LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

6. perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. 9. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. Peerencaan. 5. intensitas dan penuh perhatian. motivasi. percobaab. dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. 4. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang. Kompensasi. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing.4. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . Menciptakan suasana kekeluargaan 6. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. 8.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. Otonomi. Place(penempatan). Pereannan menyeluruh. Pelatihan dan pengembangan. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. irama. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2. Keselamatan kerja. 7.

yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g.10. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. Kelanjutan (pension). Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. Partisipasi f. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. tes penjurusan. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . caranya: a. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Motivasi negative. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Motivasi positif. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. penyuluhan.

LSM. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar.lainnya. dunia usaha. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan. Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal. . dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan.nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai.

Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. keterampilan.pengalaman. Merujuk pada UU no. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1.sikap. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7.dan internasional 3.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . regional. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2.

3. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan.mendorong kreativitas. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 4. yang antara lain meliputi criteria.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis. 2.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi. memotivasi.pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya.Terkait dengan visi misi di atas. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal.reformasi pendidikan meliputi: 1. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. mendidik. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan .

Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik.rencan.menengah dan jangka panjang. yang meliputi aspek jangka pendek.B. D.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik. Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai). Time Bound (batas waktu). dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai. Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. dan berbasis demandriven C.program. Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART. yaitu: . Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi.tepat futuristic. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat. yaitu Spesifik. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya.

Muddah untuk di komunikasikan 3. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7. Dll Tujuan sekolah: 1. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. cerdas dalam hal IQ. Mudah di ingat 2. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4.1. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Sekolah memiliki RPS 4. Latar belakang usaha yang harus jelas 4. program semester dan penyusunan RPP 8.EQ. Sekolah memiliki RAPBS 6. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Sekolah melaksankan SPM 9.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3.

di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. optimalisasi proses pembelajaran 4. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. peningkatan SDM 6. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. optimalisasi pelayana pendidikan 5. penghijauan dan kebersiha sekolah 11. penggalian potensi da prestasi belajar 8. wira usaha sekolah 10. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. dll . reorintasi evaluasi pembelajaran 9. perencanaan strategis sekolah 2. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7.10.

tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. tetapi karena adanya sentralisasi ini. INSTITUSI. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap .BAB III SUPERVISI BIROKRAS. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi. Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan.

propinsi. tenaga kependidikan.dll . Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. kenaikan pangkat dengan uang pelican.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. suaka peninggalan sejarah. missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. kompetensi lulusan. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala. dll. proses. terbelakang dan atau tidak mampu 2. 4. Penyelenggaraan museum. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6.garis besar program pengajaran (GBPP). akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis. saran prasarana. Kewenangannya yaitu: 1.

Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. 2. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan. yaitu: 1. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. non formal. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat.

kepala sekolah yang memiliki visi misi. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah.masing tindakan alternative 5. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. B. Menyusun tindakan. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran. jumlah dan latar tenaga guru yang professional. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan. Menilai masing. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3.1.

proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan .aspek ini. Rekomendasi. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah. Evaluasi. maka apakah yang dimaksud dengan system itu.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D. maka kebijakan sekolah harus benar. Perumusan masalah. Secara umum. yaitu alternative. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. Peramalan.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5. yaitu informasi mengenai kemungkinan. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. yaitu: 1. C. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system. Peliputan. dunn.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. yaitu altrnatif.

gagasan. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah. dan nilai. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama. non formal. non formal. Keseluruhan adalah hal yang utama. sedangkan bagian.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah. system itu di rancang. pengetahuan. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2.sama dengan system lainnya. Masukan bukan hanya yang bersifat material. System bergerak menuju kepada melakukan peranan.peranan yang makin berdiferensiasi 9.cirri system trbuka yaitu: 1. dan informal. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. system harus bergerak melawan proses entropi 6.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri. sejalan dengan hal itu. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. norma. baik structural formal. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7.ubah. .nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. informal dalam suatu system pendidikan nasional. Untuk hidup terus. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. Memberikan hasil kepada lingkungan 4. ide. hokum.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum.

Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1.pendidik. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian. ekonomi.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2.pada supervise system ini. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan . hokum.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis. nilai. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan.bagiandari model input output mengambarkan bagian. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.alatatau metode pendidikan dan lingkungan. Pengetahuan.peseerta didik.nilai dan cita. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku.

Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. .3.program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai.

namun belum terlaksana dengan efektif. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah.di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. pengawasan atau penilaian. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. yaitu kepala sekolah dan pengawas. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. pemeriksaan.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. .

3. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1. Bersama.dalam memperbaiki pengajaran.guru dan petugas pendidikan lainnya. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru.petugas sekolah dalam memimpin guru.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik.B. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas. mencari dan menggunakan metode.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah. . Membina kerja sama yang harmonis antara guru. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. murid dan pegawai sekolah.guru. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru.guru. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas.peraturan dari atasan. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. merivisi tujuan pendidikan. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan. terutama dalam dunia pendidikan. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan. 4.sama berusaha mengembangkan. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan. missal dengan mengadakan seminar. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir. dll.

aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. Meningkatkan moral kelas. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. . 2. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi.Menurut sergiovani daalam made pirdata. memperbaiki. Menciptakan.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah. bakat dan kemampuanya secara maksimal.

secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. hubungan kemanusiaan. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure.C. Berdasarkan pengertian di atas. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru. dan bidang evaluasi. Berdasarkan uraian diatas. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok. tugas anggota stafnya 2.administrasi personil. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. pada saat mengembangkan kurikulum. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b.guru secara bersama. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru. selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya. pembinaan proses kelompok. Sebagai pemimpin kelompok . Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a.unsure yang terkait dengan pendidikan c. D. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar.

ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat.ide. E. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1. cita. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. . dan realitas dirinya. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. Supervise bidang humas 7. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. 4. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Supervise bidang kepegawaian 4. Supervise bidang kesiswaan 3. masyarakat yang tidak mau membantu. Supervise bidang keuangan 6.guru dalam menilai hasil dan proses belajar. Supervise di bidang saran prasarana 5. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1.kiat dalam bekerja untuk kelompok.citanya. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. Supervise bidang kurikulum 2. Hal ini berarti guru. ia juga belajar menatap dirinya sendiri.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik.

Hal. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung.guru untuk meningkatkan kinerja. tugas belajar. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses .guru. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran. pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. percobaan suatu merode mengajar. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru). diantaranya administrasi sekolah meliputi: a. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. Pengembangan personel. loka karya dan sejenisnya. 2. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. dan lain sebagainya.

Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah . Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c.y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b. Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d.gaji.

hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. diantaranya: a. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. Buku analisis hasil evaluasi i. Program dan pelaksanaan evaluasi e. Buku daftar nilai h. j. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. Buku pekerjaan siswa g. Penggunaan program semester b. . Kumpulan soal f.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. Penyusunan rencana harian d. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga. Penggunaan rencana pembelajaran c.

Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan. Tanggung jawab kepala sekolah . mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).kurikulum. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. Dengan adanya desentralisasi.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral.membangun visi dan misi.BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat. Oleh karena itu. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. terjadi perubahan yang berbeda. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. jumlah murid. pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. buku pelajaran. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). kesejahteraan. pemahaman. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. .

yaitu : 1. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. Menurut Alton. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan. . Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. B. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional.Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya.

Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. 3. 5.C. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. . material. Fungsional. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan.serta personil. 2. Ilmiah. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Karenanya. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. 4. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. Relevansi. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. yaitu : 1. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran.terprogram dan berkesinambungan.

maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. Konstruktif dan kreatif. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). Kooperatif.5. perlengkapan. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. b. 6. dengan melakukan : . 7. c. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. d. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. b. Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. dengan melakukan : a. Objektif. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. merumuskan tujuan pembelajaran. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. Mempelajari alat pengajaran. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. Demokrasi. D. 8. c. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan.

termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. b. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. baik itu bersifat individu maupun kelompok. Demonstrasi mengajar. dan sebagainya. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. 4. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. 3. Kunjungan kelas. memilih buku pelajaran. 4. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. Memperbaiki alat pembelajaran. 2. c. alat yang dipakai. Penasehat ahli dan resource person. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. 3. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai.a. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. tukar menukar informasi. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. d. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. . metode yang digunakan. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. Pembicaraan individual. Diskusi kelompok. Buletin pendidikan dan buletin sekolah.

mempertemukan ide-ide. atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing. mendiskusikan masalah-masalah bersama. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri. Lokakarya. .5. yaitu kesempatan untuk bekerja sama. 6. Kunjungan kelas antar guru.

untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. .BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. Akan tetapi meskipun demikian. 2. 4. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. 3. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur.. Supervisi dilakukan secara tradisional. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. Supervisi disamakan dengan evaluasi. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. Mereka sebenarnya ³benci´. bukan terhadap supervisi itu sendiri. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. Pengawasannya lebih bersifat administratif. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor.

Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. 3. Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. . Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). 1. Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. 5. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. 2.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. 4. 4. B. Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. 5. Observasi secara cermat. 6. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. 3. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. 2.

7. c. Keterampilan dalam mengajar. D. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. bukan dari supervisor. 4. dan d. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. C. 3. serta percobaannya. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. 5. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. b. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. 2. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. pelaksanaan.Jadi. 6. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. . Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan.

Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. F. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. 2. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. 4. 5. 3. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas. Tahap pertemuan pendahuluan. 5. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil.2. 3. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. Prosedur Supervisi Klinis 1. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . E. tentunya yang mereka alami. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. 4. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki.

g. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. b. Tahap pengamatan mengajar. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. c. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. Bersama menginterpretasikan data rekaman.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. yaitu: a. 2. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. f. e. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. d. . Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. d. Tahap pertemuan balikan. b. e. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan. c. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. 3. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar.

Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. 3. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. menganalisa kelebihan dan kelemahannya. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. c. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. Kesadaran dan kepercayaan diri. b. G. tidak ³mengancam´ dan menakuti. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. 2. sedang mengajar maupun setelah mengajar. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. 2. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. 4. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. 5. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. mengobservasi. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. menasehati. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. H. Kriteria dan teknik observasi.h. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. menanggapi.

Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. e. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. f. bukan menilai penampilan guru. g. b. c. h. kepada hal yang akan diamati. Membuat guru tidak merasa gelisah. Fokus. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. dan sebagainya. . Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. Bersifat spesifik. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. d. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. d. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. c. Pola mengajar. b. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. Kriteria adan teknik balikan. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. i. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. 3. Tepat waktunya. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru.a. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. f. e. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung.

Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1. b. strategi. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka.j. yaitu: a. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. . I. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. 2. Keyakinan. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. b. d. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. c.

observasi mengajar. 4. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. 5. Pengenalan lebih lanjut. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. . Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. J. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. 3. dihargai dan maju. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. mengobservasi. h. i. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. 6. Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. 7. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi.c. 2. g. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. dan pertemuan balikan. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. d. Keterampilan dalam berkomunikasi. f. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. e.

11. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. 8. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. guru pamong. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. Mekanisme kerja antara fakultas. 5. institut. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. 3. . Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. 2. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. 10. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. 9. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. 6. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. K. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. Ketenagaan yang meliputi jumlah. 4. 7. jurusan. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut.

Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. yang telah disusun terpaksa . Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. 7. Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. 5. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru. 6. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. 3. serta perlengkapan lainnya.2. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. 4.

4. Meliputi : 1.wewenang dan tanggung jawabnya. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. 2. Pengorganisasian 3. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. Pengawasan. A. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. 3. Dari segi kepemimpinan. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) .terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. Perencanaan 2. Pengarahan 4. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik.

Arthur G. 7. 2. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. dan tidak menentu. Memiliki visi kedepan.baik mengenai tujuan. dan output system sosial tersebut. B. C. 6. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1.baik mengenai struktur sosial . James M. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus. tidak jelas. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property.5. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. 3. 4. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi.

Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´. C. yang kemudian melahirkan teori sifat. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut.energy. Lincoln. Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. dan sebagainya. 2. . beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin.dominasi. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan.percaya pada diri sendiri. Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. Seperti Gandhi. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. maka rasa percaya dirinya akan luntur. 2. serta kompeten. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. . disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. Meremehkan bawahan. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. di antaranya : 1. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia. 3.

6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul.4. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. Menganakemaskan seorang karyawan. 8. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. 7. Memperhatikan diri sendiri. 5. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. mereka akan sangat termotivasi. karena bisa merusak moral karyawan lain. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b. 6. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. 9. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. c. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi.

Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. Mengingat di sekolah . Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. termasuk sekolah yaitu : 1.e. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. 3. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. 2. sehingga memperoleh kepuasan. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. E. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas.

Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. 4. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. 2. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya.pengembangan program pendidikan dan supervise. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. 3. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. yaitu unsure manusianya. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi . dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan.

mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. 5. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. yang mendefenisikan. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan. dan memperkuat. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. . 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru.

bertanggung jawab. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. dan / masyarakat. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. B. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. 6. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A. Satandar kualifikasi. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah. Merencanakan pengembangan. Standar Kepala Sekolah 1. Supervisor.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. orang tua. meliputi : a. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. Administrator. Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. Manajer. Membina kesiswaan 3.

c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. c. b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. . kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.b. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya.

3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. b. serta merencanakan tindak lanjut. sumber belajar. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. d. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. dan [embiayaan sekolah/madrasah. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. transparan dan efisien. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. e. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. evaluasi. p) Melakukan monitoring. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. . c. dan penempatan sertapengembangan peserta didik.

Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. Seleksi Kepala Sekolah 1. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. f. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. e. Daftar riwayat hidup c. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. b. C. . Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. d. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. Ijazah yang dipersyaratkan. Menjadi guru teladan/berprestasi b.

Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. pengelolaan sekolah efektif. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. b. monitoring. sosiologi dan andragogi d. kepemimpinan. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. dan implementasi kebijakan pendidikan. koordinasi. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. penelitian. supervise manajerial sekolah. Seleksi Tahap II a. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. nasihat.c. Penilaian. 2. Paparan makalah D. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. Kompetensi Profesional a. c. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. . Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. kepribadian. dan pengemabangan pendidikan. c. Kompetensi Pedagogik a. e. 2. psikologi perkembangan dan organisasi. pelaporan. pengembangan SDM sekolah efektif.

Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. guna mendapatkan pengawas yang professional. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. a. e. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. b. 4. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. f. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. d. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. diskusi dan sejenisnya. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. b. c. seminar. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan. Kompetensi personal a. d. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. Kompetensi Sosial a. e.3.

Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1.ini Depdiknas. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3.

b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6.5 tahun. . Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. 3. Kualifikasi 1. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. dan pendidikan bidang lainnya. pendidikan Bahasa Indonesia. pendiidakn biologi. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. Teknologi Pendidikan.

tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. 2. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. Seleksi Rekrutmen 1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. . menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. 4. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. 8. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. Persyaratan Administratif 1. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. 5. 6.b. 3. SLB. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. 3. 4. c. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD.

2. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. prestasi yang pernah dicapai. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP.5. pengalaman kerja. pangkat dan golongan. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. pekerjaan sekarang. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. 3. Tes potensi akademik . 8. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. tingkat pendidikan. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. d. 6. 7. usia. Tes tertulis meliputi: a. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. Seleksi Tahap II 1.

2. motivasi. numerical. Tes kepribadian 3. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. Tes kecerdasan emosi c. .b. Tes kreatifitas 4. inisiatif. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan. dan kreatifitas. Kepribadian yang meliputi : sikap. penalaran dan persepsi ruang). penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. kerjasama. Potensi akademik (kemampuan verbal. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran.

Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. Dewasa d. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. Perencanaan pembelajaran e. dan dialogis f. Berwibawa f. Arif dan bijaksana e. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. 2. Berakhlak mulia g. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Mantap b.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. dan g. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. Pemahaman terhadap peserta didik c. Stabil c. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Kompetensi pedagogic. Evaluasi hasil belajar. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Pengembanagn kurikulum atau silabus d.

4. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. orang tua/wali peserta didik d.c. b. sesame pendidik. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. B. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. Konsep. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . tenaga kependidikan. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. b. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. struktur. 2. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. Ahli dalam ilmunya. b. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. Paradigma profesionalitas Guru a.

Memiliki kode etik C. . 3. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya.. g. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. Mementingkan kepentingan orang lain. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. maupun pengendalian pengajaran. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. baik dalam perencanaan. 2) Tenaga seni professional. Memiliki sertifikat kualifikasi d. pelaksanaan. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b.c. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. penilaian. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. pelaksanaan. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. penilaian. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. yang telah berwenang mengajar secara mandiri.

f. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Memahami tujuan pendidikan h. j. beriman. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. 2. kompetensi Sosial Guru. Dapat bekerja sama dengan BP3 . Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. Percaya Kepada Diri Sendiri c. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. Bersikap simpatik c. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. D. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. Bersikap terbuka dan demokratis e. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. E. Tenggang Rasa dan toleran d. Mampu menjalin hubungan insane i. 2. Kompetensi Kepribadian. Kompetensi Keguruan 1. Mengapa Guru Harus Profesional 1. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. antara lain: a. penilaian. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. 3. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru.

Berani mengambil keputusan q. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). Mampu menggunakan waktu secara tepat . Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. 3. Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. j. h. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. bidang studi yang dibinanya. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Menguasai metode berfikir i. Memahami kurikulum dan perkembangannya r.d. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. Pengelolaan belajar mengajar c. Pengelolaan kelas d. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a.

Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. . Berkenaan dengan kinerja dalam A. produktivitas tinggi. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. tujuan unit dan tujuan pegawai. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. yakni kinerja organisasi.4. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku. F. 2. laporan tepat waktu. 3. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. dapat diamati dan dapat diukur. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. kinerja unit. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. kinerja pegawai. perilaku ini mungkin meningkat.

maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. B. Apabila dihubungkan dengan kualitas. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif.Dalam kondisi seperti ini. . profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. Pandangan yang sama mengartikan. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman. sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya.

Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. f. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama.C. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. e. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. Mengembangkan kualitas guru. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c. d. Mengembangkan kreativitas. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. . maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. Peningkatan kemampuan manajemen.

Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan. lembur dll b. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. 2. dana pensiun. dan tunjangan sosial. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Dana dari donatur 4. Belanja pegawai. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. berupa gaji. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . c. cetak/ kopi. Anggaran rutin.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. Sementara itu. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. bea siswa. Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1.

2. pada saat iplementasi. penambahan ruang. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. 4. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. 2. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. Aspek analisis. serta pengadaan media dan bahan ajar.2. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. administrasi. b. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1.

Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. Dengan pembiayaan tersebut. tetapi juga menggunakan dana yangefisien.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. Analisis keefektifan biaya 2. sehingga dapat dikatakan biaya. . Analisis kefisibilitas biaya B. 4. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. 6. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Analisis kemenfaatan biaya 3. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. proses pendidikan tidak dapat berjalan. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. 5.

kelompok. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. dan kemampuan untuk berkembang. kemauan. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. C. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. keluarga. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. B. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. organisasi profesi.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan .

Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. 4. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. Dewan Sekolah. meningkatkan. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). kemitraan. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. 2. 4. menengah dan tinggi. 3. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. antara lain : 1. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. 2. 3. mengawasi. 3.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. jenis dan jalur pendidikan. BP3. dan mengembangkan sekolah Memantau. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. 2. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. . Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. tanggung jawab. Komite Sekolah. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara.

C. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. atau dunia industri. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. 4. 2. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. khususnya dengan dunia kerja. yaitu : 1. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. yaitu : 1. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat.5. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. dunia usaha. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. 3. 2. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. Dengan kata lain . sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. di antaranya : 1.

Keterlibatan ini meliputi perencanaan program. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. . maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. karena dalam kenyataannya.namun jika ada satu lowongan. pada setiap jenjang. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. 3. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. Secara Makro. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. Di Sekolah Menengah Umum. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Di Sekolah Dasar. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. 2.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. penyusunan kurikulum. Di Sekolah Menengah Kejuruan. atau mengundang narasumber ke sekolah. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. 3. 2. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. 4. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan.

yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. serta pemasaran lulusan. Di Perguruan Tinggi. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. jaringan kerja dan jalinan kerja. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. dan kemudahan dalam mendapatkan izin.penyelenggaraan pendidikan magang. 2. 4. Oleh karena itu. baik secara individual maupun lembaga. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1.sekolah dengan orang tua siswa. 1. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. Hubungan sekolah dengan masyarakat. 6. 3. 5. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. Pusat kegiatan masyarakat. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. evaluasi program dan hasil. D. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . bantuan. 5.

Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.a. Adanya kesamaan tanggung jawab. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. a. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. b. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. . Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian. Adanya kesamaan tujuan. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. 2. b. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan.

produksi. prosedur. Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. dalam mencari sesuatu tersebut.BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A. .

Berdasarkan beberapa pengertian di atas. b. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. 1994 : 34). Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. bertanggung jawab dan berkelanjutan. e. Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. d.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. 1. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. penambahan. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. a. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. efektivitas. c. Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. f. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. (Hanafi & . evaluasi. dan akuntabilitas pengelolaan. supervisi. 1984 :16). Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah.

evaluasi. l. k. j. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. m. Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. . Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. secara terus menerus. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan.g. supervisi. b. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. h. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. i. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. a. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. 2.

Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah .c. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. . maupun perubahan sosial. 4. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. 3. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. komite sekolah/ madrasah. pemakai lulusan. serta perubahan sistem pendidikan. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat.dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. c. dan alumni. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. d. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. c. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. 5. b. b. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. c. pada akhir semester akademik . keseimbangan beban kerja. b.

hubungan sosial. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan.(2) pelaksanaan. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. intelegensi. antara lain sebagai berikut : 1. 2. Kalau materi pelajaran . 4. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. evaluasi memiliki beberapa tujuan. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. bakat khusus. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. (4) analisis data. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. minat. (3) pengolahan atau verifikasi data. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. pengumpulan data.B. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Dengan penilaian. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. (1) perencanaan. 3. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. C.

Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. D. 2. 2. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. penempatan . seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi.1989). Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1. 3. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. dan diagnostik. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. 1. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya.´ . Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu.

Artinya dengan hasil tes yang ada. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat.1. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. 3. Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. 2. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. paket atau tingkat. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. program . Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan. karena dia dilaksanakan terakhir. yaitu : a. Prinsip. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya. .prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran. Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi. E.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. umpamanya di akhir semester.

sesuai dengan alokasi waktu. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. dan penyusunan silabus telah memadai? . Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. 3. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. 4. 2. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi.b. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. 6. F. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. c. 5. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar.

sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. Mendidik . Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Misalnya. 3. kemajuan dan kemampuannya. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. guru menilai proyek. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. 3. 4. 2. G. 2.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Disamping itu. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan.

Bermakna . menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. 6. Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 9. 5. berkesinambungan. Dengan berpijak pada kompetensi ini. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. 8. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 7. 4. terencana.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. sikap.

dan tes tertulis (paper and pencil). Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa.Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. Perhatian terhadap siswa ketika duduk. perkembangan dan perubahan siswa. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. melainkan juga : 1. penugasan (proyek). H. 2. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. Karenanya. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. I. hasil karya (produk). kinerja/ penampilan (performence).

skala sikap dan catatan anekdot. sebagai alat evaluasi hasil belajar. tes minimal mempunyai dua fungsi . Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. kuesioner.dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. J. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . wawancara. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik.harus diikuti dengan langkah bimbingan. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. angket. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. 2. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi.

Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. 3. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. antara lain : 1) Pensekoran mudah. e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda.

2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran.Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. . Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. b. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya. Misalnya.

Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. sampai sintesis dan evaluasi. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. 4. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. M. Pertanyaan Lisan. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. 7. Tugas Individu. Tugas Kelompok.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. prosedur. L. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. Ujian Praktik. analisis. Proyek Akhir. 5. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . Kuis. 6. Ulangan Harian/Blok. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. makalah atau tugas presentasi individu. Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. 3. prinsip atau teorema. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. 2.

Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. dan gender. 8. Adil. Objektif. suku. status social ekonomi. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. 3. c. budaya. criteria penilaian. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. Terpadu. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. 4. d. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. 9. Beracuan criteria. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. maupun hasilnya. berarti prosedur penilaian. 6. pengamatan. Sistematis. baik dari segi teknik. 5. Melaksanakan tes. Sahih. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. . b. prosedur. adat istiadat.1. Menyeluruh dan berkesinambungan. Penilaian oleh pendidik a. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Terbuka. Akuntabel. 7. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.

Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. f. i. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. f. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. 2. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. b. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. i. Penilaian oleh satuan pendidikan a. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . e. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. d. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. c.e. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. h. g. g. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. h.

guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A.j. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. c. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. Penilaian oleh pemerintah a. 3. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. e. Kepala sekolah. f. . jujur dan adil. d. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. b. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional.

kurikulum. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks. 4. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. atau ³mengarahkan´. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. ³membantu´. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. . yaitu : 1. yang berarti ³melayani´. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. tidak sebagai pengkotakan kerja. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. 2. sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. 3. agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. B. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa.

Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. Didalamnya dibahas antara lain : a. 4. teratur dan benar. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. ordonator dan bendaharawan) b. yaitu awal tahun pelajaran. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. Asas pemisahan tugas (otorisator. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. terdapat beberapa jenis kegiatan. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. Pengawasan e. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. 5.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. Administrasi perlengkapan/ barang . Ketata usahaan sekolah d. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. 3. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. f. yaitu : 1. dengan memodifikasi data mengenai siswa. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian.

Menurut jaminan dan keamanan isinya. surat penawaran. meja. surat peringatan. faksimil. e. terdiri dari : surat biasa.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. . terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. warkat pos. emosional dan kejiwaan peserta didik. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. b. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. b. surat bersampul. terdiri dari : kartu pos. Menurut isi dan asalnya. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. dan surat pengumuman. kecerdasan intelektual. seperti : gedung. surat pengantar dan surat lamaran kerja. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. surat keputusan. telegram. surat pesanan. Menurut sasarannya. surat permohonan. surat perjanjian. kursi. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. ruang kelas. c. surat perintah. surat panggilan. dan teleks. surat edaran. surat laporan. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. surat pribadi dan surat niaga. serta alat-alat dan media pengajaran. 6. surat rahasia. social. Menurut wujudnya. khususnya proses belajar mengajar. d. terdiri dari : surat sangat rahasia. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a.

mengarahkan. Menurut cara penyampaiannya. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya. 2. terdiri dari : surat biasa. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. Pendahuluan . Menurut urgensinya. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). yaitu makin meningkatkan efisiensi. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. surat penting dan surat sangat rahasia.f. C. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. mengorganisasikan. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. 3. surat kilat dan surat kilat khusus. 4. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. terdiri dari : surat biasa. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. g. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif.

dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. atau guru bidang studi total. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. Sedangkan dalam tataran praktis. praktek system ganda. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. . yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. sulit untuk diwujudkan manakala. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. penelitian. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. study report. B. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. magang. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. Dalam tataran birokratis. observasi. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja.

Dengan demikian. C. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. 2. cepat. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. . paling tidak ada tiga hal yaitu : 1. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. misi dan strategi. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. cekat dan akurat. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 3. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. Dalam hal ini. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. artinya secara tepat. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. 3. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. Mengutip pendapat Slamet PH. Memiliki visi. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. 2. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah.

pendidik. serta menumbuhkan solidaritas. program. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. 12. pembaharuan dan pembangkit motivasi. 17. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. penyedia. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. tidak membuat keputusan. proses. pemborosan.4. mediokrasi. 9. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. 14. Dengan demikian. Menjalankan empat hal. prestasi. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. 15. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. wirausahawan. . administrator. Memahami. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. pemimpin. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. 16. 8. imitasi. rencana. 10. 7. yaitu ketidakpedulian. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. Menggunakan input manajemen. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. pencipta iklim kerja. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. 5. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. kecurigaan. 13. 6. yaitu merumuskan sasaran. 11.arogansi. standard an nilai-nilai. pertanggungjawaban. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. lingkungan dan keterampilan personal. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. Kecocokan. Iklim Sekolah 1. b. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. . Tanggung jawab. Standar-standar. kebijakan-kebijakan. social maupun ekonomi. Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. penekanan pada pembelajaran B. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. baik dari segi budaya. prioritas. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. termasuk penyusunan tingkat tujuan.A. c. prosedur-prosedur. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. lingkungan belajar yang kondusif.

namun mereka tidak akan merasa tersiksa. Tujuan yang focus. hingga tidak membingungkan dan meragukan. f. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. e. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. b. d. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. g.d. Dalam organisasi yang sehat. Kepemimpinan. Kejelasan organisasi. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. 2. Kehangatan dan dorongan. . c. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. e. Kepaduan yang kuat. Ganjaran. Komunikasi yang lancer. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. Kekuatan persamaan yang optimal. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan.

baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. h. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru.f. g. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. administrator dan supervisor dan juga para siswa. Keinovasian yang dinamis. i. Dalam organisasi yang sehat. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. tekanan. Otonomi yang membebaskan. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi. kepercayaan. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. j. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. Semangat juang. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. C. 3. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah. Pemecahan masalah yang memadai.

Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. 2. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. Analisa nilai. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. Budaya pada tingkat asumsi. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. Budaya pada tingkat artifak. berbagai prioritas nilai. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. serta perilaku masyarakat dalam kerja. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. b. Nilai berbagai aktivitas. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. Analisa kepercayaan. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. Budaya pada tingkat nilai. Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. Analisa sejarah sekolah. d. c. nilai tindakan. menunjukkan pada aturan dan norma bersama.sekolah yang bebas. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak.

Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. dan perubahan kedua individual. merupakan inti dari tugas supervisor. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri. E. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan. Melalui analisa tersebut. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. serta adanya control kerja yang jelas. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. adanya masa depan yang jelas.d. perubahan hubungan dengan orang lain. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. Analisa bentuk perilaku. adanya interaksi social yang baik. supervisor dan manajer ? e. Analisa norma-norma dan standar-standar. D. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas.

.penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. produktivitas sekolah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor.