posting di blok ini dan secara individual/perorangan di buku On line-task kemudian serahkan kepada Bu Dra Masitah sesuai waktu yang telah ditentukan++ALINEA DAN PARAGRAF++ Imam Fauzi Alinea atau paragraf: penuangan ide atau gagasan penulis melalui kalimat atau kumpulan kalimat yang satu dengan yang lain berkaitan dan hanya memiliki satu topik atau tema. Deskripsi: berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat. alinea terbagi dalam beberapa jenis yaitu sebagai berikut: 1. Eksposisi: berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi. 5. merasa atau mendengar hal tersebut. Bintang-bintang di langit berkerlap-kerlip memancarkan cahaya. Contoh: Andi terkejut melihat neneknya tiba-tiba datang. sehingga perlu pengolahan dan biaya yang tinggi. Kalimat utama 3. Tak disangka neneknya marah dan memukul kepalanya dengan tongkat kecil yang selalu dibawanya. 2. Sesekali terdengar suara jangkrik mengusik sepinya malam. 3.

T. mencakup jangka waktu yang singkat. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang. dengan parallel pada tradisi penceritaan lisan. Namun demikian. akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis. klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting). Karena pendek. Paragraf deskripsi mempunyai ciri-ciri yang khas. dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. atau perabaan) dijelaskan secara terperinci. Sebuah tempat tidur besi besar dengan kasur. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak. ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi (pengantar setting. burung malam. seperti dalam kutipan 2. Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang. indah sekali. bantal. Dengan munculnya novel yang realistis. membaca. penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan). dari depan ke belakang. menurut penglihatan saya. seperti dalam kutipan 1. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang. dan moralnya. plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks. Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. satu cermin oval besar tergantung di dinding selatan. seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. hal-hal yang menyentuh pancaindera (penglihatan. dan kelambu yang serba putih. Karena singkatnya. penciuman. tema. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis. Di langit. Contoh : keadaan banjir. komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik). cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. <!--[if !supportLists]-->• . cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. sangatlah besar dan bagus. Inilah ciri-ciri paragraf deskripsi yang menonjol. dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E. Seperti banyak bentuk seni manapun. cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh. mempunyai satu plot. Lemari kokoh itu tepat berada di samping pintu kamar Kedua kutipan tersebut adalah contoh paragraf deskripsi. <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Dalam paragraf deskripsi. Paragraf deskrispi bertujuan melukiskan atau memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat. berada di kamar dekat dinding sebelah utara. cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur. atau titik balik. Hawa dingin menusuk kulit. Hoffmann dan Anton Chekhov. guling. pendengaran. KUTIPAN 2 Kamar itu. Di kamar itu juga ada lemari pakaian yang amat besar terbuat dari kayu jati. Angin berhembus pelan dan tenang. Kemudian. sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian. Cerita pendek berasal dari anekdot. Penggambaran atau pelukisan berupa perincian disusun secara berurutan. pengecapan. plot. dari atas ke bawah. jumlah tokoh yang terbatas. ciri khas dari sebuath cerita pendek berbeda-beda menurut pengarangnya. dan kelelawar mengusik sepinya malam.Unsur dan Ciri Khas Cerpen Rabu. Paragraf Deskripsi Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. bintang – bintang berkelip – kelip memancarkan cahaya. Sesekali terdengar suara jangkrik. Sebagai contoh. suasana di pasar Menandai Ciri-ciri Paragraf Deskripsi Bacalah dua kutipan di bawah ini! KUTIPAN 1 Malam itu. mendengar. yaitu bertujuan untuk melukiskan suatu objek. 20 Agustus 2008 Unsur dan ciri khas Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. berenda dan berbunga putih. krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah). situasi dan tokoh utamanya). dan sebagainya.A. <!--[endif]-->Ciri yang kedua adalah penyajian urutan ruang. aksi yang meningkat. atau merasakan hal yang dideskripsikan. mungkin dari kanan ke kiri. komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik dan tokoh utama). setting yang tunggal.

dan keadaan objek secara detil/terperinci menurut penangkapan si penulis.. PARAGRAF 6 .urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. ketiga. baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit. ada beberapa jenis pengembangan. (4) eksposisi ilustrasi (contoh). pertebal keyakinan Anda. pelajari sebaik-baiknya bila menghadapi situasi tersebut. Contoh : laporan Dalam paragraf eksposisi. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat bantuan sekitar 30 juta. untuk menambah rasa percaya diri. …. persipakan diri Anda sebaik-baiknya bila menghadapi situasi atau suasana tertentu. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawasan dari pihak LSM. Mengenali Contoh-contoh Paragraf Eksposisi PARAGRAF 1 Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen . Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata.tiga lelaki tanpa alas kaki…. pupuk dan binalah rasa percaya diri. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Tenaga medis dari daerah-daerah lain pun berdatangan. kelima. Tujuannya. (2) eksposisi proses.bersama terpaan angin yang lembut…. keempat. Bantuan berbentuk makanan. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. dan pakaian dipusatkan di beberapa tempat. Warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. yaitu (1) eksposisi definisi. Warga yang rumahnya rusak ringan mendapat bantuan sekitar 10 juta. Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. kedua. Mereka memberikan bantuan di beberapa rumah sakit dan tenda – tenda darurat. di Desa Piyungan. PARAGRAF 2 Pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Pertama.seorang gadis berpakaian hitam…. Jika ada paragraf yang menjawab pertanyaan apakah itu? Dari mana asalnya? Paragraf tersebut merupakan sebuah paragraf eksposisi. Jika ada warga yang makan nasi. PARAGRAF 5 Pascagempa dengan kekuatan 5. pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas – jelasnya.<!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Ciri deskripsi dalam penggambaran benda atau manusia didapat dengan mengamati bentuk. (5) eksposisi perbandingan & pertentangan. dan (6) eksposisi laporan. warga Desa Piyungan hanya makan singkong. setelah timbul rasa percaya diri. bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Keadaan ini mengundang perhatian berbagai pihak. unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran. …. <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Dalam paragraf deskripsi.. obat-obatan. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya. Sampai saat ini. Bantuan pun berdatangan dari dalam dan luar negeri.9 skala richter. PARAGRAF 3 Sampai hari ke-8. warna. Mengapa? Sebagian besar masyarakat menyadari pentingnya sebuah informasi. Eksposisi merupakan sebuah paparan atau penjelasan. kita harus menambah kecakapan atau keahlian melalui latihan atau belajar sungguh – sungguh. Hal ini dimaksudkan agar pendistribusian bantuan tersebut lebih cepat. …. sebagian Yogyakarta dan Jawa Tengah luluh lantak. (3) eksposisi klasifikasi. Paragraf Eksposisi Menulis eksposisi sangat besar manfaatnya. PARAGRAF 4 Pernahkan Anda menghadapi situasi tertentu dengan perasaan takut? Bagaimana cara mengatasinya? Di bawah ini ada lima jurus untuk mengatasi rasa takut tersebut.

kesuburan tanah ini akan berkurang. 1. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Ciri. pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis. <!--[if !supportLists]-->3. Tujuannya. Tembakan kaki kanan dan kiri tepat arahnya dan keras. data. Kekuatannya terhadap gempa juga telah diuji di laboratorium sampai zonasi enam. <!--[if !supportLists]-->4. <!--[if !supportLists]-->3. atau fakta yang mendukung. Oleh karena itu. akan tetapi. atau pendapat yang dikemukakan penulisnya. diperkuat pelat baja di bagian sambungannya. (3) pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan. Paragraf Argumentasi <!--[endif]-->Manfaat menjadi orang kreatif <!--[endif]-->Bagaimana proses penyaluran bantuan langsung? <!--[endif]-->Konsep bantuan langsung tunai. topiktopik yang dikembangkan dalam paragraf eksposisi berkaitan dengan penyampaian informasi. Paragraf Argumentasi adalah paragraf atau karangan yang membuktikan kebenaran tentang sesuatu. usianya dapat mencapai 50 tahun karena komponen struktur memakai beton bertulang. <!--[if !supportLists]-->4. penelitian lapangan. Dalam paragraf argumentasi. <!--[endif]-->melontarkan pandangan / pendirian <!--[endif]-->mendorong atau mencegah suatu tindakan <!--[endif]-->mengubah tingkah laku pembaca <!--[endif]-->menarik simpati Contoh : laporan penelitian ilmiah. Untuk memperkuat ide atau pendapatnya penulis wacana argumetasi menyertakan data-data pendukung. biasanya ditemukan beberapa ciri yang mudah dikenali. ide. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan cara menjaga kesuburannya. karya tulis . Pada akhir paragraf atau karangan. Selama tanaman dalam proses menghasilkan. Rp 20 juta untuk tipe 36. Harga Risha sedikit lebih mahal. antara lain : <!--[if !supportLists]-->1. Lawan sukar mengambil bola dari kakinya. Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun wacana atau paragraf argumentasi dapat diperoleh melalui wawancara. Amin benar-benar pemain bola jempolan (Tarigan 1981 : 28). <!--[if !supportLists]-->1. bahkan motonya “Pagi Pesan.Sebenarnya. dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani. <!--[if !supportLists]-->2. (2) alasan. perlu disajikan kesimpulan. Sore Huni”. Kesimpulan ini yang membedakan argumentasi dari eksposisi. Topik – topik yang Dapat Dikembangkan Menjadi Paragraf Eksposisi Tujuan paragraf eksposisi adalah memaparkan atau menjelaskan sesuatu agar pengetahuan pembaca bertambah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum juga menawarkan “Risha” alias Rumah Instan Sederhana Sehat. bukan hanya ITS yang menawarkan rumah instan sehat untuk Aceh atau dikenal dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A).ciri tersebut misalnya (1) ada pernyataan. Bola seolah-olah menurut kehendaknya. Berikut ini contoh – contoh topik yang dapat dikembangkan menjadi sebuah paragraf eksposisi. Bedanya. sistem struktur dan konstruksi Risha memungkinkan rumah ini berbentuk panggung. angket. Tujuan yang ingin dicapai melalui pemaparan argumentasi ini. Sundulan kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. Operan bolanya tepat dan terarah. Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. <!--[endif]-->Faktor – faktor penyebab mewabahnya penyakit flu burung. Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna. 1. Larinya cepat bagaikan kijang. <!--[if !supportLists]-->2. gampang dibongkar-pasang. observasi. Modelnya hampir sama. dan penelitian kepustakaan.

Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. drama Paragraf narasi dibedakan atas dua jenis. Singapura. tulisan ini diharapkan dapat membantu Anda untuk dapat memperoleh sedikit gambaran mengenai keduanya. Oleh karena itu. lalu bergantian dengan klarinet. tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Dalam karangan atau paragraf narasi terdapat alur cerita. Dengan cepat ia mengayunkan pedang itu ke tubuh Tunjungsekar. Selain itu. Thailand. Akan tetapi. namun tentu saja. mengiringi Ahmad. Mereka membawakan lagu “Mars Jalan” yang dirasa tepat untuk mengantar Ahmad. Contoh : (1) propaganda kelompok / golongan. Ramin dan tujuh kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi. yang disebut sebagai 'pendukung' tulisan fiksi meliputi: novelis. pembaca diharapkan seolah-olah mengalami sendiri peristiwa yang diceritakan. Tapi aneh. 20 Februari 2005 Paragraf narasi sugestif adalah paragraf yang berisi rangkaian peristiwa yang disusun sedemikian rupa seehingga merangsang daya khayal pembaca. dsb. Perhatikan contoh berikut! Kemudian mobil meluncur kembali. Paragraf naratif disusun dengan merangkaikan peristiwa-peristiwa yang berurutan atau secara kronologis. sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar. setting. Patih Pranggulang memungut pedang itu dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar. (2) iklan dalam media massa. Sebagaimana halnya dengan penikmatnya. semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. meniupkan garis melodi utamanya. Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Paragraf naratif tidak memiliki kalimat utama. dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke . gadis yang rumahnya di Perumahan Kampung Meruyung. 2004 : 66 Paragraf Persuasi Paragraf Persuasi merupakan paragraf yang berisi imbauan atau ajakan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu seperti yang diharapkan oleh penulisnya. tentang peristiwa tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional. Tangannya dibalut dan terikat ke leher.Paragraf Narasi Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian. Seperti sebuah katalog belanja. Sumber : Terampil Menulis Paragraf. cerpenis. Contoh : novel. Tuan Hasan memapah istrinya yang sakit. dan konflik. hanya Anda sendirilah yang dapat menentukan pilihan untuk diri Anda sendiri. tokoh. (2) selebaran. biasanya disertai penjelasan dan fakta-fakta sehingga meyakinkan dan dapat mempengaruhi pembaca. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu kebijakan.fiksi juga memiliki pendukungnya masing-masing. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina. kampanye. Mobil berhenti di depan rumah. Disini. Sabtu pekan lalu. pedang itu jatuh ke tanah. Tapi aneh. dan keadaan yang sedang melanda bangsa. karangan yang bertujuan mempengaruhi dan membujuk pembaca Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Matematika. semuanya gagal. berdasarkan penelitian. Penulis : Tadeus Fiksi atau non-fiksi? Barangkali tak sedikit penulis pemula yang masih mengalami kebimbangan dalam menentukan jenis tulisan mana yang akan mereka tekuni. baik tulisan fiksi maupun non. yaitu narasi ekspositoris dan narasi sugestif. Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Paragraf narasi ekspositoris berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat. dan Hongkong. dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Nyonya Marta tampak bersandar lesu. Oleh karena itu. Sumber : Tempo. Tujuannya. Siang itu. sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar. sang pengantin…. Mula-mula ia menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat. Pendekatan yang dipakai dalam persuasi adalah pendekatan emotif yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi. mempelai pria yang akan menyunting Mulyati. pelaksana pendidikan. Lalu bawahan suaminya beserta istri-istri mereka pada keluar rumah menyongsong. Sementara bawahan Tuan Hasan saling berlomba menyambut kedatangan Nyonya Marta. Ramin bermain bagus. cerpen.

esais. Walau tidak sama. Tentu tidak begitu sulit bagi kita untuk mengenali mereka. tulisan ilmiah dsb. demikian pula seorang penulis selalu memiliki kecenderungan pilihan antara menulis fiksi atau non-fiksi. bedanya ia hanya harus menyampaikannya dengan data yang dapat dipertanggung jawabkan. Sebagaimana masing-masing manusia selalu memiliki salah satu belahan otak yang lebih dominan dalam bekerja. penyampaian fakta ini bahkan harus memenuhi unsur-unsur yang terdapat dalam satu pakem yang disebut 5W1H (What. setting dsb adalah hal-hal penting yang memerlukan perhatian tersendiri. feature. feature. Satu hal lagi yang membedakan tulisan non-fiksi dengan fiksi adalah kejelasan makna yang ingin disampaikan penulis dalam karyanya. atau kesaksian. atau memiliki usul. Ketika bahkan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia lalu diubah menjadi pelajaran yang hanya mementingkan penghafalan nama dan data. Berkebalikan dengan fiksi ilmiah yang biasanya mengemukakan hal-hal yang belum terjadi. paling tidak kita dapat mengetahui. pembaca akan lebih mudah digiring ke sebuah opini atau pesan yang ingin disampaikan penulis. Faktor lain tentu adalah aspek psikologis penulis itu sendiri. Yang paling berpengaruh adalah faktor bacaan. Apa yang terjadi pada metode pengajaran di Indonesia adalah contoh yang mudah dilihat. Selanjutnya ada juga genre fiksi-ilmiah yang memadukan dasar-dasar ilmu sains ilmiah dengan kisah-kisah khayalan. Jadi jurnalisme macam ini bukan saja melaporkan seseorang melakukan apa. Melihat beberapa hal ini (terutama faktor-faktor yang berasal dari luar). Mulai dari novel-novel Pramoedya Ananta Toer yang menyajikan cerita-cerita yang dilengkapi referensi sejarah sampai novel Da Vinci Code yang sebegitu 'meyakinkan' nya 'data' yang ia paparkan.data saja. klimaks. ini tidak berarti bahwa tulisan non-fiksi sama sekali tidak memberikan kebebasan bagi penulisnya. dengan kisah (bisa juga data) yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut. seorang penulis pemula yang lebih banyak membaca tulisan-tulisan yang berbentuk jurnal atau pendapat (non. Namun. Lalu apakah yang disebut dengan tulisan fiksi dan non-fiksi? Untuk fiksi. memoar. tapi ia masuk ke dalam psikologi yang bersangkutan dan menerangkan mengapa ia melakukan hal tersebut. Pada perkembangan selanjutnya. Kita bisa melihat contohnya pada fiksi-fiksi yang ditulis dengan gaya realis. menilai. maka menulis fiksi (atau bahkan menulis saja) pun dipandang sebagai aktifitas yang tidak ada gunanya. Misalnya pada budaya yang menganggap mengungkapkan pendapat secara langsung dan terus terang sebagai sesuatu yang tidak sopan atau bahkan subversif. satu ciri yang pasti ada dalam tulisan ini adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Ini bisa dilihat dari dikenalnya jurnalisme sastrawi. How). memoar. Who. penuh kutipan data serta referensi yang membuatnya 'kering'. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan. Disadari atau tidak. Tulisan non. Cukup dengan mengamati. Dengan menulis sebuah tulisan non-fiksi yang baik dan sistematis. Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan ini juga bisa bersumber dari beberapa hal. kitapun mengenal adanya novel-novel sejarah. When. Hal sebaliknya juga terjadi di penulisan non-fiksi. namun novel yang sama juga dapat menginspirasi seorang bernama Mark David Chapman untuk membunuh pujaannya yakni John Lennon. unsur-unsur seperti penokohan. ketika para pengajarnya sendiri ternyata gagal menunjukkan bagaimana membuat sastra sebagai sesuatu yang menarik dan penting bagi kehidupan. minimal oleh dirinya sendiri. Fiksi (biasanya cerpen) yang ditulis dengan cara bertutur seperti sebuah jurnal atau laporan juga ada. Namun biasanya seorang penulis tetap akan memiliki kecenderungan untuk memilih salah satunya. novel JD Salinger yang berjudul "Catcher in the Rye" bisa dinilai sebagai sebuah novel yang dapat memperkaya pengetahuan tentang lika-liku kejiwaan manusia dan lingkungannya. bisa dibilang topik untuk tulisan non-fiksi yang berupa opini atau feature juga lebih mudah ditemukan. Jurnalisme yang memakai estetika layaknya sastra dengan isinya yang menguak satu topik secara lebih dalam dan kadang juga disajikan dengan gaya sebuah narasi karya sastra. Mengingat bahwa proses pembelajaran manusia pada awalnya adalah selalu dengan meniru.fiksi tentu saja dapat menuliskan tema apa saja yang ia inginkan. . Meski demikian. Tidak jarang pula kita mengenal penulis-penulis terkenal yang bisa menulis keduanya dengan sama baik. budaya dan sistem pendidikan. Dalam tulisan non-fiksi berbentuk jurnalistik. bisa disebut juga novel klasik Poor People karangan Fyodor Dostoyevsky yang ditulis dengan gaya surat menyurat.fiksi) biasanya juga cenderung akan membuat tulisantulisan bergaya serupa. tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah 'kebenaran' yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu. pentingnya referensi data ini juga menjadi syarat dalam tulisan yang lebih 'bebas' seperti esai. otobiografi. Bahkan dalam praktiknya. tulisan fiksi saat ini tidak melulu berisi hal-hal atau cerita imajinatif dan penuh khayalan. plot.dalamnya. Why. penulis biografi. biografi. yang kini semakin banyak yang bisa kita nikmati seperti halnya membaca karya fiksi atau sastra.fiksi pun saat ini tidak selalu bergaya laporan yang kaku. Artinya. tulisan non-fiksi mengutamakan data dan fakta yang tidak boleh dibumbui oleh imajinasi atau rekaan penulis. Demikian juga dengan metode pendidikan. Where. Sementara untuk 'pendukung' tulisan non-fiksi disini meliputi para jurnalis. Tak ada yang melarang seorang sastrawan menulis tulisan ilmiah dan tak ada yang melarang seorang wartawan menulis novel. fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Hal serupa juga bisa kita lihat dari tulisan-tulisan feature. fiksi zaman sekarang juga sudah berbeda dengan kisah fiksi lama yang sering identik dengan dongeng. sebuah topik akan cepat didapat. Berkebalikan dengan fiksi. baik fiksi atau non-fiksi. konflik. Tanpa harus perlu mengartikan simbolisasi atau metafora pesan yang ingin disampaikan seperti yang terjadi pada cerita fiksi. kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut. tulisan fiksi yang memungkinkan penyampaian pendapat atau kritik lewat simbol-simbol biasanya akan dipilih. Bagi satu orang. ini adalah faktor yang cukup berpengaruh. Faktor-faktor selanjutnya bisa berasal dari lingkungan. hingga membuat banyak pemimpin Kristen kalang kabut dan orang Kristen bimbang akan fakta sejarah kekristenannya. Tak jarang sebuah fiksi yang ditulis dengan gaya realis yang baik mampu membuat banyak pembaca lantas mengidentifikasikan kisah tersebut dengan kondisi nyata di sekeliling mereka. Penulis non. Seorang penulis memang bebas untuk menulis apapun. Hal sebaliknya juga terjadi pada penulis non-fiksi. Fiksi-fiksi yang antara lain dipopulerkan oleh penulis seperti HG Wells dan Isaac Asimov tersebut pada perkembangannya juga sering mengilhami penemuan-penemuan yang kita kenal saat ini.

Mengapa Jurnalisme Baru Ompong di Indonesia? Dari blog: http://andreasharsono. Contoh deskripsi berisi fakta: Hampir semua pelosok Mentawai indah. cerpen. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Contoh deskripsi berupa fiksi: Salju tipis melapis rumput. tulisan ini sekali lagi memang tidak dimaksudkan untuk mengunggulkan atau menjelek-jelekkan baik tulisan fiksi atau non-fiksi. Dimuat di situs http://www. mendengar. menulis dan menulislah! Beberapa referensi: • Esai Andreas Harsono. . urutan waktu. 2007 oleh sunarno5 1. Ketika Sastra Dibungkam maka Jurnalisme Harus Bicara. autobiografi... apakah urutan lokasi. menentukan fiksi atau non-fiksi juga tidak dapat dipaksakan. putih berkilau diseling warna jingga. atau kisah pengalaman. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai.ca/ Jenis Karangan Ditulis pada Desember 6. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.cybersastra. atau merasakan hal tersebut. Yang lebih penting tentu adalah suarakan kebenaran.com • Esai Alex R.blogspot.atau juga mengarahkan pilihan kita atau orang lain dalam belajar menulis. DESKRIPSI Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat. ataupun cergam.net/ • N.. cerbung. J. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.christianity. Contoh narasi yang berisi fakta: biografi. Pola narasi secara sederhana: awal – tengah – akhir Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. atau urutan menurut kepentingan Kembangkan kerangka menjadi deskripsi 2. Lindquist. Contoh narasi yang berupa fiksi: novel. Discover Fiction! Dimuat di situs : http://www. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Sebagaimana menulis pada akhirnya lebih banyak berurusan dengan panggilan hati. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan. Sebagai penutup. NARASI Secara sederhana narasi dikenal sebagai cerita. Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani Suasa pelaksanaan Promosi Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional Keadaan ruang praktik Keadaan daerah yang dilanda bencana Langkah menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan Tentukan tujuan Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik. Siamang kerdil. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain. bayang matahari senja yang memantul. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu.

Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. dan bagaimana cerita itu dipaparkan. Di mana seting/ lokasi ceritanya. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks. Ada yang menceritakannya dengan panjang. antara lain: Manfaat kegiatan ekstrakurikuler Peranan majalah dinding di sekolah Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil. menemukan. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. siapa pelaku ceritanya. Contoh narasi berisi fakta: Ir. ada yang singkat. mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi. yaitu akuntansi dan auditing. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Soekarno Ir.Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Dalam bidang akuntasi. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan. ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Untuk memperjelas uraian. apa yang akan diceritakan. dimulai dengan mencari. membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Tapi wajah ayu di hadapanku. . akankah kurindui juga? Langkah menyusun narasi (fiksi): Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. EKSPOSISI Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Contoh paparan proses: . Topik yang tepat untuk eksposisi. juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. kapan peristiwa-peristiwa berlangsung. dapat dilengkapi dengan grafik. gambar atau statistik. Angin dingin yang menerpa. dan menggali ide. Contoh: Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok. Soekarno. Contoh narasi fiksi: Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. 3. Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis.

berjiwa besar. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya. 2.5 sampai 2 cm. Langkah menyusun eksposisi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi. Contoh: Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilainilai dan sifat kepribadian yang luhur.Cara mencangkok tanaman: 1. kekar. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. tali rafia. bertanggung jawab. juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut. Adanya unsur opini dan data. 3. PERSUASI Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. misalnya: Katakan tidak pada NARKOBA Hemat energi demi generasi mendatang Hutan sahabat kita Hidup sehat tanpa rokok Membaca memperluas cakrawala Langkah menyusun persuasi: Menentukan topik/ tema Merumuskan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan . Siapkan pisau. Pilihlah ranting yang tegak. dan sehat dengan diameter kira-kira 1. Tema/ topik yang tepat untuk argumentasi. dan sabut secukupnya. misalnya: Disiplin kunci sukses berwirausaha Teknologi komunikasi harus segera dikuasai Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial Langkah menyusun argumentasi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi 5. berdedikasi. Topik/ tema yang tepat untuk persuasi. loyal. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm. tanah yang subur. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. 4. tangguh. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang. ARGUMENTASI Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. dan cinta terhadap sesama.

seandainya seseorang datang dalam kehidupan Rina! Tidak. Cobalah salah satu cara berikut yang menurut Anda paling sesuai dan paling mudah untuk Anda lakukan. tetapi juga bagi pria. 6. Rasa marah menyedak dadaku. Bola akan melayang dengan cepat. Kutipan karangan di atas termasuk jenis karangan… a. narasi d. (1) b.Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi SOAL-SOAL DAN PEMBAHASANNYA 1. (1) Mengumpulkan informasi (2) Mengembangkan kerangka menjadi karangan (3) Menetapkan tema (4) Menyusun kerangka karangan (5) Menentukan tujuan penulisan Jawaban: b Pembahasan: Karena urutan langkah yang logis untuk mengarang terdapat pada opsi b. Ketiga. Jawaban: e Pembahasan: Karena paragraf di atas berisi harapan penulis agar pembaca melakukan apa yang dianjurkan penulis. raket diayunkan ke belakang dan dengan cepat pukullah bola dengan kekuatan maksimal. persuasi d. Jawaban: b Pembahasan: Paragraf di atas menggambarkan suasana kampus. dan seting. bungkukkan badan ke depan sedikit sambil melempar bola ke atas. Kutipan di atas termasuk jenis karangan…. ambillah posisi di luar garis belakang dan agak ke tengah. lakukan konsentrasi untuk beberapa detik dan aturlah posisi kaki. (3) d. (2) c. Suara klakson dan deru mobil mahasiswa satu demi satu beranjak pergi. Cemburu? Aku tak tahu. Kedua. Di antara kalimat-kalimat utama di atas yang tidak tepat untuk digunakan dalam kerangka karangan yang bertema Majalah Dinding di sekolah adalah kalimat nomor…. Suasana kampus kembali sunyi. Pertama. tiba-tiba saja pikiran itu melintas. (5) Jawaban: a Pembahasan: Kalimat nomor (1) tidak tepat untuk digunakan dalam kerangka karangan yang . deskripsi b. Dengan demikian. tokoh. a. Jawaban: a Pembahasan: Paragraf di atas termasuk jenis eksposisi (paparan proses). argumentasi e.. argumentasi e. yakni disintegrasi. (1) Pemberian hadiah bagi siswa yang kreatif (2) Majalah dinding merupakan sarana komunikasi intern (3) Majalah dinding merupakan wadah kreativitas siswa (4) Adanya majalah dinding. di sinilah Anda dapat menemukan beberapa cara yang mudah untuk mengatasinya. deskripsi Jawaban: d Pembahasan: Karena kutipan karangan tersebut termasuk jenis karangan argumentasi karena mengandung unsur opini dan disertai dengan alasan yang berupa fakta. Service dalam bermain tenis lapangan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. 2. Perhatikan proses membuat pakaian jadi berikut! (1) membuat pola (2) mengukur badan (3) menggunting bahan (4) menentukan model (5) menjahit 8. eksposisi c. (4) e. negeri ini menghadapi bahaya mahahebat. Burung-burung gereja beterbangan di antara dedaunan pohon akasia. Kecuali ……. persuasi Jawaban: c Pembahasan: Kutipan di atas merupakan cerita fiksi karena terdapat peristiwa. walau jarak telah memisahkan kita. Sesekali terdengar cicit mereka. (5) Peran serta guru dalam pengelolaan majalah dinding sangat diharapkan. 5. Ternyata badai ekonomi membuat beberapa wilayah negeri ini bergolak. narasi b. Di sana-sini muncul wacana tentang kemerdekaan wilayah. minat baca dan minat tulis siswa meningkat. Ketombe memang amat menjengkelkan. Namun rasanya sulit untuk menerima bila hal itu menjadi kenyataan. aku menggeleng kuat-kuat. Efek domino lepasnya Timor Timur tampak semakin menggejala. “ Kita akan tetap saling memiliki. eksposisi c.” kata-kataku menggantung di udara. Persahabatan yang kita lalui rasanya terlalu berarti kalau harus diakhiri begitu saja. Bila Anda terkena penyakit ini dan belum menemukan obat mujarab. tidak hanya bagi wanita. a.

Bentuk fisik bus angkutan trans-Jakarta. 12. Soekarno. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. (2). Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Jawaban: a Pembahasan: Karena opsi a merupakan ciri pengembangan karangan eksposisi yaitu untuk memperjelas informasi bagi pembaca. narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. tanaman pun hampir tak ada yang berwarna hijau lagi. secara berangsur-angsur cerita akan mereda. (3). Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Mengungkapkan fakta yang diperjelas dengan grafik. Topik yang dapat dikembangkan menjadi karangan argumentasi adalah…. ada yang singkat. gambar. dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. (1). Contoh narasi berisi fakta: Ir. gambar. atau kisah pengalaman. (1) c. dari Pangdam Jaya sampai menjadi Gubernur DKI www. (1). (5). (2) b. (3). autobiografi. Ciri pengembangan karangan eksposisi adalah…. Ketiga unsur berupa kejadian. (5). Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. (3). b. (4). (3). b. Butir-butir kerangka yang bertema kelautan tersebut akan menjadi kerangka yang baik jika menggunakan urutan…. Jika ketiga unsur itu bersatu. (3) Geografis perairan Indonesia sangat strategis. (2) Sungai yang mengalir di tengah-tengah desa kering kerontang. Mengungkapkan fakta yang diperjelas dengan grafik. (2) Yang penting. (3). (1) Musim kemarau panjang tahun ini merupakan bencana bagi daerah kami. Contoh narasi yang berisi fakta: biografi. deskripsi d. a. Soekarno Ir. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. a. Alasan pemerintah DKI membangun sistem transportasi Jakarta seperti busway. (5) d. (2). 9. (5) Tanah pecah berbongkah-bongkah. atau statistik untuk memperjelas informasi. perlu menyediakan sumber daya manusia bidang kelautan. (4) Jawaban: d Pembahasan: Karena urutan yang logis untuk tema tersebut adalah opsi d.bertema Majalah Dinding di sekolah. c. eksposisi c. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. atau statistik untuk membuktikan atau mempengaruhi pembaca. Perhatikan butir-butir kerangka berikut! (1) Padahal pemanfaatan dunia kelautan Indonesia sangat menguntungkan. Jawaban: a Pembahasan: Karena kalimat nomor (1) bukan merupakan gambaran melainkan pendapat. NARASI: Secara sederhana. (3) Bahkan sumur pun banyak yang tak berair lagi. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. cerpen. a. (1). argumentasi b. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. (5). ataupun cergam. Contoh narasi yang berupa fiksi: novel. cerbung. (1).wordpress. a. Pola narasi secara sederhana: awal – tengah – akhir Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Jika akan menjelaskan pengertian dan fungsi pasar. persuasi Jawaban: b Pembahasan: Karena karangan eksposisi adalah menjelaskan informasi untuk memberi pengetahuan bagi pembaca. Jadi. 13. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks.com Karangan adalah karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami Jenis karangan Narasi 1. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. (2) e. (4). kita dapat menggunakan karangan…. narasi dikenal sebagai cerita. ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. (5). tokoh. Ada yang menceritakannya dengan panjang. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa . narasi e. (2). (4) Sawah dan ladang seperti hangus dan dimakan oleh terik matahari. Kisah perjalanan Sutiyoso. (4). 10. ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri. (4).

dimulai dengan mencari. atau merasakan hal tersebut. akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada. atau urutan menurut kepentingan Kembangkan kerangka menjadi deskripsi [sunting] eksposiliti 3. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Di mana seting/ lokasi ceritanya. Contoh: Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok. putih berkilau diseling warna jingga. juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Langkah menyusun narasi (fiksi): Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. bayang matahari senja yang memantul. yaitu akuntansi dan auditing. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket. Angin dingin yang menerpa. Siamang kerdil. kapan peristiwa-peristiwa berlangsung. membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Contoh deskripsi berupa fiksi: Salju tipis melapis rumput. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Ingatlah Ratri. namun kuusahakan untuk menepiskannya. DESKRIPSI: Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat. siapa pelaku ceritanya. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. apakah urutan lokasi. Dalam bidang akuntasi. . Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Untuk memperjelas uraian. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang Contoh narasi fiksi: Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. urutan waktu. pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan. [sunting] Deskripsi 2. mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain. jangan biarkan hatimu terbagi. gambar atau statistik. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut. dapat dilengkapi dengan grafik. Contoh deskripsi berisi fakta: Hampir semua pelosok Mentawai indah. dan menggali ide. dan bagaimana cerita itu dipaparkan. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan. Bowo. sergah hati kecilku. menemukan. apa yang akan diceritakan. Jangan.Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Tapi wajah ayu di hadapanku. EKSPOSISI: Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani Suasa pelaksanaan Promosi Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional Keadaan ruang praktik Keadaan daerah yang dilanda bencana Langkah menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan Tentukan tujuan Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik. mendengar.

tidak merokok. bertanggung jawab. Contoh: Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. tanah yang subur. atau jiwa dari karangan yang tersaji yang bermuara pada tema tersebut . tali rafia. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. 3.wikipedia. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm. Contoh persuasi: Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). loyal. 2. Untuk mencegah ISPA. Membaca memperluas cakrawala. Selain itu. minum vitamin dan antioksidan.Merumuskan tujuan 3. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilainilai dan sifat kepribadian yang luhur. dan rutin berolah raga. Hidup sehat tanpa rokok. ARGUMENTASI: Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. tangguh. dan sabut secukupnya.Mengumpulkan data dari berbagai sumber 4. Adanya unsur opini dan data. Langkah menyusun argumentasi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi [sunting] Persuasi 5. misalnya: Katakan tidak pada NARKOBA. PERSUASI: Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu.org/wiki/Karangan" TEMA KARANGAN Tema adalah pokok pembicaraan. Pilihlah ranting yang tegak.Menyusun kerangka karangan 5. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya. Topik/ tema yang tepat untuk persuasi.Menentukan topik/ tema 2. berjiwa besar. Contoh paparan proses: Cara mencangkok tanaman: 1. antara lain: -Manfaat kegiatan ekstrakurikuler -Peranan majalah dinding di sekolah -Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil. Catatan: Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja.5 sampai 2 cm. Siapkan pisau. Teknologi komunikasi harus segera dikuasai. dan sehat dengan diameter kira-kira 1. kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi. kekar. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang. [sunting] Argumentasi 4. kita perlu istirahat yang cukup.Topik yang tepat untuk eksposisi. Langkah menyusun eksposisi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi. berdedikasi. Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial. Hutan sahabat kita. misalnya: Disiplin kunci sukses berwirausaha. Langkah menyusun persuasi: 1. Tema/ topik yang tepat untuk argumentasi. juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi Diperoleh dari "http://id. Hemat energi demi generasi mendatang. dan cinta terhadap sesama. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses.

Argumentasi • Bentuk karangan yang berusaha mengungkapkan permasalahan dalam kerangka menjelaskan dan meyakinkan pembaca. . Eksposisi • Menjelaskan suatu permasalahan dengan alasan yang logis dan tidak ada kesan subyektif. maupun kritik dengan detail. Apa yang mendominasi dari tiap kalimat kunci tersebut. 2. • Ada tokoh yang diceritakan. C ontoh: Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok. Hubungkan kalimat kunci dengan kalimat lain. 3. • Bersifat informatif dan tidak menekankan ide secara eksplisit. Tentukan tujuan penulisan. 2. PENGENALAN BENTUK KARANGAN 1. • Penutup karangan berupa kesimpulan. yaitu akuntansi dan auditing. Eksposisi Karangan ini berisi uraian/penjelasan tentang sesuatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan. angka. 2. III. pekerjaan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan. 5. Jenis Karangan 1. PEMILIHAN JUDUL YANG TEPAT 1. • Penutup karangan berupa penegasan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keungan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut. Dapat menggambarkan isi karangan. 3. 4. Tentukan kata dan kalimat kunci pada tiap paragraf.Cara mencari tema karangan: 1. Menarik perhatian pembaca. II. • Bentuk karangan yang menjelaskan sesuatu dengan data. Menamai karangan. Narasi • Biasanya disampaikan secara kronologis dan mengandung plot atau rangkaian peristiwa. 3. Persuasi • Bentuk karangan yang bersifat menawarkan sesuatu. atau mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu. itulah tema karangan. Deskripsi • Bersifat informatif namun berusaha memberikan kesan khusus dengan cara menonjolkan kata-kata kunci yang menyentuh (berkonotasi kuat). 4. juga perencanaan sistem informasi akuntansi yasng digunakan untuk menghasikan informasi keuangan. Dalam bidanga akuntansi. • Pembaca diajak menikmati apa yang dinikmati oleh penulis.

Tutuplah keratan bagian atas dengan tanah dan bungkuslan dengan sabut yang telah disiapkan. dengan dimeter kira-kira 1. Y ang termasuk karangan narasi : cerpen.novel. kita sudah dapat berpraktik dan hasilnya kita tunggu satu dua bulan. Pilihlah ranting yang tegak.T opik yang tepat untuk eksposisi. lulusan SMA perlu dibekali ketermpilan tambahan 3. Contoh eksposisi Poroses: a. Tema/topik yang tepat untuk argumentasi antara lain: 1. 2. Mari menabung 2. Karangan Argumentasi Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta/konsep sebagai alasan/ bukti. Teknologi modern harus dikuasai secepatnya. dsb. 2.2 cm. 3.5 . tali rafia. Siapkaan pisau . merasa atau mendengar sendiri hal tersebut. Persuasi Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca untuk berbuat sesuatu. . Caranya sebagai berikut: 1. sehat. tanah yang subur sekepal. misalnya: -Manfaat koperasi sekolah -Peranan majalah dinding di sekolah -Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil. Pupuk buatan menguntungkan petani 2. Topik yang tepat misalnya: 1. roman. kekar. 3. Pemuda harapan masa depan bangsa 5. 4. Mencangkok bukanlah pekerjaan yang sukar. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm. dan sabut pembungkus secukupnya. Keluarga berencana 3. Deskripsi Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat. satu menit saja kita belajar. Narasi Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang kronologis sesuai urutan waktu sehingga membentuk alur cerita. 4 .

Macam-macam tujuan Pidato antara lain: 1 .pengamatan dll 5.Toleransi beragama kunci persatuan nasional .Pentingnya pengembangan pariwisata . Pidato deskriptif: melukiskan suatu keadaan.Suasana peringatan Hari kemerdekaan RI . Pidato kampanye . misalnya: pidato pengarahan dan pidato penerangan. usia. Topik yang tepat antara lain: . Pidato informatif: Memberitahu atau memberi informasi. Pidato argumentatif: menyakinkan pendengar akan kebenaran suatu pendapat.Pentingnya berkorban demi pembangunan 2 . Menyusun kerangka: merancang urutan baha agar sistematis 6. topik yang tepat antara lain . wawancara.Peningkatan mutu pendidikan sangat diperlukan. Menganalisis pendengar dan situasi (mencari tahu tentang p-endengar.PIDATO Pidato ialah suatu bentuk perbuatan erbicara di hadapan massa tertentu dengan tujuan tertentu. Melatih diri dengan suara dan intonasi yang tepat Sistematika Pidato .Strategi lulus SPMB . 3 . misalnya: . Mengumpulkan bahan dengan membaca. profesi.Lalu lintas di jalan Tol Jagorawi Langkah-langkah Pidato 1.Cara bertanam secara hidroponik 4. Menentukan tujuan pidato 4.Pidato persuasif: mempengaruhi emosi pendengar untuk berbuat sesuatu.Menabung untuk masa depan . Topik antara lain: . pendidikan . Menentukan tema dan menyempitkan tema 2. Mengembangkan kerangka menjadi teks pidato 7. pidato keagamaan. Topik yang tepat.Cara mengolah tembikar secara tradisional .Pupuk buatan meningkatkan pendapatan petani . bagaimana situasinya: di ruangan/apangan) 3.

Pembukaan: salam. dan penampilan rapi dan menyakinkan. Isi: gagasanyang hendak dikemukakan 3. topiknya menyangkut persoalan yang sedang hangat. gerakan yang terlalu banyak 2. kebiasaan buruk perlu dihindari (terlalu sering memegang kaca mata. Penutup: simpulan . permintaan maaf. penyajian bahan sistematis dan pemakaian bahasa yang sesuai 3. ucapan terima kasih 2. selingi humor yang positif Hal yang harus dihindari dalam berpidato: 1. salam penutup. suara dengan intonasi dan kekerasan yabg tepat. bertele-tele 3. harapan . ajakan.2. . memberi jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapai.1. ucapan syukur. baju. Pidato akan menarik kalau:1. celana dll) 4. didukung gerak gerik muka dan tangan. suara yang terlalu keras (jarak mikrofon perlu diberi jarak) Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan dalam berpidato:: persiapan matang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->