Oleh : Drs H Misno A Lathief, M.

Pd

BAB I PENDAHULUAN

1. Visi, Misi, dan Tujuan ISBD Visi dapat diartikan sebagai jangkauan pandangan ke depan yang merupakan idealisasi dari suatu usaha atau perjuangan. Dalam konsep yang lebih abstrak dapat disetarakan dengan dengan suatu cita-cita, namun cita-cita yang lebih dekat jangkauannya, sehingga sangat berpeluang untuk direalisasikan melalui usaha atau perjuangan tersebut. Sementara itu misi merupakan suatu usaha atau perjuangan yang dilakukan untuk mencapai suatu visi. Visi dan misi ibarat kedua sisi mata uang, di mana masing-masing sisinya berfungsi saling melengkapi dan memaknai substansinya, sehingga bisa difungsikan untuk mewujudkan harapan dari subyek yang memilikinya. Ketiadaan satu sisi dari mata uang tersebut akan menghilangkan makna sisi lainnya. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi ; berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. Adapun tujuan dari Ilmu Sosial dan Budaya Dasar diberikan di perguruan tinggi adalah sebagai berikut. 1) Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 2) Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. 3) Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik

1

dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah sosial budaya secara arif. 2. Pengertian Fungsi dan Ruang Lingkup Sebelum mempelajari matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD), ada baiknya kalau kita mengenali lebih awal pengertian tentang ilmu baik secara etimologis maupun definitif. Dengan mengenali konsep dasarnya kita akan dapat mengidentifikasi, apakah matakuliah ISBD termasuk suatu ilmu pengetahuan, pengetahuan dasar, atau sekedar pengetahuan. Masing-masing istilah ini mempunyai arti yang sangat berbeda. Apalagi kalau dilihat dari kaca mata keilmuan. Secara etimologis kata ilmu merupakan kata serapan dari kata ‘ilman (bahasa Arab) yang artinya pengetahuan. Kata ilman sendiri berasal dari kata kerja ‘alima (fi’il madli/pasttense) , artinya “tahu” atau telah mengetahui. Sedang kan kata kerja masa kininya (fi’il mudlori’/presenttense) ialah “ya’lamu” yang berarti sedang mengetahui. Sementara kata bendanya (noun) dari kata ‘alima tersebut adalah ilman; yang berarti pengetahuan. Jadi kata ilman inilah yang kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi ilmu. Diakui perbendahaaraan bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing, apakah itu bahasa Arab, Inggris, Belanda, Cina, atau yang lainnya. Jangankan bahasa Indonesia bahasa daerah (Jawa misalnya), juga banyak menyerap dari bahasa asing. Sebagai contoh kata “full” (Inggris) diserap menjadi “pol” artinya penuh. Atau “empthy” diserap menjadi “entek” artinya kosong atau habis. Kata “mripat” adalah serapan dari kata “ma’rifat” (bahasa Arab) artinya mata atau melihat. Contoh yang yang lain, kata seperti botol, bakso, administrasi, transportasi, semuanya adalah serapan dari unsur bahasa asing; Belanda, Cina, dan Inggris yang sekarang telah menjadi bahasa Indonesia. Kembali pada konsep awal bahwa ilmu secara etimologis atau harfiyah artinya ialah pengetahuan. Pengetahuan di sini menyangkut berbagai aspek kehidupan dan benda yang ada di sekitar manusia. Semua benda atau yang lainnya yang dikenali lewat indera dapat dikatakan pengetahuan. Indera mata dapat mengenali ujud, warna, dan sifat atau kualita dari suatu benda. Pelangi kelihatan indah karena indera mata yang mampu memberikan sifat atau kualita pada pelangi sehingga dikatakan indah. Hal demikian tidak bisa dikenali oleh indera lainnya, karena masing-masing memiliki bidang yang terpisah. Suara seseorang yang melantunkan suatu lagu, ternyata bisa dinikmati begitu nyaman oleh penggemarnya. Dari kejauhan tempat masjid suara muadzdzin dapat didengar sayup sampai,

2

dan juga desiran daun-daun tumbuhan yang diterpa angin semuanya dapat didengar oleh telinga. Hal ini berarti bahwa indera telingga mendapat pengetahuan tentang “suara” tersebut. Namun demikian telingga tidak mampu mengidentifikasi bagaimana rasanya garam, gula, buah-buahan, atau lezatnya makanan yang diolah dengan resep mutakhir. Ini berarti telingga tidak mampu menangkap pengetahuan tentang “rasa” kecuali hanya indera pengecap yang dapat melakukannya. Demikian juga kondisi suatu benda apakah kasar atau halus, hal seperti ini tidak dapat ditangkap oleh indera-indera tersebut. Yang dapat menangkap pengetahuan tentang keadaan suatu benda kasar atau halus hanya indera peraba. Hal ini berarti bahwa indera peraba bisa mendapatkan pengetahuan tentang “halus” atau “kasar”nya suatu benda. Selanjutnya bagaimana “aroma” suatu benda abstrak yang tidak tampak ujudnya, ternyata bisa ditangkap oleh indera penciuman atau hidung. Dengan kemampuan kepekaannya, manusia selalu bisa merasakan kehidupan ini dengan aman dan nyaman. Ia akan berbinar wajahnya sambil tersenyum tatkala indera hidungnya menangkap aroma yang kebetulan sangat disukainya. Ia benar-benar bisa menikmati betapa sedap, harum, lezat atau rasa apa saja sehingga ia menjadi senang ketika hidungnya menangkap aroma pengetahuan “bau” tersebut. Sebaliknya dengan kemampuan indera ini manusia bisa menghindarkan diri dari aroma bau yang ternyata tidak sesuai dengan seleranya. Suatu misal ketika seseorang berada dalam suatu kerumunan tiba-tiba ia ribut sendiri, ngedumel sambil menutup lobang hidungnya. Ia berteriak-teriak sambil mengumpat yang tidak jelas kepada siapa umpatannya ditujukan. Sementara itu temannya yang merasa melepas benda abstrak tersebut tenang-tenang saja, bahkan bisa tersenyum karena dengan lepasnya gas tersebut, ia bisa terhindar dari rasa mual atau sakit perut. Begitu juga yang kebetulan menghirup aroma bau yang tidak disukainya itu, mereka berusaha menutup lobang hidungnya agar terhindar dari ketidaknyamanan yang sedang dihadapinya. Semua yang dijelaskan di atas adalah gambaran bahwa pengetahuan tidak terbatas dan memiliki bidang yang sangat luas, sehingga dapat dikatakan bahwa semua hal yang dikenali atau diketahui oleh indera manusia dapat disebut pengetahuan. Pengetahuan seperti ini belum ada spesifikasi, belum terkelompokkan secara khusus dan masih bersifat umum, sehingga menjadikan pengetahuan tampak sangat luas dan kompleks.

3

sebab apabila suatu ilmu pengetahuan memiliki obyek forma yang berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain. Ilmu Kedokteran Umum. Obyek materia yaitu obyek kajian bidang ilmu yang bersifat masih sangat umum atau makro. tetapi obyeknya formanya pasti dan harus berbeda. Namun dengan sifat yang telah membatasi diri ini. Kalau terjadi sebaliknya. Hal ini sama dengan obyek materia Ilmu Kedokteran Umum. maka sebenarnya di antara keduanya adalah termasuk ilmu pengetahuan yang sama. Atau dengan kata lain obyek forma suatu ilmu pengetahuan adalah “sesuatu” yang diperjuangkan oleh ilmu pengetahuan yang bersangkutan demi untuk kemanusiaan. Ilmu Kedokteran Umum. Ekonomi. kajian ilmu pengetahuan menjadi sangat mendalam. Karena obyeknya yang sangat umum ini.Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang di dalamnya sudah terdapat suatu pengelompokan berdasarkan obyek kajiannya. Ilmu Hukum. maka ilmu pengetahuan sifatnya terbatas pada bidang yang bersangkutan. Ilmu pengetahuan disusun secara obyektif. Biasanya yang demikian ini merupakan 4 . Berdasarkan uraian tersebut akhirnya dapat didefinisikan secara sederhana bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah suatu pengetahuan yang telah dihimpun dan disusun secara obyektif. Ilmu Ekonomi. spesifik atau mikro. Namun demikian walaupun berbagai jenis ilmu pengetahuan tersebut mempunyai obyek materia yang sama. Dengan sifatnya yang demikian lahirlah berbagai bidang ilmu pengetahuan. Obyek forma yaitu obyek kajian suatu ilmu pengetahuan yang sudah bersifat khusus. dan kedua disebut obyek forma. obyek formanya demi untuk kepentingan kesejahteraan manusia. seperti Ilmu Pendidikan. berarti secara azas moral keilmuan berarti terjadi suatu penyimpangan. Obyek suatu ilmu pengetahuan ada dua macam. mengkaji. dan Hukum. Sebagai contoh : Obyek materia Ilmu Pendidikan adalah manusia. dan sistematis. Ilmu Politik. maka obyek forma masing-masing dari ilmu pengetahuan tersebut ialah “apa” yang diperjuangkan oleh masing-masing. Namun perlu diingat bahwa muara dari semua kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan ialah untuk kesejahteraan atau kebahagiaan hidup manusia. artinya ilmu pengetahuan itu disusun berdasarkan obyek yang menjadi bidang kajiannya. Ilmu Hukum. metodis. yaitu manusia. Artinya secara khusus dan mendalam ilmu pengetahuan mempelajari. dan Ilmu Ekonomi semuanya adalah sama. dan lainnya. mengembangkan. maka dapat terjadi kesamaan obyek materia antara satu ilmu pengetahuan tertentu dengan ilmu pengetahuan yang lain. dan menyebarluaskan. Kalau obyek materia Ilmu Pendidikan. Pertama disebut dengan obyek materia.

mars. wawancara. sejak kapan ? dan seterusnya (metode wawancara). dan lainnya. memiliki metode-metode penyelidikan. Metode-metode penyelidikan ilmu pengetahuan antara lain berupa metode. tensinya (observasi) kemudian dibuatkan suatu resep (eksperimen) dengan pesan (wawancara) agar obatnya diambil di apotik dan diminum misalnya 3 kali sehari. kini sudah sangat jauh kondisinya. kemudian dilihat dengan menggunakan alat senter kecil. demonstrasi. angket. eksperimen. Kemudian dokter meminta kepada pasien agar membuka mulutnya. Artinya metode-metode penyelidikan yang ada dalam dunia keilmuan selalu dipergunakan sebagai cara alat atau cara untuk menyelidiki obyek formanya. Oleh sebab itu dalam penggunaannya kadang-kadang beberapa metode dipadukan secara bersamaan. atau planet lainnya. Berbagai metode tersebut bisa juga dipergunakan oleh bidang ilmu pengetahuan yang lain. masing-masing 1 tablet. hal ini berarti bahwa ilmu penge-tahuan tersebut dalam upaya mengembangkan jati dirinya untuk kemanusiaan. Tujuannya tidak ada lain kecuali untuk memberikan suatu layanan sebaik mungkin agar pasiennya bisa memperoleh kesembuhan. Tidak semua jenis metode penyelidikan ini selalu dipergunakan secara bersamaan. upaya penyelidikannya ini juga untuk perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Selain itu masing-masing metode penyelidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. Seorang dokter dalam menghadapi pasien ia akan mempergunakan beberapa metode sekaligus. Dengan cara ini kekurangan suatu metode dapat dibantu oleh kelebihan metode yang lain. Ada kalanya sambil diberi pesan “kalau tiga hari belum baik silahkan datang lagi ke sini ya”. sosiometri. sehingga mampu menembus ruang angkasa sampai ke bulan. Ilmu pengetahuan bersifat metodis. dicek denyut jantungnya. Kecepatan kapal terbang generasi masa kini sudah melampaui kecepatan suara. Begitu seterusnya hingga pasien betul-betul memperoleh kesembuhan. Misalnya dalam bidang 5 . melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Ketika menghadapi pasien dokter biasanya akan menanyakan apa yang anda keluhkan ?. catatan anekdot. Keberadaan suatu ilmu pengetahuan yang semula sederhana akhirnya terus berkembang menjadi semakin kompleks. Keberhasilan penemuan kapal terbang yang pada awalnya hanya bisa terbang selama 12 detik dengan dikayuh kaki beberapa orang. observasi.ulah dari keserakahan manusia dalam hidup yang hanya ingin memuaskan ambisinya sekalipun harus mengorbankan orang lain. Selain ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan manusia.

dipaparkan mulai dari bab I. bab II. sehingga akan membantu konsumennya untuk “segera” bisa memahami substansi dari ilmu pengetahuan tersebut. maksudnya ialah bahwa ilmu pengetahuan itu sudah memiliki pembidangan sesuai dengan jatidirinya. Sudah dikelompokkan sesuai dengan bidangnya. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU).masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). agar pemaparan buah pikiran penulisnya mudah dipahami oleh pembaca. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni.hukum. Selanjutnya ilmu pengetahuan bersifat sistematis. Selain itu sifat sistematis ilmu pengetahuan yaitu terletak pada sifat pemaparannya yang runtut. Masyarakat 6 . sehingga pembahasannya kadang-kadang bersinggungan. Latarbelakang Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing. Melalui penggunaan metode-metode tersebut. sehingga pelaku dapat dikenai suatu hukuman sesuai dengan pasal-pasal yang dilanggarnya. Sebuah artikel yang ditulis oleh seseorang dapat dipastikan telah disusun secara sistematis. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. Dengan memperoleh matakuliah umum. sehingga tidak bercampur baur dengan ilmu pengetahuan yang lain. Namun demikian ilmu pengetahuan satu dengan yang lain tidak selalu dikhotomis. penyelidikan di tempat kejadian perkara (observasi). rekonstruksi kejadian suatu perkara (demonstrasi). sebab ada sebagian ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan yang lain. kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan-persoalan sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat akan semakin tajam. bab III. maka suatu rangkaian kejahatan dapat diungkap. ketika seorang polisi bertanya kepada saksi tentang kejadian suatu perkara (wawancara). Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar a. Artinya suatu ilmu pengetahuan yang ditulis selalu mengikuti logika tertentu. terutama jika nantinya telah terjun dalam masyarakat. Atau contoh yang lebih konkrit lagi. sebuah buku yang ditulis oleh pengarangnya. dan seterusnya. dan seterusnya adalah gambaran sebuah sistematika pembahasan yang runtut atau sistematis.

Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Berdasarkan surat keputusan tersebut. dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. sehingga punya ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Namun tidak demikian sebagaimana dituangkan dalam SK no. Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk 7 . yaitu dengan mengeluarkan SK No. Dengan mengembangkan kurikulum sendiri. pemerintah tidak lagi menyiapkan kurikulum perguruan tinggi secara nasional. terutama masyarakat calon pengguna lulusan atau stake holders tersebut. di mana setiap terjadi perkembangan atau perubahan kurikulum. Perguruan tinggi tinggal melaksanakan kurikulum tersebut. Di sinilah sisi pentingnya perguruan tinggi melibatkan masyarakat (stake holders) dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. Menyikapi kondisi tersebut pemerintah melalui Mendiknas segera mengambil langkah. 232 tahun 2000 tersebut. pemerintah melalui Dirjen Dikti selalu menyiapkan kurikulum nasional atau kurikulum inti. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. Oleh karena itu di dalam merancang kurikulum. 232 tahun 2000. Berbeda dengan yang berlaku sebelumnya. matakuliah prilaku berkarya. Namun dalam perjalanan yang memakan waktu hampir dua tahun belum semua perguruan tinggi siap menghasilkan kurikulum seperti yang dikehendaki oleh Dirjen Dikti. di mana setiap perguruan tinggi diberi kewenangan mengembangkan kurikulum sendiri. perguruan tinggi diharapkan melibatkan masyarakat. Pengelompokan tersebut meliputi: matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. melainkan setiap perguruan tinggi supaya mengembangkan sendiri kurikulumnya. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang ada di perguruan tinggi.menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. Kondisi seperti ini mengharuskan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi segera meresponnya. dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). maka kebutuhan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi akan teradopsi. tentang Pedoman Penyusunan Kuri-kulum Pendidikan Tinggi. matakuliah keahlian berkarya (MKB). sesuai dengan kebutuhan stake holders setempat. matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK). 045 tahun 2002.

Kelompok matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu. 44/Dikti/Kep/2006. dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguran Tinggi Indonesia. 30/ Dikti/Kep/2003. Kondisi ini akhirnya teratasi dengan lahirnya SK Dirjen Dikti No. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB) merupakan bahan kajian dan peajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan prilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. sehingga matakuliah ISBD bagaikan ditelan zaman. Dengan lahirnya kedua surat keputusan tersebut keberadaan matakuliah 8 . Sedangkan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan peajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). Walaupun telah diterbitkan SK tersebut. tentang RambuRambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Matakuliah Pendidikan Agama. Kelompok matakuliah keahlian berkarya merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. namun kenyataan di lapangan masih ada perguruan tinggi yang belum merespon positip terhadap keberadaan matakuliah berkehidupan bermasyarakat. 43/Dikti/Kep/2006. dan No. Jurusan dan atau program studi mengembangkan kurikulum sesuai spesifikasinya sendiri-sendiri. berkepribadian mantap dan mandiri. dan Bahasa Indonesia).mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Untuk kelompok matakuliah MBB secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya. Rambu-rambu ini dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Bahkan ada yang secara tegas tidak memasukkan MBB ke dalam kurikulumnya.

Lima ilmu yang mendahului ini mewujudkan ilmu-ilmu fisis. b. matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). sedangkan yang terakhir ilmu-ilmu biotis dengan rincian utama: zologi.2003 kedua matakuliah (ISD dan IBD) digabung menjadi satu matakuliah dengan nama Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). dan Ilmu Kealaman dasar (IAD). dan lainnya. sedangkan yang kemudian terdiri atas ekonomi dan politik. Sehubungan dengan itu untuk memahaminya kiranya perlu dikenali dari konsep awalnya masing-masing. dan ilmu-ilmu alamiah. dan fisiologi manusia. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. fisika. dan satu lagi Ilmu Alamiah dasar. Yang terdahulu terdiri atas: psikologi. Yang benar adalah bahwa masing-masing matakuliah tersebut ingin membuka pagar-pagar yang membatasi disiplin-disiplin yang membentuk masingmasing kelompok ilmu tersebut. Adapun ilmu sosial dasar meliputi dua kelompok utama. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas.pengembangan kepribadian dan matakuliah berkehidupan masyarakat menjadi semakin jelas dan mantap. yaitu sebagai Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). meteorologi. filsafat. dan bahasa Indonesia. 30/Dikti/Kep. Sehubungan dengan hal tersebut yang dimaksudkan dengan disiplin ilmu adalah: scientific study of some aspect or segment of reality (penyelidikan ilmiah terhadap beberapa aspek atau segmen realita). Biasanya disiplin-disiplin ilmu yang tergolong IAD adalah: fisika. dan studi lembaga-lembaga sosial. ilmu-ilmu budaya. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. Ilmu Budaya dasar bisanya 9 . Istilah Ilmu Sosial Dasar. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. geologi. Ilmu Budaya Dasar. kimia. dan antropologi. Contoh disiplin ilmu misalnya: sosiologi. astronomi. yaitu: studi manusia dan masyarakat. sosiologi. Namun dalam perjalanannya akhirnya berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. fitologi. Pendidikan Agama. sama sekali tidak mengatakan bahwa matakuliah dengan nama-nama tersebut masing-masing memperkenalkan dasar-dasar dari ilmu-ilmu sosial. Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya dasar Seperti dijelaskan di atas bahwa matakuliah ini pada mulanya adalah matakuliah yang berasal dari dua matakuliah yang terpisah dan berdiri sendiri-sendiri. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. dan biologi.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas. sejarah. khususnya bidang yang terkenal dengan sebutan logical fallacies atau logika semu. 10 . seni tari dan berpidato). analisisnya. seni menempati posisi yang penting dalam kehidupannya sehri-hari. evaluasinya. Pada hal tujuan yang sebenarnya dari retorika tertulis adalah melatih mahasiswa untuk menulis prosa dengan idiom yang baik dan gaya bahasa yang berlaku berdasarkan logika yang layak. Sejak manusia hidup dalam kondisi sederhana. di dalamnya tercakup hakikat sastra. Mahasiswa yang mempelajari sejarah diharapkan menemukan identitasnya sebagai pribadi. Adapun seni rupa dan musik seringkali masih sekedar diajarkan untuk keterampilan seni belaka. membuktikan dan menghimbau. berdalih. dan warga umat manusia. Sejarah yang diajarkan sebagai disiplin yang menelaah manusia di dalam dimensi waktu dengan mengutamaan telaahnya pada masa lampaunya. dan tempatnya di dalam kehidupan manusia. seni rupa. Retorika yang ada terbagi menjadi jenis lisan dan yang tertulis seringkali dipandang sebagai suatu keterampilan belaka dengan akibat bahwa yang dicapai melalui retorika tertulis hanyalah materi obyektif atau mekanisme mengungkapkan berdasarkan tata bahasa melalaui komposisi tertulis. Melalui latihan yang banyak di bawah bimbingan dosen yang cakap. agama dan filsafat. Dalam mengajarkan retorika tertulis mahasiswa diajak bergaul dengan logika informal. Sehubungan dengan sejarah kebudayaan haruslah lebih ditonjolkan dari sejarah politik dan sejarah ekonomi. ditetapkan bahwa retorika sekedar diajarkan sebagai keterampilan itu harus lain dengan yang diberikan melalui sejarah sastra dan kritik sastra. retorika tertulis harus mampu memberikan keterampilan untuk meneruskan. sebagai anggota masyarakat agama. Sejarah umat manusia juga menunjukkan bahwa di dalam seni itu terdapat beberapa dari kebanyakan ekspresi manusia yang menonjol dalam pengertiannya atas eksistensinya sendiri. jadi belumlah sebagai pemberian bekal pemerkaya pemilikan budaya intelek bersama. Sastra yang diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi berpendekatan kritik literer. Retorika tertulis dekat sekali pertaliannya dengan linguistik. sejarah bahasa. Manusia di situ dilukiskan sebagai ciptaan Allah. serta tata bahasa. makhluk pencipta budaya dan makhluk pencipta peradaban.dibagi menjadi tiga kelompok. sebagai warga suatu bangsa. Pertama seni (sastra. Melalui perubahan budaya dan perubahan peradaban pengajar sejarah bermaksud memahamkan isi pengalaman buat manusia di masa lampau serta kondisinya sekarang sebagaimana terdapat berbagai kelompok kehidupan. musik.

Ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial. khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku dalam menghadapi manusia-manusia lain. yaitu kemampuan personal. khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. kemasyarakatan. Ilmu Budaya Dasar jika memberikan retorika lisan haruslah pada praktek berpidato di muka umum menurut gaya bahasa yang berlaku. sosiologi. pengetahuan budaya. maka Ilmu Sosial Dasar bersama-sama dengan Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar pada dasarnya merupakan satuan-satuan pengetahuan yang didasarkan pada pembagian tersebut di atas. konsep. dan ilmu-ilmu alamiah) sebagaimana dikemukakan di atas. Kemampuan personal merupakan kemampuan kepribadian yang tampak dalam penampilannya sebagai pribadi bangsa Indonesia. dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta.Dalam kehidupan sehari-hari manusia berkomunikasi dengan sesamanya secara langsung sehingga membutuhkan retorika lisan. hasil lisan 11 . persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan. yang merupakan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. berdasarkan struktur bahasa yang logis dan syarat-syarat keterampilan mengungkapkan pikirannya secara lisan sama pentingnya yang secara tertulis. akademik. ekonomi psikologi sosial. Setelah mengenali pembagian ilmu pengetahuan ke dalam tiga bidang lapangan ilmu pengetahuan (ilmu-ilmu sosial. Dengan kemampuan tersebut kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya akan menjadi lebih besar. ilmu politik. dan profesional. serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik. teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (geografi sosial. serta memiliki pandangan dan kepekaan yang luas terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. dan kenegaraan. dan pada akhirnya mahasiswa terbantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadiannya. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. antropologi sosial. Dengan Ilmu Sosial Dasar mahasiswa diharapkan mempunyai tiga macam kemampuan. Selanjutnya kemampuan akademis merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan secara ilmiah. dan sejarah) Dengan demikian Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu pengetahuan dasar yang berusaha memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap.

Dengan demikian aspek personal tampak menonjol. halus dan manusiawi. agama. bahkan multidispliner. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar pada dasarnya merupakan gabungan secara kolaboratif antara ISD dan IBD yang dilandasi SK Dirjen Dikti No. dan sejarah. Ilmu Budaya Dasar atau Basic Humanities tidak identik dengan The Humanities (Ilmu tentang Budaya). seni. lebih berbudaya. kritis. Humanior atau humanus dalam bahasa Latin berarti manusiawi. Selanjutnya Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah waib di perguruan tinggi merupakan terjemahan dari istilah Basic Humanities atau pendidikan humaniora. 30/Dikti/Kep/2003. persepsi dan penalarannya terhadap lingkungan budaya dapat menjadi lebih peka. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasikan dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya. maupun berpikir logis. Baik dalam ISD maupun IBD masing-masing diorientasikan pada usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa. Pendekatan terhadap berbagai masalah budaya tersebut dilakukan dengan menggunakan berbagai pengetahuan budaya (The Humanities). Sedangkan Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya. berbudaya. Berbeda dengan ISD dan IBD. dan lebih halus budi pekertinya. Dengan mempelajari ilmu budaya dasar diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi. Dengan kemampuan ini para akademisi diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. baik dengan menggunakan suatu keahlian disiplin ilmu tertentu maupun dengan menggunakan pendekatan berbagai keahlian atau inter. melainkan mengandung pengertian umumnya tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. sehingga daya tangkap.maupun tulisan. Yang sedikit agak membedakan antara ISBD dengan ISD dan IBD sebelum dikolaborasi ialah terletak pada titik tekan dalam mencapai sasaran pembelajaran pada diri mahasiswa. menguasai teknik analisis. sasaran pembelajaran mahasiswa dalam mempelajari ISBD lebih ditekankan kepada 12 . dan halus. dan sistematis. Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritisnya terhadap masalah-masalah budaya. Kemampuan profesional merupakan kemampuan di bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Ilmu tentang budaya mencakup keahlian filsafat.

dan Ilmu Budaya dasar. Jadi ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Seperti dijelaskan di atas. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. c. Mengingat bidang kajian kedua kelompok pengetahuan dasar ini yang relatif dekat dengan kehidupan manusia. maka berdasarkan keputusan Dirjen Dikti No30 tersebut di atas. melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya. Masing-masing memiliki kajian fenomental yang berhubungan secara langsung dengan kehidupan manusia. dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar. dan ketiga ialah sistematis.aspek perkembangan sosialnya yaitu dalam kerkehidupan bermasyarakat. yaitu Ilmu Sosial Dasar. Titik persoalannya sekarang adalah dapatkah ISBD disebut sebagai ilmu pengetahuan ?. Oleh karena itu kalau ISD dan IBD masuk dalam kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). Ilmu Sosial Dasar banyak mengkaji masalahmasalah sosial dalam kehidupan manusia. dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya. dengan nama baru Ilmu Sosial dan Budaya Dasar atau disingkat ISBD. kedua ilmu pengetahuan dasar ini dikolaborasikan. Kedua memiliki metode penyelidikan yang dipergunakan untuk mengkaji dan mengembangkan obyeknya. Dikatakan sangat muda. bahwa persyaratan suatu ilmu pengetahuan ialah pertama memiliki obyek. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. dan kemampuan profesional. akademis. persepsi. Oleh karena itu fungsi ISBD merupakan suatu usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap. baik materia maupun forma. Ruang lingkup ISBD Sebagai matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) mata kuliah ISBD dirancang untuk membekali mahasiswa sebagai calon akademisi agar nantinya memiliki tiga kemampuan dasar yaitu: personal. 13 . karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. maka ISBD masuk dalam kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). sedangkan Ilmu Budaya Dasar mengkaji berbagai aspek kehidupan yang terkait dengan masalah budaya.

sistematis. ISBD Sebagai Komponen MBB ISBD sebagai bagian komponen Mata Kuliah Berkehidupan bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. maka diperlukan sejumlah bahan kajian yang akan dioperasionalkan dalam bentuk pembelajaran. Bahan kajian tersebut meliputi : 1) Pendahuluan (pengantar ISBD) 2) Manusia sebagai Makhluk Budaya 3) Manusia dan Peradaban 4) Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial 5) Keragaman dan kesetaraan 6) Manusia. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. moralitas. Manusia adalah makhluk yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. menguasai berbagai teknik analisis. tidak berdaya dan tidak akan mungkin bisa bertahan hidup tanpa ada manusia lainnya. Komunikasi antara anak dengan ibu melalui kontak menyusui sudah merupakan indikator ketergantungan antara satu manusia dengan lainnya. kritis. Manusia tidak akan mampu hidup sendiri tanpa ada bantuan dari pihak lain. keberadaan manusia pada saat baru lahir sangat lemah. yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. maupun berpikir logis. para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. sehingga mampu menunjukkan sikap. walaupun sebelumnya belum pernah belajar bagaimana cara menyusui. Untuk mencapai ketiga kemampuan di atas. tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia.Kemampuan personal yaitu kemampuan kepribadian. nilai. Naluri seorang ibu yang baru melahirkan anaknya akan otomatis tergerak untuk mau menyusui anaknya. Kemampuan profesional : kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Kemampuan akademis yaitu suatu kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. kemasyarakatan dan kenegaraan. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. di mana para akademisi diharapkan memiliki wawasan pengetahuan dan kemampuan. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. serta mampu menawarkan alternatif pemecahan. Hal ini 14 . Dibandingkan dengan hewan. dan hukum 7) Manusia. analitis. teknologi dan seni 8) Manusia dan lingkungan 3. sains.

2) Adanya keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat. mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan. yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri. yaitu dari belum tahu menjadi tahu (kognitif). Pendekatan dan Metode Pembelajaran ISBD Seperti matakuliah yang lain matakuliah ISBD disajikan kepada mahasiswa untuk dikaji bersama melalui interaksi edukatif yang disebut dengan proses pembelajaran. sehingga ia mampu untuk bertahan hidup dan berkembang. 4. 1) Berbagai kenyataan yang bersama-sama merupakan masalah sosial budaya yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan (antar bidang). perbedaan. Untuk mengarah pada sasaran ini metode pembelajarannya adalah melalui: ceramah. yang dapat menimbulkan pertentangan-pertentangan maupun kerjasama. Pemecahan Masalah Sosial Budaya Masalah sosial budaya merupakan suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat dan budayanya yang berdasarkan atas studi. Seekor anak ayam yang baru menetas walaupun tanpa ada induknya. kolaborasi. tanya jawab. Yang terpenting dalam proses pembelajaran tersebut ialah bagaimana dosen mampu menyediakan lingkungan belajar yang bisa membuat mahasiswa belajar.tentu agak berbeda dengan yang dialami oleh hewan. diskusi. pentas kreatifitas. 5. dan problem solving. dari belum baik menjadi baik (afektif). yang didalamya terdapat persamaan. Semua proses pembelajaran akan diorientasikan kepada belajar yang berpusat pada aktivitas mahasiswa (student active learning). Masalah ini meliputi hal-hal sebagai berikut. 15 . Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku. bermain peran (demonstrasi). apresiasi seni budaya. Untuk itu proses pembelajaran ISBD akan mempergunakan berbagai pendekatan dengan prinsip mahasiswa dapat belajar. Ketiga ranah ini yang menjadi sasaran belajar dengan titik tekan berada pada aspek sikap (afektif). penelitian sosial budaya. ia akan mampu berusaha mencari makanan untuk dirinya. yaitu sikap berkehidupan bermasyarakat. dan dari belum terampil menjadi terampil (psikomotorik).

Tes tulis dapat berupa tes insidental. Proses evaluasi dilakukan melalui pengamatan sejak mahasiswa masuk di kelas. Sementara evaluasi produk lebih menitikberatkan pada pengukuran aspek kognitif melalui tes tulis. 3. MATRIK EVALUASI Bentuk penilaian Bobot Pertugasan 30% a. Evaluasi proses ini lebih dititikberatkan pada aspek pembentukan prilaku (afektif). dan keterampilan selama dalam proses pembelajaran. Partisipasi dalam perkuliahan 3) No 1. termasuk dalam diskusi 2) Ujian tengah semester 3) Ujian akhir semester 4) Pertugasan. ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). Secara rinci aspek yang dinilai baik yang menyangkut masalah penilaian proses maupun produk meliputi hal berikut. presentasi di kelas 30% c. Presentasi di kelas c. yaitu evaluasi dalam proses dan produk. disiplin dan 40% partisipasi dalam perkuliahan Penilai Dosen Dosen Dosen 16 . bagaimana ketepatan waktunya. 2. a. Evaluasi dalam proses dimaksudkan untuk mengukur kadar keterlibatan fisik. di antaranya : a) Sosiologi b) Antropologi Sosial dan Budaya c) Ilmu Sejarah d) Ilmu Ekonomi e) Ilmu Hukum f) Ilmu Politik g) Geografi h) Psikologi sosial 6. pembuatan makalah b. 1) Kedisiplinan dan partisipasi kuliah. sikap dan prilakunya selama di ruang kelas. aktivitas dan partisipasinya dalam proses pembelajaran. dan emosional mahasiswa selama dalam proses pembelajaran. mental.ISBD menggunakan pendekatan secara komprehensif dari berbagai cabang ilmu untuk memecahkan masalah sosial. Pembuatan makalah (kelompok dan mandiri) b. Sistem Evaluasi Pembelajaran ISBD Evaluasi hasil belajar keberhasilan mahasiswa akan diukur melalui dua tahap.

kesetaraan. berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis.Ujian tengah Semester (UTS) Ujian akhir semester (UAS) JUMLAH 100% RINGKASAN Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi . dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang meliputi : matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. etika. dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing-masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi. serta menumbuhkan sikap kritis. dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika. Kemudian ditindaklanjuti dengan SK Mendiknas No. peka dan arif dalam memahami keragaman. peka. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas. Masyarakat menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. 232 tahun 2000. kesetaraan. 045 tahun 2002. Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. matakuliah 17 .

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. matakuliah prilaku berkarya. Selanjutnya pelaksanaannya di atur dalam SK Dirjen Dikti No. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. dan Ilmu Kealaman Dasar (IAD). yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). 18 . 30/ Dikti/Kep/2003. Dikatakan sangat muda. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. 1. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. matakuliah keahlian berkarya (MKB). 43/Dikti/ Kep/2006. Lakukan suatu analisis terhadap masing-masing definisi ilmu tersebut sehingga dapat diklasifikasi perbedaan dan persamaan yang terdapat pada masing-masing definisi.keilmuan dan keterampilan (MKK). semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). dan Bahasa Indonesia. Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang diperlukan mahasiwa untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). 2. Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. Kelompok matakuliah ini secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya yang dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. 44/Dikti/ Kep/ 2006. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. dan No. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengem-bangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. Tugas Untuk Diselesaikan. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. Pendidikan Agama. yaitu Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya dasar. Himpun sedikitnya 10 definisi tentang ilmu menurut pakar yang berbeda-beda.

i Dalam ilmu-ilmu social istilah kebudayaan sesungguhnya memiliki makna bervariasi yang sebagian diantaranya bersumber dari keragaman model yang mencoba menjelaskan hubungan natara masyarakat. Fungsi Akal Dan Budi Bagi Manusia Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Pengertian dan Fungsi Kebudayaan Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmuilmu social. yakni tradisi sopam santun dan kesenian. 6. Coba buat rumusan definisi ilmu menurut bahasa Saudara berdasarkan definisi-definisi yang telah Saudara himpun tersebut. S. Himpun pula definisi tentang ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dari berbagai literatur. Secara umum. 4. Tugas-tugas tersebut akan lebih berbobot pembahasannya apabila Saudara lakukan bersama dengan teman lain dalam suatu kelompok kecil antara 3 – 5 orang. Makna ini kontras dengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk pada bagian tertentu warisan social. kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara social diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.Sos 1. Berpikir adalah perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia. Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin Cultura dari kata dasar colere yang berarti berkembang atau tumbuh. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berfikir. 19 . 5. kebudayaan dan individu. Lakukan suatu analisis di mana letak titik tekan antara ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dalam hubungannya dengan kehidupan manusia. Selamat Belajar BAB II MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Oleh : Linda Dwi Eriyanti.3.

ii System gagasan dan simbolik warisan social itu sangatlah penting karena kegiatan-kegiatan adaptif manusia sedemikian kompleks dan beragam sehingga mereka tidak bisa mempelajari semuanya sendiri sejak awal.Kebudayaan : pengetahuan yang mengorganisasi simbolsimbol . permainan. tindakan manusia. sehingga semuanya menjadi bagian dari warisan social atau kebudayaan dari suatu masyarakat.Simbol : segala sesuatu (benda. Kegiatan-kegiatan ini dipelajari melalui peniruan dan pelajaran satu manusia dengan manusia lainnya. peritiwa. dan sebagainya. Didalamnya juga termasuk artefak dan berbagai kontruksi proporsi kompleks yang terekspresikan dalam system symbol yang kemudian terhimpun dalam bahasa.Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. system kenegaran. pernikahan. yang keberadaannya sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap system aturan yang membentuknya. ucapan) syang telah ditempati suatu arti tertentu menurut kebudayaannya . kelakuan. Melalui symbol-simbol itulah tercipta keragaman entitas yang sangat kaya yang kemudian disebut sebagai obyekkonstruksi cultural sepoerti uang. diolah menjadi simbol . Budi diartikan sebagai batin manusia. Manusia Sebagai Animal Simbolicum . hukum. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari itu merupakan salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat secara keseluruhan. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari dari satu generasi ke generasi berikutnya itu tidak mengalami perubahan yang berarti kecuali jika ada factor eksternal yang memperngaruhi pola tindak yang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan social dan individual.Fungsi simbol : o Faktor pengembangan kebudayaan o Terbatas pada gugus masyarakat tertentu 20 . panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu. Masyarakat manusia yang terdiri dari individu-individu yang terlibatdalam berbagai kegiatan yang mengharuskan mereka beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan hal itu harus dilakukan secara terus menerus demi mempertahankan keberadaan masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan individu yang menjadi anggotanya.Adalah komponen utama perwujudan kebudayaan karena setiap hal yang dilihat dan dialami. Jadi jelas bahwa fungsi akal dan budi manusia adalah menunjukkan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi di alam raya ini.

Namun tinjauan empiris terhadapnya memunculkan definisi terbaru tentang kebudayaan seperti yang diberikan EB Tayloriii. yang didukung oleh seperangkat aturan sanksi. istilah warisan social disamakan dengan istilah kebudayaan. mudah dipelajari. Sedangkan aspek fisik dan artefak sengaja disisihkan. Dalam kasus ini proposisi tersebut dikatakan telah terinternalisasi. adapt. Consensus yang kini dianut oleh para ilmuwan social masih menyisihkan aspek emosional dan motivasional dari istilah kebudayaan. Pengertian Budaya dan Kebudayaan Setiap individu menjalankan kegiatan dan menganut keyakinannya sesuai dengan warisan social atau kebudayaannya. Biasanya pengertian kebudayaan dibatasi pada warisan social yang bersifat mental atau non fisik. “Kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. sebagian proposisikultural membangkitkan emosi dan motivasi yang kuat. bagi mereka yang mematuhinya akan ada puian. melainkan juga merujuk pada entitas-entitas mentalyang menjadi pijakan tindakan dan munculnya obyek tertentu. Lebih jauh. tindakan dan obyek. kepercayaan. mampu bertahan dalam waktu lama. moral. Hanya saja definisi yang terlanjur berkembang adalah definisi sebelumnya dimana kebudayaan diartikan bukan sekedar istilah deskriptif bagi sekumpulan gagasan. Dalam rumusan ini . seni. sedangkan bagi mereka yang menentangnya telah tersedia hukuman. yang terekspresikan sebagai kesamaan tata cara. model tersebut menyatakan bahwa kebudayaan atau warisan social lebih adaptif baik secara social maupun individual.Warisan social itu juga mengandung karakter normative. normative dan mampu menimbulkan motivasi. atau karena mereka merasa menemukan unsure-unsur motivasional dan emosional yang memuaskan dengan menekuni kegiatan-kegiatan dan keyakinan cultural tersebut. hukum. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat” Kebanyakan ilmuwan social membatasi definisi kebudayaan sehingga hanya mencakup aspek tertentu dari warisan social. Hal ini bukan semata-mata karena adanya sanksi tersebut. Namun mereka mengakui bahwa. Artinya. atau persamaan persepsi mengenai dunia di sekelilingnya yang diwujudkan dalam symbol-simbol tertentu. Artinya individu-individu dari suatu komunitas terikat oleh kebersamaan dan rasa memiliki atas warisan social mereka. dan mereka tetap terfokus maknanya sebagai himpunan pengetahuan.iv 21 . pemahaman atau proposisi.

Meskipun hamper setiap elemen kebudayaan dapat ditemukan pada hubungan-hubungan natar elemen seperti yang ditunjukkan oleh Malinowski dalam Argonauts of the Western Pacifis (1922)vii. Hanya saja tidak ada 22 .Sebagian ilmuwan social bahkan berusaha membatasi lagi pengertian istilah kebudayaan tersebut hingga hanya “mencakup bagian-bagian warisan social yang melibatkan representasi atas hal-hal yang dianggap penting. Perselisihan mengenai definisi kebudayaan itu mengandung argument-argumen implicit tentang sebab-sebab atau asal mula warisan social. yakni apakan kebudayaan itu merupakan suatu entitas padu atau tidak. Disisi lain para ilmuwan social memendang keragaman dan kontradiksi di seputar pengertian atau definisi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang wajar. Berbagai persoalan yang melingkupi upaya intergrasi definisi-definisi kebudayaan terkait dengan masalah lain. motivasional. mengingat dalam kenyataannya pengetahuan anggota masyarakattentang kebudayaan mereka tidaklah sama. contohnya mungkin adala lajabar yang dianggap selalu benar dan berlaku. Sebaliknya jika kita menganggap kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan koheren. Geertz menggunakan makna ini secara eksklusif sehingga ia tidak saja mengesampingkan aspek-aspek afektif. tidak termasuk norma-norma atau pengethauan procedural mengenai bagaimana sesuatu harus dikerjakan” (Schneider. dan normative dari warisan social namun juga mempermasalahkan penerapan makna kebudayaan dalam individu.ix Kerancuan tersebut lebih jauh membangkitkan minat untuk menelaah koherensi dan integrasi kebudayaan. 1968)v Sementara itu ada pula yang membatasi pegertian kebudayaan sebagai makna-makna simbolik yang mengandung muatan representasi dan mengkomunikasikannya dengan peristiwa nyata. maka yang harus diperhitungkan adalah fakata bahwa warisan social senantiasa melebur dalam suatu masyarakat. Menurutnya. Misalnya saja ada kontroversi mengenai koheren atau tidaknya kebudayaan itu sehingga lebih lanjut kita dapat mempertanyakan sifat alamiahnya. maka kumpulan elemen-elemennya bisa dipisahkan dan dibedakan satu sama lain. meski sedikit saja orang yang vi menguasainya”. Jika kebudayaan dipandang sebagai suatu kumpulan elemen yang tidak memebentuk kesatuan koheren. Tidak banyak bukti yang mendukung dugaan akan adanya pola tunggal hubungan tersebut seperti yang dikemukakan oleh Ruth Benedict dalam bukunya Pattern of Culture (1934)viii. “kebudayaan hanya berkaitan dengan makna-makna public yang terus berlaku meskipun berada diluar jangkauan pengetahuan individu .

xi Komponen utama kebudayaan : o Individu o Masyarakat o alam Dari catatan Supartono. Bahkan muncul bukti-bukti yang menunjukkan bahwa elemen-elemen budaya cenderung dapat digolongkan menjadi dua bagian besar. (misalnya lampu merah berarti tanda berhenti). 1992. Hanya saja keuntungan dari focus yang tajam itu dipunahkan oleh ketergantungan definisi itu terhadap asumsi-asumsi yang melandasinya. sedangkan yang kedua adalah elemen-elemenkultural yang hanya diketahui oleh sebagian anggota masyarakat yang menyandang status social tertentu. terdapat 170 definisi kebudayaan. reaksi emosional. beberapa diantaranya :  Ki Hajar Dewantara Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat.metodeyang telah terbukti handal untuk mengukur sejauh mana koherensi dan 8integrasi sebuah kebudayaan. Keragaman definisi kebudayaan itu sendiri dapat dipahami sebagai giatnya upaya mengungkap hubungan kausalitas antara berbagai elemen warisan social. yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna 23 . (misalnya. yang acapkali kelewat sederhana. maka pendefinisian kebudayaan sebagai representasi telah memusatkan perhatioan pada apa yang paling penting. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah. hakekat dan label atas sesuatu hal. Jika representasi cultural memang memiliki hubugan kausalitas dengan norma-norma. sentiment dan motif. Demikian pula definisi cultural kerabat sebagai ‘orang-orang yang memiliki hubungan darah’ mengisyaraktkan adanya kesamaan identitas yang memudahkan pembedaannya. pelanggaran ketentuan kontrak tidak bisa diterima)x Dibalik kerancuan definisi ini terdapat masalah-masalah penting lainnya yang juga harus dipecahkan. Sebagai contoh . dibalik pembatasan definisi kebudayaan pada aspek-aspek presentasional dari warisan social itu terletak hipotesis yang menyatakan bahwa norma-norma. Pertama adalah sejumlah kecil elemen yang hampir dipunyai oleh semua anggota masyarakat sehingga diantara mereka dapat tercipta suatu consensus pengertian. motivasi dan sebagainya sangat ditentukan oleh kesepakatan awal tentang keberadaan. Misalnya saja norma kebersamaan dan perasaan terikat dalam kekerabatan hanya akan tercipta jika ada system kategori yang membedakan kerabat dan non kerabat.

yang dilihat sebagai proses humanisasi. mengatur hubungan antar manusia. maupun yang bersumber dari persaingan manusia itu sendiri untuk mempertahankan kehidupannya. dan 24 . Pada masyarakat yang taraf kebudayaannya lebih tinggi.  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardixii Kebudayaan merupakan hasil karya. Bermacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota-anggotanya seperti kekuatan alam. Hasil karya masyarakat menghasikan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama melindungi masyarakat terhadap lingkungan. norma-norma artistic. Manusia dan masyarakat memerlukan pula kepuasan baik dibidang materiil maupun spiritual. Kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas. Fungsi kebudayaan Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. mencakup kepercayaan. pengalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara sosial  Koentjaraningrat Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya  Rafael Raga Manan Kebudayaan adalah cara khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya. keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal  Keesing Kebudayaan adalah totalitas pengetahuan manusia. teknologi memungkinkan untuk pemanfaatan hasil alam bahkan munghkin untuk menguasai alam. Kebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diriterhadap alam.  Robert H Lowie Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat. rasa. yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya. Di sisi lain karsa masyarakat mewujudkan norma dan nilai-nilai social yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan masyarakatnya. kebiasaan makan.mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah. adat istiadat. untuk sebagian besar dipenuhi oelh kebudayaan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri.

sistem pengolahan tanah dengan bajak.xiv Sebagai contoh cultural universals pencaharian hidup dan ekonomi antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti pertanian. dll. distribusi )  Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan. manusiawi. menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu yaitu hidup yang lebih baik. Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya.sebagai wadah dari segenab perasaan manusia. Unsur-Unsur kebudayaan menurut C Kluckhohn dalam bukunya Universal Categories of Culture meliputi Cultural universals yaituxiii  Peralatan dan perlengkapan hidup ( pakaian.000 pulau besar dan kecil. peternakan. seni gerak dll)  Sistem pengetahuan  Religi (system kepercayaan) Cultural universals tersebut dapat dijabarkan lagi kedalam unsure-unsur yang lebih kecil. Kesenian misalnya meliputi kegiatan seni tari. Perbedaan itu dalam kita lihat dengan menelaah unsur-unsur kebudayaan seperti dibawah ini. dan berperikemanusiaan 2. perkawinan)  Bahasa (lisan maupun tertulis)  Kesenian (seni rupa. alat-alat produksi. mendukung. transportasi)  Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi (pertanian. Jenis dan Ragam Kebudayaan di Masyarakat Mohammad Yusuf Melatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17. organisasi politik. dan sebagainya. Akhirnya sebagai unsure kebudayaan yang terkecil membentuk trait adalah items. Ralph Linton menyebutnya kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity. seni rupa dll. sistem hukum. sistem produksi. dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan. tetapi pada hakekatnya merupakan satu kesatuan. peternakan. seni suara. Misalnya kegiatan pertanian menetap meliputi unsure-unsur irigasi. dan sebagainya. Bila diambil contoh alat bajak terdiri dari gabungan alat-alat yang lebih kecil yang dapat dilepaskan. system produksi. perumahan. Apabila salah satu bagian bajak 25 . Kebudayaan akan mendasari. teknik pengendalian bajak. Selanjutnya trait complex mengolah tanah dengan bajak akan dapat dipecah ke dalam unsure yang lebih kecil umpamanya hewan-hewan yang menarik bajak. Selanjutnya Ralph Linton merinci kegiatankegiatan kebudayaan tersebut menjadi unsure-unsur yang lebih kecil lagi yang disebutnya trait-complex. system hak milik atas tanah.

sering berbentuk perasaan yang kuat. intelegensia dan intuisi Dengan kadar intelegensia yang dimiliki manusia mampu belajar sehingga menjadi cerdas. namun bisa menuntun pada suatu keyakinan. Emosi adalah rasa hati. memiliki pengetahuan dan mampu menciptakan teknologi.  Perasaan dan emosi Perasaan adalah kemampuan psikis yang dimiliki seseorang. tanpa diikuti proses berfikir cermat. Kemauan dalam arti positif adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan hidup yang dikendalikan oleh akal budi. Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan Manusia sebagai pencipta kebudayaan Manusia memiliki kemampuan daya sebagai berikut :  Akal. kehendak untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. tetapi tidak berlangsung lama  Kemauan Kemauan adalah keinginan. 26 . Intuisi menurut Supartono sering setengah disadari. Ciri Kebudayaan : • Bersifat menyeluruh • Berkembang dalam ruang / bidang geografis tertentu • Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu Wujud kebudayaan • Ide : tingkah laku dalam tata hidup • Produk : sebagai ekspresi pribadi • Sarana hidup • Nilai dalam bentuk lahir Sifat kebudayaan • Beraneka ragam • Diteruskan dan diajarkan • Dapat dijabarkan : – Biologi – Psikologi – Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan • Berstruktur terbagi atas item-item • Mempunyai nilai • Statis dan dinamis • Terbagi pada bidang dan aspek 3. maka tak dapat menjalankan fungsinya sebagai bajak. baik yang berasal dari rangsangan di dalam atau diluar dirinya.tersebut dihilangkan. yang dapat menguasai seseorang.

Tahap obyektifitas. Peter L Berger menyebutnya sebagai dialektika fundamental yang terdiri dari tiga tahap yaitu : . Manusia sebagai makhluk budaya adalah pencipta kebudayaan. Pengabdian 27 . Kebudayaan adalah produk manusia. yaitu tahap aktifitas manusia menghasilkan realita obyektif. Ini melengkapi cirri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia. merupakan jati diri seseorang yang berasal dari lahir sebagai factor keturunan yang kemudian diwarnai oleh factor lingkungannya. 3. Tanggungjawab Tanggungjawab adalah kwajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan. yaitu tahap dimana realitas obyektif hasil ciptaan manusia dicerap oleh manusia kembali. Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusi menemukan bentuknya yang khas manusiawi 4. Memanusiakan manusia melalui pemahaman terhadap konsep budaya dasar 1. Keadilan Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan.Tahap eksternalisasi. yang berada diluar diri manusia .Tahap internalisasi. Penderitaan Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. 2. yaitu proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktifitas fisik dan mental . 5. Kebudayaan adalah ekspresi eksistensi manusia didunia. Keadilan mengacui pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh setiap manusia.  Perilaku Perilaku adalah tabiat atau kelakuan. Fantasi Fantasi adalah paduan unsur pemikiran dan perasaan yang ada pada manusia untuk menciptakan kreasi baru yang dapat dinikmati. Cintakasih Cintakasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai belas kasihan.

Keindahan Eksistensi manusia didunia diliputi dan digairahkan oleh keindahan. kebijakan. dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka. b. suatu peraturan yang menyangkut hak dan kwajiban mereka.Pengabdian diartikan sebagai perihal memperhamba diri kepada tugas-tugas yang dianggap mulia 6. Sosialisasi Proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampilanketrampiulan sosial. Difusi Meleburnya suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain sehingga menjadi satu kebudayaan. c. Kegelisahan Kegelisahan merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatannya. Pandangan hidup Pandangan hidup berkenaan dengan eksistensi manusia didunia dalam hubungannya dengan Tuhan. f. Enkulturasi Enkulturasi adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan. d. merasa khawatir tidak tenang dalam tingkah laku. dengan sesame dan dengan alam tempat kita berdiam. Proses tersebut diantaranya : a. dan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. Manusia tidak hanya penerima pasif tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan. Proses dan Perubahan Kebudayaan : Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. 8. Dalam keseharian sosialisasi bisa dikatakan sebagai proses menjelaskan sesuatu kepada anggota masyarakat agar mengetahui adanya suatu konsep. Akulturasi Akulturasi adalah percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampuran itu masing-masing unsurnya masih kelihatan. 7. Asimilasi 28 .xv 4. e. Internalisasi Merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia.

lembaga-lembaga kemasyarakatan. maka banyak sarjana sosiologi modern yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah perubahan social dan kebudayaan dalam masyarakat. yang mempengaruhi sistem sosialnya. Masalah tersebut menjadi lebih penting dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat dari Negara yang kemerdekaan politiknya setelah perang dunia kedua. faktor intern  Bertambah atau berkurangnya penduduk  Penemuan-penemuan baru (inovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat]  Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)  Pemberontakan / revolusi b. dan polapola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. sikap-sikap. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat mengenai nilai-nilai social. lapisan-lapisan dalam masyarakat. termasuk didalamnya nilai-nilai. faktor ekstern  Perubahan lingkungan fisik manusia ( bencana alam )  Pengaruh kebudayaan masyarakat lain  Peperangan Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan sosial :  Faktor-faktor yang mendorong :  Kontak dengan kebudayaan lain  Sistem pendidikan yang maju 29 . organisasi. kekuasaan dan wewenang. Ad pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun luas. serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali. pola-pola perilaku. dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Dengan diakuinya dinamika sebagai inti jiwa masyarakat. perubahan bagi masyarakat yang bersangkutan maupun bagi orang luar yang menelaahnya. Perubahan sosial dan kebudayaan merupakan segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suataau masyarakat. akan tetapi ada juga yang cepat. Faktor-faktor penyebab perubahan sosial dan kebudayaanxvi a.Asimilasi adalah proses peleburan dari kebudayaan sat ke kebudayaan lain. susunan. interaksi sosial dan seterusnya. Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan.

 Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju  Toleransi terhadap perbuatan menyimpang  Sistem lapisan masyarakat yang terbuka  Penduduk yang heterogen  Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu  Orientasi ke depan  Nilai meningkatkan taraf hidup  Faktor-faktor yang menghambat :  Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain  Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat  Sikap masyarakat yang tradisional  Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)  Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan  Prasangka terhadap hal baru  Hambatan ideologis  Kebiasaan  Sikap pasrah 5. Dalam maksud yang sederhana. Problematika sosial kebudayaan Manusia dan Budaya Unggulxvii Buku Stephen R Covey berjudul The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness setidaknya menjadi pemicu diskusi tentang budaya unggul akhir-akhir ini. bahkan Bapak Presiden merasa perlu menyampaikan kepada rakyatnya untuk melahirkan budaya unggul dalam bangsa ini. melainkan 30 . budaya unggul akan bisa memulihkan harga diri dan martabat bangsa ini menjadi bangsa yang tidak mudah dilecehkan dan diharapkan mampu mengatasi krisis berkepanjangan dan seterusnya. Tidak main-main. terlebih dahulu manusia harus bisa menjawab tantangan yang ada dalam dirinya sendiri. Friedrich Wilhelm Nietzsche (18441900). dinyatakan sebagai uebermensch yang dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan sebagai superman. Para cerdik cendekia pun ribut mencari apa yang sebenarnya unggul dalam diri kita dan apa memang ada keunggulan itu. Kebudayaan merupakan identitas dari manusia. Untuk melahirkan budaya unggul. Jika budaya unggul bisa didiskusikan bersama seiring dengan manusia unggul. Manusia unggul tidak lahir dari situasi statis. setidaknya apa yang dinyatakan oleh Covey sebagai manusia dengan predikat greatness membawa ingatan kita pada apa yang oleh filosof Jerman.

hidup dan kehidupan itu sendiri merupakan sesuatu yang dinamis dan bergerak terus-menerus. Manusia unggul keluar dari proses dinamis dan penuh tantangan. Kata ueber. Nietzsche adalah filsuf yang begitu yakin bahwa manusia harus berdiri di atas sifat-sifat konkretnya. Pengertiannya. Tidak saja dalam pengertian bagaimana upaya menemukan talenta terbaik dalam diri seseorang. man is something that is to be surpassed (Manusia adalah sesuatu yang harus dilampaui). Anjuran untuk berproses menjadi manusia unggul sudah dinyatakan dengan amat jelas dalam Also Sprach Zarathustra.dari proses dinamis. 31 . Manusia bukanlah suatu konsep abstrak sebagaimana dipahami oleh kaum idealis atau juga kaum materialis. Jelas sekali ketika Nietzsche menulis bahwa pertanyaan pertama dan satu-satunya yang dianjurkan oleh Zarathustra adalah Wie Wird der Mensch ueberwubden (bagaimana caranya manusia mengatasi manusia). what is great in man is that he is a bridge and not a goal. Padahal. manusia yang bisa menggunakan kehendak dan kuasanya untuk mengatasi rasa lemahnya. Bukankah Nietzsche sendiri menyatakan. melainkan upaya untuk terus-menerus menjadi manusia yang lebih (over).going and down-going (Apa yang agung dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah jembatan dan bukan tujuan. Untuk menjadi manusia unggul. manusia harus terus-menerus mengatasi dirinya sebagai manusia. Atau dengan yakin ia menyatakan. untuk lahir sebagai superman. Ignas Kleden (2004) menyatakan bahwa manusia hanya akan berhasil menjadi manusia melalui proses ueberwindung atau overcoming (dalam bahasa Inggris). what is lovable in man is that he is an over. Namun. Dalam pengertian ini. manusia harus bisa meningkatkan dirinya dari sekadar manusiawi (humanus) menjadi lebih manusiawi (humanior). Keduanya sering melahirkan pandangan-pandangan dunia yang bersifat statis. dalam bahasa Jerman mempunyai dua pengertian yang dalam bahasa Inggris bisa diasosiasikan menjadi kata super atau over. apa yang patut dicinta dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah perjalanan naik dan turun). Beberapa orang menafsirkan ajaran uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk memproduksi jenis manusia yang unggul dalam mengatasi kemampuan manusia lain. dalam konteks ini saya kira lebih tepat membaca uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk melahirkan manusia unggul dengan cara melahirkan dirinya untuk terusmenerus menjadi manusiawi.

utang luar negeri. Sifat serakah dan senang korupsi adalah manusiawi dan bahkan menjadi bagian tak terpisah dari manusia. jika mau merujuk pada Nietzsche. and in the boat sit the estimates of value. dan di dalam perahu itu duduk nilai yang dihargai. bahkan terorisme. Dengan tidak memperpanjang segala kontroversi pendapat Nietzsche. “The ignorant. solemn and disguised”. Dia harus menciptakan nilai-nilai untuk dirinya sendiri pada saat perjalanan kehidupan tersebut. 32 . Mereka seperti sebuah sungai yang di atasnya mengambang sebuah perahu. atau kimia. Kebudayaan seakan-akan diapropriasi oleh elite politik. elite intelektual. Dalam mengarungi bahtera kehidupan yang nyata itulah manusia diberi kuasa untuk memikul tanggung jawab atas dirinya sendiri. Untuk lahir menjadi manusia unggul. penguasa. Komodifikasi kebudayaan Ada kesan bahwa kebudayaan semakin mejadi komoditas. matematika. budaya unggul dalam perspektif ini bisa dijadikan rujukan untuk mengembalikan jati diri dan martabat kebangsaan yang hancur di tengah keserakahan modal.Melahirkan manusia unggul jangan disalahpahami hanya dengan pengertian meloloskan siswa-siswa berprestasi yang mampu merengkuh juara olimpiade fisika. elite system pendidikan atau elite budaya sendiri. Mereka adalah para pengecut yang hanya bisa berlindung di balik nilai-nilai yang menjerat kedigdayaannya. Seorang pejabat akan bernilai lebih jika setiap saat dia berhasil mengawasi dan menekan nafsu korupsinya. Apropriasi itu berlangsung atas dua jalur. the people-they are like a river on which a boat floateth along. Nietzsche menyebut mereka sebagai “manusia bermoral gerombolan” atau “bermoral budak”. Di sini dapat dipahami mengapa Nietzsche amat membenci pada mereka yang mudah menyerahkan diri pada skema nilai-nilai yang diciptakan di luar dirinya sendiri. to be sure. Manusia unggul. bisa lahir dan dilahirkan dari manusia yang tak lagi menggantungkan diri segala tekanan dari luar. Menjadi manusia unggul biasa dialami oleh siapa saja yang mampu mengatasi kediriannya menuju kedirian yang lebih. elite birokrat. penuh kemeriahan dan samaran. seseorang harus bergerak untuk memperbarui kemanusiawiannya menjadi lebih manusiawi dengan menjelma menjadi manusia yang tidak serakah dan senang korupsi.

Dia mendapat ekspresi dalam dua sub lagu yang bersama menghasilkan paduan suara atau duet harmoniselite yang prihatin. Mengagumi karya karya seni Italia. terungkap dalam pembicaraan tentang kebudayaan masyarakat yang dikatakan tidak cocok untuk pembangunan. semu. taritarian. Jalur itu juga melegitimasi penundaan proses demokratisasi : selama masyarakat masih memiliki mentalitas yang tidak cocok dengan pembangunan. Sub lagu yang pertama disebut lagu museum . Kebudayaan itu membuat kita menjadi manusia plastic. Menurut jalur ini budaya masyarakat perlu direkayasa supaya sesuai dengan pembangunan. elite menetapkan kelakuan masyarakat yang mana sesuai dan yang mana tidak sesuai. sopan santun ketimuran. Pertemuan dengan kebudayaan lain selalu memperkaya kita sendiri. manusia kosong. Yang merekayasa adalah elite yang berbeda dari masyarakat yang menganggap dirinya sudah mempunyai budaya yang sesuai dengan pembangunan. kekeluargaan. dan ersatz. berkebalikan dengan yang pertama. Disini termasuk pakaian nasional. Yang pasti menarik. Kedua. bahwa bertindak berdasarkan keyakinan sendiri adalah individualisme. tidak substansial. yaitu jalur keprihatinan terhadap budaya bangsa. tidak bersikap konfrontatif. atau menelusuri filsafat Perancis bagi orang timur pasti sangat rewarding. dan oleh karena itu asing. Elite yang menganggap diri berwenang untuk menetapkan sikapsikap mana yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. manusia latah. manusia tanpa kepribadian. Sama dengan orang barat yang mengenal dan mencintai kebudayaankebudayaan Timur. Disini kita mendengarkan bahwa bangsa Indonesia tidak mengenal oposisi. gotong royong dan lain-lain. Tantangan Kebudayaan Masyarakat kita yang berbudaya akan beruntung apabila mengenal dan akrab dengan beberapa kebudayaan barat. Sub-lagu yang kedua mau melindungi budaya nasional terhadap pengeruh buruk dari luar.xix 33 . unsure-unsur positif warisan budaya bangsa perlu dilestarikan.xviii Hal-hal diatas secara tegas menyatakan bahwa demi budaya bangsa elitelah yang sebaiknya menentukan arah pembangunan.Pertama. pelancongan ke dalam kebudayaan lain tidak cenderung memiskinkan persepsi tentang kebudayaan sendiri. bahwa masyarakat kita bermusyawarah daripada memperjuangkan hak-haknya. Kebudayaan yang sungguh-sungguh mengancam kita adalah kebudayaan modern tiruan. Dengan menetapkan apa yang termasuk budaya bangsa. melainkan memperkaya. ia belum dapat ikut dalam proses penentuan arah perjalanan bangsa Indonesia. manusia terasing. Dia mengancam karena tidak sejati.

asal kita mau berpikir sendiri. Buatlah analisa berkaitan dengan permasalahan (5W +1H) 3. Oleh : Tito Kusuma Wardhana. S. Manusia beradab dengan demikian adalah manusia yang mempunyai akhlak mulia. kemantapan diri. Namun ada beberapa konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban yang mungkin relevan dan dapat membantu mahasiswa di Indonesia agar dapat memahami konsep atau pengertian tersebut. Carilah permasalahan budaya yang paling dekat dengan anda 2.Kebudayaan tiruan itu mempunyai daya tarik luarbiasa sehingga mampu menyedot pandangan kita tentang nilai. berupayalah untuk benar-benar menerapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk ikut serta menyelesaikan masalah tersebut. yang tidak memiliki kesopanan dan tidak halus budi pekertinya. Sedangkan manusia yang tidak mempunyai akhlak mulia. dan sekaligus tidak menyentuh kebudayaan teknologis modern yang sesungguhnya. Tetapi masalah yang muncul kemudian adalah.Sos 1. dan berhenti membuat penilaian sendiri. Ia menawarkan kemewahan. Norma menjadi suatu hal yang penting untuk dapat dijadikan sebagai konsep yang dapat mengukur bagi manusia yang mempunyai akhlak mulia. TUGAS 1. Pengertian Adab dan Peradaban. Carilah solusi dari permasalahan 4. Norma adalah tingkah laku yang BAB III MANUSIA DAN PERADABAN 34 . dasar harga diri. Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekertixx. maka kita akan menyebut manusia tersebut biadab. kesopanan dan budi pekerti atau manusia tersebut biadab. kepenuhan hidup. Para ilmuwan memiliki banyak konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban. dan status. Akhirnya kita hanya seolah-olah menjadi manusia modern. siapa yang memberikan ukuran manusia tersebut beradab atau biadab ?. yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Kebudayaan yang dikatakan modern itu membuat kita lepas dari kebudayaan tradisional kita sendiri.

maju. kebudayaan. suku.xxiii juga memberikan definisi peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus. dan Ibnu Khaldun (13321406 M) yang melihat peradaban (umran) sebagai organisasi sosial manusia. organisasi kenegaraan. yang dalam bahasa Inggris disebut cultured. termasuk sistem IPTEK dan pemerintahannyaxxi. yang membedakannya dari yang lain. Sedangkan Ibnu Khaldun (1332-1406 M). dan kehalusan budi pekerti dalam melakukan kontak sosial dengan masyarakat luas. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. atau agama. Orang yang cultured adalah juga yang lettered (melek huruf) namun. Hal ini sesuai dengan realita bahwa manusia memerlukan kesopanan. dan indah seperti misalnya kesenian. Dan Koentjaraningrat. kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi). Orang yang sekedar bisa membaca karangan yang sederhana dan memahami 35 . ras. yang menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. peradaban disini dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. pengertian lettered dalam hal ini tidak sekedar bisa membaca dan menulis hal yang sederhana. yang dapat diterima oleh orang ramai dan yang sekaligus tentu saja diharapkan dari kita oleh masyarakat. Salah satu ciri yang penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya. lewat ashabiyah (group feeling). dan merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. Jika Huntington mendefinisikan peradaban (civilization) sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. Dalam konteks peradaban Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. ilmu pengetahuan. atau agama. adat sopan santun pergaulan. cara berkehidupan yang sudah maju. kelanjutan dari proses (semacam urbanisasi) lewat ashabiyah (group feeling). Pengertian peradaban juga dikemukakan oleh Fairchildxxii. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. suku. melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia. akhlak. kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. kepandaian menulis. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial.dianggap wajar. ras. yang membedakannya dari yang lain.

yang hanya bisa didapatkan dengan pendidikan yang tinggi tarafnya. Dalam pengertian yang demikian itu. 2. yang menjadi permasalahan bidang moralxxv. Wujud dan Perkembangan Peradaban. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. Arti kedua. Norma Kata norma sudah begitu memasyarakat dan bukan monopoli dunia moral. Kata ini telah lama digunakan dalam dunia meteologi. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. kata ini biasanya menyangkut orientasi tingkah laku dan tindakan manusia sesuai dengan takaran-takaran objektif. membaca buku-buku yang berisi pemikiran dan renungan yang rumit. Akibatnya.kesenian yang tidak kompleks misalnya. dianggap uncultered (tidak berbudaya). Etika Adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagimana sebaiknya manusia hidup dalam bermasyarakat. dan berdiskusi mengenai berbagai perkara yang abstrak dan rumit. Orang yang cultured adalah yang mampu menghayati dan memahami. Dalam dunia etika moral atau hukum. Wujud peradaban 1. Dalam pengertian dasariah. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. Arti ketiga. 2. tolok ukurxxvi. Moral Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. Orang yang cultured pergi menonton orkes simfoni. dianggap unlettered (tidak melek huruf). dalam kehidupan sosial terutama di Indonesia. etika adalah nilai-nilai dan norma-norma tentang apa yang baik dan yang buruk yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tinggkah lakunya. pembaca sastra dan peminat seni picisan misalnya. kebutuhan akan adab berarti kebutuhan untuk masuk ke dalam cara hidup yang mungkin oleh kebanyakan anggota masyarakat dianggap elit dan tidak egaliterxxiv. Kata ini bernada menuntut perbuatan baik. sosial dan budaya. Etika berarti juga kumpulan azas atau nilai moral atau kode etik. hasil kebudayaan adiluhung. 3. Oleh karena itu. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. kata norma berarti pegangan atau pedoman. Etika hampir sama atau dekat dengan moral dalam arti pertama. etika lebih populer 36 . apa yang baik dan buruk. apakah kita ini baik atau buruk. aturan. hukum. ekonomi.

seperti etika makan. penguasaan teknologi. the term imolies a fairly high stage on the culture evolutionary scale. Reference is made to ‘civilized peoples’. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. terjadi dalam 3 (tiga) gelombang. the refer to more highly and less highly civilized peoples. keselarasan (balance). mencakup kesatuan (unity). Gelombang ini terjadi pada masa-masa tradisional. maka peradaban dapat pula berarti tahapan yang tingi pada skala evolusi.  Gelombang Kedua.dengan sebutan etiket yang berarti sopan santun. dimana dimulai kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. berpakaian dan sebagainya. Jika mengacu pada perbedaan manusia antara yang beradab dan biadab (manusia yang berbudaya). More civilized usage would refer to more highly and less highly civilized peoples. Karakteristik utama melekat pada perbedaan tingkat intelektual. Namun bisa jadi putusan tersebut belum memenuhi rasa keadilan bagi para pihak. yang acuannya adalah nilai keadilan dari masyarakat itu sendiri. and spiritual attainments. 4. dan tingkat spiritual yang dimilikinya. yaitu :  Gelombang Pertama. Yang ditandai dengan penemuan mesin 37 . the determinative characteristic being intellectual. Kehidupan sosial-budaya masyarakat pada gelombang ini pun masih dianggap tradisional. lebih dikenal dengan istilah etiket. Ada perbedaan antara nilai dengan norma. Dari pernyataan Sims tersebut dapat dikatakan bahwa peradaban merupakan pengembangan budaya. Evolusi budaya. dari tinjauan norma yang ada sudah benar. juga masyarakat. atribut manusia secara jelas dan merupakan pencapaian masyarakat tertentu. menurut Alvin Tofler dalam bukunya “The Third Wave“xxviii. the distinctly human attributes and attainments of a particular society. Dengan kata lain gelombang ini dianggap sebagai tahap peradaban pertanian. Misalnya: mengenai keadilan putusan pengadilan ada yang secara hukum. Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban Newel Le Roy Sims menyatakanxxvii : Civilization is the cultural development. etika berbicara. In ordinary usage. dan kebalikan (contrast). Toffler menyebutnya sebagai revolusi agraris. Gelombang kedua dari evolusi budaya adalah tahap peradaban industri. Estetika Berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan. aesthetic technological. perasaan keindahan.

 uap. Modernisasi merupakan proses mengangkat kehidupan. suasana batin yang lebih baik dan maju daripada kehidupan sebelumnya. Toffler menyebutnya sebagai revolusi industri Gelombang Ketiga. Oleh karena itu. Peradaban dan Perubahan Sosial. Penyebaran modernisasi ini dilihat sebagai suatu hal yang biasa atau wajar. Modernisasi merupakan proses yang dilandasi oleh seperangkat rencana dan kebijakan yang didasari untuk mengubah masyarakat ke arah kehidupan masyarakat kontemporer yang menurut pemikiran para pemimpin lebih maju dalam derajat kehormatan tertentu. yaitu kebudayaan Barat yang direpresentasikan oleh Eropa dan Amerika Utara. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. dan kemudian menyebar lebih luas lagi kebeberapa daerah yang kebudayaannya jauh berbeda dengan kebudayaan barat (Eropa dan Amerika Utara). mesin untuk mobil dan pesawat terbang. Penyebaran gejala modernisasi pada awalnya hanya terdapat pada daerah-daerah yang kebudayaannya satu jenis. Manifestasi proses modernisasi pertama kali tampak di Inggris pada abad ke 18 yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. tercermin alam pikiran 38 . 3. sedang negara yang sedang berkembang dianggap sebagai negara yang sedang mengadakan modernisasi. Anthony D Smithxxx (1973:62) menyatakan modernisasi bukan semata-mata proses yang spontan dan tanpa perencanaan. karena modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. Modernisasi. Gelombang ini dianggap sebagai tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. energi listrik. suasana kehidupan yang serasi dengan kemajuan zaman. Koentjaraningratxxix menyatakan modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang. “modernization then is a conscious set of plant and policies for changing a particular society in the direction of contemporary societies which the leaders think are more ‘advanced’ in certain respect”. Penemuan-penemuan di bidang tekhnologi informasi dan komunikasi dengan komputer atau alat komunikasi digital dapat dijadikan tolok ukur dalam evolusi budaya gelombang ketiga oleh Toffler ini. pada kehidupan modern.

Seorang manusia modern memiliki sikap untuk siap menerima ha-hal atau pengalaman-pengalaman yang baru dan terbuka untuk inovasi dan perubahan. Opini. melainkan suatu sikap batin. Manusia dikatakan sebagai manusia modern apabila dia mempunyai disposisi untuk membentuk atau memiliki opini atau pendapat tentang berbagai masalah dan isu yang timbul tidak hanya yang berasal dari dalam lingkungannya namun juga yang berasal dari luar lingkungannya. Sebaliknya manusia tradisional kurang bersikap untuk menerima ide-ide baru. ekonomis. cara-cara baru untuk berperasaan dan bertindak. Adapun efek-efek prkatis dari pada sikap modern itu dapat bersifat konservatif maupun revolusioner. yang telah menjadi tradisi dengan menghindarkannya dari kerusakan dan sikap masa bodoh. 39 . Modernisasi sebagai konsep dalam kepustakaan ilmu-ilmu sosial dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru daripada yang bersifat tradisi. Dengan kata lain.rasional. Sedang efek yang bersifat revolusioner adalah karena ada keinginan untuk sama sekali mengganti adat tradisi dengan cara meninggalkannya sama sekali. yang antara lain yaitu : 1. Alex Inkeles memberikan pendapatnya mengenai modernisasi dalam upaya melengkapi uraian-uraian tentang modern dan modernisasi. terutama disebabkan oleh penggunaan ilmu pengetahuan positif. Inkeles meninjau arti modernisasi sebagai sikap dan nilai-nilai yang ada pada manusia. Menurutnya ada sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modernxxxiii. efisien menuju ke kehidupan yang makin produktif. Adapun sikap modern yang berarti mendahulukan sesuatu yang baru dari pada yang sudah menjadi tradisi itu. 2. sesudah datang perubahan dan pembaharuan. efektif. Oleh karena modern adalah suatu sikap pikiran. Dapat bersifat konservatif oleh karena sikap penyesuaian itu pada prinsipnya dan pada tujuannya yang terakhir masih hendak menyelesaikan yang lama. sehingga modernisasi dapat pula kita batasi sebagai sesuatu pikiran yang hendak berusaha untuk mengharmoniskan hubungan antara lembaga-lembaga yang telah lama ada dengan ilmu pengetahuanxxxii. dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan hal-hal yang sudah menetap dan menjadi adat kepada kebutuhan-kebutuhan yang baruxxxi. Sikap ini bukan suatu ketrampilan. maka orang yang bekerja di sawah dengan bajak memiliki suatu sikap modern dan dapat membuka pikirannya terhadap perubahan dan pembaharuan dan bersedia mengganti alat kerjanya dengan yang baru yang lebih efektif.

Pada dasarnya konsep ini sebenarnya sudah lama. Tekanan konsep ini lebih kepada hubungan antara pemerintah dan rakyat. 6. negara dan 40 . Manusia modern menjunjung tinggi suatu sikap bahwa pahala yang diterima oleh seseorang itu seharusnya seimbang dengan prestasinya dan kontribusinya di dalam serta kepada masyarakat dan tidak pada ukuran-ukuran lain yang tidak rasional. dimana segala sesuatunya sudah ditetapkan fungsi dan tempatnya. Manusia modern menghargai harkat manusia lain. “masyarakat warga”. “masyarakat madani” atau “masyarakat adab”. Sikap modern ini tampak sekali pada sikap yang ditujukan kepada wanita dan anak-anak. Manusia modern percaya bahwa manusia dapat belajar dalam batas-batas tertentu untuk menguasai lingkungannya guna mencapai dan memajukan tujuannya. 8. Manusia modern menghargai waktu dan manusia modern membuat rencana kerja berdasarkan waktu secara tetap. 9. Faktor waktu. 7. bahwa lembaga-lembaga yang terdapat di dalam masyarakatnya akan mampu untuk memcahkan segala persoalan. Manusia modern dalam tata kerjanya mengadakan perencanaan dan pengorganisasian serta berpendapat bahwa cara-cara tersebut adalah baik untuk mengatur kehidupan. Mampu berbeda pendapat dengan orang lain dan menyatakannya adalah sikap manusia modern. Masyarakat Madani. Manusia di nilai modern apabila dia lebih banyak berorientasi ke masa yang akan datang dari pada berorientasi ke masa yang silam. Wirutomoxxxiv menerjemahkan kata “civil society” yang dikenal di Indonesia sebagai “masyarakat sipil”. Disini penekanannya bukan pada hasil yang dicapai tetapi lebih kepada kepercayaan bahwa suatu saat nanti dia dapat menguasai alam sekelilingnya. Sikap bahwa segala sesuatunya itu dapat dilaksanakan dengan perhitungan. Perencanaan (Planning).3. dan menganggapnya sebagai sebuah keanekaragaman opini tetapi tidak mudah begitu saja menerima opini orang lain tanpa pertimbangan-pertimbangan yang cukup. Manusia modern lebih percaya pada ilmu dan tekhnologi. berasal dari kata societas civilis atau political society. Perbedaannya dengan manusia tradisional adalah dalam menghadapi permasalahannya manusia tradisional lebih banyak berorientasi pada “nasib” atau pada klasifikasi-klasifikasi kosmis. 4. 5. manusia modern memiliki sikap demokratis dengan tidak menolak opini-opini orang lain.

Namun konsep “masyarakat politik” ini mendapat bantahan dari Hegel (1770-1871) yang mengatakan civil society bukanlah masyarakat politik dengan tekanan-tekanan moral yang mewarnai perilaku mereka. Sedangkan istilah Civil Society. yang berhadapan dengan masyarakat di luar Romawi yang (oleh bangsa Romawi dianggap) belum beradab. serta konsistensi penegakan hukum berdasarkan kebenaran dan keadilan. berasal dari kata latin yaitu “Civilis Societas”. Safrudin Setia Budi membedakan pengertian antara masyarakat madani dan civil societyxxxv. perdamaian dan kedamaian. maka muncul konsep civil society sebagai arena bagi negara yang aktif dalam politik. yang merupakan pendapat dari Cicerio. yang hidup pada abad pertama sebelum kristus. Konsep ini tertuang dalam piagam Madinah yang bernuansakan islami yang berisi wacana kebebasan beragama. pada prinsipnya masyarakat madani mengarah kepada terciptanya masyarakat yang demokratis dan dapat menghargai hak-hak azasi manusia sebagai individu yang sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan atau ditentukan oleh AlQuran. Datuk Anwar Ibrahim. Istilah masyarakat madani berdasarkan pada konsep negara kota Madinah pada tahun 622 masehi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Karena bidang politik pada masa lalu selalu dikaitkan dengan negara. Karl Marx (1818-1883) kemudian mengikuti pendapat Hegel dengan mengatakan bahwa civil society disebut juga masyarakat borjuis yang merupakan ciri masyarakat barat modern. pada akhir abad 17 dan awal abad 18. melainkan masyarakat ekonomi. istilah civil society lebih ditekankan kepada “masyarakat politik”.masyarakat. Pada perkembangannya. Dia menjelaskan bahwa istilah masyarakat madani diperkenalkan pertama kali oleh Timbalan Perdana Menteri Malaysia. Pengertian awalnya terkait dengan konsep tentang warga dan bangsa Romawi yang hidup di kota-kota yang memiliki kode hukum. hak dan kewajiban warga negara. yang membedakan diri dari lingkungan keluarga atau masyarakat kecil yang dipimpin oleh bapak keluarga atau bapak masyarakat yang belum melek politik. Kode hukum itu merupakan ciri dari masyarakat atau komunitas politik yang beradab. dalam ceramahnya di festival Istiqlal tahun 1991. Tetapi lebih luas lagi konsep ini sering juga dikaitkan dengan “peradaban masyarakat” (civilization) yaitu suatu kualitas kebudayaan masyarakat yang ditandai oleh supremasi hukum. Jadi. Konsep Cicerio ini mencakup kondisi individu maupun masyarakat secara keseluruhan yang telah memiliki budaya hidup di kota yang menganut norma-noram kesopanan. persaudaraan antar umat beragama. etika politik. Dengan kata lain bahwa civil society adalah aspek non-politis dalam masyarakat 41 . persatuan.

Marx menyatakan bahwa negara dalam masyarakat kapitalis tidak lebih hanya badan pelaksana kepentingan borjuis. dalam negaralah kemerdekaan itu terwujud. Sedang pengertian masyarakat madani di Indonesia adalah perpaduan antara pengertian masyarakat madani yang tercantum dalam Piagam Madinah dengan civil society yang berkembang dalam negara-negara industri. antara individu dan masyarakat. Dari pengertian masyarakat madani di Indonesia. yaitu Pertama. Lebih lanjut.modern yang sekarang kapitalis. Kedua. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. menyatakan ada hubungan fungsional antara masyarakat dan negara. Ke dua pengertian tersebut dapat dianggap saling mengisi serta saling melengkapi. Gramsci yang menyatakan bahwa negara adalah mewakili paksaan dan dominasi. sedang masyarakat mewakili budaya. masyarakat terpecah antara kepentingan pribadi dan umum. muncul satu pertanyaan bagaimana dengan realitasnya di Indonesia ?. konsensus dan ideologi. Masyarakat Yang Beradab. berasal dari pandangan K. yakni terpisahnya antara political society dan civil society. maka bila selama ini masyarakat madani yang lazimnya disetarakan dengan civil society belum terbentuk di Indonesia. di Indonesia masyarakat madani masih berada pada tataran perdebatan. sedang keberadaan negara adalah aktual yang lahir karena di dalam masyarakat terjadi konflik. kuncinya pada demokratisasi yang belum berjalan. Menurut Sulardixxxvii. dan perdebatan mengenai konsep masyarakat madani di Indonesia tidak terlepas dari apa yang terjadi pada hubungan masyarakat dan negara. adalah pandangan A. Marx. bahwa negara adalah alat represi dari negara. Ketiga. Dengan terpisahnya masyarakat dan negara. Beberapa ratus tahun yang lalu bangsa-bangsa Barat beranggapan bahwa banyak masyarakat lain di berbagai benua 42 . Oleh karenanya kemerdekaan sejati tidak akan ditemukan dalam masyarakat. berasal dari pikiran Hegel yang menyatakan bahwa yang rasional adalah aktual dan yang aktual adalah rasional. 4. Dan keempat. dan penerapannya disesuaikan dengan karakteristik manusia modern Indonesia yang bersifat Sosialis Religiusxxxvi. Dan Indonesia berada pada suasana ketiga. sebab secara historis bisa dilihat bagaimana perjalanan bangsa ini yang tertatih-tatih dalam penegakan demokrasinya. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. Kunto Wijoyoxxxviii membahas mengenai hubungan antara negara dan masyarakat ke dalam 4 (empat) konsep. bersamaan dengan itu hapus pula represi.

Hindu dan Barat. manusia beradab adalah yang berpendidikan. Contoh-contoh yang kita sebut itu juga mengacu pada suatu taraf yang tinggi dari masyarakat yang memiliki kesatuan sejarah dan kebudayaan. kebudayaan. yakni perkembangan masyarakat pada suatu kurun waktu dan tempat tertentu . Peradaban juga mengacu pada cara kehidupan yang nyaman. Asia Timur. namun dasarnya boleh dikatakan sama. Islam. tentu harus ada norma jika kita tetap ingin membicarakan beradab tidaknya suatu masyarakat. namun jika kita periksa lebih jauh ada hal-hal yang khas. ada suatu hal yang sama yakni (1). Dalam kebudayaan Barat. Dalam pengertian ini jelas bahwa ada berbagai peradaban di dunia bahwa masyarakat memiliki peradaban yang barbeda satu sama lain. Contoh-contoh itu segera menunjukkan bahwa. misalnya. Bangsa-bangsa India dan Aborijin. meskipun dimana-mana masih saja pemaksaan norma semacam itu. yang tentunya berbeda dengan 43 . Misalnya. maka kita mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial. Mesir Kuno. Jika kita mengaitkan kebutuhan akan adab ini dengan peradaban. Namun. Mungkin. (2). Konsepkonsep itu selintas tampak serupa. dan cara kehidupan yang sudah maju. Kebudayaan. beradab atau tidaknya suatu masyarakat hanya bisa ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. masyarakat bisa saja menganggap tidak beradab begitu juga jika ada masyarakat yang biasa makan ikan mentah atau melakukan ritual dengan cara memenggal kepala orang. meskipun tampaknya ditinjau dari berbagai pendekatan. dianggap tidak beradab karena tingkah laku mereka tidak bisa diterima oleh orang ramai menurut ukuran Barat. dan (3). dan berbudaya. disamping berkebudayaan tinggi. karena mereka dianggap tidak memiliki kesopanan dan kehalusan budi menurut norma yang ditetapkan peradaban Barat. sopan. Situasi semacam itu pada dasarnya merupakan pemaksaan norma suatu bangsa terhadap bangsa lain. Kristen. Organisasi sosial. Cara berkehidupan yang sudah majuxxxix. Sekarang tentu saja keadaan itu berangsur-angsur berubah. Pendekatan terhadap peradaban juga berbeda-beda . Dalam pengertian ini kita mengenal. misalnya peradaban Suku Inca. misalnya. Bisa juga dikatakan bahwa masyarakat yang memiliki peradaban itu. yang membedakannya dari peradaban lain. Jika ada masyarakat yang biasa menggunakan jari tangan untuk makan. juga sudah mengembangkan tekhnologi dan sistem pemerintahan yang memungkinkan kebanyakan anggotanya menikmati kenyamanan hidup.tidak beradab. yang menyebabkan berbeda dari masyarakat lain. Indonesia yang terdiri atas begitu banyak masyarakat tentu memiliki sejumlah norma-norma yang berbeda satu sama lain. pendidikan dalam pengertian ini tentu menuntut ukuran Barat.

Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat. misalnya. Manusia adalah ukuran bagi segala. Tapi nilai kerohanianlah yang tertinggi dan menjadi penentu dari kwalitas hidup manusia. yakni keampuhan menguasai kesenian. kedamaian. Begitu juga dengan bintang di malam hari yang tampak bergerak mengelilingi bumi. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. ketentraman. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. Kesetiaan kepada atasan dan harga diri merupakan ciri khas. oleh karena itu jabatan penting dalam pemerintahan ditentukan oleh hal-hal tersebut. peradaban Cina memiliki ciri penting. Kualitas hidup manusia bukan hanya diukur dari materi dan sekedar gaya hidup. yang sampai sekarangpun masih terasa cirinya dalam masyarakat. Kemajuan Iptek Bagi Peradaban Manusia Tekhnologi lahir karena adanya kebutuhan manusia pada masa terdahulu. misalnya. Di zaman lampau. pergerakan matahari di siang hari. 44 . Dua hal antara lain menyebabkan bunuh diri menjadi ritual yang harus dilakukan jika harga diri seorang tidak ada lagixl. dan pengalamannya. persitiwaperistiwa di lingkungan manusia yang menjadi obyek perhatian adalah peristiwa-peristiwa yang bersangkutan dengan alam. kesejahteraan. Ketenangan. Sedangkan sains atau ilmu pengetahuan berawal dari sifat ingin tahu manusia. dan menulis. 5. Observasi yang sistematis terhadap peristiwaperistiwa yang terjadi di lingkungan sekitar manusia serta pemikiran atau perenungan tentang sebab-sebab terjadinya beberapa peristiwa di lingkungan manusia ini telah melahirkan “suatu kesimpulan sementara” yang pada zamannya telah dianut oleh sebagian besar masyarakat. intelektualitas. yang akhirnya melahirkan suasana kehidupan ideal berupa ketenangan. membaca. yang muncul dari arah timur dan hilang menuju ke arah barat bahkan terjadi setiap hari. kenyamanan. Meskipun secara sederhana mereka dapat membuat alat-alat yang hasilnya dapat mereka gunakan untuk memudahkan pekerjaan mereka atau meningkatkan hasil kerja mereka. Hal ini berarti mereka telah melakukan kegiatan atau proses yang menghasilkan produk yakni alat-alat dan dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Pada awalnya. peradaban Asia Timur telah menghasilkan kebudayaan bushido di masa lampau. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara.peradaban Asia Timur. Di Jepang. dan sebagainya.

maka beberapa kelompok masyarakat dari beberapa negara dapat berinteraksi dengan mudah. dan dalam kecepatan yang makin tinggi. seksualitas maupun gaya hidup hedonisme mereka. ilmu pengetahuan dan tekhnologi memiliki kaitan yang sangat erat. namun dalam perkembangannya. penggunaan mikroskop ini dalam bidang metalurgi amat berguna dalam penelitian tentang struktur suatu logam. Bahkan budaya suatu negara akan lebih mudah diketahui dan bahkan di tiru oleh bangsa atau negara lain. teori serta hukum yang dikemukakan oleh para ilmuwan membawa dampak pada penemuan tekhnologixli. telah menumbuhkan cakrawala pandangan manusia.Di lihat dari awal lahirnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi memang tidak terdapat keterkaitannya sama sekali. Contoh lainnya adalah budaya sebagian masyarakat Amerika dengan kebebasannya. Sebagai contoh misalnya. Disamping itu. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar. karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin cepat dewasa ini. Bahkan Indar Siswarinixlii mengatakan bahwa perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi membuat dunia menjadi sempit. Hal ini dapat diambil contoh misalnya penggunaan mikroskop elektron dalam bidang geologi pada pertengahan abad ke-20 telah membawa kemajuan dalam penelitian terhadap fosil-fosil. Dapat diambil contoh yaitu dalam bidang telekomunikasi dan tekhnologi informasi. saat ini telah menjadi sebuah kekuatan yang justru (baik disadari ataupun tidak) telah “membelenggu” perilaku dan gaya hidup kita sendiri. yang berakibat pada terpengaruhnya orang-orang tertentu terhadap tayangan tadi yang kemudian melakukan tindakan-tindakan kekerasan seperti yang ia lihat di tayangan tersebut. Ruang dan waktu menjadi sangat relatif dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sendiri dapat membawa dampak positif maupun dampak negatif. Hal ini tentu akan berakibat pada adanya perubahan nilai budaya pada masyarakat tertentu. banyak orang yang melihat dari tayangan televisi (yang merupakan kemajuan produk tekhnologi elektronika) melihat tayangan-tayangan kekerasan. teknologi telah menjadi pengarah hidup 45 . Segi positif dari adanya peralatan telekomunikasi dan peralatan tekhnologi informasi yang makin canggih atau modern. bisa saja ditiru dan dapat dijadikan pedoman dalam berkehidupan oleh sebagian masyarakat Indonesia. terutama generasi mudanya. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu atau ekstensi kemampuan diri manusia. Dari beberapa contoh tersebut dapat dikatakan bahwa. konsep ilmu pengetahuan.

sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap melanggar norma tunggal masyarakat. Bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa era tekhnologi industri yang berkembang sejak abad ke18 akan digantikan oleh sebuah era baru yaitu era tekhnologi informasi. yang nantinya akan (bahkan telah) membuat konsep-konsep lama mengenai tata hubungan antar bangsa menjadi usang.manusia. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi. akibat 46 . sehingga memunculkan kecenderungankecenderungan “gaya hidup” baru yang tidak selalu positif dan kondusif bagi kehidupan sosial budaya masyarakat dan bangsa. atau dengan kata lain proses perubahan yang sekarang berlangsung merupakan proses perubahan dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. keterasingan pada diri sendiri atau pada perilaku sendiri. Arus informasi dan komunikasi telah membuat makin globalnya berbagai nilai budaya. Selain itu juga terjadinya disorientasi atau alienasi. Berbagai ekspresi sosial-budaya yang sebenarnya asing. Jadi dapat dikatakan pula bahwa revolusi di bidang informasi dan komunikasi (yang menggeser bidang industri). yang tidak memiliki basis dan presiden kulturalnya dalam masyarakat kita semakin menyebar pula dalam masyarakat kita. Akibat lain dari globalisasi yaitu masyarakat mengalami anomi atau tidak punya norma atau heteronomy atau banyak norma. dapat dikatakan bahwa saat ini sedang tercipta sistem-sistem nilai global yang berlaku dimana-mana. Arus ini didorong oleh kemajuan tekhnologi yang berkembang dengan cepat dalam abad ke-21 ini. Bahkan secara mendalam telah terjadi interaksi budaya yang sangat intensif yang menjurus ke arah terciptanya nilai budaya universal. terutama terjadi dalam awal abad ke-21. dislokasi atau krisis sosial-budaya umumnya dikalangan masyarakat kita (masyarakat Indonesia) semakin bertambah dengan kian meningkatnya penetrasi dan ekspansi dari budaya Barat (khususnya Amerika) sebagai akibat proses globalisasi yang hampir tidak terbendungxliii. di samping akan berkembangnya pandangan-pandangan baru. Jadi. Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia Saat ini dunia sedang menghadapi arus perubahan besar. Azyumardi Azra menyatakan bahwa disorientasi. yang akan mempengaruhi kecenderungan perubahan mendasar dalam kehidupan manusia yang salah satu aspek diantaranya ialah kecenderungan globalisasi.

Tetapi. Desa-desa. Tetapi 47 . jika masyarakat Indonesia ingin maju maka mengisolasi diri dari globalisasi dianggap sebagai kesalahan karena menolak peluang dan kesempatan untuk maju. Korsel. yang mewakili dunia-dunia yang beru berkembang atau kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonominya masih tertatih-tatih untuk maju. keadaan dunia terbagiterbagi menjadi beberapa bagian yang bertujuan untuk membedakan-bedakan dunia menurut kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) suatu negara. maka untuk menghindari dampak negatif dari globalisasi salah satunya solusi alternatifnya adalah dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Dan jika masyarakat Indonesia memutuskan untuk maju dan dengan sadar menerima globalisasi. Benturan Peradaban (The Clash of Civilization). Peradaban adalah suatu entitas budaya. Dunia Kedua. dan lain-lainnnya. nasionalitas. Dan Dunia Ketiga. Ada tiga bagian di dunia selama Perang Dingin yaitu Dunia Pertama. Selama Perang Dingin berlangung. kelompok-kelompok keagamaan. merupakan representasi dari negara-negara maju tetapi secara sosial-ekonomi “baru” maju karena bantuan-bantuan yang diberikan oleh Barat seperti Jepang. semuanya memiliki budaya yang berbeda-beda pada tingkat keragaman budaya yang berbeda-beda pulaxliv. budaya Sumatra atau Batak berbeda dengan dengan budaya Kalimantan atau Dayak. Setelah Perang Dingin usai.pertemuan budaya-budaya yang tidak sepenuhnya terintegrasi dalam kepribadian kita. seperti Indonesia. Australia dan lainlainnya. Pembagian dunia saat ini mengarah kepada hal lain yaitu atas dasar budaya dan peradaban. budaya orang-orang di daerah-daerah di Indonesia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. namun di sisi lain masyarakat Indonesia mengalami “ketakutan” dengan dampak negatif dari globalisasi yang dapat merusak nilai-nilai (sosial-budaya) yang telah ada. kelompok-kelompok etnis. Dapat diambil contoh yaitu di Indonesia. dimana masyarakat Indonesia (secara langsung maupun tidak langsung) dituntut untuk terbuka terhadap globalisasi. kawasan-kawasan. Budaya Jawa berbeda dengan budaya Sunda. Masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami dilematis karena globalisasi. pembagian dan pengelompokan dunia dalam bidang sosial-ekonomi sudah tidak relevan lagi. yang merepresentasikan dunia-dunia maju secara sosial dan ekonominya seperti Amerika dan aliansi Eropa-nya. Konstelasi politik dunia internasional yang terjadi pasca perang dingin tidak lagi menjadikan isu-isu sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) sebagai tolok ukur dalam membagi dunia.

Brunei Darussalam dan sekitarnya di wilayah Asia. Budaya yang berbeda-beda antara Indonesia. Jerman dan lainlainnya tidak bisa menghapus identitas budaya mereka yaitu Budaya Barat (hal yang sama juga berlaku untuk Amerika). Peradaban merupakan entitas yang jelas. Arab. Prancis. institusi. dengan adanya redefinisi ini. konflik yang mungkin akan terjadi di masa mendatang akan terjadi sepanjang garis pemisah budaya yaitu identitas peradaban itu sendiri. Di sini dapat dilihat bahwa peradaban bisa juga bercampur aduk dan tumpang tindih. Arab dan Cina. seperti misalnya yaitu peradaban Barat. Amerika Latin. sejarah. tapi nyata. dan Melayu. agama. Eropa. dan interaksi dunia akan dibentuk oleh peradaban-peradaban besar yang beberapa diantaranya adalah peradaban Barat. identifikasi diri dari orang-orang ituxlv. Suatu peradaban meskipun dapat mencakup sebagian besar orang atau masyarakat. Orangorang atau bangsa-bangsa bisa dan melakukan redefinisi identitas mereka. komposisi dan batas-batas peradaban berubah. Italia.kesemuanya sama-sama berbudaya Indonesia. dan Asia serta lainlainnya. Peradaban Barat misalnya. mempunyai satu budaya yang sama yaitu Budaya Asia. Ia dibantu oleh unsur-unsur obyektif yang sama: seperti bahasa. Asia. namun juga bisa mencakup tentang sejarah sebuah negara bangsa. bukanlah menjadi bagian dari entitas budaya yang lebih luas. Begitu pula dengan budaya-budaya yang ada di Eropa. Islam dan lain-lainnya. Identitas peradaban dianggap suatu hal yang sangat penting di masa yang akan datang. tetapi yang pasti. dan dengan peradaban ia memberi identifikasi dirinya secara intens. adat-istiadat. Karena itu suatu peradaban adalah pengelompokan tertinggi dari orang-orang dan tingkat identitas budaya yang paling luas yang dimiliki orang sehingga membedakan dari spesies lainnya. yang 48 . ada juga peradaban yang mencakup beberapa peradaban atau sub-sub peradaban. Tetapi. dan kalaupun garis-garis pemisah antara peradabanperadaban itu biasanya tidak tajam. dan juga dibatasi oleh unsur-unsur subyektif. Pada masyarakat Arab juga memiliki identitas budaya yaitu Budaya Arab yang membedakan mereka dari masyarakat Cina dengan Budaya Cina. Namun. Mereka semua merupakan peradabanperadaban. Amerika. Tetapi satu hal yang pasti yaitu Barat (Eropa dan Amerika). Malaysia. Perbedaan budaya antara Inggris. sehingga membedakan dengan mereka yang dari Malaysia atau yang dari Brunei Darussalam. memiliki dua sub peradaban yaitu peradaban Eropa dan Amerika Utara atau Peradaban Islam yang memiliki tiga sub peradaban yaitu Arab. Jadi dapat dikatakan bahwa peradaban adalah tingkat identifikasi yang luas yang dimiliki orang. Turki.

suami dengan istri. ini ditemukan pada agama Kristen Barat.” Interaksi antara orang-orang atau bangsa-bangsa yang berbeda peradaban meningkatkan kesadaran peradaban mereka sehingga pada gilirannya memperkuat perbedaan dan kebencian yang merentang atau dipandang merentang jauh ke belakang dalam sejarah. Interaksi yang meningkat ini mempertajam kesadaran dan rasa perbedaan peradaban antara orang-orang atau masyarakat yang berbeda peradaban tapi juga mempertajam kesadaran akan kesamaan-kesamaan yang terdapat dalam peradaban-peradaban itu. Di Inggris. Perbedaan tidak mesti melahirkan konflik. tapi bersamaan dengan itu terjadi peningkatan penerimaan imigran Polandia. budaya. dan konflik tidak dengan sendirinya melahirkan kekerasan. Di New York. “Seorang Ibo mungkin.saling memisahkan peradaban-peradaban tersebut. Katolik Eropa “yang taat”. hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Pertama. orang tua dengan anak. ia adalah seorang Nigeria. seorang Ibo Owerri atau seorang Ibo Onitsha di daerah Timur Nigeria. ia hanya seorang Ibo. Gerakan-gerakan. proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial dunia membuat orang atau masyarakat tercerabut dari identitas lokal mereka yang sudah berakar dalam. Perbedaan ini hasil proses berabadabad... apa yang diungkapkan Donald Horowitz. Banyak agama dunia yang telah dapat mengisi gap (jurang pemisah) ini. Di Lagos. Tapi selama berabad-abad. Peradaban terdiferensiasi oleh sejarah. warga dengan negara. Interaksi antara orang yang berbeda peradaban semakin meningkat. hak dengan kewajiban. individu dengan kelompok. Menurut Huntington xlvi . tapi juga mendasar. Ketiga. kebebasan dengan kekuasaan. perbedaan antara peradaban tidak hanya riil. Kedua. jauh lebih mendasar daripada ideologi atau rezim politik. dunia sekarang semakin menyempit. Perbedaan peradaban melahirkan perbedaan dalam memandang hubungan manusia dengan Tuhan. Imigrasi dari Afrika Utara ke Perancis melahirkan kebencian di antara orang-orang Perancis terhadap para imigran dari Afrika Utara tersebut. ia adalah seorang Afrika. tradisi. di samping memperlemah negara-bangsa sebagai sumber identitas mereka. 49 . Demikian juga halnya dengan. dan yang lebih penting lagi adalah agama. Orangorang Amerika bereaksi lebih negatif terhadap penanaman modal dari Jepang daripada penanaman modal dari Canada dan negara-negara Eropa. Mereka tidak mudah hilang. dan kesejajaran atau kesamaan dengan hirarki. bahasa. perbedaan antara peradaban telah menimbulkan konflik yang paling keras dan yang paling lama. sering dalam bentuk gerakan yang dicap “fundamentalis”.

dan juga Islam. jawaban yang salah terhadap pertanyaan itu bisa berarti anda akan (bahkan dipastikan) kehilangan kepala. Orang semakin banyak mendengar meningkatnya kecenderungan-kecenderungan untuk “kembali ke dalam” dan “Asianisasi” di Jepang. dan ini mungkin akibat posisi Barat tersebut. “adalah salah satu fakta kehidupan sosial dominan di penghujung abad 20 ini”. Dalam konflik kelas dan ideologi. masalah kuncinya adalah “Anda berada di pihak mana?” dan orang dapat memilih mau berada di pihak mana.” kata George Weigel. Tapi orang-orang Rusia tidak bisa menjadi orang Estonia dan orang-orang Azeris tidak bisa menjadi orangorang Armenia. Barat yang berada di puncak kekuatannya berhadapan dengan non-Barat yang semakin berkeinginan untuk membentuk dunia dengan cara-cara mereka. dan sebaliknya yang miskin menjadi kaya. Keempat. berpendidikan universitas. kegagalan ide-ide Sosialisme dan Nasionalisme Barat dan kemudian “reIslamisasi” Timur Tengah. dan sekarang perdebatan tentang Westernisasi lawan Rusianisasi di negeri Boris Yeltsin. kalangan profesional.Judaisme. tumbuhnya kesadaran peradaban dimungkinkan karena peran ganda Barat. Dan di sisi lain. 50 . orang yang aktif dalam gerakan fundamentalis adalah orang-orang muda. dan dapat berwarga-negara ganda. Di negaranegara bekas Uni Soviet. Tapi sulit untuk menjadi setengah Katolik dan setengah Muslim. dan menjadikan peradaban mereka sebagai sumber bagi pembentukan dunia tersebut. “Unsekularisasi dunia. regionalisme ekonomi semakin meningkat. Hinduisme. Bahkan lebih dari etnisitas. atau apa yang disebut Gilles Kepel “la revanche de Dieu”. orang-orang komunis bisa menjadi demokrat. Kebangkitan agama. Kelima. Keenam. agama mendiskriminasi secara tajam dan ekslusif sesama manusia. Kaukasus. sampai ke Sudan. Barat berada di puncak kekuatan. teknisi kelas menengah dan pengusaha. Berakhirnya warisan Nehru dan berlangsungnya “Hinduisme” India. masalahnya adalah “Anda ini apa?”. Buddhisme. Di kebanyakan negeri dan agama. Dalam konflik antara peradaban. memberikan suatu basis identitas dan komitmen yang mentransendensikan batas-batas bangsa dan menyatukan peradaban-peradaban. Orang bisa menjadi separuh Perancis dan separuh Arab. dari Bosnia. karakteristik dan perbedaan budaya kurang bisa menyatu dan karena itu kurang bisa kompromi dibanding karakteristik dan perbedaan politik dan ekonomi. Ini merupakan ketentuan yang tak bisa berubah. Sebagaimana kita ketahui. Di satu sisi. yang kaya bisa menjadi miskin. dan kemudian dapat berpindah ke pihak yang lain. kembalinya ke fenomena asal sedang berlangsung di antara peradaban-peradaban non-Barat.

melahirkan respon balik dari peradaban-peradaban lain. Ringkasan Banyak perbedaan pendapat dari para ahli tentang perbedaan antara peradaban dan kebudayaan yang berlangsung sejak lama. perdagangan. Namun dari perbedaan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan tentang peradaban yaitu peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. dan lingkungan. upaya-upaya Barat untuk mendukung nilai-nilai demokrasi dan liberalisme sebagai nilai-nilai universal. Bagaimanapun kuatnya perdaganagan dan hubungan-hubungan investasi yang mungkin dapat dikembangkan Jepang dengan negara-negara Asia Timur lainnya. 51 . regionalisme ekonomi hanya bisa berhasil jika ia berakar dalam budaya yang sama. berdiri sendiri. Masyarakat Eropa bersandar pada landasan budaya Eropa yang sama dan agama Kristen Barat. Di satu sisi. Perbedaan budaya dan agama menciptakan perbedaan-perbedaan dalam masalah-masalah kebijakan. untuk mempertahankan kekuatan militernya dan untuk memajukan kepentingan ekonominya. perbedaan budaya Jepang dengan negara-negara tersebut menghambat dan mungkin menghalangi integrasi ekonomi regional yang terus meningkat seperti yang dialami Eropa dan Amerika Utara. hal ini mengakibatkan pemerintah dan kelompokkelompoknya akan semakin berusaha memobilisasi dukungan dengan daya tarik agama yang sama dan identitas peradaban. Canada. Yang paling penting. indah dan maju. kepandaian manusia dan sebagainya di mana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas. IPTEK. Semakin pemerintah tidak mampu memobilisasi dukungan dan membentuk koalisi atas dasar ideologi. regionalisme ekonomi yang berhasil akan memperkuat kesadaran peradaban. Sebaliknya Jepang. Di pihak lain. Keberhasilan Wilayah Perdaganagan Bebas Amerika Utara tergantung pada konvergensi budaya Meksiko. menghadapi kesulitan dalam menciptakan entitas ekonomi yang sebanding di Asia Timur karena masyarakat dan peradaban Jepang unik. dan Amerika. Berakhirnya negara-negara yang berbasis ideologi di Eropa Timur dan bekas Uni Soviet memungkinkan identitas dan kebencian etnik tradisional mencuat ke permukaan. mulai dari hak asasi manusia sampai imigrasi. Misalnya perkembangan kesenian. Pentingnya blok-blok ekonomi regional tampaknya terus meningkat pada masa yang akan datang.Proporsi perdagangan seluruhnya yang dulu bersifat intra-regional bangkit antara tahun 1980-1989.

sedang negara yang sedang berkembang 52 . tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. Dengan demikian. Modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. dan yang ketiga. Modernisasi pertama kali muncul di Inggris pada abad ke 18 yang ditandai dengan adanya perubahan dalam secara besarbesaran dalam sector industri yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. tekhnologi dan seni yang telah maju. Huntington yaitu terjadinya Clash of Civilization (benturan peradaban). tekhnologi. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. spiritual yang terlihat dalam masyarakatnya. Keempat wujud peradaban ini juga dapat dijadikan acuan bagi perkembangan peradaban. Norma. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. Wujud peradaban sendiri terdiri dari empat hal yaitu Moral. kedua.Konsep peradaban sendiri tak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. tahap peradaban industri. hal ini karena peradaban tiap-tiap bangsa atau negara mempunyai standar dan parameter tersendiri untuk dapat dikatakan sebagai sebuah bangsa atau negara yang beradab. keindahan. Peradaban yang merupakan perkembangan dari kebudayaan memiliki tahapan peradaban yang disebut dengan evolusi budaya yang terdiri dari tiga gelombang yaitu pertama. yang terjadi pada masa-masa tradisional. sehingga taraf kehidupannya semakin kompleks. Dengan demikian. Dan jika ada nilai-nilai peradaban sebuah bangsa atau negara yang cenderung dipaksakan agar diterima oleh bangsa atau negara lain maka yang terjadi adalah benturan terhadap nilai-nilai tersebut atau seperti yang dikatakan oleh Samuel P. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingakatan peradaban tertentu. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. Salah satu bentuk peradaban adalah modernisasi. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. Etika dan Estetika.

intelektualitas. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. 5. BAB IV MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Oleh : Drs H Misno A Lathief. Dari sedikit pemaparan diatas dapat di ambil sebuah kesimpulkan yaitu ketenangan. M. dari Diskusikan dengan teman anda 3 . kenyamanan. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. Civil Society b. Clash of Civilization 6. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri.dianggap sebagai negara yang mengadakan modernisasi. Bentuk lainnya dari peradaban dapat juga dilihat dari konsep Masyarakat Madani yang ingin diterapkan di Indonesia atau dalam kancah dunia internasional disebut dengan Civil Society (Masyarakat Sipil). TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. Jelaskan secara ringkas perbedaan antara peradaban dan kebudayaan serta berikan contohnya masing-masing ! Sebutkan dan jelaskan perkembangan peradaban ?. Pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya.Pd 1. Manusia Sebagai Makhluk Terbaik Ciptaan Allah. Jelaskan dampak positif dan negatif perkembangan IPTEK bagi peradaban manusia ?. Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai perangkat kelengkapannya yang 53 . ketentraman. Modernisasi c. Masyarakat Madani d. tahapan-tahapan dari Jelaskan sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modern ?. Apa yang dimaksud dengan : a. 4.5 orang tentang faktor-faktor penyebab terjadinya benturan peradaban dari Samuel Huntington ?. Manusia adalah ukuran bagi segala. 3. 2. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. dan pengalamannya.

kumis. dan lainnya. Manusia Indonesia dianugerahi oleh Allah bola mata berwarna putih dan hitam. gigi. dan kehendak. alis. sehingga dapat menampakkan wajah seseorang memiliki daya tarik pada orang lain. bahkan bentuk wajah. maka penampilannya tidak lagi akan memiliki nilai keindahan. Kita bisa bayangkan seandainya rambut alis. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah kalau mengandung setidaknya 3 unsur. maka hal ini tentu akan mengurangi kualitas keindahan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. secara jasmani keberadaan tubuh manusia juga mengandung unsur-unsur nilai estetika (keindahan). simetry/balance (keserasian/keseimbangan). Kalau ada manusia yang memiliki bola mata dengan hanya satu warna saja. sehingga membuat penampilan manusia menjadi indah. Unsur kontras atau pertentangan ditampakkan antara lain dalam: rambut. Harus diakui dan disyukuri bahwa kejadian manusia dilihat dari dimensi apapun apabila dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah. Bentuk kontras dari rambut misalnya. Kesempurnaan kejadian manusia difirmankan oleh Allah dalam Surat At Tiin ayat 5. Dengan kekontrasan warna bola mata seperti ini menjadikan penampakan wajah manusia menjadi indah pula. masing-masing rambut yang tumbuh di tubuh manusia ternyata memiliki tingkat pertumbuhan yang kontras antara satu dan lainnya. dan jenggot tidak bisa tumbuh memanjang sebagaimana rambut di kepala. telinga. maka keberadaan wujud manusia sungguh teramat baik. yang artinya: “Sungguh Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Selain unsur kelengkapan rohani yang berupa akal.kompleks. Sedangkan simetri dan keseimbangan terdapat pada keberadaan mata. 54 . Sementara rambut lainnya seperti. Mata manusia mengandung unsur kekontrasan pula. yaitu contrast (pertentangan). Kepala dengan ukuran yang tentatif bagi setiap orang mengandung ketiga unsur keindahan. bulu mata bisa memanjang seperti rambut di kepala. misalnya hanya berwarna hitam saja. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya bola mata manusia itu tidak mengandung kekontrasan. rasa. yaitu dengan bola mata yang berwarna-warna. dan unity (kesatuan) Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah memenuhi semua unsur tersebut. mata. hidung. Rambut di kepala ternyata bisa tumbuh dengan subur dan bisa memanjang. bulu mata. Hal ini merupakan indikator dari kekontrasan rambut manusia. tangan dan kaki tidak ada yang terlepas dari unsur-unsur keindahan tersebut. atau sebaliknya hanya berwarna putih saja ?. Secara anatomis mulai dari bentuk dan ukuran kepala badan.

mungkin sebaliknya yaitu bisa menakutkan kepada manusia lainnya. Nilai keindahan seperti dicontohkan di atas akan menjadi lebih konkrit jika ditambah dengan adanya unsur simetri dan keseimbangan. Bola mata ada dua biji, telingga juga dua bagian seimbang dan simetry, hidung walaupun satu tetapi lobangnya dua dan menghadap ke bawah, kesemuanya melengkapi betapa manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang indah. Keberadaan tangan dan kaki juga demikian. Unsur keindahannya berupa kontras sangat tampak sekalipun banyak manusia yang kurang menyadari. Coba perhatikan bagaimana pertentangan yang terjadi antara langkah kaki dan ayunan tangan ketika seseorang sedang berjalan?. Ketika kaki kanan melangkah ke depan, ternyata secara reflektif diikuti oleh ayunan tangan kiri yang ke depan, dan sebaliknya. Dengan gerakan reflektif seperti ini menjadikan penampilan manusia dalam berjalanpun tampak serasi dan indah. Unsur unity atau kesatuan sebagai bagian dari sifat keindahan yang juga terdapat pada diri manusia ditampakkan dalam wujud keberadaan manusia secara totalitas. Artinya semua sifat-sifat keindahan yang dimiliki oleh manusia baik secara fisik maupun psikis akan memiliki arti indah apabila unsur unity sebagai suatu sistem juga terpenuhi. Secara anatomis yang disebut sebagai manusia adalah wujud utuh adanya fisik dan psikis atau jasmani (badan) dan rohani (ruh). Manusia memiliki sifat indah tersebut apabila kedua unsur ini yaitu badan dan ruh berada dalam satu sistem, tidak hanya salah satu fisik saja, atau dalam kondisi tidak utuh. Sebab bagaimanapun baiknya bentuk fisik manusia dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah apabila tidak dalam kondisi utuh (sistem), maka nilai keindahannya akan berkurang, bahkan hilang atau tidak ada sama sekali. Wajah misalnya dikatakan cantik atau tampan apabila wajah tersebut berada dalam satu sistem dengan bagianbagian tuhuh yang lain. Coba bayangkan kira-kira bagaimana cantiknya wajah seseorang kalau ternyata hanya tampak kepalanya saja di hadapan kita tanpa ada bagian tubuh lainnya ? 2. Manusia Sebagai Makhluk Individu Manusia sebagi makhluk individu memiliki identitas tersediri yang berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan ini meliputi berbagai aspek kehidupan yang melekat kepadanya. Mulai dari ukuran bentuk fisik, wajah, sifat, sampai pada identitas yang paling umum yaitu nama. Kalau ada nama yang sama antara satu individu dengan individu lainnya itu bukan berarti bahwa di antara kedua manusia tersebut benar-benar sama atau

55

identik. Nama yang sama yang dimiliki oleh masing-masing individu sifatnya hanyalaha kebetulan saja. Adakalanya seseorang agak sulit membedakan di antara dua orang yang kembar siam. Mana yang lebih tua atau sebaliknya. Sepintas kalau diamati mungkin di antara keduanya sepertinya tidak terdapat suatu perbedaan yang signifikan. Namun sebagai makhluk individu yang merupakan sunnatullah, pasti di antara keduanya memiliki perbedaan. Kondisi seperi ini sebenarnya sekaligus juga mengingatkan kepada manusia bahwa Allah itu betapa maha kuasa, maha besar, maha hebat mencipta makhluk tak pernah kehabisan bentuk-bentuk wajah baru. Bisa dibayangkan manusia di dunia yang sudah hampir mencapai dua milliard, tidak ada satupun yang memiliki wajah sama, baik di antara sesam lelaki maupun perempuan. Ketidak samaan tersebut juga sebagai kodrati yang membuat kehidupan manusia menjadi harmoni dan serasi dalam keseimbangan. Bagaimana kira-kira kehidupan di dunia ini seandainya ada manusia yang benar-benar sama antara satu dengan lainnya, terlebih lagi jika berjumlah banyak. Mungkin bisa terjadi istri orang akan diakui sebagai istrinya, dan sang istripun tidak menolak karena yang mengaku tersebut benar-benar seorang lelaki yang identik dengan wajah suaminya. Manusia sebagai makhluk individu memiliki karakteristik atau sifat-sifat seagai berikut. 1) Satu kesatuan yang utuh, terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis, selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. 4) Memiliki nilai tersendiri, prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. 5) Sulit dinilai, yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. 3. Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan Individu Pada dasarnya terjadinya perbedaan invidu satu dengan individu lainnya disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal lebih banyak berhubungan dengan hereditas, sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. Namun demikian keadaan dua faktor tersebut sebenarnya juga masih belum memberikan suatu gambaran yang jelas sebagai penyebab terjadinya perbedaan di antara individu-individu yang ada. Sebagai suatu contoh dua orang anak yang memiliki kemampuan hampir sama di dalam kelas tertentu, pada umumnya tidak disebabkan oleh faktor yang sama. Anak yang

56

satu mungkin memiliki bakat atau potensi yang baik sehingga walaupun dengan lingkungan yang kurang menguntungkan ia mampu mencapai taraf kepandaian atau kemampuan tersebut. Namun akan mustahil ia akan dapat mempunyai kemampuan tersebut tanpa ada suatu usaha belajar dari yang bersangkutan dalam lingkungan lain yang lebih baik. Sebaliknya individu yang kedua ia bisa mencapai tingkat kepandaian tersebut karena lingkungannya memberikan fasilitas ke arah itu. Misalnya orang tuanya termasuk keluarga terdi-dik (guru). Akan tetapi perlu disadari bahwa lingkungan yang baik belum merupakan suatu jaminan bagi seseorang untuk secara otomatis mau memanfaatkan lingkungannya. Seorang anak yang berasal dari keluarga dokter walaupun di rumah tempat prakteknya terdapat sejumlah peralatan kedokteran, kalau dalam dirinya tidak ada minat untuk untuk menjadi dokter ia tidak akan tertarik untuk menggunakan alat-alat tersebut. Demikian halnya dengan anak dari keluarga terdidik, ia tidak akan bisa menjadi anak pandai apabila ia tidak mempunyai perhatian terhadap pelajaran-pelajaran sekolahnya. Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa di antara kedua faktor tersebut baik internal maupun eksternal terdapat pola-pola kombonasi dan interaksi yang cukup kompleks, sehingga kadang-kadang tidak mudah bagi kita untuk membedakan akibat-akibat manakah yang benar-benar ditimbulkan oleh internal (hereditas) dan akibat mana yang ditimbulkan oleh faktor eksternal (lingkungan). Kadang-kadang masih ada orang memperdebatkan manakah yang lebih penting antara hereditas dan lingkungan ? Perdebatan mengenai pertanyaan semacam ini sebenarnya tidak akan membawa kepada suatu penyelesaian karena rumusannya masih terlalu kabur. Sama halnya kalau kita berdebat mengenai mana yang lebih penting pada sebuah mobil, mesinnya atau bahan bakarnya. Begitu juga tidak dapat kita katakan, manakah yang lebih penting pada seorang individu : hereditasnya atau lingkungannya karena kedua faktor itu sangat diperlukan. Kalau orang berbicara tentang perbedaan-perbedaan individu atau perbedaan antara kelompok-kelompok individu yang ingin diketahui orang sebenarnya adalah apakah manusia yang berbeda karena hereditasnya berbeda ataukah karena lingkungannya yang berbeda. Dengan rumusan semacam ini pertanyaan di atas lebih berarti untuk dipersoalkan, karena mungkin saja sebuah mobil jalannya lebih cepat karena mesinnya yang lebih baik atau karena bahan bakarnya yang lebih baik. Dua buah mobil yang sama kondisi mesinnya, satu diisi premium dan satu lagi bensin biasa, maka kedua mobil itu akan berbeda kecepatan larinya. Begitu juga halnya kalau dua

57

Sebaliknya dua orang yang diasuh dalam lingkungan yang sama mungkin akan memperlihatkan perkembangan yang berbeda. Mereka mungkin memiliki hereditas yang sama akan tetapi perkembangannya menjadi berbeda oleh karena diasuh dan dibesarkan dalam dua buah lingkungan yang berbeda. Perhatikan gambar di bawah ini. Dua orang manusia sama halnya dengan dua mobil tadi. Jadi individu bukan hereditas ditambah lingkungan akan tetapi hereditas kali lingkungan. Hereditas maka tidak mungkin akan terbentuk luas yang merupakan individunya. A C B Individu A potensi hereditasnya biasa-biasa saja. Setiap individu adalah merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. Jadi kedua faktor tersebut sama pentingnya dan mutlak harus ada. tetapi lingkungannya cukup bagus sehingga menghasilkan kondisi Hereditas Gambar Kondisi Lingkungan dan Hereditas terhadap Perkembangan Individu Lingkungan Lingkungan 58 . karena kalau salah satu bagian hilang. kalau dua orang tadi memiliki hereditas yang berlainan. meskipun samasama diisi premium tidak akan sama cepat larinya.buah mobil yang berbeda kondisi mesinnya.. Hubungan antara hereditas dan lingkungan lebih tepat kalau digambarkan sebagai suatu hasil perkalian dan bukan sebagai hasil penjumlahan. Hereditas dapat dilukiskan sebagai dasar dari suatu segi empat. lingkungan sebagai tinggi dan individu sebagai luas dari segi empat itu. Gambar Interaksi Hereditas dan Lingkungan Dengan gambar tersebut Individu yang jelas bahwa seorang individu tidak Sedang berkembang hanya ditentukan oleh hereditasnya saja atau oleh Iingkungannya saja.

maka akan jadi anak yang baik. Di sini pendidikan termasuk sebagai lingkungan. Nativisme memandang pribadi manusia yang baru lahir bertolak belakang dengan Empirisme. potensi bawaan dari lahir (Nativisme). yaitu duakali luas kotak A maupun B. Suatu kenyataan bahwa potensi hereditas yang baik saja tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. Namun potensi ini kurang mendapatkan dukungan dari lingkungan di mana B berada. Oleh sebab itu faktor pendidikan menurut pandangan ini tidak diperlukan adanya. Bagaimanapun kuatnya alasan kedua pandangan tersebut. Karena kondisinya yang bersih belum ada tulisannya sama sekali. namun keduanya dianggap kurang realistik. dan sebaliknya apabila yang menggores tersebut adalah tulisan yang jelek jadilah ia anak yang jelek. maka dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa sangat tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas kosong tersebut. Kalau yang menggores tulisan yang baik. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Pandangan ketiga tampaknya mengkompromikan kedua pandangan di atas. Tulisan yang akan menggores pada kertas kosong tersebut itulah yang dikategorikan sebagai lingkungan. dan perpaduan antara lingkungan dan potensi bawaan (Konvergensi) Pandangan Empirisme yang dipelopori oleh John Lock (1632-1704) mengatakan bahwa anak yang baru lahir bagaikan kertas putih yang tidak ada tulisan apa-apanya. Ilustari dari gambar di atas dalam dunia pendidikan dikenal dengan hukum dasar pendidikan. Teori ini juga disebut sebagai Tabularasa (meja lilin). Dengan dukungan yang positip dari kedua faktor tersebut. karena pribadi C didukung oleh faktor potensi hereditas yang baik. yaitu pandangan para pakar pendidikan yang melihat aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh lingkungan (Empirisme). Selanjutnya individu C perkembangan pribadinya jauh melebihi A dan B. sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan bagi individu manusia. maka luas kotak C jauh lebih luas. sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakat yang dibawanya. Luas kondisi perkembangan pribadi B hampir sama dengan A walaupun potensi hereditasnya lebih baik daripada A. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa 59 .perkembangan pribadi seluar kotak yang ada. Nativisme memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu nativus (bakat). dan kondisi lingkungan yang baik pula.

Dalam suatu daerah yang terpencil di mana tidak ada sekolah. Keterangan: P = Personality (kepribadian) H = Heredity (hereditas) E = Environment (lingkungan) Pelajaran penting yang bisa diambil dari cara pelukisan semacam ini ialah bahwa memperbaiki keadaan lingkungan untuk sejumlah individu secara serentak tidak akan mengurangi perbedaan individu. Kalau lingkungan individu A dan B dikalikan 2 (dua) maka perbedaan luas A dan B akan menjadi jauh lebih besar daripada perbedaan luas sebelumnya. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). Suatu lingkungan tidak dengan sendirinya merangsang seorang individu untuk berbuat: Effektivitas dari lingkungan bergantung kepada bagaimana interprestasi individu yang bersangkutan terhadap nilai dari lingkungan tersebut. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama di antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). Teori tersebut diformulasikan dalam sebuah rumus sebagai berikut. Hal ini bisa kita terangkan dengan menggunakan effektivitas daripada lingkungan seperti yang sudah pernah kita singgung di muka. perbaikan lingkungan yang diberikan secara sama kepada sejumlah individu justru akan memperbesar perbedaan-perbedaan individu tersebut. Kembali kepada gambar di atas. Malahan sebaliknya. Dengan demikian jika kita mewujudkan perbedaan individu yang disebabkan oleh faktorfaktor hereditas. misalnya jika kepada mereka diberikan kesempatan untuk bersekolah sampai setinggi-tingginya. Akan tetapi dalam lingkungan yang lebih baik. Menurut jalan pikiran yang telah dikemukakan di muka.didukung potensi hereditas yang baik. anak yang lebih cerdas tadi akan berkembang jauh lebih pesat dar ri anak-anak lainnya.k lain di daerah itu. Setiap pribadi adalah hasil konvergensi faktor internal dan eksternal. dibutuhkan suatu lingkungan yang kaya yang penuh dengan rangsang-rangsang yang tepat. televisi dan media pendidikan lainnya seorang anak yang cerdas akan tetap menjadi buta huruf seperti anakana. perpustakaan. Untuk jelasnya baiklah kita berikan suatu contoh. individu-individu dengan hereditas yang 60 P = HxE . Lingkungan dapat mengurangi timbulnya perbedaanperbedaan individu.

Untuk mencapai maksud ini harus kita adakan semacam Kompensasi : artinya terhadap anak yang satu yang sudah miliki kecerdasan. maka manusia pertama yaitu Adam telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia yang lain yaitu istrinya yang bernama Hawa. keberanian dan usaha yang lebih besar tidak perlu lagi kita curahkan perhatian yang terlalu besar. Begitu pula tokoh tarzan di dalam film yang diberi pasangan seorang wanita sebagai teman hidupnya. keadaan semacam ini bisa dilukiskan sebagai individu B dan C. karena kalau dia mati maka berarti bahwa riwayatnya pun akan habis pula. Kalau kita menengok kembali gambar di atas. Kemudian muncullah tokoh “Friday” sebagai teman Robinson Crousoe. Dengan demikian dari lukisan ini kita bisa menarik suatu pelajaran bahwa kualitas yang bersamaan yang dimiliki oleh dua orang individu mungkin saja ditimbulkan oleh faktorfaktor yang berbeda. Sebagai suatu contoh dapat kita kemukakan pengajaran di sekolah-sekolah kita. Mereka memiliki kualitas yang kira-kira bersamaan meskipun lingkungan dan hereditas mereka masing-masing berbeda.pada akhir tahun ajaran bisa kita mengharapkan sejumlah individu dengan kecakapan dan pengetahuan yang relatif bersamaan. sedangkan terhadap anak-anak yang agak lemah kurang usahanya kita berikan perhatian dan bantuan yang lebih banyak. Meskipun bukan maksudnya untuk membentuk individu yang sama. dan seterusnya.berbeda-beda tidak akan dapat dibentuk menjadi individu yang sama dengan jalan menempatkan mereka dalam lingkungan yang sama. 61 . Untuk tiap-tiap kelas seolah-olah sudah ditentukan sebelumnya. namun hal itu membuktikan bahwa pengarang sudah mempunyai perasaan tentang kehidupan bersama antar manusia. lepas dari persoalan bagaimana hereditas yang mereka miliki. Dengan demikian . Walaupun temannya pria itu juga. namun demikian mengapa hidupnya harus bermasyarakat? Seperti diketahui. 4. Banyak cerita-cerita tentang manusia yang hidup menyendiri seperti misalnya cerita Robinson Crousoe yang diceritakan sebagai manusia yang hidup sendiri. keterampilan-keterampilan atau pengetahuan apa yang seharusnya sudah dimiliki oleh anak-anak dalam kelas itu. Akan tetapi pengarangnya tak dapat membuat suatu penyelesaian tentang hidup seorang diri tadi. yang kemudian berketurunan pula. Manusia Sebagai Makhluk Sosial Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri. akan tetapi dalam praktek kadang-kadang kita memerlukan sekelompok individu yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang bersamaan.

fisiknya tidak sekuat hewan-hewan besar. bahkan jauh lebih sempurna daripada makhluk-makhluk lain ciptaan Allah. Seorang Kiyai di Madura yang kontroversi juga gemar bertapa ketika masa mudanya. mampu untuk mencari makan sendiri. sanggup hidup di udara dingin tanpa pakaian. diberi kuku dan gigi yang kuat untuk mencari makan sendiri. ia selalu akan berhubungan dengan manusia lainnya. Jadi sejak manusia lahir. Begitu siuman ia berangkat lagi ke tempat semula di mana ia bertapa. Hebatnya semua istrinya tinggal serumah dengan istri pertama sebagai manajernya. beruang. gajah. Bahkan tidak jarang sampai pingsan karena tidak pernah makan dan minum. Namun dengan kemampuan akal yang dimilikinya manusia mampu menciptakan pakaian dan 62 . Manusia tanpa manusia lain takkan mampu bertahan hidup lama. harimau. makan. Katak diberi alat khusus untuk hidup di darat maupun di tempat-tempat berair. yaitu akal. disuapi. Begitu seterusnya dan pada akhirnya iapun kembali pulang ke rumahnya. Akan tetapi manusia tidak demikian. Memang apabila manusia dibandingkan dengan makhlukmakhluk hidup yang lainnya seperti misalnya hewan. manusia tidak dikaruniai Tuhan dengan alat-alat fisik yang cukup untuk dapat hidup sendiri. anjing. demikian pula hewan-hewan lainnya seperti kucing. harus disusui. dan bersifat temporer. akan tetapi manusia dia diberi kelengkapan untuk hidup dan kehidupannya yang sangat luarbiasa ampuhnya.Apabila kita membaca cerita-cerita dari dunia wayang maka tokoh-tokoh seperti Arjuna yang sering bertapa dan menyendiri pada akhirnya juga kembali pada saudarasaudaranya. Ia dirawat. hanyalah untuk semntara waktu saja. ikan diberi alat khusus untuk dapat hidup di air. Bayi misalnya. bermain. burung diberi sayap untuk dapat terbang jauh. kuda. Seekor anak ayam misalnya. walaupun tanpa induknya. dan lain sebagainya. Manusia tak mungkin mampu bertahan seperti hewan-hewan tersebut menghadapi cuaca dingin hingga -52o C seperti di daerah Chascaton Canada. dia tak akan dapat hidup sendiri. Keluarganya dibuat kebingungan sehingga harus merawat dan membawanya pulang dari tempat pertapaannya. Harimau misalnya. Lagi pula. Akal tak dapat secara langsung digunakan sebagai alat hidup. disuapi dimandikan. Bertapa dan menyendiri itu. dirangsang untuk berlatih berjalan. keledai. ia beristri dan karena sosialnya sekarang ia telah memiliki sepuluh orang istri. akan tetapi dapat diberdayakan untuk membuat berbagai alat kebutuhan yang diperlukan untuk kehidupan. dikasih minum hingga sadar atau siuman kembali. Hewan-hewan seperti sapi. atau yang lainnya. Di lingkungan tempat tinggalnya akhirnya iapun tidak lagi menyendiri.

hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). Di dalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakantindakan orang lain. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (=hewan sosial. kalau ada seseorang menyanyi ia membutuhkan reaksi. panas yang menyengat. bahkan panas dari terik matahari sekalipun. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong. atau lainnya. karena manusia tak mungkin hidup sendiri. manusia harus hidup berkawan dengan manusia-manusia lain dan pergaulan tadi mendatangkan kepuasan bagi jiwanya. agar badannya tetap sehat. perasaan. disebut gregariousness. entah yang berwujud pujian atau celaan yang merupakan dorongan bagi tindakan-tindakan selanjutnya. dengan mempergunakan akalnya. Kesemuanya itu menimbulkan kelompokkelompok sosial atau sosial-group di dalam kehidupan manusia ini. penyejuk dan lain-lain. apabila alam sekitarnya hutan. Di daerah pantai. maka terjadi gangguan dalam perkembangan jiwanya. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya Untuk dapat menghadapi dan menyesaikan diri dengan kedua lingkungan nya. Misalnya. dan karsanya. Manusia juga harus makan. misalnya dalam keadaan terkurung di dalam sebuah ruangan yang tertutup sehingga dia tidak dapat mendengarkan suara orang lain atau tidak dapat melihat orang lain. Kelompokkelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuankesatuan manusia yang hidup bersama. manuia menciptakan rumah. manusia akan menjadi nelayan untuk menangkap ikan. Dalam menghadapi lingkungan alam.perlengkapan lainnya untuk melindungi diri dari ganasnya alam cuaca dingin. karena sejak dilahirkan. Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. maka manusia akan berburu untuk mencari makanannya. pakaian. penghangat. manusia mempergunakan akal pikiran. Dengan kondisi semacam ini akan terbentuklah suatu kehidupan 63 . Dalam menghadapi alam sekeliling. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (masyarakat) 2. Reaksi ini menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. oleh karena adanya hubungan antara mereka. Di dalam hubungan antara manusia satu dengan manusia lain akan muncul suatu reaksi sebagai akibat dari hubungan tersebut. misalnya udara dingin. Apabila manusia hidup sendirian. untuk itu dia dapat mengambil makanan sebagai hasil dari alam sekitar. manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu: 1.

2) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. 3) Memiliki rasa senasib seperjuangan. Physical Needs 5 4 3 2 1 2. Dengan adanya kebutuhan ini manusia menciptakan pakaian. dan lainnya. 4) Berstruktur.bersama atau yang dikenal dengan istilah kelompok sosial. Love Needs 4. tempat tinggal. Kebutuhan tersebut bila digambarkan adalah sebagai berikut. Selanjutnya sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 1) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. Di sini letak kebutuhan manusia yang ketiga berupa kasih sayang. Selanjutnya apabila kebutuhan pokok ini terpenuhi maka manusia akan berusaha untuk mendapatkan kebutuhan di atasnya. Self Actualization Needs Gambar Hirarki Kebutuhan Manusia Kebutuhan fisik manusia dalam hidup diperuntukkan bagi keberlang-sungan kehidupannya bersama-sama dengan manusia lainnya. berkaidah. yaitu rasa aman. Abraham Maslow dalam teorinya mengatakan bahwa manuisa itu memiliki kebutuhan yang bersifat hirarkis. Safety Needs 3. dan mempunyai pola perilaku. Bersama baik konteks kehidupan bermasyarakat maupun bersama dalam konteks kehidupan keluarga. Dengan rasa kasih sayang manusia dapat hidup bersama dengan sejahtera. Tujuannya semata-mata agar survive. Rasa aman di sini adalah bagaimana diri manusia dapat terlindung dari berbagai ancaman bahaya dari luar. Dengan kebutuhan kasih sayang pula manusia dapat melangsungkan garis keturunan ke generasi 64 . Esteem Needs 5. Maksudnya manusia akan berusaha mendapatkan kebutuhan lainnya apabila kebutuhan di bawahnya telah terpenuhi terlebih dahulu. minum dan lainnya. Ia membutuhkan orang lain sebagai bagian dari kehidupannya. 1. Kebutuhan ini diwujudkan dalam bentuk makan.

Gila hormat termasuk penyakit hati yang harus dihindari. Unsur-unsur kasih sayang ini sangat perlu dikembangkan dan dipertahankan baik dalam kehidupan berumahtangga maupun dalam bercinta kasih dengan sesama manusia lainnya. Kebutuhan ini tercermin dari sikap penampilan manusia yang selalu ingin lebih dari orang lain walaupun sebenarnya sangat tentatif. pengorbanan. Selanjutnya kebutuhan puncak manusia ialah kebutuhan aktualisasi diri. Namun yang penting bagi seseorang dalam menampakkan kebutuhan ini ialah ia akan merasa memperoleh suatu kepuasan apabila ia dapat melakukan sesuatu yang menurut perasaannya melampaui orang lain. yaitu sifat ingin selalu dihormati. Unsur cinta kasih yang perlu dipertahankan dalam kehidupan bersama meliputi. atau ketika tampil dalam forum-forum yang melibatkan banyak orang. Setiap orang tentu akan merasa senang apabila ia diperlakukan manusiawi oleh manusia lainnya. rasa tanggungjawab. terjadi bila kepribadian individu tidak dominan sedangkan dia tidak mampu atau tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. saling menghor-mati dan menghargai. Dalam kehidupan bermasyarakat. tanpa kawan. 65 . Fungsi Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial Sepanjang peradaban manusia. pergaulan. Sebagai pribadi manusia juga memiliki kebutuhan akan harga diri. kejujuran. Misalnya dalam hal pakaian.berikutnya. tidak dapat dibuktikan bahwa manusia dapat hidup sendiri. Pada dasarnya terdapat dua keinginan pokok yang mendorong manusia untuk hidup mengelompok yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. tanpa komunikasi. Sebaliknya seseorang akan merasa tersinggung apabila harga dirinya dilecehkan. 5. Perlu disadari bahwa siapapaun orangnya apabila ia mau menghargai dan menghormati orang lain ia juga akan dihargai dan dihormati oleh orang lain. Dengan selalu melakukan introspeksi akan tumbuh sikap positip yang akan melahirkan prilaku yang selalu akan memperhatikan kebutuhan orang lain. Namun demikian ada pula sifat yang harus dihindari melalui kebutuhan harga diri ini. seorang individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya dalam tiga kemungkinan : 1) menyimpang dari norma kolektif . ia akan selalu tampil dengan ciri dan sifatnya yang khas. Suburnya sifat ini akan membuat seseorang menjadi gila hormat. Sebagai pribadi yang memiliki kebutuhan harga diri sangat penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap ini untuk tujuan introspeksi bahwa di luar diri itu ada diri-diri lain yang sama-sama memiliki kebutuhan untuk dihargai.

rearing. merawat. Batasan yang pada hakekatnya sama dikemukakan oleh A.M. juga ditunjuk ciri-ciri dan tujuan keluarga. dan anak. 4) fungsi keluarga ialah memelihara. yaitu kesatuan sosial 66 . yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. Definisi-definisi tersebut di atas lebih menunjuk pada pengertian somah atau nuclear family.2) Kehilangan individualitasnya (resesif) . perkawinan. demikian batasan yang dikemukakan oleh Emory S. in which affection and responsibility are equitably shared to become self-controlled and socially-motivated persons. and one or more children. Keluarga merupakan salah satu cermin peran dimana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. a family is a group of interacting persons who recognize a relationship with each other based on common parentage. normally commposed of a father. atau adopsi. and socialization of children and the providing of intimate responses between its members. Menurut Biro Sensus Amerika Serikat istilah keluarga diartikan sebagai :a group of two or more persons residing together who are related by blood marriage. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. terjadi bila kepribadian individu tersebut lemah dan takluk terhadap lingkungannya. terjadi bila kepribadian individu kuat dan mampu mempengaruhi dan menaklukkan lingkungannya. the family may be viewed as an enduring relationship of parents and children that performs such functions as the protection. dan atau adopsi. 3) hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. Menurut beliau. keluarga ialah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah. Dalam batasan tersebut. 3) Mempengaruhi masyarakat (dominan) . disamping sebagai kelompok sosial. perkawinan. marriage. ibu. Dari beberapa definisi tersebut dapatlah dirumuskan intisari pengertian keluarga. and or adoption. Menurut kedua batasan tersebut. a mother. Rose. or adoption. In functional terms. Definisi yang serupa dikemukakan oleh Francis E. yaitu: 1) keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. Bogardus. 2) hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. Merrill. The family is a small social group.

kemudian karena perkawinan beralih kepada keluarga prokreasi. Nuclear family dan extended family tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Ex te Fa nde mi d ly Nuclear Family Gambar : Extended family dan Nuclear Family Keterangan: = laki-laki bersuami istri = perempuan bersaudara = beranakkan = = Keluarga dalam mana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasinya yang terpenting disebut keluarga orientasi. Keanggotaan individu mula-mula dalam keluarga orientasi. Sedangkan keluarga yang dibentuknya melalui perkawinannya dan anak-anak sebagai hasil perkawinannya itu disebut keluarga prokreasi. dan saudara-saudara lainnya. melainkan juga nenek. paman. kemenakan. bibi.yang terdiri atas suami istri dan anak-anaknya. 67 . Kerap kali keluarga itu tidak hanya terdiri atas suami istri dan anakanaknya. Nuclear family yang yang diperluas ini disebut Extended family.

keagamaan. kontrak sosial yang longgar. manusia yang semakin individualistik. dan memberikan suasana kemesraan bagi anggotanya Berdasarkan penjelasan di atas keluarga merupakan satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhkluk sosial. industrialisasi. sosialisasi. yang ditandai adanya kerjasama ekonomi. yaitu melindungi. 68 . kemamkmuran dalam sistem kapitalisme liberal merupakan faktor yang mempengaruhi perubahan nilai keluarga dalam masyarakat. merupakan tantangan bagi keluarga masa kini dan yang akan datang. fungsi utama keluarga tetap melekat. memelihara. Modernisasi. Dengan demikian maka fungsi keluarga ialah : 1) Pengaturan 5) penempatan anak seksual dalam masyarakat 2) Reproduksi 6) Pemuas kebutuhan 3) Sosialisasi seseorang 4) pemeliharaan 7) Kontrol sosial Seiring perkembangan jaman. pendidikan. dan sekularisasi maka keluarga dalam masyarakat modern kehilangan sebagian dari fungsi-fungsi tersebut di atas. urbanisasi.Kedudukan individu dalam keluarga orientasi prokreasi itu dapat digambarkan sebagai berikut: dan K L A G O IE T S D N EU R A R NA I A P ORAI R K ES K lu rg e a a O n s rie ta i K lu rg e a a P k ai ro re s Gambar Keluarga Orientasi dan Prokreasi Keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan mulitifungsional. perlindungan. dan rekreasi dilakukan oleh keluarga terhadap anggota-anggotanya. nilai-nilai yang berubah. nilai-nilai ideal keluarga mengalami perubahan. Karena proses industrialisasi. Masri Singarimbun (1993) mengingatkan bahwa mobilitas penduduk yang semakin tinggi. Fungsi pengawasan sosial. Namun dalam perubahan masyarakat.

Pada saat demikian.. agar supaya tercapai tata tertib di dalam kelompok 69 . Sebagai sosiolog. maupun kelompok yang besar seperti masyarakat desa. Saling tukar-menukar pengalaman tersebut. Walaupun anggota-anggota keluarga tadi selalu menyebar. Dalam kehidupan berkelompok. karena hubungannya dengan kelompokkelompok sosial lainnya di luar rumah dan bila mereka berkumpul terjadilah tukar-menukar pengalaman di antara mereka. Setiap anggota mempunyai pengalaman masing-masing. walaupun sering kali hal itu sama sekali tidak disadarinya. sosial experience mempunyai pengaruh yang besar di dalam pembentukan kepribadian seseorang. dan lainnya. sekaligus ia adalah salah satu anggota dari salah satu kelompok sosial tesebut dan sekaligus sebagai peneliti kehidupan kelompok tersebut secara ilmiah. di dalam menelaah masyarakat manusia banyak berhu-bungan dengan kelompok-kelompok sosial. semakin timbul kesadarannya bahwa sebagian dari kepribadiannya terbentuk oleh kehidupan berkelompok tersebut dan bahwa dia hanya merupakan unsur yang mempunyai kedudukan dan peranan dalam kelompok tersebut. Semakin mendalam penelitiannya. Penelitian terhadap sosial-experiences sangat penting untuk mengeta-hui sampai sejauh mana pengaruh kelompok terhadap individu dan bagaimana reaksi reaksi individu terhadap pengaruh kelompok tersebut dalam proses pembentukan kepribadian. baik yang kecil seperti keluarga. Hampir semua manusia. Suatu kelompok sosial cenderung tidak merupakan kelompok yang statis. Interaksi Sosial Seorang sosiolog. Sesuatu aspek yang menarik dari kelompok sosial tersebut adalah bagaimana caranya mengendalikan anggota-anggotanya. akan tetapi para anggota keluarga tersebut mungkin mengalami perubahan-perubahan sebagai akibat pertukaran pengalaman tersebut. pada waktuwaktu tertentu mereka pasti akan berkumpul seperti saat makan pagi. tidaklah semata-mata terjadi pertukaran pengalaman. Kelompok tadi dapat menambahkan alat-alat perlengkapan untuk dapat melaksanakan fungi-fungsinya yang baru di dalam rangka perubahan-perubahan yang dialaminya atau bahkan sebaliknya dapat mempersempit ruang lingkupnya. dan malam. pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yang dinamakan keluarga. akan tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-perubahan baik dalam aktivitas maupun bentuknya. masyarakat kota.6. kelompok siswa di sekolah. Para sosiolog akan tertarik oleh cara-cara kelompok sosial tersebut dalam mengatur tindakan-tindakan anggotaanggotanya. siang. bangsa. disebut sebagai sosial-experiences .

oleh karena kepentingannyapun tidak berlangsung dengan lama. ditelaahnya kelompok-kelompok yang lebih besar. Suatu masyarakat misalnya merupakan kelompokkelompok atau kesatuan-kesatuan atas dasar wilayah yang tidak mempunyai kepentingan-kepentingan yang khusus. korporasi.yang bersangkutan. Selanjutnya dapat dijumpai pula klasifikasi atas dasar ukuran derajat organisasi. Suatu ukuran lainnya ialah ukuran kepentingan dan wilayah. 7. Di samping itu sebagai perbandingan. Ukuran lain yang diambil adalah atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut. Georg Simmel mulai dengan bentuk terkecil yang terdiri dari satu orang sebagai fokus hubungan sosial yang dinamakannya monad yang kemudian diperkembangkan dengan meneliti kelompokkelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang yaitu dyad serta triad dan kelompok-kelompok kecil lainnya. bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut. merupakan kelompok yang hidupnya sebentar saja. Beberapa sosiolog memperhatikan pembagian atas dasar kelompokkelompok di mana anggota-anggotanya saling kenal mengenal (face to face groupings). berkembang mengalami disorganisasi. Lain halnya dengan masyarakat yang kepentingan-kepentingannya yang secara relative bersifat tetap (permanent). Berlangsungnya suatu kepentingan. Sudah tentu anggotaanggotanya sedikitnya sadar akan adanya kepentingankepentingan bersama walaupun hal itu tidak dikhususkan secara terinci atau dijabarkan lebih lanjut. merupakan ukuran lain bagi klasifikasi tipe-tipe sosial. Ukuran tersebut oleh sosiolog lainnya. Yang agaknya penting adalah bahwa kelompok tersebut merupakan tempat kekuatan-kekuatan sosial berhubungan. dengan kelompok-kelompok sosial seperti kota-kota. Suatu association sebagai suatu perbandingan. 70 . memegang peranan dan selanjutnya. Dalam analisisnya mengenai kelompok-kelompok sosial. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut berdasarkan berbagai criteria ukuran. Sosiolog Jerman yaitu Georg Simmel mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok. di mana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan yang erat. justru dibentuk untuk memenuhi kepentingan yang tertentu. dan Negara. seperti keluarga. dikembangkan lebih lanjut dengan memperhatikan tinggi rendahnya derajat eratnya hubugan antara anggotaanggota kelompok sosial tersebut. rukun tetangga dan desa. Suatu kerumunan misalnya.

pada masyarakat-masaarakat yang masih sederhana) tidak selalu bersifat sukarela. Akan tetapi. individu biasanya menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. namun suatu hal yang penting adalah bagaimana keanggotaan pada kelompok-kelompok sosial (termasuk. daripada misalnya dengan suatu perusahaan besar atau Negara. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya bersifat sukarela. Dalam masyarakat yang sudah kompleks.1 Kelompok-kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu Seorang warga dari masyarakat yang masih sederhana susunannya. juga harus diingat pada konsep-konsep dan sikap-sikap individu terhadap kelompok-kelompok sosial sebagai kenyataan subyektif yang penting untuk memahami gejala kolektivitas 7. Apabila kelompok sosial dianggap sebagai kenyataan dalam kehidupan manusia atau individu. sehubungan dengan keanggotaan kelompok sosial yang tertentu. ras. 7. sehingga bagi individu terdapat dorongan-dorongan tertentu pula sebagai anggota kelompok sosial. usia. misalnya atas dasar sex. dan lainnya. memberikan kedudukan atau prestise tertentu yang sesuai dengan adat istiadat dan lembaga pemasyarakatan di dalam masyarakat. sex. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan.2 In-group dan Out-grup Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya dan bahwa 71 . Dengan demikian maka terdapat derajat tertentu serta arti tertentu bagi individu-individu tadi. Dasar yang diambil sebagai salah satu alternatif untuk mengadakan klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial tersebut adalah jumlah atau derajat interaksi sosial atau kepentingan-kepentingan kelompok. secara relatif menjadi anggota pula dari kelompokkelompok kecil secara terbatas. kelompok kekerabatan. Suatu ukuran lainnya bagi si individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik oleh kelompok-kelompok sosial yang dekat seperti kehidupan keluarga.Kelompok-kelompok sosial terdiri dari kelompok-kelompok yang terorganisir dengan baik sekali misalnya Negara. sampai pada kelompok-kelompok yang hampir-hampir tak terorganisir seperti misalnya suatu kerumunan. Keanggotaan masing-masing kelompok sosial tadi. dan rukun tetangga. atau oragnisasinya maupun kombinasi dari ukuran-ukuran tersebut. Kelompok-kelompok sosial tersebut biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan.

sedikit banyaknya akan mempunyai suatu kecenderungan untuk menganggap bahwa segala sesuatu yang termasuk kebiasaan kelompoknya sendiri sebagai sesuatu yang terbaik apabila dibandingkan denga kebiasaan kelompok lainnya. “kami pegawai negeri” dan “mereka pedagang”. walaupun dalam masayarakat yang sederhana tadi perbedaanperbedaannya tak begitu tampak dengan jelas. Kelompok-kelompok sosial dengan mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. baik secara sadar maupun secara tidak sadar. selama para anggotanya mengadakan identifiasi dengan kelompoknya. Jelas bahwa apabila suatu kelompok sosial merupakan “in-group” atau tidak bagi individu. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnocentrisme.T 002”. Sikap in-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa setiap kelompok sosial. 72 .kepentingan-kepentingan suatu kelompok sosial serta sikapsikap yang mendukungnya terwujud dalam pembedaan kelompok-kelompok sosial tersebut yang dibuat oleh individu. Anggota-anggota suatu kelompok sosial tertentu. “kami mahasiswa fakultas hukum” sedangkan “mereka mahasiswa Fakultas Ekonomi”.T 001” sedangkan “mereka warga R. yaitu suatu sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan mempergunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama satu dengan lainnya. “kita warga R. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka” seperti misalnya. mungkin jumlahnya tidak banyak apabila dibandingkan dengan masyarakat yang kompleks. Konsep tersebut dapat diterapkan baik terhadap kelompok-kelompok sosial yang relatif kecil samapi yang terbesar. walaupun dia menyadari sikapnya itu salah. bersama dengan nilai-nilai budaya. Sikap etnosentris tersebut diajarkan kepada anggota-anggota melalui proses sosialisasi. Dalam masyarakat yang masih sederhana. Sikap etnosentris ini sering disamakan dengan sikap mempercayai sesuatu. Kecenderungan seperti ini disebut etnocentrisme. bersifat relatif dan tergantung pada situasisituasi sosial yang tertentu. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. sehingga kadang-kadang sukar sekali bagi yang bersangkutan untuk mengubahnya. merupakan “in-group” bagi anggota-anggotanya. In-group dan out-group dapat dijumpai disemua masyarakat.

Kenal-mengenal secara fisik. Saling berbicara dan saling melihat merupakan saluran utama untuk pertukaran pikiran. adalah peleburan individu-individu dalam satu kelompokkelompok. citacita. Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi tadi. Supaya terjadi hubungan yang akrab di antara individu-individu yang ada mau tak mau secara fisik harus saling kenal mengenal. Setiap masyarakat mempunyai norma-norma yang mengatur hubungan fisik antara anggota-anggotanya yang kadang-kadang dapat 73 .3 Primary Group dan Secondary Group Dalam klasifikasi kelompok-kelompok sosial. Secara singkat dapatlah dikatakan Primary Group adalah kelompokkelompok kecil yang agak langgeng (permanent) dan yang berdasarkan kenal-mengenal secara pribada antara sesama anggota kelompoknya. namun kesemuanya itu untuk kepentingan kelompoknya juga. primary groups adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. belum cukup untuk menerangkan persyaratan yang penting bagi adanya suatu primary group. pertama bahwa anggota-anggota kelompok secara fisik berdekatan antara satu dengan lainnya. dan ketiga adalah adanya suatu kelanggengan hubungan antara anggota-anggota kelompok yang bersangkutan. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan serta cita-cita kelompoknya. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. Menurut Cooley. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok tersebut secara psikologis. Konsep Cooley mengenai hubungan saling kenal mengenal. Tentu ada kalanya terjadi perbedaan paham. akan tetapi hal itu tergantung dari kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. sehingga tujuan individu menjadi juga tujuan kelompoknya. Sudah tentu secara mutlak tak dapat dikatakan bahwa kehidupan serta hubungan antara anggota-anggota kelompok tersebut selalu harmonis. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah “kelompok utama” dan “kelompok sekunder”. maupun perasaan. Kelompok-kelompok tersebut mempunyai makna utama dalam berbagai arti. dengan kelompok-kelompok yang lebih besar di pihak lain. bahkan pertentangan. Syarat-syarat yang sangat penting adalah . Kedua. bahwa kelompok tersebut adalah kecil. memberi kemungkinan terbentuknya primary group. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masingmasing. perbedaan yang luas dan fundamental adalah perbedaan antara kelompokkelompok kecil di mana hubungan antara anggota-anggotanya erat sekali di satu pihak.7.

dalam masyarakat yang mempunyai system pelapisan masyarakat yang tertutup (misalnya di India. Sebagai makhluk individu manusia memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan manusia lainnya. suatu sifat kelompok dan keakraban kelompok juga lebih mudah terwujud. Jadi suatu kontinyuitas tertentu merupakan pula suatu faktor dalam pembentukan primary group. seperti hubungan antara orang-orang dari kasta yang berbeda derajatnya. yaitu contrast (pertentangan). Walaupun misalnya sepasang suami istri yang telah berumah tangga selama 10 tahun seringkali bertengkar. akan tetapi hubugan antara mereka di tempat-tempat umum. seorang anggota. Dalam suatu kelompok yang kecil. Dalam keadaan demikian. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu memiliki sifatsifat sebagai berikut. Semakin lama mereka berhubungan satu sama lain. Memang dalam keadaan-keadaan tertentu hal itu mungkin terjadi. oleh karena tidak mungkin seseorang pada waktu yang tertentu berhubungan dengan banyak orang sekaligus. dapat ikut serta mengambil bagian dalam membentuk keputusan-keputusan kelompok tersebut.merupakan penghalang bagi terjadinya hubungan. norma-norma masyarakat seolah-olah memberikan suatu kelonggaran. dan kehendak. secara jasmani yang mengandung nilai estetika (keindahan). rasa. sebetulnya tergantung dari seringnya individu-individu yang bersangkutan berhubungan dan mendalamnya hubungan tadi. RINGKASAN Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk ciptaan lainnya karena memiliki unsur rohani yang berupa akal. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah jika mengandung 3 unsur. 74 . Selanjutnya. secara pribadi. misalnya apabila seorang guru memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. namun sangat sukar bagi masingmasing untuk hidup lepas satu sama lainnya. Akan tetapi ternyata kemudian bahwa semakin kecil kelas yang bersangkutan. simetry/ balance (keserasian/keseimbangan). semakin akrab pula hubungan antara guru dengan muridmuridnya. misalnya di loket karcis kereta api tidak dilarang. Keakraban dalam hubungan antar individu.). Kecilnya kelompok juga merupakan salah satu syarat yang penting. dan unity (kesatuan) Secara kodrati manusia adalah sebagai makhluk individu dan sosial. semakin akrab pula hubungan tersebut.

1) Merupakan satu kesatuan yang utuh. ia mengatakan bahwa anak lahir bagaikan kertas putih. Dalam dunia pendidikan pandangan terhadap kepribadian manusia sebagai hasil interaksi antara faktor internal dan eksternal melahirkan berbagai teori yang dikenal dengan hukum dasar pendidikan. Kalau yang menggores tulisan yang baik. selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Teori berpendapat bahwa potensi hereditas yang baik tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. yaitu faktor internal dan eksternal. 5) Sulit dinilai. Manusia satu berbeda dengan manusia lainnya disebabkan oleh dua faktor. sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. Faktor internal banyak berhubungan dengan hereditas. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. Teori pertama menganggap bahwa aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh faktor lingkungan. yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. dan sebaliknya. maka jadi anak baik. terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis. 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. Antara faktor internal maupun eksternal terdapat suatu interaksi yang saling mempemgaruhi sehingga dapat membentuk keribadian tertentu bagi setiap orang. Dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas tersebut. Teori ini dipelopori oleh John Lock (1632-1704). 4) Memiliki nilai tersendiri. Teori ini memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu bakat sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakatnya. prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. Jadi individu merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa didukung potensi hereditas yang baik. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). Teori kedua disebut dengan Nativisme. 75 .

tidak berdaya sehingga membutuhkan pertolongan orang lain. usia. Demikian pula hewan-hewan lainnya Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. Pertama dipandang dari sudut individu. 2) terdapat hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. sex. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 2) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya kondisi manusia ketika baru lahir amat lemah. Berbeda dengan seekor anak ayam misalnya. 4) Memiliki rasa senasib seperjuangan. Keinginannya untuk hidup bersama dengan manusia lainnya menimbulkan kelompokkelompok sosial. 3) hubungan tersebut dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. dan mempunyai pola perilaku. Kelompok-kelompok sosial ini biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan. dan lainnya. 3) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. individu menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. memberikan kedudukan atau prestise tertentu sesuai dengan adat istiadat dan yang ada. walaupun tanpa induk ia langsung mampu mencari makan sendiri. perkawinan. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya 76 . Akan tetapi. dan atau adopsi. ibu. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. berkaidah. merawat. dan anak. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (hewan sosial. 5) Berstruktur. ras. disebut gregariousness. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama).Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan manusia lain dalam kehidupannya. yaitu: 1) merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kriteria. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. 4) berfungsi memelihara. misalnya atas dasar sex. Keluarga merupakan salah satu cermin peran di mana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. Intisari pengertian keluarga. Keanggotaan masingmasing kelompok sosial.

Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka”.T 002”. Kelompok-kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan dan cita-cita kelompoknya. Ketiga yaitu Primary Group dan Secondary Group.T 001” sedangkan “mereka warga R. dan bagaimana menurut pandangan saudara sendiri ? Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa dikatakan sebagai makhluk sosial ? 2. dan adanya suatu hubungan kontinyu di antara mereka.bersifat sukarela. Kelompok ini cukup signifikan. Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya. Kedua In-group dan Out-grup. kelompok tersebut adalah kecil. Syarat penting dalam primary group adalah . “kita warga R. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok secara psikologis. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. anggota-anggotanya berdekatan. 77 . Sikap out-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masing-masing. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah kelompok utama dan kelompok sekunder. 3. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. Misalnya. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnosentrisme. Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya dibandingkan dengan makhlukmakhluk lainnya ? Jelaskan mengapa manusi sebagai makhluk individu memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan individu-individu lainnya ? Jelaskan bagaimana pandangan teori-teori pendidikan terhadap konsep perkembangan kepribadian seseorang. Primary groups merupakan kelompok sosial yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggotaanggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. 4.

Sisi lain pluralitas adalah kemajemukan yang didasari oleh keutamaan (keunikan) dan kekhasan. pluralitas tidak dapat terwujud atau diadakan atau terbayangkan keberadaannya kecuali sebagai objek komparatif dari keseragaman dan kesatuan yang merangkum seluruh dimensinya. Bangsa-bangsa adalah bentuk pluralitas jenis manusiaxlviii.5. Pria dan wanita adalah bentuk pluralitas dari kerangka kesatuan jiwa manusia. Pengertian Keragaman dan Kesetaran. Diskusikan dengan teman sekelompok antara 3 – 5 orang apa fungsi manusia sebagai makhluk individu dan sosial ? Jelaskan apa yang disebut dengan keluarga dan apa fungsinya ? Dalam kehidupan sosial terdapat proses sosialisasi. “keunikan” dan “kekhasan” tersendiri.Sos 1. Sedang kesetaraan dapat diartikan sebagai “sama”. Beberapa istilah yang dianggap sesuai dengan keragaman salah satunya ialah pluralitas (plurality) yaitu suatu konsep yang mengandaikan adanya “hal-hal yang lebih dari satu”xlvii. Keragaman dapat diartikan dengan suatu hal yang “banyak macamnya”. 8. “beda” antara satu dan yang lainnya dan sifatnya tidak tunggal. Selamat Bekerja BAB V MANUSIA. “tidak berbeda” atau “sederajat”. Anggota suatu keluarga adalah bentuk pluralitas dalam rangka kesatuan keluarga dan sebagai antitesis darinya. S. Pluralitas juga tidak dapat disematkan kepada kesatuan yang tidak mempunyai parsial-parsial. KERAGAMAN DAN KESETARAAN Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Tanpa adanya 78 . atau yang bagianbagiannya dipaksa untuk tidak menciptakan “keutamaan”. Coba jelaskan dengan disertai contoh apa maksud dari sosialisasi? Jelaskan apa arti istilah-istilah di bawah ini a) animal social b) in-group out group c) primary-secondary group d) animal symbolicum e) animal educandum f) hayawanun natiq 6. Karena itu. 7.

Juga manusia tidak akan dapat mewujudkan tujuantujuan hidup. perbedaan dan perselisihan. serta mati tanpa dinamika. keseimbangan. kecenderungan metodologi yang dipegang. yaitu sikap ekstrem represif dan otoriter yang menafikkan perbedaan masing-masing pihak dan keunikannyaxlix. Karena perbedaan ini adalah salah satu pokok dari pokok-pokok diciptakannya manusia. baik yang melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan. serta perbedaan mereka dalam persiapan dan potensi-potensi serta tugas yang diemban. maka tidak akan ada motivasi untuk berkompetisi.kesatuan yang mencakup seluruh segi maka tidak dapat dibayangkan adanya kemajemukan. hal ini tentunya akan berakibat pada hidup yang stagnan dan tawar. Sehingga. dengan menggunakan kekuatannya serta rahasia-rahasianya yang terpendam. Sementara. pengikat dan kesatuan. yang menjadi motivator dan diperkuat oleh kemajemukan dan perbedaan itu. keunikan dan kekhasan atau pluralitas itu. Dan jika tidak ada pluralitas. serta akan selalu terjaga dan berusaha mengeksplorasi kekayaan bumi ini. Seperti penugasan makhluk manusia ini sebagai pemimpin di muka bumi. Sementara itu disintegrasi dan kacau balau ditimbulkan oleh sikap ekstrem memusuhi yang tidak mengakui dan tidak memiliki faktor pemersatu atau pengikat. sebagaimana halnya seluruh fenomena pemikiran. berada dalam kerangka kesatuan nilai yang konstan. dan tekhnik-tekhnik yang ditempuh. yaitu agar manusia membangun bumi dan mengembangkan wujud peradabannya. kesulitan berkompetisi. juga mempunyai sisi yang ekstrem. yang pada akhirnya akan membawa kepada kebaikan. tindakan saling dorong dan saling membela. Sayyid Quthbl mengatakan bahwa adalah tabiat manusia untuk berbeda. diharapkan senantiasa memiliki sifat membawa manfaat. Pluralitas. memiliki sifat pertengahan (moderat atau adil). cobaan. manusia akan menggali potensi mereka yang terpendam. Pluralitas juga bisa dianggap sebagai motivator dalam menghadapi ujian. dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masingmasing pihak yang berbeda dalam peradaban. berlomba dan saling dorong diantara individu manusia dan peradaban. Juga oleh sikap penyeragaman (yang dianggap mengingkari adanya kekhasan dan perbedaan). perbedaan dan pluralitas dan faktor kesamaan. Namun. Sisi pertengahan (adil) serta keseimbangannyalah yang dapat memelihara hubungan antara kemajemukan. yang menghasilkan hikmah yang tinggi. pada gilirannya akan membawa kepada perbedaan dalam kerangka berfikir. 79 . dengan perbedaan dan persaingan. kemajuan dan pertumbuhan. Demikian juga sebaliknya.

satu partai politik. dan orang Timur Asing (orang Cina dan Arab) yang masing-masing hidup dalam kelompokkelompok dan pemukimannya sendiri menurut kebudayaan dan pranata-pranata masing-masing. satu calon pemimpin. serta ada tujuan yang sama dari manusia. Dia menunjukkan bahwa sebuah masyarakat majemuk ditandai oleh penduduknya yang secara suku bangsa dan rasial saling berbeda yang hidup dalam satuan-satuan kelompok masing-masing. yang dianggap dapat memuaskan seluruh pihak yang berselisih dan kata akhir rujukan dalam berdebat. misalnya. maka multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama didalam ruang publik.serta pokok-pokok yang menyatukan diantara pihak-pihak yang berselisih dan saling membela diri tersebut. dianggap sebagai satu bentuk pemaksaan dari negarali. dan keteraturan serta ketertiban kehidupan mereka diatur oleh hukum yang masingmasing berbeda satu dari lainnyalii. kemajemukan menjadi syarat demokrasi. Multikulturalisme menjadi semacam respons kebijakan baru 80 . Karena harus ada timbangan yang konstan pula. orang Pribumi. Ciri-ciri ini ada pada masyarakat jajahan yang merupakan produk dari politik ekonomi penjajahan untuk menguasai sumberdaya setempat yang ada. yakni keragaman (diversity) yang menunjukkan bahwa keberadaaan yang lebih dari satu itu berbeda-beda. satu ideologi. yang hanya bertemu di pasar. bahasa. Disamping golongan penjajah dan pribumi terdapat golongan pedagang perantara yang biasanya adalah orang-orang asing yang secara sosial dan rasial tidak tergolong sama dengan golongan penjajah ataupun golongan pribumi. Di Indonesia. heterogen dan bahkan tidak dapat disamakan. Konsep Multikulturalisme juga dapat dianggap sesuai dengan masalah-masalah “perbedaan”. Pada abad ke-20. dan budaya yang berbeda. ras. bahkan konsep ini juga mampu menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari kemajemukan. tiga golongan ini terwujud secara vertikal sebagai orang Belanda dan Kulit Putih lainnya. Serba tunggal. Istilah lain yang digunakan untuk masyarakat yang terdiri dari agama. Produk dari politik ekonomi ini adalah adanya golongan penjajah yang mempersatukan secara paksa masyarakat-masyarakat pribumi kedalam sebuah masyarakat jajahan untuk diatur dan diperintah guna kepentingan ekonomi penjajah. Apabila pluralitas sekedar mempresentasikan adanya kemajemukan (yang lebih dari satu). Furnivall adalah yang pertama kali mengintroduksi konsep masyarakat majemuk pada waktu dia membahas kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan jajahan di Indonesia.

menurut Nathan Glazerlv.terhadap keragaman. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. dan mengadopsi cara-cara hidup atau kebudayaan dominan tersebut menjadi cara-cara hidup dan kebudayaannya yang baru. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. Dalam pengertian multikulturalisme. Disamping itu juga melalui proses asimilasi atau pembauran dimana jatidiri dari kelompok-kelompok atau sukubangsa-sukubangsa minoritas harus mengganti jatidiri warganya menjadi sama dengan jatidiri dari kelompok atau suku bangsa yang dominan. bahkan kalau perlu dimusnahkanliv. Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan. Perbedaan kebudayaan mendorong upaya terwujudnya keanekaragaman atau pluralisme budaya sebagai sebuah corak kehidupan masyarakat yang mempunyai keanekaragaman kebudayaan. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. yaitu yang saling memahami dan menghormati kebudayaan-kebudayaan mereka yang berbeda satu dengan lainnya. sebuah masyarakat bangsa dilihat sebagai memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan-perbedaan individual atau orang-perorang dan perbedaan kebudayaan. termasuk kebudayaan dari mereka yang tergolong sebagai kelompok minoritasliii. dan yang didalam mozaik tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakt bangsa tersebut. Dengan kata lain. Dalam model multikulturalisme. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. Kebudayaan bangsa ini merupakan sebuah mozaik. setiap orang adalah multikulturalis. adanya komunitaskomunitas itu diperlakukan sama oleh negara. 81 . penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. Dan bila mereka yang tergolong sebagai minoritas tidak melakukannya akan diasingkan dari masyarakat luas.

Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan, termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum, tempat kerja dan pasar, dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya, dan bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. 2. Makna Keragaman dan Kesetaraan dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Makna keragaman seperti yang telah sedikit dibahas pada sub bab pengertian keragaman dan kesetaraan diatas, adalah sebagai motivator untuk menghadapi ujian, cobaan, kesulitan berkompetisi dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masing anggota masyarakat (yang beda budaya). Dengan keragaman, kehidupan menjadi dinamis dan tidak stagnan karena terdapat kompetisi dari masing-masing elemen budaya untuk berbuat yang terbaik. Hal ini membuat hidup menjadi tidak membosankan karena selalu ada pembaruan menuju kemajuan. Selain itu keragaman yang terdapat di masyarakat dapat mewujudkan terciptanya manusia antar budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang telah mencapai tingkat tinggi dalam proses antar budaya secara kognitif, afektif, dan perilakunya tidak terbatas, tetapi terus berkembang melewati parameter psikologis suatu budaya, memiliki kepekaan budaya yang berkaitan erat dengan kemampuan berempati terhadap budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang identitas dan loyalitasnya melewati batas-batas kebangsaan dan komitmennya bertaut dengan pandangan bahwa dunia merupakan komunitas global, ia merupakan orang yang secara intelektual dan emosional terikat pada kesatuan fundamental semua manusia yang pada saat yang sama mengakui, menerima, dan menghargai perbedaan mendasar antara orang-orang yang berbeda budaya. 3. Problematika Keragaman Kehidupan Masyarakat dan Solusinya dalam

82

dan Negara. Struktur dunia internasional yang majemuk ditandai oleh adanya keragaman suku bangsa, agama dan budaya (bahkan peradaban). Namun, keragaman tersebut mengandung potensipotensi masalah bahkan konflik, baik pada tingkat regional maupun tingkat internasional, jika masyarakat tidak mau atau tidak bisa menerima adanya keragaman. Adalah Samuel P. Hutington yang “ meramalkan “ konflik antar peradaban dimasa depan tidak lagi disebabkan oleh faktor– faktor keragaman ekonomi, politik, dan ideologi, tetapi justru dipicu oleh masalah–masalah keragaman suku bangsa, agama, ras, dan antar-golongan ( SARA ). Konflik tersebut menjadi gejala terkuat yang menandai runtuhnya polarisasi ideologi dunia ke dalam komunisme dan kapitalisme, bersamaan dengan runtuhnya negara–negara Eropa Timur. Ramalan ini sebenarnya telah didukung oleh peistiwa sejarah yang terjadi sebelumnya (era 1980-an), yaitu yang terjadi perang etnik di kawasan Balkan, di Yugoslavia pasca pemerintahan Michael Joseph Bros Tito. Keragaman, yang di satu sisi merupakan kekayaan dan kekuatan, berbalik menjadi sumber perpecahan ketika leadhership yang mengikatnya lengserlvi. Huntington melihat keragaman dan kekhasan peradaban terjadi karena keragaman dan kekhasan budaya-budayanya. Peradaban adalah bentuk budaya, tidak ada peradaban universal, namun yang terjadi adalah dunia dari peradabanperadaban yang berbeda. Dia melihat ada tujuh atau delapan peradaban besar di dunia saat ini yaitu Peradaban Barat, Peradaban Cina Konfusius, Peradaban Jepang, Peradaban Islam, Peradaban India, Peradaban Ortodox Slavik, Peradaban Amerika Latin dan barangkali Peradaban Afrikalvii. Peradaban-peradaban tersebut masing-masing berbeda satu sama lainnya karena faktor bahasa, sejarah, budaya dan tradisi. Dan yang paling penting diantaranya adalah agama. Anggota-anggota peradaban yang berbeda-beda itu mempunyai pendapat-pendapat yang berbeda-beda pula atas pandangan tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lainnya serta manusia dengan lingkungannya seperti keluarga, masyarakat, negara bahkan alam sekitarnya. Juga terdapat pemikiranpemikiran yang berbeda tentang takaran hak-hak dan tangung jawab-kewajiban, kebebasan, kekuasaan dan persamaan. Huntington memfokuskan pandangannya pada “faktorfaktor benturan” antara peradaban-peradaban ini, tidak hanya pada masa lalu saja, namun juga pada masa yang akan datang. Sehingga, dia mensinyalir bahwa “benturan” adalah suatu keniscayaan dalam hubungan antar-beragam peradaban. Terutama antara peradaban Barat dan peradaban Islam (pada

83

awalnya) dan kedua adalah dengan peradaban Cina. Huntington tidak berkata tentang “determinisme filosofi” benturan-benturan peradaban tersebut. Sebaliknya, Huntington berkata tentang “determinisme realitas” benturan tersebut. Bahkan, benturan antara dua peradaban yaitu peradaban Barat dan peradaban Islam terjadi sepanjang 1300 tahun, dan kedua belah pihak melihat hubungan antara Barat dan Islam sebagai benturan peradabanlviii. Karena benturan ini merupakan suatu “keniscayaan realitas” dan “determinisme realitas” dalam pandangan strategis Huntington, maka dia merancang bagi barat, strategi kemenangan terhadap Islam (kaum Muslimin) dalam benturan ini. Huntington menyarankan untuk membagi fase benturan pada masa depan tersebut menjadi 2 (dua) fase, yakni fase jangka pendek dan fase jangka panjanglix. Pertama, fase jangka pendek. Pada fase ini Huntington merekomendasikan pihak Barat untuk menyatukan dunia peradabannya, dan mempergunakan seluruh perangkatnya, dari alat perang, hingga ekonomi, politik, budaya, nilai hingga lembaga-lembaga internasional, serta memfokuskan diri pada perseteruan melawan peradaban Islam dan Cina. Yang dituntut oleh Barat dalam jangka pendek perseteruan ini adalah sebagai berikut : 1. Menyatukan elemen peradabannya, memperkuat kerja sama di antara mereka, serta memasukkan Eropa Timur dengan bagian Baratnya dan seluruh Eropa bersama Amerika Utara dan Amerika Latin. Atau, Barat budaya dan yang dekat dengan budaya Barat Kristen dengan sekte-sekte yang beragam. 2. Kerjasama, memperkecil danmenekan perseteruan dalam seluruh lingkup peradaban Barat. Bahkan, memanfaatkan masalah-masalah perseteruan dalam masyarakat Barat untuk menjadi perseteruan bagi masyarakat non-Barat, sehingga perseteruan Barat nantinya akan terfokuskan untuk melawan Islam dan Cina. 3. Mengurangi kemampuan militer Islam (kaum Muslim) dan Cina, serta menambah kekuatan militer Barat, dan menjaga keunggulan militer Barat di Timur dan Barat Daya Asia. Atau, untuk menghadapi Cina dan Islam (kaum Muslimin). 4. Memperkuat lembaga-lembaga internasional yang berperan memperjuangkan kepentingan dan nilai-nilai Barat, serta memberikan justifikasi kepadanya, dan mengikutsertakan negara-negara non-Barat untuk bergabung dalam lembagalembaga ini. Kedua, adalah fase jangka panjang. Fase ini oleh Huntington dianggap sebagai fase penguasaan Barat atas

84

Peradabanperadaban non-Barat akan terus berusaha mencapai kekayaan. Oleh karena itu. serta menekan peradaban-peradaban non-Barat. dan melihat perseteruan antar peradabanperadaban yang beragam. mengarah kepada kondisi konflik sejak era Reformasi. Dan yang pertama dari strategi perseteruan ini yaitu mematahkan kekuatan peradaban Islam dan peradaban Cina sambil mengikat seluruh peradaban lainnya dalam lembaga-lembaga internasional yang memperjuangkan nilai-nilai dan kepentingan Barat. keahlian. ras. Barat harus menjaga kekuatan ekonomi dan kekuatan militernya yang diperlukan untuk menjaga kepentingannya yang berhubungan dengan peradaban-peradaban itu. mempersiapkan seluruh kemampuannya. tentunya). yang kekuatannya sudah hampir mendekati kekuatan Barat. Peradaban-peradaban itu juga akan terus berusaha menyelaraskan modernisme itu dengan budaya dan nilai-nilai tradisionalnya. Yang menjadi sasaran untuk dihancurkan oleh masing-masing anggota suku bangsa yang 85 . tekhnologi. dan antargolongan. Oleh karena itu. harus menguasai peradaban-peradaban modern non-Barat itu. Peradaban-peradaban non-Barat telah berusaha menjadi modern tanpa menjadi Barat (selain Jepang. yaitu peradaban yang telah berhasil memodernisasi masyarakatnya secara militer maupun ekonomi. objek Barat selanjutnya adalah menguasai peradabanperadaban non-Barat lainnya. Sedangkan dalam jangka panjang. Lebih lanjut Suparlan mengatakan. modernisme dan hegemoni atas dunia. corak kesukubangsaan individual yang merupakan milik perorangan berubah menjadi kategorikal. permesinan dan persenjataan. Barat dalam bentuk yang lebih besar. agama. Dia mengungkapkan. tetapi nilai-nilai dan kepentingannya berbeda dalam jarak yang sangat besar dari nilai dan kepentingan Barat. kekuatan ekonomi dan militernya akan mengalahkan Barat. sebagai jalan untuk menghapus keragaman peradaban ini. peradaban Barat adalah peradaban Barat dan modern sekaligus. yang merupakan cermin dari elemen bangunan peradaban modern. Sedangkan. Setelah barat menyatukan kesatuannya. dan memberikan justifikasi kepadanya. Huntington mengilustrasikan masa depan peradaban dengan Barat sebagai peradaban yang memonopoli “singgasana peradaban” dunia. maka ia harus menjalankan strategi fase jangka pendek. Parsudi Suparlanlx melihat konflik-konflik yang terjadi di Indonesia merupakan konflik suku bangsa yang kemudian bisa bergeser pada koflik-konflik bernuansa agama.peradaban-peradaban non-Barat. Dengan demikian maka Barat dapat memonopoli kekuatan. Di Indonesia sendiri permasalahan mengenai keragaman suku bangsa.

jenis kelamin. Kebijakan untuk secara nasional dan sosial meredam atau menyimpan jati diri rasial atau suku bangsa. serta muncul dan 86 . dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikulturalisme. Karena itu penghancuran terhadap kategori berdasarkan ciri-ciri kesukubangsaan tersebut tidak mengenal batasan umur. Model masyarakat multikultural atau berkeanekaragaman kebudayaan ini yang telah berhasil meredam potensi-potensi konflik rasial dan kesukubangsaan perlu kita pelajari dengan seksama dalam konteks Indonesia yang masyarakatnya majemuk dan yang akhir-akhir ini telah dilanda oleh berbagai bentuk konflik rasial. kesukubangsaan.atribut yang menjadi acuan dari kesukubangsaannya. dapat dilihat sebagai kebijakan yang bertujuan untuk meredam potensi-potensi pengembangan. Menggeser idiom masyarakat majemuk menjadi masyarakat beraneka ragam kebudayaan sebagai sebuah kebijakan politik kebudayaan pada tingkat nasional maupun lokal. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai sebuah masyarakat multiethnis atau bersuku bangsa banyak. Suku bangsa itu menjadi musuh sesuai dengan ciri-ciri atau atribut. Pada masa kini yang ditonjolkan di Amerika bukanlah coraknya yang multietnis. dan akan memungkinkan diterapkannya prinsip demokrasi. karena masyarakat tersebut terwujud sebagai bangsa tidak dengan cara mempersatukan suku bangsa-suku bangsa yang dilakukan oleh sistem nasionalnya. Jepang. dan keagamaan. Seseorang atau kelompok orang kulit putih yang tergolong keturunan WASP bisa saja mempunyai kebudayaan India. melainkan kategori suku bangsa. Cina. Apapun dan siapapun yang mempunyai atau ditempeli atribut-atribut kesukubangsaan yang menjadi musuh dalam konflik antar suku bangsa akan dihancurkan. Kebudayaan Amerika yang beranekaragam itu bisa dimiliki oleh setiap individu atau komuniti. Prinsip demokrasi itu dilandasi oleh kesetaraan derajat individu atau warga. posisi sosial atau keyakinan keagamaan. melainkan beranekaragamnya kebudayaan yang dipunyai oleh bangsa Amerika. sehingga jati diri suku bangsa atau rasial dari individu menjadi tidak relevan.mengalami konflik bukan lagi orang perorangan dan bukan pula kelompok. Tetapi masyarakat Amerika bukanlah sebuah masyarakat majemuk. dan tidak pula mengenal batasan nilai uang dari barang dan harta benda yang di hancurkan. dan kemajuan melalui ide keanekargaman kebudayaan yang memang sejalan dan mendukung berlakunya prinsip demokrasi dalam kehidupan masyarakat. atau yang lainnya. Konflikkonflik itu sangat merugikan dan dapat mencabik-cabik integrasi bangsa dan kebangsaan Indonesia.

3. Komunikasi antar budaya ini perlu dikembangkan sebagai upaya untuklxi : 1. Dalam masyarakat multikultural tersebut demokrasi dapat berkembang. Sebaliknya demokrasi dapat mengembangkan masyarakat yang multi kultural. ras dan antar-golongan yang terjadi. Mencapai pertukaran dialektis antar budaya. Disini pamahaman ragam budaya yang ada yang diikuti dengan komunikasi antar budaya menjadi unsur yang sangat signifikan dalam menjembatani perbedaan-perbedaan. Komunikasi antar kelas mempunyai tujuan untuk menghindari ketidakseimbangan dan diskriminasi. Permasalahan konflik-konflik bernuansa keragaman suku bangsa. Memupuk rasa solidaritas nasional dengan cara membiasakan diri dalam kehidupan bersama. agama. bila pemberi pesan dan penerima pesan berasal dari komunitas budaya yang berbeda. 4. 3. Adapun yang harus diperhatikan dari komunikasi antar budaya ini yaitu komunikasi antar budaya terjadi. 2. Hal ini disebabkan berlakunya prinsip perbedaan dan saling menghargai perbedaan konflik atau persaingan berdasarkan atas hukum atau aturan main yang adil dan beradab. 4. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang keragaman budaya yang harus disikapi dengan unsur persatuan dan kesatuan. Komunikasi antar ras yang bertujuan untuk menghilangkan prasangka rasial. yang tidak dapat ditawar oleh seseorang yang mempunyai posisi tinggi atau kekuasaan yang besar. antara lainlxii : 1.mantapnya hak budaya komuniti dalam kaitan keseimbangannya dengan kekuasaan negara atau masyarakat. Komunikasi antar budaya mempunyai cakupan. 2. Mendorong terjadinya pembauran secara alamiah sehingga mampu mengatasi perbedaan budaya. 87 . Komunikasi antar etnik bertujuan untuk mensosialisasikan dan membudayakan pertukaran informasi kebudayaan antar suku bangsa. baik konflik dalam skala regional maupun konflik berskala internasional. lebih terletak pada pemahaman akan “budaya lain” diluar “budaya sendiri”. Komunikasi antar gender yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat antara kaum laki-laki dan perempuan Disini dapat dilihat bahwa komunikasi antar budaya mensosialisasikan ide pluralitas dan keberagaman dengan bahasa budaya. 5. Komunikasi antar agama mempunyai tujuan yaitu memupuk perilaku keagamaan dan sosial yang akomodatif. Mengembangkan kesederajatan dan menghapus diskriminasi.

masyarakat majemuk yang menekankan pada keanekaragaman suku bangsa harus digeser menjadi ideologi keanekaragaman kebudayaan atau ideologi multikulturalisme. Pemahaman tentang hubungan keragaman dengan kesetaraan di dalam masyarakat dengan tujuan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari masyarakat dianggap sebagai suatu hal yang penting. baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada hakikatnya masyarakat majemuk yang secara suku bangsa beranekaragam mempunyai potensi sebuah masyarakat otoriter-militiristis dengan corak paternalistis dan etnosentris yang primordial. Secara hipotesis. Pemahaman tentang hubungan antara keragaman dan kesetaraan itu harus seiring dan sejalan dengan praktek-praktek hubungan sosial-budaya masayarakat. Ideologi yang harus ditekankan adalah keanekaragaman kebudayaan. Untuk itu Suparlan mengatakan : 1. Dalam ideologi ini. yang menekankan pentingnya hak individu dan kesetaraan individu atau warga. Kesetaraan warga dan hak budaya komuniti adalah unsur-unsur mendasar yang ada dalam unsur demokrasi. Menempatkan individu dengan keragaman kebudayaannya yang setara derajatnya dalam mewujudkan kehidupan demokrasi 88 . Perlu kebijakan secara nasional dan sosial untuk meredam atau menyimpan jati diri suku bangsa atau ras. Masyarakat majemuk itu dihasilkan oleh upaya sistem nasional untuk mempersatukan kelompok-kelompok suku bangsa menjadi sebuah bangsa. seperti yang diberlakukan dalam masyarakat-masyarakat Amerika dan Eropa Barat.4. dalam wadah masyarakat “Bhinneka Tunggal Ika” Indonesia yang seperti inilah maka proses-proses demokrasi akan dapat diwujudkan. Kesetaraan. Untuk itu. dan toleransi terhadap perbedaan dan keanakaragaman. Kekuatan sosial dan politik dari keanekaragaman tersebut bukan berlandaskan pada kekuatan primordial kesukubangsaan yang lokal. Pemersatuan kelompok-kelompok suku bangsa itu dilakukan secara paksa. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikultural 2. kelompok-kelompok budaya tersebut berada dalam kesetaraan derajat. Primordialitas kesukubangsaan dan keyakinan keagamaan dapat berpotensi menjadi pemecah belah bangsa pada saat primordialitas tersebut diaktifkan sebagai kekuatan politik. Potensi kekuatan primordialitas untuk memecah belah bangsa disebabkan oleh hakikat keberadaan masyarakat majemuk.

Istilah kesetaraan gender dalam tatanan praktis. Subyektif 89 . Gender. istilah kesetaraan gender sering terkait dengan istilah-istilah diskriminasi terhadap perempuan. kekesalan dan memicu rasa simpati yang besar kepada kaum perempuan. Selanjutnya. Istilah-istilah tersebut memang dapat membangkitkan emosi. karena gender dalam bahasa Inggris hanya diartikan sebagai jenis kelamin. Pasif / nonagresif agresif 2. bahkan oleh para pejabat negara. Saat ini di dalam kehidupan bermasyarakat ada pemilahan sifat manusia yaitu feminim dan maskulin. Untuk itu perlu dipahami terlebih dahulu bahwa seks merupakan suatu hal yang merupakan kodrat berupa ciri-ciri fisik/ biologis yang tidak bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. sub-ordinasi. hamil dan melahirkan yang ini tidak mungkin bisa dilakukan laki-laki. Seks bersifat kodrati yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. hidup dalam komuniti. Sedangkan gender. dan semacamnya. agama dan ideologi tertentu yang mengenal batas ruang dan waktu yang langsung membentuk karakteristik laki-laki dan perempuan. Banyak pemahaman yang keliru ketika orang mengartikan seks dan gender. dibesarkan. dalam usaha memahami kesetaraan juga dapat dilihat dari perspektif gender. Kesetaraan gender adalah suatu frase “suci” yang diucapkan oleh para aktivis sosial. budaya. hasil konstruksi tradisi.3. hampir selalu diartikan sebagai kondisi “ketidak-setaraan” yang diterima dan dialami oleh kaum perempuan. Menjamin hak komuniti sebagai satuan kehidupan berskala kecil yang menempati suatu wilayah 4. Dan sebaliknya laki-laki memiliki jakun. Emosional nden 4. Gender tergantung pada nilai-nilai yang dianut masyarakat. Maka. dan oleh karenanya bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. merupakan pelabelan yang pada kenyataannya dibentuk oleh budaya. politikus. Indepe 3. perlakuan tidak adil. Sifat-sifat feminim dan maskulin dapat dikategorikan sebagai berikutlxiv : Sifat maskulin Sifat feminim 1. penindasan. Dependen 2. kaum feminis. Aktif / 1. perempuan yang mengalami haid. bersifat alamiah dan tidak akan berubah dalam kondisi apapunlxiii. sperma dan alat vital berupa penis. dan “dijadikan” manusia sehingga dapat berperan sebagai warga masyarakat dan negara yang berguna. Manusia sebagai individu. Misalnya. tidak bersifat permanen.

Pengasuh.Kurang percaya diri 8. Sehingga bila ada seorang yang bersikap tidak sesuai dari sifatsifat yang sudah dilekatkan pada dirinya oleh masyarakat maka dia diangggap menyimpang atau salah.Tidak suka berpetualang 7.Kurang ambisius gis 13. pelind ung 15. pemelihara muda 15. A mbisiu s 13. Kurang tegas al 6.Berorientasi ke rumah menan 12.Dsb h tersin ggung 9. Jarang 11. Tidak 14. Mudah tersinggung 5. P ercaya diri 14. D sb Sifat feminin seringkali dilekatkan pada diri perempuan dan sifat maskulin seringkali dianggap sebagai sifat laki-laki. L ebih suka berpet ualang 11. Obyek 7. Sering menangis tif 8. Rasion 5. P emimp in.3. potensi yang dimiliki laki-laki dan perempuan sebagai sesama manusia adalah relatif. Padahal pada riilnya. Tegas 9. Lemah lembut 4. Keras 10. L ebih mend unia 12. Tidak semua laki-laki mampu bersikap 90 . Lebih kompe titif 10. Kurang kompetitif 6.

Feminisme secara konsisten senantiasa memperjuangkan kesetaraan gender. Demikian pula tidak semua perempuan bersikap cengeng. Sebagai warga negara. 4. dari pelabelan yang ada di masyarakat ini memunculkan ketidakadilan yang berkaitan dengan relasi antara perempuan dan laki-laki. menjadi semakin hirau atau peduli dengan adanya sejumlah kesenjangan antara persoalan perempuan di Barat dan di “Dunia Ketiga”. Kekerasan terhadap perempuan.tegas. Pada sektor budaya. 2. Setidaknya ada lima isu gender yang dialami perempuan akibat ketidakadilan genderlxv yaitu : 1. dengan demikian. maupun di tingkat perwakilan rakyat. Ini juga nerupakan isyarat penting bahwa gerakan feminisme semakin menampakkan semangat multikulturallxvii. dalam perkembangannya. dan seterusnya. Dalam sektor publik maupun domestik perempuan seringkali menjadi korban tindak kekerasan 3. baik di struktur pemerintahan. Sesungguhnya feminisme sedang mencoba membawa perubahan pada kultur ptriarki yang monolitik dan. perempuan selalu menempati posisi sub-ordinan. Dalam bidang ekonomi. perempuan mengalami marginalisasi dan harus menanggung beban ganda jika ingin berkiprah di ruang publik. Stereotype terhadap perempuan Sedangkan manifestasi ketidakadilan gender bagi perempuan dapat dirumuskan sebagai berikutlxvi : 1. Persoalannya kemudian. 2. Dalam bidang politik. Pada awalnya feminisme dikritik keras karean ideologi pukul ratanya yang menggeneralisasi bagitu saja persoalanpersoalan perempuan secara semesta tanpa melihat bahwa goegrafi. Beban ganda perempuan 3. Marginalisasi perempuan 4. perempuan terkungkung dengan stereotype yang dilekatkan pada dirinya untuk tidak keluar dari peran domestiknya. Perempuan juga hanya ditempatkan sebagai obyek dalam setiap kebijakan pemerintah yang memang seringkali menjadi monopoli laki-laki. tingkat pengetahuan. 91 . Subordinasi perempuan 5. secara tidak langsung merupakan komponen dari agenda-agenda multilkultural. yakni posisi dan peran yang setara antara laki-laki dan perempuan yang tidak dipengaruhi oleh bias gender. demografi. serta perkembangan tekhnologi dan informasi telah membuat perempuan sendiri tidak monopolitik.

Menurut feminis liberal. kalau sistem ekonomi kapitalis diganti dengan masyarakat sosialis. Mereka dalam teorinya mempermaslahakan konsep kepemilikan pribadi.praktek feminisme sosialis memang berbaur dengan berbagai jenis aliran feminisme. agar persamaan hak antara pria dan wanita dapat terjamin pelaksanaannya. dan menganalogikan perkawinan sebagai lembaga yang melegitimasi pria memiliki istri secara pribadi. teologi. mendapatkan kebebasan. masalah hak wanita terhadap kepemilikan properti. New York yang dihadiri sekitr 100 orang. Feminisme sosialis adalah gerakan untuk membebaskan para perempuan melalui perubahan struktur 92 . yaitu declaration of Sentiments. mulai dari masalah lembaga perkawinan yang menempatkan laki-laki sebagai akepala keluarga.ini harus dimulai dari keluarga. Feminisme liberal berkembang di Barat pada abad ke-18 bersamaan dengan semakin populernya arus pemikiran baru ‘Zaman Pencerahan’. Ketika Karl Marx dan Friederich Engels memformulasikan teori dan ideologinya. hingga masalah politik dan sosial seperti partisipasi perempuan dalam bidang kedokteran. maka ini merupakan bentuk penindasan terhadap perempuan. mereka melihat kaum perempuan yang kedudukannya identik dengan kaum proletar pada masyarakat kapitalis barat. maka perlu ditunjang dengan dasar hukum yang kuat. tertuang dalam satu deklarasi yang terkenal. bahwa setiap manusia mempunyai hak asasi yaitu hak untuk hidup. dan hak untuk mencari kebahagiaan. bermacam bentuk penyadaran pada kaum perempuan merupakan orientasi praksisnya. Dasar asumsi yang dipakai adalah doktrin John Lock tentang Natural Right (HAM). Dalam deklarasi tersebut dituliskan sebanyak 15 protes mengenai nasib perempuan . Menurut mereka. Usaha pertama yang cukup dramatis untuk mengaplikasikan doktrin HAM pada perempuan . Feminisme Sosialislxix. dan kalau sistem egaliter dalam keluarga dapat tercipta maka ini akan tercermin pula dalam kehidupan masyarakat. dan hukum. Tetapi secara teori. Oleh karen aitu feminis liberal kebih memfokuskan perjuangan mereka pada perubahan segala undang-undang dan hukum yang dianggap dapat melestarikan institusi keluarga yang patriakhat. Perempuan hanya dapat dibebaskan dari penindasan ini. dimana para istri dibebaskan dahulu agar dia dapat menjadi diri sendiri. yang disusun oleh Elizabeth Cady Stanton yang dikeluarkan di Seneca Falls. yaitu masyarakat egaliter tanpa kelas-kelas. karena istri dimiliki oleh suami.Adapun beberapa aliran feminisme yang ada di dunia saat ini adalah : Feminisme Liberallxviii.

berusaha mencari konteks dan latar belakang ayat-ayat Al Qur’an dan hadis yang berkenaan dengan perempuan. Ali Asghar Engineer. agar para wanita sadar bahwa mereka merupakan kelas yang tidak diuntungkan. Manifesto feminis radikal yang diterbitkan dalam Notes From The Second Sex (1970) mengatakan bahwa lembaga perkawinan adalah lembaga formalisasi untuk menindas perempuan. Perbedaan biologis ini terkait dengan peran kehamilan dan keibuan yangs elalu diperankan perempuan. dan dari Indonesia Masdar F. Teologi feminis berkembang dalam berbagai agama diantaranya Islam.para teolog feminis yang berkembang dalam Islam. maka perlu diciptakan teknologi untuk mengurangi beban biologis perempuan seperti kontrasepsi. Feminisme Radikallxxi. yaitu teori penyadaran pada kelompok tertindas. kristen dan yahudi. Teologi Feminislxx. agama-agama serring ditafsirkan dengan memakai ideologi patriarkat yang menyudutkan perempuan. Tidak seperti teori feminis sosialis. Mas’udi.feminisme sosialis mengadopsi teori praksis Marxisme. Menurut para feminis. Tujuannnya adalah untuk membantahpenafsiran dan fikih yang merugikan perempuan.paham teologi pembebasan tetap ingin mempertahankan agama. Teologi feminis bersumber dari mazhab teologi pembebasan yang dikembangkan James Cone pada akhir 1960an. feminisme radikal berpendapat bahwa kertidakadilan gender bersumber dari perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan itu sendiri. Rifat Hasan. sehingga tugas para feminis adalah menolak institusi keluarga baik pada tataran teori maupun praktis. seperti yang dilakukan Fatima Mernissi. Semakin tinggi tingkat konflik . Amina Wadua. Teori feminisme radikal berkembang pesat di AS pada 1960-1970-an. Semua ini termanifestasikan bilamana perempuan menikah dengan laki-laki. dan bahkan artificial devices atau alat-alat tiruan. Proses penyadaran ini adalah usaha untuk membangkitkan rasa emosi. Namun agama ini bukan untuk melegitimasi penguasa melainkan sebagai alat untuk membebaskan golongan yang dianggap tertindas. maka perbedaan nbiologis ini akan melahirkan peran gender yang erat kaitannya dnegan masalah biologis. 93 . agar para perempuan bangkit untuk mengubah keadaan.patriarkat. Apabila lembaga perkawinan tidak dapat dihindari. dimana maslaah ekonomi dan struktur sosial yang menciptakan sub ordinasi perempuan.Dengan demikian diharapkan perempuan yang telah bangkit kesadaran dan emosinya. secara berkelompok mengadakan konflik langsung dengan kelompok dominan (laki-laki). diharapkan akan mampu meruntuhkan sistem patriarkat yang ada.

kultural.teori ekofeminisme mempunyai konsep yang bertolakbelakang dengan teori-teori feminisme modern yang berasumsi bahwa individu adalah makhluk otonom yang lepas dari pengaruh lingkungannya dan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Ekofeminismelxxii. sebenarnya merupakan kehendak Tuhan yang seharusnya dijadikan sebagai sebuah potensi untuk menciptakan sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. salah satu alternatifnya adalah dengan hubungan heteroseksual (lesbian). Gagasan tentang kebudayaan nasional Indonesia yang menyangkut kesadaran dan identitas sebagai suatu bangsa telah di rancang saat bangsa kita belum merdeka. Sistem maskulin yang telah mewarnai peradapan modern dianggap merusak dan menutupi nilai sakral kualitas feminin yang merupakan fitrah perempuan. maupun religius. Perbedaan yang mewujud baik secara fisik ataupun mental. Ekofeminisme timbul karena ketidakpuasan akan arah perkembangan ekologi dunia yang semakin bobrok. mengajak perempuan untuk mandiri.seperti tiruan placenta dan bayi tabung. Di kehidupan sehari-hari. Masalah suku bangsa dan kesatuan-kesatuan nasional di Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa suatu negara yang multietnik memerlukan suatu kebudayaan nasional untuk menginfestasikan peranan identitas nasional dan solidaritas nasional di antara warganya. baik secara etnis. hidup melajang. sehingga perempuan tidakl perlu lagi mnegalami proses kehamilan. adalah usaha untuk membebaskan perempuan dari perangkap sistem maskulin yang membuat perempuan menjadi bimbang akan perannya. bahkan tanpa perlu keberadaan laki-laki dalam kehidupan mereka. Manusia secara kodrat diciptakan sebagai makhluk yang mengusung nilai harmoni. Teori ekofeminisme adalah teori yang melihat individu secara lebih komprehensif. geografis. Ekofeminisme yang ingin mengembalikan identifikasi perempuan dengan alam. yaitu sebagai makhluk yang terikat dan berinteraksi dengan lingkungannya. ataupun menjanda. Feminis radikal cenderung membenci makhluk laki-laki sebagai individu maupun kolektif. Ringkasan Berdirinya negara Indonesia di latarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk. Sehingga kita perlu memberi tempat bagi berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yang dianut oleh warga negara Indonesia. Kita tidak dapat mengingkari sifat pluralistic bangsa kita. kebudayaan suku bangsa dan 94 .

bersama-sama dengan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. saling melengkapi.kebudayaan agama. ekonomi. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. Dalam konsep multikulturalisme. termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum. Tidak seperti sebaliknya yaitu perbedaan-perbedaan dapat menyebabkan ketegangan hubungan antar-anggota masyarakat. Di dalam kebudayaan tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakat bangsa tersebut. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. Dalam model multikulturalisme. tempat kerja dan pasar. dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. Salah satu model keragaman dan kesetaraan dapat dilihat dari konsep Multikulturalisme. Berbagai kebudayaan itu beriringan. bahkan mampu untuk saling menyesuaikan (fleksibel) dalam kehidupan sehari-hari. mewarisi perilaku dan kegiatan kita. sebuah masyarakat bangsa dilihat memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. hukum. dan 95 . dan sosial. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. setiap orang adalah multikulturalis. Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan.

Diskusikan dengan teman anda 3 . Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau 96 . 11. Multikulturalisme d. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 9. 13. perlu dikembangkan komunikasi antar budaya yang sangat intens. S. Gender b. Jadi. Pengertian Nilai. Nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusialxxiii. apakah manusia Indonesia termasuk dalam konteks manusia antar budaya tersebut ?.5 orang tentang permasalahan keragaman dan kesetaraan di Indonesia ?.bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. Apa yang anda ketahui tentang manusia antar budaya dan menurut anda. dapat ditemukan pada berbagai perilaku yang terpilih dalam berbagai kehidupan yang luas di alam semesta ini. 14. Oleh karena itu. nilai-nilai ini implementasinya sangat luas. Nilai. MORALITAS DAN HUKUM Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Pluralitas c. Feminisme BAB VI MANUSIA. Apa yang dimaksud dengan komunikasi antar budaya dan apa yang harus dikembangkan dari komunikasi antar budaya tersebut ?. 12. Moral dan Hukum.Sos 1. pemahaman akan konsep nilai dianggap penting dalam upaya untuk mengerti dan memahami pentingnya nilai bagi kehidupan manusia. Di dalam masyarakat yang multi budaya. hal ini disebabkan seseorang di dalam hidupnya tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai. Jelaskan konsep tentang masyarakat majemuk yang anda ketahui ?. Nilai dianggap penting dalam kehidupan manusia. Jelaskan mengapa keragaman dan kesetaraan harus dipahami oleh manusia Indonesia terutama oleh mahasiswa 10. Apa yang dimaksud dengan : a.

harapanharapan. dambaan-dambaan dan keharusan. ada beberapa pendapat sebagai berikutlxxiv : 1. menyangkut segala sesuatu yang baik atau segala sesuatu yang buruk sebagai 97 . dambaan dan keharusan. masuk ke dunia ideal dan bukan dunia real. 2. Maka apabila kita berbicara tentang nilai.kelompok. Perry (1954) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subyek. Sebagai bahan perbandingan dan untuk menambah wawasan pengertian tentang nilai. Batasan nilai yang sempit adalah adanya suatu perbedaan penyusunan antara apa yang seharusnya dibutuhkan dan apa yang diinginkan dengan apa yang seharusnya dibutuhkan. Artinya yang ideal harus menjadi real dan yang bermakna normatif harus direalisasikan dalam perbuatan sehari-hari yang merupakan fakta. Kohler (1938) mengatakan bahwa manusia tidak berbeda di dunia ini. antara dunia ideal dan real. Meskipun demikian diantara keduanya. Peper (1958) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk. Dengan demikian maka nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan yang lainnya. Contohnya adalah baju itu indah. antara yang makna normatif dan kognitif. 4. 3. Jika berbicara tentang nilai berarti masuk pada bidang makna normatif. bukan kognitif. Jadi nilai itu pada hakekatnya adalah suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. bukan objek itu sendiri. Kluckhon (1951) mengatakan bahwa definisi nilai yang diterima sebagia konsep yang diiinginkan dalam literatur ilmu sosial adalah hasil pengaruh seleksi perilaku. sebenarnya kita berbicara tentang hal yang ideal. Terdapat batasan nilai (tentatif) dari beberapa pendapat mengenai konsep nilai yaitu nilai adalah sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek. itu saling berhubungan atau saling berkait erat. semua tidak dapat berhenti hanya dengan sebuah pandangan (maksud) faktual dari pengalaman yang berlaku. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. Kepribadian dari sistem sosio-budaya merupakan syarat dalam susunan kebutuhan rasa hormat terhadap keinginan yang lain atau kelompok sebagai suatu kehidupan sosial yang besar. maka arti indah adalah sifat atau kualitas yang melekat pada baju. tentang hal yang merupakan cita-cita. harapan. Sesuatu itu mengandung nilai artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu itu. nilai-nilai tersusun secara hierarkis dan mengatur rangsangan kepuasan hati dalam mencapai tujuan kepribadiannya.

d. karsa dan keyakinan manusia. cipta) manusia. Dari macam-macam nilai diatas. Nilai vital. would. Dalam menilai hal-hal kerokhanian/ spiritual yang menjadi alat ukurnya adalah hati nurani manusia yang dibantu oleh alat indera. Nilai religius. Nilai kerokhanian ini dapat dibedakan atas empat macam : a. Sehingga etika dalam bermasyarakat. Bahkan sesuatu yang immaterial itu dapat mengandung nilai yang sangat tinggi dan mutlak bagi manusia. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis. Nilai keindahan atau nilai estetis. maka nilai-nilai tersebut kemudian dijabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas. rasa. Nilai kerokhanian. budi. 98 . cipta. Norma-norma tersebut meliputi . atau kebutuhan material ragawi manusia. Kedua. yang bersumber pada unsur kehendak (will. Sedangkan nilai kerokhanian/ spiritual lebih sulit mengukurnya. Nilai-nilai material lebih relatif mudah diukur. luas dan sebagainya. pandangan. Norma Hukum yaitu yang berkaitan dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara. rasa) manusia. Pertama. sehingga merupakan suatu pedoman. bangsa maupun negara. Nilai kebaikan atau nilai moral. sopan atau tidak sopan. yang bersumber pada akal (ratio. Nilai material. Norma Moral yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik dan buruk serta benar dan salah. 2. karsa) manusia. 3. yaitu dengan menggunakan alat indera maupun alat pengukur lainnya seperti berat. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. akan tetapi juga sesuatu yang berwujud non-material atau immaterial. gevoel. c. dapat dikemukakan bahwa yang mengandung nilai itu bukan hanya sesuatu yang berwujud material saja. yang merupakan nilai kerokhanian tertinggi dan mutlak. b. panjang.abstraksi. dan susila atau asusila. Dalam memahami lebih jauh mengenai konsep nilai. yaitu : 1. Nilai kebenaran. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. atau maksud dari berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Jika nilai ingin dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praktis atau kehidupan yang nyata dalam masyarakat. berbangsa dan bernegera dapat berjalan dengan baik. maka Notonagoro membagi nilai menjadi 3 (tiga) macamlxxv. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia.

Istilah etika berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu eqos-ethos dan eqiqos-ethikos. Nilai Barat dan Timur. Sedangkan ethikos berarti susila. Etika sendiri dapat dibagi menjadi dua bagianlxxvi yaitu : 1. Nilai penting yang mendasari semua nilai di Barat adalah martabat manusia. atau kelakuan dan perbuatan yang baik. 2. Dalam cara berfikir dan hidupnya lebih terpikat oleh kemajuan material dan hidup sehingga tidak cocok dengan cara berfikir untuk meninjau mkana dunia dan makna hidup. Etika Deskriptif. Ethos berarti sifat. Akibatnya. misalnya religi dan seni. pengaruhnya atas hidup dan pikiran orang makin berkurang karena Barat mengunggulkan cara berfikir analitis rasional. maka mereka menganggap pikiran nilai-nilai hidup yang meminta kepekaan hati sebagai sesuatu yang subjektif dan tidak bermutu. keadaban. Dalam hubungannya dengan sosiologi. watak. Barat beranggapan bahwa manusia adalah ukuran bagi segalanya. keyakinan dan pengalaman moral dalam suatu kultur tertentu. Etika Normatif. Teori-teori nilai mempersoalkan sifat kebaikan. karena etika pada pokoknya merupakan kajian mengenai nilai baik dan buruk serta benar dan salah. maka filsafat tradisional dan pemahaman agama muncul sebagai suatu sistematik ide-ide abstrak tanpa hubungan dengan yang nyata dan praktek hidup. Etika normatif dapat juga disebut filsafat moral (moral philoshopy). Ini dilakukan dengan bertolak dari kenyataan bahwa ada fenomena moral yang dapat digambarkan dan diuraikan secara ilmiah. yaitu teori-teori nilai (theories of value) dan teori-teori keharusan (theories of obligation). kebebasan dan tekhnologilxxvii. sedangkan teori-teori keharusan membahas tingkah laku. Etika desriptif menguraikan dan menjelaskan kesadaran dan pengalaman moral secara deskriptif. kebiasaan.Nilai memiliki kaitannya yang erat dengan etika. Barat hidup dalam dunia teknis dan ilmiah. Oleh karena itu. manusia mempunyai 99 . seperti yang dapat dilakukan terhadap fenomena spiritual lainnya. Barat dalam pikirannya cenderung menekankan dunia objektif daripada rasa sehingga hasil pola pemikirannya membuahkan sains dan tekhnologi. Dalam hal manusia. etika deskriptif berupaya menemukan dan menjelaskan kesadaran. Etika normatif sendiri dibagi dalam dua teori. tempat yang biasa. Maksudnya. etika deskriptif digolongkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan empiris dan berhubungan erat dengan sosiologi.

Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. apakah kita ini baik atau buruk. tetapi pada hatinya. Berfikir secara Timur tidak bertujuan menunjang usaha-usaha manusia untuk menguasai dunia dan hidup secara teknis. Nilai Timur pada intinya banyak bersumber dari agamaagama yang lahir di dunia Timur. orang Timur memadukan pengetahuan. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. simbolik dan kebijaksanaan. yang kesemuanya berpangkal demi penghargaan mutlak bagi manusia. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. intuisi. tetapi mencari kebijaksanaan.kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. Dalam hal menegakkan norma. Inti kepribadian manusia Timur tidak terletak pada inteleknya. Bahkan K. Pada tahap binatang tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk. Ringkasnya. Pada umumnya manusiamanusia Timur menghayati hidup yang meliputi seluruh eksistensinya. Moralitas. sehingga kebudayaan Barat menghasilkan nilai dasar seperti demokrasi. tentang yang harus dilakukan dan tidak pantas 100 . Bertens mengatakan Moralitas merupakan ciri khas manusia yang tidak dapat ditemukan pada makhluk lain di bawah tingkat manusiawi. pemikiran kongkret. intelek dan pengalaman. Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. Dari sini dapat dilihat bahwa manusia itu dianggap memiliki nilai diukur dari kemampuannya. sebab manusia Timur lebih menyukai intuisi dari pada akal budi. yang menjadi permasalahan bidang morallxxviii. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. Manusia oleh Barat dipandang sebagai pusat segala sesuatu yang mempunyai kemampuan rasional. Jelasnya. Timur tidak hanya bersumber dari ajaran agama saja. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. Oleh karena itu. bukan dari kebijaksanaan hatinya. Dengan hatinya mereka menyatukan akal budi dan instuisi serta intelegensi dan perasaan. Mencari ilmu tidak hanya untuk menambah pengetahuan intelektual saja. kreatif dan estetik. lembaga sosial dan kesejahteraan ekonomi. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. tentang yang boleh dan yang dilarang. tetapi juga bersumber dari ide-ide abstrak atau simbolik yang dapat terwujud kongkret dalam praktek kehidupannya. dalam menghadapi kenyataan. mereka menghayati hidup tidak hanya dengan otaknya.

Keharusan moral mengandaikan adanya kebebasan. c) Pertukaran hak. Sedangkan keharusan moral dijalankan berdasarkan hukum moral. Oleh karena itu orientasi moral akan sangat berpengaruh terhadap moralitas dan pertimbangan moral seseorang. tujuannya agar kita tidak hidup dengan cara ikut-ikutan saja terhadap perbagai pihak yang mau menetapkan bagaimana kita harus hidup. d) Kesepakatan. tetapi merupakan himbauan pada kemauan manusia dengan menyuruh untuk melakukan sesuatu. b) Kesadaran dan motif yang baik. alam telah mengaturnya sedemikian rupa sehingga berjalan secara otomatis. Orientasi normatif yaitu mempertahankan hak dan kewajiban dan taat pada aturan yang telah baku. Orientasi moral ini dipandang penting karena akan menentukan arah keputusan dan tindakan seseorang. tidak perlu ada instansi yang mengawasi agar hal itu terjadi. 2.dilakukanlxxix. Orientasi kejujuran yaitu menekankan pada keadilan dengan fokus pada : a) Kebebasan. Hukum moral tidak berjalan dengan sendirinya. Orientasi utilitarisme menekankan konsekuensi kesejahteraan dan kebahagiaan tindakan moral seseorang pada orang lain. 4. Keharusan alamiah adalah keharusan yang didasarkan atas hukum alam. yaitu : 1. Manusia harus menerima dan menjalankannya (keharusan moral semacam ini hanya ada pada manusia). Keharusan dapat dibedakan antara keharusan alamiah dan keharusan moral. Keharusan moral didasarkan pada kenyataan bahwa manusia mengatur tingkah lakunya menurut kaidah-kaidah atau norma-norma itu. Sehingga dapat dikatakan salah satu kebutuhan manusia yang paling fundamental adalah orientasi. Lawrence Kohlberg mengatakan bahwa orientasi moral seseorang yang dijadikan dasar pertimbangan nuraninya berbeda-beda bagi setiap orang. karena pertimbangan moral merupakan hasil proses penalaran yang 101 . Jadi hukum moral merupakan kewajiban. c) Keharmonisan dengan orang lain. b) Kesamaan. melainkan agar kita dapat mengerti sendiri mengapa kita harus begini atau begitulxxxi. Ada 4 orientasi moral yang Kohlberg kemukakanlxxx. Orientasi perfeksionisme menekankan pencapaian : a) Martabat dan otonomi. hal itu akan terjadi dengan sendirinya dan tidak mengandaikan adanya kebebasan (keharusan alamiah inilah yang terjadi pada binatang). 3.

dan lain-lainnya. Karena banyaknya istilah moral. Akan tetapi bila ditelusuri asal-usul katanya. bahkan antar kaidah hukum dengan kaidah lain tersebut saling 102 . moralitas. Hukum melindungi benih di kandungan ibu dan masih menjaga jenazah orang yang sudah mati. bahkan jika dipikirkan lebih lanjut maka terasalah bahwa hukum itu tidak terbatas melainkan terdapat dimana-mana. immoral dan amoral dalam makalah ini. Hukum mencampuri urusan manusia sebelum ia lahir dan masih mencampurinya sesudah manusia meninggal. kesopanan. Jadi dapat dikatakan bahwa semua hubungan itu diatur oleh hukum. tempat tinggal. seperti kaidah agama. baik hubungan yang langsung (asal-usul/ keturunan). adat kebiasaan dan kaidah moral. di luar suasana etis atau non moral. kebangsaan. kebiasaan.dalam proses penalaran tersebut ada upaya memprioritaskan nilai-nilai tertentu berdasarkan orientasi moral serta pertimbangan konsekuensinya. istilah moral berasal dari bahasa latin mos (jamaknya mores) yang berarti adat. memberikan hak-hak terhadap orang tua dan meletakkan kewajiban atas orang tua terhadap anak-anaknya. baik lewat percakapan. tentu saja sesuai dengan konteks dan makna pembicaraan yang dimaksud. tulisan maupun berita. semuanya adalah hubungan hukum. Pergaulan hidup manusia yang terjadi karena hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti meniadakan kaidah-kaidah lain tersebut. Sedangkan istilah amoral berarti tidak berhubungan dengan konteks moral. Kata dan istilah moral sering juga dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Moral secara istilah adalah nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Hukum berlaku pada seorang individu ketika baru dilahirkan. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatuhi masyarakat. Sedangkan moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas/ pilar dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. akan lebih baik bila dipertegas lebih dahulu pengertian istilah tersebut. kaidah susila. sedangkan immoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik atau secara moral buruk atau tidak etis. perkawinan. Istilah moral ini bisa digunakan untuk maksud yang berbeda. Hukum Pemahaman mengenai hubungan manusia dengan hukum yaitu bahwa setiap saat manusia dikuasai oleh hukum. Dalam kamus yang berkembang di Indonesia amoral berarti immoral dalam pengertian di atas dan pengertian immoral sendiri kurang dikenal. perdagangan.

Fungsi Nilai. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”lxxxiii. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. bermakna dan berwujud relatif berakar dari sosial. yang mana cara mengukurnya adalah melalui nilai-nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. Selanjutnya Mochtar Kususmaatmadja mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. secara inheren. tidak ada sangkut pautnya dengan “keadilan” dan “kebenaran” dalam makna yang hakiki. Setiap individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. apaila kita juga betul-betul berfikir demikian seperti yang dalam undang-undang. Moralitas diidentikan dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk (etika). Sedangkan perbuatan-perbuatan manusia agar tidak merugikan orang lain atau masyarakat dan dapat menciptakan ketertiban serta dapat menjaga keutuhan 103 . struktural dan bahkan agama. hukum selalu berpihak. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.berhubungan yang satu memperkuat lainnya. dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakatlxxxii. sehingga akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain. budaya. Dalam rangka konseptualisasi. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. Nilai. selalu berwarna dan memang dirancang . moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali. Moral dan Hukum dalam Kehidupan Manusia. Hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. Dalam kediriannya. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. hanya dirasakan dan dialami. yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat.dalam kamus hukum. Pemahaman akan nilai dan kebernilaian diri akan membawa implikasi pada permasalahan moralitas. Nilai yang dianggap penting oleh manusia itu harus jelas. Hukum tidak lain hanyalah merupakan sarana bagi penyelenggara hukum untuk mengerahkan cara berfikir dan bertindak dalam rangka kebijakan (policy) tujuan nasional. 2.

masyarakat, maka dibuatlah hukum yang mengatur tentang hubungan sosial masyarakat. Pada dasarnya nilai, moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. Setidaknya dapat dikemukakan tiga fungsi eksplisitnya dalam kehidupan manusia. Pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini mengingatkan manusia agar memperhatikan kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup. Kedua, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Hal ini menunjuk dimensi moral dari permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Terjadinya kekacauan atau ketidakberesan dalam masyarakat selalu berhubungan dengan longgarnya penerapan moralitas dan hukum. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Maksudnya, dapat menggiring manusia kepada faktor-faktor emosional sehingga manusia dapat saja salah atau keliru pada saat memilih sesuatulxxxiv. Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat, tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Untuk melindungi lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat, disebut hukum positif. Istilah hukum positif dimaksudkan untuk menandai “ diferensi ” (perbedaan) dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti oleh anggota masyarakat. Sebagai atribut positif ini ialah : 1. Bukanlah kaidah sosial yang mengambang atau tidak jelas bentuk dan tujuannya sehingga dibutuhkan lembaga khusus yang bertujuan merumuskan dengan jelas tujuan yang hendak dicapai oleh hukum. 2. Dibutuhkan staf (orang/ personalia) yang menjaga berlakunya hukum, seperti polisi dan pengadilanlxxxv. Sifat dan peraturan hukum tersebut adalah memaksa dan menghendaki tujuan yang lebih dalam. Pengertian memaksa bukanlah senantiasa dipaksakan, apalagi dengan tindakan

104

sewenang-sewenang. Sebab hukum itu merupakan konkritisasi dari sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat, yang perlu mempertimbangkan tiga hal penting yaitu sebagai sistem norma, sebagai sistem kontrol sosial dan sebagai social enginering (pemegang kekuasaan memelopori proses lxxxvi pengkaidahannya) . Bahkan tatkala terjadi dilema di dalam hukum itu sendiri, yang dapat disebabkan karena adanya konflik, baik dari lembaga-lembaga hukum, sarana prasarana hukum bahkan rendahnya budaya hukum dalam masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikannnya pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. 3. Proses terbentuknya Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Dengan semakin banyaknya permasalahan-permasalahan sosial dewasa ini, yang banyak diwarnai dengan masalah pertumbuhan penduduk yang demikian cepat, revolusi industri, perkembangan tekhnologi serta modernisasi, secara tidak langsung telah menimbulkan suatu tatanan baru atau gambaran sosial yang baru di dalam masyarakat saat ini. Perkembangan yang demikian ini membawa serta peranan dan pengaturan melalui berbagai bidang, umumnya di bidang moralitas dan di bidang hukum secara khusus. Permasalahan-permasalahan sosial selalu ada dalam suatu masyarakat ataupun negara. Bahkan sejak jaman dahulu sampai jaman sekarang permasalahan-permasalahan sosial itu akan tetap selalu ada di dalam masyarakat dan negara. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial tersebut dibutuhkanlah yang dinamakan dengan moralitas dan hukum, baik moralitas dan hukum dalam artian masing-masing maupun moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan. Dalam artian moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan maka di kenal suatu istilah yang dinamakan Hukum Moral. Hukum moral ini berbeda dengan hukum-hukum yang lainnya. Umumnya, hukum moral dimengerti sebagai “tatanan pengarah” kegiatan manusia untuk mencapai tujuan yaitu ketertiban dan keadilanlxxxvii. Hukum moral sendiri meliputi rangkaian aturan permanen, seperti kewajiban menghormati kontrak antar pribadi (kontrak sosial), peraturan hidup, larangan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang-orang lain. Terdapat 5 (lima) fungsi perumusan hukum morallxxxviii antara lain : Pertama, mewariskan himpunan kebijakan dari jaman dulu kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Sebagai individu dan makhluk sosial, manusia selalu

105

mempertimbangkan dampak tindakan yang diperbuatnya. Kedua, Mengusahakan keamanan secara psikologis dan sosial. Secara sosial, hukum ini membantu tatanan hidup masyarakat untuk menghadapi kekuatan-kekuatan “khaotik” dan “anarkis”. Ketiga, membantu manusia dalam pengambilan keputusan dan mencegah terjadinya “paralisis moral”. Keempat, membantu manusia untuk mengenal kekurangan-kekurangan dan kegagalan-kegagalan sehingga manusia dapat memperbaiki diri. Kelima, Membagikan pengalaman supaya bisa tercipta tingkah laku personal dan sosial. Hukum moral ada untuk melayani cinta kasih dan berada di bawah cinta kasih dan membantu untuk menuntun manusia menuju kebaikan secara otentik. Supaya hubungan manusia dalam masyarakat dan negara terlaksana sebagaimana yang diharapkan, maka diciptakanlah norma-norma yang bersumber pada nilai-nilai dan moral masyarakat melalui tahapan sebagai berikut, (1). Cara (usage) yaitu menunjuk pada suatu kegiatan. (2). Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. (3). Tata kelakuan (mores) yaitu kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur. (4). Adat istiadat (custom) yaitu tata kelakuan yang kekal seta kuat integrasinya dengan pola-pola masyarakat, disertai dengan sanksi tertentulxxxix Dalam rangka pembentukannya sebagai lembaga kemasyarakatan, norma-norma itu mengalami beberapa proses. Pertama, Institusionalisasi yaitu proses dimana norma itu dikenal, diakui, dihargai, dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari, dan secara resmi dilembagakan berbentuk suatu hukum tertulis dalam konteks kenegaraan. Kedua, Internalisasi yaitu suatu proses dimana norma tersebut telah mendarah-daging dalam masyarakat. 4. Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Perwujudan nilai, moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Dengan kata lain, kesadaran hukum manusia menyangkut masalah apakah ketentuan hukum tertentu benar-benar berfungsi atau tidak dalam masyarakat. Untuk menggambarkan keterkaitan antara kesadaran hukum dengan ketaatan hukum terdapat suatu hipotesis yang dikemukakan oleh Berl Kutchinskyxc, yaitu “a ‘strong legal consciousness’ is sometimes considered the cause of adherence to law (sometimes it is just another word for that) while a ‘weak legal consciousness’ is considered the cause of

106

Bila demikian. yang dilakukan secara ilmiah. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. sedangkan lemahnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) dipertimbangkan menjadi penyebab terjadinya kejahatan dan malapetaka. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilanxci. 2. Compliance. kesadaran hukum menekankan tentang nilai-nilai masyarakat tentang fungsi apa yang hendaknya dijalankan oleh hukum dalam masyarakat. Tentang faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum. kepatuhan hukum akan ada apabila ada pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan kaidah-kaidah hukum tersebut. Kuatnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) kadang-kadang dipertimbangkan menjadi penyebab kesetiaan atau ketaatan hukum (meskipun kadang-kadang hanya sebatas pada kata-kata saja).crime and evil“. dan lebih didasarkan pada pengendalian dari pemegang kekuasaan. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. antara lain adalahxcii : 1. Sebagai akibatnya. Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Identification. sehingga kepatuhan pun tergantung pada baik- 107 . Daya tarik untuk patuh adalah keuntungan yang diperoleh dari hubungan-hubungan tersebut. Terjadi bila kepatuhan terhadap kaidah-kaidah hukum ada bukan karena nilai instrinsiknya. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa hukum ada di dalam masyarakat. akan tetapi agar keanggotaan kelompok serta hubungan baik dengan mereka yang diberi wewenang untuk menerapkan kaidah-kaidah hukum tersebut tetap terjaga. baik hukum formal/ positif ataupun hukum berdasarkan normas-norma masyarakat (sanksi sosial). Kepatuhan ini sama sekali tidak didasarkan pada suatu keyakinan pada tujuan kaidah hukum yang bersangkutan. Diartikan sebagai suatu kepatuhan yang didasarkan pada harapan akan suatu imbalan dan usaha untuk menghindarkan diri dari hukuman atau sanksi yang mungkin dikenakan apabila seseorang melanggar ketentuan hukum.

4. Pengetahuan Hukum adalah pengetahuan seseorang mengenai beberapa perilaku tertentu yang sudah diatur oleh hukum. Penderitaan yang ada sebagai akibat pertentangan nilai-nilai diatasinya dengan menerima nilai-nilai penegak hukum. Dalam hal ini telah terjadi internalisasi hukum dalam masyarakat yang diartikan bahwa kaidah-kaidah hukum tersebut telah meresap dalam diri masyarakat. yang masing-masing merupakan suatu tahapan bagi tahapan berikutnyaxciii. Hasil dari proses tersebut adalah suatu konformitas yang didasarkan pada motivasi secara intrinsik. Isi kaidah-kaidah tersebut adalah sesuai dengan nilai-nilainya dari pribadi yang bersangkutan atau oleh karena dia mengubah nilai-nilai yang semula dianutnya. Dengan demikian masyarakat menaati hukum bukan karena paksaan. Sudah tentu bahwa hukum yang dimaksud di sini adalah hukum tertulis (hukum formal) dan hukum tidak tertulis (normanorma atau aturan-aturan dalam masyarakat). Sikap Hukum. Titik sentral dari kekuatan proses ini adalah kepercayaan orang tadi terhadap tujuan dari kaidah-kaidah yang bersangkutan.buruknya interaksi tadi. dengan jalan menguasai obyek frustasi tersebut dengan mengadakan identifikasi. terlepas dari pengaruh atau nilai-nilainya terhadap kelompok atau pemegang kekuasaan maupun pengawasannya. Pada tahap ini seseorang mematuhi kaidah-kaidah hukum dikarenakan secara intrinsik kepatuhan tadi mempunyai imbalan. Maksudnya ialah kepentingan-kepentingan para warga masyarakat terjamin oleh wadah hukum yang ada. 3. melainkan karena hukum itu sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat itu sendiri. 4. Terdapat 4 (empat) indikator kesadaaran hukum. Internalization. Kesadaran hukum berkaiatan dengan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. oleh karena orang yang bersangkutan berusaha untuk mengatasi perasaanperasaan kekhawatirannya terhadap kekecewaan tertentu. 2. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan perilaku yang dilarang ataupun 108 . yaitu : 1. Hal ini disebabkan. Pengetahuan Hukum. Pola Perilaku Hukum. 3. Walaupun seseorang tidak menyukai penegak hukum akan tetapi proses identifikasi terhadapnya berjalan terus dan mulai berkembang perasaan-perasaan positif terhadapnya. Pemahaman Hukum. Society Interest.

Akan tetapi yang dilihat di sini adalah bagaimana persepsi mereka dalam menghadapi berbagai hal. Dalam hal pemahaman hukum tidak diisyaratkan seseorang harus terlebih dahulu mengetahui adanya suatu aturan tertulis yang mengatur semua hal. Pola Perilaku Hukum merupakan hal yang utama dalam kesadaran hukum. Sebagaimana terlihat disini bahwa kesadaran hukum berkaitan dengan nilai-nilai yang terdapat di masyarakat. tertulis maupun tidak tertulis. Nyatalah bahwa kesadaran hukum sebetulnya merupakan masalah nilai-nilai. Suatu sikap hukum akan melibatkan pilihan warga terhadap hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam dirinya sehingga akhirnya warga masyarakat menerima hukum berdasarkan penghargaan terhadapnya. Dengan kata lain pemahaman hukum adalah suatu pengertian terhadap isi dan tujuan dari suatu peraturan dalam suatu hukum tertentu. Pemahaman Hukum dalam arti di sini adalah sejumlah informasi yang dimiliki seseorang mengenai isi peraturan dari suatu hukum tertentu.perilaku yang diperbolehkan oleh hukum. Konsekuensinya adalah bahwa perubahan pada sistem nilai-nilai harus diikuti dengan perubahan hukum atau dilain pihak hukum harus dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengadakan perubahan pada sistem nilai-nilai tersebut. Sebagaimana dapat dilihat di dalam masyarakat bahwa pada umumnya seseorang mengetahui bahwa membunuh. serta manfaatnya bagi pihak-pihak yang kehidupannya diatur oleh peraturan tersebut. dalam kaitannya dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. 109 . karena di sini dapat dilihat apakah suatu peraturan berlaku atau tidak dalam masyarakat. Dengan demikian sampai seberapa jauh kesadaran hukum dalam masyarakat dapat dilihat dari pola perilaku hukum suatu masyarakat. Sikap Hukum adalah suatu kecenderungan untuk menerima hukum karena adanya penghargaan terhadap hukum sebagai sesuatu yang bermanfaat atau menguntungkan jika hukum itu ditaati. jadi kesadaran hukum adalah konsepsi abstrak di dalam diri manusia. Bila dianggap bahwa hukum merupakan konkritisasi dari sistem nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. maka dengan demikian suatu keadaan yang dicitacitakan adalah adanya keselarasan dan keseimbangan antara hukum dengan sistem nilai-nilai tersebut. tentang keserasian antara ketertiban dengan ketentraman yang dikehendaki atau yang sepantasnya. Persepsi ini biasanya diwujudkan melalui sikap mereka terhadap tingkah laku seharihari. merampok dan lainlainnya itu dilarang oleh hukum. mencuri.

sebagai perwujudan nilai. dan karena itu hukuman dapat dibenarkan. Disini berlaku konsep “ reward and phunisment “. orang dijatuhi hukuman karena orang berbuat kejahatan. baik itu berupa pengucilan atau tidak diterima oleh masyarakat dan maupun hukuman fisik yaitu pemenjaran. Jika dipandang demikian. baik moral maupun fisik. Keadilan. sehingga pameo “ Ubi Societas Ibi Ius “ (dimana ada masyarakat disana ada hukum adalah tepat. dengan kata lain. maka hukuman itu bukan sesuatu yang buruk. tujuan hukuman adalah untuk memperbaiki penjahat. hukuman harus mendidik penjahat menjadi orang yang baik dalam pergaulan hidupxciv. yaitu siapa yang menghargai dan tidak melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan mendapat penghargaan dalam bentuk penerimaan diri oleh masyarakatnya. 5. manusia.Dalam dimensi lain. dan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Wujud Masyarakat yang Bermoral dan Mentaati Hukum. melainkan sesuatu yang baik bagi masyarakat juga untuk pelaku kejahatan. Ketertiban. Maka. Menurut L. 110 . Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. van Apeldoorn. yaitu mahluk yang selalu berintraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. Disepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial. dimana pihak yang merasa dirugikan dapat meminta ganti rugi kepada pihak yang merugikan (terjadi pada tindak hukum perdata). akan tetapi sebaliknya jika siapa yang melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan menerima hukuman.J. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara adalah jika masyarakat tidak memiliki kesadaran hukum atau melanggar hukum. maka dapat dikatakan bahwa seseorang itu telah melanggar nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tampa atau diluar masyarakat. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. Dapat juga berupa kompensasi yang biasanya dalam bentuk ganti rugi. Untuk macam-macam hukuman dapat terdiri dari hukuman tahanan (sifatnya hukuman fisik) yang bertujuan untuk merampas kebebasan pelaku kejahatan (ini biasanya terjadi pada tindak hukum pidana). Dalam konteks hubungan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehinga setiap individu dapat berhubungan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. Hukuman adalah akibat mutlak dari suatu tindakan atau balasan dari kejahatan yang dilakukan oleh seseorang. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan.

. Seperti pepatah kuno yang mengatakan “mata dibalas mata. . Banyak orang dalam masyarakat dewasa ini yang setuju terhadap pendapat Imanuel Kant tersebut. ada juga yang menyatakan kegunaan. bukan karena alasan lain. Mochtar Kusumaatmadja. anomali. akhirnya menerima cambukan secukupnya. Imanuel Kant. darah dibalas darah“. mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. inkonsistensi. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. 111 . Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. menghukum orang bisa menambah jumlah kemalangan di dunia. hal ini menyakitkan. janggal. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”xcv. Kant mengatakan “ Jika seseorang. tetapi tiap orang menyetujui dan menganggapnya sebagai sesuatu yang baik dalam dirinya. dimana hukum saat ini tidak lagi mengikuti asas kesetimpalan. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi mempertegas lembagalembaga hukum mana yang melaksanakannya. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. seorang filsuf moral. berlebihan dan ada di luar garis.Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. Hukum tidak dianggap ironi jika diberlakukan apa yang oleh para filsuf moral disebut “ Pay Back “ (Pembayaran Kembali). bahwa orang harus dihukum karena melakukan kejahatan. Hal ini bisa membenarkan permasalahan tentang hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan.. ketertiban sebagai tujuan utama hukum. acapkali hukum melahirkan ironi. Dia mengatakan hal tersebut karena Kant melihat adanya realita-realita baru di dunia. Maksud dari pay back ini adalah bagi mereka yang terbukti melakukan kejahatan layak dikenai “pembayaran kembali” atas tindakannya yang mengabaikan kepantasan moralxcvii. Ironi merupakan kecenderungan yang dicirikan dengan berbagai cakupan sifat : kontradiktif. ada yang menyatakan kepastian hukum. tetapi hal itu seharusnya dianggap sebagai suatu hal yang wajar karena seorang terhukum (yang terbukti melakukan kejahatan) layak menanggung penderitaan tambahan. Bahkan. abnormalitas. menggambarkan secara jelas hubungan antara masyarakat bermoral yang harus mentaati hukum. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. yang suka mengganggu dan mengesalkan masyarakat yang cinta damai. “xcvi. Meskipun disadari bahwa. dll.

maka dampaknya adalah hukum menjadi tidak berwibawa. Orang yang hilang kesadaran moralnya adalah mereka yang tidak mempunyai suara hati. dan moral begitu erat. begitu juga sebaliknya. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. jika orang memiliki kesadaran moral dapat dikatakan mereka adalah orangorang yang masih memiliki hati dan mau mendengarkan suara hatinya serta mempertimbangkan segala sesuatunya dengan hati. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevanxcviii. Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. Oleh karena itu kualitas harus selalu diukur dengan norma moral. Bertensxcix yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. moral juga membutuhkan hukum. Bagi orang yang bersuara hati. hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. atau lebih tepatnya hilangnya kesadaran moral akibat dari “rasa ketidak adilan“ hukum. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. yang berarti terdapat ketidak cocokan antara hukum dengan moral. maka dapat dikatakan bahwa kita memiliki hati. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. Jika hal ini tidak diberlakukan (hukuman tidak setimpal dengan perbuatan kerjahatan) maka masyarakat akan mengalami degradasi moral. hukum akan kosong tanpa moralitas. Dan jika kita mengikutinya. artinya 112 . kita wajib melakukan yang baik dan benar serta berani menolak yang tidak baik dan yang tidak benar (menurut ukuran masyarakat). Pertama. Jika kita mampu melaksanakannya. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. sesuai dengan kadar beratnya kejatahan. Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas?. perundang-undangan yang immoral harus diganti. Dalam kehidupan sosial atau bermasyarakat. ada pepatah Roma mengatakan “ Quid leges sine moribus? ”. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dari moralitas. sebab dalam kenyataan “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. karena hal itu mustahil. Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali.Dalam kapasitas ini. sanksi hukum tetap menganut proportionately (setimpal). akan membuat kita merasa bernilai di dalam masyarakat dan merasa aman. Di sisi lain. namun hukum dan moral tetap berbeda. Disini norma hukum menjadi suatu hal yang penting dan jika norma hukum tidak dijalankan dengan tidak semestinya. Meskipun hubungan hukum. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. ia akan malu jika melakukan perbuatan tidak bermoral atau yang bertentangan dengan hatinya.

Keempat. sebab paksaan hanya akan menyentuh bagian luar. Satu-satunya sanksi dibidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. tetapi pelaksanaannya berbeda karena di Jepang. Alasan hukum untuk menahan seorang tersangka di Jepang hampir sama di Indonesia. Umumnya seorang tersangka juga ditahan jika tidak mengaku atau jumlah nilai kejahatannya 300 juta Yen atau lebih. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. dimana kalau tersangka mengakui kejahatan yang didakwakan terhadap dirinya. Prof. secara moral siapapun tersangka yang tidak mengaku. Dr. (2). Tetapi norma etis tidak dapat dipaksakan. hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. Achmad Ali memberikan gambaran menarik tentang fenomena hubungan antara hukum dan moralitas dengan membedakan penegakan hukum pada masyarakat barat dengan penegakan hukum di Jepangc. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan. pelanggar akan terkena hukumannya. Ketiga. Moralitas berdasarkan pada normanorma moral yang melebihi para individu dan masyarakat.dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. karena dianggap telah menunjukkan “rasa penyesalannya”. (3). Tetapi meski secara yuridis alasan penahanan yang diatur oleh undang-undang Jepang dan Indonesia sama. yaitu (1). biasanya tersangka itu tidak ditahan. Yang menarik adalah fenomena hukum di Jepang. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan denghan norma moral. tetapi meskipun sudah mengaku. Kedua. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. Tersangka dikhawatirkan melarikan diri. Dan jika sudah mengaku 113 . Tersangka mempersulit pemeriksaan. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat merubah hukum. Tersangka dianggap dapat merusak atau menghilangkan alat bukti. dianggap “mempersulit pemeriksaan” sehingga harus ditahan. jika nilai kejahatannya melebihi 300 juta Yen. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. biasanya tersangka tetap ditahan.

mata “dewi keadilan” tidak tertutup dengan kain hitam. Lingkungan kehidupannya menunjukkan kemungkinan si tersangka dapat merubah cara hidupnya menjadi baik. bahkan di Barat ataupun di Indonesia sendiri. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita yaitu hukum.dan mengembalikan hasil kejahatannya. Simbol “Dewi Keadilan” di Jepang tidak sama dengan simbol “Dewi Keadilan“ dimanapun juga. yang secara jelas mengesampingkan faktor moralitas. Di Jepang. tentu akan lebih serakah lagi. dan hanya memegang pedang dengan tangan kanan dan timbangan dengan tangan kiri. Bahkan Hukum Positif Jepang memungkinkan seorang tersangka dalam kasus pidana tidak diteruskan perkaranya ke pengadilan. Ringkasan Telah menjadi sebuah kesepakatan bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial yaitu mekhluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan orang lainnya atau sesamanya. Masih di bawah umur atau anak-anak. Dalam konteks hubungan dengan sesamanya seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat behubungan secara harmonis dengan individu lain di sekitarnya. 4. Mengembalikan hasil kejahatannya atau meletakkan jabatan (tetapi khusus jika kasusnya bukan kasus yang nilai kejahatannya sangat besar). 3. Dengan alasan menunjukkan sikap yang baik. Seorang tersangka tidak sampai dituntut di muka pengadilan : 1. karena meskipun sudah tertutup matanya tetap masih bisa membedakan mana “rupiah dan dollar”. umumnya tersangka di Jepang tidak lagi ditahan. melainkan terbuka. untung saja “Dewi Keadilan” Indonesia tertutup matanya. tidak seperti hukum di barat (bahkan hukum di Indonesia) yang “menutup mata” dari faktor-faktor non-hukum termasuk moral. bayangkan seandainya “Dewi Keadilan” Indonesia sama dengan di Jepang yang matanya terbuka. Lebih lanjut yang menarik menurut Achmad Ali adalah mengenai simbol atau lambang hukum yaitu “Dewi Keadilan” di Jepang. hukum dan penegak hukum di Jepang “membuka mata” terhadap faktor-faktor moral dalam setiap kasus hukumnya. Menurut masyarakat Jepang (terutama aparat penegak hukumnya). Lalu bagaimana di Indonesia sehubungan dengan “Patung Dewi Keadilan” itu. dengan banyak didasari pertimbangan non-hukum serta moral. yang mana mata “dewi keadilan” tertutup dengan kain hitam. mengingat bahwa kita tidak 114 . 2.

mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. Untuk melindungi 115 . tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. Selain itu fungsi dari nilai. kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. ada juga yang menyatakan kegunaan. Terdapat tiga fungsi eksplisit dalam kehidupan manusia. Kedua. dengan kata lain. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lain-lain. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat. dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Ketiga. ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. Ketertiban sebagai tujuan utama hukum. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. Maka manusia. sehingga pameo “Ubi Societas Ibi Ius” (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat.mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau di luar masyarakat. Nilai. Hukum sebagai kaidah sosial. menarik perhatian pada permasalahanpermasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Pertama. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin.

Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. yang dilakukan secara ilmiah. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilan. disebut hukum positif. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 116 . Perwujudan nilai. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut.lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum.

Teori pertama bertitik tolak adanya hubungan dalil. Hukum Positif (pembayaran BAB VII MANUSIA. teknologi dan seni Sains Sains berasal dari bahasa latin Scire.5 orang tentang permasalahan penerapan hukum (produk dan perangkat hukum) di Indonesia ?. Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar. metodis. artinya mengetahui dan belajar. Sebutkan dan jelaskan faktor apa saja yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum ?. Dalam pemikiran barat. rasional. Pay Back kembali) b.Sos 1. Pengertian sains. S. 19. empiris. perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. ?. umum. sains memiliki karakteristik yaitu. Kesadaran Hukum d.15. moralitas dan hukum 16. Sains adalah pengetahuan yang sistematis. Jelaskan perbedaan antara nilai-nilai yang dianut oleh barat dengan nilai-nilai yang dianut oleh timur ?. Jelaskan hubungan antara nilai. SAINS. dan akumulatif. Apa yang dimaksud dengan : a. Diskusikan dengan teman anda 3 . Teori ketiga menyatakan. pengetahuan itu benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan. Lebih jauh sains dapat dirumuskan sebagai himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui suatu proses pengkajian dan dapat diterima oleh ratio.cii 117 . yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (obyek) tertentu dengan sistematis. bahwa pengetahuan itu benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengetahuan itu. obyektif. Hukum pada dasarnya dibuat untuk di patuhi oleh masyarakat. Kata sains diindonesiakan menjadi ilmu pengetahuan. TEKNOLOGI DAN SENI Oleh : Linda Dwi Eriyanti. 18. 20.ci Ilmu selalu tersusun dari pengetahuan yang teratur. logis. dimana pengetahuan dianggap benar apabila dalil (preposisi) itu mempunyai hubungan dengan preposisi yang terdahulu. tetapi sains bebas dari pertimbangan-pertimbangan nilai. Kedua. netral dan bebas nilai. sekalipun diakui berpijak dari system nilai. Hukum Moral c. 17. Jelaskan dengan ringkas tiga fungsi eksplisit dari hukum ?.

tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineeringnya. Dia diproduksi melalui mekanisme interaksi dan negosiasi yang terbentuk dari suatu sistem sosial yang sarat dengan bentukan-bentukan imajinatif.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan obyek yang merupakan bahan dalam penelitian. meliputi obyek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh. Penelitian dasar bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dantindakan. yaitu sudt pandang yang mengarahkan kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. sains telah menjadi salah satu kajian dalam karya Karl Marx. 3. Memahami sains melalui dimensi sosial secara epistemologis menarik sekaligus menantang.ciii Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. makna. Pengembangan diartikan sebagai penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan produksi bahan-bahan. Ilmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pengetahuan alam. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.civ Bagi para sarjana studi sains (science studies). kebenaran pengatahuan. ideologi. Generasi awal Berkembangnya sains modern di Eropa yang dipicu oleh semangat Enlightenment telah menjadi perhatian banyak pemikir sosial abad ke-19. sains adalah produk sosial. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala. 118 . Menarik karena sains adalah karya manusia. induktif. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang obyektif 2. di mana manusia itu sendiri adalah spesies yang tidak pernah lepas dari dunia sosial. yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi. ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan. cara pandang. Merasa pasti bahwa setiap pendapat. sedangkan penelitian terapan adalah untuk menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah. teori. sintesis. dan deduktif. Selektif. seperti nilai. cipta rencana sistem metode atau proses yang berguna. Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap ilmiah yang meliputi empat hal : 1. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya. dan kepercayaan. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada. namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali. kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berfikir analitis. dan sebagai apa yang disebut generic meliputi segala usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan mencapai ilmu 4. serta obyek formal. Menantang karena pengetahuan ilmiah selama ini dipahami sebagai hasil murni kemampuan logika manusia yang lepas dari faktor sosial. Dalam catatan Sal Restivo. Dimulai dengan pengamatan.

Bagi Marx. yakni bahwa perkembangan pengetahuan muncul dari sikap skeptis kolektif para saintis terhadap setiap pemahaman atas fenomena alam. tidak hanya material dan bahasa yang digunakan para saintis dalam mengamati fenomena alam adalah produk sosial. Hingga dekade 1970-an. paradigma Mertonian mendominasi perkembangan sosiologi sains. Tesis Merton mengatakan bahwa sains modern hanya dapat tumbuh dan berkembang dalam kondisi sosiokultural tertentu. Seperti Marx. dan sains modern. Bagi Durkheim. Weber sendiri memberi perhatian serius pada keterkaitan antara kapitalisme. pengetahuan ilmiah masih lepas dari analisis sosial. Ketiga ketiadaan kepentingan. Pada satu sisi dia mengkritik sains sebagai alat eksploitasi kaum pemilik modal. keduanya memahami sains dari sudut pandang sosiologis. Kedua komunisme (bukan dalam makna ideologi). Pada titik ini. yakni kepercayaan bahwa klaim kebenaran lepas dari kriteria personal seperti ras. Dari sini kita bisa melihat bahwa dalam sosiologi sains Mertonian. tetapi di sisi lain dia mendukung penggunaan sains bagi tujuan-tujuan politik kaum proletar. Gagasan besar dalam sosiologi sains Mertonian dapat dirangkum dalam norma sains (norms of science) yang terdiri atas empat nilai fundamental yang membentuk etos sains. Mertonian vs Kuhnian Munculnya sosiologi sains sebagai suatu disiplin pada awal abad ke-20 banyak dipengaruhi oleh pemikiran Max Weber. Yang dimaksud dengan faktor imanen adalah perkembangan logika dalam sains (inner logic). dalam analisis Restivo. apa yang dilakukan Marx dalam memahami sains berlanjut pada agenda politik untuk melakukan perubahan fundamental dalam sains modern. Bagi Marx. Beberapa kontribusi terpenting Marx dalam studi sains antara lain pemahaman relasi antara praktik matematika dan sistem produksi. Keempat skeptisisme yang terorganisasi. yakni setiap penemuan dalam sains menjadi milik bersama dalam komunitas sains tersebut. Pertama universalisme. Robert Merton adalah sosok sentral dalam bidang ini dan dapat disebut sebagai bapak sosiologi sains. kebangsaan. Karena itu. yakni pengetahuan bersifat bebas nilai dan kepentingan. Buku ini menjelaskan relasi antara sains dan institusi sosial di mana sains itu berada. Sosiologi sains Mertonian berlandaskan pada satu asumsi bahwa sifat dan perkembangan sains ditentukan oleh faktor sosial dan faktor imanen. Belakangan norma sains Mertonian mendapat kritik tajam karena keempat norma tersebut tidak lebih dari representasi ideologi sains itu sendiri. Protestanisme. Marx bersikap inkonsisten. Merton menyelesaikan studinya di Harvard pada tahun 1934 dengan disertasi yang menjadi buku berjudul The Sociology of Science. 119 . atau agama. keberadaan para saintis juga merupakan suatu fenomena sosial. konsep-konsep ilmiah yang dihasilkan dalam sains memiliki status representasi dan elaborasi kolektif. Cikal bakal studi sains dibentuk oleh Emile Durkheim dan Max Weber. sains adalah produk kaum borjuis. Pemikiran Weber dan Durkheim memberi jalan bagi terbentuknya sosiologi sains sebagai suatu disiplin dalam tradisi akademik di Eropa Barat dan Amerika Utara.

barulah pemikiran Fleck mendapat perhatian serius dari para sarjana studi sains. revolusi ilmiah dan revolusi politik memiliki karakter yang sama. sosiologi sains baru sering diidentikkan dengan sosiologi pengetahuan ilmiah (sociology of scientific knowledge). Genre konstruktivisme Jika Max Weber membuka jalan bagi terbentuknya disiplin sosiologi sains. Karya Kuhn menarik banyak orang karena dia menggunakan model politik dalam menjelaskan perkembangan sains. Bagi Kuhn. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1979. Walaupun telah memicu perubahan dalam pemahaman sains. Di sini pengetahuan ilmiah dijadikan obyek analisis sosial. karya Kuhn memberi kontribusi penting dalam sosiologi sains. Karena itu. sesuatu yang tidak dilakukan oleh Merton dan para muridnya. Fleck memperkenalkan konsep gaya berpikir (thought style) yang menyerupai konsep representasi kolektif Durkheimian. paradigma Kuhnian sering diasosiasikan sebagai anti-Mertonian. pemikiran Emile Durkheim tentang representasi kolektif memberi inspirasi bagi gerakan sosiologi sains pascaMertonian atau yang disebut sebagai the new sociology of science. pendidikan dan pelatihan 120 . menerbitkan The Structure of Scientific Revolution. Persepsi ini lalu menstimulus lahirnya krisis yang menuju pada revolusi dengan tujuan perubahan institusional. The Genesis and Development of a Scientific Fact. Ciri kuat dari sosiologi sains baru adalah penggunaan kerangka konstruktivisme. Thomas Kuhn. Model Kuhnian juga dikritik karena mengacu pada revolusi sistem politik modern yang semata-mata terjadi melalui sirkulasi kaum elite. Studi empiris yang dilakukan Sal Restivo dan Randal Collins tentang paradigma sains Kuhnian menyimpulkan bahwa pola perubahan dalam sains secara substansial berbeda dengan apa yang dilontarkan oleh Kuhn. Keduanya terbentuk dari persepsi yang ada di masyarakat bahwa institusi di mana mereka berada sudah tidak bekerja dengan baik. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 1935 dalam bahasa Jerman. Orientasi anti-Mertonian bagaimanapun tidak menjadikan Kuhn sepenuhnya bertolak belakang dengan Merton.Pada tahun 1962. Kuhn masih menerima penjelasan Merton tentang norma sains. Walaupun tidak memiliki latar belakang sosiologi. asumsi kultural dan keilmuan. Lewat buku ini Kuhn melontarkan istilah paradigma yang mengacu pada cara pandang kelompok ilmiah tertentu terhadap suatu fenomena. tetapi masuk ke dalam wilayah yang lebih dalam. Konsep konstruktivisme sosial yang menjelaskan produksi pengetahuan ilmiah pertama kali digunakan Ludwik Fleck dalam bukunya. Kuhn memakai istilah revolusi untuk menggambarkan proses invensi dalam sains dan memberi penekanan serius pada aspek wacana ilmiah. Kuhn memberi penjelasan alternatif terhadap apa yang dilakukan Merton selama beberapa dekade sebelumnya. Karena itu. seorang fisikawan yang kemudian berkarier sebagai sejarawan sains. Kuhn sendiri tidak lepas dari kritikan. khususnya paradigma Mertonian. Gaya berpikir mengacu pada perilaku berpikir. Sosiologi sains baru tidak hanya mengkaji aspek institusional dalam sains.

Eksperimen itu sendiri dapat dipahami secara sempurna karena bekerja dalam suatu sistem yang tertutup (closed system). Dalam ANT. Karena itu. Hasil studi ini menghasilkan Laboratory Life: The Social Construction of Scientific Facts. Tetapi. Latour adalah salah satu penggagas actor-network theory (ANT) yang menjelaskan lahirnya suatu pengetahuan melalui relasi antara masyarakat (konstruktivisme sosial) dan alam (realisme). Bersama Steve Woolgar. yang mana kesemuanya membentuk persepsi dan cara menghasilkan teori (theorizing). quark lahir dari bukti empirik yang didapatkan melalui eksperimen. Tokoh sentral Strong Programme adalah David Bloor. Permasalahannya. dalam suatu laboratorium. sosiolog sains memberikan perhatian tidak semata-mata pada manusia (actant). serta minat dan kesempatan. Andrew Pickering patut disebut dalam khazanah sosiologi sains baru. Strong Programme adalah salah satu kubu studi sains yang kental dengan pendekatan konstruktivisme. yakni eksperimen. Tokoh lain dalam gerakan sosiologi sains baru adalah Bruno Latour. Di lain pihak. dianggap menafikan apa yang telah dicapai sains dalam memahami fenomena alam. eksperimen bukanlah suatu sistem yang tertutup. Diterimanya suatu konsep ilmiah sebagai paradigma tunggal dalam memahami suatu fenomena tidak lain karena adanya faktor dan konteks sosial tertentu yang bekerja dalam proses penerimaan itu. Pickering yang memiliki latar belakang fisika teori menjelaskan secara sosiologis lahirnya konsep quark. Pada titik inilah praktik sains dibangun melalui tiga elemen yang saling mempengaruhi satu sama lain. para konstruktivis dalam studi 121 .profesional. teori. Kerangka konstruktivisme dalam studi sains telah memicu konflik intelektual antara para saintis dan para sarjana studi sains. dan keterampilan yang terkait satu sama lain secara kompleks. Dia sangat tergantung pada teori yang menjadi landasannya. tapi juga pada benda dan obyek (non-actant) secara simetris. pemilihan teori sebagai raison d’etre suatu eksperimen tergantung dari penilaian (judgment) para saintis. realitas quark adalah hasil dari praktik fisika partikel. Dalam buku ini Latour dan Woolgar mengungkap budaya dalam laboratorium yang membentuk korespondensi antara kelompok peneliti sebagai suatu jaringan dengan seperangkat kepercayaan. seperti yang dijelaskan oleh Restivo. pengetahuan dalam sains dapat berbeda mengikuti bentukan sosial. menurut Pickering. dan penilaian. pengetahuan yang sistematis. yang sering diasosiasikan sebagai relativisme. Dalam Constructing Quarks. bukan sebaliknya. Latour melakukan studi etnografi di laboratorium endocrinology Salk Institute. kegiatan observasi bersifat lokal dan memiliki budaya spesifik. Konsep quark lahir dari proses penilaian dan pemilihan teori dan tidak muncul begitu saja dari serangkaian eksperimen. legitimasi. perilaku. eksperimen. Bagi Bloor. dan otonomi sains. Bagi kalangan fisikawan. menurut Pickering. Karena itu. Menurut Latour dan Woolgar. Sains berkembang membentuk cabang-cabang yang kompleks sesuai dengan heterogenitas dalam sistem sosial. Konstruktivisme. Penjelasan konstruktivisme sosial dianggap ancaman terhadap integritas. sains tidaklah berkembang secara linier seperti yang dipahami secara luas.

Bagi Latour. Lenoir menolak klaim Merton tentang universalisme dan disinterestedness dalam sains karena pengetahuan selalu bersifat lokal. Selama lebih dari satu dekade terakhir. Tidak lama setelah itu tuduhan sebagai “pengkhianat” konstruktivisme ditujukan kepada Latour. Kasus Latour juga tak kalah menarik. kata social dalam subjudul dihilangkan. Dengan pemahaman sains sebagai praktik budaya. dan metode penelitian 122 . Kedua. para sosiolog dapat memahami sains. bukan sebaliknya. parsial.sains bukanlah antirealisme. Asquith melakukan studi komparasi kultural dan intelektual antara primatologi Barat (Eropa dan Amerika) dan primatologi Jepang. regularitas alam yang berbeda yang dialami oleh sistem kebudayaan yang berbeda lokasi akan menghasilkan sistem pengetahuan yang berbeda pula. Studi Pamela Asquith dapat dijadikan satu contoh menarik. sistem pengetahuan terbentuk dari upaya manusia untuk bertahan hidup melalui pemahaman regularitas yang terjadi di alam. Asquith mencari heterogenitas dalam sains dengan membandingkan cara pandang. Belakangan Latour sendiri menolak untuk disebut sebagai konstruktivis. Kedua faktor ini senantiasa melekat pada para pelaku produksi pengetahuan (saintis). bentuk kepentingan sosial berbeda dalam setiap sistem budaya. Aktivitas interpretasi adalah praktik budaya yang melibatkan faktor kognitif dan faktor sosial yang saling berimplikasi satu sama lain. Pertama. Pemahaman budaya dalam sains dijelaskan oleh Timothy Lenoir. para sarjana studi sains dari disiplin ini memberi kontribusi dalam memahami bagaimana pengetahuan dalam sains diproduksi melalui proses pemaknaan dan praktik budaya. karena alam tidak bersifat seragam (uniformly organized). Artinya. Sains dan budaya Memasuki dekade tahun 1990-an. Secara antropologis. sistem budaya membentuk wacana dalam proses produksi pengetahuan yang selanjutnya mempengaruhi cara pandang dan pola intervensi masyarakat dalam sistem budaya tersebut. Sebagai contoh adalah Strong Programme yang secara epistemologis menggabungkan metode sains dan sosiologi dalam memahami sains sebagai konstruksi sosial. Dalam edisi kedua Laboratory Life. Terakhir. Ketiga. Tidak sedikit dari mereka yang mempertahankan metode dan cara pandang dalam sains. wacana sistem pengetahuan tidak pernah lepas dari konteks budaya di mana sistem pengetahuan tersebut berada. sains adalah media untuk memahami masyarakat. bentuk-bentuk organisasi sosial dalam penelitian ilmiah yang berbeda secara kultural akan mempengaruhi isi dari sistem pengetahuan. dan dilandasi kepentingan. setiap sistem budaya menghasilkan perbedaan dalam pola pengetahuan. Lenoir berargumen bahwa pengetahuan adalah hasil interpretasi di mana obyek pengetahuan dan pengamat (interpreter) tidak berdiri secara terpisah satu sama lainnya. Sandra Harding mengidentifikasi empat jenis elemen budaya yang membentuk inti kognitif dari sistem pengetahuan. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Bloor sendiri bahwa hanya dengan metode sains. Catatan Harding di atas mengindikasikan bahwa sains dikonstruksi melalui budaya. studi sains menjadi lebih semarak dengan bergabungnya para antropolog dalam tradisi intelektual ini. bentuk pertanyaan. Karena itu.

organisasi laboratorium dan kelompok. Sains dan Studi Sains 123 . hanya manusia yang memiliki jiwa. gaya kepemimpinan. Traweek mengamati bagaimana nilai budaya direpresentasikan melalui model organisasi sains. Knorr-Cetina mengungkap perbedaan struktur simbolik dari kedua bidang ilmiah tersebut. Adapun di Jepang. dan proses pengambilan keputusan. Analisis ini menghasilkan pemahaman bahwa dalam proses produksi pengetahuan. yaitu fisika partikel dan biologi molekuler. Knorr-Cetina mengamati bagaimana fragmentasi dan diversitas dalam sains modern membentuk dua budaya pengetahuan (epistemic culture) yang berbeda dalam aspek cara mengetahui (machineries of knowing). Traweek melihat nilai individualisme dan persaingan yang melandasi sistem organisasi riset Amerika. dan cara di mana strategi epistemik. sistem klasifikasi. Perbedaan dalam nilai budaya ini terefleksi dalam banyak hal yang mencakup proses pembelajaran dan pengajaran. prosedur empirik. nilai-nilai komunalisme dan kerja sama sangat dominan. Asquith mengamati satu hal yang menarik. Jika Asquith mencari pengaruh budaya terhadap bentuk pengetahuan. Sebaliknya. Primatologi Barat cenderung bersifat fisiologis. sistem kepercayaan masyarakat Jepang mempercayai bahwa setiap hewan memiliki jiwa. Dari hasil studinya selama beberapa tahun di laboratorium-laboratorium di Eropa dan Amerika Utara. Pandangan ini “menghalangi” primatologis Barat untuk melihat kualitas mental yang membentuk perilaku sosial primata yang kompleks. dan relasi antara tubuh dan mesin secara kultural berbeda antara praktik fisika partikel dan biologi molekuler. dan personalitas yang ditunjukkan oleh hewan primata yang mereka amati. Perbedaan sistem kepercayaan tentang posisi manusia di dunia ini menjadikan pengetahuan yang dihasilkan oleh primatologis Barat berbeda dengan rekan sejawatnya di Jepang. Knorr-Cetina mengatakan bahwa sains modern tidaklah menyatu seperti yang diklaim kaum positivis. Dalam pandangan Kristen yang mempengaruhi para primatologis Barat. Hal ini membuat primatologis Jepang memberi perhatian serius pada atribut motivasi. Melalui studi komparasi silang disiplin ini. sementara primatologi Jepang lebih bersifat sosiologis dan antropormorfis. Jika Asquith dan Traweek mengamati praktik sains dalam dua sistem budaya. proses tanda. Struktur simbolik ini terepresentasi melalui cara pendefinisian entitas. Karen Knorr-Cetina membandingkan dua praktik sains modern. Pada studi ini. dan strategi sosial dipahami. Perbedaan ini berdampak pada perbedaan pengetahuan yang dihasilkan dalam kedua tradisi primatologi tersebut walaupun mereka mengamati obyek yang sejenis. perasaan. Walaupun Traweek tidak menjelaskan apakah perbedaan nilai budaya ini mempengaruhi pengetahuan yang dihasilkan. setidaknya studi Traweek menunjukkan bahwa nilai budaya melekat erat pada sistem organisasi ilmiah. Studi komparasi kultural juga dilakukan Sharon Traweek yang membandingkan praktik fisika energi tinggi di Amerika Serikat dan Jepang. Dari studi ini. relasi antara waktu dan ruang. pengerjaan eksperimen.primatologi di kedua sistem budaya tersebut.

Karena tanpa sains. apakah studi sains menawarkan relativisme? Donna Haraway memberi jawaban menarik. sains tidak lagi muncul sebagai suatu entitas yang integratif. Mistifikasi sains yang begitu kental dalam masyarakat ini memungkinkan praktik hegemoni kekuasaan dan kepentingan bersembunyi dengan rapi di balik jargon-jargon ilmiah. Selama beberapa dekade. apa yang dihasilkan dalam studi sains sedikit banyak telah mempengaruhi perjalanan sains secara dinamis. Pemahaman dimensi sosial sains dapat menjadi lensa untuk melihat bahwa pengetahuan tidaklah tunggal dan monolitik. studi sains membuka suatu jendela baru di mana kita bisa memandang perkembangan sains dari perspektif yang lebih luas. rigid. Pemahaman sains melalui dimensi sosial yang ditawarkan studi sains berdampak pada demistifikasi sains secara institusional ataupun epistemologikal. Ini yang disebut Ron Eglash sebagai obyektivitas ganda (multiple objectivity). studi sains tidak berarti apa-apa. teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains.cv Teknologi dan Seni Istilah teknologi sebenarnya sudah mengandung sains dan teknik atau engineering sebab produk teknologi tidak mungkin ada tanpa didasari sains. dan berkembang secara linier. di mana obyektivitas dan realisme agensi dalam produksi pengetahuan memiliki posisi yang sama pentingnya.Konsep dan teori yang dikembangkan dalam studi sains berangkat dari pemahaman sains sebagai institusi sosial dan pengetahuan ilmiah sebagai produk sosial. Ketergantungan masyarakat kontemporer terhadap sains telah menempatkan sains pada posisi sakral dan bersifat ideologis. studi sains memberi penyadaran kepada diri kita bahwa sains adalah hasil karya manusia dalam berinteraksi dengan alam. Ini merupakan implikasi politis yang tidak dapat dihindari. Haraway menolak relativisme sekaligus universalisme yang diklaim para saintis. Melalui pemahaman ini. Lepas dari konflik antara para saintis dan sarjana studi sains dalam episode Science Wars. Sains bukanlah sekumpulan ayat-ayat suci yang turun dari langit. Haraway mengajak kita untuk menggunakan domain budaya lain dalam sains yang selama ini termarginalisasi oleh dominasi narasi budaya Barat. Dalam perspektif ini. studi sains telah memberi kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang sains dan relasinya dengan masyarakat. Karena itu Haraway menawarkan praktik difraksi. Hawaray menginginkan adanya suatu budaya sains yang lebih kompleks dan beragam tanpa harus menjadi antirealisme. Kepercayaan bahwa hanya ada satu cara melihat alam justru melawan hakikat manusia sebagai makhluk multikultural. Sebaliknya. Tanpa menafikan apa yang telah dihasilkan sains bagi umat manusia. Pengetahuan ilmiah adalah wujud kreativitas dan imajinasi manusia dalam memahami ruang dan waktu di mana dia berada. Haraway berargumen bahwa obyektivitas dalam sains tidaklah tunggal. Dalam sudut pandang budaya. Dalam kenyatannya teknologi tidak 124 . sains pun telah memberi banyak kontribusi bagi studi sains untuk tumbuh dan berkembang sebagai suatu disiplin. Lalu. melainkan bagai suatu tanaman bercabang-cabang yang tumbuh di atas tanah sosial.

artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi. yang seharusnya menjadi perhatian ilmu sosial adalah pengaruh teknologi bagi masyarakat. artinya dalam hal metode. tetapi teknik. artinya semua teknik bersatu saling berinteraksi. yang disebut sebagai seni. teknologi. Secara konvensional. teknologi telah menjadi pusat perhatian ilmu sosial dan melihat dampaknya terhadap masyarakat. menurut Sastrapratedjacviii memiliki cirri-ciri sebagai berikut : Rasionalitas. meskipun arti dan maksudnya sama. dan saling bergantung Universalisme. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Batasan ini bukan bentuk teoritis. atau prosedur untuk memproleh hasilnya. atau bahwa keseluruhan efek yang berbeda itu lahir dari sebuah teknologi yang sama. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak 125 . melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktifitas manusia. karena sains tanpa teknologi bagai pohon tanpa buah. dan bahwa tesis dari kelompok determinis dapat dijatuhkan oleh banyak sekali contoh dimana efek teknologi yang menyimpang dari yang dikehendaki semula.bisa netral karena memerlukan sentuhan estetika yang bersifat subyektif. dan Seni Bagi Manusia Sains dan teknologi saling membutuhkan. Makna Sain. bahkan dapat menguasai kebudayaan Otonomi. tetapi perolehan dari aktifitas masing-masing dan observasi dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. atau secara lebih spesifik. atas dampaknya pada tenaga kerja dan organisasi. Demikian pula dengan teknik mampu mengeliminasi kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis. metode. bahwa ‘masyarakat’ juga bisa mempengaruhi jalannya perkembangan teknologi. Jacques Ellulcvii tidak menyebut teknologi.cvi Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia mnejadi lingkup teknis. Artificial. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin. Pandangan ini melahirkan pendapat bahwa evolusi teknologi adalah sebuah proses dimana perkembangan-perkembangan baru diilhami oleh penemuan (teknis) yang telah ada. Dalam pandangan ini. Ini sejalan dengan pendapat determinisme teknologi yang dihubungkan dengan beberapa bentuk Marxisme : teknologi amiliki kapasitas untuk menentukan jalannya evolusi sejarah. tidak alamiah Otomatisme. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teknologi tidak terlepas dari masyarakat. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. Teknologi. Fenomena teknik pada masyarakat kini. 2. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan Monisme. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

yang digambarkan dengan tepat oleh Freemancix sebagai sistem teknologi. Dalam pendekatan ini perubhan teknologi benar-benar ‘dilepaskan’ yaitu dianggap tidak berkaitan dengan variable-variabel ekonomi yang lain.berakar. Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia. buka penyebabnya. menganggap kemajuan teknnologi paling tidak secara sebagian ditambahkan dalam investasi tetap yang baru.factor-faktor yang telah terbukti berhubungan dengan perubahan besar dalam struktur ekonomi di negaranegara maju sejak terjadimya revolusi industri. Munculnya industri-industri besar seperti baja dan kereta api pada abad 19. Diluar literature. inovasi. Aliran yang disebut model capital vintage. sedang terjadi perdebatan mengenai arah dari kausalitas dari hubungan-hubungan statistic yang diamatiantara pertumbuhan industri dan langkah inovasi teknis. Teknologi bagi Perkembangan Sosial dan Ekonomi Pentingnya teknologi bagi perkembangan sosial dan ekonomi tidak diragukan lagi. dan bentuk-bentuk organisasi atau produksi baru. bahan-bahan sintetis dan elektronik pada abad 20. Sementara ahli ekonomi lain mengatakan bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah konsekwensi. yang digunakan secara luas pada awal 1970-an. dan aktivitas kewirausahaan. Residu ini biasanya besat dan secara implisit mempersatukan factor-faktor seperti pendidikan dari angkatan kerja dan keahlian manajemen yang memberi sumbangan bagi perbaikan efisiensi. salah seorang ahli ekonomi terkemuka yang meletakkan kemajuan teknologi dalam analisisnya. Namun upaya-upaya analitis dan pemahaman di bidang ini sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. mobil. Pendekatan yang terakhir inipun tidak melangkah terlalu jauh dalam menangkap proses-proses dan kekuatan-kekuatan 126 . model pertumbuhan neoklasik tradisional menganggap kemajuan teknologi sebagai bagian dari factor residu dalam menerangkan peningkatan output. proses. sebagai pelengkap dari kemajuan teknologi. pemikiran bahwa teknologi pasca kapitalis maju sedang menghadapi gelombang panjang periode bolak-balik antara kemakmuran dan stagnasi. Pabrik dan mesin-mesin membawa perbaikan produktifitas dan hasil dari kemajuan teknologis tergantung pada tingkat investasinya. menekankan pentingnya produk-produk. tergantung pada interaksi dari penemuan. ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. telah diperbaharui. Hal ini untuk sebagian disebabkan kompleksitas proses perubahan teknologi serta kesulitan dalam menemukan pengukuran dan definisi yang tepat. Jadi fungsi sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan menempatkannya kedalam suatu system yang logis. yang masing-masing menerjang bergantian dalam waktu sekitar 50-60 tahun. setelah mempertimbangkan efek-efek perubahan dalam volume dari factor-faktor produksi. Pada level ekonomi makro. Sedangkan tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. sedangkan fungsi seni memberi semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. Schumpeter. Sejak permulaan masa pasca resesi 1973. yang kemudian mulai menurun seiring dengan tercapainya kematangan industri. Beberapa komentar mengatakan bahwa sistem teknologi baru adalahpenyebab utama terjadinya gelombang naik.

jika diyakini memiliki potensi permintaan pasar. Tetapi pendekatan-pendekatan semacam ini baru memasuki masa awal perkembangannya. Penemuan bisa berupa produk baru atau penyempurnaan dari produk sebelumnya. dan kebijakan untuk melatih tenaga kerja 127 . Ukuran-ukuran input mencakup pegawai yang dipekerjakan serta pengeluaran financial. yang punya kemungkinan dianggap sebagai penemuan. penemuan ilmiah membuka jalan bagi penemuan-penemuan lain yang. meskipun ada kesewenangan dalam mendefinisikan perbatasan antara tindakan riset dan perkembangan. Model evolusioner yang dipimpin oleh Nelson dan Winter berusaha menggali kondisi dimana entrepreneur akan berusaha memakai teknik-teknik yang telah disempurnakan. Jika sebuah penemuan sukses. dengan dibantu oleh terjadinya pergeseran dari batu bara ke minyak sebagai bahan baker industri.dimanateknik-teknik baru diserap ke dalam sistem produksi. Ukuran-ukuran output dari penemuan meliputi statistic paten. dan secara tidak langsung atas penemuan sejumlah produk baru pada tahun 1930-an. tetapi ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati mengingat adanya perbedaan dalam kecondongan untuk mematenkan antara perusahaan-perusahaan. Pada tahun 1970-an industri mulai mengalami kematangan dengan terjadinya penurunan permintaan dan laju perkembangan teknologi. dengan menggunakan beberapa indicator bisa dipakai sebagai landasan perbandingan antar industri atau antar negara. dipakai secara komersial . negara. dan perbedaan dalam perundangan paten nasional. dengan persepsi yang berbeda tentang amankan mereka dengan perlindungan paten. Meskipun terdapat keterbatasan. Penggunaan sejumlah inovasi sebagai ukuran output biasanya membutuhkan beberapa penaksiran dari nilai ‘penting’ relative dari inovasi itu masing-masing. Seringkali pada tahap inilah terjadi benturan ekonomi yang dahsyat. dipakainya ide itu untuk pertamakalinya secara komersial. tetapi setelahnya penekanannya telah bergeser kearah karya ilmiah dan teknologi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Selepas periode pasca perang. lalu diikuti oleh periode penyebaran. Perdebatan tentang bagaimana teknik-teknik baru ditemukan dan dipakai biasanya terjadi pada level kajian kasus ekonomi mikro. yaitu. atau sebuah prosedur baru dalam pengolahan produk yang telah ada. Dalam banyak kasus. Penemuan-penemuan lebih lanjut dan penyebarannya secara besar-besaran ke seluruh dunia terjadi setelah PD II. pemerintah semakin mengakui pentingnya mencapai atau mempertahankan daya saing internasional atas teknologi. Kebanyakan negara memiliki cara yang berbeda dalam mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dan mempergunakan teknologi baru. dimana perusahaan lain memakai atau memodifikasi inovasi tersebut dan memasarkan produk atau prosesnya. Pengukuran kegiatan inovatif dan penemuan mengalami banyak kesulitan. dimana karya riset ilmiah dasarnya di Jerman pada awal tahun 1920-an atas molekulmolekul rantai panjang langsung menghasilkan polystyrene dan karet styrene. pada abad 19 seorang innovator seringkali adalah seorang independent. Freeman menggambarkan proses ini dengan kasus plastic. industri. Munculnya Jepang sebagai kekuatan ekonomi besar sebagian besar disebabkan oleh kebijakan yang secara sadar berusaha mengimpor teknologi modern asing serta menyempurnakannya di dalam negeri.

Dengan teknik mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. karena bersumber dari Tuhan. Manusia Sebagai Subyek dan Obyek Ipteks Sumber ilmu adalah wahyu sedangkan akal merupakan instrument untuk menggali dan membuktikan kebenaran wahyu.cx Alvin Tofflercxi mengumpamakan teknologi sebagai mesin yang besar atau sebagai akselerator yang dahsyat dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. 3. teknik meliputi bidang manusiawi. hiburan. teknik meliputi bidang ekonomi. manusia diberi kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang salah. Potensi penghematan biaya dari tenaga nuklir telah didramatisasi seperti yang disinggung di atas. Ramalan-ramalan tentang dampak teknologi baru sangat tidak dapat dipercaya. terlebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi. senetara potensi terpendam computer dulunya sangat diremehkan. teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi.dalam menggunkan teknik-teknik baru tersebut. hukum. dan seni. dan obat-obatan. manajemen. bagi seorang teknisi. dan militer. 128 . Atas dasar itu ilmu ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) yang tingkat kebenarannya mutlak (absolute). Dalam konteks ini perhatian diberikan terutama pada teknologi mikro elektronik dan ketakutan bahwa teknologi ini bisa memperburuk permasalahan pengangguran yang biasanya datang setelah ketakutan-ketakutan akan konsekwensi tertinggal dalam bidang teknologi. teknologi. Dengan potensi akal. Luasnya berbagai bidang teknik digambarkan Ellulcxii sebagai berikut : 1. Manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. Pada masyarakat teknologi. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat tetapi dianggap perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. yang hasil pengembangannya disebut sains. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia. dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) yang tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative) karena hanya penafsiran dan dugaan-dugaan sementara oleh manusia. olehraga. negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. Apapun yang terjadi bisa dikatakan bahwa kemajuan teknologi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Dengan potensinya. ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan-lahan sampai akhirnya manusia takhluk pada teknik. maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. seperti pendidikan. manusia dapat menggali rahasia alam semesta. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. 2. kerja. Contohnya dalam organisasi negara. Bahkan ilmu ekonomi sendiri terserap oleh teknik. 3. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. pemerintahan. di mata pemerintah dan juga di mata serikat perdagangan.

sedemikian rupa sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya alam tersebut. tetapi manusia itu sendiri tidak hadir di dalamnya. sehingga irama kehidupan harus tunduk pada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusiawi dan sosial. sehingga sinar matahari pagi hari tidak sempat lagi menyentuh kulit manusia. Keadaan tertekan demikian akan menghilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. Pertama. Fenomena Pengaruh IPTEK Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknologi muncul fenomena diantaranya : 1. Situasi tertekan. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran. penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. 4.Manusia diciptakan sebagai subyek dan obyek IPTEKS. Perubahan waktu dan gerak manusia Akibat teknik manusia terlepas dari hakikat kehidupan. atau keluarganya meninggal. Peleburan manusia dengan mekanisme teknik menuntut kualitas manusia. Contoh pada sistem industri ban berjalan. dan teknologi yang tidak berperikemanusiaan. pohon-pohon atau gunung secara langsung. sehingga menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemudahan dalam menjalani hidupnya. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. lingkungan hidup menderita dan menunjukkan tanda-tanda setengah binasa. Manusia mengalami ketegangan akibat penyerangan teknik-teknik mekanisme teknik. Contoh yang sederhana manusia dalam hal makan atau tidur tidak ditentukan lapar atau mengantuk. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat 129 . manusia hanya membentuk masyarakat massa. organisasi. buruh yang sakit. 3. tidak dapat begitu saja meninggalkan pekerjaannya. Sebelumnya waktu diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak dan pola komunikasi manusia. Krisis Dunia Modern Menurut E. Waktu hanya mempunyai kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi atau sosial. tetapi diatur oleh jam. Manusia melebur dengan mekanisme teknik. karena akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. 2. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat maka akan muncul kegoncangan. Ketiga. Teknik telah mengubah lingkungan dan hakekat manusia. tidak berhubungan dengan padang rumput. yang terasa menyesakkan nafas dan melemahkan badan. Terbentuknya masyarakat massa Akibat teknik. Manusia satusatunya makhluk Tuhan yang mampu merangkaikan fenomena alam beserta prosesnya secara kreatif. sifat kemanusiaan berontak terhadap pola-pola politik. yang ada hanyalah bangunan tinggi yang padat. dunia modern yang dibentuk oleh teknologi menghadapi tiga krisis sekaligus. sifatnya alamiah dan kongkret.F Schumachercxiii. fosil. pantai. artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. dalam Kecil itu indah. Kedua. seperti bahan baker. dan detik. menit.lingkungan manusia menjadi terbatas.

4. Kondisi sekarang sering manusia menjadi obyek teknik dan harus selalu menyesuaikan diri dengan teknik. maka masyarakat atas dapat mengidap penyakit ‘progeria’. Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. dan difusi atau penyebarannya dalam masyarakat. yaitu ide kreatif. Proses ekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. Dengan semakin meningkatnya teknologi. tetapi poerlu memanusiakan teknik. apabila masa depan itu menyerbu masa kini dengan kecepatan yang terlampau tinggi. setidaknya melakukan reaktualisasi b. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat. tempat proses perubahan itu tidak dapat dipandang normal lagi. perubahan dibidang intelektual. Padahal individu membutuhkan hubungan sosial. dan tercapailah akselerasi ekstern maupun intern (psikologis) yang merupakan kekuatan sosial yang kurang mendalam dipahami. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. 5. Accelerasi dan Trancience Dalam hal akselerasi. Teknik harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. yakni tingkat menua yang lanjut sekalipun secara kronologis usianya belum tua. perubahan di bidang industri dan kemampuan di medan perang. melalui inovesi teknologi tiga tahap. penerapan praktisnya. Ketiga tahap ini merupakan siklus yang menimbulkan bermacammacam ide kreatif baru sehingga merupakan reaksi berantai yang disebut proses perubahan. Pembangunan dan Perkembangan Ipteks Pengaruh IPTEK pada tatanan kehidupan masyarakat Perkembangan IPTEK yang sedemikian pesatnya mampu menciptakan perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada tatanan kehidupan masyarakat. khususnya dalam empat bidang berikut : a.terjadi neurosa obsesional atau gangguan syaraf menurut beberapa ahli. yaitu kegagalan adaptasi dan penggantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknik. Melalui teknik bukan berarti menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. yang melampaui kemampuan manusia. politik atu persaingan kelas. perubahan dalam organisasi-organisasi sosial yang mengarah pada kehidupan politik c. Alvin Tofflercxiv menyatakan saat ini negara-negara teknologi maju telah memasuki tahap superindustrialisme. Struktur sosiologis missal dipaksakan oleh kekuatankekuatan teknik dan kebijaksanaan ekonomi (produk industri). Teknik-teknik manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. perubahan tersebut seolah-olah tidak dapat dikendalikan lagi. masyarakat meninggalkan kebiasaankebiasaan lama atau kepercayaan-kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan dan kepercayaan baru.secara ideologis. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya d. Bagi masyarakat semacam itu. kemudian dicari semacam kekebalan diplomatic 130 . bebas dari tekanan-tekanan.

5. menusia. dibagi kedalam dua kelompok. baik hubungan formalnya maupun informalnya. 2. manusia. Transience merupakan alat kasar yang berguna dalam mengukur laju mengalirnya situasi. Secara kiasan tempat pun seolah-ilah cepat terpakai habis. keadilan. tempat. hubungan ‘manusia-ide’ bersifat sementara karena ide dan image timbul dan menghilang dengan lebih cepat.memberikan banyak alternative pilihan teknologi . Eksplorasi mengenai kehidupan masyarakat high transience menghasilkan : 1. organisasi ada kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan. Manusia dapat kehilangan individualitasnya dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar. organisasi. menjadi sementara. Benda : hubungan “manusia-benda” tidak awet dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. Masyarakat menurut transience. berpijak pada kenyataan.terhadap perubahan. 131 . dan perikemanusiaan. dan lebih sementara. masyarakat amat mobil dengan ‘nomad baru’. melainkan bersifat dangkal dan terbatas’ secara kiasan terdapat ‘orang yang dapat dibuang’. artinya jelas. Tuhan. jarak fisik semakin tidak berarti. organisasi. mesin-mesin. tidak berbeda dengan minuman atau makanan dalam kaleng. Demikian pula pandangan terhadap teknologi harus menekankan pada keserasian antara teknologi dengan kepentingan manusia dan integritas ekosistem. lebih rapuh. yaitu benda. Hubungan ‘manusia-organisasi’ pun seolah-olah mengalir dan beraneka ragam. membentuk kerangka pengalaman sosial. Tak mustahil pula akan timbul future shock atau kejutan masa depan. hubungan ‘manusia-manusia’ pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. Kontak antar manusia tidak menyagkut secara keseluruhan personalitas. Hubungan lima komponen itu. terlampau banyak dilewati daya dukungannya. Bandingkan misalnya vulpen yang bertinta yang permanent dengan ball point yang dibuang setelah habis. Akselerasi perubahan secara drastic dapat mengubah mengalirkan situasi. namun hakekat sistemnya sendiri telah banyak mengalami perubahan. Counter play normative Untuk itu semua diperlukan counter play yang bersifat normative bagi manusia. yaitu suatu penderitaan fisik dan atau mental yang timbul apabila sistem adaptif fisik dari organisme manusia itu. menyangkut hal urgen. 4. dan menjembatani teori-teori sosiologis tentang perubahan psikologi insasi perseorangan.adanya interaksi yang serasi antara manusia. Toffler juga menyatakan ada kekuatan lain yang dapat mengubah wajah dan eksistensi manusia selain akselerasi. ide. langsung dapat dilihat. Hal ini dapat berlangsung dengan cara : . ditambah dengan factor waktu. dan biosfer agar ekosistem terpelihara. hendaklah mulai berfungsi dalam situasi manusia yang kongkret. 3. tempat : hubungan “manusia-tempat” menjadi lebih sering. dan ide. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir segala bidang aktifitas manusia. high transience dan low transience. beserta proses pembuat keputusannya. yaitu transience (keadaan bersifat sementara).

Caranya dengan ‘membalik’ rengkaian rantai genetic sehingga tomat ‘diperintah’ untuk tetap awer. ada resiko lain yang muncul. hingga kadang nampak alamiah seperti pemanasan global yang kini diributkan.. pesawat. tsunami. penggunaan m. Itulah kenapa ia disebut ‘transgenik’ karena secara genetic. Namun ketika teknologi menjadi bagian dari hidup manusia modern. kita tidak kemudian berarti paham bagaimana sebenarnya teknologi itu brkrtja dan apa dampak-dampaknya. baik langsung maupun tudak langsung. satu perusahaan bioteknologi modern. juga bagi lingkungan. yang disebut sebagai resiko alamiah. sehingga menjadi lebih awet. gen yang dipunyai sudah melintasu gen tumbuhan. ekonomi. hilangnya file karena virus. sampai meledaknya reactor nuklir. Sayangnya gen yang dibalik ini tidak stabil.Teknologi harus menopang hidup manusia. Untuk menstabilkan. Calgene Inc. IPTEK. gempa bumi. artinya. yaitu. Ada argument bahwa Bioteknologi mencakup budidaya selektif.Teknologi harus baik secara termodinamis demi tercapainya keseimbangan energi. diberi ijin oleh badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) untuk memasarkan sayuran jenis baru bernama Falvr Savr. orang hidup hanya kawatir akan resiko yang berasal dari alam (eksternal). Globalisasi dan Kemiskinan Wajah Mendua Teknologi Ketika teknologi belum dikenal dalam alam budaya tradisional. Kelebihannya adalah bahwa prose situ memungkinkan produksi lebih tinggi. Argument lainnya adalah penyelamatan keragaman hayati dan 132 . roda itu melindas sisi-sisi yang lain. atau banjur dan tanah lonsor yang penyebabnya bukanlah bencana alamiah semata. Fakta adanya gen bakteri dalam tomat itu membuat tomat tidak bisa lagi sepenuhnya dikatakan ‘tumbuhan’. bobolnya rekening bank. pupuk kimia. disisipkanlah satu gen bakteri. Flavr Savr adalah tomat yang sudah dimodifikasi secara genetic. kini pangan (tomat transgenic) yang disintetiskan. Satu sisi adalah manufactured risk. yaitu resiko yang melekat pada teknologi. . sisi lainnya adalah keterasingan (alienasi) yang semakin besar antara manusia dengan teknologi yang diciptakannya sendiri. walaupun bisa menggunakannya.inim pestisida. Pada 19 Mei 1994. dan ekologi. seperti banjir.. hybrid. Dia menempatkan tomat transgenic dalam satu deret bersama nilon dan plutonium yang terbukti sudah mengubah sejarah manusia dalam menggunakan bahan-bahan sisntetis. cxv Demikian kompleksnya resiko ini. baik bagi penggunanya maupun orang lain. hingga tumbuhan dan organisme yang dimodifikasi secara genetic. Donna Haraway (1997)cxvi mencatat tangga 19 Mei itu sebagai hari yang akan mengubah perjalanan hidup ilmu pengetahuan dan masyarakat. namun diharapkan tetap akarab dengan lingkungan. kecelakaan mobil. Ketika teknologi mendorong menggelindingnya roda globalisasi. Giddens (1999) menyebutnya sebagai manufactured risk. Sesudah pakaian (nilon) dan barang produksi (plutonium). bukan sebaliknya. tetapi jelas pula bahwa ia bukan ‘hewan’ atau ‘bakteri. dan efek rumah kaca.

memimpin. Namun hanya yang siap yang bisa meraih kesempatan. dan udara. sapi perah yang menghasilkan susu lebih banyak. Contoh lain adalah India yang sudah lama menguasai pangsa pasar sumberdaya di bidang teknologi informasi. pertanian modern yang bersifat monokultural sangat rawan terhadap masalah lingkungan. dibutuhkan ayam potong yang lebih besar. membuat novel berjudul Prey (2002) tentang sisi lain kemajuan teknologi nano. Bandingkan dengan Indonesia yang sampai sekarang hanya mampu mengirim sumberdaya manusia tingkat pembantu dan buruh. tapi juga dwikultural sejak SD. Hollywood melalui film-film futuristiknya juga berulangkali menggambarkan kondisi masa depan dimana robotpun bisa berperasaan dan berpikiran independent. Untuk tujuan-tujuan itulah Fukuyama cxvii menyebut bahwa bioteknologi nampaknya lebih mengabdi kepada kepentingan dagang daripada sains. ait. Ekosistem menjadi lebih rentan pada hama dan penyalut..teknologi komunikasi elektronik yang serba segera ini bukan sekedar alat untuk menyampaikan berita dan informasi secara cepat. Tentu saja hal positif ini hanyalah separuh dari cerita karena ada hal lain yang tidak bisa diabaikan. juga tanaman dan ternak yang lebih cepat menghasilkan panenan. Keanekaragaman hayati treancam hilang.’ Globalisasi serta perkembangan Iptek yang luar biasa telah membuat dunia serba terbuka. Perusahaanperusahaan ini mendominasi pasar dan tentu busa dipahami jika mereka membangun visi global di industri pertanian dan pangan. Demikian pula Michael Chricton yang terkenal dengan fiksi ilmiahnya. 133 . Teknologi informasi. dan Filipina dibidang akuntansi. Bioteknologi pada ujungnya memang mengubah pertanian dari ‘proses produksi untuk konsumsi’ menjadi ‘produksi untuk perdagangan’. Pertama. Sosiolog ternama Anthony Giddenscxviii pernah berujar ‘……. dalam dunia datar dimana manusia sedemikian mudah bermigrasi yang diperlukan adalah manusia yang bisa mengelola.percepatan proses evolusi tumbuhan lewat seleksi karakteristik gen yang baik dan dominant. Salah satunya lewat sistem pendidikan yang tidak hanya dwibahasa. Muncullan efek domino manufactured risk yang makin hari makin bertambah panjang proses genetisasi memang mencakup lokalisasi mutasi gen. Demikian juga dengan bahaya kerusakan dan pencemaran tanah. Ia mengubah selueuh hidup kita sampai yang sekecil-kecilnya. Singapura yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam misalnya. Para pakar bioetika boleh saja terus mempertanyakan klaim alamiah vs non alamiah dari tumbuhtumbuhan sejenis Flavr Savr dan bahkan binatang yang dikloning. Disamping persiapan sumber daya manusia. sekaligus mudah beradaptasi dalam budaya berbeda. tetapi tetap tak terelakkan proses perpindahan dan bahkan mutasi gen antar tumbuhan transgenic Kedua. Mereka sadar betul. Untuk itulah dibutuhkan tomat dan sayuran lain yang awet. perkembangan bioteknologi ini sebagian besar didominasi oloeh perusahaan besar multinasional seperti halnya industri software. telah sejak lama memilih mengembangkan sumber daya manusia dan bidang jasa. Kelalaian menjalankan prosedur operasional di laboratorium ternyata mengubah teknologi yang dipuja menjadi bencana.

Tahun 2006-1008. Mengapa? Jawabannya pengelolaan sumber daya manusia. Dalam waktu hamper 10 tahun sudah 915 mahasiswa dikirim untuk program doctor. Kehadiran kawat nano juga membuat computer makin kecil.Teknologi nano Teknologi nano sebenarnya merujuk pada suatu materi yang berukuran -9 meter atau satu dibagi semiliar meter. lalu membangun sistem pendidikan dan riset begitu pulang ke negaranya. Tahun 2030 berbagai penyakit bisa disembuhkan sehingga hidup manusi diasumsikan kian sejahtera. dan Lebanon mengabaikan sumber daya manusia. Mereka dikirim keluar negeri melalui program yang dipelopori oleh Tsung Dao Lee. Begitu Taiwan berupaya menghapus buta sains dan membebaskan ujian masuk universitas. namun perjalanan sejarah menunjukkan masih ada jalan terang.000. Peru. Disamping fisikan negara ini juga mengirim ribuan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ke berbagai negara. sebaliknya Amerika Serikat. Irlandia dan China. Jepang. misalnya dikembangkan superchip yang bila dipasang pada ban atau kulkas. Kini sembilan dari sepuluh perusahaan farmasi terbesar dunia memiliki pabrik disana. Caranya dengan menggratiskan sekolah menengah awal 1960-an sehingga anak-anak kelas bawah bisa mengakses pendidikan dan kemudian menggratiskan pendidikan tinggi sejak tahun 2996. namun dengan kemampuan 10 – 100 kali lipat sekarang. genetika dan energi. tahun 1200 termasuk negara terkaya. Fenomena di Indonesia 134 . dengan kemampuan manusia merekayasa materi sekecil itu tentu saja banyak sekali dampak perubahannya. material. Kamboja. dan Singapura yang dulu miskin kini menjadi negara kaya yang mempengaruhi dunia. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pula yang kini ditempuh Taiwan. keempatnya adalah teknologi informasi. Meski kondisinya terngah terpuruk saat ini. massa kritikal yang berpendidikan berkembang pesat. John B Mahaffie. Meksiko. Ibaratnya sehelai rambut ukuran materi nano dibayangkan sebagai rambut yang dibelah 50. Demikian juga Peru dan Meksiko yang sangat mencengangkan pada tahun 1500. Teknologi nano pula yang telah mempengaruhi empat ilmu pengetahuan dan teknologi yang disebut Joseph F Coates. sedangkan Jepang. Ditengah gegap gempita perkembangan inilah bangsa Indonesia harus siap berkompetisi. Tahun 2013 -2019 teknik pengobatan akan berubah total d berkat teknologi nano dalam wujud biologi molekuler. Kamboja misalnya. atau Lebanon yang makmur pada tahun 19601n. dan Andy Hines dalam bukunya 2025 : Scenarios of US and Global Society Reshaped by Science and Tecnology yang diterbitkan Oakhill Press (1996) sebagai kunci pendorong perubahan sampai 2025. China pada tahun 1980-an menyeleksi mahasiswa-mahasiswanya yang berbakat fisika. juga 16 dari 20 industri peralatan medis dan 7 dari 10 perusahaan piranti lunak. Amerika dan Singapura terus mengembangkannya. Irlandia dalam waktu kurang dari satu generasi berhasil menjadi negara kaya di Eropa. makin hemat energi. sehingga ban yang kurang angin atau kulkas yang terlalu penuh akan memberi tanda. peraih nobel Fisika dari China.

000 (0. mereka ini berpotensi menjadi manajer atau professor.00 sama dengan insinyur yang bekerja hingga pukul 21. Masalahnya. Ketiga. Para pemenang olimpiade ini sekarang tersebar diberbagai perguruan tinggi terbaik dunia dan menunjukkan prestasi luar biasa. bagaimana mencari dan mengasah mereka? Yang pertama. Padahal. lulus S1 pada usia 16 tahun. dalam kurun waktu 12 tahun telah mengirim 70 siswa yangberasal dari berbagai daerah. rendahnya gaji guru. dan menjualnya dengan harga sangat murah. serta 25. Sebuah restorasi atas kemurnian alam yang tidak terkontaminasi dan teralienasi oleh intervensi manusia. menyiapkan sekolah unggulan dengan guru-guru yang kompeten dan kurikulum yang mengoptimalkan kemampuan anak. perlu sistem seleksi yang ketat namun transparan dan terorganisasi baik sehingga anak-anak yang berbakat dapat diidentifikasi sedini mungkin. memperbaiki kesejahteraan guru dan memberi kesempatan belajar seluas-luasnya sehingga bisa mendoromg anak-anak pintar memilih profesi guru. Di Taiwan misalnya. Semua itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yng tinggi.Dengan standar pengajaran yang masih buruk karena kurangnya pelatihan. Kedua.1%) yang ber-IQ diatas 150 sehingga berpotensi menjadi pemimpin besar sekaliber Abraham Lincohn dan Thomas Jefferson. dominasi melalui 135 . menjadi guru sangat diminati karena gaji guru yang bekerja hingga pukul 15. Dampak Penyalahgunaan Ipteks Bagi Kehidupan Konsekwensi negative yang tidak diharapkan dari pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan reaksi romantis yang mengajak kembali kea lam yang berbeda. Indonesia bisa mencontoh Kazakhtan yang tiap tahun mengirim 3000 siswanya keluar negeri. dan terutama rendahnya pemahaman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Merekalah yang 10-20 tahun lagi diharapkan membangun negaranya setelah pulang. 5. Selain itu seharusnya masih ada 250. 11 perak dan 34 perunggu. Ada yang PhD pada usia 23 tahun.5 juta (5% dari populasi) yang memiliki IQ superior diatas 120. Kelima menterjemahkan berbagai buku ilmiah popular. Dari jumlah itu sudah diperoleh 22 medali emas. menyebarkan hingga ke pelosok. Semua sikap terhadap ala mini mewakili pola dominasi hirarkis dan penaklukan.000 (0. Mereka yang menang ditampung di pusatpusat pelatihan khusus sehingga kemampuannya makin terasah. Karena hnya dengan buku yang baik para siswa dapat mengoptimalkan kemampuannya. bila jumlah penduduk Indonesia diasumsikan 250 juta. Semua ini untuk mengarahkan mereka menjadi pemimpin di berbagi bidang. dan menjadi professor usia 25 tahun. Keempat . akan ada 12. Sayang sekali potensi yang baik ini belum dieksplorasi dengan baik.00. Pencarian anak berbakat juga bisa dilakukan dengan memperbanyak kegiatan lomba sain dan matematika.01 %) yang ber-IQ diatas 160 sekelas Albert Einstein. Tim olimpiade fisika Indonesia misalnya. mengirim siswa-siswa unggul keluar negeri. Indonesia sebenarnya pantas bersyukur karena msih saja ditemukan manusia unggulan.

merupakan bukti kemampuan manusia dalam mengembangkan daya dukung lingkungan alam. tapi di percaturan dunia. diambil SDA-nya. industrialisasi. eksploitasi serta identitas dengan memelihara alam sebagai surga untuk banyak orang. sebuah interaksi yang selalu melibatkan dimensi sosial. juga tenaga kerjanya yang murah. selanjutnya dijadikan pasar hasil industri oleh mereka. Menarik karena kompleksitasnya. Orang kaya yang menguasai IPTEK akan semakin kaya dan si miskin yang tidak mampu menguasai IPTEK akan semakin terpuruk dan menjadi korban penindasan kelompok yang kaya. dan kultural.pemilikan dan control. bertentangan dengan paham pluralitas atau dialektika. Ini terjadi bukan hanya dalam konteks suatu Negara. rekayasa kelautan berupa revolusi biru.cxix Kemajuan teknologi serta dampaknya pada pembangunan dan ekspansi ekonomi telah mengubah kehidupan dan pikiran manusia. yaitu hanya ada satu cara dan tidak mentolerir yang lain. Reduksionisme Ilmu pengetahuan yang modern memiliki dasar pijakan pada reduksionisme. ketidakseimbangan lingkungan bahkan pencemaran yang akhirnya menjadi bencana bagi umat manusia. Bagi para praktisi teknologi.cxx Reduksionisme merupakan suatu keyakinan dalam ilmu pengetahuan yang mereduksi kemampuan manusia yang menolak kemungkinan adanya cara produksi pengetahuan lain maupun pengetahuan orang lain. dan sumber daya yang dimiliki bersama menjadi dasar untuk ekonomi pasar yang intensif. ataupun melalui pencemaran nama baik. Negara yang tidak menguasai IPTEK akan terus dieksploitasi oleh Negara-negara maju. Relasi antara manusia dan teknologi tidaklah sesederhana mengatakan bahwa teknologi adalah media untuk mengubah manusia. Tetapi disisi lain hal ini juga menimbulkan dampak negative berupa kerusakan ekosistem. bebas nilai. fungsi teknologi tidak perlu dipertanyakan lagi. dan obyektif pada dasarnya sangat berakar pada budaya barat dan sangat patriarkhis. Teknologi diciptakan untuk membantu mengatasi keterbatasan fisik manusia. Disamping itu imbas dibidang sosial berupa semakin melebarnya kesenjangan sosial. Respons imajinatif senantiasa mewarnai interaksi timbal balik antara manusia dan teknologi. politik. pergerakan sosial telah menggeser tata hierarkhi organis. Dilema determinisme. Yang menjadi persoalan adalah bahwa pengetahuan dibangun berdasarkan kesenjangan natara yang tahu (spesialis) dengan yang awam(bukan spesialis). Reduksionis menghendaki adanya keseragaman dalam hal pendekatan. Rekayasa Teknologi Penerapan IPTEK dalam rekayasa pertanian berupa revolusi hijau. Pada titik inilah relasi antara manusia dan teknologi menjadi diskursus menarik sekaligus penting. Reduksionis mencabut kemampuan alam dan potensi manusia serta menggantinya dengan teknologi. 136 . Ilmu pengetahuan modern yang dimitoskan sebagai universal. rahim bumi. Paham ini dasar ontologinya adalah homogenitas. Penting karena teknologi selalu menjadi bagian dari setiap episode sejarah manusia. Manusia tidak pernah bersikap pasif terhadap teknologi.

paham determinisme teknologi telah muncul sejak awal revolusi industri. Menurut Noble. termasuk dalam lingkungan akademik. ekonomi. Paham ini begitu dominan dalam masyarakat kontemporer. Seperti yang diwaspadai oleh Rosalind Williams. determinisme teknologi memungkinkan motivasi politis. kultural. Pandangan instrumentalis di atas mungkin bisa diterima dalam tingkat pragmatis. Kedua adalah asumsi bahwa masyarakat harus tunduk kepada perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia teknologi. Ini terjadi karena determinisme teknologi cenderung memaksakan suatu bentuk universalitas struktur institusional teknologi ke dalam masyarakat. Determinisme teknologi itu sendiri bukan hal yang baru. tetapi juga terlalu menyederhanakan dan bahkan mematikan makna dalam kehidupan manusia. Selama tiga dekade terakhir. pada satu sisi determinisme teknologi menawarkan janji-janji modernitas. Sikap ini melahirkan pandangan determinisme teknologi yang bersifat ideologis. Lebih penting lagi. Gagasan ini memikat para pemikir era Pencerahan dan semakin tumbuh subur di budaya masyarakat Amerika Utara di mana semangat kemajuan melekat dengan kuat. Kritik terhadap determinisme teknologi merupakan respons terhadap implikasi politis ideologis yang dihasilkan oleh paham ini. setidaknya dua premis dalam determinisme teknologi yang bermasalah. dan politik di mana teknologi itu berada. pandangan instrumentalis memiliki kecenderungan untuk mendewakan teknologi dan meletakkannya sebagai faktor penentu dalam perubahan sosial dan simbol kemajuan peradaban manusia. tetapi di sisi lain memaksakan suatu bentuk fatalisme. Pertama adalah asumsi bahwa teknologi berkembang secara unilinear dari konfigurasi sederhana ke yang lebih kompleks. Teknologi dibentuk oleh parameter efisiensi dan efektivitas sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. para sarjana studi sosial teknologi telah memberi respons kritis terhadap paham determinisme teknologi. Dalam analisis Andrew Feenberg. tapi tidak dalam tingkat filosofis karena pandangan ini tidak cukup untuk menjelaskan makna dan implikasi teknologi bagi manusia. Kedua premis tersebut sulit diterima karena pola-pola teknologi itu sendiri banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial. Determinisme teknologi berangkat dari satu asumsi bahwa teknologi adalah kekuatan kunci dalam mengatur masyarakat. Dalam catatan Merritt Roe Smith. 137 . determinisme teknologi tidak hanya memberi penjelasan yang tidak akurat tentang relasi antara manusia dan teknologi. Universalisasi institutional ini menjadi media hegemoni modernitas. dan ideologis para pemilik modal masuk ke dalam sistem teknologi dan mengurangi otoritas masyarakat dalam memilih arah teknologi. Dalam paham ini struktur sosial dianggap sebagai kondisi yang terbentuk oleh materialitas teknologi. Determinisme teknologi dalam pandangan instrumentalis ini mesti dicermati karena dia menafikan aspek moral dan etika dalam relasi antara manusia dan teknologi. Pemahaman demikian berangkat dari asumsi bahwa teknologi modern muncul dari rasionalitas dan kemampuan logika manusia dalam mengadopsi prinsip-prinsip pengetahuan ilmiah sains ke dalam artifak teknologis. Bagi David Noble.Dia berperan sebagai media untuk mencapai kepuasaan material.

Karena itu. Multistabilitas meletakkan teknologi tidak dalam satu posisi hermeneutik. Persepsi mikro tidak pernah lepas dari konteks persepsi makro.Fenomenologi teknologi Bagaimanakah relasi antara manusia dan teknologi terjadi? Fenomenologi adalah kendaraan untuk mencari jawabannya. makna sebuah artefak teknologi akan selalu berubah sesuai dengan masyarakat yang memaknainya. Ihde mengembangkan “ontologi relativistis” untuk memahami keberadaan manusia dalam wilayah teknologi. Ihde menawarkan konsep multistabilitas untuk menggali lebih dalam ke wilayah kompleksitas budaya teknologi. Kasus pertama adalah analisis Langdon Winner tentang jembatan di Long Island. Konsep multistabilitas menekankan bahwa relasi antara manusia dan teknologi tidak tunggal. teknologi bersifat multi-interpretatif tergantung pada konteks kultural di mana dia berada. Jika kita menilik secara saksama. Berangkat dari eksistensialisme Heideggerian. yang ditulis dalam artikelnya Do Artifacts Have Politics? Di sepanjang jalan bebas hambatan di Long Island terdapat sekitar puluhan 138 . berhasil atau gagalnya teknologi bukanlah hal yang penting karena pada dasarnya teknologi adalah hasil sebuah kompromi. kedua jenis persepsi ini saling terikat satu sama lain. tapi dalam berbagai titik relasi dengan manusia. fenomenologi menjadi dasar metodologi studi sosial teknologi. Bagi Ihde. Bentukan sosial teknologi Prinsip-prinsip dalam fenomenologi teknologi tidak menjadi barang eksklusif dalam studi filsafat. Setidaknya itu yang dilakukan Don Ihde untuk memahami relasi antara manusia dan teknologi secara komprehensif. Proses-proses sosial yang membentuk teknologi adalah refleksi dari cara kita hidup dan mengatur masyarakat. teknologi merupakan cermin dari proses imbal-balik yang kompleks yang terjadi di masyarakat. persepsi makro tidak akan pernah ada tanpa dorongan persepsi mikro. Melalui fenomenologi persepsi ini. Relasi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk walaupun dengan artefak teknologi yang sama. yakni persepsi mikro yang bersifat indrawi dan persepsi makro yang bersifat kultural atau hermeneutik. Dengan kata lain. New York. khususnya sosiologi teknologi dalam memahami relasi antara teknologi dan masyarakat. Bagi para sosiolog teknologi. Dalam perspektif ini. Ontologi relativistis bukan relativisme. melainkan lebih sebagai media untuk menganalisis relasionalitas antara manusia yang mengalami (human experiencer) dan wilayah yang dialami (the field of experience). Kekuasaan dalam konfigurasi Relasi kekuasaan dan teknologi adalah sebuah tema besar dalam studi sosial teknologi. Setidaknya tiga kasus menarik bisa kita amati dalam domain ini untuk melihat bagaimana kekuasaan dan teknologi saling bereproduksi satu sama lain. Studi fenomenologi teknologi mengeksplorasi pengalaman manusia dan secara spesifik menjelaskan bagaimana struktur pengalaman yang bersifat multidimensi tersebut tersusun. Analisis relasionalitas ini dilakukan melalui dua kategori persepsi. Sebaliknya.

Pfaffenberger berargumen bahwa fungsi politis dari suatu teknologi baru dapat tercapai jika teknologi tersebut dibungkus dalam mitos dan ritual dan menjadi alat kontrol produksi dan resepsi makna. analisis kekuasaan akan menjadi tumpul dan hanya hanya terfokus pada sejumlah kategori sosial yang terbatas. Pada kasus mesin kontrol numerik. sebuah pantai cantik berpasir putih di sebelah timur Long Island. ketika elemen-elemen ini membentuk suatu konfigurasi. Hess menggunakan konsep ini untuk memahami kompleksitas operasi kekuasaan di masyarakat. misalnya efisiensi material atau efektivitas sistem konstruksi. Tinggi jembatan tersebut hanya sekitar 2. Argumen Pfaffenberger didukung oleh David Hess melalui konsep relasi kekuasaan dan budaya. Dari investigasinya. jika diamati dengan saksama. Namun. Menurut Winner. dominasi. Hal ini untuk membatasi akses kaum kelas bawah kulit hitam dan hispanik yang biasanya menggunakan bis umum menuju ke Jones Beach. Dari perspektif ini kita bisa melihat tiga artefak di atas sebagai refleksi dari relasi manusia dan teknologi melalui kekuasaan yang meliputi tiga tujuan. Budaya dan teknologi Kekuasaan tidak lahir dari kondisi vakum. seorang tokoh sentral dalam pembangunan kota New York di awal abad ke-20.7 meter sehingga hanya mobil sedan yang dapat lewat di bawahnya. keganjilan desain tersebut bukanlah karena alasanalasan teknis. Jembatan-jembatan tersebut di desain dan dibangun dengan konfigurasi demikian untuk menghasilkan suatu dampak sosial tertentu. Dia muncul dari suatu konsteks budaya tertentu sehingga kekuasaan selalu bersifat kontekstual dan lokal. yakni Robert Moses. Winner menemukan suatu agenda rasialis dan diskriminatif di balik desain jembatan Long Island. seperti yang dikatakan Bryan Pfaffenberger. artefak teknologi berubah menjadi media hegemoni. Selintas tidak ada hal yang istimewa dari jembatanjembatan tersebut. Ini dilakukan dengan sengaja oleh pendesainnya. jembatan Long Island. dan makna di 139 . tanpa adanya perspektif budaya. penjelasan praktik kekuasaan dalam teknologi tidak akan pernah memuaskan jika kesadaran tentang sistem budaya diabaikan. Hasilnya adalah pengamatan dimensi kekuasaan yang sempit. Jembatan-jembatan tersebut dibangun sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh Moses untuk menghalangi masuknya bis ke wilayah tersebut. Secara materialistis. proporsi jembatan tersebut tidaklah “normal”. dengan serta-merta netralitas tersebut sirna. dan kontrol untuk memenuhi kepentingan sang pencipta konfigurasi tersebut. Karena itu. teknologi berfungsi sebagai media praktik kekuasaan. identitas. Konstruksi budaya tersusun melalui proses interpretasi-reinterpretasi dan produksi-reproduksi simbol. teknologi menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan. Adapun pada kasus penjara Panopticon. Mendekati kekuasaan melalui budaya dalam teknologi mengantarkan kita ke konsep konstruksi budaya.jembatan penyeberangan. teknologi berfungsi untuk memproduksi kekuasaan. Pada kasus jembatan Long Island. Menurut Hess. Dengan konfigurasi tertentu. adalah artefak yang terdiri dari elemen-elemen yang netral. Tetapi.

orisinalitas teknologi ditentukan oleh konsep makna yang digunakan. permasalahan seputar teknologi dan kehidupan manusia 2. teknologi tidak lagi dilihat pada aspek materialitasnya yang sering bersifat ilusif melainkan sebagai suatu bentuk upaya penyingkapan daya yang tersembunyi di alam seperti yang dilontarkan Martin Heidegger. Penyingkapan ini bagai pedang bermata dua. Tragisnya. suatu sikap yang menerima teknologi dengan mata tertutup. ritual. Alasan untuk menolak sikap ini jelas karena manusia tidak akan pernah lepas dari teknologi. Bricolage adalah aktivitas penggabungan elemen-elemen yang ada untuk memenuhi suatu tuntutan lingkungan. dan nilai. TUGAS . sikap ini secara perlahan menggali jurang dalam yang dapat menjebloskan manusia ke dalam bencana kemanusiaan. kita tidak perlu menjadi paranoid dan bersikap antiteknologi.bentuk kelompok yang terdiri dari lima orang mahasiswa. Di sisi lain dia memancing nafsu dan keserakahan manusia untuk terus melakukan dominasi dan kontrol terhadap alamcxxi. Yang dibutuhkan adalah suatu tingkat pemahaman teknologi yang lebih mendalam. Kompleksitas teknologi modern telah melampaui batas dimensi indrawi manusia dalam mencerna. Dalam kerangka konstruksi budaya ini. pencarian solusi dari permasalahan yang ada 140 . Dalam kata lain. . teknologi modern tidak berbeda jauh dengan prinsip bricolage di mana interpretasi budaya membentuk versi teknologi di masyarakat. Dia menghasilkan suatu teknologi baru melalui rekonstruksi elemen-elemen yang sudah ada untuk dibentuk menjadi suatu teknologi “baru” dalam konteks budaya di mana dia berada. Dia mengantarkan manusia kepada bentuk “kebenaran” tentang potensi-potensi yang tersembunyi di alam.Buatlah portofolio berkaitan dengan fenomena teknologi dalam kehidupan manusia yang meliputi 1. Hal ini dapat dilakukan melalui pemahaman makna dalam masyarakat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teknologi dan masyarakat dan mencari solusinya. Pada tingkat praksis.dalam masyarakat. Namun demikian. Aliran dari keluaran proses ini lalu ditransformasikan ke dalam artefak teknologi. Pada tingkat ini. pengembangan teknologi menyerupai apa yang disebut Claude Levi-Strauss sebagai bricolage. seorang praktisi teknologi adalah seorang bricoleur. konstruksi budaya dapat dijadikan “tool” untuk membuat teknologi lebih manusiawi dan dapat diterima dengan baik di masyarakat. Dalam pola ini. Oleh Linda Layne. Menurut Hess. Di sini Layne menawarkan apa yang dia sebut sebagai “cultural fix” di mana nilai-nilai budaya di adopsi ke dalam konfigurasi teknologi. konsep konstruksi budaya dalam teknologi tidak hanya untuk memahami lebih mendalam bagaimana teknologi berinteraksi dengan makna. dampak negatif dan positif teknologi 3. Kondisi ini membentuk sikap “taken for granted” dalam masyarakat kontemporer terhadap teknologi.

yaitu tumbuhan. Pertama. sebatang pohon kelapa dan sebuah bukit batu akan berbeda sifatnya dari lingkungan yang sama besarnya tetapi hanya ada seorang mnausia. seperti udara yang terdiri atas bermacam gas. Kecuali makhluk hidup. tumbuhan. tanah dan batu. Einsteins konon pernah mengartikan lingkungan sebagai ‘segala sesuatu kecuali saya’. Makhluk hidup yang lain bukan sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral atau pasif terhadap manusia. Dalam ruangan itu delapan kursi diletakkan sepanjang satu dinding dengan sebuah meja didepan setiap dua kursi dan sebuah pot bunga diatas masing-masing meja. Dalam golongan jenis unsure lingkungan hidup termasuk pula zat kimia. Aforisme ini menyiratkan salah satu dilemma dalam konsepsai lingkungan. tertutup rimbun oleh pohon bamboo dan tidak berbukit batu. Manusia adalah penakluk alam. dan jasad renik akan tetap dapat melangsungkan kehidupannya. oleh jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut. Tidak seperti makhluk hidup lainnya. melainkan bersama makhluk lain. Dengan mudah dapat kita lihat. manusia dapat melihat dunia sekelilingnya sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya. Sifat ruangan berbeda jika dua kursi dengan sebuah meja diletakkan ditengah masing-masing dinding dan sebuah pot di masing-masing sudut. Ruang yang ditempati suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan tak hidup didalamnya diseebut lingkungan hidup makhluk tersebut. air dalam bentuk uap.Sos 1. Sifat lingkungan hidup ditentukan oleh bermacam-macam factor. hubungan atau interaksi antara unsure dalam lingkungan hidup itu. suatu lingkungan hidup dengan 10 orang manusia. Toynbeecxxii mengaitkannya dengan daya pikir rasional dan kekuatan emosi manusia. 10 ekor anjing. hewan dan jasad renik. dalam ruang itu terdapat juga benda tak hidup. Kedua.BAB VIII MANUSIA DAN LINGKUNGAN Oleh : Linda Dwi Eriyanti. Hakekat Lingkungan Sosial Dan Alam Bagi Manusia Manusia hidup di bumi tidak sendirian. seekor anjing. Misalnya dalam ruangan terdapat delapan kursi. empat meja. Tanpa mereka manusia tidak dapat hidup. Dari manakah kita mendapatkan oksigen dan makanan? Sebaliknya seandainya tidak ada manusia. cair dan padat. tiga ekor burung perkutut. seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. 141 . Kenyataan ini dapat dengan mudah kita lihat dengan mengandaikan jika di bumi ini tidak ada tumbuhan dan hewan. S. hewan dan jasad renik menempati suatu ruang tertentu. hewan. sekaligus pihak yang paling merasa terancam olehnya. Manusia bersama tumbuhan. melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. dan empat pot tanaman bunga.

Namun yang perlu diperhatikan disini adalah agar masalah dengan lingkungan tadi tidak menimbulkan ketimpangan ruang. cahaya yang cukup. Maka ia mau bekerjasama dengan alam lingkungan untuk mengarahkan hidup ini secara 142 . air. mineral. maupun kelompok dengan kelompok. udara) yang belum banyak dipengaruhi oleh tangan manusia. Lingkungan sosial yaitu suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya hubungan interaksi individu dengan individu.cxxiv Ia sekaligus merupakan reaksi kritis atas pandangan terhadap dunia yang dualistis. bahwa dunia yang satu itu ternyata mengandung banyak keanekaragaman. Lingkungan alam dan lingkungan sosial saling berpengaruh dan berinteraksi secara aktif. dikotomis. senjata. yang berarti rumah tempat tinggal : tempat tinggal semua manusia. peraturan. Lingkungan budaya adalah segala kondisi. udara. bahwa ia tidak pernah dapat memahami sepenuhnya kerja dunia dan semua unsurnya. Manusia sebagai makhluk dinamis. dan sebaliknya. kelakuan atau kondisi unsure lingkungan hidup. pranata. hewan ). yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. cahaya. perubahan ruang dan tata ruang sudah menjadi tuntutan alamiah. Lingkungan alam adalah kondisi alamiah baik biotik ( tumbuhan. misalnya suatu kota yang penduduknya ktif dan bekerja keras merupakan lingkungan hidup yang berbeda dari kota yang serupa tetapi penduduknya santai dan malas. Kita dapat dengan mudah merasakan ini. Sebagai akibat tuntutan kebutuhan manusia yang multi aspek.cxxiii Ekologi mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. Sedangkan yang non materi berupa tata nilai. atau ketimpangan ekologi. Manusia yang tingkat budaya dan peradabannya sudah maju. silau dan bisingsangatlah berbeda dengan lingkungan yang sejuk. mengkaitkan ilmu kemanusiaan dan ilmu alam-bersifat interdisipliner. Kesadaran ekologi hendak melihat kenyataan dunia ini secara integral holistic. Usaha pelestarian lingkungan dimengerti sebagai kesediaan manusia mengakui keterbatasannya. dinamika kehidupannya dipengaruhi factor dominant yang berupa lingkungan sosial-budaya dan lingkungan alamnya. peralatan. maupun lingkungan abiotik (tanah. system politik. yang dihasilkan oleh manusia melalui aktivitas. tumbuhan. kreatifitas. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan manusia telah mampu mengungkap sebagian kecil rahasia alam semesta ini. individu dengan kelompok. Lingkungan yang panas.Ketiga. tapi tidak silau dan tenang. dll. Keempat. baik yang berupa materi maupun non materi. mampu mempertahankan lingkungan alamnya. dan penciptaan yang berpengaruh terhadap lingkungan alam. hokum. serta memiliki kemampuan untuk melihat dan menganalisis perspektif ruang muka bumi yang meliputi perubahan serta perkembangan hari ini untuk menatap amsa depan. hewan. tanah. system pemerintahan. Manusia dan alam semesta adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Lingkungan alam dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan sebaliknya. ketimpangan lingkungan. Ekologi dan manusia Kata ‘eko’ dalam ekologi berasal dari bahasa Yunani Oikos. Lingkungan budaya yang berupa materi meliputi bangunan. air. pakaian. Oleh karena itu kita semua wajib memiliki wawasan yang luas tentang lingkungan. dll. system ekonomi. factor non materiil suhu. dan kebisingan. norma. dan matahari.

bersama-sama kepada kesejahteraan seluruh anggota komunitas dunia ini.itu berarti mengakui dan menghargai hak hidup setiap makhluk sebagai subyek yang mandiri dan bermartabat dalam dunia yang kongret integral.cxxv Alam merupakan guru terbaik, ia menstimulasi kapasitas untuk menangani lingkungan tak terduga dan kejadian yang tidak diperkirakan dengan maksud dan kemurahan hati dari roh, memercikkan momen transenden dan menginspirasikan tindakan yang kreatif. Hukum alam membangkitkan pola hidup yang kaya dengan kesederhanaan dan kerendahan hati, kemurnian, kebenaran, kemurahan hati, dan cinta kasih.cxxvi Menurut Hanne Strong, kunci untuk memperbaiki bumi terletak pada penghormatan pada hukum alam yang dipahami masyarakat asli dan tradisional. Masyarakat ini berbicaraberbicara dengan kumpulan instruksi yang asli yang diberikan kepada mereka oleh sang pencipta. Mereka mengetahui dan menghidupi hukum ini, yang menuntun relasi manusia dengan 4 elemen pemberi kehidupan yaitu tanah, air, udara, dan api (energi), serta mengajarkan penghormatan pada kesatuan dan kesalingketergantungan dari seluruh kehidupan. Hanya jika kita memahami Hukum Kesalingtergantungan, kita dapat memperbaiki kerusakan keempat elemen pemberi kehidupan kita. dan hanya jika kita mengalami kesalingterkaitan satu sama lain, kita dapat memulai mengubah sumbernya : hati dan pikiran manusia. Ini disepakati Fukuoka, yang mengatakan : “tidak ada jalan lain untuk perdamaian kecuali semua orang harus meninggalkan gerbang istana persepsi yang relative, turun ke padang rumput, dan kembali ke jantung alam yang non aktif. Marilah kita katakan bahwa kunci perdamaian terletak dekat di bumi.”cxxvii 2. Pandangan manusia terhadap lingkungan Faham dan pandangan manusia terhadap lingkungan alam sangat tergantung dari penguasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Setidaknya ada 3 aliran tentang faham hubungan manusia dengan lingkungannya, yaitu : Faham determinisme, memandang bahwa manusia sangat tergantung pada alam, artinya kapasitas manusia dan aktifitasnya sangat ditentukan oleh alam dimana dia berada, sedangkan upaya manusia untuk mengkreasi lingkungan sangat terbatas kemampuannya. Tokoh faham ini diantaranya : Charles Darwin (1809-1882) yang terkenal dengan teori evolusinya, Frederich Ratzel (18441904) dengan teori Antrhropography yang menyatakan bahwa bahwa manusia berkembang dan hidup sangat ditentukan oleh lingkungan geografis dimana ia tinggal. Tokoh lainnya Elsworth Huntington yang menekankan pada kekuatan pengaruh iklim pada perkembangan dan kehidupan manusia. Faham Posibilisme atau Probabilisme, memandang lingkungan alam berpengaruh terhadap manusia tetapi tidak menentukan melinkan hanya memberi peluang dan kemungkinan pada manusia untuk berkembang. Tokohnya : EC Semple dan Paul Vidal de la Blace yang menyatakan bahwa perkembangan hidup dan kebudayaan manusia bukan dipengaruhi langsung oleh alam, tetapi oleh proses produksi yang dipilih seseorang yang berasal dari kemungkinan yang disediakan oleh tanah, iklim, dan ruang yang ada disekitarnya.

143

Faham Optimisme teknologi, memandang bahwa manusia dengan kemempuan IPTEK yang dimilikinya dapat menciptakan kebudayaan dan mengkreasi lingkungan alam sesuai yang diinginkannya. Lingkungan adalah metafora yang melanggengkan kontradiksi kondisi dasar manusia. Ia memiliki kekuatan untuk menaklukkan, namun ia juga diliputi berbagai kelemahan yang membuatnya terancam. Disatu sisi manusia membuat berbagai perbaikan, disisi lain ia membuat kerusakan. Konflik antara individualisme konsumerisme dan solidaritas tidak pernah lepas dari masyarakat manusia. Hal ini sangat ditekankan oleh Atkinson (1991), Dickens (1992), Dobson (1990), Eckersley (1992), dan Sachs (1993). Dari waktu kewaktu manusia memandang alam dengan nafsu penaklukan sekaligus rasa bersalah. Hal ini diuraikan secara cemerlang oleh Glacken (1967). Manusia sejak lama menyadari betapa uniknya kehidupan di bumi. Kosmos dimana kita hidup merupakan anugerah tak terperi, dan juga tak tergantikan, yang terbentuk dari jutaan proses kimiawi, biologis, dan fisik secara terus menerus. Pengagungan alam ini diantaranya diungkapkan Lovelockcxxviii. Dikatakannya bahwa biosfer yang menyangga kehidupan manusia dilukiskan sebagai suatu zona yang disebut Gaia, yang mempunyai mekanisme pengaturan sendiri, yang justru sering terusik oleh perilaku manusia. Gaia tidak punya sosok tertentu, tidak dibebani moralitas, namun memberi batasan-batasan yang tak terlampaui bagi kehidupan manusia. Jika manusia tak mau menyesuaikan diri, maka alam akan memaksanya. Inti pandangan environmentalisme yang kini terus diminati ada tiga, yakni pandangan teknosentrik, ekosentrik, dan deep green. Mode teknosentrik yang diungkapkan O’Riordancxxix menggambarkan hakekat manusia sebagai manipulator alam, yang harus membatasi perilakunya agar ia dapat terus memanipulasinya itu. Pandangan konservasionis ini berkembang luas di AS (Hays 1959), cenderung optimistic dan bersifat maskulin. eksploitasi dan teknologi dipandang positif, sejauh itu tidak merusak alam fisik dan sosial secara berlebihan. Pandangan ekosentrik (Dobson 1990, O’Riordan 1981, Pepper 1986) juga optimis, namun ia lebih jauh lagi dalam menganjurkan pelestarian lingkungan. Kalau dalam pandangan terdahulu alam dijadikan sebagai factor pengimbang sekunder, maka dalam pandangan ini kelestarian harus selalu dinomorsatukan. Semua tindakan manusia sedapat-dapatnya harus didasarkan pada usaha pelestarian alam. Contoh konsepsi pelaksanaannya ada lima : i Konsep pembangunan berkesinambungan (sustainable development), yang tertuang dalam laporan Komisi Bruntland (1987) dan Konferensi Lingkungan dan Pembangunan PBB (UNCED) di Rio Janeiro di tahun 1992 yang menghasilkan agenda 21, suatu program integrasi pembangunan dan lingkungan. Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang ungkapkan O’Riordan dan Cameroncxxx menyatakan hanya menerima segala iptek selama itu tidak merusak lingkungan. Prinsip itu kemudian mengembangkan civic science (integrasi semua ilmu konvensional dengan dan proses demokrasi alamiah) serta ecological space yang dibarengi dengan prinsip altering the burden of proof. Ini adalah argument ilmiah yang mendesak negara maju

144

memberi kelonggaran dan bantuan kepada negara berkembang agar dalam pembangunannya tidak mengorbankan kelestarian lingkungan ii Ilmu ekonomi ekologis (ecological economics) yang menggali berbagai keuntungan bagi manusia jika alam dibiarkan apa adanya (critical natural capital), atau jika kegiatan pembangunan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak mengganggu lingkungan (natural resource account) ; istilah lainnya ‘kesejahteraan lingkungan’ (environmental welfare). Hal ini diungkapkan oleh Pearcecxxxi iii Penilaian dampak lingkungan (environtmental impact assessment), atau anjuran bagi dilakukannya analisis menyeluruh tentang dampak lingkungan dari setiap proyek atau kebijakan, yang diungkapkan O’Riordan dan Sewellcxxxii. Ini khususnya ditujukan bagi perusahaan-perusahaan, sehingga memunculkan bidang bisnis jasa baru, yakni biro-biro konsultan lingkungan yang di negaranegara maju sangat berperan bagi turunnya izin resmi, khususnya bagi kegiatan-kegiatan yang dianggap peka terhadap lingkungan. iv Ecoauditing, yakni pemeriksaan atas semua usaha, kegiatan atau kebijakan yang ada, demi memastikan bahwa semua itu tidak merusak lingkungan. Tekniknya sendiri berfariasi, misalnya life cicle analisys dan environmental burden analysys. Semuanya merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan terpadu, yang standar-standarnya dibakukan secara internasional. Konsepsi ini dikampanyekan kepada pemerintah di setiap negara yang standar lingkungannyya diniolai memprihatinkan. Semuanya pada hakekatnya merupakan kompromi antara hasrat membanguna secara ekonomis, dengan keinginan untuk memelihara alam sejauh mungkin. Para penganjurnya yakin bahwa pelaksanaan langkah-langkah diatas tidak bisa ditunda-tunda lagi, dan harus segera dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pandangan ini tidak lepas dari kritik, Sachscxxxiii misalnya, meragukan bahwa pengutamaan lingkungan akan menciptakan aneka kendala ekonomis yang pada akhirnya bisa berakibat pada perusakan lingkungan alam itu sendiri. Terakhir, pandangan deep green bertumpu pada struktur etika dan sosial yang radikal (isrilah lainnya deep ecology atau steady-state economics). Pandangan ini menganjurkan ditinggalkannya pola hidup masal yang dianggap tidak bisa tidak merusak lingkungan, dan menghimbau masyarakat untuk hidup dalam pola komunal yang dekat dengan alam. Teknologi yang harus dipilih adalah yang paling canggih, tetapi yang tidak perlu aneka perangkat penduduk berskala besar. Pandangan ini menentang globalisme ekonomi dan ketergantungan politik. Dalam waktu bersamaan ia mempromosikan pasifisme (hidup serba damai dan bersahaja), ecifeminisme, penegakan hak-hak konsumen demi mengontrol produsen, serta pengakuan atas hak hidup makhlik lain diluar manusia. Pandangan ini berakar pada tradisi anarkhisme dan pemberdayaan komunitas. Meskipun demikian, pandangan ini juga mengakui bahwa semua usulnya tak mungkin diterapkan seketika. Karena itu ia menyambut baik konsepsi pembangunan berkesinambungan, yang dianggap sebagai batu loncatan menuju kondisi serba lebih baik, jauh dari hingar bingar politik atau militer yang pada akhirnya akan menghancurkan lingkungan.cxxxiv

145

penggunaan instrument ekonomi guna mengatasi masalah lingkungan yang bersumber dari kegiatan ekonomi. yang telah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan harus segera diakhiri. Hal ini disebabkan rendahnya alat-alat produksi yang dimilikinya. sehingga jumlah penduduk Indonesia naik dari 207 juta 146 . maka ekonomi lingkungan menyerankan penerapan pajak ekstra atau penerbitan lisensi khusus demi meredam kegiatan tersebut. Studi ini tidak mempersoalkan terganggunya kesehatan. Jika suatu kegiatan sulit dihentikan begitu saja secara hukum. mendiring petani memakai aneka pipik dan obat tanaman secara berlebihan. Sementara itu jumlah penduduk Indonesia kian bertambah dengan ratarata 2. batas-batas pencemaran dan kerusakan alam. serta standar kelestarian lingkungan juga dihitung berdasarkan variable-variabel ekonomi. untuk memaksakan hasil panen semaksimal mungkin. Pigou (1920-an) dan Hotelling (1930-an). dan sebagainya. Tidaklah sulit untuk menemukan bukti-buktinya. Dalam keadaan serba kekurangan.ini bukan hanya terjadi dalam lingkup nasional. Kedua.cxxxv 3. aneka macam penyakit mematikan akibat pencemaran air dan udara.Ekonomi Lingkungan Ekonomi lingkungan bermula dari tulisan Gray (awal 1900-an). Juga tenaga energi yang mampu dikeluarkan rendah karena kadar gizi makanan dan menderita kekurangan kalori sehingga rawan penyakit. Ada tiga unsur pokok dalam ekonomi lingkungan ini yaitu : Pertama. motif keuntungan terkadang mendorong perusahaan tidak mengindahkan kelestarian lingkungan dan mengakibatkan kerugian bagi pihak-pihak lain. Perkembangan Demografi dan Kesejahteraan Hidup Sebagian besar penduduk Indonesia masih berpendapatan rendah karena produktifitas kerjanya rendah. bergerak dari pedesaan ke perkotaan. Juga karena tingkat pendidikan dan ketrampilan yang masih rendah. tetapi juga internasional. yang kebanyakan bersumber dari pasar. mulai dari banjir akibat penggundulan hutan. Contohnya. namun baru muncul sebagai studi koheren pada tahun 1970-an.5-3 juta pertahun. Bahkan berbagai masalah global seperti penipisan lapisan ozone juga hendak diatasi melalui langkah-langkah ekonomis. Kebijakan tertentu seperti Common Agriculture Policy di eropa. Misalnya relokasi industri menempatkan pebrik-pebrik dati negara maju ke hutan-hutan perawan di engara berkembang. Kebijakan subsidi. serta menggali saluran irigasi lebih banyak dari seharusnya. banyak penduduk Indonesia bersifat mobil. dan dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari kesempatan kerja. Secara umum. sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang lebih produktif. Ketiga. Dalam ekonomi sumberdaya alam. sangat menarik dan memiliki logika yang kuat. yang memberi subsidi harga produk pertanian. adanya pandangan bahwa kesejahteraan manusia sedang terancam oleh degradasi lingkungan dan penyusutan sumber daya alam. seperti sempitnya bidang tanah yang diusahakan. solusi atas berbagai masalah lingkungan harus dilakukan dengan mengireksi unsur-unsur ekonomi yang menjadi penyebabnya. kerusakan lingkungan secara umum diyakini sebagai akibat dari penyimpangan atau kegagalan tertentu dalam sistem ekonomi. tetapi menekankan kerugiannya secara ekonomis. peralatan kerjanya yang terbatas pula. relokasi industri.

menyusut.6 juta. Lahan untuk pemukiman kian susah dan mahal. garmen. Dapat pula disebut sebagai modal (human capital). 147 . Masalah sosial a. tas. Mereka bisa dilihat sebagai peluang pasar yang sangat besar untuk produksi jasa dan manufaktur. Penduduk berjumlah besar di pulau jawa.  Pembangunan sumber alam mineral. Banjir dan tanah longsor datang meneror setiap saat dimana-mana karena pohon-pohon raksasa penahan banjir sudah kian menipis jumlahnya dan kurus-kurus pula. dengan skenario pesimistis. sepatu. Misalnya akan terjadi ledakan pengangguran kalau penciptaan lapangan kerja tidak tertangan secara serius dari sekarang. Lain-lain  pembangunan yang dilaksanakan pemerintah selama ini berorientasi pada penduduk. manusia Indonesia akan berdesakan. mortalitas dan migrasi  penyebaran penduduk yang tidak merata dan mobilitas penduduk  komposisi penduduk dengan angka ketergantungan tinggi c. betapa hidup mungkin tidak akan nyaman lagi. akan tetapi juga bisa sekaligus sebagai ancaman. nutrisi  perumahan  pendapatan perkapita  kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam  tenaga kerja (lapangan kerja dan pengangguran. kelestarian alam menjadi tantangan dan potensi bisnis yang luar biasa. Lahan untuk pertanian semakin sempit. 235 juta (2010) dan 257 juta pada tahun 2020 nanti. maka tidak saja tenaga buruh yang banyak tersedia. dipemukiman. mereka akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang dahsyat. b.(2000) menjadi 222 juta (2005). dan sebagainya. Dijalan. baik dari sisi investasi maupun konsumsi.Kwantitatif  pertumbuhan penduduk yang tinggi yang dipengaruhi natalitas. produk tekstil. Tentu kebutuhan mereka menciptakan permintaan barang dan jasa yang pasti mendorong industri farmasi Dari jumlah penduduk.3 juta penduduk usia lanjut (60 th keatas) yang memerlukan aneka macam obat dan makanan suplemen. jika lapangan kerja produktif tersedia mamadai. Dengan 170. minyak dan gas yang banyak terdapat diluar pulau jawa dilakukan dengan modal besar dan teknologi canggih. Inilah potret ‘ABG’ masa depan yang memerlukan begitu banyak pakaian yang otomatis akan menghidupkan mesin-mesin industri tekstil. sehingga melibatkan masyarakat setempat. Ketersediaan pangan. tetapi pasar untuk barang industri pun lebih besar di pulau jawa ketimbang di pulau lain. Kwalitatif  kebutuhan pangan  tingkat pendidikan  pelayanan kesehatan. dan kian kerontang karena terkonversi untuk kebutuhan non pertanian. Tak kalah besar tantangannya 24. di kantor.8 juta angkatan kerja tahun itu. Katakanlah penduduk usia 0-14 tahun pada tahun 2015 mencapai 63.

yang berakibat lebih banyak dana keuangan mengalir ke daerah. Solusinya . Solusinya . Migrasi penduduk lebih terpusat ke kota-kota di daerah ketimbang ke pedesaan. faktor kedua adalah tantangan munculnya kawasan perdagangan bebas ASEAN (FTA). Hal ini berakibat sifat patembayan lebih menonjol daripada paguyuban. Dengan demikian mobilitas horisontal antar daerah makin meningkat. dampak pertumbuhan. Jumlah volume air tanah yang disedot sudah melewati ambang batas. sehingga banjir dan tanah longsor terjadi dimana-mana. kemampuan produktifitas dapat ditingkatkan apabila pemerintah memangkas habis belukar birokrasi administrasi yang menghambat kebebasan berusaha dan mengutamakan investasi pada infrastruktur keras (jalan. . yang dipicu dengan perbedaan suku. pelabuhan. mobilitas dan kepadatan penduduk pada lingkungan yang cenderung menderita tekanan sehingga rusak dan tercemar.  Konflik yang bermunculan dengan berbagai penyebab diantaranya ketimpangan ekonomi. Laut Jawa dan Laut perbatasan Philipina Selatan akan tumbuh lebih pesat. Jumlah permintaan akan papan kayu melebihi kemampuan hutan menghasilkannya secara lestrai. Demikian pula semangat yang mengutamakan ‘putra daerah’ baik dalam pemerintahan maupun bisnis semakin meningkat. Bahkan persaingan antar suku-suku di daerah memperoleh peluang untuk tumbuh kembali. Tekanan pembangunan pada sumber alam hutan sangat terasa saat ini. Laut China Selatan. Hal ini mendorong dibukanya jalur perdagangan antara daerah-daerah yang berbatasan dengan Malysia. ras maupun agama. b.Maka muncullah ‘pulau-pulau modern’ ditengah-tengah ‘lautan’ penduduk tradisional. faktor pertama yang tidak ada di masa lalu adalah desentralisasi. Persaingan kian meningkat dan dimenangkan oleh mereka yang memiliki kemampuan produktifitas yang tinggi dan sumber daya alam dengan daya komparatif yang lebih unggul. Luas area tanah yang ditimpa erosi sudah tidak terkendali. Akhirnya kota-kota sepanjang selat Malaka. Brunei Darussalam. telekomunikasi) dan infrastruktur lunak ( pendidikan. Philipina dan Singapura. faktor ketiga. latihan ketrampilan. Sehingga muncul ‘mikro politan’ di aerahdaerah. untuk mengatasi hal ini pembangunan perlu mengendalikan: 148 . fasilitas perdagangan) c. juga pelimpahan wewenang otoritas pembangunan lebih banyak dari pusat ke daerah. Perspektif masa depan Bagaimana perspektif perkembangan penduduk masa depan dan apa pengaruhnya terhadap pembangunan bangsa kita? a.Solusinya perlu penguatan simbol persatuan bangsa melalui pendidikan dan pembudayaan bangsa. listrik.

149 . suasana aktifitas penduduk menghasilkan barang dan jasa 3. Krisis ekologis. dan politik dewasa ini disebebkan tidak adanya keadilan. Hubungan Kualitas Lingkungan Dengan Kehidupan Manusia Secara garis besar. dan lainnya yang diluar daya kemampuan lingkungan yang bersangkutan. lingkungan dibedakan atas lingkungan biotic dan abiotik. Keterbatasan daya dukung alam Daya dukung lingkungan bersifat relatif dan memiliki keterbatasan. James A Quinn menyatakan bahwa ekologi manusia pada bidang ilmu-ilmu sosial. Pendekatan ekologi Pendekatan ekologi yang menelaah hubungan antar makhluk hidup yang satu dengan lainnya pada suatu ekosistem. Sedangkan Barrows menjelaskan bahwa geografi adalah ekologi manusia yang memberikan penjelasan tentang hubungan keberadaan lingkungan alam dengan persebaran dan aktifitas manusia. perdamaian. yaitu makhluk hidup dan ekologi lingkungan. meliputi geografi manusia yang menelaah hubungan antara kelompok manusia dengan lingkungan alamnya. Eksploitasi hutan. Dalam konsep ekologi. sungai. 4. laut. Penerapannya merupakan tekanan terhadap lingkungan. dan lingkungan budaya. Keseimbangan pemanfaatan dengan pemeliharaan Penerapan teknologi bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia selain secara jelas berdampak positif juga membawa dampak negative. terdapat dua komponen utama. dapat diadaptasikan dalam menelaah kehidupan manusia. dan khususnya penghormatan dan penghargaan terhadap ciptaan. Problematika Pembangunan Lingkungan Sosial Budaya Dan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Beradab. sedangkan pada konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan atas lingkungan alam. sosial. Bila pemanfaatan dan populasi yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut telah melewati batas kemampuan. Besar penduduk per luas areal 2. lingkungan sosial. Pada konsep ekologi secara umum. kualitas hubungan manusia dengan alam lingkungannya dapat dikelompokkan ke dalam 3 tingkatan yaitu :  Kelompok yang hidupnya sangat tergantung pada lingkungan  Kelompok yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya  Kelompok yang mampu mempengaruhi dan memanfaatkan lingkungannya bagi kesejahteraan hidupnya.1. kadang-kadang bila orang berbicara tentang ekologi sering diidentikkan dengan pengertian lingkungan. degradasi sumber daya alam dan pencemaran lingkungan per satuan produksi barang dan jasa. akan terjadi berbagai bentuk ketimpangan yang kemudian menjadi masalah bahkan bencana yang menimpa kehidupan makhluk dimuka bumi terutama manusia. 5. Mengingat pentingnya kedudukan lingkungan pada konsep ekologi.

5 persen dari jumlah penduduk India saat ini (1993). Setiap tahun. aman dan menyenangkan untuk kelangsungan hidup individu dan makhluk sejenisnya. Luas itu sama dengan luas wilayah Massachusetts). makin besar pula stabilitasnya. Sementara orang-orang miskin dicerabut dari tempat asalnya dan dipindahkan secara paksa. perusakan hutan telah menjadikan hutanhutan itu tinggal separonya saja bila dibandingkan dengan kondisi hutan pada tahun 1980-an (antara tahun 1978 dan 1988 telah terjadi penggundulan. lebih dari satu setengah juta orang disisihkan demi kelancaran proyek-proyek pembangunan yang didanai oleh Bank Dunia.merupakan tekanan yang megubah keseimbangan sehingga menimbulkan masalah lingkungan.cxxxvi (Penggundulan itu masih sangat mungkin terjadi lagi. sementara Bank Dunia tetap menjadi aktor utama yang memainkan tokoh “protagonis” tentunya. pembangunan yang disponsori Bank Dunia telah menggusur lebih dari 20 juta orang dari tanah dan tempat tinggal mereka. Lebih dari itu. Demikian juga lingkungan sosial budaya. Dan jika dirunut sejak masa kemerdekaan pada tahun 1947. Demikianlah. Semakin besar keanekaragaman ekosistem. setidak-tidaknya satu setengah juta manusia lagi (gambaran yang mengerikan itu didapat dari catatan kemiskinan Bank Dunia dalam kaitannya dengan masalah pemukiman kembali orang-orang yang terkena proyek pembangunan). orang-orang yang tergusur telah mencapai 2. di atas kertas telah ada beberapa rencana proyek semacam itu yang mungkin akan menggusur orang-orang miskin. perusakan hutan itu belum merupakan tragedi sosial dan lingkungan dalam dimensi global. Pembangunan dan lingkungan Sebagian belahan bumi yang sangat luas telah berubah menjadi medan peperangan dahsyat. Jutaan spesies sedang dimusnahkan di planet kecil ini. Bahkan. Di India. prestasi yang gemilang manusia dalam IPTEK telah merubah pola piker. Setiap makhluk hidup ingin agar tempat hidupnya memberikan rasa nyaman. Penggusuran itu sering tanpa disertai kompensasi. Meski demikian. Peranan manusia secara ekologis dalam lingkungan :  Manusia sebagai mahkluk yang dominant secara ekologi  Manusia sebagai maklhuk pembuat alat  Manusia sebagai makhluk preampok  Manusia sebagai makhluk penyebab evolusi  Manusia sebagai makhluk pengotor Lingkungan yang ideal bagi manusia. pola hidup dan perilaku yang berbudaya menuju budaya baru yang didasari oleh hawa nafsunya sehingga terjadi pergeseran nilai ditengah masyarakat. Pada awal tahun 1990-an. Suatu ekosistem mempunyai stabilitas lingkungan tertentu.000 meter persegi digunduli. Hutan hujan tropis yang terdiri dari banyak tumbuhan dan binatang walaupun tanpa perawatan tetap akan dapat melangsungkan hidupnya. kaum tergusur yang memainkan tokoh “penentang” semakin banyak bermunculan dalam drama yang berpanggungkan bumi. Sebaliknya lading atau sawah yang hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan saja akan memiliki stabilitas yang kecil. Seorang ilmuwan 150 . lahan hutan seluas 22.

wabah TBC. Sementara itu. Hampir seratus persen penduduk di beberapa tempat terjangkit malaria. yang disebabkan ulah manusia. hutan seluas sekitar 150. Kisah tragis perusakan hutan itu dimulai saat 304 juta dolar AS pinjaman Bank Dunia diberikan kepada Companhia Vale do Rio Doce (CVRD). banyak permukiman suku Indian yang termasuk dalam wilayah kerja Proyek Polonoroeste tidak menerima perlindungan penuh seperti yang dijanjikan. Proyek Polonoroeste berupa pembangunan jalan dan pengembangan permukiman untuk pekerja perkebunan. tepatnya di sebelah tenggara negara bagian Para. penggelapan uang di badan pemerintah yang memberi perlindungan terhadap suku Indian (yaitu FUNAI). dan malaria yang semakin merajalela di permukiman penduduk asli. kerusakan hutan terus meningkat. Namun.pemerintah Brasil Philip M. yaitu di negara bagian Para. Selain 151 . Sampai akhir tahun 1990. dan lebih dari 250. di ujung lain lembah Amazon. yang membentang dari pusat cadangan bijih besi sampai pelabuhan laut di negara bagian Sao Luis. Penyakit mulai mengancam nyawa orang-orang yang tergusur dan penduduk asli. yaitu proyek pembangunan infrastruktur Polonoroeste dan Carajas.cxxxviii Proyek Polonoroeste telah mengubah Rondonia — wilayah yang luasnya kira-kira sama dengan luas Oregon atau Inggris — menjadi wilayah dengan kerusakan hutan terluas di Amazon. yaitu dari 1. di Rondonia telah terjadi penjarahan tanah Indian secara sistematis. korupsi besar-besaran. sedangkan proyek Carajas adalah pembangunan jaringan transportasi kereta api dan pembangunan daerah pertambangan. Sedemikian luas kebakaran hutan itu.cxxxix Pada tahun 1987 Bank Dunia melaporkan (fakta yang sempat dibocorkan pers Brasil). Kemudian jaringan transportasi kereta api pun dibangun dengan memakai dana pinjaman itu.7 persen pada tahun 1978 menjadi 16. Beberapa suku Indian terancam pelbagai penyakit. selama tahun 1980-an terjadi perusakan hutan yang lebih luas dibandingkan dengan perusakan hutan di Rondonia. Kedua proyek itu benar-benar telah menjadi pemicu malapetaka kemanusiaan dan ekologis yang masih saja berlanjut. Dan lebih dari tiga perempat perusakan hutan itu terjadi di salah satu sisi rel kereta api sepanjang 780 kilometer. sebuah perusahaan pertambangan milik pemerintah Brasil. yaitu di sebelah barat laut Brasil (Rondonia di utara Mato Grosso) dan wilayah hutan di sebelah tenggara hutan Amazon. mulai dari wabah campak sampai influensa.”)cxxxvii Sepanjang tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an penggundulan terjadi sangat intens di dua wilayah hutan utama. campak. bahkan setelah pinjaman bertahap Bank Dunia selesai diberikan. Selain itu.000 orang telah tertular. Fearnside mengatakan. yang pembuatannya didanai Bank Dunia pada tahun 1982.6 Pada pertengahan tahun 1980-an. sehingga areal yang rusak dapat dilihat dari angkasa luar. Sejak beroperasinya Proyek Polonoroeste.000 kilometer persegi telah dirusak demi kelancaran sebuah proyek raksasa: Greater Carajas Program. kebakaran hutan Rondonia menjadi fokus utama riset NASA. “Penggundulan itu untuk membayar krisis ekonomi Brasil.cxl Sampai tahun 1993. bukan kebetulan bahwa hampir semua aktivitas perusakan hutan di wilayah-wilayah tersebut berkaitan erat dengan dana proyek raksasa yang didanai Bank Dunia.1 persen pada tahun 1991. angka kematian bayi mencapai 50 dan 25 persen di dua suku yang sempat dihubungi.

maka akan terjadi perusakan hutan seluas 1.cxlii Tujuannya sederhana. Lombok. kopi. Pada mulanya. UNDP. Bank Dunia mengucurkan pinjaman 630 juta dolar AS) untuk menopang proyek pemindahan penduduk yang paling ambisius di dunia: transmigrasi di Indonesia. dan Sumatra (selanjutnya dipakai istilah “daerah tujuan”). Dengan demikian. enam proyek industri telah didirikan. dan Madura (yang selanjutnya disebut “daerah asal”) ke pulau-pulau seperti Kalimantan. bisa dipastikan dalam waktu 10 tahun areal hutan yang luasnya melebihi luas wilayah Wisconsin akan gundul. dan Food and Agriculture Organization (FAO) pun turut memberikan bantuan. Asian Development Bank (ADB). tambahan bantuan dana itu mencapai 743 juta dolar AS. dan konstruksi pangkalan bawah air Sao Luis sebagai ujung lain jaringan transportasi kereta api itu. Belanda.cxliii Menurut Bank Dunia. Mereka yang bersedia pindah — paling tidak dalam proyek berikutnya — menerima bantuan fasilitas pertanian dan pelayanan-pelayanan lain. proyek Bank Dunia juga mendukung pembangunan penambangan bijih besi Carajas di salah satu ujungnya.c) yang merupakan bagian dari program pemindahan penduduk ke hutan tropis di Indonesia. yaitu memindahkan jutaan orang miskin dari daerah berpenduduk padat — Jawa. Proyek-proyek tersebut merupakan contoh proyek ceroboh dan berpandangan sempit. 152 . Dan. Di daerah tujuan terdapat 10 persen hutan hujan dunia. Dan memang. baik dari pemerintah negara lain maupun lembaga keuangan internasional. di daerah-daerah tersebut juga berdiam berbagai suku asli non-Jawa. proyek pemindahan penduduk itu (diharapkan) dilakukan secara sukarela. Bali. Amerika Serikat. empat di antaranya adalah proyek peleburan pig iron.500 kilometer persegi per tahun. dengan proyek semacam itu sumber arang kayu akan habis dalam kurun waktu belasan tahun. tanah-tanah hutan orang Indian dan cagar alam yang ada pun terancam. tentu saja. terutama untuk menanam tanaman perkebunan seperti cokelat.cxli Transmigrasi Proyek pemindahan penduduk sebagai bagian dari proyek pertanian yang dibiayai Bank Dunia tidak hanya terjadi di Brasil. Jika semua proyek itu berlangsung. Ketika proyek peleburan berlangsung. Pemerintah Jerman. Selain itu. dan minyak kelapa sawit untuk diekspor. transmigrasi di Indonesia bertujuan untuk mengatasi ledakan penduduk dan pengangguran di Jawa dan pulau-pulau padat lainnya. Dana itu digunakan untuk pengembangan proyek perkebunan inti rakyat (nucleus astate project). karena hanya mengandalkan subsidi pajak besar-besaran dan eksploitasi hutan tropis untuk dijadikan bahan arang kayu.pembangunan jaringan transportasi kereta api. Irian Jaya. Sepanjang tahun 1983. Sampai dengan tahun 1987. Pulau Jawa yang luasnya sama dengan luas wilayah negara bagian New York telah menjadi salah satu tempat terpadat di bumi karena dihuni sekitar 105 juta jiwa (1993). karena proyek tersebut telah menarik perhatian para pengejar laba di bidang arang kayu. Pinjaman Bank Dunia sebesar 630 juta dolar AS itu ternyata merupakan “pancingan” bagi donor lainnya. Antara tahun 1976 dan 1986. Transmigrasi juga menjadi alasan untuk memacu pembangunan ekonomi di daerah tujuan. Program transmigrasi di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan proyek Polonoroeste.

000 kilometer persegi tanah basah.000 sampai 20. salah satu sistem “pengamanan” negara yang dilakukan pemerintah Indonesia.cxlvii 153 .000 kilometer persegi hutan tropis yang menjadi korban (4 persen dari hutan di Indonesia dan 3 persen dari hutan tropis yang tersisa di dunia). sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kebijakan aneksasi Indonesia sejak tahun 1969 di wilayah mereka. suku-suku asli tetap menyebut wilayahnya dengan nama Papua Barat. dan seperempatnya disebabkan oleh proyek pembangunan baik yang dilaksanakan oleh negara maupun swasta. Kondisi populasi yang demikian. bagi pemerintahan Soeharto dianggap tidak bisa diandalkan. tujuan utama transmigrasi lebih bersifat geopolitis. yang berasal dari hutan bakau dan tanah basah. Namun program itu mendapat reaksi keras di daerah-daerah tujuan. dan babi liar. Bahkan. sementara pemerintah Indonesia menggunakan nama Irian Jaya. Oleh karena itu dibuatlah program transmigrasi. para aktivis dan kritisi hak asasi manusia dan lingkungan memandang proyek transmigrasi itu sebagai bentuk siasat politik yang disamarkan dalam wujud pembangunan.000 sampai 50. program transmigrasi di Indonesia ternyata sama-sama menunjukkan bayangan yang suram. program tersebut telah mengorbankan 15. bahaya banjir. ladang pertanian yang tidak berguna.d) Program transmigrasi di Indonesia telah mewariskan kerusakan lingkungan. Sebagai bentuk penolakan lainnnya. perpindahan penduduk — baik yang didanai maupun tidak – ke daerah hutan bakau dan rawa-rawa di Indonesia (dikenal paling luas di dunia ) telah mengubah 35. Riset Bank Dunia pada akhir 1980-an menyatakan. juga terjadi dalam program transmigrasi di Indonesia: bantuan pertanian tidak kunjung datang. paling tidak 40. Dan. tikus. Pada kenyataannya. sejak awal keterlibatan mereka pada akhir tahun 1970-an. Brasil. banyak suku asli telah bergerilya selama lebih dari 20 tahun. Tempat-tempat pemukiman transmigran.cxlv Riset pemerintah Indonesia pada tahun 1989 menyebutkan. karena sudah telanjur.Namun. program transmigrasi itu justru lebih memiskinkan jutaan orang miskin. Pada akhir 1980-an. wabah serangga. setiap tahun sekitar 10.cxlvi Perusakan lainnya disebabkan oleh berbagai proyek penebangan kayu dan kebakaran hutan.000 kilometer persegi hutan tropis. dokumen Bank Dunia pun menyatakan. Di Indonesia. banyak transmigran akhirnya mencoba tetap bertani di tanah-tanah yang tidak subur sekadar untuk bertahan hidup. Di Irian Jaya. 90 persen tanahnya telah dihuni oleh penduduk non-Jawa. Akan tetapi. separo dari hutan-hutan itu telah diubah menjadi tanah pertanian demi kelancaran program transmigrasi.000 kilometer persegi hutan di Indonesia telah mengalami perusakan. Sekitar 40-50 persen transmigran yang mendapat permukiman di daerah bekas tanah basah dan rawarawa memilih pindah dari lokasi permukiman ke kota. selalu dibayangbayangi berbagai bencana lingkungan: tanah yang kandungan asamnya tinggi. Situasi yang mirip dengan Polonoroeste.cxliv telah menjadi proyek perang bintang Jenderal Soeharto. Transmigrasi di Indonesia. Menurut mereka. Ada pula yang memilih pindah ke kota-kota kumuh di sekitar daerah tujuan. Kondisi buruk itu masih ditambah beberapa persoalan yang muncul akibat kelemahan perencanaan proyek seperti jeleknya jalan menuju pasar terdekat. Jika dilihat baik dari segi sosial maupun dari segi keberhasilan pembangunannya.

penduduk asli Irian hanya sepertiga dari total jumlah penduduk kota tersebut. 50 persen keluarga transmigran hidup di bawah garis kemiskinan. yaitu Arso I dan Arso II. terjadinya kemiskinan di daerah pedesaan. Sementara itu. transmigrasi di Indonesia telah mengusir penduduk asli Irian dari tanah mereka dan menimbulkan konflik yang disertai kekerasan. Yang mendapatkan keuntungan dari revolusi 154 . transmigrasi di Irian Jaya tak lebih dari program “jawanisasi” ke daerah-daerah basis para gerilyawan yang menentang pemerintah Indonesia sejak tahun 1969. pada tahun itu pendapatan mereka 540 dolar AS per tahun. Pada akhir tahun 1980-an. Banyak kritikus menyatakan. Fenomena pengungsi itu membuat komposisi penduduk di Merauke pun berubah. pada tahun 1988 di sebelah utara Arso IV. dan 800. menurunnya kesuburan tanah. Pada tahun 1989 juga terjadi pembunuhan di dua permukiman transmigran. kekurangan sumber air. terkontaminasinya lapisan tanah. karena sebenarnya biaya rata-rata untuk merelokasi sebuah keluarga transmigran dapat menjamin kehidupan keluarga tersebut di atas garis kemiskinan selama paling tidak 13 tahun. Banyak permukiman transmigran dibangun di dekat perbatasan Papua Nugini. kaum pengungsi atau bekas transmigran di Merauke akhirnya bernasib sama seperti penduduk miskin di Jawa: menjadi pekerja seksual dan pelinting rokok.000 orang Jawa telah pindah ke Irian Jaya. Seluas 417.000 penduduknya merupakan suku Melanisia. meningkatnya kerawanan terhadap hama.000 keluarga atau lebih dari 75. lebih dari 300.cl Irian Jaya sebenarnya merupakan cagar alam terluas di dunia. terjadi kerusuhan. penggusuran secara besar-besaran petani gurem dari lahan pertanian. Bantuan yang kelima dari Bank Dunia telah dimanfaatkan untuk memindahkan sekitar 15.Menurut laporan Bank Dunia. Pada insiden tersebut penduduk asli Irian membantai 13 transmigran dan melukai banyak orang lainnya. pemerintah Indonesia berharap dapat merekrut “transmigran yang mendapat sponsor” yang sama jumlahnya dengan “transmigran swakarsa”.000 kilometer persegi wilayahnya merupakan tanah basah dan hutan hujan.2 juta jiwa yang menggunakan 224 bahasa. Jadi. Irian Jaya berpendukuk 1.cxlix Kondisi paling buruk terjadi di Irian Jaya. tahun 1986. meningkatkan kecemburuan sosial dan konflik.cli Kota-kota di Irian Jaya — Merauke dan Jayapura – akhirnya dipenuhi pengungsi yang berasal dari daerah transmigran yang gagal. Di Merauke. Sebagai contoh. Pemilihan tempat pemukiman yang demikian agak mencurigakan karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) memusatkan aktivitasnya di daerah-daerah terpencil Papua Nugini sebagai tempat pengungsian yang aman dari kejaran pasukan Indonesia. survei yang dilakukan oleh pemerintah Prancis menyatakan bahwa 80 persen dari daerah transmigrasi di Indonesia gagal memperbaiki standar kehidupan transmigran. Dan sampai tahun 1990. sebuah permukiman transmigran. Dalam program transmigrasi itu. Diperkirakan.cxlviii Fakta itu jelas mengherankan.000 orang ke Pulau Cendrawasih.clii Revolusi Hijau Dampak revolusi hijau menurut Vandana shiva “ revolusi hijau telah menyebabkan berkurangnya keanekaragaman genetika. sementara 20 persen transmigran lainnya berada di bawah garis subsisten (sangat miskin). terjadinya erosi tanah. kurangnya makanan bergizi bagi penduduk setempat. tempat keanekaragaman hayati berkembang biak dengan bebas.

Aliran-aliran beracun seperti dioksin. Korban pertama adalah hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian. Berkah pladu tidak lagi mereka nikmati karena sungi berubah fungsi menjadi saluran limbah ribuan industri. Croall and Williams) Khususnya di Indonesia kebijakan pangan pada fase produksi meminta perluasan lahan pertanian. Akibatnya jelas kerusakan ekosistem disertai punahnya ribuan spesies endemic di wilayah tersebut. masyarakat agraris di tepi Bengawan Solo mulai Jawa Tengah hingga Jawa Timur mengenal musim Pladu (ikan mabuk akrena air keruh akibat hujan) sebagai andalan menutupi kebutuhan gizi keluarga sekaligus rezeki. toxaphene. Laporan UNDP ini semakin mengerikan lagi manakala ditemukan sebanyak 2 juta anak pertahunmeninggal akibat air kotor. chlordane.7 juta orang setiap tahun meninggal akibat pencemaran lingkungan lewat polusi udara karena emisi-emisi industri. mirex. manusia menderita kerusakan pernafasan. gas buang kendaraan bermotor dan bahan bakar fosil yang dibakar di rumah-rumah. laju deforestasi di Indonesia mencapai 1. minyak. baik secara legal maupun illegal. organoklorin.cliii Menurut laporan UNDP tahun 1998. 155 . dan mempengaruhi fungsi otak manusia. sehingga menempatkan berjuta-juta rakyat miskin dalam resiko kelaparan. Ladang tepi bengawan yang mengharap kesuburan Lumpur kiriman tidak lagi produktif dan ikut menghitam mengeluatkan bau limbah.4 juta hektar pertahun. karena itu bencana terjadi dimana-mana. heptachlor. dan tidak direklamasi. kekebalan tubuh. Data Forest Watch Indonesia (2001)cliv menyatakan bahwa dalam 50 tahun terakhir.sebagian tanah dikeruk secara sewenang-wenang untuk diambil hasil tambangnya. aldrin. Situasi di luar Jawa juga tidak jauh berbeda.hijau ini adalah industri agrokimia. hutan tidak lagi menjadi penopang hidup karenatelah menjadi padang ilalang. Sebagai contoh. dioxin. Di Indonesia sendiri eksploitasi alam dan degradasi sumber daya alam sangat memprihatinkan. dan logam-logam berat seperti cadmium dan timbale dari pabrik. Selain itu fakta menunjukkan FAO melarang penggunaan 57 jenis pestisida karena membahayakan kesehatan. pembuat bendungan dan para tuan tanah” (Ecology for beginners. furans adalah pestisida atau polutan yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Pohon terus ditebang. bahkan rawa-rawa. pestisida. hexachlorobenzen. perusahaan-perusahaan petrokimia. dieldrin. Sebanyak 2. endrin. Namun ternyata sebagian besar pestisida tersebut beredar di Indonesia dan digunakan oleh petani. Pada tahun 1985-1997. Zat-zat kimia tersebut juga mempengaruhi sistem metabolisme. alkali. sebanyak 2. Indonesia telah kehilangan hutan seluas 60 juta hektar. Panen alami ikan ramai-ramai itu merupakan kearifan tradisional yang kini tidak dikenal lagi. penyakit jantung dan paru-paru serta kanker. Beberapa pestisida berbasis klorin atau organoklorin seperti DDT. pembuat mesin-mesin pertanian. kebakaran dan penebangan hutan besar-besaran di Indonesia di tahun-tahun silam telah mengakibatkan degradasi tanah. Beberapa puluh tahun silam.2 juta manusia yang meninggal berada di pedesaan terkena polusi udara di ruangan karena pembakaran bahan baker tradisional. pertambangan dan pabrik kimia telah mengkontaminasi saluran air utama di seluruh bagian dunia. Sungi tidak lagi menghasilkan ikan. asam. Karenanya.

pembalakan tak leggal (illegal logging) dan merebaknya perambahan kawasan melengkapi proses destrukturisasi hutan di Indonesia. yang pada akhirnya memicu adanya persoalan kemiskinan dan ketidak adilan yang dirasakan oleh masyarakat desa hutan. sampai tahun 2001 sudah mencapai 350. hutan-hutan lain di Sulawesi dan Sumatera diyakini akan lebih dulu hilang. rumuskan solusinya dan terapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk permasalahan tersebut dan upayakan untuk mengikutsertakan dan bekerjasama dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait. Keadaan ini makin diperparah pula oleh adanya tabrakan kebijakan-kebijakan perekonomian.Muhtadi (2003)clv menyatakan bahwa di Jawa. sosial dan politik menyangkut sumberdaya hutan hasil rumusan berbagai pihak berdasarkan kebutuhan masing-masing. Setelah sungai menjadi saluran limbah. baru disadari terjadi kesenjangan dan ketidakadilan. Sisa-sisa hutan pegunungan dan hutan rawa-rawa di pulau-pulau akan lenyap tidak terlalu lama. tetapi juga hutan lindung dan hutan alam.000 hektar pada tahun 2002. 156 . dan hutan hanya tinggal nama. Forest Watch Indonesia juga memprediksikan hutan hujan dataran rendah Kalimantan akan hilang tahun 2010. Hanya Irian Jaya diperkirakan masih memiliki hutan tersisa. Diperkirakan tingkat kerusakan hutan di Jawa akan meningkat hingga 500. buatlah analisa secara menyeluruh dari permasalahan yang anda anggap paling krusial untuk segera diselesaikan 4. 1. Kerusakan ini tidak hanya terbatas pada kawasan hutan produksi.000 hektar. Sabarnudin (2001)clvi menyatakan pula bahwa eksploitasi berlebih (over exploitation). Identifikasi masalah – masalah lingkungan disekitar anda 3. Bentuk kelompok maksimal 10 mahasiswa 2. Picu konflik horisontal pun tersulut diam-diam di hampir seluruh wilayah Indonesia yang kaya sumber daya alam TUGAS. tingkat kerusakan kawasan hutan yang dikelola oleh PT Perhutani.

. yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1964.. dalam. Jakarta. 2003.. hal 2..A LeVine (eds) Culture Theory : Essays of Mind.. dalam Ibid. R.. HTML xviii Franz Magnis Suseno. Denpasar. 1973. E. MA. 1986 xvii Saiful Arif. R. Pengantar Antropologi. Manusia dan Kebutuhan Adab. London. 182 xxiv Ibid. (1991) The Way The World is : Cultural Processes and Social Relations among the Mombassa Swahili. ii D’Andrade.. dosen ISBD. Religion.. Fairchild.. Rajawali Pers.A. Dirjen Dikti 5-8 November 2001. 1936. xxxvi Ibid. hal. Berkeley. Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial. R (1934) Pattern of Culture. Makalah dalam semilokakarya. C. IKIP Malang. 1980.. Kebudayaan. September 2004. London. hal 155 xiii Kluckhohn C. butir-butir Pemikiran Kritis. The Modernization of Man.. Culture : A Critical Review of Concepts and Definitions. Gloucester. vi Geertz. Jakarta. an introduction. Tata Negara Indonesia Menuju Pembaruan. xxv F. Op. 2001. & Adam Kuper. edisi pertama. Op. PT. Routledge & Kegan Paul. xxviii Alvin Toffler.P. iv Spiro. Littlefield. viii Benedict. Pengantar Teologi Moral. 1981. Adam dan co. vii Malinowski.. hal 29-30 xix Ibid. xi D’Andrade.. Boston. Smith.L. Co.Cit. Kompas. Hal 51 xx Supardi Damono.Cit. New York. New York. Magnis Suseno. dalam Soerjono Soekanto. Fairchild.P. hal. Dictionary of Sosiology. Mewujudkan Masyarakat Madani Melalui Pendidikan Dalam Perspektif Gender.B (1958/1871) Primitive Culture : Researches in the Development of Mythologi. New York. and Emotion. R. Kanisius. dan Kluckhon.. Binacipta. xxxv Safrudin Setia Budi. (1973) The Interpretation of Culture. M. dalam R. Op.. B (1922) Argonouts of The western Pasific. Ibid. Inc. (1984) ‘Culture Meaning System’. Inc.. Indar Siswarini. hal 397 xv .. 1967. Soerjono. C (1963). Ilmu Budaya Dasar. Self. Filsafat Kebudayaan Politik.. xxxii Encyclopaedia of The Social Sciences. New York. H... Englewood Cliffs. ix D’Andrade. 10 xxix Koentjaraningrat. xxvi William Chang. R. edisi ke-4. Shweder dan R. 1990. xxx Anthony D. xxxvii Sulardi. MA. Jakarta 1992. Cit. (1968) American Kinship : A Cultural Account. xxxiii Alex Inkeles. Bali. hal 57 xxxviii dalam Ibid. Ibid xii Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. D. Sosiologi Suatu Pengantar.. UK iii Taylor. Kanisius. xxxiv Dalam Indar Siswarini. A Study of Man. Cambridge.. 3 xxii H... 1989.Kroeber A.. Malang. M. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD... Edisi 4. Appleton Century-Croft.. 41 xxiii Koentjaraningrat. i . PT Gramedia Pustaka Utama. hal. hal 83. 7-9 Desember. art and Custom. Etika Dasar. hal 265. Makalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI. The Third Wave. Edwin Seligman (ed). xxvii Dalam. William Morrow. The Concept of Social Change. 2000 x Swartz.. Setangkai Bunga Sosiologi. New York. Manusia dan Peradaban. Culture dalam Jessica Kuper. 62 xxxi Harsojo. NJ. hal.Mentalitas dan Pembangunan. CA.E (1987) Culture and Human Nature. Jakarta. Gramedia. Yogyakarta. hal. 1990. xvi Soekanto. Bandung. Jum’at 17 Februari 2006. Rajawali Pers.. Chocago v Schneider. 1990 xiv Linton. Sosiologi suatu pengantar. xxi Dalam.

Surur (Ed). Hal. Yogyakarta. Op. Edisi Reformasi 2001. lv Dalam. 7-9 Desember. 2005. Jurnal Studi Amerika. Bandung. xlii Indar Siswarini. The Future of The World Order : Masa Depan Peradaban dalam Cengkraman Demokrasi Liberal versus Pluralisme. 19. 63. lxxi Ibid. hal. liii Parsudi Suparlan.Cit. 128. hal. 2005. INPI Pact. lix Ibid. hal. 150. hal. 75. Yogyakarta.Cit. lxviii Ratna Megawangi. Semilokakarya Dosen ISBD. Op. lx Supardi Suparlan. Gema Insani. Kesetaraan Warga Dan Hak Budaya Komunitif Dlam Masyarakat Majemuk Indonesia. Ibid. Jakarta. Iyubenu (Ed). lxxiii Kaelan. li Indar Siswarini. Cit. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD.Cit. Imarah. 118. xliii Azyumardi Azra. hal. lxx Ibid. 2003. Ibid. Menggagas Jurnalisme Sensitif Gender. lxiii Nurul Huda. Keragaman dan Kesetaraan. hal. Depdiknas. Dirjen Dikti. PT. hal. Parsudi Suparlan. xlviii M. Bandung. lxiv Ibid. xlix Ibid. Kementerian Riset dan Tekhnologi. lxvi Ibid. Bandung. 1999. lxix Ibid. Dkk. hal. 178. 4. Jakarta lxi Sumanto. Jakrta lxii Ibid. Perempuan Multikultural : Negosiasi dan Representasi. Feminisme Multikultural : Refleksi Sekaligus Proyeksi. Paradigma. Ilmu Budaya Dasar. xliv F. hal. Vol. Yogyakarta. Op. lxxii Ibid.Desember 1999. Denpasar. makalah Dirjen Dikti. Makalah Dirjen Dikti. 191205. 2001. 1998. Mizan Pustaka. Denpasar. lviii Ibid. Yogyakarta. Multikulturalisme. lxvii Manneke Budiman. Membiarkan Berbeda ? : Sudut Pandang Baru Tentang Relasi Gender. hal. Jakarta. 5. Bali. 9. Sains Tekhnologi Masyarakat. xlvii Indar Siswarini. Op. Fukuyama dan Samuel P. lvii M. September 2004. Ircisod. 3. Manusia. 2001. Islam dan Pluralitas. hal. lxxv Kaelan. Fenomena Peradaban Indonesia Menghadapi Peradaban Dunia. lxv Ibid. makalah lokakarya penataran dosen MBB. Refika Aditama. 182. “Kemajemukan Amerika : Dari Monokulturalisme ke Multikulturalisme”. hal. lii Parsudi Suparlan. 1999. Op. makalah dalam rangka seminar Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional ke-9. Op. 1998. Imarah. Pendidikan Pancasila . Komunikasi Antar Budaya.Supardi Damono. Dirjen Dikti. 76 xlv Ibid. xlvi Ibid. l dalam Ibid. 174 lxxiv Munandar Sulaeman. Edi Hayat dan M. Juni 2004. Huntington. liv Parsudi Suparlan. Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan. proyek pendidikan tenaga akademik. dalam. Desantara. 176 xxxix xl . lvi Indar Siswarini. hal. xli Anna Poedjiadi. hal.Cit. kerjasama anatara Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosdakarya. Agustus.Cit.

17. Globalization : The Reith Lectures. The Legal Consciusness. 1971 cxii ibid cxiii Schumacher. Alumni. terj LP3Es. van Apeldoorn. LP3 Jatim dengan UWK Surabaya. Beberapa Aspek Sosiologi Hukum. xciii Soerjono Soekanto. Gramedia. hal. c Achmad Ali. Bertens. 2002. Tb. Bantam Books. Magnis Suseno. Ilmu Sosial Dasar. lxxvii Munandar Sulaeman. C. hal. 2001. Moralitas dan Hukum. dalam bukunya. D. Ibid. (Bandung. 267. 1964 cviii Sastrapratedja. Versi Elektronik (April 2003) cx . lxxxii Dahlan Thaib. Cambridge.H. hal. hal. Makalah Dirjen Dikti.Cit. the Economics of Industrial Innovation. Jakarta. Teknologi dan Akibatnya Pada Manusia.A. IKIP. Susanto. J. 1987 cvii Ellul Jacques. Etika Dasar. Berita LIPI No. PT Eresco) 1995 ciii Ibid. hal. 342 xcv Muchtar Kusumaatmadja. Bandung lxxxi F. Etika. hal. New York. 117-119. Terj John Wilkinson. Pradnya Paramita. 87 lxxxv Munandar Sulaeman. 2nd edn. Ilmu Budaya Dasar. MS. A (1999). Dirjen Dikti. lxxxix Muandar Sulaeman. Jakarta. xcvi Imanuel Kant. Makalah Dirjen Dikti. Op. Alumni. 53. 2001 ci Zen MT. Jakarta. Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum. Pengantar Teologi Moral. 13 lxxx Dalam. Membuka Kotak Hitam Teknologi.J. PT. Op. xci Ibid. 2001. dan hari depan manusia. hal. Hukum dan Moralitas. London : BBC News Online. lxxxvii William Chang.Bambang Suprijadi dan Totok Djuroto. Ilmu Sosial Dasar.. IR. PT Gramedia. Kanisius. 56 xciv L. dalam. “Ketahanan nasional dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”. Bandung.. Bandung. (1997). Depdiknas. dalam Toto Suparto. 1982 lxxvi Clark.Cit. Pendidikan Pancasila. dalam Otje Salman dan Anthon F. 1979. The Tecnological Society.Cit. dalam Ibid. 10. amirs3@rpi. 2000 cxi Alvin Toffler. PT Raja Grafindo Persada. hal. Ceramah di UI Jakarta 24 september 1980 cix Freeman. lxxviii F. Bunyamin dan Kama A. Teori dan Konsep Ilmu Sosial. 4. hal. 1989. Kanisius. Teknologi.New York. 6 Nov 2006. 102 lxxxviii Hanigan. lxxxiv William Chang. London. hal 159 civ Bachtiar Rifai. hal 139 cxiv Ibid cxv Giddens. Jakarta. Inventing Accuracy : A Historical Sociology of Nuclear Missile Guidance. 2003. xcviii Kamal A. 35. hal. hal.. Op. 1982 cii Soelaeman M Moenandar. Future Shock. 2004. xcii Ibid. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. Perkembangan Pertimbangan Moral di Kalangan Santri. Op. hal. 2004. 1975 cv Sulfikar Amir. lxxxvi Ibid.H. xcvii Ibid. xc Berl Kutchinsky. Magnis Suseno. Jakarta. xcix Dalam Ibid. Refika Aditama. 1975. Bandung. Kecil itu Indah. Jakarta. Kompas..Cit. Makalah Pelatihan Nasional Dosen Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Yogyakarta. Pengantar Ilmu Hukum. Konsen-Konsen Hukum Dalam Pembangunan. 2002 lxxxiii Muchtar Kusumaatmadja. Jakarta. Op. Manusia Moral dan Hukum. Jakarta. Kajian Bersama 2004.edu cvi MacKenzie. 9 lxxix K. 2000.Cit. Yogyakarta. Negara Tanpa Retributivisme. Sains. Hakam.

1997). vol. W. T. Oxford. 1993. PT Raja Grafindo Persada. Turner. D. . Beacon Press. R. Bebas Dari Pembangunan (Jakarta : YOI & KONPHALINDO.Haraway.s Image Vol. T.C. “The Failure to Protect Tribal Peoples: The Polonoroeste Case in Brazil”. (1970..5. 2000 cxxxv Pearce. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. no. Tucker. 49-55. Statement of Loans.1995. “Large Scale Deforestation in Southwestern Amazon Basin of Brazil”.7 No. London. T. hal.K. Gaia : The Practical science of Planetary Medicine. Mankind and Mother Earth.uk/hi/english/static/events/reith_99/week1/week1. Menjelajahi Sains Lewat Dunia Sosial amirs3@rpi. J. London : BBC News Online. dan Krisis Pembangunan (Mortgaging the Earth: The World Bank. Massachusetts. 1981 cxxxiii Sachs. caderno 1.W. “Bird Relata Incompetencia da Funai no Polonoroeste”. 8 (Desember 1984).3. Environmental Impoverishment and the Crisis of Development). PT Raja Grafindo Persada. Chichester. D. cxliii Ibid. cxxxvii Philip M. Indonesia Transmigration Sector Review (Washington D. 17. Globalization: The Reith Lectures. “Ecological and Spiritual Revolusion”. dan Bateman. Menggadaikan Bumi: Bank Dunia.edu cxxii Toinbee. cxvi . cxx Vandana Shiva. 76-77. Saudari Bumi Saudara Manusia. Interciencia. tanpa judul (tanpa penerbit. London : Profil Book. 31 Agustus 1991. A. dan Sewell. vol. W. (1999). Jakarta.: Bank Dunia. J. The Politics of Global Ecology. no. En Introduction to environtmental Aconomics. hal 27 cxxiv Freddy Buntaran. A. Ann. 1 (Afrika dan Asia). 7. vol. naskah untuk dipublikasikan dalam Ambio . cxviii Giddens. 2002. dalam Our Planet Vol. “Eco-Feminism in the 21 st Century”. dan Cameron . 1993. T. 1. IBRD. Cultural Survival Quarterly. Boston. Our Posthuman Future : Consequences of thr Biotechnology Revolution.. Jakarta.1990) hal 246. “Feminist Theology and Bioethics” dalam Loades. 7. dalam In God. 165206. Penghancuran Lingkungan. Londod (1981 cxxx O’Riordan. Journal do Brasil (Rio de Janeiro). Intepreting The Precautionary Principle. D. 24 Oktober 1986). (Yogyakarta.co.W. Environmentalism. 162. cxxxiv O’Riordan. Kanisius) 1996 cxxv Ibid. vol. From Project Appraisal to Policy Review. “Deforestation in Contemporary Brazilian Amazonia: The Effect of Population and Land Tenure”. Rankin. 1994. Edisi Indonesia diterbitkan oleh INFID cxlii Bank Dunia. Modest_Witness@Second_Millenium.3 September 2000. cxl Kido Guerra dan Cleber Praxedes. vol. cxxvi Hanne Strong. I.Ambio. cxxxii O’Riordan. 1976 cxxiii Yoshiko Isshiki. akhir 1993. 2000 cxxxvi Philip M.. Fearnside. London.htm cxix Margaret Farley. Versi Elektronik (April 2003( bisa diakses di http://news.. USA. “Jari and Carajas: The Uncertain Future of Large Silvicultural Plantations in the Amazon”. cxxxviii Jean Paul Malingreau dan Compton J.. 22. 157.bbc.FemaleMan©_Meets_OncoMouse™: Feminism & Technoscience. 326. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. Fearnside dan Judy M. cxxxix Linda Greenbaum.R. hal 6 cxxi Sulfikar Amir.19 No. cxli Bruce Rich. 6 (NovemberDesember 1982). 1994 cxxxi Pearce.1991) hal 153 cxxviii Lovelock. London. hal. London: Roedledge cxvii Fukuyama. 23 Juli 1987. hal 25 cxxvii Lihat tulisan Fukuoka. F.D. Stroud (1992) cxxix O’Riordan. Feminist Theology : A Reader (London : SPCK&W/JKP.

cxlviii Bank Dunia..“Indonesia’s Transmigration Programme: A Special Report in Collaboration with Survival International and Tapol”. lihat George Monbiot. cxlix Carolyn Marr.. Geographical Magazine.. Poisoned Arrows (London: Michael Joseph. Dokumen Bank Dunia untuk Indonesia Januari 1990 yang dikutip di atas memperkirakan bahwa lahan yang sudah dibuka pada dekade 1980-an sudah mencapai 20. Dalam.. 7. Rekonsiliasi Nasional untuk Menyelamatkan Hutan. 11-116. Indonesia: Sustainable Development of Forests. Jakarta.. cliii Pesticide Monitor.. Ecologist. Mei 1989. Vol 6 no 3.. Kompas Media Nusantara. sekretariat London. Land. 2/3 (1986). S. Forest Watch Indonesia and Global Forest Watch. and Water (Washington D. 16. Kegagalan program transmigrasi dalam mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan mengakibatkan banyak keluarga meninggalkan tempat transmigran setelah dua sampai tiga tahun menjadi peladang berpindah atau penebang liar. 2 dan 3 (1986). vol. cit. C... clvi Sabarnudin.. “Bogged Down”. xx-xxi.000 kilometer persegi. “The Transmigration Fiasco”.. 2003. Derita Sepanjang Masa Rakyat Jawa. 1990). no. “Indonesia: Continuing Human Rights Violations in Irian Jaya” (April 1991).000 kilometer persegi hutan telah dirusak (op. Amesti Internasional. Angka yang dikedepankan Bank Dunia itu sangat rendah karena rata-rata tiap keluarga mendapat tiga perempat hektare lahan yang sebelumnya berupa hutan... D. 96). cl Jumlah transmigran di Irian Jaya berasal dari tulisan George Monbiot. Makalah Presentasi Kelompok pada Konggres Kehutanan Indonesia III. 30 (artikel ini memberikan gambaran ringkas tentang problem pokok pada program transmigrasi di Irian Jaya). “Uprooting People. 12-15.. 1989). “The Struggle for Land: Tribal Peoples in the Face of the Transmigration Program. lahan itu dulunya tidak sepenuhnya hutan. 2001. “jumlah areal hutan yang diubah menjadi lahan pertanian adalah sangat kecil.. 2001. Oct 1998 PSR’s Environment & Health Program : Pesticides and Kids : A Primer for Primary Care Physicians cliv Forest Watch Indonesia... vol. Indonesia Transmigration Sector Review. cxlvii NDRC dan WALHI. cxliv . “Transmigration in Indonesia“... no. PT. Jakarta: 1-11. Oktober 1990. Indonesia’sosial Transmigration Program” Multinational Monitor. 102. 16. Potret Keadaan Hutan Indonesia. clii Amnesti Internasional. Destroying Cultures. Bogor. 94-97.. Mengenai laporan kritis tentang transmigrasi di Irian Jaya. cxlv Lihat Bank Dunia. Harian KOMPAS.: Bank Dunia. Sebuah studi yang dilakukan oleh tiga kementerian Indonesia yang bekerja sama dengan London-based Intenational Institute for Environment and Development (IIED) mencatat.. cli Lihat Marcus Colchester. cxlvi Bank Dunia. Indonesia Transmigration Sector Review. Selama periode 1980-1985 (termasuk Pelita III) Bank Dunia memperkirakan sekitar 10.. 9 Pebruari. xiv-xv... clv Muhtadi. dan Bank Dunia untuk Indonesia..” Ecologist.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.