P. 1
bedah digestif

bedah digestif

|Views: 32|Likes:
bedah
bedah

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Dian Sulistya Ekaputri on Dec 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2014

pdf

text

original

KOLESISTOLITIASIS 1.1 Anatomi Kandung empedu adalah kantong berbentuk buah pear yang terletak padapermukaan viseral hati.

Untuk tujuan pendidikan, kandung empedu dibagi menjadifundus, korpus, dan collum. Fundus berbentuk bulat dan biasanya menonjol di bawahpinggir inferior hati; dimana fundus berhubungan dengan dinding anterior abdomensetinggi ujung rawan kosta IX kanan. Korpus bersentuhan dengan permukaan viseralhati dan arahnya ke atas, belakang dan kiri. Collum dilanjutkan sebagai duktussistikus, yang berjalan di dalam omentum minus untuk bersatu dengan sisi kananduktus hepatikus komunis, membentuk duktus koledokus (Gambar 1). Peritoneum membungkus fundus kandung empedu dengan sempurna danmenghubungkan corpus dan collum dengan permukaan viseral hati. Batas-bataskandung empedu yaitu:   Anterior: dinding anterior abdomen dan permukaan viseral hati. Posterior: colon transversum dan bagian pertama dan kedua duodenum.

Pembuluh darah arteri kandung empedu biasanya berasal dari arteri sistikus yang merupakan cabang dari arteri hepatik dekstra yang berjalan transversal melewati Triangle Calot, di bagi menjadi dua cabang. Satu cabang berjalan sepanjangpermukaan peritoneal kandung empedu dan cabang lainnya berjalan di antara fossavesica fellea dan hati sedangkan vena sistikus berjumlah banyak yang berasal daripermukaan hati melewati fossa vesika fellea dan masuk ke dalam lobus quadratrus.Vena yang berada di bawah permukaan peritoneum dapat mencapai kollum kandungempedu dan masuk ke dalam lobus quadratus secara langsung atau berjalan bersamapleksus disekeliling duktus biliaris, kemudian vena-vena tersebut bergabung bersama vena hepatik ,tapi bukan ke vena porta. Vena yang berasal dari bagian bawah duktusbiliaris komunis yang mengalir ke dalam vena porta. Kandung empedu dipersarafi oleh sistem saraf simpatis dan parasimpatis yangkeduanya melalui pleksus seliakus. Saraf simpatis preganglionik berasal darti levelT8 dan T9 sedangkan saraf parasimpatis postganglionik berada pada pleksus seliakusdan berjalan sepanjang arteri hepatis dan vena porta menuju kandung empedu. Saraf parasimpatis berasal dari trunkus vagal, tidak seperti cabang posteriornya yangmelewati pleksus seliakus, cabang anteriornya mencapai kandung empedu melewatiligamentum gastrohepatis. Limfe dari kandung empedu melewati nodus hepatikus via nodus sistikusdekat dengan kollum kandung empedu, alirannya menuju limfonodus seliakus. 1.2 Fisiologi Fungsi utama kandung empedu adalah menyimpan dan memekatkan empedu.Kandung empedu mampu menyimpan sekitar 45 ml empedu yang dihasilkan hati.Empedu yang dihasilkan hati setiap hari sekitar 500 – 1000 ml, tidak langsung masuk ke duodenum, akan tetapi setelah melewati duktus hepatikus, empedu masuk keduktus sistikus dan disimpan di kandung empedu. Di dalam kandung empedu, air,natrium, klorida, dan kebanyakan elektrolit secara terus-menerus diabsorbsi olehmukosa kandung

dan keaadaan inidiikuti oleh absorbsi sekunder ion klorida. sebagai digesti protein dan asam lemak yang ada di duodenum merangsang peningkatan sekresi empedu. dan kebanyakan zat-zat terlarutlainnya. hormon ini disekresi olehmukosa usus halus akibat pengaruh makanan berlemak atau produksi lipolitik dapatmerangsang nervus vagus. Rangsang vagal meningkatkan sekresiempadu. Rangsang normal kontraksi dan pengosongan kandung empedu adalahmasuknya kimus asam dalam duodenum. Secara berkala kandung empedu akan mengosongkan isinya ke dalamduodenum melalui kontraksi simultan lapisan ototnya dan relaksasi sfingter Oddi(Gambar 2). Pengosongan tersebut dipengaruhi olehfaktor neural. air. humoral dan rangsang kimiawi. kolesterol. yang merupakan setengah dari total solut empedu. Empedu secara normal dipekatkan sebanyak 5 kali lipat dengan cara ini.tetapi dapat dipekatkan sampai maksimal 20 kali lipat. et al (2005) Substansi terbanyak yang disekresi pada empedu adalah garam-garam empedu. Kebanyakan absorbsi inidisebabkan oleh transpor aktif natrium melalui kandung emped. sehingga membantu penyerapan dari usus. lesitin dan bilirubin.termasuk garam empedu. lesitin dan elektrolitplasma (Tabel 1). Asam hidroklorik. kolesterol. Hemoglobin yang berasal dari penghancuran seldarah merah .empedu. juga disekresi dandiekskresi dalam konsentrasi besar adalah bilirubin. Fungsi empedu yang lain adalah membuang limbah tubuh tertentu (terutamapigmen hasil pemecahan sel darah merah dan kelebihan kolesterol) serta membantu proses pencernaan dan penyerapan lemak. Gambar 2. Selain itu juga terjadi pemekatan zat-zat empedu lainnya. lemak dan vitamin larut lemak. Sfingter Oddi Sumber: Anderson. Hormonkolesistikinin (CCK) juga memperantarai kontraksi. sedangkan saraf splennikus menurunkan sekresi empedu. Garam empedu menyebabkan meningkatnya kelarutan kolesterol.

kebanyakan batu empedu tidak bergejala atau bertanda. gallstones. Pada usia 60 tahun. lebih banyak batu pigmen dibanding dengan batu kolesterol. terbentuk di dalam kandungempedu (kolesistolitiasis).dirubah menjadi bilirubin (pigmen utama dalam empedu) dan dibuangke dalam empedu. Kalau batu kandung empedu ini berpindah ke dalamsaluran empedu ekstrahepatik. 1. Malaysia. Sementara ini di dapat kesan bahwa meskipun batu kolesterol di Indonesialebih umum. batu pigmen atau batubilirubin. tetapiangka kejadian batu kolesterol sejak 1965 makin meningkat. Istilah kolelitiasis dimaksudkan untuk pembentukan batu di dalam kandungempedu.3 Definisi Kolelitiasis disebut juga Sinonimnya adalah batu empedu. Batu kandung empedu merupakan gabungan beberapa unsur yangmembentuk suatu material mirip batu yang terbentuk di dalam kandung empedu. Oleh karena itu. 1. kolangitis di negaraBarat ditemukan pada berbagai usia. dan sesuai dengan angka di negara tetangga sepertiSingapura. insidens batu empedu meningkat. dan kolesterol. sedangkan di dunia Barat sekitar 5%. tatapi angka kejadian batu pigmen meningkat akhir-akhir ini. Meskipun batu empeduterbanyak ditemukan di dalam kandung empedu. Perbedaan lain dengan negara Barat ialah batu empedu banyak ditemukanmulai pada usia muda di bawah 30 tahun. Angka kejadian penyakit batu empedu dan penyakit saluran empedu diIndonesia diduga tidak berbeda jauh dengan angka di negara lain di Asia Tenggaradan sejak tahun 1980-an agaknya berkaitan erat dengan cara diagnosis denganultrasonografi. Di wilayah ini insidens batu primer saluran empedu adalah40-50% dari penyakit batu empedu. Jumlah penderitaperempuan lebih banyak daripada jumlah penderita laki-laki. tetapi sepertiga dari batu saluranempedu merupakan batu duktus koledukus. dan merupakan sepertiga dari jumlah dari kolesistitis. angka kejadian batu pigmen lebih tinggi dibandingkan angka yangterdapat di negara Barat. dan Filipina. disebut batu saluran empedu sekunder ataukoledokolitiasis sekunder. Di negara barat. Coli ikut berperan penting dalamtimbulnya batu pigmen. Sebaliknyadi Asia Timur. Berbagai protein yang memegang peranan penting dalam fungsiempedu juga disekresi dalam empedu. 1. Batu intrahepatik dan batu primer saluran empedu juga cukup seringditemukan. fosfolipid. biliarycalculus. 80% batu empedu adalah batukolesterol.5 Patofisiologi Komponen-komponen organik penting dalam batu empedu antara lainbilirubin. garam empedu. yaitu batu kolesterol. Sebagian besar batu empedu. Dikenal 3 jenis batu empedu. Muangthai. terutama batu kolesterol. Hal ini menunjukkan bahwa faktorinfeksi empedu oleh kuman gram negatif E. meskipun usia rata-rata tersering ialah 40-50 tahun. dan batu campuran. Batu empedu dikelompokkanberdasarkan kandungan kolesterolnya. yaitu .4 Insidens Insidens batu empedu di negara barat adalah 20% dan banyak menyerangorang dewasa dan lanjut usia.

Hal ini juga turut berperan dalampembentukan batu empedu. dan fosfatyang biasanya terdapat sekunder pada kelainan hemolitik dan pada sirosis. . Proses pembentukan batu kolesterol melalui empat tahap. Batu pigmen hitam biasanya kecil. penjenuhan ini dapat disebabkan oleh bertambahnya sekresi kolesterol ataupenurunan relatif asam empedu atau fosfolipid. tapi jumlah kolesteroldidalamnya selalu lebih dari 70% berat batu.Pertumbuhan batu melewati 2 tahap: 1) pembesaran yg progresif dari satu kristal ataubatu melalui deposisi presipitat insoluble tambahan pada permukaan batu empeduatau 2) penggabungan beberapa kristal atau batu individual membentuk batu yangbesar. berbentuk seperti mulberry. kecualibila ada nidus atau ada proses lain yang menimbulkan kristalisasi.memiliki ukuran yang bervariasi. berwarna hitam. Nidus dapatberasal dari pigmen empedu. faset. hingga hitam. Batu Kolesterol Batu kolesterol murni tidak sering dijumpai dan hanya sekitar 10% dari total jumlah batu empedu yang ada. yaitu penjenuhan empedu oleh kolesterol. Batu ini terbentuk dari penjenuhan kalsium bilirubinat. kristalisasi. Batu empedu baru dapat memberikan gejala jika memiliki ukuran yang cukupuntuk menyebabkan cedera pada kandung empedu atau obstruksi traktus biliaris. Setelah kristalisasi meliputi suatu nidus akan terjadi pembentukan batu. sekitar 80% batu empedu adalah batu kolesterol dan sekitar 15-20%merupakan batu pigmen hitam. batu pigmen hitam memiliki persentase yang lebihtinggi dibandingkan dunia Barat. Batupigmen dapat dikelompokkan lagi menjadi batu hitam dan coklat. Batu jenis ini biasanya multipel. Dinegera-negara Asia seperti Jepang. rapuh. keras. Di negara-negaraBarat. pembentukan nidus.atau halus. dan pertumbuhan batu. batu ini hampir selalu terbentuk di dalam kandung empedu. Warna batu bervariasi dari putih kekuning-kuningan. ireguler. dan tidak beraturan.Derajat penjenuhan empedu oleh kolesterol dapat dihitung melaui kapasitas dayalarut. Sebagian besar batu kolesterol jugamengandung sejumlah pigmen empedu dan kalsium.Pertumbuhan batu terjadi karena pengendapan kristal kolesterol di atas matriksinorganik. Sepertihalnya batu kolesterol. kedua tipe batu pimen ini lebih umum dijumpai di Asia. karbonat. Selain itu. Baik batu berwarna hitam maupun coklathanya memiliki sedikit kesamaan. mukoprotein. kurang dari 10% bersifatradiopaque.Kebanyakan batu empedu bersifat radioluscent. protein lain. Batu Pigmen Batu pigmen mengandung kurang dari 20% kolesterol dan berwarna gelapoleh karena adanya kalsium bilirubinat. Batu pigmen cokelat sendiri persentasenya hanyasedikit. Biasanya batu ini muncul sebagai batu tunggal yangbesar dengan permukanaan yang halus. hijau.batu kolesterol dan batu pigmen. bakteria atau bendaasing lain. gangguan pada motilitas kandung empedu dapat meningkatkanlamanya waktu empedu di dalam kandung empedu. Penjenuhan kolesterol yang berlebihan tidak dapat membentuk batu. lendir.

Hormon sex perempuan a. Faktor demografik/genetik: prevalensi di Eropa Utara dan Amerika Utara lebihbesar dibandingkan dengan di Asia. Estrogen alami. yaitu suatu enzim yang membantu bilirubin glukoronidasemenghasilkan bilirubin tak terkonjugasi yang tidak larut. Peningkatan usia: meningkatkan sekresi kolesterol biliar. 2. semakin banyak faktor predisposisi yang dimiliki seseorang. meningkatkan ambilankolesterol makanan. biasanya sekunder akibat infeksi bakterialyang menyebabkan stasis empedu. lembut. 1. nutrisi parenteral dalam waktu yang lama b. Obat-obat seperti octreotide 7. b. Sirosis biliar primer b. estrogen lainnya. 8. dan sering lunak. Batu Kolesterol 1. Penurunan sekresi fosfolipid: defek genetik gen MDR3 10. Presipitat ini bersamadengan kalsium dan sel-sel bakteri yang telah mati akan membentuk batu coklatlembut pada traktus biliaris. 4. Kehamilan d.Batu coklat biasanya berdiameter kurang dari 1 cm. 3. 6. penurunan sekresi garam empedu. kontrasepsi oral menyebabkan penurunansekresi garam empedu dan menurunkan konversi kolesterol menjadi esterkolesterol. Obesitas: Sekresi dan simpanan garam empedu normal namun sekresi kolesterolbiliar meningkat. Padapopulasi Barat. berwarna coklatkekuning-kuningan.6 Faktor Predisposisi Batu empedu dapat terjadi dengan atau tanpa faktor predisposisi dibawah. Batu jenis ini dapat terbentuk di kandung empedu atau saluran empedu. Presipitat kalsium karbonat dan bakteri-bakterimembentuk bagian utama batu. Estrogen menstimulasi reseptor lipoprotein hepatik. menurunkan ukuransimpanan asam empedu. 5. Hipomotilitas kandung empedu yang menyebabkan stasis dan pembentukan a. Kehilangan berat badan: perpindahan kolesterol di jaringan yang diikutipeningkatan sekresi kolesterol biliar sementara sirkulasi enterohepatik asamempedu menurun. Penurunan sekresi asam empedu a. Kelaparan/puasa c. Lain-Lain . Terapi clofibrate: meningkatkan sekresi kolesterol biliar. batu coklat muncul sebagai batu duktus biliar primer pada pasiendengan striktura biliar atau batu di duktus yang lebih umum yang dapat menyebabkanstasis dan kontaminasi bakteri. Batu coklat biasanya ditemukan pada traktus biliarisorang Asia dan dihubungkan dengan stasis sekunder akibat infeksi parasit. Bakteri seperti Escherichia coli mensekresikan betaglukoronidase. Defek genetik pada gen CYP7A1 9. dan meningkatkan sekresi kolesterol biliar. semakin besarkemungkinan untuk terjadinya batu empedu.Namun.

tetapi pada sepertiga kasustimbul tiba-tiba. akan ditemukan kenaikan ringan bilirubin serum akibatpenekanan duktus koledokus oleh batu. Penyebaran nyeri dapat ke punggung bagian tengah skapula. Keluhan yang mungkin timbul berupa dispepsia yang kadang disertaiintolerans terhadap makanan berlemak. Faktor demografik/genetik: Asia. Tanda Murphy positif apabila nyeri tekanbertambah sewaktu penderita menarik napas panjang karena kandung empedu yangmeradang tersentuh ujung jari tangan pemeriksa dan pasien berhenti menarik napas. 1. tinggi lemak b. disertai mual dan muntah. atau bypass 1. infeksi parasit Peningkatan usia Penyakit usus halus. yang merupakan tanda rangsangan peritoneumsetempat (tanda Murphy). 4.a. sepertikolesistitis akut dengan peritonitis lokal atau umum. Kadar bilirubinserum yang tinggi mungkin disebabkan oleh batu di dalam duktus koledokus. keluhan nyeri menetap dan bertambah pada waktumenarik napas dalam dan sewaktu kandung empedu tersentuh jari tangan sehinggapasien berhenti menarik napas. dan penjalaran radang ke dinding yang tertekan tersebut. . Diet tinggi kalori. biasanya berhubungan dengan komplikasi. dapat terjadi leukositosis.empiema kandung empedu.kuadran atas kanan atau prekordium.8 Pemeriksaan Fisik Kalau ditemukan kelainan. Rasa nyeri lainnya adalah kolik bilier yangmungkin berlangsung lebih dari 15 menit. 2. Cedera tulang belakang Batu Pigmen 1. keluhan utamanya berupa nyeri di daerah epigastrium. Apabila ada sindrom Mirizzi. 3. Kadarfosfatase alkali serum dan mungkin juga kadar amilase serum biasanya meningkatsedang setiap kali ada serangan akut. Pada pemeriksaan ditemukan nyeri tekan dengan punktum maksimum didaerah letak anatomi kandung empedu. 7. Apabila terjadi peradangan akut. atau kepuncak bahu.9 Pemeriksaan Laboratorium Batu kandung empedu yang asimtomatik umumnya tidak menunjukkankelainan laboratorik. dan kadang baru menghilang beberapa jamkemudian. 5. Kalau terjadi kolesistitis. reseksi usus halus. Timbulnya nyeri kebanyakan perlahan-lahan.7 Gejala Klinis Setengah sampai dua pertiga penderita batu kandung empedu adalahasimtomatik. atau pankreatiits. 6. 1. keadaan rural Hemolisis kronik Anemia pernisiosa Cystic fibrosis Infeksi traktus biliaris kronik. dinding yang udem di daerah kantongHartman. Pada yang simtomatik. hidrops kandung empedu.

Ultrasonografi abdomen Tes ini telah menggantikan kolesistogram oral sebagai prosedur terpilih saatmengevaluasi pasien untuk batu empedu. skintigrafi biliarismerupakan tes fungsional. didasarkan pada situasi klinis. Tomografi Computer (CT) Tes ini tidak terlalu sensitif untuk mengidentifikasi kandung empedum tetapimenyediakan informasi tentang sifat. Hanya 15-20% pasien akan mempunyai batu opak yang terletak dalamkuadran kanan atas pada foto polos. tablet tidak diabsorpsi melalui traktus gastrointestinalisatau zat warna tidak diekskresikan kedalam traktus biliaris karena disfungsi hati. dan lokasi dilatasi biliaris dan adanyamassa di dalam dan di sekitar traktus biliaris dan pankreas. Ini menyediakan suatu kolangiogam danmemungkinkan intervensi terapeutik bila perlu. diabsorpsi oleh traktus gastrointestinalis. dimasukkan jarum kecil melaluidinding abdomen ke dalam duktus biliaris.10 Pemeriksaaan Pencitraan Radiografi Abdomen Foto polos abdomen nilainya terbatas dalam menilai pasien dengan batu empedu atauikterus. Skintigrafi Biliaris Pemberian intravena salah satu kelompok teknetium-99m yang dilabel denganradioisotop asam iminodiasetat.Tidak seperti ultrasonograf. memberikan hasil pemeriksaan yang “positif”. dan dipekatkan dalamkandung empedu. Adanya udara di dalam cabang-cabang biliarisdapat mengindikasikan adanya fistula kolesistoenterik. Adanya batu (terlihat sebagai cacat pengisian dalam kandungempedu yang terlihat opak) atau tidak terlihatnya kandung empedu. luas. Pewarna yodiumradioopak dimakan secara oral. kemampuan dari ultrasonografi abdomendalam mendiagnosa kolesistitis akuttidak sebesar dalam mendiagnosa batu. Tak terlihatnya kandung empedu secara positif palsu dapat terjadi jika pasien tidak dapat menelan tablet atau nonkomplians. Fungsi yangdinilai adalah kemampuan absorpsi dari kandung empedu. memberikan informasi yang spesifik tentang patensidari diktus sistikus dan sensitif dalam mendiagnosa pasien dengan kolesistitis akut. . mencakup striktura dantumor. Kolangiografi Transhepatik Perkutaneus (PTC) Di bawah kontrol fluoroskopik dan anastesia lokal. yang merupakan tes anatomi. diekstraksidalam hati.1. diekskresikan ke dalam sistem duktus biliaris.Bermanfaat bagi pasien dengan masalah biliaris kompleks. Kolesistografi Oral Kolesistografi oral dikenalkan oleh Graham dan Cole pada tahun 1924.Ultrasonografi bermanfaat dalam mengidentifikasi dilatasi biliaris intrahepatik danekstrahepatik.

diikuti oleh kolesistitis akut. Koledoskopi intraoperatif agak bermanfaat dalam mengevaluasi pasien dengan striktur duktus biliarisatau tumor. Ini sangat bermanfaat untuk pasien dengan penyakit duktus koledokus (jinak dan ganas). maka tidak perlu dilakukan pengobatan. Kandung empedu diangkat melalui selang yangdimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut. Pengangkatan kandung empedutidak menyebabkan kekurangan zat gizi dan setelah pembedahan tidak perludilakukan pembatasan makanan.5%. Nyeriyang hilang-timbul bisa dihindari atau dikurangi dengan menghindari ataumengurangi makanan berlemak. maka dianjurkan untuk menjalanipengangkatan kandung empedu (kolesistektomi). banyak ahli bedahmulai melakukan prosedur ini pada pasien dengan kolesistitis akut dan pasien denganbatu duktus koledokus. Keuntungannya adalah visualisasi langsung dari daerah ampula dan jalur langsung ke duktus biliaris distal. 80-90% batuempedu di Inggris dibuang dengan cara ini karena memperkecil resiko kematiandibanding operasi normal (0. Kolesistektomi laparaskopi Kolesistektomi laparoskopik mulai diperkenalkan pada tahun 1990 dansekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi. nyeri menurun dan perbaikankosmetik. Kolesistektomi terbuka Operasi ini merupakan standar terbaik untuk penanganan pasien dengankolelitiasis simtomatik. Indikasi yang paling umum untuk kolesistektomi adalah kolik biliaris rekuren. maka inspeksi langsung dan visualisasisistem biliaris merupakan tujuan utama yang hendak dicapai. Secara teoritis keuntungan tindakan ini dibandingkanprosedur konvensional adalah dapat mengurangi perawatan di rumah sakit dan biayayang dikeluarkan. Angka mortalitas yangdilaporkan untuk prosedur ini kurang dari 0. Jika batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipuntelah dilakukan perubahan pola makan. 1. Pilihan penatalaksanaan antara lain : 1. 2. traktus biliaris dan duktus pankreatikusdapat diintubasi dan dilihat.2% pasien.5% untuk operasi normal) dengan mengurangikomplikasi pada jantung dan paru. pasien dapat cepat kembali bekerja.1-0.Kolangiopankreatografi Retrograd Endoskopik (ERCP) Menggunakan endoskop pandangan samping. Komplikasi yang paling bermakna yang dapat terjadi adalahcedera duktus biliaris yang terjadi pada 0. Karena semakin bertambahnya pengalaman. Indikasi awal hanya pasien dengan kolelitiasis simtomatik tanpa adanyakolesistitis akut. Koledoskopi Bila teknik pencitraan tak langsung merupakan jalur utama bagi evaluasi pasiendengan penyakit traktus biliaris ekstrahepatik. Masalah yang .11 Penatalaksanaan Jika tidak ditemukan gejala.

batu kurang dari 4 batu. 4. Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) Pada ERCP.000 penderita yang meninggal dan 3-7%mengalami komplikasi. Kolik bilier 3. ERCP dan sfingterotomi telah berhasil dilakukan pada 90%kasus. kekambuhan batutejadi pada 50% pasien. Jika obat ini dihentikan. Kolesistotomi Kolesistotomi yang dapat dilakukan dengan anestesia lokal bahkan di sampingtempat tidur pasien terus berlanjut sebagai prosedur yang bermanfaat. Disolusi kontak Meskipun pengalaman masih terbatas. suatu endoskop dimasukkan melalui mulut. Prosedur ini invasif dan kerugian utamanya adalah angkakekambuhan yang tinggi (50% dalam 5 tahun). Kurang dari 4 dari setiap 1. sehingga prosedur ini lebih aman dibandingkan pembedahanperut. Pada sfingterotomi. analisis biaya-manfaatpad saat ini memperlihatkan bahwa prosedur ini hanya terbatas pada pasien yangtelah benar-benar dipertimbangkan untuk menjalani terapi ini. Kurang dari 10% batu empedu dilakukan cara ini adalahsukses. kerongkongan. terutama untuk pasien yang sakitnya kritis.berhubungan dengan insiden komplikasi seperti cedera duktus biliaris yang mungkindapat terjadi lebih sering selama kolesistektomi laparaskopi. infus pelarut kolesterol yang poten(Metil-Ter-Butil-Eter (MTBE)) ke dalam kandung empedu melalui kateter yangdiletakkan per kutan telah terlihat efektif dalam melarutkan batu empedu pada pasien-pasien tertentu. yang kandung empedunya telah diangkat. Zat kontras radioopak masuk ke dalam saluranempedu melalui sebuah selang di dalam sfingter oddi. Kolesistitis akut .belum terpecahkan adalah kemanan dari prosedur ini. fungsikandung empedu baik dan duktus sistik paten. Zat disolusi hanyamemperlihatkan manfaatnya untuk batu empedu jenis kolesterol. Obstruksi duktus sistikus 2. Penelitian prospektif acak dari asam xenodeoksikolat telah mengindikasikan bahwa disolusi dan hilangnyabatu secara lengkap terjadi sekitar 15%. 5. Litotripsi Gelombang Elektrosyok (ESWL) Sangat populer digunakan beberapa tahun belakang ini. 7. Disolusi medis Masalah umum yang mengganggu semua zat yang pernah digunakan adalahangka kekambuhan yang tinggi dan biaya yang dikeluarkan.12 Komplikasi 1. 1. ototsfingter dibuka agak lebar sehingga batu empedu yang menyumbat saluran akanberpindah ke usus halus. Disolusi medis sebelumnya harus memenuhi criteria terapi non operatif diantaranya batu kolesterol diameternya < 20 mm. ERCP saja biasanya efektif dilakukan pada penderita batu saluran empeduyang lebih tua. 3. 6.lambung dan ke dalam usus halus.

4. Kebanyakan kematian terjadipada penderita dengan risiko tinggi yang telah diketahui sebelum operasi. 5. 8. Ileus batu empedu (gallstone ileus) 1.1% pada penderita dibawah usia 50 tahundan sekitar 0. . 9. 11. 10. Perikolesistitis Peradangan pankreas (pankreatitis) Perforasi Kolesistitis kronis Hidrop kandung empedu Empiema kandung empedu Fistel kolesistoenterik Batu empedu sekunder (Pada 2-6% penderita.5% pada penderita diatas usia 50 tahun. 7. Tingkat mortalitas operasi sekitar 0. saluran menciut kembali dan batuempedu muncul lagi) 12.13 Prognosis Komplikasi yang serius dan kematian terkait tindakan operasi sendiri sangat jarang. Tindakanoperasi dapat meringankan gejala pada 95% kasus batu empedu. 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->