Oleh : Drs H Misno A Lathief, M.

Pd

BAB I PENDAHULUAN

1. Visi, Misi, dan Tujuan ISBD Visi dapat diartikan sebagai jangkauan pandangan ke depan yang merupakan idealisasi dari suatu usaha atau perjuangan. Dalam konsep yang lebih abstrak dapat disetarakan dengan dengan suatu cita-cita, namun cita-cita yang lebih dekat jangkauannya, sehingga sangat berpeluang untuk direalisasikan melalui usaha atau perjuangan tersebut. Sementara itu misi merupakan suatu usaha atau perjuangan yang dilakukan untuk mencapai suatu visi. Visi dan misi ibarat kedua sisi mata uang, di mana masing-masing sisinya berfungsi saling melengkapi dan memaknai substansinya, sehingga bisa difungsikan untuk mewujudkan harapan dari subyek yang memilikinya. Ketiadaan satu sisi dari mata uang tersebut akan menghilangkan makna sisi lainnya. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi ; berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. Adapun tujuan dari Ilmu Sosial dan Budaya Dasar diberikan di perguruan tinggi adalah sebagai berikut. 1) Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 2) Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. 3) Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik

1

dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah sosial budaya secara arif. 2. Pengertian Fungsi dan Ruang Lingkup Sebelum mempelajari matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD), ada baiknya kalau kita mengenali lebih awal pengertian tentang ilmu baik secara etimologis maupun definitif. Dengan mengenali konsep dasarnya kita akan dapat mengidentifikasi, apakah matakuliah ISBD termasuk suatu ilmu pengetahuan, pengetahuan dasar, atau sekedar pengetahuan. Masing-masing istilah ini mempunyai arti yang sangat berbeda. Apalagi kalau dilihat dari kaca mata keilmuan. Secara etimologis kata ilmu merupakan kata serapan dari kata ‘ilman (bahasa Arab) yang artinya pengetahuan. Kata ilman sendiri berasal dari kata kerja ‘alima (fi’il madli/pasttense) , artinya “tahu” atau telah mengetahui. Sedang kan kata kerja masa kininya (fi’il mudlori’/presenttense) ialah “ya’lamu” yang berarti sedang mengetahui. Sementara kata bendanya (noun) dari kata ‘alima tersebut adalah ilman; yang berarti pengetahuan. Jadi kata ilman inilah yang kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi ilmu. Diakui perbendahaaraan bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing, apakah itu bahasa Arab, Inggris, Belanda, Cina, atau yang lainnya. Jangankan bahasa Indonesia bahasa daerah (Jawa misalnya), juga banyak menyerap dari bahasa asing. Sebagai contoh kata “full” (Inggris) diserap menjadi “pol” artinya penuh. Atau “empthy” diserap menjadi “entek” artinya kosong atau habis. Kata “mripat” adalah serapan dari kata “ma’rifat” (bahasa Arab) artinya mata atau melihat. Contoh yang yang lain, kata seperti botol, bakso, administrasi, transportasi, semuanya adalah serapan dari unsur bahasa asing; Belanda, Cina, dan Inggris yang sekarang telah menjadi bahasa Indonesia. Kembali pada konsep awal bahwa ilmu secara etimologis atau harfiyah artinya ialah pengetahuan. Pengetahuan di sini menyangkut berbagai aspek kehidupan dan benda yang ada di sekitar manusia. Semua benda atau yang lainnya yang dikenali lewat indera dapat dikatakan pengetahuan. Indera mata dapat mengenali ujud, warna, dan sifat atau kualita dari suatu benda. Pelangi kelihatan indah karena indera mata yang mampu memberikan sifat atau kualita pada pelangi sehingga dikatakan indah. Hal demikian tidak bisa dikenali oleh indera lainnya, karena masing-masing memiliki bidang yang terpisah. Suara seseorang yang melantunkan suatu lagu, ternyata bisa dinikmati begitu nyaman oleh penggemarnya. Dari kejauhan tempat masjid suara muadzdzin dapat didengar sayup sampai,

2

dan juga desiran daun-daun tumbuhan yang diterpa angin semuanya dapat didengar oleh telinga. Hal ini berarti bahwa indera telingga mendapat pengetahuan tentang “suara” tersebut. Namun demikian telingga tidak mampu mengidentifikasi bagaimana rasanya garam, gula, buah-buahan, atau lezatnya makanan yang diolah dengan resep mutakhir. Ini berarti telingga tidak mampu menangkap pengetahuan tentang “rasa” kecuali hanya indera pengecap yang dapat melakukannya. Demikian juga kondisi suatu benda apakah kasar atau halus, hal seperti ini tidak dapat ditangkap oleh indera-indera tersebut. Yang dapat menangkap pengetahuan tentang keadaan suatu benda kasar atau halus hanya indera peraba. Hal ini berarti bahwa indera peraba bisa mendapatkan pengetahuan tentang “halus” atau “kasar”nya suatu benda. Selanjutnya bagaimana “aroma” suatu benda abstrak yang tidak tampak ujudnya, ternyata bisa ditangkap oleh indera penciuman atau hidung. Dengan kemampuan kepekaannya, manusia selalu bisa merasakan kehidupan ini dengan aman dan nyaman. Ia akan berbinar wajahnya sambil tersenyum tatkala indera hidungnya menangkap aroma yang kebetulan sangat disukainya. Ia benar-benar bisa menikmati betapa sedap, harum, lezat atau rasa apa saja sehingga ia menjadi senang ketika hidungnya menangkap aroma pengetahuan “bau” tersebut. Sebaliknya dengan kemampuan indera ini manusia bisa menghindarkan diri dari aroma bau yang ternyata tidak sesuai dengan seleranya. Suatu misal ketika seseorang berada dalam suatu kerumunan tiba-tiba ia ribut sendiri, ngedumel sambil menutup lobang hidungnya. Ia berteriak-teriak sambil mengumpat yang tidak jelas kepada siapa umpatannya ditujukan. Sementara itu temannya yang merasa melepas benda abstrak tersebut tenang-tenang saja, bahkan bisa tersenyum karena dengan lepasnya gas tersebut, ia bisa terhindar dari rasa mual atau sakit perut. Begitu juga yang kebetulan menghirup aroma bau yang tidak disukainya itu, mereka berusaha menutup lobang hidungnya agar terhindar dari ketidaknyamanan yang sedang dihadapinya. Semua yang dijelaskan di atas adalah gambaran bahwa pengetahuan tidak terbatas dan memiliki bidang yang sangat luas, sehingga dapat dikatakan bahwa semua hal yang dikenali atau diketahui oleh indera manusia dapat disebut pengetahuan. Pengetahuan seperti ini belum ada spesifikasi, belum terkelompokkan secara khusus dan masih bersifat umum, sehingga menjadikan pengetahuan tampak sangat luas dan kompleks.

3

berarti secara azas moral keilmuan berarti terjadi suatu penyimpangan. dan kedua disebut obyek forma. Ilmu Hukum. obyek formanya demi untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Kalau terjadi sebaliknya. dan lainnya. Ilmu Ekonomi. Ilmu pengetahuan disusun secara obyektif. Ilmu Kedokteran Umum. seperti Ilmu Pendidikan. Karena obyeknya yang sangat umum ini. dan sistematis. Ekonomi. Namun perlu diingat bahwa muara dari semua kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan ialah untuk kesejahteraan atau kebahagiaan hidup manusia. dan Hukum. maka obyek forma masing-masing dari ilmu pengetahuan tersebut ialah “apa” yang diperjuangkan oleh masing-masing. Biasanya yang demikian ini merupakan 4 .Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang di dalamnya sudah terdapat suatu pengelompokan berdasarkan obyek kajiannya. sebab apabila suatu ilmu pengetahuan memiliki obyek forma yang berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain. yaitu manusia. dan menyebarluaskan. Atau dengan kata lain obyek forma suatu ilmu pengetahuan adalah “sesuatu” yang diperjuangkan oleh ilmu pengetahuan yang bersangkutan demi untuk kemanusiaan. tetapi obyeknya formanya pasti dan harus berbeda. Ilmu Politik. Sebagai contoh : Obyek materia Ilmu Pendidikan adalah manusia. Ilmu Kedokteran Umum. Obyek materia yaitu obyek kajian bidang ilmu yang bersifat masih sangat umum atau makro. maka dapat terjadi kesamaan obyek materia antara satu ilmu pengetahuan tertentu dengan ilmu pengetahuan yang lain. Namun demikian walaupun berbagai jenis ilmu pengetahuan tersebut mempunyai obyek materia yang sama. artinya ilmu pengetahuan itu disusun berdasarkan obyek yang menjadi bidang kajiannya. kajian ilmu pengetahuan menjadi sangat mendalam. Pertama disebut dengan obyek materia. Berdasarkan uraian tersebut akhirnya dapat didefinisikan secara sederhana bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah suatu pengetahuan yang telah dihimpun dan disusun secara obyektif. Dengan sifatnya yang demikian lahirlah berbagai bidang ilmu pengetahuan. dan Ilmu Ekonomi semuanya adalah sama. metodis. Ilmu Hukum. Obyek suatu ilmu pengetahuan ada dua macam. maka ilmu pengetahuan sifatnya terbatas pada bidang yang bersangkutan. maka sebenarnya di antara keduanya adalah termasuk ilmu pengetahuan yang sama. Obyek forma yaitu obyek kajian suatu ilmu pengetahuan yang sudah bersifat khusus. mengkaji. Kalau obyek materia Ilmu Pendidikan. Namun dengan sifat yang telah membatasi diri ini. spesifik atau mikro. Hal ini sama dengan obyek materia Ilmu Kedokteran Umum. mengembangkan. Artinya secara khusus dan mendalam ilmu pengetahuan mempelajari.

melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. demonstrasi. wawancara. Misalnya dalam bidang 5 . memiliki metode-metode penyelidikan. Keberadaan suatu ilmu pengetahuan yang semula sederhana akhirnya terus berkembang menjadi semakin kompleks. dan lainnya. mars.ulah dari keserakahan manusia dalam hidup yang hanya ingin memuaskan ambisinya sekalipun harus mengorbankan orang lain. kemudian dilihat dengan menggunakan alat senter kecil. Berbagai metode tersebut bisa juga dipergunakan oleh bidang ilmu pengetahuan yang lain. eksperimen. tensinya (observasi) kemudian dibuatkan suatu resep (eksperimen) dengan pesan (wawancara) agar obatnya diambil di apotik dan diminum misalnya 3 kali sehari. Begitu seterusnya hingga pasien betul-betul memperoleh kesembuhan. sosiometri. dicek denyut jantungnya. Ketika menghadapi pasien dokter biasanya akan menanyakan apa yang anda keluhkan ?. Seorang dokter dalam menghadapi pasien ia akan mempergunakan beberapa metode sekaligus. Kemudian dokter meminta kepada pasien agar membuka mulutnya. Tujuannya tidak ada lain kecuali untuk memberikan suatu layanan sebaik mungkin agar pasiennya bisa memperoleh kesembuhan. sehingga mampu menembus ruang angkasa sampai ke bulan. Tidak semua jenis metode penyelidikan ini selalu dipergunakan secara bersamaan. upaya penyelidikannya ini juga untuk perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Keberhasilan penemuan kapal terbang yang pada awalnya hanya bisa terbang selama 12 detik dengan dikayuh kaki beberapa orang. Metode-metode penyelidikan ilmu pengetahuan antara lain berupa metode. catatan anekdot. Dengan cara ini kekurangan suatu metode dapat dibantu oleh kelebihan metode yang lain. Selain ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Selain itu masing-masing metode penyelidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada kalanya sambil diberi pesan “kalau tiga hari belum baik silahkan datang lagi ke sini ya”. masing-masing 1 tablet. Kecepatan kapal terbang generasi masa kini sudah melampaui kecepatan suara. Artinya metode-metode penyelidikan yang ada dalam dunia keilmuan selalu dipergunakan sebagai cara alat atau cara untuk menyelidiki obyek formanya. Oleh sebab itu dalam penggunaannya kadang-kadang beberapa metode dipadukan secara bersamaan. atau planet lainnya. angket. kini sudah sangat jauh kondisinya. observasi. Ilmu pengetahuan bersifat metodis. sejak kapan ? dan seterusnya (metode wawancara). hal ini berarti bahwa ilmu penge-tahuan tersebut dalam upaya mengembangkan jati dirinya untuk kemanusiaan.

Atau contoh yang lebih konkrit lagi. Dengan memperoleh matakuliah umum. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. terutama jika nantinya telah terjun dalam masyarakat. sehingga pembahasannya kadang-kadang bersinggungan. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. bab II. Namun demikian ilmu pengetahuan satu dengan yang lain tidak selalu dikhotomis. kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan-persoalan sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat akan semakin tajam. Sudah dikelompokkan sesuai dengan bidangnya. dipaparkan mulai dari bab I. sebab ada sebagian ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan yang lain. Selain itu sifat sistematis ilmu pengetahuan yaitu terletak pada sifat pemaparannya yang runtut. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). maka suatu rangkaian kejahatan dapat diungkap. sebuah buku yang ditulis oleh pengarangnya. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni. ketika seorang polisi bertanya kepada saksi tentang kejadian suatu perkara (wawancara). sehingga pelaku dapat dikenai suatu hukuman sesuai dengan pasal-pasal yang dilanggarnya.hukum. sehingga tidak bercampur baur dengan ilmu pengetahuan yang lain. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masyarakat 6 . Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar a. dan seterusnya.masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). Latarbelakang Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing. sehingga akan membantu konsumennya untuk “segera” bisa memahami substansi dari ilmu pengetahuan tersebut. rekonstruksi kejadian suatu perkara (demonstrasi). Melalui penggunaan metode-metode tersebut. Artinya suatu ilmu pengetahuan yang ditulis selalu mengikuti logika tertentu. agar pemaparan buah pikiran penulisnya mudah dipahami oleh pembaca. dan seterusnya adalah gambaran sebuah sistematika pembahasan yang runtut atau sistematis. maksudnya ialah bahwa ilmu pengetahuan itu sudah memiliki pembidangan sesuai dengan jatidirinya. Sebuah artikel yang ditulis oleh seseorang dapat dipastikan telah disusun secara sistematis. Selanjutnya ilmu pengetahuan bersifat sistematis. penyelidikan di tempat kejadian perkara (observasi). bab III.

Pengelompokan tersebut meliputi: matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). pemerintah melalui Dirjen Dikti selalu menyiapkan kurikulum nasional atau kurikulum inti. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. Menyikapi kondisi tersebut pemerintah melalui Mendiknas segera mengambil langkah. melainkan setiap perguruan tinggi supaya mengembangkan sendiri kurikulumnya. Namun dalam perjalanan yang memakan waktu hampir dua tahun belum semua perguruan tinggi siap menghasilkan kurikulum seperti yang dikehendaki oleh Dirjen Dikti. dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Dengan mengembangkan kurikulum sendiri. Kondisi seperti ini mengharuskan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi segera meresponnya. Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Di sinilah sisi pentingnya perguruan tinggi melibatkan masyarakat (stake holders) dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. matakuliah keahlian berkarya (MKB). pemerintah tidak lagi menyiapkan kurikulum perguruan tinggi secara nasional. tentang Pedoman Penyusunan Kuri-kulum Pendidikan Tinggi. maka kebutuhan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi akan teradopsi. Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk 7 . 232 tahun 2000. sehingga punya ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). matakuliah prilaku berkarya. Berbeda dengan yang berlaku sebelumnya. di mana setiap perguruan tinggi diberi kewenangan mengembangkan kurikulum sendiri. Oleh karena itu di dalam merancang kurikulum. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Berdasarkan surat keputusan tersebut. sesuai dengan kebutuhan stake holders setempat. 045 tahun 2002. Perguruan tinggi tinggal melaksanakan kurikulum tersebut.menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. 232 tahun 2000 tersebut. Namun tidak demikian sebagaimana dituangkan dalam SK no. terutama masyarakat calon pengguna lulusan atau stake holders tersebut. yaitu dengan mengeluarkan SK No. di mana setiap terjadi perkembangan atau perubahan kurikulum. perguruan tinggi diharapkan melibatkan masyarakat. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang ada di perguruan tinggi. matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK).

Untuk kelompok matakuliah MBB secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya. 44/Dikti/Kep/2006. Dengan lahirnya kedua surat keputusan tersebut keberadaan matakuliah 8 . tentang RambuRambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. Kelompok matakuliah keahlian berkarya merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. dan No. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. berkepribadian mantap dan mandiri. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Matakuliah Pendidikan Agama.mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. 43/Dikti/Kep/2006. Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB) merupakan bahan kajian dan peajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan prilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. dan Bahasa Indonesia). Kelompok matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu. Kondisi ini akhirnya teratasi dengan lahirnya SK Dirjen Dikti No. Rambu-rambu ini dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. Jurusan dan atau program studi mengembangkan kurikulum sesuai spesifikasinya sendiri-sendiri. Walaupun telah diterbitkan SK tersebut. 30/ Dikti/Kep/2003. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Sedangkan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan peajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. namun kenyataan di lapangan masih ada perguruan tinggi yang belum merespon positip terhadap keberadaan matakuliah berkehidupan bermasyarakat. Bahkan ada yang secara tegas tidak memasukkan MBB ke dalam kurikulumnya. sehingga matakuliah ISBD bagaikan ditelan zaman. dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguran Tinggi Indonesia.

Adapun ilmu sosial dasar meliputi dua kelompok utama. dan Ilmu Kealaman dasar (IAD). dan studi lembaga-lembaga sosial. dan fisiologi manusia. Ilmu Budaya Dasar. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. kimia. fitologi. meteorologi. Pendidikan Agama. Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya dasar Seperti dijelaskan di atas bahwa matakuliah ini pada mulanya adalah matakuliah yang berasal dari dua matakuliah yang terpisah dan berdiri sendiri-sendiri. Lima ilmu yang mendahului ini mewujudkan ilmu-ilmu fisis. Biasanya disiplin-disiplin ilmu yang tergolong IAD adalah: fisika. sosiologi. Yang terdahulu terdiri atas: psikologi. filsafat. dan antropologi. sedangkan yang kemudian terdiri atas ekonomi dan politik. Namun dalam perjalanannya akhirnya berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. 30/Dikti/Kep. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. Contoh disiplin ilmu misalnya: sosiologi. ilmu-ilmu budaya. Istilah Ilmu Sosial Dasar. Ilmu Budaya dasar bisanya 9 . matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. dan bahasa Indonesia. geologi.pengembangan kepribadian dan matakuliah berkehidupan masyarakat menjadi semakin jelas dan mantap. dan ilmu-ilmu alamiah. b. dan lainnya. sedangkan yang terakhir ilmu-ilmu biotis dengan rincian utama: zologi. sama sekali tidak mengatakan bahwa matakuliah dengan nama-nama tersebut masing-masing memperkenalkan dasar-dasar dari ilmu-ilmu sosial. Yang benar adalah bahwa masing-masing matakuliah tersebut ingin membuka pagar-pagar yang membatasi disiplin-disiplin yang membentuk masingmasing kelompok ilmu tersebut. matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD).2003 kedua matakuliah (ISD dan IBD) digabung menjadi satu matakuliah dengan nama Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. dan biologi. dan satu lagi Ilmu Alamiah dasar. Sehubungan dengan itu untuk memahaminya kiranya perlu dikenali dari konsep awalnya masing-masing. astronomi. yaitu sebagai Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. Sehubungan dengan hal tersebut yang dimaksudkan dengan disiplin ilmu adalah: scientific study of some aspect or segment of reality (penyelidikan ilmiah terhadap beberapa aspek atau segmen realita). fisika. yaitu: studi manusia dan masyarakat.

Sehubungan dengan sejarah kebudayaan haruslah lebih ditonjolkan dari sejarah politik dan sejarah ekonomi. Melalui perubahan budaya dan perubahan peradaban pengajar sejarah bermaksud memahamkan isi pengalaman buat manusia di masa lampau serta kondisinya sekarang sebagaimana terdapat berbagai kelompok kehidupan. Sastra yang diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi berpendekatan kritik literer. jadi belumlah sebagai pemberian bekal pemerkaya pemilikan budaya intelek bersama. Pertama seni (sastra. seni tari dan berpidato). musik. membuktikan dan menghimbau. Pada hal tujuan yang sebenarnya dari retorika tertulis adalah melatih mahasiswa untuk menulis prosa dengan idiom yang baik dan gaya bahasa yang berlaku berdasarkan logika yang layak. khususnya bidang yang terkenal dengan sebutan logical fallacies atau logika semu. Dalam mengajarkan retorika tertulis mahasiswa diajak bergaul dengan logika informal. Sejarah yang diajarkan sebagai disiplin yang menelaah manusia di dalam dimensi waktu dengan mengutamaan telaahnya pada masa lampaunya. 10 .dibagi menjadi tiga kelompok. Mahasiswa yang mempelajari sejarah diharapkan menemukan identitasnya sebagai pribadi. analisisnya. retorika tertulis harus mampu memberikan keterampilan untuk meneruskan. Retorika tertulis dekat sekali pertaliannya dengan linguistik. dan tempatnya di dalam kehidupan manusia. Sejarah umat manusia juga menunjukkan bahwa di dalam seni itu terdapat beberapa dari kebanyakan ekspresi manusia yang menonjol dalam pengertiannya atas eksistensinya sendiri. sebagai anggota masyarakat agama. dan warga umat manusia. sebagai warga suatu bangsa. di dalamnya tercakup hakikat sastra. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. makhluk pencipta budaya dan makhluk pencipta peradaban. Retorika yang ada terbagi menjadi jenis lisan dan yang tertulis seringkali dipandang sebagai suatu keterampilan belaka dengan akibat bahwa yang dicapai melalui retorika tertulis hanyalah materi obyektif atau mekanisme mengungkapkan berdasarkan tata bahasa melalaui komposisi tertulis. serta tata bahasa. Melalui latihan yang banyak di bawah bimbingan dosen yang cakap. Adapun seni rupa dan musik seringkali masih sekedar diajarkan untuk keterampilan seni belaka. berdalih. seni menempati posisi yang penting dalam kehidupannya sehri-hari. Sejak manusia hidup dalam kondisi sederhana. seni rupa. ditetapkan bahwa retorika sekedar diajarkan sebagai keterampilan itu harus lain dengan yang diberikan melalui sejarah sastra dan kritik sastra. evaluasinya. sejarah. Manusia di situ dilukiskan sebagai ciptaan Allah. sejarah bahasa. agama dan filsafat.

serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik. hasil lisan 11 . dan profesional. sosiologi. kemasyarakatan. ekonomi psikologi sosial. Selanjutnya kemampuan akademis merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan secara ilmiah. dan pada akhirnya mahasiswa terbantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadiannya. Ilmu Budaya Dasar jika memberikan retorika lisan haruslah pada praktek berpidato di muka umum menurut gaya bahasa yang berlaku. yang merupakan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta. Dengan Ilmu Sosial Dasar mahasiswa diharapkan mempunyai tiga macam kemampuan. ilmu politik. antropologi sosial. akademik. serta memiliki pandangan dan kepekaan yang luas terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. Ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial. pengetahuan budaya. dan ilmu-ilmu alamiah) sebagaimana dikemukakan di atas. berdasarkan struktur bahasa yang logis dan syarat-syarat keterampilan mengungkapkan pikirannya secara lisan sama pentingnya yang secara tertulis. konsep. Setelah mengenali pembagian ilmu pengetahuan ke dalam tiga bidang lapangan ilmu pengetahuan (ilmu-ilmu sosial. dan kenegaraan. teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (geografi sosial. yaitu kemampuan personal. dan sejarah) Dengan demikian Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu pengetahuan dasar yang berusaha memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap. maka Ilmu Sosial Dasar bersama-sama dengan Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar pada dasarnya merupakan satuan-satuan pengetahuan yang didasarkan pada pembagian tersebut di atas. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. Kemampuan personal merupakan kemampuan kepribadian yang tampak dalam penampilannya sebagai pribadi bangsa Indonesia. persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan. khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku dalam menghadapi manusia-manusia lain. Dengan kemampuan tersebut kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya akan menjadi lebih besar.Dalam kehidupan sehari-hari manusia berkomunikasi dengan sesamanya secara langsung sehingga membutuhkan retorika lisan.

bahkan multidispliner. menguasai teknik analisis. dan sejarah. Dengan kemampuan ini para akademisi diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. Yang sedikit agak membedakan antara ISBD dengan ISD dan IBD sebelum dikolaborasi ialah terletak pada titik tekan dalam mencapai sasaran pembelajaran pada diri mahasiswa. Berbeda dengan ISD dan IBD. Dengan demikian aspek personal tampak menonjol. Ilmu Budaya Dasar atau Basic Humanities tidak identik dengan The Humanities (Ilmu tentang Budaya). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar pada dasarnya merupakan gabungan secara kolaboratif antara ISD dan IBD yang dilandasi SK Dirjen Dikti No. dan lebih halus budi pekertinya. baik dengan menggunakan suatu keahlian disiplin ilmu tertentu maupun dengan menggunakan pendekatan berbagai keahlian atau inter. lebih berbudaya. sehingga daya tangkap. kritis. melainkan mengandung pengertian umumnya tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Dengan mempelajari ilmu budaya dasar diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi. agama. Baik dalam ISD maupun IBD masing-masing diorientasikan pada usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasikan dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya.maupun tulisan. seni. maupun berpikir logis. Kemampuan profesional merupakan kemampuan di bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Humanior atau humanus dalam bahasa Latin berarti manusiawi. halus dan manusiawi. Pendekatan terhadap berbagai masalah budaya tersebut dilakukan dengan menggunakan berbagai pengetahuan budaya (The Humanities). berbudaya. persepsi dan penalarannya terhadap lingkungan budaya dapat menjadi lebih peka. Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritisnya terhadap masalah-masalah budaya. Selanjutnya Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah waib di perguruan tinggi merupakan terjemahan dari istilah Basic Humanities atau pendidikan humaniora. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya. 30/Dikti/Kep/2003. dan sistematis. Ilmu tentang budaya mencakup keahlian filsafat. sasaran pembelajaran mahasiswa dalam mempelajari ISBD lebih ditekankan kepada 12 . dan halus.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. baik materia maupun forma. persepsi. Oleh karena itu fungsi ISBD merupakan suatu usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap. akademis. Oleh karena itu kalau ISD dan IBD masuk dalam kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK).aspek perkembangan sosialnya yaitu dalam kerkehidupan bermasyarakat. bahwa persyaratan suatu ilmu pengetahuan ialah pertama memiliki obyek. Ilmu Sosial Dasar banyak mengkaji masalahmasalah sosial dalam kehidupan manusia. dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya. yaitu Ilmu Sosial Dasar. dengan nama baru Ilmu Sosial dan Budaya Dasar atau disingkat ISBD. 13 . maka berdasarkan keputusan Dirjen Dikti No30 tersebut di atas. Seperti dijelaskan di atas. Dikatakan sangat muda. dan Ilmu Budaya dasar. Kedua memiliki metode penyelidikan yang dipergunakan untuk mengkaji dan mengembangkan obyeknya. dan kemampuan profesional. Masing-masing memiliki kajian fenomental yang berhubungan secara langsung dengan kehidupan manusia. Titik persoalannya sekarang adalah dapatkah ISBD disebut sebagai ilmu pengetahuan ?. Jadi ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya. sedangkan Ilmu Budaya Dasar mengkaji berbagai aspek kehidupan yang terkait dengan masalah budaya. maka ISBD masuk dalam kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). c. Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar. Mengingat bidang kajian kedua kelompok pengetahuan dasar ini yang relatif dekat dengan kehidupan manusia. kedua ilmu pengetahuan dasar ini dikolaborasikan. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. dan ketiga ialah sistematis. Ruang lingkup ISBD Sebagai matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) mata kuliah ISBD dirancang untuk membekali mahasiswa sebagai calon akademisi agar nantinya memiliki tiga kemampuan dasar yaitu: personal.

serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. kemasyarakatan dan kenegaraan. keberadaan manusia pada saat baru lahir sangat lemah. Hal ini 14 . sistematis. ISBD Sebagai Komponen MBB ISBD sebagai bagian komponen Mata Kuliah Berkehidupan bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. Dibandingkan dengan hewan. serta mampu menawarkan alternatif pemecahan. Untuk mencapai ketiga kemampuan di atas. yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Manusia adalah makhluk yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Naluri seorang ibu yang baru melahirkan anaknya akan otomatis tergerak untuk mau menyusui anaknya. Manusia tidak akan mampu hidup sendiri tanpa ada bantuan dari pihak lain. walaupun sebelumnya belum pernah belajar bagaimana cara menyusui. tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. sehingga mampu menunjukkan sikap. Bahan kajian tersebut meliputi : 1) Pendahuluan (pengantar ISBD) 2) Manusia sebagai Makhluk Budaya 3) Manusia dan Peradaban 4) Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial 5) Keragaman dan kesetaraan 6) Manusia. sains. Kemampuan akademis yaitu suatu kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. Komunikasi antara anak dengan ibu melalui kontak menyusui sudah merupakan indikator ketergantungan antara satu manusia dengan lainnya.Kemampuan personal yaitu kemampuan kepribadian. menguasai berbagai teknik analisis. di mana para akademisi diharapkan memiliki wawasan pengetahuan dan kemampuan. maupun berpikir logis. dan hukum 7) Manusia. Kemampuan profesional : kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. tidak berdaya dan tidak akan mungkin bisa bertahan hidup tanpa ada manusia lainnya. teknologi dan seni 8) Manusia dan lingkungan 3. nilai. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. maka diperlukan sejumlah bahan kajian yang akan dioperasionalkan dalam bentuk pembelajaran. moralitas. kritis. analitis. para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.

Seekor anak ayam yang baru menetas walaupun tanpa ada induknya. diskusi. Pendekatan dan Metode Pembelajaran ISBD Seperti matakuliah yang lain matakuliah ISBD disajikan kepada mahasiswa untuk dikaji bersama melalui interaksi edukatif yang disebut dengan proses pembelajaran. Ketiga ranah ini yang menjadi sasaran belajar dengan titik tekan berada pada aspek sikap (afektif). Untuk mengarah pada sasaran ini metode pembelajarannya adalah melalui: ceramah.tentu agak berbeda dengan yang dialami oleh hewan. ia akan mampu berusaha mencari makanan untuk dirinya. dari belum baik menjadi baik (afektif). dan problem solving. mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan. yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri. yaitu sikap berkehidupan bermasyarakat. Pemecahan Masalah Sosial Budaya Masalah sosial budaya merupakan suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat dan budayanya yang berdasarkan atas studi. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku. apresiasi seni budaya. bermain peran (demonstrasi). pentas kreatifitas. Yang terpenting dalam proses pembelajaran tersebut ialah bagaimana dosen mampu menyediakan lingkungan belajar yang bisa membuat mahasiswa belajar. 15 . yaitu dari belum tahu menjadi tahu (kognitif). 5. 1) Berbagai kenyataan yang bersama-sama merupakan masalah sosial budaya yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan (antar bidang). yang dapat menimbulkan pertentangan-pertentangan maupun kerjasama. Untuk itu proses pembelajaran ISBD akan mempergunakan berbagai pendekatan dengan prinsip mahasiswa dapat belajar. dan dari belum terampil menjadi terampil (psikomotorik). kolaborasi. yang didalamya terdapat persamaan. perbedaan. 2) Adanya keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat. penelitian sosial budaya. 4. tanya jawab. Masalah ini meliputi hal-hal sebagai berikut. sehingga ia mampu untuk bertahan hidup dan berkembang. Semua proses pembelajaran akan diorientasikan kepada belajar yang berpusat pada aktivitas mahasiswa (student active learning).

pembuatan makalah b. bagaimana ketepatan waktunya. dan emosional mahasiswa selama dalam proses pembelajaran. 3. Pembuatan makalah (kelompok dan mandiri) b. Tes tulis dapat berupa tes insidental. di antaranya : a) Sosiologi b) Antropologi Sosial dan Budaya c) Ilmu Sejarah d) Ilmu Ekonomi e) Ilmu Hukum f) Ilmu Politik g) Geografi h) Psikologi sosial 6.ISBD menggunakan pendekatan secara komprehensif dari berbagai cabang ilmu untuk memecahkan masalah sosial. Sementara evaluasi produk lebih menitikberatkan pada pengukuran aspek kognitif melalui tes tulis. MATRIK EVALUASI Bentuk penilaian Bobot Pertugasan 30% a. Proses evaluasi dilakukan melalui pengamatan sejak mahasiswa masuk di kelas. sikap dan prilakunya selama di ruang kelas. mental. Evaluasi proses ini lebih dititikberatkan pada aspek pembentukan prilaku (afektif). Presentasi di kelas c. dan keterampilan selama dalam proses pembelajaran. 2. Sistem Evaluasi Pembelajaran ISBD Evaluasi hasil belajar keberhasilan mahasiswa akan diukur melalui dua tahap. 1) Kedisiplinan dan partisipasi kuliah. aktivitas dan partisipasinya dalam proses pembelajaran. disiplin dan 40% partisipasi dalam perkuliahan Penilai Dosen Dosen Dosen 16 . ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). a. Secara rinci aspek yang dinilai baik yang menyangkut masalah penilaian proses maupun produk meliputi hal berikut. Evaluasi dalam proses dimaksudkan untuk mengukur kadar keterlibatan fisik. yaitu evaluasi dalam proses dan produk. termasuk dalam diskusi 2) Ujian tengah semester 3) Ujian akhir semester 4) Pertugasan. presentasi di kelas 30% c. Partisipasi dalam perkuliahan 3) No 1.

Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. 045 tahun 2002. Masyarakat menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. serta menumbuhkan sikap kritis. 232 tahun 2000. peka.Ujian tengah Semester (UTS) Ujian akhir semester (UAS) JUMLAH 100% RINGKASAN Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi . dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. etika. Kemudian ditindaklanjuti dengan SK Mendiknas No. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang meliputi : matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. kesetaraan. berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis. Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. kesetaraan. peka dan arif dalam memahami keragaman. dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman. Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing-masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). matakuliah 17 . Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

matakuliah keahlian berkarya (MKB). 2. matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Kelompok matakuliah ini secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya yang dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. dan Bahasa Indonesia. dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. 30/ Dikti/Kep/2003. 44/Dikti/ Kep/ 2006.keilmuan dan keterampilan (MKK). semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. 1. dan No. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengem-bangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. 18 . dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). matakuliah prilaku berkarya. Dikatakan sangat muda. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. 43/Dikti/ Kep/2006. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang diperlukan mahasiwa untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). Himpun sedikitnya 10 definisi tentang ilmu menurut pakar yang berbeda-beda. Selanjutnya pelaksanaannya di atur dalam SK Dirjen Dikti No. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. Pendidikan Agama. Tugas Untuk Diselesaikan. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. dan Ilmu Kealaman Dasar (IAD). Lakukan suatu analisis terhadap masing-masing definisi ilmu tersebut sehingga dapat diklasifikasi perbedaan dan persamaan yang terdapat pada masing-masing definisi. yaitu Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya dasar.

kebudayaan dan individu.Sos 1. Lakukan suatu analisis di mana letak titik tekan antara ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dalam hubungannya dengan kehidupan manusia.3.i Dalam ilmu-ilmu social istilah kebudayaan sesungguhnya memiliki makna bervariasi yang sebagian diantaranya bersumber dari keragaman model yang mencoba menjelaskan hubungan natara masyarakat. Berpikir adalah perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia. Selamat Belajar BAB II MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Oleh : Linda Dwi Eriyanti. Himpun pula definisi tentang ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dari berbagai literatur. S. yakni tradisi sopam santun dan kesenian. Secara umum. Pengertian dan Fungsi Kebudayaan Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmuilmu social. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berfikir. Coba buat rumusan definisi ilmu menurut bahasa Saudara berdasarkan definisi-definisi yang telah Saudara himpun tersebut. Tugas-tugas tersebut akan lebih berbobot pembahasannya apabila Saudara lakukan bersama dengan teman lain dalam suatu kelompok kecil antara 3 – 5 orang. Makna ini kontras dengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk pada bagian tertentu warisan social. Fungsi Akal Dan Budi Bagi Manusia Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin Cultura dari kata dasar colere yang berarti berkembang atau tumbuh. 5. 4. 19 . kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara social diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 6.

Simbol : segala sesuatu (benda. dan sebagainya. pernikahan.Adalah komponen utama perwujudan kebudayaan karena setiap hal yang dilihat dan dialami. permainan. kelakuan. yang keberadaannya sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap system aturan yang membentuknya. ucapan) syang telah ditempati suatu arti tertentu menurut kebudayaannya . hukum.Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. peritiwa. Jadi jelas bahwa fungsi akal dan budi manusia adalah menunjukkan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi di alam raya ini. Manusia Sebagai Animal Simbolicum . tindakan manusia.ii System gagasan dan simbolik warisan social itu sangatlah penting karena kegiatan-kegiatan adaptif manusia sedemikian kompleks dan beragam sehingga mereka tidak bisa mempelajari semuanya sendiri sejak awal.Kebudayaan : pengetahuan yang mengorganisasi simbolsimbol . Budi diartikan sebagai batin manusia.Fungsi simbol : o Faktor pengembangan kebudayaan o Terbatas pada gugus masyarakat tertentu 20 . Melalui symbol-simbol itulah tercipta keragaman entitas yang sangat kaya yang kemudian disebut sebagai obyekkonstruksi cultural sepoerti uang. Didalamnya juga termasuk artefak dan berbagai kontruksi proporsi kompleks yang terekspresikan dalam system symbol yang kemudian terhimpun dalam bahasa. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari itu merupakan salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat secara keseluruhan. sehingga semuanya menjadi bagian dari warisan social atau kebudayaan dari suatu masyarakat. Kegiatan-kegiatan ini dipelajari melalui peniruan dan pelajaran satu manusia dengan manusia lainnya. diolah menjadi simbol . system kenegaran. Masyarakat manusia yang terdiri dari individu-individu yang terlibatdalam berbagai kegiatan yang mengharuskan mereka beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan hal itu harus dilakukan secara terus menerus demi mempertahankan keberadaan masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan individu yang menjadi anggotanya. panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari dari satu generasi ke generasi berikutnya itu tidak mengalami perubahan yang berarti kecuali jika ada factor eksternal yang memperngaruhi pola tindak yang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan social dan individual.

sebagian proposisikultural membangkitkan emosi dan motivasi yang kuat. adapt.iv 21 . model tersebut menyatakan bahwa kebudayaan atau warisan social lebih adaptif baik secara social maupun individual. melainkan juga merujuk pada entitas-entitas mentalyang menjadi pijakan tindakan dan munculnya obyek tertentu. mudah dipelajari. Namun tinjauan empiris terhadapnya memunculkan definisi terbaru tentang kebudayaan seperti yang diberikan EB Tayloriii. Dalam kasus ini proposisi tersebut dikatakan telah terinternalisasi. Hal ini bukan semata-mata karena adanya sanksi tersebut. kepercayaan. dan mereka tetap terfokus maknanya sebagai himpunan pengetahuan. Namun mereka mengakui bahwa. Artinya. Lebih jauh. istilah warisan social disamakan dengan istilah kebudayaan. “Kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. pemahaman atau proposisi. Sedangkan aspek fisik dan artefak sengaja disisihkan. Dalam rumusan ini . sedangkan bagi mereka yang menentangnya telah tersedia hukuman. Hanya saja definisi yang terlanjur berkembang adalah definisi sebelumnya dimana kebudayaan diartikan bukan sekedar istilah deskriptif bagi sekumpulan gagasan. hukum. bagi mereka yang mematuhinya akan ada puian. moral.Warisan social itu juga mengandung karakter normative. atau karena mereka merasa menemukan unsure-unsur motivasional dan emosional yang memuaskan dengan menekuni kegiatan-kegiatan dan keyakinan cultural tersebut. seni. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat” Kebanyakan ilmuwan social membatasi definisi kebudayaan sehingga hanya mencakup aspek tertentu dari warisan social. Consensus yang kini dianut oleh para ilmuwan social masih menyisihkan aspek emosional dan motivasional dari istilah kebudayaan. normative dan mampu menimbulkan motivasi. Biasanya pengertian kebudayaan dibatasi pada warisan social yang bersifat mental atau non fisik. atau persamaan persepsi mengenai dunia di sekelilingnya yang diwujudkan dalam symbol-simbol tertentu. tindakan dan obyek. yang terekspresikan sebagai kesamaan tata cara. Pengertian Budaya dan Kebudayaan Setiap individu menjalankan kegiatan dan menganut keyakinannya sesuai dengan warisan social atau kebudayaannya. mampu bertahan dalam waktu lama. Artinya individu-individu dari suatu komunitas terikat oleh kebersamaan dan rasa memiliki atas warisan social mereka. yang didukung oleh seperangkat aturan sanksi.

maka yang harus diperhitungkan adalah fakata bahwa warisan social senantiasa melebur dalam suatu masyarakat. Sebaliknya jika kita menganggap kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan koheren.Sebagian ilmuwan social bahkan berusaha membatasi lagi pengertian istilah kebudayaan tersebut hingga hanya “mencakup bagian-bagian warisan social yang melibatkan representasi atas hal-hal yang dianggap penting. Misalnya saja ada kontroversi mengenai koheren atau tidaknya kebudayaan itu sehingga lebih lanjut kita dapat mempertanyakan sifat alamiahnya. Berbagai persoalan yang melingkupi upaya intergrasi definisi-definisi kebudayaan terkait dengan masalah lain. mengingat dalam kenyataannya pengetahuan anggota masyarakattentang kebudayaan mereka tidaklah sama. Menurutnya. meski sedikit saja orang yang vi menguasainya”. tidak termasuk norma-norma atau pengethauan procedural mengenai bagaimana sesuatu harus dikerjakan” (Schneider. contohnya mungkin adala lajabar yang dianggap selalu benar dan berlaku. Perselisihan mengenai definisi kebudayaan itu mengandung argument-argumen implicit tentang sebab-sebab atau asal mula warisan social. maka kumpulan elemen-elemennya bisa dipisahkan dan dibedakan satu sama lain. Hanya saja tidak ada 22 . dan normative dari warisan social namun juga mempermasalahkan penerapan makna kebudayaan dalam individu.ix Kerancuan tersebut lebih jauh membangkitkan minat untuk menelaah koherensi dan integrasi kebudayaan. motivasional. yakni apakan kebudayaan itu merupakan suatu entitas padu atau tidak. Disisi lain para ilmuwan social memendang keragaman dan kontradiksi di seputar pengertian atau definisi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang wajar. Geertz menggunakan makna ini secara eksklusif sehingga ia tidak saja mengesampingkan aspek-aspek afektif. Tidak banyak bukti yang mendukung dugaan akan adanya pola tunggal hubungan tersebut seperti yang dikemukakan oleh Ruth Benedict dalam bukunya Pattern of Culture (1934)viii. Meskipun hamper setiap elemen kebudayaan dapat ditemukan pada hubungan-hubungan natar elemen seperti yang ditunjukkan oleh Malinowski dalam Argonauts of the Western Pacifis (1922)vii. 1968)v Sementara itu ada pula yang membatasi pegertian kebudayaan sebagai makna-makna simbolik yang mengandung muatan representasi dan mengkomunikasikannya dengan peristiwa nyata. Jika kebudayaan dipandang sebagai suatu kumpulan elemen yang tidak memebentuk kesatuan koheren. “kebudayaan hanya berkaitan dengan makna-makna public yang terus berlaku meskipun berada diluar jangkauan pengetahuan individu .

Sebagai contoh . maka pendefinisian kebudayaan sebagai representasi telah memusatkan perhatioan pada apa yang paling penting. pelanggaran ketentuan kontrak tidak bisa diterima)x Dibalik kerancuan definisi ini terdapat masalah-masalah penting lainnya yang juga harus dipecahkan. Hanya saja keuntungan dari focus yang tajam itu dipunahkan oleh ketergantungan definisi itu terhadap asumsi-asumsi yang melandasinya. sentiment dan motif. yang acapkali kelewat sederhana. 1992. hakekat dan label atas sesuatu hal. beberapa diantaranya :  Ki Hajar Dewantara Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat. Bahkan muncul bukti-bukti yang menunjukkan bahwa elemen-elemen budaya cenderung dapat digolongkan menjadi dua bagian besar. yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna 23 . Jika representasi cultural memang memiliki hubugan kausalitas dengan norma-norma. Demikian pula definisi cultural kerabat sebagai ‘orang-orang yang memiliki hubungan darah’ mengisyaraktkan adanya kesamaan identitas yang memudahkan pembedaannya. reaksi emosional. Pertama adalah sejumlah kecil elemen yang hampir dipunyai oleh semua anggota masyarakat sehingga diantara mereka dapat tercipta suatu consensus pengertian. motivasi dan sebagainya sangat ditentukan oleh kesepakatan awal tentang keberadaan. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah. Misalnya saja norma kebersamaan dan perasaan terikat dalam kekerabatan hanya akan tercipta jika ada system kategori yang membedakan kerabat dan non kerabat. terdapat 170 definisi kebudayaan. sedangkan yang kedua adalah elemen-elemenkultural yang hanya diketahui oleh sebagian anggota masyarakat yang menyandang status social tertentu. Keragaman definisi kebudayaan itu sendiri dapat dipahami sebagai giatnya upaya mengungkap hubungan kausalitas antara berbagai elemen warisan social. (misalnya lampu merah berarti tanda berhenti). (misalnya.metodeyang telah terbukti handal untuk mengukur sejauh mana koherensi dan 8integrasi sebuah kebudayaan. dibalik pembatasan definisi kebudayaan pada aspek-aspek presentasional dari warisan social itu terletak hipotesis yang menyatakan bahwa norma-norma.xi Komponen utama kebudayaan : o Individu o Masyarakat o alam Dari catatan Supartono.

mengatur hubungan antar manusia. yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas. maupun yang bersumber dari persaingan manusia itu sendiri untuk mempertahankan kehidupannya. Kebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diriterhadap alam. Fungsi kebudayaan Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. kebiasaan makan. rasa. pengalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara sosial  Koentjaraningrat Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya  Rafael Raga Manan Kebudayaan adalah cara khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya. mencakup kepercayaan. keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal  Keesing Kebudayaan adalah totalitas pengetahuan manusia.  Robert H Lowie Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat.  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardixii Kebudayaan merupakan hasil karya. norma-norma artistic. dan 24 .mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. Bermacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota-anggotanya seperti kekuatan alam. untuk sebagian besar dipenuhi oelh kebudayaan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri. Hasil karya masyarakat menghasikan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama melindungi masyarakat terhadap lingkungan. adat istiadat. Di sisi lain karsa masyarakat mewujudkan norma dan nilai-nilai social yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan masyarakatnya. Manusia dan masyarakat memerlukan pula kepuasan baik dibidang materiil maupun spiritual. yang dilihat sebagai proses humanisasi. dan cipta masyarakat. Pada masyarakat yang taraf kebudayaannya lebih tinggi. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah. teknologi memungkinkan untuk pemanfaatan hasil alam bahkan munghkin untuk menguasai alam.

Misalnya kegiatan pertanian menetap meliputi unsure-unsur irigasi. seni rupa dll. Ralph Linton menyebutnya kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity. distribusi )  Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan. Bila diambil contoh alat bajak terdiri dari gabungan alat-alat yang lebih kecil yang dapat dilepaskan. peternakan.xiv Sebagai contoh cultural universals pencaharian hidup dan ekonomi antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti pertanian. Selanjutnya Ralph Linton merinci kegiatankegiatan kebudayaan tersebut menjadi unsure-unsur yang lebih kecil lagi yang disebutnya trait-complex.000 pulau besar dan kecil. perumahan.sebagai wadah dari segenab perasaan manusia. Unsur-Unsur kebudayaan menurut C Kluckhohn dalam bukunya Universal Categories of Culture meliputi Cultural universals yaituxiii  Peralatan dan perlengkapan hidup ( pakaian. sistem pengolahan tanah dengan bajak. system produksi. Apabila salah satu bagian bajak 25 . Kesenian misalnya meliputi kegiatan seni tari. transportasi)  Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi (pertanian. Perbedaan itu dalam kita lihat dengan menelaah unsur-unsur kebudayaan seperti dibawah ini. Akhirnya sebagai unsure kebudayaan yang terkecil membentuk trait adalah items. manusiawi. dll. tetapi pada hakekatnya merupakan satu kesatuan. dan sebagainya. sistem produksi. dan sebagainya. organisasi politik. Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya. menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu yaitu hidup yang lebih baik. mendukung. sistem hukum. system hak milik atas tanah. Selanjutnya trait complex mengolah tanah dengan bajak akan dapat dipecah ke dalam unsure yang lebih kecil umpamanya hewan-hewan yang menarik bajak. seni gerak dll)  Sistem pengetahuan  Religi (system kepercayaan) Cultural universals tersebut dapat dijabarkan lagi kedalam unsure-unsur yang lebih kecil. alat-alat produksi. Jenis dan Ragam Kebudayaan di Masyarakat Mohammad Yusuf Melatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17. Kebudayaan akan mendasari. perkawinan)  Bahasa (lisan maupun tertulis)  Kesenian (seni rupa. teknik pengendalian bajak. peternakan. dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan. seni suara. dan berperikemanusiaan 2.

Emosi adalah rasa hati. Kemauan dalam arti positif adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan hidup yang dikendalikan oleh akal budi. tetapi tidak berlangsung lama  Kemauan Kemauan adalah keinginan. intelegensia dan intuisi Dengan kadar intelegensia yang dimiliki manusia mampu belajar sehingga menjadi cerdas. maka tak dapat menjalankan fungsinya sebagai bajak.  Perasaan dan emosi Perasaan adalah kemampuan psikis yang dimiliki seseorang. namun bisa menuntun pada suatu keyakinan. baik yang berasal dari rangsangan di dalam atau diluar dirinya. Ciri Kebudayaan : • Bersifat menyeluruh • Berkembang dalam ruang / bidang geografis tertentu • Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu Wujud kebudayaan • Ide : tingkah laku dalam tata hidup • Produk : sebagai ekspresi pribadi • Sarana hidup • Nilai dalam bentuk lahir Sifat kebudayaan • Beraneka ragam • Diteruskan dan diajarkan • Dapat dijabarkan : – Biologi – Psikologi – Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan • Berstruktur terbagi atas item-item • Mempunyai nilai • Statis dan dinamis • Terbagi pada bidang dan aspek 3.tersebut dihilangkan. 26 . yang dapat menguasai seseorang. Intuisi menurut Supartono sering setengah disadari. memiliki pengetahuan dan mampu menciptakan teknologi. sering berbentuk perasaan yang kuat. tanpa diikuti proses berfikir cermat. Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan Manusia sebagai pencipta kebudayaan Manusia memiliki kemampuan daya sebagai berikut :  Akal. kehendak untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.

Tahap eksternalisasi. Keadilan mengacui pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh setiap manusia. Pengabdian 27 . Penderitaan Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. Keadilan Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. yaitu tahap dimana realitas obyektif hasil ciptaan manusia dicerap oleh manusia kembali. Memanusiakan manusia melalui pemahaman terhadap konsep budaya dasar 1. 5. Cintakasih Cintakasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai belas kasihan.Tahap obyektifitas. Tanggungjawab Tanggungjawab adalah kwajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan. Kebudayaan adalah ekspresi eksistensi manusia didunia. namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan. Ini melengkapi cirri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia. merupakan jati diri seseorang yang berasal dari lahir sebagai factor keturunan yang kemudian diwarnai oleh factor lingkungannya. Manusia sebagai makhluk budaya adalah pencipta kebudayaan. Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusi menemukan bentuknya yang khas manusiawi 4. yaitu proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktifitas fisik dan mental . yang berada diluar diri manusia .Tahap internalisasi. Fantasi Fantasi adalah paduan unsur pemikiran dan perasaan yang ada pada manusia untuk menciptakan kreasi baru yang dapat dinikmati. 2. yaitu tahap aktifitas manusia menghasilkan realita obyektif. 3. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan.  Perilaku Perilaku adalah tabiat atau kelakuan. Peter L Berger menyebutnya sebagai dialektika fundamental yang terdiri dari tiga tahap yaitu : . Kebudayaan adalah produk manusia.

Pengabdian diartikan sebagai perihal memperhamba diri kepada tugas-tugas yang dianggap mulia 6. b. Pandangan hidup Pandangan hidup berkenaan dengan eksistensi manusia didunia dalam hubungannya dengan Tuhan. suatu peraturan yang menyangkut hak dan kwajiban mereka. Manusia tidak hanya penerima pasif tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan. Difusi Meleburnya suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain sehingga menjadi satu kebudayaan. e.xv 4. Keindahan Eksistensi manusia didunia diliputi dan digairahkan oleh keindahan. dan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka. Sosialisasi Proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampilanketrampiulan sosial. Proses dan Perubahan Kebudayaan : Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. Dalam keseharian sosialisasi bisa dikatakan sebagai proses menjelaskan sesuatu kepada anggota masyarakat agar mengetahui adanya suatu konsep. Asimilasi 28 . Internalisasi Merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia. 8. merasa khawatir tidak tenang dalam tingkah laku. 7. Proses tersebut diantaranya : a. d. c. Akulturasi Akulturasi adalah percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampuran itu masing-masing unsurnya masih kelihatan. Enkulturasi Enkulturasi adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan. f. kebijakan. Kegelisahan Kegelisahan merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatannya. dengan sesame dan dengan alam tempat kita berdiam.

akan tetapi ada juga yang cepat. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat mengenai nilai-nilai social. dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. lembaga-lembaga kemasyarakatan. faktor ekstern  Perubahan lingkungan fisik manusia ( bencana alam )  Pengaruh kebudayaan masyarakat lain  Peperangan Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan sosial :  Faktor-faktor yang mendorong :  Kontak dengan kebudayaan lain  Sistem pendidikan yang maju 29 . termasuk didalamnya nilai-nilai. organisasi. Ad pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun luas. kekuasaan dan wewenang. pola-pola perilaku.Asimilasi adalah proses peleburan dari kebudayaan sat ke kebudayaan lain. lapisan-lapisan dalam masyarakat. Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan. sikap-sikap. interaksi sosial dan seterusnya. yang mempengaruhi sistem sosialnya. susunan. serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali. dan polapola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Dengan diakuinya dinamika sebagai inti jiwa masyarakat. Faktor-faktor penyebab perubahan sosial dan kebudayaanxvi a. maka banyak sarjana sosiologi modern yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah perubahan social dan kebudayaan dalam masyarakat. Masalah tersebut menjadi lebih penting dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat dari Negara yang kemerdekaan politiknya setelah perang dunia kedua. perubahan bagi masyarakat yang bersangkutan maupun bagi orang luar yang menelaahnya. Perubahan sosial dan kebudayaan merupakan segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suataau masyarakat. faktor intern  Bertambah atau berkurangnya penduduk  Penemuan-penemuan baru (inovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat]  Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)  Pemberontakan / revolusi b.

setidaknya apa yang dinyatakan oleh Covey sebagai manusia dengan predikat greatness membawa ingatan kita pada apa yang oleh filosof Jerman. Manusia unggul tidak lahir dari situasi statis. Friedrich Wilhelm Nietzsche (18441900). bahkan Bapak Presiden merasa perlu menyampaikan kepada rakyatnya untuk melahirkan budaya unggul dalam bangsa ini. melainkan 30 . Dalam maksud yang sederhana. Jika budaya unggul bisa didiskusikan bersama seiring dengan manusia unggul. Problematika sosial kebudayaan Manusia dan Budaya Unggulxvii Buku Stephen R Covey berjudul The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness setidaknya menjadi pemicu diskusi tentang budaya unggul akhir-akhir ini. Untuk melahirkan budaya unggul. Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju  Toleransi terhadap perbuatan menyimpang  Sistem lapisan masyarakat yang terbuka  Penduduk yang heterogen  Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu  Orientasi ke depan  Nilai meningkatkan taraf hidup  Faktor-faktor yang menghambat :  Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain  Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat  Sikap masyarakat yang tradisional  Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)  Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan  Prasangka terhadap hal baru  Hambatan ideologis  Kebiasaan  Sikap pasrah 5. Para cerdik cendekia pun ribut mencari apa yang sebenarnya unggul dalam diri kita dan apa memang ada keunggulan itu. Tidak main-main. Kebudayaan merupakan identitas dari manusia. terlebih dahulu manusia harus bisa menjawab tantangan yang ada dalam dirinya sendiri. budaya unggul akan bisa memulihkan harga diri dan martabat bangsa ini menjadi bangsa yang tidak mudah dilecehkan dan diharapkan mampu mengatasi krisis berkepanjangan dan seterusnya. dinyatakan sebagai uebermensch yang dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan sebagai superman.

Ignas Kleden (2004) menyatakan bahwa manusia hanya akan berhasil menjadi manusia melalui proses ueberwindung atau overcoming (dalam bahasa Inggris). manusia yang bisa menggunakan kehendak dan kuasanya untuk mengatasi rasa lemahnya. melainkan upaya untuk terus-menerus menjadi manusia yang lebih (over). Untuk menjadi manusia unggul. Padahal. Manusia bukanlah suatu konsep abstrak sebagaimana dipahami oleh kaum idealis atau juga kaum materialis. dalam bahasa Jerman mempunyai dua pengertian yang dalam bahasa Inggris bisa diasosiasikan menjadi kata super atau over. Tidak saja dalam pengertian bagaimana upaya menemukan talenta terbaik dalam diri seseorang. untuk lahir sebagai superman. Jelas sekali ketika Nietzsche menulis bahwa pertanyaan pertama dan satu-satunya yang dianjurkan oleh Zarathustra adalah Wie Wird der Mensch ueberwubden (bagaimana caranya manusia mengatasi manusia).going and down-going (Apa yang agung dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah jembatan dan bukan tujuan. Namun. Beberapa orang menafsirkan ajaran uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk memproduksi jenis manusia yang unggul dalam mengatasi kemampuan manusia lain. Manusia unggul keluar dari proses dinamis dan penuh tantangan. hidup dan kehidupan itu sendiri merupakan sesuatu yang dinamis dan bergerak terus-menerus. Keduanya sering melahirkan pandangan-pandangan dunia yang bersifat statis.dari proses dinamis. Kata ueber. 31 . what is great in man is that he is a bridge and not a goal. manusia harus terus-menerus mengatasi dirinya sebagai manusia. Anjuran untuk berproses menjadi manusia unggul sudah dinyatakan dengan amat jelas dalam Also Sprach Zarathustra. dalam konteks ini saya kira lebih tepat membaca uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk melahirkan manusia unggul dengan cara melahirkan dirinya untuk terusmenerus menjadi manusiawi. Dalam pengertian ini. what is lovable in man is that he is an over. Atau dengan yakin ia menyatakan. apa yang patut dicinta dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah perjalanan naik dan turun). man is something that is to be surpassed (Manusia adalah sesuatu yang harus dilampaui). Nietzsche adalah filsuf yang begitu yakin bahwa manusia harus berdiri di atas sifat-sifat konkretnya. Bukankah Nietzsche sendiri menyatakan. Pengertiannya. manusia harus bisa meningkatkan dirinya dari sekadar manusiawi (humanus) menjadi lebih manusiawi (humanior).

Apropriasi itu berlangsung atas dua jalur. jika mau merujuk pada Nietzsche. Dia harus menciptakan nilai-nilai untuk dirinya sendiri pada saat perjalanan kehidupan tersebut. solemn and disguised”. elite birokrat. Komodifikasi kebudayaan Ada kesan bahwa kebudayaan semakin mejadi komoditas. bahkan terorisme. Dengan tidak memperpanjang segala kontroversi pendapat Nietzsche. matematika. utang luar negeri. Sifat serakah dan senang korupsi adalah manusiawi dan bahkan menjadi bagian tak terpisah dari manusia. Dalam mengarungi bahtera kehidupan yang nyata itulah manusia diberi kuasa untuk memikul tanggung jawab atas dirinya sendiri. and in the boat sit the estimates of value. Di sini dapat dipahami mengapa Nietzsche amat membenci pada mereka yang mudah menyerahkan diri pada skema nilai-nilai yang diciptakan di luar dirinya sendiri. atau kimia. penuh kemeriahan dan samaran. Kebudayaan seakan-akan diapropriasi oleh elite politik. Seorang pejabat akan bernilai lebih jika setiap saat dia berhasil mengawasi dan menekan nafsu korupsinya. Menjadi manusia unggul biasa dialami oleh siapa saja yang mampu mengatasi kediriannya menuju kedirian yang lebih. 32 . penguasa. Mereka seperti sebuah sungai yang di atasnya mengambang sebuah perahu. dan di dalam perahu itu duduk nilai yang dihargai. Manusia unggul. elite intelektual.Melahirkan manusia unggul jangan disalahpahami hanya dengan pengertian meloloskan siswa-siswa berprestasi yang mampu merengkuh juara olimpiade fisika. Nietzsche menyebut mereka sebagai “manusia bermoral gerombolan” atau “bermoral budak”. Untuk lahir menjadi manusia unggul. bisa lahir dan dilahirkan dari manusia yang tak lagi menggantungkan diri segala tekanan dari luar. budaya unggul dalam perspektif ini bisa dijadikan rujukan untuk mengembalikan jati diri dan martabat kebangsaan yang hancur di tengah keserakahan modal. the people-they are like a river on which a boat floateth along. to be sure. seseorang harus bergerak untuk memperbarui kemanusiawiannya menjadi lebih manusiawi dengan menjelma menjadi manusia yang tidak serakah dan senang korupsi. “The ignorant. Mereka adalah para pengecut yang hanya bisa berlindung di balik nilai-nilai yang menjerat kedigdayaannya. elite system pendidikan atau elite budaya sendiri.

Disini kita mendengarkan bahwa bangsa Indonesia tidak mengenal oposisi. Mengagumi karya karya seni Italia.Pertama. Sub-lagu yang kedua mau melindungi budaya nasional terhadap pengeruh buruk dari luar. Pertemuan dengan kebudayaan lain selalu memperkaya kita sendiri. tidak bersikap konfrontatif. sopan santun ketimuran. yaitu jalur keprihatinan terhadap budaya bangsa. Sub lagu yang pertama disebut lagu museum . melainkan memperkaya. pelancongan ke dalam kebudayaan lain tidak cenderung memiskinkan persepsi tentang kebudayaan sendiri.xviii Hal-hal diatas secara tegas menyatakan bahwa demi budaya bangsa elitelah yang sebaiknya menentukan arah pembangunan. Dengan menetapkan apa yang termasuk budaya bangsa. manusia terasing. ia belum dapat ikut dalam proses penentuan arah perjalanan bangsa Indonesia. bahwa bertindak berdasarkan keyakinan sendiri adalah individualisme. taritarian. Yang pasti menarik. Jalur itu juga melegitimasi penundaan proses demokratisasi : selama masyarakat masih memiliki mentalitas yang tidak cocok dengan pembangunan. Kebudayaan yang sungguh-sungguh mengancam kita adalah kebudayaan modern tiruan. gotong royong dan lain-lain. manusia kosong. Yang merekayasa adalah elite yang berbeda dari masyarakat yang menganggap dirinya sudah mempunyai budaya yang sesuai dengan pembangunan. terungkap dalam pembicaraan tentang kebudayaan masyarakat yang dikatakan tidak cocok untuk pembangunan. unsure-unsur positif warisan budaya bangsa perlu dilestarikan. dan ersatz. Sama dengan orang barat yang mengenal dan mencintai kebudayaankebudayaan Timur. Kebudayaan itu membuat kita menjadi manusia plastic. tidak substansial. Tantangan Kebudayaan Masyarakat kita yang berbudaya akan beruntung apabila mengenal dan akrab dengan beberapa kebudayaan barat. Dia mendapat ekspresi dalam dua sub lagu yang bersama menghasilkan paduan suara atau duet harmoniselite yang prihatin. Elite yang menganggap diri berwenang untuk menetapkan sikapsikap mana yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. berkebalikan dengan yang pertama. Menurut jalur ini budaya masyarakat perlu direkayasa supaya sesuai dengan pembangunan. semu. manusia latah. dan oleh karena itu asing. kekeluargaan.xix 33 . elite menetapkan kelakuan masyarakat yang mana sesuai dan yang mana tidak sesuai. Disini termasuk pakaian nasional. manusia tanpa kepribadian. Dia mengancam karena tidak sejati. Kedua. bahwa masyarakat kita bermusyawarah daripada memperjuangkan hak-haknya. atau menelusuri filsafat Perancis bagi orang timur pasti sangat rewarding.

Carilah solusi dari permasalahan 4. berupayalah untuk benar-benar menerapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk ikut serta menyelesaikan masalah tersebut. dan status. dan sekaligus tidak menyentuh kebudayaan teknologis modern yang sesungguhnya. Ia menawarkan kemewahan. Kebudayaan yang dikatakan modern itu membuat kita lepas dari kebudayaan tradisional kita sendiri.Sos 1. Sedangkan manusia yang tidak mempunyai akhlak mulia. yang tidak memiliki kesopanan dan tidak halus budi pekertinya. kesopanan dan budi pekerti atau manusia tersebut biadab. Akhirnya kita hanya seolah-olah menjadi manusia modern.Kebudayaan tiruan itu mempunyai daya tarik luarbiasa sehingga mampu menyedot pandangan kita tentang nilai. Para ilmuwan memiliki banyak konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban. Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekertixx. Tetapi masalah yang muncul kemudian adalah. Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Norma menjadi suatu hal yang penting untuk dapat dijadikan sebagai konsep yang dapat mengukur bagi manusia yang mempunyai akhlak mulia. maka kita akan menyebut manusia tersebut biadab. Pengertian Adab dan Peradaban. kemantapan diri. siapa yang memberikan ukuran manusia tersebut beradab atau biadab ?. S. TUGAS 1. yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti. asal kita mau berpikir sendiri. Buatlah analisa berkaitan dengan permasalahan (5W +1H) 3. Manusia beradab dengan demikian adalah manusia yang mempunyai akhlak mulia. dan berhenti membuat penilaian sendiri. kepenuhan hidup. Norma adalah tingkah laku yang BAB III MANUSIA DAN PERADABAN 34 . Namun ada beberapa konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban yang mungkin relevan dan dapat membantu mahasiswa di Indonesia agar dapat memahami konsep atau pengertian tersebut. dasar harga diri. Carilah permasalahan budaya yang paling dekat dengan anda 2.

suku. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial. dan merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. ras. maju. yang dalam bahasa Inggris disebut cultured. termasuk sistem IPTEK dan pemerintahannyaxxi. dan indah seperti misalnya kesenian. pengertian lettered dalam hal ini tidak sekedar bisa membaca dan menulis hal yang sederhana. cara berkehidupan yang sudah maju. lewat ashabiyah (group feeling). kelanjutan dari proses (semacam urbanisasi) lewat ashabiyah (group feeling). Pengertian peradaban juga dikemukakan oleh Fairchildxxii. Dalam konteks peradaban Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. kebudayaan.xxiii juga memberikan definisi peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus. Sedangkan Ibnu Khaldun (1332-1406 M). yang dapat diterima oleh orang ramai dan yang sekaligus tentu saja diharapkan dari kita oleh masyarakat. dan kehalusan budi pekerti dalam melakukan kontak sosial dengan masyarakat luas. melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia. akhlak. ras. yang menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. yang membedakannya dari yang lain. Orang yang sekedar bisa membaca karangan yang sederhana dan memahami 35 . Salah satu ciri yang penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya.dianggap wajar. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. yang membedakannya dari yang lain. dan Ibnu Khaldun (13321406 M) yang melihat peradaban (umran) sebagai organisasi sosial manusia. Hal ini sesuai dengan realita bahwa manusia memerlukan kesopanan. adat sopan santun pergaulan. organisasi kenegaraan. ilmu pengetahuan. Dan Koentjaraningrat. kepandaian menulis. Jika Huntington mendefinisikan peradaban (civilization) sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. atau agama. peradaban disini dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Orang yang cultured adalah juga yang lettered (melek huruf) namun. atau agama. suku. kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi).

kebutuhan akan adab berarti kebutuhan untuk masuk ke dalam cara hidup yang mungkin oleh kebanyakan anggota masyarakat dianggap elit dan tidak egaliterxxiv. yang hanya bisa didapatkan dengan pendidikan yang tinggi tarafnya. Arti kedua. 2. Dalam pengertian dasariah. hasil kebudayaan adiluhung. pembaca sastra dan peminat seni picisan misalnya. ekonomi. Etika berarti juga kumpulan azas atau nilai moral atau kode etik. Etika hampir sama atau dekat dengan moral dalam arti pertama. etika adalah nilai-nilai dan norma-norma tentang apa yang baik dan yang buruk yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tinggkah lakunya. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. apakah kita ini baik atau buruk. dan berdiskusi mengenai berbagai perkara yang abstrak dan rumit. Kata ini telah lama digunakan dalam dunia meteologi. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. apa yang baik dan buruk. Arti ketiga. 3. Orang yang cultured pergi menonton orkes simfoni. 2. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. hukum. Dalam dunia etika moral atau hukum. Etika Adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagimana sebaiknya manusia hidup dalam bermasyarakat. tolok ukurxxvi. etika lebih populer 36 . Orang yang cultured adalah yang mampu menghayati dan memahami. kata ini biasanya menyangkut orientasi tingkah laku dan tindakan manusia sesuai dengan takaran-takaran objektif. Moral Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. Kata ini bernada menuntut perbuatan baik. dalam kehidupan sosial terutama di Indonesia.kesenian yang tidak kompleks misalnya. Norma Kata norma sudah begitu memasyarakat dan bukan monopoli dunia moral. Oleh karena itu. Dalam pengertian yang demikian itu. kata norma berarti pegangan atau pedoman. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. Wujud peradaban 1. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. Akibatnya. aturan. dianggap uncultered (tidak berbudaya). dianggap unlettered (tidak melek huruf). Wujud dan Perkembangan Peradaban. yang menjadi permasalahan bidang moralxxv. sosial dan budaya. membaca buku-buku yang berisi pemikiran dan renungan yang rumit.

the refer to more highly and less highly civilized peoples. juga masyarakat. etika berbicara. 4. aesthetic technological. terjadi dalam 3 (tiga) gelombang. perasaan keindahan. dan kebalikan (contrast). penguasaan teknologi. and spiritual attainments. berpakaian dan sebagainya. More civilized usage would refer to more highly and less highly civilized peoples. Dengan kata lain gelombang ini dianggap sebagai tahap peradaban pertanian. Yang ditandai dengan penemuan mesin 37 . Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban Newel Le Roy Sims menyatakanxxvii : Civilization is the cultural development. Toffler menyebutnya sebagai revolusi agraris. mencakup kesatuan (unity).dengan sebutan etiket yang berarti sopan santun. the term imolies a fairly high stage on the culture evolutionary scale. Kehidupan sosial-budaya masyarakat pada gelombang ini pun masih dianggap tradisional. Ada perbedaan antara nilai dengan norma. Estetika Berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan. the determinative characteristic being intellectual. Jika mengacu pada perbedaan manusia antara yang beradab dan biadab (manusia yang berbudaya). Gelombang ini terjadi pada masa-masa tradisional. keselarasan (balance). Dari pernyataan Sims tersebut dapat dikatakan bahwa peradaban merupakan pengembangan budaya. atribut manusia secara jelas dan merupakan pencapaian masyarakat tertentu. Reference is made to ‘civilized peoples’. Karakteristik utama melekat pada perbedaan tingkat intelektual. yaitu :  Gelombang Pertama. dimana dimulai kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. the distinctly human attributes and attainments of a particular society. Gelombang kedua dari evolusi budaya adalah tahap peradaban industri. yang acuannya adalah nilai keadilan dari masyarakat itu sendiri. Namun bisa jadi putusan tersebut belum memenuhi rasa keadilan bagi para pihak. seperti etika makan.  Gelombang Kedua. Misalnya: mengenai keadilan putusan pengadilan ada yang secara hukum. In ordinary usage. menurut Alvin Tofler dalam bukunya “The Third Wave“xxviii. Evolusi budaya. maka peradaban dapat pula berarti tahapan yang tingi pada skala evolusi. lebih dikenal dengan istilah etiket. dari tinjauan norma yang ada sudah benar. dan tingkat spiritual yang dimilikinya. dimana tekhnologi masih belum ditemukan.

sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. karena modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. pada kehidupan modern. “modernization then is a conscious set of plant and policies for changing a particular society in the direction of contemporary societies which the leaders think are more ‘advanced’ in certain respect”. suasana batin yang lebih baik dan maju daripada kehidupan sebelumnya. Koentjaraningratxxix menyatakan modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang. sedang negara yang sedang berkembang dianggap sebagai negara yang sedang mengadakan modernisasi. uap. Toffler menyebutnya sebagai revolusi industri Gelombang Ketiga. mesin untuk mobil dan pesawat terbang. tercermin alam pikiran 38 . Modernisasi merupakan proses mengangkat kehidupan. Manifestasi proses modernisasi pertama kali tampak di Inggris pada abad ke 18 yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. energi listrik. Modernisasi. Oleh karena itu. yaitu kebudayaan Barat yang direpresentasikan oleh Eropa dan Amerika Utara. dan kemudian menyebar lebih luas lagi kebeberapa daerah yang kebudayaannya jauh berbeda dengan kebudayaan barat (Eropa dan Amerika Utara). Penyebaran gejala modernisasi pada awalnya hanya terdapat pada daerah-daerah yang kebudayaannya satu jenis. 3. Peradaban dan Perubahan Sosial. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. Modernisasi merupakan proses yang dilandasi oleh seperangkat rencana dan kebijakan yang didasari untuk mengubah masyarakat ke arah kehidupan masyarakat kontemporer yang menurut pemikiran para pemimpin lebih maju dalam derajat kehormatan tertentu. Gelombang ini dianggap sebagai tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. suasana kehidupan yang serasi dengan kemajuan zaman. Penemuan-penemuan di bidang tekhnologi informasi dan komunikasi dengan komputer atau alat komunikasi digital dapat dijadikan tolok ukur dalam evolusi budaya gelombang ketiga oleh Toffler ini. Penyebaran modernisasi ini dilihat sebagai suatu hal yang biasa atau wajar. Anthony D Smithxxx (1973:62) menyatakan modernisasi bukan semata-mata proses yang spontan dan tanpa perencanaan.

maka orang yang bekerja di sawah dengan bajak memiliki suatu sikap modern dan dapat membuka pikirannya terhadap perubahan dan pembaharuan dan bersedia mengganti alat kerjanya dengan yang baru yang lebih efektif.rasional. Modernisasi sebagai konsep dalam kepustakaan ilmu-ilmu sosial dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru daripada yang bersifat tradisi. Opini. Seorang manusia modern memiliki sikap untuk siap menerima ha-hal atau pengalaman-pengalaman yang baru dan terbuka untuk inovasi dan perubahan. yang antara lain yaitu : 1. sehingga modernisasi dapat pula kita batasi sebagai sesuatu pikiran yang hendak berusaha untuk mengharmoniskan hubungan antara lembaga-lembaga yang telah lama ada dengan ilmu pengetahuanxxxii. dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan hal-hal yang sudah menetap dan menjadi adat kepada kebutuhan-kebutuhan yang baruxxxi. Oleh karena modern adalah suatu sikap pikiran. yang telah menjadi tradisi dengan menghindarkannya dari kerusakan dan sikap masa bodoh. cara-cara baru untuk berperasaan dan bertindak. 39 . terutama disebabkan oleh penggunaan ilmu pengetahuan positif. Alex Inkeles memberikan pendapatnya mengenai modernisasi dalam upaya melengkapi uraian-uraian tentang modern dan modernisasi. melainkan suatu sikap batin. Manusia dikatakan sebagai manusia modern apabila dia mempunyai disposisi untuk membentuk atau memiliki opini atau pendapat tentang berbagai masalah dan isu yang timbul tidak hanya yang berasal dari dalam lingkungannya namun juga yang berasal dari luar lingkungannya. efektif. sesudah datang perubahan dan pembaharuan. efisien menuju ke kehidupan yang makin produktif. 2. Sikap ini bukan suatu ketrampilan. Adapun sikap modern yang berarti mendahulukan sesuatu yang baru dari pada yang sudah menjadi tradisi itu. Menurutnya ada sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modernxxxiii. ekonomis. Sebaliknya manusia tradisional kurang bersikap untuk menerima ide-ide baru. Dengan kata lain. Sedang efek yang bersifat revolusioner adalah karena ada keinginan untuk sama sekali mengganti adat tradisi dengan cara meninggalkannya sama sekali. Inkeles meninjau arti modernisasi sebagai sikap dan nilai-nilai yang ada pada manusia. Dapat bersifat konservatif oleh karena sikap penyesuaian itu pada prinsipnya dan pada tujuannya yang terakhir masih hendak menyelesaikan yang lama. Adapun efek-efek prkatis dari pada sikap modern itu dapat bersifat konservatif maupun revolusioner.

9. bahwa lembaga-lembaga yang terdapat di dalam masyarakatnya akan mampu untuk memcahkan segala persoalan. Faktor waktu. Manusia modern percaya bahwa manusia dapat belajar dalam batas-batas tertentu untuk menguasai lingkungannya guna mencapai dan memajukan tujuannya. 7. Manusia di nilai modern apabila dia lebih banyak berorientasi ke masa yang akan datang dari pada berorientasi ke masa yang silam. Sikap bahwa segala sesuatunya itu dapat dilaksanakan dengan perhitungan. Tekanan konsep ini lebih kepada hubungan antara pemerintah dan rakyat. Sikap modern ini tampak sekali pada sikap yang ditujukan kepada wanita dan anak-anak.3. Perencanaan (Planning). 6. berasal dari kata societas civilis atau political society. “masyarakat madani” atau “masyarakat adab”. Mampu berbeda pendapat dengan orang lain dan menyatakannya adalah sikap manusia modern. Manusia modern menghargai harkat manusia lain. Manusia modern lebih percaya pada ilmu dan tekhnologi. Manusia modern menjunjung tinggi suatu sikap bahwa pahala yang diterima oleh seseorang itu seharusnya seimbang dengan prestasinya dan kontribusinya di dalam serta kepada masyarakat dan tidak pada ukuran-ukuran lain yang tidak rasional. dan menganggapnya sebagai sebuah keanekaragaman opini tetapi tidak mudah begitu saja menerima opini orang lain tanpa pertimbangan-pertimbangan yang cukup. Manusia modern dalam tata kerjanya mengadakan perencanaan dan pengorganisasian serta berpendapat bahwa cara-cara tersebut adalah baik untuk mengatur kehidupan. 8. Pada dasarnya konsep ini sebenarnya sudah lama. “masyarakat warga”. Disini penekanannya bukan pada hasil yang dicapai tetapi lebih kepada kepercayaan bahwa suatu saat nanti dia dapat menguasai alam sekelilingnya. Manusia modern menghargai waktu dan manusia modern membuat rencana kerja berdasarkan waktu secara tetap. dimana segala sesuatunya sudah ditetapkan fungsi dan tempatnya. Wirutomoxxxiv menerjemahkan kata “civil society” yang dikenal di Indonesia sebagai “masyarakat sipil”. manusia modern memiliki sikap demokratis dengan tidak menolak opini-opini orang lain. 5. Masyarakat Madani. 4. negara dan 40 . Perbedaannya dengan manusia tradisional adalah dalam menghadapi permasalahannya manusia tradisional lebih banyak berorientasi pada “nasib” atau pada klasifikasi-klasifikasi kosmis.

yang berhadapan dengan masyarakat di luar Romawi yang (oleh bangsa Romawi dianggap) belum beradab. Datuk Anwar Ibrahim. pada akhir abad 17 dan awal abad 18. perdamaian dan kedamaian. maka muncul konsep civil society sebagai arena bagi negara yang aktif dalam politik. etika politik. persaudaraan antar umat beragama. Tetapi lebih luas lagi konsep ini sering juga dikaitkan dengan “peradaban masyarakat” (civilization) yaitu suatu kualitas kebudayaan masyarakat yang ditandai oleh supremasi hukum. Dengan kata lain bahwa civil society adalah aspek non-politis dalam masyarakat 41 . yang hidup pada abad pertama sebelum kristus. Namun konsep “masyarakat politik” ini mendapat bantahan dari Hegel (1770-1871) yang mengatakan civil society bukanlah masyarakat politik dengan tekanan-tekanan moral yang mewarnai perilaku mereka. serta konsistensi penegakan hukum berdasarkan kebenaran dan keadilan. Konsep ini tertuang dalam piagam Madinah yang bernuansakan islami yang berisi wacana kebebasan beragama. Pada perkembangannya. Sedangkan istilah Civil Society. melainkan masyarakat ekonomi. hak dan kewajiban warga negara. berasal dari kata latin yaitu “Civilis Societas”. dalam ceramahnya di festival Istiqlal tahun 1991. yang membedakan diri dari lingkungan keluarga atau masyarakat kecil yang dipimpin oleh bapak keluarga atau bapak masyarakat yang belum melek politik. istilah civil society lebih ditekankan kepada “masyarakat politik”. Kode hukum itu merupakan ciri dari masyarakat atau komunitas politik yang beradab. Konsep Cicerio ini mencakup kondisi individu maupun masyarakat secara keseluruhan yang telah memiliki budaya hidup di kota yang menganut norma-noram kesopanan. Pengertian awalnya terkait dengan konsep tentang warga dan bangsa Romawi yang hidup di kota-kota yang memiliki kode hukum. yang merupakan pendapat dari Cicerio. pada prinsipnya masyarakat madani mengarah kepada terciptanya masyarakat yang demokratis dan dapat menghargai hak-hak azasi manusia sebagai individu yang sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan atau ditentukan oleh AlQuran. persatuan. Karena bidang politik pada masa lalu selalu dikaitkan dengan negara. Karl Marx (1818-1883) kemudian mengikuti pendapat Hegel dengan mengatakan bahwa civil society disebut juga masyarakat borjuis yang merupakan ciri masyarakat barat modern.masyarakat. Safrudin Setia Budi membedakan pengertian antara masyarakat madani dan civil societyxxxv. Dia menjelaskan bahwa istilah masyarakat madani diperkenalkan pertama kali oleh Timbalan Perdana Menteri Malaysia. Jadi. Istilah masyarakat madani berdasarkan pada konsep negara kota Madinah pada tahun 622 masehi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.

Marx. berasal dari pandangan K. Dengan terpisahnya masyarakat dan negara. konsensus dan ideologi. masyarakat terpecah antara kepentingan pribadi dan umum. Lebih lanjut. Dari pengertian masyarakat madani di Indonesia. dalam negaralah kemerdekaan itu terwujud. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara.modern yang sekarang kapitalis. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. bersamaan dengan itu hapus pula represi. Dan keempat. kuncinya pada demokratisasi yang belum berjalan. Marx menyatakan bahwa negara dalam masyarakat kapitalis tidak lebih hanya badan pelaksana kepentingan borjuis. muncul satu pertanyaan bagaimana dengan realitasnya di Indonesia ?. Gramsci yang menyatakan bahwa negara adalah mewakili paksaan dan dominasi. sebab secara historis bisa dilihat bagaimana perjalanan bangsa ini yang tertatih-tatih dalam penegakan demokrasinya. Ke dua pengertian tersebut dapat dianggap saling mengisi serta saling melengkapi. berasal dari pikiran Hegel yang menyatakan bahwa yang rasional adalah aktual dan yang aktual adalah rasional. Ketiga. di Indonesia masyarakat madani masih berada pada tataran perdebatan. dan penerapannya disesuaikan dengan karakteristik manusia modern Indonesia yang bersifat Sosialis Religiusxxxvi. Kedua. Oleh karenanya kemerdekaan sejati tidak akan ditemukan dalam masyarakat. Masyarakat Yang Beradab. dan perdebatan mengenai konsep masyarakat madani di Indonesia tidak terlepas dari apa yang terjadi pada hubungan masyarakat dan negara. sedang keberadaan negara adalah aktual yang lahir karena di dalam masyarakat terjadi konflik. Sedang pengertian masyarakat madani di Indonesia adalah perpaduan antara pengertian masyarakat madani yang tercantum dalam Piagam Madinah dengan civil society yang berkembang dalam negara-negara industri. yaitu Pertama. Beberapa ratus tahun yang lalu bangsa-bangsa Barat beranggapan bahwa banyak masyarakat lain di berbagai benua 42 . Kunto Wijoyoxxxviii membahas mengenai hubungan antara negara dan masyarakat ke dalam 4 (empat) konsep. bahwa negara adalah alat represi dari negara. Menurut Sulardixxxvii. antara individu dan masyarakat. menyatakan ada hubungan fungsional antara masyarakat dan negara. yakni terpisahnya antara political society dan civil society. sedang masyarakat mewakili budaya. adalah pandangan A. 4. maka bila selama ini masyarakat madani yang lazimnya disetarakan dengan civil society belum terbentuk di Indonesia. Dan Indonesia berada pada suasana ketiga.

Dalam pengertian ini kita mengenal. Bisa juga dikatakan bahwa masyarakat yang memiliki peradaban itu. masyarakat bisa saja menganggap tidak beradab begitu juga jika ada masyarakat yang biasa makan ikan mentah atau melakukan ritual dengan cara memenggal kepala orang. Dalam pengertian ini jelas bahwa ada berbagai peradaban di dunia bahwa masyarakat memiliki peradaban yang barbeda satu sama lain. Pendekatan terhadap peradaban juga berbeda-beda . dan (3). juga sudah mengembangkan tekhnologi dan sistem pemerintahan yang memungkinkan kebanyakan anggotanya menikmati kenyamanan hidup. disamping berkebudayaan tinggi. dan cara kehidupan yang sudah maju. Asia Timur. yang menyebabkan berbeda dari masyarakat lain. yakni perkembangan masyarakat pada suatu kurun waktu dan tempat tertentu . meskipun tampaknya ditinjau dari berbagai pendekatan. Dalam kebudayaan Barat. Contoh-contoh yang kita sebut itu juga mengacu pada suatu taraf yang tinggi dari masyarakat yang memiliki kesatuan sejarah dan kebudayaan. Peradaban juga mengacu pada cara kehidupan yang nyaman. Bangsa-bangsa India dan Aborijin. Jika ada masyarakat yang biasa menggunakan jari tangan untuk makan. Mungkin. yang tentunya berbeda dengan 43 . kebudayaan. dan berbudaya. yang membedakannya dari peradaban lain. Hindu dan Barat. Cara berkehidupan yang sudah majuxxxix. namun jika kita periksa lebih jauh ada hal-hal yang khas. dianggap tidak beradab karena tingkah laku mereka tidak bisa diterima oleh orang ramai menurut ukuran Barat. pendidikan dalam pengertian ini tentu menuntut ukuran Barat. ada suatu hal yang sama yakni (1). manusia beradab adalah yang berpendidikan. sopan.tidak beradab. Sekarang tentu saja keadaan itu berangsur-angsur berubah. Konsepkonsep itu selintas tampak serupa. misalnya. namun dasarnya boleh dikatakan sama. Kebudayaan. Organisasi sosial. Contoh-contoh itu segera menunjukkan bahwa. beradab atau tidaknya suatu masyarakat hanya bisa ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Jika kita mengaitkan kebutuhan akan adab ini dengan peradaban. Misalnya. meskipun dimana-mana masih saja pemaksaan norma semacam itu. Namun. misalnya. karena mereka dianggap tidak memiliki kesopanan dan kehalusan budi menurut norma yang ditetapkan peradaban Barat. tentu harus ada norma jika kita tetap ingin membicarakan beradab tidaknya suatu masyarakat. Kristen. (2). Mesir Kuno. Situasi semacam itu pada dasarnya merupakan pemaksaan norma suatu bangsa terhadap bangsa lain. maka kita mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial. Indonesia yang terdiri atas begitu banyak masyarakat tentu memiliki sejumlah norma-norma yang berbeda satu sama lain. Islam. misalnya peradaban Suku Inca.

misalnya. Tapi nilai kerohanianlah yang tertinggi dan menjadi penentu dari kwalitas hidup manusia. intelektualitas. misalnya. Sedangkan sains atau ilmu pengetahuan berawal dari sifat ingin tahu manusia. Di Jepang. oleh karena itu jabatan penting dalam pemerintahan ditentukan oleh hal-hal tersebut. dan menulis. Hal ini berarti mereka telah melakukan kegiatan atau proses yang menghasilkan produk yakni alat-alat dan dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan. 5. peradaban Asia Timur telah menghasilkan kebudayaan bushido di masa lampau. persitiwaperistiwa di lingkungan manusia yang menjadi obyek perhatian adalah peristiwa-peristiwa yang bersangkutan dengan alam. kedamaian. Begitu juga dengan bintang di malam hari yang tampak bergerak mengelilingi bumi. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. Kesetiaan kepada atasan dan harga diri merupakan ciri khas. Pada awalnya. dan sebagainya. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. yakni keampuhan menguasai kesenian. peradaban Cina memiliki ciri penting. yang akhirnya melahirkan suasana kehidupan ideal berupa ketenangan. kesejahteraan. Manusia adalah ukuran bagi segala. Ketenangan. Kemajuan Iptek Bagi Peradaban Manusia Tekhnologi lahir karena adanya kebutuhan manusia pada masa terdahulu. Meskipun secara sederhana mereka dapat membuat alat-alat yang hasilnya dapat mereka gunakan untuk memudahkan pekerjaan mereka atau meningkatkan hasil kerja mereka. Observasi yang sistematis terhadap peristiwaperistiwa yang terjadi di lingkungan sekitar manusia serta pemikiran atau perenungan tentang sebab-sebab terjadinya beberapa peristiwa di lingkungan manusia ini telah melahirkan “suatu kesimpulan sementara” yang pada zamannya telah dianut oleh sebagian besar masyarakat. Dua hal antara lain menyebabkan bunuh diri menjadi ritual yang harus dilakukan jika harga diri seorang tidak ada lagixl. Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat. Kualitas hidup manusia bukan hanya diukur dari materi dan sekedar gaya hidup. dan pengalamannya. 44 . dengan syarat bertitik tolak dari rasio. yang muncul dari arah timur dan hilang menuju ke arah barat bahkan terjadi setiap hari. Di zaman lampau. membaca.peradaban Asia Timur. ketentraman. kenyamanan. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. pergerakan matahari di siang hari. yang sampai sekarangpun masih terasa cirinya dalam masyarakat.

namun dalam perkembangannya. ilmu pengetahuan dan tekhnologi memiliki kaitan yang sangat erat. Ruang dan waktu menjadi sangat relatif dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. Bahkan Indar Siswarinixlii mengatakan bahwa perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi membuat dunia menjadi sempit. Disamping itu. Sebagai contoh misalnya. telah menumbuhkan cakrawala pandangan manusia.Di lihat dari awal lahirnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi memang tidak terdapat keterkaitannya sama sekali. seksualitas maupun gaya hidup hedonisme mereka. maka beberapa kelompok masyarakat dari beberapa negara dapat berinteraksi dengan mudah. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu atau ekstensi kemampuan diri manusia. Bahkan budaya suatu negara akan lebih mudah diketahui dan bahkan di tiru oleh bangsa atau negara lain. penggunaan mikroskop ini dalam bidang metalurgi amat berguna dalam penelitian tentang struktur suatu logam. teknologi telah menjadi pengarah hidup 45 . Hal ini tentu akan berakibat pada adanya perubahan nilai budaya pada masyarakat tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin cepat dewasa ini. bisa saja ditiru dan dapat dijadikan pedoman dalam berkehidupan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Segi positif dari adanya peralatan telekomunikasi dan peralatan tekhnologi informasi yang makin canggih atau modern. konsep ilmu pengetahuan. saat ini telah menjadi sebuah kekuatan yang justru (baik disadari ataupun tidak) telah “membelenggu” perilaku dan gaya hidup kita sendiri. terutama generasi mudanya. teori serta hukum yang dikemukakan oleh para ilmuwan membawa dampak pada penemuan tekhnologixli. dan dalam kecepatan yang makin tinggi. Dari beberapa contoh tersebut dapat dikatakan bahwa. karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar. Dapat diambil contoh yaitu dalam bidang telekomunikasi dan tekhnologi informasi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sendiri dapat membawa dampak positif maupun dampak negatif. yang berakibat pada terpengaruhnya orang-orang tertentu terhadap tayangan tadi yang kemudian melakukan tindakan-tindakan kekerasan seperti yang ia lihat di tayangan tersebut. Hal ini dapat diambil contoh misalnya penggunaan mikroskop elektron dalam bidang geologi pada pertengahan abad ke-20 telah membawa kemajuan dalam penelitian terhadap fosil-fosil. Contoh lainnya adalah budaya sebagian masyarakat Amerika dengan kebebasannya. banyak orang yang melihat dari tayangan televisi (yang merupakan kemajuan produk tekhnologi elektronika) melihat tayangan-tayangan kekerasan.

Arus ini didorong oleh kemajuan tekhnologi yang berkembang dengan cepat dalam abad ke-21 ini. Berbagai ekspresi sosial-budaya yang sebenarnya asing. Jadi. Jadi dapat dikatakan pula bahwa revolusi di bidang informasi dan komunikasi (yang menggeser bidang industri). Selain itu juga terjadinya disorientasi atau alienasi. Bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa era tekhnologi industri yang berkembang sejak abad ke18 akan digantikan oleh sebuah era baru yaitu era tekhnologi informasi. di samping akan berkembangnya pandangan-pandangan baru. Arus informasi dan komunikasi telah membuat makin globalnya berbagai nilai budaya. yang tidak memiliki basis dan presiden kulturalnya dalam masyarakat kita semakin menyebar pula dalam masyarakat kita. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi. sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap melanggar norma tunggal masyarakat. terutama terjadi dalam awal abad ke-21. keterasingan pada diri sendiri atau pada perilaku sendiri. yang akan mempengaruhi kecenderungan perubahan mendasar dalam kehidupan manusia yang salah satu aspek diantaranya ialah kecenderungan globalisasi. dapat dikatakan bahwa saat ini sedang tercipta sistem-sistem nilai global yang berlaku dimana-mana. Akibat lain dari globalisasi yaitu masyarakat mengalami anomi atau tidak punya norma atau heteronomy atau banyak norma. Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia Saat ini dunia sedang menghadapi arus perubahan besar. atau dengan kata lain proses perubahan yang sekarang berlangsung merupakan proses perubahan dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. yang nantinya akan (bahkan telah) membuat konsep-konsep lama mengenai tata hubungan antar bangsa menjadi usang. sehingga memunculkan kecenderungankecenderungan “gaya hidup” baru yang tidak selalu positif dan kondusif bagi kehidupan sosial budaya masyarakat dan bangsa.manusia. dislokasi atau krisis sosial-budaya umumnya dikalangan masyarakat kita (masyarakat Indonesia) semakin bertambah dengan kian meningkatnya penetrasi dan ekspansi dari budaya Barat (khususnya Amerika) sebagai akibat proses globalisasi yang hampir tidak terbendungxliii. Bahkan secara mendalam telah terjadi interaksi budaya yang sangat intensif yang menjurus ke arah terciptanya nilai budaya universal. akibat 46 . Azyumardi Azra menyatakan bahwa disorientasi.

dimana masyarakat Indonesia (secara langsung maupun tidak langsung) dituntut untuk terbuka terhadap globalisasi. Dunia Kedua. Dan Dunia Ketiga. Budaya Jawa berbeda dengan budaya Sunda. seperti Indonesia. Benturan Peradaban (The Clash of Civilization). Desa-desa. kawasan-kawasan. Pembagian dunia saat ini mengarah kepada hal lain yaitu atas dasar budaya dan peradaban. Masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami dilematis karena globalisasi. jika masyarakat Indonesia ingin maju maka mengisolasi diri dari globalisasi dianggap sebagai kesalahan karena menolak peluang dan kesempatan untuk maju. Tetapi 47 . nasionalitas. Dapat diambil contoh yaitu di Indonesia. Tetapi. kelompok-kelompok keagamaan. kelompok-kelompok etnis. Ada tiga bagian di dunia selama Perang Dingin yaitu Dunia Pertama. budaya orang-orang di daerah-daerah di Indonesia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. budaya Sumatra atau Batak berbeda dengan dengan budaya Kalimantan atau Dayak. Korsel. yang merepresentasikan dunia-dunia maju secara sosial dan ekonominya seperti Amerika dan aliansi Eropa-nya. semuanya memiliki budaya yang berbeda-beda pada tingkat keragaman budaya yang berbeda-beda pulaxliv.pertemuan budaya-budaya yang tidak sepenuhnya terintegrasi dalam kepribadian kita. merupakan representasi dari negara-negara maju tetapi secara sosial-ekonomi “baru” maju karena bantuan-bantuan yang diberikan oleh Barat seperti Jepang. dan lain-lainnnya. maka untuk menghindari dampak negatif dari globalisasi salah satunya solusi alternatifnya adalah dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Selama Perang Dingin berlangung. Konstelasi politik dunia internasional yang terjadi pasca perang dingin tidak lagi menjadikan isu-isu sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) sebagai tolok ukur dalam membagi dunia. keadaan dunia terbagiterbagi menjadi beberapa bagian yang bertujuan untuk membedakan-bedakan dunia menurut kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) suatu negara. Peradaban adalah suatu entitas budaya. Australia dan lainlainnya. Setelah Perang Dingin usai. namun di sisi lain masyarakat Indonesia mengalami “ketakutan” dengan dampak negatif dari globalisasi yang dapat merusak nilai-nilai (sosial-budaya) yang telah ada. Dan jika masyarakat Indonesia memutuskan untuk maju dan dengan sadar menerima globalisasi. yang mewakili dunia-dunia yang beru berkembang atau kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonominya masih tertatih-tatih untuk maju. pembagian dan pengelompokan dunia dalam bidang sosial-ekonomi sudah tidak relevan lagi.

Ia dibantu oleh unsur-unsur obyektif yang sama: seperti bahasa. yang 48 . konflik yang mungkin akan terjadi di masa mendatang akan terjadi sepanjang garis pemisah budaya yaitu identitas peradaban itu sendiri. bukanlah menjadi bagian dari entitas budaya yang lebih luas. Islam dan lain-lainnya. Mereka semua merupakan peradabanperadaban. Begitu pula dengan budaya-budaya yang ada di Eropa. Tetapi satu hal yang pasti yaitu Barat (Eropa dan Amerika). Karena itu suatu peradaban adalah pengelompokan tertinggi dari orang-orang dan tingkat identitas budaya yang paling luas yang dimiliki orang sehingga membedakan dari spesies lainnya. Brunei Darussalam dan sekitarnya di wilayah Asia. ada juga peradaban yang mencakup beberapa peradaban atau sub-sub peradaban. Amerika Latin. agama. Suatu peradaban meskipun dapat mencakup sebagian besar orang atau masyarakat. Malaysia. dan Asia serta lainlainnya. Budaya yang berbeda-beda antara Indonesia. namun juga bisa mencakup tentang sejarah sebuah negara bangsa. sehingga membedakan dengan mereka yang dari Malaysia atau yang dari Brunei Darussalam. Amerika. Turki. Orangorang atau bangsa-bangsa bisa dan melakukan redefinisi identitas mereka. dan interaksi dunia akan dibentuk oleh peradaban-peradaban besar yang beberapa diantaranya adalah peradaban Barat. Italia. Eropa. identifikasi diri dari orang-orang ituxlv. memiliki dua sub peradaban yaitu peradaban Eropa dan Amerika Utara atau Peradaban Islam yang memiliki tiga sub peradaban yaitu Arab. Jerman dan lainlainnya tidak bisa menghapus identitas budaya mereka yaitu Budaya Barat (hal yang sama juga berlaku untuk Amerika). dan juga dibatasi oleh unsur-unsur subyektif. Prancis. Di sini dapat dilihat bahwa peradaban bisa juga bercampur aduk dan tumpang tindih. dengan adanya redefinisi ini. mempunyai satu budaya yang sama yaitu Budaya Asia. Asia. dan Melayu. Tetapi. seperti misalnya yaitu peradaban Barat. tetapi yang pasti. tapi nyata. Peradaban Barat misalnya. Pada masyarakat Arab juga memiliki identitas budaya yaitu Budaya Arab yang membedakan mereka dari masyarakat Cina dengan Budaya Cina. Identitas peradaban dianggap suatu hal yang sangat penting di masa yang akan datang. sejarah. Jadi dapat dikatakan bahwa peradaban adalah tingkat identifikasi yang luas yang dimiliki orang. Namun. Peradaban merupakan entitas yang jelas. Arab. institusi. Perbedaan budaya antara Inggris.kesemuanya sama-sama berbudaya Indonesia. Arab dan Cina. adat-istiadat. dan kalaupun garis-garis pemisah antara peradabanperadaban itu biasanya tidak tajam. komposisi dan batas-batas peradaban berubah. dan dengan peradaban ia memberi identifikasi dirinya secara intens.

Orangorang Amerika bereaksi lebih negatif terhadap penanaman modal dari Jepang daripada penanaman modal dari Canada dan negara-negara Eropa. budaya. Tapi selama berabad-abad. kebebasan dengan kekuasaan. apa yang diungkapkan Donald Horowitz. warga dengan negara. tapi juga mendasar. Interaksi yang meningkat ini mempertajam kesadaran dan rasa perbedaan peradaban antara orang-orang atau masyarakat yang berbeda peradaban tapi juga mempertajam kesadaran akan kesamaan-kesamaan yang terdapat dalam peradaban-peradaban itu. individu dengan kelompok. hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Pertama. tapi bersamaan dengan itu terjadi peningkatan penerimaan imigran Polandia. bahasa. dan kesejajaran atau kesamaan dengan hirarki. perbedaan antara peradaban telah menimbulkan konflik yang paling keras dan yang paling lama. ia hanya seorang Ibo. tradisi. Perbedaan peradaban melahirkan perbedaan dalam memandang hubungan manusia dengan Tuhan. Katolik Eropa “yang taat”. Ketiga. ia adalah seorang Afrika. Interaksi antara orang yang berbeda peradaban semakin meningkat. dunia sekarang semakin menyempit. Gerakan-gerakan. dan konflik tidak dengan sendirinya melahirkan kekerasan. seorang Ibo Owerri atau seorang Ibo Onitsha di daerah Timur Nigeria. Perbedaan ini hasil proses berabadabad. ini ditemukan pada agama Kristen Barat.. Di Lagos. hak dengan kewajiban. sering dalam bentuk gerakan yang dicap “fundamentalis”. Kedua.” Interaksi antara orang-orang atau bangsa-bangsa yang berbeda peradaban meningkatkan kesadaran peradaban mereka sehingga pada gilirannya memperkuat perbedaan dan kebencian yang merentang atau dipandang merentang jauh ke belakang dalam sejarah. proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial dunia membuat orang atau masyarakat tercerabut dari identitas lokal mereka yang sudah berakar dalam. Di New York.. Demikian juga halnya dengan. ia adalah seorang Nigeria. dan yang lebih penting lagi adalah agama. 49 . Banyak agama dunia yang telah dapat mengisi gap (jurang pemisah) ini. di samping memperlemah negara-bangsa sebagai sumber identitas mereka. jauh lebih mendasar daripada ideologi atau rezim politik. suami dengan istri. Mereka tidak mudah hilang. Perbedaan tidak mesti melahirkan konflik. Imigrasi dari Afrika Utara ke Perancis melahirkan kebencian di antara orang-orang Perancis terhadap para imigran dari Afrika Utara tersebut. “Seorang Ibo mungkin.saling memisahkan peradaban-peradaban tersebut. Menurut Huntington xlvi . Di Inggris. orang tua dengan anak. Peradaban terdiferensiasi oleh sejarah. perbedaan antara peradaban tidak hanya riil.

Kelima. dan dapat berwarga-negara ganda. Di kebanyakan negeri dan agama. Dan di sisi lain.Judaisme. Keenam. yang kaya bisa menjadi miskin. dan kemudian dapat berpindah ke pihak yang lain. Dalam konflik kelas dan ideologi. Di satu sisi. Ini merupakan ketentuan yang tak bisa berubah. dan sebaliknya yang miskin menjadi kaya. Kaukasus. Kebangkitan agama. agama mendiskriminasi secara tajam dan ekslusif sesama manusia. orang-orang komunis bisa menjadi demokrat. Berakhirnya warisan Nehru dan berlangsungnya “Hinduisme” India. karakteristik dan perbedaan budaya kurang bisa menyatu dan karena itu kurang bisa kompromi dibanding karakteristik dan perbedaan politik dan ekonomi. sampai ke Sudan. kalangan profesional. Buddhisme. Barat yang berada di puncak kekuatannya berhadapan dengan non-Barat yang semakin berkeinginan untuk membentuk dunia dengan cara-cara mereka. Orang semakin banyak mendengar meningkatnya kecenderungan-kecenderungan untuk “kembali ke dalam” dan “Asianisasi” di Jepang. 50 . tumbuhnya kesadaran peradaban dimungkinkan karena peran ganda Barat. Keempat. regionalisme ekonomi semakin meningkat. Di negaranegara bekas Uni Soviet. berpendidikan universitas. Hinduisme. kegagalan ide-ide Sosialisme dan Nasionalisme Barat dan kemudian “reIslamisasi” Timur Tengah. Barat berada di puncak kekuatan. memberikan suatu basis identitas dan komitmen yang mentransendensikan batas-batas bangsa dan menyatukan peradaban-peradaban. dan menjadikan peradaban mereka sebagai sumber bagi pembentukan dunia tersebut. teknisi kelas menengah dan pengusaha. orang yang aktif dalam gerakan fundamentalis adalah orang-orang muda. dan sekarang perdebatan tentang Westernisasi lawan Rusianisasi di negeri Boris Yeltsin. atau apa yang disebut Gilles Kepel “la revanche de Dieu”. “adalah salah satu fakta kehidupan sosial dominan di penghujung abad 20 ini”. Tapi sulit untuk menjadi setengah Katolik dan setengah Muslim. dan juga Islam. Orang bisa menjadi separuh Perancis dan separuh Arab. “Unsekularisasi dunia. dan ini mungkin akibat posisi Barat tersebut. masalah kuncinya adalah “Anda berada di pihak mana?” dan orang dapat memilih mau berada di pihak mana. masalahnya adalah “Anda ini apa?”. dari Bosnia. Tapi orang-orang Rusia tidak bisa menjadi orang Estonia dan orang-orang Azeris tidak bisa menjadi orangorang Armenia. Bahkan lebih dari etnisitas. Dalam konflik antara peradaban. kembalinya ke fenomena asal sedang berlangsung di antara peradaban-peradaban non-Barat.” kata George Weigel. jawaban yang salah terhadap pertanyaan itu bisa berarti anda akan (bahkan dipastikan) kehilangan kepala. Sebagaimana kita ketahui.

Proporsi perdagangan seluruhnya yang dulu bersifat intra-regional bangkit antara tahun 1980-1989. IPTEK. Pentingnya blok-blok ekonomi regional tampaknya terus meningkat pada masa yang akan datang. Bagaimanapun kuatnya perdaganagan dan hubungan-hubungan investasi yang mungkin dapat dikembangkan Jepang dengan negara-negara Asia Timur lainnya. menghadapi kesulitan dalam menciptakan entitas ekonomi yang sebanding di Asia Timur karena masyarakat dan peradaban Jepang unik. berdiri sendiri. Ringkasan Banyak perbedaan pendapat dari para ahli tentang perbedaan antara peradaban dan kebudayaan yang berlangsung sejak lama. melahirkan respon balik dari peradaban-peradaban lain. mulai dari hak asasi manusia sampai imigrasi. regionalisme ekonomi yang berhasil akan memperkuat kesadaran peradaban. hal ini mengakibatkan pemerintah dan kelompokkelompoknya akan semakin berusaha memobilisasi dukungan dengan daya tarik agama yang sama dan identitas peradaban. Yang paling penting. Misalnya perkembangan kesenian. Keberhasilan Wilayah Perdaganagan Bebas Amerika Utara tergantung pada konvergensi budaya Meksiko. perdagangan. Di pihak lain. Di satu sisi. perbedaan budaya Jepang dengan negara-negara tersebut menghambat dan mungkin menghalangi integrasi ekonomi regional yang terus meningkat seperti yang dialami Eropa dan Amerika Utara. kepandaian manusia dan sebagainya di mana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas. Masyarakat Eropa bersandar pada landasan budaya Eropa yang sama dan agama Kristen Barat. upaya-upaya Barat untuk mendukung nilai-nilai demokrasi dan liberalisme sebagai nilai-nilai universal. 51 . Canada. dan lingkungan. regionalisme ekonomi hanya bisa berhasil jika ia berakar dalam budaya yang sama. Namun dari perbedaan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan tentang peradaban yaitu peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. Berakhirnya negara-negara yang berbasis ideologi di Eropa Timur dan bekas Uni Soviet memungkinkan identitas dan kebencian etnik tradisional mencuat ke permukaan. dan Amerika. Perbedaan budaya dan agama menciptakan perbedaan-perbedaan dalam masalah-masalah kebijakan. Sebaliknya Jepang. Semakin pemerintah tidak mampu memobilisasi dukungan dan membentuk koalisi atas dasar ideologi. untuk mempertahankan kekuatan militernya dan untuk memajukan kepentingan ekonominya. indah dan maju.

tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. yang terjadi pada masa-masa tradisional. tahap peradaban industri. keindahan. Peradaban yang merupakan perkembangan dari kebudayaan memiliki tahapan peradaban yang disebut dengan evolusi budaya yang terdiri dari tiga gelombang yaitu pertama. spiritual yang terlihat dalam masyarakatnya. sehingga taraf kehidupannya semakin kompleks. Dengan demikian. Modernisasi pertama kali muncul di Inggris pada abad ke 18 yang ditandai dengan adanya perubahan dalam secara besarbesaran dalam sector industri yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. Modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. hal ini karena peradaban tiap-tiap bangsa atau negara mempunyai standar dan parameter tersendiri untuk dapat dikatakan sebagai sebuah bangsa atau negara yang beradab. Huntington yaitu terjadinya Clash of Civilization (benturan peradaban).Konsep peradaban sendiri tak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. Etika dan Estetika. dan yang ketiga. Wujud peradaban sendiri terdiri dari empat hal yaitu Moral. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. Norma. tekhnologi dan seni yang telah maju. Dan jika ada nilai-nilai peradaban sebuah bangsa atau negara yang cenderung dipaksakan agar diterima oleh bangsa atau negara lain maka yang terjadi adalah benturan terhadap nilai-nilai tersebut atau seperti yang dikatakan oleh Samuel P. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingakatan peradaban tertentu. Keempat wujud peradaban ini juga dapat dijadikan acuan bagi perkembangan peradaban. sedang negara yang sedang berkembang 52 . sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. kedua. tekhnologi. Salah satu bentuk peradaban adalah modernisasi. Dengan demikian.

3. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. BAB IV MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Oleh : Drs H Misno A Lathief.dianggap sebagai negara yang mengadakan modernisasi. M. Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai perangkat kelengkapannya yang 53 . Jelaskan dampak positif dan negatif perkembangan IPTEK bagi peradaban manusia ?. Modernisasi c. Manusia Sebagai Makhluk Terbaik Ciptaan Allah. Dari sedikit pemaparan diatas dapat di ambil sebuah kesimpulkan yaitu ketenangan. Civil Society b. Clash of Civilization 6. kenyamanan. Masyarakat Madani d. 2. dengan syarat bertitik tolak dari rasio.5 orang tentang faktor-faktor penyebab terjadinya benturan peradaban dari Samuel Huntington ?. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. tahapan-tahapan dari Jelaskan sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modern ?. 4. Pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya. intelektualitas. Apa yang dimaksud dengan : a. dari Diskusikan dengan teman anda 3 . Jelaskan secara ringkas perbedaan antara peradaban dan kebudayaan serta berikan contohnya masing-masing ! Sebutkan dan jelaskan perkembangan peradaban ?. Bentuk lainnya dari peradaban dapat juga dilihat dari konsep Masyarakat Madani yang ingin diterapkan di Indonesia atau dalam kancah dunia internasional disebut dengan Civil Society (Masyarakat Sipil). ketentraman.Pd 1. 5. dan pengalamannya. Manusia adalah ukuran bagi segala. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab.

alis. rasa. Dengan kekontrasan warna bola mata seperti ini menjadikan penampakan wajah manusia menjadi indah pula. secara jasmani keberadaan tubuh manusia juga mengandung unsur-unsur nilai estetika (keindahan). maka keberadaan wujud manusia sungguh teramat baik. Harus diakui dan disyukuri bahwa kejadian manusia dilihat dari dimensi apapun apabila dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah. bahkan bentuk wajah. sehingga membuat penampilan manusia menjadi indah. masing-masing rambut yang tumbuh di tubuh manusia ternyata memiliki tingkat pertumbuhan yang kontras antara satu dan lainnya. dan lainnya. Kepala dengan ukuran yang tentatif bagi setiap orang mengandung ketiga unsur keindahan. gigi. atau sebaliknya hanya berwarna putih saja ?. yang artinya: “Sungguh Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Hal ini merupakan indikator dari kekontrasan rambut manusia. Sedangkan simetri dan keseimbangan terdapat pada keberadaan mata. tangan dan kaki tidak ada yang terlepas dari unsur-unsur keindahan tersebut. Sementara rambut lainnya seperti. maka hal ini tentu akan mengurangi kualitas keindahan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. yaitu dengan bola mata yang berwarna-warna. Kalau ada manusia yang memiliki bola mata dengan hanya satu warna saja. Kita bisa bayangkan seandainya rambut alis. maka penampilannya tidak lagi akan memiliki nilai keindahan. sehingga dapat menampakkan wajah seseorang memiliki daya tarik pada orang lain. bulu mata bisa memanjang seperti rambut di kepala. bulu mata. Bentuk kontras dari rambut misalnya. 54 . simetry/balance (keserasian/keseimbangan). hidung. kumis. yaitu contrast (pertentangan). telinga. misalnya hanya berwarna hitam saja. dan jenggot tidak bisa tumbuh memanjang sebagaimana rambut di kepala. Manusia Indonesia dianugerahi oleh Allah bola mata berwarna putih dan hitam. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah kalau mengandung setidaknya 3 unsur. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya bola mata manusia itu tidak mengandung kekontrasan. Selain unsur kelengkapan rohani yang berupa akal.kompleks. Mata manusia mengandung unsur kekontrasan pula. Rambut di kepala ternyata bisa tumbuh dengan subur dan bisa memanjang. Unsur kontras atau pertentangan ditampakkan antara lain dalam: rambut. mata. dan kehendak. dan unity (kesatuan) Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah memenuhi semua unsur tersebut. Secara anatomis mulai dari bentuk dan ukuran kepala badan. Kesempurnaan kejadian manusia difirmankan oleh Allah dalam Surat At Tiin ayat 5.

mungkin sebaliknya yaitu bisa menakutkan kepada manusia lainnya. Nilai keindahan seperti dicontohkan di atas akan menjadi lebih konkrit jika ditambah dengan adanya unsur simetri dan keseimbangan. Bola mata ada dua biji, telingga juga dua bagian seimbang dan simetry, hidung walaupun satu tetapi lobangnya dua dan menghadap ke bawah, kesemuanya melengkapi betapa manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang indah. Keberadaan tangan dan kaki juga demikian. Unsur keindahannya berupa kontras sangat tampak sekalipun banyak manusia yang kurang menyadari. Coba perhatikan bagaimana pertentangan yang terjadi antara langkah kaki dan ayunan tangan ketika seseorang sedang berjalan?. Ketika kaki kanan melangkah ke depan, ternyata secara reflektif diikuti oleh ayunan tangan kiri yang ke depan, dan sebaliknya. Dengan gerakan reflektif seperti ini menjadikan penampilan manusia dalam berjalanpun tampak serasi dan indah. Unsur unity atau kesatuan sebagai bagian dari sifat keindahan yang juga terdapat pada diri manusia ditampakkan dalam wujud keberadaan manusia secara totalitas. Artinya semua sifat-sifat keindahan yang dimiliki oleh manusia baik secara fisik maupun psikis akan memiliki arti indah apabila unsur unity sebagai suatu sistem juga terpenuhi. Secara anatomis yang disebut sebagai manusia adalah wujud utuh adanya fisik dan psikis atau jasmani (badan) dan rohani (ruh). Manusia memiliki sifat indah tersebut apabila kedua unsur ini yaitu badan dan ruh berada dalam satu sistem, tidak hanya salah satu fisik saja, atau dalam kondisi tidak utuh. Sebab bagaimanapun baiknya bentuk fisik manusia dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah apabila tidak dalam kondisi utuh (sistem), maka nilai keindahannya akan berkurang, bahkan hilang atau tidak ada sama sekali. Wajah misalnya dikatakan cantik atau tampan apabila wajah tersebut berada dalam satu sistem dengan bagianbagian tuhuh yang lain. Coba bayangkan kira-kira bagaimana cantiknya wajah seseorang kalau ternyata hanya tampak kepalanya saja di hadapan kita tanpa ada bagian tubuh lainnya ? 2. Manusia Sebagai Makhluk Individu Manusia sebagi makhluk individu memiliki identitas tersediri yang berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan ini meliputi berbagai aspek kehidupan yang melekat kepadanya. Mulai dari ukuran bentuk fisik, wajah, sifat, sampai pada identitas yang paling umum yaitu nama. Kalau ada nama yang sama antara satu individu dengan individu lainnya itu bukan berarti bahwa di antara kedua manusia tersebut benar-benar sama atau

55

identik. Nama yang sama yang dimiliki oleh masing-masing individu sifatnya hanyalaha kebetulan saja. Adakalanya seseorang agak sulit membedakan di antara dua orang yang kembar siam. Mana yang lebih tua atau sebaliknya. Sepintas kalau diamati mungkin di antara keduanya sepertinya tidak terdapat suatu perbedaan yang signifikan. Namun sebagai makhluk individu yang merupakan sunnatullah, pasti di antara keduanya memiliki perbedaan. Kondisi seperi ini sebenarnya sekaligus juga mengingatkan kepada manusia bahwa Allah itu betapa maha kuasa, maha besar, maha hebat mencipta makhluk tak pernah kehabisan bentuk-bentuk wajah baru. Bisa dibayangkan manusia di dunia yang sudah hampir mencapai dua milliard, tidak ada satupun yang memiliki wajah sama, baik di antara sesam lelaki maupun perempuan. Ketidak samaan tersebut juga sebagai kodrati yang membuat kehidupan manusia menjadi harmoni dan serasi dalam keseimbangan. Bagaimana kira-kira kehidupan di dunia ini seandainya ada manusia yang benar-benar sama antara satu dengan lainnya, terlebih lagi jika berjumlah banyak. Mungkin bisa terjadi istri orang akan diakui sebagai istrinya, dan sang istripun tidak menolak karena yang mengaku tersebut benar-benar seorang lelaki yang identik dengan wajah suaminya. Manusia sebagai makhluk individu memiliki karakteristik atau sifat-sifat seagai berikut. 1) Satu kesatuan yang utuh, terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis, selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. 4) Memiliki nilai tersendiri, prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. 5) Sulit dinilai, yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. 3. Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan Individu Pada dasarnya terjadinya perbedaan invidu satu dengan individu lainnya disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal lebih banyak berhubungan dengan hereditas, sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. Namun demikian keadaan dua faktor tersebut sebenarnya juga masih belum memberikan suatu gambaran yang jelas sebagai penyebab terjadinya perbedaan di antara individu-individu yang ada. Sebagai suatu contoh dua orang anak yang memiliki kemampuan hampir sama di dalam kelas tertentu, pada umumnya tidak disebabkan oleh faktor yang sama. Anak yang

56

satu mungkin memiliki bakat atau potensi yang baik sehingga walaupun dengan lingkungan yang kurang menguntungkan ia mampu mencapai taraf kepandaian atau kemampuan tersebut. Namun akan mustahil ia akan dapat mempunyai kemampuan tersebut tanpa ada suatu usaha belajar dari yang bersangkutan dalam lingkungan lain yang lebih baik. Sebaliknya individu yang kedua ia bisa mencapai tingkat kepandaian tersebut karena lingkungannya memberikan fasilitas ke arah itu. Misalnya orang tuanya termasuk keluarga terdi-dik (guru). Akan tetapi perlu disadari bahwa lingkungan yang baik belum merupakan suatu jaminan bagi seseorang untuk secara otomatis mau memanfaatkan lingkungannya. Seorang anak yang berasal dari keluarga dokter walaupun di rumah tempat prakteknya terdapat sejumlah peralatan kedokteran, kalau dalam dirinya tidak ada minat untuk untuk menjadi dokter ia tidak akan tertarik untuk menggunakan alat-alat tersebut. Demikian halnya dengan anak dari keluarga terdidik, ia tidak akan bisa menjadi anak pandai apabila ia tidak mempunyai perhatian terhadap pelajaran-pelajaran sekolahnya. Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa di antara kedua faktor tersebut baik internal maupun eksternal terdapat pola-pola kombonasi dan interaksi yang cukup kompleks, sehingga kadang-kadang tidak mudah bagi kita untuk membedakan akibat-akibat manakah yang benar-benar ditimbulkan oleh internal (hereditas) dan akibat mana yang ditimbulkan oleh faktor eksternal (lingkungan). Kadang-kadang masih ada orang memperdebatkan manakah yang lebih penting antara hereditas dan lingkungan ? Perdebatan mengenai pertanyaan semacam ini sebenarnya tidak akan membawa kepada suatu penyelesaian karena rumusannya masih terlalu kabur. Sama halnya kalau kita berdebat mengenai mana yang lebih penting pada sebuah mobil, mesinnya atau bahan bakarnya. Begitu juga tidak dapat kita katakan, manakah yang lebih penting pada seorang individu : hereditasnya atau lingkungannya karena kedua faktor itu sangat diperlukan. Kalau orang berbicara tentang perbedaan-perbedaan individu atau perbedaan antara kelompok-kelompok individu yang ingin diketahui orang sebenarnya adalah apakah manusia yang berbeda karena hereditasnya berbeda ataukah karena lingkungannya yang berbeda. Dengan rumusan semacam ini pertanyaan di atas lebih berarti untuk dipersoalkan, karena mungkin saja sebuah mobil jalannya lebih cepat karena mesinnya yang lebih baik atau karena bahan bakarnya yang lebih baik. Dua buah mobil yang sama kondisi mesinnya, satu diisi premium dan satu lagi bensin biasa, maka kedua mobil itu akan berbeda kecepatan larinya. Begitu juga halnya kalau dua

57

Sebaliknya dua orang yang diasuh dalam lingkungan yang sama mungkin akan memperlihatkan perkembangan yang berbeda. A C B Individu A potensi hereditasnya biasa-biasa saja. Hereditas dapat dilukiskan sebagai dasar dari suatu segi empat. Jadi kedua faktor tersebut sama pentingnya dan mutlak harus ada. Hereditas maka tidak mungkin akan terbentuk luas yang merupakan individunya. Dua orang manusia sama halnya dengan dua mobil tadi. Mereka mungkin memiliki hereditas yang sama akan tetapi perkembangannya menjadi berbeda oleh karena diasuh dan dibesarkan dalam dua buah lingkungan yang berbeda. kalau dua orang tadi memiliki hereditas yang berlainan. meskipun samasama diisi premium tidak akan sama cepat larinya. Hubungan antara hereditas dan lingkungan lebih tepat kalau digambarkan sebagai suatu hasil perkalian dan bukan sebagai hasil penjumlahan. lingkungan sebagai tinggi dan individu sebagai luas dari segi empat itu..buah mobil yang berbeda kondisi mesinnya. karena kalau salah satu bagian hilang. Perhatikan gambar di bawah ini. tetapi lingkungannya cukup bagus sehingga menghasilkan kondisi Hereditas Gambar Kondisi Lingkungan dan Hereditas terhadap Perkembangan Individu Lingkungan Lingkungan 58 . Gambar Interaksi Hereditas dan Lingkungan Dengan gambar tersebut Individu yang jelas bahwa seorang individu tidak Sedang berkembang hanya ditentukan oleh hereditasnya saja atau oleh Iingkungannya saja. Jadi individu bukan hereditas ditambah lingkungan akan tetapi hereditas kali lingkungan. Setiap individu adalah merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan.

Nativisme memandang pribadi manusia yang baru lahir bertolak belakang dengan Empirisme. Selanjutnya individu C perkembangan pribadinya jauh melebihi A dan B. dan perpaduan antara lingkungan dan potensi bawaan (Konvergensi) Pandangan Empirisme yang dipelopori oleh John Lock (1632-1704) mengatakan bahwa anak yang baru lahir bagaikan kertas putih yang tidak ada tulisan apa-apanya. maka dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa sangat tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas kosong tersebut. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa 59 . Ilustari dari gambar di atas dalam dunia pendidikan dikenal dengan hukum dasar pendidikan. maka luas kotak C jauh lebih luas. maka akan jadi anak yang baik. Di sini pendidikan termasuk sebagai lingkungan. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. dan sebaliknya apabila yang menggores tersebut adalah tulisan yang jelek jadilah ia anak yang jelek. namun keduanya dianggap kurang realistik.perkembangan pribadi seluar kotak yang ada. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Pandangan ketiga tampaknya mengkompromikan kedua pandangan di atas. sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan bagi individu manusia. Tulisan yang akan menggores pada kertas kosong tersebut itulah yang dikategorikan sebagai lingkungan. Nativisme memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu nativus (bakat). Dengan dukungan yang positip dari kedua faktor tersebut. sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakat yang dibawanya. Karena kondisinya yang bersih belum ada tulisannya sama sekali. Teori ini juga disebut sebagai Tabularasa (meja lilin). Kalau yang menggores tulisan yang baik. Suatu kenyataan bahwa potensi hereditas yang baik saja tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. dan kondisi lingkungan yang baik pula. Luas kondisi perkembangan pribadi B hampir sama dengan A walaupun potensi hereditasnya lebih baik daripada A. yaitu duakali luas kotak A maupun B. potensi bawaan dari lahir (Nativisme). Bagaimanapun kuatnya alasan kedua pandangan tersebut. yaitu pandangan para pakar pendidikan yang melihat aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh lingkungan (Empirisme). Oleh sebab itu faktor pendidikan menurut pandangan ini tidak diperlukan adanya. karena pribadi C didukung oleh faktor potensi hereditas yang baik. Namun potensi ini kurang mendapatkan dukungan dari lingkungan di mana B berada.

Untuk jelasnya baiklah kita berikan suatu contoh. Hal ini bisa kita terangkan dengan menggunakan effektivitas daripada lingkungan seperti yang sudah pernah kita singgung di muka. misalnya jika kepada mereka diberikan kesempatan untuk bersekolah sampai setinggi-tingginya. televisi dan media pendidikan lainnya seorang anak yang cerdas akan tetap menjadi buta huruf seperti anakana. Dalam suatu daerah yang terpencil di mana tidak ada sekolah. perbaikan lingkungan yang diberikan secara sama kepada sejumlah individu justru akan memperbesar perbedaan-perbedaan individu tersebut. individu-individu dengan hereditas yang 60 P = HxE . Akan tetapi dalam lingkungan yang lebih baik. Dengan demikian jika kita mewujudkan perbedaan individu yang disebabkan oleh faktorfaktor hereditas. Kalau lingkungan individu A dan B dikalikan 2 (dua) maka perbedaan luas A dan B akan menjadi jauh lebih besar daripada perbedaan luas sebelumnya.k lain di daerah itu. perpustakaan. Suatu lingkungan tidak dengan sendirinya merangsang seorang individu untuk berbuat: Effektivitas dari lingkungan bergantung kepada bagaimana interprestasi individu yang bersangkutan terhadap nilai dari lingkungan tersebut.didukung potensi hereditas yang baik. Kembali kepada gambar di atas. Malahan sebaliknya. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama di antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). Lingkungan dapat mengurangi timbulnya perbedaanperbedaan individu. dibutuhkan suatu lingkungan yang kaya yang penuh dengan rangsang-rangsang yang tepat. Setiap pribadi adalah hasil konvergensi faktor internal dan eksternal. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). Teori tersebut diformulasikan dalam sebuah rumus sebagai berikut. Menurut jalan pikiran yang telah dikemukakan di muka. anak yang lebih cerdas tadi akan berkembang jauh lebih pesat dar ri anak-anak lainnya. Keterangan: P = Personality (kepribadian) H = Heredity (hereditas) E = Environment (lingkungan) Pelajaran penting yang bisa diambil dari cara pelukisan semacam ini ialah bahwa memperbaiki keadaan lingkungan untuk sejumlah individu secara serentak tidak akan mengurangi perbedaan individu.

karena kalau dia mati maka berarti bahwa riwayatnya pun akan habis pula. akan tetapi dalam praktek kadang-kadang kita memerlukan sekelompok individu yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang bersamaan. Begitu pula tokoh tarzan di dalam film yang diberi pasangan seorang wanita sebagai teman hidupnya. Walaupun temannya pria itu juga. keterampilan-keterampilan atau pengetahuan apa yang seharusnya sudah dimiliki oleh anak-anak dalam kelas itu.pada akhir tahun ajaran bisa kita mengharapkan sejumlah individu dengan kecakapan dan pengetahuan yang relatif bersamaan. dan seterusnya. Sebagai suatu contoh dapat kita kemukakan pengajaran di sekolah-sekolah kita. Akan tetapi pengarangnya tak dapat membuat suatu penyelesaian tentang hidup seorang diri tadi. Manusia Sebagai Makhluk Sosial Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri. Banyak cerita-cerita tentang manusia yang hidup menyendiri seperti misalnya cerita Robinson Crousoe yang diceritakan sebagai manusia yang hidup sendiri. namun hal itu membuktikan bahwa pengarang sudah mempunyai perasaan tentang kehidupan bersama antar manusia. lepas dari persoalan bagaimana hereditas yang mereka miliki. Dengan demikian . Kemudian muncullah tokoh “Friday” sebagai teman Robinson Crousoe. Untuk tiap-tiap kelas seolah-olah sudah ditentukan sebelumnya. keadaan semacam ini bisa dilukiskan sebagai individu B dan C. sedangkan terhadap anak-anak yang agak lemah kurang usahanya kita berikan perhatian dan bantuan yang lebih banyak. 4. Meskipun bukan maksudnya untuk membentuk individu yang sama. Untuk mencapai maksud ini harus kita adakan semacam Kompensasi : artinya terhadap anak yang satu yang sudah miliki kecerdasan. keberanian dan usaha yang lebih besar tidak perlu lagi kita curahkan perhatian yang terlalu besar. 61 . namun demikian mengapa hidupnya harus bermasyarakat? Seperti diketahui. Kalau kita menengok kembali gambar di atas. maka manusia pertama yaitu Adam telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia yang lain yaitu istrinya yang bernama Hawa. Dengan demikian dari lukisan ini kita bisa menarik suatu pelajaran bahwa kualitas yang bersamaan yang dimiliki oleh dua orang individu mungkin saja ditimbulkan oleh faktorfaktor yang berbeda.berbeda-beda tidak akan dapat dibentuk menjadi individu yang sama dengan jalan menempatkan mereka dalam lingkungan yang sama. Mereka memiliki kualitas yang kira-kira bersamaan meskipun lingkungan dan hereditas mereka masing-masing berbeda. yang kemudian berketurunan pula.

dan bersifat temporer. Di lingkungan tempat tinggalnya akhirnya iapun tidak lagi menyendiri. makan. Hewan-hewan seperti sapi. diberi kuku dan gigi yang kuat untuk mencari makan sendiri. atau yang lainnya. demikian pula hewan-hewan lainnya seperti kucing. Seorang Kiyai di Madura yang kontroversi juga gemar bertapa ketika masa mudanya. Katak diberi alat khusus untuk hidup di darat maupun di tempat-tempat berair. disuapi dimandikan. Manusia tanpa manusia lain takkan mampu bertahan hidup lama. Jadi sejak manusia lahir. fisiknya tidak sekuat hewan-hewan besar. Begitu seterusnya dan pada akhirnya iapun kembali pulang ke rumahnya. Keluarganya dibuat kebingungan sehingga harus merawat dan membawanya pulang dari tempat pertapaannya.Apabila kita membaca cerita-cerita dari dunia wayang maka tokoh-tokoh seperti Arjuna yang sering bertapa dan menyendiri pada akhirnya juga kembali pada saudarasaudaranya. ia selalu akan berhubungan dengan manusia lainnya. dirangsang untuk berlatih berjalan. manusia tidak dikaruniai Tuhan dengan alat-alat fisik yang cukup untuk dapat hidup sendiri. dia tak akan dapat hidup sendiri. akan tetapi manusia dia diberi kelengkapan untuk hidup dan kehidupannya yang sangat luarbiasa ampuhnya. kuda. disuapi. hanyalah untuk semntara waktu saja. beruang. Namun dengan kemampuan akal yang dimilikinya manusia mampu menciptakan pakaian dan 62 . mampu untuk mencari makan sendiri. akan tetapi dapat diberdayakan untuk membuat berbagai alat kebutuhan yang diperlukan untuk kehidupan. Bayi misalnya. Manusia tak mungkin mampu bertahan seperti hewan-hewan tersebut menghadapi cuaca dingin hingga -52o C seperti di daerah Chascaton Canada. Bertapa dan menyendiri itu. ia beristri dan karena sosialnya sekarang ia telah memiliki sepuluh orang istri. harimau. ikan diberi alat khusus untuk dapat hidup di air. Hebatnya semua istrinya tinggal serumah dengan istri pertama sebagai manajernya. keledai. harus disusui. bermain. gajah. Memang apabila manusia dibandingkan dengan makhlukmakhluk hidup yang lainnya seperti misalnya hewan. dikasih minum hingga sadar atau siuman kembali. Seekor anak ayam misalnya. yaitu akal. bahkan jauh lebih sempurna daripada makhluk-makhluk lain ciptaan Allah. anjing. Ia dirawat. dan lain sebagainya. Akan tetapi manusia tidak demikian. burung diberi sayap untuk dapat terbang jauh. Bahkan tidak jarang sampai pingsan karena tidak pernah makan dan minum. walaupun tanpa induknya. Akal tak dapat secara langsung digunakan sebagai alat hidup. Lagi pula. Begitu siuman ia berangkat lagi ke tempat semula di mana ia bertapa. Harimau misalnya. sanggup hidup di udara dingin tanpa pakaian.

Apabila manusia hidup sendirian. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. agar badannya tetap sehat. atau lainnya. Manusia juga harus makan. manusia akan menjadi nelayan untuk menangkap ikan. pakaian. manusia harus hidup berkawan dengan manusia-manusia lain dan pergaulan tadi mendatangkan kepuasan bagi jiwanya. karena manusia tak mungkin hidup sendiri. manusia mempergunakan akal pikiran. Kesemuanya itu menimbulkan kelompokkelompok sosial atau sosial-group di dalam kehidupan manusia ini. entah yang berwujud pujian atau celaan yang merupakan dorongan bagi tindakan-tindakan selanjutnya. Dalam menghadapi lingkungan alam. maka manusia akan berburu untuk mencari makanannya. Di dalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakantindakan orang lain. misalnya udara dingin. dengan mempergunakan akalnya. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya Untuk dapat menghadapi dan menyesaikan diri dengan kedua lingkungan nya. untuk itu dia dapat mengambil makanan sebagai hasil dari alam sekitar. Di dalam hubungan antara manusia satu dengan manusia lain akan muncul suatu reaksi sebagai akibat dari hubungan tersebut. bahkan panas dari terik matahari sekalipun.perlengkapan lainnya untuk melindungi diri dari ganasnya alam cuaca dingin. misalnya dalam keadaan terkurung di dalam sebuah ruangan yang tertutup sehingga dia tidak dapat mendengarkan suara orang lain atau tidak dapat melihat orang lain. panas yang menyengat. Kelompokkelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuankesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (=hewan sosial. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (masyarakat) 2. Reaksi ini menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. Misalnya. manuia menciptakan rumah. karena sejak dilahirkan. Dalam menghadapi alam sekeliling. manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu: 1. penghangat. perasaan. disebut gregariousness. Di daerah pantai. maka terjadi gangguan dalam perkembangan jiwanya. Dengan kondisi semacam ini akan terbentuklah suatu kehidupan 63 . oleh karena adanya hubungan antara mereka. kalau ada seseorang menyanyi ia membutuhkan reaksi. penyejuk dan lain-lain. apabila alam sekitarnya hutan. dan karsanya.

3) Memiliki rasa senasib seperjuangan. Selanjutnya sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri. Esteem Needs 5. berkaidah. Dengan kebutuhan kasih sayang pula manusia dapat melangsungkan garis keturunan ke generasi 64 . 2) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. Ia membutuhkan orang lain sebagai bagian dari kehidupannya. Kebutuhan ini diwujudkan dalam bentuk makan. Abraham Maslow dalam teorinya mengatakan bahwa manuisa itu memiliki kebutuhan yang bersifat hirarkis.bersama atau yang dikenal dengan istilah kelompok sosial. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 1) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. Physical Needs 5 4 3 2 1 2. Self Actualization Needs Gambar Hirarki Kebutuhan Manusia Kebutuhan fisik manusia dalam hidup diperuntukkan bagi keberlang-sungan kehidupannya bersama-sama dengan manusia lainnya. Tujuannya semata-mata agar survive. Love Needs 4. Selanjutnya apabila kebutuhan pokok ini terpenuhi maka manusia akan berusaha untuk mendapatkan kebutuhan di atasnya. yaitu rasa aman. Dengan adanya kebutuhan ini manusia menciptakan pakaian. dan lainnya. Kebutuhan tersebut bila digambarkan adalah sebagai berikut. Dengan rasa kasih sayang manusia dapat hidup bersama dengan sejahtera. 1. dan mempunyai pola perilaku. Bersama baik konteks kehidupan bermasyarakat maupun bersama dalam konteks kehidupan keluarga. tempat tinggal. Maksudnya manusia akan berusaha mendapatkan kebutuhan lainnya apabila kebutuhan di bawahnya telah terpenuhi terlebih dahulu. Di sini letak kebutuhan manusia yang ketiga berupa kasih sayang. 4) Berstruktur. Rasa aman di sini adalah bagaimana diri manusia dapat terlindung dari berbagai ancaman bahaya dari luar. Safety Needs 3. minum dan lainnya.

Misalnya dalam hal pakaian. Unsur cinta kasih yang perlu dipertahankan dalam kehidupan bersama meliputi. Namun demikian ada pula sifat yang harus dihindari melalui kebutuhan harga diri ini. Pada dasarnya terdapat dua keinginan pokok yang mendorong manusia untuk hidup mengelompok yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. saling menghor-mati dan menghargai. Gila hormat termasuk penyakit hati yang harus dihindari. Unsur-unsur kasih sayang ini sangat perlu dikembangkan dan dipertahankan baik dalam kehidupan berumahtangga maupun dalam bercinta kasih dengan sesama manusia lainnya. tanpa komunikasi. rasa tanggungjawab. Sebagai pribadi manusia juga memiliki kebutuhan akan harga diri. Dengan selalu melakukan introspeksi akan tumbuh sikap positip yang akan melahirkan prilaku yang selalu akan memperhatikan kebutuhan orang lain. atau ketika tampil dalam forum-forum yang melibatkan banyak orang. Setiap orang tentu akan merasa senang apabila ia diperlakukan manusiawi oleh manusia lainnya. ia akan selalu tampil dengan ciri dan sifatnya yang khas. seorang individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya dalam tiga kemungkinan : 1) menyimpang dari norma kolektif . pergaulan. Selanjutnya kebutuhan puncak manusia ialah kebutuhan aktualisasi diri. Sebagai pribadi yang memiliki kebutuhan harga diri sangat penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap ini untuk tujuan introspeksi bahwa di luar diri itu ada diri-diri lain yang sama-sama memiliki kebutuhan untuk dihargai. Namun yang penting bagi seseorang dalam menampakkan kebutuhan ini ialah ia akan merasa memperoleh suatu kepuasan apabila ia dapat melakukan sesuatu yang menurut perasaannya melampaui orang lain. tidak dapat dibuktikan bahwa manusia dapat hidup sendiri. Perlu disadari bahwa siapapaun orangnya apabila ia mau menghargai dan menghormati orang lain ia juga akan dihargai dan dihormati oleh orang lain.berikutnya. pengorbanan. 65 . Dalam kehidupan bermasyarakat. yaitu sifat ingin selalu dihormati. terjadi bila kepribadian individu tidak dominan sedangkan dia tidak mampu atau tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Suburnya sifat ini akan membuat seseorang menjadi gila hormat. tanpa kawan. Sebaliknya seseorang akan merasa tersinggung apabila harga dirinya dilecehkan. Fungsi Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial Sepanjang peradaban manusia. Kebutuhan ini tercermin dari sikap penampilan manusia yang selalu ingin lebih dari orang lain walaupun sebenarnya sangat tentatif. kejujuran. 5.

terjadi bila kepribadian individu tersebut lemah dan takluk terhadap lingkungannya. atau adopsi. disamping sebagai kelompok sosial. Menurut kedua batasan tersebut. Rose. perkawinan. Definisi yang serupa dikemukakan oleh Francis E. a family is a group of interacting persons who recognize a relationship with each other based on common parentage. Definisi-definisi tersebut di atas lebih menunjuk pada pengertian somah atau nuclear family. perkawinan. Menurut Biro Sensus Amerika Serikat istilah keluarga diartikan sebagai :a group of two or more persons residing together who are related by blood marriage. 2) hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. dan anak. the family may be viewed as an enduring relationship of parents and children that performs such functions as the protection. yaitu: 1) keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. In functional terms. dan atau adopsi. demikian batasan yang dikemukakan oleh Emory S. The family is a small social group.2) Kehilangan individualitasnya (resesif) . merawat.M. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. 3) hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. and or adoption. or adoption. Dari beberapa definisi tersebut dapatlah dirumuskan intisari pengertian keluarga. yaitu kesatuan sosial 66 . Batasan yang pada hakekatnya sama dikemukakan oleh A. and one or more children. 4) fungsi keluarga ialah memelihara. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. and socialization of children and the providing of intimate responses between its members. Merrill. ibu. keluarga ialah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah. Bogardus. Dalam batasan tersebut. rearing. yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. in which affection and responsibility are equitably shared to become self-controlled and socially-motivated persons. Keluarga merupakan salah satu cermin peran dimana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. normally commposed of a father. juga ditunjuk ciri-ciri dan tujuan keluarga. marriage. 3) Mempengaruhi masyarakat (dominan) . a mother. Menurut beliau. terjadi bila kepribadian individu kuat dan mampu mempengaruhi dan menaklukkan lingkungannya.

kemenakan. bibi. Nuclear family yang yang diperluas ini disebut Extended family. 67 .yang terdiri atas suami istri dan anak-anaknya. Kerap kali keluarga itu tidak hanya terdiri atas suami istri dan anakanaknya. melainkan juga nenek. paman. Keanggotaan individu mula-mula dalam keluarga orientasi. dan saudara-saudara lainnya. kemudian karena perkawinan beralih kepada keluarga prokreasi. Sedangkan keluarga yang dibentuknya melalui perkawinannya dan anak-anak sebagai hasil perkawinannya itu disebut keluarga prokreasi. Nuclear family dan extended family tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Ex te Fa nde mi d ly Nuclear Family Gambar : Extended family dan Nuclear Family Keterangan: = laki-laki bersuami istri = perempuan bersaudara = beranakkan = = Keluarga dalam mana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasinya yang terpenting disebut keluarga orientasi.

yang ditandai adanya kerjasama ekonomi. Namun dalam perubahan masyarakat.Kedudukan individu dalam keluarga orientasi prokreasi itu dapat digambarkan sebagai berikut: dan K L A G O IE T S D N EU R A R NA I A P ORAI R K ES K lu rg e a a O n s rie ta i K lu rg e a a P k ai ro re s Gambar Keluarga Orientasi dan Prokreasi Keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan mulitifungsional. fungsi utama keluarga tetap melekat. dan sekularisasi maka keluarga dalam masyarakat modern kehilangan sebagian dari fungsi-fungsi tersebut di atas. perlindungan. Karena proses industrialisasi. dan rekreasi dilakukan oleh keluarga terhadap anggota-anggotanya. 68 . urbanisasi. industrialisasi. dan memberikan suasana kemesraan bagi anggotanya Berdasarkan penjelasan di atas keluarga merupakan satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhkluk sosial. merupakan tantangan bagi keluarga masa kini dan yang akan datang. nilai-nilai yang berubah. manusia yang semakin individualistik. yaitu melindungi. kemamkmuran dalam sistem kapitalisme liberal merupakan faktor yang mempengaruhi perubahan nilai keluarga dalam masyarakat. keagamaan. pendidikan. Modernisasi. sosialisasi. Dengan demikian maka fungsi keluarga ialah : 1) Pengaturan 5) penempatan anak seksual dalam masyarakat 2) Reproduksi 6) Pemuas kebutuhan 3) Sosialisasi seseorang 4) pemeliharaan 7) Kontrol sosial Seiring perkembangan jaman. memelihara. nilai-nilai ideal keluarga mengalami perubahan. kontrak sosial yang longgar. Fungsi pengawasan sosial. Masri Singarimbun (1993) mengingatkan bahwa mobilitas penduduk yang semakin tinggi.

maupun kelompok yang besar seperti masyarakat desa. Sebagai sosiolog. Dalam kehidupan berkelompok. karena hubungannya dengan kelompokkelompok sosial lainnya di luar rumah dan bila mereka berkumpul terjadilah tukar-menukar pengalaman di antara mereka. akan tetapi para anggota keluarga tersebut mungkin mengalami perubahan-perubahan sebagai akibat pertukaran pengalaman tersebut. Walaupun anggota-anggota keluarga tadi selalu menyebar. bangsa. tidaklah semata-mata terjadi pertukaran pengalaman. Penelitian terhadap sosial-experiences sangat penting untuk mengeta-hui sampai sejauh mana pengaruh kelompok terhadap individu dan bagaimana reaksi reaksi individu terhadap pengaruh kelompok tersebut dalam proses pembentukan kepribadian. Saling tukar-menukar pengalaman tersebut.6.. Setiap anggota mempunyai pengalaman masing-masing. Para sosiolog akan tertarik oleh cara-cara kelompok sosial tersebut dalam mengatur tindakan-tindakan anggotaanggotanya. Interaksi Sosial Seorang sosiolog. dan lainnya. sekaligus ia adalah salah satu anggota dari salah satu kelompok sosial tesebut dan sekaligus sebagai peneliti kehidupan kelompok tersebut secara ilmiah. sosial experience mempunyai pengaruh yang besar di dalam pembentukan kepribadian seseorang. Sesuatu aspek yang menarik dari kelompok sosial tersebut adalah bagaimana caranya mengendalikan anggota-anggotanya. agar supaya tercapai tata tertib di dalam kelompok 69 . pada waktuwaktu tertentu mereka pasti akan berkumpul seperti saat makan pagi. di dalam menelaah masyarakat manusia banyak berhu-bungan dengan kelompok-kelompok sosial. Kelompok tadi dapat menambahkan alat-alat perlengkapan untuk dapat melaksanakan fungi-fungsinya yang baru di dalam rangka perubahan-perubahan yang dialaminya atau bahkan sebaliknya dapat mempersempit ruang lingkupnya. disebut sebagai sosial-experiences . Suatu kelompok sosial cenderung tidak merupakan kelompok yang statis. kelompok siswa di sekolah. akan tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-perubahan baik dalam aktivitas maupun bentuknya. semakin timbul kesadarannya bahwa sebagian dari kepribadiannya terbentuk oleh kehidupan berkelompok tersebut dan bahwa dia hanya merupakan unsur yang mempunyai kedudukan dan peranan dalam kelompok tersebut. walaupun sering kali hal itu sama sekali tidak disadarinya. siang. baik yang kecil seperti keluarga. pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yang dinamakan keluarga. Pada saat demikian. dan malam. masyarakat kota. Hampir semua manusia. Semakin mendalam penelitiannya.

Berlangsungnya suatu kepentingan. merupakan ukuran lain bagi klasifikasi tipe-tipe sosial. 7. seperti keluarga. rukun tetangga dan desa. dan Negara. Sosiolog Jerman yaitu Georg Simmel mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok. Lain halnya dengan masyarakat yang kepentingan-kepentingannya yang secara relative bersifat tetap (permanent). oleh karena kepentingannyapun tidak berlangsung dengan lama. Selanjutnya dapat dijumpai pula klasifikasi atas dasar ukuran derajat organisasi. dengan kelompok-kelompok sosial seperti kota-kota. Suatu kerumunan misalnya. Ukuran tersebut oleh sosiolog lainnya. di mana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan yang erat. justru dibentuk untuk memenuhi kepentingan yang tertentu. ditelaahnya kelompok-kelompok yang lebih besar. Beberapa sosiolog memperhatikan pembagian atas dasar kelompokkelompok di mana anggota-anggotanya saling kenal mengenal (face to face groupings). Sudah tentu anggotaanggotanya sedikitnya sadar akan adanya kepentingankepentingan bersama walaupun hal itu tidak dikhususkan secara terinci atau dijabarkan lebih lanjut. dikembangkan lebih lanjut dengan memperhatikan tinggi rendahnya derajat eratnya hubugan antara anggotaanggota kelompok sosial tersebut. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut berdasarkan berbagai criteria ukuran. Georg Simmel mulai dengan bentuk terkecil yang terdiri dari satu orang sebagai fokus hubungan sosial yang dinamakannya monad yang kemudian diperkembangkan dengan meneliti kelompokkelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang yaitu dyad serta triad dan kelompok-kelompok kecil lainnya. Suatu ukuran lainnya ialah ukuran kepentingan dan wilayah. merupakan kelompok yang hidupnya sebentar saja. 70 . bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Yang agaknya penting adalah bahwa kelompok tersebut merupakan tempat kekuatan-kekuatan sosial berhubungan.yang bersangkutan. korporasi. Suatu masyarakat misalnya merupakan kelompokkelompok atau kesatuan-kesatuan atas dasar wilayah yang tidak mempunyai kepentingan-kepentingan yang khusus. Suatu association sebagai suatu perbandingan. berkembang mengalami disorganisasi. Ukuran lain yang diambil adalah atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut. memegang peranan dan selanjutnya. Di samping itu sebagai perbandingan. Dalam analisisnya mengenai kelompok-kelompok sosial.

usia. Dengan demikian maka terdapat derajat tertentu serta arti tertentu bagi individu-individu tadi. Keanggotaan masing-masing kelompok sosial tadi. Apabila kelompok sosial dianggap sebagai kenyataan dalam kehidupan manusia atau individu. Akan tetapi. sex. Dasar yang diambil sebagai salah satu alternatif untuk mengadakan klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial tersebut adalah jumlah atau derajat interaksi sosial atau kepentingan-kepentingan kelompok. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. sehubungan dengan keanggotaan kelompok sosial yang tertentu.1 Kelompok-kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu Seorang warga dari masyarakat yang masih sederhana susunannya. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. kelompok kekerabatan. individu biasanya menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. 7. atau oragnisasinya maupun kombinasi dari ukuran-ukuran tersebut. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. memberikan kedudukan atau prestise tertentu yang sesuai dengan adat istiadat dan lembaga pemasyarakatan di dalam masyarakat. dan rukun tetangga. namun suatu hal yang penting adalah bagaimana keanggotaan pada kelompok-kelompok sosial (termasuk. secara relatif menjadi anggota pula dari kelompokkelompok kecil secara terbatas. dan lainnya. misalnya atas dasar sex. Suatu ukuran lainnya bagi si individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik oleh kelompok-kelompok sosial yang dekat seperti kehidupan keluarga. Kelompok-kelompok sosial tersebut biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan. sampai pada kelompok-kelompok yang hampir-hampir tak terorganisir seperti misalnya suatu kerumunan. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya bersifat sukarela.Kelompok-kelompok sosial terdiri dari kelompok-kelompok yang terorganisir dengan baik sekali misalnya Negara.2 In-group dan Out-grup Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya dan bahwa 71 . pada masyarakat-masaarakat yang masih sederhana) tidak selalu bersifat sukarela. ras. daripada misalnya dengan suatu perusahaan besar atau Negara. juga harus diingat pada konsep-konsep dan sikap-sikap individu terhadap kelompok-kelompok sosial sebagai kenyataan subyektif yang penting untuk memahami gejala kolektivitas 7. sehingga bagi individu terdapat dorongan-dorongan tertentu pula sebagai anggota kelompok sosial.

Jelas bahwa apabila suatu kelompok sosial merupakan “in-group” atau tidak bagi individu. Anggota-anggota suatu kelompok sosial tertentu. Dalam masyarakat yang masih sederhana. Kecenderungan seperti ini disebut etnocentrisme. “kami pegawai negeri” dan “mereka pedagang”. In-group dan out-group dapat dijumpai disemua masyarakat. yaitu suatu sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan mempergunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. mungkin jumlahnya tidak banyak apabila dibandingkan dengan masyarakat yang kompleks.T 002”. “kita warga R.T 001” sedangkan “mereka warga R.kepentingan-kepentingan suatu kelompok sosial serta sikapsikap yang mendukungnya terwujud dalam pembedaan kelompok-kelompok sosial tersebut yang dibuat oleh individu. baik secara sadar maupun secara tidak sadar. Sikap etnosentris ini sering disamakan dengan sikap mempercayai sesuatu. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka” seperti misalnya. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. walaupun dalam masayarakat yang sederhana tadi perbedaanperbedaannya tak begitu tampak dengan jelas. bersama dengan nilai-nilai budaya. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnocentrisme. 72 . Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa setiap kelompok sosial. sehingga kadang-kadang sukar sekali bagi yang bersangkutan untuk mengubahnya. Sikap etnosentris tersebut diajarkan kepada anggota-anggota melalui proses sosialisasi. bersifat relatif dan tergantung pada situasisituasi sosial yang tertentu. walaupun dia menyadari sikapnya itu salah. selama para anggotanya mengadakan identifiasi dengan kelompoknya. Kelompok-kelompok sosial dengan mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. merupakan “in-group” bagi anggota-anggotanya. Konsep tersebut dapat diterapkan baik terhadap kelompok-kelompok sosial yang relatif kecil samapi yang terbesar. walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama satu dengan lainnya. sedikit banyaknya akan mempunyai suatu kecenderungan untuk menganggap bahwa segala sesuatu yang termasuk kebiasaan kelompoknya sendiri sebagai sesuatu yang terbaik apabila dibandingkan denga kebiasaan kelompok lainnya. Sikap in-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. “kami mahasiswa fakultas hukum” sedangkan “mereka mahasiswa Fakultas Ekonomi”.

Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah “kelompok utama” dan “kelompok sekunder”. pertama bahwa anggota-anggota kelompok secara fisik berdekatan antara satu dengan lainnya. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu.7. perbedaan yang luas dan fundamental adalah perbedaan antara kelompokkelompok kecil di mana hubungan antara anggota-anggotanya erat sekali di satu pihak. adalah peleburan individu-individu dalam satu kelompokkelompok. akan tetapi hal itu tergantung dari kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masingmasing. Syarat-syarat yang sangat penting adalah . Kedua. maupun perasaan. memberi kemungkinan terbentuknya primary group. Secara singkat dapatlah dikatakan Primary Group adalah kelompokkelompok kecil yang agak langgeng (permanent) dan yang berdasarkan kenal-mengenal secara pribada antara sesama anggota kelompoknya. Kelompok-kelompok tersebut mempunyai makna utama dalam berbagai arti. bahwa kelompok tersebut adalah kecil. dan ketiga adalah adanya suatu kelanggengan hubungan antara anggota-anggota kelompok yang bersangkutan. Konsep Cooley mengenai hubungan saling kenal mengenal. dengan kelompok-kelompok yang lebih besar di pihak lain. Setiap masyarakat mempunyai norma-norma yang mengatur hubungan fisik antara anggota-anggotanya yang kadang-kadang dapat 73 . Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi tadi. belum cukup untuk menerangkan persyaratan yang penting bagi adanya suatu primary group. namun kesemuanya itu untuk kepentingan kelompoknya juga. bahkan pertentangan. Saling berbicara dan saling melihat merupakan saluran utama untuk pertukaran pikiran. Sudah tentu secara mutlak tak dapat dikatakan bahwa kehidupan serta hubungan antara anggota-anggota kelompok tersebut selalu harmonis. Menurut Cooley. citacita. Tentu ada kalanya terjadi perbedaan paham. primary groups adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan serta cita-cita kelompoknya. sehingga tujuan individu menjadi juga tujuan kelompoknya. Supaya terjadi hubungan yang akrab di antara individu-individu yang ada mau tak mau secara fisik harus saling kenal mengenal. Kenal-mengenal secara fisik.3 Primary Group dan Secondary Group Dalam klasifikasi kelompok-kelompok sosial. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok tersebut secara psikologis.

sebetulnya tergantung dari seringnya individu-individu yang bersangkutan berhubungan dan mendalamnya hubungan tadi. Kecilnya kelompok juga merupakan salah satu syarat yang penting. akan tetapi hubugan antara mereka di tempat-tempat umum. Keakraban dalam hubungan antar individu. 74 . yaitu contrast (pertentangan). seperti hubungan antara orang-orang dari kasta yang berbeda derajatnya. semakin akrab pula hubungan tersebut. misalnya di loket karcis kereta api tidak dilarang. seorang anggota. RINGKASAN Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk ciptaan lainnya karena memiliki unsur rohani yang berupa akal. norma-norma masyarakat seolah-olah memberikan suatu kelonggaran. Akan tetapi ternyata kemudian bahwa semakin kecil kelas yang bersangkutan. semakin akrab pula hubungan antara guru dengan muridmuridnya. namun sangat sukar bagi masingmasing untuk hidup lepas satu sama lainnya. secara pribadi. dapat ikut serta mengambil bagian dalam membentuk keputusan-keputusan kelompok tersebut. simetry/ balance (keserasian/keseimbangan). suatu sifat kelompok dan keakraban kelompok juga lebih mudah terwujud. dan unity (kesatuan) Secara kodrati manusia adalah sebagai makhluk individu dan sosial. misalnya apabila seorang guru memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. dan kehendak. rasa.merupakan penghalang bagi terjadinya hubungan. secara jasmani yang mengandung nilai estetika (keindahan). Dalam keadaan demikian.). Karakteristik manusia sebagai makhluk individu memiliki sifatsifat sebagai berikut. Sebagai makhluk individu manusia memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan manusia lainnya. dalam masyarakat yang mempunyai system pelapisan masyarakat yang tertutup (misalnya di India. Selanjutnya. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah jika mengandung 3 unsur. oleh karena tidak mungkin seseorang pada waktu yang tertentu berhubungan dengan banyak orang sekaligus. Jadi suatu kontinyuitas tertentu merupakan pula suatu faktor dalam pembentukan primary group. Walaupun misalnya sepasang suami istri yang telah berumah tangga selama 10 tahun seringkali bertengkar. Memang dalam keadaan-keadaan tertentu hal itu mungkin terjadi. Dalam suatu kelompok yang kecil. Semakin lama mereka berhubungan satu sama lain.

Teori pertama menganggap bahwa aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh faktor lingkungan. Dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas tersebut. Teori kedua disebut dengan Nativisme. Teori ini memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu bakat sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakatnya. 75 . Teori ini dipelopori oleh John Lock (1632-1704). Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). Dalam dunia pendidikan pandangan terhadap kepribadian manusia sebagai hasil interaksi antara faktor internal dan eksternal melahirkan berbagai teori yang dikenal dengan hukum dasar pendidikan. yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. maka jadi anak baik. Faktor internal banyak berhubungan dengan hereditas. Kalau yang menggores tulisan yang baik. Antara faktor internal maupun eksternal terdapat suatu interaksi yang saling mempemgaruhi sehingga dapat membentuk keribadian tertentu bagi setiap orang. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. dan sebaliknya. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Teori berpendapat bahwa potensi hereditas yang baik tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. Jadi individu merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. Manusia satu berbeda dengan manusia lainnya disebabkan oleh dua faktor. yaitu faktor internal dan eksternal.1) Merupakan satu kesatuan yang utuh. sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa didukung potensi hereditas yang baik. terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis. 5) Sulit dinilai. ia mengatakan bahwa anak lahir bagaikan kertas putih. selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. 4) Memiliki nilai tersendiri.

usia.Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan manusia lain dalam kehidupannya. yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. berkaidah. ibu. 5) Berstruktur. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. dan anak. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. Berbeda dengan seekor anak ayam misalnya. disebut gregariousness. Akan tetapi. Demikian pula hewan-hewan lainnya Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. 2) terdapat hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. individu menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. tidak berdaya sehingga membutuhkan pertolongan orang lain. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). Keinginannya untuk hidup bersama dengan manusia lainnya menimbulkan kelompokkelompok sosial. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. Pertama dipandang dari sudut individu. memberikan kedudukan atau prestise tertentu sesuai dengan adat istiadat dan yang ada. Keluarga merupakan salah satu cermin peran di mana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. 4) berfungsi memelihara. sex. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya 76 . dan atau adopsi. walaupun tanpa induk ia langsung mampu mencari makan sendiri. dan mempunyai pola perilaku. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 2) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. Intisari pengertian keluarga. Kelompok-kelompok sosial ini biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (hewan sosial. misalnya atas dasar sex. Keanggotaan masingmasing kelompok sosial. Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya kondisi manusia ketika baru lahir amat lemah. Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kriteria. 4) Memiliki rasa senasib seperjuangan. ras. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. 3) hubungan tersebut dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. yaitu: 1) merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. merawat. 3) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. perkawinan. dan lainnya.

sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masing-masing. Misalnya. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. dan bagaimana menurut pandangan saudara sendiri ? Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa dikatakan sebagai makhluk sosial ? 2. “kita warga R. 4. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan dan cita-cita kelompoknya. Kedua In-group dan Out-grup. dan adanya suatu hubungan kontinyu di antara mereka. Primary groups merupakan kelompok sosial yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggotaanggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. Syarat penting dalam primary group adalah . Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya.T 002”. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka”.bersifat sukarela. kelompok tersebut adalah kecil. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnosentrisme. Sikap out-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok secara psikologis. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. Kelompok-kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. Ketiga yaitu Primary Group dan Secondary Group. Kelompok ini cukup signifikan. 3. 77 . Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya dibandingkan dengan makhlukmakhluk lainnya ? Jelaskan mengapa manusi sebagai makhluk individu memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan individu-individu lainnya ? Jelaskan bagaimana pandangan teori-teori pendidikan terhadap konsep perkembangan kepribadian seseorang. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah kelompok utama dan kelompok sekunder.T 001” sedangkan “mereka warga R. anggota-anggotanya berdekatan.

Anggota suatu keluarga adalah bentuk pluralitas dalam rangka kesatuan keluarga dan sebagai antitesis darinya. “tidak berbeda” atau “sederajat”. 8. Pria dan wanita adalah bentuk pluralitas dari kerangka kesatuan jiwa manusia. Pengertian Keragaman dan Kesetaran. Coba jelaskan dengan disertai contoh apa maksud dari sosialisasi? Jelaskan apa arti istilah-istilah di bawah ini a) animal social b) in-group out group c) primary-secondary group d) animal symbolicum e) animal educandum f) hayawanun natiq 6. pluralitas tidak dapat terwujud atau diadakan atau terbayangkan keberadaannya kecuali sebagai objek komparatif dari keseragaman dan kesatuan yang merangkum seluruh dimensinya. “keunikan” dan “kekhasan” tersendiri. Selamat Bekerja BAB V MANUSIA. “beda” antara satu dan yang lainnya dan sifatnya tidak tunggal. Keragaman dapat diartikan dengan suatu hal yang “banyak macamnya”. atau yang bagianbagiannya dipaksa untuk tidak menciptakan “keutamaan”. Beberapa istilah yang dianggap sesuai dengan keragaman salah satunya ialah pluralitas (plurality) yaitu suatu konsep yang mengandaikan adanya “hal-hal yang lebih dari satu”xlvii. Sedang kesetaraan dapat diartikan sebagai “sama”. Sisi lain pluralitas adalah kemajemukan yang didasari oleh keutamaan (keunikan) dan kekhasan. Karena itu. 7.5.Sos 1. KERAGAMAN DAN KESETARAAN Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Bangsa-bangsa adalah bentuk pluralitas jenis manusiaxlviii. Pluralitas juga tidak dapat disematkan kepada kesatuan yang tidak mempunyai parsial-parsial. Diskusikan dengan teman sekelompok antara 3 – 5 orang apa fungsi manusia sebagai makhluk individu dan sosial ? Jelaskan apa yang disebut dengan keluarga dan apa fungsinya ? Dalam kehidupan sosial terdapat proses sosialisasi. Tanpa adanya 78 . S.

kecenderungan metodologi yang dipegang.kesatuan yang mencakup seluruh segi maka tidak dapat dibayangkan adanya kemajemukan. dengan perbedaan dan persaingan. yaitu sikap ekstrem represif dan otoriter yang menafikkan perbedaan masing-masing pihak dan keunikannyaxlix. Dan jika tidak ada pluralitas. memiliki sifat pertengahan (moderat atau adil). Sementara. kesulitan berkompetisi. yang menghasilkan hikmah yang tinggi. Sementara itu disintegrasi dan kacau balau ditimbulkan oleh sikap ekstrem memusuhi yang tidak mengakui dan tidak memiliki faktor pemersatu atau pengikat. perbedaan dan pluralitas dan faktor kesamaan. hal ini tentunya akan berakibat pada hidup yang stagnan dan tawar. 79 . berada dalam kerangka kesatuan nilai yang konstan. cobaan. dan tekhnik-tekhnik yang ditempuh. Namun. keunikan dan kekhasan atau pluralitas itu. pada gilirannya akan membawa kepada perbedaan dalam kerangka berfikir. Demikian juga sebaliknya. Pluralitas. serta mati tanpa dinamika. Sehingga. Sayyid Quthbl mengatakan bahwa adalah tabiat manusia untuk berbeda. yang menjadi motivator dan diperkuat oleh kemajemukan dan perbedaan itu. perbedaan dan perselisihan. diharapkan senantiasa memiliki sifat membawa manfaat. pengikat dan kesatuan. yang pada akhirnya akan membawa kepada kebaikan. serta perbedaan mereka dalam persiapan dan potensi-potensi serta tugas yang diemban. keseimbangan. dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masingmasing pihak yang berbeda dalam peradaban. manusia akan menggali potensi mereka yang terpendam. berlomba dan saling dorong diantara individu manusia dan peradaban. sebagaimana halnya seluruh fenomena pemikiran. Pluralitas juga bisa dianggap sebagai motivator dalam menghadapi ujian. Seperti penugasan makhluk manusia ini sebagai pemimpin di muka bumi. dengan menggunakan kekuatannya serta rahasia-rahasianya yang terpendam. juga mempunyai sisi yang ekstrem. kemajuan dan pertumbuhan. Karena perbedaan ini adalah salah satu pokok dari pokok-pokok diciptakannya manusia. tindakan saling dorong dan saling membela. baik yang melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan. Juga oleh sikap penyeragaman (yang dianggap mengingkari adanya kekhasan dan perbedaan). Juga manusia tidak akan dapat mewujudkan tujuantujuan hidup. serta akan selalu terjaga dan berusaha mengeksplorasi kekayaan bumi ini. Sisi pertengahan (adil) serta keseimbangannyalah yang dapat memelihara hubungan antara kemajemukan. yaitu agar manusia membangun bumi dan mengembangkan wujud peradabannya. maka tidak akan ada motivasi untuk berkompetisi.

dianggap sebagai satu bentuk pemaksaan dari negarali. dan budaya yang berbeda. tiga golongan ini terwujud secara vertikal sebagai orang Belanda dan Kulit Putih lainnya. Produk dari politik ekonomi ini adalah adanya golongan penjajah yang mempersatukan secara paksa masyarakat-masyarakat pribumi kedalam sebuah masyarakat jajahan untuk diatur dan diperintah guna kepentingan ekonomi penjajah. Pada abad ke-20. Karena harus ada timbangan yang konstan pula. yakni keragaman (diversity) yang menunjukkan bahwa keberadaaan yang lebih dari satu itu berbeda-beda. kemajemukan menjadi syarat demokrasi. Di Indonesia. orang Pribumi. yang dianggap dapat memuaskan seluruh pihak yang berselisih dan kata akhir rujukan dalam berdebat. misalnya. Dia menunjukkan bahwa sebuah masyarakat majemuk ditandai oleh penduduknya yang secara suku bangsa dan rasial saling berbeda yang hidup dalam satuan-satuan kelompok masing-masing. Serba tunggal. heterogen dan bahkan tidak dapat disamakan. dan keteraturan serta ketertiban kehidupan mereka diatur oleh hukum yang masingmasing berbeda satu dari lainnyalii. Multikulturalisme menjadi semacam respons kebijakan baru 80 . serta ada tujuan yang sama dari manusia. Disamping golongan penjajah dan pribumi terdapat golongan pedagang perantara yang biasanya adalah orang-orang asing yang secara sosial dan rasial tidak tergolong sama dengan golongan penjajah ataupun golongan pribumi. bahasa. Ciri-ciri ini ada pada masyarakat jajahan yang merupakan produk dari politik ekonomi penjajahan untuk menguasai sumberdaya setempat yang ada. Istilah lain yang digunakan untuk masyarakat yang terdiri dari agama. dan orang Timur Asing (orang Cina dan Arab) yang masing-masing hidup dalam kelompokkelompok dan pemukimannya sendiri menurut kebudayaan dan pranata-pranata masing-masing. bahkan konsep ini juga mampu menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari kemajemukan. Konsep Multikulturalisme juga dapat dianggap sesuai dengan masalah-masalah “perbedaan”. ras. Furnivall adalah yang pertama kali mengintroduksi konsep masyarakat majemuk pada waktu dia membahas kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan jajahan di Indonesia. satu ideologi. Apabila pluralitas sekedar mempresentasikan adanya kemajemukan (yang lebih dari satu). satu calon pemimpin. satu partai politik. maka multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama didalam ruang publik. yang hanya bertemu di pasar.serta pokok-pokok yang menyatukan diantara pihak-pihak yang berselisih dan saling membela diri tersebut.

Dalam pengertian multikulturalisme. sebuah masyarakat bangsa dilihat sebagai memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. menurut Nathan Glazerlv. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan-perbedaan individual atau orang-perorang dan perbedaan kebudayaan. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. Kebudayaan bangsa ini merupakan sebuah mozaik. Disamping itu juga melalui proses asimilasi atau pembauran dimana jatidiri dari kelompok-kelompok atau sukubangsa-sukubangsa minoritas harus mengganti jatidiri warganya menjadi sama dengan jatidiri dari kelompok atau suku bangsa yang dominan.terhadap keragaman. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. bahkan kalau perlu dimusnahkanliv. Dalam model multikulturalisme. dan yang didalam mozaik tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakt bangsa tersebut. adanya komunitaskomunitas itu diperlakukan sama oleh negara. Dengan kata lain. 81 . dan mengadopsi cara-cara hidup atau kebudayaan dominan tersebut menjadi cara-cara hidup dan kebudayaannya yang baru. yaitu yang saling memahami dan menghormati kebudayaan-kebudayaan mereka yang berbeda satu dengan lainnya. Dan bila mereka yang tergolong sebagai minoritas tidak melakukannya akan diasingkan dari masyarakat luas. termasuk kebudayaan dari mereka yang tergolong sebagai kelompok minoritasliii. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. setiap orang adalah multikulturalis. Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan. Perbedaan kebudayaan mendorong upaya terwujudnya keanekaragaman atau pluralisme budaya sebagai sebuah corak kehidupan masyarakat yang mempunyai keanekaragaman kebudayaan.

Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan, termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum, tempat kerja dan pasar, dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya, dan bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. 2. Makna Keragaman dan Kesetaraan dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Makna keragaman seperti yang telah sedikit dibahas pada sub bab pengertian keragaman dan kesetaraan diatas, adalah sebagai motivator untuk menghadapi ujian, cobaan, kesulitan berkompetisi dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masing anggota masyarakat (yang beda budaya). Dengan keragaman, kehidupan menjadi dinamis dan tidak stagnan karena terdapat kompetisi dari masing-masing elemen budaya untuk berbuat yang terbaik. Hal ini membuat hidup menjadi tidak membosankan karena selalu ada pembaruan menuju kemajuan. Selain itu keragaman yang terdapat di masyarakat dapat mewujudkan terciptanya manusia antar budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang telah mencapai tingkat tinggi dalam proses antar budaya secara kognitif, afektif, dan perilakunya tidak terbatas, tetapi terus berkembang melewati parameter psikologis suatu budaya, memiliki kepekaan budaya yang berkaitan erat dengan kemampuan berempati terhadap budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang identitas dan loyalitasnya melewati batas-batas kebangsaan dan komitmennya bertaut dengan pandangan bahwa dunia merupakan komunitas global, ia merupakan orang yang secara intelektual dan emosional terikat pada kesatuan fundamental semua manusia yang pada saat yang sama mengakui, menerima, dan menghargai perbedaan mendasar antara orang-orang yang berbeda budaya. 3. Problematika Keragaman Kehidupan Masyarakat dan Solusinya dalam

82

dan Negara. Struktur dunia internasional yang majemuk ditandai oleh adanya keragaman suku bangsa, agama dan budaya (bahkan peradaban). Namun, keragaman tersebut mengandung potensipotensi masalah bahkan konflik, baik pada tingkat regional maupun tingkat internasional, jika masyarakat tidak mau atau tidak bisa menerima adanya keragaman. Adalah Samuel P. Hutington yang “ meramalkan “ konflik antar peradaban dimasa depan tidak lagi disebabkan oleh faktor– faktor keragaman ekonomi, politik, dan ideologi, tetapi justru dipicu oleh masalah–masalah keragaman suku bangsa, agama, ras, dan antar-golongan ( SARA ). Konflik tersebut menjadi gejala terkuat yang menandai runtuhnya polarisasi ideologi dunia ke dalam komunisme dan kapitalisme, bersamaan dengan runtuhnya negara–negara Eropa Timur. Ramalan ini sebenarnya telah didukung oleh peistiwa sejarah yang terjadi sebelumnya (era 1980-an), yaitu yang terjadi perang etnik di kawasan Balkan, di Yugoslavia pasca pemerintahan Michael Joseph Bros Tito. Keragaman, yang di satu sisi merupakan kekayaan dan kekuatan, berbalik menjadi sumber perpecahan ketika leadhership yang mengikatnya lengserlvi. Huntington melihat keragaman dan kekhasan peradaban terjadi karena keragaman dan kekhasan budaya-budayanya. Peradaban adalah bentuk budaya, tidak ada peradaban universal, namun yang terjadi adalah dunia dari peradabanperadaban yang berbeda. Dia melihat ada tujuh atau delapan peradaban besar di dunia saat ini yaitu Peradaban Barat, Peradaban Cina Konfusius, Peradaban Jepang, Peradaban Islam, Peradaban India, Peradaban Ortodox Slavik, Peradaban Amerika Latin dan barangkali Peradaban Afrikalvii. Peradaban-peradaban tersebut masing-masing berbeda satu sama lainnya karena faktor bahasa, sejarah, budaya dan tradisi. Dan yang paling penting diantaranya adalah agama. Anggota-anggota peradaban yang berbeda-beda itu mempunyai pendapat-pendapat yang berbeda-beda pula atas pandangan tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lainnya serta manusia dengan lingkungannya seperti keluarga, masyarakat, negara bahkan alam sekitarnya. Juga terdapat pemikiranpemikiran yang berbeda tentang takaran hak-hak dan tangung jawab-kewajiban, kebebasan, kekuasaan dan persamaan. Huntington memfokuskan pandangannya pada “faktorfaktor benturan” antara peradaban-peradaban ini, tidak hanya pada masa lalu saja, namun juga pada masa yang akan datang. Sehingga, dia mensinyalir bahwa “benturan” adalah suatu keniscayaan dalam hubungan antar-beragam peradaban. Terutama antara peradaban Barat dan peradaban Islam (pada

83

awalnya) dan kedua adalah dengan peradaban Cina. Huntington tidak berkata tentang “determinisme filosofi” benturan-benturan peradaban tersebut. Sebaliknya, Huntington berkata tentang “determinisme realitas” benturan tersebut. Bahkan, benturan antara dua peradaban yaitu peradaban Barat dan peradaban Islam terjadi sepanjang 1300 tahun, dan kedua belah pihak melihat hubungan antara Barat dan Islam sebagai benturan peradabanlviii. Karena benturan ini merupakan suatu “keniscayaan realitas” dan “determinisme realitas” dalam pandangan strategis Huntington, maka dia merancang bagi barat, strategi kemenangan terhadap Islam (kaum Muslimin) dalam benturan ini. Huntington menyarankan untuk membagi fase benturan pada masa depan tersebut menjadi 2 (dua) fase, yakni fase jangka pendek dan fase jangka panjanglix. Pertama, fase jangka pendek. Pada fase ini Huntington merekomendasikan pihak Barat untuk menyatukan dunia peradabannya, dan mempergunakan seluruh perangkatnya, dari alat perang, hingga ekonomi, politik, budaya, nilai hingga lembaga-lembaga internasional, serta memfokuskan diri pada perseteruan melawan peradaban Islam dan Cina. Yang dituntut oleh Barat dalam jangka pendek perseteruan ini adalah sebagai berikut : 1. Menyatukan elemen peradabannya, memperkuat kerja sama di antara mereka, serta memasukkan Eropa Timur dengan bagian Baratnya dan seluruh Eropa bersama Amerika Utara dan Amerika Latin. Atau, Barat budaya dan yang dekat dengan budaya Barat Kristen dengan sekte-sekte yang beragam. 2. Kerjasama, memperkecil danmenekan perseteruan dalam seluruh lingkup peradaban Barat. Bahkan, memanfaatkan masalah-masalah perseteruan dalam masyarakat Barat untuk menjadi perseteruan bagi masyarakat non-Barat, sehingga perseteruan Barat nantinya akan terfokuskan untuk melawan Islam dan Cina. 3. Mengurangi kemampuan militer Islam (kaum Muslim) dan Cina, serta menambah kekuatan militer Barat, dan menjaga keunggulan militer Barat di Timur dan Barat Daya Asia. Atau, untuk menghadapi Cina dan Islam (kaum Muslimin). 4. Memperkuat lembaga-lembaga internasional yang berperan memperjuangkan kepentingan dan nilai-nilai Barat, serta memberikan justifikasi kepadanya, dan mengikutsertakan negara-negara non-Barat untuk bergabung dalam lembagalembaga ini. Kedua, adalah fase jangka panjang. Fase ini oleh Huntington dianggap sebagai fase penguasaan Barat atas

84

yang kekuatannya sudah hampir mendekati kekuatan Barat. dan melihat perseteruan antar peradabanperadaban yang beragam. modernisme dan hegemoni atas dunia. maka ia harus menjalankan strategi fase jangka pendek. corak kesukubangsaan individual yang merupakan milik perorangan berubah menjadi kategorikal. dan antargolongan. Peradaban-peradaban non-Barat telah berusaha menjadi modern tanpa menjadi Barat (selain Jepang. yang merupakan cermin dari elemen bangunan peradaban modern. Dan yang pertama dari strategi perseteruan ini yaitu mematahkan kekuatan peradaban Islam dan peradaban Cina sambil mengikat seluruh peradaban lainnya dalam lembaga-lembaga internasional yang memperjuangkan nilai-nilai dan kepentingan Barat. mempersiapkan seluruh kemampuannya. Sedangkan dalam jangka panjang. Dengan demikian maka Barat dapat memonopoli kekuatan. tekhnologi. tetapi nilai-nilai dan kepentingannya berbeda dalam jarak yang sangat besar dari nilai dan kepentingan Barat. Oleh karena itu. Setelah barat menyatukan kesatuannya. peradaban Barat adalah peradaban Barat dan modern sekaligus. Dia mengungkapkan. Oleh karena itu. mengarah kepada kondisi konflik sejak era Reformasi. permesinan dan persenjataan. Barat dalam bentuk yang lebih besar.peradaban-peradaban non-Barat. agama. kekuatan ekonomi dan militernya akan mengalahkan Barat. serta menekan peradaban-peradaban non-Barat. Di Indonesia sendiri permasalahan mengenai keragaman suku bangsa. Peradaban-peradaban itu juga akan terus berusaha menyelaraskan modernisme itu dengan budaya dan nilai-nilai tradisionalnya. Peradabanperadaban non-Barat akan terus berusaha mencapai kekayaan. yaitu peradaban yang telah berhasil memodernisasi masyarakatnya secara militer maupun ekonomi. harus menguasai peradaban-peradaban modern non-Barat itu. sebagai jalan untuk menghapus keragaman peradaban ini. Sedangkan. Parsudi Suparlanlx melihat konflik-konflik yang terjadi di Indonesia merupakan konflik suku bangsa yang kemudian bisa bergeser pada koflik-konflik bernuansa agama. ras. Lebih lanjut Suparlan mengatakan. dan memberikan justifikasi kepadanya. Barat harus menjaga kekuatan ekonomi dan kekuatan militernya yang diperlukan untuk menjaga kepentingannya yang berhubungan dengan peradaban-peradaban itu. objek Barat selanjutnya adalah menguasai peradabanperadaban non-Barat lainnya. keahlian. tentunya). Huntington mengilustrasikan masa depan peradaban dengan Barat sebagai peradaban yang memonopoli “singgasana peradaban” dunia. Yang menjadi sasaran untuk dihancurkan oleh masing-masing anggota suku bangsa yang 85 .

mengalami konflik bukan lagi orang perorangan dan bukan pula kelompok. Kebudayaan Amerika yang beranekaragam itu bisa dimiliki oleh setiap individu atau komuniti. Prinsip demokrasi itu dilandasi oleh kesetaraan derajat individu atau warga. dan tidak pula mengenal batasan nilai uang dari barang dan harta benda yang di hancurkan. jenis kelamin. Seseorang atau kelompok orang kulit putih yang tergolong keturunan WASP bisa saja mempunyai kebudayaan India. Tetapi masyarakat Amerika bukanlah sebuah masyarakat majemuk. Apapun dan siapapun yang mempunyai atau ditempeli atribut-atribut kesukubangsaan yang menjadi musuh dalam konflik antar suku bangsa akan dihancurkan. Jepang.atribut yang menjadi acuan dari kesukubangsaannya. melainkan kategori suku bangsa. Konflikkonflik itu sangat merugikan dan dapat mencabik-cabik integrasi bangsa dan kebangsaan Indonesia. Karena itu penghancuran terhadap kategori berdasarkan ciri-ciri kesukubangsaan tersebut tidak mengenal batasan umur. dan keagamaan. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai sebuah masyarakat multiethnis atau bersuku bangsa banyak. Model masyarakat multikultural atau berkeanekaragaman kebudayaan ini yang telah berhasil meredam potensi-potensi konflik rasial dan kesukubangsaan perlu kita pelajari dengan seksama dalam konteks Indonesia yang masyarakatnya majemuk dan yang akhir-akhir ini telah dilanda oleh berbagai bentuk konflik rasial. atau yang lainnya. Menggeser idiom masyarakat majemuk menjadi masyarakat beraneka ragam kebudayaan sebagai sebuah kebijakan politik kebudayaan pada tingkat nasional maupun lokal. dan kemajuan melalui ide keanekargaman kebudayaan yang memang sejalan dan mendukung berlakunya prinsip demokrasi dalam kehidupan masyarakat. kesukubangsaan. Cina. dapat dilihat sebagai kebijakan yang bertujuan untuk meredam potensi-potensi pengembangan. Kebijakan untuk secara nasional dan sosial meredam atau menyimpan jati diri rasial atau suku bangsa. karena masyarakat tersebut terwujud sebagai bangsa tidak dengan cara mempersatukan suku bangsa-suku bangsa yang dilakukan oleh sistem nasionalnya. posisi sosial atau keyakinan keagamaan. Suku bangsa itu menjadi musuh sesuai dengan ciri-ciri atau atribut. serta muncul dan 86 . melainkan beranekaragamnya kebudayaan yang dipunyai oleh bangsa Amerika. Pada masa kini yang ditonjolkan di Amerika bukanlah coraknya yang multietnis. dan akan memungkinkan diterapkannya prinsip demokrasi. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikulturalisme. sehingga jati diri suku bangsa atau rasial dari individu menjadi tidak relevan.

Memupuk rasa solidaritas nasional dengan cara membiasakan diri dalam kehidupan bersama.mantapnya hak budaya komuniti dalam kaitan keseimbangannya dengan kekuasaan negara atau masyarakat. agama. Sebaliknya demokrasi dapat mengembangkan masyarakat yang multi kultural. 87 . 2. lebih terletak pada pemahaman akan “budaya lain” diluar “budaya sendiri”. 3. Mendorong terjadinya pembauran secara alamiah sehingga mampu mengatasi perbedaan budaya. Komunikasi antar gender yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat antara kaum laki-laki dan perempuan Disini dapat dilihat bahwa komunikasi antar budaya mensosialisasikan ide pluralitas dan keberagaman dengan bahasa budaya. antara lainlxii : 1. Komunikasi antar agama mempunyai tujuan yaitu memupuk perilaku keagamaan dan sosial yang akomodatif. 2. Hal ini disebabkan berlakunya prinsip perbedaan dan saling menghargai perbedaan konflik atau persaingan berdasarkan atas hukum atau aturan main yang adil dan beradab. Permasalahan konflik-konflik bernuansa keragaman suku bangsa. Komunikasi antar etnik bertujuan untuk mensosialisasikan dan membudayakan pertukaran informasi kebudayaan antar suku bangsa. Komunikasi antar budaya ini perlu dikembangkan sebagai upaya untuklxi : 1. Komunikasi antar ras yang bertujuan untuk menghilangkan prasangka rasial. Mencapai pertukaran dialektis antar budaya. Mengembangkan kesederajatan dan menghapus diskriminasi. 3. Komunikasi antar budaya mempunyai cakupan. Dalam masyarakat multikultural tersebut demokrasi dapat berkembang. bila pemberi pesan dan penerima pesan berasal dari komunitas budaya yang berbeda. Adapun yang harus diperhatikan dari komunikasi antar budaya ini yaitu komunikasi antar budaya terjadi. 5. Disini pamahaman ragam budaya yang ada yang diikuti dengan komunikasi antar budaya menjadi unsur yang sangat signifikan dalam menjembatani perbedaan-perbedaan. baik konflik dalam skala regional maupun konflik berskala internasional. ras dan antar-golongan yang terjadi. 4. 4. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang keragaman budaya yang harus disikapi dengan unsur persatuan dan kesatuan. yang tidak dapat ditawar oleh seseorang yang mempunyai posisi tinggi atau kekuasaan yang besar. Komunikasi antar kelas mempunyai tujuan untuk menghindari ketidakseimbangan dan diskriminasi.

Pemahaman tentang hubungan keragaman dengan kesetaraan di dalam masyarakat dengan tujuan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari masyarakat dianggap sebagai suatu hal yang penting. dan toleransi terhadap perbedaan dan keanakaragaman. masyarakat majemuk yang menekankan pada keanekaragaman suku bangsa harus digeser menjadi ideologi keanekaragaman kebudayaan atau ideologi multikulturalisme. Menempatkan individu dengan keragaman kebudayaannya yang setara derajatnya dalam mewujudkan kehidupan demokrasi 88 . Masyarakat majemuk itu dihasilkan oleh upaya sistem nasional untuk mempersatukan kelompok-kelompok suku bangsa menjadi sebuah bangsa. Perlu kebijakan secara nasional dan sosial untuk meredam atau menyimpan jati diri suku bangsa atau ras. Potensi kekuatan primordialitas untuk memecah belah bangsa disebabkan oleh hakikat keberadaan masyarakat majemuk. Secara hipotesis. Pemahaman tentang hubungan antara keragaman dan kesetaraan itu harus seiring dan sejalan dengan praktek-praktek hubungan sosial-budaya masayarakat. dalam wadah masyarakat “Bhinneka Tunggal Ika” Indonesia yang seperti inilah maka proses-proses demokrasi akan dapat diwujudkan. Untuk itu. Kesetaraan warga dan hak budaya komuniti adalah unsur-unsur mendasar yang ada dalam unsur demokrasi. Kesetaraan. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikultural 2. Untuk itu Suparlan mengatakan : 1. Pemersatuan kelompok-kelompok suku bangsa itu dilakukan secara paksa. Ideologi yang harus ditekankan adalah keanekaragaman kebudayaan. Primordialitas kesukubangsaan dan keyakinan keagamaan dapat berpotensi menjadi pemecah belah bangsa pada saat primordialitas tersebut diaktifkan sebagai kekuatan politik. Dalam ideologi ini. baik secara langsung maupun tidak langsung. kelompok-kelompok budaya tersebut berada dalam kesetaraan derajat. seperti yang diberlakukan dalam masyarakat-masyarakat Amerika dan Eropa Barat. Kekuatan sosial dan politik dari keanekaragaman tersebut bukan berlandaskan pada kekuatan primordial kesukubangsaan yang lokal. Pada hakikatnya masyarakat majemuk yang secara suku bangsa beranekaragam mempunyai potensi sebuah masyarakat otoriter-militiristis dengan corak paternalistis dan etnosentris yang primordial.4. yang menekankan pentingnya hak individu dan kesetaraan individu atau warga.

Pasif / nonagresif agresif 2. Kesetaraan gender adalah suatu frase “suci” yang diucapkan oleh para aktivis sosial. dan semacamnya. kekesalan dan memicu rasa simpati yang besar kepada kaum perempuan. hasil konstruksi tradisi. Istilah kesetaraan gender dalam tatanan praktis. Gender tergantung pada nilai-nilai yang dianut masyarakat. bahkan oleh para pejabat negara. dan “dijadikan” manusia sehingga dapat berperan sebagai warga masyarakat dan negara yang berguna. dibesarkan. Sedangkan gender. hampir selalu diartikan sebagai kondisi “ketidak-setaraan” yang diterima dan dialami oleh kaum perempuan. Subyektif 89 . hamil dan melahirkan yang ini tidak mungkin bisa dilakukan laki-laki. Seks bersifat kodrati yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. sperma dan alat vital berupa penis. Emosional nden 4. Dan sebaliknya laki-laki memiliki jakun. merupakan pelabelan yang pada kenyataannya dibentuk oleh budaya. Maka. Manusia sebagai individu. sub-ordinasi. Saat ini di dalam kehidupan bermasyarakat ada pemilahan sifat manusia yaitu feminim dan maskulin. kaum feminis. Dependen 2. hidup dalam komuniti. politikus. istilah kesetaraan gender sering terkait dengan istilah-istilah diskriminasi terhadap perempuan. Menjamin hak komuniti sebagai satuan kehidupan berskala kecil yang menempati suatu wilayah 4. perlakuan tidak adil. Banyak pemahaman yang keliru ketika orang mengartikan seks dan gender. budaya. dan oleh karenanya bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. bersifat alamiah dan tidak akan berubah dalam kondisi apapunlxiii. Selanjutnya. Aktif / 1. dalam usaha memahami kesetaraan juga dapat dilihat dari perspektif gender.3. karena gender dalam bahasa Inggris hanya diartikan sebagai jenis kelamin. Gender. Istilah-istilah tersebut memang dapat membangkitkan emosi. Indepe 3. agama dan ideologi tertentu yang mengenal batas ruang dan waktu yang langsung membentuk karakteristik laki-laki dan perempuan. tidak bersifat permanen. Untuk itu perlu dipahami terlebih dahulu bahwa seks merupakan suatu hal yang merupakan kodrat berupa ciri-ciri fisik/ biologis yang tidak bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Misalnya. penindasan. Sifat-sifat feminim dan maskulin dapat dikategorikan sebagai berikutlxiv : Sifat maskulin Sifat feminim 1. perempuan yang mengalami haid.

Rasion 5. L ebih suka berpet ualang 11. D sb Sifat feminin seringkali dilekatkan pada diri perempuan dan sifat maskulin seringkali dianggap sebagai sifat laki-laki. Sering menangis tif 8. P ercaya diri 14. P emimp in. Lemah lembut 4. Padahal pada riilnya. pelind ung 15. Mudah tersinggung 5. Tidak 14.Pengasuh. Kurang tegas al 6. Obyek 7.Kurang ambisius gis 13. Sehingga bila ada seorang yang bersikap tidak sesuai dari sifatsifat yang sudah dilekatkan pada dirinya oleh masyarakat maka dia diangggap menyimpang atau salah.Dsb h tersin ggung 9.Kurang percaya diri 8. Lebih kompe titif 10. pemelihara muda 15. Kurang kompetitif 6. Tegas 9. Tidak semua laki-laki mampu bersikap 90 . L ebih mend unia 12. potensi yang dimiliki laki-laki dan perempuan sebagai sesama manusia adalah relatif. A mbisiu s 13. Keras 10.Berorientasi ke rumah menan 12.Tidak suka berpetualang 7.3. Jarang 11.

perempuan mengalami marginalisasi dan harus menanggung beban ganda jika ingin berkiprah di ruang publik. Demikian pula tidak semua perempuan bersikap cengeng. dan seterusnya. Marginalisasi perempuan 4. tingkat pengetahuan. 2. serta perkembangan tekhnologi dan informasi telah membuat perempuan sendiri tidak monopolitik. dalam perkembangannya. Pada sektor budaya. Beban ganda perempuan 3. 4. demografi. baik di struktur pemerintahan. Ini juga nerupakan isyarat penting bahwa gerakan feminisme semakin menampakkan semangat multikulturallxvii. yakni posisi dan peran yang setara antara laki-laki dan perempuan yang tidak dipengaruhi oleh bias gender. dari pelabelan yang ada di masyarakat ini memunculkan ketidakadilan yang berkaitan dengan relasi antara perempuan dan laki-laki. Persoalannya kemudian. perempuan terkungkung dengan stereotype yang dilekatkan pada dirinya untuk tidak keluar dari peran domestiknya. Dalam sektor publik maupun domestik perempuan seringkali menjadi korban tindak kekerasan 3. maupun di tingkat perwakilan rakyat. Dalam bidang ekonomi. secara tidak langsung merupakan komponen dari agenda-agenda multilkultural. Setidaknya ada lima isu gender yang dialami perempuan akibat ketidakadilan genderlxv yaitu : 1. dengan demikian. 2. Perempuan juga hanya ditempatkan sebagai obyek dalam setiap kebijakan pemerintah yang memang seringkali menjadi monopoli laki-laki. perempuan selalu menempati posisi sub-ordinan. Kekerasan terhadap perempuan. Feminisme secara konsisten senantiasa memperjuangkan kesetaraan gender. menjadi semakin hirau atau peduli dengan adanya sejumlah kesenjangan antara persoalan perempuan di Barat dan di “Dunia Ketiga”. Sebagai warga negara. 91 . Sesungguhnya feminisme sedang mencoba membawa perubahan pada kultur ptriarki yang monolitik dan. Dalam bidang politik. Subordinasi perempuan 5. Stereotype terhadap perempuan Sedangkan manifestasi ketidakadilan gender bagi perempuan dapat dirumuskan sebagai berikutlxvi : 1.tegas. Pada awalnya feminisme dikritik keras karean ideologi pukul ratanya yang menggeneralisasi bagitu saja persoalanpersoalan perempuan secara semesta tanpa melihat bahwa goegrafi.

dan kalau sistem egaliter dalam keluarga dapat tercipta maka ini akan tercermin pula dalam kehidupan masyarakat. Oleh karen aitu feminis liberal kebih memfokuskan perjuangan mereka pada perubahan segala undang-undang dan hukum yang dianggap dapat melestarikan institusi keluarga yang patriakhat. masalah hak wanita terhadap kepemilikan properti. karena istri dimiliki oleh suami. Dalam deklarasi tersebut dituliskan sebanyak 15 protes mengenai nasib perempuan . yaitu declaration of Sentiments. Menurut mereka. Feminisme liberal berkembang di Barat pada abad ke-18 bersamaan dengan semakin populernya arus pemikiran baru ‘Zaman Pencerahan’. Usaha pertama yang cukup dramatis untuk mengaplikasikan doktrin HAM pada perempuan . teologi. maka perlu ditunjang dengan dasar hukum yang kuat. Dasar asumsi yang dipakai adalah doktrin John Lock tentang Natural Right (HAM). mulai dari masalah lembaga perkawinan yang menempatkan laki-laki sebagai akepala keluarga. Ketika Karl Marx dan Friederich Engels memformulasikan teori dan ideologinya. Feminisme Sosialislxix.ini harus dimulai dari keluarga. dimana para istri dibebaskan dahulu agar dia dapat menjadi diri sendiri. dan hak untuk mencari kebahagiaan. bermacam bentuk penyadaran pada kaum perempuan merupakan orientasi praksisnya. mereka melihat kaum perempuan yang kedudukannya identik dengan kaum proletar pada masyarakat kapitalis barat. Feminisme sosialis adalah gerakan untuk membebaskan para perempuan melalui perubahan struktur 92 . yang disusun oleh Elizabeth Cady Stanton yang dikeluarkan di Seneca Falls. Tetapi secara teori. agar persamaan hak antara pria dan wanita dapat terjamin pelaksanaannya. maka ini merupakan bentuk penindasan terhadap perempuan. tertuang dalam satu deklarasi yang terkenal. bahwa setiap manusia mempunyai hak asasi yaitu hak untuk hidup.Adapun beberapa aliran feminisme yang ada di dunia saat ini adalah : Feminisme Liberallxviii. Mereka dalam teorinya mempermaslahakan konsep kepemilikan pribadi. dan menganalogikan perkawinan sebagai lembaga yang melegitimasi pria memiliki istri secara pribadi. Menurut feminis liberal. mendapatkan kebebasan. Perempuan hanya dapat dibebaskan dari penindasan ini. dan hukum. yaitu masyarakat egaliter tanpa kelas-kelas.praktek feminisme sosialis memang berbaur dengan berbagai jenis aliran feminisme. kalau sistem ekonomi kapitalis diganti dengan masyarakat sosialis. hingga masalah politik dan sosial seperti partisipasi perempuan dalam bidang kedokteran. New York yang dihadiri sekitr 100 orang.

agama-agama serring ditafsirkan dengan memakai ideologi patriarkat yang menyudutkan perempuan. Tidak seperti teori feminis sosialis. dimana maslaah ekonomi dan struktur sosial yang menciptakan sub ordinasi perempuan. Proses penyadaran ini adalah usaha untuk membangkitkan rasa emosi.Dengan demikian diharapkan perempuan yang telah bangkit kesadaran dan emosinya. seperti yang dilakukan Fatima Mernissi. Semua ini termanifestasikan bilamana perempuan menikah dengan laki-laki.patriarkat. maka perlu diciptakan teknologi untuk mengurangi beban biologis perempuan seperti kontrasepsi. Feminisme Radikallxxi. dan dari Indonesia Masdar F. Semakin tinggi tingkat konflik . secara berkelompok mengadakan konflik langsung dengan kelompok dominan (laki-laki). Menurut para feminis.feminisme sosialis mengadopsi teori praksis Marxisme. feminisme radikal berpendapat bahwa kertidakadilan gender bersumber dari perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan itu sendiri.paham teologi pembebasan tetap ingin mempertahankan agama. sehingga tugas para feminis adalah menolak institusi keluarga baik pada tataran teori maupun praktis. 93 . Teologi feminis bersumber dari mazhab teologi pembebasan yang dikembangkan James Cone pada akhir 1960an. Tujuannnya adalah untuk membantahpenafsiran dan fikih yang merugikan perempuan. yaitu teori penyadaran pada kelompok tertindas. agar para wanita sadar bahwa mereka merupakan kelas yang tidak diuntungkan. Amina Wadua. Teologi Feminislxx. Namun agama ini bukan untuk melegitimasi penguasa melainkan sebagai alat untuk membebaskan golongan yang dianggap tertindas. Perbedaan biologis ini terkait dengan peran kehamilan dan keibuan yangs elalu diperankan perempuan. berusaha mencari konteks dan latar belakang ayat-ayat Al Qur’an dan hadis yang berkenaan dengan perempuan. diharapkan akan mampu meruntuhkan sistem patriarkat yang ada. dan bahkan artificial devices atau alat-alat tiruan. Mas’udi. agar para perempuan bangkit untuk mengubah keadaan. Apabila lembaga perkawinan tidak dapat dihindari. Teologi feminis berkembang dalam berbagai agama diantaranya Islam. kristen dan yahudi.para teolog feminis yang berkembang dalam Islam. Teori feminisme radikal berkembang pesat di AS pada 1960-1970-an. Ali Asghar Engineer. Rifat Hasan. Manifesto feminis radikal yang diterbitkan dalam Notes From The Second Sex (1970) mengatakan bahwa lembaga perkawinan adalah lembaga formalisasi untuk menindas perempuan. maka perbedaan nbiologis ini akan melahirkan peran gender yang erat kaitannya dnegan masalah biologis.

ataupun menjanda. maupun religius. bahkan tanpa perlu keberadaan laki-laki dalam kehidupan mereka. Ekofeminismelxxii. Ringkasan Berdirinya negara Indonesia di latarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk. baik secara etnis. kultural. mengajak perempuan untuk mandiri. sebenarnya merupakan kehendak Tuhan yang seharusnya dijadikan sebagai sebuah potensi untuk menciptakan sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. yaitu sebagai makhluk yang terikat dan berinteraksi dengan lingkungannya. geografis. Teori ekofeminisme adalah teori yang melihat individu secara lebih komprehensif. hidup melajang. sehingga perempuan tidakl perlu lagi mnegalami proses kehamilan. Masalah suku bangsa dan kesatuan-kesatuan nasional di Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa suatu negara yang multietnik memerlukan suatu kebudayaan nasional untuk menginfestasikan peranan identitas nasional dan solidaritas nasional di antara warganya. Sistem maskulin yang telah mewarnai peradapan modern dianggap merusak dan menutupi nilai sakral kualitas feminin yang merupakan fitrah perempuan. adalah usaha untuk membebaskan perempuan dari perangkap sistem maskulin yang membuat perempuan menjadi bimbang akan perannya. Ekofeminisme yang ingin mengembalikan identifikasi perempuan dengan alam. Kita tidak dapat mengingkari sifat pluralistic bangsa kita. kebudayaan suku bangsa dan 94 .seperti tiruan placenta dan bayi tabung. Manusia secara kodrat diciptakan sebagai makhluk yang mengusung nilai harmoni. Sehingga kita perlu memberi tempat bagi berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yang dianut oleh warga negara Indonesia. Feminis radikal cenderung membenci makhluk laki-laki sebagai individu maupun kolektif. salah satu alternatifnya adalah dengan hubungan heteroseksual (lesbian). Di kehidupan sehari-hari.teori ekofeminisme mempunyai konsep yang bertolakbelakang dengan teori-teori feminisme modern yang berasumsi bahwa individu adalah makhluk otonom yang lepas dari pengaruh lingkungannya dan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Perbedaan yang mewujud baik secara fisik ataupun mental. Ekofeminisme timbul karena ketidakpuasan akan arah perkembangan ekologi dunia yang semakin bobrok. Gagasan tentang kebudayaan nasional Indonesia yang menyangkut kesadaran dan identitas sebagai suatu bangsa telah di rancang saat bangsa kita belum merdeka.

Dalam model multikulturalisme. sebuah masyarakat bangsa dilihat memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. Berbagai kebudayaan itu beriringan. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum. Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan. Dalam konsep multikulturalisme. dan 95 . dan sosial. termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. setiap orang adalah multikulturalis. bahkan mampu untuk saling menyesuaikan (fleksibel) dalam kehidupan sehari-hari. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. saling melengkapi. Tidak seperti sebaliknya yaitu perbedaan-perbedaan dapat menyebabkan ketegangan hubungan antar-anggota masyarakat. mewarisi perilaku dan kegiatan kita. Salah satu model keragaman dan kesetaraan dapat dilihat dari konsep Multikulturalisme.kebudayaan agama. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya. tempat kerja dan pasar. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. bersama-sama dengan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. hukum. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. ekonomi. Di dalam kebudayaan tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakat bangsa tersebut. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial.

Apa yang anda ketahui tentang manusia antar budaya dan menurut anda. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 9. apakah manusia Indonesia termasuk dalam konteks manusia antar budaya tersebut ?. Diskusikan dengan teman anda 3 . dapat ditemukan pada berbagai perilaku yang terpilih dalam berbagai kehidupan yang luas di alam semesta ini. Pengertian Nilai. Feminisme BAB VI MANUSIA. Oleh karena itu. Nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusialxxiii.bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. pemahaman akan konsep nilai dianggap penting dalam upaya untuk mengerti dan memahami pentingnya nilai bagi kehidupan manusia. perlu dikembangkan komunikasi antar budaya yang sangat intens. 14. Nilai dianggap penting dalam kehidupan manusia. 11. Di dalam masyarakat yang multi budaya. Multikulturalisme d. 12. MORALITAS DAN HUKUM Oleh : Tito Kusuma Wardhana.5 orang tentang permasalahan keragaman dan kesetaraan di Indonesia ?. Apa yang dimaksud dengan : a.Sos 1. Moral dan Hukum. Jelaskan konsep tentang masyarakat majemuk yang anda ketahui ?. Jelaskan mengapa keragaman dan kesetaraan harus dipahami oleh manusia Indonesia terutama oleh mahasiswa 10. hal ini disebabkan seseorang di dalam hidupnya tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai. Nilai. S. nilai-nilai ini implementasinya sangat luas. Pluralitas c. 13. Apa yang dimaksud dengan komunikasi antar budaya dan apa yang harus dikembangkan dari komunikasi antar budaya tersebut ?. Gender b. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau 96 . Jadi.

harapan. nilai-nilai tersusun secara hierarkis dan mengatur rangsangan kepuasan hati dalam mencapai tujuan kepribadiannya. ada beberapa pendapat sebagai berikutlxxiv : 1. tentang hal yang merupakan cita-cita. Sebagai bahan perbandingan dan untuk menambah wawasan pengertian tentang nilai. masuk ke dunia ideal dan bukan dunia real. maka arti indah adalah sifat atau kualitas yang melekat pada baju. Dengan demikian maka nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan yang lainnya. harapanharapan. 2. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. bukan kognitif. 3. Kohler (1938) mengatakan bahwa manusia tidak berbeda di dunia ini. Kepribadian dari sistem sosio-budaya merupakan syarat dalam susunan kebutuhan rasa hormat terhadap keinginan yang lain atau kelompok sebagai suatu kehidupan sosial yang besar. Meskipun demikian diantara keduanya. Maka apabila kita berbicara tentang nilai. Peper (1958) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk. Jika berbicara tentang nilai berarti masuk pada bidang makna normatif. Contohnya adalah baju itu indah. Terdapat batasan nilai (tentatif) dari beberapa pendapat mengenai konsep nilai yaitu nilai adalah sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek. antara dunia ideal dan real. Perry (1954) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subyek. dambaan dan keharusan. Artinya yang ideal harus menjadi real dan yang bermakna normatif harus direalisasikan dalam perbuatan sehari-hari yang merupakan fakta. Kluckhon (1951) mengatakan bahwa definisi nilai yang diterima sebagia konsep yang diiinginkan dalam literatur ilmu sosial adalah hasil pengaruh seleksi perilaku. semua tidak dapat berhenti hanya dengan sebuah pandangan (maksud) faktual dari pengalaman yang berlaku. itu saling berhubungan atau saling berkait erat. bukan objek itu sendiri. Batasan nilai yang sempit adalah adanya suatu perbedaan penyusunan antara apa yang seharusnya dibutuhkan dan apa yang diinginkan dengan apa yang seharusnya dibutuhkan. 4. Sesuatu itu mengandung nilai artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu itu. menyangkut segala sesuatu yang baik atau segala sesuatu yang buruk sebagai 97 . dambaan-dambaan dan keharusan. sebenarnya kita berbicara tentang hal yang ideal. antara yang makna normatif dan kognitif.kelompok. Jadi nilai itu pada hakekatnya adalah suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek.

rasa. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis. Norma-norma tersebut meliputi . Dalam menilai hal-hal kerokhanian/ spiritual yang menjadi alat ukurnya adalah hati nurani manusia yang dibantu oleh alat indera. b. gevoel. berbangsa dan bernegera dapat berjalan dengan baik. Nilai kebaikan atau nilai moral. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. dapat dikemukakan bahwa yang mengandung nilai itu bukan hanya sesuatu yang berwujud material saja. yang bersumber pada unsur kehendak (will. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia. luas dan sebagainya. atau maksud dari berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat. karsa dan keyakinan manusia.abstraksi. Norma Moral yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik dan buruk serta benar dan salah. Norma Hukum yaitu yang berkaitan dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara. dan susila atau asusila. yang bersumber pada akal (ratio. 2. Sehingga etika dalam bermasyarakat. c. yaitu : 1. Pertama. Nilai-nilai material lebih relatif mudah diukur. 98 . Dalam memahami lebih jauh mengenai konsep nilai. yaitu dengan menggunakan alat indera maupun alat pengukur lainnya seperti berat. sopan atau tidak sopan. akan tetapi juga sesuatu yang berwujud non-material atau immaterial. Nilai material. Dari macam-macam nilai diatas. d. Sedangkan nilai kerokhanian/ spiritual lebih sulit mengukurnya. Nilai religius. maka Notonagoro membagi nilai menjadi 3 (tiga) macamlxxv. pandangan. Nilai kebenaran. sehingga merupakan suatu pedoman. Nilai vital. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. Nilai keindahan atau nilai estetis. Bahkan sesuatu yang immaterial itu dapat mengandung nilai yang sangat tinggi dan mutlak bagi manusia. cipta) manusia. 3. panjang. cipta. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. bangsa maupun negara. would. maka nilai-nilai tersebut kemudian dijabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas. karsa) manusia. Kedua. Jika nilai ingin dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praktis atau kehidupan yang nyata dalam masyarakat. yang merupakan nilai kerokhanian tertinggi dan mutlak. budi. Nilai kerokhanian. rasa) manusia. Nilai kerokhanian ini dapat dibedakan atas empat macam : a. atau kebutuhan material ragawi manusia.

maka mereka menganggap pikiran nilai-nilai hidup yang meminta kepekaan hati sebagai sesuatu yang subjektif dan tidak bermutu. Etika Deskriptif.Nilai memiliki kaitannya yang erat dengan etika. Istilah etika berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu eqos-ethos dan eqiqos-ethikos. Teori-teori nilai mempersoalkan sifat kebaikan. Etika Normatif. seperti yang dapat dilakukan terhadap fenomena spiritual lainnya. Dalam hubungannya dengan sosiologi. Etika sendiri dapat dibagi menjadi dua bagianlxxvi yaitu : 1. Maksudnya. kebebasan dan tekhnologilxxvii. Etika normatif sendiri dibagi dalam dua teori. pengaruhnya atas hidup dan pikiran orang makin berkurang karena Barat mengunggulkan cara berfikir analitis rasional. 2. Barat beranggapan bahwa manusia adalah ukuran bagi segalanya. keyakinan dan pengalaman moral dalam suatu kultur tertentu. kebiasaan. Dalam cara berfikir dan hidupnya lebih terpikat oleh kemajuan material dan hidup sehingga tidak cocok dengan cara berfikir untuk meninjau mkana dunia dan makna hidup. yaitu teori-teori nilai (theories of value) dan teori-teori keharusan (theories of obligation). sedangkan teori-teori keharusan membahas tingkah laku. tempat yang biasa. Akibatnya. Barat dalam pikirannya cenderung menekankan dunia objektif daripada rasa sehingga hasil pola pemikirannya membuahkan sains dan tekhnologi. Nilai Barat dan Timur. etika deskriptif digolongkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan empiris dan berhubungan erat dengan sosiologi. Etika normatif dapat juga disebut filsafat moral (moral philoshopy). Sedangkan ethikos berarti susila. Dalam hal manusia. etika deskriptif berupaya menemukan dan menjelaskan kesadaran. Etika desriptif menguraikan dan menjelaskan kesadaran dan pengalaman moral secara deskriptif. Nilai penting yang mendasari semua nilai di Barat adalah martabat manusia. watak. Ini dilakukan dengan bertolak dari kenyataan bahwa ada fenomena moral yang dapat digambarkan dan diuraikan secara ilmiah. keadaban. manusia mempunyai 99 . maka filsafat tradisional dan pemahaman agama muncul sebagai suatu sistematik ide-ide abstrak tanpa hubungan dengan yang nyata dan praktek hidup. Ethos berarti sifat. karena etika pada pokoknya merupakan kajian mengenai nilai baik dan buruk serta benar dan salah. atau kelakuan dan perbuatan yang baik. Oleh karena itu. misalnya religi dan seni. Barat hidup dalam dunia teknis dan ilmiah.

mereka menghayati hidup tidak hanya dengan otaknya. tetapi mencari kebijaksanaan. Nilai Timur pada intinya banyak bersumber dari agamaagama yang lahir di dunia Timur. Ringkasnya. intelek dan pengalaman. yang menjadi permasalahan bidang morallxxviii. apakah kita ini baik atau buruk. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. Inti kepribadian manusia Timur tidak terletak pada inteleknya. Bahkan K. Pada umumnya manusiamanusia Timur menghayati hidup yang meliputi seluruh eksistensinya. Oleh karena itu. orang Timur memadukan pengetahuan. Pada tahap binatang tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk. Jelasnya. pemikiran kongkret. sehingga kebudayaan Barat menghasilkan nilai dasar seperti demokrasi. bukan dari kebijaksanaan hatinya. intuisi. tentang yang boleh dan yang dilarang. tentang yang harus dilakukan dan tidak pantas 100 . Dari sini dapat dilihat bahwa manusia itu dianggap memiliki nilai diukur dari kemampuannya. Dalam hal menegakkan norma. tetapi juga bersumber dari ide-ide abstrak atau simbolik yang dapat terwujud kongkret dalam praktek kehidupannya. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. sebab manusia Timur lebih menyukai intuisi dari pada akal budi. kreatif dan estetik. lembaga sosial dan kesejahteraan ekonomi. simbolik dan kebijaksanaan. Manusia oleh Barat dipandang sebagai pusat segala sesuatu yang mempunyai kemampuan rasional. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. dalam menghadapi kenyataan. Mencari ilmu tidak hanya untuk menambah pengetahuan intelektual saja.kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. tetapi pada hatinya. Dengan hatinya mereka menyatukan akal budi dan instuisi serta intelegensi dan perasaan. yang kesemuanya berpangkal demi penghargaan mutlak bagi manusia. Timur tidak hanya bersumber dari ajaran agama saja. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. Bertens mengatakan Moralitas merupakan ciri khas manusia yang tidak dapat ditemukan pada makhluk lain di bawah tingkat manusiawi. Berfikir secara Timur tidak bertujuan menunjang usaha-usaha manusia untuk menguasai dunia dan hidup secara teknis. Moralitas. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan.

Keharusan dapat dibedakan antara keharusan alamiah dan keharusan moral. c) Keharmonisan dengan orang lain.dilakukanlxxix. Keharusan moral mengandaikan adanya kebebasan. d) Kesepakatan. Orientasi kejujuran yaitu menekankan pada keadilan dengan fokus pada : a) Kebebasan. tidak perlu ada instansi yang mengawasi agar hal itu terjadi. Keharusan alamiah adalah keharusan yang didasarkan atas hukum alam. Keharusan moral didasarkan pada kenyataan bahwa manusia mengatur tingkah lakunya menurut kaidah-kaidah atau norma-norma itu. karena pertimbangan moral merupakan hasil proses penalaran yang 101 . Orientasi utilitarisme menekankan konsekuensi kesejahteraan dan kebahagiaan tindakan moral seseorang pada orang lain. Ada 4 orientasi moral yang Kohlberg kemukakanlxxx. b) Kesadaran dan motif yang baik. Lawrence Kohlberg mengatakan bahwa orientasi moral seseorang yang dijadikan dasar pertimbangan nuraninya berbeda-beda bagi setiap orang. Orientasi perfeksionisme menekankan pencapaian : a) Martabat dan otonomi. Orientasi normatif yaitu mempertahankan hak dan kewajiban dan taat pada aturan yang telah baku. alam telah mengaturnya sedemikian rupa sehingga berjalan secara otomatis. Manusia harus menerima dan menjalankannya (keharusan moral semacam ini hanya ada pada manusia). hal itu akan terjadi dengan sendirinya dan tidak mengandaikan adanya kebebasan (keharusan alamiah inilah yang terjadi pada binatang). Hukum moral tidak berjalan dengan sendirinya. tujuannya agar kita tidak hidup dengan cara ikut-ikutan saja terhadap perbagai pihak yang mau menetapkan bagaimana kita harus hidup. 3. melainkan agar kita dapat mengerti sendiri mengapa kita harus begini atau begitulxxxi. Sehingga dapat dikatakan salah satu kebutuhan manusia yang paling fundamental adalah orientasi. 4. 2. tetapi merupakan himbauan pada kemauan manusia dengan menyuruh untuk melakukan sesuatu. b) Kesamaan. Orientasi moral ini dipandang penting karena akan menentukan arah keputusan dan tindakan seseorang. yaitu : 1. c) Pertukaran hak. Jadi hukum moral merupakan kewajiban. Sedangkan keharusan moral dijalankan berdasarkan hukum moral. Oleh karena itu orientasi moral akan sangat berpengaruh terhadap moralitas dan pertimbangan moral seseorang.

sedangkan immoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik atau secara moral buruk atau tidak etis. Kata dan istilah moral sering juga dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. kebiasaan. di luar suasana etis atau non moral. perkawinan. Akan tetapi bila ditelusuri asal-usul katanya. Hukum mencampuri urusan manusia sebelum ia lahir dan masih mencampurinya sesudah manusia meninggal. memberikan hak-hak terhadap orang tua dan meletakkan kewajiban atas orang tua terhadap anak-anaknya. immoral dan amoral dalam makalah ini. istilah moral berasal dari bahasa latin mos (jamaknya mores) yang berarti adat. dan lain-lainnya. kebangsaan. kaidah susila. akan lebih baik bila dipertegas lebih dahulu pengertian istilah tersebut. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti meniadakan kaidah-kaidah lain tersebut. Istilah moral ini bisa digunakan untuk maksud yang berbeda. moralitas. bahkan jika dipikirkan lebih lanjut maka terasalah bahwa hukum itu tidak terbatas melainkan terdapat dimana-mana. tentu saja sesuai dengan konteks dan makna pembicaraan yang dimaksud. Hukum berlaku pada seorang individu ketika baru dilahirkan. Dalam kamus yang berkembang di Indonesia amoral berarti immoral dalam pengertian di atas dan pengertian immoral sendiri kurang dikenal. baik lewat percakapan. Sedangkan moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas/ pilar dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Hukum melindungi benih di kandungan ibu dan masih menjaga jenazah orang yang sudah mati. kesopanan.dalam proses penalaran tersebut ada upaya memprioritaskan nilai-nilai tertentu berdasarkan orientasi moral serta pertimbangan konsekuensinya. Karena banyaknya istilah moral. adat kebiasaan dan kaidah moral. tulisan maupun berita. baik hubungan yang langsung (asal-usul/ keturunan). Moral secara istilah adalah nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Jadi dapat dikatakan bahwa semua hubungan itu diatur oleh hukum. seperti kaidah agama. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatuhi masyarakat. Hukum Pemahaman mengenai hubungan manusia dengan hukum yaitu bahwa setiap saat manusia dikuasai oleh hukum. tempat tinggal. bahkan antar kaidah hukum dengan kaidah lain tersebut saling 102 . Pergaulan hidup manusia yang terjadi karena hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. semuanya adalah hubungan hukum. Sedangkan istilah amoral berarti tidak berhubungan dengan konteks moral. perdagangan.

Hukum tidak lain hanyalah merupakan sarana bagi penyelenggara hukum untuk mengerahkan cara berfikir dan bertindak dalam rangka kebijakan (policy) tujuan nasional. hanya dirasakan dan dialami. 2. budaya. moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali. Selanjutnya Mochtar Kususmaatmadja mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. Moralitas diidentikan dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk (etika). Setiap individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. Hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. hukum selalu berpihak. struktural dan bahkan agama.dalam kamus hukum. selalu berwarna dan memang dirancang . tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. Dalam rangka konseptualisasi. yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. Dalam kediriannya. yang mana cara mengukurnya adalah melalui nilai-nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. tidak ada sangkut pautnya dengan “keadilan” dan “kebenaran” dalam makna yang hakiki. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. secara inheren. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”lxxxiii. Pemahaman akan nilai dan kebernilaian diri akan membawa implikasi pada permasalahan moralitas. Nilai. Nilai yang dianggap penting oleh manusia itu harus jelas. sehingga akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain. apaila kita juga betul-betul berfikir demikian seperti yang dalam undang-undang. Moral dan Hukum dalam Kehidupan Manusia. bermakna dan berwujud relatif berakar dari sosial. dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakatlxxxii. harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. Sedangkan perbuatan-perbuatan manusia agar tidak merugikan orang lain atau masyarakat dan dapat menciptakan ketertiban serta dapat menjaga keutuhan 103 . Fungsi Nilai.berhubungan yang satu memperkuat lainnya.

masyarakat, maka dibuatlah hukum yang mengatur tentang hubungan sosial masyarakat. Pada dasarnya nilai, moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. Setidaknya dapat dikemukakan tiga fungsi eksplisitnya dalam kehidupan manusia. Pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini mengingatkan manusia agar memperhatikan kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup. Kedua, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Hal ini menunjuk dimensi moral dari permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Terjadinya kekacauan atau ketidakberesan dalam masyarakat selalu berhubungan dengan longgarnya penerapan moralitas dan hukum. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Maksudnya, dapat menggiring manusia kepada faktor-faktor emosional sehingga manusia dapat saja salah atau keliru pada saat memilih sesuatulxxxiv. Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat, tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Untuk melindungi lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat, disebut hukum positif. Istilah hukum positif dimaksudkan untuk menandai “ diferensi ” (perbedaan) dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti oleh anggota masyarakat. Sebagai atribut positif ini ialah : 1. Bukanlah kaidah sosial yang mengambang atau tidak jelas bentuk dan tujuannya sehingga dibutuhkan lembaga khusus yang bertujuan merumuskan dengan jelas tujuan yang hendak dicapai oleh hukum. 2. Dibutuhkan staf (orang/ personalia) yang menjaga berlakunya hukum, seperti polisi dan pengadilanlxxxv. Sifat dan peraturan hukum tersebut adalah memaksa dan menghendaki tujuan yang lebih dalam. Pengertian memaksa bukanlah senantiasa dipaksakan, apalagi dengan tindakan

104

sewenang-sewenang. Sebab hukum itu merupakan konkritisasi dari sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat, yang perlu mempertimbangkan tiga hal penting yaitu sebagai sistem norma, sebagai sistem kontrol sosial dan sebagai social enginering (pemegang kekuasaan memelopori proses lxxxvi pengkaidahannya) . Bahkan tatkala terjadi dilema di dalam hukum itu sendiri, yang dapat disebabkan karena adanya konflik, baik dari lembaga-lembaga hukum, sarana prasarana hukum bahkan rendahnya budaya hukum dalam masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikannnya pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. 3. Proses terbentuknya Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Dengan semakin banyaknya permasalahan-permasalahan sosial dewasa ini, yang banyak diwarnai dengan masalah pertumbuhan penduduk yang demikian cepat, revolusi industri, perkembangan tekhnologi serta modernisasi, secara tidak langsung telah menimbulkan suatu tatanan baru atau gambaran sosial yang baru di dalam masyarakat saat ini. Perkembangan yang demikian ini membawa serta peranan dan pengaturan melalui berbagai bidang, umumnya di bidang moralitas dan di bidang hukum secara khusus. Permasalahan-permasalahan sosial selalu ada dalam suatu masyarakat ataupun negara. Bahkan sejak jaman dahulu sampai jaman sekarang permasalahan-permasalahan sosial itu akan tetap selalu ada di dalam masyarakat dan negara. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial tersebut dibutuhkanlah yang dinamakan dengan moralitas dan hukum, baik moralitas dan hukum dalam artian masing-masing maupun moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan. Dalam artian moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan maka di kenal suatu istilah yang dinamakan Hukum Moral. Hukum moral ini berbeda dengan hukum-hukum yang lainnya. Umumnya, hukum moral dimengerti sebagai “tatanan pengarah” kegiatan manusia untuk mencapai tujuan yaitu ketertiban dan keadilanlxxxvii. Hukum moral sendiri meliputi rangkaian aturan permanen, seperti kewajiban menghormati kontrak antar pribadi (kontrak sosial), peraturan hidup, larangan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang-orang lain. Terdapat 5 (lima) fungsi perumusan hukum morallxxxviii antara lain : Pertama, mewariskan himpunan kebijakan dari jaman dulu kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Sebagai individu dan makhluk sosial, manusia selalu

105

mempertimbangkan dampak tindakan yang diperbuatnya. Kedua, Mengusahakan keamanan secara psikologis dan sosial. Secara sosial, hukum ini membantu tatanan hidup masyarakat untuk menghadapi kekuatan-kekuatan “khaotik” dan “anarkis”. Ketiga, membantu manusia dalam pengambilan keputusan dan mencegah terjadinya “paralisis moral”. Keempat, membantu manusia untuk mengenal kekurangan-kekurangan dan kegagalan-kegagalan sehingga manusia dapat memperbaiki diri. Kelima, Membagikan pengalaman supaya bisa tercipta tingkah laku personal dan sosial. Hukum moral ada untuk melayani cinta kasih dan berada di bawah cinta kasih dan membantu untuk menuntun manusia menuju kebaikan secara otentik. Supaya hubungan manusia dalam masyarakat dan negara terlaksana sebagaimana yang diharapkan, maka diciptakanlah norma-norma yang bersumber pada nilai-nilai dan moral masyarakat melalui tahapan sebagai berikut, (1). Cara (usage) yaitu menunjuk pada suatu kegiatan. (2). Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. (3). Tata kelakuan (mores) yaitu kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur. (4). Adat istiadat (custom) yaitu tata kelakuan yang kekal seta kuat integrasinya dengan pola-pola masyarakat, disertai dengan sanksi tertentulxxxix Dalam rangka pembentukannya sebagai lembaga kemasyarakatan, norma-norma itu mengalami beberapa proses. Pertama, Institusionalisasi yaitu proses dimana norma itu dikenal, diakui, dihargai, dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari, dan secara resmi dilembagakan berbentuk suatu hukum tertulis dalam konteks kenegaraan. Kedua, Internalisasi yaitu suatu proses dimana norma tersebut telah mendarah-daging dalam masyarakat. 4. Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Perwujudan nilai, moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Dengan kata lain, kesadaran hukum manusia menyangkut masalah apakah ketentuan hukum tertentu benar-benar berfungsi atau tidak dalam masyarakat. Untuk menggambarkan keterkaitan antara kesadaran hukum dengan ketaatan hukum terdapat suatu hipotesis yang dikemukakan oleh Berl Kutchinskyxc, yaitu “a ‘strong legal consciousness’ is sometimes considered the cause of adherence to law (sometimes it is just another word for that) while a ‘weak legal consciousness’ is considered the cause of

106

Bila demikian. Kuatnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) kadang-kadang dipertimbangkan menjadi penyebab kesetiaan atau ketaatan hukum (meskipun kadang-kadang hanya sebatas pada kata-kata saja). Diartikan sebagai suatu kepatuhan yang didasarkan pada harapan akan suatu imbalan dan usaha untuk menghindarkan diri dari hukuman atau sanksi yang mungkin dikenakan apabila seseorang melanggar ketentuan hukum. Kepatuhan ini sama sekali tidak didasarkan pada suatu keyakinan pada tujuan kaidah hukum yang bersangkutan. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. antara lain adalahxcii : 1. kepatuhan hukum akan ada apabila ada pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan kaidah-kaidah hukum tersebut. 2. akan tetapi agar keanggotaan kelompok serta hubungan baik dengan mereka yang diberi wewenang untuk menerapkan kaidah-kaidah hukum tersebut tetap terjaga. Tentang faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum. sehingga kepatuhan pun tergantung pada baik- 107 . kesadaran hukum menekankan tentang nilai-nilai masyarakat tentang fungsi apa yang hendaknya dijalankan oleh hukum dalam masyarakat. dan lebih didasarkan pada pengendalian dari pemegang kekuasaan. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. Identification. Daya tarik untuk patuh adalah keuntungan yang diperoleh dari hubungan-hubungan tersebut. Terjadi bila kepatuhan terhadap kaidah-kaidah hukum ada bukan karena nilai instrinsiknya. yang dilakukan secara ilmiah. Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Sebagai akibatnya. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilanxci. sedangkan lemahnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) dipertimbangkan menjadi penyebab terjadinya kejahatan dan malapetaka. baik hukum formal/ positif ataupun hukum berdasarkan normas-norma masyarakat (sanksi sosial). Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa hukum ada di dalam masyarakat. Compliance.crime and evil“.

oleh karena orang yang bersangkutan berusaha untuk mengatasi perasaanperasaan kekhawatirannya terhadap kekecewaan tertentu. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan perilaku yang dilarang ataupun 108 . Sudah tentu bahwa hukum yang dimaksud di sini adalah hukum tertulis (hukum formal) dan hukum tidak tertulis (normanorma atau aturan-aturan dalam masyarakat). Pemahaman Hukum. 4. Isi kaidah-kaidah tersebut adalah sesuai dengan nilai-nilainya dari pribadi yang bersangkutan atau oleh karena dia mengubah nilai-nilai yang semula dianutnya. dengan jalan menguasai obyek frustasi tersebut dengan mengadakan identifikasi. Sikap Hukum. Titik sentral dari kekuatan proses ini adalah kepercayaan orang tadi terhadap tujuan dari kaidah-kaidah yang bersangkutan. 2. terlepas dari pengaruh atau nilai-nilainya terhadap kelompok atau pemegang kekuasaan maupun pengawasannya. yaitu : 1. Terdapat 4 (empat) indikator kesadaaran hukum. Dengan demikian masyarakat menaati hukum bukan karena paksaan. 3. Pengetahuan Hukum adalah pengetahuan seseorang mengenai beberapa perilaku tertentu yang sudah diatur oleh hukum. melainkan karena hukum itu sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Penderitaan yang ada sebagai akibat pertentangan nilai-nilai diatasinya dengan menerima nilai-nilai penegak hukum. Pengetahuan Hukum. Maksudnya ialah kepentingan-kepentingan para warga masyarakat terjamin oleh wadah hukum yang ada. yang masing-masing merupakan suatu tahapan bagi tahapan berikutnyaxciii. 3. Pada tahap ini seseorang mematuhi kaidah-kaidah hukum dikarenakan secara intrinsik kepatuhan tadi mempunyai imbalan. Hal ini disebabkan. Society Interest. Internalization. Hasil dari proses tersebut adalah suatu konformitas yang didasarkan pada motivasi secara intrinsik. Kesadaran hukum berkaiatan dengan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. Pola Perilaku Hukum. Dalam hal ini telah terjadi internalisasi hukum dalam masyarakat yang diartikan bahwa kaidah-kaidah hukum tersebut telah meresap dalam diri masyarakat. 4. Walaupun seseorang tidak menyukai penegak hukum akan tetapi proses identifikasi terhadapnya berjalan terus dan mulai berkembang perasaan-perasaan positif terhadapnya.buruknya interaksi tadi.

serta manfaatnya bagi pihak-pihak yang kehidupannya diatur oleh peraturan tersebut. maka dengan demikian suatu keadaan yang dicitacitakan adalah adanya keselarasan dan keseimbangan antara hukum dengan sistem nilai-nilai tersebut. Konsekuensinya adalah bahwa perubahan pada sistem nilai-nilai harus diikuti dengan perubahan hukum atau dilain pihak hukum harus dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengadakan perubahan pada sistem nilai-nilai tersebut. Bila dianggap bahwa hukum merupakan konkritisasi dari sistem nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Dengan demikian sampai seberapa jauh kesadaran hukum dalam masyarakat dapat dilihat dari pola perilaku hukum suatu masyarakat. merampok dan lainlainnya itu dilarang oleh hukum. Akan tetapi yang dilihat di sini adalah bagaimana persepsi mereka dalam menghadapi berbagai hal. mencuri. Pola Perilaku Hukum merupakan hal yang utama dalam kesadaran hukum. Pemahaman Hukum dalam arti di sini adalah sejumlah informasi yang dimiliki seseorang mengenai isi peraturan dari suatu hukum tertentu. Suatu sikap hukum akan melibatkan pilihan warga terhadap hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam dirinya sehingga akhirnya warga masyarakat menerima hukum berdasarkan penghargaan terhadapnya. karena di sini dapat dilihat apakah suatu peraturan berlaku atau tidak dalam masyarakat. Sikap Hukum adalah suatu kecenderungan untuk menerima hukum karena adanya penghargaan terhadap hukum sebagai sesuatu yang bermanfaat atau menguntungkan jika hukum itu ditaati. tentang keserasian antara ketertiban dengan ketentraman yang dikehendaki atau yang sepantasnya. dalam kaitannya dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat.perilaku yang diperbolehkan oleh hukum. Dalam hal pemahaman hukum tidak diisyaratkan seseorang harus terlebih dahulu mengetahui adanya suatu aturan tertulis yang mengatur semua hal. Nyatalah bahwa kesadaran hukum sebetulnya merupakan masalah nilai-nilai. Sebagaimana dapat dilihat di dalam masyarakat bahwa pada umumnya seseorang mengetahui bahwa membunuh. tertulis maupun tidak tertulis. Persepsi ini biasanya diwujudkan melalui sikap mereka terhadap tingkah laku seharihari. jadi kesadaran hukum adalah konsepsi abstrak di dalam diri manusia. Sebagaimana terlihat disini bahwa kesadaran hukum berkaitan dengan nilai-nilai yang terdapat di masyarakat. 109 . Dengan kata lain pemahaman hukum adalah suatu pengertian terhadap isi dan tujuan dari suatu peraturan dalam suatu hukum tertentu.

J. sehingga pameo “ Ubi Societas Ibi Ius “ (dimana ada masyarakat disana ada hukum adalah tepat. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara adalah jika masyarakat tidak memiliki kesadaran hukum atau melanggar hukum. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tampa atau diluar masyarakat. Keadilan. baik itu berupa pengucilan atau tidak diterima oleh masyarakat dan maupun hukuman fisik yaitu pemenjaran. yaitu siapa yang menghargai dan tidak melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan mendapat penghargaan dalam bentuk penerimaan diri oleh masyarakatnya. dengan kata lain. maka dapat dikatakan bahwa seseorang itu telah melanggar nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.Dalam dimensi lain. Disepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial. dan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Wujud Masyarakat yang Bermoral dan Mentaati Hukum. 110 . baik moral maupun fisik. yaitu mahluk yang selalu berintraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. Menurut L. Maka. Hukuman adalah akibat mutlak dari suatu tindakan atau balasan dari kejahatan yang dilakukan oleh seseorang. Ketertiban. melainkan sesuatu yang baik bagi masyarakat juga untuk pelaku kejahatan. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. dan karena itu hukuman dapat dibenarkan. akan tetapi sebaliknya jika siapa yang melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan menerima hukuman. Untuk macam-macam hukuman dapat terdiri dari hukuman tahanan (sifatnya hukuman fisik) yang bertujuan untuk merampas kebebasan pelaku kejahatan (ini biasanya terjadi pada tindak hukum pidana). 5. Dalam konteks hubungan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehinga setiap individu dapat berhubungan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. Disini berlaku konsep “ reward and phunisment “. tujuan hukuman adalah untuk memperbaiki penjahat. dimana pihak yang merasa dirugikan dapat meminta ganti rugi kepada pihak yang merugikan (terjadi pada tindak hukum perdata). maka hukuman itu bukan sesuatu yang buruk. orang dijatuhi hukuman karena orang berbuat kejahatan. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. van Apeldoorn. Jika dipandang demikian. manusia. hukuman harus mendidik penjahat menjadi orang yang baik dalam pergaulan hidupxciv. sebagai perwujudan nilai. Dapat juga berupa kompensasi yang biasanya dalam bentuk ganti rugi.

akhirnya menerima cambukan secukupnya. menggambarkan secara jelas hubungan antara masyarakat bermoral yang harus mentaati hukum. yang suka mengganggu dan mengesalkan masyarakat yang cinta damai. mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. ada juga yang menyatakan kegunaan. 111 . darah dibalas darah“. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. berlebihan dan ada di luar garis. Banyak orang dalam masyarakat dewasa ini yang setuju terhadap pendapat Imanuel Kant tersebut. dll. acapkali hukum melahirkan ironi. Kant mengatakan “ Jika seseorang. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. . hal ini menyakitkan. tetapi hal itu seharusnya dianggap sebagai suatu hal yang wajar karena seorang terhukum (yang terbukti melakukan kejahatan) layak menanggung penderitaan tambahan. Meskipun disadari bahwa. tetapi tiap orang menyetujui dan menganggapnya sebagai sesuatu yang baik dalam dirinya.Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. bukan karena alasan lain. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). seorang filsuf moral. ketertiban sebagai tujuan utama hukum. Hal ini bisa membenarkan permasalahan tentang hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan. inkonsistensi. dimana hukum saat ini tidak lagi mengikuti asas kesetimpalan. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”xcv. bahwa orang harus dihukum karena melakukan kejahatan. ada yang menyatakan kepastian hukum. Ironi merupakan kecenderungan yang dicirikan dengan berbagai cakupan sifat : kontradiktif. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi mempertegas lembagalembaga hukum mana yang melaksanakannya. Hukum tidak dianggap ironi jika diberlakukan apa yang oleh para filsuf moral disebut “ Pay Back “ (Pembayaran Kembali). Imanuel Kant.. Dia mengatakan hal tersebut karena Kant melihat adanya realita-realita baru di dunia. Bahkan. Mochtar Kusumaatmadja. menghukum orang bisa menambah jumlah kemalangan di dunia. “xcvi. anomali.. abnormalitas. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. Maksud dari pay back ini adalah bagi mereka yang terbukti melakukan kejahatan layak dikenai “pembayaran kembali” atas tindakannya yang mengabaikan kepantasan moralxcvii. Seperti pepatah kuno yang mengatakan “mata dibalas mata. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. janggal. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan.

Jika hal ini tidak diberlakukan (hukuman tidak setimpal dengan perbuatan kerjahatan) maka masyarakat akan mengalami degradasi moral. jika orang memiliki kesadaran moral dapat dikatakan mereka adalah orangorang yang masih memiliki hati dan mau mendengarkan suara hatinya serta mempertimbangkan segala sesuatunya dengan hati. ia akan malu jika melakukan perbuatan tidak bermoral atau yang bertentangan dengan hatinya. Bertensxcix yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. karena hal itu mustahil. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. Orang yang hilang kesadaran moralnya adalah mereka yang tidak mempunyai suara hati. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. Jika kita mampu melaksanakannya. Disini norma hukum menjadi suatu hal yang penting dan jika norma hukum tidak dijalankan dengan tidak semestinya. atau lebih tepatnya hilangnya kesadaran moral akibat dari “rasa ketidak adilan“ hukum. Dan jika kita mengikutinya. Meskipun hubungan hukum. ada pepatah Roma mengatakan “ Quid leges sine moribus? ”. Di sisi lain. maka dampaknya adalah hukum menjadi tidak berwibawa. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. perundang-undangan yang immoral harus diganti. moral juga membutuhkan hukum. hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas.Dalam kapasitas ini. namun hukum dan moral tetap berbeda. Pertama. Oleh karena itu kualitas harus selalu diukur dengan norma moral. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevanxcviii. begitu juga sebaliknya. yang berarti terdapat ketidak cocokan antara hukum dengan moral. artinya 112 . sanksi hukum tetap menganut proportionately (setimpal). kita wajib melakukan yang baik dan benar serta berani menolak yang tidak baik dan yang tidak benar (menurut ukuran masyarakat). dan moral begitu erat. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas?. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dari moralitas. Bagi orang yang bersuara hati. maka dapat dikatakan bahwa kita memiliki hati. akan membuat kita merasa bernilai di dalam masyarakat dan merasa aman. sesuai dengan kadar beratnya kejatahan. Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. sebab dalam kenyataan “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. hukum akan kosong tanpa moralitas. Dalam kehidupan sosial atau bermasyarakat. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas.

Tersangka dianggap dapat merusak atau menghilangkan alat bukti. Ketiga. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. Dr. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan denghan norma moral. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. karena dianggap telah menunjukkan “rasa penyesalannya”. Yang menarik adalah fenomena hukum di Jepang. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. tetapi pelaksanaannya berbeda karena di Jepang. Kedua. (2). Moralitas berdasarkan pada normanorma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. biasanya tersangka itu tidak ditahan. dianggap “mempersulit pemeriksaan” sehingga harus ditahan. secara moral siapapun tersangka yang tidak mengaku. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. Tetapi norma etis tidak dapat dipaksakan. Prof. Tersangka dikhawatirkan melarikan diri. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. Tersangka mempersulit pemeriksaan.dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. pelanggar akan terkena hukumannya. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. Satu-satunya sanksi dibidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. Alasan hukum untuk menahan seorang tersangka di Jepang hampir sama di Indonesia. Dan jika sudah mengaku 113 . (3). yaitu (1). hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. Tetapi meski secara yuridis alasan penahanan yang diatur oleh undang-undang Jepang dan Indonesia sama. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. biasanya tersangka tetap ditahan. Keempat. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. tetapi meskipun sudah mengaku. dimana kalau tersangka mengakui kejahatan yang didakwakan terhadap dirinya. Umumnya seorang tersangka juga ditahan jika tidak mengaku atau jumlah nilai kejahatannya 300 juta Yen atau lebih. Achmad Ali memberikan gambaran menarik tentang fenomena hubungan antara hukum dan moralitas dengan membedakan penegakan hukum pada masyarakat barat dengan penegakan hukum di Jepangc. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat merubah hukum. jika nilai kejahatannya melebihi 300 juta Yen. sebab paksaan hanya akan menyentuh bagian luar.

bahkan di Barat ataupun di Indonesia sendiri. Dengan alasan menunjukkan sikap yang baik. hukum dan penegak hukum di Jepang “membuka mata” terhadap faktor-faktor moral dalam setiap kasus hukumnya. dengan banyak didasari pertimbangan non-hukum serta moral. tentu akan lebih serakah lagi. tidak seperti hukum di barat (bahkan hukum di Indonesia) yang “menutup mata” dari faktor-faktor non-hukum termasuk moral. Dalam konteks hubungan dengan sesamanya seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat behubungan secara harmonis dengan individu lain di sekitarnya. Lebih lanjut yang menarik menurut Achmad Ali adalah mengenai simbol atau lambang hukum yaitu “Dewi Keadilan” di Jepang. yang mana mata “dewi keadilan” tertutup dengan kain hitam. umumnya tersangka di Jepang tidak lagi ditahan. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita yaitu hukum. Lalu bagaimana di Indonesia sehubungan dengan “Patung Dewi Keadilan” itu. mengingat bahwa kita tidak 114 . 2. Ringkasan Telah menjadi sebuah kesepakatan bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial yaitu mekhluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan orang lainnya atau sesamanya. 4. dan hanya memegang pedang dengan tangan kanan dan timbangan dengan tangan kiri. untung saja “Dewi Keadilan” Indonesia tertutup matanya. yang secara jelas mengesampingkan faktor moralitas. Simbol “Dewi Keadilan” di Jepang tidak sama dengan simbol “Dewi Keadilan“ dimanapun juga. Lingkungan kehidupannya menunjukkan kemungkinan si tersangka dapat merubah cara hidupnya menjadi baik. melainkan terbuka. Mengembalikan hasil kejahatannya atau meletakkan jabatan (tetapi khusus jika kasusnya bukan kasus yang nilai kejahatannya sangat besar). mata “dewi keadilan” tidak tertutup dengan kain hitam. 3. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. Bahkan Hukum Positif Jepang memungkinkan seorang tersangka dalam kasus pidana tidak diteruskan perkaranya ke pengadilan. bayangkan seandainya “Dewi Keadilan” Indonesia sama dengan di Jepang yang matanya terbuka. Seorang tersangka tidak sampai dituntut di muka pengadilan : 1. karena meskipun sudah tertutup matanya tetap masih bisa membedakan mana “rupiah dan dollar”. Menurut masyarakat Jepang (terutama aparat penegak hukumnya). Di Jepang.dan mengembalikan hasil kejahatannya. Masih di bawah umur atau anak-anak.

Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. dengan kata lain. Kedua. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat. Pertama. Maka manusia. sehingga pameo “Ubi Societas Ibi Ius” (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum.mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau di luar masyarakat. tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lain-lain. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. Ketiga. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). ada juga yang menyatakan kegunaan. Terdapat tiga fungsi eksplisit dalam kehidupan manusia. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama. mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Nilai. Selain itu fungsi dari nilai. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. Untuk melindungi 115 . yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Hukum sebagai kaidah sosial. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Ketertiban sebagai tujuan utama hukum. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. menarik perhatian pada permasalahanpermasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia.

lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilan. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. Perwujudan nilai. Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. yang dilakukan secara ilmiah. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 116 . disebut hukum positif. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum.

bahwa pengetahuan itu benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengetahuan itu.15. Apa yang dimaksud dengan : a.5 orang tentang permasalahan penerapan hukum (produk dan perangkat hukum) di Indonesia ?. Jelaskan dengan ringkas tiga fungsi eksplisit dari hukum ?. Teori ketiga menyatakan. Sebutkan dan jelaskan faktor apa saja yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum ?. 17. TEKNOLOGI DAN SENI Oleh : Linda Dwi Eriyanti. artinya mengetahui dan belajar. Teori pertama bertitik tolak adanya hubungan dalil. logis. Dalam pemikiran barat. pengetahuan itu benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan. Lebih jauh sains dapat dirumuskan sebagai himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui suatu proses pengkajian dan dapat diterima oleh ratio. empiris. 19. SAINS. Pengertian sains. Kesadaran Hukum d. ?.ci Ilmu selalu tersusun dari pengetahuan yang teratur. 18. moralitas dan hukum 16. Kedua. Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar. metodis. rasional. netral dan bebas nilai.Sos 1. 20. obyektif. dimana pengetahuan dianggap benar apabila dalil (preposisi) itu mempunyai hubungan dengan preposisi yang terdahulu. Hukum Moral c. Jelaskan perbedaan antara nilai-nilai yang dianut oleh barat dengan nilai-nilai yang dianut oleh timur ?. yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (obyek) tertentu dengan sistematis. sains memiliki karakteristik yaitu. perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. Sains adalah pengetahuan yang sistematis. teknologi dan seni Sains Sains berasal dari bahasa latin Scire. S. Jelaskan hubungan antara nilai. Hukum Positif (pembayaran BAB VII MANUSIA. tetapi sains bebas dari pertimbangan-pertimbangan nilai. dan akumulatif.cii 117 . Hukum pada dasarnya dibuat untuk di patuhi oleh masyarakat. umum. Kata sains diindonesiakan menjadi ilmu pengetahuan. sekalipun diakui berpijak dari system nilai. Diskusikan dengan teman anda 3 . Pay Back kembali) b.

Dimulai dengan pengamatan. dan sebagai apa yang disebut generic meliputi segala usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. sains telah menjadi salah satu kajian dalam karya Karl Marx.civ Bagi para sarjana studi sains (science studies). kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berfikir analitis. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada. dan kepercayaan. cara pandang. Pengembangan diartikan sebagai penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan produksi bahan-bahan. dan deduktif.ciii Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang obyektif 2. Generasi awal Berkembangnya sains modern di Eropa yang dipicu oleh semangat Enlightenment telah menjadi perhatian banyak pemikir sosial abad ke-19. serta obyek formal. 118 . cipta rencana sistem metode atau proses yang berguna. ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan. ideologi. sintesis. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala. sedangkan penelitian terapan adalah untuk menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. teori. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan mencapai ilmu 4. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dantindakan. namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali. di mana manusia itu sendiri adalah spesies yang tidak pernah lepas dari dunia sosial. Merasa pasti bahwa setiap pendapat. seperti nilai. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya. induktif. kebenaran pengatahuan. yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi. 3. Ilmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pengetahuan alam. Menantang karena pengetahuan ilmiah selama ini dipahami sebagai hasil murni kemampuan logika manusia yang lepas dari faktor sosial. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineeringnya. makna. sains adalah produk sosial. Selektif. Menarik karena sains adalah karya manusia.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan obyek yang merupakan bahan dalam penelitian. Dia diproduksi melalui mekanisme interaksi dan negosiasi yang terbentuk dari suatu sistem sosial yang sarat dengan bentukan-bentukan imajinatif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran. yaitu sudt pandang yang mengarahkan kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap ilmiah yang meliputi empat hal : 1. Memahami sains melalui dimensi sosial secara epistemologis menarik sekaligus menantang. meliputi obyek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh. Dalam catatan Sal Restivo. Penelitian dasar bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah.

dalam analisis Restivo. Ketiga ketiadaan kepentingan. yakni kepercayaan bahwa klaim kebenaran lepas dari kriteria personal seperti ras. Karena itu. yakni bahwa perkembangan pengetahuan muncul dari sikap skeptis kolektif para saintis terhadap setiap pemahaman atas fenomena alam. Beberapa kontribusi terpenting Marx dalam studi sains antara lain pemahaman relasi antara praktik matematika dan sistem produksi.Bagi Marx. Buku ini menjelaskan relasi antara sains dan institusi sosial di mana sains itu berada. Mertonian vs Kuhnian Munculnya sosiologi sains sebagai suatu disiplin pada awal abad ke-20 banyak dipengaruhi oleh pemikiran Max Weber. kebangsaan. Hingga dekade 1970-an. Tesis Merton mengatakan bahwa sains modern hanya dapat tumbuh dan berkembang dalam kondisi sosiokultural tertentu. keduanya memahami sains dari sudut pandang sosiologis. atau agama. Pada titik ini. dan sains modern. Marx bersikap inkonsisten. tidak hanya material dan bahasa yang digunakan para saintis dalam mengamati fenomena alam adalah produk sosial. paradigma Mertonian mendominasi perkembangan sosiologi sains. Bagi Durkheim. Merton menyelesaikan studinya di Harvard pada tahun 1934 dengan disertasi yang menjadi buku berjudul The Sociology of Science. pengetahuan ilmiah masih lepas dari analisis sosial. Cikal bakal studi sains dibentuk oleh Emile Durkheim dan Max Weber. Robert Merton adalah sosok sentral dalam bidang ini dan dapat disebut sebagai bapak sosiologi sains. Gagasan besar dalam sosiologi sains Mertonian dapat dirangkum dalam norma sains (norms of science) yang terdiri atas empat nilai fundamental yang membentuk etos sains. Pada satu sisi dia mengkritik sains sebagai alat eksploitasi kaum pemilik modal. yakni pengetahuan bersifat bebas nilai dan kepentingan. Sosiologi sains Mertonian berlandaskan pada satu asumsi bahwa sifat dan perkembangan sains ditentukan oleh faktor sosial dan faktor imanen. yakni setiap penemuan dalam sains menjadi milik bersama dalam komunitas sains tersebut. Pemikiran Weber dan Durkheim memberi jalan bagi terbentuknya sosiologi sains sebagai suatu disiplin dalam tradisi akademik di Eropa Barat dan Amerika Utara. Protestanisme. 119 . Dari sini kita bisa melihat bahwa dalam sosiologi sains Mertonian. Yang dimaksud dengan faktor imanen adalah perkembangan logika dalam sains (inner logic). apa yang dilakukan Marx dalam memahami sains berlanjut pada agenda politik untuk melakukan perubahan fundamental dalam sains modern. Belakangan norma sains Mertonian mendapat kritik tajam karena keempat norma tersebut tidak lebih dari representasi ideologi sains itu sendiri. sains adalah produk kaum borjuis. Weber sendiri memberi perhatian serius pada keterkaitan antara kapitalisme. Pertama universalisme. Kedua komunisme (bukan dalam makna ideologi). keberadaan para saintis juga merupakan suatu fenomena sosial. Keempat skeptisisme yang terorganisasi. konsep-konsep ilmiah yang dihasilkan dalam sains memiliki status representasi dan elaborasi kolektif. Seperti Marx. Bagi Marx. tetapi di sisi lain dia mendukung penggunaan sains bagi tujuan-tujuan politik kaum proletar.

paradigma Kuhnian sering diasosiasikan sebagai anti-Mertonian. barulah pemikiran Fleck mendapat perhatian serius dari para sarjana studi sains. Studi empiris yang dilakukan Sal Restivo dan Randal Collins tentang paradigma sains Kuhnian menyimpulkan bahwa pola perubahan dalam sains secara substansial berbeda dengan apa yang dilontarkan oleh Kuhn. Bagi Kuhn. sosiologi sains baru sering diidentikkan dengan sosiologi pengetahuan ilmiah (sociology of scientific knowledge). Karena itu. asumsi kultural dan keilmuan. Di sini pengetahuan ilmiah dijadikan obyek analisis sosial. Fleck memperkenalkan konsep gaya berpikir (thought style) yang menyerupai konsep representasi kolektif Durkheimian. pemikiran Emile Durkheim tentang representasi kolektif memberi inspirasi bagi gerakan sosiologi sains pascaMertonian atau yang disebut sebagai the new sociology of science. khususnya paradigma Mertonian. Konsep konstruktivisme sosial yang menjelaskan produksi pengetahuan ilmiah pertama kali digunakan Ludwik Fleck dalam bukunya. Keduanya terbentuk dari persepsi yang ada di masyarakat bahwa institusi di mana mereka berada sudah tidak bekerja dengan baik. Kuhn memberi penjelasan alternatif terhadap apa yang dilakukan Merton selama beberapa dekade sebelumnya. menerbitkan The Structure of Scientific Revolution.Pada tahun 1962. Walaupun telah memicu perubahan dalam pemahaman sains. Sosiologi sains baru tidak hanya mengkaji aspek institusional dalam sains. Persepsi ini lalu menstimulus lahirnya krisis yang menuju pada revolusi dengan tujuan perubahan institusional. Karena itu. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 1935 dalam bahasa Jerman. Orientasi anti-Mertonian bagaimanapun tidak menjadikan Kuhn sepenuhnya bertolak belakang dengan Merton. Karya Kuhn menarik banyak orang karena dia menggunakan model politik dalam menjelaskan perkembangan sains. karya Kuhn memberi kontribusi penting dalam sosiologi sains. sesuatu yang tidak dilakukan oleh Merton dan para muridnya. Ciri kuat dari sosiologi sains baru adalah penggunaan kerangka konstruktivisme. Kuhn memakai istilah revolusi untuk menggambarkan proses invensi dalam sains dan memberi penekanan serius pada aspek wacana ilmiah. The Genesis and Development of a Scientific Fact. revolusi ilmiah dan revolusi politik memiliki karakter yang sama. pendidikan dan pelatihan 120 . Thomas Kuhn. Kuhn sendiri tidak lepas dari kritikan. Model Kuhnian juga dikritik karena mengacu pada revolusi sistem politik modern yang semata-mata terjadi melalui sirkulasi kaum elite. Walaupun tidak memiliki latar belakang sosiologi. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1979. Kuhn masih menerima penjelasan Merton tentang norma sains. tetapi masuk ke dalam wilayah yang lebih dalam. Lewat buku ini Kuhn melontarkan istilah paradigma yang mengacu pada cara pandang kelompok ilmiah tertentu terhadap suatu fenomena. Genre konstruktivisme Jika Max Weber membuka jalan bagi terbentuknya disiplin sosiologi sains. Gaya berpikir mengacu pada perilaku berpikir. seorang fisikawan yang kemudian berkarier sebagai sejarawan sains.

eksperimen bukanlah suatu sistem yang tertutup. Hasil studi ini menghasilkan Laboratory Life: The Social Construction of Scientific Facts. bukan sebaliknya. serta minat dan kesempatan. Dia sangat tergantung pada teori yang menjadi landasannya. Strong Programme adalah salah satu kubu studi sains yang kental dengan pendekatan konstruktivisme. legitimasi. Sains berkembang membentuk cabang-cabang yang kompleks sesuai dengan heterogenitas dalam sistem sosial. perilaku. Tokoh lain dalam gerakan sosiologi sains baru adalah Bruno Latour. tapi juga pada benda dan obyek (non-actant) secara simetris. dalam suatu laboratorium. dan penilaian. dianggap menafikan apa yang telah dicapai sains dalam memahami fenomena alam. pemilihan teori sebagai raison d’etre suatu eksperimen tergantung dari penilaian (judgment) para saintis. Menurut Latour dan Woolgar. quark lahir dari bukti empirik yang didapatkan melalui eksperimen. Bagi kalangan fisikawan. Di lain pihak. para konstruktivis dalam studi 121 . Karena itu. Eksperimen itu sendiri dapat dipahami secara sempurna karena bekerja dalam suatu sistem yang tertutup (closed system). sains tidaklah berkembang secara linier seperti yang dipahami secara luas. dan keterampilan yang terkait satu sama lain secara kompleks. Diterimanya suatu konsep ilmiah sebagai paradigma tunggal dalam memahami suatu fenomena tidak lain karena adanya faktor dan konteks sosial tertentu yang bekerja dalam proses penerimaan itu. Pickering yang memiliki latar belakang fisika teori menjelaskan secara sosiologis lahirnya konsep quark. Dalam Constructing Quarks. Latour melakukan studi etnografi di laboratorium endocrinology Salk Institute. sosiolog sains memberikan perhatian tidak semata-mata pada manusia (actant). Permasalahannya. Kerangka konstruktivisme dalam studi sains telah memicu konflik intelektual antara para saintis dan para sarjana studi sains. menurut Pickering. Pada titik inilah praktik sains dibangun melalui tiga elemen yang saling mempengaruhi satu sama lain. Dalam buku ini Latour dan Woolgar mengungkap budaya dalam laboratorium yang membentuk korespondensi antara kelompok peneliti sebagai suatu jaringan dengan seperangkat kepercayaan. Bersama Steve Woolgar. pengetahuan dalam sains dapat berbeda mengikuti bentukan sosial. pengetahuan yang sistematis. Dalam ANT. Tetapi. yang sering diasosiasikan sebagai relativisme. Penjelasan konstruktivisme sosial dianggap ancaman terhadap integritas. Tokoh sentral Strong Programme adalah David Bloor. yakni eksperimen. menurut Pickering. seperti yang dijelaskan oleh Restivo. kegiatan observasi bersifat lokal dan memiliki budaya spesifik. Andrew Pickering patut disebut dalam khazanah sosiologi sains baru. eksperimen. realitas quark adalah hasil dari praktik fisika partikel. Bagi Bloor. Latour adalah salah satu penggagas actor-network theory (ANT) yang menjelaskan lahirnya suatu pengetahuan melalui relasi antara masyarakat (konstruktivisme sosial) dan alam (realisme). dan otonomi sains. yang mana kesemuanya membentuk persepsi dan cara menghasilkan teori (theorizing).profesional. Karena itu. Konstruktivisme. teori. Konsep quark lahir dari proses penilaian dan pemilihan teori dan tidak muncul begitu saja dari serangkaian eksperimen.

bentuk pertanyaan. sistem budaya membentuk wacana dalam proses produksi pengetahuan yang selanjutnya mempengaruhi cara pandang dan pola intervensi masyarakat dalam sistem budaya tersebut. setiap sistem budaya menghasilkan perbedaan dalam pola pengetahuan. studi sains menjadi lebih semarak dengan bergabungnya para antropolog dalam tradisi intelektual ini. bentuk kepentingan sosial berbeda dalam setiap sistem budaya. bentuk-bentuk organisasi sosial dalam penelitian ilmiah yang berbeda secara kultural akan mempengaruhi isi dari sistem pengetahuan. sistem pengetahuan terbentuk dari upaya manusia untuk bertahan hidup melalui pemahaman regularitas yang terjadi di alam. Tidak sedikit dari mereka yang mempertahankan metode dan cara pandang dalam sains. Sebagai contoh adalah Strong Programme yang secara epistemologis menggabungkan metode sains dan sosiologi dalam memahami sains sebagai konstruksi sosial. Asquith mencari heterogenitas dalam sains dengan membandingkan cara pandang. regularitas alam yang berbeda yang dialami oleh sistem kebudayaan yang berbeda lokasi akan menghasilkan sistem pengetahuan yang berbeda pula. Kasus Latour juga tak kalah menarik. para sarjana studi sains dari disiplin ini memberi kontribusi dalam memahami bagaimana pengetahuan dalam sains diproduksi melalui proses pemaknaan dan praktik budaya. Pemahaman budaya dalam sains dijelaskan oleh Timothy Lenoir. Bagi Latour. kata social dalam subjudul dihilangkan. Studi Pamela Asquith dapat dijadikan satu contoh menarik. Catatan Harding di atas mengindikasikan bahwa sains dikonstruksi melalui budaya. dan dilandasi kepentingan. Ketiga. Dengan pemahaman sains sebagai praktik budaya. wacana sistem pengetahuan tidak pernah lepas dari konteks budaya di mana sistem pengetahuan tersebut berada. Sandra Harding mengidentifikasi empat jenis elemen budaya yang membentuk inti kognitif dari sistem pengetahuan. Lenoir menolak klaim Merton tentang universalisme dan disinterestedness dalam sains karena pengetahuan selalu bersifat lokal. Terakhir. karena alam tidak bersifat seragam (uniformly organized). Secara antropologis. Tidak lama setelah itu tuduhan sebagai “pengkhianat” konstruktivisme ditujukan kepada Latour. Aktivitas interpretasi adalah praktik budaya yang melibatkan faktor kognitif dan faktor sosial yang saling berimplikasi satu sama lain. Sains dan budaya Memasuki dekade tahun 1990-an. Kedua. para sosiolog dapat memahami sains. Dalam edisi kedua Laboratory Life. Lenoir berargumen bahwa pengetahuan adalah hasil interpretasi di mana obyek pengetahuan dan pengamat (interpreter) tidak berdiri secara terpisah satu sama lainnya. parsial. bukan sebaliknya. Asquith melakukan studi komparasi kultural dan intelektual antara primatologi Barat (Eropa dan Amerika) dan primatologi Jepang. Artinya.sains bukanlah antirealisme. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Bloor sendiri bahwa hanya dengan metode sains. Kedua faktor ini senantiasa melekat pada para pelaku produksi pengetahuan (saintis). dan metode penelitian 122 . Selama lebih dari satu dekade terakhir. Belakangan Latour sendiri menolak untuk disebut sebagai konstruktivis. sains adalah media untuk memahami masyarakat. Pertama. Karena itu.

dan personalitas yang ditunjukkan oleh hewan primata yang mereka amati. dan strategi sosial dipahami. Knorr-Cetina mengungkap perbedaan struktur simbolik dari kedua bidang ilmiah tersebut. dan relasi antara tubuh dan mesin secara kultural berbeda antara praktik fisika partikel dan biologi molekuler. Jika Asquith dan Traweek mengamati praktik sains dalam dua sistem budaya. Sains dan Studi Sains 123 . Asquith mengamati satu hal yang menarik. sistem kepercayaan masyarakat Jepang mempercayai bahwa setiap hewan memiliki jiwa. sementara primatologi Jepang lebih bersifat sosiologis dan antropormorfis. prosedur empirik. Perbedaan sistem kepercayaan tentang posisi manusia di dunia ini menjadikan pengetahuan yang dihasilkan oleh primatologis Barat berbeda dengan rekan sejawatnya di Jepang. gaya kepemimpinan. Sebaliknya. Hal ini membuat primatologis Jepang memberi perhatian serius pada atribut motivasi. Studi komparasi kultural juga dilakukan Sharon Traweek yang membandingkan praktik fisika energi tinggi di Amerika Serikat dan Jepang. relasi antara waktu dan ruang. sistem klasifikasi. hanya manusia yang memiliki jiwa. perasaan. Walaupun Traweek tidak menjelaskan apakah perbedaan nilai budaya ini mempengaruhi pengetahuan yang dihasilkan. Traweek melihat nilai individualisme dan persaingan yang melandasi sistem organisasi riset Amerika. dan cara di mana strategi epistemik. Primatologi Barat cenderung bersifat fisiologis. dan proses pengambilan keputusan.primatologi di kedua sistem budaya tersebut. Karen Knorr-Cetina membandingkan dua praktik sains modern. organisasi laboratorium dan kelompok. setidaknya studi Traweek menunjukkan bahwa nilai budaya melekat erat pada sistem organisasi ilmiah. Knorr-Cetina mengamati bagaimana fragmentasi dan diversitas dalam sains modern membentuk dua budaya pengetahuan (epistemic culture) yang berbeda dalam aspek cara mengetahui (machineries of knowing). Perbedaan ini berdampak pada perbedaan pengetahuan yang dihasilkan dalam kedua tradisi primatologi tersebut walaupun mereka mengamati obyek yang sejenis. Dari studi ini. Pada studi ini. Traweek mengamati bagaimana nilai budaya direpresentasikan melalui model organisasi sains. nilai-nilai komunalisme dan kerja sama sangat dominan. Dalam pandangan Kristen yang mempengaruhi para primatologis Barat. proses tanda. Dari hasil studinya selama beberapa tahun di laboratorium-laboratorium di Eropa dan Amerika Utara. Struktur simbolik ini terepresentasi melalui cara pendefinisian entitas. pengerjaan eksperimen. Knorr-Cetina mengatakan bahwa sains modern tidaklah menyatu seperti yang diklaim kaum positivis. Jika Asquith mencari pengaruh budaya terhadap bentuk pengetahuan. Perbedaan dalam nilai budaya ini terefleksi dalam banyak hal yang mencakup proses pembelajaran dan pengajaran. Adapun di Jepang. Analisis ini menghasilkan pemahaman bahwa dalam proses produksi pengetahuan. Melalui studi komparasi silang disiplin ini. yaitu fisika partikel dan biologi molekuler. Pandangan ini “menghalangi” primatologis Barat untuk melihat kualitas mental yang membentuk perilaku sosial primata yang kompleks.

Hawaray menginginkan adanya suatu budaya sains yang lebih kompleks dan beragam tanpa harus menjadi antirealisme. Sebaliknya. studi sains membuka suatu jendela baru di mana kita bisa memandang perkembangan sains dari perspektif yang lebih luas. Lepas dari konflik antara para saintis dan sarjana studi sains dalam episode Science Wars. Tanpa menafikan apa yang telah dihasilkan sains bagi umat manusia. Melalui pemahaman ini. sains tidak lagi muncul sebagai suatu entitas yang integratif. Lalu. Haraway menolak relativisme sekaligus universalisme yang diklaim para saintis. sains pun telah memberi banyak kontribusi bagi studi sains untuk tumbuh dan berkembang sebagai suatu disiplin. Mistifikasi sains yang begitu kental dalam masyarakat ini memungkinkan praktik hegemoni kekuasaan dan kepentingan bersembunyi dengan rapi di balik jargon-jargon ilmiah. studi sains tidak berarti apa-apa. Haraway berargumen bahwa obyektivitas dalam sains tidaklah tunggal. apa yang dihasilkan dalam studi sains sedikit banyak telah mempengaruhi perjalanan sains secara dinamis. dan berkembang secara linier.cv Teknologi dan Seni Istilah teknologi sebenarnya sudah mengandung sains dan teknik atau engineering sebab produk teknologi tidak mungkin ada tanpa didasari sains. Sains bukanlah sekumpulan ayat-ayat suci yang turun dari langit.Konsep dan teori yang dikembangkan dalam studi sains berangkat dari pemahaman sains sebagai institusi sosial dan pengetahuan ilmiah sebagai produk sosial. Pemahaman dimensi sosial sains dapat menjadi lensa untuk melihat bahwa pengetahuan tidaklah tunggal dan monolitik. rigid. Kepercayaan bahwa hanya ada satu cara melihat alam justru melawan hakikat manusia sebagai makhluk multikultural. Dalam kenyatannya teknologi tidak 124 . studi sains memberi penyadaran kepada diri kita bahwa sains adalah hasil karya manusia dalam berinteraksi dengan alam. Karena itu Haraway menawarkan praktik difraksi. Dalam perspektif ini. melainkan bagai suatu tanaman bercabang-cabang yang tumbuh di atas tanah sosial. studi sains telah memberi kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang sains dan relasinya dengan masyarakat. Karena tanpa sains. teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains. Ini yang disebut Ron Eglash sebagai obyektivitas ganda (multiple objectivity). di mana obyektivitas dan realisme agensi dalam produksi pengetahuan memiliki posisi yang sama pentingnya. Selama beberapa dekade. Pemahaman sains melalui dimensi sosial yang ditawarkan studi sains berdampak pada demistifikasi sains secara institusional ataupun epistemologikal. Pengetahuan ilmiah adalah wujud kreativitas dan imajinasi manusia dalam memahami ruang dan waktu di mana dia berada. Dalam sudut pandang budaya. apakah studi sains menawarkan relativisme? Donna Haraway memberi jawaban menarik. Ketergantungan masyarakat kontemporer terhadap sains telah menempatkan sains pada posisi sakral dan bersifat ideologis. Ini merupakan implikasi politis yang tidak dapat dihindari. Haraway mengajak kita untuk menggunakan domain budaya lain dalam sains yang selama ini termarginalisasi oleh dominasi narasi budaya Barat.

Jacques Ellulcvii tidak menyebut teknologi. tidak alamiah Otomatisme. bahkan dapat menguasai kebudayaan Otonomi. dan saling bergantung Universalisme. Makna Sain. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan Monisme. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. Dalam pandangan ini. yang seharusnya menjadi perhatian ilmu sosial adalah pengaruh teknologi bagi masyarakat. meskipun arti dan maksudnya sama. Artificial. artinya semua teknik bersatu saling berinteraksi.bisa netral karena memerlukan sentuhan estetika yang bersifat subyektif. atau prosedur untuk memproleh hasilnya. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan. Ini sejalan dengan pendapat determinisme teknologi yang dihubungkan dengan beberapa bentuk Marxisme : teknologi amiliki kapasitas untuk menentukan jalannya evolusi sejarah. atau secara lebih spesifik. atau bahwa keseluruhan efek yang berbeda itu lahir dari sebuah teknologi yang sama. Demikian pula dengan teknik mampu mengeliminasi kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis. artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi. Pandangan ini melahirkan pendapat bahwa evolusi teknologi adalah sebuah proses dimana perkembangan-perkembangan baru diilhami oleh penemuan (teknis) yang telah ada. Secara konvensional. Batasan ini bukan bentuk teoritis. teknologi telah menjadi pusat perhatian ilmu sosial dan melihat dampaknya terhadap masyarakat. menurut Sastrapratedjacviii memiliki cirri-ciri sebagai berikut : Rasionalitas. metode. melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktifitas manusia. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak 125 . karena sains tanpa teknologi bagai pohon tanpa buah. dan bahwa tesis dari kelompok determinis dapat dijatuhkan oleh banyak sekali contoh dimana efek teknologi yang menyimpang dari yang dikehendaki semula. bahwa ‘masyarakat’ juga bisa mempengaruhi jalannya perkembangan teknologi. yang disebut sebagai seni. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teknologi tidak terlepas dari masyarakat. dan Seni Bagi Manusia Sains dan teknologi saling membutuhkan. artinya dalam hal metode. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. Fenomena teknik pada masyarakat kini. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin. tetapi perolehan dari aktifitas masing-masing dan observasi dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. teknologi. atas dampaknya pada tenaga kerja dan organisasi. Teknologi. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.cvi Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia mnejadi lingkup teknis. 2. tetapi teknik. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis.

pemikiran bahwa teknologi pasca kapitalis maju sedang menghadapi gelombang panjang periode bolak-balik antara kemakmuran dan stagnasi. dan bentuk-bentuk organisasi atau produksi baru. Pada level ekonomi makro. inovasi. dan aktivitas kewirausahaan. sedangkan fungsi seni memberi semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. Residu ini biasanya besat dan secara implisit mempersatukan factor-faktor seperti pendidikan dari angkatan kerja dan keahlian manajemen yang memberi sumbangan bagi perbaikan efisiensi. sebagai pelengkap dari kemajuan teknologi. bahan-bahan sintetis dan elektronik pada abad 20. Pendekatan yang terakhir inipun tidak melangkah terlalu jauh dalam menangkap proses-proses dan kekuatan-kekuatan 126 . Jadi fungsi sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan menempatkannya kedalam suatu system yang logis. model pertumbuhan neoklasik tradisional menganggap kemajuan teknologi sebagai bagian dari factor residu dalam menerangkan peningkatan output. Namun upaya-upaya analitis dan pemahaman di bidang ini sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. menekankan pentingnya produk-produk. Sementara ahli ekonomi lain mengatakan bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah konsekwensi. tergantung pada interaksi dari penemuan. telah diperbaharui. Schumpeter. yang digunakan secara luas pada awal 1970-an.factor-faktor yang telah terbukti berhubungan dengan perubahan besar dalam struktur ekonomi di negaranegara maju sejak terjadimya revolusi industri. salah seorang ahli ekonomi terkemuka yang meletakkan kemajuan teknologi dalam analisisnya. mobil.berakar. Hal ini untuk sebagian disebabkan kompleksitas proses perubahan teknologi serta kesulitan dalam menemukan pengukuran dan definisi yang tepat. Beberapa komentar mengatakan bahwa sistem teknologi baru adalahpenyebab utama terjadinya gelombang naik. Dalam pendekatan ini perubhan teknologi benar-benar ‘dilepaskan’ yaitu dianggap tidak berkaitan dengan variable-variabel ekonomi yang lain. ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. Diluar literature. Pabrik dan mesin-mesin membawa perbaikan produktifitas dan hasil dari kemajuan teknologis tergantung pada tingkat investasinya. Sejak permulaan masa pasca resesi 1973. sedang terjadi perdebatan mengenai arah dari kausalitas dari hubungan-hubungan statistic yang diamatiantara pertumbuhan industri dan langkah inovasi teknis. yang kemudian mulai menurun seiring dengan tercapainya kematangan industri. Munculnya industri-industri besar seperti baja dan kereta api pada abad 19. setelah mempertimbangkan efek-efek perubahan dalam volume dari factor-faktor produksi. yang masing-masing menerjang bergantian dalam waktu sekitar 50-60 tahun. menganggap kemajuan teknnologi paling tidak secara sebagian ditambahkan dalam investasi tetap yang baru. proses. Teknologi bagi Perkembangan Sosial dan Ekonomi Pentingnya teknologi bagi perkembangan sosial dan ekonomi tidak diragukan lagi. Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia. yang digambarkan dengan tepat oleh Freemancix sebagai sistem teknologi. Sedangkan tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. Aliran yang disebut model capital vintage. buka penyebabnya.

Jika sebuah penemuan sukses. dengan persepsi yang berbeda tentang amankan mereka dengan perlindungan paten. atau sebuah prosedur baru dalam pengolahan produk yang telah ada. jika diyakini memiliki potensi permintaan pasar. dengan menggunakan beberapa indicator bisa dipakai sebagai landasan perbandingan antar industri atau antar negara. Selepas periode pasca perang. Munculnya Jepang sebagai kekuatan ekonomi besar sebagian besar disebabkan oleh kebijakan yang secara sadar berusaha mengimpor teknologi modern asing serta menyempurnakannya di dalam negeri. Pada tahun 1970-an industri mulai mengalami kematangan dengan terjadinya penurunan permintaan dan laju perkembangan teknologi. Kebanyakan negara memiliki cara yang berbeda dalam mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dan mempergunakan teknologi baru. pada abad 19 seorang innovator seringkali adalah seorang independent. Perdebatan tentang bagaimana teknik-teknik baru ditemukan dan dipakai biasanya terjadi pada level kajian kasus ekonomi mikro. negara. dan secara tidak langsung atas penemuan sejumlah produk baru pada tahun 1930-an. Tetapi pendekatan-pendekatan semacam ini baru memasuki masa awal perkembangannya. dipakainya ide itu untuk pertamakalinya secara komersial. meskipun ada kesewenangan dalam mendefinisikan perbatasan antara tindakan riset dan perkembangan. dan perbedaan dalam perundangan paten nasional. pemerintah semakin mengakui pentingnya mencapai atau mempertahankan daya saing internasional atas teknologi. industri. Freeman menggambarkan proses ini dengan kasus plastic. Dalam banyak kasus. Ukuran-ukuran input mencakup pegawai yang dipekerjakan serta pengeluaran financial. dengan dibantu oleh terjadinya pergeseran dari batu bara ke minyak sebagai bahan baker industri. dipakai secara komersial . yaitu. dimana perusahaan lain memakai atau memodifikasi inovasi tersebut dan memasarkan produk atau prosesnya. Penggunaan sejumlah inovasi sebagai ukuran output biasanya membutuhkan beberapa penaksiran dari nilai ‘penting’ relative dari inovasi itu masing-masing. Penemuan-penemuan lebih lanjut dan penyebarannya secara besar-besaran ke seluruh dunia terjadi setelah PD II. Meskipun terdapat keterbatasan. tetapi setelahnya penekanannya telah bergeser kearah karya ilmiah dan teknologi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. dimana karya riset ilmiah dasarnya di Jerman pada awal tahun 1920-an atas molekulmolekul rantai panjang langsung menghasilkan polystyrene dan karet styrene.dimanateknik-teknik baru diserap ke dalam sistem produksi. Penemuan bisa berupa produk baru atau penyempurnaan dari produk sebelumnya. tetapi ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati mengingat adanya perbedaan dalam kecondongan untuk mematenkan antara perusahaan-perusahaan. lalu diikuti oleh periode penyebaran. Ukuran-ukuran output dari penemuan meliputi statistic paten. penemuan ilmiah membuka jalan bagi penemuan-penemuan lain yang. Seringkali pada tahap inilah terjadi benturan ekonomi yang dahsyat. Pengukuran kegiatan inovatif dan penemuan mengalami banyak kesulitan. Model evolusioner yang dipimpin oleh Nelson dan Winter berusaha menggali kondisi dimana entrepreneur akan berusaha memakai teknik-teknik yang telah disempurnakan. yang punya kemungkinan dianggap sebagai penemuan. dan kebijakan untuk melatih tenaga kerja 127 .

teknik meliputi bidang ekonomi.cx Alvin Tofflercxi mengumpamakan teknologi sebagai mesin yang besar atau sebagai akselerator yang dahsyat dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. 2. Manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) yang tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative) karena hanya penafsiran dan dugaan-dugaan sementara oleh manusia. Dalam konteks ini perhatian diberikan terutama pada teknologi mikro elektronik dan ketakutan bahwa teknologi ini bisa memperburuk permasalahan pengangguran yang biasanya datang setelah ketakutan-ketakutan akan konsekwensi tertinggal dalam bidang teknologi. Luasnya berbagai bidang teknik digambarkan Ellulcxii sebagai berikut : 1. Apapun yang terjadi bisa dikatakan bahwa kemajuan teknologi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Manusia Sebagai Subyek dan Obyek Ipteks Sumber ilmu adalah wahyu sedangkan akal merupakan instrument untuk menggali dan membuktikan kebenaran wahyu. hiburan. manusia diberi kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang salah. teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi. Dengan teknik mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat tetapi dianggap perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. dan seni. Contohnya dalam organisasi negara. Bahkan ilmu ekonomi sendiri terserap oleh teknik. 3. ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan-lahan sampai akhirnya manusia takhluk pada teknik. pemerintahan. manajemen. seperti pendidikan. bagi seorang teknisi. Ramalan-ramalan tentang dampak teknologi baru sangat tidak dapat dipercaya. Pada masyarakat teknologi. karena bersumber dari Tuhan. dan militer. dan obat-obatan. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia. teknologi. Dengan potensinya.dalam menggunkan teknik-teknik baru tersebut. Dengan potensi akal. olehraga. manusia dapat menggali rahasia alam semesta. teknik meliputi bidang manusiawi. di mata pemerintah dan juga di mata serikat perdagangan. hukum. terlebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi. Atas dasar itu ilmu ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) yang tingkat kebenarannya mutlak (absolute). maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. Potensi penghematan biaya dari tenaga nuklir telah didramatisasi seperti yang disinggung di atas. yang hasil pengembangannya disebut sains. kerja. negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. senetara potensi terpendam computer dulunya sangat diremehkan. 3. 128 .

penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan. Keadaan tertekan demikian akan menghilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. Krisis Dunia Modern Menurut E. Situasi tertekan.Manusia diciptakan sebagai subyek dan obyek IPTEKS. Kedua. menit. sedemikian rupa sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya alam tersebut. 4. Manusia melebur dengan mekanisme teknik. tetapi diatur oleh jam. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat maka akan muncul kegoncangan. Peleburan manusia dengan mekanisme teknik menuntut kualitas manusia. dalam Kecil itu indah. pohon-pohon atau gunung secara langsung. manusia hanya membentuk masyarakat massa. Perubahan waktu dan gerak manusia Akibat teknik manusia terlepas dari hakikat kehidupan. Waktu hanya mempunyai kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi atau sosial. Sebelumnya waktu diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia. Teknik telah mengubah lingkungan dan hakekat manusia. Terbentuknya masyarakat massa Akibat teknik. sifatnya alamiah dan kongkret. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat 129 . sehingga irama kehidupan harus tunduk pada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusiawi dan sosial. dunia modern yang dibentuk oleh teknologi menghadapi tiga krisis sekaligus. pantai. tetapi manusia itu sendiri tidak hadir di dalamnya. sifat kemanusiaan berontak terhadap pola-pola politik. yang ada hanyalah bangunan tinggi yang padat. organisasi.F Schumachercxiii. buruh yang sakit. dan detik. sehingga menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemudahan dalam menjalani hidupnya. tidak dapat begitu saja meninggalkan pekerjaannya. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak dan pola komunikasi manusia. fosil. sehingga sinar matahari pagi hari tidak sempat lagi menyentuh kulit manusia. 3. Contoh yang sederhana manusia dalam hal makan atau tidur tidak ditentukan lapar atau mengantuk. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. dan teknologi yang tidak berperikemanusiaan. Fenomena Pengaruh IPTEK Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknologi muncul fenomena diantaranya : 1. seperti bahan baker. tidak berhubungan dengan padang rumput. Pertama. 2.lingkungan manusia menjadi terbatas. Ketiga. karena akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. atau keluarganya meninggal. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran. Manusia mengalami ketegangan akibat penyerangan teknik-teknik mekanisme teknik. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. lingkungan hidup menderita dan menunjukkan tanda-tanda setengah binasa. yang terasa menyesakkan nafas dan melemahkan badan. Manusia satusatunya makhluk Tuhan yang mampu merangkaikan fenomena alam beserta prosesnya secara kreatif. Contoh pada sistem industri ban berjalan.

politik atu persaingan kelas. perubahan dibidang intelektual. yakni tingkat menua yang lanjut sekalipun secara kronologis usianya belum tua. tetapi poerlu memanusiakan teknik. apabila masa depan itu menyerbu masa kini dengan kecepatan yang terlampau tinggi. kemudian dicari semacam kekebalan diplomatic 130 . Kondisi sekarang sering manusia menjadi obyek teknik dan harus selalu menyesuaikan diri dengan teknik. Melalui teknik bukan berarti menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. yaitu kegagalan adaptasi dan penggantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknik. perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya d. 5. dan tercapailah akselerasi ekstern maupun intern (psikologis) yang merupakan kekuatan sosial yang kurang mendalam dipahami. maka masyarakat atas dapat mengidap penyakit ‘progeria’. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. Bagi masyarakat semacam itu. Alvin Tofflercxiv menyatakan saat ini negara-negara teknologi maju telah memasuki tahap superindustrialisme. masyarakat meninggalkan kebiasaankebiasaan lama atau kepercayaan-kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan dan kepercayaan baru. Teknik harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. yaitu ide kreatif. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. Accelerasi dan Trancience Dalam hal akselerasi. khususnya dalam empat bidang berikut : a.terjadi neurosa obsesional atau gangguan syaraf menurut beberapa ahli. Dengan semakin meningkatnya teknologi.secara ideologis. Teknik-teknik manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. tempat proses perubahan itu tidak dapat dipandang normal lagi. Padahal individu membutuhkan hubungan sosial. dan difusi atau penyebarannya dalam masyarakat. perubahan di bidang industri dan kemampuan di medan perang. penerapan praktisnya. Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. setidaknya melakukan reaktualisasi b. Proses ekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. yang melampaui kemampuan manusia. melalui inovesi teknologi tiga tahap. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat. Struktur sosiologis missal dipaksakan oleh kekuatankekuatan teknik dan kebijaksanaan ekonomi (produk industri). perubahan dalam organisasi-organisasi sosial yang mengarah pada kehidupan politik c. Pembangunan dan Perkembangan Ipteks Pengaruh IPTEK pada tatanan kehidupan masyarakat Perkembangan IPTEK yang sedemikian pesatnya mampu menciptakan perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada tatanan kehidupan masyarakat. Ketiga tahap ini merupakan siklus yang menimbulkan bermacammacam ide kreatif baru sehingga merupakan reaksi berantai yang disebut proses perubahan. 4. perubahan tersebut seolah-olah tidak dapat dikendalikan lagi. bebas dari tekanan-tekanan.

dan biosfer agar ekosistem terpelihara. namun hakekat sistemnya sendiri telah banyak mengalami perubahan. dibagi kedalam dua kelompok. masyarakat amat mobil dengan ‘nomad baru’. tidak berbeda dengan minuman atau makanan dalam kaleng. Toffler juga menyatakan ada kekuatan lain yang dapat mengubah wajah dan eksistensi manusia selain akselerasi. Secara kiasan tempat pun seolah-ilah cepat terpakai habis. keadilan. hubungan ‘manusia-ide’ bersifat sementara karena ide dan image timbul dan menghilang dengan lebih cepat. Akselerasi perubahan secara drastic dapat mengubah mengalirkan situasi. langsung dapat dilihat. Eksplorasi mengenai kehidupan masyarakat high transience menghasilkan : 1. Counter play normative Untuk itu semua diperlukan counter play yang bersifat normative bagi manusia. dan ide. ditambah dengan factor waktu. Manusia dapat kehilangan individualitasnya dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar. mesin-mesin.terhadap perubahan. Bandingkan misalnya vulpen yang bertinta yang permanent dengan ball point yang dibuang setelah habis. Kontak antar manusia tidak menyagkut secara keseluruhan personalitas. beserta proses pembuat keputusannya. hubungan ‘manusia-manusia’ pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. Transience merupakan alat kasar yang berguna dalam mengukur laju mengalirnya situasi. berpijak pada kenyataan. dan lebih sementara. 2. baik hubungan formalnya maupun informalnya. Hal ini dapat berlangsung dengan cara : . Hubungan lima komponen itu. terlampau banyak dilewati daya dukungannya. 131 . Tuhan. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir segala bidang aktifitas manusia. melainkan bersifat dangkal dan terbatas’ secara kiasan terdapat ‘orang yang dapat dibuang’. 5. hendaklah mulai berfungsi dalam situasi manusia yang kongkret. menyangkut hal urgen. Hubungan ‘manusia-organisasi’ pun seolah-olah mengalir dan beraneka ragam. 3. high transience dan low transience. dan menjembatani teori-teori sosiologis tentang perubahan psikologi insasi perseorangan. tempat : hubungan “manusia-tempat” menjadi lebih sering. 4. yaitu transience (keadaan bersifat sementara). dan perikemanusiaan. organisasi ada kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan.adanya interaksi yang serasi antara manusia. artinya jelas. menusia. yaitu suatu penderitaan fisik dan atau mental yang timbul apabila sistem adaptif fisik dari organisme manusia itu. manusia. tempat. organisasi. Benda : hubungan “manusia-benda” tidak awet dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. Tak mustahil pula akan timbul future shock atau kejutan masa depan. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar.memberikan banyak alternative pilihan teknologi . Demikian pula pandangan terhadap teknologi harus menekankan pada keserasian antara teknologi dengan kepentingan manusia dan integritas ekosistem. organisasi. lebih rapuh. yaitu benda. Masyarakat menurut transience. jarak fisik semakin tidak berarti. menjadi sementara. ide. membentuk kerangka pengalaman sosial.

penggunaan m. Argument lainnya adalah penyelamatan keragaman hayati dan 132 . dan efek rumah kaca. cxv Demikian kompleksnya resiko ini. . hingga kadang nampak alamiah seperti pemanasan global yang kini diributkan. Satu sisi adalah manufactured risk. satu perusahaan bioteknologi modern.Teknologi harus menopang hidup manusia. hilangnya file karena virus. IPTEK. walaupun bisa menggunakannya. hingga tumbuhan dan organisme yang dimodifikasi secara genetic. pupuk kimia. gempa bumi. seperti banjir. hybrid. yaitu resiko yang melekat pada teknologi. disisipkanlah satu gen bakteri. Dia menempatkan tomat transgenic dalam satu deret bersama nilon dan plutonium yang terbukti sudah mengubah sejarah manusia dalam menggunakan bahan-bahan sisntetis. orang hidup hanya kawatir akan resiko yang berasal dari alam (eksternal). Itulah kenapa ia disebut ‘transgenik’ karena secara genetic. Donna Haraway (1997)cxvi mencatat tangga 19 Mei itu sebagai hari yang akan mengubah perjalanan hidup ilmu pengetahuan dan masyarakat. ada resiko lain yang muncul..Teknologi harus baik secara termodinamis demi tercapainya keseimbangan energi. namun diharapkan tetap akarab dengan lingkungan. Kelebihannya adalah bahwa prose situ memungkinkan produksi lebih tinggi. bobolnya rekening bank. Fakta adanya gen bakteri dalam tomat itu membuat tomat tidak bisa lagi sepenuhnya dikatakan ‘tumbuhan’. kecelakaan mobil. atau banjur dan tanah lonsor yang penyebabnya bukanlah bencana alamiah semata. ekonomi. baik bagi penggunanya maupun orang lain. diberi ijin oleh badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) untuk memasarkan sayuran jenis baru bernama Falvr Savr. yang disebut sebagai resiko alamiah. Ketika teknologi mendorong menggelindingnya roda globalisasi. Globalisasi dan Kemiskinan Wajah Mendua Teknologi Ketika teknologi belum dikenal dalam alam budaya tradisional. Pada 19 Mei 1994. yaitu.inim pestisida. tsunami. roda itu melindas sisi-sisi yang lain. Untuk menstabilkan. Ada argument bahwa Bioteknologi mencakup budidaya selektif. dan ekologi. bukan sebaliknya. pesawat. baik langsung maupun tudak langsung. Flavr Savr adalah tomat yang sudah dimodifikasi secara genetic. Caranya dengan ‘membalik’ rengkaian rantai genetic sehingga tomat ‘diperintah’ untuk tetap awer. gen yang dipunyai sudah melintasu gen tumbuhan. tetapi jelas pula bahwa ia bukan ‘hewan’ atau ‘bakteri. Sayangnya gen yang dibalik ini tidak stabil. sisi lainnya adalah keterasingan (alienasi) yang semakin besar antara manusia dengan teknologi yang diciptakannya sendiri. sehingga menjadi lebih awet.. kita tidak kemudian berarti paham bagaimana sebenarnya teknologi itu brkrtja dan apa dampak-dampaknya. Namun ketika teknologi menjadi bagian dari hidup manusia modern. kini pangan (tomat transgenic) yang disintetiskan. Calgene Inc. sampai meledaknya reactor nuklir. artinya. juga bagi lingkungan. Sesudah pakaian (nilon) dan barang produksi (plutonium). Giddens (1999) menyebutnya sebagai manufactured risk.

Teknologi informasi. Ia mengubah selueuh hidup kita sampai yang sekecil-kecilnya. Kelalaian menjalankan prosedur operasional di laboratorium ternyata mengubah teknologi yang dipuja menjadi bencana. perkembangan bioteknologi ini sebagian besar didominasi oloeh perusahaan besar multinasional seperti halnya industri software. Salah satunya lewat sistem pendidikan yang tidak hanya dwibahasa. Sosiolog ternama Anthony Giddenscxviii pernah berujar ‘……. Pertama. telah sejak lama memilih mengembangkan sumber daya manusia dan bidang jasa. Para pakar bioetika boleh saja terus mempertanyakan klaim alamiah vs non alamiah dari tumbuhtumbuhan sejenis Flavr Savr dan bahkan binatang yang dikloning. 133 . Muncullan efek domino manufactured risk yang makin hari makin bertambah panjang proses genetisasi memang mencakup lokalisasi mutasi gen. Keanekaragaman hayati treancam hilang. tapi juga dwikultural sejak SD. ait. Bioteknologi pada ujungnya memang mengubah pertanian dari ‘proses produksi untuk konsumsi’ menjadi ‘produksi untuk perdagangan’. dalam dunia datar dimana manusia sedemikian mudah bermigrasi yang diperlukan adalah manusia yang bisa mengelola. dan Filipina dibidang akuntansi. Namun hanya yang siap yang bisa meraih kesempatan.’ Globalisasi serta perkembangan Iptek yang luar biasa telah membuat dunia serba terbuka. memimpin.. Bandingkan dengan Indonesia yang sampai sekarang hanya mampu mengirim sumberdaya manusia tingkat pembantu dan buruh. juga tanaman dan ternak yang lebih cepat menghasilkan panenan. tetapi tetap tak terelakkan proses perpindahan dan bahkan mutasi gen antar tumbuhan transgenic Kedua. Ekosistem menjadi lebih rentan pada hama dan penyalut. Mereka sadar betul. Singapura yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam misalnya. Untuk itulah dibutuhkan tomat dan sayuran lain yang awet. dibutuhkan ayam potong yang lebih besar. Demikian juga dengan bahaya kerusakan dan pencemaran tanah. Contoh lain adalah India yang sudah lama menguasai pangsa pasar sumberdaya di bidang teknologi informasi. Untuk tujuan-tujuan itulah Fukuyama cxvii menyebut bahwa bioteknologi nampaknya lebih mengabdi kepada kepentingan dagang daripada sains. dan udara. Tentu saja hal positif ini hanyalah separuh dari cerita karena ada hal lain yang tidak bisa diabaikan. Hollywood melalui film-film futuristiknya juga berulangkali menggambarkan kondisi masa depan dimana robotpun bisa berperasaan dan berpikiran independent. Perusahaanperusahaan ini mendominasi pasar dan tentu busa dipahami jika mereka membangun visi global di industri pertanian dan pangan.teknologi komunikasi elektronik yang serba segera ini bukan sekedar alat untuk menyampaikan berita dan informasi secara cepat. Disamping persiapan sumber daya manusia. Demikian pula Michael Chricton yang terkenal dengan fiksi ilmiahnya. pertanian modern yang bersifat monokultural sangat rawan terhadap masalah lingkungan. membuat novel berjudul Prey (2002) tentang sisi lain kemajuan teknologi nano.percepatan proses evolusi tumbuhan lewat seleksi karakteristik gen yang baik dan dominant. sekaligus mudah beradaptasi dalam budaya berbeda. sapi perah yang menghasilkan susu lebih banyak.

Tahun 2013 -2019 teknik pengobatan akan berubah total d berkat teknologi nano dalam wujud biologi molekuler. namun dengan kemampuan 10 – 100 kali lipat sekarang. material. John B Mahaffie. Disamping fisikan negara ini juga mengirim ribuan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ke berbagai negara. Dalam waktu hamper 10 tahun sudah 915 mahasiswa dikirim untuk program doctor. dan Lebanon mengabaikan sumber daya manusia. Ibaratnya sehelai rambut ukuran materi nano dibayangkan sebagai rambut yang dibelah 50. Begitu Taiwan berupaya menghapus buta sains dan membebaskan ujian masuk universitas. Irlandia dalam waktu kurang dari satu generasi berhasil menjadi negara kaya di Eropa. juga 16 dari 20 industri peralatan medis dan 7 dari 10 perusahaan piranti lunak. China pada tahun 1980-an menyeleksi mahasiswa-mahasiswanya yang berbakat fisika. genetika dan energi. sedangkan Jepang. Meksiko. dengan kemampuan manusia merekayasa materi sekecil itu tentu saja banyak sekali dampak perubahannya. keempatnya adalah teknologi informasi. Ditengah gegap gempita perkembangan inilah bangsa Indonesia harus siap berkompetisi. Mengapa? Jawabannya pengelolaan sumber daya manusia. Fenomena di Indonesia 134 . Irlandia dan China. Jepang. Meski kondisinya terngah terpuruk saat ini. tahun 1200 termasuk negara terkaya. Kamboja misalnya. Teknologi nano pula yang telah mempengaruhi empat ilmu pengetahuan dan teknologi yang disebut Joseph F Coates. Tahun 2006-1008. makin hemat energi. Demikian juga Peru dan Meksiko yang sangat mencengangkan pada tahun 1500. misalnya dikembangkan superchip yang bila dipasang pada ban atau kulkas. Kehadiran kawat nano juga membuat computer makin kecil. Tahun 2030 berbagai penyakit bisa disembuhkan sehingga hidup manusi diasumsikan kian sejahtera. Peru. sehingga ban yang kurang angin atau kulkas yang terlalu penuh akan memberi tanda.000. peraih nobel Fisika dari China. Caranya dengan menggratiskan sekolah menengah awal 1960-an sehingga anak-anak kelas bawah bisa mengakses pendidikan dan kemudian menggratiskan pendidikan tinggi sejak tahun 2996. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pula yang kini ditempuh Taiwan. dan Singapura yang dulu miskin kini menjadi negara kaya yang mempengaruhi dunia. atau Lebanon yang makmur pada tahun 19601n. sebaliknya Amerika Serikat. Amerika dan Singapura terus mengembangkannya. namun perjalanan sejarah menunjukkan masih ada jalan terang. dan Andy Hines dalam bukunya 2025 : Scenarios of US and Global Society Reshaped by Science and Tecnology yang diterbitkan Oakhill Press (1996) sebagai kunci pendorong perubahan sampai 2025. Mereka dikirim keluar negeri melalui program yang dipelopori oleh Tsung Dao Lee.Teknologi nano Teknologi nano sebenarnya merujuk pada suatu materi yang berukuran -9 meter atau satu dibagi semiliar meter. Kamboja. Kini sembilan dari sepuluh perusahaan farmasi terbesar dunia memiliki pabrik disana. lalu membangun sistem pendidikan dan riset begitu pulang ke negaranya. massa kritikal yang berpendidikan berkembang pesat.

Semua sikap terhadap ala mini mewakili pola dominasi hirarkis dan penaklukan. Indonesia sebenarnya pantas bersyukur karena msih saja ditemukan manusia unggulan. Indonesia bisa mencontoh Kazakhtan yang tiap tahun mengirim 3000 siswanya keluar negeri. Keempat .00. Ada yang PhD pada usia 23 tahun. Selain itu seharusnya masih ada 250.1%) yang ber-IQ diatas 150 sehingga berpotensi menjadi pemimpin besar sekaliber Abraham Lincohn dan Thomas Jefferson. mengirim siswa-siswa unggul keluar negeri. rendahnya gaji guru. 11 perak dan 34 perunggu.000 (0. Kedua. lulus S1 pada usia 16 tahun. dan terutama rendahnya pemahaman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.01 %) yang ber-IQ diatas 160 sekelas Albert Einstein. menyiapkan sekolah unggulan dengan guru-guru yang kompeten dan kurikulum yang mengoptimalkan kemampuan anak. dan menjadi professor usia 25 tahun. Tim olimpiade fisika Indonesia misalnya. dan menjualnya dengan harga sangat murah. Dari jumlah itu sudah diperoleh 22 medali emas. menyebarkan hingga ke pelosok. perlu sistem seleksi yang ketat namun transparan dan terorganisasi baik sehingga anak-anak yang berbakat dapat diidentifikasi sedini mungkin. serta 25.Dengan standar pengajaran yang masih buruk karena kurangnya pelatihan. Sayang sekali potensi yang baik ini belum dieksplorasi dengan baik.00 sama dengan insinyur yang bekerja hingga pukul 21. Para pemenang olimpiade ini sekarang tersebar diberbagai perguruan tinggi terbaik dunia dan menunjukkan prestasi luar biasa. Dampak Penyalahgunaan Ipteks Bagi Kehidupan Konsekwensi negative yang tidak diharapkan dari pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan reaksi romantis yang mengajak kembali kea lam yang berbeda. Di Taiwan misalnya. Merekalah yang 10-20 tahun lagi diharapkan membangun negaranya setelah pulang. dalam kurun waktu 12 tahun telah mengirim 70 siswa yangberasal dari berbagai daerah.5 juta (5% dari populasi) yang memiliki IQ superior diatas 120. Kelima menterjemahkan berbagai buku ilmiah popular. Pencarian anak berbakat juga bisa dilakukan dengan memperbanyak kegiatan lomba sain dan matematika. akan ada 12. Ketiga. menjadi guru sangat diminati karena gaji guru yang bekerja hingga pukul 15. Masalahnya. bila jumlah penduduk Indonesia diasumsikan 250 juta. memperbaiki kesejahteraan guru dan memberi kesempatan belajar seluas-luasnya sehingga bisa mendoromg anak-anak pintar memilih profesi guru. Semua ini untuk mengarahkan mereka menjadi pemimpin di berbagi bidang. mereka ini berpotensi menjadi manajer atau professor. Karena hnya dengan buku yang baik para siswa dapat mengoptimalkan kemampuannya.000 (0. Padahal. Mereka yang menang ditampung di pusatpusat pelatihan khusus sehingga kemampuannya makin terasah. bagaimana mencari dan mengasah mereka? Yang pertama. Sebuah restorasi atas kemurnian alam yang tidak terkontaminasi dan teralienasi oleh intervensi manusia. Semua itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yng tinggi. 5. dominasi melalui 135 .

juga tenaga kerjanya yang murah. Bagi para praktisi teknologi. dan obyektif pada dasarnya sangat berakar pada budaya barat dan sangat patriarkhis. bebas nilai. sebuah interaksi yang selalu melibatkan dimensi sosial. Respons imajinatif senantiasa mewarnai interaksi timbal balik antara manusia dan teknologi. Penting karena teknologi selalu menjadi bagian dari setiap episode sejarah manusia. Relasi antara manusia dan teknologi tidaklah sesederhana mengatakan bahwa teknologi adalah media untuk mengubah manusia. diambil SDA-nya. Pada titik inilah relasi antara manusia dan teknologi menjadi diskursus menarik sekaligus penting. ataupun melalui pencemaran nama baik. ketidakseimbangan lingkungan bahkan pencemaran yang akhirnya menjadi bencana bagi umat manusia.pemilikan dan control. dan sumber daya yang dimiliki bersama menjadi dasar untuk ekonomi pasar yang intensif. Tetapi disisi lain hal ini juga menimbulkan dampak negative berupa kerusakan ekosistem. bertentangan dengan paham pluralitas atau dialektika. yaitu hanya ada satu cara dan tidak mentolerir yang lain. rekayasa kelautan berupa revolusi biru. Reduksionis menghendaki adanya keseragaman dalam hal pendekatan. merupakan bukti kemampuan manusia dalam mengembangkan daya dukung lingkungan alam. Menarik karena kompleksitasnya. industrialisasi. Reduksionis mencabut kemampuan alam dan potensi manusia serta menggantinya dengan teknologi. Manusia tidak pernah bersikap pasif terhadap teknologi. eksploitasi serta identitas dengan memelihara alam sebagai surga untuk banyak orang. Yang menjadi persoalan adalah bahwa pengetahuan dibangun berdasarkan kesenjangan natara yang tahu (spesialis) dengan yang awam(bukan spesialis). Ilmu pengetahuan modern yang dimitoskan sebagai universal. Ini terjadi bukan hanya dalam konteks suatu Negara.cxix Kemajuan teknologi serta dampaknya pada pembangunan dan ekspansi ekonomi telah mengubah kehidupan dan pikiran manusia. dan kultural. Paham ini dasar ontologinya adalah homogenitas. pergerakan sosial telah menggeser tata hierarkhi organis. 136 . Orang kaya yang menguasai IPTEK akan semakin kaya dan si miskin yang tidak mampu menguasai IPTEK akan semakin terpuruk dan menjadi korban penindasan kelompok yang kaya. politik. tapi di percaturan dunia. selanjutnya dijadikan pasar hasil industri oleh mereka. fungsi teknologi tidak perlu dipertanyakan lagi. Teknologi diciptakan untuk membantu mengatasi keterbatasan fisik manusia. Rekayasa Teknologi Penerapan IPTEK dalam rekayasa pertanian berupa revolusi hijau.cxx Reduksionisme merupakan suatu keyakinan dalam ilmu pengetahuan yang mereduksi kemampuan manusia yang menolak kemungkinan adanya cara produksi pengetahuan lain maupun pengetahuan orang lain. Negara yang tidak menguasai IPTEK akan terus dieksploitasi oleh Negara-negara maju. Reduksionisme Ilmu pengetahuan yang modern memiliki dasar pijakan pada reduksionisme. Disamping itu imbas dibidang sosial berupa semakin melebarnya kesenjangan sosial. Dilema determinisme. rahim bumi.

Ini terjadi karena determinisme teknologi cenderung memaksakan suatu bentuk universalitas struktur institusional teknologi ke dalam masyarakat. dan ideologis para pemilik modal masuk ke dalam sistem teknologi dan mengurangi otoritas masyarakat dalam memilih arah teknologi. Pertama adalah asumsi bahwa teknologi berkembang secara unilinear dari konfigurasi sederhana ke yang lebih kompleks. Menurut Noble. termasuk dalam lingkungan akademik. Universalisasi institutional ini menjadi media hegemoni modernitas. dan politik di mana teknologi itu berada. 137 . Sikap ini melahirkan pandangan determinisme teknologi yang bersifat ideologis. Seperti yang diwaspadai oleh Rosalind Williams. determinisme teknologi memungkinkan motivasi politis. pandangan instrumentalis memiliki kecenderungan untuk mendewakan teknologi dan meletakkannya sebagai faktor penentu dalam perubahan sosial dan simbol kemajuan peradaban manusia. Teknologi dibentuk oleh parameter efisiensi dan efektivitas sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. tetapi juga terlalu menyederhanakan dan bahkan mematikan makna dalam kehidupan manusia. Lebih penting lagi. Bagi David Noble. Determinisme teknologi itu sendiri bukan hal yang baru. Dalam paham ini struktur sosial dianggap sebagai kondisi yang terbentuk oleh materialitas teknologi. Gagasan ini memikat para pemikir era Pencerahan dan semakin tumbuh subur di budaya masyarakat Amerika Utara di mana semangat kemajuan melekat dengan kuat. ekonomi. para sarjana studi sosial teknologi telah memberi respons kritis terhadap paham determinisme teknologi. Dalam analisis Andrew Feenberg. tapi tidak dalam tingkat filosofis karena pandangan ini tidak cukup untuk menjelaskan makna dan implikasi teknologi bagi manusia. Kritik terhadap determinisme teknologi merupakan respons terhadap implikasi politis ideologis yang dihasilkan oleh paham ini.Dia berperan sebagai media untuk mencapai kepuasaan material. Paham ini begitu dominan dalam masyarakat kontemporer. paham determinisme teknologi telah muncul sejak awal revolusi industri. Dalam catatan Merritt Roe Smith. setidaknya dua premis dalam determinisme teknologi yang bermasalah. Selama tiga dekade terakhir. tetapi di sisi lain memaksakan suatu bentuk fatalisme. kultural. Pandangan instrumentalis di atas mungkin bisa diterima dalam tingkat pragmatis. pada satu sisi determinisme teknologi menawarkan janji-janji modernitas. Determinisme teknologi berangkat dari satu asumsi bahwa teknologi adalah kekuatan kunci dalam mengatur masyarakat. Determinisme teknologi dalam pandangan instrumentalis ini mesti dicermati karena dia menafikan aspek moral dan etika dalam relasi antara manusia dan teknologi. determinisme teknologi tidak hanya memberi penjelasan yang tidak akurat tentang relasi antara manusia dan teknologi. Kedua adalah asumsi bahwa masyarakat harus tunduk kepada perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia teknologi. Kedua premis tersebut sulit diterima karena pola-pola teknologi itu sendiri banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial. Pemahaman demikian berangkat dari asumsi bahwa teknologi modern muncul dari rasionalitas dan kemampuan logika manusia dalam mengadopsi prinsip-prinsip pengetahuan ilmiah sains ke dalam artifak teknologis.

Berangkat dari eksistensialisme Heideggerian. Sebaliknya. Persepsi mikro tidak pernah lepas dari konteks persepsi makro. Karena itu. Proses-proses sosial yang membentuk teknologi adalah refleksi dari cara kita hidup dan mengatur masyarakat. Jika kita menilik secara saksama. Melalui fenomenologi persepsi ini. kedua jenis persepsi ini saling terikat satu sama lain. Ihde menawarkan konsep multistabilitas untuk menggali lebih dalam ke wilayah kompleksitas budaya teknologi. Bagi para sosiolog teknologi. Kasus pertama adalah analisis Langdon Winner tentang jembatan di Long Island. tapi dalam berbagai titik relasi dengan manusia. teknologi bersifat multi-interpretatif tergantung pada konteks kultural di mana dia berada. Dalam perspektif ini. Bentukan sosial teknologi Prinsip-prinsip dalam fenomenologi teknologi tidak menjadi barang eksklusif dalam studi filsafat. Bagi Ihde. Setidaknya itu yang dilakukan Don Ihde untuk memahami relasi antara manusia dan teknologi secara komprehensif. persepsi makro tidak akan pernah ada tanpa dorongan persepsi mikro. teknologi merupakan cermin dari proses imbal-balik yang kompleks yang terjadi di masyarakat. Analisis relasionalitas ini dilakukan melalui dua kategori persepsi. Multistabilitas meletakkan teknologi tidak dalam satu posisi hermeneutik. yakni persepsi mikro yang bersifat indrawi dan persepsi makro yang bersifat kultural atau hermeneutik. Konsep multistabilitas menekankan bahwa relasi antara manusia dan teknologi tidak tunggal. Setidaknya tiga kasus menarik bisa kita amati dalam domain ini untuk melihat bagaimana kekuasaan dan teknologi saling bereproduksi satu sama lain. New York. Ontologi relativistis bukan relativisme. Studi fenomenologi teknologi mengeksplorasi pengalaman manusia dan secara spesifik menjelaskan bagaimana struktur pengalaman yang bersifat multidimensi tersebut tersusun. Ihde mengembangkan “ontologi relativistis” untuk memahami keberadaan manusia dalam wilayah teknologi. Relasi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk walaupun dengan artefak teknologi yang sama. Kekuasaan dalam konfigurasi Relasi kekuasaan dan teknologi adalah sebuah tema besar dalam studi sosial teknologi. melainkan lebih sebagai media untuk menganalisis relasionalitas antara manusia yang mengalami (human experiencer) dan wilayah yang dialami (the field of experience).Fenomenologi teknologi Bagaimanakah relasi antara manusia dan teknologi terjadi? Fenomenologi adalah kendaraan untuk mencari jawabannya. Dengan kata lain. berhasil atau gagalnya teknologi bukanlah hal yang penting karena pada dasarnya teknologi adalah hasil sebuah kompromi. makna sebuah artefak teknologi akan selalu berubah sesuai dengan masyarakat yang memaknainya. fenomenologi menjadi dasar metodologi studi sosial teknologi. khususnya sosiologi teknologi dalam memahami relasi antara teknologi dan masyarakat. yang ditulis dalam artikelnya Do Artifacts Have Politics? Di sepanjang jalan bebas hambatan di Long Island terdapat sekitar puluhan 138 .

teknologi berfungsi untuk memproduksi kekuasaan. adalah artefak yang terdiri dari elemen-elemen yang netral. Dari investigasinya. Namun. Ini dilakukan dengan sengaja oleh pendesainnya. keganjilan desain tersebut bukanlah karena alasanalasan teknis. sebuah pantai cantik berpasir putih di sebelah timur Long Island. Konstruksi budaya tersusun melalui proses interpretasi-reinterpretasi dan produksi-reproduksi simbol. Karena itu. Argumen Pfaffenberger didukung oleh David Hess melalui konsep relasi kekuasaan dan budaya. Dia muncul dari suatu konsteks budaya tertentu sehingga kekuasaan selalu bersifat kontekstual dan lokal.7 meter sehingga hanya mobil sedan yang dapat lewat di bawahnya.jembatan penyeberangan. Pfaffenberger berargumen bahwa fungsi politis dari suatu teknologi baru dapat tercapai jika teknologi tersebut dibungkus dalam mitos dan ritual dan menjadi alat kontrol produksi dan resepsi makna. Jembatan-jembatan tersebut dibangun sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh Moses untuk menghalangi masuknya bis ke wilayah tersebut. Tetapi. Selintas tidak ada hal yang istimewa dari jembatanjembatan tersebut. seperti yang dikatakan Bryan Pfaffenberger. jika diamati dengan saksama. artefak teknologi berubah menjadi media hegemoni. Pada kasus jembatan Long Island. Tinggi jembatan tersebut hanya sekitar 2. proporsi jembatan tersebut tidaklah “normal”. teknologi berfungsi sebagai media praktik kekuasaan. Jembatan-jembatan tersebut di desain dan dibangun dengan konfigurasi demikian untuk menghasilkan suatu dampak sosial tertentu. yakni Robert Moses. seorang tokoh sentral dalam pembangunan kota New York di awal abad ke-20. dan kontrol untuk memenuhi kepentingan sang pencipta konfigurasi tersebut. dominasi. teknologi menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan. ketika elemen-elemen ini membentuk suatu konfigurasi. Menurut Winner. analisis kekuasaan akan menjadi tumpul dan hanya hanya terfokus pada sejumlah kategori sosial yang terbatas. Secara materialistis. Hasilnya adalah pengamatan dimensi kekuasaan yang sempit. jembatan Long Island. Dengan konfigurasi tertentu. dengan serta-merta netralitas tersebut sirna. penjelasan praktik kekuasaan dalam teknologi tidak akan pernah memuaskan jika kesadaran tentang sistem budaya diabaikan. Hal ini untuk membatasi akses kaum kelas bawah kulit hitam dan hispanik yang biasanya menggunakan bis umum menuju ke Jones Beach. misalnya efisiensi material atau efektivitas sistem konstruksi. Budaya dan teknologi Kekuasaan tidak lahir dari kondisi vakum. tanpa adanya perspektif budaya. Menurut Hess. Adapun pada kasus penjara Panopticon. Pada kasus mesin kontrol numerik. Mendekati kekuasaan melalui budaya dalam teknologi mengantarkan kita ke konsep konstruksi budaya. Winner menemukan suatu agenda rasialis dan diskriminatif di balik desain jembatan Long Island. Hess menggunakan konsep ini untuk memahami kompleksitas operasi kekuasaan di masyarakat. identitas. dan makna di 139 . Dari perspektif ini kita bisa melihat tiga artefak di atas sebagai refleksi dari relasi manusia dan teknologi melalui kekuasaan yang meliputi tiga tujuan.

Tragisnya. Namun demikian. ritual. Dia menghasilkan suatu teknologi baru melalui rekonstruksi elemen-elemen yang sudah ada untuk dibentuk menjadi suatu teknologi “baru” dalam konteks budaya di mana dia berada. Pada tingkat ini. dampak negatif dan positif teknologi 3. Menurut Hess. Kondisi ini membentuk sikap “taken for granted” dalam masyarakat kontemporer terhadap teknologi. permasalahan seputar teknologi dan kehidupan manusia 2.dalam masyarakat. pengembangan teknologi menyerupai apa yang disebut Claude Levi-Strauss sebagai bricolage. teknologi tidak lagi dilihat pada aspek materialitasnya yang sering bersifat ilusif melainkan sebagai suatu bentuk upaya penyingkapan daya yang tersembunyi di alam seperti yang dilontarkan Martin Heidegger. . Dalam kerangka konstruksi budaya ini. Bricolage adalah aktivitas penggabungan elemen-elemen yang ada untuk memenuhi suatu tuntutan lingkungan. Kompleksitas teknologi modern telah melampaui batas dimensi indrawi manusia dalam mencerna. TUGAS . Alasan untuk menolak sikap ini jelas karena manusia tidak akan pernah lepas dari teknologi. pencarian solusi dari permasalahan yang ada 140 . Dia mengantarkan manusia kepada bentuk “kebenaran” tentang potensi-potensi yang tersembunyi di alam. teknologi modern tidak berbeda jauh dengan prinsip bricolage di mana interpretasi budaya membentuk versi teknologi di masyarakat.bentuk kelompok yang terdiri dari lima orang mahasiswa. Yang dibutuhkan adalah suatu tingkat pemahaman teknologi yang lebih mendalam. Hal ini dapat dilakukan melalui pemahaman makna dalam masyarakat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teknologi dan masyarakat dan mencari solusinya. Aliran dari keluaran proses ini lalu ditransformasikan ke dalam artefak teknologi. seorang praktisi teknologi adalah seorang bricoleur. orisinalitas teknologi ditentukan oleh konsep makna yang digunakan. Dalam kata lain.Buatlah portofolio berkaitan dengan fenomena teknologi dalam kehidupan manusia yang meliputi 1. konstruksi budaya dapat dijadikan “tool” untuk membuat teknologi lebih manusiawi dan dapat diterima dengan baik di masyarakat. Penyingkapan ini bagai pedang bermata dua. dan nilai. Di sisi lain dia memancing nafsu dan keserakahan manusia untuk terus melakukan dominasi dan kontrol terhadap alamcxxi. Pada tingkat praksis. sikap ini secara perlahan menggali jurang dalam yang dapat menjebloskan manusia ke dalam bencana kemanusiaan. Oleh Linda Layne. konsep konstruksi budaya dalam teknologi tidak hanya untuk memahami lebih mendalam bagaimana teknologi berinteraksi dengan makna. Dalam pola ini. Di sini Layne menawarkan apa yang dia sebut sebagai “cultural fix” di mana nilai-nilai budaya di adopsi ke dalam konfigurasi teknologi. suatu sikap yang menerima teknologi dengan mata tertutup. kita tidak perlu menjadi paranoid dan bersikap antiteknologi.

tumbuhan. Pertama. Dengan mudah dapat kita lihat. 10 ekor anjing. melainkan bersama makhluk lain.BAB VIII MANUSIA DAN LINGKUNGAN Oleh : Linda Dwi Eriyanti. tiga ekor burung perkutut. cair dan padat. hubungan atau interaksi antara unsure dalam lingkungan hidup itu. tertutup rimbun oleh pohon bamboo dan tidak berbukit batu. dan empat pot tanaman bunga. Sifat lingkungan hidup ditentukan oleh bermacam-macam factor. Hakekat Lingkungan Sosial Dan Alam Bagi Manusia Manusia hidup di bumi tidak sendirian. Aforisme ini menyiratkan salah satu dilemma dalam konsepsai lingkungan. tanah dan batu. Dalam golongan jenis unsure lingkungan hidup termasuk pula zat kimia. oleh jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut. Sifat ruangan berbeda jika dua kursi dengan sebuah meja diletakkan ditengah masing-masing dinding dan sebuah pot di masing-masing sudut. Manusia bersama tumbuhan. hewan dan jasad renik. hewan. Manusia adalah penakluk alam. Kenyataan ini dapat dengan mudah kita lihat dengan mengandaikan jika di bumi ini tidak ada tumbuhan dan hewan. S. Makhluk hidup yang lain bukan sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral atau pasif terhadap manusia. Dari manakah kita mendapatkan oksigen dan makanan? Sebaliknya seandainya tidak ada manusia. dalam ruang itu terdapat juga benda tak hidup. Tidak seperti makhluk hidup lainnya. empat meja. Kedua. seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. Ruang yang ditempati suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan tak hidup didalamnya diseebut lingkungan hidup makhluk tersebut. manusia dapat melihat dunia sekelilingnya sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya. 141 . melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. Dalam ruangan itu delapan kursi diletakkan sepanjang satu dinding dengan sebuah meja didepan setiap dua kursi dan sebuah pot bunga diatas masing-masing meja. sebatang pohon kelapa dan sebuah bukit batu akan berbeda sifatnya dari lingkungan yang sama besarnya tetapi hanya ada seorang mnausia. suatu lingkungan hidup dengan 10 orang manusia. Misalnya dalam ruangan terdapat delapan kursi. sekaligus pihak yang paling merasa terancam olehnya. Tanpa mereka manusia tidak dapat hidup. hewan dan jasad renik menempati suatu ruang tertentu. dan jasad renik akan tetap dapat melangsungkan kehidupannya. Einsteins konon pernah mengartikan lingkungan sebagai ‘segala sesuatu kecuali saya’. seekor anjing. air dalam bentuk uap. Kecuali makhluk hidup. seperti udara yang terdiri atas bermacam gas.Sos 1. yaitu tumbuhan. Toynbeecxxii mengaitkannya dengan daya pikir rasional dan kekuatan emosi manusia.

dll. udara) yang belum banyak dipengaruhi oleh tangan manusia. Lingkungan yang panas. tapi tidak silau dan tenang. system politik. Kita dapat dengan mudah merasakan ini. Lingkungan alam dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan sebaliknya. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan manusia telah mampu mengungkap sebagian kecil rahasia alam semesta ini. Manusia sebagai makhluk dinamis. atau ketimpangan ekologi. pranata. Sedangkan yang non materi berupa tata nilai. peraturan. serta memiliki kemampuan untuk melihat dan menganalisis perspektif ruang muka bumi yang meliputi perubahan serta perkembangan hari ini untuk menatap amsa depan. hewan.Ketiga. Keempat. system pemerintahan. Maka ia mau bekerjasama dengan alam lingkungan untuk mengarahkan hidup ini secara 142 . Lingkungan alam dan lingkungan sosial saling berpengaruh dan berinteraksi secara aktif. peralatan. air. Lingkungan budaya adalah segala kondisi. tumbuhan. mampu mempertahankan lingkungan alamnya. kreatifitas. system ekonomi. baik yang berupa materi maupun non materi. perubahan ruang dan tata ruang sudah menjadi tuntutan alamiah. Lingkungan alam adalah kondisi alamiah baik biotik ( tumbuhan. air. Sebagai akibat tuntutan kebutuhan manusia yang multi aspek. Usaha pelestarian lingkungan dimengerti sebagai kesediaan manusia mengakui keterbatasannya. udara. silau dan bisingsangatlah berbeda dengan lingkungan yang sejuk. Manusia yang tingkat budaya dan peradabannya sudah maju. factor non materiil suhu. yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. hokum. dll. mengkaitkan ilmu kemanusiaan dan ilmu alam-bersifat interdisipliner. yang berarti rumah tempat tinggal : tempat tinggal semua manusia. cahaya. Oleh karena itu kita semua wajib memiliki wawasan yang luas tentang lingkungan. norma. misalnya suatu kota yang penduduknya ktif dan bekerja keras merupakan lingkungan hidup yang berbeda dari kota yang serupa tetapi penduduknya santai dan malas. dikotomis. cahaya yang cukup. senjata. dan penciptaan yang berpengaruh terhadap lingkungan alam. dinamika kehidupannya dipengaruhi factor dominant yang berupa lingkungan sosial-budaya dan lingkungan alamnya. individu dengan kelompok. kelakuan atau kondisi unsure lingkungan hidup.cxxiv Ia sekaligus merupakan reaksi kritis atas pandangan terhadap dunia yang dualistis. dan kebisingan. Manusia dan alam semesta adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. pakaian. mineral. Ekologi dan manusia Kata ‘eko’ dalam ekologi berasal dari bahasa Yunani Oikos. yang dihasilkan oleh manusia melalui aktivitas. Lingkungan sosial yaitu suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya hubungan interaksi individu dengan individu. maupun lingkungan abiotik (tanah. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah agar masalah dengan lingkungan tadi tidak menimbulkan ketimpangan ruang. Lingkungan budaya yang berupa materi meliputi bangunan. maupun kelompok dengan kelompok.cxxiii Ekologi mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. bahwa dunia yang satu itu ternyata mengandung banyak keanekaragaman. dan matahari. tanah. dan sebaliknya. Kesadaran ekologi hendak melihat kenyataan dunia ini secara integral holistic. bahwa ia tidak pernah dapat memahami sepenuhnya kerja dunia dan semua unsurnya. ketimpangan lingkungan. hewan ).

bersama-sama kepada kesejahteraan seluruh anggota komunitas dunia ini.itu berarti mengakui dan menghargai hak hidup setiap makhluk sebagai subyek yang mandiri dan bermartabat dalam dunia yang kongret integral.cxxv Alam merupakan guru terbaik, ia menstimulasi kapasitas untuk menangani lingkungan tak terduga dan kejadian yang tidak diperkirakan dengan maksud dan kemurahan hati dari roh, memercikkan momen transenden dan menginspirasikan tindakan yang kreatif. Hukum alam membangkitkan pola hidup yang kaya dengan kesederhanaan dan kerendahan hati, kemurnian, kebenaran, kemurahan hati, dan cinta kasih.cxxvi Menurut Hanne Strong, kunci untuk memperbaiki bumi terletak pada penghormatan pada hukum alam yang dipahami masyarakat asli dan tradisional. Masyarakat ini berbicaraberbicara dengan kumpulan instruksi yang asli yang diberikan kepada mereka oleh sang pencipta. Mereka mengetahui dan menghidupi hukum ini, yang menuntun relasi manusia dengan 4 elemen pemberi kehidupan yaitu tanah, air, udara, dan api (energi), serta mengajarkan penghormatan pada kesatuan dan kesalingketergantungan dari seluruh kehidupan. Hanya jika kita memahami Hukum Kesalingtergantungan, kita dapat memperbaiki kerusakan keempat elemen pemberi kehidupan kita. dan hanya jika kita mengalami kesalingterkaitan satu sama lain, kita dapat memulai mengubah sumbernya : hati dan pikiran manusia. Ini disepakati Fukuoka, yang mengatakan : “tidak ada jalan lain untuk perdamaian kecuali semua orang harus meninggalkan gerbang istana persepsi yang relative, turun ke padang rumput, dan kembali ke jantung alam yang non aktif. Marilah kita katakan bahwa kunci perdamaian terletak dekat di bumi.”cxxvii 2. Pandangan manusia terhadap lingkungan Faham dan pandangan manusia terhadap lingkungan alam sangat tergantung dari penguasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Setidaknya ada 3 aliran tentang faham hubungan manusia dengan lingkungannya, yaitu : Faham determinisme, memandang bahwa manusia sangat tergantung pada alam, artinya kapasitas manusia dan aktifitasnya sangat ditentukan oleh alam dimana dia berada, sedangkan upaya manusia untuk mengkreasi lingkungan sangat terbatas kemampuannya. Tokoh faham ini diantaranya : Charles Darwin (1809-1882) yang terkenal dengan teori evolusinya, Frederich Ratzel (18441904) dengan teori Antrhropography yang menyatakan bahwa bahwa manusia berkembang dan hidup sangat ditentukan oleh lingkungan geografis dimana ia tinggal. Tokoh lainnya Elsworth Huntington yang menekankan pada kekuatan pengaruh iklim pada perkembangan dan kehidupan manusia. Faham Posibilisme atau Probabilisme, memandang lingkungan alam berpengaruh terhadap manusia tetapi tidak menentukan melinkan hanya memberi peluang dan kemungkinan pada manusia untuk berkembang. Tokohnya : EC Semple dan Paul Vidal de la Blace yang menyatakan bahwa perkembangan hidup dan kebudayaan manusia bukan dipengaruhi langsung oleh alam, tetapi oleh proses produksi yang dipilih seseorang yang berasal dari kemungkinan yang disediakan oleh tanah, iklim, dan ruang yang ada disekitarnya.

143

Faham Optimisme teknologi, memandang bahwa manusia dengan kemempuan IPTEK yang dimilikinya dapat menciptakan kebudayaan dan mengkreasi lingkungan alam sesuai yang diinginkannya. Lingkungan adalah metafora yang melanggengkan kontradiksi kondisi dasar manusia. Ia memiliki kekuatan untuk menaklukkan, namun ia juga diliputi berbagai kelemahan yang membuatnya terancam. Disatu sisi manusia membuat berbagai perbaikan, disisi lain ia membuat kerusakan. Konflik antara individualisme konsumerisme dan solidaritas tidak pernah lepas dari masyarakat manusia. Hal ini sangat ditekankan oleh Atkinson (1991), Dickens (1992), Dobson (1990), Eckersley (1992), dan Sachs (1993). Dari waktu kewaktu manusia memandang alam dengan nafsu penaklukan sekaligus rasa bersalah. Hal ini diuraikan secara cemerlang oleh Glacken (1967). Manusia sejak lama menyadari betapa uniknya kehidupan di bumi. Kosmos dimana kita hidup merupakan anugerah tak terperi, dan juga tak tergantikan, yang terbentuk dari jutaan proses kimiawi, biologis, dan fisik secara terus menerus. Pengagungan alam ini diantaranya diungkapkan Lovelockcxxviii. Dikatakannya bahwa biosfer yang menyangga kehidupan manusia dilukiskan sebagai suatu zona yang disebut Gaia, yang mempunyai mekanisme pengaturan sendiri, yang justru sering terusik oleh perilaku manusia. Gaia tidak punya sosok tertentu, tidak dibebani moralitas, namun memberi batasan-batasan yang tak terlampaui bagi kehidupan manusia. Jika manusia tak mau menyesuaikan diri, maka alam akan memaksanya. Inti pandangan environmentalisme yang kini terus diminati ada tiga, yakni pandangan teknosentrik, ekosentrik, dan deep green. Mode teknosentrik yang diungkapkan O’Riordancxxix menggambarkan hakekat manusia sebagai manipulator alam, yang harus membatasi perilakunya agar ia dapat terus memanipulasinya itu. Pandangan konservasionis ini berkembang luas di AS (Hays 1959), cenderung optimistic dan bersifat maskulin. eksploitasi dan teknologi dipandang positif, sejauh itu tidak merusak alam fisik dan sosial secara berlebihan. Pandangan ekosentrik (Dobson 1990, O’Riordan 1981, Pepper 1986) juga optimis, namun ia lebih jauh lagi dalam menganjurkan pelestarian lingkungan. Kalau dalam pandangan terdahulu alam dijadikan sebagai factor pengimbang sekunder, maka dalam pandangan ini kelestarian harus selalu dinomorsatukan. Semua tindakan manusia sedapat-dapatnya harus didasarkan pada usaha pelestarian alam. Contoh konsepsi pelaksanaannya ada lima : i Konsep pembangunan berkesinambungan (sustainable development), yang tertuang dalam laporan Komisi Bruntland (1987) dan Konferensi Lingkungan dan Pembangunan PBB (UNCED) di Rio Janeiro di tahun 1992 yang menghasilkan agenda 21, suatu program integrasi pembangunan dan lingkungan. Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang ungkapkan O’Riordan dan Cameroncxxx menyatakan hanya menerima segala iptek selama itu tidak merusak lingkungan. Prinsip itu kemudian mengembangkan civic science (integrasi semua ilmu konvensional dengan dan proses demokrasi alamiah) serta ecological space yang dibarengi dengan prinsip altering the burden of proof. Ini adalah argument ilmiah yang mendesak negara maju

144

memberi kelonggaran dan bantuan kepada negara berkembang agar dalam pembangunannya tidak mengorbankan kelestarian lingkungan ii Ilmu ekonomi ekologis (ecological economics) yang menggali berbagai keuntungan bagi manusia jika alam dibiarkan apa adanya (critical natural capital), atau jika kegiatan pembangunan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak mengganggu lingkungan (natural resource account) ; istilah lainnya ‘kesejahteraan lingkungan’ (environmental welfare). Hal ini diungkapkan oleh Pearcecxxxi iii Penilaian dampak lingkungan (environtmental impact assessment), atau anjuran bagi dilakukannya analisis menyeluruh tentang dampak lingkungan dari setiap proyek atau kebijakan, yang diungkapkan O’Riordan dan Sewellcxxxii. Ini khususnya ditujukan bagi perusahaan-perusahaan, sehingga memunculkan bidang bisnis jasa baru, yakni biro-biro konsultan lingkungan yang di negaranegara maju sangat berperan bagi turunnya izin resmi, khususnya bagi kegiatan-kegiatan yang dianggap peka terhadap lingkungan. iv Ecoauditing, yakni pemeriksaan atas semua usaha, kegiatan atau kebijakan yang ada, demi memastikan bahwa semua itu tidak merusak lingkungan. Tekniknya sendiri berfariasi, misalnya life cicle analisys dan environmental burden analysys. Semuanya merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan terpadu, yang standar-standarnya dibakukan secara internasional. Konsepsi ini dikampanyekan kepada pemerintah di setiap negara yang standar lingkungannyya diniolai memprihatinkan. Semuanya pada hakekatnya merupakan kompromi antara hasrat membanguna secara ekonomis, dengan keinginan untuk memelihara alam sejauh mungkin. Para penganjurnya yakin bahwa pelaksanaan langkah-langkah diatas tidak bisa ditunda-tunda lagi, dan harus segera dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pandangan ini tidak lepas dari kritik, Sachscxxxiii misalnya, meragukan bahwa pengutamaan lingkungan akan menciptakan aneka kendala ekonomis yang pada akhirnya bisa berakibat pada perusakan lingkungan alam itu sendiri. Terakhir, pandangan deep green bertumpu pada struktur etika dan sosial yang radikal (isrilah lainnya deep ecology atau steady-state economics). Pandangan ini menganjurkan ditinggalkannya pola hidup masal yang dianggap tidak bisa tidak merusak lingkungan, dan menghimbau masyarakat untuk hidup dalam pola komunal yang dekat dengan alam. Teknologi yang harus dipilih adalah yang paling canggih, tetapi yang tidak perlu aneka perangkat penduduk berskala besar. Pandangan ini menentang globalisme ekonomi dan ketergantungan politik. Dalam waktu bersamaan ia mempromosikan pasifisme (hidup serba damai dan bersahaja), ecifeminisme, penegakan hak-hak konsumen demi mengontrol produsen, serta pengakuan atas hak hidup makhlik lain diluar manusia. Pandangan ini berakar pada tradisi anarkhisme dan pemberdayaan komunitas. Meskipun demikian, pandangan ini juga mengakui bahwa semua usulnya tak mungkin diterapkan seketika. Karena itu ia menyambut baik konsepsi pembangunan berkesinambungan, yang dianggap sebagai batu loncatan menuju kondisi serba lebih baik, jauh dari hingar bingar politik atau militer yang pada akhirnya akan menghancurkan lingkungan.cxxxiv

145

sangat menarik dan memiliki logika yang kuat. adanya pandangan bahwa kesejahteraan manusia sedang terancam oleh degradasi lingkungan dan penyusutan sumber daya alam. Perkembangan Demografi dan Kesejahteraan Hidup Sebagian besar penduduk Indonesia masih berpendapatan rendah karena produktifitas kerjanya rendah. Pigou (1920-an) dan Hotelling (1930-an). solusi atas berbagai masalah lingkungan harus dilakukan dengan mengireksi unsur-unsur ekonomi yang menjadi penyebabnya. motif keuntungan terkadang mendorong perusahaan tidak mengindahkan kelestarian lingkungan dan mengakibatkan kerugian bagi pihak-pihak lain. penggunaan instrument ekonomi guna mengatasi masalah lingkungan yang bersumber dari kegiatan ekonomi. Secara umum.cxxxv 3. Ketiga. dan dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari kesempatan kerja. tetapi juga internasional. peralatan kerjanya yang terbatas pula. Dalam keadaan serba kekurangan. sehingga jumlah penduduk Indonesia naik dari 207 juta 146 . Studi ini tidak mempersoalkan terganggunya kesehatan. Ada tiga unsur pokok dalam ekonomi lingkungan ini yaitu : Pertama.5-3 juta pertahun. tetapi menekankan kerugiannya secara ekonomis. Kebijakan subsidi. banyak penduduk Indonesia bersifat mobil. yang memberi subsidi harga produk pertanian. untuk memaksakan hasil panen semaksimal mungkin. Tidaklah sulit untuk menemukan bukti-buktinya. Juga tenaga energi yang mampu dikeluarkan rendah karena kadar gizi makanan dan menderita kekurangan kalori sehingga rawan penyakit. Dalam ekonomi sumberdaya alam. yang kebanyakan bersumber dari pasar. namun baru muncul sebagai studi koheren pada tahun 1970-an. bergerak dari pedesaan ke perkotaan. relokasi industri. batas-batas pencemaran dan kerusakan alam. kerusakan lingkungan secara umum diyakini sebagai akibat dari penyimpangan atau kegagalan tertentu dalam sistem ekonomi.Ekonomi Lingkungan Ekonomi lingkungan bermula dari tulisan Gray (awal 1900-an). maka ekonomi lingkungan menyerankan penerapan pajak ekstra atau penerbitan lisensi khusus demi meredam kegiatan tersebut. mulai dari banjir akibat penggundulan hutan. mendiring petani memakai aneka pipik dan obat tanaman secara berlebihan. Hal ini disebabkan rendahnya alat-alat produksi yang dimilikinya. Jika suatu kegiatan sulit dihentikan begitu saja secara hukum. Sementara itu jumlah penduduk Indonesia kian bertambah dengan ratarata 2. Kedua. seperti sempitnya bidang tanah yang diusahakan. Misalnya relokasi industri menempatkan pebrik-pebrik dati negara maju ke hutan-hutan perawan di engara berkembang. Bahkan berbagai masalah global seperti penipisan lapisan ozone juga hendak diatasi melalui langkah-langkah ekonomis. aneka macam penyakit mematikan akibat pencemaran air dan udara. Kebijakan tertentu seperti Common Agriculture Policy di eropa. serta standar kelestarian lingkungan juga dihitung berdasarkan variable-variabel ekonomi. sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang lebih produktif. yang telah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan harus segera diakhiri.ini bukan hanya terjadi dalam lingkup nasional. serta menggali saluran irigasi lebih banyak dari seharusnya. dan sebagainya. Contohnya. Juga karena tingkat pendidikan dan ketrampilan yang masih rendah.

akan tetapi juga bisa sekaligus sebagai ancaman.3 juta penduduk usia lanjut (60 th keatas) yang memerlukan aneka macam obat dan makanan suplemen. produk tekstil. Tak kalah besar tantangannya 24. 147 . Dijalan. manusia Indonesia akan berdesakan. baik dari sisi investasi maupun konsumsi. Kwalitatif  kebutuhan pangan  tingkat pendidikan  pelayanan kesehatan. nutrisi  perumahan  pendapatan perkapita  kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam  tenaga kerja (lapangan kerja dan pengangguran. Lain-lain  pembangunan yang dilaksanakan pemerintah selama ini berorientasi pada penduduk.Kwantitatif  pertumbuhan penduduk yang tinggi yang dipengaruhi natalitas. mortalitas dan migrasi  penyebaran penduduk yang tidak merata dan mobilitas penduduk  komposisi penduduk dengan angka ketergantungan tinggi c.(2000) menjadi 222 juta (2005).8 juta angkatan kerja tahun itu. dan kian kerontang karena terkonversi untuk kebutuhan non pertanian. minyak dan gas yang banyak terdapat diluar pulau jawa dilakukan dengan modal besar dan teknologi canggih. mereka akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang dahsyat. Ketersediaan pangan. Tentu kebutuhan mereka menciptakan permintaan barang dan jasa yang pasti mendorong industri farmasi Dari jumlah penduduk. Penduduk berjumlah besar di pulau jawa. Banjir dan tanah longsor datang meneror setiap saat dimana-mana karena pohon-pohon raksasa penahan banjir sudah kian menipis jumlahnya dan kurus-kurus pula. Mereka bisa dilihat sebagai peluang pasar yang sangat besar untuk produksi jasa dan manufaktur. Dapat pula disebut sebagai modal (human capital).6 juta. Masalah sosial a. kelestarian alam menjadi tantangan dan potensi bisnis yang luar biasa. betapa hidup mungkin tidak akan nyaman lagi. tas. sehingga melibatkan masyarakat setempat. tetapi pasar untuk barang industri pun lebih besar di pulau jawa ketimbang di pulau lain. di kantor. dipemukiman. b. Lahan untuk pemukiman kian susah dan mahal. Katakanlah penduduk usia 0-14 tahun pada tahun 2015 mencapai 63. 235 juta (2010) dan 257 juta pada tahun 2020 nanti. jika lapangan kerja produktif tersedia mamadai. Lahan untuk pertanian semakin sempit. maka tidak saja tenaga buruh yang banyak tersedia. menyusut. Inilah potret ‘ABG’ masa depan yang memerlukan begitu banyak pakaian yang otomatis akan menghidupkan mesin-mesin industri tekstil. dan sebagainya. Dengan 170. Misalnya akan terjadi ledakan pengangguran kalau penciptaan lapangan kerja tidak tertangan secara serius dari sekarang. garmen.  Pembangunan sumber alam mineral. sepatu. dengan skenario pesimistis.

Brunei Darussalam. dampak pertumbuhan. faktor pertama yang tidak ada di masa lalu adalah desentralisasi. Tekanan pembangunan pada sumber alam hutan sangat terasa saat ini. Demikian pula semangat yang mengutamakan ‘putra daerah’ baik dalam pemerintahan maupun bisnis semakin meningkat. sehingga banjir dan tanah longsor terjadi dimana-mana. yang berakibat lebih banyak dana keuangan mengalir ke daerah.  Konflik yang bermunculan dengan berbagai penyebab diantaranya ketimpangan ekonomi. Migrasi penduduk lebih terpusat ke kota-kota di daerah ketimbang ke pedesaan. latihan ketrampilan. juga pelimpahan wewenang otoritas pembangunan lebih banyak dari pusat ke daerah. fasilitas perdagangan) c. telekomunikasi) dan infrastruktur lunak ( pendidikan. Jumlah volume air tanah yang disedot sudah melewati ambang batas. Solusinya . Solusinya . Dengan demikian mobilitas horisontal antar daerah makin meningkat. .Maka muncullah ‘pulau-pulau modern’ ditengah-tengah ‘lautan’ penduduk tradisional. faktor ketiga.Solusinya perlu penguatan simbol persatuan bangsa melalui pendidikan dan pembudayaan bangsa. Hal ini berakibat sifat patembayan lebih menonjol daripada paguyuban. Luas area tanah yang ditimpa erosi sudah tidak terkendali. Persaingan kian meningkat dan dimenangkan oleh mereka yang memiliki kemampuan produktifitas yang tinggi dan sumber daya alam dengan daya komparatif yang lebih unggul. yang dipicu dengan perbedaan suku. Sehingga muncul ‘mikro politan’ di aerahdaerah. Perspektif masa depan Bagaimana perspektif perkembangan penduduk masa depan dan apa pengaruhnya terhadap pembangunan bangsa kita? a. Philipina dan Singapura. Hal ini mendorong dibukanya jalur perdagangan antara daerah-daerah yang berbatasan dengan Malysia. Laut China Selatan. Akhirnya kota-kota sepanjang selat Malaka. ras maupun agama. b. Bahkan persaingan antar suku-suku di daerah memperoleh peluang untuk tumbuh kembali. Laut Jawa dan Laut perbatasan Philipina Selatan akan tumbuh lebih pesat. faktor kedua adalah tantangan munculnya kawasan perdagangan bebas ASEAN (FTA). mobilitas dan kepadatan penduduk pada lingkungan yang cenderung menderita tekanan sehingga rusak dan tercemar. untuk mengatasi hal ini pembangunan perlu mengendalikan: 148 . listrik. pelabuhan. kemampuan produktifitas dapat ditingkatkan apabila pemerintah memangkas habis belukar birokrasi administrasi yang menghambat kebebasan berusaha dan mengutamakan investasi pada infrastruktur keras (jalan. Jumlah permintaan akan papan kayu melebihi kemampuan hutan menghasilkannya secara lestrai.

Problematika Pembangunan Lingkungan Sosial Budaya Dan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Beradab. yaitu makhluk hidup dan ekologi lingkungan. kadang-kadang bila orang berbicara tentang ekologi sering diidentikkan dengan pengertian lingkungan. Krisis ekologis. terdapat dua komponen utama. Keterbatasan daya dukung alam Daya dukung lingkungan bersifat relatif dan memiliki keterbatasan. Eksploitasi hutan. dan lainnya yang diluar daya kemampuan lingkungan yang bersangkutan. degradasi sumber daya alam dan pencemaran lingkungan per satuan produksi barang dan jasa. 4. kualitas hubungan manusia dengan alam lingkungannya dapat dikelompokkan ke dalam 3 tingkatan yaitu :  Kelompok yang hidupnya sangat tergantung pada lingkungan  Kelompok yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya  Kelompok yang mampu mempengaruhi dan memanfaatkan lingkungannya bagi kesejahteraan hidupnya. Mengingat pentingnya kedudukan lingkungan pada konsep ekologi. akan terjadi berbagai bentuk ketimpangan yang kemudian menjadi masalah bahkan bencana yang menimpa kehidupan makhluk dimuka bumi terutama manusia. Bila pemanfaatan dan populasi yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut telah melewati batas kemampuan. James A Quinn menyatakan bahwa ekologi manusia pada bidang ilmu-ilmu sosial. dan politik dewasa ini disebebkan tidak adanya keadilan. Penerapannya merupakan tekanan terhadap lingkungan. Hubungan Kualitas Lingkungan Dengan Kehidupan Manusia Secara garis besar. sedangkan pada konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan atas lingkungan alam. dan khususnya penghormatan dan penghargaan terhadap ciptaan. meliputi geografi manusia yang menelaah hubungan antara kelompok manusia dengan lingkungan alamnya. Keseimbangan pemanfaatan dengan pemeliharaan Penerapan teknologi bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia selain secara jelas berdampak positif juga membawa dampak negative. Pada konsep ekologi secara umum. Dalam konsep ekologi. Sedangkan Barrows menjelaskan bahwa geografi adalah ekologi manusia yang memberikan penjelasan tentang hubungan keberadaan lingkungan alam dengan persebaran dan aktifitas manusia. dan lingkungan budaya. 149 . lingkungan sosial. 5. Besar penduduk per luas areal 2. perdamaian. suasana aktifitas penduduk menghasilkan barang dan jasa 3.1. sungai. lingkungan dibedakan atas lingkungan biotic dan abiotik. dapat diadaptasikan dalam menelaah kehidupan manusia. sosial. Pendekatan ekologi Pendekatan ekologi yang menelaah hubungan antar makhluk hidup yang satu dengan lainnya pada suatu ekosistem. laut.

aman dan menyenangkan untuk kelangsungan hidup individu dan makhluk sejenisnya.merupakan tekanan yang megubah keseimbangan sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Lebih dari itu. Suatu ekosistem mempunyai stabilitas lingkungan tertentu. perusakan hutan telah menjadikan hutanhutan itu tinggal separonya saja bila dibandingkan dengan kondisi hutan pada tahun 1980-an (antara tahun 1978 dan 1988 telah terjadi penggundulan. Pada awal tahun 1990-an. prestasi yang gemilang manusia dalam IPTEK telah merubah pola piker. Pembangunan dan lingkungan Sebagian belahan bumi yang sangat luas telah berubah menjadi medan peperangan dahsyat. Peranan manusia secara ekologis dalam lingkungan :  Manusia sebagai mahkluk yang dominant secara ekologi  Manusia sebagai maklhuk pembuat alat  Manusia sebagai makhluk preampok  Manusia sebagai makhluk penyebab evolusi  Manusia sebagai makhluk pengotor Lingkungan yang ideal bagi manusia. Penggusuran itu sering tanpa disertai kompensasi. Sebaliknya lading atau sawah yang hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan saja akan memiliki stabilitas yang kecil. Semakin besar keanekaragaman ekosistem. pola hidup dan perilaku yang berbudaya menuju budaya baru yang didasari oleh hawa nafsunya sehingga terjadi pergeseran nilai ditengah masyarakat. orang-orang yang tergusur telah mencapai 2. Setiap tahun. Setiap makhluk hidup ingin agar tempat hidupnya memberikan rasa nyaman. makin besar pula stabilitasnya. Sementara orang-orang miskin dicerabut dari tempat asalnya dan dipindahkan secara paksa.5 persen dari jumlah penduduk India saat ini (1993). Luas itu sama dengan luas wilayah Massachusetts). Demikianlah. Bahkan. di atas kertas telah ada beberapa rencana proyek semacam itu yang mungkin akan menggusur orang-orang miskin. lebih dari satu setengah juta orang disisihkan demi kelancaran proyek-proyek pembangunan yang didanai oleh Bank Dunia. Di India. Jutaan spesies sedang dimusnahkan di planet kecil ini. setidak-tidaknya satu setengah juta manusia lagi (gambaran yang mengerikan itu didapat dari catatan kemiskinan Bank Dunia dalam kaitannya dengan masalah pemukiman kembali orang-orang yang terkena proyek pembangunan). Hutan hujan tropis yang terdiri dari banyak tumbuhan dan binatang walaupun tanpa perawatan tetap akan dapat melangsungkan hidupnya.000 meter persegi digunduli. Demikian juga lingkungan sosial budaya. sementara Bank Dunia tetap menjadi aktor utama yang memainkan tokoh “protagonis” tentunya. Dan jika dirunut sejak masa kemerdekaan pada tahun 1947. pembangunan yang disponsori Bank Dunia telah menggusur lebih dari 20 juta orang dari tanah dan tempat tinggal mereka. lahan hutan seluas 22. Seorang ilmuwan 150 .cxxxvi (Penggundulan itu masih sangat mungkin terjadi lagi. Meski demikian. kaum tergusur yang memainkan tokoh “penentang” semakin banyak bermunculan dalam drama yang berpanggungkan bumi. perusakan hutan itu belum merupakan tragedi sosial dan lingkungan dalam dimensi global.

banyak permukiman suku Indian yang termasuk dalam wilayah kerja Proyek Polonoroeste tidak menerima perlindungan penuh seperti yang dijanjikan. Sejak beroperasinya Proyek Polonoroeste.000 kilometer persegi telah dirusak demi kelancaran sebuah proyek raksasa: Greater Carajas Program. kerusakan hutan terus meningkat. bukan kebetulan bahwa hampir semua aktivitas perusakan hutan di wilayah-wilayah tersebut berkaitan erat dengan dana proyek raksasa yang didanai Bank Dunia.000 orang telah tertular. hutan seluas sekitar 150. Sementara itu.cxxxviii Proyek Polonoroeste telah mengubah Rondonia — wilayah yang luasnya kira-kira sama dengan luas Oregon atau Inggris — menjadi wilayah dengan kerusakan hutan terluas di Amazon.cxxxix Pada tahun 1987 Bank Dunia melaporkan (fakta yang sempat dibocorkan pers Brasil). Namun.pemerintah Brasil Philip M. Penyakit mulai mengancam nyawa orang-orang yang tergusur dan penduduk asli. Beberapa suku Indian terancam pelbagai penyakit. yaitu proyek pembangunan infrastruktur Polonoroeste dan Carajas.1 persen pada tahun 1991. sehingga areal yang rusak dapat dilihat dari angkasa luar. angka kematian bayi mencapai 50 dan 25 persen di dua suku yang sempat dihubungi. yang membentang dari pusat cadangan bijih besi sampai pelabuhan laut di negara bagian Sao Luis. Fearnside mengatakan. sebuah perusahaan pertambangan milik pemerintah Brasil. penggelapan uang di badan pemerintah yang memberi perlindungan terhadap suku Indian (yaitu FUNAI). yang pembuatannya didanai Bank Dunia pada tahun 1982. tepatnya di sebelah tenggara negara bagian Para. Kisah tragis perusakan hutan itu dimulai saat 304 juta dolar AS pinjaman Bank Dunia diberikan kepada Companhia Vale do Rio Doce (CVRD).”)cxxxvii Sepanjang tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an penggundulan terjadi sangat intens di dua wilayah hutan utama. korupsi besar-besaran. sedangkan proyek Carajas adalah pembangunan jaringan transportasi kereta api dan pembangunan daerah pertambangan. campak. Proyek Polonoroeste berupa pembangunan jalan dan pengembangan permukiman untuk pekerja perkebunan. Sedemikian luas kebakaran hutan itu. Dan lebih dari tiga perempat perusakan hutan itu terjadi di salah satu sisi rel kereta api sepanjang 780 kilometer. selama tahun 1980-an terjadi perusakan hutan yang lebih luas dibandingkan dengan perusakan hutan di Rondonia. Sampai akhir tahun 1990.7 persen pada tahun 1978 menjadi 16. Hampir seratus persen penduduk di beberapa tempat terjangkit malaria. di ujung lain lembah Amazon. yaitu dari 1. mulai dari wabah campak sampai influensa. Kedua proyek itu benar-benar telah menjadi pemicu malapetaka kemanusiaan dan ekologis yang masih saja berlanjut. dan malaria yang semakin merajalela di permukiman penduduk asli. dan lebih dari 250. wabah TBC. Kemudian jaringan transportasi kereta api pun dibangun dengan memakai dana pinjaman itu. di Rondonia telah terjadi penjarahan tanah Indian secara sistematis. kebakaran hutan Rondonia menjadi fokus utama riset NASA. “Penggundulan itu untuk membayar krisis ekonomi Brasil. Selain 151 . Selain itu.cxl Sampai tahun 1993. yang disebabkan ulah manusia. yaitu di sebelah barat laut Brasil (Rondonia di utara Mato Grosso) dan wilayah hutan di sebelah tenggara hutan Amazon. bahkan setelah pinjaman bertahap Bank Dunia selesai diberikan. yaitu di negara bagian Para.6 Pada pertengahan tahun 1980-an.

Lombok. Bank Dunia mengucurkan pinjaman 630 juta dolar AS) untuk menopang proyek pemindahan penduduk yang paling ambisius di dunia: transmigrasi di Indonesia.cxli Transmigrasi Proyek pemindahan penduduk sebagai bagian dari proyek pertanian yang dibiayai Bank Dunia tidak hanya terjadi di Brasil. Sepanjang tahun 1983. dan Sumatra (selanjutnya dipakai istilah “daerah tujuan”). bisa dipastikan dalam waktu 10 tahun areal hutan yang luasnya melebihi luas wilayah Wisconsin akan gundul. Asian Development Bank (ADB). Transmigrasi juga menjadi alasan untuk memacu pembangunan ekonomi di daerah tujuan. karena hanya mengandalkan subsidi pajak besar-besaran dan eksploitasi hutan tropis untuk dijadikan bahan arang kayu. Dan memang. Bali. Jika semua proyek itu berlangsung. tanah-tanah hutan orang Indian dan cagar alam yang ada pun terancam. baik dari pemerintah negara lain maupun lembaga keuangan internasional. Belanda. Antara tahun 1976 dan 1986. empat di antaranya adalah proyek peleburan pig iron. dan konstruksi pangkalan bawah air Sao Luis sebagai ujung lain jaringan transportasi kereta api itu. tambahan bantuan dana itu mencapai 743 juta dolar AS.c) yang merupakan bagian dari program pemindahan penduduk ke hutan tropis di Indonesia. Irian Jaya. UNDP. enam proyek industri telah didirikan. Pemerintah Jerman. Dana itu digunakan untuk pengembangan proyek perkebunan inti rakyat (nucleus astate project).cxliii Menurut Bank Dunia. dengan proyek semacam itu sumber arang kayu akan habis dalam kurun waktu belasan tahun. 152 . yaitu memindahkan jutaan orang miskin dari daerah berpenduduk padat — Jawa. dan Food and Agriculture Organization (FAO) pun turut memberikan bantuan. maka akan terjadi perusakan hutan seluas 1. proyek Bank Dunia juga mendukung pembangunan penambangan bijih besi Carajas di salah satu ujungnya. Dengan demikian. Proyek-proyek tersebut merupakan contoh proyek ceroboh dan berpandangan sempit. Pulau Jawa yang luasnya sama dengan luas wilayah negara bagian New York telah menjadi salah satu tempat terpadat di bumi karena dihuni sekitar 105 juta jiwa (1993). di daerah-daerah tersebut juga berdiam berbagai suku asli non-Jawa.500 kilometer persegi per tahun. Mereka yang bersedia pindah — paling tidak dalam proyek berikutnya — menerima bantuan fasilitas pertanian dan pelayanan-pelayanan lain. Selain itu. Pada mulanya. tentu saja. Program transmigrasi di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan proyek Polonoroeste. dan minyak kelapa sawit untuk diekspor. Sampai dengan tahun 1987. Amerika Serikat. proyek pemindahan penduduk itu (diharapkan) dilakukan secara sukarela.cxlii Tujuannya sederhana. dan Madura (yang selanjutnya disebut “daerah asal”) ke pulau-pulau seperti Kalimantan. Dan. Ketika proyek peleburan berlangsung. terutama untuk menanam tanaman perkebunan seperti cokelat. Di daerah tujuan terdapat 10 persen hutan hujan dunia.pembangunan jaringan transportasi kereta api. Pinjaman Bank Dunia sebesar 630 juta dolar AS itu ternyata merupakan “pancingan” bagi donor lainnya. kopi. karena proyek tersebut telah menarik perhatian para pengejar laba di bidang arang kayu. transmigrasi di Indonesia bertujuan untuk mengatasi ledakan penduduk dan pengangguran di Jawa dan pulau-pulau padat lainnya.

000 sampai 50. sejak awal keterlibatan mereka pada akhir tahun 1970-an. tujuan utama transmigrasi lebih bersifat geopolitis. Jika dilihat baik dari segi sosial maupun dari segi keberhasilan pembangunannya.000 kilometer persegi tanah basah. Ada pula yang memilih pindah ke kota-kota kumuh di sekitar daerah tujuan. 90 persen tanahnya telah dihuni oleh penduduk non-Jawa. Sekitar 40-50 persen transmigran yang mendapat permukiman di daerah bekas tanah basah dan rawarawa memilih pindah dari lokasi permukiman ke kota. selalu dibayangbayangi berbagai bencana lingkungan: tanah yang kandungan asamnya tinggi. banyak suku asli telah bergerilya selama lebih dari 20 tahun.000 kilometer persegi hutan tropis yang menjadi korban (4 persen dari hutan di Indonesia dan 3 persen dari hutan tropis yang tersisa di dunia). Oleh karena itu dibuatlah program transmigrasi. program transmigrasi itu justru lebih memiskinkan jutaan orang miskin. Pada kenyataannya. paling tidak 40. Pada akhir 1980-an. Bahkan. Kondisi populasi yang demikian. ladang pertanian yang tidak berguna.000 sampai 20. Namun program itu mendapat reaksi keras di daerah-daerah tujuan. Akan tetapi. Brasil. sementara pemerintah Indonesia menggunakan nama Irian Jaya. separo dari hutan-hutan itu telah diubah menjadi tanah pertanian demi kelancaran program transmigrasi. sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kebijakan aneksasi Indonesia sejak tahun 1969 di wilayah mereka. dan seperempatnya disebabkan oleh proyek pembangunan baik yang dilaksanakan oleh negara maupun swasta.cxlv Riset pemerintah Indonesia pada tahun 1989 menyebutkan.000 kilometer persegi hutan di Indonesia telah mengalami perusakan. Transmigrasi di Indonesia. Sebagai bentuk penolakan lainnnya. bahaya banjir. program transmigrasi di Indonesia ternyata sama-sama menunjukkan bayangan yang suram. setiap tahun sekitar 10. program tersebut telah mengorbankan 15. Kondisi buruk itu masih ditambah beberapa persoalan yang muncul akibat kelemahan perencanaan proyek seperti jeleknya jalan menuju pasar terdekat.000 kilometer persegi hutan tropis. karena sudah telanjur. banyak transmigran akhirnya mencoba tetap bertani di tanah-tanah yang tidak subur sekadar untuk bertahan hidup. yang berasal dari hutan bakau dan tanah basah. Menurut mereka. para aktivis dan kritisi hak asasi manusia dan lingkungan memandang proyek transmigrasi itu sebagai bentuk siasat politik yang disamarkan dalam wujud pembangunan. Tempat-tempat pemukiman transmigran.d) Program transmigrasi di Indonesia telah mewariskan kerusakan lingkungan. Dan. Situasi yang mirip dengan Polonoroeste.cxliv telah menjadi proyek perang bintang Jenderal Soeharto. tikus. juga terjadi dalam program transmigrasi di Indonesia: bantuan pertanian tidak kunjung datang. dan babi liar. Riset Bank Dunia pada akhir 1980-an menyatakan. perpindahan penduduk — baik yang didanai maupun tidak – ke daerah hutan bakau dan rawa-rawa di Indonesia (dikenal paling luas di dunia ) telah mengubah 35.Namun. suku-suku asli tetap menyebut wilayahnya dengan nama Papua Barat.cxlvi Perusakan lainnya disebabkan oleh berbagai proyek penebangan kayu dan kebakaran hutan. bagi pemerintahan Soeharto dianggap tidak bisa diandalkan. salah satu sistem “pengamanan” negara yang dilakukan pemerintah Indonesia. Di Indonesia. wabah serangga.cxlvii 153 . dokumen Bank Dunia pun menyatakan. Di Irian Jaya.

cl Irian Jaya sebenarnya merupakan cagar alam terluas di dunia. Pada akhir tahun 1980-an. Dan sampai tahun 1990. dan 800.000 keluarga atau lebih dari 75. Fenomena pengungsi itu membuat komposisi penduduk di Merauke pun berubah. pemerintah Indonesia berharap dapat merekrut “transmigran yang mendapat sponsor” yang sama jumlahnya dengan “transmigran swakarsa”.000 penduduknya merupakan suku Melanisia.2 juta jiwa yang menggunakan 224 bahasa. yaitu Arso I dan Arso II.000 orang ke Pulau Cendrawasih. meningkatnya kerawanan terhadap hama. pada tahun 1988 di sebelah utara Arso IV. terjadinya erosi tanah. Irian Jaya berpendukuk 1. Pada tahun 1989 juga terjadi pembunuhan di dua permukiman transmigran. sebuah permukiman transmigran. Di Merauke.clii Revolusi Hijau Dampak revolusi hijau menurut Vandana shiva “ revolusi hijau telah menyebabkan berkurangnya keanekaragaman genetika. tempat keanekaragaman hayati berkembang biak dengan bebas. Diperkirakan. Pemilihan tempat pemukiman yang demikian agak mencurigakan karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) memusatkan aktivitasnya di daerah-daerah terpencil Papua Nugini sebagai tempat pengungsian yang aman dari kejaran pasukan Indonesia. pada tahun itu pendapatan mereka 540 dolar AS per tahun. Banyak kritikus menyatakan.Menurut laporan Bank Dunia. tahun 1986. lebih dari 300. survei yang dilakukan oleh pemerintah Prancis menyatakan bahwa 80 persen dari daerah transmigrasi di Indonesia gagal memperbaiki standar kehidupan transmigran. karena sebenarnya biaya rata-rata untuk merelokasi sebuah keluarga transmigran dapat menjamin kehidupan keluarga tersebut di atas garis kemiskinan selama paling tidak 13 tahun.cxlix Kondisi paling buruk terjadi di Irian Jaya. Banyak permukiman transmigran dibangun di dekat perbatasan Papua Nugini. Bantuan yang kelima dari Bank Dunia telah dimanfaatkan untuk memindahkan sekitar 15. transmigrasi di Indonesia telah mengusir penduduk asli Irian dari tanah mereka dan menimbulkan konflik yang disertai kekerasan.000 kilometer persegi wilayahnya merupakan tanah basah dan hutan hujan. Dalam program transmigrasi itu. 50 persen keluarga transmigran hidup di bawah garis kemiskinan. Yang mendapatkan keuntungan dari revolusi 154 .000 orang Jawa telah pindah ke Irian Jaya. penduduk asli Irian hanya sepertiga dari total jumlah penduduk kota tersebut. terjadinya kemiskinan di daerah pedesaan. Sementara itu. kurangnya makanan bergizi bagi penduduk setempat.cli Kota-kota di Irian Jaya — Merauke dan Jayapura – akhirnya dipenuhi pengungsi yang berasal dari daerah transmigran yang gagal. sementara 20 persen transmigran lainnya berada di bawah garis subsisten (sangat miskin). Seluas 417. Pada insiden tersebut penduduk asli Irian membantai 13 transmigran dan melukai banyak orang lainnya. Sebagai contoh. terjadi kerusuhan.cxlviii Fakta itu jelas mengherankan. menurunnya kesuburan tanah. transmigrasi di Irian Jaya tak lebih dari program “jawanisasi” ke daerah-daerah basis para gerilyawan yang menentang pemerintah Indonesia sejak tahun 1969. penggusuran secara besar-besaran petani gurem dari lahan pertanian. kaum pengungsi atau bekas transmigran di Merauke akhirnya bernasib sama seperti penduduk miskin di Jawa: menjadi pekerja seksual dan pelinting rokok. meningkatkan kecemburuan sosial dan konflik. Jadi. terkontaminasinya lapisan tanah. kekurangan sumber air.

Sebanyak 2. alkali. Indonesia telah kehilangan hutan seluas 60 juta hektar. karena itu bencana terjadi dimana-mana. dan logam-logam berat seperti cadmium dan timbale dari pabrik. pembuat mesin-mesin pertanian. laju deforestasi di Indonesia mencapai 1. Aliran-aliran beracun seperti dioksin. dioxin. dieldrin. hexachlorobenzen. Ladang tepi bengawan yang mengharap kesuburan Lumpur kiriman tidak lagi produktif dan ikut menghitam mengeluatkan bau limbah. kekebalan tubuh. 155 . organoklorin. Zat-zat kimia tersebut juga mempengaruhi sistem metabolisme.4 juta hektar pertahun. Berkah pladu tidak lagi mereka nikmati karena sungi berubah fungsi menjadi saluran limbah ribuan industri. Pada tahun 1985-1997. Beberapa pestisida berbasis klorin atau organoklorin seperti DDT. sehingga menempatkan berjuta-juta rakyat miskin dalam resiko kelaparan.hijau ini adalah industri agrokimia. asam. pestisida.2 juta manusia yang meninggal berada di pedesaan terkena polusi udara di ruangan karena pembakaran bahan baker tradisional.cliii Menurut laporan UNDP tahun 1998.7 juta orang setiap tahun meninggal akibat pencemaran lingkungan lewat polusi udara karena emisi-emisi industri. pertambangan dan pabrik kimia telah mengkontaminasi saluran air utama di seluruh bagian dunia. chlordane. Data Forest Watch Indonesia (2001)cliv menyatakan bahwa dalam 50 tahun terakhir. dan tidak direklamasi. penyakit jantung dan paru-paru serta kanker. bahkan rawa-rawa. Karenanya. Selain itu fakta menunjukkan FAO melarang penggunaan 57 jenis pestisida karena membahayakan kesehatan. Sungi tidak lagi menghasilkan ikan. manusia menderita kerusakan pernafasan. masyarakat agraris di tepi Bengawan Solo mulai Jawa Tengah hingga Jawa Timur mengenal musim Pladu (ikan mabuk akrena air keruh akibat hujan) sebagai andalan menutupi kebutuhan gizi keluarga sekaligus rezeki. Situasi di luar Jawa juga tidak jauh berbeda. minyak. Akibatnya jelas kerusakan ekosistem disertai punahnya ribuan spesies endemic di wilayah tersebut. Korban pertama adalah hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian.sebagian tanah dikeruk secara sewenang-wenang untuk diambil hasil tambangnya. Beberapa puluh tahun silam. sebanyak 2. perusahaan-perusahaan petrokimia. pembuat bendungan dan para tuan tanah” (Ecology for beginners. mirex. Namun ternyata sebagian besar pestisida tersebut beredar di Indonesia dan digunakan oleh petani. Di Indonesia sendiri eksploitasi alam dan degradasi sumber daya alam sangat memprihatinkan. Pohon terus ditebang. Laporan UNDP ini semakin mengerikan lagi manakala ditemukan sebanyak 2 juta anak pertahunmeninggal akibat air kotor. toxaphene. aldrin. Sebagai contoh. hutan tidak lagi menjadi penopang hidup karenatelah menjadi padang ilalang. Croall and Williams) Khususnya di Indonesia kebijakan pangan pada fase produksi meminta perluasan lahan pertanian. heptachlor. Panen alami ikan ramai-ramai itu merupakan kearifan tradisional yang kini tidak dikenal lagi. baik secara legal maupun illegal. endrin. gas buang kendaraan bermotor dan bahan bakar fosil yang dibakar di rumah-rumah. dan mempengaruhi fungsi otak manusia. furans adalah pestisida atau polutan yang dapat menyebabkan penyakit kanker. kebakaran dan penebangan hutan besar-besaran di Indonesia di tahun-tahun silam telah mengakibatkan degradasi tanah.

sosial dan politik menyangkut sumberdaya hutan hasil rumusan berbagai pihak berdasarkan kebutuhan masing-masing. 156 . rumuskan solusinya dan terapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk permasalahan tersebut dan upayakan untuk mengikutsertakan dan bekerjasama dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait. Sabarnudin (2001)clvi menyatakan pula bahwa eksploitasi berlebih (over exploitation). sampai tahun 2001 sudah mencapai 350. tingkat kerusakan kawasan hutan yang dikelola oleh PT Perhutani. dan hutan hanya tinggal nama. buatlah analisa secara menyeluruh dari permasalahan yang anda anggap paling krusial untuk segera diselesaikan 4. Picu konflik horisontal pun tersulut diam-diam di hampir seluruh wilayah Indonesia yang kaya sumber daya alam TUGAS. baru disadari terjadi kesenjangan dan ketidakadilan. Forest Watch Indonesia juga memprediksikan hutan hujan dataran rendah Kalimantan akan hilang tahun 2010. Identifikasi masalah – masalah lingkungan disekitar anda 3. Bentuk kelompok maksimal 10 mahasiswa 2. tetapi juga hutan lindung dan hutan alam. Keadaan ini makin diperparah pula oleh adanya tabrakan kebijakan-kebijakan perekonomian. 1. Hanya Irian Jaya diperkirakan masih memiliki hutan tersisa. Kerusakan ini tidak hanya terbatas pada kawasan hutan produksi.Muhtadi (2003)clv menyatakan bahwa di Jawa. yang pada akhirnya memicu adanya persoalan kemiskinan dan ketidak adilan yang dirasakan oleh masyarakat desa hutan. hutan-hutan lain di Sulawesi dan Sumatera diyakini akan lebih dulu hilang. Setelah sungai menjadi saluran limbah. pembalakan tak leggal (illegal logging) dan merebaknya perambahan kawasan melengkapi proses destrukturisasi hutan di Indonesia.000 hektar. Diperkirakan tingkat kerusakan hutan di Jawa akan meningkat hingga 500. Sisa-sisa hutan pegunungan dan hutan rawa-rawa di pulau-pulau akan lenyap tidak terlalu lama.000 hektar pada tahun 2002.

Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial. Appleton Century-Croft.. & Adam Kuper. xxxvi Ibid. 1990 xiv Linton. C (1963). Hal 51 xx Supardi Damono. D.Kroeber A. dan Kluckhon. Sosiologi suatu pengantar. Denpasar. Soerjono.. xxxvii Sulardi. (1984) ‘Culture Meaning System’. and Emotion. Culture dalam Jessica Kuper.. (1991) The Way The World is : Cultural Processes and Social Relations among the Mombassa Swahili. Gloucester. R. dalam Ibid. Makalah dalam semilokakarya. xvi Soekanto.. iv Spiro. 2003.P. London. Religion. Routledge & Kegan Paul.. hal... 1967. NJ. H. 2000 x Swartz.. Yogyakarta. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. Littlefield. Malang. xxxiv Dalam Indar Siswarini. Binacipta. xxvii Dalam. William Morrow. Edisi 4. Op. vii Malinowski. 41 xxiii Koentjaraningrat. New York. UK iii Taylor. xi D’Andrade. Jakarta. Manusia dan Kebutuhan Adab. Gramedia. i . an introduction. xxxiii Alex Inkeles. M. Kompas. hal 155 xiii Kluckhohn C. 1981. Makalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI. E. Mewujudkan Masyarakat Madani Melalui Pendidikan Dalam Perspektif Gender. 10 xxix Koentjaraningrat. Boston..B (1958/1871) Primitive Culture : Researches in the Development of Mythologi... Filsafat Kebudayaan Politik. edisi ke-4.. Kebudayaan. B (1922) Argonouts of The western Pasific. xxi Dalam. New York. Shweder dan R. hal 83. Co.. Pengantar Teologi Moral.. Pengantar Antropologi.E (1987) Culture and Human Nature. The Third Wave. hal. Magnis Suseno. ix D’Andrade. Rajawali Pers. PT. Cambridge. Adam dan co. London. ii D’Andrade. xxvi William Chang.. The Concept of Social Change. New York.Cit.P. IKIP Malang. R. (1973) The Interpretation of Culture. 1990. Indar Siswarini. hal. Rajawali Pers. The Modernization of Man. 1936.Cit. MA.. Op. hal..L. art and Custom. 1989. Berkeley.. 62 xxxi Harsojo. Fairchild. Bali. September 2004.A. edisi pertama. xxxv Safrudin Setia Budi. Smith. Jum’at 17 Februari 2006. Cit.. xxv F. HTML xviii Franz Magnis Suseno. Ilmu Budaya Dasar.. dalam. dalam Soerjono Soekanto... Ibid. butir-butir Pemikiran Kritis. hal 57 xxxviii dalam Ibid. 7-9 Desember. Setangkai Bunga Sosiologi... hal. Bandung. 1980. xxviii Alvin Toffler. hal 397 xv . CA. 1990. viii Benedict. Jakarta. xxxii Encyclopaedia of The Social Sciences... 1986 xvii Saiful Arif. Op. Dirjen Dikti 5-8 November 2001. Tata Negara Indonesia Menuju Pembaruan. 182 xxiv Ibid. R. Kanisius. A Study of Man.A LeVine (eds) Culture Theory : Essays of Mind. Sosiologi Suatu Pengantar. Fairchild. R (1934) Pattern of Culture. xxx Anthony D. dalam R. yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1964. hal 2.. Edwin Seligman (ed).. Ibid xii Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. Kanisius. Self. M.Mentalitas dan Pembangunan.. Jakarta. Englewood Cliffs. PT Gramedia Pustaka Utama. Etika Dasar. Jakarta 1992. 1973. Inc. MA. C. Culture : A Critical Review of Concepts and Definitions. hal 265. R. dosen ISBD. 3 xxii H. hal 29-30 xix Ibid. Manusia dan Peradaban. 2001. Dictionary of Sosiology. New York. Inc. Chocago v Schneider.. vi Geertz. (1968) American Kinship : A Cultural Account. New York.

Jakarta. Edi Hayat dan M. Feminisme Multikultural : Refleksi Sekaligus Proyeksi. 1999. Dirjen Dikti. xlii Indar Siswarini. Makalah Dirjen Dikti. hal. hal. Vol. 174 lxxiv Munandar Sulaeman. 9. lv Dalam. 182. dalam. Manusia. hal. September 2004. hal.Cit. 5. 128. INPI Pact. lxvi Ibid. Jurnal Studi Amerika. makalah Dirjen Dikti. lix Ibid. lvii M. Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan. 150. Op. Iyubenu (Ed). Desantara. hal. xlvi Ibid. hal. Op. 1998. Ibid.Desember 1999. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. 19. Agustus. lxiv Ibid. hal. hal. lxviii Ratna Megawangi. Dirjen Dikti. makalah lokakarya penataran dosen MBB. Denpasar. Juni 2004. Refika Aditama. Yogyakarta. 2005. Kesetaraan Warga Dan Hak Budaya Komunitif Dlam Masyarakat Majemuk Indonesia. Yogyakarta. 191205. Dkk. 75. Kementerian Riset dan Tekhnologi. Semilokakarya Dosen ISBD. Multikulturalisme. Perempuan Multikultural : Negosiasi dan Representasi. l dalam Ibid. liii Parsudi Suparlan. li Indar Siswarini. Pendidikan Pancasila . Ircisod. Imarah. PT. Jakarta lxi Sumanto. Edisi Reformasi 2001. Jakrta lxii Ibid. Bali. 1998. Jakarta. Denpasar. hal. Op. Fenomena Peradaban Indonesia Menghadapi Peradaban Dunia. liv Parsudi Suparlan. 2005. Op. 2001. makalah dalam rangka seminar Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional ke-9.Cit. Paradigma. xliii Azyumardi Azra. 7-9 Desember.Cit. 118. “Kemajemukan Amerika : Dari Monokulturalisme ke Multikulturalisme”. The Future of The World Order : Masa Depan Peradaban dalam Cengkraman Demokrasi Liberal versus Pluralisme. Gema Insani. Op. lxxii Ibid. xlix Ibid. lxxv Kaelan.Supardi Damono. lii Parsudi Suparlan. hal. lxx Ibid. Fukuyama dan Samuel P. Bandung. hal. Ibid. Huntington. 4. lvi Indar Siswarini.Cit. Mizan Pustaka. Menggagas Jurnalisme Sensitif Gender. Imarah. lxxi Ibid. lxix Ibid. 63. 1999. lxxiii Kaelan. 176 xxxix xl . Cit. Islam dan Pluralitas. hal. hal. xlvii Indar Siswarini. 76 xlv Ibid. xlviii M. Op.Cit. Komunikasi Antar Budaya. Surur (Ed). xliv F. kerjasama anatara Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosdakarya. Yogyakarta. lxvii Manneke Budiman. Bandung. 2001. 2003. xli Anna Poedjiadi. Depdiknas. 3. proyek pendidikan tenaga akademik. hal. Sains Tekhnologi Masyarakat. Hal. Ilmu Budaya Dasar. Membiarkan Berbeda ? : Sudut Pandang Baru Tentang Relasi Gender. Bandung. 178. Keragaman dan Kesetaraan. Parsudi Suparlan. lxiii Nurul Huda. lxv Ibid. lx Supardi Suparlan. Yogyakarta. lviii Ibid.

2002 lxxxiii Muchtar Kusumaatmadja. The Tecnological Society. Yogyakarta. London.Cit. PT Gramedia. Bunyamin dan Kama A.New York. 1971 cxii ibid cxiii Schumacher.Cit. Teknologi. 2nd edn. PT Eresco) 1995 ciii Ibid. 1982 lxxvi Clark. Gramedia. Magnis Suseno. Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Perkembangan Pertimbangan Moral di Kalangan Santri. 1987 cvii Ellul Jacques. Op. Kanisius. “Ketahanan nasional dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”. Jakarta. 1975 cv Sulfikar Amir. New York. Op. 17. hal. Negara Tanpa Retributivisme. hal. 4. xc Berl Kutchinsky. 2003. MS. hal. Versi Elektronik (April 2003) cx . xcvi Imanuel Kant. Jakarta. Jakarta. c Achmad Ali. Depdiknas. Future Shock. Bandung. 6 Nov 2006. lxxviii F. Op. Pengantar Ilmu Hukum.edu cvi MacKenzie. LP3 Jatim dengan UWK Surabaya.H. Makalah Dirjen Dikti. lxxxvi Ibid. hal. Manusia Moral dan Hukum.J. Cambridge. The Legal Consciusness. 56 xciv L. dalam. Tb. dalam Ibid. xcix Dalam Ibid. Pradnya Paramita. 87 lxxxv Munandar Sulaeman. Kompas. hal 139 cxiv Ibid cxv Giddens. 35. 2001. Moralitas dan Hukum. 2000. dalam Toto Suparto. Globalization : The Reith Lectures. Bandung. 2001. Bandung lxxxi F. xcii Ibid. Teknologi dan Akibatnya Pada Manusia. Ilmu Sosial Dasar. Ibid. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial.A. Pengantar Teologi Moral.Bambang Suprijadi dan Totok Djuroto. 1982 cii Soelaeman M Moenandar. IKIP. dalam Otje Salman dan Anthon F. 9 lxxix K. Terj John Wilkinson. London : BBC News Online. Pendidikan Pancasila. dalam bukunya. lxxxii Dahlan Thaib. Kanisius. Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum. Jakarta. the Economics of Industrial Innovation. 267. Bantam Books. 1989. hal. 102 lxxxviii Hanigan. 2000 cxi Alvin Toffler. xcvii Ibid. IR. Op. J... Hakam. 2001 ci Zen MT. Ilmu Sosial Dasar. 10. 1975. 1979. Magnis Suseno. xci Ibid.. lxxxiv William Chang. Makalah Dirjen Dikti. hal. 13 lxxx Dalam. Refika Aditama. van Apeldoorn. 117-119. (Bandung. hal. hal. Susanto. xciii Soerjono Soekanto. Hukum dan Moralitas. Alumni. 53. Makalah Pelatihan Nasional Dosen Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Yogyakarta. 2004. Dirjen Dikti. Etika Dasar. Konsen-Konsen Hukum Dalam Pembangunan. hal. Jakarta. 2002. Alumni.Cit. hal 159 civ Bachtiar Rifai. PT Raja Grafindo Persada. Berita LIPI No. 342 xcv Muchtar Kusumaatmadja. lxxxix Muandar Sulaeman. Ceramah di UI Jakarta 24 september 1980 cix Freeman. Membuka Kotak Hitam Teknologi. Jakarta. Op. PT. amirs3@rpi. 1964 cviii Sastrapratedja. Kecil itu Indah. (1997).. lxxxvii William Chang. Jakarta. Bertens. C.Cit. Etika. lxxvii Munandar Sulaeman. 2004. D. Inventing Accuracy : A Historical Sociology of Nuclear Missile Guidance. terj LP3Es. Jakarta. Ilmu Budaya Dasar.Cit. dan hari depan manusia.H. xcviii Kamal A. Kajian Bersama 2004. hal. Sains. Beberapa Aspek Sosiologi Hukum. hal. A (1999). hal. Bandung.

cxl Kido Guerra dan Cleber Praxedes. J. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. A.co. 1994. Gaia : The Practical science of Planetary Medicine. tanpa judul (tanpa penerbit. Edisi Indonesia diterbitkan oleh INFID cxlii Bank Dunia. “Large Scale Deforestation in Southwestern Amazon Basin of Brazil”. cxxxiv O’Riordan. hal. cxxvi Hanne Strong. 1 (Afrika dan Asia). Fearnside. F. 7. Penghancuran Lingkungan. T. dalam Our Planet Vol. 76-77. “Eco-Feminism in the 21 st Century”. 162. D.K. cxliii Ibid. Chichester. (1999). Oxford. Modest_Witness@Second_Millenium. 6 (NovemberDesember 1982). 1976 cxxiii Yoshiko Isshiki. cxli Bruce Rich. PT Raja Grafindo Persada. 1993. J. vol. 2002. 31 Agustus 1991. hal 25 cxxvii Lihat tulisan Fukuoka.3.D. London.C. Jakarta. cxxxvii Philip M. vol.FemaleMan©_Meets_OncoMouse™: Feminism & Technoscience. Londod (1981 cxxx O’Riordan.: Bank Dunia. London: Roedledge cxvii Fukuyama. no. London : BBC News Online. London. Menjelajahi Sains Lewat Dunia Sosial amirs3@rpi. I. Environmentalism. cxx Vandana Shiva. London : Profil Book. From Project Appraisal to Policy Review. Intepreting The Precautionary Principle. 326. Bebas Dari Pembangunan (Jakarta : YOI & KONPHALINDO. IBRD.s Image Vol. Globalization: The Reith Lectures. Mankind and Mother Earth. Beacon Press. . R. Feminist Theology : A Reader (London : SPCK&W/JKP.htm cxix Margaret Farley. Stroud (1992) cxxix O’Riordan. Our Posthuman Future : Consequences of thr Biotechnology Revolution. Rankin. 2000 cxxxv Pearce. USA..W. 8 (Desember 1984).W. cxxxix Linda Greenbaum. “Feminist Theology and Bioethics” dalam Loades. (Yogyakarta. dan Sewell. Menggadaikan Bumi: Bank Dunia. En Introduction to environtmental Aconomics. “Deforestation in Contemporary Brazilian Amazonia: The Effect of Population and Land Tenure”. Jakarta.. 49-55. Boston. vol.7 No. cxviii Giddens. cxvi .bbc. Turner. cxxxii O’Riordan. 165206. dan Bateman. 22. 24 Oktober 1986).3 September 2000.1995. D. hal 6 cxxi Sulfikar Amir. W. 1993. dan Krisis Pembangunan (Mortgaging the Earth: The World Bank.. 1. Journal do Brasil (Rio de Janeiro). “Bird Relata Incompetencia da Funai no Polonoroeste”. no.1990) hal 246. vol. hal 27 cxxiv Freddy Buntaran. Interciencia. W.Ambio. 7. Environmental Impoverishment and the Crisis of Development). caderno 1. Saudari Bumi Saudara Manusia. akhir 1993. vol. 2000 cxxxvi Philip M. hal. cxxxviii Jean Paul Malingreau dan Compton J. 1994 cxxxi Pearce. Fearnside dan Judy M. Ann. 1997).edu cxxii Toinbee. Tucker. (1970.. Versi Elektronik (April 2003( bisa diakses di http://news. London.uk/hi/english/static/events/reith_99/week1/week1.19 No.R. 17. 157. Massachusetts. dan Cameron . T. PT Raja Grafindo Persada.Haraway. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial.5. “Jari and Carajas: The Uncertain Future of Large Silvicultural Plantations in the Amazon”. A. 1981 cxxxiii Sachs.1991) hal 153 cxxviii Lovelock. The Politics of Global Ecology. naskah untuk dipublikasikan dalam Ambio . Indonesia Transmigration Sector Review (Washington D. Kanisius) 1996 cxxv Ibid. D.. dalam In God. “Ecological and Spiritual Revolusion”. T. “The Failure to Protect Tribal Peoples: The Polonoroeste Case in Brazil”. Cultural Survival Quarterly. T. 23 Juli 1987. Statement of Loans.

clvi Sabarnudin. 94-97.. Sebuah studi yang dilakukan oleh tiga kementerian Indonesia yang bekerja sama dengan London-based Intenational Institute for Environment and Development (IIED) mencatat.. “Bogged Down”. Ecologist. Destroying Cultures. and Water (Washington D.. 1990). vol. Oct 1998 PSR’s Environment & Health Program : Pesticides and Kids : A Primer for Primary Care Physicians cliv Forest Watch Indonesia. cli Lihat Marcus Colchester. 11-116. cxlvi Bank Dunia. 12-15. Dalam.. no. “jumlah areal hutan yang diubah menjadi lahan pertanian adalah sangat kecil. “The Struggle for Land: Tribal Peoples in the Face of the Transmigration Program. Geographical Magazine. 102. vol. C. 30 (artikel ini memberikan gambaran ringkas tentang problem pokok pada program transmigrasi di Irian Jaya). Kegagalan program transmigrasi dalam mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan mengakibatkan banyak keluarga meninggalkan tempat transmigran setelah dua sampai tiga tahun menjadi peladang berpindah atau penebang liar. Mengenai laporan kritis tentang transmigrasi di Irian Jaya. “Transmigration in Indonesia“. cit. 16. 2 dan 3 (1986). S. Indonesia’sosial Transmigration Program” Multinational Monitor. Angka yang dikedepankan Bank Dunia itu sangat rendah karena rata-rata tiap keluarga mendapat tiga perempat hektare lahan yang sebelumnya berupa hutan. cxliv .... 1989).. Poisoned Arrows (London: Michael Joseph. cliii Pesticide Monitor.. 2001... 2001.. Derita Sepanjang Masa Rakyat Jawa. PT. “Uprooting People. Oktober 1990. Vol 6 no 3. Kompas Media Nusantara. xx-xxi.. dan Bank Dunia untuk Indonesia. cxlv Lihat Bank Dunia.“Indonesia’s Transmigration Programme: A Special Report in Collaboration with Survival International and Tapol”. D. Potret Keadaan Hutan Indonesia.. Harian KOMPAS. no.. sekretariat London.. Land. lihat George Monbiot. cxlviii Bank Dunia. cxlvii NDRC dan WALHI. 96). Amesti Internasional.. Jakarta. Rekonsiliasi Nasional untuk Menyelamatkan Hutan. cxlix Carolyn Marr.. Mei 1989. Selama periode 1980-1985 (termasuk Pelita III) Bank Dunia memperkirakan sekitar 10. clii Amnesti Internasional.. Dokumen Bank Dunia untuk Indonesia Januari 1990 yang dikutip di atas memperkirakan bahwa lahan yang sudah dibuka pada dekade 1980-an sudah mencapai 20. 2003. clv Muhtadi. Makalah Presentasi Kelompok pada Konggres Kehutanan Indonesia III.. Bogor.. cl Jumlah transmigran di Irian Jaya berasal dari tulisan George Monbiot. 2/3 (1986)..000 kilometer persegi. 16. Forest Watch Indonesia and Global Forest Watch. lahan itu dulunya tidak sepenuhnya hutan. “Indonesia: Continuing Human Rights Violations in Irian Jaya” (April 1991).. 7.000 kilometer persegi hutan telah dirusak (op. Indonesia Transmigration Sector Review.. Jakarta: 1-11. 9 Pebruari. Indonesia Transmigration Sector Review. “The Transmigration Fiasco”.. xiv-xv. Indonesia: Sustainable Development of Forests.: Bank Dunia.” Ecologist.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.