Oleh : Drs H Misno A Lathief, M.

Pd

BAB I PENDAHULUAN

1. Visi, Misi, dan Tujuan ISBD Visi dapat diartikan sebagai jangkauan pandangan ke depan yang merupakan idealisasi dari suatu usaha atau perjuangan. Dalam konsep yang lebih abstrak dapat disetarakan dengan dengan suatu cita-cita, namun cita-cita yang lebih dekat jangkauannya, sehingga sangat berpeluang untuk direalisasikan melalui usaha atau perjuangan tersebut. Sementara itu misi merupakan suatu usaha atau perjuangan yang dilakukan untuk mencapai suatu visi. Visi dan misi ibarat kedua sisi mata uang, di mana masing-masing sisinya berfungsi saling melengkapi dan memaknai substansinya, sehingga bisa difungsikan untuk mewujudkan harapan dari subyek yang memilikinya. Ketiadaan satu sisi dari mata uang tersebut akan menghilangkan makna sisi lainnya. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi ; berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. Adapun tujuan dari Ilmu Sosial dan Budaya Dasar diberikan di perguruan tinggi adalah sebagai berikut. 1) Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 2) Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. 3) Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik

1

dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah sosial budaya secara arif. 2. Pengertian Fungsi dan Ruang Lingkup Sebelum mempelajari matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD), ada baiknya kalau kita mengenali lebih awal pengertian tentang ilmu baik secara etimologis maupun definitif. Dengan mengenali konsep dasarnya kita akan dapat mengidentifikasi, apakah matakuliah ISBD termasuk suatu ilmu pengetahuan, pengetahuan dasar, atau sekedar pengetahuan. Masing-masing istilah ini mempunyai arti yang sangat berbeda. Apalagi kalau dilihat dari kaca mata keilmuan. Secara etimologis kata ilmu merupakan kata serapan dari kata ‘ilman (bahasa Arab) yang artinya pengetahuan. Kata ilman sendiri berasal dari kata kerja ‘alima (fi’il madli/pasttense) , artinya “tahu” atau telah mengetahui. Sedang kan kata kerja masa kininya (fi’il mudlori’/presenttense) ialah “ya’lamu” yang berarti sedang mengetahui. Sementara kata bendanya (noun) dari kata ‘alima tersebut adalah ilman; yang berarti pengetahuan. Jadi kata ilman inilah yang kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi ilmu. Diakui perbendahaaraan bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing, apakah itu bahasa Arab, Inggris, Belanda, Cina, atau yang lainnya. Jangankan bahasa Indonesia bahasa daerah (Jawa misalnya), juga banyak menyerap dari bahasa asing. Sebagai contoh kata “full” (Inggris) diserap menjadi “pol” artinya penuh. Atau “empthy” diserap menjadi “entek” artinya kosong atau habis. Kata “mripat” adalah serapan dari kata “ma’rifat” (bahasa Arab) artinya mata atau melihat. Contoh yang yang lain, kata seperti botol, bakso, administrasi, transportasi, semuanya adalah serapan dari unsur bahasa asing; Belanda, Cina, dan Inggris yang sekarang telah menjadi bahasa Indonesia. Kembali pada konsep awal bahwa ilmu secara etimologis atau harfiyah artinya ialah pengetahuan. Pengetahuan di sini menyangkut berbagai aspek kehidupan dan benda yang ada di sekitar manusia. Semua benda atau yang lainnya yang dikenali lewat indera dapat dikatakan pengetahuan. Indera mata dapat mengenali ujud, warna, dan sifat atau kualita dari suatu benda. Pelangi kelihatan indah karena indera mata yang mampu memberikan sifat atau kualita pada pelangi sehingga dikatakan indah. Hal demikian tidak bisa dikenali oleh indera lainnya, karena masing-masing memiliki bidang yang terpisah. Suara seseorang yang melantunkan suatu lagu, ternyata bisa dinikmati begitu nyaman oleh penggemarnya. Dari kejauhan tempat masjid suara muadzdzin dapat didengar sayup sampai,

2

dan juga desiran daun-daun tumbuhan yang diterpa angin semuanya dapat didengar oleh telinga. Hal ini berarti bahwa indera telingga mendapat pengetahuan tentang “suara” tersebut. Namun demikian telingga tidak mampu mengidentifikasi bagaimana rasanya garam, gula, buah-buahan, atau lezatnya makanan yang diolah dengan resep mutakhir. Ini berarti telingga tidak mampu menangkap pengetahuan tentang “rasa” kecuali hanya indera pengecap yang dapat melakukannya. Demikian juga kondisi suatu benda apakah kasar atau halus, hal seperti ini tidak dapat ditangkap oleh indera-indera tersebut. Yang dapat menangkap pengetahuan tentang keadaan suatu benda kasar atau halus hanya indera peraba. Hal ini berarti bahwa indera peraba bisa mendapatkan pengetahuan tentang “halus” atau “kasar”nya suatu benda. Selanjutnya bagaimana “aroma” suatu benda abstrak yang tidak tampak ujudnya, ternyata bisa ditangkap oleh indera penciuman atau hidung. Dengan kemampuan kepekaannya, manusia selalu bisa merasakan kehidupan ini dengan aman dan nyaman. Ia akan berbinar wajahnya sambil tersenyum tatkala indera hidungnya menangkap aroma yang kebetulan sangat disukainya. Ia benar-benar bisa menikmati betapa sedap, harum, lezat atau rasa apa saja sehingga ia menjadi senang ketika hidungnya menangkap aroma pengetahuan “bau” tersebut. Sebaliknya dengan kemampuan indera ini manusia bisa menghindarkan diri dari aroma bau yang ternyata tidak sesuai dengan seleranya. Suatu misal ketika seseorang berada dalam suatu kerumunan tiba-tiba ia ribut sendiri, ngedumel sambil menutup lobang hidungnya. Ia berteriak-teriak sambil mengumpat yang tidak jelas kepada siapa umpatannya ditujukan. Sementara itu temannya yang merasa melepas benda abstrak tersebut tenang-tenang saja, bahkan bisa tersenyum karena dengan lepasnya gas tersebut, ia bisa terhindar dari rasa mual atau sakit perut. Begitu juga yang kebetulan menghirup aroma bau yang tidak disukainya itu, mereka berusaha menutup lobang hidungnya agar terhindar dari ketidaknyamanan yang sedang dihadapinya. Semua yang dijelaskan di atas adalah gambaran bahwa pengetahuan tidak terbatas dan memiliki bidang yang sangat luas, sehingga dapat dikatakan bahwa semua hal yang dikenali atau diketahui oleh indera manusia dapat disebut pengetahuan. Pengetahuan seperti ini belum ada spesifikasi, belum terkelompokkan secara khusus dan masih bersifat umum, sehingga menjadikan pengetahuan tampak sangat luas dan kompleks.

3

Ilmu Kedokteran Umum. Ilmu Ekonomi. sebab apabila suatu ilmu pengetahuan memiliki obyek forma yang berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain. tetapi obyeknya formanya pasti dan harus berbeda. dan Ilmu Ekonomi semuanya adalah sama. mengembangkan. kajian ilmu pengetahuan menjadi sangat mendalam. dan Hukum. Ilmu Politik. Berdasarkan uraian tersebut akhirnya dapat didefinisikan secara sederhana bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah suatu pengetahuan yang telah dihimpun dan disusun secara obyektif. Atau dengan kata lain obyek forma suatu ilmu pengetahuan adalah “sesuatu” yang diperjuangkan oleh ilmu pengetahuan yang bersangkutan demi untuk kemanusiaan. Ilmu Kedokteran Umum. dan menyebarluaskan. Namun perlu diingat bahwa muara dari semua kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan ialah untuk kesejahteraan atau kebahagiaan hidup manusia. spesifik atau mikro. maka sebenarnya di antara keduanya adalah termasuk ilmu pengetahuan yang sama. Pertama disebut dengan obyek materia. Namun demikian walaupun berbagai jenis ilmu pengetahuan tersebut mempunyai obyek materia yang sama. Artinya secara khusus dan mendalam ilmu pengetahuan mempelajari. Ilmu Hukum.Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang di dalamnya sudah terdapat suatu pengelompokan berdasarkan obyek kajiannya. Ilmu Hukum. dan lainnya. dan sistematis. Obyek materia yaitu obyek kajian bidang ilmu yang bersifat masih sangat umum atau makro. Kalau obyek materia Ilmu Pendidikan. Obyek suatu ilmu pengetahuan ada dua macam. obyek formanya demi untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Dengan sifatnya yang demikian lahirlah berbagai bidang ilmu pengetahuan. Kalau terjadi sebaliknya. mengkaji. Namun dengan sifat yang telah membatasi diri ini. Ekonomi. maka dapat terjadi kesamaan obyek materia antara satu ilmu pengetahuan tertentu dengan ilmu pengetahuan yang lain. berarti secara azas moral keilmuan berarti terjadi suatu penyimpangan. Ilmu pengetahuan disusun secara obyektif. maka ilmu pengetahuan sifatnya terbatas pada bidang yang bersangkutan. Hal ini sama dengan obyek materia Ilmu Kedokteran Umum. seperti Ilmu Pendidikan. dan kedua disebut obyek forma. Karena obyeknya yang sangat umum ini. Sebagai contoh : Obyek materia Ilmu Pendidikan adalah manusia. yaitu manusia. metodis. maka obyek forma masing-masing dari ilmu pengetahuan tersebut ialah “apa” yang diperjuangkan oleh masing-masing. Biasanya yang demikian ini merupakan 4 . artinya ilmu pengetahuan itu disusun berdasarkan obyek yang menjadi bidang kajiannya. Obyek forma yaitu obyek kajian suatu ilmu pengetahuan yang sudah bersifat khusus.

Keberhasilan penemuan kapal terbang yang pada awalnya hanya bisa terbang selama 12 detik dengan dikayuh kaki beberapa orang. Metode-metode penyelidikan ilmu pengetahuan antara lain berupa metode. melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. hal ini berarti bahwa ilmu penge-tahuan tersebut dalam upaya mengembangkan jati dirinya untuk kemanusiaan. Misalnya dalam bidang 5 . tensinya (observasi) kemudian dibuatkan suatu resep (eksperimen) dengan pesan (wawancara) agar obatnya diambil di apotik dan diminum misalnya 3 kali sehari. angket. dan lainnya. sehingga mampu menembus ruang angkasa sampai ke bulan. kini sudah sangat jauh kondisinya. Ilmu pengetahuan bersifat metodis. Seorang dokter dalam menghadapi pasien ia akan mempergunakan beberapa metode sekaligus. dicek denyut jantungnya. atau planet lainnya. Berbagai metode tersebut bisa juga dipergunakan oleh bidang ilmu pengetahuan yang lain.ulah dari keserakahan manusia dalam hidup yang hanya ingin memuaskan ambisinya sekalipun harus mengorbankan orang lain. Begitu seterusnya hingga pasien betul-betul memperoleh kesembuhan. Keberadaan suatu ilmu pengetahuan yang semula sederhana akhirnya terus berkembang menjadi semakin kompleks. Kecepatan kapal terbang generasi masa kini sudah melampaui kecepatan suara. wawancara. observasi. Dengan cara ini kekurangan suatu metode dapat dibantu oleh kelebihan metode yang lain. masing-masing 1 tablet. Tidak semua jenis metode penyelidikan ini selalu dipergunakan secara bersamaan. Selain itu masing-masing metode penyelidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. kemudian dilihat dengan menggunakan alat senter kecil. Kemudian dokter meminta kepada pasien agar membuka mulutnya. Tujuannya tidak ada lain kecuali untuk memberikan suatu layanan sebaik mungkin agar pasiennya bisa memperoleh kesembuhan. Oleh sebab itu dalam penggunaannya kadang-kadang beberapa metode dipadukan secara bersamaan. Ketika menghadapi pasien dokter biasanya akan menanyakan apa yang anda keluhkan ?. Ada kalanya sambil diberi pesan “kalau tiga hari belum baik silahkan datang lagi ke sini ya”. Selain ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan manusia. sejak kapan ? dan seterusnya (metode wawancara). eksperimen. demonstrasi. mars. Artinya metode-metode penyelidikan yang ada dalam dunia keilmuan selalu dipergunakan sebagai cara alat atau cara untuk menyelidiki obyek formanya. upaya penyelidikannya ini juga untuk perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. memiliki metode-metode penyelidikan. catatan anekdot. sosiometri.

dipaparkan mulai dari bab I. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. terutama jika nantinya telah terjun dalam masyarakat. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni. Latarbelakang Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing. sehingga pembahasannya kadang-kadang bersinggungan. maka suatu rangkaian kejahatan dapat diungkap. sehingga tidak bercampur baur dengan ilmu pengetahuan yang lain. bab III. Sudah dikelompokkan sesuai dengan bidangnya. rekonstruksi kejadian suatu perkara (demonstrasi). Masyarakat 6 . sebab ada sebagian ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan yang lain. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. Artinya suatu ilmu pengetahuan yang ditulis selalu mengikuti logika tertentu. bab II. Sebuah artikel yang ditulis oleh seseorang dapat dipastikan telah disusun secara sistematis. Atau contoh yang lebih konkrit lagi. Namun demikian ilmu pengetahuan satu dengan yang lain tidak selalu dikhotomis. agar pemaparan buah pikiran penulisnya mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu sifat sistematis ilmu pengetahuan yaitu terletak pada sifat pemaparannya yang runtut. Melalui penggunaan metode-metode tersebut. sehingga akan membantu konsumennya untuk “segera” bisa memahami substansi dari ilmu pengetahuan tersebut. penyelidikan di tempat kejadian perkara (observasi). Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya.masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). sebuah buku yang ditulis oleh pengarangnya. sehingga pelaku dapat dikenai suatu hukuman sesuai dengan pasal-pasal yang dilanggarnya. dan seterusnya. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU).hukum. kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan-persoalan sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat akan semakin tajam. dan seterusnya adalah gambaran sebuah sistematika pembahasan yang runtut atau sistematis. Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar a. Dengan memperoleh matakuliah umum. Selanjutnya ilmu pengetahuan bersifat sistematis. ketika seorang polisi bertanya kepada saksi tentang kejadian suatu perkara (wawancara). maksudnya ialah bahwa ilmu pengetahuan itu sudah memiliki pembidangan sesuai dengan jatidirinya.

Di sinilah sisi pentingnya perguruan tinggi melibatkan masyarakat (stake holders) dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. Pengelompokan tersebut meliputi: matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). 232 tahun 2000 tersebut. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk 7 . matakuliah keahlian berkarya (MKB). di mana setiap perguruan tinggi diberi kewenangan mengembangkan kurikulum sendiri. pemerintah tidak lagi menyiapkan kurikulum perguruan tinggi secara nasional. di mana setiap terjadi perkembangan atau perubahan kurikulum. Oleh karena itu di dalam merancang kurikulum. yaitu dengan mengeluarkan SK No. terutama masyarakat calon pengguna lulusan atau stake holders tersebut. Namun dalam perjalanan yang memakan waktu hampir dua tahun belum semua perguruan tinggi siap menghasilkan kurikulum seperti yang dikehendaki oleh Dirjen Dikti. Berdasarkan surat keputusan tersebut. matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK). matakuliah prilaku berkarya. pemerintah melalui Dirjen Dikti selalu menyiapkan kurikulum nasional atau kurikulum inti. Dengan mengembangkan kurikulum sendiri. dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). 232 tahun 2000.menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. Menyikapi kondisi tersebut pemerintah melalui Mendiknas segera mengambil langkah. maka kebutuhan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi akan teradopsi. melainkan setiap perguruan tinggi supaya mengembangkan sendiri kurikulumnya. sehingga punya ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang ada di perguruan tinggi. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. Kondisi seperti ini mengharuskan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi segera meresponnya. Berbeda dengan yang berlaku sebelumnya. perguruan tinggi diharapkan melibatkan masyarakat. dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. 045 tahun 2002. sesuai dengan kebutuhan stake holders setempat. Namun tidak demikian sebagaimana dituangkan dalam SK no. Perguruan tinggi tinggal melaksanakan kurikulum tersebut. tentang Pedoman Penyusunan Kuri-kulum Pendidikan Tinggi.

Rambu-rambu ini dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Matakuliah Pendidikan Agama. berkepribadian mantap dan mandiri.mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. 44/Dikti/Kep/2006. Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB) merupakan bahan kajian dan peajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan prilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. sehingga matakuliah ISBD bagaikan ditelan zaman. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguran Tinggi Indonesia. Sedangkan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan peajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). 30/ Dikti/Kep/2003. Untuk kelompok matakuliah MBB secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya. 43/Dikti/Kep/2006. tentang RambuRambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. Kelompok matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu. Bahkan ada yang secara tegas tidak memasukkan MBB ke dalam kurikulumnya. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kondisi ini akhirnya teratasi dengan lahirnya SK Dirjen Dikti No. namun kenyataan di lapangan masih ada perguruan tinggi yang belum merespon positip terhadap keberadaan matakuliah berkehidupan bermasyarakat. Walaupun telah diterbitkan SK tersebut. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Kelompok matakuliah keahlian berkarya merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Dengan lahirnya kedua surat keputusan tersebut keberadaan matakuliah 8 . dan Bahasa Indonesia). dan No. dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Jurusan dan atau program studi mengembangkan kurikulum sesuai spesifikasinya sendiri-sendiri.

fisika. Pendidikan Agama. dan lainnya.2003 kedua matakuliah (ISD dan IBD) digabung menjadi satu matakuliah dengan nama Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). Ilmu Budaya dasar bisanya 9 . dan biologi. yaitu sebagai Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). Yang benar adalah bahwa masing-masing matakuliah tersebut ingin membuka pagar-pagar yang membatasi disiplin-disiplin yang membentuk masingmasing kelompok ilmu tersebut. Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya dasar Seperti dijelaskan di atas bahwa matakuliah ini pada mulanya adalah matakuliah yang berasal dari dua matakuliah yang terpisah dan berdiri sendiri-sendiri. Sehubungan dengan hal tersebut yang dimaksudkan dengan disiplin ilmu adalah: scientific study of some aspect or segment of reality (penyelidikan ilmiah terhadap beberapa aspek atau segmen realita). meteorologi. b. kimia. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. Adapun ilmu sosial dasar meliputi dua kelompok utama. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. astronomi. matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD).pengembangan kepribadian dan matakuliah berkehidupan masyarakat menjadi semakin jelas dan mantap. Sehubungan dengan itu untuk memahaminya kiranya perlu dikenali dari konsep awalnya masing-masing. dan satu lagi Ilmu Alamiah dasar. ilmu-ilmu budaya. Istilah Ilmu Sosial Dasar. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. dan Ilmu Kealaman dasar (IAD). 30/Dikti/Kep. dan bahasa Indonesia. sedangkan yang kemudian terdiri atas ekonomi dan politik. Yang terdahulu terdiri atas: psikologi. dan ilmu-ilmu alamiah. Biasanya disiplin-disiplin ilmu yang tergolong IAD adalah: fisika. filsafat. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. sedangkan yang terakhir ilmu-ilmu biotis dengan rincian utama: zologi. Contoh disiplin ilmu misalnya: sosiologi. yaitu: studi manusia dan masyarakat. dan fisiologi manusia. sama sekali tidak mengatakan bahwa matakuliah dengan nama-nama tersebut masing-masing memperkenalkan dasar-dasar dari ilmu-ilmu sosial. fitologi. geologi. sosiologi. dan antropologi. Namun dalam perjalanannya akhirnya berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. Lima ilmu yang mendahului ini mewujudkan ilmu-ilmu fisis. Ilmu Budaya Dasar. dan studi lembaga-lembaga sosial.

seni menempati posisi yang penting dalam kehidupannya sehri-hari. Manusia di situ dilukiskan sebagai ciptaan Allah. Retorika tertulis dekat sekali pertaliannya dengan linguistik. retorika tertulis harus mampu memberikan keterampilan untuk meneruskan. analisisnya. seni rupa.dibagi menjadi tiga kelompok. Adapun seni rupa dan musik seringkali masih sekedar diajarkan untuk keterampilan seni belaka. seni tari dan berpidato). Retorika yang ada terbagi menjadi jenis lisan dan yang tertulis seringkali dipandang sebagai suatu keterampilan belaka dengan akibat bahwa yang dicapai melalui retorika tertulis hanyalah materi obyektif atau mekanisme mengungkapkan berdasarkan tata bahasa melalaui komposisi tertulis. khususnya bidang yang terkenal dengan sebutan logical fallacies atau logika semu. 10 . Sejarah yang diajarkan sebagai disiplin yang menelaah manusia di dalam dimensi waktu dengan mengutamaan telaahnya pada masa lampaunya. membuktikan dan menghimbau. Dalam mengajarkan retorika tertulis mahasiswa diajak bergaul dengan logika informal. Sejarah umat manusia juga menunjukkan bahwa di dalam seni itu terdapat beberapa dari kebanyakan ekspresi manusia yang menonjol dalam pengertiannya atas eksistensinya sendiri. dan warga umat manusia. sejarah bahasa. sebagai anggota masyarakat agama. Sastra yang diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi berpendekatan kritik literer. berdalih. Melalui latihan yang banyak di bawah bimbingan dosen yang cakap. jadi belumlah sebagai pemberian bekal pemerkaya pemilikan budaya intelek bersama. ditetapkan bahwa retorika sekedar diajarkan sebagai keterampilan itu harus lain dengan yang diberikan melalui sejarah sastra dan kritik sastra. Pertama seni (sastra. Sehubungan dengan sejarah kebudayaan haruslah lebih ditonjolkan dari sejarah politik dan sejarah ekonomi. sejarah. Pada hal tujuan yang sebenarnya dari retorika tertulis adalah melatih mahasiswa untuk menulis prosa dengan idiom yang baik dan gaya bahasa yang berlaku berdasarkan logika yang layak. serta tata bahasa. agama dan filsafat. evaluasinya. di dalamnya tercakup hakikat sastra. Melalui perubahan budaya dan perubahan peradaban pengajar sejarah bermaksud memahamkan isi pengalaman buat manusia di masa lampau serta kondisinya sekarang sebagaimana terdapat berbagai kelompok kehidupan. Mahasiswa yang mempelajari sejarah diharapkan menemukan identitasnya sebagai pribadi. Sejak manusia hidup dalam kondisi sederhana. makhluk pencipta budaya dan makhluk pencipta peradaban. sebagai warga suatu bangsa. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. musik. dan tempatnya di dalam kehidupan manusia.

dan profesional. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. maka Ilmu Sosial Dasar bersama-sama dengan Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar pada dasarnya merupakan satuan-satuan pengetahuan yang didasarkan pada pembagian tersebut di atas. persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan. dan kenegaraan. ekonomi psikologi sosial. dan ilmu-ilmu alamiah) sebagaimana dikemukakan di atas. ilmu politik. Kemampuan personal merupakan kemampuan kepribadian yang tampak dalam penampilannya sebagai pribadi bangsa Indonesia. Selanjutnya kemampuan akademis merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan secara ilmiah. hasil lisan 11 . Dengan kemampuan tersebut kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya akan menjadi lebih besar. yaitu kemampuan personal. berdasarkan struktur bahasa yang logis dan syarat-syarat keterampilan mengungkapkan pikirannya secara lisan sama pentingnya yang secara tertulis. Setelah mengenali pembagian ilmu pengetahuan ke dalam tiga bidang lapangan ilmu pengetahuan (ilmu-ilmu sosial. serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik. pengetahuan budaya. dan pada akhirnya mahasiswa terbantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadiannya. akademik.Dalam kehidupan sehari-hari manusia berkomunikasi dengan sesamanya secara langsung sehingga membutuhkan retorika lisan. dan sejarah) Dengan demikian Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu pengetahuan dasar yang berusaha memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap. dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta. teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (geografi sosial. Ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial. Ilmu Budaya Dasar jika memberikan retorika lisan haruslah pada praktek berpidato di muka umum menurut gaya bahasa yang berlaku. yang merupakan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku dalam menghadapi manusia-manusia lain. antropologi sosial. sosiologi. konsep. Dengan Ilmu Sosial Dasar mahasiswa diharapkan mempunyai tiga macam kemampuan. kemasyarakatan. serta memiliki pandangan dan kepekaan yang luas terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

lebih berbudaya. menguasai teknik analisis. kritis. dan sejarah. halus dan manusiawi. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasikan dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya. Ilmu Budaya Dasar atau Basic Humanities tidak identik dengan The Humanities (Ilmu tentang Budaya). Sedangkan Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya. baik dengan menggunakan suatu keahlian disiplin ilmu tertentu maupun dengan menggunakan pendekatan berbagai keahlian atau inter. berbudaya. dan halus. Selanjutnya Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah waib di perguruan tinggi merupakan terjemahan dari istilah Basic Humanities atau pendidikan humaniora. Humanior atau humanus dalam bahasa Latin berarti manusiawi. Dengan kemampuan ini para akademisi diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. dan sistematis. Yang sedikit agak membedakan antara ISBD dengan ISD dan IBD sebelum dikolaborasi ialah terletak pada titik tekan dalam mencapai sasaran pembelajaran pada diri mahasiswa. bahkan multidispliner. Berbeda dengan ISD dan IBD. Baik dalam ISD maupun IBD masing-masing diorientasikan pada usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa. dan lebih halus budi pekertinya. Dengan demikian aspek personal tampak menonjol. maupun berpikir logis. sehingga daya tangkap.maupun tulisan. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar pada dasarnya merupakan gabungan secara kolaboratif antara ISD dan IBD yang dilandasi SK Dirjen Dikti No. Ilmu tentang budaya mencakup keahlian filsafat. Dengan mempelajari ilmu budaya dasar diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi. Kemampuan profesional merupakan kemampuan di bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. melainkan mengandung pengertian umumnya tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. sasaran pembelajaran mahasiswa dalam mempelajari ISBD lebih ditekankan kepada 12 . seni. agama. 30/Dikti/Kep/2003. Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritisnya terhadap masalah-masalah budaya. Pendekatan terhadap berbagai masalah budaya tersebut dilakukan dengan menggunakan berbagai pengetahuan budaya (The Humanities). persepsi dan penalarannya terhadap lingkungan budaya dapat menjadi lebih peka.

Kedua memiliki metode penyelidikan yang dipergunakan untuk mengkaji dan mengembangkan obyeknya. persepsi. 13 . Ilmu Sosial Dasar banyak mengkaji masalahmasalah sosial dalam kehidupan manusia. Titik persoalannya sekarang adalah dapatkah ISBD disebut sebagai ilmu pengetahuan ?. dan kemampuan profesional. kedua ilmu pengetahuan dasar ini dikolaborasikan. dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya. Jadi ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Mengingat bidang kajian kedua kelompok pengetahuan dasar ini yang relatif dekat dengan kehidupan manusia. melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya. maka ISBD masuk dalam kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). maka berdasarkan keputusan Dirjen Dikti No30 tersebut di atas. c. sedangkan Ilmu Budaya Dasar mengkaji berbagai aspek kehidupan yang terkait dengan masalah budaya. Seperti dijelaskan di atas. Masing-masing memiliki kajian fenomental yang berhubungan secara langsung dengan kehidupan manusia. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. dan ketiga ialah sistematis. bahwa persyaratan suatu ilmu pengetahuan ialah pertama memiliki obyek. Ruang lingkup ISBD Sebagai matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) mata kuliah ISBD dirancang untuk membekali mahasiswa sebagai calon akademisi agar nantinya memiliki tiga kemampuan dasar yaitu: personal. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. akademis. dengan nama baru Ilmu Sosial dan Budaya Dasar atau disingkat ISBD.aspek perkembangan sosialnya yaitu dalam kerkehidupan bermasyarakat. Dikatakan sangat muda. dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. Oleh karena itu kalau ISD dan IBD masuk dalam kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). yaitu Ilmu Sosial Dasar. Oleh karena itu fungsi ISBD merupakan suatu usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap. dan Ilmu Budaya dasar. Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. baik materia maupun forma.

menguasai berbagai teknik analisis. Kemampuan profesional : kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. di mana para akademisi diharapkan memiliki wawasan pengetahuan dan kemampuan. Naluri seorang ibu yang baru melahirkan anaknya akan otomatis tergerak untuk mau menyusui anaknya. moralitas. Manusia adalah makhluk yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. maupun berpikir logis. sehingga mampu menunjukkan sikap. kritis. Hal ini 14 . memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. teknologi dan seni 8) Manusia dan lingkungan 3. keberadaan manusia pada saat baru lahir sangat lemah. para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. Komunikasi antara anak dengan ibu melalui kontak menyusui sudah merupakan indikator ketergantungan antara satu manusia dengan lainnya. sains. serta mampu menawarkan alternatif pemecahan. walaupun sebelumnya belum pernah belajar bagaimana cara menyusui. nilai. Kemampuan akademis yaitu suatu kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. Manusia tidak akan mampu hidup sendiri tanpa ada bantuan dari pihak lain. Dibandingkan dengan hewan. tidak berdaya dan tidak akan mungkin bisa bertahan hidup tanpa ada manusia lainnya. kemasyarakatan dan kenegaraan. Bahan kajian tersebut meliputi : 1) Pendahuluan (pengantar ISBD) 2) Manusia sebagai Makhluk Budaya 3) Manusia dan Peradaban 4) Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial 5) Keragaman dan kesetaraan 6) Manusia.Kemampuan personal yaitu kemampuan kepribadian. ISBD Sebagai Komponen MBB ISBD sebagai bagian komponen Mata Kuliah Berkehidupan bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. maka diperlukan sejumlah bahan kajian yang akan dioperasionalkan dalam bentuk pembelajaran. Untuk mencapai ketiga kemampuan di atas. tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. dan hukum 7) Manusia. analitis. sistematis.

15 . Ketiga ranah ini yang menjadi sasaran belajar dengan titik tekan berada pada aspek sikap (afektif). tanya jawab. dan problem solving. Seekor anak ayam yang baru menetas walaupun tanpa ada induknya. Pemecahan Masalah Sosial Budaya Masalah sosial budaya merupakan suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat dan budayanya yang berdasarkan atas studi. diskusi. apresiasi seni budaya. ia akan mampu berusaha mencari makanan untuk dirinya. Untuk mengarah pada sasaran ini metode pembelajarannya adalah melalui: ceramah. pentas kreatifitas. yaitu sikap berkehidupan bermasyarakat. 2) Adanya keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat. bermain peran (demonstrasi). yaitu dari belum tahu menjadi tahu (kognitif). yang dapat menimbulkan pertentangan-pertentangan maupun kerjasama. 4. Semua proses pembelajaran akan diorientasikan kepada belajar yang berpusat pada aktivitas mahasiswa (student active learning). sehingga ia mampu untuk bertahan hidup dan berkembang. yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku. yang didalamya terdapat persamaan. perbedaan. penelitian sosial budaya. dan dari belum terampil menjadi terampil (psikomotorik). Yang terpenting dalam proses pembelajaran tersebut ialah bagaimana dosen mampu menyediakan lingkungan belajar yang bisa membuat mahasiswa belajar. Untuk itu proses pembelajaran ISBD akan mempergunakan berbagai pendekatan dengan prinsip mahasiswa dapat belajar. kolaborasi. 5. Masalah ini meliputi hal-hal sebagai berikut. mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan. Pendekatan dan Metode Pembelajaran ISBD Seperti matakuliah yang lain matakuliah ISBD disajikan kepada mahasiswa untuk dikaji bersama melalui interaksi edukatif yang disebut dengan proses pembelajaran. dari belum baik menjadi baik (afektif). 1) Berbagai kenyataan yang bersama-sama merupakan masalah sosial budaya yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan (antar bidang).tentu agak berbeda dengan yang dialami oleh hewan.

3. yaitu evaluasi dalam proses dan produk. sikap dan prilakunya selama di ruang kelas. 2. Secara rinci aspek yang dinilai baik yang menyangkut masalah penilaian proses maupun produk meliputi hal berikut. mental. Pembuatan makalah (kelompok dan mandiri) b. disiplin dan 40% partisipasi dalam perkuliahan Penilai Dosen Dosen Dosen 16 . MATRIK EVALUASI Bentuk penilaian Bobot Pertugasan 30% a. di antaranya : a) Sosiologi b) Antropologi Sosial dan Budaya c) Ilmu Sejarah d) Ilmu Ekonomi e) Ilmu Hukum f) Ilmu Politik g) Geografi h) Psikologi sosial 6. ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). aktivitas dan partisipasinya dalam proses pembelajaran. a. bagaimana ketepatan waktunya. pembuatan makalah b. Sistem Evaluasi Pembelajaran ISBD Evaluasi hasil belajar keberhasilan mahasiswa akan diukur melalui dua tahap. Evaluasi dalam proses dimaksudkan untuk mengukur kadar keterlibatan fisik. Partisipasi dalam perkuliahan 3) No 1. Sementara evaluasi produk lebih menitikberatkan pada pengukuran aspek kognitif melalui tes tulis. presentasi di kelas 30% c. 1) Kedisiplinan dan partisipasi kuliah. dan keterampilan selama dalam proses pembelajaran. Tes tulis dapat berupa tes insidental. Presentasi di kelas c. Evaluasi proses ini lebih dititikberatkan pada aspek pembentukan prilaku (afektif).ISBD menggunakan pendekatan secara komprehensif dari berbagai cabang ilmu untuk memecahkan masalah sosial. termasuk dalam diskusi 2) Ujian tengah semester 3) Ujian akhir semester 4) Pertugasan. Proses evaluasi dilakukan melalui pengamatan sejak mahasiswa masuk di kelas. dan emosional mahasiswa selama dalam proses pembelajaran.

045 tahun 2002. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. peka. dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. peka dan arif dalam memahami keragaman. Masyarakat menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. matakuliah 17 . dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika. kesetaraan. dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. kesetaraan. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang meliputi : matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). etika. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas. Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing-masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. serta menumbuhkan sikap kritis. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. 232 tahun 2000. tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi. dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman.Ujian tengah Semester (UTS) Ujian akhir semester (UAS) JUMLAH 100% RINGKASAN Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi . Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Kemudian ditindaklanjuti dengan SK Mendiknas No. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU).

Selanjutnya pelaksanaannya di atur dalam SK Dirjen Dikti No. 30/ Dikti/Kep/2003. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). Pendidikan Agama. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Lakukan suatu analisis terhadap masing-masing definisi ilmu tersebut sehingga dapat diklasifikasi perbedaan dan persamaan yang terdapat pada masing-masing definisi. dan Bahasa Indonesia. 44/Dikti/ Kep/ 2006. dan No. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. 2.keilmuan dan keterampilan (MKK). Kelompok matakuliah ini secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya yang dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. matakuliah keahlian berkarya (MKB). 18 . matakuliah prilaku berkarya. yaitu Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya dasar. Tugas Untuk Diselesaikan. Himpun sedikitnya 10 definisi tentang ilmu menurut pakar yang berbeda-beda. 1. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. Dikatakan sangat muda. Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang diperlukan mahasiwa untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. dan Ilmu Kealaman Dasar (IAD). Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengem-bangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. 43/Dikti/ Kep/2006. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.

Fungsi Akal Dan Budi Bagi Manusia Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. 19 . 6. Tugas-tugas tersebut akan lebih berbobot pembahasannya apabila Saudara lakukan bersama dengan teman lain dalam suatu kelompok kecil antara 3 – 5 orang. Lakukan suatu analisis di mana letak titik tekan antara ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dalam hubungannya dengan kehidupan manusia. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin Cultura dari kata dasar colere yang berarti berkembang atau tumbuh. S. Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku. Secara umum. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berfikir.Sos 1. Berpikir adalah perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia.3. yakni tradisi sopam santun dan kesenian. Makna ini kontras dengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk pada bagian tertentu warisan social. kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara social diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Coba buat rumusan definisi ilmu menurut bahasa Saudara berdasarkan definisi-definisi yang telah Saudara himpun tersebut.i Dalam ilmu-ilmu social istilah kebudayaan sesungguhnya memiliki makna bervariasi yang sebagian diantaranya bersumber dari keragaman model yang mencoba menjelaskan hubungan natara masyarakat. Pengertian dan Fungsi Kebudayaan Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmuilmu social. Himpun pula definisi tentang ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dari berbagai literatur. Selamat Belajar BAB II MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Oleh : Linda Dwi Eriyanti. kebudayaan dan individu. 4. 5.

Manusia Sebagai Animal Simbolicum . Kegiatan-kegiatan yang dipelajari dari satu generasi ke generasi berikutnya itu tidak mengalami perubahan yang berarti kecuali jika ada factor eksternal yang memperngaruhi pola tindak yang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan social dan individual. Masyarakat manusia yang terdiri dari individu-individu yang terlibatdalam berbagai kegiatan yang mengharuskan mereka beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan hal itu harus dilakukan secara terus menerus demi mempertahankan keberadaan masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan individu yang menjadi anggotanya. kelakuan. system kenegaran. tindakan manusia. Didalamnya juga termasuk artefak dan berbagai kontruksi proporsi kompleks yang terekspresikan dalam system symbol yang kemudian terhimpun dalam bahasa.Kebudayaan : pengetahuan yang mengorganisasi simbolsimbol . Budi diartikan sebagai batin manusia.ii System gagasan dan simbolik warisan social itu sangatlah penting karena kegiatan-kegiatan adaptif manusia sedemikian kompleks dan beragam sehingga mereka tidak bisa mempelajari semuanya sendiri sejak awal. sehingga semuanya menjadi bagian dari warisan social atau kebudayaan dari suatu masyarakat.Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. dan sebagainya. panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari itu merupakan salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat secara keseluruhan. diolah menjadi simbol . Kegiatan-kegiatan ini dipelajari melalui peniruan dan pelajaran satu manusia dengan manusia lainnya. pernikahan. yang keberadaannya sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap system aturan yang membentuknya. Melalui symbol-simbol itulah tercipta keragaman entitas yang sangat kaya yang kemudian disebut sebagai obyekkonstruksi cultural sepoerti uang. ucapan) syang telah ditempati suatu arti tertentu menurut kebudayaannya .Fungsi simbol : o Faktor pengembangan kebudayaan o Terbatas pada gugus masyarakat tertentu 20 . peritiwa. hukum. Jadi jelas bahwa fungsi akal dan budi manusia adalah menunjukkan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi di alam raya ini.Adalah komponen utama perwujudan kebudayaan karena setiap hal yang dilihat dan dialami.Simbol : segala sesuatu (benda. permainan.

Consensus yang kini dianut oleh para ilmuwan social masih menyisihkan aspek emosional dan motivasional dari istilah kebudayaan. Sedangkan aspek fisik dan artefak sengaja disisihkan. mudah dipelajari. seni. Lebih jauh. dan mereka tetap terfokus maknanya sebagai himpunan pengetahuan. normative dan mampu menimbulkan motivasi. atau persamaan persepsi mengenai dunia di sekelilingnya yang diwujudkan dalam symbol-simbol tertentu. Artinya. Dalam kasus ini proposisi tersebut dikatakan telah terinternalisasi. pemahaman atau proposisi. melainkan juga merujuk pada entitas-entitas mentalyang menjadi pijakan tindakan dan munculnya obyek tertentu. hukum. yang didukung oleh seperangkat aturan sanksi. moral. kepercayaan. yang terekspresikan sebagai kesamaan tata cara. Namun tinjauan empiris terhadapnya memunculkan definisi terbaru tentang kebudayaan seperti yang diberikan EB Tayloriii. Pengertian Budaya dan Kebudayaan Setiap individu menjalankan kegiatan dan menganut keyakinannya sesuai dengan warisan social atau kebudayaannya. Hanya saja definisi yang terlanjur berkembang adalah definisi sebelumnya dimana kebudayaan diartikan bukan sekedar istilah deskriptif bagi sekumpulan gagasan. Namun mereka mengakui bahwa. Hal ini bukan semata-mata karena adanya sanksi tersebut.iv 21 . serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat” Kebanyakan ilmuwan social membatasi definisi kebudayaan sehingga hanya mencakup aspek tertentu dari warisan social. model tersebut menyatakan bahwa kebudayaan atau warisan social lebih adaptif baik secara social maupun individual. Dalam rumusan ini . sebagian proposisikultural membangkitkan emosi dan motivasi yang kuat. tindakan dan obyek. sedangkan bagi mereka yang menentangnya telah tersedia hukuman. bagi mereka yang mematuhinya akan ada puian. mampu bertahan dalam waktu lama.Warisan social itu juga mengandung karakter normative. “Kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. Artinya individu-individu dari suatu komunitas terikat oleh kebersamaan dan rasa memiliki atas warisan social mereka. istilah warisan social disamakan dengan istilah kebudayaan. adapt. atau karena mereka merasa menemukan unsure-unsur motivasional dan emosional yang memuaskan dengan menekuni kegiatan-kegiatan dan keyakinan cultural tersebut. Biasanya pengertian kebudayaan dibatasi pada warisan social yang bersifat mental atau non fisik.

contohnya mungkin adala lajabar yang dianggap selalu benar dan berlaku. mengingat dalam kenyataannya pengetahuan anggota masyarakattentang kebudayaan mereka tidaklah sama. Hanya saja tidak ada 22 .Sebagian ilmuwan social bahkan berusaha membatasi lagi pengertian istilah kebudayaan tersebut hingga hanya “mencakup bagian-bagian warisan social yang melibatkan representasi atas hal-hal yang dianggap penting. maka yang harus diperhitungkan adalah fakata bahwa warisan social senantiasa melebur dalam suatu masyarakat. tidak termasuk norma-norma atau pengethauan procedural mengenai bagaimana sesuatu harus dikerjakan” (Schneider. Menurutnya. motivasional. Jika kebudayaan dipandang sebagai suatu kumpulan elemen yang tidak memebentuk kesatuan koheren. 1968)v Sementara itu ada pula yang membatasi pegertian kebudayaan sebagai makna-makna simbolik yang mengandung muatan representasi dan mengkomunikasikannya dengan peristiwa nyata. dan normative dari warisan social namun juga mempermasalahkan penerapan makna kebudayaan dalam individu.ix Kerancuan tersebut lebih jauh membangkitkan minat untuk menelaah koherensi dan integrasi kebudayaan. maka kumpulan elemen-elemennya bisa dipisahkan dan dibedakan satu sama lain. Misalnya saja ada kontroversi mengenai koheren atau tidaknya kebudayaan itu sehingga lebih lanjut kita dapat mempertanyakan sifat alamiahnya. Tidak banyak bukti yang mendukung dugaan akan adanya pola tunggal hubungan tersebut seperti yang dikemukakan oleh Ruth Benedict dalam bukunya Pattern of Culture (1934)viii. meski sedikit saja orang yang vi menguasainya”. Disisi lain para ilmuwan social memendang keragaman dan kontradiksi di seputar pengertian atau definisi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang wajar. Perselisihan mengenai definisi kebudayaan itu mengandung argument-argumen implicit tentang sebab-sebab atau asal mula warisan social. yakni apakan kebudayaan itu merupakan suatu entitas padu atau tidak. Berbagai persoalan yang melingkupi upaya intergrasi definisi-definisi kebudayaan terkait dengan masalah lain. Sebaliknya jika kita menganggap kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan koheren. Geertz menggunakan makna ini secara eksklusif sehingga ia tidak saja mengesampingkan aspek-aspek afektif. Meskipun hamper setiap elemen kebudayaan dapat ditemukan pada hubungan-hubungan natar elemen seperti yang ditunjukkan oleh Malinowski dalam Argonauts of the Western Pacifis (1922)vii. “kebudayaan hanya berkaitan dengan makna-makna public yang terus berlaku meskipun berada diluar jangkauan pengetahuan individu .

Hanya saja keuntungan dari focus yang tajam itu dipunahkan oleh ketergantungan definisi itu terhadap asumsi-asumsi yang melandasinya. Pertama adalah sejumlah kecil elemen yang hampir dipunyai oleh semua anggota masyarakat sehingga diantara mereka dapat tercipta suatu consensus pengertian. Demikian pula definisi cultural kerabat sebagai ‘orang-orang yang memiliki hubungan darah’ mengisyaraktkan adanya kesamaan identitas yang memudahkan pembedaannya. motivasi dan sebagainya sangat ditentukan oleh kesepakatan awal tentang keberadaan. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah. reaksi emosional. (misalnya. beberapa diantaranya :  Ki Hajar Dewantara Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat. yang acapkali kelewat sederhana. Misalnya saja norma kebersamaan dan perasaan terikat dalam kekerabatan hanya akan tercipta jika ada system kategori yang membedakan kerabat dan non kerabat. maka pendefinisian kebudayaan sebagai representasi telah memusatkan perhatioan pada apa yang paling penting. dibalik pembatasan definisi kebudayaan pada aspek-aspek presentasional dari warisan social itu terletak hipotesis yang menyatakan bahwa norma-norma. yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna 23 . (misalnya lampu merah berarti tanda berhenti). Jika representasi cultural memang memiliki hubugan kausalitas dengan norma-norma.xi Komponen utama kebudayaan : o Individu o Masyarakat o alam Dari catatan Supartono. 1992.metodeyang telah terbukti handal untuk mengukur sejauh mana koherensi dan 8integrasi sebuah kebudayaan. Keragaman definisi kebudayaan itu sendiri dapat dipahami sebagai giatnya upaya mengungkap hubungan kausalitas antara berbagai elemen warisan social. terdapat 170 definisi kebudayaan. pelanggaran ketentuan kontrak tidak bisa diterima)x Dibalik kerancuan definisi ini terdapat masalah-masalah penting lainnya yang juga harus dipecahkan. Bahkan muncul bukti-bukti yang menunjukkan bahwa elemen-elemen budaya cenderung dapat digolongkan menjadi dua bagian besar. sedangkan yang kedua adalah elemen-elemenkultural yang hanya diketahui oleh sebagian anggota masyarakat yang menyandang status social tertentu. sentiment dan motif. Sebagai contoh . hakekat dan label atas sesuatu hal.

dan cipta masyarakat. teknologi memungkinkan untuk pemanfaatan hasil alam bahkan munghkin untuk menguasai alam. maupun yang bersumber dari persaingan manusia itu sendiri untuk mempertahankan kehidupannya. dan 24 . kebiasaan makan.mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. Kebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diriterhadap alam. Di sisi lain karsa masyarakat mewujudkan norma dan nilai-nilai social yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan masyarakatnya. keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal  Keesing Kebudayaan adalah totalitas pengetahuan manusia. Fungsi kebudayaan Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah. mengatur hubungan antar manusia. mencakup kepercayaan. untuk sebagian besar dipenuhi oelh kebudayaan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri. Kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas.  Robert H Lowie Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat.  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardixii Kebudayaan merupakan hasil karya. yang dilihat sebagai proses humanisasi. Pada masyarakat yang taraf kebudayaannya lebih tinggi. norma-norma artistic. pengalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara sosial  Koentjaraningrat Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya  Rafael Raga Manan Kebudayaan adalah cara khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Hasil karya masyarakat menghasikan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama melindungi masyarakat terhadap lingkungan. adat istiadat. Manusia dan masyarakat memerlukan pula kepuasan baik dibidang materiil maupun spiritual. Bermacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota-anggotanya seperti kekuatan alam. yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya. rasa.

perumahan. seni rupa dll. Kebudayaan akan mendasari.000 pulau besar dan kecil. dan berperikemanusiaan 2. Selanjutnya Ralph Linton merinci kegiatankegiatan kebudayaan tersebut menjadi unsure-unsur yang lebih kecil lagi yang disebutnya trait-complex. mendukung. seni gerak dll)  Sistem pengetahuan  Religi (system kepercayaan) Cultural universals tersebut dapat dijabarkan lagi kedalam unsure-unsur yang lebih kecil. Selanjutnya trait complex mengolah tanah dengan bajak akan dapat dipecah ke dalam unsure yang lebih kecil umpamanya hewan-hewan yang menarik bajak. transportasi)  Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi (pertanian. system produksi. dan sebagainya. sistem pengolahan tanah dengan bajak. Perbedaan itu dalam kita lihat dengan menelaah unsur-unsur kebudayaan seperti dibawah ini. peternakan. teknik pengendalian bajak. perkawinan)  Bahasa (lisan maupun tertulis)  Kesenian (seni rupa. seni suara. Apabila salah satu bagian bajak 25 . tetapi pada hakekatnya merupakan satu kesatuan. menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu yaitu hidup yang lebih baik. dll. Ralph Linton menyebutnya kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity. Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya. manusiawi. Kesenian misalnya meliputi kegiatan seni tari. dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan. system hak milik atas tanah. Akhirnya sebagai unsure kebudayaan yang terkecil membentuk trait adalah items. alat-alat produksi.sebagai wadah dari segenab perasaan manusia.xiv Sebagai contoh cultural universals pencaharian hidup dan ekonomi antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti pertanian. sistem hukum. Bila diambil contoh alat bajak terdiri dari gabungan alat-alat yang lebih kecil yang dapat dilepaskan. Jenis dan Ragam Kebudayaan di Masyarakat Mohammad Yusuf Melatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17. peternakan. Unsur-Unsur kebudayaan menurut C Kluckhohn dalam bukunya Universal Categories of Culture meliputi Cultural universals yaituxiii  Peralatan dan perlengkapan hidup ( pakaian. distribusi )  Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan. Misalnya kegiatan pertanian menetap meliputi unsure-unsur irigasi. dan sebagainya. sistem produksi. organisasi politik.

Ciri Kebudayaan : • Bersifat menyeluruh • Berkembang dalam ruang / bidang geografis tertentu • Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu Wujud kebudayaan • Ide : tingkah laku dalam tata hidup • Produk : sebagai ekspresi pribadi • Sarana hidup • Nilai dalam bentuk lahir Sifat kebudayaan • Beraneka ragam • Diteruskan dan diajarkan • Dapat dijabarkan : – Biologi – Psikologi – Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan • Berstruktur terbagi atas item-item • Mempunyai nilai • Statis dan dinamis • Terbagi pada bidang dan aspek 3. baik yang berasal dari rangsangan di dalam atau diluar dirinya. tanpa diikuti proses berfikir cermat. yang dapat menguasai seseorang. namun bisa menuntun pada suatu keyakinan. tetapi tidak berlangsung lama  Kemauan Kemauan adalah keinginan. kehendak untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.  Perasaan dan emosi Perasaan adalah kemampuan psikis yang dimiliki seseorang. maka tak dapat menjalankan fungsinya sebagai bajak. 26 .tersebut dihilangkan. intelegensia dan intuisi Dengan kadar intelegensia yang dimiliki manusia mampu belajar sehingga menjadi cerdas. memiliki pengetahuan dan mampu menciptakan teknologi. Kemauan dalam arti positif adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan hidup yang dikendalikan oleh akal budi. Intuisi menurut Supartono sering setengah disadari. Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan Manusia sebagai pencipta kebudayaan Manusia memiliki kemampuan daya sebagai berikut :  Akal. sering berbentuk perasaan yang kuat. Emosi adalah rasa hati.

Tahap eksternalisasi. Kebudayaan adalah ekspresi eksistensi manusia didunia. yaitu tahap dimana realitas obyektif hasil ciptaan manusia dicerap oleh manusia kembali. Keadilan Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. yaitu proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktifitas fisik dan mental . 3. Tanggungjawab Tanggungjawab adalah kwajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan. namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan.Tahap internalisasi. yaitu tahap aktifitas manusia menghasilkan realita obyektif. Cintakasih Cintakasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai belas kasihan. Penderitaan Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. Memanusiakan manusia melalui pemahaman terhadap konsep budaya dasar 1. Peter L Berger menyebutnya sebagai dialektika fundamental yang terdiri dari tiga tahap yaitu : . merupakan jati diri seseorang yang berasal dari lahir sebagai factor keturunan yang kemudian diwarnai oleh factor lingkungannya. Keadilan mengacui pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh setiap manusia. Fantasi Fantasi adalah paduan unsur pemikiran dan perasaan yang ada pada manusia untuk menciptakan kreasi baru yang dapat dinikmati. Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusi menemukan bentuknya yang khas manusiawi 4. 2. Ini melengkapi cirri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia.Tahap obyektifitas. yang berada diluar diri manusia . Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Pengabdian 27 . Kebudayaan adalah produk manusia. 5. Manusia sebagai makhluk budaya adalah pencipta kebudayaan.  Perilaku Perilaku adalah tabiat atau kelakuan.

Proses dan Perubahan Kebudayaan : Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. Asimilasi 28 . Difusi Meleburnya suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain sehingga menjadi satu kebudayaan.xv 4. kebijakan. dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka. Keindahan Eksistensi manusia didunia diliputi dan digairahkan oleh keindahan. Manusia tidak hanya penerima pasif tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan. Kegelisahan Kegelisahan merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatannya. Enkulturasi Enkulturasi adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan. e. Pandangan hidup Pandangan hidup berkenaan dengan eksistensi manusia didunia dalam hubungannya dengan Tuhan. c. merasa khawatir tidak tenang dalam tingkah laku. d. dengan sesame dan dengan alam tempat kita berdiam. Akulturasi Akulturasi adalah percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampuran itu masing-masing unsurnya masih kelihatan. suatu peraturan yang menyangkut hak dan kwajiban mereka. Internalisasi Merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia. 8. Dalam keseharian sosialisasi bisa dikatakan sebagai proses menjelaskan sesuatu kepada anggota masyarakat agar mengetahui adanya suatu konsep. 7. f. dan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. Sosialisasi Proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampilanketrampiulan sosial.Pengabdian diartikan sebagai perihal memperhamba diri kepada tugas-tugas yang dianggap mulia 6. b. Proses tersebut diantaranya : a.

maka banyak sarjana sosiologi modern yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah perubahan social dan kebudayaan dalam masyarakat. Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan. lembaga-lembaga kemasyarakatan. interaksi sosial dan seterusnya. Faktor-faktor penyebab perubahan sosial dan kebudayaanxvi a. lapisan-lapisan dalam masyarakat. sikap-sikap. Perubahan sosial dan kebudayaan merupakan segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suataau masyarakat. organisasi. dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. dan polapola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. yang mempengaruhi sistem sosialnya.Asimilasi adalah proses peleburan dari kebudayaan sat ke kebudayaan lain. faktor intern  Bertambah atau berkurangnya penduduk  Penemuan-penemuan baru (inovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat]  Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)  Pemberontakan / revolusi b. perubahan bagi masyarakat yang bersangkutan maupun bagi orang luar yang menelaahnya. susunan. Ad pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun luas. pola-pola perilaku. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat mengenai nilai-nilai social. kekuasaan dan wewenang. Dengan diakuinya dinamika sebagai inti jiwa masyarakat. serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali. Masalah tersebut menjadi lebih penting dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat dari Negara yang kemerdekaan politiknya setelah perang dunia kedua. akan tetapi ada juga yang cepat. termasuk didalamnya nilai-nilai. faktor ekstern  Perubahan lingkungan fisik manusia ( bencana alam )  Pengaruh kebudayaan masyarakat lain  Peperangan Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan sosial :  Faktor-faktor yang mendorong :  Kontak dengan kebudayaan lain  Sistem pendidikan yang maju 29 .

Para cerdik cendekia pun ribut mencari apa yang sebenarnya unggul dalam diri kita dan apa memang ada keunggulan itu. Kebudayaan merupakan identitas dari manusia. Tidak main-main. setidaknya apa yang dinyatakan oleh Covey sebagai manusia dengan predikat greatness membawa ingatan kita pada apa yang oleh filosof Jerman. bahkan Bapak Presiden merasa perlu menyampaikan kepada rakyatnya untuk melahirkan budaya unggul dalam bangsa ini. Untuk melahirkan budaya unggul. Manusia unggul tidak lahir dari situasi statis. dinyatakan sebagai uebermensch yang dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan sebagai superman. budaya unggul akan bisa memulihkan harga diri dan martabat bangsa ini menjadi bangsa yang tidak mudah dilecehkan dan diharapkan mampu mengatasi krisis berkepanjangan dan seterusnya. Dalam maksud yang sederhana. Friedrich Wilhelm Nietzsche (18441900). Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju  Toleransi terhadap perbuatan menyimpang  Sistem lapisan masyarakat yang terbuka  Penduduk yang heterogen  Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu  Orientasi ke depan  Nilai meningkatkan taraf hidup  Faktor-faktor yang menghambat :  Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain  Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat  Sikap masyarakat yang tradisional  Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)  Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan  Prasangka terhadap hal baru  Hambatan ideologis  Kebiasaan  Sikap pasrah 5. Problematika sosial kebudayaan Manusia dan Budaya Unggulxvii Buku Stephen R Covey berjudul The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness setidaknya menjadi pemicu diskusi tentang budaya unggul akhir-akhir ini. terlebih dahulu manusia harus bisa menjawab tantangan yang ada dalam dirinya sendiri. melainkan 30 . Jika budaya unggul bisa didiskusikan bersama seiring dengan manusia unggul.

dalam bahasa Jerman mempunyai dua pengertian yang dalam bahasa Inggris bisa diasosiasikan menjadi kata super atau over.going and down-going (Apa yang agung dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah jembatan dan bukan tujuan. Manusia bukanlah suatu konsep abstrak sebagaimana dipahami oleh kaum idealis atau juga kaum materialis. untuk lahir sebagai superman. Kata ueber. manusia yang bisa menggunakan kehendak dan kuasanya untuk mengatasi rasa lemahnya. manusia harus bisa meningkatkan dirinya dari sekadar manusiawi (humanus) menjadi lebih manusiawi (humanior). dalam konteks ini saya kira lebih tepat membaca uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk melahirkan manusia unggul dengan cara melahirkan dirinya untuk terusmenerus menjadi manusiawi. manusia harus terus-menerus mengatasi dirinya sebagai manusia. Bukankah Nietzsche sendiri menyatakan.dari proses dinamis. Ignas Kleden (2004) menyatakan bahwa manusia hanya akan berhasil menjadi manusia melalui proses ueberwindung atau overcoming (dalam bahasa Inggris). Atau dengan yakin ia menyatakan. Namun. Jelas sekali ketika Nietzsche menulis bahwa pertanyaan pertama dan satu-satunya yang dianjurkan oleh Zarathustra adalah Wie Wird der Mensch ueberwubden (bagaimana caranya manusia mengatasi manusia). hidup dan kehidupan itu sendiri merupakan sesuatu yang dinamis dan bergerak terus-menerus. melainkan upaya untuk terus-menerus menjadi manusia yang lebih (over). 31 . Beberapa orang menafsirkan ajaran uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk memproduksi jenis manusia yang unggul dalam mengatasi kemampuan manusia lain. Keduanya sering melahirkan pandangan-pandangan dunia yang bersifat statis. Pengertiannya. Dalam pengertian ini. Tidak saja dalam pengertian bagaimana upaya menemukan talenta terbaik dalam diri seseorang. Manusia unggul keluar dari proses dinamis dan penuh tantangan. apa yang patut dicinta dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah perjalanan naik dan turun). Untuk menjadi manusia unggul. Anjuran untuk berproses menjadi manusia unggul sudah dinyatakan dengan amat jelas dalam Also Sprach Zarathustra. Nietzsche adalah filsuf yang begitu yakin bahwa manusia harus berdiri di atas sifat-sifat konkretnya. what is lovable in man is that he is an over. what is great in man is that he is a bridge and not a goal. Padahal. man is something that is to be surpassed (Manusia adalah sesuatu yang harus dilampaui).

Seorang pejabat akan bernilai lebih jika setiap saat dia berhasil mengawasi dan menekan nafsu korupsinya. Mereka seperti sebuah sungai yang di atasnya mengambang sebuah perahu.Melahirkan manusia unggul jangan disalahpahami hanya dengan pengertian meloloskan siswa-siswa berprestasi yang mampu merengkuh juara olimpiade fisika. to be sure. utang luar negeri. penguasa. elite system pendidikan atau elite budaya sendiri. Menjadi manusia unggul biasa dialami oleh siapa saja yang mampu mengatasi kediriannya menuju kedirian yang lebih. bisa lahir dan dilahirkan dari manusia yang tak lagi menggantungkan diri segala tekanan dari luar. seseorang harus bergerak untuk memperbarui kemanusiawiannya menjadi lebih manusiawi dengan menjelma menjadi manusia yang tidak serakah dan senang korupsi. Untuk lahir menjadi manusia unggul. Apropriasi itu berlangsung atas dua jalur. atau kimia. “The ignorant. dan di dalam perahu itu duduk nilai yang dihargai. elite birokrat. budaya unggul dalam perspektif ini bisa dijadikan rujukan untuk mengembalikan jati diri dan martabat kebangsaan yang hancur di tengah keserakahan modal. Dengan tidak memperpanjang segala kontroversi pendapat Nietzsche. solemn and disguised”. matematika. Di sini dapat dipahami mengapa Nietzsche amat membenci pada mereka yang mudah menyerahkan diri pada skema nilai-nilai yang diciptakan di luar dirinya sendiri. Manusia unggul. Komodifikasi kebudayaan Ada kesan bahwa kebudayaan semakin mejadi komoditas. Dia harus menciptakan nilai-nilai untuk dirinya sendiri pada saat perjalanan kehidupan tersebut. the people-they are like a river on which a boat floateth along. Sifat serakah dan senang korupsi adalah manusiawi dan bahkan menjadi bagian tak terpisah dari manusia. and in the boat sit the estimates of value. Dalam mengarungi bahtera kehidupan yang nyata itulah manusia diberi kuasa untuk memikul tanggung jawab atas dirinya sendiri. 32 . Kebudayaan seakan-akan diapropriasi oleh elite politik. jika mau merujuk pada Nietzsche. Mereka adalah para pengecut yang hanya bisa berlindung di balik nilai-nilai yang menjerat kedigdayaannya. elite intelektual. Nietzsche menyebut mereka sebagai “manusia bermoral gerombolan” atau “bermoral budak”. penuh kemeriahan dan samaran. bahkan terorisme.

Disini kita mendengarkan bahwa bangsa Indonesia tidak mengenal oposisi. Kedua. gotong royong dan lain-lain. berkebalikan dengan yang pertama. kekeluargaan. semu.xix 33 . Menurut jalur ini budaya masyarakat perlu direkayasa supaya sesuai dengan pembangunan. Pertemuan dengan kebudayaan lain selalu memperkaya kita sendiri. taritarian.Pertama. manusia terasing. atau menelusuri filsafat Perancis bagi orang timur pasti sangat rewarding. manusia latah. dan oleh karena itu asing. Sub lagu yang pertama disebut lagu museum . Dia mengancam karena tidak sejati. dan ersatz. sopan santun ketimuran. ia belum dapat ikut dalam proses penentuan arah perjalanan bangsa Indonesia. terungkap dalam pembicaraan tentang kebudayaan masyarakat yang dikatakan tidak cocok untuk pembangunan. bahwa bertindak berdasarkan keyakinan sendiri adalah individualisme. tidak substansial. manusia kosong. Mengagumi karya karya seni Italia. manusia tanpa kepribadian.xviii Hal-hal diatas secara tegas menyatakan bahwa demi budaya bangsa elitelah yang sebaiknya menentukan arah pembangunan. Dengan menetapkan apa yang termasuk budaya bangsa. Kebudayaan itu membuat kita menjadi manusia plastic. pelancongan ke dalam kebudayaan lain tidak cenderung memiskinkan persepsi tentang kebudayaan sendiri. yaitu jalur keprihatinan terhadap budaya bangsa. Elite yang menganggap diri berwenang untuk menetapkan sikapsikap mana yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. unsure-unsur positif warisan budaya bangsa perlu dilestarikan. melainkan memperkaya. Sama dengan orang barat yang mengenal dan mencintai kebudayaankebudayaan Timur. tidak bersikap konfrontatif. Sub-lagu yang kedua mau melindungi budaya nasional terhadap pengeruh buruk dari luar. Kebudayaan yang sungguh-sungguh mengancam kita adalah kebudayaan modern tiruan. Jalur itu juga melegitimasi penundaan proses demokratisasi : selama masyarakat masih memiliki mentalitas yang tidak cocok dengan pembangunan. Yang pasti menarik. elite menetapkan kelakuan masyarakat yang mana sesuai dan yang mana tidak sesuai. Dia mendapat ekspresi dalam dua sub lagu yang bersama menghasilkan paduan suara atau duet harmoniselite yang prihatin. bahwa masyarakat kita bermusyawarah daripada memperjuangkan hak-haknya. Tantangan Kebudayaan Masyarakat kita yang berbudaya akan beruntung apabila mengenal dan akrab dengan beberapa kebudayaan barat. Disini termasuk pakaian nasional. Yang merekayasa adalah elite yang berbeda dari masyarakat yang menganggap dirinya sudah mempunyai budaya yang sesuai dengan pembangunan.

Sedangkan manusia yang tidak mempunyai akhlak mulia. Kebudayaan yang dikatakan modern itu membuat kita lepas dari kebudayaan tradisional kita sendiri. S. Buatlah analisa berkaitan dengan permasalahan (5W +1H) 3. Ia menawarkan kemewahan.Sos 1. Pengertian Adab dan Peradaban. yang tidak memiliki kesopanan dan tidak halus budi pekertinya. Tetapi masalah yang muncul kemudian adalah. Norma adalah tingkah laku yang BAB III MANUSIA DAN PERADABAN 34 . maka kita akan menyebut manusia tersebut biadab. Norma menjadi suatu hal yang penting untuk dapat dijadikan sebagai konsep yang dapat mengukur bagi manusia yang mempunyai akhlak mulia. Namun ada beberapa konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban yang mungkin relevan dan dapat membantu mahasiswa di Indonesia agar dapat memahami konsep atau pengertian tersebut. Akhirnya kita hanya seolah-olah menjadi manusia modern. Para ilmuwan memiliki banyak konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban. dasar harga diri. Carilah solusi dari permasalahan 4. kemantapan diri. siapa yang memberikan ukuran manusia tersebut beradab atau biadab ?. TUGAS 1. Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Manusia beradab dengan demikian adalah manusia yang mempunyai akhlak mulia. Carilah permasalahan budaya yang paling dekat dengan anda 2. Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekertixx. dan berhenti membuat penilaian sendiri. dan status. yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti. kepenuhan hidup.Kebudayaan tiruan itu mempunyai daya tarik luarbiasa sehingga mampu menyedot pandangan kita tentang nilai. berupayalah untuk benar-benar menerapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk ikut serta menyelesaikan masalah tersebut. kesopanan dan budi pekerti atau manusia tersebut biadab. dan sekaligus tidak menyentuh kebudayaan teknologis modern yang sesungguhnya. asal kita mau berpikir sendiri.

akhlak. kebudayaan. dan Ibnu Khaldun (13321406 M) yang melihat peradaban (umran) sebagai organisasi sosial manusia. yang menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi). tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. dan indah seperti misalnya kesenian. ilmu pengetahuan. termasuk sistem IPTEK dan pemerintahannyaxxi. Jika Huntington mendefinisikan peradaban (civilization) sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. maju. yang membedakannya dari yang lain. yang dapat diterima oleh orang ramai dan yang sekaligus tentu saja diharapkan dari kita oleh masyarakat. adat sopan santun pergaulan.xxiii juga memberikan definisi peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus. yang membedakannya dari yang lain. Orang yang sekedar bisa membaca karangan yang sederhana dan memahami 35 . kepandaian menulis. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. organisasi kenegaraan. peradaban disini dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia. dan kehalusan budi pekerti dalam melakukan kontak sosial dengan masyarakat luas. kelanjutan dari proses (semacam urbanisasi) lewat ashabiyah (group feeling). Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial. ras. Orang yang cultured adalah juga yang lettered (melek huruf) namun. Hal ini sesuai dengan realita bahwa manusia memerlukan kesopanan. Salah satu ciri yang penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya. atau agama. ras.dianggap wajar. Dan Koentjaraningrat. atau agama. Sedangkan Ibnu Khaldun (1332-1406 M). kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Dalam konteks peradaban Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. pengertian lettered dalam hal ini tidak sekedar bisa membaca dan menulis hal yang sederhana. dan merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. lewat ashabiyah (group feeling). Pengertian peradaban juga dikemukakan oleh Fairchildxxii. yang dalam bahasa Inggris disebut cultured. suku. suku. cara berkehidupan yang sudah maju.

mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. ekonomi. Arti ketiga. apa yang baik dan buruk.kesenian yang tidak kompleks misalnya. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. Wujud peradaban 1. aturan. Akibatnya. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. Arti kedua. Etika Adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagimana sebaiknya manusia hidup dalam bermasyarakat. tolok ukurxxvi. hasil kebudayaan adiluhung. Dalam dunia etika moral atau hukum. pembaca sastra dan peminat seni picisan misalnya. Kata ini telah lama digunakan dalam dunia meteologi. apakah kita ini baik atau buruk. Etika berarti juga kumpulan azas atau nilai moral atau kode etik. etika lebih populer 36 . dianggap unlettered (tidak melek huruf). Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. hukum. Norma Kata norma sudah begitu memasyarakat dan bukan monopoli dunia moral. dan berdiskusi mengenai berbagai perkara yang abstrak dan rumit. yang menjadi permasalahan bidang moralxxv. Oleh karena itu. 2. 3. dianggap uncultered (tidak berbudaya). Wujud dan Perkembangan Peradaban. etika adalah nilai-nilai dan norma-norma tentang apa yang baik dan yang buruk yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tinggkah lakunya. yang hanya bisa didapatkan dengan pendidikan yang tinggi tarafnya. Dalam pengertian yang demikian itu. Orang yang cultured adalah yang mampu menghayati dan memahami. Kata ini bernada menuntut perbuatan baik. Dalam pengertian dasariah. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. Moral Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. kata ini biasanya menyangkut orientasi tingkah laku dan tindakan manusia sesuai dengan takaran-takaran objektif. membaca buku-buku yang berisi pemikiran dan renungan yang rumit. 2. kebutuhan akan adab berarti kebutuhan untuk masuk ke dalam cara hidup yang mungkin oleh kebanyakan anggota masyarakat dianggap elit dan tidak egaliterxxiv. kata norma berarti pegangan atau pedoman. Orang yang cultured pergi menonton orkes simfoni. sosial dan budaya. dalam kehidupan sosial terutama di Indonesia. Etika hampir sama atau dekat dengan moral dalam arti pertama.

juga masyarakat. Jika mengacu pada perbedaan manusia antara yang beradab dan biadab (manusia yang berbudaya). Misalnya: mengenai keadilan putusan pengadilan ada yang secara hukum. lebih dikenal dengan istilah etiket. aesthetic technological. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. Gelombang kedua dari evolusi budaya adalah tahap peradaban industri. dan kebalikan (contrast). In ordinary usage. dimana dimulai kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam.  Gelombang Kedua. Namun bisa jadi putusan tersebut belum memenuhi rasa keadilan bagi para pihak. berpakaian dan sebagainya. More civilized usage would refer to more highly and less highly civilized peoples. the refer to more highly and less highly civilized peoples. dari tinjauan norma yang ada sudah benar. dan tingkat spiritual yang dimilikinya. keselarasan (balance). Dari pernyataan Sims tersebut dapat dikatakan bahwa peradaban merupakan pengembangan budaya. the distinctly human attributes and attainments of a particular society. Estetika Berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan. atribut manusia secara jelas dan merupakan pencapaian masyarakat tertentu. Reference is made to ‘civilized peoples’. etika berbicara.dengan sebutan etiket yang berarti sopan santun. Yang ditandai dengan penemuan mesin 37 . Karakteristik utama melekat pada perbedaan tingkat intelektual. perasaan keindahan. Gelombang ini terjadi pada masa-masa tradisional. Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban Newel Le Roy Sims menyatakanxxvii : Civilization is the cultural development. seperti etika makan. penguasaan teknologi. terjadi dalam 3 (tiga) gelombang. menurut Alvin Tofler dalam bukunya “The Third Wave“xxviii. Dengan kata lain gelombang ini dianggap sebagai tahap peradaban pertanian. the determinative characteristic being intellectual. Toffler menyebutnya sebagai revolusi agraris. yaitu :  Gelombang Pertama. 4. yang acuannya adalah nilai keadilan dari masyarakat itu sendiri. maka peradaban dapat pula berarti tahapan yang tingi pada skala evolusi. Kehidupan sosial-budaya masyarakat pada gelombang ini pun masih dianggap tradisional. mencakup kesatuan (unity). Evolusi budaya. and spiritual attainments. Ada perbedaan antara nilai dengan norma. the term imolies a fairly high stage on the culture evolutionary scale.

energi listrik. Koentjaraningratxxix menyatakan modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang. yaitu kebudayaan Barat yang direpresentasikan oleh Eropa dan Amerika Utara. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. Modernisasi merupakan proses yang dilandasi oleh seperangkat rencana dan kebijakan yang didasari untuk mengubah masyarakat ke arah kehidupan masyarakat kontemporer yang menurut pemikiran para pemimpin lebih maju dalam derajat kehormatan tertentu. Penemuan-penemuan di bidang tekhnologi informasi dan komunikasi dengan komputer atau alat komunikasi digital dapat dijadikan tolok ukur dalam evolusi budaya gelombang ketiga oleh Toffler ini. karena modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. Penyebaran gejala modernisasi pada awalnya hanya terdapat pada daerah-daerah yang kebudayaannya satu jenis. Anthony D Smithxxx (1973:62) menyatakan modernisasi bukan semata-mata proses yang spontan dan tanpa perencanaan. sedang negara yang sedang berkembang dianggap sebagai negara yang sedang mengadakan modernisasi. Penyebaran modernisasi ini dilihat sebagai suatu hal yang biasa atau wajar. suasana batin yang lebih baik dan maju daripada kehidupan sebelumnya. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. mesin untuk mobil dan pesawat terbang. tercermin alam pikiran 38 . “modernization then is a conscious set of plant and policies for changing a particular society in the direction of contemporary societies which the leaders think are more ‘advanced’ in certain respect”. Toffler menyebutnya sebagai revolusi industri Gelombang Ketiga. Peradaban dan Perubahan Sosial. Manifestasi proses modernisasi pertama kali tampak di Inggris pada abad ke 18 yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. Oleh karena itu. Gelombang ini dianggap sebagai tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. 3. suasana kehidupan yang serasi dengan kemajuan zaman. dan kemudian menyebar lebih luas lagi kebeberapa daerah yang kebudayaannya jauh berbeda dengan kebudayaan barat (Eropa dan Amerika Utara). uap. Modernisasi merupakan proses mengangkat kehidupan. Modernisasi. pada kehidupan modern.

maka orang yang bekerja di sawah dengan bajak memiliki suatu sikap modern dan dapat membuka pikirannya terhadap perubahan dan pembaharuan dan bersedia mengganti alat kerjanya dengan yang baru yang lebih efektif. ekonomis. Adapun sikap modern yang berarti mendahulukan sesuatu yang baru dari pada yang sudah menjadi tradisi itu. Opini. Oleh karena modern adalah suatu sikap pikiran. Seorang manusia modern memiliki sikap untuk siap menerima ha-hal atau pengalaman-pengalaman yang baru dan terbuka untuk inovasi dan perubahan. Manusia dikatakan sebagai manusia modern apabila dia mempunyai disposisi untuk membentuk atau memiliki opini atau pendapat tentang berbagai masalah dan isu yang timbul tidak hanya yang berasal dari dalam lingkungannya namun juga yang berasal dari luar lingkungannya. Dapat bersifat konservatif oleh karena sikap penyesuaian itu pada prinsipnya dan pada tujuannya yang terakhir masih hendak menyelesaikan yang lama. sehingga modernisasi dapat pula kita batasi sebagai sesuatu pikiran yang hendak berusaha untuk mengharmoniskan hubungan antara lembaga-lembaga yang telah lama ada dengan ilmu pengetahuanxxxii. yang telah menjadi tradisi dengan menghindarkannya dari kerusakan dan sikap masa bodoh. sesudah datang perubahan dan pembaharuan. Inkeles meninjau arti modernisasi sebagai sikap dan nilai-nilai yang ada pada manusia. dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan hal-hal yang sudah menetap dan menjadi adat kepada kebutuhan-kebutuhan yang baruxxxi. melainkan suatu sikap batin. yang antara lain yaitu : 1. terutama disebabkan oleh penggunaan ilmu pengetahuan positif. cara-cara baru untuk berperasaan dan bertindak. Sikap ini bukan suatu ketrampilan. Menurutnya ada sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modernxxxiii. efektif. 39 . Alex Inkeles memberikan pendapatnya mengenai modernisasi dalam upaya melengkapi uraian-uraian tentang modern dan modernisasi. Adapun efek-efek prkatis dari pada sikap modern itu dapat bersifat konservatif maupun revolusioner. Sebaliknya manusia tradisional kurang bersikap untuk menerima ide-ide baru. Modernisasi sebagai konsep dalam kepustakaan ilmu-ilmu sosial dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru daripada yang bersifat tradisi. Dengan kata lain. 2. efisien menuju ke kehidupan yang makin produktif. Sedang efek yang bersifat revolusioner adalah karena ada keinginan untuk sama sekali mengganti adat tradisi dengan cara meninggalkannya sama sekali.rasional.

Manusia modern dalam tata kerjanya mengadakan perencanaan dan pengorganisasian serta berpendapat bahwa cara-cara tersebut adalah baik untuk mengatur kehidupan. Tekanan konsep ini lebih kepada hubungan antara pemerintah dan rakyat. Faktor waktu. “masyarakat madani” atau “masyarakat adab”. Disini penekanannya bukan pada hasil yang dicapai tetapi lebih kepada kepercayaan bahwa suatu saat nanti dia dapat menguasai alam sekelilingnya.3. Perencanaan (Planning). Wirutomoxxxiv menerjemahkan kata “civil society” yang dikenal di Indonesia sebagai “masyarakat sipil”. Manusia modern menghargai harkat manusia lain. Manusia di nilai modern apabila dia lebih banyak berorientasi ke masa yang akan datang dari pada berorientasi ke masa yang silam. 9. Manusia modern lebih percaya pada ilmu dan tekhnologi. 4. Mampu berbeda pendapat dengan orang lain dan menyatakannya adalah sikap manusia modern. Masyarakat Madani. negara dan 40 . Manusia modern percaya bahwa manusia dapat belajar dalam batas-batas tertentu untuk menguasai lingkungannya guna mencapai dan memajukan tujuannya. 7. 6. dan menganggapnya sebagai sebuah keanekaragaman opini tetapi tidak mudah begitu saja menerima opini orang lain tanpa pertimbangan-pertimbangan yang cukup. 8. Manusia modern menjunjung tinggi suatu sikap bahwa pahala yang diterima oleh seseorang itu seharusnya seimbang dengan prestasinya dan kontribusinya di dalam serta kepada masyarakat dan tidak pada ukuran-ukuran lain yang tidak rasional. Pada dasarnya konsep ini sebenarnya sudah lama. Sikap bahwa segala sesuatunya itu dapat dilaksanakan dengan perhitungan. Manusia modern menghargai waktu dan manusia modern membuat rencana kerja berdasarkan waktu secara tetap. bahwa lembaga-lembaga yang terdapat di dalam masyarakatnya akan mampu untuk memcahkan segala persoalan. Perbedaannya dengan manusia tradisional adalah dalam menghadapi permasalahannya manusia tradisional lebih banyak berorientasi pada “nasib” atau pada klasifikasi-klasifikasi kosmis. berasal dari kata societas civilis atau political society. “masyarakat warga”. 5. manusia modern memiliki sikap demokratis dengan tidak menolak opini-opini orang lain. Sikap modern ini tampak sekali pada sikap yang ditujukan kepada wanita dan anak-anak. dimana segala sesuatunya sudah ditetapkan fungsi dan tempatnya.

Pada perkembangannya. hak dan kewajiban warga negara. Safrudin Setia Budi membedakan pengertian antara masyarakat madani dan civil societyxxxv. berasal dari kata latin yaitu “Civilis Societas”. persaudaraan antar umat beragama. persatuan. Jadi. Karena bidang politik pada masa lalu selalu dikaitkan dengan negara. Konsep Cicerio ini mencakup kondisi individu maupun masyarakat secara keseluruhan yang telah memiliki budaya hidup di kota yang menganut norma-noram kesopanan. maka muncul konsep civil society sebagai arena bagi negara yang aktif dalam politik. serta konsistensi penegakan hukum berdasarkan kebenaran dan keadilan. Karl Marx (1818-1883) kemudian mengikuti pendapat Hegel dengan mengatakan bahwa civil society disebut juga masyarakat borjuis yang merupakan ciri masyarakat barat modern. Istilah masyarakat madani berdasarkan pada konsep negara kota Madinah pada tahun 622 masehi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Kode hukum itu merupakan ciri dari masyarakat atau komunitas politik yang beradab. Dengan kata lain bahwa civil society adalah aspek non-politis dalam masyarakat 41 . melainkan masyarakat ekonomi. Pengertian awalnya terkait dengan konsep tentang warga dan bangsa Romawi yang hidup di kota-kota yang memiliki kode hukum. istilah civil society lebih ditekankan kepada “masyarakat politik”. perdamaian dan kedamaian. yang hidup pada abad pertama sebelum kristus. Sedangkan istilah Civil Society. pada akhir abad 17 dan awal abad 18. yang membedakan diri dari lingkungan keluarga atau masyarakat kecil yang dipimpin oleh bapak keluarga atau bapak masyarakat yang belum melek politik. dalam ceramahnya di festival Istiqlal tahun 1991. pada prinsipnya masyarakat madani mengarah kepada terciptanya masyarakat yang demokratis dan dapat menghargai hak-hak azasi manusia sebagai individu yang sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan atau ditentukan oleh AlQuran. etika politik. Konsep ini tertuang dalam piagam Madinah yang bernuansakan islami yang berisi wacana kebebasan beragama. Datuk Anwar Ibrahim. Tetapi lebih luas lagi konsep ini sering juga dikaitkan dengan “peradaban masyarakat” (civilization) yaitu suatu kualitas kebudayaan masyarakat yang ditandai oleh supremasi hukum. yang merupakan pendapat dari Cicerio.masyarakat. Dia menjelaskan bahwa istilah masyarakat madani diperkenalkan pertama kali oleh Timbalan Perdana Menteri Malaysia. Namun konsep “masyarakat politik” ini mendapat bantahan dari Hegel (1770-1871) yang mengatakan civil society bukanlah masyarakat politik dengan tekanan-tekanan moral yang mewarnai perilaku mereka. yang berhadapan dengan masyarakat di luar Romawi yang (oleh bangsa Romawi dianggap) belum beradab.

kuncinya pada demokratisasi yang belum berjalan. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. antara individu dan masyarakat. maka bila selama ini masyarakat madani yang lazimnya disetarakan dengan civil society belum terbentuk di Indonesia.modern yang sekarang kapitalis. berasal dari pikiran Hegel yang menyatakan bahwa yang rasional adalah aktual dan yang aktual adalah rasional. Marx. Ketiga. Kedua. 4. sedang keberadaan negara adalah aktual yang lahir karena di dalam masyarakat terjadi konflik. Dengan terpisahnya masyarakat dan negara. Beberapa ratus tahun yang lalu bangsa-bangsa Barat beranggapan bahwa banyak masyarakat lain di berbagai benua 42 . Menurut Sulardixxxvii. berasal dari pandangan K. Sedang pengertian masyarakat madani di Indonesia adalah perpaduan antara pengertian masyarakat madani yang tercantum dalam Piagam Madinah dengan civil society yang berkembang dalam negara-negara industri. adalah pandangan A. Gramsci yang menyatakan bahwa negara adalah mewakili paksaan dan dominasi. Ke dua pengertian tersebut dapat dianggap saling mengisi serta saling melengkapi. Oleh karenanya kemerdekaan sejati tidak akan ditemukan dalam masyarakat. yakni terpisahnya antara political society dan civil society. menyatakan ada hubungan fungsional antara masyarakat dan negara. sebab secara historis bisa dilihat bagaimana perjalanan bangsa ini yang tertatih-tatih dalam penegakan demokrasinya. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. di Indonesia masyarakat madani masih berada pada tataran perdebatan. dalam negaralah kemerdekaan itu terwujud. dan perdebatan mengenai konsep masyarakat madani di Indonesia tidak terlepas dari apa yang terjadi pada hubungan masyarakat dan negara. bersamaan dengan itu hapus pula represi. Lebih lanjut. sedang masyarakat mewakili budaya. Kunto Wijoyoxxxviii membahas mengenai hubungan antara negara dan masyarakat ke dalam 4 (empat) konsep. Dan Indonesia berada pada suasana ketiga. Marx menyatakan bahwa negara dalam masyarakat kapitalis tidak lebih hanya badan pelaksana kepentingan borjuis. Dan keempat. muncul satu pertanyaan bagaimana dengan realitasnya di Indonesia ?. bahwa negara adalah alat represi dari negara. Dari pengertian masyarakat madani di Indonesia. masyarakat terpecah antara kepentingan pribadi dan umum. Masyarakat Yang Beradab. yaitu Pertama. dan penerapannya disesuaikan dengan karakteristik manusia modern Indonesia yang bersifat Sosialis Religiusxxxvi. konsensus dan ideologi.

karena mereka dianggap tidak memiliki kesopanan dan kehalusan budi menurut norma yang ditetapkan peradaban Barat. maka kita mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial. Sekarang tentu saja keadaan itu berangsur-angsur berubah. juga sudah mengembangkan tekhnologi dan sistem pemerintahan yang memungkinkan kebanyakan anggotanya menikmati kenyamanan hidup. Asia Timur. Pendekatan terhadap peradaban juga berbeda-beda . Kebudayaan. meskipun dimana-mana masih saja pemaksaan norma semacam itu. tentu harus ada norma jika kita tetap ingin membicarakan beradab tidaknya suatu masyarakat. sopan. Islam. disamping berkebudayaan tinggi. Organisasi sosial. Mesir Kuno. Namun. dianggap tidak beradab karena tingkah laku mereka tidak bisa diterima oleh orang ramai menurut ukuran Barat. Cara berkehidupan yang sudah majuxxxix. beradab atau tidaknya suatu masyarakat hanya bisa ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. dan (3). Dalam kebudayaan Barat. Konsepkonsep itu selintas tampak serupa. Misalnya. Bangsa-bangsa India dan Aborijin. Dalam pengertian ini kita mengenal. misalnya. meskipun tampaknya ditinjau dari berbagai pendekatan. Situasi semacam itu pada dasarnya merupakan pemaksaan norma suatu bangsa terhadap bangsa lain. misalnya. misalnya peradaban Suku Inca. pendidikan dalam pengertian ini tentu menuntut ukuran Barat. Jika kita mengaitkan kebutuhan akan adab ini dengan peradaban. Contoh-contoh itu segera menunjukkan bahwa. yang tentunya berbeda dengan 43 . Peradaban juga mengacu pada cara kehidupan yang nyaman. Indonesia yang terdiri atas begitu banyak masyarakat tentu memiliki sejumlah norma-norma yang berbeda satu sama lain. Mungkin. dan cara kehidupan yang sudah maju. namun jika kita periksa lebih jauh ada hal-hal yang khas. kebudayaan. masyarakat bisa saja menganggap tidak beradab begitu juga jika ada masyarakat yang biasa makan ikan mentah atau melakukan ritual dengan cara memenggal kepala orang.tidak beradab. yang menyebabkan berbeda dari masyarakat lain. manusia beradab adalah yang berpendidikan. dan berbudaya. Hindu dan Barat. Dalam pengertian ini jelas bahwa ada berbagai peradaban di dunia bahwa masyarakat memiliki peradaban yang barbeda satu sama lain. Contoh-contoh yang kita sebut itu juga mengacu pada suatu taraf yang tinggi dari masyarakat yang memiliki kesatuan sejarah dan kebudayaan. namun dasarnya boleh dikatakan sama. Kristen. Bisa juga dikatakan bahwa masyarakat yang memiliki peradaban itu. (2). Jika ada masyarakat yang biasa menggunakan jari tangan untuk makan. yang membedakannya dari peradaban lain. yakni perkembangan masyarakat pada suatu kurun waktu dan tempat tertentu . ada suatu hal yang sama yakni (1).

Pada awalnya. ketentraman. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. misalnya. peradaban Cina memiliki ciri penting. persitiwaperistiwa di lingkungan manusia yang menjadi obyek perhatian adalah peristiwa-peristiwa yang bersangkutan dengan alam. 5. Meskipun secara sederhana mereka dapat membuat alat-alat yang hasilnya dapat mereka gunakan untuk memudahkan pekerjaan mereka atau meningkatkan hasil kerja mereka. Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat. kenyamanan. Kemajuan Iptek Bagi Peradaban Manusia Tekhnologi lahir karena adanya kebutuhan manusia pada masa terdahulu. dan menulis. Observasi yang sistematis terhadap peristiwaperistiwa yang terjadi di lingkungan sekitar manusia serta pemikiran atau perenungan tentang sebab-sebab terjadinya beberapa peristiwa di lingkungan manusia ini telah melahirkan “suatu kesimpulan sementara” yang pada zamannya telah dianut oleh sebagian besar masyarakat. Sedangkan sains atau ilmu pengetahuan berawal dari sifat ingin tahu manusia. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. Manusia adalah ukuran bagi segala. pergerakan matahari di siang hari. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. kedamaian. 44 . peradaban Asia Timur telah menghasilkan kebudayaan bushido di masa lampau. misalnya. kesejahteraan. yang akhirnya melahirkan suasana kehidupan ideal berupa ketenangan. Kesetiaan kepada atasan dan harga diri merupakan ciri khas. membaca. intelektualitas. dan pengalamannya. yang muncul dari arah timur dan hilang menuju ke arah barat bahkan terjadi setiap hari. Begitu juga dengan bintang di malam hari yang tampak bergerak mengelilingi bumi. Tapi nilai kerohanianlah yang tertinggi dan menjadi penentu dari kwalitas hidup manusia. Di Jepang. yang sampai sekarangpun masih terasa cirinya dalam masyarakat. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. oleh karena itu jabatan penting dalam pemerintahan ditentukan oleh hal-hal tersebut. dan sebagainya. Kualitas hidup manusia bukan hanya diukur dari materi dan sekedar gaya hidup. Di zaman lampau. Dua hal antara lain menyebabkan bunuh diri menjadi ritual yang harus dilakukan jika harga diri seorang tidak ada lagixl.peradaban Asia Timur. Hal ini berarti mereka telah melakukan kegiatan atau proses yang menghasilkan produk yakni alat-alat dan dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Ketenangan. yakni keampuhan menguasai kesenian.

penggunaan mikroskop ini dalam bidang metalurgi amat berguna dalam penelitian tentang struktur suatu logam.Di lihat dari awal lahirnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi memang tidak terdapat keterkaitannya sama sekali. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu atau ekstensi kemampuan diri manusia. Contoh lainnya adalah budaya sebagian masyarakat Amerika dengan kebebasannya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sendiri dapat membawa dampak positif maupun dampak negatif. dan dalam kecepatan yang makin tinggi. maka beberapa kelompok masyarakat dari beberapa negara dapat berinteraksi dengan mudah. terutama generasi mudanya. teknologi telah menjadi pengarah hidup 45 . Hal ini dapat diambil contoh misalnya penggunaan mikroskop elektron dalam bidang geologi pada pertengahan abad ke-20 telah membawa kemajuan dalam penelitian terhadap fosil-fosil. ilmu pengetahuan dan tekhnologi memiliki kaitan yang sangat erat. banyak orang yang melihat dari tayangan televisi (yang merupakan kemajuan produk tekhnologi elektronika) melihat tayangan-tayangan kekerasan. yang berakibat pada terpengaruhnya orang-orang tertentu terhadap tayangan tadi yang kemudian melakukan tindakan-tindakan kekerasan seperti yang ia lihat di tayangan tersebut. Disamping itu. Ruang dan waktu menjadi sangat relatif dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar. Hal ini tentu akan berakibat pada adanya perubahan nilai budaya pada masyarakat tertentu. namun dalam perkembangannya. Dari beberapa contoh tersebut dapat dikatakan bahwa. seksualitas maupun gaya hidup hedonisme mereka. Bahkan budaya suatu negara akan lebih mudah diketahui dan bahkan di tiru oleh bangsa atau negara lain. konsep ilmu pengetahuan. Dapat diambil contoh yaitu dalam bidang telekomunikasi dan tekhnologi informasi. Sebagai contoh misalnya. karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat. saat ini telah menjadi sebuah kekuatan yang justru (baik disadari ataupun tidak) telah “membelenggu” perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Segi positif dari adanya peralatan telekomunikasi dan peralatan tekhnologi informasi yang makin canggih atau modern. Bahkan Indar Siswarinixlii mengatakan bahwa perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi membuat dunia menjadi sempit. teori serta hukum yang dikemukakan oleh para ilmuwan membawa dampak pada penemuan tekhnologixli. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin cepat dewasa ini. telah menumbuhkan cakrawala pandangan manusia. bisa saja ditiru dan dapat dijadikan pedoman dalam berkehidupan oleh sebagian masyarakat Indonesia.

atau dengan kata lain proses perubahan yang sekarang berlangsung merupakan proses perubahan dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. dislokasi atau krisis sosial-budaya umumnya dikalangan masyarakat kita (masyarakat Indonesia) semakin bertambah dengan kian meningkatnya penetrasi dan ekspansi dari budaya Barat (khususnya Amerika) sebagai akibat proses globalisasi yang hampir tidak terbendungxliii. yang akan mempengaruhi kecenderungan perubahan mendasar dalam kehidupan manusia yang salah satu aspek diantaranya ialah kecenderungan globalisasi. Jadi. sehingga memunculkan kecenderungankecenderungan “gaya hidup” baru yang tidak selalu positif dan kondusif bagi kehidupan sosial budaya masyarakat dan bangsa. yang tidak memiliki basis dan presiden kulturalnya dalam masyarakat kita semakin menyebar pula dalam masyarakat kita. Arus informasi dan komunikasi telah membuat makin globalnya berbagai nilai budaya. Selain itu juga terjadinya disorientasi atau alienasi. Akibat lain dari globalisasi yaitu masyarakat mengalami anomi atau tidak punya norma atau heteronomy atau banyak norma. di samping akan berkembangnya pandangan-pandangan baru. Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia Saat ini dunia sedang menghadapi arus perubahan besar. akibat 46 . Berbagai ekspresi sosial-budaya yang sebenarnya asing. Bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa era tekhnologi industri yang berkembang sejak abad ke18 akan digantikan oleh sebuah era baru yaitu era tekhnologi informasi. Bahkan secara mendalam telah terjadi interaksi budaya yang sangat intensif yang menjurus ke arah terciptanya nilai budaya universal. Arus ini didorong oleh kemajuan tekhnologi yang berkembang dengan cepat dalam abad ke-21 ini. keterasingan pada diri sendiri atau pada perilaku sendiri. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.manusia. dapat dikatakan bahwa saat ini sedang tercipta sistem-sistem nilai global yang berlaku dimana-mana. Jadi dapat dikatakan pula bahwa revolusi di bidang informasi dan komunikasi (yang menggeser bidang industri). Azyumardi Azra menyatakan bahwa disorientasi. sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap melanggar norma tunggal masyarakat. yang nantinya akan (bahkan telah) membuat konsep-konsep lama mengenai tata hubungan antar bangsa menjadi usang. terutama terjadi dalam awal abad ke-21.

Peradaban adalah suatu entitas budaya. Desa-desa. Ada tiga bagian di dunia selama Perang Dingin yaitu Dunia Pertama. dimana masyarakat Indonesia (secara langsung maupun tidak langsung) dituntut untuk terbuka terhadap globalisasi. yang mewakili dunia-dunia yang beru berkembang atau kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonominya masih tertatih-tatih untuk maju. Tetapi 47 . kelompok-kelompok keagamaan. pembagian dan pengelompokan dunia dalam bidang sosial-ekonomi sudah tidak relevan lagi. budaya orang-orang di daerah-daerah di Indonesia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Dapat diambil contoh yaitu di Indonesia. Dan Dunia Ketiga. yang merepresentasikan dunia-dunia maju secara sosial dan ekonominya seperti Amerika dan aliansi Eropa-nya. Tetapi. dan lain-lainnnya. Masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami dilematis karena globalisasi. kawasan-kawasan. Benturan Peradaban (The Clash of Civilization). kelompok-kelompok etnis. merupakan representasi dari negara-negara maju tetapi secara sosial-ekonomi “baru” maju karena bantuan-bantuan yang diberikan oleh Barat seperti Jepang. budaya Sumatra atau Batak berbeda dengan dengan budaya Kalimantan atau Dayak. Dunia Kedua. Pembagian dunia saat ini mengarah kepada hal lain yaitu atas dasar budaya dan peradaban. jika masyarakat Indonesia ingin maju maka mengisolasi diri dari globalisasi dianggap sebagai kesalahan karena menolak peluang dan kesempatan untuk maju. Australia dan lainlainnya.pertemuan budaya-budaya yang tidak sepenuhnya terintegrasi dalam kepribadian kita. Selama Perang Dingin berlangung. semuanya memiliki budaya yang berbeda-beda pada tingkat keragaman budaya yang berbeda-beda pulaxliv. Dan jika masyarakat Indonesia memutuskan untuk maju dan dengan sadar menerima globalisasi. Setelah Perang Dingin usai. Budaya Jawa berbeda dengan budaya Sunda. namun di sisi lain masyarakat Indonesia mengalami “ketakutan” dengan dampak negatif dari globalisasi yang dapat merusak nilai-nilai (sosial-budaya) yang telah ada. nasionalitas. keadaan dunia terbagiterbagi menjadi beberapa bagian yang bertujuan untuk membedakan-bedakan dunia menurut kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) suatu negara. seperti Indonesia. Korsel. maka untuk menghindari dampak negatif dari globalisasi salah satunya solusi alternatifnya adalah dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Konstelasi politik dunia internasional yang terjadi pasca perang dingin tidak lagi menjadikan isu-isu sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) sebagai tolok ukur dalam membagi dunia.

bukanlah menjadi bagian dari entitas budaya yang lebih luas. Arab dan Cina. Jerman dan lainlainnya tidak bisa menghapus identitas budaya mereka yaitu Budaya Barat (hal yang sama juga berlaku untuk Amerika). ada juga peradaban yang mencakup beberapa peradaban atau sub-sub peradaban. dan interaksi dunia akan dibentuk oleh peradaban-peradaban besar yang beberapa diantaranya adalah peradaban Barat. Brunei Darussalam dan sekitarnya di wilayah Asia. dan Melayu. sejarah. memiliki dua sub peradaban yaitu peradaban Eropa dan Amerika Utara atau Peradaban Islam yang memiliki tiga sub peradaban yaitu Arab. Amerika. yang 48 . Pada masyarakat Arab juga memiliki identitas budaya yaitu Budaya Arab yang membedakan mereka dari masyarakat Cina dengan Budaya Cina. dan dengan peradaban ia memberi identifikasi dirinya secara intens. tapi nyata. seperti misalnya yaitu peradaban Barat. Italia.kesemuanya sama-sama berbudaya Indonesia. Peradaban merupakan entitas yang jelas. Perbedaan budaya antara Inggris. mempunyai satu budaya yang sama yaitu Budaya Asia. Di sini dapat dilihat bahwa peradaban bisa juga bercampur aduk dan tumpang tindih. Amerika Latin. Begitu pula dengan budaya-budaya yang ada di Eropa. Karena itu suatu peradaban adalah pengelompokan tertinggi dari orang-orang dan tingkat identitas budaya yang paling luas yang dimiliki orang sehingga membedakan dari spesies lainnya. dan Asia serta lainlainnya. adat-istiadat. Tetapi. Islam dan lain-lainnya. sehingga membedakan dengan mereka yang dari Malaysia atau yang dari Brunei Darussalam. Peradaban Barat misalnya. Arab. Tetapi satu hal yang pasti yaitu Barat (Eropa dan Amerika). Turki. Prancis. Orangorang atau bangsa-bangsa bisa dan melakukan redefinisi identitas mereka. namun juga bisa mencakup tentang sejarah sebuah negara bangsa. konflik yang mungkin akan terjadi di masa mendatang akan terjadi sepanjang garis pemisah budaya yaitu identitas peradaban itu sendiri. Suatu peradaban meskipun dapat mencakup sebagian besar orang atau masyarakat. Namun. Eropa. institusi. tetapi yang pasti. komposisi dan batas-batas peradaban berubah. Mereka semua merupakan peradabanperadaban. Budaya yang berbeda-beda antara Indonesia. agama. Malaysia. dan kalaupun garis-garis pemisah antara peradabanperadaban itu biasanya tidak tajam. identifikasi diri dari orang-orang ituxlv. Asia. Jadi dapat dikatakan bahwa peradaban adalah tingkat identifikasi yang luas yang dimiliki orang. dengan adanya redefinisi ini. Identitas peradaban dianggap suatu hal yang sangat penting di masa yang akan datang. dan juga dibatasi oleh unsur-unsur subyektif. Ia dibantu oleh unsur-unsur obyektif yang sama: seperti bahasa.

saling memisahkan peradaban-peradaban tersebut. Di Lagos. Di Inggris. Kedua. Banyak agama dunia yang telah dapat mengisi gap (jurang pemisah) ini. kebebasan dengan kekuasaan. tradisi. seorang Ibo Owerri atau seorang Ibo Onitsha di daerah Timur Nigeria. ia hanya seorang Ibo. Perbedaan tidak mesti melahirkan konflik. Orangorang Amerika bereaksi lebih negatif terhadap penanaman modal dari Jepang daripada penanaman modal dari Canada dan negara-negara Eropa. Menurut Huntington xlvi . Gerakan-gerakan. ia adalah seorang Nigeria. suami dengan istri.. di samping memperlemah negara-bangsa sebagai sumber identitas mereka. budaya. bahasa. dan kesejajaran atau kesamaan dengan hirarki. Perbedaan peradaban melahirkan perbedaan dalam memandang hubungan manusia dengan Tuhan. jauh lebih mendasar daripada ideologi atau rezim politik. Di New York. Peradaban terdiferensiasi oleh sejarah. ia adalah seorang Afrika. hak dengan kewajiban. individu dengan kelompok. hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Pertama. apa yang diungkapkan Donald Horowitz. dunia sekarang semakin menyempit. dan yang lebih penting lagi adalah agama. proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial dunia membuat orang atau masyarakat tercerabut dari identitas lokal mereka yang sudah berakar dalam. perbedaan antara peradaban telah menimbulkan konflik yang paling keras dan yang paling lama. tapi juga mendasar.. ini ditemukan pada agama Kristen Barat. Interaksi antara orang yang berbeda peradaban semakin meningkat. warga dengan negara. “Seorang Ibo mungkin. Mereka tidak mudah hilang. 49 . Interaksi yang meningkat ini mempertajam kesadaran dan rasa perbedaan peradaban antara orang-orang atau masyarakat yang berbeda peradaban tapi juga mempertajam kesadaran akan kesamaan-kesamaan yang terdapat dalam peradaban-peradaban itu. Imigrasi dari Afrika Utara ke Perancis melahirkan kebencian di antara orang-orang Perancis terhadap para imigran dari Afrika Utara tersebut. Tapi selama berabad-abad. Perbedaan ini hasil proses berabadabad. Demikian juga halnya dengan.” Interaksi antara orang-orang atau bangsa-bangsa yang berbeda peradaban meningkatkan kesadaran peradaban mereka sehingga pada gilirannya memperkuat perbedaan dan kebencian yang merentang atau dipandang merentang jauh ke belakang dalam sejarah. sering dalam bentuk gerakan yang dicap “fundamentalis”. tapi bersamaan dengan itu terjadi peningkatan penerimaan imigran Polandia. orang tua dengan anak. dan konflik tidak dengan sendirinya melahirkan kekerasan. perbedaan antara peradaban tidak hanya riil. Ketiga. Katolik Eropa “yang taat”.

Dalam konflik kelas dan ideologi. dan sebaliknya yang miskin menjadi kaya. Kebangkitan agama. Keenam. 50 . memberikan suatu basis identitas dan komitmen yang mentransendensikan batas-batas bangsa dan menyatukan peradaban-peradaban. Dan di sisi lain. Tapi sulit untuk menjadi setengah Katolik dan setengah Muslim. masalahnya adalah “Anda ini apa?”. Kelima. orang-orang komunis bisa menjadi demokrat. dan kemudian dapat berpindah ke pihak yang lain. kalangan profesional. Dalam konflik antara peradaban. Di negaranegara bekas Uni Soviet. Orang bisa menjadi separuh Perancis dan separuh Arab. teknisi kelas menengah dan pengusaha. Keempat. dan juga Islam. dan menjadikan peradaban mereka sebagai sumber bagi pembentukan dunia tersebut. kembalinya ke fenomena asal sedang berlangsung di antara peradaban-peradaban non-Barat. “adalah salah satu fakta kehidupan sosial dominan di penghujung abad 20 ini”. “Unsekularisasi dunia. berpendidikan universitas. regionalisme ekonomi semakin meningkat. dari Bosnia. Barat berada di puncak kekuatan.” kata George Weigel. Di kebanyakan negeri dan agama. Ini merupakan ketentuan yang tak bisa berubah. Sebagaimana kita ketahui. Hinduisme. sampai ke Sudan. tumbuhnya kesadaran peradaban dimungkinkan karena peran ganda Barat. Orang semakin banyak mendengar meningkatnya kecenderungan-kecenderungan untuk “kembali ke dalam” dan “Asianisasi” di Jepang. masalah kuncinya adalah “Anda berada di pihak mana?” dan orang dapat memilih mau berada di pihak mana. Buddhisme. dan sekarang perdebatan tentang Westernisasi lawan Rusianisasi di negeri Boris Yeltsin. dan ini mungkin akibat posisi Barat tersebut. jawaban yang salah terhadap pertanyaan itu bisa berarti anda akan (bahkan dipastikan) kehilangan kepala. karakteristik dan perbedaan budaya kurang bisa menyatu dan karena itu kurang bisa kompromi dibanding karakteristik dan perbedaan politik dan ekonomi. agama mendiskriminasi secara tajam dan ekslusif sesama manusia. kegagalan ide-ide Sosialisme dan Nasionalisme Barat dan kemudian “reIslamisasi” Timur Tengah.Judaisme. Barat yang berada di puncak kekuatannya berhadapan dengan non-Barat yang semakin berkeinginan untuk membentuk dunia dengan cara-cara mereka. orang yang aktif dalam gerakan fundamentalis adalah orang-orang muda. Di satu sisi. dan dapat berwarga-negara ganda. yang kaya bisa menjadi miskin. Berakhirnya warisan Nehru dan berlangsungnya “Hinduisme” India. Bahkan lebih dari etnisitas. atau apa yang disebut Gilles Kepel “la revanche de Dieu”. Kaukasus. Tapi orang-orang Rusia tidak bisa menjadi orang Estonia dan orang-orang Azeris tidak bisa menjadi orangorang Armenia.

Pentingnya blok-blok ekonomi regional tampaknya terus meningkat pada masa yang akan datang. regionalisme ekonomi hanya bisa berhasil jika ia berakar dalam budaya yang sama. indah dan maju. upaya-upaya Barat untuk mendukung nilai-nilai demokrasi dan liberalisme sebagai nilai-nilai universal. Semakin pemerintah tidak mampu memobilisasi dukungan dan membentuk koalisi atas dasar ideologi. Ringkasan Banyak perbedaan pendapat dari para ahli tentang perbedaan antara peradaban dan kebudayaan yang berlangsung sejak lama. regionalisme ekonomi yang berhasil akan memperkuat kesadaran peradaban. IPTEK. Di pihak lain. hal ini mengakibatkan pemerintah dan kelompokkelompoknya akan semakin berusaha memobilisasi dukungan dengan daya tarik agama yang sama dan identitas peradaban. dan lingkungan.Proporsi perdagangan seluruhnya yang dulu bersifat intra-regional bangkit antara tahun 1980-1989. Di satu sisi. Berakhirnya negara-negara yang berbasis ideologi di Eropa Timur dan bekas Uni Soviet memungkinkan identitas dan kebencian etnik tradisional mencuat ke permukaan. mulai dari hak asasi manusia sampai imigrasi. 51 . Yang paling penting. menghadapi kesulitan dalam menciptakan entitas ekonomi yang sebanding di Asia Timur karena masyarakat dan peradaban Jepang unik. Masyarakat Eropa bersandar pada landasan budaya Eropa yang sama dan agama Kristen Barat. kepandaian manusia dan sebagainya di mana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas. untuk mempertahankan kekuatan militernya dan untuk memajukan kepentingan ekonominya. perbedaan budaya Jepang dengan negara-negara tersebut menghambat dan mungkin menghalangi integrasi ekonomi regional yang terus meningkat seperti yang dialami Eropa dan Amerika Utara. Bagaimanapun kuatnya perdaganagan dan hubungan-hubungan investasi yang mungkin dapat dikembangkan Jepang dengan negara-negara Asia Timur lainnya. Namun dari perbedaan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan tentang peradaban yaitu peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. Misalnya perkembangan kesenian. perdagangan. Keberhasilan Wilayah Perdaganagan Bebas Amerika Utara tergantung pada konvergensi budaya Meksiko. berdiri sendiri. melahirkan respon balik dari peradaban-peradaban lain. dan Amerika. Perbedaan budaya dan agama menciptakan perbedaan-perbedaan dalam masalah-masalah kebijakan. Sebaliknya Jepang. Canada.

Etika dan Estetika. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. Dan jika ada nilai-nilai peradaban sebuah bangsa atau negara yang cenderung dipaksakan agar diterima oleh bangsa atau negara lain maka yang terjadi adalah benturan terhadap nilai-nilai tersebut atau seperti yang dikatakan oleh Samuel P. sedang negara yang sedang berkembang 52 . berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. Salah satu bentuk peradaban adalah modernisasi. Dengan demikian. tekhnologi dan seni yang telah maju. Keempat wujud peradaban ini juga dapat dijadikan acuan bagi perkembangan peradaban. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. Norma. yang terjadi pada masa-masa tradisional. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. sehingga taraf kehidupannya semakin kompleks. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. Peradaban yang merupakan perkembangan dari kebudayaan memiliki tahapan peradaban yang disebut dengan evolusi budaya yang terdiri dari tiga gelombang yaitu pertama.Konsep peradaban sendiri tak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. tahap peradaban industri. Modernisasi pertama kali muncul di Inggris pada abad ke 18 yang ditandai dengan adanya perubahan dalam secara besarbesaran dalam sector industri yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingakatan peradaban tertentu. spiritual yang terlihat dalam masyarakatnya. hal ini karena peradaban tiap-tiap bangsa atau negara mempunyai standar dan parameter tersendiri untuk dapat dikatakan sebagai sebuah bangsa atau negara yang beradab. keindahan. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. tekhnologi. Dengan demikian. Huntington yaitu terjadinya Clash of Civilization (benturan peradaban). Wujud peradaban sendiri terdiri dari empat hal yaitu Moral. kedua. dan yang ketiga. Modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju.

dianggap sebagai negara yang mengadakan modernisasi. Jelaskan secara ringkas perbedaan antara peradaban dan kebudayaan serta berikan contohnya masing-masing ! Sebutkan dan jelaskan perkembangan peradaban ?. Dari sedikit pemaparan diatas dapat di ambil sebuah kesimpulkan yaitu ketenangan. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. Manusia Sebagai Makhluk Terbaik Ciptaan Allah. tahapan-tahapan dari Jelaskan sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modern ?. BAB IV MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Oleh : Drs H Misno A Lathief. Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai perangkat kelengkapannya yang 53 . 5. dan pengalamannya. 2. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. kenyamanan.Pd 1. Bentuk lainnya dari peradaban dapat juga dilihat dari konsep Masyarakat Madani yang ingin diterapkan di Indonesia atau dalam kancah dunia internasional disebut dengan Civil Society (Masyarakat Sipil). ketentraman. Apa yang dimaksud dengan : a. Masyarakat Madani d. 3.5 orang tentang faktor-faktor penyebab terjadinya benturan peradaban dari Samuel Huntington ?. 4. dari Diskusikan dengan teman anda 3 . dengan syarat bertitik tolak dari rasio. Pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya. Jelaskan dampak positif dan negatif perkembangan IPTEK bagi peradaban manusia ?. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. Modernisasi c. intelektualitas. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. Civil Society b. Manusia adalah ukuran bagi segala. M. Clash of Civilization 6.

alis. mata. Mata manusia mengandung unsur kekontrasan pula. yaitu contrast (pertentangan). 54 . masing-masing rambut yang tumbuh di tubuh manusia ternyata memiliki tingkat pertumbuhan yang kontras antara satu dan lainnya. Selain unsur kelengkapan rohani yang berupa akal. secara jasmani keberadaan tubuh manusia juga mengandung unsur-unsur nilai estetika (keindahan). bahkan bentuk wajah. telinga. Bentuk kontras dari rambut misalnya. Dengan kekontrasan warna bola mata seperti ini menjadikan penampakan wajah manusia menjadi indah pula.kompleks. Rambut di kepala ternyata bisa tumbuh dengan subur dan bisa memanjang. rasa. sehingga membuat penampilan manusia menjadi indah. Hal ini merupakan indikator dari kekontrasan rambut manusia. misalnya hanya berwarna hitam saja. yang artinya: “Sungguh Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. maka keberadaan wujud manusia sungguh teramat baik. dan jenggot tidak bisa tumbuh memanjang sebagaimana rambut di kepala. Kita bisa bayangkan seandainya rambut alis. yaitu dengan bola mata yang berwarna-warna. tangan dan kaki tidak ada yang terlepas dari unsur-unsur keindahan tersebut. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah kalau mengandung setidaknya 3 unsur. dan kehendak. simetry/balance (keserasian/keseimbangan). Secara anatomis mulai dari bentuk dan ukuran kepala badan. bulu mata bisa memanjang seperti rambut di kepala. bulu mata. Manusia Indonesia dianugerahi oleh Allah bola mata berwarna putih dan hitam. dan lainnya. hidung. gigi. Sementara rambut lainnya seperti. Kepala dengan ukuran yang tentatif bagi setiap orang mengandung ketiga unsur keindahan. Unsur kontras atau pertentangan ditampakkan antara lain dalam: rambut. Harus diakui dan disyukuri bahwa kejadian manusia dilihat dari dimensi apapun apabila dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah. maka penampilannya tidak lagi akan memiliki nilai keindahan. Sedangkan simetri dan keseimbangan terdapat pada keberadaan mata. Kalau ada manusia yang memiliki bola mata dengan hanya satu warna saja. dan unity (kesatuan) Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah memenuhi semua unsur tersebut. Kesempurnaan kejadian manusia difirmankan oleh Allah dalam Surat At Tiin ayat 5. maka hal ini tentu akan mengurangi kualitas keindahan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya bola mata manusia itu tidak mengandung kekontrasan. sehingga dapat menampakkan wajah seseorang memiliki daya tarik pada orang lain. kumis. atau sebaliknya hanya berwarna putih saja ?.

mungkin sebaliknya yaitu bisa menakutkan kepada manusia lainnya. Nilai keindahan seperti dicontohkan di atas akan menjadi lebih konkrit jika ditambah dengan adanya unsur simetri dan keseimbangan. Bola mata ada dua biji, telingga juga dua bagian seimbang dan simetry, hidung walaupun satu tetapi lobangnya dua dan menghadap ke bawah, kesemuanya melengkapi betapa manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang indah. Keberadaan tangan dan kaki juga demikian. Unsur keindahannya berupa kontras sangat tampak sekalipun banyak manusia yang kurang menyadari. Coba perhatikan bagaimana pertentangan yang terjadi antara langkah kaki dan ayunan tangan ketika seseorang sedang berjalan?. Ketika kaki kanan melangkah ke depan, ternyata secara reflektif diikuti oleh ayunan tangan kiri yang ke depan, dan sebaliknya. Dengan gerakan reflektif seperti ini menjadikan penampilan manusia dalam berjalanpun tampak serasi dan indah. Unsur unity atau kesatuan sebagai bagian dari sifat keindahan yang juga terdapat pada diri manusia ditampakkan dalam wujud keberadaan manusia secara totalitas. Artinya semua sifat-sifat keindahan yang dimiliki oleh manusia baik secara fisik maupun psikis akan memiliki arti indah apabila unsur unity sebagai suatu sistem juga terpenuhi. Secara anatomis yang disebut sebagai manusia adalah wujud utuh adanya fisik dan psikis atau jasmani (badan) dan rohani (ruh). Manusia memiliki sifat indah tersebut apabila kedua unsur ini yaitu badan dan ruh berada dalam satu sistem, tidak hanya salah satu fisik saja, atau dalam kondisi tidak utuh. Sebab bagaimanapun baiknya bentuk fisik manusia dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah apabila tidak dalam kondisi utuh (sistem), maka nilai keindahannya akan berkurang, bahkan hilang atau tidak ada sama sekali. Wajah misalnya dikatakan cantik atau tampan apabila wajah tersebut berada dalam satu sistem dengan bagianbagian tuhuh yang lain. Coba bayangkan kira-kira bagaimana cantiknya wajah seseorang kalau ternyata hanya tampak kepalanya saja di hadapan kita tanpa ada bagian tubuh lainnya ? 2. Manusia Sebagai Makhluk Individu Manusia sebagi makhluk individu memiliki identitas tersediri yang berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan ini meliputi berbagai aspek kehidupan yang melekat kepadanya. Mulai dari ukuran bentuk fisik, wajah, sifat, sampai pada identitas yang paling umum yaitu nama. Kalau ada nama yang sama antara satu individu dengan individu lainnya itu bukan berarti bahwa di antara kedua manusia tersebut benar-benar sama atau

55

identik. Nama yang sama yang dimiliki oleh masing-masing individu sifatnya hanyalaha kebetulan saja. Adakalanya seseorang agak sulit membedakan di antara dua orang yang kembar siam. Mana yang lebih tua atau sebaliknya. Sepintas kalau diamati mungkin di antara keduanya sepertinya tidak terdapat suatu perbedaan yang signifikan. Namun sebagai makhluk individu yang merupakan sunnatullah, pasti di antara keduanya memiliki perbedaan. Kondisi seperi ini sebenarnya sekaligus juga mengingatkan kepada manusia bahwa Allah itu betapa maha kuasa, maha besar, maha hebat mencipta makhluk tak pernah kehabisan bentuk-bentuk wajah baru. Bisa dibayangkan manusia di dunia yang sudah hampir mencapai dua milliard, tidak ada satupun yang memiliki wajah sama, baik di antara sesam lelaki maupun perempuan. Ketidak samaan tersebut juga sebagai kodrati yang membuat kehidupan manusia menjadi harmoni dan serasi dalam keseimbangan. Bagaimana kira-kira kehidupan di dunia ini seandainya ada manusia yang benar-benar sama antara satu dengan lainnya, terlebih lagi jika berjumlah banyak. Mungkin bisa terjadi istri orang akan diakui sebagai istrinya, dan sang istripun tidak menolak karena yang mengaku tersebut benar-benar seorang lelaki yang identik dengan wajah suaminya. Manusia sebagai makhluk individu memiliki karakteristik atau sifat-sifat seagai berikut. 1) Satu kesatuan yang utuh, terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis, selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. 4) Memiliki nilai tersendiri, prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. 5) Sulit dinilai, yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. 3. Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan Individu Pada dasarnya terjadinya perbedaan invidu satu dengan individu lainnya disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal lebih banyak berhubungan dengan hereditas, sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. Namun demikian keadaan dua faktor tersebut sebenarnya juga masih belum memberikan suatu gambaran yang jelas sebagai penyebab terjadinya perbedaan di antara individu-individu yang ada. Sebagai suatu contoh dua orang anak yang memiliki kemampuan hampir sama di dalam kelas tertentu, pada umumnya tidak disebabkan oleh faktor yang sama. Anak yang

56

satu mungkin memiliki bakat atau potensi yang baik sehingga walaupun dengan lingkungan yang kurang menguntungkan ia mampu mencapai taraf kepandaian atau kemampuan tersebut. Namun akan mustahil ia akan dapat mempunyai kemampuan tersebut tanpa ada suatu usaha belajar dari yang bersangkutan dalam lingkungan lain yang lebih baik. Sebaliknya individu yang kedua ia bisa mencapai tingkat kepandaian tersebut karena lingkungannya memberikan fasilitas ke arah itu. Misalnya orang tuanya termasuk keluarga terdi-dik (guru). Akan tetapi perlu disadari bahwa lingkungan yang baik belum merupakan suatu jaminan bagi seseorang untuk secara otomatis mau memanfaatkan lingkungannya. Seorang anak yang berasal dari keluarga dokter walaupun di rumah tempat prakteknya terdapat sejumlah peralatan kedokteran, kalau dalam dirinya tidak ada minat untuk untuk menjadi dokter ia tidak akan tertarik untuk menggunakan alat-alat tersebut. Demikian halnya dengan anak dari keluarga terdidik, ia tidak akan bisa menjadi anak pandai apabila ia tidak mempunyai perhatian terhadap pelajaran-pelajaran sekolahnya. Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa di antara kedua faktor tersebut baik internal maupun eksternal terdapat pola-pola kombonasi dan interaksi yang cukup kompleks, sehingga kadang-kadang tidak mudah bagi kita untuk membedakan akibat-akibat manakah yang benar-benar ditimbulkan oleh internal (hereditas) dan akibat mana yang ditimbulkan oleh faktor eksternal (lingkungan). Kadang-kadang masih ada orang memperdebatkan manakah yang lebih penting antara hereditas dan lingkungan ? Perdebatan mengenai pertanyaan semacam ini sebenarnya tidak akan membawa kepada suatu penyelesaian karena rumusannya masih terlalu kabur. Sama halnya kalau kita berdebat mengenai mana yang lebih penting pada sebuah mobil, mesinnya atau bahan bakarnya. Begitu juga tidak dapat kita katakan, manakah yang lebih penting pada seorang individu : hereditasnya atau lingkungannya karena kedua faktor itu sangat diperlukan. Kalau orang berbicara tentang perbedaan-perbedaan individu atau perbedaan antara kelompok-kelompok individu yang ingin diketahui orang sebenarnya adalah apakah manusia yang berbeda karena hereditasnya berbeda ataukah karena lingkungannya yang berbeda. Dengan rumusan semacam ini pertanyaan di atas lebih berarti untuk dipersoalkan, karena mungkin saja sebuah mobil jalannya lebih cepat karena mesinnya yang lebih baik atau karena bahan bakarnya yang lebih baik. Dua buah mobil yang sama kondisi mesinnya, satu diisi premium dan satu lagi bensin biasa, maka kedua mobil itu akan berbeda kecepatan larinya. Begitu juga halnya kalau dua

57

Setiap individu adalah merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. Mereka mungkin memiliki hereditas yang sama akan tetapi perkembangannya menjadi berbeda oleh karena diasuh dan dibesarkan dalam dua buah lingkungan yang berbeda. Hereditas maka tidak mungkin akan terbentuk luas yang merupakan individunya. karena kalau salah satu bagian hilang. Dua orang manusia sama halnya dengan dua mobil tadi. Jadi kedua faktor tersebut sama pentingnya dan mutlak harus ada. kalau dua orang tadi memiliki hereditas yang berlainan. Perhatikan gambar di bawah ini. meskipun samasama diisi premium tidak akan sama cepat larinya.. Sebaliknya dua orang yang diasuh dalam lingkungan yang sama mungkin akan memperlihatkan perkembangan yang berbeda. tetapi lingkungannya cukup bagus sehingga menghasilkan kondisi Hereditas Gambar Kondisi Lingkungan dan Hereditas terhadap Perkembangan Individu Lingkungan Lingkungan 58 . Hereditas dapat dilukiskan sebagai dasar dari suatu segi empat. Gambar Interaksi Hereditas dan Lingkungan Dengan gambar tersebut Individu yang jelas bahwa seorang individu tidak Sedang berkembang hanya ditentukan oleh hereditasnya saja atau oleh Iingkungannya saja. lingkungan sebagai tinggi dan individu sebagai luas dari segi empat itu. A C B Individu A potensi hereditasnya biasa-biasa saja.buah mobil yang berbeda kondisi mesinnya. Jadi individu bukan hereditas ditambah lingkungan akan tetapi hereditas kali lingkungan. Hubungan antara hereditas dan lingkungan lebih tepat kalau digambarkan sebagai suatu hasil perkalian dan bukan sebagai hasil penjumlahan.

Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa 59 . sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakat yang dibawanya. dan sebaliknya apabila yang menggores tersebut adalah tulisan yang jelek jadilah ia anak yang jelek. Tulisan yang akan menggores pada kertas kosong tersebut itulah yang dikategorikan sebagai lingkungan. Ilustari dari gambar di atas dalam dunia pendidikan dikenal dengan hukum dasar pendidikan. Luas kondisi perkembangan pribadi B hampir sama dengan A walaupun potensi hereditasnya lebih baik daripada A. Kalau yang menggores tulisan yang baik. potensi bawaan dari lahir (Nativisme). Nativisme memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu nativus (bakat). Karena kondisinya yang bersih belum ada tulisannya sama sekali. Oleh sebab itu faktor pendidikan menurut pandangan ini tidak diperlukan adanya. dan perpaduan antara lingkungan dan potensi bawaan (Konvergensi) Pandangan Empirisme yang dipelopori oleh John Lock (1632-1704) mengatakan bahwa anak yang baru lahir bagaikan kertas putih yang tidak ada tulisan apa-apanya. Nativisme memandang pribadi manusia yang baru lahir bertolak belakang dengan Empirisme.perkembangan pribadi seluar kotak yang ada. maka luas kotak C jauh lebih luas. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Pandangan ketiga tampaknya mengkompromikan kedua pandangan di atas. Teori ini juga disebut sebagai Tabularasa (meja lilin). sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan bagi individu manusia. Namun potensi ini kurang mendapatkan dukungan dari lingkungan di mana B berada. karena pribadi C didukung oleh faktor potensi hereditas yang baik. yaitu pandangan para pakar pendidikan yang melihat aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh lingkungan (Empirisme). Selanjutnya individu C perkembangan pribadinya jauh melebihi A dan B. Bagaimanapun kuatnya alasan kedua pandangan tersebut. dan kondisi lingkungan yang baik pula. yaitu duakali luas kotak A maupun B. maka akan jadi anak yang baik. Di sini pendidikan termasuk sebagai lingkungan. maka dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa sangat tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas kosong tersebut. Suatu kenyataan bahwa potensi hereditas yang baik saja tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. Dengan dukungan yang positip dari kedua faktor tersebut. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. namun keduanya dianggap kurang realistik.

k lain di daerah itu. anak yang lebih cerdas tadi akan berkembang jauh lebih pesat dar ri anak-anak lainnya. Dalam suatu daerah yang terpencil di mana tidak ada sekolah. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). televisi dan media pendidikan lainnya seorang anak yang cerdas akan tetap menjadi buta huruf seperti anakana. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama di antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). individu-individu dengan hereditas yang 60 P = HxE . Menurut jalan pikiran yang telah dikemukakan di muka. Keterangan: P = Personality (kepribadian) H = Heredity (hereditas) E = Environment (lingkungan) Pelajaran penting yang bisa diambil dari cara pelukisan semacam ini ialah bahwa memperbaiki keadaan lingkungan untuk sejumlah individu secara serentak tidak akan mengurangi perbedaan individu. Suatu lingkungan tidak dengan sendirinya merangsang seorang individu untuk berbuat: Effektivitas dari lingkungan bergantung kepada bagaimana interprestasi individu yang bersangkutan terhadap nilai dari lingkungan tersebut. Malahan sebaliknya. Akan tetapi dalam lingkungan yang lebih baik. Kalau lingkungan individu A dan B dikalikan 2 (dua) maka perbedaan luas A dan B akan menjadi jauh lebih besar daripada perbedaan luas sebelumnya. misalnya jika kepada mereka diberikan kesempatan untuk bersekolah sampai setinggi-tingginya. Hal ini bisa kita terangkan dengan menggunakan effektivitas daripada lingkungan seperti yang sudah pernah kita singgung di muka. perpustakaan. Untuk jelasnya baiklah kita berikan suatu contoh. Lingkungan dapat mengurangi timbulnya perbedaanperbedaan individu. Dengan demikian jika kita mewujudkan perbedaan individu yang disebabkan oleh faktorfaktor hereditas. Teori tersebut diformulasikan dalam sebuah rumus sebagai berikut. Setiap pribadi adalah hasil konvergensi faktor internal dan eksternal. dibutuhkan suatu lingkungan yang kaya yang penuh dengan rangsang-rangsang yang tepat. perbaikan lingkungan yang diberikan secara sama kepada sejumlah individu justru akan memperbesar perbedaan-perbedaan individu tersebut. Kembali kepada gambar di atas.didukung potensi hereditas yang baik.

keberanian dan usaha yang lebih besar tidak perlu lagi kita curahkan perhatian yang terlalu besar. keterampilan-keterampilan atau pengetahuan apa yang seharusnya sudah dimiliki oleh anak-anak dalam kelas itu. Kalau kita menengok kembali gambar di atas. Meskipun bukan maksudnya untuk membentuk individu yang sama. 61 .pada akhir tahun ajaran bisa kita mengharapkan sejumlah individu dengan kecakapan dan pengetahuan yang relatif bersamaan. Begitu pula tokoh tarzan di dalam film yang diberi pasangan seorang wanita sebagai teman hidupnya. Mereka memiliki kualitas yang kira-kira bersamaan meskipun lingkungan dan hereditas mereka masing-masing berbeda. sedangkan terhadap anak-anak yang agak lemah kurang usahanya kita berikan perhatian dan bantuan yang lebih banyak. Dengan demikian dari lukisan ini kita bisa menarik suatu pelajaran bahwa kualitas yang bersamaan yang dimiliki oleh dua orang individu mungkin saja ditimbulkan oleh faktorfaktor yang berbeda. namun demikian mengapa hidupnya harus bermasyarakat? Seperti diketahui. akan tetapi dalam praktek kadang-kadang kita memerlukan sekelompok individu yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang bersamaan. 4. Walaupun temannya pria itu juga. karena kalau dia mati maka berarti bahwa riwayatnya pun akan habis pula. Manusia Sebagai Makhluk Sosial Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri.berbeda-beda tidak akan dapat dibentuk menjadi individu yang sama dengan jalan menempatkan mereka dalam lingkungan yang sama. yang kemudian berketurunan pula. Sebagai suatu contoh dapat kita kemukakan pengajaran di sekolah-sekolah kita. dan seterusnya. Untuk tiap-tiap kelas seolah-olah sudah ditentukan sebelumnya. maka manusia pertama yaitu Adam telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia yang lain yaitu istrinya yang bernama Hawa. Kemudian muncullah tokoh “Friday” sebagai teman Robinson Crousoe. lepas dari persoalan bagaimana hereditas yang mereka miliki. namun hal itu membuktikan bahwa pengarang sudah mempunyai perasaan tentang kehidupan bersama antar manusia. Akan tetapi pengarangnya tak dapat membuat suatu penyelesaian tentang hidup seorang diri tadi. Untuk mencapai maksud ini harus kita adakan semacam Kompensasi : artinya terhadap anak yang satu yang sudah miliki kecerdasan. keadaan semacam ini bisa dilukiskan sebagai individu B dan C. Dengan demikian . Banyak cerita-cerita tentang manusia yang hidup menyendiri seperti misalnya cerita Robinson Crousoe yang diceritakan sebagai manusia yang hidup sendiri.

makan. Memang apabila manusia dibandingkan dengan makhlukmakhluk hidup yang lainnya seperti misalnya hewan. anjing. Bertapa dan menyendiri itu. Akan tetapi manusia tidak demikian. Hewan-hewan seperti sapi. ia selalu akan berhubungan dengan manusia lainnya. Hebatnya semua istrinya tinggal serumah dengan istri pertama sebagai manajernya. harus disusui. sanggup hidup di udara dingin tanpa pakaian. Manusia tak mungkin mampu bertahan seperti hewan-hewan tersebut menghadapi cuaca dingin hingga -52o C seperti di daerah Chascaton Canada. harimau. fisiknya tidak sekuat hewan-hewan besar. beruang. diberi kuku dan gigi yang kuat untuk mencari makan sendiri. manusia tidak dikaruniai Tuhan dengan alat-alat fisik yang cukup untuk dapat hidup sendiri. Bayi misalnya. gajah. disuapi dimandikan. hanyalah untuk semntara waktu saja. dan lain sebagainya. Di lingkungan tempat tinggalnya akhirnya iapun tidak lagi menyendiri. Bahkan tidak jarang sampai pingsan karena tidak pernah makan dan minum. bahkan jauh lebih sempurna daripada makhluk-makhluk lain ciptaan Allah. demikian pula hewan-hewan lainnya seperti kucing. disuapi. kuda. Harimau misalnya. Begitu siuman ia berangkat lagi ke tempat semula di mana ia bertapa. dikasih minum hingga sadar atau siuman kembali. dan bersifat temporer. yaitu akal. Begitu seterusnya dan pada akhirnya iapun kembali pulang ke rumahnya.Apabila kita membaca cerita-cerita dari dunia wayang maka tokoh-tokoh seperti Arjuna yang sering bertapa dan menyendiri pada akhirnya juga kembali pada saudarasaudaranya. Jadi sejak manusia lahir. Seorang Kiyai di Madura yang kontroversi juga gemar bertapa ketika masa mudanya. dirangsang untuk berlatih berjalan. akan tetapi manusia dia diberi kelengkapan untuk hidup dan kehidupannya yang sangat luarbiasa ampuhnya. Keluarganya dibuat kebingungan sehingga harus merawat dan membawanya pulang dari tempat pertapaannya. burung diberi sayap untuk dapat terbang jauh. walaupun tanpa induknya. Lagi pula. ia beristri dan karena sosialnya sekarang ia telah memiliki sepuluh orang istri. Namun dengan kemampuan akal yang dimilikinya manusia mampu menciptakan pakaian dan 62 . Manusia tanpa manusia lain takkan mampu bertahan hidup lama. mampu untuk mencari makan sendiri. Akal tak dapat secara langsung digunakan sebagai alat hidup. akan tetapi dapat diberdayakan untuk membuat berbagai alat kebutuhan yang diperlukan untuk kehidupan. keledai. Seekor anak ayam misalnya. atau yang lainnya. ikan diberi alat khusus untuk dapat hidup di air. dia tak akan dapat hidup sendiri. Ia dirawat. Katak diberi alat khusus untuk hidup di darat maupun di tempat-tempat berair. bermain.

manusia akan menjadi nelayan untuk menangkap ikan. Dalam menghadapi alam sekeliling. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (=hewan sosial. oleh karena adanya hubungan antara mereka. karena sejak dilahirkan. manuia menciptakan rumah. karena manusia tak mungkin hidup sendiri. manusia mempergunakan akal pikiran. penyejuk dan lain-lain. Dengan kondisi semacam ini akan terbentuklah suatu kehidupan 63 . penghangat. maka terjadi gangguan dalam perkembangan jiwanya. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong. Di dalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakantindakan orang lain. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya Untuk dapat menghadapi dan menyesaikan diri dengan kedua lingkungan nya. Apabila manusia hidup sendirian. Misalnya. panas yang menyengat. atau lainnya. disebut gregariousness. Kesemuanya itu menimbulkan kelompokkelompok sosial atau sosial-group di dalam kehidupan manusia ini. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). Reaksi ini menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. apabila alam sekitarnya hutan. entah yang berwujud pujian atau celaan yang merupakan dorongan bagi tindakan-tindakan selanjutnya. Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. misalnya dalam keadaan terkurung di dalam sebuah ruangan yang tertutup sehingga dia tidak dapat mendengarkan suara orang lain atau tidak dapat melihat orang lain. manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu: 1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (masyarakat) 2. maka manusia akan berburu untuk mencari makanannya. Di dalam hubungan antara manusia satu dengan manusia lain akan muncul suatu reaksi sebagai akibat dari hubungan tersebut. pakaian. Dalam menghadapi lingkungan alam. perasaan. misalnya udara dingin. bahkan panas dari terik matahari sekalipun. Di daerah pantai. manusia harus hidup berkawan dengan manusia-manusia lain dan pergaulan tadi mendatangkan kepuasan bagi jiwanya.perlengkapan lainnya untuk melindungi diri dari ganasnya alam cuaca dingin. agar badannya tetap sehat. untuk itu dia dapat mengambil makanan sebagai hasil dari alam sekitar. dan karsanya. Manusia juga harus makan. Kelompokkelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuankesatuan manusia yang hidup bersama. dengan mempergunakan akalnya. kalau ada seseorang menyanyi ia membutuhkan reaksi.

Tujuannya semata-mata agar survive. 3) Memiliki rasa senasib seperjuangan. dan lainnya. Abraham Maslow dalam teorinya mengatakan bahwa manuisa itu memiliki kebutuhan yang bersifat hirarkis. Self Actualization Needs Gambar Hirarki Kebutuhan Manusia Kebutuhan fisik manusia dalam hidup diperuntukkan bagi keberlang-sungan kehidupannya bersama-sama dengan manusia lainnya. tempat tinggal. minum dan lainnya. Safety Needs 3. Dengan adanya kebutuhan ini manusia menciptakan pakaian. Selanjutnya apabila kebutuhan pokok ini terpenuhi maka manusia akan berusaha untuk mendapatkan kebutuhan di atasnya. 1. Dengan rasa kasih sayang manusia dapat hidup bersama dengan sejahtera. Maksudnya manusia akan berusaha mendapatkan kebutuhan lainnya apabila kebutuhan di bawahnya telah terpenuhi terlebih dahulu. Di sini letak kebutuhan manusia yang ketiga berupa kasih sayang. Physical Needs 5 4 3 2 1 2. Dengan kebutuhan kasih sayang pula manusia dapat melangsungkan garis keturunan ke generasi 64 . Selanjutnya sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri. Esteem Needs 5. 4) Berstruktur. Ia membutuhkan orang lain sebagai bagian dari kehidupannya. dan mempunyai pola perilaku. Bersama baik konteks kehidupan bermasyarakat maupun bersama dalam konteks kehidupan keluarga.bersama atau yang dikenal dengan istilah kelompok sosial. Kebutuhan ini diwujudkan dalam bentuk makan. yaitu rasa aman. Kebutuhan tersebut bila digambarkan adalah sebagai berikut. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 1) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. Love Needs 4. berkaidah. 2) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. Rasa aman di sini adalah bagaimana diri manusia dapat terlindung dari berbagai ancaman bahaya dari luar.

Selanjutnya kebutuhan puncak manusia ialah kebutuhan aktualisasi diri. saling menghor-mati dan menghargai. rasa tanggungjawab. tanpa komunikasi. kejujuran. pergaulan. seorang individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya dalam tiga kemungkinan : 1) menyimpang dari norma kolektif . Kebutuhan ini tercermin dari sikap penampilan manusia yang selalu ingin lebih dari orang lain walaupun sebenarnya sangat tentatif. Sebagai pribadi yang memiliki kebutuhan harga diri sangat penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap ini untuk tujuan introspeksi bahwa di luar diri itu ada diri-diri lain yang sama-sama memiliki kebutuhan untuk dihargai. Unsur cinta kasih yang perlu dipertahankan dalam kehidupan bersama meliputi. Gila hormat termasuk penyakit hati yang harus dihindari. 65 . Sebaliknya seseorang akan merasa tersinggung apabila harga dirinya dilecehkan. Pada dasarnya terdapat dua keinginan pokok yang mendorong manusia untuk hidup mengelompok yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. Namun demikian ada pula sifat yang harus dihindari melalui kebutuhan harga diri ini. 5. pengorbanan. Suburnya sifat ini akan membuat seseorang menjadi gila hormat.berikutnya. Misalnya dalam hal pakaian. ia akan selalu tampil dengan ciri dan sifatnya yang khas. Dengan selalu melakukan introspeksi akan tumbuh sikap positip yang akan melahirkan prilaku yang selalu akan memperhatikan kebutuhan orang lain. Setiap orang tentu akan merasa senang apabila ia diperlakukan manusiawi oleh manusia lainnya. yaitu sifat ingin selalu dihormati. Unsur-unsur kasih sayang ini sangat perlu dikembangkan dan dipertahankan baik dalam kehidupan berumahtangga maupun dalam bercinta kasih dengan sesama manusia lainnya. terjadi bila kepribadian individu tidak dominan sedangkan dia tidak mampu atau tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Namun yang penting bagi seseorang dalam menampakkan kebutuhan ini ialah ia akan merasa memperoleh suatu kepuasan apabila ia dapat melakukan sesuatu yang menurut perasaannya melampaui orang lain. Perlu disadari bahwa siapapaun orangnya apabila ia mau menghargai dan menghormati orang lain ia juga akan dihargai dan dihormati oleh orang lain. tidak dapat dibuktikan bahwa manusia dapat hidup sendiri. Fungsi Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial Sepanjang peradaban manusia. Dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai pribadi manusia juga memiliki kebutuhan akan harga diri. atau ketika tampil dalam forum-forum yang melibatkan banyak orang. tanpa kawan.

keluarga ialah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah. merawat. Definisi yang serupa dikemukakan oleh Francis E. Merrill. Definisi-definisi tersebut di atas lebih menunjuk pada pengertian somah atau nuclear family. and or adoption. Bogardus. 4) fungsi keluarga ialah memelihara. the family may be viewed as an enduring relationship of parents and children that performs such functions as the protection. yaitu kesatuan sosial 66 . Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. a mother. 3) hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. Dari beberapa definisi tersebut dapatlah dirumuskan intisari pengertian keluarga. disamping sebagai kelompok sosial. atau adopsi. terjadi bila kepribadian individu kuat dan mampu mempengaruhi dan menaklukkan lingkungannya. perkawinan. Menurut kedua batasan tersebut. and socialization of children and the providing of intimate responses between its members. and one or more children. 2) hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. Dalam batasan tersebut.2) Kehilangan individualitasnya (resesif) . Keluarga merupakan salah satu cermin peran dimana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. The family is a small social group. In functional terms. marriage. normally commposed of a father.M. dan anak. yaitu: 1) keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. Menurut Biro Sensus Amerika Serikat istilah keluarga diartikan sebagai :a group of two or more persons residing together who are related by blood marriage. 3) Mempengaruhi masyarakat (dominan) . yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. perkawinan. Batasan yang pada hakekatnya sama dikemukakan oleh A. terjadi bila kepribadian individu tersebut lemah dan takluk terhadap lingkungannya. Menurut beliau. demikian batasan yang dikemukakan oleh Emory S. in which affection and responsibility are equitably shared to become self-controlled and socially-motivated persons. ibu. dan atau adopsi. rearing. a family is a group of interacting persons who recognize a relationship with each other based on common parentage. or adoption. Rose. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. juga ditunjuk ciri-ciri dan tujuan keluarga.

paman. Kerap kali keluarga itu tidak hanya terdiri atas suami istri dan anakanaknya.yang terdiri atas suami istri dan anak-anaknya. bibi. dan saudara-saudara lainnya. melainkan juga nenek. kemudian karena perkawinan beralih kepada keluarga prokreasi. Sedangkan keluarga yang dibentuknya melalui perkawinannya dan anak-anak sebagai hasil perkawinannya itu disebut keluarga prokreasi. 67 . Keanggotaan individu mula-mula dalam keluarga orientasi. Nuclear family dan extended family tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Ex te Fa nde mi d ly Nuclear Family Gambar : Extended family dan Nuclear Family Keterangan: = laki-laki bersuami istri = perempuan bersaudara = beranakkan = = Keluarga dalam mana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasinya yang terpenting disebut keluarga orientasi. kemenakan. Nuclear family yang yang diperluas ini disebut Extended family.

68 . Dengan demikian maka fungsi keluarga ialah : 1) Pengaturan 5) penempatan anak seksual dalam masyarakat 2) Reproduksi 6) Pemuas kebutuhan 3) Sosialisasi seseorang 4) pemeliharaan 7) Kontrol sosial Seiring perkembangan jaman. yang ditandai adanya kerjasama ekonomi. memelihara. merupakan tantangan bagi keluarga masa kini dan yang akan datang. manusia yang semakin individualistik. industrialisasi. dan memberikan suasana kemesraan bagi anggotanya Berdasarkan penjelasan di atas keluarga merupakan satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhkluk sosial. Masri Singarimbun (1993) mengingatkan bahwa mobilitas penduduk yang semakin tinggi. fungsi utama keluarga tetap melekat. pendidikan. kemamkmuran dalam sistem kapitalisme liberal merupakan faktor yang mempengaruhi perubahan nilai keluarga dalam masyarakat. dan sekularisasi maka keluarga dalam masyarakat modern kehilangan sebagian dari fungsi-fungsi tersebut di atas. perlindungan. Modernisasi. dan rekreasi dilakukan oleh keluarga terhadap anggota-anggotanya. Fungsi pengawasan sosial. keagamaan. nilai-nilai yang berubah. urbanisasi. sosialisasi. yaitu melindungi. Karena proses industrialisasi. Namun dalam perubahan masyarakat. nilai-nilai ideal keluarga mengalami perubahan. kontrak sosial yang longgar.Kedudukan individu dalam keluarga orientasi prokreasi itu dapat digambarkan sebagai berikut: dan K L A G O IE T S D N EU R A R NA I A P ORAI R K ES K lu rg e a a O n s rie ta i K lu rg e a a P k ai ro re s Gambar Keluarga Orientasi dan Prokreasi Keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan mulitifungsional.

sosial experience mempunyai pengaruh yang besar di dalam pembentukan kepribadian seseorang. Para sosiolog akan tertarik oleh cara-cara kelompok sosial tersebut dalam mengatur tindakan-tindakan anggotaanggotanya. Sesuatu aspek yang menarik dari kelompok sosial tersebut adalah bagaimana caranya mengendalikan anggota-anggotanya. dan lainnya. Setiap anggota mempunyai pengalaman masing-masing. sekaligus ia adalah salah satu anggota dari salah satu kelompok sosial tesebut dan sekaligus sebagai peneliti kehidupan kelompok tersebut secara ilmiah. Walaupun anggota-anggota keluarga tadi selalu menyebar. di dalam menelaah masyarakat manusia banyak berhu-bungan dengan kelompok-kelompok sosial. siang. pada waktuwaktu tertentu mereka pasti akan berkumpul seperti saat makan pagi. semakin timbul kesadarannya bahwa sebagian dari kepribadiannya terbentuk oleh kehidupan berkelompok tersebut dan bahwa dia hanya merupakan unsur yang mempunyai kedudukan dan peranan dalam kelompok tersebut.. tidaklah semata-mata terjadi pertukaran pengalaman. Pada saat demikian. akan tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-perubahan baik dalam aktivitas maupun bentuknya. Penelitian terhadap sosial-experiences sangat penting untuk mengeta-hui sampai sejauh mana pengaruh kelompok terhadap individu dan bagaimana reaksi reaksi individu terhadap pengaruh kelompok tersebut dalam proses pembentukan kepribadian. kelompok siswa di sekolah. bangsa. pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yang dinamakan keluarga. walaupun sering kali hal itu sama sekali tidak disadarinya. Sebagai sosiolog. akan tetapi para anggota keluarga tersebut mungkin mengalami perubahan-perubahan sebagai akibat pertukaran pengalaman tersebut.6. Hampir semua manusia. karena hubungannya dengan kelompokkelompok sosial lainnya di luar rumah dan bila mereka berkumpul terjadilah tukar-menukar pengalaman di antara mereka. Kelompok tadi dapat menambahkan alat-alat perlengkapan untuk dapat melaksanakan fungi-fungsinya yang baru di dalam rangka perubahan-perubahan yang dialaminya atau bahkan sebaliknya dapat mempersempit ruang lingkupnya. agar supaya tercapai tata tertib di dalam kelompok 69 . Suatu kelompok sosial cenderung tidak merupakan kelompok yang statis. maupun kelompok yang besar seperti masyarakat desa. baik yang kecil seperti keluarga. Semakin mendalam penelitiannya. disebut sebagai sosial-experiences . Dalam kehidupan berkelompok. dan malam. Saling tukar-menukar pengalaman tersebut. Interaksi Sosial Seorang sosiolog. masyarakat kota.

di mana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan yang erat. oleh karena kepentingannyapun tidak berlangsung dengan lama. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut berdasarkan berbagai criteria ukuran. berkembang mengalami disorganisasi. dan Negara. Beberapa sosiolog memperhatikan pembagian atas dasar kelompokkelompok di mana anggota-anggotanya saling kenal mengenal (face to face groupings). Berlangsungnya suatu kepentingan. Lain halnya dengan masyarakat yang kepentingan-kepentingannya yang secara relative bersifat tetap (permanent). Ukuran lain yang diambil adalah atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut. Di samping itu sebagai perbandingan. memegang peranan dan selanjutnya. Suatu masyarakat misalnya merupakan kelompokkelompok atau kesatuan-kesatuan atas dasar wilayah yang tidak mempunyai kepentingan-kepentingan yang khusus. Sudah tentu anggotaanggotanya sedikitnya sadar akan adanya kepentingankepentingan bersama walaupun hal itu tidak dikhususkan secara terinci atau dijabarkan lebih lanjut. merupakan ukuran lain bagi klasifikasi tipe-tipe sosial. Suatu kerumunan misalnya. 70 .yang bersangkutan. Yang agaknya penting adalah bahwa kelompok tersebut merupakan tempat kekuatan-kekuatan sosial berhubungan. Suatu ukuran lainnya ialah ukuran kepentingan dan wilayah. Suatu association sebagai suatu perbandingan. seperti keluarga. Selanjutnya dapat dijumpai pula klasifikasi atas dasar ukuran derajat organisasi. Sosiolog Jerman yaitu Georg Simmel mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok. ditelaahnya kelompok-kelompok yang lebih besar. bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Georg Simmel mulai dengan bentuk terkecil yang terdiri dari satu orang sebagai fokus hubungan sosial yang dinamakannya monad yang kemudian diperkembangkan dengan meneliti kelompokkelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang yaitu dyad serta triad dan kelompok-kelompok kecil lainnya. dengan kelompok-kelompok sosial seperti kota-kota. Ukuran tersebut oleh sosiolog lainnya. korporasi. rukun tetangga dan desa. justru dibentuk untuk memenuhi kepentingan yang tertentu. Dalam analisisnya mengenai kelompok-kelompok sosial. merupakan kelompok yang hidupnya sebentar saja. dikembangkan lebih lanjut dengan memperhatikan tinggi rendahnya derajat eratnya hubugan antara anggotaanggota kelompok sosial tersebut. 7.

sex. namun suatu hal yang penting adalah bagaimana keanggotaan pada kelompok-kelompok sosial (termasuk. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. atau oragnisasinya maupun kombinasi dari ukuran-ukuran tersebut. memberikan kedudukan atau prestise tertentu yang sesuai dengan adat istiadat dan lembaga pemasyarakatan di dalam masyarakat. dan rukun tetangga. daripada misalnya dengan suatu perusahaan besar atau Negara.1 Kelompok-kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu Seorang warga dari masyarakat yang masih sederhana susunannya.2 In-group dan Out-grup Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya dan bahwa 71 . 7. Apabila kelompok sosial dianggap sebagai kenyataan dalam kehidupan manusia atau individu. Dengan demikian maka terdapat derajat tertentu serta arti tertentu bagi individu-individu tadi. juga harus diingat pada konsep-konsep dan sikap-sikap individu terhadap kelompok-kelompok sosial sebagai kenyataan subyektif yang penting untuk memahami gejala kolektivitas 7. Akan tetapi. dan lainnya. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya bersifat sukarela. Dasar yang diambil sebagai salah satu alternatif untuk mengadakan klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial tersebut adalah jumlah atau derajat interaksi sosial atau kepentingan-kepentingan kelompok. usia. kelompok kekerabatan.Kelompok-kelompok sosial terdiri dari kelompok-kelompok yang terorganisir dengan baik sekali misalnya Negara. ras. pada masyarakat-masaarakat yang masih sederhana) tidak selalu bersifat sukarela. Suatu ukuran lainnya bagi si individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik oleh kelompok-kelompok sosial yang dekat seperti kehidupan keluarga. Keanggotaan masing-masing kelompok sosial tadi. Kelompok-kelompok sosial tersebut biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan. sampai pada kelompok-kelompok yang hampir-hampir tak terorganisir seperti misalnya suatu kerumunan. sehingga bagi individu terdapat dorongan-dorongan tertentu pula sebagai anggota kelompok sosial. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. secara relatif menjadi anggota pula dari kelompokkelompok kecil secara terbatas. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. sehubungan dengan keanggotaan kelompok sosial yang tertentu. individu biasanya menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. misalnya atas dasar sex.

Dalam masyarakat yang masih sederhana. Kelompok-kelompok sosial dengan mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa setiap kelompok sosial. 72 . In-group dan out-group dapat dijumpai disemua masyarakat. Jelas bahwa apabila suatu kelompok sosial merupakan “in-group” atau tidak bagi individu. “kami pegawai negeri” dan “mereka pedagang”. Kecenderungan seperti ini disebut etnocentrisme. Sikap in-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati.T 002”. baik secara sadar maupun secara tidak sadar. Sikap etnosentris tersebut diajarkan kepada anggota-anggota melalui proses sosialisasi. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnocentrisme. merupakan “in-group” bagi anggota-anggotanya. yaitu suatu sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan mempergunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama satu dengan lainnya. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka” seperti misalnya. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. Sikap etnosentris ini sering disamakan dengan sikap mempercayai sesuatu. walaupun dalam masayarakat yang sederhana tadi perbedaanperbedaannya tak begitu tampak dengan jelas. selama para anggotanya mengadakan identifiasi dengan kelompoknya. mungkin jumlahnya tidak banyak apabila dibandingkan dengan masyarakat yang kompleks. bersama dengan nilai-nilai budaya. sedikit banyaknya akan mempunyai suatu kecenderungan untuk menganggap bahwa segala sesuatu yang termasuk kebiasaan kelompoknya sendiri sebagai sesuatu yang terbaik apabila dibandingkan denga kebiasaan kelompok lainnya. bersifat relatif dan tergantung pada situasisituasi sosial yang tertentu. “kita warga R. walaupun dia menyadari sikapnya itu salah. sehingga kadang-kadang sukar sekali bagi yang bersangkutan untuk mengubahnya. “kami mahasiswa fakultas hukum” sedangkan “mereka mahasiswa Fakultas Ekonomi”.kepentingan-kepentingan suatu kelompok sosial serta sikapsikap yang mendukungnya terwujud dalam pembedaan kelompok-kelompok sosial tersebut yang dibuat oleh individu. Anggota-anggota suatu kelompok sosial tertentu.T 001” sedangkan “mereka warga R. Konsep tersebut dapat diterapkan baik terhadap kelompok-kelompok sosial yang relatif kecil samapi yang terbesar.

Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah “kelompok utama” dan “kelompok sekunder”. belum cukup untuk menerangkan persyaratan yang penting bagi adanya suatu primary group. Supaya terjadi hubungan yang akrab di antara individu-individu yang ada mau tak mau secara fisik harus saling kenal mengenal. Kelompok-kelompok tersebut mempunyai makna utama dalam berbagai arti. Konsep Cooley mengenai hubungan saling kenal mengenal. Kenal-mengenal secara fisik. bahwa kelompok tersebut adalah kecil. Syarat-syarat yang sangat penting adalah . adalah peleburan individu-individu dalam satu kelompokkelompok. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. bahkan pertentangan. maupun perasaan.3 Primary Group dan Secondary Group Dalam klasifikasi kelompok-kelompok sosial. Saling berbicara dan saling melihat merupakan saluran utama untuk pertukaran pikiran. Kedua. Menurut Cooley.7. pertama bahwa anggota-anggota kelompok secara fisik berdekatan antara satu dengan lainnya. dan ketiga adalah adanya suatu kelanggengan hubungan antara anggota-anggota kelompok yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi tadi. citacita. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok tersebut secara psikologis. Tentu ada kalanya terjadi perbedaan paham. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan serta cita-cita kelompoknya. sehingga tujuan individu menjadi juga tujuan kelompoknya. memberi kemungkinan terbentuknya primary group. Sudah tentu secara mutlak tak dapat dikatakan bahwa kehidupan serta hubungan antara anggota-anggota kelompok tersebut selalu harmonis. Setiap masyarakat mempunyai norma-norma yang mengatur hubungan fisik antara anggota-anggotanya yang kadang-kadang dapat 73 . Secara singkat dapatlah dikatakan Primary Group adalah kelompokkelompok kecil yang agak langgeng (permanent) dan yang berdasarkan kenal-mengenal secara pribada antara sesama anggota kelompoknya. dengan kelompok-kelompok yang lebih besar di pihak lain. namun kesemuanya itu untuk kepentingan kelompoknya juga. primary groups adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. akan tetapi hal itu tergantung dari kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masingmasing. perbedaan yang luas dan fundamental adalah perbedaan antara kelompokkelompok kecil di mana hubungan antara anggota-anggotanya erat sekali di satu pihak.

). misalnya di loket karcis kereta api tidak dilarang. 74 . oleh karena tidak mungkin seseorang pada waktu yang tertentu berhubungan dengan banyak orang sekaligus. seperti hubungan antara orang-orang dari kasta yang berbeda derajatnya. dan unity (kesatuan) Secara kodrati manusia adalah sebagai makhluk individu dan sosial. namun sangat sukar bagi masingmasing untuk hidup lepas satu sama lainnya. sebetulnya tergantung dari seringnya individu-individu yang bersangkutan berhubungan dan mendalamnya hubungan tadi. semakin akrab pula hubungan tersebut.merupakan penghalang bagi terjadinya hubungan. Semakin lama mereka berhubungan satu sama lain. simetry/ balance (keserasian/keseimbangan). Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah jika mengandung 3 unsur. dan kehendak. norma-norma masyarakat seolah-olah memberikan suatu kelonggaran. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu memiliki sifatsifat sebagai berikut. dalam masyarakat yang mempunyai system pelapisan masyarakat yang tertutup (misalnya di India. seorang anggota. RINGKASAN Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk ciptaan lainnya karena memiliki unsur rohani yang berupa akal. rasa. semakin akrab pula hubungan antara guru dengan muridmuridnya. Memang dalam keadaan-keadaan tertentu hal itu mungkin terjadi. Keakraban dalam hubungan antar individu. yaitu contrast (pertentangan). Dalam suatu kelompok yang kecil. Dalam keadaan demikian. secara pribadi. secara jasmani yang mengandung nilai estetika (keindahan). Walaupun misalnya sepasang suami istri yang telah berumah tangga selama 10 tahun seringkali bertengkar. akan tetapi hubugan antara mereka di tempat-tempat umum. Selanjutnya. Sebagai makhluk individu manusia memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan manusia lainnya. misalnya apabila seorang guru memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. Akan tetapi ternyata kemudian bahwa semakin kecil kelas yang bersangkutan. Kecilnya kelompok juga merupakan salah satu syarat yang penting. suatu sifat kelompok dan keakraban kelompok juga lebih mudah terwujud. Jadi suatu kontinyuitas tertentu merupakan pula suatu faktor dalam pembentukan primary group. dapat ikut serta mengambil bagian dalam membentuk keputusan-keputusan kelompok tersebut.

ia mengatakan bahwa anak lahir bagaikan kertas putih. Teori pertama menganggap bahwa aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh faktor lingkungan. Kalau yang menggores tulisan yang baik. Teori kedua disebut dengan Nativisme. prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. yaitu faktor internal dan eksternal. Manusia satu berbeda dengan manusia lainnya disebabkan oleh dua faktor. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. 4) Memiliki nilai tersendiri. Teori ini memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu bakat sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakatnya. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa didukung potensi hereditas yang baik. 75 . 5) Sulit dinilai. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). Faktor internal banyak berhubungan dengan hereditas. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Teori berpendapat bahwa potensi hereditas yang baik tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. Teori ini dipelopori oleh John Lock (1632-1704). 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. Dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas tersebut. dan sebaliknya. terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis. Antara faktor internal maupun eksternal terdapat suatu interaksi yang saling mempemgaruhi sehingga dapat membentuk keribadian tertentu bagi setiap orang. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan.1) Merupakan satu kesatuan yang utuh. Dalam dunia pendidikan pandangan terhadap kepribadian manusia sebagai hasil interaksi antara faktor internal dan eksternal melahirkan berbagai teori yang dikenal dengan hukum dasar pendidikan. Jadi individu merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. maka jadi anak baik.

Akan tetapi. disebut gregariousness. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya 76 . yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. Keanggotaan masingmasing kelompok sosial. dan atau adopsi. yaitu: 1) merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. Pertama dipandang dari sudut individu. Intisari pengertian keluarga. sex. Berbeda dengan seekor anak ayam misalnya. merawat. berkaidah. walaupun tanpa induk ia langsung mampu mencari makan sendiri. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya kondisi manusia ketika baru lahir amat lemah. Keinginannya untuk hidup bersama dengan manusia lainnya menimbulkan kelompokkelompok sosial. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). usia. dan lainnya. 3) hubungan tersebut dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. 5) Berstruktur. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 2) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kriteria. Keluarga merupakan salah satu cermin peran di mana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. 4) berfungsi memelihara. 2) terdapat hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. memberikan kedudukan atau prestise tertentu sesuai dengan adat istiadat dan yang ada. individu menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. dan mempunyai pola perilaku. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. Kelompok-kelompok sosial ini biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan.Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan manusia lain dalam kehidupannya. perkawinan. ibu. dan anak. ras. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. tidak berdaya sehingga membutuhkan pertolongan orang lain. 4) Memiliki rasa senasib seperjuangan. Demikian pula hewan-hewan lainnya Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (hewan sosial. misalnya atas dasar sex. 3) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.

Primary groups merupakan kelompok sosial yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggotaanggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. “kita warga R. Kelompok-kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya. dan bagaimana menurut pandangan saudara sendiri ? Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa dikatakan sebagai makhluk sosial ? 2. 77 . Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka”. Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya dibandingkan dengan makhlukmakhluk lainnya ? Jelaskan mengapa manusi sebagai makhluk individu memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan individu-individu lainnya ? Jelaskan bagaimana pandangan teori-teori pendidikan terhadap konsep perkembangan kepribadian seseorang. Kelompok ini cukup signifikan.T 001” sedangkan “mereka warga R. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan dan cita-cita kelompoknya. Kedua In-group dan Out-grup.T 002”. dan adanya suatu hubungan kontinyu di antara mereka. Ketiga yaitu Primary Group dan Secondary Group. 4. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnosentrisme. 3. Sikap out-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. kelompok tersebut adalah kecil. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah kelompok utama dan kelompok sekunder. Misalnya. Syarat penting dalam primary group adalah . anggota-anggotanya berdekatan. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok secara psikologis.bersifat sukarela. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masing-masing.

Keragaman dapat diartikan dengan suatu hal yang “banyak macamnya”. Bangsa-bangsa adalah bentuk pluralitas jenis manusiaxlviii.Sos 1. “tidak berbeda” atau “sederajat”. Sisi lain pluralitas adalah kemajemukan yang didasari oleh keutamaan (keunikan) dan kekhasan. “keunikan” dan “kekhasan” tersendiri. Karena itu. atau yang bagianbagiannya dipaksa untuk tidak menciptakan “keutamaan”. Pengertian Keragaman dan Kesetaran. KERAGAMAN DAN KESETARAAN Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Tanpa adanya 78 . Coba jelaskan dengan disertai contoh apa maksud dari sosialisasi? Jelaskan apa arti istilah-istilah di bawah ini a) animal social b) in-group out group c) primary-secondary group d) animal symbolicum e) animal educandum f) hayawanun natiq 6. Pluralitas juga tidak dapat disematkan kepada kesatuan yang tidak mempunyai parsial-parsial. 7. Anggota suatu keluarga adalah bentuk pluralitas dalam rangka kesatuan keluarga dan sebagai antitesis darinya. Sedang kesetaraan dapat diartikan sebagai “sama”. Beberapa istilah yang dianggap sesuai dengan keragaman salah satunya ialah pluralitas (plurality) yaitu suatu konsep yang mengandaikan adanya “hal-hal yang lebih dari satu”xlvii. Diskusikan dengan teman sekelompok antara 3 – 5 orang apa fungsi manusia sebagai makhluk individu dan sosial ? Jelaskan apa yang disebut dengan keluarga dan apa fungsinya ? Dalam kehidupan sosial terdapat proses sosialisasi.5. pluralitas tidak dapat terwujud atau diadakan atau terbayangkan keberadaannya kecuali sebagai objek komparatif dari keseragaman dan kesatuan yang merangkum seluruh dimensinya. Pria dan wanita adalah bentuk pluralitas dari kerangka kesatuan jiwa manusia. S. “beda” antara satu dan yang lainnya dan sifatnya tidak tunggal. 8. Selamat Bekerja BAB V MANUSIA.

perbedaan dan pluralitas dan faktor kesamaan. Juga oleh sikap penyeragaman (yang dianggap mengingkari adanya kekhasan dan perbedaan). dan tekhnik-tekhnik yang ditempuh. kemajuan dan pertumbuhan. 79 . serta mati tanpa dinamika. yang menghasilkan hikmah yang tinggi. keseimbangan. Pluralitas. yaitu sikap ekstrem represif dan otoriter yang menafikkan perbedaan masing-masing pihak dan keunikannyaxlix. Pluralitas juga bisa dianggap sebagai motivator dalam menghadapi ujian. hal ini tentunya akan berakibat pada hidup yang stagnan dan tawar. Dan jika tidak ada pluralitas. Sementara itu disintegrasi dan kacau balau ditimbulkan oleh sikap ekstrem memusuhi yang tidak mengakui dan tidak memiliki faktor pemersatu atau pengikat. tindakan saling dorong dan saling membela. kecenderungan metodologi yang dipegang. Namun. manusia akan menggali potensi mereka yang terpendam. pengikat dan kesatuan. Seperti penugasan makhluk manusia ini sebagai pemimpin di muka bumi. maka tidak akan ada motivasi untuk berkompetisi. yang menjadi motivator dan diperkuat oleh kemajemukan dan perbedaan itu. Juga manusia tidak akan dapat mewujudkan tujuantujuan hidup. Sisi pertengahan (adil) serta keseimbangannyalah yang dapat memelihara hubungan antara kemajemukan. perbedaan dan perselisihan. berada dalam kerangka kesatuan nilai yang konstan. memiliki sifat pertengahan (moderat atau adil). Sementara. Karena perbedaan ini adalah salah satu pokok dari pokok-pokok diciptakannya manusia. dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masingmasing pihak yang berbeda dalam peradaban. juga mempunyai sisi yang ekstrem. keunikan dan kekhasan atau pluralitas itu. baik yang melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan. yang pada akhirnya akan membawa kepada kebaikan. kesulitan berkompetisi. cobaan. serta akan selalu terjaga dan berusaha mengeksplorasi kekayaan bumi ini. Sehingga. sebagaimana halnya seluruh fenomena pemikiran. Demikian juga sebaliknya. berlomba dan saling dorong diantara individu manusia dan peradaban. pada gilirannya akan membawa kepada perbedaan dalam kerangka berfikir.kesatuan yang mencakup seluruh segi maka tidak dapat dibayangkan adanya kemajemukan. diharapkan senantiasa memiliki sifat membawa manfaat. serta perbedaan mereka dalam persiapan dan potensi-potensi serta tugas yang diemban. dengan menggunakan kekuatannya serta rahasia-rahasianya yang terpendam. dengan perbedaan dan persaingan. Sayyid Quthbl mengatakan bahwa adalah tabiat manusia untuk berbeda. yaitu agar manusia membangun bumi dan mengembangkan wujud peradabannya.

ras. Multikulturalisme menjadi semacam respons kebijakan baru 80 . heterogen dan bahkan tidak dapat disamakan. Istilah lain yang digunakan untuk masyarakat yang terdiri dari agama. Apabila pluralitas sekedar mempresentasikan adanya kemajemukan (yang lebih dari satu). yang hanya bertemu di pasar. Serba tunggal. kemajemukan menjadi syarat demokrasi. Dia menunjukkan bahwa sebuah masyarakat majemuk ditandai oleh penduduknya yang secara suku bangsa dan rasial saling berbeda yang hidup dalam satuan-satuan kelompok masing-masing. Konsep Multikulturalisme juga dapat dianggap sesuai dengan masalah-masalah “perbedaan”. dan keteraturan serta ketertiban kehidupan mereka diatur oleh hukum yang masingmasing berbeda satu dari lainnyalii. Disamping golongan penjajah dan pribumi terdapat golongan pedagang perantara yang biasanya adalah orang-orang asing yang secara sosial dan rasial tidak tergolong sama dengan golongan penjajah ataupun golongan pribumi. Di Indonesia. Karena harus ada timbangan yang konstan pula. yang dianggap dapat memuaskan seluruh pihak yang berselisih dan kata akhir rujukan dalam berdebat. misalnya. satu ideologi. dan budaya yang berbeda. Pada abad ke-20. bahkan konsep ini juga mampu menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari kemajemukan. Ciri-ciri ini ada pada masyarakat jajahan yang merupakan produk dari politik ekonomi penjajahan untuk menguasai sumberdaya setempat yang ada. Furnivall adalah yang pertama kali mengintroduksi konsep masyarakat majemuk pada waktu dia membahas kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan jajahan di Indonesia. serta ada tujuan yang sama dari manusia. bahasa. dan orang Timur Asing (orang Cina dan Arab) yang masing-masing hidup dalam kelompokkelompok dan pemukimannya sendiri menurut kebudayaan dan pranata-pranata masing-masing. satu partai politik. Produk dari politik ekonomi ini adalah adanya golongan penjajah yang mempersatukan secara paksa masyarakat-masyarakat pribumi kedalam sebuah masyarakat jajahan untuk diatur dan diperintah guna kepentingan ekonomi penjajah. orang Pribumi. yakni keragaman (diversity) yang menunjukkan bahwa keberadaaan yang lebih dari satu itu berbeda-beda. maka multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama didalam ruang publik. tiga golongan ini terwujud secara vertikal sebagai orang Belanda dan Kulit Putih lainnya. dianggap sebagai satu bentuk pemaksaan dari negarali. satu calon pemimpin.serta pokok-pokok yang menyatukan diantara pihak-pihak yang berselisih dan saling membela diri tersebut.

Kebudayaan bangsa ini merupakan sebuah mozaik. Disamping itu juga melalui proses asimilasi atau pembauran dimana jatidiri dari kelompok-kelompok atau sukubangsa-sukubangsa minoritas harus mengganti jatidiri warganya menjadi sama dengan jatidiri dari kelompok atau suku bangsa yang dominan. sebuah masyarakat bangsa dilihat sebagai memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. 81 . dan mengadopsi cara-cara hidup atau kebudayaan dominan tersebut menjadi cara-cara hidup dan kebudayaannya yang baru. dan yang didalam mozaik tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakt bangsa tersebut. Dalam pengertian multikulturalisme. Dengan kata lain. Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan. menurut Nathan Glazerlv. bahkan kalau perlu dimusnahkanliv. Dalam model multikulturalisme. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. adanya komunitaskomunitas itu diperlakukan sama oleh negara. yaitu yang saling memahami dan menghormati kebudayaan-kebudayaan mereka yang berbeda satu dengan lainnya. Dan bila mereka yang tergolong sebagai minoritas tidak melakukannya akan diasingkan dari masyarakat luas. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. Perbedaan kebudayaan mendorong upaya terwujudnya keanekaragaman atau pluralisme budaya sebagai sebuah corak kehidupan masyarakat yang mempunyai keanekaragaman kebudayaan. termasuk kebudayaan dari mereka yang tergolong sebagai kelompok minoritasliii. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan-perbedaan individual atau orang-perorang dan perbedaan kebudayaan. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. setiap orang adalah multikulturalis.terhadap keragaman.

Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan, termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum, tempat kerja dan pasar, dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya, dan bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. 2. Makna Keragaman dan Kesetaraan dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Makna keragaman seperti yang telah sedikit dibahas pada sub bab pengertian keragaman dan kesetaraan diatas, adalah sebagai motivator untuk menghadapi ujian, cobaan, kesulitan berkompetisi dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masing anggota masyarakat (yang beda budaya). Dengan keragaman, kehidupan menjadi dinamis dan tidak stagnan karena terdapat kompetisi dari masing-masing elemen budaya untuk berbuat yang terbaik. Hal ini membuat hidup menjadi tidak membosankan karena selalu ada pembaruan menuju kemajuan. Selain itu keragaman yang terdapat di masyarakat dapat mewujudkan terciptanya manusia antar budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang telah mencapai tingkat tinggi dalam proses antar budaya secara kognitif, afektif, dan perilakunya tidak terbatas, tetapi terus berkembang melewati parameter psikologis suatu budaya, memiliki kepekaan budaya yang berkaitan erat dengan kemampuan berempati terhadap budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang identitas dan loyalitasnya melewati batas-batas kebangsaan dan komitmennya bertaut dengan pandangan bahwa dunia merupakan komunitas global, ia merupakan orang yang secara intelektual dan emosional terikat pada kesatuan fundamental semua manusia yang pada saat yang sama mengakui, menerima, dan menghargai perbedaan mendasar antara orang-orang yang berbeda budaya. 3. Problematika Keragaman Kehidupan Masyarakat dan Solusinya dalam

82

dan Negara. Struktur dunia internasional yang majemuk ditandai oleh adanya keragaman suku bangsa, agama dan budaya (bahkan peradaban). Namun, keragaman tersebut mengandung potensipotensi masalah bahkan konflik, baik pada tingkat regional maupun tingkat internasional, jika masyarakat tidak mau atau tidak bisa menerima adanya keragaman. Adalah Samuel P. Hutington yang “ meramalkan “ konflik antar peradaban dimasa depan tidak lagi disebabkan oleh faktor– faktor keragaman ekonomi, politik, dan ideologi, tetapi justru dipicu oleh masalah–masalah keragaman suku bangsa, agama, ras, dan antar-golongan ( SARA ). Konflik tersebut menjadi gejala terkuat yang menandai runtuhnya polarisasi ideologi dunia ke dalam komunisme dan kapitalisme, bersamaan dengan runtuhnya negara–negara Eropa Timur. Ramalan ini sebenarnya telah didukung oleh peistiwa sejarah yang terjadi sebelumnya (era 1980-an), yaitu yang terjadi perang etnik di kawasan Balkan, di Yugoslavia pasca pemerintahan Michael Joseph Bros Tito. Keragaman, yang di satu sisi merupakan kekayaan dan kekuatan, berbalik menjadi sumber perpecahan ketika leadhership yang mengikatnya lengserlvi. Huntington melihat keragaman dan kekhasan peradaban terjadi karena keragaman dan kekhasan budaya-budayanya. Peradaban adalah bentuk budaya, tidak ada peradaban universal, namun yang terjadi adalah dunia dari peradabanperadaban yang berbeda. Dia melihat ada tujuh atau delapan peradaban besar di dunia saat ini yaitu Peradaban Barat, Peradaban Cina Konfusius, Peradaban Jepang, Peradaban Islam, Peradaban India, Peradaban Ortodox Slavik, Peradaban Amerika Latin dan barangkali Peradaban Afrikalvii. Peradaban-peradaban tersebut masing-masing berbeda satu sama lainnya karena faktor bahasa, sejarah, budaya dan tradisi. Dan yang paling penting diantaranya adalah agama. Anggota-anggota peradaban yang berbeda-beda itu mempunyai pendapat-pendapat yang berbeda-beda pula atas pandangan tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lainnya serta manusia dengan lingkungannya seperti keluarga, masyarakat, negara bahkan alam sekitarnya. Juga terdapat pemikiranpemikiran yang berbeda tentang takaran hak-hak dan tangung jawab-kewajiban, kebebasan, kekuasaan dan persamaan. Huntington memfokuskan pandangannya pada “faktorfaktor benturan” antara peradaban-peradaban ini, tidak hanya pada masa lalu saja, namun juga pada masa yang akan datang. Sehingga, dia mensinyalir bahwa “benturan” adalah suatu keniscayaan dalam hubungan antar-beragam peradaban. Terutama antara peradaban Barat dan peradaban Islam (pada

83

awalnya) dan kedua adalah dengan peradaban Cina. Huntington tidak berkata tentang “determinisme filosofi” benturan-benturan peradaban tersebut. Sebaliknya, Huntington berkata tentang “determinisme realitas” benturan tersebut. Bahkan, benturan antara dua peradaban yaitu peradaban Barat dan peradaban Islam terjadi sepanjang 1300 tahun, dan kedua belah pihak melihat hubungan antara Barat dan Islam sebagai benturan peradabanlviii. Karena benturan ini merupakan suatu “keniscayaan realitas” dan “determinisme realitas” dalam pandangan strategis Huntington, maka dia merancang bagi barat, strategi kemenangan terhadap Islam (kaum Muslimin) dalam benturan ini. Huntington menyarankan untuk membagi fase benturan pada masa depan tersebut menjadi 2 (dua) fase, yakni fase jangka pendek dan fase jangka panjanglix. Pertama, fase jangka pendek. Pada fase ini Huntington merekomendasikan pihak Barat untuk menyatukan dunia peradabannya, dan mempergunakan seluruh perangkatnya, dari alat perang, hingga ekonomi, politik, budaya, nilai hingga lembaga-lembaga internasional, serta memfokuskan diri pada perseteruan melawan peradaban Islam dan Cina. Yang dituntut oleh Barat dalam jangka pendek perseteruan ini adalah sebagai berikut : 1. Menyatukan elemen peradabannya, memperkuat kerja sama di antara mereka, serta memasukkan Eropa Timur dengan bagian Baratnya dan seluruh Eropa bersama Amerika Utara dan Amerika Latin. Atau, Barat budaya dan yang dekat dengan budaya Barat Kristen dengan sekte-sekte yang beragam. 2. Kerjasama, memperkecil danmenekan perseteruan dalam seluruh lingkup peradaban Barat. Bahkan, memanfaatkan masalah-masalah perseteruan dalam masyarakat Barat untuk menjadi perseteruan bagi masyarakat non-Barat, sehingga perseteruan Barat nantinya akan terfokuskan untuk melawan Islam dan Cina. 3. Mengurangi kemampuan militer Islam (kaum Muslim) dan Cina, serta menambah kekuatan militer Barat, dan menjaga keunggulan militer Barat di Timur dan Barat Daya Asia. Atau, untuk menghadapi Cina dan Islam (kaum Muslimin). 4. Memperkuat lembaga-lembaga internasional yang berperan memperjuangkan kepentingan dan nilai-nilai Barat, serta memberikan justifikasi kepadanya, dan mengikutsertakan negara-negara non-Barat untuk bergabung dalam lembagalembaga ini. Kedua, adalah fase jangka panjang. Fase ini oleh Huntington dianggap sebagai fase penguasaan Barat atas

84

Huntington mengilustrasikan masa depan peradaban dengan Barat sebagai peradaban yang memonopoli “singgasana peradaban” dunia. Sedangkan. Peradabanperadaban non-Barat akan terus berusaha mencapai kekayaan. harus menguasai peradaban-peradaban modern non-Barat itu. dan melihat perseteruan antar peradabanperadaban yang beragam.peradaban-peradaban non-Barat. Barat dalam bentuk yang lebih besar. Dengan demikian maka Barat dapat memonopoli kekuatan. kekuatan ekonomi dan militernya akan mengalahkan Barat. yang merupakan cermin dari elemen bangunan peradaban modern. Sedangkan dalam jangka panjang. peradaban Barat adalah peradaban Barat dan modern sekaligus. Barat harus menjaga kekuatan ekonomi dan kekuatan militernya yang diperlukan untuk menjaga kepentingannya yang berhubungan dengan peradaban-peradaban itu. Yang menjadi sasaran untuk dihancurkan oleh masing-masing anggota suku bangsa yang 85 . keahlian. sebagai jalan untuk menghapus keragaman peradaban ini. tentunya). ras. tekhnologi. Peradaban-peradaban non-Barat telah berusaha menjadi modern tanpa menjadi Barat (selain Jepang. Dia mengungkapkan. yang kekuatannya sudah hampir mendekati kekuatan Barat. dan antargolongan. Oleh karena itu. modernisme dan hegemoni atas dunia. yaitu peradaban yang telah berhasil memodernisasi masyarakatnya secara militer maupun ekonomi. serta menekan peradaban-peradaban non-Barat. permesinan dan persenjataan. corak kesukubangsaan individual yang merupakan milik perorangan berubah menjadi kategorikal. mempersiapkan seluruh kemampuannya. Dan yang pertama dari strategi perseteruan ini yaitu mematahkan kekuatan peradaban Islam dan peradaban Cina sambil mengikat seluruh peradaban lainnya dalam lembaga-lembaga internasional yang memperjuangkan nilai-nilai dan kepentingan Barat. objek Barat selanjutnya adalah menguasai peradabanperadaban non-Barat lainnya. mengarah kepada kondisi konflik sejak era Reformasi. Setelah barat menyatukan kesatuannya. Di Indonesia sendiri permasalahan mengenai keragaman suku bangsa. maka ia harus menjalankan strategi fase jangka pendek. Oleh karena itu. dan memberikan justifikasi kepadanya. agama. tetapi nilai-nilai dan kepentingannya berbeda dalam jarak yang sangat besar dari nilai dan kepentingan Barat. Lebih lanjut Suparlan mengatakan. Parsudi Suparlanlx melihat konflik-konflik yang terjadi di Indonesia merupakan konflik suku bangsa yang kemudian bisa bergeser pada koflik-konflik bernuansa agama. Peradaban-peradaban itu juga akan terus berusaha menyelaraskan modernisme itu dengan budaya dan nilai-nilai tradisionalnya.

jenis kelamin. Kebijakan untuk secara nasional dan sosial meredam atau menyimpan jati diri rasial atau suku bangsa. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikulturalisme. kesukubangsaan. posisi sosial atau keyakinan keagamaan. sehingga jati diri suku bangsa atau rasial dari individu menjadi tidak relevan. karena masyarakat tersebut terwujud sebagai bangsa tidak dengan cara mempersatukan suku bangsa-suku bangsa yang dilakukan oleh sistem nasionalnya. Suku bangsa itu menjadi musuh sesuai dengan ciri-ciri atau atribut. serta muncul dan 86 . dan kemajuan melalui ide keanekargaman kebudayaan yang memang sejalan dan mendukung berlakunya prinsip demokrasi dalam kehidupan masyarakat. dan tidak pula mengenal batasan nilai uang dari barang dan harta benda yang di hancurkan. dapat dilihat sebagai kebijakan yang bertujuan untuk meredam potensi-potensi pengembangan. melainkan beranekaragamnya kebudayaan yang dipunyai oleh bangsa Amerika. dan akan memungkinkan diterapkannya prinsip demokrasi. Prinsip demokrasi itu dilandasi oleh kesetaraan derajat individu atau warga.mengalami konflik bukan lagi orang perorangan dan bukan pula kelompok.atribut yang menjadi acuan dari kesukubangsaannya. Karena itu penghancuran terhadap kategori berdasarkan ciri-ciri kesukubangsaan tersebut tidak mengenal batasan umur. Seseorang atau kelompok orang kulit putih yang tergolong keturunan WASP bisa saja mempunyai kebudayaan India. Cina. melainkan kategori suku bangsa. atau yang lainnya. Jepang. Pada masa kini yang ditonjolkan di Amerika bukanlah coraknya yang multietnis. Apapun dan siapapun yang mempunyai atau ditempeli atribut-atribut kesukubangsaan yang menjadi musuh dalam konflik antar suku bangsa akan dihancurkan. Konflikkonflik itu sangat merugikan dan dapat mencabik-cabik integrasi bangsa dan kebangsaan Indonesia. Tetapi masyarakat Amerika bukanlah sebuah masyarakat majemuk. dan keagamaan. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai sebuah masyarakat multiethnis atau bersuku bangsa banyak. Menggeser idiom masyarakat majemuk menjadi masyarakat beraneka ragam kebudayaan sebagai sebuah kebijakan politik kebudayaan pada tingkat nasional maupun lokal. Model masyarakat multikultural atau berkeanekaragaman kebudayaan ini yang telah berhasil meredam potensi-potensi konflik rasial dan kesukubangsaan perlu kita pelajari dengan seksama dalam konteks Indonesia yang masyarakatnya majemuk dan yang akhir-akhir ini telah dilanda oleh berbagai bentuk konflik rasial. Kebudayaan Amerika yang beranekaragam itu bisa dimiliki oleh setiap individu atau komuniti.

Mengembangkan kesederajatan dan menghapus diskriminasi. 5. Komunikasi antar gender yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat antara kaum laki-laki dan perempuan Disini dapat dilihat bahwa komunikasi antar budaya mensosialisasikan ide pluralitas dan keberagaman dengan bahasa budaya. baik konflik dalam skala regional maupun konflik berskala internasional. 87 . 4. lebih terletak pada pemahaman akan “budaya lain” diluar “budaya sendiri”. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang keragaman budaya yang harus disikapi dengan unsur persatuan dan kesatuan. agama. antara lainlxii : 1. Disini pamahaman ragam budaya yang ada yang diikuti dengan komunikasi antar budaya menjadi unsur yang sangat signifikan dalam menjembatani perbedaan-perbedaan. yang tidak dapat ditawar oleh seseorang yang mempunyai posisi tinggi atau kekuasaan yang besar. 2. Komunikasi antar budaya ini perlu dikembangkan sebagai upaya untuklxi : 1. Hal ini disebabkan berlakunya prinsip perbedaan dan saling menghargai perbedaan konflik atau persaingan berdasarkan atas hukum atau aturan main yang adil dan beradab. 3. Dalam masyarakat multikultural tersebut demokrasi dapat berkembang. Mendorong terjadinya pembauran secara alamiah sehingga mampu mengatasi perbedaan budaya. 4. Komunikasi antar ras yang bertujuan untuk menghilangkan prasangka rasial.mantapnya hak budaya komuniti dalam kaitan keseimbangannya dengan kekuasaan negara atau masyarakat. Permasalahan konflik-konflik bernuansa keragaman suku bangsa. bila pemberi pesan dan penerima pesan berasal dari komunitas budaya yang berbeda. Sebaliknya demokrasi dapat mengembangkan masyarakat yang multi kultural. Mencapai pertukaran dialektis antar budaya. Adapun yang harus diperhatikan dari komunikasi antar budaya ini yaitu komunikasi antar budaya terjadi. 2. 3. Komunikasi antar etnik bertujuan untuk mensosialisasikan dan membudayakan pertukaran informasi kebudayaan antar suku bangsa. Komunikasi antar agama mempunyai tujuan yaitu memupuk perilaku keagamaan dan sosial yang akomodatif. Komunikasi antar budaya mempunyai cakupan. Komunikasi antar kelas mempunyai tujuan untuk menghindari ketidakseimbangan dan diskriminasi. ras dan antar-golongan yang terjadi. Memupuk rasa solidaritas nasional dengan cara membiasakan diri dalam kehidupan bersama.

Kesetaraan. Menempatkan individu dengan keragaman kebudayaannya yang setara derajatnya dalam mewujudkan kehidupan demokrasi 88 . Perlu kebijakan secara nasional dan sosial untuk meredam atau menyimpan jati diri suku bangsa atau ras. masyarakat majemuk yang menekankan pada keanekaragaman suku bangsa harus digeser menjadi ideologi keanekaragaman kebudayaan atau ideologi multikulturalisme. dan toleransi terhadap perbedaan dan keanakaragaman. seperti yang diberlakukan dalam masyarakat-masyarakat Amerika dan Eropa Barat. kelompok-kelompok budaya tersebut berada dalam kesetaraan derajat. Untuk itu Suparlan mengatakan : 1. Pada hakikatnya masyarakat majemuk yang secara suku bangsa beranekaragam mempunyai potensi sebuah masyarakat otoriter-militiristis dengan corak paternalistis dan etnosentris yang primordial. Kesetaraan warga dan hak budaya komuniti adalah unsur-unsur mendasar yang ada dalam unsur demokrasi. Pemahaman tentang hubungan keragaman dengan kesetaraan di dalam masyarakat dengan tujuan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari masyarakat dianggap sebagai suatu hal yang penting. Potensi kekuatan primordialitas untuk memecah belah bangsa disebabkan oleh hakikat keberadaan masyarakat majemuk. Secara hipotesis. Pemersatuan kelompok-kelompok suku bangsa itu dilakukan secara paksa. Dalam ideologi ini. Primordialitas kesukubangsaan dan keyakinan keagamaan dapat berpotensi menjadi pemecah belah bangsa pada saat primordialitas tersebut diaktifkan sebagai kekuatan politik. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikultural 2. yang menekankan pentingnya hak individu dan kesetaraan individu atau warga. Pemahaman tentang hubungan antara keragaman dan kesetaraan itu harus seiring dan sejalan dengan praktek-praktek hubungan sosial-budaya masayarakat. Ideologi yang harus ditekankan adalah keanekaragaman kebudayaan. Kekuatan sosial dan politik dari keanekaragaman tersebut bukan berlandaskan pada kekuatan primordial kesukubangsaan yang lokal. Untuk itu.4. Masyarakat majemuk itu dihasilkan oleh upaya sistem nasional untuk mempersatukan kelompok-kelompok suku bangsa menjadi sebuah bangsa. baik secara langsung maupun tidak langsung. dalam wadah masyarakat “Bhinneka Tunggal Ika” Indonesia yang seperti inilah maka proses-proses demokrasi akan dapat diwujudkan.

Gender. Pasif / nonagresif agresif 2. agama dan ideologi tertentu yang mengenal batas ruang dan waktu yang langsung membentuk karakteristik laki-laki dan perempuan. perlakuan tidak adil. Saat ini di dalam kehidupan bermasyarakat ada pemilahan sifat manusia yaitu feminim dan maskulin. hasil konstruksi tradisi. Emosional nden 4. perempuan yang mengalami haid. kaum feminis. sperma dan alat vital berupa penis. sub-ordinasi. Manusia sebagai individu. dibesarkan. Sedangkan gender. bahkan oleh para pejabat negara. politikus. dan semacamnya. istilah kesetaraan gender sering terkait dengan istilah-istilah diskriminasi terhadap perempuan. Banyak pemahaman yang keliru ketika orang mengartikan seks dan gender. karena gender dalam bahasa Inggris hanya diartikan sebagai jenis kelamin. dan “dijadikan” manusia sehingga dapat berperan sebagai warga masyarakat dan negara yang berguna. hidup dalam komuniti. Istilah-istilah tersebut memang dapat membangkitkan emosi. dan oleh karenanya bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Selanjutnya. Indepe 3. Sifat-sifat feminim dan maskulin dapat dikategorikan sebagai berikutlxiv : Sifat maskulin Sifat feminim 1. penindasan. Seks bersifat kodrati yang tidak mengenal batas ruang dan waktu.3. Subyektif 89 . budaya. hamil dan melahirkan yang ini tidak mungkin bisa dilakukan laki-laki. Gender tergantung pada nilai-nilai yang dianut masyarakat. Dan sebaliknya laki-laki memiliki jakun. hampir selalu diartikan sebagai kondisi “ketidak-setaraan” yang diterima dan dialami oleh kaum perempuan. tidak bersifat permanen. Dependen 2. Kesetaraan gender adalah suatu frase “suci” yang diucapkan oleh para aktivis sosial. Untuk itu perlu dipahami terlebih dahulu bahwa seks merupakan suatu hal yang merupakan kodrat berupa ciri-ciri fisik/ biologis yang tidak bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Aktif / 1. Maka. dalam usaha memahami kesetaraan juga dapat dilihat dari perspektif gender. bersifat alamiah dan tidak akan berubah dalam kondisi apapunlxiii. merupakan pelabelan yang pada kenyataannya dibentuk oleh budaya. Menjamin hak komuniti sebagai satuan kehidupan berskala kecil yang menempati suatu wilayah 4. Misalnya. Istilah kesetaraan gender dalam tatanan praktis. kekesalan dan memicu rasa simpati yang besar kepada kaum perempuan.

Lebih kompe titif 10.Berorientasi ke rumah menan 12. L ebih mend unia 12. Tegas 9. P ercaya diri 14.Kurang percaya diri 8. Kurang tegas al 6. Tidak 14. Tidak semua laki-laki mampu bersikap 90 .3. Sehingga bila ada seorang yang bersikap tidak sesuai dari sifatsifat yang sudah dilekatkan pada dirinya oleh masyarakat maka dia diangggap menyimpang atau salah.Dsb h tersin ggung 9. Jarang 11. pelind ung 15. Kurang kompetitif 6.Tidak suka berpetualang 7. P emimp in. Mudah tersinggung 5. Obyek 7. Lemah lembut 4. A mbisiu s 13. Sering menangis tif 8. L ebih suka berpet ualang 11.Pengasuh. Padahal pada riilnya. pemelihara muda 15. Keras 10. D sb Sifat feminin seringkali dilekatkan pada diri perempuan dan sifat maskulin seringkali dianggap sebagai sifat laki-laki.Kurang ambisius gis 13. potensi yang dimiliki laki-laki dan perempuan sebagai sesama manusia adalah relatif. Rasion 5.

tingkat pengetahuan. Kekerasan terhadap perempuan. maupun di tingkat perwakilan rakyat. dalam perkembangannya. dari pelabelan yang ada di masyarakat ini memunculkan ketidakadilan yang berkaitan dengan relasi antara perempuan dan laki-laki. Sebagai warga negara. dan seterusnya. dengan demikian. perempuan terkungkung dengan stereotype yang dilekatkan pada dirinya untuk tidak keluar dari peran domestiknya. Pada awalnya feminisme dikritik keras karean ideologi pukul ratanya yang menggeneralisasi bagitu saja persoalanpersoalan perempuan secara semesta tanpa melihat bahwa goegrafi. Demikian pula tidak semua perempuan bersikap cengeng. secara tidak langsung merupakan komponen dari agenda-agenda multilkultural. demografi. Pada sektor budaya. Dalam bidang politik. 2. Dalam bidang ekonomi. Sesungguhnya feminisme sedang mencoba membawa perubahan pada kultur ptriarki yang monolitik dan. 4.tegas. Persoalannya kemudian. perempuan mengalami marginalisasi dan harus menanggung beban ganda jika ingin berkiprah di ruang publik. Stereotype terhadap perempuan Sedangkan manifestasi ketidakadilan gender bagi perempuan dapat dirumuskan sebagai berikutlxvi : 1. yakni posisi dan peran yang setara antara laki-laki dan perempuan yang tidak dipengaruhi oleh bias gender. Perempuan juga hanya ditempatkan sebagai obyek dalam setiap kebijakan pemerintah yang memang seringkali menjadi monopoli laki-laki. Marginalisasi perempuan 4. 2. serta perkembangan tekhnologi dan informasi telah membuat perempuan sendiri tidak monopolitik. Setidaknya ada lima isu gender yang dialami perempuan akibat ketidakadilan genderlxv yaitu : 1. Subordinasi perempuan 5. perempuan selalu menempati posisi sub-ordinan. Dalam sektor publik maupun domestik perempuan seringkali menjadi korban tindak kekerasan 3. Ini juga nerupakan isyarat penting bahwa gerakan feminisme semakin menampakkan semangat multikulturallxvii. Feminisme secara konsisten senantiasa memperjuangkan kesetaraan gender. menjadi semakin hirau atau peduli dengan adanya sejumlah kesenjangan antara persoalan perempuan di Barat dan di “Dunia Ketiga”. 91 . Beban ganda perempuan 3. baik di struktur pemerintahan.

Oleh karen aitu feminis liberal kebih memfokuskan perjuangan mereka pada perubahan segala undang-undang dan hukum yang dianggap dapat melestarikan institusi keluarga yang patriakhat. masalah hak wanita terhadap kepemilikan properti. dan hukum. teologi. dan menganalogikan perkawinan sebagai lembaga yang melegitimasi pria memiliki istri secara pribadi. agar persamaan hak antara pria dan wanita dapat terjamin pelaksanaannya. tertuang dalam satu deklarasi yang terkenal. yaitu declaration of Sentiments. hingga masalah politik dan sosial seperti partisipasi perempuan dalam bidang kedokteran. dimana para istri dibebaskan dahulu agar dia dapat menjadi diri sendiri. Dalam deklarasi tersebut dituliskan sebanyak 15 protes mengenai nasib perempuan . bahwa setiap manusia mempunyai hak asasi yaitu hak untuk hidup. bermacam bentuk penyadaran pada kaum perempuan merupakan orientasi praksisnya. Menurut mereka.praktek feminisme sosialis memang berbaur dengan berbagai jenis aliran feminisme. kalau sistem ekonomi kapitalis diganti dengan masyarakat sosialis. Perempuan hanya dapat dibebaskan dari penindasan ini. karena istri dimiliki oleh suami. Mereka dalam teorinya mempermaslahakan konsep kepemilikan pribadi. Feminisme Sosialislxix. Usaha pertama yang cukup dramatis untuk mengaplikasikan doktrin HAM pada perempuan . dan kalau sistem egaliter dalam keluarga dapat tercipta maka ini akan tercermin pula dalam kehidupan masyarakat. maka ini merupakan bentuk penindasan terhadap perempuan. Ketika Karl Marx dan Friederich Engels memformulasikan teori dan ideologinya. Feminisme liberal berkembang di Barat pada abad ke-18 bersamaan dengan semakin populernya arus pemikiran baru ‘Zaman Pencerahan’. yang disusun oleh Elizabeth Cady Stanton yang dikeluarkan di Seneca Falls. Tetapi secara teori. New York yang dihadiri sekitr 100 orang.Adapun beberapa aliran feminisme yang ada di dunia saat ini adalah : Feminisme Liberallxviii. mereka melihat kaum perempuan yang kedudukannya identik dengan kaum proletar pada masyarakat kapitalis barat. mulai dari masalah lembaga perkawinan yang menempatkan laki-laki sebagai akepala keluarga. Dasar asumsi yang dipakai adalah doktrin John Lock tentang Natural Right (HAM). dan hak untuk mencari kebahagiaan. yaitu masyarakat egaliter tanpa kelas-kelas. Menurut feminis liberal. mendapatkan kebebasan. Feminisme sosialis adalah gerakan untuk membebaskan para perempuan melalui perubahan struktur 92 .ini harus dimulai dari keluarga. maka perlu ditunjang dengan dasar hukum yang kuat.

Teologi feminis bersumber dari mazhab teologi pembebasan yang dikembangkan James Cone pada akhir 1960an.para teolog feminis yang berkembang dalam Islam. Teologi feminis berkembang dalam berbagai agama diantaranya Islam.Dengan demikian diharapkan perempuan yang telah bangkit kesadaran dan emosinya. agar para wanita sadar bahwa mereka merupakan kelas yang tidak diuntungkan. sehingga tugas para feminis adalah menolak institusi keluarga baik pada tataran teori maupun praktis. Menurut para feminis. Namun agama ini bukan untuk melegitimasi penguasa melainkan sebagai alat untuk membebaskan golongan yang dianggap tertindas. feminisme radikal berpendapat bahwa kertidakadilan gender bersumber dari perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan itu sendiri. Manifesto feminis radikal yang diterbitkan dalam Notes From The Second Sex (1970) mengatakan bahwa lembaga perkawinan adalah lembaga formalisasi untuk menindas perempuan. 93 . Amina Wadua. dan dari Indonesia Masdar F. secara berkelompok mengadakan konflik langsung dengan kelompok dominan (laki-laki). Proses penyadaran ini adalah usaha untuk membangkitkan rasa emosi. Teori feminisme radikal berkembang pesat di AS pada 1960-1970-an. diharapkan akan mampu meruntuhkan sistem patriarkat yang ada. Tidak seperti teori feminis sosialis. berusaha mencari konteks dan latar belakang ayat-ayat Al Qur’an dan hadis yang berkenaan dengan perempuan. Semua ini termanifestasikan bilamana perempuan menikah dengan laki-laki. maka perlu diciptakan teknologi untuk mengurangi beban biologis perempuan seperti kontrasepsi. Feminisme Radikallxxi. seperti yang dilakukan Fatima Mernissi.feminisme sosialis mengadopsi teori praksis Marxisme. Tujuannnya adalah untuk membantahpenafsiran dan fikih yang merugikan perempuan. Mas’udi. maka perbedaan nbiologis ini akan melahirkan peran gender yang erat kaitannya dnegan masalah biologis. Perbedaan biologis ini terkait dengan peran kehamilan dan keibuan yangs elalu diperankan perempuan. Semakin tinggi tingkat konflik . dan bahkan artificial devices atau alat-alat tiruan. Rifat Hasan.patriarkat. agama-agama serring ditafsirkan dengan memakai ideologi patriarkat yang menyudutkan perempuan. yaitu teori penyadaran pada kelompok tertindas. dimana maslaah ekonomi dan struktur sosial yang menciptakan sub ordinasi perempuan. Teologi Feminislxx. Ali Asghar Engineer.paham teologi pembebasan tetap ingin mempertahankan agama. Apabila lembaga perkawinan tidak dapat dihindari. kristen dan yahudi. agar para perempuan bangkit untuk mengubah keadaan.

mengajak perempuan untuk mandiri. hidup melajang. Kita tidak dapat mengingkari sifat pluralistic bangsa kita. kebudayaan suku bangsa dan 94 . Sehingga kita perlu memberi tempat bagi berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yang dianut oleh warga negara Indonesia. yaitu sebagai makhluk yang terikat dan berinteraksi dengan lingkungannya. Perbedaan yang mewujud baik secara fisik ataupun mental. Gagasan tentang kebudayaan nasional Indonesia yang menyangkut kesadaran dan identitas sebagai suatu bangsa telah di rancang saat bangsa kita belum merdeka. Sistem maskulin yang telah mewarnai peradapan modern dianggap merusak dan menutupi nilai sakral kualitas feminin yang merupakan fitrah perempuan. Ekofeminisme timbul karena ketidakpuasan akan arah perkembangan ekologi dunia yang semakin bobrok. baik secara etnis. ataupun menjanda. Ekofeminismelxxii. geografis. Di kehidupan sehari-hari. sebenarnya merupakan kehendak Tuhan yang seharusnya dijadikan sebagai sebuah potensi untuk menciptakan sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. Manusia secara kodrat diciptakan sebagai makhluk yang mengusung nilai harmoni. sehingga perempuan tidakl perlu lagi mnegalami proses kehamilan. bahkan tanpa perlu keberadaan laki-laki dalam kehidupan mereka.teori ekofeminisme mempunyai konsep yang bertolakbelakang dengan teori-teori feminisme modern yang berasumsi bahwa individu adalah makhluk otonom yang lepas dari pengaruh lingkungannya dan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri.seperti tiruan placenta dan bayi tabung. Feminis radikal cenderung membenci makhluk laki-laki sebagai individu maupun kolektif. Teori ekofeminisme adalah teori yang melihat individu secara lebih komprehensif. Masalah suku bangsa dan kesatuan-kesatuan nasional di Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa suatu negara yang multietnik memerlukan suatu kebudayaan nasional untuk menginfestasikan peranan identitas nasional dan solidaritas nasional di antara warganya. adalah usaha untuk membebaskan perempuan dari perangkap sistem maskulin yang membuat perempuan menjadi bimbang akan perannya. salah satu alternatifnya adalah dengan hubungan heteroseksual (lesbian). Ringkasan Berdirinya negara Indonesia di latarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk. maupun religius. Ekofeminisme yang ingin mengembalikan identifikasi perempuan dengan alam. kultural.

bahkan mampu untuk saling menyesuaikan (fleksibel) dalam kehidupan sehari-hari. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. mewarisi perilaku dan kegiatan kita. saling melengkapi. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya. Tidak seperti sebaliknya yaitu perbedaan-perbedaan dapat menyebabkan ketegangan hubungan antar-anggota masyarakat. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. dan sosial. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. setiap orang adalah multikulturalis. Dalam model multikulturalisme. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum. Salah satu model keragaman dan kesetaraan dapat dilihat dari konsep Multikulturalisme. Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan. Dalam konsep multikulturalisme. hukum. tempat kerja dan pasar. termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik. bersama-sama dengan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. dan 95 . Berbagai kebudayaan itu beriringan. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. ekonomi. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. sebuah masyarakat bangsa dilihat memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut.kebudayaan agama. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. Di dalam kebudayaan tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakat bangsa tersebut.

Gender b. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 9. Apa yang anda ketahui tentang manusia antar budaya dan menurut anda. nilai-nilai ini implementasinya sangat luas. pemahaman akan konsep nilai dianggap penting dalam upaya untuk mengerti dan memahami pentingnya nilai bagi kehidupan manusia. 11. Jelaskan mengapa keragaman dan kesetaraan harus dipahami oleh manusia Indonesia terutama oleh mahasiswa 10. apakah manusia Indonesia termasuk dalam konteks manusia antar budaya tersebut ?. Pluralitas c. Nilai. hal ini disebabkan seseorang di dalam hidupnya tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai.5 orang tentang permasalahan keragaman dan kesetaraan di Indonesia ?.bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. Nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusialxxiii. Apa yang dimaksud dengan : a. Apa yang dimaksud dengan komunikasi antar budaya dan apa yang harus dikembangkan dari komunikasi antar budaya tersebut ?. MORALITAS DAN HUKUM Oleh : Tito Kusuma Wardhana.Sos 1. perlu dikembangkan komunikasi antar budaya yang sangat intens. 14. Di dalam masyarakat yang multi budaya. 12. dapat ditemukan pada berbagai perilaku yang terpilih dalam berbagai kehidupan yang luas di alam semesta ini. Multikulturalisme d. Jadi. Jelaskan konsep tentang masyarakat majemuk yang anda ketahui ?. Feminisme BAB VI MANUSIA. Nilai dianggap penting dalam kehidupan manusia. Pengertian Nilai. Moral dan Hukum. Diskusikan dengan teman anda 3 . 13. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau 96 . S. Oleh karena itu.

Sesuatu itu mengandung nilai artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu itu. Kluckhon (1951) mengatakan bahwa definisi nilai yang diterima sebagia konsep yang diiinginkan dalam literatur ilmu sosial adalah hasil pengaruh seleksi perilaku. bukan kognitif. masuk ke dunia ideal dan bukan dunia real. Terdapat batasan nilai (tentatif) dari beberapa pendapat mengenai konsep nilai yaitu nilai adalah sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek. tentang hal yang merupakan cita-cita. Peper (1958) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk. Contohnya adalah baju itu indah. Jika berbicara tentang nilai berarti masuk pada bidang makna normatif. harapan. nilai-nilai tersusun secara hierarkis dan mengatur rangsangan kepuasan hati dalam mencapai tujuan kepribadiannya. harapanharapan. Kohler (1938) mengatakan bahwa manusia tidak berbeda di dunia ini. 2. antara dunia ideal dan real. Artinya yang ideal harus menjadi real dan yang bermakna normatif harus direalisasikan dalam perbuatan sehari-hari yang merupakan fakta. Perry (1954) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subyek. ada beberapa pendapat sebagai berikutlxxiv : 1. maka arti indah adalah sifat atau kualitas yang melekat pada baju. Meskipun demikian diantara keduanya. dambaan-dambaan dan keharusan. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. Jadi nilai itu pada hakekatnya adalah suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Batasan nilai yang sempit adalah adanya suatu perbedaan penyusunan antara apa yang seharusnya dibutuhkan dan apa yang diinginkan dengan apa yang seharusnya dibutuhkan. Kepribadian dari sistem sosio-budaya merupakan syarat dalam susunan kebutuhan rasa hormat terhadap keinginan yang lain atau kelompok sebagai suatu kehidupan sosial yang besar. 4. semua tidak dapat berhenti hanya dengan sebuah pandangan (maksud) faktual dari pengalaman yang berlaku. sebenarnya kita berbicara tentang hal yang ideal. Dengan demikian maka nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan yang lainnya. dambaan dan keharusan. Sebagai bahan perbandingan dan untuk menambah wawasan pengertian tentang nilai. 3.kelompok. bukan objek itu sendiri. antara yang makna normatif dan kognitif. menyangkut segala sesuatu yang baik atau segala sesuatu yang buruk sebagai 97 . itu saling berhubungan atau saling berkait erat. Maka apabila kita berbicara tentang nilai.

atau kebutuhan material ragawi manusia. d. Dalam menilai hal-hal kerokhanian/ spiritual yang menjadi alat ukurnya adalah hati nurani manusia yang dibantu oleh alat indera.abstraksi. panjang. yang bersumber pada akal (ratio. cipta) manusia. Nilai vital. Sedangkan nilai kerokhanian/ spiritual lebih sulit mengukurnya. rasa. bangsa maupun negara. budi. pandangan. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai-nilai material lebih relatif mudah diukur. Dalam memahami lebih jauh mengenai konsep nilai. Norma Moral yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik dan buruk serta benar dan salah. yang bersumber pada unsur kehendak (will. Pertama. karsa) manusia. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis. luas dan sebagainya. Bahkan sesuatu yang immaterial itu dapat mengandung nilai yang sangat tinggi dan mutlak bagi manusia. b. cipta. dan susila atau asusila. yaitu dengan menggunakan alat indera maupun alat pengukur lainnya seperti berat. akan tetapi juga sesuatu yang berwujud non-material atau immaterial. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. sehingga merupakan suatu pedoman. 3. Nilai material. 2. 98 . Nilai keindahan atau nilai estetis. Nilai kebenaran. Norma-norma tersebut meliputi . Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. Nilai kebaikan atau nilai moral. Norma Hukum yaitu yang berkaitan dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara. atau maksud dari berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat. yaitu : 1. sopan atau tidak sopan. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia. maka nilai-nilai tersebut kemudian dijabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas. Sehingga etika dalam bermasyarakat. Jika nilai ingin dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praktis atau kehidupan yang nyata dalam masyarakat. dapat dikemukakan bahwa yang mengandung nilai itu bukan hanya sesuatu yang berwujud material saja. Dari macam-macam nilai diatas. Nilai kerokhanian. karsa dan keyakinan manusia. Nilai religius. Kedua. Nilai kerokhanian ini dapat dibedakan atas empat macam : a. gevoel. would. rasa) manusia. c. yang merupakan nilai kerokhanian tertinggi dan mutlak. maka Notonagoro membagi nilai menjadi 3 (tiga) macamlxxv. berbangsa dan bernegera dapat berjalan dengan baik.

karena etika pada pokoknya merupakan kajian mengenai nilai baik dan buruk serta benar dan salah. etika deskriptif digolongkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan empiris dan berhubungan erat dengan sosiologi. Istilah etika berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu eqos-ethos dan eqiqos-ethikos. Akibatnya. Barat hidup dalam dunia teknis dan ilmiah. Ethos berarti sifat. manusia mempunyai 99 . Etika normatif dapat juga disebut filsafat moral (moral philoshopy). etika deskriptif berupaya menemukan dan menjelaskan kesadaran. misalnya religi dan seni. Sedangkan ethikos berarti susila. Dalam cara berfikir dan hidupnya lebih terpikat oleh kemajuan material dan hidup sehingga tidak cocok dengan cara berfikir untuk meninjau mkana dunia dan makna hidup. maka mereka menganggap pikiran nilai-nilai hidup yang meminta kepekaan hati sebagai sesuatu yang subjektif dan tidak bermutu. Barat beranggapan bahwa manusia adalah ukuran bagi segalanya. Dalam hubungannya dengan sosiologi.Nilai memiliki kaitannya yang erat dengan etika. Etika desriptif menguraikan dan menjelaskan kesadaran dan pengalaman moral secara deskriptif. Oleh karena itu. pengaruhnya atas hidup dan pikiran orang makin berkurang karena Barat mengunggulkan cara berfikir analitis rasional. watak. Etika Deskriptif. Ini dilakukan dengan bertolak dari kenyataan bahwa ada fenomena moral yang dapat digambarkan dan diuraikan secara ilmiah. kebiasaan. Etika normatif sendiri dibagi dalam dua teori. yaitu teori-teori nilai (theories of value) dan teori-teori keharusan (theories of obligation). atau kelakuan dan perbuatan yang baik. kebebasan dan tekhnologilxxvii. Teori-teori nilai mempersoalkan sifat kebaikan. seperti yang dapat dilakukan terhadap fenomena spiritual lainnya. Etika sendiri dapat dibagi menjadi dua bagianlxxvi yaitu : 1. sedangkan teori-teori keharusan membahas tingkah laku. Nilai penting yang mendasari semua nilai di Barat adalah martabat manusia. Nilai Barat dan Timur. Dalam hal manusia. maka filsafat tradisional dan pemahaman agama muncul sebagai suatu sistematik ide-ide abstrak tanpa hubungan dengan yang nyata dan praktek hidup. Etika Normatif. keadaban. tempat yang biasa. Maksudnya. Barat dalam pikirannya cenderung menekankan dunia objektif daripada rasa sehingga hasil pola pemikirannya membuahkan sains dan tekhnologi. 2. keyakinan dan pengalaman moral dalam suatu kultur tertentu.

kreatif dan estetik. orang Timur memadukan pengetahuan. Dalam hal menegakkan norma. intuisi. tetapi juga bersumber dari ide-ide abstrak atau simbolik yang dapat terwujud kongkret dalam praktek kehidupannya. tetapi pada hatinya. dalam menghadapi kenyataan. Jelasnya. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. sehingga kebudayaan Barat menghasilkan nilai dasar seperti demokrasi. Dengan hatinya mereka menyatukan akal budi dan instuisi serta intelegensi dan perasaan. mereka menghayati hidup tidak hanya dengan otaknya. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. lembaga sosial dan kesejahteraan ekonomi. yang kesemuanya berpangkal demi penghargaan mutlak bagi manusia. Pada tahap binatang tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk. Nilai Timur pada intinya banyak bersumber dari agamaagama yang lahir di dunia Timur. Bahkan K. Ringkasnya. sebab manusia Timur lebih menyukai intuisi dari pada akal budi. bukan dari kebijaksanaan hatinya. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. Moralitas. tentang yang boleh dan yang dilarang. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. intelek dan pengalaman. Pada umumnya manusiamanusia Timur menghayati hidup yang meliputi seluruh eksistensinya. Berfikir secara Timur tidak bertujuan menunjang usaha-usaha manusia untuk menguasai dunia dan hidup secara teknis. Inti kepribadian manusia Timur tidak terletak pada inteleknya. pemikiran kongkret. Oleh karena itu. Manusia oleh Barat dipandang sebagai pusat segala sesuatu yang mempunyai kemampuan rasional. Dari sini dapat dilihat bahwa manusia itu dianggap memiliki nilai diukur dari kemampuannya. Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. apakah kita ini baik atau buruk. tentang yang harus dilakukan dan tidak pantas 100 . tetapi mencari kebijaksanaan.kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. simbolik dan kebijaksanaan. Bertens mengatakan Moralitas merupakan ciri khas manusia yang tidak dapat ditemukan pada makhluk lain di bawah tingkat manusiawi. Mencari ilmu tidak hanya untuk menambah pengetahuan intelektual saja. Timur tidak hanya bersumber dari ajaran agama saja. yang menjadi permasalahan bidang morallxxviii.

dilakukanlxxix. Sedangkan keharusan moral dijalankan berdasarkan hukum moral. tidak perlu ada instansi yang mengawasi agar hal itu terjadi. Orientasi kejujuran yaitu menekankan pada keadilan dengan fokus pada : a) Kebebasan. Jadi hukum moral merupakan kewajiban. 4. melainkan agar kita dapat mengerti sendiri mengapa kita harus begini atau begitulxxxi. Hukum moral tidak berjalan dengan sendirinya. alam telah mengaturnya sedemikian rupa sehingga berjalan secara otomatis. Orientasi moral ini dipandang penting karena akan menentukan arah keputusan dan tindakan seseorang. c) Keharmonisan dengan orang lain. Oleh karena itu orientasi moral akan sangat berpengaruh terhadap moralitas dan pertimbangan moral seseorang. yaitu : 1. Keharusan dapat dibedakan antara keharusan alamiah dan keharusan moral. 3. Keharusan moral didasarkan pada kenyataan bahwa manusia mengatur tingkah lakunya menurut kaidah-kaidah atau norma-norma itu. karena pertimbangan moral merupakan hasil proses penalaran yang 101 . c) Pertukaran hak. Orientasi normatif yaitu mempertahankan hak dan kewajiban dan taat pada aturan yang telah baku. Keharusan alamiah adalah keharusan yang didasarkan atas hukum alam. d) Kesepakatan. Ada 4 orientasi moral yang Kohlberg kemukakanlxxx. Lawrence Kohlberg mengatakan bahwa orientasi moral seseorang yang dijadikan dasar pertimbangan nuraninya berbeda-beda bagi setiap orang. 2. Manusia harus menerima dan menjalankannya (keharusan moral semacam ini hanya ada pada manusia). tetapi merupakan himbauan pada kemauan manusia dengan menyuruh untuk melakukan sesuatu. Sehingga dapat dikatakan salah satu kebutuhan manusia yang paling fundamental adalah orientasi. Orientasi utilitarisme menekankan konsekuensi kesejahteraan dan kebahagiaan tindakan moral seseorang pada orang lain. hal itu akan terjadi dengan sendirinya dan tidak mengandaikan adanya kebebasan (keharusan alamiah inilah yang terjadi pada binatang). b) Kesadaran dan motif yang baik. Orientasi perfeksionisme menekankan pencapaian : a) Martabat dan otonomi. tujuannya agar kita tidak hidup dengan cara ikut-ikutan saja terhadap perbagai pihak yang mau menetapkan bagaimana kita harus hidup. Keharusan moral mengandaikan adanya kebebasan. b) Kesamaan.

Akan tetapi bila ditelusuri asal-usul katanya. kebangsaan. tulisan maupun berita. baik lewat percakapan. tentu saja sesuai dengan konteks dan makna pembicaraan yang dimaksud. baik hubungan yang langsung (asal-usul/ keturunan). dan lain-lainnya. Pergaulan hidup manusia yang terjadi karena hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. adat kebiasaan dan kaidah moral. sedangkan immoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik atau secara moral buruk atau tidak etis.dalam proses penalaran tersebut ada upaya memprioritaskan nilai-nilai tertentu berdasarkan orientasi moral serta pertimbangan konsekuensinya. Sedangkan moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas/ pilar dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. moralitas. di luar suasana etis atau non moral. Sedangkan istilah amoral berarti tidak berhubungan dengan konteks moral. memberikan hak-hak terhadap orang tua dan meletakkan kewajiban atas orang tua terhadap anak-anaknya. Dalam kamus yang berkembang di Indonesia amoral berarti immoral dalam pengertian di atas dan pengertian immoral sendiri kurang dikenal. Moral secara istilah adalah nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti meniadakan kaidah-kaidah lain tersebut. immoral dan amoral dalam makalah ini. akan lebih baik bila dipertegas lebih dahulu pengertian istilah tersebut. perkawinan. Istilah moral ini bisa digunakan untuk maksud yang berbeda. istilah moral berasal dari bahasa latin mos (jamaknya mores) yang berarti adat. seperti kaidah agama. bahkan antar kaidah hukum dengan kaidah lain tersebut saling 102 . bahkan jika dipikirkan lebih lanjut maka terasalah bahwa hukum itu tidak terbatas melainkan terdapat dimana-mana. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatuhi masyarakat. kesopanan. Karena banyaknya istilah moral. Hukum berlaku pada seorang individu ketika baru dilahirkan. perdagangan. Hukum melindungi benih di kandungan ibu dan masih menjaga jenazah orang yang sudah mati. Kata dan istilah moral sering juga dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. kebiasaan. Jadi dapat dikatakan bahwa semua hubungan itu diatur oleh hukum. kaidah susila. semuanya adalah hubungan hukum. Hukum mencampuri urusan manusia sebelum ia lahir dan masih mencampurinya sesudah manusia meninggal. tempat tinggal. Hukum Pemahaman mengenai hubungan manusia dengan hukum yaitu bahwa setiap saat manusia dikuasai oleh hukum.

Hukum tidak lain hanyalah merupakan sarana bagi penyelenggara hukum untuk mengerahkan cara berfikir dan bertindak dalam rangka kebijakan (policy) tujuan nasional. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa.berhubungan yang satu memperkuat lainnya. yang mana cara mengukurnya adalah melalui nilai-nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. Setiap individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. selalu berwarna dan memang dirancang . harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. tidak ada sangkut pautnya dengan “keadilan” dan “kebenaran” dalam makna yang hakiki. 2. moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali. hukum selalu berpihak. Fungsi Nilai. sehingga akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Dalam rangka konseptualisasi. yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. Dalam kediriannya. Moralitas diidentikan dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk (etika). hanya dirasakan dan dialami. bermakna dan berwujud relatif berakar dari sosial.dalam kamus hukum. dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakatlxxxii. apaila kita juga betul-betul berfikir demikian seperti yang dalam undang-undang. Selanjutnya Mochtar Kususmaatmadja mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. Nilai yang dianggap penting oleh manusia itu harus jelas. struktural dan bahkan agama. budaya. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. secara inheren. Hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. Nilai. Sedangkan perbuatan-perbuatan manusia agar tidak merugikan orang lain atau masyarakat dan dapat menciptakan ketertiban serta dapat menjaga keutuhan 103 . Moral dan Hukum dalam Kehidupan Manusia. Pemahaman akan nilai dan kebernilaian diri akan membawa implikasi pada permasalahan moralitas. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”lxxxiii.

masyarakat, maka dibuatlah hukum yang mengatur tentang hubungan sosial masyarakat. Pada dasarnya nilai, moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. Setidaknya dapat dikemukakan tiga fungsi eksplisitnya dalam kehidupan manusia. Pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini mengingatkan manusia agar memperhatikan kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup. Kedua, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Hal ini menunjuk dimensi moral dari permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Terjadinya kekacauan atau ketidakberesan dalam masyarakat selalu berhubungan dengan longgarnya penerapan moralitas dan hukum. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Maksudnya, dapat menggiring manusia kepada faktor-faktor emosional sehingga manusia dapat saja salah atau keliru pada saat memilih sesuatulxxxiv. Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat, tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Untuk melindungi lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat, disebut hukum positif. Istilah hukum positif dimaksudkan untuk menandai “ diferensi ” (perbedaan) dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti oleh anggota masyarakat. Sebagai atribut positif ini ialah : 1. Bukanlah kaidah sosial yang mengambang atau tidak jelas bentuk dan tujuannya sehingga dibutuhkan lembaga khusus yang bertujuan merumuskan dengan jelas tujuan yang hendak dicapai oleh hukum. 2. Dibutuhkan staf (orang/ personalia) yang menjaga berlakunya hukum, seperti polisi dan pengadilanlxxxv. Sifat dan peraturan hukum tersebut adalah memaksa dan menghendaki tujuan yang lebih dalam. Pengertian memaksa bukanlah senantiasa dipaksakan, apalagi dengan tindakan

104

sewenang-sewenang. Sebab hukum itu merupakan konkritisasi dari sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat, yang perlu mempertimbangkan tiga hal penting yaitu sebagai sistem norma, sebagai sistem kontrol sosial dan sebagai social enginering (pemegang kekuasaan memelopori proses lxxxvi pengkaidahannya) . Bahkan tatkala terjadi dilema di dalam hukum itu sendiri, yang dapat disebabkan karena adanya konflik, baik dari lembaga-lembaga hukum, sarana prasarana hukum bahkan rendahnya budaya hukum dalam masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikannnya pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. 3. Proses terbentuknya Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Dengan semakin banyaknya permasalahan-permasalahan sosial dewasa ini, yang banyak diwarnai dengan masalah pertumbuhan penduduk yang demikian cepat, revolusi industri, perkembangan tekhnologi serta modernisasi, secara tidak langsung telah menimbulkan suatu tatanan baru atau gambaran sosial yang baru di dalam masyarakat saat ini. Perkembangan yang demikian ini membawa serta peranan dan pengaturan melalui berbagai bidang, umumnya di bidang moralitas dan di bidang hukum secara khusus. Permasalahan-permasalahan sosial selalu ada dalam suatu masyarakat ataupun negara. Bahkan sejak jaman dahulu sampai jaman sekarang permasalahan-permasalahan sosial itu akan tetap selalu ada di dalam masyarakat dan negara. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial tersebut dibutuhkanlah yang dinamakan dengan moralitas dan hukum, baik moralitas dan hukum dalam artian masing-masing maupun moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan. Dalam artian moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan maka di kenal suatu istilah yang dinamakan Hukum Moral. Hukum moral ini berbeda dengan hukum-hukum yang lainnya. Umumnya, hukum moral dimengerti sebagai “tatanan pengarah” kegiatan manusia untuk mencapai tujuan yaitu ketertiban dan keadilanlxxxvii. Hukum moral sendiri meliputi rangkaian aturan permanen, seperti kewajiban menghormati kontrak antar pribadi (kontrak sosial), peraturan hidup, larangan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang-orang lain. Terdapat 5 (lima) fungsi perumusan hukum morallxxxviii antara lain : Pertama, mewariskan himpunan kebijakan dari jaman dulu kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Sebagai individu dan makhluk sosial, manusia selalu

105

mempertimbangkan dampak tindakan yang diperbuatnya. Kedua, Mengusahakan keamanan secara psikologis dan sosial. Secara sosial, hukum ini membantu tatanan hidup masyarakat untuk menghadapi kekuatan-kekuatan “khaotik” dan “anarkis”. Ketiga, membantu manusia dalam pengambilan keputusan dan mencegah terjadinya “paralisis moral”. Keempat, membantu manusia untuk mengenal kekurangan-kekurangan dan kegagalan-kegagalan sehingga manusia dapat memperbaiki diri. Kelima, Membagikan pengalaman supaya bisa tercipta tingkah laku personal dan sosial. Hukum moral ada untuk melayani cinta kasih dan berada di bawah cinta kasih dan membantu untuk menuntun manusia menuju kebaikan secara otentik. Supaya hubungan manusia dalam masyarakat dan negara terlaksana sebagaimana yang diharapkan, maka diciptakanlah norma-norma yang bersumber pada nilai-nilai dan moral masyarakat melalui tahapan sebagai berikut, (1). Cara (usage) yaitu menunjuk pada suatu kegiatan. (2). Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. (3). Tata kelakuan (mores) yaitu kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur. (4). Adat istiadat (custom) yaitu tata kelakuan yang kekal seta kuat integrasinya dengan pola-pola masyarakat, disertai dengan sanksi tertentulxxxix Dalam rangka pembentukannya sebagai lembaga kemasyarakatan, norma-norma itu mengalami beberapa proses. Pertama, Institusionalisasi yaitu proses dimana norma itu dikenal, diakui, dihargai, dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari, dan secara resmi dilembagakan berbentuk suatu hukum tertulis dalam konteks kenegaraan. Kedua, Internalisasi yaitu suatu proses dimana norma tersebut telah mendarah-daging dalam masyarakat. 4. Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Perwujudan nilai, moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Dengan kata lain, kesadaran hukum manusia menyangkut masalah apakah ketentuan hukum tertentu benar-benar berfungsi atau tidak dalam masyarakat. Untuk menggambarkan keterkaitan antara kesadaran hukum dengan ketaatan hukum terdapat suatu hipotesis yang dikemukakan oleh Berl Kutchinskyxc, yaitu “a ‘strong legal consciousness’ is sometimes considered the cause of adherence to law (sometimes it is just another word for that) while a ‘weak legal consciousness’ is considered the cause of

106

2. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. sedangkan lemahnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) dipertimbangkan menjadi penyebab terjadinya kejahatan dan malapetaka. baik hukum formal/ positif ataupun hukum berdasarkan normas-norma masyarakat (sanksi sosial).crime and evil“. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa hukum ada di dalam masyarakat. Bila demikian. Kepatuhan ini sama sekali tidak didasarkan pada suatu keyakinan pada tujuan kaidah hukum yang bersangkutan. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. Identification. dan lebih didasarkan pada pengendalian dari pemegang kekuasaan. Diartikan sebagai suatu kepatuhan yang didasarkan pada harapan akan suatu imbalan dan usaha untuk menghindarkan diri dari hukuman atau sanksi yang mungkin dikenakan apabila seseorang melanggar ketentuan hukum. Compliance. Daya tarik untuk patuh adalah keuntungan yang diperoleh dari hubungan-hubungan tersebut. Sebagai akibatnya. antara lain adalahxcii : 1. akan tetapi agar keanggotaan kelompok serta hubungan baik dengan mereka yang diberi wewenang untuk menerapkan kaidah-kaidah hukum tersebut tetap terjaga. sehingga kepatuhan pun tergantung pada baik- 107 . Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Tentang faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. Kuatnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) kadang-kadang dipertimbangkan menjadi penyebab kesetiaan atau ketaatan hukum (meskipun kadang-kadang hanya sebatas pada kata-kata saja). yang dilakukan secara ilmiah. kepatuhan hukum akan ada apabila ada pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan kaidah-kaidah hukum tersebut. Terjadi bila kepatuhan terhadap kaidah-kaidah hukum ada bukan karena nilai instrinsiknya. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilanxci. kesadaran hukum menekankan tentang nilai-nilai masyarakat tentang fungsi apa yang hendaknya dijalankan oleh hukum dalam masyarakat.

Isi kaidah-kaidah tersebut adalah sesuai dengan nilai-nilainya dari pribadi yang bersangkutan atau oleh karena dia mengubah nilai-nilai yang semula dianutnya. Pengetahuan Hukum adalah pengetahuan seseorang mengenai beberapa perilaku tertentu yang sudah diatur oleh hukum. Sudah tentu bahwa hukum yang dimaksud di sini adalah hukum tertulis (hukum formal) dan hukum tidak tertulis (normanorma atau aturan-aturan dalam masyarakat). Society Interest. yaitu : 1. 4. Hasil dari proses tersebut adalah suatu konformitas yang didasarkan pada motivasi secara intrinsik. Hal ini disebabkan. melainkan karena hukum itu sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Terdapat 4 (empat) indikator kesadaaran hukum. 2. Pemahaman Hukum. Pada tahap ini seseorang mematuhi kaidah-kaidah hukum dikarenakan secara intrinsik kepatuhan tadi mempunyai imbalan. 4. Dengan demikian masyarakat menaati hukum bukan karena paksaan. Maksudnya ialah kepentingan-kepentingan para warga masyarakat terjamin oleh wadah hukum yang ada. yang masing-masing merupakan suatu tahapan bagi tahapan berikutnyaxciii. Sikap Hukum. terlepas dari pengaruh atau nilai-nilainya terhadap kelompok atau pemegang kekuasaan maupun pengawasannya. Walaupun seseorang tidak menyukai penegak hukum akan tetapi proses identifikasi terhadapnya berjalan terus dan mulai berkembang perasaan-perasaan positif terhadapnya. Internalization. Kesadaran hukum berkaiatan dengan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan perilaku yang dilarang ataupun 108 . Pengetahuan Hukum. 3. Dalam hal ini telah terjadi internalisasi hukum dalam masyarakat yang diartikan bahwa kaidah-kaidah hukum tersebut telah meresap dalam diri masyarakat. Pola Perilaku Hukum.buruknya interaksi tadi. oleh karena orang yang bersangkutan berusaha untuk mengatasi perasaanperasaan kekhawatirannya terhadap kekecewaan tertentu. Penderitaan yang ada sebagai akibat pertentangan nilai-nilai diatasinya dengan menerima nilai-nilai penegak hukum. dengan jalan menguasai obyek frustasi tersebut dengan mengadakan identifikasi. Titik sentral dari kekuatan proses ini adalah kepercayaan orang tadi terhadap tujuan dari kaidah-kaidah yang bersangkutan. 3.

109 .perilaku yang diperbolehkan oleh hukum. Dalam hal pemahaman hukum tidak diisyaratkan seseorang harus terlebih dahulu mengetahui adanya suatu aturan tertulis yang mengatur semua hal. tentang keserasian antara ketertiban dengan ketentraman yang dikehendaki atau yang sepantasnya. maka dengan demikian suatu keadaan yang dicitacitakan adalah adanya keselarasan dan keseimbangan antara hukum dengan sistem nilai-nilai tersebut. jadi kesadaran hukum adalah konsepsi abstrak di dalam diri manusia. mencuri. Pemahaman Hukum dalam arti di sini adalah sejumlah informasi yang dimiliki seseorang mengenai isi peraturan dari suatu hukum tertentu. Nyatalah bahwa kesadaran hukum sebetulnya merupakan masalah nilai-nilai. Sikap Hukum adalah suatu kecenderungan untuk menerima hukum karena adanya penghargaan terhadap hukum sebagai sesuatu yang bermanfaat atau menguntungkan jika hukum itu ditaati. Akan tetapi yang dilihat di sini adalah bagaimana persepsi mereka dalam menghadapi berbagai hal. Dengan demikian sampai seberapa jauh kesadaran hukum dalam masyarakat dapat dilihat dari pola perilaku hukum suatu masyarakat. Persepsi ini biasanya diwujudkan melalui sikap mereka terhadap tingkah laku seharihari. Sebagaimana terlihat disini bahwa kesadaran hukum berkaitan dengan nilai-nilai yang terdapat di masyarakat. merampok dan lainlainnya itu dilarang oleh hukum. Pola Perilaku Hukum merupakan hal yang utama dalam kesadaran hukum. Suatu sikap hukum akan melibatkan pilihan warga terhadap hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam dirinya sehingga akhirnya warga masyarakat menerima hukum berdasarkan penghargaan terhadapnya. dalam kaitannya dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. tertulis maupun tidak tertulis. serta manfaatnya bagi pihak-pihak yang kehidupannya diatur oleh peraturan tersebut. Konsekuensinya adalah bahwa perubahan pada sistem nilai-nilai harus diikuti dengan perubahan hukum atau dilain pihak hukum harus dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengadakan perubahan pada sistem nilai-nilai tersebut. Dengan kata lain pemahaman hukum adalah suatu pengertian terhadap isi dan tujuan dari suatu peraturan dalam suatu hukum tertentu. Bila dianggap bahwa hukum merupakan konkritisasi dari sistem nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. karena di sini dapat dilihat apakah suatu peraturan berlaku atau tidak dalam masyarakat. Sebagaimana dapat dilihat di dalam masyarakat bahwa pada umumnya seseorang mengetahui bahwa membunuh.

yaitu mahluk yang selalu berintraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. dengan kata lain. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. Hukuman adalah akibat mutlak dari suatu tindakan atau balasan dari kejahatan yang dilakukan oleh seseorang.Dalam dimensi lain. Jika dipandang demikian. sebagai perwujudan nilai. Disini berlaku konsep “ reward and phunisment “. yaitu siapa yang menghargai dan tidak melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan mendapat penghargaan dalam bentuk penerimaan diri oleh masyarakatnya. maka hukuman itu bukan sesuatu yang buruk. maka dapat dikatakan bahwa seseorang itu telah melanggar nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Untuk macam-macam hukuman dapat terdiri dari hukuman tahanan (sifatnya hukuman fisik) yang bertujuan untuk merampas kebebasan pelaku kejahatan (ini biasanya terjadi pada tindak hukum pidana). Menurut L. baik moral maupun fisik. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara adalah jika masyarakat tidak memiliki kesadaran hukum atau melanggar hukum.J. 110 . Disepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tampa atau diluar masyarakat. tujuan hukuman adalah untuk memperbaiki penjahat. 5. Dalam konteks hubungan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehinga setiap individu dapat berhubungan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. orang dijatuhi hukuman karena orang berbuat kejahatan. melainkan sesuatu yang baik bagi masyarakat juga untuk pelaku kejahatan. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. sehingga pameo “ Ubi Societas Ibi Ius “ (dimana ada masyarakat disana ada hukum adalah tepat. akan tetapi sebaliknya jika siapa yang melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan menerima hukuman. Keadilan. van Apeldoorn. dan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Wujud Masyarakat yang Bermoral dan Mentaati Hukum. manusia. dan karena itu hukuman dapat dibenarkan. hukuman harus mendidik penjahat menjadi orang yang baik dalam pergaulan hidupxciv. Maka. dimana pihak yang merasa dirugikan dapat meminta ganti rugi kepada pihak yang merugikan (terjadi pada tindak hukum perdata). Dapat juga berupa kompensasi yang biasanya dalam bentuk ganti rugi. Ketertiban. baik itu berupa pengucilan atau tidak diterima oleh masyarakat dan maupun hukuman fisik yaitu pemenjaran. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum.

“xcvi. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. Mochtar Kusumaatmadja. Maksud dari pay back ini adalah bagi mereka yang terbukti melakukan kejahatan layak dikenai “pembayaran kembali” atas tindakannya yang mengabaikan kepantasan moralxcvii. dimana hukum saat ini tidak lagi mengikuti asas kesetimpalan. Dia mengatakan hal tersebut karena Kant melihat adanya realita-realita baru di dunia.Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. akhirnya menerima cambukan secukupnya. ada yang menyatakan kepastian hukum. Banyak orang dalam masyarakat dewasa ini yang setuju terhadap pendapat Imanuel Kant tersebut. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi mempertegas lembagalembaga hukum mana yang melaksanakannya. ada juga yang menyatakan kegunaan. bahwa orang harus dihukum karena melakukan kejahatan. darah dibalas darah“. janggal. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. Ironi merupakan kecenderungan yang dicirikan dengan berbagai cakupan sifat : kontradiktif. inkonsistensi. Hukum tidak dianggap ironi jika diberlakukan apa yang oleh para filsuf moral disebut “ Pay Back “ (Pembayaran Kembali). Meskipun disadari bahwa. acapkali hukum melahirkan ironi. tetapi tiap orang menyetujui dan menganggapnya sebagai sesuatu yang baik dalam dirinya. tetapi hal itu seharusnya dianggap sebagai suatu hal yang wajar karena seorang terhukum (yang terbukti melakukan kejahatan) layak menanggung penderitaan tambahan.. menggambarkan secara jelas hubungan antara masyarakat bermoral yang harus mentaati hukum. ketertiban sebagai tujuan utama hukum. . Hal ini bisa membenarkan permasalahan tentang hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan. hal ini menyakitkan. Seperti pepatah kuno yang mengatakan “mata dibalas mata. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. menghukum orang bisa menambah jumlah kemalangan di dunia. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). anomali. abnormalitas. yang suka mengganggu dan mengesalkan masyarakat yang cinta damai. Imanuel Kant. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”xcv. bukan karena alasan lain. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. dll. seorang filsuf moral.. 111 . Kant mengatakan “ Jika seseorang. Bahkan. berlebihan dan ada di luar garis.

Dalam kehidupan sosial atau bermasyarakat. Di sisi lain. Bagi orang yang bersuara hati. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. begitu juga sebaliknya. Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. jika orang memiliki kesadaran moral dapat dikatakan mereka adalah orangorang yang masih memiliki hati dan mau mendengarkan suara hatinya serta mempertimbangkan segala sesuatunya dengan hati. ia akan malu jika melakukan perbuatan tidak bermoral atau yang bertentangan dengan hatinya. akan membuat kita merasa bernilai di dalam masyarakat dan merasa aman. hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. sesuai dengan kadar beratnya kejatahan. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. Meskipun hubungan hukum. Jika hal ini tidak diberlakukan (hukuman tidak setimpal dengan perbuatan kerjahatan) maka masyarakat akan mengalami degradasi moral. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevanxcviii. Jika kita mampu melaksanakannya. hukum akan kosong tanpa moralitas. Orang yang hilang kesadaran moralnya adalah mereka yang tidak mempunyai suara hati. Pertama. dan moral begitu erat. sanksi hukum tetap menganut proportionately (setimpal). Oleh karena itu kualitas harus selalu diukur dengan norma moral. moral juga membutuhkan hukum. artinya 112 . perundang-undangan yang immoral harus diganti. karena hal itu mustahil. atau lebih tepatnya hilangnya kesadaran moral akibat dari “rasa ketidak adilan“ hukum.Dalam kapasitas ini. Bertensxcix yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. Disini norma hukum menjadi suatu hal yang penting dan jika norma hukum tidak dijalankan dengan tidak semestinya. ada pepatah Roma mengatakan “ Quid leges sine moribus? ”. Dan jika kita mengikutinya. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas?. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dari moralitas. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. kita wajib melakukan yang baik dan benar serta berani menolak yang tidak baik dan yang tidak benar (menurut ukuran masyarakat). namun hukum dan moral tetap berbeda. yang berarti terdapat ketidak cocokan antara hukum dengan moral. maka dampaknya adalah hukum menjadi tidak berwibawa. sebab dalam kenyataan “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. maka dapat dikatakan bahwa kita memiliki hati.

Prof. Achmad Ali memberikan gambaran menarik tentang fenomena hubungan antara hukum dan moralitas dengan membedakan penegakan hukum pada masyarakat barat dengan penegakan hukum di Jepangc. Tersangka mempersulit pemeriksaan. jika nilai kejahatannya melebihi 300 juta Yen. Ketiga. Satu-satunya sanksi dibidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. Keempat. secara moral siapapun tersangka yang tidak mengaku. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja.dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat merubah hukum. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan. hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. Dr. Yang menarik adalah fenomena hukum di Jepang. dianggap “mempersulit pemeriksaan” sehingga harus ditahan. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. biasanya tersangka tetap ditahan. tetapi pelaksanaannya berbeda karena di Jepang. yaitu (1). tetapi meskipun sudah mengaku. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. Tersangka dianggap dapat merusak atau menghilangkan alat bukti. sebab paksaan hanya akan menyentuh bagian luar. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. Moralitas berdasarkan pada normanorma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. biasanya tersangka itu tidak ditahan. dimana kalau tersangka mengakui kejahatan yang didakwakan terhadap dirinya. Tetapi norma etis tidak dapat dipaksakan. Alasan hukum untuk menahan seorang tersangka di Jepang hampir sama di Indonesia. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. (2). Umumnya seorang tersangka juga ditahan jika tidak mengaku atau jumlah nilai kejahatannya 300 juta Yen atau lebih. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. Dan jika sudah mengaku 113 . Tersangka dikhawatirkan melarikan diri. karena dianggap telah menunjukkan “rasa penyesalannya”. Tetapi meski secara yuridis alasan penahanan yang diatur oleh undang-undang Jepang dan Indonesia sama. Kedua. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan denghan norma moral. (3). pelanggar akan terkena hukumannya.

Masih di bawah umur atau anak-anak. Bahkan Hukum Positif Jepang memungkinkan seorang tersangka dalam kasus pidana tidak diteruskan perkaranya ke pengadilan. yang secara jelas mengesampingkan faktor moralitas. Lingkungan kehidupannya menunjukkan kemungkinan si tersangka dapat merubah cara hidupnya menjadi baik. mata “dewi keadilan” tidak tertutup dengan kain hitam. umumnya tersangka di Jepang tidak lagi ditahan. bahkan di Barat ataupun di Indonesia sendiri. Dengan alasan menunjukkan sikap yang baik. Lebih lanjut yang menarik menurut Achmad Ali adalah mengenai simbol atau lambang hukum yaitu “Dewi Keadilan” di Jepang. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. tentu akan lebih serakah lagi. dengan banyak didasari pertimbangan non-hukum serta moral. Seorang tersangka tidak sampai dituntut di muka pengadilan : 1. dan hanya memegang pedang dengan tangan kanan dan timbangan dengan tangan kiri. tidak seperti hukum di barat (bahkan hukum di Indonesia) yang “menutup mata” dari faktor-faktor non-hukum termasuk moral. hukum dan penegak hukum di Jepang “membuka mata” terhadap faktor-faktor moral dalam setiap kasus hukumnya. 3. yang mana mata “dewi keadilan” tertutup dengan kain hitam. Dalam konteks hubungan dengan sesamanya seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat behubungan secara harmonis dengan individu lain di sekitarnya. Mengembalikan hasil kejahatannya atau meletakkan jabatan (tetapi khusus jika kasusnya bukan kasus yang nilai kejahatannya sangat besar). Lalu bagaimana di Indonesia sehubungan dengan “Patung Dewi Keadilan” itu. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita yaitu hukum. karena meskipun sudah tertutup matanya tetap masih bisa membedakan mana “rupiah dan dollar”. untung saja “Dewi Keadilan” Indonesia tertutup matanya.dan mengembalikan hasil kejahatannya. Di Jepang. bayangkan seandainya “Dewi Keadilan” Indonesia sama dengan di Jepang yang matanya terbuka. Menurut masyarakat Jepang (terutama aparat penegak hukumnya). melainkan terbuka. 2. 4. mengingat bahwa kita tidak 114 . Simbol “Dewi Keadilan” di Jepang tidak sama dengan simbol “Dewi Keadilan“ dimanapun juga. Ringkasan Telah menjadi sebuah kesepakatan bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial yaitu mekhluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan orang lainnya atau sesamanya.

Maka manusia. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. Nilai. tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin. Terdapat tiga fungsi eksplisit dalam kehidupan manusia. menarik perhatian pada permasalahanpermasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Ketertiban sebagai tujuan utama hukum. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut. mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. Hukum sebagai kaidah sosial. mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. Selain itu fungsi dari nilai. Untuk melindungi 115 . Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama. Kedua. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat. dengan kata lain. dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“.mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau di luar masyarakat. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lain-lain. sehingga pameo “Ubi Societas Ibi Ius” (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. Pertama. kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. Ketiga. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. ada juga yang menyatakan kegunaan. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur.

yang dilakukan secara ilmiah. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilan. Perwujudan nilai. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. disebut hukum positif.lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 116 . Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum.

empiris. yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (obyek) tertentu dengan sistematis. netral dan bebas nilai.ci Ilmu selalu tersusun dari pengetahuan yang teratur. metodis. Hukum Moral c. Lebih jauh sains dapat dirumuskan sebagai himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui suatu proses pengkajian dan dapat diterima oleh ratio. Sebutkan dan jelaskan faktor apa saja yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum ?.15.cii 117 .Sos 1. ?. obyektif. artinya mengetahui dan belajar. TEKNOLOGI DAN SENI Oleh : Linda Dwi Eriyanti. Diskusikan dengan teman anda 3 . Teori pertama bertitik tolak adanya hubungan dalil. pengetahuan itu benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan. Jelaskan hubungan antara nilai. Pay Back kembali) b. bahwa pengetahuan itu benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengetahuan itu. rasional. 19. 20. tetapi sains bebas dari pertimbangan-pertimbangan nilai. Kedua. 17. Dalam pemikiran barat. 18. sains memiliki karakteristik yaitu.5 orang tentang permasalahan penerapan hukum (produk dan perangkat hukum) di Indonesia ?. perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. dimana pengetahuan dianggap benar apabila dalil (preposisi) itu mempunyai hubungan dengan preposisi yang terdahulu. Hukum pada dasarnya dibuat untuk di patuhi oleh masyarakat. dan akumulatif. Kata sains diindonesiakan menjadi ilmu pengetahuan. Hukum Positif (pembayaran BAB VII MANUSIA. Apa yang dimaksud dengan : a. Teori ketiga menyatakan. Kesadaran Hukum d. SAINS. Pengertian sains. logis. Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar. umum. Jelaskan perbedaan antara nilai-nilai yang dianut oleh barat dengan nilai-nilai yang dianut oleh timur ?. moralitas dan hukum 16. Jelaskan dengan ringkas tiga fungsi eksplisit dari hukum ?. S. Sains adalah pengetahuan yang sistematis. teknologi dan seni Sains Sains berasal dari bahasa latin Scire. sekalipun diakui berpijak dari system nilai.

teori. serta obyek formal. cipta rencana sistem metode atau proses yang berguna. makna. kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berfikir analitis. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan obyek yang merupakan bahan dalam penelitian. dan deduktif. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan mencapai ilmu 4. Generasi awal Berkembangnya sains modern di Eropa yang dipicu oleh semangat Enlightenment telah menjadi perhatian banyak pemikir sosial abad ke-19. ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan.civ Bagi para sarjana studi sains (science studies). cara pandang. kebenaran pengatahuan. Menarik karena sains adalah karya manusia. meliputi obyek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh. Pengembangan diartikan sebagai penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan produksi bahan-bahan. Menantang karena pengetahuan ilmiah selama ini dipahami sebagai hasil murni kemampuan logika manusia yang lepas dari faktor sosial. sintesis. Selektif. yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya. 118 . sedangkan penelitian terapan adalah untuk menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah. sains adalah produk sosial. ideologi. dan kepercayaan. induktif. Merasa pasti bahwa setiap pendapat. namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali. 3. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dantindakan. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang obyektif 2. sains telah menjadi salah satu kajian dalam karya Karl Marx.ciii Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. Penelitian dasar bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah. di mana manusia itu sendiri adalah spesies yang tidak pernah lepas dari dunia sosial. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada. Ilmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pengetahuan alam. seperti nilai. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineeringnya. Dalam catatan Sal Restivo. Memahami sains melalui dimensi sosial secara epistemologis menarik sekaligus menantang. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran. yaitu sudt pandang yang mengarahkan kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Dimulai dengan pengamatan. dan sebagai apa yang disebut generic meliputi segala usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. Dia diproduksi melalui mekanisme interaksi dan negosiasi yang terbentuk dari suatu sistem sosial yang sarat dengan bentukan-bentukan imajinatif. Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap ilmiah yang meliputi empat hal : 1.

tidak hanya material dan bahasa yang digunakan para saintis dalam mengamati fenomena alam adalah produk sosial. keberadaan para saintis juga merupakan suatu fenomena sosial. Kedua komunisme (bukan dalam makna ideologi). Mertonian vs Kuhnian Munculnya sosiologi sains sebagai suatu disiplin pada awal abad ke-20 banyak dipengaruhi oleh pemikiran Max Weber. pengetahuan ilmiah masih lepas dari analisis sosial. Keempat skeptisisme yang terorganisasi. Bagi Durkheim. Weber sendiri memberi perhatian serius pada keterkaitan antara kapitalisme. atau agama. yakni pengetahuan bersifat bebas nilai dan kepentingan. Belakangan norma sains Mertonian mendapat kritik tajam karena keempat norma tersebut tidak lebih dari representasi ideologi sains itu sendiri. Pertama universalisme. Pemikiran Weber dan Durkheim memberi jalan bagi terbentuknya sosiologi sains sebagai suatu disiplin dalam tradisi akademik di Eropa Barat dan Amerika Utara. Pada satu sisi dia mengkritik sains sebagai alat eksploitasi kaum pemilik modal. yakni kepercayaan bahwa klaim kebenaran lepas dari kriteria personal seperti ras. Dari sini kita bisa melihat bahwa dalam sosiologi sains Mertonian. Ketiga ketiadaan kepentingan. Tesis Merton mengatakan bahwa sains modern hanya dapat tumbuh dan berkembang dalam kondisi sosiokultural tertentu. tetapi di sisi lain dia mendukung penggunaan sains bagi tujuan-tujuan politik kaum proletar. Gagasan besar dalam sosiologi sains Mertonian dapat dirangkum dalam norma sains (norms of science) yang terdiri atas empat nilai fundamental yang membentuk etos sains. Marx bersikap inkonsisten. kebangsaan. Hingga dekade 1970-an. dalam analisis Restivo. Merton menyelesaikan studinya di Harvard pada tahun 1934 dengan disertasi yang menjadi buku berjudul The Sociology of Science. Seperti Marx. Cikal bakal studi sains dibentuk oleh Emile Durkheim dan Max Weber. sains adalah produk kaum borjuis. Sosiologi sains Mertonian berlandaskan pada satu asumsi bahwa sifat dan perkembangan sains ditentukan oleh faktor sosial dan faktor imanen. Robert Merton adalah sosok sentral dalam bidang ini dan dapat disebut sebagai bapak sosiologi sains. keduanya memahami sains dari sudut pandang sosiologis. Beberapa kontribusi terpenting Marx dalam studi sains antara lain pemahaman relasi antara praktik matematika dan sistem produksi. Pada titik ini. konsep-konsep ilmiah yang dihasilkan dalam sains memiliki status representasi dan elaborasi kolektif. Bagi Marx. dan sains modern.Bagi Marx. Protestanisme. yakni bahwa perkembangan pengetahuan muncul dari sikap skeptis kolektif para saintis terhadap setiap pemahaman atas fenomena alam. Yang dimaksud dengan faktor imanen adalah perkembangan logika dalam sains (inner logic). Buku ini menjelaskan relasi antara sains dan institusi sosial di mana sains itu berada. 119 . Karena itu. yakni setiap penemuan dalam sains menjadi milik bersama dalam komunitas sains tersebut. apa yang dilakukan Marx dalam memahami sains berlanjut pada agenda politik untuk melakukan perubahan fundamental dalam sains modern. paradigma Mertonian mendominasi perkembangan sosiologi sains.

pemikiran Emile Durkheim tentang representasi kolektif memberi inspirasi bagi gerakan sosiologi sains pascaMertonian atau yang disebut sebagai the new sociology of science. sesuatu yang tidak dilakukan oleh Merton dan para muridnya. Bagi Kuhn. Model Kuhnian juga dikritik karena mengacu pada revolusi sistem politik modern yang semata-mata terjadi melalui sirkulasi kaum elite. Karena itu. asumsi kultural dan keilmuan. Kuhn memakai istilah revolusi untuk menggambarkan proses invensi dalam sains dan memberi penekanan serius pada aspek wacana ilmiah. barulah pemikiran Fleck mendapat perhatian serius dari para sarjana studi sains. Kuhn masih menerima penjelasan Merton tentang norma sains. Karena itu. revolusi ilmiah dan revolusi politik memiliki karakter yang sama. Orientasi anti-Mertonian bagaimanapun tidak menjadikan Kuhn sepenuhnya bertolak belakang dengan Merton. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 1935 dalam bahasa Jerman. tetapi masuk ke dalam wilayah yang lebih dalam. The Genesis and Development of a Scientific Fact. Ciri kuat dari sosiologi sains baru adalah penggunaan kerangka konstruktivisme. pendidikan dan pelatihan 120 . Persepsi ini lalu menstimulus lahirnya krisis yang menuju pada revolusi dengan tujuan perubahan institusional. khususnya paradigma Mertonian. Lewat buku ini Kuhn melontarkan istilah paradigma yang mengacu pada cara pandang kelompok ilmiah tertentu terhadap suatu fenomena. menerbitkan The Structure of Scientific Revolution. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1979. Kuhn memberi penjelasan alternatif terhadap apa yang dilakukan Merton selama beberapa dekade sebelumnya. paradigma Kuhnian sering diasosiasikan sebagai anti-Mertonian. karya Kuhn memberi kontribusi penting dalam sosiologi sains. Walaupun tidak memiliki latar belakang sosiologi. Genre konstruktivisme Jika Max Weber membuka jalan bagi terbentuknya disiplin sosiologi sains. Karya Kuhn menarik banyak orang karena dia menggunakan model politik dalam menjelaskan perkembangan sains. Studi empiris yang dilakukan Sal Restivo dan Randal Collins tentang paradigma sains Kuhnian menyimpulkan bahwa pola perubahan dalam sains secara substansial berbeda dengan apa yang dilontarkan oleh Kuhn. Thomas Kuhn. Fleck memperkenalkan konsep gaya berpikir (thought style) yang menyerupai konsep representasi kolektif Durkheimian. Gaya berpikir mengacu pada perilaku berpikir. Walaupun telah memicu perubahan dalam pemahaman sains. Konsep konstruktivisme sosial yang menjelaskan produksi pengetahuan ilmiah pertama kali digunakan Ludwik Fleck dalam bukunya. Di sini pengetahuan ilmiah dijadikan obyek analisis sosial. seorang fisikawan yang kemudian berkarier sebagai sejarawan sains. Kuhn sendiri tidak lepas dari kritikan. Sosiologi sains baru tidak hanya mengkaji aspek institusional dalam sains.Pada tahun 1962. sosiologi sains baru sering diidentikkan dengan sosiologi pengetahuan ilmiah (sociology of scientific knowledge). Keduanya terbentuk dari persepsi yang ada di masyarakat bahwa institusi di mana mereka berada sudah tidak bekerja dengan baik.

Penjelasan konstruktivisme sosial dianggap ancaman terhadap integritas. serta minat dan kesempatan. Pickering yang memiliki latar belakang fisika teori menjelaskan secara sosiologis lahirnya konsep quark. Konsep quark lahir dari proses penilaian dan pemilihan teori dan tidak muncul begitu saja dari serangkaian eksperimen. Tetapi. Dalam buku ini Latour dan Woolgar mengungkap budaya dalam laboratorium yang membentuk korespondensi antara kelompok peneliti sebagai suatu jaringan dengan seperangkat kepercayaan. Sains berkembang membentuk cabang-cabang yang kompleks sesuai dengan heterogenitas dalam sistem sosial. sosiolog sains memberikan perhatian tidak semata-mata pada manusia (actant). Konstruktivisme. Permasalahannya. dianggap menafikan apa yang telah dicapai sains dalam memahami fenomena alam. Karena itu. menurut Pickering. Menurut Latour dan Woolgar. perilaku. Kerangka konstruktivisme dalam studi sains telah memicu konflik intelektual antara para saintis dan para sarjana studi sains. realitas quark adalah hasil dari praktik fisika partikel. Latour adalah salah satu penggagas actor-network theory (ANT) yang menjelaskan lahirnya suatu pengetahuan melalui relasi antara masyarakat (konstruktivisme sosial) dan alam (realisme). tapi juga pada benda dan obyek (non-actant) secara simetris. dan otonomi sains. Bagi Bloor. Bersama Steve Woolgar. Dalam ANT. teori. seperti yang dijelaskan oleh Restivo. eksperimen. Dalam Constructing Quarks. Tokoh lain dalam gerakan sosiologi sains baru adalah Bruno Latour. Di lain pihak. pengetahuan dalam sains dapat berbeda mengikuti bentukan sosial. dan keterampilan yang terkait satu sama lain secara kompleks. yang mana kesemuanya membentuk persepsi dan cara menghasilkan teori (theorizing). Dia sangat tergantung pada teori yang menjadi landasannya. Bagi kalangan fisikawan. Hasil studi ini menghasilkan Laboratory Life: The Social Construction of Scientific Facts. dalam suatu laboratorium. yang sering diasosiasikan sebagai relativisme. Eksperimen itu sendiri dapat dipahami secara sempurna karena bekerja dalam suatu sistem yang tertutup (closed system). yakni eksperimen. eksperimen bukanlah suatu sistem yang tertutup. kegiatan observasi bersifat lokal dan memiliki budaya spesifik. dan penilaian. pengetahuan yang sistematis. Latour melakukan studi etnografi di laboratorium endocrinology Salk Institute. Andrew Pickering patut disebut dalam khazanah sosiologi sains baru. Strong Programme adalah salah satu kubu studi sains yang kental dengan pendekatan konstruktivisme. para konstruktivis dalam studi 121 . Tokoh sentral Strong Programme adalah David Bloor. menurut Pickering. quark lahir dari bukti empirik yang didapatkan melalui eksperimen. Karena itu.profesional. sains tidaklah berkembang secara linier seperti yang dipahami secara luas. legitimasi. pemilihan teori sebagai raison d’etre suatu eksperimen tergantung dari penilaian (judgment) para saintis. bukan sebaliknya. Pada titik inilah praktik sains dibangun melalui tiga elemen yang saling mempengaruhi satu sama lain. Diterimanya suatu konsep ilmiah sebagai paradigma tunggal dalam memahami suatu fenomena tidak lain karena adanya faktor dan konteks sosial tertentu yang bekerja dalam proses penerimaan itu.

setiap sistem budaya menghasilkan perbedaan dalam pola pengetahuan. Selama lebih dari satu dekade terakhir. Artinya. Sebagai contoh adalah Strong Programme yang secara epistemologis menggabungkan metode sains dan sosiologi dalam memahami sains sebagai konstruksi sosial. bentuk pertanyaan. bukan sebaliknya. Terakhir. Karena itu. Ketiga. Lenoir menolak klaim Merton tentang universalisme dan disinterestedness dalam sains karena pengetahuan selalu bersifat lokal. Secara antropologis. Asquith mencari heterogenitas dalam sains dengan membandingkan cara pandang. sistem budaya membentuk wacana dalam proses produksi pengetahuan yang selanjutnya mempengaruhi cara pandang dan pola intervensi masyarakat dalam sistem budaya tersebut. Bagi Latour. bentuk kepentingan sosial berbeda dalam setiap sistem budaya. Pertama. Dalam edisi kedua Laboratory Life. dan metode penelitian 122 . para sarjana studi sains dari disiplin ini memberi kontribusi dalam memahami bagaimana pengetahuan dalam sains diproduksi melalui proses pemaknaan dan praktik budaya. Pemahaman budaya dalam sains dijelaskan oleh Timothy Lenoir. Lenoir berargumen bahwa pengetahuan adalah hasil interpretasi di mana obyek pengetahuan dan pengamat (interpreter) tidak berdiri secara terpisah satu sama lainnya. Tidak lama setelah itu tuduhan sebagai “pengkhianat” konstruktivisme ditujukan kepada Latour. Kedua faktor ini senantiasa melekat pada para pelaku produksi pengetahuan (saintis). bentuk-bentuk organisasi sosial dalam penelitian ilmiah yang berbeda secara kultural akan mempengaruhi isi dari sistem pengetahuan. dan dilandasi kepentingan. Catatan Harding di atas mengindikasikan bahwa sains dikonstruksi melalui budaya. sistem pengetahuan terbentuk dari upaya manusia untuk bertahan hidup melalui pemahaman regularitas yang terjadi di alam. Kasus Latour juga tak kalah menarik. Belakangan Latour sendiri menolak untuk disebut sebagai konstruktivis. Asquith melakukan studi komparasi kultural dan intelektual antara primatologi Barat (Eropa dan Amerika) dan primatologi Jepang. Sains dan budaya Memasuki dekade tahun 1990-an. Sandra Harding mengidentifikasi empat jenis elemen budaya yang membentuk inti kognitif dari sistem pengetahuan. parsial. karena alam tidak bersifat seragam (uniformly organized). Hal ini diperkuat oleh pernyataan Bloor sendiri bahwa hanya dengan metode sains. kata social dalam subjudul dihilangkan. Tidak sedikit dari mereka yang mempertahankan metode dan cara pandang dalam sains. Kedua. wacana sistem pengetahuan tidak pernah lepas dari konteks budaya di mana sistem pengetahuan tersebut berada.sains bukanlah antirealisme. regularitas alam yang berbeda yang dialami oleh sistem kebudayaan yang berbeda lokasi akan menghasilkan sistem pengetahuan yang berbeda pula. Studi Pamela Asquith dapat dijadikan satu contoh menarik. studi sains menjadi lebih semarak dengan bergabungnya para antropolog dalam tradisi intelektual ini. sains adalah media untuk memahami masyarakat. Dengan pemahaman sains sebagai praktik budaya. Aktivitas interpretasi adalah praktik budaya yang melibatkan faktor kognitif dan faktor sosial yang saling berimplikasi satu sama lain. para sosiolog dapat memahami sains.

dan personalitas yang ditunjukkan oleh hewan primata yang mereka amati. Pandangan ini “menghalangi” primatologis Barat untuk melihat kualitas mental yang membentuk perilaku sosial primata yang kompleks. pengerjaan eksperimen. Asquith mengamati satu hal yang menarik. Analisis ini menghasilkan pemahaman bahwa dalam proses produksi pengetahuan. Dari studi ini. dan strategi sosial dipahami. sementara primatologi Jepang lebih bersifat sosiologis dan antropormorfis. Karen Knorr-Cetina membandingkan dua praktik sains modern. Perbedaan sistem kepercayaan tentang posisi manusia di dunia ini menjadikan pengetahuan yang dihasilkan oleh primatologis Barat berbeda dengan rekan sejawatnya di Jepang. sistem klasifikasi.primatologi di kedua sistem budaya tersebut. Perbedaan ini berdampak pada perbedaan pengetahuan yang dihasilkan dalam kedua tradisi primatologi tersebut walaupun mereka mengamati obyek yang sejenis. dan relasi antara tubuh dan mesin secara kultural berbeda antara praktik fisika partikel dan biologi molekuler. Pada studi ini. prosedur empirik. Knorr-Cetina mengungkap perbedaan struktur simbolik dari kedua bidang ilmiah tersebut. Adapun di Jepang. relasi antara waktu dan ruang. perasaan. Sains dan Studi Sains 123 . dan proses pengambilan keputusan. Primatologi Barat cenderung bersifat fisiologis. Traweek mengamati bagaimana nilai budaya direpresentasikan melalui model organisasi sains. setidaknya studi Traweek menunjukkan bahwa nilai budaya melekat erat pada sistem organisasi ilmiah. organisasi laboratorium dan kelompok. Studi komparasi kultural juga dilakukan Sharon Traweek yang membandingkan praktik fisika energi tinggi di Amerika Serikat dan Jepang. Hal ini membuat primatologis Jepang memberi perhatian serius pada atribut motivasi. yaitu fisika partikel dan biologi molekuler. Knorr-Cetina mengatakan bahwa sains modern tidaklah menyatu seperti yang diklaim kaum positivis. Traweek melihat nilai individualisme dan persaingan yang melandasi sistem organisasi riset Amerika. hanya manusia yang memiliki jiwa. Melalui studi komparasi silang disiplin ini. Walaupun Traweek tidak menjelaskan apakah perbedaan nilai budaya ini mempengaruhi pengetahuan yang dihasilkan. dan cara di mana strategi epistemik. Perbedaan dalam nilai budaya ini terefleksi dalam banyak hal yang mencakup proses pembelajaran dan pengajaran. Sebaliknya. Dari hasil studinya selama beberapa tahun di laboratorium-laboratorium di Eropa dan Amerika Utara. sistem kepercayaan masyarakat Jepang mempercayai bahwa setiap hewan memiliki jiwa. proses tanda. Struktur simbolik ini terepresentasi melalui cara pendefinisian entitas. Jika Asquith dan Traweek mengamati praktik sains dalam dua sistem budaya. Jika Asquith mencari pengaruh budaya terhadap bentuk pengetahuan. nilai-nilai komunalisme dan kerja sama sangat dominan. Knorr-Cetina mengamati bagaimana fragmentasi dan diversitas dalam sains modern membentuk dua budaya pengetahuan (epistemic culture) yang berbeda dalam aspek cara mengetahui (machineries of knowing). Dalam pandangan Kristen yang mempengaruhi para primatologis Barat. gaya kepemimpinan.

di mana obyektivitas dan realisme agensi dalam produksi pengetahuan memiliki posisi yang sama pentingnya. apa yang dihasilkan dalam studi sains sedikit banyak telah mempengaruhi perjalanan sains secara dinamis. Karena itu Haraway menawarkan praktik difraksi. studi sains tidak berarti apa-apa. melainkan bagai suatu tanaman bercabang-cabang yang tumbuh di atas tanah sosial. Haraway menolak relativisme sekaligus universalisme yang diklaim para saintis. sains pun telah memberi banyak kontribusi bagi studi sains untuk tumbuh dan berkembang sebagai suatu disiplin. Haraway berargumen bahwa obyektivitas dalam sains tidaklah tunggal. teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains. apakah studi sains menawarkan relativisme? Donna Haraway memberi jawaban menarik.Konsep dan teori yang dikembangkan dalam studi sains berangkat dari pemahaman sains sebagai institusi sosial dan pengetahuan ilmiah sebagai produk sosial. studi sains telah memberi kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang sains dan relasinya dengan masyarakat. Tanpa menafikan apa yang telah dihasilkan sains bagi umat manusia. Kepercayaan bahwa hanya ada satu cara melihat alam justru melawan hakikat manusia sebagai makhluk multikultural. Selama beberapa dekade. Dalam sudut pandang budaya. rigid. Haraway mengajak kita untuk menggunakan domain budaya lain dalam sains yang selama ini termarginalisasi oleh dominasi narasi budaya Barat. Sebaliknya. Ini merupakan implikasi politis yang tidak dapat dihindari. Dalam perspektif ini. dan berkembang secara linier. Ketergantungan masyarakat kontemporer terhadap sains telah menempatkan sains pada posisi sakral dan bersifat ideologis. studi sains memberi penyadaran kepada diri kita bahwa sains adalah hasil karya manusia dalam berinteraksi dengan alam. Melalui pemahaman ini. Pemahaman sains melalui dimensi sosial yang ditawarkan studi sains berdampak pada demistifikasi sains secara institusional ataupun epistemologikal. Hawaray menginginkan adanya suatu budaya sains yang lebih kompleks dan beragam tanpa harus menjadi antirealisme. Sains bukanlah sekumpulan ayat-ayat suci yang turun dari langit. Dalam kenyatannya teknologi tidak 124 . Pemahaman dimensi sosial sains dapat menjadi lensa untuk melihat bahwa pengetahuan tidaklah tunggal dan monolitik. Lepas dari konflik antara para saintis dan sarjana studi sains dalam episode Science Wars.cv Teknologi dan Seni Istilah teknologi sebenarnya sudah mengandung sains dan teknik atau engineering sebab produk teknologi tidak mungkin ada tanpa didasari sains. sains tidak lagi muncul sebagai suatu entitas yang integratif. Karena tanpa sains. Pengetahuan ilmiah adalah wujud kreativitas dan imajinasi manusia dalam memahami ruang dan waktu di mana dia berada. Ini yang disebut Ron Eglash sebagai obyektivitas ganda (multiple objectivity). studi sains membuka suatu jendela baru di mana kita bisa memandang perkembangan sains dari perspektif yang lebih luas. Lalu. Mistifikasi sains yang begitu kental dalam masyarakat ini memungkinkan praktik hegemoni kekuasaan dan kepentingan bersembunyi dengan rapi di balik jargon-jargon ilmiah.

karena sains tanpa teknologi bagai pohon tanpa buah. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. Fenomena teknik pada masyarakat kini. tetapi teknik. Artificial. Jacques Ellulcvii tidak menyebut teknologi. sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak 125 . artinya dalam hal metode. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin. Teknologi. bahkan dapat menguasai kebudayaan Otonomi. teknologi.cvi Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia mnejadi lingkup teknis. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. atau bahwa keseluruhan efek yang berbeda itu lahir dari sebuah teknologi yang sama. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan Monisme. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.bisa netral karena memerlukan sentuhan estetika yang bersifat subyektif. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Dalam pandangan ini. dan saling bergantung Universalisme. yang seharusnya menjadi perhatian ilmu sosial adalah pengaruh teknologi bagi masyarakat. metode. Batasan ini bukan bentuk teoritis. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teknologi tidak terlepas dari masyarakat. Secara konvensional. yang disebut sebagai seni. melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktifitas manusia. Ini sejalan dengan pendapat determinisme teknologi yang dihubungkan dengan beberapa bentuk Marxisme : teknologi amiliki kapasitas untuk menentukan jalannya evolusi sejarah. Demikian pula dengan teknik mampu mengeliminasi kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis. teknologi telah menjadi pusat perhatian ilmu sosial dan melihat dampaknya terhadap masyarakat. dan bahwa tesis dari kelompok determinis dapat dijatuhkan oleh banyak sekali contoh dimana efek teknologi yang menyimpang dari yang dikehendaki semula. tidak alamiah Otomatisme. 2. Pandangan ini melahirkan pendapat bahwa evolusi teknologi adalah sebuah proses dimana perkembangan-perkembangan baru diilhami oleh penemuan (teknis) yang telah ada. artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan. tetapi perolehan dari aktifitas masing-masing dan observasi dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Makna Sain. menurut Sastrapratedjacviii memiliki cirri-ciri sebagai berikut : Rasionalitas. meskipun arti dan maksudnya sama. atau secara lebih spesifik. artinya semua teknik bersatu saling berinteraksi. dan Seni Bagi Manusia Sains dan teknologi saling membutuhkan. atas dampaknya pada tenaga kerja dan organisasi. bahwa ‘masyarakat’ juga bisa mempengaruhi jalannya perkembangan teknologi. atau prosedur untuk memproleh hasilnya. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha.

Pendekatan yang terakhir inipun tidak melangkah terlalu jauh dalam menangkap proses-proses dan kekuatan-kekuatan 126 . menganggap kemajuan teknnologi paling tidak secara sebagian ditambahkan dalam investasi tetap yang baru. yang kemudian mulai menurun seiring dengan tercapainya kematangan industri. sebagai pelengkap dari kemajuan teknologi. salah seorang ahli ekonomi terkemuka yang meletakkan kemajuan teknologi dalam analisisnya. Residu ini biasanya besat dan secara implisit mempersatukan factor-faktor seperti pendidikan dari angkatan kerja dan keahlian manajemen yang memberi sumbangan bagi perbaikan efisiensi. Sedangkan tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. Dalam pendekatan ini perubhan teknologi benar-benar ‘dilepaskan’ yaitu dianggap tidak berkaitan dengan variable-variabel ekonomi yang lain.berakar. Jadi fungsi sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan menempatkannya kedalam suatu system yang logis. Pabrik dan mesin-mesin membawa perbaikan produktifitas dan hasil dari kemajuan teknologis tergantung pada tingkat investasinya. Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia. Schumpeter.factor-faktor yang telah terbukti berhubungan dengan perubahan besar dalam struktur ekonomi di negaranegara maju sejak terjadimya revolusi industri. buka penyebabnya. sedangkan fungsi seni memberi semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. bahan-bahan sintetis dan elektronik pada abad 20. Beberapa komentar mengatakan bahwa sistem teknologi baru adalahpenyebab utama terjadinya gelombang naik. Namun upaya-upaya analitis dan pemahaman di bidang ini sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. telah diperbaharui. yang digunakan secara luas pada awal 1970-an. Aliran yang disebut model capital vintage. dan bentuk-bentuk organisasi atau produksi baru. mobil. inovasi. dan aktivitas kewirausahaan. menekankan pentingnya produk-produk. yang digambarkan dengan tepat oleh Freemancix sebagai sistem teknologi. model pertumbuhan neoklasik tradisional menganggap kemajuan teknologi sebagai bagian dari factor residu dalam menerangkan peningkatan output. pemikiran bahwa teknologi pasca kapitalis maju sedang menghadapi gelombang panjang periode bolak-balik antara kemakmuran dan stagnasi. Teknologi bagi Perkembangan Sosial dan Ekonomi Pentingnya teknologi bagi perkembangan sosial dan ekonomi tidak diragukan lagi. setelah mempertimbangkan efek-efek perubahan dalam volume dari factor-faktor produksi. ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. Pada level ekonomi makro. Sementara ahli ekonomi lain mengatakan bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah konsekwensi. Sejak permulaan masa pasca resesi 1973. sedang terjadi perdebatan mengenai arah dari kausalitas dari hubungan-hubungan statistic yang diamatiantara pertumbuhan industri dan langkah inovasi teknis. tergantung pada interaksi dari penemuan. proses. Hal ini untuk sebagian disebabkan kompleksitas proses perubahan teknologi serta kesulitan dalam menemukan pengukuran dan definisi yang tepat. yang masing-masing menerjang bergantian dalam waktu sekitar 50-60 tahun. Munculnya industri-industri besar seperti baja dan kereta api pada abad 19. Diluar literature.

Pengukuran kegiatan inovatif dan penemuan mengalami banyak kesulitan. yang punya kemungkinan dianggap sebagai penemuan. lalu diikuti oleh periode penyebaran. Jika sebuah penemuan sukses. dipakai secara komersial . Selepas periode pasca perang. atau sebuah prosedur baru dalam pengolahan produk yang telah ada. pemerintah semakin mengakui pentingnya mencapai atau mempertahankan daya saing internasional atas teknologi. Pada tahun 1970-an industri mulai mengalami kematangan dengan terjadinya penurunan permintaan dan laju perkembangan teknologi. Penemuan-penemuan lebih lanjut dan penyebarannya secara besar-besaran ke seluruh dunia terjadi setelah PD II. Ukuran-ukuran input mencakup pegawai yang dipekerjakan serta pengeluaran financial. Ukuran-ukuran output dari penemuan meliputi statistic paten. Model evolusioner yang dipimpin oleh Nelson dan Winter berusaha menggali kondisi dimana entrepreneur akan berusaha memakai teknik-teknik yang telah disempurnakan. Munculnya Jepang sebagai kekuatan ekonomi besar sebagian besar disebabkan oleh kebijakan yang secara sadar berusaha mengimpor teknologi modern asing serta menyempurnakannya di dalam negeri. Dalam banyak kasus. dipakainya ide itu untuk pertamakalinya secara komersial. Freeman menggambarkan proses ini dengan kasus plastic. tetapi ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati mengingat adanya perbedaan dalam kecondongan untuk mematenkan antara perusahaan-perusahaan. dengan dibantu oleh terjadinya pergeseran dari batu bara ke minyak sebagai bahan baker industri. Seringkali pada tahap inilah terjadi benturan ekonomi yang dahsyat. jika diyakini memiliki potensi permintaan pasar. yaitu. Penemuan bisa berupa produk baru atau penyempurnaan dari produk sebelumnya. dan secara tidak langsung atas penemuan sejumlah produk baru pada tahun 1930-an. dengan menggunakan beberapa indicator bisa dipakai sebagai landasan perbandingan antar industri atau antar negara. Kebanyakan negara memiliki cara yang berbeda dalam mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dan mempergunakan teknologi baru. dengan persepsi yang berbeda tentang amankan mereka dengan perlindungan paten. Perdebatan tentang bagaimana teknik-teknik baru ditemukan dan dipakai biasanya terjadi pada level kajian kasus ekonomi mikro. dimana karya riset ilmiah dasarnya di Jerman pada awal tahun 1920-an atas molekulmolekul rantai panjang langsung menghasilkan polystyrene dan karet styrene. Tetapi pendekatan-pendekatan semacam ini baru memasuki masa awal perkembangannya. tetapi setelahnya penekanannya telah bergeser kearah karya ilmiah dan teknologi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. dimana perusahaan lain memakai atau memodifikasi inovasi tersebut dan memasarkan produk atau prosesnya. industri. negara.dimanateknik-teknik baru diserap ke dalam sistem produksi. dan kebijakan untuk melatih tenaga kerja 127 . pada abad 19 seorang innovator seringkali adalah seorang independent. Meskipun terdapat keterbatasan. penemuan ilmiah membuka jalan bagi penemuan-penemuan lain yang. meskipun ada kesewenangan dalam mendefinisikan perbatasan antara tindakan riset dan perkembangan. Penggunaan sejumlah inovasi sebagai ukuran output biasanya membutuhkan beberapa penaksiran dari nilai ‘penting’ relative dari inovasi itu masing-masing. dan perbedaan dalam perundangan paten nasional.

senetara potensi terpendam computer dulunya sangat diremehkan. Atas dasar itu ilmu ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) yang tingkat kebenarannya mutlak (absolute).cx Alvin Tofflercxi mengumpamakan teknologi sebagai mesin yang besar atau sebagai akselerator yang dahsyat dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya.dalam menggunkan teknik-teknik baru tersebut. Potensi penghematan biaya dari tenaga nuklir telah didramatisasi seperti yang disinggung di atas. manusia diberi kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang salah. teknologi. seperti pendidikan. Dengan potensinya. dan obat-obatan. olehraga. di mata pemerintah dan juga di mata serikat perdagangan. Manusia Sebagai Subyek dan Obyek Ipteks Sumber ilmu adalah wahyu sedangkan akal merupakan instrument untuk menggali dan membuktikan kebenaran wahyu. yang hasil pengembangannya disebut sains. dan militer. Dengan teknik mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia. manajemen. kerja. terlebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi. Contohnya dalam organisasi negara. pemerintahan. Dalam konteks ini perhatian diberikan terutama pada teknologi mikro elektronik dan ketakutan bahwa teknologi ini bisa memperburuk permasalahan pengangguran yang biasanya datang setelah ketakutan-ketakutan akan konsekwensi tertinggal dalam bidang teknologi. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. 3. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. 2. hiburan. Manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. teknik meliputi bidang ekonomi. dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) yang tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative) karena hanya penafsiran dan dugaan-dugaan sementara oleh manusia. teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi. Pada masyarakat teknologi. Bahkan ilmu ekonomi sendiri terserap oleh teknik. Ramalan-ramalan tentang dampak teknologi baru sangat tidak dapat dipercaya. maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. bagi seorang teknisi. hukum. manusia dapat menggali rahasia alam semesta. Dengan potensi akal. Apapun yang terjadi bisa dikatakan bahwa kemajuan teknologi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan-lahan sampai akhirnya manusia takhluk pada teknik. Luasnya berbagai bidang teknik digambarkan Ellulcxii sebagai berikut : 1. karena bersumber dari Tuhan. dan seni. negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat tetapi dianggap perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. teknik meliputi bidang manusiawi. 128 . 3.

Perubahan ruang dan lingkungan manusia. menit. lingkungan hidup menderita dan menunjukkan tanda-tanda setengah binasa. atau keluarganya meninggal. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak dan pola komunikasi manusia. pohon-pohon atau gunung secara langsung.lingkungan manusia menjadi terbatas. tidak berhubungan dengan padang rumput. yang terasa menyesakkan nafas dan melemahkan badan. sifatnya alamiah dan kongkret. tidak dapat begitu saja meninggalkan pekerjaannya. Manusia satusatunya makhluk Tuhan yang mampu merangkaikan fenomena alam beserta prosesnya secara kreatif. 3.F Schumachercxiii. manusia hanya membentuk masyarakat massa. Fenomena Pengaruh IPTEK Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknologi muncul fenomena diantaranya : 1. Krisis Dunia Modern Menurut E. sifat kemanusiaan berontak terhadap pola-pola politik. Keadaan tertekan demikian akan menghilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. sedemikian rupa sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya alam tersebut. sehingga menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemudahan dalam menjalani hidupnya. Waktu hanya mempunyai kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi atau sosial. dalam Kecil itu indah. dan teknologi yang tidak berperikemanusiaan. tetapi manusia itu sendiri tidak hadir di dalamnya. pantai. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. karena akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. sehingga sinar matahari pagi hari tidak sempat lagi menyentuh kulit manusia. penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan. Kedua. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat 129 . sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran.Manusia diciptakan sebagai subyek dan obyek IPTEKS. dan detik. organisasi. Ketiga. dunia modern yang dibentuk oleh teknologi menghadapi tiga krisis sekaligus. Pertama. Sebelumnya waktu diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia. Contoh yang sederhana manusia dalam hal makan atau tidur tidak ditentukan lapar atau mengantuk. seperti bahan baker. Manusia mengalami ketegangan akibat penyerangan teknik-teknik mekanisme teknik. 2. Contoh pada sistem industri ban berjalan. Peleburan manusia dengan mekanisme teknik menuntut kualitas manusia. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat maka akan muncul kegoncangan. tetapi diatur oleh jam. Teknik telah mengubah lingkungan dan hakekat manusia. 4. Manusia melebur dengan mekanisme teknik. yang ada hanyalah bangunan tinggi yang padat. artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. buruh yang sakit. Terbentuknya masyarakat massa Akibat teknik. fosil. Situasi tertekan. sehingga irama kehidupan harus tunduk pada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusiawi dan sosial. Perubahan waktu dan gerak manusia Akibat teknik manusia terlepas dari hakikat kehidupan.

tetapi poerlu memanusiakan teknik. perubahan dibidang intelektual. Ketiga tahap ini merupakan siklus yang menimbulkan bermacammacam ide kreatif baru sehingga merupakan reaksi berantai yang disebut proses perubahan. khususnya dalam empat bidang berikut : a. kemudian dicari semacam kekebalan diplomatic 130 . Accelerasi dan Trancience Dalam hal akselerasi. yaitu ide kreatif. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat. Kondisi sekarang sering manusia menjadi obyek teknik dan harus selalu menyesuaikan diri dengan teknik. maka masyarakat atas dapat mengidap penyakit ‘progeria’. Alvin Tofflercxiv menyatakan saat ini negara-negara teknologi maju telah memasuki tahap superindustrialisme. setidaknya melakukan reaktualisasi b. penerapan praktisnya. 5. perubahan tersebut seolah-olah tidak dapat dikendalikan lagi. Melalui teknik bukan berarti menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. yaitu kegagalan adaptasi dan penggantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknik. Proses ekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. Teknik-teknik manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. dan difusi atau penyebarannya dalam masyarakat. Padahal individu membutuhkan hubungan sosial. masyarakat meninggalkan kebiasaankebiasaan lama atau kepercayaan-kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan dan kepercayaan baru. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. apabila masa depan itu menyerbu masa kini dengan kecepatan yang terlampau tinggi. tempat proses perubahan itu tidak dapat dipandang normal lagi. 4. bebas dari tekanan-tekanan.secara ideologis. yakni tingkat menua yang lanjut sekalipun secara kronologis usianya belum tua. Struktur sosiologis missal dipaksakan oleh kekuatankekuatan teknik dan kebijaksanaan ekonomi (produk industri). Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini.terjadi neurosa obsesional atau gangguan syaraf menurut beberapa ahli. perubahan dalam organisasi-organisasi sosial yang mengarah pada kehidupan politik c. politik atu persaingan kelas. melalui inovesi teknologi tiga tahap. Pembangunan dan Perkembangan Ipteks Pengaruh IPTEK pada tatanan kehidupan masyarakat Perkembangan IPTEK yang sedemikian pesatnya mampu menciptakan perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada tatanan kehidupan masyarakat. Dengan semakin meningkatnya teknologi. perubahan di bidang industri dan kemampuan di medan perang. perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya d. yang melampaui kemampuan manusia. Bagi masyarakat semacam itu. Teknik harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. dan tercapailah akselerasi ekstern maupun intern (psikologis) yang merupakan kekuatan sosial yang kurang mendalam dipahami.

131 . artinya jelas. Demikian pula pandangan terhadap teknologi harus menekankan pada keserasian antara teknologi dengan kepentingan manusia dan integritas ekosistem. Toffler juga menyatakan ada kekuatan lain yang dapat mengubah wajah dan eksistensi manusia selain akselerasi. Counter play normative Untuk itu semua diperlukan counter play yang bersifat normative bagi manusia. namun hakekat sistemnya sendiri telah banyak mengalami perubahan. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir segala bidang aktifitas manusia. Akselerasi perubahan secara drastic dapat mengubah mengalirkan situasi. organisasi ada kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan. organisasi. beserta proses pembuat keputusannya. yaitu suatu penderitaan fisik dan atau mental yang timbul apabila sistem adaptif fisik dari organisme manusia itu. dan lebih sementara. ditambah dengan factor waktu. keadilan. melainkan bersifat dangkal dan terbatas’ secara kiasan terdapat ‘orang yang dapat dibuang’. menjadi sementara. yaitu transience (keadaan bersifat sementara). Masyarakat menurut transience. hendaklah mulai berfungsi dalam situasi manusia yang kongkret. terlampau banyak dilewati daya dukungannya. tempat. menyangkut hal urgen. Manusia dapat kehilangan individualitasnya dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar. Benda : hubungan “manusia-benda” tidak awet dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. 2. dan perikemanusiaan.terhadap perubahan. baik hubungan formalnya maupun informalnya. Hal ini dapat berlangsung dengan cara : . 4. manusia. hubungan ‘manusia-manusia’ pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar. menusia.memberikan banyak alternative pilihan teknologi . langsung dapat dilihat. Hubungan ‘manusia-organisasi’ pun seolah-olah mengalir dan beraneka ragam. lebih rapuh. dan biosfer agar ekosistem terpelihara. yaitu benda. Kontak antar manusia tidak menyagkut secara keseluruhan personalitas. Secara kiasan tempat pun seolah-ilah cepat terpakai habis. dibagi kedalam dua kelompok. tidak berbeda dengan minuman atau makanan dalam kaleng. mesin-mesin. berpijak pada kenyataan. ide. high transience dan low transience. masyarakat amat mobil dengan ‘nomad baru’. membentuk kerangka pengalaman sosial. 5. Transience merupakan alat kasar yang berguna dalam mengukur laju mengalirnya situasi. Eksplorasi mengenai kehidupan masyarakat high transience menghasilkan : 1. jarak fisik semakin tidak berarti. dan menjembatani teori-teori sosiologis tentang perubahan psikologi insasi perseorangan. organisasi.adanya interaksi yang serasi antara manusia. Tuhan. Bandingkan misalnya vulpen yang bertinta yang permanent dengan ball point yang dibuang setelah habis. 3. hubungan ‘manusia-ide’ bersifat sementara karena ide dan image timbul dan menghilang dengan lebih cepat. dan ide. Tak mustahil pula akan timbul future shock atau kejutan masa depan. tempat : hubungan “manusia-tempat” menjadi lebih sering. Hubungan lima komponen itu.

hingga tumbuhan dan organisme yang dimodifikasi secara genetic. Globalisasi dan Kemiskinan Wajah Mendua Teknologi Ketika teknologi belum dikenal dalam alam budaya tradisional. dan efek rumah kaca. Pada 19 Mei 1994. baik bagi penggunanya maupun orang lain. roda itu melindas sisi-sisi yang lain. kini pangan (tomat transgenic) yang disintetiskan. Caranya dengan ‘membalik’ rengkaian rantai genetic sehingga tomat ‘diperintah’ untuk tetap awer. diberi ijin oleh badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) untuk memasarkan sayuran jenis baru bernama Falvr Savr. sampai meledaknya reactor nuklir. atau banjur dan tanah lonsor yang penyebabnya bukanlah bencana alamiah semata. satu perusahaan bioteknologi modern. namun diharapkan tetap akarab dengan lingkungan. Itulah kenapa ia disebut ‘transgenik’ karena secara genetic. kecelakaan mobil. IPTEK. tetapi jelas pula bahwa ia bukan ‘hewan’ atau ‘bakteri. Ketika teknologi mendorong menggelindingnya roda globalisasi. bobolnya rekening bank. sisi lainnya adalah keterasingan (alienasi) yang semakin besar antara manusia dengan teknologi yang diciptakannya sendiri.. Fakta adanya gen bakteri dalam tomat itu membuat tomat tidak bisa lagi sepenuhnya dikatakan ‘tumbuhan’. hingga kadang nampak alamiah seperti pemanasan global yang kini diributkan. seperti banjir. hybrid. pupuk kimia. Untuk menstabilkan.. Sesudah pakaian (nilon) dan barang produksi (plutonium). Namun ketika teknologi menjadi bagian dari hidup manusia modern. Dia menempatkan tomat transgenic dalam satu deret bersama nilon dan plutonium yang terbukti sudah mengubah sejarah manusia dalam menggunakan bahan-bahan sisntetis. ekonomi.inim pestisida. tsunami. cxv Demikian kompleksnya resiko ini. yaitu resiko yang melekat pada teknologi. penggunaan m. . baik langsung maupun tudak langsung.Teknologi harus baik secara termodinamis demi tercapainya keseimbangan energi. Flavr Savr adalah tomat yang sudah dimodifikasi secara genetic. sehingga menjadi lebih awet. Calgene Inc. hilangnya file karena virus. artinya. Sayangnya gen yang dibalik ini tidak stabil. disisipkanlah satu gen bakteri. pesawat. yaitu. Kelebihannya adalah bahwa prose situ memungkinkan produksi lebih tinggi. walaupun bisa menggunakannya. ada resiko lain yang muncul. Ada argument bahwa Bioteknologi mencakup budidaya selektif. Donna Haraway (1997)cxvi mencatat tangga 19 Mei itu sebagai hari yang akan mengubah perjalanan hidup ilmu pengetahuan dan masyarakat. bukan sebaliknya.Teknologi harus menopang hidup manusia. Argument lainnya adalah penyelamatan keragaman hayati dan 132 . gempa bumi. orang hidup hanya kawatir akan resiko yang berasal dari alam (eksternal). juga bagi lingkungan. Satu sisi adalah manufactured risk. dan ekologi. yang disebut sebagai resiko alamiah. Giddens (1999) menyebutnya sebagai manufactured risk. gen yang dipunyai sudah melintasu gen tumbuhan. kita tidak kemudian berarti paham bagaimana sebenarnya teknologi itu brkrtja dan apa dampak-dampaknya.

Demikian pula Michael Chricton yang terkenal dengan fiksi ilmiahnya. Keanekaragaman hayati treancam hilang. Untuk itulah dibutuhkan tomat dan sayuran lain yang awet. dan udara. memimpin.. perkembangan bioteknologi ini sebagian besar didominasi oloeh perusahaan besar multinasional seperti halnya industri software. telah sejak lama memilih mengembangkan sumber daya manusia dan bidang jasa. Salah satunya lewat sistem pendidikan yang tidak hanya dwibahasa. ait. dalam dunia datar dimana manusia sedemikian mudah bermigrasi yang diperlukan adalah manusia yang bisa mengelola. Pertama. sapi perah yang menghasilkan susu lebih banyak. juga tanaman dan ternak yang lebih cepat menghasilkan panenan. Bioteknologi pada ujungnya memang mengubah pertanian dari ‘proses produksi untuk konsumsi’ menjadi ‘produksi untuk perdagangan’.percepatan proses evolusi tumbuhan lewat seleksi karakteristik gen yang baik dan dominant. membuat novel berjudul Prey (2002) tentang sisi lain kemajuan teknologi nano. tetapi tetap tak terelakkan proses perpindahan dan bahkan mutasi gen antar tumbuhan transgenic Kedua.’ Globalisasi serta perkembangan Iptek yang luar biasa telah membuat dunia serba terbuka. Untuk tujuan-tujuan itulah Fukuyama cxvii menyebut bahwa bioteknologi nampaknya lebih mengabdi kepada kepentingan dagang daripada sains. Bandingkan dengan Indonesia yang sampai sekarang hanya mampu mengirim sumberdaya manusia tingkat pembantu dan buruh. Hollywood melalui film-film futuristiknya juga berulangkali menggambarkan kondisi masa depan dimana robotpun bisa berperasaan dan berpikiran independent. pertanian modern yang bersifat monokultural sangat rawan terhadap masalah lingkungan. Para pakar bioetika boleh saja terus mempertanyakan klaim alamiah vs non alamiah dari tumbuhtumbuhan sejenis Flavr Savr dan bahkan binatang yang dikloning.teknologi komunikasi elektronik yang serba segera ini bukan sekedar alat untuk menyampaikan berita dan informasi secara cepat. Perusahaanperusahaan ini mendominasi pasar dan tentu busa dipahami jika mereka membangun visi global di industri pertanian dan pangan. Contoh lain adalah India yang sudah lama menguasai pangsa pasar sumberdaya di bidang teknologi informasi. Ia mengubah selueuh hidup kita sampai yang sekecil-kecilnya. dibutuhkan ayam potong yang lebih besar. sekaligus mudah beradaptasi dalam budaya berbeda. Muncullan efek domino manufactured risk yang makin hari makin bertambah panjang proses genetisasi memang mencakup lokalisasi mutasi gen. Singapura yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam misalnya. Ekosistem menjadi lebih rentan pada hama dan penyalut. Sosiolog ternama Anthony Giddenscxviii pernah berujar ‘……. 133 . Namun hanya yang siap yang bisa meraih kesempatan. dan Filipina dibidang akuntansi. Kelalaian menjalankan prosedur operasional di laboratorium ternyata mengubah teknologi yang dipuja menjadi bencana. Mereka sadar betul. Demikian juga dengan bahaya kerusakan dan pencemaran tanah. Tentu saja hal positif ini hanyalah separuh dari cerita karena ada hal lain yang tidak bisa diabaikan. Disamping persiapan sumber daya manusia. tapi juga dwikultural sejak SD. Teknologi informasi.

Kehadiran kawat nano juga membuat computer makin kecil. material. Fenomena di Indonesia 134 . Ibaratnya sehelai rambut ukuran materi nano dibayangkan sebagai rambut yang dibelah 50. Amerika dan Singapura terus mengembangkannya. juga 16 dari 20 industri peralatan medis dan 7 dari 10 perusahaan piranti lunak. John B Mahaffie. keempatnya adalah teknologi informasi. Ditengah gegap gempita perkembangan inilah bangsa Indonesia harus siap berkompetisi. Tahun 2030 berbagai penyakit bisa disembuhkan sehingga hidup manusi diasumsikan kian sejahtera. sebaliknya Amerika Serikat. Dalam waktu hamper 10 tahun sudah 915 mahasiswa dikirim untuk program doctor.000. Caranya dengan menggratiskan sekolah menengah awal 1960-an sehingga anak-anak kelas bawah bisa mengakses pendidikan dan kemudian menggratiskan pendidikan tinggi sejak tahun 2996. dan Lebanon mengabaikan sumber daya manusia. Begitu Taiwan berupaya menghapus buta sains dan membebaskan ujian masuk universitas. Mengapa? Jawabannya pengelolaan sumber daya manusia. dan Andy Hines dalam bukunya 2025 : Scenarios of US and Global Society Reshaped by Science and Tecnology yang diterbitkan Oakhill Press (1996) sebagai kunci pendorong perubahan sampai 2025. Irlandia dalam waktu kurang dari satu generasi berhasil menjadi negara kaya di Eropa. namun perjalanan sejarah menunjukkan masih ada jalan terang. Meksiko. Kamboja. peraih nobel Fisika dari China. namun dengan kemampuan 10 – 100 kali lipat sekarang. atau Lebanon yang makmur pada tahun 19601n. Kini sembilan dari sepuluh perusahaan farmasi terbesar dunia memiliki pabrik disana. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pula yang kini ditempuh Taiwan. Teknologi nano pula yang telah mempengaruhi empat ilmu pengetahuan dan teknologi yang disebut Joseph F Coates.Teknologi nano Teknologi nano sebenarnya merujuk pada suatu materi yang berukuran -9 meter atau satu dibagi semiliar meter. Peru. Tahun 2013 -2019 teknik pengobatan akan berubah total d berkat teknologi nano dalam wujud biologi molekuler. sedangkan Jepang. massa kritikal yang berpendidikan berkembang pesat. Mereka dikirim keluar negeri melalui program yang dipelopori oleh Tsung Dao Lee. dengan kemampuan manusia merekayasa materi sekecil itu tentu saja banyak sekali dampak perubahannya. misalnya dikembangkan superchip yang bila dipasang pada ban atau kulkas. Demikian juga Peru dan Meksiko yang sangat mencengangkan pada tahun 1500. tahun 1200 termasuk negara terkaya. dan Singapura yang dulu miskin kini menjadi negara kaya yang mempengaruhi dunia. China pada tahun 1980-an menyeleksi mahasiswa-mahasiswanya yang berbakat fisika. Kamboja misalnya. sehingga ban yang kurang angin atau kulkas yang terlalu penuh akan memberi tanda. Disamping fisikan negara ini juga mengirim ribuan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ke berbagai negara. makin hemat energi. Meski kondisinya terngah terpuruk saat ini. lalu membangun sistem pendidikan dan riset begitu pulang ke negaranya. genetika dan energi. Irlandia dan China. Jepang. Tahun 2006-1008.

Di Taiwan misalnya. lulus S1 pada usia 16 tahun. Ketiga. Sayang sekali potensi yang baik ini belum dieksplorasi dengan baik. memperbaiki kesejahteraan guru dan memberi kesempatan belajar seluas-luasnya sehingga bisa mendoromg anak-anak pintar memilih profesi guru. Pencarian anak berbakat juga bisa dilakukan dengan memperbanyak kegiatan lomba sain dan matematika. menjadi guru sangat diminati karena gaji guru yang bekerja hingga pukul 15. dan menjualnya dengan harga sangat murah. dalam kurun waktu 12 tahun telah mengirim 70 siswa yangberasal dari berbagai daerah. 5. Masalahnya. Ada yang PhD pada usia 23 tahun. Mereka yang menang ditampung di pusatpusat pelatihan khusus sehingga kemampuannya makin terasah. Selain itu seharusnya masih ada 250.01 %) yang ber-IQ diatas 160 sekelas Albert Einstein. Indonesia bisa mencontoh Kazakhtan yang tiap tahun mengirim 3000 siswanya keluar negeri. bila jumlah penduduk Indonesia diasumsikan 250 juta. menyebarkan hingga ke pelosok.00 sama dengan insinyur yang bekerja hingga pukul 21.000 (0. Dampak Penyalahgunaan Ipteks Bagi Kehidupan Konsekwensi negative yang tidak diharapkan dari pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan reaksi romantis yang mengajak kembali kea lam yang berbeda. dan menjadi professor usia 25 tahun. Karena hnya dengan buku yang baik para siswa dapat mengoptimalkan kemampuannya.000 (0. Padahal. akan ada 12. Para pemenang olimpiade ini sekarang tersebar diberbagai perguruan tinggi terbaik dunia dan menunjukkan prestasi luar biasa. perlu sistem seleksi yang ketat namun transparan dan terorganisasi baik sehingga anak-anak yang berbakat dapat diidentifikasi sedini mungkin. Semua sikap terhadap ala mini mewakili pola dominasi hirarkis dan penaklukan. Semua itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yng tinggi. bagaimana mencari dan mengasah mereka? Yang pertama. Semua ini untuk mengarahkan mereka menjadi pemimpin di berbagi bidang. Indonesia sebenarnya pantas bersyukur karena msih saja ditemukan manusia unggulan. Kelima menterjemahkan berbagai buku ilmiah popular. Sebuah restorasi atas kemurnian alam yang tidak terkontaminasi dan teralienasi oleh intervensi manusia. Merekalah yang 10-20 tahun lagi diharapkan membangun negaranya setelah pulang. serta 25. Kedua.1%) yang ber-IQ diatas 150 sehingga berpotensi menjadi pemimpin besar sekaliber Abraham Lincohn dan Thomas Jefferson. dan terutama rendahnya pemahaman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. mereka ini berpotensi menjadi manajer atau professor. rendahnya gaji guru.5 juta (5% dari populasi) yang memiliki IQ superior diatas 120. mengirim siswa-siswa unggul keluar negeri.Dengan standar pengajaran yang masih buruk karena kurangnya pelatihan. Tim olimpiade fisika Indonesia misalnya. Keempat . 11 perak dan 34 perunggu.00. dominasi melalui 135 . menyiapkan sekolah unggulan dengan guru-guru yang kompeten dan kurikulum yang mengoptimalkan kemampuan anak. Dari jumlah itu sudah diperoleh 22 medali emas.

Paham ini dasar ontologinya adalah homogenitas. Reduksionis mencabut kemampuan alam dan potensi manusia serta menggantinya dengan teknologi. dan sumber daya yang dimiliki bersama menjadi dasar untuk ekonomi pasar yang intensif. Dilema determinisme. diambil SDA-nya. dan kultural. Negara yang tidak menguasai IPTEK akan terus dieksploitasi oleh Negara-negara maju. Respons imajinatif senantiasa mewarnai interaksi timbal balik antara manusia dan teknologi. dan obyektif pada dasarnya sangat berakar pada budaya barat dan sangat patriarkhis. pergerakan sosial telah menggeser tata hierarkhi organis. Orang kaya yang menguasai IPTEK akan semakin kaya dan si miskin yang tidak mampu menguasai IPTEK akan semakin terpuruk dan menjadi korban penindasan kelompok yang kaya.cxix Kemajuan teknologi serta dampaknya pada pembangunan dan ekspansi ekonomi telah mengubah kehidupan dan pikiran manusia. Reduksionisme Ilmu pengetahuan yang modern memiliki dasar pijakan pada reduksionisme. Disamping itu imbas dibidang sosial berupa semakin melebarnya kesenjangan sosial. 136 . Tetapi disisi lain hal ini juga menimbulkan dampak negative berupa kerusakan ekosistem. ataupun melalui pencemaran nama baik. Rekayasa Teknologi Penerapan IPTEK dalam rekayasa pertanian berupa revolusi hijau. Relasi antara manusia dan teknologi tidaklah sesederhana mengatakan bahwa teknologi adalah media untuk mengubah manusia. juga tenaga kerjanya yang murah. ketidakseimbangan lingkungan bahkan pencemaran yang akhirnya menjadi bencana bagi umat manusia. eksploitasi serta identitas dengan memelihara alam sebagai surga untuk banyak orang. tapi di percaturan dunia. selanjutnya dijadikan pasar hasil industri oleh mereka. industrialisasi. fungsi teknologi tidak perlu dipertanyakan lagi.cxx Reduksionisme merupakan suatu keyakinan dalam ilmu pengetahuan yang mereduksi kemampuan manusia yang menolak kemungkinan adanya cara produksi pengetahuan lain maupun pengetahuan orang lain. Yang menjadi persoalan adalah bahwa pengetahuan dibangun berdasarkan kesenjangan natara yang tahu (spesialis) dengan yang awam(bukan spesialis). Ilmu pengetahuan modern yang dimitoskan sebagai universal. bebas nilai. yaitu hanya ada satu cara dan tidak mentolerir yang lain. Penting karena teknologi selalu menjadi bagian dari setiap episode sejarah manusia. bertentangan dengan paham pluralitas atau dialektika. Bagi para praktisi teknologi. Menarik karena kompleksitasnya. Manusia tidak pernah bersikap pasif terhadap teknologi. sebuah interaksi yang selalu melibatkan dimensi sosial. Teknologi diciptakan untuk membantu mengatasi keterbatasan fisik manusia. merupakan bukti kemampuan manusia dalam mengembangkan daya dukung lingkungan alam. Ini terjadi bukan hanya dalam konteks suatu Negara. Pada titik inilah relasi antara manusia dan teknologi menjadi diskursus menarik sekaligus penting. rekayasa kelautan berupa revolusi biru. politik.pemilikan dan control. rahim bumi. Reduksionis menghendaki adanya keseragaman dalam hal pendekatan.

kultural. Pemahaman demikian berangkat dari asumsi bahwa teknologi modern muncul dari rasionalitas dan kemampuan logika manusia dalam mengadopsi prinsip-prinsip pengetahuan ilmiah sains ke dalam artifak teknologis. tetapi di sisi lain memaksakan suatu bentuk fatalisme. setidaknya dua premis dalam determinisme teknologi yang bermasalah. tapi tidak dalam tingkat filosofis karena pandangan ini tidak cukup untuk menjelaskan makna dan implikasi teknologi bagi manusia. Pertama adalah asumsi bahwa teknologi berkembang secara unilinear dari konfigurasi sederhana ke yang lebih kompleks. Seperti yang diwaspadai oleh Rosalind Williams. Sikap ini melahirkan pandangan determinisme teknologi yang bersifat ideologis. 137 . Lebih penting lagi. Bagi David Noble. Determinisme teknologi itu sendiri bukan hal yang baru. paham determinisme teknologi telah muncul sejak awal revolusi industri. pandangan instrumentalis memiliki kecenderungan untuk mendewakan teknologi dan meletakkannya sebagai faktor penentu dalam perubahan sosial dan simbol kemajuan peradaban manusia. dan ideologis para pemilik modal masuk ke dalam sistem teknologi dan mengurangi otoritas masyarakat dalam memilih arah teknologi. Dalam analisis Andrew Feenberg. pada satu sisi determinisme teknologi menawarkan janji-janji modernitas. Kedua adalah asumsi bahwa masyarakat harus tunduk kepada perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia teknologi. dan politik di mana teknologi itu berada. Determinisme teknologi berangkat dari satu asumsi bahwa teknologi adalah kekuatan kunci dalam mengatur masyarakat. determinisme teknologi memungkinkan motivasi politis.Dia berperan sebagai media untuk mencapai kepuasaan material. Dalam paham ini struktur sosial dianggap sebagai kondisi yang terbentuk oleh materialitas teknologi. Dalam catatan Merritt Roe Smith. Determinisme teknologi dalam pandangan instrumentalis ini mesti dicermati karena dia menafikan aspek moral dan etika dalam relasi antara manusia dan teknologi. Kritik terhadap determinisme teknologi merupakan respons terhadap implikasi politis ideologis yang dihasilkan oleh paham ini. Gagasan ini memikat para pemikir era Pencerahan dan semakin tumbuh subur di budaya masyarakat Amerika Utara di mana semangat kemajuan melekat dengan kuat. tetapi juga terlalu menyederhanakan dan bahkan mematikan makna dalam kehidupan manusia. Paham ini begitu dominan dalam masyarakat kontemporer. termasuk dalam lingkungan akademik. Pandangan instrumentalis di atas mungkin bisa diterima dalam tingkat pragmatis. Teknologi dibentuk oleh parameter efisiensi dan efektivitas sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kedua premis tersebut sulit diterima karena pola-pola teknologi itu sendiri banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial. Ini terjadi karena determinisme teknologi cenderung memaksakan suatu bentuk universalitas struktur institusional teknologi ke dalam masyarakat. Universalisasi institutional ini menjadi media hegemoni modernitas. determinisme teknologi tidak hanya memberi penjelasan yang tidak akurat tentang relasi antara manusia dan teknologi. Selama tiga dekade terakhir. para sarjana studi sosial teknologi telah memberi respons kritis terhadap paham determinisme teknologi. ekonomi. Menurut Noble.

Berangkat dari eksistensialisme Heideggerian. Sebaliknya. Ontologi relativistis bukan relativisme.Fenomenologi teknologi Bagaimanakah relasi antara manusia dan teknologi terjadi? Fenomenologi adalah kendaraan untuk mencari jawabannya. Proses-proses sosial yang membentuk teknologi adalah refleksi dari cara kita hidup dan mengatur masyarakat. Ihde mengembangkan “ontologi relativistis” untuk memahami keberadaan manusia dalam wilayah teknologi. Ihde menawarkan konsep multistabilitas untuk menggali lebih dalam ke wilayah kompleksitas budaya teknologi. Konsep multistabilitas menekankan bahwa relasi antara manusia dan teknologi tidak tunggal. fenomenologi menjadi dasar metodologi studi sosial teknologi. khususnya sosiologi teknologi dalam memahami relasi antara teknologi dan masyarakat. teknologi merupakan cermin dari proses imbal-balik yang kompleks yang terjadi di masyarakat. teknologi bersifat multi-interpretatif tergantung pada konteks kultural di mana dia berada. Jika kita menilik secara saksama. Dalam perspektif ini. Setidaknya tiga kasus menarik bisa kita amati dalam domain ini untuk melihat bagaimana kekuasaan dan teknologi saling bereproduksi satu sama lain. Kasus pertama adalah analisis Langdon Winner tentang jembatan di Long Island. Setidaknya itu yang dilakukan Don Ihde untuk memahami relasi antara manusia dan teknologi secara komprehensif. Studi fenomenologi teknologi mengeksplorasi pengalaman manusia dan secara spesifik menjelaskan bagaimana struktur pengalaman yang bersifat multidimensi tersebut tersusun. Bagi Ihde. tapi dalam berbagai titik relasi dengan manusia. New York. berhasil atau gagalnya teknologi bukanlah hal yang penting karena pada dasarnya teknologi adalah hasil sebuah kompromi. Karena itu. Bentukan sosial teknologi Prinsip-prinsip dalam fenomenologi teknologi tidak menjadi barang eksklusif dalam studi filsafat. makna sebuah artefak teknologi akan selalu berubah sesuai dengan masyarakat yang memaknainya. Persepsi mikro tidak pernah lepas dari konteks persepsi makro. melainkan lebih sebagai media untuk menganalisis relasionalitas antara manusia yang mengalami (human experiencer) dan wilayah yang dialami (the field of experience). Relasi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk walaupun dengan artefak teknologi yang sama. Dengan kata lain. yang ditulis dalam artikelnya Do Artifacts Have Politics? Di sepanjang jalan bebas hambatan di Long Island terdapat sekitar puluhan 138 . Kekuasaan dalam konfigurasi Relasi kekuasaan dan teknologi adalah sebuah tema besar dalam studi sosial teknologi. Analisis relasionalitas ini dilakukan melalui dua kategori persepsi. persepsi makro tidak akan pernah ada tanpa dorongan persepsi mikro. Melalui fenomenologi persepsi ini. kedua jenis persepsi ini saling terikat satu sama lain. Bagi para sosiolog teknologi. Multistabilitas meletakkan teknologi tidak dalam satu posisi hermeneutik. yakni persepsi mikro yang bersifat indrawi dan persepsi makro yang bersifat kultural atau hermeneutik.

Menurut Hess. dan kontrol untuk memenuhi kepentingan sang pencipta konfigurasi tersebut. Karena itu. tanpa adanya perspektif budaya. Tetapi. Mendekati kekuasaan melalui budaya dalam teknologi mengantarkan kita ke konsep konstruksi budaya. Menurut Winner. seorang tokoh sentral dalam pembangunan kota New York di awal abad ke-20. Jembatan-jembatan tersebut di desain dan dibangun dengan konfigurasi demikian untuk menghasilkan suatu dampak sosial tertentu. dan makna di 139 . dengan serta-merta netralitas tersebut sirna. Argumen Pfaffenberger didukung oleh David Hess melalui konsep relasi kekuasaan dan budaya. Hess menggunakan konsep ini untuk memahami kompleksitas operasi kekuasaan di masyarakat. Secara materialistis. Dengan konfigurasi tertentu. ketika elemen-elemen ini membentuk suatu konfigurasi. Budaya dan teknologi Kekuasaan tidak lahir dari kondisi vakum. Dia muncul dari suatu konsteks budaya tertentu sehingga kekuasaan selalu bersifat kontekstual dan lokal. yakni Robert Moses. Winner menemukan suatu agenda rasialis dan diskriminatif di balik desain jembatan Long Island. Pfaffenberger berargumen bahwa fungsi politis dari suatu teknologi baru dapat tercapai jika teknologi tersebut dibungkus dalam mitos dan ritual dan menjadi alat kontrol produksi dan resepsi makna. analisis kekuasaan akan menjadi tumpul dan hanya hanya terfokus pada sejumlah kategori sosial yang terbatas. keganjilan desain tersebut bukanlah karena alasanalasan teknis. Ini dilakukan dengan sengaja oleh pendesainnya.7 meter sehingga hanya mobil sedan yang dapat lewat di bawahnya. adalah artefak yang terdiri dari elemen-elemen yang netral. Dari investigasinya. teknologi menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan. teknologi berfungsi untuk memproduksi kekuasaan. sebuah pantai cantik berpasir putih di sebelah timur Long Island. teknologi berfungsi sebagai media praktik kekuasaan. Dari perspektif ini kita bisa melihat tiga artefak di atas sebagai refleksi dari relasi manusia dan teknologi melalui kekuasaan yang meliputi tiga tujuan. Selintas tidak ada hal yang istimewa dari jembatanjembatan tersebut.jembatan penyeberangan. seperti yang dikatakan Bryan Pfaffenberger. Namun. Hasilnya adalah pengamatan dimensi kekuasaan yang sempit. artefak teknologi berubah menjadi media hegemoni. jika diamati dengan saksama. Adapun pada kasus penjara Panopticon. Pada kasus mesin kontrol numerik. Jembatan-jembatan tersebut dibangun sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh Moses untuk menghalangi masuknya bis ke wilayah tersebut. Tinggi jembatan tersebut hanya sekitar 2. proporsi jembatan tersebut tidaklah “normal”. identitas. penjelasan praktik kekuasaan dalam teknologi tidak akan pernah memuaskan jika kesadaran tentang sistem budaya diabaikan. Konstruksi budaya tersusun melalui proses interpretasi-reinterpretasi dan produksi-reproduksi simbol. Hal ini untuk membatasi akses kaum kelas bawah kulit hitam dan hispanik yang biasanya menggunakan bis umum menuju ke Jones Beach. Pada kasus jembatan Long Island. dominasi. jembatan Long Island. misalnya efisiensi material atau efektivitas sistem konstruksi.

Bricolage adalah aktivitas penggabungan elemen-elemen yang ada untuk memenuhi suatu tuntutan lingkungan. teknologi tidak lagi dilihat pada aspek materialitasnya yang sering bersifat ilusif melainkan sebagai suatu bentuk upaya penyingkapan daya yang tersembunyi di alam seperti yang dilontarkan Martin Heidegger. Tragisnya. Di sisi lain dia memancing nafsu dan keserakahan manusia untuk terus melakukan dominasi dan kontrol terhadap alamcxxi. Pada tingkat praksis. ritual. Dia mengantarkan manusia kepada bentuk “kebenaran” tentang potensi-potensi yang tersembunyi di alam. Kompleksitas teknologi modern telah melampaui batas dimensi indrawi manusia dalam mencerna. Aliran dari keluaran proses ini lalu ditransformasikan ke dalam artefak teknologi.dalam masyarakat. suatu sikap yang menerima teknologi dengan mata tertutup. TUGAS . Alasan untuk menolak sikap ini jelas karena manusia tidak akan pernah lepas dari teknologi. dan nilai. Dalam kerangka konstruksi budaya ini. Penyingkapan ini bagai pedang bermata dua. Hal ini dapat dilakukan melalui pemahaman makna dalam masyarakat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teknologi dan masyarakat dan mencari solusinya. Pada tingkat ini. .Buatlah portofolio berkaitan dengan fenomena teknologi dalam kehidupan manusia yang meliputi 1.bentuk kelompok yang terdiri dari lima orang mahasiswa. Yang dibutuhkan adalah suatu tingkat pemahaman teknologi yang lebih mendalam. pencarian solusi dari permasalahan yang ada 140 . Menurut Hess. dampak negatif dan positif teknologi 3. Dia menghasilkan suatu teknologi baru melalui rekonstruksi elemen-elemen yang sudah ada untuk dibentuk menjadi suatu teknologi “baru” dalam konteks budaya di mana dia berada. Dalam pola ini. sikap ini secara perlahan menggali jurang dalam yang dapat menjebloskan manusia ke dalam bencana kemanusiaan. Dalam kata lain. teknologi modern tidak berbeda jauh dengan prinsip bricolage di mana interpretasi budaya membentuk versi teknologi di masyarakat. permasalahan seputar teknologi dan kehidupan manusia 2. kita tidak perlu menjadi paranoid dan bersikap antiteknologi. konstruksi budaya dapat dijadikan “tool” untuk membuat teknologi lebih manusiawi dan dapat diterima dengan baik di masyarakat. konsep konstruksi budaya dalam teknologi tidak hanya untuk memahami lebih mendalam bagaimana teknologi berinteraksi dengan makna. pengembangan teknologi menyerupai apa yang disebut Claude Levi-Strauss sebagai bricolage. Namun demikian. orisinalitas teknologi ditentukan oleh konsep makna yang digunakan. Oleh Linda Layne. Kondisi ini membentuk sikap “taken for granted” dalam masyarakat kontemporer terhadap teknologi. Di sini Layne menawarkan apa yang dia sebut sebagai “cultural fix” di mana nilai-nilai budaya di adopsi ke dalam konfigurasi teknologi. seorang praktisi teknologi adalah seorang bricoleur.

melainkan bersama makhluk lain. hewan dan jasad renik. Toynbeecxxii mengaitkannya dengan daya pikir rasional dan kekuatan emosi manusia. seekor anjing. dan jasad renik akan tetap dapat melangsungkan kehidupannya. empat meja.Sos 1.BAB VIII MANUSIA DAN LINGKUNGAN Oleh : Linda Dwi Eriyanti. Dalam golongan jenis unsure lingkungan hidup termasuk pula zat kimia. hewan dan jasad renik menempati suatu ruang tertentu. tumbuhan. Manusia bersama tumbuhan. Makhluk hidup yang lain bukan sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral atau pasif terhadap manusia. seperti udara yang terdiri atas bermacam gas. sekaligus pihak yang paling merasa terancam olehnya. Kecuali makhluk hidup. hewan. dalam ruang itu terdapat juga benda tak hidup. Aforisme ini menyiratkan salah satu dilemma dalam konsepsai lingkungan. tertutup rimbun oleh pohon bamboo dan tidak berbukit batu. Ruang yang ditempati suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan tak hidup didalamnya diseebut lingkungan hidup makhluk tersebut. seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. hubungan atau interaksi antara unsure dalam lingkungan hidup itu. manusia dapat melihat dunia sekelilingnya sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya. Einsteins konon pernah mengartikan lingkungan sebagai ‘segala sesuatu kecuali saya’. Misalnya dalam ruangan terdapat delapan kursi. Hakekat Lingkungan Sosial Dan Alam Bagi Manusia Manusia hidup di bumi tidak sendirian. dan empat pot tanaman bunga. Kedua. Dalam ruangan itu delapan kursi diletakkan sepanjang satu dinding dengan sebuah meja didepan setiap dua kursi dan sebuah pot bunga diatas masing-masing meja. oleh jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut. 141 . Tidak seperti makhluk hidup lainnya. Dengan mudah dapat kita lihat. sebatang pohon kelapa dan sebuah bukit batu akan berbeda sifatnya dari lingkungan yang sama besarnya tetapi hanya ada seorang mnausia. suatu lingkungan hidup dengan 10 orang manusia. tanah dan batu. Sifat lingkungan hidup ditentukan oleh bermacam-macam factor. Pertama. Sifat ruangan berbeda jika dua kursi dengan sebuah meja diletakkan ditengah masing-masing dinding dan sebuah pot di masing-masing sudut. air dalam bentuk uap. Kenyataan ini dapat dengan mudah kita lihat dengan mengandaikan jika di bumi ini tidak ada tumbuhan dan hewan. yaitu tumbuhan. 10 ekor anjing. S. tiga ekor burung perkutut. melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. cair dan padat. Manusia adalah penakluk alam. Dari manakah kita mendapatkan oksigen dan makanan? Sebaliknya seandainya tidak ada manusia. Tanpa mereka manusia tidak dapat hidup.

pranata. yang berarti rumah tempat tinggal : tempat tinggal semua manusia. senjata. serta memiliki kemampuan untuk melihat dan menganalisis perspektif ruang muka bumi yang meliputi perubahan serta perkembangan hari ini untuk menatap amsa depan. Ekologi dan manusia Kata ‘eko’ dalam ekologi berasal dari bahasa Yunani Oikos. baik yang berupa materi maupun non materi. Oleh karena itu kita semua wajib memiliki wawasan yang luas tentang lingkungan. hewan ). Lingkungan alam dan lingkungan sosial saling berpengaruh dan berinteraksi secara aktif. perubahan ruang dan tata ruang sudah menjadi tuntutan alamiah.cxxiv Ia sekaligus merupakan reaksi kritis atas pandangan terhadap dunia yang dualistis. cahaya yang cukup. maupun kelompok dengan kelompok. Kita dapat dengan mudah merasakan ini. Manusia dan alam semesta adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. factor non materiil suhu. yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. system pemerintahan. tanah. air. bahwa dunia yang satu itu ternyata mengandung banyak keanekaragaman.cxxiii Ekologi mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. Usaha pelestarian lingkungan dimengerti sebagai kesediaan manusia mengakui keterbatasannya. silau dan bisingsangatlah berbeda dengan lingkungan yang sejuk. kreatifitas. Sebagai akibat tuntutan kebutuhan manusia yang multi aspek. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah agar masalah dengan lingkungan tadi tidak menimbulkan ketimpangan ruang. Maka ia mau bekerjasama dengan alam lingkungan untuk mengarahkan hidup ini secara 142 . Manusia yang tingkat budaya dan peradabannya sudah maju. Sedangkan yang non materi berupa tata nilai. tumbuhan. Lingkungan budaya yang berupa materi meliputi bangunan. Lingkungan sosial yaitu suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya hubungan interaksi individu dengan individu. peralatan. cahaya. udara. atau ketimpangan ekologi. peraturan. Lingkungan alam adalah kondisi alamiah baik biotik ( tumbuhan. system ekonomi. pakaian. ketimpangan lingkungan.Ketiga. mengkaitkan ilmu kemanusiaan dan ilmu alam-bersifat interdisipliner. dikotomis. Lingkungan budaya adalah segala kondisi. dan matahari. mineral. dll. air. mampu mempertahankan lingkungan alamnya. system politik. dan kebisingan. Manusia sebagai makhluk dinamis. yang dihasilkan oleh manusia melalui aktivitas. dan penciptaan yang berpengaruh terhadap lingkungan alam. tapi tidak silau dan tenang. maupun lingkungan abiotik (tanah. Kesadaran ekologi hendak melihat kenyataan dunia ini secara integral holistic. dll. dinamika kehidupannya dipengaruhi factor dominant yang berupa lingkungan sosial-budaya dan lingkungan alamnya. individu dengan kelompok. dan sebaliknya. udara) yang belum banyak dipengaruhi oleh tangan manusia. bahwa ia tidak pernah dapat memahami sepenuhnya kerja dunia dan semua unsurnya. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan manusia telah mampu mengungkap sebagian kecil rahasia alam semesta ini. Keempat. hewan. kelakuan atau kondisi unsure lingkungan hidup. hokum. norma. misalnya suatu kota yang penduduknya ktif dan bekerja keras merupakan lingkungan hidup yang berbeda dari kota yang serupa tetapi penduduknya santai dan malas. Lingkungan yang panas. Lingkungan alam dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan sebaliknya.

bersama-sama kepada kesejahteraan seluruh anggota komunitas dunia ini.itu berarti mengakui dan menghargai hak hidup setiap makhluk sebagai subyek yang mandiri dan bermartabat dalam dunia yang kongret integral.cxxv Alam merupakan guru terbaik, ia menstimulasi kapasitas untuk menangani lingkungan tak terduga dan kejadian yang tidak diperkirakan dengan maksud dan kemurahan hati dari roh, memercikkan momen transenden dan menginspirasikan tindakan yang kreatif. Hukum alam membangkitkan pola hidup yang kaya dengan kesederhanaan dan kerendahan hati, kemurnian, kebenaran, kemurahan hati, dan cinta kasih.cxxvi Menurut Hanne Strong, kunci untuk memperbaiki bumi terletak pada penghormatan pada hukum alam yang dipahami masyarakat asli dan tradisional. Masyarakat ini berbicaraberbicara dengan kumpulan instruksi yang asli yang diberikan kepada mereka oleh sang pencipta. Mereka mengetahui dan menghidupi hukum ini, yang menuntun relasi manusia dengan 4 elemen pemberi kehidupan yaitu tanah, air, udara, dan api (energi), serta mengajarkan penghormatan pada kesatuan dan kesalingketergantungan dari seluruh kehidupan. Hanya jika kita memahami Hukum Kesalingtergantungan, kita dapat memperbaiki kerusakan keempat elemen pemberi kehidupan kita. dan hanya jika kita mengalami kesalingterkaitan satu sama lain, kita dapat memulai mengubah sumbernya : hati dan pikiran manusia. Ini disepakati Fukuoka, yang mengatakan : “tidak ada jalan lain untuk perdamaian kecuali semua orang harus meninggalkan gerbang istana persepsi yang relative, turun ke padang rumput, dan kembali ke jantung alam yang non aktif. Marilah kita katakan bahwa kunci perdamaian terletak dekat di bumi.”cxxvii 2. Pandangan manusia terhadap lingkungan Faham dan pandangan manusia terhadap lingkungan alam sangat tergantung dari penguasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Setidaknya ada 3 aliran tentang faham hubungan manusia dengan lingkungannya, yaitu : Faham determinisme, memandang bahwa manusia sangat tergantung pada alam, artinya kapasitas manusia dan aktifitasnya sangat ditentukan oleh alam dimana dia berada, sedangkan upaya manusia untuk mengkreasi lingkungan sangat terbatas kemampuannya. Tokoh faham ini diantaranya : Charles Darwin (1809-1882) yang terkenal dengan teori evolusinya, Frederich Ratzel (18441904) dengan teori Antrhropography yang menyatakan bahwa bahwa manusia berkembang dan hidup sangat ditentukan oleh lingkungan geografis dimana ia tinggal. Tokoh lainnya Elsworth Huntington yang menekankan pada kekuatan pengaruh iklim pada perkembangan dan kehidupan manusia. Faham Posibilisme atau Probabilisme, memandang lingkungan alam berpengaruh terhadap manusia tetapi tidak menentukan melinkan hanya memberi peluang dan kemungkinan pada manusia untuk berkembang. Tokohnya : EC Semple dan Paul Vidal de la Blace yang menyatakan bahwa perkembangan hidup dan kebudayaan manusia bukan dipengaruhi langsung oleh alam, tetapi oleh proses produksi yang dipilih seseorang yang berasal dari kemungkinan yang disediakan oleh tanah, iklim, dan ruang yang ada disekitarnya.

143

Faham Optimisme teknologi, memandang bahwa manusia dengan kemempuan IPTEK yang dimilikinya dapat menciptakan kebudayaan dan mengkreasi lingkungan alam sesuai yang diinginkannya. Lingkungan adalah metafora yang melanggengkan kontradiksi kondisi dasar manusia. Ia memiliki kekuatan untuk menaklukkan, namun ia juga diliputi berbagai kelemahan yang membuatnya terancam. Disatu sisi manusia membuat berbagai perbaikan, disisi lain ia membuat kerusakan. Konflik antara individualisme konsumerisme dan solidaritas tidak pernah lepas dari masyarakat manusia. Hal ini sangat ditekankan oleh Atkinson (1991), Dickens (1992), Dobson (1990), Eckersley (1992), dan Sachs (1993). Dari waktu kewaktu manusia memandang alam dengan nafsu penaklukan sekaligus rasa bersalah. Hal ini diuraikan secara cemerlang oleh Glacken (1967). Manusia sejak lama menyadari betapa uniknya kehidupan di bumi. Kosmos dimana kita hidup merupakan anugerah tak terperi, dan juga tak tergantikan, yang terbentuk dari jutaan proses kimiawi, biologis, dan fisik secara terus menerus. Pengagungan alam ini diantaranya diungkapkan Lovelockcxxviii. Dikatakannya bahwa biosfer yang menyangga kehidupan manusia dilukiskan sebagai suatu zona yang disebut Gaia, yang mempunyai mekanisme pengaturan sendiri, yang justru sering terusik oleh perilaku manusia. Gaia tidak punya sosok tertentu, tidak dibebani moralitas, namun memberi batasan-batasan yang tak terlampaui bagi kehidupan manusia. Jika manusia tak mau menyesuaikan diri, maka alam akan memaksanya. Inti pandangan environmentalisme yang kini terus diminati ada tiga, yakni pandangan teknosentrik, ekosentrik, dan deep green. Mode teknosentrik yang diungkapkan O’Riordancxxix menggambarkan hakekat manusia sebagai manipulator alam, yang harus membatasi perilakunya agar ia dapat terus memanipulasinya itu. Pandangan konservasionis ini berkembang luas di AS (Hays 1959), cenderung optimistic dan bersifat maskulin. eksploitasi dan teknologi dipandang positif, sejauh itu tidak merusak alam fisik dan sosial secara berlebihan. Pandangan ekosentrik (Dobson 1990, O’Riordan 1981, Pepper 1986) juga optimis, namun ia lebih jauh lagi dalam menganjurkan pelestarian lingkungan. Kalau dalam pandangan terdahulu alam dijadikan sebagai factor pengimbang sekunder, maka dalam pandangan ini kelestarian harus selalu dinomorsatukan. Semua tindakan manusia sedapat-dapatnya harus didasarkan pada usaha pelestarian alam. Contoh konsepsi pelaksanaannya ada lima : i Konsep pembangunan berkesinambungan (sustainable development), yang tertuang dalam laporan Komisi Bruntland (1987) dan Konferensi Lingkungan dan Pembangunan PBB (UNCED) di Rio Janeiro di tahun 1992 yang menghasilkan agenda 21, suatu program integrasi pembangunan dan lingkungan. Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang ungkapkan O’Riordan dan Cameroncxxx menyatakan hanya menerima segala iptek selama itu tidak merusak lingkungan. Prinsip itu kemudian mengembangkan civic science (integrasi semua ilmu konvensional dengan dan proses demokrasi alamiah) serta ecological space yang dibarengi dengan prinsip altering the burden of proof. Ini adalah argument ilmiah yang mendesak negara maju

144

memberi kelonggaran dan bantuan kepada negara berkembang agar dalam pembangunannya tidak mengorbankan kelestarian lingkungan ii Ilmu ekonomi ekologis (ecological economics) yang menggali berbagai keuntungan bagi manusia jika alam dibiarkan apa adanya (critical natural capital), atau jika kegiatan pembangunan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak mengganggu lingkungan (natural resource account) ; istilah lainnya ‘kesejahteraan lingkungan’ (environmental welfare). Hal ini diungkapkan oleh Pearcecxxxi iii Penilaian dampak lingkungan (environtmental impact assessment), atau anjuran bagi dilakukannya analisis menyeluruh tentang dampak lingkungan dari setiap proyek atau kebijakan, yang diungkapkan O’Riordan dan Sewellcxxxii. Ini khususnya ditujukan bagi perusahaan-perusahaan, sehingga memunculkan bidang bisnis jasa baru, yakni biro-biro konsultan lingkungan yang di negaranegara maju sangat berperan bagi turunnya izin resmi, khususnya bagi kegiatan-kegiatan yang dianggap peka terhadap lingkungan. iv Ecoauditing, yakni pemeriksaan atas semua usaha, kegiatan atau kebijakan yang ada, demi memastikan bahwa semua itu tidak merusak lingkungan. Tekniknya sendiri berfariasi, misalnya life cicle analisys dan environmental burden analysys. Semuanya merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan terpadu, yang standar-standarnya dibakukan secara internasional. Konsepsi ini dikampanyekan kepada pemerintah di setiap negara yang standar lingkungannyya diniolai memprihatinkan. Semuanya pada hakekatnya merupakan kompromi antara hasrat membanguna secara ekonomis, dengan keinginan untuk memelihara alam sejauh mungkin. Para penganjurnya yakin bahwa pelaksanaan langkah-langkah diatas tidak bisa ditunda-tunda lagi, dan harus segera dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pandangan ini tidak lepas dari kritik, Sachscxxxiii misalnya, meragukan bahwa pengutamaan lingkungan akan menciptakan aneka kendala ekonomis yang pada akhirnya bisa berakibat pada perusakan lingkungan alam itu sendiri. Terakhir, pandangan deep green bertumpu pada struktur etika dan sosial yang radikal (isrilah lainnya deep ecology atau steady-state economics). Pandangan ini menganjurkan ditinggalkannya pola hidup masal yang dianggap tidak bisa tidak merusak lingkungan, dan menghimbau masyarakat untuk hidup dalam pola komunal yang dekat dengan alam. Teknologi yang harus dipilih adalah yang paling canggih, tetapi yang tidak perlu aneka perangkat penduduk berskala besar. Pandangan ini menentang globalisme ekonomi dan ketergantungan politik. Dalam waktu bersamaan ia mempromosikan pasifisme (hidup serba damai dan bersahaja), ecifeminisme, penegakan hak-hak konsumen demi mengontrol produsen, serta pengakuan atas hak hidup makhlik lain diluar manusia. Pandangan ini berakar pada tradisi anarkhisme dan pemberdayaan komunitas. Meskipun demikian, pandangan ini juga mengakui bahwa semua usulnya tak mungkin diterapkan seketika. Karena itu ia menyambut baik konsepsi pembangunan berkesinambungan, yang dianggap sebagai batu loncatan menuju kondisi serba lebih baik, jauh dari hingar bingar politik atau militer yang pada akhirnya akan menghancurkan lingkungan.cxxxiv

145

Perkembangan Demografi dan Kesejahteraan Hidup Sebagian besar penduduk Indonesia masih berpendapatan rendah karena produktifitas kerjanya rendah. solusi atas berbagai masalah lingkungan harus dilakukan dengan mengireksi unsur-unsur ekonomi yang menjadi penyebabnya. mulai dari banjir akibat penggundulan hutan. penggunaan instrument ekonomi guna mengatasi masalah lingkungan yang bersumber dari kegiatan ekonomi. dan dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari kesempatan kerja. Studi ini tidak mempersoalkan terganggunya kesehatan.cxxxv 3.5-3 juta pertahun. Dalam ekonomi sumberdaya alam. Hal ini disebabkan rendahnya alat-alat produksi yang dimilikinya. Misalnya relokasi industri menempatkan pebrik-pebrik dati negara maju ke hutan-hutan perawan di engara berkembang. relokasi industri. bergerak dari pedesaan ke perkotaan. Jika suatu kegiatan sulit dihentikan begitu saja secara hukum. untuk memaksakan hasil panen semaksimal mungkin. Kedua. Kebijakan subsidi.Ekonomi Lingkungan Ekonomi lingkungan bermula dari tulisan Gray (awal 1900-an). Juga tenaga energi yang mampu dikeluarkan rendah karena kadar gizi makanan dan menderita kekurangan kalori sehingga rawan penyakit. mendiring petani memakai aneka pipik dan obat tanaman secara berlebihan. sehingga jumlah penduduk Indonesia naik dari 207 juta 146 . yang memberi subsidi harga produk pertanian. motif keuntungan terkadang mendorong perusahaan tidak mengindahkan kelestarian lingkungan dan mengakibatkan kerugian bagi pihak-pihak lain. Pigou (1920-an) dan Hotelling (1930-an). Kebijakan tertentu seperti Common Agriculture Policy di eropa. dan sebagainya. batas-batas pencemaran dan kerusakan alam. banyak penduduk Indonesia bersifat mobil. namun baru muncul sebagai studi koheren pada tahun 1970-an. serta standar kelestarian lingkungan juga dihitung berdasarkan variable-variabel ekonomi. serta menggali saluran irigasi lebih banyak dari seharusnya. Dalam keadaan serba kekurangan. Juga karena tingkat pendidikan dan ketrampilan yang masih rendah. tetapi juga internasional. sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang lebih produktif. tetapi menekankan kerugiannya secara ekonomis. Sementara itu jumlah penduduk Indonesia kian bertambah dengan ratarata 2. adanya pandangan bahwa kesejahteraan manusia sedang terancam oleh degradasi lingkungan dan penyusutan sumber daya alam. peralatan kerjanya yang terbatas pula. Secara umum. maka ekonomi lingkungan menyerankan penerapan pajak ekstra atau penerbitan lisensi khusus demi meredam kegiatan tersebut. Ketiga. yang kebanyakan bersumber dari pasar. kerusakan lingkungan secara umum diyakini sebagai akibat dari penyimpangan atau kegagalan tertentu dalam sistem ekonomi. Ada tiga unsur pokok dalam ekonomi lingkungan ini yaitu : Pertama. Bahkan berbagai masalah global seperti penipisan lapisan ozone juga hendak diatasi melalui langkah-langkah ekonomis.ini bukan hanya terjadi dalam lingkup nasional. seperti sempitnya bidang tanah yang diusahakan. yang telah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan harus segera diakhiri. sangat menarik dan memiliki logika yang kuat. Contohnya. Tidaklah sulit untuk menemukan bukti-buktinya. aneka macam penyakit mematikan akibat pencemaran air dan udara.

sepatu. 235 juta (2010) dan 257 juta pada tahun 2020 nanti. dan sebagainya. Masalah sosial a. b. dan kian kerontang karena terkonversi untuk kebutuhan non pertanian. Katakanlah penduduk usia 0-14 tahun pada tahun 2015 mencapai 63.6 juta. Tak kalah besar tantangannya 24. Ketersediaan pangan. betapa hidup mungkin tidak akan nyaman lagi. akan tetapi juga bisa sekaligus sebagai ancaman.8 juta angkatan kerja tahun itu. Lahan untuk pemukiman kian susah dan mahal. Dijalan. 147 . Banjir dan tanah longsor datang meneror setiap saat dimana-mana karena pohon-pohon raksasa penahan banjir sudah kian menipis jumlahnya dan kurus-kurus pula. Lain-lain  pembangunan yang dilaksanakan pemerintah selama ini berorientasi pada penduduk. kelestarian alam menjadi tantangan dan potensi bisnis yang luar biasa.(2000) menjadi 222 juta (2005). manusia Indonesia akan berdesakan.Kwantitatif  pertumbuhan penduduk yang tinggi yang dipengaruhi natalitas. menyusut. Kwalitatif  kebutuhan pangan  tingkat pendidikan  pelayanan kesehatan. Inilah potret ‘ABG’ masa depan yang memerlukan begitu banyak pakaian yang otomatis akan menghidupkan mesin-mesin industri tekstil.3 juta penduduk usia lanjut (60 th keatas) yang memerlukan aneka macam obat dan makanan suplemen.  Pembangunan sumber alam mineral. jika lapangan kerja produktif tersedia mamadai. maka tidak saja tenaga buruh yang banyak tersedia. Dapat pula disebut sebagai modal (human capital). Dengan 170. dipemukiman. garmen. Mereka bisa dilihat sebagai peluang pasar yang sangat besar untuk produksi jasa dan manufaktur. mortalitas dan migrasi  penyebaran penduduk yang tidak merata dan mobilitas penduduk  komposisi penduduk dengan angka ketergantungan tinggi c. produk tekstil. sehingga melibatkan masyarakat setempat. Misalnya akan terjadi ledakan pengangguran kalau penciptaan lapangan kerja tidak tertangan secara serius dari sekarang. Tentu kebutuhan mereka menciptakan permintaan barang dan jasa yang pasti mendorong industri farmasi Dari jumlah penduduk. Penduduk berjumlah besar di pulau jawa. tetapi pasar untuk barang industri pun lebih besar di pulau jawa ketimbang di pulau lain. di kantor. dengan skenario pesimistis. Lahan untuk pertanian semakin sempit. mereka akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang dahsyat. nutrisi  perumahan  pendapatan perkapita  kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam  tenaga kerja (lapangan kerja dan pengangguran. minyak dan gas yang banyak terdapat diluar pulau jawa dilakukan dengan modal besar dan teknologi canggih. baik dari sisi investasi maupun konsumsi. tas.

Akhirnya kota-kota sepanjang selat Malaka. ras maupun agama. dampak pertumbuhan. Persaingan kian meningkat dan dimenangkan oleh mereka yang memiliki kemampuan produktifitas yang tinggi dan sumber daya alam dengan daya komparatif yang lebih unggul. latihan ketrampilan. Migrasi penduduk lebih terpusat ke kota-kota di daerah ketimbang ke pedesaan. Jumlah volume air tanah yang disedot sudah melewati ambang batas. Perspektif masa depan Bagaimana perspektif perkembangan penduduk masa depan dan apa pengaruhnya terhadap pembangunan bangsa kita? a. . listrik. b.Maka muncullah ‘pulau-pulau modern’ ditengah-tengah ‘lautan’ penduduk tradisional. Demikian pula semangat yang mengutamakan ‘putra daerah’ baik dalam pemerintahan maupun bisnis semakin meningkat. yang dipicu dengan perbedaan suku. faktor kedua adalah tantangan munculnya kawasan perdagangan bebas ASEAN (FTA). Solusinya . fasilitas perdagangan) c. Hal ini mendorong dibukanya jalur perdagangan antara daerah-daerah yang berbatasan dengan Malysia. Philipina dan Singapura.Solusinya perlu penguatan simbol persatuan bangsa melalui pendidikan dan pembudayaan bangsa. juga pelimpahan wewenang otoritas pembangunan lebih banyak dari pusat ke daerah. Brunei Darussalam. kemampuan produktifitas dapat ditingkatkan apabila pemerintah memangkas habis belukar birokrasi administrasi yang menghambat kebebasan berusaha dan mengutamakan investasi pada infrastruktur keras (jalan. mobilitas dan kepadatan penduduk pada lingkungan yang cenderung menderita tekanan sehingga rusak dan tercemar. Jumlah permintaan akan papan kayu melebihi kemampuan hutan menghasilkannya secara lestrai. Laut Jawa dan Laut perbatasan Philipina Selatan akan tumbuh lebih pesat. Hal ini berakibat sifat patembayan lebih menonjol daripada paguyuban. Tekanan pembangunan pada sumber alam hutan sangat terasa saat ini.  Konflik yang bermunculan dengan berbagai penyebab diantaranya ketimpangan ekonomi. Luas area tanah yang ditimpa erosi sudah tidak terkendali. Solusinya . untuk mengatasi hal ini pembangunan perlu mengendalikan: 148 . faktor ketiga. yang berakibat lebih banyak dana keuangan mengalir ke daerah. sehingga banjir dan tanah longsor terjadi dimana-mana. Dengan demikian mobilitas horisontal antar daerah makin meningkat. Sehingga muncul ‘mikro politan’ di aerahdaerah. Laut China Selatan. Bahkan persaingan antar suku-suku di daerah memperoleh peluang untuk tumbuh kembali. telekomunikasi) dan infrastruktur lunak ( pendidikan. faktor pertama yang tidak ada di masa lalu adalah desentralisasi. pelabuhan.

sedangkan pada konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan atas lingkungan alam. Besar penduduk per luas areal 2. Penerapannya merupakan tekanan terhadap lingkungan. Keterbatasan daya dukung alam Daya dukung lingkungan bersifat relatif dan memiliki keterbatasan. Dalam konsep ekologi. lingkungan dibedakan atas lingkungan biotic dan abiotik. kadang-kadang bila orang berbicara tentang ekologi sering diidentikkan dengan pengertian lingkungan. dapat diadaptasikan dalam menelaah kehidupan manusia. sungai. yaitu makhluk hidup dan ekologi lingkungan. dan khususnya penghormatan dan penghargaan terhadap ciptaan. Problematika Pembangunan Lingkungan Sosial Budaya Dan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Beradab. meliputi geografi manusia yang menelaah hubungan antara kelompok manusia dengan lingkungan alamnya. Bila pemanfaatan dan populasi yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut telah melewati batas kemampuan. sosial. dan lingkungan budaya. 5. Sedangkan Barrows menjelaskan bahwa geografi adalah ekologi manusia yang memberikan penjelasan tentang hubungan keberadaan lingkungan alam dengan persebaran dan aktifitas manusia. akan terjadi berbagai bentuk ketimpangan yang kemudian menjadi masalah bahkan bencana yang menimpa kehidupan makhluk dimuka bumi terutama manusia. lingkungan sosial. perdamaian. 149 . Mengingat pentingnya kedudukan lingkungan pada konsep ekologi. James A Quinn menyatakan bahwa ekologi manusia pada bidang ilmu-ilmu sosial. Hubungan Kualitas Lingkungan Dengan Kehidupan Manusia Secara garis besar. suasana aktifitas penduduk menghasilkan barang dan jasa 3. Krisis ekologis. 4. degradasi sumber daya alam dan pencemaran lingkungan per satuan produksi barang dan jasa. terdapat dua komponen utama. laut. kualitas hubungan manusia dengan alam lingkungannya dapat dikelompokkan ke dalam 3 tingkatan yaitu :  Kelompok yang hidupnya sangat tergantung pada lingkungan  Kelompok yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya  Kelompok yang mampu mempengaruhi dan memanfaatkan lingkungannya bagi kesejahteraan hidupnya. dan politik dewasa ini disebebkan tidak adanya keadilan. Pendekatan ekologi Pendekatan ekologi yang menelaah hubungan antar makhluk hidup yang satu dengan lainnya pada suatu ekosistem. Pada konsep ekologi secara umum. dan lainnya yang diluar daya kemampuan lingkungan yang bersangkutan. Eksploitasi hutan.1. Keseimbangan pemanfaatan dengan pemeliharaan Penerapan teknologi bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia selain secara jelas berdampak positif juga membawa dampak negative.

pola hidup dan perilaku yang berbudaya menuju budaya baru yang didasari oleh hawa nafsunya sehingga terjadi pergeseran nilai ditengah masyarakat. Demikianlah. Luas itu sama dengan luas wilayah Massachusetts). Sebaliknya lading atau sawah yang hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan saja akan memiliki stabilitas yang kecil.000 meter persegi digunduli. Peranan manusia secara ekologis dalam lingkungan :  Manusia sebagai mahkluk yang dominant secara ekologi  Manusia sebagai maklhuk pembuat alat  Manusia sebagai makhluk preampok  Manusia sebagai makhluk penyebab evolusi  Manusia sebagai makhluk pengotor Lingkungan yang ideal bagi manusia. pembangunan yang disponsori Bank Dunia telah menggusur lebih dari 20 juta orang dari tanah dan tempat tinggal mereka. Seorang ilmuwan 150 . Pada awal tahun 1990-an. setidak-tidaknya satu setengah juta manusia lagi (gambaran yang mengerikan itu didapat dari catatan kemiskinan Bank Dunia dalam kaitannya dengan masalah pemukiman kembali orang-orang yang terkena proyek pembangunan). Demikian juga lingkungan sosial budaya. perusakan hutan telah menjadikan hutanhutan itu tinggal separonya saja bila dibandingkan dengan kondisi hutan pada tahun 1980-an (antara tahun 1978 dan 1988 telah terjadi penggundulan. Suatu ekosistem mempunyai stabilitas lingkungan tertentu. Sementara orang-orang miskin dicerabut dari tempat asalnya dan dipindahkan secara paksa. Setiap makhluk hidup ingin agar tempat hidupnya memberikan rasa nyaman. lebih dari satu setengah juta orang disisihkan demi kelancaran proyek-proyek pembangunan yang didanai oleh Bank Dunia.merupakan tekanan yang megubah keseimbangan sehingga menimbulkan masalah lingkungan. lahan hutan seluas 22. Jutaan spesies sedang dimusnahkan di planet kecil ini. Dan jika dirunut sejak masa kemerdekaan pada tahun 1947. Lebih dari itu. orang-orang yang tergusur telah mencapai 2.5 persen dari jumlah penduduk India saat ini (1993). Penggusuran itu sering tanpa disertai kompensasi. prestasi yang gemilang manusia dalam IPTEK telah merubah pola piker. Meski demikian. di atas kertas telah ada beberapa rencana proyek semacam itu yang mungkin akan menggusur orang-orang miskin. kaum tergusur yang memainkan tokoh “penentang” semakin banyak bermunculan dalam drama yang berpanggungkan bumi. perusakan hutan itu belum merupakan tragedi sosial dan lingkungan dalam dimensi global. Setiap tahun. Pembangunan dan lingkungan Sebagian belahan bumi yang sangat luas telah berubah menjadi medan peperangan dahsyat. Bahkan. Hutan hujan tropis yang terdiri dari banyak tumbuhan dan binatang walaupun tanpa perawatan tetap akan dapat melangsungkan hidupnya. sementara Bank Dunia tetap menjadi aktor utama yang memainkan tokoh “protagonis” tentunya. aman dan menyenangkan untuk kelangsungan hidup individu dan makhluk sejenisnya. Di India. makin besar pula stabilitasnya. Semakin besar keanekaragaman ekosistem.cxxxvi (Penggundulan itu masih sangat mungkin terjadi lagi.

yang disebabkan ulah manusia. banyak permukiman suku Indian yang termasuk dalam wilayah kerja Proyek Polonoroeste tidak menerima perlindungan penuh seperti yang dijanjikan. Sementara itu. yaitu proyek pembangunan infrastruktur Polonoroeste dan Carajas. Kemudian jaringan transportasi kereta api pun dibangun dengan memakai dana pinjaman itu.1 persen pada tahun 1991.cxl Sampai tahun 1993. Sejak beroperasinya Proyek Polonoroeste.000 orang telah tertular. kerusakan hutan terus meningkat.cxxxviii Proyek Polonoroeste telah mengubah Rondonia — wilayah yang luasnya kira-kira sama dengan luas Oregon atau Inggris — menjadi wilayah dengan kerusakan hutan terluas di Amazon. angka kematian bayi mencapai 50 dan 25 persen di dua suku yang sempat dihubungi. yang membentang dari pusat cadangan bijih besi sampai pelabuhan laut di negara bagian Sao Luis.6 Pada pertengahan tahun 1980-an. mulai dari wabah campak sampai influensa. Fearnside mengatakan. Selain itu.cxxxix Pada tahun 1987 Bank Dunia melaporkan (fakta yang sempat dibocorkan pers Brasil). Kedua proyek itu benar-benar telah menjadi pemicu malapetaka kemanusiaan dan ekologis yang masih saja berlanjut. selama tahun 1980-an terjadi perusakan hutan yang lebih luas dibandingkan dengan perusakan hutan di Rondonia. Proyek Polonoroeste berupa pembangunan jalan dan pengembangan permukiman untuk pekerja perkebunan. sedangkan proyek Carajas adalah pembangunan jaringan transportasi kereta api dan pembangunan daerah pertambangan. kebakaran hutan Rondonia menjadi fokus utama riset NASA. yaitu di sebelah barat laut Brasil (Rondonia di utara Mato Grosso) dan wilayah hutan di sebelah tenggara hutan Amazon. Selain 151 . di Rondonia telah terjadi penjarahan tanah Indian secara sistematis. tepatnya di sebelah tenggara negara bagian Para. sehingga areal yang rusak dapat dilihat dari angkasa luar. Namun.000 kilometer persegi telah dirusak demi kelancaran sebuah proyek raksasa: Greater Carajas Program. Beberapa suku Indian terancam pelbagai penyakit. Sampai akhir tahun 1990. bukan kebetulan bahwa hampir semua aktivitas perusakan hutan di wilayah-wilayah tersebut berkaitan erat dengan dana proyek raksasa yang didanai Bank Dunia. wabah TBC. Sedemikian luas kebakaran hutan itu. dan lebih dari 250. yang pembuatannya didanai Bank Dunia pada tahun 1982. hutan seluas sekitar 150.”)cxxxvii Sepanjang tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an penggundulan terjadi sangat intens di dua wilayah hutan utama. penggelapan uang di badan pemerintah yang memberi perlindungan terhadap suku Indian (yaitu FUNAI). bahkan setelah pinjaman bertahap Bank Dunia selesai diberikan. Dan lebih dari tiga perempat perusakan hutan itu terjadi di salah satu sisi rel kereta api sepanjang 780 kilometer. “Penggundulan itu untuk membayar krisis ekonomi Brasil. sebuah perusahaan pertambangan milik pemerintah Brasil. yaitu dari 1. korupsi besar-besaran. dan malaria yang semakin merajalela di permukiman penduduk asli.pemerintah Brasil Philip M. Kisah tragis perusakan hutan itu dimulai saat 304 juta dolar AS pinjaman Bank Dunia diberikan kepada Companhia Vale do Rio Doce (CVRD).7 persen pada tahun 1978 menjadi 16. di ujung lain lembah Amazon. Hampir seratus persen penduduk di beberapa tempat terjangkit malaria. yaitu di negara bagian Para. Penyakit mulai mengancam nyawa orang-orang yang tergusur dan penduduk asli. campak.

Bank Dunia mengucurkan pinjaman 630 juta dolar AS) untuk menopang proyek pemindahan penduduk yang paling ambisius di dunia: transmigrasi di Indonesia.pembangunan jaringan transportasi kereta api. bisa dipastikan dalam waktu 10 tahun areal hutan yang luasnya melebihi luas wilayah Wisconsin akan gundul. Amerika Serikat.cxli Transmigrasi Proyek pemindahan penduduk sebagai bagian dari proyek pertanian yang dibiayai Bank Dunia tidak hanya terjadi di Brasil. dan minyak kelapa sawit untuk diekspor. Ketika proyek peleburan berlangsung. tanah-tanah hutan orang Indian dan cagar alam yang ada pun terancam. Selain itu. Dengan demikian. Mereka yang bersedia pindah — paling tidak dalam proyek berikutnya — menerima bantuan fasilitas pertanian dan pelayanan-pelayanan lain. Dan. enam proyek industri telah didirikan.c) yang merupakan bagian dari program pemindahan penduduk ke hutan tropis di Indonesia. Jika semua proyek itu berlangsung. Pemerintah Jerman. Irian Jaya. Proyek-proyek tersebut merupakan contoh proyek ceroboh dan berpandangan sempit. Di daerah tujuan terdapat 10 persen hutan hujan dunia. tambahan bantuan dana itu mencapai 743 juta dolar AS. maka akan terjadi perusakan hutan seluas 1. Lombok. Pinjaman Bank Dunia sebesar 630 juta dolar AS itu ternyata merupakan “pancingan” bagi donor lainnya. Belanda. Dan memang. terutama untuk menanam tanaman perkebunan seperti cokelat. empat di antaranya adalah proyek peleburan pig iron.500 kilometer persegi per tahun. dan Madura (yang selanjutnya disebut “daerah asal”) ke pulau-pulau seperti Kalimantan. karena proyek tersebut telah menarik perhatian para pengejar laba di bidang arang kayu. Sepanjang tahun 1983. karena hanya mengandalkan subsidi pajak besar-besaran dan eksploitasi hutan tropis untuk dijadikan bahan arang kayu. transmigrasi di Indonesia bertujuan untuk mengatasi ledakan penduduk dan pengangguran di Jawa dan pulau-pulau padat lainnya. proyek pemindahan penduduk itu (diharapkan) dilakukan secara sukarela. Sampai dengan tahun 1987. kopi.cxliii Menurut Bank Dunia. tentu saja. Antara tahun 1976 dan 1986. di daerah-daerah tersebut juga berdiam berbagai suku asli non-Jawa. dengan proyek semacam itu sumber arang kayu akan habis dalam kurun waktu belasan tahun. Bali. Transmigrasi juga menjadi alasan untuk memacu pembangunan ekonomi di daerah tujuan. Dana itu digunakan untuk pengembangan proyek perkebunan inti rakyat (nucleus astate project). Asian Development Bank (ADB). Pulau Jawa yang luasnya sama dengan luas wilayah negara bagian New York telah menjadi salah satu tempat terpadat di bumi karena dihuni sekitar 105 juta jiwa (1993). proyek Bank Dunia juga mendukung pembangunan penambangan bijih besi Carajas di salah satu ujungnya. baik dari pemerintah negara lain maupun lembaga keuangan internasional. 152 . Pada mulanya. Program transmigrasi di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan proyek Polonoroeste. yaitu memindahkan jutaan orang miskin dari daerah berpenduduk padat — Jawa.cxlii Tujuannya sederhana. dan Sumatra (selanjutnya dipakai istilah “daerah tujuan”). dan konstruksi pangkalan bawah air Sao Luis sebagai ujung lain jaringan transportasi kereta api itu. UNDP. dan Food and Agriculture Organization (FAO) pun turut memberikan bantuan.

dokumen Bank Dunia pun menyatakan. 90 persen tanahnya telah dihuni oleh penduduk non-Jawa. paling tidak 40. sementara pemerintah Indonesia menggunakan nama Irian Jaya. bagi pemerintahan Soeharto dianggap tidak bisa diandalkan. Sebagai bentuk penolakan lainnnya. Bahkan. Dan. Transmigrasi di Indonesia. banyak suku asli telah bergerilya selama lebih dari 20 tahun. Sekitar 40-50 persen transmigran yang mendapat permukiman di daerah bekas tanah basah dan rawarawa memilih pindah dari lokasi permukiman ke kota. karena sudah telanjur.d) Program transmigrasi di Indonesia telah mewariskan kerusakan lingkungan.cxlvi Perusakan lainnya disebabkan oleh berbagai proyek penebangan kayu dan kebakaran hutan. program tersebut telah mengorbankan 15. Tempat-tempat pemukiman transmigran.000 kilometer persegi tanah basah.000 kilometer persegi hutan tropis yang menjadi korban (4 persen dari hutan di Indonesia dan 3 persen dari hutan tropis yang tersisa di dunia). Brasil. tujuan utama transmigrasi lebih bersifat geopolitis. ladang pertanian yang tidak berguna. Pada kenyataannya. wabah serangga. suku-suku asli tetap menyebut wilayahnya dengan nama Papua Barat. Namun program itu mendapat reaksi keras di daerah-daerah tujuan.cxlvii 153 . para aktivis dan kritisi hak asasi manusia dan lingkungan memandang proyek transmigrasi itu sebagai bentuk siasat politik yang disamarkan dalam wujud pembangunan. Pada akhir 1980-an. salah satu sistem “pengamanan” negara yang dilakukan pemerintah Indonesia.cxliv telah menjadi proyek perang bintang Jenderal Soeharto.000 sampai 20. Jika dilihat baik dari segi sosial maupun dari segi keberhasilan pembangunannya. setiap tahun sekitar 10. program transmigrasi di Indonesia ternyata sama-sama menunjukkan bayangan yang suram.000 kilometer persegi hutan di Indonesia telah mengalami perusakan. selalu dibayangbayangi berbagai bencana lingkungan: tanah yang kandungan asamnya tinggi.000 kilometer persegi hutan tropis. banyak transmigran akhirnya mencoba tetap bertani di tanah-tanah yang tidak subur sekadar untuk bertahan hidup. Di Indonesia. separo dari hutan-hutan itu telah diubah menjadi tanah pertanian demi kelancaran program transmigrasi. Riset Bank Dunia pada akhir 1980-an menyatakan. dan babi liar. dan seperempatnya disebabkan oleh proyek pembangunan baik yang dilaksanakan oleh negara maupun swasta.000 sampai 50. Menurut mereka. perpindahan penduduk — baik yang didanai maupun tidak – ke daerah hutan bakau dan rawa-rawa di Indonesia (dikenal paling luas di dunia ) telah mengubah 35. Ada pula yang memilih pindah ke kota-kota kumuh di sekitar daerah tujuan. sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kebijakan aneksasi Indonesia sejak tahun 1969 di wilayah mereka. juga terjadi dalam program transmigrasi di Indonesia: bantuan pertanian tidak kunjung datang. tikus. Situasi yang mirip dengan Polonoroeste.cxlv Riset pemerintah Indonesia pada tahun 1989 menyebutkan. bahaya banjir.Namun. Oleh karena itu dibuatlah program transmigrasi. Kondisi buruk itu masih ditambah beberapa persoalan yang muncul akibat kelemahan perencanaan proyek seperti jeleknya jalan menuju pasar terdekat. sejak awal keterlibatan mereka pada akhir tahun 1970-an. Kondisi populasi yang demikian. Di Irian Jaya. program transmigrasi itu justru lebih memiskinkan jutaan orang miskin. yang berasal dari hutan bakau dan tanah basah. Akan tetapi.

yaitu Arso I dan Arso II. tempat keanekaragaman hayati berkembang biak dengan bebas. Dalam program transmigrasi itu. transmigrasi di Irian Jaya tak lebih dari program “jawanisasi” ke daerah-daerah basis para gerilyawan yang menentang pemerintah Indonesia sejak tahun 1969. Fenomena pengungsi itu membuat komposisi penduduk di Merauke pun berubah. transmigrasi di Indonesia telah mengusir penduduk asli Irian dari tanah mereka dan menimbulkan konflik yang disertai kekerasan. pada tahun 1988 di sebelah utara Arso IV. Dan sampai tahun 1990. penggusuran secara besar-besaran petani gurem dari lahan pertanian. tahun 1986. terjadinya erosi tanah. meningkatkan kecemburuan sosial dan konflik. Banyak kritikus menyatakan. Pada insiden tersebut penduduk asli Irian membantai 13 transmigran dan melukai banyak orang lainnya. kekurangan sumber air. Banyak permukiman transmigran dibangun di dekat perbatasan Papua Nugini. pemerintah Indonesia berharap dapat merekrut “transmigran yang mendapat sponsor” yang sama jumlahnya dengan “transmigran swakarsa”.cli Kota-kota di Irian Jaya — Merauke dan Jayapura – akhirnya dipenuhi pengungsi yang berasal dari daerah transmigran yang gagal. Pada tahun 1989 juga terjadi pembunuhan di dua permukiman transmigran. Diperkirakan.000 keluarga atau lebih dari 75. kaum pengungsi atau bekas transmigran di Merauke akhirnya bernasib sama seperti penduduk miskin di Jawa: menjadi pekerja seksual dan pelinting rokok. Jadi. Sebagai contoh.000 penduduknya merupakan suku Melanisia. Seluas 417. karena sebenarnya biaya rata-rata untuk merelokasi sebuah keluarga transmigran dapat menjamin kehidupan keluarga tersebut di atas garis kemiskinan selama paling tidak 13 tahun. Sementara itu.cxlviii Fakta itu jelas mengherankan. terkontaminasinya lapisan tanah. lebih dari 300.000 kilometer persegi wilayahnya merupakan tanah basah dan hutan hujan.000 orang Jawa telah pindah ke Irian Jaya. Yang mendapatkan keuntungan dari revolusi 154 . 50 persen keluarga transmigran hidup di bawah garis kemiskinan. survei yang dilakukan oleh pemerintah Prancis menyatakan bahwa 80 persen dari daerah transmigrasi di Indonesia gagal memperbaiki standar kehidupan transmigran. Pemilihan tempat pemukiman yang demikian agak mencurigakan karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) memusatkan aktivitasnya di daerah-daerah terpencil Papua Nugini sebagai tempat pengungsian yang aman dari kejaran pasukan Indonesia.Menurut laporan Bank Dunia. Di Merauke.clii Revolusi Hijau Dampak revolusi hijau menurut Vandana shiva “ revolusi hijau telah menyebabkan berkurangnya keanekaragaman genetika.000 orang ke Pulau Cendrawasih. meningkatnya kerawanan terhadap hama. menurunnya kesuburan tanah. kurangnya makanan bergizi bagi penduduk setempat. Pada akhir tahun 1980-an.2 juta jiwa yang menggunakan 224 bahasa. terjadinya kemiskinan di daerah pedesaan. dan 800. Bantuan yang kelima dari Bank Dunia telah dimanfaatkan untuk memindahkan sekitar 15.cxlix Kondisi paling buruk terjadi di Irian Jaya. pada tahun itu pendapatan mereka 540 dolar AS per tahun. terjadi kerusuhan.cl Irian Jaya sebenarnya merupakan cagar alam terluas di dunia. penduduk asli Irian hanya sepertiga dari total jumlah penduduk kota tersebut. sebuah permukiman transmigran. sementara 20 persen transmigran lainnya berada di bawah garis subsisten (sangat miskin). Irian Jaya berpendukuk 1.

dan tidak direklamasi. Zat-zat kimia tersebut juga mempengaruhi sistem metabolisme.4 juta hektar pertahun. Karenanya. asam. toxaphene. 155 . Panen alami ikan ramai-ramai itu merupakan kearifan tradisional yang kini tidak dikenal lagi. Selain itu fakta menunjukkan FAO melarang penggunaan 57 jenis pestisida karena membahayakan kesehatan. Beberapa puluh tahun silam. aldrin. chlordane. organoklorin. baik secara legal maupun illegal. Berkah pladu tidak lagi mereka nikmati karena sungi berubah fungsi menjadi saluran limbah ribuan industri. Pada tahun 1985-1997. kekebalan tubuh. Namun ternyata sebagian besar pestisida tersebut beredar di Indonesia dan digunakan oleh petani. sehingga menempatkan berjuta-juta rakyat miskin dalam resiko kelaparan. dieldrin. Sebagai contoh. Ladang tepi bengawan yang mengharap kesuburan Lumpur kiriman tidak lagi produktif dan ikut menghitam mengeluatkan bau limbah. Korban pertama adalah hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian. minyak. gas buang kendaraan bermotor dan bahan bakar fosil yang dibakar di rumah-rumah. Beberapa pestisida berbasis klorin atau organoklorin seperti DDT. Croall and Williams) Khususnya di Indonesia kebijakan pangan pada fase produksi meminta perluasan lahan pertanian. Data Forest Watch Indonesia (2001)cliv menyatakan bahwa dalam 50 tahun terakhir. dan mempengaruhi fungsi otak manusia. endrin. Indonesia telah kehilangan hutan seluas 60 juta hektar. hutan tidak lagi menjadi penopang hidup karenatelah menjadi padang ilalang. dioxin. pestisida. kebakaran dan penebangan hutan besar-besaran di Indonesia di tahun-tahun silam telah mengakibatkan degradasi tanah. Situasi di luar Jawa juga tidak jauh berbeda. heptachlor. penyakit jantung dan paru-paru serta kanker. perusahaan-perusahaan petrokimia.sebagian tanah dikeruk secara sewenang-wenang untuk diambil hasil tambangnya. pertambangan dan pabrik kimia telah mengkontaminasi saluran air utama di seluruh bagian dunia. furans adalah pestisida atau polutan yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Aliran-aliran beracun seperti dioksin. karena itu bencana terjadi dimana-mana. sebanyak 2. laju deforestasi di Indonesia mencapai 1.2 juta manusia yang meninggal berada di pedesaan terkena polusi udara di ruangan karena pembakaran bahan baker tradisional. pembuat bendungan dan para tuan tanah” (Ecology for beginners.hijau ini adalah industri agrokimia. dan logam-logam berat seperti cadmium dan timbale dari pabrik. hexachlorobenzen. mirex.cliii Menurut laporan UNDP tahun 1998. manusia menderita kerusakan pernafasan. alkali. Akibatnya jelas kerusakan ekosistem disertai punahnya ribuan spesies endemic di wilayah tersebut. pembuat mesin-mesin pertanian. masyarakat agraris di tepi Bengawan Solo mulai Jawa Tengah hingga Jawa Timur mengenal musim Pladu (ikan mabuk akrena air keruh akibat hujan) sebagai andalan menutupi kebutuhan gizi keluarga sekaligus rezeki. Pohon terus ditebang.7 juta orang setiap tahun meninggal akibat pencemaran lingkungan lewat polusi udara karena emisi-emisi industri. Di Indonesia sendiri eksploitasi alam dan degradasi sumber daya alam sangat memprihatinkan. bahkan rawa-rawa. Sebanyak 2. Sungi tidak lagi menghasilkan ikan. Laporan UNDP ini semakin mengerikan lagi manakala ditemukan sebanyak 2 juta anak pertahunmeninggal akibat air kotor.

sampai tahun 2001 sudah mencapai 350. Sisa-sisa hutan pegunungan dan hutan rawa-rawa di pulau-pulau akan lenyap tidak terlalu lama. Sabarnudin (2001)clvi menyatakan pula bahwa eksploitasi berlebih (over exploitation). hutan-hutan lain di Sulawesi dan Sumatera diyakini akan lebih dulu hilang. Forest Watch Indonesia juga memprediksikan hutan hujan dataran rendah Kalimantan akan hilang tahun 2010. Picu konflik horisontal pun tersulut diam-diam di hampir seluruh wilayah Indonesia yang kaya sumber daya alam TUGAS. yang pada akhirnya memicu adanya persoalan kemiskinan dan ketidak adilan yang dirasakan oleh masyarakat desa hutan. rumuskan solusinya dan terapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk permasalahan tersebut dan upayakan untuk mengikutsertakan dan bekerjasama dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait.Muhtadi (2003)clv menyatakan bahwa di Jawa. Diperkirakan tingkat kerusakan hutan di Jawa akan meningkat hingga 500. baru disadari terjadi kesenjangan dan ketidakadilan. pembalakan tak leggal (illegal logging) dan merebaknya perambahan kawasan melengkapi proses destrukturisasi hutan di Indonesia.000 hektar pada tahun 2002. sosial dan politik menyangkut sumberdaya hutan hasil rumusan berbagai pihak berdasarkan kebutuhan masing-masing. Setelah sungai menjadi saluran limbah.000 hektar. Hanya Irian Jaya diperkirakan masih memiliki hutan tersisa. Keadaan ini makin diperparah pula oleh adanya tabrakan kebijakan-kebijakan perekonomian. 156 . tetapi juga hutan lindung dan hutan alam. Bentuk kelompok maksimal 10 mahasiswa 2. buatlah analisa secara menyeluruh dari permasalahan yang anda anggap paling krusial untuk segera diselesaikan 4. tingkat kerusakan kawasan hutan yang dikelola oleh PT Perhutani. 1. Identifikasi masalah – masalah lingkungan disekitar anda 3. dan hutan hanya tinggal nama. Kerusakan ini tidak hanya terbatas pada kawasan hutan produksi.

Manusia dan Peradaban. viii Benedict. yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1964. hal 397 xv . (1973) The Interpretation of Culture. 7-9 Desember. Pengantar Teologi Moral. Inc.. Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial. edisi pertama. 182 xxiv Ibid. xxxii Encyclopaedia of The Social Sciences. Ibid. D. 1989. Culture : A Critical Review of Concepts and Definitions. M. London. 62 xxxi Harsojo. xxviii Alvin Toffler. Makalah dalam semilokakarya. ii D’Andrade. Indar Siswarini. ix D’Andrade. Cit.. Dictionary of Sosiology. 1967. butir-butir Pemikiran Kritis. dalam Ibid. Englewood Cliffs. R. Berkeley. Ibid xii Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. New York. R.P. MA. Bandung. vii Malinowski. 2003.. Gloucester.. CA.. Shweder dan R. iv Spiro. 2000 x Swartz.. hal 265. 1990 xiv Linton. Hal 51 xx Supardi Damono. Dirjen Dikti 5-8 November 2001.. hal. Etika Dasar.. Op. xxxvi Ibid. Soerjono. Cambridge. The Third Wave.A. xvi Soekanto. hal 57 xxxviii dalam Ibid. Sosiologi suatu pengantar. xxx Anthony D..E (1987) Culture and Human Nature. Ilmu Budaya Dasar. xxvii Dalam. The Concept of Social Change... The Modernization of Man. C (1963). art and Custom. 1981. Kompas. 1980. xxxiv Dalam Indar Siswarini. 1990. H. xxxiii Alex Inkeles. edisi ke-4.. hal. New York. M.. 10 xxix Koentjaraningrat. Edisi 4. William Morrow.. Magnis Suseno. UK iii Taylor. vi Geertz.. & Adam Kuper. Edwin Seligman (ed). NJ. Tata Negara Indonesia Menuju Pembaruan. dan Kluckhon. Self. xxv F. Filsafat Kebudayaan Politik.. Binacipta. September 2004. hal 29-30 xix Ibid. xxvi William Chang. Fairchild.. (1968) American Kinship : A Cultural Account. Jum’at 17 Februari 2006... xxxvii Sulardi.. Bali. Kanisius. London. C. Kebudayaan. and Emotion. Boston.. Denpasar. hal. Makalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI.. HTML xviii Franz Magnis Suseno. Mewujudkan Masyarakat Madani Melalui Pendidikan Dalam Perspektif Gender. Jakarta 1992. Jakarta. hal 83. xxxv Safrudin Setia Budi. Op. Appleton Century-Croft. Adam dan co. Chocago v Schneider. 1986 xvii Saiful Arif. New York. i . dosen ISBD. Op. hal.L..Kroeber A. PT. R. Kanisius.P. 2001. dalam. 1936. xi D’Andrade. dalam R. Rajawali Pers. PT Gramedia Pustaka Utama. Rajawali Pers. xxi Dalam. Manusia dan Kebutuhan Adab. Jakarta. Littlefield. hal. Gramedia. Inc.Cit.Cit. Smith. E. Routledge & Kegan Paul. Co.. Culture dalam Jessica Kuper. hal 155 xiii Kluckhohn C. R. Jakarta.A LeVine (eds) Culture Theory : Essays of Mind. 3 xxii H. Sosiologi Suatu Pengantar.B (1958/1871) Primitive Culture : Researches in the Development of Mythologi. hal 2. R (1934) Pattern of Culture.Mentalitas dan Pembangunan. 1973. dalam Soerjono Soekanto. B (1922) Argonouts of The western Pasific. Pengantar Antropologi.. 41 xxiii Koentjaraningrat.. MA. (1991) The Way The World is : Cultural Processes and Social Relations among the Mombassa Swahili. Setangkai Bunga Sosiologi. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. A Study of Man. Malang.. Religion.. 1990. New York. (1984) ‘Culture Meaning System’.. IKIP Malang. an introduction.. New York. Yogyakarta. Fairchild.

Imarah. 150. Denpasar. Kesetaraan Warga Dan Hak Budaya Komunitif Dlam Masyarakat Majemuk Indonesia. Dirjen Dikti. 7-9 Desember. lxxi Ibid. 128. Bali. lxiv Ibid. 75. lii Parsudi Suparlan. lix Ibid. INPI Pact. Hal. kerjasama anatara Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosdakarya. Op. 19. lviii Ibid. Desantara. Sains Tekhnologi Masyarakat. Komunikasi Antar Budaya. 178. 2003. hal. xlii Indar Siswarini.Desember 1999. 182. PT. lxviii Ratna Megawangi. 118. Perempuan Multikultural : Negosiasi dan Representasi. makalah lokakarya penataran dosen MBB. lxv Ibid.Cit. Ibid. 2005. Yogyakarta. Multikulturalisme. September 2004. Gema Insani. Keragaman dan Kesetaraan. 191205. hal. The Future of The World Order : Masa Depan Peradaban dalam Cengkraman Demokrasi Liberal versus Pluralisme. l dalam Ibid. lv Dalam. hal. hal. 5. xlvi Ibid. Semilokakarya Dosen ISBD. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. Kementerian Riset dan Tekhnologi. Ibid. lxxv Kaelan. Yogyakarta. makalah Dirjen Dikti. Yogyakarta. Agustus. Iyubenu (Ed). li Indar Siswarini. Jakarta. lxix Ibid. Op. Parsudi Suparlan. Op. 63. xliv F. Edi Hayat dan M. makalah dalam rangka seminar Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional ke-9. Bandung. xlix Ibid. Membiarkan Berbeda ? : Sudut Pandang Baru Tentang Relasi Gender. liv Parsudi Suparlan. Cit.Supardi Damono. lxiii Nurul Huda. Depdiknas. Dirjen Dikti. Fenomena Peradaban Indonesia Menghadapi Peradaban Dunia. Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan. Ilmu Budaya Dasar. hal. 4. 2005. Fukuyama dan Samuel P. lvi Indar Siswarini. Bandung. Feminisme Multikultural : Refleksi Sekaligus Proyeksi. Huntington. Op. Bandung. hal. Op. hal.Cit. xliii Azyumardi Azra. hal. 2001. xlvii Indar Siswarini. lxxiii Kaelan. Yogyakarta. Pendidikan Pancasila . 9.Cit. liii Parsudi Suparlan. 2001. Dkk. lxvii Manneke Budiman. hal. Mizan Pustaka. Jakrta lxii Ibid. xli Anna Poedjiadi. 1999. 76 xlv Ibid. Vol. Refika Aditama. Paradigma. Islam dan Pluralitas. 174 lxxiv Munandar Sulaeman. 1999. Imarah. lxxii Ibid. lx Supardi Suparlan. Jurnal Studi Amerika. 3. Jakarta lxi Sumanto. Op. Ircisod. hal.Cit. Menggagas Jurnalisme Sensitif Gender. 176 xxxix xl . lxx Ibid. 1998. proyek pendidikan tenaga akademik. Denpasar. hal. “Kemajemukan Amerika : Dari Monokulturalisme ke Multikulturalisme”.Cit. Jakarta. hal. hal. Makalah Dirjen Dikti. Manusia. Juni 2004. lxvi Ibid. dalam. lvii M. xlviii M. Surur (Ed). hal. 1998. Edisi Reformasi 2001.

102 lxxxviii Hanigan. 1982 lxxvi Clark. Sains. 1987 cvii Ellul Jacques. Kanisius. hal.New York. 267. hal. hal. Jakarta. MS.H. lxxxvii William Chang. Bandung. dalam bukunya. the Economics of Industrial Innovation. xciii Soerjono Soekanto. Magnis Suseno. Refika Aditama. PT Eresco) 1995 ciii Ibid.Cit. 2004. 342 xcv Muchtar Kusumaatmadja. C. hal.H. D. Op. Jakarta. LP3 Jatim dengan UWK Surabaya. 2001. PT Raja Grafindo Persada. Magnis Suseno. hal 159 civ Bachtiar Rifai. Pengantar Ilmu Hukum. xc Berl Kutchinsky. Susanto. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. Berita LIPI No. hal.Cit. Teknologi dan Akibatnya Pada Manusia. Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum. 1979. Ilmu Sosial Dasar. Ilmu Budaya Dasar. hal. Jakarta. Hakam. IR. A (1999).Cit. 2002 lxxxiii Muchtar Kusumaatmadja. The Legal Consciusness. dan hari depan manusia. 1975. 2000. 10. Op. Versi Elektronik (April 2003) cx . Jakarta. London : BBC News Online. Makalah Dirjen Dikti.. Globalization : The Reith Lectures. terj LP3Es.Cit. 2003. xcix Dalam Ibid. Teknologi. 1971 cxii ibid cxiii Schumacher. lxxxix Muandar Sulaeman. Jakarta. Bandung lxxxi F. 117-119. Bandung. xcvii Ibid.J. The Tecnological Society. lxxxiv William Chang. Beberapa Aspek Sosiologi Hukum. hal. Makalah Dirjen Dikti. dalam Ibid. 17. 1982 cii Soelaeman M Moenandar. Perkembangan Pertimbangan Moral di Kalangan Santri. Membuka Kotak Hitam Teknologi. Inventing Accuracy : A Historical Sociology of Nuclear Missile Guidance.. Future Shock.. Op. Kanisius. Gramedia. lxxxvi Ibid. Bandung. 56 xciv L. Kompas. Alumni. hal. Konsen-Konsen Hukum Dalam Pembangunan. Negara Tanpa Retributivisme. xci Ibid. 6 Nov 2006. Manusia Moral dan Hukum. xcii Ibid. Bantam Books. hal. 13 lxxx Dalam. Jakarta. 2004. Etika. 1975 cv Sulfikar Amir. xcvi Imanuel Kant. Pradnya Paramita. lxxxii Dahlan Thaib. van Apeldoorn.Cit. Moralitas dan Hukum. lxxvii Munandar Sulaeman. Hukum dan Moralitas. New York. hal 139 cxiv Ibid cxv Giddens. Op. 1989. Ibid. Alumni. hal.A. PT Gramedia. (Bandung. dalam Otje Salman dan Anthon F. 87 lxxxv Munandar Sulaeman. Depdiknas. 9 lxxix K. Tb. 2nd edn. Makalah Pelatihan Nasional Dosen Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Yogyakarta. 53. 35. amirs3@rpi. dalam. Kecil itu Indah. xcviii Kamal A. Bunyamin dan Kama A. (1997). Kajian Bersama 2004. Etika Dasar. Pengantar Teologi Moral. Terj John Wilkinson. 4. Teori dan Konsep Ilmu Sosial. c Achmad Ali. hal. Ilmu Sosial Dasar. Bertens. hal. Cambridge. 2002. lxxviii F. Yogyakarta. Jakarta.. London. 2001. PT. dalam Toto Suparto. “Ketahanan nasional dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”.Bambang Suprijadi dan Totok Djuroto. Dirjen Dikti. 2001 ci Zen MT. 2000 cxi Alvin Toffler. J. Op. Pendidikan Pancasila. IKIP.edu cvi MacKenzie. Jakarta. 1964 cviii Sastrapratedja. Ceramah di UI Jakarta 24 september 1980 cix Freeman.

2002. cxli Bruce Rich. J. 76-77. 31 Agustus 1991. USA.1990) hal 246. tanpa judul (tanpa penerbit. En Introduction to environtmental Aconomics.3 September 2000. Penghancuran Lingkungan. From Project Appraisal to Policy Review.. hal 25 cxxvii Lihat tulisan Fukuoka. A. 1.3. . vol.D. 1994 cxxxi Pearce. 7. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. “Eco-Feminism in the 21 st Century”. Massachusetts. Statement of Loans. T. 23 Juli 1987. D. 6 (NovemberDesember 1982). Kanisius) 1996 cxxv Ibid. vol. Journal do Brasil (Rio de Janeiro). 1997). 7. Tucker. 1981 cxxxiii Sachs. cxxxviii Jean Paul Malingreau dan Compton J. Fearnside dan Judy M. 17. no. “Jari and Carajas: The Uncertain Future of Large Silvicultural Plantations in the Amazon”. F. dan Cameron . R.uk/hi/english/static/events/reith_99/week1/week1.bbc. J. T. naskah untuk dipublikasikan dalam Ambio . Jakarta. Jakarta. Bebas Dari Pembangunan (Jakarta : YOI & KONPHALINDO. Fearnside.FemaleMan©_Meets_OncoMouse™: Feminism & Technoscience. 1 (Afrika dan Asia). Cultural Survival Quarterly. Saudari Bumi Saudara Manusia. cxxvi Hanne Strong. D. Ann. (1999).W. Edisi Indonesia diterbitkan oleh INFID cxlii Bank Dunia. dalam Our Planet Vol.R. Environmentalism. T. Turner.1995. Intepreting The Precautionary Principle. T.5. cxxxix Linda Greenbaum. Feminist Theology : A Reader (London : SPCK&W/JKP. Modest_Witness@Second_Millenium.C..htm cxix Margaret Farley. Menjelajahi Sains Lewat Dunia Sosial amirs3@rpi. dan Krisis Pembangunan (Mortgaging the Earth: The World Bank. cxviii Giddens. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial.19 No. hal 6 cxxi Sulfikar Amir. “Large Scale Deforestation in Southwestern Amazon Basin of Brazil”. 165206. cxxxvii Philip M. London : Profil Book. (Yogyakarta. Our Posthuman Future : Consequences of thr Biotechnology Revolution. (1970. “Bird Relata Incompetencia da Funai no Polonoroeste”.W.K. Boston. cxxxii O’Riordan. 162. dan Bateman. London. “Feminist Theology and Bioethics” dalam Loades. Gaia : The Practical science of Planetary Medicine. vol.edu cxxii Toinbee. Menggadaikan Bumi: Bank Dunia. Londod (1981 cxxx O’Riordan. “Ecological and Spiritual Revolusion”. Beacon Press. The Politics of Global Ecology. IBRD. 2000 cxxxvi Philip M. 1993. Chichester. “The Failure to Protect Tribal Peoples: The Polonoroeste Case in Brazil”. London... London : BBC News Online. cxxxiv O’Riordan.. PT Raja Grafindo Persada.7 No. Oxford. hal.s Image Vol. Stroud (1992) cxxix O’Riordan. Mankind and Mother Earth. “Deforestation in Contemporary Brazilian Amazonia: The Effect of Population and Land Tenure”. dan Sewell. 326. Environmental Impoverishment and the Crisis of Development). W. cxl Kido Guerra dan Cleber Praxedes. hal 27 cxxiv Freddy Buntaran. London: Roedledge cxvii Fukuyama. vol. 1993. 157. Indonesia Transmigration Sector Review (Washington D. W. cxvi . Globalization: The Reith Lectures. 8 (Desember 1984).1991) hal 153 cxxviii Lovelock. hal. Rankin. caderno 1.: Bank Dunia. 1994. Versi Elektronik (April 2003( bisa diakses di http://news. London. 2000 cxxxv Pearce. akhir 1993. cxx Vandana Shiva. 24 Oktober 1986). 49-55. D. dalam In God.Ambio. 22. A. cxliii Ibid. no. PT Raja Grafindo Persada. I.co.Haraway. vol. 1976 cxxiii Yoshiko Isshiki. Interciencia.

2/3 (1986). clvi Sabarnudin. “jumlah areal hutan yang diubah menjadi lahan pertanian adalah sangat kecil. cxlvii NDRC dan WALHI. D. Indonesia Transmigration Sector Review. cxlv Lihat Bank Dunia. Sebuah studi yang dilakukan oleh tiga kementerian Indonesia yang bekerja sama dengan London-based Intenational Institute for Environment and Development (IIED) mencatat. 2 dan 3 (1986).: Bank Dunia. 102.” Ecologist.. Land. “Indonesia: Continuing Human Rights Violations in Irian Jaya” (April 1991). and Water (Washington D. Oct 1998 PSR’s Environment & Health Program : Pesticides and Kids : A Primer for Primary Care Physicians cliv Forest Watch Indonesia.. Harian KOMPAS... 96). Amesti Internasional. xiv-xv. Derita Sepanjang Masa Rakyat Jawa.... “Transmigration in Indonesia“... “Bogged Down”. 2001. xx-xxi. Dokumen Bank Dunia untuk Indonesia Januari 1990 yang dikutip di atas memperkirakan bahwa lahan yang sudah dibuka pada dekade 1980-an sudah mencapai 20. Rekonsiliasi Nasional untuk Menyelamatkan Hutan..000 kilometer persegi hutan telah dirusak (op. 9 Pebruari. sekretariat London. Potret Keadaan Hutan Indonesia.. “The Transmigration Fiasco”... cxlix Carolyn Marr. Mengenai laporan kritis tentang transmigrasi di Irian Jaya.000 kilometer persegi. 2001. cxlvi Bank Dunia. Vol 6 no 3. clv Muhtadi. cl Jumlah transmigran di Irian Jaya berasal dari tulisan George Monbiot.. PT. Makalah Presentasi Kelompok pada Konggres Kehutanan Indonesia III. Indonesia’sosial Transmigration Program” Multinational Monitor. Ecologist. Bogor.. Jakarta: 1-11. Indonesia Transmigration Sector Review.. dan Bank Dunia untuk Indonesia. Kompas Media Nusantara. 11-116. cxlviii Bank Dunia.. Kegagalan program transmigrasi dalam mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan mengakibatkan banyak keluarga meninggalkan tempat transmigran setelah dua sampai tiga tahun menjadi peladang berpindah atau penebang liar. vol. 16. Destroying Cultures.. lihat George Monbiot.“Indonesia’s Transmigration Programme: A Special Report in Collaboration with Survival International and Tapol”. Forest Watch Indonesia and Global Forest Watch. 94-97.. 30 (artikel ini memberikan gambaran ringkas tentang problem pokok pada program transmigrasi di Irian Jaya). S.. cxliv . cli Lihat Marcus Colchester. 16. Geographical Magazine. Jakarta.. no. clii Amnesti Internasional. Selama periode 1980-1985 (termasuk Pelita III) Bank Dunia memperkirakan sekitar 10. Mei 1989. C. Angka yang dikedepankan Bank Dunia itu sangat rendah karena rata-rata tiap keluarga mendapat tiga perempat hektare lahan yang sebelumnya berupa hutan. “Uprooting People. Indonesia: Sustainable Development of Forests. 1990). Poisoned Arrows (London: Michael Joseph. 1989). 2003.. Oktober 1990.. 7. 12-15.. no. cliii Pesticide Monitor.. Dalam. vol. lahan itu dulunya tidak sepenuhnya hutan. “The Struggle for Land: Tribal Peoples in the Face of the Transmigration Program. cit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful