TUGAS PERSENTASI KASUS VERTIGO

Pembimbing : dr. Tutik Ermawati Sp.S

Disusun oleh: Kelompok I Bellindra Putra H G1A009135

Jurusan Kedokteran Fakultas Kesehatan dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jendral Soedirman Purworkerto 2012

2009) Diagnosis banding vertigo meliputi penyebab perifer vestibular (berasal dari system saraf perifer). 2009). Latar Belakang Vertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar mengelilingi pasien atau pasien serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar. dan sentral vestibular (berasal dari system saraf pusat) dan kondisi lain. menetukan penyebab akan menjadi sulit. Dengan memiliki pengetahuan yang baik dan benar. acute vestibular neuronitis. presyncope. pemeriksaan fisik. Yang paling sering adalah vertigo yaitu sekitar 54% dari keluhan dizziness yang dilaporkan pada primary care (Neuhausen.BAB II PENDAHULUAN A. atau menire disease (Neuhausen. 2006). lightheadedness. dan temuan radiologis akan membantu dokter unutk menegakkan diagnosis dan member terapi yang tepat untu pasien ( Labuguen. 93% pasien pada Iprimary care mengalami BPPV. dan disequilibrium. maka diharapkan agar kasus vertigo ini dapat berkurang dan masyarakat bisa mengetahui akan kasus vertigo ini dan bisa mengantisipati akan hal tersebut. . Penting untuk membuat sebuah pendekatan menggunakan pengetahuan dari kunci anamnesis.2010) Terdapat empat tipe dizziness yaitu vertigo. Karena pasien dengan dizziness seringkali sulit menggambarkan gejala mereka. Vertigo tidak selalu sama dengan dizziness. Dizziness adalah sebuah istilah non spesifik yang dapat dikategorikan ke dalan 4 subtipe tergantung gejala yang digambarkan oleh pasien (Newell.

2008). Etiologi Vertigo merupakan suatu gejala. Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam. gentamisin. Dizziness dapat berupa vertigo. B. Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga. Obat-obatan : alkohol.2010). vertigo. Definisi Vertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar mengelilingi pasien atau pasien serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar. 2006).BAB III TINJAUAN PUSTAKA A. 2.merujuk pada sensasi berputar sehingga mengganggu rasa keseimbangan seseorang. Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak. herpes zoster.2012): 1. Keadaan lingkungan : mabuk darat.berasal dari bahasa Latin vertere yang artinya memutar . labirintis. gangguan pada telinga bagian dalam. penyakit maniere. peradangan saraf vestibuler. light-headness. infeksi telinga bagian dalam karena bakteri. Vertigo tidak selalu sama dengan dizziness. di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak dan di dalam otaknya sendiri (Mardjono. obat-obatan. presinkop (perasaan lemas disebabkan oleh berkurangnya perfusi cerebral). Keseimbangan dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi tentang posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata. .sederet penyebabnya antara lain akibat kecelakaan. 5. Penyebab umum dari vertigo (Marril KA. Vertigo . 3. umumnya disebabkan oleh gangguan pada sistim keseimbangan ( Labuguen. Kelainan telinga : endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam yang menyebabkan benign paroxysmal positional 4. Dizziness adalah sebuah istilah non spesifik yang dapat dikategorikan ke dalan 4 subtipe tergantung gejala yang digambarkan oleh pasien. disequilibrium (perasaan goyang atau tidak seimbang ketika berdiri) (Newell. mabuk laut.stres. terlalu sedikit atau banyak aliran darah ke otak dan lain-lain.

herpes zoster) neuritis vestibular neuroma akustikus tumor lain di sudut serebelo-pontin Telinga luar dan tengah Otitis media Tumor SENTRAL Supratentorial Trauma Epilepsi . Kelainan sirkularis : Gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak ( transient ischemic attack ) pada arteri vertebral dan arteri basiler. Kelainan Neurologis : Tumor otak. Penyebab vertigo dapat berasal dari perifer yaitu dari organ vestibuler sampai ke inti nervus VIII sedangkan kelainan sentral dari inti nervus VIII sampai ke korteks. streptomisin. sklerosis multipel.6. telinga dalam vertigo posisional paroksisimal benigna pasca trauma penyakit menierre labirinitis (viral. 7. Penyebab vertigo serta lokasi lesi ( Turner. 2010): Labirin. tumor yang menekan saraf vestibularis. inflamasi (misalnya pada sifilis. persyarafannya atau keduanya. Berbagai penyakit atau kelainan dapat menyebabkan vertigo. bakteri) toksik (misalnya oleh aminoglikosid. gentamisin) oklusi peredaran darah di labirin fistula labirin Saraf otak ke VIII neuritis iskemik (misalnya pada DM) infeksi. dan patah tulang otak yang disertai cedera pada labirin.

diuretik loop. IV dan VI. jaras-jaras yang menghubungkan nuklei vestibularis dengan nuklei N.Infratentorial Insufisiensi vertebrobasiler Obat Beberapa obat ototoksik dapat menyebabkan vertigo yang disertai tinitus dan hilangnya pendengaran. yaitu lebih dari 50 % disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik (Kovar. III. Susunan lain yang berperan ialah sistem optik dan pro-prioseptik. Obat penyekat alfa adrenergik. asam nalidiksat.Obat-obat itu antara lain aminoglikosid. Terapi berupa penghentian obat bersangkutan dan terapi fisik. Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan vestibuler atau keseimbangan. yang secara terus menerus menyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan. demikian juga gentamisin. Streptomisin lebih bersifat vestibulotoksik. antiinflamasi nonsteroid. dan proprioseptik. Patofisiologi Vertigo timbul jika terdapat gangguan alat keseimbangan tubuh yang mengakibatkan ketidakcocokan antara posisi tubuh (informasi aferen) yang sebenarnya dengan apa yang dipersepsi oleh susunan saraf pusat (pusat kesadaran). derivat kina atau antineoplasitik yang mengandung platina. Antimikroba lain yang dikaitkan dengan gejala vestibuler antara lain sulfonamid. penggunaan obat supresan vestibuler tidak dianjurkan karena jusrtru menghambat pemulihan fungsi vestibluer. sedangkan kanamisin. reseptor vestibuler memberikan kontribusi paling besar. Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh reseptor vestibuler. metronidaziol dan minosiklin. visual dan proprioseptik kanan . dan vestibulospinalis. Dalam kondisi fisiologis/normal. susunan vestibuloretikularis. vasodilator dan antiparkinson dapat menimbulkan keluhan rasa melayang yang dapat dikacaukan dengan vertigo C. informasi yang tiba di pusat integrasi alat keseimbangan tubuh berasal dari reseptor vestibuler. amikasin dan netilmisin lebih bersifat ototoksik. visual.2006).

berputar (yang berasal dari sensasi kortikal). Jika fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisi tidak normal/ tidak fisiologis. jika semuanya dalam keadaan sinkron dan wajar. ataksia saat berdiri/ berjalan dan gejala lainnya (Swartz. 3. serebelum) atau rasa melayang. sehingga jika pada suatu saat dirasakan gerakan yang aneh/tidak sesuai dengan pola gerakan yang telah tersimpan. respons penyesuaian otot menjadi tidak adekuat sehingga muncul gerakan abnormal yang dapat berupa nistagmus. menurut teori ini otak mempunyai memori/ingatan tentang pola gerakan tertentu. unsteadiness. mual dan muntah. teori ini lebih menekankan gangguan proses pengolahan sentral sebagai penyebab. ataksia atau sulit berjalan (gangguan vestibuler. Ketidakcocokan tersebut menimbulkan kebingungan sensorik di sentral sehingga timbul respons yang dapat berupa nistagmus (usaha koreksi bola mata). Di samping itu orang menyadari posisi kepala dan tubuhnya terhadap lingkungan sekitar. Teori rangsang berlebihan (overstimulation) Teori ini berdasarkan asumsi bahwa rangsang yang berlebihan menyebabkan hiperemi kanalis semisirkularis sehingga fungsinya terganggu. Teori konflik sensorik Menurut teori ini terjadi ketidakcocokan masukan sensorik yang berasal dari berbagai reseptor sensorik perifer yaitu antara mata/visus. Berbeda dengan teori rangsang berlebihan. akibatnya muncul gejala vertigo dan gejala otonom. akibatnya akan timbul vertigo. Teori neural mismatch Teori ini merupakan pengembangan teori konflik sensorik. 2005) Ada beberapa teori yang berusaha menerangkan kejadian ketidakseimbangan tubuh : 1. atau ada rangsang gerakan yang aneh atau berlebihan. akan diproses lebih lanjut. Di samping itu.dan kiri akan diperbandingkan. 2. Respons yang muncul berupa penyesuaian otot-otot mata dan penggerak tubuh dalam keadaan bergerak. timbul reaksi dari susunan saraf otonom. vestibulum dan proprioseptik. maka proses pengolahan informasi akan terganggu. Jika pola gerakan yang . atau ketidakseimbangan/asimetri masukan sensorik dari sisi kiri dan kanan. nistagmus.

Durasi tiap episode memiliki nilai diagnostic yang signifikan. teori dopamin (Kohl) dan teori serotonin (Lucat) yang masing-masing menekankan peranan neurotransmiter tertentu dalam mempengaruhi sistim saraf otonom yang menyebabkan timbulnya gejala vertigo. Teori sinap Merupakan pengembangan teori sebelumnya yang meninjau peranan neurotransmisi dan perubahan-perubahan biomolekuler yang terjadi pada proses adaptasi. goyang. berputar. Rangsang gerakan menimbulkan stres yang akan memicu sekresi CRF (corticotropin releasing factor). progresif atau membaik. Teori neurohumoral Di antaranya teori histamin (Takeda). yang berkembang menjadi gejala mual. peningkatan kadar CRF selanjutnya akan mengaktifkan susunan saraf simpatik yang selanjutnya mencetuskan mekanisme adaptasi berupa meningkatnya aktivitas sistim saraf parasimpatik. ketegangan. Teori otonomik Teori ini menekankan perubahan reaksi susunan saraf otonom sebagai usaha adaptasi gerakan/perubahan posisi. tujuh keliling. keletihan. sebaliknya hilang jika sistim parasimpatis mulai berperan. Profil waktu: apakah timbulnya akut atau perlahan-lahan. Anamnesis Pertama-tama ditanyakan bentuk vertigonya: melayang. 4. kronik.baru tersebut dilakukan berulang-ulang akan terjadi mekanisme adaptasi sehingga berangsur-angsur tidak lagi timbul gejala. rasa naik perahu dan sebagainya. paroksimal. hilang timbul. Perlu diketahui juga keadaan yang memprovokasi timbulnya vertigo: perubahan posisi kepala dan tubuh. D. belajar dan daya ingat. muntah dan hipersalivasi setelah beberapa saat akibat dominasi aktivitas susunan saraf parasimpatis. 6. 5. semakin lama durasi vertigo maka kemungkinan . berkeringat di awal serangan vertigo akibat aktivitas simpatis. Penegakan Diagnosis a. Teori ini dapat menerangkan gejala penyerta yang sering timbul berupa pucat. gejala klinis timbul jika sistim simpatis terlalu dominan.

Pemeriksan Fisik Pemeriksaan neurologic meliputi : pemeriksaan nervus cranialis untuk mencari tanda paralisis nervus. penyakit jantung. atau yuli pada usia muda perlu ditanyakan  Riwayat pengobatan Penggunaan obat-obatan seperti streptomisin. mual. mual. antimalaria dan lain-lain yang diketahui ototoksik / vestibulotoksik  Riwayat Penyakit adanya penyakit sistemik seperti anemi. 2 . kadnag disertai aura). kejang. b. menire disease.  Riwayat keluarga Adanya riwayat keluarga dengan migraine.kea rah vertigo sentral menjadi lebih besar. Kebanyakan penyebab vertigo dengan gangguan pendengaran berasal dari perifer. kanamisin. nyeri. dan fonofobia. tuli sensorineural. ataksia atau perubahan lain pada fungsi sensori dan motoris lebih mengarahkan diagnosis ke vertigo sentral misalnya penyakit cererovascular. muntah. muntah dan gejala neurologis dapat membantu membedakan diagnosis peneybab vertigo. fotofobia. penurunan kesadaran. Pada vertigo sentral mual dan muntah tidak terlalu parah. gangguan penglihatan dan pendengaran. nistagmus. Vertigo perifer umumnya memilki onset akut dibandingkan vertigo sentral Beberapa penyakit tertentu mempunyai profil waktu yang karakteristik (Neuhausen. salisilat. hipotensi. Pasien denga migraine biasanya merasakan gejala lain yang berhubungan dengan migraine misalnya sakit kepala yang tipikal (throbbing. atau multiple sklerosis. hipertensi. 2006).2009). unilateral. penyakit paru juga perlu ditanyakan. parestesia. Gejala penyerta berupa penurunan pendnegaran. neoplasma. Gejala neurologis berupa kelemahan. 21-35 persen pasien dengan migraine mengeluhkan vertigo ( labuguen. disarthria. Juga kemungkinan trauma akustik.

3. Pada kelainan vestibuler perjalanannya akan menyimpang. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup. Unterberger's stepping test (Pasien disuruh untuk berjalan spot dengan mata tertutup – jika pasien berputar ke salah satu sisi maka pasien memilki lesi labirin pada sisi tersebut) (Neuhausen. atau cerebrovascular event ( L. dan pada kelainan serebeler penderita akan cenderung jatuh. pada mata terbuka badan penderita tetap tegak. Pada sebuah studi. Nistagmus horizontal yang spontan dengan atau tanpa nistagmus rotator konsisten dengan acute vestibular neuronitis. arrhythmia. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik.Nistagmus vertical 80% sensitive untuk lesi nucleus vestibular atau vermis cerebellar.2009). Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi. Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang/berputar ke arah lesi dengan . Romberg’s sign Pasien dengan vertigo perifer memiliki gangguan keseimbangan namun masih dapat berjalan.abuguen. 2. hanya 19% sensitive untuk gangguan vestibular dan tidak berhubungan dengan penyebab yang lebih serius dari dizziness (tidak hanya erbatas pada vertigo) misalnya drug related vertigo. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu). mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup. Gait test 1. walaupun Romberg’s sign konsisten dengan masalah vestibular atau propioseptif. seizure.2006) Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan. Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit. hal ini tidak dapat dgunakan dalam mendiagnosis vertigo. Tandem Gait penderita berjalan lurus dengan tumit kaki kiri/kanan diletakkan pada ujung jari kaki kanan/kiri ganti berganti. sedangkan pasien dengan vertigo sentral memilki instabilitas yang parah dan seringkali tidak dapat berjalan.

kedua lengan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik. penderita disuruh mengangkat lengannya ke atas. kemudian diturunkan sampai menyentuh telunjuk tangan pemeriksa. Pada kelainan vestibuler akan terlihat penyimpangan lengan penderita ke arah lesi. kepala dan badan berputar ke arah lesi. Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi. Past-pointing test (Uji Tunjuk Barany) Dengan jari telunjuk ekstensi dan lengan lurus ke depan. Gambar Uji Tunjuk Barany . Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan mata terbuka dan tertutup. Gambar Uji Unterberger 4.gerakan seperti orang melempar cakram.

penderita dibaring-kan ke belakang dengan cepat. Sentral : tidak ada periode laten. nistagmus dan vertigo ber-langsung lebih dari 1 menit. Fungsi Vestibuler Dix-Hallpike manoeuvre Dari posisi duduk di atas tempat tidur. sehingga kepalanya meng-gantung 45º di bawah garis horisontal.Pemeriksaan untuk menentukan apakah letak lesinya di sentral atau perifer. . Perhatikan saat timbul dan hilangnya vertigo dan nistagmus. Perifer (benign positional vertigo) : vertigo dan nistagmus timbul setelah periode laten 2-10 detik. dengan uji ini dapat dibedakan apakah lesinya perifer atau sentral. hilang dalam waktu kurang dari 1 menit. 2008). bila diulang-ulang reaksi tetap seperti semula (non-fatigue) ( Allen. 1. akan berkurang atau menghilang bila tes diulang-ulang beberapa kali (fatigue). kemudian kepalanya dimiringkan 45º ke kanan lalu ke kiri.

Tes audiologik tidak selalu diperlukan. sementara penderita seringkali merasa sangat terganggu dengan keluhan vertigo tersebut. MRI kepala mengevaluasi struktur dan integritas batang otak. dan periventrikular white matter. gula darah. tuli unilateral yang progresif. dan kompleks nervus VIII (chain. E. Namun jika diagnosis tidak jelas maka dapat dilakukan audiometric pada semua pasien meskipun tidak mengelhkan gangguan pendengaran (Chain. Pemeriksaan laboratories meliputi pemeriksaan elekrolit.Unterberger's stepping test. ada factor resiko untuk terjadinya CVA. Vestibular testing membantu jika tidak ditemukan sebab yang jelas. Beberapa golongan yang sering digunakan : . seringkali menggunakan pengobatan simptomatik.Gambar. Lamanya pengobatan bervariasi. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang pada vertigo meliputi tes audiometric. vestibular testing. cerebellum. Penatalaksanan a. funsi thyroid dapat menentukan etiologi vertigo pada kurang dari 1 persen pasien (Chain. Medikamentosa Medikasi Karena penyebab vertigo beragam.Fungsi Vestibuler Dix-Hallpike manoeuvre di dapatkan positif.Tandem Gait. Tes ini diperlukan jika pasien mengeluhkan gangguan pendengaran. Pastpointing test (Uji Tunjuk Barany). Sebagian besar kasus terapi dapat dihentikan setelah beberapa minggu. Vestibular testing tidak dilakukan pada semau pasieen dengan keluhan dizziness . evalusi laboratories dan evalusi radiologis.2009) d.2009). Gold Standar Diagnosis Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dix hallpike mhnuever c.2009) Pemeriksaan radiologi sebaiknya dilakukan pada pasien dengan vertigo yang memiliki tanda dan gejala neurologis. Sekitar 20 sampai 40% pasien dapat didiagnosis segera setelah anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dan dari anamnesinya ada pusing berputar dan dari pemeriksan fisik di dapatkan antara lain Romberg’s sign.

Efek samping Betahistin ialah gangguan di lambung. Merupakan . Pada penderita vertigo yang berat efek samping ini memberikan dampak yang positif. Antihistamin yang mempunyai anti vertigo juga memiliki aktivitas anti-kholinergik di susunan saraf pusat. Maksimum 6 tablet dibagi dalam beberapa dosis. Obat antagonis kalsium Cinnarizine (Stugeron) dan Flunarizine (Sibelium) sering digunakan.Dimenhidrinat (Dramamine) Lama kerja obat ini ialah 4 – 6 jam. siklisin. 4 kali sehari per oral. Efek samping yang umum dijumpai ialah sedasi (mengantuk). . . . dan sesekali “rash” di kulit. Obat ini dapat juga diberikan parenteral. Efek samping mengantuk. diberikan dengan dosis 25 mg (1 kapsul) – 50 mg. Dapat diberi per oral atau parenteral (suntikan intramuscular dan intravena).  Betahistin di Hcl (Betaserc) Dengan dosis 8 mg (1 tablet).Difhenhidramin Hcl (Benadryl) Lama aktivitas obat ini ialah 4 – 6 jam. difenhidramin.ANTIHISTAMIN Tidak semua obat antihistamin mempunyai sifat anti vertigo. 4 kali sehari. 3 kali sehari. Mungkin sifat anti-kholinergik ini ada kaitannya dengan kemampuannya sebagai obat antivertigo. Efek samping ialah mengantuk. dapat diberikan untuk mengatasi gejala vertigo.  Betahistin Mesylate (Merislon) Dengan dosis 6 mg (1 tablet) – 12 mg. 3 kali sehari per oral. ANTAGONIS KALSIUM Dapat juga berkhasiat dalam mengobati vertigo.Betahistin Senyawa Betahistin (suatu analog histamin) yang dapat meningkatkan sirkulasi di telinga dalam. rasa enek. meksilin. Dapat diberikan dengan dosis 25 mg – 50 mg (1 tablet). Antihistamin yang dapat meredakan vertigo seperti obat dimenhidrinat.

FENOTIAZINE Kelompok obat ini banyak mempunyai sifat anti emetik (anti muntah). Lama aktivitas obat ini ialah 4 – 6 jam. rasa cape. Dosis yang lazim ialah 25 mg (1 tablet) – 50 mg. Namun.Promethazine (Phenergan) Merupakan golongan Fenotiazine yang paling efektif mengobati vertigo. sedangkan efek samping ekstrapiramidal lebih sedikit disbanding obat Fenotiazine lainnya. . Dosis biasanya ialah 15 – 30 mg. mulut rasa kering dan “rash” di kulit.Cinnarizine (Stugerone) Mempunyai khasiat menekan fungsi vestibular. Efek samping yang sering dijumpai ialah sedasi (mengantuk). Efek samping ialah rasa mengantuk (sedasi). 3 kali sehari atau 1 x 75 mg sehari. Efek samping ialah sedasi (mengantuk). diare atau konstipasi. . Khlorpromazine (Largactil) dan Prokhlorperazine (Stemetil) sangat efektif untuk nausea yang diakibatkan oleh bahan kimiawi namun kurang berkhasiat terhadap vertigo. Dapat mengurangi respons terhadap akselerasi angular dan linier. Obat ini dapat diberikan per oral atau parenteral (suntikan intramuscular atau intravena). Diberikan dengan dosis 12. . antagonis kalsium sering mempunyai khasiat lain seperti anti kholinergik dan antihistamin.Khlorpromazine (Largactil) Dapat diberikan pada penderita dengan serangan vertigo yang berat dan akut. 3 – 4 kali sehari. .5 mg – 25 mg (1 draze). Namun tidak semua mempunyai sifat anti vertigo.obat supresan vestibular karena sel rambut vestibular mengandung banyak terowongan kalsium. Sampai dimana sifat yang lain ini berperan dalam mengatasi vertigo belum diketahui. 4 kali sehari per oral atau parenteral (suntikan intramuscular atau intravena).

b.OBAT SIMPATOMIMETIK Obat simpatomimetik dapat juga menekan vertigo. .6 mg.Skopolamin Skopolamin dapat pula dikombinasi dengan fenotiazine atau efedrin dan mempunyai khasiat sinergistik. Non Medikamentosa Terapi fisik . 3 – 4 kali sehari. . jantung berdebar (palpitasi) dan menjadi gelisah – gugup.Lorazepam Dosis dapat diberikan 0. Khasiat obat ini dapat sinergistik bila dikombinasi dengan obat anti vertigo lainnya.Efedrin Lama aktivitas ialah 4 – 6 jam. Efek samping ialah insomnia. Salah satunya obat simpatomimetik yang dapat digunakan untuk menekan vertigo ialah efedrin. Dosis dapat diberikan 10 -25 mg.3 mg – 0.5 mg – 1 mg .efek samping seperti mulut kering dan penglihatan menjadi kabur.Diazepam Dosis dapat diberikan 2 mg – 5 mg. . OBAT PENENANG MINOR Dapat diberikan kepada penderita vertigo untuk mengurangi kecemasan yang diderita yang sering menyertai gejala vertigo. OBAT ANTI KHOLINERGIK Obat antikolinergik yang aktif di sentral dapat menekan aktivitas sistem vestibular dan dapat mengurangi gejala vertigo. 4 kali sehari. Dosis skopolamin ialah 0.

sehingga perlu latihan fisik vestibular. fleksi. tumit kaki yang satu menyentuh jari kaki lainnya dalam melangkah). Namun kadang-kadang dijumpai beberapa penderita yang kemampuan adaptasinya kurang atau tidak baik. membiasakan atau mengadaptasi diri terhadap gangguan keseimbangan. gerak miring). . kemudian dengan mata ditutup. Latihan bertujuan untuk mengatasi gangguan vestibular. Terapi Fisik Brand-Darrof Ada berbagai macam latihan fisik. Melirikkan mata kearah horizontal dan vertikal. Olahraga yang menggerakkan kepala (gerakan rotasi. 3. Jalan menaiki dan menuruni lereng. Kadang-kadang obat tidak banyak membantu.Susunan saraf pusat mempunyai kemampuan untuk mengkompensasi gangguan keseimbangan. 7. 8. Tujuan latihan ialah : 1. latihan fiksasi pandangan mata. Melatih meningkatkan kemampuan keseimbangan Contoh latihan : 1. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya gangguan lain di susunan saraf pusat atau didapatkan deficit di sistem visual atau proprioseptifnya. Melatih gerakan kepala yang mencetuskan vertigo atau disekuilibrium untuk meningkatkan kemampuan mengatasinya secara lambat laun. salah satunya adalah latihan Brand-Darrof. Berdiri tegak dengan mata dibuka. Berjalan “tandem” (kaki dalam posisi garis lurus. 2. Melatih gerakan bola mata. ekstensi. Melatih gerakan mata dengan mengikuti objek yang bergerak dan juga memfiksasi pada objek yang diam. Jalan di kamar atau ruangan dengan mata terbuka kemudian dengan mata tertutup. 5. 3. 6. Dari sikap duduk disuruh berdiri dengan mata terbuka. 2. 4. kemudian dengan mata tertutup.

G. jatuhkan badan ke posisi kanan. . Infark arteri basilar atau vertebral. Prognosis Prognosis pasien dengan vertigo vestibular tipe perifer umumnya baik.  Arahkan kepala ke kiri.misalnya. Masing-masing gerakan lamanya sekitar satu menit.epidemic atau akibat otitis kronika.  Untuk awal cukup 1-2 kali kiri kanan. F. Komplikasi Komplikasi penyakit vertigo biasanya adalah penyakit trauma telinga dan labiriminitis. dapat terjadi remisi sempurna. kemudian balik posisi duduk. Sebaliknya pada tipe sentral pronosisnya tergantung dari penyakit yang mendasarinya.Keterangan Gambar:  Ambil posisi duduk. dapat dilakukan berulang kali. makin lama makin bertambah. menandakan prognosis buruk. Vertigo juga dapatdisebabkan karena penyakit pada saraf akustikus cerebrum atau system kardiovaskular.  Arahkan kepala ke kanan lalu jatuhkan badan ke sisi kiri.

obat simpatomimetik. obat anti kholinergik. Pengobatanya dapat di berikan golongan obat antihstamin.obat penenang minor.Tandem Gait.Fungsi Vestibuler Dix-Hallpike manoeuvre di dapatkan positif. Prognosis pasien dengan vertigo vestibular tipe perifer umumnya baik. 2. gangguan pada telinga bagian dalam. dapat terjadi remisi sempurna. 6. Penegakan diagnosisnya bisa ditentuakan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang menunjang seperti dari anamnesunya ada pusing berputar dan dari pemeriksan fisik di dapatkan positif dari pemeriksaan antara lain : 4. Vertigo juga dapatdisebabkan karena penyakit pada saraf akustikus cerebrum atau system kardiovaskular. Pastpointing test (Uji Tunjuk Barany). Vertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar mengelilingi pasien atau pasien serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar. 5. Infark arteri basilar atau vertebral. Sebaliknya pada tipe sentral pronosisnya tergantung dari penyakit yang mendasarinya.misalnya.stres. Penyebabnya penyebabnya antara lain akibat kecelakaan. obat-obatan. terlalu sedikit atau banyak aliran darah ke otak dan lain-lain.fenotiazine. Penegakan diagnosisnya bisa ditentuakan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang menunjang seperti dari anamnesinya ada pusing berputar dan dari pemeriksan fisik di dapatkan antara lain Romberg’s sign. . menandakan prognosis buruk. 3.epidemic atau akibat otitis kronika.BAB IV KESIMPULAN 1. 7. Komplikasi penyakit vertigo biasanya adalah penyakit trauma telinga dan labiriminitis.antagonis kalsium.Unterberger's stepping test.

com/article/794789- clinical#a0217 6. H. Symposium Neurology :Systematic Approach that Needed for establish of Vetigo. Neuhauser. Vertigo. 7. Diunduh tanggal 5 Desember 2012. 2010. P. Number 2 4. Sidharta P.254 (1732): 19-23.2009. 2010. B. 2006 ◆ Volume 73. 2006.2005:71:6. T. DJ.Diagnosis and management in primary care. T. Jones. Illnois:wolter kluwerlippincot William and wilkins) . Diunduh dari http://emedicine. Longwell. Swartz. Sura. NE. Treatment of Vertigo in Journal of American Family Physician March 15. Neurologi Klinis Dasar. Practical Neurology 3rd edition: Approach to the Patient with Dizziness and Vertigo. Lewis. R. Central Vertigo [Internet]. The Practitioner September 2010 . Labuguen. 2009. 2005. 2008 5.DAFTAR PUSTAKA 1. Lempert. Initial Evaluation of Vertigo ini Journal American Family Physician January 15. BJMP 2010. Jepson.medscape. Kovar. WebMD LLC. Mardjono M. Diagnosing and Treating: Benign Paroxysmal Positional Vertigo in Journal Gerontological of Nursing. migraine and vestibular migraine in Journal Nerology 2009:25:333-338 3. M. RH.3(4):a351 2. Newell. 2006. 9. Epidemiology of vertigo. S. December:2006 8. Marril KA. TC. Jakarta: Dian Rakyat. Chain. 21 Januari 2011. Turner. S.