P. 1
79839033 Resume Supervisi

79839033 Resume Supervisi

|Views: 28|Likes:

More info:

Published by: Adhieguna Prasha Prasetya on Dec 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2015

pdf

text

original

Sections

  • LAPORAN BUKU SUPERVISI
  • ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN
  • OLEH KELOMPOK 5:
  • MUKHTAR ABDUL RASYID
  • BENNY YULIZAR
  • SUKRI RAMADHANI
  • RENI SEBRINA
  • ADMINISTRASI PENDIDIKAN
  • FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
  • UNIVERSITAS NEGERI PADANG
  • BAB 1
  • PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL)
  • A. Pendahuluan
  • B. Pembaharuan pendidikan
  • C. Paradigm pendidikan
  • D. Supervise pembaharuan sekolah
  • BAB II
  • SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH
  • B. Konsep visi dan misi sekolah
  • C. Mengapa harus ada visi dan misi
  • D. Bagaimana menyusun visi misi sekolah
  • BAB III
  • SUPERVISI BIROKRAS, INSTITUSI, KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN
  • A. birokrsi lembaga pendidikan
  • B. Supervise institusi/ lembaga pendidikan
  • C. Supervise kebijakan sekolah
  • D. Supervise sistem pendidikan
  • BAB IV
  • KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN
  • B. Pengertian supervise pendidikan
  • C. Fungsi supervise
  • D. Peranan supervise pendidikan
  • E. Ruang lingkup supervise sekolah
  • BAB V
  • SUPERVISI PEMBELAJARAN
  • B. Supervisi Pembelajaran
  • C. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran
  • D. Program Supervisi Pembelajaran
  • BAB VI
  • SUPERVISI KLINIS
  • B. Pengertian Supervisi Klinis
  • C. Karakteristik Supervisi Klinis
  • D. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis
  • E. Tujuan Supervisi Klinis
  • F. Prosedur Supervisi Klinis
  • G. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru
  • H. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis
  • I. Peran dan Kualifikasi Supervisor
  • J. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran
  • K. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis
  • BAB VII
  • SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
  • B. Pengertian Kepemimpinan
  • C. Factor Pendukung Kepemimpinan
  • D. Kepemimpinan Kepala Sekolah
  • E. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah )
  • BAB VIII
  • SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH /
  • MADRASAH
  • B. Standar Kepala Sekolah
  • C. Seleksi Kepala Sekolah
  • D. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah
  • Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas
  • a. Kualifikasi
  • 1. Tingkat Pendidikan dan Keahlian
  • 2. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja
  • b. Persyaratan Administratif
  • c. Seleksi Rekrutmen
  • d. Seleksi Calon Pengawas
  • Seleksi Tahap I:
  • Seleksi Tahap II
  • BAB IX
  • SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN
  • B. Profesi dan Kompetensi Keguruan
  • C. Guru Sebagai Profesi
  • D. Mengapa Guru Harus Profesional
  • E. Kompetensi Keguruan
  • F. Konsepsi Tentang kinerja
  • BAB XV
  • SUPERVISI PEMBERDAYAAN
  • MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN
  • B. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan
  • C. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat
  • D. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan
  • BAB XVI
  • EVALUASI PENDIDIKAN DAN
  • PEMBELAJARAN
  • A. Evaluasi Pendidikan
  • B. Evaluasi Pembelajaran
  • C. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran
  • D. Fungsi Evaluasi Pembelajaran
  • E. Prinsip- prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran
  • F. Penilaian Kelas
  • G. Kriteria Penilaian Kelas
  • H. Penilaian Kelas sebuah Keharusan
  • I. Pelaksanaan Penilaian Kelas
  • J. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas
  • K. Manfaat Penilaian Kelas
  • L. Penetapan Jenis Penilaian
  • M. Standar Penilaian Pendidikan
  • BAB XVII
  • SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH
  • B. Konsep Administrasi Sekolah
  • C. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah
  • BAB XVIII
  • SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN
  • AKUNTABILITAS
  • B. Responsibilitas Guru
  • C. Akuntabilitas Kepala Sekolah
  • BAB XIX
  • SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH
  • B. Iklim Sekolah
  • C. Budaya Sekolah
  • D. Perencanaan Perubahan Sekolah
  • E. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja

LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

percobaab. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. 5. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. intensitas dan penuh perhatian.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. Otonomi. Place(penempatan). dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. Peerencaan. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. Keselamatan kerja.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. 8. Pereannan menyeluruh. 7. Kompensasi. Menciptakan suasana kekeluargaan 6.4. irama. Pelatihan dan pengembangan. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. motivasi. 4. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. 6. 9.

Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. caranya: a.10. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. Motivasi negative. penyuluhan. Motivasi positif. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. Kelanjutan (pension). Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. Partisipasi f. tes penjurusan. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai.

dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai. .dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai. Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal. dunia usaha.nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan.LSM. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan.lainnya.

Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4.pengalaman.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. keterampilan. regional.dan internasional 3. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. Merujuk pada UU no.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1.sikap. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi.

di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. mendidik. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh. 2.pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. memotivasi.mendorong kreativitas.Terkait dengan visi misi di atas.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan . Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 4. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya. yang antara lain meliputi criteria. 3.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis.reformasi pendidikan meliputi: 1. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi.

yaitu: .B. yang meliputi aspek jangka pendek. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai). Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi. Time Bound (batas waktu). Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. yaitu Spesifik. Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik. Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik.tepat futuristic.rencan.menengah dan jangka panjang. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya. D. Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah. dan berbasis demandriven C. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART.program. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi.

Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. program semester dan penyusunan RPP 8. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Mudah di ingat 2. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Muddah untuk di komunikasikan 3. Dll Tujuan sekolah: 1. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5. Sekolah melaksankan SPM 9. Latar belakang usaha yang harus jelas 4. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5.EQ. Sekolah memiliki RPS 4. Sekolah memiliki RAPBS 6. cerdas dalam hal IQ.1. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3.

pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3.10. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. optimalisasi pelayana pendidikan 5. di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. peningkatan SDM 6. wira usaha sekolah 10. penghijauan dan kebersiha sekolah 11. dll . optimalisasi proses pembelajaran 4. perencanaan strategis sekolah 2. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. reorintasi evaluasi pembelajaran 9. penggalian potensi da prestasi belajar 8.

Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah. tetapi karena adanya sentralisasi ini. INSTITUSI. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn. Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap .

suaka peninggalan sejarah. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. Kewenangannya yaitu: 1. Penyelenggaraan museum. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas.dll . missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. saran prasarana.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. propinsi.garis besar program pengajaran (GBPP). mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5. 4. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan. proses. tenaga kependidikan. dll. kompetensi lulusan. terbelakang dan atau tidak mampu 2. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala. kenaikan pangkat dengan uang pelican.

2. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . non formal. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. yaitu: 1. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat.

Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu. jumlah dan latar tenaga guru yang professional. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan.1. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Menilai masing.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. B. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Menyusun tindakan. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3. kepala sekolah yang memiliki visi misi. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro.masing tindakan alternative 5. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah.

Peliputan.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. Peramalan.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah. yaitu informasi mengenai kemungkinan. yaitu alternative. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan .akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. Secara umum. Perumusan masalah. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut. maka apakah yang dimaksud dengan system itu. yaitu altrnatif. Evaluasi. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2. dunn.aspek ini. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. maka kebijakan sekolah harus benar. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. yaitu: 1.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. Rekomendasi. C. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5.

baik structural formal. pengetahuan. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. hokum. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. dan nilai. Untuk hidup terus. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. non formal. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5. sedangkan bagian.peranan yang makin berdiferensiasi 9. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. system itu di rancang.sama dengan system lainnya. system harus bergerak melawan proses entropi 6. non formal. Memberikan hasil kepada lingkungan 4.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah. dan informal. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri.cirri system trbuka yaitu: 1.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum. . gagasan. informal dalam suatu system pendidikan nasional. norma.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. sejalan dengan hal itu. Keseluruhan adalah hal yang utama.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah. ide. Masukan bukan hanya yang bersifat material.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama.ubah. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. System bergerak menuju kepada melakukan peranan. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama.

Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku. nilai. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien.nilai dan cita. hokum. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas.bagiandari model input output mengambarkan bagian. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya. Pengetahuan.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis.pendidik. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata.pada supervise system ini. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan .alatatau metode pendidikan dan lingkungan. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan.peseerta didik. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya. ekonomi. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan.

3.program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai. Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. .

Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. yaitu kepala sekolah dan pengawas. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat. pemeriksaan. .di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. namun belum terlaksana dengan efektif. pengawasan atau penilaian. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya.

olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. merivisi tujuan pendidikan.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Bersama. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. terutama dalam dunia pendidikan. mencari dan menggunakan metode.B. missal dengan mengadakan seminar.peraturan dari atasan. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. dll. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS.guru dan petugas pendidikan lainnya.sama berusaha mengembangkan. 4. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1. murid dan pegawai sekolah.guru. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan.dalam memperbaiki pengajaran.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru. . 3.guru.petugas sekolah dalam memimpin guru.

Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek.aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1. memperbaiki. 2. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. Menciptakan. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi. bakat dan kemampuanya secara maksimal.Menurut sergiovani daalam made pirdata. . supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. Meningkatkan moral kelas. Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah.

Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b. D. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. Sebagai pemimpin kelompok . selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok. Berdasarkan pengertian di atas. Berdasarkan uraian diatas.guru secara bersama. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya.unsure yang terkait dengan pendidikan c. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure. pembinaan proses kelompok. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. hubungan kemanusiaan. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. pada saat mengembangkan kurikulum. tugas anggota stafnya 2.C. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar. dan bidang evaluasi. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan.administrasi personil. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru. secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru.

Hal ini berarti guru.guru dalam menilai hasil dan proses belajar.ide. masyarakat yang tidak mau membantu. ia juga belajar menatap dirinya sendiri. E. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. Supervise bidang kurikulum 2. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. Supervise bidang humas 7. Supervise bidang kepegawaian 4. Supervise bidang keuangan 6. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. cita. dan realitas dirinya. . Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik.ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat. Supervise di bidang saran prasarana 5. 4. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima.citanya. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. Supervise bidang kesiswaan 3. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru.kiat dalam bekerja untuk kelompok.

Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). percobaan suatu merode mengajar. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses . kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. diantaranya administrasi sekolah meliputi: a.guru. Hal. 2. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. Pengembangan personel.guru untuk meningkatkan kinerja. loka karya dan sejenisnya. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. dan lain sebagainya.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru).hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran. tugas belajar. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah.

Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat.y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d. Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e.gaji. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah . Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c.

Kumpulan soal f. Penggunaan rencana pembelajaran c. j. Program dan pelaksanaan evaluasi e. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. Buku pekerjaan siswa g. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. Buku daftar nilai h. diantaranya: a. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k. Buku analisis hasil evaluasi i. . Penyusunan rencana harian d. Penggunaan program semester b.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f.

terjadi perubahan yang berbeda. Tanggung jawab kepala sekolah . Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). kesejahteraan. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik.membangun visi dan misi. jumlah murid. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. Dengan adanya desentralisasi. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran.BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. Oleh karena itu. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. . pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan. guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. buku pelajaran.kurikulum. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. pemahaman.

(c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. . yaitu : 1. Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. Menurut Alton. B. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional.Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education).

. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. Relevansi.terprogram dan berkesinambungan. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. Ilmiah. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Fungsional. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan.C. 4. yaitu : 1. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4.serta personil. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. 2. 3. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. material. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. 5. Karenanya.

d. Demokrasi. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. b. Objektif. 7. dengan melakukan : . 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa.5. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. 6. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan. perlengkapan. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. c. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. merumuskan tujuan pembelajaran. dengan melakukan : a. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. c. Kooperatif. D. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. Konstruktif dan kreatif. Mempelajari alat pengajaran. 8. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. b.

atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. b. memilih buku pelajaran. metode yang digunakan. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. d. . Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. 4. c. 3. Pembicaraan individual. 2. alat yang dipakai. baik itu bersifat individu maupun kelompok. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. tukar menukar informasi. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. Memperbaiki alat pembelajaran. Penasehat ahli dan resource person. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. 4. Kunjungan kelas. Demonstrasi mengajar. 3. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka.a. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. Diskusi kelompok. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. dan sebagainya.

atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri. mendiskusikan masalah-masalah bersama. . yaitu kesempatan untuk bekerja sama. Lokakarya. 6. mempertemukan ide-ide. Kunjungan kelas antar guru.5.

Pengawasannya lebih bersifat administratif. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. Mereka sebenarnya ³benci´. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. Akan tetapi meskipun demikian. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur.. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. 2. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1. . 4. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. 3. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. Supervisi disamakan dengan evaluasi. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. bukan terhadap supervisi itu sendiri. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. Supervisi dilakukan secara tradisional. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut.

Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. 3. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. 6. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. 4. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). Observasi secara cermat. 2. Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. 1. Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. 2.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. 5. B. 3. . 5. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. 4. kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru.

Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. pelaksanaan. 2. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. 5. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. b. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. c. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. D. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. C. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. dan d. 7. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. serta percobaannya. 4. . Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. 6. Keterampilan dalam mengajar. 3.Jadi. bukan dari supervisor.

Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. 2.2. 5. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. F.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. tentunya yang mereka alami. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. Prosedur Supervisi Klinis 1. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. 5. Tahap pertemuan pendahuluan. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. 4. 3. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. 3. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. E. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. 4.

c. Bersama menginterpretasikan data rekaman. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. d. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. 2. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. d. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. Tahap pengamatan mengajar. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. c. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. yaitu: a. f.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. e. b. . Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. 3. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. g. e. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan. b. Tahap pertemuan balikan.

memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. 3. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. tidak ³mengancam´ dan menakuti. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. b. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. 5. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. 4. mengobservasi. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. H. menanggapi. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. c. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. Kriteria dan teknik observasi. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a.h. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. 2. 2. menganalisa kelebihan dan kelemahannya. G. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. menasehati. Kesadaran dan kepercayaan diri. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. sedang mengajar maupun setelah mengajar. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: .

dan sebagainya. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. Membuat guru tidak merasa gelisah. d. kepada hal yang akan diamati. Fokus. 3. d. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. Bersifat spesifik. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. i. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. c. h.a. Pola mengajar. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. f. e. bukan menilai penampilan guru. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. Kriteria adan teknik balikan. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. Tepat waktunya. f. c. Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. b. e. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. g. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. . b.

Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1. I. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. b. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. d. strategi. Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. 2. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik.j. Keyakinan. . seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. c. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. b. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. yaitu: a.

g. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. 6. f. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. 7. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. h. 3. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. 5. Keterampilan dalam berkomunikasi. J. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. 4.c. i. e. . Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. 2. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. observasi mengajar. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. dihargai dan maju. mengobservasi. dan pertemuan balikan. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. Pengenalan lebih lanjut. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. d.

7. jurusan. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. 3. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. 6. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. 8. 5. guru pamong. 9. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. . Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. Mekanisme kerja antara fakultas. institut. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. 4. 2. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. Ketenagaan yang meliputi jumlah. 10. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. 11. K.

2. 5. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru. yang telah disusun terpaksa . Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. serta perlengkapan lainnya. 3. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. 6. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. 4. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur. 7. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat.

BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . Meliputi : 1.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. Perencanaan 2. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. 4. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal.wewenang dan tanggung jawabnya. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. Pengawasan. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Pengarahan 4. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. Dari segi kepemimpinan. 3. A. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik. 2. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. Pengorganisasian 3. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan.

tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. 2. Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya.baik mengenai struktur sosial . Arthur G.baik mengenai tujuan. 3.5. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. dan output system sosial tersebut. dan tidak menentu. 7. 6. tidak jelas. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus. James M. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. B. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. C. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. Memiliki visi kedepan. 4. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property.

yang kemudian melahirkan teori sifat. Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi.energy. 2. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu. Lincoln. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan. Seperti Gandhi. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin.dominasi.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses. . C. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan. dan sebagainya. Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an.percaya pada diri sendiri.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. Meremehkan bawahan. di antaranya : 1. . Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. 2. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. serta kompeten.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. maka rasa percaya dirinya akan luntur. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. 3. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya.

Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. Memperhatikan diri sendiri. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. mereka akan sangat termotivasi. 7. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan .4. 9. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. 8. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. 6. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. karena bisa merusak moral karyawan lain. Menganakemaskan seorang karyawan. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. c. 5. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b.

Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. termasuk sekolah yaitu : 1. Mengingat di sekolah . Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. sehingga memperoleh kepuasan. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. 3. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan.e. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. E. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. 2. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan.

teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan.pengembangan program pendidikan dan supervise. 2. yaitu unsure manusianya. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi . sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. 3. 4. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan.

kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai. dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. dan memperkuat. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. 5. . Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini. yang mendefenisikan. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi.

Satandar kualifikasi. meliputi : a. Supervisor. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . Standar Kepala Sekolah 1. Merencanakan pengembangan. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. Manajer. orang tua. Administrator. dan / masyarakat. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A. Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. 6. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. bertanggung jawab. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. B. Membina kesiswaan 3. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1.

b. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. c. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. . b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah.

Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. serta merencanakan tindak lanjut. . c. transparan dan efisien. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. d. b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. dan [embiayaan sekolah/madrasah. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. e. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. evaluasi. sumber belajar. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. p) Melakukan monitoring. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru.

Seleksi Kepala Sekolah 1. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. e. d. f. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. . C. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a. Ijazah yang dipersyaratkan. b. Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. Menjadi guru teladan/berprestasi b. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. Daftar riwayat hidup c.

supervise manajerial sekolah. pelaporan. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. c. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. Kompetensi Pedagogik a. dan pengemabangan pendidikan. c. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. b. dan implementasi kebijakan pendidikan. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. kepemimpinan. Seleksi Tahap II a. penelitian. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. kepribadian. e. Paparan makalah D. sosiologi dan andragogi d. .c. pengembangan SDM sekolah efektif. koordinasi. nasihat. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. Penilaian. psikologi perkembangan dan organisasi. 2. 2. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. monitoring. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. Kompetensi Profesional a. pengelolaan sekolah efektif.

seminar. 4. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . Kompetensi personal a. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. f. diskusi dan sejenisnya. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. b. Kompetensi Sosial a. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. e. guna mendapatkan pengawas yang professional. d. Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan.3. c. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. d. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. e. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. b. a. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah.

Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5.ini Depdiknas.

. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. 3. dan pendidikan bidang lainnya.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6. pendidikan Bahasa Indonesia. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. Kualifikasi 1.5 tahun. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika. pendiidakn biologi. Teknologi Pendidikan.

. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. 6. 2. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. Persyaratan Administratif 1.b. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD. SLB. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. 4. 3. 8. c. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. Seleksi Rekrutmen 1. 5. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. 3. 4.

Seleksi Tahap II 1. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. Tes tertulis meliputi: a. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. pangkat dan golongan. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. d. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. 8. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. Tes potensi akademik . Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri.5. 2. 3. usia. pengalaman kerja. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. 6. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. pekerjaan sekarang. prestasi yang pernah dicapai. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. 7. tingkat pendidikan. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani.

Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan. motivasi. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. Kepribadian yang meliputi : sikap. penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. Tes kecerdasan emosi c. inisiatif. 2. Tes kepribadian 3.b. . materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. numerical. penalaran dan persepsi ruang). Tes kreatifitas 4. kerjasama. Potensi akademik (kemampuan verbal. dan kreatifitas. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran.

pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. Perencanaan pembelajaran e. 2. dan g. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. Berwibawa f. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . Berakhlak mulia g. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Arif dan bijaksana e. Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. dan dialogis f. Dewasa d. Pemahaman terhadap peserta didik c. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. Mantap b. Stabil c. Kompetensi pedagogic. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. Pengembanagn kurikulum atau silabus d.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Evaluasi hasil belajar.

b. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. 4. sesame pendidik. Ahli dalam ilmunya. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. tenaga kependidikan. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. Konsep. b. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Bergaul secara efekti dengan perserta didik.c. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. b. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. orang tua/wali peserta didik d. B. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. struktur. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. 2. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. Paradigma profesionalitas Guru a. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1.

yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. Memiliki sertifikat kualifikasi d. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. penilaian. . Mementingkan kepentingan orang lain. Memiliki kode etik C. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. penilaian. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. yang telah berwenang mengajar secara mandiri. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. g. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. pelaksanaan. 2) Tenaga seni professional. baik dalam perencanaan. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. pelaksanaan. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. maupun pengendalian pengajaran. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b.c. 3..

dan pengendalian pendidikan dan pengajaran.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. Mengapa Guru Harus Profesional 1. Kompetensi Keguruan 1. Kompetensi Kepribadian. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. j. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. f. E. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. Mampu menjalin hubungan insane i. Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Bersikap simpatik c. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. 2. Bersikap terbuka dan demokratis e. beriman. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. Tenggang Rasa dan toleran d. kompetensi Sosial Guru. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. Dapat bekerja sama dengan BP3 . D. 3. 2. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. penilaian. Memahami tujuan pendidikan h. Percaya Kepada Diri Sendiri c. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. antara lain: a.

Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. Memahami kurikulum dan perkembangannya r. Pengelolaan kelas d. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. 3. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k. Menguasai metode berfikir i. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Pengelolaan belajar mengajar c. Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. Berani mengambil keputusan q. bidang studi yang dibinanya. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e.d. j. h. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f.

Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. kinerja pegawai. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. .4. tujuan unit dan tujuan pegawai. kinerja unit. 3. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku. yakni kinerja organisasi. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. 2. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. dapat diamati dan dapat diukur. perilaku ini mungkin meningkat. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. produktivitas tinggi. laporan tepat waktu. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. F. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. Berkenaan dengan kinerja dalam A.

Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. Pandangan yang sama mengartikan. B. Apabila dihubungkan dengan kualitas. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. .BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman.Dalam kondisi seperti ini. sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat.

f. . peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. e. Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. Mengembangkan kualitas guru. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama.C. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c. d. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. Mengembangkan kreativitas. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. Peningkatan kemampuan manajemen. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya.

dana pensiun. bea siswa. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. lembur dll b. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. berupa gaji. Dana dari donatur 4. 2. Anggaran rutin. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. cetak/ kopi. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. dan tunjangan sosial. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . c. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. Belanja pegawai. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. Sementara itu. Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan.

2. 2. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. 2. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. Aspek analisis. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. serta pengadaan media dan bahan ajar. pada saat iplementasi. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. 4. b. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . administrasi. penambahan ruang. Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1.

Analisis kefisibilitas biaya B. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. proses pendidikan tidak dapat berjalan. sehingga dapat dikatakan biaya. 4. 5. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. Analisis kemenfaatan biaya 3. Analisis keefektifan biaya 2. . 6. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. Dengan pembiayaan tersebut. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula.

B. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. C. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. kelompok. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. kemauan.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. keluarga. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. organisasi profesi. dan kemampuan untuk berkembang. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan.

meningkatkan. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. kemitraan. 2. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. Komite Sekolah. 4.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. 3. 2. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. 4. BP3. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. mengawasi. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. 3. Dewan Sekolah. 3. antara lain : 1. . Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. 2. tanggung jawab. dan mengembangkan sekolah Memantau. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. jenis dan jalur pendidikan. menengah dan tinggi. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat.

Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. dunia usaha. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu.5. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. yaitu : 1. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. 2. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . baik secara kuantitatif maupun kualitatif. khususnya dengan dunia kerja. yaitu : 1. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. 4. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. C. Dengan kata lain . di antaranya : 1. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. 3. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. atau dunia industri. 2.

maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. 3. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. 2.namun jika ada satu lowongan. . misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. 4. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. 3. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 2. karena dalam kenyataannya. atau mengundang narasumber ke sekolah. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. Secara Makro. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . pada setiap jenjang. Di Sekolah Dasar. penyusunan kurikulum.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Di Sekolah Menengah Umum. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. Di Sekolah Menengah Kejuruan. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan.

Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. 1. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. bantuan. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. Di Perguruan Tinggi. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. 4. baik secara individual maupun lembaga. jaringan kerja dan jalinan kerja. 5. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah.penyelenggaraan pendidikan magang. 2. 3. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. 5. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. evaluasi program dan hasil. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. Oleh karena itu. 6.sekolah dengan orang tua siswa. Pusat kegiatan masyarakat. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. Hubungan sekolah dengan masyarakat. D. serta pemasaran lulusan.

3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. 2. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. Adanya kesamaan tujuan. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. b. b. . Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. Adanya kesamaan tanggung jawab.a. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. a. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah.

juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. dalam mencari sesuatu tersebut. setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A. . prosedur. Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . produksi.

Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. 1994 : 34). evaluasi. b. f. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. 1984 :16). efektivitas. Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. supervisi. (Hanafi & . penambahan. dan akuntabilitas pengelolaan. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. c. d. Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. 1. bertanggung jawab dan berkelanjutan. a. e.

evaluasi. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. a. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. l. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. i. 2. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. h. . Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. supervisi. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. k.g. m. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. b. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. j. secara terus menerus.

b. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a.c. c. 3. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. keseimbangan beban kerja. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. 5. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. . Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. b. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a.dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. pemakai lulusan. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. dan alumni. serta perubahan sistem pendidikan. komite sekolah/ madrasah. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. maupun perubahan sosial. c. d. c. pada akhir semester akademik . b. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. 4.

(4) analisis data. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. 4. Kalau materi pelajaran . Dengan penilaian. (3) pengolahan atau verifikasi data. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. intelegensi.(2) pelaksanaan. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. evaluasi memiliki beberapa tujuan. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi. hubungan sosial. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. C. (1) perencanaan. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran.B. 2. 3. antara lain sebagai berikut : 1. bakat khusus. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. pengumpulan data. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. minat. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan.

guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. D. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran.´ .1989). Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. 3. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. dan diagnostik. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya. menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation. Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. penempatan . 2. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. 2. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. 1.

umpamanya di akhir semester. karena dia dilaksanakan terakhir. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran. paket atau tingkat. . 3. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik.prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. Prinsip. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. program . Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi. Artinya dengan hasil tes yang ada. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. yaitu : a. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. E. 2.1. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan.

dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. sesuai dengan alokasi waktu. 5. 4. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. F. c. 2. dan penyusunan silabus telah memadai? . Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. 3. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar.b. Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. 6.

Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. 3. guru menilai proyek. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. 2. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Mendidik . Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. kemajuan dan kemampuannya. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. G. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. 3. 4. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. 2. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Disamping itu. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. Misalnya. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan.

berkesinambungan. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. 8. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. sikap. 9. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. 7. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 4. terencana. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung. 6. Bermakna . Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. Dengan berpijak pada kompetensi ini. 5.

di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. melainkan juga : 1. kinerja/ penampilan (performence). Karenanya. dan tes tertulis (paper and pencil). berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. Perhatian terhadap siswa ketika duduk. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. perkembangan dan perubahan siswa. hasil karya (produk). PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. penugasan (proyek). minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. H. 2. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. I. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan.Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

angket. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. sebagai alat evaluasi hasil belajar. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. tes minimal mempunyai dua fungsi . skala sikap dan catatan anekdot. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya.harus diikuti dengan langkah bimbingan. Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . J. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. wawancara. kuesioner. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. 2. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat.dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok.

Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. antara lain : 1) Pensekoran mudah. e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. 3. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu.

2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Misalnya. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. b.Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. .

Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. makalah atau tugas presentasi individu. Tugas Kelompok. M. Kuis. 3. analisis. L. Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Tugas Individu. Pertanyaan Lisan. 7. Ulangan Harian/Blok. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Proyek Akhir. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. prinsip atau teorema. prosedur. 2.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. sampai sintesis dan evaluasi. 5. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. 4. 6. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . Ujian Praktik.

berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. criteria penilaian. Terbuka. 8. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. Terpadu. Melaksanakan tes. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. c. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. b. berarti prosedur penilaian. adat istiadat. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. 9. Sahih. 5. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. Menyeluruh dan berkesinambungan. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. maupun hasilnya. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. baik dari segi teknik. Beracuan criteria. 6. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. status social ekonomi. d. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. budaya. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Sistematis. 4. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. pengamatan. Akuntabel. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Adil. . Objektif. 3. dan gender. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. 7.1. suku. prosedur. Penilaian oleh pendidik a.

2. f. d. f. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. e. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. h. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. i. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. c. g. g. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. h. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. i. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. b.e. Penilaian oleh satuan pendidikan a. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan.

d. 3. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut.j. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. jujur dan adil. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. e. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. . Penilaian oleh pemerintah a. b. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. Kepala sekolah. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. f. c. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

atau ³mengarahkan´. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. ³membantu´. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. yang berarti ³melayani´. 3. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. B. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris.kurikulum. . sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. yaitu : 1. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. 4. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. tidak sebagai pengkotakan kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi. 2.

terdapat beberapa jenis kegiatan. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. yaitu awal tahun pelajaran. teratur dan benar. Pengawasan e. f. Asas pemisahan tugas (otorisator. 4. Administrasi perlengkapan/ barang . Didalamnya dibahas antara lain : a. dengan memodifikasi data mengenai siswa. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. 5. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. yaitu : 1. 3. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. Ketata usahaan sekolah d. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. ordonator dan bendaharawan) b.

kecerdasan intelektual. Menurut jaminan dan keamanan isinya. 6. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Menurut sasarannya. khususnya proses belajar mengajar.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. faksimil. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. emosional dan kejiwaan peserta didik. b. surat pribadi dan surat niaga. surat penawaran. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. seperti : gedung. warkat pos. Menurut wujudnya. meja. surat perjanjian. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. surat permohonan. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. surat pesanan. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. dan teleks. surat laporan. serta alat-alat dan media pengajaran. surat peringatan. surat perintah. c. surat edaran. d. surat keputusan. Menurut isi dan asalnya. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. surat rahasia. terdiri dari : surat biasa. surat bersampul. telegram. surat panggilan. terdiri dari : kartu pos. e. . b. ruang kelas. kursi. surat pengantar dan surat lamaran kerja. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. terdiri dari : surat sangat rahasia. dan surat pengumuman. social.

C. 4. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. terdiri dari : surat biasa. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. Pendahuluan . Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. terdiri dari : surat biasa. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan).f. surat kilat dan surat kilat khusus. 2. Menurut urgensinya. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. mengorganisasikan. seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. g. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. mengarahkan. surat penting dan surat sangat rahasia. 3. yaitu makin meningkatkan efisiensi. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. Menurut cara penyampaiannya. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah.

Dalam tataran birokratis. . penelitian. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. sulit untuk diwujudkan manakala. magang. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. study report. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. Sedangkan dalam tataran praktis. B. observasi. atau guru bidang studi total. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. praktek system ganda. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah.

paling tidak ada tiga hal yaitu : 1. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan.Dengan demikian. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. misi dan strategi. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. 3. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. 2. Memiliki visi. cepat. C. Dalam hal ini. 3. cekat dan akurat. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. . Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. artinya secara tepat. Mengutip pendapat Slamet PH. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban.

imitasi. Menggunakan input manajemen. lingkungan dan keterampilan personal. 13. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. yaitu ketidakpedulian. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. 5. kecurigaan. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. pemborosan.4. pembaharuan dan pembangkit motivasi. 8. pendidik. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. Memahami. standard an nilai-nilai. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. 6. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. tidak membuat keputusan. 9. 12. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. 17. administrator. pertanggungjawaban. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. penyedia. pencipta iklim kerja. proses. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal.arogansi. 10. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. prestasi. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. serta menumbuhkan solidaritas. wirausahawan. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. pemimpin. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. rencana. Dengan demikian. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. program. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. Menjalankan empat hal. 14. 11. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. mediokrasi. yaitu merumuskan sasaran. 16. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. 15. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. . 7.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

Tanggung jawab. penekanan pada pembelajaran B. prioritas. baik dari segi budaya. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. prosedur-prosedur. lingkungan belajar yang kondusif. b. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. . termasuk penyusunan tingkat tujuan. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. c. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. social maupun ekonomi.A. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. Kecocokan. Iklim Sekolah 1. Standar-standar. kebijakan-kebijakan.

e. 2. d. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. hingga tidak membingungkan dan meragukan. Kekuatan persamaan yang optimal. e. Kehangatan dan dorongan. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. Komunikasi yang lancer. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. Kejelasan organisasi. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. Kepemimpinan.d. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. . c. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. Kepaduan yang kuat. Dalam organisasi yang sehat. Tujuan yang focus. g. Ganjaran. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. f. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. b.

Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. tekanan. 3. Semangat juang. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi. Otonomi yang membebaskan. kepercayaan. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah. h.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa.f. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . g. j. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. administrator dan supervisor dan juga para siswa. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. i. Keinovasian yang dinamis. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. Dalam organisasi yang sehat. C. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. Pemecahan masalah yang memadai.

sekolah yang bebas. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. 2. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. berbagai prioritas nilai. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. Analisa kepercayaan. Nilai berbagai aktivitas. c. Budaya pada tingkat nilai. Analisa sejarah sekolah. Analisa nilai. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. serta perilaku masyarakat dalam kerja. Budaya pada tingkat asumsi. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. Budaya pada tingkat artifak. d. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. b. nilai tindakan. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian.

Analisa bentuk perilaku. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . Melalui analisa tersebut. serta adanya control kerja yang jelas. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan.d. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. adanya interaksi social yang baik. supervisor dan manajer ? e. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. adanya masa depan yang jelas. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. dan perubahan kedua individual. E. Analisa norma-norma dan standar-standar. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri. perubahan hubungan dengan orang lain. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. merupakan inti dari tugas supervisor. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. D.

.penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. produktivitas sekolah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->