P. 1
Anita Permatasari 0506008 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN KAMAR BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PENDEKATAN OBJEK ORIENTED DENGAN UNIFIED APPROACH.pdf

Anita Permatasari 0506008 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN KAMAR BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PENDEKATAN OBJEK ORIENTED DENGAN UNIFIED APPROACH.pdf

|Views: 2,436|Likes:

More info:

Published by: Sekolah Tinggi Teknologi Garut on Dec 12, 2012
Copyright:Attribution

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/08/2015

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN KAMAR BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PENDEKATAN OBJEK ORIENTED DENGAN UNIFIED APPROACH

(Studi Kasus di Resort Banyu Alam Garut)

TUGAS AKHIR
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan pada program studi Strata 1 (S1) Jurusan Teknik Informatika

Disusun oleh : ANITA PERMATASARI NRP: 0506008

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT 2011
IDN: 0029127501

2

ANITA PERMATASARI, 0506008 Perancangan Sistem Informasi Pemesanan Kamar Berbasis Web Menggunakan Pendekatan Object Oriented dengan Unified Approach(Studi kasus di Resort Banyu Alam Garut) Dibawah bimbingan Bapak Prof. DR. H. Muhammad Ali Ramdhani, sebagai Dosen Pembimbing I dan Ibu Rd. Dini Destiani SF., Dra., MT.,sebagai Pembimbing II 219 hal+xix/141 gambar/51 tabel/16 daftar pustaka/71 lampiran ABSTRAK
Perancangan Sistem Informasi Pemesanan Kamar Berbasis Web di Resort Banyu Alam Garut merupakan salah satu pengaplikasian sistem yang terkomputerisasi dalam bidang teknologi informasi melalui internet. Internet pada saat ini telah berkembang dalam pemanfaatannya, tidak hanya untuk berkomunikasi melainkan dijadikan sebuah media pemasaran sebuah jasa ataupun produk. Resort Banyu Alam merupakan resort baru yang belum memiliki media promosi melalui internet, maka dengan pembuatan web di internet akan menjadi salah satu cara efektif dalam strategi pemasarannya. Dilatarbelakangi oleh Banyaknya calon tamu yang tidak mengetahui ketersediaan kamar yang mereka inginkan, tamu harus datang langsung atau melalui telepon apabila mau memesan kamar yang membutuhkan waktu dan biaya, dan tamu tidak mengetahui tipe-tipe serta harga sewa kamar yang dimiliki resort Banyu Alam. Adapun tujuan dari perancangan sistem ini adalah merancang sistem informasi pemesanan kamar berbasis web di Resort Banyu Alam Cipanas Garut, sebagai media atau sarana informasi semua fasilitas serta ketersediaan kamar yang di inginkan, sehingga pengunjung bisa dengan mudah dan cepat memesan kamar di Resort Banyu Alam. Metode perancangan sistem yang digunakan dalam Tugas Akhir ini merupakan metodologi berorientasi objek yaitu Unified Approach (UA) dikemukakan oleh Ali Bahrami (1999) yang terdiri dari tahapan-tahapan Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD), serta menggunakan Unified Modelling Language (UML) untuk memodelkan kebutuhan sistem. Tahapan-tahapan yang dilalui dalam proses analisis dan perancangan sistem anatara lain, identifikasi aktor, pengembangan activity diagram, pengembangan use case diagram, pengembangan interaction diagram (sequence diagram), pengembangan class diagram, perancangan layer akses, dan perancangan layer antarmuka. Dari hasil analisis dan desain yang dilakukan di Resort Banyu Alam akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan analisis pemodelan object oriented menggunakan unified approach diperoleh class-class yang dibutuhkan oleh sistem yang akan dirancang diantaranya class data tamu, class transaksi, class data kamar, dan class laporan, kelas-kelas yang teridentifikasi dari tahap analisis dikaji ulang dari sisi atribut serta method-methodnya pada masing-masing kelas dengan menambahkan beberapa informasi pada masing-masing atribut dan method berupa visibilitas, serta untuk atribut ditambahkan informasi tipe data masing-masing atribut, dan dari hasil tahap perancangan layer akses dan layer antarmuka yang dirancang berdasarkan class diagram pada tahap sebelumnya dapat menampilkan informasi utama tentang Resort Banyu Alam.

Kata Kunci: Web, Pemesanan Kamar, Unified Approach (UA) , Unified Modelling Language (UML)

3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Sektor pariwisata merupakan salah satu sumber devisa negara yang telah memberikan sumbangan yang cukup besar pada keuangan negara, sehingga sektor pariwisata ini perlu dikembangkan. Perusahaan perhotelan yang merupakan salah satu bagian dari sektor pariwisata mengalami pertumbuhan, yang diperlihatkan dengan semakin banyaknya industri pariwisata dan pengembangan hotel. Salah satunya adalah tempat wisata yang berada di Kabupaten Garut yang terkenal

dengan nama Cipanas. Cipanas yang berada di Kabupaten Garut dikenal sejak awal abad 20 dengan banyak disukai para turis asing dari Eropa dan Amerika, sehingga pada saat itu Kabupaten Garut terkenal dengan sebutan Swiss Van Java. Sampai saat ini Cipanas dijadikan sebuah icon oleh Dinas Pariwisata Garut karena airnya yang panas menjadi air panas yang paling bening di seluruh indonesia. Air panas di Cipanas suhunya bisa mencapai 49ºC dengan sumber air berasal dari Gunung Guntur. Cipanas terletak sekitar 6 km dari pusat kota Garut, dengan akses transportasi menggunakan angkutan umum 04 jurusan Garut Kota-Cipanas, dan angkutan tradisional dengan nama Delman. Secara administrasi batas wilayah wisata Cipanas di batasi oleh 4 Kelurahan atau desa, dengan batasan administrasi sebagai berikut : • Bagian Utara • Bagian Timur • Bagian Barat : Desa Pasawahan • Bagian Selatan : Kecamatan Bayongbong : Desa Rancabango : Kecamatan Tarogong

Objek wisata cipanas terdiri dari beberapa fasilitas, yaitu Hotel berbintang, penginapan, Resort, kolam renang, restaurant, dan Pemancingan. Bayaknya pengunjung yang berdatangan baik wisatawan lokal ataupun asing, maka Pemerintah daerah memfokuskan dalam segi pengembangan baik dari sektor

4

wisatanya ataupun dari sektor investornya sehingga para wisatawan yang berkunjung tidak merasa dirugikan dengan penuhnya tempat-tempat penginapan ataupun fasilitas lainnya. Jumlah hotel berbintang, resort dan penginapan berkelas di Cipanas masih berjumlah sedikit. Hotel, resort dan penginapan yang berlokasi di Cipanas Garut dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini : Tabel 1.1 Data Hotel yang Terdapat di Cipanas Garut Nama Hotel Tirta Gangga Kampung Sumber Alam Augusta Sabda Alam Resort Danau Dariza Resort Banyu Alam Cipanas Indah Tirta Merta 1 Tirta Merta 2 Cipta Bela 1 Cipta Bela 2 Pondok Wulandari Tirta Alam Nugraha Rahayu Pondok Melati Pusaka Banyu Kencana Centra Kencana Jumlah Kamar 40 62 55 34 45 30 21 12 18 10 10 13 19 17 12 5 7 10 10 JUMLAH TOTAL KAMAR Sumber : Data Kecamatan Tarogong Kaler, Januari 2010 624 Nama Hotel Tirta Sari Puspasari Tarumanagara Lembur Kuring Cipta Bela Cipta Rasa Antralina Hanjuang Kurnia Arta Adi Tirta Merta Aquarius Lugina Putra Lugina Purbasari Putra Pusaka Pondok Asri Banyu Arta Ajisaka Jumlah Kamar 8 7 11 21 20 25 12 5 5 6 9 14 10 6 8 10 12 5

5

Semakin berkembangnya pembangunan hotel dan resort di Cipanas Garut merupakan sebuah pembuktian pengembangan daerah wisata yang di tunjukan oleh Dinas Pariwisata Garut untuk memfasilitasi kenyamanan dan keamanan para pengunjung yang banyak berdatangan ke Cipanas. Wisatawan yang berkunjung terutama para wisatawan lokal selalu datang berlipat ganda ke Cipanas pada saat hari libur seperti hari Jumat sampai hari Sabtu atau pada hari-hari besar dan hari libur panjang anak sekolah, sehingga membuat jalanan di sekitarnya macet di datangi pengunjung. Banyaknya pengunjung yang hendak menikmati wisata di Cipanas sering kali membuat semua hotel di Cipanas menjadi penuh sehingga para wisatawan bayak yang tidak kebagian penginapan atau hotel. Permasalahan di atas tentunya harus segera di antisipasi untuk

kenyamanan para pengunjung sehingga para pengunjung tidak perlu berebutan dalam melakukan pemesanan kamar. Antisipasi pada sebuah sistem pada saat ini sering kali menggunakan sebuah kemajuan teknologi, terutama kemajuan teknologi komputerisasi. Seiring dengan perkembangan zaman dan ilmu

pengetahuan maka internet pada saat ini marak digunakan oleh berbagai kalangan dari mulai pelajar, hingga para orang tua dengan tujuan tertentu yang diinginkan. Internet pada saat ini telah berkembang dalam pemanfaatannya, tidak hanya untuk berkomunikasi melainkan dijadikan sebuah media pemasaran sebuah jasa ataupun produk yang hendak dipromosikan kepada masyarakat umum. Pengguna internet bisa dengan mudah mencari informasi mengenai berbagai macam kebutuhan mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan pelengkap, serta melakukan pemesanan barang atau jasa hingga melakukan transaksi melalui media internet. Internet dapat ditunjang oleh salah satu sumber informasi yang dinamakan aplikasi web yang telah banyak digunakan. Berbagai aplikasi web dibuat dengan tujuan agar pemakai dapat berinteraksi dengan penyedia informasi dengan mudah dan cepat melalui dunia internet. Aplikasi web tidak lagi terbatas sebagai pemberi informasi yang statis, melainkan juga mampu memberikan informasi yang berubah secara dinamis dengan cara melakukan koneksi terhadap data base. Konteks di atas dapat menjadikan internet sebagai salah satu media pemasaran yang efektif dalam mempromosikan sebuah produk atau jasa. Internet

6

pun dapat dijadikan sarana untuk melakukan proses dalam bertransaksi, terutama untuk sarana pemesanan kamar secara on-line. Resort Banyu Alam merupakan resort baru yang belum memiliki media promosi melalui internet, maka dengan pembuatan web di internet akan menjadi salah satu cara efektif dalam strategi pemasarannya. Untuk mempermudah konsumen dalam hal melakukan pemesanan kamar, maka dirancanglah sebuah sistem pemesanan kamar berbasis web. Sehingga konsumen bisa dengan mudah memesan kamar tanpa harus mendatangi langsung ke Resort Banyu Alam. Selain untuk mempermudah pemesanan kamar, sistem pemesanan kamar berbasis web dapat membuat pengunjung agar bisa mengetahui tipe-tipe serta fasilitas yang terdapat pada setiap kamar dan mengetahui ketersediaan kamar yang dinginkan. Perancangan sistem ini perlu adanya metode untuk menganalisis dan mendesain sebuah sistem. Karena sistem yang baik harus menggunakan metode-metode yang akan dijadikan sebagai perancangan sistem. Dalam menganalisis dan mendesain perangkat sistem informasi diperlukan suatu pendekatan yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah. Pendekatan yang umum digunakan pada saat ini di antaranya pendekatan konvensional, dan pendekatan berorientasi objek. Kedua pendekatan tersebut memiliki kelebihan masing-masing, namun pemilihan pendekatan yang tepat akan mempengaruhi kesempurnaan hasil. Kelemahan pada pendekatan konvensional yaitu

pengorganisasian data dengan tool utama dan pengorganisasian fungsinya sangat lemah pada metode analisis datanya. Berbeda dengan pendekatan berorientasi objek pada tahap analisis dan perancangan sistemnya dapat mengatasi kelemahan dari penggunaan metode konvensional, karena data dan fungsi di setarakan serta disatukan pada yang dinamakan objek, sehingga dapat menghasilkan sistem yang lebih fleksibel dan mudah dipelihara. Dari berbagai metodologi yang terdapat pada konsep pengembangan sistem berorientasi objek, salah satunya yaitu metodologi Unified Approach (UA). Metodologi Unified Approach (UA) didasari pada metodologi Booch, Rumbaugh dan Jacobson yang tergabung dalam Object Management Group (OMG). Adapun notasi yang digunakan pada metodologi ini adalah dengan menggunakan Unified

7

Modeling Languange (UML). Unified Modeling Languange (UML) adalah sebuah bahasa pemodelan standar dalam hal memvisualisasikan, merancang dan

mendokumentasikan sistem perangkat lunak dan komponen-komponennya yang digunakan pada metodologi berorientasi objek. Dari penjelasan di atas, dalam penyusunan tugas akhir ini penyusun menggunakan Unified Approach (UA) sebagai metodologi berorientasi objek untuk menganalisis dan mendesain sebuah sistem. Adapun judul yang penyusun gunakan adalah ” PERANCANGAN SISTEM KAMAR INFORMASI PEMESANAN

BEBASIS WEB MENGGUNAKAN PENDEKATAN OBJECT

ORIENTED DENGAN UNIFIED APPROACH (Studi Kasus di Resort Banyu Alam Garut)”.

1.2

Identifikasi Masalah Dalam perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web

terdapat beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi, antara lain: 1. Banyaknya calon tamu yang tidak mengetahui ketersediaan kamar yang mereka inginkan. 2. Tamu memesan kamar harus datang langsung atau melalui telepon yang membutuhkan waktu dan biaya. 3. Tamu tidak mengetahui tipe-tipe kamar yang dimiliki resort Banyu Alam serta harga sewa kamar.

1.3

Tujuan Penelitian Tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah merancang sistem informasi

pemesanan kamar berbasis web di Resort Banyu Alam Cipanas Garut, sebagai media atau sarana informasi semua fasilitas serta ketersediaan kamar yang di inginkan, sehingga apabila sistem ini diterapkan pengunjung bisa dengan mudah dan cepat memesan kamar di Resort Banyu Alam.

8

1.4 Pembatasan Masalah Perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web ini di batasi atas hal-hal sebagai berikut : a. Ruang lingkup pembahasan adalah hanya pada pemesanan kamar dari berbagai tipe dan yang disimulasikan pemesanan kamar dengan contoh harga weekday. b. Pemesanan kamar dilakukan secara on-line yaitu melalui website. c. Semua transaksi pemesanan kamar yang sudah dilakukan tamu akan tersimpan pada history reservasi tamu (member). d. Pembayaran dilakukan dengan transfer melalui Bank BCA, cara

pembayaran tersebut hanya berupa simulasi. e. Konfirmasi pemesanan melalui alamat email info@banyualam.com,

alamat email tersebut hanya berupa contoh alamat email. f. Laporan yang dihasilkan dari sistem adalah berupa laporan hasil pemesanan kamar harian. g. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini yaitu dengan Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999) yang terdiri pada tahap analisis serta perancangan. h. Tahap analisis dan perancangan sistem menggunakan bahasa pemodelan Unified Modelling Language (UML) dengan menggunakan software Rational Rose. i. Sistem dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk interface program dan MySQL 5.0 Comunity sebagai database. j. Web server menggunakan software xampp dan untuk menguji sistem dilakukan pada localhost.

9

1.5 Kerangka Pemikiran Era globalisasi membawa dampak positif bagi perkembangan teknologi, khususnya teknologi komputerisasi. Sistem komputerisasi dapat di jadikan sebagai objek yang bisa mempermudah kegiatan manusia dalam berbagai bidang kehidupan seperti : bidang pendidikan, bidang perdagangan, bidang kesehatan, bidang pelayanan jasa dan kegiatan rutin lainnya yang biasa dilakukan. Untuk menghasilkan informasi yang berguna, diperlukan suatu teknik atau sistem pengolahan informasi yang tepat. Sistem yang dapat melakukan pengolahan informasi adalah sistem informasi. Sistem informasi secara sederhana dapat dipandang sebagai suatu sistem yang bekerja untuk mengolah data menjadi bentuk yang lain yang lebih berguna, yaitu informasi. Kemajuan teknologi ini pun akan lebih baik jika bisa digunakan semaksimal mungkin oleh manusia sehingga akan mempermudah manusia dalam menjalani kegiatan rutinnya. Kehadiran electronic commerce (e-Commerce) sebagai sebuah sistem yang merupakan gabungan antara marketing, computer, communication dan content dapat membukakan jalan baru bagi sebuah perusahaan untuk berinteraksi dengan pelanggan, pemasok dan mitra usahanya dengan membentuk ulang pandangan tradisional tentang pasar dan lingkungan bisnis perusahaan. E-Commerce sebagai bagian dari teknologi yang tidak dibatasi ruang dan waktu juga dapat memenuhi kebutuhan perdagangan modern dengan efisien, meliputi transaksi perdagangan yang lebih cepat, lebih sederhana, lebih luas dalam jangkauan dan lebih murah, yang sangat diperlukan dalam membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan kecepatan pengiriman produk sampai ke pasar atau pelanggan dengan jangkauan yang sangat luas. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan maraknya bisnis di dunia maya, maka membuat penyusun tertarik untuk merancang sebuah sistem informasi pemesanan kamar berbasis web, dengan menggunakan metode

pendekatan yang penyusun ambil adapun kerangka pemikiran yang penyusun rancang adalah seperti berikut:

1 0

Studi Pustaka

Sistem Pemesanan Kamar yang sedang berjalan
• Sistem pemesanan kamar masih manual • Informasi fasilitas kamar masih bersifat manual • Proses pencarian kamar yang masih kosong lambat

Tahap Analisis dan Perancangan
Object Oriented Analysis (OOA): • Identifikasi Aktor • Pengembangan Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas • Pengembangan Diagram Interaksi • Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method • Pemeriksaan terhadap tahap-tahap sebelumnya Object Oriented Desain (OOD): • Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut • Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram • Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka • Pengujian

Simulasi aplikasi sistem pemesanan kamar berbasis web Kesimpulan

Gambar 1.1 Bagan Kerangka Pemikiran

1.6 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian adalah suatu proses tahapan-tahapan penelitian yang harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum melakukan pemecahan masalah yang sedang dibahas. Metodologi ini disusun sebagai pedoman penelitian karena dalam penelitian diperlukan langkah-langkah yang sistematis agar penyusunan laporan mempunyai alur yang terarah sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Metodologi yang digunakan untuk penelitian ini terdiri dari metode pengumpulan data dan metode pengembangan sistem.

1 1

1.6.1

Metode Pengumpulan Data

1. Untuk mengumpulkan data primer menggunakan teknik : a. Teknik Wawancara, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung atau lisan dengan berpedoman pada instrumen penelitian dalam bentuk pedoman wawancara untuk mendapatkan jawaban langsung dari bagian-bagian yang terlibat dalam lingkup penelitian ini. b. Observasi, yaitu mengamati secara langsung bagaimana proses

komunikasi data yang selama ini berjalan, sehingga dari sisi itu dapat diketahui informasi apa saja yang akan dianalisis. c. Studi Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari beberapa dokumen, file, literatur-literatur yang ada hubungannya dengan masalah penelitian, terutama dokumen-dokumen tentang ketentuan yang berlaku yang sifatnya mengikat. 2. Untuk mengumpulkan data sekunder menggunakan teknik Studi

Kepustakaan, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara membaca, mempelajari dan menganalisa beberapa buku yang berkaitan dengan masalah yang berhubungan dengan penelitian ini. 1.6.2 Metode Pengembangan sistem Dalam Pengembangan sistem, akan digunakan pendekatan berorientasi objek dengan Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999). UA adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan UML sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson. Selain itu, langkah-langkah yang ada dalam UA sangat iteratif dan memudahkan pengembang sistem dalam memahami sistem sehingga UA dijadikan sebagai metodologi pengembangan sistem dalam tugas akhir ini.

10

Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem. Kelas-kelas yang telah teridentifikasi sebagai output di tahap analisis akan dijadikan input pada tahap perancangan. Sementara itu, output dari tahap perancangan adalah perangkat lunak yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan user. Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi UA dari Ali Bahrami (1999) adalah sebagai berikut: 1. Tahap Analisis
Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case Identifikasi Aktor Pengembang an Diagram Interaksi Identifikasi Kelas, relasi,atribut & Method

Pemeriksaan

Gambar 1.2 Tahap Analisis pada Metode Unified Approach, [Bahrami, 1999]. Keterangan: • • Identifikasi Aktor. Tahap menganalisis aktor yang akan berinteraksi dengan sistem Pengembangan Diagram Use Case dan Diagram Aktivitas. Tahap yang menggambarkan alur kerja sistem dalam diagram aktivitas dan menggambarkan interaksi antara user dengan sistem dalam diagram use case • Pengembangan Diagram Interaksi. Diagram interaksi yang digunakan adalah sequence diagram, dalam diagram ini digambarkan interaksi antar objek dalam sistem melalui pesan yang dikirimkan dari objek yang satu ke objek yang lain. • Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method. Proses mengidentifikasi kelas, relasi, atribut dan method dalam sistem berdasarkan proses sebelumnya.

11

Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya. Proses pemeriksaan terhadap hasil akhir tahap analisis. Bila terdapat kesalahan maka kembali ke tahap awal analisis bila hasilnya benar maka tahap analisis selesai.

2. Tahap Perancangan

Gambar 1.3 Tahapan Perancangan pada Metode Unified Approach, [Bahrami, 1999]. Keterangan : • Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi. • Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram Proses menyaring diagram kelas mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut serta method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang ada dengan activity diagram. • Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI) berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya. • Pengujian Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih terdapat kekurangan. Bila masih ada kekurangan maka

dilakukan perbaikan.

12

1.7 Sistematika Penulisan Agar penelitian tugas akhir ini dapat dipahami dengan baik dan dapat memberikan gambaran umum tentang isi dari penelitian tugas akhir ini, maka penyusun membuat sistematika penulisan penelitian tugas akhir sebagai berikut:

BAB I

PENDAHULUAN Menguraikan mengenai latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, metode penelitian, kerangka pemikiran dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Berisi teori dari berbagai sumber yang digunakan sebagai referensi baik di dalam kegiatan analisis maupun perancangan untuk menyelesaikan permasalahan dari studi kasus yang dipilih dengan konsep yang telah di pilih. Konsep-konsep dasar tersebut menjadi guidlines yang benar

sehingga aktivitas analisis sesuai dengan aturan-aturan yang baku. BAB III ANALISIS SISTEM Menguraikan dan menggambarkan langkah-langkah analisis terhadap sistem menggambarkan keadaan current systems dengan menggunakan metodologi Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999) yang merupakan bagian dari konsep pengembangan sistem berorientasi objek. BAB IV DESAIN SISTEM Bab ini memberikan gambaran tentang pemodelan sistem, arsitektur sistem, dengan pendekatan UA dari Ali Bahrami (1999). Pada bab ini akan dibuat suatu rancangan dari hasil tahapan analisis sebelumnya, yang kemudian akan dibuat suatu perangkat lunak (software) sebagai hasil akhir.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berisi kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan dan merupakan hasil dari penyelesaian permasalahan serta saran-saran dari penyusun

15 yang mungkin akan bermanfaat bagi pihak yang berhubungan dengan sistem tersebut. DAFTAR PUSTAKA Daftar pustaka berisi buku-buku referensi yang digunakan penyusun dalam menyusun penelitian tugas akhir. LAMPIRAN Berisikan dokumen-dokumen penunjang yang digunakan untuk

melengkapi Laporan.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 2.1.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Definisi Sistem Dalam mendefinisikan sistem, terdapat dua kelompok pendekatan, yaitu pendekatan sistem yang menekankan pada prosedur yang digunakan dalam sistem. Pendekatan ini mendefinisikan sistem sebagai berikut : Sistem adalah “suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang

berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu” [Jogianto, 1999]. Pendekatan yang kedua lebih menekankan pada elemen atau komponen penyusun sistem. Pendekatan ini mendefinisikan sistem sebagai berikut : Sistem adalah “kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai satu tujuan tertentu” [Jogianto, 1999]. Kedua definisi ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Karena pada hakekatnya setiap komponen sistem, untuk dapat saling berinteraksi dan untuk dapat mencapai tujuan tertentu harus melakukan sejumlah prosedur, metode, dan cara kerja yang juga saling berinteraksi. Suatu sistem dapat terdiri dari empat elemen subsistem, yang secara bersama-sama membentuk satu kesatuan yang disebut sistem. Elemen-elemen tersebut yaitu: 1. Masukan Kumpulan data transaksi ke kesebuah pengolahan data medium, contohnya penyortiran data (surat keluar dan surat masuk). 2. Pengolahan untuk mengelola surat keluar dan surat masuk

pengolahannyadilakukan dengan cara menual, seperti mengelompokkan data (surat keluar dan surat masuk) kedalam group berdasarkan ciri surat, no urut surat dan sebagainya.

17

3.

Keluaran menampilkan hasil yang didapat dari kegiatan sebelumnya berupa informasi yang dibutuhkan seperti menampilkan laporan (surat keluar dan surat masuk).

4. Umpan Balik/Kontrol terdiri dari usul perbaikan yang diberikan oleh unit pengawasan mutu dari instansi yang bersangkutan.

Gambar 2.1 Elemen-elemen Sistem, [Amsyah, Zulkifli, 2005] Beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang dimiliki oleh suatu sistem yaitu adanya: a. Komponen Sistem Sistem terdiri dari berbagai komponen (hardware, software,

brainware, kebijakan organisasi) yang terintegrasi. b. Batasan Sistem Batasan suatu sistem disesuaikan dengan cakupan dan tujuan dari sistem. c. Lingkungan Luar Sistem Lingkungan luar sistem adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem tetapi mempengaruhi jalannya operasi sistem. d. Penghubung Antara sistem dengan subsistem dihubungkan melalui penghubung. e. Masukan Sistem Masukan sistem adalah penentu keluaran sistem. Bentuk dari masukan sistem dapat berupa data,gambar, ataupun audio.

18

f. Keluaran Sistem Keluaran Sistem adalah hasil dari pemrosesan masukan sistem. Keluaran sistem ini dapat berupa informasi baru maupun data yang akan dijadikan masukan sistem kembali. g. Pengolahan Sistem Pengolahan sistem akan mengolah data masukan yang nantinya akan menghasilkan data keluaran. h. Sasaran Sistem Setiap sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective) yang telah ditentukan ketika perencanaan pembuatan sistem. 2.1.2 Karakteristik Sistem Sistem itu sendiri memiliki karakterisitik atau beberapa sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen (components), batasan sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (proses), dan sasaran suatu tujuan (goal). Adapun penjelasan dari karakteristik dari suatu system adalah sebagai berikut: a. Komponen Sistem (component) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling kerjasama membentuk satu kesatuan. b. Batas Sistem (Boundary) Merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. c. Lingkungan Luar Sistem (Environments) Apapun diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi. d. Penghubung Sistem (Interface) Merupakan media penghubung antara sub sistem dengan sistem lainnya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

19

e. Masukan Sistem (Input) Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, dan dapat berupa masukan sinyal (signal input) yaitu energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. f. Keluaran Sistem (Output) Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. g. Pengolahan Sistem (Process) Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran. h. Sasaran Sistem (Objective) Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
Lingkungan Luar Boundary
Sub Sistem

Interface

Sub Sistem

Sub Sistem

Sub Sistem

Input

Pengolah

Output

Boundary

Gambar 2.2 Karakteristik Suatu Sistem, [Jogiyanto, 1999].

20

2.1.3

Definisi Informasi Informasi didefinisikan sebagai berikut : Informasi adalah “data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan pada saat ini ataupun saat mendatang” [Jogiyanto, 1999]. Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki

nilai tambah. Berdasarkan pada bentuknya, informasi dapat dibedakan menjadi : 1. Informasi Uraian Informasi Uraian adalah informasi yang disajikan dalam bentuk uraian cerita yang panjang atau singkat yang berisikan kalimat-kalimat yang singkat dan jelas. Informasi ini bisa dalam bentuk laporan, notulen, surat atau memo. 2. Informasi rekapitulasi Informasi rekapitulasi adalah informasi ringkas dengan hasil akhir dari suatu perhitungan (kalkulasi) atau gabungan perhitungan yang

berisikan angka-angka yang disajikan dalam bentuk kolom-kolom. Contohnya neraca, kuitansi, rekening, daftar pembelian. 3. Informasi Gambar (Bagan) Informasi Gambar (Bagan) adalah informasi yang di buat dalam bentuk gambar atau bagan, misalnya gambar konstruksi dan bagan organisasi. 4. Informasi Model Informasi Model adalah informasi dalam bentuk formulir dengan model-model yang dapat memberikan nilai ramalan atau prediksi dan nilai-nilai lain seperti nilai hasil pemecahan persoalan yang optimal sebagai alternatif bagi pembuatan keputusan. 5. Informasi Statistik Informasi statistik adalah informasi yang disajikan dalam bentuk angka yang ditunjukkan dalam bentuk grafik atau table.

21

6.

Informasi Formulir Informasi formulir adalah informasi yang di buat dalam bentuk formulir dengan format (kolom) isian yang sudah ditentukan dan yang disesuaikan dengan keperluan kegiatan masing-masing.

7. Informasi Animasi Informasi animasi adalah informasi dalam bentuk gambar animasi dengan suara dan video. Informasi ini dapat juga disebut informasi multimedia. 8. Informasi Simulasi Informasi simulasi adalah informasi mengenai suatu kegiatan nyata pada suatu situasi atau peralatan yang di buat dalam bentuk serupa tetapi dengan ukuran kecil atau dengan layar komputer menjadi mirip seperti ukuran sebenarnya. Misalnya simulasi untuk pendidikan pilot pesawat terbang dengan perangkat lunak khusus, [Jogiyanto, 1999]. Secara garis besar, konsep dasar pembentukan sebuah informasi yang merupakan hasil dari pengolahan data dapat terlihat pada gambar berikut:

Gambar 2.3 Proses pembentukan informasi, [Amsyah, Zulkifli, 2005] 2.1.4 Siklus Informasi Data yang merupakan bahan mentah apabila tidak diolah maka data tersebut tidak akan berguna. Data tersebut akan berguna dan menghasilkan suatu informasi apabila diolah melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut dengan model pengolahan data atau lebih dikenal dengan nama siklus pengolahan data.

20

Proses (Model)

Input (Data)

data-base

Output (Information)

Data (ditangkap)

Penerima

Hasil Tindakan

Keputusan Tindakan

Gambar 2.4 Siklus Informasi [Jogiyanto, 1999]. 2.1.5 Kualitas Informasi Kulitas dari informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat (accurate), tepat waktu (timeliness) dan relevan (relevance), John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas dari informasi dengan bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga buah pilar, seperti terlihat pada gambar berikut, [Jogiyanto, 1999].

Gambar 2.5 Pilar Kualitas Informasi,[Jogiyanto,1999]. 2.1.6 Definisi Sistem Informasi Berdasarkan definisi sistem dan definisi informasi yang telah disebutkan diatas, maka sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :

21

Sistem informasi adalah “suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung

operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan” [Jogianto, 1999]. Secara sederhana, konsep dasar dari sebuah sistem informasi dalam suatu unit kerja dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 2.6 Sistem informasi suatu unit kerja, [Amsyah, 1997] Sistem informasi memiliki komponen–komponen sebagai pendukungnya, komponen–komponen tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Blok Masukan yaitu input yang mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi termasuk metode dan media untuk mendapatkan data yang akan dimasukan yang berupa dokumen-dokumen dasar. 2. Blok Model yaitu kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 3. Blok keluaran yaitu informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem dan manajemen. 4. Blok Teknologi yaitu alat yang digunakan untuk menerima input, menyimpan dan mengakses data serta menghasilkan keluaran yang diinginkan. 5. Blok Basis Data yaitu basis data yang digunakan dan disimpan untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut dimana berisi data-data yang diorganisasikan sedemikian rupa agar informasi yang dihasilkan berkualitas.

22

6. Blok kendali yaitu pengendalian pada perusahaan untuk mencegah hal-hal yang dapat merusak sistem atau bila ada kesalahan-kesalahan dapat langsung diatasi. Kegiatan-kegiatan yang ada dalam sistem informasi adalah: 1. Masukan (Input). 2. Proses. 3. Keluaran (Output). 4. Penyimpanan. 5. Manajemen. 6. Kontrol, [Jogiyanto, 1999]. 2.2 Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi Dengan berkembangnya berbagai aktifitas di dalam organisasi tidak terlepas dari pengaruh kebutuhan akan data dan informasi yang semakin tinggi, menjadikan pengelolaan data dan informasi yang terdapat didalam sebuah organisasi tidak lagi dapat dikelola dengan mudah dan dengan cara yang sederhana. Akan tetapi, diperlukan sebuah keahlian khusus untuk mengelola, mengatur dan mengolah pekerjaan-pekerjaan informasi yang rumit didalam organisasi yang telah mengalami banyak perubahan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pengelolaan terhadap pekerjaan-pekerjaan informasi yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen. Salah satu disiplin ilmu yang mempunyai prinsip-prinsip manajemen di dalam melakukan aktifitasnya adalah Manajemen Sistem Informasi (MSI). 2.2.1 Definisi Manajemen Secara operasional manajemen dapat didefinisikan sebagai berikut: “Manajemen adalah Proses mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyederhanakan, dan mensinkronisasikan sumber daya manusia, material, dan metode dengan mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, penggiatan, pengawasan, dan lain-lain agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif”, (Amsyah, 2005).

23

2.2.2

Fungsi-fungsi Manajemen Untuk mencapai tujuannya, organisasi memerlukan dukungan manajemen

dengan berbagai fungsinya yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi masing-masing. Kegiatan fungsi-fungsi tersebut memerlukan data dan informasi, dan akan menghasilkan data dan informasi pula. Beberapa fungsi manajemen pokok adalah: a. Perencanaan Berkaitan dengan penyusunan dan penjabaran tujuan serta

menjabarkannya dalam bentuk perencanaan untuk mencapai tujuan. b. Pengorganisasian Berkaitan dengan pengelompokan personel serta tugasnya untuk

menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan misinya. c. Pengaturan personel Berkaitan dengan kegiatan bimbingan dan pengaturan kerja personel. d. Pengarahan Berkaitan dengan kegiatan melakukan intruksi tugas-tugas. e. Pengawasan Berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai dan melakukan koreksi-koreksi. 2.2.3 Definisi Manajemen Sistem Informasi Definisi Manajemen Sistem Informasi adalah: Manajemen Sistem Informasi adalah ”kegiatan untuk mengelola pekerjaan informasi dengan menggunakan pendekatan sistem yang berdasarkan pada prinsip-prinsip manajemen” [Amsyah, 2005] Setiap pekerjaan atau kegiatan memerlukan data dan infromasi, sebaliknya dengan adanya pekerjaan atau kegiatan akan menghasilkan data dan informasi baru. Untuk keperluan pekerjaan baik bersifat administratif ataupun manajerial data diolah terlebih dahulu menjadi informasi. Pengolahan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan atau manajemen masing-masing.

24

Pada umumnya terdapat tingkat (level) manajemen yang terdiri dari : 1. Manajemen Lini Bawah. Pada manajemen lini bawah terdapat jumlah manajer yang banyak, sesuai dengan bentuk piramida organisasi yang makin membesar ke bawah. Tingkat ini disebut juga tingkat manejemen operasional. Tugas pentingnya adalah mengawasi dan mengatur personel berketerampilan teknis atau karyawan biasa. Para manajer pada tingkat ini mengusahakan agar pekerjaan

dilaksanakan sesuai prosedur dan metode yang sudah ditentukan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana, sesuai jadwal, hubungan manusia, pembiayaan dan pengawasan kualitas. 2. Manajemen Lini Tengah. Manajemen lini tengah ini bertugas meninjau hasil dalam organisasi dan dengan kegiatan-kegiatan pengawasan yang menggerakkan organisasi

mencapai sasaran. Manajemen pada lini ini lebih berorientasi pada masalahmasalah pelatihan personel, pertimbangan terhadap personel, pengadaan peralatan dan bahan dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah-masalah kritis dalam mencapai keberhasilan kinerja. 3. Manajemen Lini Atas. Kegiatan manajemen lini puncak adalah memformulasikan perencanaan dan strategi. Tingkat manajemen ini berorientasi pada masa depan organisasi dan meninjau hasil kerja dan pencapaian tujuan organisasi secara umum dan menyeluruh. Tugas-tugas pada tingkat ini terutama mengkoordinasikan keseluruhan upaya organisasi dan hubungan dengan lain-lain organisasi dan masyarakat.

25

Secara umum tugas dan pekerjaan ketiga tingkat manajemen tersebut dapat digambarkan seperti berikut:

Gambar 2.7 Tingkat Manajemen, [Amsyah, 2005] 2.2.4 Ruang Lingkup Manajemen Sistem Informasi Keseluruhan ruang lingkup pekerjaan MSI tersebut disederhanakan dalam bentuk diagram berikut:

26

Fakta - Kejadian/Peristiwa - Kegiatan Organisasi - Transaksi - Dll.

Data Internal Eksternal Hasil Penelitian Data Lingkungan Bahan Peraturan Rekaman Kegiatan Direkam Prose/Transformasi/Manipulasi Bentuk Pengolahan: Ala!Pengolahan: Klasifikasi Sortir Kalkulasi Penyimpulan Manual Mesin Manual Mesin Elektronik Komputer Distribusi
r

Fisik dan Non Fisik (Kompuer)

lnformasi Laporan Model Deskriptif Bentuk Statistik Distribusi Fisik dan Non Fisik (Kompuer)

• Dianalisis

Keputusan Distribusi Strategis Fisik dan Teknis Taktis

Program (Kegiatan) Perencanaan Distribusi Evaluasi Fisik dan Non Fisik (Kompuer) Pelaksanaan

(Kompuer)

Tujuan O ganisasi r

Gambar 2.8 Ruang Lingkup Manajemen Sistem Informasi, [Amsyah, 2005]

27

Pekerjaan

MSI berkembang

melalui empat proses sesuai

dengan

perkembangan alat pengolah data yaitu zaman MSI: 1. Dikerjakan secara manual 2. Dikerjakan dengan alat mesin manual 3. Dikerjakan dengan alat mesin elektrik 4. Dikerjakan dengan elektrik (komputer) Pekerjan MSI dimulai dari pengumpulan data yang dibuat atau terjadi karena adanya fakta. Fakta tersebut berupa kegiatan umum organisasi,

komunikasi, transaksi dan lain-lain. Fakta tersebut dicatat atau direkam pada komputer sehingga menghasilkan fakta tertulis yang disebut data. Data atau fakta otentik (asli) tersebut harus disimpan sebagai arsip untuk keperluan pembuktianpembuktian dan ”back up” baik sebagai bukti administratif ataupun sebagai bukti hukum tertulis bila terjadi kesalahan pada komputerisasi data bersangkutan untuk pengolahan menjadi informasi dalam pekerjaan sistem informasi. Pengolahan data menjadi informasi disebut juga sebagai proses,

transformasi atau manipulasi data menjadi informasi. Bentuk pengolahannya dapat terdiri dari klasifikasi, sortir, kalkulasi dan penyimpulan. Alat pengolahan dapat dikelompokkan menjadi alat pengolah manual, mesin manual, mesin elektrik dan komputer. Hasil pengolahan data adalah informasi yang sesuai dengan keperluannya, antara lain dalam bentuk laporan, model deskriptif dan model statistik. Informasi kemudian dianalisis sebagai bahan pengambilan keputusan. Keputusan pada manajemen lini bawah umumnya bersifat teknis, pada

manajemen lini tengah umumnya taktis, dan pada manajemen lini atas umumnya bersifat strategis. Keputusan kemudian dijabarkan atau dioperasionalkan kedalam bentuk kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi atau penilaian. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan kegiatan pengawasan.

28

Kegiatan tersebut secara keseluruhan ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang penuh dengan berbagai persaingan, dimana setiap kegiatan memerlukan dukungan data dan informasi. 2.2.5 Manajemen dan Informasi Informasi dibuat untuk keperluan manajemen sesuai dengan unit kerjanya dan pada tingkatannya masing-masing, apalagi harus disesuaikan dengan tujuan utama organisasi tersebut - merupakan seni manajemen sistem informasi dan bagian dari seni memimpin seorang manajer. Informasi tersebut berasal dari kegiatan operasional, sehingga akan dibahas juga tentang model pengolahan data transaksi. Karena pentingnya informasi bagi manajemen, maka manajer harus mengetahui berbagai bentuk informasi dengan memulai mengetahui beberapa model informasi manajeman [Amsyah, 2005] seperti berikut: 1. Model informasi Sejalan dengan perbedaan tingkat pekerjaan di tiap level manajemen dalam organisasi, maka hirarki pekerjaan informasi di tiap level manajemen-pun akan memiliki perbedaan, perbedaan tersebut dapat terlihat pada masingmasing pekerjaan manajemen [Amsyah, 2005], yaitu terdiri dari: 1. Pengolahan transaksi pada tingkat paling bawah 2. Perencanaan dan pengawasan operasional pada tingkat kedua 3. Perencanaan dan pengawasan manajemen pada tingkat ketiga 4. Perencanaan strategis pada tingkat puncak Tanpa pekerjaan pengolahan transaksi yang efektif, pekerjaan-pekerjaan informasi pada tingkat yang lebih atas niscaya tidak akan ada. Hubungan tersebut dapat terlihat pada gambar berikut:

29

Gambar 2.9 Hirarki Pekerjaan Informasi, [Amsyah, 2005] Untuk kebutuhan organisasi, dengan berbagai tingkat hirarki kegiatannya seperti diatas, umumnya terdapat lima model informasi dasar [Amsyah, 2005], yaitu: 1. Model Pengolahan Transaksi (MPT), yang mendukung operasional kegiatan harian organisasi 2. Model Pendukung Manajemen (MPM), yang digunakan untuk membantu kegiatan harian manajer 3. Model Pendukung Keputusan (MPK), yang merupakan aplikasi kegunaan khusus untuk mendukung pembuatan keputusan 4. Model Pendukung Eksekutif (MPE), yaitu model yang dikerjakan manajer senior dalam mengelola masalah organisasi tingkat atas. Untuk membandingkan model-model informasi, berikut ini disajikan bagan tujuan dan karakteristik masing-masing model. Tabel 2.1 Tujuan dan karakteristik model informasi, [Amsyah, 2005] Nama MPT Tujuan Mendukung kegiatan operasional Karakteristik Detail, berorientasi pada catatan. Pengolahan standar. Hasil harus dapat dipercaya Teknologi stabil.

30

Lanjutan Tabel 2.1 Tujuan dan karakteristik model informasi [Amsyah, 2005] Nama MPM Tujuan Karakteristik Bentuk laporan standar, kesimpulan isi. Regular dan berulang. Tepat waktu dan dapat dipercaya. Model sederhana dan struktur statis. Teknologi tetap. MPK Mendukung pembuatan keputusan Fasilitas lebih dari sistem standar. Jawaban cepat untuk keperluan beragam. Perlu fleksibel dan mudah diterima. Perlu model-model dan membuat model. Teknologi berubah. MPE Mendukung keperluan informasi eksekutif Tingkat tinggi, terkelompok, standar. Mengintegrasikan banyak sumber data. Perlu cepat waktu dan akurat. Eksekutif selalu kuatir dan berhati-hati. Teknologi berubah.

Model-model informasi tersebut terkait dengan informasi yang berkaitan dengan manajemen, pada umumnya berfungsi secara operasional mengolah data untuk menghasilkan informasi yang diperlukan untuk menjawab atau menyediakan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan pada manajemen di level taktis maupun di level strategis. 2. Model pengolahan transaksi Untuk keperluan pembahasan informasi manajemen maka kita akan

membahas mengenai data pengolahan kegiatan transaksi yang disebut Model Pengolahan Transaksi (MPT) yang merupakan awal mulanya pengolahan data menjadi informasi untuk setiap tingkatan manajemen.

31

Berikut adalah gambar arsitektur Model Pengolahan Transaksi. Arsitektur disini diartikan sebagai bagan kerja atau kerangka kerja dari Model Pengolahan Transaksi.

Gambar 2.10 Arsitektur Model Pengolahan Transaksi, [Amsyah, 2005] 3. Model pendukung manajemen Model Pendukung Manajemen (MPM) adalah sistem yang membantu manajemen terhadap keperluan tersedianya informasi laporan yang terstruktur dan bersifat kesimpulan untuk keperluan periodik atau keperluan mendadak. Keluaran MPM ini diproduksi secara rutin dan digunakan terutama untuk mengontrol aktifitas (kegiatan), walaupun keluaran tersebut dapat juga digunakan untuk keperluan perencanaan dan peng-organisasian. Biasanya data olahan untuk aplikasi MPM dibuat atau disediakan oleh MPT dan sumber-sumber data internal lain. Selanjutnya MPM memproses data MPT dengan mengelompokkan dan membuat formatnya, kemudian

memproduksi laporan. Gambar berikut memperlihatkan arsitektur dari MPM:

Gambar 2.11 Arsitektur Model Pendukung Manajemen, [Amsyah, 2005]

32

4. Model pendukung keputusan Model Pendukung Keputusan (MPK) adalah fasilitas terminal komputer interaktif untuk keperluan dukungan pembuatan keputusan manusia. MPK berbeda halnya dengan MPT dan MPM dimana tidak selalu mendukung proses yang sedang berjalan. MPK sering dibuat untuk memecahkan masalah pada basis pengolahan khusus. Gambar dibawah memperlihatkan arsitektur aplikasi MPK. Data dari aplikasi MPT dan MPM merupakan sumber masukan bagi program MPK, sebagaimana data dari sumber-sumber eksternal lain.

Gambar 2.12 Arsitektur Model Pendukung Keputusan, [Amsyah, 2005] 5. Model pendukung eksekutif Model Pendukung Eksekutif (MPE) merupakan sistem informasi yang mendukung keperluan informasi para eksekutif senior. MPE membuat kesimpulan data dan menyediakan data atau informasi tingkat yang paling tinggi. Biasanya menghasilkan laporan dalam bentuk (format) yang standar dan sering disertai dengan grafik. MPE merupakan sistem terbaru diantara model-model sistem informasi sebelumnnya, dan sampai saat ini masih belum banyak digunakan. Hal itu terjadi karena kebanyakan eksekutif memulai karirnya sebelum sistem informasi dengan dasar komputer digunakan secara luas. Selama ini pekerjaannya dilakukan berdasarkan logika dan perasaannya masing-masing, yang kebanyakan tidak berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dan

33

diproses secara ilmiah menurut kaidah-kaidah Manajemen Sistem Informasi (MSI). Gambar berikut memperlihatkan bahwa MPE menerima data dari modelmodel sistem informasi lainnya. MPE juga menerima masukan dari pihak lain yang membantu eksekutif, misalnya asisten administratif. Sebagaimana

diketahui sasaran utama MPE adalah mendapatkan data dari berbagai sumber kemudian mengintegrasikan dan memberdayakan data tersebut serta

memperagakan hasil informasinya dalam bentuk yang komprehensif dan mudah digunakan.

Gambar 2.13 Arsitektur Model Pendukung Eksekutif, [Amsyah, 2005] 2.3 2.3.1 Konsep Dasar Data Definisi Data Data dapat didefinisikan sebagai berikut: Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam ke dalam berbagai bentuk media”, (Amsyah, 2005). “Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata”, (Jogiyanto, 1999). Adapun hierarki (tingkatan) elemen-elemen data yang dipakai untuk mewujudkan proses terbentuknya informasi, sebagai berikut:

34

1. Character. Elemen ini terdiri dari sebuah huruf, angka, dan berbagai simbol lainnya. Misalnya huruf A, X, F, atau angka 4, 5, 9 atau simbol seperti simbol dollar, cent, dan sebagainya. 2. Field. Field merupakan sekelompok karakter yang mewakili suatu

karakteristik dari tempat, orang, sesuatu. Misalnya field yang dibuat untuk meanmpung nama akan berisi data nama-nama yang terdiri dari huruf-huruf saja. Field didesain untuk memuat alamat, akan berisi data-data alamat yang terdiri dari gabungan huruf-huruf dan angka. 3. Record. Elemen ini merupakan sekumpulan dari field yang saling berhubungan. Sebagai contoh, satu Record data mengenai teman kita, akan terdiri dari field nama, field alamat, field hobi, dan sebagainya. 4. File. Elemen ini merupakan gabungan dari Record-Record yang saling terkait. Misalnya, seluruh data teman kita yang terdiri dari 40 Record disimpan menjadi satu dalam suatu tempat. Wadah berkumpulnya Record tersebut disebut File. 5. Database. Elemen ini merupakan gabungan dari beberapa File yang satu sama lain saling berkait, sehingga menghasilkan suatu informasi yang kita butuhkan. Sebagai contoh kita mempunyai database mengenai

kepegawaian. Katakanlah, kita mempunyai File yang mengolah biodata pegawai, File yang mencatat kemampuan pegawai, dan File yang menangani gaji pegawai. Maka File-File tersebut akan disatukan dan didayagunakan secara bersama-sama dalam membentuk informasi. Berikut adalah gambar fakta yang direkam atau ditulis menjadi data. Data kemudian dimasukan ke komputer dan selanjutnya diolah menjadi informasi. Data otentik yaitu data dalam bentuk aslinya sendiri, kemudian disimpan sebagai arsip otentik. Bila diperlukan untuk kepentingan administratif dan hukum, maka arsip

35

otentik tersebut dapat dikeluarkan/diambil dari tempat penyimpanannya. Berikut adalah gambar hubungan antara fakta, data, arsip dan informasi.

Gambar 2.14 Hubungan Fakta, Data, Arsip dan Informasi, [Amsyah, 2005] 2.3.2 Jenis Data Dikatakan bahwa data adalah fakta-fakta kegiatan organisasi dengan unitunitnya. Untuk keperluan penulisan data dengan kertas atau kartu dan pemasukan data ke komputer, maka data dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu data statis dan data dinamis. Data statis adalah jenis data yang umumnya tidak berubah atau jarang berubah, misalnya identitas nama (orang, organisasi tau tempat), kode-kode nomor (nomor: kartu penduduk, rekening, pegawai, asuransi), dan/atau alamat. Data dinamis adalah jenis data yang selalu berubah baik dalam frekuensi waktu yang singkat (harian), atau agak lama (bulanan/semesteran) dan lain-lain. Data tersebut sering dikatakan sebagai peremajaan (updating) data. Misalnya, data tabungan, data gaji, nilai mahasiswa, usia dan sebagainya. 2.3.3 Sumber Data Berdasarkan sumbernya, data dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu (1) data internal dan (2) data eksternal. Data internal adalah data yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri, yaitu organisasi pusat dan cabang-cabangnya. Data

36

eksternal adalah data yang berasal dari sumber-sumber yang berada diluar organisasi itu sendiri. Berdasarkan isinya, baik data internal maupun data eksternal dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu (1) catatan kegiatan, (2) hasil penelitian, (3) data lingkungan dan (4) data peraturan. Untuk lebih jelasnya, pengelompokan sumber data baik dilihat dari segi sumbernya maupun dari segi isinya, tertuang pada gambar berikut:

Gambar 2.15 Pengelompokan Data, [Amsyah, 2005] 2.3.4 Pengolahan Data Pekerjaan pengolahan dapat dilakukan dengan alat pengolahan bervariasi dan dikombinasikan antara satu dengan yang lainnya. Seperti pengolahan data secara manual, dengan menggunakan mesin manual, mesin elektronik maupun dengan menggunakan komputer. Hal itu tergantnug dari cara pengolahan, jenis dan volume data yang diolah, ketelitian dan dan kecepatan pengolahan yang diharapkan, dan bentuk informasi yang diinginkan sebagai keluarannya. Pengolahan, transformasi atau manipulasi adalah proses perubahan bentuk (data) menjadi bentuk (informasi) lain. Dalam proses pengolahan data, terdapat langkah-langkah operasional sebagai proses, hingga didapatkannya informasi yang dibutuhkan. Sebagaimana bagan pengolahan data di bawah, dapat dilihat bahwa masukan data terdiri dari kelompok sumber data internal dan eksternal.

37

Gambar 2.16 Pengolahan Data menjadi Informasi, [Amsyah, 2005] Gambar di atas menunjukkan bahwa pengolahan data diuraikan dalam bentuk langkah-langkah operasional. Panah garis menunjukkan data dan informasi yang dikomunikasikan menurut siklus pengolahan atau kegiatan tunggal. Panah dengan garis putus-putus menunjukkan komunikasi umpan balik yang diperlukan untuk memperoleh tambahan data dan untuk penggunaan data itu kembali pada terminal data bagi keperluan yang akan datang. 2.4 2.4.1 Reservasi Hotel Pengertian Reservasi Reservasi adalah sebuah proses perjanjian berupa pemesanan sebuah produk baik barang maupun jasa dimana pada saat itu telah terdapat kesepahaman antara konsumen dengan produsen mengenai produk tersebut namun belum ditutup oleh sebuah transaksi jual-beli. Pada saat reservasi berlangsung biasanya ditandai dengan adanya proses tukar menukar informasi antara konsumen dan

38

produsen agar kesepahaman mengenai produk dapat terwujud. Mengapa reservasi menjadi sebuah media yang sangat efektif baik bagi produsen maupun bagi konsumen?. Alasannya adalah sebagai berikut : (Silalahi, 2009). 1. Keuntungan bagi produsen : Produsen akan dapat melakukan evaluasi terhadap produk yang akan mereka jual melalui tingkat tinggi rendahnya jumlah reservasi jauh sebelum produk tersebut dijual (barang) ataupun diselenggarakan (jasa), dimana hasil evaluasi tersebut akan membantu produsen untuk menentukan langkah pemasaran yang akan diambil terhadap produk yang akan dijual tersebut. 2. Keuntungan bagi konsumen : Melalui media reservasi konsumen dapat menimbang terlebih dahulu sebelum membeli produk sampai dengan waktu yang telah ditentukan (time limit). Sampai dengan time limit yang telah ditentukan produk yang telah dipesan tersebut tidak boleh dijual kepada konsumen lain, karena secara tertulis maupun tidak sampai dengan time limit produk tersebut telah dipriotaskan kepada konsumen yang telah melakukan reservasi. Hal ini akan sangat menguntungkan konsumen karena sampai dengan time limit yang ditentukan, konsumen dapat melakukan perbandingan dengan produk lain. Selain itu, jika terjadi sesuatu dan lain hal yang mengharuskan konsumen untuk batal membeli produk tersebut, konsumen yang bersangkutan tidak harus membeli produk tersebut. 2.4.2 Pengertian Hotel Kata Hotel dulunya berasal dari kata HOSPITIUM (bahasa Latin), artinya ruang tamu. Dalam jangka waktu lama kata hospitium mengalami proses perubahan pengertian dan untuk membedakan antara Guest House dengan Mansion House (rumah besar) yang berkembang pada saat itu, maka rumahrumah besar disebut dengan HOSTEL. Sesuai dengan perkembangan kata hostel lambat laun mengalami perubahan. Huruf “s” pada kata hostel tersebut dihilangkan sehingga kemudian kata hostel berubah menjadi Hotel seperti apa yang kita kenal sekarang. Menurut beberapa pengertian, Hotel didefinisikan sebagai berikut :

39

Menurut Dirjen Pariwisata – Depparpostel “Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan, untuk menyediakan jasa penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial”.

Menurut Surat Keputusan Menteri Perhubungan R.I No. PM 10/PW – 301/Phb. 77, tanggal 12 Desember 1977 “Hotel adalah suatu bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan penginapan, berikut makan dan minum”.

Menurut Webster “Hotel adalah suatu bangunan atau suatu lembaga yang menyediakan kamar untuk menginap, makan dan minum serta pelayanan lainnya untuk umum” Jadi Hotel dapat dikatakan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik

yang menawarkan suatu jasa dalam hal penyediaan tempat tinggal, yang sifatnya sementara dan dalam waktu-waktu tertentu bagi siapa saja yang memerlukannya. 2.4.3 Pengertian Reservasi Hotel Reservasi hotel adalah suatu permintaan untuk memperoleh kamar yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya oleh berbagai sumber dengan berbagai cara pemesanan untuk memastikan bahwa tamu akan memperoleh kamar pada waktu check-in. Kegiatan menerima reservasi dinamakan kegiatan yang menjual kamar dan fasilitas hotel lainya dimana sebelum tamu datang tiba di hotel, maka tamu akan terlebih dahulu harus melakukan reservasi guna mendapatkan kepastian bahwa

tamu tersebut akan mendapatkan kamar sewaktu ia check-in di hotel. Pemesanan kamar biasanya dilakukan oleh tamu beberapa hari atau beberapa minggu sebelum kedatangan.(Soenarno,2006).

40

2.5 2.5.1

Konsep Pengembangan Sistem Pengertian Metodologi Berorientasi Objek Metodologi Berorientasi Objek adalah suatu strategi pembangunan

perangkat lunak yang mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang berisi data dan operasi yang diberlakukan terhadapnva. Sebuah sistem yang dibangun dengan berdasarkan metode berorientasi objek adalah sebuah sistem yang komponennya dibungkus (dienkapsulasi) menjadi kelompok data dan fungsi. Setiap komponen dalam sistem tersebut dapat mewarisi atribut dan sifat dan komponen lainnya serta dapat berinteraksi satu sama lainnya. Adapun perbandingan antara metodologi konvensional dengan metodologi objek adalah sebagai berikut: Table 2.2 Perbandingan metodologi konvensional dengan metodologi objek No 1 Metodologi Konvensional Metodologi menggunakan beberapa Metodologi Objek objek hanya

konvensional Metodologi alat

untuk menggunakan satu jenis model yang

menggambarkan model seperti DAD, disempurnakan mulai dari analisis ERD, DFD. 2 Metodologi konvensional, proses dianggap sampai pembuatan sistem. data dan Metodologi objek menganggap data yang dan proses merupakan bagian objek.

komponen

berlainan. 3 Metodologi untuk konvensional ditujukan Metodologi objek ditujukan untuk

melengkapi

pemrograman bahasa 4GL.

terstuktur bahasa generasi ke 3 (3GL). 2.5.2 Karakteristik Sistem Berorientasi Objek Karakteristik yang dimiliki sebuah sistem berorientasi objek antara lain (Nugroho, 2005):

41

1. Abstraksi Prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan. 2. Pembungkusan (Encapsulation) Pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek. untuk menyembunyikan implementasi dan objek sehingga objek lain tidak mengetahui cara kerja-nya. 3. Pewarisan (Inheritance) Mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya. 4. Reusabilily Pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu

permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut. 5. Generalisasi dan Spesialisasi Menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus. 6. Komunikasi Antar Objek Komunikasi antar objek dilakukan lewat pesan (message) yang dikirim dan satu objek ke objek lainnya. 7. Polymorphism Kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama sehingga menghemat baris program. 2.5.3 Keuntungan Metodologi Berorientasi Objek Keuntungan Metodologi Berorientasi Objek diantaranya : 1. Meningkatkan produktivitas Karena kelas dan objek yang ditemukan dalam suatu masalah masih dapat dipakai ulang untuk masalah lainnya yang melibatkan objek tersebut (reusable).

42

2.

Kecepatan pengembangan Karena sistem yang dibangun dengan baik dan benar pada saat analisis dan perancangan akan menyebabkan berkurangnya kesalahan pada saat pengkodean.

3.

Kemudahan pemeliharaan. Karena dengan model objek. pola-pola yang cenderung tetap dan stabil dapat dipisahkan dan pola-pola yang mungkin sering berubah-ubah.

4.

Adanya konsistensi Karena sifat pewarisan dan penggunaan notasi yang sama pada saat analisis, perancangan maupun pengkodean.

5.

Meningkatkan kualitas perangkat lunak Karena pendekatan pengembangan lebih dekat dengan dunia nyata dan adanya konsistensi pada saat pengembangannya, perangkat lunak yang dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan pemakai.

2.6 2.6.1

Unified Modelling Language (UML) Pengertian Unified Modelling Language (UML) Unified Modelling Language merupakan sebuah notasi grafis standar

untuk menggambarkan sistem berorientasi objek yang merupakan hasil kerjasama dari Grady Booch, James Rumbaugh dan Ivar Jacobson. Dan didefinisikan sebagai berikut: Dalam pemodelan sistem berorientasi objek digunakan UML sebagai bahasa standar pemodelan. Berikut merupakan pengertian UML menurut salah satu sumber. “Unified Modeling Language (UML) adalah suatu bahasa untuk

menetapkan, membangun, memvisualisasikan, dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak dan komponen-komponennya”, (Bahrami, Ali, 1999). “Unified Modeling Language adalah satu kumpulan konvensi pemodelan yang digunakan untuk menentukan atau menggambarkan sebuah sistem software yang terkait dengan objek”, (Whitten, Jeffrey, 2004).

43

Berdasarkan pengertian diatas UML merupakan sebuah bahasa pemodelan suatu sistem berdasarkan grafik atau gambar untuk menspesifikasikan,

membangun, menvisualisasikan dan mendokumentasikan suatu sistem perangkat lunak berorientasi objek. UML memberikan standar penulisan sebuah sistem yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas, skema data base, dan komponen yang diperlukan dalam sistem perangkat lunak. 2.6.2 Aturan Unified Modelling Language Building blocks UML tidak dapat disusun dengan cara sederhana. Seperti bahasa lainnya, UML mempunyai beberapa aturan yang menetapkan bahwa sebuah model yang baik adalah satu kesatuan yang membentuk sebuah semantik yang konsisten dan selaras pada semua model yang berelasi. UML memiliki aturan-aturan semantik [Booch, 1999] untuk: Name, menunjukkan nama untuk things, relationships dan diagrams. Scope, menunjukkan arti spesifik pada sebuah nama. Visibility, menunjukkan bagaimana sebuah nama dapat dilihat dan digunakan oleh yang lain. Integrity, menunjukkan relasi yang konsistensi antara satu sama lainnya. 2.6.3 Execution, menunjukkan sebuah model dijalankan dan disimulasikan.

Mekanisme Unified Modelling Language UML dapat dibuat lebih sederhana dengan mempergunakan empat

mekanisme umum yang berlaku [Booch, 1999], diantaranya yaitu: Specifications, menunjukkan setiap notasi/model yang dibuat dapat dibuat spesifikasinya masing-masing, seperti nama, aribut dan operasi. Adornments, menunjukkan bentuk unik untuk masing-masing model yang dibuat, seperti notasi untuk membuat class. Common divisions, menunjukkan mekanisme pembagian yang dapat diimplementasikan pada sepasang model, seperti class dengan object, use case dengan collaboration dan pemisahan antara interface dengan implemenation.

44

-

Extendsibility

mechanisms,

menunjukkan

bahasa

standar

untuk

penulisan cetak biru piranti lunak. Extendsibility mechanisms meliputi stereotypes, tagged values, dan constraints. 2.6.4 View dalam Unified Modelling Language UML memberikan standar pemodelan sebuah sistem, yang meliputi konsep proses bisnis, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen perangkat lunak. Pemodelan sistem yang kompleks merupakan tugas yang sangat berat. Sesungguhnya, seluruh sistem dapat digambarkan dengan graph tunggal yang mendefinisikan sistem secara keseluruhan dengan jelas, mudah berkomunikasi dan dipahami. Tapi bagaimanapun hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Graph tunggal tidak dapat mencakup seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menggambarkan sistem. Sistem digambarkan dengan sejumlah aspek yang berbeda : fungsional, non-fungsional dan aspek organisasi. sehingga sistem dapat digambarkan dalam sejumlah view dimana setiap view merepresentasikan sebuah proyeksi dari gambaran sistem secara utuh dengan menampilkan aspek tertentu dari sistem. Gambar berikut menampilkan view dalam UML. yang diperlukan dalam sistem

Gambar 2.17 Arsitektur Pemodelan Sistem, [Booch, 1999] 2.6.4.1 Use Case View Use case view dari sebuah sistem meliputi use case yang mendeskripsikan perilaku dari sistem seperti oleh end user, analis dan penguji. View ini tidak terlalu menetapkan kepada organisasi dari sebuah sistem. Akan tetapi, lebih menitik beratkan kepada arsitektur dari sebuah sistem. Dengan UML, aspek statis dari

45

sistem dapat diimplementasikan dengan menggunakan use case diagrams; aspek dinamis dari sistem dapat diimplementasikan menggunakan interaction diagrams, statechart diagrams, dan activity diagrams [Booch, 1999]. 2.6.4.2 Design View Design view dari sistem meliputi class, interface, dan collaboration yang membentuk vocabulary dari masalah dan solusinya. View ini mendukung terhadap kebutuhan fungsional dari sistem. Dalam artian layanan dari sistem harus mampu menyediakan solusi untuk pengguna akhir sistem. Dengan UML, aspek statis dari sistem dapat diimplementasikan dengan menggunakan class diagrams dan object diagrams; aspek dinamis dari sistem dapat diimplementasikan menggunakan interaction diagrams, statechart diagrams, dan activity diagrams [Booch, 1999]. 2.6.4.3 Process View Process view dari sistem meliputi threads dan proses yang membentuk concurrency sistem dan sinkronisasi mekanisme. View ini mengutamakan

performance, scalability dan throughout dari sistem. Dengan UML, dalam view ini aspek statis dan dinamis dari sistem dapat diimplementasikan dengan menggunakan diagram sama yang terdapat pada design view. Akan tetapi, lebih memfokuskan pada active class yang merepresentasikan threads dan proses [Booch, 1999]. 2.6.4.4 Implementation View Implementation view dari sistem meliputi komponen-komponen dan berkas-berkas yang digunakan untuk menyusun dan merangkai fisik sistem. View ini mengutamakan konfigurasi pengelolaan sistem. Dengan UML, aspek statis dari sistem dapat diimplementasikan dengan menggunakan component diagrams; aspek dinamis dari sistem dapat diimplementasikan dengan menggunakan

interaction diagrams, statechart diagrams, dan activity diagrams [Booch, 1999]. 2.6.4.5 Deployment View Deployment view dari sistem meliputi nodes yang membentuk topologi hardware sistem yang dilakukan oleh sistem. View ini mengutamakan distribusi, pengiriman dan pemasangan bagian yang membangun fisik sistem. Dengan UML,

46

aspek

statis

dari

sistem

dapat

diimplementasikan

dengan

menggunakan

deployment diagrams; aspek dinamis dari sistem dapat diimplementasikan menggunakan interaction diagrams, statechart diagrams, dan activity diagrams [Booch, 1999]. Di dalam UML terdapat sejumlah elemen grafis, diantaranya yaitu: • Aktor ( Actor ) Primary actor adalah seseorang atau sesuatu yang menggunakan fungsi utama dari sistem, sedangkan secondary actor adalah seseorang atau sesuatu yang menggunakan fungsi sekunder dari sistem. “Aktor bisnis adalah semua orang atau segla sesuatu di luar organisasi yang berinteraksi dengan organisasi itu”, (Nugroho, Adi 2005). Aktor dalam use case dilambangkan dengan gambar sebagai berikut :

Gambar 2.18 Simbol Aktor, [Nugroho, Adi, 2005] Actor terbagi pada empat macam tipe (Jeffrey Whitten, 2004): 1. Primary business actor (Pelaku Bisnis Utama) Stakeholder yang terutama mendapatkan keuntungan dari kegiatan transaksi dengan menerima nilai yang terukur dan terobservasi. 2. Primary system actor (Pelaku Sistem Utama) Stakeholder yang secara langsung dapat berhadapan dengan sistem untuk menginisiasi atau memicu kegiatan atau sistem. 3. External server actor (Pelaku server eksternal) Stakeholder yang melayani kebutuhan user. 4. External receiving actor (Pelaku penerima eksternal) Stakeholder yang bukan pelaku utama tetapi menerima output dari kegiatan transaksi.

47

Objek (Object) Beberapa pakar mendefinisikan objek dalam beberapa definisi berikut. “Objek adalah konsep, abstraksi, atau sesuatu yang memiliki arti bagi aplikasi yang akan kita kembangkan.” Objek merupakan konsep, abstraksi, atau sesuatu yang memiliki arti bagi aplikasi yang akan kita kembangkan. Objek bisa berupa orang, tempat, benda, kejadian, atau konsep-konsep yang ada di dunia nyata yang penting dalam suatu aplikasi (perangkat lunak dan atau informasi). Suatu objek harus memiliki identitas dan dapat dibedakan. Contoh dari objek : - Objek orang : saya, anda, kita dan lain-lain - Objek tempat : kampus, gedung, komputer dan lain-lain - Objek kejadian : kuliah, survei, pendaftaran dan lain-lain.

Kelas Kelas mendefinisikan informasi apa yang dimiliki suatu objek serta mendefinisikan perilaku yang dimilikinya. Dengan penggolongan objek-objek dalam suatu kelas kita bisa melakukan abstraksi masalah. “Kelas adalah sesuatu yang merupakan cetak biru ( Blue Print ) untuk suatu objek.”(Nugroho, Adi, 2005) Atribut dan nama kelas untuk beberapa objek yang sejenis dapat dituliskan sekali saja begitu juga dengan fungsi dan metode yang sama cukup dituliskan satu kali saja dan bisa digunakan ulang oleh objek yang termasuk kedalam kelas yang sama. Kelas, dalam notasi UML digambarkan dengan kotak. Nama kelas menggunakan huruf besar di awal kalimatnyadan diletakkan di atas kotak. Bila kelas mempunyai nama yang terdiri dari 2 suku kata atau lebih, maka semua suku kata digabungkan tanpa spasi dengan huruf awal tiap suku kata menggunakan huruf besar.

48

Kelas dilambangkan dengan gambar berikut: MesinCuci Gambar 2.19 Simbol Kelas, [Munawar, 2005] • Atribut Atribut adalah property dari sebuah kelas. Atribut ini menggambarkan batas nilai yang mungkin ada pada objek dari kelas. Sebuah kelas mungkin akan mempunyai nol atau lebih atribut. Secara konvensi, jika nama atribut terdiri dari satu kata, maka ditulis dengan huruf kecil. Akan tetapi jika nama atribut mengandung lebih dari suku kata maka semua suku kata digabungkan dengan kata pertama menggunakan huruf kecil dan awal suku kata berikutnya menggunakan huruf besar.
Mes inCuci m erek m odel noSeri kapas itas

Gambar 2.20 Kelas dan Atribut-atributnya, [Munawar, 2005] • Operasi Operasi adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sebuah kelas atau yang dapat dilakukan untuk sebuah kelas. Seperti halnya atribut, nama operasi juga menggunakan huruf kecil semua jika terdiri dari satu suku kata. Akan tetapi jika lebih dari satu suku kata, maka semua suku kata digabungkan dengan suku kata pertama huruf kecil dan awal tiap suku berikutnya dengan huruf besar.
Mes inCuci
m asukkanBaj u( )() kel uarkanBaj u( )() tambahSabun( )() nyal akan( )()

Gambar 2.21 Kelas dan Operasi-operasinya, [Munawar, 2005] • Kelas Objek Kelas terdiri dari beberapa objek yang memiliki atribut, operasi, semantik dan relationship yang sama. Kelas objek menggambarkan abstraksi dari suatu

49

objek dalam implementasi. Dalam kelas objek terdapat istilah Visibility Operasi yang terdiri dari : - Protected : operasi atau atribut yang tampak hanya oleh kelas itu sendiri, subkelas atau teman kelas tersebut. Visibility merupakan default dari sebuah operasi yang kita buat. Visibility ini melindungi operasi dari penggunaan oleh kelas-kelas luar. Protected digambarkan dengan tanda (#). - Public : operasi atau atribut dapat digunakan oleh kelas lain yang berhubungan dengan kelas tersebut. Digambarkan dengan tanda (+). - Private : operasi atau atribut yang hanya bisa digunakan oleh kelas itu sendiri. Digambarkan dengan tanda (-) • Pemodelan Proses Menggunakan Use Case Driven Pemodelan proses dengan menggunakan Use Case Driven adalah suatu pemodelan yang mana pada tahap analisis akan diawali dengan pengembangan use case sesuai pendekatan objek. Ada beberapa cara yang biasa digunakan dalam use case driven, antara lain : a.<<Extends>> Extends association digunakan ketika terdapat satu use case yang sepertinya sama dengan use case yang lain tapi memiliki pembeda.

Gambar 2.22 Contoh Kondisi Extends

b.<<Uses>> Uses association digunakan untuk menghilangkan redudansi aliran antara use case terhadap satu use case yang sama.

Gambar 2.23 Contoh Kondisi Uses

Penerapan <<extend>> dan <<uses>> dalam kehidupan sehari-hari :

50

Gambar 2.24 Contoh Use Case Transaksi mesin ATM 2.6.5 Diagram-diagram Unified Modelling Language Adapun diagram-diagram yang terdapat pada UML diantaranya:
Structure Diagram
Class Diagram

Activity Diagram

Diagram
Use Case Diagram

Behaviour Diagram

Interaction Diagram

Sequence Diagram

Gambar 2.25 Klasifikasi Jenis Diagram UML, [Flowler, Martin, 2005] 2.6.5.1 Use Case Diagram Use case dalam UML didefinisikan sebagai : “a graph of actors, a set of use case enclosed by a system boundary , communication (participation), association between the actors and the use cases, and generalization among the use case.” (Bahrami, Ali, 1999). “Use case adalah peringkat tertinggi dari fungsionalitas yang dimiliki sistem.” (Nugroho, Adi 2005). Use case akan menggambarkan cara kerja suatu software dengan aktor. Dalam use case diagram akan digambarkan hubungan antara aktor dengan use case. Aktor adalah orang atau subsistem lain yang akan berinteraksi dengan sistem. Sementara use case menggambarkan proses yang akan dilakukan oleh aktor terhadap sistem.

51

Use Case Gambar 2.26 Notasi Use Case Diagram, [Nugroho, Adi, 2005] Use case adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari perspektif/sudut pandang para pengguna sistem. Use case mendefinisikan “apa” yang dilakukan oleh sistem dan elemenelemennya, bukan “bagaimana” sistem dan elemenelemennya saling berinteraksi. Use case bekerja dengan menggunakan “scenario”, yaitu deskripsi urutan-urutan langkah yang menerangkan apa yang dilakukan penggunan terhadap sistem maupun sebaliknya. Komponen notasi dasar yang dipunyai oleh use-case diagram adalah actor, use-case, diagram : Tabel 2.3 Notasi Use Case Diagram Actor Actor adalah pengguna sistem. Actor tidak terbatas hanya manusia saja, dengan jika sebuah lain sistem dan
Actor

dan association. Berikut adalah notasi yang terdapat pada use-case

berkomunikasi membutuhkan

aplikasi

input atau memberikan output,

maka aplikasi tersebut juga bisa dianggap sebagai actor. Use Case Use case digambarkan sebagai lingkaran elips
Use Case Name

dengan nama use case dituliskan didalam elips tersebut. Association Asosiasi digunakan untuk menghubungkan actor dengan use case. Asosiasi digambarkan dengan sebuah garis yang menghubungkan antara Actor dengan Use Case. Depends on Menyatakan hubungan ketergantungan antar Use Case, yakni pelaksanaan suatu use case baru bisa dilakukan selesai. setelah pelaksanaan use case lain

52

Berbicara mengenai use case diagram tidak akan terlepas dengan hal yang disebut stereotype. Stereotype adalah sebuah model khusus yang terbatas untuk kondisi tertentu. Untuk menunjukkan stereotype digunakan symbol “<<” diawalnya dan ditutup dengan “>>” diakhirnya. Terdapat 2 stereotype paling sering digunakan dalam use case diagram yaitu <<extend>> dan <<include>>. <<extend>> digunakan untuk menunjukkan bahwa satu use case merupakan tambahan fungsional dari use case yang lain jika kondisi atau syarat tertentu dipenuhi. Sedangkan <<include>> digunakan untuk menggambarkan bahwa suatu use case seluruhnya merupakan fungsionalitas dari use case lainnya. Berikut adalah contoh use case diagram :

Gambar 2.27 Contoh Use Case Diagram, [Nugroho, Adi, 2005] Notasi di bawah ini berarti pelaksanaan ‘use case1’ tergantung kepada pelaksanaan ‘use case2’, dengan kata lain ‘use case1’ baru bisa dilakukan setelah ‘use case2’ terpenuhi/selesai dijalankan. Berikut adalah contoh Hubungan Depends-On :

Es tablis h Bank Account

<<depends on>>

<<depends on>>

Make a Deposit

Make a Withdrawal

Gambar 2.28 Contoh Hubungan Depends-On, [Whitten,jeffrey, 2004]

53

2.6.5.2 Activity Diagram Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, keputusan yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Diagram aktifitas mempunyai kesamaan dengan flowchart karena dapat memodelkan alur kerja dan aktfitas dari sebuah sistem. Menurut Whitten activity diagram didefinisikan sebagai berikut: “Sebuah diagram yang dapat digunakan untuk menggambarkan secara grafis aliran proses bisnis, langkah-langkah sebuah use case atau logika behaviour (metode) object”. (Whitten, Jeffrey, 2004). Activity diagram digunakan untuk mendokumentasikan alur kerja pada sebuah sistem, yang dimulai dari pandangan business level hingga ke operational level. Pada dasarnya, activity diagram merupakan variasi dari statechart diagram. Activity diagram mempunyai peran seperti halnya flowchart, akan tetapi

perbedaannya dengan flowchart adalah activity diagram bisa mendukung perilaku parallel sedangkan flowchart tidak bisa. Berikut adalah notasi activity diagram : Tabel 2.4 Notasi Activity Diagram Simbol Titik Awal Titik Akhir Activity Pilihan Untuk mengambil Keputusan Fork; Digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara parallel / menggabungkan dua kegiatan peralel menjadi satu. Rake; Menunjukkan adanya dekomposisi Tanda Waktu Tanda pengiriman Keterangan

54

Lanjutan Tabel 2.4 Notasi Activity Diagram Simbol Tanda penerimaan Aliran akhir (Flow Final) Berikut adalah sebuah contoh activity diagram yang menggambarkan sebuah sistem Purchasing : Keterangan

Gambar 2.29 Contoh Activity Diagram, [Munawar, 2005] 2.6.5.3 Sequence Diagram skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Sequence Diagram merupakan salah satu bentuk dari interaction diagram. “Sequence interaksi diagram yang memperlihatkan event-event yang

berurutan sepanjang berjalannya waktu” ( Nugroho, Adi, 2005) Sequence diagram terdiri dari sumbu vertikal putus-putus yang merepresentasikan “lifeline” objek dan sumbu horizontal yang menunjukan sekumpulan objek yang saling berinteraksi dalam sistem. Diagram ini

menjelaskan bagaimana objek berinteraksi dengan objek yang lainnya yaitu

55

dengan cara mengirim dan menerima pesan. Komunikasi antar objek tersebut ditandai dengan garis horizontal yang disertai dengan nama operasinya.
Object:Class1 Object:Class2
Object:Clas s3

Message () Message ()

Gambar 2.30 Notasi Sequence Diagram Sequence diagram mendokumentasikan komunikasi/interaksi antar kelaskelas. Diagram ini menunjukkan sejumlah objek dan message (pesan) – yang diletakkan diantara objek-objek didalam use case. Perlu diingat bahwa di dalam diagram ini, kelas-kelas dan aktoraktor diletakkan dibagian atas diagram dengan urutan dari kiri ke kanan dengan garis lifeline yang diletakkan secara vertikal terhadap kelas dan aktor. Berikut adalah notasi-notasinya : Tabel 2.5 Notasi Sequence Diagram Object Object merupakan instance dari sebuah class dan dituliskan tersusun secara horizontal. Digambarkan sebagai sebuah class (kotak) dengan nama objek didalamnya yang diawali dengan sebuah titik koma. Actor Actor juga dapat berkomunikasi dengan objek, maka actor juga dapat diurutkan sebagai kolom. Simbol Actor sama dengan simbol pada Actor Use Case Diagram. Lifeline Lifeline mengindikasikan keberadaan sebuah objek dalam basis waktu. Notasi untuk Lifeline adalah garis putus-putus vertikal yang ditarik dari sebuah objek.
Actor

56

Lanjutan Tabel 2.5 Notasi Sequence Diagram Activation Activation dinotasikan sebagai sebuah kotak segi empat yang digambar pada sebuah lifeline. Activation mengindikasikan sebuah objek yang akan melakukan sebuah aksi. Massage Message, digambarkan dengan anak panah horizontal antara Activation. Message mengindikasikan

komunikasi antara objek-objek

Berikut adalah contoh sebuah sequence diagram yang menggambarkan sebuah sistem mesin minuman otomatis :
Cal l er OffHo ok Excha nge Rece i ver T al k

Di al T one

Di al Num be r Ri ngT one OffHo ok

OnHo ok

Gambar 2.31 Contoh Sequence Diagram, [Bahrami,Ali, 1999] 2.6.5.4 Class Diagram Class Diagram adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut

(metoda/fungsi). Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan object beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.

57

Sebuah Class memiliki tiga area pokok : 1. Nama, merupakan nama dari sebuah kelas 2. Atribut, merupakan peroperti dari sebuah kelas. Atribut melambangkan batas nilai yang mungkin ada pada objek dari class 3. Operasi, adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sebuah class atau yang dapat dilakukan oleh class lain terhadap sebuah class. Berikut adalah notasi – notasi yang ada pada class diagram : Tabel 2.6 Notasi pada Class Diagram Class Class adalah blok - blok pembangun pada pemrograman berorientasi objek. Sebuah sebuah class kotak digambarkan yang terbagi sebagai atas 3

bagian.Bagian atas adalah bagian nama dari class. Bagian property/atribut tengah class.

mendefinisikan

Bagian akhir mendefinisikan methodmethod dari sebuah class. Assosiation Sebuah asosiasi merupakan sebuah antara 2

relationship

paling umum

class, dan dilambangkan oleh sebuah garis yang menghubungkan antara 2 class. Garis ini bisa melambangkan tipe-tipe relationship menampilkan dan juga dapat hukum-hukum

multiplisitas pada sebuah relationship (Contoh: One-to-one, one-to-many,

many-to-many). Composition Jika sebuah class tidak bisa berdiri sendiri dan harus merupakan bagian dari class yang lain, maka class tersebut

58

Lanjutan Tabel 2.6 Notasi pada Class Diagram Composition memiliki relasi Composition terhadap class tempat dia bergantung tersebut. Sebuah relationship sebagai composition garis dengan genjang

digambarkan ujung

berbentuk

jajaran

berisi/solid. Dependency Kadangkala sebuah class menggunakan class yang lain. Hal ini disebut

dependency. dependency

Umumnya digunakan

penggunaan untuk

menunjukkan operasi pada suatu class yang menggunakan class yang lain. Sebuah dependency dilambangkan

sebagai sebuah panah bertitik-titik. Aggregation Aggregation keseluruhan biasanya “mempunyai bagian disebut sebuah” mengindikasikan relationship sebagai atau dan relasi “bagian

dari”. Sebuah aggregation digambarkan sebagai sebuah garis dengan sebuah jajaran genjang yang tidak berisi/tidak solid. Generalization Sebuah relasi generalization sepadan dengan sebuah relasi inheritance pada konsep berorientasi objek. Sebuah dengan

generalization

dilambangkan

sebuah panah dengan kepala panah yang tidak solid yang mengarah ke kelas “parent”-nya/induknya.

59

Class juga dapat merupakan implementasi dari sebuah interface, yaitu class abstrak yang hanya memiliki metoda. Interface tidak dapat langsung

diinstansiasikan, tetapi harus diimplementasikan dahulu menjadi sebuah class. Dengan demikian interface mendukung resolusi metoda pada saat runtime.

Gambar 2.32 Interface • Paket (Package) Paket adalah pengelompokan untuk menandakan kelompok suatu elemen model. Paket digunakan untuk mempermudah mengorganisasi elemen-elemen model. Sebuah paket dapat mengandung didalamnya.
Package

beberapa paket kelas lain

Gambar 2.33 Simbol Paket (Package), [Munawar, 2005] • Relasi pada Class Diagram Relasi atau relationship merupakan keterhubungan antar kelas yang muncul pada saat sebuah kelas berinteraksi dengan kelas-kelas lainnya. Didalam class diagram, setiap kelas pasti akan berinteraksi dengan baik satu maupun lebih kelas. Relasi yang muncul pada setiap keterhubungan antar kelas juga akan memiliki atribut-atribut yang akan lebih menjelaskan definisi dari sebuah relasi yang terjadi. • Asosiasi (Association) Asosiasi didefinisikan sebagai penghubung objek-objek pada kelas yang sama. Suatu bentuk asosiasi adalah agregasi yang menampilkan hubungan suatu objek dengan bagian-bagiannya.

60

Kita menggunakan pemahaman asosiasi adalah pada saat beberapa kelas saling terhubung satu sama lain secara konseptual. Sebagai contoh, misalkan seorang pegawai bekerja pada sebuah perusahaan. Maka “bekerja” merupakan sebuah asosiasi antara kelas pegawai dan kelas perusahaan. Selanjutnya bisa kita simpulkan bahwa sebuah asosiasi bisa merupakan sebuah bentuk kata kerja yang merelasikan kelas yang satu dengan kelas yang lainnya.

Gambar 2.34 Asosiasi (Assosiation), [Munawar, 2005] • Multiplisitas (Multiplicity) Multiplicity atau multiplisitas adalah jumlah banyaknya objek sebuah class yang berelasi dengan sebuah objek lain pada class lain yang berasosiasi dengan class tersebut. Untuk menyatakan multiplisitas anda dapat

meletakkannya diatas garis asosiasi berdekatan dengan class yang sesuai. Ada banyak multiplisitas yang mungkin untuk dipakai. Tabel berikut menjabarkan multiplisitas yang dapat digunakan. Tabel 2.7 Notasi Multiplisitas Multiplisitas * 0 1 0..* 1..* 0..1 1..1 Arti Banyak Nol Satu Nol atau banyak Satu atau banyak Nol atau satu Hanya satu

Gambar 2.35 Asosiasi dengan Multiplisitas, [Munawar, 2005]

61

Generalisasi dan Pewarisan (Generalization & Inheritance) Generalisasi dalam Objek Oriented diartikan sebagai: “Generalisasi digunakan untuk menjelaskan hubungan kesamaan

diantara class .”(Munawar,2005).

Generalisasi adalah suatu cara yang sangat berdaya guna untuk berbagi apa yang dimiliki suatu kelas (objek) bagi kelas-kelas (objek-objek) yang lain. Generalisasi adalah relasi keatas beberapa sub kelas diatasnya yang ditunjukan dengan tanda segitiga.
Kendaraan Nomor kendaraan Nama kendaraan Tahun pembuatan harga

Mobil Jumlah penumpang Jumlah pintu

Truk Tipe Kabin Kapasitas

Gambar 2.36 Contoh Generalisasi, [Nugroho,Adi, 2005] Sebuah class (child class atau subclass) dapat mewarisi atribut-atribut dan operasioperasi dari class lainnya (parent class atau super class) dimana parent class bersifat lebih umum daripada child class. Manfaat lain dari struktur hirarkis juga memungkinkan untuk penambahan subclass (child class) baru tanpa harus merubah struktur yang sudah ada. Inheritance adalah sebuah mekanisme pengimplementasian generalisasi dan spesialisasi. Aturan inheritance dapat secara umum bisa diklasifikasikan sebagai berikut : Subclass selalu mewarisi semua sifat dari superclass-nya. Definisi subclass selalu mencakup paling tidak satu detil yang tidak diturunkan dari superclass-nya. Inheritance sangat dekat dengan asosiasinya dengan generalisasi. Generalisasi menjelaskan hubungan logis antar elemen-elemen yang mempunyai

62

karakteristik yang sama. Sedangkan inheritance menerangkan mekanisme agar bagi pakai (sharing) bisa terjadi. • Agregasi (Agregation) “Agregasi adalah bentuk yang lebih kuat dari asosiasi,” (Munawar,2005) Agregasi adalah sebuah hubungan dimana satu kelas “whole” yang lebih besar berisi satu atau lebih kelas “part” yang lebih kecil. Atau kelas “part” yang lebih kecil adalah bagian dari kelas “whole” yang lebih besar. Agregasi disimbolkan dengan jajaran genjang yang diletakkan pada class yang mengandung objek.

Gambar 2.37 Agregasi

Gambar 2.38 Agregasi Bertingkat (Multilevel Agregation), [Nugroho,Adi, 2005] • Interface & Realisasi Interface adalah satu set operation yang memberikan spesifikasi beberapa aspek dari perilaku dan operasi disuatu class ke class yang lain. Contohnya, keyboard pada computer sebenarnya merupakan interface yang bisa dipakai ulang karena tombol-tombol keyboard sebenarnya berasal dari mesin ketik, hanya saja mungkin ada beberapa operasionalisasi tombol-tombol yang berbeda yang sudah ditransfer ke sistem yang lain. Misalnya tombol control, page up, page down dll. Pemodelan interface sama dengan pemodelan class hanya saja pada interface tidak mempunya atribut dan pada penamaannya

63

perlu ditambahkan stereotype <<interface>> atau ditambahkan huruf “I” di depan nama interface seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.23. Relasi antara class dan interface disebut Realization. Realisasi adalah operasi yang benar-benar dilakukan oleh suatu objek. Realisasi dituliskan dengan garis putus-putus dengan segitiga yang mengarah ke interface, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.23.

Gambar 2.39 Interface dan Realization 2.7 Object Oriented Development Object Oriented Development adalah suatu cara pengembangan perangkat lunak dan sistem informasi berdasarkan abstraksi objek-objek yang ada di dunia nyata. Abstraksi adalah menemukan serta memodelkan fakta-fakta dari suatu objek yang penting bagi suatu aplikasi. Siklus hidup pengembangan berorientasi objek mengandung 3 proses makro : analisis berorientasi objek, perancangan berorientasi objek, dan implementasi berorientasi objek. Keunggulan utama pendekatan ini adalah bahwa semua keputusan perancangan dapat dilacak langsung ke spesifikasi kebutuhan pengguna.

Pengembangan sistem dengan metodologi berorientasi objek pada umumnya bersifat iteratif; dengan kata lain, kita dapat mulai dengan analisis berorientasi objek, melakukan beberapa tahapan secara iteratif sambil melakukan penghalusan objek-objek dan melengkapi model sistem. Pengembangan sistem berorientasi objek mencakup aktivitas-aktivitas sebagai berikut : • • • Analisis berorientasi objek yang dikendalikan oleh use case Perancangan berorientasi objek Pembuatan prototype

64

Pengembangan berbasis komponen

• Pengujian berkelanjutan. 2.8 Unified Approach (UA) UA adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan

menggunakan UML sebagai standar pemodelannya. Tujuan dari penggabungan ini tidak lain untuk mencari cara terbaik dalam pengembangan sistem berorientasi objek. Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem. Kelas-kelas yang telah teridentifikasi sebagai output di tahap analisis akan dijadikan input pada tahap perancangan. Sementara itu, output dari tahap perancangan adalah perangkat lunak yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan user. Tahap perancangan sistem dalam UA lebih menekankan pada perancangan user interface yang didalam tahapannya akan dijelaskan bagaimana user berinteraksi dengan sistem.

Gambar 2.40 Tahap Analisis dan Design Orientasi Objek Dengan Pendekatan Unified Approach, [Bahrami, Ali, 1999]

65

Keterangan tahap analisis: 1. Identifikasi User/Actor Pada tahap ini akan diidentifikasi siapa saja yang akan menggunakan sistem. 2. Pembuatan Diagram Aktifitas dan Diagram Use Case Pada tahap ini akan digambarkan model aktivitas bisnis menggunakan diagram aktifitas UML untuk menggambarkan segala sesuatu yang akan dilakukan oleh user terhadap sistem. 3. Pembuatan Diagram Interaksi Pada tahap ini akan ditentukan rangkaian diagram aktifitas sistem yang sedang berjalan. 4. Mengidentifikasi Kelas-kelas Pada tahap ini dilakukan proses identifikasi kelas-kelas, relationship, atribut serta metode yang terdapat pada sistem. 5. Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya (Refine & Iterate) Pada tahap ini akan diperiksa kebenaran dari hasil analisis sistem yang didasarkan pada tahap sebelumnya. Keterangan tahap design : 1. Merancang kelas-kelas serta atribut-atributnya, metode, asosiasi, struktur dan prototipe serta merancang axiom. 2. Merancang Access Layer dan prototype 3. Merancang dan prototype User Interface 4. Test kepuasan dan dayaguna berdasarkan Use Case. 5. 2.8.1 Pemeriksaan terhadap tahap design sebelumnya Object Oriented Analysis (OOA) Unified Approach (UA) adalah sebuah metode pendekatan yang

mempunyai cara sistematis dalam mengerjakan proses analisis. Salah seorang pakar mengungkapkan bahwa Analisis adalah proses menyaring kebutuhan sistem dan apa yang harus dilakukan sistem untuk memenuhi kebutuhan aktor” . Tujuan dari analisis adalah untuk memahami inti permasalahan dan tanggung jawab sistem dengan memahami pekerjaan apa yang dilakukan oleh

66

sistem melalui beberapa pemodelan. Hasil akhir yang ingin dicapai dari tahap ini adalah menghasilkan kelas-kelas sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah definisi dari analisis berorientasi objek menurut Ali Bahrami dalam bukunya yang berjudul ”Object Oriented Systems Development”: Object-oriented analisyst adalah “metode analisis yang memeriksa

requirements (syarat/keperluan yang harus dipenuhi dalam suatu sistem) dari sudut pandang kelas-kelas dan objek-objek yang ditemui dalam ruang lingkup permasalahan” [Ali Bahrami, 1999]. Proses analisis yang dilakukan pada metodologi berorientasi objek (dalam hal ini menggunakan Unified Approach (UA)) dari Ali Bahrami digambarkan pada bagan di bawah ini :

Gambar 2.41 Tahap-Tahap Analisis Sistem Orientasi Objek dengan Unified Approach, [Ali Bahrami, 1999] Dari bagan diatas, terlihat bahwa proses analisis terdiri dari beberapa tahapan [Ali Bahrami, 2000], diantaranya adalah sebagai berikut: • Mengidentifikasi Actors. Identifikasi aktor dapat dilakukan dengan melihat siapa yang

menggunakan sistem. Atau dalam sistem yang baru, menggambarkan siapa aktor yang akan menggunakan sistem. Penentuan aktor dapat dilakukan dengan melihat faktor eksternal yang berinteraksi dengan sistem.

67

Mengembangkan model proses bisnis menggunakan Activity diagrams. Mengembangkan proses bisnis menggunakan diagram aktifitas. Namun, hal ini tidak selalu dilakukan pada setiap project. Akan tetapi, apabila diperlukan, proses bisnis dan kebutuhan user dapat dimodelkan dan direkam untuk level apapun untuk kepentingan perincian model

menggunakan activity diagrams. • Mengembangkan Use Cases. Tahapan ini ditujukan untuk mendapatkan pemahaman dari kebutuhan sistem. Model use case dapat djadikan sebagai alat dalam proyek pengembangan, perencanaan, ataupun pendokumentasian dari kebutuhan sistem. Sebuah use case menggambarkan interaksi antara user dan sistem dilihat dari sudut pandang user. • Mengembangkan Interaction diagrams. Setiap use case dapat digambarkan dengan diagram interaksi. Yaitu untuk menggambarkan bagaimana sekumpulan objek bekerja sama untuk

menyelesaikan sebuah pekerjaan. Interaction diagram menangkap perilaku sebuah use case, dan memperlihatkan pola interkasi antar objek. Diagramdiagram yang terdapat pada interaction diagrams dan collaboration diagrams. a. Sequence Diagrams Sequence diagrams menggambarkan perilaku dari sebuah sistem dengan melihat interaksi antara sistem dengan lingkungannya. diagrams adalah sequence

Sequence diagrams memperlihatkan sebuah susunan interaksi urutan waktu. Interaksi antar objek ini ditunjukkan oleh garis dan pertukaran pesannya, disusun dalam sebuah urutan waktu. b. Collaboration Diagrams Collaboration diagrams merepresentasikan kerjasama dari

sekumpulan objek yang berhubungan dalam konteks khusus, serta interaksi yang memperlihatkan pertukaran pesan antar sekumpulan objek.

68

Mengidentifikasi Classes. Menggambarkan sebuah abstraksi dari satu atau berbagai kelas dalam implementasi. Suatu kelas perancangan dapat memiliki beberapa operasi dan atribut. Berikut adalah tahapan klasifikasi yang dilakukan dengan menggunakan class diagrams: − Mengidentifikasi Classes − Mengidentifikasi Relationships − Mengidentifikasi Attributes − Mengidentifikasi Methods

Pemerikasaan (Refine dan Iteratif) Pemerikasaan (Refine dan Iteratif) merupakan tahapan terakhir didalam aktifitas analisis. Jika diperlukan, pada tahapan ini dilakukan pengujian kembali terhadap tahapan-tahapan sebelumnya.

2.8.2

Object Oriented Design (OOD) Perancangan sistem dirancang berdasarkan hasil dari tahap analisis

sebelumnya.

Tujuannya

untuk

memberikan

gambaran

yang

jelas

guna Pada

mempermudah proses pembuatan perangkat lunak atau sistem informasi.

tahap perancangan lebih terfokus pada bagaimana cara untuk menyajikan informasi kepada aktor serta merancang interface sehingga aktor dapat

berinteraksi dengan sistem. Berikut adalah tahapan-tahapan pada OOD:

Gambar 2.42 Tahap Perancangan Unified Approach (UA), [Bahrami, Ali, 1999] Keterangan : • Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi.

69

Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram Proses menyaring diagram kelas mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut serta method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang ada dengan activity diagram.

Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI) berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya.

Pengujian Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih terdapat kekurangan. perbaikan. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan

2.9 2.9.1

Basis Data (Database) Pengertian Basis Data Bambang Hariyanto mendefinisikan Basis Data sebagai berikut : “Kumpulan data yang saling berhubungan yang merefleksikan fakta-fakta yang terdapat di organisasi, ” (Hariyanto,Bambang, 2004). Fatansyah mendefinisikan Basis Data sebagai berikut : “Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan

dalam media penyimpanan elektronis,” (Fatansyah, 2002). Dari kedua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Basis Data merupakan kumpulan data (arsip) yang saling berhubungan yang merefleksikan fakta-fakta yang terdapat di organisasi dan disimpan dalam bentuk penyimpanan elektronis. 2.9.2 Database Management System (DBMS) Dalam suatu sistem informasi database merupakan salah satu komponen inti yang harus ada.

70

Menurut Ali Bahrami definisi DBMS adalah: “A database management system (DBMS) is a set of programs that enables the creation and maintenance of a collection of related data”, (Bahrami,Ali, 1999). DBMS merupakan sekumpulan program yang memungkinkan kita

membuat dan memelihara sekumpulan data yang terelasi. Tujuan mendasar sebuah DBMS adalah menyediakan fasilitas penyimpanan data yang efisien dan kemudahan dalam pengaksesan data. Database menyediakan sebuah model data yang menggunakan konsep logika seperti field, records, tabel, relasi juga format suatu data seperti tipe dan ukuran data. 2.9.3 Model Data Model data merupakan rancangan yang digunakan untuk memperlihatkan struktur data dan relasi data dalam database. Model data dikelompokan dalam tiga model yaitu : 1. Model Data Hirarkis Model hirarkis memperlihatkan data sebagai cabang. Setiap titik cabang merupakan sebuah objek data. Bentuk dari model hirarkis digambarkan dalam gambar berikut :

Gambar 2.43 Model Data Hirarkis, [Kadir, Abdul, 2005]

2. Model Data Jaringan Model jaringan hampir serupa dengan model hirarkis, tetapi dengan perbedaan:

71

• •

Tidak mengenal akar Setiap anak bisa memiliki lebih dari satu orangtua

Berikut merupakan bentuk model jaringan:

Dosen Novia

Dosen Zaenal

Basis Data

Pascal Dian

Fisika

Ari

Edi

Eka

Romi

Tomi

Gambar 2.44 Model Data Jaringan, [Kadir, Abdul, 2005]

3. Model Relasional Dari semua model data yang ada, model data yang paling sering digunakan adalah model relasional. Model relasional merupakan model yang sederhana, konsep utamanya adalah relasi yang digambarkan dengan tabel. Kolom pada setiap tabel adalah atribut yang mendefiinsikan data. Setiap tabel yang direlasikan harus memiliki primary key. Berikut adalah bentuk dari model relasi.

Kolom

Nim 02320001 02320002 02320003 02420004

Nama Ali Akbar Siti Faimah Rita Andini Faruk Fardan

Jenis_kelamin P W W P

Kode_jur 51 52 51 52

Gambar 2.45 Model Database Relasional, [Kadir, Abdul, 2005]

72

4. Model Data Berbasis Objek Model ini berusaha menjawab kesulitan RDBMS (Relational Database Management Systems) untuk mengatasi tipe data yang kompleks seperti file citra, file gambar dan file audio-video. Objek adalah pengelompokkan logis dari data yang berelasi dan program logis yang mewakili hal nyata di dunia seperti customer, employee, order, product. Item data seperti : customer ID, customer name disebut varibel di model object oriented dan disimpan dalam tiap objek. Variabel-variabel hanya bisa diakses melalui method. Sementara istilah method adalah aplikasi program logis yang menggunakan objek tertentu dan menyediakan fungsi tertentu sperti check customer credit card limit, update alamat customer. Gambar 2.43 menunjukkan objek Customer sebagai contoh implementasi object oriented. Pada inti lingkaran terdapat variabel-variabel tentang objek dan kumpulan variabel itu dikelilingi oleh method yang menunjukkan bahwa hanya dengan melalui method saja variabel tersebut dapat diakses. Ini adalah konsep enkapsulasi, salah satu konsep penting di model object oriented. PRIBADI
DATA: Nip Nama Alamat Tgl_lahir Jenis_kelamin Pekerjaan METODE: Menambah data pribadi Menghapus data pribadi Dll PRIBADI dan PEKERJAAN saling terhubung sebab PRIBADI berisi PEKERJAAN

PEKERJAAN
DATA: Nip Kode_bagian Gol Jabatan Bagian METODE: Menambah data pekerjaan Menghapus data pekerjaan Dll

PEKERJAAN dan BAGIAN saling terhubung sebab PEKERJAAN berisi BAGIAN

BAGIAN
DATA: Kode_bagian Nama_bagian METODE: Menambah data bagian Menghapus data bagian Dll

Gambar 2.46 Anatomi sebuah Objek, [Kadir, Abdul, 2005]

73

2.9.4

Antarmuka Database Sebuah antarmuka dalam database harus memiliki Data Definition

Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML) yang merupakan tipe bahasa dari SQL. Nama SQL berasal dari SEQUEL (Structured English for Querry Language) yang diciptakan IBM sebagai antarmuka untuk basis data relasional eksperimental yang dinamakan SYSTEM R. SQL sekarang menjadi standar untuk basis data relasional. Adapun penjelasan tipe bahasa dari SQL adalah : a. DDL (Data Definition Language) DDL merupakan suatu bahasa yang digunakan untuk membuat struktur dan relasi antar objek dalam database yang terdiri dari kumpulan record, relasi dan tabel yang digunakan untuk menyimpan informasi mengenai entitas. b. DML (Data Manipulation Language) DML merupakan suatu bahasa yang menyediakan fasilitas bagi aktor untuk mengakses dan memanipulasi data seperti create, update, delete. Standar DML yang digunakan dalam relasional database adalah Structure Query Language (SQL). Manipulasi data dapat berupa : • Penyisipan/penambahan data baru ke suatu basis data • Penghapusan data dari suatu basis data • Pengubahan data di suatu basis data 2.9.5 Object Oriented Database (OODB) Basis data berorientasi objek diusulkan untuk mempertemukan kebutuhan dari aplikasi-aplikasi yang kompleks. Pendekatan basis data berorientasi objek menawarkan fleksibilitas untuk menangani beberapa kebutuhan tanpa dibatasi tipe data serta Query yang umum dijumpai pada basis data relasional. Kunci dari basis data berorientasi objek adalah kemampuan yang basis data berikan pada perancang untuk menspesifikasi struktur objek yang kompleks serta operasi yang dapat diaplikasikan pada objek tersebut. Basis data berorientasi objek dirancang sedemikian rupa sehingga dapat terintegrasi bersama perangkat lunak yang dikembangkan dengan bahasa-bahasa pemrograman berorientasi objek.

74

Objek database mulai populer pada pertengahan tahun 1990 an. Bermula dari Object Oriented Programming(OOP) yang kemudian dikembangkan menjadi Object Oriented Design (OOD) dan pada akhirnya menjadi Object Oriented Analysis (OOA). Didalam konsep objek oriented database kita dapat melakukan pemodelan data dari semua penomena dan dapat dinyatakan dalam bahasa umum (natural). Objek Oriented Database pada dasarnya merupakan kosep dari

pemrograman berorientasi objek secara umum ditambah dengan database sebagai media penyimpanan datanya yang berbentuk class-class, sehingga dalam hal ini masih berhubungan erat dengan E-R Model. OODB muncul karena kekompleksan dari penyimpanan objek-objek yang akan disimpan didalam database sehingga konsep dari Relational Database Manejemen System (RDBMS) masih tetap digunakan. Mekanisme penyimpanan objek-objek didalam Relational Database Menejemen System ini sering dikenal dengan istilah ORDBMS (Objek Relational Database Managemen System). Beberapa keuntungan (benefit) yang diberikan apabila kita menggunakan konsep dari object oriented database ketimbang menggunakan konsep terstruktur, keuntungan-keuntungan itu diantaranya: context sistem yang kita bangun akan memberikan informasi yang jelas, mengurangi biaya maintenance, komponen sistem lebih independent artinya lebih mudah jika dilakukan perubahan dan perawatan tanpa mengganggu kinerja komponen sistem yang lain, antara pengguna dan pendevelop dapat saling berkomunikasi sepanjang pembuatan sistem karena sistem yang dibangun biasanya dilengkapi dengan bebarapa diagram (usecase diagram, activity diagram, sequence diagram, class diagram, object diagram, dll) dan visualisasi yang menjelaskan aktifitas-aktifitas yang dilakukan, dengan object oriented lebih mencerminkan bagaimana kita dapat menguraikan atau memecahkan sistem yang kompleks, mendukung semua aplikasi. 2.9.6 Object Oriented Database Management System (OODBMS) Pemrograman berorientasi objek (object oriented) mulai digunakan pada pertengahan tahun 1980-an, dan nantinya akan berkembang menjadi produk

75

DBMS berorientasi objek. Tujuan produk ini adalah untuk menyimpan objek pemrograman berorientasi objek (seperti C++ atau Java) dalam sebuah database tanpa harus mentransformasinya ke format relasional. OODBMS adalah perkawinan antara pemrograman berorientasi objek dengan teknologi basis data. Basis data berorientasi objek memungkinkan pemanfaatan dari keunggulan program berorientasi objek dibandingkan dengan basis data yang murni bersifat relasional. Dengan mengkombinasi pemrograman berorientasi objek dengan teknologi basis data kita dapat mengembangkan aplikasi yang lebih terintegrasi. OODBMS mengembangkan basis data sedemikian rupa sehingga objekobjek dapat disimpan secara permanen dan tetap ada setelah program berakhir sehingga dapat dipanggil oleh aplikasi-aplikasi lain di kemudian hari serta dapat dibagikan ke program-program (aplikasi-aplikasi) yang lain. Salah satu sasaran dari OODBMS adalah memelihara hubungan langsung antara dunia nyata dengan objek-objek basis data sehingga objek-objek tidak kehilangan integritas serta identitas mereka. OODBMS menyediakan sistem yang secara unik membangkitkan identifikasi objek (OID-Object Identifier) untuk setiap objek. 2.10 Interaksi Manusia dengan Komputer Prinsip kerja dalam sebuah sistem komputer adalah input, process, output. Data masukan komputer dapat berupa angka atau karakter yang kemudian diproses menjadi keluaran sesuai yang diharapkan oleh pengguna. Ketika seseorang bekerja dengan sebuah komputer, maka ia akan melakukan interaksi dengan komputer menggunakan cara-cara tertentu. Cara yang umum digunakan adalah bahwa pengguna memberikan suatu perintah pada komputer, dan komputer menanggapinya dengan mencetak atau menuliskan tanggapan pada layar tampilan. Dengan melalui masukan serta keluaran tersebut pengguna dan komputer saling berinteraksi. Dengan dikembangkannya antarmuka berbasis grafis yang dikenal dengan istilah GUI (Graphical User Interface ) dapat memudahkan manusia dalam

76

mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik sesuai yang diperlukan. Para perancang antarmuka manusia-komputer harus mampu membuat sistem komputer yang mempunyai sifat ramah dengan pengguna sehingga perancang harus mampu memahami aspek psikologi yang yang dimiliki oleh pengguna, hal ini berhungan dengan faktor manusia. Perancang sistem pun harus mampu memilih teknik dialog interaktif agar komunikasi antara manusia dengan komputer lebih mudah. 2.10.1 Faktor Manusia Sistem komputer terdiri dari tiga aspek, yaitu hardware, software,

brainware. Ketiga aspek tersebut harus saling bekerja sama agar sebuah sistem komputer dapat bekerja dengan sempurna. Untuk tujuan ini komputer biasanya dimodelkan dengan suatu kombinasi antara pengolah pusat dengan memori asosiatif komponen serta pengontrol peranti masukan/keluaran dengan sehingga dunia komponenDenga

itu dapat

saling

berkomunikasi

nyata.

dipahaminya cara kerja komputer dan komponen-komponennya, maka model yang diinginkan dapat dirancang dengan benar. Untuk membuat keseimbangan model sistem komputer yang telah

dikembangkan, maka harus memodelkan manusia dengan cara yang sama, karena manusia juga merupakan aspek penting dalam sebuah sistem komputer. Meskipun karakteristik manusia lebih susah untuk diprediksi, kurang konsisten, dan kurang deterministik dibandingkan dengan komputer. Berikut ini yang sedikit banyaknya berpengaruh brainware: • Penglihatan • Pendengaran • Sentuhan 2.10.2 Ragam Dialog Berbagai teknik dialog interaktif yang memungkinkan terjadinya • Pemodelan sistem pengolaha • Pengendalian motorik pada perancangan interaksi manusia komputer pada aspek

komuikasi antara manusia dengan komputer pada saat sekarang ini bervariasi,

77

dimulai dari yang paling sederhana sampai dengan yang cukup canggih. Secara umum, ragam dialog dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori,

diantaranya adalah: • Dialog berbasis bahasa pemrograman Dialog ini merupakan ragam dialog yang memungkinkan pengguna untuk mengemas sejumlah perintah ke dengan batch file. • Sistem menu Sistem menu merupakan pilihan yang tepat untuk menunjukkan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki oleh sebuah program aplikasi kepada pengguna. Menu adalah daftar sejumlah pilihan dalam jumlah terbatas, yang biasanya berupa kalimat atau kumpulan kata. Terdapat dua sistem menu, yaitu: Sistem menu datar Sistem ini adalah sistem menu yang menampilkan semua pilihan secara lengkap.
PENGOLAHAN DATA AKADEMIS MAHASISWA “STIMIK PERTIWI”

dalam suatu bentuk berkas yang disebut

<A> Inisialisasi Berkas Mahasiswa Kuliah <B> Inisialisasi Berkas Mata Kuliah <C> Inisialisasi Berkas Nilai Ujian <D> Membuka Semua Berkas

<E> Mencetak Presensi <F> Mencetak Presensi Ujian <G> Mencetak KRS <H> Mencetak Nilai Ujian

Pilih salah satu: _ Gambar 2.47 Contoh Sistem Menu Datar, [Santosa, Insap, 2004] Sistem menu tarik Sistem ini adalah sistem menu yang menampilkan pilihan ke dalam kelompok-kelompok tertentu yang berbasis pada hirarki pilihan (struktur pohon pilihan).

78

SUBMENU

MENU UTAMA (PILIHAN DENGAN HIERARKI

SUB-SUBMENU

Gambar 2.48 Contoh Sistem Menu Tarik, [Santosa, Insap, 2004] • Dialog berbasis pengisian barang Teknik dialog ini merupakan suatu penerapan langsung dari aktifitas pengisian borang dalam kehidupan sehari-hari dimana pengguna akan dihadapkan pada suatu bentuk borang yang ada pada layar komputer yang digunakan.

Gambar 2.49 Contoh Dialog Berbasis Pengisian Barang, [Santosa, Insap, 2004]

79

• Antarmuka berbasis icon Berikut adalah contoh antar muka berbasis icon.

Gambar 2.50 Antarmuka Berbasis Icon, [Santosa, Insap, 2004] 2.11 Internet Internet berasal dari kata interconnection networking yang mempunyai arti hubungan berbagai komputer dan berbagai tipe komputer yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, wireless dan lainnya. Internet merupakan jaringan komputer yang berskala internasional yang dapat membuat masingmasing komputer saling berkomunikasi. Dikembangkan dan diuji coba pertama kali pada tahun 1969 dalam proyek ARPAnet 2.11.1 World Wide Web (WWW) World Wide Web (WWW) adalah jaringan beribu-ribu komputer

yang dikategorikan menjadi dua yaitu client dan server dengan menggunakan software khusus membentuk sebuah jaringan yang disebut dengan client-server. Dalam cara kerja dari World Wide Web ada dua hal yang terpenting yaitu software web server sebagai program yang mengerti protokol HTTP dan dapat memenuhi permintaan dari web browser dan software web browser, meminta dan menerima layanan halaman web yang diakses dan dibaca melalui web browser seperti Internet Explorer.

80

Kumpulan Web Server dari seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. Berbagai informasi dapat ditemukan pada www, seperti info politik, ekonomi, sosial, budaya, sastra, sejarah, teknologi, pendidikan, dan lain-lain. Jika kita umpamakan, www ini merupakan suatu perpustakaan besar yang menyediakan buku-buku yang kita butuhkan. Server menyimpan atau menyediakan informasi dan memproses

permintaan dari client, apabila ada client yang meminta informasi maka server akan mengirimkannya. Informasi yang diakses dapat berupa teks, gambar maupun suara. Server juga mengirim perintah-perintah ke client tentang bagaimana cara menampilkan semua informasi tersebut. Instalasi tersebut dalam bentuk HTML (Hypertext Markup Language). 2.11.2 HyperText Transfer Protocol (HTTP) HyperText Transfer Protocol yang berfungsi untuk mendefinisikan dan menjelaskan bagaimana server dan client berinteraksi dalam mengirim dan menerima dokumen web. Protokol ini didisain untuk mentransfer berkas yang berisi hypertext seperti berkas yang berisi HTML yang digunakan di World Wide Web. Server Web biasanya dikenal dengan nama HTTP. 2.11.3 Uniform Resource Locator (URL) URL adalah suatu sarana yang digunakan untuk menentukan

lokasi informasi pada suatu web server. alamat dimana alamat tersebut terdiri atas : 1. 2. 3.

URL dapat diibaratkan suatu

Protokol yang digunakan oleh suatu browser untuk mengambil informasi Nama komputer (server) dimana informasi tersebut berada Jalur atau path serta nama file dari suatu informasi

Format umum dari URL adalah sebagai berikut : Protokol_transfer : / / nama_host / path / nama_file Contoh : http://www.amazon.com / buku / index.htm Konsep dasar pada browser dan web server ditunjukkan dalam Gambar 2.27 Browser web mengirimkan permintaan ke server web melalui URL dalam situs web dinamakan sebagai hyperlink, server web mengirimkan dokumen

81

HTML untuk mengakses web yang diminta browser untuk dapat ditampilkan dalam dokumen HTML.

Gambar 2.51 Konsep dasar Browser dan Web Server Website (situs web) adalah alamat (URL) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi dengan berdasar pada topik tertentu. Web Page (halaman web) merupakan halaman khusus dari situs web tertentu yang tersimpan dalam bentuk file. Home page merupakan halaman pertama atau sampul dari suatu website yang biasanya berisi tentang apa dan siapa dari perusahaan atau instansi ataupun organisasi pemilik website tersebut. 2.12 E-Commerce

2.12.1 Pe3ngertian E-Commerce Saat ini belum ada definisi electronic commerce yang disepakati bersama sehingga sering terjadi kerancuan. Ada yang mengatakan bahwa e-Commerce adalah web site yang digunakan untuk berdagang (semacam storefront), ada yang dimaksud e-Commerce adalah EDI (Electronic Data Interchange), dan lain-lain. Menurut Robert E. Johnson, III (http://www.cimcor.com), e-Commerce

merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama. E-

Commerce memberikan beberapa keuntungan antara lain [Mengimplementasikan E-Commerce di Indonesia, Budi Raharjo, 1999]: a) Revenue stream yang baru yang mungkin sulit atau tidak dapat diperoleh melalui cara konvensional. b) Meningkatkan market exposure c) Menurunkan biaya operasi (operating cost)

82

d) Memperpendek waktu product-cycle e) Meningkatkan supplier management f) Melebarkan jangkauan (global reach) g) Meningkatkan customer loyality h) Meningkatkan value chain dengan mengkomplemenkan business practice, mengkonsolidasikan informasi dan mebukanya kepada pihak-pihak yang terkait di dalam value chain. 2.12.2 Jenis E-Commerce Dengan melihat keuntungan-keuntungan di atas, maka kita merasa bahwa e-Commerce merupakan suatu keharusan. Akan tetapi kita tidak dapat langsung terjun ke dalam tanpa mengerti pola bisnis atau model bisnis yang menjadi berubah dengan adanya e-Commerce ini. Jenis e-Commerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis e-Commerce ini memiliki karakteristik yang berbeda. Business to Business e-Commerce memiliki karakteristik [Mengimplementasikan Commerce di Indonesia, Budi Raharjo, 1999]: a) Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust). b) Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama. c) Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu partnernya. d) Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis. dimana processing E-

83

Business to Consumer e-Commerce memiliki karakteristik sebagai berikut [Mengimplementasikan E-Commerce di Indonesia, Budi Raharjo, 1999]: a) Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum. b) Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis web. c) Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan permohonan. d) Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan respon sesuai dengan

processing (business procedure) diletakkan di sisi server. Menurut sebuah report dari E&Y Consulting, perkembangan Business to Business lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah sebabnya banyak orang mulai bergerak di bidang Business-to-business. 2.12.3 Gambaran Aplikasi E-Commerce Gambaran aplikasi e-Commerce akan diuraikan sebagai berikut. Mulamula aplikasi akan menampilkan daftar barang yang tersedia. Lalu pengguna dapat memilih beberapa item yang ingin dibeli. Pada saat pengguna memilih suatu item barang, identitas barang tersebut dicatat, dan selanjutnya user dapat melanjutkan berbelanja/memilih item yang lain. Server mengingat item apa saja yang telah dipesan. Pada saat pengguna melanjutkan browsing, server memelihara track pengguna tersebut dan pengguna tersebut dapat melakukan check out terhadap item-item yang telah dipesan. Secara ringkas e-Commerce mampu menangani masalah berikut [Pengenalan Elektronic Commerce, Ilmu

Komputer.com, 2005]: a) OTOMATISASI, proses otomatisasi yang menggantikan proses

manual.(“enerprise resource planning” concept) b) INTEGRASI, proses yang terintegrasi yang akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses. (“just in time” concept)

84

c) PUBLIKASI, memberikan jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan. (“electronic cataloging” concept) d) INTERAKSI, pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan “human error” (“electronic data interchange/EDI” concept) e) TRANSAKSI, kesepakatan antara 2 pihak untuk melakukan transaksi yang melibatkan institusi lainnya sebagai pihak yang menangani pembayaran. (“electronic payment” concept). 2.13 Konsep Dasar Komunikasi Data “Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan informasi (data) yang telah diubah dalam suatu kode tertentu yang telah disepakati melalui media listrik atau elektro optik dari titik ke titik yang lain,” [Lukas, 1993]. Komunikasi data pada satu jaringan yang sama harus memiliki elemenelemen kunci sebagai berikut : 1. Source (Sumber): Alat ini membangkitkan data sehingga dapat ditranmisikan, contoh : Handphone dan PC (Personal Computer). 2. Transmitter (Pengirim) : Biasanya data yang dibangkitkan dari sistem sumber tidak ditransmisikan secara langsung dalam bentuk aslinya. Sebuah transmitter cukup memindahkan dan menandai informasi dengan cara yang sama seperti menghasilkan sinyal-sinyal eletro magnetik yang dapat ditransmisikan

melewati beberapa sistem transmisi berurutan. 3. Transmission System (Sistem transmisi) : Berupa jalur transmisi tunggal atau jaringan kompleks yang menghubungkan antara sumber dengan destination (tujuan). 4. Receiver (Penerima): Receiver menerima sinyal dari system transmisi dan menggabungkannya ke dalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap oleh tujuan. 5. Destination (Tujuan) : Menangkap data yang dihasilkan oleh receiver.

85

2.14

Software yang digunakan

2.14.1 PHP PHP singkatan dari Personal Home Page Tools, adalah sebuah bahasa scripting yang dibundel dengan HTML, yang dijalankan di sisi server. Sebagian besar perintahnya berasal dari C, Java dan Perl dengan beberapa tambahan fungsi khusus PHP. Bahasa ini memungkinkan para pembuat aplikasi web menyajikan halaman HTML dinamis dan interaktif dengan cepat dan mudah yang dihasilkan server. PHP juga dimaksudkan untuk mengganti teknologi lama seperti CGI (Common Gateway Interface). PHP bisa berinteraksi dengan hampir semua teknologi web yang sudah ada. Developer bisa menulis sebuah program PHP yang mengeksekusi suatu program CGI di server web lain. Fleksibilitas ini sangat bermanfaat bagi pemilik situs-situs web yang besar dan sibuk, karena pemilik masih bisa mempergunakan aplikasi-aplikasi yang sudah terlanjur dibuat di masa lalu dengan CGI, ISAPI, atau dengan script seperti Perl, Awk atau Python selama proses migrasi ke aplikasi baru yang dibuat dengan PHP. Ini mempermudah dan memperhalus peralihan antara teknologi lama dan teknologi baru. PHP menawarkan solusi yang lebih luwes. Dengan PHP, developer tidak perlu lagi berurusan dengan dua buah file terpisah. Browser web mengacu secara langsung ke file yang dituju, yang lalu dibaca oleh server sebagaimana file HTML statis biasa. Bedanya, sebelum dikirim balik ke browser web, server web memeriksa isi file dan menentukan apakah ada kode di dalam file tersebut yang harus dieksekusi. Bila ada, kode-kode tersebut akan dieksekusi. Hasilnya dimasukkan ke dalam dokumen yang sama. Server web bekerja secara langsung terhadap file yang bersangkutan, tidak memanggil script terpisah seperti pada metode CGI. Seluruh kode dieksekusi di server (oleh karena itu disebut serverside script). PHP membuat proses pengembangan aplikasi menjadi mudah karena kelebihan-kelebihannya, yaitu: 1. Script (kode program) terintegrasi dengan file HTML, sehingga developer bisa berkonsentrasi langsung pada penampilan dokumen webnya.

86

2. Tidak ada proses compiling dan linking. 3. Berorientasi objek (object oriented). 4. Sintaksis pemrogramannya mudah dipelajari, sangat menyerupai C dan Perl. 5. Integrasi yang sangat luas ke berbagai server database. Menulis web yang terhubung ke database menjadi sangat sederhana. PHP tidak terbatas untuk hanya menghasilkan keluaran HTML, tetapi juga bisa digunakan untuk menghasilkan gambar GIF, atau bahkan sumber gambar GIF yang dinamis,[Andi & Wahana Komputer,2006]. 2.14.2 MySQL Relational Database Management System (RDBMS) menyediakan jalan terbaik sebagai media penyimpanan dan pengaksesan informasi yang kompleks. Ada berbagai macam RDBMS yang bisa kita pilih. Beberapa RDBMS komersial yang terkenal antara lain Oracle, Sybase, Informix, Microsoft SQL Server, dan IBM db2. Pada Agustus 1999, Borland me-release Interbase di bawah lisensi open source dan mengijinkan untuk mendownload dan menggunakan secara gratis. Secara umum keseluruhan RDBMS menggunakan bahasa SQL untuk mengakses dan memanipulasi data yang berada didalamnya. SQL memungkinkan pengaksesan data secara mudah, cepat dan tidak tergantung platform sistemnya. Dalam bahasa SQL pada umumnya informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logik merupakan struktur dua dimensi terdiri dari baris (row atau record) dan kolom (column atau field). Sedangkan dalam sebuah database dapat terdiri dari beberapa tabel (table). MySQL merupakan salah satu RDBMS. MySQL adalah sebuah sistem manajemen database relasi (Relational Database Managemant System) yang bersifat "terbuka" (open source). Terbuka maksudnya adalah MySQL dapat didownload oleh siapa saja, baik versi kode program aslinya (source code program) maupun versi binernya (executable program) dan bisa digunakan secara gratis baik untuk dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan seseorang maupun sebagai program aplikasi database siap pakai.

87

Kelebihan MySQL yang dikemukakan oleh Jay Greenspan dan brad Bulder dalam bukunya yang berjudul MySQL/PHP Database diantaranya adalah: 1. Biaya minimum yang efektif, MySQL adalah gratis, kita dapat menginstall dan menggunakannya tanpa perlu membayar apapun. 2. Cepat dan ampuh, MySQL dapat mencukupi kebutuhan untuk membuat sebuah web atau moderate commerce site. Untuk ukuran database kecil ataupun besar, MySQL sangat cepat bila dibandingkan RDBMS lainnya. 3. perbaikan sepanjang waktu, pengembang MySQL me-release update secara berkala dan menambahkan fitur impresif sepanjang waktu. Akhir-akhir ini MySQL menambahkan dukungan bagi transaksi dan store Aplications,

procedur,[Sidik,2005]. 2.14.3 Structured Query Language (SQL) Telah disebutkan bahwa RDBMS (dalam hal ini MySQL) mendukung SQL. SQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk memanipulasi dan memperoleh data dari sebuah database relasional. SQL membuat pemrogram dan seorang administrator database dapat melakukan hal-hal berikut: mengubah struktur database mengubah pengaturan keamanan sistem memberikan hak akses kepada pengguna untuk mengakses database atau tabel. memperoleh informasi dari database memutakhirkan isi database.

Perintah-perintah SQL dikelompokkan menjadi lima macam: 1. Data Definition Language (DDL), adalah perintah SQL yang digunakan untuk menjelaskan objek dari database. Dengan kata lain DDL digunakan untuk mendefinisikan kerangka database. Perintahnya adalah: - Create - Alter - Drop : untuk membuat/menciptakan objek database : untuk memodifikasi/mengubah objek database : untuk menghapus objek database objek database yang dimaksud terdiri dari database, table, index, dan view.

88

2. Data Manipulation Language (DML), adalah perintah yang digunakan untuk mengoperasikan atau memanipulasi isi database. SQL menyediakan empat perintah DML: - Select - Delete - Insert : digunakan untuk mengambil data dari database : digunakan untuk menghapus data dari database : menambahkan data ke database

- Update : memodifikasi data pada database 3. Security, adalah perintah-perintah yang digunakan untuk menjamin keamanan data. Antara lain terdiri atas: - Grant : memberi akses kepada user tertentu untuk akses ke database - Revoke : mencabut hak akses dari user

4. Integrity, adalah perintah-perintah yang digunakan untuk menjaga kesatuan data. Contoh: recover table: untuk memperbaiki tabel pada database. Auxilliary, adalah perintah-perintah pelengkap atau tambahan seperti: unload dan rename, [Sidik,2005]. 2.14.4 Rational Rose 2000 Enterprise Edition 2.14.4.1 Pengenalan Rational Rose 2000 Enterprise Edition Rational Rose adalah tools pemodelan visual untuk pengembangan sistem berbasis objek yang sangat handal untuk digunakan sebagai bantuan bagi para pengembang dalam melakukan analisis dan perancangan sistem[Nugroho, 2005]. Rational Rose merupakan sebuah CASE (Computer Aided Software Engineering) yang digunakan dalam membuat model UML. Rational Rose dikembangkan oleh Rational Software Corporation pada tahun 1991 - 1999. Tujuan dibuatnya Rational Rose 2000 yaitu untuk memfasilitasi para Engineer untuk melakukan pemodelan ”bahasa” UML.

89

Gambar 2.52 Tampilan Dialog untuk membuat model baru, [Rational Rose 2000] 2.14.4.2 Lingkungan Kerja Dalam lingkungan kerja Rational Rose 2000 terdapat 4 View untuk melakukan pemodelan, diantaranya yaitu Use Case View, Logical View, yang

Component View dan Deployment View serta satu Model Properties

berfungsi untuk mengkonfigurasi pada setiap model. Masing-masing view menunjukkan cara kerja yang berbeda pada setiap pemodelan. Disamping itu, terdapat tools box yang berfungsi untuk membuat model diagram serta jendela Log yang menunjukkan history dan keterangan dari pemodelan yang dilakukan.

90

Toolbar Jendela View

Jendela dokumentasi

Gambar 2.53 Jendela lingkungan kerja Rational Rose 2000, [Rational Rose 2000] 2.14.4.3 Jendela Use case view

Tool box Use Case View

Gambar 2.54 Jendela use case view, [Rational Rose 2000]

91

Pada jendela Use Case View ini memiliki fungsi untuk membuat modelmodel diagram yang menggambarkan behavior (perilaku) dari sebuah sistem yang dilihat dari sudut pandang pengguna akhir (end users), analis (analysts) dan penguji (testers), diantaranya adalah: Aktor-aktor Use case Asosiasi Diagrams Use case Dokumentasi Use case Actvity Diagram Sequence Diagram Collaboration Diagram Realization Diagram Package (paket)

2.14.4.4 Jendela Logical view

Tool box Logical View

Gambar 2.55 Jendela logical view, [Rational Rose 2000]

92

Pada jendela Logical View ini memiliki fungsi untuk membuat modelmodel diagram yang menggambarkan logic systems yang mendukungan terhadap kebutuhan fungsional dari sistem, diantaranya adalah: Kelas-kelas Diagram Kelas Asosiasi Interface (antar muka) Sequence Diagram Collaboration Diagram Statechart Diagram Package (paket)

2.14.4.5 Jendela Component view Pada jendela Component View ini memiliki fungsi untuk membuat modelmodel diagram yang menggambarkan komponen-komponen dan berkas-berkas yang digunakan untuk merakit sistem fisik, diantaranya adalah: Komponen-komponen Interface (antar muka) Component Diagram Package (paket)

Tool box Compponent View

Gambar 2.56 Jendela component view, [Rational Rose 2000]

93

2.14.4.6 Jendela Deployment view Pada jendela Deployment View ini memiliki fungsi untuk membuat modelmodel diagram yang menggambarkan sistem topologi hardware, diantaranya adalah: Proses-proses Prosesor-prosesor Connectors (penghubung) Devices (piranti-piranti) Deployment Diagram

Tool box Deployment View

Gambar 2.57 Jendela deployment view, [Rational Rose 2000] 2.14.4.7 Jendela Model Properties Model Properties berfungsi untuk melakukan konfigurasi secara umum dari lingkungan kerja yang berada pada Rational Rose 2000.

94

Gambar 2.58 Dialog model properties, [Rational Rose 2000] 2.14.4.8 Jendela Log Jendela log berguna untuk melihat kesalahan-kesalahan (error) dan melaporkan (report) hasil-hasil dari berbagai perintah yang diberikan pada Rational Rose 2000.

Jendela Log History

Gambar 2.59 Jendela log history, [Rational Rose 2000]

95

2.14.4.9 Jendela Dokumentasi Jendela dokumentasi digunakan untuk mendokumentasi unsur-unsur

dalam model UML yang kita buat dengan Rational Rose. Sebagai contoh, mungkin kita akan menulis definisi singkat untuk masing-masing actor serta use case pada model kita. Saat kita menambahkan dokumentasi pada suatu kelas, apapun yang kita tulis pada jendela dokumentasi maka akan hadir sebagai komentar-komentar (tidak diproses) pada kode-kode yang akan dihasilkan. Selain itu, dokumentasi juga akan hadir pada laporan-laporan yang dihasilkan dengan

Rational Rose. Jika kita memilih unsure-unsur yang berbeda pada jendela view atau pada diagram, jendela dokumentasi akan secara otomatis diperbaharui untuk menampilkan dokumentasi tentang unsur-unsur yang dipilih. 2.14.4.10 Toolbar Selain menu yang dapat diakses dengan mengklik nama-nama menu yang bersangkutan untuk menjalankan perintah-perintah tertentu, Rational Rose juga menyediakan toolbar yang sangat intuitif untuk menjalankan perintah-perintah yang sering digunakan antara lain adalah toolbar yang bersifat standar yang berada dibagian atas jendela dan toolbar yang bersifat khusus untuk masingmasing view dan diagram-diagram. Tabel 2.8 Ikon-ikon Pada Toolbar Standar, [Rational Rose 2000] Ikon Nama Button Create New Model Open Existing Model Fungsi Menciptakan model baru (berkas.mdl) Membuka berkas model yang telah

diciptakan sebelumnya. Save Model or Log Cut Menyimpan berkas model atau berkas log. Menghapus clipboard. Copy Paste Menyalin teks ke clipboard. Menempelkan teks dari clipboard. dan Menyimpan teks ke

96

Lanjutan Tabel 2.8 Ikon-ikon Pada Toolbar Standar, [Rational Rose 2000] Ikon Nama Button Print Diagram Context Help View Dokumentation Browse Diagram Browse Diagram Browse Diagram Browse Interaction Melokalisasi dan membuka Sequence atau Collaboration Diagram. Component Melokalisasi Diagram. State Melokalisasi Diagram. dan membuka Deployment dan membuka State chart dan membuka Component Sensitive Fungsi Mencetak satru atau lebih diagram. Mengakses berkas Help untuk tombol-tombol serta area-area tertentu. Menampilkan jendela dokumentasi.

Class Melokalisasi dan membuka diagram kelas.

Machine Diagram

Browse Deployment Melokalisasi Diagram Browse Parent Browse Diagram Zoom In Zoom Out Fit In Window Previous Diagram.

Membuka diagram induk. Membuka diagram sebelumnya.

Memperbesar diagram. Memperkecil diagram. Membuat diagram berukuran tepat sama dengan bentuk jendela.

Undo Fit In Window

Membatalkan perintah Fit In Window.

Tabel 2.9 Ikon-ikon Pada Toolbar Khusus, [Rational Rose 2000] Ikon Nama Button Text Box Fungsi Untuk menulis di kanvas.

Note

99 Catatan untuk komentar dari suatu use case atau actor.

Anchor Note to Item

untuk

menghubungkan

notes

dengan

komponen yang akan diberikan komentar. Class Digunakan untuk menggambarkan tipe-tipe objek dan hubungannya dalam sebuah sistem. unidirectional association Package untuk menghubungkan actor dengan use case. Untuk menandakan pengelompokan elemenelemen model. Generalization Merupakan hubungan di antara banyak kelas yang sifatnya umum dengan banyak elemenelemen tertentu. hanya terdiri Elemen–elemen tersebut dari informasi-informasi

tambahan. Actor Dependencies Line Untuk membuat actor. Merupakan Hubungan di antara elemenelemen, dimana di dalamnya terdapat satu elemen bebas dan satu elemen terikat. Use Case Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang terjadi di dalam sistem.

10 0

BAB III ANALISIS SISTEM

3. 1 Kebutuhan Sistem (System Requirement) 3.1.1 Kondisi objektif perusahaan Resort Banyu Alam merupakan perusahaan milik keluarga besar H. Ipin. Resort Banyu Alam beralamatkan di Jl. Cipanas no. 102, kelurahan Langensari kecamatan Tarogong Kaler Cipanas Garut dan mulai beroperasi tanggal 16 september 2008. Resort Banyu Alam konsep pembangunannya menerapkan konsep alami. Diperlihatkan dari pembangunan resort yang beratapkan ijuk dan bangunannya di atas kolam ikan. Resort Banyu Alam memiliki 30 resort terbagi dalam 6 tipe, di antaranya: 1. 1 (satu) resort Suite Room dengan fasilitas : • 2 tempat tidur tertutup ukuran king size • Kamar mandi dan bak rendam • Ruang tamu luas • Meja makan • Mini bar • Fruit basket • Televisi (TV) • Bale lesehan • Mini swimming Pool lebih luas dari resort junior suite 2. 2 (dua) resort Junior Suite dengan fasilitas : • 1 tempat tidur tertutup ukuran king size • Kamar mandi dan bak rendam • Ruang tamu luas • Meja makan • Mini bar • Fruit basket • Televisi (TV)

10 1

• Bale lesehan • Mini swimming Pool 3. 1 (satu) resort Bungalow C dengan fasilitas : • 1 tempat tidur tertutup ukuran king size • 1 tempat tidur terbuka ukuran twin bed • Kamar mandi dan bak rendam • Ruang tamu • Meja makan • Televisi (TV) • Gorden sekat • Bantal santai dan interior lain 4. 7 (tujuh) resort Bungalow B dengan fasilitas : • 1 tempat tidur tertutup ukuran king size • Kamar mandi dan bak rendam • Ruang tamu luas • Meja makan • Televisi (TV 5. 7 (tujuh) resort Bungalow A1 dengan fasilitas : • 1 tempat tidur terbuka ukuran king size • Kamar mandi dan bak rendam • Ruang tamu • Meja makan • Televisi (TV) • Gorden sekat • Bantal santai dan interior lain 6. 12 (dua belas) resort Bungalow A2 dengan fasilitas : • 1 tempat tidur terbuka ukuran king size • Kamar mandi dan bak rendam • Ruang tamu dan televisi (TV) • Meja makan

100

Selain memiliki 30 (tiga puluh) resort, Resort Banyu Alam memiliki fasilitas lain seperti tempat parkir yang luas di depan dan belakang resort banyu alam, meeting room kapasitas 25 (dua puluh lima) orang dan meeting room kapasitas 150 (seratus lima puluh) orang sampai 200 (dua ratus) orang dalam tahap pembangunan, kolam pemancingan, restoran tahap pembangunan dan kolam renang tahap pembangunan. Adapun daftar harga resort yang terdapat di Resort Banyu Alam adalah sebagai berikut: Tabel 3.1 Daftar Harga Resort Banyu Alam Quantity 12 7 7 1 2 1 Rooms Bungalow A2 Bungalow A1 Bungalow B Bungalow C Junior Suite Suite Room Week Day Rp. 315.000 Rp. 365.000 Rp. 350.000 Rp. 425.000 Rp. 480.000 Rp. 580.000 Week End Rp. 490.000 Rp. 550.000 Rp. 525.000 Rp. 637.500 Rp. 720.000 Rp. 870.000 Holiday Rp. 540.000 Rp. 575.000 Rp. 560.000 Rp. 680.500 Rp. 768.000 Rp. 928.000 Special Rate Rp. 940.000 Rp. 990.000 Rp. 962.500 Rp. 1.168.750 Rp. 1.320.000 Rp. 1.595.000

Keterangan : • • • Kapasitas Kamar (A, B, Junior Suite) Kapasitas Kamar (C, Suite room) Harga Extra Person : (Week Day, Week End, Holiday) Special Day • Harga Extra Bed : (Week Day, Week End, Holiday) Special Day • Harga Sudah Termasuk : Tax & Service 21% Breakfast • • Check In Time Check Out Time : 14.00 WIB : 12.00 WIB : Rp. 75.000,: Rp. 100.000,- (Include Breakfast) : Rp. 40.000,: Rp. 60.000,- (Include Breakfast) : 2 Dewasa, 2 Anak : 4 Dewasa, 2 Anak

101

Pembayaran Dimuka Ditransfer Melalui BCA Cabang Garut No. Rekening 148.006.475.1 atas nama Ridha Mardiyah

3.1.2

Deskripsi Sistem Pemesanan Kamar yang sedang Berjalan (Current System) Adapun deskripsi sistem pemesanan kamar yang sedang berjalan di Resort

Banyu Alam adalah sebagai berikut : • Tamu datang langsung ke resort banyu alam atau melalui telepon menanyakan ketersediaan kamar, tipe kamar, fasilitas, dan daftar harga. • Receptionist melihat buku pemesanan dan memberikan informasi resort yang masih kosong, tipe resort, fasilitas, dan daftar harga. • Tamu melakukan pemesanan kamar dengan disertai uang muka minimal 50% dari total perkiraan. (Pembayaran uang muka atau down payment (DP) dapat dilakukan secara transfer melalui Bank). • Receptionist memasukkan data tamu dan kamar yang di pesan pada form reservation. • Receptionist mengisi form down payment (3 Rangkap) sesuai yang di bayarkan oleh tamu minimal 50%. • Receptionist memberikan form down payment 1 ke tamu sebagai bukti pembayaran uang muka pesanan kamar, form down payment 2 disimpan untuk file front office dan form down payment 3 diserahkan ke bagian Accounting untuk laporan harian transaksi pemesanan kamar. Jika pembayaran uang muka melalui transfer form down payment 1 diberikan ke tamu pada saat cek in dengan catatan tamu memperlihatkan bukti transfer. • Tamu melakukan konfirmasi pemesanan dan pembayaran, apabila

pembayaran melalui transfer. Konfirmasi paling lambat 3 hari sebelum cek in, jika melakukan pembatalan 3 (tiga) hari sebelum cek in maka dikenakan charge 25%, pembatalan 2 (dua) hari sebelum cek in dikenakan charge 50% dan pembatalan pada saat cek in dikenakan charge 100%, apabila pesanan kamar sampai dengan tanggal dan jam tertentu sesuai perjanjian antara

102

receptionist dan tamu tidak ada konfirmasi lebih lanjut maka pesanan di anggap batal. • Receptionist mengisi form registrasi sebagai data lengkap tamu ketika cek in untuk file front office dari data kartu tanda penduduk (KTP) tamu yang akan disimpan pada buku pemesanan kamar dan kartu tanda penduduk (KTP) tersebut sementara disimpan di receptionist dan akan dikembalikan ketika tamu cek out. • Receptionist mengisi Billing hotel (3 Rangkap) untuk pembayaran kamar dan biaya tambahan lain-lain ketika tamu cek out. • Receptionist memberikan billing hotel 1 beserta KTPnya ke tamu sebagai bukti transaksi pembayaran kamar lunas, billing hotel 2 disimpan untuk file front office dan billing hotel 3 diserahkan ke bagian Accounting untuk laporan harian transaksi pemesanan kamar.

3.1.3

Hasil Analisis Current System Setelah melakukan analisis pada current system, penulis mendapatkan

beberapa hasil analisis, yaitu sebagai berikut: 1. Dalam sistem pemesanan kamar di Resort Banyu Alam yang sedang berjalan, apabila tamu mau memesan kamar harus datang langsung ke resort atau melalui telepon, untuk tamu yang berasal dari luar kota atau daerah memerlukan waktu dan biaya. 2. Informasi kamar yang masih kosong masih manual yaitu receptionist harus melihat buku pemesanan kamar yang memerlukan waktu cukup lama. 3. Calon tamu tidak mengetahui tipe-tipe kamar yang dimiliki resort banyu alam, fasilitas serta harga sewa kamar. 4. Calon tamu tidak mengetahui ketersediaan kamar yang mereka inginkan. 5. Penyimpanan data tamu masih manual pada buku besar pemesanan. 6. Pembuatan laporan harian oleh receptionist masih manual.

103

3.1.4

Gambaran Umum Sistem yang akan dibangun Dalam perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web ini

harus sesuai dengan yang diinginkan user yaitu dengan maksud untuk mengakomodasi kebutuhan perusahaan dalam melayani pemesanan kamar. Kegunaan dari sistem informasi yang akan dirancang ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi tamu untuk mendapatkan informasi tentang Resort Banyu Alam dan kemudahan dalam melakukan pemesanan kamar, dimana dalam perancangannya penulis menggunakan software dengan menggunakan Personal Home Page Tools (PHP), perancangan databasenya menggunakan MySQL 5.0 Comunity, web server menggunakan xampp dan untuk menguji sistem dilakukan pada localhost. Dengan harapan mampu memberikan kontribusi bagi tamu yang akan melakukan pemesanan kamar di Resort Banyu Alam dengan cepat serta memberikan informasi yang berkualitas, tepat waktu, relevan, akurat dan lengkap mengenai fasilitas dan transaksinya. Simulasi dalam sistem ini akan disimulasikan pemesanan Resort dengan harga Weekday.

3.2 Analisis Kebutuhan Sistem Pada tahap analisis ini dilakukan beberapa langkah analisis dengan pemodelan object oriented menggunakan UA untuk melihat lebih rinci aktivitas bisnis di Resort Banyu Alam. Tujuan utama dari tahap analisis dalam UA ini adalah untuk menemukan kelas-kelas yang dibutuhkan oleh sistem yang akan dirancang. Untuk menemukan kelas-kelas tersebut diperlukan beberapa

pemodelan yang akan dijelaskan dalam tahap analisis. Adapun tahapan dari proses analisis tersebut terdiri dari :
Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case Identifikasi User Pengembang an Diagram Interaksi Identifikasi Kelas, relasi,atribut & Method

Pemeriksaan

Analisis Orientasi Objek

Gambar 3.1 Tahap Analisis UA

104

3.2.1

Identifikasi Aktor Dalam proses identifikasi aktor didapatkan berdasarkan siapa saja yang

akan menggunakan dan mempengaruhi sistem. Dalam hal ini, aktor dapat berupa manusia, perangkat keras, sistem lain ataupun yang berinteraksi dengan sistem yang akan kita rancang. Maka proses identifikasi aktor yang merupakan pelaku bisnis didalam sistem, terlebih dahulu ditentukan tipe dari tiap aktor yang akan menggunakan atau berinteraksi dengan sistem tersebut. Adapun beberapa tipe aktor dapat dikategorikan menjadi empat macam [Jeffry Whitten, 2000], diantaranya yaitu: 1. Primary business actor (Pelaku bisnis utama) Stakeholder yang terutama mendapatkan keuntungan dari pelaksanaan use case dengan menerima nilai yang terukur atau terobservasi. Pelaku bisnis utama kemungkinan tidak menginisiasi kejadian bisnis. 2. Primary system actor (Pelaku sistem utama) Stakeholder yang secara langsung berhubungan dengan sistem untuk

menginisisasi atau memicu sebuah kejadian. Pelaku sistem utama dapat berinteraksi dengan para pelaku bisnis utama untuk menggunakan sistem aktual. Mereka memfasilitasi kejadian dengan menggunakan sistem secara langsung demi mencapai keuntungan para pelaku bisnis utama. 3. External server actor (pelaku server ekternal) Stakeholder yang melayani kebutuhan pengguna use case. 4. External receiving actor (Pelaku penerima eksternal) Stakeholder yang bukan pelaku utama, tapi menerima nilai yang terukur atau teramati (output) dari use case. Adapun aktor yang terlibat dalam sistem informasi pemesanan kamar di Resort Banyu Alam yaitu terdapat pada tabel 3.2 :

105

Tabel 3.2 Identifikasi aktor pada transaksi pemesanan kamar di Resort Banyu Alam. Aktor Klasifikasi aktor PBA (Primary business actor) Tamu PSA (Primary system actor) Receptionist Bagian yang bertugas untuk melayani tamu atau pengunjung dalam Deskripsi Orang yang berinteraksi langsung dengan sistem untuk melakukan

pemesanan kamar

melakukan proses pemesanan kamar dan memperoses transaksi pemesanan kamar.

ERA (External receiving actor)

Bagian

yang

bertugas

untuk satunya

mengelola keuangan salah

penerimaan dari transaksi pemesanan kamar berupa laporan-laporan bagian receptionist. dari

Tabel

3.3 Klasifikasi dan aktifitas aktor pada transaksi pemesanan kamar di Resort Banyu Alam. Aktor Klasifikasi aktor PBA (Primary business actor) Tamu Aktifitas Aktor 1. Mencari tipe kamar yang akan di pesan, yang bisa dilakukan

dengan melakukan akses website. 2. Memesan melalui website dengan melakukan registrasi terlebih

dahulu untuk menjadi member. 3. Melakukan pemesanan kamar yang akan di pesan. 4. Mengkonfirmasi pesanan untuk

disetujui dalam transaksi

106

Lanjutan Tabel 3.3 Klasifikasi dan aktifitas aktor pada transaksi pemesanan kamar di Resort Banyu Alam. Aktor Klasifikasi aktor Aktifitas Aktor pemesanan kamar. 5. Mentransfer uang muka ke no rekening bank yang sudah

disediakan Resort Banyu Alam. 6. Menerima bukti transaksi

pembayaran uang muka pesanan kamar form down payment (DP) rangkap 1. 7. Menerima bukti transaksi

pembayaran kamar lunas billing hotel rangkap 1. 8. Mengakhiri jika sudah proses pemesanan atau

selesai

pembatalan pemesanan kamar. PSA (Primary system actor) Receptionist 1. Menerima pemesanan kamar yang di ajukan tamu 2. Menerima konfirmasi transaksi

pemesanan kamar dari tamu. 3. Memproses transaksi berdasarkan data member dan data kamar 4. Membuat bukti transaksi

pembayaran uang muka pesanan kamar dengan mencetak down payment (DP) 3 rangkap. 5. Membuat bukti transaksi form

pembayaran kamar lunas Billing hotel 3 rangkap.

107

Lanjutan Tabel

3.3 Klasifikasi dan aktifitas aktor pada transaksi pemesanan

kamar di Resort Banyu Alam. Aktor Klasifikasi aktor Aktifitas Aktor 6. Membuat bukti transaksi

pembayaran kamar lunas Billing hotel 3 rangkap. 7. Membuat pemesanan laporan kamar transaksi yang akan

diserahkan kepada accounting. ERA (External receiving actor) 1. Menerima uang pembayaran atas transaksi pemesanan kamar dari receptionist. 2. Menerima laporan transaksi

pemesanan kamar dari receptionist. 3. Menerima form reservaation, form down payment rangkap 3, dan billing hotel rangkap 3 receptionist transaksi. 4. Menyimpan form reservation, form down payment rangkap 3, dan billing hotel rangkap 3 dari sebagai dari bukti

receptionist.

3.2.2

Pengembangan Activity Diagram Activity Diagram digunakan untuk memodelkan aspek dinamis dari

sistem. Activity Diagram

secara esensial mirip diagram alir (flowchart),

memperlihatkan aliran kendali dari suatu aktifitas ke aktifitas lainnya. Dengan Activity Diagram, kita juga memodelkan aliran-aliran dari objek dalam

pergerakannya dari suatu state ke state lainnya dalam suatu aliran kendali yang dilakukan oleh aktor-aktor pada pemesanan kamar di Resort Banyu Alam.

108

Pada perancangan Sistem Informasi Pemesanan Kamar secara on line ini activity diagram dibagi dalam dua bagian, karena terdapat dua pengguna yang berbeda kepentingan dalam menggunakan sistem tersebut, selain itu alamat web yang diakses pun berbeda. Pengguna yang pertama adalah user adalah tamu ataupun pengunjung dan pengguna yang kedua sebagai Admin adalah receptionist untuk membuat laporan transaksi yang akan dilaporkan kepada bagian accounting. Admin harus melakukan login terlebih dahulu untuk masuk ke sistem dan user harus login apabila akan melakukan pemesanan kamar. Dalam hal login ini antara admin dan user berbeda input dimana untuk admin memasukkan username dan password, dan untuk user memasukkan email address dan password. Berikut activity diagram yang menggambarkan aktifitas dari pemesanan kamar di Resort Banyu Alam.

Gambar 3.2 Activity Diagram pada Sistem Informasi Pemesanan Kamar Berbasis Web di Resort Banyu Alam

109

Start

Ak s es W eb Res ort Bany u Alam Site Login No Yes Menu Utama Res ort Bany u Alam s ite Yes No Yes Pes anan k amar No No Cetak Form Res ervas i Yes No Log out Laporan Cetak Laporan Data Kamar Tambah Data Kamar Lihat Pes anan ? Yes Update s tatus Pes anan

Validasi Login ?

End

Gambar 3.3 Activity Diagram untuk Receptionist (Admin) pada Sistem Informasi Pemesanan Kamar Berbasis Web di Resort Banyu Alam

Adapun Aktifitas yang teridentifikasi dari Activity Diagram di atas adalah sebagai berikut : • Activity Diagram untuk Tamu 1. Diagram Activity untuk Halaman Tentang Kami
Start

Ak s es W eb Res ort Bany u Alam

Halam an Utama W eb Resort B anyu A lam

Menu Tentang Kami Sistem Menampilkan Profil Perus ahaan End

Gambar 3.4 Activity Diagram untuk Halaman Tentang kami

110

2. Diagram Activity untuk Halaman Fasilitas
Start

Aks es W eb Resort Banyu Alam

Halam an Utama W eb Resort B anyu Alam

Menu Fasilitas

Sistem Menampilk an Fasilitas Resort B any u ALam

End

Gambar 3.5 Activity Diagram untuk Halaman Fasilitas 3. Diagram Activity untuk Halaman Harga
Start

Ak ses W eb Res ort Banyu Alam

Halaman Utam a W eb Res ort Banyu A lam

Menu Harga

Sistem Menampilkan Harga Kamar End

Gambar 3.6 Activity Diagram untuk Halaman Harga

111

4. Diagram Activity untuk Halaman Cara Pemesanan
Start

Aks es W eb Resort Banyu Alam

Halam an Utama W eb Res ort B anyu Alam

Menu Cara Pemesanan Sistem Menampilk an Cara Mem esan Kamar

End

Gambar 3.7 Activity Diagram untuk Halaman Cara Pemesanan 5. Diagram Activity untuk Halaman Syarat dan Ketentuan
Start

Aks es W eb Resort Bany u A lam

Halam an Utama W eb Resort Banyu Alam

Menu Syarat dan Ketentuan Sistem Menam pilkan Syarat dan Ketentuan P em esanan Kam ar

End

Gambar 3.8 Activity Diagram untuk Halaman Syarat dan ketentuan

112

6. Diagram Activity untuk Proses Login
Start

Akses W eb Resort Banyu Alam Halam an Utama W eb Resort B anyu Alam Pilih Menu Reservasi Klik Login

Sistem meminta Email Address dan Password Sistem Memvalidasi Em ail Address dan Password Error ? No Menu User

Yes

End

Gambar 3.9 Activity Diagram untuk Proses Login

113

7. Diagram Activity untuk Proses Registrasi
Start

Akses Web Resort Banyu Alam Halaman Utama Web Resort Banyu Alam Pilih Menu Reservasi Klik Daftar Member Sistem menampilkan Form Registrasi User Memasukkan Data Tamu untuk Menjadi Member Sistem memvalidasi data user Konfirmasi ? Yes

No

Sistem menyimpan data Member

Sistem menampilkan Data Member

End

Gambar 3.10 Activity Diagram untuk Proses Registrasi

114

8. Diagram Activity untuk Proses Reservasi
Start

Ak s es W eb Res ort Bany u A lam Halam an Utama W eb Res ort B any u A lam Pilih Menu Res ervas i Login

Sistem menampilk an halam an menu us er

Klik halam an res ervas i Sistem menampilk an form res ervas i

No

Mem ber mengis i data pesanan k amar pada form reservas i Jadi pes an ? Yes Klik P es an Sek arang

Sistem menampilk an data tamu dan k amar y ang ak an dipes an End

Gambar 3.11 Activity Diagram untuk Proses Reservasi

115

9. Diagram Activity untuk Halaman Hubungi Kami
Start

Aks es W eb Resort Bany u Alam

Halam an Utama W eb Resort Bany u A lam

Menu Hubungi Kami Sistem Menampilkan Alam at Legkap Res ort Banyu Alam

End

Gambar 3.12 Activity Diagram untuk Halaman Hubungi Kami 10. Diagram Activity untuk Proses Logout
Start

Halaman M enu User

Mem ber Seles ai Melak ukan Trans aks i

Klik Logout

End

Gambar 3.13 Activity Diagram untuk Proses Logout

116

Activity Diagram untuk Receptionist Berdasarkan Activity Diagram Receptionist maka Activity Diagram yang

teridentifikasi di antaranya sebagai berikut : 1. Diagram Activity untuk Proses Login
Sta rt

Ak s es W eb A dm in

Klik Login

Rec eptionis t Memas uk k an Us er Name dan P as s word Yes S istem Memvalidas i Us er Name dan Pas s word E rror? No Login S uk s es

E nd

Gambar 3.14 Activity Diagram untuk Proses Login 2. Diagram Activity untuk proses Tambah Data Kamar
S ta rt

M enu Utam a W eb A dm in

K l ik Dat a K am ar K l ik Input Dat a K am ar Is i field dengan dat a k am ar S im pan dat a k am ar Dat a s udah benar ? Y es Dat a dis im pan di databas e Y es

No

F iel d input k em bali k os ong

Input dat a lagi ? No K eluar dari form input data k am ar E nd

Gambar 3.15 Activity Diagram untuk proses Tambah Data Kamar

117

3. Diagram Activity untuk Proses Update Status Pesanan
Sta rt

Halam an Ut ama W eb A dmin Pilih Menu P es anan K amar

P ilih Updat e S tatus P es anan S ist em Menampilk an P es anan K amar K onfirm as i P es anan ? Y es S istem Menampilk an Has il Update P es anan Terbaru K eluar dari Update S tatus P es anan E nd

No

Gambar 3.16 Activity Diagram untuk Proses Update Status Pesanan 4. Diagram Activity untuk Proses Cetak Form Reservasi
Sta rt

Halam an Utam a W eb A dmin P ilih P es anan K amar Pilih Cetak Form Res ervas i Apak ah form res ervas i akan di c etak? Yes S istem Mec etak Form Res ervas i

No

Form P emes anan E nd

Gambar 3.17 Activity Diagram untuk Proses Cetak Form Reservasi

118

5. Diagram Activity untuk Laporan
Sta rt

Halam an Ut am a W eb A dm in P ilih laporan

No

Has il Inform as i P em es anan Cet ak Laporan ? Y es S is t em Menc etak Laporan

Laporan S elesai di Cetak

K eluar dari Halam an Laporan E nd

Gambar 3.18 Activity Diagram untuk Laporan 6. Diagram Activity untuk proses Logout
Start

Halaman Utama W eb Admin User Selesai Melakukan Aktifitas di Menu Keluar dari W eb Resort Banyu Alam Site End

Gambar 3.19 Activity Diagram untuk proses Logout

119

3.2.3

Pengembangan Use Case Dalam tahapan pengembangan activity diagram terdapat gambaran umum

sistem serta beberapa aksi aktor yang berinteraksi dengan sistem. Dari alur kerja tersebut diatas maka dapat ditentukan use case diagram untuk melihat proses apa yang dilakukan aktor-aktor terhadap sistem dalam bentuk use case. Dari alur kerja tersebut diatas maka diperoleh gambaran use case diagram sebagai berikut :

T e nta ng K a m i

Fas ilitas

Login Site <<include>>

Harga
E d it Data K a m ar

T a m b ah Da ta Ka m a r Ca ra P e m e sa n an

Logout s ite
Re ce p ti on ist S yarat d a n K ete ntua n

<<extend>>
Up da te P esa na n

<<us es >> Login
Ce ta k Fo rm Re se rva tio n

Tam u

Regis tras i

Laporan

A cco u ntin g

<<include>>
Hu bu n g i Ka m i

Logout

T ra n sa ksi P em esa na n

Gambar 3.20 Use Case Diagram untuk Sistem Informasi Pemesanan Kamar Berbasis Web di Resort Banyu Alam

120

Dari setiap use case yang digambarkan diatas, pada tahap selanjutnya setiap use case akan dijelaskan lebih rinci dan disertai dengan skenarionya.

Use case Narative untuk Tamu

3.2.3.1 Use Case Tentang kami Fungi proses Tentang kami merupakan reaksi sistem kepada tamu untuk melakukan penerangan profil pada sistem yang telah disediakan media. Tabel 3.4 : Skenario Use Case Tentang kami Identifikasi Nomor Nama Tujuan PKOL-001 Tentang kami Memberikan penerangan kepada tamu untuk melihat profil perusahaan serta photo – photo Resort Banyu Alam Deskripsi Sistem memberikan penerangan kepada tamu dengan melihat profil dari perusahaan Aktor Tamu Skenario Kondisi Awal Aksi Aktor Halaman utama web Resort Banyu Alam Reaksi Sistem

1. Tamu sudah berhasil mengakses 2. Sistem menampilkan halaman Utama Web web Resort Banyu Alam Resort Banyu Alam

3. Tamu memilih halaman Tentang 4. Sistem menampilkan Profil perusahaan Web Kami Resort Banyu Alam 5. User melihat profil Resort Banyu Alam Kondisi Akhir Tampilan halaman tentang kami

3.2.3.2 Use Case Fasilitas Fungi proses fasilitas merupakan reaksi sistem kepada tamu untuk melakukan penerangan fasilitas yang terdapat di Resort Banyu Alam pada sistem yang telah disediakan media.

121

Tabel 3.5 : Skenario Use Case Fasilitas Identifikasi Nomor Nama Tujuan Deskripsi PKOL-001 Tentang kami Memberikan penerangan kepada tamu untuk melihat Fasilitas resort Sistem memberikan penerangan kepada tamu dengan melihat Fasilitas dari perusahaan Aktor Tamu Skenario Kondisi Awal Aksi Aktor Halaman utama web Resort Banyu Alam Reaksi Sistem

1. Tamu sudah berhasil mengakses 2. Sistem menampilkan halaman Utama Web web Resort Banyu Alam 3. Tamu memilih halaman fasilitas Resort Banyu Alam 4. Sistem menampilkan fasilitas Resort Banyu Alam 5. User melihat fasilitas Resort Banyu Alam Kondisi Akhir Tampilan halaman fasilitas

3.2.3.3 Use Case Harga Fungi proses Harga merupakan reaksi sistem kepada tamu untuk melakukan penerangan harga resort yang telah disediakan media dan yang di simulasikan adalah contoh harga weekday. Adapun skenario use case harga akan di tampilkan pada tabel 3.6 pada halaman 120. Tabel 3.6 : Skenario Use Case Harga Identifikasi Nomor Nama Tujuan PKOL-003 Harga Memberikan penerangan kepada tamu harga kamar Resort Banyu Alam Deskripsi Sistem memberikan penerangan menu harga kamar dari berbagai tipe

122

Lanjutan Tabel 3.6 : Skenario Use Case Harga Resort Banyu Alam kepada tamu dan yang disimulasikan adalah contoh harga weekday Aktor Tamu Skenario Kondisi Awal Aksi Aktor Tamu sudah berhasil mengakses Halaman utama web Resort Banyu Alam Reaksi Sistem 2. Sistem menampilkan halaman Utama Web Resort Banyu Alam 4. Sistem menampilkan harga kamar Resort Banyu Alam 5. User melihat harga kamar Resort Banyu Alam Kondisi Akhir Tampilan halaman harga

web Resort Banyu Alam 3. Tamu memilih halaman Harga

3.2.3.4 Use Case Cara Pemesanan Fungi proses cara pemesanan merupakan reaksi sistem kepada setiap tamu untuk melihat cara pemesanan yang disediakan sistem. Tabel 3.7 : Skenario Use Case Cara Pemesanan Identifikasi Nomor Nama Tujuan PKOL-004 Cara Pemesanan Memberikan Penerangan kepada tamu untuk melihat cara pemesanan kamar Deskripsi Sistem memberikan keterangan lebih jelas mengenai cara pemesanan kamar di Resort Banyu Alam Aktor Tamu Skenario Kondisi Awal Halaman utama web Resort Banyu Alam

123

Lanjutan Tabel 3.7 : Skenario Use Case Cara Pemesanan Aksi Aktor 1. Tamu sudah Reaksi Sistem berhasil 2. Sistem menampilkan halaman Utama Web Resort Banyu Alam

mengakses web Resort Banyu Alam

3. Tamu memilih halaman cara 4. Sistem pemesanan

menampilkan

halaman

cara

pemesanan kamar 5. User melihat halaman cara pemesanan kamar

Kondisi akhir

Tampilan halaman cara pemesanan

3.2.3.5 Use Case Syarat dan Ketentuan Fungi proses syarat dan ketentuan merupakan reaksi sistem kepada setiap tamu untuk melihat syarat dan ketentuan pemesanan kamar yang disediakan sistem. Tabel 3.8 : Skenario Use Case Syarat dan Ketentuan Identifikasi Nomor Nama Tujuan PKOL-005 Syarat dan Ketentuan Memberikan Penerangan kepada tamu untuk melihat syarat dan ketentuan pemesanan kamar Deskripsi Sistem memberikan keterangan lebih jelas mengenai syarat dan ketentuan pemesanan kamar di Resort Banyu Alam Aktor Tamu Skenario Kondisi Awal Aksi Aktor 1. Tamu sudah berhasil Halaman utama web Resort Banyu Alam Reaksi Sistem 2. Sistem menampilkan halaman Utama Web Resort Banyu Alam

mengakses web Resort Banyu Alam

124

Lanjutan Tabel 3.8 : Skenario Use Case Syarat dan Ketentuan 3. Tamu memilih halaman syarat 4. Sistem menampilkan halaman syarat dan dan ketentuan ketentuan pemesanan kamar 5. User melihat halaman syarat dan ketentuan pemesanan kamar Kondisi akhir Tampilan halaman syarat dan ketentuan

3.2.3.6 Use Case Login Fungi proses login merupakan reaksi sistem kepada setiap pelanggan untuk membatasi hak akses terhadap sistem pemesanan kamar secara on line . Hak akses ini dibatasi dengan cara pelanggan password. Tabel 3.9: Skenario Use Case Login Identifikasi Nomor Nama Tujuan Deskripsi Aktor PKOL-006 Login Membatasi hak akses aktor pengguna untuk menjaga keamanan data Sistem memeriksa user yang telah mengakses web Resort Banyu Alam Tamu Skenario Kondisi Awal Aksi Aktor 1. Tamu sudah Halaman utama web Resort Banyu Alam Reaksi Sistem berhasil 2. Sistem menampilkan halaman utama web Resort Banyu Alam memasukan Email address dan

mengakses web Resort Banyu Alam

3. Tamu melakukan login dengan 4. Sistem menampilkan form login mengklik Login 5. Tamu mengisi form login dan

dengan Email address password

125

Lanjutan Tabel 3.9: Skenario Use Case Login 6. Klik’ OK’ 7. Sistem memvalidasi email address dan

password 8. Sistem menampilkan menu User bila email address dan password yang diinputkan sudah sesuai 9. Sistem menampilkan dialog box pesan

kesalahan bila password salah. 10. Bila email address dan 11. Kembali ke form login

yang dimasukan

password

salah

keluarkan

dialog box pesan kesalahan Kondisi Akhir Tampilan halaman menu user

3.2.3.7 Use Case Registrasi Fungi proses registrasi merupakan reaksi sistem kepada setiap tamu untuk melakukan pemesanan kamar dengan lebih leluasa terhadap hak akses terhadap sistem pemesanan kamar secara on line dengan menjadi pelanggan atau member. Tabel 3.10 : Skenario Use Case Registrasi Identifikasi Nomor Nama Tujuan PKOL-007 Registrasi Memberikan keleluasaan tamu untuk melakukan transaksi pemesanan kamar Deskripsi Sistem memeriksa Email address dan password yang dimasukkan aktor tamu ke dalam basis data dan bisa melakukan pemesanan kamar dengan menjadi member Aktor Tamu Skenario

126

Lanjutan Tabel 3.10 : Skenario Use Case Registrasi Kondisi Awal Aksi Aktor 1. Tamu sudah berhasil Halaman utama web Resort Banyu Alam Reaksi Sistem 2. Sistem menampilkan halaman utama web Resort Banyu Alam

mengakses web Resort Banyu Alam 3. Klik daftar member 5. Tamu mengisi beserta email form register address dan

4. Sistem menampilkan form register

password sebagai data tamu 6. Klik ’OK’ 7. Data masuk dalam database bila email address dan password yang diinputkan

sudah sesuai dan siap di jadikan member 8. Sistem menampilkan dialog box pesan kesalahan bila password ataupun data yang dimasukan salah. 9. Bila email address dan 10. Kembali ke form register

password

salah

keluarkan

dialog box pesan kesalahan 11. Bila email address dan 12. Sistem menampilkan hasil registrasi

password

benar

keluarkan

dialog box sukses validasi data Kondisi Akhir Tampilan Hasil Registrasi berhasil

3.2.3.8 Use Case Reservasi Fungi proses reservasi merupakan reaksi sistem kepada setiap tamu untuk melakukan pemesanan kamar, setelah melihat tipe resort dan fasilitas yang akan di pesan.

127

Tabel 3.11 : Skenario Use Case Reservasi Identifikasi Nomor Nama Tujuan PKOL-008 Reservasi Kamar Memberikan kemudahan kepada setiap tamu untuk melakukan pemesanan kamar secara on line Deskripsi Aktor Sistem memberikan cara pemesanan kamar secara on line Tamu, Receptionist Skenario Kondisi Awal Aksi Aktor 1. User sudah berhasil login Halaman utama web Resort Banyu Alam Reaksi Sistem

reservasi 2. Klik halaman reservasi 4. Tamu mengisi form reservasi 5. Klik “Pesan Sekarang” untuk 6. Sistem menyimpan data tamu dan data kamar memesan Kamar yang dipesan. 7. Sistem menampilkan data tamu dan data kamar yang dipesan yang sudah tersimpan. Seperti nama tamu, tipe kamar, lama 3. Sistem menampilkan form reservasi

menginap, dan jumlah uang yang harus dibayar. 8. Jika sudah selesai sistem 9. Data masuk ke dalam database

menampilkan data tamu dan kamar jumlah dibayar. yang uang Setelah dipesan yang itu serta harus tamu

melakukan konfirmasi melalui email antar suport sistem Kondisi Akhir Menampilkan data reservasi

128

3.2.3.9 Use Case Hubungi Kami Fungi proses Hubungi Kami merupakan reaksi sistem kepada tamu untuk melakukan penerangan alamat Resort Banyu Alam yang dapat dihubungi. Tabel 3.12 : Skenario Use Case Hubungi Kami Identifikasi Nomor Nama Tujuan Deskripsi PKOL-009 Hubungi Kami Memberikan informasi kepada tamu alamat Resort Banyu Alam Sistem memberikan informasi kepada tamu alamat Resort Banyu Alam yang dapat dihubungi Aktor Tamu Skenario Kondisi Awal Aksi Aktor 1. Tamu sudah Halaman utama web Resort Banyu Alam Reaksi Sistem berhasil 2. Sistem menampilkan halaman Utama Web Resort Banyu Alam

mengakses web Resort Banyu Alam

3. Pelanggan memilih halaman 4. Sistem menampilkan halaman hubungi kami hubungi kami 5. User melihat halaman hubungi kami Kondisi akhir Tampilan halaman hubungi kami

3.2.3.10

Use Case Logout

Fungi proses logout merupakan reaksi sistem kepada setiap tamu untuk mengamankan penggunaan sistem pemesanan kamar secara online bila sudah tidak dioperasikan. Pengamanan ini dibatasi dengan cara tamu memilih menu logout Tabel 3.13: Skenario Use Case Logout Identifikasi Nomor PKOL-011

129

Lanjutan Tabel 3.13: Skenario Use Case Logout Nama Tujuan Logout Mengamankan penggunaan sistem pemesanan kamar secara online (berbasis web) bila sudah tidak dioperasikan Deskripsi tamu selesai memesan kamar dan mengakhiri sistem dengan cara memilih menu logout. Aktor Tamu Skenario Kondisi Awal Aksi Aktor 1. Pelanggan Logout pilih menu Halaman Reservasi Reaksi Sistem 2. Halaman menu user keluar dan kembali ke Halaman utama web Resort Banyu Alam.

untuk keluar dari

halaman menu user. Kondisi Akhir Halaman utama web Resort Banyu Alam

• Use case Narative untuk Receptionist Resort Banyu Alam 3.2.3.11 Use Case Login

Fungi proses login merupakan reaksi sistem kepada receptionist untuk membatasi hak akses terhadap sistem pemesanan kamar secara online. Hak akses ini dibatasi dengan cara receptionist memasukan user name dan password. Tabel 3.14: Skenario Use Case Login Identifikasi Nomor Nama Tujuan Deskripsi SIPK-001 Login Membatasi hak akses aktor pengguna untuk menjaga keamanan data Sistem memeriksa admin yang telah mengakses web Resort Banyu Alam Site Aktor Bagian Receptionist Skenario Kondisi Awal Tampilan Desktop Sistem Operasi

130

Lanjutan Tabel 3.14: Skenario Use Case Login Aksi Aktor 1. Bagian receptionist mengakses web admin. 3. Receptionist mengisi form Reaksi Sistem 2. Sistem menampilkan form login

login dengan user name dan password 4. Klik “Login” 5. Open database, password 6. Sistem menampilkan halaman utama web admin bila user name dan password diinputkan benar. 7. Sistem menampilkan dialog box pesan yang validasi user name dan

kesalahan bila password yang dimasukan salah. 8. Bila user name dan password salah keluarkan pesan kesalahan Kondisi Akhir Tampilan halaman utama web admin dialog box 9. Kembali ke form login

3.2.3.12

Use Case Tambah Data Kamar

Fungsi Tambah data kamar merupakan reaksi dari sistem untuk memberikan kemudahan kepada Receptionist dalam memasukan data kamar yang disediakan oleh Resort Banyu Alam sehingga ditampung sebagai data master dalam database. Tabel 3.15 : Skenario Use Case Tambah Data Kamar Identifikasi Nomor Nama SIPK-002 Tambah Data Kamar

131

Lanjutan Tabel 3.15 : Skenario Use Case Tambah Data Kamar Tujuan Memberikan kemudahan kepada Receptionist dalam melakukan penginputan dan menampung data Kamar Deskripsi Sistem menampilkan form input data kamar dan Receptionist memasukan data kamar seperti kode kamar, nama kamar, dan lainlain. Aktor Receptionist Skenario Kondisi Awal Aksi Aktor Halaman utama web admin Reaksi Sistem

1. Receptionist memilih menu tambah 2. Sistem menampilkan form tambah data data kamar kamar

3. Receptionist memasukan data-data 5. Sistem melakukan validasi data apakah Kamar seperti kode kamar, nama kamar dan harga kamar berdasarkan data yang ada sesuai dengan field 6. yang terdapat pada form Input Data kamar. 4. input data yang dimasukan sesuai atau tidak. Jika inputan data kamar tersebut valid maka sistem menyimpan data ke dalam database.

Bila pengisian data sudah lengkap 7. Bila data tidak valid maka sistem tidak maka pilih tombol Add untuk akan menyimpan data dan muncul

menyimpan data kamar kedalam database.

pesan kesalahan penyimpanan.

8. Bila muncul pesan kesalahan klik 9. Field pada form Input Data kamar tombol OK untuk mengulang dikosongkan untuk pengisian data baru.

kembali penginputan data. 10. Bila akan mengisi data baru, 11. Sistem kembali memvalidasi data input bila data valid maka data tersimpan, dan bila tidak valid keluar kesalahan. pesan

inputkan kembali data dan pilih tombol Add.

132

Lanjutan Tabel 3.15 : Skenario Use Case Tambah Data Kamar 12. Bila tidak akan dilakukan pengisian lagi 13. Form input data kamar keluar dan sistem kembali ke halaman admin

data baru maka pilih

tombol halaman admin untuk keluar dari form input data kamar 14. Jika ingin merubah data kamar 15. Sistem menampilkan list kamar yang seperti Harga kamar, jenis kamar. Maka receptionist memilih data kamar yang akan dirubah klik “ edit data kamar” 16. Receptionist “simpan” Kondisi Akhir Halaman Data Kamar merubah data 17. Sistem menyimpan data yang sudah dirubah telah disimpan dalam database

kemudian jika sudah selesai klik

3.2.3.13

Use Case Update Status Pesanan

Fungi update pesanan merupakan reaksi sistem kepada receptionist untuk memberikan informasi mengenai penerimaan pesanan kamar dari tamu. Tabel 3.16 : Skenario Use Case Update Status Pesanan Identifikasi Nomor Nama Tujuan SIPK-003 Update Status Pesanan Memberikan informasi mengenai pesanan kamar dari tamu yang melakukan pemesanan melalui web Deskripsi Receptionist bertugas untuk menggunakan dan mengecek update pesanan untuk melihat pesanan kamar dari pelanggan melalui web Aktor Receptionist Skenario Kondisi Awal Halaman utama web admin

133

Lanjutan Tabel 3.16 : Skenario Use Case Update Status Pesanan Aksi Aktor 1. Receptionist menu reservasi 3. Klik “Update Status memilih Reaksi Sistem 2. Sistem menampilkan informasi mengenai pengelola status pesanan 4. Sistem menampilkan hasil update status pesanan terbaru

Pesanan”

Receptionist

mengecek semua pesanan kamar dan pesanan kamar terbaru 5. Klik “halaman admin” 6. Sistem keluar dari update status pesanan

jika sudah selesai update status pesanan Kondisi Akhir Halaman Reservasi kamar

3.2.3.14

Use Case Cetak Form Reservasi merupakan reaksi sistem kepada

Fungi Cetak Form Reservasi

Receptionist untuk memberikan informasi detail mengenai Kamar yang dipesan oleh tamu. Tabel 3.17 : Skenario Use Case Cetak Form Reservasi Identifikasi Nomor Nama Tujuan SIPK-004 Form Cetak Reservasi Memberikan informasi detail mengenai kamar yang dipesan oleh tamu melalui web. Deskripsi Receptionist bertugas untuk mencetak form reservasi yang berisi informasi detail mengenai kamar yang dipesan tamu melalui web. Aktor Receptionist Skenario Kondisi Awal Halaman utama web admin

134

Lanjutan Tabel 3.17 : Skenario Use Case Cetak Form Reservasi Aksi Aktor 1. Receptionist menu reservasi 3. Klik “Cetak” 5. Receptionist menyimpan memilih Reaksi Sistem 2. Sistem menampilkan informasi mengenai pesanan kamar 4. Sistem mencetak form Reservasi

form reservasi untuk file pemesanan kamar 7. Klik “halaman admin” Kondisi Akhir Sistem keluar dari cetak form reservasi Halaman utama web admin

3.2.3.15 Fungsi

Use Case Laporan laporan merupakan reaksi dari sistem untuk memberikan

kemudahan kepada receptionist dalam menyajikan laporan kepada accounting dan dari bagian accounting akan di serahkan ke manager resort sebagai pemenuhan kebutuhan informasi manajemen mengenai kegiatan pemesanan kamar secara online. Tabel 3.18 : Skenario Use Case Laporan Identifikasi Nomor Nama Tujuan SIPK-005 Laporan Memberikan kemudahan kepada bagian receptionist dalam

menyajikan laporan kepada bagian accounting Deskripsi Sistem menampilkan form laporan dan receptionist memilih cetak laporan. Aktor Receptionist Skenario Kondisi Awal Halaman utama web admin

135

Lanjutan Tabel 3.18 : Skenario Use Case Laporan Aksi Aktor 1. Receptionist memilih menu Laporan 3. Pilih cetak laporan. 6. Klik “ halaman admin ” Reaksi Sistem 2. Sistem menampilkan form Laporan. 4. Sistem mencetak laporan 5. Kembali ke tampilan laporan 7. Form Laporan keluar dan sistem kembali ke halaman utama web admin 8. Laporan yang sudah dicetak

diserahkan kepada bagian accounting sebagai salah satu tugas dari bagian receptionist Kondisi Akhir Halaman utama web admin Hardcopy pencetakan salinan laporan hasil

3.2.3.16

Use Case Logout

Fungi proses logout merupakan reaksi sistem kepada setiap receptionist untuk mengamankan penggunaan sistem pemesanan kamar secara online bila sudah tidak dioperasikan. Pengamanan ini dibatasi dengan cara receptionist memilih menu logout. Tabel 3.19 : Skenario Use Case Logout Identifikasi Nomor Nama Tujuan SIPK-006 Logout Mengamankan penggunaan sistem pemesanan kamar secara online bila sudah tidak dioperasikan Deskripsi Receptionist keluar dari Web Resort Banyu Alam site dengan cara memilih menu logout. Aktor Receptionist

136

Lanjutan Tabel 3.19 : Skenario Use Case Logout Skenario Kondisi Awal Aksi Aktor 1. Receptionist Logout sistem. Kondisi Akhir Tampilan Dekstop Sistem Operasi Halaman Depan Web admin Reaksi Sistem pilih menu 2. Web admin keluar dan kembali ke Dekstop Sistem Operasi.

untuk keluar dari

3.2.4

Pengembangan Interaction Diagram Dari pengembangan Use Case dan Activity Diagram sebelumnya, untuk

mengetahui interaksi antara aktor dengan sistem beserta aktifitasnya lebih spesifik, maka dibuat pengembangan Interaction Diagram, yaitu dengan

menggunakan sequence diagram atau collaboration

diagram. Collaboration

diagram menggunakan prinsip yang sama dengan sequence diagram yaitu digunakan untuk memperlihatkan aliran-aliran pada use case. Sementara sequence diagram berurutan menurut waktu, collaboration diagram berfokus pada relasirelasi yang terjadi antara objek yang satu dengan objek-objek yang lainnya. Maka dari itu penulis dalam pengembangan interaksi diagram ini menggunakan sequence diagram saja. Sequence diagram terdiri dari sumbu vertikal putus-putus yang merepresentasikan “lifetime” objek dan sumbu horizontal yang menunjukan sekumpulan objek yang saling berinteraksi dalam sistem. Diagram ini

menjelaskan bagaimana objek berinteraksi dengan objek yang lainnya yaitu dengan cara mengirim dan menerima pesan. Komunikasi antar objek tersebut ditandai dengan garis horizontal yang disertai dengan nama operasinya.

137

• Sequential Diagram Tamu 3.2.4.1 Sequence Diagram Tentang Kami
Tamu(U ser) Klik m enu tentang kam i WebRes ort BanyuAlam Load halam an tentang kam i Halaman TentangKam i

Sis tem m enam pilkan inform as i profil Res ort Banyu Alam

Gambar 3.21 Sequence Diagram Tentang Kami Pada Gambar 3.21 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Tamu (User),Web Resort Banyu Alam, Halaman Tentang Kami.

3.2.4.2 Sequence Diagram Fasilitas
Ta m u(Us er) Klik m enu fas ilitas Loa d h ala m a n Fas ilitas Sis tem m enam pilka n fa s ilita s Re s ort Ban yu Alam WebRes ort BanyuAla m Hala man Fas ilitas

Gambar 3.22 Sequence Diagram Fasilitas Pada Gambar 3.22 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Tamu (User),Web Resort Banyu Alam, Halaman Fasilitas.

3.2.4.3 Sequence Diagram Harga
Ta m u(U s er) Kli k m en u ha rga L o ad h alam an h arga Sis te m m e na m p ilkan h a rg a ka m ar WebR e s ort Ba nyuAlam
Ha l a m a n Ha rg a

Gambar 3.23 Sequence Diagram Harga

138

Pada Gambar 3.23 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Tamu (User),Web Resort Banyu Alam, Halaman Harga.

3.2.4.4 Sequence Diagram Cara Pemesanan
Tam u(Us er) WebRes ort BanyuAlam Klik m enu cara pem es anan Load halam an cara pem es anan Sis tem m enam pilkan halam an cara pem es anan kam ar HalamanC ara Pem es anan

Gambar 3.24 Sequence Diagram Cara Pemesanan Pada Gambar 3.24 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Tamu (User),Web Resort Banyu Alam, Halaman Cara Pemesanan.

3.2.4.5 Sequence Diagram Syarat dan Ketentuan

Tam u(Us er)

WebRes ort BanyuAlam

HalamanSyarat danKetentuan

Klik m enu s yarat dan ketentuan Load halam an s yarat dan ketentuan Sis tem m enam pilkan halam an s yarat dan ketentuan pem es anan kam ar

Gambar 3.25 Sequence Diagram Syarat dan Ketentuan Pada Gambar 3.25 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Tamu (User),Web Resort Banyu Alam, Halaman Syarat dan Ketentuan.

139

3.2.4.6 Sequence Diagram Login
Tam u(Us er) Klik m enu Res ervas i Aks es m enu res ervas i Sis tem m enam pilkan form login Input em ail addres s dan pas s word Klik tom bol Login Load form login kem bali jika em ail addres s dan pas s word s alah Inputkan kem bali em ail addres s dan pas s w ord Data benar Load form res ervas i Sis tem m enam pilkan form res ervas i load form login WebRes ort BanyuAlam Halaman Res ervas i FormLogin
Fo rm Re se rva si

Gambar 3.26 Sequence Diagram Login Pada Gambar 3.26 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Tamu (User), Web Resort Banyu Alam, Halaman Reservasi, Form Login, dan Form Reservasi.

3.2.4.7 Sequence Diagram Registrasi
Tam u(U s er) WebRe s ort Ba nyuAla m Ha laman Re s e rvas i
Fo rm Re g i strasi

DataTamu

Klik m e nu res ervas i Aks es m e nu res erva s i Klik d afta r m em ber Lo ad form re gis tras i Sis tem m enam p ilkan fo rm regi s tra s i Sis tem m e m in ta data us er Sis tem m em a s u kkan da ta b es erta em ail add res s da n p as s wo rd Kli k Sim p an Ce k da ta us e r Lo ad form re gis tras i kem ba li jika a da data ya ng s al ah Kore ks i da ta d an jika s u dah Kli k Sim pa n
S i st em m e n yi m pa n d a ta u se r S i ste m m en a m p i l ka n p e sa n si m p an be rha si l

Sis tem m enam p ilaka n i nform a s i re gis tras i be rha s il

Gambar 3.27 Sequence Diagram Registrasi Pada Gambar 3.27 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Tamu (User), Web Resort Banyu Alam, Halaman Reservasi, Registrasi, dan Data Tamu. Form

140

3.2.4.8 Sequence Diagram Reservasi
Tam u(Us er) WebRes ort BanyuAlam Halaman Res ervas i
Fo rm Re serva si

Klik m enu res ervas i
L o ad re se rva si d a n l o g i n sukse s

Load form res ervas i Sis tem m enam pilkan form res ervas i Us er m engis i form res ervas i Sis tem m enam pilkan form res ervas i kam ar yang akan dipes an Klik pes an s ekarang jika pes anan s udah s es uai
S i ste m m e n a m p i l ka n d a ta ta m u d a n kam ar yan g d i pe san se rta j u m l a h u a n g ya n g h a ru s d i b a ya r

Tam u Keluar dari form res ervas i Sis tem m enam pilkan halam an res ervas i

Gambar 3.28 Sequence Diagram Reservasi Pada Gambar 3.28 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Tamu (User),Web Resort Banyu Alam, Halaman Reservasi, Form Reservasi, Form Pembayaran.

3.2.4.9 Sequence Diagram Hubungi Kami
Tam u(Us er) WebRes o rt BanyuAla m Halaman Hub ungiKam i

Klik m enu Hubungi Kam i Load halam an hubungi kam i Sis tem m enam pilkan alam at lengkap Res ort Banyu Alam

Gambar 3.29 Sequence Diagram Hubungi Kami Pada Gambar 3.29 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Tamu (User),Web Resort Banyu Alam, Halaman Hubungi Kami.

141

3.2.4.10

Sequence Diagram Logout
Tamu (User) Klik tombol Logout Halaman Res ervasi W eb Resort Banyu Alam

Sis tem keluar dari halaman reservas i

S istem menampilkan halaman utama W eb Resort Banyu Alam

Gambar 3.30 Sequence Diagram Logout Pada Gambar 3.30 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Tamu (User), Hal Reservasi, Web Resort Banyu Alam.

• Sequential Diagram Untuk Receptionist (Admin) 3.2.4.11
Re cep tio nis t

Sequence Diagram Login
WebAdmin FormLo gin
Ha l a m a nUta m aWe b Ad m in

Aks es web adm in L oad fo rm lo gin Sis te m m ena m pilkan form login Inp ut u s er nam e d an p as s wo rd Klik Ok
L o ad Fo rm l o g i n ke m b al i j i ka u se r n am e d an p a sswo rd b e l u m be n a r

Inpu tka n kem bali us er na m e dan pas s w ord Lo gin s uks es
L o ad h a l a m a n u ta m a we b a d m i n

Sis tem m en am p ilkan hala m a n u tam a web adm in

Gambar 3.31 Sequence Diagram Login Pada Gambar 3.31 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Receptionist (Admin), Web admin, form login, Halaman utama web admin .

142

3.2.4.12
Recep tion is t

Sequence Diagram Tambah Data Kamar
WebAdmin
Me n uTamba hDa ta K a ma r

FormTam bah DataKam ar

Klik m enu tam bah data kam ar Loa d m enu tam bah data kam ar Loa d form tam bah d ata kam ar Sis tem m ena m pilka n form tam bah data kam ar Is i form tam bah d ata kam ar Klik tom bol s im pan Sis tem m enyim pan data kam ar jika tida k ada kes alahan d alam pengis ian Sis te m m e na m p ilkan halam an da ta ka m ar Klik Halam an Adm in Jika u da h s eles ai Sis tem kelu ar dari form tam b ah data kam a r

Gambar 3.32 Sequence Diagram Tambah Data Kamar Pada Gambar 3.32 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Receptionist (Admin), Web admin, Halaman tambah data kamar, Form tambah data kamar.

3.2.4.13
Receptionis t

Sequence Diagram Update Status Pesanan
Web Adm in
Ha la ma n Re se rva si K a ma r Fo rm Up d a te S ta tu sP e sa n a n

Data Bas e Pes anan

Klik m enu res ervas i kam ar Load Res ervas i Kam ar Sis tem Menam pilkan halam an res ervas i kam ar Klik update s tatus pes anan
L o ad fo rm up d a te sta tu s p esa na n

Sis tem m enam pilkan daftar pes anan kam ar yang belum di update Klik Pes anan yang m as ih pending
S i ste m m em prose s pe san a n

Sis tem m enam pilkan status baru yaitu booking jika pem bayaran s udah di trans fer Klik halam an adm in jika s udah s eles ai Sis tem m enam pilkan halam an res ervas i kam ar

Gambar 3.33 Sequence Diagram Update Status Pesanan

143

Pada Gambar 3.33 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Receptionist (Admin), Web admin, halaman reservasi kamar, form update status pesanan, database status pesanan.

3.2.4.14
Rece ptionis t

Sequence Diagram Cetak Form reservasi
WebAd min
Ha l a m a n Re se rva si K a m ar Fo rm Up d a te S ta tu sP e sa n an

D ataBa s e Pesanan

Kli k m enu h alam an res e rvas i Lo ad hala m an re s ervas i Sis te m m e na m pilka n daftar pes an an ka m ar Klik U pdate s tatus p es anan
L o ad f o rm u p d ate sta tu s p e sa n an

Load data pe s anan Sis tem m e na m pilkan daftar pes a nan ka m ar Sis tem m enam p ilkan ce tak form res ervas i Re ception is t m en cetak form re s ervas i Hard copy form res ervas i Kli k hala m an ad m in jika s uda h s eles ai
S i ste m m en a m p i l ka n h al a m an we b a d m i n

Gambar 3.34 Sequence Diagram Cetak Form Reservasi Pada Gambar 3.34 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Receptionist (Admin), Web admin, Halaman reservasi kamar, Form update status pesanan, Data pesanan.

3.2.4.15
R e ce p tio n is t

Sequence Diagram Laporan
We bAd min Kli k m e n u L a p o ra n L o a d fo rm la p ora n Sis te m m e na m p ilka n i n fo rm a s i p e m e s a n a n ka m a r Kil ik C e ta k u ntu k m e n ce ta k la p o ran Sis te m m e nce ta k la p o ra n H a rd cop y la po ra n R e ce p tio n is t m e n u tup fo rm l ap o ra n
S i ste m m e n a m p i l ka n w e b a d m i n

Fo rmL a p o ra n

D a taBa s e Pe s a n an

Gambar 3.35 Sequence Diagram Laporan

144

Pada Gambar 3.35 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Receptionist (Admin), Web admin, Form laporan, Data Base laporan.

3.2.4.16

Sequence Diagram Logout
Receptionis t Klik tom bol logout Sis tem keluar dari aks es web adm in Sis tem m enam pilkan des ktop s is tem operas i WebAdmin
Ta m p i l a n d e skto p si ste m o p era si

Gambar 3.36 Sequence Diagram Logout Pada Gambar 3.36 di atas menggambarkan rangkaian/sekuensi interaksi objek Receptionist (Admin), Web admin, Tampilan desktop sistem operasi.

3.2.5

Pengembangan Class Diagram

3.2.5.1 Identifikasi Class Dari seluruh interaction diagram yaitu melalui gambaran pada sequence diagram diatas, dapat dilihat gambaran kandidat-kandidat kelas yang akan digunakan dalam perancangan sistem. Pencarian kandidat kelas tersebut

didapatkan dari objek-objek yang ada dalam sequence diagram. Hal yang pertama dilakukan dalam pengklasifikasian adalah dengan mendaftar sejumlah objek menjadi kandidat kelas. Adapun kandidat kelas yang dapat diidentifikasi dari diagram sebelumnya sebagai berikut:

• Berdasarkan Sequence Diagram Tamu Untuk memudahkan dalam pemahaman identifikasi class diagram ini tamu sebagai user kita tetapkan dengan nama User saja. Karena tamu itu sebagai pengguna Web Resort Banyu Alam dengan mempunyai hak akses terbatas terhadap sistem, sebatas melakukan manipulasi data. transaksi dan tidak bisa melakukan

145

1. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Tentang Kami Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Tamu (User) Web Resort Banyu Alam Halaman tentang kami Klik menu tentang kami Load halaman tentang kami Sistem menampilkan informasi profil dan photo Resort Banyu Alam

Tabel 3.20 : Eliminasi class berdasarkan Sequence Diagram Tentang Kami Kandidat Class Tamu (User) Kategori Class Relevant Class Karena Alasan mempunyai serta atribut method

(Nama,Alamat)

(registrasi,login,update) Web Resort Banyu Alam Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Halaman tentang kami Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik menu tentang kami Irrelevant Class Load halaman tentang kami Irrelevant Class Sistem menampilkan Irrelevant Karena merupakan aktifitas user untuk mengakses halaman web Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

informasi profil dan photo Class Resort Banyu Alam

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Tentang Kami adalah: Class Tamu (User) Resort Banyu Alam. : memuat data tamu untuk dapat melihat informasi profil

146

2. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Fasilitas Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Tamu (User) Web Resort Banyu Alam Halaman fasilitas Klik menu fasilitas Load halaman fasilitas Sistem menampilkan fasilitas Resort Banyu Alam

Tabel 3.21 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Fasilitas Kandidat Class Tamu (User) Kategori Class Relevant Class Karena Alasan mempunyai serta atribut method

(Nama,Alamat)

(registrasi,login,update) Web Resort Banyu Alam Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Halaman fasilitas Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik menu fasilitas Irrelevant Class Load halaman fasilitas Irrelevant Class Sistem menampilkan fasilitas Irrelevant Resort Banyu Alam Class Karena merupakan aktifitas user untuk mengakses halaman web Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Fasilitas adalah: Class Tamu (User) : memuat data tamu untuk dapat melihat informasi berupa

fasilitas Resort Banyu Alam.

147

3.

Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Harga Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah:

Tamu (User) Web Resort Banyu Alam Halaman harga Klik menu harga Load halaman harga kamar Sistem menampilkan harga kamar

Tabel 3.22 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Harga Kandidat Class Tamu (User) Kategori Class Relevant Class Karena Alasan mempunyai serta atribut method

(Nama,Alamat)

(registrasi,login,update) Web Resort Banyu Alam Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Halaman harga Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik menu harga Irrelevant Class Load halaman harga kamar Irrelevant Class Sistem menampilkan kamar harga Irrelevant Class Karena merupakan aktifitas user untuk mengakses halaman web Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Harga adalah: Class Tamu (User) kamar. : memuat data tamu untuk dapat melihat informasi harga

148

4. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Cara Pemesanan Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Tamu (User) Web Resort Banyu Alam Halaman cara pemesanan Klik menu cara pemesanan Load halaman cara pemesanan Sistem menampilkan halaman cara pemesanan kamar

Tabel 3.23 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Cara Pemesanan Kandidat Class Tamu (User) Kategori Class Relevant Class Karena Alasan mempunyai serta atribut method

(Nama,Alamat)

(registrasi,login,update) Web Resort Banyu Alam Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Halaman cara pemesanan Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik menu cara pemesanan Irrelevant Class Load pemesanan halaman cara Irrelevant Class Merupakan aktivitas yang

dilakukan oleh user Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

Sistem menampilkan halaman Irrelevant cara pemesanan kamar Class

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Cara Pemesanan adalah: Class Tamu (User) pemesanan. : memuat data tamu untuk dapat melihat informasi cara

149

5. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Syarat dan Ketentuan Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Tamu (User) Web Resort Banyu Alam Halaman syarat dan ketentuan Klik menu syarat dan ketentuan Load halaman syarat dan ketentuan Sistem menampilkan halaman syarat dan ketentuan pemesanan kamar

Tabel 3.24 : Ketentuan

Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram

Syarat dan

Kandidat Class Tamu (User)

Kategori Class Relevant Class Karena

Alasan mempunyai serta atribut method

(Nama,Alamat)

(registrasi,login,update) Web Resort Banyu Alam Irrelevant Class Halaman syarat dan ketentuan Irrelevant Class Klik menu syarat dan Irrelevant Class Irrelevant Class Merupakan aktivitas yang Karena merupakan tampilan saja Karena merupakan tampilan saja

ketentuan Load halaman syarat dan

dilakukan oleh user Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

ketentuan

Sistem menampilkan halaman Irrelevant syarat dan ketentuan Class

pemesanan kamar

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Syarat dan Ketentuan adalah: Class Tamu (User) : memuat data tamu untuk dapat melihat informasi syarat

dan ketentuan pemesanan

150

6. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Login Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Tamu (User) Web Resort Banyu Alam Halaman Reservasi Form login Form reservasi Klik menu reservasi Akses menu reservasi Load form login Sistem menampilkan form login Input email address dan password Klik tombol login Load form login kembali jika email address dan password salah Inputkan kembali email address dan password Data benar Load form reservasi Sistem menampilkan form reservasi

Tabel 3.25 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Login Kandidat Class Tamu (User) Kategori Class Relevant Class Alasan Karena mempunyai (Nama,Alamat) serta atribut method

(registrasi,login,update) Web Resort Banyu Alam Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Halaman Reservasi Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

151

Lanjutan Tabel 3.25 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Login Kandidat Class Form login Kategori Class Irrelevant Class Form reservasi Irrelevant Class Klik menu reservasi Irrelevant Class Akses menu reservasi Irrelevant Class Load form login Irrelevant Class Sistem login Input email address menampilkan form Irrelevant Class dan Irrelevant Class Irrelevant Class Load form login kembali jika Irrelevant email address dan password Class salah Inputkan kembali email Irrelevant Class Irrelevant Class Load form reservasi Irrelevant Class Sistem reservasi menampilkan form Irrelevant Class Merupakan aktivitas yang Merupakan aktivitas yang Karena saja. Karena saja. Merupakan aktivitas yang merupakan tampilan Alasan merupakan tampilan

dilakukan oleh user Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja

password Klik Tombol Ok

dilakukan oleh user Merupakan aktivitas yang

dilakukan oleh user Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem

address dan password Data benar

dilakukan oleh user Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

152

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Login adalah: Class Tamu (User) : memuat data tamu untuk dapat melakukan login reservasi

7. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Registrasi Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Tamu (User) Web Resort Banyu Alam Halaman Reservasi Form Registrasi Data tamu Klik menu reservasi Akses menu reservasi Klik data member Load form Registrasi Sistem menampilkan form Registrasi Sistem meminta data user User memasukkan data beserta email address dan password Klik Simpan Cek data user Load form Registrasi kembali jika ada data yang salah Koreksi data dan jika sudah klik Simpan Sistem menyimpan data user Sistem menampilkan pesan simpan berhasil Sistem menampilkan informasi registrasi berhasil

Tabel 3.26 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Registrasi Kandidat Class Tamu (User) Kategori Class Relevant Class Karena Alasan mempunyai serta atribut method

(Nama,Alamat)

(registrasi,login,update)

153

Lanjutan Tabel 3.26 : Registrasi Kandidat Class Web Resort Banyu Alam

Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram

Kategori Class Irrelevant Class

Alasan Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

Halaman Reservasi

Irrelevant Class

Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

Form Registrasi

Irrelevant Class

Karena merupakan tampilan dari sistem. Karena merupakan kumpulan

Data tamu

Relevant Class

objek dan mempunyai attribute dan method Klik menu reservasi Irrelevant Class Akses menu reservasi Irrelevant Class Klik data member Irrelevant Class Load form Registrasi Irrelevant Class Sistem menampilkan form Irrelevant Class Irrelevant Class User beserta password Klik Ok Irrelevant Karena merupakan aktifitas user memasukkan email address data Irrelevant dan Class Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan aktifitas user Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja Karena merupakan aktifitas user untuk mengakses web Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan aktifitas user

Registrasi Sistem meminta data user

154

Lanjutan Tabel 3.26 : Registrasi

Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram

Class Cek data user Irrelevant Class Load form Registrasi kembali Irrelevant jika ada data yang salah Class Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan aktifitas user

Koreksi data dan jika sudah Irrelevant klik Ok Sistem menyimpan data user Class Irrelevant Class Sistem menampilkan pesan Irrelevant simpan berhasil Sistem menampilkan Class Irrelevant Class

Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja

Karena merupakan tampilan dari sistem.

informasi registrasi berhasil

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Registrasi adalah: Class Tamu (User) : memuat data tamu untuk dapat melakukan Register atau pendaftaran menjadi pelanggan Class Data Tamu : memuat data tamu untuk dapat melakukan validasi Login Dikarenakan Tamu merupakan isi dari Data Tamu maka yang di ambil adalah = Class Data Tamu

8. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Reservasi Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Tamu (User) Web Resort Banyu Alam Halaman Reservasi Form Reservasi Klik menu reservasi Load reservasi dan login sukses

155

Lanjutan Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram reservasi adalah: Load form reservasi Sistem menampilkan form reservasi User mengisi form reservasi Sistem menampilkan form reservasi kamar yang akan dipesan Klik pesan sekarang jika pesanan sudah sesuai Sistem menampilkan data tamu dan kamar yang dipesan serta jumlah uang yang harus di bayar Tamu keluar dari form reservasi Sistem menampilkan halaman reservasi

Tabel 3.27 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Reservasi Kandidat Class Tamu (User) Kategori Class Relevant Class Karena Alasan mempunyai serta atribut method

(Nama,Alamat)

(registrasi,login,update) Web Resort Banyu Alam Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Halaman Reservasi Irrelevant Class Form Reservasi Relevant Class Karena mempunyai atribut serta method Klik menu reservasi Irrelevant Class Load sukses Load form reservasi reservasi dan login Irrelevant Class Irrelevant Class Karena merupakan aktivitas Karena merupakan tampilan saja

yang dilakukan oleh user Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem

156

Lanjutan Tabel 3.27 : Reservasi Sistem reservasi User mengisi form reservasi menampilkan

Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram

form Irrelevant Class Irrelevant Class

Karena merupakan tampilan saja

Karena

merupakan

aktivitas

yang dilakukan oleh user Karena sistem merupakan tampilan

Sistem

menampilkan

form Irrelevant

reservasi kamar yang akan Class dipesan Klik pesan sekarang jika Irrelevant Class data Irrelevant

Karena

merupakan

aktivitas

pesanan sudah selesai Sistem menampilkan

yang dilakukan oleh user Karena sistem merupakan tampilan

tamu dan kamar yang dipesan Class serta jumlah uang yang harus di bayar Tamu reservasi keluar dari form Irrelevant Class

Karena

merupakan

aktivitas

yang dilakukan oleh user Karena sistem merupakan tampilan

Sistem menampilkan halaman Irrelevant reservasi Class

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Reservasi adalah: Class Tamu : memuat data tamu

Class Form Reservasi : menampung data pemesanan sementara.

9. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Hubungi Kami Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Tamu (User) Web Resort Banyu Alam Halaman hubungi kami Klik menu hubungi kami Load halaman hubungi kami

157

Lanjutan Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram Hubungi Kami adalah: Sistem menampilkan alamat lengkap Resort Banyu Alam

Tabel 3.28 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Hubungi Kami Kandidat Class Tamu (User) Kategori Class Relevant Class Karena Alasan mempunyai serta atribut method

(Nama,Alamat)

(registrasi,login,update) Web Resort Banyu Alam Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Halaman hubungi kami Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik menu hubungi kami Irrelevant Class Load halaman hubungi kami Irrelevant Class Sistem menampilkan alamat Irrelevant lengkap Resort Banyu Alam Class Karena merupakan aktivitas

yang dilakukan oleh user Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence hubungi kami adalah: Class Tamu (User) Banyu Alam : memuat data tamu untuk melihat alamat lengkap Resort

10. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Logout Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Tamu (User) Halaman reservasi Web Resort Banyu Alam

158

Lanjutan Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram adalah: Klik tombol logout Sistem keluar dari halaman Reservasi Sistem menampilkan halaman utama Web Resort Banyu Alam

Logout

Tabel 3.29 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Logout Kandidat Class Tamu (User) Kategori Class Relevant Class Karena Alasan mempunyai serta atribut method

(Nama,Alamat)

(registrasi,login,update) Halaman reservasi Irrelevant Class Web Resort Banyu Alam Irrelevant Class Karena saja. Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik tombol logout Irrelevant Class Sistem keluar dari halaman Irrelevant Reservasi Class Karena merupakan aktivitas merupakan tampilan

yang dilakukan oleh user Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

Sistem menampilkan halaman Irrelevant utama Web Resort Banyu Class Alam

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence logout adalah: Class Tamu (User) transaksi. : memuat data Tamu untuk menutup atau selesai melakukan

159

Berdasarkan Sequence Diagram Receptionist (Admin) Untuk memudahkan dalam pemahaman identifikasi class diagram ini

Receptionist sebagai admin kita tetapkan dengan nama admin saja. Karena admin itu sebagai pengguna dan pemroses dari Web Resort Banyu Alam dengan mempunyai hak akses yang tidak terbatas dan dapat melakukan manipulasi dan edit sistem. 1. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Login Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Receptionist Web Admin Form Login Halaman utama Web Admin Akses Web Admin Load Form Login Sistem menampilkan Form Login Input Username dan password Klik Login Load form login kembali jika username dan password belum benar Inputkan kembali username dan password Login sukses Load Halaman Utama Web Admin Sistem menampilkan halaman utama Web Admin

Tabel 3.30 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Login Kandidat Class Receptionist Kategori Class Irrelevant Class Karena kumpulan Alasan bukan objek merupakan dan tidak

mempunyai atribut Web Admin Irrelevant Class Karena tidak memiliki objek dan aksi

160

Lanjutan Tabel 3.30 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Login Kandidat Class FormLogin Kategori Class Irrelevant Class Halaman utama Web Admin Irrelevant Class Akses Web Web Admin Irrelevant Class FormLogin Irrelevant Class Halaman utama Web Admin Irrelevant Class Akses Web Web Admin Irrelevant Class LoadFormLogin Irrelevant Class Sistem menampilkan Login Form Irrelevant Class Alasan Karena merupakan tampilan dari sistem Karena tidak memiliki objek dan aksi Karena merupakan aktifitas

Admin untuk mengakses web Karena merupakan tampilan dari sistem Karena tidak memiliki objek dan aksi Karena merupakan aktifitas

Admin untuk mengakses web Karena sistem Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. merupakan aktifitas

Input password Klik OK

Username

dan Irrelevant Class Irrelevant Class

Karena

merupakan

aktivitas

yang dilakukan oleh Admin Merupakan aktivitas yang

dilakukan oleh Admin. Karena sistem merupakan aktifitas

Loadform login kembali jika username belum benar dan password

Irrelevant Class

Inputkan kembali username Irrelevant dan password Login sukses Class Irrelevant Class

Karena hanya informasi validasi

Karena merupakan sistem

tampilan

161

Lanjutan Tabel 3.30 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Login Load Halaman Utama Web Irrelevant Admin Class Karena sistem Karena merupakan tampilan saja merupakan aktifitas

Sistem menampilkan halaman Irrelevant utama Web Admin Class

Tidak ada Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Login Admin.

2. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Tambah Data kamar Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Receptionist Web Admin Menu tambah data kamar Form tambah data kamar Klik menu tambah data kamar Load menu tambah data kamar Load form tambah data kamar Sistem menampilkan form tambah data kamar Isi form tambah data kamar Klik tombol simpan Sistem menyimpan data kamar jika tidak ada kesalahan dalam pengisian Data kamar Klik halaman admin jika sudah selesai Sistem keluar dari form tambah data kamar

Tabel 3.31 : Kamar

Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Tambah Data

Kandidat Class Receptionist

Kategori Class Irrelevant Class Karena kumpulan

Alasan bukan objek merupakan dan tidak

mempunyai atribut

162

Lanjutan Tabel 3.31 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Tambah Data Kamar Web Admin Irrelevant Class Menu tambah data kamar Irrelevant Class Karena tidak memiliki objek dan aksi Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Form tambah data kamar Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Klik menu tambah data kamar Irrelevant Class Load kamar menu tambah data Irrelevant Class Merupakan aktivitas yang

dilakukan oleh admin Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem

Load form tambah data kamar

Irrelevant Class

Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem.

Sistem

menampilkan

form Irrelevant Class

tambah data kamar

Isi form tambah data kamar

Irrelevant Class

Merupakan

aktivitas

yang

dilakukan oleh admin

Klik tombol simpan

Irrelevant Class

Merupakan

aktivitas

yang

dilakukan oleh admin Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem

Sistem kamar

menyimpan jika tidak

data Irrelevant ada Class

kesalahan dalam pengisian

163

Lanjutan Tabel 3.31 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Tambah Data Kamar Kandidat Class Data Kamar Kategori Class Relevant Class Alasan Karena memiliki attribute Class (kd,nama,jenis dan kategori) dan method (Input,Edit,Delete) Klik halaman admin jika Irrelevant Class dari form Irrelevant Class Merupakan aktivitas yang

sudah selesai Sistem keluar

dilakukan oleh admin Karena merupakan reaksi dari aktifitas sistem

tambah data kamar

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Input Data Kamar adalah: Class Data Kamar : memuat semua data kamar

3. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Update Status Pesanan Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Receptionist Web Admin Halaman reservasi kamar Form update status pesanan Data base pesanan Klik menu reservasi kamar Load reservasi kamar Sistem menampilkan halaman reservasi kamar Klik update status pesanan Load form update status pesanan Sistem menampilkan daftar pesanan kamar yang belum di update Klik pesanan yang masih pending Sistem memproses pesanan Sistem menampilkan status baru yaitu booking jika pembayaran sudah ditransfer Klik halaman admin jika sudah selesai

164

Tabel 3.32 : Pesanan

Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Update Status

Kandidat Class Receptionist

Kategori Class Irrelevant Class Karena kumpulan

Alasan bukan objek merupakan dan tidak

mempunyai atribut Web admin Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Halaman reservasi kamar Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Form update status pesanan Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem Database pesanan Relevant Class Karena memiliki attribute Class (kd,nama,jenis dan kategori) dan method (Input,Edit,Delete) Klik menu reservasi kamar Irrelevant Class Load reservasi kamar Irrelevant Class Sistem menampilkan halaman Irrelevant reservasi kamar Class Karena merupakan aktifitas

yang dilakukan admin Karena sistem. Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. merupakan aktifitas

Klik update status pesanan

Irrelevant Class

Karena

merupakan

aktifitas

yang dilakukan admin Karena sistem Karena merupakan tampilan saja merupakan aktifitas

Load

form

update

status Irrelevant Class Irrelevant

pesanan Sistem menampilkan daftar

165

Lanjutan Tabel 3.32 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Update Status Pesanan Kandidat Class Kategori Class Alasan yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. pesanan yang masih Irrelevant Class Irrelevant Class Sistem menampilkan status Irrelevant baru yaitu booking jika Class Merupakan aktivitas yang

pesanan kamar yang belum di Class update Klik

pending Sistem memproses pesanan

dilakukan oleh Admin Karena sistem Karena merupakan tampilan saja merupakan aktifitas

pembayaran sudah ditransfer Klik halaman admin jika Irrelevant Class Merupakan aktivitas yang

sudah selesai

dilakukan oleh Admin Karena merupakan tampilan saja

Sistem menampilkan halaman Irrelevant reservasi kamar Class

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Update Status Pesanan adalah: Class Database Pesanan : pemesanan kamar. memuat data kamar yang ada dalam reservasi

4. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Cetak Form Reservasi Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Receptionist Web Admin Halaman reservasi kamar Form update status pesanan Database pesanan Klik menu halaman reservasi

166

Lanjutan Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram cetak form reservasi adalah: Load halaman reservasi Sistem menampilkan daftar pesanan kamar Klik update status pesanan Load form update status pesanan Load data pesanan Sistem menampilkan daftar pesanan kamar Sistem menampilkan cetak form reservasi Receptionist mencetak form reservasi Hard copy form reservasi Klik halaman admin jika sudah selesai Sistem menampilkan halaman web admin Tabel 3.33 : Reservasi Kandidat Class Receptionist Kategori Class Irrelevant Class Karena kumpulan Alasan bukan objek merupakan dan tidak Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Cetak Form

mempunyai atribut Web Admin Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Halaman reservasi kamar Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Form update status pesanan Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Database pesanan Relevant Class Karena memiliki atribut serta method

167

Lanjutan Tabel 3.33 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Cetak Form Reservasi Kandidat Class Klik menu halaman reservasi Kategori Class Irrelevant Class Load halaman reservasi Irrelevant Class Sistem menampilkan daftar Irrelevant pesanan kamar Klik update status pesanan Class Irrelevant Class Load form update status Irrelevant Class Irrelevant Class Sistem menampilkan daftar Irrelevant pesanan kamar Sistem menampilkan Class cetak Irrelevant Class Merupakan aktivitas yang Karena merupakan tampilan saja Merupakan aktivitas yang Merupakan Alasan aktivitas yang

dilakukan oleh admin Karena sistem Karena merupakan tampilan saja merupakan aktifitas

dilakukan oleh admin Karena sistem Karena sistem Karena merupakan tampilan saja merupakan aktifitas merupakan aktifitas

pesanan Load data pesanan

form reservasi

Receptionist mencetak form Irrelevant reservasi Hard copy form reservasi Class Irrelevant Class Klik halaman admin jika Irrelevant Class

dilakukan oleh admin Karena merupakan tampilan saja

Merupakan

aktivitas

yang

sudah selesai

dilakukan oleh admin Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem

Sistem menampilkan halaman Irrelevant Web Admin Class

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Cetak Form Reservasi adalah Class Database Pesanan : memuat data transaksi pemesanan kamar.

168

5. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Laporan Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Receptionist Web Admin Form Laporan Data base pesanan Klik menu laporan Load form laporan Sistem menampilkan informasi pemesanan kamar Klik cetak untuk mencetak laporan Sistem mencetak laporan Hard copy laporan Receptionist menutup form laporan Sistem menampilkan halaman Web Admin Tabel 3.34 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Laporan Kandidat Class Receptionist Kategori Class Irrelevant Class Karena Alasan bukan merupakan

kumpulan objek dan tidak mempunyai atribut Web Resort Banyu Alam Site Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki

pengaruh terhadap sistem. Form Laporan Relevant Class Karena mempunyai atribut dan method. Database pesanan Relevant Class Karena memiliki atribut serta method Klik menu laporan Irrelevant Class Merupakan aktivitas yang

dilakukan oleh admin Load form laporan Irrelevant Class Karena merupakan aktifitas sistem

169

Lanjutan Tabel 3.34 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Laporan Kandidat Class Sistem menampilkan Kategori Class Irrelevant Class Alasan Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki

informasi pemesanan kamar

pengaruh terhadap sistem. Klik cetak untuk mencetak Irrelevant Class laporan Merupakan aktivitas yang

dilakukan oleh Admin.

Sistem mencetak laporan

Irrelevant Class

Karena merupakan aktifitas sistem

Hard copy laporan

Irrelevant Class

Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki

pengaruh terhadap sistem. Receptionist menutup form Irrelevant Class laporan Sistem menampilkan Irrelevant Class Merupakan aktivitas yang

dilakukan oleh Admin. Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki

halaman Web Resort Banyu Alam Site

pengaruh terhadap sistem.

Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Laporan adalah: Class Form laporan Class Database pesanan : menampung data laporan pemesanan. : memuat semua data pemesanan

6. Identifikasi Class Pada Sequence Diagram Logout Kandidat class yang terdapat pada sequence diagram ini adalah: Receptionist Web Admin Tampilan desktop Sistem Operasi Klik tombol logout Sistem keluar dari akses web admin Sistem menampilkan desktop sistem operasi

170

Tabel 3.35 : Eliminasi Class Berdasarkan Sequence Diagram Logout Kandidat Class Receptionist Kategori Class Irrelevant Class Karena kumpulan Alasan bukan objek merupakan dan tidak

mempunyai atribut Web Admin Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Tampilan operasi desktop sistem Irrelevant Class Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem. Klik tombol logout Irrelevant Class Sistem keluar dari akses web Irrelevant admin Class Merupakan aktivitas yang

dilakukan oleh admin Karena sistem Karena merupakan tampilan saja yang tidak memiliki pengaruh terhadap sistem merupakan aktifitas

Sistem menampilkan desktop Irrelevant sistem operasi Class

Tidak ada Class yang dapat diidentifikasi pada sequence Logout. Berdasarkan hasil identifikasi di atas terdapat class yang redundant, diantaranya: Class Tamu (User) : memuat data tamu untuk dapat melihat informasi profil Resort Banyu Alam. Class Tamu (User) : memuat data tamu untuk dapat melihat informasi fasilitas Resort Banyu Alam. Class Tamu (User) : memuat data tamu untuk dapat melihat informasi harga kamar. Class Tamu (User) : memuat data tamu untuk dapat melihat informasi cara pemesanan.

171

Class Tamu (User)

: memuat data tamu untuk dapat melihat informasi syarat dan ketentuan pemesanan.

Class Tamu (User)

: memuat data tamu untuk dapat melakukan login reservasi.

Class Tamu (User)

: memuat

data tamu

untuk

dapat

melakukan

Register atau pendaftaran menjadi pelanggan. Class Data Tamu(Use r) : memuat data tamu untuk dapat melakukan

validasi Login. Class Tamu (User) Class Form Reservasi Class Tamu (User) : memuat data Tamu. : menampung data pemesanan sementara. : memuat data tamu untuk melihat alamat lengkap Resort Banyu Alam. Class Tamu (User) : memuat data Customer untuk dapat melihat konfirmasi pembayaran. Class Database Pesanan Class Tamu (User) : memuat data semua Reservasi/transaksi. : memuat data Tamu untuk menutup atau selesai melakukan transaksi. Class Data Kamar Class Database Pesanan : memuat semua data kamar. : memuat data kamar yang ada dalam reservasi pemesanan kamar. Class Database Pesanan Class Form laporan Class Database pesanan : memuat data transaksi pemesanan kamar. : menampung data laporan pemesanan. : memuat semua data pemesanan.

Class Tamu (User) ,Class Data Tamu = diambil salah satunya yaitu ClassData Tamu Class Database Pesanan, Class Form Reservasi = Class Transaksi, karena berisi kegiatan transaksi yang dilakukan user terhadap sistem Class Data Kamar = Class Data Kamar Class Form Laporan=Class Laporan

172

Data Tamu

Transaksi

Data Kamar

Laporan

Gambar 3.37 Class Pada Sistem Informasi Pemesanan Kamar Berbasis Web

3.2.5.2 Identifikasi Atribut dan Method Setelah semua class teridentifikasi, selanjutnya dilakukan identifikasi terhadap atribut dan method yang dimiliki tiap kelas. Adapun atribut dan method tersebut dapat kita peroleh dari sequence diagram yang tergambar pada message antar objek. Atribut dan method berikut. Tabel 3.36 Identifikasi atribut dan method Class Data Tamu IdTamu Email address Password Nama Alamat Kota Jenis Kelamin Tempat lahir Tanggal lahir No.Telp Transaksi KdTransaksi IdTamu KdKamar Tanggal Transaksi Tanggal Chek-In Tanggal Chek-Out Lama Menginap Ubah Status Tambah Edit Batal Bayar Keluar Atribut Method Login Registrasi Simpan Edit Hapus Keluar yang teridentifikasi dapat dilihat pada tabel

173

Lanjutan Tabel 3.36 Identifikasi atribut dan method Class Harga Jumlah Bayar Pembayaran Status Pesanan Data Kamar KdKamar Nama Kamar Tipe Kamar Harga Laporan KdTransaksi Nama Kamar Lama Menginap Tanggal Cek In Tanggal Cek Out Harga Jumlah Jumlah Kamar Terjual Total Pemesanan Simpan Edit Booking Keluar Lihat Laporan Cetak Keluar Atribut Method

Enkapsulasi Prinsip lainnya dari orientasi objek adalah enkapsulasi. Enkapsulasi

merupakan pengemasan item kedalam satu unit, hal ini dapat dilihat dimana sebuah objek semata-mata bertanggungjawab terhadap fungsi-fungsi atau

behaviour yang bertindak berdasarkan datanya sendiri (atribut). Konsep ini diterapkan pada suatu objek, atribut dan behavior/method dipaketkan bersama dan dipertimbangkan sebagai bagian dari objek itu. Satusatunya cara untuk mengakses atau merubah atribut objek adalah melalui behaviour objek spesifik tersebut.

174

Atribut
IdTamu : TM1 : anita@yahoo.co.id : ******** Nama Alamat Kota Jenis Kelamin Tempat Lahir Tanggal Lahir No.Telp : Anita : Jl. SMP 3 Garut : Garut : Perempuan : Garut : 06 Oct 1986 : 085320046578

Data Tamu

Simpan Edit Hapus Keluar

Pengemasan dalam satu objek “Tamu”

Data Tamu
IdTamu : TM1 : anita@yahoo.co.id : ******** Nama Alamat Kota Jenis Kelamin Tempat Lahir Tanggal Lahir No.Telp : Anita : Jl. SMP 3 Garut : Garut : Perempuan : Garut : 06 Oct 1986 : 085320046578

Simpan Edit Hapus Keluar

Gambar 3.38 Enkapsulasi Objek Data Tamu

175

Atribut
KdTransaksi : TR1 : TM1 : KM1 : 2011-05-16 : 2011-05-28 : 2011-05-29 : 1 hari : 450.000 : 450.000 : Transfer : Proses

Transaksi

IdTamu KdKamar TanggalTransaksi Tanggal Cek In Tanggal Cek Out Lama menginap Harga Jumlah Bayar Pembayaran Status Pesanan

Ubah Status Tambah Edit Batal Bayar Keluar

Pengemasan dalam satu objek “Data Transaksi”

Transaksi
KdTransaksi IdTamu KdKamar TanggalTransaksi Tanggal Cek In Tanggal Cek Out Lama menginap Harga Jumlah Bayar Pembayaran Status Pesanan : TR1 : TM1 : KM1 : 2011-05-16 : 2011-05-28 : 2011-05-29 : 1 hari : 450.000 : 450.000 : Transfer : Proses

Ubah Status Tambah Edit Batal Bayar Keluar

Gambar 3.39 Enkapsulasi Objek Transaksi

176

Data Kamar
KdKamar Nama Kamar Tipe Kamar Harga

Atribut
: KM1 : Bungalow B : Bungalow : 450.000

Simpan Edit Booking Keluar

Pengemasan dalam satu objek “Data Kamar”

Data Kamar
KdKamar Nama Kamar Tipe Kamar Harga : KM1 : Bungalow B : Bungalow : 450.000

Simpan Edit Booking Keluar

Gambar 3.40 Enkapsulasi Objek Data Kamar

177

Laporan
KdTransaksi Nama Kamar Tanggal Cek In Tanggal cek out

Atribut
: TR1 : Bungalow B : 2011-07-28 : 2011-05-29 : 1 hari : 450.000 : 450.000 : 1 Unit : 450.000

Lihat Laporan Cetak Keluar

Lama Menginap Harga Jumlah Jumlah Kamar Terjual Total Pemesanan

Pengemasan dalam satu objek “Data Laporan”

Laporan
KdTransaksi Nama Kamar Tanggal Cek In Tanggal cek out Lama Menginap Harga Jumlah Jumlah Kamar Terjual Total Pemesanan : TR1 : Bungalow B : 2011-07-28 : 2011-05-29 : 1 hari : 450.000 : 450.000 : 1 Unit : 450.000

Lihat Laporan Cetak Keluar

Gambar 3.41 Enkapsulasi Objek Laporan

178

3.2.5.3 Identifikasi Relationship Setelah semua kelas teridentifikasi, maka langkah selanjutnya yaitu menentukan relationships antar kelas. Class relationship adalah asosiasi bisnis yang ada diantara satu atau lebih objek kelas. Dan setiap hubungan memiliki multiplicity/kenaekaragaman yaitu jumlah kejadian minimum dan maksimum dari satu objek kelas yang terkait. Adapun relationships dari tiap kelas dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 3. 37 Hubungan Kelas/Class Relationship Hubungan Kelas Tipe
One or
Data Tamu 1..* Memes an 1..* Transaksi

Keterangan Satu atau banyak satu tamu kali bisa

More

melakukan

transaksi

pemesanan atau lebih dari satu kali transaksi pemesanan sehingga data transaksi pemesanan menjadi lebih dari satu kali
One or

Satu atau banyak data Kamar yang dipesan disimpan untuk satu atau banyak data transaksi

Data kamar 1..*

Menyimpan 1..*
Menyimpan

Transaksi

More

Data Transaksi 1..* 1..*

Laporan

One or More

Satu atau banyak

data transaksi

memberikan satu atau banyak data laporan

• Inheritance Objek adalah contoh/instance dari sebuah class. Hal ini mempunyai

konsekuensi yang penting yaitu sebagai instance sebuah class, sebuah objek mempunyai semua karakteristik dari classnya. Inilah yang disebut inheritance (pewarisan sifat). Dengan demikian apapun attribut dan method dari class akan dimiliki pula oleh semua objek yang akan diinheritance/diturunkan dari class tersebut. Sifat ini tidak hanya berlaku untuk objek terhadap class, akan tetapi berlaku untuk class terhadap class lainnya.

Data K amar

181

B ungalow

S uite Room

Junior S uite

Gambar 3.42 Pewarisan Untuk Kelas Data Kamar •

Agregasi Agregasi adalah sebuah hubungan dimana satu kelas “whole”yang lebih

besar berisi satu atau lebih kelas ”part” yang lebih kecil. Atau kelas ”part” yang lebih kecil adalah bagian dari kelas ”whole” yang lebih besar.

Data Tamu

Form Input Data Tamu

Form Edit Data Tamu

Gambar 3.43 Agregasi Pada Data Tamu

Data Kamar

Form Input Data Kamar

Form Edit Data Kamar

Gambar 3.44 Agregasi Pada Data Kamar

182

BAB IV DESAIN SISTEM

Bab ini akan menjelaskan tahap-tahap perancangan pemesanan kamar berbasis web. Perancangan pemesanan dirancang berdasarkan hasil dari tahap analisis sebelumnya. Tujuannya untuk memberikan gambaran yang jelas guna mempermudah proses pembuatan perangkat lunak atau sistem informasi. Pada tahap perancangan lebih terfokus pada bagaimana cara untuk menyajikan informasi kepada aktor serta merancang interface sehingga aktor dapat

berinteraksi dengan sistem. Tahapan yang harus dilakukan dalam perancangan digambarkan dalam gambar berikut :
Perancangan Kelas, metode,atribut dan asosiasi Perancangan layer akses dan layer Antarmuka

Menyaring UML Class Diagram

Pengujian

Gambar 4.1 Tahap Perancangan Unified Approach

Keterangan : • Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut Pada tahap ini dilakukan perancangan dan pemeriksaan atribut, method dan visibilitasnya terhadap kelas-kelas yang telah teridentifikasi. • Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram Proses menyaring diagram kelas mulai dari nama kelas, asosiasi, atribut serta method-nya. Tahap ini difokuskan pada penggambaran method yang ada dengan activity diagram. • Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka Proses merancang Layer akses dan Graphic User Interface (GUI)

berdasarkan pada class diagram yang telah dirancang sebelumnya.

183

Pengujian Proses terakhir dari perancangan sistem dalam UA dengan melakukan pengujian terhadap sistem. Apakah telah memenuhi kebutuhan atau masih terdapat kekurangan. Bila masih ada kekurangan maka dilakukan perbaikan.

4.1 Perancangan Kelas, Asosiasi, Metode dan Atribut Pada tahap ini dilakukan Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut dari kelas, asosiasi, metode dan atribut yang diperoleh dari tahap analisis. Adapun perancangan kelas pemesanan kamar berbasis web berdasarkan tahap analisis adalah sebagai berikut :
DataTamu
IdT amu Email Address Password Nama Alamat Kota Jeni sKelamin T empatLahir T anggalLahi r NoT el epon Logi n() Regi strasi () Simpan() Edit() Hapus() Keluar()

Transaks i
KdT ransaksi IdT amu KdKamar T anggalT ransaksi T anggalCekIn T anggalCekOut LamaM enginap Harga Jum lahBayar Pembayaran StatusPesanan UbahStatus() T ambah() Edit() Batal() Bayar() Keluar()

Laporan
KdT ransaksi IdT amu KdKamar NamaKamar T anggalCekIn T anggakCekOut LamaM enginap Harga Jum lah Jum lahKamarT erj ual T otalPemesanan LihatLaporan() Cetak() Keluar()

Melakukan 1..* 1..*

Memberi Data 1..* 1..*

1..* Akses Data 1..* DataKamar
KdKamar NamaKamar T ipeKam ar Harga Simpan() Edit() Booking() Keluar()

Gambar 4.2 Perancangan Kelas, Asosiasi, Metode dan Atribut

184

4.2 Menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram Sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa kelas-kelas yang teridentifikasi pada sistem informasi pemesanan kamar berbasis web yang diusulkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Kelas DataTamu 2. Kelas Transaksi 3. Kelas DataKamar 4. Kelas Laporan Kelas-kelas di atas akan dikaji ulang dari sisi atribut serta methodmethodnya.

4.2.1

Refine Atribut Kelas Dari kelas-kelas yang dijelaskan sebelumnya pada tahap ini akan

dilakukan refine untuk masing atribut-atribut pada masing-masing kelas. atributatribut pada masing-masing kelas dikaji ulang dengan menambahkan beberapa informasi pada masing-masing atribut. Informasi yang ditambahkan adalah berupa visibilitas dan tipe data masing-masing atribut. Visibilitas terdiri dari tiga jenis visibilitas : + public visibility (dapat diakses pada seluruh kelas) # protected visibility (dapat diakses oleh subclass dan method pada kelas yang bersangkutan) – private visibility (hanya dapat diakses pada kelas yang memilikinya) Sedangkan pada refine tipe data, diidentifikasi berdasarkan nilai yang akan menjadi input pada atribut yang bersangkutan. rincian proses refine untuk masing-masing kelas Contoh : IdTamu: int. Berikut

185

1. Refine atribut pada kelas data tamu Pada tahap analisis, kelas data tamu diidentifikasi memiliki atribut-atribut di bawah ini : id_tamu email_address password Nama alamat Kota jenis_kelamin tempat_lahir tanggal_ lahir no_telepon

Setelah dilakukan refine maka atribut-atribut diatas ditambahkan informasi sebagai berikut : #id_tamu #email_address #password #nama #alamat #kota #jenis_kelamin #tempat_lahir #tanggal_ lahir #no_telepon : Int : Varchar : Varchar : Varchar : Varchar : Varchar : Varchar : Varchar : Date : Varchar

Visibilitas pada seluruh atribut dalam kelas ini adalah protected visibility, karena seluruh atribut pada kelas datatamu hanya akan dipakai pada kelas data tamu saja.

186

2. Refine atribut kelas transaksi Pada tahap analisis, kelas transaksi diidentifikasi memiliki atribut-atribut di bawah ini : kd_transaksi id_tamu kd_kamar tgl_transaksi tgl_cekin tgl_cekout lama_menginap Harga jumlah_bayar pembayaran status_pesanan

Dari atribut-atribut diatas ada yang harus di refine yaitu :
Harga jumlah_bayar pembayaran

= harga_kamar = Total = metode_pembayaran = Status

status_pesanan

Setelah dilakukan refine maka atribut-atribut kelas ditambahkan informasi sebagai berikut : #kd_transaksi #id_tamu #kd_kamar #tgl_transaksi #tgl_cekin #tgl_cekout #lama_menginap : Int : Int : Int : Date : Date : Date : Int

transaksi

diatas

187

Lanjutan setelah dilakukan refine atribut-atribut kelas halaman sebelumnya ditambahkan informasi sebagai berikut : #harga_kamar #total #metode_pembayaran #status : Double : Double : Varchar : Varchar

transaksi

pada

3. Refine atribut kelas data kamar Pada tahap analisis, kelas data kamar diidentifikasi memiliki atribut-atribut di bawah ini : kd_kamar nama_kamar tipe_kamar Harga

Dari atribut-atribut diatas ada yang harus di refine yaitu ada beberapa atribut yang ditambahkan untuk kebutuhan sistem antara lain : harga_weekday harga_weekend harga_holiday harga_specialrate jumlah_kamar Kapasitas extra_person exra_person_special

Setelah dilakukan refine maka atribut-atribut kelas ditambahkan informasi sebagai berikut : #id_kamar : Int

data kamar diatas

188

Lanjutan setelah dilakukan refine atribut-atribut kelas data kamar pada halaman sebelumnya ditambahkan informasi sebagai berikut : #nama_kamar #tipe_kamar #harga_weekday #harga_weekend #harga_holiday #harga_specialrate #jumlah_kamar #kapasitas #extra_person #exra_person_special : Varchar : Varchar : Double : Double : Double : Double : Int : Int : Double : Double

4. Refine atribut kelas laporan Pada tahap analisis, kelas laporan diidentifikasi memiliki atribut-atribut di bawah ini : kd_transaksi nama_kamar lama_menginap tanggal_cekin tanggal_cekout harga jumlah jumlah_kamar_terjual total_pemesanan

Setelah dilakukan refine maka atribut-atribut kelas laporan diatas ditambahkan informasi sebagai berikut : #kd_transaksi : Int

189

Lanjutan setelah dilakukan refine atribut-atribut kelas laporan pada halaman sebelumnya ditambahkan informasi sebagai berikut : #nama_kamar #lama_menginap #tanggal_cekin #tanggal_cekout #harga #jumlah #jumlah_kamar_terjual #total_pemesanan : : : : : : : : Varchar Int Date Date Double Double Int Double

4.2.2

Refine Method Kelas Sebagaimana method-method yang telah teridentifikasi pada bab

sebelumnya, pada tahap ini method-method tersebut akan ditinjau ulang dengan menambahkan beberapa informasi berupa visibilitas (visibility) dari masingmasing method pada kelas. Berikut format suatu method berdasarkan notasi Unified Modelling Language (UML): visibility name: (parameter-list) : returntype-expression. Berikut beberapa visibilitas suatu method: + public visibility (dapat diakses pada seluruh kelas) # protected visibility (dapat diakses oleh subclass dan method pada kelas yang bersangkutan) – private visibility (hanya dapat diakses pada kelas yang memilikinya) Parameter–list menunjukan daftar parameter, nilainya berdasarkan tipe

dan expresi datanya. Sedangkan return-type-expression adalah nilai balik yang dihasilkan dari method yang bersangkutan. Contoh suatu format method: + getName() : aName # getAccountnumber (account:type) : account Number Berikut pada tabel 4.1 akan menunjukan refine method pada masingmasing kelas:

190

Tabel 4.1 : Refine method-method kelas Class Data Tamu + Login + Registrasi + Simpan + Edit + Hapus + Keluar Transaksi + Ubah Status + Tambah + Edit + Batal + Bayar + Keluar Data Kamar +Simpan +Edit +Booking +Keluar Laporan +Lihat Laporan +Cetak +Keluar Method

191

DataTamu IdT
amu : Int Email Address : Varchar Password : Varchar Nama : Varchar Alamat : Varchar Kota : Varchar Jeni sKelamin : Varchar TempatLahir : Varchar TanggalLahi r : Date NoT el epon : Varchar Logi n() Regi strasi () Simpan() Edit() Hapus() Keluar()

Transaksi
KdTransaksi : Int IdT amu : Int IdKamar : Int T anggalT ransaksi : Date T anggalCekIn : Date T anggalCekOut : Date LamaM enginap : Int HargaKamar : Double T otal : Double MetodePembayaran : Varchar Status : Varchar UbahStatus() T ambah() Edit() Batal() Bayar() Keluar()

Laporan
KdT ransaksi : Int NamaKamar : Varchar LamaM enginap : Int TanggalCekIn : Date TanggalCekOut : Date Harga : Double Jum lah : Double Jum lahKamarT erj ual : Int TotalPemesanan : Double LihatLaporan() Cetak() Keluar()

Melakukan 1..* 1..*

Memberi Data 1..* 1..*

1..* Akses Data 1..* DataKamar
IdKamar : Int NamaKamar : Varchar T ipeKam ar : Varchar HargaWeekday : Doubl e HargaWeekend : Doubl e HargaHol iday : Doubl e HargaSpecialRate : Doubl e Jum lahKamar : Int Kapasitas : Int ExraPerson : Double ExraPersonSpecial : Double Simpan() Edit() Booking() Keluar()

Gambar 4.3 Perancangan Class Diagram Pemesanan Kamar Berbasis Web dengan Atribut dan Method yang sudah dikaji Ulang (Refine)

4.3 Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka 4.3.1 Perancangan Layer Akses Tujuan utama dari perancangan layer akses adalah menyediakan layer yang dapat mengkomunikasikan sebuah kelas dengan data source. Layer akses

190

harus dapat menterjemahkan permintaan yang ada pada kelas bisnis yang di inputkan melalui kelas interface. 1. Menterjemahkan permintaan Layer akses harus dapat menterjemahkan permintaan data dari layer bisnis melalui interface terhadap tempat penyimpanan data (data base). Contoh : Admin memasukan username dan password untuk melakukan login, maka layer akses harus membuat pernyataan SQL yang benar untuk mengekseskusinya. 2. Menterjemahkan hasil Layer akses harus dapat menampilkan data yang diminta ke dalam bisnis layer melalui view layer. Contoh : User melakukan pencarian informasi tertentu, dalam hal ini sistem harus dapat menampilkan informasi yang diinginkan oleh User sesuai dengan keinginan user. Pada tahap ini akan diidentifikasi kelas yang akan dijadikan kelas penyimpanan (data base). Kelas tersebut akan digabungkan ke dalam class diagram yang telah ada. Dalam perancangan sistem ini dapat teridentifikasi 1 kelas penyimpanan dengan nama database Pemesanan (DB Pemesanan yang menyimpan semua data transaksi Pemesanan) Berikut merupakan class diagram untuk kelas bisnis yang telah

digabungkan dengan kelas akses yang telah teridentifikasi :

191

Kelas Bisis

DataTamu IdT
amu : Int Emai l Address : Varchar Password : Varchar Nama : Varchar Alamat : Varchar Kota : Varchar Jeni sKelamin : Varchar TempatLahir : Varchar TanggalLahi r NoT el epon Logi n() Regi strasi () Simpan() Edi t() Hapus() Kel uar()

Transaksi
KdT ransaksi : Int IdT amu : Int KdKamar : Int T anggalTransaksi : Date T anggalCekIn : Date T anggalCekOut : Date LamaM enginap : Varchar HargaKamar : Varchar T otal : Varchar MetodePembayaran : Varchar Status : Varchar UbahStatus() T ambah() Edi t() Batal () Bayar() Kel uar()

Laporan KdT
ransaksi : Int T anggalCekIn : Date T anggalCekOut : Date LamaM enginap : Varchar NamaKamar : Varchar Harga : Varchar Jum lah : Varchar Jum lahKamarTerj ual : Varchar T otal Pemesanan : Varchar LihatLaporan() Cetak() Kel uar()

Kelas Akses PemesananDB Login Open Connection() Close Connection()

Melakukan 1..* 1..*

Memberi Data 1..* 1..*

1..* Akses Data 1..* DataKamar
KdKamar : Int NamaKamar : Varchar T ipeKam ar : Varchar HargaWeekday : Varchar HargaWeekend HargaHol iday HargaSpecialRate Jum lahKamar Kapasitas ExstraPerson ExstraPersonSpecial Simpan() Edi t() Booking() Kel uar()

Gambar 4.4 Perancangan Class Diagram Kelas Bisnis dan Kelas Akses

4.3.2

Perancangan Layer Antarmuka (Interface) Pada tahap ini akan diidentifikasi kelas-kelas yang akan dijadikan media

komunikasi antara user dengan sistem dan admin dengan sistem. Kelas interface yang diidentifikasi disesuaikan dengan kebutuhan user dan admin terhadap sistem. Nama kelas pada kelas antarmuka diikuti dengan kata User Interface (UI). Berikut adalah kelas-kelas interface yang teridentifikasi : 4.3.2.1 Kelas-kelas Interface untuk Tamu (User) 1. Menu Utama UI 2. Login UI 3. Registrasi UI

192

4. Harga Kamar UI 5. Reservasi UI 6. History Reservasi UI 7. Detail Tamu UI Berikut merupakan class diagram untuk kelas bisnis yang telah digabungkan dengan kelas antarmuka untuk tamu (user) yang telah teridentifikasi :
Kelas Bisnis Kelas Antarmuka

Trans aks i DataTam u
IdT a Kd T ra nsaksi : Int Id T a m u : Int Kd Kam a r : In t T a ngg al T ran sa ksi : Da te T a ngg al Ce kI n : Date T a ngg al Ce kOu t : Date La m aM eng i n a p : Varch ar Ha rg a : Varch a r Jum l a hB ayar : Va rcha r m u : In t Em a i l Ad dre ss : Va rchar Pa s sword : Va rcha r Na m a : Varch ar

Laporan

KdT

ra nsaksi : I nt T angg a l CekI n : Da te T angg a l CekOu t : Date L am aM en gi n a p : Varch ar Nam a Ka m ar : Va rcha r Harg a : Varcha r

Meu Utama UI

Kelas Akses PemesananDB
Open Connection() Clos e Connection()

Al am a t : Va rcha r Ko ta : Va rcha r Jeni sKel a m i n : Va rchar No T el ep on : Varcha r Lo gi n() Re gi strasi () Si mp a n() Ed i t() Ha pu s() Ke l u ar()

RegistrasiUI

Melakukan 1..* 1..*

Mem beri Data 1..* 1..*

Pe m b ayara n : Varcha r StatusPesa na n : Va rcha r Ub ahSta tus() T a m b ah () Ed i t() Ba ta l () Ba yar() Ke l u a r()

Jum l a h : Varch ar Jum l a hKa ma rT e rj ual : Varcha r T ota l Pe m esa n an : Va rcha r L i ha tL apo ran () Ceta k() Kel u a r()

Harga KamarUI

ReservasiUI

Login UI
1..* Aks es Data 1..* DataKam ar
KdKama r : In t Nam a Ka m ar : Va rcha r T i p eKam ar : Varch ar Harga : Varcha r Si m pa n () Edi t() Booki ng () Kel ua r()

History Reservasi UI

Detail tamu UI

Gambar 4.5 Perancangan Class Diagram Kelas Bisnis, Kelas Akses, dan Kelas Antarmuka untuk Tamu (User)

193

4.3.2.2 Kelas-kelas Interface untuk Receptionist (Admin) Adapun kelas – kelas interface untuk receptionist (admin) yang teridentifikasi adalah sebagai berikut : 1. Menu Utama Admin UI 2. Login UI 3. Data Kamar UI 4. Tambah Data Kamar UI 5. Cetak Laporan Pemesanan UI 6. Data Pemesanan UI Berikut merupakan class diagram (admin) yang telah teridentifikasi : untuk kelas bisnis yang telah digabungkan dengan kelas antarmuka untuk receptionist

194

Kelas Bisnis Kelas Antarmuka

Transaksi DataTamu IdT
amu : Int Email Address : Varchar Password : Varchar Nama : Varchar Alamat : Varchar Kota : Varchar Jeni sKelamin : Varchar NoT elepon : Varchar Logi n() Regi strasi () Simpan() Edit() Hapus() Keluar() KdT ransaksi : Int IdT amu : Int KdKamar : Int T anggalT ransaksi : Date T anggalCekIn : Date T anggalCekOut : Date LamaMenginap : Varchar Harga : Varchar Jum lahBayar : Varchar Pembayaran : Varchar StatusPesanan : Varchar UbahStatus() T ambah() Edit() Batal() Bayar() Keluar()

Menu Utama Admin UI
Laporan
KdT ransaksi : Int T anggalCekIn : Date T anggalCekOut : Date LamaM enginap : Varchar NamaKamar : Varchar Harga : Varchar Jum lah : Varchar Jum lahKamarT erjual : Varchar T otalPemesanan : Varchar LihatLaporan() Cetak() Keluar()

Login UI

Kelas Akses PemesananDB
Open Connection() Close Connection()

Data Kamar UI

Melakukan 1..* 1..*

Memberi Data 1..* 1..*

Data Pemesanan UI

Tambah Data Kamar UI

Cetak Laporan Pemesanan UI

1..* Akses Data 1..* DataKamar
KdKamar : Int NamaKamar : Varchar T ipeKam ar : Varchar Harga : Varchar Simpan() Edit() Booking() Keluar()

Gambar 4.6 Perancangan Class Diagram Kelas Bisnis, Kelas Akses, dan Kelas Antarmuka untuk Receptionist (Admin)

195

4.3.2.3 Perancangan Basis Data (Data Base) Perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web ini menggunakan MySQL 5.0 Community sebagai basis data. Basis data yang dibuat didasarkan pada class diagram pada bab sebelumnya. Berikut merupakan database diagram perancangan basis data pada penelitian ini:

Gambar 4.7 Database Diagram

4.3.2.4 Deskripsi Tabel dalam Basis Data Berdasarkan class diagram perancangan basis data, berikut tabel-tabel basis data yang akan digunakan dalam perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web :

a. Tabel Tamu Tabel tamu merupakan tabel basis data yang berfungsi menampung data tamu dari aplikasi.

196

Tabel 4. 2 Tabel Tamu Field id_tamu Type Int(11) Constraint Primary Key Id user Comment yang dijadikan

sebagai primary key email password Varchar(32) Varchar(33) NOT NULL NOT NULL Email pengguna Kata sandi untuk memasuki aplikasi nama Varchar(100) NOT NULL Nama asli pengguna

alamat kota

Varchar(225) NOT NULL Varchar(35) NOT NULL

Alamat pengguna Kota pengguna tempat tinggal

jk tempat_lahir tanggal_ lahir no_telepon

Varchar(2) Varchar(45) Date Varchar(15)

NOT NULL NOT NULL NOT NULL NOT NULL

Jenis kelamin Kota tempat lahir pengguna Tanggal lahir pengguna No telp pengguna

b. Tabel Transaksi Tabel transaksi merupakan tabel basis data yang berfungsi menampung data transaksi pemesanan kamar dari aplikasi. Tabel 4. 3 Tabel Transaksi Field kd_transaksi Type Int(11) Constraint Primary Key id_tamu Int(11) Foreign Key id_kamar Int(11) Foreign Key Comment Id yang dijadikan sebagai primary key ID user yang melakukan pemesanan Kamar yang dipesan

197

Lanjutan Tabel 4. 3 Tabel Transaksi Field tgl_transaksi Type Date Constraint NOT NULL tgl_cekin Date NOT NULL tgl_cekout Date NOT NULL lama_menginap Int(11) NOT NULL harga_kamar Double NOT NULL total Double NOT NULL metode_pembayaran Varchar(100) NOT NULL Total menginap Cara pembayaran pembayaran Lama menginap di Resort Banyu Alam Harga kamar yang dipesan Tanggal selesai menginap Tanggal mulai menginap Comment Tanggal memesan kamar

pemesanan apakah transfer atau tunai

status

Varchar(100) NOT NULL

Status tersedia booking

pesanan atau

apakah sudah di

c. Tabel Kamar Tabel kamar merupakan tabel basis data yang berfungsi menampung data kamar dari aplikasi. Tabel 4. 4 Tabel Kamar Field id_kamar Type Int(11) Constraint Primary Key Id Comment yang dijadikan

sebagai primary key nama_kamar tipe_kamar Varchar(100) NOT NULL Varchar(100) NOT NULL Nama kamar Tipe kamar

198

Lanjutan Tabel 4. 4 Tabel Kamar Field harga_weekday Type Double Constraint NOT NULL Comment Harga kamar pada hari biasa minggu sampai kamis harga_weekend Double NOT NULL Harga kamar pada hari libur biasa jum’at dan sabtu harga_holiday Double NOT NULL Harga tanggal kalender harga_specialrate Double NOT NULL Harga kamar pada hari libur besar seperti hari raya idul fitri, hari kamar merah pada di

natal dan tahun baru jumlah_kamar Int(11) NOT NULL Jumlah tersedia kapasitas Int(11) NOT NULL Banyak maximal orang menginap extra Double NOT NULL Harga tambahan orang menginap biasa extra_special Double NOT NULL Harga tambahan orang menginap pada pada hari kamar yang

weekend, holiday dan special rate

4.3.2.5 Data Definition Language (DDL) Data definition language (DDL) merupakan statement/syntax yang digunakan untuk mendefinisikan pembuatan database, pembuatan tabel,

199

menambahkan index pada tabel, merubah nama tabel, merubah struktur tabel, dan menghapus tabel dalam database. Dalam MySQL 5.0 terdapat beberapa data definition language statement. berikut diantaranya: a. CREATE DATABASE, statement/syntax yang digunakan untuk membuat database baru. b. ALTER DATABASE, statement/syntax yang digunakan untuk merubah struktur database. c. ALTER TABLE, statement/syntax yang digunakan untuk merubah struktur tabel. d. CREATE INDEX, statement/syntax yang digunakan untuk membuat indek dalam tabel database. e. CREATE TABLE, statement/syntax yang digunakan untuk membuat tabel baru. f. DROP DATABASE, statement/syntax yang digunakan untuk menghapus tabel. g. DROP INDEX, statement/syntax yang digunakan untuk menghapus index. h. DROP TABLE, statement/syntax yang digunakan untuk menghapus tabel. i. RENAME TABLE, statement/syntax yang digunakan untuk merubah nama tabel.

Berikut data definition language (DDL) pembuatan tabel basis data yang dibutuhkan oleh aplikasi: a) Create Tabel Tamu Create tabel tamu merupakan data definition language untuk membuat tabel tamu di dalam basis data MySQL 5.0 CREATE TABLE IF NOT EXISTS `banyualam`.`tamu` ( `id_tamu` INT(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT , `email` VARCHAR(32) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL ,

200

`password` VARCHAR(33) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL , `nama` VARCHAR(100) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL , `alamat` VARCHAR(225) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL , `jk` VARCHAR(2) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL , `tempat_lahir` VARCHAR(50) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL , `tanggal_lahir` DATE NOT NULL , `no_telp` VARCHAR(15) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL , PRIMARY KEY (`id_tamu`) , CONSTRAINT `fk_tamu_transaksi` FOREIGN KEY (`id_tamu` ) REFERENCES `banyualam`.`transaksi` (`id_tamu` ) ON DELETE NO ACTION ON UPDATE NO ACTION) ENGINE = MyISAM AUTO_INCREMENT = 9 DEFAULT CHARACTER SET = latin1 COLLATE = latin1_general_ci

b) Create Tabel Transaksi Create tabel transaksi merupakan data definition language untuk membuat tabel transaksi di dalam basis data MySQL 5.0 CREATE TABLE IF NOT EXISTS `banyualam`.`transaksi`( `kd_transaksi` INT(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT , `id_tamu` INT(11) NOT NULL , `kd_kamar` INT(11) NOT NULL ,

201

`tgl_transaksi` DATE NOT NULL , `tgl_cekin` DATE NOT NULL , `tgl_cekout` DATE NOT NULL , `lama_menginap` INT(11) NOT NULL , `harga_kamar` DOUBLE NOT NULL , `total` DOUBLE NOT NULL , `metode_pembayaran` VARCHAR(100) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL , `status` VARCHAR(100) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL , PRIMARY KEY (`kd_transaksi`) ) ENGINE = MyISAM AUTO_INCREMENT = 4 DEFAULT CHARACTER SET = latin1 COLLATE = latin1_general_ci

c) Create Tabel Kamar Create tabel kamar merupakan data definition language untuk membuat tabel kamar di dalam basis data MySQL 5.0

CREATE TABLE IF NOT EXISTS `banyualam`.`kamar` ( `id_kamar` INT(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT , `nama_kamar` VARCHAR(100) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL , `tipe_kamar` VARCHAR(100) CHARACTER SET 'latin1' COLLATE 'latin1_general_ci' NOT NULL , `harga_weekday` DOUBLE NOT NULL , `harga_weekend` DOUBLE NOT NULL , `harga_holiday` DOUBLE NOT NULL , `harga_specialrate` DOUBLE NOT NULL , `jumlah_kamar` INT(11) NOT NULL ,

202

`kapasitas` INT(11) NOT NULL , `extra` DOUBLE NOT NULL , `extra_special` DOUBLE NOT NULL , PRIMARY KEY (`id_kamar`) , CONSTRAINT `fk_kamar_transaksi1` FOREIGN KEY (`id_kamar` ) REFERENCES `banyualam`.`transaksi` (`kd_kamar` ) ON DELETE NO ACTION ON UPDATE NO ACTION) ENGINE = MyISAM AUTO_INCREMENT = 9 DEFAULT CHARACTER SET = latin1 COLLATE = latin1_general_ci

4.3.2.6 Data Manipulation Language (DML) Data manipulation language (DML) atau dikenal dengan query. Query adalah suatu pernyataan dalam SQL yang memungkinkan pemrogram untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dari basis data, tanpa perlu tahu bagaimana caranya data itu didapatkan. Pemrogram cukup menentukan kriteriakriteria data yang dibutuhkan maka SQL akan melakukan pencarian/penyaringan data dengan caranya sendiri. Beberapa bentuk pernyataan/perintah dalam MySQL 5.0 adalah: • Pernyataan/perintah SELECT menerapkan perintah yang sangat penting di SQL karena dengan select bisa membuat tabel virtual dari berbagai macam tabel. Select dapat mengimplementasikan konsep relasi untuk memanipulasi data record. Bentuk sintak Select adalah sebagai berikut : SELECT [Nama_Field],… FROM [Nama_Tabel] WHERE [Nama_Field][Kondisi],…

203

Pernyataan/perintah INSERT digunakan untuk meng-input-kan data atau record baru. Bentuk sintak Insert adalah sebagai berikut: INSERT INTO [Nama_Tabel] VALUES ([Data Baru]…..)

Pernyataan/perintah Update digunakan untuk melakukan perubahan data record atau field pada suatu tabel. Bentuk sintak Update adalah sebagai berikut : UPDATE [Nama Tabel] SET [Nama Field] = [Data Baru], … WHERE [Nama Field] [Kondisi] [Data Lama]

Pernyataan/perintah DELETE digunakan untuk menghapus suatu data record pada tabel. Bentuk sintak Delete adalah sebagai berikut : DELETE FROM [Nama Tabel] WHERE [Nama Field][….]

4.3.2.7 Desain Antarmuka (Interface) Pada dasarnya perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web harus memiliki cara untuk berkomunikasi dengan penggunanya. Kelas-kelas tampilan (interface) memiliki fungsi-fungsi utama sebagai berikut: 1. Input Antarmuka (interface) pengguna harus dirancang untuk

mentrasformasikan aksi yang seharusnya dilakukan oleh pengguna, misalnya dengan meng-klik suatu tombol dengan mouse. Tanggapan pengguna mungkin juga membuka atau menutup antarmuka

(interface) yang lain atau mengirim message pada aplikasi untuk melakukan suatu proses tertentu.

204

2.

Output Antarmuka (interface) pengguna seharusnya menggunakan gambaran tampilan yang baik sebagai cara untuk mengkomunikasikan keluaran dari aplikasi.

Berikut desain antarmuka (interface) dari aplikasi yang akan dibuat:

4.3.2.8 Desain Navigasi Menu Desain navigasi menu dibuat untuk mengetahui secara umum jalannya program. Perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web dimulai dengan form utama yang kemudian dilanjutkan dengan form login apabila user atau tamu akan melakukan pemesanan kamar. Sedangkan untuk admin sebelum masuk sistem harus login terlebih dahulu. Dalam perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web ini terdapat berbagai macam fungsi. Fungsi-fungsi ini tidak akan disajikan dalam satu halaman melainkan akan disajikan pada halaman-halaman berbeda. Untuk itu diperlukan menu atau navigasi pada perancangannya, sehingga memudahkan pengguna dalam menggunakan sistem. Adapun desain navigasi menu perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web yang akan penulis buat, yaitu:

4.3.2.8.1 Desain Navigasi Menu untuk Tamu (User) Desain navigasi menu perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web untuk tamu (user), terdapat beberapa halaman utama, yaitu: 1. Halaman Utama Web Resort Banyu Alam, halaman ini merupakan halaman awal ketika pengguna menggunakan sistem ini. Halaman ini berisi informasi singkat tentang Resort Banyu Alam dan terdapat 9 menu yaitu menu login, menu registrasi, menu tentang kami, menu fasilitas, menu harga, menu cara pemesanan, menu reservasi, menu hubungi kami, dan menu syarat dan ketentuan. 2. Halaman Utama User, Dalam halaman ini terdapat 3 menu yaitu menu detail tamu, history reservasi dan menu logout.

205

Navigasi menu untuk tamu (user) dalam Sistem informasi pemesanan kamar berbasis web ini ini dapat dilihat pada gambar 4.8.

Gambar 4.8 Navigasi Menu untuk Tamu (User)

4.3.2.8.2 Desain Navigasi Menu untuk Receptionist (Admin) Desain navigasi menu perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web untuk receptionist (admin), terdapat halaman login yaitu halaman awal ketika admin mengakses sistem ini, kemudian setelah akses berhasil

halaman panel administrator merupakan tampilan halaman utama admin. pada halaman panel administrator terdapat 3 menu yaitu menu data kamar berisi halaman data kamar dan tambah data kamar, menu pemesananan berisi halaman data pemesanan, menu laporan terdapat halaman cetak laporan.

206

Navigasi menu untuk Receptionist (admin) dalam Sistem informasi pemesanan kamar berbasis web ini dapat dilihat pada gambar 4.9

Gambar 4.9 Navigasi Menu untuk Receptionist (Admin)

4.3.2.9 Desain Interface Halaman Web 4.3.2.9.1 Desain Interface Halaman Web untuk Tamu (User)

a) Desain Interface Halaman Utama Web Resort Banyu Alam Halaman utama Web Resort Banyu Alam adalah tampilan awal Web Resort Banyu Alam ketika di akses. Halaman ini terdapat beberapa informasi singkat tentang Resort Banyu Alam yang berkaitan dengan pemesanan kamar. Selain itu, pengguna juga dapat mengakses login, daftar member, menu tentang kami, menu fasilitas, menu harga, menu cara pemesanan, menu hubungi kami, menu syarat dan ketentuan, serta mengakses menu reservasi apabila sudah menjadi member. Berikut desain interface dari halaman utama web Resort Banyu Alam :

207

1

2

3

4

5

Gambar 4.10 Desain Halaman Utama Web Resort Banyu Alam Keterangan: 1. Header, merupakan bagian pengenal aplikasi. Header ini berisi keterangan nama aplikasi dan gambar resort. 2. Menu area, bagian dari aplikasi yang berfungsi sebagai penempatan menu. 3. Panel login, bagian dari aplikasi yang berfungsi untuk login member dan registrasi member. 4. Bagian utama, bagian dari aplikasi yang berfungsi untuk menampilkan informasi singkat tentang Resort Bayu Alam. 5. Footer, bagian paling bawah aplikasi, berfungsi sebagai tempat

menampilkan copyright aplikasi dan slogan Resort Banyu Alam.

208

Setelah halaman utama web resort banyu alam didesain maka hasil simulasi halaman utama web resort banyu alam pada browser localhost adalah sebagai berikut :

Gambar 4.11 Simulasi Halaman Utama Web Resort Banyu Alam

b) Desain Interface Halaman Utama User Halaman utama user adalah tampilan awal aplikasi setelah user login dan diidentifikasi sebagai member. Halaman ini terdapat beberapa informasi tentang detail tamu, history reservasi dan logout. Halaman utama user ini dapat melakukan reservasi kamar.

Gambar 4.12 Desain Halaman Utama User Keterangan: Menu user, merupakan navigasi bagi user untuk mengakses halaman detail tamu, history reservasi dan logout.

209

Setelah halaman utama user didesain maka hasil simulasi halaman utama user pada browser localhost adalah sebagai berikut :

Gambar 4.13 Simulasi Halaman Utama User

c) Desain Interface Login Desain interface ini adalah desain login. Halaman login berisi form login yang didalamnya berisi field Email Address dan password.

Gambar 4.14 Desain Interface Login Setelah halaman login di desain maka hasil simulasi halaman login pada browser localhost adalah sebagai berikut :

Gambar 4.15 Simulasi Interface Login

210

d) Desain Interface Daftar Member Desain interface daftar member adalah desain halaman registrasi. Halaman ini berisi field-field input data yang diperlukan sistem untuk membuat member baru.

Data Registrasi
Harap diisi dengan data yang valid

Gambar 4.16 Desain Interface Daftar Member

Setelah halaman daftar member didesain maka hasil simulasi halaman daftar member pada browser localhost adalah sebagai berikut :

Gambar 4.17 Simulasi Interface Daftar Member

211

e) Desain interface form reservasi Desain interface form reservasi adalah desain halaman reservasi kamar. Form ini berisi field kamar, tanggal cek in, tanggal cek out dan metode pembayaran.

Reservasi

Gambar 4.18 Desain interface form reservasi Setelah halaman form reservasi didesain maka hasil simulasi halaman form reservasi pada browser adalah sebagai berikut :

Gambar 4.19 Simulasi Interface Form Reservasi

212

f) Desain Interface Detail Tamu Desain interface detail tamu adalah desain halaman detail tamu. Halaman ini berisi field nama lengkap, email, password, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, no telepon.

Data Tamu

Gambar 4.20 Desain Interface Detail Tamu

Setelah halaman detail tamu didesain maka hasil simulasi halaman detail tamu pada browser localhost adalah sebagai berikut :

Gambar 4.21 Simulasi Interface Detail Tamu

213

4.3.2.9.2

Desain Interface Halaman Web untuk Receptionist (Admin)

a) Desain Interface Login Admin Desain interface ini adalah desain login admin. Halaman login berisi form login yang didalamnya berisi field username dan password. Adapun Desain Interface utuk login admin adalah :

Gambar 4.22 Desain Interface Login Admin

Setelah halaman login admin didesain maka hasil simulasi halaman login admin pada browser adalah sebagai berikut :

Gambar 4.23 Simulasi Interface Login Admin

b) Desain Interface Panel Administrator Desain interface halaman panel administrator adalah desain tampilan awal aplikasi setelah admin login dan diidentifikasi sebagai administrator. Dari halaman ini administrator dapat melakukan perawatan aplikasi dan dapat mengakses halaman data kamar, tambah data kamar, data pemesanan, dan cetak laporan pemesanan.

214

Gambar 4.24 Desain Interface Panel Administrator Keterangan: Pada panel administrator terdapat beberapa menu yang merupakan navigasi bagi administrator untuk mengakses halaman data kamar, tambah data kamar, data pemesanan, dan cetak laporan pemesanan.

Setelah halaman panel administrator didesain maka hasil simulasi halaman panel administrator pada browser adalah sebagai berikut :

Gambar 4.25 Simulasi Interface Panel Administrator

c) Desain Interface Data Kamar Desain interface ini adalah desain halaman data kamar. Halaman ini berisi form yang didalamnya berisi field ubah, hapus, id kamar, nama kamar, tipe kamar, harga weekday, harga weekend, harga holiday, harga special rate, jumlah kamar, kapasitas, extra, extra special.

215

Gambar 4.26 Desain Interface Data Kamar

Setelah halaman data kamar didesain maka hasil simulasi halaman data kamar pada browser adalah sebagai berikut :

Gambar 4.27 Simulasi Interface Data Kamar

d) Desain Interface Tambah Data Kamar Desain interface ini adalah desain halaman tambah data kamar. Halaman ini berisi form yang didalamnya berisi field nama kamar, tipe kamar, harga weekday, harga weekend, harga holiday, harga special rate, jumlah kamar, kapasitas, extra person, exra person special.

216

Gambar 4.28 Desain Interface Tambah Data Kamar

Setelah halaman tambah data kamar didesain maka hasil simulasi halaman tambah data kamar pada browser adalah sebagai berikut :

Gambar 4.29 Simulasi Interface Tambah Data Kamar

217

e) Desain Interface Data Pemesanan (Reservasi) Desain interface ini adalah desain halaman data pemesanan. Halaman ini berisi data pemesanan kamar dan update status pemesanan.

Gambar 4.30 Desain Interface Data Pemesanan (Reservasi)

Setelah halaman data Pemesanan didesain maka hasil simulasi halaman data Pemesanan pada browser adalah sebagai berikut :

Gambar 4.31 Simulasi Interface Data Pemesanan (Reservasi)

f) Desain Interface Cetak Laporan

218

Desain interface ini adalah desain halaman cetak laporan. Halaman ini berisi detail pemesanan yang akan di cetak.

Gambar 4.32 Desain Interface Cetak Laporan Setelah halaman data Pemesanan didesain maka hasil simulasi halaman data Pemesanan pada browser adalah sebagai berikut :

Gambar 4.33 Simulasi Interface Cetak Laporan

219
219

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil kajian dan tinjauan teori yang ada, kesimpulan yang diambil dari hasil analisis dan perancangan Sistem Informasi Pemesanan Kamar berbasis web ini adalah sebagai berikut: 1. Dari hasil Tahapan analisis yang dilakukan di Resort Banyu Alam dengan pemodelan object oriented menggunakan unified approach diperoleh class-class yang diusulkan untuk kebutuhan sistem yang akan dirancang diantaranya class data tamu, class transaksi, class data kamar, dan class laporan. 2. Kelas-kelas yang teridentifikasi dari tahap analisis dikaji ulang dari sisi atribut serta method-methodnya pada masing-masing kelas dengan

menambahkan beberapa informasi pada masing-masing atribut dan method berupa visibilitas, serta untuk atribut ditambahkan informasi tipe data masing-masing atribut. 3. Dari hasil tahap perancangan layer akses dan layer antarmuka yang dirancang berdasarkan class diagram pada tahap sebelumnya dapat menampilkan informasi utama tentang Resort Banyu Alam. 5.2 Saran Adapun saran-saran untuk meningkatkan performansi dan kemampuan sistem adalah sebagai berikut : a. Pemesanan kamar berbasis web yang dibuat masih terbatas hanya pada simulasi pembayaran manual melalui transfer, sehingga sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pembayarannya melalui pembayaran online contohnya pay pall. b. Pembayaran pemesanan kamar yang disimulasikan menggunakan contoh harga
weekday, sehingga sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan

harga weekend, harga holiday, ataupun harga special rate.

220

DAFTAR PUSTAKA
Amsyah, Zulkifli, “Manajemen Sistem Informasi”, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005. Bahrami, Ali, “Object Oriented Systems Development”, Irwin McGraw-Hill, Singapore, 1999. Booch, Grady; Jacobson, Ivar; and Rumbaugh, James, ”The Unified Modeling Language User Guide”, Addison Wesley Longman, Inc., Massachusetts., 1999. Hariyanto, Bambang, ”Rekayasa Sistem Berorientasi Objek”, Informatika, Jakarta, 2004. Jogiyanto, ”Analisis dan Desain”, Andi, Yogyakarta, 1999. Kadir, Abdul, “Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP”, Andi, Yogyakarta, 2003. Kroenke, David M. ”Dasar-dasar, Desain, dan Implementasi Database Processing (Edisi Kesembilan-Jilid 1)”, Erlangga, Jakarta, 2005.

Munawar, “Pemodelan Visual dengan UML”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005. Nugroho, Adi, ”Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi Berorientasi Objek”, Informatika, Bandung, 2005 , Adi, ”Rational Rose Untuk Informatika., Bandung., 2005. Pemodelan Berorientasi Objek”,

Santosa, Insap,”Interaksi Manusia dan Komputer Yogyakarta, 2004.

Teori dan Praktek”, Andi,

Sommerville, Ian, ”Software Engineering”, Erlangga, Jakarta, 2003. Whitten, Jeffry; D. Bentley, Lonnie; and C. Dittman, Kevin, ”Metode Desain dan Analisis Sistem”, The McGraw-Hill Education, Massachusetts dan Tim Penerjemah ANDI, Yogyakarta, 2004. www.oldversion.com/Macromedia_Dreamweaver.html, Internet; diakses Juli 2010. www.phpeasystep.com/downloadsview.php, Internet; diakses Juli 2010. www.visual-paradigm.com, Internet; diakses November 2009.

xix

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->