LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. 9. Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. Menciptakan suasana kekeluargaan 6. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. irama. Otonomi. Peerencaan.4. perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. Pelatihan dan pengembangan. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. Pereannan menyeluruh. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. Keselamatan kerja.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. 8. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. 4. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. intensitas dan penuh perhatian. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. 7.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. Place(penempatan). hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. 6. 5. percobaab. motivasi. Kompensasi.

Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Motivasi negative. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. tes penjurusan. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas .10. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. Kelanjutan (pension). caranya: a. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. Motivasi positif. Partisipasi f. yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. penyuluhan. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi.

dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan. dunia usaha.LSM. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan.lainnya. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar.nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD. dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai. . Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal.

keterampilan. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7. regional.pengalaman. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1.sikap. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Merujuk pada UU no.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2.dan internasional 3. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6.

reformasi pendidikan meliputi: 1.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal. 2. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi. memotivasi.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis.mendorong kreativitas. 3. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan . samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal.pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. 4. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. mendidik. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh. yang antara lain meliputi criteria. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya.Terkait dengan visi misi di atas. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik.

yaitu Spesifik. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya. Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah. Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai.tepat futuristic. yang meliputi aspek jangka pendek. Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi. Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik.B. D. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai). yaitu: . Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah.menengah dan jangka panjang. Time Bound (batas waktu). Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART. dan berbasis demandriven C.program.rencan.

Dll Tujuan sekolah: 1.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5.EQ. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5. cerdas dalam hal IQ. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Sekolah memiliki RPS 4. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Sekolah melaksankan SPM 9. Sekolah memiliki RAPBS 6. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5. Muddah untuk di komunikasikan 3. Mudah di ingat 2.1. program semester dan penyusunan RPP 8. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Latar belakang usaha yang harus jelas 4. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia.

wira usaha sekolah 10. dll . penghijauan dan kebersiha sekolah 11. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3.10. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7. peningkatan SDM 6. reorintasi evaluasi pembelajaran 9. optimalisasi pelayana pendidikan 5. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. optimalisasi proses pembelajaran 4. di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. penggalian potensi da prestasi belajar 8. perencanaan strategis sekolah 2. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran.

Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan. tetapi karena adanya sentralisasi ini. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. INSTITUSI. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap . Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja.

propinsi. tenaga kependidikan. terbelakang dan atau tidak mampu 2.garis besar program pengajaran (GBPP).penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. dll. kompetensi lulusan. Kewenangannya yaitu: 1. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. saran prasarana. Penyelenggaraan museum. proses. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala. 4. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas. kenaikan pangkat dengan uang pelican. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan. missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang.dll . suaka peninggalan sejarah. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3.

2. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. non formal. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. yaitu: 1. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan.

meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3. jumlah dan latar tenaga guru yang professional. Menilai masing.1. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan.masing tindakan alternative 5. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. Menyusun tindakan. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. B. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. kepala sekolah yang memiliki visi misi. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan.

dunn.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system. Rekomendasi.aspek ini. Secara umum.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri. Perumusan masalah. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5. yaitu altrnatif. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut. maka kebijakan sekolah harus benar. Peramalan. yaitu alternative. yaitu: 1. Peliputan. Evaluasi. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2. C. maka apakah yang dimaksud dengan system itu.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. yaitu informasi mengenai kemungkinan.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan .

Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. Keseluruhan adalah hal yang utama.cirri system trbuka yaitu: 1. dan informal. non formal. ide. informal dalam suatu system pendidikan nasional.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. Masukan bukan hanya yang bersifat material. sejalan dengan hal itu. gagasan. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama. hokum. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. . dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah. norma.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. Memberikan hasil kepada lingkungan 4.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7.ubah. baik structural formal. system harus bergerak melawan proses entropi 6. non formal. system itu di rancang. pengetahuan. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5.peranan yang makin berdiferensiasi 9. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. dan nilai. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri.sama dengan system lainnya. System bergerak menuju kepada melakukan peranan. Untuk hidup terus. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama. sedangkan bagian. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu.

cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2. ekonomi. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan .segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.alatatau metode pendidikan dan lingkungan. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian. Pengetahuan. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya.bagiandari model input output mengambarkan bagian. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah.pendidik. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas.pada supervise system ini. hokum. nilai. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1.peseerta didik.nilai dan cita. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata.

.program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai.3. Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah. pengawasan atau penilaian. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. yaitu kepala sekolah dan pengawas. pemeriksaan. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. namun belum terlaksana dengan efektif. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. . Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi.

Bersama. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas. 4. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. dll. murid dan pegawai sekolah. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru.guru. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1.petugas sekolah dalam memimpin guru. missal dengan mengadakan seminar.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir.sama berusaha mengembangkan.B.dalam memperbaiki pengajaran. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. merivisi tujuan pendidikan. terutama dalam dunia pendidikan.peraturan dari atasan.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah. 3. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan.guru dan petugas pendidikan lainnya. mencari dan menggunakan metode. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan.guru. .

Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. bakat dan kemampuanya secara maksimal. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar. . dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3. Menciptakan.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah.aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. memperbaiki.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia. Meningkatkan moral kelas. 2. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1.Menurut sergiovani daalam made pirdata. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek.

hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan.unsure yang terkait dengan pendidikan c. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar. selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b. pada saat mengembangkan kurikulum. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya.C. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru.administrasi personil. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure. Berdasarkan pengertian di atas. Berdasarkan uraian diatas. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a.guru secara bersama. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. dan bidang evaluasi. hubungan kemanusiaan. pembinaan proses kelompok. tugas anggota stafnya 2. Sebagai pemimpin kelompok . Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut. D.

Supervise bidang kepegawaian 4. .guru dalam menilai hasil dan proses belajar. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. masyarakat yang tidak mau membantu. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Supervise di bidang saran prasarana 5. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima. Supervise bidang kurikulum 2. 4.ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik. Supervise bidang humas 7. Supervise bidang kesiswaan 3. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Hal ini berarti guru. E.citanya. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. ia juga belajar menatap dirinya sendiri. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum.kiat dalam bekerja untuk kelompok. Supervise bidang keuangan 6. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. dan realitas dirinya. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya.ide. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1. cita.

Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru. tugas belajar. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses . Pengembangan personel.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru). percobaan suatu merode mengajar. loka karya dan sejenisnya.guru untuk meningkatkan kinerja. diantaranya administrasi sekolah meliputi: a. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran. dan lain sebagainya.guru. pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. Hal.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. 2. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar.

y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d.gaji. Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah . Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat. Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e.

j. diantaranya: a. Buku analisis hasil evaluasi i. Buku pekerjaan siswa g. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k. Penyusunan rencana harian d. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. . hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. Program dan pelaksanaan evaluasi e. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga. Penggunaan rencana pembelajaran c.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. Buku daftar nilai h. Penggunaan program semester b.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. Kumpulan soal f.

terjadi perubahan yang berbeda. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat. Tanggung jawab kepala sekolah . Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A. jumlah murid.membangun visi dan misi.kurikulum. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. buku pelajaran. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan. kesejahteraan. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. Oleh karena itu. guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. . pemahaman. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. Dengan adanya desentralisasi.

Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. yaitu : 1. (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. B. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . Menurut Alton. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut. Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. .Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan.

Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. Ilmiah. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. 4. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung.serta personil. . 3. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. Fungsional. material. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. Karenanya. Relevansi. 2. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. yaitu : 1.terprogram dan berkesinambungan. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. 5. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran.C.

5. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. 8. Kooperatif. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. b. Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. c. D. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. 6. b. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. dengan melakukan : . 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. merumuskan tujuan pembelajaran. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. d. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. Mempelajari alat pengajaran. c. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. Objektif. 7. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. Demokrasi. dengan melakukan : a. Konstruktif dan kreatif. perlengkapan. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan.

Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. Pembicaraan individual. Kunjungan kelas. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. 3. 3. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. d. Diskusi kelompok. Penasehat ahli dan resource person. alat yang dipakai. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. tukar menukar informasi. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. 2. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. memilih buku pelajaran. Memperbaiki alat pembelajaran. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. Demonstrasi mengajar. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. baik itu bersifat individu maupun kelompok. . yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. b.a. metode yang digunakan. 4. c. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. 4. dan sebagainya. yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai.

atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing. mendiskusikan masalah-masalah bersama. . Lokakarya. yaitu kesempatan untuk bekerja sama. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri.5. mempertemukan ide-ide. 6. Kunjungan kelas antar guru.

4. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. Pengawasannya lebih bersifat administratif. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. 3. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. Supervisi disamakan dengan evaluasi. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. . Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. Akan tetapi meskipun demikian. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor.. bukan terhadap supervisi itu sendiri. Mereka sebenarnya ³benci´. Supervisi dilakukan secara tradisional. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. 2. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan.

1. Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. . kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. 2. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. 2. 6. B.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. Observasi secara cermat. 5. 3. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. 5. Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). 4. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. 4. 3. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. D. Keterampilan dalam mengajar.Jadi. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. c. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. . C. 5. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. serta percobaannya. 6. b. pelaksanaan. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. 4. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. bukan dari supervisor. 7. 2. 3. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. dan d. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru.

Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1.2. 3. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. E. Tahap pertemuan pendahuluan. 3. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. 5. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. 2. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. tentunya yang mereka alami. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. 5. Prosedur Supervisi Klinis 1.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . promosi jabatan atau pekerjaan mereka. 4. F. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. 4.

2. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. d. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. e. Tahap pengamatan mengajar. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. yaitu: a. b. Bersama menginterpretasikan data rekaman. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. b.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. g. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. c. 3. f. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Tahap pertemuan balikan. pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan. e. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. c. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. . d. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru.

Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . 2. 3. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. G. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. menanggapi. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. tidak ³mengancam´ dan menakuti. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. Kesadaran dan kepercayaan diri. b. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. sedang mengajar maupun setelah mengajar. Kriteria dan teknik observasi. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. menasehati. 2. c. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. 4. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. mengobservasi. menganalisa kelebihan dan kelemahannya.h. H. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. 5. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus.

a. Membuat guru tidak merasa gelisah. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. d. dan sebagainya. kepada hal yang akan diamati. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. f. h. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. bukan menilai penampilan guru. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. b. Pola mengajar. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. b. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. Bersifat spesifik. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. i. Tepat waktunya. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. Fokus. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. f. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. Kriteria adan teknik balikan. c. c. e. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. 3. e. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. d. . Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. g.

Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. I. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. . Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. c. d. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. yaitu: a. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. 2. strategi. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. b. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. b. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1. Keyakinan.j.

7. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. g. dihargai dan maju. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. f.c. observasi mengajar. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. 4. 2. d. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. 3. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. e. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. J. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. 6. mengobservasi. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. h. i. . Keterampilan dalam berkomunikasi. Pengenalan lebih lanjut. dan pertemuan balikan. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. 5.

6. 9. 5. K. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. 8. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. guru pamong. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. . kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. institut. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. 11. Ketenagaan yang meliputi jumlah. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. Mekanisme kerja antara fakultas. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. 2. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. 3. 7. jurusan. 4. 10.

ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur. 7. 5. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar.2. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru. 6. serta perlengkapan lainnya. 4. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. 3. yang telah disusun terpaksa .

Perencanaan 2. 3. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. Meliputi : 1. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. Pengorganisasian 3. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. A. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. Pengarahan 4. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. 2. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . 4. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Pengawasan.wewenang dan tanggung jawabnya. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. Dari segi kepemimpinan. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu.

3. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. Arthur G. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. dan output system sosial tersebut. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial. 6. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus. 7. Memiliki visi kedepan. 4.5. tidak jelas. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property. dan tidak menentu. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. C. James M.baik mengenai tujuan. 2. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi.baik mengenai struktur sosial . B. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan.

Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. 2. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. Lincoln.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses. Seperti Gandhi.energy.percaya pada diri sendiri. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan. C. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. . Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. yang kemudian melahirkan teori sifat. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´. Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. dan sebagainya.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan.dominasi.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. maka rasa percaya dirinya akan luntur. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. 2.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. . disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. serta kompeten. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. 3. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. Meremehkan bawahan. di antaranya : 1. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia.

Tidak memperdulikan hal-hal kecil. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. 8. Menganakemaskan seorang karyawan. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. 9. Memperhatikan diri sendiri. 7. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. 6. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. karena bisa merusak moral karyawan lain. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b.4. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi. 5. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. mereka akan sangat termotivasi. c. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya.

termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. termasuk sekolah yaitu : 1. 3. Mengingat di sekolah . karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. 2. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru.e. E. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. sehingga memperoleh kepuasan.

Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. 2. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. 3. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. 4. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi . sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1.pengembangan program pendidikan dan supervise. yaitu unsure manusianya.

dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. yang mendefenisikan. . 5. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. dan memperkuat. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan.

Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. B. orang tua. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . meliputi : a. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah. 6. bertanggung jawab. Manajer. Supervisor. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. dan / masyarakat. Membina kesiswaan 3.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. Administrator. Standar Kepala Sekolah 1. Merencanakan pengembangan. Satandar kualifikasi. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan.

b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. . 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.b. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. c.

serta merencanakan tindak lanjut. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. p) Melakukan monitoring. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. transparan dan efisien.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. evaluasi. sumber belajar. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. e. dan [embiayaan sekolah/madrasah. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. c. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. . k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. d. b. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah.

Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a. Seleksi Kepala Sekolah 1. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. . Ijazah yang dipersyaratkan. Menjadi guru teladan/berprestasi b. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. d. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. e. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. Daftar riwayat hidup c. f. C. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. b.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani.

2. pengembangan SDM sekolah efektif. psikologi perkembangan dan organisasi. 2. dan implementasi kebijakan pendidikan. supervise manajerial sekolah. c. . Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. Paparan makalah D.c. Kompetensi Profesional a. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. Kompetensi Pedagogik a. penelitian. Seleksi Tahap II a. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. monitoring. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. pelaporan. c. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. dan pengemabangan pendidikan. Penilaian. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. kepemimpinan. b. sosiologi dan andragogi d. nasihat. kepribadian. koordinasi. pengelolaan sekolah efektif. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. e. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan.

Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. b. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . c. d. 4. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. e. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. a. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium.3. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. diskusi dan sejenisnya. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. e. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan. b. Kompetensi Sosial a. guna mendapatkan pengawas yang professional. seminar. d. Kompetensi personal a. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. f. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c.

Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4.ini Depdiknas. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2.

3. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika. Teknologi Pendidikan. . Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. pendiidakn biologi. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. Kualifikasi 1.5 tahun. pendidikan Bahasa Indonesia. dan pendidikan bidang lainnya.

menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. 6. 4. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. SLB. Seleksi Rekrutmen 1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD. . setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan.b. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. 3. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. 2. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. 8. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. 3. Persyaratan Administratif 1. c. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. 4. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. 5.

Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. 2. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. Tes potensi akademik . e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. tingkat pendidikan. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. 8. pekerjaan sekarang. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. 3. pangkat dan golongan. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. 7. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. pengalaman kerja.5. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. Tes tertulis meliputi: a. usia. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. Seleksi Tahap II 1. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. d. prestasi yang pernah dicapai. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. 6.

penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. 2. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan. Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. kerjasama. Tes kecerdasan emosi c. materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. Kepribadian yang meliputi : sikap. Tes kepribadian 3. inisiatif. numerical.b. Tes kreatifitas 4. penalaran dan persepsi ruang). . motivasi. dan kreatifitas. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. Potensi akademik (kemampuan verbal.

Dewasa d. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Mantap b. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. Perencanaan pembelajaran e. Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Pemahaman terhadap peserta didik c. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Evaluasi hasil belajar. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. Berakhlak mulia g. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. Stabil c. Arif dan bijaksana e. Kompetensi pedagogic. Berwibawa f. Pengembanagn kurikulum atau silabus d. dan dialogis f.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. 2. dan g. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1.

2. 4. struktur. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. Paradigma profesionalitas Guru a. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. tenaga kependidikan. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. orang tua/wali peserta didik d. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. Ahli dalam ilmunya. sesame pendidik. b. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar.c. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. b. Konsep. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. B. b. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e.

2) Tenaga seni professional. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b. maupun pengendalian pengajaran. pelaksanaan. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. pelaksanaan. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. baik dalam perencanaan. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. penilaian. Memiliki sertifikat kualifikasi d. yang telah berwenang mengajar secara mandiri. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. Memiliki kode etik C. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. .. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya. Mementingkan kepentingan orang lain. penilaian. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. g. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan.c. 3. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya.

Bersikap simpatik c. Bersikap terbuka dan demokratis e. f. penilaian. Kompetensi Kepribadian. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. 2. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. Mampu menjalin hubungan insane i.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. Dapat bekerja sama dengan BP3 . Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. kompetensi Sosial Guru. D. E. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. Tenggang Rasa dan toleran d. 3. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. j. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. Kompetensi Keguruan 1. antara lain: a. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. beriman. Mengapa Guru Harus Profesional 1. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Memahami tujuan pendidikan h. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Percaya Kepada Diri Sendiri c. 2.

Pengelolaan belajar mengajar c. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. Memahami kurikulum dan perkembangannya r. h. Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o.d. Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k. Pengelolaan kelas d. Menguasai metode berfikir i. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. j. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e. 3. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. bidang studi yang dibinanya. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. Berani mengambil keputusan q. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar.

tujuan unit dan tujuan pegawai. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. perilaku ini mungkin meningkat. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku. laporan tepat waktu. Berkenaan dengan kinerja dalam A. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. 3. F. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. yakni kinerja organisasi.4. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. . kinerja unit. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. produktivitas tinggi. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. kinerja pegawai. dapat diamati dan dapat diukur. 2. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´.

Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya. sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. Apabila dihubungkan dengan kualitas. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A.Dalam kondisi seperti ini. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim. Pandangan yang sama mengartikan. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. B. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. . Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman.

. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. Peningkatan kemampuan manajemen. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c.C. Mengembangkan kualitas guru. Mengembangkan kreativitas. f. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. e. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama. d.

bea siswa.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. Sementara itu. berupa gaji. lembur dll b. cetak/ kopi. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. Belanja pegawai. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. Anggaran rutin. 2. Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. Dana dari donatur 4. c. dana pensiun. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. dan tunjangan sosial. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a.

Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . serta pengadaan media dan bahan ajar. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. Aspek analisis. 2. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1. penambahan ruang. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. pada saat iplementasi. b. 2.2. administrasi. 4.

Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. proses pendidikan tidak dapat berjalan. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. . Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. Analisis keefektifan biaya 2. Analisis kemenfaatan biaya 3. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. 4.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. Analisis kefisibilitas biaya B. sehingga dapat dikatakan biaya. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. 5. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. 6. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. Dengan pembiayaan tersebut.

sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. kemauan. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. C. dan kemampuan untuk berkembang. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. organisasi profesi. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. keluarga. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . B.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. kelompok.

mengawasi. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. 3. 3. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. 2. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. 4. meningkatkan. . Komite Sekolah. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. antara lain : 1. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. BP3. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. dan mengembangkan sekolah Memantau. 2. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. menengah dan tinggi. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. 3. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. 2. jenis dan jalur pendidikan. tanggung jawab.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. Dewan Sekolah. 4. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. kemitraan. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah.

Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. di antaranya : 1. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. dunia usaha. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. khususnya dengan dunia kerja. yaitu : 1. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. 4. C. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. 3.5. 2. 2. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . Dengan kata lain . Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. atau dunia industri. yaitu : 1.

Secara Makro.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. Di Sekolah Menengah Kejuruan. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. atau mengundang narasumber ke sekolah. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. 2.namun jika ada satu lowongan. 3. maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. 4. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program. pada setiap jenjang. karena dalam kenyataannya. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. penyusunan kurikulum. Di Sekolah Dasar.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . Di Sekolah Menengah Umum. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. . masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. 3. 2. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan.

Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan.penyelenggaraan pendidikan magang. evaluasi program dan hasil. Oleh karena itu. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. 6. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. jaringan kerja dan jalinan kerja. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. 4. 2. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . 1. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. 5. 5. D. Hubungan sekolah dengan masyarakat. yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. 3.sekolah dengan orang tua siswa. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. bantuan. Pusat kegiatan masyarakat. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. baik secara individual maupun lembaga. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. Di Perguruan Tinggi. serta pemasaran lulusan.

tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. Adanya kesamaan tujuan. b. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. 2. a. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. b. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. .a. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Adanya kesamaan tanggung jawab. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat.

BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A. . setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. prosedur. juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . produksi. dalam mencari sesuatu tersebut.

Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. efektivitas. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. evaluasi. e. b. Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. c. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. f. penambahan. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. supervisi. d. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. bertanggung jawab dan berkelanjutan. 1984 :16). (Hanafi & . dan akuntabilitas pengelolaan. a. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. 1994 : 34). 1.

Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. supervisi. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. a. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. m. l.g. b. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. . secara terus menerus. 2. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. i. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. j. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. evaluasi. h. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. k.

dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. d. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. pemakai lulusan. dan alumni. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah .c. keseimbangan beban kerja. c. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. c. b.dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. c. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. . maupun perubahan sosial. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 3. b. pada akhir semester akademik . 5. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. 4. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. komite sekolah/ madrasah. serta perubahan sistem pendidikan. b.

(4) analisis data. 3. bakat khusus. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. C. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. intelegensi. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. (3) pengolahan atau verifikasi data. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. minat.B. evaluasi memiliki beberapa tujuan. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. (1) perencanaan. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. Dengan penilaian. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. antara lain sebagai berikut : 1. 2.(2) pelaksanaan. Kalau materi pelajaran . pengumpulan data. 4. hubungan sosial.

D. Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. 3. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. 2.´ . seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. dan diagnostik. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. 1. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran.1989). penempatan . Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya. 2. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum.

3. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. yaitu : a. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat.prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi. Artinya dengan hasil tes yang ada. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. . Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . Prinsip. E. karena dia dilaksanakan terakhir. paket atau tingkat.1. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. 2.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. umpamanya di akhir semester. program . yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran.

Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. c. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. 4. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. 2. F. sesuai dengan alokasi waktu. 6.b. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. dan penyusunan silabus telah memadai? . Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. 5. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. 3. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar.

sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. Misalnya. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. guru menilai proyek. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. G. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. Mendidik . 2. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. Disamping itu. kemajuan dan kemampuannya.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. 3. 4. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. 3. 2. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan.

sikap.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. 8. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. 9. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 6. 4. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. 7. Dengan berpijak pada kompetensi ini. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung. Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. berkesinambungan. Bermakna . untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. terencana. 5. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak.

Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Perhatian terhadap siswa ketika duduk. perkembangan dan perubahan siswa. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. hasil karya (produk). dan tes tertulis (paper and pencil). H. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. kinerja/ penampilan (performence).Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. I. Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. penugasan (proyek). Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. Karenanya. melainkan juga : 1. 2. Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman.

sebagai alat evaluasi hasil belajar. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. angket. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. 2. skala sikap dan catatan anekdot.dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. tes minimal mempunyai dua fungsi . Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. kuesioner. J. wawancara.harus diikuti dengan langkah bimbingan. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi.

Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. 3. g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. antara lain : 1) Pensekoran mudah.

atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. 2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. Misalnya. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. .Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. b. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini.

4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. prosedur. Proyek Akhir. Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. Tugas Kelompok. Kuis. 2. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. analisis. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. L. 6. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. 7. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Pertanyaan Lisan. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. M. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. Ulangan Harian/Blok. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. Ujian Praktik. 4. prinsip atau teorema. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Tugas Individu. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. 5. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . sampai sintesis dan evaluasi. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. makalah atau tugas presentasi individu. 3.

d. berarti prosedur penilaian.1. c. Beracuan criteria. criteria penilaian. status social ekonomi. 8. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. 4. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. dan gender. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. budaya. 5. Terbuka. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. Akuntabel. Penilaian oleh pendidik a. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Terpadu. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. 7. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. suku. 3. Objektif. 6. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. . Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. maupun hasilnya. 9. Menyeluruh dan berkesinambungan. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. b. Adil. adat istiadat. baik dari segi teknik. Melaksanakan tes. prosedur. Sistematis. pengamatan. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. Sahih. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1.

olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. f. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.e. f. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. c. i. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. d. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. Penilaian oleh satuan pendidikan a. b. 2. h. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. h. i. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. e. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . g. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. g.

j. 3. d. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A. . Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. jujur dan adil. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. b. Penilaian oleh pemerintah a. Kepala sekolah. e. f. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. c. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan.

sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. 3.kurikulum. yaitu : 1. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. atau ³mengarahkan´. 4. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks. B. . agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. tidak sebagai pengkotakan kerja. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. 2. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. yang berarti ³melayani´. ³membantu´.

Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. 5. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. terdapat beberapa jenis kegiatan.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. Asas pemisahan tugas (otorisator. ordonator dan bendaharawan) b. yaitu awal tahun pelajaran. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. dengan memodifikasi data mengenai siswa. 4. Administrasi perlengkapan/ barang . Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. yaitu : 1. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. Didalamnya dibahas antara lain : a. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. Pengawasan e. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. Ketata usahaan sekolah d. f. teratur dan benar. 3.

seperti : gedung. faksimil. surat pribadi dan surat niaga. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. meja. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. emosional dan kejiwaan peserta didik. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. terdiri dari : kartu pos. khususnya proses belajar mengajar. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. surat perjanjian. surat pesanan. dan surat pengumuman. warkat pos. social. surat permohonan. ruang kelas.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. b. b. telegram. surat edaran. kursi. surat rahasia. d. kecerdasan intelektual. 6. terdiri dari : surat sangat rahasia. . Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. dan teleks. surat laporan. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. e. surat peringatan. surat bersampul. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. surat penawaran. surat panggilan. Menurut wujudnya. c. serta alat-alat dan media pengajaran. Menurut jaminan dan keamanan isinya. terdiri dari : surat biasa. surat keputusan. surat pengantar dan surat lamaran kerja. surat perintah. Menurut isi dan asalnya. Menurut sasarannya.

mengorganisasikan. surat penting dan surat sangat rahasia. Pendahuluan . mengarahkan. C. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama.f. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya. yaitu makin meningkatkan efisiensi. 4. terdiri dari : surat biasa. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. 3. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. 2. surat kilat dan surat kilat khusus. terdiri dari : surat biasa. Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. g. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. Menurut urgensinya. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. Menurut cara penyampaiannya. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1.

B. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. praktek system ganda. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. atau guru bidang studi total. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. Sedangkan dalam tataran praktis. magang. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. . Dalam tataran birokratis.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. penelitian. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. sulit untuk diwujudkan manakala. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. study report. observasi. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda.

artinya secara tepat. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. . cekat dan akurat. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. Memiliki visi. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. 3. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh.Dengan demikian. misi dan strategi. Mengutip pendapat Slamet PH. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. cepat. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. 2. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. C. 3. Dalam hal ini. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. 2.

pendidik. pertanggungjawaban. pembaharuan dan pembangkit motivasi. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. yaitu ketidakpedulian. 13. pemborosan. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. prestasi. 17. 7. kecurigaan. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. Memahami. penyedia. standard an nilai-nilai. rencana. pencipta iklim kerja. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. 9. tidak membuat keputusan. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. administrator. mediokrasi. 12. lingkungan dan keterampilan personal. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. 8. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. 5.arogansi. 6. 11. serta menumbuhkan solidaritas. 10. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan.4. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. 16. pemimpin. Menggunakan input manajemen. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. imitasi. 14. yaitu merumuskan sasaran. program. 15. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. wirausahawan. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. . baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. proses. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. Menjalankan empat hal. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. Dengan demikian.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

Iklim Sekolah 1. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. prosedur-prosedur. Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. Standar-standar. lingkungan belajar yang kondusif. penekanan pada pembelajaran B. . kebijakan-kebijakan. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. Kecocokan. baik dari segi budaya. prioritas. b. termasuk penyusunan tingkat tujuan. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. social maupun ekonomi.A. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. c. Tanggung jawab.

Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. e. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. f. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. Kejelasan organisasi. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. d. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. e. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. c. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. g. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. Kepaduan yang kuat. Kekuatan persamaan yang optimal. Dalam organisasi yang sehat. . kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. 2. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. Komunikasi yang lancer. Tujuan yang focus. Ganjaran. Kepemimpinan. b.d. Kehangatan dan dorongan. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. hingga tidak membingungkan dan meragukan. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik.

3. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. h. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. administrator dan supervisor dan juga para siswa. j. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. kepercayaan. Keinovasian yang dinamis. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. Pemecahan masalah yang memadai. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. tekanan. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. Semangat juang. i. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan.f. g. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. Otonomi yang membebaskan. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. C. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. Dalam organisasi yang sehat. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok.

berbagai prioritas nilai. Analisa nilai. serta perilaku masyarakat dalam kerja. Analisa sejarah sekolah. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. Analisa kepercayaan. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. b. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. c.sekolah yang bebas. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. Budaya pada tingkat artifak. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. Budaya pada tingkat nilai. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. Budaya pada tingkat asumsi. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. d. 2. Nilai berbagai aktivitas. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. nilai tindakan. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1.

D. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. E. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. adanya masa depan yang jelas. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . Analisa bentuk perilaku. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. serta adanya control kerja yang jelas. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri.d. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. Melalui analisa tersebut. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. dan perubahan kedua individual. adanya interaksi social yang baik. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. Analisa norma-norma dan standar-standar. supervisor dan manajer ? e. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. perubahan hubungan dengan orang lain. merupakan inti dari tugas supervisor.

produktivitas sekolah.penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor. .