LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

percobaab. Keselamatan kerja.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. Peerencaan. motivasi. 4. Kompensasi. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. Pereannan menyeluruh. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. Place(penempatan). Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. 6. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. irama. Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2.4. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. intensitas dan penuh perhatian. 7. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang. 5. 8. 9. Pelatihan dan pengembangan.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. Menciptakan suasana kekeluargaan 6. Otonomi.

teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. Kelanjutan (pension). Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. penyuluhan. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Partisipasi f. tes penjurusan.10. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. Motivasi negative. Motivasi positif. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. caranya: a.

maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan.LSM. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar. Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal. dunia usaha. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan.nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD.lainnya. dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai. .

dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5.pengalaman.sikap.dan internasional 3. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. keterampilan. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu. regional. Merujuk pada UU no.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah.

Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya. yang antara lain meliputi criteria. 4. 2. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.reformasi pendidikan meliputi: 1. 3.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis.pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan.mendorong kreativitas. memotivasi. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan . mendidik.Terkait dengan visi misi di atas.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh.

rencan. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik. Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. yaitu Spesifik. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat.menengah dan jangka panjang. Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik. Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. yaitu: . Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai). Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah. dan berbasis demandriven C. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART. yang meliputi aspek jangka pendek.program. Time Bound (batas waktu).tepat futuristic. D.B.

Mudah di ingat 2. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4. cerdas dalam hal IQ. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2.EQ. Latar belakang usaha yang harus jelas 4. Sekolah memiliki RPS 4. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Dll Tujuan sekolah: 1. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Muddah untuk di komunikasikan 3. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. program semester dan penyusunan RPP 8.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Sekolah memiliki RAPBS 6. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5.1. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Sekolah melaksankan SPM 9. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5.

optimalisasi pelayana pendidikan 5. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. penggalian potensi da prestasi belajar 8. wira usaha sekolah 10. dll .10. optimalisasi proses pembelajaran 4. reorintasi evaluasi pembelajaran 9. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. peningkatan SDM 6. perencanaan strategis sekolah 2. penghijauan dan kebersiha sekolah 11.

Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. INSTITUSI. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A. Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. tetapi karena adanya sentralisasi ini. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap . birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi.

saran prasarana. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. suaka peninggalan sejarah. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan. proses. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. Penyelenggaraan museum. terbelakang dan atau tidak mampu 2. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis. kenaikan pangkat dengan uang pelican.dll . Kewenangannya yaitu: 1. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3. propinsi. kompetensi lulusan. 4.garis besar program pengajaran (GBPP). PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. dll. tenaga kependidikan. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala.

yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. non formal. yaitu: 1. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. 2. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: .

Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran. Menilai masing. B. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan. kepala sekolah yang memiliki visi misi.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. Menyusun tindakan. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan. jumlah dan latar tenaga guru yang professional. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan.masing tindakan alternative 5.1.

yaitu informasi mengenai kemungkinan.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3. dunn.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan . sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. maka apakah yang dimaksud dengan system itu.aspek ini. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system. Secara umum. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri. Peliputan.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D. yaitu alternative. Rekomendasi. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. Perumusan masalah. C. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5. maka kebijakan sekolah harus benar. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. Evaluasi. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. Peramalan. yaitu: 1. yaitu altrnatif. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah.

Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum. non formal. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah. baik structural formal. Masukan bukan hanya yang bersifat material. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. sedangkan bagian. gagasan.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. sejalan dengan hal itu. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. Keseluruhan adalah hal yang utama. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama. hokum. dan informal. Memberikan hasil kepada lingkungan 4.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. non formal. . pengetahuan.sama dengan system lainnya. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. norma.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. Untuk hidup terus.peranan yang makin berdiferensiasi 9. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5.cirri system trbuka yaitu: 1. ide. informal dalam suatu system pendidikan nasional. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama.ubah. system harus bergerak melawan proses entropi 6. System bergerak menuju kepada melakukan peranan. dan nilai.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. system itu di rancang.

ekonomi. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien.alatatau metode pendidikan dan lingkungan. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.pendidik.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah. nilai.peseerta didik. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2.pada supervise system ini.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat. Pengetahuan. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan .bagiandari model input output mengambarkan bagian. hokum. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata.nilai dan cita.

.3. Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai.

di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. pengawasan atau penilaian. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah. yaitu kepala sekolah dan pengawas. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. pemeriksaan. . namun belum terlaksana dengan efektif. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan.

Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati.guru dan petugas pendidikan lainnya. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru.sama berusaha mengembangkan. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS. dll.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1.B. missal dengan mengadakan seminar. murid dan pegawai sekolah. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. merivisi tujuan pendidikan.peraturan dari atasan. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru.guru. Bersama. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas.dalam memperbaiki pengajaran. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan. . Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. mencari dan menggunakan metode. 4. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan.petugas sekolah dalam memimpin guru.guru. 3.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. terutama dalam dunia pendidikan.

Menciptakan. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. bakat dan kemampuanya secara maksimal. Meningkatkan moral kelas.aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi. .personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan.Menurut sergiovani daalam made pirdata. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. 2. memperbaiki. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1.

Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. D. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure. Berdasarkan uraian diatas.guru secara bersama. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru. dan bidang evaluasi. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru. Sebagai pemimpin kelompok . Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b. Berdasarkan pengertian di atas. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya.C. pembinaan proses kelompok. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. tugas anggota stafnya 2. pada saat mengembangkan kurikulum. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut. hubungan kemanusiaan.unsure yang terkait dengan pendidikan c. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya.administrasi personil.

Supervise bidang humas 7. Supervise bidang kurikulum 2.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik. dan realitas dirinya. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Supervise bidang kesiswaan 3. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. E. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1. masyarakat yang tidak mau membantu. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima. 4. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya. Supervise di bidang saran prasarana 5.citanya.guru dalam menilai hasil dan proses belajar. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. . Hal ini berarti guru. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1.ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya. ia juga belajar menatap dirinya sendiri. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok.kiat dalam bekerja untuk kelompok. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Supervise bidang kepegawaian 4. Supervise bidang keuangan 6. cita.ide.

guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. Hal.guru untuk meningkatkan kinerja. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. 2. loka karya dan sejenisnya. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. diantaranya administrasi sekolah meliputi: a. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran. dan lain sebagainya. guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung. tugas belajar. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. Pengembangan personel. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses . Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru).guru.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. percobaan suatu merode mengajar.

gaji.y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d. Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah . Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c.

Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. Program dan pelaksanaan evaluasi e. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga. Buku analisis hasil evaluasi i. Penggunaan rencana pembelajaran c. Buku pekerjaan siswa g.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. Penyusunan rencana harian d. j. Buku daftar nilai h. Kumpulan soal f. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. diantaranya: a. . Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k. Penggunaan program semester b.

pemahaman.BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat.membangun visi dan misi. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. buku pelajaran. . Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. jumlah murid. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan. guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. Oleh karena itu. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. Dengan adanya desentralisasi. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A. terjadi perubahan yang berbeda. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral.kurikulum. kesejahteraan. Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. Tanggung jawab kepala sekolah .

yaitu : 1. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). . Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. Menurut Alton. Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat.Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. B.

Relevansi. Fungsional. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. Ilmiah. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. Karenanya. 3. 2. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.serta personil. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran. 5. . material. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. yaitu : 1. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8.terprogram dan berkesinambungan. 4. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu.C. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas.

c. 8. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. D. Konstruktif dan kreatif. dengan melakukan : a. Mempelajari alat pengajaran. merumuskan tujuan pembelajaran. Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. dengan melakukan : . b. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. c. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. Objektif. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. 6.5. Demokrasi. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. Kooperatif. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. 7. b. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. perlengkapan. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). d.

3. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. metode yang digunakan. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. Penasehat ahli dan resource person. b. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. Diskusi kelompok. 2. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. c. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. baik itu bersifat individu maupun kelompok. 3. Pembicaraan individual. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. Kunjungan kelas. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. alat yang dipakai. d. . yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. Memperbaiki alat pembelajaran. 4. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. memilih buku pelajaran. 4. Demonstrasi mengajar.a. dan sebagainya. tukar menukar informasi.

atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing. Kunjungan kelas antar guru. Lokakarya. mempertemukan ide-ide. .5. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri. yaitu kesempatan untuk bekerja sama. 6. mendiskusikan masalah-masalah bersama.

Mereka sebenarnya ³benci´. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. 3. Supervisi dilakukan secara tradisional. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. 2. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut. 4. . Akan tetapi meskipun demikian. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. Supervisi disamakan dengan evaluasi. Pengawasannya lebih bersifat administratif. bukan terhadap supervisi itu sendiri. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa.. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima.

5. kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. . observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. 5. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. 2. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. 4. 3. 3. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. 4. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. B. 2.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. 6. 1. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. Observasi secara cermat.

dan d. 4. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. 7. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. C. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. 2. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. serta percobaannya. D. 6. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. 5. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. bukan dari supervisor. b. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. Keterampilan dalam mengajar. . 3.Jadi. pelaksanaan. c. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a.

pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. F. 5. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. Tahap pertemuan pendahuluan. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. E. tentunya yang mereka alami. 3. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1. 4. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. 5. Prosedur Supervisi Klinis 1. 3. 4. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. 2.2.

Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. 3. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. . Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. b. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Bersama menginterpretasikan data rekaman. e. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. yaitu: a. b. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. c. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. f. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. e. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. Tahap pertemuan balikan. 2.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. Tahap pengamatan mengajar. d. pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan. c. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. d. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. g.

mengobservasi. b. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . sedang mengajar maupun setelah mengajar. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. menasehati. 2. Kesadaran dan kepercayaan diri. 5. G. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. Kriteria dan teknik observasi. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas.h. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. 4. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. menganalisa kelebihan dan kelemahannya. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. 3. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. menanggapi. H. 2. tidak ³mengancam´ dan menakuti. c.

Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. Fokus. bukan menilai penampilan guru. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. i. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. c. e. Kriteria adan teknik balikan. f. Tepat waktunya. 3. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. c. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. h. kepada hal yang akan diamati. Pola mengajar.a. b. e. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. b. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. f. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. d. d. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. Membuat guru tidak merasa gelisah. . g. dan sebagainya. Bersifat spesifik. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar.

strategi. d. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. Keyakinan. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. 2. b. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1.j. . Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. c. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka. yaitu: a. I. b. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama.

J. observasi mengajar. 2. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. f. g. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. e. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. 3. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. d. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. h. 7. mengobservasi. dihargai dan maju. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. 5. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. dan pertemuan balikan. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru.c. Keterampilan dalam berkomunikasi. . i. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. 6. Pengenalan lebih lanjut. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. 4.

Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. . 2. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. guru pamong. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. 4. 11. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. 10. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. 3. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. 9. Ketenagaan yang meliputi jumlah. 8. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. K.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. 5. 7. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. jurusan. 6. Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. Mekanisme kerja antara fakultas. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. institut. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia.

serta perlengkapan lainnya. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. 5. Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. yang telah disusun terpaksa . Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. 3. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. 7. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur.2. Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. 6. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. 4.

Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. Perencanaan 2.wewenang dan tanggung jawabnya. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. 2. Pengorganisasian 3. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. Pengawasan. Pengarahan 4. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. Dari segi kepemimpinan. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. 3. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. 4. Meliputi : 1. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. A. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.

Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. dan tidak menentu. C. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . Meningkatkan kemampuan secara terus menerus. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property.5.baik mengenai struktur sosial . 4. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. 7. Arthur G. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. 2. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. 6. Memiliki visi kedepan. James M. Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. dan output system sosial tersebut. 3. tidak jelas. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. B.baik mengenai tujuan. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial.

sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses. C. yang kemudian melahirkan teori sifat.dominasi.percaya pada diri sendiri. Lincoln.energy. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´. . Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. 2. dan sebagainya. Seperti Gandhi. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. Meremehkan bawahan. di antaranya : 1. disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. maka rasa percaya dirinya akan luntur. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. . Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. serta kompeten. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. 3. 2.

4. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. karena bisa merusak moral karyawan lain. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. mereka akan sangat termotivasi. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi. Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. 5. 7. Memperhatikan diri sendiri. 6. 8. Menganakemaskan seorang karyawan. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. 9. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. c. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama.

Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. 3. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan. sehingga memperoleh kepuasan. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. termasuk sekolah yaitu : 1. Mengingat di sekolah . Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. E. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya.e. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. 2. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang.

Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. 2. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. yaitu unsure manusianya. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya. 3. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi . Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah.pengembangan program pendidikan dan supervise. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. 4.

Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini. dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan. 5. dan memperkuat. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. yang mendefenisikan. 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. . kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai.

Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. orang tua. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah. meliputi : a. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. Administrator. Manajer. bertanggung jawab. Merencanakan pengembangan. dan / masyarakat. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. 6.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. Supervisor. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. Standar Kepala Sekolah 1. B. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. Satandar kualifikasi. Membina kesiswaan 3.

e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya. c.b. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. . b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah.

sumber belajar. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. b. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. dan [embiayaan sekolah/madrasah. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. c. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. evaluasi. p) Melakukan monitoring. . serta merencanakan tindak lanjut. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. e. d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. transparan dan efisien.

. d. C. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. Daftar riwayat hidup c. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. e. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. Seleksi Kepala Sekolah 1. Ijazah yang dipersyaratkan.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. b. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. f. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. Menjadi guru teladan/berprestasi b. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya.

2.c. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. monitoring. supervise manajerial sekolah. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. kepribadian. dan pengemabangan pendidikan. Kompetensi Profesional a. pengembangan SDM sekolah efektif. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. kepemimpinan. Seleksi Tahap II a. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. Kompetensi Pedagogik a. pengelolaan sekolah efektif. c. psikologi perkembangan dan organisasi. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. pelaporan. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. dan implementasi kebijakan pendidikan. Penilaian. nasihat. e. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. c. penelitian. . Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. sosiologi dan andragogi d. b. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. 2. koordinasi. Paparan makalah D.

Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME.3. f. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. Kompetensi personal a. a. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. b. d. seminar. e. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. b. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. guna mendapatkan pengawas yang professional. Kompetensi Sosial a. e. 4. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. diskusi dan sejenisnya. c. d. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan.

Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12.ini Depdiknas. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5.

pendiidakn biologi. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika. dan pendidikan bidang lainnya. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. Kualifikasi 1. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6.5 tahun. Teknologi Pendidikan. . 3. pendidikan Bahasa Indonesia.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan.

tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. 4. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. Persyaratan Administratif 1. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. 3. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. 5. Seleksi Rekrutmen 1. 3. 6. SLB. 4. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. c. 8.b. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. 2. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. . menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD.

usia. Tes tertulis meliputi: a. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. 6. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. 8. pangkat dan golongan. prestasi yang pernah dicapai. Tes potensi akademik . Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. pekerjaan sekarang. tingkat pendidikan. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. 3. 2. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan.5. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. 7. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. pengalaman kerja. d. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. Seleksi Tahap II 1. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP.

Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. Tes kreatifitas 4. 2. motivasi. Potensi akademik (kemampuan verbal.b. Tes kepribadian 3. inisiatif. penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. Tes kecerdasan emosi c. Kepribadian yang meliputi : sikap. dan kreatifitas. kerjasama. . materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. numerical. Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan. penalaran dan persepsi ruang).

Kompetensi pedagogic. dan dialogis f. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Berwibawa f. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Mantap b. Berakhlak mulia g. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. dan g. Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Pengembanagn kurikulum atau silabus d.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Dewasa d. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. Stabil c. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Arif dan bijaksana e. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. Perencanaan pembelajaran e. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. 2. Evaluasi hasil belajar. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Pemahaman terhadap peserta didik c.

Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. Paradigma profesionalitas Guru a. Ahli dalam ilmunya. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. struktur. tenaga kependidikan. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. orang tua/wali peserta didik d. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. 4. b. B. b. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. b. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.c. 2. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. sesame pendidik. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. Konsep.

maupun pengendalian pengajaran. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b.. pelaksanaan. g. penilaian. . 2) Tenaga seni professional. penilaian. Memiliki kode etik C. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. Memiliki sertifikat kualifikasi d. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e.c. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. yang telah berwenang mengajar secara mandiri. 3. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. pelaksanaan. baik dalam perencanaan. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. Mementingkan kepentingan orang lain. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya.

Kompetensi Kepribadian. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. beriman. Kompetensi Keguruan 1. E. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. Bersikap terbuka dan demokratis e. Bersikap simpatik c. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. Tenggang Rasa dan toleran d. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. kompetensi Sosial Guru. j. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. D.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. 3. Percaya Kepada Diri Sendiri c. Dapat bekerja sama dengan BP3 . Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. 2. Mampu menjalin hubungan insane i. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. 2. antara lain: a. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. f. penilaian. Memahami tujuan pendidikan h. Mengapa Guru Harus Profesional 1.

j. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar.d. Memahami kurikulum dan perkembangannya r. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. Pengelolaan kelas d. Berani mengambil keputusan q. h. Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Pengelolaan belajar mengajar c. 3. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. bidang studi yang dibinanya. Menguasai metode berfikir i. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan).

Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku.4. . maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. produktivitas tinggi. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. kinerja pegawai. tujuan unit dan tujuan pegawai. 3. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. kinerja unit. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. 2. dapat diamati dan dapat diukur. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. F. laporan tepat waktu. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . yakni kinerja organisasi. perilaku ini mungkin meningkat. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. Berkenaan dengan kinerja dalam A. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan.

bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. Pandangan yang sama mengartikan. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim. B. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat.Dalam kondisi seperti ini. Apabila dihubungkan dengan kualitas. Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya. . sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional.

Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran. e. Mengembangkan kualitas guru. d.C. Mengembangkan kreativitas. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. Peningkatan kemampuan manajemen. f. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c. .

Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. Sementara itu. Dana dari donatur 4. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. Anggaran rutin. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. dan tunjangan sosial. berupa gaji. c. Belanja pegawai. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. cetak/ kopi. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . 2. bea siswa. lembur dll b. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. dana pensiun.

serta pengadaan media dan bahan ajar. b. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. 4. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. penambahan ruang. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan. 2. 2. Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. Aspek analisis. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat.2. administrasi. pada saat iplementasi.

5. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. Dengan pembiayaan tersebut. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. proses pendidikan tidak dapat berjalan. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. Analisis kefisibilitas biaya B. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. sehingga dapat dikatakan biaya.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. Analisis keefektifan biaya 2. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. 6. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. . Analisis kemenfaatan biaya 3. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. 4. Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien.

Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. C. keluarga.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. organisasi profesi. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . kemauan. B. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. kelompok. dan kemampuan untuk berkembang. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan.

tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. tanggung jawab. mengawasi. menengah dan tinggi. kemitraan. . Dewan Sekolah.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. jenis dan jalur pendidikan. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. 2. BP3. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. dan mengembangkan sekolah Memantau. 3. meningkatkan. Komite Sekolah. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. antara lain : 1. 4. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. 2. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). 3. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. 2. 4. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. 3. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah.

maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Dengan kata lain . 2. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. yaitu : 1. 3. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. atau dunia industri. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. yaitu : 1. 2. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. khususnya dengan dunia kerja.5. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. C. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. dunia usaha. di antaranya : 1. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . 4. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan.

maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. pada setiap jenjang. 2. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. 3.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. Di Sekolah Menengah Umum. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. karena dalam kenyataannya. Secara Makro. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. Di Sekolah Dasar.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. Di Sekolah Menengah Kejuruan. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. 2. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. atau mengundang narasumber ke sekolah. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. penyusunan kurikulum. 3. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. . Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 4.namun jika ada satu lowongan. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program.

baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. Di Perguruan Tinggi. Hubungan sekolah dengan masyarakat. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. 5. 3.penyelenggaraan pendidikan magang. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. Pusat kegiatan masyarakat. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. 1.sekolah dengan orang tua siswa. evaluasi program dan hasil. 4. baik secara individual maupun lembaga. 2. D. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. 5. serta pemasaran lulusan. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. jaringan kerja dan jalinan kerja. Oleh karena itu. yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. 6. bantuan.

b. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. b. Adanya kesamaan tujuan. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. 2. a. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Adanya kesamaan tanggung jawab. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat.a. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian.

dalam mencari sesuatu tersebut. Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. prosedur. juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. . produksi.BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A.

evaluasi. 1. supervisi. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. dan akuntabilitas pengelolaan. Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. bertanggung jawab dan berkelanjutan. penambahan. d. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. efektivitas. 1994 : 34). Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. f. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. b. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. c. a. e. Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. 1984 :16). (Hanafi & .

a. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. l. j. b. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. secara terus menerus. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. k. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. . Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. 2. h. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. i. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. supervisi. evaluasi.g. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. m.

Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. maupun perubahan sosial.dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. 3. d. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. serta perubahan sistem pendidikan. 5. b. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik.c. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. pemakai lulusan. keseimbangan beban kerja. c. pada akhir semester akademik . sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. b. komite sekolah/ madrasah. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. c. b. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. 4. . Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. dan alumni. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. c.

Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. minat. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi.(2) pelaksanaan. 3. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. hubungan sosial. (4) analisis data. (1) perencanaan. intelegensi. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. pengumpulan data. C. bakat khusus. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan.B. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. antara lain sebagai berikut : 1. 4. Dengan penilaian. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Kalau materi pelajaran . (3) pengolahan atau verifikasi data. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. 2. evaluasi memiliki beberapa tujuan.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran.1989). menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1. dan diagnostik. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. 1. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. 2. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat.´ . untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. 2. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. 3. D.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. penempatan . seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto.

Prinsip.1. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan.prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. karena dia dilaksanakan terakhir. 2. E. paket atau tingkat. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya. 3. Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. umpamanya di akhir semester. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. . Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. yaitu : a. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran. program .Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. Artinya dengan hasil tes yang ada. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat. Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi.

Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. F.b. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. 6. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. dan penyusunan silabus telah memadai? . 4. 3. 2. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. sesuai dengan alokasi waktu. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar. c. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. 5.

Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. 3. 2. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. G. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). 2. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. 4. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. guru menilai proyek. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. Disamping itu. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Misalnya. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. kemajuan dan kemampuannya. 3. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. Mendidik .

sikap. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. 9.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. Dengan berpijak pada kompetensi ini. 6. berkesinambungan. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung. 8. Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. 7. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. 5. Bermakna . Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. 4. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. terencana.

Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. penugasan (proyek). perkembangan dan perubahan siswa. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. dan tes tertulis (paper and pencil). Karenanya. berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. Perhatian terhadap siswa ketika duduk. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. melainkan juga : 1. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). I. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. kinerja/ penampilan (performence). di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. 2. hasil karya (produk). H.

wawancara. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. 2. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu.dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. kuesioner. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. J.harus diikuti dengan langkah bimbingan. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. sebagai alat evaluasi hasil belajar. angket. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. tes minimal mempunyai dua fungsi . Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. skala sikap dan catatan anekdot.

3. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . antara lain : 1) Pensekoran mudah. cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran.Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu.

b.Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. . Misalnya. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. 2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya.

6. prosedur. 7.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Kuis. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. prinsip atau teorema. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. 2. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. M. Proyek Akhir. 5. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. analisis. L. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Ulangan Harian/Blok. Tugas Individu. sampai sintesis dan evaluasi. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. Pertanyaan Lisan. makalah atau tugas presentasi individu. 3. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. 4. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. Ujian Praktik. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. Tugas Kelompok. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman.

berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. Melaksanakan tes. Terbuka. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. b. status social ekonomi. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. maupun hasilnya. criteria penilaian. adat istiadat. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. 7. Sistematis. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. Adil. Sahih. 3. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. Terpadu. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. c. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Menyeluruh dan berkesinambungan. 8.1. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. dan gender. d. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. Objektif. suku. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Penilaian oleh pendidik a. prosedur. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. berarti prosedur penilaian. . baik dari segi teknik. pengamatan. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. Akuntabel. 5. 6. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. 4. Beracuan criteria. budaya. 9.

g. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. d. i. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. g. 2. Penilaian oleh satuan pendidikan a. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. f. e. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. f. b. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.e. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. c. i. h. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. h.

Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. Kepala sekolah. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. e. f. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. c. Penilaian oleh pemerintah a. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. d. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A. . Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. b. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP.j. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. jujur dan adil. 3. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

tidak sebagai pengkotakan kerja. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya.kurikulum. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. ³membantu´. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. yang berarti ³melayani´. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. 3. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. 4. yaitu : 1. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. atau ³mengarahkan´. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. 2. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi. B. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. .

Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. 4. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Didalamnya dibahas antara lain : a. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. 3. yaitu : 1. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. Administrasi perlengkapan/ barang . Ketata usahaan sekolah d. teratur dan benar. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. ordonator dan bendaharawan) b. 5. terdapat beberapa jenis kegiatan.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. dengan memodifikasi data mengenai siswa. yaitu awal tahun pelajaran. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. Asas pemisahan tugas (otorisator. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. Pengawasan e. f. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran.

Menurut jaminan dan keamanan isinya. seperti : gedung. dan surat pengumuman. khususnya proses belajar mengajar. terdiri dari : surat sangat rahasia. surat edaran. d. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. e. terdiri dari : kartu pos. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. social. Menurut sasarannya. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. emosional dan kejiwaan peserta didik. 6. surat laporan. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. c. surat penawaran. . b. surat keputusan. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. Menurut wujudnya. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. surat bersampul. surat perjanjian. kursi. ruang kelas. surat rahasia. surat pengantar dan surat lamaran kerja. dan teleks. terdiri dari : surat biasa. surat pribadi dan surat niaga. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. faksimil. surat panggilan. warkat pos. b. kecerdasan intelektual. surat peringatan.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. serta alat-alat dan media pengajaran. Menurut isi dan asalnya. surat permohonan. meja. telegram. surat perintah. surat pesanan.

mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. terdiri dari : surat biasa. surat kilat dan surat kilat khusus. terdiri dari : surat biasa. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. C. Menurut urgensinya. seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. g. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya.f. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. yaitu makin meningkatkan efisiensi. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. mengarahkan. 4. surat penting dan surat sangat rahasia. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. 3. mengorganisasikan. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. 2. Pendahuluan . prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. Menurut cara penyampaiannya.

Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. praktek system ganda. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. penelitian. observasi. . ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. study report. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. magang. Sedangkan dalam tataran praktis. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. atau guru bidang studi total. diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. B.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. sulit untuk diwujudkan manakala. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. Dalam tataran birokratis. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri.

. Dalam hal ini. cepat. misi dan strategi. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. artinya secara tepat. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. 2. cekat dan akurat. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. 2. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. 3. Mengutip pendapat Slamet PH. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. C. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi.Dengan demikian. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. 3. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Memiliki visi. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin.

memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. 7. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. pendidik. 11. Memahami. imitasi. 12. 16. pemimpin. pencipta iklim kerja. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. wirausahawan. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. yaitu ketidakpedulian. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. 13. Menggunakan input manajemen. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. mediokrasi. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. prestasi. 14. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. proses. 10. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. pertanggungjawaban. administrator.4. 5. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. penyedia.arogansi. lingkungan dan keterampilan personal. kecurigaan. 15. 8. . program. 6. standard an nilai-nilai. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. Dengan demikian. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. yaitu merumuskan sasaran. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. 17. rencana. tidak membuat keputusan. serta menumbuhkan solidaritas. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. 9. pemborosan. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. Menjalankan empat hal. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. pembaharuan dan pembangkit motivasi.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. Kecocokan. prioritas. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. penekanan pada pembelajaran B. lingkungan belajar yang kondusif. . b. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. kebijakan-kebijakan. Iklim Sekolah 1. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. social maupun ekonomi. prosedur-prosedur. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. baik dari segi budaya. Standar-standar. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. c. Tanggung jawab.A. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. termasuk penyusunan tingkat tujuan.

c. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. Kekuatan persamaan yang optimal. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. hingga tidak membingungkan dan meragukan. Kehangatan dan dorongan. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. b. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. d. Dalam organisasi yang sehat. Kepaduan yang kuat. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. e. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. 2. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. Komunikasi yang lancer. Kejelasan organisasi. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. e. f. Tujuan yang focus. Kepemimpinan. Ganjaran.d. . g. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi.

Pemecahan masalah yang memadai. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. C.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. h. kepercayaan. i. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. Otonomi yang membebaskan. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. g. Dalam organisasi yang sehat. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. Keinovasian yang dinamis. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. Semangat juang. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. j. tekanan.f. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. administrator dan supervisor dan juga para siswa. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi. 3.

Analisa sejarah sekolah. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. Nilai berbagai aktivitas. nilai tindakan. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. Budaya pada tingkat artifak. Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. Analisa nilai. Budaya pada tingkat nilai.sekolah yang bebas. d. Analisa kepercayaan. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. Budaya pada tingkat asumsi. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. c. Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. 2. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. serta perilaku masyarakat dalam kerja. berbagai prioritas nilai. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. b.

Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. E. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. dan perubahan kedua individual. D. perubahan hubungan dengan orang lain. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f.d. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas. serta adanya control kerja yang jelas. Analisa norma-norma dan standar-standar. supervisor dan manajer ? e. Melalui analisa tersebut. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. merupakan inti dari tugas supervisor. adanya interaksi social yang baik. adanya masa depan yang jelas. Analisa bentuk perilaku.

. produktivitas sekolah.penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful