LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang.4. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. 9. 7. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. Pereannan menyeluruh. 4. perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. Otonomi. Keselamatan kerja. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2. Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. 5. Pelatihan dan pengembangan.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. motivasi. intensitas dan penuh perhatian. 8. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . 6. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. Place(penempatan). Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. percobaab. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. Peerencaan.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. Kompensasi. irama. Menciptakan suasana kekeluargaan 6.

Partisipasi f. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. Motivasi positif. penyuluhan. yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. Motivasi negative. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. tes penjurusan. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. caranya: a. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. Kelanjutan (pension). Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai.10. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas .

dunia usaha. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan.LSM. Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal.lainnya. dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai. .nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar.

Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . Merujuk pada UU no. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional.pengalaman. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4.dan internasional 3.sikap.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. keterampilan. regional. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1.

Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh. 2. mendidik.Terkait dengan visi misi di atas. memotivasi. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. 3. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya. 4.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis.reformasi pendidikan meliputi: 1. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan .pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. yang antara lain meliputi criteria.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal.mendorong kreativitas. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.

Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya.rencan.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik.program. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai). dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai. yang meliputi aspek jangka pendek. Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. yaitu Spesifik. dan berbasis demandriven C. Time Bound (batas waktu). Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut.tepat futuristic. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah. D. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat. yaitu: .B.menengah dan jangka panjang. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi.

Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5. Mudah di ingat 2. Latar belakang usaha yang harus jelas 4.EQ. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7. Dll Tujuan sekolah: 1. Sekolah memiliki RAPBS 6. program semester dan penyusunan RPP 8. Muddah untuk di komunikasikan 3. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4. cerdas dalam hal IQ. Sekolah melaksankan SPM 9.1. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Sekolah memiliki RPS 4. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Sekolah memiliki jadwal pelajaran .

di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. wira usaha sekolah 10. penghijauan dan kebersiha sekolah 11. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7. dll . Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran.10. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. penggalian potensi da prestasi belajar 8. optimalisasi pelayana pendidikan 5. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. optimalisasi proses pembelajaran 4. perencanaan strategis sekolah 2. peningkatan SDM 6. reorintasi evaluasi pembelajaran 9.

Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap .dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. tetapi karena adanya sentralisasi ini. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. INSTITUSI. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah.

kenaikan pangkat dengan uang pelican.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan.dll . suaka peninggalan sejarah.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional.garis besar program pengajaran (GBPP). terbelakang dan atau tidak mampu 2. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. proses. saran prasarana. 4. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. kompetensi lulusan. tenaga kependidikan. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5. propinsi. Kewenangannya yaitu: 1. missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. dll. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan. Penyelenggaraan museum.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3.

2. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: .Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. non formal. yaitu: 1.

jumlah dan latar tenaga guru yang professional. kepala sekolah yang memiliki visi misi. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan. B. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. Menilai masing. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3.1. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. Menyusun tindakan. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan. Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran.masing tindakan alternative 5. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu.

Evaluasi.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan . Rekomendasi.aspek ini. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system. C. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. yaitu alternative. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. Peramalan. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah. maka kebijakan sekolah harus benar. Peliputan. maka apakah yang dimaksud dengan system itu. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. yaitu: 1. dunn.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D. yaitu informasi mengenai kemungkinan. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal. yaitu altrnatif. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. Perumusan masalah. Secara umum. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode.

non formal. dan informal.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah. norma. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. system harus bergerak melawan proses entropi 6. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. gagasan. Untuk hidup terus. Masukan bukan hanya yang bersifat material. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama.sama dengan system lainnya. dan nilai. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. System bergerak menuju kepada melakukan peranan. Memberikan hasil kepada lingkungan 4. ide. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5. system itu di rancang.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan.ubah. non formal. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. sejalan dengan hal itu.peranan yang makin berdiferensiasi 9. sedangkan bagian.cirri system trbuka yaitu: 1. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. baik structural formal. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. hokum. Keseluruhan adalah hal yang utama. pengetahuan. . informal dalam suatu system pendidikan nasional.

cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2. ekonomi.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan. nilai. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian.pada supervise system ini. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya. Pengetahuan.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku. hokum.nilai dan cita.peseerta didik. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan.bagiandari model input output mengambarkan bagian. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.alatatau metode pendidikan dan lingkungan. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien.pendidik. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan .

3.program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai. . Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

pemeriksaan. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat. . dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. pengawasan atau penilaian.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A.di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. yaitu kepala sekolah dan pengawas. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. namun belum terlaksana dengan efektif. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal.

mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas. 3. merivisi tujuan pendidikan.B. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU.sama berusaha mengembangkan.dalam memperbaiki pengajaran. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah. dll. murid dan pegawai sekolah. . mencari dan menggunakan metode.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan.peraturan dari atasan.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. 4.guru. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2.guru. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1. Bersama.guru dan petugas pendidikan lainnya. terutama dalam dunia pendidikan. missal dengan mengadakan seminar. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan.petugas sekolah dalam memimpin guru.

aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran.Menurut sergiovani daalam made pirdata.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah. Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4. Meningkatkan moral kelas. 2. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. . Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar. Menciptakan. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. bakat dan kemampuanya secara maksimal. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. memperbaiki.

secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. Sebagai pemimpin kelompok . Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya.guru secara bersama. pada saat mengembangkan kurikulum. Berdasarkan pengertian di atas. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. dan bidang evaluasi. pembinaan proses kelompok. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok.unsure yang terkait dengan pendidikan c. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar.C. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b. hubungan kemanusiaan. D. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. tugas anggota stafnya 2. Berdasarkan uraian diatas.administrasi personil. selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya.

pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus.ide. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima. .guru dalam menilai hasil dan proses belajar. ia juga belajar menatap dirinya sendiri.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1.citanya. Supervise di bidang saran prasarana 5. E. 4. Supervise bidang kurikulum 2. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1.ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat. Supervise bidang kesiswaan 3. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan.kiat dalam bekerja untuk kelompok. Supervise bidang humas 7. dan realitas dirinya. cita. masyarakat yang tidak mau membantu. Hal ini berarti guru. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Supervise bidang kepegawaian 4. Supervise bidang keuangan 6.

dan lain sebagainya. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses .hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. percobaan suatu merode mengajar. guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung. loka karya dan sejenisnya. tugas belajar. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG).keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. Pengembangan personel. Hal. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. 2.guru. diantaranya administrasi sekolah meliputi: a. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal.guru untuk meningkatkan kinerja. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru).

gaji.y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d. Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c. Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah . Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat.

Penggunaan program semester b. Penyusunan rencana harian d.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. Buku daftar nilai h. diantaranya: a. j. . Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. Kumpulan soal f. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k. Penggunaan rencana pembelajaran c. Program dan pelaksanaan evaluasi e. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. Buku pekerjaan siswa g. Buku analisis hasil evaluasi i. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga.

Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi.membangun visi dan misi. guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. . pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. terjadi perubahan yang berbeda. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan.kurikulum.BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. kesejahteraan. Tanggung jawab kepala sekolah . Dengan adanya desentralisasi. jumlah murid. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan. Oleh karena itu. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). pemahaman. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. buku pelajaran. Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS).

Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). yaitu : 1. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran .Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. Menurut Alton. . Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. B. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut.

Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung.C. 4.serta personil. 2. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. 3. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.terprogram dan berkesinambungan. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. 5. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. Relevansi. Ilmiah. yaitu : 1. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. Fungsional. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. Karenanya. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. . material.

c. Mempelajari alat pengajaran. b. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. Konstruktif dan kreatif. D. 8. dengan melakukan : . Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. 7. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. Demokrasi. perlengkapan. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. c. b. Kooperatif. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. dengan melakukan : a.5. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. Objektif. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. merumuskan tujuan pembelajaran. 6. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. d. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran.

yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. metode yang digunakan. 4. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. c. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. dan sebagainya. alat yang dipakai. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. b. . 3. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. Pembicaraan individual. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru.a. Memperbaiki alat pembelajaran. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. 4. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. 2. baik itu bersifat individu maupun kelompok. Demonstrasi mengajar. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. d. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. Diskusi kelompok. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. Penasehat ahli dan resource person. tukar menukar informasi. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. 3. memilih buku pelajaran. Kunjungan kelas. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2.

. 6. atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing.5. mempertemukan ide-ide. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri. Lokakarya. yaitu kesempatan untuk bekerja sama. mendiskusikan masalah-masalah bersama. Kunjungan kelas antar guru.

ada solusinya dengan pembelajaran´ A. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. Supervisi dilakukan secara tradisional. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. 4. . Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1. Pengawasannya lebih bersifat administratif. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. 2. 3.. bukan terhadap supervisi itu sendiri. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. Supervisi disamakan dengan evaluasi. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. Mereka sebenarnya ³benci´. Akan tetapi meskipun demikian. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya.

5. 4. Observasi secara cermat. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. 6. Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. 2. 4. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. 3. 5. Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. 1. B. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference).kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. . Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. 2. 3. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka.

6. 7. bukan dari supervisor. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. C.Jadi. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. Keterampilan dalam mengajar. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. pelaksanaan. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. D. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. serta percobaannya. b. 2. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. 5. 3. 4. dan d. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. c. Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. .

2. Tahap pertemuan pendahuluan.2. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. 4. Prosedur Supervisi Klinis 1. tentunya yang mereka alami. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . 5. F. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1. 3. 4. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. 3. E. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. 5. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan.

pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. Tahap pertemuan balikan. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. . Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. e. Tahap pengamatan mengajar. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. 2. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. c. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. yaitu: a. b. b. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. e. 3. Bersama menginterpretasikan data rekaman. g. c. d. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. d. f. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya.

menganalisa kelebihan dan kelemahannya. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. 5. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. Kriteria dan teknik observasi. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. menasehati.h. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. tidak ³mengancam´ dan menakuti. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. sedang mengajar maupun setelah mengajar. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. 2. 3. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. b. menanggapi. mengobservasi. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. Kesadaran dan kepercayaan diri. 4. 2. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. G. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. c. H. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas.

Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. d. Fokus.a. . Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. 3. f. Kriteria adan teknik balikan. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. b. e. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. bukan menilai penampilan guru. c. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. dan sebagainya. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. f. Pola mengajar. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. h. kepada hal yang akan diamati. g. e. Tepat waktunya. c. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. Bersifat spesifik. Membuat guru tidak merasa gelisah. d. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. i. b.

I. 2. Keyakinan. yaitu: a. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1. b. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya.j. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. . Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. strategi. Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. d. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka. c. b. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru.

dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. 6. 5. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. 3. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. mengobservasi. 4. 7. i. J. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. dihargai dan maju. .c. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. Pengenalan lebih lanjut. observasi mengajar. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. Keterampilan dalam berkomunikasi. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. g. d. e. f. dan pertemuan balikan. Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. h. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. 2.

3. 5. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. 8. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. 11. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. 2. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. 4. K. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. jurusan. Mekanisme kerja antara fakultas. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. 6. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. institut. 10. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. Ketenagaan yang meliputi jumlah. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. 9.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. . Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. guru pamong. 7. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan.

Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´.2. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. 5. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur. 7. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. 6. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. 4. Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. 3. yang telah disusun terpaksa . serta perlengkapan lainnya. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru.

sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. Pengorganisasian 3. Meliputi : 1. A. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. 2. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. Dari segi kepemimpinan. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. 4. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. Perencanaan 2. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. 3.wewenang dan tanggung jawabnya. Pengarahan 4. Pengawasan. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik.

Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. Memiliki visi kedepan. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial. tidak jelas. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property. Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. B. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. 7. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus. Arthur G. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. dan output system sosial tersebut. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . 6.baik mengenai struktur sosial . 2.5. 4.baik mengenai tujuan. 3. dan tidak menentu. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. C. James M. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan.

Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu. dan sebagainya. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi. Lincoln. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses. Seperti Gandhi.dominasi. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan. yang kemudian melahirkan teori sifat. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1.energy. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. . Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi.percaya pada diri sendiri. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. C. 2.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

2. di antaranya : 1. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. 3. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia. serta kompeten. Meremehkan bawahan. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. maka rasa percaya dirinya akan luntur. . Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari.

Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. c. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. 9. Memperhatikan diri sendiri. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b. 6. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan.4. Menganakemaskan seorang karyawan. karena bisa merusak moral karyawan lain. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. mereka akan sangat termotivasi. 8. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. 7. 5. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d.

Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi.e. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. Mengingat di sekolah . termasuk sekolah yaitu : 1. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. sehingga memperoleh kepuasan. 3. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. 2. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. E. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan.

pengembangan program pendidikan dan supervise. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi . 2. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. yaitu unsure manusianya. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. 3. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. 4. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

dan memperkuat.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai. 5. yang mendefenisikan. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini. dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. . 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru.

Satandar kualifikasi. Manajer. 6. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. Membina kesiswaan 3. Merencanakan pengembangan. Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. orang tua. dan / masyarakat. Administrator. B. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. Standar Kepala Sekolah 1. Supervisor. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. meliputi : a. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . bertanggung jawab. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah.

Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah.b. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. . c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. c. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal.

Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. e. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. p) Melakukan monitoring. sumber belajar. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. d. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. c. dan [embiayaan sekolah/madrasah. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. . serta merencanakan tindak lanjut. b. evaluasi. transparan dan efisien. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah.

Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. Daftar riwayat hidup c. f. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. Menjadi guru teladan/berprestasi b. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. . Ijazah yang dipersyaratkan. b. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. d. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. e. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. Seleksi Kepala Sekolah 1. C. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a.

Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. nasihat. b. c. kepribadian. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. Kompetensi Pedagogik a. dan implementasi kebijakan pendidikan. kepemimpinan. Penilaian. psikologi perkembangan dan organisasi. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. koordinasi. penelitian. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. 2. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. supervise manajerial sekolah. Kompetensi Profesional a. Paparan makalah D. 2. c. . Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. pengembangan SDM sekolah efektif. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. e. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. monitoring. Seleksi Tahap II a. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan.c. pengelolaan sekolah efektif. sosiologi dan andragogi d. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. pelaporan. dan pengemabangan pendidikan.

4. d. e. e. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. guna mendapatkan pengawas yang professional. Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. Kompetensi personal a. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . d. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. b. c. diskusi dan sejenisnya. Kompetensi Sosial a. a. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. seminar.3. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. f. b. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya.

Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4.ini Depdiknas. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8.

b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika. pendidikan Bahasa Indonesia.5 tahun. Teknologi Pendidikan. 3. dan pendidikan bidang lainnya. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. pendiidakn biologi. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6. . Kualifikasi 1. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD. 2. 6. 3. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. 8. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. 4. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. Persyaratan Administratif 1. 4. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun.b. 3. 5. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. SLB. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. c. Seleksi Rekrutmen 1. . Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah.

Seleksi Tahap II 1. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. usia. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien.5. d. prestasi yang pernah dicapai. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. pekerjaan sekarang. 8. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. pangkat dan golongan. tingkat pendidikan. Tes tertulis meliputi: a. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. pengalaman kerja. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. 2. 6. 3. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. 7. Tes potensi akademik .

Tes kreatifitas 4. penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. 2. inisiatif. numerical. Potensi akademik (kemampuan verbal. . motivasi. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. Kepribadian yang meliputi : sikap. Tes kecerdasan emosi c.b. penalaran dan persepsi ruang). Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. dan kreatifitas. kerjasama. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. Tes kepribadian 3.

Evaluasi hasil belajar. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Stabil c. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. Perencanaan pembelajaran e. Kompetensi pedagogic. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. dan dialogis f. Berwibawa f. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. 2. Arif dan bijaksana e. Pemahaman terhadap peserta didik c. dan g. Mantap b. Dewasa d. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. Berakhlak mulia g. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Pengembanagn kurikulum atau silabus d.

b. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c.c. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. tenaga kependidikan. 4. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. orang tua/wali peserta didik d. Ahli dalam ilmunya. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. sesame pendidik. b. 2. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Konsep. struktur. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. B. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. b. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. Paradigma profesionalitas Guru a.

Memiliki kode etik C.c. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. . Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. penilaian. 3. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. baik dalam perencanaan. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. maupun pengendalian pengajaran. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b. yang telah berwenang mengajar secara mandiri. Mementingkan kepentingan orang lain. pelaksanaan. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. Memiliki sertifikat kualifikasi d.. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. g. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. pelaksanaan. penilaian. 2) Tenaga seni professional.

Dapat bekerja sama dengan BP3 . 2. antara lain: a. Bersikap simpatik c. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. 3. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Mengapa Guru Harus Profesional 1. Memahami tujuan pendidikan h. Percaya Kepada Diri Sendiri c. D. 2. Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. f. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. Mampu menjalin hubungan insane i. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. j. penilaian. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. E. kompetensi Sosial Guru. Kompetensi Keguruan 1. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. Kompetensi Kepribadian. Bersikap terbuka dan demokratis e. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. beriman. Tenggang Rasa dan toleran d. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.

Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m.d. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k. h. j. Memahami kurikulum dan perkembangannya r. Berani mengambil keputusan q. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. Pengelolaan kelas d. Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Menguasai metode berfikir i. Pengelolaan belajar mengajar c. bidang studi yang dibinanya. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. 3. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. Mampu memahami karakteristik peserta didik n.

Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. produktivitas tinggi. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . kinerja unit. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. 3. F. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. kinerja pegawai. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. laporan tepat waktu. Berkenaan dengan kinerja dalam A.4. perilaku ini mungkin meningkat. tujuan unit dan tujuan pegawai. . Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. 2. yakni kinerja organisasi. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. dapat diamati dan dapat diukur. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku.

kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat. Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya. Pandangan yang sama mengartikan. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim.Dalam kondisi seperti ini. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat. .BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. B. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman. Apabila dihubungkan dengan kualitas. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat.

d. f. . e. Mengembangkan kualitas guru. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama. Mengembangkan kreativitas. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c.C. Peningkatan kemampuan manajemen.

Sementara itu. Dana dari donatur 4.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. 2. Belanja pegawai. c. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. berupa gaji. Anggaran rutin. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. dana pensiun. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. bea siswa. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. dan tunjangan sosial. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . lembur dll b. cetak/ kopi. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan.

2. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. 2. 4. penambahan ruang. administrasi. Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. b. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. pada saat iplementasi. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . serta pengadaan media dan bahan ajar. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. Aspek analisis. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1.2. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat.

sehingga dapat dikatakan biaya. 6. Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. Analisis kemenfaatan biaya 3. proses pendidikan tidak dapat berjalan. .sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. 4. 5. Analisis keefektifan biaya 2. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. Dengan pembiayaan tersebut. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. Analisis kefisibilitas biaya B.

pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. B. organisasi profesi. keluarga. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. kemauan.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. kelompok. dan kemampuan untuk berkembang. C. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A.

2. kemitraan. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. meningkatkan. 3. 2. tanggung jawab. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. 3. jenis dan jalur pendidikan. 4. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. BP3. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. mengawasi. menengah dan tinggi. dan mengembangkan sekolah Memantau. 4. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. 2. antara lain : 1. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. Dewan Sekolah. 3. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. . dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. Komite Sekolah. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1.

Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . khususnya dengan dunia kerja. di antaranya : 1. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. 3. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. yaitu : 1. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. atau dunia industri. Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. C. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. dunia usaha. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. yaitu : 1. Dengan kata lain . 4. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. 2. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. 2.5. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

4. Di Sekolah Dasar. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. 3.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. Di Sekolah Menengah Umum.namun jika ada satu lowongan. . Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Secara Makro. pada setiap jenjang. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. 2. penyusunan kurikulum. atau mengundang narasumber ke sekolah.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. karena dalam kenyataannya. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. Di Sekolah Menengah Kejuruan. 3. Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . 2. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja.

penyelenggaraan pendidikan magang. baik secara individual maupun lembaga. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. 6. Oleh karena itu. bantuan. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. jaringan kerja dan jalinan kerja. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. 1. 3. D. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. 2. 5. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. Pusat kegiatan masyarakat. yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. serta pemasaran lulusan.sekolah dengan orang tua siswa. 5. 4. Hubungan sekolah dengan masyarakat. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. Di Perguruan Tinggi. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. evaluasi program dan hasil. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama.

2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Adanya kesamaan tanggung jawab. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.a. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Adanya kesamaan tujuan. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. b. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. . a. b. 2. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian.

Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . prosedur. dalam mencari sesuatu tersebut. produksi.BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A. . juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. efektivitas. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. 1. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. penambahan. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. b. Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. evaluasi. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. c. supervisi. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. 1984 :16). kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. d. a. dan akuntabilitas pengelolaan. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. bertanggung jawab dan berkelanjutan. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. f. (Hanafi & . e. 1994 : 34).

Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. supervisi. h. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). . j. 2. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. m. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. k. evaluasi. b. a. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. secara terus menerus. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. i. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan.g. l. Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah.

komite sekolah/ madrasah.c. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. 5. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . serta perubahan sistem pendidikan. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. keseimbangan beban kerja. maupun perubahan sosial. b. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. pemakai lulusan. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. b. . Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik.dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. 4. 3. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. c. pada akhir semester akademik . c. c. d. b. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. dan alumni. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian.

Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. hubungan sosial. minat. 3. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. pengumpulan data. evaluasi memiliki beberapa tujuan. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran.B. bakat khusus. (4) analisis data. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. antara lain sebagai berikut : 1. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. 2. Kalau materi pelajaran . 4. C. (1) perencanaan. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Dengan penilaian. (3) pengolahan atau verifikasi data.(2) pelaksanaan. intelegensi.

seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. 2. Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. 2. Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum.´ . dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. 3. 1. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. penempatan .1989). Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. D. dan diagnostik.

umpamanya di akhir semester. yaitu : a. 3. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat.prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. Artinya dengan hasil tes yang ada. Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi. paket atau tingkat. E. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan. Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. program . Prinsip. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . . Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar.1.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. karena dia dilaksanakan terakhir. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. 2. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran.

b. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. 4. c. 6. 5. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar. dan penyusunan silabus telah memadai? . Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. F. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. sesuai dengan alokasi waktu. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. 3. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. 2.

Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. G.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. 4. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. Misalnya. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. Mendidik . dan bagi siswa secara individu pada khususnya. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. 2. kemajuan dan kemampuannya. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. guru menilai proyek. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. 2. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian. 3. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. Disamping itu. 3. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan.

terencana. 5. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. Dengan berpijak pada kompetensi ini. 9. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 8. sikap. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. Bermakna . tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. 6. 4. berkesinambungan. Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 7. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan.

kinerja/ penampilan (performence). Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. 2. H. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. Karenanya. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. I. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. perkembangan dan perubahan siswa. dan tes tertulis (paper and pencil). yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . hasil karya (produk). melainkan juga : 1. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. penugasan (proyek). berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi.Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Perhatian terhadap siswa ketika duduk.

J. kuesioner. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . skala sikap dan catatan anekdot. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. 2.harus diikuti dengan langkah bimbingan. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. angket. sebagai alat evaluasi hasil belajar. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. wawancara. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi.dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. tes minimal mempunyai dua fungsi . Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik.

Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. 3. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. antara lain : 1) Pensekoran mudah.

2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. . soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. b. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum.Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K. Misalnya.

Ulangan Harian/Blok. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : .4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. analisis. Proyek Akhir. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. 5. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. 4. Pertanyaan Lisan. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Tugas Individu. M. 6. sampai sintesis dan evaluasi. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. makalah atau tugas presentasi individu. Tugas Kelompok. Kuis. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. 3. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. prosedur. 2. prinsip atau teorema. Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Ujian Praktik. 7. L. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme.

baik dari segi teknik. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. Sahih. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. pengamatan. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. Objektif. 8. c. berarti prosedur penilaian. 5. suku. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. d. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. 6. 4. Menyeluruh dan berkesinambungan. prosedur. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. 3. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. b.1. Adil. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. adat istiadat. Akuntabel. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Sistematis. criteria penilaian. maupun hasilnya. budaya. 9. Terbuka. dan gender. Terpadu. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. 7. Melaksanakan tes. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. Penilaian oleh pendidik a. . Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. status social ekonomi. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. Beracuan criteria.

Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. f. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. f. b. e. g. Penilaian oleh satuan pendidikan a. 2. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . g. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. i. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. c. h. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. d.e. i. h. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan.

3. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan.j. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. f. jujur dan adil. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. c. b. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A. . Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. Penilaian oleh pemerintah a. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. e. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. d.

agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. 2. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris.kurikulum. 3. 4. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. yaitu : 1. atau ³mengarahkan´. ³membantu´. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. . akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks. B. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. tidak sebagai pengkotakan kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. yang berarti ³melayani´.

Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. 3. ordonator dan bendaharawan) b. Asas pemisahan tugas (otorisator. teratur dan benar. 4. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. yaitu awal tahun pelajaran. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. yaitu : 1. 5. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. terdapat beberapa jenis kegiatan. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. f. Ketata usahaan sekolah d. dengan memodifikasi data mengenai siswa. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. Pengawasan e. Didalamnya dibahas antara lain : a. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Administrasi perlengkapan/ barang . Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah.

emosional dan kejiwaan peserta didik. terdiri dari : kartu pos. b. kursi. khususnya proses belajar mengajar. Menurut jaminan dan keamanan isinya. surat bersampul. 6. surat pesanan. d. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. surat peringatan. surat panggilan. e. surat penawaran. . dan surat pengumuman. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. surat pengantar dan surat lamaran kerja. surat laporan. warkat pos. social. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. meja. faksimil. kecerdasan intelektual. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. surat perjanjian. Menurut sasarannya. dan teleks. surat rahasia. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. seperti : gedung. c. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. b. surat pribadi dan surat niaga. ruang kelas. surat permohonan. telegram. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. Menurut isi dan asalnya. terdiri dari : surat biasa. serta alat-alat dan media pengajaran. surat perintah. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. surat keputusan. Menurut wujudnya. terdiri dari : surat sangat rahasia. surat edaran.

yaitu makin meningkatkan efisiensi. seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. terdiri dari : surat biasa. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. Menurut urgensinya. mengorganisasikan. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. terdiri dari : surat biasa. surat kilat dan surat kilat khusus. mengarahkan. surat penting dan surat sangat rahasia. Menurut cara penyampaiannya. g. Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. 3.f. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. Pendahuluan . 2. 4. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya. C.

dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. sulit untuk diwujudkan manakala. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. penelitian. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. Dalam tataran birokratis. B. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. study report. diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. atau guru bidang studi total. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. observasi. praktek system ganda. Sedangkan dalam tataran praktis. magang. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. .Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan.

Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. Dalam hal ini. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. 3. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. Mengutip pendapat Slamet PH. 3. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. cekat dan akurat. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. misi dan strategi. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. .Dengan demikian. 2. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. C. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. 2. Memiliki visi. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. cepat. artinya secara tepat. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1.

mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. tidak membuat keputusan. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. 7. lingkungan dan keterampilan personal. 14. Dengan demikian. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas.4. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. . pendidik. 9. proses. pemborosan. prestasi. pertanggungjawaban. wirausahawan. standard an nilai-nilai. 16. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. 17. yaitu merumuskan sasaran. mediokrasi. rencana. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. imitasi. 6. yaitu ketidakpedulian. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah.arogansi. 12. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Menjalankan empat hal. pencipta iklim kerja. pembaharuan dan pembangkit motivasi. 8. 15. pemimpin. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. 5. program. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. kecurigaan. 13. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. administrator. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. penyedia. serta menumbuhkan solidaritas. 11. 10. Menggunakan input manajemen. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. Memahami. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. termasuk penyusunan tingkat tujuan. social maupun ekonomi. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. c. kebijakan-kebijakan. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. penekanan pada pembelajaran B. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan.A. prosedur-prosedur. Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. Kecocokan. Iklim Sekolah 1. . lingkungan belajar yang kondusif. prioritas. Standar-standar. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. baik dari segi budaya. b. Tanggung jawab. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a.

saling percaya dan saling mendukung satu sama lain.d. b. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. Komunikasi yang lancer. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. hingga tidak membingungkan dan meragukan. Kepemimpinan. . keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. c. f. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. Tujuan yang focus. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. Kekuatan persamaan yang optimal. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. Kehangatan dan dorongan. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. e. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. Kejelasan organisasi. Dalam organisasi yang sehat. d. Ganjaran. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. g. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. 2. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. Kepaduan yang kuat. e.

Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi.f. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. tekanan.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. Keinovasian yang dinamis. Semangat juang. Pemecahan masalah yang memadai. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. h. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. i. C. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. Otonomi yang membebaskan. j.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. g. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . Dalam organisasi yang sehat. kepercayaan. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. administrator dan supervisor dan juga para siswa. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. 3.

Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. serta perilaku masyarakat dalam kerja. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. nilai tindakan. Budaya pada tingkat asumsi. Nilai berbagai aktivitas. Budaya pada tingkat nilai. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. berbagai prioritas nilai. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . Analisa nilai. Analisa kepercayaan. b. Analisa sejarah sekolah. d.sekolah yang bebas. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. Budaya pada tingkat artifak. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. c. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. 2.

adanya interaksi social yang baik. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. supervisor dan manajer ? e. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. dan perubahan kedua individual. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. D. serta adanya control kerja yang jelas. E. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. Melalui analisa tersebut. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. Analisa norma-norma dan standar-standar. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. adanya masa depan yang jelas. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri. perubahan hubungan dengan orang lain.d. Analisa bentuk perilaku. merupakan inti dari tugas supervisor.

produktivitas sekolah. . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor.penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful