Oleh : Drs H Misno A Lathief, M.

Pd

BAB I PENDAHULUAN

1. Visi, Misi, dan Tujuan ISBD Visi dapat diartikan sebagai jangkauan pandangan ke depan yang merupakan idealisasi dari suatu usaha atau perjuangan. Dalam konsep yang lebih abstrak dapat disetarakan dengan dengan suatu cita-cita, namun cita-cita yang lebih dekat jangkauannya, sehingga sangat berpeluang untuk direalisasikan melalui usaha atau perjuangan tersebut. Sementara itu misi merupakan suatu usaha atau perjuangan yang dilakukan untuk mencapai suatu visi. Visi dan misi ibarat kedua sisi mata uang, di mana masing-masing sisinya berfungsi saling melengkapi dan memaknai substansinya, sehingga bisa difungsikan untuk mewujudkan harapan dari subyek yang memilikinya. Ketiadaan satu sisi dari mata uang tersebut akan menghilangkan makna sisi lainnya. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi ; berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. Adapun tujuan dari Ilmu Sosial dan Budaya Dasar diberikan di perguruan tinggi adalah sebagai berikut. 1) Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 2) Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. 3) Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik

1

dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah sosial budaya secara arif. 2. Pengertian Fungsi dan Ruang Lingkup Sebelum mempelajari matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD), ada baiknya kalau kita mengenali lebih awal pengertian tentang ilmu baik secara etimologis maupun definitif. Dengan mengenali konsep dasarnya kita akan dapat mengidentifikasi, apakah matakuliah ISBD termasuk suatu ilmu pengetahuan, pengetahuan dasar, atau sekedar pengetahuan. Masing-masing istilah ini mempunyai arti yang sangat berbeda. Apalagi kalau dilihat dari kaca mata keilmuan. Secara etimologis kata ilmu merupakan kata serapan dari kata ‘ilman (bahasa Arab) yang artinya pengetahuan. Kata ilman sendiri berasal dari kata kerja ‘alima (fi’il madli/pasttense) , artinya “tahu” atau telah mengetahui. Sedang kan kata kerja masa kininya (fi’il mudlori’/presenttense) ialah “ya’lamu” yang berarti sedang mengetahui. Sementara kata bendanya (noun) dari kata ‘alima tersebut adalah ilman; yang berarti pengetahuan. Jadi kata ilman inilah yang kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi ilmu. Diakui perbendahaaraan bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing, apakah itu bahasa Arab, Inggris, Belanda, Cina, atau yang lainnya. Jangankan bahasa Indonesia bahasa daerah (Jawa misalnya), juga banyak menyerap dari bahasa asing. Sebagai contoh kata “full” (Inggris) diserap menjadi “pol” artinya penuh. Atau “empthy” diserap menjadi “entek” artinya kosong atau habis. Kata “mripat” adalah serapan dari kata “ma’rifat” (bahasa Arab) artinya mata atau melihat. Contoh yang yang lain, kata seperti botol, bakso, administrasi, transportasi, semuanya adalah serapan dari unsur bahasa asing; Belanda, Cina, dan Inggris yang sekarang telah menjadi bahasa Indonesia. Kembali pada konsep awal bahwa ilmu secara etimologis atau harfiyah artinya ialah pengetahuan. Pengetahuan di sini menyangkut berbagai aspek kehidupan dan benda yang ada di sekitar manusia. Semua benda atau yang lainnya yang dikenali lewat indera dapat dikatakan pengetahuan. Indera mata dapat mengenali ujud, warna, dan sifat atau kualita dari suatu benda. Pelangi kelihatan indah karena indera mata yang mampu memberikan sifat atau kualita pada pelangi sehingga dikatakan indah. Hal demikian tidak bisa dikenali oleh indera lainnya, karena masing-masing memiliki bidang yang terpisah. Suara seseorang yang melantunkan suatu lagu, ternyata bisa dinikmati begitu nyaman oleh penggemarnya. Dari kejauhan tempat masjid suara muadzdzin dapat didengar sayup sampai,

2

dan juga desiran daun-daun tumbuhan yang diterpa angin semuanya dapat didengar oleh telinga. Hal ini berarti bahwa indera telingga mendapat pengetahuan tentang “suara” tersebut. Namun demikian telingga tidak mampu mengidentifikasi bagaimana rasanya garam, gula, buah-buahan, atau lezatnya makanan yang diolah dengan resep mutakhir. Ini berarti telingga tidak mampu menangkap pengetahuan tentang “rasa” kecuali hanya indera pengecap yang dapat melakukannya. Demikian juga kondisi suatu benda apakah kasar atau halus, hal seperti ini tidak dapat ditangkap oleh indera-indera tersebut. Yang dapat menangkap pengetahuan tentang keadaan suatu benda kasar atau halus hanya indera peraba. Hal ini berarti bahwa indera peraba bisa mendapatkan pengetahuan tentang “halus” atau “kasar”nya suatu benda. Selanjutnya bagaimana “aroma” suatu benda abstrak yang tidak tampak ujudnya, ternyata bisa ditangkap oleh indera penciuman atau hidung. Dengan kemampuan kepekaannya, manusia selalu bisa merasakan kehidupan ini dengan aman dan nyaman. Ia akan berbinar wajahnya sambil tersenyum tatkala indera hidungnya menangkap aroma yang kebetulan sangat disukainya. Ia benar-benar bisa menikmati betapa sedap, harum, lezat atau rasa apa saja sehingga ia menjadi senang ketika hidungnya menangkap aroma pengetahuan “bau” tersebut. Sebaliknya dengan kemampuan indera ini manusia bisa menghindarkan diri dari aroma bau yang ternyata tidak sesuai dengan seleranya. Suatu misal ketika seseorang berada dalam suatu kerumunan tiba-tiba ia ribut sendiri, ngedumel sambil menutup lobang hidungnya. Ia berteriak-teriak sambil mengumpat yang tidak jelas kepada siapa umpatannya ditujukan. Sementara itu temannya yang merasa melepas benda abstrak tersebut tenang-tenang saja, bahkan bisa tersenyum karena dengan lepasnya gas tersebut, ia bisa terhindar dari rasa mual atau sakit perut. Begitu juga yang kebetulan menghirup aroma bau yang tidak disukainya itu, mereka berusaha menutup lobang hidungnya agar terhindar dari ketidaknyamanan yang sedang dihadapinya. Semua yang dijelaskan di atas adalah gambaran bahwa pengetahuan tidak terbatas dan memiliki bidang yang sangat luas, sehingga dapat dikatakan bahwa semua hal yang dikenali atau diketahui oleh indera manusia dapat disebut pengetahuan. Pengetahuan seperti ini belum ada spesifikasi, belum terkelompokkan secara khusus dan masih bersifat umum, sehingga menjadikan pengetahuan tampak sangat luas dan kompleks.

3

seperti Ilmu Pendidikan. Obyek forma yaitu obyek kajian suatu ilmu pengetahuan yang sudah bersifat khusus. berarti secara azas moral keilmuan berarti terjadi suatu penyimpangan. maka ilmu pengetahuan sifatnya terbatas pada bidang yang bersangkutan.Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang di dalamnya sudah terdapat suatu pengelompokan berdasarkan obyek kajiannya. Namun perlu diingat bahwa muara dari semua kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan ialah untuk kesejahteraan atau kebahagiaan hidup manusia. kajian ilmu pengetahuan menjadi sangat mendalam. Obyek suatu ilmu pengetahuan ada dua macam. maka obyek forma masing-masing dari ilmu pengetahuan tersebut ialah “apa” yang diperjuangkan oleh masing-masing. tetapi obyeknya formanya pasti dan harus berbeda. dan kedua disebut obyek forma. Sebagai contoh : Obyek materia Ilmu Pendidikan adalah manusia. maka sebenarnya di antara keduanya adalah termasuk ilmu pengetahuan yang sama. Dengan sifatnya yang demikian lahirlah berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan disusun secara obyektif. Namun dengan sifat yang telah membatasi diri ini. Ilmu Hukum. Ilmu Hukum. yaitu manusia. Kalau obyek materia Ilmu Pendidikan. dan lainnya. Biasanya yang demikian ini merupakan 4 . dan menyebarluaskan. sebab apabila suatu ilmu pengetahuan memiliki obyek forma yang berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain. obyek formanya demi untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Pertama disebut dengan obyek materia. mengembangkan. Ilmu Politik. mengkaji. Ilmu Kedokteran Umum. dan Ilmu Ekonomi semuanya adalah sama. metodis. Ilmu Kedokteran Umum. spesifik atau mikro. Atau dengan kata lain obyek forma suatu ilmu pengetahuan adalah “sesuatu” yang diperjuangkan oleh ilmu pengetahuan yang bersangkutan demi untuk kemanusiaan. Obyek materia yaitu obyek kajian bidang ilmu yang bersifat masih sangat umum atau makro. Artinya secara khusus dan mendalam ilmu pengetahuan mempelajari. Namun demikian walaupun berbagai jenis ilmu pengetahuan tersebut mempunyai obyek materia yang sama. artinya ilmu pengetahuan itu disusun berdasarkan obyek yang menjadi bidang kajiannya. Berdasarkan uraian tersebut akhirnya dapat didefinisikan secara sederhana bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah suatu pengetahuan yang telah dihimpun dan disusun secara obyektif. Kalau terjadi sebaliknya. Ilmu Ekonomi. dan sistematis. Karena obyeknya yang sangat umum ini. Ekonomi. maka dapat terjadi kesamaan obyek materia antara satu ilmu pengetahuan tertentu dengan ilmu pengetahuan yang lain. Hal ini sama dengan obyek materia Ilmu Kedokteran Umum. dan Hukum.

masing-masing 1 tablet.ulah dari keserakahan manusia dalam hidup yang hanya ingin memuaskan ambisinya sekalipun harus mengorbankan orang lain. Ilmu pengetahuan bersifat metodis. dicek denyut jantungnya. kini sudah sangat jauh kondisinya. Dengan cara ini kekurangan suatu metode dapat dibantu oleh kelebihan metode yang lain. Selain ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan manusia. hal ini berarti bahwa ilmu penge-tahuan tersebut dalam upaya mengembangkan jati dirinya untuk kemanusiaan. Ketika menghadapi pasien dokter biasanya akan menanyakan apa yang anda keluhkan ?. eksperimen. upaya penyelidikannya ini juga untuk perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Begitu seterusnya hingga pasien betul-betul memperoleh kesembuhan. Keberhasilan penemuan kapal terbang yang pada awalnya hanya bisa terbang selama 12 detik dengan dikayuh kaki beberapa orang. Kemudian dokter meminta kepada pasien agar membuka mulutnya. Berbagai metode tersebut bisa juga dipergunakan oleh bidang ilmu pengetahuan yang lain. sehingga mampu menembus ruang angkasa sampai ke bulan. angket. demonstrasi. Seorang dokter dalam menghadapi pasien ia akan mempergunakan beberapa metode sekaligus. Tidak semua jenis metode penyelidikan ini selalu dipergunakan secara bersamaan. tensinya (observasi) kemudian dibuatkan suatu resep (eksperimen) dengan pesan (wawancara) agar obatnya diambil di apotik dan diminum misalnya 3 kali sehari. observasi. Selain itu masing-masing metode penyelidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. sosiometri. memiliki metode-metode penyelidikan. Misalnya dalam bidang 5 . catatan anekdot. Ada kalanya sambil diberi pesan “kalau tiga hari belum baik silahkan datang lagi ke sini ya”. Tujuannya tidak ada lain kecuali untuk memberikan suatu layanan sebaik mungkin agar pasiennya bisa memperoleh kesembuhan. Oleh sebab itu dalam penggunaannya kadang-kadang beberapa metode dipadukan secara bersamaan. dan lainnya. wawancara. kemudian dilihat dengan menggunakan alat senter kecil. atau planet lainnya. Artinya metode-metode penyelidikan yang ada dalam dunia keilmuan selalu dipergunakan sebagai cara alat atau cara untuk menyelidiki obyek formanya. Metode-metode penyelidikan ilmu pengetahuan antara lain berupa metode. Kecepatan kapal terbang generasi masa kini sudah melampaui kecepatan suara. sejak kapan ? dan seterusnya (metode wawancara). Keberadaan suatu ilmu pengetahuan yang semula sederhana akhirnya terus berkembang menjadi semakin kompleks. mars.

Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar a. Latarbelakang Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing. Dengan memperoleh matakuliah umum. rekonstruksi kejadian suatu perkara (demonstrasi). agar pemaparan buah pikiran penulisnya mudah dipahami oleh pembaca. sebuah buku yang ditulis oleh pengarangnya. sehingga pelaku dapat dikenai suatu hukuman sesuai dengan pasal-pasal yang dilanggarnya. sebab ada sebagian ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan yang lain. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. ketika seorang polisi bertanya kepada saksi tentang kejadian suatu perkara (wawancara). Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). Artinya suatu ilmu pengetahuan yang ditulis selalu mengikuti logika tertentu. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. Atau contoh yang lebih konkrit lagi. Masyarakat 6 . maka suatu rangkaian kejahatan dapat diungkap. terutama jika nantinya telah terjun dalam masyarakat. sehingga tidak bercampur baur dengan ilmu pengetahuan yang lain. sehingga pembahasannya kadang-kadang bersinggungan.masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD).hukum. dan seterusnya adalah gambaran sebuah sistematika pembahasan yang runtut atau sistematis. Melalui penggunaan metode-metode tersebut. kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan-persoalan sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat akan semakin tajam. Namun demikian ilmu pengetahuan satu dengan yang lain tidak selalu dikhotomis. bab III. maksudnya ialah bahwa ilmu pengetahuan itu sudah memiliki pembidangan sesuai dengan jatidirinya. dipaparkan mulai dari bab I. penyelidikan di tempat kejadian perkara (observasi). Selanjutnya ilmu pengetahuan bersifat sistematis. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni. Sudah dikelompokkan sesuai dengan bidangnya. Selain itu sifat sistematis ilmu pengetahuan yaitu terletak pada sifat pemaparannya yang runtut. bab II. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan seterusnya. Sebuah artikel yang ditulis oleh seseorang dapat dipastikan telah disusun secara sistematis. sehingga akan membantu konsumennya untuk “segera” bisa memahami substansi dari ilmu pengetahuan tersebut.

matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK). tentang Pedoman Penyusunan Kuri-kulum Pendidikan Tinggi. pemerintah melalui Dirjen Dikti selalu menyiapkan kurikulum nasional atau kurikulum inti. Menyikapi kondisi tersebut pemerintah melalui Mendiknas segera mengambil langkah. Berbeda dengan yang berlaku sebelumnya. dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk 7 . sehingga punya ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Namun dalam perjalanan yang memakan waktu hampir dua tahun belum semua perguruan tinggi siap menghasilkan kurikulum seperti yang dikehendaki oleh Dirjen Dikti. 232 tahun 2000 tersebut. matakuliah keahlian berkarya (MKB). Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang ada di perguruan tinggi. Kondisi seperti ini mengharuskan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi segera meresponnya. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. terutama masyarakat calon pengguna lulusan atau stake holders tersebut. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. maka kebutuhan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi akan teradopsi.menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. Dengan mengembangkan kurikulum sendiri. Perguruan tinggi tinggal melaksanakan kurikulum tersebut. melainkan setiap perguruan tinggi supaya mengembangkan sendiri kurikulumnya. sesuai dengan kebutuhan stake holders setempat. perguruan tinggi diharapkan melibatkan masyarakat. Oleh karena itu di dalam merancang kurikulum. yaitu dengan mengeluarkan SK No. 045 tahun 2002. dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. matakuliah prilaku berkarya. di mana setiap terjadi perkembangan atau perubahan kurikulum. pemerintah tidak lagi menyiapkan kurikulum perguruan tinggi secara nasional. 232 tahun 2000. Di sinilah sisi pentingnya perguruan tinggi melibatkan masyarakat (stake holders) dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. di mana setiap perguruan tinggi diberi kewenangan mengembangkan kurikulum sendiri. Berdasarkan surat keputusan tersebut. Namun tidak demikian sebagaimana dituangkan dalam SK no. Pengelompokan tersebut meliputi: matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

Sedangkan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan peajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). 30/ Dikti/Kep/2003. dan No. berkepribadian mantap dan mandiri. Kelompok matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu. Kelompok matakuliah keahlian berkarya merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Dengan lahirnya kedua surat keputusan tersebut keberadaan matakuliah 8 . serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Matakuliah Pendidikan Agama. 43/Dikti/Kep/2006. Untuk kelompok matakuliah MBB secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya.mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Bahkan ada yang secara tegas tidak memasukkan MBB ke dalam kurikulumnya. Kondisi ini akhirnya teratasi dengan lahirnya SK Dirjen Dikti No. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguran Tinggi Indonesia. 44/Dikti/Kep/2006. dan Bahasa Indonesia). Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB) merupakan bahan kajian dan peajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan prilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. Walaupun telah diterbitkan SK tersebut. Jurusan dan atau program studi mengembangkan kurikulum sesuai spesifikasinya sendiri-sendiri. namun kenyataan di lapangan masih ada perguruan tinggi yang belum merespon positip terhadap keberadaan matakuliah berkehidupan bermasyarakat. Rambu-rambu ini dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. tentang RambuRambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. sehingga matakuliah ISBD bagaikan ditelan zaman.

fisika. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. b. matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). Contoh disiplin ilmu misalnya: sosiologi. dan bahasa Indonesia. sosiologi. Adapun ilmu sosial dasar meliputi dua kelompok utama. yaitu sebagai Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya dasar Seperti dijelaskan di atas bahwa matakuliah ini pada mulanya adalah matakuliah yang berasal dari dua matakuliah yang terpisah dan berdiri sendiri-sendiri. kimia. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. Namun dalam perjalanannya akhirnya berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. dan studi lembaga-lembaga sosial. dan lainnya. 30/Dikti/Kep. geologi. Pendidikan Agama. dan satu lagi Ilmu Alamiah dasar. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. sedangkan yang terakhir ilmu-ilmu biotis dengan rincian utama: zologi.2003 kedua matakuliah (ISD dan IBD) digabung menjadi satu matakuliah dengan nama Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). Yang benar adalah bahwa masing-masing matakuliah tersebut ingin membuka pagar-pagar yang membatasi disiplin-disiplin yang membentuk masingmasing kelompok ilmu tersebut. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. meteorologi. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. dan antropologi. Istilah Ilmu Sosial Dasar. ilmu-ilmu budaya. yaitu: studi manusia dan masyarakat. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. sedangkan yang kemudian terdiri atas ekonomi dan politik. Ilmu Budaya dasar bisanya 9 . Sehubungan dengan hal tersebut yang dimaksudkan dengan disiplin ilmu adalah: scientific study of some aspect or segment of reality (penyelidikan ilmiah terhadap beberapa aspek atau segmen realita). Ilmu Budaya Dasar. fitologi. filsafat. Sehubungan dengan itu untuk memahaminya kiranya perlu dikenali dari konsep awalnya masing-masing. Lima ilmu yang mendahului ini mewujudkan ilmu-ilmu fisis. dan fisiologi manusia. dan biologi. Yang terdahulu terdiri atas: psikologi. sama sekali tidak mengatakan bahwa matakuliah dengan nama-nama tersebut masing-masing memperkenalkan dasar-dasar dari ilmu-ilmu sosial.pengembangan kepribadian dan matakuliah berkehidupan masyarakat menjadi semakin jelas dan mantap. dan Ilmu Kealaman dasar (IAD). Biasanya disiplin-disiplin ilmu yang tergolong IAD adalah: fisika. astronomi. dan ilmu-ilmu alamiah.

makhluk pencipta budaya dan makhluk pencipta peradaban. jadi belumlah sebagai pemberian bekal pemerkaya pemilikan budaya intelek bersama. sejarah. sebagai anggota masyarakat agama. serta tata bahasa. 10 . retorika tertulis harus mampu memberikan keterampilan untuk meneruskan. Manusia di situ dilukiskan sebagai ciptaan Allah. Retorika tertulis dekat sekali pertaliannya dengan linguistik. Retorika yang ada terbagi menjadi jenis lisan dan yang tertulis seringkali dipandang sebagai suatu keterampilan belaka dengan akibat bahwa yang dicapai melalui retorika tertulis hanyalah materi obyektif atau mekanisme mengungkapkan berdasarkan tata bahasa melalaui komposisi tertulis. musik. evaluasinya. membuktikan dan menghimbau. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. dan tempatnya di dalam kehidupan manusia. berdalih. agama dan filsafat. di dalamnya tercakup hakikat sastra. Melalui latihan yang banyak di bawah bimbingan dosen yang cakap. Pada hal tujuan yang sebenarnya dari retorika tertulis adalah melatih mahasiswa untuk menulis prosa dengan idiom yang baik dan gaya bahasa yang berlaku berdasarkan logika yang layak. seni tari dan berpidato). Sejarah umat manusia juga menunjukkan bahwa di dalam seni itu terdapat beberapa dari kebanyakan ekspresi manusia yang menonjol dalam pengertiannya atas eksistensinya sendiri. Sastra yang diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi berpendekatan kritik literer. dan warga umat manusia. sejarah bahasa. ditetapkan bahwa retorika sekedar diajarkan sebagai keterampilan itu harus lain dengan yang diberikan melalui sejarah sastra dan kritik sastra. sebagai warga suatu bangsa. seni menempati posisi yang penting dalam kehidupannya sehri-hari. Pertama seni (sastra. Sejarah yang diajarkan sebagai disiplin yang menelaah manusia di dalam dimensi waktu dengan mengutamaan telaahnya pada masa lampaunya. analisisnya. seni rupa. Sehubungan dengan sejarah kebudayaan haruslah lebih ditonjolkan dari sejarah politik dan sejarah ekonomi.dibagi menjadi tiga kelompok. Melalui perubahan budaya dan perubahan peradaban pengajar sejarah bermaksud memahamkan isi pengalaman buat manusia di masa lampau serta kondisinya sekarang sebagaimana terdapat berbagai kelompok kehidupan. khususnya bidang yang terkenal dengan sebutan logical fallacies atau logika semu. Mahasiswa yang mempelajari sejarah diharapkan menemukan identitasnya sebagai pribadi. Dalam mengajarkan retorika tertulis mahasiswa diajak bergaul dengan logika informal. Sejak manusia hidup dalam kondisi sederhana. Adapun seni rupa dan musik seringkali masih sekedar diajarkan untuk keterampilan seni belaka.

yang merupakan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. antropologi sosial. ekonomi psikologi sosial. yaitu kemampuan personal. Selanjutnya kemampuan akademis merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan secara ilmiah. dan kenegaraan.Dalam kehidupan sehari-hari manusia berkomunikasi dengan sesamanya secara langsung sehingga membutuhkan retorika lisan. berdasarkan struktur bahasa yang logis dan syarat-syarat keterampilan mengungkapkan pikirannya secara lisan sama pentingnya yang secara tertulis. Dengan Ilmu Sosial Dasar mahasiswa diharapkan mempunyai tiga macam kemampuan. serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik. teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (geografi sosial. sosiologi. dan sejarah) Dengan demikian Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu pengetahuan dasar yang berusaha memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap. ilmu politik. serta memiliki pandangan dan kepekaan yang luas terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. Kemampuan personal merupakan kemampuan kepribadian yang tampak dalam penampilannya sebagai pribadi bangsa Indonesia. Setelah mengenali pembagian ilmu pengetahuan ke dalam tiga bidang lapangan ilmu pengetahuan (ilmu-ilmu sosial. dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta. dan pada akhirnya mahasiswa terbantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadiannya. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. dan ilmu-ilmu alamiah) sebagaimana dikemukakan di atas. Ilmu Budaya Dasar jika memberikan retorika lisan haruslah pada praktek berpidato di muka umum menurut gaya bahasa yang berlaku. khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku dalam menghadapi manusia-manusia lain. persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan. hasil lisan 11 . konsep. kemasyarakatan. dan profesional. Dengan kemampuan tersebut kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya akan menjadi lebih besar. pengetahuan budaya. maka Ilmu Sosial Dasar bersama-sama dengan Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar pada dasarnya merupakan satuan-satuan pengetahuan yang didasarkan pada pembagian tersebut di atas. Ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial. akademik.

Dengan demikian aspek personal tampak menonjol. Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritisnya terhadap masalah-masalah budaya. seni. baik dengan menggunakan suatu keahlian disiplin ilmu tertentu maupun dengan menggunakan pendekatan berbagai keahlian atau inter. melainkan mengandung pengertian umumnya tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. menguasai teknik analisis. sasaran pembelajaran mahasiswa dalam mempelajari ISBD lebih ditekankan kepada 12 . memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasikan dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya. Baik dalam ISD maupun IBD masing-masing diorientasikan pada usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa. Pendekatan terhadap berbagai masalah budaya tersebut dilakukan dengan menggunakan berbagai pengetahuan budaya (The Humanities). halus dan manusiawi.maupun tulisan. Humanior atau humanus dalam bahasa Latin berarti manusiawi. Yang sedikit agak membedakan antara ISBD dengan ISD dan IBD sebelum dikolaborasi ialah terletak pada titik tekan dalam mencapai sasaran pembelajaran pada diri mahasiswa. bahkan multidispliner. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar pada dasarnya merupakan gabungan secara kolaboratif antara ISD dan IBD yang dilandasi SK Dirjen Dikti No. berbudaya. dan halus. Dengan kemampuan ini para akademisi diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. 30/Dikti/Kep/2003. sehingga daya tangkap. persepsi dan penalarannya terhadap lingkungan budaya dapat menjadi lebih peka. maupun berpikir logis. dan sistematis. agama. Dengan mempelajari ilmu budaya dasar diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi. Kemampuan profesional merupakan kemampuan di bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. dan lebih halus budi pekertinya. Selanjutnya Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah waib di perguruan tinggi merupakan terjemahan dari istilah Basic Humanities atau pendidikan humaniora. Berbeda dengan ISD dan IBD. lebih berbudaya. dan sejarah. Ilmu Budaya Dasar atau Basic Humanities tidak identik dengan The Humanities (Ilmu tentang Budaya). Ilmu tentang budaya mencakup keahlian filsafat. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya. kritis.

dan ketiga ialah sistematis. dan Ilmu Budaya dasar. akademis. Kedua memiliki metode penyelidikan yang dipergunakan untuk mengkaji dan mengembangkan obyeknya. maka ISBD masuk dalam kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya. 13 . karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. Oleh karena itu fungsi ISBD merupakan suatu usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap. sedangkan Ilmu Budaya Dasar mengkaji berbagai aspek kehidupan yang terkait dengan masalah budaya. c. Titik persoalannya sekarang adalah dapatkah ISBD disebut sebagai ilmu pengetahuan ?. Jadi ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Oleh karena itu kalau ISD dan IBD masuk dalam kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). Ilmu Sosial Dasar banyak mengkaji masalahmasalah sosial dalam kehidupan manusia. Seperti dijelaskan di atas. Mengingat bidang kajian kedua kelompok pengetahuan dasar ini yang relatif dekat dengan kehidupan manusia. Masing-masing memiliki kajian fenomental yang berhubungan secara langsung dengan kehidupan manusia. Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar. maka berdasarkan keputusan Dirjen Dikti No30 tersebut di atas. kedua ilmu pengetahuan dasar ini dikolaborasikan. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. dan kemampuan profesional. dengan nama baru Ilmu Sosial dan Budaya Dasar atau disingkat ISBD. Dikatakan sangat muda. Ruang lingkup ISBD Sebagai matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) mata kuliah ISBD dirancang untuk membekali mahasiswa sebagai calon akademisi agar nantinya memiliki tiga kemampuan dasar yaitu: personal. baik materia maupun forma. yaitu Ilmu Sosial Dasar. bahwa persyaratan suatu ilmu pengetahuan ialah pertama memiliki obyek.aspek perkembangan sosialnya yaitu dalam kerkehidupan bermasyarakat. persepsi. dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.

sains. maka diperlukan sejumlah bahan kajian yang akan dioperasionalkan dalam bentuk pembelajaran. Manusia adalah makhluk yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. dan hukum 7) Manusia. sehingga mampu menunjukkan sikap. serta mampu menawarkan alternatif pemecahan. Kemampuan profesional : kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. nilai. ISBD Sebagai Komponen MBB ISBD sebagai bagian komponen Mata Kuliah Berkehidupan bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. menguasai berbagai teknik analisis. moralitas. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. kritis. Manusia tidak akan mampu hidup sendiri tanpa ada bantuan dari pihak lain. analitis. Kemampuan akademis yaitu suatu kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. sistematis. maupun berpikir logis. para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. teknologi dan seni 8) Manusia dan lingkungan 3. Untuk mencapai ketiga kemampuan di atas. Naluri seorang ibu yang baru melahirkan anaknya akan otomatis tergerak untuk mau menyusui anaknya. yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya.Kemampuan personal yaitu kemampuan kepribadian. tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. kemasyarakatan dan kenegaraan. Dibandingkan dengan hewan. Bahan kajian tersebut meliputi : 1) Pendahuluan (pengantar ISBD) 2) Manusia sebagai Makhluk Budaya 3) Manusia dan Peradaban 4) Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial 5) Keragaman dan kesetaraan 6) Manusia. Komunikasi antara anak dengan ibu melalui kontak menyusui sudah merupakan indikator ketergantungan antara satu manusia dengan lainnya. tidak berdaya dan tidak akan mungkin bisa bertahan hidup tanpa ada manusia lainnya. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. keberadaan manusia pada saat baru lahir sangat lemah. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. walaupun sebelumnya belum pernah belajar bagaimana cara menyusui. Hal ini 14 . di mana para akademisi diharapkan memiliki wawasan pengetahuan dan kemampuan.

2) Adanya keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat. yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri. Seekor anak ayam yang baru menetas walaupun tanpa ada induknya. dari belum baik menjadi baik (afektif). mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku. penelitian sosial budaya. kolaborasi. Semua proses pembelajaran akan diorientasikan kepada belajar yang berpusat pada aktivitas mahasiswa (student active learning). diskusi. yaitu sikap berkehidupan bermasyarakat. tanya jawab. Masalah ini meliputi hal-hal sebagai berikut. apresiasi seni budaya. yang didalamya terdapat persamaan. ia akan mampu berusaha mencari makanan untuk dirinya. Ketiga ranah ini yang menjadi sasaran belajar dengan titik tekan berada pada aspek sikap (afektif). Untuk mengarah pada sasaran ini metode pembelajarannya adalah melalui: ceramah. dan problem solving. Untuk itu proses pembelajaran ISBD akan mempergunakan berbagai pendekatan dengan prinsip mahasiswa dapat belajar.tentu agak berbeda dengan yang dialami oleh hewan. pentas kreatifitas. yaitu dari belum tahu menjadi tahu (kognitif). bermain peran (demonstrasi). yang dapat menimbulkan pertentangan-pertentangan maupun kerjasama. perbedaan. sehingga ia mampu untuk bertahan hidup dan berkembang. 4. Pendekatan dan Metode Pembelajaran ISBD Seperti matakuliah yang lain matakuliah ISBD disajikan kepada mahasiswa untuk dikaji bersama melalui interaksi edukatif yang disebut dengan proses pembelajaran. 1) Berbagai kenyataan yang bersama-sama merupakan masalah sosial budaya yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan (antar bidang). 5. dan dari belum terampil menjadi terampil (psikomotorik). Pemecahan Masalah Sosial Budaya Masalah sosial budaya merupakan suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat dan budayanya yang berdasarkan atas studi. Yang terpenting dalam proses pembelajaran tersebut ialah bagaimana dosen mampu menyediakan lingkungan belajar yang bisa membuat mahasiswa belajar. 15 .

sikap dan prilakunya selama di ruang kelas. dan emosional mahasiswa selama dalam proses pembelajaran. MATRIK EVALUASI Bentuk penilaian Bobot Pertugasan 30% a. Proses evaluasi dilakukan melalui pengamatan sejak mahasiswa masuk di kelas. mental. Sementara evaluasi produk lebih menitikberatkan pada pengukuran aspek kognitif melalui tes tulis. 3. di antaranya : a) Sosiologi b) Antropologi Sosial dan Budaya c) Ilmu Sejarah d) Ilmu Ekonomi e) Ilmu Hukum f) Ilmu Politik g) Geografi h) Psikologi sosial 6. ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). Presentasi di kelas c.ISBD menggunakan pendekatan secara komprehensif dari berbagai cabang ilmu untuk memecahkan masalah sosial. presentasi di kelas 30% c. disiplin dan 40% partisipasi dalam perkuliahan Penilai Dosen Dosen Dosen 16 . yaitu evaluasi dalam proses dan produk. bagaimana ketepatan waktunya. Tes tulis dapat berupa tes insidental. termasuk dalam diskusi 2) Ujian tengah semester 3) Ujian akhir semester 4) Pertugasan. 2. 1) Kedisiplinan dan partisipasi kuliah. Sistem Evaluasi Pembelajaran ISBD Evaluasi hasil belajar keberhasilan mahasiswa akan diukur melalui dua tahap. Evaluasi proses ini lebih dititikberatkan pada aspek pembentukan prilaku (afektif). a. dan keterampilan selama dalam proses pembelajaran. pembuatan makalah b. aktivitas dan partisipasinya dalam proses pembelajaran. Partisipasi dalam perkuliahan 3) No 1. Pembuatan makalah (kelompok dan mandiri) b. Secara rinci aspek yang dinilai baik yang menyangkut masalah penilaian proses maupun produk meliputi hal berikut. Evaluasi dalam proses dimaksudkan untuk mengukur kadar keterlibatan fisik.

yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. serta menumbuhkan sikap kritis. dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang meliputi : matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). etika. Masyarakat menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas. matakuliah 17 . Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. peka dan arif dalam memahami keragaman. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. kesetaraan. dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman. Kemudian ditindaklanjuti dengan SK Mendiknas No. 045 tahun 2002. 232 tahun 2000. dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi. dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. kesetaraan. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing-masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. peka.Ujian tengah Semester (UTS) Ujian akhir semester (UAS) JUMLAH 100% RINGKASAN Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi .

keilmuan dan keterampilan (MKK). dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). dan No. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengem-bangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. dan Bahasa Indonesia. 43/Dikti/ Kep/2006. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. 18 . Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Himpun sedikitnya 10 definisi tentang ilmu menurut pakar yang berbeda-beda. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. 30/ Dikti/Kep/2003. Dikatakan sangat muda. Selanjutnya pelaksanaannya di atur dalam SK Dirjen Dikti No. yaitu Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya dasar. Kelompok matakuliah ini secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya yang dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. Pendidikan Agama. matakuliah keahlian berkarya (MKB). 2. matakuliah prilaku berkarya. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. Lakukan suatu analisis terhadap masing-masing definisi ilmu tersebut sehingga dapat diklasifikasi perbedaan dan persamaan yang terdapat pada masing-masing definisi. 44/Dikti/ Kep/ 2006. dan Ilmu Kealaman Dasar (IAD). Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). Tugas Untuk Diselesaikan. Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang diperlukan mahasiwa untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. 1. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi.

Tugas-tugas tersebut akan lebih berbobot pembahasannya apabila Saudara lakukan bersama dengan teman lain dalam suatu kelompok kecil antara 3 – 5 orang. Fungsi Akal Dan Budi Bagi Manusia Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Secara umum. yakni tradisi sopam santun dan kesenian. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berfikir. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin Cultura dari kata dasar colere yang berarti berkembang atau tumbuh. kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara social diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Himpun pula definisi tentang ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dari berbagai literatur. 4. 19 . S.i Dalam ilmu-ilmu social istilah kebudayaan sesungguhnya memiliki makna bervariasi yang sebagian diantaranya bersumber dari keragaman model yang mencoba menjelaskan hubungan natara masyarakat. Lakukan suatu analisis di mana letak titik tekan antara ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dalam hubungannya dengan kehidupan manusia. Coba buat rumusan definisi ilmu menurut bahasa Saudara berdasarkan definisi-definisi yang telah Saudara himpun tersebut. Selamat Belajar BAB II MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Oleh : Linda Dwi Eriyanti. 6. Berpikir adalah perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia. kebudayaan dan individu.3. Pengertian dan Fungsi Kebudayaan Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmuilmu social.Sos 1. Makna ini kontras dengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk pada bagian tertentu warisan social. Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku. 5.

Adalah komponen utama perwujudan kebudayaan karena setiap hal yang dilihat dan dialami. panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu. permainan. peritiwa. system kenegaran. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari itu merupakan salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat secara keseluruhan.Simbol : segala sesuatu (benda. kelakuan.ii System gagasan dan simbolik warisan social itu sangatlah penting karena kegiatan-kegiatan adaptif manusia sedemikian kompleks dan beragam sehingga mereka tidak bisa mempelajari semuanya sendiri sejak awal. Jadi jelas bahwa fungsi akal dan budi manusia adalah menunjukkan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi di alam raya ini. Didalamnya juga termasuk artefak dan berbagai kontruksi proporsi kompleks yang terekspresikan dalam system symbol yang kemudian terhimpun dalam bahasa. diolah menjadi simbol . Manusia Sebagai Animal Simbolicum . Masyarakat manusia yang terdiri dari individu-individu yang terlibatdalam berbagai kegiatan yang mengharuskan mereka beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan hal itu harus dilakukan secara terus menerus demi mempertahankan keberadaan masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan individu yang menjadi anggotanya. Kegiatan-kegiatan ini dipelajari melalui peniruan dan pelajaran satu manusia dengan manusia lainnya.Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. yang keberadaannya sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap system aturan yang membentuknya. dan sebagainya. Budi diartikan sebagai batin manusia. hukum. pernikahan. sehingga semuanya menjadi bagian dari warisan social atau kebudayaan dari suatu masyarakat. ucapan) syang telah ditempati suatu arti tertentu menurut kebudayaannya . Melalui symbol-simbol itulah tercipta keragaman entitas yang sangat kaya yang kemudian disebut sebagai obyekkonstruksi cultural sepoerti uang. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari dari satu generasi ke generasi berikutnya itu tidak mengalami perubahan yang berarti kecuali jika ada factor eksternal yang memperngaruhi pola tindak yang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan social dan individual.Fungsi simbol : o Faktor pengembangan kebudayaan o Terbatas pada gugus masyarakat tertentu 20 .Kebudayaan : pengetahuan yang mengorganisasi simbolsimbol . tindakan manusia.

Namun tinjauan empiris terhadapnya memunculkan definisi terbaru tentang kebudayaan seperti yang diberikan EB Tayloriii. normative dan mampu menimbulkan motivasi. tindakan dan obyek. atau karena mereka merasa menemukan unsure-unsur motivasional dan emosional yang memuaskan dengan menekuni kegiatan-kegiatan dan keyakinan cultural tersebut. pemahaman atau proposisi. Biasanya pengertian kebudayaan dibatasi pada warisan social yang bersifat mental atau non fisik. seni. mampu bertahan dalam waktu lama. kepercayaan. Consensus yang kini dianut oleh para ilmuwan social masih menyisihkan aspek emosional dan motivasional dari istilah kebudayaan. Hanya saja definisi yang terlanjur berkembang adalah definisi sebelumnya dimana kebudayaan diartikan bukan sekedar istilah deskriptif bagi sekumpulan gagasan. Artinya individu-individu dari suatu komunitas terikat oleh kebersamaan dan rasa memiliki atas warisan social mereka. Namun mereka mengakui bahwa. bagi mereka yang mematuhinya akan ada puian. yang terekspresikan sebagai kesamaan tata cara. Artinya. Hal ini bukan semata-mata karena adanya sanksi tersebut. melainkan juga merujuk pada entitas-entitas mentalyang menjadi pijakan tindakan dan munculnya obyek tertentu. istilah warisan social disamakan dengan istilah kebudayaan. dan mereka tetap terfokus maknanya sebagai himpunan pengetahuan. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat” Kebanyakan ilmuwan social membatasi definisi kebudayaan sehingga hanya mencakup aspek tertentu dari warisan social. hukum. Lebih jauh. Sedangkan aspek fisik dan artefak sengaja disisihkan. adapt. model tersebut menyatakan bahwa kebudayaan atau warisan social lebih adaptif baik secara social maupun individual. Dalam kasus ini proposisi tersebut dikatakan telah terinternalisasi.Warisan social itu juga mengandung karakter normative. sebagian proposisikultural membangkitkan emosi dan motivasi yang kuat. atau persamaan persepsi mengenai dunia di sekelilingnya yang diwujudkan dalam symbol-simbol tertentu. moral. yang didukung oleh seperangkat aturan sanksi. sedangkan bagi mereka yang menentangnya telah tersedia hukuman. mudah dipelajari.iv 21 . Dalam rumusan ini . “Kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. Pengertian Budaya dan Kebudayaan Setiap individu menjalankan kegiatan dan menganut keyakinannya sesuai dengan warisan social atau kebudayaannya.

Tidak banyak bukti yang mendukung dugaan akan adanya pola tunggal hubungan tersebut seperti yang dikemukakan oleh Ruth Benedict dalam bukunya Pattern of Culture (1934)viii. 1968)v Sementara itu ada pula yang membatasi pegertian kebudayaan sebagai makna-makna simbolik yang mengandung muatan representasi dan mengkomunikasikannya dengan peristiwa nyata. Disisi lain para ilmuwan social memendang keragaman dan kontradiksi di seputar pengertian atau definisi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang wajar.ix Kerancuan tersebut lebih jauh membangkitkan minat untuk menelaah koherensi dan integrasi kebudayaan. mengingat dalam kenyataannya pengetahuan anggota masyarakattentang kebudayaan mereka tidaklah sama. maka kumpulan elemen-elemennya bisa dipisahkan dan dibedakan satu sama lain. tidak termasuk norma-norma atau pengethauan procedural mengenai bagaimana sesuatu harus dikerjakan” (Schneider. Perselisihan mengenai definisi kebudayaan itu mengandung argument-argumen implicit tentang sebab-sebab atau asal mula warisan social. contohnya mungkin adala lajabar yang dianggap selalu benar dan berlaku. Meskipun hamper setiap elemen kebudayaan dapat ditemukan pada hubungan-hubungan natar elemen seperti yang ditunjukkan oleh Malinowski dalam Argonauts of the Western Pacifis (1922)vii.Sebagian ilmuwan social bahkan berusaha membatasi lagi pengertian istilah kebudayaan tersebut hingga hanya “mencakup bagian-bagian warisan social yang melibatkan representasi atas hal-hal yang dianggap penting. dan normative dari warisan social namun juga mempermasalahkan penerapan makna kebudayaan dalam individu. Jika kebudayaan dipandang sebagai suatu kumpulan elemen yang tidak memebentuk kesatuan koheren. “kebudayaan hanya berkaitan dengan makna-makna public yang terus berlaku meskipun berada diluar jangkauan pengetahuan individu . motivasional. yakni apakan kebudayaan itu merupakan suatu entitas padu atau tidak. Berbagai persoalan yang melingkupi upaya intergrasi definisi-definisi kebudayaan terkait dengan masalah lain. Sebaliknya jika kita menganggap kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan koheren. Geertz menggunakan makna ini secara eksklusif sehingga ia tidak saja mengesampingkan aspek-aspek afektif. Hanya saja tidak ada 22 . meski sedikit saja orang yang vi menguasainya”. maka yang harus diperhitungkan adalah fakata bahwa warisan social senantiasa melebur dalam suatu masyarakat. Misalnya saja ada kontroversi mengenai koheren atau tidaknya kebudayaan itu sehingga lebih lanjut kita dapat mempertanyakan sifat alamiahnya. Menurutnya.

maka pendefinisian kebudayaan sebagai representasi telah memusatkan perhatioan pada apa yang paling penting. hakekat dan label atas sesuatu hal. yang acapkali kelewat sederhana. reaksi emosional. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah. sedangkan yang kedua adalah elemen-elemenkultural yang hanya diketahui oleh sebagian anggota masyarakat yang menyandang status social tertentu. yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna 23 . Pertama adalah sejumlah kecil elemen yang hampir dipunyai oleh semua anggota masyarakat sehingga diantara mereka dapat tercipta suatu consensus pengertian. (misalnya lampu merah berarti tanda berhenti). terdapat 170 definisi kebudayaan. Bahkan muncul bukti-bukti yang menunjukkan bahwa elemen-elemen budaya cenderung dapat digolongkan menjadi dua bagian besar. dibalik pembatasan definisi kebudayaan pada aspek-aspek presentasional dari warisan social itu terletak hipotesis yang menyatakan bahwa norma-norma.metodeyang telah terbukti handal untuk mengukur sejauh mana koherensi dan 8integrasi sebuah kebudayaan. Hanya saja keuntungan dari focus yang tajam itu dipunahkan oleh ketergantungan definisi itu terhadap asumsi-asumsi yang melandasinya. Misalnya saja norma kebersamaan dan perasaan terikat dalam kekerabatan hanya akan tercipta jika ada system kategori yang membedakan kerabat dan non kerabat. 1992. motivasi dan sebagainya sangat ditentukan oleh kesepakatan awal tentang keberadaan. Keragaman definisi kebudayaan itu sendiri dapat dipahami sebagai giatnya upaya mengungkap hubungan kausalitas antara berbagai elemen warisan social. sentiment dan motif. (misalnya. pelanggaran ketentuan kontrak tidak bisa diterima)x Dibalik kerancuan definisi ini terdapat masalah-masalah penting lainnya yang juga harus dipecahkan.xi Komponen utama kebudayaan : o Individu o Masyarakat o alam Dari catatan Supartono. beberapa diantaranya :  Ki Hajar Dewantara Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat. Sebagai contoh . Demikian pula definisi cultural kerabat sebagai ‘orang-orang yang memiliki hubungan darah’ mengisyaraktkan adanya kesamaan identitas yang memudahkan pembedaannya. Jika representasi cultural memang memiliki hubugan kausalitas dengan norma-norma.

adat istiadat. Manusia dan masyarakat memerlukan pula kepuasan baik dibidang materiil maupun spiritual.mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. mengatur hubungan antar manusia. Bermacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota-anggotanya seperti kekuatan alam. untuk sebagian besar dipenuhi oelh kebudayaan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri. maupun yang bersumber dari persaingan manusia itu sendiri untuk mempertahankan kehidupannya. yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya. norma-norma artistic. mencakup kepercayaan. Fungsi kebudayaan Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. teknologi memungkinkan untuk pemanfaatan hasil alam bahkan munghkin untuk menguasai alam. Di sisi lain karsa masyarakat mewujudkan norma dan nilai-nilai social yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan masyarakatnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas. Pada masyarakat yang taraf kebudayaannya lebih tinggi. pengalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara sosial  Koentjaraningrat Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya  Rafael Raga Manan Kebudayaan adalah cara khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Hasil karya masyarakat menghasikan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama melindungi masyarakat terhadap lingkungan. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah. keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal  Keesing Kebudayaan adalah totalitas pengetahuan manusia. dan 24 . yang dilihat sebagai proses humanisasi. rasa. Kebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diriterhadap alam. kebiasaan makan. dan cipta masyarakat.  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardixii Kebudayaan merupakan hasil karya.  Robert H Lowie Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat.

alat-alat produksi. Akhirnya sebagai unsure kebudayaan yang terkecil membentuk trait adalah items.000 pulau besar dan kecil. menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu yaitu hidup yang lebih baik. perumahan. sistem pengolahan tanah dengan bajak. manusiawi. transportasi)  Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi (pertanian. dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan. mendukung. organisasi politik. Unsur-Unsur kebudayaan menurut C Kluckhohn dalam bukunya Universal Categories of Culture meliputi Cultural universals yaituxiii  Peralatan dan perlengkapan hidup ( pakaian. Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya. sistem produksi. system produksi. Kesenian misalnya meliputi kegiatan seni tari. Ralph Linton menyebutnya kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity. dan sebagainya. sistem hukum. seni suara. distribusi )  Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan. seni rupa dll. seni gerak dll)  Sistem pengetahuan  Religi (system kepercayaan) Cultural universals tersebut dapat dijabarkan lagi kedalam unsure-unsur yang lebih kecil. tetapi pada hakekatnya merupakan satu kesatuan. teknik pengendalian bajak. Apabila salah satu bagian bajak 25 . dan sebagainya. perkawinan)  Bahasa (lisan maupun tertulis)  Kesenian (seni rupa. system hak milik atas tanah. Kebudayaan akan mendasari.sebagai wadah dari segenab perasaan manusia. Selanjutnya trait complex mengolah tanah dengan bajak akan dapat dipecah ke dalam unsure yang lebih kecil umpamanya hewan-hewan yang menarik bajak. Bila diambil contoh alat bajak terdiri dari gabungan alat-alat yang lebih kecil yang dapat dilepaskan. peternakan.xiv Sebagai contoh cultural universals pencaharian hidup dan ekonomi antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti pertanian. dll. peternakan. Selanjutnya Ralph Linton merinci kegiatankegiatan kebudayaan tersebut menjadi unsure-unsur yang lebih kecil lagi yang disebutnya trait-complex. dan berperikemanusiaan 2. Misalnya kegiatan pertanian menetap meliputi unsure-unsur irigasi. Jenis dan Ragam Kebudayaan di Masyarakat Mohammad Yusuf Melatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17. Perbedaan itu dalam kita lihat dengan menelaah unsur-unsur kebudayaan seperti dibawah ini.

Emosi adalah rasa hati. baik yang berasal dari rangsangan di dalam atau diluar dirinya. Kemauan dalam arti positif adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan hidup yang dikendalikan oleh akal budi. intelegensia dan intuisi Dengan kadar intelegensia yang dimiliki manusia mampu belajar sehingga menjadi cerdas. tanpa diikuti proses berfikir cermat. kehendak untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. tetapi tidak berlangsung lama  Kemauan Kemauan adalah keinginan. maka tak dapat menjalankan fungsinya sebagai bajak. 26 .  Perasaan dan emosi Perasaan adalah kemampuan psikis yang dimiliki seseorang. memiliki pengetahuan dan mampu menciptakan teknologi.tersebut dihilangkan. namun bisa menuntun pada suatu keyakinan. yang dapat menguasai seseorang. Ciri Kebudayaan : • Bersifat menyeluruh • Berkembang dalam ruang / bidang geografis tertentu • Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu Wujud kebudayaan • Ide : tingkah laku dalam tata hidup • Produk : sebagai ekspresi pribadi • Sarana hidup • Nilai dalam bentuk lahir Sifat kebudayaan • Beraneka ragam • Diteruskan dan diajarkan • Dapat dijabarkan : – Biologi – Psikologi – Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan • Berstruktur terbagi atas item-item • Mempunyai nilai • Statis dan dinamis • Terbagi pada bidang dan aspek 3. Intuisi menurut Supartono sering setengah disadari. Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan Manusia sebagai pencipta kebudayaan Manusia memiliki kemampuan daya sebagai berikut :  Akal. sering berbentuk perasaan yang kuat.

Tahap obyektifitas. Keadilan mengacui pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh setiap manusia. Tanggungjawab Tanggungjawab adalah kwajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan. Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusi menemukan bentuknya yang khas manusiawi 4. Ini melengkapi cirri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia. 3.  Perilaku Perilaku adalah tabiat atau kelakuan. yaitu proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktifitas fisik dan mental . Keadilan Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. 5. Manusia sebagai makhluk budaya adalah pencipta kebudayaan. Kebudayaan adalah ekspresi eksistensi manusia didunia. Kebudayaan adalah produk manusia. yaitu tahap aktifitas manusia menghasilkan realita obyektif.Tahap internalisasi. yang berada diluar diri manusia . 2. Memanusiakan manusia melalui pemahaman terhadap konsep budaya dasar 1.Tahap eksternalisasi. Pengabdian 27 . Peter L Berger menyebutnya sebagai dialektika fundamental yang terdiri dari tiga tahap yaitu : . yaitu tahap dimana realitas obyektif hasil ciptaan manusia dicerap oleh manusia kembali. Penderitaan Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. merupakan jati diri seseorang yang berasal dari lahir sebagai factor keturunan yang kemudian diwarnai oleh factor lingkungannya. namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan. Fantasi Fantasi adalah paduan unsur pemikiran dan perasaan yang ada pada manusia untuk menciptakan kreasi baru yang dapat dinikmati. Cintakasih Cintakasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai belas kasihan.

Sosialisasi Proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampilanketrampiulan sosial. suatu peraturan yang menyangkut hak dan kwajiban mereka. Pandangan hidup Pandangan hidup berkenaan dengan eksistensi manusia didunia dalam hubungannya dengan Tuhan. Proses dan Perubahan Kebudayaan : Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. f. kebijakan.Pengabdian diartikan sebagai perihal memperhamba diri kepada tugas-tugas yang dianggap mulia 6. Asimilasi 28 . 7. Internalisasi Merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia. Akulturasi Akulturasi adalah percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampuran itu masing-masing unsurnya masih kelihatan. b. merasa khawatir tidak tenang dalam tingkah laku. Difusi Meleburnya suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain sehingga menjadi satu kebudayaan. Enkulturasi Enkulturasi adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan. dan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. Kegelisahan Kegelisahan merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatannya. Dalam keseharian sosialisasi bisa dikatakan sebagai proses menjelaskan sesuatu kepada anggota masyarakat agar mengetahui adanya suatu konsep. d. 8. Proses tersebut diantaranya : a. dengan sesame dan dengan alam tempat kita berdiam.xv 4. Manusia tidak hanya penerima pasif tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan. Keindahan Eksistensi manusia didunia diliputi dan digairahkan oleh keindahan. c. e. dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka.

Ad pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun luas. akan tetapi ada juga yang cepat. susunan. termasuk didalamnya nilai-nilai. organisasi. lembaga-lembaga kemasyarakatan. dan polapola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Faktor-faktor penyebab perubahan sosial dan kebudayaanxvi a. dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali. Masalah tersebut menjadi lebih penting dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat dari Negara yang kemerdekaan politiknya setelah perang dunia kedua.Asimilasi adalah proses peleburan dari kebudayaan sat ke kebudayaan lain. faktor intern  Bertambah atau berkurangnya penduduk  Penemuan-penemuan baru (inovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat]  Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)  Pemberontakan / revolusi b. sikap-sikap. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat mengenai nilai-nilai social. perubahan bagi masyarakat yang bersangkutan maupun bagi orang luar yang menelaahnya. faktor ekstern  Perubahan lingkungan fisik manusia ( bencana alam )  Pengaruh kebudayaan masyarakat lain  Peperangan Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan sosial :  Faktor-faktor yang mendorong :  Kontak dengan kebudayaan lain  Sistem pendidikan yang maju 29 . Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan. yang mempengaruhi sistem sosialnya. interaksi sosial dan seterusnya. maka banyak sarjana sosiologi modern yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah perubahan social dan kebudayaan dalam masyarakat. Dengan diakuinya dinamika sebagai inti jiwa masyarakat. Perubahan sosial dan kebudayaan merupakan segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suataau masyarakat. pola-pola perilaku. lapisan-lapisan dalam masyarakat. kekuasaan dan wewenang.

dinyatakan sebagai uebermensch yang dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan sebagai superman. budaya unggul akan bisa memulihkan harga diri dan martabat bangsa ini menjadi bangsa yang tidak mudah dilecehkan dan diharapkan mampu mengatasi krisis berkepanjangan dan seterusnya. Manusia unggul tidak lahir dari situasi statis. melainkan 30 . Problematika sosial kebudayaan Manusia dan Budaya Unggulxvii Buku Stephen R Covey berjudul The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness setidaknya menjadi pemicu diskusi tentang budaya unggul akhir-akhir ini. terlebih dahulu manusia harus bisa menjawab tantangan yang ada dalam dirinya sendiri. Kebudayaan merupakan identitas dari manusia. Friedrich Wilhelm Nietzsche (18441900). Tidak main-main. bahkan Bapak Presiden merasa perlu menyampaikan kepada rakyatnya untuk melahirkan budaya unggul dalam bangsa ini. Untuk melahirkan budaya unggul. Para cerdik cendekia pun ribut mencari apa yang sebenarnya unggul dalam diri kita dan apa memang ada keunggulan itu. setidaknya apa yang dinyatakan oleh Covey sebagai manusia dengan predikat greatness membawa ingatan kita pada apa yang oleh filosof Jerman. Dalam maksud yang sederhana. Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju  Toleransi terhadap perbuatan menyimpang  Sistem lapisan masyarakat yang terbuka  Penduduk yang heterogen  Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu  Orientasi ke depan  Nilai meningkatkan taraf hidup  Faktor-faktor yang menghambat :  Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain  Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat  Sikap masyarakat yang tradisional  Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)  Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan  Prasangka terhadap hal baru  Hambatan ideologis  Kebiasaan  Sikap pasrah 5. Jika budaya unggul bisa didiskusikan bersama seiring dengan manusia unggul.

Anjuran untuk berproses menjadi manusia unggul sudah dinyatakan dengan amat jelas dalam Also Sprach Zarathustra. dalam konteks ini saya kira lebih tepat membaca uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk melahirkan manusia unggul dengan cara melahirkan dirinya untuk terusmenerus menjadi manusiawi.dari proses dinamis. Padahal. man is something that is to be surpassed (Manusia adalah sesuatu yang harus dilampaui). Ignas Kleden (2004) menyatakan bahwa manusia hanya akan berhasil menjadi manusia melalui proses ueberwindung atau overcoming (dalam bahasa Inggris). Manusia bukanlah suatu konsep abstrak sebagaimana dipahami oleh kaum idealis atau juga kaum materialis. Jelas sekali ketika Nietzsche menulis bahwa pertanyaan pertama dan satu-satunya yang dianjurkan oleh Zarathustra adalah Wie Wird der Mensch ueberwubden (bagaimana caranya manusia mengatasi manusia). manusia harus bisa meningkatkan dirinya dari sekadar manusiawi (humanus) menjadi lebih manusiawi (humanior).going and down-going (Apa yang agung dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah jembatan dan bukan tujuan. hidup dan kehidupan itu sendiri merupakan sesuatu yang dinamis dan bergerak terus-menerus. Pengertiannya. manusia yang bisa menggunakan kehendak dan kuasanya untuk mengatasi rasa lemahnya. Tidak saja dalam pengertian bagaimana upaya menemukan talenta terbaik dalam diri seseorang. Namun. Kata ueber. Bukankah Nietzsche sendiri menyatakan. 31 . Untuk menjadi manusia unggul. Dalam pengertian ini. melainkan upaya untuk terus-menerus menjadi manusia yang lebih (over). manusia harus terus-menerus mengatasi dirinya sebagai manusia. what is great in man is that he is a bridge and not a goal. what is lovable in man is that he is an over. Atau dengan yakin ia menyatakan. Keduanya sering melahirkan pandangan-pandangan dunia yang bersifat statis. Manusia unggul keluar dari proses dinamis dan penuh tantangan. apa yang patut dicinta dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah perjalanan naik dan turun). untuk lahir sebagai superman. Nietzsche adalah filsuf yang begitu yakin bahwa manusia harus berdiri di atas sifat-sifat konkretnya. Beberapa orang menafsirkan ajaran uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk memproduksi jenis manusia yang unggul dalam mengatasi kemampuan manusia lain. dalam bahasa Jerman mempunyai dua pengertian yang dalam bahasa Inggris bisa diasosiasikan menjadi kata super atau over.

Nietzsche menyebut mereka sebagai “manusia bermoral gerombolan” atau “bermoral budak”. utang luar negeri. dan di dalam perahu itu duduk nilai yang dihargai. Di sini dapat dipahami mengapa Nietzsche amat membenci pada mereka yang mudah menyerahkan diri pada skema nilai-nilai yang diciptakan di luar dirinya sendiri. elite intelektual. Manusia unggul. Komodifikasi kebudayaan Ada kesan bahwa kebudayaan semakin mejadi komoditas.Melahirkan manusia unggul jangan disalahpahami hanya dengan pengertian meloloskan siswa-siswa berprestasi yang mampu merengkuh juara olimpiade fisika. Menjadi manusia unggul biasa dialami oleh siapa saja yang mampu mengatasi kediriannya menuju kedirian yang lebih. matematika. Mereka seperti sebuah sungai yang di atasnya mengambang sebuah perahu. and in the boat sit the estimates of value. penuh kemeriahan dan samaran. “The ignorant. Dia harus menciptakan nilai-nilai untuk dirinya sendiri pada saat perjalanan kehidupan tersebut. Seorang pejabat akan bernilai lebih jika setiap saat dia berhasil mengawasi dan menekan nafsu korupsinya. budaya unggul dalam perspektif ini bisa dijadikan rujukan untuk mengembalikan jati diri dan martabat kebangsaan yang hancur di tengah keserakahan modal. the people-they are like a river on which a boat floateth along. Untuk lahir menjadi manusia unggul. elite system pendidikan atau elite budaya sendiri. to be sure. solemn and disguised”. elite birokrat. Sifat serakah dan senang korupsi adalah manusiawi dan bahkan menjadi bagian tak terpisah dari manusia. Mereka adalah para pengecut yang hanya bisa berlindung di balik nilai-nilai yang menjerat kedigdayaannya. seseorang harus bergerak untuk memperbarui kemanusiawiannya menjadi lebih manusiawi dengan menjelma menjadi manusia yang tidak serakah dan senang korupsi. Kebudayaan seakan-akan diapropriasi oleh elite politik. Dalam mengarungi bahtera kehidupan yang nyata itulah manusia diberi kuasa untuk memikul tanggung jawab atas dirinya sendiri. bahkan terorisme. penguasa. Apropriasi itu berlangsung atas dua jalur. bisa lahir dan dilahirkan dari manusia yang tak lagi menggantungkan diri segala tekanan dari luar. atau kimia. 32 . Dengan tidak memperpanjang segala kontroversi pendapat Nietzsche. jika mau merujuk pada Nietzsche.

tidak substansial. gotong royong dan lain-lain. Elite yang menganggap diri berwenang untuk menetapkan sikapsikap mana yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. kekeluargaan. sopan santun ketimuran. unsure-unsur positif warisan budaya bangsa perlu dilestarikan. Dia mengancam karena tidak sejati. melainkan memperkaya. Disini kita mendengarkan bahwa bangsa Indonesia tidak mengenal oposisi. atau menelusuri filsafat Perancis bagi orang timur pasti sangat rewarding. Yang pasti menarik. yaitu jalur keprihatinan terhadap budaya bangsa. bahwa bertindak berdasarkan keyakinan sendiri adalah individualisme. Kedua. Dia mendapat ekspresi dalam dua sub lagu yang bersama menghasilkan paduan suara atau duet harmoniselite yang prihatin. Mengagumi karya karya seni Italia. berkebalikan dengan yang pertama. manusia latah. Dengan menetapkan apa yang termasuk budaya bangsa. Sub lagu yang pertama disebut lagu museum . terungkap dalam pembicaraan tentang kebudayaan masyarakat yang dikatakan tidak cocok untuk pembangunan.xviii Hal-hal diatas secara tegas menyatakan bahwa demi budaya bangsa elitelah yang sebaiknya menentukan arah pembangunan. Kebudayaan itu membuat kita menjadi manusia plastic. semu. Yang merekayasa adalah elite yang berbeda dari masyarakat yang menganggap dirinya sudah mempunyai budaya yang sesuai dengan pembangunan. Sama dengan orang barat yang mengenal dan mencintai kebudayaankebudayaan Timur. manusia kosong. tidak bersikap konfrontatif. Sub-lagu yang kedua mau melindungi budaya nasional terhadap pengeruh buruk dari luar. Tantangan Kebudayaan Masyarakat kita yang berbudaya akan beruntung apabila mengenal dan akrab dengan beberapa kebudayaan barat. bahwa masyarakat kita bermusyawarah daripada memperjuangkan hak-haknya. pelancongan ke dalam kebudayaan lain tidak cenderung memiskinkan persepsi tentang kebudayaan sendiri. Jalur itu juga melegitimasi penundaan proses demokratisasi : selama masyarakat masih memiliki mentalitas yang tidak cocok dengan pembangunan. Menurut jalur ini budaya masyarakat perlu direkayasa supaya sesuai dengan pembangunan.xix 33 . dan ersatz. Pertemuan dengan kebudayaan lain selalu memperkaya kita sendiri. Disini termasuk pakaian nasional. Kebudayaan yang sungguh-sungguh mengancam kita adalah kebudayaan modern tiruan. taritarian. elite menetapkan kelakuan masyarakat yang mana sesuai dan yang mana tidak sesuai. dan oleh karena itu asing. manusia terasing. manusia tanpa kepribadian. ia belum dapat ikut dalam proses penentuan arah perjalanan bangsa Indonesia.Pertama.

Oleh : Tito Kusuma Wardhana. yang tidak memiliki kesopanan dan tidak halus budi pekertinya. yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti. berupayalah untuk benar-benar menerapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk ikut serta menyelesaikan masalah tersebut. dan status. dan sekaligus tidak menyentuh kebudayaan teknologis modern yang sesungguhnya. kesopanan dan budi pekerti atau manusia tersebut biadab. Norma menjadi suatu hal yang penting untuk dapat dijadikan sebagai konsep yang dapat mengukur bagi manusia yang mempunyai akhlak mulia. kepenuhan hidup. Manusia beradab dengan demikian adalah manusia yang mempunyai akhlak mulia. Akhirnya kita hanya seolah-olah menjadi manusia modern. Para ilmuwan memiliki banyak konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban. Carilah solusi dari permasalahan 4. Buatlah analisa berkaitan dengan permasalahan (5W +1H) 3.Sos 1. asal kita mau berpikir sendiri. Carilah permasalahan budaya yang paling dekat dengan anda 2. Kebudayaan yang dikatakan modern itu membuat kita lepas dari kebudayaan tradisional kita sendiri. Pengertian Adab dan Peradaban. TUGAS 1. kemantapan diri. Sedangkan manusia yang tidak mempunyai akhlak mulia.Kebudayaan tiruan itu mempunyai daya tarik luarbiasa sehingga mampu menyedot pandangan kita tentang nilai. Tetapi masalah yang muncul kemudian adalah. Namun ada beberapa konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban yang mungkin relevan dan dapat membantu mahasiswa di Indonesia agar dapat memahami konsep atau pengertian tersebut. Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekertixx. dan berhenti membuat penilaian sendiri. Ia menawarkan kemewahan. siapa yang memberikan ukuran manusia tersebut beradab atau biadab ?. dasar harga diri. maka kita akan menyebut manusia tersebut biadab. S. Norma adalah tingkah laku yang BAB III MANUSIA DAN PERADABAN 34 .

melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia. dan kehalusan budi pekerti dalam melakukan kontak sosial dengan masyarakat luas. ras. maju. kepandaian menulis. adat sopan santun pergaulan. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. Jika Huntington mendefinisikan peradaban (civilization) sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial. Orang yang sekedar bisa membaca karangan yang sederhana dan memahami 35 . ilmu pengetahuan. yang dalam bahasa Inggris disebut cultured. ras. akhlak.xxiii juga memberikan definisi peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus. Dan Koentjaraningrat. pengertian lettered dalam hal ini tidak sekedar bisa membaca dan menulis hal yang sederhana. Orang yang cultured adalah juga yang lettered (melek huruf) namun. atau agama. kelanjutan dari proses (semacam urbanisasi) lewat ashabiyah (group feeling). yang dapat diterima oleh orang ramai dan yang sekaligus tentu saja diharapkan dari kita oleh masyarakat.dianggap wajar. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. yang membedakannya dari yang lain. cara berkehidupan yang sudah maju. kebudayaan. Sedangkan Ibnu Khaldun (1332-1406 M). lewat ashabiyah (group feeling). Hal ini sesuai dengan realita bahwa manusia memerlukan kesopanan. dan Ibnu Khaldun (13321406 M) yang melihat peradaban (umran) sebagai organisasi sosial manusia. dan merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi). Salah satu ciri yang penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya. kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. suku. dan indah seperti misalnya kesenian. yang menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. Pengertian peradaban juga dikemukakan oleh Fairchildxxii. atau agama. organisasi kenegaraan. peradaban disini dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. termasuk sistem IPTEK dan pemerintahannyaxxi. yang membedakannya dari yang lain. Dalam konteks peradaban Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. suku.

yang menjadi permasalahan bidang moralxxv. hukum. Wujud peradaban 1. Moral Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. apakah kita ini baik atau buruk. hasil kebudayaan adiluhung. Dalam dunia etika moral atau hukum. Etika Adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagimana sebaiknya manusia hidup dalam bermasyarakat. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. Norma Kata norma sudah begitu memasyarakat dan bukan monopoli dunia moral. Dalam pengertian yang demikian itu. kata norma berarti pegangan atau pedoman. Etika berarti juga kumpulan azas atau nilai moral atau kode etik. pembaca sastra dan peminat seni picisan misalnya. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. dan berdiskusi mengenai berbagai perkara yang abstrak dan rumit. aturan. membaca buku-buku yang berisi pemikiran dan renungan yang rumit. Dalam pengertian dasariah. Kata ini bernada menuntut perbuatan baik. dianggap unlettered (tidak melek huruf). Akibatnya. yang hanya bisa didapatkan dengan pendidikan yang tinggi tarafnya. 2. Kata ini telah lama digunakan dalam dunia meteologi. Orang yang cultured adalah yang mampu menghayati dan memahami. etika lebih populer 36 . Etika hampir sama atau dekat dengan moral dalam arti pertama. Wujud dan Perkembangan Peradaban. dianggap uncultered (tidak berbudaya). ekonomi. Orang yang cultured pergi menonton orkes simfoni. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. kebutuhan akan adab berarti kebutuhan untuk masuk ke dalam cara hidup yang mungkin oleh kebanyakan anggota masyarakat dianggap elit dan tidak egaliterxxiv. kata ini biasanya menyangkut orientasi tingkah laku dan tindakan manusia sesuai dengan takaran-takaran objektif. dalam kehidupan sosial terutama di Indonesia. etika adalah nilai-nilai dan norma-norma tentang apa yang baik dan yang buruk yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tinggkah lakunya. 2. Oleh karena itu. Arti ketiga. Arti kedua. sosial dan budaya. apa yang baik dan buruk. tolok ukurxxvi. 3.kesenian yang tidak kompleks misalnya.

Gelombang ini terjadi pada masa-masa tradisional. Evolusi budaya. Kehidupan sosial-budaya masyarakat pada gelombang ini pun masih dianggap tradisional. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. dan tingkat spiritual yang dimilikinya. juga masyarakat. the refer to more highly and less highly civilized peoples. Karakteristik utama melekat pada perbedaan tingkat intelektual. perasaan keindahan. 4. terjadi dalam 3 (tiga) gelombang.  Gelombang Kedua. More civilized usage would refer to more highly and less highly civilized peoples. dimana dimulai kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. Ada perbedaan antara nilai dengan norma. and spiritual attainments. etika berbicara. yaitu :  Gelombang Pertama. Reference is made to ‘civilized peoples’. Estetika Berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan. lebih dikenal dengan istilah etiket. menurut Alvin Tofler dalam bukunya “The Third Wave“xxviii. Yang ditandai dengan penemuan mesin 37 . the distinctly human attributes and attainments of a particular society. aesthetic technological. the term imolies a fairly high stage on the culture evolutionary scale. Dari pernyataan Sims tersebut dapat dikatakan bahwa peradaban merupakan pengembangan budaya. yang acuannya adalah nilai keadilan dari masyarakat itu sendiri. penguasaan teknologi. maka peradaban dapat pula berarti tahapan yang tingi pada skala evolusi. Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban Newel Le Roy Sims menyatakanxxvii : Civilization is the cultural development. Jika mengacu pada perbedaan manusia antara yang beradab dan biadab (manusia yang berbudaya). seperti etika makan. Misalnya: mengenai keadilan putusan pengadilan ada yang secara hukum. keselarasan (balance). Namun bisa jadi putusan tersebut belum memenuhi rasa keadilan bagi para pihak. dan kebalikan (contrast). mencakup kesatuan (unity). dari tinjauan norma yang ada sudah benar. Toffler menyebutnya sebagai revolusi agraris. atribut manusia secara jelas dan merupakan pencapaian masyarakat tertentu. Gelombang kedua dari evolusi budaya adalah tahap peradaban industri. In ordinary usage.dengan sebutan etiket yang berarti sopan santun. Dengan kata lain gelombang ini dianggap sebagai tahap peradaban pertanian. the determinative characteristic being intellectual. berpakaian dan sebagainya.

suasana batin yang lebih baik dan maju daripada kehidupan sebelumnya. uap. Peradaban dan Perubahan Sosial. suasana kehidupan yang serasi dengan kemajuan zaman. Modernisasi merupakan proses yang dilandasi oleh seperangkat rencana dan kebijakan yang didasari untuk mengubah masyarakat ke arah kehidupan masyarakat kontemporer yang menurut pemikiran para pemimpin lebih maju dalam derajat kehormatan tertentu. Modernisasi merupakan proses mengangkat kehidupan. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. mesin untuk mobil dan pesawat terbang. Gelombang ini dianggap sebagai tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. 3. sedang negara yang sedang berkembang dianggap sebagai negara yang sedang mengadakan modernisasi. dan kemudian menyebar lebih luas lagi kebeberapa daerah yang kebudayaannya jauh berbeda dengan kebudayaan barat (Eropa dan Amerika Utara). “modernization then is a conscious set of plant and policies for changing a particular society in the direction of contemporary societies which the leaders think are more ‘advanced’ in certain respect”. energi listrik. Penyebaran gejala modernisasi pada awalnya hanya terdapat pada daerah-daerah yang kebudayaannya satu jenis. pada kehidupan modern. Penyebaran modernisasi ini dilihat sebagai suatu hal yang biasa atau wajar. Koentjaraningratxxix menyatakan modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang. Modernisasi. Anthony D Smithxxx (1973:62) menyatakan modernisasi bukan semata-mata proses yang spontan dan tanpa perencanaan. Oleh karena itu. Toffler menyebutnya sebagai revolusi industri Gelombang Ketiga. Manifestasi proses modernisasi pertama kali tampak di Inggris pada abad ke 18 yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. karena modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. yaitu kebudayaan Barat yang direpresentasikan oleh Eropa dan Amerika Utara. Penemuan-penemuan di bidang tekhnologi informasi dan komunikasi dengan komputer atau alat komunikasi digital dapat dijadikan tolok ukur dalam evolusi budaya gelombang ketiga oleh Toffler ini. tercermin alam pikiran 38 .

2. Inkeles meninjau arti modernisasi sebagai sikap dan nilai-nilai yang ada pada manusia. sehingga modernisasi dapat pula kita batasi sebagai sesuatu pikiran yang hendak berusaha untuk mengharmoniskan hubungan antara lembaga-lembaga yang telah lama ada dengan ilmu pengetahuanxxxii. yang telah menjadi tradisi dengan menghindarkannya dari kerusakan dan sikap masa bodoh. sesudah datang perubahan dan pembaharuan. Menurutnya ada sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modernxxxiii. Alex Inkeles memberikan pendapatnya mengenai modernisasi dalam upaya melengkapi uraian-uraian tentang modern dan modernisasi. terutama disebabkan oleh penggunaan ilmu pengetahuan positif. Modernisasi sebagai konsep dalam kepustakaan ilmu-ilmu sosial dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru daripada yang bersifat tradisi. Dapat bersifat konservatif oleh karena sikap penyesuaian itu pada prinsipnya dan pada tujuannya yang terakhir masih hendak menyelesaikan yang lama. Opini. Sikap ini bukan suatu ketrampilan. Manusia dikatakan sebagai manusia modern apabila dia mempunyai disposisi untuk membentuk atau memiliki opini atau pendapat tentang berbagai masalah dan isu yang timbul tidak hanya yang berasal dari dalam lingkungannya namun juga yang berasal dari luar lingkungannya. Adapun sikap modern yang berarti mendahulukan sesuatu yang baru dari pada yang sudah menjadi tradisi itu. Sedang efek yang bersifat revolusioner adalah karena ada keinginan untuk sama sekali mengganti adat tradisi dengan cara meninggalkannya sama sekali. Seorang manusia modern memiliki sikap untuk siap menerima ha-hal atau pengalaman-pengalaman yang baru dan terbuka untuk inovasi dan perubahan. efektif. melainkan suatu sikap batin. yang antara lain yaitu : 1. Adapun efek-efek prkatis dari pada sikap modern itu dapat bersifat konservatif maupun revolusioner. Oleh karena modern adalah suatu sikap pikiran. ekonomis. dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan hal-hal yang sudah menetap dan menjadi adat kepada kebutuhan-kebutuhan yang baruxxxi. Sebaliknya manusia tradisional kurang bersikap untuk menerima ide-ide baru. cara-cara baru untuk berperasaan dan bertindak. efisien menuju ke kehidupan yang makin produktif. Dengan kata lain.rasional. 39 . maka orang yang bekerja di sawah dengan bajak memiliki suatu sikap modern dan dapat membuka pikirannya terhadap perubahan dan pembaharuan dan bersedia mengganti alat kerjanya dengan yang baru yang lebih efektif.

Mampu berbeda pendapat dengan orang lain dan menyatakannya adalah sikap manusia modern. 4. Masyarakat Madani. Manusia modern percaya bahwa manusia dapat belajar dalam batas-batas tertentu untuk menguasai lingkungannya guna mencapai dan memajukan tujuannya. Manusia modern dalam tata kerjanya mengadakan perencanaan dan pengorganisasian serta berpendapat bahwa cara-cara tersebut adalah baik untuk mengatur kehidupan. 5. Sikap bahwa segala sesuatunya itu dapat dilaksanakan dengan perhitungan. Manusia modern menjunjung tinggi suatu sikap bahwa pahala yang diterima oleh seseorang itu seharusnya seimbang dengan prestasinya dan kontribusinya di dalam serta kepada masyarakat dan tidak pada ukuran-ukuran lain yang tidak rasional. dimana segala sesuatunya sudah ditetapkan fungsi dan tempatnya. Manusia modern menghargai waktu dan manusia modern membuat rencana kerja berdasarkan waktu secara tetap. 6. Wirutomoxxxiv menerjemahkan kata “civil society” yang dikenal di Indonesia sebagai “masyarakat sipil”. Disini penekanannya bukan pada hasil yang dicapai tetapi lebih kepada kepercayaan bahwa suatu saat nanti dia dapat menguasai alam sekelilingnya. 7. Tekanan konsep ini lebih kepada hubungan antara pemerintah dan rakyat. Manusia di nilai modern apabila dia lebih banyak berorientasi ke masa yang akan datang dari pada berorientasi ke masa yang silam. Manusia modern lebih percaya pada ilmu dan tekhnologi. “masyarakat madani” atau “masyarakat adab”. Perencanaan (Planning). bahwa lembaga-lembaga yang terdapat di dalam masyarakatnya akan mampu untuk memcahkan segala persoalan. manusia modern memiliki sikap demokratis dengan tidak menolak opini-opini orang lain. 9. “masyarakat warga”.3. dan menganggapnya sebagai sebuah keanekaragaman opini tetapi tidak mudah begitu saja menerima opini orang lain tanpa pertimbangan-pertimbangan yang cukup. negara dan 40 . Manusia modern menghargai harkat manusia lain. Pada dasarnya konsep ini sebenarnya sudah lama. Sikap modern ini tampak sekali pada sikap yang ditujukan kepada wanita dan anak-anak. Faktor waktu. Perbedaannya dengan manusia tradisional adalah dalam menghadapi permasalahannya manusia tradisional lebih banyak berorientasi pada “nasib” atau pada klasifikasi-klasifikasi kosmis. 8. berasal dari kata societas civilis atau political society.

Konsep Cicerio ini mencakup kondisi individu maupun masyarakat secara keseluruhan yang telah memiliki budaya hidup di kota yang menganut norma-noram kesopanan. Kode hukum itu merupakan ciri dari masyarakat atau komunitas politik yang beradab. perdamaian dan kedamaian. Karl Marx (1818-1883) kemudian mengikuti pendapat Hegel dengan mengatakan bahwa civil society disebut juga masyarakat borjuis yang merupakan ciri masyarakat barat modern. pada prinsipnya masyarakat madani mengarah kepada terciptanya masyarakat yang demokratis dan dapat menghargai hak-hak azasi manusia sebagai individu yang sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan atau ditentukan oleh AlQuran. persaudaraan antar umat beragama. dalam ceramahnya di festival Istiqlal tahun 1991. yang hidup pada abad pertama sebelum kristus. Jadi.masyarakat. Tetapi lebih luas lagi konsep ini sering juga dikaitkan dengan “peradaban masyarakat” (civilization) yaitu suatu kualitas kebudayaan masyarakat yang ditandai oleh supremasi hukum. serta konsistensi penegakan hukum berdasarkan kebenaran dan keadilan. maka muncul konsep civil society sebagai arena bagi negara yang aktif dalam politik. Pada perkembangannya. yang merupakan pendapat dari Cicerio. Karena bidang politik pada masa lalu selalu dikaitkan dengan negara. Safrudin Setia Budi membedakan pengertian antara masyarakat madani dan civil societyxxxv. Dia menjelaskan bahwa istilah masyarakat madani diperkenalkan pertama kali oleh Timbalan Perdana Menteri Malaysia. Sedangkan istilah Civil Society. Datuk Anwar Ibrahim. melainkan masyarakat ekonomi. hak dan kewajiban warga negara. Dengan kata lain bahwa civil society adalah aspek non-politis dalam masyarakat 41 . istilah civil society lebih ditekankan kepada “masyarakat politik”. etika politik. yang berhadapan dengan masyarakat di luar Romawi yang (oleh bangsa Romawi dianggap) belum beradab. pada akhir abad 17 dan awal abad 18. yang membedakan diri dari lingkungan keluarga atau masyarakat kecil yang dipimpin oleh bapak keluarga atau bapak masyarakat yang belum melek politik. berasal dari kata latin yaitu “Civilis Societas”. Konsep ini tertuang dalam piagam Madinah yang bernuansakan islami yang berisi wacana kebebasan beragama. Pengertian awalnya terkait dengan konsep tentang warga dan bangsa Romawi yang hidup di kota-kota yang memiliki kode hukum. Istilah masyarakat madani berdasarkan pada konsep negara kota Madinah pada tahun 622 masehi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. persatuan. Namun konsep “masyarakat politik” ini mendapat bantahan dari Hegel (1770-1871) yang mengatakan civil society bukanlah masyarakat politik dengan tekanan-tekanan moral yang mewarnai perilaku mereka.

Dan keempat. Ke dua pengertian tersebut dapat dianggap saling mengisi serta saling melengkapi. konsensus dan ideologi.modern yang sekarang kapitalis. Kunto Wijoyoxxxviii membahas mengenai hubungan antara negara dan masyarakat ke dalam 4 (empat) konsep. sebab secara historis bisa dilihat bagaimana perjalanan bangsa ini yang tertatih-tatih dalam penegakan demokrasinya. Kedua. Sedang pengertian masyarakat madani di Indonesia adalah perpaduan antara pengertian masyarakat madani yang tercantum dalam Piagam Madinah dengan civil society yang berkembang dalam negara-negara industri. maka bila selama ini masyarakat madani yang lazimnya disetarakan dengan civil society belum terbentuk di Indonesia. yaitu Pertama. Gramsci yang menyatakan bahwa negara adalah mewakili paksaan dan dominasi. Dari pengertian masyarakat madani di Indonesia. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. Masyarakat Yang Beradab. masyarakat terpecah antara kepentingan pribadi dan umum. Marx menyatakan bahwa negara dalam masyarakat kapitalis tidak lebih hanya badan pelaksana kepentingan borjuis. adalah pandangan A. kuncinya pada demokratisasi yang belum berjalan. sedang masyarakat mewakili budaya. bersamaan dengan itu hapus pula represi. menyatakan ada hubungan fungsional antara masyarakat dan negara. bahwa negara adalah alat represi dari negara. di Indonesia masyarakat madani masih berada pada tataran perdebatan. berasal dari pandangan K. antara individu dan masyarakat. Lebih lanjut. berasal dari pikiran Hegel yang menyatakan bahwa yang rasional adalah aktual dan yang aktual adalah rasional. sedang keberadaan negara adalah aktual yang lahir karena di dalam masyarakat terjadi konflik. Menurut Sulardixxxvii. Dan Indonesia berada pada suasana ketiga. Dengan terpisahnya masyarakat dan negara. Ketiga. dan penerapannya disesuaikan dengan karakteristik manusia modern Indonesia yang bersifat Sosialis Religiusxxxvi. Beberapa ratus tahun yang lalu bangsa-bangsa Barat beranggapan bahwa banyak masyarakat lain di berbagai benua 42 . 4. yakni terpisahnya antara political society dan civil society. Oleh karenanya kemerdekaan sejati tidak akan ditemukan dalam masyarakat. dan perdebatan mengenai konsep masyarakat madani di Indonesia tidak terlepas dari apa yang terjadi pada hubungan masyarakat dan negara. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. Marx. dalam negaralah kemerdekaan itu terwujud. muncul satu pertanyaan bagaimana dengan realitasnya di Indonesia ?.

Jika ada masyarakat yang biasa menggunakan jari tangan untuk makan. (2). misalnya peradaban Suku Inca. Indonesia yang terdiri atas begitu banyak masyarakat tentu memiliki sejumlah norma-norma yang berbeda satu sama lain. maka kita mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial. disamping berkebudayaan tinggi. dan cara kehidupan yang sudah maju. Pendekatan terhadap peradaban juga berbeda-beda . Dalam pengertian ini jelas bahwa ada berbagai peradaban di dunia bahwa masyarakat memiliki peradaban yang barbeda satu sama lain. misalnya. dianggap tidak beradab karena tingkah laku mereka tidak bisa diterima oleh orang ramai menurut ukuran Barat. Bangsa-bangsa India dan Aborijin. Bisa juga dikatakan bahwa masyarakat yang memiliki peradaban itu. dan berbudaya. Peradaban juga mengacu pada cara kehidupan yang nyaman. namun jika kita periksa lebih jauh ada hal-hal yang khas. Contoh-contoh yang kita sebut itu juga mengacu pada suatu taraf yang tinggi dari masyarakat yang memiliki kesatuan sejarah dan kebudayaan. Konsepkonsep itu selintas tampak serupa. Misalnya. karena mereka dianggap tidak memiliki kesopanan dan kehalusan budi menurut norma yang ditetapkan peradaban Barat. dan (3). Sekarang tentu saja keadaan itu berangsur-angsur berubah.tidak beradab. Hindu dan Barat. meskipun dimana-mana masih saja pemaksaan norma semacam itu. Situasi semacam itu pada dasarnya merupakan pemaksaan norma suatu bangsa terhadap bangsa lain. kebudayaan. juga sudah mengembangkan tekhnologi dan sistem pemerintahan yang memungkinkan kebanyakan anggotanya menikmati kenyamanan hidup. Dalam kebudayaan Barat. manusia beradab adalah yang berpendidikan. masyarakat bisa saja menganggap tidak beradab begitu juga jika ada masyarakat yang biasa makan ikan mentah atau melakukan ritual dengan cara memenggal kepala orang. Namun. Mesir Kuno. Contoh-contoh itu segera menunjukkan bahwa. beradab atau tidaknya suatu masyarakat hanya bisa ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Kebudayaan. tentu harus ada norma jika kita tetap ingin membicarakan beradab tidaknya suatu masyarakat. meskipun tampaknya ditinjau dari berbagai pendekatan. Cara berkehidupan yang sudah majuxxxix. yang menyebabkan berbeda dari masyarakat lain. pendidikan dalam pengertian ini tentu menuntut ukuran Barat. yang membedakannya dari peradaban lain. Islam. Dalam pengertian ini kita mengenal. ada suatu hal yang sama yakni (1). yakni perkembangan masyarakat pada suatu kurun waktu dan tempat tertentu . namun dasarnya boleh dikatakan sama. Mungkin. Kristen. Jika kita mengaitkan kebutuhan akan adab ini dengan peradaban. Organisasi sosial. Asia Timur. misalnya. yang tentunya berbeda dengan 43 . sopan.

5. Kualitas hidup manusia bukan hanya diukur dari materi dan sekedar gaya hidup. Begitu juga dengan bintang di malam hari yang tampak bergerak mengelilingi bumi. yang muncul dari arah timur dan hilang menuju ke arah barat bahkan terjadi setiap hari.peradaban Asia Timur. intelektualitas. Kemajuan Iptek Bagi Peradaban Manusia Tekhnologi lahir karena adanya kebutuhan manusia pada masa terdahulu. Observasi yang sistematis terhadap peristiwaperistiwa yang terjadi di lingkungan sekitar manusia serta pemikiran atau perenungan tentang sebab-sebab terjadinya beberapa peristiwa di lingkungan manusia ini telah melahirkan “suatu kesimpulan sementara” yang pada zamannya telah dianut oleh sebagian besar masyarakat. dan menulis. dan pengalamannya. Ketenangan. membaca. yang akhirnya melahirkan suasana kehidupan ideal berupa ketenangan. kedamaian. peradaban Asia Timur telah menghasilkan kebudayaan bushido di masa lampau. persitiwaperistiwa di lingkungan manusia yang menjadi obyek perhatian adalah peristiwa-peristiwa yang bersangkutan dengan alam. Tapi nilai kerohanianlah yang tertinggi dan menjadi penentu dari kwalitas hidup manusia. peradaban Cina memiliki ciri penting. yakni keampuhan menguasai kesenian. Pada awalnya. Kesetiaan kepada atasan dan harga diri merupakan ciri khas. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. Meskipun secara sederhana mereka dapat membuat alat-alat yang hasilnya dapat mereka gunakan untuk memudahkan pekerjaan mereka atau meningkatkan hasil kerja mereka. Di Jepang. dan sebagainya. ketentraman. 44 . Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. Hal ini berarti mereka telah melakukan kegiatan atau proses yang menghasilkan produk yakni alat-alat dan dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan. pergerakan matahari di siang hari. misalnya. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. oleh karena itu jabatan penting dalam pemerintahan ditentukan oleh hal-hal tersebut. Di zaman lampau. misalnya. Dua hal antara lain menyebabkan bunuh diri menjadi ritual yang harus dilakukan jika harga diri seorang tidak ada lagixl. kenyamanan. Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat. yang sampai sekarangpun masih terasa cirinya dalam masyarakat. Sedangkan sains atau ilmu pengetahuan berawal dari sifat ingin tahu manusia. Manusia adalah ukuran bagi segala. kesejahteraan.

Disamping itu. Segi positif dari adanya peralatan telekomunikasi dan peralatan tekhnologi informasi yang makin canggih atau modern. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sendiri dapat membawa dampak positif maupun dampak negatif. maka beberapa kelompok masyarakat dari beberapa negara dapat berinteraksi dengan mudah. yang berakibat pada terpengaruhnya orang-orang tertentu terhadap tayangan tadi yang kemudian melakukan tindakan-tindakan kekerasan seperti yang ia lihat di tayangan tersebut. Bahkan budaya suatu negara akan lebih mudah diketahui dan bahkan di tiru oleh bangsa atau negara lain. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin cepat dewasa ini. Hal ini dapat diambil contoh misalnya penggunaan mikroskop elektron dalam bidang geologi pada pertengahan abad ke-20 telah membawa kemajuan dalam penelitian terhadap fosil-fosil. teori serta hukum yang dikemukakan oleh para ilmuwan membawa dampak pada penemuan tekhnologixli. Ruang dan waktu menjadi sangat relatif dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. namun dalam perkembangannya. Hal ini tentu akan berakibat pada adanya perubahan nilai budaya pada masyarakat tertentu. penggunaan mikroskop ini dalam bidang metalurgi amat berguna dalam penelitian tentang struktur suatu logam. karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat. Bahkan Indar Siswarinixlii mengatakan bahwa perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi membuat dunia menjadi sempit. seksualitas maupun gaya hidup hedonisme mereka. bisa saja ditiru dan dapat dijadikan pedoman dalam berkehidupan oleh sebagian masyarakat Indonesia. banyak orang yang melihat dari tayangan televisi (yang merupakan kemajuan produk tekhnologi elektronika) melihat tayangan-tayangan kekerasan. konsep ilmu pengetahuan. Contoh lainnya adalah budaya sebagian masyarakat Amerika dengan kebebasannya. Dari beberapa contoh tersebut dapat dikatakan bahwa. terutama generasi mudanya. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar. saat ini telah menjadi sebuah kekuatan yang justru (baik disadari ataupun tidak) telah “membelenggu” perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Sebagai contoh misalnya. dan dalam kecepatan yang makin tinggi. ilmu pengetahuan dan tekhnologi memiliki kaitan yang sangat erat. telah menumbuhkan cakrawala pandangan manusia. Dapat diambil contoh yaitu dalam bidang telekomunikasi dan tekhnologi informasi. teknologi telah menjadi pengarah hidup 45 . Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu atau ekstensi kemampuan diri manusia.Di lihat dari awal lahirnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi memang tidak terdapat keterkaitannya sama sekali.

terutama terjadi dalam awal abad ke-21. Berbagai ekspresi sosial-budaya yang sebenarnya asing. yang tidak memiliki basis dan presiden kulturalnya dalam masyarakat kita semakin menyebar pula dalam masyarakat kita. Arus ini didorong oleh kemajuan tekhnologi yang berkembang dengan cepat dalam abad ke-21 ini. Arus informasi dan komunikasi telah membuat makin globalnya berbagai nilai budaya. Bahkan secara mendalam telah terjadi interaksi budaya yang sangat intensif yang menjurus ke arah terciptanya nilai budaya universal. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi. atau dengan kata lain proses perubahan yang sekarang berlangsung merupakan proses perubahan dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. Bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa era tekhnologi industri yang berkembang sejak abad ke18 akan digantikan oleh sebuah era baru yaitu era tekhnologi informasi. Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia Saat ini dunia sedang menghadapi arus perubahan besar. keterasingan pada diri sendiri atau pada perilaku sendiri. Jadi dapat dikatakan pula bahwa revolusi di bidang informasi dan komunikasi (yang menggeser bidang industri). sehingga memunculkan kecenderungankecenderungan “gaya hidup” baru yang tidak selalu positif dan kondusif bagi kehidupan sosial budaya masyarakat dan bangsa. sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap melanggar norma tunggal masyarakat. akibat 46 . dapat dikatakan bahwa saat ini sedang tercipta sistem-sistem nilai global yang berlaku dimana-mana. Azyumardi Azra menyatakan bahwa disorientasi. Jadi. dislokasi atau krisis sosial-budaya umumnya dikalangan masyarakat kita (masyarakat Indonesia) semakin bertambah dengan kian meningkatnya penetrasi dan ekspansi dari budaya Barat (khususnya Amerika) sebagai akibat proses globalisasi yang hampir tidak terbendungxliii. Akibat lain dari globalisasi yaitu masyarakat mengalami anomi atau tidak punya norma atau heteronomy atau banyak norma. di samping akan berkembangnya pandangan-pandangan baru.manusia. yang nantinya akan (bahkan telah) membuat konsep-konsep lama mengenai tata hubungan antar bangsa menjadi usang. Selain itu juga terjadinya disorientasi atau alienasi. yang akan mempengaruhi kecenderungan perubahan mendasar dalam kehidupan manusia yang salah satu aspek diantaranya ialah kecenderungan globalisasi.

kawasan-kawasan. kelompok-kelompok keagamaan. semuanya memiliki budaya yang berbeda-beda pada tingkat keragaman budaya yang berbeda-beda pulaxliv. seperti Indonesia. Dunia Kedua. merupakan representasi dari negara-negara maju tetapi secara sosial-ekonomi “baru” maju karena bantuan-bantuan yang diberikan oleh Barat seperti Jepang. namun di sisi lain masyarakat Indonesia mengalami “ketakutan” dengan dampak negatif dari globalisasi yang dapat merusak nilai-nilai (sosial-budaya) yang telah ada. yang mewakili dunia-dunia yang beru berkembang atau kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonominya masih tertatih-tatih untuk maju. jika masyarakat Indonesia ingin maju maka mengisolasi diri dari globalisasi dianggap sebagai kesalahan karena menolak peluang dan kesempatan untuk maju. kelompok-kelompok etnis. pembagian dan pengelompokan dunia dalam bidang sosial-ekonomi sudah tidak relevan lagi. Dapat diambil contoh yaitu di Indonesia. Benturan Peradaban (The Clash of Civilization). keadaan dunia terbagiterbagi menjadi beberapa bagian yang bertujuan untuk membedakan-bedakan dunia menurut kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) suatu negara. Konstelasi politik dunia internasional yang terjadi pasca perang dingin tidak lagi menjadikan isu-isu sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) sebagai tolok ukur dalam membagi dunia.pertemuan budaya-budaya yang tidak sepenuhnya terintegrasi dalam kepribadian kita. dan lain-lainnnya. budaya Sumatra atau Batak berbeda dengan dengan budaya Kalimantan atau Dayak. Setelah Perang Dingin usai. Pembagian dunia saat ini mengarah kepada hal lain yaitu atas dasar budaya dan peradaban. yang merepresentasikan dunia-dunia maju secara sosial dan ekonominya seperti Amerika dan aliansi Eropa-nya. Ada tiga bagian di dunia selama Perang Dingin yaitu Dunia Pertama. Selama Perang Dingin berlangung. Desa-desa. Masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami dilematis karena globalisasi. nasionalitas. Tetapi 47 . Dan Dunia Ketiga. Australia dan lainlainnya. Korsel. budaya orang-orang di daerah-daerah di Indonesia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. maka untuk menghindari dampak negatif dari globalisasi salah satunya solusi alternatifnya adalah dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Tetapi. Budaya Jawa berbeda dengan budaya Sunda. Peradaban adalah suatu entitas budaya. dimana masyarakat Indonesia (secara langsung maupun tidak langsung) dituntut untuk terbuka terhadap globalisasi. Dan jika masyarakat Indonesia memutuskan untuk maju dan dengan sadar menerima globalisasi.

seperti misalnya yaitu peradaban Barat. Arab dan Cina. Tetapi. mempunyai satu budaya yang sama yaitu Budaya Asia. dan interaksi dunia akan dibentuk oleh peradaban-peradaban besar yang beberapa diantaranya adalah peradaban Barat. dan Asia serta lainlainnya. Mereka semua merupakan peradabanperadaban. Karena itu suatu peradaban adalah pengelompokan tertinggi dari orang-orang dan tingkat identitas budaya yang paling luas yang dimiliki orang sehingga membedakan dari spesies lainnya. dengan adanya redefinisi ini. namun juga bisa mencakup tentang sejarah sebuah negara bangsa. Pada masyarakat Arab juga memiliki identitas budaya yaitu Budaya Arab yang membedakan mereka dari masyarakat Cina dengan Budaya Cina. Asia. dan kalaupun garis-garis pemisah antara peradabanperadaban itu biasanya tidak tajam. memiliki dua sub peradaban yaitu peradaban Eropa dan Amerika Utara atau Peradaban Islam yang memiliki tiga sub peradaban yaitu Arab. Malaysia.kesemuanya sama-sama berbudaya Indonesia. Ia dibantu oleh unsur-unsur obyektif yang sama: seperti bahasa. Suatu peradaban meskipun dapat mencakup sebagian besar orang atau masyarakat. dan dengan peradaban ia memberi identifikasi dirinya secara intens. Jerman dan lainlainnya tidak bisa menghapus identitas budaya mereka yaitu Budaya Barat (hal yang sama juga berlaku untuk Amerika). Namun. Orangorang atau bangsa-bangsa bisa dan melakukan redefinisi identitas mereka. Italia. Peradaban Barat misalnya. Eropa. institusi. Islam dan lain-lainnya. tapi nyata. dan juga dibatasi oleh unsur-unsur subyektif. Peradaban merupakan entitas yang jelas. komposisi dan batas-batas peradaban berubah. konflik yang mungkin akan terjadi di masa mendatang akan terjadi sepanjang garis pemisah budaya yaitu identitas peradaban itu sendiri. Di sini dapat dilihat bahwa peradaban bisa juga bercampur aduk dan tumpang tindih. bukanlah menjadi bagian dari entitas budaya yang lebih luas. agama. Identitas peradaban dianggap suatu hal yang sangat penting di masa yang akan datang. identifikasi diri dari orang-orang ituxlv. Jadi dapat dikatakan bahwa peradaban adalah tingkat identifikasi yang luas yang dimiliki orang. Turki. yang 48 . Amerika. ada juga peradaban yang mencakup beberapa peradaban atau sub-sub peradaban. Tetapi satu hal yang pasti yaitu Barat (Eropa dan Amerika). Begitu pula dengan budaya-budaya yang ada di Eropa. sejarah. sehingga membedakan dengan mereka yang dari Malaysia atau yang dari Brunei Darussalam. Prancis. Amerika Latin. Perbedaan budaya antara Inggris. Arab. tetapi yang pasti. dan Melayu. Brunei Darussalam dan sekitarnya di wilayah Asia. adat-istiadat. Budaya yang berbeda-beda antara Indonesia.

Di Lagos. “Seorang Ibo mungkin. Katolik Eropa “yang taat”. Interaksi antara orang yang berbeda peradaban semakin meningkat. Peradaban terdiferensiasi oleh sejarah. ini ditemukan pada agama Kristen Barat. dan konflik tidak dengan sendirinya melahirkan kekerasan. 49 . individu dengan kelompok. perbedaan antara peradaban tidak hanya riil. ia adalah seorang Nigeria. Ketiga. Imigrasi dari Afrika Utara ke Perancis melahirkan kebencian di antara orang-orang Perancis terhadap para imigran dari Afrika Utara tersebut.saling memisahkan peradaban-peradaban tersebut. bahasa. Gerakan-gerakan. orang tua dengan anak. Menurut Huntington xlvi . Perbedaan ini hasil proses berabadabad. proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial dunia membuat orang atau masyarakat tercerabut dari identitas lokal mereka yang sudah berakar dalam. tradisi. Banyak agama dunia yang telah dapat mengisi gap (jurang pemisah) ini. seorang Ibo Owerri atau seorang Ibo Onitsha di daerah Timur Nigeria. perbedaan antara peradaban telah menimbulkan konflik yang paling keras dan yang paling lama. Di Inggris. Perbedaan peradaban melahirkan perbedaan dalam memandang hubungan manusia dengan Tuhan. Demikian juga halnya dengan.” Interaksi antara orang-orang atau bangsa-bangsa yang berbeda peradaban meningkatkan kesadaran peradaban mereka sehingga pada gilirannya memperkuat perbedaan dan kebencian yang merentang atau dipandang merentang jauh ke belakang dalam sejarah. Interaksi yang meningkat ini mempertajam kesadaran dan rasa perbedaan peradaban antara orang-orang atau masyarakat yang berbeda peradaban tapi juga mempertajam kesadaran akan kesamaan-kesamaan yang terdapat dalam peradaban-peradaban itu. jauh lebih mendasar daripada ideologi atau rezim politik. kebebasan dengan kekuasaan. ia adalah seorang Afrika.. apa yang diungkapkan Donald Horowitz. dan yang lebih penting lagi adalah agama. suami dengan istri. warga dengan negara. di samping memperlemah negara-bangsa sebagai sumber identitas mereka. hak dengan kewajiban. dunia sekarang semakin menyempit. Mereka tidak mudah hilang. tapi bersamaan dengan itu terjadi peningkatan penerimaan imigran Polandia. budaya. hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Pertama. dan kesejajaran atau kesamaan dengan hirarki. Perbedaan tidak mesti melahirkan konflik. Kedua. ia hanya seorang Ibo. Orangorang Amerika bereaksi lebih negatif terhadap penanaman modal dari Jepang daripada penanaman modal dari Canada dan negara-negara Eropa.. sering dalam bentuk gerakan yang dicap “fundamentalis”. tapi juga mendasar. Di New York. Tapi selama berabad-abad.

Kelima. 50 . agama mendiskriminasi secara tajam dan ekslusif sesama manusia. Orang semakin banyak mendengar meningkatnya kecenderungan-kecenderungan untuk “kembali ke dalam” dan “Asianisasi” di Jepang. dan dapat berwarga-negara ganda. kalangan profesional. Ini merupakan ketentuan yang tak bisa berubah. Keempat. Hinduisme. dan menjadikan peradaban mereka sebagai sumber bagi pembentukan dunia tersebut. Orang bisa menjadi separuh Perancis dan separuh Arab. yang kaya bisa menjadi miskin. orang yang aktif dalam gerakan fundamentalis adalah orang-orang muda. dan sekarang perdebatan tentang Westernisasi lawan Rusianisasi di negeri Boris Yeltsin. Barat yang berada di puncak kekuatannya berhadapan dengan non-Barat yang semakin berkeinginan untuk membentuk dunia dengan cara-cara mereka. “Unsekularisasi dunia. karakteristik dan perbedaan budaya kurang bisa menyatu dan karena itu kurang bisa kompromi dibanding karakteristik dan perbedaan politik dan ekonomi. sampai ke Sudan. orang-orang komunis bisa menjadi demokrat. kegagalan ide-ide Sosialisme dan Nasionalisme Barat dan kemudian “reIslamisasi” Timur Tengah. memberikan suatu basis identitas dan komitmen yang mentransendensikan batas-batas bangsa dan menyatukan peradaban-peradaban. teknisi kelas menengah dan pengusaha. masalah kuncinya adalah “Anda berada di pihak mana?” dan orang dapat memilih mau berada di pihak mana. Dalam konflik antara peradaban. Keenam. Tapi sulit untuk menjadi setengah Katolik dan setengah Muslim. dan kemudian dapat berpindah ke pihak yang lain. Di negaranegara bekas Uni Soviet. Di satu sisi. Di kebanyakan negeri dan agama. masalahnya adalah “Anda ini apa?”. Bahkan lebih dari etnisitas. tumbuhnya kesadaran peradaban dimungkinkan karena peran ganda Barat. dan sebaliknya yang miskin menjadi kaya. atau apa yang disebut Gilles Kepel “la revanche de Dieu”. regionalisme ekonomi semakin meningkat. dan juga Islam. dan ini mungkin akibat posisi Barat tersebut. kembalinya ke fenomena asal sedang berlangsung di antara peradaban-peradaban non-Barat. jawaban yang salah terhadap pertanyaan itu bisa berarti anda akan (bahkan dipastikan) kehilangan kepala. “adalah salah satu fakta kehidupan sosial dominan di penghujung abad 20 ini”. Dan di sisi lain. Kebangkitan agama.Judaisme. Sebagaimana kita ketahui.” kata George Weigel. Buddhisme. berpendidikan universitas. dari Bosnia. Kaukasus. Barat berada di puncak kekuatan. Dalam konflik kelas dan ideologi. Berakhirnya warisan Nehru dan berlangsungnya “Hinduisme” India. Tapi orang-orang Rusia tidak bisa menjadi orang Estonia dan orang-orang Azeris tidak bisa menjadi orangorang Armenia.

menghadapi kesulitan dalam menciptakan entitas ekonomi yang sebanding di Asia Timur karena masyarakat dan peradaban Jepang unik. melahirkan respon balik dari peradaban-peradaban lain. kepandaian manusia dan sebagainya di mana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas. Perbedaan budaya dan agama menciptakan perbedaan-perbedaan dalam masalah-masalah kebijakan. untuk mempertahankan kekuatan militernya dan untuk memajukan kepentingan ekonominya. perdagangan. dan Amerika. Sebaliknya Jepang. Bagaimanapun kuatnya perdaganagan dan hubungan-hubungan investasi yang mungkin dapat dikembangkan Jepang dengan negara-negara Asia Timur lainnya. berdiri sendiri. mulai dari hak asasi manusia sampai imigrasi. dan lingkungan. hal ini mengakibatkan pemerintah dan kelompokkelompoknya akan semakin berusaha memobilisasi dukungan dengan daya tarik agama yang sama dan identitas peradaban. Canada. Misalnya perkembangan kesenian. 51 .Proporsi perdagangan seluruhnya yang dulu bersifat intra-regional bangkit antara tahun 1980-1989. Di satu sisi. Masyarakat Eropa bersandar pada landasan budaya Eropa yang sama dan agama Kristen Barat. Semakin pemerintah tidak mampu memobilisasi dukungan dan membentuk koalisi atas dasar ideologi. Ringkasan Banyak perbedaan pendapat dari para ahli tentang perbedaan antara peradaban dan kebudayaan yang berlangsung sejak lama. IPTEK. Di pihak lain. upaya-upaya Barat untuk mendukung nilai-nilai demokrasi dan liberalisme sebagai nilai-nilai universal. Berakhirnya negara-negara yang berbasis ideologi di Eropa Timur dan bekas Uni Soviet memungkinkan identitas dan kebencian etnik tradisional mencuat ke permukaan. Pentingnya blok-blok ekonomi regional tampaknya terus meningkat pada masa yang akan datang. regionalisme ekonomi yang berhasil akan memperkuat kesadaran peradaban. perbedaan budaya Jepang dengan negara-negara tersebut menghambat dan mungkin menghalangi integrasi ekonomi regional yang terus meningkat seperti yang dialami Eropa dan Amerika Utara. regionalisme ekonomi hanya bisa berhasil jika ia berakar dalam budaya yang sama. Yang paling penting. Namun dari perbedaan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan tentang peradaban yaitu peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. indah dan maju. Keberhasilan Wilayah Perdaganagan Bebas Amerika Utara tergantung pada konvergensi budaya Meksiko.

tekhnologi dan seni yang telah maju. sedang negara yang sedang berkembang 52 . Keempat wujud peradaban ini juga dapat dijadikan acuan bagi perkembangan peradaban. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. Dengan demikian. Etika dan Estetika. yang terjadi pada masa-masa tradisional. Modernisasi pertama kali muncul di Inggris pada abad ke 18 yang ditandai dengan adanya perubahan dalam secara besarbesaran dalam sector industri yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. Salah satu bentuk peradaban adalah modernisasi. tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. Dan jika ada nilai-nilai peradaban sebuah bangsa atau negara yang cenderung dipaksakan agar diterima oleh bangsa atau negara lain maka yang terjadi adalah benturan terhadap nilai-nilai tersebut atau seperti yang dikatakan oleh Samuel P. spiritual yang terlihat dalam masyarakatnya. keindahan. Huntington yaitu terjadinya Clash of Civilization (benturan peradaban). peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. Norma. sehingga taraf kehidupannya semakin kompleks. hal ini karena peradaban tiap-tiap bangsa atau negara mempunyai standar dan parameter tersendiri untuk dapat dikatakan sebagai sebuah bangsa atau negara yang beradab. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. Wujud peradaban sendiri terdiri dari empat hal yaitu Moral. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. tekhnologi. tahap peradaban industri. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti.Konsep peradaban sendiri tak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. Modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. kedua. Peradaban yang merupakan perkembangan dari kebudayaan memiliki tahapan peradaban yang disebut dengan evolusi budaya yang terdiri dari tiga gelombang yaitu pertama. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingakatan peradaban tertentu. Dengan demikian. dan yang ketiga.

Civil Society b. Manusia adalah ukuran bagi segala. Manusia Sebagai Makhluk Terbaik Ciptaan Allah. intelektualitas. Dari sedikit pemaparan diatas dapat di ambil sebuah kesimpulkan yaitu ketenangan.dianggap sebagai negara yang mengadakan modernisasi. 3. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. Clash of Civilization 6. kenyamanan. Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai perangkat kelengkapannya yang 53 . dengan syarat bertitik tolak dari rasio. Apa yang dimaksud dengan : a. BAB IV MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Oleh : Drs H Misno A Lathief. tahapan-tahapan dari Jelaskan sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modern ?. 2. Bentuk lainnya dari peradaban dapat juga dilihat dari konsep Masyarakat Madani yang ingin diterapkan di Indonesia atau dalam kancah dunia internasional disebut dengan Civil Society (Masyarakat Sipil). Masyarakat Madani d. 4. ketentraman. dan pengalamannya. Jelaskan secara ringkas perbedaan antara peradaban dan kebudayaan serta berikan contohnya masing-masing ! Sebutkan dan jelaskan perkembangan peradaban ?. Pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya. M.Pd 1. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. Modernisasi c. dari Diskusikan dengan teman anda 3 . 5. Jelaskan dampak positif dan negatif perkembangan IPTEK bagi peradaban manusia ?.5 orang tentang faktor-faktor penyebab terjadinya benturan peradaban dari Samuel Huntington ?.

Kita bisa bayangkan seandainya rambut alis. hidung. tangan dan kaki tidak ada yang terlepas dari unsur-unsur keindahan tersebut. sehingga membuat penampilan manusia menjadi indah. Dengan kekontrasan warna bola mata seperti ini menjadikan penampakan wajah manusia menjadi indah pula. telinga. atau sebaliknya hanya berwarna putih saja ?. dan lainnya. dan unity (kesatuan) Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah memenuhi semua unsur tersebut. bulu mata. sehingga dapat menampakkan wajah seseorang memiliki daya tarik pada orang lain. gigi. masing-masing rambut yang tumbuh di tubuh manusia ternyata memiliki tingkat pertumbuhan yang kontras antara satu dan lainnya. secara jasmani keberadaan tubuh manusia juga mengandung unsur-unsur nilai estetika (keindahan). maka keberadaan wujud manusia sungguh teramat baik. yaitu dengan bola mata yang berwarna-warna. Sementara rambut lainnya seperti. Hal ini merupakan indikator dari kekontrasan rambut manusia. Selain unsur kelengkapan rohani yang berupa akal. mata. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah kalau mengandung setidaknya 3 unsur. dan kehendak. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya bola mata manusia itu tidak mengandung kekontrasan. misalnya hanya berwarna hitam saja. Kesempurnaan kejadian manusia difirmankan oleh Allah dalam Surat At Tiin ayat 5. Manusia Indonesia dianugerahi oleh Allah bola mata berwarna putih dan hitam. dan jenggot tidak bisa tumbuh memanjang sebagaimana rambut di kepala.kompleks. Harus diakui dan disyukuri bahwa kejadian manusia dilihat dari dimensi apapun apabila dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah. Secara anatomis mulai dari bentuk dan ukuran kepala badan. yang artinya: “Sungguh Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. maka hal ini tentu akan mengurangi kualitas keindahan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. bulu mata bisa memanjang seperti rambut di kepala. rasa. 54 . Unsur kontras atau pertentangan ditampakkan antara lain dalam: rambut. maka penampilannya tidak lagi akan memiliki nilai keindahan. bahkan bentuk wajah. Mata manusia mengandung unsur kekontrasan pula. alis. Kalau ada manusia yang memiliki bola mata dengan hanya satu warna saja. yaitu contrast (pertentangan). Bentuk kontras dari rambut misalnya. Sedangkan simetri dan keseimbangan terdapat pada keberadaan mata. Rambut di kepala ternyata bisa tumbuh dengan subur dan bisa memanjang. Kepala dengan ukuran yang tentatif bagi setiap orang mengandung ketiga unsur keindahan. kumis. simetry/balance (keserasian/keseimbangan).

mungkin sebaliknya yaitu bisa menakutkan kepada manusia lainnya. Nilai keindahan seperti dicontohkan di atas akan menjadi lebih konkrit jika ditambah dengan adanya unsur simetri dan keseimbangan. Bola mata ada dua biji, telingga juga dua bagian seimbang dan simetry, hidung walaupun satu tetapi lobangnya dua dan menghadap ke bawah, kesemuanya melengkapi betapa manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang indah. Keberadaan tangan dan kaki juga demikian. Unsur keindahannya berupa kontras sangat tampak sekalipun banyak manusia yang kurang menyadari. Coba perhatikan bagaimana pertentangan yang terjadi antara langkah kaki dan ayunan tangan ketika seseorang sedang berjalan?. Ketika kaki kanan melangkah ke depan, ternyata secara reflektif diikuti oleh ayunan tangan kiri yang ke depan, dan sebaliknya. Dengan gerakan reflektif seperti ini menjadikan penampilan manusia dalam berjalanpun tampak serasi dan indah. Unsur unity atau kesatuan sebagai bagian dari sifat keindahan yang juga terdapat pada diri manusia ditampakkan dalam wujud keberadaan manusia secara totalitas. Artinya semua sifat-sifat keindahan yang dimiliki oleh manusia baik secara fisik maupun psikis akan memiliki arti indah apabila unsur unity sebagai suatu sistem juga terpenuhi. Secara anatomis yang disebut sebagai manusia adalah wujud utuh adanya fisik dan psikis atau jasmani (badan) dan rohani (ruh). Manusia memiliki sifat indah tersebut apabila kedua unsur ini yaitu badan dan ruh berada dalam satu sistem, tidak hanya salah satu fisik saja, atau dalam kondisi tidak utuh. Sebab bagaimanapun baiknya bentuk fisik manusia dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah apabila tidak dalam kondisi utuh (sistem), maka nilai keindahannya akan berkurang, bahkan hilang atau tidak ada sama sekali. Wajah misalnya dikatakan cantik atau tampan apabila wajah tersebut berada dalam satu sistem dengan bagianbagian tuhuh yang lain. Coba bayangkan kira-kira bagaimana cantiknya wajah seseorang kalau ternyata hanya tampak kepalanya saja di hadapan kita tanpa ada bagian tubuh lainnya ? 2. Manusia Sebagai Makhluk Individu Manusia sebagi makhluk individu memiliki identitas tersediri yang berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan ini meliputi berbagai aspek kehidupan yang melekat kepadanya. Mulai dari ukuran bentuk fisik, wajah, sifat, sampai pada identitas yang paling umum yaitu nama. Kalau ada nama yang sama antara satu individu dengan individu lainnya itu bukan berarti bahwa di antara kedua manusia tersebut benar-benar sama atau

55

identik. Nama yang sama yang dimiliki oleh masing-masing individu sifatnya hanyalaha kebetulan saja. Adakalanya seseorang agak sulit membedakan di antara dua orang yang kembar siam. Mana yang lebih tua atau sebaliknya. Sepintas kalau diamati mungkin di antara keduanya sepertinya tidak terdapat suatu perbedaan yang signifikan. Namun sebagai makhluk individu yang merupakan sunnatullah, pasti di antara keduanya memiliki perbedaan. Kondisi seperi ini sebenarnya sekaligus juga mengingatkan kepada manusia bahwa Allah itu betapa maha kuasa, maha besar, maha hebat mencipta makhluk tak pernah kehabisan bentuk-bentuk wajah baru. Bisa dibayangkan manusia di dunia yang sudah hampir mencapai dua milliard, tidak ada satupun yang memiliki wajah sama, baik di antara sesam lelaki maupun perempuan. Ketidak samaan tersebut juga sebagai kodrati yang membuat kehidupan manusia menjadi harmoni dan serasi dalam keseimbangan. Bagaimana kira-kira kehidupan di dunia ini seandainya ada manusia yang benar-benar sama antara satu dengan lainnya, terlebih lagi jika berjumlah banyak. Mungkin bisa terjadi istri orang akan diakui sebagai istrinya, dan sang istripun tidak menolak karena yang mengaku tersebut benar-benar seorang lelaki yang identik dengan wajah suaminya. Manusia sebagai makhluk individu memiliki karakteristik atau sifat-sifat seagai berikut. 1) Satu kesatuan yang utuh, terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis, selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. 4) Memiliki nilai tersendiri, prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. 5) Sulit dinilai, yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. 3. Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan Individu Pada dasarnya terjadinya perbedaan invidu satu dengan individu lainnya disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal lebih banyak berhubungan dengan hereditas, sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. Namun demikian keadaan dua faktor tersebut sebenarnya juga masih belum memberikan suatu gambaran yang jelas sebagai penyebab terjadinya perbedaan di antara individu-individu yang ada. Sebagai suatu contoh dua orang anak yang memiliki kemampuan hampir sama di dalam kelas tertentu, pada umumnya tidak disebabkan oleh faktor yang sama. Anak yang

56

satu mungkin memiliki bakat atau potensi yang baik sehingga walaupun dengan lingkungan yang kurang menguntungkan ia mampu mencapai taraf kepandaian atau kemampuan tersebut. Namun akan mustahil ia akan dapat mempunyai kemampuan tersebut tanpa ada suatu usaha belajar dari yang bersangkutan dalam lingkungan lain yang lebih baik. Sebaliknya individu yang kedua ia bisa mencapai tingkat kepandaian tersebut karena lingkungannya memberikan fasilitas ke arah itu. Misalnya orang tuanya termasuk keluarga terdi-dik (guru). Akan tetapi perlu disadari bahwa lingkungan yang baik belum merupakan suatu jaminan bagi seseorang untuk secara otomatis mau memanfaatkan lingkungannya. Seorang anak yang berasal dari keluarga dokter walaupun di rumah tempat prakteknya terdapat sejumlah peralatan kedokteran, kalau dalam dirinya tidak ada minat untuk untuk menjadi dokter ia tidak akan tertarik untuk menggunakan alat-alat tersebut. Demikian halnya dengan anak dari keluarga terdidik, ia tidak akan bisa menjadi anak pandai apabila ia tidak mempunyai perhatian terhadap pelajaran-pelajaran sekolahnya. Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa di antara kedua faktor tersebut baik internal maupun eksternal terdapat pola-pola kombonasi dan interaksi yang cukup kompleks, sehingga kadang-kadang tidak mudah bagi kita untuk membedakan akibat-akibat manakah yang benar-benar ditimbulkan oleh internal (hereditas) dan akibat mana yang ditimbulkan oleh faktor eksternal (lingkungan). Kadang-kadang masih ada orang memperdebatkan manakah yang lebih penting antara hereditas dan lingkungan ? Perdebatan mengenai pertanyaan semacam ini sebenarnya tidak akan membawa kepada suatu penyelesaian karena rumusannya masih terlalu kabur. Sama halnya kalau kita berdebat mengenai mana yang lebih penting pada sebuah mobil, mesinnya atau bahan bakarnya. Begitu juga tidak dapat kita katakan, manakah yang lebih penting pada seorang individu : hereditasnya atau lingkungannya karena kedua faktor itu sangat diperlukan. Kalau orang berbicara tentang perbedaan-perbedaan individu atau perbedaan antara kelompok-kelompok individu yang ingin diketahui orang sebenarnya adalah apakah manusia yang berbeda karena hereditasnya berbeda ataukah karena lingkungannya yang berbeda. Dengan rumusan semacam ini pertanyaan di atas lebih berarti untuk dipersoalkan, karena mungkin saja sebuah mobil jalannya lebih cepat karena mesinnya yang lebih baik atau karena bahan bakarnya yang lebih baik. Dua buah mobil yang sama kondisi mesinnya, satu diisi premium dan satu lagi bensin biasa, maka kedua mobil itu akan berbeda kecepatan larinya. Begitu juga halnya kalau dua

57

Dua orang manusia sama halnya dengan dua mobil tadi. lingkungan sebagai tinggi dan individu sebagai luas dari segi empat itu. Jadi individu bukan hereditas ditambah lingkungan akan tetapi hereditas kali lingkungan. A C B Individu A potensi hereditasnya biasa-biasa saja. Jadi kedua faktor tersebut sama pentingnya dan mutlak harus ada. Hereditas maka tidak mungkin akan terbentuk luas yang merupakan individunya. Mereka mungkin memiliki hereditas yang sama akan tetapi perkembangannya menjadi berbeda oleh karena diasuh dan dibesarkan dalam dua buah lingkungan yang berbeda.buah mobil yang berbeda kondisi mesinnya. meskipun samasama diisi premium tidak akan sama cepat larinya. Sebaliknya dua orang yang diasuh dalam lingkungan yang sama mungkin akan memperlihatkan perkembangan yang berbeda. kalau dua orang tadi memiliki hereditas yang berlainan.. Perhatikan gambar di bawah ini. karena kalau salah satu bagian hilang. Hereditas dapat dilukiskan sebagai dasar dari suatu segi empat. Gambar Interaksi Hereditas dan Lingkungan Dengan gambar tersebut Individu yang jelas bahwa seorang individu tidak Sedang berkembang hanya ditentukan oleh hereditasnya saja atau oleh Iingkungannya saja. tetapi lingkungannya cukup bagus sehingga menghasilkan kondisi Hereditas Gambar Kondisi Lingkungan dan Hereditas terhadap Perkembangan Individu Lingkungan Lingkungan 58 . Setiap individu adalah merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. Hubungan antara hereditas dan lingkungan lebih tepat kalau digambarkan sebagai suatu hasil perkalian dan bukan sebagai hasil penjumlahan.

Di sini pendidikan termasuk sebagai lingkungan. Selanjutnya individu C perkembangan pribadinya jauh melebihi A dan B. sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan bagi individu manusia. yaitu duakali luas kotak A maupun B. Nativisme memandang pribadi manusia yang baru lahir bertolak belakang dengan Empirisme. Bagaimanapun kuatnya alasan kedua pandangan tersebut. Nativisme memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu nativus (bakat). dan kondisi lingkungan yang baik pula. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. potensi bawaan dari lahir (Nativisme). Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa 59 . Oleh sebab itu faktor pendidikan menurut pandangan ini tidak diperlukan adanya. maka luas kotak C jauh lebih luas. maka dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa sangat tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas kosong tersebut. maka akan jadi anak yang baik. Suatu kenyataan bahwa potensi hereditas yang baik saja tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. Karena kondisinya yang bersih belum ada tulisannya sama sekali. namun keduanya dianggap kurang realistik. Teori ini juga disebut sebagai Tabularasa (meja lilin). sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakat yang dibawanya. yaitu pandangan para pakar pendidikan yang melihat aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh lingkungan (Empirisme). karena pribadi C didukung oleh faktor potensi hereditas yang baik. Ilustari dari gambar di atas dalam dunia pendidikan dikenal dengan hukum dasar pendidikan. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Pandangan ketiga tampaknya mengkompromikan kedua pandangan di atas. Dengan dukungan yang positip dari kedua faktor tersebut. Tulisan yang akan menggores pada kertas kosong tersebut itulah yang dikategorikan sebagai lingkungan.perkembangan pribadi seluar kotak yang ada. dan perpaduan antara lingkungan dan potensi bawaan (Konvergensi) Pandangan Empirisme yang dipelopori oleh John Lock (1632-1704) mengatakan bahwa anak yang baru lahir bagaikan kertas putih yang tidak ada tulisan apa-apanya. Kalau yang menggores tulisan yang baik. Namun potensi ini kurang mendapatkan dukungan dari lingkungan di mana B berada. dan sebaliknya apabila yang menggores tersebut adalah tulisan yang jelek jadilah ia anak yang jelek. Luas kondisi perkembangan pribadi B hampir sama dengan A walaupun potensi hereditasnya lebih baik daripada A.

Malahan sebaliknya. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). individu-individu dengan hereditas yang 60 P = HxE . Dalam suatu daerah yang terpencil di mana tidak ada sekolah. Kalau lingkungan individu A dan B dikalikan 2 (dua) maka perbedaan luas A dan B akan menjadi jauh lebih besar daripada perbedaan luas sebelumnya. dibutuhkan suatu lingkungan yang kaya yang penuh dengan rangsang-rangsang yang tepat. Dengan demikian jika kita mewujudkan perbedaan individu yang disebabkan oleh faktorfaktor hereditas. Kembali kepada gambar di atas. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama di antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). Menurut jalan pikiran yang telah dikemukakan di muka. Lingkungan dapat mengurangi timbulnya perbedaanperbedaan individu. Teori tersebut diformulasikan dalam sebuah rumus sebagai berikut. televisi dan media pendidikan lainnya seorang anak yang cerdas akan tetap menjadi buta huruf seperti anakana. perpustakaan. Akan tetapi dalam lingkungan yang lebih baik. Suatu lingkungan tidak dengan sendirinya merangsang seorang individu untuk berbuat: Effektivitas dari lingkungan bergantung kepada bagaimana interprestasi individu yang bersangkutan terhadap nilai dari lingkungan tersebut. Setiap pribadi adalah hasil konvergensi faktor internal dan eksternal. perbaikan lingkungan yang diberikan secara sama kepada sejumlah individu justru akan memperbesar perbedaan-perbedaan individu tersebut. Keterangan: P = Personality (kepribadian) H = Heredity (hereditas) E = Environment (lingkungan) Pelajaran penting yang bisa diambil dari cara pelukisan semacam ini ialah bahwa memperbaiki keadaan lingkungan untuk sejumlah individu secara serentak tidak akan mengurangi perbedaan individu. Untuk jelasnya baiklah kita berikan suatu contoh. Hal ini bisa kita terangkan dengan menggunakan effektivitas daripada lingkungan seperti yang sudah pernah kita singgung di muka. anak yang lebih cerdas tadi akan berkembang jauh lebih pesat dar ri anak-anak lainnya.k lain di daerah itu. misalnya jika kepada mereka diberikan kesempatan untuk bersekolah sampai setinggi-tingginya.didukung potensi hereditas yang baik.

Mereka memiliki kualitas yang kira-kira bersamaan meskipun lingkungan dan hereditas mereka masing-masing berbeda. Meskipun bukan maksudnya untuk membentuk individu yang sama. karena kalau dia mati maka berarti bahwa riwayatnya pun akan habis pula. Banyak cerita-cerita tentang manusia yang hidup menyendiri seperti misalnya cerita Robinson Crousoe yang diceritakan sebagai manusia yang hidup sendiri. Begitu pula tokoh tarzan di dalam film yang diberi pasangan seorang wanita sebagai teman hidupnya. Dengan demikian dari lukisan ini kita bisa menarik suatu pelajaran bahwa kualitas yang bersamaan yang dimiliki oleh dua orang individu mungkin saja ditimbulkan oleh faktorfaktor yang berbeda. 61 . Untuk tiap-tiap kelas seolah-olah sudah ditentukan sebelumnya. akan tetapi dalam praktek kadang-kadang kita memerlukan sekelompok individu yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang bersamaan. sedangkan terhadap anak-anak yang agak lemah kurang usahanya kita berikan perhatian dan bantuan yang lebih banyak. Sebagai suatu contoh dapat kita kemukakan pengajaran di sekolah-sekolah kita. namun hal itu membuktikan bahwa pengarang sudah mempunyai perasaan tentang kehidupan bersama antar manusia. 4. Walaupun temannya pria itu juga. Untuk mencapai maksud ini harus kita adakan semacam Kompensasi : artinya terhadap anak yang satu yang sudah miliki kecerdasan. Manusia Sebagai Makhluk Sosial Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri. Kalau kita menengok kembali gambar di atas. Akan tetapi pengarangnya tak dapat membuat suatu penyelesaian tentang hidup seorang diri tadi. keadaan semacam ini bisa dilukiskan sebagai individu B dan C. lepas dari persoalan bagaimana hereditas yang mereka miliki. keberanian dan usaha yang lebih besar tidak perlu lagi kita curahkan perhatian yang terlalu besar. maka manusia pertama yaitu Adam telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia yang lain yaitu istrinya yang bernama Hawa. Dengan demikian .pada akhir tahun ajaran bisa kita mengharapkan sejumlah individu dengan kecakapan dan pengetahuan yang relatif bersamaan.berbeda-beda tidak akan dapat dibentuk menjadi individu yang sama dengan jalan menempatkan mereka dalam lingkungan yang sama. dan seterusnya. yang kemudian berketurunan pula. Kemudian muncullah tokoh “Friday” sebagai teman Robinson Crousoe. keterampilan-keterampilan atau pengetahuan apa yang seharusnya sudah dimiliki oleh anak-anak dalam kelas itu. namun demikian mengapa hidupnya harus bermasyarakat? Seperti diketahui.

Di lingkungan tempat tinggalnya akhirnya iapun tidak lagi menyendiri. Seorang Kiyai di Madura yang kontroversi juga gemar bertapa ketika masa mudanya. walaupun tanpa induknya. anjing. fisiknya tidak sekuat hewan-hewan besar. Memang apabila manusia dibandingkan dengan makhlukmakhluk hidup yang lainnya seperti misalnya hewan. Akan tetapi manusia tidak demikian. Keluarganya dibuat kebingungan sehingga harus merawat dan membawanya pulang dari tempat pertapaannya. bahkan jauh lebih sempurna daripada makhluk-makhluk lain ciptaan Allah. Hebatnya semua istrinya tinggal serumah dengan istri pertama sebagai manajernya. Manusia tanpa manusia lain takkan mampu bertahan hidup lama. Jadi sejak manusia lahir. Hewan-hewan seperti sapi. ia selalu akan berhubungan dengan manusia lainnya. diberi kuku dan gigi yang kuat untuk mencari makan sendiri. Akal tak dapat secara langsung digunakan sebagai alat hidup. bermain. Lagi pula. harus disusui. Bayi misalnya. keledai. ikan diberi alat khusus untuk dapat hidup di air. atau yang lainnya. sanggup hidup di udara dingin tanpa pakaian. Begitu siuman ia berangkat lagi ke tempat semula di mana ia bertapa. ia beristri dan karena sosialnya sekarang ia telah memiliki sepuluh orang istri. Bertapa dan menyendiri itu. Begitu seterusnya dan pada akhirnya iapun kembali pulang ke rumahnya. akan tetapi dapat diberdayakan untuk membuat berbagai alat kebutuhan yang diperlukan untuk kehidupan. Ia dirawat. dan bersifat temporer. akan tetapi manusia dia diberi kelengkapan untuk hidup dan kehidupannya yang sangat luarbiasa ampuhnya. Bahkan tidak jarang sampai pingsan karena tidak pernah makan dan minum. manusia tidak dikaruniai Tuhan dengan alat-alat fisik yang cukup untuk dapat hidup sendiri. demikian pula hewan-hewan lainnya seperti kucing. kuda. dan lain sebagainya. beruang. dia tak akan dapat hidup sendiri. disuapi. gajah. Manusia tak mungkin mampu bertahan seperti hewan-hewan tersebut menghadapi cuaca dingin hingga -52o C seperti di daerah Chascaton Canada. burung diberi sayap untuk dapat terbang jauh. yaitu akal. makan. Namun dengan kemampuan akal yang dimilikinya manusia mampu menciptakan pakaian dan 62 . Seekor anak ayam misalnya. harimau. disuapi dimandikan. mampu untuk mencari makan sendiri. dikasih minum hingga sadar atau siuman kembali. Harimau misalnya. dirangsang untuk berlatih berjalan. Katak diberi alat khusus untuk hidup di darat maupun di tempat-tempat berair.Apabila kita membaca cerita-cerita dari dunia wayang maka tokoh-tokoh seperti Arjuna yang sering bertapa dan menyendiri pada akhirnya juga kembali pada saudarasaudaranya. hanyalah untuk semntara waktu saja.

Kesemuanya itu menimbulkan kelompokkelompok sosial atau sosial-group di dalam kehidupan manusia ini. Dalam menghadapi lingkungan alam. Misalnya. penghangat. Di dalam hubungan antara manusia satu dengan manusia lain akan muncul suatu reaksi sebagai akibat dari hubungan tersebut. panas yang menyengat. perasaan. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong. Kelompokkelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuankesatuan manusia yang hidup bersama. manusia mempergunakan akal pikiran. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (masyarakat) 2. dengan mempergunakan akalnya. Reaksi ini menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. kalau ada seseorang menyanyi ia membutuhkan reaksi. manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu: 1. Dalam menghadapi alam sekeliling. bahkan panas dari terik matahari sekalipun. manuia menciptakan rumah. manusia harus hidup berkawan dengan manusia-manusia lain dan pergaulan tadi mendatangkan kepuasan bagi jiwanya. Apabila manusia hidup sendirian. oleh karena adanya hubungan antara mereka. pakaian. Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. Manusia juga harus makan. atau lainnya. Dengan kondisi semacam ini akan terbentuklah suatu kehidupan 63 . Di dalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakantindakan orang lain. Di daerah pantai. maka manusia akan berburu untuk mencari makanannya. entah yang berwujud pujian atau celaan yang merupakan dorongan bagi tindakan-tindakan selanjutnya. karena manusia tak mungkin hidup sendiri. manusia akan menjadi nelayan untuk menangkap ikan. penyejuk dan lain-lain. apabila alam sekitarnya hutan. untuk itu dia dapat mengambil makanan sebagai hasil dari alam sekitar. dan karsanya. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (=hewan sosial. misalnya udara dingin. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya Untuk dapat menghadapi dan menyesaikan diri dengan kedua lingkungan nya. maka terjadi gangguan dalam perkembangan jiwanya. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). karena sejak dilahirkan. agar badannya tetap sehat. disebut gregariousness.perlengkapan lainnya untuk melindungi diri dari ganasnya alam cuaca dingin. misalnya dalam keadaan terkurung di dalam sebuah ruangan yang tertutup sehingga dia tidak dapat mendengarkan suara orang lain atau tidak dapat melihat orang lain.

Dengan rasa kasih sayang manusia dapat hidup bersama dengan sejahtera. Physical Needs 5 4 3 2 1 2. Rasa aman di sini adalah bagaimana diri manusia dapat terlindung dari berbagai ancaman bahaya dari luar. dan lainnya. tempat tinggal. Maksudnya manusia akan berusaha mendapatkan kebutuhan lainnya apabila kebutuhan di bawahnya telah terpenuhi terlebih dahulu. Esteem Needs 5. 3) Memiliki rasa senasib seperjuangan. Self Actualization Needs Gambar Hirarki Kebutuhan Manusia Kebutuhan fisik manusia dalam hidup diperuntukkan bagi keberlang-sungan kehidupannya bersama-sama dengan manusia lainnya.bersama atau yang dikenal dengan istilah kelompok sosial. Ia membutuhkan orang lain sebagai bagian dari kehidupannya. Dengan kebutuhan kasih sayang pula manusia dapat melangsungkan garis keturunan ke generasi 64 . Selanjutnya apabila kebutuhan pokok ini terpenuhi maka manusia akan berusaha untuk mendapatkan kebutuhan di atasnya. Abraham Maslow dalam teorinya mengatakan bahwa manuisa itu memiliki kebutuhan yang bersifat hirarkis. Selanjutnya sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri. Kebutuhan tersebut bila digambarkan adalah sebagai berikut. 1. Kebutuhan ini diwujudkan dalam bentuk makan. 4) Berstruktur. berkaidah. dan mempunyai pola perilaku. Love Needs 4. Tujuannya semata-mata agar survive. minum dan lainnya. Bersama baik konteks kehidupan bermasyarakat maupun bersama dalam konteks kehidupan keluarga. Di sini letak kebutuhan manusia yang ketiga berupa kasih sayang. Dengan adanya kebutuhan ini manusia menciptakan pakaian. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 1) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. Safety Needs 3. yaitu rasa aman. 2) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.

seorang individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya dalam tiga kemungkinan : 1) menyimpang dari norma kolektif . Gila hormat termasuk penyakit hati yang harus dihindari. Selanjutnya kebutuhan puncak manusia ialah kebutuhan aktualisasi diri. tidak dapat dibuktikan bahwa manusia dapat hidup sendiri. tanpa komunikasi. saling menghor-mati dan menghargai. Sebagai pribadi yang memiliki kebutuhan harga diri sangat penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap ini untuk tujuan introspeksi bahwa di luar diri itu ada diri-diri lain yang sama-sama memiliki kebutuhan untuk dihargai. Suburnya sifat ini akan membuat seseorang menjadi gila hormat. pengorbanan. terjadi bila kepribadian individu tidak dominan sedangkan dia tidak mampu atau tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dengan selalu melakukan introspeksi akan tumbuh sikap positip yang akan melahirkan prilaku yang selalu akan memperhatikan kebutuhan orang lain. Fungsi Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial Sepanjang peradaban manusia. Misalnya dalam hal pakaian. Namun demikian ada pula sifat yang harus dihindari melalui kebutuhan harga diri ini. Unsur cinta kasih yang perlu dipertahankan dalam kehidupan bersama meliputi. 5. Sebagai pribadi manusia juga memiliki kebutuhan akan harga diri.berikutnya. yaitu sifat ingin selalu dihormati. atau ketika tampil dalam forum-forum yang melibatkan banyak orang. Dalam kehidupan bermasyarakat. Namun yang penting bagi seseorang dalam menampakkan kebutuhan ini ialah ia akan merasa memperoleh suatu kepuasan apabila ia dapat melakukan sesuatu yang menurut perasaannya melampaui orang lain. Setiap orang tentu akan merasa senang apabila ia diperlakukan manusiawi oleh manusia lainnya. Unsur-unsur kasih sayang ini sangat perlu dikembangkan dan dipertahankan baik dalam kehidupan berumahtangga maupun dalam bercinta kasih dengan sesama manusia lainnya. tanpa kawan. kejujuran. Sebaliknya seseorang akan merasa tersinggung apabila harga dirinya dilecehkan. 65 . pergaulan. Pada dasarnya terdapat dua keinginan pokok yang mendorong manusia untuk hidup mengelompok yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. Perlu disadari bahwa siapapaun orangnya apabila ia mau menghargai dan menghormati orang lain ia juga akan dihargai dan dihormati oleh orang lain. rasa tanggungjawab. Kebutuhan ini tercermin dari sikap penampilan manusia yang selalu ingin lebih dari orang lain walaupun sebenarnya sangat tentatif. ia akan selalu tampil dengan ciri dan sifatnya yang khas.

M. yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. perkawinan. rearing. in which affection and responsibility are equitably shared to become self-controlled and socially-motivated persons. yaitu: 1) keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. Definisi yang serupa dikemukakan oleh Francis E. dan atau adopsi. Merrill. 4) fungsi keluarga ialah memelihara. 3) hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. atau adopsi. Dari beberapa definisi tersebut dapatlah dirumuskan intisari pengertian keluarga. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. Dalam batasan tersebut. and or adoption. yaitu kesatuan sosial 66 . and one or more children. ibu. a mother. 2) hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. Batasan yang pada hakekatnya sama dikemukakan oleh A. Definisi-definisi tersebut di atas lebih menunjuk pada pengertian somah atau nuclear family. Menurut beliau. juga ditunjuk ciri-ciri dan tujuan keluarga. disamping sebagai kelompok sosial. 3) Mempengaruhi masyarakat (dominan) . Rose. Menurut kedua batasan tersebut. normally commposed of a father.2) Kehilangan individualitasnya (resesif) . and socialization of children and the providing of intimate responses between its members. merawat. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. or adoption. Bogardus. Keluarga merupakan salah satu cermin peran dimana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. demikian batasan yang dikemukakan oleh Emory S. a family is a group of interacting persons who recognize a relationship with each other based on common parentage. marriage. the family may be viewed as an enduring relationship of parents and children that performs such functions as the protection. perkawinan. Menurut Biro Sensus Amerika Serikat istilah keluarga diartikan sebagai :a group of two or more persons residing together who are related by blood marriage. dan anak. The family is a small social group. keluarga ialah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah. terjadi bila kepribadian individu kuat dan mampu mempengaruhi dan menaklukkan lingkungannya. In functional terms. terjadi bila kepribadian individu tersebut lemah dan takluk terhadap lingkungannya.

melainkan juga nenek. Sedangkan keluarga yang dibentuknya melalui perkawinannya dan anak-anak sebagai hasil perkawinannya itu disebut keluarga prokreasi. bibi. Nuclear family dan extended family tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Ex te Fa nde mi d ly Nuclear Family Gambar : Extended family dan Nuclear Family Keterangan: = laki-laki bersuami istri = perempuan bersaudara = beranakkan = = Keluarga dalam mana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasinya yang terpenting disebut keluarga orientasi. Kerap kali keluarga itu tidak hanya terdiri atas suami istri dan anakanaknya. kemenakan. Keanggotaan individu mula-mula dalam keluarga orientasi.yang terdiri atas suami istri dan anak-anaknya. 67 . kemudian karena perkawinan beralih kepada keluarga prokreasi. Nuclear family yang yang diperluas ini disebut Extended family. dan saudara-saudara lainnya. paman.

dan rekreasi dilakukan oleh keluarga terhadap anggota-anggotanya. dan sekularisasi maka keluarga dalam masyarakat modern kehilangan sebagian dari fungsi-fungsi tersebut di atas. Masri Singarimbun (1993) mengingatkan bahwa mobilitas penduduk yang semakin tinggi. Modernisasi. yang ditandai adanya kerjasama ekonomi. kontrak sosial yang longgar. perlindungan. Karena proses industrialisasi. keagamaan. yaitu melindungi. fungsi utama keluarga tetap melekat.Kedudukan individu dalam keluarga orientasi prokreasi itu dapat digambarkan sebagai berikut: dan K L A G O IE T S D N EU R A R NA I A P ORAI R K ES K lu rg e a a O n s rie ta i K lu rg e a a P k ai ro re s Gambar Keluarga Orientasi dan Prokreasi Keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan mulitifungsional. Namun dalam perubahan masyarakat. urbanisasi. Dengan demikian maka fungsi keluarga ialah : 1) Pengaturan 5) penempatan anak seksual dalam masyarakat 2) Reproduksi 6) Pemuas kebutuhan 3) Sosialisasi seseorang 4) pemeliharaan 7) Kontrol sosial Seiring perkembangan jaman. sosialisasi. industrialisasi. kemamkmuran dalam sistem kapitalisme liberal merupakan faktor yang mempengaruhi perubahan nilai keluarga dalam masyarakat. merupakan tantangan bagi keluarga masa kini dan yang akan datang. memelihara. Fungsi pengawasan sosial. nilai-nilai yang berubah. 68 . manusia yang semakin individualistik. dan memberikan suasana kemesraan bagi anggotanya Berdasarkan penjelasan di atas keluarga merupakan satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhkluk sosial. pendidikan. nilai-nilai ideal keluarga mengalami perubahan.

disebut sebagai sosial-experiences . Semakin mendalam penelitiannya. masyarakat kota. sosial experience mempunyai pengaruh yang besar di dalam pembentukan kepribadian seseorang. dan lainnya.6. Walaupun anggota-anggota keluarga tadi selalu menyebar. Pada saat demikian. kelompok siswa di sekolah. Sesuatu aspek yang menarik dari kelompok sosial tersebut adalah bagaimana caranya mengendalikan anggota-anggotanya. akan tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-perubahan baik dalam aktivitas maupun bentuknya. Hampir semua manusia. karena hubungannya dengan kelompokkelompok sosial lainnya di luar rumah dan bila mereka berkumpul terjadilah tukar-menukar pengalaman di antara mereka. Para sosiolog akan tertarik oleh cara-cara kelompok sosial tersebut dalam mengatur tindakan-tindakan anggotaanggotanya. maupun kelompok yang besar seperti masyarakat desa. walaupun sering kali hal itu sama sekali tidak disadarinya. Sebagai sosiolog. Suatu kelompok sosial cenderung tidak merupakan kelompok yang statis. Kelompok tadi dapat menambahkan alat-alat perlengkapan untuk dapat melaksanakan fungi-fungsinya yang baru di dalam rangka perubahan-perubahan yang dialaminya atau bahkan sebaliknya dapat mempersempit ruang lingkupnya. Dalam kehidupan berkelompok. sekaligus ia adalah salah satu anggota dari salah satu kelompok sosial tesebut dan sekaligus sebagai peneliti kehidupan kelompok tersebut secara ilmiah. di dalam menelaah masyarakat manusia banyak berhu-bungan dengan kelompok-kelompok sosial. Penelitian terhadap sosial-experiences sangat penting untuk mengeta-hui sampai sejauh mana pengaruh kelompok terhadap individu dan bagaimana reaksi reaksi individu terhadap pengaruh kelompok tersebut dalam proses pembentukan kepribadian.. Setiap anggota mempunyai pengalaman masing-masing. semakin timbul kesadarannya bahwa sebagian dari kepribadiannya terbentuk oleh kehidupan berkelompok tersebut dan bahwa dia hanya merupakan unsur yang mempunyai kedudukan dan peranan dalam kelompok tersebut. bangsa. pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yang dinamakan keluarga. Interaksi Sosial Seorang sosiolog. siang. pada waktuwaktu tertentu mereka pasti akan berkumpul seperti saat makan pagi. Saling tukar-menukar pengalaman tersebut. dan malam. baik yang kecil seperti keluarga. akan tetapi para anggota keluarga tersebut mungkin mengalami perubahan-perubahan sebagai akibat pertukaran pengalaman tersebut. agar supaya tercapai tata tertib di dalam kelompok 69 . tidaklah semata-mata terjadi pertukaran pengalaman.

Yang agaknya penting adalah bahwa kelompok tersebut merupakan tempat kekuatan-kekuatan sosial berhubungan. Berlangsungnya suatu kepentingan. seperti keluarga. 7. Sosiolog Jerman yaitu Georg Simmel mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok. Suatu ukuran lainnya ialah ukuran kepentingan dan wilayah. dikembangkan lebih lanjut dengan memperhatikan tinggi rendahnya derajat eratnya hubugan antara anggotaanggota kelompok sosial tersebut. Lain halnya dengan masyarakat yang kepentingan-kepentingannya yang secara relative bersifat tetap (permanent). rukun tetangga dan desa. Suatu masyarakat misalnya merupakan kelompokkelompok atau kesatuan-kesatuan atas dasar wilayah yang tidak mempunyai kepentingan-kepentingan yang khusus. Suatu kerumunan misalnya. oleh karena kepentingannyapun tidak berlangsung dengan lama. Georg Simmel mulai dengan bentuk terkecil yang terdiri dari satu orang sebagai fokus hubungan sosial yang dinamakannya monad yang kemudian diperkembangkan dengan meneliti kelompokkelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang yaitu dyad serta triad dan kelompok-kelompok kecil lainnya. 70 . merupakan kelompok yang hidupnya sebentar saja. justru dibentuk untuk memenuhi kepentingan yang tertentu. Di samping itu sebagai perbandingan.yang bersangkutan. Dalam analisisnya mengenai kelompok-kelompok sosial. bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut. korporasi. Ukuran lain yang diambil adalah atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut. Suatu association sebagai suatu perbandingan. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut berdasarkan berbagai criteria ukuran. berkembang mengalami disorganisasi. dengan kelompok-kelompok sosial seperti kota-kota. memegang peranan dan selanjutnya. Sudah tentu anggotaanggotanya sedikitnya sadar akan adanya kepentingankepentingan bersama walaupun hal itu tidak dikhususkan secara terinci atau dijabarkan lebih lanjut. di mana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan yang erat. dan Negara. ditelaahnya kelompok-kelompok yang lebih besar. Selanjutnya dapat dijumpai pula klasifikasi atas dasar ukuran derajat organisasi. Ukuran tersebut oleh sosiolog lainnya. merupakan ukuran lain bagi klasifikasi tipe-tipe sosial. Beberapa sosiolog memperhatikan pembagian atas dasar kelompokkelompok di mana anggota-anggotanya saling kenal mengenal (face to face groupings).

Akan tetapi. namun suatu hal yang penting adalah bagaimana keanggotaan pada kelompok-kelompok sosial (termasuk. daripada misalnya dengan suatu perusahaan besar atau Negara. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. juga harus diingat pada konsep-konsep dan sikap-sikap individu terhadap kelompok-kelompok sosial sebagai kenyataan subyektif yang penting untuk memahami gejala kolektivitas 7.Kelompok-kelompok sosial terdiri dari kelompok-kelompok yang terorganisir dengan baik sekali misalnya Negara. Keanggotaan masing-masing kelompok sosial tadi. Apabila kelompok sosial dianggap sebagai kenyataan dalam kehidupan manusia atau individu. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. sehingga bagi individu terdapat dorongan-dorongan tertentu pula sebagai anggota kelompok sosial. sehubungan dengan keanggotaan kelompok sosial yang tertentu. usia. pada masyarakat-masaarakat yang masih sederhana) tidak selalu bersifat sukarela.2 In-group dan Out-grup Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya dan bahwa 71 . rekreasi dan sebagainya keanggotaannya bersifat sukarela. misalnya atas dasar sex. sampai pada kelompok-kelompok yang hampir-hampir tak terorganisir seperti misalnya suatu kerumunan. memberikan kedudukan atau prestise tertentu yang sesuai dengan adat istiadat dan lembaga pemasyarakatan di dalam masyarakat. Dasar yang diambil sebagai salah satu alternatif untuk mengadakan klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial tersebut adalah jumlah atau derajat interaksi sosial atau kepentingan-kepentingan kelompok. Kelompok-kelompok sosial tersebut biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan.1 Kelompok-kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu Seorang warga dari masyarakat yang masih sederhana susunannya. dan rukun tetangga. individu biasanya menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. Suatu ukuran lainnya bagi si individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik oleh kelompok-kelompok sosial yang dekat seperti kehidupan keluarga. dan lainnya. sex. Dengan demikian maka terdapat derajat tertentu serta arti tertentu bagi individu-individu tadi. ras. atau oragnisasinya maupun kombinasi dari ukuran-ukuran tersebut. secara relatif menjadi anggota pula dari kelompokkelompok kecil secara terbatas. kelompok kekerabatan. 7.

“kami mahasiswa fakultas hukum” sedangkan “mereka mahasiswa Fakultas Ekonomi”. In-group dan out-group dapat dijumpai disemua masyarakat. Sikap etnosentris tersebut diajarkan kepada anggota-anggota melalui proses sosialisasi. Dalam masyarakat yang masih sederhana. walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama satu dengan lainnya. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. bersama dengan nilai-nilai budaya. Konsep tersebut dapat diterapkan baik terhadap kelompok-kelompok sosial yang relatif kecil samapi yang terbesar.kepentingan-kepentingan suatu kelompok sosial serta sikapsikap yang mendukungnya terwujud dalam pembedaan kelompok-kelompok sosial tersebut yang dibuat oleh individu. walaupun dalam masayarakat yang sederhana tadi perbedaanperbedaannya tak begitu tampak dengan jelas. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka” seperti misalnya. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa setiap kelompok sosial. Sikap in-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. walaupun dia menyadari sikapnya itu salah. Anggota-anggota suatu kelompok sosial tertentu. “kita warga R. baik secara sadar maupun secara tidak sadar. sehingga kadang-kadang sukar sekali bagi yang bersangkutan untuk mengubahnya. mungkin jumlahnya tidak banyak apabila dibandingkan dengan masyarakat yang kompleks. Kelompok-kelompok sosial dengan mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya.T 001” sedangkan “mereka warga R. bersifat relatif dan tergantung pada situasisituasi sosial yang tertentu.T 002”. Kecenderungan seperti ini disebut etnocentrisme. “kami pegawai negeri” dan “mereka pedagang”. yaitu suatu sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan mempergunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. Sikap etnosentris ini sering disamakan dengan sikap mempercayai sesuatu. selama para anggotanya mengadakan identifiasi dengan kelompoknya. Jelas bahwa apabila suatu kelompok sosial merupakan “in-group” atau tidak bagi individu. merupakan “in-group” bagi anggota-anggotanya. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnocentrisme. 72 . sedikit banyaknya akan mempunyai suatu kecenderungan untuk menganggap bahwa segala sesuatu yang termasuk kebiasaan kelompoknya sendiri sebagai sesuatu yang terbaik apabila dibandingkan denga kebiasaan kelompok lainnya.

sehingga tujuan individu menjadi juga tujuan kelompoknya. Setiap masyarakat mempunyai norma-norma yang mengatur hubungan fisik antara anggota-anggotanya yang kadang-kadang dapat 73 . Saling berbicara dan saling melihat merupakan saluran utama untuk pertukaran pikiran. adalah peleburan individu-individu dalam satu kelompokkelompok. belum cukup untuk menerangkan persyaratan yang penting bagi adanya suatu primary group. Kelompok-kelompok tersebut mempunyai makna utama dalam berbagai arti. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah “kelompok utama” dan “kelompok sekunder”. dengan kelompok-kelompok yang lebih besar di pihak lain. Konsep Cooley mengenai hubungan saling kenal mengenal. Menurut Cooley. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi tadi.3 Primary Group dan Secondary Group Dalam klasifikasi kelompok-kelompok sosial. Tentu ada kalanya terjadi perbedaan paham. perbedaan yang luas dan fundamental adalah perbedaan antara kelompokkelompok kecil di mana hubungan antara anggota-anggotanya erat sekali di satu pihak. Kedua. pertama bahwa anggota-anggota kelompok secara fisik berdekatan antara satu dengan lainnya. Syarat-syarat yang sangat penting adalah . sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan serta cita-cita kelompoknya.7. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masingmasing. Sudah tentu secara mutlak tak dapat dikatakan bahwa kehidupan serta hubungan antara anggota-anggota kelompok tersebut selalu harmonis. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok tersebut secara psikologis. namun kesemuanya itu untuk kepentingan kelompoknya juga. bahkan pertentangan. Supaya terjadi hubungan yang akrab di antara individu-individu yang ada mau tak mau secara fisik harus saling kenal mengenal. bahwa kelompok tersebut adalah kecil. memberi kemungkinan terbentuknya primary group. citacita. maupun perasaan. primary groups adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. Kenal-mengenal secara fisik. akan tetapi hal itu tergantung dari kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. dan ketiga adalah adanya suatu kelanggengan hubungan antara anggota-anggota kelompok yang bersangkutan. Secara singkat dapatlah dikatakan Primary Group adalah kelompokkelompok kecil yang agak langgeng (permanent) dan yang berdasarkan kenal-mengenal secara pribada antara sesama anggota kelompoknya.

norma-norma masyarakat seolah-olah memberikan suatu kelonggaran. misalnya di loket karcis kereta api tidak dilarang. RINGKASAN Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk ciptaan lainnya karena memiliki unsur rohani yang berupa akal. Walaupun misalnya sepasang suami istri yang telah berumah tangga selama 10 tahun seringkali bertengkar. rasa. Dalam suatu kelompok yang kecil. misalnya apabila seorang guru memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu memiliki sifatsifat sebagai berikut. sebetulnya tergantung dari seringnya individu-individu yang bersangkutan berhubungan dan mendalamnya hubungan tadi. Jadi suatu kontinyuitas tertentu merupakan pula suatu faktor dalam pembentukan primary group. akan tetapi hubugan antara mereka di tempat-tempat umum. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah jika mengandung 3 unsur. Sebagai makhluk individu manusia memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan manusia lainnya.). 74 . suatu sifat kelompok dan keakraban kelompok juga lebih mudah terwujud. Kecilnya kelompok juga merupakan salah satu syarat yang penting. seperti hubungan antara orang-orang dari kasta yang berbeda derajatnya. Keakraban dalam hubungan antar individu. seorang anggota. Semakin lama mereka berhubungan satu sama lain. simetry/ balance (keserasian/keseimbangan). semakin akrab pula hubungan antara guru dengan muridmuridnya. dan unity (kesatuan) Secara kodrati manusia adalah sebagai makhluk individu dan sosial. yaitu contrast (pertentangan). namun sangat sukar bagi masingmasing untuk hidup lepas satu sama lainnya. dalam masyarakat yang mempunyai system pelapisan masyarakat yang tertutup (misalnya di India. Memang dalam keadaan-keadaan tertentu hal itu mungkin terjadi. dapat ikut serta mengambil bagian dalam membentuk keputusan-keputusan kelompok tersebut.merupakan penghalang bagi terjadinya hubungan. secara pribadi. Selanjutnya. Dalam keadaan demikian. dan kehendak. secara jasmani yang mengandung nilai estetika (keindahan). oleh karena tidak mungkin seseorang pada waktu yang tertentu berhubungan dengan banyak orang sekaligus. semakin akrab pula hubungan tersebut. Akan tetapi ternyata kemudian bahwa semakin kecil kelas yang bersangkutan.

Jadi individu merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. Dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas tersebut. prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. Teori pertama menganggap bahwa aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh faktor lingkungan. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). Teori ini dipelopori oleh John Lock (1632-1704). yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). Faktor internal banyak berhubungan dengan hereditas. terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis. 5) Sulit dinilai. 75 . 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. dan sebaliknya. yaitu faktor internal dan eksternal. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa didukung potensi hereditas yang baik.1) Merupakan satu kesatuan yang utuh. 4) Memiliki nilai tersendiri. maka jadi anak baik. sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. Kalau yang menggores tulisan yang baik. Manusia satu berbeda dengan manusia lainnya disebabkan oleh dua faktor. Antara faktor internal maupun eksternal terdapat suatu interaksi yang saling mempemgaruhi sehingga dapat membentuk keribadian tertentu bagi setiap orang. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Teori berpendapat bahwa potensi hereditas yang baik tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. Teori ini memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu bakat sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakatnya. Teori kedua disebut dengan Nativisme. ia mengatakan bahwa anak lahir bagaikan kertas putih. Dalam dunia pendidikan pandangan terhadap kepribadian manusia sebagai hasil interaksi antara faktor internal dan eksternal melahirkan berbagai teori yang dikenal dengan hukum dasar pendidikan. selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal.

memberikan kedudukan atau prestise tertentu sesuai dengan adat istiadat dan yang ada. Intisari pengertian keluarga. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. 3) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. yaitu: 1) merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. dan lainnya. merawat. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 2) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. 2) terdapat hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. Demikian pula hewan-hewan lainnya Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. ras. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. tidak berdaya sehingga membutuhkan pertolongan orang lain. Berbeda dengan seekor anak ayam misalnya. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (hewan sosial. misalnya atas dasar sex. Keanggotaan masingmasing kelompok sosial. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. 4) Memiliki rasa senasib seperjuangan. Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kriteria. dan mempunyai pola perilaku. 4) berfungsi memelihara. dan atau adopsi. walaupun tanpa induk ia langsung mampu mencari makan sendiri. disebut gregariousness. individu menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. sex. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya 76 . Keinginannya untuk hidup bersama dengan manusia lainnya menimbulkan kelompokkelompok sosial. berkaidah. Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya kondisi manusia ketika baru lahir amat lemah. Pertama dipandang dari sudut individu.Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan manusia lain dalam kehidupannya. Akan tetapi. ibu. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. Keluarga merupakan salah satu cermin peran di mana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. 3) hubungan tersebut dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. dan anak. 5) Berstruktur. perkawinan. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. usia. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). Kelompok-kelompok sosial ini biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan.

Kelompok ini cukup signifikan. Misalnya. “kita warga R. 77 . Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnosentrisme. kelompok tersebut adalah kecil. Ketiga yaitu Primary Group dan Secondary Group. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah kelompok utama dan kelompok sekunder. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka”. Kedua In-group dan Out-grup. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan dan cita-cita kelompoknya. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masing-masing.T 001” sedangkan “mereka warga R. Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya dibandingkan dengan makhlukmakhluk lainnya ? Jelaskan mengapa manusi sebagai makhluk individu memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan individu-individu lainnya ? Jelaskan bagaimana pandangan teori-teori pendidikan terhadap konsep perkembangan kepribadian seseorang. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. Sikap out-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. Syarat penting dalam primary group adalah . terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok secara psikologis.T 002”. dan adanya suatu hubungan kontinyu di antara mereka. dan bagaimana menurut pandangan saudara sendiri ? Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa dikatakan sebagai makhluk sosial ? 2. 4. Primary groups merupakan kelompok sosial yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggotaanggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. anggota-anggotanya berdekatan. Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya. 3. Kelompok-kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya.bersifat sukarela.

Sos 1. pluralitas tidak dapat terwujud atau diadakan atau terbayangkan keberadaannya kecuali sebagai objek komparatif dari keseragaman dan kesatuan yang merangkum seluruh dimensinya. Pluralitas juga tidak dapat disematkan kepada kesatuan yang tidak mempunyai parsial-parsial. Sisi lain pluralitas adalah kemajemukan yang didasari oleh keutamaan (keunikan) dan kekhasan. Karena itu. Coba jelaskan dengan disertai contoh apa maksud dari sosialisasi? Jelaskan apa arti istilah-istilah di bawah ini a) animal social b) in-group out group c) primary-secondary group d) animal symbolicum e) animal educandum f) hayawanun natiq 6. Diskusikan dengan teman sekelompok antara 3 – 5 orang apa fungsi manusia sebagai makhluk individu dan sosial ? Jelaskan apa yang disebut dengan keluarga dan apa fungsinya ? Dalam kehidupan sosial terdapat proses sosialisasi. “keunikan” dan “kekhasan” tersendiri. 7. Pengertian Keragaman dan Kesetaran. Pria dan wanita adalah bentuk pluralitas dari kerangka kesatuan jiwa manusia.5. Sedang kesetaraan dapat diartikan sebagai “sama”. atau yang bagianbagiannya dipaksa untuk tidak menciptakan “keutamaan”. Selamat Bekerja BAB V MANUSIA. Bangsa-bangsa adalah bentuk pluralitas jenis manusiaxlviii. Tanpa adanya 78 . Keragaman dapat diartikan dengan suatu hal yang “banyak macamnya”. 8. Beberapa istilah yang dianggap sesuai dengan keragaman salah satunya ialah pluralitas (plurality) yaitu suatu konsep yang mengandaikan adanya “hal-hal yang lebih dari satu”xlvii. Anggota suatu keluarga adalah bentuk pluralitas dalam rangka kesatuan keluarga dan sebagai antitesis darinya. KERAGAMAN DAN KESETARAAN Oleh : Tito Kusuma Wardhana. “tidak berbeda” atau “sederajat”. “beda” antara satu dan yang lainnya dan sifatnya tidak tunggal. S.

memiliki sifat pertengahan (moderat atau adil). yang pada akhirnya akan membawa kepada kebaikan. Seperti penugasan makhluk manusia ini sebagai pemimpin di muka bumi. Sisi pertengahan (adil) serta keseimbangannyalah yang dapat memelihara hubungan antara kemajemukan.kesatuan yang mencakup seluruh segi maka tidak dapat dibayangkan adanya kemajemukan. dengan perbedaan dan persaingan. yang menghasilkan hikmah yang tinggi. kemajuan dan pertumbuhan. pada gilirannya akan membawa kepada perbedaan dalam kerangka berfikir. yaitu agar manusia membangun bumi dan mengembangkan wujud peradabannya. Sementara itu disintegrasi dan kacau balau ditimbulkan oleh sikap ekstrem memusuhi yang tidak mengakui dan tidak memiliki faktor pemersatu atau pengikat. manusia akan menggali potensi mereka yang terpendam. keunikan dan kekhasan atau pluralitas itu. kecenderungan metodologi yang dipegang. perbedaan dan perselisihan. serta perbedaan mereka dalam persiapan dan potensi-potensi serta tugas yang diemban. 79 . Karena perbedaan ini adalah salah satu pokok dari pokok-pokok diciptakannya manusia. sebagaimana halnya seluruh fenomena pemikiran. Juga manusia tidak akan dapat mewujudkan tujuantujuan hidup. yang menjadi motivator dan diperkuat oleh kemajemukan dan perbedaan itu. serta mati tanpa dinamika. dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masingmasing pihak yang berbeda dalam peradaban. tindakan saling dorong dan saling membela. maka tidak akan ada motivasi untuk berkompetisi. Sementara. pengikat dan kesatuan. baik yang melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan. dan tekhnik-tekhnik yang ditempuh. Juga oleh sikap penyeragaman (yang dianggap mengingkari adanya kekhasan dan perbedaan). Demikian juga sebaliknya. diharapkan senantiasa memiliki sifat membawa manfaat. juga mempunyai sisi yang ekstrem. Pluralitas juga bisa dianggap sebagai motivator dalam menghadapi ujian. yaitu sikap ekstrem represif dan otoriter yang menafikkan perbedaan masing-masing pihak dan keunikannyaxlix. cobaan. Sayyid Quthbl mengatakan bahwa adalah tabiat manusia untuk berbeda. hal ini tentunya akan berakibat pada hidup yang stagnan dan tawar. keseimbangan. berlomba dan saling dorong diantara individu manusia dan peradaban. dengan menggunakan kekuatannya serta rahasia-rahasianya yang terpendam. kesulitan berkompetisi. serta akan selalu terjaga dan berusaha mengeksplorasi kekayaan bumi ini. berada dalam kerangka kesatuan nilai yang konstan. Dan jika tidak ada pluralitas. Pluralitas. Namun. Sehingga. perbedaan dan pluralitas dan faktor kesamaan.

serta pokok-pokok yang menyatukan diantara pihak-pihak yang berselisih dan saling membela diri tersebut. Konsep Multikulturalisme juga dapat dianggap sesuai dengan masalah-masalah “perbedaan”. Pada abad ke-20. Disamping golongan penjajah dan pribumi terdapat golongan pedagang perantara yang biasanya adalah orang-orang asing yang secara sosial dan rasial tidak tergolong sama dengan golongan penjajah ataupun golongan pribumi. satu ideologi. Dia menunjukkan bahwa sebuah masyarakat majemuk ditandai oleh penduduknya yang secara suku bangsa dan rasial saling berbeda yang hidup dalam satuan-satuan kelompok masing-masing. dan keteraturan serta ketertiban kehidupan mereka diatur oleh hukum yang masingmasing berbeda satu dari lainnyalii. kemajemukan menjadi syarat demokrasi. Apabila pluralitas sekedar mempresentasikan adanya kemajemukan (yang lebih dari satu). Ciri-ciri ini ada pada masyarakat jajahan yang merupakan produk dari politik ekonomi penjajahan untuk menguasai sumberdaya setempat yang ada. serta ada tujuan yang sama dari manusia. misalnya. Serba tunggal. satu partai politik. Karena harus ada timbangan yang konstan pula. yang hanya bertemu di pasar. Istilah lain yang digunakan untuk masyarakat yang terdiri dari agama. Multikulturalisme menjadi semacam respons kebijakan baru 80 . Produk dari politik ekonomi ini adalah adanya golongan penjajah yang mempersatukan secara paksa masyarakat-masyarakat pribumi kedalam sebuah masyarakat jajahan untuk diatur dan diperintah guna kepentingan ekonomi penjajah. satu calon pemimpin. yakni keragaman (diversity) yang menunjukkan bahwa keberadaaan yang lebih dari satu itu berbeda-beda. Di Indonesia. bahasa. bahkan konsep ini juga mampu menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari kemajemukan. dianggap sebagai satu bentuk pemaksaan dari negarali. dan budaya yang berbeda. ras. tiga golongan ini terwujud secara vertikal sebagai orang Belanda dan Kulit Putih lainnya. Furnivall adalah yang pertama kali mengintroduksi konsep masyarakat majemuk pada waktu dia membahas kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan jajahan di Indonesia. maka multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama didalam ruang publik. yang dianggap dapat memuaskan seluruh pihak yang berselisih dan kata akhir rujukan dalam berdebat. heterogen dan bahkan tidak dapat disamakan. dan orang Timur Asing (orang Cina dan Arab) yang masing-masing hidup dalam kelompokkelompok dan pemukimannya sendiri menurut kebudayaan dan pranata-pranata masing-masing. orang Pribumi.

Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. Disamping itu juga melalui proses asimilasi atau pembauran dimana jatidiri dari kelompok-kelompok atau sukubangsa-sukubangsa minoritas harus mengganti jatidiri warganya menjadi sama dengan jatidiri dari kelompok atau suku bangsa yang dominan. Dalam pengertian multikulturalisme.terhadap keragaman. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan-perbedaan individual atau orang-perorang dan perbedaan kebudayaan. Perbedaan kebudayaan mendorong upaya terwujudnya keanekaragaman atau pluralisme budaya sebagai sebuah corak kehidupan masyarakat yang mempunyai keanekaragaman kebudayaan. bahkan kalau perlu dimusnahkanliv. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. Kebudayaan bangsa ini merupakan sebuah mozaik. setiap orang adalah multikulturalis. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. 81 . Dan bila mereka yang tergolong sebagai minoritas tidak melakukannya akan diasingkan dari masyarakat luas. menurut Nathan Glazerlv. termasuk kebudayaan dari mereka yang tergolong sebagai kelompok minoritasliii. dan mengadopsi cara-cara hidup atau kebudayaan dominan tersebut menjadi cara-cara hidup dan kebudayaannya yang baru. Dengan kata lain. Dalam model multikulturalisme. adanya komunitaskomunitas itu diperlakukan sama oleh negara. Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. sebuah masyarakat bangsa dilihat sebagai memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. dan yang didalam mozaik tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakt bangsa tersebut. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. yaitu yang saling memahami dan menghormati kebudayaan-kebudayaan mereka yang berbeda satu dengan lainnya. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural.

Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan, termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum, tempat kerja dan pasar, dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya, dan bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. 2. Makna Keragaman dan Kesetaraan dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Makna keragaman seperti yang telah sedikit dibahas pada sub bab pengertian keragaman dan kesetaraan diatas, adalah sebagai motivator untuk menghadapi ujian, cobaan, kesulitan berkompetisi dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masing anggota masyarakat (yang beda budaya). Dengan keragaman, kehidupan menjadi dinamis dan tidak stagnan karena terdapat kompetisi dari masing-masing elemen budaya untuk berbuat yang terbaik. Hal ini membuat hidup menjadi tidak membosankan karena selalu ada pembaruan menuju kemajuan. Selain itu keragaman yang terdapat di masyarakat dapat mewujudkan terciptanya manusia antar budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang telah mencapai tingkat tinggi dalam proses antar budaya secara kognitif, afektif, dan perilakunya tidak terbatas, tetapi terus berkembang melewati parameter psikologis suatu budaya, memiliki kepekaan budaya yang berkaitan erat dengan kemampuan berempati terhadap budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang identitas dan loyalitasnya melewati batas-batas kebangsaan dan komitmennya bertaut dengan pandangan bahwa dunia merupakan komunitas global, ia merupakan orang yang secara intelektual dan emosional terikat pada kesatuan fundamental semua manusia yang pada saat yang sama mengakui, menerima, dan menghargai perbedaan mendasar antara orang-orang yang berbeda budaya. 3. Problematika Keragaman Kehidupan Masyarakat dan Solusinya dalam

82

dan Negara. Struktur dunia internasional yang majemuk ditandai oleh adanya keragaman suku bangsa, agama dan budaya (bahkan peradaban). Namun, keragaman tersebut mengandung potensipotensi masalah bahkan konflik, baik pada tingkat regional maupun tingkat internasional, jika masyarakat tidak mau atau tidak bisa menerima adanya keragaman. Adalah Samuel P. Hutington yang “ meramalkan “ konflik antar peradaban dimasa depan tidak lagi disebabkan oleh faktor– faktor keragaman ekonomi, politik, dan ideologi, tetapi justru dipicu oleh masalah–masalah keragaman suku bangsa, agama, ras, dan antar-golongan ( SARA ). Konflik tersebut menjadi gejala terkuat yang menandai runtuhnya polarisasi ideologi dunia ke dalam komunisme dan kapitalisme, bersamaan dengan runtuhnya negara–negara Eropa Timur. Ramalan ini sebenarnya telah didukung oleh peistiwa sejarah yang terjadi sebelumnya (era 1980-an), yaitu yang terjadi perang etnik di kawasan Balkan, di Yugoslavia pasca pemerintahan Michael Joseph Bros Tito. Keragaman, yang di satu sisi merupakan kekayaan dan kekuatan, berbalik menjadi sumber perpecahan ketika leadhership yang mengikatnya lengserlvi. Huntington melihat keragaman dan kekhasan peradaban terjadi karena keragaman dan kekhasan budaya-budayanya. Peradaban adalah bentuk budaya, tidak ada peradaban universal, namun yang terjadi adalah dunia dari peradabanperadaban yang berbeda. Dia melihat ada tujuh atau delapan peradaban besar di dunia saat ini yaitu Peradaban Barat, Peradaban Cina Konfusius, Peradaban Jepang, Peradaban Islam, Peradaban India, Peradaban Ortodox Slavik, Peradaban Amerika Latin dan barangkali Peradaban Afrikalvii. Peradaban-peradaban tersebut masing-masing berbeda satu sama lainnya karena faktor bahasa, sejarah, budaya dan tradisi. Dan yang paling penting diantaranya adalah agama. Anggota-anggota peradaban yang berbeda-beda itu mempunyai pendapat-pendapat yang berbeda-beda pula atas pandangan tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lainnya serta manusia dengan lingkungannya seperti keluarga, masyarakat, negara bahkan alam sekitarnya. Juga terdapat pemikiranpemikiran yang berbeda tentang takaran hak-hak dan tangung jawab-kewajiban, kebebasan, kekuasaan dan persamaan. Huntington memfokuskan pandangannya pada “faktorfaktor benturan” antara peradaban-peradaban ini, tidak hanya pada masa lalu saja, namun juga pada masa yang akan datang. Sehingga, dia mensinyalir bahwa “benturan” adalah suatu keniscayaan dalam hubungan antar-beragam peradaban. Terutama antara peradaban Barat dan peradaban Islam (pada

83

awalnya) dan kedua adalah dengan peradaban Cina. Huntington tidak berkata tentang “determinisme filosofi” benturan-benturan peradaban tersebut. Sebaliknya, Huntington berkata tentang “determinisme realitas” benturan tersebut. Bahkan, benturan antara dua peradaban yaitu peradaban Barat dan peradaban Islam terjadi sepanjang 1300 tahun, dan kedua belah pihak melihat hubungan antara Barat dan Islam sebagai benturan peradabanlviii. Karena benturan ini merupakan suatu “keniscayaan realitas” dan “determinisme realitas” dalam pandangan strategis Huntington, maka dia merancang bagi barat, strategi kemenangan terhadap Islam (kaum Muslimin) dalam benturan ini. Huntington menyarankan untuk membagi fase benturan pada masa depan tersebut menjadi 2 (dua) fase, yakni fase jangka pendek dan fase jangka panjanglix. Pertama, fase jangka pendek. Pada fase ini Huntington merekomendasikan pihak Barat untuk menyatukan dunia peradabannya, dan mempergunakan seluruh perangkatnya, dari alat perang, hingga ekonomi, politik, budaya, nilai hingga lembaga-lembaga internasional, serta memfokuskan diri pada perseteruan melawan peradaban Islam dan Cina. Yang dituntut oleh Barat dalam jangka pendek perseteruan ini adalah sebagai berikut : 1. Menyatukan elemen peradabannya, memperkuat kerja sama di antara mereka, serta memasukkan Eropa Timur dengan bagian Baratnya dan seluruh Eropa bersama Amerika Utara dan Amerika Latin. Atau, Barat budaya dan yang dekat dengan budaya Barat Kristen dengan sekte-sekte yang beragam. 2. Kerjasama, memperkecil danmenekan perseteruan dalam seluruh lingkup peradaban Barat. Bahkan, memanfaatkan masalah-masalah perseteruan dalam masyarakat Barat untuk menjadi perseteruan bagi masyarakat non-Barat, sehingga perseteruan Barat nantinya akan terfokuskan untuk melawan Islam dan Cina. 3. Mengurangi kemampuan militer Islam (kaum Muslim) dan Cina, serta menambah kekuatan militer Barat, dan menjaga keunggulan militer Barat di Timur dan Barat Daya Asia. Atau, untuk menghadapi Cina dan Islam (kaum Muslimin). 4. Memperkuat lembaga-lembaga internasional yang berperan memperjuangkan kepentingan dan nilai-nilai Barat, serta memberikan justifikasi kepadanya, dan mengikutsertakan negara-negara non-Barat untuk bergabung dalam lembagalembaga ini. Kedua, adalah fase jangka panjang. Fase ini oleh Huntington dianggap sebagai fase penguasaan Barat atas

84

harus menguasai peradaban-peradaban modern non-Barat itu. Di Indonesia sendiri permasalahan mengenai keragaman suku bangsa. maka ia harus menjalankan strategi fase jangka pendek. Peradabanperadaban non-Barat akan terus berusaha mencapai kekayaan. Setelah barat menyatukan kesatuannya. objek Barat selanjutnya adalah menguasai peradabanperadaban non-Barat lainnya. permesinan dan persenjataan. agama. corak kesukubangsaan individual yang merupakan milik perorangan berubah menjadi kategorikal. dan melihat perseteruan antar peradabanperadaban yang beragam. Sedangkan dalam jangka panjang. dan memberikan justifikasi kepadanya. tekhnologi. peradaban Barat adalah peradaban Barat dan modern sekaligus. ras. yang kekuatannya sudah hampir mendekati kekuatan Barat. sebagai jalan untuk menghapus keragaman peradaban ini.peradaban-peradaban non-Barat. mempersiapkan seluruh kemampuannya. Oleh karena itu. dan antargolongan. yaitu peradaban yang telah berhasil memodernisasi masyarakatnya secara militer maupun ekonomi. yang merupakan cermin dari elemen bangunan peradaban modern. Lebih lanjut Suparlan mengatakan. Sedangkan. tetapi nilai-nilai dan kepentingannya berbeda dalam jarak yang sangat besar dari nilai dan kepentingan Barat. serta menekan peradaban-peradaban non-Barat. Peradaban-peradaban itu juga akan terus berusaha menyelaraskan modernisme itu dengan budaya dan nilai-nilai tradisionalnya. Oleh karena itu. Dengan demikian maka Barat dapat memonopoli kekuatan. kekuatan ekonomi dan militernya akan mengalahkan Barat. mengarah kepada kondisi konflik sejak era Reformasi. Dia mengungkapkan. Huntington mengilustrasikan masa depan peradaban dengan Barat sebagai peradaban yang memonopoli “singgasana peradaban” dunia. Barat dalam bentuk yang lebih besar. tentunya). Peradaban-peradaban non-Barat telah berusaha menjadi modern tanpa menjadi Barat (selain Jepang. Parsudi Suparlanlx melihat konflik-konflik yang terjadi di Indonesia merupakan konflik suku bangsa yang kemudian bisa bergeser pada koflik-konflik bernuansa agama. Barat harus menjaga kekuatan ekonomi dan kekuatan militernya yang diperlukan untuk menjaga kepentingannya yang berhubungan dengan peradaban-peradaban itu. Dan yang pertama dari strategi perseteruan ini yaitu mematahkan kekuatan peradaban Islam dan peradaban Cina sambil mengikat seluruh peradaban lainnya dalam lembaga-lembaga internasional yang memperjuangkan nilai-nilai dan kepentingan Barat. Yang menjadi sasaran untuk dihancurkan oleh masing-masing anggota suku bangsa yang 85 . modernisme dan hegemoni atas dunia. keahlian.

Menggeser idiom masyarakat majemuk menjadi masyarakat beraneka ragam kebudayaan sebagai sebuah kebijakan politik kebudayaan pada tingkat nasional maupun lokal. dan keagamaan. sehingga jati diri suku bangsa atau rasial dari individu menjadi tidak relevan. Kebudayaan Amerika yang beranekaragam itu bisa dimiliki oleh setiap individu atau komuniti.mengalami konflik bukan lagi orang perorangan dan bukan pula kelompok. Cina. dan tidak pula mengenal batasan nilai uang dari barang dan harta benda yang di hancurkan. melainkan beranekaragamnya kebudayaan yang dipunyai oleh bangsa Amerika.atribut yang menjadi acuan dari kesukubangsaannya. dapat dilihat sebagai kebijakan yang bertujuan untuk meredam potensi-potensi pengembangan. serta muncul dan 86 . Prinsip demokrasi itu dilandasi oleh kesetaraan derajat individu atau warga. atau yang lainnya. kesukubangsaan. posisi sosial atau keyakinan keagamaan. Model masyarakat multikultural atau berkeanekaragaman kebudayaan ini yang telah berhasil meredam potensi-potensi konflik rasial dan kesukubangsaan perlu kita pelajari dengan seksama dalam konteks Indonesia yang masyarakatnya majemuk dan yang akhir-akhir ini telah dilanda oleh berbagai bentuk konflik rasial. jenis kelamin. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai sebuah masyarakat multiethnis atau bersuku bangsa banyak. Suku bangsa itu menjadi musuh sesuai dengan ciri-ciri atau atribut. Seseorang atau kelompok orang kulit putih yang tergolong keturunan WASP bisa saja mempunyai kebudayaan India. karena masyarakat tersebut terwujud sebagai bangsa tidak dengan cara mempersatukan suku bangsa-suku bangsa yang dilakukan oleh sistem nasionalnya. Konflikkonflik itu sangat merugikan dan dapat mencabik-cabik integrasi bangsa dan kebangsaan Indonesia. Tetapi masyarakat Amerika bukanlah sebuah masyarakat majemuk. Pada masa kini yang ditonjolkan di Amerika bukanlah coraknya yang multietnis. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikulturalisme. Jepang. melainkan kategori suku bangsa. Kebijakan untuk secara nasional dan sosial meredam atau menyimpan jati diri rasial atau suku bangsa. dan akan memungkinkan diterapkannya prinsip demokrasi. Apapun dan siapapun yang mempunyai atau ditempeli atribut-atribut kesukubangsaan yang menjadi musuh dalam konflik antar suku bangsa akan dihancurkan. Karena itu penghancuran terhadap kategori berdasarkan ciri-ciri kesukubangsaan tersebut tidak mengenal batasan umur. dan kemajuan melalui ide keanekargaman kebudayaan yang memang sejalan dan mendukung berlakunya prinsip demokrasi dalam kehidupan masyarakat.

baik konflik dalam skala regional maupun konflik berskala internasional. Mengembangkan kesederajatan dan menghapus diskriminasi. Komunikasi antar kelas mempunyai tujuan untuk menghindari ketidakseimbangan dan diskriminasi. Mencapai pertukaran dialektis antar budaya. 3. ras dan antar-golongan yang terjadi. 2. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang keragaman budaya yang harus disikapi dengan unsur persatuan dan kesatuan. 3. Disini pamahaman ragam budaya yang ada yang diikuti dengan komunikasi antar budaya menjadi unsur yang sangat signifikan dalam menjembatani perbedaan-perbedaan. Adapun yang harus diperhatikan dari komunikasi antar budaya ini yaitu komunikasi antar budaya terjadi. 5. Permasalahan konflik-konflik bernuansa keragaman suku bangsa. Mendorong terjadinya pembauran secara alamiah sehingga mampu mengatasi perbedaan budaya. Dalam masyarakat multikultural tersebut demokrasi dapat berkembang. antara lainlxii : 1. Hal ini disebabkan berlakunya prinsip perbedaan dan saling menghargai perbedaan konflik atau persaingan berdasarkan atas hukum atau aturan main yang adil dan beradab. 4. bila pemberi pesan dan penerima pesan berasal dari komunitas budaya yang berbeda. Komunikasi antar agama mempunyai tujuan yaitu memupuk perilaku keagamaan dan sosial yang akomodatif. Komunikasi antar budaya ini perlu dikembangkan sebagai upaya untuklxi : 1. 2. 87 . yang tidak dapat ditawar oleh seseorang yang mempunyai posisi tinggi atau kekuasaan yang besar. agama. Komunikasi antar gender yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat antara kaum laki-laki dan perempuan Disini dapat dilihat bahwa komunikasi antar budaya mensosialisasikan ide pluralitas dan keberagaman dengan bahasa budaya. lebih terletak pada pemahaman akan “budaya lain” diluar “budaya sendiri”.mantapnya hak budaya komuniti dalam kaitan keseimbangannya dengan kekuasaan negara atau masyarakat. Memupuk rasa solidaritas nasional dengan cara membiasakan diri dalam kehidupan bersama. Komunikasi antar ras yang bertujuan untuk menghilangkan prasangka rasial. 4. Komunikasi antar etnik bertujuan untuk mensosialisasikan dan membudayakan pertukaran informasi kebudayaan antar suku bangsa. Sebaliknya demokrasi dapat mengembangkan masyarakat yang multi kultural. Komunikasi antar budaya mempunyai cakupan.

Kekuatan sosial dan politik dari keanekaragaman tersebut bukan berlandaskan pada kekuatan primordial kesukubangsaan yang lokal. Ideologi yang harus ditekankan adalah keanekaragaman kebudayaan. Pada hakikatnya masyarakat majemuk yang secara suku bangsa beranekaragam mempunyai potensi sebuah masyarakat otoriter-militiristis dengan corak paternalistis dan etnosentris yang primordial. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikultural 2. Untuk itu. yang menekankan pentingnya hak individu dan kesetaraan individu atau warga. Dalam ideologi ini. Pemahaman tentang hubungan antara keragaman dan kesetaraan itu harus seiring dan sejalan dengan praktek-praktek hubungan sosial-budaya masayarakat. Primordialitas kesukubangsaan dan keyakinan keagamaan dapat berpotensi menjadi pemecah belah bangsa pada saat primordialitas tersebut diaktifkan sebagai kekuatan politik. baik secara langsung maupun tidak langsung. masyarakat majemuk yang menekankan pada keanekaragaman suku bangsa harus digeser menjadi ideologi keanekaragaman kebudayaan atau ideologi multikulturalisme. Pemersatuan kelompok-kelompok suku bangsa itu dilakukan secara paksa.4. Perlu kebijakan secara nasional dan sosial untuk meredam atau menyimpan jati diri suku bangsa atau ras. dan toleransi terhadap perbedaan dan keanakaragaman. Secara hipotesis. Kesetaraan. Potensi kekuatan primordialitas untuk memecah belah bangsa disebabkan oleh hakikat keberadaan masyarakat majemuk. Menempatkan individu dengan keragaman kebudayaannya yang setara derajatnya dalam mewujudkan kehidupan demokrasi 88 . Pemahaman tentang hubungan keragaman dengan kesetaraan di dalam masyarakat dengan tujuan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari masyarakat dianggap sebagai suatu hal yang penting. Untuk itu Suparlan mengatakan : 1. kelompok-kelompok budaya tersebut berada dalam kesetaraan derajat. dalam wadah masyarakat “Bhinneka Tunggal Ika” Indonesia yang seperti inilah maka proses-proses demokrasi akan dapat diwujudkan. seperti yang diberlakukan dalam masyarakat-masyarakat Amerika dan Eropa Barat. Masyarakat majemuk itu dihasilkan oleh upaya sistem nasional untuk mempersatukan kelompok-kelompok suku bangsa menjadi sebuah bangsa. Kesetaraan warga dan hak budaya komuniti adalah unsur-unsur mendasar yang ada dalam unsur demokrasi.

dan semacamnya. Pasif / nonagresif agresif 2. budaya. dibesarkan. Gender.3. agama dan ideologi tertentu yang mengenal batas ruang dan waktu yang langsung membentuk karakteristik laki-laki dan perempuan. Emosional nden 4. Seks bersifat kodrati yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Aktif / 1. Sedangkan gender. politikus. perempuan yang mengalami haid. Gender tergantung pada nilai-nilai yang dianut masyarakat. dan oleh karenanya bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Banyak pemahaman yang keliru ketika orang mengartikan seks dan gender. penindasan. Istilah kesetaraan gender dalam tatanan praktis. Subyektif 89 . Istilah-istilah tersebut memang dapat membangkitkan emosi. Indepe 3. Misalnya. karena gender dalam bahasa Inggris hanya diartikan sebagai jenis kelamin. Sifat-sifat feminim dan maskulin dapat dikategorikan sebagai berikutlxiv : Sifat maskulin Sifat feminim 1. tidak bersifat permanen. Saat ini di dalam kehidupan bermasyarakat ada pemilahan sifat manusia yaitu feminim dan maskulin. hampir selalu diartikan sebagai kondisi “ketidak-setaraan” yang diterima dan dialami oleh kaum perempuan. Menjamin hak komuniti sebagai satuan kehidupan berskala kecil yang menempati suatu wilayah 4. dalam usaha memahami kesetaraan juga dapat dilihat dari perspektif gender. sperma dan alat vital berupa penis. kaum feminis. hamil dan melahirkan yang ini tidak mungkin bisa dilakukan laki-laki. hasil konstruksi tradisi. bersifat alamiah dan tidak akan berubah dalam kondisi apapunlxiii. istilah kesetaraan gender sering terkait dengan istilah-istilah diskriminasi terhadap perempuan. Dependen 2. Kesetaraan gender adalah suatu frase “suci” yang diucapkan oleh para aktivis sosial. hidup dalam komuniti. Untuk itu perlu dipahami terlebih dahulu bahwa seks merupakan suatu hal yang merupakan kodrat berupa ciri-ciri fisik/ biologis yang tidak bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Manusia sebagai individu. kekesalan dan memicu rasa simpati yang besar kepada kaum perempuan. Maka. merupakan pelabelan yang pada kenyataannya dibentuk oleh budaya. Selanjutnya. sub-ordinasi. perlakuan tidak adil. dan “dijadikan” manusia sehingga dapat berperan sebagai warga masyarakat dan negara yang berguna. bahkan oleh para pejabat negara. Dan sebaliknya laki-laki memiliki jakun.

Berorientasi ke rumah menan 12.Pengasuh. Sering menangis tif 8. pemelihara muda 15. L ebih mend unia 12. P emimp in. Lemah lembut 4. Rasion 5. Padahal pada riilnya. Kurang kompetitif 6. Tegas 9. Kurang tegas al 6. Jarang 11. L ebih suka berpet ualang 11.Dsb h tersin ggung 9. P ercaya diri 14. Mudah tersinggung 5. Sehingga bila ada seorang yang bersikap tidak sesuai dari sifatsifat yang sudah dilekatkan pada dirinya oleh masyarakat maka dia diangggap menyimpang atau salah. pelind ung 15. Keras 10. Lebih kompe titif 10. Obyek 7.Tidak suka berpetualang 7. Tidak 14. Tidak semua laki-laki mampu bersikap 90 .Kurang ambisius gis 13. potensi yang dimiliki laki-laki dan perempuan sebagai sesama manusia adalah relatif.3. A mbisiu s 13.Kurang percaya diri 8. D sb Sifat feminin seringkali dilekatkan pada diri perempuan dan sifat maskulin seringkali dianggap sebagai sifat laki-laki.

Sesungguhnya feminisme sedang mencoba membawa perubahan pada kultur ptriarki yang monolitik dan. serta perkembangan tekhnologi dan informasi telah membuat perempuan sendiri tidak monopolitik. dan seterusnya. Dalam sektor publik maupun domestik perempuan seringkali menjadi korban tindak kekerasan 3. 91 . dalam perkembangannya.tegas. maupun di tingkat perwakilan rakyat. Setidaknya ada lima isu gender yang dialami perempuan akibat ketidakadilan genderlxv yaitu : 1. Marginalisasi perempuan 4. Dalam bidang ekonomi. Pada awalnya feminisme dikritik keras karean ideologi pukul ratanya yang menggeneralisasi bagitu saja persoalanpersoalan perempuan secara semesta tanpa melihat bahwa goegrafi. demografi. Ini juga nerupakan isyarat penting bahwa gerakan feminisme semakin menampakkan semangat multikulturallxvii. dari pelabelan yang ada di masyarakat ini memunculkan ketidakadilan yang berkaitan dengan relasi antara perempuan dan laki-laki. Pada sektor budaya. Subordinasi perempuan 5. baik di struktur pemerintahan. Stereotype terhadap perempuan Sedangkan manifestasi ketidakadilan gender bagi perempuan dapat dirumuskan sebagai berikutlxvi : 1. Perempuan juga hanya ditempatkan sebagai obyek dalam setiap kebijakan pemerintah yang memang seringkali menjadi monopoli laki-laki. dengan demikian. Demikian pula tidak semua perempuan bersikap cengeng. 4. perempuan terkungkung dengan stereotype yang dilekatkan pada dirinya untuk tidak keluar dari peran domestiknya. menjadi semakin hirau atau peduli dengan adanya sejumlah kesenjangan antara persoalan perempuan di Barat dan di “Dunia Ketiga”. 2. perempuan mengalami marginalisasi dan harus menanggung beban ganda jika ingin berkiprah di ruang publik. yakni posisi dan peran yang setara antara laki-laki dan perempuan yang tidak dipengaruhi oleh bias gender. Kekerasan terhadap perempuan. perempuan selalu menempati posisi sub-ordinan. 2. secara tidak langsung merupakan komponen dari agenda-agenda multilkultural. Sebagai warga negara. Feminisme secara konsisten senantiasa memperjuangkan kesetaraan gender. Beban ganda perempuan 3. Persoalannya kemudian. Dalam bidang politik. tingkat pengetahuan.

yaitu declaration of Sentiments. yaitu masyarakat egaliter tanpa kelas-kelas. mereka melihat kaum perempuan yang kedudukannya identik dengan kaum proletar pada masyarakat kapitalis barat. bermacam bentuk penyadaran pada kaum perempuan merupakan orientasi praksisnya. New York yang dihadiri sekitr 100 orang.Adapun beberapa aliran feminisme yang ada di dunia saat ini adalah : Feminisme Liberallxviii. dan kalau sistem egaliter dalam keluarga dapat tercipta maka ini akan tercermin pula dalam kehidupan masyarakat. dan menganalogikan perkawinan sebagai lembaga yang melegitimasi pria memiliki istri secara pribadi.praktek feminisme sosialis memang berbaur dengan berbagai jenis aliran feminisme. Dalam deklarasi tersebut dituliskan sebanyak 15 protes mengenai nasib perempuan . tertuang dalam satu deklarasi yang terkenal. kalau sistem ekonomi kapitalis diganti dengan masyarakat sosialis. Tetapi secara teori. Mereka dalam teorinya mempermaslahakan konsep kepemilikan pribadi. Oleh karen aitu feminis liberal kebih memfokuskan perjuangan mereka pada perubahan segala undang-undang dan hukum yang dianggap dapat melestarikan institusi keluarga yang patriakhat. maka ini merupakan bentuk penindasan terhadap perempuan. dan hukum. Perempuan hanya dapat dibebaskan dari penindasan ini. Feminisme sosialis adalah gerakan untuk membebaskan para perempuan melalui perubahan struktur 92 . hingga masalah politik dan sosial seperti partisipasi perempuan dalam bidang kedokteran.ini harus dimulai dari keluarga. dimana para istri dibebaskan dahulu agar dia dapat menjadi diri sendiri. Ketika Karl Marx dan Friederich Engels memformulasikan teori dan ideologinya. teologi. Usaha pertama yang cukup dramatis untuk mengaplikasikan doktrin HAM pada perempuan . agar persamaan hak antara pria dan wanita dapat terjamin pelaksanaannya. Feminisme liberal berkembang di Barat pada abad ke-18 bersamaan dengan semakin populernya arus pemikiran baru ‘Zaman Pencerahan’. bahwa setiap manusia mempunyai hak asasi yaitu hak untuk hidup. karena istri dimiliki oleh suami. yang disusun oleh Elizabeth Cady Stanton yang dikeluarkan di Seneca Falls. Feminisme Sosialislxix. Dasar asumsi yang dipakai adalah doktrin John Lock tentang Natural Right (HAM). dan hak untuk mencari kebahagiaan. Menurut mereka. masalah hak wanita terhadap kepemilikan properti. Menurut feminis liberal. mulai dari masalah lembaga perkawinan yang menempatkan laki-laki sebagai akepala keluarga. maka perlu ditunjang dengan dasar hukum yang kuat. mendapatkan kebebasan.

dan bahkan artificial devices atau alat-alat tiruan. Apabila lembaga perkawinan tidak dapat dihindari. Teologi Feminislxx. diharapkan akan mampu meruntuhkan sistem patriarkat yang ada. Semua ini termanifestasikan bilamana perempuan menikah dengan laki-laki. maka perbedaan nbiologis ini akan melahirkan peran gender yang erat kaitannya dnegan masalah biologis. Teologi feminis bersumber dari mazhab teologi pembebasan yang dikembangkan James Cone pada akhir 1960an.Dengan demikian diharapkan perempuan yang telah bangkit kesadaran dan emosinya. Feminisme Radikallxxi. 93 . Namun agama ini bukan untuk melegitimasi penguasa melainkan sebagai alat untuk membebaskan golongan yang dianggap tertindas. agar para wanita sadar bahwa mereka merupakan kelas yang tidak diuntungkan. Manifesto feminis radikal yang diterbitkan dalam Notes From The Second Sex (1970) mengatakan bahwa lembaga perkawinan adalah lembaga formalisasi untuk menindas perempuan. seperti yang dilakukan Fatima Mernissi. feminisme radikal berpendapat bahwa kertidakadilan gender bersumber dari perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan itu sendiri.para teolog feminis yang berkembang dalam Islam.feminisme sosialis mengadopsi teori praksis Marxisme. dan dari Indonesia Masdar F. maka perlu diciptakan teknologi untuk mengurangi beban biologis perempuan seperti kontrasepsi. Amina Wadua. sehingga tugas para feminis adalah menolak institusi keluarga baik pada tataran teori maupun praktis. Tidak seperti teori feminis sosialis. Teologi feminis berkembang dalam berbagai agama diantaranya Islam. Rifat Hasan. Menurut para feminis. agar para perempuan bangkit untuk mengubah keadaan. secara berkelompok mengadakan konflik langsung dengan kelompok dominan (laki-laki). Tujuannnya adalah untuk membantahpenafsiran dan fikih yang merugikan perempuan. yaitu teori penyadaran pada kelompok tertindas. Ali Asghar Engineer. Mas’udi. kristen dan yahudi. berusaha mencari konteks dan latar belakang ayat-ayat Al Qur’an dan hadis yang berkenaan dengan perempuan.patriarkat. agama-agama serring ditafsirkan dengan memakai ideologi patriarkat yang menyudutkan perempuan. Teori feminisme radikal berkembang pesat di AS pada 1960-1970-an.paham teologi pembebasan tetap ingin mempertahankan agama. Perbedaan biologis ini terkait dengan peran kehamilan dan keibuan yangs elalu diperankan perempuan. Semakin tinggi tingkat konflik . dimana maslaah ekonomi dan struktur sosial yang menciptakan sub ordinasi perempuan. Proses penyadaran ini adalah usaha untuk membangkitkan rasa emosi.

Di kehidupan sehari-hari. ataupun menjanda. mengajak perempuan untuk mandiri. salah satu alternatifnya adalah dengan hubungan heteroseksual (lesbian).teori ekofeminisme mempunyai konsep yang bertolakbelakang dengan teori-teori feminisme modern yang berasumsi bahwa individu adalah makhluk otonom yang lepas dari pengaruh lingkungannya dan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Gagasan tentang kebudayaan nasional Indonesia yang menyangkut kesadaran dan identitas sebagai suatu bangsa telah di rancang saat bangsa kita belum merdeka. kebudayaan suku bangsa dan 94 . Sehingga kita perlu memberi tempat bagi berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yang dianut oleh warga negara Indonesia. Feminis radikal cenderung membenci makhluk laki-laki sebagai individu maupun kolektif. Teori ekofeminisme adalah teori yang melihat individu secara lebih komprehensif. geografis. Ringkasan Berdirinya negara Indonesia di latarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk. Ekofeminisme yang ingin mengembalikan identifikasi perempuan dengan alam. bahkan tanpa perlu keberadaan laki-laki dalam kehidupan mereka. sehingga perempuan tidakl perlu lagi mnegalami proses kehamilan. baik secara etnis. Sistem maskulin yang telah mewarnai peradapan modern dianggap merusak dan menutupi nilai sakral kualitas feminin yang merupakan fitrah perempuan. Ekofeminismelxxii. sebenarnya merupakan kehendak Tuhan yang seharusnya dijadikan sebagai sebuah potensi untuk menciptakan sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. adalah usaha untuk membebaskan perempuan dari perangkap sistem maskulin yang membuat perempuan menjadi bimbang akan perannya. Masalah suku bangsa dan kesatuan-kesatuan nasional di Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa suatu negara yang multietnik memerlukan suatu kebudayaan nasional untuk menginfestasikan peranan identitas nasional dan solidaritas nasional di antara warganya. Ekofeminisme timbul karena ketidakpuasan akan arah perkembangan ekologi dunia yang semakin bobrok.seperti tiruan placenta dan bayi tabung. kultural. yaitu sebagai makhluk yang terikat dan berinteraksi dengan lingkungannya. Kita tidak dapat mengingkari sifat pluralistic bangsa kita. Perbedaan yang mewujud baik secara fisik ataupun mental. Manusia secara kodrat diciptakan sebagai makhluk yang mengusung nilai harmoni. hidup melajang. maupun religius.

Dalam model multikulturalisme. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum. bersama-sama dengan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. saling melengkapi. Dalam konsep multikulturalisme. termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya. mewarisi perilaku dan kegiatan kita. dan 95 . Berbagai kebudayaan itu beriringan. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik. ekonomi. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. dan sosial. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. Salah satu model keragaman dan kesetaraan dapat dilihat dari konsep Multikulturalisme. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. setiap orang adalah multikulturalis. tempat kerja dan pasar. Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan. sebuah masyarakat bangsa dilihat memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. Tidak seperti sebaliknya yaitu perbedaan-perbedaan dapat menyebabkan ketegangan hubungan antar-anggota masyarakat. bahkan mampu untuk saling menyesuaikan (fleksibel) dalam kehidupan sehari-hari.kebudayaan agama. Di dalam kebudayaan tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakat bangsa tersebut. hukum. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial.

Pluralitas c. MORALITAS DAN HUKUM Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Oleh karena itu. Jadi. dapat ditemukan pada berbagai perilaku yang terpilih dalam berbagai kehidupan yang luas di alam semesta ini. S. Jelaskan mengapa keragaman dan kesetaraan harus dipahami oleh manusia Indonesia terutama oleh mahasiswa 10. hal ini disebabkan seseorang di dalam hidupnya tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai. Jelaskan konsep tentang masyarakat majemuk yang anda ketahui ?. Pengertian Nilai. 13. perlu dikembangkan komunikasi antar budaya yang sangat intens. nilai-nilai ini implementasinya sangat luas. 11.5 orang tentang permasalahan keragaman dan kesetaraan di Indonesia ?. apakah manusia Indonesia termasuk dalam konteks manusia antar budaya tersebut ?. Apa yang anda ketahui tentang manusia antar budaya dan menurut anda. 12. Nilai. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau 96 . Multikulturalisme d. Moral dan Hukum. Feminisme BAB VI MANUSIA. Nilai dianggap penting dalam kehidupan manusia.Sos 1. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 9. Diskusikan dengan teman anda 3 . Nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusialxxiii. Di dalam masyarakat yang multi budaya.bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. 14. pemahaman akan konsep nilai dianggap penting dalam upaya untuk mengerti dan memahami pentingnya nilai bagi kehidupan manusia. Gender b. Apa yang dimaksud dengan komunikasi antar budaya dan apa yang harus dikembangkan dari komunikasi antar budaya tersebut ?. Apa yang dimaksud dengan : a.

Terdapat batasan nilai (tentatif) dari beberapa pendapat mengenai konsep nilai yaitu nilai adalah sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek. 4. masuk ke dunia ideal dan bukan dunia real. 2. 3. Jadi nilai itu pada hakekatnya adalah suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. nilai-nilai tersusun secara hierarkis dan mengatur rangsangan kepuasan hati dalam mencapai tujuan kepribadiannya. antara yang makna normatif dan kognitif. Maka apabila kita berbicara tentang nilai. Artinya yang ideal harus menjadi real dan yang bermakna normatif harus direalisasikan dalam perbuatan sehari-hari yang merupakan fakta. tentang hal yang merupakan cita-cita. Peper (1958) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk.kelompok. Meskipun demikian diantara keduanya. antara dunia ideal dan real. Kluckhon (1951) mengatakan bahwa definisi nilai yang diterima sebagia konsep yang diiinginkan dalam literatur ilmu sosial adalah hasil pengaruh seleksi perilaku. maka arti indah adalah sifat atau kualitas yang melekat pada baju. dambaan dan keharusan. bukan objek itu sendiri. Batasan nilai yang sempit adalah adanya suatu perbedaan penyusunan antara apa yang seharusnya dibutuhkan dan apa yang diinginkan dengan apa yang seharusnya dibutuhkan. Kohler (1938) mengatakan bahwa manusia tidak berbeda di dunia ini. Dengan demikian maka nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan yang lainnya. menyangkut segala sesuatu yang baik atau segala sesuatu yang buruk sebagai 97 . sebenarnya kita berbicara tentang hal yang ideal. Sebagai bahan perbandingan dan untuk menambah wawasan pengertian tentang nilai. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. harapan. Jika berbicara tentang nilai berarti masuk pada bidang makna normatif. itu saling berhubungan atau saling berkait erat. Kepribadian dari sistem sosio-budaya merupakan syarat dalam susunan kebutuhan rasa hormat terhadap keinginan yang lain atau kelompok sebagai suatu kehidupan sosial yang besar. semua tidak dapat berhenti hanya dengan sebuah pandangan (maksud) faktual dari pengalaman yang berlaku. bukan kognitif. Perry (1954) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subyek. ada beberapa pendapat sebagai berikutlxxiv : 1. dambaan-dambaan dan keharusan. Contohnya adalah baju itu indah. harapanharapan. Sesuatu itu mengandung nilai artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu itu.

berbangsa dan bernegera dapat berjalan dengan baik. karsa dan keyakinan manusia. yang bersumber pada unsur kehendak (will. Nilai vital. dapat dikemukakan bahwa yang mengandung nilai itu bukan hanya sesuatu yang berwujud material saja. bangsa maupun negara. panjang. yang bersumber pada akal (ratio. atau kebutuhan material ragawi manusia. sehingga merupakan suatu pedoman. Kedua. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis.abstraksi. Dalam memahami lebih jauh mengenai konsep nilai. Sedangkan nilai kerokhanian/ spiritual lebih sulit mengukurnya. 3. Dari macam-macam nilai diatas. 2. b. Bahkan sesuatu yang immaterial itu dapat mengandung nilai yang sangat tinggi dan mutlak bagi manusia. rasa. gevoel. cipta. Nilai material. budi. cipta) manusia. Nilai kebenaran. Sehingga etika dalam bermasyarakat. Norma-norma tersebut meliputi . dan susila atau asusila. Nilai keindahan atau nilai estetis. atau maksud dari berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat. luas dan sebagainya. yaitu dengan menggunakan alat indera maupun alat pengukur lainnya seperti berat. d. Pertama. maka nilai-nilai tersebut kemudian dijabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. yang merupakan nilai kerokhanian tertinggi dan mutlak. Nilai kerokhanian. Nilai kebaikan atau nilai moral. Jika nilai ingin dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praktis atau kehidupan yang nyata dalam masyarakat. Nilai-nilai material lebih relatif mudah diukur. Nilai kerokhanian ini dapat dibedakan atas empat macam : a. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. Norma Moral yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik dan buruk serta benar dan salah. karsa) manusia. pandangan. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. 98 . maka Notonagoro membagi nilai menjadi 3 (tiga) macamlxxv. c. would. sopan atau tidak sopan. akan tetapi juga sesuatu yang berwujud non-material atau immaterial. yaitu : 1. Dalam menilai hal-hal kerokhanian/ spiritual yang menjadi alat ukurnya adalah hati nurani manusia yang dibantu oleh alat indera. Norma Hukum yaitu yang berkaitan dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara. Nilai religius. rasa) manusia.

maka filsafat tradisional dan pemahaman agama muncul sebagai suatu sistematik ide-ide abstrak tanpa hubungan dengan yang nyata dan praktek hidup. Teori-teori nilai mempersoalkan sifat kebaikan. tempat yang biasa. atau kelakuan dan perbuatan yang baik. Etika normatif dapat juga disebut filsafat moral (moral philoshopy). etika deskriptif berupaya menemukan dan menjelaskan kesadaran. pengaruhnya atas hidup dan pikiran orang makin berkurang karena Barat mengunggulkan cara berfikir analitis rasional. Dalam hubungannya dengan sosiologi. keyakinan dan pengalaman moral dalam suatu kultur tertentu. maka mereka menganggap pikiran nilai-nilai hidup yang meminta kepekaan hati sebagai sesuatu yang subjektif dan tidak bermutu. Barat beranggapan bahwa manusia adalah ukuran bagi segalanya. manusia mempunyai 99 . Ini dilakukan dengan bertolak dari kenyataan bahwa ada fenomena moral yang dapat digambarkan dan diuraikan secara ilmiah. Dalam hal manusia. Barat dalam pikirannya cenderung menekankan dunia objektif daripada rasa sehingga hasil pola pemikirannya membuahkan sains dan tekhnologi. 2. Nilai penting yang mendasari semua nilai di Barat adalah martabat manusia. sedangkan teori-teori keharusan membahas tingkah laku. Etika Deskriptif. Dalam cara berfikir dan hidupnya lebih terpikat oleh kemajuan material dan hidup sehingga tidak cocok dengan cara berfikir untuk meninjau mkana dunia dan makna hidup. Istilah etika berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu eqos-ethos dan eqiqos-ethikos.Nilai memiliki kaitannya yang erat dengan etika. Barat hidup dalam dunia teknis dan ilmiah. keadaban. seperti yang dapat dilakukan terhadap fenomena spiritual lainnya. Oleh karena itu. Etika Normatif. Sedangkan ethikos berarti susila. Maksudnya. kebebasan dan tekhnologilxxvii. Ethos berarti sifat. Nilai Barat dan Timur. watak. etika deskriptif digolongkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan empiris dan berhubungan erat dengan sosiologi. Etika normatif sendiri dibagi dalam dua teori. Etika sendiri dapat dibagi menjadi dua bagianlxxvi yaitu : 1. yaitu teori-teori nilai (theories of value) dan teori-teori keharusan (theories of obligation). misalnya religi dan seni. kebiasaan. Etika desriptif menguraikan dan menjelaskan kesadaran dan pengalaman moral secara deskriptif. Akibatnya. karena etika pada pokoknya merupakan kajian mengenai nilai baik dan buruk serta benar dan salah.

mereka menghayati hidup tidak hanya dengan otaknya. Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. Dengan hatinya mereka menyatukan akal budi dan instuisi serta intelegensi dan perasaan. Manusia oleh Barat dipandang sebagai pusat segala sesuatu yang mempunyai kemampuan rasional. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. Nilai Timur pada intinya banyak bersumber dari agamaagama yang lahir di dunia Timur. pemikiran kongkret. Dalam hal menegakkan norma. tetapi mencari kebijaksanaan. sehingga kebudayaan Barat menghasilkan nilai dasar seperti demokrasi. tetapi juga bersumber dari ide-ide abstrak atau simbolik yang dapat terwujud kongkret dalam praktek kehidupannya. Jelasnya. yang kesemuanya berpangkal demi penghargaan mutlak bagi manusia. tetapi pada hatinya. sebab manusia Timur lebih menyukai intuisi dari pada akal budi. kreatif dan estetik. Bahkan K. apakah kita ini baik atau buruk. Ringkasnya. lembaga sosial dan kesejahteraan ekonomi. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. Oleh karena itu. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. tentang yang boleh dan yang dilarang. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. Pada umumnya manusiamanusia Timur menghayati hidup yang meliputi seluruh eksistensinya.kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. Pada tahap binatang tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk. simbolik dan kebijaksanaan. tentang yang harus dilakukan dan tidak pantas 100 . maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. Moralitas. Timur tidak hanya bersumber dari ajaran agama saja. Bertens mengatakan Moralitas merupakan ciri khas manusia yang tidak dapat ditemukan pada makhluk lain di bawah tingkat manusiawi. intuisi. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. dalam menghadapi kenyataan. Mencari ilmu tidak hanya untuk menambah pengetahuan intelektual saja. bukan dari kebijaksanaan hatinya. Dari sini dapat dilihat bahwa manusia itu dianggap memiliki nilai diukur dari kemampuannya. yang menjadi permasalahan bidang morallxxviii. Inti kepribadian manusia Timur tidak terletak pada inteleknya. intelek dan pengalaman. orang Timur memadukan pengetahuan. Berfikir secara Timur tidak bertujuan menunjang usaha-usaha manusia untuk menguasai dunia dan hidup secara teknis.

Orientasi normatif yaitu mempertahankan hak dan kewajiban dan taat pada aturan yang telah baku. Sedangkan keharusan moral dijalankan berdasarkan hukum moral. Orientasi moral ini dipandang penting karena akan menentukan arah keputusan dan tindakan seseorang. Hukum moral tidak berjalan dengan sendirinya. c) Pertukaran hak. Keharusan dapat dibedakan antara keharusan alamiah dan keharusan moral. Orientasi kejujuran yaitu menekankan pada keadilan dengan fokus pada : a) Kebebasan. 2. b) Kesadaran dan motif yang baik. Oleh karena itu orientasi moral akan sangat berpengaruh terhadap moralitas dan pertimbangan moral seseorang. hal itu akan terjadi dengan sendirinya dan tidak mengandaikan adanya kebebasan (keharusan alamiah inilah yang terjadi pada binatang). Lawrence Kohlberg mengatakan bahwa orientasi moral seseorang yang dijadikan dasar pertimbangan nuraninya berbeda-beda bagi setiap orang. alam telah mengaturnya sedemikian rupa sehingga berjalan secara otomatis. Manusia harus menerima dan menjalankannya (keharusan moral semacam ini hanya ada pada manusia).dilakukanlxxix. Keharusan alamiah adalah keharusan yang didasarkan atas hukum alam. d) Kesepakatan. tujuannya agar kita tidak hidup dengan cara ikut-ikutan saja terhadap perbagai pihak yang mau menetapkan bagaimana kita harus hidup. Orientasi utilitarisme menekankan konsekuensi kesejahteraan dan kebahagiaan tindakan moral seseorang pada orang lain. 3. Keharusan moral mengandaikan adanya kebebasan. melainkan agar kita dapat mengerti sendiri mengapa kita harus begini atau begitulxxxi. karena pertimbangan moral merupakan hasil proses penalaran yang 101 . yaitu : 1. 4. tetapi merupakan himbauan pada kemauan manusia dengan menyuruh untuk melakukan sesuatu. Keharusan moral didasarkan pada kenyataan bahwa manusia mengatur tingkah lakunya menurut kaidah-kaidah atau norma-norma itu. tidak perlu ada instansi yang mengawasi agar hal itu terjadi. Orientasi perfeksionisme menekankan pencapaian : a) Martabat dan otonomi. Ada 4 orientasi moral yang Kohlberg kemukakanlxxx. b) Kesamaan. Sehingga dapat dikatakan salah satu kebutuhan manusia yang paling fundamental adalah orientasi. c) Keharmonisan dengan orang lain. Jadi hukum moral merupakan kewajiban.

Istilah moral ini bisa digunakan untuk maksud yang berbeda. Sedangkan istilah amoral berarti tidak berhubungan dengan konteks moral. Hukum Pemahaman mengenai hubungan manusia dengan hukum yaitu bahwa setiap saat manusia dikuasai oleh hukum. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti meniadakan kaidah-kaidah lain tersebut. adat kebiasaan dan kaidah moral. perdagangan. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatuhi masyarakat. baik lewat percakapan. kaidah susila. dan lain-lainnya. kebangsaan. Jadi dapat dikatakan bahwa semua hubungan itu diatur oleh hukum. Hukum mencampuri urusan manusia sebelum ia lahir dan masih mencampurinya sesudah manusia meninggal. bahkan jika dipikirkan lebih lanjut maka terasalah bahwa hukum itu tidak terbatas melainkan terdapat dimana-mana. baik hubungan yang langsung (asal-usul/ keturunan). Karena banyaknya istilah moral. Kata dan istilah moral sering juga dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. tentu saja sesuai dengan konteks dan makna pembicaraan yang dimaksud. seperti kaidah agama. moralitas. Hukum berlaku pada seorang individu ketika baru dilahirkan. memberikan hak-hak terhadap orang tua dan meletakkan kewajiban atas orang tua terhadap anak-anaknya. Moral secara istilah adalah nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Pergaulan hidup manusia yang terjadi karena hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. akan lebih baik bila dipertegas lebih dahulu pengertian istilah tersebut. tulisan maupun berita. di luar suasana etis atau non moral. Dalam kamus yang berkembang di Indonesia amoral berarti immoral dalam pengertian di atas dan pengertian immoral sendiri kurang dikenal. immoral dan amoral dalam makalah ini. kebiasaan. tempat tinggal. Sedangkan moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas/ pilar dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Hukum melindungi benih di kandungan ibu dan masih menjaga jenazah orang yang sudah mati.dalam proses penalaran tersebut ada upaya memprioritaskan nilai-nilai tertentu berdasarkan orientasi moral serta pertimbangan konsekuensinya. Akan tetapi bila ditelusuri asal-usul katanya. bahkan antar kaidah hukum dengan kaidah lain tersebut saling 102 . perkawinan. istilah moral berasal dari bahasa latin mos (jamaknya mores) yang berarti adat. semuanya adalah hubungan hukum. sedangkan immoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik atau secara moral buruk atau tidak etis. kesopanan.

selalu berwarna dan memang dirancang . secara inheren. Hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. Hukum tidak lain hanyalah merupakan sarana bagi penyelenggara hukum untuk mengerahkan cara berfikir dan bertindak dalam rangka kebijakan (policy) tujuan nasional. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. budaya. Moralitas diidentikan dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk (etika). Pemahaman akan nilai dan kebernilaian diri akan membawa implikasi pada permasalahan moralitas. apaila kita juga betul-betul berfikir demikian seperti yang dalam undang-undang. Dalam rangka konseptualisasi. tidak ada sangkut pautnya dengan “keadilan” dan “kebenaran” dalam makna yang hakiki. Nilai.dalam kamus hukum. struktural dan bahkan agama. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. yang mana cara mengukurnya adalah melalui nilai-nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. sehingga akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain. dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakatlxxxii.berhubungan yang satu memperkuat lainnya. harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. hanya dirasakan dan dialami. 2. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. bermakna dan berwujud relatif berakar dari sosial. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”lxxxiii. moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali. yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. Nilai yang dianggap penting oleh manusia itu harus jelas. Dalam kediriannya. Fungsi Nilai. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan perbuatan-perbuatan manusia agar tidak merugikan orang lain atau masyarakat dan dapat menciptakan ketertiban serta dapat menjaga keutuhan 103 . Selanjutnya Mochtar Kususmaatmadja mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. hukum selalu berpihak. Setiap individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. Moral dan Hukum dalam Kehidupan Manusia.

masyarakat, maka dibuatlah hukum yang mengatur tentang hubungan sosial masyarakat. Pada dasarnya nilai, moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. Setidaknya dapat dikemukakan tiga fungsi eksplisitnya dalam kehidupan manusia. Pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini mengingatkan manusia agar memperhatikan kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup. Kedua, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Hal ini menunjuk dimensi moral dari permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Terjadinya kekacauan atau ketidakberesan dalam masyarakat selalu berhubungan dengan longgarnya penerapan moralitas dan hukum. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Maksudnya, dapat menggiring manusia kepada faktor-faktor emosional sehingga manusia dapat saja salah atau keliru pada saat memilih sesuatulxxxiv. Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat, tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Untuk melindungi lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat, disebut hukum positif. Istilah hukum positif dimaksudkan untuk menandai “ diferensi ” (perbedaan) dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti oleh anggota masyarakat. Sebagai atribut positif ini ialah : 1. Bukanlah kaidah sosial yang mengambang atau tidak jelas bentuk dan tujuannya sehingga dibutuhkan lembaga khusus yang bertujuan merumuskan dengan jelas tujuan yang hendak dicapai oleh hukum. 2. Dibutuhkan staf (orang/ personalia) yang menjaga berlakunya hukum, seperti polisi dan pengadilanlxxxv. Sifat dan peraturan hukum tersebut adalah memaksa dan menghendaki tujuan yang lebih dalam. Pengertian memaksa bukanlah senantiasa dipaksakan, apalagi dengan tindakan

104

sewenang-sewenang. Sebab hukum itu merupakan konkritisasi dari sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat, yang perlu mempertimbangkan tiga hal penting yaitu sebagai sistem norma, sebagai sistem kontrol sosial dan sebagai social enginering (pemegang kekuasaan memelopori proses lxxxvi pengkaidahannya) . Bahkan tatkala terjadi dilema di dalam hukum itu sendiri, yang dapat disebabkan karena adanya konflik, baik dari lembaga-lembaga hukum, sarana prasarana hukum bahkan rendahnya budaya hukum dalam masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikannnya pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. 3. Proses terbentuknya Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Dengan semakin banyaknya permasalahan-permasalahan sosial dewasa ini, yang banyak diwarnai dengan masalah pertumbuhan penduduk yang demikian cepat, revolusi industri, perkembangan tekhnologi serta modernisasi, secara tidak langsung telah menimbulkan suatu tatanan baru atau gambaran sosial yang baru di dalam masyarakat saat ini. Perkembangan yang demikian ini membawa serta peranan dan pengaturan melalui berbagai bidang, umumnya di bidang moralitas dan di bidang hukum secara khusus. Permasalahan-permasalahan sosial selalu ada dalam suatu masyarakat ataupun negara. Bahkan sejak jaman dahulu sampai jaman sekarang permasalahan-permasalahan sosial itu akan tetap selalu ada di dalam masyarakat dan negara. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial tersebut dibutuhkanlah yang dinamakan dengan moralitas dan hukum, baik moralitas dan hukum dalam artian masing-masing maupun moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan. Dalam artian moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan maka di kenal suatu istilah yang dinamakan Hukum Moral. Hukum moral ini berbeda dengan hukum-hukum yang lainnya. Umumnya, hukum moral dimengerti sebagai “tatanan pengarah” kegiatan manusia untuk mencapai tujuan yaitu ketertiban dan keadilanlxxxvii. Hukum moral sendiri meliputi rangkaian aturan permanen, seperti kewajiban menghormati kontrak antar pribadi (kontrak sosial), peraturan hidup, larangan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang-orang lain. Terdapat 5 (lima) fungsi perumusan hukum morallxxxviii antara lain : Pertama, mewariskan himpunan kebijakan dari jaman dulu kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Sebagai individu dan makhluk sosial, manusia selalu

105

mempertimbangkan dampak tindakan yang diperbuatnya. Kedua, Mengusahakan keamanan secara psikologis dan sosial. Secara sosial, hukum ini membantu tatanan hidup masyarakat untuk menghadapi kekuatan-kekuatan “khaotik” dan “anarkis”. Ketiga, membantu manusia dalam pengambilan keputusan dan mencegah terjadinya “paralisis moral”. Keempat, membantu manusia untuk mengenal kekurangan-kekurangan dan kegagalan-kegagalan sehingga manusia dapat memperbaiki diri. Kelima, Membagikan pengalaman supaya bisa tercipta tingkah laku personal dan sosial. Hukum moral ada untuk melayani cinta kasih dan berada di bawah cinta kasih dan membantu untuk menuntun manusia menuju kebaikan secara otentik. Supaya hubungan manusia dalam masyarakat dan negara terlaksana sebagaimana yang diharapkan, maka diciptakanlah norma-norma yang bersumber pada nilai-nilai dan moral masyarakat melalui tahapan sebagai berikut, (1). Cara (usage) yaitu menunjuk pada suatu kegiatan. (2). Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. (3). Tata kelakuan (mores) yaitu kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur. (4). Adat istiadat (custom) yaitu tata kelakuan yang kekal seta kuat integrasinya dengan pola-pola masyarakat, disertai dengan sanksi tertentulxxxix Dalam rangka pembentukannya sebagai lembaga kemasyarakatan, norma-norma itu mengalami beberapa proses. Pertama, Institusionalisasi yaitu proses dimana norma itu dikenal, diakui, dihargai, dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari, dan secara resmi dilembagakan berbentuk suatu hukum tertulis dalam konteks kenegaraan. Kedua, Internalisasi yaitu suatu proses dimana norma tersebut telah mendarah-daging dalam masyarakat. 4. Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Perwujudan nilai, moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Dengan kata lain, kesadaran hukum manusia menyangkut masalah apakah ketentuan hukum tertentu benar-benar berfungsi atau tidak dalam masyarakat. Untuk menggambarkan keterkaitan antara kesadaran hukum dengan ketaatan hukum terdapat suatu hipotesis yang dikemukakan oleh Berl Kutchinskyxc, yaitu “a ‘strong legal consciousness’ is sometimes considered the cause of adherence to law (sometimes it is just another word for that) while a ‘weak legal consciousness’ is considered the cause of

106

sedangkan lemahnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) dipertimbangkan menjadi penyebab terjadinya kejahatan dan malapetaka. kepatuhan hukum akan ada apabila ada pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan kaidah-kaidah hukum tersebut. Bila demikian. dan lebih didasarkan pada pengendalian dari pemegang kekuasaan. antara lain adalahxcii : 1. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. Terjadi bila kepatuhan terhadap kaidah-kaidah hukum ada bukan karena nilai instrinsiknya. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa hukum ada di dalam masyarakat. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. Identification. Kuatnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) kadang-kadang dipertimbangkan menjadi penyebab kesetiaan atau ketaatan hukum (meskipun kadang-kadang hanya sebatas pada kata-kata saja). Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. akan tetapi agar keanggotaan kelompok serta hubungan baik dengan mereka yang diberi wewenang untuk menerapkan kaidah-kaidah hukum tersebut tetap terjaga. Kepatuhan ini sama sekali tidak didasarkan pada suatu keyakinan pada tujuan kaidah hukum yang bersangkutan. Daya tarik untuk patuh adalah keuntungan yang diperoleh dari hubungan-hubungan tersebut. yang dilakukan secara ilmiah. baik hukum formal/ positif ataupun hukum berdasarkan normas-norma masyarakat (sanksi sosial). Sebagai akibatnya. 2. sehingga kepatuhan pun tergantung pada baik- 107 . Diartikan sebagai suatu kepatuhan yang didasarkan pada harapan akan suatu imbalan dan usaha untuk menghindarkan diri dari hukuman atau sanksi yang mungkin dikenakan apabila seseorang melanggar ketentuan hukum. Tentang faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilanxci.crime and evil“. kesadaran hukum menekankan tentang nilai-nilai masyarakat tentang fungsi apa yang hendaknya dijalankan oleh hukum dalam masyarakat. Compliance.

Internalization. Penderitaan yang ada sebagai akibat pertentangan nilai-nilai diatasinya dengan menerima nilai-nilai penegak hukum. 2. Dalam hal ini telah terjadi internalisasi hukum dalam masyarakat yang diartikan bahwa kaidah-kaidah hukum tersebut telah meresap dalam diri masyarakat. Society Interest. 3. terlepas dari pengaruh atau nilai-nilainya terhadap kelompok atau pemegang kekuasaan maupun pengawasannya. Hal ini disebabkan. Kesadaran hukum berkaiatan dengan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan perilaku yang dilarang ataupun 108 . Titik sentral dari kekuatan proses ini adalah kepercayaan orang tadi terhadap tujuan dari kaidah-kaidah yang bersangkutan. 4. yaitu : 1. Hasil dari proses tersebut adalah suatu konformitas yang didasarkan pada motivasi secara intrinsik. Walaupun seseorang tidak menyukai penegak hukum akan tetapi proses identifikasi terhadapnya berjalan terus dan mulai berkembang perasaan-perasaan positif terhadapnya. 4. Isi kaidah-kaidah tersebut adalah sesuai dengan nilai-nilainya dari pribadi yang bersangkutan atau oleh karena dia mengubah nilai-nilai yang semula dianutnya. Pola Perilaku Hukum. Maksudnya ialah kepentingan-kepentingan para warga masyarakat terjamin oleh wadah hukum yang ada. 3. Terdapat 4 (empat) indikator kesadaaran hukum. melainkan karena hukum itu sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat itu sendiri. oleh karena orang yang bersangkutan berusaha untuk mengatasi perasaanperasaan kekhawatirannya terhadap kekecewaan tertentu. yang masing-masing merupakan suatu tahapan bagi tahapan berikutnyaxciii. Pengetahuan Hukum. Pengetahuan Hukum adalah pengetahuan seseorang mengenai beberapa perilaku tertentu yang sudah diatur oleh hukum. Pemahaman Hukum. Dengan demikian masyarakat menaati hukum bukan karena paksaan. Sikap Hukum.buruknya interaksi tadi. Pada tahap ini seseorang mematuhi kaidah-kaidah hukum dikarenakan secara intrinsik kepatuhan tadi mempunyai imbalan. Sudah tentu bahwa hukum yang dimaksud di sini adalah hukum tertulis (hukum formal) dan hukum tidak tertulis (normanorma atau aturan-aturan dalam masyarakat). dengan jalan menguasai obyek frustasi tersebut dengan mengadakan identifikasi.

Pola Perilaku Hukum merupakan hal yang utama dalam kesadaran hukum. Bila dianggap bahwa hukum merupakan konkritisasi dari sistem nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Nyatalah bahwa kesadaran hukum sebetulnya merupakan masalah nilai-nilai. Konsekuensinya adalah bahwa perubahan pada sistem nilai-nilai harus diikuti dengan perubahan hukum atau dilain pihak hukum harus dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengadakan perubahan pada sistem nilai-nilai tersebut. tentang keserasian antara ketertiban dengan ketentraman yang dikehendaki atau yang sepantasnya. Akan tetapi yang dilihat di sini adalah bagaimana persepsi mereka dalam menghadapi berbagai hal. Suatu sikap hukum akan melibatkan pilihan warga terhadap hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam dirinya sehingga akhirnya warga masyarakat menerima hukum berdasarkan penghargaan terhadapnya. karena di sini dapat dilihat apakah suatu peraturan berlaku atau tidak dalam masyarakat. Dalam hal pemahaman hukum tidak diisyaratkan seseorang harus terlebih dahulu mengetahui adanya suatu aturan tertulis yang mengatur semua hal. Sikap Hukum adalah suatu kecenderungan untuk menerima hukum karena adanya penghargaan terhadap hukum sebagai sesuatu yang bermanfaat atau menguntungkan jika hukum itu ditaati. jadi kesadaran hukum adalah konsepsi abstrak di dalam diri manusia. dalam kaitannya dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Dengan kata lain pemahaman hukum adalah suatu pengertian terhadap isi dan tujuan dari suatu peraturan dalam suatu hukum tertentu. Dengan demikian sampai seberapa jauh kesadaran hukum dalam masyarakat dapat dilihat dari pola perilaku hukum suatu masyarakat. Sebagaimana terlihat disini bahwa kesadaran hukum berkaitan dengan nilai-nilai yang terdapat di masyarakat. Persepsi ini biasanya diwujudkan melalui sikap mereka terhadap tingkah laku seharihari. serta manfaatnya bagi pihak-pihak yang kehidupannya diatur oleh peraturan tersebut. mencuri. tertulis maupun tidak tertulis.perilaku yang diperbolehkan oleh hukum. Pemahaman Hukum dalam arti di sini adalah sejumlah informasi yang dimiliki seseorang mengenai isi peraturan dari suatu hukum tertentu. maka dengan demikian suatu keadaan yang dicitacitakan adalah adanya keselarasan dan keseimbangan antara hukum dengan sistem nilai-nilai tersebut. merampok dan lainlainnya itu dilarang oleh hukum. Sebagaimana dapat dilihat di dalam masyarakat bahwa pada umumnya seseorang mengetahui bahwa membunuh. 109 .

dimana pihak yang merasa dirugikan dapat meminta ganti rugi kepada pihak yang merugikan (terjadi pada tindak hukum perdata). baik itu berupa pengucilan atau tidak diterima oleh masyarakat dan maupun hukuman fisik yaitu pemenjaran. dan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Wujud Masyarakat yang Bermoral dan Mentaati Hukum. maka hukuman itu bukan sesuatu yang buruk. Dalam konteks hubungan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehinga setiap individu dapat berhubungan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. 5. melainkan sesuatu yang baik bagi masyarakat juga untuk pelaku kejahatan. baik moral maupun fisik. 110 . sebagai perwujudan nilai. yaitu mahluk yang selalu berintraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya.Dalam dimensi lain. Untuk macam-macam hukuman dapat terdiri dari hukuman tahanan (sifatnya hukuman fisik) yang bertujuan untuk merampas kebebasan pelaku kejahatan (ini biasanya terjadi pada tindak hukum pidana). Menurut L. Keadilan. Disepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial. tujuan hukuman adalah untuk memperbaiki penjahat. dan karena itu hukuman dapat dibenarkan. orang dijatuhi hukuman karena orang berbuat kejahatan. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan.J. Maka. hukuman harus mendidik penjahat menjadi orang yang baik dalam pergaulan hidupxciv. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara adalah jika masyarakat tidak memiliki kesadaran hukum atau melanggar hukum. Disini berlaku konsep “ reward and phunisment “. maka dapat dikatakan bahwa seseorang itu telah melanggar nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. dengan kata lain. Dapat juga berupa kompensasi yang biasanya dalam bentuk ganti rugi. Hukuman adalah akibat mutlak dari suatu tindakan atau balasan dari kejahatan yang dilakukan oleh seseorang. van Apeldoorn. Jika dipandang demikian. yaitu siapa yang menghargai dan tidak melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan mendapat penghargaan dalam bentuk penerimaan diri oleh masyarakatnya. sehingga pameo “ Ubi Societas Ibi Ius “ (dimana ada masyarakat disana ada hukum adalah tepat. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. akan tetapi sebaliknya jika siapa yang melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan menerima hukuman. Ketertiban. manusia. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tampa atau diluar masyarakat.

tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). Dia mengatakan hal tersebut karena Kant melihat adanya realita-realita baru di dunia. tetapi hal itu seharusnya dianggap sebagai suatu hal yang wajar karena seorang terhukum (yang terbukti melakukan kejahatan) layak menanggung penderitaan tambahan. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. inkonsistensi. tetapi tiap orang menyetujui dan menganggapnya sebagai sesuatu yang baik dalam dirinya. menggambarkan secara jelas hubungan antara masyarakat bermoral yang harus mentaati hukum. Meskipun disadari bahwa. ketertiban sebagai tujuan utama hukum. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi mempertegas lembagalembaga hukum mana yang melaksanakannya. akhirnya menerima cambukan secukupnya. hal ini menyakitkan.Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. 111 . Ironi merupakan kecenderungan yang dicirikan dengan berbagai cakupan sifat : kontradiktif.. Bahkan. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. seorang filsuf moral. darah dibalas darah“. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. Maksud dari pay back ini adalah bagi mereka yang terbukti melakukan kejahatan layak dikenai “pembayaran kembali” atas tindakannya yang mengabaikan kepantasan moralxcvii. Seperti pepatah kuno yang mengatakan “mata dibalas mata. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. Hal ini bisa membenarkan permasalahan tentang hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan. Kant mengatakan “ Jika seseorang. berlebihan dan ada di luar garis. Mochtar Kusumaatmadja. abnormalitas. mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. “xcvi. acapkali hukum melahirkan ironi. Hukum tidak dianggap ironi jika diberlakukan apa yang oleh para filsuf moral disebut “ Pay Back “ (Pembayaran Kembali). menghukum orang bisa menambah jumlah kemalangan di dunia. ada yang menyatakan kepastian hukum. dll. bukan karena alasan lain. Banyak orang dalam masyarakat dewasa ini yang setuju terhadap pendapat Imanuel Kant tersebut. yang suka mengganggu dan mengesalkan masyarakat yang cinta damai. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”xcv. anomali. Imanuel Kant.. janggal. dimana hukum saat ini tidak lagi mengikuti asas kesetimpalan. bahwa orang harus dihukum karena melakukan kejahatan. . ada juga yang menyatakan kegunaan.

namun hukum dan moral tetap berbeda. Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. moral juga membutuhkan hukum. karena hal itu mustahil. begitu juga sebaliknya. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. kita wajib melakukan yang baik dan benar serta berani menolak yang tidak baik dan yang tidak benar (menurut ukuran masyarakat). hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. maka dapat dikatakan bahwa kita memiliki hati. sanksi hukum tetap menganut proportionately (setimpal). Dalam kehidupan sosial atau bermasyarakat. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. Bertensxcix yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. sesuai dengan kadar beratnya kejatahan. Bagi orang yang bersuara hati. Meskipun hubungan hukum. Di sisi lain. perundang-undangan yang immoral harus diganti. Disini norma hukum menjadi suatu hal yang penting dan jika norma hukum tidak dijalankan dengan tidak semestinya. ada pepatah Roma mengatakan “ Quid leges sine moribus? ”. Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas?. Jika hal ini tidak diberlakukan (hukuman tidak setimpal dengan perbuatan kerjahatan) maka masyarakat akan mengalami degradasi moral. atau lebih tepatnya hilangnya kesadaran moral akibat dari “rasa ketidak adilan“ hukum. Oleh karena itu kualitas harus selalu diukur dengan norma moral.Dalam kapasitas ini. Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. sebab dalam kenyataan “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. Jika kita mampu melaksanakannya. ia akan malu jika melakukan perbuatan tidak bermoral atau yang bertentangan dengan hatinya. Dan jika kita mengikutinya. dan moral begitu erat. hukum akan kosong tanpa moralitas. jika orang memiliki kesadaran moral dapat dikatakan mereka adalah orangorang yang masih memiliki hati dan mau mendengarkan suara hatinya serta mempertimbangkan segala sesuatunya dengan hati. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dari moralitas. akan membuat kita merasa bernilai di dalam masyarakat dan merasa aman. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevanxcviii. Pertama. artinya 112 . sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. Orang yang hilang kesadaran moralnya adalah mereka yang tidak mempunyai suara hati. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. yang berarti terdapat ketidak cocokan antara hukum dengan moral. maka dampaknya adalah hukum menjadi tidak berwibawa. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum.

biasanya tersangka tetap ditahan. Alasan hukum untuk menahan seorang tersangka di Jepang hampir sama di Indonesia. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat merubah hukum.dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. Dan jika sudah mengaku 113 . namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. Tersangka mempersulit pemeriksaan. dianggap “mempersulit pemeriksaan” sehingga harus ditahan. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. Tetapi norma etis tidak dapat dipaksakan. yaitu (1). karena dianggap telah menunjukkan “rasa penyesalannya”. Tersangka dianggap dapat merusak atau menghilangkan alat bukti. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan. Kedua. Tersangka dikhawatirkan melarikan diri. Moralitas berdasarkan pada normanorma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. secara moral siapapun tersangka yang tidak mengaku. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. Tetapi meski secara yuridis alasan penahanan yang diatur oleh undang-undang Jepang dan Indonesia sama. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. (2). Prof. jika nilai kejahatannya melebihi 300 juta Yen. Achmad Ali memberikan gambaran menarik tentang fenomena hubungan antara hukum dan moralitas dengan membedakan penegakan hukum pada masyarakat barat dengan penegakan hukum di Jepangc. (3). sebab paksaan hanya akan menyentuh bagian luar. tetapi meskipun sudah mengaku. hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. Ketiga. biasanya tersangka itu tidak ditahan. Umumnya seorang tersangka juga ditahan jika tidak mengaku atau jumlah nilai kejahatannya 300 juta Yen atau lebih. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan denghan norma moral. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. Dr. tetapi pelaksanaannya berbeda karena di Jepang. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. pelanggar akan terkena hukumannya. Keempat. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. dimana kalau tersangka mengakui kejahatan yang didakwakan terhadap dirinya. Yang menarik adalah fenomena hukum di Jepang. Satu-satunya sanksi dibidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis.

2. Dalam konteks hubungan dengan sesamanya seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat behubungan secara harmonis dengan individu lain di sekitarnya. Lalu bagaimana di Indonesia sehubungan dengan “Patung Dewi Keadilan” itu. untung saja “Dewi Keadilan” Indonesia tertutup matanya. karena meskipun sudah tertutup matanya tetap masih bisa membedakan mana “rupiah dan dollar”. bayangkan seandainya “Dewi Keadilan” Indonesia sama dengan di Jepang yang matanya terbuka. dan hanya memegang pedang dengan tangan kanan dan timbangan dengan tangan kiri. Ringkasan Telah menjadi sebuah kesepakatan bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial yaitu mekhluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan orang lainnya atau sesamanya. 3. mengingat bahwa kita tidak 114 . 4. yang mana mata “dewi keadilan” tertutup dengan kain hitam. Bahkan Hukum Positif Jepang memungkinkan seorang tersangka dalam kasus pidana tidak diteruskan perkaranya ke pengadilan. Lebih lanjut yang menarik menurut Achmad Ali adalah mengenai simbol atau lambang hukum yaitu “Dewi Keadilan” di Jepang. dengan banyak didasari pertimbangan non-hukum serta moral. Simbol “Dewi Keadilan” di Jepang tidak sama dengan simbol “Dewi Keadilan“ dimanapun juga. tidak seperti hukum di barat (bahkan hukum di Indonesia) yang “menutup mata” dari faktor-faktor non-hukum termasuk moral. melainkan terbuka. hukum dan penegak hukum di Jepang “membuka mata” terhadap faktor-faktor moral dalam setiap kasus hukumnya. Di Jepang. Lingkungan kehidupannya menunjukkan kemungkinan si tersangka dapat merubah cara hidupnya menjadi baik.dan mengembalikan hasil kejahatannya. Dengan alasan menunjukkan sikap yang baik. umumnya tersangka di Jepang tidak lagi ditahan. Mengembalikan hasil kejahatannya atau meletakkan jabatan (tetapi khusus jika kasusnya bukan kasus yang nilai kejahatannya sangat besar). Masih di bawah umur atau anak-anak. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. yang secara jelas mengesampingkan faktor moralitas. Seorang tersangka tidak sampai dituntut di muka pengadilan : 1. mata “dewi keadilan” tidak tertutup dengan kain hitam. bahkan di Barat ataupun di Indonesia sendiri. Menurut masyarakat Jepang (terutama aparat penegak hukumnya). tentu akan lebih serakah lagi. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita yaitu hukum.

Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama. moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. Untuk melindungi 115 . yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. Ketertiban sebagai tujuan utama hukum. sehingga pameo “Ubi Societas Ibi Ius” (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. Selain itu fungsi dari nilai. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. ada juga yang menyatakan kegunaan. Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lain-lain. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum.mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau di luar masyarakat. Terdapat tiga fungsi eksplisit dalam kehidupan manusia. Pertama. menarik perhatian pada permasalahanpermasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya. kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. Kedua. mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Nilai. mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin. ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat. Hukum sebagai kaidah sosial. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. Maka manusia. dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Ketiga. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut. dengan kata lain.

moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Perwujudan nilai. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 116 . Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. disebut hukum positif. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilan.lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. yang dilakukan secara ilmiah. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan.

perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. 20. Jelaskan hubungan antara nilai.Sos 1. Apa yang dimaksud dengan : a. Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar. Sains adalah pengetahuan yang sistematis. netral dan bebas nilai. Jelaskan dengan ringkas tiga fungsi eksplisit dari hukum ?.ci Ilmu selalu tersusun dari pengetahuan yang teratur. Hukum Moral c. 18. yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (obyek) tertentu dengan sistematis. Dalam pemikiran barat. Kedua. dimana pengetahuan dianggap benar apabila dalil (preposisi) itu mempunyai hubungan dengan preposisi yang terdahulu. teknologi dan seni Sains Sains berasal dari bahasa latin Scire. bahwa pengetahuan itu benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengetahuan itu. pengetahuan itu benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan. Teori pertama bertitik tolak adanya hubungan dalil. Hukum pada dasarnya dibuat untuk di patuhi oleh masyarakat. obyektif. S. Pengertian sains. TEKNOLOGI DAN SENI Oleh : Linda Dwi Eriyanti. umum. 19. sekalipun diakui berpijak dari system nilai. logis. Teori ketiga menyatakan. 17. empiris. SAINS. Jelaskan perbedaan antara nilai-nilai yang dianut oleh barat dengan nilai-nilai yang dianut oleh timur ?. Sebutkan dan jelaskan faktor apa saja yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum ?. Hukum Positif (pembayaran BAB VII MANUSIA. sains memiliki karakteristik yaitu. Kesadaran Hukum d. dan akumulatif. Lebih jauh sains dapat dirumuskan sebagai himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui suatu proses pengkajian dan dapat diterima oleh ratio. tetapi sains bebas dari pertimbangan-pertimbangan nilai. Kata sains diindonesiakan menjadi ilmu pengetahuan. Diskusikan dengan teman anda 3 . artinya mengetahui dan belajar. metodis.cii 117 . moralitas dan hukum 16. rasional. ?.15.5 orang tentang permasalahan penerapan hukum (produk dan perangkat hukum) di Indonesia ?. Pay Back kembali) b.

serta obyek formal. teori. Ilmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pengetahuan alam. Menantang karena pengetahuan ilmiah selama ini dipahami sebagai hasil murni kemampuan logika manusia yang lepas dari faktor sosial.ciii Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. di mana manusia itu sendiri adalah spesies yang tidak pernah lepas dari dunia sosial. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang obyektif 2. Dimulai dengan pengamatan. Memahami sains melalui dimensi sosial secara epistemologis menarik sekaligus menantang. sains telah menjadi salah satu kajian dalam karya Karl Marx. makna. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran. dan kepercayaan. ideologi. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada. Penelitian dasar bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah. sintesis. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dantindakan. induktif. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineeringnya. cipta rencana sistem metode atau proses yang berguna.civ Bagi para sarjana studi sains (science studies). cara pandang. kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berfikir analitis. Dalam catatan Sal Restivo. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan mencapai ilmu 4. 3. meliputi obyek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh. dan deduktif. namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali. ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan. sains adalah produk sosial. Pengembangan diartikan sebagai penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan produksi bahan-bahan. kebenaran pengatahuan. yaitu sudt pandang yang mengarahkan kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Dia diproduksi melalui mekanisme interaksi dan negosiasi yang terbentuk dari suatu sistem sosial yang sarat dengan bentukan-bentukan imajinatif. Selektif.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan obyek yang merupakan bahan dalam penelitian. Merasa pasti bahwa setiap pendapat. Menarik karena sains adalah karya manusia. dan sebagai apa yang disebut generic meliputi segala usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. seperti nilai. Generasi awal Berkembangnya sains modern di Eropa yang dipicu oleh semangat Enlightenment telah menjadi perhatian banyak pemikir sosial abad ke-19. Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap ilmiah yang meliputi empat hal : 1. sedangkan penelitian terapan adalah untuk menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah. yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi. 118 .

Ketiga ketiadaan kepentingan. Keempat skeptisisme yang terorganisasi. Belakangan norma sains Mertonian mendapat kritik tajam karena keempat norma tersebut tidak lebih dari representasi ideologi sains itu sendiri. keduanya memahami sains dari sudut pandang sosiologis. Yang dimaksud dengan faktor imanen adalah perkembangan logika dalam sains (inner logic). yakni setiap penemuan dalam sains menjadi milik bersama dalam komunitas sains tersebut. tidak hanya material dan bahasa yang digunakan para saintis dalam mengamati fenomena alam adalah produk sosial. Bagi Durkheim. Sosiologi sains Mertonian berlandaskan pada satu asumsi bahwa sifat dan perkembangan sains ditentukan oleh faktor sosial dan faktor imanen. dan sains modern. yakni kepercayaan bahwa klaim kebenaran lepas dari kriteria personal seperti ras. dalam analisis Restivo. Pada titik ini. Protestanisme. yakni pengetahuan bersifat bebas nilai dan kepentingan. tetapi di sisi lain dia mendukung penggunaan sains bagi tujuan-tujuan politik kaum proletar. Bagi Marx. Kedua komunisme (bukan dalam makna ideologi). Pertama universalisme. 119 . pengetahuan ilmiah masih lepas dari analisis sosial. yakni bahwa perkembangan pengetahuan muncul dari sikap skeptis kolektif para saintis terhadap setiap pemahaman atas fenomena alam. keberadaan para saintis juga merupakan suatu fenomena sosial. Dari sini kita bisa melihat bahwa dalam sosiologi sains Mertonian. Tesis Merton mengatakan bahwa sains modern hanya dapat tumbuh dan berkembang dalam kondisi sosiokultural tertentu. Gagasan besar dalam sosiologi sains Mertonian dapat dirangkum dalam norma sains (norms of science) yang terdiri atas empat nilai fundamental yang membentuk etos sains. apa yang dilakukan Marx dalam memahami sains berlanjut pada agenda politik untuk melakukan perubahan fundamental dalam sains modern. Hingga dekade 1970-an. Beberapa kontribusi terpenting Marx dalam studi sains antara lain pemahaman relasi antara praktik matematika dan sistem produksi. Mertonian vs Kuhnian Munculnya sosiologi sains sebagai suatu disiplin pada awal abad ke-20 banyak dipengaruhi oleh pemikiran Max Weber. Weber sendiri memberi perhatian serius pada keterkaitan antara kapitalisme. Pemikiran Weber dan Durkheim memberi jalan bagi terbentuknya sosiologi sains sebagai suatu disiplin dalam tradisi akademik di Eropa Barat dan Amerika Utara. Seperti Marx. atau agama. kebangsaan. Robert Merton adalah sosok sentral dalam bidang ini dan dapat disebut sebagai bapak sosiologi sains. sains adalah produk kaum borjuis. Buku ini menjelaskan relasi antara sains dan institusi sosial di mana sains itu berada. Merton menyelesaikan studinya di Harvard pada tahun 1934 dengan disertasi yang menjadi buku berjudul The Sociology of Science. Marx bersikap inkonsisten. Cikal bakal studi sains dibentuk oleh Emile Durkheim dan Max Weber. Pada satu sisi dia mengkritik sains sebagai alat eksploitasi kaum pemilik modal. Karena itu.Bagi Marx. konsep-konsep ilmiah yang dihasilkan dalam sains memiliki status representasi dan elaborasi kolektif. paradigma Mertonian mendominasi perkembangan sosiologi sains.

Persepsi ini lalu menstimulus lahirnya krisis yang menuju pada revolusi dengan tujuan perubahan institusional. menerbitkan The Structure of Scientific Revolution. seorang fisikawan yang kemudian berkarier sebagai sejarawan sains. Walaupun tidak memiliki latar belakang sosiologi. khususnya paradigma Mertonian. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1979. Ciri kuat dari sosiologi sains baru adalah penggunaan kerangka konstruktivisme. Thomas Kuhn. pendidikan dan pelatihan 120 . Di sini pengetahuan ilmiah dijadikan obyek analisis sosial. Sosiologi sains baru tidak hanya mengkaji aspek institusional dalam sains. Gaya berpikir mengacu pada perilaku berpikir. Kuhn masih menerima penjelasan Merton tentang norma sains. revolusi ilmiah dan revolusi politik memiliki karakter yang sama. paradigma Kuhnian sering diasosiasikan sebagai anti-Mertonian. sosiologi sains baru sering diidentikkan dengan sosiologi pengetahuan ilmiah (sociology of scientific knowledge). Kuhn memberi penjelasan alternatif terhadap apa yang dilakukan Merton selama beberapa dekade sebelumnya. Karya Kuhn menarik banyak orang karena dia menggunakan model politik dalam menjelaskan perkembangan sains. pemikiran Emile Durkheim tentang representasi kolektif memberi inspirasi bagi gerakan sosiologi sains pascaMertonian atau yang disebut sebagai the new sociology of science. asumsi kultural dan keilmuan. Walaupun telah memicu perubahan dalam pemahaman sains. Fleck memperkenalkan konsep gaya berpikir (thought style) yang menyerupai konsep representasi kolektif Durkheimian. Keduanya terbentuk dari persepsi yang ada di masyarakat bahwa institusi di mana mereka berada sudah tidak bekerja dengan baik. Lewat buku ini Kuhn melontarkan istilah paradigma yang mengacu pada cara pandang kelompok ilmiah tertentu terhadap suatu fenomena. Kuhn sendiri tidak lepas dari kritikan. Genre konstruktivisme Jika Max Weber membuka jalan bagi terbentuknya disiplin sosiologi sains.Pada tahun 1962. Model Kuhnian juga dikritik karena mengacu pada revolusi sistem politik modern yang semata-mata terjadi melalui sirkulasi kaum elite. The Genesis and Development of a Scientific Fact. tetapi masuk ke dalam wilayah yang lebih dalam. Studi empiris yang dilakukan Sal Restivo dan Randal Collins tentang paradigma sains Kuhnian menyimpulkan bahwa pola perubahan dalam sains secara substansial berbeda dengan apa yang dilontarkan oleh Kuhn. barulah pemikiran Fleck mendapat perhatian serius dari para sarjana studi sains. Orientasi anti-Mertonian bagaimanapun tidak menjadikan Kuhn sepenuhnya bertolak belakang dengan Merton. Kuhn memakai istilah revolusi untuk menggambarkan proses invensi dalam sains dan memberi penekanan serius pada aspek wacana ilmiah. Karena itu. Karena itu. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 1935 dalam bahasa Jerman. Bagi Kuhn. Konsep konstruktivisme sosial yang menjelaskan produksi pengetahuan ilmiah pertama kali digunakan Ludwik Fleck dalam bukunya. karya Kuhn memberi kontribusi penting dalam sosiologi sains. sesuatu yang tidak dilakukan oleh Merton dan para muridnya.

Dia sangat tergantung pada teori yang menjadi landasannya. dianggap menafikan apa yang telah dicapai sains dalam memahami fenomena alam. Pada titik inilah praktik sains dibangun melalui tiga elemen yang saling mempengaruhi satu sama lain. bukan sebaliknya. pengetahuan dalam sains dapat berbeda mengikuti bentukan sosial. serta minat dan kesempatan. Andrew Pickering patut disebut dalam khazanah sosiologi sains baru. Diterimanya suatu konsep ilmiah sebagai paradigma tunggal dalam memahami suatu fenomena tidak lain karena adanya faktor dan konteks sosial tertentu yang bekerja dalam proses penerimaan itu. yakni eksperimen. Tetapi. Tokoh sentral Strong Programme adalah David Bloor. Konsep quark lahir dari proses penilaian dan pemilihan teori dan tidak muncul begitu saja dari serangkaian eksperimen. yang mana kesemuanya membentuk persepsi dan cara menghasilkan teori (theorizing). pengetahuan yang sistematis. Eksperimen itu sendiri dapat dipahami secara sempurna karena bekerja dalam suatu sistem yang tertutup (closed system). para konstruktivis dalam studi 121 . Menurut Latour dan Woolgar. eksperimen bukanlah suatu sistem yang tertutup. Tokoh lain dalam gerakan sosiologi sains baru adalah Bruno Latour. Pickering yang memiliki latar belakang fisika teori menjelaskan secara sosiologis lahirnya konsep quark. Di lain pihak. Permasalahannya. Dalam buku ini Latour dan Woolgar mengungkap budaya dalam laboratorium yang membentuk korespondensi antara kelompok peneliti sebagai suatu jaringan dengan seperangkat kepercayaan. Latour adalah salah satu penggagas actor-network theory (ANT) yang menjelaskan lahirnya suatu pengetahuan melalui relasi antara masyarakat (konstruktivisme sosial) dan alam (realisme). Kerangka konstruktivisme dalam studi sains telah memicu konflik intelektual antara para saintis dan para sarjana studi sains. menurut Pickering. eksperimen. Karena itu. dan otonomi sains. Bagi Bloor. Strong Programme adalah salah satu kubu studi sains yang kental dengan pendekatan konstruktivisme. Latour melakukan studi etnografi di laboratorium endocrinology Salk Institute. dan keterampilan yang terkait satu sama lain secara kompleks. teori. dalam suatu laboratorium. Hasil studi ini menghasilkan Laboratory Life: The Social Construction of Scientific Facts. Sains berkembang membentuk cabang-cabang yang kompleks sesuai dengan heterogenitas dalam sistem sosial. Konstruktivisme. Bersama Steve Woolgar. Dalam Constructing Quarks. perilaku. sosiolog sains memberikan perhatian tidak semata-mata pada manusia (actant). Penjelasan konstruktivisme sosial dianggap ancaman terhadap integritas. kegiatan observasi bersifat lokal dan memiliki budaya spesifik. Bagi kalangan fisikawan. realitas quark adalah hasil dari praktik fisika partikel.profesional. dan penilaian. quark lahir dari bukti empirik yang didapatkan melalui eksperimen. seperti yang dijelaskan oleh Restivo. pemilihan teori sebagai raison d’etre suatu eksperimen tergantung dari penilaian (judgment) para saintis. menurut Pickering. tapi juga pada benda dan obyek (non-actant) secara simetris. Karena itu. yang sering diasosiasikan sebagai relativisme. Dalam ANT. legitimasi. sains tidaklah berkembang secara linier seperti yang dipahami secara luas.

setiap sistem budaya menghasilkan perbedaan dalam pola pengetahuan. wacana sistem pengetahuan tidak pernah lepas dari konteks budaya di mana sistem pengetahuan tersebut berada. Selama lebih dari satu dekade terakhir. Secara antropologis. Pertama. studi sains menjadi lebih semarak dengan bergabungnya para antropolog dalam tradisi intelektual ini. bentuk-bentuk organisasi sosial dalam penelitian ilmiah yang berbeda secara kultural akan mempengaruhi isi dari sistem pengetahuan. Sandra Harding mengidentifikasi empat jenis elemen budaya yang membentuk inti kognitif dari sistem pengetahuan. Bagi Latour. Lenoir menolak klaim Merton tentang universalisme dan disinterestedness dalam sains karena pengetahuan selalu bersifat lokal. bentuk pertanyaan. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Bloor sendiri bahwa hanya dengan metode sains. Karena itu. Dengan pemahaman sains sebagai praktik budaya. Asquith mencari heterogenitas dalam sains dengan membandingkan cara pandang. kata social dalam subjudul dihilangkan. Studi Pamela Asquith dapat dijadikan satu contoh menarik. Pemahaman budaya dalam sains dijelaskan oleh Timothy Lenoir. bukan sebaliknya. Ketiga. Kasus Latour juga tak kalah menarik. dan dilandasi kepentingan. sistem budaya membentuk wacana dalam proses produksi pengetahuan yang selanjutnya mempengaruhi cara pandang dan pola intervensi masyarakat dalam sistem budaya tersebut. para sarjana studi sains dari disiplin ini memberi kontribusi dalam memahami bagaimana pengetahuan dalam sains diproduksi melalui proses pemaknaan dan praktik budaya. sistem pengetahuan terbentuk dari upaya manusia untuk bertahan hidup melalui pemahaman regularitas yang terjadi di alam. sains adalah media untuk memahami masyarakat. Kedua faktor ini senantiasa melekat pada para pelaku produksi pengetahuan (saintis). Sains dan budaya Memasuki dekade tahun 1990-an. Kedua. Sebagai contoh adalah Strong Programme yang secara epistemologis menggabungkan metode sains dan sosiologi dalam memahami sains sebagai konstruksi sosial. para sosiolog dapat memahami sains. parsial. bentuk kepentingan sosial berbeda dalam setiap sistem budaya. regularitas alam yang berbeda yang dialami oleh sistem kebudayaan yang berbeda lokasi akan menghasilkan sistem pengetahuan yang berbeda pula. Dalam edisi kedua Laboratory Life. Aktivitas interpretasi adalah praktik budaya yang melibatkan faktor kognitif dan faktor sosial yang saling berimplikasi satu sama lain. karena alam tidak bersifat seragam (uniformly organized). Belakangan Latour sendiri menolak untuk disebut sebagai konstruktivis. dan metode penelitian 122 . Terakhir. Asquith melakukan studi komparasi kultural dan intelektual antara primatologi Barat (Eropa dan Amerika) dan primatologi Jepang. Artinya. Tidak lama setelah itu tuduhan sebagai “pengkhianat” konstruktivisme ditujukan kepada Latour. Lenoir berargumen bahwa pengetahuan adalah hasil interpretasi di mana obyek pengetahuan dan pengamat (interpreter) tidak berdiri secara terpisah satu sama lainnya. Catatan Harding di atas mengindikasikan bahwa sains dikonstruksi melalui budaya. Tidak sedikit dari mereka yang mempertahankan metode dan cara pandang dalam sains.sains bukanlah antirealisme.

Adapun di Jepang. dan relasi antara tubuh dan mesin secara kultural berbeda antara praktik fisika partikel dan biologi molekuler. dan proses pengambilan keputusan. Dari studi ini. sistem kepercayaan masyarakat Jepang mempercayai bahwa setiap hewan memiliki jiwa. sistem klasifikasi. prosedur empirik. Struktur simbolik ini terepresentasi melalui cara pendefinisian entitas. nilai-nilai komunalisme dan kerja sama sangat dominan. Walaupun Traweek tidak menjelaskan apakah perbedaan nilai budaya ini mempengaruhi pengetahuan yang dihasilkan. pengerjaan eksperimen. dan personalitas yang ditunjukkan oleh hewan primata yang mereka amati.primatologi di kedua sistem budaya tersebut. Dalam pandangan Kristen yang mempengaruhi para primatologis Barat. Pandangan ini “menghalangi” primatologis Barat untuk melihat kualitas mental yang membentuk perilaku sosial primata yang kompleks. dan strategi sosial dipahami. Perbedaan ini berdampak pada perbedaan pengetahuan yang dihasilkan dalam kedua tradisi primatologi tersebut walaupun mereka mengamati obyek yang sejenis. Sains dan Studi Sains 123 . Traweek melihat nilai individualisme dan persaingan yang melandasi sistem organisasi riset Amerika. Knorr-Cetina mengatakan bahwa sains modern tidaklah menyatu seperti yang diklaim kaum positivis. Jika Asquith mencari pengaruh budaya terhadap bentuk pengetahuan. Karen Knorr-Cetina membandingkan dua praktik sains modern. Asquith mengamati satu hal yang menarik. Perbedaan dalam nilai budaya ini terefleksi dalam banyak hal yang mencakup proses pembelajaran dan pengajaran. Sebaliknya. Dari hasil studinya selama beberapa tahun di laboratorium-laboratorium di Eropa dan Amerika Utara. Knorr-Cetina mengungkap perbedaan struktur simbolik dari kedua bidang ilmiah tersebut. sementara primatologi Jepang lebih bersifat sosiologis dan antropormorfis. relasi antara waktu dan ruang. proses tanda. Studi komparasi kultural juga dilakukan Sharon Traweek yang membandingkan praktik fisika energi tinggi di Amerika Serikat dan Jepang. Jika Asquith dan Traweek mengamati praktik sains dalam dua sistem budaya. Traweek mengamati bagaimana nilai budaya direpresentasikan melalui model organisasi sains. Hal ini membuat primatologis Jepang memberi perhatian serius pada atribut motivasi. Pada studi ini. Perbedaan sistem kepercayaan tentang posisi manusia di dunia ini menjadikan pengetahuan yang dihasilkan oleh primatologis Barat berbeda dengan rekan sejawatnya di Jepang. dan cara di mana strategi epistemik. setidaknya studi Traweek menunjukkan bahwa nilai budaya melekat erat pada sistem organisasi ilmiah. gaya kepemimpinan. Melalui studi komparasi silang disiplin ini. Knorr-Cetina mengamati bagaimana fragmentasi dan diversitas dalam sains modern membentuk dua budaya pengetahuan (epistemic culture) yang berbeda dalam aspek cara mengetahui (machineries of knowing). hanya manusia yang memiliki jiwa. organisasi laboratorium dan kelompok. Analisis ini menghasilkan pemahaman bahwa dalam proses produksi pengetahuan. Primatologi Barat cenderung bersifat fisiologis. perasaan. yaitu fisika partikel dan biologi molekuler.

Haraway menolak relativisme sekaligus universalisme yang diklaim para saintis. Dalam perspektif ini. Dalam kenyatannya teknologi tidak 124 . Dalam sudut pandang budaya.Konsep dan teori yang dikembangkan dalam studi sains berangkat dari pemahaman sains sebagai institusi sosial dan pengetahuan ilmiah sebagai produk sosial. Melalui pemahaman ini. Mistifikasi sains yang begitu kental dalam masyarakat ini memungkinkan praktik hegemoni kekuasaan dan kepentingan bersembunyi dengan rapi di balik jargon-jargon ilmiah. Lepas dari konflik antara para saintis dan sarjana studi sains dalam episode Science Wars. Selama beberapa dekade. Ini merupakan implikasi politis yang tidak dapat dihindari. melainkan bagai suatu tanaman bercabang-cabang yang tumbuh di atas tanah sosial. sains tidak lagi muncul sebagai suatu entitas yang integratif. Pemahaman dimensi sosial sains dapat menjadi lensa untuk melihat bahwa pengetahuan tidaklah tunggal dan monolitik. Karena itu Haraway menawarkan praktik difraksi. Pengetahuan ilmiah adalah wujud kreativitas dan imajinasi manusia dalam memahami ruang dan waktu di mana dia berada. Ini yang disebut Ron Eglash sebagai obyektivitas ganda (multiple objectivity). studi sains membuka suatu jendela baru di mana kita bisa memandang perkembangan sains dari perspektif yang lebih luas. studi sains telah memberi kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang sains dan relasinya dengan masyarakat. rigid. Tanpa menafikan apa yang telah dihasilkan sains bagi umat manusia. studi sains tidak berarti apa-apa.cv Teknologi dan Seni Istilah teknologi sebenarnya sudah mengandung sains dan teknik atau engineering sebab produk teknologi tidak mungkin ada tanpa didasari sains. Pemahaman sains melalui dimensi sosial yang ditawarkan studi sains berdampak pada demistifikasi sains secara institusional ataupun epistemologikal. Ketergantungan masyarakat kontemporer terhadap sains telah menempatkan sains pada posisi sakral dan bersifat ideologis. apa yang dihasilkan dalam studi sains sedikit banyak telah mempengaruhi perjalanan sains secara dinamis. Hawaray menginginkan adanya suatu budaya sains yang lebih kompleks dan beragam tanpa harus menjadi antirealisme. Sebaliknya. sains pun telah memberi banyak kontribusi bagi studi sains untuk tumbuh dan berkembang sebagai suatu disiplin. apakah studi sains menawarkan relativisme? Donna Haraway memberi jawaban menarik. teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains. Karena tanpa sains. dan berkembang secara linier. Lalu. studi sains memberi penyadaran kepada diri kita bahwa sains adalah hasil karya manusia dalam berinteraksi dengan alam. Haraway berargumen bahwa obyektivitas dalam sains tidaklah tunggal. di mana obyektivitas dan realisme agensi dalam produksi pengetahuan memiliki posisi yang sama pentingnya. Kepercayaan bahwa hanya ada satu cara melihat alam justru melawan hakikat manusia sebagai makhluk multikultural. Haraway mengajak kita untuk menggunakan domain budaya lain dalam sains yang selama ini termarginalisasi oleh dominasi narasi budaya Barat. Sains bukanlah sekumpulan ayat-ayat suci yang turun dari langit.

atau secara lebih spesifik. yang seharusnya menjadi perhatian ilmu sosial adalah pengaruh teknologi bagi masyarakat. menurut Sastrapratedjacviii memiliki cirri-ciri sebagai berikut : Rasionalitas. atau bahwa keseluruhan efek yang berbeda itu lahir dari sebuah teknologi yang sama. Dalam pandangan ini. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan Monisme. teknologi telah menjadi pusat perhatian ilmu sosial dan melihat dampaknya terhadap masyarakat. atas dampaknya pada tenaga kerja dan organisasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teknologi tidak terlepas dari masyarakat. dan bahwa tesis dari kelompok determinis dapat dijatuhkan oleh banyak sekali contoh dimana efek teknologi yang menyimpang dari yang dikehendaki semula. 2. bahwa ‘masyarakat’ juga bisa mempengaruhi jalannya perkembangan teknologi. sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak 125 . Batasan ini bukan bentuk teoritis. yang disebut sebagai seni. dan saling bergantung Universalisme.cvi Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia mnejadi lingkup teknis. bahkan dapat menguasai kebudayaan Otonomi. melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktifitas manusia. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan. tetapi teknik. meskipun arti dan maksudnya sama. Artificial. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. metode. Pandangan ini melahirkan pendapat bahwa evolusi teknologi adalah sebuah proses dimana perkembangan-perkembangan baru diilhami oleh penemuan (teknis) yang telah ada. artinya dalam hal metode. Makna Sain. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. Secara konvensional. tidak alamiah Otomatisme. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.bisa netral karena memerlukan sentuhan estetika yang bersifat subyektif. Ini sejalan dengan pendapat determinisme teknologi yang dihubungkan dengan beberapa bentuk Marxisme : teknologi amiliki kapasitas untuk menentukan jalannya evolusi sejarah. Teknologi. tetapi perolehan dari aktifitas masing-masing dan observasi dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Demikian pula dengan teknik mampu mengeliminasi kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin. Jacques Ellulcvii tidak menyebut teknologi. dan Seni Bagi Manusia Sains dan teknologi saling membutuhkan. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. atau prosedur untuk memproleh hasilnya. Fenomena teknik pada masyarakat kini. artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi. karena sains tanpa teknologi bagai pohon tanpa buah. artinya semua teknik bersatu saling berinteraksi. teknologi.

Sejak permulaan masa pasca resesi 1973. menganggap kemajuan teknnologi paling tidak secara sebagian ditambahkan dalam investasi tetap yang baru. inovasi. pemikiran bahwa teknologi pasca kapitalis maju sedang menghadapi gelombang panjang periode bolak-balik antara kemakmuran dan stagnasi. Teknologi bagi Perkembangan Sosial dan Ekonomi Pentingnya teknologi bagi perkembangan sosial dan ekonomi tidak diragukan lagi. Schumpeter. model pertumbuhan neoklasik tradisional menganggap kemajuan teknologi sebagai bagian dari factor residu dalam menerangkan peningkatan output. proses. sedang terjadi perdebatan mengenai arah dari kausalitas dari hubungan-hubungan statistic yang diamatiantara pertumbuhan industri dan langkah inovasi teknis. yang kemudian mulai menurun seiring dengan tercapainya kematangan industri. mobil. Pendekatan yang terakhir inipun tidak melangkah terlalu jauh dalam menangkap proses-proses dan kekuatan-kekuatan 126 . buka penyebabnya. Sedangkan tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya.factor-faktor yang telah terbukti berhubungan dengan perubahan besar dalam struktur ekonomi di negaranegara maju sejak terjadimya revolusi industri. bahan-bahan sintetis dan elektronik pada abad 20. Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia. Namun upaya-upaya analitis dan pemahaman di bidang ini sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. Dalam pendekatan ini perubhan teknologi benar-benar ‘dilepaskan’ yaitu dianggap tidak berkaitan dengan variable-variabel ekonomi yang lain. salah seorang ahli ekonomi terkemuka yang meletakkan kemajuan teknologi dalam analisisnya. tergantung pada interaksi dari penemuan. Residu ini biasanya besat dan secara implisit mempersatukan factor-faktor seperti pendidikan dari angkatan kerja dan keahlian manajemen yang memberi sumbangan bagi perbaikan efisiensi. Sementara ahli ekonomi lain mengatakan bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah konsekwensi. Beberapa komentar mengatakan bahwa sistem teknologi baru adalahpenyebab utama terjadinya gelombang naik. Diluar literature. sedangkan fungsi seni memberi semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. menekankan pentingnya produk-produk. setelah mempertimbangkan efek-efek perubahan dalam volume dari factor-faktor produksi. Jadi fungsi sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan menempatkannya kedalam suatu system yang logis. Aliran yang disebut model capital vintage. yang digambarkan dengan tepat oleh Freemancix sebagai sistem teknologi. ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. Hal ini untuk sebagian disebabkan kompleksitas proses perubahan teknologi serta kesulitan dalam menemukan pengukuran dan definisi yang tepat. telah diperbaharui. yang masing-masing menerjang bergantian dalam waktu sekitar 50-60 tahun. yang digunakan secara luas pada awal 1970-an. Pabrik dan mesin-mesin membawa perbaikan produktifitas dan hasil dari kemajuan teknologis tergantung pada tingkat investasinya. dan bentuk-bentuk organisasi atau produksi baru. Munculnya industri-industri besar seperti baja dan kereta api pada abad 19.berakar. Pada level ekonomi makro. sebagai pelengkap dari kemajuan teknologi. dan aktivitas kewirausahaan.

Ukuran-ukuran input mencakup pegawai yang dipekerjakan serta pengeluaran financial. Perdebatan tentang bagaimana teknik-teknik baru ditemukan dan dipakai biasanya terjadi pada level kajian kasus ekonomi mikro. Seringkali pada tahap inilah terjadi benturan ekonomi yang dahsyat. dan secara tidak langsung atas penemuan sejumlah produk baru pada tahun 1930-an. pemerintah semakin mengakui pentingnya mencapai atau mempertahankan daya saing internasional atas teknologi. industri. tetapi ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati mengingat adanya perbedaan dalam kecondongan untuk mematenkan antara perusahaan-perusahaan. dan perbedaan dalam perundangan paten nasional. Selepas periode pasca perang. yaitu. Tetapi pendekatan-pendekatan semacam ini baru memasuki masa awal perkembangannya. Penemuan bisa berupa produk baru atau penyempurnaan dari produk sebelumnya. lalu diikuti oleh periode penyebaran. dan kebijakan untuk melatih tenaga kerja 127 . dengan dibantu oleh terjadinya pergeseran dari batu bara ke minyak sebagai bahan baker industri. penemuan ilmiah membuka jalan bagi penemuan-penemuan lain yang. Pengukuran kegiatan inovatif dan penemuan mengalami banyak kesulitan. Meskipun terdapat keterbatasan. dimana karya riset ilmiah dasarnya di Jerman pada awal tahun 1920-an atas molekulmolekul rantai panjang langsung menghasilkan polystyrene dan karet styrene. Penggunaan sejumlah inovasi sebagai ukuran output biasanya membutuhkan beberapa penaksiran dari nilai ‘penting’ relative dari inovasi itu masing-masing. Kebanyakan negara memiliki cara yang berbeda dalam mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dan mempergunakan teknologi baru. Freeman menggambarkan proses ini dengan kasus plastic. Munculnya Jepang sebagai kekuatan ekonomi besar sebagian besar disebabkan oleh kebijakan yang secara sadar berusaha mengimpor teknologi modern asing serta menyempurnakannya di dalam negeri. dengan persepsi yang berbeda tentang amankan mereka dengan perlindungan paten. pada abad 19 seorang innovator seringkali adalah seorang independent. Ukuran-ukuran output dari penemuan meliputi statistic paten. yang punya kemungkinan dianggap sebagai penemuan. tetapi setelahnya penekanannya telah bergeser kearah karya ilmiah dan teknologi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. meskipun ada kesewenangan dalam mendefinisikan perbatasan antara tindakan riset dan perkembangan. Dalam banyak kasus. dipakai secara komersial . dengan menggunakan beberapa indicator bisa dipakai sebagai landasan perbandingan antar industri atau antar negara. Pada tahun 1970-an industri mulai mengalami kematangan dengan terjadinya penurunan permintaan dan laju perkembangan teknologi. negara. Model evolusioner yang dipimpin oleh Nelson dan Winter berusaha menggali kondisi dimana entrepreneur akan berusaha memakai teknik-teknik yang telah disempurnakan. atau sebuah prosedur baru dalam pengolahan produk yang telah ada.dimanateknik-teknik baru diserap ke dalam sistem produksi. dipakainya ide itu untuk pertamakalinya secara komersial. Penemuan-penemuan lebih lanjut dan penyebarannya secara besar-besaran ke seluruh dunia terjadi setelah PD II. jika diyakini memiliki potensi permintaan pasar. dimana perusahaan lain memakai atau memodifikasi inovasi tersebut dan memasarkan produk atau prosesnya. Jika sebuah penemuan sukses.

Potensi penghematan biaya dari tenaga nuklir telah didramatisasi seperti yang disinggung di atas. kerja. 128 . teknik meliputi bidang manusiawi. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. dan obat-obatan. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia. di mata pemerintah dan juga di mata serikat perdagangan. Manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. yang hasil pengembangannya disebut sains. hukum. senetara potensi terpendam computer dulunya sangat diremehkan. Dengan potensinya. karena bersumber dari Tuhan. Dengan potensi akal. Luasnya berbagai bidang teknik digambarkan Ellulcxii sebagai berikut : 1. hiburan. manusia diberi kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang salah. maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. Apapun yang terjadi bisa dikatakan bahwa kemajuan teknologi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan-lahan sampai akhirnya manusia takhluk pada teknik. Manusia Sebagai Subyek dan Obyek Ipteks Sumber ilmu adalah wahyu sedangkan akal merupakan instrument untuk menggali dan membuktikan kebenaran wahyu. terlebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi. dan seni. 3. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. Contohnya dalam organisasi negara. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat tetapi dianggap perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. Atas dasar itu ilmu ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) yang tingkat kebenarannya mutlak (absolute). dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) yang tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative) karena hanya penafsiran dan dugaan-dugaan sementara oleh manusia. bagi seorang teknisi. 2. Pada masyarakat teknologi. olehraga. teknologi.dalam menggunkan teknik-teknik baru tersebut. Bahkan ilmu ekonomi sendiri terserap oleh teknik. teknik meliputi bidang ekonomi. Dalam konteks ini perhatian diberikan terutama pada teknologi mikro elektronik dan ketakutan bahwa teknologi ini bisa memperburuk permasalahan pengangguran yang biasanya datang setelah ketakutan-ketakutan akan konsekwensi tertinggal dalam bidang teknologi. Dengan teknik mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi.cx Alvin Tofflercxi mengumpamakan teknologi sebagai mesin yang besar atau sebagai akselerator yang dahsyat dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. dan militer. teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi. 3. manajemen. seperti pendidikan. Ramalan-ramalan tentang dampak teknologi baru sangat tidak dapat dipercaya. pemerintahan. manusia dapat menggali rahasia alam semesta.

manusia hanya membentuk masyarakat massa. Perubahan waktu dan gerak manusia Akibat teknik manusia terlepas dari hakikat kehidupan. pohon-pohon atau gunung secara langsung. artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. pantai. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat 129 . Krisis Dunia Modern Menurut E. Situasi tertekan. sehingga irama kehidupan harus tunduk pada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusiawi dan sosial. lingkungan hidup menderita dan menunjukkan tanda-tanda setengah binasa. yang terasa menyesakkan nafas dan melemahkan badan. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran. Kedua. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat maka akan muncul kegoncangan. Manusia satusatunya makhluk Tuhan yang mampu merangkaikan fenomena alam beserta prosesnya secara kreatif.F Schumachercxiii.lingkungan manusia menjadi terbatas. penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan. tetapi diatur oleh jam. sifatnya alamiah dan kongkret. 4. menit. Keadaan tertekan demikian akan menghilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. sehingga menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemudahan dalam menjalani hidupnya. Peleburan manusia dengan mekanisme teknik menuntut kualitas manusia. 2. Manusia melebur dengan mekanisme teknik. tetapi manusia itu sendiri tidak hadir di dalamnya. Pertama. 3. sedemikian rupa sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya alam tersebut. sifat kemanusiaan berontak terhadap pola-pola politik. buruh yang sakit. organisasi. Terbentuknya masyarakat massa Akibat teknik. seperti bahan baker. dan teknologi yang tidak berperikemanusiaan. dalam Kecil itu indah. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak dan pola komunikasi manusia. atau keluarganya meninggal. Sebelumnya waktu diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia. sehingga sinar matahari pagi hari tidak sempat lagi menyentuh kulit manusia. dunia modern yang dibentuk oleh teknologi menghadapi tiga krisis sekaligus. Fenomena Pengaruh IPTEK Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknologi muncul fenomena diantaranya : 1. tidak dapat begitu saja meninggalkan pekerjaannya. tidak berhubungan dengan padang rumput. dan detik. Teknik telah mengubah lingkungan dan hakekat manusia. yang ada hanyalah bangunan tinggi yang padat. fosil. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. Waktu hanya mempunyai kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi atau sosial. Contoh pada sistem industri ban berjalan. Manusia mengalami ketegangan akibat penyerangan teknik-teknik mekanisme teknik.Manusia diciptakan sebagai subyek dan obyek IPTEKS. Contoh yang sederhana manusia dalam hal makan atau tidur tidak ditentukan lapar atau mengantuk. Ketiga. karena akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya.

yaitu kegagalan adaptasi dan penggantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknik. yakni tingkat menua yang lanjut sekalipun secara kronologis usianya belum tua. Bagi masyarakat semacam itu. Padahal individu membutuhkan hubungan sosial. Melalui teknik bukan berarti menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. apabila masa depan itu menyerbu masa kini dengan kecepatan yang terlampau tinggi. 4. Pembangunan dan Perkembangan Ipteks Pengaruh IPTEK pada tatanan kehidupan masyarakat Perkembangan IPTEK yang sedemikian pesatnya mampu menciptakan perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada tatanan kehidupan masyarakat. penerapan praktisnya. Ketiga tahap ini merupakan siklus yang menimbulkan bermacammacam ide kreatif baru sehingga merupakan reaksi berantai yang disebut proses perubahan. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. kemudian dicari semacam kekebalan diplomatic 130 . Accelerasi dan Trancience Dalam hal akselerasi. Kondisi sekarang sering manusia menjadi obyek teknik dan harus selalu menyesuaikan diri dengan teknik. politik atu persaingan kelas. melalui inovesi teknologi tiga tahap. Proses ekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. perubahan dibidang intelektual. perubahan tersebut seolah-olah tidak dapat dikendalikan lagi. masyarakat meninggalkan kebiasaankebiasaan lama atau kepercayaan-kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan dan kepercayaan baru. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya d. maka masyarakat atas dapat mengidap penyakit ‘progeria’. Teknik harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. Dengan semakin meningkatnya teknologi. bebas dari tekanan-tekanan. dan difusi atau penyebarannya dalam masyarakat. khususnya dalam empat bidang berikut : a. perubahan dalam organisasi-organisasi sosial yang mengarah pada kehidupan politik c. Alvin Tofflercxiv menyatakan saat ini negara-negara teknologi maju telah memasuki tahap superindustrialisme. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat. Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. tetapi poerlu memanusiakan teknik. perubahan di bidang industri dan kemampuan di medan perang.secara ideologis. tempat proses perubahan itu tidak dapat dipandang normal lagi. yaitu ide kreatif. yang melampaui kemampuan manusia. Teknik-teknik manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. Struktur sosiologis missal dipaksakan oleh kekuatankekuatan teknik dan kebijaksanaan ekonomi (produk industri). dan tercapailah akselerasi ekstern maupun intern (psikologis) yang merupakan kekuatan sosial yang kurang mendalam dipahami.terjadi neurosa obsesional atau gangguan syaraf menurut beberapa ahli. 5. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. setidaknya melakukan reaktualisasi b.

131 . yaitu benda. Secara kiasan tempat pun seolah-ilah cepat terpakai habis. langsung dapat dilihat. Hal ini dapat berlangsung dengan cara : . hendaklah mulai berfungsi dalam situasi manusia yang kongkret. membentuk kerangka pengalaman sosial. Tak mustahil pula akan timbul future shock atau kejutan masa depan. masyarakat amat mobil dengan ‘nomad baru’. terlampau banyak dilewati daya dukungannya. keadilan. artinya jelas. organisasi.adanya interaksi yang serasi antara manusia. organisasi ada kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan. hubungan ‘manusia-ide’ bersifat sementara karena ide dan image timbul dan menghilang dengan lebih cepat.terhadap perubahan. dan menjembatani teori-teori sosiologis tentang perubahan psikologi insasi perseorangan. tempat : hubungan “manusia-tempat” menjadi lebih sering. 2. hubungan ‘manusia-manusia’ pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. dan biosfer agar ekosistem terpelihara. Demikian pula pandangan terhadap teknologi harus menekankan pada keserasian antara teknologi dengan kepentingan manusia dan integritas ekosistem. Bandingkan misalnya vulpen yang bertinta yang permanent dengan ball point yang dibuang setelah habis. mesin-mesin. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir segala bidang aktifitas manusia. 4. Kontak antar manusia tidak menyagkut secara keseluruhan personalitas. Hubungan lima komponen itu. Eksplorasi mengenai kehidupan masyarakat high transience menghasilkan : 1. Masyarakat menurut transience. Hubungan ‘manusia-organisasi’ pun seolah-olah mengalir dan beraneka ragam. Akselerasi perubahan secara drastic dapat mengubah mengalirkan situasi. dibagi kedalam dua kelompok. Manusia dapat kehilangan individualitasnya dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar. ditambah dengan factor waktu. dan lebih sementara. berpijak pada kenyataan. namun hakekat sistemnya sendiri telah banyak mengalami perubahan. yaitu suatu penderitaan fisik dan atau mental yang timbul apabila sistem adaptif fisik dari organisme manusia itu. Tuhan. tempat. ide. 5. dan perikemanusiaan.memberikan banyak alternative pilihan teknologi . 3. menusia. yaitu transience (keadaan bersifat sementara). melainkan bersifat dangkal dan terbatas’ secara kiasan terdapat ‘orang yang dapat dibuang’. jarak fisik semakin tidak berarti. dan ide. organisasi. lebih rapuh. beserta proses pembuat keputusannya. tidak berbeda dengan minuman atau makanan dalam kaleng. menyangkut hal urgen. high transience dan low transience. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar. baik hubungan formalnya maupun informalnya. Counter play normative Untuk itu semua diperlukan counter play yang bersifat normative bagi manusia. Transience merupakan alat kasar yang berguna dalam mengukur laju mengalirnya situasi. menjadi sementara. Toffler juga menyatakan ada kekuatan lain yang dapat mengubah wajah dan eksistensi manusia selain akselerasi. Benda : hubungan “manusia-benda” tidak awet dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. manusia.

inim pestisida. disisipkanlah satu gen bakteri. sehingga menjadi lebih awet. baik langsung maupun tudak langsung. Donna Haraway (1997)cxvi mencatat tangga 19 Mei itu sebagai hari yang akan mengubah perjalanan hidup ilmu pengetahuan dan masyarakat. Caranya dengan ‘membalik’ rengkaian rantai genetic sehingga tomat ‘diperintah’ untuk tetap awer. ekonomi. penggunaan m. Giddens (1999) menyebutnya sebagai manufactured risk. Satu sisi adalah manufactured risk. kecelakaan mobil. Globalisasi dan Kemiskinan Wajah Mendua Teknologi Ketika teknologi belum dikenal dalam alam budaya tradisional. Fakta adanya gen bakteri dalam tomat itu membuat tomat tidak bisa lagi sepenuhnya dikatakan ‘tumbuhan’. Sayangnya gen yang dibalik ini tidak stabil. namun diharapkan tetap akarab dengan lingkungan.Teknologi harus menopang hidup manusia. diberi ijin oleh badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) untuk memasarkan sayuran jenis baru bernama Falvr Savr. Dia menempatkan tomat transgenic dalam satu deret bersama nilon dan plutonium yang terbukti sudah mengubah sejarah manusia dalam menggunakan bahan-bahan sisntetis. Itulah kenapa ia disebut ‘transgenik’ karena secara genetic. sampai meledaknya reactor nuklir. Argument lainnya adalah penyelamatan keragaman hayati dan 132 . cxv Demikian kompleksnya resiko ini. baik bagi penggunanya maupun orang lain. yaitu resiko yang melekat pada teknologi. bukan sebaliknya. yang disebut sebagai resiko alamiah. bobolnya rekening bank. dan efek rumah kaca.. Calgene Inc. walaupun bisa menggunakannya. . pesawat. roda itu melindas sisi-sisi yang lain. satu perusahaan bioteknologi modern. Kelebihannya adalah bahwa prose situ memungkinkan produksi lebih tinggi. juga bagi lingkungan. Pada 19 Mei 1994. hybrid. Sesudah pakaian (nilon) dan barang produksi (plutonium). hilangnya file karena virus. dan ekologi. pupuk kimia. orang hidup hanya kawatir akan resiko yang berasal dari alam (eksternal).Teknologi harus baik secara termodinamis demi tercapainya keseimbangan energi. Namun ketika teknologi menjadi bagian dari hidup manusia modern. yaitu. Ketika teknologi mendorong menggelindingnya roda globalisasi. tetapi jelas pula bahwa ia bukan ‘hewan’ atau ‘bakteri. kini pangan (tomat transgenic) yang disintetiskan. Untuk menstabilkan.. IPTEK. hingga tumbuhan dan organisme yang dimodifikasi secara genetic. gempa bumi. Ada argument bahwa Bioteknologi mencakup budidaya selektif. sisi lainnya adalah keterasingan (alienasi) yang semakin besar antara manusia dengan teknologi yang diciptakannya sendiri. hingga kadang nampak alamiah seperti pemanasan global yang kini diributkan. kita tidak kemudian berarti paham bagaimana sebenarnya teknologi itu brkrtja dan apa dampak-dampaknya. ada resiko lain yang muncul. gen yang dipunyai sudah melintasu gen tumbuhan. seperti banjir. atau banjur dan tanah lonsor yang penyebabnya bukanlah bencana alamiah semata. Flavr Savr adalah tomat yang sudah dimodifikasi secara genetic. artinya. tsunami.

sekaligus mudah beradaptasi dalam budaya berbeda. dan Filipina dibidang akuntansi. juga tanaman dan ternak yang lebih cepat menghasilkan panenan. dalam dunia datar dimana manusia sedemikian mudah bermigrasi yang diperlukan adalah manusia yang bisa mengelola.. Untuk itulah dibutuhkan tomat dan sayuran lain yang awet. dibutuhkan ayam potong yang lebih besar. Keanekaragaman hayati treancam hilang. pertanian modern yang bersifat monokultural sangat rawan terhadap masalah lingkungan. ait.percepatan proses evolusi tumbuhan lewat seleksi karakteristik gen yang baik dan dominant. Kelalaian menjalankan prosedur operasional di laboratorium ternyata mengubah teknologi yang dipuja menjadi bencana. memimpin. Ekosistem menjadi lebih rentan pada hama dan penyalut. Ia mengubah selueuh hidup kita sampai yang sekecil-kecilnya. Muncullan efek domino manufactured risk yang makin hari makin bertambah panjang proses genetisasi memang mencakup lokalisasi mutasi gen. Singapura yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam misalnya. membuat novel berjudul Prey (2002) tentang sisi lain kemajuan teknologi nano. Sosiolog ternama Anthony Giddenscxviii pernah berujar ‘……. Disamping persiapan sumber daya manusia. Hollywood melalui film-film futuristiknya juga berulangkali menggambarkan kondisi masa depan dimana robotpun bisa berperasaan dan berpikiran independent. Pertama. Demikian juga dengan bahaya kerusakan dan pencemaran tanah. tetapi tetap tak terelakkan proses perpindahan dan bahkan mutasi gen antar tumbuhan transgenic Kedua. Mereka sadar betul. Para pakar bioetika boleh saja terus mempertanyakan klaim alamiah vs non alamiah dari tumbuhtumbuhan sejenis Flavr Savr dan bahkan binatang yang dikloning. Tentu saja hal positif ini hanyalah separuh dari cerita karena ada hal lain yang tidak bisa diabaikan. Bandingkan dengan Indonesia yang sampai sekarang hanya mampu mengirim sumberdaya manusia tingkat pembantu dan buruh. sapi perah yang menghasilkan susu lebih banyak.’ Globalisasi serta perkembangan Iptek yang luar biasa telah membuat dunia serba terbuka. Untuk tujuan-tujuan itulah Fukuyama cxvii menyebut bahwa bioteknologi nampaknya lebih mengabdi kepada kepentingan dagang daripada sains.teknologi komunikasi elektronik yang serba segera ini bukan sekedar alat untuk menyampaikan berita dan informasi secara cepat. Namun hanya yang siap yang bisa meraih kesempatan. Contoh lain adalah India yang sudah lama menguasai pangsa pasar sumberdaya di bidang teknologi informasi. telah sejak lama memilih mengembangkan sumber daya manusia dan bidang jasa. perkembangan bioteknologi ini sebagian besar didominasi oloeh perusahaan besar multinasional seperti halnya industri software. Demikian pula Michael Chricton yang terkenal dengan fiksi ilmiahnya. Teknologi informasi. Bioteknologi pada ujungnya memang mengubah pertanian dari ‘proses produksi untuk konsumsi’ menjadi ‘produksi untuk perdagangan’. Perusahaanperusahaan ini mendominasi pasar dan tentu busa dipahami jika mereka membangun visi global di industri pertanian dan pangan. tapi juga dwikultural sejak SD. dan udara. 133 . Salah satunya lewat sistem pendidikan yang tidak hanya dwibahasa.

Fenomena di Indonesia 134 . material. Amerika dan Singapura terus mengembangkannya. John B Mahaffie. Meski kondisinya terngah terpuruk saat ini.000. Teknologi nano pula yang telah mempengaruhi empat ilmu pengetahuan dan teknologi yang disebut Joseph F Coates. dengan kemampuan manusia merekayasa materi sekecil itu tentu saja banyak sekali dampak perubahannya. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pula yang kini ditempuh Taiwan. makin hemat energi. Ditengah gegap gempita perkembangan inilah bangsa Indonesia harus siap berkompetisi. sedangkan Jepang. Begitu Taiwan berupaya menghapus buta sains dan membebaskan ujian masuk universitas. Kamboja misalnya. Peru. sehingga ban yang kurang angin atau kulkas yang terlalu penuh akan memberi tanda. Meksiko. Disamping fisikan negara ini juga mengirim ribuan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ke berbagai negara. dan Singapura yang dulu miskin kini menjadi negara kaya yang mempengaruhi dunia. dan Andy Hines dalam bukunya 2025 : Scenarios of US and Global Society Reshaped by Science and Tecnology yang diterbitkan Oakhill Press (1996) sebagai kunci pendorong perubahan sampai 2025. Irlandia dan China. Tahun 2030 berbagai penyakit bisa disembuhkan sehingga hidup manusi diasumsikan kian sejahtera. Ibaratnya sehelai rambut ukuran materi nano dibayangkan sebagai rambut yang dibelah 50. Irlandia dalam waktu kurang dari satu generasi berhasil menjadi negara kaya di Eropa. Demikian juga Peru dan Meksiko yang sangat mencengangkan pada tahun 1500. Dalam waktu hamper 10 tahun sudah 915 mahasiswa dikirim untuk program doctor. peraih nobel Fisika dari China. Mengapa? Jawabannya pengelolaan sumber daya manusia. massa kritikal yang berpendidikan berkembang pesat. keempatnya adalah teknologi informasi. tahun 1200 termasuk negara terkaya. dan Lebanon mengabaikan sumber daya manusia. misalnya dikembangkan superchip yang bila dipasang pada ban atau kulkas. lalu membangun sistem pendidikan dan riset begitu pulang ke negaranya. Kamboja.Teknologi nano Teknologi nano sebenarnya merujuk pada suatu materi yang berukuran -9 meter atau satu dibagi semiliar meter. Kini sembilan dari sepuluh perusahaan farmasi terbesar dunia memiliki pabrik disana. Tahun 2013 -2019 teknik pengobatan akan berubah total d berkat teknologi nano dalam wujud biologi molekuler. atau Lebanon yang makmur pada tahun 19601n. namun perjalanan sejarah menunjukkan masih ada jalan terang. China pada tahun 1980-an menyeleksi mahasiswa-mahasiswanya yang berbakat fisika. Jepang. namun dengan kemampuan 10 – 100 kali lipat sekarang. Kehadiran kawat nano juga membuat computer makin kecil. genetika dan energi. Tahun 2006-1008. sebaliknya Amerika Serikat. Caranya dengan menggratiskan sekolah menengah awal 1960-an sehingga anak-anak kelas bawah bisa mengakses pendidikan dan kemudian menggratiskan pendidikan tinggi sejak tahun 2996. Mereka dikirim keluar negeri melalui program yang dipelopori oleh Tsung Dao Lee. juga 16 dari 20 industri peralatan medis dan 7 dari 10 perusahaan piranti lunak.

Selain itu seharusnya masih ada 250. Merekalah yang 10-20 tahun lagi diharapkan membangun negaranya setelah pulang. Ada yang PhD pada usia 23 tahun. Kelima menterjemahkan berbagai buku ilmiah popular. mereka ini berpotensi menjadi manajer atau professor.000 (0. memperbaiki kesejahteraan guru dan memberi kesempatan belajar seluas-luasnya sehingga bisa mendoromg anak-anak pintar memilih profesi guru. dalam kurun waktu 12 tahun telah mengirim 70 siswa yangberasal dari berbagai daerah.00 sama dengan insinyur yang bekerja hingga pukul 21. Semua sikap terhadap ala mini mewakili pola dominasi hirarkis dan penaklukan. dominasi melalui 135 . Sayang sekali potensi yang baik ini belum dieksplorasi dengan baik. Tim olimpiade fisika Indonesia misalnya. perlu sistem seleksi yang ketat namun transparan dan terorganisasi baik sehingga anak-anak yang berbakat dapat diidentifikasi sedini mungkin. menyebarkan hingga ke pelosok. Indonesia sebenarnya pantas bersyukur karena msih saja ditemukan manusia unggulan. Di Taiwan misalnya. dan menjadi professor usia 25 tahun. Ketiga. bagaimana mencari dan mengasah mereka? Yang pertama. Dari jumlah itu sudah diperoleh 22 medali emas. akan ada 12. lulus S1 pada usia 16 tahun. Padahal. dan terutama rendahnya pemahaman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 11 perak dan 34 perunggu. rendahnya gaji guru. Keempat .01 %) yang ber-IQ diatas 160 sekelas Albert Einstein. bila jumlah penduduk Indonesia diasumsikan 250 juta. Para pemenang olimpiade ini sekarang tersebar diberbagai perguruan tinggi terbaik dunia dan menunjukkan prestasi luar biasa.1%) yang ber-IQ diatas 150 sehingga berpotensi menjadi pemimpin besar sekaliber Abraham Lincohn dan Thomas Jefferson. menjadi guru sangat diminati karena gaji guru yang bekerja hingga pukul 15. Mereka yang menang ditampung di pusatpusat pelatihan khusus sehingga kemampuannya makin terasah. Semua ini untuk mengarahkan mereka menjadi pemimpin di berbagi bidang.00. Karena hnya dengan buku yang baik para siswa dapat mengoptimalkan kemampuannya. mengirim siswa-siswa unggul keluar negeri. Semua itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yng tinggi.000 (0. Pencarian anak berbakat juga bisa dilakukan dengan memperbanyak kegiatan lomba sain dan matematika. serta 25.Dengan standar pengajaran yang masih buruk karena kurangnya pelatihan.5 juta (5% dari populasi) yang memiliki IQ superior diatas 120. Indonesia bisa mencontoh Kazakhtan yang tiap tahun mengirim 3000 siswanya keluar negeri. menyiapkan sekolah unggulan dengan guru-guru yang kompeten dan kurikulum yang mengoptimalkan kemampuan anak. Kedua. Dampak Penyalahgunaan Ipteks Bagi Kehidupan Konsekwensi negative yang tidak diharapkan dari pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan reaksi romantis yang mengajak kembali kea lam yang berbeda. dan menjualnya dengan harga sangat murah. Sebuah restorasi atas kemurnian alam yang tidak terkontaminasi dan teralienasi oleh intervensi manusia. Masalahnya. 5.

Ilmu pengetahuan modern yang dimitoskan sebagai universal. fungsi teknologi tidak perlu dipertanyakan lagi. tapi di percaturan dunia. dan sumber daya yang dimiliki bersama menjadi dasar untuk ekonomi pasar yang intensif. dan kultural. Tetapi disisi lain hal ini juga menimbulkan dampak negative berupa kerusakan ekosistem. politik. Teknologi diciptakan untuk membantu mengatasi keterbatasan fisik manusia. Rekayasa Teknologi Penerapan IPTEK dalam rekayasa pertanian berupa revolusi hijau. Respons imajinatif senantiasa mewarnai interaksi timbal balik antara manusia dan teknologi.pemilikan dan control. Reduksionis menghendaki adanya keseragaman dalam hal pendekatan. 136 . rekayasa kelautan berupa revolusi biru. Bagi para praktisi teknologi. bebas nilai. yaitu hanya ada satu cara dan tidak mentolerir yang lain. Pada titik inilah relasi antara manusia dan teknologi menjadi diskursus menarik sekaligus penting. bertentangan dengan paham pluralitas atau dialektika. Penting karena teknologi selalu menjadi bagian dari setiap episode sejarah manusia.cxix Kemajuan teknologi serta dampaknya pada pembangunan dan ekspansi ekonomi telah mengubah kehidupan dan pikiran manusia. rahim bumi. juga tenaga kerjanya yang murah. sebuah interaksi yang selalu melibatkan dimensi sosial. Relasi antara manusia dan teknologi tidaklah sesederhana mengatakan bahwa teknologi adalah media untuk mengubah manusia. ketidakseimbangan lingkungan bahkan pencemaran yang akhirnya menjadi bencana bagi umat manusia. industrialisasi. Reduksionisme Ilmu pengetahuan yang modern memiliki dasar pijakan pada reduksionisme. diambil SDA-nya. pergerakan sosial telah menggeser tata hierarkhi organis. Ini terjadi bukan hanya dalam konteks suatu Negara. Reduksionis mencabut kemampuan alam dan potensi manusia serta menggantinya dengan teknologi. Disamping itu imbas dibidang sosial berupa semakin melebarnya kesenjangan sosial. Negara yang tidak menguasai IPTEK akan terus dieksploitasi oleh Negara-negara maju. Manusia tidak pernah bersikap pasif terhadap teknologi. Yang menjadi persoalan adalah bahwa pengetahuan dibangun berdasarkan kesenjangan natara yang tahu (spesialis) dengan yang awam(bukan spesialis).cxx Reduksionisme merupakan suatu keyakinan dalam ilmu pengetahuan yang mereduksi kemampuan manusia yang menolak kemungkinan adanya cara produksi pengetahuan lain maupun pengetahuan orang lain. selanjutnya dijadikan pasar hasil industri oleh mereka. dan obyektif pada dasarnya sangat berakar pada budaya barat dan sangat patriarkhis. Dilema determinisme. Menarik karena kompleksitasnya. Orang kaya yang menguasai IPTEK akan semakin kaya dan si miskin yang tidak mampu menguasai IPTEK akan semakin terpuruk dan menjadi korban penindasan kelompok yang kaya. ataupun melalui pencemaran nama baik. merupakan bukti kemampuan manusia dalam mengembangkan daya dukung lingkungan alam. eksploitasi serta identitas dengan memelihara alam sebagai surga untuk banyak orang. Paham ini dasar ontologinya adalah homogenitas.

Determinisme teknologi dalam pandangan instrumentalis ini mesti dicermati karena dia menafikan aspek moral dan etika dalam relasi antara manusia dan teknologi. Kedua premis tersebut sulit diterima karena pola-pola teknologi itu sendiri banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial. Seperti yang diwaspadai oleh Rosalind Williams. 137 . Pandangan instrumentalis di atas mungkin bisa diterima dalam tingkat pragmatis. tetapi di sisi lain memaksakan suatu bentuk fatalisme. kultural. Lebih penting lagi. pada satu sisi determinisme teknologi menawarkan janji-janji modernitas. Determinisme teknologi itu sendiri bukan hal yang baru. termasuk dalam lingkungan akademik. Menurut Noble. Universalisasi institutional ini menjadi media hegemoni modernitas. Dalam catatan Merritt Roe Smith. setidaknya dua premis dalam determinisme teknologi yang bermasalah. tapi tidak dalam tingkat filosofis karena pandangan ini tidak cukup untuk menjelaskan makna dan implikasi teknologi bagi manusia. tetapi juga terlalu menyederhanakan dan bahkan mematikan makna dalam kehidupan manusia. Kedua adalah asumsi bahwa masyarakat harus tunduk kepada perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia teknologi. Selama tiga dekade terakhir. dan ideologis para pemilik modal masuk ke dalam sistem teknologi dan mengurangi otoritas masyarakat dalam memilih arah teknologi. Gagasan ini memikat para pemikir era Pencerahan dan semakin tumbuh subur di budaya masyarakat Amerika Utara di mana semangat kemajuan melekat dengan kuat. ekonomi. determinisme teknologi memungkinkan motivasi politis. determinisme teknologi tidak hanya memberi penjelasan yang tidak akurat tentang relasi antara manusia dan teknologi. Ini terjadi karena determinisme teknologi cenderung memaksakan suatu bentuk universalitas struktur institusional teknologi ke dalam masyarakat. Dalam analisis Andrew Feenberg. dan politik di mana teknologi itu berada. Paham ini begitu dominan dalam masyarakat kontemporer. Sikap ini melahirkan pandangan determinisme teknologi yang bersifat ideologis. Pemahaman demikian berangkat dari asumsi bahwa teknologi modern muncul dari rasionalitas dan kemampuan logika manusia dalam mengadopsi prinsip-prinsip pengetahuan ilmiah sains ke dalam artifak teknologis. Kritik terhadap determinisme teknologi merupakan respons terhadap implikasi politis ideologis yang dihasilkan oleh paham ini. Pertama adalah asumsi bahwa teknologi berkembang secara unilinear dari konfigurasi sederhana ke yang lebih kompleks. Dalam paham ini struktur sosial dianggap sebagai kondisi yang terbentuk oleh materialitas teknologi. Bagi David Noble. Teknologi dibentuk oleh parameter efisiensi dan efektivitas sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. pandangan instrumentalis memiliki kecenderungan untuk mendewakan teknologi dan meletakkannya sebagai faktor penentu dalam perubahan sosial dan simbol kemajuan peradaban manusia. paham determinisme teknologi telah muncul sejak awal revolusi industri. Determinisme teknologi berangkat dari satu asumsi bahwa teknologi adalah kekuatan kunci dalam mengatur masyarakat.Dia berperan sebagai media untuk mencapai kepuasaan material. para sarjana studi sosial teknologi telah memberi respons kritis terhadap paham determinisme teknologi.

Bagi para sosiolog teknologi. Analisis relasionalitas ini dilakukan melalui dua kategori persepsi. Kekuasaan dalam konfigurasi Relasi kekuasaan dan teknologi adalah sebuah tema besar dalam studi sosial teknologi. Sebaliknya. Jika kita menilik secara saksama. teknologi merupakan cermin dari proses imbal-balik yang kompleks yang terjadi di masyarakat. Dengan kata lain. Multistabilitas meletakkan teknologi tidak dalam satu posisi hermeneutik. Relasi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk walaupun dengan artefak teknologi yang sama. yang ditulis dalam artikelnya Do Artifacts Have Politics? Di sepanjang jalan bebas hambatan di Long Island terdapat sekitar puluhan 138 . berhasil atau gagalnya teknologi bukanlah hal yang penting karena pada dasarnya teknologi adalah hasil sebuah kompromi. New York. makna sebuah artefak teknologi akan selalu berubah sesuai dengan masyarakat yang memaknainya. Ihde mengembangkan “ontologi relativistis” untuk memahami keberadaan manusia dalam wilayah teknologi. melainkan lebih sebagai media untuk menganalisis relasionalitas antara manusia yang mengalami (human experiencer) dan wilayah yang dialami (the field of experience). yakni persepsi mikro yang bersifat indrawi dan persepsi makro yang bersifat kultural atau hermeneutik.Fenomenologi teknologi Bagaimanakah relasi antara manusia dan teknologi terjadi? Fenomenologi adalah kendaraan untuk mencari jawabannya. Konsep multistabilitas menekankan bahwa relasi antara manusia dan teknologi tidak tunggal. fenomenologi menjadi dasar metodologi studi sosial teknologi. Setidaknya itu yang dilakukan Don Ihde untuk memahami relasi antara manusia dan teknologi secara komprehensif. kedua jenis persepsi ini saling terikat satu sama lain. Proses-proses sosial yang membentuk teknologi adalah refleksi dari cara kita hidup dan mengatur masyarakat. Melalui fenomenologi persepsi ini. Studi fenomenologi teknologi mengeksplorasi pengalaman manusia dan secara spesifik menjelaskan bagaimana struktur pengalaman yang bersifat multidimensi tersebut tersusun. Karena itu. persepsi makro tidak akan pernah ada tanpa dorongan persepsi mikro. Setidaknya tiga kasus menarik bisa kita amati dalam domain ini untuk melihat bagaimana kekuasaan dan teknologi saling bereproduksi satu sama lain. Ihde menawarkan konsep multistabilitas untuk menggali lebih dalam ke wilayah kompleksitas budaya teknologi. Persepsi mikro tidak pernah lepas dari konteks persepsi makro. Berangkat dari eksistensialisme Heideggerian. Dalam perspektif ini. Bagi Ihde. Ontologi relativistis bukan relativisme. teknologi bersifat multi-interpretatif tergantung pada konteks kultural di mana dia berada. Bentukan sosial teknologi Prinsip-prinsip dalam fenomenologi teknologi tidak menjadi barang eksklusif dalam studi filsafat. Kasus pertama adalah analisis Langdon Winner tentang jembatan di Long Island. khususnya sosiologi teknologi dalam memahami relasi antara teknologi dan masyarakat. tapi dalam berbagai titik relasi dengan manusia.

sebuah pantai cantik berpasir putih di sebelah timur Long Island. Selintas tidak ada hal yang istimewa dari jembatanjembatan tersebut. dan kontrol untuk memenuhi kepentingan sang pencipta konfigurasi tersebut. Jembatan-jembatan tersebut di desain dan dibangun dengan konfigurasi demikian untuk menghasilkan suatu dampak sosial tertentu. Karena itu. Hasilnya adalah pengamatan dimensi kekuasaan yang sempit. jembatan Long Island. Hess menggunakan konsep ini untuk memahami kompleksitas operasi kekuasaan di masyarakat. Pfaffenberger berargumen bahwa fungsi politis dari suatu teknologi baru dapat tercapai jika teknologi tersebut dibungkus dalam mitos dan ritual dan menjadi alat kontrol produksi dan resepsi makna. Mendekati kekuasaan melalui budaya dalam teknologi mengantarkan kita ke konsep konstruksi budaya. Pada kasus jembatan Long Island. teknologi berfungsi sebagai media praktik kekuasaan. Jembatan-jembatan tersebut dibangun sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh Moses untuk menghalangi masuknya bis ke wilayah tersebut. identitas. dan makna di 139 . Secara materialistis.jembatan penyeberangan. ketika elemen-elemen ini membentuk suatu konfigurasi. jika diamati dengan saksama. penjelasan praktik kekuasaan dalam teknologi tidak akan pernah memuaskan jika kesadaran tentang sistem budaya diabaikan. misalnya efisiensi material atau efektivitas sistem konstruksi. Adapun pada kasus penjara Panopticon. seorang tokoh sentral dalam pembangunan kota New York di awal abad ke-20. keganjilan desain tersebut bukanlah karena alasanalasan teknis. Winner menemukan suatu agenda rasialis dan diskriminatif di balik desain jembatan Long Island. Argumen Pfaffenberger didukung oleh David Hess melalui konsep relasi kekuasaan dan budaya. artefak teknologi berubah menjadi media hegemoni. proporsi jembatan tersebut tidaklah “normal”. seperti yang dikatakan Bryan Pfaffenberger. Dia muncul dari suatu konsteks budaya tertentu sehingga kekuasaan selalu bersifat kontekstual dan lokal. Konstruksi budaya tersusun melalui proses interpretasi-reinterpretasi dan produksi-reproduksi simbol. Dari perspektif ini kita bisa melihat tiga artefak di atas sebagai refleksi dari relasi manusia dan teknologi melalui kekuasaan yang meliputi tiga tujuan. tanpa adanya perspektif budaya. teknologi menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan. adalah artefak yang terdiri dari elemen-elemen yang netral. Menurut Winner. analisis kekuasaan akan menjadi tumpul dan hanya hanya terfokus pada sejumlah kategori sosial yang terbatas.7 meter sehingga hanya mobil sedan yang dapat lewat di bawahnya. dominasi. Ini dilakukan dengan sengaja oleh pendesainnya. Namun. Dengan konfigurasi tertentu. yakni Robert Moses. dengan serta-merta netralitas tersebut sirna. Budaya dan teknologi Kekuasaan tidak lahir dari kondisi vakum. Tinggi jembatan tersebut hanya sekitar 2. Pada kasus mesin kontrol numerik. teknologi berfungsi untuk memproduksi kekuasaan. Tetapi. Menurut Hess. Hal ini untuk membatasi akses kaum kelas bawah kulit hitam dan hispanik yang biasanya menggunakan bis umum menuju ke Jones Beach. Dari investigasinya.

orisinalitas teknologi ditentukan oleh konsep makna yang digunakan. sikap ini secara perlahan menggali jurang dalam yang dapat menjebloskan manusia ke dalam bencana kemanusiaan. TUGAS . ritual. konsep konstruksi budaya dalam teknologi tidak hanya untuk memahami lebih mendalam bagaimana teknologi berinteraksi dengan makna.dalam masyarakat. konstruksi budaya dapat dijadikan “tool” untuk membuat teknologi lebih manusiawi dan dapat diterima dengan baik di masyarakat. Dalam pola ini. pencarian solusi dari permasalahan yang ada 140 . dan nilai. Aliran dari keluaran proses ini lalu ditransformasikan ke dalam artefak teknologi. Kompleksitas teknologi modern telah melampaui batas dimensi indrawi manusia dalam mencerna.Buatlah portofolio berkaitan dengan fenomena teknologi dalam kehidupan manusia yang meliputi 1. Alasan untuk menolak sikap ini jelas karena manusia tidak akan pernah lepas dari teknologi. suatu sikap yang menerima teknologi dengan mata tertutup. teknologi tidak lagi dilihat pada aspek materialitasnya yang sering bersifat ilusif melainkan sebagai suatu bentuk upaya penyingkapan daya yang tersembunyi di alam seperti yang dilontarkan Martin Heidegger. Namun demikian. seorang praktisi teknologi adalah seorang bricoleur. Di sisi lain dia memancing nafsu dan keserakahan manusia untuk terus melakukan dominasi dan kontrol terhadap alamcxxi. dampak negatif dan positif teknologi 3. Di sini Layne menawarkan apa yang dia sebut sebagai “cultural fix” di mana nilai-nilai budaya di adopsi ke dalam konfigurasi teknologi. Pada tingkat praksis. Dalam kata lain. Tragisnya. .bentuk kelompok yang terdiri dari lima orang mahasiswa. Oleh Linda Layne. Dia mengantarkan manusia kepada bentuk “kebenaran” tentang potensi-potensi yang tersembunyi di alam. kita tidak perlu menjadi paranoid dan bersikap antiteknologi. permasalahan seputar teknologi dan kehidupan manusia 2. Bricolage adalah aktivitas penggabungan elemen-elemen yang ada untuk memenuhi suatu tuntutan lingkungan. Hal ini dapat dilakukan melalui pemahaman makna dalam masyarakat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teknologi dan masyarakat dan mencari solusinya. teknologi modern tidak berbeda jauh dengan prinsip bricolage di mana interpretasi budaya membentuk versi teknologi di masyarakat. Menurut Hess. Pada tingkat ini. pengembangan teknologi menyerupai apa yang disebut Claude Levi-Strauss sebagai bricolage. Dalam kerangka konstruksi budaya ini. Penyingkapan ini bagai pedang bermata dua. Yang dibutuhkan adalah suatu tingkat pemahaman teknologi yang lebih mendalam. Kondisi ini membentuk sikap “taken for granted” dalam masyarakat kontemporer terhadap teknologi. Dia menghasilkan suatu teknologi baru melalui rekonstruksi elemen-elemen yang sudah ada untuk dibentuk menjadi suatu teknologi “baru” dalam konteks budaya di mana dia berada.

tertutup rimbun oleh pohon bamboo dan tidak berbukit batu. Kecuali makhluk hidup. hubungan atau interaksi antara unsure dalam lingkungan hidup itu. Tanpa mereka manusia tidak dapat hidup. Manusia adalah penakluk alam. dan jasad renik akan tetap dapat melangsungkan kehidupannya. tanah dan batu. suatu lingkungan hidup dengan 10 orang manusia. Dalam golongan jenis unsure lingkungan hidup termasuk pula zat kimia. Einsteins konon pernah mengartikan lingkungan sebagai ‘segala sesuatu kecuali saya’. seekor anjing. Aforisme ini menyiratkan salah satu dilemma dalam konsepsai lingkungan. 141 . Kenyataan ini dapat dengan mudah kita lihat dengan mengandaikan jika di bumi ini tidak ada tumbuhan dan hewan. air dalam bentuk uap. tumbuhan. oleh jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut. S. seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. manusia dapat melihat dunia sekelilingnya sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya. empat meja. sebatang pohon kelapa dan sebuah bukit batu akan berbeda sifatnya dari lingkungan yang sama besarnya tetapi hanya ada seorang mnausia. Kedua. hewan dan jasad renik. Toynbeecxxii mengaitkannya dengan daya pikir rasional dan kekuatan emosi manusia. hewan dan jasad renik menempati suatu ruang tertentu.BAB VIII MANUSIA DAN LINGKUNGAN Oleh : Linda Dwi Eriyanti. Dalam ruangan itu delapan kursi diletakkan sepanjang satu dinding dengan sebuah meja didepan setiap dua kursi dan sebuah pot bunga diatas masing-masing meja. Sifat ruangan berbeda jika dua kursi dengan sebuah meja diletakkan ditengah masing-masing dinding dan sebuah pot di masing-masing sudut. sekaligus pihak yang paling merasa terancam olehnya. Manusia bersama tumbuhan. hewan. Sifat lingkungan hidup ditentukan oleh bermacam-macam factor. Makhluk hidup yang lain bukan sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral atau pasif terhadap manusia. Ruang yang ditempati suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan tak hidup didalamnya diseebut lingkungan hidup makhluk tersebut. Dari manakah kita mendapatkan oksigen dan makanan? Sebaliknya seandainya tidak ada manusia. tiga ekor burung perkutut. melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. Hakekat Lingkungan Sosial Dan Alam Bagi Manusia Manusia hidup di bumi tidak sendirian. seperti udara yang terdiri atas bermacam gas.Sos 1. melainkan bersama makhluk lain. cair dan padat. dalam ruang itu terdapat juga benda tak hidup. Dengan mudah dapat kita lihat. Tidak seperti makhluk hidup lainnya. yaitu tumbuhan. 10 ekor anjing. Misalnya dalam ruangan terdapat delapan kursi. dan empat pot tanaman bunga. Pertama.

Sebagai akibat tuntutan kebutuhan manusia yang multi aspek. peralatan. dan kebisingan. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan manusia telah mampu mengungkap sebagian kecil rahasia alam semesta ini. senjata. dll. pranata. Usaha pelestarian lingkungan dimengerti sebagai kesediaan manusia mengakui keterbatasannya. Keempat. baik yang berupa materi maupun non materi. mengkaitkan ilmu kemanusiaan dan ilmu alam-bersifat interdisipliner. system ekonomi. dinamika kehidupannya dipengaruhi factor dominant yang berupa lingkungan sosial-budaya dan lingkungan alamnya. yang berarti rumah tempat tinggal : tempat tinggal semua manusia. Lingkungan sosial yaitu suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya hubungan interaksi individu dengan individu. Sedangkan yang non materi berupa tata nilai. Maka ia mau bekerjasama dengan alam lingkungan untuk mengarahkan hidup ini secara 142 . cahaya yang cukup. serta memiliki kemampuan untuk melihat dan menganalisis perspektif ruang muka bumi yang meliputi perubahan serta perkembangan hari ini untuk menatap amsa depan. atau ketimpangan ekologi. tanah. Manusia sebagai makhluk dinamis. kreatifitas. Lingkungan yang panas. Lingkungan budaya adalah segala kondisi. Lingkungan budaya yang berupa materi meliputi bangunan. misalnya suatu kota yang penduduknya ktif dan bekerja keras merupakan lingkungan hidup yang berbeda dari kota yang serupa tetapi penduduknya santai dan malas. mampu mempertahankan lingkungan alamnya. dan sebaliknya. Oleh karena itu kita semua wajib memiliki wawasan yang luas tentang lingkungan. silau dan bisingsangatlah berbeda dengan lingkungan yang sejuk. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah agar masalah dengan lingkungan tadi tidak menimbulkan ketimpangan ruang. system pemerintahan. peraturan. air. norma. hokum. dll. maupun lingkungan abiotik (tanah. Kesadaran ekologi hendak melihat kenyataan dunia ini secara integral holistic. air. ketimpangan lingkungan. maupun kelompok dengan kelompok. dikotomis. udara. tapi tidak silau dan tenang. bahwa dunia yang satu itu ternyata mengandung banyak keanekaragaman. Manusia dan alam semesta adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Lingkungan alam dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan sebaliknya. dan penciptaan yang berpengaruh terhadap lingkungan alam. Lingkungan alam dan lingkungan sosial saling berpengaruh dan berinteraksi secara aktif. hewan ). hewan.cxxiv Ia sekaligus merupakan reaksi kritis atas pandangan terhadap dunia yang dualistis. cahaya. individu dengan kelompok. Kita dapat dengan mudah merasakan ini. udara) yang belum banyak dipengaruhi oleh tangan manusia.cxxiii Ekologi mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. tumbuhan.Ketiga. Lingkungan alam adalah kondisi alamiah baik biotik ( tumbuhan. pakaian. yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. kelakuan atau kondisi unsure lingkungan hidup. perubahan ruang dan tata ruang sudah menjadi tuntutan alamiah. Manusia yang tingkat budaya dan peradabannya sudah maju. dan matahari. system politik. mineral. yang dihasilkan oleh manusia melalui aktivitas. bahwa ia tidak pernah dapat memahami sepenuhnya kerja dunia dan semua unsurnya. Ekologi dan manusia Kata ‘eko’ dalam ekologi berasal dari bahasa Yunani Oikos. factor non materiil suhu.

bersama-sama kepada kesejahteraan seluruh anggota komunitas dunia ini.itu berarti mengakui dan menghargai hak hidup setiap makhluk sebagai subyek yang mandiri dan bermartabat dalam dunia yang kongret integral.cxxv Alam merupakan guru terbaik, ia menstimulasi kapasitas untuk menangani lingkungan tak terduga dan kejadian yang tidak diperkirakan dengan maksud dan kemurahan hati dari roh, memercikkan momen transenden dan menginspirasikan tindakan yang kreatif. Hukum alam membangkitkan pola hidup yang kaya dengan kesederhanaan dan kerendahan hati, kemurnian, kebenaran, kemurahan hati, dan cinta kasih.cxxvi Menurut Hanne Strong, kunci untuk memperbaiki bumi terletak pada penghormatan pada hukum alam yang dipahami masyarakat asli dan tradisional. Masyarakat ini berbicaraberbicara dengan kumpulan instruksi yang asli yang diberikan kepada mereka oleh sang pencipta. Mereka mengetahui dan menghidupi hukum ini, yang menuntun relasi manusia dengan 4 elemen pemberi kehidupan yaitu tanah, air, udara, dan api (energi), serta mengajarkan penghormatan pada kesatuan dan kesalingketergantungan dari seluruh kehidupan. Hanya jika kita memahami Hukum Kesalingtergantungan, kita dapat memperbaiki kerusakan keempat elemen pemberi kehidupan kita. dan hanya jika kita mengalami kesalingterkaitan satu sama lain, kita dapat memulai mengubah sumbernya : hati dan pikiran manusia. Ini disepakati Fukuoka, yang mengatakan : “tidak ada jalan lain untuk perdamaian kecuali semua orang harus meninggalkan gerbang istana persepsi yang relative, turun ke padang rumput, dan kembali ke jantung alam yang non aktif. Marilah kita katakan bahwa kunci perdamaian terletak dekat di bumi.”cxxvii 2. Pandangan manusia terhadap lingkungan Faham dan pandangan manusia terhadap lingkungan alam sangat tergantung dari penguasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Setidaknya ada 3 aliran tentang faham hubungan manusia dengan lingkungannya, yaitu : Faham determinisme, memandang bahwa manusia sangat tergantung pada alam, artinya kapasitas manusia dan aktifitasnya sangat ditentukan oleh alam dimana dia berada, sedangkan upaya manusia untuk mengkreasi lingkungan sangat terbatas kemampuannya. Tokoh faham ini diantaranya : Charles Darwin (1809-1882) yang terkenal dengan teori evolusinya, Frederich Ratzel (18441904) dengan teori Antrhropography yang menyatakan bahwa bahwa manusia berkembang dan hidup sangat ditentukan oleh lingkungan geografis dimana ia tinggal. Tokoh lainnya Elsworth Huntington yang menekankan pada kekuatan pengaruh iklim pada perkembangan dan kehidupan manusia. Faham Posibilisme atau Probabilisme, memandang lingkungan alam berpengaruh terhadap manusia tetapi tidak menentukan melinkan hanya memberi peluang dan kemungkinan pada manusia untuk berkembang. Tokohnya : EC Semple dan Paul Vidal de la Blace yang menyatakan bahwa perkembangan hidup dan kebudayaan manusia bukan dipengaruhi langsung oleh alam, tetapi oleh proses produksi yang dipilih seseorang yang berasal dari kemungkinan yang disediakan oleh tanah, iklim, dan ruang yang ada disekitarnya.

143

Faham Optimisme teknologi, memandang bahwa manusia dengan kemempuan IPTEK yang dimilikinya dapat menciptakan kebudayaan dan mengkreasi lingkungan alam sesuai yang diinginkannya. Lingkungan adalah metafora yang melanggengkan kontradiksi kondisi dasar manusia. Ia memiliki kekuatan untuk menaklukkan, namun ia juga diliputi berbagai kelemahan yang membuatnya terancam. Disatu sisi manusia membuat berbagai perbaikan, disisi lain ia membuat kerusakan. Konflik antara individualisme konsumerisme dan solidaritas tidak pernah lepas dari masyarakat manusia. Hal ini sangat ditekankan oleh Atkinson (1991), Dickens (1992), Dobson (1990), Eckersley (1992), dan Sachs (1993). Dari waktu kewaktu manusia memandang alam dengan nafsu penaklukan sekaligus rasa bersalah. Hal ini diuraikan secara cemerlang oleh Glacken (1967). Manusia sejak lama menyadari betapa uniknya kehidupan di bumi. Kosmos dimana kita hidup merupakan anugerah tak terperi, dan juga tak tergantikan, yang terbentuk dari jutaan proses kimiawi, biologis, dan fisik secara terus menerus. Pengagungan alam ini diantaranya diungkapkan Lovelockcxxviii. Dikatakannya bahwa biosfer yang menyangga kehidupan manusia dilukiskan sebagai suatu zona yang disebut Gaia, yang mempunyai mekanisme pengaturan sendiri, yang justru sering terusik oleh perilaku manusia. Gaia tidak punya sosok tertentu, tidak dibebani moralitas, namun memberi batasan-batasan yang tak terlampaui bagi kehidupan manusia. Jika manusia tak mau menyesuaikan diri, maka alam akan memaksanya. Inti pandangan environmentalisme yang kini terus diminati ada tiga, yakni pandangan teknosentrik, ekosentrik, dan deep green. Mode teknosentrik yang diungkapkan O’Riordancxxix menggambarkan hakekat manusia sebagai manipulator alam, yang harus membatasi perilakunya agar ia dapat terus memanipulasinya itu. Pandangan konservasionis ini berkembang luas di AS (Hays 1959), cenderung optimistic dan bersifat maskulin. eksploitasi dan teknologi dipandang positif, sejauh itu tidak merusak alam fisik dan sosial secara berlebihan. Pandangan ekosentrik (Dobson 1990, O’Riordan 1981, Pepper 1986) juga optimis, namun ia lebih jauh lagi dalam menganjurkan pelestarian lingkungan. Kalau dalam pandangan terdahulu alam dijadikan sebagai factor pengimbang sekunder, maka dalam pandangan ini kelestarian harus selalu dinomorsatukan. Semua tindakan manusia sedapat-dapatnya harus didasarkan pada usaha pelestarian alam. Contoh konsepsi pelaksanaannya ada lima : i Konsep pembangunan berkesinambungan (sustainable development), yang tertuang dalam laporan Komisi Bruntland (1987) dan Konferensi Lingkungan dan Pembangunan PBB (UNCED) di Rio Janeiro di tahun 1992 yang menghasilkan agenda 21, suatu program integrasi pembangunan dan lingkungan. Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang ungkapkan O’Riordan dan Cameroncxxx menyatakan hanya menerima segala iptek selama itu tidak merusak lingkungan. Prinsip itu kemudian mengembangkan civic science (integrasi semua ilmu konvensional dengan dan proses demokrasi alamiah) serta ecological space yang dibarengi dengan prinsip altering the burden of proof. Ini adalah argument ilmiah yang mendesak negara maju

144

memberi kelonggaran dan bantuan kepada negara berkembang agar dalam pembangunannya tidak mengorbankan kelestarian lingkungan ii Ilmu ekonomi ekologis (ecological economics) yang menggali berbagai keuntungan bagi manusia jika alam dibiarkan apa adanya (critical natural capital), atau jika kegiatan pembangunan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak mengganggu lingkungan (natural resource account) ; istilah lainnya ‘kesejahteraan lingkungan’ (environmental welfare). Hal ini diungkapkan oleh Pearcecxxxi iii Penilaian dampak lingkungan (environtmental impact assessment), atau anjuran bagi dilakukannya analisis menyeluruh tentang dampak lingkungan dari setiap proyek atau kebijakan, yang diungkapkan O’Riordan dan Sewellcxxxii. Ini khususnya ditujukan bagi perusahaan-perusahaan, sehingga memunculkan bidang bisnis jasa baru, yakni biro-biro konsultan lingkungan yang di negaranegara maju sangat berperan bagi turunnya izin resmi, khususnya bagi kegiatan-kegiatan yang dianggap peka terhadap lingkungan. iv Ecoauditing, yakni pemeriksaan atas semua usaha, kegiatan atau kebijakan yang ada, demi memastikan bahwa semua itu tidak merusak lingkungan. Tekniknya sendiri berfariasi, misalnya life cicle analisys dan environmental burden analysys. Semuanya merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan terpadu, yang standar-standarnya dibakukan secara internasional. Konsepsi ini dikampanyekan kepada pemerintah di setiap negara yang standar lingkungannyya diniolai memprihatinkan. Semuanya pada hakekatnya merupakan kompromi antara hasrat membanguna secara ekonomis, dengan keinginan untuk memelihara alam sejauh mungkin. Para penganjurnya yakin bahwa pelaksanaan langkah-langkah diatas tidak bisa ditunda-tunda lagi, dan harus segera dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pandangan ini tidak lepas dari kritik, Sachscxxxiii misalnya, meragukan bahwa pengutamaan lingkungan akan menciptakan aneka kendala ekonomis yang pada akhirnya bisa berakibat pada perusakan lingkungan alam itu sendiri. Terakhir, pandangan deep green bertumpu pada struktur etika dan sosial yang radikal (isrilah lainnya deep ecology atau steady-state economics). Pandangan ini menganjurkan ditinggalkannya pola hidup masal yang dianggap tidak bisa tidak merusak lingkungan, dan menghimbau masyarakat untuk hidup dalam pola komunal yang dekat dengan alam. Teknologi yang harus dipilih adalah yang paling canggih, tetapi yang tidak perlu aneka perangkat penduduk berskala besar. Pandangan ini menentang globalisme ekonomi dan ketergantungan politik. Dalam waktu bersamaan ia mempromosikan pasifisme (hidup serba damai dan bersahaja), ecifeminisme, penegakan hak-hak konsumen demi mengontrol produsen, serta pengakuan atas hak hidup makhlik lain diluar manusia. Pandangan ini berakar pada tradisi anarkhisme dan pemberdayaan komunitas. Meskipun demikian, pandangan ini juga mengakui bahwa semua usulnya tak mungkin diterapkan seketika. Karena itu ia menyambut baik konsepsi pembangunan berkesinambungan, yang dianggap sebagai batu loncatan menuju kondisi serba lebih baik, jauh dari hingar bingar politik atau militer yang pada akhirnya akan menghancurkan lingkungan.cxxxiv

145

Contohnya. relokasi industri. namun baru muncul sebagai studi koheren pada tahun 1970-an. Ada tiga unsur pokok dalam ekonomi lingkungan ini yaitu : Pertama. banyak penduduk Indonesia bersifat mobil. yang kebanyakan bersumber dari pasar. batas-batas pencemaran dan kerusakan alam. penggunaan instrument ekonomi guna mengatasi masalah lingkungan yang bersumber dari kegiatan ekonomi. seperti sempitnya bidang tanah yang diusahakan. sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang lebih produktif.cxxxv 3. aneka macam penyakit mematikan akibat pencemaran air dan udara. maka ekonomi lingkungan menyerankan penerapan pajak ekstra atau penerbitan lisensi khusus demi meredam kegiatan tersebut. mendiring petani memakai aneka pipik dan obat tanaman secara berlebihan. tetapi juga internasional. Secara umum. Bahkan berbagai masalah global seperti penipisan lapisan ozone juga hendak diatasi melalui langkah-langkah ekonomis. Tidaklah sulit untuk menemukan bukti-buktinya. yang memberi subsidi harga produk pertanian. Juga karena tingkat pendidikan dan ketrampilan yang masih rendah. Jika suatu kegiatan sulit dihentikan begitu saja secara hukum. untuk memaksakan hasil panen semaksimal mungkin. Dalam ekonomi sumberdaya alam. tetapi menekankan kerugiannya secara ekonomis. yang telah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan harus segera diakhiri. motif keuntungan terkadang mendorong perusahaan tidak mengindahkan kelestarian lingkungan dan mengakibatkan kerugian bagi pihak-pihak lain.Ekonomi Lingkungan Ekonomi lingkungan bermula dari tulisan Gray (awal 1900-an). solusi atas berbagai masalah lingkungan harus dilakukan dengan mengireksi unsur-unsur ekonomi yang menjadi penyebabnya.ini bukan hanya terjadi dalam lingkup nasional. Hal ini disebabkan rendahnya alat-alat produksi yang dimilikinya. mulai dari banjir akibat penggundulan hutan. Perkembangan Demografi dan Kesejahteraan Hidup Sebagian besar penduduk Indonesia masih berpendapatan rendah karena produktifitas kerjanya rendah. sehingga jumlah penduduk Indonesia naik dari 207 juta 146 . Misalnya relokasi industri menempatkan pebrik-pebrik dati negara maju ke hutan-hutan perawan di engara berkembang. Kedua. Dalam keadaan serba kekurangan. Studi ini tidak mempersoalkan terganggunya kesehatan. Juga tenaga energi yang mampu dikeluarkan rendah karena kadar gizi makanan dan menderita kekurangan kalori sehingga rawan penyakit. sangat menarik dan memiliki logika yang kuat. Kebijakan subsidi. dan dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari kesempatan kerja. Pigou (1920-an) dan Hotelling (1930-an). dan sebagainya. kerusakan lingkungan secara umum diyakini sebagai akibat dari penyimpangan atau kegagalan tertentu dalam sistem ekonomi. serta menggali saluran irigasi lebih banyak dari seharusnya. Ketiga.5-3 juta pertahun. Sementara itu jumlah penduduk Indonesia kian bertambah dengan ratarata 2. peralatan kerjanya yang terbatas pula. serta standar kelestarian lingkungan juga dihitung berdasarkan variable-variabel ekonomi. Kebijakan tertentu seperti Common Agriculture Policy di eropa. bergerak dari pedesaan ke perkotaan. adanya pandangan bahwa kesejahteraan manusia sedang terancam oleh degradasi lingkungan dan penyusutan sumber daya alam.

nutrisi  perumahan  pendapatan perkapita  kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam  tenaga kerja (lapangan kerja dan pengangguran. dan kian kerontang karena terkonversi untuk kebutuhan non pertanian. jika lapangan kerja produktif tersedia mamadai. baik dari sisi investasi maupun konsumsi. dipemukiman. Katakanlah penduduk usia 0-14 tahun pada tahun 2015 mencapai 63. produk tekstil. Masalah sosial a. betapa hidup mungkin tidak akan nyaman lagi.  Pembangunan sumber alam mineral. Dapat pula disebut sebagai modal (human capital). mereka akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang dahsyat. sepatu. tas. Tentu kebutuhan mereka menciptakan permintaan barang dan jasa yang pasti mendorong industri farmasi Dari jumlah penduduk. mortalitas dan migrasi  penyebaran penduduk yang tidak merata dan mobilitas penduduk  komposisi penduduk dengan angka ketergantungan tinggi c. Kwalitatif  kebutuhan pangan  tingkat pendidikan  pelayanan kesehatan. b. Dengan 170. tetapi pasar untuk barang industri pun lebih besar di pulau jawa ketimbang di pulau lain. minyak dan gas yang banyak terdapat diluar pulau jawa dilakukan dengan modal besar dan teknologi canggih. manusia Indonesia akan berdesakan. Lain-lain  pembangunan yang dilaksanakan pemerintah selama ini berorientasi pada penduduk.Kwantitatif  pertumbuhan penduduk yang tinggi yang dipengaruhi natalitas. menyusut. Lahan untuk pertanian semakin sempit. Inilah potret ‘ABG’ masa depan yang memerlukan begitu banyak pakaian yang otomatis akan menghidupkan mesin-mesin industri tekstil. Penduduk berjumlah besar di pulau jawa. sehingga melibatkan masyarakat setempat. akan tetapi juga bisa sekaligus sebagai ancaman. kelestarian alam menjadi tantangan dan potensi bisnis yang luar biasa. Ketersediaan pangan. Misalnya akan terjadi ledakan pengangguran kalau penciptaan lapangan kerja tidak tertangan secara serius dari sekarang. dengan skenario pesimistis.8 juta angkatan kerja tahun itu.3 juta penduduk usia lanjut (60 th keatas) yang memerlukan aneka macam obat dan makanan suplemen. garmen. Lahan untuk pemukiman kian susah dan mahal. dan sebagainya. 147 . Banjir dan tanah longsor datang meneror setiap saat dimana-mana karena pohon-pohon raksasa penahan banjir sudah kian menipis jumlahnya dan kurus-kurus pula. maka tidak saja tenaga buruh yang banyak tersedia. di kantor. 235 juta (2010) dan 257 juta pada tahun 2020 nanti. Mereka bisa dilihat sebagai peluang pasar yang sangat besar untuk produksi jasa dan manufaktur.(2000) menjadi 222 juta (2005).6 juta. Tak kalah besar tantangannya 24. Dijalan.

Laut China Selatan.Maka muncullah ‘pulau-pulau modern’ ditengah-tengah ‘lautan’ penduduk tradisional. pelabuhan.  Konflik yang bermunculan dengan berbagai penyebab diantaranya ketimpangan ekonomi. Akhirnya kota-kota sepanjang selat Malaka. kemampuan produktifitas dapat ditingkatkan apabila pemerintah memangkas habis belukar birokrasi administrasi yang menghambat kebebasan berusaha dan mengutamakan investasi pada infrastruktur keras (jalan. Philipina dan Singapura. juga pelimpahan wewenang otoritas pembangunan lebih banyak dari pusat ke daerah.Solusinya perlu penguatan simbol persatuan bangsa melalui pendidikan dan pembudayaan bangsa. Bahkan persaingan antar suku-suku di daerah memperoleh peluang untuk tumbuh kembali. Migrasi penduduk lebih terpusat ke kota-kota di daerah ketimbang ke pedesaan. Jumlah volume air tanah yang disedot sudah melewati ambang batas. Sehingga muncul ‘mikro politan’ di aerahdaerah. Jumlah permintaan akan papan kayu melebihi kemampuan hutan menghasilkannya secara lestrai. telekomunikasi) dan infrastruktur lunak ( pendidikan. fasilitas perdagangan) c. yang dipicu dengan perbedaan suku. Perspektif masa depan Bagaimana perspektif perkembangan penduduk masa depan dan apa pengaruhnya terhadap pembangunan bangsa kita? a. untuk mengatasi hal ini pembangunan perlu mengendalikan: 148 . mobilitas dan kepadatan penduduk pada lingkungan yang cenderung menderita tekanan sehingga rusak dan tercemar. faktor kedua adalah tantangan munculnya kawasan perdagangan bebas ASEAN (FTA). Solusinya . Hal ini mendorong dibukanya jalur perdagangan antara daerah-daerah yang berbatasan dengan Malysia. faktor pertama yang tidak ada di masa lalu adalah desentralisasi. Dengan demikian mobilitas horisontal antar daerah makin meningkat. latihan ketrampilan. dampak pertumbuhan. Demikian pula semangat yang mengutamakan ‘putra daerah’ baik dalam pemerintahan maupun bisnis semakin meningkat. Laut Jawa dan Laut perbatasan Philipina Selatan akan tumbuh lebih pesat. ras maupun agama. listrik. sehingga banjir dan tanah longsor terjadi dimana-mana. Hal ini berakibat sifat patembayan lebih menonjol daripada paguyuban. Persaingan kian meningkat dan dimenangkan oleh mereka yang memiliki kemampuan produktifitas yang tinggi dan sumber daya alam dengan daya komparatif yang lebih unggul. faktor ketiga. Luas area tanah yang ditimpa erosi sudah tidak terkendali. Solusinya . . b. yang berakibat lebih banyak dana keuangan mengalir ke daerah. Tekanan pembangunan pada sumber alam hutan sangat terasa saat ini. Brunei Darussalam.

Keseimbangan pemanfaatan dengan pemeliharaan Penerapan teknologi bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia selain secara jelas berdampak positif juga membawa dampak negative. Hubungan Kualitas Lingkungan Dengan Kehidupan Manusia Secara garis besar. degradasi sumber daya alam dan pencemaran lingkungan per satuan produksi barang dan jasa. dan politik dewasa ini disebebkan tidak adanya keadilan. Besar penduduk per luas areal 2. Krisis ekologis. kualitas hubungan manusia dengan alam lingkungannya dapat dikelompokkan ke dalam 3 tingkatan yaitu :  Kelompok yang hidupnya sangat tergantung pada lingkungan  Kelompok yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya  Kelompok yang mampu mempengaruhi dan memanfaatkan lingkungannya bagi kesejahteraan hidupnya. sedangkan pada konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan atas lingkungan alam. James A Quinn menyatakan bahwa ekologi manusia pada bidang ilmu-ilmu sosial. meliputi geografi manusia yang menelaah hubungan antara kelompok manusia dengan lingkungan alamnya. lingkungan dibedakan atas lingkungan biotic dan abiotik. Bila pemanfaatan dan populasi yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut telah melewati batas kemampuan. dapat diadaptasikan dalam menelaah kehidupan manusia. Penerapannya merupakan tekanan terhadap lingkungan.1. 4. kadang-kadang bila orang berbicara tentang ekologi sering diidentikkan dengan pengertian lingkungan. akan terjadi berbagai bentuk ketimpangan yang kemudian menjadi masalah bahkan bencana yang menimpa kehidupan makhluk dimuka bumi terutama manusia. dan lingkungan budaya. terdapat dua komponen utama. Mengingat pentingnya kedudukan lingkungan pada konsep ekologi. perdamaian. laut. sosial. suasana aktifitas penduduk menghasilkan barang dan jasa 3. Dalam konsep ekologi. dan lainnya yang diluar daya kemampuan lingkungan yang bersangkutan. Sedangkan Barrows menjelaskan bahwa geografi adalah ekologi manusia yang memberikan penjelasan tentang hubungan keberadaan lingkungan alam dengan persebaran dan aktifitas manusia. 149 . Problematika Pembangunan Lingkungan Sosial Budaya Dan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Beradab. Pada konsep ekologi secara umum. dan khususnya penghormatan dan penghargaan terhadap ciptaan. Eksploitasi hutan. 5. lingkungan sosial. Pendekatan ekologi Pendekatan ekologi yang menelaah hubungan antar makhluk hidup yang satu dengan lainnya pada suatu ekosistem. yaitu makhluk hidup dan ekologi lingkungan. Keterbatasan daya dukung alam Daya dukung lingkungan bersifat relatif dan memiliki keterbatasan. sungai.

Demikian juga lingkungan sosial budaya. Jutaan spesies sedang dimusnahkan di planet kecil ini.cxxxvi (Penggundulan itu masih sangat mungkin terjadi lagi. pola hidup dan perilaku yang berbudaya menuju budaya baru yang didasari oleh hawa nafsunya sehingga terjadi pergeseran nilai ditengah masyarakat. perusakan hutan telah menjadikan hutanhutan itu tinggal separonya saja bila dibandingkan dengan kondisi hutan pada tahun 1980-an (antara tahun 1978 dan 1988 telah terjadi penggundulan. Suatu ekosistem mempunyai stabilitas lingkungan tertentu.5 persen dari jumlah penduduk India saat ini (1993). sementara Bank Dunia tetap menjadi aktor utama yang memainkan tokoh “protagonis” tentunya. prestasi yang gemilang manusia dalam IPTEK telah merubah pola piker. Luas itu sama dengan luas wilayah Massachusetts). Meski demikian. Pembangunan dan lingkungan Sebagian belahan bumi yang sangat luas telah berubah menjadi medan peperangan dahsyat. setidak-tidaknya satu setengah juta manusia lagi (gambaran yang mengerikan itu didapat dari catatan kemiskinan Bank Dunia dalam kaitannya dengan masalah pemukiman kembali orang-orang yang terkena proyek pembangunan).000 meter persegi digunduli. Setiap tahun. Demikianlah. Peranan manusia secara ekologis dalam lingkungan :  Manusia sebagai mahkluk yang dominant secara ekologi  Manusia sebagai maklhuk pembuat alat  Manusia sebagai makhluk preampok  Manusia sebagai makhluk penyebab evolusi  Manusia sebagai makhluk pengotor Lingkungan yang ideal bagi manusia. Sebaliknya lading atau sawah yang hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan saja akan memiliki stabilitas yang kecil. kaum tergusur yang memainkan tokoh “penentang” semakin banyak bermunculan dalam drama yang berpanggungkan bumi.merupakan tekanan yang megubah keseimbangan sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Pada awal tahun 1990-an. pembangunan yang disponsori Bank Dunia telah menggusur lebih dari 20 juta orang dari tanah dan tempat tinggal mereka. Setiap makhluk hidup ingin agar tempat hidupnya memberikan rasa nyaman. Penggusuran itu sering tanpa disertai kompensasi. perusakan hutan itu belum merupakan tragedi sosial dan lingkungan dalam dimensi global. Hutan hujan tropis yang terdiri dari banyak tumbuhan dan binatang walaupun tanpa perawatan tetap akan dapat melangsungkan hidupnya. lebih dari satu setengah juta orang disisihkan demi kelancaran proyek-proyek pembangunan yang didanai oleh Bank Dunia. Di India. Dan jika dirunut sejak masa kemerdekaan pada tahun 1947. makin besar pula stabilitasnya. lahan hutan seluas 22. Seorang ilmuwan 150 . Sementara orang-orang miskin dicerabut dari tempat asalnya dan dipindahkan secara paksa. aman dan menyenangkan untuk kelangsungan hidup individu dan makhluk sejenisnya. Semakin besar keanekaragaman ekosistem. di atas kertas telah ada beberapa rencana proyek semacam itu yang mungkin akan menggusur orang-orang miskin. Bahkan. Lebih dari itu. orang-orang yang tergusur telah mencapai 2.

yaitu dari 1. campak. yaitu proyek pembangunan infrastruktur Polonoroeste dan Carajas. mulai dari wabah campak sampai influensa. Dan lebih dari tiga perempat perusakan hutan itu terjadi di salah satu sisi rel kereta api sepanjang 780 kilometer.1 persen pada tahun 1991. Sampai akhir tahun 1990. Sejak beroperasinya Proyek Polonoroeste. di Rondonia telah terjadi penjarahan tanah Indian secara sistematis. sedangkan proyek Carajas adalah pembangunan jaringan transportasi kereta api dan pembangunan daerah pertambangan.”)cxxxvii Sepanjang tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an penggundulan terjadi sangat intens di dua wilayah hutan utama.000 orang telah tertular. kebakaran hutan Rondonia menjadi fokus utama riset NASA. dan lebih dari 250. Hampir seratus persen penduduk di beberapa tempat terjangkit malaria.7 persen pada tahun 1978 menjadi 16.pemerintah Brasil Philip M. Penyakit mulai mengancam nyawa orang-orang yang tergusur dan penduduk asli.000 kilometer persegi telah dirusak demi kelancaran sebuah proyek raksasa: Greater Carajas Program. penggelapan uang di badan pemerintah yang memberi perlindungan terhadap suku Indian (yaitu FUNAI). yaitu di negara bagian Para. “Penggundulan itu untuk membayar krisis ekonomi Brasil. kerusakan hutan terus meningkat. tepatnya di sebelah tenggara negara bagian Para. Namun.cxl Sampai tahun 1993. Fearnside mengatakan. banyak permukiman suku Indian yang termasuk dalam wilayah kerja Proyek Polonoroeste tidak menerima perlindungan penuh seperti yang dijanjikan. yang pembuatannya didanai Bank Dunia pada tahun 1982. Proyek Polonoroeste berupa pembangunan jalan dan pengembangan permukiman untuk pekerja perkebunan. Kedua proyek itu benar-benar telah menjadi pemicu malapetaka kemanusiaan dan ekologis yang masih saja berlanjut. Kemudian jaringan transportasi kereta api pun dibangun dengan memakai dana pinjaman itu. Selain 151 .cxxxviii Proyek Polonoroeste telah mengubah Rondonia — wilayah yang luasnya kira-kira sama dengan luas Oregon atau Inggris — menjadi wilayah dengan kerusakan hutan terluas di Amazon. di ujung lain lembah Amazon. hutan seluas sekitar 150. dan malaria yang semakin merajalela di permukiman penduduk asli. yang membentang dari pusat cadangan bijih besi sampai pelabuhan laut di negara bagian Sao Luis. yaitu di sebelah barat laut Brasil (Rondonia di utara Mato Grosso) dan wilayah hutan di sebelah tenggara hutan Amazon. selama tahun 1980-an terjadi perusakan hutan yang lebih luas dibandingkan dengan perusakan hutan di Rondonia. bukan kebetulan bahwa hampir semua aktivitas perusakan hutan di wilayah-wilayah tersebut berkaitan erat dengan dana proyek raksasa yang didanai Bank Dunia. angka kematian bayi mencapai 50 dan 25 persen di dua suku yang sempat dihubungi. bahkan setelah pinjaman bertahap Bank Dunia selesai diberikan. sehingga areal yang rusak dapat dilihat dari angkasa luar.cxxxix Pada tahun 1987 Bank Dunia melaporkan (fakta yang sempat dibocorkan pers Brasil). Kisah tragis perusakan hutan itu dimulai saat 304 juta dolar AS pinjaman Bank Dunia diberikan kepada Companhia Vale do Rio Doce (CVRD). korupsi besar-besaran. Sementara itu. yang disebabkan ulah manusia. Sedemikian luas kebakaran hutan itu.6 Pada pertengahan tahun 1980-an. Selain itu. sebuah perusahaan pertambangan milik pemerintah Brasil. wabah TBC. Beberapa suku Indian terancam pelbagai penyakit.

Jika semua proyek itu berlangsung. proyek pemindahan penduduk itu (diharapkan) dilakukan secara sukarela. Dana itu digunakan untuk pengembangan proyek perkebunan inti rakyat (nucleus astate project). Mereka yang bersedia pindah — paling tidak dalam proyek berikutnya — menerima bantuan fasilitas pertanian dan pelayanan-pelayanan lain. Selain itu. Dengan demikian. Bali. tambahan bantuan dana itu mencapai 743 juta dolar AS. enam proyek industri telah didirikan. Pulau Jawa yang luasnya sama dengan luas wilayah negara bagian New York telah menjadi salah satu tempat terpadat di bumi karena dihuni sekitar 105 juta jiwa (1993). dengan proyek semacam itu sumber arang kayu akan habis dalam kurun waktu belasan tahun. dan Madura (yang selanjutnya disebut “daerah asal”) ke pulau-pulau seperti Kalimantan. Asian Development Bank (ADB). dan Food and Agriculture Organization (FAO) pun turut memberikan bantuan. Bank Dunia mengucurkan pinjaman 630 juta dolar AS) untuk menopang proyek pemindahan penduduk yang paling ambisius di dunia: transmigrasi di Indonesia. dan konstruksi pangkalan bawah air Sao Luis sebagai ujung lain jaringan transportasi kereta api itu. Sampai dengan tahun 1987. baik dari pemerintah negara lain maupun lembaga keuangan internasional. karena proyek tersebut telah menarik perhatian para pengejar laba di bidang arang kayu. Lombok. Pemerintah Jerman. Program transmigrasi di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan proyek Polonoroeste. dan minyak kelapa sawit untuk diekspor.cxlii Tujuannya sederhana.500 kilometer persegi per tahun.cxliii Menurut Bank Dunia. tentu saja. Pinjaman Bank Dunia sebesar 630 juta dolar AS itu ternyata merupakan “pancingan” bagi donor lainnya. terutama untuk menanam tanaman perkebunan seperti cokelat.c) yang merupakan bagian dari program pemindahan penduduk ke hutan tropis di Indonesia. dan Sumatra (selanjutnya dipakai istilah “daerah tujuan”).cxli Transmigrasi Proyek pemindahan penduduk sebagai bagian dari proyek pertanian yang dibiayai Bank Dunia tidak hanya terjadi di Brasil. Transmigrasi juga menjadi alasan untuk memacu pembangunan ekonomi di daerah tujuan. Sepanjang tahun 1983. tanah-tanah hutan orang Indian dan cagar alam yang ada pun terancam. karena hanya mengandalkan subsidi pajak besar-besaran dan eksploitasi hutan tropis untuk dijadikan bahan arang kayu. Di daerah tujuan terdapat 10 persen hutan hujan dunia. yaitu memindahkan jutaan orang miskin dari daerah berpenduduk padat — Jawa. UNDP. Belanda. Antara tahun 1976 dan 1986. proyek Bank Dunia juga mendukung pembangunan penambangan bijih besi Carajas di salah satu ujungnya. Irian Jaya. Pada mulanya. maka akan terjadi perusakan hutan seluas 1. Dan. Proyek-proyek tersebut merupakan contoh proyek ceroboh dan berpandangan sempit. Dan memang. di daerah-daerah tersebut juga berdiam berbagai suku asli non-Jawa. Ketika proyek peleburan berlangsung.pembangunan jaringan transportasi kereta api. empat di antaranya adalah proyek peleburan pig iron. 152 . Amerika Serikat. transmigrasi di Indonesia bertujuan untuk mengatasi ledakan penduduk dan pengangguran di Jawa dan pulau-pulau padat lainnya. kopi. bisa dipastikan dalam waktu 10 tahun areal hutan yang luasnya melebihi luas wilayah Wisconsin akan gundul.

Ada pula yang memilih pindah ke kota-kota kumuh di sekitar daerah tujuan. tujuan utama transmigrasi lebih bersifat geopolitis. para aktivis dan kritisi hak asasi manusia dan lingkungan memandang proyek transmigrasi itu sebagai bentuk siasat politik yang disamarkan dalam wujud pembangunan. setiap tahun sekitar 10.000 kilometer persegi hutan tropis yang menjadi korban (4 persen dari hutan di Indonesia dan 3 persen dari hutan tropis yang tersisa di dunia). karena sudah telanjur. Namun program itu mendapat reaksi keras di daerah-daerah tujuan. sejak awal keterlibatan mereka pada akhir tahun 1970-an. Kondisi buruk itu masih ditambah beberapa persoalan yang muncul akibat kelemahan perencanaan proyek seperti jeleknya jalan menuju pasar terdekat. Akan tetapi. program transmigrasi itu justru lebih memiskinkan jutaan orang miskin.cxlvii 153 . dan babi liar. Riset Bank Dunia pada akhir 1980-an menyatakan. program tersebut telah mengorbankan 15.000 sampai 20. 90 persen tanahnya telah dihuni oleh penduduk non-Jawa. Dan. Sebagai bentuk penolakan lainnnya. banyak transmigran akhirnya mencoba tetap bertani di tanah-tanah yang tidak subur sekadar untuk bertahan hidup. perpindahan penduduk — baik yang didanai maupun tidak – ke daerah hutan bakau dan rawa-rawa di Indonesia (dikenal paling luas di dunia ) telah mengubah 35. Di Irian Jaya. tikus. suku-suku asli tetap menyebut wilayahnya dengan nama Papua Barat.cxlv Riset pemerintah Indonesia pada tahun 1989 menyebutkan. banyak suku asli telah bergerilya selama lebih dari 20 tahun. wabah serangga. sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kebijakan aneksasi Indonesia sejak tahun 1969 di wilayah mereka. juga terjadi dalam program transmigrasi di Indonesia: bantuan pertanian tidak kunjung datang.000 kilometer persegi hutan di Indonesia telah mengalami perusakan. Pada akhir 1980-an. Transmigrasi di Indonesia. Kondisi populasi yang demikian. sementara pemerintah Indonesia menggunakan nama Irian Jaya. bahaya banjir. dokumen Bank Dunia pun menyatakan.cxlvi Perusakan lainnya disebabkan oleh berbagai proyek penebangan kayu dan kebakaran hutan. ladang pertanian yang tidak berguna.000 sampai 50.cxliv telah menjadi proyek perang bintang Jenderal Soeharto. Situasi yang mirip dengan Polonoroeste. yang berasal dari hutan bakau dan tanah basah. dan seperempatnya disebabkan oleh proyek pembangunan baik yang dilaksanakan oleh negara maupun swasta. selalu dibayangbayangi berbagai bencana lingkungan: tanah yang kandungan asamnya tinggi. Oleh karena itu dibuatlah program transmigrasi. Di Indonesia. bagi pemerintahan Soeharto dianggap tidak bisa diandalkan. Sekitar 40-50 persen transmigran yang mendapat permukiman di daerah bekas tanah basah dan rawarawa memilih pindah dari lokasi permukiman ke kota. Bahkan. Pada kenyataannya. salah satu sistem “pengamanan” negara yang dilakukan pemerintah Indonesia. separo dari hutan-hutan itu telah diubah menjadi tanah pertanian demi kelancaran program transmigrasi.000 kilometer persegi tanah basah.000 kilometer persegi hutan tropis. paling tidak 40. Jika dilihat baik dari segi sosial maupun dari segi keberhasilan pembangunannya. Menurut mereka. Tempat-tempat pemukiman transmigran. Brasil. program transmigrasi di Indonesia ternyata sama-sama menunjukkan bayangan yang suram.d) Program transmigrasi di Indonesia telah mewariskan kerusakan lingkungan.Namun.

sementara 20 persen transmigran lainnya berada di bawah garis subsisten (sangat miskin). survei yang dilakukan oleh pemerintah Prancis menyatakan bahwa 80 persen dari daerah transmigrasi di Indonesia gagal memperbaiki standar kehidupan transmigran.Menurut laporan Bank Dunia.000 penduduknya merupakan suku Melanisia. pada tahun 1988 di sebelah utara Arso IV. pemerintah Indonesia berharap dapat merekrut “transmigran yang mendapat sponsor” yang sama jumlahnya dengan “transmigran swakarsa”. Pada akhir tahun 1980-an. karena sebenarnya biaya rata-rata untuk merelokasi sebuah keluarga transmigran dapat menjamin kehidupan keluarga tersebut di atas garis kemiskinan selama paling tidak 13 tahun. transmigrasi di Irian Jaya tak lebih dari program “jawanisasi” ke daerah-daerah basis para gerilyawan yang menentang pemerintah Indonesia sejak tahun 1969.000 keluarga atau lebih dari 75. pada tahun itu pendapatan mereka 540 dolar AS per tahun. Yang mendapatkan keuntungan dari revolusi 154 . penduduk asli Irian hanya sepertiga dari total jumlah penduduk kota tersebut. meningkatnya kerawanan terhadap hama. Bantuan yang kelima dari Bank Dunia telah dimanfaatkan untuk memindahkan sekitar 15. kurangnya makanan bergizi bagi penduduk setempat. Sebagai contoh. Banyak kritikus menyatakan.cl Irian Jaya sebenarnya merupakan cagar alam terluas di dunia. Dan sampai tahun 1990. Sementara itu.clii Revolusi Hijau Dampak revolusi hijau menurut Vandana shiva “ revolusi hijau telah menyebabkan berkurangnya keanekaragaman genetika. dan 800. Jadi.cli Kota-kota di Irian Jaya — Merauke dan Jayapura – akhirnya dipenuhi pengungsi yang berasal dari daerah transmigran yang gagal. yaitu Arso I dan Arso II. penggusuran secara besar-besaran petani gurem dari lahan pertanian.2 juta jiwa yang menggunakan 224 bahasa. Pada tahun 1989 juga terjadi pembunuhan di dua permukiman transmigran. sebuah permukiman transmigran. kekurangan sumber air.000 orang Jawa telah pindah ke Irian Jaya. terjadinya erosi tanah.cxlix Kondisi paling buruk terjadi di Irian Jaya. meningkatkan kecemburuan sosial dan konflik. tempat keanekaragaman hayati berkembang biak dengan bebas. terjadi kerusuhan.000 orang ke Pulau Cendrawasih. Diperkirakan. terjadinya kemiskinan di daerah pedesaan. tahun 1986. lebih dari 300.cxlviii Fakta itu jelas mengherankan. menurunnya kesuburan tanah. kaum pengungsi atau bekas transmigran di Merauke akhirnya bernasib sama seperti penduduk miskin di Jawa: menjadi pekerja seksual dan pelinting rokok.000 kilometer persegi wilayahnya merupakan tanah basah dan hutan hujan. Di Merauke. Pada insiden tersebut penduduk asli Irian membantai 13 transmigran dan melukai banyak orang lainnya. Dalam program transmigrasi itu. Seluas 417. Pemilihan tempat pemukiman yang demikian agak mencurigakan karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) memusatkan aktivitasnya di daerah-daerah terpencil Papua Nugini sebagai tempat pengungsian yang aman dari kejaran pasukan Indonesia. 50 persen keluarga transmigran hidup di bawah garis kemiskinan. Fenomena pengungsi itu membuat komposisi penduduk di Merauke pun berubah. Irian Jaya berpendukuk 1. transmigrasi di Indonesia telah mengusir penduduk asli Irian dari tanah mereka dan menimbulkan konflik yang disertai kekerasan. Banyak permukiman transmigran dibangun di dekat perbatasan Papua Nugini. terkontaminasinya lapisan tanah.

furans adalah pestisida atau polutan yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Sungi tidak lagi menghasilkan ikan. Laporan UNDP ini semakin mengerikan lagi manakala ditemukan sebanyak 2 juta anak pertahunmeninggal akibat air kotor. aldrin. gas buang kendaraan bermotor dan bahan bakar fosil yang dibakar di rumah-rumah. dan logam-logam berat seperti cadmium dan timbale dari pabrik. perusahaan-perusahaan petrokimia. Di Indonesia sendiri eksploitasi alam dan degradasi sumber daya alam sangat memprihatinkan. laju deforestasi di Indonesia mencapai 1. sebanyak 2. Zat-zat kimia tersebut juga mempengaruhi sistem metabolisme. manusia menderita kerusakan pernafasan. pestisida. dioxin.7 juta orang setiap tahun meninggal akibat pencemaran lingkungan lewat polusi udara karena emisi-emisi industri. hutan tidak lagi menjadi penopang hidup karenatelah menjadi padang ilalang. heptachlor.hijau ini adalah industri agrokimia. alkali. pembuat mesin-mesin pertanian. Sebagai contoh.2 juta manusia yang meninggal berada di pedesaan terkena polusi udara di ruangan karena pembakaran bahan baker tradisional. hexachlorobenzen. toxaphene. Pada tahun 1985-1997. Berkah pladu tidak lagi mereka nikmati karena sungi berubah fungsi menjadi saluran limbah ribuan industri. mirex. Karenanya. Aliran-aliran beracun seperti dioksin. pertambangan dan pabrik kimia telah mengkontaminasi saluran air utama di seluruh bagian dunia. penyakit jantung dan paru-paru serta kanker. Ladang tepi bengawan yang mengharap kesuburan Lumpur kiriman tidak lagi produktif dan ikut menghitam mengeluatkan bau limbah. endrin. minyak. Indonesia telah kehilangan hutan seluas 60 juta hektar. pembuat bendungan dan para tuan tanah” (Ecology for beginners. organoklorin. dieldrin. Data Forest Watch Indonesia (2001)cliv menyatakan bahwa dalam 50 tahun terakhir. dan mempengaruhi fungsi otak manusia. dan tidak direklamasi.sebagian tanah dikeruk secara sewenang-wenang untuk diambil hasil tambangnya. asam. Korban pertama adalah hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian.cliii Menurut laporan UNDP tahun 1998. Situasi di luar Jawa juga tidak jauh berbeda. karena itu bencana terjadi dimana-mana. Selain itu fakta menunjukkan FAO melarang penggunaan 57 jenis pestisida karena membahayakan kesehatan. Sebanyak 2.4 juta hektar pertahun. chlordane. kekebalan tubuh. Beberapa puluh tahun silam. 155 . Panen alami ikan ramai-ramai itu merupakan kearifan tradisional yang kini tidak dikenal lagi. masyarakat agraris di tepi Bengawan Solo mulai Jawa Tengah hingga Jawa Timur mengenal musim Pladu (ikan mabuk akrena air keruh akibat hujan) sebagai andalan menutupi kebutuhan gizi keluarga sekaligus rezeki. Beberapa pestisida berbasis klorin atau organoklorin seperti DDT. Croall and Williams) Khususnya di Indonesia kebijakan pangan pada fase produksi meminta perluasan lahan pertanian. baik secara legal maupun illegal. Namun ternyata sebagian besar pestisida tersebut beredar di Indonesia dan digunakan oleh petani. bahkan rawa-rawa. Akibatnya jelas kerusakan ekosistem disertai punahnya ribuan spesies endemic di wilayah tersebut. sehingga menempatkan berjuta-juta rakyat miskin dalam resiko kelaparan. Pohon terus ditebang. kebakaran dan penebangan hutan besar-besaran di Indonesia di tahun-tahun silam telah mengakibatkan degradasi tanah.

Hanya Irian Jaya diperkirakan masih memiliki hutan tersisa.Muhtadi (2003)clv menyatakan bahwa di Jawa. tetapi juga hutan lindung dan hutan alam. Kerusakan ini tidak hanya terbatas pada kawasan hutan produksi. hutan-hutan lain di Sulawesi dan Sumatera diyakini akan lebih dulu hilang. Keadaan ini makin diperparah pula oleh adanya tabrakan kebijakan-kebijakan perekonomian. 156 . sosial dan politik menyangkut sumberdaya hutan hasil rumusan berbagai pihak berdasarkan kebutuhan masing-masing. sampai tahun 2001 sudah mencapai 350. pembalakan tak leggal (illegal logging) dan merebaknya perambahan kawasan melengkapi proses destrukturisasi hutan di Indonesia. buatlah analisa secara menyeluruh dari permasalahan yang anda anggap paling krusial untuk segera diselesaikan 4. Picu konflik horisontal pun tersulut diam-diam di hampir seluruh wilayah Indonesia yang kaya sumber daya alam TUGAS. rumuskan solusinya dan terapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk permasalahan tersebut dan upayakan untuk mengikutsertakan dan bekerjasama dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait. Forest Watch Indonesia juga memprediksikan hutan hujan dataran rendah Kalimantan akan hilang tahun 2010.000 hektar pada tahun 2002. baru disadari terjadi kesenjangan dan ketidakadilan. dan hutan hanya tinggal nama. yang pada akhirnya memicu adanya persoalan kemiskinan dan ketidak adilan yang dirasakan oleh masyarakat desa hutan. Diperkirakan tingkat kerusakan hutan di Jawa akan meningkat hingga 500. Identifikasi masalah – masalah lingkungan disekitar anda 3. 1. Setelah sungai menjadi saluran limbah. Bentuk kelompok maksimal 10 mahasiswa 2. tingkat kerusakan kawasan hutan yang dikelola oleh PT Perhutani.000 hektar. Sabarnudin (2001)clvi menyatakan pula bahwa eksploitasi berlebih (over exploitation). Sisa-sisa hutan pegunungan dan hutan rawa-rawa di pulau-pulau akan lenyap tidak terlalu lama.

Edwin Seligman (ed). hal. viii Benedict. New York. xxxv Safrudin Setia Budi... Boston.. September 2004. 1986 xvii Saiful Arif. Gloucester. xxvii Dalam. Fairchild. Filsafat Kebudayaan Politik.. Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial.. Adam dan co. hal 265. Chocago v Schneider. M. Berkeley. Gramedia. Manusia dan Kebutuhan Adab. 1989.Kroeber A. Self. PT Gramedia Pustaka Utama. an introduction. Makalah dalam semilokakarya. 1936. xxxiii Alex Inkeles. Fairchild.. Manusia dan Peradaban. Culture : A Critical Review of Concepts and Definitions.. (1968) American Kinship : A Cultural Account.. Pengantar Teologi Moral. Appleton Century-Croft. London. 1990 xiv Linton. dalam Ibid. Routledge & Kegan Paul. Bali.. vi Geertz. HTML xviii Franz Magnis Suseno. Denpasar.P. London. 62 xxxi Harsojo. Littlefield. Cit. Yogyakarta.. edisi ke-4. hal. 1990. xxxii Encyclopaedia of The Social Sciences. dalam Soerjono Soekanto. Kebudayaan. R. yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1964. 1980. E. UK iii Taylor. ix D’Andrade. Jakarta. dosen ISBD.. i . M. Sosiologi Suatu Pengantar.. Edisi 4. hal 2. The Third Wave. Smith. Co.. xvi Soekanto.. art and Custom. xxx Anthony D. Rajawali Pers. xi D’Andrade. vii Malinowski. xxvi William Chang.P. R..Cit. Magnis Suseno.. xxxvii Sulardi.E (1987) Culture and Human Nature.Cit. MA. B (1922) Argonouts of The western Pasific.... hal 397 xv . Jakarta. (1991) The Way The World is : Cultural Processes and Social Relations among the Mombassa Swahili. William Morrow. NJ. Mewujudkan Masyarakat Madani Melalui Pendidikan Dalam Perspektif Gender.. hal. Ibid. Dirjen Dikti 5-8 November 2001. Jum’at 17 Februari 2006. (1984) ‘Culture Meaning System’. 41 xxiii Koentjaraningrat. 2003. Ilmu Budaya Dasar. Dictionary of Sosiology. xxviii Alvin Toffler. (1973) The Interpretation of Culture. The Concept of Social Change. butir-butir Pemikiran Kritis. Setangkai Bunga Sosiologi. PT. R. dalam R.. iv Spiro. Jakarta. The Modernization of Man. Makalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI. xxxiv Dalam Indar Siswarini.L. Bandung. Jakarta 1992. Etika Dasar. Inc. New York.B (1958/1871) Primitive Culture : Researches in the Development of Mythologi. A Study of Man. Religion. & Adam Kuper. 3 xxii H. 1990. Op. Sosiologi suatu pengantar. Culture dalam Jessica Kuper. 1981. Cambridge. D....Mentalitas dan Pembangunan. edisi pertama. Kanisius. R (1934) Pattern of Culture. hal 29-30 xix Ibid. dalam. Op. Pengantar Antropologi. 7-9 Desember. 10 xxix Koentjaraningrat. New York. hal. Kompas. New York. 2001. Tata Negara Indonesia Menuju Pembaruan. Op.A LeVine (eds) Culture Theory : Essays of Mind.. Binacipta. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. hal 57 xxxviii dalam Ibid. Soerjono.. 182 xxiv Ibid. CA. hal. Englewood Cliffs.. IKIP Malang. 1967.. 1973. Rajawali Pers. Kanisius. MA. Malang. xxxvi Ibid. and Emotion. 2000 x Swartz. xxi Dalam..A. C. xxv F. Inc. hal 83. Hal 51 xx Supardi Damono. ii D’Andrade. R. Shweder dan R. H.. dan Kluckhon. hal 155 xiii Kluckhohn C. Indar Siswarini. Ibid xii Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. New York. C (1963).

lxv Ibid. 63. Fukuyama dan Samuel P. lxx Ibid. hal. 128. Iyubenu (Ed). 174 lxxiv Munandar Sulaeman. Yogyakarta. xlvi Ibid. 7-9 Desember. Perempuan Multikultural : Negosiasi dan Representasi. lix Ibid. Dirjen Dikti. Refika Aditama. li Indar Siswarini. Pendidikan Pancasila . Feminisme Multikultural : Refleksi Sekaligus Proyeksi. Op. 182. 76 xlv Ibid.Cit.Cit. hal. lxiv Ibid. lxvii Manneke Budiman. hal. Bandung. 176 xxxix xl . lxxi Ibid.Cit. lxxv Kaelan. hal. liii Parsudi Suparlan. Juni 2004. Yogyakarta. Dkk. lii Parsudi Suparlan. Komunikasi Antar Budaya. Dirjen Dikti. lx Supardi Suparlan. hal. l dalam Ibid. hal. hal. 75. Islam dan Pluralitas.Desember 1999. Surur (Ed). lvi Indar Siswarini. hal. Kesetaraan Warga Dan Hak Budaya Komunitif Dlam Masyarakat Majemuk Indonesia. 118. Imarah. lxviii Ratna Megawangi. hal. xli Anna Poedjiadi. Jakarta. Edi Hayat dan M. Sains Tekhnologi Masyarakat. lxiii Nurul Huda. xlviii M. 5. makalah dalam rangka seminar Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional ke-9. lxvi Ibid. Menggagas Jurnalisme Sensitif Gender. INPI Pact. Edisi Reformasi 2001. xliv F. Denpasar. lv Dalam. Op. lvii M. Ircisod. 19. lxxii Ibid. hal. hal. Yogyakarta. Huntington. Op. proyek pendidikan tenaga akademik. xlii Indar Siswarini. Makalah Dirjen Dikti. 9. Gema Insani. Denpasar. Jakarta lxi Sumanto. Multikulturalisme. Keragaman dan Kesetaraan. Parsudi Suparlan. liv Parsudi Suparlan. makalah Dirjen Dikti. Membiarkan Berbeda ? : Sudut Pandang Baru Tentang Relasi Gender. Op. hal. xlix Ibid. 150. 1998. Yogyakarta. Mizan Pustaka. hal. xlvii Indar Siswarini.Cit. Jurnal Studi Amerika. 178. 1999. Imarah. Ilmu Budaya Dasar. 3. Cit. Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan. 2003. Agustus. 1998. Vol. Desantara. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. 191205. 1999. 4. lxix Ibid. Fenomena Peradaban Indonesia Menghadapi Peradaban Dunia. 2001. kerjasama anatara Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosdakarya. 2005. Ibid. Jakrta lxii Ibid. Kementerian Riset dan Tekhnologi. Jakarta. September 2004.Supardi Damono. Bandung. Bandung. Hal. Op. makalah lokakarya penataran dosen MBB. “Kemajemukan Amerika : Dari Monokulturalisme ke Multikulturalisme”. Manusia. The Future of The World Order : Masa Depan Peradaban dalam Cengkraman Demokrasi Liberal versus Pluralisme. hal. Paradigma. Ibid. Bali. 2001. lviii Ibid. Op. PT. dalam. Semilokakarya Dosen ISBD. lxxiii Kaelan.Cit. Depdiknas. xliii Azyumardi Azra. 2005.

hal. Jakarta. Makalah Dirjen Dikti.. (1997). 2003. xc Berl Kutchinsky. 2nd edn. hal. A (1999). dan hari depan manusia.Cit. dalam Otje Salman dan Anthon F. Dirjen Dikti. Negara Tanpa Retributivisme. Cambridge. Bandung. Pengantar Teologi Moral. Teknologi. 2000. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. Teknologi dan Akibatnya Pada Manusia. lxxxix Muandar Sulaeman. hal 139 cxiv Ibid cxv Giddens. The Legal Consciusness. Etika. 10. MS. hal. hal.. 1989. Beberapa Aspek Sosiologi Hukum. Pradnya Paramita. Jakarta. Ilmu Sosial Dasar. 9 lxxix K. 1979. 102 lxxxviii Hanigan. Membuka Kotak Hitam Teknologi. dalam. 56 xciv L. dalam Toto Suparto. 2002. Alumni. the Economics of Industrial Innovation. Bertens. 1975. Globalization : The Reith Lectures. Yogyakarta. 342 xcv Muchtar Kusumaatmadja. Jakarta. C. 2002 lxxxiii Muchtar Kusumaatmadja. Etika Dasar. hal 159 civ Bachtiar Rifai.New York. hal. 1964 cviii Sastrapratedja. Berita LIPI No. PT Gramedia. New York.. Manusia Moral dan Hukum. hal. London. Jakarta. Refika Aditama. dalam bukunya. Konsen-Konsen Hukum Dalam Pembangunan. IKIP. Moralitas dan Hukum. (Bandung. Hukum dan Moralitas. hal. lxxvii Munandar Sulaeman. Ilmu Budaya Dasar.edu cvi MacKenzie. Bantam Books. LP3 Jatim dengan UWK Surabaya. 117-119. Bandung lxxxi F. 2001. Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum. amirs3@rpi. Hakam. D. xcviii Kamal A. 6 Nov 2006. Op. lxxxvi Ibid. c Achmad Ali. 267. Ibid.Cit. Terj John Wilkinson. Inventing Accuracy : A Historical Sociology of Nuclear Missile Guidance. Future Shock. The Tecnological Society. Susanto.Bambang Suprijadi dan Totok Djuroto. hal.A.Cit. 2001. Bandung. 1982 lxxvi Clark. 2000 cxi Alvin Toffler. Makalah Pelatihan Nasional Dosen Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Yogyakarta. dalam Ibid. lxxviii F. 13 lxxx Dalam. xcvi Imanuel Kant. lxxxii Dahlan Thaib. Kompas. PT Eresco) 1995 ciii Ibid. xci Ibid. Magnis Suseno. hal. Tb. 2004. Pendidikan Pancasila. Makalah Dirjen Dikti. Jakarta. London : BBC News Online. van Apeldoorn. 53.H. Op.J. Op. lxxxvii William Chang. Jakarta. Op. 1982 cii Soelaeman M Moenandar. Ilmu Sosial Dasar. 1975 cv Sulfikar Amir. Pengantar Ilmu Hukum. 87 lxxxv Munandar Sulaeman. Kecil itu Indah.Cit. 35. J. Bandung. Jakarta. 2001 ci Zen MT. Sains. Kanisius. Jakarta. xcii Ibid. 1987 cvii Ellul Jacques. PT. hal. IR. 4. 1971 cxii ibid cxiii Schumacher. 2004. Magnis Suseno. xcix Dalam Ibid.. terj LP3Es. Gramedia. 17. PT Raja Grafindo Persada.Cit. xciii Soerjono Soekanto. Perkembangan Pertimbangan Moral di Kalangan Santri. Versi Elektronik (April 2003) cx . lxxxiv William Chang. Alumni. Kajian Bersama 2004. Depdiknas. Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Ceramah di UI Jakarta 24 september 1980 cix Freeman. Kanisius. hal. Bunyamin dan Kama A. “Ketahanan nasional dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”. xcvii Ibid. Op.H. hal.

htm cxix Margaret Farley. London. Turner.. cxxxiv O’Riordan. Boston. hal 6 cxxi Sulfikar Amir.3. Feminist Theology : A Reader (London : SPCK&W/JKP. From Project Appraisal to Policy Review.R. PT Raja Grafindo Persada. “Feminist Theology and Bioethics” dalam Loades. vol. Penghancuran Lingkungan. Mankind and Mother Earth. J. A. dalam In God. 326. cxx Vandana Shiva. 1993.1995. Statement of Loans.s Image Vol. Beacon Press. Gaia : The Practical science of Planetary Medicine. cxxxviii Jean Paul Malingreau dan Compton J. D. Oxford. London : Profil Book. dan Bateman. Massachusetts. Menggadaikan Bumi: Bank Dunia. hal. Tucker. Journal do Brasil (Rio de Janeiro). IBRD.Ambio. cxviii Giddens.uk/hi/english/static/events/reith_99/week1/week1. 23 Juli 1987.D. London. 17. D. Modest_Witness@Second_Millenium. cxxxvii Philip M. The Politics of Global Ecology. vol. (1999). Globalization: The Reith Lectures. 22. dan Krisis Pembangunan (Mortgaging the Earth: The World Bank. Ann. Stroud (1992) cxxix O’Riordan. cxliii Ibid. “Eco-Feminism in the 21 st Century”. hal 25 cxxvii Lihat tulisan Fukuoka.C. vol. cxvi . 2002. J.. 7.W. cxl Kido Guerra dan Cleber Praxedes.19 No. 1994.FemaleMan©_Meets_OncoMouse™: Feminism & Technoscience. T. Interciencia.5.3 September 2000. USA. 157. cxxxii O’Riordan. London : BBC News Online. Jakarta. Londod (1981 cxxx O’Riordan. T. . (Yogyakarta.. naskah untuk dipublikasikan dalam Ambio . W. 1997). T. 49-55. cxxvi Hanne Strong. Chichester. 165206. PT Raja Grafindo Persada. Indonesia Transmigration Sector Review (Washington D. 7. 8 (Desember 1984). Saudari Bumi Saudara Manusia. 1 (Afrika dan Asia).. Intepreting The Precautionary Principle. F. 162. D. 1981 cxxxiii Sachs. 1994 cxxxi Pearce. Bebas Dari Pembangunan (Jakarta : YOI & KONPHALINDO. A. “Large Scale Deforestation in Southwestern Amazon Basin of Brazil”.: Bank Dunia.7 No. Fearnside dan Judy M. Jakarta. 76-77. I. “Bird Relata Incompetencia da Funai no Polonoroeste”. tanpa judul (tanpa penerbit.edu cxxii Toinbee. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. “Jari and Carajas: The Uncertain Future of Large Silvicultural Plantations in the Amazon”. 1993. 31 Agustus 1991. W. Versi Elektronik (April 2003( bisa diakses di http://news. vol. Fearnside. Edisi Indonesia diterbitkan oleh INFID cxlii Bank Dunia. no. dalam Our Planet Vol. R. 6 (NovemberDesember 1982). En Introduction to environtmental Aconomics.W. 1. Rankin. Environmental Impoverishment and the Crisis of Development). Environmentalism.. “Deforestation in Contemporary Brazilian Amazonia: The Effect of Population and Land Tenure”. Our Posthuman Future : Consequences of thr Biotechnology Revolution. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. dan Sewell. cxxxix Linda Greenbaum.K. dan Cameron . 2000 cxxxv Pearce.Haraway. T. Cultural Survival Quarterly. “Ecological and Spiritual Revolusion”. London. (1970. “The Failure to Protect Tribal Peoples: The Polonoroeste Case in Brazil”. no. 24 Oktober 1986). Kanisius) 1996 cxxv Ibid. 1976 cxxiii Yoshiko Isshiki. London: Roedledge cxvii Fukuyama.1990) hal 246.co. vol. 2000 cxxxvi Philip M.1991) hal 153 cxxviii Lovelock. akhir 1993. hal. caderno 1. Menjelajahi Sains Lewat Dunia Sosial amirs3@rpi.bbc. hal 27 cxxiv Freddy Buntaran. cxli Bruce Rich.

Bogor. “Indonesia: Continuing Human Rights Violations in Irian Jaya” (April 1991). 2003.. xx-xxi.. S. lahan itu dulunya tidak sepenuhnya hutan. Makalah Presentasi Kelompok pada Konggres Kehutanan Indonesia III. “Bogged Down”.. vol. 16. Jakarta... cxliv . “The Transmigration Fiasco”.. Indonesia: Sustainable Development of Forests. 9 Pebruari. Ecologist. cli Lihat Marcus Colchester. 1990). Oct 1998 PSR’s Environment & Health Program : Pesticides and Kids : A Primer for Primary Care Physicians cliv Forest Watch Indonesia. 2 dan 3 (1986).. 12-15.” Ecologist. cxlix Carolyn Marr. Rekonsiliasi Nasional untuk Menyelamatkan Hutan. PT. Sebuah studi yang dilakukan oleh tiga kementerian Indonesia yang bekerja sama dengan London-based Intenational Institute for Environment and Development (IIED) mencatat. sekretariat London.“Indonesia’s Transmigration Programme: A Special Report in Collaboration with Survival International and Tapol”. 1989). Amesti Internasional. “Transmigration in Indonesia“. xiv-xv. Jakarta: 1-11. 7.. Harian KOMPAS.. 11-116... D.. Forest Watch Indonesia and Global Forest Watch.. Land.. cxlviii Bank Dunia.. cliii Pesticide Monitor. Kegagalan program transmigrasi dalam mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan mengakibatkan banyak keluarga meninggalkan tempat transmigran setelah dua sampai tiga tahun menjadi peladang berpindah atau penebang liar. Indonesia Transmigration Sector Review. Selama periode 1980-1985 (termasuk Pelita III) Bank Dunia memperkirakan sekitar 10. Mengenai laporan kritis tentang transmigrasi di Irian Jaya. cxlvii NDRC dan WALHI.000 kilometer persegi. cxlv Lihat Bank Dunia.: Bank Dunia.000 kilometer persegi hutan telah dirusak (op. Dalam. 2/3 (1986).. Geographical Magazine. Indonesia Transmigration Sector Review. clii Amnesti Internasional. Kompas Media Nusantara. Poisoned Arrows (London: Michael Joseph. Mei 1989. no. 2001. Vol 6 no 3. vol. 94-97.. dan Bank Dunia untuk Indonesia. Potret Keadaan Hutan Indonesia. “The Struggle for Land: Tribal Peoples in the Face of the Transmigration Program. lihat George Monbiot.. 30 (artikel ini memberikan gambaran ringkas tentang problem pokok pada program transmigrasi di Irian Jaya). Derita Sepanjang Masa Rakyat Jawa. “Uprooting People. 2001.. Destroying Cultures. “jumlah areal hutan yang diubah menjadi lahan pertanian adalah sangat kecil. Indonesia’sosial Transmigration Program” Multinational Monitor. 96). cxlvi Bank Dunia. cit.. and Water (Washington D.. 102. Dokumen Bank Dunia untuk Indonesia Januari 1990 yang dikutip di atas memperkirakan bahwa lahan yang sudah dibuka pada dekade 1980-an sudah mencapai 20.. clvi Sabarnudin.. C. 16. Angka yang dikedepankan Bank Dunia itu sangat rendah karena rata-rata tiap keluarga mendapat tiga perempat hektare lahan yang sebelumnya berupa hutan.. clv Muhtadi. no. Oktober 1990. cl Jumlah transmigran di Irian Jaya berasal dari tulisan George Monbiot..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful