P. 1
Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas

|Views: 54|Likes:
Published by liakhalila

More info:

Published by: liakhalila on Dec 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

Penelitian Tindakan Kelas “Upaya Peningkatan Kreativitas Anak Dengan Penggunaan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna Pada

Kelompok B2 TK Islam Kanita Tiara Semester II Tahun Ajaran 2008/2009” Oleh: Ria Winanti Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui apakah KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna dapat meningkatkan kreativitas anak kelompok B2 TK Islam Kanita Tiara Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas dengan dua siklus kegiatan. Dalam setiap siklus ada 4 langkah kegiatan yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Setting tindakan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada bulan Pebruari 2009 – Maret 2009 dengan subyek penelitian anak kelas B2 TK Islam Kanita Tiara Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo yang terdiri dari 21 anak. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna dapat meningkatkan kreativitas anak yang baik dari 19.05% menjadi 80.95%. Masih ada 19.05% dengan kriteria kemampuan kreatifitas cukup. Kata Kunci : Upaya Peningkatan Kreativitas Anak Pada Semester II pelajaran 2008-2009 peneliti merasa kebingungan dan prihatin karena anak didik kelompok B2 terlihat kurang semangat, sebagian besar mereka asyik sibuk sendiri tidak aktif dalam kegiatan, dan anak terlihat bosan dengan pembelajaran yang ada dengan metode cerita, tanya jawab, kelas alam dan lainnya. Mengajar di kelompok B usia 5 tahun memang diperlukan strategi pembelajaran yang selalu inovatif, dalam Psikologi Perkembangan Anak, Reni Akbar Hawadi, menyebutkan penelitian Torrance di Amerika bahwa usia 5 tahun kemampuan kreativitas menurun satu tingkatan skor. Untuk itu perlu diadakan upaya peningkatan kreativitas, karena pada usia dini kecerdasan,fungsi- fungsi mental lainnya, termasuk kreativitas berkembang sangat cepat, sangat disayangkan kalau kesempatan ini diabaikan. Taman Kanak-Kanak dimana peneliti bertugas sebagai guru, terletak di perbatasan Sukoharjo dan Surakarta, terletak di perumahan yang dekat desa. Merupakan tantangan peneliti untuk selalu berupaya meningkatkan pelayanan yang baik. Latar belakang masalah sebenarnya juga dipicu dari intervensi, tekanan orang tua anak didik yang mengiginkan anaknya diam kalau tidak ditanya, dan di rumah sebagian anak mendapat aturan - aturan yang sangat menekan, sehingga berpengaruh di Taman Kanak-Kanak. Anak jadi takut bertanya, takut mengungkapkan ide, apalagi untuk bercerita.

diharapkan anak dapat diperlakukan sesuai dengan kebutuhan perkembangannya sehingga anak tumbuh sehat jasmani dan rohani. Pembelajaran untuk anak usia dini . diujicobakan dalam situasi yang sebenarnya. bercerita. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. nilai sikap. Pembelajaran untuk anak usia dini bukan berarti anak harus disekolahkan pada umur yang belum seharusnya. Dalam penelitian tindakan kelas ini disusun untuk memecahkan suatu masalah. Bentuk KOPI yang unik dan menarik. menjawab pertanyaan. bertanya. Berdasarkan latar belakang masalah di atas. maka dilakukan “Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Dengan Penggunaan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna Pada Kelompok B2 TK Islam Kanita Tiara”. daya cipta. anak bebas bergerak. sehingga langkah-langkah yang ditempuh dapat dipantau secara teratur bahkan dapat dinilai dan disempurnakan pada tindakan selanjutnya. Pentingnya Pembelajaran bagi anak Pendidikan anak usia dini (Early Childhood Education) merupakan bidang ilmu yang relatif baru. Mengatasi realita dan hambatan yang ada maka perlu tindakan yang tepat. emosi/perasaan. ketrampilan berbahasa. Bila sebelumnya anak didik berdasarkan pemahaman orang dewasa saja bagaimana cara memperlakukan anak dan apa yang terbaik bagi anak. didesain untuk mengembangkan seluruh potensi perkembangan anak. Anak pun dapat diperhatikan secara lebih komprehensif. Sejalan dengan pengertian tersebut menurut T. membentuk alat permainan sehingga akan menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas anak dalam mengungkapkan ide. dapat memilih. Menurut Kasihani Kasbolah (1999:12) penelitian tindakan kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas dengan melaksanakan tindakan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang diangkat dari kegiatan tugas sehari-hari di kelas. daya pikir. dipaksa untuk mengikuti pelajaran yang akhirnya justru membuat anak menjadi terbebani dalam mencapai tugas perkembangannya. Soedarsono (2001:2) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan yang dilakukan serta untuk memperbaiki kondisi dimana praktek-praktek pembelajaran dilakukan. aktif. Raka Joni yang dikutip oleh FX. akhlak mulia dari tampilan gambar yang tersedia. sekaligus menyikapi pendapat Torrance yaitu menggunakan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna.Peneliti berusaha mengatasi permasalahan tersebut. penanaman kebesaran Allah. saat ini setelah berkembang Pendidikan TK. maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Dapatkah KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas anak ? Penelitian Tindakan Kelas Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian tindakan kelas.

orang tua sangat perlu untuk memahami hakikat dari perkembangan anak. Yang termasuk motorik halus dalam hal ini adalah gerakan tangan dan yang termasuk dalam motorik kasar adalah gerakan si anak saat naik-turun tangga ataupun memanjat. 2004:351356) mengungkapkan sebenarnya aspek-aspek perkembangan PAUD adalah : a) Perkembangan fisik. Perkembangan kognitif di sini contohnya adalah perkembangan kemampuan si anak untuk menggunakan bahasa. Pembelajaran hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga anak merasa pembelajaran tersebut menyenangkan. Pada hakikatnya anak belajar sambil bermain. dll. gembira. Emosional dalam hal ini menyangkut segala sesuatu yang berhubungan dengan perasaan si anak. Proses pembelajaran yang dilakukan harus berangkat dari yang dimiliki anak. Setiap anak membawa seluruh pengetahuan yang dimilikinya terhadap pengalaman-pengalaman baru. terutama orang-orang yang ada di sekitar si anak. dan bernyanyi. baik motorik halus maupun motorik kasar. Untuk itu pembelajaran pada usia dini harus dirancang agar anak merasa tidak terbebani dalam mencapai tugas perkembangannya. namun menjadi larangan oleh orang tua. sebaliknya hal yang disukai orang tua banyak yang tidak disukai anak. Oleh sebab itu. sehingga menarik perhatian anak untuk terlibat dalam pembelajaran. c) Perkembangan kognitif / intelektual. Kreativitas anak . maka pembelajaran yang paling tepat bagi anak usia dini adalah pembelajaran yang menggunakan prinsip belajar. Gejala ini dapat dilihat dari banyaknya hal yang disukai oleh anak. b) Perkembangan emosional dan sosial. maka aktivitas bermain merupakan bagian dari proses pembelajaran. senang. apa yang diajarkan kepada anak sulit untuk diterima.pada dasarnya adalah pembelajaran yang kita berikan pada anak agar anak dapat berkembang secara wajar. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. Banyak aspek-aspek perkembangan Anak Usia Dini (PAUD). Sedangkan perkembangan sosial dalam hal ini adalah interaksi si anak dengan lingkungan. Secara Internasional Nasional Assosiation in Education for Young Children (NAEYC) (Dewi dan Eveline. namun sering kali guru dan orang tua mengajarkan anak sesuai dengan pemikiran orang dewasa. gembira dan demokratis. kesal. bermain. Anak usia dini belajar dengan caranya sendiri. Akibatnya. baik itu perasaan sedih. Sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang bersifat aktif dalam melakukan berbagai ekplorasi terhadap lingkungannya. oleh karena itu pembelajaran pada anak usia dini pada dasarnya adalah bermain.

Mempunyai minat luas. dibuat pintu untuk gerak bebas anak misal merangkak melewati kotak.gambar karya anak / guru. Konsep alat permainan ini dibuat mudah. berani menjawab dengan sejumlah jawaban. murah. menjawab dengan sejumlah jawaban). 4. gambar. dengan alat permainan ini pembelajaran akan bermakna. fasilisator sehingga tercapai Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan ( PAIKEM ). merayap. Mempunyai kebebasan berpikir. Didalam KOPI tesedia beberapa kotak kecil yang berisi gambar-gambar buatan anak. Selalu ingin mendapat pengalaman –pengalaman baru. 1992. 3. berpikir lancar (mengajukan banyak pertanyaan. berani bertanya. 8. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Berani berpendapat dan memiliki keyakinan. yaitu: 1. Bersikap ingin tahu. Kegiatan pembelajaran anak aktif kreatif guru sebagai motivator. pembelajaran inovatif karena multiguna. Kreativitas anak ditingkatkan dengan menggunakan alat permainan yang dinamakan Kotak Permainan Inovatif atau KOPI Multiguna . meningkatkan kreativitas anak. (Utami Munandar. yang meliputi keberanian anak mengungkapkan ide. Mempunyai daya imajinasi kuat. buatan guru. 5. 10. berani bercerita secara sederhana. . balokbalok dari kardus kecil yang disesuaikan dengan kegiatan pada SKH (Satuan Kegiatan Harian). yaitu mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. anak benar-benar pada dunianya dan eksplor. pusel kreatif.Kreativitas meliputi berpikir orisinal (memikirkan cara-cara yang baru). Penuh semangat. Kotak Permainan Inovatif ( KOPI ) Multiguna. anak aktif. disisi kiri ditempel perekat kain dipasang gambar untuk kegiatan bercerita. Mempunyai kepercayaan diri yang kuat. 9. Berani mengambil resiko. KOPI didesain untuk mengaktifkan anak yang dibuat dengan ukuran besar supaya alat ini multiguna. imajinatif (memikirkan hal-hal yang belum terjadi). Dalam penelitian tindakan kelas ini untuk kreativitas yang dirumuskan mengacu pada SKH (Satuan Kegiatan Harian). untuk melempar bola. Disisi kanan di temple kain panel untuk menempel hasil kreativitas anak. 2. sedang dan kecil. terbuat dari kardus bekas yang dicat. bola besar. Utami Munandar (1977) melalui penelitiannya di Indonesia menyebutkan ciri-ciri kepribadian dari kreativitas yang dianggap orang Indonesia. 88-91). 7. Mempunyai inisiatif. pembelajaran menyenangkan dan tercapai tujuan. kata kreatif buatan anak dan guru. dapat digunakan beberapa kegiatan pembelajaran sehingga menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas anak. 6.

pelaksanaan. ditetapkan sebagai berikut : Sekurang-kurangnya 75 % anak didik memiliki kemampuan kreativitas baik dalam proses pembelajaran. materi pada Siklus II melanjutkan Siklus II. (3) observasi. . observasi. Ia menekankan yang sangat dikembangkan adalah kemampuan berpikir divergen yang diartikan sebagai kemampuan memberikan alternatif jawaban yang beraneka ragam. Indikator untuk mengetahui kinerja dari media KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna. Guilford menyampaikan pentingnya kreativitas dikembangkan melalui jalur pendidikan. Tidak lebih dari 10% anak memiliki kemampuan kreativitas kurang dalam pembelajaran. mereka yang sangat kreatif memiliki prestasi menonjol seperti mereka yang memiliki IQ yang sangat tinggi. yaitu : (1) perencanaan. dan (4) refleksi. Melalui konsepnya yang dikenal ”Sruktur Intelek”. Kegiatan pada Siklus II merupakan perbaikan dari kekurangan Siklus I.Penelitian yang relevan.kurangnya 15 % anak memiliki kemampuan kreativitas cukup dalam proses pembelajaran. Prosedur Penelitian. (2) pelaksanaan. dan refleksi baru dilanjutkan kegiatan Siklus II. Sekurang. Setiap Siklus mempunyai 4 tahapan. Guilford membuka mata manusia atas adanya dua kemampuan berpikir. Indikator Kinerja. Penelitian pakar psikologi Amerika yaitu Getzels dan Jakson (1962) dari Universitas Chicago yang menemukan bahwa diantara mahasiswa yang berhasil. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 Siklus. Torrance (1962) menegaskan perlu adanya peningkatan kreativitas pada anak sejak usia dini karena pada periode ini anak mulai mengembangkan perasaan otonomi dan ingin melaksanakan segalanya secara sendiri. Penelitian ini diawali dengan pelaksanaan Siklus I yang terdiri dari kegiatan perencanaan. Penelitian Seto Mulyadi dalam desertasinya (1993) memuat penelitian di luar negeri yang menyimpulkan pentingnya potensi anak balita untuk dirangsang perkembangannya. Kegiatan ini didasarkan atas kegiatan refleksi Siklus I. Kegiatan Siklus II sama dengan kegiatan pada Siklus I.

anak menempelkan gambar di papan kotak yang tersedia dan menceritakan gambar tesebut teman lain mendengar. masih ada 4 anak yang kemampuan kreativitasnya kurang. Pelaksanaan Tindakan pada Siklus I Kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai acuan SKH yang telah dibuat yang dapat dilihat di lampiran. Hal itu diduga karena penggunaan metode yang kurang tepat Penggunaan KOPI ( Kotak Permainan Inovatif) merupakan cara yang dipilih meningkatkan kreativitas anak. anak dapat mengembangkan imajinasinya kemudian anak dapat menyampaikan ide atau pikirannya. Dari data awal didapat anak yang sudah mempunyai kemampuan kreativitas dengan baik sebanyak 4 anak yaitu 19. Dengan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna. maka perlu motifasi saat pelaksanaan tindakan selanjutnya. Hasil Pengamatan dan Evaluasi Tindakan pada Siklus I Dalam pengamatan tindakan I.10 % dan anak yang mempunyai kreativitas kurang 9 anak yaitu 42. sehingga kemampuan kreativitas anak akan menjadi lebih baik. anak tersebut masih malumalu dalam mengutarakan ide.Hasil penelitian dari setiap tindakan dievaluasi untuk mengetahui hasilnya.86 % seperti ditunjukkan dalam Gambar 2. dan 8 anak yang mempunyai kemampuan kreativitas cukup yaitu 38. karena pada kegiatan Siklus I. anak berani untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. anak berani mengungkapkan ide. menilai proses kegiatan itu.05 %. Persiapan Tindakan pada Siklus II. Penerapan permainan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) dalam pembelajaran mampu menghidupkan interaksi dua arah antara guru dengan anak. dan yang kurang/ belum berhasil (O). Hasil dan Pembahasan Kegiatan awal anak pada penelitian ini adalah dengan melihat data awal anak kelas B2 TK Islam Kanita Tiara pada tahun pelajaran 2008/2009. Anak tampak lebih antusias dalam pembelajaran. anak memilih gambar yang tersedia di kotak kecil yang tersedia karya anak atau guru sesuai dengan pilihan anak. anak mampu menceritakan gambar yang dipilihnya. Refleksi Tindakan pada Siklus I Pelaksanaan tindakan Siklus I proses pembelajaran berdasarkan analisa peneliti berjalan lancar dan baik. guru mendampingi dan mengamati. dan secara spontan terjadi tanya jawab yang mengasyikan. Anak dibagi menjadi 2 kelompok dengan kegiatan yang telah direncanakan menggunakan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna. Penilaian untuk anak yang bagus diberi tanda (O). . peneliti mengevaluasi pelaksanaan tindakan belajar mengajar sebagai berikut. cukup diberi tanda ceklis (v). proses pembelajaran menyenangkan.

( Lihat Grafik) Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dari Siklus ke Siklus dapat kita lihat dan kita evaluasi. anak menempelkan gambar di papan kotak yang tersedia dan menceritakan gambar tesebut teman lain mendengar. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari jumlah anak yang memperoleh pengalaman belajar terhadap hal baru lebih banyak. 2. kemampuan kreativitas anak meningkat. Siklus II guru melaksanakan prsiapan sebagai berikut : 1. peneliti melakukan proses daur ulang seperti kegiatan tindakan Siklus I. Refleksi Tindakan pada Siklus II Pada pelaksanaan Siklus II sudah menunjukkan hasil yang sangat baik. Hasil Pengamatan dan Evaluasi Tindakann Siklus II Pada pelaksanaan tindakan II dapat dikatakan bahwa kegiatan pembelajaran terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tindakan Siklus I. Mendesain pembelajaran dengan membagi secara kelompok. menilai proses kegiatan itu. Pelaksanaan tindakan II telah membuahkan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan tindakan I. guru mendampingi dan mengamati. sehingga lebih berani berpendapat saat diberikan pertanyaan. Menyiapkan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna. Proses kegiatan pembelajaran sesuai tujuan. 3.Dalam melaksanakan tindakan Siklus II. Keberhasilan dalam tindakan ini dapat dilihat berdasarkan indikator kinerja sebagai berikut: . Anak meningkat kreativitasnya dengan melakukan permainan yang lebih menantang dan mengasyikkan yaitu menyusun kata sesuai gambar. sesuai dengan tngkat kemampuan anak yaitu kata yang dipilih yang sudah mereka kenal. Dengan demikian menggunakan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna dapat meningkatkan kreativitas anak. anak memilih gambar yang tersedia di kotak kecil yang tersedia karya anak atau guru sesuai dengan pilihan anak. Anak dibagi menjadi 2 kelompok dengan kegiatan yang telah direncanakan menggunakan KOPI (Kotak Permainan Inovatif). dan anak yang mulanya malu sudah berani melontarkan pendapat. Pelaksanaan Tindakan pada Siklus II Kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai acuan SKH yang telah dibuat yang dapat dilihat di lampiran. Menyiapkan lembar penilaian dan lembar observasi bersama guru lain yang ditunjuk berkolaborasi. 4. bertanya dan anak lebih tertarik dengan media yang digunakan. dan secara spontan terjadi tanya jawab yang mengasyikkan. Menyiapkan SKH (Satuan Kegiatan Harian).

Daftar Pustaka . bereksplorasi / menemukan hal-hal baru. berarti pembelajaran berhasil.95%. Alat permainan ini Multiguna dapat dipergunakan untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. mampu bercerita. Jawa Tengah. Daya pikir anak dapat tumbuh dan berkembang karena pembelajaran dikemas dengan kasih sayang atau menyenangkan dan anak terlibat langsung ke dalam permainan. sangat tepat dilakukan. Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Saran-saran Dari hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan menjadi inspirasi yang dapat dikembangkan oleh rekan guru Taman Kanak-Kanak yang akan berinovasi dalam pembelajaran. karena konsep dan aplikasinya sudah penulis paparkan dengan jelas. hal ini akan mempertajam pola pikir dan mengembangkan kreativitas anak. yang dapat memperkaya perbendaharaan kata / bahasa anak. Simpulan Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Dengan Penggunaan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna Pada Anak Kelompok B2 Islam Kanita Tiara. sehingga menumbuhkan anak-anak mandiri dan bertanggung jawab. anak-anak meningkat dalam kreativitasnya (berani mengungkapkan ide dengan menemukan hal-hal baru. Penulis mendapatkan keberhasilan yang luar biasa pada anak dalam kreativitasnya melalui permainan KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna kelas B dengan penggunaan media KOPI (Kotak Permainan Inovatif). berani bertanya dan menjawab pertanyaan dengan sejumlah jawaban). KOPI (Kotak Permainan Inovatif) Multiguna adalah media yang inovatif bila dilaksanakan dengan rencana yang matang untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dari rencana program yang dilakukan melalui kegiatan ini maka anak merasa senang. hasil tindakan kemampuan kreativitas menjadi 80. yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk mendesain pembelajaran sesuai dengan prinsip pembelajaran untuk Anak Usia Dini. sehingga terlaksana PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan). diprogramkan untuk mengatasi kejenuhan anak di kelas. dan menguatkan pola pikir anak. Kegiatan ini sangat efektif bila direncanakan dengan baik seperti yang telah penulis paparkan pada bab sebelumnya.Sekurang-kurangnya kemampuan kreativitas 75 %. Sehingga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi inovatif dalam pelaksanaan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). oleh karena itu kegiatan ini dapat dilakukan oleh bapak ibu guru dengan menyesuaikan situasi dan kondisi Taman Kanak-Kanak yang bersangkutan. Permainan didesain. hendaknya kita jangan merasa sulit dahulu sebelum dicoba atau dilakukan.

Psikologi Perkembangan Anak. Hawadi – Reni Akbar (2001).1993. Pembicara Tamu. Jakarta. Email : riawinanti@yahoo.J. Mulyadi. 6. Jakarta: DIKTI.C.& Jackson. Jakarta. 1993.(2004). Creativity and education: A study of relation between measures of creative thinking and education variables in Indonesia Primary and Secondary Schools. m Pascasarjana Universitas Indonesia. jurusan Teknologi Pembelajaran. Penatar Guru SD/TK Tingkat Propinsi. Pendidikan Akhir : Pasca Sarjana Teknologi Pembelajaran Universitas Negri Yogyakarta.”Three Faces of intellect” dalam Desertasi.”Creative and intelligence” dalam Kreativitas dan Bermain.Dewi Salma & Eveline Siregar. Guiding Creative Talent. Kasihani Kasbolah (1999).Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia.03/X Perumahan Tiara Ardi . Pd. Motivator . Jalan : Melati III Blok H RT. Keaksaraan. Guilford. 3. 1977. Biodata 1.sp. Inc. Tempat Tgl. Desertasi. Alamat a. Tesis Doktoral. Kegiatan : Penyelenggara Kelompok Bermain Unggulan.W.com 7. Getzels. Praktisi Tim Pengembang PAUD P2PNFI Jateng 8.E. Prenada Media bekerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta. Utami Munandar. 10 September 1967 4. 5. Penelitian Tindakan Kelas. Jabatan : Guru TK. oleh Seto Mulyadi. S. 2.Jakarta:Fakultas.J. Kreativitas dan Bermain. Torance. Prestasi dan Keberhasilan yang pernah dicapai . 1974. Baki. Kec.st c.P. Kab. Penyelenggara TPAB ( Taman Penitipan Anak & Balita). Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. New york: Prentice Hall. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia. P. Lahir : Surakarta.riawinanti. Jenis Kelamin : Perempuan. Sukoharjo 95700 b. Mozaik Teknologi Pendidikan. Seto 1993. M. Grasindo. Litbang HIMPAUDI Kabupaten. Nama : Ria Winanti. Web site : www.

a. Nominator Woman of YEAR ANTV 2005. Juara III Tutur Nusantara 2001. h. Beberapa kali juara terbuka mendongeng. memasak DI Hotel Kusuma Sahid Raya GORO Assalam dan merangkai bunga. Juara III KTI ( Karya Tulis Ilmiah) tingkat Provinsi. Nominator Karya Ilmiah Pengintegrasian IMTAK IPTEK NASIONAL 2003. c. Juara II Keberhasilan Guru Dalam Pembelajaran Bimbingan Konseling Nasional 2002. Juara I Membuat cerita bergambar Propinsi Jawa Tengah 2004. g. e.” . membuat parcel Alfa Pabelan dan lain-lain. Nominator Ummi Award 2004. b. f. Penelitian yang telah dilakukan : “Pengembangan Multimedia Dongeng Untuk Melatih Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini. d.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->