MENGAPA MESTI... ?

ANALISIS HISTORIS KEMAHASISWAAN ITB
(Kutipan sejarah kemahasiswaan ITB dari sejak tahun 1920-an hingga 2000)

Sangat

menarik

apabila

kita

ingin

memulai

membicarakan

sejarah

kemahasiswaan ITB. Sejarah kemahasiswaan ITB sangat diidentikkan dengan kemahasiswaan yang cukup dinamis. Sejarah mencatat kontribusi besar mahasiswamahasiswa dari kampus ini yang mempengaruhi kebijakan sosial, politik, maupun ekonomi pemerintah. Artinya, kemahasiswaan dulu tidak hanya mampu bersuara keras untuk menyikapi permasalahan yang ada di internal kampus tetapi ikut berperan aktif dalam menyikapi permasalahan-permasalahan nasional. Kemahasiswaan ITB katanya penuh dengan semangat heroisme ternyata tidak terwarisi lagi oleh mahasiswa ITB generasi saat ini, minimal dengan format dan orientasi gerakan yang seperti dulu. Hal ini menyebabkan banyak mahasiswa ITB yang kehilangan selera untuk membicarakan sejarah kemahasiswaan ITB. Banyak alasan untuk itu, ada yang karena apatis dengan kemahasiswaan sekarang, ada yang takut terbebani dengan romantisme sejarah atau alasan yang lainnya. I. PAPARAN SEJARAH KEMAHASISWAAN ITB Sejarah masih sangat perlu dibicarakan. Tapi bukan berarti sejarah akan membebani kita dalam beraktifitas. Kita tidak perlu menyalin ulang semua hal yan diwariskan kepada kita. Sama sekali bukan itu yang diinginkan. Sejarah masih tetap diperlukan sebagai cermin dalam bersikap hari ini. Kita masih perlu meniru semangat senior-senior kita dulu dan untuk mereka ciptakan. Dengan demikian para mahasiswa baru mengadaptasi kreasi-kreasi yang kepada transformasi nilai-nilai dan wacana

tidak terputus sehingga nuansa kemahasiswaan dari segi

nilai dan pola kemahasiswaan akan tetap terjalin. Sejarah kemahasiswaan kita dimulai pada tanggal 2 November 1920, ketika dibentuk lembaga Bandungsche Studenten Corps (BSC) didalam kampus Technische Hugeschool (sekarang namanya ITB). Kemudian dengan pertimbangan bahwa BSC tidak mewakili aspirasi bumi putera, dibentuklah ISV (Indonesische Student Vereniging). Salah seorang mahasiswa dari kampus ini yang aktif dalam gerakan mahasiswa yaitu Soekarno banyak memberikan peran dalam membangkitkan kesadaran rakyat untuk merebut kemerdekaan RI. Salah satu ikrar yang dihasilkan dari gerakan mahasiswa prakemerdekaan adalah ikrar bersama tidak akan kembali kedalam studi ke kampus sebelum kemerdekaan

KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Gambar perubahan perubahan organisasi sentral mahasiswa ITB sejak DEMA ITB A. . DEMA ITB adalah Student Government ITB yang berbasiskan massa himpunan.. Pada tanggal 13 April 1945 berdiri Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Bandung dan diikuti dibentuknya ITB badan .. Semenjak gerakan mahasiswa ITB banyak gerakan mahasiswa DEMA ITB 1960 .1.1978 FKHJ & BKSK 1978 . Dewan ITB) Mahasiswa sebagai mahasiswa mewarnai Indonesia khususnya dan masyarakat umumnya. Peran DEMA ITB Terhadap Penumbangan Rezim Orde Lama (1965-1966) Pemilu RI tahun 1957 telah memancing Partai kontestan PEMILU untuk melebarkan sayap organnya kedalam kampus sebagai pasar potensial untuk mencari dukungan dan kader. sebagai badan legislatif mahasiswa. Usaha mereka cukup berhasil dengan terkuasainya MMI yang merupakan perhimpunan lembagalembaga antarkampus. Pascaproklamasi kemerdekaan RI. Organ underbow partai politik ini sangat berusaha untuk menguasai lembaga eksekutif mahasiswa. DEMA ITB (1960-1978) Secara konsep organisatoring. Ikrar tersebut dibacakan oleh Otto Iskandardinata dan M. Bahkan hampir seluruh lembaga eksekutif mahasiswa KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG . dengan kader-kader GMNI yang berhaluan kiri dan membentuk GMNI ASU.MENGAPA MESTI. ? Indonesia tercapai. dapat digambarkan perubahan organisasi terpusat kemahasiswaan ITB semenjak DEMA (Dewan Mahasiswa) ITB.P. Gambar 1. gerakan kemahasiswaan belumlah berakhir.1997 FKHJ 1997-1998 KM ITB 1998 . Soerahaman di depan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).. CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia) dan GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) yang merupakan organ onderbaw PKI dan PNI adalah contoh yang cukup kuat masuk ke kalangan mahasiswa. . Secara umum. DEMA (Dewan Mahasiswa) ITB sebagai badan eksekutif mahasiswa dan MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) ITB. sebagai berikut : (DEMA pada tanggal 29 November 1960 eksekutif itu. A. Nantinya GMNI pecah menjadi dua. yang merupakan perutusan dari seluruh himpunan.

sebagai pusat kegiatan mahasiswa. SEF. pressure terhadap pentolan Komunis dan berbagai bentuk aksi lainnya. Kantor Pos. DEMA ITB masih mampu melakukan tekanantekanan kepada Pemerintah rezim orde lama dengan pawai alegoris yang merupakan trade mark (kreativitas SR ITB) bagi aksi DEMA ITB. hanya DEMA ITB yang tidak berhasil dikuasai oleh mereka. Kesenian ITB. Begitu banyak cara yang digunakan oleh CGMI-GMNI ASU untuk memasukkan kadernya kedalam DEMA ITB.. ? sudah berhasil dikuasai kader-kader CGMI-GMNI ASU. Tokema. Namun KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG . Perkumpulan Olah Raga. BNI unit pembantu ITB. Bahkan Soekarno. Presiden RI. tempat diskusi-diskusi dan ceramah-ceramah masalah kemasyarakatan yang dikelola PSIK (Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan). yang sedang semangatnya menyebarkan Nasakomisasi melakukan pergantian rektor ITB dengan orang yang lebih berideologi kiri sehingga proses Nasakomisasi ke ITB menjadi lebih lancar. Sehingga pada saat itu. dilakukan penggalangan dana dari berbagai sumber (ternasuk dari Presiden Soeharto) untuk membangun “Student Centre ITB”. ♦ Kasus Louis Reene Conrad Kasus ini bermula dari pertandingan sepak bola persahabatan antara TarunaTaruna Akademi Kepolisian dengan mahasiswa ITB di dalam kampus ITB. juga sekretariat unit-unit kegiatan mahasiswa yang sangat beragam. long march. Di sini tempat DEMA ITB “berkantor” sehari-hari (tadinya hanya nebeng disamping Aula Barat). Ketua DEMA ITB adalah Muslimin Nasution.MENGAPA MESTI. Tidak lama kemudian Soekarno akhirnya dijatuhkan dari jabatannya sebagai Presiden RI. Pertandingan ini di akhiri dengan perang antara suporter hingga taruna-taruna tersebut mengeluarkan pistol untuk menakuti mahasiswa ITB. Beberapa Peristiwa Penting lainnya : ♦ Pembangunan Student Centre Ketika Syarief Tando menjabat sebagai ketua DEMA ITB (1969-1970). Ditengah-tengah usaha untuk mempertahankan DEMA ITB dari penguasaan mahasiswa yang berideologi kiri. DEMA ITB terkenal dengan sebutan “The last stronghold”. Pada saat itu (tahun 1965-1966).. Muslimin Nasution inilah yang cukup berjasa dalam mempertahankan DEMA ITB dari usaha penguasaan CGMI-GMNI ASU. dan media pers kampus seperti “Kampus”. Salah satu ‘peak’ perjuangan kemahasiswaan ialah ketika jatuhnya PKI sehingga untuk dikalangan kampus juga dilakukan pembersihan terhadap gerakan mahasiswa yang berbau komunis. tabloid “Integritas” dan majalah “ Science”. Artinya CGMI dan GMNI ASU dibubarkan serta mahasiswa penggeraknya ditangkapi dan ada pula yang diasingkan.

Hal ini. minimal itikad baik pemerintah orde baru untuk itu belumlah kelihatan benar. melainkan berkumpul di jalan Ganesha. sehingga mereka tidak langsung bubar. A. Reene telah menjadi mayat di salah satu garasi Kantor Polisi Kota Besar Bandung. sekitar lima ratus mahasiswa ITB melakukan protes keras ke markas kepolisian hingga ke Presiden. Dan ketika seorang mahasiswa Elektro yang bernama Reene Louis Conrad keluar dari dalam kampus langsung mereka cegat dan dikeroyok habis-habisan. Sehingga dengan dikoordinir DEMA. ♦ Gerakan Anti Kebodohan (GAK) Mulai semaraknya usaha parpol kontestan pemilu untuk menjaring suara rakyat dan berbagai tindakan politis pemerintah mendapat penyikapan dari mahasiswa. merupakan imbas ketidakpercayaan masyarakat dan kalangan intelektual terhadap Soeharto untuk membawa pembangunan Indonesia untuk periode yang ketiga kali.MENGAPA MESTI.(Golkar) serta menteri di Jakarta. Hal ini tentu saja menimbulkan kemarahan yang luar biasa mahasiswa ITB.2 Usaha Penyikapan Terhadap Pemerintahan Orde Baru Pada Tahun 1978 Tumbangnya rezim orde lama dan dimulainya pemerintahan orde baru ternyata belum membawa kemakmuran bagi masyarakat. Para taruna tersebut ternyata masih menyimpan dendam. Soeharto sepertinya ingin tetap berkuasa melalui Pemilu 1977. Setelah menjabat sebagai kepala pemerintahan untuk dua periode. Gerakan diskusi yang berangkat ke Jakarta tersebut dinamakan Gerakan Anti Kebodohan (GAK). Gerakan Anti Kebodohan ini sebenarnya wujud dari kekecewaan DEMA ITB yang menganggap parpol kontestan KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG . Setelah itu mereka membawa Reene ke kantor polisi. Hasil tersebut masih menimbulkan kekecewaan mahasiwa ITB karena para taruna yang melakukan penganiayaan tidak diadili.. Hal ini menimbulkan banyak protes dikalangan masyarakat dan kalangan intelektual yang menuntut penolakan pencalonan Soeharo sebagai presiden RI yang ketiga kalinya. Hasilnya adalah diadilinya sersan Brimob Jani Maman Suryaman yang bertugas mengantar para taruna tersebut ke ITB. DEMA ITB yang tergabung dalam DM/SM se-Bandung banyak melakukan kajian terhadap kondisi yang ada pada saat itu dan hasilnya mereka diskusikan dengan pimpinan parpol (PPP dan PDI) dan Golongan Karya. Kasus ini menimbulkan pandangan buruk mahasiswa khususnya terhadap militer sehingga pada saat itu friksi antar sipil-militer semakin menajam. Walaupun dalam UUD 1945 tidak ada penjelasan yang membatasi seseorang menjadi presiden (maksimal dua periode).. ? permasalahan tidak selesai disitu saja. Akan tetapi saat rombongan mahasiswa ITB pergi menjemput.

Gugatan mahasiswa itu mendapat respon pemerintah dengan membentuk team tujuh menteri (kabinet pembangunan ke dua) yang akan melakukan dialog ke kampuskampus. GAK juga banyak diskusi ini. kebijakan tersebut menimbulkan para pemodal-pemodal raksasa. Sehingga pada awal tahun ‘70-an pembangunan dalam negeri sangatlah gencar. Disamping itu. Aksi tersebut masih berkisar seputar gugatan terhadap kebijakan pemerintah di bidang HAM. Tujuh orang menteri yang merupakan orang yang sangat berperan dalam menentukan kebijakan ekonomi pemerintah waktu itu masih merasa bahwa kebijakan pemerintah benar. ekonomi. dibawa kedalam memberi masukan terhadap bidang-bidang seminar dan diskusi lanjutan yang ekonomi. . politik. Realita itu memaksa mahasiswa untuk melakukan penyikapan berupa tuntutan perubahan kebijakan ekonomi makro dari pemerintah. Hasil bentuk menghasilkan pemikiran-pemikiran konstruktif untuk dijalankan oleh pemerintah.MENGAPA MESTI. Pardigma ini menggunakan asumsi bahwa akumulasi kapital dan kekayaan yang terdapat dalam jumlah yang besar akan merembes kebawah. pembangunan tersebut ternyata tidak membawa perbaikan bagi masyarakat kecil yang kelaparan yang tidak mendapatkan ‘kue’ pembangunan. Tidak lama kemudian.. Aksi-aksi mahasiswa tersebut mulai dianggap membahayakan kewibawaan pemerintah yang akhirnya KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG tujuh menteri itu oleh DEMA ITB bersama . pembangunan fisik harus di gencarkan untuk mengangkat perekonomian masyarakat kecil. Namun. dialog ini tidak menghasilkan suatu rumusan konkrit yang harus dilaksanakan. politik. Hal ini disebabkan karena yang terjadi cenderung berupa dialog pembelaan diri. Secara umum. Kondisi minimal yang dihasilkan pada waktu itu adalah pemasukan usulanusulan kepada pemerintah melalui DM/SM se-Bandung. • Penyikapan DEMA ITB Pada Tahun 1978 Aksi-aksi dari mahasiswa semakin marak sepanjang akhir bulan Desember 1977. dengan menunjukkan satistik pembangunan dan beberapa parameter ekonomi yang diadopsi dari barat. ♦ Menggugat Teori “Trickle Down Effect” Pemerintahan orde baru sejak awal sudah menggunakan kebijakan ekonomi Trickle Down Effect. Kebijakan ini diikuti dengan kemudahan yang diberikan pemerintah dalam UU penanaman modal (PMA dan PMDN) melalui kampanye penanaman modal. Artinya secara teoretis. Dengan jargon-jargon pembangunan dan berbagai janji-janji muluk yang seringkali berlebihan. ? Pemilu banyak melakukan pembodohan kepada masyarakat. Hal ini berarti kebijakan ekonomi Trickle Down Effect hanya dinikmati oleh segelintir orang. Namun perjuangan belum berakhir .. hukum serta pendidikan. hukum dan ketimpangan sistem pendidikan nasional. .

berjudul “Indonesia di bawah sepatu lars”. Hal ini dilakukan pemerintah atas dasar keyakinan kampus-kampus lainnya juga akan ♦ melakukan tindakan yang sama dengan DEMA ITB. Hal ini merupakan pernyataan yang menarik bagi banyak pihak. Sejarah situasi yang bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mayarakat tentang “apa dan untuk yang sangat berkesan mendukung KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG . seakanakan kondisi ini mirip dengan kondisi kritis pemerintahan orde lama dulu (tahun’66). Sehingga sebelum itu terjadi kampus harus dibekukan dari aktivitas kemahasiswaan. Puncak gerakan mahasiswa terlihat di Bandung pada tanggal 14 Januari 1978. Buku Putih Perjuangan Mahasiswa Selain mengeluarkan pernyataan sikap. Sikap yang dinilai banyak pengamat sangat berani ini dibalas dengan aksi keras pemerintah dengan melakukan pendudukan beberapa kampus yang ada di Jawa. Heri Akhmadi. apa mahasiswa berjuang” Adapun isi dari buku putih merupakan pembahasan tentang kesalahan kebijaksanaan yang diambil pemerintah dengan menyebutkan berbagai kasus yang memerlukan penyikapan mahasiswa.MENGAPA MESTI. DEMA ITB mengeluarkan sebuah pernyataan sikap yang ditandatangani ketua DEMA ITB. Tentu saja pernyataan menimbulkan kemarahan dikalangan aktivis mahasiswa. Pada hari itu. DEMA ITB juga mengeluarkan Buku Putih Perjuangan Mahasiswa. yaitu : 1. 2. Hal ini dilakukan untuk menghancurkan basis operasi mahasiswa. Pernyataan dari ABRI yang cukup keras itu banyak mendapat reaksi susulan dari berbagai lembaga daerah pemerintahan Soeharto. Salah satu yang memberikan usulan tersebut diatas adalah DPRD Jawa Barat yang melakukan sidang pleno DPRD Jawa Barat pada tanggal 27 Desember 1977 yang menghasilkan pernyataan dukungan pencalonan kembali Soehart sebagai presiden RI pada pemilu ’78 nanti. Buku putih menyebutkan dua hal yang menyebabkan semua nasional pada saat itu. berupa mosi ketidakpercayaan sekaligus penolakan pencalonan Soeharo kembali sebagai presiden RI sekaligus menuntut MPR menampilkan tokoh-tokoh nasional lainnya yang layak diajukan sebagi calon Presiden RI. ♦ Kepemimpinan Nasional Strategi pembangunan Pendudukan Kampus Oleh Tentara Pernyataan sikap DEMA ITB membuat pemerintah sangat gusar. Tindakan pendudukan kampus ITB oleh tentara dan penangkapan para pimpinan mahasiswa... ? memaksa ABRI mengeluarkan pernyataan akan mengambil tindakan keras terhadap siapa saja yang mengancam “kepemimpinan nasional”.

rektorat mengajukan konsep SMPT (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi) sebagai LSM (Lembaga Sentral Mahasiswa).. Kenapa ilegal ? Setelah dibekukannya DEMA ITB. Dr Daoed Joesoef. ? mencatat.MENGAPA MESTI. ♦ Keluarnya NKK/BKK Setelah pendudukan dan penangkapan para pemimpin mahasiswa oleh militer. Nah. dinamika politik mahasiswa dan kemahasiswaan mengalami kemunduran secara perlahan-lahan. No. permasalahan kaderisasi yang sering di KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG . Pada tingkat himpunan dibentuk FKHJ (Forum Ketua Himpunan Jurusan) yang bertujuan mengkoordinasi HMJ (Himpunn Mahasiswa Jurusan) yang ada di ITB dan untuk tingkat unit kemahasiswaan di bentuk BKSK (Badan Koordinator Satuan Kegiatan). 0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus. tidak dapat diterima oleh lembaga-lembaga Friksi antara rektorat dan lembaga Rektorat kerapkali mengajukan peraturan ITB. kampus ITB diserbu dan diduduki aparat keamanan seperti layaknya menyerbu “musuh” dalam perang terbuka.Akibatnya ketua senat dalam konsep SMPT nantinya akan bertanggung jawab pada rektorat. kemudian diikuti oleh surat keputusan Menteri P&K. konsep SMPT ini yang kemahasiwaan yang ada di kemahasiswaanpun kian meruncing. Peraturan-peraturan dalam konsep SMPT disusun oleh pihak rektorat. ITB khususnya yang intinya menekan lembaga mahasiswa yang pada waktu itu masih bertahan. B. mahasiswa tidak diperkenankan untuk membentuk pemerintahan mahasiswa (student government) sebagai sarana penggalangan solidaritas dan publikasi mahasiswa dalam melakukan aksi-aksi protes terhadap otoritas pemerintah. Mengkristalnya kekuatan kemahasiswaan ITB tersebut secara politis melemahkan kekuatan kemahasiswaan karena mulai terkotaknya kemahasiswaan ditingkatan himpunan dan unit. Dibawah konsep NKK.. Apalagi tekanan dari rektorat ITB terhadap kemahasiswaan pada waktu itu sangat keras dengan mulai banyaknya larangan kegiatan kemasiswaan dengan cap “ilegal”. Setelah surat keputusan Pangkopkamtib No. kekuatan gerakan kemahasiswaan ITB yang mulanya terpusat ke DEMA berubah menyebar ke himpunan dan unit. yaitu himpunan dan unit. SKEP/02/KOPKAM/1978 mengenai pembekuan Dewan Mahasiswa. yang antara lain menugaskan para rektor perguruan tinggi sebagai penganggung jawab tertinggi dikampusnya masing-masing untuk melaksanakan konsep NKK/BKK. Beberapa contoh yang bisa diambil misalnya : peraturan setiap lembaga harus melakukan registrasi. FKHJ dan BKSK (1978-1997) Semenjak DEMA dibubarkan.

♦ Masalah registrasi Pada umumnya himpunan dan unit di ITB tidak melakukan registrasi dengan alasan keberatan terhadap peraturan-peraturan yang harus disetujui oleh pihak himpunan atau unit. Banyaknya permasalahan internal menyebabkan FKHJ dan BKSK dahulu disibukkan hanya untuk mengurusi masalah internal kampus yaitu antara lembaga mahasiswa dengan rektorat. Zaki merupakan contoh-contoh permasalahan kaderisasi. dimana akhirnya posisi himpunan dan lembaga mahasiswa ITB semakin ditekan dengan memanfaatkan kasus tersebut (tanpa mengurangi makna bahwa terjadinya kecelakaan tersebut bukanlah sesuatu hal yang diharapkan). Dengan berbagai kelemahan bargaining legalitas dimata rektorat. mulai dari masalah izin hingga proses kaderisasi yang seringkali diintervensi oleh pihak jurusan dan rektorat. Misalnya : peraturan tentang ketua lembaga yang bertanggung jawab pada ketua jurusan atau koordinator unit. Himpunan dan unit yang tidak melakukan registrasi dicap ilegal oleh pihak rektorat sehingga tidak sedikit fasilitas ruangan himpunan dan unit yang dicabut bahkan tidak mendapat ijinnya untuk menggunakan fasilitas ITB seperti penggunaan nama ITB. KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ... fasilitas ITB . ? intervensi. dan sebagainya. . Adapun permasalahan internal yang dulu sempat menghangat : ♦ Masalah kaderisasi Untuk masalah kaderisasi merupakan masalah yang cukup sering menimbulkan friksi antara himpunan & unit dengan pihak rektorat. Yaa . Kalau didata tak sedikit ketua lembaga dan panitia kaderisasi harus merasakan ‘surat cinta’ dari rektorat berupa sanksi skorsing atau DO (drop out) Kasus Yos dan Mei. Permasalahan-permasalahan diatas bukan tidak mendapat tanggapan dari FKHJ dan BKSK. Apabila mereka melihat sesuatu yang tidak sesuai kaca mata mereka maka keluarlah sanksi akademis yang diberikan pada ketua lembaga atau/dan panitia kaderisasi. FKHJ khususnya masih mampu memberikan penyikapan bersama yang cukup menggambarkan kemahasiswaan ITB masih cukup kompak. Masih cukup kuatnya solidarity forever ITB pada waktu itu. . kasus meninggalnya M. masalah status keanggotaan himpunan. masalah perizinan penggunaan fasilitas ITB dan lain-lain yang sering menekan terhadap lembaga kemahasiswaan ITB.MENGAPA MESTI. akhirnya kemahasiswaan ITB nggak majumaju. Hal ini berdasarkan fakta masih cukup seringnya aksi bersama lembaga-lembaga kemahasiswaan untuk melakukan penyikapan bersama-sama. dan sebagainya. masalah harus disetujuinya AD/ART lembaga yang harus disetujui ketua jurusan atau koordinator unit. . .

BKSK dengan ketuanya Agus (dari PSIK) bersedia dengan usulan Pak Isnu dengan perjanjian pemugaran di lakukan secara bertahap dari SC Timur ke SC Barat dan kemudian setelah pemugaran selesai unit-unit yang dipindahkan harus di kembalikan ke SC Timur. C. FKHJ lalu membentuk SATGAS KM ITB dengan tujuan seperti disebutkan diatas. Sayangnya. PR III (bidang kemahasiswaan) berencana memugar bangunan SC. BKSK sudah bubar dengan begitu saja sehingga tidak ada lembaga yang mencoba memperjuankan kepentingan unit-unit. Toko Optik. Koperasi Pegawai dan sebagainya.MENGAPA MESTI. fungsi tersebut diambil alih rektorat secara perlahan-lahan. pengaturan penggunaan ruangan di Student Centre Timur dan Student Centre Barat dipegang oleh DEMA. ketika kasus tidak dikembalikannya fungsi SC Timur ke fungsi semula. Bersama-sama LSM kampus lainnya Satgas ITB banyak KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG .. misalnya Bank. Sehingga praktis. ? ♦ Masalah Penggusuran Ruangan Unit Dari Student Centre Ketika DEMA ITB masih ada. FKHJ (1997-1998) Ketika menjelang Pemilu RI tahun ’98. Namun ternyata setelah pemugaran SC Timur selesai unit-unit yang dipindahkan tidak dikembalikan ke SC dan banyak ruangan SC yang telah berubah dari formatnya yang lama diisi oleh lembaga-lembaga yang bukan dikelola oleh mahasiswa. meminta unit-unit yang ada pada di SC waktu itu untuk pindah sementara waktu ke Gedung Bengkok (Bagian Timur ITB). Hal ini tentu meninggalkan pengalaman yang buruk bagi penghuni SC Barat yang hingga sekarang seringkali diminta untuk mengosongkan ruangan karena ruangan SC Barat akan dipugar atau alasan lainnya. kemahasiswaan ITB pada saat itu berada pada FKHJ. Gejolak-gejolak tersebut disebabkan karena penilaian yang menganggap pemerintahan rezim Orde baru telah gagal mewujudkan kemakmuran bagi masyarakat serta sangat banyaknya kasus-kasus yang mengindikasikan pengelewengan penggunaan kekuasaan dari Soeharto dan kroni-kroninya. Dirasakan perlunya dilakukan penyikapan terhadap kondisi yang ada pada waktu itu. Pengalaman dari SC Timur membuat unit-unit yang ada di SC Barat sudah tidak begitu percaya dengan segala bentuk janji dan kompromi dari Pak Isnuwardianto. Akan tetapi sekarang rektoratlah yang mempunyai kuasa penuh dengan sikap yang relatif lebih birokratis dan bertele-tele dengan alasan harus mengikuti prosedur.. Namun semenjak dibekukannya DEMA. Kalau dulunya ada unit yang ingin mendapatkan/menggunakan fasilitas SC dapat menghubungi DEMA. Pada tahun 1997. mulai terasa kembali adanya gejolakgejolak dari mahasiswa terhadap pemerintahan yang masih berada ditangan Soeharto yang entah sudah untuk kesekiankalinya.

. ? melakukan penekanan-penekanan terhadap Pemerintah dengan berbagai tuntutan seperti pelaksanaan 6 visi reformasi dan dengan berbagi metoda dari aksi. Hal itu didasari adanya harapan-harapan kepada LSM untuk mampu mengangkat semangat kemahasiswaan serta menyatukan kembali kekuatan kemahasiswaan ITB yang sudah terpecah-pecah belasan tahun ke kantong-kantong himpunan dan unit.. Harapan-harapan terhadap KM ITB untuk dapat menyatukan kekuatan kemahasiswaan ITB kelihatannya belumlah berhasil. . FKHJ dan BKSK sebagai lembaga yang berusaha mencoba untuk berperan sebagai lembaga yang memotori kemahasiswaan ITB tidaklah dapat dikatakan sebagai Lembaga Sentral Mahasiswa. hingga pelaksanaan Pertemuan Ciganjur yang dimotori Satgas KM ITB. D.yang menolak SMPT yang kita anggap konsep tidak menunjukkan independsi kemahasiswaan dari rektorat atau pemerintah. Akhirnya dengan memanfaatkan momen Reformasi tahun ’98. ∼ ∼ Apakah karena baru berumur 2 tahun ??? Apakah ada kesalahan dalam pembuatan konsep KM ITB sebagai Lembaga Sentral Mahasiswa ??? KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG . kemahasiswaan ITB tidak mempunyai Lembaga Sentral Mahasiswa karena ditolaknya konsep SMPT oleh mahasiswa ITB. dideklarasikanlah pembentukan LSM ITB dengan nama KM ITB yang mempunyai badan eksekutifnya adalah Kabinet dan badan legislatifnya adalah Kongres.. Hingga pada tahun ’96 dilakukan penggodokan konsep LSM di Ciwidey yang dihadiri perwakilan Himpunan dan unit. minimal tidak adanya kesepakatan bersama untuk membenarkan hal itu. Kerinduan dan kebutuhan akan LSM kembali cukup menjadi pusat perhatian bagi kemahasiswaan ITB pada sejak tahun ‘90-an. Pada waktu itu. Artinya Soeharto hanya menjabat beberapa bulan saja sejak terpilih kembali sebagai presiden RI untuk masa sebenarnya dari tahun 1998-2003. Kini umur KM ITB hampir berjalan dua tahun. . KM ITB (1998 . di dalam kampus ITB.) Semenjak bubarnya DEMA ITB tahun 1978. Satgas KM ITB cukup berhasil menarik banyak mahasiswa ITB untuk ikut terlibat sehingga Satgas KM ITB mempunyai kekuatan yang cukup disegani pada waktu itu. Dimana berdasarkan AD/ART KM ITB. Kemahasiswaan ITB merupakan satu dari sedikit kemahasiswaan kampus lainnya .MENGAPA MESTI. posisi Kabinet dengan HMJ dan UKM adalah sejajar dan Kabinet mempunyai hubungan koordinatif dengan HMJ dan UKM. Akhir dari satu babak perjuangan mahasiswa ’98 adalah ketika akhirnya Soeharto turun dari jabatannya sebagai presiden RI pada tahun 20 Juni 98.

Setelah itu. Hal ini disebabkan permasalahan-permasalahan tingkat pusat yang dulunya dipegang oleh FKHJ dinilai kurang mampu untuk dilanjutkan oleh kepengurusan kabinet dan kongres KM ITB. yaitu : KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG . dan terutama gagalnya KM ITB (minimal dalam dua tahun setelah dibentuknya KM ITB) untuk menyatukan kembali kekuatan-kekuatan yang selama ini terpisah-pisah di HMJ dan UKM.. sejak tahun ’78 kemahasiswaan ITB mengalami kemunduran akibat diberlakukannya NKK/BKK. Artinya hingga pada pertengahan ‘90-an semangat kemahasiswaan yang ada di mahasiswa ITB masih cukup besar. Namun. Sebutan atau gelar seperti “The opinion Leader” atau “The Last Stronghold” dulunya banyak diberikan bagi kemahasiswaan ITB untuk menggambarkan kekuatan kemahasiswaan kita. adalah suatu realita yang menggambarkan besarnya peranan kemahasiswaan ITB dalam gerakan kemahasiswaan Indonesia. Hal ini ditandai dengan beberapa peristiwa yang menunjukkan masih cukup solidnya kemahasiswaan ITB.MENGAPA MESTI.. Banyaknya permasalahan-permasalahan yang dihadapi ternyata tidak mampu di sikapi oleh KM ITB. ? ∼ ∼ ∼ Ataukah sudah begitu kentalnya semangat arogansi HMJ dan UKM sehingga belum bisa menerima keberadaan KM ITB sebagai LSM ??? Apakah karena kepemimpinan Presiden KM yang salah ??? Atau karena ada alasan lainnya ? II. kaderisasi. • Analisa Kemahasiswaan ITB Pasca dibentuknya KM ITB Penulis merasa semaraknya kemahasiswaan ITB pada saat Reformasi penjatuhan rezim orde baru Soeharto tahun ’98 dimana FKHJ yang memotori gerakan kemahasiswaan ITB dengan membentuk SATGAS KM ITB. ANALISA SEJARAH KEMAHASISWAAN ITB Apabila kita melihat sejarah kemahasiswaan ITB. Kenapa hal itu bisa terjadi ? ? ? Dibawah ini kami coba uraikan beberapa faktor yang meyebabkan mandulnya kemahasiswaan ITB dalam wadah KM ITB. Permasalahan otonomi kampus. Tekanan-tekanan yang dilakukan rektorat terhadap kemahasiswaan ITB memaksa keluarnya jiwa-jiwa militansi mahasiswa yang sering berhadapan dengan rektorat. Gerakan kemahasiswaan ITB yang sebelum diberlakukannya NKK/BKK masih sering kooperatif dengan pihak rektorat menjadi bersifat non kooperatif dan sering disebut “ilegal” oleh pihak rektorat. registrasi. perpindahan peran kekuatan kemahasiswaan ITB dari FKHJ ke KM ITB yang dibangun untuk menjadi Lembaga Sentral Mahasiswa ITB secara tidak langsung telah menurunkan tensi maraknya kemahasiswaan ITB.

Faktor Konsep KM ITB Sebelum dibentuknya KM ITB. sebaiknya porsi peranan FKHJ dan UKM ditambah dalam susunan Kabinet dan Kongres minimal dari segi peranan dalam penyusunan lembaga tersebut. • Tekanan Waktu Studi. Faktor Transisi Sebagai lembaga yang baru berumur dua tahun dengan segala ekspektasi harapan serta tanggung jawab yang harus diemban mengakibatkan belum menunjukkan performance dari KM yang sebenarnya. cenderung beban akademis sekarang ini lebih berat dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal : • Tekanan Akademis.MENGAPA MESTI. . beberapa point ada dalam AD/ART KM ITB yang kurang begitu jelas tidak mempunya UU organik yang mampu menjadi landasan peraturan kemahasiswaan ITB. Hal ini menyebabkan mahasiswa sekarang cenderung tidak mempunyai waktu yang lebih banyak (relatif dibandingkan dengan yang dulu) untuk memikirkan atau mengurusi masalah kegiatan kemahasiswaan. Adanya program kuliah tepat waktu 4 tahun dari rektorat dengan propaganda yang cukup gencar serta adanya konsekuensi DO apabila KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG . kurang jelasnya posisi HMJ dan UKM dalam konsep KM ITB. Misalnya : penjelasan tentang keanggotaan KM ITB serta mekanisme pengawasan terhadap Presiden KM ITB. 3. Berdasarkan beban akademis.. . mereka menggunakan asumsi sehingga ada kemungkinan asumsi mereka adalah salah saat ini. yang sudah lebih dahulu ada dan establish. Namun beberapa hal. tidak ada suatu hubungan yang jelas yang bisa menghubungkan antara kabinet dan kongres dengan FKHJ dan UKM. Perubahan karakteristik mahasiswa ITB Faktor ini diduga mempunyai peranan yang cukup besar yang membawa kemahasiswaan ITB mandul. terhadap struktur KM ITB atau khususnya terhadap struktur Kabinet dan Kongres. 2. Oleh karena itu. ? 1. para ketua lembaga telah beberapa tahun berusaha menyusun konsep KM ITB yang terbaik untuk kondisi sekarang ini.. keinginan mahasiswa ITB untuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan semakin berkurang. Ini yang harus diingat oleh kita . yaitu : Pertama. Sehingga ketika proses berjalan. Ada beberapa point dari konsep KM yang perlu untuk ditelaah kembali. Ketiga. kurangnya peran yang diberikan kepada lembaga HMJ dan UKM. tetapi dari segi materi terjadi pemampatan materi kuliah (sinkritisme). Hal ini disebabkan adanya penciutan jumlah SKS (sistem kredit semester). Pada saat ini. Kedua.

demikian yang umum diketahui oleh “orang kampus”. Faktor gaya kepemimpinan Presiden KM ITB Mengingat masih 2 tahun umur dari KM ITB. Hal ini berpengaruh terhadap ketertarikan . “Di ITB ini yang ada adalah pertemanan”. Untuk itu. Namun selama dua tahun ini. hedonis. kebijaksanaan yang diambil Presiden KM ITB haruslah diutamakan untuk kepentingan kampus tanpa melupakan masalah lainnya.. Perubahan Sosio-Ekonomi Mahasiswa ITB Kecenderungan semakin meningkatnya persentase mahasiswa ITB dari tahun ke tahun yang berasal dari keluarga yang mampu dari segi ekonomi dengan segala lingkungan yang ada disekitarnya telah membentuk (relatif kepribadian mereka yang lebih individualis. • Tekanan Situasi Kemahasiswaan.. Artinya proses interaksi antara Presiden KM ITB dengan ketua HMJ dan UKM harus sering dilakukan. sebaiknya diarahkan untuk melakukan pengakaran KM ke basis-basis massa (HMJ dan UKM). • Perkembangan Teknologi Informasi. Dulunya peraturan waktu studi tidak seberat seperti yang sekarang ini. cenderung kegiatan tersebut bersifat keluar (dalam bahasa politik disebut “proyek mercu suar”) dan jarang kegiatan tersebut melibatkan lembaga HMJ atau KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG dari mahasiswa ITB sebelumnya). ? melewati batas waktu yang telah ditentukan memaksa mahasiswa untuk berhati-hati dengan peraturan tersebut. Selanjutnya. Kalaupun ada kegiatan yang dilakukan oleh KM.MENGAPA MESTI. Semakin banyaknya sarana hiburan terutama dari perkembangan teknologi informasi telah menjauhkan mahasiswa dari kegiatan kemahasiswaan yang lebih bersifat kekeluargaan (interaktif antara manusia dengan manusia). Kondisi kemahasiswaan ITB saat ini yang tidak terlalu kondusif untuk menimbulkan ketertarikan mereka terhadap kegiatan kemahasiswaan ITB. serta manja dan kesiapan mereka terhadap aktivitas kemahasiswaan. Hal ini untuk mendapatkan dukungan ketua HMJ dan UKM apabila ada agenda KM yang membutuhkan dukungan mereka. upaya melakukan pengakaran KM ke dalam kampus sangatlah kurang sehingga menimbulkan kekecewaan dibanyak mahasiswa ITB. • Tekanan Psikologis Dari Luar Adanya pengharapan yang terlalu besar dari orang tua mahasiswa terhadap kelulusan anaknya dengan nilai yang baik serta bayangan lapangan kerja yang • sedang menunggu dengan pendapatan yang besar mendorong mahasiswa untuk “study oriented”. 4. dibutuhkan seorang Presiden KM ITB yang mampu mendekatkan diri ke seluruh civitas academika dan khususnya kepada ketua HMJ dan UKM.

bukan berarti kita harus menjadi apatis. Namun. Demikianlah cukup banyaknya permasalahan internal dalam kemahasiswaan kita. Sehingga banyak yang berkelakar “KM bak sebuah unit yang baru saja”. Untuk melakukan perbaikan terhadap kemahasiswaan kita sebaiknya kita melakukan pertemuan mahasiswa ITB untuk melakukan pembahasan terhadap permasalahan diatas untuk disikapi. ? UKM.MENGAPA MESTI.. . . Kurniawan Ginting Sekjend. banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh kemahasiswaan kita saat ini.. Minimal masih banyak hal yang masih dapat kita lakukan dalam kondisi kemahasiswaan kita saat ini. Semua kekecewaan yang timbul mengakibatkan banyak mahasiswa menjadi apatis terhadap KM ITB ataupun kemahasiswaan ITB. Komunitas G-10 KOMUNITAS GANESHA-10 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG . dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata” M. “ .