Oleh : Drs H Misno A Lathief, M.

Pd

BAB I PENDAHULUAN

1. Visi, Misi, dan Tujuan ISBD Visi dapat diartikan sebagai jangkauan pandangan ke depan yang merupakan idealisasi dari suatu usaha atau perjuangan. Dalam konsep yang lebih abstrak dapat disetarakan dengan dengan suatu cita-cita, namun cita-cita yang lebih dekat jangkauannya, sehingga sangat berpeluang untuk direalisasikan melalui usaha atau perjuangan tersebut. Sementara itu misi merupakan suatu usaha atau perjuangan yang dilakukan untuk mencapai suatu visi. Visi dan misi ibarat kedua sisi mata uang, di mana masing-masing sisinya berfungsi saling melengkapi dan memaknai substansinya, sehingga bisa difungsikan untuk mewujudkan harapan dari subyek yang memilikinya. Ketiadaan satu sisi dari mata uang tersebut akan menghilangkan makna sisi lainnya. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi ; berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. Adapun tujuan dari Ilmu Sosial dan Budaya Dasar diberikan di perguruan tinggi adalah sebagai berikut. 1) Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 2) Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. 3) Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik

1

dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah sosial budaya secara arif. 2. Pengertian Fungsi dan Ruang Lingkup Sebelum mempelajari matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD), ada baiknya kalau kita mengenali lebih awal pengertian tentang ilmu baik secara etimologis maupun definitif. Dengan mengenali konsep dasarnya kita akan dapat mengidentifikasi, apakah matakuliah ISBD termasuk suatu ilmu pengetahuan, pengetahuan dasar, atau sekedar pengetahuan. Masing-masing istilah ini mempunyai arti yang sangat berbeda. Apalagi kalau dilihat dari kaca mata keilmuan. Secara etimologis kata ilmu merupakan kata serapan dari kata ‘ilman (bahasa Arab) yang artinya pengetahuan. Kata ilman sendiri berasal dari kata kerja ‘alima (fi’il madli/pasttense) , artinya “tahu” atau telah mengetahui. Sedang kan kata kerja masa kininya (fi’il mudlori’/presenttense) ialah “ya’lamu” yang berarti sedang mengetahui. Sementara kata bendanya (noun) dari kata ‘alima tersebut adalah ilman; yang berarti pengetahuan. Jadi kata ilman inilah yang kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi ilmu. Diakui perbendahaaraan bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing, apakah itu bahasa Arab, Inggris, Belanda, Cina, atau yang lainnya. Jangankan bahasa Indonesia bahasa daerah (Jawa misalnya), juga banyak menyerap dari bahasa asing. Sebagai contoh kata “full” (Inggris) diserap menjadi “pol” artinya penuh. Atau “empthy” diserap menjadi “entek” artinya kosong atau habis. Kata “mripat” adalah serapan dari kata “ma’rifat” (bahasa Arab) artinya mata atau melihat. Contoh yang yang lain, kata seperti botol, bakso, administrasi, transportasi, semuanya adalah serapan dari unsur bahasa asing; Belanda, Cina, dan Inggris yang sekarang telah menjadi bahasa Indonesia. Kembali pada konsep awal bahwa ilmu secara etimologis atau harfiyah artinya ialah pengetahuan. Pengetahuan di sini menyangkut berbagai aspek kehidupan dan benda yang ada di sekitar manusia. Semua benda atau yang lainnya yang dikenali lewat indera dapat dikatakan pengetahuan. Indera mata dapat mengenali ujud, warna, dan sifat atau kualita dari suatu benda. Pelangi kelihatan indah karena indera mata yang mampu memberikan sifat atau kualita pada pelangi sehingga dikatakan indah. Hal demikian tidak bisa dikenali oleh indera lainnya, karena masing-masing memiliki bidang yang terpisah. Suara seseorang yang melantunkan suatu lagu, ternyata bisa dinikmati begitu nyaman oleh penggemarnya. Dari kejauhan tempat masjid suara muadzdzin dapat didengar sayup sampai,

2

dan juga desiran daun-daun tumbuhan yang diterpa angin semuanya dapat didengar oleh telinga. Hal ini berarti bahwa indera telingga mendapat pengetahuan tentang “suara” tersebut. Namun demikian telingga tidak mampu mengidentifikasi bagaimana rasanya garam, gula, buah-buahan, atau lezatnya makanan yang diolah dengan resep mutakhir. Ini berarti telingga tidak mampu menangkap pengetahuan tentang “rasa” kecuali hanya indera pengecap yang dapat melakukannya. Demikian juga kondisi suatu benda apakah kasar atau halus, hal seperti ini tidak dapat ditangkap oleh indera-indera tersebut. Yang dapat menangkap pengetahuan tentang keadaan suatu benda kasar atau halus hanya indera peraba. Hal ini berarti bahwa indera peraba bisa mendapatkan pengetahuan tentang “halus” atau “kasar”nya suatu benda. Selanjutnya bagaimana “aroma” suatu benda abstrak yang tidak tampak ujudnya, ternyata bisa ditangkap oleh indera penciuman atau hidung. Dengan kemampuan kepekaannya, manusia selalu bisa merasakan kehidupan ini dengan aman dan nyaman. Ia akan berbinar wajahnya sambil tersenyum tatkala indera hidungnya menangkap aroma yang kebetulan sangat disukainya. Ia benar-benar bisa menikmati betapa sedap, harum, lezat atau rasa apa saja sehingga ia menjadi senang ketika hidungnya menangkap aroma pengetahuan “bau” tersebut. Sebaliknya dengan kemampuan indera ini manusia bisa menghindarkan diri dari aroma bau yang ternyata tidak sesuai dengan seleranya. Suatu misal ketika seseorang berada dalam suatu kerumunan tiba-tiba ia ribut sendiri, ngedumel sambil menutup lobang hidungnya. Ia berteriak-teriak sambil mengumpat yang tidak jelas kepada siapa umpatannya ditujukan. Sementara itu temannya yang merasa melepas benda abstrak tersebut tenang-tenang saja, bahkan bisa tersenyum karena dengan lepasnya gas tersebut, ia bisa terhindar dari rasa mual atau sakit perut. Begitu juga yang kebetulan menghirup aroma bau yang tidak disukainya itu, mereka berusaha menutup lobang hidungnya agar terhindar dari ketidaknyamanan yang sedang dihadapinya. Semua yang dijelaskan di atas adalah gambaran bahwa pengetahuan tidak terbatas dan memiliki bidang yang sangat luas, sehingga dapat dikatakan bahwa semua hal yang dikenali atau diketahui oleh indera manusia dapat disebut pengetahuan. Pengetahuan seperti ini belum ada spesifikasi, belum terkelompokkan secara khusus dan masih bersifat umum, sehingga menjadikan pengetahuan tampak sangat luas dan kompleks.

3

artinya ilmu pengetahuan itu disusun berdasarkan obyek yang menjadi bidang kajiannya. Ekonomi. tetapi obyeknya formanya pasti dan harus berbeda.Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang di dalamnya sudah terdapat suatu pengelompokan berdasarkan obyek kajiannya. dan lainnya. Atau dengan kata lain obyek forma suatu ilmu pengetahuan adalah “sesuatu” yang diperjuangkan oleh ilmu pengetahuan yang bersangkutan demi untuk kemanusiaan. Namun dengan sifat yang telah membatasi diri ini. Biasanya yang demikian ini merupakan 4 . dan sistematis. maka dapat terjadi kesamaan obyek materia antara satu ilmu pengetahuan tertentu dengan ilmu pengetahuan yang lain. Obyek materia yaitu obyek kajian bidang ilmu yang bersifat masih sangat umum atau makro. Kalau terjadi sebaliknya. Karena obyeknya yang sangat umum ini. maka sebenarnya di antara keduanya adalah termasuk ilmu pengetahuan yang sama. Sebagai contoh : Obyek materia Ilmu Pendidikan adalah manusia. seperti Ilmu Pendidikan. Berdasarkan uraian tersebut akhirnya dapat didefinisikan secara sederhana bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah suatu pengetahuan yang telah dihimpun dan disusun secara obyektif. kajian ilmu pengetahuan menjadi sangat mendalam. Pertama disebut dengan obyek materia. obyek formanya demi untuk kepentingan kesejahteraan manusia. berarti secara azas moral keilmuan berarti terjadi suatu penyimpangan. Obyek forma yaitu obyek kajian suatu ilmu pengetahuan yang sudah bersifat khusus. metodis. maka obyek forma masing-masing dari ilmu pengetahuan tersebut ialah “apa” yang diperjuangkan oleh masing-masing. Namun perlu diingat bahwa muara dari semua kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan ialah untuk kesejahteraan atau kebahagiaan hidup manusia. dan menyebarluaskan. Artinya secara khusus dan mendalam ilmu pengetahuan mempelajari. Ilmu pengetahuan disusun secara obyektif. mengkaji. Ilmu Hukum. Ilmu Kedokteran Umum. dan kedua disebut obyek forma. Dengan sifatnya yang demikian lahirlah berbagai bidang ilmu pengetahuan. Obyek suatu ilmu pengetahuan ada dua macam. Kalau obyek materia Ilmu Pendidikan. sebab apabila suatu ilmu pengetahuan memiliki obyek forma yang berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain. maka ilmu pengetahuan sifatnya terbatas pada bidang yang bersangkutan. Ilmu Kedokteran Umum. Ilmu Ekonomi. Namun demikian walaupun berbagai jenis ilmu pengetahuan tersebut mempunyai obyek materia yang sama. Ilmu Hukum. dan Hukum. Ilmu Politik. spesifik atau mikro. yaitu manusia. mengembangkan. dan Ilmu Ekonomi semuanya adalah sama. Hal ini sama dengan obyek materia Ilmu Kedokteran Umum.

tensinya (observasi) kemudian dibuatkan suatu resep (eksperimen) dengan pesan (wawancara) agar obatnya diambil di apotik dan diminum misalnya 3 kali sehari. sejak kapan ? dan seterusnya (metode wawancara).ulah dari keserakahan manusia dalam hidup yang hanya ingin memuaskan ambisinya sekalipun harus mengorbankan orang lain. hal ini berarti bahwa ilmu penge-tahuan tersebut dalam upaya mengembangkan jati dirinya untuk kemanusiaan. Artinya metode-metode penyelidikan yang ada dalam dunia keilmuan selalu dipergunakan sebagai cara alat atau cara untuk menyelidiki obyek formanya. Keberhasilan penemuan kapal terbang yang pada awalnya hanya bisa terbang selama 12 detik dengan dikayuh kaki beberapa orang. Oleh sebab itu dalam penggunaannya kadang-kadang beberapa metode dipadukan secara bersamaan. eksperimen. Selain itu masing-masing metode penyelidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. demonstrasi. Kemudian dokter meminta kepada pasien agar membuka mulutnya. upaya penyelidikannya ini juga untuk perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Begitu seterusnya hingga pasien betul-betul memperoleh kesembuhan. wawancara. sosiometri. Ketika menghadapi pasien dokter biasanya akan menanyakan apa yang anda keluhkan ?. dicek denyut jantungnya. Berbagai metode tersebut bisa juga dipergunakan oleh bidang ilmu pengetahuan yang lain. Selain ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Misalnya dalam bidang 5 . kini sudah sangat jauh kondisinya. observasi. Seorang dokter dalam menghadapi pasien ia akan mempergunakan beberapa metode sekaligus. memiliki metode-metode penyelidikan. Kecepatan kapal terbang generasi masa kini sudah melampaui kecepatan suara. sehingga mampu menembus ruang angkasa sampai ke bulan. Ilmu pengetahuan bersifat metodis. atau planet lainnya. catatan anekdot. Tidak semua jenis metode penyelidikan ini selalu dipergunakan secara bersamaan. masing-masing 1 tablet. dan lainnya. angket. mars. melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan cara ini kekurangan suatu metode dapat dibantu oleh kelebihan metode yang lain. Keberadaan suatu ilmu pengetahuan yang semula sederhana akhirnya terus berkembang menjadi semakin kompleks. kemudian dilihat dengan menggunakan alat senter kecil. Tujuannya tidak ada lain kecuali untuk memberikan suatu layanan sebaik mungkin agar pasiennya bisa memperoleh kesembuhan. Metode-metode penyelidikan ilmu pengetahuan antara lain berupa metode. Ada kalanya sambil diberi pesan “kalau tiga hari belum baik silahkan datang lagi ke sini ya”.

rekonstruksi kejadian suatu perkara (demonstrasi). bab III. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni. terutama jika nantinya telah terjun dalam masyarakat. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. dan seterusnya. maka suatu rangkaian kejahatan dapat diungkap. sehingga akan membantu konsumennya untuk “segera” bisa memahami substansi dari ilmu pengetahuan tersebut. agar pemaparan buah pikiran penulisnya mudah dipahami oleh pembaca. Atau contoh yang lebih konkrit lagi. Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar a. sehingga pembahasannya kadang-kadang bersinggungan. maksudnya ialah bahwa ilmu pengetahuan itu sudah memiliki pembidangan sesuai dengan jatidirinya. Sebuah artikel yang ditulis oleh seseorang dapat dipastikan telah disusun secara sistematis. sebab ada sebagian ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan yang lain. Selanjutnya ilmu pengetahuan bersifat sistematis. Namun demikian ilmu pengetahuan satu dengan yang lain tidak selalu dikhotomis. Sudah dikelompokkan sesuai dengan bidangnya.masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). dan seterusnya adalah gambaran sebuah sistematika pembahasan yang runtut atau sistematis.hukum. penyelidikan di tempat kejadian perkara (observasi). Masyarakat 6 . Latarbelakang Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). Artinya suatu ilmu pengetahuan yang ditulis selalu mengikuti logika tertentu. sehingga pelaku dapat dikenai suatu hukuman sesuai dengan pasal-pasal yang dilanggarnya. Selain itu sifat sistematis ilmu pengetahuan yaitu terletak pada sifat pemaparannya yang runtut. sehingga tidak bercampur baur dengan ilmu pengetahuan yang lain. kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan-persoalan sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat akan semakin tajam. ketika seorang polisi bertanya kepada saksi tentang kejadian suatu perkara (wawancara). dipaparkan mulai dari bab I. Melalui penggunaan metode-metode tersebut. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. bab II. sebuah buku yang ditulis oleh pengarangnya. Dengan memperoleh matakuliah umum.

matakuliah prilaku berkarya. 045 tahun 2002. perguruan tinggi diharapkan melibatkan masyarakat. Perguruan tinggi tinggal melaksanakan kurikulum tersebut. Kondisi seperti ini mengharuskan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi segera meresponnya. sesuai dengan kebutuhan stake holders setempat. melainkan setiap perguruan tinggi supaya mengembangkan sendiri kurikulumnya. Berdasarkan surat keputusan tersebut. dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. di mana setiap perguruan tinggi diberi kewenangan mengembangkan kurikulum sendiri. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang ada di perguruan tinggi. terutama masyarakat calon pengguna lulusan atau stake holders tersebut. Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk 7 . Di sinilah sisi pentingnya perguruan tinggi melibatkan masyarakat (stake holders) dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. Menyikapi kondisi tersebut pemerintah melalui Mendiknas segera mengambil langkah. yaitu dengan mengeluarkan SK No. sehingga punya ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. tentang Pedoman Penyusunan Kuri-kulum Pendidikan Tinggi. matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK). Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). Namun tidak demikian sebagaimana dituangkan dalam SK no. Berbeda dengan yang berlaku sebelumnya. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. matakuliah keahlian berkarya (MKB). Pengelompokan tersebut meliputi: matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). di mana setiap terjadi perkembangan atau perubahan kurikulum. Namun dalam perjalanan yang memakan waktu hampir dua tahun belum semua perguruan tinggi siap menghasilkan kurikulum seperti yang dikehendaki oleh Dirjen Dikti.menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. Oleh karena itu di dalam merancang kurikulum. pemerintah melalui Dirjen Dikti selalu menyiapkan kurikulum nasional atau kurikulum inti. 232 tahun 2000. Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Dengan mengembangkan kurikulum sendiri. pemerintah tidak lagi menyiapkan kurikulum perguruan tinggi secara nasional. maka kebutuhan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi akan teradopsi. 232 tahun 2000 tersebut.

Dengan lahirnya kedua surat keputusan tersebut keberadaan matakuliah 8 . 43/Dikti/Kep/2006. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Walaupun telah diterbitkan SK tersebut. dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguran Tinggi Indonesia. Kelompok matakuliah keahlian berkarya merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. namun kenyataan di lapangan masih ada perguruan tinggi yang belum merespon positip terhadap keberadaan matakuliah berkehidupan bermasyarakat. 30/ Dikti/Kep/2003. tentang RambuRambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Matakuliah Pendidikan Agama. Kelompok matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu. 44/Dikti/Kep/2006. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Rambu-rambu ini dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. Bahkan ada yang secara tegas tidak memasukkan MBB ke dalam kurikulumnya. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB) merupakan bahan kajian dan peajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan prilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. dan No. berkepribadian mantap dan mandiri. Untuk kelompok matakuliah MBB secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya. Jurusan dan atau program studi mengembangkan kurikulum sesuai spesifikasinya sendiri-sendiri. dan Bahasa Indonesia). Sedangkan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan peajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). sehingga matakuliah ISBD bagaikan ditelan zaman.mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Kondisi ini akhirnya teratasi dengan lahirnya SK Dirjen Dikti No.

dan antropologi. Sehubungan dengan itu untuk memahaminya kiranya perlu dikenali dari konsep awalnya masing-masing. kimia. Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya dasar Seperti dijelaskan di atas bahwa matakuliah ini pada mulanya adalah matakuliah yang berasal dari dua matakuliah yang terpisah dan berdiri sendiri-sendiri. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. yaitu sebagai Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). Pendidikan Agama. Namun dalam perjalanannya akhirnya berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. Ilmu Budaya dasar bisanya 9 . matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). Biasanya disiplin-disiplin ilmu yang tergolong IAD adalah: fisika. sama sekali tidak mengatakan bahwa matakuliah dengan nama-nama tersebut masing-masing memperkenalkan dasar-dasar dari ilmu-ilmu sosial. 30/Dikti/Kep. geologi. Lima ilmu yang mendahului ini mewujudkan ilmu-ilmu fisis. dan studi lembaga-lembaga sosial. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. meteorologi. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. sosiologi. b. Sehubungan dengan hal tersebut yang dimaksudkan dengan disiplin ilmu adalah: scientific study of some aspect or segment of reality (penyelidikan ilmiah terhadap beberapa aspek atau segmen realita). fisika. Contoh disiplin ilmu misalnya: sosiologi. ilmu-ilmu budaya. Ilmu Budaya Dasar. fitologi. dan bahasa Indonesia. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. Yang benar adalah bahwa masing-masing matakuliah tersebut ingin membuka pagar-pagar yang membatasi disiplin-disiplin yang membentuk masingmasing kelompok ilmu tersebut. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. dan lainnya. dan ilmu-ilmu alamiah. astronomi. Istilah Ilmu Sosial Dasar. yaitu: studi manusia dan masyarakat. sedangkan yang terakhir ilmu-ilmu biotis dengan rincian utama: zologi. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. dan satu lagi Ilmu Alamiah dasar.pengembangan kepribadian dan matakuliah berkehidupan masyarakat menjadi semakin jelas dan mantap. sedangkan yang kemudian terdiri atas ekonomi dan politik. Adapun ilmu sosial dasar meliputi dua kelompok utama. filsafat. dan fisiologi manusia. Yang terdahulu terdiri atas: psikologi.2003 kedua matakuliah (ISD dan IBD) digabung menjadi satu matakuliah dengan nama Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). dan Ilmu Kealaman dasar (IAD). dan biologi.

membuktikan dan menghimbau. agama dan filsafat. seni tari dan berpidato). Retorika yang ada terbagi menjadi jenis lisan dan yang tertulis seringkali dipandang sebagai suatu keterampilan belaka dengan akibat bahwa yang dicapai melalui retorika tertulis hanyalah materi obyektif atau mekanisme mengungkapkan berdasarkan tata bahasa melalaui komposisi tertulis. Adapun seni rupa dan musik seringkali masih sekedar diajarkan untuk keterampilan seni belaka. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Manusia di situ dilukiskan sebagai ciptaan Allah. berdalih. Retorika tertulis dekat sekali pertaliannya dengan linguistik. retorika tertulis harus mampu memberikan keterampilan untuk meneruskan. seni rupa. analisisnya. di dalamnya tercakup hakikat sastra. serta tata bahasa. dan tempatnya di dalam kehidupan manusia. Sejak manusia hidup dalam kondisi sederhana. ditetapkan bahwa retorika sekedar diajarkan sebagai keterampilan itu harus lain dengan yang diberikan melalui sejarah sastra dan kritik sastra. Melalui perubahan budaya dan perubahan peradaban pengajar sejarah bermaksud memahamkan isi pengalaman buat manusia di masa lampau serta kondisinya sekarang sebagaimana terdapat berbagai kelompok kehidupan. 10 . Sastra yang diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi berpendekatan kritik literer. evaluasinya. sebagai anggota masyarakat agama. Dalam mengajarkan retorika tertulis mahasiswa diajak bergaul dengan logika informal. Mahasiswa yang mempelajari sejarah diharapkan menemukan identitasnya sebagai pribadi. Sejarah yang diajarkan sebagai disiplin yang menelaah manusia di dalam dimensi waktu dengan mengutamaan telaahnya pada masa lampaunya. Pada hal tujuan yang sebenarnya dari retorika tertulis adalah melatih mahasiswa untuk menulis prosa dengan idiom yang baik dan gaya bahasa yang berlaku berdasarkan logika yang layak. sejarah bahasa. Sejarah umat manusia juga menunjukkan bahwa di dalam seni itu terdapat beberapa dari kebanyakan ekspresi manusia yang menonjol dalam pengertiannya atas eksistensinya sendiri. musik. Sehubungan dengan sejarah kebudayaan haruslah lebih ditonjolkan dari sejarah politik dan sejarah ekonomi. Melalui latihan yang banyak di bawah bimbingan dosen yang cakap. sebagai warga suatu bangsa. makhluk pencipta budaya dan makhluk pencipta peradaban. khususnya bidang yang terkenal dengan sebutan logical fallacies atau logika semu. sejarah.dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama seni (sastra. seni menempati posisi yang penting dalam kehidupannya sehri-hari. dan warga umat manusia. jadi belumlah sebagai pemberian bekal pemerkaya pemilikan budaya intelek bersama.

Kemampuan personal merupakan kemampuan kepribadian yang tampak dalam penampilannya sebagai pribadi bangsa Indonesia. Setelah mengenali pembagian ilmu pengetahuan ke dalam tiga bidang lapangan ilmu pengetahuan (ilmu-ilmu sosial. Dengan Ilmu Sosial Dasar mahasiswa diharapkan mempunyai tiga macam kemampuan. berdasarkan struktur bahasa yang logis dan syarat-syarat keterampilan mengungkapkan pikirannya secara lisan sama pentingnya yang secara tertulis. sosiologi. akademik. ilmu politik. konsep. antropologi sosial. Selanjutnya kemampuan akademis merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan secara ilmiah. yaitu kemampuan personal. dan pada akhirnya mahasiswa terbantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadiannya. kemasyarakatan. ekonomi psikologi sosial.Dalam kehidupan sehari-hari manusia berkomunikasi dengan sesamanya secara langsung sehingga membutuhkan retorika lisan. pengetahuan budaya. persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan. khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku dalam menghadapi manusia-manusia lain. hasil lisan 11 . Ilmu Budaya Dasar jika memberikan retorika lisan haruslah pada praktek berpidato di muka umum menurut gaya bahasa yang berlaku. Ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial. teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (geografi sosial. yang merupakan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta. Dengan kemampuan tersebut kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya akan menjadi lebih besar. dan profesional. dan ilmu-ilmu alamiah) sebagaimana dikemukakan di atas. serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik. dan kenegaraan. serta memiliki pandangan dan kepekaan yang luas terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. dan sejarah) Dengan demikian Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu pengetahuan dasar yang berusaha memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap. maka Ilmu Sosial Dasar bersama-sama dengan Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar pada dasarnya merupakan satuan-satuan pengetahuan yang didasarkan pada pembagian tersebut di atas.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritisnya terhadap masalah-masalah budaya. dan sejarah. dan sistematis. Baik dalam ISD maupun IBD masing-masing diorientasikan pada usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa. Ilmu tentang budaya mencakup keahlian filsafat. bahkan multidispliner. menguasai teknik analisis. Berbeda dengan ISD dan IBD. dan lebih halus budi pekertinya.maupun tulisan. sasaran pembelajaran mahasiswa dalam mempelajari ISBD lebih ditekankan kepada 12 . baik dengan menggunakan suatu keahlian disiplin ilmu tertentu maupun dengan menggunakan pendekatan berbagai keahlian atau inter. Yang sedikit agak membedakan antara ISBD dengan ISD dan IBD sebelum dikolaborasi ialah terletak pada titik tekan dalam mencapai sasaran pembelajaran pada diri mahasiswa. seni. persepsi dan penalarannya terhadap lingkungan budaya dapat menjadi lebih peka. 30/Dikti/Kep/2003. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasikan dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya. kritis. Pendekatan terhadap berbagai masalah budaya tersebut dilakukan dengan menggunakan berbagai pengetahuan budaya (The Humanities). dan halus. halus dan manusiawi. Dengan demikian aspek personal tampak menonjol. lebih berbudaya. Selanjutnya Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah waib di perguruan tinggi merupakan terjemahan dari istilah Basic Humanities atau pendidikan humaniora. Ilmu Budaya Dasar atau Basic Humanities tidak identik dengan The Humanities (Ilmu tentang Budaya). Dengan kemampuan ini para akademisi diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. agama. berbudaya. Dengan mempelajari ilmu budaya dasar diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi. Humanior atau humanus dalam bahasa Latin berarti manusiawi. sehingga daya tangkap. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar pada dasarnya merupakan gabungan secara kolaboratif antara ISD dan IBD yang dilandasi SK Dirjen Dikti No. maupun berpikir logis. Kemampuan profesional merupakan kemampuan di bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. melainkan mengandung pengertian umumnya tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya.

sedangkan Ilmu Budaya Dasar mengkaji berbagai aspek kehidupan yang terkait dengan masalah budaya. akademis. dan Ilmu Budaya dasar. Ruang lingkup ISBD Sebagai matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) mata kuliah ISBD dirancang untuk membekali mahasiswa sebagai calon akademisi agar nantinya memiliki tiga kemampuan dasar yaitu: personal. Dikatakan sangat muda. dengan nama baru Ilmu Sosial dan Budaya Dasar atau disingkat ISBD. yaitu Ilmu Sosial Dasar. Oleh karena itu kalau ISD dan IBD masuk dalam kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. 13 . Oleh karena itu fungsi ISBD merupakan suatu usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap. Mengingat bidang kajian kedua kelompok pengetahuan dasar ini yang relatif dekat dengan kehidupan manusia. Seperti dijelaskan di atas. dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya. melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. maka berdasarkan keputusan Dirjen Dikti No30 tersebut di atas.aspek perkembangan sosialnya yaitu dalam kerkehidupan bermasyarakat. Jadi ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Kedua memiliki metode penyelidikan yang dipergunakan untuk mengkaji dan mengembangkan obyeknya. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. Titik persoalannya sekarang adalah dapatkah ISBD disebut sebagai ilmu pengetahuan ?. dan ketiga ialah sistematis. bahwa persyaratan suatu ilmu pengetahuan ialah pertama memiliki obyek. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. Ilmu Sosial Dasar banyak mengkaji masalahmasalah sosial dalam kehidupan manusia. Masing-masing memiliki kajian fenomental yang berhubungan secara langsung dengan kehidupan manusia. dan kemampuan profesional. dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar. maka ISBD masuk dalam kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). kedua ilmu pengetahuan dasar ini dikolaborasikan. baik materia maupun forma. persepsi. c.

para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. sistematis. walaupun sebelumnya belum pernah belajar bagaimana cara menyusui. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. Manusia tidak akan mampu hidup sendiri tanpa ada bantuan dari pihak lain. serta mampu menawarkan alternatif pemecahan. kritis. tidak berdaya dan tidak akan mungkin bisa bertahan hidup tanpa ada manusia lainnya. moralitas. yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. sehingga mampu menunjukkan sikap. maka diperlukan sejumlah bahan kajian yang akan dioperasionalkan dalam bentuk pembelajaran. sains. di mana para akademisi diharapkan memiliki wawasan pengetahuan dan kemampuan. maupun berpikir logis. kemasyarakatan dan kenegaraan. Naluri seorang ibu yang baru melahirkan anaknya akan otomatis tergerak untuk mau menyusui anaknya. menguasai berbagai teknik analisis. ISBD Sebagai Komponen MBB ISBD sebagai bagian komponen Mata Kuliah Berkehidupan bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. Bahan kajian tersebut meliputi : 1) Pendahuluan (pengantar ISBD) 2) Manusia sebagai Makhluk Budaya 3) Manusia dan Peradaban 4) Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial 5) Keragaman dan kesetaraan 6) Manusia. Kemampuan profesional : kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. analitis. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. nilai. Komunikasi antara anak dengan ibu melalui kontak menyusui sudah merupakan indikator ketergantungan antara satu manusia dengan lainnya. Kemampuan akademis yaitu suatu kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. teknologi dan seni 8) Manusia dan lingkungan 3. keberadaan manusia pada saat baru lahir sangat lemah.Kemampuan personal yaitu kemampuan kepribadian. Manusia adalah makhluk yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Dibandingkan dengan hewan. Untuk mencapai ketiga kemampuan di atas. Hal ini 14 . memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. dan hukum 7) Manusia. tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia.

diskusi. 1) Berbagai kenyataan yang bersama-sama merupakan masalah sosial budaya yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan (antar bidang). yang dapat menimbulkan pertentangan-pertentangan maupun kerjasama. 2) Adanya keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat. perbedaan. Seekor anak ayam yang baru menetas walaupun tanpa ada induknya. Ketiga ranah ini yang menjadi sasaran belajar dengan titik tekan berada pada aspek sikap (afektif). tanya jawab. 15 . mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan. ia akan mampu berusaha mencari makanan untuk dirinya. dari belum baik menjadi baik (afektif).tentu agak berbeda dengan yang dialami oleh hewan. 5. sehingga ia mampu untuk bertahan hidup dan berkembang. dan problem solving. apresiasi seni budaya. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku. 4. Pemecahan Masalah Sosial Budaya Masalah sosial budaya merupakan suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat dan budayanya yang berdasarkan atas studi. yang didalamya terdapat persamaan. yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri. Untuk itu proses pembelajaran ISBD akan mempergunakan berbagai pendekatan dengan prinsip mahasiswa dapat belajar. Untuk mengarah pada sasaran ini metode pembelajarannya adalah melalui: ceramah. Pendekatan dan Metode Pembelajaran ISBD Seperti matakuliah yang lain matakuliah ISBD disajikan kepada mahasiswa untuk dikaji bersama melalui interaksi edukatif yang disebut dengan proses pembelajaran. bermain peran (demonstrasi). Semua proses pembelajaran akan diorientasikan kepada belajar yang berpusat pada aktivitas mahasiswa (student active learning). yaitu sikap berkehidupan bermasyarakat. kolaborasi. Yang terpenting dalam proses pembelajaran tersebut ialah bagaimana dosen mampu menyediakan lingkungan belajar yang bisa membuat mahasiswa belajar. yaitu dari belum tahu menjadi tahu (kognitif). pentas kreatifitas. dan dari belum terampil menjadi terampil (psikomotorik). Masalah ini meliputi hal-hal sebagai berikut. penelitian sosial budaya.

sikap dan prilakunya selama di ruang kelas. a.ISBD menggunakan pendekatan secara komprehensif dari berbagai cabang ilmu untuk memecahkan masalah sosial. presentasi di kelas 30% c. MATRIK EVALUASI Bentuk penilaian Bobot Pertugasan 30% a. bagaimana ketepatan waktunya. dan emosional mahasiswa selama dalam proses pembelajaran. dan keterampilan selama dalam proses pembelajaran. Evaluasi dalam proses dimaksudkan untuk mengukur kadar keterlibatan fisik. 3. mental. Evaluasi proses ini lebih dititikberatkan pada aspek pembentukan prilaku (afektif). di antaranya : a) Sosiologi b) Antropologi Sosial dan Budaya c) Ilmu Sejarah d) Ilmu Ekonomi e) Ilmu Hukum f) Ilmu Politik g) Geografi h) Psikologi sosial 6. Pembuatan makalah (kelompok dan mandiri) b. 2. pembuatan makalah b. aktivitas dan partisipasinya dalam proses pembelajaran. 1) Kedisiplinan dan partisipasi kuliah. yaitu evaluasi dalam proses dan produk. Sementara evaluasi produk lebih menitikberatkan pada pengukuran aspek kognitif melalui tes tulis. Sistem Evaluasi Pembelajaran ISBD Evaluasi hasil belajar keberhasilan mahasiswa akan diukur melalui dua tahap. Proses evaluasi dilakukan melalui pengamatan sejak mahasiswa masuk di kelas. disiplin dan 40% partisipasi dalam perkuliahan Penilai Dosen Dosen Dosen 16 . Tes tulis dapat berupa tes insidental. termasuk dalam diskusi 2) Ujian tengah semester 3) Ujian akhir semester 4) Pertugasan. ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). Presentasi di kelas c. Partisipasi dalam perkuliahan 3) No 1. Secara rinci aspek yang dinilai baik yang menyangkut masalah penilaian proses maupun produk meliputi hal berikut.

dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman. peka. Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang meliputi : matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). kesetaraan. etika. peka dan arif dalam memahami keragaman. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. serta menumbuhkan sikap kritis.Ujian tengah Semester (UTS) Ujian akhir semester (UAS) JUMLAH 100% RINGKASAN Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi . tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika. Kemudian ditindaklanjuti dengan SK Mendiknas No. Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing-masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas. kesetaraan. dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Masyarakat menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. 045 tahun 2002. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. 232 tahun 2000. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). matakuliah 17 . Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut.

karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. 43/Dikti/ Kep/2006. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. 2. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. matakuliah prilaku berkarya. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengem-bangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. 44/Dikti/ Kep/ 2006. dan No.keilmuan dan keterampilan (MKK). Pendidikan Agama. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. 30/ Dikti/Kep/2003. dan Ilmu Kealaman Dasar (IAD). dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. Dikatakan sangat muda. Tugas Untuk Diselesaikan. matakuliah keahlian berkarya (MKB). karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang diperlukan mahasiwa untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. 18 . dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). 1. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. dan Bahasa Indonesia. Kelompok matakuliah ini secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya yang dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. Selanjutnya pelaksanaannya di atur dalam SK Dirjen Dikti No. yaitu Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya dasar. Lakukan suatu analisis terhadap masing-masing definisi ilmu tersebut sehingga dapat diklasifikasi perbedaan dan persamaan yang terdapat pada masing-masing definisi. Himpun sedikitnya 10 definisi tentang ilmu menurut pakar yang berbeda-beda.

6. 5. Berpikir adalah perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia. Coba buat rumusan definisi ilmu menurut bahasa Saudara berdasarkan definisi-definisi yang telah Saudara himpun tersebut. kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara social diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 19 . Fungsi Akal Dan Budi Bagi Manusia Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Lakukan suatu analisis di mana letak titik tekan antara ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dalam hubungannya dengan kehidupan manusia. yakni tradisi sopam santun dan kesenian. Tugas-tugas tersebut akan lebih berbobot pembahasannya apabila Saudara lakukan bersama dengan teman lain dalam suatu kelompok kecil antara 3 – 5 orang.i Dalam ilmu-ilmu social istilah kebudayaan sesungguhnya memiliki makna bervariasi yang sebagian diantaranya bersumber dari keragaman model yang mencoba menjelaskan hubungan natara masyarakat. Secara umum. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin Cultura dari kata dasar colere yang berarti berkembang atau tumbuh. Himpun pula definisi tentang ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dari berbagai literatur. Pengertian dan Fungsi Kebudayaan Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmuilmu social. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berfikir. S.Sos 1. Makna ini kontras dengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk pada bagian tertentu warisan social. Selamat Belajar BAB II MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Oleh : Linda Dwi Eriyanti.3. Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku. 4. kebudayaan dan individu.

Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. yang keberadaannya sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap system aturan yang membentuknya. tindakan manusia. dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari itu merupakan salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat secara keseluruhan. Kegiatan-kegiatan ini dipelajari melalui peniruan dan pelajaran satu manusia dengan manusia lainnya. Manusia Sebagai Animal Simbolicum . Budi diartikan sebagai batin manusia.Kebudayaan : pengetahuan yang mengorganisasi simbolsimbol . Jadi jelas bahwa fungsi akal dan budi manusia adalah menunjukkan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi di alam raya ini.Simbol : segala sesuatu (benda. hukum. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari dari satu generasi ke generasi berikutnya itu tidak mengalami perubahan yang berarti kecuali jika ada factor eksternal yang memperngaruhi pola tindak yang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan social dan individual.Fungsi simbol : o Faktor pengembangan kebudayaan o Terbatas pada gugus masyarakat tertentu 20 . ucapan) syang telah ditempati suatu arti tertentu menurut kebudayaannya . Melalui symbol-simbol itulah tercipta keragaman entitas yang sangat kaya yang kemudian disebut sebagai obyekkonstruksi cultural sepoerti uang. sehingga semuanya menjadi bagian dari warisan social atau kebudayaan dari suatu masyarakat. system kenegaran. pernikahan. peritiwa.ii System gagasan dan simbolik warisan social itu sangatlah penting karena kegiatan-kegiatan adaptif manusia sedemikian kompleks dan beragam sehingga mereka tidak bisa mempelajari semuanya sendiri sejak awal. Masyarakat manusia yang terdiri dari individu-individu yang terlibatdalam berbagai kegiatan yang mengharuskan mereka beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan hal itu harus dilakukan secara terus menerus demi mempertahankan keberadaan masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan individu yang menjadi anggotanya. panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu. kelakuan. Didalamnya juga termasuk artefak dan berbagai kontruksi proporsi kompleks yang terekspresikan dalam system symbol yang kemudian terhimpun dalam bahasa.Adalah komponen utama perwujudan kebudayaan karena setiap hal yang dilihat dan dialami. diolah menjadi simbol . permainan.

Pengertian Budaya dan Kebudayaan Setiap individu menjalankan kegiatan dan menganut keyakinannya sesuai dengan warisan social atau kebudayaannya. hukum. bagi mereka yang mematuhinya akan ada puian. Hal ini bukan semata-mata karena adanya sanksi tersebut. pemahaman atau proposisi. Dalam rumusan ini .Warisan social itu juga mengandung karakter normative. kepercayaan. istilah warisan social disamakan dengan istilah kebudayaan. Biasanya pengertian kebudayaan dibatasi pada warisan social yang bersifat mental atau non fisik. tindakan dan obyek. Namun mereka mengakui bahwa. Dalam kasus ini proposisi tersebut dikatakan telah terinternalisasi. atau persamaan persepsi mengenai dunia di sekelilingnya yang diwujudkan dalam symbol-simbol tertentu. normative dan mampu menimbulkan motivasi. seni. Namun tinjauan empiris terhadapnya memunculkan definisi terbaru tentang kebudayaan seperti yang diberikan EB Tayloriii. adapt. Hanya saja definisi yang terlanjur berkembang adalah definisi sebelumnya dimana kebudayaan diartikan bukan sekedar istilah deskriptif bagi sekumpulan gagasan. Lebih jauh. yang terekspresikan sebagai kesamaan tata cara. “Kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. melainkan juga merujuk pada entitas-entitas mentalyang menjadi pijakan tindakan dan munculnya obyek tertentu. model tersebut menyatakan bahwa kebudayaan atau warisan social lebih adaptif baik secara social maupun individual. atau karena mereka merasa menemukan unsure-unsur motivasional dan emosional yang memuaskan dengan menekuni kegiatan-kegiatan dan keyakinan cultural tersebut. moral. mampu bertahan dalam waktu lama. mudah dipelajari. sebagian proposisikultural membangkitkan emosi dan motivasi yang kuat. Consensus yang kini dianut oleh para ilmuwan social masih menyisihkan aspek emosional dan motivasional dari istilah kebudayaan. yang didukung oleh seperangkat aturan sanksi. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat” Kebanyakan ilmuwan social membatasi definisi kebudayaan sehingga hanya mencakup aspek tertentu dari warisan social. Artinya. Artinya individu-individu dari suatu komunitas terikat oleh kebersamaan dan rasa memiliki atas warisan social mereka. Sedangkan aspek fisik dan artefak sengaja disisihkan.iv 21 . sedangkan bagi mereka yang menentangnya telah tersedia hukuman. dan mereka tetap terfokus maknanya sebagai himpunan pengetahuan.

ix Kerancuan tersebut lebih jauh membangkitkan minat untuk menelaah koherensi dan integrasi kebudayaan. Disisi lain para ilmuwan social memendang keragaman dan kontradiksi di seputar pengertian atau definisi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang wajar. maka yang harus diperhitungkan adalah fakata bahwa warisan social senantiasa melebur dalam suatu masyarakat. Perselisihan mengenai definisi kebudayaan itu mengandung argument-argumen implicit tentang sebab-sebab atau asal mula warisan social. Hanya saja tidak ada 22 . 1968)v Sementara itu ada pula yang membatasi pegertian kebudayaan sebagai makna-makna simbolik yang mengandung muatan representasi dan mengkomunikasikannya dengan peristiwa nyata. Berbagai persoalan yang melingkupi upaya intergrasi definisi-definisi kebudayaan terkait dengan masalah lain.Sebagian ilmuwan social bahkan berusaha membatasi lagi pengertian istilah kebudayaan tersebut hingga hanya “mencakup bagian-bagian warisan social yang melibatkan representasi atas hal-hal yang dianggap penting. contohnya mungkin adala lajabar yang dianggap selalu benar dan berlaku. yakni apakan kebudayaan itu merupakan suatu entitas padu atau tidak. motivasional. Misalnya saja ada kontroversi mengenai koheren atau tidaknya kebudayaan itu sehingga lebih lanjut kita dapat mempertanyakan sifat alamiahnya. Meskipun hamper setiap elemen kebudayaan dapat ditemukan pada hubungan-hubungan natar elemen seperti yang ditunjukkan oleh Malinowski dalam Argonauts of the Western Pacifis (1922)vii. Sebaliknya jika kita menganggap kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan koheren. Jika kebudayaan dipandang sebagai suatu kumpulan elemen yang tidak memebentuk kesatuan koheren. mengingat dalam kenyataannya pengetahuan anggota masyarakattentang kebudayaan mereka tidaklah sama. Menurutnya. tidak termasuk norma-norma atau pengethauan procedural mengenai bagaimana sesuatu harus dikerjakan” (Schneider. dan normative dari warisan social namun juga mempermasalahkan penerapan makna kebudayaan dalam individu. Geertz menggunakan makna ini secara eksklusif sehingga ia tidak saja mengesampingkan aspek-aspek afektif. Tidak banyak bukti yang mendukung dugaan akan adanya pola tunggal hubungan tersebut seperti yang dikemukakan oleh Ruth Benedict dalam bukunya Pattern of Culture (1934)viii. meski sedikit saja orang yang vi menguasainya”. “kebudayaan hanya berkaitan dengan makna-makna public yang terus berlaku meskipun berada diluar jangkauan pengetahuan individu . maka kumpulan elemen-elemennya bisa dipisahkan dan dibedakan satu sama lain.

metodeyang telah terbukti handal untuk mengukur sejauh mana koherensi dan 8integrasi sebuah kebudayaan. Keragaman definisi kebudayaan itu sendiri dapat dipahami sebagai giatnya upaya mengungkap hubungan kausalitas antara berbagai elemen warisan social. 1992. Misalnya saja norma kebersamaan dan perasaan terikat dalam kekerabatan hanya akan tercipta jika ada system kategori yang membedakan kerabat dan non kerabat. pelanggaran ketentuan kontrak tidak bisa diterima)x Dibalik kerancuan definisi ini terdapat masalah-masalah penting lainnya yang juga harus dipecahkan. Demikian pula definisi cultural kerabat sebagai ‘orang-orang yang memiliki hubungan darah’ mengisyaraktkan adanya kesamaan identitas yang memudahkan pembedaannya. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah. Bahkan muncul bukti-bukti yang menunjukkan bahwa elemen-elemen budaya cenderung dapat digolongkan menjadi dua bagian besar. terdapat 170 definisi kebudayaan. motivasi dan sebagainya sangat ditentukan oleh kesepakatan awal tentang keberadaan. Jika representasi cultural memang memiliki hubugan kausalitas dengan norma-norma. Pertama adalah sejumlah kecil elemen yang hampir dipunyai oleh semua anggota masyarakat sehingga diantara mereka dapat tercipta suatu consensus pengertian. Sebagai contoh . maka pendefinisian kebudayaan sebagai representasi telah memusatkan perhatioan pada apa yang paling penting. (misalnya. Hanya saja keuntungan dari focus yang tajam itu dipunahkan oleh ketergantungan definisi itu terhadap asumsi-asumsi yang melandasinya.xi Komponen utama kebudayaan : o Individu o Masyarakat o alam Dari catatan Supartono. hakekat dan label atas sesuatu hal. yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna 23 . yang acapkali kelewat sederhana. sedangkan yang kedua adalah elemen-elemenkultural yang hanya diketahui oleh sebagian anggota masyarakat yang menyandang status social tertentu. sentiment dan motif. dibalik pembatasan definisi kebudayaan pada aspek-aspek presentasional dari warisan social itu terletak hipotesis yang menyatakan bahwa norma-norma. reaksi emosional. beberapa diantaranya :  Ki Hajar Dewantara Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat. (misalnya lampu merah berarti tanda berhenti).

keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal  Keesing Kebudayaan adalah totalitas pengetahuan manusia. dan cipta masyarakat. yang dilihat sebagai proses humanisasi. Kebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diriterhadap alam. adat istiadat. pengalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara sosial  Koentjaraningrat Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya  Rafael Raga Manan Kebudayaan adalah cara khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya. rasa.  Robert H Lowie Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat. yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya. Fungsi kebudayaan Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Hasil karya masyarakat menghasikan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama melindungi masyarakat terhadap lingkungan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas. untuk sebagian besar dipenuhi oelh kebudayaan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri. Bermacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota-anggotanya seperti kekuatan alam. norma-norma artistic. kebiasaan makan.  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardixii Kebudayaan merupakan hasil karya. mencakup kepercayaan. Pada masyarakat yang taraf kebudayaannya lebih tinggi. mengatur hubungan antar manusia. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah. Manusia dan masyarakat memerlukan pula kepuasan baik dibidang materiil maupun spiritual.mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. teknologi memungkinkan untuk pemanfaatan hasil alam bahkan munghkin untuk menguasai alam. dan 24 . maupun yang bersumber dari persaingan manusia itu sendiri untuk mempertahankan kehidupannya. Di sisi lain karsa masyarakat mewujudkan norma dan nilai-nilai social yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan masyarakatnya.

Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya. distribusi )  Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan. Unsur-Unsur kebudayaan menurut C Kluckhohn dalam bukunya Universal Categories of Culture meliputi Cultural universals yaituxiii  Peralatan dan perlengkapan hidup ( pakaian. perumahan. mendukung. tetapi pada hakekatnya merupakan satu kesatuan. teknik pengendalian bajak. sistem produksi. menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu yaitu hidup yang lebih baik. manusiawi. dll. organisasi politik.000 pulau besar dan kecil. Kebudayaan akan mendasari. peternakan. sistem hukum. dan berperikemanusiaan 2. Misalnya kegiatan pertanian menetap meliputi unsure-unsur irigasi. Apabila salah satu bagian bajak 25 . Selanjutnya Ralph Linton merinci kegiatankegiatan kebudayaan tersebut menjadi unsure-unsur yang lebih kecil lagi yang disebutnya trait-complex. Jenis dan Ragam Kebudayaan di Masyarakat Mohammad Yusuf Melatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17. Selanjutnya trait complex mengolah tanah dengan bajak akan dapat dipecah ke dalam unsure yang lebih kecil umpamanya hewan-hewan yang menarik bajak. Ralph Linton menyebutnya kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity. alat-alat produksi. perkawinan)  Bahasa (lisan maupun tertulis)  Kesenian (seni rupa.sebagai wadah dari segenab perasaan manusia.xiv Sebagai contoh cultural universals pencaharian hidup dan ekonomi antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti pertanian. seni suara. dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan. system produksi. transportasi)  Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi (pertanian. dan sebagainya. sistem pengolahan tanah dengan bajak. Bila diambil contoh alat bajak terdiri dari gabungan alat-alat yang lebih kecil yang dapat dilepaskan. peternakan. system hak milik atas tanah. Kesenian misalnya meliputi kegiatan seni tari. Perbedaan itu dalam kita lihat dengan menelaah unsur-unsur kebudayaan seperti dibawah ini. dan sebagainya. Akhirnya sebagai unsure kebudayaan yang terkecil membentuk trait adalah items. seni gerak dll)  Sistem pengetahuan  Religi (system kepercayaan) Cultural universals tersebut dapat dijabarkan lagi kedalam unsure-unsur yang lebih kecil. seni rupa dll.

tanpa diikuti proses berfikir cermat. maka tak dapat menjalankan fungsinya sebagai bajak. Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan Manusia sebagai pencipta kebudayaan Manusia memiliki kemampuan daya sebagai berikut :  Akal. tetapi tidak berlangsung lama  Kemauan Kemauan adalah keinginan. sering berbentuk perasaan yang kuat.tersebut dihilangkan. Kemauan dalam arti positif adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan hidup yang dikendalikan oleh akal budi. Ciri Kebudayaan : • Bersifat menyeluruh • Berkembang dalam ruang / bidang geografis tertentu • Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu Wujud kebudayaan • Ide : tingkah laku dalam tata hidup • Produk : sebagai ekspresi pribadi • Sarana hidup • Nilai dalam bentuk lahir Sifat kebudayaan • Beraneka ragam • Diteruskan dan diajarkan • Dapat dijabarkan : – Biologi – Psikologi – Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan • Berstruktur terbagi atas item-item • Mempunyai nilai • Statis dan dinamis • Terbagi pada bidang dan aspek 3. namun bisa menuntun pada suatu keyakinan. kehendak untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. memiliki pengetahuan dan mampu menciptakan teknologi. intelegensia dan intuisi Dengan kadar intelegensia yang dimiliki manusia mampu belajar sehingga menjadi cerdas. yang dapat menguasai seseorang. baik yang berasal dari rangsangan di dalam atau diluar dirinya. Intuisi menurut Supartono sering setengah disadari.  Perasaan dan emosi Perasaan adalah kemampuan psikis yang dimiliki seseorang. Emosi adalah rasa hati. 26 .

Memanusiakan manusia melalui pemahaman terhadap konsep budaya dasar 1. Peter L Berger menyebutnya sebagai dialektika fundamental yang terdiri dari tiga tahap yaitu : . Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. 2.  Perilaku Perilaku adalah tabiat atau kelakuan.Tahap internalisasi. Kebudayaan adalah ekspresi eksistensi manusia didunia. merupakan jati diri seseorang yang berasal dari lahir sebagai factor keturunan yang kemudian diwarnai oleh factor lingkungannya.Tahap eksternalisasi. Penderitaan Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. yaitu tahap dimana realitas obyektif hasil ciptaan manusia dicerap oleh manusia kembali. namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan. Ini melengkapi cirri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia. Keadilan mengacui pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh setiap manusia.Tahap obyektifitas. Cintakasih Cintakasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai belas kasihan. Pengabdian 27 . Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusi menemukan bentuknya yang khas manusiawi 4. Manusia sebagai makhluk budaya adalah pencipta kebudayaan. yang berada diluar diri manusia . yaitu proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktifitas fisik dan mental . 5. 3. Tanggungjawab Tanggungjawab adalah kwajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan. Kebudayaan adalah produk manusia. Fantasi Fantasi adalah paduan unsur pemikiran dan perasaan yang ada pada manusia untuk menciptakan kreasi baru yang dapat dinikmati. Keadilan Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. yaitu tahap aktifitas manusia menghasilkan realita obyektif.

dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka. Keindahan Eksistensi manusia didunia diliputi dan digairahkan oleh keindahan.xv 4. Dalam keseharian sosialisasi bisa dikatakan sebagai proses menjelaskan sesuatu kepada anggota masyarakat agar mengetahui adanya suatu konsep. Kegelisahan Kegelisahan merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatannya. 8. e. Asimilasi 28 . b. d. Internalisasi Merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia.Pengabdian diartikan sebagai perihal memperhamba diri kepada tugas-tugas yang dianggap mulia 6. kebijakan. Difusi Meleburnya suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain sehingga menjadi satu kebudayaan. dan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. dengan sesame dan dengan alam tempat kita berdiam. Proses dan Perubahan Kebudayaan : Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. Sosialisasi Proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampilanketrampiulan sosial. Enkulturasi Enkulturasi adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan. Akulturasi Akulturasi adalah percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampuran itu masing-masing unsurnya masih kelihatan. Manusia tidak hanya penerima pasif tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan. c. f. 7. suatu peraturan yang menyangkut hak dan kwajiban mereka. Proses tersebut diantaranya : a. Pandangan hidup Pandangan hidup berkenaan dengan eksistensi manusia didunia dalam hubungannya dengan Tuhan. merasa khawatir tidak tenang dalam tingkah laku.

sikap-sikap. Masalah tersebut menjadi lebih penting dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat dari Negara yang kemerdekaan politiknya setelah perang dunia kedua. organisasi. Faktor-faktor penyebab perubahan sosial dan kebudayaanxvi a. Ad pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun luas. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat mengenai nilai-nilai social. Dengan diakuinya dinamika sebagai inti jiwa masyarakat. interaksi sosial dan seterusnya. dan polapola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. pola-pola perilaku. yang mempengaruhi sistem sosialnya.Asimilasi adalah proses peleburan dari kebudayaan sat ke kebudayaan lain. kekuasaan dan wewenang. Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan. faktor intern  Bertambah atau berkurangnya penduduk  Penemuan-penemuan baru (inovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat]  Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)  Pemberontakan / revolusi b. akan tetapi ada juga yang cepat. perubahan bagi masyarakat yang bersangkutan maupun bagi orang luar yang menelaahnya. termasuk didalamnya nilai-nilai. Perubahan sosial dan kebudayaan merupakan segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suataau masyarakat. serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali. susunan. faktor ekstern  Perubahan lingkungan fisik manusia ( bencana alam )  Pengaruh kebudayaan masyarakat lain  Peperangan Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan sosial :  Faktor-faktor yang mendorong :  Kontak dengan kebudayaan lain  Sistem pendidikan yang maju 29 . lapisan-lapisan dalam masyarakat. lembaga-lembaga kemasyarakatan. dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. maka banyak sarjana sosiologi modern yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah perubahan social dan kebudayaan dalam masyarakat.

Manusia unggul tidak lahir dari situasi statis. melainkan 30 . Problematika sosial kebudayaan Manusia dan Budaya Unggulxvii Buku Stephen R Covey berjudul The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness setidaknya menjadi pemicu diskusi tentang budaya unggul akhir-akhir ini. Jika budaya unggul bisa didiskusikan bersama seiring dengan manusia unggul. dinyatakan sebagai uebermensch yang dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan sebagai superman. Friedrich Wilhelm Nietzsche (18441900). Tidak main-main. budaya unggul akan bisa memulihkan harga diri dan martabat bangsa ini menjadi bangsa yang tidak mudah dilecehkan dan diharapkan mampu mengatasi krisis berkepanjangan dan seterusnya. Dalam maksud yang sederhana. bahkan Bapak Presiden merasa perlu menyampaikan kepada rakyatnya untuk melahirkan budaya unggul dalam bangsa ini. terlebih dahulu manusia harus bisa menjawab tantangan yang ada dalam dirinya sendiri. setidaknya apa yang dinyatakan oleh Covey sebagai manusia dengan predikat greatness membawa ingatan kita pada apa yang oleh filosof Jerman. Para cerdik cendekia pun ribut mencari apa yang sebenarnya unggul dalam diri kita dan apa memang ada keunggulan itu. Kebudayaan merupakan identitas dari manusia. Untuk melahirkan budaya unggul. Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju  Toleransi terhadap perbuatan menyimpang  Sistem lapisan masyarakat yang terbuka  Penduduk yang heterogen  Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu  Orientasi ke depan  Nilai meningkatkan taraf hidup  Faktor-faktor yang menghambat :  Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain  Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat  Sikap masyarakat yang tradisional  Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)  Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan  Prasangka terhadap hal baru  Hambatan ideologis  Kebiasaan  Sikap pasrah 5.

melainkan upaya untuk terus-menerus menjadi manusia yang lebih (over). Ignas Kleden (2004) menyatakan bahwa manusia hanya akan berhasil menjadi manusia melalui proses ueberwindung atau overcoming (dalam bahasa Inggris). manusia harus bisa meningkatkan dirinya dari sekadar manusiawi (humanus) menjadi lebih manusiawi (humanior). Keduanya sering melahirkan pandangan-pandangan dunia yang bersifat statis. dalam bahasa Jerman mempunyai dua pengertian yang dalam bahasa Inggris bisa diasosiasikan menjadi kata super atau over. man is something that is to be surpassed (Manusia adalah sesuatu yang harus dilampaui). Namun. Dalam pengertian ini. Jelas sekali ketika Nietzsche menulis bahwa pertanyaan pertama dan satu-satunya yang dianjurkan oleh Zarathustra adalah Wie Wird der Mensch ueberwubden (bagaimana caranya manusia mengatasi manusia). dalam konteks ini saya kira lebih tepat membaca uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk melahirkan manusia unggul dengan cara melahirkan dirinya untuk terusmenerus menjadi manusiawi. Beberapa orang menafsirkan ajaran uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk memproduksi jenis manusia yang unggul dalam mengatasi kemampuan manusia lain. Kata ueber. hidup dan kehidupan itu sendiri merupakan sesuatu yang dinamis dan bergerak terus-menerus. Padahal. apa yang patut dicinta dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah perjalanan naik dan turun). Tidak saja dalam pengertian bagaimana upaya menemukan talenta terbaik dalam diri seseorang. Pengertiannya.going and down-going (Apa yang agung dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah jembatan dan bukan tujuan. Manusia unggul keluar dari proses dinamis dan penuh tantangan. manusia harus terus-menerus mengatasi dirinya sebagai manusia. untuk lahir sebagai superman. Manusia bukanlah suatu konsep abstrak sebagaimana dipahami oleh kaum idealis atau juga kaum materialis. what is lovable in man is that he is an over. Atau dengan yakin ia menyatakan. what is great in man is that he is a bridge and not a goal. 31 . Nietzsche adalah filsuf yang begitu yakin bahwa manusia harus berdiri di atas sifat-sifat konkretnya. Untuk menjadi manusia unggul.dari proses dinamis. Bukankah Nietzsche sendiri menyatakan. Anjuran untuk berproses menjadi manusia unggul sudah dinyatakan dengan amat jelas dalam Also Sprach Zarathustra. manusia yang bisa menggunakan kehendak dan kuasanya untuk mengatasi rasa lemahnya.

Mereka adalah para pengecut yang hanya bisa berlindung di balik nilai-nilai yang menjerat kedigdayaannya. Dia harus menciptakan nilai-nilai untuk dirinya sendiri pada saat perjalanan kehidupan tersebut. elite intelektual. Untuk lahir menjadi manusia unggul. Seorang pejabat akan bernilai lebih jika setiap saat dia berhasil mengawasi dan menekan nafsu korupsinya. Dalam mengarungi bahtera kehidupan yang nyata itulah manusia diberi kuasa untuk memikul tanggung jawab atas dirinya sendiri.Melahirkan manusia unggul jangan disalahpahami hanya dengan pengertian meloloskan siswa-siswa berprestasi yang mampu merengkuh juara olimpiade fisika. Nietzsche menyebut mereka sebagai “manusia bermoral gerombolan” atau “bermoral budak”. Sifat serakah dan senang korupsi adalah manusiawi dan bahkan menjadi bagian tak terpisah dari manusia. utang luar negeri. Manusia unggul. bahkan terorisme. 32 . Komodifikasi kebudayaan Ada kesan bahwa kebudayaan semakin mejadi komoditas. Di sini dapat dipahami mengapa Nietzsche amat membenci pada mereka yang mudah menyerahkan diri pada skema nilai-nilai yang diciptakan di luar dirinya sendiri. matematika. dan di dalam perahu itu duduk nilai yang dihargai. and in the boat sit the estimates of value. penuh kemeriahan dan samaran. atau kimia. Mereka seperti sebuah sungai yang di atasnya mengambang sebuah perahu. solemn and disguised”. Menjadi manusia unggul biasa dialami oleh siapa saja yang mampu mengatasi kediriannya menuju kedirian yang lebih. “The ignorant. penguasa. Dengan tidak memperpanjang segala kontroversi pendapat Nietzsche. Apropriasi itu berlangsung atas dua jalur. elite system pendidikan atau elite budaya sendiri. to be sure. Kebudayaan seakan-akan diapropriasi oleh elite politik. bisa lahir dan dilahirkan dari manusia yang tak lagi menggantungkan diri segala tekanan dari luar. budaya unggul dalam perspektif ini bisa dijadikan rujukan untuk mengembalikan jati diri dan martabat kebangsaan yang hancur di tengah keserakahan modal. jika mau merujuk pada Nietzsche. the people-they are like a river on which a boat floateth along. elite birokrat. seseorang harus bergerak untuk memperbarui kemanusiawiannya menjadi lebih manusiawi dengan menjelma menjadi manusia yang tidak serakah dan senang korupsi.

Yang pasti menarik. bahwa masyarakat kita bermusyawarah daripada memperjuangkan hak-haknya. manusia kosong. sopan santun ketimuran. Pertemuan dengan kebudayaan lain selalu memperkaya kita sendiri. manusia latah. ia belum dapat ikut dalam proses penentuan arah perjalanan bangsa Indonesia. manusia tanpa kepribadian. Yang merekayasa adalah elite yang berbeda dari masyarakat yang menganggap dirinya sudah mempunyai budaya yang sesuai dengan pembangunan. Elite yang menganggap diri berwenang untuk menetapkan sikapsikap mana yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. melainkan memperkaya. Tantangan Kebudayaan Masyarakat kita yang berbudaya akan beruntung apabila mengenal dan akrab dengan beberapa kebudayaan barat. Dia mendapat ekspresi dalam dua sub lagu yang bersama menghasilkan paduan suara atau duet harmoniselite yang prihatin. Disini kita mendengarkan bahwa bangsa Indonesia tidak mengenal oposisi. kekeluargaan. manusia terasing. Kebudayaan itu membuat kita menjadi manusia plastic. Dia mengancam karena tidak sejati. Kebudayaan yang sungguh-sungguh mengancam kita adalah kebudayaan modern tiruan. Jalur itu juga melegitimasi penundaan proses demokratisasi : selama masyarakat masih memiliki mentalitas yang tidak cocok dengan pembangunan. dan ersatz. berkebalikan dengan yang pertama.xix 33 . dan oleh karena itu asing.xviii Hal-hal diatas secara tegas menyatakan bahwa demi budaya bangsa elitelah yang sebaiknya menentukan arah pembangunan.Pertama. Sub lagu yang pertama disebut lagu museum . Menurut jalur ini budaya masyarakat perlu direkayasa supaya sesuai dengan pembangunan. yaitu jalur keprihatinan terhadap budaya bangsa. bahwa bertindak berdasarkan keyakinan sendiri adalah individualisme. Kedua. Mengagumi karya karya seni Italia. Sub-lagu yang kedua mau melindungi budaya nasional terhadap pengeruh buruk dari luar. pelancongan ke dalam kebudayaan lain tidak cenderung memiskinkan persepsi tentang kebudayaan sendiri. elite menetapkan kelakuan masyarakat yang mana sesuai dan yang mana tidak sesuai. taritarian. terungkap dalam pembicaraan tentang kebudayaan masyarakat yang dikatakan tidak cocok untuk pembangunan. gotong royong dan lain-lain. Dengan menetapkan apa yang termasuk budaya bangsa. tidak bersikap konfrontatif. Sama dengan orang barat yang mengenal dan mencintai kebudayaankebudayaan Timur. atau menelusuri filsafat Perancis bagi orang timur pasti sangat rewarding. Disini termasuk pakaian nasional. tidak substansial. unsure-unsur positif warisan budaya bangsa perlu dilestarikan. semu.

Pengertian Adab dan Peradaban. Sedangkan manusia yang tidak mempunyai akhlak mulia. Para ilmuwan memiliki banyak konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban. yang tidak memiliki kesopanan dan tidak halus budi pekertinya. Kebudayaan yang dikatakan modern itu membuat kita lepas dari kebudayaan tradisional kita sendiri. Manusia beradab dengan demikian adalah manusia yang mempunyai akhlak mulia. S.Sos 1. Norma menjadi suatu hal yang penting untuk dapat dijadikan sebagai konsep yang dapat mengukur bagi manusia yang mempunyai akhlak mulia. berupayalah untuk benar-benar menerapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk ikut serta menyelesaikan masalah tersebut. dan sekaligus tidak menyentuh kebudayaan teknologis modern yang sesungguhnya. kepenuhan hidup. Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekertixx. Buatlah analisa berkaitan dengan permasalahan (5W +1H) 3.Kebudayaan tiruan itu mempunyai daya tarik luarbiasa sehingga mampu menyedot pandangan kita tentang nilai. Ia menawarkan kemewahan. TUGAS 1. Akhirnya kita hanya seolah-olah menjadi manusia modern. Carilah solusi dari permasalahan 4. dasar harga diri. kemantapan diri. kesopanan dan budi pekerti atau manusia tersebut biadab. Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Carilah permasalahan budaya yang paling dekat dengan anda 2. Norma adalah tingkah laku yang BAB III MANUSIA DAN PERADABAN 34 . yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Tetapi masalah yang muncul kemudian adalah. siapa yang memberikan ukuran manusia tersebut beradab atau biadab ?. asal kita mau berpikir sendiri. Namun ada beberapa konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban yang mungkin relevan dan dapat membantu mahasiswa di Indonesia agar dapat memahami konsep atau pengertian tersebut. dan berhenti membuat penilaian sendiri. dan status. maka kita akan menyebut manusia tersebut biadab.

Dan Koentjaraningrat. ras. Hal ini sesuai dengan realita bahwa manusia memerlukan kesopanan. akhlak. Sedangkan Ibnu Khaldun (1332-1406 M). yang dalam bahasa Inggris disebut cultured. yang dapat diterima oleh orang ramai dan yang sekaligus tentu saja diharapkan dari kita oleh masyarakat. adat sopan santun pergaulan. suku. cara berkehidupan yang sudah maju. dan merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial.xxiii juga memberikan definisi peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus. suku. maju. dan kehalusan budi pekerti dalam melakukan kontak sosial dengan masyarakat luas. Jika Huntington mendefinisikan peradaban (civilization) sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. atau agama. yang membedakannya dari yang lain. Salah satu ciri yang penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. kebudayaan. kepandaian menulis. peradaban disini dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi). ras. pengertian lettered dalam hal ini tidak sekedar bisa membaca dan menulis hal yang sederhana. Orang yang cultured adalah juga yang lettered (melek huruf) namun. dan Ibnu Khaldun (13321406 M) yang melihat peradaban (umran) sebagai organisasi sosial manusia. kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. kelanjutan dari proses (semacam urbanisasi) lewat ashabiyah (group feeling). lewat ashabiyah (group feeling). Orang yang sekedar bisa membaca karangan yang sederhana dan memahami 35 . Pengertian peradaban juga dikemukakan oleh Fairchildxxii. ilmu pengetahuan. Dalam konteks peradaban Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia. yang menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. yang membedakannya dari yang lain. atau agama.dianggap wajar. organisasi kenegaraan. dan indah seperti misalnya kesenian. termasuk sistem IPTEK dan pemerintahannyaxxi.

kata norma berarti pegangan atau pedoman. dianggap uncultered (tidak berbudaya). Dalam pengertian yang demikian itu. Orang yang cultured pergi menonton orkes simfoni. Wujud peradaban 1. Dalam pengertian dasariah. dianggap unlettered (tidak melek huruf). yang hanya bisa didapatkan dengan pendidikan yang tinggi tarafnya. kata ini biasanya menyangkut orientasi tingkah laku dan tindakan manusia sesuai dengan takaran-takaran objektif. etika lebih populer 36 . hukum. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. 3. aturan. Norma Kata norma sudah begitu memasyarakat dan bukan monopoli dunia moral. membaca buku-buku yang berisi pemikiran dan renungan yang rumit. 2. apakah kita ini baik atau buruk. Dalam dunia etika moral atau hukum. dan berdiskusi mengenai berbagai perkara yang abstrak dan rumit. Etika berarti juga kumpulan azas atau nilai moral atau kode etik. Etika hampir sama atau dekat dengan moral dalam arti pertama. Akibatnya. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. pembaca sastra dan peminat seni picisan misalnya. sosial dan budaya. Wujud dan Perkembangan Peradaban. Oleh karena itu. Arti ketiga. Kata ini telah lama digunakan dalam dunia meteologi. Moral Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. 2. Kata ini bernada menuntut perbuatan baik. hasil kebudayaan adiluhung. yang menjadi permasalahan bidang moralxxv.kesenian yang tidak kompleks misalnya. Arti kedua. Etika Adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagimana sebaiknya manusia hidup dalam bermasyarakat. ekonomi. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. kebutuhan akan adab berarti kebutuhan untuk masuk ke dalam cara hidup yang mungkin oleh kebanyakan anggota masyarakat dianggap elit dan tidak egaliterxxiv. tolok ukurxxvi. etika adalah nilai-nilai dan norma-norma tentang apa yang baik dan yang buruk yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tinggkah lakunya. dalam kehidupan sosial terutama di Indonesia. Orang yang cultured adalah yang mampu menghayati dan memahami. apa yang baik dan buruk.

dimana dimulai kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. Dari pernyataan Sims tersebut dapat dikatakan bahwa peradaban merupakan pengembangan budaya. dan kebalikan (contrast). Evolusi budaya. menurut Alvin Tofler dalam bukunya “The Third Wave“xxviii. atribut manusia secara jelas dan merupakan pencapaian masyarakat tertentu. the distinctly human attributes and attainments of a particular society.  Gelombang Kedua. Gelombang kedua dari evolusi budaya adalah tahap peradaban industri. Misalnya: mengenai keadilan putusan pengadilan ada yang secara hukum. and spiritual attainments. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. penguasaan teknologi. perasaan keindahan. the term imolies a fairly high stage on the culture evolutionary scale. aesthetic technological. juga masyarakat. Estetika Berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan. Ada perbedaan antara nilai dengan norma. Dengan kata lain gelombang ini dianggap sebagai tahap peradaban pertanian.dengan sebutan etiket yang berarti sopan santun. Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban Newel Le Roy Sims menyatakanxxvii : Civilization is the cultural development. maka peradaban dapat pula berarti tahapan yang tingi pada skala evolusi. Gelombang ini terjadi pada masa-masa tradisional. More civilized usage would refer to more highly and less highly civilized peoples. lebih dikenal dengan istilah etiket. Karakteristik utama melekat pada perbedaan tingkat intelektual. In ordinary usage. Yang ditandai dengan penemuan mesin 37 . yang acuannya adalah nilai keadilan dari masyarakat itu sendiri. terjadi dalam 3 (tiga) gelombang. Namun bisa jadi putusan tersebut belum memenuhi rasa keadilan bagi para pihak. etika berbicara. seperti etika makan. Reference is made to ‘civilized peoples’. Toffler menyebutnya sebagai revolusi agraris. the determinative characteristic being intellectual. dan tingkat spiritual yang dimilikinya. berpakaian dan sebagainya. the refer to more highly and less highly civilized peoples. yaitu :  Gelombang Pertama. Jika mengacu pada perbedaan manusia antara yang beradab dan biadab (manusia yang berbudaya). keselarasan (balance). mencakup kesatuan (unity). Kehidupan sosial-budaya masyarakat pada gelombang ini pun masih dianggap tradisional. dari tinjauan norma yang ada sudah benar. 4.

Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. Modernisasi merupakan proses mengangkat kehidupan. Manifestasi proses modernisasi pertama kali tampak di Inggris pada abad ke 18 yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. pada kehidupan modern. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. uap. Peradaban dan Perubahan Sosial. Penemuan-penemuan di bidang tekhnologi informasi dan komunikasi dengan komputer atau alat komunikasi digital dapat dijadikan tolok ukur dalam evolusi budaya gelombang ketiga oleh Toffler ini. mesin untuk mobil dan pesawat terbang. dan kemudian menyebar lebih luas lagi kebeberapa daerah yang kebudayaannya jauh berbeda dengan kebudayaan barat (Eropa dan Amerika Utara). karena modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. Penyebaran gejala modernisasi pada awalnya hanya terdapat pada daerah-daerah yang kebudayaannya satu jenis. Modernisasi. Oleh karena itu. Anthony D Smithxxx (1973:62) menyatakan modernisasi bukan semata-mata proses yang spontan dan tanpa perencanaan. suasana kehidupan yang serasi dengan kemajuan zaman. energi listrik. yaitu kebudayaan Barat yang direpresentasikan oleh Eropa dan Amerika Utara. 3. “modernization then is a conscious set of plant and policies for changing a particular society in the direction of contemporary societies which the leaders think are more ‘advanced’ in certain respect”. sedang negara yang sedang berkembang dianggap sebagai negara yang sedang mengadakan modernisasi. Toffler menyebutnya sebagai revolusi industri Gelombang Ketiga. suasana batin yang lebih baik dan maju daripada kehidupan sebelumnya. tercermin alam pikiran 38 . Modernisasi merupakan proses yang dilandasi oleh seperangkat rencana dan kebijakan yang didasari untuk mengubah masyarakat ke arah kehidupan masyarakat kontemporer yang menurut pemikiran para pemimpin lebih maju dalam derajat kehormatan tertentu. Penyebaran modernisasi ini dilihat sebagai suatu hal yang biasa atau wajar. Gelombang ini dianggap sebagai tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. Koentjaraningratxxix menyatakan modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang.

cara-cara baru untuk berperasaan dan bertindak. Modernisasi sebagai konsep dalam kepustakaan ilmu-ilmu sosial dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru daripada yang bersifat tradisi. Alex Inkeles memberikan pendapatnya mengenai modernisasi dalam upaya melengkapi uraian-uraian tentang modern dan modernisasi. Dengan kata lain. Oleh karena modern adalah suatu sikap pikiran. Inkeles meninjau arti modernisasi sebagai sikap dan nilai-nilai yang ada pada manusia. Sikap ini bukan suatu ketrampilan. Sedang efek yang bersifat revolusioner adalah karena ada keinginan untuk sama sekali mengganti adat tradisi dengan cara meninggalkannya sama sekali. efisien menuju ke kehidupan yang makin produktif. dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan hal-hal yang sudah menetap dan menjadi adat kepada kebutuhan-kebutuhan yang baruxxxi. Opini.rasional. 2. Sebaliknya manusia tradisional kurang bersikap untuk menerima ide-ide baru. efektif. Seorang manusia modern memiliki sikap untuk siap menerima ha-hal atau pengalaman-pengalaman yang baru dan terbuka untuk inovasi dan perubahan. terutama disebabkan oleh penggunaan ilmu pengetahuan positif. yang telah menjadi tradisi dengan menghindarkannya dari kerusakan dan sikap masa bodoh. Menurutnya ada sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modernxxxiii. Dapat bersifat konservatif oleh karena sikap penyesuaian itu pada prinsipnya dan pada tujuannya yang terakhir masih hendak menyelesaikan yang lama. ekonomis. sesudah datang perubahan dan pembaharuan. 39 . melainkan suatu sikap batin. Manusia dikatakan sebagai manusia modern apabila dia mempunyai disposisi untuk membentuk atau memiliki opini atau pendapat tentang berbagai masalah dan isu yang timbul tidak hanya yang berasal dari dalam lingkungannya namun juga yang berasal dari luar lingkungannya. yang antara lain yaitu : 1. maka orang yang bekerja di sawah dengan bajak memiliki suatu sikap modern dan dapat membuka pikirannya terhadap perubahan dan pembaharuan dan bersedia mengganti alat kerjanya dengan yang baru yang lebih efektif. Adapun efek-efek prkatis dari pada sikap modern itu dapat bersifat konservatif maupun revolusioner. Adapun sikap modern yang berarti mendahulukan sesuatu yang baru dari pada yang sudah menjadi tradisi itu. sehingga modernisasi dapat pula kita batasi sebagai sesuatu pikiran yang hendak berusaha untuk mengharmoniskan hubungan antara lembaga-lembaga yang telah lama ada dengan ilmu pengetahuanxxxii.

dan menganggapnya sebagai sebuah keanekaragaman opini tetapi tidak mudah begitu saja menerima opini orang lain tanpa pertimbangan-pertimbangan yang cukup. Masyarakat Madani. negara dan 40 . Perbedaannya dengan manusia tradisional adalah dalam menghadapi permasalahannya manusia tradisional lebih banyak berorientasi pada “nasib” atau pada klasifikasi-klasifikasi kosmis. dimana segala sesuatunya sudah ditetapkan fungsi dan tempatnya. 4. bahwa lembaga-lembaga yang terdapat di dalam masyarakatnya akan mampu untuk memcahkan segala persoalan. Manusia modern menghargai waktu dan manusia modern membuat rencana kerja berdasarkan waktu secara tetap. Wirutomoxxxiv menerjemahkan kata “civil society” yang dikenal di Indonesia sebagai “masyarakat sipil”. Manusia modern dalam tata kerjanya mengadakan perencanaan dan pengorganisasian serta berpendapat bahwa cara-cara tersebut adalah baik untuk mengatur kehidupan. Manusia modern percaya bahwa manusia dapat belajar dalam batas-batas tertentu untuk menguasai lingkungannya guna mencapai dan memajukan tujuannya. Manusia modern lebih percaya pada ilmu dan tekhnologi. manusia modern memiliki sikap demokratis dengan tidak menolak opini-opini orang lain. 6. 5. “masyarakat warga”. “masyarakat madani” atau “masyarakat adab”. Sikap modern ini tampak sekali pada sikap yang ditujukan kepada wanita dan anak-anak. 7. Disini penekanannya bukan pada hasil yang dicapai tetapi lebih kepada kepercayaan bahwa suatu saat nanti dia dapat menguasai alam sekelilingnya. Pada dasarnya konsep ini sebenarnya sudah lama. Sikap bahwa segala sesuatunya itu dapat dilaksanakan dengan perhitungan. Mampu berbeda pendapat dengan orang lain dan menyatakannya adalah sikap manusia modern. Manusia modern menjunjung tinggi suatu sikap bahwa pahala yang diterima oleh seseorang itu seharusnya seimbang dengan prestasinya dan kontribusinya di dalam serta kepada masyarakat dan tidak pada ukuran-ukuran lain yang tidak rasional. 8. Manusia modern menghargai harkat manusia lain. Faktor waktu. Tekanan konsep ini lebih kepada hubungan antara pemerintah dan rakyat. berasal dari kata societas civilis atau political society.3. Manusia di nilai modern apabila dia lebih banyak berorientasi ke masa yang akan datang dari pada berorientasi ke masa yang silam. Perencanaan (Planning). 9.

Safrudin Setia Budi membedakan pengertian antara masyarakat madani dan civil societyxxxv. Istilah masyarakat madani berdasarkan pada konsep negara kota Madinah pada tahun 622 masehi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. melainkan masyarakat ekonomi. Pada perkembangannya. hak dan kewajiban warga negara. pada akhir abad 17 dan awal abad 18. Konsep Cicerio ini mencakup kondisi individu maupun masyarakat secara keseluruhan yang telah memiliki budaya hidup di kota yang menganut norma-noram kesopanan. yang berhadapan dengan masyarakat di luar Romawi yang (oleh bangsa Romawi dianggap) belum beradab. istilah civil society lebih ditekankan kepada “masyarakat politik”. Karl Marx (1818-1883) kemudian mengikuti pendapat Hegel dengan mengatakan bahwa civil society disebut juga masyarakat borjuis yang merupakan ciri masyarakat barat modern. Pengertian awalnya terkait dengan konsep tentang warga dan bangsa Romawi yang hidup di kota-kota yang memiliki kode hukum. persaudaraan antar umat beragama. yang hidup pada abad pertama sebelum kristus. Dia menjelaskan bahwa istilah masyarakat madani diperkenalkan pertama kali oleh Timbalan Perdana Menteri Malaysia. persatuan. perdamaian dan kedamaian. serta konsistensi penegakan hukum berdasarkan kebenaran dan keadilan. pada prinsipnya masyarakat madani mengarah kepada terciptanya masyarakat yang demokratis dan dapat menghargai hak-hak azasi manusia sebagai individu yang sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan atau ditentukan oleh AlQuran. dalam ceramahnya di festival Istiqlal tahun 1991. Namun konsep “masyarakat politik” ini mendapat bantahan dari Hegel (1770-1871) yang mengatakan civil society bukanlah masyarakat politik dengan tekanan-tekanan moral yang mewarnai perilaku mereka. Datuk Anwar Ibrahim. Sedangkan istilah Civil Society. berasal dari kata latin yaitu “Civilis Societas”. maka muncul konsep civil society sebagai arena bagi negara yang aktif dalam politik. Karena bidang politik pada masa lalu selalu dikaitkan dengan negara. Kode hukum itu merupakan ciri dari masyarakat atau komunitas politik yang beradab. Konsep ini tertuang dalam piagam Madinah yang bernuansakan islami yang berisi wacana kebebasan beragama. yang membedakan diri dari lingkungan keluarga atau masyarakat kecil yang dipimpin oleh bapak keluarga atau bapak masyarakat yang belum melek politik. etika politik. Tetapi lebih luas lagi konsep ini sering juga dikaitkan dengan “peradaban masyarakat” (civilization) yaitu suatu kualitas kebudayaan masyarakat yang ditandai oleh supremasi hukum. yang merupakan pendapat dari Cicerio. Dengan kata lain bahwa civil society adalah aspek non-politis dalam masyarakat 41 .masyarakat. Jadi.

bersamaan dengan itu hapus pula represi. Dari pengertian masyarakat madani di Indonesia. sedang masyarakat mewakili budaya. Dan Indonesia berada pada suasana ketiga.modern yang sekarang kapitalis. konsensus dan ideologi. Kunto Wijoyoxxxviii membahas mengenai hubungan antara negara dan masyarakat ke dalam 4 (empat) konsep. dan perdebatan mengenai konsep masyarakat madani di Indonesia tidak terlepas dari apa yang terjadi pada hubungan masyarakat dan negara. Marx. di Indonesia masyarakat madani masih berada pada tataran perdebatan. Marx menyatakan bahwa negara dalam masyarakat kapitalis tidak lebih hanya badan pelaksana kepentingan borjuis. Ke dua pengertian tersebut dapat dianggap saling mengisi serta saling melengkapi. Lebih lanjut. antara individu dan masyarakat. Sedang pengertian masyarakat madani di Indonesia adalah perpaduan antara pengertian masyarakat madani yang tercantum dalam Piagam Madinah dengan civil society yang berkembang dalam negara-negara industri. masyarakat terpecah antara kepentingan pribadi dan umum. 4. dan penerapannya disesuaikan dengan karakteristik manusia modern Indonesia yang bersifat Sosialis Religiusxxxvi. Dengan terpisahnya masyarakat dan negara. yakni terpisahnya antara political society dan civil society. bahwa negara adalah alat represi dari negara. sebab secara historis bisa dilihat bagaimana perjalanan bangsa ini yang tertatih-tatih dalam penegakan demokrasinya. muncul satu pertanyaan bagaimana dengan realitasnya di Indonesia ?. dalam negaralah kemerdekaan itu terwujud. Masyarakat Yang Beradab. sedang keberadaan negara adalah aktual yang lahir karena di dalam masyarakat terjadi konflik. Dan keempat. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. maka bila selama ini masyarakat madani yang lazimnya disetarakan dengan civil society belum terbentuk di Indonesia. Beberapa ratus tahun yang lalu bangsa-bangsa Barat beranggapan bahwa banyak masyarakat lain di berbagai benua 42 . oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. berasal dari pandangan K. Menurut Sulardixxxvii. menyatakan ada hubungan fungsional antara masyarakat dan negara. adalah pandangan A. berasal dari pikiran Hegel yang menyatakan bahwa yang rasional adalah aktual dan yang aktual adalah rasional. Gramsci yang menyatakan bahwa negara adalah mewakili paksaan dan dominasi. Kedua. kuncinya pada demokratisasi yang belum berjalan. yaitu Pertama. Ketiga. Oleh karenanya kemerdekaan sejati tidak akan ditemukan dalam masyarakat.

Konsepkonsep itu selintas tampak serupa. Pendekatan terhadap peradaban juga berbeda-beda . maka kita mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial. Kristen. pendidikan dalam pengertian ini tentu menuntut ukuran Barat. misalnya. Namun. (2). Mesir Kuno. tentu harus ada norma jika kita tetap ingin membicarakan beradab tidaknya suatu masyarakat. Peradaban juga mengacu pada cara kehidupan yang nyaman. karena mereka dianggap tidak memiliki kesopanan dan kehalusan budi menurut norma yang ditetapkan peradaban Barat. manusia beradab adalah yang berpendidikan. Misalnya. Jika kita mengaitkan kebutuhan akan adab ini dengan peradaban. Organisasi sosial. Sekarang tentu saja keadaan itu berangsur-angsur berubah. Indonesia yang terdiri atas begitu banyak masyarakat tentu memiliki sejumlah norma-norma yang berbeda satu sama lain. dianggap tidak beradab karena tingkah laku mereka tidak bisa diterima oleh orang ramai menurut ukuran Barat. sopan.tidak beradab. Dalam kebudayaan Barat. dan (3). Hindu dan Barat. yang tentunya berbeda dengan 43 . meskipun dimana-mana masih saja pemaksaan norma semacam itu. Dalam pengertian ini kita mengenal. yang membedakannya dari peradaban lain. dan cara kehidupan yang sudah maju. Cara berkehidupan yang sudah majuxxxix. Contoh-contoh yang kita sebut itu juga mengacu pada suatu taraf yang tinggi dari masyarakat yang memiliki kesatuan sejarah dan kebudayaan. Dalam pengertian ini jelas bahwa ada berbagai peradaban di dunia bahwa masyarakat memiliki peradaban yang barbeda satu sama lain. Jika ada masyarakat yang biasa menggunakan jari tangan untuk makan. Kebudayaan. Bisa juga dikatakan bahwa masyarakat yang memiliki peradaban itu. yang menyebabkan berbeda dari masyarakat lain. yakni perkembangan masyarakat pada suatu kurun waktu dan tempat tertentu . Mungkin. dan berbudaya. disamping berkebudayaan tinggi. Situasi semacam itu pada dasarnya merupakan pemaksaan norma suatu bangsa terhadap bangsa lain. meskipun tampaknya ditinjau dari berbagai pendekatan. misalnya peradaban Suku Inca. masyarakat bisa saja menganggap tidak beradab begitu juga jika ada masyarakat yang biasa makan ikan mentah atau melakukan ritual dengan cara memenggal kepala orang. namun dasarnya boleh dikatakan sama. juga sudah mengembangkan tekhnologi dan sistem pemerintahan yang memungkinkan kebanyakan anggotanya menikmati kenyamanan hidup. Contoh-contoh itu segera menunjukkan bahwa. namun jika kita periksa lebih jauh ada hal-hal yang khas. Islam. misalnya. kebudayaan. beradab atau tidaknya suatu masyarakat hanya bisa ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Bangsa-bangsa India dan Aborijin. ada suatu hal yang sama yakni (1). Asia Timur.

yang muncul dari arah timur dan hilang menuju ke arah barat bahkan terjadi setiap hari. kesejahteraan. dan sebagainya. oleh karena itu jabatan penting dalam pemerintahan ditentukan oleh hal-hal tersebut. misalnya. peradaban Asia Timur telah menghasilkan kebudayaan bushido di masa lampau. Dua hal antara lain menyebabkan bunuh diri menjadi ritual yang harus dilakukan jika harga diri seorang tidak ada lagixl. persitiwaperistiwa di lingkungan manusia yang menjadi obyek perhatian adalah peristiwa-peristiwa yang bersangkutan dengan alam. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. yang akhirnya melahirkan suasana kehidupan ideal berupa ketenangan. Ketenangan. Di Jepang. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. Di zaman lampau. Observasi yang sistematis terhadap peristiwaperistiwa yang terjadi di lingkungan sekitar manusia serta pemikiran atau perenungan tentang sebab-sebab terjadinya beberapa peristiwa di lingkungan manusia ini telah melahirkan “suatu kesimpulan sementara” yang pada zamannya telah dianut oleh sebagian besar masyarakat. misalnya. membaca. Sedangkan sains atau ilmu pengetahuan berawal dari sifat ingin tahu manusia. Kemajuan Iptek Bagi Peradaban Manusia Tekhnologi lahir karena adanya kebutuhan manusia pada masa terdahulu. Hal ini berarti mereka telah melakukan kegiatan atau proses yang menghasilkan produk yakni alat-alat dan dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan. 44 . Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. 5. Pada awalnya. ketentraman. yakni keampuhan menguasai kesenian. peradaban Cina memiliki ciri penting. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. yang sampai sekarangpun masih terasa cirinya dalam masyarakat. Kualitas hidup manusia bukan hanya diukur dari materi dan sekedar gaya hidup. dan menulis. Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat. Meskipun secara sederhana mereka dapat membuat alat-alat yang hasilnya dapat mereka gunakan untuk memudahkan pekerjaan mereka atau meningkatkan hasil kerja mereka. Tapi nilai kerohanianlah yang tertinggi dan menjadi penentu dari kwalitas hidup manusia. kenyamanan. dan pengalamannya.peradaban Asia Timur. pergerakan matahari di siang hari. intelektualitas. Begitu juga dengan bintang di malam hari yang tampak bergerak mengelilingi bumi. Kesetiaan kepada atasan dan harga diri merupakan ciri khas. Manusia adalah ukuran bagi segala. kedamaian.

penggunaan mikroskop ini dalam bidang metalurgi amat berguna dalam penelitian tentang struktur suatu logam. teori serta hukum yang dikemukakan oleh para ilmuwan membawa dampak pada penemuan tekhnologixli. yang berakibat pada terpengaruhnya orang-orang tertentu terhadap tayangan tadi yang kemudian melakukan tindakan-tindakan kekerasan seperti yang ia lihat di tayangan tersebut. ilmu pengetahuan dan tekhnologi memiliki kaitan yang sangat erat. banyak orang yang melihat dari tayangan televisi (yang merupakan kemajuan produk tekhnologi elektronika) melihat tayangan-tayangan kekerasan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sendiri dapat membawa dampak positif maupun dampak negatif. telah menumbuhkan cakrawala pandangan manusia. Disamping itu. Dari beberapa contoh tersebut dapat dikatakan bahwa. terutama generasi mudanya. saat ini telah menjadi sebuah kekuatan yang justru (baik disadari ataupun tidak) telah “membelenggu” perilaku dan gaya hidup kita sendiri. karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat. bisa saja ditiru dan dapat dijadikan pedoman dalam berkehidupan oleh sebagian masyarakat Indonesia. teknologi telah menjadi pengarah hidup 45 . Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin cepat dewasa ini. Bahkan Indar Siswarinixlii mengatakan bahwa perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi membuat dunia menjadi sempit. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu atau ekstensi kemampuan diri manusia. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar. Contoh lainnya adalah budaya sebagian masyarakat Amerika dengan kebebasannya.Di lihat dari awal lahirnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi memang tidak terdapat keterkaitannya sama sekali. Sebagai contoh misalnya. Ruang dan waktu menjadi sangat relatif dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. seksualitas maupun gaya hidup hedonisme mereka. maka beberapa kelompok masyarakat dari beberapa negara dapat berinteraksi dengan mudah. Hal ini tentu akan berakibat pada adanya perubahan nilai budaya pada masyarakat tertentu. Bahkan budaya suatu negara akan lebih mudah diketahui dan bahkan di tiru oleh bangsa atau negara lain. Hal ini dapat diambil contoh misalnya penggunaan mikroskop elektron dalam bidang geologi pada pertengahan abad ke-20 telah membawa kemajuan dalam penelitian terhadap fosil-fosil. namun dalam perkembangannya. konsep ilmu pengetahuan. Segi positif dari adanya peralatan telekomunikasi dan peralatan tekhnologi informasi yang makin canggih atau modern. dan dalam kecepatan yang makin tinggi. Dapat diambil contoh yaitu dalam bidang telekomunikasi dan tekhnologi informasi.

keterasingan pada diri sendiri atau pada perilaku sendiri. yang tidak memiliki basis dan presiden kulturalnya dalam masyarakat kita semakin menyebar pula dalam masyarakat kita. sehingga memunculkan kecenderungankecenderungan “gaya hidup” baru yang tidak selalu positif dan kondusif bagi kehidupan sosial budaya masyarakat dan bangsa. akibat 46 . Bahkan secara mendalam telah terjadi interaksi budaya yang sangat intensif yang menjurus ke arah terciptanya nilai budaya universal. yang nantinya akan (bahkan telah) membuat konsep-konsep lama mengenai tata hubungan antar bangsa menjadi usang. Bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa era tekhnologi industri yang berkembang sejak abad ke18 akan digantikan oleh sebuah era baru yaitu era tekhnologi informasi. Akibat lain dari globalisasi yaitu masyarakat mengalami anomi atau tidak punya norma atau heteronomy atau banyak norma. sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap melanggar norma tunggal masyarakat. Azyumardi Azra menyatakan bahwa disorientasi.manusia. Berbagai ekspresi sosial-budaya yang sebenarnya asing. dapat dikatakan bahwa saat ini sedang tercipta sistem-sistem nilai global yang berlaku dimana-mana. terutama terjadi dalam awal abad ke-21. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi. dislokasi atau krisis sosial-budaya umumnya dikalangan masyarakat kita (masyarakat Indonesia) semakin bertambah dengan kian meningkatnya penetrasi dan ekspansi dari budaya Barat (khususnya Amerika) sebagai akibat proses globalisasi yang hampir tidak terbendungxliii. Jadi dapat dikatakan pula bahwa revolusi di bidang informasi dan komunikasi (yang menggeser bidang industri). Selain itu juga terjadinya disorientasi atau alienasi. Jadi. atau dengan kata lain proses perubahan yang sekarang berlangsung merupakan proses perubahan dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. di samping akan berkembangnya pandangan-pandangan baru. yang akan mempengaruhi kecenderungan perubahan mendasar dalam kehidupan manusia yang salah satu aspek diantaranya ialah kecenderungan globalisasi. Arus informasi dan komunikasi telah membuat makin globalnya berbagai nilai budaya. Arus ini didorong oleh kemajuan tekhnologi yang berkembang dengan cepat dalam abad ke-21 ini. Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia Saat ini dunia sedang menghadapi arus perubahan besar.

maka untuk menghindari dampak negatif dari globalisasi salah satunya solusi alternatifnya adalah dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. Australia dan lainlainnya. Masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami dilematis karena globalisasi. kelompok-kelompok etnis. seperti Indonesia. Dan Dunia Ketiga. dimana masyarakat Indonesia (secara langsung maupun tidak langsung) dituntut untuk terbuka terhadap globalisasi. Tetapi 47 . nasionalitas. kelompok-kelompok keagamaan. pembagian dan pengelompokan dunia dalam bidang sosial-ekonomi sudah tidak relevan lagi. budaya orang-orang di daerah-daerah di Indonesia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Konstelasi politik dunia internasional yang terjadi pasca perang dingin tidak lagi menjadikan isu-isu sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) sebagai tolok ukur dalam membagi dunia. kawasan-kawasan. namun di sisi lain masyarakat Indonesia mengalami “ketakutan” dengan dampak negatif dari globalisasi yang dapat merusak nilai-nilai (sosial-budaya) yang telah ada.pertemuan budaya-budaya yang tidak sepenuhnya terintegrasi dalam kepribadian kita. semuanya memiliki budaya yang berbeda-beda pada tingkat keragaman budaya yang berbeda-beda pulaxliv. Korsel. Peradaban adalah suatu entitas budaya. Tetapi. keadaan dunia terbagiterbagi menjadi beberapa bagian yang bertujuan untuk membedakan-bedakan dunia menurut kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) suatu negara. budaya Sumatra atau Batak berbeda dengan dengan budaya Kalimantan atau Dayak. yang merepresentasikan dunia-dunia maju secara sosial dan ekonominya seperti Amerika dan aliansi Eropa-nya. Pembagian dunia saat ini mengarah kepada hal lain yaitu atas dasar budaya dan peradaban. Budaya Jawa berbeda dengan budaya Sunda. Dunia Kedua. yang mewakili dunia-dunia yang beru berkembang atau kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonominya masih tertatih-tatih untuk maju. Desa-desa. Setelah Perang Dingin usai. Ada tiga bagian di dunia selama Perang Dingin yaitu Dunia Pertama. Dan jika masyarakat Indonesia memutuskan untuk maju dan dengan sadar menerima globalisasi. dan lain-lainnnya. Dapat diambil contoh yaitu di Indonesia. Selama Perang Dingin berlangung. jika masyarakat Indonesia ingin maju maka mengisolasi diri dari globalisasi dianggap sebagai kesalahan karena menolak peluang dan kesempatan untuk maju. Benturan Peradaban (The Clash of Civilization). merupakan representasi dari negara-negara maju tetapi secara sosial-ekonomi “baru” maju karena bantuan-bantuan yang diberikan oleh Barat seperti Jepang.

sejarah. memiliki dua sub peradaban yaitu peradaban Eropa dan Amerika Utara atau Peradaban Islam yang memiliki tiga sub peradaban yaitu Arab. institusi. dan kalaupun garis-garis pemisah antara peradabanperadaban itu biasanya tidak tajam. adat-istiadat. identifikasi diri dari orang-orang ituxlv. namun juga bisa mencakup tentang sejarah sebuah negara bangsa. Brunei Darussalam dan sekitarnya di wilayah Asia.kesemuanya sama-sama berbudaya Indonesia. agama. Amerika Latin. Mereka semua merupakan peradabanperadaban. Peradaban merupakan entitas yang jelas. Jerman dan lainlainnya tidak bisa menghapus identitas budaya mereka yaitu Budaya Barat (hal yang sama juga berlaku untuk Amerika). Di sini dapat dilihat bahwa peradaban bisa juga bercampur aduk dan tumpang tindih. seperti misalnya yaitu peradaban Barat. Tetapi. Jadi dapat dikatakan bahwa peradaban adalah tingkat identifikasi yang luas yang dimiliki orang. komposisi dan batas-batas peradaban berubah. dan Asia serta lainlainnya. Budaya yang berbeda-beda antara Indonesia. Italia. Pada masyarakat Arab juga memiliki identitas budaya yaitu Budaya Arab yang membedakan mereka dari masyarakat Cina dengan Budaya Cina. Eropa. dan juga dibatasi oleh unsur-unsur subyektif. tetapi yang pasti. Arab dan Cina. yang 48 . Amerika. Suatu peradaban meskipun dapat mencakup sebagian besar orang atau masyarakat. Prancis. bukanlah menjadi bagian dari entitas budaya yang lebih luas. Tetapi satu hal yang pasti yaitu Barat (Eropa dan Amerika). Namun. Perbedaan budaya antara Inggris. Arab. Identitas peradaban dianggap suatu hal yang sangat penting di masa yang akan datang. Begitu pula dengan budaya-budaya yang ada di Eropa. Islam dan lain-lainnya. Asia. Karena itu suatu peradaban adalah pengelompokan tertinggi dari orang-orang dan tingkat identitas budaya yang paling luas yang dimiliki orang sehingga membedakan dari spesies lainnya. dan dengan peradaban ia memberi identifikasi dirinya secara intens. dan Melayu. mempunyai satu budaya yang sama yaitu Budaya Asia. Peradaban Barat misalnya. Turki. ada juga peradaban yang mencakup beberapa peradaban atau sub-sub peradaban. konflik yang mungkin akan terjadi di masa mendatang akan terjadi sepanjang garis pemisah budaya yaitu identitas peradaban itu sendiri. sehingga membedakan dengan mereka yang dari Malaysia atau yang dari Brunei Darussalam. dengan adanya redefinisi ini. Malaysia. dan interaksi dunia akan dibentuk oleh peradaban-peradaban besar yang beberapa diantaranya adalah peradaban Barat. Orangorang atau bangsa-bangsa bisa dan melakukan redefinisi identitas mereka. Ia dibantu oleh unsur-unsur obyektif yang sama: seperti bahasa. tapi nyata.

” Interaksi antara orang-orang atau bangsa-bangsa yang berbeda peradaban meningkatkan kesadaran peradaban mereka sehingga pada gilirannya memperkuat perbedaan dan kebencian yang merentang atau dipandang merentang jauh ke belakang dalam sejarah. hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Pertama. ini ditemukan pada agama Kristen Barat. Perbedaan tidak mesti melahirkan konflik. perbedaan antara peradaban telah menimbulkan konflik yang paling keras dan yang paling lama. ia adalah seorang Nigeria. “Seorang Ibo mungkin.saling memisahkan peradaban-peradaban tersebut. Orangorang Amerika bereaksi lebih negatif terhadap penanaman modal dari Jepang daripada penanaman modal dari Canada dan negara-negara Eropa. ia hanya seorang Ibo. suami dengan istri. dan yang lebih penting lagi adalah agama. dan konflik tidak dengan sendirinya melahirkan kekerasan.. ia adalah seorang Afrika. Interaksi yang meningkat ini mempertajam kesadaran dan rasa perbedaan peradaban antara orang-orang atau masyarakat yang berbeda peradaban tapi juga mempertajam kesadaran akan kesamaan-kesamaan yang terdapat dalam peradaban-peradaban itu. Imigrasi dari Afrika Utara ke Perancis melahirkan kebencian di antara orang-orang Perancis terhadap para imigran dari Afrika Utara tersebut. budaya. tapi juga mendasar. Gerakan-gerakan. tradisi. dan kesejajaran atau kesamaan dengan hirarki. jauh lebih mendasar daripada ideologi atau rezim politik. dunia sekarang semakin menyempit. bahasa. hak dengan kewajiban. perbedaan antara peradaban tidak hanya riil.. Kedua. orang tua dengan anak. di samping memperlemah negara-bangsa sebagai sumber identitas mereka. Demikian juga halnya dengan. 49 . Ketiga. Perbedaan peradaban melahirkan perbedaan dalam memandang hubungan manusia dengan Tuhan. individu dengan kelompok. warga dengan negara. Menurut Huntington xlvi . Banyak agama dunia yang telah dapat mengisi gap (jurang pemisah) ini. Perbedaan ini hasil proses berabadabad. Peradaban terdiferensiasi oleh sejarah. Mereka tidak mudah hilang. Tapi selama berabad-abad. Katolik Eropa “yang taat”. sering dalam bentuk gerakan yang dicap “fundamentalis”. proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial dunia membuat orang atau masyarakat tercerabut dari identitas lokal mereka yang sudah berakar dalam. Interaksi antara orang yang berbeda peradaban semakin meningkat. Di New York. apa yang diungkapkan Donald Horowitz. seorang Ibo Owerri atau seorang Ibo Onitsha di daerah Timur Nigeria. kebebasan dengan kekuasaan. Di Inggris. Di Lagos. tapi bersamaan dengan itu terjadi peningkatan penerimaan imigran Polandia.

dan sekarang perdebatan tentang Westernisasi lawan Rusianisasi di negeri Boris Yeltsin. Barat yang berada di puncak kekuatannya berhadapan dengan non-Barat yang semakin berkeinginan untuk membentuk dunia dengan cara-cara mereka. atau apa yang disebut Gilles Kepel “la revanche de Dieu”. dan kemudian dapat berpindah ke pihak yang lain. “adalah salah satu fakta kehidupan sosial dominan di penghujung abad 20 ini”. Di negaranegara bekas Uni Soviet. orang-orang komunis bisa menjadi demokrat. masalahnya adalah “Anda ini apa?”. Sebagaimana kita ketahui. Tapi sulit untuk menjadi setengah Katolik dan setengah Muslim. dan ini mungkin akibat posisi Barat tersebut. tumbuhnya kesadaran peradaban dimungkinkan karena peran ganda Barat. Orang semakin banyak mendengar meningkatnya kecenderungan-kecenderungan untuk “kembali ke dalam” dan “Asianisasi” di Jepang. dan menjadikan peradaban mereka sebagai sumber bagi pembentukan dunia tersebut. Barat berada di puncak kekuatan. sampai ke Sudan. Buddhisme. agama mendiskriminasi secara tajam dan ekslusif sesama manusia. Di satu sisi. kalangan profesional. Kaukasus. 50 . yang kaya bisa menjadi miskin. Ini merupakan ketentuan yang tak bisa berubah. karakteristik dan perbedaan budaya kurang bisa menyatu dan karena itu kurang bisa kompromi dibanding karakteristik dan perbedaan politik dan ekonomi. masalah kuncinya adalah “Anda berada di pihak mana?” dan orang dapat memilih mau berada di pihak mana. Bahkan lebih dari etnisitas. Kebangkitan agama. kembalinya ke fenomena asal sedang berlangsung di antara peradaban-peradaban non-Barat. Hinduisme. kegagalan ide-ide Sosialisme dan Nasionalisme Barat dan kemudian “reIslamisasi” Timur Tengah. “Unsekularisasi dunia. dan sebaliknya yang miskin menjadi kaya. orang yang aktif dalam gerakan fundamentalis adalah orang-orang muda. berpendidikan universitas. Dalam konflik antara peradaban. jawaban yang salah terhadap pertanyaan itu bisa berarti anda akan (bahkan dipastikan) kehilangan kepala. Dan di sisi lain. Berakhirnya warisan Nehru dan berlangsungnya “Hinduisme” India. Orang bisa menjadi separuh Perancis dan separuh Arab. teknisi kelas menengah dan pengusaha.Judaisme. dan dapat berwarga-negara ganda. dari Bosnia. Kelima. Di kebanyakan negeri dan agama.” kata George Weigel. memberikan suatu basis identitas dan komitmen yang mentransendensikan batas-batas bangsa dan menyatukan peradaban-peradaban. regionalisme ekonomi semakin meningkat. Keenam. Tapi orang-orang Rusia tidak bisa menjadi orang Estonia dan orang-orang Azeris tidak bisa menjadi orangorang Armenia. Keempat. Dalam konflik kelas dan ideologi. dan juga Islam.

Ringkasan Banyak perbedaan pendapat dari para ahli tentang perbedaan antara peradaban dan kebudayaan yang berlangsung sejak lama. dan lingkungan. Di satu sisi. Di pihak lain. Perbedaan budaya dan agama menciptakan perbedaan-perbedaan dalam masalah-masalah kebijakan. Canada. kepandaian manusia dan sebagainya di mana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas. 51 . hal ini mengakibatkan pemerintah dan kelompokkelompoknya akan semakin berusaha memobilisasi dukungan dengan daya tarik agama yang sama dan identitas peradaban. Keberhasilan Wilayah Perdaganagan Bebas Amerika Utara tergantung pada konvergensi budaya Meksiko. regionalisme ekonomi yang berhasil akan memperkuat kesadaran peradaban. mulai dari hak asasi manusia sampai imigrasi. perbedaan budaya Jepang dengan negara-negara tersebut menghambat dan mungkin menghalangi integrasi ekonomi regional yang terus meningkat seperti yang dialami Eropa dan Amerika Utara. melahirkan respon balik dari peradaban-peradaban lain. Yang paling penting. menghadapi kesulitan dalam menciptakan entitas ekonomi yang sebanding di Asia Timur karena masyarakat dan peradaban Jepang unik. Berakhirnya negara-negara yang berbasis ideologi di Eropa Timur dan bekas Uni Soviet memungkinkan identitas dan kebencian etnik tradisional mencuat ke permukaan.Proporsi perdagangan seluruhnya yang dulu bersifat intra-regional bangkit antara tahun 1980-1989. Namun dari perbedaan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan tentang peradaban yaitu peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. Semakin pemerintah tidak mampu memobilisasi dukungan dan membentuk koalisi atas dasar ideologi. regionalisme ekonomi hanya bisa berhasil jika ia berakar dalam budaya yang sama. untuk mempertahankan kekuatan militernya dan untuk memajukan kepentingan ekonominya. indah dan maju. upaya-upaya Barat untuk mendukung nilai-nilai demokrasi dan liberalisme sebagai nilai-nilai universal. Masyarakat Eropa bersandar pada landasan budaya Eropa yang sama dan agama Kristen Barat. dan Amerika. Pentingnya blok-blok ekonomi regional tampaknya terus meningkat pada masa yang akan datang. Bagaimanapun kuatnya perdaganagan dan hubungan-hubungan investasi yang mungkin dapat dikembangkan Jepang dengan negara-negara Asia Timur lainnya. berdiri sendiri. perdagangan. Sebaliknya Jepang. IPTEK. Misalnya perkembangan kesenian.

Etika dan Estetika. Modernisasi pertama kali muncul di Inggris pada abad ke 18 yang ditandai dengan adanya perubahan dalam secara besarbesaran dalam sector industri yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingakatan peradaban tertentu. Modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju.Konsep peradaban sendiri tak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. Salah satu bentuk peradaban adalah modernisasi. Norma. sedang negara yang sedang berkembang 52 . masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. Dan jika ada nilai-nilai peradaban sebuah bangsa atau negara yang cenderung dipaksakan agar diterima oleh bangsa atau negara lain maka yang terjadi adalah benturan terhadap nilai-nilai tersebut atau seperti yang dikatakan oleh Samuel P. hal ini karena peradaban tiap-tiap bangsa atau negara mempunyai standar dan parameter tersendiri untuk dapat dikatakan sebagai sebuah bangsa atau negara yang beradab. tekhnologi dan seni yang telah maju. sehingga taraf kehidupannya semakin kompleks. kedua. Keempat wujud peradaban ini juga dapat dijadikan acuan bagi perkembangan peradaban. keindahan. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. Huntington yaitu terjadinya Clash of Civilization (benturan peradaban). spiritual yang terlihat dalam masyarakatnya. tahap peradaban industri. Wujud peradaban sendiri terdiri dari empat hal yaitu Moral. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. tekhnologi. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. yang terjadi pada masa-masa tradisional. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. dan yang ketiga. Dengan demikian. Peradaban yang merupakan perkembangan dari kebudayaan memiliki tahapan peradaban yang disebut dengan evolusi budaya yang terdiri dari tiga gelombang yaitu pertama. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. Dengan demikian.

dari Diskusikan dengan teman anda 3 . Manusia adalah ukuran bagi segala. Jelaskan dampak positif dan negatif perkembangan IPTEK bagi peradaban manusia ?. 3.5 orang tentang faktor-faktor penyebab terjadinya benturan peradaban dari Samuel Huntington ?. Bentuk lainnya dari peradaban dapat juga dilihat dari konsep Masyarakat Madani yang ingin diterapkan di Indonesia atau dalam kancah dunia internasional disebut dengan Civil Society (Masyarakat Sipil). Dari sedikit pemaparan diatas dapat di ambil sebuah kesimpulkan yaitu ketenangan. 2. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. tahapan-tahapan dari Jelaskan sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modern ?. ketentraman. Jelaskan secara ringkas perbedaan antara peradaban dan kebudayaan serta berikan contohnya masing-masing ! Sebutkan dan jelaskan perkembangan peradaban ?. Apa yang dimaksud dengan : a. kenyamanan. Masyarakat Madani d. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. dan pengalamannya. Civil Society b. Manusia Sebagai Makhluk Terbaik Ciptaan Allah. M. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1.dianggap sebagai negara yang mengadakan modernisasi. Pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai perangkat kelengkapannya yang 53 . Clash of Civilization 6. Modernisasi c. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. intelektualitas. BAB IV MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Oleh : Drs H Misno A Lathief. 5. 4.Pd 1.

alis. Secara anatomis mulai dari bentuk dan ukuran kepala badan. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya bola mata manusia itu tidak mengandung kekontrasan. Mata manusia mengandung unsur kekontrasan pula. maka keberadaan wujud manusia sungguh teramat baik. Manusia Indonesia dianugerahi oleh Allah bola mata berwarna putih dan hitam. Bentuk kontras dari rambut misalnya. hidung. bulu mata. rasa. Rambut di kepala ternyata bisa tumbuh dengan subur dan bisa memanjang. secara jasmani keberadaan tubuh manusia juga mengandung unsur-unsur nilai estetika (keindahan). misalnya hanya berwarna hitam saja. dan jenggot tidak bisa tumbuh memanjang sebagaimana rambut di kepala. tangan dan kaki tidak ada yang terlepas dari unsur-unsur keindahan tersebut. 54 . telinga. Unsur kontras atau pertentangan ditampakkan antara lain dalam: rambut. masing-masing rambut yang tumbuh di tubuh manusia ternyata memiliki tingkat pertumbuhan yang kontras antara satu dan lainnya. Kesempurnaan kejadian manusia difirmankan oleh Allah dalam Surat At Tiin ayat 5. Selain unsur kelengkapan rohani yang berupa akal. dan kehendak. mata. sehingga dapat menampakkan wajah seseorang memiliki daya tarik pada orang lain. gigi. Dengan kekontrasan warna bola mata seperti ini menjadikan penampakan wajah manusia menjadi indah pula. Harus diakui dan disyukuri bahwa kejadian manusia dilihat dari dimensi apapun apabila dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah. atau sebaliknya hanya berwarna putih saja ?. yang artinya: “Sungguh Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. maka hal ini tentu akan mengurangi kualitas keindahan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. yaitu dengan bola mata yang berwarna-warna. kumis. Sedangkan simetri dan keseimbangan terdapat pada keberadaan mata. dan unity (kesatuan) Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah memenuhi semua unsur tersebut. Kita bisa bayangkan seandainya rambut alis. maka penampilannya tidak lagi akan memiliki nilai keindahan. yaitu contrast (pertentangan). bahkan bentuk wajah. bulu mata bisa memanjang seperti rambut di kepala.kompleks. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah kalau mengandung setidaknya 3 unsur. Hal ini merupakan indikator dari kekontrasan rambut manusia. Kepala dengan ukuran yang tentatif bagi setiap orang mengandung ketiga unsur keindahan. sehingga membuat penampilan manusia menjadi indah. Sementara rambut lainnya seperti. dan lainnya. simetry/balance (keserasian/keseimbangan). Kalau ada manusia yang memiliki bola mata dengan hanya satu warna saja.

mungkin sebaliknya yaitu bisa menakutkan kepada manusia lainnya. Nilai keindahan seperti dicontohkan di atas akan menjadi lebih konkrit jika ditambah dengan adanya unsur simetri dan keseimbangan. Bola mata ada dua biji, telingga juga dua bagian seimbang dan simetry, hidung walaupun satu tetapi lobangnya dua dan menghadap ke bawah, kesemuanya melengkapi betapa manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang indah. Keberadaan tangan dan kaki juga demikian. Unsur keindahannya berupa kontras sangat tampak sekalipun banyak manusia yang kurang menyadari. Coba perhatikan bagaimana pertentangan yang terjadi antara langkah kaki dan ayunan tangan ketika seseorang sedang berjalan?. Ketika kaki kanan melangkah ke depan, ternyata secara reflektif diikuti oleh ayunan tangan kiri yang ke depan, dan sebaliknya. Dengan gerakan reflektif seperti ini menjadikan penampilan manusia dalam berjalanpun tampak serasi dan indah. Unsur unity atau kesatuan sebagai bagian dari sifat keindahan yang juga terdapat pada diri manusia ditampakkan dalam wujud keberadaan manusia secara totalitas. Artinya semua sifat-sifat keindahan yang dimiliki oleh manusia baik secara fisik maupun psikis akan memiliki arti indah apabila unsur unity sebagai suatu sistem juga terpenuhi. Secara anatomis yang disebut sebagai manusia adalah wujud utuh adanya fisik dan psikis atau jasmani (badan) dan rohani (ruh). Manusia memiliki sifat indah tersebut apabila kedua unsur ini yaitu badan dan ruh berada dalam satu sistem, tidak hanya salah satu fisik saja, atau dalam kondisi tidak utuh. Sebab bagaimanapun baiknya bentuk fisik manusia dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah apabila tidak dalam kondisi utuh (sistem), maka nilai keindahannya akan berkurang, bahkan hilang atau tidak ada sama sekali. Wajah misalnya dikatakan cantik atau tampan apabila wajah tersebut berada dalam satu sistem dengan bagianbagian tuhuh yang lain. Coba bayangkan kira-kira bagaimana cantiknya wajah seseorang kalau ternyata hanya tampak kepalanya saja di hadapan kita tanpa ada bagian tubuh lainnya ? 2. Manusia Sebagai Makhluk Individu Manusia sebagi makhluk individu memiliki identitas tersediri yang berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan ini meliputi berbagai aspek kehidupan yang melekat kepadanya. Mulai dari ukuran bentuk fisik, wajah, sifat, sampai pada identitas yang paling umum yaitu nama. Kalau ada nama yang sama antara satu individu dengan individu lainnya itu bukan berarti bahwa di antara kedua manusia tersebut benar-benar sama atau

55

identik. Nama yang sama yang dimiliki oleh masing-masing individu sifatnya hanyalaha kebetulan saja. Adakalanya seseorang agak sulit membedakan di antara dua orang yang kembar siam. Mana yang lebih tua atau sebaliknya. Sepintas kalau diamati mungkin di antara keduanya sepertinya tidak terdapat suatu perbedaan yang signifikan. Namun sebagai makhluk individu yang merupakan sunnatullah, pasti di antara keduanya memiliki perbedaan. Kondisi seperi ini sebenarnya sekaligus juga mengingatkan kepada manusia bahwa Allah itu betapa maha kuasa, maha besar, maha hebat mencipta makhluk tak pernah kehabisan bentuk-bentuk wajah baru. Bisa dibayangkan manusia di dunia yang sudah hampir mencapai dua milliard, tidak ada satupun yang memiliki wajah sama, baik di antara sesam lelaki maupun perempuan. Ketidak samaan tersebut juga sebagai kodrati yang membuat kehidupan manusia menjadi harmoni dan serasi dalam keseimbangan. Bagaimana kira-kira kehidupan di dunia ini seandainya ada manusia yang benar-benar sama antara satu dengan lainnya, terlebih lagi jika berjumlah banyak. Mungkin bisa terjadi istri orang akan diakui sebagai istrinya, dan sang istripun tidak menolak karena yang mengaku tersebut benar-benar seorang lelaki yang identik dengan wajah suaminya. Manusia sebagai makhluk individu memiliki karakteristik atau sifat-sifat seagai berikut. 1) Satu kesatuan yang utuh, terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis, selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. 4) Memiliki nilai tersendiri, prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. 5) Sulit dinilai, yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. 3. Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan Individu Pada dasarnya terjadinya perbedaan invidu satu dengan individu lainnya disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal lebih banyak berhubungan dengan hereditas, sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. Namun demikian keadaan dua faktor tersebut sebenarnya juga masih belum memberikan suatu gambaran yang jelas sebagai penyebab terjadinya perbedaan di antara individu-individu yang ada. Sebagai suatu contoh dua orang anak yang memiliki kemampuan hampir sama di dalam kelas tertentu, pada umumnya tidak disebabkan oleh faktor yang sama. Anak yang

56

satu mungkin memiliki bakat atau potensi yang baik sehingga walaupun dengan lingkungan yang kurang menguntungkan ia mampu mencapai taraf kepandaian atau kemampuan tersebut. Namun akan mustahil ia akan dapat mempunyai kemampuan tersebut tanpa ada suatu usaha belajar dari yang bersangkutan dalam lingkungan lain yang lebih baik. Sebaliknya individu yang kedua ia bisa mencapai tingkat kepandaian tersebut karena lingkungannya memberikan fasilitas ke arah itu. Misalnya orang tuanya termasuk keluarga terdi-dik (guru). Akan tetapi perlu disadari bahwa lingkungan yang baik belum merupakan suatu jaminan bagi seseorang untuk secara otomatis mau memanfaatkan lingkungannya. Seorang anak yang berasal dari keluarga dokter walaupun di rumah tempat prakteknya terdapat sejumlah peralatan kedokteran, kalau dalam dirinya tidak ada minat untuk untuk menjadi dokter ia tidak akan tertarik untuk menggunakan alat-alat tersebut. Demikian halnya dengan anak dari keluarga terdidik, ia tidak akan bisa menjadi anak pandai apabila ia tidak mempunyai perhatian terhadap pelajaran-pelajaran sekolahnya. Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa di antara kedua faktor tersebut baik internal maupun eksternal terdapat pola-pola kombonasi dan interaksi yang cukup kompleks, sehingga kadang-kadang tidak mudah bagi kita untuk membedakan akibat-akibat manakah yang benar-benar ditimbulkan oleh internal (hereditas) dan akibat mana yang ditimbulkan oleh faktor eksternal (lingkungan). Kadang-kadang masih ada orang memperdebatkan manakah yang lebih penting antara hereditas dan lingkungan ? Perdebatan mengenai pertanyaan semacam ini sebenarnya tidak akan membawa kepada suatu penyelesaian karena rumusannya masih terlalu kabur. Sama halnya kalau kita berdebat mengenai mana yang lebih penting pada sebuah mobil, mesinnya atau bahan bakarnya. Begitu juga tidak dapat kita katakan, manakah yang lebih penting pada seorang individu : hereditasnya atau lingkungannya karena kedua faktor itu sangat diperlukan. Kalau orang berbicara tentang perbedaan-perbedaan individu atau perbedaan antara kelompok-kelompok individu yang ingin diketahui orang sebenarnya adalah apakah manusia yang berbeda karena hereditasnya berbeda ataukah karena lingkungannya yang berbeda. Dengan rumusan semacam ini pertanyaan di atas lebih berarti untuk dipersoalkan, karena mungkin saja sebuah mobil jalannya lebih cepat karena mesinnya yang lebih baik atau karena bahan bakarnya yang lebih baik. Dua buah mobil yang sama kondisi mesinnya, satu diisi premium dan satu lagi bensin biasa, maka kedua mobil itu akan berbeda kecepatan larinya. Begitu juga halnya kalau dua

57

Dua orang manusia sama halnya dengan dua mobil tadi. lingkungan sebagai tinggi dan individu sebagai luas dari segi empat itu.. Mereka mungkin memiliki hereditas yang sama akan tetapi perkembangannya menjadi berbeda oleh karena diasuh dan dibesarkan dalam dua buah lingkungan yang berbeda. tetapi lingkungannya cukup bagus sehingga menghasilkan kondisi Hereditas Gambar Kondisi Lingkungan dan Hereditas terhadap Perkembangan Individu Lingkungan Lingkungan 58 . Hereditas dapat dilukiskan sebagai dasar dari suatu segi empat. Sebaliknya dua orang yang diasuh dalam lingkungan yang sama mungkin akan memperlihatkan perkembangan yang berbeda. Jadi kedua faktor tersebut sama pentingnya dan mutlak harus ada. Jadi individu bukan hereditas ditambah lingkungan akan tetapi hereditas kali lingkungan.buah mobil yang berbeda kondisi mesinnya. A C B Individu A potensi hereditasnya biasa-biasa saja. Perhatikan gambar di bawah ini. karena kalau salah satu bagian hilang. Hereditas maka tidak mungkin akan terbentuk luas yang merupakan individunya. meskipun samasama diisi premium tidak akan sama cepat larinya. kalau dua orang tadi memiliki hereditas yang berlainan. Setiap individu adalah merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. Hubungan antara hereditas dan lingkungan lebih tepat kalau digambarkan sebagai suatu hasil perkalian dan bukan sebagai hasil penjumlahan. Gambar Interaksi Hereditas dan Lingkungan Dengan gambar tersebut Individu yang jelas bahwa seorang individu tidak Sedang berkembang hanya ditentukan oleh hereditasnya saja atau oleh Iingkungannya saja.

Ilustari dari gambar di atas dalam dunia pendidikan dikenal dengan hukum dasar pendidikan. Oleh sebab itu faktor pendidikan menurut pandangan ini tidak diperlukan adanya. Luas kondisi perkembangan pribadi B hampir sama dengan A walaupun potensi hereditasnya lebih baik daripada A. Namun potensi ini kurang mendapatkan dukungan dari lingkungan di mana B berada. maka dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa sangat tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas kosong tersebut. Suatu kenyataan bahwa potensi hereditas yang baik saja tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. Nativisme memandang pribadi manusia yang baru lahir bertolak belakang dengan Empirisme. yaitu pandangan para pakar pendidikan yang melihat aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh lingkungan (Empirisme). Di sini pendidikan termasuk sebagai lingkungan. sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan bagi individu manusia. dan perpaduan antara lingkungan dan potensi bawaan (Konvergensi) Pandangan Empirisme yang dipelopori oleh John Lock (1632-1704) mengatakan bahwa anak yang baru lahir bagaikan kertas putih yang tidak ada tulisan apa-apanya. Tulisan yang akan menggores pada kertas kosong tersebut itulah yang dikategorikan sebagai lingkungan. Karena kondisinya yang bersih belum ada tulisannya sama sekali. sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakat yang dibawanya.perkembangan pribadi seluar kotak yang ada. maka luas kotak C jauh lebih luas. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. dan kondisi lingkungan yang baik pula. namun keduanya dianggap kurang realistik. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Pandangan ketiga tampaknya mengkompromikan kedua pandangan di atas. maka akan jadi anak yang baik. Kalau yang menggores tulisan yang baik. Teori ini juga disebut sebagai Tabularasa (meja lilin). Nativisme memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu nativus (bakat). potensi bawaan dari lahir (Nativisme). Selanjutnya individu C perkembangan pribadinya jauh melebihi A dan B. yaitu duakali luas kotak A maupun B. Dengan dukungan yang positip dari kedua faktor tersebut. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa 59 . Bagaimanapun kuatnya alasan kedua pandangan tersebut. karena pribadi C didukung oleh faktor potensi hereditas yang baik. dan sebaliknya apabila yang menggores tersebut adalah tulisan yang jelek jadilah ia anak yang jelek.

Kembali kepada gambar di atas. Dalam suatu daerah yang terpencil di mana tidak ada sekolah. Setiap pribadi adalah hasil konvergensi faktor internal dan eksternal. misalnya jika kepada mereka diberikan kesempatan untuk bersekolah sampai setinggi-tingginya. Keterangan: P = Personality (kepribadian) H = Heredity (hereditas) E = Environment (lingkungan) Pelajaran penting yang bisa diambil dari cara pelukisan semacam ini ialah bahwa memperbaiki keadaan lingkungan untuk sejumlah individu secara serentak tidak akan mengurangi perbedaan individu. Teori tersebut diformulasikan dalam sebuah rumus sebagai berikut. Kalau lingkungan individu A dan B dikalikan 2 (dua) maka perbedaan luas A dan B akan menjadi jauh lebih besar daripada perbedaan luas sebelumnya. Malahan sebaliknya. Untuk jelasnya baiklah kita berikan suatu contoh. Dengan demikian jika kita mewujudkan perbedaan individu yang disebabkan oleh faktorfaktor hereditas. Menurut jalan pikiran yang telah dikemukakan di muka. Akan tetapi dalam lingkungan yang lebih baik. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). Hal ini bisa kita terangkan dengan menggunakan effektivitas daripada lingkungan seperti yang sudah pernah kita singgung di muka. dibutuhkan suatu lingkungan yang kaya yang penuh dengan rangsang-rangsang yang tepat. individu-individu dengan hereditas yang 60 P = HxE . perpustakaan. Lingkungan dapat mengurangi timbulnya perbedaanperbedaan individu. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama di antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). perbaikan lingkungan yang diberikan secara sama kepada sejumlah individu justru akan memperbesar perbedaan-perbedaan individu tersebut. Suatu lingkungan tidak dengan sendirinya merangsang seorang individu untuk berbuat: Effektivitas dari lingkungan bergantung kepada bagaimana interprestasi individu yang bersangkutan terhadap nilai dari lingkungan tersebut.didukung potensi hereditas yang baik.k lain di daerah itu. televisi dan media pendidikan lainnya seorang anak yang cerdas akan tetap menjadi buta huruf seperti anakana. anak yang lebih cerdas tadi akan berkembang jauh lebih pesat dar ri anak-anak lainnya.

berbeda-beda tidak akan dapat dibentuk menjadi individu yang sama dengan jalan menempatkan mereka dalam lingkungan yang sama. sedangkan terhadap anak-anak yang agak lemah kurang usahanya kita berikan perhatian dan bantuan yang lebih banyak. Banyak cerita-cerita tentang manusia yang hidup menyendiri seperti misalnya cerita Robinson Crousoe yang diceritakan sebagai manusia yang hidup sendiri. karena kalau dia mati maka berarti bahwa riwayatnya pun akan habis pula. 61 . keberanian dan usaha yang lebih besar tidak perlu lagi kita curahkan perhatian yang terlalu besar. Dengan demikian . Sebagai suatu contoh dapat kita kemukakan pengajaran di sekolah-sekolah kita. Akan tetapi pengarangnya tak dapat membuat suatu penyelesaian tentang hidup seorang diri tadi. Walaupun temannya pria itu juga. Begitu pula tokoh tarzan di dalam film yang diberi pasangan seorang wanita sebagai teman hidupnya. maka manusia pertama yaitu Adam telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia yang lain yaitu istrinya yang bernama Hawa. Kalau kita menengok kembali gambar di atas. yang kemudian berketurunan pula. namun demikian mengapa hidupnya harus bermasyarakat? Seperti diketahui. Kemudian muncullah tokoh “Friday” sebagai teman Robinson Crousoe. Untuk mencapai maksud ini harus kita adakan semacam Kompensasi : artinya terhadap anak yang satu yang sudah miliki kecerdasan. 4. Manusia Sebagai Makhluk Sosial Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri. Dengan demikian dari lukisan ini kita bisa menarik suatu pelajaran bahwa kualitas yang bersamaan yang dimiliki oleh dua orang individu mungkin saja ditimbulkan oleh faktorfaktor yang berbeda. lepas dari persoalan bagaimana hereditas yang mereka miliki. dan seterusnya. Untuk tiap-tiap kelas seolah-olah sudah ditentukan sebelumnya.pada akhir tahun ajaran bisa kita mengharapkan sejumlah individu dengan kecakapan dan pengetahuan yang relatif bersamaan. namun hal itu membuktikan bahwa pengarang sudah mempunyai perasaan tentang kehidupan bersama antar manusia. Mereka memiliki kualitas yang kira-kira bersamaan meskipun lingkungan dan hereditas mereka masing-masing berbeda. akan tetapi dalam praktek kadang-kadang kita memerlukan sekelompok individu yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang bersamaan. Meskipun bukan maksudnya untuk membentuk individu yang sama. keterampilan-keterampilan atau pengetahuan apa yang seharusnya sudah dimiliki oleh anak-anak dalam kelas itu. keadaan semacam ini bisa dilukiskan sebagai individu B dan C.

bahkan jauh lebih sempurna daripada makhluk-makhluk lain ciptaan Allah. Hebatnya semua istrinya tinggal serumah dengan istri pertama sebagai manajernya. sanggup hidup di udara dingin tanpa pakaian. bermain. ia selalu akan berhubungan dengan manusia lainnya. Bayi misalnya. akan tetapi dapat diberdayakan untuk membuat berbagai alat kebutuhan yang diperlukan untuk kehidupan. gajah. Manusia tanpa manusia lain takkan mampu bertahan hidup lama. ikan diberi alat khusus untuk dapat hidup di air. Keluarganya dibuat kebingungan sehingga harus merawat dan membawanya pulang dari tempat pertapaannya. ia beristri dan karena sosialnya sekarang ia telah memiliki sepuluh orang istri. anjing. Begitu siuman ia berangkat lagi ke tempat semula di mana ia bertapa. diberi kuku dan gigi yang kuat untuk mencari makan sendiri. Memang apabila manusia dibandingkan dengan makhlukmakhluk hidup yang lainnya seperti misalnya hewan. dia tak akan dapat hidup sendiri. dan lain sebagainya. disuapi dimandikan. harimau. akan tetapi manusia dia diberi kelengkapan untuk hidup dan kehidupannya yang sangat luarbiasa ampuhnya. fisiknya tidak sekuat hewan-hewan besar. Manusia tak mungkin mampu bertahan seperti hewan-hewan tersebut menghadapi cuaca dingin hingga -52o C seperti di daerah Chascaton Canada. harus disusui. Harimau misalnya. dirangsang untuk berlatih berjalan. Katak diberi alat khusus untuk hidup di darat maupun di tempat-tempat berair. hanyalah untuk semntara waktu saja. Akal tak dapat secara langsung digunakan sebagai alat hidup. beruang. dikasih minum hingga sadar atau siuman kembali. dan bersifat temporer. mampu untuk mencari makan sendiri. Begitu seterusnya dan pada akhirnya iapun kembali pulang ke rumahnya. disuapi. yaitu akal. Seorang Kiyai di Madura yang kontroversi juga gemar bertapa ketika masa mudanya. burung diberi sayap untuk dapat terbang jauh. demikian pula hewan-hewan lainnya seperti kucing. keledai. makan. Lagi pula. Ia dirawat. walaupun tanpa induknya. Jadi sejak manusia lahir. kuda. manusia tidak dikaruniai Tuhan dengan alat-alat fisik yang cukup untuk dapat hidup sendiri. Namun dengan kemampuan akal yang dimilikinya manusia mampu menciptakan pakaian dan 62 . Akan tetapi manusia tidak demikian. Bahkan tidak jarang sampai pingsan karena tidak pernah makan dan minum.Apabila kita membaca cerita-cerita dari dunia wayang maka tokoh-tokoh seperti Arjuna yang sering bertapa dan menyendiri pada akhirnya juga kembali pada saudarasaudaranya. Di lingkungan tempat tinggalnya akhirnya iapun tidak lagi menyendiri. Seekor anak ayam misalnya. Hewan-hewan seperti sapi. Bertapa dan menyendiri itu. atau yang lainnya.

pakaian. penghangat. apabila alam sekitarnya hutan. penyejuk dan lain-lain. misalnya udara dingin. perasaan. Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. karena sejak dilahirkan. manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu: 1. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (=hewan sosial. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). agar badannya tetap sehat. Misalnya. disebut gregariousness. dengan mempergunakan akalnya.perlengkapan lainnya untuk melindungi diri dari ganasnya alam cuaca dingin. manusia harus hidup berkawan dengan manusia-manusia lain dan pergaulan tadi mendatangkan kepuasan bagi jiwanya. atau lainnya. maka terjadi gangguan dalam perkembangan jiwanya. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong. karena manusia tak mungkin hidup sendiri. Reaksi ini menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. Dalam menghadapi alam sekeliling. entah yang berwujud pujian atau celaan yang merupakan dorongan bagi tindakan-tindakan selanjutnya. Di dalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakantindakan orang lain. Dengan kondisi semacam ini akan terbentuklah suatu kehidupan 63 . manusia mempergunakan akal pikiran. bahkan panas dari terik matahari sekalipun. untuk itu dia dapat mengambil makanan sebagai hasil dari alam sekitar. dan karsanya. Dalam menghadapi lingkungan alam. kalau ada seseorang menyanyi ia membutuhkan reaksi. misalnya dalam keadaan terkurung di dalam sebuah ruangan yang tertutup sehingga dia tidak dapat mendengarkan suara orang lain atau tidak dapat melihat orang lain. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (masyarakat) 2. manuia menciptakan rumah. oleh karena adanya hubungan antara mereka. Apabila manusia hidup sendirian. panas yang menyengat. Manusia juga harus makan. manusia akan menjadi nelayan untuk menangkap ikan. Kelompokkelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuankesatuan manusia yang hidup bersama. Di daerah pantai. Di dalam hubungan antara manusia satu dengan manusia lain akan muncul suatu reaksi sebagai akibat dari hubungan tersebut. Kesemuanya itu menimbulkan kelompokkelompok sosial atau sosial-group di dalam kehidupan manusia ini. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya Untuk dapat menghadapi dan menyesaikan diri dengan kedua lingkungan nya. maka manusia akan berburu untuk mencari makanannya.

Di sini letak kebutuhan manusia yang ketiga berupa kasih sayang. 2) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. Tujuannya semata-mata agar survive. Ia membutuhkan orang lain sebagai bagian dari kehidupannya. Selanjutnya sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri. yaitu rasa aman. Selanjutnya apabila kebutuhan pokok ini terpenuhi maka manusia akan berusaha untuk mendapatkan kebutuhan di atasnya.bersama atau yang dikenal dengan istilah kelompok sosial. Kebutuhan ini diwujudkan dalam bentuk makan. Safety Needs 3. Dengan rasa kasih sayang manusia dapat hidup bersama dengan sejahtera. Rasa aman di sini adalah bagaimana diri manusia dapat terlindung dari berbagai ancaman bahaya dari luar. Kebutuhan tersebut bila digambarkan adalah sebagai berikut. dan mempunyai pola perilaku. berkaidah. Bersama baik konteks kehidupan bermasyarakat maupun bersama dalam konteks kehidupan keluarga. 3) Memiliki rasa senasib seperjuangan. Maksudnya manusia akan berusaha mendapatkan kebutuhan lainnya apabila kebutuhan di bawahnya telah terpenuhi terlebih dahulu. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 1) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. Abraham Maslow dalam teorinya mengatakan bahwa manuisa itu memiliki kebutuhan yang bersifat hirarkis. Physical Needs 5 4 3 2 1 2. tempat tinggal. dan lainnya. Dengan kebutuhan kasih sayang pula manusia dapat melangsungkan garis keturunan ke generasi 64 . minum dan lainnya. 1. Dengan adanya kebutuhan ini manusia menciptakan pakaian. Love Needs 4. 4) Berstruktur. Self Actualization Needs Gambar Hirarki Kebutuhan Manusia Kebutuhan fisik manusia dalam hidup diperuntukkan bagi keberlang-sungan kehidupannya bersama-sama dengan manusia lainnya. Esteem Needs 5.

Kebutuhan ini tercermin dari sikap penampilan manusia yang selalu ingin lebih dari orang lain walaupun sebenarnya sangat tentatif. Sebaliknya seseorang akan merasa tersinggung apabila harga dirinya dilecehkan. pengorbanan. Gila hormat termasuk penyakit hati yang harus dihindari. Suburnya sifat ini akan membuat seseorang menjadi gila hormat. Unsur cinta kasih yang perlu dipertahankan dalam kehidupan bersama meliputi. tanpa komunikasi. Selanjutnya kebutuhan puncak manusia ialah kebutuhan aktualisasi diri. saling menghor-mati dan menghargai. yaitu sifat ingin selalu dihormati. Perlu disadari bahwa siapapaun orangnya apabila ia mau menghargai dan menghormati orang lain ia juga akan dihargai dan dihormati oleh orang lain. 5. Dengan selalu melakukan introspeksi akan tumbuh sikap positip yang akan melahirkan prilaku yang selalu akan memperhatikan kebutuhan orang lain. terjadi bila kepribadian individu tidak dominan sedangkan dia tidak mampu atau tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kehidupan bermasyarakat. Fungsi Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial Sepanjang peradaban manusia. tanpa kawan. Sebagai pribadi yang memiliki kebutuhan harga diri sangat penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap ini untuk tujuan introspeksi bahwa di luar diri itu ada diri-diri lain yang sama-sama memiliki kebutuhan untuk dihargai. atau ketika tampil dalam forum-forum yang melibatkan banyak orang. Namun demikian ada pula sifat yang harus dihindari melalui kebutuhan harga diri ini. pergaulan. kejujuran. seorang individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya dalam tiga kemungkinan : 1) menyimpang dari norma kolektif . Pada dasarnya terdapat dua keinginan pokok yang mendorong manusia untuk hidup mengelompok yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. tidak dapat dibuktikan bahwa manusia dapat hidup sendiri.berikutnya. Setiap orang tentu akan merasa senang apabila ia diperlakukan manusiawi oleh manusia lainnya. rasa tanggungjawab. Misalnya dalam hal pakaian. Sebagai pribadi manusia juga memiliki kebutuhan akan harga diri. ia akan selalu tampil dengan ciri dan sifatnya yang khas. Namun yang penting bagi seseorang dalam menampakkan kebutuhan ini ialah ia akan merasa memperoleh suatu kepuasan apabila ia dapat melakukan sesuatu yang menurut perasaannya melampaui orang lain. 65 . Unsur-unsur kasih sayang ini sangat perlu dikembangkan dan dipertahankan baik dalam kehidupan berumahtangga maupun dalam bercinta kasih dengan sesama manusia lainnya.

terjadi bila kepribadian individu tersebut lemah dan takluk terhadap lingkungannya. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. 2) hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. and socialization of children and the providing of intimate responses between its members. Batasan yang pada hakekatnya sama dikemukakan oleh A. yaitu kesatuan sosial 66 . Keluarga merupakan salah satu cermin peran dimana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. normally commposed of a father. Merrill. dan atau adopsi. keluarga ialah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah. Bogardus. Definisi yang serupa dikemukakan oleh Francis E. Rose. 3) hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. disamping sebagai kelompok sosial. rearing. In functional terms. and one or more children. yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. a mother. perkawinan. atau adopsi. yaitu: 1) keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. ibu. Dari beberapa definisi tersebut dapatlah dirumuskan intisari pengertian keluarga. 4) fungsi keluarga ialah memelihara. marriage. demikian batasan yang dikemukakan oleh Emory S. or adoption.M. in which affection and responsibility are equitably shared to become self-controlled and socially-motivated persons. Menurut kedua batasan tersebut. Dalam batasan tersebut.2) Kehilangan individualitasnya (resesif) . Menurut Biro Sensus Amerika Serikat istilah keluarga diartikan sebagai :a group of two or more persons residing together who are related by blood marriage. merawat. and or adoption. a family is a group of interacting persons who recognize a relationship with each other based on common parentage. the family may be viewed as an enduring relationship of parents and children that performs such functions as the protection. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. dan anak. 3) Mempengaruhi masyarakat (dominan) . perkawinan. juga ditunjuk ciri-ciri dan tujuan keluarga. terjadi bila kepribadian individu kuat dan mampu mempengaruhi dan menaklukkan lingkungannya. Menurut beliau. The family is a small social group. Definisi-definisi tersebut di atas lebih menunjuk pada pengertian somah atau nuclear family.

Kerap kali keluarga itu tidak hanya terdiri atas suami istri dan anakanaknya. melainkan juga nenek. bibi. 67 . kemenakan. paman. Sedangkan keluarga yang dibentuknya melalui perkawinannya dan anak-anak sebagai hasil perkawinannya itu disebut keluarga prokreasi. Nuclear family dan extended family tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Ex te Fa nde mi d ly Nuclear Family Gambar : Extended family dan Nuclear Family Keterangan: = laki-laki bersuami istri = perempuan bersaudara = beranakkan = = Keluarga dalam mana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasinya yang terpenting disebut keluarga orientasi. Nuclear family yang yang diperluas ini disebut Extended family. Keanggotaan individu mula-mula dalam keluarga orientasi. dan saudara-saudara lainnya.yang terdiri atas suami istri dan anak-anaknya. kemudian karena perkawinan beralih kepada keluarga prokreasi.

Karena proses industrialisasi. fungsi utama keluarga tetap melekat. 68 . Dengan demikian maka fungsi keluarga ialah : 1) Pengaturan 5) penempatan anak seksual dalam masyarakat 2) Reproduksi 6) Pemuas kebutuhan 3) Sosialisasi seseorang 4) pemeliharaan 7) Kontrol sosial Seiring perkembangan jaman. Masri Singarimbun (1993) mengingatkan bahwa mobilitas penduduk yang semakin tinggi. Namun dalam perubahan masyarakat. urbanisasi. yang ditandai adanya kerjasama ekonomi. Fungsi pengawasan sosial. manusia yang semakin individualistik. Modernisasi. kontrak sosial yang longgar. pendidikan. nilai-nilai yang berubah. dan sekularisasi maka keluarga dalam masyarakat modern kehilangan sebagian dari fungsi-fungsi tersebut di atas.Kedudukan individu dalam keluarga orientasi prokreasi itu dapat digambarkan sebagai berikut: dan K L A G O IE T S D N EU R A R NA I A P ORAI R K ES K lu rg e a a O n s rie ta i K lu rg e a a P k ai ro re s Gambar Keluarga Orientasi dan Prokreasi Keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan mulitifungsional. nilai-nilai ideal keluarga mengalami perubahan. perlindungan. dan rekreasi dilakukan oleh keluarga terhadap anggota-anggotanya. keagamaan. sosialisasi. industrialisasi. yaitu melindungi. kemamkmuran dalam sistem kapitalisme liberal merupakan faktor yang mempengaruhi perubahan nilai keluarga dalam masyarakat. memelihara. merupakan tantangan bagi keluarga masa kini dan yang akan datang. dan memberikan suasana kemesraan bagi anggotanya Berdasarkan penjelasan di atas keluarga merupakan satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhkluk sosial.

Hampir semua manusia. Suatu kelompok sosial cenderung tidak merupakan kelompok yang statis. masyarakat kota. Semakin mendalam penelitiannya. baik yang kecil seperti keluarga. Setiap anggota mempunyai pengalaman masing-masing.6. semakin timbul kesadarannya bahwa sebagian dari kepribadiannya terbentuk oleh kehidupan berkelompok tersebut dan bahwa dia hanya merupakan unsur yang mempunyai kedudukan dan peranan dalam kelompok tersebut. Dalam kehidupan berkelompok. dan malam. di dalam menelaah masyarakat manusia banyak berhu-bungan dengan kelompok-kelompok sosial. akan tetapi para anggota keluarga tersebut mungkin mengalami perubahan-perubahan sebagai akibat pertukaran pengalaman tersebut. agar supaya tercapai tata tertib di dalam kelompok 69 . sekaligus ia adalah salah satu anggota dari salah satu kelompok sosial tesebut dan sekaligus sebagai peneliti kehidupan kelompok tersebut secara ilmiah.. Sebagai sosiolog. Pada saat demikian. karena hubungannya dengan kelompokkelompok sosial lainnya di luar rumah dan bila mereka berkumpul terjadilah tukar-menukar pengalaman di antara mereka. Kelompok tadi dapat menambahkan alat-alat perlengkapan untuk dapat melaksanakan fungi-fungsinya yang baru di dalam rangka perubahan-perubahan yang dialaminya atau bahkan sebaliknya dapat mempersempit ruang lingkupnya. walaupun sering kali hal itu sama sekali tidak disadarinya. siang. sosial experience mempunyai pengaruh yang besar di dalam pembentukan kepribadian seseorang. kelompok siswa di sekolah. Sesuatu aspek yang menarik dari kelompok sosial tersebut adalah bagaimana caranya mengendalikan anggota-anggotanya. bangsa. Walaupun anggota-anggota keluarga tadi selalu menyebar. Saling tukar-menukar pengalaman tersebut. pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yang dinamakan keluarga. akan tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-perubahan baik dalam aktivitas maupun bentuknya. pada waktuwaktu tertentu mereka pasti akan berkumpul seperti saat makan pagi. dan lainnya. disebut sebagai sosial-experiences . Interaksi Sosial Seorang sosiolog. tidaklah semata-mata terjadi pertukaran pengalaman. maupun kelompok yang besar seperti masyarakat desa. Penelitian terhadap sosial-experiences sangat penting untuk mengeta-hui sampai sejauh mana pengaruh kelompok terhadap individu dan bagaimana reaksi reaksi individu terhadap pengaruh kelompok tersebut dalam proses pembentukan kepribadian. Para sosiolog akan tertarik oleh cara-cara kelompok sosial tersebut dalam mengatur tindakan-tindakan anggotaanggotanya.

merupakan ukuran lain bagi klasifikasi tipe-tipe sosial. merupakan kelompok yang hidupnya sebentar saja. oleh karena kepentingannyapun tidak berlangsung dengan lama. justru dibentuk untuk memenuhi kepentingan yang tertentu. 70 .yang bersangkutan. Georg Simmel mulai dengan bentuk terkecil yang terdiri dari satu orang sebagai fokus hubungan sosial yang dinamakannya monad yang kemudian diperkembangkan dengan meneliti kelompokkelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang yaitu dyad serta triad dan kelompok-kelompok kecil lainnya. di mana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan yang erat. seperti keluarga. Di samping itu sebagai perbandingan. Lain halnya dengan masyarakat yang kepentingan-kepentingannya yang secara relative bersifat tetap (permanent). bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Dalam analisisnya mengenai kelompok-kelompok sosial. Suatu association sebagai suatu perbandingan. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut berdasarkan berbagai criteria ukuran. Sudah tentu anggotaanggotanya sedikitnya sadar akan adanya kepentingankepentingan bersama walaupun hal itu tidak dikhususkan secara terinci atau dijabarkan lebih lanjut. dengan kelompok-kelompok sosial seperti kota-kota. Suatu masyarakat misalnya merupakan kelompokkelompok atau kesatuan-kesatuan atas dasar wilayah yang tidak mempunyai kepentingan-kepentingan yang khusus. dikembangkan lebih lanjut dengan memperhatikan tinggi rendahnya derajat eratnya hubugan antara anggotaanggota kelompok sosial tersebut. dan Negara. Yang agaknya penting adalah bahwa kelompok tersebut merupakan tempat kekuatan-kekuatan sosial berhubungan. Selanjutnya dapat dijumpai pula klasifikasi atas dasar ukuran derajat organisasi. Sosiolog Jerman yaitu Georg Simmel mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok. 7. Ukuran lain yang diambil adalah atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut. Suatu ukuran lainnya ialah ukuran kepentingan dan wilayah. rukun tetangga dan desa. Ukuran tersebut oleh sosiolog lainnya. Beberapa sosiolog memperhatikan pembagian atas dasar kelompokkelompok di mana anggota-anggotanya saling kenal mengenal (face to face groupings). Suatu kerumunan misalnya. ditelaahnya kelompok-kelompok yang lebih besar. Berlangsungnya suatu kepentingan. korporasi. memegang peranan dan selanjutnya. berkembang mengalami disorganisasi.

rekreasi dan sebagainya keanggotaannya bersifat sukarela. Kelompok-kelompok sosial tersebut biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan. dan rukun tetangga. juga harus diingat pada konsep-konsep dan sikap-sikap individu terhadap kelompok-kelompok sosial sebagai kenyataan subyektif yang penting untuk memahami gejala kolektivitas 7. sehingga bagi individu terdapat dorongan-dorongan tertentu pula sebagai anggota kelompok sosial. atau oragnisasinya maupun kombinasi dari ukuran-ukuran tersebut. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. Dengan demikian maka terdapat derajat tertentu serta arti tertentu bagi individu-individu tadi. ras.1 Kelompok-kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu Seorang warga dari masyarakat yang masih sederhana susunannya. memberikan kedudukan atau prestise tertentu yang sesuai dengan adat istiadat dan lembaga pemasyarakatan di dalam masyarakat. sehubungan dengan keanggotaan kelompok sosial yang tertentu. sampai pada kelompok-kelompok yang hampir-hampir tak terorganisir seperti misalnya suatu kerumunan. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. secara relatif menjadi anggota pula dari kelompokkelompok kecil secara terbatas.Kelompok-kelompok sosial terdiri dari kelompok-kelompok yang terorganisir dengan baik sekali misalnya Negara. Keanggotaan masing-masing kelompok sosial tadi. namun suatu hal yang penting adalah bagaimana keanggotaan pada kelompok-kelompok sosial (termasuk. Akan tetapi. usia. 7. misalnya atas dasar sex. daripada misalnya dengan suatu perusahaan besar atau Negara. Apabila kelompok sosial dianggap sebagai kenyataan dalam kehidupan manusia atau individu. Dasar yang diambil sebagai salah satu alternatif untuk mengadakan klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial tersebut adalah jumlah atau derajat interaksi sosial atau kepentingan-kepentingan kelompok. pada masyarakat-masaarakat yang masih sederhana) tidak selalu bersifat sukarela. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan.2 In-group dan Out-grup Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya dan bahwa 71 . kelompok kekerabatan. dan lainnya. individu biasanya menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. sex. Suatu ukuran lainnya bagi si individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik oleh kelompok-kelompok sosial yang dekat seperti kehidupan keluarga.

72 .kepentingan-kepentingan suatu kelompok sosial serta sikapsikap yang mendukungnya terwujud dalam pembedaan kelompok-kelompok sosial tersebut yang dibuat oleh individu.T 002”. “kita warga R. sedikit banyaknya akan mempunyai suatu kecenderungan untuk menganggap bahwa segala sesuatu yang termasuk kebiasaan kelompoknya sendiri sebagai sesuatu yang terbaik apabila dibandingkan denga kebiasaan kelompok lainnya. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. Kelompok-kelompok sosial dengan mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. bersama dengan nilai-nilai budaya. walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama satu dengan lainnya.T 001” sedangkan “mereka warga R. Anggota-anggota suatu kelompok sosial tertentu. baik secara sadar maupun secara tidak sadar. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa setiap kelompok sosial. “kami pegawai negeri” dan “mereka pedagang”. walaupun dia menyadari sikapnya itu salah. walaupun dalam masayarakat yang sederhana tadi perbedaanperbedaannya tak begitu tampak dengan jelas. In-group dan out-group dapat dijumpai disemua masyarakat. selama para anggotanya mengadakan identifiasi dengan kelompoknya. Sikap in-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka” seperti misalnya. Kecenderungan seperti ini disebut etnocentrisme. bersifat relatif dan tergantung pada situasisituasi sosial yang tertentu. sehingga kadang-kadang sukar sekali bagi yang bersangkutan untuk mengubahnya. Konsep tersebut dapat diterapkan baik terhadap kelompok-kelompok sosial yang relatif kecil samapi yang terbesar. Jelas bahwa apabila suatu kelompok sosial merupakan “in-group” atau tidak bagi individu. Sikap etnosentris ini sering disamakan dengan sikap mempercayai sesuatu. Dalam masyarakat yang masih sederhana. merupakan “in-group” bagi anggota-anggotanya. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnocentrisme. Sikap etnosentris tersebut diajarkan kepada anggota-anggota melalui proses sosialisasi. “kami mahasiswa fakultas hukum” sedangkan “mereka mahasiswa Fakultas Ekonomi”. mungkin jumlahnya tidak banyak apabila dibandingkan dengan masyarakat yang kompleks. yaitu suatu sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan mempergunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri.

akan tetapi hal itu tergantung dari kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. belum cukup untuk menerangkan persyaratan yang penting bagi adanya suatu primary group. namun kesemuanya itu untuk kepentingan kelompoknya juga. Supaya terjadi hubungan yang akrab di antara individu-individu yang ada mau tak mau secara fisik harus saling kenal mengenal. Menurut Cooley. Sudah tentu secara mutlak tak dapat dikatakan bahwa kehidupan serta hubungan antara anggota-anggota kelompok tersebut selalu harmonis. Tentu ada kalanya terjadi perbedaan paham. dengan kelompok-kelompok yang lebih besar di pihak lain. adalah peleburan individu-individu dalam satu kelompokkelompok. bahwa kelompok tersebut adalah kecil. pertama bahwa anggota-anggota kelompok secara fisik berdekatan antara satu dengan lainnya. Kedua. memberi kemungkinan terbentuknya primary group. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. Secara singkat dapatlah dikatakan Primary Group adalah kelompokkelompok kecil yang agak langgeng (permanent) dan yang berdasarkan kenal-mengenal secara pribada antara sesama anggota kelompoknya.7. Kenal-mengenal secara fisik. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah “kelompok utama” dan “kelompok sekunder”. perbedaan yang luas dan fundamental adalah perbedaan antara kelompokkelompok kecil di mana hubungan antara anggota-anggotanya erat sekali di satu pihak. Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi tadi. dan ketiga adalah adanya suatu kelanggengan hubungan antara anggota-anggota kelompok yang bersangkutan. Setiap masyarakat mempunyai norma-norma yang mengatur hubungan fisik antara anggota-anggotanya yang kadang-kadang dapat 73 . maupun perasaan. primary groups adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. sehingga tujuan individu menjadi juga tujuan kelompoknya. Konsep Cooley mengenai hubungan saling kenal mengenal. Syarat-syarat yang sangat penting adalah . bahkan pertentangan. Kelompok-kelompok tersebut mempunyai makna utama dalam berbagai arti. citacita. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok tersebut secara psikologis. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan serta cita-cita kelompoknya. Saling berbicara dan saling melihat merupakan saluran utama untuk pertukaran pikiran. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masingmasing.3 Primary Group dan Secondary Group Dalam klasifikasi kelompok-kelompok sosial.

norma-norma masyarakat seolah-olah memberikan suatu kelonggaran. dan kehendak. sebetulnya tergantung dari seringnya individu-individu yang bersangkutan berhubungan dan mendalamnya hubungan tadi. Dalam suatu kelompok yang kecil. misalnya di loket karcis kereta api tidak dilarang. secara pribadi. Walaupun misalnya sepasang suami istri yang telah berumah tangga selama 10 tahun seringkali bertengkar. Akan tetapi ternyata kemudian bahwa semakin kecil kelas yang bersangkutan. semakin akrab pula hubungan tersebut. Kecilnya kelompok juga merupakan salah satu syarat yang penting. dalam masyarakat yang mempunyai system pelapisan masyarakat yang tertutup (misalnya di India. Sebagai makhluk individu manusia memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan manusia lainnya. seperti hubungan antara orang-orang dari kasta yang berbeda derajatnya. semakin akrab pula hubungan antara guru dengan muridmuridnya. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah jika mengandung 3 unsur. dapat ikut serta mengambil bagian dalam membentuk keputusan-keputusan kelompok tersebut. 74 . misalnya apabila seorang guru memberikan pelajaran kepada murid-muridnya.merupakan penghalang bagi terjadinya hubungan. dan unity (kesatuan) Secara kodrati manusia adalah sebagai makhluk individu dan sosial. akan tetapi hubugan antara mereka di tempat-tempat umum. Dalam keadaan demikian. secara jasmani yang mengandung nilai estetika (keindahan). Karakteristik manusia sebagai makhluk individu memiliki sifatsifat sebagai berikut. namun sangat sukar bagi masingmasing untuk hidup lepas satu sama lainnya. Selanjutnya. simetry/ balance (keserasian/keseimbangan). oleh karena tidak mungkin seseorang pada waktu yang tertentu berhubungan dengan banyak orang sekaligus. seorang anggota. RINGKASAN Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk ciptaan lainnya karena memiliki unsur rohani yang berupa akal. Keakraban dalam hubungan antar individu. yaitu contrast (pertentangan). Memang dalam keadaan-keadaan tertentu hal itu mungkin terjadi. rasa. Jadi suatu kontinyuitas tertentu merupakan pula suatu faktor dalam pembentukan primary group. Semakin lama mereka berhubungan satu sama lain. suatu sifat kelompok dan keakraban kelompok juga lebih mudah terwujud.).

3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. dan sebaliknya. Jadi individu merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. 4) Memiliki nilai tersendiri. Teori ini memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu bakat sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakatnya. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Teori berpendapat bahwa potensi hereditas yang baik tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa didukung potensi hereditas yang baik. Manusia satu berbeda dengan manusia lainnya disebabkan oleh dua faktor. 5) Sulit dinilai. Teori ini dipelopori oleh John Lock (1632-1704). yaitu faktor internal dan eksternal. ia mengatakan bahwa anak lahir bagaikan kertas putih. yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan.1) Merupakan satu kesatuan yang utuh. Teori pertama menganggap bahwa aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh faktor lingkungan. Dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas tersebut. selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. Teori kedua disebut dengan Nativisme. Antara faktor internal maupun eksternal terdapat suatu interaksi yang saling mempemgaruhi sehingga dapat membentuk keribadian tertentu bagi setiap orang. Faktor internal banyak berhubungan dengan hereditas. 75 . Kalau yang menggores tulisan yang baik. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. Dalam dunia pendidikan pandangan terhadap kepribadian manusia sebagai hasil interaksi antara faktor internal dan eksternal melahirkan berbagai teori yang dikenal dengan hukum dasar pendidikan. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). maka jadi anak baik. sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan.

merawat. Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kriteria. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). memberikan kedudukan atau prestise tertentu sesuai dengan adat istiadat dan yang ada. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. dan lainnya. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (hewan sosial. Berbeda dengan seekor anak ayam misalnya. 3) hubungan tersebut dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. ras. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya 76 . dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. berkaidah. sex. 4) berfungsi memelihara. Pertama dipandang dari sudut individu. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 2) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. tidak berdaya sehingga membutuhkan pertolongan orang lain. individu menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. usia. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. Keluarga merupakan salah satu cermin peran di mana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. dan atau adopsi. Akan tetapi. dan mempunyai pola perilaku. yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. Intisari pengertian keluarga. 5) Berstruktur. Demikian pula hewan-hewan lainnya Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. dan anak. misalnya atas dasar sex. Keanggotaan masingmasing kelompok sosial. walaupun tanpa induk ia langsung mampu mencari makan sendiri. ibu. yaitu: 1) merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah.Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan manusia lain dalam kehidupannya. Kelompok-kelompok sosial ini biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan. 3) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. Keinginannya untuk hidup bersama dengan manusia lainnya menimbulkan kelompokkelompok sosial. Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya kondisi manusia ketika baru lahir amat lemah. 4) Memiliki rasa senasib seperjuangan. disebut gregariousness. 2) terdapat hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. perkawinan.

dan bagaimana menurut pandangan saudara sendiri ? Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa dikatakan sebagai makhluk sosial ? 2. 3.T 002”. Syarat penting dalam primary group adalah . 4. Kelompok-kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. Kelompok ini cukup signifikan. Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya. Ketiga yaitu Primary Group dan Secondary Group. 77 . Misalnya.bersifat sukarela. Sikap out-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka”. Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya dibandingkan dengan makhlukmakhluk lainnya ? Jelaskan mengapa manusi sebagai makhluk individu memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan individu-individu lainnya ? Jelaskan bagaimana pandangan teori-teori pendidikan terhadap konsep perkembangan kepribadian seseorang. Primary groups merupakan kelompok sosial yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggotaanggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah kelompok utama dan kelompok sekunder. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan dan cita-cita kelompoknya. anggota-anggotanya berdekatan. “kita warga R.T 001” sedangkan “mereka warga R. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok secara psikologis. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masing-masing. dan adanya suatu hubungan kontinyu di antara mereka. Kedua In-group dan Out-grup. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnosentrisme. kelompok tersebut adalah kecil.

KERAGAMAN DAN KESETARAAN Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Selamat Bekerja BAB V MANUSIA.5. Keragaman dapat diartikan dengan suatu hal yang “banyak macamnya”. “keunikan” dan “kekhasan” tersendiri. 7. Tanpa adanya 78 . Pengertian Keragaman dan Kesetaran. pluralitas tidak dapat terwujud atau diadakan atau terbayangkan keberadaannya kecuali sebagai objek komparatif dari keseragaman dan kesatuan yang merangkum seluruh dimensinya. Sedang kesetaraan dapat diartikan sebagai “sama”. Karena itu. “beda” antara satu dan yang lainnya dan sifatnya tidak tunggal. Pria dan wanita adalah bentuk pluralitas dari kerangka kesatuan jiwa manusia. S. “tidak berbeda” atau “sederajat”. Sisi lain pluralitas adalah kemajemukan yang didasari oleh keutamaan (keunikan) dan kekhasan.Sos 1. atau yang bagianbagiannya dipaksa untuk tidak menciptakan “keutamaan”. Pluralitas juga tidak dapat disematkan kepada kesatuan yang tidak mempunyai parsial-parsial. Coba jelaskan dengan disertai contoh apa maksud dari sosialisasi? Jelaskan apa arti istilah-istilah di bawah ini a) animal social b) in-group out group c) primary-secondary group d) animal symbolicum e) animal educandum f) hayawanun natiq 6. Bangsa-bangsa adalah bentuk pluralitas jenis manusiaxlviii. Beberapa istilah yang dianggap sesuai dengan keragaman salah satunya ialah pluralitas (plurality) yaitu suatu konsep yang mengandaikan adanya “hal-hal yang lebih dari satu”xlvii. Diskusikan dengan teman sekelompok antara 3 – 5 orang apa fungsi manusia sebagai makhluk individu dan sosial ? Jelaskan apa yang disebut dengan keluarga dan apa fungsinya ? Dalam kehidupan sosial terdapat proses sosialisasi. Anggota suatu keluarga adalah bentuk pluralitas dalam rangka kesatuan keluarga dan sebagai antitesis darinya. 8.

Demikian juga sebaliknya. serta perbedaan mereka dalam persiapan dan potensi-potensi serta tugas yang diemban. juga mempunyai sisi yang ekstrem. pengikat dan kesatuan. Juga oleh sikap penyeragaman (yang dianggap mengingkari adanya kekhasan dan perbedaan). Sehingga. Karena perbedaan ini adalah salah satu pokok dari pokok-pokok diciptakannya manusia. Seperti penugasan makhluk manusia ini sebagai pemimpin di muka bumi. dengan menggunakan kekuatannya serta rahasia-rahasianya yang terpendam. Sayyid Quthbl mengatakan bahwa adalah tabiat manusia untuk berbeda. cobaan. kesulitan berkompetisi. serta akan selalu terjaga dan berusaha mengeksplorasi kekayaan bumi ini. manusia akan menggali potensi mereka yang terpendam. sebagaimana halnya seluruh fenomena pemikiran. yang pada akhirnya akan membawa kepada kebaikan. yaitu agar manusia membangun bumi dan mengembangkan wujud peradabannya. Sisi pertengahan (adil) serta keseimbangannyalah yang dapat memelihara hubungan antara kemajemukan. berlomba dan saling dorong diantara individu manusia dan peradaban. Juga manusia tidak akan dapat mewujudkan tujuantujuan hidup. 79 . diharapkan senantiasa memiliki sifat membawa manfaat. hal ini tentunya akan berakibat pada hidup yang stagnan dan tawar. tindakan saling dorong dan saling membela. pada gilirannya akan membawa kepada perbedaan dalam kerangka berfikir. berada dalam kerangka kesatuan nilai yang konstan. baik yang melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan. yang menghasilkan hikmah yang tinggi. serta mati tanpa dinamika. Namun. keseimbangan. Pluralitas juga bisa dianggap sebagai motivator dalam menghadapi ujian. dengan perbedaan dan persaingan. kecenderungan metodologi yang dipegang. dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masingmasing pihak yang berbeda dalam peradaban. Sementara. memiliki sifat pertengahan (moderat atau adil).kesatuan yang mencakup seluruh segi maka tidak dapat dibayangkan adanya kemajemukan. yang menjadi motivator dan diperkuat oleh kemajemukan dan perbedaan itu. Sementara itu disintegrasi dan kacau balau ditimbulkan oleh sikap ekstrem memusuhi yang tidak mengakui dan tidak memiliki faktor pemersatu atau pengikat. dan tekhnik-tekhnik yang ditempuh. yaitu sikap ekstrem represif dan otoriter yang menafikkan perbedaan masing-masing pihak dan keunikannyaxlix. kemajuan dan pertumbuhan. keunikan dan kekhasan atau pluralitas itu. perbedaan dan pluralitas dan faktor kesamaan. Pluralitas. Dan jika tidak ada pluralitas. perbedaan dan perselisihan. maka tidak akan ada motivasi untuk berkompetisi.

satu partai politik. dan budaya yang berbeda. Istilah lain yang digunakan untuk masyarakat yang terdiri dari agama. serta ada tujuan yang sama dari manusia. Apabila pluralitas sekedar mempresentasikan adanya kemajemukan (yang lebih dari satu). ras. yang hanya bertemu di pasar. Konsep Multikulturalisme juga dapat dianggap sesuai dengan masalah-masalah “perbedaan”. maka multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama didalam ruang publik. Multikulturalisme menjadi semacam respons kebijakan baru 80 . Dia menunjukkan bahwa sebuah masyarakat majemuk ditandai oleh penduduknya yang secara suku bangsa dan rasial saling berbeda yang hidup dalam satuan-satuan kelompok masing-masing. Di Indonesia. Produk dari politik ekonomi ini adalah adanya golongan penjajah yang mempersatukan secara paksa masyarakat-masyarakat pribumi kedalam sebuah masyarakat jajahan untuk diatur dan diperintah guna kepentingan ekonomi penjajah. bahkan konsep ini juga mampu menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari kemajemukan. Karena harus ada timbangan yang konstan pula. satu ideologi. orang Pribumi. kemajemukan menjadi syarat demokrasi. heterogen dan bahkan tidak dapat disamakan. yang dianggap dapat memuaskan seluruh pihak yang berselisih dan kata akhir rujukan dalam berdebat. tiga golongan ini terwujud secara vertikal sebagai orang Belanda dan Kulit Putih lainnya. satu calon pemimpin. Furnivall adalah yang pertama kali mengintroduksi konsep masyarakat majemuk pada waktu dia membahas kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan jajahan di Indonesia.serta pokok-pokok yang menyatukan diantara pihak-pihak yang berselisih dan saling membela diri tersebut. Serba tunggal. Disamping golongan penjajah dan pribumi terdapat golongan pedagang perantara yang biasanya adalah orang-orang asing yang secara sosial dan rasial tidak tergolong sama dengan golongan penjajah ataupun golongan pribumi. dan keteraturan serta ketertiban kehidupan mereka diatur oleh hukum yang masingmasing berbeda satu dari lainnyalii. misalnya. Ciri-ciri ini ada pada masyarakat jajahan yang merupakan produk dari politik ekonomi penjajahan untuk menguasai sumberdaya setempat yang ada. bahasa. dan orang Timur Asing (orang Cina dan Arab) yang masing-masing hidup dalam kelompokkelompok dan pemukimannya sendiri menurut kebudayaan dan pranata-pranata masing-masing. Pada abad ke-20. dianggap sebagai satu bentuk pemaksaan dari negarali. yakni keragaman (diversity) yang menunjukkan bahwa keberadaaan yang lebih dari satu itu berbeda-beda.

bahkan kalau perlu dimusnahkanliv. termasuk kebudayaan dari mereka yang tergolong sebagai kelompok minoritasliii. Disamping itu juga melalui proses asimilasi atau pembauran dimana jatidiri dari kelompok-kelompok atau sukubangsa-sukubangsa minoritas harus mengganti jatidiri warganya menjadi sama dengan jatidiri dari kelompok atau suku bangsa yang dominan. Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan.terhadap keragaman. sebuah masyarakat bangsa dilihat sebagai memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. 81 . dan yang didalam mozaik tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakt bangsa tersebut. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. Dalam model multikulturalisme. yaitu yang saling memahami dan menghormati kebudayaan-kebudayaan mereka yang berbeda satu dengan lainnya. setiap orang adalah multikulturalis. Perbedaan kebudayaan mendorong upaya terwujudnya keanekaragaman atau pluralisme budaya sebagai sebuah corak kehidupan masyarakat yang mempunyai keanekaragaman kebudayaan. Kebudayaan bangsa ini merupakan sebuah mozaik. menurut Nathan Glazerlv. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. Dan bila mereka yang tergolong sebagai minoritas tidak melakukannya akan diasingkan dari masyarakat luas. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. dan mengadopsi cara-cara hidup atau kebudayaan dominan tersebut menjadi cara-cara hidup dan kebudayaannya yang baru. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan-perbedaan individual atau orang-perorang dan perbedaan kebudayaan. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. adanya komunitaskomunitas itu diperlakukan sama oleh negara. Dalam pengertian multikulturalisme. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. Dengan kata lain.

Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan, termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum, tempat kerja dan pasar, dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya, dan bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. 2. Makna Keragaman dan Kesetaraan dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Makna keragaman seperti yang telah sedikit dibahas pada sub bab pengertian keragaman dan kesetaraan diatas, adalah sebagai motivator untuk menghadapi ujian, cobaan, kesulitan berkompetisi dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masing anggota masyarakat (yang beda budaya). Dengan keragaman, kehidupan menjadi dinamis dan tidak stagnan karena terdapat kompetisi dari masing-masing elemen budaya untuk berbuat yang terbaik. Hal ini membuat hidup menjadi tidak membosankan karena selalu ada pembaruan menuju kemajuan. Selain itu keragaman yang terdapat di masyarakat dapat mewujudkan terciptanya manusia antar budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang telah mencapai tingkat tinggi dalam proses antar budaya secara kognitif, afektif, dan perilakunya tidak terbatas, tetapi terus berkembang melewati parameter psikologis suatu budaya, memiliki kepekaan budaya yang berkaitan erat dengan kemampuan berempati terhadap budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang identitas dan loyalitasnya melewati batas-batas kebangsaan dan komitmennya bertaut dengan pandangan bahwa dunia merupakan komunitas global, ia merupakan orang yang secara intelektual dan emosional terikat pada kesatuan fundamental semua manusia yang pada saat yang sama mengakui, menerima, dan menghargai perbedaan mendasar antara orang-orang yang berbeda budaya. 3. Problematika Keragaman Kehidupan Masyarakat dan Solusinya dalam

82

dan Negara. Struktur dunia internasional yang majemuk ditandai oleh adanya keragaman suku bangsa, agama dan budaya (bahkan peradaban). Namun, keragaman tersebut mengandung potensipotensi masalah bahkan konflik, baik pada tingkat regional maupun tingkat internasional, jika masyarakat tidak mau atau tidak bisa menerima adanya keragaman. Adalah Samuel P. Hutington yang “ meramalkan “ konflik antar peradaban dimasa depan tidak lagi disebabkan oleh faktor– faktor keragaman ekonomi, politik, dan ideologi, tetapi justru dipicu oleh masalah–masalah keragaman suku bangsa, agama, ras, dan antar-golongan ( SARA ). Konflik tersebut menjadi gejala terkuat yang menandai runtuhnya polarisasi ideologi dunia ke dalam komunisme dan kapitalisme, bersamaan dengan runtuhnya negara–negara Eropa Timur. Ramalan ini sebenarnya telah didukung oleh peistiwa sejarah yang terjadi sebelumnya (era 1980-an), yaitu yang terjadi perang etnik di kawasan Balkan, di Yugoslavia pasca pemerintahan Michael Joseph Bros Tito. Keragaman, yang di satu sisi merupakan kekayaan dan kekuatan, berbalik menjadi sumber perpecahan ketika leadhership yang mengikatnya lengserlvi. Huntington melihat keragaman dan kekhasan peradaban terjadi karena keragaman dan kekhasan budaya-budayanya. Peradaban adalah bentuk budaya, tidak ada peradaban universal, namun yang terjadi adalah dunia dari peradabanperadaban yang berbeda. Dia melihat ada tujuh atau delapan peradaban besar di dunia saat ini yaitu Peradaban Barat, Peradaban Cina Konfusius, Peradaban Jepang, Peradaban Islam, Peradaban India, Peradaban Ortodox Slavik, Peradaban Amerika Latin dan barangkali Peradaban Afrikalvii. Peradaban-peradaban tersebut masing-masing berbeda satu sama lainnya karena faktor bahasa, sejarah, budaya dan tradisi. Dan yang paling penting diantaranya adalah agama. Anggota-anggota peradaban yang berbeda-beda itu mempunyai pendapat-pendapat yang berbeda-beda pula atas pandangan tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lainnya serta manusia dengan lingkungannya seperti keluarga, masyarakat, negara bahkan alam sekitarnya. Juga terdapat pemikiranpemikiran yang berbeda tentang takaran hak-hak dan tangung jawab-kewajiban, kebebasan, kekuasaan dan persamaan. Huntington memfokuskan pandangannya pada “faktorfaktor benturan” antara peradaban-peradaban ini, tidak hanya pada masa lalu saja, namun juga pada masa yang akan datang. Sehingga, dia mensinyalir bahwa “benturan” adalah suatu keniscayaan dalam hubungan antar-beragam peradaban. Terutama antara peradaban Barat dan peradaban Islam (pada

83

awalnya) dan kedua adalah dengan peradaban Cina. Huntington tidak berkata tentang “determinisme filosofi” benturan-benturan peradaban tersebut. Sebaliknya, Huntington berkata tentang “determinisme realitas” benturan tersebut. Bahkan, benturan antara dua peradaban yaitu peradaban Barat dan peradaban Islam terjadi sepanjang 1300 tahun, dan kedua belah pihak melihat hubungan antara Barat dan Islam sebagai benturan peradabanlviii. Karena benturan ini merupakan suatu “keniscayaan realitas” dan “determinisme realitas” dalam pandangan strategis Huntington, maka dia merancang bagi barat, strategi kemenangan terhadap Islam (kaum Muslimin) dalam benturan ini. Huntington menyarankan untuk membagi fase benturan pada masa depan tersebut menjadi 2 (dua) fase, yakni fase jangka pendek dan fase jangka panjanglix. Pertama, fase jangka pendek. Pada fase ini Huntington merekomendasikan pihak Barat untuk menyatukan dunia peradabannya, dan mempergunakan seluruh perangkatnya, dari alat perang, hingga ekonomi, politik, budaya, nilai hingga lembaga-lembaga internasional, serta memfokuskan diri pada perseteruan melawan peradaban Islam dan Cina. Yang dituntut oleh Barat dalam jangka pendek perseteruan ini adalah sebagai berikut : 1. Menyatukan elemen peradabannya, memperkuat kerja sama di antara mereka, serta memasukkan Eropa Timur dengan bagian Baratnya dan seluruh Eropa bersama Amerika Utara dan Amerika Latin. Atau, Barat budaya dan yang dekat dengan budaya Barat Kristen dengan sekte-sekte yang beragam. 2. Kerjasama, memperkecil danmenekan perseteruan dalam seluruh lingkup peradaban Barat. Bahkan, memanfaatkan masalah-masalah perseteruan dalam masyarakat Barat untuk menjadi perseteruan bagi masyarakat non-Barat, sehingga perseteruan Barat nantinya akan terfokuskan untuk melawan Islam dan Cina. 3. Mengurangi kemampuan militer Islam (kaum Muslim) dan Cina, serta menambah kekuatan militer Barat, dan menjaga keunggulan militer Barat di Timur dan Barat Daya Asia. Atau, untuk menghadapi Cina dan Islam (kaum Muslimin). 4. Memperkuat lembaga-lembaga internasional yang berperan memperjuangkan kepentingan dan nilai-nilai Barat, serta memberikan justifikasi kepadanya, dan mengikutsertakan negara-negara non-Barat untuk bergabung dalam lembagalembaga ini. Kedua, adalah fase jangka panjang. Fase ini oleh Huntington dianggap sebagai fase penguasaan Barat atas

84

tentunya). sebagai jalan untuk menghapus keragaman peradaban ini. Lebih lanjut Suparlan mengatakan. tekhnologi. maka ia harus menjalankan strategi fase jangka pendek. tetapi nilai-nilai dan kepentingannya berbeda dalam jarak yang sangat besar dari nilai dan kepentingan Barat. Oleh karena itu. corak kesukubangsaan individual yang merupakan milik perorangan berubah menjadi kategorikal. Sedangkan. dan antargolongan. yang merupakan cermin dari elemen bangunan peradaban modern.peradaban-peradaban non-Barat. Oleh karena itu. ras. Peradaban-peradaban non-Barat telah berusaha menjadi modern tanpa menjadi Barat (selain Jepang. Dan yang pertama dari strategi perseteruan ini yaitu mematahkan kekuatan peradaban Islam dan peradaban Cina sambil mengikat seluruh peradaban lainnya dalam lembaga-lembaga internasional yang memperjuangkan nilai-nilai dan kepentingan Barat. Parsudi Suparlanlx melihat konflik-konflik yang terjadi di Indonesia merupakan konflik suku bangsa yang kemudian bisa bergeser pada koflik-konflik bernuansa agama. serta menekan peradaban-peradaban non-Barat. Peradabanperadaban non-Barat akan terus berusaha mencapai kekayaan. yaitu peradaban yang telah berhasil memodernisasi masyarakatnya secara militer maupun ekonomi. modernisme dan hegemoni atas dunia. yang kekuatannya sudah hampir mendekati kekuatan Barat. keahlian. objek Barat selanjutnya adalah menguasai peradabanperadaban non-Barat lainnya. dan melihat perseteruan antar peradabanperadaban yang beragam. agama. mengarah kepada kondisi konflik sejak era Reformasi. kekuatan ekonomi dan militernya akan mengalahkan Barat. permesinan dan persenjataan. Setelah barat menyatukan kesatuannya. Sedangkan dalam jangka panjang. peradaban Barat adalah peradaban Barat dan modern sekaligus. Barat dalam bentuk yang lebih besar. Dengan demikian maka Barat dapat memonopoli kekuatan. harus menguasai peradaban-peradaban modern non-Barat itu. mempersiapkan seluruh kemampuannya. Barat harus menjaga kekuatan ekonomi dan kekuatan militernya yang diperlukan untuk menjaga kepentingannya yang berhubungan dengan peradaban-peradaban itu. Di Indonesia sendiri permasalahan mengenai keragaman suku bangsa. Huntington mengilustrasikan masa depan peradaban dengan Barat sebagai peradaban yang memonopoli “singgasana peradaban” dunia. Yang menjadi sasaran untuk dihancurkan oleh masing-masing anggota suku bangsa yang 85 . Dia mengungkapkan. dan memberikan justifikasi kepadanya. Peradaban-peradaban itu juga akan terus berusaha menyelaraskan modernisme itu dengan budaya dan nilai-nilai tradisionalnya.

Kebudayaan Amerika yang beranekaragam itu bisa dimiliki oleh setiap individu atau komuniti. Tetapi masyarakat Amerika bukanlah sebuah masyarakat majemuk. kesukubangsaan. Jepang. sehingga jati diri suku bangsa atau rasial dari individu menjadi tidak relevan. Model masyarakat multikultural atau berkeanekaragaman kebudayaan ini yang telah berhasil meredam potensi-potensi konflik rasial dan kesukubangsaan perlu kita pelajari dengan seksama dalam konteks Indonesia yang masyarakatnya majemuk dan yang akhir-akhir ini telah dilanda oleh berbagai bentuk konflik rasial. Konflikkonflik itu sangat merugikan dan dapat mencabik-cabik integrasi bangsa dan kebangsaan Indonesia. Prinsip demokrasi itu dilandasi oleh kesetaraan derajat individu atau warga. karena masyarakat tersebut terwujud sebagai bangsa tidak dengan cara mempersatukan suku bangsa-suku bangsa yang dilakukan oleh sistem nasionalnya. Menggeser idiom masyarakat majemuk menjadi masyarakat beraneka ragam kebudayaan sebagai sebuah kebijakan politik kebudayaan pada tingkat nasional maupun lokal. posisi sosial atau keyakinan keagamaan. Karena itu penghancuran terhadap kategori berdasarkan ciri-ciri kesukubangsaan tersebut tidak mengenal batasan umur. serta muncul dan 86 . Suku bangsa itu menjadi musuh sesuai dengan ciri-ciri atau atribut. dan kemajuan melalui ide keanekargaman kebudayaan yang memang sejalan dan mendukung berlakunya prinsip demokrasi dalam kehidupan masyarakat. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikulturalisme. jenis kelamin. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai sebuah masyarakat multiethnis atau bersuku bangsa banyak. Kebijakan untuk secara nasional dan sosial meredam atau menyimpan jati diri rasial atau suku bangsa. dapat dilihat sebagai kebijakan yang bertujuan untuk meredam potensi-potensi pengembangan. melainkan kategori suku bangsa. Pada masa kini yang ditonjolkan di Amerika bukanlah coraknya yang multietnis. atau yang lainnya. dan keagamaan. Seseorang atau kelompok orang kulit putih yang tergolong keturunan WASP bisa saja mempunyai kebudayaan India. dan tidak pula mengenal batasan nilai uang dari barang dan harta benda yang di hancurkan. Cina. melainkan beranekaragamnya kebudayaan yang dipunyai oleh bangsa Amerika.atribut yang menjadi acuan dari kesukubangsaannya.mengalami konflik bukan lagi orang perorangan dan bukan pula kelompok. dan akan memungkinkan diterapkannya prinsip demokrasi. Apapun dan siapapun yang mempunyai atau ditempeli atribut-atribut kesukubangsaan yang menjadi musuh dalam konflik antar suku bangsa akan dihancurkan.

Sebaliknya demokrasi dapat mengembangkan masyarakat yang multi kultural. Hal ini disebabkan berlakunya prinsip perbedaan dan saling menghargai perbedaan konflik atau persaingan berdasarkan atas hukum atau aturan main yang adil dan beradab. 5. baik konflik dalam skala regional maupun konflik berskala internasional. Memupuk rasa solidaritas nasional dengan cara membiasakan diri dalam kehidupan bersama. 2. 3. 3. Permasalahan konflik-konflik bernuansa keragaman suku bangsa. agama. Adapun yang harus diperhatikan dari komunikasi antar budaya ini yaitu komunikasi antar budaya terjadi. antara lainlxii : 1. Dalam masyarakat multikultural tersebut demokrasi dapat berkembang. Komunikasi antar budaya mempunyai cakupan. 4.mantapnya hak budaya komuniti dalam kaitan keseimbangannya dengan kekuasaan negara atau masyarakat. Disini pamahaman ragam budaya yang ada yang diikuti dengan komunikasi antar budaya menjadi unsur yang sangat signifikan dalam menjembatani perbedaan-perbedaan. 87 . Mendorong terjadinya pembauran secara alamiah sehingga mampu mengatasi perbedaan budaya. yang tidak dapat ditawar oleh seseorang yang mempunyai posisi tinggi atau kekuasaan yang besar. Komunikasi antar budaya ini perlu dikembangkan sebagai upaya untuklxi : 1. Komunikasi antar kelas mempunyai tujuan untuk menghindari ketidakseimbangan dan diskriminasi. 2. 4. Mencapai pertukaran dialektis antar budaya. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang keragaman budaya yang harus disikapi dengan unsur persatuan dan kesatuan. Komunikasi antar ras yang bertujuan untuk menghilangkan prasangka rasial. Mengembangkan kesederajatan dan menghapus diskriminasi. Komunikasi antar gender yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat antara kaum laki-laki dan perempuan Disini dapat dilihat bahwa komunikasi antar budaya mensosialisasikan ide pluralitas dan keberagaman dengan bahasa budaya. Komunikasi antar agama mempunyai tujuan yaitu memupuk perilaku keagamaan dan sosial yang akomodatif. lebih terletak pada pemahaman akan “budaya lain” diluar “budaya sendiri”. Komunikasi antar etnik bertujuan untuk mensosialisasikan dan membudayakan pertukaran informasi kebudayaan antar suku bangsa. bila pemberi pesan dan penerima pesan berasal dari komunitas budaya yang berbeda. ras dan antar-golongan yang terjadi.

yang menekankan pentingnya hak individu dan kesetaraan individu atau warga. Untuk itu. masyarakat majemuk yang menekankan pada keanekaragaman suku bangsa harus digeser menjadi ideologi keanekaragaman kebudayaan atau ideologi multikulturalisme. Pemahaman tentang hubungan antara keragaman dan kesetaraan itu harus seiring dan sejalan dengan praktek-praktek hubungan sosial-budaya masayarakat. Secara hipotesis. seperti yang diberlakukan dalam masyarakat-masyarakat Amerika dan Eropa Barat. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikultural 2. Pemersatuan kelompok-kelompok suku bangsa itu dilakukan secara paksa. dalam wadah masyarakat “Bhinneka Tunggal Ika” Indonesia yang seperti inilah maka proses-proses demokrasi akan dapat diwujudkan. baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada hakikatnya masyarakat majemuk yang secara suku bangsa beranekaragam mempunyai potensi sebuah masyarakat otoriter-militiristis dengan corak paternalistis dan etnosentris yang primordial. kelompok-kelompok budaya tersebut berada dalam kesetaraan derajat. Kesetaraan. Masyarakat majemuk itu dihasilkan oleh upaya sistem nasional untuk mempersatukan kelompok-kelompok suku bangsa menjadi sebuah bangsa.4. Perlu kebijakan secara nasional dan sosial untuk meredam atau menyimpan jati diri suku bangsa atau ras. Ideologi yang harus ditekankan adalah keanekaragaman kebudayaan. Kesetaraan warga dan hak budaya komuniti adalah unsur-unsur mendasar yang ada dalam unsur demokrasi. Primordialitas kesukubangsaan dan keyakinan keagamaan dapat berpotensi menjadi pemecah belah bangsa pada saat primordialitas tersebut diaktifkan sebagai kekuatan politik. dan toleransi terhadap perbedaan dan keanakaragaman. Dalam ideologi ini. Potensi kekuatan primordialitas untuk memecah belah bangsa disebabkan oleh hakikat keberadaan masyarakat majemuk. Menempatkan individu dengan keragaman kebudayaannya yang setara derajatnya dalam mewujudkan kehidupan demokrasi 88 . Kekuatan sosial dan politik dari keanekaragaman tersebut bukan berlandaskan pada kekuatan primordial kesukubangsaan yang lokal. Untuk itu Suparlan mengatakan : 1. Pemahaman tentang hubungan keragaman dengan kesetaraan di dalam masyarakat dengan tujuan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari masyarakat dianggap sebagai suatu hal yang penting.

perempuan yang mengalami haid. Pasif / nonagresif agresif 2. budaya. Kesetaraan gender adalah suatu frase “suci” yang diucapkan oleh para aktivis sosial. Aktif / 1. Untuk itu perlu dipahami terlebih dahulu bahwa seks merupakan suatu hal yang merupakan kodrat berupa ciri-ciri fisik/ biologis yang tidak bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. dalam usaha memahami kesetaraan juga dapat dilihat dari perspektif gender. Sedangkan gender. kekesalan dan memicu rasa simpati yang besar kepada kaum perempuan. hamil dan melahirkan yang ini tidak mungkin bisa dilakukan laki-laki. bahkan oleh para pejabat negara. agama dan ideologi tertentu yang mengenal batas ruang dan waktu yang langsung membentuk karakteristik laki-laki dan perempuan. hidup dalam komuniti. Dependen 2. kaum feminis. sperma dan alat vital berupa penis. karena gender dalam bahasa Inggris hanya diartikan sebagai jenis kelamin. Istilah-istilah tersebut memang dapat membangkitkan emosi.3. dibesarkan. Seks bersifat kodrati yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. dan “dijadikan” manusia sehingga dapat berperan sebagai warga masyarakat dan negara yang berguna. Menjamin hak komuniti sebagai satuan kehidupan berskala kecil yang menempati suatu wilayah 4. merupakan pelabelan yang pada kenyataannya dibentuk oleh budaya. Manusia sebagai individu. bersifat alamiah dan tidak akan berubah dalam kondisi apapunlxiii. Gender. Selanjutnya. dan semacamnya. hasil konstruksi tradisi. Maka. dan oleh karenanya bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. hampir selalu diartikan sebagai kondisi “ketidak-setaraan” yang diterima dan dialami oleh kaum perempuan. istilah kesetaraan gender sering terkait dengan istilah-istilah diskriminasi terhadap perempuan. Emosional nden 4. politikus. Saat ini di dalam kehidupan bermasyarakat ada pemilahan sifat manusia yaitu feminim dan maskulin. Istilah kesetaraan gender dalam tatanan praktis. Misalnya. penindasan. Banyak pemahaman yang keliru ketika orang mengartikan seks dan gender. Indepe 3. Sifat-sifat feminim dan maskulin dapat dikategorikan sebagai berikutlxiv : Sifat maskulin Sifat feminim 1. tidak bersifat permanen. Subyektif 89 . Dan sebaliknya laki-laki memiliki jakun. sub-ordinasi. perlakuan tidak adil. Gender tergantung pada nilai-nilai yang dianut masyarakat.

Tidak semua laki-laki mampu bersikap 90 . Lebih kompe titif 10. pemelihara muda 15. L ebih suka berpet ualang 11. Obyek 7. L ebih mend unia 12.Pengasuh. P ercaya diri 14. Mudah tersinggung 5. Kurang kompetitif 6. Keras 10. Padahal pada riilnya.Kurang percaya diri 8.3. Tegas 9. Lemah lembut 4. Jarang 11. D sb Sifat feminin seringkali dilekatkan pada diri perempuan dan sifat maskulin seringkali dianggap sebagai sifat laki-laki. Kurang tegas al 6.Berorientasi ke rumah menan 12. pelind ung 15. potensi yang dimiliki laki-laki dan perempuan sebagai sesama manusia adalah relatif. A mbisiu s 13. Sehingga bila ada seorang yang bersikap tidak sesuai dari sifatsifat yang sudah dilekatkan pada dirinya oleh masyarakat maka dia diangggap menyimpang atau salah. Tidak 14.Dsb h tersin ggung 9.Kurang ambisius gis 13. Sering menangis tif 8. Rasion 5. P emimp in.Tidak suka berpetualang 7.

Perempuan juga hanya ditempatkan sebagai obyek dalam setiap kebijakan pemerintah yang memang seringkali menjadi monopoli laki-laki.tegas. demografi. 2. Sesungguhnya feminisme sedang mencoba membawa perubahan pada kultur ptriarki yang monolitik dan. Kekerasan terhadap perempuan. Subordinasi perempuan 5. dan seterusnya. Marginalisasi perempuan 4. Beban ganda perempuan 3. Persoalannya kemudian. tingkat pengetahuan. Feminisme secara konsisten senantiasa memperjuangkan kesetaraan gender. perempuan selalu menempati posisi sub-ordinan. dalam perkembangannya. maupun di tingkat perwakilan rakyat. dengan demikian. 2. Dalam bidang politik. Sebagai warga negara. Pada sektor budaya. menjadi semakin hirau atau peduli dengan adanya sejumlah kesenjangan antara persoalan perempuan di Barat dan di “Dunia Ketiga”. dari pelabelan yang ada di masyarakat ini memunculkan ketidakadilan yang berkaitan dengan relasi antara perempuan dan laki-laki. baik di struktur pemerintahan. Ini juga nerupakan isyarat penting bahwa gerakan feminisme semakin menampakkan semangat multikulturallxvii. Dalam sektor publik maupun domestik perempuan seringkali menjadi korban tindak kekerasan 3. 91 . perempuan mengalami marginalisasi dan harus menanggung beban ganda jika ingin berkiprah di ruang publik. secara tidak langsung merupakan komponen dari agenda-agenda multilkultural. 4. Stereotype terhadap perempuan Sedangkan manifestasi ketidakadilan gender bagi perempuan dapat dirumuskan sebagai berikutlxvi : 1. serta perkembangan tekhnologi dan informasi telah membuat perempuan sendiri tidak monopolitik. Pada awalnya feminisme dikritik keras karean ideologi pukul ratanya yang menggeneralisasi bagitu saja persoalanpersoalan perempuan secara semesta tanpa melihat bahwa goegrafi. Setidaknya ada lima isu gender yang dialami perempuan akibat ketidakadilan genderlxv yaitu : 1. Dalam bidang ekonomi. yakni posisi dan peran yang setara antara laki-laki dan perempuan yang tidak dipengaruhi oleh bias gender. perempuan terkungkung dengan stereotype yang dilekatkan pada dirinya untuk tidak keluar dari peran domestiknya. Demikian pula tidak semua perempuan bersikap cengeng.

dan kalau sistem egaliter dalam keluarga dapat tercipta maka ini akan tercermin pula dalam kehidupan masyarakat. Menurut feminis liberal.ini harus dimulai dari keluarga. yang disusun oleh Elizabeth Cady Stanton yang dikeluarkan di Seneca Falls. Perempuan hanya dapat dibebaskan dari penindasan ini. Ketika Karl Marx dan Friederich Engels memformulasikan teori dan ideologinya. Dasar asumsi yang dipakai adalah doktrin John Lock tentang Natural Right (HAM). kalau sistem ekonomi kapitalis diganti dengan masyarakat sosialis.praktek feminisme sosialis memang berbaur dengan berbagai jenis aliran feminisme. maka perlu ditunjang dengan dasar hukum yang kuat. agar persamaan hak antara pria dan wanita dapat terjamin pelaksanaannya. mulai dari masalah lembaga perkawinan yang menempatkan laki-laki sebagai akepala keluarga. hingga masalah politik dan sosial seperti partisipasi perempuan dalam bidang kedokteran.Adapun beberapa aliran feminisme yang ada di dunia saat ini adalah : Feminisme Liberallxviii. dan menganalogikan perkawinan sebagai lembaga yang melegitimasi pria memiliki istri secara pribadi. dan hukum. Tetapi secara teori. Feminisme sosialis adalah gerakan untuk membebaskan para perempuan melalui perubahan struktur 92 . yaitu declaration of Sentiments. mereka melihat kaum perempuan yang kedudukannya identik dengan kaum proletar pada masyarakat kapitalis barat. masalah hak wanita terhadap kepemilikan properti. bermacam bentuk penyadaran pada kaum perempuan merupakan orientasi praksisnya. Mereka dalam teorinya mempermaslahakan konsep kepemilikan pribadi. tertuang dalam satu deklarasi yang terkenal. Oleh karen aitu feminis liberal kebih memfokuskan perjuangan mereka pada perubahan segala undang-undang dan hukum yang dianggap dapat melestarikan institusi keluarga yang patriakhat. dimana para istri dibebaskan dahulu agar dia dapat menjadi diri sendiri. Feminisme liberal berkembang di Barat pada abad ke-18 bersamaan dengan semakin populernya arus pemikiran baru ‘Zaman Pencerahan’. karena istri dimiliki oleh suami. yaitu masyarakat egaliter tanpa kelas-kelas. Dalam deklarasi tersebut dituliskan sebanyak 15 protes mengenai nasib perempuan . teologi. mendapatkan kebebasan. Feminisme Sosialislxix. Usaha pertama yang cukup dramatis untuk mengaplikasikan doktrin HAM pada perempuan . maka ini merupakan bentuk penindasan terhadap perempuan. New York yang dihadiri sekitr 100 orang. bahwa setiap manusia mempunyai hak asasi yaitu hak untuk hidup. Menurut mereka. dan hak untuk mencari kebahagiaan.

diharapkan akan mampu meruntuhkan sistem patriarkat yang ada. feminisme radikal berpendapat bahwa kertidakadilan gender bersumber dari perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan itu sendiri.patriarkat. Namun agama ini bukan untuk melegitimasi penguasa melainkan sebagai alat untuk membebaskan golongan yang dianggap tertindas. Teologi feminis bersumber dari mazhab teologi pembebasan yang dikembangkan James Cone pada akhir 1960an. seperti yang dilakukan Fatima Mernissi.feminisme sosialis mengadopsi teori praksis Marxisme. Proses penyadaran ini adalah usaha untuk membangkitkan rasa emosi. dan dari Indonesia Masdar F. Semakin tinggi tingkat konflik . kristen dan yahudi.para teolog feminis yang berkembang dalam Islam. Apabila lembaga perkawinan tidak dapat dihindari. berusaha mencari konteks dan latar belakang ayat-ayat Al Qur’an dan hadis yang berkenaan dengan perempuan. agama-agama serring ditafsirkan dengan memakai ideologi patriarkat yang menyudutkan perempuan. 93 . Tidak seperti teori feminis sosialis.Dengan demikian diharapkan perempuan yang telah bangkit kesadaran dan emosinya. maka perlu diciptakan teknologi untuk mengurangi beban biologis perempuan seperti kontrasepsi. Manifesto feminis radikal yang diterbitkan dalam Notes From The Second Sex (1970) mengatakan bahwa lembaga perkawinan adalah lembaga formalisasi untuk menindas perempuan. agar para wanita sadar bahwa mereka merupakan kelas yang tidak diuntungkan. dimana maslaah ekonomi dan struktur sosial yang menciptakan sub ordinasi perempuan. Amina Wadua. maka perbedaan nbiologis ini akan melahirkan peran gender yang erat kaitannya dnegan masalah biologis. yaitu teori penyadaran pada kelompok tertindas. Teori feminisme radikal berkembang pesat di AS pada 1960-1970-an. Teologi feminis berkembang dalam berbagai agama diantaranya Islam.paham teologi pembebasan tetap ingin mempertahankan agama. Mas’udi. Ali Asghar Engineer. Semua ini termanifestasikan bilamana perempuan menikah dengan laki-laki. Rifat Hasan. Menurut para feminis. dan bahkan artificial devices atau alat-alat tiruan. secara berkelompok mengadakan konflik langsung dengan kelompok dominan (laki-laki). Perbedaan biologis ini terkait dengan peran kehamilan dan keibuan yangs elalu diperankan perempuan. agar para perempuan bangkit untuk mengubah keadaan. sehingga tugas para feminis adalah menolak institusi keluarga baik pada tataran teori maupun praktis. Feminisme Radikallxxi. Tujuannnya adalah untuk membantahpenafsiran dan fikih yang merugikan perempuan. Teologi Feminislxx.

Teori ekofeminisme adalah teori yang melihat individu secara lebih komprehensif. ataupun menjanda. Sistem maskulin yang telah mewarnai peradapan modern dianggap merusak dan menutupi nilai sakral kualitas feminin yang merupakan fitrah perempuan. hidup melajang. Manusia secara kodrat diciptakan sebagai makhluk yang mengusung nilai harmoni. Gagasan tentang kebudayaan nasional Indonesia yang menyangkut kesadaran dan identitas sebagai suatu bangsa telah di rancang saat bangsa kita belum merdeka. baik secara etnis. geografis. Ekofeminisme yang ingin mengembalikan identifikasi perempuan dengan alam. adalah usaha untuk membebaskan perempuan dari perangkap sistem maskulin yang membuat perempuan menjadi bimbang akan perannya. Kita tidak dapat mengingkari sifat pluralistic bangsa kita. bahkan tanpa perlu keberadaan laki-laki dalam kehidupan mereka. Di kehidupan sehari-hari. sebenarnya merupakan kehendak Tuhan yang seharusnya dijadikan sebagai sebuah potensi untuk menciptakan sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. salah satu alternatifnya adalah dengan hubungan heteroseksual (lesbian). Ekofeminisme timbul karena ketidakpuasan akan arah perkembangan ekologi dunia yang semakin bobrok. kebudayaan suku bangsa dan 94 . kultural. yaitu sebagai makhluk yang terikat dan berinteraksi dengan lingkungannya. sehingga perempuan tidakl perlu lagi mnegalami proses kehamilan. Masalah suku bangsa dan kesatuan-kesatuan nasional di Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa suatu negara yang multietnik memerlukan suatu kebudayaan nasional untuk menginfestasikan peranan identitas nasional dan solidaritas nasional di antara warganya. maupun religius.teori ekofeminisme mempunyai konsep yang bertolakbelakang dengan teori-teori feminisme modern yang berasumsi bahwa individu adalah makhluk otonom yang lepas dari pengaruh lingkungannya dan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri.seperti tiruan placenta dan bayi tabung. Ekofeminismelxxii. Ringkasan Berdirinya negara Indonesia di latarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk. Perbedaan yang mewujud baik secara fisik ataupun mental. Feminis radikal cenderung membenci makhluk laki-laki sebagai individu maupun kolektif. Sehingga kita perlu memberi tempat bagi berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yang dianut oleh warga negara Indonesia. mengajak perempuan untuk mandiri.

dan sosial. ekonomi. mewarisi perilaku dan kegiatan kita. Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya. Salah satu model keragaman dan kesetaraan dapat dilihat dari konsep Multikulturalisme. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. hukum. Di dalam kebudayaan tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakat bangsa tersebut. dan 95 . karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. bahkan mampu untuk saling menyesuaikan (fleksibel) dalam kehidupan sehari-hari. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. bersama-sama dengan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. saling melengkapi. termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural.kebudayaan agama. Berbagai kebudayaan itu beriringan. setiap orang adalah multikulturalis. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. sebuah masyarakat bangsa dilihat memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. tempat kerja dan pasar. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum. Dalam model multikulturalisme. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. Tidak seperti sebaliknya yaitu perbedaan-perbedaan dapat menyebabkan ketegangan hubungan antar-anggota masyarakat. Dalam konsep multikulturalisme.

Nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusialxxiii. Nilai dianggap penting dalam kehidupan manusia. Diskusikan dengan teman anda 3 . perlu dikembangkan komunikasi antar budaya yang sangat intens.Sos 1. 11. Jelaskan konsep tentang masyarakat majemuk yang anda ketahui ?. MORALITAS DAN HUKUM Oleh : Tito Kusuma Wardhana. nilai-nilai ini implementasinya sangat luas. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau 96 . apakah manusia Indonesia termasuk dalam konteks manusia antar budaya tersebut ?. Multikulturalisme d.bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. Oleh karena itu. Gender b. Apa yang dimaksud dengan : a. S. Jadi. Pengertian Nilai. Di dalam masyarakat yang multi budaya. Apa yang dimaksud dengan komunikasi antar budaya dan apa yang harus dikembangkan dari komunikasi antar budaya tersebut ?. Feminisme BAB VI MANUSIA. hal ini disebabkan seseorang di dalam hidupnya tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai. pemahaman akan konsep nilai dianggap penting dalam upaya untuk mengerti dan memahami pentingnya nilai bagi kehidupan manusia. 14. Moral dan Hukum. dapat ditemukan pada berbagai perilaku yang terpilih dalam berbagai kehidupan yang luas di alam semesta ini.5 orang tentang permasalahan keragaman dan kesetaraan di Indonesia ?. Jelaskan mengapa keragaman dan kesetaraan harus dipahami oleh manusia Indonesia terutama oleh mahasiswa 10. 13. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 9. Nilai. Apa yang anda ketahui tentang manusia antar budaya dan menurut anda. Pluralitas c. 12.

itu saling berhubungan atau saling berkait erat. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. Jika berbicara tentang nilai berarti masuk pada bidang makna normatif. Meskipun demikian diantara keduanya. dambaan-dambaan dan keharusan. harapan. 4. masuk ke dunia ideal dan bukan dunia real. semua tidak dapat berhenti hanya dengan sebuah pandangan (maksud) faktual dari pengalaman yang berlaku. Maka apabila kita berbicara tentang nilai. Terdapat batasan nilai (tentatif) dari beberapa pendapat mengenai konsep nilai yaitu nilai adalah sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek. 3. Batasan nilai yang sempit adalah adanya suatu perbedaan penyusunan antara apa yang seharusnya dibutuhkan dan apa yang diinginkan dengan apa yang seharusnya dibutuhkan. maka arti indah adalah sifat atau kualitas yang melekat pada baju. Artinya yang ideal harus menjadi real dan yang bermakna normatif harus direalisasikan dalam perbuatan sehari-hari yang merupakan fakta. Kohler (1938) mengatakan bahwa manusia tidak berbeda di dunia ini. Kluckhon (1951) mengatakan bahwa definisi nilai yang diterima sebagia konsep yang diiinginkan dalam literatur ilmu sosial adalah hasil pengaruh seleksi perilaku. Sebagai bahan perbandingan dan untuk menambah wawasan pengertian tentang nilai. Perry (1954) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subyek. tentang hal yang merupakan cita-cita.kelompok. Jadi nilai itu pada hakekatnya adalah suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. nilai-nilai tersusun secara hierarkis dan mengatur rangsangan kepuasan hati dalam mencapai tujuan kepribadiannya. antara dunia ideal dan real. Peper (1958) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk. harapanharapan. Kepribadian dari sistem sosio-budaya merupakan syarat dalam susunan kebutuhan rasa hormat terhadap keinginan yang lain atau kelompok sebagai suatu kehidupan sosial yang besar. Contohnya adalah baju itu indah. Sesuatu itu mengandung nilai artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu itu. dambaan dan keharusan. antara yang makna normatif dan kognitif. 2. bukan kognitif. sebenarnya kita berbicara tentang hal yang ideal. Dengan demikian maka nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan yang lainnya. ada beberapa pendapat sebagai berikutlxxiv : 1. bukan objek itu sendiri. menyangkut segala sesuatu yang baik atau segala sesuatu yang buruk sebagai 97 .

c. Bahkan sesuatu yang immaterial itu dapat mengandung nilai yang sangat tinggi dan mutlak bagi manusia. 98 . atau maksud dari berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat. yang merupakan nilai kerokhanian tertinggi dan mutlak. Sedangkan nilai kerokhanian/ spiritual lebih sulit mengukurnya. sopan atau tidak sopan. 3. Nilai-nilai material lebih relatif mudah diukur. cipta. rasa. Nilai material. would. karsa) manusia. atau kebutuhan material ragawi manusia. bangsa maupun negara. budi. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis. Dari macam-macam nilai diatas. Dalam memahami lebih jauh mengenai konsep nilai. akan tetapi juga sesuatu yang berwujud non-material atau immaterial. sehingga merupakan suatu pedoman. yaitu dengan menggunakan alat indera maupun alat pengukur lainnya seperti berat. yaitu : 1. Nilai kerokhanian. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia. cipta) manusia. 2. dapat dikemukakan bahwa yang mengandung nilai itu bukan hanya sesuatu yang berwujud material saja. Pertama. Nilai kebenaran. Nilai keindahan atau nilai estetis. Dalam menilai hal-hal kerokhanian/ spiritual yang menjadi alat ukurnya adalah hati nurani manusia yang dibantu oleh alat indera. Nilai kerokhanian ini dapat dibedakan atas empat macam : a. Kedua. Norma Moral yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik dan buruk serta benar dan salah. Nilai religius. Norma-norma tersebut meliputi . Sehingga etika dalam bermasyarakat. Jika nilai ingin dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praktis atau kehidupan yang nyata dalam masyarakat. gevoel. karsa dan keyakinan manusia.abstraksi. pandangan. b. yang bersumber pada akal (ratio. Norma Hukum yaitu yang berkaitan dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara. maka nilai-nilai tersebut kemudian dijabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas. Nilai vital. Nilai kebaikan atau nilai moral. dan susila atau asusila. yang bersumber pada unsur kehendak (will. rasa) manusia. d. luas dan sebagainya. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. berbangsa dan bernegera dapat berjalan dengan baik. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. maka Notonagoro membagi nilai menjadi 3 (tiga) macamlxxv. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. panjang.

keyakinan dan pengalaman moral dalam suatu kultur tertentu. Etika normatif sendiri dibagi dalam dua teori. Dalam hubungannya dengan sosiologi. Dalam cara berfikir dan hidupnya lebih terpikat oleh kemajuan material dan hidup sehingga tidak cocok dengan cara berfikir untuk meninjau mkana dunia dan makna hidup. kebiasaan. Etika desriptif menguraikan dan menjelaskan kesadaran dan pengalaman moral secara deskriptif. Oleh karena itu. Etika normatif dapat juga disebut filsafat moral (moral philoshopy). 2. Istilah etika berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu eqos-ethos dan eqiqos-ethikos. keadaban. kebebasan dan tekhnologilxxvii.Nilai memiliki kaitannya yang erat dengan etika. etika deskriptif digolongkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan empiris dan berhubungan erat dengan sosiologi. Nilai Barat dan Timur. Akibatnya. maka filsafat tradisional dan pemahaman agama muncul sebagai suatu sistematik ide-ide abstrak tanpa hubungan dengan yang nyata dan praktek hidup. tempat yang biasa. Maksudnya. etika deskriptif berupaya menemukan dan menjelaskan kesadaran. maka mereka menganggap pikiran nilai-nilai hidup yang meminta kepekaan hati sebagai sesuatu yang subjektif dan tidak bermutu. Nilai penting yang mendasari semua nilai di Barat adalah martabat manusia. manusia mempunyai 99 . Barat dalam pikirannya cenderung menekankan dunia objektif daripada rasa sehingga hasil pola pemikirannya membuahkan sains dan tekhnologi. sedangkan teori-teori keharusan membahas tingkah laku. Dalam hal manusia. Ethos berarti sifat. misalnya religi dan seni. Teori-teori nilai mempersoalkan sifat kebaikan. Ini dilakukan dengan bertolak dari kenyataan bahwa ada fenomena moral yang dapat digambarkan dan diuraikan secara ilmiah. Barat beranggapan bahwa manusia adalah ukuran bagi segalanya. watak. Etika Normatif. Etika Deskriptif. pengaruhnya atas hidup dan pikiran orang makin berkurang karena Barat mengunggulkan cara berfikir analitis rasional. atau kelakuan dan perbuatan yang baik. karena etika pada pokoknya merupakan kajian mengenai nilai baik dan buruk serta benar dan salah. Sedangkan ethikos berarti susila. Barat hidup dalam dunia teknis dan ilmiah. Etika sendiri dapat dibagi menjadi dua bagianlxxvi yaitu : 1. seperti yang dapat dilakukan terhadap fenomena spiritual lainnya. yaitu teori-teori nilai (theories of value) dan teori-teori keharusan (theories of obligation).

tentang yang boleh dan yang dilarang. Inti kepribadian manusia Timur tidak terletak pada inteleknya. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. tetapi mencari kebijaksanaan. Dengan hatinya mereka menyatukan akal budi dan instuisi serta intelegensi dan perasaan. apakah kita ini baik atau buruk. Nilai Timur pada intinya banyak bersumber dari agamaagama yang lahir di dunia Timur. Timur tidak hanya bersumber dari ajaran agama saja. Pada tahap binatang tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk. Pada umumnya manusiamanusia Timur menghayati hidup yang meliputi seluruh eksistensinya. Dari sini dapat dilihat bahwa manusia itu dianggap memiliki nilai diukur dari kemampuannya.kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. sebab manusia Timur lebih menyukai intuisi dari pada akal budi. mereka menghayati hidup tidak hanya dengan otaknya. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. kreatif dan estetik. intelek dan pengalaman. dalam menghadapi kenyataan. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. Manusia oleh Barat dipandang sebagai pusat segala sesuatu yang mempunyai kemampuan rasional. tetapi pada hatinya. tetapi juga bersumber dari ide-ide abstrak atau simbolik yang dapat terwujud kongkret dalam praktek kehidupannya. simbolik dan kebijaksanaan. Bahkan K. lembaga sosial dan kesejahteraan ekonomi. Moralitas. Oleh karena itu. Mencari ilmu tidak hanya untuk menambah pengetahuan intelektual saja. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. Ringkasnya. Berfikir secara Timur tidak bertujuan menunjang usaha-usaha manusia untuk menguasai dunia dan hidup secara teknis. tentang yang harus dilakukan dan tidak pantas 100 . yang menjadi permasalahan bidang morallxxviii. orang Timur memadukan pengetahuan. Jelasnya. Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. Bertens mengatakan Moralitas merupakan ciri khas manusia yang tidak dapat ditemukan pada makhluk lain di bawah tingkat manusiawi. bukan dari kebijaksanaan hatinya. sehingga kebudayaan Barat menghasilkan nilai dasar seperti demokrasi. intuisi. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. pemikiran kongkret. yang kesemuanya berpangkal demi penghargaan mutlak bagi manusia. Dalam hal menegakkan norma.

Jadi hukum moral merupakan kewajiban. 4. Sehingga dapat dikatakan salah satu kebutuhan manusia yang paling fundamental adalah orientasi. d) Kesepakatan. Hukum moral tidak berjalan dengan sendirinya. Keharusan moral didasarkan pada kenyataan bahwa manusia mengatur tingkah lakunya menurut kaidah-kaidah atau norma-norma itu. c) Pertukaran hak. Keharusan alamiah adalah keharusan yang didasarkan atas hukum alam. yaitu : 1. c) Keharmonisan dengan orang lain. melainkan agar kita dapat mengerti sendiri mengapa kita harus begini atau begitulxxxi. 2. alam telah mengaturnya sedemikian rupa sehingga berjalan secara otomatis. Orientasi utilitarisme menekankan konsekuensi kesejahteraan dan kebahagiaan tindakan moral seseorang pada orang lain. Keharusan dapat dibedakan antara keharusan alamiah dan keharusan moral. b) Kesadaran dan motif yang baik. Lawrence Kohlberg mengatakan bahwa orientasi moral seseorang yang dijadikan dasar pertimbangan nuraninya berbeda-beda bagi setiap orang.dilakukanlxxix. hal itu akan terjadi dengan sendirinya dan tidak mengandaikan adanya kebebasan (keharusan alamiah inilah yang terjadi pada binatang). Ada 4 orientasi moral yang Kohlberg kemukakanlxxx. Orientasi perfeksionisme menekankan pencapaian : a) Martabat dan otonomi. karena pertimbangan moral merupakan hasil proses penalaran yang 101 . Sedangkan keharusan moral dijalankan berdasarkan hukum moral. tujuannya agar kita tidak hidup dengan cara ikut-ikutan saja terhadap perbagai pihak yang mau menetapkan bagaimana kita harus hidup. Orientasi normatif yaitu mempertahankan hak dan kewajiban dan taat pada aturan yang telah baku. tidak perlu ada instansi yang mengawasi agar hal itu terjadi. Manusia harus menerima dan menjalankannya (keharusan moral semacam ini hanya ada pada manusia). 3. b) Kesamaan. Orientasi kejujuran yaitu menekankan pada keadilan dengan fokus pada : a) Kebebasan. tetapi merupakan himbauan pada kemauan manusia dengan menyuruh untuk melakukan sesuatu. Orientasi moral ini dipandang penting karena akan menentukan arah keputusan dan tindakan seseorang. Oleh karena itu orientasi moral akan sangat berpengaruh terhadap moralitas dan pertimbangan moral seseorang. Keharusan moral mengandaikan adanya kebebasan.

Banyak kaidah yang berkembang dan dipatuhi masyarakat. dan lain-lainnya. kebiasaan. bahkan jika dipikirkan lebih lanjut maka terasalah bahwa hukum itu tidak terbatas melainkan terdapat dimana-mana. moralitas. memberikan hak-hak terhadap orang tua dan meletakkan kewajiban atas orang tua terhadap anak-anaknya. di luar suasana etis atau non moral. akan lebih baik bila dipertegas lebih dahulu pengertian istilah tersebut. istilah moral berasal dari bahasa latin mos (jamaknya mores) yang berarti adat. Istilah moral ini bisa digunakan untuk maksud yang berbeda. perkawinan. perdagangan. tentu saja sesuai dengan konteks dan makna pembicaraan yang dimaksud. Hukum melindungi benih di kandungan ibu dan masih menjaga jenazah orang yang sudah mati. Dalam kamus yang berkembang di Indonesia amoral berarti immoral dalam pengertian di atas dan pengertian immoral sendiri kurang dikenal.dalam proses penalaran tersebut ada upaya memprioritaskan nilai-nilai tertentu berdasarkan orientasi moral serta pertimbangan konsekuensinya. immoral dan amoral dalam makalah ini. tulisan maupun berita. Hukum berlaku pada seorang individu ketika baru dilahirkan. tempat tinggal. Akan tetapi bila ditelusuri asal-usul katanya. Jadi dapat dikatakan bahwa semua hubungan itu diatur oleh hukum. Hukum Pemahaman mengenai hubungan manusia dengan hukum yaitu bahwa setiap saat manusia dikuasai oleh hukum. Moral secara istilah adalah nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti meniadakan kaidah-kaidah lain tersebut. kebangsaan. Hukum mencampuri urusan manusia sebelum ia lahir dan masih mencampurinya sesudah manusia meninggal. Sedangkan moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas/ pilar dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. baik hubungan yang langsung (asal-usul/ keturunan). kesopanan. Pergaulan hidup manusia yang terjadi karena hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. adat kebiasaan dan kaidah moral. sedangkan immoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik atau secara moral buruk atau tidak etis. kaidah susila. Karena banyaknya istilah moral. semuanya adalah hubungan hukum. bahkan antar kaidah hukum dengan kaidah lain tersebut saling 102 . Sedangkan istilah amoral berarti tidak berhubungan dengan konteks moral. baik lewat percakapan. seperti kaidah agama. Kata dan istilah moral sering juga dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

sehingga akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain. Setiap individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. bermakna dan berwujud relatif berakar dari sosial.berhubungan yang satu memperkuat lainnya. Dalam rangka konseptualisasi. yang mana cara mengukurnya adalah melalui nilai-nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. tidak ada sangkut pautnya dengan “keadilan” dan “kebenaran” dalam makna yang hakiki. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. selalu berwarna dan memang dirancang . Sedangkan perbuatan-perbuatan manusia agar tidak merugikan orang lain atau masyarakat dan dapat menciptakan ketertiban serta dapat menjaga keutuhan 103 . Nilai. Pemahaman akan nilai dan kebernilaian diri akan membawa implikasi pada permasalahan moralitas. 2. Moralitas diidentikan dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk (etika). Moral dan Hukum dalam Kehidupan Manusia. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakatlxxxii. hanya dirasakan dan dialami. budaya. Nilai yang dianggap penting oleh manusia itu harus jelas. Dalam kediriannya. secara inheren. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”lxxxiii. struktural dan bahkan agama. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. Hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. Fungsi Nilai. hukum selalu berpihak. moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. apaila kita juga betul-betul berfikir demikian seperti yang dalam undang-undang. Hukum tidak lain hanyalah merupakan sarana bagi penyelenggara hukum untuk mengerahkan cara berfikir dan bertindak dalam rangka kebijakan (policy) tujuan nasional. Selanjutnya Mochtar Kususmaatmadja mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat.dalam kamus hukum.

masyarakat, maka dibuatlah hukum yang mengatur tentang hubungan sosial masyarakat. Pada dasarnya nilai, moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. Setidaknya dapat dikemukakan tiga fungsi eksplisitnya dalam kehidupan manusia. Pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini mengingatkan manusia agar memperhatikan kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup. Kedua, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Hal ini menunjuk dimensi moral dari permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Terjadinya kekacauan atau ketidakberesan dalam masyarakat selalu berhubungan dengan longgarnya penerapan moralitas dan hukum. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Maksudnya, dapat menggiring manusia kepada faktor-faktor emosional sehingga manusia dapat saja salah atau keliru pada saat memilih sesuatulxxxiv. Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat, tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Untuk melindungi lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat, disebut hukum positif. Istilah hukum positif dimaksudkan untuk menandai “ diferensi ” (perbedaan) dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti oleh anggota masyarakat. Sebagai atribut positif ini ialah : 1. Bukanlah kaidah sosial yang mengambang atau tidak jelas bentuk dan tujuannya sehingga dibutuhkan lembaga khusus yang bertujuan merumuskan dengan jelas tujuan yang hendak dicapai oleh hukum. 2. Dibutuhkan staf (orang/ personalia) yang menjaga berlakunya hukum, seperti polisi dan pengadilanlxxxv. Sifat dan peraturan hukum tersebut adalah memaksa dan menghendaki tujuan yang lebih dalam. Pengertian memaksa bukanlah senantiasa dipaksakan, apalagi dengan tindakan

104

sewenang-sewenang. Sebab hukum itu merupakan konkritisasi dari sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat, yang perlu mempertimbangkan tiga hal penting yaitu sebagai sistem norma, sebagai sistem kontrol sosial dan sebagai social enginering (pemegang kekuasaan memelopori proses lxxxvi pengkaidahannya) . Bahkan tatkala terjadi dilema di dalam hukum itu sendiri, yang dapat disebabkan karena adanya konflik, baik dari lembaga-lembaga hukum, sarana prasarana hukum bahkan rendahnya budaya hukum dalam masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikannnya pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. 3. Proses terbentuknya Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Dengan semakin banyaknya permasalahan-permasalahan sosial dewasa ini, yang banyak diwarnai dengan masalah pertumbuhan penduduk yang demikian cepat, revolusi industri, perkembangan tekhnologi serta modernisasi, secara tidak langsung telah menimbulkan suatu tatanan baru atau gambaran sosial yang baru di dalam masyarakat saat ini. Perkembangan yang demikian ini membawa serta peranan dan pengaturan melalui berbagai bidang, umumnya di bidang moralitas dan di bidang hukum secara khusus. Permasalahan-permasalahan sosial selalu ada dalam suatu masyarakat ataupun negara. Bahkan sejak jaman dahulu sampai jaman sekarang permasalahan-permasalahan sosial itu akan tetap selalu ada di dalam masyarakat dan negara. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial tersebut dibutuhkanlah yang dinamakan dengan moralitas dan hukum, baik moralitas dan hukum dalam artian masing-masing maupun moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan. Dalam artian moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan maka di kenal suatu istilah yang dinamakan Hukum Moral. Hukum moral ini berbeda dengan hukum-hukum yang lainnya. Umumnya, hukum moral dimengerti sebagai “tatanan pengarah” kegiatan manusia untuk mencapai tujuan yaitu ketertiban dan keadilanlxxxvii. Hukum moral sendiri meliputi rangkaian aturan permanen, seperti kewajiban menghormati kontrak antar pribadi (kontrak sosial), peraturan hidup, larangan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang-orang lain. Terdapat 5 (lima) fungsi perumusan hukum morallxxxviii antara lain : Pertama, mewariskan himpunan kebijakan dari jaman dulu kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Sebagai individu dan makhluk sosial, manusia selalu

105

mempertimbangkan dampak tindakan yang diperbuatnya. Kedua, Mengusahakan keamanan secara psikologis dan sosial. Secara sosial, hukum ini membantu tatanan hidup masyarakat untuk menghadapi kekuatan-kekuatan “khaotik” dan “anarkis”. Ketiga, membantu manusia dalam pengambilan keputusan dan mencegah terjadinya “paralisis moral”. Keempat, membantu manusia untuk mengenal kekurangan-kekurangan dan kegagalan-kegagalan sehingga manusia dapat memperbaiki diri. Kelima, Membagikan pengalaman supaya bisa tercipta tingkah laku personal dan sosial. Hukum moral ada untuk melayani cinta kasih dan berada di bawah cinta kasih dan membantu untuk menuntun manusia menuju kebaikan secara otentik. Supaya hubungan manusia dalam masyarakat dan negara terlaksana sebagaimana yang diharapkan, maka diciptakanlah norma-norma yang bersumber pada nilai-nilai dan moral masyarakat melalui tahapan sebagai berikut, (1). Cara (usage) yaitu menunjuk pada suatu kegiatan. (2). Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. (3). Tata kelakuan (mores) yaitu kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur. (4). Adat istiadat (custom) yaitu tata kelakuan yang kekal seta kuat integrasinya dengan pola-pola masyarakat, disertai dengan sanksi tertentulxxxix Dalam rangka pembentukannya sebagai lembaga kemasyarakatan, norma-norma itu mengalami beberapa proses. Pertama, Institusionalisasi yaitu proses dimana norma itu dikenal, diakui, dihargai, dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari, dan secara resmi dilembagakan berbentuk suatu hukum tertulis dalam konteks kenegaraan. Kedua, Internalisasi yaitu suatu proses dimana norma tersebut telah mendarah-daging dalam masyarakat. 4. Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Perwujudan nilai, moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Dengan kata lain, kesadaran hukum manusia menyangkut masalah apakah ketentuan hukum tertentu benar-benar berfungsi atau tidak dalam masyarakat. Untuk menggambarkan keterkaitan antara kesadaran hukum dengan ketaatan hukum terdapat suatu hipotesis yang dikemukakan oleh Berl Kutchinskyxc, yaitu “a ‘strong legal consciousness’ is sometimes considered the cause of adherence to law (sometimes it is just another word for that) while a ‘weak legal consciousness’ is considered the cause of

106

kepatuhan hukum akan ada apabila ada pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan kaidah-kaidah hukum tersebut. Terjadi bila kepatuhan terhadap kaidah-kaidah hukum ada bukan karena nilai instrinsiknya. akan tetapi agar keanggotaan kelompok serta hubungan baik dengan mereka yang diberi wewenang untuk menerapkan kaidah-kaidah hukum tersebut tetap terjaga. Identification. Daya tarik untuk patuh adalah keuntungan yang diperoleh dari hubungan-hubungan tersebut. Kepatuhan ini sama sekali tidak didasarkan pada suatu keyakinan pada tujuan kaidah hukum yang bersangkutan.crime and evil“. Diartikan sebagai suatu kepatuhan yang didasarkan pada harapan akan suatu imbalan dan usaha untuk menghindarkan diri dari hukuman atau sanksi yang mungkin dikenakan apabila seseorang melanggar ketentuan hukum. dan lebih didasarkan pada pengendalian dari pemegang kekuasaan. Bila demikian. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa hukum ada di dalam masyarakat. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilanxci. antara lain adalahxcii : 1. yang dilakukan secara ilmiah. sedangkan lemahnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) dipertimbangkan menjadi penyebab terjadinya kejahatan dan malapetaka. Tentang faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum. Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. baik hukum formal/ positif ataupun hukum berdasarkan normas-norma masyarakat (sanksi sosial). Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. sehingga kepatuhan pun tergantung pada baik- 107 . Kuatnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) kadang-kadang dipertimbangkan menjadi penyebab kesetiaan atau ketaatan hukum (meskipun kadang-kadang hanya sebatas pada kata-kata saja). Compliance. 2. kesadaran hukum menekankan tentang nilai-nilai masyarakat tentang fungsi apa yang hendaknya dijalankan oleh hukum dalam masyarakat. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. Sebagai akibatnya.

4. Dengan demikian masyarakat menaati hukum bukan karena paksaan. Pengetahuan Hukum adalah pengetahuan seseorang mengenai beberapa perilaku tertentu yang sudah diatur oleh hukum. 2. 3. Terdapat 4 (empat) indikator kesadaaran hukum. 4. Isi kaidah-kaidah tersebut adalah sesuai dengan nilai-nilainya dari pribadi yang bersangkutan atau oleh karena dia mengubah nilai-nilai yang semula dianutnya. Maksudnya ialah kepentingan-kepentingan para warga masyarakat terjamin oleh wadah hukum yang ada. Pengetahuan Hukum. Internalization. Penderitaan yang ada sebagai akibat pertentangan nilai-nilai diatasinya dengan menerima nilai-nilai penegak hukum. melainkan karena hukum itu sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini telah terjadi internalisasi hukum dalam masyarakat yang diartikan bahwa kaidah-kaidah hukum tersebut telah meresap dalam diri masyarakat. Kesadaran hukum berkaiatan dengan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. Pemahaman Hukum. Pola Perilaku Hukum. oleh karena orang yang bersangkutan berusaha untuk mengatasi perasaanperasaan kekhawatirannya terhadap kekecewaan tertentu.buruknya interaksi tadi. yang masing-masing merupakan suatu tahapan bagi tahapan berikutnyaxciii. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan perilaku yang dilarang ataupun 108 . Hasil dari proses tersebut adalah suatu konformitas yang didasarkan pada motivasi secara intrinsik. Sikap Hukum. yaitu : 1. Walaupun seseorang tidak menyukai penegak hukum akan tetapi proses identifikasi terhadapnya berjalan terus dan mulai berkembang perasaan-perasaan positif terhadapnya. Society Interest. dengan jalan menguasai obyek frustasi tersebut dengan mengadakan identifikasi. Hal ini disebabkan. terlepas dari pengaruh atau nilai-nilainya terhadap kelompok atau pemegang kekuasaan maupun pengawasannya. 3. Sudah tentu bahwa hukum yang dimaksud di sini adalah hukum tertulis (hukum formal) dan hukum tidak tertulis (normanorma atau aturan-aturan dalam masyarakat). Titik sentral dari kekuatan proses ini adalah kepercayaan orang tadi terhadap tujuan dari kaidah-kaidah yang bersangkutan. Pada tahap ini seseorang mematuhi kaidah-kaidah hukum dikarenakan secara intrinsik kepatuhan tadi mempunyai imbalan.

Pemahaman Hukum dalam arti di sini adalah sejumlah informasi yang dimiliki seseorang mengenai isi peraturan dari suatu hukum tertentu. dalam kaitannya dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. tentang keserasian antara ketertiban dengan ketentraman yang dikehendaki atau yang sepantasnya. Nyatalah bahwa kesadaran hukum sebetulnya merupakan masalah nilai-nilai. Dengan demikian sampai seberapa jauh kesadaran hukum dalam masyarakat dapat dilihat dari pola perilaku hukum suatu masyarakat. jadi kesadaran hukum adalah konsepsi abstrak di dalam diri manusia. Dengan kata lain pemahaman hukum adalah suatu pengertian terhadap isi dan tujuan dari suatu peraturan dalam suatu hukum tertentu. Dalam hal pemahaman hukum tidak diisyaratkan seseorang harus terlebih dahulu mengetahui adanya suatu aturan tertulis yang mengatur semua hal. serta manfaatnya bagi pihak-pihak yang kehidupannya diatur oleh peraturan tersebut. Sebagaimana dapat dilihat di dalam masyarakat bahwa pada umumnya seseorang mengetahui bahwa membunuh. Sebagaimana terlihat disini bahwa kesadaran hukum berkaitan dengan nilai-nilai yang terdapat di masyarakat. merampok dan lainlainnya itu dilarang oleh hukum. Suatu sikap hukum akan melibatkan pilihan warga terhadap hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam dirinya sehingga akhirnya warga masyarakat menerima hukum berdasarkan penghargaan terhadapnya. Akan tetapi yang dilihat di sini adalah bagaimana persepsi mereka dalam menghadapi berbagai hal. Konsekuensinya adalah bahwa perubahan pada sistem nilai-nilai harus diikuti dengan perubahan hukum atau dilain pihak hukum harus dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengadakan perubahan pada sistem nilai-nilai tersebut. karena di sini dapat dilihat apakah suatu peraturan berlaku atau tidak dalam masyarakat. mencuri. Pola Perilaku Hukum merupakan hal yang utama dalam kesadaran hukum. Sikap Hukum adalah suatu kecenderungan untuk menerima hukum karena adanya penghargaan terhadap hukum sebagai sesuatu yang bermanfaat atau menguntungkan jika hukum itu ditaati. Persepsi ini biasanya diwujudkan melalui sikap mereka terhadap tingkah laku seharihari. tertulis maupun tidak tertulis. Bila dianggap bahwa hukum merupakan konkritisasi dari sistem nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. maka dengan demikian suatu keadaan yang dicitacitakan adalah adanya keselarasan dan keseimbangan antara hukum dengan sistem nilai-nilai tersebut.perilaku yang diperbolehkan oleh hukum. 109 .

Ketertiban. akan tetapi sebaliknya jika siapa yang melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan menerima hukuman. Untuk macam-macam hukuman dapat terdiri dari hukuman tahanan (sifatnya hukuman fisik) yang bertujuan untuk merampas kebebasan pelaku kejahatan (ini biasanya terjadi pada tindak hukum pidana).Dalam dimensi lain. Disini berlaku konsep “ reward and phunisment “. melainkan sesuatu yang baik bagi masyarakat juga untuk pelaku kejahatan. hukuman harus mendidik penjahat menjadi orang yang baik dalam pergaulan hidupxciv. Dapat juga berupa kompensasi yang biasanya dalam bentuk ganti rugi. sebagai perwujudan nilai. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. orang dijatuhi hukuman karena orang berbuat kejahatan. yaitu mahluk yang selalu berintraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. Jika dipandang demikian. Disepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial. baik itu berupa pengucilan atau tidak diterima oleh masyarakat dan maupun hukuman fisik yaitu pemenjaran. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tampa atau diluar masyarakat. dimana pihak yang merasa dirugikan dapat meminta ganti rugi kepada pihak yang merugikan (terjadi pada tindak hukum perdata). manusia. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara adalah jika masyarakat tidak memiliki kesadaran hukum atau melanggar hukum. yaitu siapa yang menghargai dan tidak melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan mendapat penghargaan dalam bentuk penerimaan diri oleh masyarakatnya. sehingga pameo “ Ubi Societas Ibi Ius “ (dimana ada masyarakat disana ada hukum adalah tepat. maka dapat dikatakan bahwa seseorang itu telah melanggar nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Menurut L. Keadilan.J. maka hukuman itu bukan sesuatu yang buruk. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. dan karena itu hukuman dapat dibenarkan. baik moral maupun fisik. 5. tujuan hukuman adalah untuk memperbaiki penjahat. dan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Wujud Masyarakat yang Bermoral dan Mentaati Hukum. Dalam konteks hubungan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehinga setiap individu dapat berhubungan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. Hukuman adalah akibat mutlak dari suatu tindakan atau balasan dari kejahatan yang dilakukan oleh seseorang. van Apeldoorn. dengan kata lain. Maka. 110 .

acapkali hukum melahirkan ironi. bahwa orang harus dihukum karena melakukan kejahatan.. Ironi merupakan kecenderungan yang dicirikan dengan berbagai cakupan sifat : kontradiktif. mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. menggambarkan secara jelas hubungan antara masyarakat bermoral yang harus mentaati hukum. “xcvi. akhirnya menerima cambukan secukupnya. seorang filsuf moral. Seperti pepatah kuno yang mengatakan “mata dibalas mata. Kant mengatakan “ Jika seseorang. bukan karena alasan lain. . Banyak orang dalam masyarakat dewasa ini yang setuju terhadap pendapat Imanuel Kant tersebut. inkonsistensi. menghukum orang bisa menambah jumlah kemalangan di dunia. Meskipun disadari bahwa. dll. Hal ini bisa membenarkan permasalahan tentang hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan. abnormalitas. hal ini menyakitkan. dimana hukum saat ini tidak lagi mengikuti asas kesetimpalan. Dia mengatakan hal tersebut karena Kant melihat adanya realita-realita baru di dunia. Mochtar Kusumaatmadja. tetapi tiap orang menyetujui dan menganggapnya sebagai sesuatu yang baik dalam dirinya. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. Maksud dari pay back ini adalah bagi mereka yang terbukti melakukan kejahatan layak dikenai “pembayaran kembali” atas tindakannya yang mengabaikan kepantasan moralxcvii. anomali. Bahkan. ada juga yang menyatakan kegunaan. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat.. Hukum tidak dianggap ironi jika diberlakukan apa yang oleh para filsuf moral disebut “ Pay Back “ (Pembayaran Kembali). ada yang menyatakan kepastian hukum. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order).Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. darah dibalas darah“. Imanuel Kant. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”xcv. 111 . ketertiban sebagai tujuan utama hukum. yang suka mengganggu dan mengesalkan masyarakat yang cinta damai. janggal. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. tetapi hal itu seharusnya dianggap sebagai suatu hal yang wajar karena seorang terhukum (yang terbukti melakukan kejahatan) layak menanggung penderitaan tambahan. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi mempertegas lembagalembaga hukum mana yang melaksanakannya. berlebihan dan ada di luar garis.

Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas?. Meskipun hubungan hukum. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. namun hukum dan moral tetap berbeda. atau lebih tepatnya hilangnya kesadaran moral akibat dari “rasa ketidak adilan“ hukum. sesuai dengan kadar beratnya kejatahan. yang berarti terdapat ketidak cocokan antara hukum dengan moral. maka dapat dikatakan bahwa kita memiliki hati. Oleh karena itu kualitas harus selalu diukur dengan norma moral. begitu juga sebaliknya. maka dampaknya adalah hukum menjadi tidak berwibawa. hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. karena hal itu mustahil. Pertama. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. Di sisi lain. ada pepatah Roma mengatakan “ Quid leges sine moribus? ”. Dalam kehidupan sosial atau bermasyarakat. artinya 112 . sebab dalam kenyataan “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dari moralitas. Disini norma hukum menjadi suatu hal yang penting dan jika norma hukum tidak dijalankan dengan tidak semestinya. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. Dan jika kita mengikutinya. hukum akan kosong tanpa moralitas. dan moral begitu erat.Dalam kapasitas ini. moral juga membutuhkan hukum. akan membuat kita merasa bernilai di dalam masyarakat dan merasa aman. kita wajib melakukan yang baik dan benar serta berani menolak yang tidak baik dan yang tidak benar (menurut ukuran masyarakat). sanksi hukum tetap menganut proportionately (setimpal). Jika kita mampu melaksanakannya. perundang-undangan yang immoral harus diganti. Bertensxcix yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. Bagi orang yang bersuara hati. Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevanxcviii. Jika hal ini tidak diberlakukan (hukuman tidak setimpal dengan perbuatan kerjahatan) maka masyarakat akan mengalami degradasi moral. ia akan malu jika melakukan perbuatan tidak bermoral atau yang bertentangan dengan hatinya. jika orang memiliki kesadaran moral dapat dikatakan mereka adalah orangorang yang masih memiliki hati dan mau mendengarkan suara hatinya serta mempertimbangkan segala sesuatunya dengan hati. Orang yang hilang kesadaran moralnya adalah mereka yang tidak mempunyai suara hati.

sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. karena dianggap telah menunjukkan “rasa penyesalannya”. jika nilai kejahatannya melebihi 300 juta Yen. Dan jika sudah mengaku 113 .dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. Achmad Ali memberikan gambaran menarik tentang fenomena hubungan antara hukum dan moralitas dengan membedakan penegakan hukum pada masyarakat barat dengan penegakan hukum di Jepangc. Kedua. biasanya tersangka itu tidak ditahan. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan denghan norma moral. (2). biasanya tersangka tetap ditahan. secara moral siapapun tersangka yang tidak mengaku. Dr. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. Tetapi meski secara yuridis alasan penahanan yang diatur oleh undang-undang Jepang dan Indonesia sama. Ketiga. Satu-satunya sanksi dibidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. pelanggar akan terkena hukumannya. Keempat. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat merubah hukum. dianggap “mempersulit pemeriksaan” sehingga harus ditahan. Tetapi norma etis tidak dapat dipaksakan. Prof. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. Yang menarik adalah fenomena hukum di Jepang. Tersangka dianggap dapat merusak atau menghilangkan alat bukti. dimana kalau tersangka mengakui kejahatan yang didakwakan terhadap dirinya. yaitu (1). sebab paksaan hanya akan menyentuh bagian luar. Tersangka mempersulit pemeriksaan. Umumnya seorang tersangka juga ditahan jika tidak mengaku atau jumlah nilai kejahatannya 300 juta Yen atau lebih. tetapi meskipun sudah mengaku. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. tetapi pelaksanaannya berbeda karena di Jepang. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. Alasan hukum untuk menahan seorang tersangka di Jepang hampir sama di Indonesia. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan. Moralitas berdasarkan pada normanorma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. (3). Tersangka dikhawatirkan melarikan diri.

dan mengembalikan hasil kejahatannya. dan hanya memegang pedang dengan tangan kanan dan timbangan dengan tangan kiri. Dalam konteks hubungan dengan sesamanya seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat behubungan secara harmonis dengan individu lain di sekitarnya. tentu akan lebih serakah lagi. Ringkasan Telah menjadi sebuah kesepakatan bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial yaitu mekhluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan orang lainnya atau sesamanya. mata “dewi keadilan” tidak tertutup dengan kain hitam. Masih di bawah umur atau anak-anak. dengan banyak didasari pertimbangan non-hukum serta moral. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita yaitu hukum. yang secara jelas mengesampingkan faktor moralitas. 4. Di Jepang. Lingkungan kehidupannya menunjukkan kemungkinan si tersangka dapat merubah cara hidupnya menjadi baik. melainkan terbuka. umumnya tersangka di Jepang tidak lagi ditahan. Dengan alasan menunjukkan sikap yang baik. Menurut masyarakat Jepang (terutama aparat penegak hukumnya). bahkan di Barat ataupun di Indonesia sendiri. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. Lalu bagaimana di Indonesia sehubungan dengan “Patung Dewi Keadilan” itu. bayangkan seandainya “Dewi Keadilan” Indonesia sama dengan di Jepang yang matanya terbuka. yang mana mata “dewi keadilan” tertutup dengan kain hitam. Bahkan Hukum Positif Jepang memungkinkan seorang tersangka dalam kasus pidana tidak diteruskan perkaranya ke pengadilan. Mengembalikan hasil kejahatannya atau meletakkan jabatan (tetapi khusus jika kasusnya bukan kasus yang nilai kejahatannya sangat besar). Seorang tersangka tidak sampai dituntut di muka pengadilan : 1. mengingat bahwa kita tidak 114 . Simbol “Dewi Keadilan” di Jepang tidak sama dengan simbol “Dewi Keadilan“ dimanapun juga. Lebih lanjut yang menarik menurut Achmad Ali adalah mengenai simbol atau lambang hukum yaitu “Dewi Keadilan” di Jepang. hukum dan penegak hukum di Jepang “membuka mata” terhadap faktor-faktor moral dalam setiap kasus hukumnya. untung saja “Dewi Keadilan” Indonesia tertutup matanya. 3. tidak seperti hukum di barat (bahkan hukum di Indonesia) yang “menutup mata” dari faktor-faktor non-hukum termasuk moral. 2. karena meskipun sudah tertutup matanya tetap masih bisa membedakan mana “rupiah dan dollar”.

Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat. mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. Hukum sebagai kaidah sosial. Selain itu fungsi dari nilai. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat.mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau di luar masyarakat. Nilai. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama. ada juga yang menyatakan kegunaan. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. dengan kata lain. kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. Pertama. Ketertiban sebagai tujuan utama hukum. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. Ketiga. menarik perhatian pada permasalahanpermasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lain-lain. Maka manusia. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut. sehingga pameo “Ubi Societas Ibi Ius” (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). Untuk melindungi 115 . Terdapat tiga fungsi eksplisit dalam kehidupan manusia. tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin. Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. Kedua. ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia.

Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilan.lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. disebut hukum positif. Perwujudan nilai. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. yang dilakukan secara ilmiah. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 116 .

Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar. bahwa pengetahuan itu benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengetahuan itu. 17. teknologi dan seni Sains Sains berasal dari bahasa latin Scire. Jelaskan hubungan antara nilai. netral dan bebas nilai. tetapi sains bebas dari pertimbangan-pertimbangan nilai. Pengertian sains. Hukum pada dasarnya dibuat untuk di patuhi oleh masyarakat. Hukum Moral c.cii 117 . perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. umum. sekalipun diakui berpijak dari system nilai. 20. 18. moralitas dan hukum 16. obyektif. ?. Dalam pemikiran barat.ci Ilmu selalu tersusun dari pengetahuan yang teratur. metodis. Pay Back kembali) b. Sebutkan dan jelaskan faktor apa saja yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum ?. yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (obyek) tertentu dengan sistematis.Sos 1.5 orang tentang permasalahan penerapan hukum (produk dan perangkat hukum) di Indonesia ?. Teori ketiga menyatakan. Jelaskan perbedaan antara nilai-nilai yang dianut oleh barat dengan nilai-nilai yang dianut oleh timur ?. SAINS. S. rasional. Diskusikan dengan teman anda 3 . Jelaskan dengan ringkas tiga fungsi eksplisit dari hukum ?. dimana pengetahuan dianggap benar apabila dalil (preposisi) itu mempunyai hubungan dengan preposisi yang terdahulu. logis. Kedua. sains memiliki karakteristik yaitu. Teori pertama bertitik tolak adanya hubungan dalil. pengetahuan itu benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan. empiris. dan akumulatif. Hukum Positif (pembayaran BAB VII MANUSIA. TEKNOLOGI DAN SENI Oleh : Linda Dwi Eriyanti. Lebih jauh sains dapat dirumuskan sebagai himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui suatu proses pengkajian dan dapat diterima oleh ratio. Kesadaran Hukum d. artinya mengetahui dan belajar. Sains adalah pengetahuan yang sistematis. 19.15. Apa yang dimaksud dengan : a. Kata sains diindonesiakan menjadi ilmu pengetahuan.

Generasi awal Berkembangnya sains modern di Eropa yang dipicu oleh semangat Enlightenment telah menjadi perhatian banyak pemikir sosial abad ke-19.ciii Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. cara pandang. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dantindakan. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineeringnya. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan mencapai ilmu 4. dan sebagai apa yang disebut generic meliputi segala usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. sedangkan penelitian terapan adalah untuk menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. sains telah menjadi salah satu kajian dalam karya Karl Marx. induktif. meliputi obyek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh. Penelitian dasar bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah. 118 . kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berfikir analitis. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala. Ilmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pengetahuan alam. dan deduktif. yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi. seperti nilai. sintesis. Dimulai dengan pengamatan. ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan obyek yang merupakan bahan dalam penelitian. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada. sains adalah produk sosial. Menantang karena pengetahuan ilmiah selama ini dipahami sebagai hasil murni kemampuan logika manusia yang lepas dari faktor sosial. Menarik karena sains adalah karya manusia. namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali. di mana manusia itu sendiri adalah spesies yang tidak pernah lepas dari dunia sosial. Selektif. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang obyektif 2. Memahami sains melalui dimensi sosial secara epistemologis menarik sekaligus menantang. makna. teori.civ Bagi para sarjana studi sains (science studies). 3. ideologi. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran. yaitu sudt pandang yang mengarahkan kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. serta obyek formal. cipta rencana sistem metode atau proses yang berguna. Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap ilmiah yang meliputi empat hal : 1. dan kepercayaan. kebenaran pengatahuan. Merasa pasti bahwa setiap pendapat. Dalam catatan Sal Restivo. Dia diproduksi melalui mekanisme interaksi dan negosiasi yang terbentuk dari suatu sistem sosial yang sarat dengan bentukan-bentukan imajinatif. Pengembangan diartikan sebagai penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan produksi bahan-bahan.

Ketiga ketiadaan kepentingan. Bagi Marx.Bagi Marx. keberadaan para saintis juga merupakan suatu fenomena sosial. yakni kepercayaan bahwa klaim kebenaran lepas dari kriteria personal seperti ras. Dari sini kita bisa melihat bahwa dalam sosiologi sains Mertonian. tidak hanya material dan bahasa yang digunakan para saintis dalam mengamati fenomena alam adalah produk sosial. dan sains modern. sains adalah produk kaum borjuis. Yang dimaksud dengan faktor imanen adalah perkembangan logika dalam sains (inner logic). Cikal bakal studi sains dibentuk oleh Emile Durkheim dan Max Weber. tetapi di sisi lain dia mendukung penggunaan sains bagi tujuan-tujuan politik kaum proletar. Pada titik ini. Tesis Merton mengatakan bahwa sains modern hanya dapat tumbuh dan berkembang dalam kondisi sosiokultural tertentu. Belakangan norma sains Mertonian mendapat kritik tajam karena keempat norma tersebut tidak lebih dari representasi ideologi sains itu sendiri. Protestanisme. pengetahuan ilmiah masih lepas dari analisis sosial. Gagasan besar dalam sosiologi sains Mertonian dapat dirangkum dalam norma sains (norms of science) yang terdiri atas empat nilai fundamental yang membentuk etos sains. konsep-konsep ilmiah yang dihasilkan dalam sains memiliki status representasi dan elaborasi kolektif. Mertonian vs Kuhnian Munculnya sosiologi sains sebagai suatu disiplin pada awal abad ke-20 banyak dipengaruhi oleh pemikiran Max Weber. dalam analisis Restivo. yakni setiap penemuan dalam sains menjadi milik bersama dalam komunitas sains tersebut. Merton menyelesaikan studinya di Harvard pada tahun 1934 dengan disertasi yang menjadi buku berjudul The Sociology of Science. Pertama universalisme. Seperti Marx. Robert Merton adalah sosok sentral dalam bidang ini dan dapat disebut sebagai bapak sosiologi sains. Beberapa kontribusi terpenting Marx dalam studi sains antara lain pemahaman relasi antara praktik matematika dan sistem produksi. Pada satu sisi dia mengkritik sains sebagai alat eksploitasi kaum pemilik modal. Marx bersikap inkonsisten. keduanya memahami sains dari sudut pandang sosiologis. Pemikiran Weber dan Durkheim memberi jalan bagi terbentuknya sosiologi sains sebagai suatu disiplin dalam tradisi akademik di Eropa Barat dan Amerika Utara. Bagi Durkheim. atau agama. apa yang dilakukan Marx dalam memahami sains berlanjut pada agenda politik untuk melakukan perubahan fundamental dalam sains modern. Sosiologi sains Mertonian berlandaskan pada satu asumsi bahwa sifat dan perkembangan sains ditentukan oleh faktor sosial dan faktor imanen. Karena itu. Weber sendiri memberi perhatian serius pada keterkaitan antara kapitalisme. Buku ini menjelaskan relasi antara sains dan institusi sosial di mana sains itu berada. Keempat skeptisisme yang terorganisasi. Kedua komunisme (bukan dalam makna ideologi). Hingga dekade 1970-an. 119 . yakni bahwa perkembangan pengetahuan muncul dari sikap skeptis kolektif para saintis terhadap setiap pemahaman atas fenomena alam. kebangsaan. yakni pengetahuan bersifat bebas nilai dan kepentingan. paradigma Mertonian mendominasi perkembangan sosiologi sains.

Kuhn masih menerima penjelasan Merton tentang norma sains. karya Kuhn memberi kontribusi penting dalam sosiologi sains. sesuatu yang tidak dilakukan oleh Merton dan para muridnya. Walaupun tidak memiliki latar belakang sosiologi. Walaupun telah memicu perubahan dalam pemahaman sains. menerbitkan The Structure of Scientific Revolution. Thomas Kuhn. barulah pemikiran Fleck mendapat perhatian serius dari para sarjana studi sains. Keduanya terbentuk dari persepsi yang ada di masyarakat bahwa institusi di mana mereka berada sudah tidak bekerja dengan baik. sosiologi sains baru sering diidentikkan dengan sosiologi pengetahuan ilmiah (sociology of scientific knowledge). Orientasi anti-Mertonian bagaimanapun tidak menjadikan Kuhn sepenuhnya bertolak belakang dengan Merton. pemikiran Emile Durkheim tentang representasi kolektif memberi inspirasi bagi gerakan sosiologi sains pascaMertonian atau yang disebut sebagai the new sociology of science. Konsep konstruktivisme sosial yang menjelaskan produksi pengetahuan ilmiah pertama kali digunakan Ludwik Fleck dalam bukunya. Studi empiris yang dilakukan Sal Restivo dan Randal Collins tentang paradigma sains Kuhnian menyimpulkan bahwa pola perubahan dalam sains secara substansial berbeda dengan apa yang dilontarkan oleh Kuhn. Karena itu. Lewat buku ini Kuhn melontarkan istilah paradigma yang mengacu pada cara pandang kelompok ilmiah tertentu terhadap suatu fenomena. tetapi masuk ke dalam wilayah yang lebih dalam. khususnya paradigma Mertonian. Persepsi ini lalu menstimulus lahirnya krisis yang menuju pada revolusi dengan tujuan perubahan institusional. Kuhn sendiri tidak lepas dari kritikan. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1979. Kuhn memakai istilah revolusi untuk menggambarkan proses invensi dalam sains dan memberi penekanan serius pada aspek wacana ilmiah. asumsi kultural dan keilmuan. revolusi ilmiah dan revolusi politik memiliki karakter yang sama. paradigma Kuhnian sering diasosiasikan sebagai anti-Mertonian. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 1935 dalam bahasa Jerman. Fleck memperkenalkan konsep gaya berpikir (thought style) yang menyerupai konsep representasi kolektif Durkheimian. Karya Kuhn menarik banyak orang karena dia menggunakan model politik dalam menjelaskan perkembangan sains. Karena itu. Bagi Kuhn. Sosiologi sains baru tidak hanya mengkaji aspek institusional dalam sains. Genre konstruktivisme Jika Max Weber membuka jalan bagi terbentuknya disiplin sosiologi sains. Gaya berpikir mengacu pada perilaku berpikir. Kuhn memberi penjelasan alternatif terhadap apa yang dilakukan Merton selama beberapa dekade sebelumnya. Model Kuhnian juga dikritik karena mengacu pada revolusi sistem politik modern yang semata-mata terjadi melalui sirkulasi kaum elite. Ciri kuat dari sosiologi sains baru adalah penggunaan kerangka konstruktivisme. Di sini pengetahuan ilmiah dijadikan obyek analisis sosial. pendidikan dan pelatihan 120 . The Genesis and Development of a Scientific Fact. seorang fisikawan yang kemudian berkarier sebagai sejarawan sains.Pada tahun 1962.

perilaku. Kerangka konstruktivisme dalam studi sains telah memicu konflik intelektual antara para saintis dan para sarjana studi sains. dan penilaian. yang mana kesemuanya membentuk persepsi dan cara menghasilkan teori (theorizing). pemilihan teori sebagai raison d’etre suatu eksperimen tergantung dari penilaian (judgment) para saintis. bukan sebaliknya. serta minat dan kesempatan. Dia sangat tergantung pada teori yang menjadi landasannya. dalam suatu laboratorium. legitimasi. Penjelasan konstruktivisme sosial dianggap ancaman terhadap integritas. dan keterampilan yang terkait satu sama lain secara kompleks. Hasil studi ini menghasilkan Laboratory Life: The Social Construction of Scientific Facts. Dalam ANT. Diterimanya suatu konsep ilmiah sebagai paradigma tunggal dalam memahami suatu fenomena tidak lain karena adanya faktor dan konteks sosial tertentu yang bekerja dalam proses penerimaan itu. yang sering diasosiasikan sebagai relativisme. Karena itu. Bersama Steve Woolgar. Tetapi. seperti yang dijelaskan oleh Restivo. yakni eksperimen. Menurut Latour dan Woolgar. Tokoh lain dalam gerakan sosiologi sains baru adalah Bruno Latour. Latour adalah salah satu penggagas actor-network theory (ANT) yang menjelaskan lahirnya suatu pengetahuan melalui relasi antara masyarakat (konstruktivisme sosial) dan alam (realisme). sains tidaklah berkembang secara linier seperti yang dipahami secara luas. realitas quark adalah hasil dari praktik fisika partikel. eksperimen. Tokoh sentral Strong Programme adalah David Bloor. Andrew Pickering patut disebut dalam khazanah sosiologi sains baru. Di lain pihak. Permasalahannya. Konsep quark lahir dari proses penilaian dan pemilihan teori dan tidak muncul begitu saja dari serangkaian eksperimen. Konstruktivisme. sosiolog sains memberikan perhatian tidak semata-mata pada manusia (actant). teori. pengetahuan yang sistematis. Eksperimen itu sendiri dapat dipahami secara sempurna karena bekerja dalam suatu sistem yang tertutup (closed system). dan otonomi sains.profesional. Strong Programme adalah salah satu kubu studi sains yang kental dengan pendekatan konstruktivisme. Pada titik inilah praktik sains dibangun melalui tiga elemen yang saling mempengaruhi satu sama lain. Pickering yang memiliki latar belakang fisika teori menjelaskan secara sosiologis lahirnya konsep quark. Bagi Bloor. tapi juga pada benda dan obyek (non-actant) secara simetris. Bagi kalangan fisikawan. para konstruktivis dalam studi 121 . eksperimen bukanlah suatu sistem yang tertutup. menurut Pickering. menurut Pickering. Sains berkembang membentuk cabang-cabang yang kompleks sesuai dengan heterogenitas dalam sistem sosial. pengetahuan dalam sains dapat berbeda mengikuti bentukan sosial. Karena itu. Dalam buku ini Latour dan Woolgar mengungkap budaya dalam laboratorium yang membentuk korespondensi antara kelompok peneliti sebagai suatu jaringan dengan seperangkat kepercayaan. Dalam Constructing Quarks. Latour melakukan studi etnografi di laboratorium endocrinology Salk Institute. quark lahir dari bukti empirik yang didapatkan melalui eksperimen. kegiatan observasi bersifat lokal dan memiliki budaya spesifik. dianggap menafikan apa yang telah dicapai sains dalam memahami fenomena alam.

para sosiolog dapat memahami sains. Aktivitas interpretasi adalah praktik budaya yang melibatkan faktor kognitif dan faktor sosial yang saling berimplikasi satu sama lain. Ketiga. kata social dalam subjudul dihilangkan. Artinya. Pertama. Kedua. regularitas alam yang berbeda yang dialami oleh sistem kebudayaan yang berbeda lokasi akan menghasilkan sistem pengetahuan yang berbeda pula. Sebagai contoh adalah Strong Programme yang secara epistemologis menggabungkan metode sains dan sosiologi dalam memahami sains sebagai konstruksi sosial. Studi Pamela Asquith dapat dijadikan satu contoh menarik. bentuk pertanyaan. bukan sebaliknya. Pemahaman budaya dalam sains dijelaskan oleh Timothy Lenoir. Belakangan Latour sendiri menolak untuk disebut sebagai konstruktivis. bentuk kepentingan sosial berbeda dalam setiap sistem budaya. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Bloor sendiri bahwa hanya dengan metode sains.sains bukanlah antirealisme. parsial. sistem pengetahuan terbentuk dari upaya manusia untuk bertahan hidup melalui pemahaman regularitas yang terjadi di alam. studi sains menjadi lebih semarak dengan bergabungnya para antropolog dalam tradisi intelektual ini. karena alam tidak bersifat seragam (uniformly organized). Lenoir berargumen bahwa pengetahuan adalah hasil interpretasi di mana obyek pengetahuan dan pengamat (interpreter) tidak berdiri secara terpisah satu sama lainnya. sistem budaya membentuk wacana dalam proses produksi pengetahuan yang selanjutnya mempengaruhi cara pandang dan pola intervensi masyarakat dalam sistem budaya tersebut. Bagi Latour. Dengan pemahaman sains sebagai praktik budaya. bentuk-bentuk organisasi sosial dalam penelitian ilmiah yang berbeda secara kultural akan mempengaruhi isi dari sistem pengetahuan. Asquith melakukan studi komparasi kultural dan intelektual antara primatologi Barat (Eropa dan Amerika) dan primatologi Jepang. Sains dan budaya Memasuki dekade tahun 1990-an. Secara antropologis. Tidak lama setelah itu tuduhan sebagai “pengkhianat” konstruktivisme ditujukan kepada Latour. setiap sistem budaya menghasilkan perbedaan dalam pola pengetahuan. wacana sistem pengetahuan tidak pernah lepas dari konteks budaya di mana sistem pengetahuan tersebut berada. Tidak sedikit dari mereka yang mempertahankan metode dan cara pandang dalam sains. dan metode penelitian 122 . Catatan Harding di atas mengindikasikan bahwa sains dikonstruksi melalui budaya. Sandra Harding mengidentifikasi empat jenis elemen budaya yang membentuk inti kognitif dari sistem pengetahuan. Terakhir. Karena itu. Lenoir menolak klaim Merton tentang universalisme dan disinterestedness dalam sains karena pengetahuan selalu bersifat lokal. para sarjana studi sains dari disiplin ini memberi kontribusi dalam memahami bagaimana pengetahuan dalam sains diproduksi melalui proses pemaknaan dan praktik budaya. Dalam edisi kedua Laboratory Life. Asquith mencari heterogenitas dalam sains dengan membandingkan cara pandang. Kasus Latour juga tak kalah menarik. dan dilandasi kepentingan. Kedua faktor ini senantiasa melekat pada para pelaku produksi pengetahuan (saintis). sains adalah media untuk memahami masyarakat. Selama lebih dari satu dekade terakhir.

sistem kepercayaan masyarakat Jepang mempercayai bahwa setiap hewan memiliki jiwa. perasaan. Knorr-Cetina mengamati bagaimana fragmentasi dan diversitas dalam sains modern membentuk dua budaya pengetahuan (epistemic culture) yang berbeda dalam aspek cara mengetahui (machineries of knowing). Dalam pandangan Kristen yang mempengaruhi para primatologis Barat. yaitu fisika partikel dan biologi molekuler. Studi komparasi kultural juga dilakukan Sharon Traweek yang membandingkan praktik fisika energi tinggi di Amerika Serikat dan Jepang. Jika Asquith dan Traweek mengamati praktik sains dalam dua sistem budaya. Hal ini membuat primatologis Jepang memberi perhatian serius pada atribut motivasi. Dari hasil studinya selama beberapa tahun di laboratorium-laboratorium di Eropa dan Amerika Utara. Pada studi ini. Analisis ini menghasilkan pemahaman bahwa dalam proses produksi pengetahuan. Sains dan Studi Sains 123 . prosedur empirik. Knorr-Cetina mengungkap perbedaan struktur simbolik dari kedua bidang ilmiah tersebut. sementara primatologi Jepang lebih bersifat sosiologis dan antropormorfis. Jika Asquith mencari pengaruh budaya terhadap bentuk pengetahuan. dan cara di mana strategi epistemik. Perbedaan ini berdampak pada perbedaan pengetahuan yang dihasilkan dalam kedua tradisi primatologi tersebut walaupun mereka mengamati obyek yang sejenis. Asquith mengamati satu hal yang menarik. proses tanda.primatologi di kedua sistem budaya tersebut. dan proses pengambilan keputusan. dan relasi antara tubuh dan mesin secara kultural berbeda antara praktik fisika partikel dan biologi molekuler. organisasi laboratorium dan kelompok. nilai-nilai komunalisme dan kerja sama sangat dominan. Pandangan ini “menghalangi” primatologis Barat untuk melihat kualitas mental yang membentuk perilaku sosial primata yang kompleks. Traweek melihat nilai individualisme dan persaingan yang melandasi sistem organisasi riset Amerika. gaya kepemimpinan. relasi antara waktu dan ruang. Dari studi ini. Karen Knorr-Cetina membandingkan dua praktik sains modern. hanya manusia yang memiliki jiwa. dan strategi sosial dipahami. pengerjaan eksperimen. Struktur simbolik ini terepresentasi melalui cara pendefinisian entitas. Perbedaan sistem kepercayaan tentang posisi manusia di dunia ini menjadikan pengetahuan yang dihasilkan oleh primatologis Barat berbeda dengan rekan sejawatnya di Jepang. setidaknya studi Traweek menunjukkan bahwa nilai budaya melekat erat pada sistem organisasi ilmiah. Melalui studi komparasi silang disiplin ini. Traweek mengamati bagaimana nilai budaya direpresentasikan melalui model organisasi sains. dan personalitas yang ditunjukkan oleh hewan primata yang mereka amati. Sebaliknya. Adapun di Jepang. Primatologi Barat cenderung bersifat fisiologis. Knorr-Cetina mengatakan bahwa sains modern tidaklah menyatu seperti yang diklaim kaum positivis. Walaupun Traweek tidak menjelaskan apakah perbedaan nilai budaya ini mempengaruhi pengetahuan yang dihasilkan. Perbedaan dalam nilai budaya ini terefleksi dalam banyak hal yang mencakup proses pembelajaran dan pengajaran. sistem klasifikasi.

apakah studi sains menawarkan relativisme? Donna Haraway memberi jawaban menarik. Dalam perspektif ini. sains tidak lagi muncul sebagai suatu entitas yang integratif. Pemahaman dimensi sosial sains dapat menjadi lensa untuk melihat bahwa pengetahuan tidaklah tunggal dan monolitik. Haraway mengajak kita untuk menggunakan domain budaya lain dalam sains yang selama ini termarginalisasi oleh dominasi narasi budaya Barat. Mistifikasi sains yang begitu kental dalam masyarakat ini memungkinkan praktik hegemoni kekuasaan dan kepentingan bersembunyi dengan rapi di balik jargon-jargon ilmiah. Karena tanpa sains. Haraway berargumen bahwa obyektivitas dalam sains tidaklah tunggal. Dalam kenyatannya teknologi tidak 124 . studi sains membuka suatu jendela baru di mana kita bisa memandang perkembangan sains dari perspektif yang lebih luas. Kepercayaan bahwa hanya ada satu cara melihat alam justru melawan hakikat manusia sebagai makhluk multikultural. Sains bukanlah sekumpulan ayat-ayat suci yang turun dari langit. Melalui pemahaman ini. studi sains tidak berarti apa-apa. studi sains telah memberi kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang sains dan relasinya dengan masyarakat. Tanpa menafikan apa yang telah dihasilkan sains bagi umat manusia. Lepas dari konflik antara para saintis dan sarjana studi sains dalam episode Science Wars. Dalam sudut pandang budaya. Ini yang disebut Ron Eglash sebagai obyektivitas ganda (multiple objectivity). teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains. studi sains memberi penyadaran kepada diri kita bahwa sains adalah hasil karya manusia dalam berinteraksi dengan alam. Karena itu Haraway menawarkan praktik difraksi. Sebaliknya. sains pun telah memberi banyak kontribusi bagi studi sains untuk tumbuh dan berkembang sebagai suatu disiplin. di mana obyektivitas dan realisme agensi dalam produksi pengetahuan memiliki posisi yang sama pentingnya. Haraway menolak relativisme sekaligus universalisme yang diklaim para saintis. Hawaray menginginkan adanya suatu budaya sains yang lebih kompleks dan beragam tanpa harus menjadi antirealisme. dan berkembang secara linier. apa yang dihasilkan dalam studi sains sedikit banyak telah mempengaruhi perjalanan sains secara dinamis.cv Teknologi dan Seni Istilah teknologi sebenarnya sudah mengandung sains dan teknik atau engineering sebab produk teknologi tidak mungkin ada tanpa didasari sains.Konsep dan teori yang dikembangkan dalam studi sains berangkat dari pemahaman sains sebagai institusi sosial dan pengetahuan ilmiah sebagai produk sosial. Pemahaman sains melalui dimensi sosial yang ditawarkan studi sains berdampak pada demistifikasi sains secara institusional ataupun epistemologikal. Lalu. Selama beberapa dekade. rigid. Pengetahuan ilmiah adalah wujud kreativitas dan imajinasi manusia dalam memahami ruang dan waktu di mana dia berada. Ini merupakan implikasi politis yang tidak dapat dihindari. melainkan bagai suatu tanaman bercabang-cabang yang tumbuh di atas tanah sosial. Ketergantungan masyarakat kontemporer terhadap sains telah menempatkan sains pada posisi sakral dan bersifat ideologis.

Ini sejalan dengan pendapat determinisme teknologi yang dihubungkan dengan beberapa bentuk Marxisme : teknologi amiliki kapasitas untuk menentukan jalannya evolusi sejarah. tidak alamiah Otomatisme. dan Seni Bagi Manusia Sains dan teknologi saling membutuhkan.cvi Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia mnejadi lingkup teknis. Demikian pula dengan teknik mampu mengeliminasi kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.bisa netral karena memerlukan sentuhan estetika yang bersifat subyektif. Makna Sain. atau secara lebih spesifik. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. bahkan dapat menguasai kebudayaan Otonomi. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. dan saling bergantung Universalisme. tetapi teknik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teknologi tidak terlepas dari masyarakat. Pandangan ini melahirkan pendapat bahwa evolusi teknologi adalah sebuah proses dimana perkembangan-perkembangan baru diilhami oleh penemuan (teknis) yang telah ada. teknologi telah menjadi pusat perhatian ilmu sosial dan melihat dampaknya terhadap masyarakat. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan Monisme. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. teknologi. sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak 125 . tetapi perolehan dari aktifitas masing-masing dan observasi dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Artificial. metode. Secara konvensional. artinya semua teknik bersatu saling berinteraksi. artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi. atau bahwa keseluruhan efek yang berbeda itu lahir dari sebuah teknologi yang sama. artinya dalam hal metode. Jacques Ellulcvii tidak menyebut teknologi. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. yang disebut sebagai seni. Fenomena teknik pada masyarakat kini. meskipun arti dan maksudnya sama. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin. dan bahwa tesis dari kelompok determinis dapat dijatuhkan oleh banyak sekali contoh dimana efek teknologi yang menyimpang dari yang dikehendaki semula. karena sains tanpa teknologi bagai pohon tanpa buah. Teknologi. menurut Sastrapratedjacviii memiliki cirri-ciri sebagai berikut : Rasionalitas. atau prosedur untuk memproleh hasilnya. Dalam pandangan ini. yang seharusnya menjadi perhatian ilmu sosial adalah pengaruh teknologi bagi masyarakat. atas dampaknya pada tenaga kerja dan organisasi. 2. melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktifitas manusia. bahwa ‘masyarakat’ juga bisa mempengaruhi jalannya perkembangan teknologi. Batasan ini bukan bentuk teoritis.

ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. dan bentuk-bentuk organisasi atau produksi baru. dan aktivitas kewirausahaan. model pertumbuhan neoklasik tradisional menganggap kemajuan teknologi sebagai bagian dari factor residu dalam menerangkan peningkatan output. telah diperbaharui. yang digunakan secara luas pada awal 1970-an. Teknologi bagi Perkembangan Sosial dan Ekonomi Pentingnya teknologi bagi perkembangan sosial dan ekonomi tidak diragukan lagi.factor-faktor yang telah terbukti berhubungan dengan perubahan besar dalam struktur ekonomi di negaranegara maju sejak terjadimya revolusi industri.berakar. Sedangkan tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. Sementara ahli ekonomi lain mengatakan bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah konsekwensi. Namun upaya-upaya analitis dan pemahaman di bidang ini sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. Residu ini biasanya besat dan secara implisit mempersatukan factor-faktor seperti pendidikan dari angkatan kerja dan keahlian manajemen yang memberi sumbangan bagi perbaikan efisiensi. proses. yang digambarkan dengan tepat oleh Freemancix sebagai sistem teknologi. sebagai pelengkap dari kemajuan teknologi. Schumpeter. Sejak permulaan masa pasca resesi 1973. Jadi fungsi sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan menempatkannya kedalam suatu system yang logis. Diluar literature. sedangkan fungsi seni memberi semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. buka penyebabnya. Munculnya industri-industri besar seperti baja dan kereta api pada abad 19. menganggap kemajuan teknnologi paling tidak secara sebagian ditambahkan dalam investasi tetap yang baru. bahan-bahan sintetis dan elektronik pada abad 20. Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia. Pabrik dan mesin-mesin membawa perbaikan produktifitas dan hasil dari kemajuan teknologis tergantung pada tingkat investasinya. sedang terjadi perdebatan mengenai arah dari kausalitas dari hubungan-hubungan statistic yang diamatiantara pertumbuhan industri dan langkah inovasi teknis. Pada level ekonomi makro. salah seorang ahli ekonomi terkemuka yang meletakkan kemajuan teknologi dalam analisisnya. yang kemudian mulai menurun seiring dengan tercapainya kematangan industri. Hal ini untuk sebagian disebabkan kompleksitas proses perubahan teknologi serta kesulitan dalam menemukan pengukuran dan definisi yang tepat. yang masing-masing menerjang bergantian dalam waktu sekitar 50-60 tahun. tergantung pada interaksi dari penemuan. menekankan pentingnya produk-produk. mobil. Dalam pendekatan ini perubhan teknologi benar-benar ‘dilepaskan’ yaitu dianggap tidak berkaitan dengan variable-variabel ekonomi yang lain. Aliran yang disebut model capital vintage. pemikiran bahwa teknologi pasca kapitalis maju sedang menghadapi gelombang panjang periode bolak-balik antara kemakmuran dan stagnasi. Pendekatan yang terakhir inipun tidak melangkah terlalu jauh dalam menangkap proses-proses dan kekuatan-kekuatan 126 . Beberapa komentar mengatakan bahwa sistem teknologi baru adalahpenyebab utama terjadinya gelombang naik. setelah mempertimbangkan efek-efek perubahan dalam volume dari factor-faktor produksi. inovasi.

Seringkali pada tahap inilah terjadi benturan ekonomi yang dahsyat. dan secara tidak langsung atas penemuan sejumlah produk baru pada tahun 1930-an. Freeman menggambarkan proses ini dengan kasus plastic.dimanateknik-teknik baru diserap ke dalam sistem produksi. industri. yaitu. Pada tahun 1970-an industri mulai mengalami kematangan dengan terjadinya penurunan permintaan dan laju perkembangan teknologi. dan perbedaan dalam perundangan paten nasional. dan kebijakan untuk melatih tenaga kerja 127 . dimana perusahaan lain memakai atau memodifikasi inovasi tersebut dan memasarkan produk atau prosesnya. Pengukuran kegiatan inovatif dan penemuan mengalami banyak kesulitan. Penemuan-penemuan lebih lanjut dan penyebarannya secara besar-besaran ke seluruh dunia terjadi setelah PD II. Perdebatan tentang bagaimana teknik-teknik baru ditemukan dan dipakai biasanya terjadi pada level kajian kasus ekonomi mikro. Munculnya Jepang sebagai kekuatan ekonomi besar sebagian besar disebabkan oleh kebijakan yang secara sadar berusaha mengimpor teknologi modern asing serta menyempurnakannya di dalam negeri. penemuan ilmiah membuka jalan bagi penemuan-penemuan lain yang. dengan menggunakan beberapa indicator bisa dipakai sebagai landasan perbandingan antar industri atau antar negara. negara. lalu diikuti oleh periode penyebaran. pemerintah semakin mengakui pentingnya mencapai atau mempertahankan daya saing internasional atas teknologi. dimana karya riset ilmiah dasarnya di Jerman pada awal tahun 1920-an atas molekulmolekul rantai panjang langsung menghasilkan polystyrene dan karet styrene. pada abad 19 seorang innovator seringkali adalah seorang independent. dipakainya ide itu untuk pertamakalinya secara komersial. Tetapi pendekatan-pendekatan semacam ini baru memasuki masa awal perkembangannya. Penggunaan sejumlah inovasi sebagai ukuran output biasanya membutuhkan beberapa penaksiran dari nilai ‘penting’ relative dari inovasi itu masing-masing. dengan dibantu oleh terjadinya pergeseran dari batu bara ke minyak sebagai bahan baker industri. Selepas periode pasca perang. Penemuan bisa berupa produk baru atau penyempurnaan dari produk sebelumnya. Jika sebuah penemuan sukses. Meskipun terdapat keterbatasan. jika diyakini memiliki potensi permintaan pasar. tetapi setelahnya penekanannya telah bergeser kearah karya ilmiah dan teknologi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. dengan persepsi yang berbeda tentang amankan mereka dengan perlindungan paten. dipakai secara komersial . Kebanyakan negara memiliki cara yang berbeda dalam mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dan mempergunakan teknologi baru. tetapi ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati mengingat adanya perbedaan dalam kecondongan untuk mematenkan antara perusahaan-perusahaan. Model evolusioner yang dipimpin oleh Nelson dan Winter berusaha menggali kondisi dimana entrepreneur akan berusaha memakai teknik-teknik yang telah disempurnakan. atau sebuah prosedur baru dalam pengolahan produk yang telah ada. meskipun ada kesewenangan dalam mendefinisikan perbatasan antara tindakan riset dan perkembangan. yang punya kemungkinan dianggap sebagai penemuan. Ukuran-ukuran output dari penemuan meliputi statistic paten. Dalam banyak kasus. Ukuran-ukuran input mencakup pegawai yang dipekerjakan serta pengeluaran financial.

Dengan potensinya. pemerintahan. maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. Dalam konteks ini perhatian diberikan terutama pada teknologi mikro elektronik dan ketakutan bahwa teknologi ini bisa memperburuk permasalahan pengangguran yang biasanya datang setelah ketakutan-ketakutan akan konsekwensi tertinggal dalam bidang teknologi. terlebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi. dan militer. hukum. olehraga. karena bersumber dari Tuhan. teknologi. Manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) yang tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative) karena hanya penafsiran dan dugaan-dugaan sementara oleh manusia. 3. 128 . bagi seorang teknisi. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat tetapi dianggap perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. Luasnya berbagai bidang teknik digambarkan Ellulcxii sebagai berikut : 1. Bahkan ilmu ekonomi sendiri terserap oleh teknik. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia. Manusia Sebagai Subyek dan Obyek Ipteks Sumber ilmu adalah wahyu sedangkan akal merupakan instrument untuk menggali dan membuktikan kebenaran wahyu. teknik meliputi bidang manusiawi. dan obat-obatan. Pada masyarakat teknologi. di mata pemerintah dan juga di mata serikat perdagangan. dan seni. Ramalan-ramalan tentang dampak teknologi baru sangat tidak dapat dipercaya. Atas dasar itu ilmu ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) yang tingkat kebenarannya mutlak (absolute). ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan-lahan sampai akhirnya manusia takhluk pada teknik. 2. Dengan teknik mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. Apapun yang terjadi bisa dikatakan bahwa kemajuan teknologi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan potensi akal. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif.dalam menggunkan teknik-teknik baru tersebut. manusia diberi kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang salah. manusia dapat menggali rahasia alam semesta. manajemen. kerja. Potensi penghematan biaya dari tenaga nuklir telah didramatisasi seperti yang disinggung di atas. seperti pendidikan. 3. senetara potensi terpendam computer dulunya sangat diremehkan.cx Alvin Tofflercxi mengumpamakan teknologi sebagai mesin yang besar atau sebagai akselerator yang dahsyat dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. hiburan. teknik meliputi bidang ekonomi. Contohnya dalam organisasi negara. yang hasil pengembangannya disebut sains.

dan detik. Manusia mengalami ketegangan akibat penyerangan teknik-teknik mekanisme teknik. fosil. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak dan pola komunikasi manusia. Peleburan manusia dengan mekanisme teknik menuntut kualitas manusia. seperti bahan baker. menit. organisasi. Contoh pada sistem industri ban berjalan. karena akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya.F Schumachercxiii. sehingga sinar matahari pagi hari tidak sempat lagi menyentuh kulit manusia. tidak dapat begitu saja meninggalkan pekerjaannya. Fenomena Pengaruh IPTEK Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknologi muncul fenomena diantaranya : 1. 4. Situasi tertekan. Keadaan tertekan demikian akan menghilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran. artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat 129 . Terbentuknya masyarakat massa Akibat teknik. manusia hanya membentuk masyarakat massa. tidak berhubungan dengan padang rumput. Kedua. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. Waktu hanya mempunyai kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi atau sosial. 2. buruh yang sakit. yang terasa menyesakkan nafas dan melemahkan badan. Manusia satusatunya makhluk Tuhan yang mampu merangkaikan fenomena alam beserta prosesnya secara kreatif. sehingga menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemudahan dalam menjalani hidupnya. Teknik telah mengubah lingkungan dan hakekat manusia. pohon-pohon atau gunung secara langsung. lingkungan hidup menderita dan menunjukkan tanda-tanda setengah binasa. Sebelumnya waktu diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia. sifatnya alamiah dan kongkret. sedemikian rupa sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya alam tersebut. Perubahan waktu dan gerak manusia Akibat teknik manusia terlepas dari hakikat kehidupan. sifat kemanusiaan berontak terhadap pola-pola politik. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan. Ketiga. Pertama. dunia modern yang dibentuk oleh teknologi menghadapi tiga krisis sekaligus. Contoh yang sederhana manusia dalam hal makan atau tidur tidak ditentukan lapar atau mengantuk. dan teknologi yang tidak berperikemanusiaan. dalam Kecil itu indah.lingkungan manusia menjadi terbatas. Krisis Dunia Modern Menurut E. tetapi diatur oleh jam.Manusia diciptakan sebagai subyek dan obyek IPTEKS. sehingga irama kehidupan harus tunduk pada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusiawi dan sosial. atau keluarganya meninggal. pantai. Manusia melebur dengan mekanisme teknik. yang ada hanyalah bangunan tinggi yang padat. 3. tetapi manusia itu sendiri tidak hadir di dalamnya. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat maka akan muncul kegoncangan.

kemudian dicari semacam kekebalan diplomatic 130 . Accelerasi dan Trancience Dalam hal akselerasi. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. yaitu ide kreatif. tempat proses perubahan itu tidak dapat dipandang normal lagi. melalui inovesi teknologi tiga tahap. Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. tetapi poerlu memanusiakan teknik. Teknik harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. Proses ekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. perubahan tersebut seolah-olah tidak dapat dikendalikan lagi.secara ideologis.terjadi neurosa obsesional atau gangguan syaraf menurut beberapa ahli. Kondisi sekarang sering manusia menjadi obyek teknik dan harus selalu menyesuaikan diri dengan teknik. masyarakat meninggalkan kebiasaankebiasaan lama atau kepercayaan-kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan dan kepercayaan baru. penerapan praktisnya. Padahal individu membutuhkan hubungan sosial. yang melampaui kemampuan manusia. politik atu persaingan kelas. perubahan dalam organisasi-organisasi sosial yang mengarah pada kehidupan politik c. Pembangunan dan Perkembangan Ipteks Pengaruh IPTEK pada tatanan kehidupan masyarakat Perkembangan IPTEK yang sedemikian pesatnya mampu menciptakan perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada tatanan kehidupan masyarakat. Bagi masyarakat semacam itu. perubahan dibidang intelektual. Alvin Tofflercxiv menyatakan saat ini negara-negara teknologi maju telah memasuki tahap superindustrialisme. maka masyarakat atas dapat mengidap penyakit ‘progeria’. perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya d. perubahan di bidang industri dan kemampuan di medan perang. dan tercapailah akselerasi ekstern maupun intern (psikologis) yang merupakan kekuatan sosial yang kurang mendalam dipahami. Teknik-teknik manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. Dengan semakin meningkatnya teknologi. 4. yaitu kegagalan adaptasi dan penggantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknik. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. Struktur sosiologis missal dipaksakan oleh kekuatankekuatan teknik dan kebijaksanaan ekonomi (produk industri). yakni tingkat menua yang lanjut sekalipun secara kronologis usianya belum tua. Ketiga tahap ini merupakan siklus yang menimbulkan bermacammacam ide kreatif baru sehingga merupakan reaksi berantai yang disebut proses perubahan. khususnya dalam empat bidang berikut : a. 5. bebas dari tekanan-tekanan. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat. setidaknya melakukan reaktualisasi b. apabila masa depan itu menyerbu masa kini dengan kecepatan yang terlampau tinggi. dan difusi atau penyebarannya dalam masyarakat. Melalui teknik bukan berarti menghilangkan kodrat manusia itu sendiri.

Demikian pula pandangan terhadap teknologi harus menekankan pada keserasian antara teknologi dengan kepentingan manusia dan integritas ekosistem. dan biosfer agar ekosistem terpelihara. hubungan ‘manusia-manusia’ pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. 2. Manusia dapat kehilangan individualitasnya dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar. menjadi sementara. Tak mustahil pula akan timbul future shock atau kejutan masa depan. masyarakat amat mobil dengan ‘nomad baru’. namun hakekat sistemnya sendiri telah banyak mengalami perubahan. organisasi. Tuhan. keadilan. hubungan ‘manusia-ide’ bersifat sementara karena ide dan image timbul dan menghilang dengan lebih cepat. Counter play normative Untuk itu semua diperlukan counter play yang bersifat normative bagi manusia. Bandingkan misalnya vulpen yang bertinta yang permanent dengan ball point yang dibuang setelah habis. lebih rapuh. Masyarakat menurut transience. Toffler juga menyatakan ada kekuatan lain yang dapat mengubah wajah dan eksistensi manusia selain akselerasi. hendaklah mulai berfungsi dalam situasi manusia yang kongkret. berpijak pada kenyataan. yaitu suatu penderitaan fisik dan atau mental yang timbul apabila sistem adaptif fisik dari organisme manusia itu. 4. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar. Transience merupakan alat kasar yang berguna dalam mengukur laju mengalirnya situasi. high transience dan low transience. organisasi. menusia. Eksplorasi mengenai kehidupan masyarakat high transience menghasilkan : 1. artinya jelas. dan perikemanusiaan. tempat : hubungan “manusia-tempat” menjadi lebih sering. membentuk kerangka pengalaman sosial. Kontak antar manusia tidak menyagkut secara keseluruhan personalitas. melainkan bersifat dangkal dan terbatas’ secara kiasan terdapat ‘orang yang dapat dibuang’. beserta proses pembuat keputusannya.memberikan banyak alternative pilihan teknologi . manusia.adanya interaksi yang serasi antara manusia. Hubungan ‘manusia-organisasi’ pun seolah-olah mengalir dan beraneka ragam. Akselerasi perubahan secara drastic dapat mengubah mengalirkan situasi. baik hubungan formalnya maupun informalnya. tidak berbeda dengan minuman atau makanan dalam kaleng. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir segala bidang aktifitas manusia. ditambah dengan factor waktu. dan lebih sementara. menyangkut hal urgen. yaitu benda. langsung dapat dilihat. Hubungan lima komponen itu. Hal ini dapat berlangsung dengan cara : . mesin-mesin. ide. Secara kiasan tempat pun seolah-ilah cepat terpakai habis.terhadap perubahan. terlampau banyak dilewati daya dukungannya. 3. dan ide. jarak fisik semakin tidak berarti. yaitu transience (keadaan bersifat sementara). dibagi kedalam dua kelompok. 131 . organisasi ada kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan. tempat. Benda : hubungan “manusia-benda” tidak awet dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. 5. dan menjembatani teori-teori sosiologis tentang perubahan psikologi insasi perseorangan.

Namun ketika teknologi menjadi bagian dari hidup manusia modern. gen yang dipunyai sudah melintasu gen tumbuhan. disisipkanlah satu gen bakteri. hilangnya file karena virus. dan ekologi. Satu sisi adalah manufactured risk. Giddens (1999) menyebutnya sebagai manufactured risk.. baik bagi penggunanya maupun orang lain. cxv Demikian kompleksnya resiko ini. Kelebihannya adalah bahwa prose situ memungkinkan produksi lebih tinggi. Donna Haraway (1997)cxvi mencatat tangga 19 Mei itu sebagai hari yang akan mengubah perjalanan hidup ilmu pengetahuan dan masyarakat. Argument lainnya adalah penyelamatan keragaman hayati dan 132 . ekonomi. tsunami. pupuk kimia. baik langsung maupun tudak langsung. sisi lainnya adalah keterasingan (alienasi) yang semakin besar antara manusia dengan teknologi yang diciptakannya sendiri. tetapi jelas pula bahwa ia bukan ‘hewan’ atau ‘bakteri. Fakta adanya gen bakteri dalam tomat itu membuat tomat tidak bisa lagi sepenuhnya dikatakan ‘tumbuhan’. kecelakaan mobil.inim pestisida. sehingga menjadi lebih awet. Dia menempatkan tomat transgenic dalam satu deret bersama nilon dan plutonium yang terbukti sudah mengubah sejarah manusia dalam menggunakan bahan-bahan sisntetis.. Itulah kenapa ia disebut ‘transgenik’ karena secara genetic. gempa bumi. Caranya dengan ‘membalik’ rengkaian rantai genetic sehingga tomat ‘diperintah’ untuk tetap awer. Pada 19 Mei 1994. pesawat. . Sesudah pakaian (nilon) dan barang produksi (plutonium). artinya. IPTEK. yaitu resiko yang melekat pada teknologi. bobolnya rekening bank. satu perusahaan bioteknologi modern. Calgene Inc. penggunaan m. diberi ijin oleh badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) untuk memasarkan sayuran jenis baru bernama Falvr Savr. roda itu melindas sisi-sisi yang lain. walaupun bisa menggunakannya. kini pangan (tomat transgenic) yang disintetiskan.Teknologi harus menopang hidup manusia. juga bagi lingkungan. Flavr Savr adalah tomat yang sudah dimodifikasi secara genetic. yang disebut sebagai resiko alamiah. Untuk menstabilkan. yaitu. hybrid. hingga kadang nampak alamiah seperti pemanasan global yang kini diributkan. atau banjur dan tanah lonsor yang penyebabnya bukanlah bencana alamiah semata. Sayangnya gen yang dibalik ini tidak stabil. ada resiko lain yang muncul. kita tidak kemudian berarti paham bagaimana sebenarnya teknologi itu brkrtja dan apa dampak-dampaknya. Ada argument bahwa Bioteknologi mencakup budidaya selektif. namun diharapkan tetap akarab dengan lingkungan. orang hidup hanya kawatir akan resiko yang berasal dari alam (eksternal). Globalisasi dan Kemiskinan Wajah Mendua Teknologi Ketika teknologi belum dikenal dalam alam budaya tradisional. sampai meledaknya reactor nuklir. bukan sebaliknya. hingga tumbuhan dan organisme yang dimodifikasi secara genetic.Teknologi harus baik secara termodinamis demi tercapainya keseimbangan energi. seperti banjir. dan efek rumah kaca. Ketika teknologi mendorong menggelindingnya roda globalisasi.

Mereka sadar betul. dalam dunia datar dimana manusia sedemikian mudah bermigrasi yang diperlukan adalah manusia yang bisa mengelola. membuat novel berjudul Prey (2002) tentang sisi lain kemajuan teknologi nano. Untuk itulah dibutuhkan tomat dan sayuran lain yang awet. Para pakar bioetika boleh saja terus mempertanyakan klaim alamiah vs non alamiah dari tumbuhtumbuhan sejenis Flavr Savr dan bahkan binatang yang dikloning. Keanekaragaman hayati treancam hilang. Demikian juga dengan bahaya kerusakan dan pencemaran tanah. Salah satunya lewat sistem pendidikan yang tidak hanya dwibahasa. Bioteknologi pada ujungnya memang mengubah pertanian dari ‘proses produksi untuk konsumsi’ menjadi ‘produksi untuk perdagangan’. Hollywood melalui film-film futuristiknya juga berulangkali menggambarkan kondisi masa depan dimana robotpun bisa berperasaan dan berpikiran independent.teknologi komunikasi elektronik yang serba segera ini bukan sekedar alat untuk menyampaikan berita dan informasi secara cepat. sapi perah yang menghasilkan susu lebih banyak. dan Filipina dibidang akuntansi. tapi juga dwikultural sejak SD. Bandingkan dengan Indonesia yang sampai sekarang hanya mampu mengirim sumberdaya manusia tingkat pembantu dan buruh.. Kelalaian menjalankan prosedur operasional di laboratorium ternyata mengubah teknologi yang dipuja menjadi bencana. Ekosistem menjadi lebih rentan pada hama dan penyalut.percepatan proses evolusi tumbuhan lewat seleksi karakteristik gen yang baik dan dominant. tetapi tetap tak terelakkan proses perpindahan dan bahkan mutasi gen antar tumbuhan transgenic Kedua. pertanian modern yang bersifat monokultural sangat rawan terhadap masalah lingkungan. Namun hanya yang siap yang bisa meraih kesempatan. Untuk tujuan-tujuan itulah Fukuyama cxvii menyebut bahwa bioteknologi nampaknya lebih mengabdi kepada kepentingan dagang daripada sains.’ Globalisasi serta perkembangan Iptek yang luar biasa telah membuat dunia serba terbuka. telah sejak lama memilih mengembangkan sumber daya manusia dan bidang jasa. Muncullan efek domino manufactured risk yang makin hari makin bertambah panjang proses genetisasi memang mencakup lokalisasi mutasi gen. 133 . Teknologi informasi. Disamping persiapan sumber daya manusia. ait. Singapura yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam misalnya. dibutuhkan ayam potong yang lebih besar. Sosiolog ternama Anthony Giddenscxviii pernah berujar ‘……. dan udara. juga tanaman dan ternak yang lebih cepat menghasilkan panenan. sekaligus mudah beradaptasi dalam budaya berbeda. Pertama. Tentu saja hal positif ini hanyalah separuh dari cerita karena ada hal lain yang tidak bisa diabaikan. Perusahaanperusahaan ini mendominasi pasar dan tentu busa dipahami jika mereka membangun visi global di industri pertanian dan pangan. perkembangan bioteknologi ini sebagian besar didominasi oloeh perusahaan besar multinasional seperti halnya industri software. Ia mengubah selueuh hidup kita sampai yang sekecil-kecilnya. memimpin. Contoh lain adalah India yang sudah lama menguasai pangsa pasar sumberdaya di bidang teknologi informasi. Demikian pula Michael Chricton yang terkenal dengan fiksi ilmiahnya.

Mengapa? Jawabannya pengelolaan sumber daya manusia. Begitu Taiwan berupaya menghapus buta sains dan membebaskan ujian masuk universitas. Tahun 2030 berbagai penyakit bisa disembuhkan sehingga hidup manusi diasumsikan kian sejahtera. misalnya dikembangkan superchip yang bila dipasang pada ban atau kulkas. makin hemat energi.000. Caranya dengan menggratiskan sekolah menengah awal 1960-an sehingga anak-anak kelas bawah bisa mengakses pendidikan dan kemudian menggratiskan pendidikan tinggi sejak tahun 2996. sedangkan Jepang. tahun 1200 termasuk negara terkaya. juga 16 dari 20 industri peralatan medis dan 7 dari 10 perusahaan piranti lunak. dan Lebanon mengabaikan sumber daya manusia. Teknologi nano pula yang telah mempengaruhi empat ilmu pengetahuan dan teknologi yang disebut Joseph F Coates. Ibaratnya sehelai rambut ukuran materi nano dibayangkan sebagai rambut yang dibelah 50. genetika dan energi. material. Dalam waktu hamper 10 tahun sudah 915 mahasiswa dikirim untuk program doctor. Amerika dan Singapura terus mengembangkannya. Demikian juga Peru dan Meksiko yang sangat mencengangkan pada tahun 1500. Tahun 2013 -2019 teknik pengobatan akan berubah total d berkat teknologi nano dalam wujud biologi molekuler. sehingga ban yang kurang angin atau kulkas yang terlalu penuh akan memberi tanda. peraih nobel Fisika dari China. John B Mahaffie. Kehadiran kawat nano juga membuat computer makin kecil. Kini sembilan dari sepuluh perusahaan farmasi terbesar dunia memiliki pabrik disana. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pula yang kini ditempuh Taiwan. Kamboja misalnya. Disamping fisikan negara ini juga mengirim ribuan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ke berbagai negara. dan Singapura yang dulu miskin kini menjadi negara kaya yang mempengaruhi dunia. lalu membangun sistem pendidikan dan riset begitu pulang ke negaranya. massa kritikal yang berpendidikan berkembang pesat. Meksiko. Mereka dikirim keluar negeri melalui program yang dipelopori oleh Tsung Dao Lee. keempatnya adalah teknologi informasi. Irlandia dalam waktu kurang dari satu generasi berhasil menjadi negara kaya di Eropa. Jepang. Peru. Kamboja. Irlandia dan China. Meski kondisinya terngah terpuruk saat ini. namun perjalanan sejarah menunjukkan masih ada jalan terang. namun dengan kemampuan 10 – 100 kali lipat sekarang. China pada tahun 1980-an menyeleksi mahasiswa-mahasiswanya yang berbakat fisika. Fenomena di Indonesia 134 . Tahun 2006-1008. Ditengah gegap gempita perkembangan inilah bangsa Indonesia harus siap berkompetisi. atau Lebanon yang makmur pada tahun 19601n. sebaliknya Amerika Serikat. dengan kemampuan manusia merekayasa materi sekecil itu tentu saja banyak sekali dampak perubahannya. dan Andy Hines dalam bukunya 2025 : Scenarios of US and Global Society Reshaped by Science and Tecnology yang diterbitkan Oakhill Press (1996) sebagai kunci pendorong perubahan sampai 2025.Teknologi nano Teknologi nano sebenarnya merujuk pada suatu materi yang berukuran -9 meter atau satu dibagi semiliar meter.

Merekalah yang 10-20 tahun lagi diharapkan membangun negaranya setelah pulang. Masalahnya. dan menjualnya dengan harga sangat murah. Indonesia bisa mencontoh Kazakhtan yang tiap tahun mengirim 3000 siswanya keluar negeri. Sebuah restorasi atas kemurnian alam yang tidak terkontaminasi dan teralienasi oleh intervensi manusia. Sayang sekali potensi yang baik ini belum dieksplorasi dengan baik. menyebarkan hingga ke pelosok. dominasi melalui 135 . Kelima menterjemahkan berbagai buku ilmiah popular. Kedua. lulus S1 pada usia 16 tahun. bagaimana mencari dan mengasah mereka? Yang pertama.5 juta (5% dari populasi) yang memiliki IQ superior diatas 120. mengirim siswa-siswa unggul keluar negeri. 5. Ketiga.00 sama dengan insinyur yang bekerja hingga pukul 21. mereka ini berpotensi menjadi manajer atau professor. Para pemenang olimpiade ini sekarang tersebar diberbagai perguruan tinggi terbaik dunia dan menunjukkan prestasi luar biasa. Keempat . Mereka yang menang ditampung di pusatpusat pelatihan khusus sehingga kemampuannya makin terasah. Semua ini untuk mengarahkan mereka menjadi pemimpin di berbagi bidang. Ada yang PhD pada usia 23 tahun. dan terutama rendahnya pemahaman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain itu seharusnya masih ada 250. dalam kurun waktu 12 tahun telah mengirim 70 siswa yangberasal dari berbagai daerah.000 (0. Karena hnya dengan buku yang baik para siswa dapat mengoptimalkan kemampuannya.01 %) yang ber-IQ diatas 160 sekelas Albert Einstein.1%) yang ber-IQ diatas 150 sehingga berpotensi menjadi pemimpin besar sekaliber Abraham Lincohn dan Thomas Jefferson. Dari jumlah itu sudah diperoleh 22 medali emas. Pencarian anak berbakat juga bisa dilakukan dengan memperbanyak kegiatan lomba sain dan matematika. perlu sistem seleksi yang ketat namun transparan dan terorganisasi baik sehingga anak-anak yang berbakat dapat diidentifikasi sedini mungkin. Di Taiwan misalnya. bila jumlah penduduk Indonesia diasumsikan 250 juta. memperbaiki kesejahteraan guru dan memberi kesempatan belajar seluas-luasnya sehingga bisa mendoromg anak-anak pintar memilih profesi guru. Tim olimpiade fisika Indonesia misalnya. 11 perak dan 34 perunggu. Semua itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yng tinggi.000 (0. rendahnya gaji guru.00. menjadi guru sangat diminati karena gaji guru yang bekerja hingga pukul 15. akan ada 12. Indonesia sebenarnya pantas bersyukur karena msih saja ditemukan manusia unggulan. dan menjadi professor usia 25 tahun. Dampak Penyalahgunaan Ipteks Bagi Kehidupan Konsekwensi negative yang tidak diharapkan dari pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan reaksi romantis yang mengajak kembali kea lam yang berbeda. serta 25. Padahal.Dengan standar pengajaran yang masih buruk karena kurangnya pelatihan. Semua sikap terhadap ala mini mewakili pola dominasi hirarkis dan penaklukan. menyiapkan sekolah unggulan dengan guru-guru yang kompeten dan kurikulum yang mengoptimalkan kemampuan anak.

pergerakan sosial telah menggeser tata hierarkhi organis. industrialisasi. juga tenaga kerjanya yang murah. eksploitasi serta identitas dengan memelihara alam sebagai surga untuk banyak orang. yaitu hanya ada satu cara dan tidak mentolerir yang lain. dan sumber daya yang dimiliki bersama menjadi dasar untuk ekonomi pasar yang intensif. Reduksionis mencabut kemampuan alam dan potensi manusia serta menggantinya dengan teknologi. 136 . bertentangan dengan paham pluralitas atau dialektika. dan obyektif pada dasarnya sangat berakar pada budaya barat dan sangat patriarkhis. selanjutnya dijadikan pasar hasil industri oleh mereka. sebuah interaksi yang selalu melibatkan dimensi sosial. Relasi antara manusia dan teknologi tidaklah sesederhana mengatakan bahwa teknologi adalah media untuk mengubah manusia. Reduksionisme Ilmu pengetahuan yang modern memiliki dasar pijakan pada reduksionisme. Ini terjadi bukan hanya dalam konteks suatu Negara. Disamping itu imbas dibidang sosial berupa semakin melebarnya kesenjangan sosial. Teknologi diciptakan untuk membantu mengatasi keterbatasan fisik manusia. diambil SDA-nya. Yang menjadi persoalan adalah bahwa pengetahuan dibangun berdasarkan kesenjangan natara yang tahu (spesialis) dengan yang awam(bukan spesialis). rekayasa kelautan berupa revolusi biru.cxx Reduksionisme merupakan suatu keyakinan dalam ilmu pengetahuan yang mereduksi kemampuan manusia yang menolak kemungkinan adanya cara produksi pengetahuan lain maupun pengetahuan orang lain. Manusia tidak pernah bersikap pasif terhadap teknologi. Negara yang tidak menguasai IPTEK akan terus dieksploitasi oleh Negara-negara maju. Rekayasa Teknologi Penerapan IPTEK dalam rekayasa pertanian berupa revolusi hijau. Paham ini dasar ontologinya adalah homogenitas. Respons imajinatif senantiasa mewarnai interaksi timbal balik antara manusia dan teknologi. bebas nilai.cxix Kemajuan teknologi serta dampaknya pada pembangunan dan ekspansi ekonomi telah mengubah kehidupan dan pikiran manusia. Ilmu pengetahuan modern yang dimitoskan sebagai universal. Tetapi disisi lain hal ini juga menimbulkan dampak negative berupa kerusakan ekosistem. politik. Dilema determinisme.pemilikan dan control. ketidakseimbangan lingkungan bahkan pencemaran yang akhirnya menjadi bencana bagi umat manusia. ataupun melalui pencemaran nama baik. Bagi para praktisi teknologi. Pada titik inilah relasi antara manusia dan teknologi menjadi diskursus menarik sekaligus penting. Penting karena teknologi selalu menjadi bagian dari setiap episode sejarah manusia. rahim bumi. Menarik karena kompleksitasnya. Reduksionis menghendaki adanya keseragaman dalam hal pendekatan. Orang kaya yang menguasai IPTEK akan semakin kaya dan si miskin yang tidak mampu menguasai IPTEK akan semakin terpuruk dan menjadi korban penindasan kelompok yang kaya. fungsi teknologi tidak perlu dipertanyakan lagi. dan kultural. merupakan bukti kemampuan manusia dalam mengembangkan daya dukung lingkungan alam. tapi di percaturan dunia.

tetapi juga terlalu menyederhanakan dan bahkan mematikan makna dalam kehidupan manusia.Dia berperan sebagai media untuk mencapai kepuasaan material. Gagasan ini memikat para pemikir era Pencerahan dan semakin tumbuh subur di budaya masyarakat Amerika Utara di mana semangat kemajuan melekat dengan kuat. Dalam paham ini struktur sosial dianggap sebagai kondisi yang terbentuk oleh materialitas teknologi. Pertama adalah asumsi bahwa teknologi berkembang secara unilinear dari konfigurasi sederhana ke yang lebih kompleks. termasuk dalam lingkungan akademik. pada satu sisi determinisme teknologi menawarkan janji-janji modernitas. kultural. Universalisasi institutional ini menjadi media hegemoni modernitas. Bagi David Noble. Kedua premis tersebut sulit diterima karena pola-pola teknologi itu sendiri banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial. tapi tidak dalam tingkat filosofis karena pandangan ini tidak cukup untuk menjelaskan makna dan implikasi teknologi bagi manusia. Kritik terhadap determinisme teknologi merupakan respons terhadap implikasi politis ideologis yang dihasilkan oleh paham ini. Pandangan instrumentalis di atas mungkin bisa diterima dalam tingkat pragmatis. Determinisme teknologi dalam pandangan instrumentalis ini mesti dicermati karena dia menafikan aspek moral dan etika dalam relasi antara manusia dan teknologi. ekonomi. determinisme teknologi memungkinkan motivasi politis. tetapi di sisi lain memaksakan suatu bentuk fatalisme. Selama tiga dekade terakhir. setidaknya dua premis dalam determinisme teknologi yang bermasalah. Dalam catatan Merritt Roe Smith. Paham ini begitu dominan dalam masyarakat kontemporer. dan politik di mana teknologi itu berada. 137 . Pemahaman demikian berangkat dari asumsi bahwa teknologi modern muncul dari rasionalitas dan kemampuan logika manusia dalam mengadopsi prinsip-prinsip pengetahuan ilmiah sains ke dalam artifak teknologis. paham determinisme teknologi telah muncul sejak awal revolusi industri. Ini terjadi karena determinisme teknologi cenderung memaksakan suatu bentuk universalitas struktur institusional teknologi ke dalam masyarakat. para sarjana studi sosial teknologi telah memberi respons kritis terhadap paham determinisme teknologi. Seperti yang diwaspadai oleh Rosalind Williams. Determinisme teknologi itu sendiri bukan hal yang baru. dan ideologis para pemilik modal masuk ke dalam sistem teknologi dan mengurangi otoritas masyarakat dalam memilih arah teknologi. pandangan instrumentalis memiliki kecenderungan untuk mendewakan teknologi dan meletakkannya sebagai faktor penentu dalam perubahan sosial dan simbol kemajuan peradaban manusia. Dalam analisis Andrew Feenberg. Teknologi dibentuk oleh parameter efisiensi dan efektivitas sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut Noble. Lebih penting lagi. Determinisme teknologi berangkat dari satu asumsi bahwa teknologi adalah kekuatan kunci dalam mengatur masyarakat. Kedua adalah asumsi bahwa masyarakat harus tunduk kepada perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia teknologi. Sikap ini melahirkan pandangan determinisme teknologi yang bersifat ideologis. determinisme teknologi tidak hanya memberi penjelasan yang tidak akurat tentang relasi antara manusia dan teknologi.

Studi fenomenologi teknologi mengeksplorasi pengalaman manusia dan secara spesifik menjelaskan bagaimana struktur pengalaman yang bersifat multidimensi tersebut tersusun. Berangkat dari eksistensialisme Heideggerian. Ihde mengembangkan “ontologi relativistis” untuk memahami keberadaan manusia dalam wilayah teknologi. Dengan kata lain. Ontologi relativistis bukan relativisme. Bagi para sosiolog teknologi. persepsi makro tidak akan pernah ada tanpa dorongan persepsi mikro. Kekuasaan dalam konfigurasi Relasi kekuasaan dan teknologi adalah sebuah tema besar dalam studi sosial teknologi. Karena itu. melainkan lebih sebagai media untuk menganalisis relasionalitas antara manusia yang mengalami (human experiencer) dan wilayah yang dialami (the field of experience). Kasus pertama adalah analisis Langdon Winner tentang jembatan di Long Island. Proses-proses sosial yang membentuk teknologi adalah refleksi dari cara kita hidup dan mengatur masyarakat. New York. Konsep multistabilitas menekankan bahwa relasi antara manusia dan teknologi tidak tunggal. Analisis relasionalitas ini dilakukan melalui dua kategori persepsi. Relasi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk walaupun dengan artefak teknologi yang sama. Dalam perspektif ini. Melalui fenomenologi persepsi ini. Ihde menawarkan konsep multistabilitas untuk menggali lebih dalam ke wilayah kompleksitas budaya teknologi. makna sebuah artefak teknologi akan selalu berubah sesuai dengan masyarakat yang memaknainya. Setidaknya itu yang dilakukan Don Ihde untuk memahami relasi antara manusia dan teknologi secara komprehensif. Multistabilitas meletakkan teknologi tidak dalam satu posisi hermeneutik. Bagi Ihde. teknologi bersifat multi-interpretatif tergantung pada konteks kultural di mana dia berada. yang ditulis dalam artikelnya Do Artifacts Have Politics? Di sepanjang jalan bebas hambatan di Long Island terdapat sekitar puluhan 138 .Fenomenologi teknologi Bagaimanakah relasi antara manusia dan teknologi terjadi? Fenomenologi adalah kendaraan untuk mencari jawabannya. berhasil atau gagalnya teknologi bukanlah hal yang penting karena pada dasarnya teknologi adalah hasil sebuah kompromi. teknologi merupakan cermin dari proses imbal-balik yang kompleks yang terjadi di masyarakat. kedua jenis persepsi ini saling terikat satu sama lain. yakni persepsi mikro yang bersifat indrawi dan persepsi makro yang bersifat kultural atau hermeneutik. Bentukan sosial teknologi Prinsip-prinsip dalam fenomenologi teknologi tidak menjadi barang eksklusif dalam studi filsafat. Persepsi mikro tidak pernah lepas dari konteks persepsi makro. Setidaknya tiga kasus menarik bisa kita amati dalam domain ini untuk melihat bagaimana kekuasaan dan teknologi saling bereproduksi satu sama lain. khususnya sosiologi teknologi dalam memahami relasi antara teknologi dan masyarakat. fenomenologi menjadi dasar metodologi studi sosial teknologi. Jika kita menilik secara saksama. Sebaliknya. tapi dalam berbagai titik relasi dengan manusia.

dan kontrol untuk memenuhi kepentingan sang pencipta konfigurasi tersebut. identitas. Menurut Winner. Argumen Pfaffenberger didukung oleh David Hess melalui konsep relasi kekuasaan dan budaya. analisis kekuasaan akan menjadi tumpul dan hanya hanya terfokus pada sejumlah kategori sosial yang terbatas. proporsi jembatan tersebut tidaklah “normal”. Pfaffenberger berargumen bahwa fungsi politis dari suatu teknologi baru dapat tercapai jika teknologi tersebut dibungkus dalam mitos dan ritual dan menjadi alat kontrol produksi dan resepsi makna. Namun. Hasilnya adalah pengamatan dimensi kekuasaan yang sempit. Dia muncul dari suatu konsteks budaya tertentu sehingga kekuasaan selalu bersifat kontekstual dan lokal. Menurut Hess. adalah artefak yang terdiri dari elemen-elemen yang netral. Jembatan-jembatan tersebut di desain dan dibangun dengan konfigurasi demikian untuk menghasilkan suatu dampak sosial tertentu. Budaya dan teknologi Kekuasaan tidak lahir dari kondisi vakum. Karena itu. Tinggi jembatan tersebut hanya sekitar 2. tanpa adanya perspektif budaya. seorang tokoh sentral dalam pembangunan kota New York di awal abad ke-20. teknologi menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan. yakni Robert Moses. Winner menemukan suatu agenda rasialis dan diskriminatif di balik desain jembatan Long Island. teknologi berfungsi sebagai media praktik kekuasaan. sebuah pantai cantik berpasir putih di sebelah timur Long Island. Mendekati kekuasaan melalui budaya dalam teknologi mengantarkan kita ke konsep konstruksi budaya. Hal ini untuk membatasi akses kaum kelas bawah kulit hitam dan hispanik yang biasanya menggunakan bis umum menuju ke Jones Beach. Dengan konfigurasi tertentu. Ini dilakukan dengan sengaja oleh pendesainnya. artefak teknologi berubah menjadi media hegemoni. Selintas tidak ada hal yang istimewa dari jembatanjembatan tersebut. ketika elemen-elemen ini membentuk suatu konfigurasi. Tetapi. penjelasan praktik kekuasaan dalam teknologi tidak akan pernah memuaskan jika kesadaran tentang sistem budaya diabaikan. jembatan Long Island. Dari perspektif ini kita bisa melihat tiga artefak di atas sebagai refleksi dari relasi manusia dan teknologi melalui kekuasaan yang meliputi tiga tujuan. dan makna di 139 . Secara materialistis. keganjilan desain tersebut bukanlah karena alasanalasan teknis. dominasi. Adapun pada kasus penjara Panopticon. Hess menggunakan konsep ini untuk memahami kompleksitas operasi kekuasaan di masyarakat.jembatan penyeberangan.7 meter sehingga hanya mobil sedan yang dapat lewat di bawahnya. Jembatan-jembatan tersebut dibangun sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh Moses untuk menghalangi masuknya bis ke wilayah tersebut. jika diamati dengan saksama. Pada kasus mesin kontrol numerik. Dari investigasinya. seperti yang dikatakan Bryan Pfaffenberger. teknologi berfungsi untuk memproduksi kekuasaan. Pada kasus jembatan Long Island. misalnya efisiensi material atau efektivitas sistem konstruksi. dengan serta-merta netralitas tersebut sirna. Konstruksi budaya tersusun melalui proses interpretasi-reinterpretasi dan produksi-reproduksi simbol.

Menurut Hess.dalam masyarakat. Dalam kerangka konstruksi budaya ini. seorang praktisi teknologi adalah seorang bricoleur. pengembangan teknologi menyerupai apa yang disebut Claude Levi-Strauss sebagai bricolage. TUGAS . Dalam kata lain. Di sini Layne menawarkan apa yang dia sebut sebagai “cultural fix” di mana nilai-nilai budaya di adopsi ke dalam konfigurasi teknologi. konsep konstruksi budaya dalam teknologi tidak hanya untuk memahami lebih mendalam bagaimana teknologi berinteraksi dengan makna. Namun demikian. permasalahan seputar teknologi dan kehidupan manusia 2. dampak negatif dan positif teknologi 3.Buatlah portofolio berkaitan dengan fenomena teknologi dalam kehidupan manusia yang meliputi 1. konstruksi budaya dapat dijadikan “tool” untuk membuat teknologi lebih manusiawi dan dapat diterima dengan baik di masyarakat. suatu sikap yang menerima teknologi dengan mata tertutup. kita tidak perlu menjadi paranoid dan bersikap antiteknologi. pencarian solusi dari permasalahan yang ada 140 . Alasan untuk menolak sikap ini jelas karena manusia tidak akan pernah lepas dari teknologi. Hal ini dapat dilakukan melalui pemahaman makna dalam masyarakat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teknologi dan masyarakat dan mencari solusinya. Kondisi ini membentuk sikap “taken for granted” dalam masyarakat kontemporer terhadap teknologi. Di sisi lain dia memancing nafsu dan keserakahan manusia untuk terus melakukan dominasi dan kontrol terhadap alamcxxi. Penyingkapan ini bagai pedang bermata dua. Dia mengantarkan manusia kepada bentuk “kebenaran” tentang potensi-potensi yang tersembunyi di alam. dan nilai. sikap ini secara perlahan menggali jurang dalam yang dapat menjebloskan manusia ke dalam bencana kemanusiaan. Oleh Linda Layne.bentuk kelompok yang terdiri dari lima orang mahasiswa. Bricolage adalah aktivitas penggabungan elemen-elemen yang ada untuk memenuhi suatu tuntutan lingkungan. Tragisnya. Kompleksitas teknologi modern telah melampaui batas dimensi indrawi manusia dalam mencerna. Pada tingkat ini. Yang dibutuhkan adalah suatu tingkat pemahaman teknologi yang lebih mendalam. Pada tingkat praksis. Dia menghasilkan suatu teknologi baru melalui rekonstruksi elemen-elemen yang sudah ada untuk dibentuk menjadi suatu teknologi “baru” dalam konteks budaya di mana dia berada. Dalam pola ini. orisinalitas teknologi ditentukan oleh konsep makna yang digunakan. teknologi modern tidak berbeda jauh dengan prinsip bricolage di mana interpretasi budaya membentuk versi teknologi di masyarakat. . teknologi tidak lagi dilihat pada aspek materialitasnya yang sering bersifat ilusif melainkan sebagai suatu bentuk upaya penyingkapan daya yang tersembunyi di alam seperti yang dilontarkan Martin Heidegger. ritual. Aliran dari keluaran proses ini lalu ditransformasikan ke dalam artefak teknologi.

Kecuali makhluk hidup. Einsteins konon pernah mengartikan lingkungan sebagai ‘segala sesuatu kecuali saya’. seekor anjing. yaitu tumbuhan. tertutup rimbun oleh pohon bamboo dan tidak berbukit batu. Dalam ruangan itu delapan kursi diletakkan sepanjang satu dinding dengan sebuah meja didepan setiap dua kursi dan sebuah pot bunga diatas masing-masing meja. Misalnya dalam ruangan terdapat delapan kursi. seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. seperti udara yang terdiri atas bermacam gas. Ruang yang ditempati suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan tak hidup didalamnya diseebut lingkungan hidup makhluk tersebut. air dalam bentuk uap. suatu lingkungan hidup dengan 10 orang manusia. Hakekat Lingkungan Sosial Dan Alam Bagi Manusia Manusia hidup di bumi tidak sendirian. Tanpa mereka manusia tidak dapat hidup.BAB VIII MANUSIA DAN LINGKUNGAN Oleh : Linda Dwi Eriyanti. hewan dan jasad renik menempati suatu ruang tertentu. tanah dan batu. S. Kedua. dan empat pot tanaman bunga. oleh jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut. Makhluk hidup yang lain bukan sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral atau pasif terhadap manusia. Sifat ruangan berbeda jika dua kursi dengan sebuah meja diletakkan ditengah masing-masing dinding dan sebuah pot di masing-masing sudut. Tidak seperti makhluk hidup lainnya. manusia dapat melihat dunia sekelilingnya sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya. sebatang pohon kelapa dan sebuah bukit batu akan berbeda sifatnya dari lingkungan yang sama besarnya tetapi hanya ada seorang mnausia. cair dan padat.Sos 1. dan jasad renik akan tetap dapat melangsungkan kehidupannya. sekaligus pihak yang paling merasa terancam olehnya. Dengan mudah dapat kita lihat. Dalam golongan jenis unsure lingkungan hidup termasuk pula zat kimia. hewan dan jasad renik. tumbuhan. Dari manakah kita mendapatkan oksigen dan makanan? Sebaliknya seandainya tidak ada manusia. Manusia adalah penakluk alam. Pertama. Sifat lingkungan hidup ditentukan oleh bermacam-macam factor. melainkan bersama makhluk lain. melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. hubungan atau interaksi antara unsure dalam lingkungan hidup itu. dalam ruang itu terdapat juga benda tak hidup. 141 . Kenyataan ini dapat dengan mudah kita lihat dengan mengandaikan jika di bumi ini tidak ada tumbuhan dan hewan. Manusia bersama tumbuhan. Aforisme ini menyiratkan salah satu dilemma dalam konsepsai lingkungan. 10 ekor anjing. empat meja. hewan. tiga ekor burung perkutut. Toynbeecxxii mengaitkannya dengan daya pikir rasional dan kekuatan emosi manusia.

tapi tidak silau dan tenang. Lingkungan alam dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan sebaliknya. individu dengan kelompok. dinamika kehidupannya dipengaruhi factor dominant yang berupa lingkungan sosial-budaya dan lingkungan alamnya. udara) yang belum banyak dipengaruhi oleh tangan manusia. pranata. Lingkungan sosial yaitu suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya hubungan interaksi individu dengan individu. kreatifitas. Lingkungan budaya adalah segala kondisi. bahwa ia tidak pernah dapat memahami sepenuhnya kerja dunia dan semua unsurnya. atau ketimpangan ekologi. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah agar masalah dengan lingkungan tadi tidak menimbulkan ketimpangan ruang. Kesadaran ekologi hendak melihat kenyataan dunia ini secara integral holistic.cxxiii Ekologi mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. Sebagai akibat tuntutan kebutuhan manusia yang multi aspek. system pemerintahan. serta memiliki kemampuan untuk melihat dan menganalisis perspektif ruang muka bumi yang meliputi perubahan serta perkembangan hari ini untuk menatap amsa depan. silau dan bisingsangatlah berbeda dengan lingkungan yang sejuk. Lingkungan alam adalah kondisi alamiah baik biotik ( tumbuhan. senjata. hewan. Usaha pelestarian lingkungan dimengerti sebagai kesediaan manusia mengakui keterbatasannya. ketimpangan lingkungan. maupun lingkungan abiotik (tanah. Manusia dan alam semesta adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. hewan ). baik yang berupa materi maupun non materi. air. dll.Ketiga. dikotomis. cahaya yang cukup. mampu mempertahankan lingkungan alamnya. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan manusia telah mampu mengungkap sebagian kecil rahasia alam semesta ini. dan matahari. factor non materiil suhu. air. tumbuhan. yang dihasilkan oleh manusia melalui aktivitas. mineral. norma. Maka ia mau bekerjasama dengan alam lingkungan untuk mengarahkan hidup ini secara 142 . dan penciptaan yang berpengaruh terhadap lingkungan alam. mengkaitkan ilmu kemanusiaan dan ilmu alam-bersifat interdisipliner. cahaya. kelakuan atau kondisi unsure lingkungan hidup. tanah. Lingkungan yang panas. yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Ekologi dan manusia Kata ‘eko’ dalam ekologi berasal dari bahasa Yunani Oikos. Kita dapat dengan mudah merasakan ini. dan sebaliknya. hokum. Sedangkan yang non materi berupa tata nilai. bahwa dunia yang satu itu ternyata mengandung banyak keanekaragaman. udara. Lingkungan alam dan lingkungan sosial saling berpengaruh dan berinteraksi secara aktif. pakaian. maupun kelompok dengan kelompok. Oleh karena itu kita semua wajib memiliki wawasan yang luas tentang lingkungan. dll. yang berarti rumah tempat tinggal : tempat tinggal semua manusia. Keempat. Manusia sebagai makhluk dinamis.cxxiv Ia sekaligus merupakan reaksi kritis atas pandangan terhadap dunia yang dualistis. system ekonomi. dan kebisingan. misalnya suatu kota yang penduduknya ktif dan bekerja keras merupakan lingkungan hidup yang berbeda dari kota yang serupa tetapi penduduknya santai dan malas. peralatan. Lingkungan budaya yang berupa materi meliputi bangunan. system politik. Manusia yang tingkat budaya dan peradabannya sudah maju. peraturan. perubahan ruang dan tata ruang sudah menjadi tuntutan alamiah.

bersama-sama kepada kesejahteraan seluruh anggota komunitas dunia ini.itu berarti mengakui dan menghargai hak hidup setiap makhluk sebagai subyek yang mandiri dan bermartabat dalam dunia yang kongret integral.cxxv Alam merupakan guru terbaik, ia menstimulasi kapasitas untuk menangani lingkungan tak terduga dan kejadian yang tidak diperkirakan dengan maksud dan kemurahan hati dari roh, memercikkan momen transenden dan menginspirasikan tindakan yang kreatif. Hukum alam membangkitkan pola hidup yang kaya dengan kesederhanaan dan kerendahan hati, kemurnian, kebenaran, kemurahan hati, dan cinta kasih.cxxvi Menurut Hanne Strong, kunci untuk memperbaiki bumi terletak pada penghormatan pada hukum alam yang dipahami masyarakat asli dan tradisional. Masyarakat ini berbicaraberbicara dengan kumpulan instruksi yang asli yang diberikan kepada mereka oleh sang pencipta. Mereka mengetahui dan menghidupi hukum ini, yang menuntun relasi manusia dengan 4 elemen pemberi kehidupan yaitu tanah, air, udara, dan api (energi), serta mengajarkan penghormatan pada kesatuan dan kesalingketergantungan dari seluruh kehidupan. Hanya jika kita memahami Hukum Kesalingtergantungan, kita dapat memperbaiki kerusakan keempat elemen pemberi kehidupan kita. dan hanya jika kita mengalami kesalingterkaitan satu sama lain, kita dapat memulai mengubah sumbernya : hati dan pikiran manusia. Ini disepakati Fukuoka, yang mengatakan : “tidak ada jalan lain untuk perdamaian kecuali semua orang harus meninggalkan gerbang istana persepsi yang relative, turun ke padang rumput, dan kembali ke jantung alam yang non aktif. Marilah kita katakan bahwa kunci perdamaian terletak dekat di bumi.”cxxvii 2. Pandangan manusia terhadap lingkungan Faham dan pandangan manusia terhadap lingkungan alam sangat tergantung dari penguasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Setidaknya ada 3 aliran tentang faham hubungan manusia dengan lingkungannya, yaitu : Faham determinisme, memandang bahwa manusia sangat tergantung pada alam, artinya kapasitas manusia dan aktifitasnya sangat ditentukan oleh alam dimana dia berada, sedangkan upaya manusia untuk mengkreasi lingkungan sangat terbatas kemampuannya. Tokoh faham ini diantaranya : Charles Darwin (1809-1882) yang terkenal dengan teori evolusinya, Frederich Ratzel (18441904) dengan teori Antrhropography yang menyatakan bahwa bahwa manusia berkembang dan hidup sangat ditentukan oleh lingkungan geografis dimana ia tinggal. Tokoh lainnya Elsworth Huntington yang menekankan pada kekuatan pengaruh iklim pada perkembangan dan kehidupan manusia. Faham Posibilisme atau Probabilisme, memandang lingkungan alam berpengaruh terhadap manusia tetapi tidak menentukan melinkan hanya memberi peluang dan kemungkinan pada manusia untuk berkembang. Tokohnya : EC Semple dan Paul Vidal de la Blace yang menyatakan bahwa perkembangan hidup dan kebudayaan manusia bukan dipengaruhi langsung oleh alam, tetapi oleh proses produksi yang dipilih seseorang yang berasal dari kemungkinan yang disediakan oleh tanah, iklim, dan ruang yang ada disekitarnya.

143

Faham Optimisme teknologi, memandang bahwa manusia dengan kemempuan IPTEK yang dimilikinya dapat menciptakan kebudayaan dan mengkreasi lingkungan alam sesuai yang diinginkannya. Lingkungan adalah metafora yang melanggengkan kontradiksi kondisi dasar manusia. Ia memiliki kekuatan untuk menaklukkan, namun ia juga diliputi berbagai kelemahan yang membuatnya terancam. Disatu sisi manusia membuat berbagai perbaikan, disisi lain ia membuat kerusakan. Konflik antara individualisme konsumerisme dan solidaritas tidak pernah lepas dari masyarakat manusia. Hal ini sangat ditekankan oleh Atkinson (1991), Dickens (1992), Dobson (1990), Eckersley (1992), dan Sachs (1993). Dari waktu kewaktu manusia memandang alam dengan nafsu penaklukan sekaligus rasa bersalah. Hal ini diuraikan secara cemerlang oleh Glacken (1967). Manusia sejak lama menyadari betapa uniknya kehidupan di bumi. Kosmos dimana kita hidup merupakan anugerah tak terperi, dan juga tak tergantikan, yang terbentuk dari jutaan proses kimiawi, biologis, dan fisik secara terus menerus. Pengagungan alam ini diantaranya diungkapkan Lovelockcxxviii. Dikatakannya bahwa biosfer yang menyangga kehidupan manusia dilukiskan sebagai suatu zona yang disebut Gaia, yang mempunyai mekanisme pengaturan sendiri, yang justru sering terusik oleh perilaku manusia. Gaia tidak punya sosok tertentu, tidak dibebani moralitas, namun memberi batasan-batasan yang tak terlampaui bagi kehidupan manusia. Jika manusia tak mau menyesuaikan diri, maka alam akan memaksanya. Inti pandangan environmentalisme yang kini terus diminati ada tiga, yakni pandangan teknosentrik, ekosentrik, dan deep green. Mode teknosentrik yang diungkapkan O’Riordancxxix menggambarkan hakekat manusia sebagai manipulator alam, yang harus membatasi perilakunya agar ia dapat terus memanipulasinya itu. Pandangan konservasionis ini berkembang luas di AS (Hays 1959), cenderung optimistic dan bersifat maskulin. eksploitasi dan teknologi dipandang positif, sejauh itu tidak merusak alam fisik dan sosial secara berlebihan. Pandangan ekosentrik (Dobson 1990, O’Riordan 1981, Pepper 1986) juga optimis, namun ia lebih jauh lagi dalam menganjurkan pelestarian lingkungan. Kalau dalam pandangan terdahulu alam dijadikan sebagai factor pengimbang sekunder, maka dalam pandangan ini kelestarian harus selalu dinomorsatukan. Semua tindakan manusia sedapat-dapatnya harus didasarkan pada usaha pelestarian alam. Contoh konsepsi pelaksanaannya ada lima : i Konsep pembangunan berkesinambungan (sustainable development), yang tertuang dalam laporan Komisi Bruntland (1987) dan Konferensi Lingkungan dan Pembangunan PBB (UNCED) di Rio Janeiro di tahun 1992 yang menghasilkan agenda 21, suatu program integrasi pembangunan dan lingkungan. Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang ungkapkan O’Riordan dan Cameroncxxx menyatakan hanya menerima segala iptek selama itu tidak merusak lingkungan. Prinsip itu kemudian mengembangkan civic science (integrasi semua ilmu konvensional dengan dan proses demokrasi alamiah) serta ecological space yang dibarengi dengan prinsip altering the burden of proof. Ini adalah argument ilmiah yang mendesak negara maju

144

memberi kelonggaran dan bantuan kepada negara berkembang agar dalam pembangunannya tidak mengorbankan kelestarian lingkungan ii Ilmu ekonomi ekologis (ecological economics) yang menggali berbagai keuntungan bagi manusia jika alam dibiarkan apa adanya (critical natural capital), atau jika kegiatan pembangunan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak mengganggu lingkungan (natural resource account) ; istilah lainnya ‘kesejahteraan lingkungan’ (environmental welfare). Hal ini diungkapkan oleh Pearcecxxxi iii Penilaian dampak lingkungan (environtmental impact assessment), atau anjuran bagi dilakukannya analisis menyeluruh tentang dampak lingkungan dari setiap proyek atau kebijakan, yang diungkapkan O’Riordan dan Sewellcxxxii. Ini khususnya ditujukan bagi perusahaan-perusahaan, sehingga memunculkan bidang bisnis jasa baru, yakni biro-biro konsultan lingkungan yang di negaranegara maju sangat berperan bagi turunnya izin resmi, khususnya bagi kegiatan-kegiatan yang dianggap peka terhadap lingkungan. iv Ecoauditing, yakni pemeriksaan atas semua usaha, kegiatan atau kebijakan yang ada, demi memastikan bahwa semua itu tidak merusak lingkungan. Tekniknya sendiri berfariasi, misalnya life cicle analisys dan environmental burden analysys. Semuanya merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan terpadu, yang standar-standarnya dibakukan secara internasional. Konsepsi ini dikampanyekan kepada pemerintah di setiap negara yang standar lingkungannyya diniolai memprihatinkan. Semuanya pada hakekatnya merupakan kompromi antara hasrat membanguna secara ekonomis, dengan keinginan untuk memelihara alam sejauh mungkin. Para penganjurnya yakin bahwa pelaksanaan langkah-langkah diatas tidak bisa ditunda-tunda lagi, dan harus segera dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pandangan ini tidak lepas dari kritik, Sachscxxxiii misalnya, meragukan bahwa pengutamaan lingkungan akan menciptakan aneka kendala ekonomis yang pada akhirnya bisa berakibat pada perusakan lingkungan alam itu sendiri. Terakhir, pandangan deep green bertumpu pada struktur etika dan sosial yang radikal (isrilah lainnya deep ecology atau steady-state economics). Pandangan ini menganjurkan ditinggalkannya pola hidup masal yang dianggap tidak bisa tidak merusak lingkungan, dan menghimbau masyarakat untuk hidup dalam pola komunal yang dekat dengan alam. Teknologi yang harus dipilih adalah yang paling canggih, tetapi yang tidak perlu aneka perangkat penduduk berskala besar. Pandangan ini menentang globalisme ekonomi dan ketergantungan politik. Dalam waktu bersamaan ia mempromosikan pasifisme (hidup serba damai dan bersahaja), ecifeminisme, penegakan hak-hak konsumen demi mengontrol produsen, serta pengakuan atas hak hidup makhlik lain diluar manusia. Pandangan ini berakar pada tradisi anarkhisme dan pemberdayaan komunitas. Meskipun demikian, pandangan ini juga mengakui bahwa semua usulnya tak mungkin diterapkan seketika. Karena itu ia menyambut baik konsepsi pembangunan berkesinambungan, yang dianggap sebagai batu loncatan menuju kondisi serba lebih baik, jauh dari hingar bingar politik atau militer yang pada akhirnya akan menghancurkan lingkungan.cxxxiv

145

Secara umum. solusi atas berbagai masalah lingkungan harus dilakukan dengan mengireksi unsur-unsur ekonomi yang menjadi penyebabnya. Misalnya relokasi industri menempatkan pebrik-pebrik dati negara maju ke hutan-hutan perawan di engara berkembang. Sementara itu jumlah penduduk Indonesia kian bertambah dengan ratarata 2. dan dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari kesempatan kerja.5-3 juta pertahun. serta menggali saluran irigasi lebih banyak dari seharusnya. dan sebagainya. mendiring petani memakai aneka pipik dan obat tanaman secara berlebihan. aneka macam penyakit mematikan akibat pencemaran air dan udara. Tidaklah sulit untuk menemukan bukti-buktinya. Contohnya. yang kebanyakan bersumber dari pasar. Hal ini disebabkan rendahnya alat-alat produksi yang dimilikinya. Ketiga. Studi ini tidak mempersoalkan terganggunya kesehatan. relokasi industri. Ada tiga unsur pokok dalam ekonomi lingkungan ini yaitu : Pertama. adanya pandangan bahwa kesejahteraan manusia sedang terancam oleh degradasi lingkungan dan penyusutan sumber daya alam. sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang lebih produktif. mulai dari banjir akibat penggundulan hutan. serta standar kelestarian lingkungan juga dihitung berdasarkan variable-variabel ekonomi. peralatan kerjanya yang terbatas pula. tetapi menekankan kerugiannya secara ekonomis. motif keuntungan terkadang mendorong perusahaan tidak mengindahkan kelestarian lingkungan dan mengakibatkan kerugian bagi pihak-pihak lain. tetapi juga internasional. sehingga jumlah penduduk Indonesia naik dari 207 juta 146 . Kedua. Juga tenaga energi yang mampu dikeluarkan rendah karena kadar gizi makanan dan menderita kekurangan kalori sehingga rawan penyakit.ini bukan hanya terjadi dalam lingkup nasional. maka ekonomi lingkungan menyerankan penerapan pajak ekstra atau penerbitan lisensi khusus demi meredam kegiatan tersebut.cxxxv 3. Jika suatu kegiatan sulit dihentikan begitu saja secara hukum.Ekonomi Lingkungan Ekonomi lingkungan bermula dari tulisan Gray (awal 1900-an). namun baru muncul sebagai studi koheren pada tahun 1970-an. sangat menarik dan memiliki logika yang kuat. Juga karena tingkat pendidikan dan ketrampilan yang masih rendah. Perkembangan Demografi dan Kesejahteraan Hidup Sebagian besar penduduk Indonesia masih berpendapatan rendah karena produktifitas kerjanya rendah. Pigou (1920-an) dan Hotelling (1930-an). kerusakan lingkungan secara umum diyakini sebagai akibat dari penyimpangan atau kegagalan tertentu dalam sistem ekonomi. untuk memaksakan hasil panen semaksimal mungkin. yang telah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan harus segera diakhiri. Kebijakan tertentu seperti Common Agriculture Policy di eropa. seperti sempitnya bidang tanah yang diusahakan. penggunaan instrument ekonomi guna mengatasi masalah lingkungan yang bersumber dari kegiatan ekonomi. banyak penduduk Indonesia bersifat mobil. bergerak dari pedesaan ke perkotaan. Dalam keadaan serba kekurangan. batas-batas pencemaran dan kerusakan alam. yang memberi subsidi harga produk pertanian. Dalam ekonomi sumberdaya alam. Kebijakan subsidi. Bahkan berbagai masalah global seperti penipisan lapisan ozone juga hendak diatasi melalui langkah-langkah ekonomis.

3 juta penduduk usia lanjut (60 th keatas) yang memerlukan aneka macam obat dan makanan suplemen. Kwalitatif  kebutuhan pangan  tingkat pendidikan  pelayanan kesehatan. dan kian kerontang karena terkonversi untuk kebutuhan non pertanian. Mereka bisa dilihat sebagai peluang pasar yang sangat besar untuk produksi jasa dan manufaktur. menyusut. Masalah sosial a. Lahan untuk pemukiman kian susah dan mahal. dan sebagainya.6 juta. sehingga melibatkan masyarakat setempat. garmen. produk tekstil. baik dari sisi investasi maupun konsumsi. 147 . Katakanlah penduduk usia 0-14 tahun pada tahun 2015 mencapai 63. dengan skenario pesimistis. Misalnya akan terjadi ledakan pengangguran kalau penciptaan lapangan kerja tidak tertangan secara serius dari sekarang. sepatu. minyak dan gas yang banyak terdapat diluar pulau jawa dilakukan dengan modal besar dan teknologi canggih. nutrisi  perumahan  pendapatan perkapita  kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam  tenaga kerja (lapangan kerja dan pengangguran. Dengan 170. akan tetapi juga bisa sekaligus sebagai ancaman.(2000) menjadi 222 juta (2005). Tentu kebutuhan mereka menciptakan permintaan barang dan jasa yang pasti mendorong industri farmasi Dari jumlah penduduk. Penduduk berjumlah besar di pulau jawa.Kwantitatif  pertumbuhan penduduk yang tinggi yang dipengaruhi natalitas. Lain-lain  pembangunan yang dilaksanakan pemerintah selama ini berorientasi pada penduduk. maka tidak saja tenaga buruh yang banyak tersedia. dipemukiman. Banjir dan tanah longsor datang meneror setiap saat dimana-mana karena pohon-pohon raksasa penahan banjir sudah kian menipis jumlahnya dan kurus-kurus pula. betapa hidup mungkin tidak akan nyaman lagi. tas. kelestarian alam menjadi tantangan dan potensi bisnis yang luar biasa. Inilah potret ‘ABG’ masa depan yang memerlukan begitu banyak pakaian yang otomatis akan menghidupkan mesin-mesin industri tekstil. Dijalan.  Pembangunan sumber alam mineral. Lahan untuk pertanian semakin sempit. Ketersediaan pangan. di kantor. Tak kalah besar tantangannya 24. b. jika lapangan kerja produktif tersedia mamadai. 235 juta (2010) dan 257 juta pada tahun 2020 nanti. manusia Indonesia akan berdesakan. mereka akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang dahsyat.8 juta angkatan kerja tahun itu. Dapat pula disebut sebagai modal (human capital). tetapi pasar untuk barang industri pun lebih besar di pulau jawa ketimbang di pulau lain. mortalitas dan migrasi  penyebaran penduduk yang tidak merata dan mobilitas penduduk  komposisi penduduk dengan angka ketergantungan tinggi c.

Bahkan persaingan antar suku-suku di daerah memperoleh peluang untuk tumbuh kembali. Sehingga muncul ‘mikro politan’ di aerahdaerah. Brunei Darussalam. Tekanan pembangunan pada sumber alam hutan sangat terasa saat ini. Solusinya . fasilitas perdagangan) c. Philipina dan Singapura. Persaingan kian meningkat dan dimenangkan oleh mereka yang memiliki kemampuan produktifitas yang tinggi dan sumber daya alam dengan daya komparatif yang lebih unggul. Jumlah permintaan akan papan kayu melebihi kemampuan hutan menghasilkannya secara lestrai. Akhirnya kota-kota sepanjang selat Malaka. dampak pertumbuhan. untuk mengatasi hal ini pembangunan perlu mengendalikan: 148 . Demikian pula semangat yang mengutamakan ‘putra daerah’ baik dalam pemerintahan maupun bisnis semakin meningkat. Perspektif masa depan Bagaimana perspektif perkembangan penduduk masa depan dan apa pengaruhnya terhadap pembangunan bangsa kita? a. faktor pertama yang tidak ada di masa lalu adalah desentralisasi. Hal ini mendorong dibukanya jalur perdagangan antara daerah-daerah yang berbatasan dengan Malysia. Luas area tanah yang ditimpa erosi sudah tidak terkendali. b. telekomunikasi) dan infrastruktur lunak ( pendidikan. Jumlah volume air tanah yang disedot sudah melewati ambang batas. Solusinya . . latihan ketrampilan.  Konflik yang bermunculan dengan berbagai penyebab diantaranya ketimpangan ekonomi. listrik. pelabuhan. faktor kedua adalah tantangan munculnya kawasan perdagangan bebas ASEAN (FTA). ras maupun agama. faktor ketiga. yang dipicu dengan perbedaan suku. juga pelimpahan wewenang otoritas pembangunan lebih banyak dari pusat ke daerah.Maka muncullah ‘pulau-pulau modern’ ditengah-tengah ‘lautan’ penduduk tradisional. yang berakibat lebih banyak dana keuangan mengalir ke daerah. Migrasi penduduk lebih terpusat ke kota-kota di daerah ketimbang ke pedesaan. kemampuan produktifitas dapat ditingkatkan apabila pemerintah memangkas habis belukar birokrasi administrasi yang menghambat kebebasan berusaha dan mengutamakan investasi pada infrastruktur keras (jalan. mobilitas dan kepadatan penduduk pada lingkungan yang cenderung menderita tekanan sehingga rusak dan tercemar.Solusinya perlu penguatan simbol persatuan bangsa melalui pendidikan dan pembudayaan bangsa. sehingga banjir dan tanah longsor terjadi dimana-mana. Laut Jawa dan Laut perbatasan Philipina Selatan akan tumbuh lebih pesat. Hal ini berakibat sifat patembayan lebih menonjol daripada paguyuban. Dengan demikian mobilitas horisontal antar daerah makin meningkat. Laut China Selatan.

lingkungan dibedakan atas lingkungan biotic dan abiotik. Keseimbangan pemanfaatan dengan pemeliharaan Penerapan teknologi bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia selain secara jelas berdampak positif juga membawa dampak negative. Keterbatasan daya dukung alam Daya dukung lingkungan bersifat relatif dan memiliki keterbatasan. suasana aktifitas penduduk menghasilkan barang dan jasa 3. Pada konsep ekologi secara umum. meliputi geografi manusia yang menelaah hubungan antara kelompok manusia dengan lingkungan alamnya. akan terjadi berbagai bentuk ketimpangan yang kemudian menjadi masalah bahkan bencana yang menimpa kehidupan makhluk dimuka bumi terutama manusia. Hubungan Kualitas Lingkungan Dengan Kehidupan Manusia Secara garis besar. dan lainnya yang diluar daya kemampuan lingkungan yang bersangkutan. Penerapannya merupakan tekanan terhadap lingkungan. Dalam konsep ekologi. lingkungan sosial. Problematika Pembangunan Lingkungan Sosial Budaya Dan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Beradab. dapat diadaptasikan dalam menelaah kehidupan manusia. Sedangkan Barrows menjelaskan bahwa geografi adalah ekologi manusia yang memberikan penjelasan tentang hubungan keberadaan lingkungan alam dengan persebaran dan aktifitas manusia. sungai. Besar penduduk per luas areal 2. dan lingkungan budaya. laut. Eksploitasi hutan. Pendekatan ekologi Pendekatan ekologi yang menelaah hubungan antar makhluk hidup yang satu dengan lainnya pada suatu ekosistem. perdamaian. Krisis ekologis. 5. dan politik dewasa ini disebebkan tidak adanya keadilan.1. sedangkan pada konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan atas lingkungan alam. degradasi sumber daya alam dan pencemaran lingkungan per satuan produksi barang dan jasa. Mengingat pentingnya kedudukan lingkungan pada konsep ekologi. 149 . 4. yaitu makhluk hidup dan ekologi lingkungan. kualitas hubungan manusia dengan alam lingkungannya dapat dikelompokkan ke dalam 3 tingkatan yaitu :  Kelompok yang hidupnya sangat tergantung pada lingkungan  Kelompok yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya  Kelompok yang mampu mempengaruhi dan memanfaatkan lingkungannya bagi kesejahteraan hidupnya. dan khususnya penghormatan dan penghargaan terhadap ciptaan. James A Quinn menyatakan bahwa ekologi manusia pada bidang ilmu-ilmu sosial. Bila pemanfaatan dan populasi yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut telah melewati batas kemampuan. terdapat dua komponen utama. kadang-kadang bila orang berbicara tentang ekologi sering diidentikkan dengan pengertian lingkungan. sosial.

Hutan hujan tropis yang terdiri dari banyak tumbuhan dan binatang walaupun tanpa perawatan tetap akan dapat melangsungkan hidupnya. setidak-tidaknya satu setengah juta manusia lagi (gambaran yang mengerikan itu didapat dari catatan kemiskinan Bank Dunia dalam kaitannya dengan masalah pemukiman kembali orang-orang yang terkena proyek pembangunan). Bahkan. Sebaliknya lading atau sawah yang hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan saja akan memiliki stabilitas yang kecil. Di India. sementara Bank Dunia tetap menjadi aktor utama yang memainkan tokoh “protagonis” tentunya. Jutaan spesies sedang dimusnahkan di planet kecil ini. Luas itu sama dengan luas wilayah Massachusetts). perusakan hutan telah menjadikan hutanhutan itu tinggal separonya saja bila dibandingkan dengan kondisi hutan pada tahun 1980-an (antara tahun 1978 dan 1988 telah terjadi penggundulan. prestasi yang gemilang manusia dalam IPTEK telah merubah pola piker.cxxxvi (Penggundulan itu masih sangat mungkin terjadi lagi. orang-orang yang tergusur telah mencapai 2. pola hidup dan perilaku yang berbudaya menuju budaya baru yang didasari oleh hawa nafsunya sehingga terjadi pergeseran nilai ditengah masyarakat. Lebih dari itu. kaum tergusur yang memainkan tokoh “penentang” semakin banyak bermunculan dalam drama yang berpanggungkan bumi. Penggusuran itu sering tanpa disertai kompensasi. Setiap makhluk hidup ingin agar tempat hidupnya memberikan rasa nyaman. aman dan menyenangkan untuk kelangsungan hidup individu dan makhluk sejenisnya. Sementara orang-orang miskin dicerabut dari tempat asalnya dan dipindahkan secara paksa. Peranan manusia secara ekologis dalam lingkungan :  Manusia sebagai mahkluk yang dominant secara ekologi  Manusia sebagai maklhuk pembuat alat  Manusia sebagai makhluk preampok  Manusia sebagai makhluk penyebab evolusi  Manusia sebagai makhluk pengotor Lingkungan yang ideal bagi manusia. Setiap tahun.merupakan tekanan yang megubah keseimbangan sehingga menimbulkan masalah lingkungan. pembangunan yang disponsori Bank Dunia telah menggusur lebih dari 20 juta orang dari tanah dan tempat tinggal mereka. Pembangunan dan lingkungan Sebagian belahan bumi yang sangat luas telah berubah menjadi medan peperangan dahsyat. Suatu ekosistem mempunyai stabilitas lingkungan tertentu.5 persen dari jumlah penduduk India saat ini (1993). perusakan hutan itu belum merupakan tragedi sosial dan lingkungan dalam dimensi global. lahan hutan seluas 22. Semakin besar keanekaragaman ekosistem. Seorang ilmuwan 150 . di atas kertas telah ada beberapa rencana proyek semacam itu yang mungkin akan menggusur orang-orang miskin.000 meter persegi digunduli. Meski demikian. Demikian juga lingkungan sosial budaya. makin besar pula stabilitasnya. Demikianlah. Dan jika dirunut sejak masa kemerdekaan pada tahun 1947. lebih dari satu setengah juta orang disisihkan demi kelancaran proyek-proyek pembangunan yang didanai oleh Bank Dunia. Pada awal tahun 1990-an.

000 orang telah tertular. Sampai akhir tahun 1990. selama tahun 1980-an terjadi perusakan hutan yang lebih luas dibandingkan dengan perusakan hutan di Rondonia. yaitu di sebelah barat laut Brasil (Rondonia di utara Mato Grosso) dan wilayah hutan di sebelah tenggara hutan Amazon. Sementara itu. Namun. di ujung lain lembah Amazon. Kisah tragis perusakan hutan itu dimulai saat 304 juta dolar AS pinjaman Bank Dunia diberikan kepada Companhia Vale do Rio Doce (CVRD). Beberapa suku Indian terancam pelbagai penyakit. kerusakan hutan terus meningkat. wabah TBC.1 persen pada tahun 1991. Proyek Polonoroeste berupa pembangunan jalan dan pengembangan permukiman untuk pekerja perkebunan.cxxxix Pada tahun 1987 Bank Dunia melaporkan (fakta yang sempat dibocorkan pers Brasil). Sejak beroperasinya Proyek Polonoroeste. yang disebabkan ulah manusia. bahkan setelah pinjaman bertahap Bank Dunia selesai diberikan. Sedemikian luas kebakaran hutan itu. Kemudian jaringan transportasi kereta api pun dibangun dengan memakai dana pinjaman itu. sebuah perusahaan pertambangan milik pemerintah Brasil. hutan seluas sekitar 150. Selain 151 .cxl Sampai tahun 1993. yang pembuatannya didanai Bank Dunia pada tahun 1982. banyak permukiman suku Indian yang termasuk dalam wilayah kerja Proyek Polonoroeste tidak menerima perlindungan penuh seperti yang dijanjikan. Selain itu. yaitu dari 1.6 Pada pertengahan tahun 1980-an. sedangkan proyek Carajas adalah pembangunan jaringan transportasi kereta api dan pembangunan daerah pertambangan. yaitu proyek pembangunan infrastruktur Polonoroeste dan Carajas. mulai dari wabah campak sampai influensa.000 kilometer persegi telah dirusak demi kelancaran sebuah proyek raksasa: Greater Carajas Program.7 persen pada tahun 1978 menjadi 16. Hampir seratus persen penduduk di beberapa tempat terjangkit malaria. penggelapan uang di badan pemerintah yang memberi perlindungan terhadap suku Indian (yaitu FUNAI). yaitu di negara bagian Para. di Rondonia telah terjadi penjarahan tanah Indian secara sistematis. tepatnya di sebelah tenggara negara bagian Para.pemerintah Brasil Philip M. korupsi besar-besaran. sehingga areal yang rusak dapat dilihat dari angkasa luar. yang membentang dari pusat cadangan bijih besi sampai pelabuhan laut di negara bagian Sao Luis. bukan kebetulan bahwa hampir semua aktivitas perusakan hutan di wilayah-wilayah tersebut berkaitan erat dengan dana proyek raksasa yang didanai Bank Dunia.cxxxviii Proyek Polonoroeste telah mengubah Rondonia — wilayah yang luasnya kira-kira sama dengan luas Oregon atau Inggris — menjadi wilayah dengan kerusakan hutan terluas di Amazon. dan malaria yang semakin merajalela di permukiman penduduk asli. Penyakit mulai mengancam nyawa orang-orang yang tergusur dan penduduk asli. dan lebih dari 250. kebakaran hutan Rondonia menjadi fokus utama riset NASA. campak. “Penggundulan itu untuk membayar krisis ekonomi Brasil. Fearnside mengatakan. angka kematian bayi mencapai 50 dan 25 persen di dua suku yang sempat dihubungi. Kedua proyek itu benar-benar telah menjadi pemicu malapetaka kemanusiaan dan ekologis yang masih saja berlanjut. Dan lebih dari tiga perempat perusakan hutan itu terjadi di salah satu sisi rel kereta api sepanjang 780 kilometer.”)cxxxvii Sepanjang tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an penggundulan terjadi sangat intens di dua wilayah hutan utama.

kopi. Bali. Pulau Jawa yang luasnya sama dengan luas wilayah negara bagian New York telah menjadi salah satu tempat terpadat di bumi karena dihuni sekitar 105 juta jiwa (1993). dan konstruksi pangkalan bawah air Sao Luis sebagai ujung lain jaringan transportasi kereta api itu. dan Food and Agriculture Organization (FAO) pun turut memberikan bantuan.500 kilometer persegi per tahun. tentu saja. Dana itu digunakan untuk pengembangan proyek perkebunan inti rakyat (nucleus astate project). karena proyek tersebut telah menarik perhatian para pengejar laba di bidang arang kayu. Sampai dengan tahun 1987. Pemerintah Jerman.c) yang merupakan bagian dari program pemindahan penduduk ke hutan tropis di Indonesia. Amerika Serikat. Dengan demikian. Proyek-proyek tersebut merupakan contoh proyek ceroboh dan berpandangan sempit. Irian Jaya. baik dari pemerintah negara lain maupun lembaga keuangan internasional. Sepanjang tahun 1983.cxli Transmigrasi Proyek pemindahan penduduk sebagai bagian dari proyek pertanian yang dibiayai Bank Dunia tidak hanya terjadi di Brasil. transmigrasi di Indonesia bertujuan untuk mengatasi ledakan penduduk dan pengangguran di Jawa dan pulau-pulau padat lainnya. Selain itu. Dan memang. tanah-tanah hutan orang Indian dan cagar alam yang ada pun terancam. dan Sumatra (selanjutnya dipakai istilah “daerah tujuan”). Ketika proyek peleburan berlangsung. yaitu memindahkan jutaan orang miskin dari daerah berpenduduk padat — Jawa. proyek Bank Dunia juga mendukung pembangunan penambangan bijih besi Carajas di salah satu ujungnya. UNDP. Pinjaman Bank Dunia sebesar 630 juta dolar AS itu ternyata merupakan “pancingan” bagi donor lainnya. Lombok.pembangunan jaringan transportasi kereta api. Jika semua proyek itu berlangsung.cxliii Menurut Bank Dunia. Belanda. Transmigrasi juga menjadi alasan untuk memacu pembangunan ekonomi di daerah tujuan. dan Madura (yang selanjutnya disebut “daerah asal”) ke pulau-pulau seperti Kalimantan. Mereka yang bersedia pindah — paling tidak dalam proyek berikutnya — menerima bantuan fasilitas pertanian dan pelayanan-pelayanan lain. proyek pemindahan penduduk itu (diharapkan) dilakukan secara sukarela. Bank Dunia mengucurkan pinjaman 630 juta dolar AS) untuk menopang proyek pemindahan penduduk yang paling ambisius di dunia: transmigrasi di Indonesia. Program transmigrasi di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan proyek Polonoroeste. terutama untuk menanam tanaman perkebunan seperti cokelat. Pada mulanya. dengan proyek semacam itu sumber arang kayu akan habis dalam kurun waktu belasan tahun.cxlii Tujuannya sederhana. Asian Development Bank (ADB). tambahan bantuan dana itu mencapai 743 juta dolar AS. di daerah-daerah tersebut juga berdiam berbagai suku asli non-Jawa. empat di antaranya adalah proyek peleburan pig iron. Di daerah tujuan terdapat 10 persen hutan hujan dunia. Dan. Antara tahun 1976 dan 1986. bisa dipastikan dalam waktu 10 tahun areal hutan yang luasnya melebihi luas wilayah Wisconsin akan gundul. enam proyek industri telah didirikan. dan minyak kelapa sawit untuk diekspor. karena hanya mengandalkan subsidi pajak besar-besaran dan eksploitasi hutan tropis untuk dijadikan bahan arang kayu. 152 . maka akan terjadi perusakan hutan seluas 1.

Menurut mereka. bahaya banjir. Kondisi buruk itu masih ditambah beberapa persoalan yang muncul akibat kelemahan perencanaan proyek seperti jeleknya jalan menuju pasar terdekat. paling tidak 40. tujuan utama transmigrasi lebih bersifat geopolitis.Namun. program transmigrasi itu justru lebih memiskinkan jutaan orang miskin. banyak suku asli telah bergerilya selama lebih dari 20 tahun. wabah serangga. 90 persen tanahnya telah dihuni oleh penduduk non-Jawa. Kondisi populasi yang demikian. para aktivis dan kritisi hak asasi manusia dan lingkungan memandang proyek transmigrasi itu sebagai bentuk siasat politik yang disamarkan dalam wujud pembangunan. yang berasal dari hutan bakau dan tanah basah.000 sampai 50. Situasi yang mirip dengan Polonoroeste. Sebagai bentuk penolakan lainnnya. sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kebijakan aneksasi Indonesia sejak tahun 1969 di wilayah mereka. Sekitar 40-50 persen transmigran yang mendapat permukiman di daerah bekas tanah basah dan rawarawa memilih pindah dari lokasi permukiman ke kota. Namun program itu mendapat reaksi keras di daerah-daerah tujuan.000 sampai 20. dan seperempatnya disebabkan oleh proyek pembangunan baik yang dilaksanakan oleh negara maupun swasta. Pada akhir 1980-an.cxlv Riset pemerintah Indonesia pada tahun 1989 menyebutkan. program transmigrasi di Indonesia ternyata sama-sama menunjukkan bayangan yang suram.cxlvi Perusakan lainnya disebabkan oleh berbagai proyek penebangan kayu dan kebakaran hutan. suku-suku asli tetap menyebut wilayahnya dengan nama Papua Barat. juga terjadi dalam program transmigrasi di Indonesia: bantuan pertanian tidak kunjung datang. dokumen Bank Dunia pun menyatakan.cxliv telah menjadi proyek perang bintang Jenderal Soeharto. setiap tahun sekitar 10.d) Program transmigrasi di Indonesia telah mewariskan kerusakan lingkungan. Tempat-tempat pemukiman transmigran. dan babi liar.000 kilometer persegi hutan tropis yang menjadi korban (4 persen dari hutan di Indonesia dan 3 persen dari hutan tropis yang tersisa di dunia). separo dari hutan-hutan itu telah diubah menjadi tanah pertanian demi kelancaran program transmigrasi. karena sudah telanjur. selalu dibayangbayangi berbagai bencana lingkungan: tanah yang kandungan asamnya tinggi. banyak transmigran akhirnya mencoba tetap bertani di tanah-tanah yang tidak subur sekadar untuk bertahan hidup. Dan. bagi pemerintahan Soeharto dianggap tidak bisa diandalkan. Di Irian Jaya. Riset Bank Dunia pada akhir 1980-an menyatakan. tikus. ladang pertanian yang tidak berguna. perpindahan penduduk — baik yang didanai maupun tidak – ke daerah hutan bakau dan rawa-rawa di Indonesia (dikenal paling luas di dunia ) telah mengubah 35. Oleh karena itu dibuatlah program transmigrasi.000 kilometer persegi hutan tropis. Akan tetapi. sementara pemerintah Indonesia menggunakan nama Irian Jaya. Pada kenyataannya. sejak awal keterlibatan mereka pada akhir tahun 1970-an. Brasil. Ada pula yang memilih pindah ke kota-kota kumuh di sekitar daerah tujuan.cxlvii 153 . Jika dilihat baik dari segi sosial maupun dari segi keberhasilan pembangunannya. salah satu sistem “pengamanan” negara yang dilakukan pemerintah Indonesia. Transmigrasi di Indonesia. Di Indonesia.000 kilometer persegi tanah basah. program tersebut telah mengorbankan 15. Bahkan.000 kilometer persegi hutan di Indonesia telah mengalami perusakan.

karena sebenarnya biaya rata-rata untuk merelokasi sebuah keluarga transmigran dapat menjamin kehidupan keluarga tersebut di atas garis kemiskinan selama paling tidak 13 tahun. Banyak kritikus menyatakan. Irian Jaya berpendukuk 1. Jadi. tahun 1986.clii Revolusi Hijau Dampak revolusi hijau menurut Vandana shiva “ revolusi hijau telah menyebabkan berkurangnya keanekaragaman genetika. kekurangan sumber air. sementara 20 persen transmigran lainnya berada di bawah garis subsisten (sangat miskin).cxlix Kondisi paling buruk terjadi di Irian Jaya. pada tahun 1988 di sebelah utara Arso IV. Yang mendapatkan keuntungan dari revolusi 154 . kurangnya makanan bergizi bagi penduduk setempat.cl Irian Jaya sebenarnya merupakan cagar alam terluas di dunia.000 keluarga atau lebih dari 75. kaum pengungsi atau bekas transmigran di Merauke akhirnya bernasib sama seperti penduduk miskin di Jawa: menjadi pekerja seksual dan pelinting rokok. terkontaminasinya lapisan tanah. Seluas 417. sebuah permukiman transmigran.000 orang Jawa telah pindah ke Irian Jaya.2 juta jiwa yang menggunakan 224 bahasa. 50 persen keluarga transmigran hidup di bawah garis kemiskinan. pemerintah Indonesia berharap dapat merekrut “transmigran yang mendapat sponsor” yang sama jumlahnya dengan “transmigran swakarsa”. transmigrasi di Irian Jaya tak lebih dari program “jawanisasi” ke daerah-daerah basis para gerilyawan yang menentang pemerintah Indonesia sejak tahun 1969. Banyak permukiman transmigran dibangun di dekat perbatasan Papua Nugini.000 orang ke Pulau Cendrawasih. survei yang dilakukan oleh pemerintah Prancis menyatakan bahwa 80 persen dari daerah transmigrasi di Indonesia gagal memperbaiki standar kehidupan transmigran. dan 800. Pada insiden tersebut penduduk asli Irian membantai 13 transmigran dan melukai banyak orang lainnya. tempat keanekaragaman hayati berkembang biak dengan bebas.cxlviii Fakta itu jelas mengherankan. Pemilihan tempat pemukiman yang demikian agak mencurigakan karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) memusatkan aktivitasnya di daerah-daerah terpencil Papua Nugini sebagai tempat pengungsian yang aman dari kejaran pasukan Indonesia. terjadi kerusuhan. Pada tahun 1989 juga terjadi pembunuhan di dua permukiman transmigran. penggusuran secara besar-besaran petani gurem dari lahan pertanian. Sebagai contoh. Di Merauke. penduduk asli Irian hanya sepertiga dari total jumlah penduduk kota tersebut. Bantuan yang kelima dari Bank Dunia telah dimanfaatkan untuk memindahkan sekitar 15. terjadinya kemiskinan di daerah pedesaan.000 penduduknya merupakan suku Melanisia. Diperkirakan. pada tahun itu pendapatan mereka 540 dolar AS per tahun.Menurut laporan Bank Dunia.000 kilometer persegi wilayahnya merupakan tanah basah dan hutan hujan. yaitu Arso I dan Arso II. terjadinya erosi tanah. Sementara itu. meningkatkan kecemburuan sosial dan konflik. meningkatnya kerawanan terhadap hama. menurunnya kesuburan tanah. lebih dari 300. Dan sampai tahun 1990.cli Kota-kota di Irian Jaya — Merauke dan Jayapura – akhirnya dipenuhi pengungsi yang berasal dari daerah transmigran yang gagal. transmigrasi di Indonesia telah mengusir penduduk asli Irian dari tanah mereka dan menimbulkan konflik yang disertai kekerasan. Fenomena pengungsi itu membuat komposisi penduduk di Merauke pun berubah. Pada akhir tahun 1980-an. Dalam program transmigrasi itu.

Aliran-aliran beracun seperti dioksin. perusahaan-perusahaan petrokimia. pembuat bendungan dan para tuan tanah” (Ecology for beginners.sebagian tanah dikeruk secara sewenang-wenang untuk diambil hasil tambangnya. Namun ternyata sebagian besar pestisida tersebut beredar di Indonesia dan digunakan oleh petani. masyarakat agraris di tepi Bengawan Solo mulai Jawa Tengah hingga Jawa Timur mengenal musim Pladu (ikan mabuk akrena air keruh akibat hujan) sebagai andalan menutupi kebutuhan gizi keluarga sekaligus rezeki. kebakaran dan penebangan hutan besar-besaran di Indonesia di tahun-tahun silam telah mengakibatkan degradasi tanah. penyakit jantung dan paru-paru serta kanker. Beberapa pestisida berbasis klorin atau organoklorin seperti DDT. laju deforestasi di Indonesia mencapai 1. Indonesia telah kehilangan hutan seluas 60 juta hektar. dan logam-logam berat seperti cadmium dan timbale dari pabrik. hexachlorobenzen. Berkah pladu tidak lagi mereka nikmati karena sungi berubah fungsi menjadi saluran limbah ribuan industri.7 juta orang setiap tahun meninggal akibat pencemaran lingkungan lewat polusi udara karena emisi-emisi industri. alkali. karena itu bencana terjadi dimana-mana. 155 . Sebanyak 2. heptachlor. kekebalan tubuh. minyak. toxaphene. Sebagai contoh.4 juta hektar pertahun. baik secara legal maupun illegal. chlordane. Di Indonesia sendiri eksploitasi alam dan degradasi sumber daya alam sangat memprihatinkan.cliii Menurut laporan UNDP tahun 1998. hutan tidak lagi menjadi penopang hidup karenatelah menjadi padang ilalang. Akibatnya jelas kerusakan ekosistem disertai punahnya ribuan spesies endemic di wilayah tersebut. Panen alami ikan ramai-ramai itu merupakan kearifan tradisional yang kini tidak dikenal lagi. Situasi di luar Jawa juga tidak jauh berbeda. pembuat mesin-mesin pertanian. Beberapa puluh tahun silam. Sungi tidak lagi menghasilkan ikan. Zat-zat kimia tersebut juga mempengaruhi sistem metabolisme. dan tidak direklamasi. Selain itu fakta menunjukkan FAO melarang penggunaan 57 jenis pestisida karena membahayakan kesehatan. bahkan rawa-rawa. asam. Pohon terus ditebang. Karenanya. pestisida. dieldrin. mirex. Korban pertama adalah hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian. Laporan UNDP ini semakin mengerikan lagi manakala ditemukan sebanyak 2 juta anak pertahunmeninggal akibat air kotor. organoklorin. dan mempengaruhi fungsi otak manusia. endrin. furans adalah pestisida atau polutan yang dapat menyebabkan penyakit kanker. dioxin. manusia menderita kerusakan pernafasan. gas buang kendaraan bermotor dan bahan bakar fosil yang dibakar di rumah-rumah. pertambangan dan pabrik kimia telah mengkontaminasi saluran air utama di seluruh bagian dunia. Data Forest Watch Indonesia (2001)cliv menyatakan bahwa dalam 50 tahun terakhir. Ladang tepi bengawan yang mengharap kesuburan Lumpur kiriman tidak lagi produktif dan ikut menghitam mengeluatkan bau limbah.hijau ini adalah industri agrokimia. sehingga menempatkan berjuta-juta rakyat miskin dalam resiko kelaparan. sebanyak 2.2 juta manusia yang meninggal berada di pedesaan terkena polusi udara di ruangan karena pembakaran bahan baker tradisional. Croall and Williams) Khususnya di Indonesia kebijakan pangan pada fase produksi meminta perluasan lahan pertanian. Pada tahun 1985-1997. aldrin.

yang pada akhirnya memicu adanya persoalan kemiskinan dan ketidak adilan yang dirasakan oleh masyarakat desa hutan.000 hektar. Sisa-sisa hutan pegunungan dan hutan rawa-rawa di pulau-pulau akan lenyap tidak terlalu lama. buatlah analisa secara menyeluruh dari permasalahan yang anda anggap paling krusial untuk segera diselesaikan 4. Keadaan ini makin diperparah pula oleh adanya tabrakan kebijakan-kebijakan perekonomian. rumuskan solusinya dan terapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk permasalahan tersebut dan upayakan untuk mengikutsertakan dan bekerjasama dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait.Muhtadi (2003)clv menyatakan bahwa di Jawa.000 hektar pada tahun 2002. Sabarnudin (2001)clvi menyatakan pula bahwa eksploitasi berlebih (over exploitation). Hanya Irian Jaya diperkirakan masih memiliki hutan tersisa. baru disadari terjadi kesenjangan dan ketidakadilan. Identifikasi masalah – masalah lingkungan disekitar anda 3. sosial dan politik menyangkut sumberdaya hutan hasil rumusan berbagai pihak berdasarkan kebutuhan masing-masing. Forest Watch Indonesia juga memprediksikan hutan hujan dataran rendah Kalimantan akan hilang tahun 2010. tetapi juga hutan lindung dan hutan alam. hutan-hutan lain di Sulawesi dan Sumatera diyakini akan lebih dulu hilang. 156 . tingkat kerusakan kawasan hutan yang dikelola oleh PT Perhutani. Setelah sungai menjadi saluran limbah. 1. Kerusakan ini tidak hanya terbatas pada kawasan hutan produksi. dan hutan hanya tinggal nama. Bentuk kelompok maksimal 10 mahasiswa 2. Picu konflik horisontal pun tersulut diam-diam di hampir seluruh wilayah Indonesia yang kaya sumber daya alam TUGAS. sampai tahun 2001 sudah mencapai 350. pembalakan tak leggal (illegal logging) dan merebaknya perambahan kawasan melengkapi proses destrukturisasi hutan di Indonesia. Diperkirakan tingkat kerusakan hutan di Jawa akan meningkat hingga 500.

182 xxiv Ibid. London. R. xxviii Alvin Toffler. D. Jakarta 1992. R. edisi ke-4.. xxxiii Alex Inkeles. xxxiv Dalam Indar Siswarini. Cit. Dirjen Dikti 5-8 November 2001.. i . 1980. Rajawali Pers. dan Kluckhon.. New York. Englewood Cliffs. Manusia dan Kebutuhan Adab. Ibid xii Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. dalam Ibid. dalam R. Inc.. Berkeley. Adam dan co. Malang. hal 2.E (1987) Culture and Human Nature. an introduction. Appleton Century-Croft. 2001. Op. xxvi William Chang. vii Malinowski.. William Morrow. Co. The Third Wave. 62 xxxi Harsojo.. hal. 7-9 Desember. Self.. R.. Ibid... Sosiologi suatu pengantar. M. Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial. MA... Culture : A Critical Review of Concepts and Definitions. MA.. Kebudayaan. Routledge & Kegan Paul. Makalah dalam semilokakarya. Tata Negara Indonesia Menuju Pembaruan. Pengantar Teologi Moral. 1986 xvii Saiful Arif. Bandung.. (1968) American Kinship : A Cultural Account. Hal 51 xx Supardi Damono. Chocago v Schneider. hal 155 xiii Kluckhohn C. Magnis Suseno. xxvii Dalam.A. The Concept of Social Change. Rajawali Pers. Sosiologi Suatu Pengantar. CA. 1990. Ilmu Budaya Dasar.L. 2000 x Swartz. HTML xviii Franz Magnis Suseno.. Jakarta. ix D’Andrade. New York.. Cambridge. Setangkai Bunga Sosiologi. Inc. B (1922) Argonouts of The western Pasific. E. New York. A Study of Man. IKIP Malang. hal. Gloucester. hal. edisi pertama. vi Geertz. Binacipta.Kroeber A. C (1963). New York. 1967.. September 2004. hal 57 xxxviii dalam Ibid. 1990. Mewujudkan Masyarakat Madani Melalui Pendidikan Dalam Perspektif Gender. UK iii Taylor. NJ. 2003. Smith. H.. Littlefield. Op. 1989. M.. Dictionary of Sosiology. London..Cit..Mentalitas dan Pembangunan. hal 83. dalam Soerjono Soekanto. art and Custom. and Emotion. xxv F. iv Spiro.A LeVine (eds) Culture Theory : Essays of Mind. Pengantar Antropologi. Kompas. Yogyakarta. hal. Culture dalam Jessica Kuper. xvi Soekanto. xxi Dalam. 1973. Soerjono. 41 xxiii Koentjaraningrat. Filsafat Kebudayaan Politik. 10 xxix Koentjaraningrat. Religion. Makalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI. Kanisius.B (1958/1871) Primitive Culture : Researches in the Development of Mythologi. PT. xxxvii Sulardi.P. (1973) The Interpretation of Culture. viii Benedict. Jum’at 17 Februari 2006. 1990 xiv Linton. yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1964. xxxii Encyclopaedia of The Social Sciences. hal 397 xv . Manusia dan Peradaban. Jakarta. Boston. Bali. xxxv Safrudin Setia Budi. (1991) The Way The World is : Cultural Processes and Social Relations among the Mombassa Swahili. 3 xxii H. xi D’Andrade. Edisi 4.. & Adam Kuper. hal. butir-butir Pemikiran Kritis.. dosen ISBD. Jakarta. dalam. Edwin Seligman (ed). xxxvi Ibid.... hal 265. Kanisius.. PT Gramedia Pustaka Utama. Op. Shweder dan R. ii D’Andrade. Etika Dasar. hal 29-30 xix Ibid. R. Fairchild.. 1981. xxx Anthony D.P. 1936. The Modernization of Man. Fairchild. Denpasar.. Indar Siswarini. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. C. New York. (1984) ‘Culture Meaning System’.. R (1934) Pattern of Culture. Gramedia.Cit.

Membiarkan Berbeda ? : Sudut Pandang Baru Tentang Relasi Gender.Cit. Feminisme Multikultural : Refleksi Sekaligus Proyeksi. Menggagas Jurnalisme Sensitif Gender. hal. xlvi Ibid. Pendidikan Pancasila . 75. 176 xxxix xl . Op. lxvi Ibid. Op. Ibid. 128. xlvii Indar Siswarini. hal. “Kemajemukan Amerika : Dari Monokulturalisme ke Multikulturalisme”. Refika Aditama. lxxii Ibid. makalah dalam rangka seminar Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional ke-9. Kesetaraan Warga Dan Hak Budaya Komunitif Dlam Masyarakat Majemuk Indonesia. proyek pendidikan tenaga akademik. Bali. Desantara. xlviii M. Komunikasi Antar Budaya. 7-9 Desember. 191205.Supardi Damono. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. 2001. 2001. lxv Ibid. Ilmu Budaya Dasar. Vol. Denpasar. xlix Ibid. INPI Pact. Iyubenu (Ed). Jakarta lxi Sumanto. Op. Surur (Ed). Jakarta. makalah Dirjen Dikti. lvi Indar Siswarini.Cit. liii Parsudi Suparlan. lx Supardi Suparlan. lxxiii Kaelan. Edisi Reformasi 2001. xlii Indar Siswarini. September 2004. Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan. Fenomena Peradaban Indonesia Menghadapi Peradaban Dunia. Jakarta. Denpasar. 150. 118. Perempuan Multikultural : Negosiasi dan Representasi. Mizan Pustaka. Gema Insani. Ibid. 178. Jakrta lxii Ibid. liv Parsudi Suparlan. lxviii Ratna Megawangi. Dirjen Dikti. makalah lokakarya penataran dosen MBB. lxiii Nurul Huda. hal. Parsudi Suparlan. lix Ibid. Sains Tekhnologi Masyarakat. Cit. hal. Dirjen Dikti. PT. Bandung. Jurnal Studi Amerika. xliv F. 1999. lii Parsudi Suparlan. Islam dan Pluralitas. 4. lxx Ibid. 63. Op. hal. 182. lvii M. Agustus. Multikulturalisme. lxxi Ibid. 2005. hal. Makalah Dirjen Dikti. 2003. lv Dalam. Op. 2005. 3. 1998. The Future of The World Order : Masa Depan Peradaban dalam Cengkraman Demokrasi Liberal versus Pluralisme.Cit. Juni 2004. Manusia. Edi Hayat dan M. Yogyakarta. hal. 174 lxxiv Munandar Sulaeman. hal.Desember 1999. Keragaman dan Kesetaraan. lviii Ibid. Huntington. Yogyakarta. Bandung. li Indar Siswarini. 76 xlv Ibid. Semilokakarya Dosen ISBD. hal. 5. xliii Azyumardi Azra. hal. kerjasama anatara Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosdakarya. dalam. Hal. 1999. Fukuyama dan Samuel P. lxiv Ibid. xli Anna Poedjiadi. Imarah. Depdiknas. Yogyakarta. Imarah. lxxv Kaelan. Dkk. Yogyakarta. Op.Cit. Bandung.Cit. Ircisod. hal. Paradigma. 1998. hal. hal. 9. lxix Ibid. lxvii Manneke Budiman. 19. Kementerian Riset dan Tekhnologi. hal. l dalam Ibid.

Depdiknas. Terj John Wilkinson. hal 159 civ Bachtiar Rifai. Perkembangan Pertimbangan Moral di Kalangan Santri. hal. Kompas. PT Raja Grafindo Persada. Bandung. hal. J. Jakarta. IKIP. 10. 2001. Beberapa Aspek Sosiologi Hukum. dan hari depan manusia. hal. Op.J. xcviii Kamal A. London : BBC News Online. Globalization : The Reith Lectures. Makalah Dirjen Dikti. xc Berl Kutchinsky. Op. Kecil itu Indah. xcii Ibid.. Kajian Bersama 2004. The Tecnological Society. Bunyamin dan Kama A. Alumni.. Op. hal. Teknologi dan Akibatnya Pada Manusia. amirs3@rpi. lxxxix Muandar Sulaeman. xcvii Ibid. xci Ibid. Pradnya Paramita.H. Hakam. van Apeldoorn. Hukum dan Moralitas. Dirjen Dikti. 9 lxxix K. 1975 cv Sulfikar Amir. terj LP3Es. 1989. Negara Tanpa Retributivisme. 13 lxxx Dalam. “Ketahanan nasional dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”. Makalah Dirjen Dikti. 1975.Bambang Suprijadi dan Totok Djuroto. Bandung. PT Gramedia.Cit.. dalam Otje Salman dan Anthon F. Konsen-Konsen Hukum Dalam Pembangunan.edu cvi MacKenzie.A. Jakarta. lxxxii Dahlan Thaib. lxxxiv William Chang. 342 xcv Muchtar Kusumaatmadja. 2004. 4.Cit. lxxviii F.H. Teknologi. C. Manusia Moral dan Hukum. Gramedia. A (1999). Kanisius. dalam Ibid.New York. New York. Versi Elektronik (April 2003) cx . (Bandung. 17.Cit. Jakarta. xciii Soerjono Soekanto. 1971 cxii ibid cxiii Schumacher. The Legal Consciusness.. lxxxvi Ibid. Pengantar Teologi Moral. Op. 2002 lxxxiii Muchtar Kusumaatmadja. Berita LIPI No. Etika Dasar. 6 Nov 2006. Jakarta. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta. 2003. dalam. c Achmad Ali. 2001 ci Zen MT. hal. Magnis Suseno. Jakarta. Susanto. Future Shock. dalam Toto Suparto. hal. 1987 cvii Ellul Jacques. Teori dan Konsep Ilmu Sosial. IR. 87 lxxxv Munandar Sulaeman. 35. hal. Cambridge. Pengantar Ilmu Hukum. xcix Dalam Ibid. Inventing Accuracy : A Historical Sociology of Nuclear Missile Guidance. 1982 cii Soelaeman M Moenandar. Jakarta. 2000. PT Eresco) 1995 ciii Ibid. Membuka Kotak Hitam Teknologi.Cit. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. Bantam Books. London. hal 139 cxiv Ibid cxv Giddens. dalam bukunya. Ceramah di UI Jakarta 24 september 1980 cix Freeman. Kanisius. Tb. Etika. 1964 cviii Sastrapratedja. Alumni.Cit. 2000 cxi Alvin Toffler. 102 lxxxviii Hanigan. 117-119. 2nd edn. hal. Moralitas dan Hukum. LP3 Jatim dengan UWK Surabaya. PT. D. the Economics of Industrial Innovation. (1997). lxxvii Munandar Sulaeman. xcvi Imanuel Kant. Bandung lxxxi F. hal. Makalah Pelatihan Nasional Dosen Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Yogyakarta. Magnis Suseno. 2002. 267. Bandung. Ilmu Budaya Dasar. 2004. 1982 lxxvi Clark. Sains. Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum. MS. 56 xciv L. Refika Aditama. Ilmu Sosial Dasar. lxxxvii William Chang. 1979. Jakarta. Ibid. 2001. 53. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta. hal. Op. hal. hal. Bertens.

23 Juli 1987. Interciencia. Versi Elektronik (April 2003( bisa diakses di http://news. Beacon Press. Fearnside dan Judy M. London. Indonesia Transmigration Sector Review (Washington D. dalam Our Planet Vol. 7. akhir 1993.edu cxxii Toinbee. hal 25 cxxvii Lihat tulisan Fukuoka.1995. cxxxiv O’Riordan. Londod (1981 cxxx O’Riordan. Statement of Loans. Saudari Bumi Saudara Manusia. hal 27 cxxiv Freddy Buntaran. (1999). vol. 2002. Environmentalism. I.19 No. London : Profil Book. Feminist Theology : A Reader (London : SPCK&W/JKP. J. 326. D. caderno 1. (Yogyakarta. dalam In God. 2000 cxxxvi Philip M.D. Modest_Witness@Second_Millenium. F. 165206. London. Tucker. cxxvi Hanne Strong. “Eco-Feminism in the 21 st Century”. 31 Agustus 1991. USA. A. PT Raja Grafindo Persada. no. “Bird Relata Incompetencia da Funai no Polonoroeste”. Ann. PT Raja Grafindo Persada. dan Bateman. London: Roedledge cxvii Fukuyama. cxli Bruce Rich. (1970.: Bank Dunia. Stroud (1992) cxxix O’Riordan. T. Environmental Impoverishment and the Crisis of Development). Journal do Brasil (Rio de Janeiro). Massachusetts. From Project Appraisal to Policy Review. 1976 cxxiii Yoshiko Isshiki. London. 1994 cxxxi Pearce. 76-77.. T.3. Menjelajahi Sains Lewat Dunia Sosial amirs3@rpi. cxx Vandana Shiva. R.1991) hal 153 cxxviii Lovelock. “Jari and Carajas: The Uncertain Future of Large Silvicultural Plantations in the Amazon”. T. W. 1994. naskah untuk dipublikasikan dalam Ambio .. hal.s Image Vol. Our Posthuman Future : Consequences of thr Biotechnology Revolution. Rankin. “Feminist Theology and Bioethics” dalam Loades. W.5. Turner. D. Mankind and Mother Earth. Fearnside. dan Sewell.. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. hal. 8 (Desember 1984). “Ecological and Spiritual Revolusion”. 1997).bbc..co. vol. Globalization: The Reith Lectures.Ambio. dan Krisis Pembangunan (Mortgaging the Earth: The World Bank. 7.uk/hi/english/static/events/reith_99/week1/week1. Oxford.. 1981 cxxxiii Sachs. vol. vol. cxxxii O’Riordan. D. cxviii Giddens. Jakarta. dan Cameron .7 No.K. Penghancuran Lingkungan. cxxxvii Philip M. 162.1990) hal 246. J. cxl Kido Guerra dan Cleber Praxedes.W. Jakarta. 1. London : BBC News Online. IBRD. no.R.W. Cultural Survival Quarterly. cxxxviii Jean Paul Malingreau dan Compton J. Bebas Dari Pembangunan (Jakarta : YOI & KONPHALINDO. T.C. 6 (NovemberDesember 1982). tanpa judul (tanpa penerbit. Intepreting The Precautionary Principle. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. En Introduction to environtmental Aconomics. The Politics of Global Ecology. cxvi . 1993. Chichester. 1 (Afrika dan Asia). 157. Boston. Gaia : The Practical science of Planetary Medicine. “Deforestation in Contemporary Brazilian Amazonia: The Effect of Population and Land Tenure”. “Large Scale Deforestation in Southwestern Amazon Basin of Brazil”. A. 1993.3 September 2000. 2000 cxxxv Pearce. hal 6 cxxi Sulfikar Amir. vol. Menggadaikan Bumi: Bank Dunia. 22.FemaleMan©_Meets_OncoMouse™: Feminism & Technoscience. “The Failure to Protect Tribal Peoples: The Polonoroeste Case in Brazil”. . 17. cxliii Ibid.Haraway. Edisi Indonesia diterbitkan oleh INFID cxlii Bank Dunia.htm cxix Margaret Farley. 49-55. cxxxix Linda Greenbaum. Kanisius) 1996 cxxv Ibid. 24 Oktober 1986).

: Bank Dunia.. 96). 16. Kompas Media Nusantara. 9 Pebruari.... “Bogged Down”.. Vol 6 no 3. clvi Sabarnudin.“Indonesia’s Transmigration Programme: A Special Report in Collaboration with Survival International and Tapol”. cxliv . dan Bank Dunia untuk Indonesia. Indonesia’sosial Transmigration Program” Multinational Monitor. Rekonsiliasi Nasional untuk Menyelamatkan Hutan. vol. S. Destroying Cultures. cxlv Lihat Bank Dunia. xx-xxi. 1990). Geographical Magazine... Oct 1998 PSR’s Environment & Health Program : Pesticides and Kids : A Primer for Primary Care Physicians cliv Forest Watch Indonesia.” Ecologist. cxlvii NDRC dan WALHI.. PT. 2 dan 3 (1986). “The Struggle for Land: Tribal Peoples in the Face of the Transmigration Program. Mei 1989.. Angka yang dikedepankan Bank Dunia itu sangat rendah karena rata-rata tiap keluarga mendapat tiga perempat hektare lahan yang sebelumnya berupa hutan. cl Jumlah transmigran di Irian Jaya berasal dari tulisan George Monbiot. Amesti Internasional. Harian KOMPAS. 2/3 (1986). sekretariat London. vol. clv Muhtadi. Jakarta.. 11-116.. lihat George Monbiot.. Indonesia: Sustainable Development of Forests. and Water (Washington D.000 kilometer persegi hutan telah dirusak (op. 1989). Kegagalan program transmigrasi dalam mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan mengakibatkan banyak keluarga meninggalkan tempat transmigran setelah dua sampai tiga tahun menjadi peladang berpindah atau penebang liar. Jakarta: 1-11. Poisoned Arrows (London: Michael Joseph.. 94-97. Ecologist. lahan itu dulunya tidak sepenuhnya hutan. 102. Mengenai laporan kritis tentang transmigrasi di Irian Jaya.. Derita Sepanjang Masa Rakyat Jawa. Bogor. 16. clii Amnesti Internasional.. D... cliii Pesticide Monitor. Dokumen Bank Dunia untuk Indonesia Januari 1990 yang dikutip di atas memperkirakan bahwa lahan yang sudah dibuka pada dekade 1980-an sudah mencapai 20. 12-15. Selama periode 1980-1985 (termasuk Pelita III) Bank Dunia memperkirakan sekitar 10. cit. Forest Watch Indonesia and Global Forest Watch..... 30 (artikel ini memberikan gambaran ringkas tentang problem pokok pada program transmigrasi di Irian Jaya).. 2003. Oktober 1990.. 2001.. “Transmigration in Indonesia“. no. Land. “jumlah areal hutan yang diubah menjadi lahan pertanian adalah sangat kecil. Makalah Presentasi Kelompok pada Konggres Kehutanan Indonesia III. cli Lihat Marcus Colchester. Sebuah studi yang dilakukan oleh tiga kementerian Indonesia yang bekerja sama dengan London-based Intenational Institute for Environment and Development (IIED) mencatat. C.. cxlvi Bank Dunia. cxlix Carolyn Marr. Indonesia Transmigration Sector Review. 7. xiv-xv.000 kilometer persegi. no. Indonesia Transmigration Sector Review. “The Transmigration Fiasco”. “Indonesia: Continuing Human Rights Violations in Irian Jaya” (April 1991). cxlviii Bank Dunia. Dalam. “Uprooting People. Potret Keadaan Hutan Indonesia. 2001.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful