LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. Otonomi. 8. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . Kompensasi.4. dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. 5. perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. 9. intensitas dan penuh perhatian.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. 7. 6. percobaab. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. Place(penempatan). Pelatihan dan pengembangan. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. Keselamatan kerja. 4. Pereannan menyeluruh. Peerencaan. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. Menciptakan suasana kekeluargaan 6. motivasi. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. irama. Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas.

namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. Motivasi negative. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. Partisipasi f. yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. Kelanjutan (pension). bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . penyuluhan. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. tes penjurusan. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Motivasi positif. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2.10. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. caranya: a.

LSM. . Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan. dunia usaha.nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar.lainnya.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai. Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal. dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai.

Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. regional. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. Merujuk pada UU no. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A.pengalaman. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah.sikap.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7. keterampilan. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi.dan internasional 3.

4.reformasi pendidikan meliputi: 1. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. 2.pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan .dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal. mendidik. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya.mendorong kreativitas.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya. yang antara lain meliputi criteria.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. memotivasi. 3.Terkait dengan visi misi di atas. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh.

Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. D. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai). yaitu: . Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat. yang meliputi aspek jangka pendek.tepat futuristic. Time Bound (batas waktu). Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi. dan berbasis demandriven C. Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi.menengah dan jangka panjang.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut.rencan.program. Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART.B. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai. Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. yaitu Spesifik. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya.

Mudah di ingat 2. Latar belakang usaha yang harus jelas 4. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. program semester dan penyusunan RPP 8. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. cerdas dalam hal IQ. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3.EQ. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7. Sekolah melaksankan SPM 9. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. Sekolah memiliki RPS 4. Sekolah memiliki RAPBS 6. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4.1. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5. Muddah untuk di komunikasikan 3.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Dll Tujuan sekolah: 1.

dll .10. penghijauan dan kebersiha sekolah 11. penggalian potensi da prestasi belajar 8. wira usaha sekolah 10. perencanaan strategis sekolah 2. di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. optimalisasi pelayana pendidikan 5. reorintasi evaluasi pembelajaran 9. peningkatan SDM 6. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. optimalisasi proses pembelajaran 4. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7.

artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap . tetapi karena adanya sentralisasi ini.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi. INSTITUSI. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi. Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah. Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan.

penyediaan bantuan untuk oengadaan buku.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5.garis besar program pengajaran (GBPP).buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3. propinsi. tenaga kependidikan. kompetensi lulusan. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6. Kewenangannya yaitu: 1. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan. kenaikan pangkat dengan uang pelican. terbelakang dan atau tidak mampu 2. dll. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. saran prasarana. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis.dll . missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. 4. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. Penyelenggaraan museum. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. suaka peninggalan sejarah. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. proses.

Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. 2. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. non formal. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. yaitu: 1.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan.

Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. jumlah dan latar tenaga guru yang professional. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2.1. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Menilai masing. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu. kepala sekolah yang memiliki visi misi.masing tindakan alternative 5. B. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. Menyusun tindakan.

maka kebijakan sekolah harus benar.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. Perumusan masalah. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut. yaitu altrnatif. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. yaitu alternative. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan . yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian. Evaluasi. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5. Secara umum. Peliputan. dunn. yaitu informasi mengenai kemungkinan. Rekomendasi. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah. C.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3.aspek ini. yaitu: 1. Peramalan. maka apakah yang dimaksud dengan system itu.

pengetahuan.sama dengan system lainnya. Untuk hidup terus.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri. Keseluruhan adalah hal yang utama. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5. system itu di rancang. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum. baik structural formal. hokum. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu. non formal. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. norma. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. .cirri system trbuka yaitu: 1. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. dan informal. system harus bergerak melawan proses entropi 6. informal dalam suatu system pendidikan nasional. gagasan. Memberikan hasil kepada lingkungan 4.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. System bergerak menuju kepada melakukan peranan.ubah. dan nilai.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah.peranan yang makin berdiferensiasi 9. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. ide.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah. sedangkan bagian. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. non formal. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. Masukan bukan hanya yang bersifat material. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama. sejalan dengan hal itu. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8.

Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku.pada supervise system ini. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan .alatatau metode pendidikan dan lingkungan.peseerta didik. ekonomi. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien. hokum. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata. Pengetahuan. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat.nilai dan cita. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian.bagiandari model input output mengambarkan bagian. nilai.pendidik.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2.

program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai.3. Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. .

namun belum terlaksana dengan efektif. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. pengawasan atau penilaian. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah. yaitu kepala sekolah dan pengawas.di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. . pemeriksaan. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri.

mencari dan menggunakan metode. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. missal dengan mengadakan seminar. 4. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. dll.petugas sekolah dalam memimpin guru. Bersama.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku.sama berusaha mengembangkan. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS.guru. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas. murid dan pegawai sekolah.guru. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. terutama dalam dunia pendidikan. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. merivisi tujuan pendidikan.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan. .dalam memperbaiki pengajaran. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan.guru dan petugas pendidikan lainnya. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah.peraturan dari atasan. 3.B.

yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3.Menurut sergiovani daalam made pirdata. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1.aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. Menciptakan. 2. bakat dan kemampuanya secara maksimal. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. Meningkatkan moral kelas. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. memperbaiki. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah. .

secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. tugas anggota stafnya 2. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3.C. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. Berdasarkan uraian diatas. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru.unsure yang terkait dengan pendidikan c. dan bidang evaluasi. D. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. hubungan kemanusiaan. pada saat mengembangkan kurikulum. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru. Berdasarkan pengertian di atas. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. Sebagai pemimpin kelompok . pembinaan proses kelompok. selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok.administrasi personil.guru secara bersama. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut.

dan realitas dirinya. E. Supervise di bidang saran prasarana 5. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. Supervise bidang kurikulum 2. masyarakat yang tidak mau membantu. Supervise bidang kesiswaan 3. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya.ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat. Supervise bidang keuangan 6. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1.kiat dalam bekerja untuk kelompok. Supervise bidang humas 7. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. cita. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1. . keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan.ide.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. Supervise bidang kepegawaian 4. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima.guru dalam menilai hasil dan proses belajar. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. 4. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya.citanya. Hal ini berarti guru. ia juga belajar menatap dirinya sendiri.

diantaranya administrasi sekolah meliputi: a. Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. 2. percobaan suatu merode mengajar. dan lain sebagainya. tugas belajar.guru. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. Pengembangan personel. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. loka karya dan sejenisnya. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru). guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran. Hal. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses . pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi.guru untuk meningkatkan kinerja.

y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b.gaji. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah . Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c. Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d. Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat.

j. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. Penyusunan rencana harian d. . Penggunaan rencana pembelajaran c. Program dan pelaksanaan evaluasi e.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. Buku pekerjaan siswa g. Buku daftar nilai h. diantaranya: a. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga. Kumpulan soal f. Buku analisis hasil evaluasi i. Penggunaan program semester b.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k.

Oleh karena itu. . guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. kesejahteraan. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan.membangun visi dan misi. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan.BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). pemahaman. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral.kurikulum. terjadi perubahan yang berbeda. Dengan adanya desentralisasi. Tanggung jawab kepala sekolah . pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. jumlah murid. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A. buku pelajaran.

Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. . Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. yaitu : 1. Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education).Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. B. Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. Menurut Alton. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan.

Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan.C.serta personil. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. Ilmiah. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. 5. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. 3. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. . Karenanya. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. 2. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung. material. yaitu : 1. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. 4. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. Relevansi.terprogram dan berkesinambungan. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. Fungsional. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran.

Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. dengan melakukan : . Konstruktif dan kreatif. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan. Objektif. d. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. dengan melakukan : a.5. merumuskan tujuan pembelajaran. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). b. Kooperatif. 7. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. c. 6. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. Demokrasi. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. b. c. 8. Mempelajari alat pengajaran. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. perlengkapan. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. D. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar.

baik itu bersifat individu maupun kelompok. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. Diskusi kelompok. . yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. Memperbaiki alat pembelajaran. alat yang dipakai. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. 4. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka.a. 2. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. c. 3. metode yang digunakan. Kunjungan kelas. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. dan sebagainya. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. tukar menukar informasi. memilih buku pelajaran. b. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. 3. d. Pembicaraan individual. Demonstrasi mengajar. Penasehat ahli dan resource person. 4.

Kunjungan kelas antar guru. atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri. mendiskusikan masalah-masalah bersama. .5. mempertemukan ide-ide. 6. Lokakarya. yaitu kesempatan untuk bekerja sama.

Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. Mereka sebenarnya ³benci´. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. 2. Supervisi disamakan dengan evaluasi. 4.. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. bukan terhadap supervisi itu sendiri. Akan tetapi meskipun demikian. 3. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor. Pengawasannya lebih bersifat administratif. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. Supervisi dilakukan secara tradisional. . Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah.

Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. 3. 5. kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. 2. 3. Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. 2. B. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. Observasi secara cermat. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. . 1. 5. 4. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. 6. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. 4. Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan.

Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. . Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. 4. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. 6. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. 3. Keterampilan dalam mengajar. pelaksanaan. b. 7. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. serta percobaannya. 5. C. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik.Jadi. c. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. 2. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. dan d. bukan dari supervisor. D. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum.

3. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. Prosedur Supervisi Klinis 1.2. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. 5. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. 4. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. 2. tentunya yang mereka alami.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . 5. 3. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. Tahap pertemuan pendahuluan. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. 4. F. E. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat.

menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. Tahap pengamatan mengajar. 2. . f. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. d. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. b. e. g. 3. yaitu: a. pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. Tahap pertemuan balikan. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. Bersama menginterpretasikan data rekaman. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. b. c. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. c. e. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. d.

tidak ³mengancam´ dan menakuti. Kriteria dan teknik observasi. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. 2. menasehati. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. 2. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. c. mengobservasi. sedang mengajar maupun setelah mengajar. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. G. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. H. menanggapi.h. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. 5. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. menganalisa kelebihan dan kelemahannya. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. b. 4. 3. Kesadaran dan kepercayaan diri.

Membuat guru tidak merasa gelisah. d. e. kepada hal yang akan diamati. Fokus. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. Pola mengajar. c. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. Bersifat spesifik. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru.a. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. d. i. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. dan sebagainya. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. Kriteria adan teknik balikan. b. e. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. f. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. b. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. bukan menilai penampilan guru. 3. c. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. g. . f. Tepat waktunya. h.

c. strategi. b.j. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka. d. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. . Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. Keyakinan. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. yaitu: a. 2. b. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. I. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya.

d. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. 5. f. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. g. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. i. observasi mengajar. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. 3. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. dan pertemuan balikan. . 2. h. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar.c. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. J. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. e. 6. 7. dihargai dan maju. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. Keterampilan dalam berkomunikasi. mengobservasi. Pengenalan lebih lanjut. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. 4.

Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. 2. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. 11. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. jurusan. 8. Ketenagaan yang meliputi jumlah. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. 9. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. K. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. 7. 5. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. 6. guru pamong. Mekanisme kerja antara fakultas. Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. institut. . kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. 10. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. 3. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. 4. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut.

4. yang telah disusun terpaksa . Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat.2. 5. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. 3. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. 7. Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. serta perlengkapan lainnya. 6.

3. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. Pengorganisasian 3. A. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik. Pengarahan 4.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. 4. 2.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. Perencanaan 2. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . Dari segi kepemimpinan. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. Meliputi : 1. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal.wewenang dan tanggung jawabnya. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. Pengawasan.

Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. 6. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. dan output system sosial tersebut. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. dan tidak menentu. Arthur G. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu .baik mengenai struktur sosial . Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. tidak jelas. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. 4. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen.baik mengenai tujuan. B. 7. Memiliki visi kedepan. 2. James M.5. C. 3.

Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. . Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an. dan sebagainya. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin.percaya pada diri sendiri. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu.dominasi. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1. Seperti Gandhi. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses. 2. yang kemudian melahirkan teori sifat. Lincoln. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas.energy. C. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Meremehkan bawahan. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. 2. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. di antaranya : 1. serta kompeten. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. . maka rasa percaya dirinya akan luntur. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. 3.

mereka akan sangat termotivasi. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. 7. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. Menganakemaskan seorang karyawan. c. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. 6. 8. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi. Memperhatikan diri sendiri. Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. 9.4. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . karena bisa merusak moral karyawan lain. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. 5.

karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. Mengingat di sekolah . sehingga memperoleh kepuasan. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah.e. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. E. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. 2. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. termasuk sekolah yaitu : 1. 3. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung.

2. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya.pengembangan program pendidikan dan supervise. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. 4. sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi . yaitu unsure manusianya. 3. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan.

budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan. yang mendefenisikan. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. dan memperkuat. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru. dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah. 5.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. .

meliputi : a. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah. B. dan / masyarakat. orang tua. 6. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. Manajer. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Merencanakan pengembangan. Supervisor. Administrator. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A. Membina kesiswaan 3. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. bertanggung jawab.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. Standar Kepala Sekolah 1. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Satandar kualifikasi. Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2.

c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya. . dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah.b. c. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal.

h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. serta merencanakan tindak lanjut. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. . c. b. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. d. evaluasi. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. dan [embiayaan sekolah/madrasah. e. sumber belajar. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. transparan dan efisien. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. p) Melakukan monitoring. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah.

4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. . b. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. d. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. Ijazah yang dipersyaratkan. Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. Seleksi Kepala Sekolah 1. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. C. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a. e. Menjadi guru teladan/berprestasi b. Daftar riwayat hidup c. f.

Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. koordinasi. sosiologi dan andragogi d. Kompetensi Pedagogik a.c. Penilaian. kepribadian. pengembangan SDM sekolah efektif. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. Kompetensi Profesional a. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. e. psikologi perkembangan dan organisasi. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. 2. kepemimpinan. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. pengelolaan sekolah efektif. nasihat. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. monitoring. Seleksi Tahap II a. c. 2. b. Paparan makalah D. dan pengemabangan pendidikan. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. c. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. supervise manajerial sekolah. . Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. dan implementasi kebijakan pendidikan. pelaporan. penelitian. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b.

b. seminar. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal .3. Kompetensi personal a. a. d. Kompetensi Sosial a. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. diskusi dan sejenisnya. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan. guna mendapatkan pengawas yang professional. c. Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. f. e. e. 4. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. b. d. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah.

Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11.ini Depdiknas. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13.

3. pendiidakn biologi. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika.5 tahun. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. pendidikan Bahasa Indonesia. dan pendidikan bidang lainnya.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. . Teknologi Pendidikan. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6. Kualifikasi 1.

Persyaratan Administratif 1. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. 3. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. Seleksi Rekrutmen 1. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. 8.b. . menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD. 5. tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. 4. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. 2. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. 6. 3. c. SLB. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. 4. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun.

pekerjaan sekarang. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. Seleksi Tahap II 1. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. Tes potensi akademik . 7. usia. 8. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. Tes tertulis meliputi: a. pangkat dan golongan. 6. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. pengalaman kerja. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. d. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6.5. prestasi yang pernah dicapai. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. tingkat pendidikan. 2. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. 3. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani.

. penalaran dan persepsi ruang). Potensi akademik (kemampuan verbal. materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. Tes kepribadian 3. motivasi. 2. Kepribadian yang meliputi : sikap. Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. kerjasama. numerical. inisiatif. dan kreatifitas.b. Tes kecerdasan emosi c. Tes kreatifitas 4. penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan.

Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Evaluasi hasil belajar. Dewasa d. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. Mantap b. Berakhlak mulia g. dan g. Berwibawa f. Pemahaman terhadap peserta didik c. 2. Stabil c. Kompetensi pedagogic. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Arif dan bijaksana e. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. Perencanaan pembelajaran e. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. dan dialogis f. Pengembanagn kurikulum atau silabus d.

Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Paradigma profesionalitas Guru a. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c.c. tenaga kependidikan. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. Ahli dalam ilmunya. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. sesame pendidik. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. b. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. Konsep. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. b. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. b. 4. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. struktur. orang tua/wali peserta didik d. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. 2. B. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus.

Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. Memiliki sertifikat kualifikasi d. . penilaian. 3. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. pelaksanaan. 2) Tenaga seni professional. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. pelaksanaan. Mementingkan kepentingan orang lain. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. yang telah berwenang mengajar secara mandiri. Memiliki kode etik C. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. g. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. maupun pengendalian pengajaran.. penilaian. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya.c. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. baik dalam perencanaan. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e.

Bersikap simpatik c. Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. Dapat bekerja sama dengan BP3 . Memahami kelebihan dan kekurangan diri. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. kompetensi Sosial Guru.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. E. j. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. 2. D. beriman. Bersikap terbuka dan demokratis e. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. penilaian. Kompetensi Keguruan 1. Memahami tujuan pendidikan h. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. Tenggang Rasa dan toleran d. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. Mampu menjalin hubungan insane i. 2. Kompetensi Kepribadian. antara lain: a. Mengapa Guru Harus Profesional 1. Percaya Kepada Diri Sendiri c. f. 3.

3. Mampu menggunakan waktu secara tepat . j. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan.d. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. bidang studi yang dibinanya. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k. Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Pengelolaan kelas d. Berani mengambil keputusan q. Memahami kurikulum dan perkembangannya r. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. Pengelolaan belajar mengajar c. Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. Menguasai metode berfikir i. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e. Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. h.

Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. perilaku ini mungkin meningkat. . semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. 3. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. tujuan unit dan tujuan pegawai. laporan tepat waktu. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. dapat diamati dan dapat diukur. kinerja unit. produktivitas tinggi. yakni kinerja organisasi. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. F. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. Berkenaan dengan kinerja dalam A. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar.4. kinerja pegawai. 2.

Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. B. Apabila dihubungkan dengan kualitas. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman.Dalam kondisi seperti ini. Pandangan yang sama mengartikan. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. . maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim. sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat.

Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. . minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. d. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran. e.C. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. Peningkatan kemampuan manajemen. f. Mengembangkan kreativitas. Mengembangkan kualitas guru. Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama.

bea siswa. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. lembur dll b. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. Sementara itu. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. Dana dari donatur 4. cetak/ kopi. dana pensiun. Belanja pegawai. dan tunjangan sosial. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. c. Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. berupa gaji. Anggaran rutin. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. 2. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan.

2. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. administrasi. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor.2. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . 2. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. 4. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak. serta pengadaan media dan bahan ajar. pada saat iplementasi. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. penambahan ruang. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. b. Aspek analisis.

4. Dengan pembiayaan tersebut. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. Analisis kemenfaatan biaya 3. Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. proses pendidikan tidak dapat berjalan. Analisis kefisibilitas biaya B. Analisis keefektifan biaya 2. sehingga dapat dikatakan biaya. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. 6. . guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. 5. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7.

keluarga. B. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. kelompok. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. dan kemampuan untuk berkembang.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. organisasi profesi. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. C. kemauan. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan.

menengah dan tinggi. dan mengembangkan sekolah Memantau. meningkatkan. kemitraan. 3. Komite Sekolah. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. 2. tanggung jawab. 3. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. mengawasi. Dewan Sekolah. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. antara lain : 1. 2. 4. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. 4. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. . Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. BP3. 3. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. 2. jenis dan jalur pendidikan. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah.

2. yaitu : 1. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. yaitu : 1. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. dunia usaha. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. Dengan kata lain . 3. khususnya dengan dunia kerja. 4.5. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. di antaranya : 1. C. atau dunia industri. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. 2. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner.

masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. 2. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. Secara Makro. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. Di Sekolah Menengah Umum. penyusunan kurikulum. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. karena dalam kenyataannya.namun jika ada satu lowongan. atau mengundang narasumber ke sekolah.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. 3. 3. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. . Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. Di Sekolah Dasar. Di Sekolah Menengah Kejuruan. 2. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. pada setiap jenjang. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. 4. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1.

keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. 3. Oleh karena itu. Hubungan sekolah dengan masyarakat. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. 5. evaluasi program dan hasil. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. 6. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan.penyelenggaraan pendidikan magang. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . Di Perguruan Tinggi. 4. serta pemasaran lulusan. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. D. Pusat kegiatan masyarakat.sekolah dengan orang tua siswa. baik secara individual maupun lembaga. jaringan kerja dan jalinan kerja. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. 2. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. 5. 1. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. bantuan.

tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. b. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. b. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. a.a. . Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Adanya kesamaan tanggung jawab. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Adanya kesamaan tujuan. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. 2.

. Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. prosedur. dalam mencari sesuatu tersebut. juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program.BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A. produksi.

evaluasi. c. supervisi. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. d. a. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. f. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. penambahan. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. e. 1. bertanggung jawab dan berkelanjutan. 1994 : 34). Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. 1984 :16). Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. b. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. efektivitas. dan akuntabilitas pengelolaan. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. (Hanafi & . Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut.

h. i. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. j. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. evaluasi. l. 2. . m. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). supervisi. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. secara terus menerus. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. b. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan.g. a. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. k. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan.

Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. c. . Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. b. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. serta perubahan sistem pendidikan. dan alumni. b. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . b.dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. d. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. 5. keseimbangan beban kerja. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran.c. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. maupun perubahan sosial. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. c. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. 3. pada akhir semester akademik . pemakai lulusan. komite sekolah/ madrasah. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. c. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi.

Mengukur lebih bersifat kuantitatif. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. antara lain sebagai berikut : 1. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. (3) pengolahan atau verifikasi data. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. bakat khusus. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. (1) perencanaan. 4. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi. hubungan sosial. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. 2. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Dengan penilaian. intelegensi. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. Kalau materi pelajaran . 3. (4) analisis data. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. minat.B. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. evaluasi memiliki beberapa tujuan. pengumpulan data. C.(2) pelaksanaan.

1989). Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. dan diagnostik. 1. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. 2. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1. seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar.´ . menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya. 3. D. penempatan . dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. 2. Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum.

Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar.1. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. 2. paket atau tingkat. karena dia dilaksanakan terakhir. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan. umpamanya di akhir semester. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran. . Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya. Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. 3. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran.prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. yaitu : a. Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. Prinsip. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Artinya dengan hasil tes yang ada. E. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. program . Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar.

6. c. 2. sesuai dengan alokasi waktu. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran.b. F. 3. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. 5. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. 4. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. dan penyusunan silabus telah memadai? . menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik.

Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. 3. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. Disamping itu. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. 2. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. 4. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. kemajuan dan kemampuannya. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. Mendidik . dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. G. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. 2. Misalnya. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. 3. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. guru menilai proyek. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama.

tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. Dengan berpijak pada kompetensi ini. 7. Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. berkesinambungan. 5. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. 8. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 4. sikap. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. Bermakna . 9. 6. terencana. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa.

2. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. H. berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. dan tes tertulis (paper and pencil). kinerja/ penampilan (performence). yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Karenanya. Perhatian terhadap siswa ketika duduk. perkembangan dan perubahan siswa. Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio).Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. I. penugasan (proyek). Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. hasil karya (produk). Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. melainkan juga : 1.

dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . 2. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. sebagai alat evaluasi hasil belajar. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. skala sikap dan catatan anekdot. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. wawancara. kuesioner.harus diikuti dengan langkah bimbingan. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. tes minimal mempunyai dua fungsi . Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. J. angket. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan.

3. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu.Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . antara lain : 1) Pensekoran mudah. g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini.

Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. Misalnya. . guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. 2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. b. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya.

Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. M. 7. 2. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. Ulangan Harian/Blok. Ujian Praktik. Proyek Akhir. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. 4. analisis. L. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Kuis. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. prosedur. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. makalah atau tugas presentasi individu. Tugas Kelompok. prinsip atau teorema. 3. 5. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. Tugas Individu. Pertanyaan Lisan. 6.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. sampai sintesis dan evaluasi. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.

tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. 5. status social ekonomi. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. 7. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Sahih. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. budaya. pengamatan. berarti prosedur penilaian. Penilaian oleh pendidik a. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih.1. Melaksanakan tes. . 8. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. criteria penilaian. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. 9. Objektif. prosedur. b. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. baik dari segi teknik. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. 6. 4. c. Menyeluruh dan berkesinambungan. d. Sistematis. maupun hasilnya. Terpadu. 3. Beracuan criteria. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Akuntabel. suku. Terbuka. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Adil. dan gender. adat istiadat.

e. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. i. f. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. 2. h. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. c. e. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. h. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. d. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. g. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. f. g. b. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Penilaian oleh satuan pendidikan a. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. i. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik.

b. e. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. d. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. c. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Penilaian oleh pemerintah a. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. f. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya.j. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. 3. . Kepala sekolah. jujur dan adil.

yaitu : 1. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. atau ³mengarahkan´. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku.kurikulum. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. . yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. 4. B. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. 2. yang berarti ³melayani´.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. 3. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks. sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. ³membantu´. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. tidak sebagai pengkotakan kerja. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi.

Didalamnya dibahas antara lain : a. f. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. terdapat beberapa jenis kegiatan. ordonator dan bendaharawan) b. yaitu : 1. Pengawasan e. 5. Administrasi perlengkapan/ barang . teratur dan benar. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. 3. 4. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. Asas pemisahan tugas (otorisator. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. Ketata usahaan sekolah d. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. dengan memodifikasi data mengenai siswa. yaitu awal tahun pelajaran. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan.

e. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. Menurut isi dan asalnya. seperti : gedung. . Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. Menurut jaminan dan keamanan isinya. kursi. surat pengantar dan surat lamaran kerja. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. terdiri dari : surat sangat rahasia. Menurut wujudnya. surat pribadi dan surat niaga. 6. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. warkat pos. surat peringatan. surat penawaran. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. surat laporan. dan teleks. surat permohonan. telegram. faksimil. khususnya proses belajar mengajar. ruang kelas. dan surat pengumuman. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. b. Menurut sasarannya. meja. surat rahasia. surat pesanan. b. d. surat perjanjian. emosional dan kejiwaan peserta didik. serta alat-alat dan media pengajaran. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. surat edaran. terdiri dari : surat biasa. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. surat panggilan. social. surat keputusan. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. kecerdasan intelektual. terdiri dari : kartu pos. c. surat bersampul. surat perintah.

mengarahkan. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. Menurut urgensinya. g. terdiri dari : surat biasa. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. 4. terdiri dari : surat biasa. Menurut cara penyampaiannya. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. 3. yaitu makin meningkatkan efisiensi. C. surat penting dan surat sangat rahasia. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. mengorganisasikan.f. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). surat kilat dan surat kilat khusus. 2. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. Pendahuluan . Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada.

diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. Sedangkan dalam tataran praktis. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. sulit untuk diwujudkan manakala. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. praktek system ganda.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. atau guru bidang studi total. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. penelitian. observasi. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. Dalam tataran birokratis. magang. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. B. study report. .

Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. artinya secara tepat. Memiliki visi. misi dan strategi. Mengutip pendapat Slamet PH. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. 2. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. Dalam hal ini. 2. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. cepat. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. cekat dan akurat. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. 3. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. C. 3. . ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1.Dengan demikian. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut.

pemimpin. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. 11. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. Memahami. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. 7. pertanggungjawaban. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. prestasi. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. 9. lingkungan dan keterampilan personal. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. 10. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. pemborosan. . tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. 13. 6.arogansi. kecurigaan. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. 15. 17.4. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. 8. Dengan demikian. serta menumbuhkan solidaritas. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. 12. pencipta iklim kerja. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. 16. yaitu ketidakpedulian. wirausahawan. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. administrator. program. pembaharuan dan pembangkit motivasi. mediokrasi. standard an nilai-nilai. penyedia. yaitu merumuskan sasaran. tidak membuat keputusan. proses. Menggunakan input manajemen. pendidik. 14. Menjalankan empat hal. imitasi. 5. rencana.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. . Tanggung jawab. Standar-standar. Kecocokan. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. b. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. kebijakan-kebijakan. baik dari segi budaya. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. prioritas. lingkungan belajar yang kondusif. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. penekanan pada pembelajaran B. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. c. Iklim Sekolah 1. prosedur-prosedur. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. social maupun ekonomi.A. termasuk penyusunan tingkat tujuan.

keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. hingga tidak membingungkan dan meragukan. c. Kepaduan yang kuat. . System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. Kejelasan organisasi. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. Ganjaran. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. Kepemimpinan. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. e. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. e. g. Kehangatan dan dorongan. f. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan.d. Tujuan yang focus. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. b. Komunikasi yang lancer. 2. Dalam organisasi yang sehat. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. d. Kekuatan persamaan yang optimal. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan.

tekanan. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. g. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . 3. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah.f.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. administrator dan supervisor dan juga para siswa. i. kepercayaan. Keinovasian yang dinamis. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. C. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. Otonomi yang membebaskan. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. Pemecahan masalah yang memadai. Dalam organisasi yang sehat. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. Semangat juang. j. h. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa.

Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. Budaya pada tingkat asumsi. Nilai berbagai aktivitas. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. c. berbagai prioritas nilai. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. nilai tindakan. d. Analisa nilai. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. serta perilaku masyarakat dalam kerja. Budaya pada tingkat nilai. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. Budaya pada tingkat artifak. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a.sekolah yang bebas. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . Analisa kepercayaan. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. 2. Analisa sejarah sekolah. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. b.

adanya interaksi social yang baik. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. perubahan hubungan dengan orang lain. supervisor dan manajer ? e. D. merupakan inti dari tugas supervisor.d. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri. Analisa bentuk perilaku. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. dan perubahan kedua individual. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. E. serta adanya control kerja yang jelas. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. adanya masa depan yang jelas. Analisa norma-norma dan standar-standar. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. Melalui analisa tersebut. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula.

produktivitas sekolah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor.penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful