MAKALAH CIVIC EDUCATION

SISTEM PEMERINTAHAN

Dosen : Jhon Fakhrurrazi, Amd. Par, S. Sos, MH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM KUANTAN SINGINGI 2011/2012

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan tugas ini dengan judul “ SISTEM PEMERINTAHAN ” sebagai salah satu tugas untuk menyelesai kan pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam Tahun Pengajaran 2011/2012. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis dengan hati terbuka mengharapkan saran-saran dan kritikan-kritikan yang membangun (konstruksi) demi kesempurnaan tugas yang akan datang. Selanjutnya dalam kesempatan ini penulis tidak lupa untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan dan bantuan, terutama kepada : 1. Bapak Jhon Fakhrurrazi, Amd. Par, S. Sos, MH selaku pembimbing tugas ini 2. Ayahanda dan Ibunda serta kakak adik yang tercinta yang telah banyak memberikan semangat dan dorongan yang berharga selama mengikuti pendidikan dan dalam penyeselaikan tugas ini. 3. Tidak lupa kepada rekan-rekan seperjuangan serta seluruh pihak terkait yang turut membantu penulis dalam menyelesaikan tugas ini, Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan yang setimpal kepada Bapak, Ibu, Kakak, Adik dan seluruh rekan-rekan sekalian. Akhir kata penulis mengharapkan agar tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi pihak yang memerlukannya.

Teluk Kuantan, 19 Maret 2011 Hormat Saya

SETRIA

Sistematika Penulisan ………………………………………………….1..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………………………. DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….2.3... Perumusan Masalah…………………………………………………. BAB I : PENDAHULUAN…………………………………………………………. 1.. Kesimpulan ……………………………………………………………. BAB II : PEMBAHASAN MASALAH 2.. DAFTAR PUSTAKA ..4.... 1. Saran-saran ……………………………………………………………..2. Landasan Teoritis ……………………………………………………… 2..2. Latar Belakang Masalah……………………………………………….Tujuan Dan Manfaat Penulisan ………………………………………. 3.1. BAB III : PENUTUP 3.. 1.1. 1. Pembahasan Masalah ………………………………………………..

menjaga tingkah laku kaum mayoritas maupun minoritas. absolut maka hal itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut. 2. Jika suatu pemerintahan mempunya sistem pemerintahan yang statis. ekonomi. 1. Sistem pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis. Hingga saat ini hanya sedikit negara yang bisa mempraktikkan sistem pemerintahan itu secara menyeluruh. menjaga kekuatan politik.2 Perumusan Masalah Agar perumusan masalah ini tidak meluas maka penulis perlu membatasi ruang lingkup masalah Sistem Pemerintahan ini adalah sebagai berikut : 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu.Sistem pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok untuk menjalankan roda pemerintahan guna menjaga kestabilan negara dalam waktu relatif lama dan mencegah adanya perilaku reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu sendiri. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut. menjaga fondasi pemerintahan. Pengertian Sistem Pemerintahan. pertahanan. Sistem Pemerintahan Indonesia. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem pemerintahan yang dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat. keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan yang kontiniu dan demokrasi dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam pembangunan sistem pemerintahan tersebut. Secara luas berarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan masyarakat. Secara sempit. . maka penulis memberi judul“ SISTEM PEMERINTAHAN “.BAB I PENDAHULUAN 1.

7. Kelebihan Sistem Pemerintahan Indonesia Kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia 1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Sistem Pemerintahan Pengelompokkan Sistem Pemerintahan Mengetahui Pelaksanaan Sistem pemerintahan Negara Indonesia. 2. 3. Dalam penulisan makalah ini penulis memberikan beberapa tujuan dan manfaat dari makalh ini. 1.3. Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidensial. 4. Manfaat penulisan 1.2. Sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah Civic Education. 9. 3. 7.3. 8. Di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuantan Singingi. Pengaruh Sistem Pemerintahan Satu Negara terhadap Negara lain. 4. Sebagai referensi bagi penulis dalam pembuatan makalah beikutnya.1 Tujuan dari Penulisan 1.3. 2. Sebagai pedoman untuk menambah wawasan dalam menulis dan membuat suatu karya ilmiah terutama pada makalah ini. Mengetahui Perbedaan Sistem Pemerintahan Indonesia dengan Sistem Pemerintahan Negara Lain 6. 5. . antara lain sebagai berikut : 1. Sebagai bahan bacaan dan lebih memahami bagaimna tata cara penulisan makalah. 6. Kekuangan Sistem Parlementer dan Presidensial. Sistem Pemerintahan Campuran. Ciri-ciri Pemerintahan Parlementer dan Presidensial. Perbedaan Sistem Indonesia dengan Negara lain.3Tujuan dan Manfaat Penulisan Setiap penulisan suatu masalah atau setiap kegiatan dilakukan tentunya harus memiliki suatu tujuan dan manfaat. 5. Kelebihan Sistem Pmerintahan Parlementer dan Presidensial.

BAB III : PENUTUP Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran-saran penulis yang sebagaimna telah di uraikan dalam bab-bab sebelumnya.1. Perumusan Masalah. . BAB II : PEMBAHASAN MASALAH Dalam bab ini menguraikan tentang Landasan Teoritis dan Pembahasan Masalah.4 Sistematika Penulisan Pembahasan yang penulis lakukan terdiri dari 3 Bab yang akan diuraikan. Adapun sistematika penulisan ini adalah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Dalam penulisan bab ini membahas tentang Latar Belakang Masalah. Tujuan dan Manfaat Penulisan serta Sistematika Penulisan.

dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. daerah. cara. Kekuasaan dalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga. atau. eksekutif. yaitu :  Kekuasaan Eksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan.BAB II PEMBAHASAN MASALAH 2. Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah. jaringan. . pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislatif. Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah. kata-kata itu berarti: a. atau cara. hal.1 Pengertian Sistem Pemerintahan Istilah sistem pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan. tatanan. pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Sistem pemerintaha diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. Negara. dan yang berasal dari kata perintah. urusan dalam memerintah Maka dalam arti yang luas. Dalam arti yang sempit. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau b. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia. Pemerintahan adalaha perbuatan. c.

Presiden merangkap jabatan sebagai perdana menteri sehingga para menteri tidak bertanggung jawab kepada . Jadi. Dalam suatu negara yang bentuk pemerintahannya republik.  Kabinet Presidensial Kabinet presidensial adalah suatu kabinet dimana pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh presiden. dan kabinet ministrial. tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Setiap departemen akan dipimpin oleh seorang menteri. perdamaian abadi dan keadilan social. dan bekerjanya lembaga negara dalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan. Kabinet dapat berbentuk presidensial. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. system pemerintaha negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga negara. presiden adalah kepala negaranya dan berkewajiban membentuk departemen-departemen yang akan melaksakan kekuasaan eksekutif dan melaksakan undang-undang. Tujuan pemerintahan negara pada umumnya didasarkan pada cita-cita atau tujuan negara. Apabila semua menteri yang ada tersebut dikoordinir oleh seorang perdana menteri maka dapat disebut dewan menteri/cabinet. Lembaga-lembaga yang berada dalam satu system pemerintahan Indonesia bekerja secara bersama dan saling menunjang untuk terwujudnya tujuan dari pemerintahan di negara Indonesia. mencerdaskan kehidupan bangsa. hubungan antar lembaga negara. Misalnya. Kekuasaan Legislatif yang berarti kekuasaan membentuk undang-undang  Kekuasaan Yudikatif yang berarti kekuasaan mengadili terhadap pelanggaran atas undang-undang. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputi lembaga eksekutif. legislatif dan yudikatif.

Negara Inggris dianggap . yaitu Kabinet Parlementer dan Kabinet Ekstraparlementer. kabinet nasional. Kabinet Parlementer adalah suatu kabinet yang dibentuk dengan memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara yang ada didalam parlemen. dan memperhitungkan suara-suara serta keadaan dalam 2. Kabinet Ministrial dapat dibagi menjadi dua. yaitu kabinet koalisi. Pada umumnya. Apabila dilihat dari cara pembentukannya. kabinet parlementer dibagi menjadi tiga. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet ini adalah negara-negara di Eropa Barat. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. baik seorang menteri secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama seluruh anggota kebinet bertanggung jawab kepada parlemen/DPR. dan kabinet partai. Jika dilihat dari komposisi (susunan keanggotaannya). sistem pemerintahan presidensial.perlemen/DPR melainkan kepada presiden. sistem pemerintahan parlementer. Kabinet Ekstraparlementer adalah kebinet yang pembentukannya tidak memperhatikan parlemen/DPR. negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. 2. yaitu: 1.2 Sistem Pemerintahan Parlementer Dan Presidensial Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet presidensial adalah Amarika Serikat dan Indonesia  Kabinet Ministrial Kabinet ministrial adalah suatu kabinet yang dalam menjalankan kebijaksaan pemerintan.

Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciriciri yang dijalankannya. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial.  Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut : 1. Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya. \ Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen). Bahkan. Untuk lebih jelasnya. berikut ini ciri-ciri. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer. kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia. . Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif.sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. Sistem pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. Dari dua negara tersebut.

Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen.  Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer 1. 3. kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. . Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen. Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif.2. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Dalam sistem ini. Selanjutnya. 5. 6. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru. Hal ini berarti bahwa sewaktuwaktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. 4. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen.

sistem pemerintahan Presidensial Dalam sistem pemerintahan presidensial. anggota kabinet dapat mengusai parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. 4. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif.2. 3. 2. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah. .  Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer 1. 3. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya.

berikut ini ciri-ciri. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. . Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. membubarkan parlemen seperti dalam sistem Sistem pemerintahan Presidensial merupakan system pemerintahan di mana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab kepada parlemen (legislatif). Filiphina. Indonesia.Untuk lebih jelasnya. Argentina. Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen.  Ciri-ciri dari sistem pemerintahan presidensial adalah sebagai berikut. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. 4. Presiden tidak dapat parlementer. Presiden tidak dipilih oleh parlemen. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. 1. 6. Pakistan. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. 3. Contoh Negara: AS. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. 2. 5.

Menteri dan perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen.  Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial 1. Presiden Indonesia adalah lima tahun. India. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. 4. parlemen mempunyai kekuasaan yang besar dan mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap eksekutif. 2. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Contoh Negara: Kerajaan Inggris. Dalam system pemerintahan ini. 2. 3.  Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial 1. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun. Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak.sistem pemerintahan Parlementer merupakan suatu system pemerintahan di mana pemerintah (eksekutif) bertanggung jawab kepada parlemen. Malaysia. Australia. Belanda. . Misalnya.

Filipina. Contohnya. kemudian dicontoh oleh negara-negar lainnya. terdapat variasi-variasi disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara yang bersangkutan. . Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensial tidak akan sama persis dengan sistem pemerintahan presidensial yang berjalan di Amerika Serikat. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing dianggap pelopor dari sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer. Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial: Amerika Serikat. negara Prancis sekarang ini. Dari dua model tersebut. Mesir. tetapi juga terdapat perdana menteri yang diangkat oleh presiden untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Malaysia. 3.3. dan Argentina. Bahkan. Misalnya. Brasil. sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer merupakan dua model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. Dan contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlemen : Inggris. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya.3 Pengaruh Sistem Pemerintahan Satu Negara Terhadap Negaranegara Lain Sistem pemerintahan negara-negara didunia ini berbeda-beda sesuai dengan keinginan dari negara yang bersangkutan dan disesuaikan dengan keadaan bangsa dan negaranya. Jepang. Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer. Negara tersebut memiliki presiden sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan besar. India. dan Australia. negara-negara tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan parlementer (mixed parliamentary presidential system).

tidak semua praktik pemerintahan di Indonesia bersifat tiruan semata dari sistem pemerintahan Amerika Serikat. Mereka melakukan pengamatan. perbandingan sistem pemerintahan negara yang dikunjungi dengan sistem pemerintahan negaranya. Salah satu kegunaan penting sistem pemerintahan adalah sistem pemerintahan suatu negara menjadi dapat mengadakan perbandingan oleh negara lain. Sebagai negara dengan sistem presidensial. Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan dengan negaranegara lain. Para pejabat negara. Indonesia banyak mengadopsi praktik-praktik pemerintahan di Amerika Serikat. Seusai kunjungan para anggota parlemen tersebut memiliki pengetahuan dan wawasan yang semakin luas untuk dapat mengembangkan sistem pemerintahan negaranya. Suatu negara dapat mengadakan perbandingan sistem pemerintahan yang dijalankan dengan sistem pemerintahan yang dilaksakan negara lain. . dan para anggota parlemen negara sering mengadakan kunjungan ke luar negeri atau antarnegara. Negara-negara dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan antarsistem pemerintahan. Misalnya. Konvensi Partai Golkar menjelang pemilu tahun 2004 juga mencontoh praktik konvensi di Amerika Serikat. Pembangunan sistem pemerintahan di Indonesia juga tidak lepas dari hasil mengadakan perbandingan sistem pemerintahan antarnegara. politisi. Contohnya. sedangkan di Amerika Serikat tidak ada lembaga semacam itu. Indonesia mengenal adanya lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat. pemilihan presiden langsung dan mekanisme cheks and balance.Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. pengkajian. Namun. Mereka bisa pula mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang bersangkutan.

sistem pemerintahan Campuran Dalam system pemerintahan ini diambil hal-hal yang terbaik dari system pemerintahan Presidensial dan system pemerintahan Parlemen. 2. Contoh Negara: Perancis. Sistem pemerintahan dari kedua negara tersebut selanjutnya banyak ditiru oleh negara-negara lain di dunia yang tentunya disesuaikan dengan negara yang bersangkutan. MA sebagai lembaga pengadilan dan penguji aturan.Dengan demikian. 3. Komposisi MPR terdiri atas seluruh anggota DPR ditambah DPD yang dipilih oleh rakyat. 5. sistem pemerintahan suatu negara dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau model yang dapat diadopsi menjadi bagian dari sistem pemerintahan negara lain. . MPR bukan lembaga tertinggi lagi. Sistem Pemerintahan menurut UUD ’45 sebelum diamandemen: 1. BPK pengaudit keuangan. 6. DPR sebagai pembuat UU. juga memiliki perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Selain memiliki presiden sebagai kepala Negara. Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan. Kekuasaan tertinggi diberikan rakyat kepada MPR. DPA sebagai pemberi saran kepada pemerintahan. 4. 2. Sistem Pemerintahan setelah amandemen (1999 – 2002) 1. Amerika Serikat dan Inggris masing-masing telah mampu membuktikan diri sebagai negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial dan parlementer seara ideal.

3. Kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia 1. kelebihan Sistem Pemerintahan Indonesia 1. Presiden dan menteri selama masa jabatannya tidak dapat dijatuhkan DPR. 3. Indonesia menganut sistem Presidensial. 5. Pemerintah punya waktu untuk menjalankan programnya dengan tidak dibayangi krisis kabinet. 2. Presiden tidak dapat membubarkan DPR. Perbandingan Sistem Pemerintahan Pemerintahan Negara Lain Indonesia dengan Sistem Berdasarkan penjelasan UUD ’45. 2. Perbedaan Sistem Pemerintahan Indonesia dan Sistem Pemerintahan Malaysia 1. Pengawasan rakyat terhadap pemerintah kurang berpengaruh. Sering terjadinya pergantian para pejabat karena adanya hak perogatif presiden. Tapi dalam praktiknya banyak elemen-elemen Sistem Pemerintahan Parlementer. Presiden tidak dapat memberlakukan dan atau membubarkan DPR. Kekuasaan Legislatif lebih dominan. Jadi dapat dikatakan Sistem Pemerintahan Indonesia adalah perpaduan antara Presidensial dan Parlementer. 4. Pengaruh rakyat terhadap kebijaksanaan politik kurang mendapat perhatian. Presiden dan wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Badan Eksekutif . Ada kecenderungan terlalu kuatnya otoritas dan konsentrasi kekuasaan di tangan Presiden. 4.3.

2. Badan Legislatif a. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat). Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Di Malaysia ada 2 Dewan Utama dalam badan perundangan yaitu Dewan Negara dan Dewan Rakyat yang perannyan membuat undang-undang. 5.2 Sistem Pemerintahan Indonesia a. Di Indonesia berada di tangan DPR yang perannya membuat undang-undang dengan persetujuan Presiden 4. b. 6. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. Badan Eksekutif Malaysia terletak pada Perdana Menteri sebagai penggerak pemerintahan negara. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sistem Konstitusional. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. 4.a. b. Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut : 1. . Badan Eksekutif Indonesia terletak pada Presiden yang mempunyai 2 kedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. 3. Menteri negara ialah pembantu presiden. 7. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen. 2.

Untuk itu. Namun. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. . jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif. Mekipun adanya kelemahan. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi : 1. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. Sistem pemerintahan lebih stabil. Karena itu tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. 2. tidak mudah jatuh atau berganti. dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara dari pada keuntungan yang didapatkanya. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Hampir semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Memasuki masa Reformasi ini.Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. Konflik dan pertentangan antar pejabat negara dapat dihindari.

Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004. Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut. Untuk masa jabatan 2004-2009. 3. Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. b. Sistem pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Diamandemen. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali. sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional. diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. . presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. dan 2002. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. 1.Berdasarkan hal itu. sedangkan sistem pemerintahan presidensial. berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini. yaitu pada tahun 1999. Bentuk pemerintahan adalah republik. 2000. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. 2. 2001.

Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. 6. 2. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. dan pemberian . 3. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Jadi. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran) Dengan demikian. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. sistem bikameral. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral). Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. antara lain adanya pemilihan secara langsung. DPR tetap memiliki kekuasaan megawasi presiden meskipun secara tidak langsung. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR.4. 5. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut: 1. 4. mekanisme cheks and balance. Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsur-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya. Perubahan baru tersebut.

Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas) . Menteri Negara adalah pembantu presiden yang mengangkat dan memberhentikan mentri Negara. serta pasal 24 adalah: . Negara Indonesia berdasarkan atas hukum. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. 5. Presiden adalah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi dibawah MPR. presiden harus memperhatikan dengan sungguh – sungguh usaha DPR. Kekuasaan kepala Negara tidak terbatas.kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. Kekuasaan Negara yang tertinggi berada di tangan majelis permusyawaratan rakyat. tidak berdasarkan kekuasaan belaka. Presiden harus mendapat persetujuan dewan perwakilan rakyat dalam membentuk undang – undang dan untuk menetapkan anggaran dan belanja Negara. 6. 7. 3. Kekuasaan pemerintahan Negara Indonesia menurut undang–undang dasar 1 sampai dengan pasal 16. Berdasarkan undang – undang dasar 1945 sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Dalam menjalankan pemerintahan Negara kekuasaan dan tanggung jawab adalah ditangan prsiden. 4. 2. pasal 19 sampai dengan pasal 23 ayat (1) dan ayat (5).

5. . Kekuasaan membentuk perundang – undang Negara atau kekuasaan legislatif yang dilakukan oleh DPR. 4. Kekuasaan mengadakan pemeriksaan keuangan Negara atau kekuasaan eksaminatif atau kekuasaan inspektif yang dilakukan oleh BPK. 3. Kekuasaan mempertahankan perundang – undangan Negara atau kekuasaan yudikatif yang dilakukan oleh MA. Kekuasaan menjalan perundang – undangan Negara atau kekuasaan eksekutif yang dilakukan oleh pemerintah.1. Kekuasaan memberikan pertimbangan kenegaraan kepada pemerintah atau kekuasaan konsultatif yang dilakukan oleh DPA. 2.

Misalnya. Sistem pemerintahan suatu negara berbeda dengan sistem pemerintahan yang dijalankan di negara lain. badan eksekutif mendapat pengwasan langsung dari legislatif. Pembagian sistem pemerintahan negara secara modern terbagi dua.BAB III PENUTUP 3. Namun. dan yudikatif. Dalam sistem parlementer. apabila badan eksekutif berada diluar pengawasan legislatif maka sistem pemerintahannya adalah presidensial. Perubahan pemerintah di negara terjadi pada masa genting. Sebaliknya. birokratif. Lembaga-lembaga negara dalam suatu sistem politik meliputi empat institusi pokok. dua negara memiliki sistem pemerintahan yang sama. pemilu. yaitu presidensial dan ministerial (parlemen). terdapat lembaga lain atau unsur lain seperti parlemen. Pembagian sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. terdapat juga beberapa persamaan antar sistem pemerintahan negara itu. lebaga-lembaga negara itu berjalan sesuai dengan mekanisme demokratis. Dalam sistem pemerintahan negara republik.1 Kesimpulan Sistem pemerintahan negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga yang bekerja dan berjalan saling berhubungan satu sama lain menuju tercapainya tujuan penyelenggaraan negara. lembaga itu bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang berbeda. yaitu eksekutif. dan dewan menteri. yaitu saat perpindahan kekuasaan atau kepemimpinan dalam negara. sedangkan dalam sistem pemerintahan negara monarki. Perubahan pemerintahan di . Selain itu. legislatif.

oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat lah penulis harapkan terutama dari bapak dosen pembimbing dan rekan pembaca sekalian demi kesempurnaan makalah ini dimasa mendatang. Hal itu bermula dari adanya krisis moneter dan krisis ekonomi. 3. semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua dan menambah wawasan kita. makalah ini mempunyai banyak kekurangan dan jauhnya dari kesempurnaan. .Indonesia terjadi antara tahun 1997 sampai 1999.2 Saran-saran Berdasarkan kesimpulan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA Algemeene Secretarie. J.. cet.B. The English Constitution. St. Handboek van het Staats. Lembaga Pembinaaan Hukum Nasional. et. Written Constitution: A Computerized Comparative Study. Batavia: Landsrukkerij Bagehot. Henc van. Kuala Lumpur: Oxford University Press. Majalah Ragi Buana.. 1930 Kleintjes.Indie. Groningen: J. Staatsinstellingen van Nederlandsch-Indie.. Staatsinrichting van Nederland en Nederlandsch-Indie. second ed. 1972 De Louter. Wolters' . 'Notulen Rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia'.. Soviet State Law. 1968 Clive Day. Inc. Eerste deel. 1960 Franssen. Amsterdam: J. ke dua. dan M. 1955 Bonar Sidjabat. Moscow: Foreign Languages Publishing House. 1944 Denisov. 1971 . eerste gedeelte: Grondgebied en Bevolking. Ph. ceramah pada Simposium Peradilan Tata Usaha Negara.. A. New York: Oceana Publications. Jakarta: Soeroengan.J. Regeringsalmanaak voor Nederlandsch-Indie 1942. The Policy and Administration of the Dutch in Java. 'Le conseil d'etat dalam Tinjauan Peradilan Administrasi Negara Republik Indonesia'. 1977 Muhammad Yamin. Kirichenko. eighth printed. 1932 Maarseveen. C.en Administratief Recht van Nederlandsch.H. Inrichting van het Bestuur van Nederlandsch-Indie. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. dan Ger van der Tang. jilid pertama. 's Gravenhage: Martinus Nijhoff. London: Oxford University Press. al. 52. 1978 Munadjat Danusaputro.. de Bussy. Walter.. Jakarta.

Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara. II: 1938-1939. 'The Administrative System of the Netherlands-Indies'. 2.G.. no.. Green and Co. Majalah Hukum dan Masyarakat. E. New York City: Nesterman Peblishing Co. 1981 Thomas James Norton. Sri Soemantri Martosoewignjo. dan Godfrey Phillips. eighth ed..J. A. third . tahun ke III. Bulletin van het Koloniaal Instituut te Amsterdam. London: Longman Group Ltd. vol. Robson.. Schrieke. Inc. tenth printing. The British System of Government. 'Sejarah Pembuatan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945'.C. 1970 William A. 1945 Wade. J.Pringgodigdo. edisi baru.. London: Longmans. The Constitution of the United States: Its Sources and Its Application. Constitutional Law. Jakarta: Rajawali... Mei 1958.S.