TATA LAKSANA TAKIKARDIA

Oleh : Irenne 1301-1211-0566

Preceptor : Dedi Fitri Yadi, dr., Sp.An

BAGIAN ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2012

Rekaman elektrokardiogram (EKG) 12 sandapan merupakan alat sederhana yang mampu menentukan sebagian besar jenis takikardia. kecuali bila keadaannya sangat tidak stabil sehingga diperlukan konversi elektris. anamnesis dan pemeriksaan fisik yang seksama terhadap pasien terutama yang ada hubungannya dengan penyakit jantung koroner. Pemeriksaan foto toraks dan ekokardiografi diperlukan untuk menentukan berbagai penyakit jantung yang mendasari terjadinya takikardia dengan. Di samping itu. Kita harus mendiagnosa apakah takikardia tersebut sebagai takikardia ventrikular (VT) atau supraventrikular (SVT) disebabkan oleh penanganan diantara kelainan ini berbeda. . Interpretasi yang baik dan benar merupakan langkah yang sangat penting dalam pengobatan terhadap pasien tersebut. adanya kemungkinan gagal jantung. menuntut seorang dokter untuk secepatnya mengambil keputusan. apakah jantungnya normal atau kemungkinan merupakan akibat dari penyakit tertentu. Oleh karena itu setiap pasien dengan takikardia harus dilakukan pemeriksaan EKG 12 sandapan. sering kita menjumpai penderita dengan gambaran EKG takikardia. Perkembangan tentang mekanisme dan tatalaksana terapi takikardi akhir-akhir ini.BAB I PENDAHULUAN Di unit gawat darurat. pemberian obat-obatan seperti digitalis dan sebagainya mungkin diperlukan.

Accessory pathway-mediated tachycardia 6. Atrial fibrilasi 3. Peningkatan automatisitas 2.12 detik) 1.12 detik) 1. Multifocal atrial tachycardia 8. morfologi dan kecepatan gelombang P. hubungan antara gelombang P dan kompleks QRS. Mekanisme Takiaritmia merupakan akibat dari salah satu mekanisme : 1. Ventrikular takikardi dan ventrikular fibrilasi . Junctional tachycardia 2. Takikardia dengan kompleks QRS melebar (QRS ≥0. Atrial flutter 4. Reentry 3. Aktivitas yang merangsang Klasifikasi Takiartimia dikategorikan menjadi supraventrikular takiaritmia dan ventrikular aritmia berdasarkan panjangnya kompleks QRS. AV nodal reentry 5.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Takikardia didefinisikan sebagai suatu keadaan aritmia dengan kecepatan kerja jantung di atas seratus kali per menit pada orang dewasa selama tiga denyutan atau lebih. Takikardia dengan kompleks QRS sempit (SVT) (QRS <0. dan respon terhadap manuever vagal. 1. Atrial tachicardia 7. Sinus takikardia 2.

bantuan jalan napas. berikan tambahan oksigenasi.2. evaluasi tekanan darah. dan pasang infus. konsul ke bagian kardiologi Kardioversi dapat diberikan segera jika keadaan pasien sangat tidak stabil. hipotensi. pasang EKG 12 sandapan untuk memberikan gambaran gelombang yang lebih baik. Pemberikan kardioversi pada saat komopleks QRS ini . retraksi interkostal. dapat dilakukan pemasangan EKG 12 sandapan. Evaluasi awal pasien dengan takikardia sebaiknya fokus pada tanda peningkatan kerja napas (takipnea. dan ventilasi. Sebaiknya dipasang infus dan diberikan sedasi dulu sebelum diberikan kardioversi. Jika oksigenasi pada pasien kurang adekuat. SVT with abberancy 3. Pemberiannya sinkron dengan kompleks QRS. pernapasan paradoks abdominal) dan saturasi oksihemoglobin.  Jika pada pasien terdapat tanda-tanda perubahan status mental. Wolff-Parkinson-White syndrome 4. retraksi suprasternal. Pada saat penalaksanaan awal. lakukan pengevekan tingkat instabilitas pasien dan tentukan apakan ketidakstabilan itu berkaitan dengan takiaritmia. Ventricular paced rhythm Evaluasi awal dan penatalaksanaan Hipoksemia merupakan penyebab terbanyak pada takikardia. Akan tetapi pemasangan EKG tidak boleh menghambat kardioversi yang segera jika pasiennya tidak stabil. atau tanda lain syok berikan kardioversi sinkronisasi. pasang monitor. gagal jantung akut. evaluasi ritme. Jika tanda dan gejala masih menetap setelah pemberian suplemen oksigen. Jika memadai.    Jika kecepatan kerja jantung < 150 x per menit tanpa adanya disfungsi ventrikel. takikardia terajadi bukan karena instabilitas Pada pasien kompleks QRS menyempit yang tidak mengalami hipotensi dapat diberikan adenosin saat mempersiapkan pemberian kardioversi sinkronisasi Jika pasien stabil (tidak ada tanda serius yang berkaitan dengan takikardia). evaluasi keadaan klinis pasien dan identifikasi penyebab reversibel takikardia. nyeri dada iskemik.

Pasien dengan SVT yang tidak stabil 2. Sinus takikardia Sinus takikardi merupakan akibat yang sering dan biasa muncul pada stimulus fisiologis. Batas atas denyut jantung pada sinus takikardi adalah 220-usia (dalam tahun). VT. . hipertiroidism. terapi ditujukan untuk mengobati penyakit yang mendasari. Pasien dengan sinus takiakrdia tidak membutuhkan obat-obatan spesifik. energi inisial bifasik adalah 120J sampai 200J*. Kardioversi dengan gelombang monofasik mulai dari 200J* 3. kardiak output bergantung pada denyut jantung yang cepat. Jika fungsi kardia buruk. Sinus takikardia didefinisikan sebagai denyut jantung > 100 x per menit dengan gelombang P dan kompleks QRS yang normal. Pasien atrial fibrilasi yang tidak stabil 3. Jika pasien dengan polimorfik VT. Atrial flutter dan SVT lainnya energi inisial bifasik.bertujuan untuk menghindari pemberian shock pada keadaan refractory period. Kardioversi direkomendasikan karena shock yang diberikan dapat memutuskan takiaritmia dengan mengganggu reentrant pathway yang merupakan penyebab dari : 1. 2. Pasien monomorphic (regular) VT yang tidak stabil Dosis kardioversi : 1. Takikardia dengan kompleks QRS memendek yang regular I. Sinus takikardia menunjukkan tingkat keparahan penyakit yang mendasari. dosis awal 50J sampai 100J*. seperti demam. Atrial fibrilasi. inisial 100J*. Jika diperlukan kardioversi namun tidak memungkinkan untuk mensinkronisasi berikan shock energi tinggi yang tidak tersinkronisasi (dosis defibrilasi). hipoksemia. * Jika dosis inisial gagal. energi monomorfik. Aritmia dengan polimorfik kompleks QRS (misalnya Torsades de Pointes) tidak butuh kardioversi. berikan penatalaksanaan seperti VF dan berikan energi tinggi yang tidak tersinkronisasi. Pasien atrial flutter yang tidak stabil 4. 4. diberikan peningkatan dosis bertahap. anemia atau hipotensi/syok. Mekanisme terjadinya karena peningkatan stimulus simpatetik dan atau menurunnya tonus vagal.

ciri khasnya adalah onset yang cepat dan terminasi yang cepat dan kecepatan yang regular pada batas atas sinus takiakardi (>150 x per menit). Jika hanya satu tangan yang memasuki AV node. Vagal manuever sendiri (valsava manuver/ pemijatan sinus karotid) dapat menghentikan 25% PSVT. mengakibatkan AV nodal reentry tachycardia (AVNRT) jika kedua tangan reentry circuit memasuki AV node. Ritme ini berasal dari supraventrikular jika kompleks QRS memendek (<120ms) atau jika kompleks QRS memanjang dengan bundle branch block atau rate dependent abberancy. Berbeda dengan reentrant circuit. Kelompok penyakit ini termasuk ectopic atrial tachycardia. Reentry circuit dapat terjadi pada miokardim atrium. Reentry aritmia dapat dihentikan dengan obat-obatan.II. Untuk SVT lainnya. Kelompok SVT lainnya adalah aumatic tachycardias. karena setiap jenis kan memberikan jenis terapi dan respon yang berbeda terhadap terapi. sehingga mengakibatkan SVT (atrial fibrilasi. Penatalaksanaan takikardia dengan kompleks QRS memendek 1. akan terjadi AV reentry tachycardia (AVRT). vagal manuever dapat . Aritmia ini bukan karena circuit. dan pada AVNRT tidak ditemukan gelombang P pada EKG. dan junctional tachycardia. yang disebabkan oleh adanya reentry (ritme abnormal yang memungkinkan depolarisasi berlangsung berulang ulang pada siklus di jaringan jantung). namun atrial miokardium tidak. Supraventrikular takikardia (Reentry SVT) Sebagian besar SVT merupakan takiakrdi yang regular. Bentuk aritmia ini sulit ditangani karena tidak merespon terhadap kardioversi dan dikontrol dengan obat-obatan yang melemahkan konduksi melalui AV node sehingga diharapkan dapat menurunkan kecepatan ventrikel. Vagal manuever Merupakan terapi inisial yang sering dipilih untuk menghentikan PSVT yang stabil. MAT. pada kelompok ini onset dan terminasi berlangsung bertahap. atrial flutter. AVNRT dan AVRT termasuk dalam paroxymal supraventricular tachycardia (PSVT). dan beberapa jenis atrial takikardia). namun excited automatic focus. Reentrant sirkuit dapat berlangsung pada AV node sendiri (AV nodal reentry). Sangat penting membedakan bentuk SVT pada atrium dan reentry circuit atau gangguan pada AV node sendiri.

Adenosine dapat menurunkan sementara kecepatan ventrikel ritme namun tidak menghentikan aritmia. harus tersedia defibrilator di sekitar pasien. jika pasien mengalami bentuk lain SVT. Karena ada risiko terjadinya atrial fibrilasi dengan pemberian Adenosin. Verapamil dapat diberikal 2. transplantasi jantung. . kontra indikasinya adalah pasien dengan asma. berikan long act AV node blocker. Calcium channel blocker dan β blocker Jika Adenosine atau vagal manuever gagal untuk mengonversi PSVT.menurunkan sementara kecepatan ventrikel dan membantu mendiagnosis ritme namun tidak menghentikan aritmia. carbamazepin. verapamil hanya diberikan pada pasien dengan kompleks reentry yang memendek atau aritmia dengan penyebabnya jelas SVT. Jika tidak berespon. berikan 12mg Adenosin dengan cara yang sama. Sama dengan vagal manuever. atau jika PSVT rekuren setelah pemberian terapi. Adenosin aman untuk ibu hamil. atau terbentuk gelombang SVT baru (atrial fibrilasi atau flutter). Adenosine Jika PSVT tidak merepon vagal manuever. Pada pasien yang mengonsumsi dipyridamole. ulangi dengan dosis 5mg-10mg per 15-30 menit sampai total dosis 20mg. nyeri dada. 2. dapat digunakan AV nodal blocking agent seperti nondihydropyridine ca channel blocke yang bergantung pada konduksi melalui AV node atau untuk melambatkan respon ventrikel terhadap SVT lainnya dengan memblokir konduksi melalui AV node. misalnya atrial fibrilasi. Efek samping yang sering muncul adalah. Sebagai alternatif dapat diberikan 5mg bolus setiap 15 menit sampai total dosis 30mg. Kontraindikasi pada pasien takiaritmia dengan QRS memanjang dan gangguan fungsi ventrikel karena gagal jantung. Jika dalam 1-2 menit ritme tidak membaik. 3.5mg-5mg IV bolus dalam 2 menit (pada pasien usia tua 3 menit). pemberian per vena sentral dosis awalnya adalah 3mg. kemerahan. berikan 6mg Adenosin berikan infus tetesan cepat melalui pembuluh vena yang besar (antecubital) kemudian berikan saline 20mL infus tetesan cepat. sesak napas. Hasilnya akan mempertahankan PSVT yang sudah berhenti dan mengontrol SVT lainnya. Setelah pemberian Adenosin dan vagal manuever harus dilakukan monitoring.

Jika pasien tidak stabil.Diltiazem berikan dosis 15-20mg(0. labetolol. Seperti ca channel blocker. atenolol. Pada pasien yang stabil. 4. sehingga terjadi perlambatan konduksi. 2. dosis rumatan 5mg / jam sampai 15 mg/ jam. berikan kardioversi segera. amolol. jika perlu dalam 15 menit berikan tambahan dosis IV 20-25mg (0. metoprolol. seperti. SVT dengan abberancy.25mg/kg) Iv selama 2 menit. Takikardia supraventrikel terjadi akibat adanya konduksi aberrant. pasang EKG dengan 12 sandapan untuk mengevaluasi ritme. Takikardia kompleks QRS lebar didefinisikan sebagai takikardia dengan durasi QRS yang lebih dari 120 milidetik yang disebabkan oleh berbagai mekanisme. jika kondisi pasien menjadi tidak stabil. Mekanisme adalah dengan bekerja sebagai antagonis tonus simpatetik pada jaringan nodal. 3. propanolol. Β blocker iv sangat variatif untuk penatalaksanaan SVT. Sumber takikardia bisa berasal dari ventrikel atau supraventrikel. β blocker juga mempunyai efek inotropik dan mengurangi cardiac output pada pasien gagal jantung. Preexcited takikardia. Takikardia ventrikel Takikardia supraventrikular dengan preexisting bundle branch block Takikardia supraventrikular dengan konduksi abberant Takikardia supraventrikular dengan konduksi AV melalui accessory pathway . dan hipotensi. pre-existing bundle branch block atau accessory pathway (preeksitasi). Takikardia dengan kompleks QRS memanjang Langkah awal pada pasien dengan QRS memanjang adalah menentukan apakah kondisi pasien stabil atau tidak. Efek sampingnya adalah bradikardi. Takikardi dengan kompleks QRS memanjang paling sering bermanifestasi sebagai VT atau VF. Pemahaman terhadap mekanisme dan jenis takikardia akan membantu untuk membuat diagnosis dan terapi akurat. dan ventricular paced rhytm. diasumsikan mempunyai VT dan perlu dilakukan kardioversi segera.35mg/kg). keterlambatan konduksi AV. Mekanisme Takikardia dengan Kompleks QRS Lebar Ada beberapa mekanisme takikardia dengan QRS lebar: 1.

VT jenis ini mempunyai prognosis baik dan dapat dihilangkan dengan ablasi. b. Karena fokus yang terjadi bukan dari jalur konduksi. yang menjadi penyebab paling sering adalah reentry yang terjadi akibat iskemia atau fibrosis. Berdasarkan morfologi QRS: a. Dari kedua mekanisme tersebut. Diagnosa untuk menentukan adanya suatu takikardi ventrikel adalah step up yang digunakan oleh Brugada. maka dibutuhkan waktu konduksi yang lebih lama sehingga terjadi ventricular activation time yang lebih panjang (kompleks QRS lebar). VT dapat timbul dari ventrikel kiri atau kanan yang masing-masing akan memberikan morfologi QRS yang berbeda. Takikardia Ventrikel ( Ventricular tachycardia – VT ) Definisi takikardia ventrikel adalah tiga atau lebih ventrikel ekstra sistole berturutturut dengan irama lebih dari 120 kali permenit. VT iskemik (berhubungan dengan penyakit jantung iskemik atau infark miokardium) b. c. Berdasarkan penyakit yang mendasari: a. Mekanisme terjadinya suatu VT adalah reentry dan enhanced automaticity. VT monomorfik VT polimorfik 2. Bundle Branch Reentrant VT pada cardiomiopati dilatasi. VT idiopatik (struktur jaringan normal) Ada 2 jenis: idiopathic right ventricular outflow tract (RVOT) VT dan idiopathic left ventricular tachycardia (ILVT). . Secara klinis VT diklasifikasikan : 1. Algoritme ini mempunyai sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi untuk menentukan adanya takikardi ventrikel (Gambar 1).A.

morfologi qR dan R morphology (monofasik) mengarah pada VT. Bila polanya trifasik (RSR). maka VT lebih mungkin. Pada morfologi LBBB. . Pada morfologi RBBB. Pada morfologi RBBB (lead VI).03 detik. dicurigai VT bila durasi inisial QRS yang positif > 0. Lead precordial dapat muncul sebagai positive concordance (semua positif) atau negative concordance (semua negatif) yang lebih mengarah pada VT.Langkah terakhir dari step Brugada ini adalah menentukan morfologi kompleks QRS apakah suatu RBBB atau LBBB. sumber yang lebih mungkin adalah supraventrikel. adanya notching dari gelombang S dan interval antara awal kompleks QRS dan nadir gelombang S > 0. bila R/S rasio di lead V6 < 1.10 detik (gambar 2).

.Disosiasi AV Pada VT. Adanya disosiasi AV adalah tanda paling penting adanya VT (gambar 3). sinus node terus memberikan impuls untuk menginisiasi aktivitas atrium dengan irama yang lebih lambat dan tidak tergantung aktivitas ventrikel (disosiasi AV).

Kompleks QRS dari fusion beat sedikit lebih sempit dibanding kompleks QRS dari VT (gambar 4) B. maka impuls tidak dapat diteruskan. Capture beat mempunyai durasi QRS normal dan morfologi seperti pada irama sinus. terutama dengan irama lambat. Hal ini berarti bahwa salah satu bundle branch mempunyai waktu refrakter yang lebih lama dibanding bundle branch yang lain. Takikardia Supraventrikel dengan Aberrant Conduction Aberrant conduction merupakan suatu kelainan irama jantung yang terjadi karena rate-dependent bundle branch block. Fusion beat disebabkan oleh mekanisme yang sama. impuls atrium mungkin dapat melewati sistem AV node-bundle branch normal dan mengaktivasi ventrikel sebelum depolarisasi selanjutnya yang berasal dari fokus ventrikel sehingga menghasilkan capture beat. fase refrakter belum pulih sempurna.Capture dan fusion beat Capture atau fusion beat merupakan bukti langsung adanya aktivitas atrium saat terjadinya VT. Selama VT. Sehingga pada saat impuls yang timbul berikutnya. namun impuls atrium yang mengaktivasi ventrikel berlangsung lebih lambat sehingga menghasilkan aktivasi yang simultan dengan ventrikel oleh kedua impuls atrium dan ventrikel. . dan EKG akan menunjukkan morfologi bundle block morphology.

sangatlah penting untuk mempunyai kedua rekaman EKG saat takikardia dan irama sinus. Jadi. Karakteristiknya adalah interval PR yang pendek dan slurred upstroke dari kompleks QRS (delta wave). Saat irama sinus. . Takikardia Supraventrikel dengan AV Conduction Over an Accessory Pathway Suatu accessory AV pathway adalah “bagian dari miokardium yang berada antara atrium dan ventrikel groove dan mampu melakukan konduksi listrik baik secara antegrade atau retrograde. D. konduksi antegrade dapat terjadi melalui AV node dan AP yang telah mengeksitasi ventrikel sebagian sehingga menghasilkan fusi dari kompleks QRS. maka semua SVT akan memperlihatkan gambaran morfologi QRS yang lebar karena dikonduksikan dengan waktu yang lebih lama. C. Takikardia Supraventrikel dengan Pre-existing Bundle Branch Block Bila bundle branch block telah ada saat irama sinus.Sangat penting untuk membandingkan gambaran EKG saat takikardia dan pada saat irama sinus.

Untuk mempermudah membedakan berbagai jenis takikardia QRS lebar. dimana konduksi impuls melalui AP yang mengakibatkan takikardia QRS lebar yang sangat cepat dan ireguler. Hal ini juga disebut pre-excited atrial fibrilasi. Takikardia tipe ini dicurigai bila tanda preeksitasi (PR interval pendek dengan delta wave) ditemukan saat irama sinus.Pada keadaan takikardia supraventrikel dimana konduksi antegrade melalui AP (antidromic atrioventricular reentrant tachycardia). maka akan terjadi takikardia yang reguler dengan kompleks QRS lebar. Terapi yang tepat pada takikardia jenis ini sangat penting karena dapat berubah menjadi fibrilasi ventrikel yang fatal. gambar berikut memberikan penjelasan langkah demi langkah: . Kondisi ini sering terlihat pada atrial fibrilasi.

dosis maksimum 17mg/kg.2gr iv per 24 jam . Pada pengobatan non farmakologi dengan kelainan VT yang kronik perlu dipertimbangkan ablasi kateter dan pemasangan implantable cardioverter defibrillator untuk mencegah sudden cardiac death. Bila kondisi tidak membaik dengan pengobatan obat. dosis rumatan 1-4mg/min. sehingga diperlukan terapi kardioversi listrik. Obat anti aritmia procainamide dan amiodaron merupakan pilihan untuk terapi VT maupun SVT. maka kardioversi perlu dilakukan. Dosisnya 150mg iv diberikan selama 10 menit dan dapat diulang sampai mencapai dosis maksimal 2.50%. obat-obatan yang menghambat AV node (Beta bloker. 6mg Adenosin berikan infus tetesan cepat melalui pembuluh vena yang besar (antecubital) kemudian berikan saline 20mL infus tetesan cepat. durasi QRS meningkat.5mg/kg) untuk menterminasi kondisi monomorfik VT yang stabil. tetapi harus dipastikan bahwa tidak terdapat accessory pathway. Adenosin dapat diberikan dengan dosis yang sama dengan pasien PSVT. dapat diberikan20-50mg/menit sampai aritmia dapat ditekan. Pada penderita dengan takikardia supraventrikuler. karena bila ada aliran impuls akan melewati jalur accessory pathway sehingga terjadi irama jantung yang cepat. Ca antagonis) bisa dipertimbangkan. Procainamide (10mg/kg) kemudian berikan Lidocaine (1. Jika dalam 1-2 menit ritme tidak membaik. walaupun amiodaron sendiri merupakan pilihan kurang baik karena half life yang lama sehingga studi elektrofisiologi terhambat. berikan 12mg Adenosin dengan cara yang sama.Terapi Penderita takikardi dengan komplek QRS lebar sering memperlihatkan kondisi hemodinamik yang tidak stabil. Pada preexcited atrial fibrillation procainamide merupakan pilihan yang paling baik karena akan merusak konduksi antegrade accessory pathway. Jadi perlu digaris bawahi bahwa hemodinamik yang stabil tidak mengesampingkan takikardia ventrikel. Amiodarone efektif untuk mencegah rekurensi monomorfik VT pada pasien dengan CAD. perlu dipastikan bahwa penderita menderita takikardi ventrikel sampai terbukti bahwa kelainan EKGnya bukan dari ventrikel. Pada penderita dengan takikardia komplek QRS lebar dengan hemodinamik yang stabil. Digoksin. hipotensi dihentikan.

.

Oleh karena itu sebaiknya dilakukan pelatihan berkala mengenai penatalaksanaan takiakrdia. . sebaiknya terus dilakukan riset mengenai penatalaksanaan takikardia agar dapat lebih mengoptimalkan penatalaksanaan. Saran Takikardia adalah suatu keadaan gawat darurat sehingga membutuhkan penatalaksanaan yang cepat dan tepat. Obat-obatan dan kardioversi listrik dapat digunakan untuk mengontrol takikardia simptomatik atau takikardia yang tidak stabil.BAB III PENUTUP Kesimpulan Tujuan dari penatalaksanaan bradikardi atau takikardi adalah untuk mengidentifikasi dengan cepat dan memberikan terapi pada pasien dengan hemodinamik yang tidak stabil atau menggunakan simtomatik karena aritmia. Selaian itu.

2007. Neumar.BAB IV DAFTAR PUSTAKA 1. 2.edisi 5. 2008. 3.Boston:Lippincot Williams and Wilkins. Hal 1602-1629. dkk. Marchlinski. New York: McGraw Hill. Otto. Robert W. Harryanto. Volume II: 1425-1443. Reksodiputro. Tachyarrhytmia. Charles W. Bab Kadiovaskular dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi keempat. Leonard S. Jakarta:Interna Publishing. . Part 8 : Adult Advanced Cardiovasdular Life Support: 2010 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Ressucitation and Emergency Cardiovascular Care. Lily. S729-S767. American Heart Association. Edisi 17.2009 4. dkk. Madjid. Francis.2010. Dalam: Harrison’s Principles of Internal Medicine. Pathophysiology of Heart Disease.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful