LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. Otonomi. intensitas dan penuh perhatian. perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. 8. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . 6. 7. Pelatihan dan pengembangan. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. 9. percobaab. Kompensasi. Pereannan menyeluruh. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya.4. 4. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. Menciptakan suasana kekeluargaan 6. Keselamatan kerja. Place(penempatan). 5. Peerencaan. motivasi. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. irama.

Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. Partisipasi f. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . Motivasi positif. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. caranya: a. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. penyuluhan. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. Motivasi negative. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. Kelanjutan (pension).10. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. tes penjurusan. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi.

lainnya.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai.nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan. dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai. Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan.LSM. . dunia usaha.

Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.pengalaman. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi. keterampilan. Merujuk pada UU no.dan internasional 3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1.sikap.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7. regional. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2.

criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis.Terkait dengan visi misi di atas. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 4. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan.pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya.mendorong kreativitas. yang antara lain meliputi criteria. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya.reformasi pendidikan meliputi: 1. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. memotivasi. mendidik.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal. 3. 2. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan .emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal.

rencan. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya. Time Bound (batas waktu). dan berbasis demandriven C. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai).B. Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi. Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART. yaitu: .tepat futuristic. yang meliputi aspek jangka pendek.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut. D. yaitu Spesifik. Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah.menengah dan jangka panjang.program. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat. Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah.

Dll Tujuan sekolah: 1. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Sekolah melaksankan SPM 9. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Mudah di ingat 2. program semester dan penyusunan RPP 8. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan.EQ. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5. Muddah untuk di komunikasikan 3. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5. cerdas dalam hal IQ. Sekolah memiliki RPS 4. Latar belakang usaha yang harus jelas 4.1. Sekolah memiliki RAPBS 6. Profesionalisme dalam pelayanan 6.

di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. perencanaan strategis sekolah 2. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. reorintasi evaluasi pembelajaran 9. optimalisasi pelayana pendidikan 5. penggalian potensi da prestasi belajar 8. penghijauan dan kebersiha sekolah 11. dll . peningkatan SDM 6. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. wira usaha sekolah 10.10. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. optimalisasi proses pembelajaran 4.

KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap . birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. tetapi karena adanya sentralisasi ini. INSTITUSI. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan.

proses. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan. 4. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5.garis besar program pengajaran (GBPP). penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas. missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. Kewenangannya yaitu: 1. saran prasarana. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala. tenaga kependidikan. kompetensi lulusan. propinsi. dll. kenaikan pangkat dengan uang pelican.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. terbelakang dan atau tidak mampu 2. Penyelenggaraan museum.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis. suaka peninggalan sejarah.dll . penyediaan bantuan untuk oengadaan buku.

yaitu: 1. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. non formal. 2. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur.

Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. B.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. jumlah dan latar tenaga guru yang professional.1.masing tindakan alternative 5. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan. Menyusun tindakan. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah. Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. kepala sekolah yang memiliki visi misi. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. Menilai masing. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3.

Peramalan. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. Rekomendasi. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. Peliputan. Perumusan masalah. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system. Secara umum.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. yaitu altrnatif. Evaluasi.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan . yaitu: 1.aspek ini. maka apakah yang dimaksud dengan system itu. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah. C. dunn.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2. maka kebijakan sekolah harus benar. yaitu alternative. yaitu informasi mengenai kemungkinan.

non formal.peranan yang makin berdiferensiasi 9. sejalan dengan hal itu. dan nilai. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. Masukan bukan hanya yang bersifat material.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah. norma. non formal. ide. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. Keseluruhan adalah hal yang utama. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. dan informal.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu.ubah. baik structural formal. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5. System bergerak menuju kepada melakukan peranan.cirri system trbuka yaitu: 1. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. system itu di rancang. Untuk hidup terus. hokum. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama. informal dalam suatu system pendidikan nasional. pengetahuan.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. Memberikan hasil kepada lingkungan 4. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3.sama dengan system lainnya. gagasan. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. sedangkan bagian. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama. system harus bergerak melawan proses entropi 6. .

ekonomi.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2.peseerta didik. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.alatatau metode pendidikan dan lingkungan. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan . Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku. Pengetahuan. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian.pendidik. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata.bagiandari model input output mengambarkan bagian.pada supervise system ini.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis. hokum. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya.nilai dan cita.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah. nilai. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas.

.3. Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai.

Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. pengawasan atau penilaian.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A.di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru. pemeriksaan. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah. yaitu kepala sekolah dan pengawas. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. namun belum terlaksana dengan efektif. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. . dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun.

dll. merivisi tujuan pendidikan. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan.sama berusaha mengembangkan. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS.guru.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan. 4. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir. Bersama. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru.guru dan petugas pendidikan lainnya. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. . Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas.dalam memperbaiki pengajaran.petugas sekolah dalam memimpin guru. terutama dalam dunia pendidikan. 3. mencari dan menggunakan metode. missal dengan mengadakan seminar.guru. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. murid dan pegawai sekolah. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik.peraturan dari atasan. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru.B. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1.

memperbaiki. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang.aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi.Menurut sergiovani daalam made pirdata. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. . Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia. Meningkatkan moral kelas. Menciptakan. 2.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3. bakat dan kemampuanya secara maksimal. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek.

Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru.administrasi personil. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru. Sebagai pemimpin kelompok . Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. pada saat mengembangkan kurikulum. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar. secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. pembinaan proses kelompok. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok. tugas anggota stafnya 2. Berdasarkan pengertian di atas. selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya. D. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. hubungan kemanusiaan. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b. dan bidang evaluasi. Berdasarkan uraian diatas.unsure yang terkait dengan pendidikan c.C.guru secara bersama.

Supervise bidang humas 7. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Supervise bidang kepegawaian 4. dan realitas dirinya.kiat dalam bekerja untuk kelompok. masyarakat yang tidak mau membantu. 4. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya. E. . Supervise bidang kurikulum 2. Supervise di bidang saran prasarana 5.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik.ide. Supervise bidang kesiswaan 3. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. cita. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya. Supervise bidang keuangan 6. Hal ini berarti guru.ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat.guru dalam menilai hasil dan proses belajar. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. ia juga belajar menatap dirinya sendiri.citanya. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan.

Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. diantaranya administrasi sekolah meliputi: a.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru.guru untuk meningkatkan kinerja.guru. guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru). Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. dan lain sebagainya. Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. tugas belajar. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses .guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. loka karya dan sejenisnya. Hal.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. percobaan suatu merode mengajar. Pengembangan personel. 2.

Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat.y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d. Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c. Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah .gaji.

Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. Buku pekerjaan siswa g. diantaranya: a. Penyusunan rencana harian d. Penggunaan rencana pembelajaran c. Program dan pelaksanaan evaluasi e. Penggunaan program semester b. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga. j. .lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. Buku daftar nilai h. Buku analisis hasil evaluasi i. Kumpulan soal f.

buku pelajaran. Oleh karena itu. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A. .BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. Tanggung jawab kepala sekolah . Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. pemahaman.membangun visi dan misi.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. kesejahteraan. terjadi perubahan yang berbeda. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). Dengan adanya desentralisasi. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi.kurikulum. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. jumlah murid. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan. Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat.

. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official.Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. B. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. yaitu : 1. Menurut Alton. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan. (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya.

4. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. 2. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung. Ilmiah. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. . Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Fungsional. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. Karenanya. Relevansi. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran.C. 3. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. material. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. yaitu : 1. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. 5.serta personil. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan.terprogram dan berkesinambungan.

perlengkapan. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. 7. Objektif. Konstruktif dan kreatif. c. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. Demokrasi. merumuskan tujuan pembelajaran. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). 6. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. D. d. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. Mempelajari alat pengajaran. dengan melakukan : . Kooperatif. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. b. Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. dengan melakukan : a. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. b. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. c. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif.5. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. 8. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a.

4. Memperbaiki alat pembelajaran. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. Pembicaraan individual. 3.a. 4. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. Kunjungan kelas. 2. baik itu bersifat individu maupun kelompok. metode yang digunakan. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. d. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. . Buletin pendidikan dan buletin sekolah. alat yang dipakai. c. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. Penasehat ahli dan resource person. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. dan sebagainya. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. 3. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. tukar menukar informasi. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. b. Diskusi kelompok. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. memilih buku pelajaran. yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. Demonstrasi mengajar.

5. mempertemukan ide-ide. Kunjungan kelas antar guru. yaitu kesempatan untuk bekerja sama. atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri. mendiskusikan masalah-masalah bersama. 6. . Lokakarya.

Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. Pengawasannya lebih bersifat administratif. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor. bukan terhadap supervisi itu sendiri. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas.. Mereka sebenarnya ³benci´. Supervisi dilakukan secara tradisional. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. 2. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. Supervisi disamakan dengan evaluasi. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. 4. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. Akan tetapi meskipun demikian. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut. 3. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. . Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya.

B. 2. 3.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. 5. 6. Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. 1. 3. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. 4. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. 4. Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. 2. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. . Observasi secara cermat. 5. Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. serta percobaannya. 2. 3. dan d. bukan dari supervisor. 6. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. c. pelaksanaan. 5. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. Keterampilan dalam mengajar. 7.Jadi. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. C. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. . Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. 4. b. D. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan.

Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru.2. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. 4. Tahap pertemuan pendahuluan. E. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. 2. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . F. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. tentunya yang mereka alami. 3. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. 5. Prosedur Supervisi Klinis 1. 3. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. 5. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. 4. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan.

. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. Tahap pengamatan mengajar. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. yaitu: a. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. d. b. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. e. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. f. d. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. e. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. c. g. c. 2. Bersama menginterpretasikan data rekaman. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. Tahap pertemuan balikan. b. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. 3. pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati.

c. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. menanggapi. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. 2.h. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. sedang mengajar maupun setelah mengajar. G. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . b. tidak ³mengancam´ dan menakuti. 4. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. menganalisa kelebihan dan kelemahannya. H. menasehati. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. 2. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. mengobservasi. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. Kriteria dan teknik observasi. 3. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. Kesadaran dan kepercayaan diri. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. 5.

Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. Pola mengajar. Tepat waktunya. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. d. c. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. bukan menilai penampilan guru. d. Bersifat spesifik. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. . Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru.a. dan sebagainya. e. e. c. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. b. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. f. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. f. i. Kriteria adan teknik balikan. 3. Membuat guru tidak merasa gelisah. b. g. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. kepada hal yang akan diamati. h. Fokus.

. Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. strategi. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. 2. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. c. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. Keyakinan. b. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. yaitu: a. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1. b. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka. d. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. I.j.

dihargai dan maju. 6. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. h. g. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. 5. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. 3.c. f. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. Keterampilan dalam berkomunikasi. d. 7. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. . Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. 4. dan pertemuan balikan. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. i. Pengenalan lebih lanjut. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. e. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. mengobservasi. J. observasi mengajar. 2. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi.

Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. K. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. institut. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. 11. 7. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. Mekanisme kerja antara fakultas. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. 8. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. jurusan. . 10. 5. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. 3. 4. guru pamong. 9. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. 2. 6. Ketenagaan yang meliputi jumlah. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar.

Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. 5. yang telah disusun terpaksa . Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur. 7. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. serta perlengkapan lainnya. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. 4. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. 6.2. 3. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film.

3. Pengarahan 4. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. Pengorganisasian 3. 4. Perencanaan 2. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. Meliputi : 1. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. Pengawasan. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan.wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan. A. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. 2.

Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen.baik mengenai tujuan. Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial.5. 3. 6. C. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. B.baik mengenai struktur sosial . Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. Memiliki visi kedepan. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . dan output system sosial tersebut. 7. dan tidak menentu. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. 2. 4. James M. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property. tidak jelas. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. Arthur G. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus.

Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. 2. Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an. yang kemudian melahirkan teori sifat.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi.dominasi. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu. Seperti Gandhi.percaya pada diri sendiri. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi.energy. C. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´. . Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. dan sebagainya. Lincoln.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

2. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. 3. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. serta kompeten. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. Meremehkan bawahan. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. di antaranya : 1. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. . Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. maka rasa percaya dirinya akan luntur.

Merendahkan karyawan yang kurang terampil. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . 6. Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif.4. c. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. mereka akan sangat termotivasi. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. 8. karena bisa merusak moral karyawan lain. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. 5. 7. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. Menganakemaskan seorang karyawan. Memperhatikan diri sendiri. 9. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi.

sehingga memperoleh kepuasan. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. E. Mengingat di sekolah . Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. termasuk sekolah yaitu : 1. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. 3.e. 2. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan.

2. 4.pengembangan program pendidikan dan supervise.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. 3. yaitu unsure manusianya. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi . Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen.

Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru. . 5. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah. dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. dan memperkuat. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai. yang mendefenisikan. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini.

Membina kesiswaan 3. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. bertanggung jawab. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A. 6. Administrator. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. Standar Kepala Sekolah 1. Merencanakan pengembangan. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. Manajer. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. Satandar kualifikasi. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. B. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. meliputi : a. Supervisor. orang tua. dan / masyarakat.

Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. c. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya.b. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. . 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal.

Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. . Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. transparan dan efisien. d. e. b. evaluasi. c. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. dan [embiayaan sekolah/madrasah. sumber belajar. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. serta merencanakan tindak lanjut. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. p) Melakukan monitoring.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif.

Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. b.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. Menjadi guru teladan/berprestasi b. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. d. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. Seleksi Kepala Sekolah 1. Daftar riwayat hidup c. Ijazah yang dipersyaratkan. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. f. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. e. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. C. . kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a.

pengembangan SDM sekolah efektif. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. 2. pengelolaan sekolah efektif. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. nasihat. penelitian. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. pelaporan. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. Kompetensi Pedagogik a. kepribadian. c. . dan implementasi kebijakan pendidikan. psikologi perkembangan dan organisasi. Kompetensi Profesional a.c. b. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. dan pengemabangan pendidikan. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. 2. Seleksi Tahap II a. Paparan makalah D. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. kepemimpinan. koordinasi. c. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. monitoring. sosiologi dan andragogi d. Penilaian. e. supervise manajerial sekolah. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas.

a. f. Kompetensi personal a. e. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. d. seminar. b. 4. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. d. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat.3. Kompetensi Sosial a. b. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. diskusi dan sejenisnya. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. c. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. e. guna mendapatkan pengawas yang professional. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan.

ini Depdiknas. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1.

pendiidakn biologi. Teknologi Pendidikan. dan pendidikan bidang lainnya.5 tahun. 3. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika. . b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. pendidikan Bahasa Indonesia. Kualifikasi 1.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a.

setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. 2. 5. 4. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. 3. 8. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. Persyaratan Administratif 1. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. SLB. Seleksi Rekrutmen 1. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. c. 6. 3. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. . 4. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah.b. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD.

Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. pangkat dan golongan. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. 3. prestasi yang pernah dicapai. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. 7. Tes tertulis meliputi: a. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. 8. usia. pengalaman kerja. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1.5. 6. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. Tes potensi akademik . Seleksi Tahap II 1. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. pekerjaan sekarang. d. 2. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. tingkat pendidikan. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

. 2. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. inisiatif. Potensi akademik (kemampuan verbal. Tes kecerdasan emosi c.b. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. Tes kepribadian 3. motivasi. Kepribadian yang meliputi : sikap. Tes kreatifitas 4. penalaran dan persepsi ruang). Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan. penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. numerical. Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. dan kreatifitas. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. kerjasama. materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1.

Berkomunikasi lisan dan tulisan b. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. Berakhlak mulia g. Evaluasi hasil belajar. Pemahaman terhadap peserta didik c. 2. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. dan dialogis f. Arif dan bijaksana e. Perencanaan pembelajaran e. Dewasa d. Kompetensi pedagogic. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . Mengevaluasi kinerja sendiri dan i.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. Berwibawa f. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Pengembanagn kurikulum atau silabus d. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Stabil c. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. dan g. Mantap b.

Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. b. tenaga kependidikan. Paradigma profesionalitas Guru a. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. struktur. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. 2. b. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. b. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. terampil dalam berbuat atau menerapkannya.c. orang tua/wali peserta didik d. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Ahli dalam ilmunya. B. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. sesame pendidik. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. Konsep. 4. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat.

Memiliki kode etik C. penilaian. penilaian. Mementingkan kepentingan orang lain. pelaksanaan. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. yang telah berwenang mengajar secara mandiri.. Memiliki sertifikat kualifikasi d.c. 2) Tenaga seni professional. pelaksanaan. 3. . Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b. g. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. maupun pengendalian pengajaran. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. baik dalam perencanaan. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f.

D. antara lain: a. Kompetensi Keguruan 1. Memahami tujuan pendidikan h. Percaya Kepada Diri Sendiri c. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. beriman. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Tenggang Rasa dan toleran d. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. 3. j. Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. 2. Bersikap simpatik c. Dapat bekerja sama dengan BP3 . 2. penilaian. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. Kompetensi Kepribadian. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. kompetensi Sosial Guru. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. Mengapa Guru Harus Profesional 1. f. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. Mampu menjalin hubungan insane i. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. E. Bersikap terbuka dan demokratis e.

Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. j. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. bidang studi yang dibinanya. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Pengelolaan belajar mengajar c. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. Pengelolaan kelas d. Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. 3. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Menguasai metode berfikir i. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. h. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. Memahami kurikulum dan perkembangannya r. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Berani mengambil keputusan q. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e.d. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k.

Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. dapat diamati dan dapat diukur. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. 3. F. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. 2.4. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. kinerja pegawai. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. . perilaku ini mungkin meningkat. tujuan unit dan tujuan pegawai. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . Berkenaan dengan kinerja dalam A. yakni kinerja organisasi. laporan tepat waktu. produktivitas tinggi. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. kinerja unit. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut.

sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. Apabila dihubungkan dengan kualitas. Pandangan yang sama mengartikan. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim.Dalam kondisi seperti ini. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya. . B.

mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa.C. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. . maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. Mengembangkan kualitas guru. Peningkatan kemampuan manajemen. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama. e. f. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. d. Mengembangkan kreativitas. Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang.

dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. Anggaran rutin. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. Belanja pegawai. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. dana pensiun. Sementara itu. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. dan tunjangan sosial. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. bea siswa. berupa gaji. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. cetak/ kopi. 2. Dana dari donatur 4. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. c. lembur dll b. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan.

maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak. 2. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. administrasi. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. b. penambahan ruang.2.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. serta pengadaan media dan bahan ajar. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. pada saat iplementasi. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan. 4. 2. Aspek analisis. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan.

sehingga dapat dikatakan biaya. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. Analisis kefisibilitas biaya B. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. proses pendidikan tidak dapat berjalan. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Analisis keefektifan biaya 2. 4. 5. Dengan pembiayaan tersebut. 6. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. Analisis kemenfaatan biaya 3. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. .

B. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. kelompok. C. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. organisasi profesi. keluarga. kemauan. dan kemampuan untuk berkembang. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan.

kemitraan. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. Dewan Sekolah. 4. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. 2. BP3. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). 3. 4. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. antara lain : 1. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. 2. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. 3. Komite Sekolah. jenis dan jalur pendidikan. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. mengawasi. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. .Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. tanggung jawab. meningkatkan. 3. menengah dan tinggi. dan mengembangkan sekolah Memantau. 2.

Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. 2. maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. C. yaitu : 1. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. 4. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. atau dunia industri. Dengan kata lain . Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan.5. dunia usaha. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. 3. yaitu : 1. di antaranya : 1. 2. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. khususnya dengan dunia kerja. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat.

4. 2. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. pada setiap jenjang. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. . maka yang melamar kira-kira sepuluh orang.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. 3. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. 2. karena dalam kenyataannya. Di Sekolah Dasar. penyusunan kurikulum. Secara Makro. Di Sekolah Menengah Umum. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal .namun jika ada satu lowongan. 3. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program. Di Sekolah Menengah Kejuruan. atau mengundang narasumber ke sekolah. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.

sekolah dengan orang tua siswa. yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. jaringan kerja dan jalinan kerja. 3. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. Hubungan sekolah dengan masyarakat. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . 6. bantuan. Di Perguruan Tinggi. evaluasi program dan hasil. Oleh karena itu. serta pemasaran lulusan. 1. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. baik secara individual maupun lembaga.penyelenggaraan pendidikan magang. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. 5. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. 5. 4. Pusat kegiatan masyarakat. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. 2. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. D.

sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. a. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. 2. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan.a. Adanya kesamaan tujuan. b. . 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. Adanya kesamaan tanggung jawab. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. b. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya.

BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A. setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. dalam mencari sesuatu tersebut. Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . . juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. prosedur. produksi.

Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. bertanggung jawab dan berkelanjutan. Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. f. 1984 :16). pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. 1.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. d. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. evaluasi. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. (Hanafi & . dan akuntabilitas pengelolaan. e. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. c. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. b. efektivitas. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. a. 1994 : 34). Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. penambahan. supervisi. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. i. Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. h. supervisi. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. 2. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan.g. a. b. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. l. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. k. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). . Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. evaluasi. secara terus menerus. m. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. j. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan.

(3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. dan alumni. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. 4. b. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas.c. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. komite sekolah/ madrasah. serta perubahan sistem pendidikan. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. c. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. d. b. c. keseimbangan beban kerja. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. pemakai lulusan. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. . Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. b. 5. maupun perubahan sosial.dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. 3. pada akhir semester akademik .

antara lain sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. (3) pengolahan atau verifikasi data. Kalau materi pelajaran . dan (5) kesimpulan atau interpretasi data.(2) pelaksanaan. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. 3. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. 4. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. evaluasi memiliki beberapa tujuan. minat. Dengan penilaian. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. intelegensi. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. bakat khusus. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. 2.B. hubungan sosial. C. (1) perencanaan. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. (4) analisis data. pengumpulan data. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

dan diagnostik. penempatan . Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. 2.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. 2. D. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. 1.1989). 3. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation.´ .

karena dia dilaksanakan terakhir. Artinya dengan hasil tes yang ada. Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. umpamanya di akhir semester. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. Prinsip. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. 2. program . 3. paket atau tingkat.1. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. yaitu : a. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya.prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran .Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. E. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran. .

Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. 6. 2. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. 5. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. F. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. sesuai dengan alokasi waktu. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. 4. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. dan penyusunan silabus telah memadai? . Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. c. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. 3.b.

Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Mendidik . 3. 4. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). dan bagi siswa secara individu pada khususnya. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. 2. 3. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. guru menilai proyek. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. 2. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. kemajuan dan kemampuannya. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. G. Disamping itu. Misalnya. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian.

Dengan berpijak pada kompetensi ini. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. 6. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. 8. sikap. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 5. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. 9. 7. terencana. berkesinambungan. Bermakna . sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. 4. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu.

perkembangan dan perubahan siswa. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain.Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Perhatian terhadap siswa ketika duduk. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. hasil karya (produk). 2. H. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). kinerja/ penampilan (performence). I. melainkan juga : 1. Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . dan tes tertulis (paper and pencil). Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. penugasan (proyek). Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Karenanya.

tes minimal mempunyai dua fungsi . Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. wawancara. skala sikap dan catatan anekdot. sebagai alat evaluasi hasil belajar. Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi.harus diikuti dengan langkah bimbingan. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. angket. 2. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu.dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. J. kuesioner. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi.

cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. antara lain : 1) Pensekoran mudah. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. 3. e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu.Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu.

Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini.Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. Misalnya. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. 2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya. . b.

Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Proyek Akhir.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. 7. Tugas Individu. Ulangan Harian/Blok. Pertanyaan Lisan. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. L. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. makalah atau tugas presentasi individu. 3. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. Kuis. analisis. Tugas Kelompok. 2. sampai sintesis dan evaluasi. prosedur. 4. 5. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. 6. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. M. prinsip atau teorema. Ujian Praktik. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok.

d. 8. criteria penilaian. Sahih. 7. Adil. Terpadu. Menyeluruh dan berkesinambungan. adat istiadat. Objektif. Melaksanakan tes. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. c. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. status social ekonomi. dan gender. 9. Penilaian oleh pendidik a. 6. Beracuan criteria. berarti prosedur penilaian.1. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. maupun hasilnya. budaya. Akuntabel. pengamatan. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. b. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. 3. 5. prosedur. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. baik dari segi teknik. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. 4. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. suku. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. . Terbuka. Sistematis. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan.

Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. g. h. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. f. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. i. g. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik.e. h. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. Penilaian oleh satuan pendidikan a. f. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. b. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . c. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. i. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. e. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. 2. d. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria.

Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. c. f. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. .j. jujur dan adil. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. Kepala sekolah. Penilaian oleh pemerintah a. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. b. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. d. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. 3. e. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya.

sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks. atau ³mengarahkan´. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. yaitu : 1. yang berarti ³melayani´. . 2. B. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct.kurikulum. agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi. 3. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. tidak sebagai pengkotakan kerja. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. ³membantu´.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. 4.

Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. yaitu : 1. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. terdapat beberapa jenis kegiatan. 4. Pengawasan e. Administrasi perlengkapan/ barang . Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. ordonator dan bendaharawan) b. dengan memodifikasi data mengenai siswa. Asas pemisahan tugas (otorisator. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. 5. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. Didalamnya dibahas antara lain : a. 3. teratur dan benar. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Ketata usahaan sekolah d. f. yaitu awal tahun pelajaran.

surat penawaran. terdiri dari : surat sangat rahasia. surat pengantar dan surat lamaran kerja. surat permohonan. . Menurut isi dan asalnya. surat pesanan. seperti : gedung. 6. b. dan surat pengumuman. surat pribadi dan surat niaga. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. d. terdiri dari : surat biasa. khususnya proses belajar mengajar. meja. terdiri dari : kartu pos. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. kecerdasan intelektual. ruang kelas. e. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. surat bersampul. surat rahasia. kursi. surat edaran. social. emosional dan kejiwaan peserta didik. Menurut wujudnya. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. serta alat-alat dan media pengajaran. b. surat panggilan. surat laporan. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. warkat pos. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. surat peringatan. dan teleks. telegram. surat keputusan. faksimil. Menurut sasarannya. surat perintah. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. surat perjanjian. c. Menurut jaminan dan keamanan isinya. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan.

Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. yaitu makin meningkatkan efisiensi. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. C. mengorganisasikan. mengarahkan. surat kilat dan surat kilat khusus. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. g. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. surat penting dan surat sangat rahasia. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. Menurut cara penyampaiannya. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. terdiri dari : surat biasa. seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. terdiri dari : surat biasa. 4. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. 2. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia.f. Pendahuluan . Menurut urgensinya. 3. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya.

akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. Dalam tataran birokratis. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. . atau guru bidang studi total. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. magang. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. B. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. study report.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. observasi. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. Sedangkan dalam tataran praktis. sulit untuk diwujudkan manakala. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. penelitian. diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. praktek system ganda.

artinya secara tepat. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. C. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. 3. 3. . Dari ketangguhan kepala sekolah ini. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. 2. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil.Dengan demikian. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. cepat. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. misi dan strategi. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. cekat dan akurat. Dalam hal ini. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. 2. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. Mengutip pendapat Slamet PH. Memiliki visi. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1.

lingkungan dan keterampilan personal. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. 15. 16. mediokrasi. 11. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. 5. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. program. 7. yaitu merumuskan sasaran. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. Dengan demikian. pertanggungjawaban. yaitu ketidakpedulian. Menjalankan empat hal. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. 6. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. 17. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. 14. Memahami. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. pendidik. rencana. . pemimpin. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. pencipta iklim kerja. proses. pembaharuan dan pembangkit motivasi.4. 8. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. 12. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. serta menumbuhkan solidaritas. imitasi. prestasi. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. administrator. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. kecurigaan. 9. tidak membuat keputusan. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. penyedia. pemborosan. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. 10. 13. Menggunakan input manajemen. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. standard an nilai-nilai.arogansi. wirausahawan.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. Kecocokan. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. prioritas. kebijakan-kebijakan. Tanggung jawab. lingkungan belajar yang kondusif. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. Iklim Sekolah 1. Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. baik dari segi budaya. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. social maupun ekonomi. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. prosedur-prosedur. b. termasuk penyusunan tingkat tujuan. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. . penekanan pada pembelajaran B. Standar-standar. c.A. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol.

Kekuatan persamaan yang optimal. Kejelasan organisasi. Kehangatan dan dorongan. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan.d. g. Komunikasi yang lancer. d. Kepemimpinan. 2. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. f. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. Tujuan yang focus. . Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. e. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. hingga tidak membingungkan dan meragukan. Kepaduan yang kuat. c. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. Dalam organisasi yang sehat. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. e. Ganjaran. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. b. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan.

Dalam organisasi yang sehat. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. g. kepercayaan. j. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil.f. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. Semangat juang. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. administrator dan supervisor dan juga para siswa. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. 3. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. C. h. Pemecahan masalah yang memadai. tekanan. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. Otonomi yang membebaskan. Keinovasian yang dinamis. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. i.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya.

b. Analisa nilai. Nilai berbagai aktivitas. Analisa kepercayaan. Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. 2. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. Budaya pada tingkat artifak. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. serta perilaku masyarakat dalam kerja. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. nilai tindakan. Budaya pada tingkat asumsi. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. berbagai prioritas nilai.sekolah yang bebas. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. Budaya pada tingkat nilai. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. d. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. c. Analisa sejarah sekolah.

E. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. D. adanya interaksi social yang baik. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. Analisa bentuk perilaku.d. perubahan hubungan dengan orang lain. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. Analisa norma-norma dan standar-standar. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . merupakan inti dari tugas supervisor. dan perubahan kedua individual. Melalui analisa tersebut. adanya masa depan yang jelas. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. serta adanya control kerja yang jelas. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. supervisor dan manajer ? e. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri.

. produktivitas sekolah.penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful