Oleh : Drs H Misno A Lathief, M.

Pd

BAB I PENDAHULUAN

1. Visi, Misi, dan Tujuan ISBD Visi dapat diartikan sebagai jangkauan pandangan ke depan yang merupakan idealisasi dari suatu usaha atau perjuangan. Dalam konsep yang lebih abstrak dapat disetarakan dengan dengan suatu cita-cita, namun cita-cita yang lebih dekat jangkauannya, sehingga sangat berpeluang untuk direalisasikan melalui usaha atau perjuangan tersebut. Sementara itu misi merupakan suatu usaha atau perjuangan yang dilakukan untuk mencapai suatu visi. Visi dan misi ibarat kedua sisi mata uang, di mana masing-masing sisinya berfungsi saling melengkapi dan memaknai substansinya, sehingga bisa difungsikan untuk mewujudkan harapan dari subyek yang memilikinya. Ketiadaan satu sisi dari mata uang tersebut akan menghilangkan makna sisi lainnya. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi ; berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. Adapun tujuan dari Ilmu Sosial dan Budaya Dasar diberikan di perguruan tinggi adalah sebagai berikut. 1) Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 2) Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. 3) Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik

1

dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah sosial budaya secara arif. 2. Pengertian Fungsi dan Ruang Lingkup Sebelum mempelajari matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD), ada baiknya kalau kita mengenali lebih awal pengertian tentang ilmu baik secara etimologis maupun definitif. Dengan mengenali konsep dasarnya kita akan dapat mengidentifikasi, apakah matakuliah ISBD termasuk suatu ilmu pengetahuan, pengetahuan dasar, atau sekedar pengetahuan. Masing-masing istilah ini mempunyai arti yang sangat berbeda. Apalagi kalau dilihat dari kaca mata keilmuan. Secara etimologis kata ilmu merupakan kata serapan dari kata ‘ilman (bahasa Arab) yang artinya pengetahuan. Kata ilman sendiri berasal dari kata kerja ‘alima (fi’il madli/pasttense) , artinya “tahu” atau telah mengetahui. Sedang kan kata kerja masa kininya (fi’il mudlori’/presenttense) ialah “ya’lamu” yang berarti sedang mengetahui. Sementara kata bendanya (noun) dari kata ‘alima tersebut adalah ilman; yang berarti pengetahuan. Jadi kata ilman inilah yang kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi ilmu. Diakui perbendahaaraan bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing, apakah itu bahasa Arab, Inggris, Belanda, Cina, atau yang lainnya. Jangankan bahasa Indonesia bahasa daerah (Jawa misalnya), juga banyak menyerap dari bahasa asing. Sebagai contoh kata “full” (Inggris) diserap menjadi “pol” artinya penuh. Atau “empthy” diserap menjadi “entek” artinya kosong atau habis. Kata “mripat” adalah serapan dari kata “ma’rifat” (bahasa Arab) artinya mata atau melihat. Contoh yang yang lain, kata seperti botol, bakso, administrasi, transportasi, semuanya adalah serapan dari unsur bahasa asing; Belanda, Cina, dan Inggris yang sekarang telah menjadi bahasa Indonesia. Kembali pada konsep awal bahwa ilmu secara etimologis atau harfiyah artinya ialah pengetahuan. Pengetahuan di sini menyangkut berbagai aspek kehidupan dan benda yang ada di sekitar manusia. Semua benda atau yang lainnya yang dikenali lewat indera dapat dikatakan pengetahuan. Indera mata dapat mengenali ujud, warna, dan sifat atau kualita dari suatu benda. Pelangi kelihatan indah karena indera mata yang mampu memberikan sifat atau kualita pada pelangi sehingga dikatakan indah. Hal demikian tidak bisa dikenali oleh indera lainnya, karena masing-masing memiliki bidang yang terpisah. Suara seseorang yang melantunkan suatu lagu, ternyata bisa dinikmati begitu nyaman oleh penggemarnya. Dari kejauhan tempat masjid suara muadzdzin dapat didengar sayup sampai,

2

dan juga desiran daun-daun tumbuhan yang diterpa angin semuanya dapat didengar oleh telinga. Hal ini berarti bahwa indera telingga mendapat pengetahuan tentang “suara” tersebut. Namun demikian telingga tidak mampu mengidentifikasi bagaimana rasanya garam, gula, buah-buahan, atau lezatnya makanan yang diolah dengan resep mutakhir. Ini berarti telingga tidak mampu menangkap pengetahuan tentang “rasa” kecuali hanya indera pengecap yang dapat melakukannya. Demikian juga kondisi suatu benda apakah kasar atau halus, hal seperti ini tidak dapat ditangkap oleh indera-indera tersebut. Yang dapat menangkap pengetahuan tentang keadaan suatu benda kasar atau halus hanya indera peraba. Hal ini berarti bahwa indera peraba bisa mendapatkan pengetahuan tentang “halus” atau “kasar”nya suatu benda. Selanjutnya bagaimana “aroma” suatu benda abstrak yang tidak tampak ujudnya, ternyata bisa ditangkap oleh indera penciuman atau hidung. Dengan kemampuan kepekaannya, manusia selalu bisa merasakan kehidupan ini dengan aman dan nyaman. Ia akan berbinar wajahnya sambil tersenyum tatkala indera hidungnya menangkap aroma yang kebetulan sangat disukainya. Ia benar-benar bisa menikmati betapa sedap, harum, lezat atau rasa apa saja sehingga ia menjadi senang ketika hidungnya menangkap aroma pengetahuan “bau” tersebut. Sebaliknya dengan kemampuan indera ini manusia bisa menghindarkan diri dari aroma bau yang ternyata tidak sesuai dengan seleranya. Suatu misal ketika seseorang berada dalam suatu kerumunan tiba-tiba ia ribut sendiri, ngedumel sambil menutup lobang hidungnya. Ia berteriak-teriak sambil mengumpat yang tidak jelas kepada siapa umpatannya ditujukan. Sementara itu temannya yang merasa melepas benda abstrak tersebut tenang-tenang saja, bahkan bisa tersenyum karena dengan lepasnya gas tersebut, ia bisa terhindar dari rasa mual atau sakit perut. Begitu juga yang kebetulan menghirup aroma bau yang tidak disukainya itu, mereka berusaha menutup lobang hidungnya agar terhindar dari ketidaknyamanan yang sedang dihadapinya. Semua yang dijelaskan di atas adalah gambaran bahwa pengetahuan tidak terbatas dan memiliki bidang yang sangat luas, sehingga dapat dikatakan bahwa semua hal yang dikenali atau diketahui oleh indera manusia dapat disebut pengetahuan. Pengetahuan seperti ini belum ada spesifikasi, belum terkelompokkan secara khusus dan masih bersifat umum, sehingga menjadikan pengetahuan tampak sangat luas dan kompleks.

3

kajian ilmu pengetahuan menjadi sangat mendalam. Ilmu Kedokteran Umum. Biasanya yang demikian ini merupakan 4 . dan Ilmu Ekonomi semuanya adalah sama. mengembangkan. berarti secara azas moral keilmuan berarti terjadi suatu penyimpangan. Ilmu pengetahuan disusun secara obyektif. Ilmu Kedokteran Umum. dan lainnya. sebab apabila suatu ilmu pengetahuan memiliki obyek forma yang berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain. maka sebenarnya di antara keduanya adalah termasuk ilmu pengetahuan yang sama. tetapi obyeknya formanya pasti dan harus berbeda. dan menyebarluaskan. Kalau terjadi sebaliknya. spesifik atau mikro. Karena obyeknya yang sangat umum ini. dan sistematis. Pertama disebut dengan obyek materia. mengkaji. Berdasarkan uraian tersebut akhirnya dapat didefinisikan secara sederhana bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah suatu pengetahuan yang telah dihimpun dan disusun secara obyektif. artinya ilmu pengetahuan itu disusun berdasarkan obyek yang menjadi bidang kajiannya. Namun dengan sifat yang telah membatasi diri ini. metodis. Namun demikian walaupun berbagai jenis ilmu pengetahuan tersebut mempunyai obyek materia yang sama. Obyek materia yaitu obyek kajian bidang ilmu yang bersifat masih sangat umum atau makro. Atau dengan kata lain obyek forma suatu ilmu pengetahuan adalah “sesuatu” yang diperjuangkan oleh ilmu pengetahuan yang bersangkutan demi untuk kemanusiaan.Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang di dalamnya sudah terdapat suatu pengelompokan berdasarkan obyek kajiannya. maka obyek forma masing-masing dari ilmu pengetahuan tersebut ialah “apa” yang diperjuangkan oleh masing-masing. seperti Ilmu Pendidikan. Ilmu Hukum. Ilmu Politik. Artinya secara khusus dan mendalam ilmu pengetahuan mempelajari. Hal ini sama dengan obyek materia Ilmu Kedokteran Umum. Sebagai contoh : Obyek materia Ilmu Pendidikan adalah manusia. obyek formanya demi untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Obyek forma yaitu obyek kajian suatu ilmu pengetahuan yang sudah bersifat khusus. Ekonomi. Namun perlu diingat bahwa muara dari semua kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan ialah untuk kesejahteraan atau kebahagiaan hidup manusia. maka ilmu pengetahuan sifatnya terbatas pada bidang yang bersangkutan. dan kedua disebut obyek forma. maka dapat terjadi kesamaan obyek materia antara satu ilmu pengetahuan tertentu dengan ilmu pengetahuan yang lain. Dengan sifatnya yang demikian lahirlah berbagai bidang ilmu pengetahuan. dan Hukum. Kalau obyek materia Ilmu Pendidikan. Ilmu Hukum. Obyek suatu ilmu pengetahuan ada dua macam. yaitu manusia. Ilmu Ekonomi.

Keberhasilan penemuan kapal terbang yang pada awalnya hanya bisa terbang selama 12 detik dengan dikayuh kaki beberapa orang. Metode-metode penyelidikan ilmu pengetahuan antara lain berupa metode. Begitu seterusnya hingga pasien betul-betul memperoleh kesembuhan. Kecepatan kapal terbang generasi masa kini sudah melampaui kecepatan suara. sejak kapan ? dan seterusnya (metode wawancara). Tujuannya tidak ada lain kecuali untuk memberikan suatu layanan sebaik mungkin agar pasiennya bisa memperoleh kesembuhan. dan lainnya. sehingga mampu menembus ruang angkasa sampai ke bulan. Ilmu pengetahuan bersifat metodis. dicek denyut jantungnya. Ketika menghadapi pasien dokter biasanya akan menanyakan apa yang anda keluhkan ?. Artinya metode-metode penyelidikan yang ada dalam dunia keilmuan selalu dipergunakan sebagai cara alat atau cara untuk menyelidiki obyek formanya.ulah dari keserakahan manusia dalam hidup yang hanya ingin memuaskan ambisinya sekalipun harus mengorbankan orang lain. tensinya (observasi) kemudian dibuatkan suatu resep (eksperimen) dengan pesan (wawancara) agar obatnya diambil di apotik dan diminum misalnya 3 kali sehari. eksperimen. kemudian dilihat dengan menggunakan alat senter kecil. kini sudah sangat jauh kondisinya. Ada kalanya sambil diberi pesan “kalau tiga hari belum baik silahkan datang lagi ke sini ya”. memiliki metode-metode penyelidikan. sosiometri. wawancara. Keberadaan suatu ilmu pengetahuan yang semula sederhana akhirnya terus berkembang menjadi semakin kompleks. Oleh sebab itu dalam penggunaannya kadang-kadang beberapa metode dipadukan secara bersamaan. atau planet lainnya. Tidak semua jenis metode penyelidikan ini selalu dipergunakan secara bersamaan. observasi. hal ini berarti bahwa ilmu penge-tahuan tersebut dalam upaya mengembangkan jati dirinya untuk kemanusiaan. Selain ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Selain itu masing-masing metode penyelidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. demonstrasi. Seorang dokter dalam menghadapi pasien ia akan mempergunakan beberapa metode sekaligus. Misalnya dalam bidang 5 . masing-masing 1 tablet. angket. upaya penyelidikannya ini juga untuk perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Berbagai metode tersebut bisa juga dipergunakan oleh bidang ilmu pengetahuan yang lain. melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Kemudian dokter meminta kepada pasien agar membuka mulutnya. catatan anekdot. Dengan cara ini kekurangan suatu metode dapat dibantu oleh kelebihan metode yang lain. mars.

ketika seorang polisi bertanya kepada saksi tentang kejadian suatu perkara (wawancara). Selain itu sifat sistematis ilmu pengetahuan yaitu terletak pada sifat pemaparannya yang runtut.masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). sebuah buku yang ditulis oleh pengarangnya. sebab ada sebagian ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan yang lain. penyelidikan di tempat kejadian perkara (observasi). Sudah dikelompokkan sesuai dengan bidangnya. Melalui penggunaan metode-metode tersebut. kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan-persoalan sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat akan semakin tajam. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). Masyarakat 6 . sehingga pelaku dapat dikenai suatu hukuman sesuai dengan pasal-pasal yang dilanggarnya. Sebuah artikel yang ditulis oleh seseorang dapat dipastikan telah disusun secara sistematis. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni. dan seterusnya adalah gambaran sebuah sistematika pembahasan yang runtut atau sistematis. dipaparkan mulai dari bab I. Artinya suatu ilmu pengetahuan yang ditulis selalu mengikuti logika tertentu. agar pemaparan buah pikiran penulisnya mudah dipahami oleh pembaca. rekonstruksi kejadian suatu perkara (demonstrasi). Namun demikian ilmu pengetahuan satu dengan yang lain tidak selalu dikhotomis. sehingga tidak bercampur baur dengan ilmu pengetahuan yang lain. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. sehingga pembahasannya kadang-kadang bersinggungan. terutama jika nantinya telah terjun dalam masyarakat. Atau contoh yang lebih konkrit lagi. Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar a. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Latarbelakang Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing.hukum. sehingga akan membantu konsumennya untuk “segera” bisa memahami substansi dari ilmu pengetahuan tersebut. maksudnya ialah bahwa ilmu pengetahuan itu sudah memiliki pembidangan sesuai dengan jatidirinya. Selanjutnya ilmu pengetahuan bersifat sistematis. dan seterusnya. Dengan memperoleh matakuliah umum. bab II. bab III. maka suatu rangkaian kejahatan dapat diungkap. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya.

menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. terutama masyarakat calon pengguna lulusan atau stake holders tersebut. Menyikapi kondisi tersebut pemerintah melalui Mendiknas segera mengambil langkah. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. sehingga punya ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Dengan mengembangkan kurikulum sendiri. tentang Pedoman Penyusunan Kuri-kulum Pendidikan Tinggi. 045 tahun 2002. sesuai dengan kebutuhan stake holders setempat. Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk 7 . matakuliah prilaku berkarya. 232 tahun 2000 tersebut. Namun tidak demikian sebagaimana dituangkan dalam SK no. melainkan setiap perguruan tinggi supaya mengembangkan sendiri kurikulumnya. Oleh karena itu di dalam merancang kurikulum. di mana setiap terjadi perkembangan atau perubahan kurikulum. yaitu dengan mengeluarkan SK No. Berbeda dengan yang berlaku sebelumnya. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. pemerintah melalui Dirjen Dikti selalu menyiapkan kurikulum nasional atau kurikulum inti. Perguruan tinggi tinggal melaksanakan kurikulum tersebut. di mana setiap perguruan tinggi diberi kewenangan mengembangkan kurikulum sendiri. 232 tahun 2000. perguruan tinggi diharapkan melibatkan masyarakat. Pengelompokan tersebut meliputi: matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang ada di perguruan tinggi. Namun dalam perjalanan yang memakan waktu hampir dua tahun belum semua perguruan tinggi siap menghasilkan kurikulum seperti yang dikehendaki oleh Dirjen Dikti. dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). pemerintah tidak lagi menyiapkan kurikulum perguruan tinggi secara nasional. Berdasarkan surat keputusan tersebut. Kondisi seperti ini mengharuskan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi segera meresponnya. dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK). matakuliah keahlian berkarya (MKB). Di sinilah sisi pentingnya perguruan tinggi melibatkan masyarakat (stake holders) dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. maka kebutuhan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi akan teradopsi.

Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB) merupakan bahan kajian dan peajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan prilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Sedangkan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan peajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). 44/Dikti/Kep/2006. dan Bahasa Indonesia). Untuk kelompok matakuliah MBB secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya. Dengan lahirnya kedua surat keputusan tersebut keberadaan matakuliah 8 .mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. sehingga matakuliah ISBD bagaikan ditelan zaman. Kelompok matakuliah keahlian berkarya merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Bahkan ada yang secara tegas tidak memasukkan MBB ke dalam kurikulumnya. Walaupun telah diterbitkan SK tersebut. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguran Tinggi Indonesia. tentang RambuRambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. berkepribadian mantap dan mandiri. dan No. Rambu-rambu ini dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. namun kenyataan di lapangan masih ada perguruan tinggi yang belum merespon positip terhadap keberadaan matakuliah berkehidupan bermasyarakat. Kelompok matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Matakuliah Pendidikan Agama. 43/Dikti/Kep/2006. dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). 30/ Dikti/Kep/2003. Kondisi ini akhirnya teratasi dengan lahirnya SK Dirjen Dikti No. Jurusan dan atau program studi mengembangkan kurikulum sesuai spesifikasinya sendiri-sendiri.

yaitu sebagai Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). dan satu lagi Ilmu Alamiah dasar. sama sekali tidak mengatakan bahwa matakuliah dengan nama-nama tersebut masing-masing memperkenalkan dasar-dasar dari ilmu-ilmu sosial.2003 kedua matakuliah (ISD dan IBD) digabung menjadi satu matakuliah dengan nama Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD).pengembangan kepribadian dan matakuliah berkehidupan masyarakat menjadi semakin jelas dan mantap. sosiologi. b. Biasanya disiplin-disiplin ilmu yang tergolong IAD adalah: fisika. dan ilmu-ilmu alamiah. sedangkan yang kemudian terdiri atas ekonomi dan politik. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. yaitu: studi manusia dan masyarakat. Pendidikan Agama. dan biologi. fitologi. filsafat. Ilmu Budaya Dasar. astronomi. geologi. Yang terdahulu terdiri atas: psikologi. Contoh disiplin ilmu misalnya: sosiologi. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. dan studi lembaga-lembaga sosial. dan bahasa Indonesia. Ilmu Budaya dasar bisanya 9 . Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya dasar Seperti dijelaskan di atas bahwa matakuliah ini pada mulanya adalah matakuliah yang berasal dari dua matakuliah yang terpisah dan berdiri sendiri-sendiri. dan antropologi. Istilah Ilmu Sosial Dasar. dan fisiologi manusia. fisika. Sehubungan dengan itu untuk memahaminya kiranya perlu dikenali dari konsep awalnya masing-masing. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. Lima ilmu yang mendahului ini mewujudkan ilmu-ilmu fisis. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. dan lainnya. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. 30/Dikti/Kep. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. ilmu-ilmu budaya. kimia. dan Ilmu Kealaman dasar (IAD). meteorologi. matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). Adapun ilmu sosial dasar meliputi dua kelompok utama. Sehubungan dengan hal tersebut yang dimaksudkan dengan disiplin ilmu adalah: scientific study of some aspect or segment of reality (penyelidikan ilmiah terhadap beberapa aspek atau segmen realita). sedangkan yang terakhir ilmu-ilmu biotis dengan rincian utama: zologi. Yang benar adalah bahwa masing-masing matakuliah tersebut ingin membuka pagar-pagar yang membatasi disiplin-disiplin yang membentuk masingmasing kelompok ilmu tersebut. Namun dalam perjalanannya akhirnya berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No.

berdalih. dan tempatnya di dalam kehidupan manusia. Sastra yang diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi berpendekatan kritik literer. serta tata bahasa. evaluasinya. musik. Mahasiswa yang mempelajari sejarah diharapkan menemukan identitasnya sebagai pribadi. Sejak manusia hidup dalam kondisi sederhana. Dalam mengajarkan retorika tertulis mahasiswa diajak bergaul dengan logika informal. ditetapkan bahwa retorika sekedar diajarkan sebagai keterampilan itu harus lain dengan yang diberikan melalui sejarah sastra dan kritik sastra. di dalamnya tercakup hakikat sastra. Melalui latihan yang banyak di bawah bimbingan dosen yang cakap. analisisnya. Sejarah umat manusia juga menunjukkan bahwa di dalam seni itu terdapat beberapa dari kebanyakan ekspresi manusia yang menonjol dalam pengertiannya atas eksistensinya sendiri. 10 . retorika tertulis harus mampu memberikan keterampilan untuk meneruskan. agama dan filsafat. Pertama seni (sastra. Sejarah yang diajarkan sebagai disiplin yang menelaah manusia di dalam dimensi waktu dengan mengutamaan telaahnya pada masa lampaunya. sebagai warga suatu bangsa. khususnya bidang yang terkenal dengan sebutan logical fallacies atau logika semu. Retorika yang ada terbagi menjadi jenis lisan dan yang tertulis seringkali dipandang sebagai suatu keterampilan belaka dengan akibat bahwa yang dicapai melalui retorika tertulis hanyalah materi obyektif atau mekanisme mengungkapkan berdasarkan tata bahasa melalaui komposisi tertulis. sejarah bahasa. Retorika tertulis dekat sekali pertaliannya dengan linguistik. Sehubungan dengan sejarah kebudayaan haruslah lebih ditonjolkan dari sejarah politik dan sejarah ekonomi. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. seni tari dan berpidato). Adapun seni rupa dan musik seringkali masih sekedar diajarkan untuk keterampilan seni belaka. seni menempati posisi yang penting dalam kehidupannya sehri-hari. seni rupa. makhluk pencipta budaya dan makhluk pencipta peradaban. Pada hal tujuan yang sebenarnya dari retorika tertulis adalah melatih mahasiswa untuk menulis prosa dengan idiom yang baik dan gaya bahasa yang berlaku berdasarkan logika yang layak.dibagi menjadi tiga kelompok. jadi belumlah sebagai pemberian bekal pemerkaya pemilikan budaya intelek bersama. Manusia di situ dilukiskan sebagai ciptaan Allah. Melalui perubahan budaya dan perubahan peradaban pengajar sejarah bermaksud memahamkan isi pengalaman buat manusia di masa lampau serta kondisinya sekarang sebagaimana terdapat berbagai kelompok kehidupan. sejarah. membuktikan dan menghimbau. dan warga umat manusia. sebagai anggota masyarakat agama.

berdasarkan struktur bahasa yang logis dan syarat-syarat keterampilan mengungkapkan pikirannya secara lisan sama pentingnya yang secara tertulis. persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan. yang merupakan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Setelah mengenali pembagian ilmu pengetahuan ke dalam tiga bidang lapangan ilmu pengetahuan (ilmu-ilmu sosial.Dalam kehidupan sehari-hari manusia berkomunikasi dengan sesamanya secara langsung sehingga membutuhkan retorika lisan. dan kenegaraan. khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku dalam menghadapi manusia-manusia lain. hasil lisan 11 . yaitu kemampuan personal. khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. dan sejarah) Dengan demikian Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu pengetahuan dasar yang berusaha memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap. sosiologi. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. kemasyarakatan. dan profesional. akademik. Ilmu Budaya Dasar jika memberikan retorika lisan haruslah pada praktek berpidato di muka umum menurut gaya bahasa yang berlaku. dan ilmu-ilmu alamiah) sebagaimana dikemukakan di atas. Ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial. serta memiliki pandangan dan kepekaan yang luas terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik. ekonomi psikologi sosial. konsep. Kemampuan personal merupakan kemampuan kepribadian yang tampak dalam penampilannya sebagai pribadi bangsa Indonesia. dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta. Dengan kemampuan tersebut kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya akan menjadi lebih besar. dan pada akhirnya mahasiswa terbantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadiannya. Dengan Ilmu Sosial Dasar mahasiswa diharapkan mempunyai tiga macam kemampuan. Selanjutnya kemampuan akademis merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan secara ilmiah. antropologi sosial. pengetahuan budaya. teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (geografi sosial. maka Ilmu Sosial Dasar bersama-sama dengan Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar pada dasarnya merupakan satuan-satuan pengetahuan yang didasarkan pada pembagian tersebut di atas. ilmu politik.

berbudaya. Yang sedikit agak membedakan antara ISBD dengan ISD dan IBD sebelum dikolaborasi ialah terletak pada titik tekan dalam mencapai sasaran pembelajaran pada diri mahasiswa. kritis. sehingga daya tangkap. Pendekatan terhadap berbagai masalah budaya tersebut dilakukan dengan menggunakan berbagai pengetahuan budaya (The Humanities). Baik dalam ISD maupun IBD masing-masing diorientasikan pada usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa. dan sistematis. Ilmu tentang budaya mencakup keahlian filsafat. sasaran pembelajaran mahasiswa dalam mempelajari ISBD lebih ditekankan kepada 12 . Kemampuan profesional merupakan kemampuan di bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini para akademisi diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. dan lebih halus budi pekertinya. Dengan demikian aspek personal tampak menonjol. baik dengan menggunakan suatu keahlian disiplin ilmu tertentu maupun dengan menggunakan pendekatan berbagai keahlian atau inter. menguasai teknik analisis. Humanior atau humanus dalam bahasa Latin berarti manusiawi. bahkan multidispliner. dan sejarah. dan halus. seni. maupun berpikir logis. melainkan mengandung pengertian umumnya tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasikan dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya. halus dan manusiawi. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar pada dasarnya merupakan gabungan secara kolaboratif antara ISD dan IBD yang dilandasi SK Dirjen Dikti No. lebih berbudaya. Ilmu Budaya Dasar atau Basic Humanities tidak identik dengan The Humanities (Ilmu tentang Budaya).maupun tulisan. Dengan mempelajari ilmu budaya dasar diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya. Selanjutnya Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah waib di perguruan tinggi merupakan terjemahan dari istilah Basic Humanities atau pendidikan humaniora. agama. Berbeda dengan ISD dan IBD. persepsi dan penalarannya terhadap lingkungan budaya dapat menjadi lebih peka. Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritisnya terhadap masalah-masalah budaya. 30/Dikti/Kep/2003.

dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar. dan ketiga ialah sistematis. Ilmu Sosial Dasar banyak mengkaji masalahmasalah sosial dalam kehidupan manusia. persepsi. c. Mengingat bidang kajian kedua kelompok pengetahuan dasar ini yang relatif dekat dengan kehidupan manusia.aspek perkembangan sosialnya yaitu dalam kerkehidupan bermasyarakat. Ruang lingkup ISBD Sebagai matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) mata kuliah ISBD dirancang untuk membekali mahasiswa sebagai calon akademisi agar nantinya memiliki tiga kemampuan dasar yaitu: personal. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. Oleh karena itu kalau ISD dan IBD masuk dalam kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. yaitu Ilmu Sosial Dasar. Dikatakan sangat muda. dengan nama baru Ilmu Sosial dan Budaya Dasar atau disingkat ISBD. 13 . Titik persoalannya sekarang adalah dapatkah ISBD disebut sebagai ilmu pengetahuan ?. maka berdasarkan keputusan Dirjen Dikti No30 tersebut di atas. Oleh karena itu fungsi ISBD merupakan suatu usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap. baik materia maupun forma. Masing-masing memiliki kajian fenomental yang berhubungan secara langsung dengan kehidupan manusia. melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya. Kedua memiliki metode penyelidikan yang dipergunakan untuk mengkaji dan mengembangkan obyeknya. akademis. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. bahwa persyaratan suatu ilmu pengetahuan ialah pertama memiliki obyek. dan Ilmu Budaya dasar. dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya. maka ISBD masuk dalam kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). sedangkan Ilmu Budaya Dasar mengkaji berbagai aspek kehidupan yang terkait dengan masalah budaya. kedua ilmu pengetahuan dasar ini dikolaborasikan. dan kemampuan profesional. Seperti dijelaskan di atas. Jadi ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri.

walaupun sebelumnya belum pernah belajar bagaimana cara menyusui. maka diperlukan sejumlah bahan kajian yang akan dioperasionalkan dalam bentuk pembelajaran. sistematis. maupun berpikir logis. kritis. kemasyarakatan dan kenegaraan. di mana para akademisi diharapkan memiliki wawasan pengetahuan dan kemampuan. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. Kemampuan profesional : kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. teknologi dan seni 8) Manusia dan lingkungan 3. para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. Komunikasi antara anak dengan ibu melalui kontak menyusui sudah merupakan indikator ketergantungan antara satu manusia dengan lainnya. moralitas. sehingga mampu menunjukkan sikap. keberadaan manusia pada saat baru lahir sangat lemah. Dibandingkan dengan hewan. Hal ini 14 . menguasai berbagai teknik analisis. yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. serta mampu menawarkan alternatif pemecahan. Naluri seorang ibu yang baru melahirkan anaknya akan otomatis tergerak untuk mau menyusui anaknya. Kemampuan akademis yaitu suatu kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan.Kemampuan personal yaitu kemampuan kepribadian. ISBD Sebagai Komponen MBB ISBD sebagai bagian komponen Mata Kuliah Berkehidupan bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. dan hukum 7) Manusia. analitis. sains. Untuk mencapai ketiga kemampuan di atas. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. Manusia adalah makhluk yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Bahan kajian tersebut meliputi : 1) Pendahuluan (pengantar ISBD) 2) Manusia sebagai Makhluk Budaya 3) Manusia dan Peradaban 4) Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial 5) Keragaman dan kesetaraan 6) Manusia. Manusia tidak akan mampu hidup sendiri tanpa ada bantuan dari pihak lain. nilai. tidak berdaya dan tidak akan mungkin bisa bertahan hidup tanpa ada manusia lainnya.

2) Adanya keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat. perbedaan. ia akan mampu berusaha mencari makanan untuk dirinya. Pendekatan dan Metode Pembelajaran ISBD Seperti matakuliah yang lain matakuliah ISBD disajikan kepada mahasiswa untuk dikaji bersama melalui interaksi edukatif yang disebut dengan proses pembelajaran. yang didalamya terdapat persamaan. sehingga ia mampu untuk bertahan hidup dan berkembang. bermain peran (demonstrasi). Ketiga ranah ini yang menjadi sasaran belajar dengan titik tekan berada pada aspek sikap (afektif). dan dari belum terampil menjadi terampil (psikomotorik). 4. Seekor anak ayam yang baru menetas walaupun tanpa ada induknya. 1) Berbagai kenyataan yang bersama-sama merupakan masalah sosial budaya yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan (antar bidang). Pemecahan Masalah Sosial Budaya Masalah sosial budaya merupakan suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat dan budayanya yang berdasarkan atas studi. penelitian sosial budaya. Masalah ini meliputi hal-hal sebagai berikut. kolaborasi. mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan. tanya jawab.tentu agak berbeda dengan yang dialami oleh hewan. 15 . apresiasi seni budaya. dari belum baik menjadi baik (afektif). 5. Semua proses pembelajaran akan diorientasikan kepada belajar yang berpusat pada aktivitas mahasiswa (student active learning). yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri. yaitu dari belum tahu menjadi tahu (kognitif). Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku. yaitu sikap berkehidupan bermasyarakat. Untuk mengarah pada sasaran ini metode pembelajarannya adalah melalui: ceramah. Untuk itu proses pembelajaran ISBD akan mempergunakan berbagai pendekatan dengan prinsip mahasiswa dapat belajar. dan problem solving. yang dapat menimbulkan pertentangan-pertentangan maupun kerjasama. diskusi. pentas kreatifitas. Yang terpenting dalam proses pembelajaran tersebut ialah bagaimana dosen mampu menyediakan lingkungan belajar yang bisa membuat mahasiswa belajar.

Presentasi di kelas c. a. dan emosional mahasiswa selama dalam proses pembelajaran. 2. Partisipasi dalam perkuliahan 3) No 1. 1) Kedisiplinan dan partisipasi kuliah. Proses evaluasi dilakukan melalui pengamatan sejak mahasiswa masuk di kelas. Evaluasi proses ini lebih dititikberatkan pada aspek pembentukan prilaku (afektif). Evaluasi dalam proses dimaksudkan untuk mengukur kadar keterlibatan fisik. sikap dan prilakunya selama di ruang kelas. Sistem Evaluasi Pembelajaran ISBD Evaluasi hasil belajar keberhasilan mahasiswa akan diukur melalui dua tahap. Sementara evaluasi produk lebih menitikberatkan pada pengukuran aspek kognitif melalui tes tulis. presentasi di kelas 30% c. mental. termasuk dalam diskusi 2) Ujian tengah semester 3) Ujian akhir semester 4) Pertugasan. MATRIK EVALUASI Bentuk penilaian Bobot Pertugasan 30% a. bagaimana ketepatan waktunya. ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). Tes tulis dapat berupa tes insidental. Secara rinci aspek yang dinilai baik yang menyangkut masalah penilaian proses maupun produk meliputi hal berikut. dan keterampilan selama dalam proses pembelajaran. pembuatan makalah b. aktivitas dan partisipasinya dalam proses pembelajaran. yaitu evaluasi dalam proses dan produk. Pembuatan makalah (kelompok dan mandiri) b. disiplin dan 40% partisipasi dalam perkuliahan Penilai Dosen Dosen Dosen 16 .ISBD menggunakan pendekatan secara komprehensif dari berbagai cabang ilmu untuk memecahkan masalah sosial. di antaranya : a) Sosiologi b) Antropologi Sosial dan Budaya c) Ilmu Sejarah d) Ilmu Ekonomi e) Ilmu Hukum f) Ilmu Politik g) Geografi h) Psikologi sosial 6. 3.

kesetaraan.Ujian tengah Semester (UTS) Ujian akhir semester (UAS) JUMLAH 100% RINGKASAN Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi . 232 tahun 2000. dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika. Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing-masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis. tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. peka. dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang meliputi : matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian ditindaklanjuti dengan SK Mendiknas No. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. Masyarakat menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). 045 tahun 2002. peka dan arif dalam memahami keragaman. dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas. etika. matakuliah 17 . serta menumbuhkan sikap kritis. kesetaraan. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dikatakan sangat muda. dan Bahasa Indonesia. matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. 30/ Dikti/Kep/2003. Himpun sedikitnya 10 definisi tentang ilmu menurut pakar yang berbeda-beda. 44/Dikti/ Kep/ 2006. Tugas Untuk Diselesaikan. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang diperlukan mahasiwa untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). Kelompok matakuliah ini secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya yang dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). 18 . 1. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. Lakukan suatu analisis terhadap masing-masing definisi ilmu tersebut sehingga dapat diklasifikasi perbedaan dan persamaan yang terdapat pada masing-masing definisi. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengem-bangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. yaitu Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya dasar. Selanjutnya pelaksanaannya di atur dalam SK Dirjen Dikti No. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. Pendidikan Agama. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. matakuliah keahlian berkarya (MKB). Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. dan No. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. 2. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. matakuliah prilaku berkarya.keilmuan dan keterampilan (MKK). dan Ilmu Kealaman Dasar (IAD). 43/Dikti/ Kep/2006.

6. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin Cultura dari kata dasar colere yang berarti berkembang atau tumbuh. 4. S. Tugas-tugas tersebut akan lebih berbobot pembahasannya apabila Saudara lakukan bersama dengan teman lain dalam suatu kelompok kecil antara 3 – 5 orang. Berpikir adalah perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia.Sos 1. kebudayaan dan individu. Fungsi Akal Dan Budi Bagi Manusia Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Himpun pula definisi tentang ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dari berbagai literatur. kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara social diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Coba buat rumusan definisi ilmu menurut bahasa Saudara berdasarkan definisi-definisi yang telah Saudara himpun tersebut. Secara umum.i Dalam ilmu-ilmu social istilah kebudayaan sesungguhnya memiliki makna bervariasi yang sebagian diantaranya bersumber dari keragaman model yang mencoba menjelaskan hubungan natara masyarakat. Pengertian dan Fungsi Kebudayaan Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmuilmu social. Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku. 5. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berfikir.3. yakni tradisi sopam santun dan kesenian. Selamat Belajar BAB II MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Oleh : Linda Dwi Eriyanti. 19 . Lakukan suatu analisis di mana letak titik tekan antara ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dalam hubungannya dengan kehidupan manusia. Makna ini kontras dengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk pada bagian tertentu warisan social.

system kenegaran. permainan. dan sebagainya. tindakan manusia. Manusia Sebagai Animal Simbolicum . ucapan) syang telah ditempati suatu arti tertentu menurut kebudayaannya .Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. yang keberadaannya sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap system aturan yang membentuknya. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari dari satu generasi ke generasi berikutnya itu tidak mengalami perubahan yang berarti kecuali jika ada factor eksternal yang memperngaruhi pola tindak yang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan social dan individual. panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu. Budi diartikan sebagai batin manusia. peritiwa. Jadi jelas bahwa fungsi akal dan budi manusia adalah menunjukkan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi di alam raya ini.Simbol : segala sesuatu (benda. hukum.Fungsi simbol : o Faktor pengembangan kebudayaan o Terbatas pada gugus masyarakat tertentu 20 . Melalui symbol-simbol itulah tercipta keragaman entitas yang sangat kaya yang kemudian disebut sebagai obyekkonstruksi cultural sepoerti uang. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari itu merupakan salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat secara keseluruhan. pernikahan. kelakuan.ii System gagasan dan simbolik warisan social itu sangatlah penting karena kegiatan-kegiatan adaptif manusia sedemikian kompleks dan beragam sehingga mereka tidak bisa mempelajari semuanya sendiri sejak awal. Masyarakat manusia yang terdiri dari individu-individu yang terlibatdalam berbagai kegiatan yang mengharuskan mereka beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan hal itu harus dilakukan secara terus menerus demi mempertahankan keberadaan masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan individu yang menjadi anggotanya.Kebudayaan : pengetahuan yang mengorganisasi simbolsimbol . diolah menjadi simbol . sehingga semuanya menjadi bagian dari warisan social atau kebudayaan dari suatu masyarakat. Didalamnya juga termasuk artefak dan berbagai kontruksi proporsi kompleks yang terekspresikan dalam system symbol yang kemudian terhimpun dalam bahasa.Adalah komponen utama perwujudan kebudayaan karena setiap hal yang dilihat dan dialami. Kegiatan-kegiatan ini dipelajari melalui peniruan dan pelajaran satu manusia dengan manusia lainnya.

yang didukung oleh seperangkat aturan sanksi. hukum.Warisan social itu juga mengandung karakter normative. adapt. Namun mereka mengakui bahwa. Consensus yang kini dianut oleh para ilmuwan social masih menyisihkan aspek emosional dan motivasional dari istilah kebudayaan. mampu bertahan dalam waktu lama. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat” Kebanyakan ilmuwan social membatasi definisi kebudayaan sehingga hanya mencakup aspek tertentu dari warisan social. Dalam kasus ini proposisi tersebut dikatakan telah terinternalisasi. Biasanya pengertian kebudayaan dibatasi pada warisan social yang bersifat mental atau non fisik. Dalam rumusan ini . Hal ini bukan semata-mata karena adanya sanksi tersebut. sedangkan bagi mereka yang menentangnya telah tersedia hukuman. Hanya saja definisi yang terlanjur berkembang adalah definisi sebelumnya dimana kebudayaan diartikan bukan sekedar istilah deskriptif bagi sekumpulan gagasan. normative dan mampu menimbulkan motivasi. mudah dipelajari. Lebih jauh. Artinya individu-individu dari suatu komunitas terikat oleh kebersamaan dan rasa memiliki atas warisan social mereka. Namun tinjauan empiris terhadapnya memunculkan definisi terbaru tentang kebudayaan seperti yang diberikan EB Tayloriii. Sedangkan aspek fisik dan artefak sengaja disisihkan. tindakan dan obyek. Pengertian Budaya dan Kebudayaan Setiap individu menjalankan kegiatan dan menganut keyakinannya sesuai dengan warisan social atau kebudayaannya. atau persamaan persepsi mengenai dunia di sekelilingnya yang diwujudkan dalam symbol-simbol tertentu. dan mereka tetap terfokus maknanya sebagai himpunan pengetahuan. model tersebut menyatakan bahwa kebudayaan atau warisan social lebih adaptif baik secara social maupun individual. kepercayaan. bagi mereka yang mematuhinya akan ada puian. Artinya. melainkan juga merujuk pada entitas-entitas mentalyang menjadi pijakan tindakan dan munculnya obyek tertentu. moral. pemahaman atau proposisi.iv 21 . sebagian proposisikultural membangkitkan emosi dan motivasi yang kuat. atau karena mereka merasa menemukan unsure-unsur motivasional dan emosional yang memuaskan dengan menekuni kegiatan-kegiatan dan keyakinan cultural tersebut. istilah warisan social disamakan dengan istilah kebudayaan. “Kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. yang terekspresikan sebagai kesamaan tata cara. seni.

yakni apakan kebudayaan itu merupakan suatu entitas padu atau tidak. maka kumpulan elemen-elemennya bisa dipisahkan dan dibedakan satu sama lain.ix Kerancuan tersebut lebih jauh membangkitkan minat untuk menelaah koherensi dan integrasi kebudayaan. Jika kebudayaan dipandang sebagai suatu kumpulan elemen yang tidak memebentuk kesatuan koheren. Menurutnya. Perselisihan mengenai definisi kebudayaan itu mengandung argument-argumen implicit tentang sebab-sebab atau asal mula warisan social. dan normative dari warisan social namun juga mempermasalahkan penerapan makna kebudayaan dalam individu. contohnya mungkin adala lajabar yang dianggap selalu benar dan berlaku. 1968)v Sementara itu ada pula yang membatasi pegertian kebudayaan sebagai makna-makna simbolik yang mengandung muatan representasi dan mengkomunikasikannya dengan peristiwa nyata. motivasional. meski sedikit saja orang yang vi menguasainya”. Misalnya saja ada kontroversi mengenai koheren atau tidaknya kebudayaan itu sehingga lebih lanjut kita dapat mempertanyakan sifat alamiahnya. maka yang harus diperhitungkan adalah fakata bahwa warisan social senantiasa melebur dalam suatu masyarakat. Hanya saja tidak ada 22 . tidak termasuk norma-norma atau pengethauan procedural mengenai bagaimana sesuatu harus dikerjakan” (Schneider. Sebaliknya jika kita menganggap kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan koheren. Tidak banyak bukti yang mendukung dugaan akan adanya pola tunggal hubungan tersebut seperti yang dikemukakan oleh Ruth Benedict dalam bukunya Pattern of Culture (1934)viii. Geertz menggunakan makna ini secara eksklusif sehingga ia tidak saja mengesampingkan aspek-aspek afektif. “kebudayaan hanya berkaitan dengan makna-makna public yang terus berlaku meskipun berada diluar jangkauan pengetahuan individu . Meskipun hamper setiap elemen kebudayaan dapat ditemukan pada hubungan-hubungan natar elemen seperti yang ditunjukkan oleh Malinowski dalam Argonauts of the Western Pacifis (1922)vii. Disisi lain para ilmuwan social memendang keragaman dan kontradiksi di seputar pengertian atau definisi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang wajar. mengingat dalam kenyataannya pengetahuan anggota masyarakattentang kebudayaan mereka tidaklah sama. Berbagai persoalan yang melingkupi upaya intergrasi definisi-definisi kebudayaan terkait dengan masalah lain.Sebagian ilmuwan social bahkan berusaha membatasi lagi pengertian istilah kebudayaan tersebut hingga hanya “mencakup bagian-bagian warisan social yang melibatkan representasi atas hal-hal yang dianggap penting.

terdapat 170 definisi kebudayaan. sedangkan yang kedua adalah elemen-elemenkultural yang hanya diketahui oleh sebagian anggota masyarakat yang menyandang status social tertentu. yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna 23 . Pertama adalah sejumlah kecil elemen yang hampir dipunyai oleh semua anggota masyarakat sehingga diantara mereka dapat tercipta suatu consensus pengertian. motivasi dan sebagainya sangat ditentukan oleh kesepakatan awal tentang keberadaan. hakekat dan label atas sesuatu hal. reaksi emosional. Keragaman definisi kebudayaan itu sendiri dapat dipahami sebagai giatnya upaya mengungkap hubungan kausalitas antara berbagai elemen warisan social.metodeyang telah terbukti handal untuk mengukur sejauh mana koherensi dan 8integrasi sebuah kebudayaan. Demikian pula definisi cultural kerabat sebagai ‘orang-orang yang memiliki hubungan darah’ mengisyaraktkan adanya kesamaan identitas yang memudahkan pembedaannya. 1992. maka pendefinisian kebudayaan sebagai representasi telah memusatkan perhatioan pada apa yang paling penting. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah. Hanya saja keuntungan dari focus yang tajam itu dipunahkan oleh ketergantungan definisi itu terhadap asumsi-asumsi yang melandasinya. beberapa diantaranya :  Ki Hajar Dewantara Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat. Misalnya saja norma kebersamaan dan perasaan terikat dalam kekerabatan hanya akan tercipta jika ada system kategori yang membedakan kerabat dan non kerabat. Bahkan muncul bukti-bukti yang menunjukkan bahwa elemen-elemen budaya cenderung dapat digolongkan menjadi dua bagian besar. (misalnya. Jika representasi cultural memang memiliki hubugan kausalitas dengan norma-norma. sentiment dan motif. (misalnya lampu merah berarti tanda berhenti). yang acapkali kelewat sederhana. pelanggaran ketentuan kontrak tidak bisa diterima)x Dibalik kerancuan definisi ini terdapat masalah-masalah penting lainnya yang juga harus dipecahkan. dibalik pembatasan definisi kebudayaan pada aspek-aspek presentasional dari warisan social itu terletak hipotesis yang menyatakan bahwa norma-norma.xi Komponen utama kebudayaan : o Individu o Masyarakat o alam Dari catatan Supartono. Sebagai contoh .

rasa. mengatur hubungan antar manusia. norma-norma artistic. untuk sebagian besar dipenuhi oelh kebudayaan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri. maupun yang bersumber dari persaingan manusia itu sendiri untuk mempertahankan kehidupannya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas. kebiasaan makan. Bermacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota-anggotanya seperti kekuatan alam. Manusia dan masyarakat memerlukan pula kepuasan baik dibidang materiil maupun spiritual. Kebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diriterhadap alam. dan 24 .  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardixii Kebudayaan merupakan hasil karya. Fungsi kebudayaan Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. yang dilihat sebagai proses humanisasi. keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal  Keesing Kebudayaan adalah totalitas pengetahuan manusia. adat istiadat. teknologi memungkinkan untuk pemanfaatan hasil alam bahkan munghkin untuk menguasai alam. dan cipta masyarakat. mencakup kepercayaan.  Robert H Lowie Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat. pengalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara sosial  Koentjaraningrat Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya  Rafael Raga Manan Kebudayaan adalah cara khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Pada masyarakat yang taraf kebudayaannya lebih tinggi.mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah. yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya. Hasil karya masyarakat menghasikan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama melindungi masyarakat terhadap lingkungan. Di sisi lain karsa masyarakat mewujudkan norma dan nilai-nilai social yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan masyarakatnya.

Jenis dan Ragam Kebudayaan di Masyarakat Mohammad Yusuf Melatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17.000 pulau besar dan kecil. Kesenian misalnya meliputi kegiatan seni tari. menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu yaitu hidup yang lebih baik. seni rupa dll. system produksi. Ralph Linton menyebutnya kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity. dll. peternakan. peternakan. Apabila salah satu bagian bajak 25 . mendukung. teknik pengendalian bajak.sebagai wadah dari segenab perasaan manusia. Misalnya kegiatan pertanian menetap meliputi unsure-unsur irigasi. sistem hukum. alat-alat produksi. Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya. Akhirnya sebagai unsure kebudayaan yang terkecil membentuk trait adalah items. perkawinan)  Bahasa (lisan maupun tertulis)  Kesenian (seni rupa. distribusi )  Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan. dan sebagainya. Kebudayaan akan mendasari. Selanjutnya Ralph Linton merinci kegiatankegiatan kebudayaan tersebut menjadi unsure-unsur yang lebih kecil lagi yang disebutnya trait-complex. dan berperikemanusiaan 2. Bila diambil contoh alat bajak terdiri dari gabungan alat-alat yang lebih kecil yang dapat dilepaskan. dan sebagainya. Selanjutnya trait complex mengolah tanah dengan bajak akan dapat dipecah ke dalam unsure yang lebih kecil umpamanya hewan-hewan yang menarik bajak. seni gerak dll)  Sistem pengetahuan  Religi (system kepercayaan) Cultural universals tersebut dapat dijabarkan lagi kedalam unsure-unsur yang lebih kecil.xiv Sebagai contoh cultural universals pencaharian hidup dan ekonomi antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti pertanian. seni suara. manusiawi. tetapi pada hakekatnya merupakan satu kesatuan. organisasi politik. sistem produksi. transportasi)  Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi (pertanian. Perbedaan itu dalam kita lihat dengan menelaah unsur-unsur kebudayaan seperti dibawah ini. dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan. perumahan. Unsur-Unsur kebudayaan menurut C Kluckhohn dalam bukunya Universal Categories of Culture meliputi Cultural universals yaituxiii  Peralatan dan perlengkapan hidup ( pakaian. system hak milik atas tanah. sistem pengolahan tanah dengan bajak.

Kemauan dalam arti positif adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan hidup yang dikendalikan oleh akal budi. memiliki pengetahuan dan mampu menciptakan teknologi. Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan Manusia sebagai pencipta kebudayaan Manusia memiliki kemampuan daya sebagai berikut :  Akal. tanpa diikuti proses berfikir cermat. Ciri Kebudayaan : • Bersifat menyeluruh • Berkembang dalam ruang / bidang geografis tertentu • Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu Wujud kebudayaan • Ide : tingkah laku dalam tata hidup • Produk : sebagai ekspresi pribadi • Sarana hidup • Nilai dalam bentuk lahir Sifat kebudayaan • Beraneka ragam • Diteruskan dan diajarkan • Dapat dijabarkan : – Biologi – Psikologi – Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan • Berstruktur terbagi atas item-item • Mempunyai nilai • Statis dan dinamis • Terbagi pada bidang dan aspek 3. baik yang berasal dari rangsangan di dalam atau diluar dirinya. 26 . tetapi tidak berlangsung lama  Kemauan Kemauan adalah keinginan. Emosi adalah rasa hati. maka tak dapat menjalankan fungsinya sebagai bajak. namun bisa menuntun pada suatu keyakinan.tersebut dihilangkan. intelegensia dan intuisi Dengan kadar intelegensia yang dimiliki manusia mampu belajar sehingga menjadi cerdas. Intuisi menurut Supartono sering setengah disadari. sering berbentuk perasaan yang kuat. yang dapat menguasai seseorang.  Perasaan dan emosi Perasaan adalah kemampuan psikis yang dimiliki seseorang. kehendak untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.

Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusi menemukan bentuknya yang khas manusiawi 4. Kebudayaan adalah produk manusia. merupakan jati diri seseorang yang berasal dari lahir sebagai factor keturunan yang kemudian diwarnai oleh factor lingkungannya.Tahap internalisasi. yang berada diluar diri manusia . namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan. 3. Kebudayaan adalah ekspresi eksistensi manusia didunia. Ini melengkapi cirri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia. Pengabdian 27 . Tanggungjawab Tanggungjawab adalah kwajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan. 2. Manusia sebagai makhluk budaya adalah pencipta kebudayaan. 5. Penderitaan Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. Keadilan Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. Keadilan mengacui pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh setiap manusia.  Perilaku Perilaku adalah tabiat atau kelakuan. yaitu tahap dimana realitas obyektif hasil ciptaan manusia dicerap oleh manusia kembali. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Memanusiakan manusia melalui pemahaman terhadap konsep budaya dasar 1. yaitu tahap aktifitas manusia menghasilkan realita obyektif.Tahap obyektifitas. yaitu proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktifitas fisik dan mental .Tahap eksternalisasi. Cintakasih Cintakasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai belas kasihan. Peter L Berger menyebutnya sebagai dialektika fundamental yang terdiri dari tiga tahap yaitu : . Fantasi Fantasi adalah paduan unsur pemikiran dan perasaan yang ada pada manusia untuk menciptakan kreasi baru yang dapat dinikmati.

f. Keindahan Eksistensi manusia didunia diliputi dan digairahkan oleh keindahan. Internalisasi Merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia. 8. merasa khawatir tidak tenang dalam tingkah laku. Proses dan Perubahan Kebudayaan : Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. dengan sesame dan dengan alam tempat kita berdiam. Kegelisahan Kegelisahan merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatannya. d. Proses tersebut diantaranya : a. suatu peraturan yang menyangkut hak dan kwajiban mereka. Dalam keseharian sosialisasi bisa dikatakan sebagai proses menjelaskan sesuatu kepada anggota masyarakat agar mengetahui adanya suatu konsep. Difusi Meleburnya suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain sehingga menjadi satu kebudayaan. kebijakan. Sosialisasi Proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampilanketrampiulan sosial.Pengabdian diartikan sebagai perihal memperhamba diri kepada tugas-tugas yang dianggap mulia 6. b. Akulturasi Akulturasi adalah percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampuran itu masing-masing unsurnya masih kelihatan. 7. e. Manusia tidak hanya penerima pasif tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan. Pandangan hidup Pandangan hidup berkenaan dengan eksistensi manusia didunia dalam hubungannya dengan Tuhan. c. dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka.xv 4. Enkulturasi Enkulturasi adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan. Asimilasi 28 . dan merupakan salah satu ekspresi kecemasan.

kekuasaan dan wewenang. organisasi. Faktor-faktor penyebab perubahan sosial dan kebudayaanxvi a. dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. termasuk didalamnya nilai-nilai. sikap-sikap. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat mengenai nilai-nilai social. yang mempengaruhi sistem sosialnya. Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan. Ad pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun luas. serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali. faktor ekstern  Perubahan lingkungan fisik manusia ( bencana alam )  Pengaruh kebudayaan masyarakat lain  Peperangan Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan sosial :  Faktor-faktor yang mendorong :  Kontak dengan kebudayaan lain  Sistem pendidikan yang maju 29 . faktor intern  Bertambah atau berkurangnya penduduk  Penemuan-penemuan baru (inovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat]  Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)  Pemberontakan / revolusi b. akan tetapi ada juga yang cepat. maka banyak sarjana sosiologi modern yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah perubahan social dan kebudayaan dalam masyarakat.Asimilasi adalah proses peleburan dari kebudayaan sat ke kebudayaan lain. Masalah tersebut menjadi lebih penting dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat dari Negara yang kemerdekaan politiknya setelah perang dunia kedua. lapisan-lapisan dalam masyarakat. lembaga-lembaga kemasyarakatan. interaksi sosial dan seterusnya. Dengan diakuinya dinamika sebagai inti jiwa masyarakat. Perubahan sosial dan kebudayaan merupakan segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suataau masyarakat. perubahan bagi masyarakat yang bersangkutan maupun bagi orang luar yang menelaahnya. dan polapola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. pola-pola perilaku. susunan.

Jika budaya unggul bisa didiskusikan bersama seiring dengan manusia unggul. Kebudayaan merupakan identitas dari manusia. Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju  Toleransi terhadap perbuatan menyimpang  Sistem lapisan masyarakat yang terbuka  Penduduk yang heterogen  Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu  Orientasi ke depan  Nilai meningkatkan taraf hidup  Faktor-faktor yang menghambat :  Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain  Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat  Sikap masyarakat yang tradisional  Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)  Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan  Prasangka terhadap hal baru  Hambatan ideologis  Kebiasaan  Sikap pasrah 5. Problematika sosial kebudayaan Manusia dan Budaya Unggulxvii Buku Stephen R Covey berjudul The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness setidaknya menjadi pemicu diskusi tentang budaya unggul akhir-akhir ini. terlebih dahulu manusia harus bisa menjawab tantangan yang ada dalam dirinya sendiri. Para cerdik cendekia pun ribut mencari apa yang sebenarnya unggul dalam diri kita dan apa memang ada keunggulan itu. dinyatakan sebagai uebermensch yang dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan sebagai superman. Manusia unggul tidak lahir dari situasi statis. setidaknya apa yang dinyatakan oleh Covey sebagai manusia dengan predikat greatness membawa ingatan kita pada apa yang oleh filosof Jerman. bahkan Bapak Presiden merasa perlu menyampaikan kepada rakyatnya untuk melahirkan budaya unggul dalam bangsa ini. Dalam maksud yang sederhana. budaya unggul akan bisa memulihkan harga diri dan martabat bangsa ini menjadi bangsa yang tidak mudah dilecehkan dan diharapkan mampu mengatasi krisis berkepanjangan dan seterusnya. Tidak main-main. melainkan 30 . Untuk melahirkan budaya unggul. Friedrich Wilhelm Nietzsche (18441900).

Manusia unggul keluar dari proses dinamis dan penuh tantangan. Atau dengan yakin ia menyatakan. Padahal. melainkan upaya untuk terus-menerus menjadi manusia yang lebih (over). Dalam pengertian ini. dalam bahasa Jerman mempunyai dua pengertian yang dalam bahasa Inggris bisa diasosiasikan menjadi kata super atau over. Kata ueber. what is great in man is that he is a bridge and not a goal. Beberapa orang menafsirkan ajaran uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk memproduksi jenis manusia yang unggul dalam mengatasi kemampuan manusia lain.going and down-going (Apa yang agung dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah jembatan dan bukan tujuan. Ignas Kleden (2004) menyatakan bahwa manusia hanya akan berhasil menjadi manusia melalui proses ueberwindung atau overcoming (dalam bahasa Inggris). Nietzsche adalah filsuf yang begitu yakin bahwa manusia harus berdiri di atas sifat-sifat konkretnya. dalam konteks ini saya kira lebih tepat membaca uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk melahirkan manusia unggul dengan cara melahirkan dirinya untuk terusmenerus menjadi manusiawi. manusia harus bisa meningkatkan dirinya dari sekadar manusiawi (humanus) menjadi lebih manusiawi (humanior). hidup dan kehidupan itu sendiri merupakan sesuatu yang dinamis dan bergerak terus-menerus. manusia yang bisa menggunakan kehendak dan kuasanya untuk mengatasi rasa lemahnya. Untuk menjadi manusia unggul. Manusia bukanlah suatu konsep abstrak sebagaimana dipahami oleh kaum idealis atau juga kaum materialis. Pengertiannya. Jelas sekali ketika Nietzsche menulis bahwa pertanyaan pertama dan satu-satunya yang dianjurkan oleh Zarathustra adalah Wie Wird der Mensch ueberwubden (bagaimana caranya manusia mengatasi manusia). Bukankah Nietzsche sendiri menyatakan. untuk lahir sebagai superman. Tidak saja dalam pengertian bagaimana upaya menemukan talenta terbaik dalam diri seseorang.dari proses dinamis. apa yang patut dicinta dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah perjalanan naik dan turun). Keduanya sering melahirkan pandangan-pandangan dunia yang bersifat statis. Namun. man is something that is to be surpassed (Manusia adalah sesuatu yang harus dilampaui). Anjuran untuk berproses menjadi manusia unggul sudah dinyatakan dengan amat jelas dalam Also Sprach Zarathustra. manusia harus terus-menerus mengatasi dirinya sebagai manusia. what is lovable in man is that he is an over. 31 .

elite intelektual. Komodifikasi kebudayaan Ada kesan bahwa kebudayaan semakin mejadi komoditas.Melahirkan manusia unggul jangan disalahpahami hanya dengan pengertian meloloskan siswa-siswa berprestasi yang mampu merengkuh juara olimpiade fisika. Seorang pejabat akan bernilai lebih jika setiap saat dia berhasil mengawasi dan menekan nafsu korupsinya. jika mau merujuk pada Nietzsche. bisa lahir dan dilahirkan dari manusia yang tak lagi menggantungkan diri segala tekanan dari luar. Dengan tidak memperpanjang segala kontroversi pendapat Nietzsche. elite system pendidikan atau elite budaya sendiri. and in the boat sit the estimates of value. Untuk lahir menjadi manusia unggul. bahkan terorisme. utang luar negeri. penuh kemeriahan dan samaran. Sifat serakah dan senang korupsi adalah manusiawi dan bahkan menjadi bagian tak terpisah dari manusia. Nietzsche menyebut mereka sebagai “manusia bermoral gerombolan” atau “bermoral budak”. Kebudayaan seakan-akan diapropriasi oleh elite politik. budaya unggul dalam perspektif ini bisa dijadikan rujukan untuk mengembalikan jati diri dan martabat kebangsaan yang hancur di tengah keserakahan modal. Mereka seperti sebuah sungai yang di atasnya mengambang sebuah perahu. Dalam mengarungi bahtera kehidupan yang nyata itulah manusia diberi kuasa untuk memikul tanggung jawab atas dirinya sendiri. Di sini dapat dipahami mengapa Nietzsche amat membenci pada mereka yang mudah menyerahkan diri pada skema nilai-nilai yang diciptakan di luar dirinya sendiri. to be sure. seseorang harus bergerak untuk memperbarui kemanusiawiannya menjadi lebih manusiawi dengan menjelma menjadi manusia yang tidak serakah dan senang korupsi. Menjadi manusia unggul biasa dialami oleh siapa saja yang mampu mengatasi kediriannya menuju kedirian yang lebih. solemn and disguised”. “The ignorant. atau kimia. dan di dalam perahu itu duduk nilai yang dihargai. Dia harus menciptakan nilai-nilai untuk dirinya sendiri pada saat perjalanan kehidupan tersebut. 32 . Mereka adalah para pengecut yang hanya bisa berlindung di balik nilai-nilai yang menjerat kedigdayaannya. elite birokrat. matematika. Manusia unggul. penguasa. the people-they are like a river on which a boat floateth along. Apropriasi itu berlangsung atas dua jalur.

Kebudayaan yang sungguh-sungguh mengancam kita adalah kebudayaan modern tiruan. tidak bersikap konfrontatif. sopan santun ketimuran. dan ersatz. Yang merekayasa adalah elite yang berbeda dari masyarakat yang menganggap dirinya sudah mempunyai budaya yang sesuai dengan pembangunan. semu. Dia mengancam karena tidak sejati. manusia terasing. Sub-lagu yang kedua mau melindungi budaya nasional terhadap pengeruh buruk dari luar. ia belum dapat ikut dalam proses penentuan arah perjalanan bangsa Indonesia.Pertama. manusia latah. kekeluargaan. manusia tanpa kepribadian. elite menetapkan kelakuan masyarakat yang mana sesuai dan yang mana tidak sesuai. Menurut jalur ini budaya masyarakat perlu direkayasa supaya sesuai dengan pembangunan. melainkan memperkaya. Jalur itu juga melegitimasi penundaan proses demokratisasi : selama masyarakat masih memiliki mentalitas yang tidak cocok dengan pembangunan. Elite yang menganggap diri berwenang untuk menetapkan sikapsikap mana yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. manusia kosong. dan oleh karena itu asing. Kedua. Kebudayaan itu membuat kita menjadi manusia plastic. Tantangan Kebudayaan Masyarakat kita yang berbudaya akan beruntung apabila mengenal dan akrab dengan beberapa kebudayaan barat. Sama dengan orang barat yang mengenal dan mencintai kebudayaankebudayaan Timur. atau menelusuri filsafat Perancis bagi orang timur pasti sangat rewarding. bahwa masyarakat kita bermusyawarah daripada memperjuangkan hak-haknya. Yang pasti menarik. taritarian. Pertemuan dengan kebudayaan lain selalu memperkaya kita sendiri. unsure-unsur positif warisan budaya bangsa perlu dilestarikan.xviii Hal-hal diatas secara tegas menyatakan bahwa demi budaya bangsa elitelah yang sebaiknya menentukan arah pembangunan. Disini kita mendengarkan bahwa bangsa Indonesia tidak mengenal oposisi.xix 33 . bahwa bertindak berdasarkan keyakinan sendiri adalah individualisme. Dengan menetapkan apa yang termasuk budaya bangsa. gotong royong dan lain-lain. terungkap dalam pembicaraan tentang kebudayaan masyarakat yang dikatakan tidak cocok untuk pembangunan. pelancongan ke dalam kebudayaan lain tidak cenderung memiskinkan persepsi tentang kebudayaan sendiri. tidak substansial. Dia mendapat ekspresi dalam dua sub lagu yang bersama menghasilkan paduan suara atau duet harmoniselite yang prihatin. Sub lagu yang pertama disebut lagu museum . Disini termasuk pakaian nasional. yaitu jalur keprihatinan terhadap budaya bangsa. berkebalikan dengan yang pertama. Mengagumi karya karya seni Italia.

yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti.Sos 1. kemantapan diri. berupayalah untuk benar-benar menerapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk ikut serta menyelesaikan masalah tersebut. Para ilmuwan memiliki banyak konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban. Carilah solusi dari permasalahan 4. Akhirnya kita hanya seolah-olah menjadi manusia modern. dan status. S. Norma adalah tingkah laku yang BAB III MANUSIA DAN PERADABAN 34 . Carilah permasalahan budaya yang paling dekat dengan anda 2. Pengertian Adab dan Peradaban. Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Tetapi masalah yang muncul kemudian adalah. Buatlah analisa berkaitan dengan permasalahan (5W +1H) 3. Kebudayaan yang dikatakan modern itu membuat kita lepas dari kebudayaan tradisional kita sendiri. siapa yang memberikan ukuran manusia tersebut beradab atau biadab ?. kesopanan dan budi pekerti atau manusia tersebut biadab.Kebudayaan tiruan itu mempunyai daya tarik luarbiasa sehingga mampu menyedot pandangan kita tentang nilai. dan sekaligus tidak menyentuh kebudayaan teknologis modern yang sesungguhnya. asal kita mau berpikir sendiri. Namun ada beberapa konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban yang mungkin relevan dan dapat membantu mahasiswa di Indonesia agar dapat memahami konsep atau pengertian tersebut. maka kita akan menyebut manusia tersebut biadab. Ia menawarkan kemewahan. TUGAS 1. Norma menjadi suatu hal yang penting untuk dapat dijadikan sebagai konsep yang dapat mengukur bagi manusia yang mempunyai akhlak mulia. dasar harga diri. Sedangkan manusia yang tidak mempunyai akhlak mulia. dan berhenti membuat penilaian sendiri. yang tidak memiliki kesopanan dan tidak halus budi pekertinya. Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekertixx. Manusia beradab dengan demikian adalah manusia yang mempunyai akhlak mulia. kepenuhan hidup.

dan merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. Jika Huntington mendefinisikan peradaban (civilization) sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. yang dapat diterima oleh orang ramai dan yang sekaligus tentu saja diharapkan dari kita oleh masyarakat. kelanjutan dari proses (semacam urbanisasi) lewat ashabiyah (group feeling). melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia. dan Ibnu Khaldun (13321406 M) yang melihat peradaban (umran) sebagai organisasi sosial manusia. pengertian lettered dalam hal ini tidak sekedar bisa membaca dan menulis hal yang sederhana. termasuk sistem IPTEK dan pemerintahannyaxxi. yang dalam bahasa Inggris disebut cultured.xxiii juga memberikan definisi peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus. dan kehalusan budi pekerti dalam melakukan kontak sosial dengan masyarakat luas. Salah satu ciri yang penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya. lewat ashabiyah (group feeling). tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. Hal ini sesuai dengan realita bahwa manusia memerlukan kesopanan. ras. dan indah seperti misalnya kesenian. Orang yang sekedar bisa membaca karangan yang sederhana dan memahami 35 . maju. adat sopan santun pergaulan. Dan Koentjaraningrat. kebudayaan. Dalam konteks peradaban Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. suku. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. yang membedakannya dari yang lain. ras. atau agama. Sedangkan Ibnu Khaldun (1332-1406 M). kepandaian menulis. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial. suku. peradaban disini dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. cara berkehidupan yang sudah maju. atau agama. organisasi kenegaraan. Orang yang cultured adalah juga yang lettered (melek huruf) namun. Pengertian peradaban juga dikemukakan oleh Fairchildxxii. ilmu pengetahuan. yang menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. akhlak. yang membedakannya dari yang lain. kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi).dianggap wajar.

Moral Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. Kata ini telah lama digunakan dalam dunia meteologi. Oleh karena itu. Etika berarti juga kumpulan azas atau nilai moral atau kode etik. etika adalah nilai-nilai dan norma-norma tentang apa yang baik dan yang buruk yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tinggkah lakunya. 2. Kata ini bernada menuntut perbuatan baik. sosial dan budaya. kebutuhan akan adab berarti kebutuhan untuk masuk ke dalam cara hidup yang mungkin oleh kebanyakan anggota masyarakat dianggap elit dan tidak egaliterxxiv. Dalam pengertian yang demikian itu. kata norma berarti pegangan atau pedoman. dalam kehidupan sosial terutama di Indonesia. 3. Arti ketiga. etika lebih populer 36 . tolok ukurxxvi. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. Arti kedua. Orang yang cultured adalah yang mampu menghayati dan memahami. Dalam pengertian dasariah. Orang yang cultured pergi menonton orkes simfoni. dianggap uncultered (tidak berbudaya).kesenian yang tidak kompleks misalnya. yang hanya bisa didapatkan dengan pendidikan yang tinggi tarafnya. kata ini biasanya menyangkut orientasi tingkah laku dan tindakan manusia sesuai dengan takaran-takaran objektif. ekonomi. apakah kita ini baik atau buruk. Wujud peradaban 1. dianggap unlettered (tidak melek huruf). membaca buku-buku yang berisi pemikiran dan renungan yang rumit. hasil kebudayaan adiluhung. apa yang baik dan buruk. Dalam dunia etika moral atau hukum. Wujud dan Perkembangan Peradaban. hukum. Akibatnya. aturan. Etika Adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagimana sebaiknya manusia hidup dalam bermasyarakat. Norma Kata norma sudah begitu memasyarakat dan bukan monopoli dunia moral. dan berdiskusi mengenai berbagai perkara yang abstrak dan rumit. yang menjadi permasalahan bidang moralxxv. pembaca sastra dan peminat seni picisan misalnya. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. Etika hampir sama atau dekat dengan moral dalam arti pertama. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. 2.

Misalnya: mengenai keadilan putusan pengadilan ada yang secara hukum. menurut Alvin Tofler dalam bukunya “The Third Wave“xxviii. and spiritual attainments. Jika mengacu pada perbedaan manusia antara yang beradab dan biadab (manusia yang berbudaya). maka peradaban dapat pula berarti tahapan yang tingi pada skala evolusi. Reference is made to ‘civilized peoples’. the term imolies a fairly high stage on the culture evolutionary scale. seperti etika makan. Evolusi budaya. the determinative characteristic being intellectual. aesthetic technological. Kehidupan sosial-budaya masyarakat pada gelombang ini pun masih dianggap tradisional. etika berbicara. lebih dikenal dengan istilah etiket. Gelombang ini terjadi pada masa-masa tradisional. Toffler menyebutnya sebagai revolusi agraris.  Gelombang Kedua. the refer to more highly and less highly civilized peoples. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. dari tinjauan norma yang ada sudah benar. dan kebalikan (contrast). keselarasan (balance). yang acuannya adalah nilai keadilan dari masyarakat itu sendiri. Karakteristik utama melekat pada perbedaan tingkat intelektual. juga masyarakat. Gelombang kedua dari evolusi budaya adalah tahap peradaban industri. Estetika Berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan. yaitu :  Gelombang Pertama. In ordinary usage. Dari pernyataan Sims tersebut dapat dikatakan bahwa peradaban merupakan pengembangan budaya. Namun bisa jadi putusan tersebut belum memenuhi rasa keadilan bagi para pihak. dan tingkat spiritual yang dimilikinya. dimana dimulai kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. berpakaian dan sebagainya. Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban Newel Le Roy Sims menyatakanxxvii : Civilization is the cultural development. atribut manusia secara jelas dan merupakan pencapaian masyarakat tertentu. Ada perbedaan antara nilai dengan norma. perasaan keindahan. mencakup kesatuan (unity). Yang ditandai dengan penemuan mesin 37 .dengan sebutan etiket yang berarti sopan santun. penguasaan teknologi. 4. More civilized usage would refer to more highly and less highly civilized peoples. the distinctly human attributes and attainments of a particular society. terjadi dalam 3 (tiga) gelombang. Dengan kata lain gelombang ini dianggap sebagai tahap peradaban pertanian.

Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. Penemuan-penemuan di bidang tekhnologi informasi dan komunikasi dengan komputer atau alat komunikasi digital dapat dijadikan tolok ukur dalam evolusi budaya gelombang ketiga oleh Toffler ini. Modernisasi merupakan proses yang dilandasi oleh seperangkat rencana dan kebijakan yang didasari untuk mengubah masyarakat ke arah kehidupan masyarakat kontemporer yang menurut pemikiran para pemimpin lebih maju dalam derajat kehormatan tertentu. karena modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. Penyebaran gejala modernisasi pada awalnya hanya terdapat pada daerah-daerah yang kebudayaannya satu jenis. sedang negara yang sedang berkembang dianggap sebagai negara yang sedang mengadakan modernisasi. Manifestasi proses modernisasi pertama kali tampak di Inggris pada abad ke 18 yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. pada kehidupan modern. yaitu kebudayaan Barat yang direpresentasikan oleh Eropa dan Amerika Utara. suasana batin yang lebih baik dan maju daripada kehidupan sebelumnya. Toffler menyebutnya sebagai revolusi industri Gelombang Ketiga. uap. dan kemudian menyebar lebih luas lagi kebeberapa daerah yang kebudayaannya jauh berbeda dengan kebudayaan barat (Eropa dan Amerika Utara). mesin untuk mobil dan pesawat terbang. Koentjaraningratxxix menyatakan modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang. suasana kehidupan yang serasi dengan kemajuan zaman. Peradaban dan Perubahan Sosial. “modernization then is a conscious set of plant and policies for changing a particular society in the direction of contemporary societies which the leaders think are more ‘advanced’ in certain respect”. Modernisasi. Modernisasi merupakan proses mengangkat kehidupan. Gelombang ini dianggap sebagai tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. Oleh karena itu. Anthony D Smithxxx (1973:62) menyatakan modernisasi bukan semata-mata proses yang spontan dan tanpa perencanaan. energi listrik. Penyebaran modernisasi ini dilihat sebagai suatu hal yang biasa atau wajar. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. 3. tercermin alam pikiran 38 .

Sikap ini bukan suatu ketrampilan. dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan hal-hal yang sudah menetap dan menjadi adat kepada kebutuhan-kebutuhan yang baruxxxi. Adapun sikap modern yang berarti mendahulukan sesuatu yang baru dari pada yang sudah menjadi tradisi itu. efektif. Manusia dikatakan sebagai manusia modern apabila dia mempunyai disposisi untuk membentuk atau memiliki opini atau pendapat tentang berbagai masalah dan isu yang timbul tidak hanya yang berasal dari dalam lingkungannya namun juga yang berasal dari luar lingkungannya. 2. Adapun efek-efek prkatis dari pada sikap modern itu dapat bersifat konservatif maupun revolusioner. Oleh karena modern adalah suatu sikap pikiran. efisien menuju ke kehidupan yang makin produktif. melainkan suatu sikap batin. Dengan kata lain. sehingga modernisasi dapat pula kita batasi sebagai sesuatu pikiran yang hendak berusaha untuk mengharmoniskan hubungan antara lembaga-lembaga yang telah lama ada dengan ilmu pengetahuanxxxii. Inkeles meninjau arti modernisasi sebagai sikap dan nilai-nilai yang ada pada manusia. Sebaliknya manusia tradisional kurang bersikap untuk menerima ide-ide baru. terutama disebabkan oleh penggunaan ilmu pengetahuan positif. 39 . yang telah menjadi tradisi dengan menghindarkannya dari kerusakan dan sikap masa bodoh. Modernisasi sebagai konsep dalam kepustakaan ilmu-ilmu sosial dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru daripada yang bersifat tradisi. Dapat bersifat konservatif oleh karena sikap penyesuaian itu pada prinsipnya dan pada tujuannya yang terakhir masih hendak menyelesaikan yang lama. sesudah datang perubahan dan pembaharuan. Opini. Sedang efek yang bersifat revolusioner adalah karena ada keinginan untuk sama sekali mengganti adat tradisi dengan cara meninggalkannya sama sekali. ekonomis. Alex Inkeles memberikan pendapatnya mengenai modernisasi dalam upaya melengkapi uraian-uraian tentang modern dan modernisasi. yang antara lain yaitu : 1. maka orang yang bekerja di sawah dengan bajak memiliki suatu sikap modern dan dapat membuka pikirannya terhadap perubahan dan pembaharuan dan bersedia mengganti alat kerjanya dengan yang baru yang lebih efektif.rasional. Menurutnya ada sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modernxxxiii. cara-cara baru untuk berperasaan dan bertindak. Seorang manusia modern memiliki sikap untuk siap menerima ha-hal atau pengalaman-pengalaman yang baru dan terbuka untuk inovasi dan perubahan.

“masyarakat warga”. Manusia modern menghargai waktu dan manusia modern membuat rencana kerja berdasarkan waktu secara tetap. Pada dasarnya konsep ini sebenarnya sudah lama. Manusia modern percaya bahwa manusia dapat belajar dalam batas-batas tertentu untuk menguasai lingkungannya guna mencapai dan memajukan tujuannya. Wirutomoxxxiv menerjemahkan kata “civil society” yang dikenal di Indonesia sebagai “masyarakat sipil”. Manusia modern menghargai harkat manusia lain. manusia modern memiliki sikap demokratis dengan tidak menolak opini-opini orang lain. Manusia di nilai modern apabila dia lebih banyak berorientasi ke masa yang akan datang dari pada berorientasi ke masa yang silam. Disini penekanannya bukan pada hasil yang dicapai tetapi lebih kepada kepercayaan bahwa suatu saat nanti dia dapat menguasai alam sekelilingnya. negara dan 40 . Mampu berbeda pendapat dengan orang lain dan menyatakannya adalah sikap manusia modern. dan menganggapnya sebagai sebuah keanekaragaman opini tetapi tidak mudah begitu saja menerima opini orang lain tanpa pertimbangan-pertimbangan yang cukup. Perencanaan (Planning). Faktor waktu. “masyarakat madani” atau “masyarakat adab”. 9.3. Tekanan konsep ini lebih kepada hubungan antara pemerintah dan rakyat. 4. Sikap bahwa segala sesuatunya itu dapat dilaksanakan dengan perhitungan. Masyarakat Madani. dimana segala sesuatunya sudah ditetapkan fungsi dan tempatnya. Perbedaannya dengan manusia tradisional adalah dalam menghadapi permasalahannya manusia tradisional lebih banyak berorientasi pada “nasib” atau pada klasifikasi-klasifikasi kosmis. 8. 7. 5. Manusia modern lebih percaya pada ilmu dan tekhnologi. Manusia modern menjunjung tinggi suatu sikap bahwa pahala yang diterima oleh seseorang itu seharusnya seimbang dengan prestasinya dan kontribusinya di dalam serta kepada masyarakat dan tidak pada ukuran-ukuran lain yang tidak rasional. bahwa lembaga-lembaga yang terdapat di dalam masyarakatnya akan mampu untuk memcahkan segala persoalan. Manusia modern dalam tata kerjanya mengadakan perencanaan dan pengorganisasian serta berpendapat bahwa cara-cara tersebut adalah baik untuk mengatur kehidupan. berasal dari kata societas civilis atau political society. 6. Sikap modern ini tampak sekali pada sikap yang ditujukan kepada wanita dan anak-anak.

perdamaian dan kedamaian. Karena bidang politik pada masa lalu selalu dikaitkan dengan negara. dalam ceramahnya di festival Istiqlal tahun 1991. persaudaraan antar umat beragama. yang merupakan pendapat dari Cicerio. etika politik. Datuk Anwar Ibrahim. Kode hukum itu merupakan ciri dari masyarakat atau komunitas politik yang beradab. pada akhir abad 17 dan awal abad 18. Safrudin Setia Budi membedakan pengertian antara masyarakat madani dan civil societyxxxv. yang hidup pada abad pertama sebelum kristus. Konsep ini tertuang dalam piagam Madinah yang bernuansakan islami yang berisi wacana kebebasan beragama. hak dan kewajiban warga negara. Namun konsep “masyarakat politik” ini mendapat bantahan dari Hegel (1770-1871) yang mengatakan civil society bukanlah masyarakat politik dengan tekanan-tekanan moral yang mewarnai perilaku mereka. Pengertian awalnya terkait dengan konsep tentang warga dan bangsa Romawi yang hidup di kota-kota yang memiliki kode hukum. Pada perkembangannya. berasal dari kata latin yaitu “Civilis Societas”. yang berhadapan dengan masyarakat di luar Romawi yang (oleh bangsa Romawi dianggap) belum beradab. yang membedakan diri dari lingkungan keluarga atau masyarakat kecil yang dipimpin oleh bapak keluarga atau bapak masyarakat yang belum melek politik. melainkan masyarakat ekonomi. Karl Marx (1818-1883) kemudian mengikuti pendapat Hegel dengan mengatakan bahwa civil society disebut juga masyarakat borjuis yang merupakan ciri masyarakat barat modern. pada prinsipnya masyarakat madani mengarah kepada terciptanya masyarakat yang demokratis dan dapat menghargai hak-hak azasi manusia sebagai individu yang sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan atau ditentukan oleh AlQuran. Jadi. Istilah masyarakat madani berdasarkan pada konsep negara kota Madinah pada tahun 622 masehi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. persatuan. Dengan kata lain bahwa civil society adalah aspek non-politis dalam masyarakat 41 . serta konsistensi penegakan hukum berdasarkan kebenaran dan keadilan. Konsep Cicerio ini mencakup kondisi individu maupun masyarakat secara keseluruhan yang telah memiliki budaya hidup di kota yang menganut norma-noram kesopanan. Sedangkan istilah Civil Society.masyarakat. maka muncul konsep civil society sebagai arena bagi negara yang aktif dalam politik. Tetapi lebih luas lagi konsep ini sering juga dikaitkan dengan “peradaban masyarakat” (civilization) yaitu suatu kualitas kebudayaan masyarakat yang ditandai oleh supremasi hukum. Dia menjelaskan bahwa istilah masyarakat madani diperkenalkan pertama kali oleh Timbalan Perdana Menteri Malaysia. istilah civil society lebih ditekankan kepada “masyarakat politik”.

antara individu dan masyarakat. sedang masyarakat mewakili budaya. sedang keberadaan negara adalah aktual yang lahir karena di dalam masyarakat terjadi konflik. masyarakat terpecah antara kepentingan pribadi dan umum. adalah pandangan A. Oleh karenanya kemerdekaan sejati tidak akan ditemukan dalam masyarakat. Menurut Sulardixxxvii. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. berasal dari pandangan K.modern yang sekarang kapitalis. Sedang pengertian masyarakat madani di Indonesia adalah perpaduan antara pengertian masyarakat madani yang tercantum dalam Piagam Madinah dengan civil society yang berkembang dalam negara-negara industri. kuncinya pada demokratisasi yang belum berjalan. Dari pengertian masyarakat madani di Indonesia. bersamaan dengan itu hapus pula represi. dan perdebatan mengenai konsep masyarakat madani di Indonesia tidak terlepas dari apa yang terjadi pada hubungan masyarakat dan negara. 4. yakni terpisahnya antara political society dan civil society. maka bila selama ini masyarakat madani yang lazimnya disetarakan dengan civil society belum terbentuk di Indonesia. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. Marx. berasal dari pikiran Hegel yang menyatakan bahwa yang rasional adalah aktual dan yang aktual adalah rasional. dan penerapannya disesuaikan dengan karakteristik manusia modern Indonesia yang bersifat Sosialis Religiusxxxvi. Dan Indonesia berada pada suasana ketiga. Ketiga. Dengan terpisahnya masyarakat dan negara. konsensus dan ideologi. Dan keempat. dalam negaralah kemerdekaan itu terwujud. Kunto Wijoyoxxxviii membahas mengenai hubungan antara negara dan masyarakat ke dalam 4 (empat) konsep. Gramsci yang menyatakan bahwa negara adalah mewakili paksaan dan dominasi. Kedua. Masyarakat Yang Beradab. di Indonesia masyarakat madani masih berada pada tataran perdebatan. menyatakan ada hubungan fungsional antara masyarakat dan negara. muncul satu pertanyaan bagaimana dengan realitasnya di Indonesia ?. yaitu Pertama. Ke dua pengertian tersebut dapat dianggap saling mengisi serta saling melengkapi. Lebih lanjut. Marx menyatakan bahwa negara dalam masyarakat kapitalis tidak lebih hanya badan pelaksana kepentingan borjuis. bahwa negara adalah alat represi dari negara. sebab secara historis bisa dilihat bagaimana perjalanan bangsa ini yang tertatih-tatih dalam penegakan demokrasinya. Beberapa ratus tahun yang lalu bangsa-bangsa Barat beranggapan bahwa banyak masyarakat lain di berbagai benua 42 .

masyarakat bisa saja menganggap tidak beradab begitu juga jika ada masyarakat yang biasa makan ikan mentah atau melakukan ritual dengan cara memenggal kepala orang. misalnya peradaban Suku Inca. Konsepkonsep itu selintas tampak serupa. dan (3). kebudayaan. manusia beradab adalah yang berpendidikan. Situasi semacam itu pada dasarnya merupakan pemaksaan norma suatu bangsa terhadap bangsa lain. Indonesia yang terdiri atas begitu banyak masyarakat tentu memiliki sejumlah norma-norma yang berbeda satu sama lain. dan berbudaya. Pendekatan terhadap peradaban juga berbeda-beda . Cara berkehidupan yang sudah majuxxxix. yang menyebabkan berbeda dari masyarakat lain. Islam. tentu harus ada norma jika kita tetap ingin membicarakan beradab tidaknya suatu masyarakat. misalnya. Bisa juga dikatakan bahwa masyarakat yang memiliki peradaban itu. meskipun tampaknya ditinjau dari berbagai pendekatan. Kristen. beradab atau tidaknya suatu masyarakat hanya bisa ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. namun dasarnya boleh dikatakan sama. Contoh-contoh itu segera menunjukkan bahwa. disamping berkebudayaan tinggi. Bangsa-bangsa India dan Aborijin. Jika ada masyarakat yang biasa menggunakan jari tangan untuk makan. maka kita mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial. Contoh-contoh yang kita sebut itu juga mengacu pada suatu taraf yang tinggi dari masyarakat yang memiliki kesatuan sejarah dan kebudayaan. Asia Timur. Sekarang tentu saja keadaan itu berangsur-angsur berubah. Dalam kebudayaan Barat. (2). Jika kita mengaitkan kebutuhan akan adab ini dengan peradaban.tidak beradab. Namun. Organisasi sosial. yakni perkembangan masyarakat pada suatu kurun waktu dan tempat tertentu . Mesir Kuno. juga sudah mengembangkan tekhnologi dan sistem pemerintahan yang memungkinkan kebanyakan anggotanya menikmati kenyamanan hidup. ada suatu hal yang sama yakni (1). karena mereka dianggap tidak memiliki kesopanan dan kehalusan budi menurut norma yang ditetapkan peradaban Barat. Dalam pengertian ini kita mengenal. Dalam pengertian ini jelas bahwa ada berbagai peradaban di dunia bahwa masyarakat memiliki peradaban yang barbeda satu sama lain. dianggap tidak beradab karena tingkah laku mereka tidak bisa diterima oleh orang ramai menurut ukuran Barat. yang membedakannya dari peradaban lain. yang tentunya berbeda dengan 43 . Kebudayaan. Mungkin. meskipun dimana-mana masih saja pemaksaan norma semacam itu. dan cara kehidupan yang sudah maju. namun jika kita periksa lebih jauh ada hal-hal yang khas. misalnya. Misalnya. pendidikan dalam pengertian ini tentu menuntut ukuran Barat. Peradaban juga mengacu pada cara kehidupan yang nyaman. Hindu dan Barat. sopan.

peradaban Asia Timur. peradaban Cina memiliki ciri penting. Kesetiaan kepada atasan dan harga diri merupakan ciri khas. pergerakan matahari di siang hari. 5. intelektualitas. Kemajuan Iptek Bagi Peradaban Manusia Tekhnologi lahir karena adanya kebutuhan manusia pada masa terdahulu. yang muncul dari arah timur dan hilang menuju ke arah barat bahkan terjadi setiap hari. dan menulis. Pada awalnya. misalnya. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. misalnya. peradaban Asia Timur telah menghasilkan kebudayaan bushido di masa lampau. Dua hal antara lain menyebabkan bunuh diri menjadi ritual yang harus dilakukan jika harga diri seorang tidak ada lagixl. Ketenangan. Sedangkan sains atau ilmu pengetahuan berawal dari sifat ingin tahu manusia. ketentraman. Kualitas hidup manusia bukan hanya diukur dari materi dan sekedar gaya hidup. dan pengalamannya. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. yang sampai sekarangpun masih terasa cirinya dalam masyarakat. dan sebagainya. Observasi yang sistematis terhadap peristiwaperistiwa yang terjadi di lingkungan sekitar manusia serta pemikiran atau perenungan tentang sebab-sebab terjadinya beberapa peristiwa di lingkungan manusia ini telah melahirkan “suatu kesimpulan sementara” yang pada zamannya telah dianut oleh sebagian besar masyarakat. oleh karena itu jabatan penting dalam pemerintahan ditentukan oleh hal-hal tersebut. Di zaman lampau. kedamaian. Tapi nilai kerohanianlah yang tertinggi dan menjadi penentu dari kwalitas hidup manusia. membaca. yang akhirnya melahirkan suasana kehidupan ideal berupa ketenangan. Manusia adalah ukuran bagi segala. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. persitiwaperistiwa di lingkungan manusia yang menjadi obyek perhatian adalah peristiwa-peristiwa yang bersangkutan dengan alam. kenyamanan. kesejahteraan. Hal ini berarti mereka telah melakukan kegiatan atau proses yang menghasilkan produk yakni alat-alat dan dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Di Jepang. yakni keampuhan menguasai kesenian. Meskipun secara sederhana mereka dapat membuat alat-alat yang hasilnya dapat mereka gunakan untuk memudahkan pekerjaan mereka atau meningkatkan hasil kerja mereka. Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat. Begitu juga dengan bintang di malam hari yang tampak bergerak mengelilingi bumi. 44 . Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara.

bisa saja ditiru dan dapat dijadikan pedoman dalam berkehidupan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Dapat diambil contoh yaitu dalam bidang telekomunikasi dan tekhnologi informasi. telah menumbuhkan cakrawala pandangan manusia. Bahkan Indar Siswarinixlii mengatakan bahwa perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi membuat dunia menjadi sempit. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sendiri dapat membawa dampak positif maupun dampak negatif. Disamping itu. yang berakibat pada terpengaruhnya orang-orang tertentu terhadap tayangan tadi yang kemudian melakukan tindakan-tindakan kekerasan seperti yang ia lihat di tayangan tersebut. konsep ilmu pengetahuan. Ruang dan waktu menjadi sangat relatif dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. Hal ini dapat diambil contoh misalnya penggunaan mikroskop elektron dalam bidang geologi pada pertengahan abad ke-20 telah membawa kemajuan dalam penelitian terhadap fosil-fosil. Sebagai contoh misalnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin cepat dewasa ini. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu atau ekstensi kemampuan diri manusia. saat ini telah menjadi sebuah kekuatan yang justru (baik disadari ataupun tidak) telah “membelenggu” perilaku dan gaya hidup kita sendiri. karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat. Segi positif dari adanya peralatan telekomunikasi dan peralatan tekhnologi informasi yang makin canggih atau modern. seksualitas maupun gaya hidup hedonisme mereka. teknologi telah menjadi pengarah hidup 45 . terutama generasi mudanya. penggunaan mikroskop ini dalam bidang metalurgi amat berguna dalam penelitian tentang struktur suatu logam. Contoh lainnya adalah budaya sebagian masyarakat Amerika dengan kebebasannya. Dari beberapa contoh tersebut dapat dikatakan bahwa. dan dalam kecepatan yang makin tinggi. maka beberapa kelompok masyarakat dari beberapa negara dapat berinteraksi dengan mudah. banyak orang yang melihat dari tayangan televisi (yang merupakan kemajuan produk tekhnologi elektronika) melihat tayangan-tayangan kekerasan. namun dalam perkembangannya. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar. ilmu pengetahuan dan tekhnologi memiliki kaitan yang sangat erat. Bahkan budaya suatu negara akan lebih mudah diketahui dan bahkan di tiru oleh bangsa atau negara lain. Hal ini tentu akan berakibat pada adanya perubahan nilai budaya pada masyarakat tertentu. teori serta hukum yang dikemukakan oleh para ilmuwan membawa dampak pada penemuan tekhnologixli.Di lihat dari awal lahirnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi memang tidak terdapat keterkaitannya sama sekali.

dapat dikatakan bahwa saat ini sedang tercipta sistem-sistem nilai global yang berlaku dimana-mana. Akibat lain dari globalisasi yaitu masyarakat mengalami anomi atau tidak punya norma atau heteronomy atau banyak norma. akibat 46 . Bahkan secara mendalam telah terjadi interaksi budaya yang sangat intensif yang menjurus ke arah terciptanya nilai budaya universal. sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap melanggar norma tunggal masyarakat. keterasingan pada diri sendiri atau pada perilaku sendiri. dislokasi atau krisis sosial-budaya umumnya dikalangan masyarakat kita (masyarakat Indonesia) semakin bertambah dengan kian meningkatnya penetrasi dan ekspansi dari budaya Barat (khususnya Amerika) sebagai akibat proses globalisasi yang hampir tidak terbendungxliii. Jadi. yang nantinya akan (bahkan telah) membuat konsep-konsep lama mengenai tata hubungan antar bangsa menjadi usang. sehingga memunculkan kecenderungankecenderungan “gaya hidup” baru yang tidak selalu positif dan kondusif bagi kehidupan sosial budaya masyarakat dan bangsa. Arus informasi dan komunikasi telah membuat makin globalnya berbagai nilai budaya. Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia Saat ini dunia sedang menghadapi arus perubahan besar. Berbagai ekspresi sosial-budaya yang sebenarnya asing. Bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa era tekhnologi industri yang berkembang sejak abad ke18 akan digantikan oleh sebuah era baru yaitu era tekhnologi informasi. atau dengan kata lain proses perubahan yang sekarang berlangsung merupakan proses perubahan dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. Selain itu juga terjadinya disorientasi atau alienasi.manusia. yang akan mempengaruhi kecenderungan perubahan mendasar dalam kehidupan manusia yang salah satu aspek diantaranya ialah kecenderungan globalisasi. Jadi dapat dikatakan pula bahwa revolusi di bidang informasi dan komunikasi (yang menggeser bidang industri). Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi. Arus ini didorong oleh kemajuan tekhnologi yang berkembang dengan cepat dalam abad ke-21 ini. di samping akan berkembangnya pandangan-pandangan baru. terutama terjadi dalam awal abad ke-21. Azyumardi Azra menyatakan bahwa disorientasi. yang tidak memiliki basis dan presiden kulturalnya dalam masyarakat kita semakin menyebar pula dalam masyarakat kita.

merupakan representasi dari negara-negara maju tetapi secara sosial-ekonomi “baru” maju karena bantuan-bantuan yang diberikan oleh Barat seperti Jepang. Masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami dilematis karena globalisasi. seperti Indonesia. pembagian dan pengelompokan dunia dalam bidang sosial-ekonomi sudah tidak relevan lagi. Konstelasi politik dunia internasional yang terjadi pasca perang dingin tidak lagi menjadikan isu-isu sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) sebagai tolok ukur dalam membagi dunia. yang merepresentasikan dunia-dunia maju secara sosial dan ekonominya seperti Amerika dan aliansi Eropa-nya. Pembagian dunia saat ini mengarah kepada hal lain yaitu atas dasar budaya dan peradaban. Dapat diambil contoh yaitu di Indonesia. yang mewakili dunia-dunia yang beru berkembang atau kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonominya masih tertatih-tatih untuk maju. Dan Dunia Ketiga. Selama Perang Dingin berlangung. keadaan dunia terbagiterbagi menjadi beberapa bagian yang bertujuan untuk membedakan-bedakan dunia menurut kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) suatu negara. Benturan Peradaban (The Clash of Civilization).pertemuan budaya-budaya yang tidak sepenuhnya terintegrasi dalam kepribadian kita. Setelah Perang Dingin usai. kelompok-kelompok keagamaan. kawasan-kawasan. Budaya Jawa berbeda dengan budaya Sunda. Australia dan lainlainnya. Tetapi 47 . dimana masyarakat Indonesia (secara langsung maupun tidak langsung) dituntut untuk terbuka terhadap globalisasi. Dan jika masyarakat Indonesia memutuskan untuk maju dan dengan sadar menerima globalisasi. Korsel. Ada tiga bagian di dunia selama Perang Dingin yaitu Dunia Pertama. kelompok-kelompok etnis. Peradaban adalah suatu entitas budaya. Desa-desa. Tetapi. dan lain-lainnnya. nasionalitas. budaya Sumatra atau Batak berbeda dengan dengan budaya Kalimantan atau Dayak. jika masyarakat Indonesia ingin maju maka mengisolasi diri dari globalisasi dianggap sebagai kesalahan karena menolak peluang dan kesempatan untuk maju. Dunia Kedua. semuanya memiliki budaya yang berbeda-beda pada tingkat keragaman budaya yang berbeda-beda pulaxliv. maka untuk menghindari dampak negatif dari globalisasi salah satunya solusi alternatifnya adalah dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. namun di sisi lain masyarakat Indonesia mengalami “ketakutan” dengan dampak negatif dari globalisasi yang dapat merusak nilai-nilai (sosial-budaya) yang telah ada. budaya orang-orang di daerah-daerah di Indonesia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

sehingga membedakan dengan mereka yang dari Malaysia atau yang dari Brunei Darussalam. Budaya yang berbeda-beda antara Indonesia. agama. tetapi yang pasti. ada juga peradaban yang mencakup beberapa peradaban atau sub-sub peradaban. namun juga bisa mencakup tentang sejarah sebuah negara bangsa. Suatu peradaban meskipun dapat mencakup sebagian besar orang atau masyarakat. dan kalaupun garis-garis pemisah antara peradabanperadaban itu biasanya tidak tajam. Islam dan lain-lainnya.kesemuanya sama-sama berbudaya Indonesia. Turki. Arab. Arab dan Cina. mempunyai satu budaya yang sama yaitu Budaya Asia. Perbedaan budaya antara Inggris. Namun. bukanlah menjadi bagian dari entitas budaya yang lebih luas. Jadi dapat dikatakan bahwa peradaban adalah tingkat identifikasi yang luas yang dimiliki orang. tapi nyata. adat-istiadat. Eropa. Amerika Latin. dan Asia serta lainlainnya. Peradaban Barat misalnya. Pada masyarakat Arab juga memiliki identitas budaya yaitu Budaya Arab yang membedakan mereka dari masyarakat Cina dengan Budaya Cina. Identitas peradaban dianggap suatu hal yang sangat penting di masa yang akan datang. dan Melayu. konflik yang mungkin akan terjadi di masa mendatang akan terjadi sepanjang garis pemisah budaya yaitu identitas peradaban itu sendiri. identifikasi diri dari orang-orang ituxlv. dengan adanya redefinisi ini. seperti misalnya yaitu peradaban Barat. yang 48 . dan juga dibatasi oleh unsur-unsur subyektif. dan dengan peradaban ia memberi identifikasi dirinya secara intens. memiliki dua sub peradaban yaitu peradaban Eropa dan Amerika Utara atau Peradaban Islam yang memiliki tiga sub peradaban yaitu Arab. Ia dibantu oleh unsur-unsur obyektif yang sama: seperti bahasa. komposisi dan batas-batas peradaban berubah. Asia. dan interaksi dunia akan dibentuk oleh peradaban-peradaban besar yang beberapa diantaranya adalah peradaban Barat. sejarah. Jerman dan lainlainnya tidak bisa menghapus identitas budaya mereka yaitu Budaya Barat (hal yang sama juga berlaku untuk Amerika). Orangorang atau bangsa-bangsa bisa dan melakukan redefinisi identitas mereka. Mereka semua merupakan peradabanperadaban. Begitu pula dengan budaya-budaya yang ada di Eropa. Amerika. Brunei Darussalam dan sekitarnya di wilayah Asia. Italia. Tetapi satu hal yang pasti yaitu Barat (Eropa dan Amerika). Di sini dapat dilihat bahwa peradaban bisa juga bercampur aduk dan tumpang tindih. institusi. Malaysia. Prancis. Peradaban merupakan entitas yang jelas. Tetapi. Karena itu suatu peradaban adalah pengelompokan tertinggi dari orang-orang dan tingkat identitas budaya yang paling luas yang dimiliki orang sehingga membedakan dari spesies lainnya.

Interaksi yang meningkat ini mempertajam kesadaran dan rasa perbedaan peradaban antara orang-orang atau masyarakat yang berbeda peradaban tapi juga mempertajam kesadaran akan kesamaan-kesamaan yang terdapat dalam peradaban-peradaban itu. 49 . budaya. Peradaban terdiferensiasi oleh sejarah. tapi juga mendasar. perbedaan antara peradaban telah menimbulkan konflik yang paling keras dan yang paling lama. ia hanya seorang Ibo. Banyak agama dunia yang telah dapat mengisi gap (jurang pemisah) ini. Menurut Huntington xlvi . orang tua dengan anak. dunia sekarang semakin menyempit. Perbedaan ini hasil proses berabadabad. dan kesejajaran atau kesamaan dengan hirarki. Katolik Eropa “yang taat”. Orangorang Amerika bereaksi lebih negatif terhadap penanaman modal dari Jepang daripada penanaman modal dari Canada dan negara-negara Eropa. dan yang lebih penting lagi adalah agama. proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial dunia membuat orang atau masyarakat tercerabut dari identitas lokal mereka yang sudah berakar dalam. hak dengan kewajiban. Demikian juga halnya dengan. perbedaan antara peradaban tidak hanya riil. ini ditemukan pada agama Kristen Barat. jauh lebih mendasar daripada ideologi atau rezim politik. Imigrasi dari Afrika Utara ke Perancis melahirkan kebencian di antara orang-orang Perancis terhadap para imigran dari Afrika Utara tersebut. seorang Ibo Owerri atau seorang Ibo Onitsha di daerah Timur Nigeria. Ketiga. Perbedaan peradaban melahirkan perbedaan dalam memandang hubungan manusia dengan Tuhan. Interaksi antara orang yang berbeda peradaban semakin meningkat. Kedua. Perbedaan tidak mesti melahirkan konflik. ia adalah seorang Nigeria. Di Lagos. suami dengan istri. tapi bersamaan dengan itu terjadi peningkatan penerimaan imigran Polandia. di samping memperlemah negara-bangsa sebagai sumber identitas mereka. apa yang diungkapkan Donald Horowitz.. warga dengan negara. Gerakan-gerakan. dan konflik tidak dengan sendirinya melahirkan kekerasan. sering dalam bentuk gerakan yang dicap “fundamentalis”.saling memisahkan peradaban-peradaban tersebut. “Seorang Ibo mungkin. bahasa.. kebebasan dengan kekuasaan. Di Inggris. hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Pertama.” Interaksi antara orang-orang atau bangsa-bangsa yang berbeda peradaban meningkatkan kesadaran peradaban mereka sehingga pada gilirannya memperkuat perbedaan dan kebencian yang merentang atau dipandang merentang jauh ke belakang dalam sejarah. Di New York. tradisi. Tapi selama berabad-abad. ia adalah seorang Afrika. Mereka tidak mudah hilang. individu dengan kelompok.

Dalam konflik kelas dan ideologi. tumbuhnya kesadaran peradaban dimungkinkan karena peran ganda Barat. teknisi kelas menengah dan pengusaha. atau apa yang disebut Gilles Kepel “la revanche de Dieu”. kegagalan ide-ide Sosialisme dan Nasionalisme Barat dan kemudian “reIslamisasi” Timur Tengah. Ini merupakan ketentuan yang tak bisa berubah. Keenam. Sebagaimana kita ketahui. Bahkan lebih dari etnisitas. orang-orang komunis bisa menjadi demokrat. karakteristik dan perbedaan budaya kurang bisa menyatu dan karena itu kurang bisa kompromi dibanding karakteristik dan perbedaan politik dan ekonomi. sampai ke Sudan. dan ini mungkin akibat posisi Barat tersebut. masalahnya adalah “Anda ini apa?”. kalangan profesional. orang yang aktif dalam gerakan fundamentalis adalah orang-orang muda. dari Bosnia. dan dapat berwarga-negara ganda. Di negaranegara bekas Uni Soviet. dan sebaliknya yang miskin menjadi kaya. Kaukasus. agama mendiskriminasi secara tajam dan ekslusif sesama manusia. Orang semakin banyak mendengar meningkatnya kecenderungan-kecenderungan untuk “kembali ke dalam” dan “Asianisasi” di Jepang. “Unsekularisasi dunia. dan juga Islam. dan sekarang perdebatan tentang Westernisasi lawan Rusianisasi di negeri Boris Yeltsin. Berakhirnya warisan Nehru dan berlangsungnya “Hinduisme” India. jawaban yang salah terhadap pertanyaan itu bisa berarti anda akan (bahkan dipastikan) kehilangan kepala. dan menjadikan peradaban mereka sebagai sumber bagi pembentukan dunia tersebut. Dan di sisi lain. Kebangkitan agama. Kelima. Tapi sulit untuk menjadi setengah Katolik dan setengah Muslim. Dalam konflik antara peradaban. regionalisme ekonomi semakin meningkat. berpendidikan universitas. 50 .Judaisme. Barat berada di puncak kekuatan. masalah kuncinya adalah “Anda berada di pihak mana?” dan orang dapat memilih mau berada di pihak mana. memberikan suatu basis identitas dan komitmen yang mentransendensikan batas-batas bangsa dan menyatukan peradaban-peradaban. Orang bisa menjadi separuh Perancis dan separuh Arab.” kata George Weigel. Tapi orang-orang Rusia tidak bisa menjadi orang Estonia dan orang-orang Azeris tidak bisa menjadi orangorang Armenia. Buddhisme. kembalinya ke fenomena asal sedang berlangsung di antara peradaban-peradaban non-Barat. Di satu sisi. Barat yang berada di puncak kekuatannya berhadapan dengan non-Barat yang semakin berkeinginan untuk membentuk dunia dengan cara-cara mereka. Keempat. dan kemudian dapat berpindah ke pihak yang lain. Di kebanyakan negeri dan agama. yang kaya bisa menjadi miskin. “adalah salah satu fakta kehidupan sosial dominan di penghujung abad 20 ini”. Hinduisme.

melahirkan respon balik dari peradaban-peradaban lain. Semakin pemerintah tidak mampu memobilisasi dukungan dan membentuk koalisi atas dasar ideologi. berdiri sendiri. perbedaan budaya Jepang dengan negara-negara tersebut menghambat dan mungkin menghalangi integrasi ekonomi regional yang terus meningkat seperti yang dialami Eropa dan Amerika Utara. Di satu sisi. Ringkasan Banyak perbedaan pendapat dari para ahli tentang perbedaan antara peradaban dan kebudayaan yang berlangsung sejak lama. Namun dari perbedaan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan tentang peradaban yaitu peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. Misalnya perkembangan kesenian. indah dan maju. menghadapi kesulitan dalam menciptakan entitas ekonomi yang sebanding di Asia Timur karena masyarakat dan peradaban Jepang unik. Berakhirnya negara-negara yang berbasis ideologi di Eropa Timur dan bekas Uni Soviet memungkinkan identitas dan kebencian etnik tradisional mencuat ke permukaan. 51 . Yang paling penting. perdagangan. dan Amerika. kepandaian manusia dan sebagainya di mana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas. IPTEK. Sebaliknya Jepang. untuk mempertahankan kekuatan militernya dan untuk memajukan kepentingan ekonominya. Perbedaan budaya dan agama menciptakan perbedaan-perbedaan dalam masalah-masalah kebijakan. regionalisme ekonomi yang berhasil akan memperkuat kesadaran peradaban. Pentingnya blok-blok ekonomi regional tampaknya terus meningkat pada masa yang akan datang.Proporsi perdagangan seluruhnya yang dulu bersifat intra-regional bangkit antara tahun 1980-1989. Bagaimanapun kuatnya perdaganagan dan hubungan-hubungan investasi yang mungkin dapat dikembangkan Jepang dengan negara-negara Asia Timur lainnya. Keberhasilan Wilayah Perdaganagan Bebas Amerika Utara tergantung pada konvergensi budaya Meksiko. hal ini mengakibatkan pemerintah dan kelompokkelompoknya akan semakin berusaha memobilisasi dukungan dengan daya tarik agama yang sama dan identitas peradaban. Canada. Masyarakat Eropa bersandar pada landasan budaya Eropa yang sama dan agama Kristen Barat. upaya-upaya Barat untuk mendukung nilai-nilai demokrasi dan liberalisme sebagai nilai-nilai universal. regionalisme ekonomi hanya bisa berhasil jika ia berakar dalam budaya yang sama. dan lingkungan. Di pihak lain. mulai dari hak asasi manusia sampai imigrasi.

spiritual yang terlihat dalam masyarakatnya. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. Dengan demikian. Dengan demikian. yang terjadi pada masa-masa tradisional. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. Keempat wujud peradaban ini juga dapat dijadikan acuan bagi perkembangan peradaban. tahap peradaban industri. dan yang ketiga. Dan jika ada nilai-nilai peradaban sebuah bangsa atau negara yang cenderung dipaksakan agar diterima oleh bangsa atau negara lain maka yang terjadi adalah benturan terhadap nilai-nilai tersebut atau seperti yang dikatakan oleh Samuel P. tekhnologi dan seni yang telah maju. Modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. tekhnologi. hal ini karena peradaban tiap-tiap bangsa atau negara mempunyai standar dan parameter tersendiri untuk dapat dikatakan sebagai sebuah bangsa atau negara yang beradab. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. Norma. Etika dan Estetika. sedang negara yang sedang berkembang 52 . Modernisasi pertama kali muncul di Inggris pada abad ke 18 yang ditandai dengan adanya perubahan dalam secara besarbesaran dalam sector industri yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. kedua. Salah satu bentuk peradaban adalah modernisasi. keindahan. sehingga taraf kehidupannya semakin kompleks. tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. Wujud peradaban sendiri terdiri dari empat hal yaitu Moral. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingakatan peradaban tertentu.Konsep peradaban sendiri tak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. Huntington yaitu terjadinya Clash of Civilization (benturan peradaban). Peradaban yang merupakan perkembangan dari kebudayaan memiliki tahapan peradaban yang disebut dengan evolusi budaya yang terdiri dari tiga gelombang yaitu pertama.

Clash of Civilization 6. M. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. 4. Apa yang dimaksud dengan : a. 5.5 orang tentang faktor-faktor penyebab terjadinya benturan peradaban dari Samuel Huntington ?. Jelaskan secara ringkas perbedaan antara peradaban dan kebudayaan serta berikan contohnya masing-masing ! Sebutkan dan jelaskan perkembangan peradaban ?. Modernisasi c. Civil Society b. Masyarakat Madani d. intelektualitas.Pd 1. kenyamanan. BAB IV MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Oleh : Drs H Misno A Lathief. Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai perangkat kelengkapannya yang 53 . dengan syarat bertitik tolak dari rasio. tahapan-tahapan dari Jelaskan sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modern ?.dianggap sebagai negara yang mengadakan modernisasi. 2. Manusia Sebagai Makhluk Terbaik Ciptaan Allah. dan pengalamannya. Jelaskan dampak positif dan negatif perkembangan IPTEK bagi peradaban manusia ?. Bentuk lainnya dari peradaban dapat juga dilihat dari konsep Masyarakat Madani yang ingin diterapkan di Indonesia atau dalam kancah dunia internasional disebut dengan Civil Society (Masyarakat Sipil). Dari sedikit pemaparan diatas dapat di ambil sebuah kesimpulkan yaitu ketenangan. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. Manusia adalah ukuran bagi segala. dari Diskusikan dengan teman anda 3 . 3. Pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya. ketentraman. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri.

bulu mata. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya bola mata manusia itu tidak mengandung kekontrasan. sehingga dapat menampakkan wajah seseorang memiliki daya tarik pada orang lain. dan unity (kesatuan) Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah memenuhi semua unsur tersebut. mata. bulu mata bisa memanjang seperti rambut di kepala. 54 . Kita bisa bayangkan seandainya rambut alis.kompleks. Sementara rambut lainnya seperti. yaitu contrast (pertentangan). Mata manusia mengandung unsur kekontrasan pula. kumis. rasa. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah kalau mengandung setidaknya 3 unsur. dan jenggot tidak bisa tumbuh memanjang sebagaimana rambut di kepala. maka keberadaan wujud manusia sungguh teramat baik. telinga. yang artinya: “Sungguh Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Rambut di kepala ternyata bisa tumbuh dengan subur dan bisa memanjang. dan kehendak. maka penampilannya tidak lagi akan memiliki nilai keindahan. misalnya hanya berwarna hitam saja. masing-masing rambut yang tumbuh di tubuh manusia ternyata memiliki tingkat pertumbuhan yang kontras antara satu dan lainnya. tangan dan kaki tidak ada yang terlepas dari unsur-unsur keindahan tersebut. Bentuk kontras dari rambut misalnya. yaitu dengan bola mata yang berwarna-warna. Unsur kontras atau pertentangan ditampakkan antara lain dalam: rambut. Kalau ada manusia yang memiliki bola mata dengan hanya satu warna saja. alis. simetry/balance (keserasian/keseimbangan). Kepala dengan ukuran yang tentatif bagi setiap orang mengandung ketiga unsur keindahan. gigi. Selain unsur kelengkapan rohani yang berupa akal. atau sebaliknya hanya berwarna putih saja ?. Hal ini merupakan indikator dari kekontrasan rambut manusia. sehingga membuat penampilan manusia menjadi indah. Manusia Indonesia dianugerahi oleh Allah bola mata berwarna putih dan hitam. Harus diakui dan disyukuri bahwa kejadian manusia dilihat dari dimensi apapun apabila dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah. dan lainnya. Dengan kekontrasan warna bola mata seperti ini menjadikan penampakan wajah manusia menjadi indah pula. Sedangkan simetri dan keseimbangan terdapat pada keberadaan mata. hidung. maka hal ini tentu akan mengurangi kualitas keindahan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. Kesempurnaan kejadian manusia difirmankan oleh Allah dalam Surat At Tiin ayat 5. Secara anatomis mulai dari bentuk dan ukuran kepala badan. bahkan bentuk wajah. secara jasmani keberadaan tubuh manusia juga mengandung unsur-unsur nilai estetika (keindahan).

mungkin sebaliknya yaitu bisa menakutkan kepada manusia lainnya. Nilai keindahan seperti dicontohkan di atas akan menjadi lebih konkrit jika ditambah dengan adanya unsur simetri dan keseimbangan. Bola mata ada dua biji, telingga juga dua bagian seimbang dan simetry, hidung walaupun satu tetapi lobangnya dua dan menghadap ke bawah, kesemuanya melengkapi betapa manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang indah. Keberadaan tangan dan kaki juga demikian. Unsur keindahannya berupa kontras sangat tampak sekalipun banyak manusia yang kurang menyadari. Coba perhatikan bagaimana pertentangan yang terjadi antara langkah kaki dan ayunan tangan ketika seseorang sedang berjalan?. Ketika kaki kanan melangkah ke depan, ternyata secara reflektif diikuti oleh ayunan tangan kiri yang ke depan, dan sebaliknya. Dengan gerakan reflektif seperti ini menjadikan penampilan manusia dalam berjalanpun tampak serasi dan indah. Unsur unity atau kesatuan sebagai bagian dari sifat keindahan yang juga terdapat pada diri manusia ditampakkan dalam wujud keberadaan manusia secara totalitas. Artinya semua sifat-sifat keindahan yang dimiliki oleh manusia baik secara fisik maupun psikis akan memiliki arti indah apabila unsur unity sebagai suatu sistem juga terpenuhi. Secara anatomis yang disebut sebagai manusia adalah wujud utuh adanya fisik dan psikis atau jasmani (badan) dan rohani (ruh). Manusia memiliki sifat indah tersebut apabila kedua unsur ini yaitu badan dan ruh berada dalam satu sistem, tidak hanya salah satu fisik saja, atau dalam kondisi tidak utuh. Sebab bagaimanapun baiknya bentuk fisik manusia dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah apabila tidak dalam kondisi utuh (sistem), maka nilai keindahannya akan berkurang, bahkan hilang atau tidak ada sama sekali. Wajah misalnya dikatakan cantik atau tampan apabila wajah tersebut berada dalam satu sistem dengan bagianbagian tuhuh yang lain. Coba bayangkan kira-kira bagaimana cantiknya wajah seseorang kalau ternyata hanya tampak kepalanya saja di hadapan kita tanpa ada bagian tubuh lainnya ? 2. Manusia Sebagai Makhluk Individu Manusia sebagi makhluk individu memiliki identitas tersediri yang berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan ini meliputi berbagai aspek kehidupan yang melekat kepadanya. Mulai dari ukuran bentuk fisik, wajah, sifat, sampai pada identitas yang paling umum yaitu nama. Kalau ada nama yang sama antara satu individu dengan individu lainnya itu bukan berarti bahwa di antara kedua manusia tersebut benar-benar sama atau

55

identik. Nama yang sama yang dimiliki oleh masing-masing individu sifatnya hanyalaha kebetulan saja. Adakalanya seseorang agak sulit membedakan di antara dua orang yang kembar siam. Mana yang lebih tua atau sebaliknya. Sepintas kalau diamati mungkin di antara keduanya sepertinya tidak terdapat suatu perbedaan yang signifikan. Namun sebagai makhluk individu yang merupakan sunnatullah, pasti di antara keduanya memiliki perbedaan. Kondisi seperi ini sebenarnya sekaligus juga mengingatkan kepada manusia bahwa Allah itu betapa maha kuasa, maha besar, maha hebat mencipta makhluk tak pernah kehabisan bentuk-bentuk wajah baru. Bisa dibayangkan manusia di dunia yang sudah hampir mencapai dua milliard, tidak ada satupun yang memiliki wajah sama, baik di antara sesam lelaki maupun perempuan. Ketidak samaan tersebut juga sebagai kodrati yang membuat kehidupan manusia menjadi harmoni dan serasi dalam keseimbangan. Bagaimana kira-kira kehidupan di dunia ini seandainya ada manusia yang benar-benar sama antara satu dengan lainnya, terlebih lagi jika berjumlah banyak. Mungkin bisa terjadi istri orang akan diakui sebagai istrinya, dan sang istripun tidak menolak karena yang mengaku tersebut benar-benar seorang lelaki yang identik dengan wajah suaminya. Manusia sebagai makhluk individu memiliki karakteristik atau sifat-sifat seagai berikut. 1) Satu kesatuan yang utuh, terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis, selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. 4) Memiliki nilai tersendiri, prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. 5) Sulit dinilai, yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. 3. Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan Individu Pada dasarnya terjadinya perbedaan invidu satu dengan individu lainnya disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal lebih banyak berhubungan dengan hereditas, sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. Namun demikian keadaan dua faktor tersebut sebenarnya juga masih belum memberikan suatu gambaran yang jelas sebagai penyebab terjadinya perbedaan di antara individu-individu yang ada. Sebagai suatu contoh dua orang anak yang memiliki kemampuan hampir sama di dalam kelas tertentu, pada umumnya tidak disebabkan oleh faktor yang sama. Anak yang

56

satu mungkin memiliki bakat atau potensi yang baik sehingga walaupun dengan lingkungan yang kurang menguntungkan ia mampu mencapai taraf kepandaian atau kemampuan tersebut. Namun akan mustahil ia akan dapat mempunyai kemampuan tersebut tanpa ada suatu usaha belajar dari yang bersangkutan dalam lingkungan lain yang lebih baik. Sebaliknya individu yang kedua ia bisa mencapai tingkat kepandaian tersebut karena lingkungannya memberikan fasilitas ke arah itu. Misalnya orang tuanya termasuk keluarga terdi-dik (guru). Akan tetapi perlu disadari bahwa lingkungan yang baik belum merupakan suatu jaminan bagi seseorang untuk secara otomatis mau memanfaatkan lingkungannya. Seorang anak yang berasal dari keluarga dokter walaupun di rumah tempat prakteknya terdapat sejumlah peralatan kedokteran, kalau dalam dirinya tidak ada minat untuk untuk menjadi dokter ia tidak akan tertarik untuk menggunakan alat-alat tersebut. Demikian halnya dengan anak dari keluarga terdidik, ia tidak akan bisa menjadi anak pandai apabila ia tidak mempunyai perhatian terhadap pelajaran-pelajaran sekolahnya. Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa di antara kedua faktor tersebut baik internal maupun eksternal terdapat pola-pola kombonasi dan interaksi yang cukup kompleks, sehingga kadang-kadang tidak mudah bagi kita untuk membedakan akibat-akibat manakah yang benar-benar ditimbulkan oleh internal (hereditas) dan akibat mana yang ditimbulkan oleh faktor eksternal (lingkungan). Kadang-kadang masih ada orang memperdebatkan manakah yang lebih penting antara hereditas dan lingkungan ? Perdebatan mengenai pertanyaan semacam ini sebenarnya tidak akan membawa kepada suatu penyelesaian karena rumusannya masih terlalu kabur. Sama halnya kalau kita berdebat mengenai mana yang lebih penting pada sebuah mobil, mesinnya atau bahan bakarnya. Begitu juga tidak dapat kita katakan, manakah yang lebih penting pada seorang individu : hereditasnya atau lingkungannya karena kedua faktor itu sangat diperlukan. Kalau orang berbicara tentang perbedaan-perbedaan individu atau perbedaan antara kelompok-kelompok individu yang ingin diketahui orang sebenarnya adalah apakah manusia yang berbeda karena hereditasnya berbeda ataukah karena lingkungannya yang berbeda. Dengan rumusan semacam ini pertanyaan di atas lebih berarti untuk dipersoalkan, karena mungkin saja sebuah mobil jalannya lebih cepat karena mesinnya yang lebih baik atau karena bahan bakarnya yang lebih baik. Dua buah mobil yang sama kondisi mesinnya, satu diisi premium dan satu lagi bensin biasa, maka kedua mobil itu akan berbeda kecepatan larinya. Begitu juga halnya kalau dua

57

karena kalau salah satu bagian hilang. Mereka mungkin memiliki hereditas yang sama akan tetapi perkembangannya menjadi berbeda oleh karena diasuh dan dibesarkan dalam dua buah lingkungan yang berbeda. Setiap individu adalah merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. Jadi kedua faktor tersebut sama pentingnya dan mutlak harus ada. meskipun samasama diisi premium tidak akan sama cepat larinya. Dua orang manusia sama halnya dengan dua mobil tadi. Perhatikan gambar di bawah ini. Hereditas maka tidak mungkin akan terbentuk luas yang merupakan individunya. Sebaliknya dua orang yang diasuh dalam lingkungan yang sama mungkin akan memperlihatkan perkembangan yang berbeda. lingkungan sebagai tinggi dan individu sebagai luas dari segi empat itu. tetapi lingkungannya cukup bagus sehingga menghasilkan kondisi Hereditas Gambar Kondisi Lingkungan dan Hereditas terhadap Perkembangan Individu Lingkungan Lingkungan 58 . Hubungan antara hereditas dan lingkungan lebih tepat kalau digambarkan sebagai suatu hasil perkalian dan bukan sebagai hasil penjumlahan.buah mobil yang berbeda kondisi mesinnya. Gambar Interaksi Hereditas dan Lingkungan Dengan gambar tersebut Individu yang jelas bahwa seorang individu tidak Sedang berkembang hanya ditentukan oleh hereditasnya saja atau oleh Iingkungannya saja. kalau dua orang tadi memiliki hereditas yang berlainan.. A C B Individu A potensi hereditasnya biasa-biasa saja. Jadi individu bukan hereditas ditambah lingkungan akan tetapi hereditas kali lingkungan. Hereditas dapat dilukiskan sebagai dasar dari suatu segi empat.

Kalau yang menggores tulisan yang baik. maka luas kotak C jauh lebih luas. Karena kondisinya yang bersih belum ada tulisannya sama sekali. namun keduanya dianggap kurang realistik. Luas kondisi perkembangan pribadi B hampir sama dengan A walaupun potensi hereditasnya lebih baik daripada A. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa 59 . yaitu duakali luas kotak A maupun B. Oleh sebab itu faktor pendidikan menurut pandangan ini tidak diperlukan adanya. Bagaimanapun kuatnya alasan kedua pandangan tersebut. Nativisme memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu nativus (bakat). Ilustari dari gambar di atas dalam dunia pendidikan dikenal dengan hukum dasar pendidikan. Namun potensi ini kurang mendapatkan dukungan dari lingkungan di mana B berada.perkembangan pribadi seluar kotak yang ada. maka akan jadi anak yang baik. dan kondisi lingkungan yang baik pula. Dengan dukungan yang positip dari kedua faktor tersebut. yaitu pandangan para pakar pendidikan yang melihat aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh lingkungan (Empirisme). Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Pandangan ketiga tampaknya mengkompromikan kedua pandangan di atas. Di sini pendidikan termasuk sebagai lingkungan. Selanjutnya individu C perkembangan pribadinya jauh melebihi A dan B. karena pribadi C didukung oleh faktor potensi hereditas yang baik. dan perpaduan antara lingkungan dan potensi bawaan (Konvergensi) Pandangan Empirisme yang dipelopori oleh John Lock (1632-1704) mengatakan bahwa anak yang baru lahir bagaikan kertas putih yang tidak ada tulisan apa-apanya. dan sebaliknya apabila yang menggores tersebut adalah tulisan yang jelek jadilah ia anak yang jelek. maka dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa sangat tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas kosong tersebut. Nativisme memandang pribadi manusia yang baru lahir bertolak belakang dengan Empirisme. sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan bagi individu manusia. Tulisan yang akan menggores pada kertas kosong tersebut itulah yang dikategorikan sebagai lingkungan. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. Suatu kenyataan bahwa potensi hereditas yang baik saja tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. potensi bawaan dari lahir (Nativisme). sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakat yang dibawanya. Teori ini juga disebut sebagai Tabularasa (meja lilin).

Menurut jalan pikiran yang telah dikemukakan di muka. perpustakaan. Untuk jelasnya baiklah kita berikan suatu contoh. Setiap pribadi adalah hasil konvergensi faktor internal dan eksternal. Keterangan: P = Personality (kepribadian) H = Heredity (hereditas) E = Environment (lingkungan) Pelajaran penting yang bisa diambil dari cara pelukisan semacam ini ialah bahwa memperbaiki keadaan lingkungan untuk sejumlah individu secara serentak tidak akan mengurangi perbedaan individu. Kalau lingkungan individu A dan B dikalikan 2 (dua) maka perbedaan luas A dan B akan menjadi jauh lebih besar daripada perbedaan luas sebelumnya. televisi dan media pendidikan lainnya seorang anak yang cerdas akan tetap menjadi buta huruf seperti anakana. Malahan sebaliknya. Teori tersebut diformulasikan dalam sebuah rumus sebagai berikut. Akan tetapi dalam lingkungan yang lebih baik. Kembali kepada gambar di atas. perbaikan lingkungan yang diberikan secara sama kepada sejumlah individu justru akan memperbesar perbedaan-perbedaan individu tersebut. Suatu lingkungan tidak dengan sendirinya merangsang seorang individu untuk berbuat: Effektivitas dari lingkungan bergantung kepada bagaimana interprestasi individu yang bersangkutan terhadap nilai dari lingkungan tersebut. dibutuhkan suatu lingkungan yang kaya yang penuh dengan rangsang-rangsang yang tepat. individu-individu dengan hereditas yang 60 P = HxE . Lingkungan dapat mengurangi timbulnya perbedaanperbedaan individu. Dalam suatu daerah yang terpencil di mana tidak ada sekolah.k lain di daerah itu. Hal ini bisa kita terangkan dengan menggunakan effektivitas daripada lingkungan seperti yang sudah pernah kita singgung di muka. Dengan demikian jika kita mewujudkan perbedaan individu yang disebabkan oleh faktorfaktor hereditas.didukung potensi hereditas yang baik. misalnya jika kepada mereka diberikan kesempatan untuk bersekolah sampai setinggi-tingginya. anak yang lebih cerdas tadi akan berkembang jauh lebih pesat dar ri anak-anak lainnya. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama di antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938).

keterampilan-keterampilan atau pengetahuan apa yang seharusnya sudah dimiliki oleh anak-anak dalam kelas itu. 4. yang kemudian berketurunan pula. Mereka memiliki kualitas yang kira-kira bersamaan meskipun lingkungan dan hereditas mereka masing-masing berbeda. namun hal itu membuktikan bahwa pengarang sudah mempunyai perasaan tentang kehidupan bersama antar manusia. 61 . Meskipun bukan maksudnya untuk membentuk individu yang sama. Begitu pula tokoh tarzan di dalam film yang diberi pasangan seorang wanita sebagai teman hidupnya. Banyak cerita-cerita tentang manusia yang hidup menyendiri seperti misalnya cerita Robinson Crousoe yang diceritakan sebagai manusia yang hidup sendiri. akan tetapi dalam praktek kadang-kadang kita memerlukan sekelompok individu yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang bersamaan.berbeda-beda tidak akan dapat dibentuk menjadi individu yang sama dengan jalan menempatkan mereka dalam lingkungan yang sama. Kemudian muncullah tokoh “Friday” sebagai teman Robinson Crousoe.pada akhir tahun ajaran bisa kita mengharapkan sejumlah individu dengan kecakapan dan pengetahuan yang relatif bersamaan. Walaupun temannya pria itu juga. Dengan demikian dari lukisan ini kita bisa menarik suatu pelajaran bahwa kualitas yang bersamaan yang dimiliki oleh dua orang individu mungkin saja ditimbulkan oleh faktorfaktor yang berbeda. karena kalau dia mati maka berarti bahwa riwayatnya pun akan habis pula. keberanian dan usaha yang lebih besar tidak perlu lagi kita curahkan perhatian yang terlalu besar. Akan tetapi pengarangnya tak dapat membuat suatu penyelesaian tentang hidup seorang diri tadi. sedangkan terhadap anak-anak yang agak lemah kurang usahanya kita berikan perhatian dan bantuan yang lebih banyak. Untuk tiap-tiap kelas seolah-olah sudah ditentukan sebelumnya. maka manusia pertama yaitu Adam telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia yang lain yaitu istrinya yang bernama Hawa. Manusia Sebagai Makhluk Sosial Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri. dan seterusnya. Kalau kita menengok kembali gambar di atas. keadaan semacam ini bisa dilukiskan sebagai individu B dan C. namun demikian mengapa hidupnya harus bermasyarakat? Seperti diketahui. Sebagai suatu contoh dapat kita kemukakan pengajaran di sekolah-sekolah kita. lepas dari persoalan bagaimana hereditas yang mereka miliki. Dengan demikian . Untuk mencapai maksud ini harus kita adakan semacam Kompensasi : artinya terhadap anak yang satu yang sudah miliki kecerdasan.

burung diberi sayap untuk dapat terbang jauh. fisiknya tidak sekuat hewan-hewan besar. dikasih minum hingga sadar atau siuman kembali. bahkan jauh lebih sempurna daripada makhluk-makhluk lain ciptaan Allah. diberi kuku dan gigi yang kuat untuk mencari makan sendiri. bermain. Seekor anak ayam misalnya. dia tak akan dapat hidup sendiri. Bahkan tidak jarang sampai pingsan karena tidak pernah makan dan minum. makan. Bayi misalnya. walaupun tanpa induknya. akan tetapi manusia dia diberi kelengkapan untuk hidup dan kehidupannya yang sangat luarbiasa ampuhnya. Hewan-hewan seperti sapi. Katak diberi alat khusus untuk hidup di darat maupun di tempat-tempat berair. mampu untuk mencari makan sendiri. Di lingkungan tempat tinggalnya akhirnya iapun tidak lagi menyendiri. Begitu seterusnya dan pada akhirnya iapun kembali pulang ke rumahnya. harimau. ia beristri dan karena sosialnya sekarang ia telah memiliki sepuluh orang istri. demikian pula hewan-hewan lainnya seperti kucing. Seorang Kiyai di Madura yang kontroversi juga gemar bertapa ketika masa mudanya. kuda. Lagi pula. anjing. Akal tak dapat secara langsung digunakan sebagai alat hidup. Hebatnya semua istrinya tinggal serumah dengan istri pertama sebagai manajernya. hanyalah untuk semntara waktu saja. dan lain sebagainya. manusia tidak dikaruniai Tuhan dengan alat-alat fisik yang cukup untuk dapat hidup sendiri. dan bersifat temporer. Jadi sejak manusia lahir. disuapi dimandikan. Manusia tanpa manusia lain takkan mampu bertahan hidup lama. Begitu siuman ia berangkat lagi ke tempat semula di mana ia bertapa. yaitu akal. gajah. Harimau misalnya. disuapi. harus disusui. beruang. Memang apabila manusia dibandingkan dengan makhlukmakhluk hidup yang lainnya seperti misalnya hewan. ia selalu akan berhubungan dengan manusia lainnya. Akan tetapi manusia tidak demikian. atau yang lainnya. Namun dengan kemampuan akal yang dimilikinya manusia mampu menciptakan pakaian dan 62 . Bertapa dan menyendiri itu. ikan diberi alat khusus untuk dapat hidup di air. Ia dirawat. Manusia tak mungkin mampu bertahan seperti hewan-hewan tersebut menghadapi cuaca dingin hingga -52o C seperti di daerah Chascaton Canada. sanggup hidup di udara dingin tanpa pakaian. keledai. akan tetapi dapat diberdayakan untuk membuat berbagai alat kebutuhan yang diperlukan untuk kehidupan.Apabila kita membaca cerita-cerita dari dunia wayang maka tokoh-tokoh seperti Arjuna yang sering bertapa dan menyendiri pada akhirnya juga kembali pada saudarasaudaranya. Keluarganya dibuat kebingungan sehingga harus merawat dan membawanya pulang dari tempat pertapaannya. dirangsang untuk berlatih berjalan.

perlengkapan lainnya untuk melindungi diri dari ganasnya alam cuaca dingin. penghangat. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (masyarakat) 2. kalau ada seseorang menyanyi ia membutuhkan reaksi. Manusia juga harus makan. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong. atau lainnya. manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu: 1. maka terjadi gangguan dalam perkembangan jiwanya. Reaksi ini menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. bahkan panas dari terik matahari sekalipun. apabila alam sekitarnya hutan. manusia mempergunakan akal pikiran. Dengan kondisi semacam ini akan terbentuklah suatu kehidupan 63 . karena manusia tak mungkin hidup sendiri. disebut gregariousness. Kelompokkelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuankesatuan manusia yang hidup bersama. untuk itu dia dapat mengambil makanan sebagai hasil dari alam sekitar. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya Untuk dapat menghadapi dan menyesaikan diri dengan kedua lingkungan nya. penyejuk dan lain-lain. agar badannya tetap sehat. Di dalam hubungan antara manusia satu dengan manusia lain akan muncul suatu reaksi sebagai akibat dari hubungan tersebut. pakaian. manusia harus hidup berkawan dengan manusia-manusia lain dan pergaulan tadi mendatangkan kepuasan bagi jiwanya. panas yang menyengat. perasaan. manusia akan menjadi nelayan untuk menangkap ikan. Di dalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakantindakan orang lain. Di daerah pantai. Dalam menghadapi alam sekeliling. karena sejak dilahirkan. Kesemuanya itu menimbulkan kelompokkelompok sosial atau sosial-group di dalam kehidupan manusia ini. misalnya udara dingin. maka manusia akan berburu untuk mencari makanannya. oleh karena adanya hubungan antara mereka. Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. Dalam menghadapi lingkungan alam. Apabila manusia hidup sendirian. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). entah yang berwujud pujian atau celaan yang merupakan dorongan bagi tindakan-tindakan selanjutnya. manuia menciptakan rumah. dengan mempergunakan akalnya. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (=hewan sosial. misalnya dalam keadaan terkurung di dalam sebuah ruangan yang tertutup sehingga dia tidak dapat mendengarkan suara orang lain atau tidak dapat melihat orang lain. Misalnya. dan karsanya.

tempat tinggal. 1. Abraham Maslow dalam teorinya mengatakan bahwa manuisa itu memiliki kebutuhan yang bersifat hirarkis. Dengan kebutuhan kasih sayang pula manusia dapat melangsungkan garis keturunan ke generasi 64 . Di sini letak kebutuhan manusia yang ketiga berupa kasih sayang. Self Actualization Needs Gambar Hirarki Kebutuhan Manusia Kebutuhan fisik manusia dalam hidup diperuntukkan bagi keberlang-sungan kehidupannya bersama-sama dengan manusia lainnya. 3) Memiliki rasa senasib seperjuangan. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 1) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. 2) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. dan lainnya. Rasa aman di sini adalah bagaimana diri manusia dapat terlindung dari berbagai ancaman bahaya dari luar. Tujuannya semata-mata agar survive. minum dan lainnya. Safety Needs 3. berkaidah. Dengan adanya kebutuhan ini manusia menciptakan pakaian. Kebutuhan ini diwujudkan dalam bentuk makan.bersama atau yang dikenal dengan istilah kelompok sosial. Love Needs 4. Selanjutnya apabila kebutuhan pokok ini terpenuhi maka manusia akan berusaha untuk mendapatkan kebutuhan di atasnya. dan mempunyai pola perilaku. Selanjutnya sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri. Bersama baik konteks kehidupan bermasyarakat maupun bersama dalam konteks kehidupan keluarga. yaitu rasa aman. Physical Needs 5 4 3 2 1 2. Esteem Needs 5. 4) Berstruktur. Kebutuhan tersebut bila digambarkan adalah sebagai berikut. Dengan rasa kasih sayang manusia dapat hidup bersama dengan sejahtera. Ia membutuhkan orang lain sebagai bagian dari kehidupannya. Maksudnya manusia akan berusaha mendapatkan kebutuhan lainnya apabila kebutuhan di bawahnya telah terpenuhi terlebih dahulu.

Setiap orang tentu akan merasa senang apabila ia diperlakukan manusiawi oleh manusia lainnya. Dengan selalu melakukan introspeksi akan tumbuh sikap positip yang akan melahirkan prilaku yang selalu akan memperhatikan kebutuhan orang lain. yaitu sifat ingin selalu dihormati. Namun demikian ada pula sifat yang harus dihindari melalui kebutuhan harga diri ini. ia akan selalu tampil dengan ciri dan sifatnya yang khas. terjadi bila kepribadian individu tidak dominan sedangkan dia tidak mampu atau tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. saling menghor-mati dan menghargai. pergaulan. Unsur-unsur kasih sayang ini sangat perlu dikembangkan dan dipertahankan baik dalam kehidupan berumahtangga maupun dalam bercinta kasih dengan sesama manusia lainnya. kejujuran. pengorbanan. Selanjutnya kebutuhan puncak manusia ialah kebutuhan aktualisasi diri. Dalam kehidupan bermasyarakat.berikutnya. Namun yang penting bagi seseorang dalam menampakkan kebutuhan ini ialah ia akan merasa memperoleh suatu kepuasan apabila ia dapat melakukan sesuatu yang menurut perasaannya melampaui orang lain. Gila hormat termasuk penyakit hati yang harus dihindari. Suburnya sifat ini akan membuat seseorang menjadi gila hormat. 65 . Misalnya dalam hal pakaian. 5. Unsur cinta kasih yang perlu dipertahankan dalam kehidupan bersama meliputi. seorang individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya dalam tiga kemungkinan : 1) menyimpang dari norma kolektif . Sebagai pribadi manusia juga memiliki kebutuhan akan harga diri. tidak dapat dibuktikan bahwa manusia dapat hidup sendiri. Perlu disadari bahwa siapapaun orangnya apabila ia mau menghargai dan menghormati orang lain ia juga akan dihargai dan dihormati oleh orang lain. Fungsi Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial Sepanjang peradaban manusia. Kebutuhan ini tercermin dari sikap penampilan manusia yang selalu ingin lebih dari orang lain walaupun sebenarnya sangat tentatif. tanpa kawan. atau ketika tampil dalam forum-forum yang melibatkan banyak orang. tanpa komunikasi. Sebagai pribadi yang memiliki kebutuhan harga diri sangat penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap ini untuk tujuan introspeksi bahwa di luar diri itu ada diri-diri lain yang sama-sama memiliki kebutuhan untuk dihargai. Sebaliknya seseorang akan merasa tersinggung apabila harga dirinya dilecehkan. rasa tanggungjawab. Pada dasarnya terdapat dua keinginan pokok yang mendorong manusia untuk hidup mengelompok yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.

and or adoption. rearing. and socialization of children and the providing of intimate responses between its members.M. terjadi bila kepribadian individu tersebut lemah dan takluk terhadap lingkungannya. Definisi yang serupa dikemukakan oleh Francis E. normally commposed of a father. Merrill. The family is a small social group.2) Kehilangan individualitasnya (resesif) . Menurut Biro Sensus Amerika Serikat istilah keluarga diartikan sebagai :a group of two or more persons residing together who are related by blood marriage. Keluarga merupakan salah satu cermin peran dimana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. Menurut kedua batasan tersebut. keluarga ialah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah. juga ditunjuk ciri-ciri dan tujuan keluarga. or adoption. merawat. yaitu: 1) keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. dan anak. 3) hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. in which affection and responsibility are equitably shared to become self-controlled and socially-motivated persons. demikian batasan yang dikemukakan oleh Emory S. disamping sebagai kelompok sosial. 2) hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. Definisi-definisi tersebut di atas lebih menunjuk pada pengertian somah atau nuclear family. yaitu kesatuan sosial 66 . 4) fungsi keluarga ialah memelihara. 3) Mempengaruhi masyarakat (dominan) . dan atau adopsi. terjadi bila kepribadian individu kuat dan mampu mempengaruhi dan menaklukkan lingkungannya. the family may be viewed as an enduring relationship of parents and children that performs such functions as the protection. In functional terms. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. and one or more children. yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. Dari beberapa definisi tersebut dapatlah dirumuskan intisari pengertian keluarga. ibu. Rose. marriage. Menurut beliau. perkawinan. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. atau adopsi. Bogardus. Batasan yang pada hakekatnya sama dikemukakan oleh A. perkawinan. Dalam batasan tersebut. a family is a group of interacting persons who recognize a relationship with each other based on common parentage. a mother.

Nuclear family yang yang diperluas ini disebut Extended family. bibi.yang terdiri atas suami istri dan anak-anaknya. Sedangkan keluarga yang dibentuknya melalui perkawinannya dan anak-anak sebagai hasil perkawinannya itu disebut keluarga prokreasi. Keanggotaan individu mula-mula dalam keluarga orientasi. Nuclear family dan extended family tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Ex te Fa nde mi d ly Nuclear Family Gambar : Extended family dan Nuclear Family Keterangan: = laki-laki bersuami istri = perempuan bersaudara = beranakkan = = Keluarga dalam mana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasinya yang terpenting disebut keluarga orientasi. Kerap kali keluarga itu tidak hanya terdiri atas suami istri dan anakanaknya. melainkan juga nenek. paman. dan saudara-saudara lainnya. kemudian karena perkawinan beralih kepada keluarga prokreasi. kemenakan. 67 .

Dengan demikian maka fungsi keluarga ialah : 1) Pengaturan 5) penempatan anak seksual dalam masyarakat 2) Reproduksi 6) Pemuas kebutuhan 3) Sosialisasi seseorang 4) pemeliharaan 7) Kontrol sosial Seiring perkembangan jaman. dan sekularisasi maka keluarga dalam masyarakat modern kehilangan sebagian dari fungsi-fungsi tersebut di atas. yaitu melindungi. urbanisasi. pendidikan. merupakan tantangan bagi keluarga masa kini dan yang akan datang. 68 . fungsi utama keluarga tetap melekat. dan rekreasi dilakukan oleh keluarga terhadap anggota-anggotanya. nilai-nilai ideal keluarga mengalami perubahan.Kedudukan individu dalam keluarga orientasi prokreasi itu dapat digambarkan sebagai berikut: dan K L A G O IE T S D N EU R A R NA I A P ORAI R K ES K lu rg e a a O n s rie ta i K lu rg e a a P k ai ro re s Gambar Keluarga Orientasi dan Prokreasi Keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan mulitifungsional. Modernisasi. sosialisasi. perlindungan. Namun dalam perubahan masyarakat. yang ditandai adanya kerjasama ekonomi. industrialisasi. Karena proses industrialisasi. manusia yang semakin individualistik. Fungsi pengawasan sosial. keagamaan. nilai-nilai yang berubah. kontrak sosial yang longgar. Masri Singarimbun (1993) mengingatkan bahwa mobilitas penduduk yang semakin tinggi. dan memberikan suasana kemesraan bagi anggotanya Berdasarkan penjelasan di atas keluarga merupakan satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhkluk sosial. kemamkmuran dalam sistem kapitalisme liberal merupakan faktor yang mempengaruhi perubahan nilai keluarga dalam masyarakat. memelihara.

dan malam. karena hubungannya dengan kelompokkelompok sosial lainnya di luar rumah dan bila mereka berkumpul terjadilah tukar-menukar pengalaman di antara mereka. dan lainnya.6. Suatu kelompok sosial cenderung tidak merupakan kelompok yang statis. kelompok siswa di sekolah. Saling tukar-menukar pengalaman tersebut. akan tetapi para anggota keluarga tersebut mungkin mengalami perubahan-perubahan sebagai akibat pertukaran pengalaman tersebut. Pada saat demikian. pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yang dinamakan keluarga. tidaklah semata-mata terjadi pertukaran pengalaman. semakin timbul kesadarannya bahwa sebagian dari kepribadiannya terbentuk oleh kehidupan berkelompok tersebut dan bahwa dia hanya merupakan unsur yang mempunyai kedudukan dan peranan dalam kelompok tersebut. Interaksi Sosial Seorang sosiolog. Semakin mendalam penelitiannya. di dalam menelaah masyarakat manusia banyak berhu-bungan dengan kelompok-kelompok sosial. Walaupun anggota-anggota keluarga tadi selalu menyebar. baik yang kecil seperti keluarga. Para sosiolog akan tertarik oleh cara-cara kelompok sosial tersebut dalam mengatur tindakan-tindakan anggotaanggotanya. Penelitian terhadap sosial-experiences sangat penting untuk mengeta-hui sampai sejauh mana pengaruh kelompok terhadap individu dan bagaimana reaksi reaksi individu terhadap pengaruh kelompok tersebut dalam proses pembentukan kepribadian. bangsa. Sebagai sosiolog. maupun kelompok yang besar seperti masyarakat desa. Hampir semua manusia. Sesuatu aspek yang menarik dari kelompok sosial tersebut adalah bagaimana caranya mengendalikan anggota-anggotanya. masyarakat kota. pada waktuwaktu tertentu mereka pasti akan berkumpul seperti saat makan pagi. sosial experience mempunyai pengaruh yang besar di dalam pembentukan kepribadian seseorang. disebut sebagai sosial-experiences . sekaligus ia adalah salah satu anggota dari salah satu kelompok sosial tesebut dan sekaligus sebagai peneliti kehidupan kelompok tersebut secara ilmiah. walaupun sering kali hal itu sama sekali tidak disadarinya. Dalam kehidupan berkelompok. siang. akan tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-perubahan baik dalam aktivitas maupun bentuknya. Setiap anggota mempunyai pengalaman masing-masing. Kelompok tadi dapat menambahkan alat-alat perlengkapan untuk dapat melaksanakan fungi-fungsinya yang baru di dalam rangka perubahan-perubahan yang dialaminya atau bahkan sebaliknya dapat mempersempit ruang lingkupnya.. agar supaya tercapai tata tertib di dalam kelompok 69 .

Suatu ukuran lainnya ialah ukuran kepentingan dan wilayah. korporasi. Suatu masyarakat misalnya merupakan kelompokkelompok atau kesatuan-kesatuan atas dasar wilayah yang tidak mempunyai kepentingan-kepentingan yang khusus. Ukuran tersebut oleh sosiolog lainnya. 70 . dan Negara. merupakan ukuran lain bagi klasifikasi tipe-tipe sosial. bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Ukuran lain yang diambil adalah atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut. di mana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan yang erat. Di samping itu sebagai perbandingan. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut berdasarkan berbagai criteria ukuran. Lain halnya dengan masyarakat yang kepentingan-kepentingannya yang secara relative bersifat tetap (permanent). ditelaahnya kelompok-kelompok yang lebih besar. Suatu kerumunan misalnya. Georg Simmel mulai dengan bentuk terkecil yang terdiri dari satu orang sebagai fokus hubungan sosial yang dinamakannya monad yang kemudian diperkembangkan dengan meneliti kelompokkelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang yaitu dyad serta triad dan kelompok-kelompok kecil lainnya. dikembangkan lebih lanjut dengan memperhatikan tinggi rendahnya derajat eratnya hubugan antara anggotaanggota kelompok sosial tersebut. dengan kelompok-kelompok sosial seperti kota-kota.yang bersangkutan. Beberapa sosiolog memperhatikan pembagian atas dasar kelompokkelompok di mana anggota-anggotanya saling kenal mengenal (face to face groupings). seperti keluarga. oleh karena kepentingannyapun tidak berlangsung dengan lama. Berlangsungnya suatu kepentingan. berkembang mengalami disorganisasi. 7. Dalam analisisnya mengenai kelompok-kelompok sosial. Selanjutnya dapat dijumpai pula klasifikasi atas dasar ukuran derajat organisasi. justru dibentuk untuk memenuhi kepentingan yang tertentu. Suatu association sebagai suatu perbandingan. memegang peranan dan selanjutnya. merupakan kelompok yang hidupnya sebentar saja. Sudah tentu anggotaanggotanya sedikitnya sadar akan adanya kepentingankepentingan bersama walaupun hal itu tidak dikhususkan secara terinci atau dijabarkan lebih lanjut. Yang agaknya penting adalah bahwa kelompok tersebut merupakan tempat kekuatan-kekuatan sosial berhubungan. rukun tetangga dan desa. Sosiolog Jerman yaitu Georg Simmel mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok.

7. sex.2 In-group dan Out-grup Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya dan bahwa 71 . atau oragnisasinya maupun kombinasi dari ukuran-ukuran tersebut. sampai pada kelompok-kelompok yang hampir-hampir tak terorganisir seperti misalnya suatu kerumunan. Kelompok-kelompok sosial tersebut biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan. sehingga bagi individu terdapat dorongan-dorongan tertentu pula sebagai anggota kelompok sosial.1 Kelompok-kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu Seorang warga dari masyarakat yang masih sederhana susunannya. individu biasanya menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. sehubungan dengan keanggotaan kelompok sosial yang tertentu. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. ras. misalnya atas dasar sex. usia. pada masyarakat-masaarakat yang masih sederhana) tidak selalu bersifat sukarela. Dengan demikian maka terdapat derajat tertentu serta arti tertentu bagi individu-individu tadi. Keanggotaan masing-masing kelompok sosial tadi. juga harus diingat pada konsep-konsep dan sikap-sikap individu terhadap kelompok-kelompok sosial sebagai kenyataan subyektif yang penting untuk memahami gejala kolektivitas 7. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya bersifat sukarela. Apabila kelompok sosial dianggap sebagai kenyataan dalam kehidupan manusia atau individu. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. daripada misalnya dengan suatu perusahaan besar atau Negara. Akan tetapi. dan lainnya.Kelompok-kelompok sosial terdiri dari kelompok-kelompok yang terorganisir dengan baik sekali misalnya Negara. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. secara relatif menjadi anggota pula dari kelompokkelompok kecil secara terbatas. namun suatu hal yang penting adalah bagaimana keanggotaan pada kelompok-kelompok sosial (termasuk. dan rukun tetangga. kelompok kekerabatan. Suatu ukuran lainnya bagi si individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik oleh kelompok-kelompok sosial yang dekat seperti kehidupan keluarga. Dasar yang diambil sebagai salah satu alternatif untuk mengadakan klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial tersebut adalah jumlah atau derajat interaksi sosial atau kepentingan-kepentingan kelompok. memberikan kedudukan atau prestise tertentu yang sesuai dengan adat istiadat dan lembaga pemasyarakatan di dalam masyarakat.

walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama satu dengan lainnya. sehingga kadang-kadang sukar sekali bagi yang bersangkutan untuk mengubahnya.kepentingan-kepentingan suatu kelompok sosial serta sikapsikap yang mendukungnya terwujud dalam pembedaan kelompok-kelompok sosial tersebut yang dibuat oleh individu. mungkin jumlahnya tidak banyak apabila dibandingkan dengan masyarakat yang kompleks.T 002”. Kecenderungan seperti ini disebut etnocentrisme. yaitu suatu sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan mempergunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. Konsep tersebut dapat diterapkan baik terhadap kelompok-kelompok sosial yang relatif kecil samapi yang terbesar. sedikit banyaknya akan mempunyai suatu kecenderungan untuk menganggap bahwa segala sesuatu yang termasuk kebiasaan kelompoknya sendiri sebagai sesuatu yang terbaik apabila dibandingkan denga kebiasaan kelompok lainnya. selama para anggotanya mengadakan identifiasi dengan kelompoknya. In-group dan out-group dapat dijumpai disemua masyarakat. Sikap etnosentris ini sering disamakan dengan sikap mempercayai sesuatu. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnocentrisme. Kelompok-kelompok sosial dengan mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. bersama dengan nilai-nilai budaya. walaupun dalam masayarakat yang sederhana tadi perbedaanperbedaannya tak begitu tampak dengan jelas. bersifat relatif dan tergantung pada situasisituasi sosial yang tertentu. Jelas bahwa apabila suatu kelompok sosial merupakan “in-group” atau tidak bagi individu. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa setiap kelompok sosial. “kita warga R. Dalam masyarakat yang masih sederhana. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka” seperti misalnya. “kami mahasiswa fakultas hukum” sedangkan “mereka mahasiswa Fakultas Ekonomi”. Sikap etnosentris tersebut diajarkan kepada anggota-anggota melalui proses sosialisasi. Sikap in-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. merupakan “in-group” bagi anggota-anggotanya. 72 . walaupun dia menyadari sikapnya itu salah.T 001” sedangkan “mereka warga R. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. baik secara sadar maupun secara tidak sadar. “kami pegawai negeri” dan “mereka pedagang”. Anggota-anggota suatu kelompok sosial tertentu.

perbedaan yang luas dan fundamental adalah perbedaan antara kelompokkelompok kecil di mana hubungan antara anggota-anggotanya erat sekali di satu pihak. Kenal-mengenal secara fisik.3 Primary Group dan Secondary Group Dalam klasifikasi kelompok-kelompok sosial. dengan kelompok-kelompok yang lebih besar di pihak lain. Syarat-syarat yang sangat penting adalah . Menurut Cooley. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masingmasing. dan ketiga adalah adanya suatu kelanggengan hubungan antara anggota-anggota kelompok yang bersangkutan. Saling berbicara dan saling melihat merupakan saluran utama untuk pertukaran pikiran.7. memberi kemungkinan terbentuknya primary group. Konsep Cooley mengenai hubungan saling kenal mengenal. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah “kelompok utama” dan “kelompok sekunder”. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan serta cita-cita kelompoknya. maupun perasaan. Setiap masyarakat mempunyai norma-norma yang mengatur hubungan fisik antara anggota-anggotanya yang kadang-kadang dapat 73 . primary groups adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. sehingga tujuan individu menjadi juga tujuan kelompoknya. pertama bahwa anggota-anggota kelompok secara fisik berdekatan antara satu dengan lainnya. Secara singkat dapatlah dikatakan Primary Group adalah kelompokkelompok kecil yang agak langgeng (permanent) dan yang berdasarkan kenal-mengenal secara pribada antara sesama anggota kelompoknya. Tentu ada kalanya terjadi perbedaan paham. namun kesemuanya itu untuk kepentingan kelompoknya juga. bahwa kelompok tersebut adalah kecil. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok tersebut secara psikologis. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi tadi. Sudah tentu secara mutlak tak dapat dikatakan bahwa kehidupan serta hubungan antara anggota-anggota kelompok tersebut selalu harmonis. citacita. bahkan pertentangan. akan tetapi hal itu tergantung dari kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Supaya terjadi hubungan yang akrab di antara individu-individu yang ada mau tak mau secara fisik harus saling kenal mengenal. Kelompok-kelompok tersebut mempunyai makna utama dalam berbagai arti. adalah peleburan individu-individu dalam satu kelompokkelompok. belum cukup untuk menerangkan persyaratan yang penting bagi adanya suatu primary group. Kedua.

Keakraban dalam hubungan antar individu. norma-norma masyarakat seolah-olah memberikan suatu kelonggaran. semakin akrab pula hubungan tersebut. akan tetapi hubugan antara mereka di tempat-tempat umum. Selanjutnya. dalam masyarakat yang mempunyai system pelapisan masyarakat yang tertutup (misalnya di India. sebetulnya tergantung dari seringnya individu-individu yang bersangkutan berhubungan dan mendalamnya hubungan tadi. dapat ikut serta mengambil bagian dalam membentuk keputusan-keputusan kelompok tersebut. misalnya di loket karcis kereta api tidak dilarang. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah jika mengandung 3 unsur. suatu sifat kelompok dan keakraban kelompok juga lebih mudah terwujud. misalnya apabila seorang guru memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. rasa. Dalam suatu kelompok yang kecil. Jadi suatu kontinyuitas tertentu merupakan pula suatu faktor dalam pembentukan primary group. dan kehendak. Dalam keadaan demikian. seorang anggota. secara pribadi. Memang dalam keadaan-keadaan tertentu hal itu mungkin terjadi. 74 . namun sangat sukar bagi masingmasing untuk hidup lepas satu sama lainnya. seperti hubungan antara orang-orang dari kasta yang berbeda derajatnya. Sebagai makhluk individu manusia memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan manusia lainnya.merupakan penghalang bagi terjadinya hubungan. secara jasmani yang mengandung nilai estetika (keindahan). simetry/ balance (keserasian/keseimbangan). semakin akrab pula hubungan antara guru dengan muridmuridnya. Walaupun misalnya sepasang suami istri yang telah berumah tangga selama 10 tahun seringkali bertengkar. RINGKASAN Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk ciptaan lainnya karena memiliki unsur rohani yang berupa akal. yaitu contrast (pertentangan). Karakteristik manusia sebagai makhluk individu memiliki sifatsifat sebagai berikut. dan unity (kesatuan) Secara kodrati manusia adalah sebagai makhluk individu dan sosial. oleh karena tidak mungkin seseorang pada waktu yang tertentu berhubungan dengan banyak orang sekaligus.). Kecilnya kelompok juga merupakan salah satu syarat yang penting. Semakin lama mereka berhubungan satu sama lain. Akan tetapi ternyata kemudian bahwa semakin kecil kelas yang bersangkutan.

maka jadi anak baik. terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis. Dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas tersebut. dan sebaliknya. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa didukung potensi hereditas yang baik. Dalam dunia pendidikan pandangan terhadap kepribadian manusia sebagai hasil interaksi antara faktor internal dan eksternal melahirkan berbagai teori yang dikenal dengan hukum dasar pendidikan. selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. yaitu faktor internal dan eksternal. Teori pertama menganggap bahwa aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh faktor lingkungan. Faktor internal banyak berhubungan dengan hereditas. Manusia satu berbeda dengan manusia lainnya disebabkan oleh dua faktor. Jadi individu merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan.1) Merupakan satu kesatuan yang utuh. 4) Memiliki nilai tersendiri. Antara faktor internal maupun eksternal terdapat suatu interaksi yang saling mempemgaruhi sehingga dapat membentuk keribadian tertentu bagi setiap orang. ia mengatakan bahwa anak lahir bagaikan kertas putih. 5) Sulit dinilai. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Teori berpendapat bahwa potensi hereditas yang baik tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. Teori ini dipelopori oleh John Lock (1632-1704). Kalau yang menggores tulisan yang baik. 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. Teori kedua disebut dengan Nativisme. prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. 75 . Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). Teori ini memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu bakat sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakatnya.

dan anak. 3) hubungan tersebut dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. walaupun tanpa induk ia langsung mampu mencari makan sendiri. dan mempunyai pola perilaku. Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kriteria. dan lainnya. 4) Memiliki rasa senasib seperjuangan. Keinginannya untuk hidup bersama dengan manusia lainnya menimbulkan kelompokkelompok sosial. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya 76 . misalnya atas dasar sex. Kelompok-kelompok sosial ini biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan. sex. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (hewan sosial. ras.Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan manusia lain dalam kehidupannya. disebut gregariousness. 5) Berstruktur. dan atau adopsi. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya kondisi manusia ketika baru lahir amat lemah. merawat. Berbeda dengan seekor anak ayam misalnya. individu menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. Pertama dipandang dari sudut individu. ibu. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. yaitu: 1) merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. 2) terdapat hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. tidak berdaya sehingga membutuhkan pertolongan orang lain. perkawinan. Intisari pengertian keluarga. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. berkaidah. usia. Akan tetapi. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. Keanggotaan masingmasing kelompok sosial. 3) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. Demikian pula hewan-hewan lainnya Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. Keluarga merupakan salah satu cermin peran di mana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. memberikan kedudukan atau prestise tertentu sesuai dengan adat istiadat dan yang ada. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 2) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. 4) berfungsi memelihara.

sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masing-masing. Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya dibandingkan dengan makhlukmakhluk lainnya ? Jelaskan mengapa manusi sebagai makhluk individu memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan individu-individu lainnya ? Jelaskan bagaimana pandangan teori-teori pendidikan terhadap konsep perkembangan kepribadian seseorang. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan dan cita-cita kelompoknya. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka”. dan adanya suatu hubungan kontinyu di antara mereka. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok secara psikologis. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnosentrisme. Sikap out-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. Kelompok ini cukup signifikan. Primary groups merupakan kelompok sosial yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggotaanggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. Ketiga yaitu Primary Group dan Secondary Group. dan bagaimana menurut pandangan saudara sendiri ? Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa dikatakan sebagai makhluk sosial ? 2. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah kelompok utama dan kelompok sekunder. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. “kita warga R.bersifat sukarela.T 001” sedangkan “mereka warga R. anggota-anggotanya berdekatan. Misalnya. Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya.T 002”. Kedua In-group dan Out-grup. kelompok tersebut adalah kecil. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. 3. Kelompok-kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. Syarat penting dalam primary group adalah . 77 . 4.

7. Keragaman dapat diartikan dengan suatu hal yang “banyak macamnya”. Anggota suatu keluarga adalah bentuk pluralitas dalam rangka kesatuan keluarga dan sebagai antitesis darinya. Sisi lain pluralitas adalah kemajemukan yang didasari oleh keutamaan (keunikan) dan kekhasan. Selamat Bekerja BAB V MANUSIA. Diskusikan dengan teman sekelompok antara 3 – 5 orang apa fungsi manusia sebagai makhluk individu dan sosial ? Jelaskan apa yang disebut dengan keluarga dan apa fungsinya ? Dalam kehidupan sosial terdapat proses sosialisasi. “tidak berbeda” atau “sederajat”. atau yang bagianbagiannya dipaksa untuk tidak menciptakan “keutamaan”. Pluralitas juga tidak dapat disematkan kepada kesatuan yang tidak mempunyai parsial-parsial. Beberapa istilah yang dianggap sesuai dengan keragaman salah satunya ialah pluralitas (plurality) yaitu suatu konsep yang mengandaikan adanya “hal-hal yang lebih dari satu”xlvii. Karena itu. Bangsa-bangsa adalah bentuk pluralitas jenis manusiaxlviii. 8.Sos 1. Sedang kesetaraan dapat diartikan sebagai “sama”. “beda” antara satu dan yang lainnya dan sifatnya tidak tunggal. S. pluralitas tidak dapat terwujud atau diadakan atau terbayangkan keberadaannya kecuali sebagai objek komparatif dari keseragaman dan kesatuan yang merangkum seluruh dimensinya. KERAGAMAN DAN KESETARAAN Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Tanpa adanya 78 . Coba jelaskan dengan disertai contoh apa maksud dari sosialisasi? Jelaskan apa arti istilah-istilah di bawah ini a) animal social b) in-group out group c) primary-secondary group d) animal symbolicum e) animal educandum f) hayawanun natiq 6. Pengertian Keragaman dan Kesetaran.5. “keunikan” dan “kekhasan” tersendiri. Pria dan wanita adalah bentuk pluralitas dari kerangka kesatuan jiwa manusia.

memiliki sifat pertengahan (moderat atau adil). diharapkan senantiasa memiliki sifat membawa manfaat. serta perbedaan mereka dalam persiapan dan potensi-potensi serta tugas yang diemban. cobaan. dan tekhnik-tekhnik yang ditempuh. Pluralitas juga bisa dianggap sebagai motivator dalam menghadapi ujian. tindakan saling dorong dan saling membela. dengan menggunakan kekuatannya serta rahasia-rahasianya yang terpendam. Dan jika tidak ada pluralitas. yang pada akhirnya akan membawa kepada kebaikan. maka tidak akan ada motivasi untuk berkompetisi. Sementara. dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masingmasing pihak yang berbeda dalam peradaban. Sementara itu disintegrasi dan kacau balau ditimbulkan oleh sikap ekstrem memusuhi yang tidak mengakui dan tidak memiliki faktor pemersatu atau pengikat. hal ini tentunya akan berakibat pada hidup yang stagnan dan tawar. kecenderungan metodologi yang dipegang. yaitu agar manusia membangun bumi dan mengembangkan wujud peradabannya. Sehingga. pada gilirannya akan membawa kepada perbedaan dalam kerangka berfikir. Sisi pertengahan (adil) serta keseimbangannyalah yang dapat memelihara hubungan antara kemajemukan. pengikat dan kesatuan. yang menghasilkan hikmah yang tinggi. serta akan selalu terjaga dan berusaha mengeksplorasi kekayaan bumi ini. Namun. kemajuan dan pertumbuhan. manusia akan menggali potensi mereka yang terpendam. berada dalam kerangka kesatuan nilai yang konstan.kesatuan yang mencakup seluruh segi maka tidak dapat dibayangkan adanya kemajemukan. perbedaan dan pluralitas dan faktor kesamaan. perbedaan dan perselisihan. berlomba dan saling dorong diantara individu manusia dan peradaban. juga mempunyai sisi yang ekstrem. keunikan dan kekhasan atau pluralitas itu. dengan perbedaan dan persaingan. yaitu sikap ekstrem represif dan otoriter yang menafikkan perbedaan masing-masing pihak dan keunikannyaxlix. serta mati tanpa dinamika. yang menjadi motivator dan diperkuat oleh kemajemukan dan perbedaan itu. kesulitan berkompetisi. 79 . keseimbangan. baik yang melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan. sebagaimana halnya seluruh fenomena pemikiran. Juga oleh sikap penyeragaman (yang dianggap mengingkari adanya kekhasan dan perbedaan). Demikian juga sebaliknya. Seperti penugasan makhluk manusia ini sebagai pemimpin di muka bumi. Karena perbedaan ini adalah salah satu pokok dari pokok-pokok diciptakannya manusia. Sayyid Quthbl mengatakan bahwa adalah tabiat manusia untuk berbeda. Pluralitas. Juga manusia tidak akan dapat mewujudkan tujuantujuan hidup.

serta ada tujuan yang sama dari manusia. Serba tunggal. yakni keragaman (diversity) yang menunjukkan bahwa keberadaaan yang lebih dari satu itu berbeda-beda. Furnivall adalah yang pertama kali mengintroduksi konsep masyarakat majemuk pada waktu dia membahas kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan jajahan di Indonesia. maka multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama didalam ruang publik. orang Pribumi. dan budaya yang berbeda. Konsep Multikulturalisme juga dapat dianggap sesuai dengan masalah-masalah “perbedaan”. Di Indonesia. yang dianggap dapat memuaskan seluruh pihak yang berselisih dan kata akhir rujukan dalam berdebat. dan orang Timur Asing (orang Cina dan Arab) yang masing-masing hidup dalam kelompokkelompok dan pemukimannya sendiri menurut kebudayaan dan pranata-pranata masing-masing. satu calon pemimpin. kemajemukan menjadi syarat demokrasi. Apabila pluralitas sekedar mempresentasikan adanya kemajemukan (yang lebih dari satu). Multikulturalisme menjadi semacam respons kebijakan baru 80 . ras. Istilah lain yang digunakan untuk masyarakat yang terdiri dari agama. bahasa. Disamping golongan penjajah dan pribumi terdapat golongan pedagang perantara yang biasanya adalah orang-orang asing yang secara sosial dan rasial tidak tergolong sama dengan golongan penjajah ataupun golongan pribumi.serta pokok-pokok yang menyatukan diantara pihak-pihak yang berselisih dan saling membela diri tersebut. yang hanya bertemu di pasar. satu partai politik. Produk dari politik ekonomi ini adalah adanya golongan penjajah yang mempersatukan secara paksa masyarakat-masyarakat pribumi kedalam sebuah masyarakat jajahan untuk diatur dan diperintah guna kepentingan ekonomi penjajah. tiga golongan ini terwujud secara vertikal sebagai orang Belanda dan Kulit Putih lainnya. misalnya. satu ideologi. dan keteraturan serta ketertiban kehidupan mereka diatur oleh hukum yang masingmasing berbeda satu dari lainnyalii. Ciri-ciri ini ada pada masyarakat jajahan yang merupakan produk dari politik ekonomi penjajahan untuk menguasai sumberdaya setempat yang ada. bahkan konsep ini juga mampu menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari kemajemukan. Karena harus ada timbangan yang konstan pula. heterogen dan bahkan tidak dapat disamakan. dianggap sebagai satu bentuk pemaksaan dari negarali. Dia menunjukkan bahwa sebuah masyarakat majemuk ditandai oleh penduduknya yang secara suku bangsa dan rasial saling berbeda yang hidup dalam satuan-satuan kelompok masing-masing. Pada abad ke-20.

pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. yaitu yang saling memahami dan menghormati kebudayaan-kebudayaan mereka yang berbeda satu dengan lainnya. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas.terhadap keragaman. Dalam pengertian multikulturalisme. Dalam model multikulturalisme. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. bahkan kalau perlu dimusnahkanliv. 81 . Dan bila mereka yang tergolong sebagai minoritas tidak melakukannya akan diasingkan dari masyarakat luas. setiap orang adalah multikulturalis. adanya komunitaskomunitas itu diperlakukan sama oleh negara. Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan. Disamping itu juga melalui proses asimilasi atau pembauran dimana jatidiri dari kelompok-kelompok atau sukubangsa-sukubangsa minoritas harus mengganti jatidiri warganya menjadi sama dengan jatidiri dari kelompok atau suku bangsa yang dominan. Perbedaan kebudayaan mendorong upaya terwujudnya keanekaragaman atau pluralisme budaya sebagai sebuah corak kehidupan masyarakat yang mempunyai keanekaragaman kebudayaan. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. dan mengadopsi cara-cara hidup atau kebudayaan dominan tersebut menjadi cara-cara hidup dan kebudayaannya yang baru. menurut Nathan Glazerlv. Kebudayaan bangsa ini merupakan sebuah mozaik. sebuah masyarakat bangsa dilihat sebagai memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. Dengan kata lain. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan-perbedaan individual atau orang-perorang dan perbedaan kebudayaan. termasuk kebudayaan dari mereka yang tergolong sebagai kelompok minoritasliii. dan yang didalam mozaik tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakt bangsa tersebut.

Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan, termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum, tempat kerja dan pasar, dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya, dan bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. 2. Makna Keragaman dan Kesetaraan dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Makna keragaman seperti yang telah sedikit dibahas pada sub bab pengertian keragaman dan kesetaraan diatas, adalah sebagai motivator untuk menghadapi ujian, cobaan, kesulitan berkompetisi dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masing anggota masyarakat (yang beda budaya). Dengan keragaman, kehidupan menjadi dinamis dan tidak stagnan karena terdapat kompetisi dari masing-masing elemen budaya untuk berbuat yang terbaik. Hal ini membuat hidup menjadi tidak membosankan karena selalu ada pembaruan menuju kemajuan. Selain itu keragaman yang terdapat di masyarakat dapat mewujudkan terciptanya manusia antar budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang telah mencapai tingkat tinggi dalam proses antar budaya secara kognitif, afektif, dan perilakunya tidak terbatas, tetapi terus berkembang melewati parameter psikologis suatu budaya, memiliki kepekaan budaya yang berkaitan erat dengan kemampuan berempati terhadap budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang identitas dan loyalitasnya melewati batas-batas kebangsaan dan komitmennya bertaut dengan pandangan bahwa dunia merupakan komunitas global, ia merupakan orang yang secara intelektual dan emosional terikat pada kesatuan fundamental semua manusia yang pada saat yang sama mengakui, menerima, dan menghargai perbedaan mendasar antara orang-orang yang berbeda budaya. 3. Problematika Keragaman Kehidupan Masyarakat dan Solusinya dalam

82

dan Negara. Struktur dunia internasional yang majemuk ditandai oleh adanya keragaman suku bangsa, agama dan budaya (bahkan peradaban). Namun, keragaman tersebut mengandung potensipotensi masalah bahkan konflik, baik pada tingkat regional maupun tingkat internasional, jika masyarakat tidak mau atau tidak bisa menerima adanya keragaman. Adalah Samuel P. Hutington yang “ meramalkan “ konflik antar peradaban dimasa depan tidak lagi disebabkan oleh faktor– faktor keragaman ekonomi, politik, dan ideologi, tetapi justru dipicu oleh masalah–masalah keragaman suku bangsa, agama, ras, dan antar-golongan ( SARA ). Konflik tersebut menjadi gejala terkuat yang menandai runtuhnya polarisasi ideologi dunia ke dalam komunisme dan kapitalisme, bersamaan dengan runtuhnya negara–negara Eropa Timur. Ramalan ini sebenarnya telah didukung oleh peistiwa sejarah yang terjadi sebelumnya (era 1980-an), yaitu yang terjadi perang etnik di kawasan Balkan, di Yugoslavia pasca pemerintahan Michael Joseph Bros Tito. Keragaman, yang di satu sisi merupakan kekayaan dan kekuatan, berbalik menjadi sumber perpecahan ketika leadhership yang mengikatnya lengserlvi. Huntington melihat keragaman dan kekhasan peradaban terjadi karena keragaman dan kekhasan budaya-budayanya. Peradaban adalah bentuk budaya, tidak ada peradaban universal, namun yang terjadi adalah dunia dari peradabanperadaban yang berbeda. Dia melihat ada tujuh atau delapan peradaban besar di dunia saat ini yaitu Peradaban Barat, Peradaban Cina Konfusius, Peradaban Jepang, Peradaban Islam, Peradaban India, Peradaban Ortodox Slavik, Peradaban Amerika Latin dan barangkali Peradaban Afrikalvii. Peradaban-peradaban tersebut masing-masing berbeda satu sama lainnya karena faktor bahasa, sejarah, budaya dan tradisi. Dan yang paling penting diantaranya adalah agama. Anggota-anggota peradaban yang berbeda-beda itu mempunyai pendapat-pendapat yang berbeda-beda pula atas pandangan tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lainnya serta manusia dengan lingkungannya seperti keluarga, masyarakat, negara bahkan alam sekitarnya. Juga terdapat pemikiranpemikiran yang berbeda tentang takaran hak-hak dan tangung jawab-kewajiban, kebebasan, kekuasaan dan persamaan. Huntington memfokuskan pandangannya pada “faktorfaktor benturan” antara peradaban-peradaban ini, tidak hanya pada masa lalu saja, namun juga pada masa yang akan datang. Sehingga, dia mensinyalir bahwa “benturan” adalah suatu keniscayaan dalam hubungan antar-beragam peradaban. Terutama antara peradaban Barat dan peradaban Islam (pada

83

awalnya) dan kedua adalah dengan peradaban Cina. Huntington tidak berkata tentang “determinisme filosofi” benturan-benturan peradaban tersebut. Sebaliknya, Huntington berkata tentang “determinisme realitas” benturan tersebut. Bahkan, benturan antara dua peradaban yaitu peradaban Barat dan peradaban Islam terjadi sepanjang 1300 tahun, dan kedua belah pihak melihat hubungan antara Barat dan Islam sebagai benturan peradabanlviii. Karena benturan ini merupakan suatu “keniscayaan realitas” dan “determinisme realitas” dalam pandangan strategis Huntington, maka dia merancang bagi barat, strategi kemenangan terhadap Islam (kaum Muslimin) dalam benturan ini. Huntington menyarankan untuk membagi fase benturan pada masa depan tersebut menjadi 2 (dua) fase, yakni fase jangka pendek dan fase jangka panjanglix. Pertama, fase jangka pendek. Pada fase ini Huntington merekomendasikan pihak Barat untuk menyatukan dunia peradabannya, dan mempergunakan seluruh perangkatnya, dari alat perang, hingga ekonomi, politik, budaya, nilai hingga lembaga-lembaga internasional, serta memfokuskan diri pada perseteruan melawan peradaban Islam dan Cina. Yang dituntut oleh Barat dalam jangka pendek perseteruan ini adalah sebagai berikut : 1. Menyatukan elemen peradabannya, memperkuat kerja sama di antara mereka, serta memasukkan Eropa Timur dengan bagian Baratnya dan seluruh Eropa bersama Amerika Utara dan Amerika Latin. Atau, Barat budaya dan yang dekat dengan budaya Barat Kristen dengan sekte-sekte yang beragam. 2. Kerjasama, memperkecil danmenekan perseteruan dalam seluruh lingkup peradaban Barat. Bahkan, memanfaatkan masalah-masalah perseteruan dalam masyarakat Barat untuk menjadi perseteruan bagi masyarakat non-Barat, sehingga perseteruan Barat nantinya akan terfokuskan untuk melawan Islam dan Cina. 3. Mengurangi kemampuan militer Islam (kaum Muslim) dan Cina, serta menambah kekuatan militer Barat, dan menjaga keunggulan militer Barat di Timur dan Barat Daya Asia. Atau, untuk menghadapi Cina dan Islam (kaum Muslimin). 4. Memperkuat lembaga-lembaga internasional yang berperan memperjuangkan kepentingan dan nilai-nilai Barat, serta memberikan justifikasi kepadanya, dan mengikutsertakan negara-negara non-Barat untuk bergabung dalam lembagalembaga ini. Kedua, adalah fase jangka panjang. Fase ini oleh Huntington dianggap sebagai fase penguasaan Barat atas

84

tekhnologi. serta menekan peradaban-peradaban non-Barat. harus menguasai peradaban-peradaban modern non-Barat itu. Barat dalam bentuk yang lebih besar. dan melihat perseteruan antar peradabanperadaban yang beragam. dan antargolongan. tentunya). modernisme dan hegemoni atas dunia. dan memberikan justifikasi kepadanya. yang merupakan cermin dari elemen bangunan peradaban modern. maka ia harus menjalankan strategi fase jangka pendek. keahlian. Barat harus menjaga kekuatan ekonomi dan kekuatan militernya yang diperlukan untuk menjaga kepentingannya yang berhubungan dengan peradaban-peradaban itu. kekuatan ekonomi dan militernya akan mengalahkan Barat. tetapi nilai-nilai dan kepentingannya berbeda dalam jarak yang sangat besar dari nilai dan kepentingan Barat. permesinan dan persenjataan. Parsudi Suparlanlx melihat konflik-konflik yang terjadi di Indonesia merupakan konflik suku bangsa yang kemudian bisa bergeser pada koflik-konflik bernuansa agama. Peradabanperadaban non-Barat akan terus berusaha mencapai kekayaan. Di Indonesia sendiri permasalahan mengenai keragaman suku bangsa. mempersiapkan seluruh kemampuannya. Huntington mengilustrasikan masa depan peradaban dengan Barat sebagai peradaban yang memonopoli “singgasana peradaban” dunia. sebagai jalan untuk menghapus keragaman peradaban ini. Yang menjadi sasaran untuk dihancurkan oleh masing-masing anggota suku bangsa yang 85 . Setelah barat menyatukan kesatuannya. Dan yang pertama dari strategi perseteruan ini yaitu mematahkan kekuatan peradaban Islam dan peradaban Cina sambil mengikat seluruh peradaban lainnya dalam lembaga-lembaga internasional yang memperjuangkan nilai-nilai dan kepentingan Barat. Dia mengungkapkan. peradaban Barat adalah peradaban Barat dan modern sekaligus. ras. Oleh karena itu. Peradaban-peradaban itu juga akan terus berusaha menyelaraskan modernisme itu dengan budaya dan nilai-nilai tradisionalnya. Sedangkan. yaitu peradaban yang telah berhasil memodernisasi masyarakatnya secara militer maupun ekonomi. mengarah kepada kondisi konflik sejak era Reformasi. agama. Dengan demikian maka Barat dapat memonopoli kekuatan. Oleh karena itu.peradaban-peradaban non-Barat. corak kesukubangsaan individual yang merupakan milik perorangan berubah menjadi kategorikal. objek Barat selanjutnya adalah menguasai peradabanperadaban non-Barat lainnya. Lebih lanjut Suparlan mengatakan. Sedangkan dalam jangka panjang. Peradaban-peradaban non-Barat telah berusaha menjadi modern tanpa menjadi Barat (selain Jepang. yang kekuatannya sudah hampir mendekati kekuatan Barat.

dan kemajuan melalui ide keanekargaman kebudayaan yang memang sejalan dan mendukung berlakunya prinsip demokrasi dalam kehidupan masyarakat. Prinsip demokrasi itu dilandasi oleh kesetaraan derajat individu atau warga. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai sebuah masyarakat multiethnis atau bersuku bangsa banyak.atribut yang menjadi acuan dari kesukubangsaannya. serta muncul dan 86 . jenis kelamin. sehingga jati diri suku bangsa atau rasial dari individu menjadi tidak relevan. Apapun dan siapapun yang mempunyai atau ditempeli atribut-atribut kesukubangsaan yang menjadi musuh dalam konflik antar suku bangsa akan dihancurkan. Suku bangsa itu menjadi musuh sesuai dengan ciri-ciri atau atribut. dan tidak pula mengenal batasan nilai uang dari barang dan harta benda yang di hancurkan. Model masyarakat multikultural atau berkeanekaragaman kebudayaan ini yang telah berhasil meredam potensi-potensi konflik rasial dan kesukubangsaan perlu kita pelajari dengan seksama dalam konteks Indonesia yang masyarakatnya majemuk dan yang akhir-akhir ini telah dilanda oleh berbagai bentuk konflik rasial. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikulturalisme. Seseorang atau kelompok orang kulit putih yang tergolong keturunan WASP bisa saja mempunyai kebudayaan India. Menggeser idiom masyarakat majemuk menjadi masyarakat beraneka ragam kebudayaan sebagai sebuah kebijakan politik kebudayaan pada tingkat nasional maupun lokal. melainkan kategori suku bangsa. Konflikkonflik itu sangat merugikan dan dapat mencabik-cabik integrasi bangsa dan kebangsaan Indonesia. posisi sosial atau keyakinan keagamaan. dan akan memungkinkan diterapkannya prinsip demokrasi. dapat dilihat sebagai kebijakan yang bertujuan untuk meredam potensi-potensi pengembangan. Kebijakan untuk secara nasional dan sosial meredam atau menyimpan jati diri rasial atau suku bangsa. kesukubangsaan. Kebudayaan Amerika yang beranekaragam itu bisa dimiliki oleh setiap individu atau komuniti. karena masyarakat tersebut terwujud sebagai bangsa tidak dengan cara mempersatukan suku bangsa-suku bangsa yang dilakukan oleh sistem nasionalnya. dan keagamaan. Pada masa kini yang ditonjolkan di Amerika bukanlah coraknya yang multietnis. Karena itu penghancuran terhadap kategori berdasarkan ciri-ciri kesukubangsaan tersebut tidak mengenal batasan umur. atau yang lainnya. Cina. melainkan beranekaragamnya kebudayaan yang dipunyai oleh bangsa Amerika. Jepang.mengalami konflik bukan lagi orang perorangan dan bukan pula kelompok. Tetapi masyarakat Amerika bukanlah sebuah masyarakat majemuk.

Komunikasi antar budaya mempunyai cakupan. Komunikasi antar gender yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat antara kaum laki-laki dan perempuan Disini dapat dilihat bahwa komunikasi antar budaya mensosialisasikan ide pluralitas dan keberagaman dengan bahasa budaya. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang keragaman budaya yang harus disikapi dengan unsur persatuan dan kesatuan.mantapnya hak budaya komuniti dalam kaitan keseimbangannya dengan kekuasaan negara atau masyarakat. Adapun yang harus diperhatikan dari komunikasi antar budaya ini yaitu komunikasi antar budaya terjadi. 87 . ras dan antar-golongan yang terjadi. Sebaliknya demokrasi dapat mengembangkan masyarakat yang multi kultural. Memupuk rasa solidaritas nasional dengan cara membiasakan diri dalam kehidupan bersama. agama. 2. 4. Permasalahan konflik-konflik bernuansa keragaman suku bangsa. Mendorong terjadinya pembauran secara alamiah sehingga mampu mengatasi perbedaan budaya. Komunikasi antar kelas mempunyai tujuan untuk menghindari ketidakseimbangan dan diskriminasi. 3. Komunikasi antar agama mempunyai tujuan yaitu memupuk perilaku keagamaan dan sosial yang akomodatif. 5. antara lainlxii : 1. yang tidak dapat ditawar oleh seseorang yang mempunyai posisi tinggi atau kekuasaan yang besar. bila pemberi pesan dan penerima pesan berasal dari komunitas budaya yang berbeda. Mengembangkan kesederajatan dan menghapus diskriminasi. Mencapai pertukaran dialektis antar budaya. 3. Komunikasi antar ras yang bertujuan untuk menghilangkan prasangka rasial. Disini pamahaman ragam budaya yang ada yang diikuti dengan komunikasi antar budaya menjadi unsur yang sangat signifikan dalam menjembatani perbedaan-perbedaan. Dalam masyarakat multikultural tersebut demokrasi dapat berkembang. 2. Komunikasi antar etnik bertujuan untuk mensosialisasikan dan membudayakan pertukaran informasi kebudayaan antar suku bangsa. baik konflik dalam skala regional maupun konflik berskala internasional. lebih terletak pada pemahaman akan “budaya lain” diluar “budaya sendiri”. Komunikasi antar budaya ini perlu dikembangkan sebagai upaya untuklxi : 1. Hal ini disebabkan berlakunya prinsip perbedaan dan saling menghargai perbedaan konflik atau persaingan berdasarkan atas hukum atau aturan main yang adil dan beradab. 4.

dan toleransi terhadap perbedaan dan keanakaragaman. Masyarakat majemuk itu dihasilkan oleh upaya sistem nasional untuk mempersatukan kelompok-kelompok suku bangsa menjadi sebuah bangsa. masyarakat majemuk yang menekankan pada keanekaragaman suku bangsa harus digeser menjadi ideologi keanekaragaman kebudayaan atau ideologi multikulturalisme.4. Perlu kebijakan secara nasional dan sosial untuk meredam atau menyimpan jati diri suku bangsa atau ras. Untuk itu Suparlan mengatakan : 1. dalam wadah masyarakat “Bhinneka Tunggal Ika” Indonesia yang seperti inilah maka proses-proses demokrasi akan dapat diwujudkan. Pemersatuan kelompok-kelompok suku bangsa itu dilakukan secara paksa. Primordialitas kesukubangsaan dan keyakinan keagamaan dapat berpotensi menjadi pemecah belah bangsa pada saat primordialitas tersebut diaktifkan sebagai kekuatan politik. Pada hakikatnya masyarakat majemuk yang secara suku bangsa beranekaragam mempunyai potensi sebuah masyarakat otoriter-militiristis dengan corak paternalistis dan etnosentris yang primordial. Pemahaman tentang hubungan keragaman dengan kesetaraan di dalam masyarakat dengan tujuan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari masyarakat dianggap sebagai suatu hal yang penting. Ideologi yang harus ditekankan adalah keanekaragaman kebudayaan. Dalam ideologi ini. kelompok-kelompok budaya tersebut berada dalam kesetaraan derajat. Menempatkan individu dengan keragaman kebudayaannya yang setara derajatnya dalam mewujudkan kehidupan demokrasi 88 . baik secara langsung maupun tidak langsung. seperti yang diberlakukan dalam masyarakat-masyarakat Amerika dan Eropa Barat. Secara hipotesis. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikultural 2. Untuk itu. Kesetaraan warga dan hak budaya komuniti adalah unsur-unsur mendasar yang ada dalam unsur demokrasi. yang menekankan pentingnya hak individu dan kesetaraan individu atau warga. Potensi kekuatan primordialitas untuk memecah belah bangsa disebabkan oleh hakikat keberadaan masyarakat majemuk. Pemahaman tentang hubungan antara keragaman dan kesetaraan itu harus seiring dan sejalan dengan praktek-praktek hubungan sosial-budaya masayarakat. Kekuatan sosial dan politik dari keanekaragaman tersebut bukan berlandaskan pada kekuatan primordial kesukubangsaan yang lokal. Kesetaraan.

Istilah kesetaraan gender dalam tatanan praktis. kaum feminis. Selanjutnya. Pasif / nonagresif agresif 2. tidak bersifat permanen. sub-ordinasi. dalam usaha memahami kesetaraan juga dapat dilihat dari perspektif gender. politikus. Dan sebaliknya laki-laki memiliki jakun. sperma dan alat vital berupa penis. Dependen 2. bersifat alamiah dan tidak akan berubah dalam kondisi apapunlxiii. hasil konstruksi tradisi. Aktif / 1. hampir selalu diartikan sebagai kondisi “ketidak-setaraan” yang diterima dan dialami oleh kaum perempuan. Gender tergantung pada nilai-nilai yang dianut masyarakat. Untuk itu perlu dipahami terlebih dahulu bahwa seks merupakan suatu hal yang merupakan kodrat berupa ciri-ciri fisik/ biologis yang tidak bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Indepe 3. dan “dijadikan” manusia sehingga dapat berperan sebagai warga masyarakat dan negara yang berguna. istilah kesetaraan gender sering terkait dengan istilah-istilah diskriminasi terhadap perempuan. agama dan ideologi tertentu yang mengenal batas ruang dan waktu yang langsung membentuk karakteristik laki-laki dan perempuan. Seks bersifat kodrati yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. merupakan pelabelan yang pada kenyataannya dibentuk oleh budaya. dibesarkan. penindasan. Emosional nden 4. kekesalan dan memicu rasa simpati yang besar kepada kaum perempuan. perempuan yang mengalami haid. Saat ini di dalam kehidupan bermasyarakat ada pemilahan sifat manusia yaitu feminim dan maskulin. dan oleh karenanya bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. perlakuan tidak adil. Sedangkan gender. Banyak pemahaman yang keliru ketika orang mengartikan seks dan gender. Sifat-sifat feminim dan maskulin dapat dikategorikan sebagai berikutlxiv : Sifat maskulin Sifat feminim 1. dan semacamnya. Subyektif 89 . bahkan oleh para pejabat negara. Kesetaraan gender adalah suatu frase “suci” yang diucapkan oleh para aktivis sosial. Maka. hamil dan melahirkan yang ini tidak mungkin bisa dilakukan laki-laki. Misalnya.3. Istilah-istilah tersebut memang dapat membangkitkan emosi. Menjamin hak komuniti sebagai satuan kehidupan berskala kecil yang menempati suatu wilayah 4. hidup dalam komuniti. Gender. karena gender dalam bahasa Inggris hanya diartikan sebagai jenis kelamin. budaya. Manusia sebagai individu.

Tegas 9. P emimp in. Obyek 7. Lebih kompe titif 10. Keras 10.3. Mudah tersinggung 5. Kurang kompetitif 6. Tidak semua laki-laki mampu bersikap 90 . L ebih suka berpet ualang 11. Lemah lembut 4. Jarang 11. pelind ung 15. P ercaya diri 14. Sering menangis tif 8. Tidak 14. Sehingga bila ada seorang yang bersikap tidak sesuai dari sifatsifat yang sudah dilekatkan pada dirinya oleh masyarakat maka dia diangggap menyimpang atau salah. Kurang tegas al 6.Kurang percaya diri 8. A mbisiu s 13. D sb Sifat feminin seringkali dilekatkan pada diri perempuan dan sifat maskulin seringkali dianggap sebagai sifat laki-laki. potensi yang dimiliki laki-laki dan perempuan sebagai sesama manusia adalah relatif.Tidak suka berpetualang 7. L ebih mend unia 12. Rasion 5.Pengasuh.Dsb h tersin ggung 9.Kurang ambisius gis 13. Padahal pada riilnya.Berorientasi ke rumah menan 12. pemelihara muda 15.

2. 91 . 4. demografi. Kekerasan terhadap perempuan. Feminisme secara konsisten senantiasa memperjuangkan kesetaraan gender. Subordinasi perempuan 5. menjadi semakin hirau atau peduli dengan adanya sejumlah kesenjangan antara persoalan perempuan di Barat dan di “Dunia Ketiga”. Sebagai warga negara. dalam perkembangannya. Pada sektor budaya. perempuan mengalami marginalisasi dan harus menanggung beban ganda jika ingin berkiprah di ruang publik. dan seterusnya. Beban ganda perempuan 3. Pada awalnya feminisme dikritik keras karean ideologi pukul ratanya yang menggeneralisasi bagitu saja persoalanpersoalan perempuan secara semesta tanpa melihat bahwa goegrafi. Sesungguhnya feminisme sedang mencoba membawa perubahan pada kultur ptriarki yang monolitik dan. Dalam bidang politik. dari pelabelan yang ada di masyarakat ini memunculkan ketidakadilan yang berkaitan dengan relasi antara perempuan dan laki-laki. secara tidak langsung merupakan komponen dari agenda-agenda multilkultural. Setidaknya ada lima isu gender yang dialami perempuan akibat ketidakadilan genderlxv yaitu : 1. Dalam bidang ekonomi. Marginalisasi perempuan 4. yakni posisi dan peran yang setara antara laki-laki dan perempuan yang tidak dipengaruhi oleh bias gender. perempuan terkungkung dengan stereotype yang dilekatkan pada dirinya untuk tidak keluar dari peran domestiknya. Demikian pula tidak semua perempuan bersikap cengeng. Perempuan juga hanya ditempatkan sebagai obyek dalam setiap kebijakan pemerintah yang memang seringkali menjadi monopoli laki-laki. perempuan selalu menempati posisi sub-ordinan. tingkat pengetahuan. baik di struktur pemerintahan. 2.tegas. Persoalannya kemudian. Stereotype terhadap perempuan Sedangkan manifestasi ketidakadilan gender bagi perempuan dapat dirumuskan sebagai berikutlxvi : 1. maupun di tingkat perwakilan rakyat. Ini juga nerupakan isyarat penting bahwa gerakan feminisme semakin menampakkan semangat multikulturallxvii. serta perkembangan tekhnologi dan informasi telah membuat perempuan sendiri tidak monopolitik. dengan demikian. Dalam sektor publik maupun domestik perempuan seringkali menjadi korban tindak kekerasan 3.

agar persamaan hak antara pria dan wanita dapat terjamin pelaksanaannya. dimana para istri dibebaskan dahulu agar dia dapat menjadi diri sendiri. bahwa setiap manusia mempunyai hak asasi yaitu hak untuk hidup. Feminisme liberal berkembang di Barat pada abad ke-18 bersamaan dengan semakin populernya arus pemikiran baru ‘Zaman Pencerahan’. Ketika Karl Marx dan Friederich Engels memformulasikan teori dan ideologinya. karena istri dimiliki oleh suami. Feminisme Sosialislxix. masalah hak wanita terhadap kepemilikan properti. Oleh karen aitu feminis liberal kebih memfokuskan perjuangan mereka pada perubahan segala undang-undang dan hukum yang dianggap dapat melestarikan institusi keluarga yang patriakhat. mereka melihat kaum perempuan yang kedudukannya identik dengan kaum proletar pada masyarakat kapitalis barat. maka perlu ditunjang dengan dasar hukum yang kuat. dan hak untuk mencari kebahagiaan. Perempuan hanya dapat dibebaskan dari penindasan ini. New York yang dihadiri sekitr 100 orang. mendapatkan kebebasan. maka ini merupakan bentuk penindasan terhadap perempuan.Adapun beberapa aliran feminisme yang ada di dunia saat ini adalah : Feminisme Liberallxviii. Feminisme sosialis adalah gerakan untuk membebaskan para perempuan melalui perubahan struktur 92 . Usaha pertama yang cukup dramatis untuk mengaplikasikan doktrin HAM pada perempuan . Mereka dalam teorinya mempermaslahakan konsep kepemilikan pribadi. Menurut feminis liberal. Menurut mereka. Tetapi secara teori. bermacam bentuk penyadaran pada kaum perempuan merupakan orientasi praksisnya. dan menganalogikan perkawinan sebagai lembaga yang melegitimasi pria memiliki istri secara pribadi. hingga masalah politik dan sosial seperti partisipasi perempuan dalam bidang kedokteran. yang disusun oleh Elizabeth Cady Stanton yang dikeluarkan di Seneca Falls. Dalam deklarasi tersebut dituliskan sebanyak 15 protes mengenai nasib perempuan . tertuang dalam satu deklarasi yang terkenal.ini harus dimulai dari keluarga. kalau sistem ekonomi kapitalis diganti dengan masyarakat sosialis. teologi. yaitu declaration of Sentiments. yaitu masyarakat egaliter tanpa kelas-kelas. dan kalau sistem egaliter dalam keluarga dapat tercipta maka ini akan tercermin pula dalam kehidupan masyarakat. mulai dari masalah lembaga perkawinan yang menempatkan laki-laki sebagai akepala keluarga.praktek feminisme sosialis memang berbaur dengan berbagai jenis aliran feminisme. dan hukum. Dasar asumsi yang dipakai adalah doktrin John Lock tentang Natural Right (HAM).

patriarkat. 93 . Manifesto feminis radikal yang diterbitkan dalam Notes From The Second Sex (1970) mengatakan bahwa lembaga perkawinan adalah lembaga formalisasi untuk menindas perempuan. seperti yang dilakukan Fatima Mernissi.para teolog feminis yang berkembang dalam Islam. Teologi feminis berkembang dalam berbagai agama diantaranya Islam. feminisme radikal berpendapat bahwa kertidakadilan gender bersumber dari perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan itu sendiri. diharapkan akan mampu meruntuhkan sistem patriarkat yang ada. agar para perempuan bangkit untuk mengubah keadaan. Ali Asghar Engineer. berusaha mencari konteks dan latar belakang ayat-ayat Al Qur’an dan hadis yang berkenaan dengan perempuan. maka perlu diciptakan teknologi untuk mengurangi beban biologis perempuan seperti kontrasepsi. Apabila lembaga perkawinan tidak dapat dihindari. Rifat Hasan. sehingga tugas para feminis adalah menolak institusi keluarga baik pada tataran teori maupun praktis.Dengan demikian diharapkan perempuan yang telah bangkit kesadaran dan emosinya. Amina Wadua. Tujuannnya adalah untuk membantahpenafsiran dan fikih yang merugikan perempuan. Mas’udi. Namun agama ini bukan untuk melegitimasi penguasa melainkan sebagai alat untuk membebaskan golongan yang dianggap tertindas. Teologi feminis bersumber dari mazhab teologi pembebasan yang dikembangkan James Cone pada akhir 1960an. Semua ini termanifestasikan bilamana perempuan menikah dengan laki-laki. agama-agama serring ditafsirkan dengan memakai ideologi patriarkat yang menyudutkan perempuan. dimana maslaah ekonomi dan struktur sosial yang menciptakan sub ordinasi perempuan. Teori feminisme radikal berkembang pesat di AS pada 1960-1970-an.feminisme sosialis mengadopsi teori praksis Marxisme. yaitu teori penyadaran pada kelompok tertindas. maka perbedaan nbiologis ini akan melahirkan peran gender yang erat kaitannya dnegan masalah biologis. Teologi Feminislxx. agar para wanita sadar bahwa mereka merupakan kelas yang tidak diuntungkan. Feminisme Radikallxxi. dan dari Indonesia Masdar F. Semakin tinggi tingkat konflik .paham teologi pembebasan tetap ingin mempertahankan agama. Tidak seperti teori feminis sosialis. Perbedaan biologis ini terkait dengan peran kehamilan dan keibuan yangs elalu diperankan perempuan. kristen dan yahudi. Menurut para feminis. secara berkelompok mengadakan konflik langsung dengan kelompok dominan (laki-laki). dan bahkan artificial devices atau alat-alat tiruan. Proses penyadaran ini adalah usaha untuk membangkitkan rasa emosi.

kebudayaan suku bangsa dan 94 . kultural. Ekofeminisme timbul karena ketidakpuasan akan arah perkembangan ekologi dunia yang semakin bobrok. geografis. adalah usaha untuk membebaskan perempuan dari perangkap sistem maskulin yang membuat perempuan menjadi bimbang akan perannya. Di kehidupan sehari-hari. sehingga perempuan tidakl perlu lagi mnegalami proses kehamilan. hidup melajang. Gagasan tentang kebudayaan nasional Indonesia yang menyangkut kesadaran dan identitas sebagai suatu bangsa telah di rancang saat bangsa kita belum merdeka. Sistem maskulin yang telah mewarnai peradapan modern dianggap merusak dan menutupi nilai sakral kualitas feminin yang merupakan fitrah perempuan. yaitu sebagai makhluk yang terikat dan berinteraksi dengan lingkungannya. sebenarnya merupakan kehendak Tuhan yang seharusnya dijadikan sebagai sebuah potensi untuk menciptakan sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. Masalah suku bangsa dan kesatuan-kesatuan nasional di Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa suatu negara yang multietnik memerlukan suatu kebudayaan nasional untuk menginfestasikan peranan identitas nasional dan solidaritas nasional di antara warganya. Teori ekofeminisme adalah teori yang melihat individu secara lebih komprehensif. salah satu alternatifnya adalah dengan hubungan heteroseksual (lesbian). Perbedaan yang mewujud baik secara fisik ataupun mental. Kita tidak dapat mengingkari sifat pluralistic bangsa kita. baik secara etnis. Ekofeminismelxxii. maupun religius. Manusia secara kodrat diciptakan sebagai makhluk yang mengusung nilai harmoni. Ringkasan Berdirinya negara Indonesia di latarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk.seperti tiruan placenta dan bayi tabung. mengajak perempuan untuk mandiri. Sehingga kita perlu memberi tempat bagi berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yang dianut oleh warga negara Indonesia. bahkan tanpa perlu keberadaan laki-laki dalam kehidupan mereka. ataupun menjanda. Ekofeminisme yang ingin mengembalikan identifikasi perempuan dengan alam.teori ekofeminisme mempunyai konsep yang bertolakbelakang dengan teori-teori feminisme modern yang berasumsi bahwa individu adalah makhluk otonom yang lepas dari pengaruh lingkungannya dan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Feminis radikal cenderung membenci makhluk laki-laki sebagai individu maupun kolektif.

Dalam konsep multikulturalisme. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. hukum. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya. ekonomi. dan 95 . sebuah masyarakat bangsa dilihat memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. bahkan mampu untuk saling menyesuaikan (fleksibel) dalam kehidupan sehari-hari.kebudayaan agama. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. Berbagai kebudayaan itu beriringan. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. mewarisi perilaku dan kegiatan kita. Di dalam kebudayaan tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakat bangsa tersebut. tempat kerja dan pasar. Dalam model multikulturalisme. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum. Salah satu model keragaman dan kesetaraan dapat dilihat dari konsep Multikulturalisme. dan sosial. bersama-sama dengan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan. termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. saling melengkapi. Tidak seperti sebaliknya yaitu perbedaan-perbedaan dapat menyebabkan ketegangan hubungan antar-anggota masyarakat. dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik. setiap orang adalah multikulturalis.

nilai-nilai ini implementasinya sangat luas. Pengertian Nilai. Apa yang anda ketahui tentang manusia antar budaya dan menurut anda. apakah manusia Indonesia termasuk dalam konteks manusia antar budaya tersebut ?. 14. Nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusialxxiii. Apa yang dimaksud dengan komunikasi antar budaya dan apa yang harus dikembangkan dari komunikasi antar budaya tersebut ?. Pluralitas c.Sos 1. 12. Nilai dianggap penting dalam kehidupan manusia. Apa yang dimaksud dengan : a.5 orang tentang permasalahan keragaman dan kesetaraan di Indonesia ?. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 9. Jelaskan konsep tentang masyarakat majemuk yang anda ketahui ?. perlu dikembangkan komunikasi antar budaya yang sangat intens. Nilai. dapat ditemukan pada berbagai perilaku yang terpilih dalam berbagai kehidupan yang luas di alam semesta ini. 11. Jelaskan mengapa keragaman dan kesetaraan harus dipahami oleh manusia Indonesia terutama oleh mahasiswa 10. 13. Moral dan Hukum. MORALITAS DAN HUKUM Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Di dalam masyarakat yang multi budaya. Multikulturalisme d. S. Feminisme BAB VI MANUSIA.bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. hal ini disebabkan seseorang di dalam hidupnya tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau 96 . Jadi. Oleh karena itu. Gender b. pemahaman akan konsep nilai dianggap penting dalam upaya untuk mengerti dan memahami pentingnya nilai bagi kehidupan manusia. Diskusikan dengan teman anda 3 .

dambaan-dambaan dan keharusan. maka arti indah adalah sifat atau kualitas yang melekat pada baju. Kepribadian dari sistem sosio-budaya merupakan syarat dalam susunan kebutuhan rasa hormat terhadap keinginan yang lain atau kelompok sebagai suatu kehidupan sosial yang besar. Batasan nilai yang sempit adalah adanya suatu perbedaan penyusunan antara apa yang seharusnya dibutuhkan dan apa yang diinginkan dengan apa yang seharusnya dibutuhkan. nilai-nilai tersusun secara hierarkis dan mengatur rangsangan kepuasan hati dalam mencapai tujuan kepribadiannya. masuk ke dunia ideal dan bukan dunia real. Terdapat batasan nilai (tentatif) dari beberapa pendapat mengenai konsep nilai yaitu nilai adalah sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek. dambaan dan keharusan. bukan objek itu sendiri. 3. Jika berbicara tentang nilai berarti masuk pada bidang makna normatif. ada beberapa pendapat sebagai berikutlxxiv : 1. Maka apabila kita berbicara tentang nilai.kelompok. menyangkut segala sesuatu yang baik atau segala sesuatu yang buruk sebagai 97 . harapan. Meskipun demikian diantara keduanya. itu saling berhubungan atau saling berkait erat. Dengan demikian maka nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan yang lainnya. Kohler (1938) mengatakan bahwa manusia tidak berbeda di dunia ini. sebenarnya kita berbicara tentang hal yang ideal. bukan kognitif. Sebagai bahan perbandingan dan untuk menambah wawasan pengertian tentang nilai. Jadi nilai itu pada hakekatnya adalah suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Sesuatu itu mengandung nilai artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu itu. 2. Perry (1954) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subyek. Artinya yang ideal harus menjadi real dan yang bermakna normatif harus direalisasikan dalam perbuatan sehari-hari yang merupakan fakta. Peper (1958) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk. antara dunia ideal dan real. Kluckhon (1951) mengatakan bahwa definisi nilai yang diterima sebagia konsep yang diiinginkan dalam literatur ilmu sosial adalah hasil pengaruh seleksi perilaku. harapanharapan. 4. antara yang makna normatif dan kognitif. tentang hal yang merupakan cita-cita. semua tidak dapat berhenti hanya dengan sebuah pandangan (maksud) faktual dari pengalaman yang berlaku. Contohnya adalah baju itu indah. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita.

d. Sedangkan nilai kerokhanian/ spiritual lebih sulit mengukurnya. 98 . Kedua. 2. Bahkan sesuatu yang immaterial itu dapat mengandung nilai yang sangat tinggi dan mutlak bagi manusia. yaitu : 1. maka nilai-nilai tersebut kemudian dijabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas. Sehingga etika dalam bermasyarakat. Nilai keindahan atau nilai estetis. Jika nilai ingin dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praktis atau kehidupan yang nyata dalam masyarakat. yang bersumber pada akal (ratio. budi. sopan atau tidak sopan. Norma Hukum yaitu yang berkaitan dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara. Nilai-nilai material lebih relatif mudah diukur. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. Dalam memahami lebih jauh mengenai konsep nilai. cipta) manusia. bangsa maupun negara. berbangsa dan bernegera dapat berjalan dengan baik. Norma-norma tersebut meliputi . would. rasa. yang bersumber pada unsur kehendak (will. maka Notonagoro membagi nilai menjadi 3 (tiga) macamlxxv. Nilai kerokhanian ini dapat dibedakan atas empat macam : a. Norma Moral yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik dan buruk serta benar dan salah. karsa dan keyakinan manusia. akan tetapi juga sesuatu yang berwujud non-material atau immaterial. Dalam menilai hal-hal kerokhanian/ spiritual yang menjadi alat ukurnya adalah hati nurani manusia yang dibantu oleh alat indera. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia. pandangan. yaitu dengan menggunakan alat indera maupun alat pengukur lainnya seperti berat. 3. Nilai material. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. panjang. luas dan sebagainya. sehingga merupakan suatu pedoman. Dari macam-macam nilai diatas. atau maksud dari berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat.abstraksi. Nilai kebaikan atau nilai moral. cipta. gevoel. dan susila atau asusila. Nilai vital. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. rasa) manusia. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis. Pertama. karsa) manusia. yang merupakan nilai kerokhanian tertinggi dan mutlak. Nilai kerokhanian. atau kebutuhan material ragawi manusia. b. Nilai kebenaran. c. dapat dikemukakan bahwa yang mengandung nilai itu bukan hanya sesuatu yang berwujud material saja. Nilai religius.

Oleh karena itu.Nilai memiliki kaitannya yang erat dengan etika. Etika normatif dapat juga disebut filsafat moral (moral philoshopy). Etika desriptif menguraikan dan menjelaskan kesadaran dan pengalaman moral secara deskriptif. Etika Normatif. keyakinan dan pengalaman moral dalam suatu kultur tertentu. Etika Deskriptif. misalnya religi dan seni. etika deskriptif digolongkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan empiris dan berhubungan erat dengan sosiologi. Barat beranggapan bahwa manusia adalah ukuran bagi segalanya. sedangkan teori-teori keharusan membahas tingkah laku. kebiasaan. Dalam cara berfikir dan hidupnya lebih terpikat oleh kemajuan material dan hidup sehingga tidak cocok dengan cara berfikir untuk meninjau mkana dunia dan makna hidup. Etika sendiri dapat dibagi menjadi dua bagianlxxvi yaitu : 1. Istilah etika berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu eqos-ethos dan eqiqos-ethikos. manusia mempunyai 99 . 2. keadaban. Akibatnya. Ethos berarti sifat. seperti yang dapat dilakukan terhadap fenomena spiritual lainnya. etika deskriptif berupaya menemukan dan menjelaskan kesadaran. maka mereka menganggap pikiran nilai-nilai hidup yang meminta kepekaan hati sebagai sesuatu yang subjektif dan tidak bermutu. Barat hidup dalam dunia teknis dan ilmiah. Nilai penting yang mendasari semua nilai di Barat adalah martabat manusia. karena etika pada pokoknya merupakan kajian mengenai nilai baik dan buruk serta benar dan salah. kebebasan dan tekhnologilxxvii. maka filsafat tradisional dan pemahaman agama muncul sebagai suatu sistematik ide-ide abstrak tanpa hubungan dengan yang nyata dan praktek hidup. Ini dilakukan dengan bertolak dari kenyataan bahwa ada fenomena moral yang dapat digambarkan dan diuraikan secara ilmiah. Sedangkan ethikos berarti susila. Teori-teori nilai mempersoalkan sifat kebaikan. atau kelakuan dan perbuatan yang baik. Dalam hubungannya dengan sosiologi. tempat yang biasa. Dalam hal manusia. pengaruhnya atas hidup dan pikiran orang makin berkurang karena Barat mengunggulkan cara berfikir analitis rasional. Barat dalam pikirannya cenderung menekankan dunia objektif daripada rasa sehingga hasil pola pemikirannya membuahkan sains dan tekhnologi. Maksudnya. yaitu teori-teori nilai (theories of value) dan teori-teori keharusan (theories of obligation). Etika normatif sendiri dibagi dalam dua teori. watak. Nilai Barat dan Timur.

kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. tetapi pada hatinya. yang kesemuanya berpangkal demi penghargaan mutlak bagi manusia. lembaga sosial dan kesejahteraan ekonomi. tetapi mencari kebijaksanaan. Pada umumnya manusiamanusia Timur menghayati hidup yang meliputi seluruh eksistensinya. orang Timur memadukan pengetahuan. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. tetapi juga bersumber dari ide-ide abstrak atau simbolik yang dapat terwujud kongkret dalam praktek kehidupannya. pemikiran kongkret. simbolik dan kebijaksanaan. Timur tidak hanya bersumber dari ajaran agama saja. Moralitas. intelek dan pengalaman. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. yang menjadi permasalahan bidang morallxxviii. sebab manusia Timur lebih menyukai intuisi dari pada akal budi. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. sehingga kebudayaan Barat menghasilkan nilai dasar seperti demokrasi. Dalam hal menegakkan norma. bukan dari kebijaksanaan hatinya. Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. dalam menghadapi kenyataan. Pada tahap binatang tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk. apakah kita ini baik atau buruk. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. intuisi. Inti kepribadian manusia Timur tidak terletak pada inteleknya. Manusia oleh Barat dipandang sebagai pusat segala sesuatu yang mempunyai kemampuan rasional. Ringkasnya. Bertens mengatakan Moralitas merupakan ciri khas manusia yang tidak dapat ditemukan pada makhluk lain di bawah tingkat manusiawi. mereka menghayati hidup tidak hanya dengan otaknya. tentang yang boleh dan yang dilarang. kreatif dan estetik. Oleh karena itu. Dari sini dapat dilihat bahwa manusia itu dianggap memiliki nilai diukur dari kemampuannya. Nilai Timur pada intinya banyak bersumber dari agamaagama yang lahir di dunia Timur. Mencari ilmu tidak hanya untuk menambah pengetahuan intelektual saja. Jelasnya. tentang yang harus dilakukan dan tidak pantas 100 . Berfikir secara Timur tidak bertujuan menunjang usaha-usaha manusia untuk menguasai dunia dan hidup secara teknis. Bahkan K. Dengan hatinya mereka menyatukan akal budi dan instuisi serta intelegensi dan perasaan.

alam telah mengaturnya sedemikian rupa sehingga berjalan secara otomatis. Orientasi utilitarisme menekankan konsekuensi kesejahteraan dan kebahagiaan tindakan moral seseorang pada orang lain. Orientasi perfeksionisme menekankan pencapaian : a) Martabat dan otonomi. Jadi hukum moral merupakan kewajiban. b) Kesadaran dan motif yang baik. Keharusan moral didasarkan pada kenyataan bahwa manusia mengatur tingkah lakunya menurut kaidah-kaidah atau norma-norma itu. Orientasi moral ini dipandang penting karena akan menentukan arah keputusan dan tindakan seseorang. hal itu akan terjadi dengan sendirinya dan tidak mengandaikan adanya kebebasan (keharusan alamiah inilah yang terjadi pada binatang). Ada 4 orientasi moral yang Kohlberg kemukakanlxxx. Hukum moral tidak berjalan dengan sendirinya. yaitu : 1. Orientasi normatif yaitu mempertahankan hak dan kewajiban dan taat pada aturan yang telah baku. Sedangkan keharusan moral dijalankan berdasarkan hukum moral. Lawrence Kohlberg mengatakan bahwa orientasi moral seseorang yang dijadikan dasar pertimbangan nuraninya berbeda-beda bagi setiap orang. Keharusan alamiah adalah keharusan yang didasarkan atas hukum alam. Keharusan dapat dibedakan antara keharusan alamiah dan keharusan moral. 2. tetapi merupakan himbauan pada kemauan manusia dengan menyuruh untuk melakukan sesuatu. b) Kesamaan. 3. 4. Orientasi kejujuran yaitu menekankan pada keadilan dengan fokus pada : a) Kebebasan. karena pertimbangan moral merupakan hasil proses penalaran yang 101 . Oleh karena itu orientasi moral akan sangat berpengaruh terhadap moralitas dan pertimbangan moral seseorang. Manusia harus menerima dan menjalankannya (keharusan moral semacam ini hanya ada pada manusia). Sehingga dapat dikatakan salah satu kebutuhan manusia yang paling fundamental adalah orientasi. tujuannya agar kita tidak hidup dengan cara ikut-ikutan saja terhadap perbagai pihak yang mau menetapkan bagaimana kita harus hidup. tidak perlu ada instansi yang mengawasi agar hal itu terjadi. d) Kesepakatan.dilakukanlxxix. c) Keharmonisan dengan orang lain. c) Pertukaran hak. Keharusan moral mengandaikan adanya kebebasan. melainkan agar kita dapat mengerti sendiri mengapa kita harus begini atau begitulxxxi.

immoral dan amoral dalam makalah ini. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti meniadakan kaidah-kaidah lain tersebut. Jadi dapat dikatakan bahwa semua hubungan itu diatur oleh hukum. Hukum melindungi benih di kandungan ibu dan masih menjaga jenazah orang yang sudah mati. bahkan jika dipikirkan lebih lanjut maka terasalah bahwa hukum itu tidak terbatas melainkan terdapat dimana-mana. moralitas. Kata dan istilah moral sering juga dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatuhi masyarakat. akan lebih baik bila dipertegas lebih dahulu pengertian istilah tersebut. kebangsaan. Istilah moral ini bisa digunakan untuk maksud yang berbeda. baik lewat percakapan. baik hubungan yang langsung (asal-usul/ keturunan). Sedangkan istilah amoral berarti tidak berhubungan dengan konteks moral. di luar suasana etis atau non moral. Pergaulan hidup manusia yang terjadi karena hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. Akan tetapi bila ditelusuri asal-usul katanya. Hukum Pemahaman mengenai hubungan manusia dengan hukum yaitu bahwa setiap saat manusia dikuasai oleh hukum. Moral secara istilah adalah nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. bahkan antar kaidah hukum dengan kaidah lain tersebut saling 102 . perkawinan. adat kebiasaan dan kaidah moral. tentu saja sesuai dengan konteks dan makna pembicaraan yang dimaksud. Sedangkan moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas/ pilar dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. seperti kaidah agama. semuanya adalah hubungan hukum. memberikan hak-hak terhadap orang tua dan meletakkan kewajiban atas orang tua terhadap anak-anaknya.dalam proses penalaran tersebut ada upaya memprioritaskan nilai-nilai tertentu berdasarkan orientasi moral serta pertimbangan konsekuensinya. dan lain-lainnya. tulisan maupun berita. istilah moral berasal dari bahasa latin mos (jamaknya mores) yang berarti adat. Hukum berlaku pada seorang individu ketika baru dilahirkan. tempat tinggal. kesopanan. Dalam kamus yang berkembang di Indonesia amoral berarti immoral dalam pengertian di atas dan pengertian immoral sendiri kurang dikenal. sedangkan immoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik atau secara moral buruk atau tidak etis. kaidah susila. perdagangan. Hukum mencampuri urusan manusia sebelum ia lahir dan masih mencampurinya sesudah manusia meninggal. kebiasaan. Karena banyaknya istilah moral.

secara inheren.dalam kamus hukum. Dalam kediriannya. Hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. Moralitas diidentikan dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk (etika). bermakna dan berwujud relatif berakar dari sosial. apaila kita juga betul-betul berfikir demikian seperti yang dalam undang-undang. Hukum tidak lain hanyalah merupakan sarana bagi penyelenggara hukum untuk mengerahkan cara berfikir dan bertindak dalam rangka kebijakan (policy) tujuan nasional. Selanjutnya Mochtar Kususmaatmadja mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. Sedangkan perbuatan-perbuatan manusia agar tidak merugikan orang lain atau masyarakat dan dapat menciptakan ketertiban serta dapat menjaga keutuhan 103 . struktural dan bahkan agama. hanya dirasakan dan dialami. Nilai yang dianggap penting oleh manusia itu harus jelas. Moral dan Hukum dalam Kehidupan Manusia. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. sehingga akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain. Fungsi Nilai. 2. Nilai. yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. hukum selalu berpihak. Setiap individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakatlxxxii. tidak ada sangkut pautnya dengan “keadilan” dan “kebenaran” dalam makna yang hakiki. budaya. Dalam rangka konseptualisasi. yang mana cara mengukurnya adalah melalui nilai-nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. Pemahaman akan nilai dan kebernilaian diri akan membawa implikasi pada permasalahan moralitas. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.berhubungan yang satu memperkuat lainnya. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”lxxxiii. selalu berwarna dan memang dirancang . moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali.

masyarakat, maka dibuatlah hukum yang mengatur tentang hubungan sosial masyarakat. Pada dasarnya nilai, moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. Setidaknya dapat dikemukakan tiga fungsi eksplisitnya dalam kehidupan manusia. Pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini mengingatkan manusia agar memperhatikan kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup. Kedua, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Hal ini menunjuk dimensi moral dari permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Terjadinya kekacauan atau ketidakberesan dalam masyarakat selalu berhubungan dengan longgarnya penerapan moralitas dan hukum. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Maksudnya, dapat menggiring manusia kepada faktor-faktor emosional sehingga manusia dapat saja salah atau keliru pada saat memilih sesuatulxxxiv. Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat, tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Untuk melindungi lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat, disebut hukum positif. Istilah hukum positif dimaksudkan untuk menandai “ diferensi ” (perbedaan) dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti oleh anggota masyarakat. Sebagai atribut positif ini ialah : 1. Bukanlah kaidah sosial yang mengambang atau tidak jelas bentuk dan tujuannya sehingga dibutuhkan lembaga khusus yang bertujuan merumuskan dengan jelas tujuan yang hendak dicapai oleh hukum. 2. Dibutuhkan staf (orang/ personalia) yang menjaga berlakunya hukum, seperti polisi dan pengadilanlxxxv. Sifat dan peraturan hukum tersebut adalah memaksa dan menghendaki tujuan yang lebih dalam. Pengertian memaksa bukanlah senantiasa dipaksakan, apalagi dengan tindakan

104

sewenang-sewenang. Sebab hukum itu merupakan konkritisasi dari sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat, yang perlu mempertimbangkan tiga hal penting yaitu sebagai sistem norma, sebagai sistem kontrol sosial dan sebagai social enginering (pemegang kekuasaan memelopori proses lxxxvi pengkaidahannya) . Bahkan tatkala terjadi dilema di dalam hukum itu sendiri, yang dapat disebabkan karena adanya konflik, baik dari lembaga-lembaga hukum, sarana prasarana hukum bahkan rendahnya budaya hukum dalam masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikannnya pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. 3. Proses terbentuknya Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Dengan semakin banyaknya permasalahan-permasalahan sosial dewasa ini, yang banyak diwarnai dengan masalah pertumbuhan penduduk yang demikian cepat, revolusi industri, perkembangan tekhnologi serta modernisasi, secara tidak langsung telah menimbulkan suatu tatanan baru atau gambaran sosial yang baru di dalam masyarakat saat ini. Perkembangan yang demikian ini membawa serta peranan dan pengaturan melalui berbagai bidang, umumnya di bidang moralitas dan di bidang hukum secara khusus. Permasalahan-permasalahan sosial selalu ada dalam suatu masyarakat ataupun negara. Bahkan sejak jaman dahulu sampai jaman sekarang permasalahan-permasalahan sosial itu akan tetap selalu ada di dalam masyarakat dan negara. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial tersebut dibutuhkanlah yang dinamakan dengan moralitas dan hukum, baik moralitas dan hukum dalam artian masing-masing maupun moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan. Dalam artian moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan maka di kenal suatu istilah yang dinamakan Hukum Moral. Hukum moral ini berbeda dengan hukum-hukum yang lainnya. Umumnya, hukum moral dimengerti sebagai “tatanan pengarah” kegiatan manusia untuk mencapai tujuan yaitu ketertiban dan keadilanlxxxvii. Hukum moral sendiri meliputi rangkaian aturan permanen, seperti kewajiban menghormati kontrak antar pribadi (kontrak sosial), peraturan hidup, larangan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang-orang lain. Terdapat 5 (lima) fungsi perumusan hukum morallxxxviii antara lain : Pertama, mewariskan himpunan kebijakan dari jaman dulu kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Sebagai individu dan makhluk sosial, manusia selalu

105

mempertimbangkan dampak tindakan yang diperbuatnya. Kedua, Mengusahakan keamanan secara psikologis dan sosial. Secara sosial, hukum ini membantu tatanan hidup masyarakat untuk menghadapi kekuatan-kekuatan “khaotik” dan “anarkis”. Ketiga, membantu manusia dalam pengambilan keputusan dan mencegah terjadinya “paralisis moral”. Keempat, membantu manusia untuk mengenal kekurangan-kekurangan dan kegagalan-kegagalan sehingga manusia dapat memperbaiki diri. Kelima, Membagikan pengalaman supaya bisa tercipta tingkah laku personal dan sosial. Hukum moral ada untuk melayani cinta kasih dan berada di bawah cinta kasih dan membantu untuk menuntun manusia menuju kebaikan secara otentik. Supaya hubungan manusia dalam masyarakat dan negara terlaksana sebagaimana yang diharapkan, maka diciptakanlah norma-norma yang bersumber pada nilai-nilai dan moral masyarakat melalui tahapan sebagai berikut, (1). Cara (usage) yaitu menunjuk pada suatu kegiatan. (2). Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. (3). Tata kelakuan (mores) yaitu kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur. (4). Adat istiadat (custom) yaitu tata kelakuan yang kekal seta kuat integrasinya dengan pola-pola masyarakat, disertai dengan sanksi tertentulxxxix Dalam rangka pembentukannya sebagai lembaga kemasyarakatan, norma-norma itu mengalami beberapa proses. Pertama, Institusionalisasi yaitu proses dimana norma itu dikenal, diakui, dihargai, dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari, dan secara resmi dilembagakan berbentuk suatu hukum tertulis dalam konteks kenegaraan. Kedua, Internalisasi yaitu suatu proses dimana norma tersebut telah mendarah-daging dalam masyarakat. 4. Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Perwujudan nilai, moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Dengan kata lain, kesadaran hukum manusia menyangkut masalah apakah ketentuan hukum tertentu benar-benar berfungsi atau tidak dalam masyarakat. Untuk menggambarkan keterkaitan antara kesadaran hukum dengan ketaatan hukum terdapat suatu hipotesis yang dikemukakan oleh Berl Kutchinskyxc, yaitu “a ‘strong legal consciousness’ is sometimes considered the cause of adherence to law (sometimes it is just another word for that) while a ‘weak legal consciousness’ is considered the cause of

106

antara lain adalahxcii : 1. Terjadi bila kepatuhan terhadap kaidah-kaidah hukum ada bukan karena nilai instrinsiknya. Identification. Diartikan sebagai suatu kepatuhan yang didasarkan pada harapan akan suatu imbalan dan usaha untuk menghindarkan diri dari hukuman atau sanksi yang mungkin dikenakan apabila seseorang melanggar ketentuan hukum. Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Kepatuhan ini sama sekali tidak didasarkan pada suatu keyakinan pada tujuan kaidah hukum yang bersangkutan. akan tetapi agar keanggotaan kelompok serta hubungan baik dengan mereka yang diberi wewenang untuk menerapkan kaidah-kaidah hukum tersebut tetap terjaga. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilanxci. Kuatnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) kadang-kadang dipertimbangkan menjadi penyebab kesetiaan atau ketaatan hukum (meskipun kadang-kadang hanya sebatas pada kata-kata saja). baik hukum formal/ positif ataupun hukum berdasarkan normas-norma masyarakat (sanksi sosial). Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. Daya tarik untuk patuh adalah keuntungan yang diperoleh dari hubungan-hubungan tersebut. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. Sebagai akibatnya. kesadaran hukum menekankan tentang nilai-nilai masyarakat tentang fungsi apa yang hendaknya dijalankan oleh hukum dalam masyarakat. sehingga kepatuhan pun tergantung pada baik- 107 . Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa hukum ada di dalam masyarakat. Compliance. 2. kepatuhan hukum akan ada apabila ada pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan kaidah-kaidah hukum tersebut. dan lebih didasarkan pada pengendalian dari pemegang kekuasaan. sedangkan lemahnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) dipertimbangkan menjadi penyebab terjadinya kejahatan dan malapetaka.crime and evil“. yang dilakukan secara ilmiah. Bila demikian. Tentang faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum.

3. Pola Perilaku Hukum. oleh karena orang yang bersangkutan berusaha untuk mengatasi perasaanperasaan kekhawatirannya terhadap kekecewaan tertentu.buruknya interaksi tadi. Sikap Hukum. Dalam hal ini telah terjadi internalisasi hukum dalam masyarakat yang diartikan bahwa kaidah-kaidah hukum tersebut telah meresap dalam diri masyarakat. yang masing-masing merupakan suatu tahapan bagi tahapan berikutnyaxciii. Terdapat 4 (empat) indikator kesadaaran hukum. 3. terlepas dari pengaruh atau nilai-nilainya terhadap kelompok atau pemegang kekuasaan maupun pengawasannya. Maksudnya ialah kepentingan-kepentingan para warga masyarakat terjamin oleh wadah hukum yang ada. Hasil dari proses tersebut adalah suatu konformitas yang didasarkan pada motivasi secara intrinsik. Kesadaran hukum berkaiatan dengan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat. melainkan karena hukum itu sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Pengetahuan Hukum. Pengetahuan Hukum adalah pengetahuan seseorang mengenai beberapa perilaku tertentu yang sudah diatur oleh hukum. Pemahaman Hukum. Hal ini disebabkan. Dengan demikian masyarakat menaati hukum bukan karena paksaan. Pada tahap ini seseorang mematuhi kaidah-kaidah hukum dikarenakan secara intrinsik kepatuhan tadi mempunyai imbalan. Sudah tentu bahwa hukum yang dimaksud di sini adalah hukum tertulis (hukum formal) dan hukum tidak tertulis (normanorma atau aturan-aturan dalam masyarakat). 4. Penderitaan yang ada sebagai akibat pertentangan nilai-nilai diatasinya dengan menerima nilai-nilai penegak hukum. Isi kaidah-kaidah tersebut adalah sesuai dengan nilai-nilainya dari pribadi yang bersangkutan atau oleh karena dia mengubah nilai-nilai yang semula dianutnya. Titik sentral dari kekuatan proses ini adalah kepercayaan orang tadi terhadap tujuan dari kaidah-kaidah yang bersangkutan. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan perilaku yang dilarang ataupun 108 . 2. Society Interest. Internalization. Walaupun seseorang tidak menyukai penegak hukum akan tetapi proses identifikasi terhadapnya berjalan terus dan mulai berkembang perasaan-perasaan positif terhadapnya. yaitu : 1. dengan jalan menguasai obyek frustasi tersebut dengan mengadakan identifikasi. 4.

tentang keserasian antara ketertiban dengan ketentraman yang dikehendaki atau yang sepantasnya. Sebagaimana dapat dilihat di dalam masyarakat bahwa pada umumnya seseorang mengetahui bahwa membunuh.perilaku yang diperbolehkan oleh hukum. Dalam hal pemahaman hukum tidak diisyaratkan seseorang harus terlebih dahulu mengetahui adanya suatu aturan tertulis yang mengatur semua hal. merampok dan lainlainnya itu dilarang oleh hukum. 109 . serta manfaatnya bagi pihak-pihak yang kehidupannya diatur oleh peraturan tersebut. dalam kaitannya dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. maka dengan demikian suatu keadaan yang dicitacitakan adalah adanya keselarasan dan keseimbangan antara hukum dengan sistem nilai-nilai tersebut. Sikap Hukum adalah suatu kecenderungan untuk menerima hukum karena adanya penghargaan terhadap hukum sebagai sesuatu yang bermanfaat atau menguntungkan jika hukum itu ditaati. Nyatalah bahwa kesadaran hukum sebetulnya merupakan masalah nilai-nilai. Pemahaman Hukum dalam arti di sini adalah sejumlah informasi yang dimiliki seseorang mengenai isi peraturan dari suatu hukum tertentu. Dengan kata lain pemahaman hukum adalah suatu pengertian terhadap isi dan tujuan dari suatu peraturan dalam suatu hukum tertentu. Bila dianggap bahwa hukum merupakan konkritisasi dari sistem nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. tertulis maupun tidak tertulis. karena di sini dapat dilihat apakah suatu peraturan berlaku atau tidak dalam masyarakat. Suatu sikap hukum akan melibatkan pilihan warga terhadap hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam dirinya sehingga akhirnya warga masyarakat menerima hukum berdasarkan penghargaan terhadapnya. Persepsi ini biasanya diwujudkan melalui sikap mereka terhadap tingkah laku seharihari. Sebagaimana terlihat disini bahwa kesadaran hukum berkaitan dengan nilai-nilai yang terdapat di masyarakat. Dengan demikian sampai seberapa jauh kesadaran hukum dalam masyarakat dapat dilihat dari pola perilaku hukum suatu masyarakat. Akan tetapi yang dilihat di sini adalah bagaimana persepsi mereka dalam menghadapi berbagai hal. mencuri. jadi kesadaran hukum adalah konsepsi abstrak di dalam diri manusia. Pola Perilaku Hukum merupakan hal yang utama dalam kesadaran hukum. Konsekuensinya adalah bahwa perubahan pada sistem nilai-nilai harus diikuti dengan perubahan hukum atau dilain pihak hukum harus dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengadakan perubahan pada sistem nilai-nilai tersebut.

maka hukuman itu bukan sesuatu yang buruk. Dapat juga berupa kompensasi yang biasanya dalam bentuk ganti rugi. dan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Wujud Masyarakat yang Bermoral dan Mentaati Hukum. 110 . tujuan hukuman adalah untuk memperbaiki penjahat. baik itu berupa pengucilan atau tidak diterima oleh masyarakat dan maupun hukuman fisik yaitu pemenjaran. Maka. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tampa atau diluar masyarakat. Ketertiban. dan karena itu hukuman dapat dibenarkan. yaitu siapa yang menghargai dan tidak melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan mendapat penghargaan dalam bentuk penerimaan diri oleh masyarakatnya. Menurut L. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. Hukuman adalah akibat mutlak dari suatu tindakan atau balasan dari kejahatan yang dilakukan oleh seseorang. Keadilan. Disini berlaku konsep “ reward and phunisment “. 5. dimana pihak yang merasa dirugikan dapat meminta ganti rugi kepada pihak yang merugikan (terjadi pada tindak hukum perdata). akan tetapi sebaliknya jika siapa yang melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan menerima hukuman. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan.J. dengan kata lain. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. van Apeldoorn. Disepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial.Dalam dimensi lain. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara adalah jika masyarakat tidak memiliki kesadaran hukum atau melanggar hukum. baik moral maupun fisik. Dalam konteks hubungan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehinga setiap individu dapat berhubungan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. Untuk macam-macam hukuman dapat terdiri dari hukuman tahanan (sifatnya hukuman fisik) yang bertujuan untuk merampas kebebasan pelaku kejahatan (ini biasanya terjadi pada tindak hukum pidana). Jika dipandang demikian. yaitu mahluk yang selalu berintraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. orang dijatuhi hukuman karena orang berbuat kejahatan. melainkan sesuatu yang baik bagi masyarakat juga untuk pelaku kejahatan. sebagai perwujudan nilai. maka dapat dikatakan bahwa seseorang itu telah melanggar nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. hukuman harus mendidik penjahat menjadi orang yang baik dalam pergaulan hidupxciv. sehingga pameo “ Ubi Societas Ibi Ius “ (dimana ada masyarakat disana ada hukum adalah tepat. manusia.

Bahkan. anomali. Meskipun disadari bahwa. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”xcv. Hal ini bisa membenarkan permasalahan tentang hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi mempertegas lembagalembaga hukum mana yang melaksanakannya. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. ada yang menyatakan kepastian hukum.Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. berlebihan dan ada di luar garis. ketertiban sebagai tujuan utama hukum. Banyak orang dalam masyarakat dewasa ini yang setuju terhadap pendapat Imanuel Kant tersebut. “xcvi. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). acapkali hukum melahirkan ironi. abnormalitas. Maksud dari pay back ini adalah bagi mereka yang terbukti melakukan kejahatan layak dikenai “pembayaran kembali” atas tindakannya yang mengabaikan kepantasan moralxcvii. Seperti pepatah kuno yang mengatakan “mata dibalas mata. dll. Imanuel Kant. Dia mengatakan hal tersebut karena Kant melihat adanya realita-realita baru di dunia. menghukum orang bisa menambah jumlah kemalangan di dunia. tetapi tiap orang menyetujui dan menganggapnya sebagai sesuatu yang baik dalam dirinya. tetapi hal itu seharusnya dianggap sebagai suatu hal yang wajar karena seorang terhukum (yang terbukti melakukan kejahatan) layak menanggung penderitaan tambahan. Kant mengatakan “ Jika seseorang.. dimana hukum saat ini tidak lagi mengikuti asas kesetimpalan. Mochtar Kusumaatmadja. bahwa orang harus dihukum karena melakukan kejahatan. inkonsistensi. . seorang filsuf moral. ada juga yang menyatakan kegunaan. janggal. mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. bukan karena alasan lain. yang suka mengganggu dan mengesalkan masyarakat yang cinta damai. Hukum tidak dianggap ironi jika diberlakukan apa yang oleh para filsuf moral disebut “ Pay Back “ (Pembayaran Kembali). akhirnya menerima cambukan secukupnya. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. darah dibalas darah“. menggambarkan secara jelas hubungan antara masyarakat bermoral yang harus mentaati hukum. hal ini menyakitkan. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. Ironi merupakan kecenderungan yang dicirikan dengan berbagai cakupan sifat : kontradiktif.. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. 111 .

kita wajib melakukan yang baik dan benar serta berani menolak yang tidak baik dan yang tidak benar (menurut ukuran masyarakat). Disini norma hukum menjadi suatu hal yang penting dan jika norma hukum tidak dijalankan dengan tidak semestinya. Dalam kehidupan sosial atau bermasyarakat. sesuai dengan kadar beratnya kejatahan. Bagi orang yang bersuara hati. ia akan malu jika melakukan perbuatan tidak bermoral atau yang bertentangan dengan hatinya.Dalam kapasitas ini. perundang-undangan yang immoral harus diganti. namun hukum dan moral tetap berbeda. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevanxcviii. Jika kita mampu melaksanakannya. Jika hal ini tidak diberlakukan (hukuman tidak setimpal dengan perbuatan kerjahatan) maka masyarakat akan mengalami degradasi moral. Bertensxcix yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. hukum akan kosong tanpa moralitas. Meskipun hubungan hukum. begitu juga sebaliknya. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dari moralitas. Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. yang berarti terdapat ketidak cocokan antara hukum dengan moral. Pertama. karena hal itu mustahil. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. moral juga membutuhkan hukum. sebab dalam kenyataan “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. Dan jika kita mengikutinya. maka dapat dikatakan bahwa kita memiliki hati. Oleh karena itu kualitas harus selalu diukur dengan norma moral. maka dampaknya adalah hukum menjadi tidak berwibawa. akan membuat kita merasa bernilai di dalam masyarakat dan merasa aman. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. artinya 112 . Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas?. Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. sanksi hukum tetap menganut proportionately (setimpal). Di sisi lain. atau lebih tepatnya hilangnya kesadaran moral akibat dari “rasa ketidak adilan“ hukum. jika orang memiliki kesadaran moral dapat dikatakan mereka adalah orangorang yang masih memiliki hati dan mau mendengarkan suara hatinya serta mempertimbangkan segala sesuatunya dengan hati. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. ada pepatah Roma mengatakan “ Quid leges sine moribus? ”. Orang yang hilang kesadaran moralnya adalah mereka yang tidak mempunyai suara hati. dan moral begitu erat. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum.

Tersangka dianggap dapat merusak atau menghilangkan alat bukti. pelanggar akan terkena hukumannya. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. Tetapi norma etis tidak dapat dipaksakan. karena dianggap telah menunjukkan “rasa penyesalannya”. (2). sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. biasanya tersangka tetap ditahan. jika nilai kejahatannya melebihi 300 juta Yen. Tersangka mempersulit pemeriksaan. Umumnya seorang tersangka juga ditahan jika tidak mengaku atau jumlah nilai kejahatannya 300 juta Yen atau lebih. Tetapi meski secara yuridis alasan penahanan yang diatur oleh undang-undang Jepang dan Indonesia sama. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. Satu-satunya sanksi dibidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. dimana kalau tersangka mengakui kejahatan yang didakwakan terhadap dirinya. Moralitas berdasarkan pada normanorma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya.dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. Achmad Ali memberikan gambaran menarik tentang fenomena hubungan antara hukum dan moralitas dengan membedakan penegakan hukum pada masyarakat barat dengan penegakan hukum di Jepangc. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. Yang menarik adalah fenomena hukum di Jepang. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. yaitu (1). Tersangka dikhawatirkan melarikan diri. Kedua. tetapi meskipun sudah mengaku. sebab paksaan hanya akan menyentuh bagian luar. Prof. Dr. biasanya tersangka itu tidak ditahan. Ketiga. Alasan hukum untuk menahan seorang tersangka di Jepang hampir sama di Indonesia. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. Keempat. secara moral siapapun tersangka yang tidak mengaku. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat merubah hukum. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan denghan norma moral. hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. (3). dianggap “mempersulit pemeriksaan” sehingga harus ditahan. Dan jika sudah mengaku 113 . tetapi pelaksanaannya berbeda karena di Jepang.

hukum dan penegak hukum di Jepang “membuka mata” terhadap faktor-faktor moral dalam setiap kasus hukumnya. 4. Mengembalikan hasil kejahatannya atau meletakkan jabatan (tetapi khusus jika kasusnya bukan kasus yang nilai kejahatannya sangat besar). dan hanya memegang pedang dengan tangan kanan dan timbangan dengan tangan kiri. tentu akan lebih serakah lagi. bahkan di Barat ataupun di Indonesia sendiri. melainkan terbuka. Simbol “Dewi Keadilan” di Jepang tidak sama dengan simbol “Dewi Keadilan“ dimanapun juga. Dalam konteks hubungan dengan sesamanya seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat behubungan secara harmonis dengan individu lain di sekitarnya. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. Seorang tersangka tidak sampai dituntut di muka pengadilan : 1. untung saja “Dewi Keadilan” Indonesia tertutup matanya. bayangkan seandainya “Dewi Keadilan” Indonesia sama dengan di Jepang yang matanya terbuka. 3. Ringkasan Telah menjadi sebuah kesepakatan bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial yaitu mekhluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan orang lainnya atau sesamanya. karena meskipun sudah tertutup matanya tetap masih bisa membedakan mana “rupiah dan dollar”. Lebih lanjut yang menarik menurut Achmad Ali adalah mengenai simbol atau lambang hukum yaitu “Dewi Keadilan” di Jepang. mengingat bahwa kita tidak 114 .dan mengembalikan hasil kejahatannya. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita yaitu hukum. Dengan alasan menunjukkan sikap yang baik. dengan banyak didasari pertimbangan non-hukum serta moral. yang mana mata “dewi keadilan” tertutup dengan kain hitam. yang secara jelas mengesampingkan faktor moralitas. mata “dewi keadilan” tidak tertutup dengan kain hitam. tidak seperti hukum di barat (bahkan hukum di Indonesia) yang “menutup mata” dari faktor-faktor non-hukum termasuk moral. 2. Menurut masyarakat Jepang (terutama aparat penegak hukumnya). umumnya tersangka di Jepang tidak lagi ditahan. Bahkan Hukum Positif Jepang memungkinkan seorang tersangka dalam kasus pidana tidak diteruskan perkaranya ke pengadilan. Masih di bawah umur atau anak-anak. Lalu bagaimana di Indonesia sehubungan dengan “Patung Dewi Keadilan” itu. Lingkungan kehidupannya menunjukkan kemungkinan si tersangka dapat merubah cara hidupnya menjadi baik. Di Jepang.

tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin. kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lain-lain. Terdapat tiga fungsi eksplisit dalam kehidupan manusia. Hukum sebagai kaidah sosial. Kedua. mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. dengan kata lain. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. menarik perhatian pada permasalahanpermasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Ketertiban sebagai tujuan utama hukum. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat. sehingga pameo “Ubi Societas Ibi Ius” (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. Maka manusia. mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Pertama. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Nilai. moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). Untuk melindungi 115 . ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama. Ketiga. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. ada juga yang menyatakan kegunaan. Selain itu fungsi dari nilai. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum.mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau di luar masyarakat.

Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum.lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Perwujudan nilai. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 116 . Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilan. disebut hukum positif. yang dilakukan secara ilmiah.

sains memiliki karakteristik yaitu. sekalipun diakui berpijak dari system nilai. Kata sains diindonesiakan menjadi ilmu pengetahuan. logis. Hukum Moral c. Teori pertama bertitik tolak adanya hubungan dalil. 18. TEKNOLOGI DAN SENI Oleh : Linda Dwi Eriyanti. Diskusikan dengan teman anda 3 . dimana pengetahuan dianggap benar apabila dalil (preposisi) itu mempunyai hubungan dengan preposisi yang terdahulu. Lebih jauh sains dapat dirumuskan sebagai himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui suatu proses pengkajian dan dapat diterima oleh ratio. moralitas dan hukum 16. umum. rasional. 17. ?. artinya mengetahui dan belajar. Hukum Positif (pembayaran BAB VII MANUSIA. Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar. Apa yang dimaksud dengan : a. S. metodis. Pay Back kembali) b. netral dan bebas nilai. bahwa pengetahuan itu benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengetahuan itu. Kesadaran Hukum d. 19. dan akumulatif. Pengertian sains. Teori ketiga menyatakan.Sos 1. Hukum pada dasarnya dibuat untuk di patuhi oleh masyarakat. tetapi sains bebas dari pertimbangan-pertimbangan nilai. SAINS. Jelaskan hubungan antara nilai. Jelaskan perbedaan antara nilai-nilai yang dianut oleh barat dengan nilai-nilai yang dianut oleh timur ?. teknologi dan seni Sains Sains berasal dari bahasa latin Scire. empiris.ci Ilmu selalu tersusun dari pengetahuan yang teratur.5 orang tentang permasalahan penerapan hukum (produk dan perangkat hukum) di Indonesia ?. Dalam pemikiran barat. yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (obyek) tertentu dengan sistematis. Sebutkan dan jelaskan faktor apa saja yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum ?. obyektif. Kedua.cii 117 . pengetahuan itu benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan. Jelaskan dengan ringkas tiga fungsi eksplisit dari hukum ?. perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan.15. Sains adalah pengetahuan yang sistematis. 20.

dan deduktif. teori. sintesis. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala. dan sebagai apa yang disebut generic meliputi segala usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. 118 . Dia diproduksi melalui mekanisme interaksi dan negosiasi yang terbentuk dari suatu sistem sosial yang sarat dengan bentukan-bentukan imajinatif. Ilmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pengetahuan alam. ideologi. seperti nilai.civ Bagi para sarjana studi sains (science studies). Selektif. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan obyek yang merupakan bahan dalam penelitian. 3. meliputi obyek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh. Dimulai dengan pengamatan. yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi. namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali. Merasa pasti bahwa setiap pendapat. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada. Memahami sains melalui dimensi sosial secara epistemologis menarik sekaligus menantang. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dantindakan. sedangkan penelitian terapan adalah untuk menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah.ciii Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berfikir analitis. makna. Menantang karena pengetahuan ilmiah selama ini dipahami sebagai hasil murni kemampuan logika manusia yang lepas dari faktor sosial. cipta rencana sistem metode atau proses yang berguna. Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap ilmiah yang meliputi empat hal : 1. Penelitian dasar bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah. serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya. Dalam catatan Sal Restivo. cara pandang. Generasi awal Berkembangnya sains modern di Eropa yang dipicu oleh semangat Enlightenment telah menjadi perhatian banyak pemikir sosial abad ke-19. yaitu sudt pandang yang mengarahkan kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineeringnya. di mana manusia itu sendiri adalah spesies yang tidak pernah lepas dari dunia sosial. Menarik karena sains adalah karya manusia. ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan. serta obyek formal. Pengembangan diartikan sebagai penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan produksi bahan-bahan. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran. dan kepercayaan. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan mencapai ilmu 4. sains telah menjadi salah satu kajian dalam karya Karl Marx. induktif. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang obyektif 2. sains adalah produk sosial. kebenaran pengatahuan.

Pada titik ini. yakni kepercayaan bahwa klaim kebenaran lepas dari kriteria personal seperti ras. Buku ini menjelaskan relasi antara sains dan institusi sosial di mana sains itu berada. Bagi Durkheim. Pemikiran Weber dan Durkheim memberi jalan bagi terbentuknya sosiologi sains sebagai suatu disiplin dalam tradisi akademik di Eropa Barat dan Amerika Utara. dan sains modern. Gagasan besar dalam sosiologi sains Mertonian dapat dirangkum dalam norma sains (norms of science) yang terdiri atas empat nilai fundamental yang membentuk etos sains. Marx bersikap inkonsisten. paradigma Mertonian mendominasi perkembangan sosiologi sains. 119 . yakni bahwa perkembangan pengetahuan muncul dari sikap skeptis kolektif para saintis terhadap setiap pemahaman atas fenomena alam. Yang dimaksud dengan faktor imanen adalah perkembangan logika dalam sains (inner logic). tetapi di sisi lain dia mendukung penggunaan sains bagi tujuan-tujuan politik kaum proletar. Sosiologi sains Mertonian berlandaskan pada satu asumsi bahwa sifat dan perkembangan sains ditentukan oleh faktor sosial dan faktor imanen. Belakangan norma sains Mertonian mendapat kritik tajam karena keempat norma tersebut tidak lebih dari representasi ideologi sains itu sendiri. Weber sendiri memberi perhatian serius pada keterkaitan antara kapitalisme. Beberapa kontribusi terpenting Marx dalam studi sains antara lain pemahaman relasi antara praktik matematika dan sistem produksi. keduanya memahami sains dari sudut pandang sosiologis. Dari sini kita bisa melihat bahwa dalam sosiologi sains Mertonian. pengetahuan ilmiah masih lepas dari analisis sosial. Protestanisme. Bagi Marx. apa yang dilakukan Marx dalam memahami sains berlanjut pada agenda politik untuk melakukan perubahan fundamental dalam sains modern. Pada satu sisi dia mengkritik sains sebagai alat eksploitasi kaum pemilik modal. Keempat skeptisisme yang terorganisasi. yakni pengetahuan bersifat bebas nilai dan kepentingan. Ketiga ketiadaan kepentingan. Merton menyelesaikan studinya di Harvard pada tahun 1934 dengan disertasi yang menjadi buku berjudul The Sociology of Science. Karena itu. tidak hanya material dan bahasa yang digunakan para saintis dalam mengamati fenomena alam adalah produk sosial. Robert Merton adalah sosok sentral dalam bidang ini dan dapat disebut sebagai bapak sosiologi sains. Kedua komunisme (bukan dalam makna ideologi). keberadaan para saintis juga merupakan suatu fenomena sosial.Bagi Marx. sains adalah produk kaum borjuis. kebangsaan. atau agama. yakni setiap penemuan dalam sains menjadi milik bersama dalam komunitas sains tersebut. dalam analisis Restivo. Pertama universalisme. konsep-konsep ilmiah yang dihasilkan dalam sains memiliki status representasi dan elaborasi kolektif. Mertonian vs Kuhnian Munculnya sosiologi sains sebagai suatu disiplin pada awal abad ke-20 banyak dipengaruhi oleh pemikiran Max Weber. Seperti Marx. Hingga dekade 1970-an. Cikal bakal studi sains dibentuk oleh Emile Durkheim dan Max Weber. Tesis Merton mengatakan bahwa sains modern hanya dapat tumbuh dan berkembang dalam kondisi sosiokultural tertentu.

menerbitkan The Structure of Scientific Revolution. Ciri kuat dari sosiologi sains baru adalah penggunaan kerangka konstruktivisme. barulah pemikiran Fleck mendapat perhatian serius dari para sarjana studi sains. Karena itu. Bagi Kuhn. Walaupun telah memicu perubahan dalam pemahaman sains.Pada tahun 1962. Model Kuhnian juga dikritik karena mengacu pada revolusi sistem politik modern yang semata-mata terjadi melalui sirkulasi kaum elite. Fleck memperkenalkan konsep gaya berpikir (thought style) yang menyerupai konsep representasi kolektif Durkheimian. The Genesis and Development of a Scientific Fact. tetapi masuk ke dalam wilayah yang lebih dalam. Kuhn sendiri tidak lepas dari kritikan. Studi empiris yang dilakukan Sal Restivo dan Randal Collins tentang paradigma sains Kuhnian menyimpulkan bahwa pola perubahan dalam sains secara substansial berbeda dengan apa yang dilontarkan oleh Kuhn. Gaya berpikir mengacu pada perilaku berpikir. revolusi ilmiah dan revolusi politik memiliki karakter yang sama. Karya Kuhn menarik banyak orang karena dia menggunakan model politik dalam menjelaskan perkembangan sains. paradigma Kuhnian sering diasosiasikan sebagai anti-Mertonian. pemikiran Emile Durkheim tentang representasi kolektif memberi inspirasi bagi gerakan sosiologi sains pascaMertonian atau yang disebut sebagai the new sociology of science. Kuhn memberi penjelasan alternatif terhadap apa yang dilakukan Merton selama beberapa dekade sebelumnya. karya Kuhn memberi kontribusi penting dalam sosiologi sains. Kuhn memakai istilah revolusi untuk menggambarkan proses invensi dalam sains dan memberi penekanan serius pada aspek wacana ilmiah. Lewat buku ini Kuhn melontarkan istilah paradigma yang mengacu pada cara pandang kelompok ilmiah tertentu terhadap suatu fenomena. khususnya paradigma Mertonian. sesuatu yang tidak dilakukan oleh Merton dan para muridnya. Orientasi anti-Mertonian bagaimanapun tidak menjadikan Kuhn sepenuhnya bertolak belakang dengan Merton. Walaupun tidak memiliki latar belakang sosiologi. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 1935 dalam bahasa Jerman. Thomas Kuhn. Sosiologi sains baru tidak hanya mengkaji aspek institusional dalam sains. Keduanya terbentuk dari persepsi yang ada di masyarakat bahwa institusi di mana mereka berada sudah tidak bekerja dengan baik. Konsep konstruktivisme sosial yang menjelaskan produksi pengetahuan ilmiah pertama kali digunakan Ludwik Fleck dalam bukunya. Di sini pengetahuan ilmiah dijadikan obyek analisis sosial. sosiologi sains baru sering diidentikkan dengan sosiologi pengetahuan ilmiah (sociology of scientific knowledge). pendidikan dan pelatihan 120 . Karena itu. seorang fisikawan yang kemudian berkarier sebagai sejarawan sains. Persepsi ini lalu menstimulus lahirnya krisis yang menuju pada revolusi dengan tujuan perubahan institusional. Kuhn masih menerima penjelasan Merton tentang norma sains. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1979. Genre konstruktivisme Jika Max Weber membuka jalan bagi terbentuknya disiplin sosiologi sains. asumsi kultural dan keilmuan.

eksperimen bukanlah suatu sistem yang tertutup. dalam suatu laboratorium. Dalam Constructing Quarks. serta minat dan kesempatan.profesional. Pada titik inilah praktik sains dibangun melalui tiga elemen yang saling mempengaruhi satu sama lain. Menurut Latour dan Woolgar. eksperimen. yang sering diasosiasikan sebagai relativisme. Diterimanya suatu konsep ilmiah sebagai paradigma tunggal dalam memahami suatu fenomena tidak lain karena adanya faktor dan konteks sosial tertentu yang bekerja dalam proses penerimaan itu. pengetahuan yang sistematis. menurut Pickering. Hasil studi ini menghasilkan Laboratory Life: The Social Construction of Scientific Facts. pengetahuan dalam sains dapat berbeda mengikuti bentukan sosial. teori. perilaku. legitimasi. Dalam buku ini Latour dan Woolgar mengungkap budaya dalam laboratorium yang membentuk korespondensi antara kelompok peneliti sebagai suatu jaringan dengan seperangkat kepercayaan. realitas quark adalah hasil dari praktik fisika partikel. dianggap menafikan apa yang telah dicapai sains dalam memahami fenomena alam. tapi juga pada benda dan obyek (non-actant) secara simetris. Bagi Bloor. Tokoh lain dalam gerakan sosiologi sains baru adalah Bruno Latour. Tokoh sentral Strong Programme adalah David Bloor. Permasalahannya. Eksperimen itu sendiri dapat dipahami secara sempurna karena bekerja dalam suatu sistem yang tertutup (closed system). menurut Pickering. Di lain pihak. Dalam ANT. seperti yang dijelaskan oleh Restivo. sains tidaklah berkembang secara linier seperti yang dipahami secara luas. Latour melakukan studi etnografi di laboratorium endocrinology Salk Institute. dan keterampilan yang terkait satu sama lain secara kompleks. Karena itu. bukan sebaliknya. pemilihan teori sebagai raison d’etre suatu eksperimen tergantung dari penilaian (judgment) para saintis. sosiolog sains memberikan perhatian tidak semata-mata pada manusia (actant). Strong Programme adalah salah satu kubu studi sains yang kental dengan pendekatan konstruktivisme. Sains berkembang membentuk cabang-cabang yang kompleks sesuai dengan heterogenitas dalam sistem sosial. Penjelasan konstruktivisme sosial dianggap ancaman terhadap integritas. dan otonomi sains. kegiatan observasi bersifat lokal dan memiliki budaya spesifik. Tetapi. Konsep quark lahir dari proses penilaian dan pemilihan teori dan tidak muncul begitu saja dari serangkaian eksperimen. Pickering yang memiliki latar belakang fisika teori menjelaskan secara sosiologis lahirnya konsep quark. Andrew Pickering patut disebut dalam khazanah sosiologi sains baru. dan penilaian. yang mana kesemuanya membentuk persepsi dan cara menghasilkan teori (theorizing). Latour adalah salah satu penggagas actor-network theory (ANT) yang menjelaskan lahirnya suatu pengetahuan melalui relasi antara masyarakat (konstruktivisme sosial) dan alam (realisme). Kerangka konstruktivisme dalam studi sains telah memicu konflik intelektual antara para saintis dan para sarjana studi sains. Karena itu. Dia sangat tergantung pada teori yang menjadi landasannya. Konstruktivisme. para konstruktivis dalam studi 121 . Bersama Steve Woolgar. Bagi kalangan fisikawan. quark lahir dari bukti empirik yang didapatkan melalui eksperimen. yakni eksperimen.

sistem pengetahuan terbentuk dari upaya manusia untuk bertahan hidup melalui pemahaman regularitas yang terjadi di alam. Tidak lama setelah itu tuduhan sebagai “pengkhianat” konstruktivisme ditujukan kepada Latour. wacana sistem pengetahuan tidak pernah lepas dari konteks budaya di mana sistem pengetahuan tersebut berada.sains bukanlah antirealisme. Catatan Harding di atas mengindikasikan bahwa sains dikonstruksi melalui budaya. Sains dan budaya Memasuki dekade tahun 1990-an. Pertama. Aktivitas interpretasi adalah praktik budaya yang melibatkan faktor kognitif dan faktor sosial yang saling berimplikasi satu sama lain. studi sains menjadi lebih semarak dengan bergabungnya para antropolog dalam tradisi intelektual ini. bentuk-bentuk organisasi sosial dalam penelitian ilmiah yang berbeda secara kultural akan mempengaruhi isi dari sistem pengetahuan. Studi Pamela Asquith dapat dijadikan satu contoh menarik. bukan sebaliknya. Kasus Latour juga tak kalah menarik. para sarjana studi sains dari disiplin ini memberi kontribusi dalam memahami bagaimana pengetahuan dalam sains diproduksi melalui proses pemaknaan dan praktik budaya. Kedua faktor ini senantiasa melekat pada para pelaku produksi pengetahuan (saintis). dan metode penelitian 122 . Lenoir berargumen bahwa pengetahuan adalah hasil interpretasi di mana obyek pengetahuan dan pengamat (interpreter) tidak berdiri secara terpisah satu sama lainnya. kata social dalam subjudul dihilangkan. Dengan pemahaman sains sebagai praktik budaya. Selama lebih dari satu dekade terakhir. parsial. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Bloor sendiri bahwa hanya dengan metode sains. Belakangan Latour sendiri menolak untuk disebut sebagai konstruktivis. Dalam edisi kedua Laboratory Life. Tidak sedikit dari mereka yang mempertahankan metode dan cara pandang dalam sains. Bagi Latour. karena alam tidak bersifat seragam (uniformly organized). setiap sistem budaya menghasilkan perbedaan dalam pola pengetahuan. Kedua. Terakhir. Sandra Harding mengidentifikasi empat jenis elemen budaya yang membentuk inti kognitif dari sistem pengetahuan. Sebagai contoh adalah Strong Programme yang secara epistemologis menggabungkan metode sains dan sosiologi dalam memahami sains sebagai konstruksi sosial. regularitas alam yang berbeda yang dialami oleh sistem kebudayaan yang berbeda lokasi akan menghasilkan sistem pengetahuan yang berbeda pula. Lenoir menolak klaim Merton tentang universalisme dan disinterestedness dalam sains karena pengetahuan selalu bersifat lokal. Asquith melakukan studi komparasi kultural dan intelektual antara primatologi Barat (Eropa dan Amerika) dan primatologi Jepang. bentuk pertanyaan. Asquith mencari heterogenitas dalam sains dengan membandingkan cara pandang. dan dilandasi kepentingan. sains adalah media untuk memahami masyarakat. Secara antropologis. Ketiga. para sosiolog dapat memahami sains. Karena itu. Pemahaman budaya dalam sains dijelaskan oleh Timothy Lenoir. bentuk kepentingan sosial berbeda dalam setiap sistem budaya. Artinya. sistem budaya membentuk wacana dalam proses produksi pengetahuan yang selanjutnya mempengaruhi cara pandang dan pola intervensi masyarakat dalam sistem budaya tersebut.

Dari studi ini. nilai-nilai komunalisme dan kerja sama sangat dominan. Jika Asquith mencari pengaruh budaya terhadap bentuk pengetahuan. Knorr-Cetina mengungkap perbedaan struktur simbolik dari kedua bidang ilmiah tersebut. Analisis ini menghasilkan pemahaman bahwa dalam proses produksi pengetahuan. Perbedaan dalam nilai budaya ini terefleksi dalam banyak hal yang mencakup proses pembelajaran dan pengajaran. proses tanda. Perbedaan sistem kepercayaan tentang posisi manusia di dunia ini menjadikan pengetahuan yang dihasilkan oleh primatologis Barat berbeda dengan rekan sejawatnya di Jepang. Melalui studi komparasi silang disiplin ini. gaya kepemimpinan. Struktur simbolik ini terepresentasi melalui cara pendefinisian entitas. relasi antara waktu dan ruang. Pandangan ini “menghalangi” primatologis Barat untuk melihat kualitas mental yang membentuk perilaku sosial primata yang kompleks. Perbedaan ini berdampak pada perbedaan pengetahuan yang dihasilkan dalam kedua tradisi primatologi tersebut walaupun mereka mengamati obyek yang sejenis. dan relasi antara tubuh dan mesin secara kultural berbeda antara praktik fisika partikel dan biologi molekuler. sistem kepercayaan masyarakat Jepang mempercayai bahwa setiap hewan memiliki jiwa. sementara primatologi Jepang lebih bersifat sosiologis dan antropormorfis. dan proses pengambilan keputusan. Pada studi ini. Primatologi Barat cenderung bersifat fisiologis. pengerjaan eksperimen. Karen Knorr-Cetina membandingkan dua praktik sains modern. prosedur empirik.primatologi di kedua sistem budaya tersebut. Asquith mengamati satu hal yang menarik. perasaan. organisasi laboratorium dan kelompok. Knorr-Cetina mengatakan bahwa sains modern tidaklah menyatu seperti yang diklaim kaum positivis. Sains dan Studi Sains 123 . Sebaliknya. dan personalitas yang ditunjukkan oleh hewan primata yang mereka amati. Adapun di Jepang. Hal ini membuat primatologis Jepang memberi perhatian serius pada atribut motivasi. Studi komparasi kultural juga dilakukan Sharon Traweek yang membandingkan praktik fisika energi tinggi di Amerika Serikat dan Jepang. dan cara di mana strategi epistemik. Jika Asquith dan Traweek mengamati praktik sains dalam dua sistem budaya. Walaupun Traweek tidak menjelaskan apakah perbedaan nilai budaya ini mempengaruhi pengetahuan yang dihasilkan. Dalam pandangan Kristen yang mempengaruhi para primatologis Barat. Dari hasil studinya selama beberapa tahun di laboratorium-laboratorium di Eropa dan Amerika Utara. setidaknya studi Traweek menunjukkan bahwa nilai budaya melekat erat pada sistem organisasi ilmiah. dan strategi sosial dipahami. hanya manusia yang memiliki jiwa. Traweek melihat nilai individualisme dan persaingan yang melandasi sistem organisasi riset Amerika. Traweek mengamati bagaimana nilai budaya direpresentasikan melalui model organisasi sains. Knorr-Cetina mengamati bagaimana fragmentasi dan diversitas dalam sains modern membentuk dua budaya pengetahuan (epistemic culture) yang berbeda dalam aspek cara mengetahui (machineries of knowing). yaitu fisika partikel dan biologi molekuler. sistem klasifikasi.

Selama beberapa dekade. sains pun telah memberi banyak kontribusi bagi studi sains untuk tumbuh dan berkembang sebagai suatu disiplin. Sebaliknya. Karena itu Haraway menawarkan praktik difraksi. studi sains memberi penyadaran kepada diri kita bahwa sains adalah hasil karya manusia dalam berinteraksi dengan alam. melainkan bagai suatu tanaman bercabang-cabang yang tumbuh di atas tanah sosial. dan berkembang secara linier.cv Teknologi dan Seni Istilah teknologi sebenarnya sudah mengandung sains dan teknik atau engineering sebab produk teknologi tidak mungkin ada tanpa didasari sains.Konsep dan teori yang dikembangkan dalam studi sains berangkat dari pemahaman sains sebagai institusi sosial dan pengetahuan ilmiah sebagai produk sosial. apa yang dihasilkan dalam studi sains sedikit banyak telah mempengaruhi perjalanan sains secara dinamis. Haraway berargumen bahwa obyektivitas dalam sains tidaklah tunggal. Pemahaman dimensi sosial sains dapat menjadi lensa untuk melihat bahwa pengetahuan tidaklah tunggal dan monolitik. di mana obyektivitas dan realisme agensi dalam produksi pengetahuan memiliki posisi yang sama pentingnya. Haraway menolak relativisme sekaligus universalisme yang diklaim para saintis. rigid. Pemahaman sains melalui dimensi sosial yang ditawarkan studi sains berdampak pada demistifikasi sains secara institusional ataupun epistemologikal. Karena tanpa sains. studi sains telah memberi kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang sains dan relasinya dengan masyarakat. teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains. Dalam perspektif ini. Haraway mengajak kita untuk menggunakan domain budaya lain dalam sains yang selama ini termarginalisasi oleh dominasi narasi budaya Barat. Melalui pemahaman ini. Mistifikasi sains yang begitu kental dalam masyarakat ini memungkinkan praktik hegemoni kekuasaan dan kepentingan bersembunyi dengan rapi di balik jargon-jargon ilmiah. sains tidak lagi muncul sebagai suatu entitas yang integratif. Ini yang disebut Ron Eglash sebagai obyektivitas ganda (multiple objectivity). Lepas dari konflik antara para saintis dan sarjana studi sains dalam episode Science Wars. Hawaray menginginkan adanya suatu budaya sains yang lebih kompleks dan beragam tanpa harus menjadi antirealisme. apakah studi sains menawarkan relativisme? Donna Haraway memberi jawaban menarik. Ini merupakan implikasi politis yang tidak dapat dihindari. studi sains membuka suatu jendela baru di mana kita bisa memandang perkembangan sains dari perspektif yang lebih luas. studi sains tidak berarti apa-apa. Dalam sudut pandang budaya. Kepercayaan bahwa hanya ada satu cara melihat alam justru melawan hakikat manusia sebagai makhluk multikultural. Lalu. Pengetahuan ilmiah adalah wujud kreativitas dan imajinasi manusia dalam memahami ruang dan waktu di mana dia berada. Ketergantungan masyarakat kontemporer terhadap sains telah menempatkan sains pada posisi sakral dan bersifat ideologis. Sains bukanlah sekumpulan ayat-ayat suci yang turun dari langit. Dalam kenyatannya teknologi tidak 124 . Tanpa menafikan apa yang telah dihasilkan sains bagi umat manusia.

yang seharusnya menjadi perhatian ilmu sosial adalah pengaruh teknologi bagi masyarakat. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. tidak alamiah Otomatisme. Makna Sain. teknologi telah menjadi pusat perhatian ilmu sosial dan melihat dampaknya terhadap masyarakat. sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak 125 . dan saling bergantung Universalisme. Pandangan ini melahirkan pendapat bahwa evolusi teknologi adalah sebuah proses dimana perkembangan-perkembangan baru diilhami oleh penemuan (teknis) yang telah ada. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin. dan bahwa tesis dari kelompok determinis dapat dijatuhkan oleh banyak sekali contoh dimana efek teknologi yang menyimpang dari yang dikehendaki semula.cvi Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia mnejadi lingkup teknis. yang disebut sebagai seni. metode.bisa netral karena memerlukan sentuhan estetika yang bersifat subyektif. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teknologi tidak terlepas dari masyarakat. 2. tetapi perolehan dari aktifitas masing-masing dan observasi dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Ini sejalan dengan pendapat determinisme teknologi yang dihubungkan dengan beberapa bentuk Marxisme : teknologi amiliki kapasitas untuk menentukan jalannya evolusi sejarah. tetapi teknik. atau secara lebih spesifik. artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi. Dalam pandangan ini. atas dampaknya pada tenaga kerja dan organisasi. Demikian pula dengan teknik mampu mengeliminasi kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis. Jacques Ellulcvii tidak menyebut teknologi. Secara konvensional. Fenomena teknik pada masyarakat kini. dan Seni Bagi Manusia Sains dan teknologi saling membutuhkan. Batasan ini bukan bentuk teoritis. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan. menurut Sastrapratedjacviii memiliki cirri-ciri sebagai berikut : Rasionalitas. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan Monisme. melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktifitas manusia. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. artinya dalam hal metode. artinya semua teknik bersatu saling berinteraksi. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. bahwa ‘masyarakat’ juga bisa mempengaruhi jalannya perkembangan teknologi. bahkan dapat menguasai kebudayaan Otonomi. atau prosedur untuk memproleh hasilnya. karena sains tanpa teknologi bagai pohon tanpa buah. teknologi. meskipun arti dan maksudnya sama. atau bahwa keseluruhan efek yang berbeda itu lahir dari sebuah teknologi yang sama. Artificial. Teknologi.

salah seorang ahli ekonomi terkemuka yang meletakkan kemajuan teknologi dalam analisisnya. model pertumbuhan neoklasik tradisional menganggap kemajuan teknologi sebagai bagian dari factor residu dalam menerangkan peningkatan output. sedangkan fungsi seni memberi semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. dan aktivitas kewirausahaan. bahan-bahan sintetis dan elektronik pada abad 20. setelah mempertimbangkan efek-efek perubahan dalam volume dari factor-faktor produksi. Sejak permulaan masa pasca resesi 1973. Teknologi bagi Perkembangan Sosial dan Ekonomi Pentingnya teknologi bagi perkembangan sosial dan ekonomi tidak diragukan lagi. telah diperbaharui.factor-faktor yang telah terbukti berhubungan dengan perubahan besar dalam struktur ekonomi di negaranegara maju sejak terjadimya revolusi industri. yang digunakan secara luas pada awal 1970-an. yang kemudian mulai menurun seiring dengan tercapainya kematangan industri. ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. yang masing-masing menerjang bergantian dalam waktu sekitar 50-60 tahun. sebagai pelengkap dari kemajuan teknologi.berakar. Sementara ahli ekonomi lain mengatakan bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah konsekwensi. Residu ini biasanya besat dan secara implisit mempersatukan factor-faktor seperti pendidikan dari angkatan kerja dan keahlian manajemen yang memberi sumbangan bagi perbaikan efisiensi. Jadi fungsi sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan menempatkannya kedalam suatu system yang logis. sedang terjadi perdebatan mengenai arah dari kausalitas dari hubungan-hubungan statistic yang diamatiantara pertumbuhan industri dan langkah inovasi teknis. buka penyebabnya. menganggap kemajuan teknnologi paling tidak secara sebagian ditambahkan dalam investasi tetap yang baru. Aliran yang disebut model capital vintage. Pendekatan yang terakhir inipun tidak melangkah terlalu jauh dalam menangkap proses-proses dan kekuatan-kekuatan 126 . dan bentuk-bentuk organisasi atau produksi baru. Namun upaya-upaya analitis dan pemahaman di bidang ini sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. proses. Pada level ekonomi makro. Pabrik dan mesin-mesin membawa perbaikan produktifitas dan hasil dari kemajuan teknologis tergantung pada tingkat investasinya. Munculnya industri-industri besar seperti baja dan kereta api pada abad 19. menekankan pentingnya produk-produk. pemikiran bahwa teknologi pasca kapitalis maju sedang menghadapi gelombang panjang periode bolak-balik antara kemakmuran dan stagnasi. Hal ini untuk sebagian disebabkan kompleksitas proses perubahan teknologi serta kesulitan dalam menemukan pengukuran dan definisi yang tepat. tergantung pada interaksi dari penemuan. Dalam pendekatan ini perubhan teknologi benar-benar ‘dilepaskan’ yaitu dianggap tidak berkaitan dengan variable-variabel ekonomi yang lain. Schumpeter. Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia. inovasi. Sedangkan tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. yang digambarkan dengan tepat oleh Freemancix sebagai sistem teknologi. Diluar literature. mobil. Beberapa komentar mengatakan bahwa sistem teknologi baru adalahpenyebab utama terjadinya gelombang naik.

pemerintah semakin mengakui pentingnya mencapai atau mempertahankan daya saing internasional atas teknologi. tetapi setelahnya penekanannya telah bergeser kearah karya ilmiah dan teknologi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. yang punya kemungkinan dianggap sebagai penemuan. dimana perusahaan lain memakai atau memodifikasi inovasi tersebut dan memasarkan produk atau prosesnya. dipakainya ide itu untuk pertamakalinya secara komersial. dan secara tidak langsung atas penemuan sejumlah produk baru pada tahun 1930-an. atau sebuah prosedur baru dalam pengolahan produk yang telah ada. lalu diikuti oleh periode penyebaran. dengan menggunakan beberapa indicator bisa dipakai sebagai landasan perbandingan antar industri atau antar negara. negara. Dalam banyak kasus. Selepas periode pasca perang. Meskipun terdapat keterbatasan. Model evolusioner yang dipimpin oleh Nelson dan Winter berusaha menggali kondisi dimana entrepreneur akan berusaha memakai teknik-teknik yang telah disempurnakan.dimanateknik-teknik baru diserap ke dalam sistem produksi. dan kebijakan untuk melatih tenaga kerja 127 . industri. penemuan ilmiah membuka jalan bagi penemuan-penemuan lain yang. pada abad 19 seorang innovator seringkali adalah seorang independent. yaitu. dimana karya riset ilmiah dasarnya di Jerman pada awal tahun 1920-an atas molekulmolekul rantai panjang langsung menghasilkan polystyrene dan karet styrene. Tetapi pendekatan-pendekatan semacam ini baru memasuki masa awal perkembangannya. dengan dibantu oleh terjadinya pergeseran dari batu bara ke minyak sebagai bahan baker industri. dengan persepsi yang berbeda tentang amankan mereka dengan perlindungan paten. Pengukuran kegiatan inovatif dan penemuan mengalami banyak kesulitan. Penemuan-penemuan lebih lanjut dan penyebarannya secara besar-besaran ke seluruh dunia terjadi setelah PD II. jika diyakini memiliki potensi permintaan pasar. Penggunaan sejumlah inovasi sebagai ukuran output biasanya membutuhkan beberapa penaksiran dari nilai ‘penting’ relative dari inovasi itu masing-masing. Freeman menggambarkan proses ini dengan kasus plastic. meskipun ada kesewenangan dalam mendefinisikan perbatasan antara tindakan riset dan perkembangan. tetapi ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati mengingat adanya perbedaan dalam kecondongan untuk mematenkan antara perusahaan-perusahaan. dipakai secara komersial . Jika sebuah penemuan sukses. Kebanyakan negara memiliki cara yang berbeda dalam mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dan mempergunakan teknologi baru. dan perbedaan dalam perundangan paten nasional. Ukuran-ukuran output dari penemuan meliputi statistic paten. Seringkali pada tahap inilah terjadi benturan ekonomi yang dahsyat. Pada tahun 1970-an industri mulai mengalami kematangan dengan terjadinya penurunan permintaan dan laju perkembangan teknologi. Munculnya Jepang sebagai kekuatan ekonomi besar sebagian besar disebabkan oleh kebijakan yang secara sadar berusaha mengimpor teknologi modern asing serta menyempurnakannya di dalam negeri. Ukuran-ukuran input mencakup pegawai yang dipekerjakan serta pengeluaran financial. Penemuan bisa berupa produk baru atau penyempurnaan dari produk sebelumnya. Perdebatan tentang bagaimana teknik-teknik baru ditemukan dan dipakai biasanya terjadi pada level kajian kasus ekonomi mikro.

Manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. 3. 128 . Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. yang hasil pengembangannya disebut sains. Bahkan ilmu ekonomi sendiri terserap oleh teknik. Manusia Sebagai Subyek dan Obyek Ipteks Sumber ilmu adalah wahyu sedangkan akal merupakan instrument untuk menggali dan membuktikan kebenaran wahyu. Dalam konteks ini perhatian diberikan terutama pada teknologi mikro elektronik dan ketakutan bahwa teknologi ini bisa memperburuk permasalahan pengangguran yang biasanya datang setelah ketakutan-ketakutan akan konsekwensi tertinggal dalam bidang teknologi. dan obat-obatan. terlebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi. hiburan. teknik meliputi bidang manusiawi. pemerintahan. Potensi penghematan biaya dari tenaga nuklir telah didramatisasi seperti yang disinggung di atas. Ramalan-ramalan tentang dampak teknologi baru sangat tidak dapat dipercaya. karena bersumber dari Tuhan. bagi seorang teknisi. seperti pendidikan. teknologi. Luasnya berbagai bidang teknik digambarkan Ellulcxii sebagai berikut : 1. manusia diberi kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang salah. hukum. Atas dasar itu ilmu ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) yang tingkat kebenarannya mutlak (absolute). Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia. kerja. Dengan potensi akal. dan militer. di mata pemerintah dan juga di mata serikat perdagangan. Contohnya dalam organisasi negara. Apapun yang terjadi bisa dikatakan bahwa kemajuan teknologi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Dengan teknik mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. Dengan potensinya. olehraga. negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. senetara potensi terpendam computer dulunya sangat diremehkan.dalam menggunkan teknik-teknik baru tersebut. manusia dapat menggali rahasia alam semesta. ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan-lahan sampai akhirnya manusia takhluk pada teknik. manajemen. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. 3. dan seni.cx Alvin Tofflercxi mengumpamakan teknologi sebagai mesin yang besar atau sebagai akselerator yang dahsyat dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. 2. teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi. dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) yang tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative) karena hanya penafsiran dan dugaan-dugaan sementara oleh manusia. maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat tetapi dianggap perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. teknik meliputi bidang ekonomi. Pada masyarakat teknologi.

tetapi manusia itu sendiri tidak hadir di dalamnya. pantai.Manusia diciptakan sebagai subyek dan obyek IPTEKS. tidak berhubungan dengan padang rumput. dalam Kecil itu indah. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran. Contoh pada sistem industri ban berjalan. Sebelumnya waktu diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia. buruh yang sakit. dan detik. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak dan pola komunikasi manusia. sehingga irama kehidupan harus tunduk pada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusiawi dan sosial. 3. Manusia melebur dengan mekanisme teknik. artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. Peleburan manusia dengan mekanisme teknik menuntut kualitas manusia. Fenomena Pengaruh IPTEK Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknologi muncul fenomena diantaranya : 1. Keadaan tertekan demikian akan menghilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. Manusia mengalami ketegangan akibat penyerangan teknik-teknik mekanisme teknik. Teknik telah mengubah lingkungan dan hakekat manusia. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. yang ada hanyalah bangunan tinggi yang padat.F Schumachercxiii.lingkungan manusia menjadi terbatas. Perubahan waktu dan gerak manusia Akibat teknik manusia terlepas dari hakikat kehidupan. yang terasa menyesakkan nafas dan melemahkan badan. Ketiga. organisasi. Terbentuknya masyarakat massa Akibat teknik. Situasi tertekan. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. manusia hanya membentuk masyarakat massa. fosil. atau keluarganya meninggal. 2. pohon-pohon atau gunung secara langsung. Waktu hanya mempunyai kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi atau sosial. seperti bahan baker. sifat kemanusiaan berontak terhadap pola-pola politik. sehingga sinar matahari pagi hari tidak sempat lagi menyentuh kulit manusia. lingkungan hidup menderita dan menunjukkan tanda-tanda setengah binasa. tidak dapat begitu saja meninggalkan pekerjaannya. Kedua. Manusia satusatunya makhluk Tuhan yang mampu merangkaikan fenomena alam beserta prosesnya secara kreatif. dunia modern yang dibentuk oleh teknologi menghadapi tiga krisis sekaligus. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat maka akan muncul kegoncangan. menit. dan teknologi yang tidak berperikemanusiaan. tetapi diatur oleh jam. Contoh yang sederhana manusia dalam hal makan atau tidur tidak ditentukan lapar atau mengantuk. 4. sehingga menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemudahan dalam menjalani hidupnya. penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan. sifatnya alamiah dan kongkret. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat 129 . Pertama. karena akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. sedemikian rupa sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya alam tersebut. Krisis Dunia Modern Menurut E.

tetapi poerlu memanusiakan teknik. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. maka masyarakat atas dapat mengidap penyakit ‘progeria’. Padahal individu membutuhkan hubungan sosial. yaitu kegagalan adaptasi dan penggantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknik. khususnya dalam empat bidang berikut : a. melalui inovesi teknologi tiga tahap. penerapan praktisnya. perubahan dalam organisasi-organisasi sosial yang mengarah pada kehidupan politik c. Bagi masyarakat semacam itu. tempat proses perubahan itu tidak dapat dipandang normal lagi. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. 5. politik atu persaingan kelas. 4. yang melampaui kemampuan manusia. Ketiga tahap ini merupakan siklus yang menimbulkan bermacammacam ide kreatif baru sehingga merupakan reaksi berantai yang disebut proses perubahan. masyarakat meninggalkan kebiasaankebiasaan lama atau kepercayaan-kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan dan kepercayaan baru. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat. Melalui teknik bukan berarti menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. Teknik-teknik manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. Teknik harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. bebas dari tekanan-tekanan. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. dan tercapailah akselerasi ekstern maupun intern (psikologis) yang merupakan kekuatan sosial yang kurang mendalam dipahami. Accelerasi dan Trancience Dalam hal akselerasi. Dengan semakin meningkatnya teknologi. perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya d. yakni tingkat menua yang lanjut sekalipun secara kronologis usianya belum tua.terjadi neurosa obsesional atau gangguan syaraf menurut beberapa ahli. perubahan dibidang intelektual. Alvin Tofflercxiv menyatakan saat ini negara-negara teknologi maju telah memasuki tahap superindustrialisme. Proses ekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. apabila masa depan itu menyerbu masa kini dengan kecepatan yang terlampau tinggi. Struktur sosiologis missal dipaksakan oleh kekuatankekuatan teknik dan kebijaksanaan ekonomi (produk industri). Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. yaitu ide kreatif. Pembangunan dan Perkembangan Ipteks Pengaruh IPTEK pada tatanan kehidupan masyarakat Perkembangan IPTEK yang sedemikian pesatnya mampu menciptakan perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada tatanan kehidupan masyarakat. kemudian dicari semacam kekebalan diplomatic 130 . dan difusi atau penyebarannya dalam masyarakat. Kondisi sekarang sering manusia menjadi obyek teknik dan harus selalu menyesuaikan diri dengan teknik. setidaknya melakukan reaktualisasi b. perubahan di bidang industri dan kemampuan di medan perang.secara ideologis. perubahan tersebut seolah-olah tidak dapat dikendalikan lagi.

mesin-mesin. dan lebih sementara. Tuhan. lebih rapuh. berpijak pada kenyataan. high transience dan low transience. Secara kiasan tempat pun seolah-ilah cepat terpakai habis. menyangkut hal urgen. organisasi. dan perikemanusiaan. Counter play normative Untuk itu semua diperlukan counter play yang bersifat normative bagi manusia. organisasi. dan menjembatani teori-teori sosiologis tentang perubahan psikologi insasi perseorangan. menjadi sementara. 4. melainkan bersifat dangkal dan terbatas’ secara kiasan terdapat ‘orang yang dapat dibuang’. ide. Benda : hubungan “manusia-benda” tidak awet dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. tempat : hubungan “manusia-tempat” menjadi lebih sering. 5. yaitu transience (keadaan bersifat sementara). jarak fisik semakin tidak berarti. Kontak antar manusia tidak menyagkut secara keseluruhan personalitas. hubungan ‘manusia-ide’ bersifat sementara karena ide dan image timbul dan menghilang dengan lebih cepat. langsung dapat dilihat. yaitu benda. hubungan ‘manusia-manusia’ pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. Transience merupakan alat kasar yang berguna dalam mengukur laju mengalirnya situasi. Tak mustahil pula akan timbul future shock atau kejutan masa depan. artinya jelas. Hal ini dapat berlangsung dengan cara : . ditambah dengan factor waktu. baik hubungan formalnya maupun informalnya. namun hakekat sistemnya sendiri telah banyak mengalami perubahan. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar. beserta proses pembuat keputusannya.adanya interaksi yang serasi antara manusia. masyarakat amat mobil dengan ‘nomad baru’. dibagi kedalam dua kelompok. Hubungan lima komponen itu. menusia. hendaklah mulai berfungsi dalam situasi manusia yang kongkret. keadilan. Eksplorasi mengenai kehidupan masyarakat high transience menghasilkan : 1. organisasi ada kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan. dan ide.memberikan banyak alternative pilihan teknologi . manusia. 3. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir segala bidang aktifitas manusia. Hubungan ‘manusia-organisasi’ pun seolah-olah mengalir dan beraneka ragam. Bandingkan misalnya vulpen yang bertinta yang permanent dengan ball point yang dibuang setelah habis. Toffler juga menyatakan ada kekuatan lain yang dapat mengubah wajah dan eksistensi manusia selain akselerasi. tidak berbeda dengan minuman atau makanan dalam kaleng. Akselerasi perubahan secara drastic dapat mengubah mengalirkan situasi. Masyarakat menurut transience. dan biosfer agar ekosistem terpelihara. Manusia dapat kehilangan individualitasnya dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar.terhadap perubahan. yaitu suatu penderitaan fisik dan atau mental yang timbul apabila sistem adaptif fisik dari organisme manusia itu. terlampau banyak dilewati daya dukungannya. membentuk kerangka pengalaman sosial. Demikian pula pandangan terhadap teknologi harus menekankan pada keserasian antara teknologi dengan kepentingan manusia dan integritas ekosistem. tempat. 2. 131 .

tetapi jelas pula bahwa ia bukan ‘hewan’ atau ‘bakteri. namun diharapkan tetap akarab dengan lingkungan. hybrid. artinya. Caranya dengan ‘membalik’ rengkaian rantai genetic sehingga tomat ‘diperintah’ untuk tetap awer. yaitu resiko yang melekat pada teknologi.Teknologi harus menopang hidup manusia.inim pestisida. seperti banjir. gempa bumi. kecelakaan mobil. roda itu melindas sisi-sisi yang lain. diberi ijin oleh badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) untuk memasarkan sayuran jenis baru bernama Falvr Savr. disisipkanlah satu gen bakteri. hingga tumbuhan dan organisme yang dimodifikasi secara genetic.. hingga kadang nampak alamiah seperti pemanasan global yang kini diributkan. Ketika teknologi mendorong menggelindingnya roda globalisasi. pupuk kimia. baik langsung maupun tudak langsung. Dia menempatkan tomat transgenic dalam satu deret bersama nilon dan plutonium yang terbukti sudah mengubah sejarah manusia dalam menggunakan bahan-bahan sisntetis. cxv Demikian kompleksnya resiko ini. Namun ketika teknologi menjadi bagian dari hidup manusia modern. Fakta adanya gen bakteri dalam tomat itu membuat tomat tidak bisa lagi sepenuhnya dikatakan ‘tumbuhan’. IPTEK. penggunaan m.. Flavr Savr adalah tomat yang sudah dimodifikasi secara genetic. ekonomi. atau banjur dan tanah lonsor yang penyebabnya bukanlah bencana alamiah semata. bobolnya rekening bank. sampai meledaknya reactor nuklir. Untuk menstabilkan. Kelebihannya adalah bahwa prose situ memungkinkan produksi lebih tinggi. satu perusahaan bioteknologi modern. kini pangan (tomat transgenic) yang disintetiskan. Donna Haraway (1997)cxvi mencatat tangga 19 Mei itu sebagai hari yang akan mengubah perjalanan hidup ilmu pengetahuan dan masyarakat. tsunami. Calgene Inc. Sesudah pakaian (nilon) dan barang produksi (plutonium). hilangnya file karena virus. Giddens (1999) menyebutnya sebagai manufactured risk. dan ekologi. yang disebut sebagai resiko alamiah. ada resiko lain yang muncul. gen yang dipunyai sudah melintasu gen tumbuhan. bukan sebaliknya. dan efek rumah kaca. walaupun bisa menggunakannya. orang hidup hanya kawatir akan resiko yang berasal dari alam (eksternal). Itulah kenapa ia disebut ‘transgenik’ karena secara genetic. Pada 19 Mei 1994. Globalisasi dan Kemiskinan Wajah Mendua Teknologi Ketika teknologi belum dikenal dalam alam budaya tradisional. baik bagi penggunanya maupun orang lain.Teknologi harus baik secara termodinamis demi tercapainya keseimbangan energi. juga bagi lingkungan. Sayangnya gen yang dibalik ini tidak stabil. Ada argument bahwa Bioteknologi mencakup budidaya selektif. Satu sisi adalah manufactured risk. sisi lainnya adalah keterasingan (alienasi) yang semakin besar antara manusia dengan teknologi yang diciptakannya sendiri. sehingga menjadi lebih awet. kita tidak kemudian berarti paham bagaimana sebenarnya teknologi itu brkrtja dan apa dampak-dampaknya. Argument lainnya adalah penyelamatan keragaman hayati dan 132 . pesawat. yaitu. .

Namun hanya yang siap yang bisa meraih kesempatan. Ekosistem menjadi lebih rentan pada hama dan penyalut. Tentu saja hal positif ini hanyalah separuh dari cerita karena ada hal lain yang tidak bisa diabaikan. sapi perah yang menghasilkan susu lebih banyak. dan Filipina dibidang akuntansi. Teknologi informasi. perkembangan bioteknologi ini sebagian besar didominasi oloeh perusahaan besar multinasional seperti halnya industri software. tetapi tetap tak terelakkan proses perpindahan dan bahkan mutasi gen antar tumbuhan transgenic Kedua. juga tanaman dan ternak yang lebih cepat menghasilkan panenan. ait. membuat novel berjudul Prey (2002) tentang sisi lain kemajuan teknologi nano. 133 . pertanian modern yang bersifat monokultural sangat rawan terhadap masalah lingkungan. Singapura yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam misalnya. Salah satunya lewat sistem pendidikan yang tidak hanya dwibahasa. memimpin. Untuk tujuan-tujuan itulah Fukuyama cxvii menyebut bahwa bioteknologi nampaknya lebih mengabdi kepada kepentingan dagang daripada sains. Para pakar bioetika boleh saja terus mempertanyakan klaim alamiah vs non alamiah dari tumbuhtumbuhan sejenis Flavr Savr dan bahkan binatang yang dikloning. Pertama. dibutuhkan ayam potong yang lebih besar. Demikian juga dengan bahaya kerusakan dan pencemaran tanah. dalam dunia datar dimana manusia sedemikian mudah bermigrasi yang diperlukan adalah manusia yang bisa mengelola. Disamping persiapan sumber daya manusia. Perusahaanperusahaan ini mendominasi pasar dan tentu busa dipahami jika mereka membangun visi global di industri pertanian dan pangan.percepatan proses evolusi tumbuhan lewat seleksi karakteristik gen yang baik dan dominant. dan udara. Sosiolog ternama Anthony Giddenscxviii pernah berujar ‘……. sekaligus mudah beradaptasi dalam budaya berbeda. Keanekaragaman hayati treancam hilang. Mereka sadar betul. Bandingkan dengan Indonesia yang sampai sekarang hanya mampu mengirim sumberdaya manusia tingkat pembantu dan buruh. Demikian pula Michael Chricton yang terkenal dengan fiksi ilmiahnya.teknologi komunikasi elektronik yang serba segera ini bukan sekedar alat untuk menyampaikan berita dan informasi secara cepat. Muncullan efek domino manufactured risk yang makin hari makin bertambah panjang proses genetisasi memang mencakup lokalisasi mutasi gen. Ia mengubah selueuh hidup kita sampai yang sekecil-kecilnya.. Bioteknologi pada ujungnya memang mengubah pertanian dari ‘proses produksi untuk konsumsi’ menjadi ‘produksi untuk perdagangan’. Untuk itulah dibutuhkan tomat dan sayuran lain yang awet. Kelalaian menjalankan prosedur operasional di laboratorium ternyata mengubah teknologi yang dipuja menjadi bencana.’ Globalisasi serta perkembangan Iptek yang luar biasa telah membuat dunia serba terbuka. Hollywood melalui film-film futuristiknya juga berulangkali menggambarkan kondisi masa depan dimana robotpun bisa berperasaan dan berpikiran independent. tapi juga dwikultural sejak SD. Contoh lain adalah India yang sudah lama menguasai pangsa pasar sumberdaya di bidang teknologi informasi. telah sejak lama memilih mengembangkan sumber daya manusia dan bidang jasa.

Teknologi nano Teknologi nano sebenarnya merujuk pada suatu materi yang berukuran -9 meter atau satu dibagi semiliar meter. dengan kemampuan manusia merekayasa materi sekecil itu tentu saja banyak sekali dampak perubahannya. Jepang. makin hemat energi. material. dan Andy Hines dalam bukunya 2025 : Scenarios of US and Global Society Reshaped by Science and Tecnology yang diterbitkan Oakhill Press (1996) sebagai kunci pendorong perubahan sampai 2025. Mereka dikirim keluar negeri melalui program yang dipelopori oleh Tsung Dao Lee. keempatnya adalah teknologi informasi. Tahun 2013 -2019 teknik pengobatan akan berubah total d berkat teknologi nano dalam wujud biologi molekuler. tahun 1200 termasuk negara terkaya. genetika dan energi.000. Kamboja misalnya. Kamboja. sedangkan Jepang. Meski kondisinya terngah terpuruk saat ini. namun perjalanan sejarah menunjukkan masih ada jalan terang. John B Mahaffie. namun dengan kemampuan 10 – 100 kali lipat sekarang. China pada tahun 1980-an menyeleksi mahasiswa-mahasiswanya yang berbakat fisika. Meksiko. Ibaratnya sehelai rambut ukuran materi nano dibayangkan sebagai rambut yang dibelah 50. lalu membangun sistem pendidikan dan riset begitu pulang ke negaranya. Disamping fisikan negara ini juga mengirim ribuan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ke berbagai negara. sebaliknya Amerika Serikat. Ditengah gegap gempita perkembangan inilah bangsa Indonesia harus siap berkompetisi. sehingga ban yang kurang angin atau kulkas yang terlalu penuh akan memberi tanda. Amerika dan Singapura terus mengembangkannya. Demikian juga Peru dan Meksiko yang sangat mencengangkan pada tahun 1500. Tahun 2006-1008. Begitu Taiwan berupaya menghapus buta sains dan membebaskan ujian masuk universitas. Irlandia dan China. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pula yang kini ditempuh Taiwan. Tahun 2030 berbagai penyakit bisa disembuhkan sehingga hidup manusi diasumsikan kian sejahtera. dan Lebanon mengabaikan sumber daya manusia. peraih nobel Fisika dari China. Irlandia dalam waktu kurang dari satu generasi berhasil menjadi negara kaya di Eropa. juga 16 dari 20 industri peralatan medis dan 7 dari 10 perusahaan piranti lunak. Dalam waktu hamper 10 tahun sudah 915 mahasiswa dikirim untuk program doctor. Caranya dengan menggratiskan sekolah menengah awal 1960-an sehingga anak-anak kelas bawah bisa mengakses pendidikan dan kemudian menggratiskan pendidikan tinggi sejak tahun 2996. Kini sembilan dari sepuluh perusahaan farmasi terbesar dunia memiliki pabrik disana. dan Singapura yang dulu miskin kini menjadi negara kaya yang mempengaruhi dunia. Fenomena di Indonesia 134 . Mengapa? Jawabannya pengelolaan sumber daya manusia. massa kritikal yang berpendidikan berkembang pesat. Peru. Kehadiran kawat nano juga membuat computer makin kecil. Teknologi nano pula yang telah mempengaruhi empat ilmu pengetahuan dan teknologi yang disebut Joseph F Coates. atau Lebanon yang makmur pada tahun 19601n. misalnya dikembangkan superchip yang bila dipasang pada ban atau kulkas.

perlu sistem seleksi yang ketat namun transparan dan terorganisasi baik sehingga anak-anak yang berbakat dapat diidentifikasi sedini mungkin. Dampak Penyalahgunaan Ipteks Bagi Kehidupan Konsekwensi negative yang tidak diharapkan dari pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan reaksi romantis yang mengajak kembali kea lam yang berbeda. Semua ini untuk mengarahkan mereka menjadi pemimpin di berbagi bidang. Semua sikap terhadap ala mini mewakili pola dominasi hirarkis dan penaklukan. mereka ini berpotensi menjadi manajer atau professor. Merekalah yang 10-20 tahun lagi diharapkan membangun negaranya setelah pulang. Karena hnya dengan buku yang baik para siswa dapat mengoptimalkan kemampuannya. bagaimana mencari dan mengasah mereka? Yang pertama. Selain itu seharusnya masih ada 250. Mereka yang menang ditampung di pusatpusat pelatihan khusus sehingga kemampuannya makin terasah. Sayang sekali potensi yang baik ini belum dieksplorasi dengan baik.000 (0.00 sama dengan insinyur yang bekerja hingga pukul 21.5 juta (5% dari populasi) yang memiliki IQ superior diatas 120. rendahnya gaji guru. Sebuah restorasi atas kemurnian alam yang tidak terkontaminasi dan teralienasi oleh intervensi manusia. mengirim siswa-siswa unggul keluar negeri. memperbaiki kesejahteraan guru dan memberi kesempatan belajar seluas-luasnya sehingga bisa mendoromg anak-anak pintar memilih profesi guru.Dengan standar pengajaran yang masih buruk karena kurangnya pelatihan. 11 perak dan 34 perunggu. Ada yang PhD pada usia 23 tahun. lulus S1 pada usia 16 tahun. Di Taiwan misalnya. dalam kurun waktu 12 tahun telah mengirim 70 siswa yangberasal dari berbagai daerah. menyebarkan hingga ke pelosok. Ketiga.1%) yang ber-IQ diatas 150 sehingga berpotensi menjadi pemimpin besar sekaliber Abraham Lincohn dan Thomas Jefferson. Dari jumlah itu sudah diperoleh 22 medali emas. serta 25. Masalahnya. Para pemenang olimpiade ini sekarang tersebar diberbagai perguruan tinggi terbaik dunia dan menunjukkan prestasi luar biasa. Kelima menterjemahkan berbagai buku ilmiah popular. Kedua. 5. Tim olimpiade fisika Indonesia misalnya. Indonesia bisa mencontoh Kazakhtan yang tiap tahun mengirim 3000 siswanya keluar negeri. menjadi guru sangat diminati karena gaji guru yang bekerja hingga pukul 15. menyiapkan sekolah unggulan dengan guru-guru yang kompeten dan kurikulum yang mengoptimalkan kemampuan anak. Padahal.00. dominasi melalui 135 .01 %) yang ber-IQ diatas 160 sekelas Albert Einstein. Keempat .000 (0. dan terutama rendahnya pemahaman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pencarian anak berbakat juga bisa dilakukan dengan memperbanyak kegiatan lomba sain dan matematika. dan menjadi professor usia 25 tahun. Semua itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yng tinggi. bila jumlah penduduk Indonesia diasumsikan 250 juta. dan menjualnya dengan harga sangat murah. Indonesia sebenarnya pantas bersyukur karena msih saja ditemukan manusia unggulan. akan ada 12.

politik. Menarik karena kompleksitasnya. Pada titik inilah relasi antara manusia dan teknologi menjadi diskursus menarik sekaligus penting. Relasi antara manusia dan teknologi tidaklah sesederhana mengatakan bahwa teknologi adalah media untuk mengubah manusia. Reduksionis mencabut kemampuan alam dan potensi manusia serta menggantinya dengan teknologi. rahim bumi. merupakan bukti kemampuan manusia dalam mengembangkan daya dukung lingkungan alam. Manusia tidak pernah bersikap pasif terhadap teknologi. tapi di percaturan dunia. eksploitasi serta identitas dengan memelihara alam sebagai surga untuk banyak orang. Paham ini dasar ontologinya adalah homogenitas. Negara yang tidak menguasai IPTEK akan terus dieksploitasi oleh Negara-negara maju. juga tenaga kerjanya yang murah. Orang kaya yang menguasai IPTEK akan semakin kaya dan si miskin yang tidak mampu menguasai IPTEK akan semakin terpuruk dan menjadi korban penindasan kelompok yang kaya. Reduksionisme Ilmu pengetahuan yang modern memiliki dasar pijakan pada reduksionisme. Penting karena teknologi selalu menjadi bagian dari setiap episode sejarah manusia. Reduksionis menghendaki adanya keseragaman dalam hal pendekatan.cxx Reduksionisme merupakan suatu keyakinan dalam ilmu pengetahuan yang mereduksi kemampuan manusia yang menolak kemungkinan adanya cara produksi pengetahuan lain maupun pengetahuan orang lain.pemilikan dan control. industrialisasi. dan sumber daya yang dimiliki bersama menjadi dasar untuk ekonomi pasar yang intensif. selanjutnya dijadikan pasar hasil industri oleh mereka. Tetapi disisi lain hal ini juga menimbulkan dampak negative berupa kerusakan ekosistem. ataupun melalui pencemaran nama baik. ketidakseimbangan lingkungan bahkan pencemaran yang akhirnya menjadi bencana bagi umat manusia. 136 . Bagi para praktisi teknologi. yaitu hanya ada satu cara dan tidak mentolerir yang lain. dan obyektif pada dasarnya sangat berakar pada budaya barat dan sangat patriarkhis. pergerakan sosial telah menggeser tata hierarkhi organis. Dilema determinisme. rekayasa kelautan berupa revolusi biru. Rekayasa Teknologi Penerapan IPTEK dalam rekayasa pertanian berupa revolusi hijau. dan kultural. Teknologi diciptakan untuk membantu mengatasi keterbatasan fisik manusia. Disamping itu imbas dibidang sosial berupa semakin melebarnya kesenjangan sosial. diambil SDA-nya. Ilmu pengetahuan modern yang dimitoskan sebagai universal. bertentangan dengan paham pluralitas atau dialektika. sebuah interaksi yang selalu melibatkan dimensi sosial. bebas nilai. Ini terjadi bukan hanya dalam konteks suatu Negara. Yang menjadi persoalan adalah bahwa pengetahuan dibangun berdasarkan kesenjangan natara yang tahu (spesialis) dengan yang awam(bukan spesialis). fungsi teknologi tidak perlu dipertanyakan lagi. Respons imajinatif senantiasa mewarnai interaksi timbal balik antara manusia dan teknologi.cxix Kemajuan teknologi serta dampaknya pada pembangunan dan ekspansi ekonomi telah mengubah kehidupan dan pikiran manusia.

Pemahaman demikian berangkat dari asumsi bahwa teknologi modern muncul dari rasionalitas dan kemampuan logika manusia dalam mengadopsi prinsip-prinsip pengetahuan ilmiah sains ke dalam artifak teknologis. 137 . Menurut Noble. Gagasan ini memikat para pemikir era Pencerahan dan semakin tumbuh subur di budaya masyarakat Amerika Utara di mana semangat kemajuan melekat dengan kuat. tetapi juga terlalu menyederhanakan dan bahkan mematikan makna dalam kehidupan manusia. Universalisasi institutional ini menjadi media hegemoni modernitas. Seperti yang diwaspadai oleh Rosalind Williams. Dalam paham ini struktur sosial dianggap sebagai kondisi yang terbentuk oleh materialitas teknologi. pandangan instrumentalis memiliki kecenderungan untuk mendewakan teknologi dan meletakkannya sebagai faktor penentu dalam perubahan sosial dan simbol kemajuan peradaban manusia. determinisme teknologi tidak hanya memberi penjelasan yang tidak akurat tentang relasi antara manusia dan teknologi. Determinisme teknologi itu sendiri bukan hal yang baru. Teknologi dibentuk oleh parameter efisiensi dan efektivitas sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pandangan instrumentalis di atas mungkin bisa diterima dalam tingkat pragmatis. Dalam analisis Andrew Feenberg. Ini terjadi karena determinisme teknologi cenderung memaksakan suatu bentuk universalitas struktur institusional teknologi ke dalam masyarakat. Dalam catatan Merritt Roe Smith. determinisme teknologi memungkinkan motivasi politis. Sikap ini melahirkan pandangan determinisme teknologi yang bersifat ideologis. Paham ini begitu dominan dalam masyarakat kontemporer. tapi tidak dalam tingkat filosofis karena pandangan ini tidak cukup untuk menjelaskan makna dan implikasi teknologi bagi manusia. termasuk dalam lingkungan akademik. tetapi di sisi lain memaksakan suatu bentuk fatalisme. paham determinisme teknologi telah muncul sejak awal revolusi industri. Bagi David Noble. Pertama adalah asumsi bahwa teknologi berkembang secara unilinear dari konfigurasi sederhana ke yang lebih kompleks. para sarjana studi sosial teknologi telah memberi respons kritis terhadap paham determinisme teknologi. Kedua premis tersebut sulit diterima karena pola-pola teknologi itu sendiri banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial. Kedua adalah asumsi bahwa masyarakat harus tunduk kepada perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia teknologi. ekonomi. Lebih penting lagi. Kritik terhadap determinisme teknologi merupakan respons terhadap implikasi politis ideologis yang dihasilkan oleh paham ini. Selama tiga dekade terakhir. kultural. pada satu sisi determinisme teknologi menawarkan janji-janji modernitas. dan ideologis para pemilik modal masuk ke dalam sistem teknologi dan mengurangi otoritas masyarakat dalam memilih arah teknologi. setidaknya dua premis dalam determinisme teknologi yang bermasalah. Determinisme teknologi berangkat dari satu asumsi bahwa teknologi adalah kekuatan kunci dalam mengatur masyarakat.Dia berperan sebagai media untuk mencapai kepuasaan material. dan politik di mana teknologi itu berada. Determinisme teknologi dalam pandangan instrumentalis ini mesti dicermati karena dia menafikan aspek moral dan etika dalam relasi antara manusia dan teknologi.

New York. Sebaliknya. Relasi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk walaupun dengan artefak teknologi yang sama. Multistabilitas meletakkan teknologi tidak dalam satu posisi hermeneutik. Ihde mengembangkan “ontologi relativistis” untuk memahami keberadaan manusia dalam wilayah teknologi. kedua jenis persepsi ini saling terikat satu sama lain. berhasil atau gagalnya teknologi bukanlah hal yang penting karena pada dasarnya teknologi adalah hasil sebuah kompromi. Berangkat dari eksistensialisme Heideggerian. Setidaknya itu yang dilakukan Don Ihde untuk memahami relasi antara manusia dan teknologi secara komprehensif. makna sebuah artefak teknologi akan selalu berubah sesuai dengan masyarakat yang memaknainya. Melalui fenomenologi persepsi ini. Bagi Ihde. melainkan lebih sebagai media untuk menganalisis relasionalitas antara manusia yang mengalami (human experiencer) dan wilayah yang dialami (the field of experience). teknologi bersifat multi-interpretatif tergantung pada konteks kultural di mana dia berada. Ontologi relativistis bukan relativisme. fenomenologi menjadi dasar metodologi studi sosial teknologi. Ihde menawarkan konsep multistabilitas untuk menggali lebih dalam ke wilayah kompleksitas budaya teknologi. Kekuasaan dalam konfigurasi Relasi kekuasaan dan teknologi adalah sebuah tema besar dalam studi sosial teknologi. yang ditulis dalam artikelnya Do Artifacts Have Politics? Di sepanjang jalan bebas hambatan di Long Island terdapat sekitar puluhan 138 . persepsi makro tidak akan pernah ada tanpa dorongan persepsi mikro. khususnya sosiologi teknologi dalam memahami relasi antara teknologi dan masyarakat. Bagi para sosiolog teknologi.Fenomenologi teknologi Bagaimanakah relasi antara manusia dan teknologi terjadi? Fenomenologi adalah kendaraan untuk mencari jawabannya. Persepsi mikro tidak pernah lepas dari konteks persepsi makro. Proses-proses sosial yang membentuk teknologi adalah refleksi dari cara kita hidup dan mengatur masyarakat. Setidaknya tiga kasus menarik bisa kita amati dalam domain ini untuk melihat bagaimana kekuasaan dan teknologi saling bereproduksi satu sama lain. Dalam perspektif ini. teknologi merupakan cermin dari proses imbal-balik yang kompleks yang terjadi di masyarakat. Kasus pertama adalah analisis Langdon Winner tentang jembatan di Long Island. Dengan kata lain. Konsep multistabilitas menekankan bahwa relasi antara manusia dan teknologi tidak tunggal. Karena itu. Jika kita menilik secara saksama. Bentukan sosial teknologi Prinsip-prinsip dalam fenomenologi teknologi tidak menjadi barang eksklusif dalam studi filsafat. Analisis relasionalitas ini dilakukan melalui dua kategori persepsi. Studi fenomenologi teknologi mengeksplorasi pengalaman manusia dan secara spesifik menjelaskan bagaimana struktur pengalaman yang bersifat multidimensi tersebut tersusun. tapi dalam berbagai titik relasi dengan manusia. yakni persepsi mikro yang bersifat indrawi dan persepsi makro yang bersifat kultural atau hermeneutik.

Hasilnya adalah pengamatan dimensi kekuasaan yang sempit. Dengan konfigurasi tertentu. Selintas tidak ada hal yang istimewa dari jembatanjembatan tersebut. Ini dilakukan dengan sengaja oleh pendesainnya. identitas. Mendekati kekuasaan melalui budaya dalam teknologi mengantarkan kita ke konsep konstruksi budaya. Tetapi. Dia muncul dari suatu konsteks budaya tertentu sehingga kekuasaan selalu bersifat kontekstual dan lokal. seorang tokoh sentral dalam pembangunan kota New York di awal abad ke-20. jika diamati dengan saksama. Jembatan-jembatan tersebut di desain dan dibangun dengan konfigurasi demikian untuk menghasilkan suatu dampak sosial tertentu. jembatan Long Island. Budaya dan teknologi Kekuasaan tidak lahir dari kondisi vakum. Winner menemukan suatu agenda rasialis dan diskriminatif di balik desain jembatan Long Island. Jembatan-jembatan tersebut dibangun sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh Moses untuk menghalangi masuknya bis ke wilayah tersebut. ketika elemen-elemen ini membentuk suatu konfigurasi. penjelasan praktik kekuasaan dalam teknologi tidak akan pernah memuaskan jika kesadaran tentang sistem budaya diabaikan. dan makna di 139 . sebuah pantai cantik berpasir putih di sebelah timur Long Island. Konstruksi budaya tersusun melalui proses interpretasi-reinterpretasi dan produksi-reproduksi simbol. misalnya efisiensi material atau efektivitas sistem konstruksi. keganjilan desain tersebut bukanlah karena alasanalasan teknis. tanpa adanya perspektif budaya. proporsi jembatan tersebut tidaklah “normal”. Argumen Pfaffenberger didukung oleh David Hess melalui konsep relasi kekuasaan dan budaya. teknologi berfungsi untuk memproduksi kekuasaan. artefak teknologi berubah menjadi media hegemoni. Menurut Winner.jembatan penyeberangan. Tinggi jembatan tersebut hanya sekitar 2. Pada kasus mesin kontrol numerik. dengan serta-merta netralitas tersebut sirna. seperti yang dikatakan Bryan Pfaffenberger. Karena itu. adalah artefak yang terdiri dari elemen-elemen yang netral. Adapun pada kasus penjara Panopticon. dominasi. Hess menggunakan konsep ini untuk memahami kompleksitas operasi kekuasaan di masyarakat. Namun. Pfaffenberger berargumen bahwa fungsi politis dari suatu teknologi baru dapat tercapai jika teknologi tersebut dibungkus dalam mitos dan ritual dan menjadi alat kontrol produksi dan resepsi makna. dan kontrol untuk memenuhi kepentingan sang pencipta konfigurasi tersebut. Hal ini untuk membatasi akses kaum kelas bawah kulit hitam dan hispanik yang biasanya menggunakan bis umum menuju ke Jones Beach. Pada kasus jembatan Long Island. Menurut Hess. analisis kekuasaan akan menjadi tumpul dan hanya hanya terfokus pada sejumlah kategori sosial yang terbatas.7 meter sehingga hanya mobil sedan yang dapat lewat di bawahnya. yakni Robert Moses. teknologi menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan. Secara materialistis. teknologi berfungsi sebagai media praktik kekuasaan. Dari investigasinya. Dari perspektif ini kita bisa melihat tiga artefak di atas sebagai refleksi dari relasi manusia dan teknologi melalui kekuasaan yang meliputi tiga tujuan.

Aliran dari keluaran proses ini lalu ditransformasikan ke dalam artefak teknologi. Alasan untuk menolak sikap ini jelas karena manusia tidak akan pernah lepas dari teknologi. Dalam pola ini. Pada tingkat praksis. konsep konstruksi budaya dalam teknologi tidak hanya untuk memahami lebih mendalam bagaimana teknologi berinteraksi dengan makna. dan nilai. teknologi modern tidak berbeda jauh dengan prinsip bricolage di mana interpretasi budaya membentuk versi teknologi di masyarakat. Oleh Linda Layne. seorang praktisi teknologi adalah seorang bricoleur. Dia menghasilkan suatu teknologi baru melalui rekonstruksi elemen-elemen yang sudah ada untuk dibentuk menjadi suatu teknologi “baru” dalam konteks budaya di mana dia berada. Namun demikian. dampak negatif dan positif teknologi 3. ritual.Buatlah portofolio berkaitan dengan fenomena teknologi dalam kehidupan manusia yang meliputi 1. Kondisi ini membentuk sikap “taken for granted” dalam masyarakat kontemporer terhadap teknologi. TUGAS . sikap ini secara perlahan menggali jurang dalam yang dapat menjebloskan manusia ke dalam bencana kemanusiaan. Hal ini dapat dilakukan melalui pemahaman makna dalam masyarakat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teknologi dan masyarakat dan mencari solusinya.dalam masyarakat. Dalam kata lain. konstruksi budaya dapat dijadikan “tool” untuk membuat teknologi lebih manusiawi dan dapat diterima dengan baik di masyarakat. Penyingkapan ini bagai pedang bermata dua. kita tidak perlu menjadi paranoid dan bersikap antiteknologi. Kompleksitas teknologi modern telah melampaui batas dimensi indrawi manusia dalam mencerna. permasalahan seputar teknologi dan kehidupan manusia 2. Yang dibutuhkan adalah suatu tingkat pemahaman teknologi yang lebih mendalam. Dalam kerangka konstruksi budaya ini. Di sini Layne menawarkan apa yang dia sebut sebagai “cultural fix” di mana nilai-nilai budaya di adopsi ke dalam konfigurasi teknologi. teknologi tidak lagi dilihat pada aspek materialitasnya yang sering bersifat ilusif melainkan sebagai suatu bentuk upaya penyingkapan daya yang tersembunyi di alam seperti yang dilontarkan Martin Heidegger. suatu sikap yang menerima teknologi dengan mata tertutup.bentuk kelompok yang terdiri dari lima orang mahasiswa. Pada tingkat ini. Dia mengantarkan manusia kepada bentuk “kebenaran” tentang potensi-potensi yang tersembunyi di alam. pencarian solusi dari permasalahan yang ada 140 . pengembangan teknologi menyerupai apa yang disebut Claude Levi-Strauss sebagai bricolage. Menurut Hess. . Tragisnya. orisinalitas teknologi ditentukan oleh konsep makna yang digunakan. Di sisi lain dia memancing nafsu dan keserakahan manusia untuk terus melakukan dominasi dan kontrol terhadap alamcxxi. Bricolage adalah aktivitas penggabungan elemen-elemen yang ada untuk memenuhi suatu tuntutan lingkungan.

yaitu tumbuhan. dan empat pot tanaman bunga. 141 . S. melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. Kenyataan ini dapat dengan mudah kita lihat dengan mengandaikan jika di bumi ini tidak ada tumbuhan dan hewan. Kecuali makhluk hidup. tiga ekor burung perkutut. sebatang pohon kelapa dan sebuah bukit batu akan berbeda sifatnya dari lingkungan yang sama besarnya tetapi hanya ada seorang mnausia. Einsteins konon pernah mengartikan lingkungan sebagai ‘segala sesuatu kecuali saya’. Dalam golongan jenis unsure lingkungan hidup termasuk pula zat kimia. Toynbeecxxii mengaitkannya dengan daya pikir rasional dan kekuatan emosi manusia. Aforisme ini menyiratkan salah satu dilemma dalam konsepsai lingkungan. hubungan atau interaksi antara unsure dalam lingkungan hidup itu. Pertama. tumbuhan. tertutup rimbun oleh pohon bamboo dan tidak berbukit batu. air dalam bentuk uap. Manusia bersama tumbuhan. 10 ekor anjing. seekor anjing. Tanpa mereka manusia tidak dapat hidup. seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. hewan dan jasad renik menempati suatu ruang tertentu. sekaligus pihak yang paling merasa terancam olehnya. Hakekat Lingkungan Sosial Dan Alam Bagi Manusia Manusia hidup di bumi tidak sendirian. Sifat lingkungan hidup ditentukan oleh bermacam-macam factor. tanah dan batu. hewan dan jasad renik. dalam ruang itu terdapat juga benda tak hidup. Sifat ruangan berbeda jika dua kursi dengan sebuah meja diletakkan ditengah masing-masing dinding dan sebuah pot di masing-masing sudut. seperti udara yang terdiri atas bermacam gas.BAB VIII MANUSIA DAN LINGKUNGAN Oleh : Linda Dwi Eriyanti. Manusia adalah penakluk alam. cair dan padat. dan jasad renik akan tetap dapat melangsungkan kehidupannya. Tidak seperti makhluk hidup lainnya. melainkan bersama makhluk lain. Makhluk hidup yang lain bukan sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral atau pasif terhadap manusia. Kedua. oleh jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut. manusia dapat melihat dunia sekelilingnya sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya. Dalam ruangan itu delapan kursi diletakkan sepanjang satu dinding dengan sebuah meja didepan setiap dua kursi dan sebuah pot bunga diatas masing-masing meja. Dengan mudah dapat kita lihat. suatu lingkungan hidup dengan 10 orang manusia. hewan. Misalnya dalam ruangan terdapat delapan kursi. Dari manakah kita mendapatkan oksigen dan makanan? Sebaliknya seandainya tidak ada manusia. Ruang yang ditempati suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan tak hidup didalamnya diseebut lingkungan hidup makhluk tersebut.Sos 1. empat meja.

Maka ia mau bekerjasama dengan alam lingkungan untuk mengarahkan hidup ini secara 142 . hokum. baik yang berupa materi maupun non materi. dinamika kehidupannya dipengaruhi factor dominant yang berupa lingkungan sosial-budaya dan lingkungan alamnya. tanah. pranata. Lingkungan alam dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan sebaliknya. peraturan. udara. Lingkungan yang panas. norma. Manusia yang tingkat budaya dan peradabannya sudah maju. Lingkungan alam adalah kondisi alamiah baik biotik ( tumbuhan. Keempat. tumbuhan. maupun kelompok dengan kelompok. individu dengan kelompok. Usaha pelestarian lingkungan dimengerti sebagai kesediaan manusia mengakui keterbatasannya.Ketiga. atau ketimpangan ekologi. misalnya suatu kota yang penduduknya ktif dan bekerja keras merupakan lingkungan hidup yang berbeda dari kota yang serupa tetapi penduduknya santai dan malas. peralatan. yang berarti rumah tempat tinggal : tempat tinggal semua manusia.cxxiii Ekologi mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan manusia telah mampu mengungkap sebagian kecil rahasia alam semesta ini. cahaya. Sebagai akibat tuntutan kebutuhan manusia yang multi aspek. dll. hewan. mineral. Lingkungan budaya yang berupa materi meliputi bangunan. serta memiliki kemampuan untuk melihat dan menganalisis perspektif ruang muka bumi yang meliputi perubahan serta perkembangan hari ini untuk menatap amsa depan. Kesadaran ekologi hendak melihat kenyataan dunia ini secara integral holistic. maupun lingkungan abiotik (tanah. kelakuan atau kondisi unsure lingkungan hidup. silau dan bisingsangatlah berbeda dengan lingkungan yang sejuk. system politik. factor non materiil suhu. dan kebisingan.cxxiv Ia sekaligus merupakan reaksi kritis atas pandangan terhadap dunia yang dualistis. dan sebaliknya. air. Lingkungan sosial yaitu suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya hubungan interaksi individu dengan individu. udara) yang belum banyak dipengaruhi oleh tangan manusia. ketimpangan lingkungan. cahaya yang cukup. dikotomis. hewan ). Lingkungan budaya adalah segala kondisi. dll. air. Sedangkan yang non materi berupa tata nilai. system pemerintahan. yang dihasilkan oleh manusia melalui aktivitas. pakaian. Manusia dan alam semesta adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. mengkaitkan ilmu kemanusiaan dan ilmu alam-bersifat interdisipliner. kreatifitas. Oleh karena itu kita semua wajib memiliki wawasan yang luas tentang lingkungan. Ekologi dan manusia Kata ‘eko’ dalam ekologi berasal dari bahasa Yunani Oikos. yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. bahwa ia tidak pernah dapat memahami sepenuhnya kerja dunia dan semua unsurnya. bahwa dunia yang satu itu ternyata mengandung banyak keanekaragaman. mampu mempertahankan lingkungan alamnya. dan penciptaan yang berpengaruh terhadap lingkungan alam. tapi tidak silau dan tenang. perubahan ruang dan tata ruang sudah menjadi tuntutan alamiah. senjata. system ekonomi. Kita dapat dengan mudah merasakan ini. dan matahari. Manusia sebagai makhluk dinamis. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah agar masalah dengan lingkungan tadi tidak menimbulkan ketimpangan ruang. Lingkungan alam dan lingkungan sosial saling berpengaruh dan berinteraksi secara aktif.

bersama-sama kepada kesejahteraan seluruh anggota komunitas dunia ini.itu berarti mengakui dan menghargai hak hidup setiap makhluk sebagai subyek yang mandiri dan bermartabat dalam dunia yang kongret integral.cxxv Alam merupakan guru terbaik, ia menstimulasi kapasitas untuk menangani lingkungan tak terduga dan kejadian yang tidak diperkirakan dengan maksud dan kemurahan hati dari roh, memercikkan momen transenden dan menginspirasikan tindakan yang kreatif. Hukum alam membangkitkan pola hidup yang kaya dengan kesederhanaan dan kerendahan hati, kemurnian, kebenaran, kemurahan hati, dan cinta kasih.cxxvi Menurut Hanne Strong, kunci untuk memperbaiki bumi terletak pada penghormatan pada hukum alam yang dipahami masyarakat asli dan tradisional. Masyarakat ini berbicaraberbicara dengan kumpulan instruksi yang asli yang diberikan kepada mereka oleh sang pencipta. Mereka mengetahui dan menghidupi hukum ini, yang menuntun relasi manusia dengan 4 elemen pemberi kehidupan yaitu tanah, air, udara, dan api (energi), serta mengajarkan penghormatan pada kesatuan dan kesalingketergantungan dari seluruh kehidupan. Hanya jika kita memahami Hukum Kesalingtergantungan, kita dapat memperbaiki kerusakan keempat elemen pemberi kehidupan kita. dan hanya jika kita mengalami kesalingterkaitan satu sama lain, kita dapat memulai mengubah sumbernya : hati dan pikiran manusia. Ini disepakati Fukuoka, yang mengatakan : “tidak ada jalan lain untuk perdamaian kecuali semua orang harus meninggalkan gerbang istana persepsi yang relative, turun ke padang rumput, dan kembali ke jantung alam yang non aktif. Marilah kita katakan bahwa kunci perdamaian terletak dekat di bumi.”cxxvii 2. Pandangan manusia terhadap lingkungan Faham dan pandangan manusia terhadap lingkungan alam sangat tergantung dari penguasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Setidaknya ada 3 aliran tentang faham hubungan manusia dengan lingkungannya, yaitu : Faham determinisme, memandang bahwa manusia sangat tergantung pada alam, artinya kapasitas manusia dan aktifitasnya sangat ditentukan oleh alam dimana dia berada, sedangkan upaya manusia untuk mengkreasi lingkungan sangat terbatas kemampuannya. Tokoh faham ini diantaranya : Charles Darwin (1809-1882) yang terkenal dengan teori evolusinya, Frederich Ratzel (18441904) dengan teori Antrhropography yang menyatakan bahwa bahwa manusia berkembang dan hidup sangat ditentukan oleh lingkungan geografis dimana ia tinggal. Tokoh lainnya Elsworth Huntington yang menekankan pada kekuatan pengaruh iklim pada perkembangan dan kehidupan manusia. Faham Posibilisme atau Probabilisme, memandang lingkungan alam berpengaruh terhadap manusia tetapi tidak menentukan melinkan hanya memberi peluang dan kemungkinan pada manusia untuk berkembang. Tokohnya : EC Semple dan Paul Vidal de la Blace yang menyatakan bahwa perkembangan hidup dan kebudayaan manusia bukan dipengaruhi langsung oleh alam, tetapi oleh proses produksi yang dipilih seseorang yang berasal dari kemungkinan yang disediakan oleh tanah, iklim, dan ruang yang ada disekitarnya.

143

Faham Optimisme teknologi, memandang bahwa manusia dengan kemempuan IPTEK yang dimilikinya dapat menciptakan kebudayaan dan mengkreasi lingkungan alam sesuai yang diinginkannya. Lingkungan adalah metafora yang melanggengkan kontradiksi kondisi dasar manusia. Ia memiliki kekuatan untuk menaklukkan, namun ia juga diliputi berbagai kelemahan yang membuatnya terancam. Disatu sisi manusia membuat berbagai perbaikan, disisi lain ia membuat kerusakan. Konflik antara individualisme konsumerisme dan solidaritas tidak pernah lepas dari masyarakat manusia. Hal ini sangat ditekankan oleh Atkinson (1991), Dickens (1992), Dobson (1990), Eckersley (1992), dan Sachs (1993). Dari waktu kewaktu manusia memandang alam dengan nafsu penaklukan sekaligus rasa bersalah. Hal ini diuraikan secara cemerlang oleh Glacken (1967). Manusia sejak lama menyadari betapa uniknya kehidupan di bumi. Kosmos dimana kita hidup merupakan anugerah tak terperi, dan juga tak tergantikan, yang terbentuk dari jutaan proses kimiawi, biologis, dan fisik secara terus menerus. Pengagungan alam ini diantaranya diungkapkan Lovelockcxxviii. Dikatakannya bahwa biosfer yang menyangga kehidupan manusia dilukiskan sebagai suatu zona yang disebut Gaia, yang mempunyai mekanisme pengaturan sendiri, yang justru sering terusik oleh perilaku manusia. Gaia tidak punya sosok tertentu, tidak dibebani moralitas, namun memberi batasan-batasan yang tak terlampaui bagi kehidupan manusia. Jika manusia tak mau menyesuaikan diri, maka alam akan memaksanya. Inti pandangan environmentalisme yang kini terus diminati ada tiga, yakni pandangan teknosentrik, ekosentrik, dan deep green. Mode teknosentrik yang diungkapkan O’Riordancxxix menggambarkan hakekat manusia sebagai manipulator alam, yang harus membatasi perilakunya agar ia dapat terus memanipulasinya itu. Pandangan konservasionis ini berkembang luas di AS (Hays 1959), cenderung optimistic dan bersifat maskulin. eksploitasi dan teknologi dipandang positif, sejauh itu tidak merusak alam fisik dan sosial secara berlebihan. Pandangan ekosentrik (Dobson 1990, O’Riordan 1981, Pepper 1986) juga optimis, namun ia lebih jauh lagi dalam menganjurkan pelestarian lingkungan. Kalau dalam pandangan terdahulu alam dijadikan sebagai factor pengimbang sekunder, maka dalam pandangan ini kelestarian harus selalu dinomorsatukan. Semua tindakan manusia sedapat-dapatnya harus didasarkan pada usaha pelestarian alam. Contoh konsepsi pelaksanaannya ada lima : i Konsep pembangunan berkesinambungan (sustainable development), yang tertuang dalam laporan Komisi Bruntland (1987) dan Konferensi Lingkungan dan Pembangunan PBB (UNCED) di Rio Janeiro di tahun 1992 yang menghasilkan agenda 21, suatu program integrasi pembangunan dan lingkungan. Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang ungkapkan O’Riordan dan Cameroncxxx menyatakan hanya menerima segala iptek selama itu tidak merusak lingkungan. Prinsip itu kemudian mengembangkan civic science (integrasi semua ilmu konvensional dengan dan proses demokrasi alamiah) serta ecological space yang dibarengi dengan prinsip altering the burden of proof. Ini adalah argument ilmiah yang mendesak negara maju

144

memberi kelonggaran dan bantuan kepada negara berkembang agar dalam pembangunannya tidak mengorbankan kelestarian lingkungan ii Ilmu ekonomi ekologis (ecological economics) yang menggali berbagai keuntungan bagi manusia jika alam dibiarkan apa adanya (critical natural capital), atau jika kegiatan pembangunan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak mengganggu lingkungan (natural resource account) ; istilah lainnya ‘kesejahteraan lingkungan’ (environmental welfare). Hal ini diungkapkan oleh Pearcecxxxi iii Penilaian dampak lingkungan (environtmental impact assessment), atau anjuran bagi dilakukannya analisis menyeluruh tentang dampak lingkungan dari setiap proyek atau kebijakan, yang diungkapkan O’Riordan dan Sewellcxxxii. Ini khususnya ditujukan bagi perusahaan-perusahaan, sehingga memunculkan bidang bisnis jasa baru, yakni biro-biro konsultan lingkungan yang di negaranegara maju sangat berperan bagi turunnya izin resmi, khususnya bagi kegiatan-kegiatan yang dianggap peka terhadap lingkungan. iv Ecoauditing, yakni pemeriksaan atas semua usaha, kegiatan atau kebijakan yang ada, demi memastikan bahwa semua itu tidak merusak lingkungan. Tekniknya sendiri berfariasi, misalnya life cicle analisys dan environmental burden analysys. Semuanya merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan terpadu, yang standar-standarnya dibakukan secara internasional. Konsepsi ini dikampanyekan kepada pemerintah di setiap negara yang standar lingkungannyya diniolai memprihatinkan. Semuanya pada hakekatnya merupakan kompromi antara hasrat membanguna secara ekonomis, dengan keinginan untuk memelihara alam sejauh mungkin. Para penganjurnya yakin bahwa pelaksanaan langkah-langkah diatas tidak bisa ditunda-tunda lagi, dan harus segera dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pandangan ini tidak lepas dari kritik, Sachscxxxiii misalnya, meragukan bahwa pengutamaan lingkungan akan menciptakan aneka kendala ekonomis yang pada akhirnya bisa berakibat pada perusakan lingkungan alam itu sendiri. Terakhir, pandangan deep green bertumpu pada struktur etika dan sosial yang radikal (isrilah lainnya deep ecology atau steady-state economics). Pandangan ini menganjurkan ditinggalkannya pola hidup masal yang dianggap tidak bisa tidak merusak lingkungan, dan menghimbau masyarakat untuk hidup dalam pola komunal yang dekat dengan alam. Teknologi yang harus dipilih adalah yang paling canggih, tetapi yang tidak perlu aneka perangkat penduduk berskala besar. Pandangan ini menentang globalisme ekonomi dan ketergantungan politik. Dalam waktu bersamaan ia mempromosikan pasifisme (hidup serba damai dan bersahaja), ecifeminisme, penegakan hak-hak konsumen demi mengontrol produsen, serta pengakuan atas hak hidup makhlik lain diluar manusia. Pandangan ini berakar pada tradisi anarkhisme dan pemberdayaan komunitas. Meskipun demikian, pandangan ini juga mengakui bahwa semua usulnya tak mungkin diterapkan seketika. Karena itu ia menyambut baik konsepsi pembangunan berkesinambungan, yang dianggap sebagai batu loncatan menuju kondisi serba lebih baik, jauh dari hingar bingar politik atau militer yang pada akhirnya akan menghancurkan lingkungan.cxxxiv

145

sangat menarik dan memiliki logika yang kuat. aneka macam penyakit mematikan akibat pencemaran air dan udara. Juga tenaga energi yang mampu dikeluarkan rendah karena kadar gizi makanan dan menderita kekurangan kalori sehingga rawan penyakit. Kedua.cxxxv 3.5-3 juta pertahun. Ketiga. serta standar kelestarian lingkungan juga dihitung berdasarkan variable-variabel ekonomi. yang telah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan harus segera diakhiri. adanya pandangan bahwa kesejahteraan manusia sedang terancam oleh degradasi lingkungan dan penyusutan sumber daya alam. bergerak dari pedesaan ke perkotaan. yang memberi subsidi harga produk pertanian. namun baru muncul sebagai studi koheren pada tahun 1970-an. Kebijakan subsidi. Hal ini disebabkan rendahnya alat-alat produksi yang dimilikinya. sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang lebih produktif. penggunaan instrument ekonomi guna mengatasi masalah lingkungan yang bersumber dari kegiatan ekonomi. Jika suatu kegiatan sulit dihentikan begitu saja secara hukum. Kebijakan tertentu seperti Common Agriculture Policy di eropa. Tidaklah sulit untuk menemukan bukti-buktinya.ini bukan hanya terjadi dalam lingkup nasional. dan sebagainya. relokasi industri. tetapi menekankan kerugiannya secara ekonomis. Perkembangan Demografi dan Kesejahteraan Hidup Sebagian besar penduduk Indonesia masih berpendapatan rendah karena produktifitas kerjanya rendah. mulai dari banjir akibat penggundulan hutan. dan dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari kesempatan kerja. motif keuntungan terkadang mendorong perusahaan tidak mengindahkan kelestarian lingkungan dan mengakibatkan kerugian bagi pihak-pihak lain. peralatan kerjanya yang terbatas pula.Ekonomi Lingkungan Ekonomi lingkungan bermula dari tulisan Gray (awal 1900-an). kerusakan lingkungan secara umum diyakini sebagai akibat dari penyimpangan atau kegagalan tertentu dalam sistem ekonomi. Pigou (1920-an) dan Hotelling (1930-an). Studi ini tidak mempersoalkan terganggunya kesehatan. Ada tiga unsur pokok dalam ekonomi lingkungan ini yaitu : Pertama. untuk memaksakan hasil panen semaksimal mungkin. Dalam keadaan serba kekurangan. seperti sempitnya bidang tanah yang diusahakan. serta menggali saluran irigasi lebih banyak dari seharusnya. Misalnya relokasi industri menempatkan pebrik-pebrik dati negara maju ke hutan-hutan perawan di engara berkembang. Dalam ekonomi sumberdaya alam. solusi atas berbagai masalah lingkungan harus dilakukan dengan mengireksi unsur-unsur ekonomi yang menjadi penyebabnya. sehingga jumlah penduduk Indonesia naik dari 207 juta 146 . tetapi juga internasional. maka ekonomi lingkungan menyerankan penerapan pajak ekstra atau penerbitan lisensi khusus demi meredam kegiatan tersebut. batas-batas pencemaran dan kerusakan alam. Secara umum. Juga karena tingkat pendidikan dan ketrampilan yang masih rendah. Bahkan berbagai masalah global seperti penipisan lapisan ozone juga hendak diatasi melalui langkah-langkah ekonomis. banyak penduduk Indonesia bersifat mobil. mendiring petani memakai aneka pipik dan obat tanaman secara berlebihan. Sementara itu jumlah penduduk Indonesia kian bertambah dengan ratarata 2. Contohnya. yang kebanyakan bersumber dari pasar.

sehingga melibatkan masyarakat setempat. Ketersediaan pangan. tetapi pasar untuk barang industri pun lebih besar di pulau jawa ketimbang di pulau lain. minyak dan gas yang banyak terdapat diluar pulau jawa dilakukan dengan modal besar dan teknologi canggih. produk tekstil. Tentu kebutuhan mereka menciptakan permintaan barang dan jasa yang pasti mendorong industri farmasi Dari jumlah penduduk.Kwantitatif  pertumbuhan penduduk yang tinggi yang dipengaruhi natalitas. Penduduk berjumlah besar di pulau jawa. mortalitas dan migrasi  penyebaran penduduk yang tidak merata dan mobilitas penduduk  komposisi penduduk dengan angka ketergantungan tinggi c. dan kian kerontang karena terkonversi untuk kebutuhan non pertanian. Dengan 170. Inilah potret ‘ABG’ masa depan yang memerlukan begitu banyak pakaian yang otomatis akan menghidupkan mesin-mesin industri tekstil. Lain-lain  pembangunan yang dilaksanakan pemerintah selama ini berorientasi pada penduduk. mereka akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang dahsyat. jika lapangan kerja produktif tersedia mamadai. Lahan untuk pertanian semakin sempit. dengan skenario pesimistis. Dijalan. tas. sepatu. Kwalitatif  kebutuhan pangan  tingkat pendidikan  pelayanan kesehatan. nutrisi  perumahan  pendapatan perkapita  kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam  tenaga kerja (lapangan kerja dan pengangguran. garmen. Katakanlah penduduk usia 0-14 tahun pada tahun 2015 mencapai 63. Masalah sosial a. 147 . baik dari sisi investasi maupun konsumsi.(2000) menjadi 222 juta (2005). di kantor. Dapat pula disebut sebagai modal (human capital). betapa hidup mungkin tidak akan nyaman lagi. Misalnya akan terjadi ledakan pengangguran kalau penciptaan lapangan kerja tidak tertangan secara serius dari sekarang. manusia Indonesia akan berdesakan. dipemukiman.6 juta. akan tetapi juga bisa sekaligus sebagai ancaman. Lahan untuk pemukiman kian susah dan mahal.  Pembangunan sumber alam mineral. b. 235 juta (2010) dan 257 juta pada tahun 2020 nanti. Tak kalah besar tantangannya 24. Mereka bisa dilihat sebagai peluang pasar yang sangat besar untuk produksi jasa dan manufaktur. maka tidak saja tenaga buruh yang banyak tersedia.8 juta angkatan kerja tahun itu. dan sebagainya. Banjir dan tanah longsor datang meneror setiap saat dimana-mana karena pohon-pohon raksasa penahan banjir sudah kian menipis jumlahnya dan kurus-kurus pula. menyusut.3 juta penduduk usia lanjut (60 th keatas) yang memerlukan aneka macam obat dan makanan suplemen. kelestarian alam menjadi tantangan dan potensi bisnis yang luar biasa.

Bahkan persaingan antar suku-suku di daerah memperoleh peluang untuk tumbuh kembali. dampak pertumbuhan. fasilitas perdagangan) c. Solusinya . Jumlah permintaan akan papan kayu melebihi kemampuan hutan menghasilkannya secara lestrai. Solusinya . faktor ketiga. . mobilitas dan kepadatan penduduk pada lingkungan yang cenderung menderita tekanan sehingga rusak dan tercemar. Hal ini berakibat sifat patembayan lebih menonjol daripada paguyuban. Persaingan kian meningkat dan dimenangkan oleh mereka yang memiliki kemampuan produktifitas yang tinggi dan sumber daya alam dengan daya komparatif yang lebih unggul. yang dipicu dengan perbedaan suku. kemampuan produktifitas dapat ditingkatkan apabila pemerintah memangkas habis belukar birokrasi administrasi yang menghambat kebebasan berusaha dan mengutamakan investasi pada infrastruktur keras (jalan. Brunei Darussalam. Sehingga muncul ‘mikro politan’ di aerahdaerah. Demikian pula semangat yang mengutamakan ‘putra daerah’ baik dalam pemerintahan maupun bisnis semakin meningkat.Maka muncullah ‘pulau-pulau modern’ ditengah-tengah ‘lautan’ penduduk tradisional. b. Migrasi penduduk lebih terpusat ke kota-kota di daerah ketimbang ke pedesaan. ras maupun agama. Philipina dan Singapura. sehingga banjir dan tanah longsor terjadi dimana-mana. Dengan demikian mobilitas horisontal antar daerah makin meningkat. listrik. latihan ketrampilan. faktor kedua adalah tantangan munculnya kawasan perdagangan bebas ASEAN (FTA). juga pelimpahan wewenang otoritas pembangunan lebih banyak dari pusat ke daerah. Jumlah volume air tanah yang disedot sudah melewati ambang batas. Tekanan pembangunan pada sumber alam hutan sangat terasa saat ini. pelabuhan.Solusinya perlu penguatan simbol persatuan bangsa melalui pendidikan dan pembudayaan bangsa. untuk mengatasi hal ini pembangunan perlu mengendalikan: 148 . faktor pertama yang tidak ada di masa lalu adalah desentralisasi. Hal ini mendorong dibukanya jalur perdagangan antara daerah-daerah yang berbatasan dengan Malysia. telekomunikasi) dan infrastruktur lunak ( pendidikan. Akhirnya kota-kota sepanjang selat Malaka. Laut China Selatan. Laut Jawa dan Laut perbatasan Philipina Selatan akan tumbuh lebih pesat. Luas area tanah yang ditimpa erosi sudah tidak terkendali. Perspektif masa depan Bagaimana perspektif perkembangan penduduk masa depan dan apa pengaruhnya terhadap pembangunan bangsa kita? a.  Konflik yang bermunculan dengan berbagai penyebab diantaranya ketimpangan ekonomi. yang berakibat lebih banyak dana keuangan mengalir ke daerah.

dan lingkungan budaya. kadang-kadang bila orang berbicara tentang ekologi sering diidentikkan dengan pengertian lingkungan. Mengingat pentingnya kedudukan lingkungan pada konsep ekologi. Pendekatan ekologi Pendekatan ekologi yang menelaah hubungan antar makhluk hidup yang satu dengan lainnya pada suatu ekosistem. sungai. Hubungan Kualitas Lingkungan Dengan Kehidupan Manusia Secara garis besar. Keterbatasan daya dukung alam Daya dukung lingkungan bersifat relatif dan memiliki keterbatasan. Besar penduduk per luas areal 2. dan politik dewasa ini disebebkan tidak adanya keadilan. lingkungan dibedakan atas lingkungan biotic dan abiotik. Krisis ekologis. Keseimbangan pemanfaatan dengan pemeliharaan Penerapan teknologi bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia selain secara jelas berdampak positif juga membawa dampak negative. sedangkan pada konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan atas lingkungan alam. meliputi geografi manusia yang menelaah hubungan antara kelompok manusia dengan lingkungan alamnya. dan lainnya yang diluar daya kemampuan lingkungan yang bersangkutan. Penerapannya merupakan tekanan terhadap lingkungan. 149 . suasana aktifitas penduduk menghasilkan barang dan jasa 3. terdapat dua komponen utama. Eksploitasi hutan. perdamaian. Pada konsep ekologi secara umum. lingkungan sosial. dapat diadaptasikan dalam menelaah kehidupan manusia.1. James A Quinn menyatakan bahwa ekologi manusia pada bidang ilmu-ilmu sosial. 5. 4. Dalam konsep ekologi. Sedangkan Barrows menjelaskan bahwa geografi adalah ekologi manusia yang memberikan penjelasan tentang hubungan keberadaan lingkungan alam dengan persebaran dan aktifitas manusia. Bila pemanfaatan dan populasi yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut telah melewati batas kemampuan. degradasi sumber daya alam dan pencemaran lingkungan per satuan produksi barang dan jasa. Problematika Pembangunan Lingkungan Sosial Budaya Dan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Beradab. yaitu makhluk hidup dan ekologi lingkungan. laut. kualitas hubungan manusia dengan alam lingkungannya dapat dikelompokkan ke dalam 3 tingkatan yaitu :  Kelompok yang hidupnya sangat tergantung pada lingkungan  Kelompok yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya  Kelompok yang mampu mempengaruhi dan memanfaatkan lingkungannya bagi kesejahteraan hidupnya. sosial. dan khususnya penghormatan dan penghargaan terhadap ciptaan. akan terjadi berbagai bentuk ketimpangan yang kemudian menjadi masalah bahkan bencana yang menimpa kehidupan makhluk dimuka bumi terutama manusia.

Lebih dari itu. Penggusuran itu sering tanpa disertai kompensasi.5 persen dari jumlah penduduk India saat ini (1993).merupakan tekanan yang megubah keseimbangan sehingga menimbulkan masalah lingkungan. perusakan hutan telah menjadikan hutanhutan itu tinggal separonya saja bila dibandingkan dengan kondisi hutan pada tahun 1980-an (antara tahun 1978 dan 1988 telah terjadi penggundulan. orang-orang yang tergusur telah mencapai 2. Setiap tahun. prestasi yang gemilang manusia dalam IPTEK telah merubah pola piker. Demikianlah. perusakan hutan itu belum merupakan tragedi sosial dan lingkungan dalam dimensi global. Jutaan spesies sedang dimusnahkan di planet kecil ini. Demikian juga lingkungan sosial budaya. sementara Bank Dunia tetap menjadi aktor utama yang memainkan tokoh “protagonis” tentunya.cxxxvi (Penggundulan itu masih sangat mungkin terjadi lagi. Sebaliknya lading atau sawah yang hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan saja akan memiliki stabilitas yang kecil. Setiap makhluk hidup ingin agar tempat hidupnya memberikan rasa nyaman. pembangunan yang disponsori Bank Dunia telah menggusur lebih dari 20 juta orang dari tanah dan tempat tinggal mereka. lebih dari satu setengah juta orang disisihkan demi kelancaran proyek-proyek pembangunan yang didanai oleh Bank Dunia. lahan hutan seluas 22. Bahkan. Seorang ilmuwan 150 . Semakin besar keanekaragaman ekosistem. Sementara orang-orang miskin dicerabut dari tempat asalnya dan dipindahkan secara paksa. Suatu ekosistem mempunyai stabilitas lingkungan tertentu. Meski demikian. Dan jika dirunut sejak masa kemerdekaan pada tahun 1947. makin besar pula stabilitasnya. Pembangunan dan lingkungan Sebagian belahan bumi yang sangat luas telah berubah menjadi medan peperangan dahsyat. Hutan hujan tropis yang terdiri dari banyak tumbuhan dan binatang walaupun tanpa perawatan tetap akan dapat melangsungkan hidupnya. pola hidup dan perilaku yang berbudaya menuju budaya baru yang didasari oleh hawa nafsunya sehingga terjadi pergeseran nilai ditengah masyarakat. Di India. setidak-tidaknya satu setengah juta manusia lagi (gambaran yang mengerikan itu didapat dari catatan kemiskinan Bank Dunia dalam kaitannya dengan masalah pemukiman kembali orang-orang yang terkena proyek pembangunan). kaum tergusur yang memainkan tokoh “penentang” semakin banyak bermunculan dalam drama yang berpanggungkan bumi. aman dan menyenangkan untuk kelangsungan hidup individu dan makhluk sejenisnya.000 meter persegi digunduli. Peranan manusia secara ekologis dalam lingkungan :  Manusia sebagai mahkluk yang dominant secara ekologi  Manusia sebagai maklhuk pembuat alat  Manusia sebagai makhluk preampok  Manusia sebagai makhluk penyebab evolusi  Manusia sebagai makhluk pengotor Lingkungan yang ideal bagi manusia. Luas itu sama dengan luas wilayah Massachusetts). Pada awal tahun 1990-an. di atas kertas telah ada beberapa rencana proyek semacam itu yang mungkin akan menggusur orang-orang miskin.

Hampir seratus persen penduduk di beberapa tempat terjangkit malaria. Selain itu. campak. bahkan setelah pinjaman bertahap Bank Dunia selesai diberikan. selama tahun 1980-an terjadi perusakan hutan yang lebih luas dibandingkan dengan perusakan hutan di Rondonia. Sampai akhir tahun 1990. Sedemikian luas kebakaran hutan itu. sedangkan proyek Carajas adalah pembangunan jaringan transportasi kereta api dan pembangunan daerah pertambangan.cxxxviii Proyek Polonoroeste telah mengubah Rondonia — wilayah yang luasnya kira-kira sama dengan luas Oregon atau Inggris — menjadi wilayah dengan kerusakan hutan terluas di Amazon. kebakaran hutan Rondonia menjadi fokus utama riset NASA. angka kematian bayi mencapai 50 dan 25 persen di dua suku yang sempat dihubungi. Dan lebih dari tiga perempat perusakan hutan itu terjadi di salah satu sisi rel kereta api sepanjang 780 kilometer.1 persen pada tahun 1991. yaitu proyek pembangunan infrastruktur Polonoroeste dan Carajas. Selain 151 . “Penggundulan itu untuk membayar krisis ekonomi Brasil. yang pembuatannya didanai Bank Dunia pada tahun 1982.000 kilometer persegi telah dirusak demi kelancaran sebuah proyek raksasa: Greater Carajas Program. yang disebabkan ulah manusia. di ujung lain lembah Amazon. Beberapa suku Indian terancam pelbagai penyakit.000 orang telah tertular. penggelapan uang di badan pemerintah yang memberi perlindungan terhadap suku Indian (yaitu FUNAI). Namun. Sementara itu. di Rondonia telah terjadi penjarahan tanah Indian secara sistematis. Kedua proyek itu benar-benar telah menjadi pemicu malapetaka kemanusiaan dan ekologis yang masih saja berlanjut. sehingga areal yang rusak dapat dilihat dari angkasa luar. yaitu di sebelah barat laut Brasil (Rondonia di utara Mato Grosso) dan wilayah hutan di sebelah tenggara hutan Amazon. Fearnside mengatakan. banyak permukiman suku Indian yang termasuk dalam wilayah kerja Proyek Polonoroeste tidak menerima perlindungan penuh seperti yang dijanjikan. Kemudian jaringan transportasi kereta api pun dibangun dengan memakai dana pinjaman itu. hutan seluas sekitar 150. yaitu dari 1. Penyakit mulai mengancam nyawa orang-orang yang tergusur dan penduduk asli.6 Pada pertengahan tahun 1980-an.7 persen pada tahun 1978 menjadi 16. Sejak beroperasinya Proyek Polonoroeste. dan malaria yang semakin merajalela di permukiman penduduk asli. kerusakan hutan terus meningkat. mulai dari wabah campak sampai influensa. bukan kebetulan bahwa hampir semua aktivitas perusakan hutan di wilayah-wilayah tersebut berkaitan erat dengan dana proyek raksasa yang didanai Bank Dunia. wabah TBC. korupsi besar-besaran. Proyek Polonoroeste berupa pembangunan jalan dan pengembangan permukiman untuk pekerja perkebunan. dan lebih dari 250.cxl Sampai tahun 1993. Kisah tragis perusakan hutan itu dimulai saat 304 juta dolar AS pinjaman Bank Dunia diberikan kepada Companhia Vale do Rio Doce (CVRD).pemerintah Brasil Philip M. tepatnya di sebelah tenggara negara bagian Para. yang membentang dari pusat cadangan bijih besi sampai pelabuhan laut di negara bagian Sao Luis.”)cxxxvii Sepanjang tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an penggundulan terjadi sangat intens di dua wilayah hutan utama.cxxxix Pada tahun 1987 Bank Dunia melaporkan (fakta yang sempat dibocorkan pers Brasil). yaitu di negara bagian Para. sebuah perusahaan pertambangan milik pemerintah Brasil.

Antara tahun 1976 dan 1986. Dengan demikian. Dana itu digunakan untuk pengembangan proyek perkebunan inti rakyat (nucleus astate project). dan Sumatra (selanjutnya dipakai istilah “daerah tujuan”). dengan proyek semacam itu sumber arang kayu akan habis dalam kurun waktu belasan tahun. proyek Bank Dunia juga mendukung pembangunan penambangan bijih besi Carajas di salah satu ujungnya. Asian Development Bank (ADB). karena proyek tersebut telah menarik perhatian para pengejar laba di bidang arang kayu.500 kilometer persegi per tahun. Ketika proyek peleburan berlangsung. bisa dipastikan dalam waktu 10 tahun areal hutan yang luasnya melebihi luas wilayah Wisconsin akan gundul. Bank Dunia mengucurkan pinjaman 630 juta dolar AS) untuk menopang proyek pemindahan penduduk yang paling ambisius di dunia: transmigrasi di Indonesia. Proyek-proyek tersebut merupakan contoh proyek ceroboh dan berpandangan sempit. enam proyek industri telah didirikan. dan Food and Agriculture Organization (FAO) pun turut memberikan bantuan. dan minyak kelapa sawit untuk diekspor.pembangunan jaringan transportasi kereta api. Sampai dengan tahun 1987.cxli Transmigrasi Proyek pemindahan penduduk sebagai bagian dari proyek pertanian yang dibiayai Bank Dunia tidak hanya terjadi di Brasil. Irian Jaya. Pemerintah Jerman. karena hanya mengandalkan subsidi pajak besar-besaran dan eksploitasi hutan tropis untuk dijadikan bahan arang kayu. baik dari pemerintah negara lain maupun lembaga keuangan internasional. yaitu memindahkan jutaan orang miskin dari daerah berpenduduk padat — Jawa. Dan.cxliii Menurut Bank Dunia. dan konstruksi pangkalan bawah air Sao Luis sebagai ujung lain jaringan transportasi kereta api itu. Pada mulanya. Bali. Pinjaman Bank Dunia sebesar 630 juta dolar AS itu ternyata merupakan “pancingan” bagi donor lainnya. Dan memang. kopi. terutama untuk menanam tanaman perkebunan seperti cokelat. proyek pemindahan penduduk itu (diharapkan) dilakukan secara sukarela. Jika semua proyek itu berlangsung. tambahan bantuan dana itu mencapai 743 juta dolar AS. tentu saja. empat di antaranya adalah proyek peleburan pig iron.c) yang merupakan bagian dari program pemindahan penduduk ke hutan tropis di Indonesia. Sepanjang tahun 1983. UNDP.cxlii Tujuannya sederhana. Lombok. maka akan terjadi perusakan hutan seluas 1. Amerika Serikat. Di daerah tujuan terdapat 10 persen hutan hujan dunia. dan Madura (yang selanjutnya disebut “daerah asal”) ke pulau-pulau seperti Kalimantan. Program transmigrasi di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan proyek Polonoroeste. Selain itu. Transmigrasi juga menjadi alasan untuk memacu pembangunan ekonomi di daerah tujuan. tanah-tanah hutan orang Indian dan cagar alam yang ada pun terancam. 152 . Pulau Jawa yang luasnya sama dengan luas wilayah negara bagian New York telah menjadi salah satu tempat terpadat di bumi karena dihuni sekitar 105 juta jiwa (1993). Belanda. transmigrasi di Indonesia bertujuan untuk mengatasi ledakan penduduk dan pengangguran di Jawa dan pulau-pulau padat lainnya. di daerah-daerah tersebut juga berdiam berbagai suku asli non-Jawa. Mereka yang bersedia pindah — paling tidak dalam proyek berikutnya — menerima bantuan fasilitas pertanian dan pelayanan-pelayanan lain.

Dan. bagi pemerintahan Soeharto dianggap tidak bisa diandalkan. Bahkan.000 kilometer persegi hutan tropis.000 kilometer persegi tanah basah. Pada akhir 1980-an. bahaya banjir. Di Indonesia. program transmigrasi itu justru lebih memiskinkan jutaan orang miskin. juga terjadi dalam program transmigrasi di Indonesia: bantuan pertanian tidak kunjung datang. program transmigrasi di Indonesia ternyata sama-sama menunjukkan bayangan yang suram. perpindahan penduduk — baik yang didanai maupun tidak – ke daerah hutan bakau dan rawa-rawa di Indonesia (dikenal paling luas di dunia ) telah mengubah 35. Ada pula yang memilih pindah ke kota-kota kumuh di sekitar daerah tujuan. Situasi yang mirip dengan Polonoroeste. sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kebijakan aneksasi Indonesia sejak tahun 1969 di wilayah mereka. Tempat-tempat pemukiman transmigran. selalu dibayangbayangi berbagai bencana lingkungan: tanah yang kandungan asamnya tinggi. 90 persen tanahnya telah dihuni oleh penduduk non-Jawa.cxlvi Perusakan lainnya disebabkan oleh berbagai proyek penebangan kayu dan kebakaran hutan. tujuan utama transmigrasi lebih bersifat geopolitis. Brasil. tikus.cxliv telah menjadi proyek perang bintang Jenderal Soeharto. Kondisi populasi yang demikian. suku-suku asli tetap menyebut wilayahnya dengan nama Papua Barat. dan seperempatnya disebabkan oleh proyek pembangunan baik yang dilaksanakan oleh negara maupun swasta. Transmigrasi di Indonesia. sejak awal keterlibatan mereka pada akhir tahun 1970-an. Pada kenyataannya. sementara pemerintah Indonesia menggunakan nama Irian Jaya. para aktivis dan kritisi hak asasi manusia dan lingkungan memandang proyek transmigrasi itu sebagai bentuk siasat politik yang disamarkan dalam wujud pembangunan.d) Program transmigrasi di Indonesia telah mewariskan kerusakan lingkungan. Sekitar 40-50 persen transmigran yang mendapat permukiman di daerah bekas tanah basah dan rawarawa memilih pindah dari lokasi permukiman ke kota. Akan tetapi. Oleh karena itu dibuatlah program transmigrasi. Di Irian Jaya. salah satu sistem “pengamanan” negara yang dilakukan pemerintah Indonesia. paling tidak 40. Sebagai bentuk penolakan lainnnya. yang berasal dari hutan bakau dan tanah basah.000 kilometer persegi hutan tropis yang menjadi korban (4 persen dari hutan di Indonesia dan 3 persen dari hutan tropis yang tersisa di dunia).000 kilometer persegi hutan di Indonesia telah mengalami perusakan. karena sudah telanjur. Namun program itu mendapat reaksi keras di daerah-daerah tujuan. Riset Bank Dunia pada akhir 1980-an menyatakan. Jika dilihat baik dari segi sosial maupun dari segi keberhasilan pembangunannya. separo dari hutan-hutan itu telah diubah menjadi tanah pertanian demi kelancaran program transmigrasi. dokumen Bank Dunia pun menyatakan.000 sampai 20. wabah serangga.Namun. setiap tahun sekitar 10. dan babi liar. Menurut mereka. banyak suku asli telah bergerilya selama lebih dari 20 tahun.000 sampai 50. ladang pertanian yang tidak berguna. Kondisi buruk itu masih ditambah beberapa persoalan yang muncul akibat kelemahan perencanaan proyek seperti jeleknya jalan menuju pasar terdekat. program tersebut telah mengorbankan 15.cxlv Riset pemerintah Indonesia pada tahun 1989 menyebutkan. banyak transmigran akhirnya mencoba tetap bertani di tanah-tanah yang tidak subur sekadar untuk bertahan hidup.cxlvii 153 .

meningkatkan kecemburuan sosial dan konflik. kaum pengungsi atau bekas transmigran di Merauke akhirnya bernasib sama seperti penduduk miskin di Jawa: menjadi pekerja seksual dan pelinting rokok. pada tahun itu pendapatan mereka 540 dolar AS per tahun. Diperkirakan.Menurut laporan Bank Dunia.cl Irian Jaya sebenarnya merupakan cagar alam terluas di dunia.clii Revolusi Hijau Dampak revolusi hijau menurut Vandana shiva “ revolusi hijau telah menyebabkan berkurangnya keanekaragaman genetika. Seluas 417. Banyak permukiman transmigran dibangun di dekat perbatasan Papua Nugini.000 keluarga atau lebih dari 75. Bantuan yang kelima dari Bank Dunia telah dimanfaatkan untuk memindahkan sekitar 15. lebih dari 300. Yang mendapatkan keuntungan dari revolusi 154 . yaitu Arso I dan Arso II. Jadi. 50 persen keluarga transmigran hidup di bawah garis kemiskinan. terjadi kerusuhan. Sementara itu. Pemilihan tempat pemukiman yang demikian agak mencurigakan karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) memusatkan aktivitasnya di daerah-daerah terpencil Papua Nugini sebagai tempat pengungsian yang aman dari kejaran pasukan Indonesia. tempat keanekaragaman hayati berkembang biak dengan bebas. pada tahun 1988 di sebelah utara Arso IV. penduduk asli Irian hanya sepertiga dari total jumlah penduduk kota tersebut. transmigrasi di Irian Jaya tak lebih dari program “jawanisasi” ke daerah-daerah basis para gerilyawan yang menentang pemerintah Indonesia sejak tahun 1969. meningkatnya kerawanan terhadap hama. pemerintah Indonesia berharap dapat merekrut “transmigran yang mendapat sponsor” yang sama jumlahnya dengan “transmigran swakarsa”. Irian Jaya berpendukuk 1. Pada akhir tahun 1980-an. Sebagai contoh. kekurangan sumber air. Banyak kritikus menyatakan. terjadinya erosi tanah.2 juta jiwa yang menggunakan 224 bahasa.cxlviii Fakta itu jelas mengherankan.000 kilometer persegi wilayahnya merupakan tanah basah dan hutan hujan. karena sebenarnya biaya rata-rata untuk merelokasi sebuah keluarga transmigran dapat menjamin kehidupan keluarga tersebut di atas garis kemiskinan selama paling tidak 13 tahun. sebuah permukiman transmigran. Pada insiden tersebut penduduk asli Irian membantai 13 transmigran dan melukai banyak orang lainnya. sementara 20 persen transmigran lainnya berada di bawah garis subsisten (sangat miskin). menurunnya kesuburan tanah. Pada tahun 1989 juga terjadi pembunuhan di dua permukiman transmigran. Fenomena pengungsi itu membuat komposisi penduduk di Merauke pun berubah. terkontaminasinya lapisan tanah. Dalam program transmigrasi itu. Dan sampai tahun 1990. dan 800.000 orang ke Pulau Cendrawasih. survei yang dilakukan oleh pemerintah Prancis menyatakan bahwa 80 persen dari daerah transmigrasi di Indonesia gagal memperbaiki standar kehidupan transmigran. tahun 1986. penggusuran secara besar-besaran petani gurem dari lahan pertanian.cxlix Kondisi paling buruk terjadi di Irian Jaya. transmigrasi di Indonesia telah mengusir penduduk asli Irian dari tanah mereka dan menimbulkan konflik yang disertai kekerasan. terjadinya kemiskinan di daerah pedesaan.cli Kota-kota di Irian Jaya — Merauke dan Jayapura – akhirnya dipenuhi pengungsi yang berasal dari daerah transmigran yang gagal. kurangnya makanan bergizi bagi penduduk setempat. Di Merauke.000 orang Jawa telah pindah ke Irian Jaya.000 penduduknya merupakan suku Melanisia.

dan tidak direklamasi. Pohon terus ditebang. dieldrin. gas buang kendaraan bermotor dan bahan bakar fosil yang dibakar di rumah-rumah. Situasi di luar Jawa juga tidak jauh berbeda. mirex. toxaphene.2 juta manusia yang meninggal berada di pedesaan terkena polusi udara di ruangan karena pembakaran bahan baker tradisional. Data Forest Watch Indonesia (2001)cliv menyatakan bahwa dalam 50 tahun terakhir. alkali. aldrin. heptachlor. Laporan UNDP ini semakin mengerikan lagi manakala ditemukan sebanyak 2 juta anak pertahunmeninggal akibat air kotor. pertambangan dan pabrik kimia telah mengkontaminasi saluran air utama di seluruh bagian dunia. masyarakat agraris di tepi Bengawan Solo mulai Jawa Tengah hingga Jawa Timur mengenal musim Pladu (ikan mabuk akrena air keruh akibat hujan) sebagai andalan menutupi kebutuhan gizi keluarga sekaligus rezeki. Karenanya. dioxin. Beberapa puluh tahun silam. kebakaran dan penebangan hutan besar-besaran di Indonesia di tahun-tahun silam telah mengakibatkan degradasi tanah. hutan tidak lagi menjadi penopang hidup karenatelah menjadi padang ilalang. dan mempengaruhi fungsi otak manusia. perusahaan-perusahaan petrokimia. asam. Pada tahun 1985-1997.cliii Menurut laporan UNDP tahun 1998. dan logam-logam berat seperti cadmium dan timbale dari pabrik. Panen alami ikan ramai-ramai itu merupakan kearifan tradisional yang kini tidak dikenal lagi. Beberapa pestisida berbasis klorin atau organoklorin seperti DDT.hijau ini adalah industri agrokimia. Korban pertama adalah hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian. minyak. Indonesia telah kehilangan hutan seluas 60 juta hektar. baik secara legal maupun illegal. furans adalah pestisida atau polutan yang dapat menyebabkan penyakit kanker.sebagian tanah dikeruk secara sewenang-wenang untuk diambil hasil tambangnya. karena itu bencana terjadi dimana-mana. Selain itu fakta menunjukkan FAO melarang penggunaan 57 jenis pestisida karena membahayakan kesehatan. organoklorin. 155 . chlordane. pembuat bendungan dan para tuan tanah” (Ecology for beginners. hexachlorobenzen.7 juta orang setiap tahun meninggal akibat pencemaran lingkungan lewat polusi udara karena emisi-emisi industri. Sungi tidak lagi menghasilkan ikan. Sebanyak 2. Aliran-aliran beracun seperti dioksin. Berkah pladu tidak lagi mereka nikmati karena sungi berubah fungsi menjadi saluran limbah ribuan industri. Sebagai contoh. manusia menderita kerusakan pernafasan. Croall and Williams) Khususnya di Indonesia kebijakan pangan pada fase produksi meminta perluasan lahan pertanian.4 juta hektar pertahun. Namun ternyata sebagian besar pestisida tersebut beredar di Indonesia dan digunakan oleh petani. pestisida. kekebalan tubuh. Ladang tepi bengawan yang mengharap kesuburan Lumpur kiriman tidak lagi produktif dan ikut menghitam mengeluatkan bau limbah. Akibatnya jelas kerusakan ekosistem disertai punahnya ribuan spesies endemic di wilayah tersebut. bahkan rawa-rawa. sebanyak 2. pembuat mesin-mesin pertanian. Zat-zat kimia tersebut juga mempengaruhi sistem metabolisme. sehingga menempatkan berjuta-juta rakyat miskin dalam resiko kelaparan. endrin. laju deforestasi di Indonesia mencapai 1. Di Indonesia sendiri eksploitasi alam dan degradasi sumber daya alam sangat memprihatinkan. penyakit jantung dan paru-paru serta kanker.

tingkat kerusakan kawasan hutan yang dikelola oleh PT Perhutani. Sabarnudin (2001)clvi menyatakan pula bahwa eksploitasi berlebih (over exploitation). 1. Hanya Irian Jaya diperkirakan masih memiliki hutan tersisa. buatlah analisa secara menyeluruh dari permasalahan yang anda anggap paling krusial untuk segera diselesaikan 4. rumuskan solusinya dan terapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk permasalahan tersebut dan upayakan untuk mengikutsertakan dan bekerjasama dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait. yang pada akhirnya memicu adanya persoalan kemiskinan dan ketidak adilan yang dirasakan oleh masyarakat desa hutan. dan hutan hanya tinggal nama.Muhtadi (2003)clv menyatakan bahwa di Jawa. 156 . Kerusakan ini tidak hanya terbatas pada kawasan hutan produksi. tetapi juga hutan lindung dan hutan alam. Bentuk kelompok maksimal 10 mahasiswa 2.000 hektar. Setelah sungai menjadi saluran limbah. Sisa-sisa hutan pegunungan dan hutan rawa-rawa di pulau-pulau akan lenyap tidak terlalu lama. Forest Watch Indonesia juga memprediksikan hutan hujan dataran rendah Kalimantan akan hilang tahun 2010. sampai tahun 2001 sudah mencapai 350. hutan-hutan lain di Sulawesi dan Sumatera diyakini akan lebih dulu hilang. Diperkirakan tingkat kerusakan hutan di Jawa akan meningkat hingga 500.000 hektar pada tahun 2002. Identifikasi masalah – masalah lingkungan disekitar anda 3. sosial dan politik menyangkut sumberdaya hutan hasil rumusan berbagai pihak berdasarkan kebutuhan masing-masing. pembalakan tak leggal (illegal logging) dan merebaknya perambahan kawasan melengkapi proses destrukturisasi hutan di Indonesia. baru disadari terjadi kesenjangan dan ketidakadilan. Keadaan ini makin diperparah pula oleh adanya tabrakan kebijakan-kebijakan perekonomian. Picu konflik horisontal pun tersulut diam-diam di hampir seluruh wilayah Indonesia yang kaya sumber daya alam TUGAS.

xxi Dalam. hal. 2000 x Swartz. Makalah dalam semilokakarya. C. Inc. PT Gramedia Pustaka Utama. Smith. The Modernization of Man. (1991) The Way The World is : Cultural Processes and Social Relations among the Mombassa Swahili. viii Benedict. hal 265.. Englewood Cliffs.. 1986 xvii Saiful Arif. B (1922) Argonouts of The western Pasific. R (1934) Pattern of Culture. xxxiv Dalam Indar Siswarini. edisi pertama. Inc. Manusia dan Kebutuhan Adab.A. yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1964. Yogyakarta.. hal 2. Jakarta. hal 83. 2001. Op. Pengantar Antropologi.. MA. xxxiii Alex Inkeles. Fairchild. Appleton Century-Croft. Pengantar Teologi Moral. Sosiologi Suatu Pengantar.L.. Indar Siswarini. hal 155 xiii Kluckhohn C. MA.E (1987) Culture and Human Nature. Jakarta. D. Magnis Suseno. xxxv Safrudin Setia Budi. xxvii Dalam. Jum’at 17 Februari 2006. Soerjono. butir-butir Pemikiran Kritis.. New York. Op. Bandung. Dictionary of Sosiology. ii D’Andrade. 1990 xiv Linton. dalam Soerjono Soekanto. art and Custom.. 1980. R. Makalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI. vi Geertz. The Third Wave. R. 182 xxiv Ibid. an introduction. xxvi William Chang. Hal 51 xx Supardi Damono... 1936. hal 29-30 xix Ibid. Gramedia.P.. Rajawali Pers. xxx Anthony D. 1967. Etika Dasar.. dosen ISBD. Kanisius.. Denpasar. Chocago v Schneider.. Ibid xii Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi.Kroeber A. 7-9 Desember. UK iii Taylor. William Morrow. Sosiologi suatu pengantar.. hal 57 xxxviii dalam Ibid. Religion.Mentalitas dan Pembangunan. Boston.. Filsafat Kebudayaan Politik. Berkeley. R. dalam R. Mewujudkan Masyarakat Madani Melalui Pendidikan Dalam Perspektif Gender. vii Malinowski. Binacipta. H. 1989. hal. Jakarta 1992. Fairchild. edisi ke-4. Shweder dan R. The Concept of Social Change. Op. R. CA. Routledge & Kegan Paul. Self.. PT.. & Adam Kuper. xxviii Alvin Toffler. London. hal.. Gloucester. Kanisius. xxv F.P. xvi Soekanto. i . Kebudayaan. Manusia dan Peradaban. 2003. Cit. xxxvi Ibid. Edwin Seligman (ed). and Emotion.. 1990. iv Spiro. IKIP Malang. 62 xxxi Harsojo.A LeVine (eds) Culture Theory : Essays of Mind. 1973.. NJ. 1990. Edisi 4... Kompas. Jakarta. xxxvii Sulardi.Cit. E. xxxii Encyclopaedia of The Social Sciences. Adam dan co. hal.. Ilmu Budaya Dasar. Littlefield. C (1963). hal 397 xv . London. A Study of Man.. 10 xxix Koentjaraningrat. M.. New York. New York. HTML xviii Franz Magnis Suseno. dalam Ibid. Dirjen Dikti 5-8 November 2001. ix D’Andrade. 3 xxii H. New York. Tata Negara Indonesia Menuju Pembaruan. Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial.B (1958/1871) Primitive Culture : Researches in the Development of Mythologi. Ibid. Setangkai Bunga Sosiologi.. (1973) The Interpretation of Culture. Rajawali Pers. 41 xxiii Koentjaraningrat. Bali.. xi D’Andrade..Cit. 1981. Culture : A Critical Review of Concepts and Definitions. New York.. (1984) ‘Culture Meaning System’. Cambridge. M. Malang. (1968) American Kinship : A Cultural Account. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. September 2004. Culture dalam Jessica Kuper. hal.. dan Kluckhon. Co. dalam.

76 xlv Ibid. 2001. hal. Ircisod. Yogyakarta. 63. Parsudi Suparlan. 2001. Op. Bandung.Desember 1999. Dirjen Dikti. lxx Ibid. hal. lviii Ibid. Op. hal. xlvi Ibid. 1999. Ibid. Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan. Edi Hayat dan M. proyek pendidikan tenaga akademik. Op. lxv Ibid. Perempuan Multikultural : Negosiasi dan Representasi. 191205. kerjasama anatara Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosdakarya. Jurnal Studi Amerika. Menggagas Jurnalisme Sensitif Gender. lxvii Manneke Budiman. Islam dan Pluralitas. 178. Fenomena Peradaban Indonesia Menghadapi Peradaban Dunia. hal. Agustus. Feminisme Multikultural : Refleksi Sekaligus Proyeksi. lxiv Ibid. hal. Iyubenu (Ed). makalah dalam rangka seminar Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional ke-9. Refika Aditama. Fukuyama dan Samuel P. hal. 174 lxxiv Munandar Sulaeman. lxvi Ibid. Yogyakarta. 128. liii Parsudi Suparlan. xliv F. Membiarkan Berbeda ? : Sudut Pandang Baru Tentang Relasi Gender. lxxiii Kaelan. lxiii Nurul Huda. Keragaman dan Kesetaraan. Bandung. Imarah. lii Parsudi Suparlan. li Indar Siswarini. Surur (Ed). Gema Insani. 176 xxxix xl . 5. Op. INPI Pact. 182. hal.Cit. Edisi Reformasi 2001. Bali. xli Anna Poedjiadi. Jakrta lxii Ibid. hal. Vol. Hal. lvi Indar Siswarini. lix Ibid. Yogyakarta. Manusia. 3. 19. 4. 1999. “Kemajemukan Amerika : Dari Monokulturalisme ke Multikulturalisme”. PT. l dalam Ibid. 75. hal. xlviii M. Multikulturalisme. Paradigma. Op. xlvii Indar Siswarini. Yogyakarta. Desantara. Denpasar. makalah Dirjen Dikti. makalah lokakarya penataran dosen MBB. The Future of The World Order : Masa Depan Peradaban dalam Cengkraman Demokrasi Liberal versus Pluralisme. Semilokakarya Dosen ISBD. lxviii Ratna Megawangi. hal. lv Dalam.Cit. hal. lx Supardi Suparlan.Cit. 150. Makalah Dirjen Dikti. 9.Cit. Mizan Pustaka. Ilmu Budaya Dasar. Pendidikan Pancasila . liv Parsudi Suparlan. Dkk. 118. lvii M. lxix Ibid. 2003. 2005. Kementerian Riset dan Tekhnologi.Supardi Damono. Jakarta lxi Sumanto. Bandung. Sains Tekhnologi Masyarakat.Cit. lxxii Ibid. Ibid. Imarah. Kesetaraan Warga Dan Hak Budaya Komunitif Dlam Masyarakat Majemuk Indonesia. lxxv Kaelan. xliii Azyumardi Azra. Komunikasi Antar Budaya. Op. Cit. hal. Dirjen Dikti. 1998. xlix Ibid. dalam. 2005. Jakarta. xlii Indar Siswarini. Juni 2004. Depdiknas. hal. Jakarta. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. Denpasar. 7-9 Desember. hal. 1998. Huntington. September 2004. lxxi Ibid.

Makalah Pelatihan Nasional Dosen Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Yogyakarta. Bertens. 35. 2nd edn. Jakarta. Konsen-Konsen Hukum Dalam Pembangunan.H. J. xcvi Imanuel Kant. Depdiknas. PT. dalam. dalam Toto Suparto. hal. Bandung. 2001 ci Zen MT. Yogyakarta. 6 Nov 2006. 2004. 13 lxxx Dalam. Jakarta. 1982 lxxvi Clark. Teori dan Konsep Ilmu Sosial. lxxxvii William Chang. Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum. dalam Otje Salman dan Anthon F. hal. Jakarta. 2000 cxi Alvin Toffler.Cit. amirs3@rpi. PT Raja Grafindo Persada. Pendidikan Pancasila. dalam Ibid. xci Ibid. Teknologi dan Akibatnya Pada Manusia. hal. lxxviii F. Jakarta. Dirjen Dikti. The Legal Consciusness. 2001. London. Op. van Apeldoorn. lxxxii Dahlan Thaib.. Terj John Wilkinson. The Tecnological Society. hal.. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. Berita LIPI No. London : BBC News Online. Pengantar Ilmu Hukum. 1987 cvii Ellul Jacques. 2001. hal. Gramedia. D. Etika Dasar. Kompas. Perkembangan Pertimbangan Moral di Kalangan Santri. hal. Kajian Bersama 2004. terj LP3Es.Cit. PT Eresco) 1995 ciii Ibid. 1982 cii Soelaeman M Moenandar. Bantam Books. lxxxvi Ibid. IKIP. Ceramah di UI Jakarta 24 september 1980 cix Freeman. Negara Tanpa Retributivisme. Bandung. 342 xcv Muchtar Kusumaatmadja. A (1999). lxxxiv William Chang.edu cvi MacKenzie. Etika. Pengantar Teologi Moral. MS. Jakarta. Manusia Moral dan Hukum. Bandung lxxxi F. Inventing Accuracy : A Historical Sociology of Nuclear Missile Guidance. Magnis Suseno. hal. Kanisius. Magnis Suseno. hal.H. 1975. Bunyamin dan Kama A. Jakarta. xcii Ibid. c Achmad Ali. 2003. 1989. Ibid. Jakarta. IR. PT Gramedia. Ilmu Sosial Dasar.Cit. hal.. xcix Dalam Ibid. 4.Bambang Suprijadi dan Totok Djuroto. 87 lxxxv Munandar Sulaeman. lxxxix Muandar Sulaeman. 53. Beberapa Aspek Sosiologi Hukum. Cambridge. 1971 cxii ibid cxiii Schumacher. Ilmu Budaya Dasar. the Economics of Industrial Innovation. dalam bukunya. Refika Aditama. Globalization : The Reith Lectures. Makalah Dirjen Dikti. Versi Elektronik (April 2003) cx . Makalah Dirjen Dikti. 2002. xc Berl Kutchinsky. LP3 Jatim dengan UWK Surabaya. Op. dan hari depan manusia. Kecil itu Indah. Moralitas dan Hukum. 17.Cit. 117-119. (1997). xciii Soerjono Soekanto.New York. Kanisius. hal. C. 1964 cviii Sastrapratedja. Jakarta. Hukum dan Moralitas. hal 139 cxiv Ibid cxv Giddens. Susanto. 2002 lxxxiii Muchtar Kusumaatmadja. xcvii Ibid. Op. Pradnya Paramita. 2004. hal. 1975 cv Sulfikar Amir. 9 lxxix K. Membuka Kotak Hitam Teknologi. 267. hal. (Bandung. Op. “Ketahanan nasional dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”. Alumni.J. Bandung. xcviii Kamal A.Cit. Hakam. lxxvii Munandar Sulaeman. 2000.A. Op. Sains. Tb. Alumni. 56 xciv L. Ilmu Sosial Dasar. 102 lxxxviii Hanigan.. 10. hal 159 civ Bachtiar Rifai. Teknologi. 1979. New York. Future Shock.

cxliii Ibid. (1999). R. “Deforestation in Contemporary Brazilian Amazonia: The Effect of Population and Land Tenure”. dalam In God. USA.7 No. J. 49-55. cxxxvii Philip M. London. (Yogyakarta.. Cultural Survival Quarterly. London: Roedledge cxvii Fukuyama. Rankin. London.: Bank Dunia. Oxford. Gaia : The Practical science of Planetary Medicine. vol. hal. W. cxxxii O’Riordan. “The Failure to Protect Tribal Peoples: The Polonoroeste Case in Brazil”. Fearnside. 1994 cxxxi Pearce. Chichester.edu cxxii Toinbee. cxl Kido Guerra dan Cleber Praxedes. I. 7. Stroud (1992) cxxix O’Riordan. A. “Bird Relata Incompetencia da Funai no Polonoroeste”. cxvi . Feminist Theology : A Reader (London : SPCK&W/JKP.. 1994. no. Menggadaikan Bumi: Bank Dunia. Turner.. W.. hal.Haraway.R. J. dan Bateman.bbc. Boston. Beacon Press.1991) hal 153 cxxviii Lovelock. 1 (Afrika dan Asia). 162. Our Posthuman Future : Consequences of thr Biotechnology Revolution. Modest_Witness@Second_Millenium. 1993. Mankind and Mother Earth.uk/hi/english/static/events/reith_99/week1/week1. dan Cameron . Indonesia Transmigration Sector Review (Washington D. 1997).1995. Saudari Bumi Saudara Manusia. 2000 cxxxv Pearce. Journal do Brasil (Rio de Janeiro). A. cxxxviii Jean Paul Malingreau dan Compton J. T. caderno 1. naskah untuk dipublikasikan dalam Ambio . “Eco-Feminism in the 21 st Century”. 76-77. cxx Vandana Shiva. . Menjelajahi Sains Lewat Dunia Sosial amirs3@rpi.D. Edisi Indonesia diterbitkan oleh INFID cxlii Bank Dunia.W. cxli Bruce Rich. 24 Oktober 1986). Bebas Dari Pembangunan (Jakarta : YOI & KONPHALINDO. Jakarta. F. PT Raja Grafindo Persada.1990) hal 246. 326. London : Profil Book. 1976 cxxiii Yoshiko Isshiki.htm cxix Margaret Farley. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. Environmental Impoverishment and the Crisis of Development). From Project Appraisal to Policy Review.co. vol. The Politics of Global Ecology. “Ecological and Spiritual Revolusion”. “Feminist Theology and Bioethics” dalam Loades. cxviii Giddens. London : BBC News Online.FemaleMan©_Meets_OncoMouse™: Feminism & Technoscience. Penghancuran Lingkungan. Statement of Loans.5. 22. cxxxiv O’Riordan. vol. vol.3. Kanisius) 1996 cxxv Ibid. 157. 17. 7. Environmentalism. 2000 cxxxvi Philip M. dalam Our Planet Vol. Versi Elektronik (April 2003( bisa diakses di http://news.C. akhir 1993. dan Krisis Pembangunan (Mortgaging the Earth: The World Bank.Ambio.. “Jari and Carajas: The Uncertain Future of Large Silvicultural Plantations in the Amazon”. hal 6 cxxi Sulfikar Amir.K. Interciencia. 31 Agustus 1991. hal 27 cxxiv Freddy Buntaran. (1970. Ann. En Introduction to environtmental Aconomics. 8 (Desember 1984). IBRD. 2002. London. vol. Jakarta. D. Massachusetts.3 September 2000. 1. 1993. cxxxix Linda Greenbaum. 23 Juli 1987. Tucker. “Large Scale Deforestation in Southwestern Amazon Basin of Brazil”. 165206. no.s Image Vol. T. 1981 cxxxiii Sachs. tanpa judul (tanpa penerbit. hal 25 cxxvii Lihat tulisan Fukuoka.19 No. T. 6 (NovemberDesember 1982). T. dan Sewell. cxxvi Hanne Strong. Intepreting The Precautionary Principle. D. Londod (1981 cxxx O’Riordan.W. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. Fearnside dan Judy M. Globalization: The Reith Lectures. D. PT Raja Grafindo Persada.

. dan Bank Dunia untuk Indonesia. PT.. Indonesia Transmigration Sector Review. vol. 2 dan 3 (1986). cl Jumlah transmigran di Irian Jaya berasal dari tulisan George Monbiot. 102. Amesti Internasional. cli Lihat Marcus Colchester. clvi Sabarnudin. Oktober 1990. 2003.“Indonesia’s Transmigration Programme: A Special Report in Collaboration with Survival International and Tapol”. Land. C... Mei 1989. lihat George Monbiot. Angka yang dikedepankan Bank Dunia itu sangat rendah karena rata-rata tiap keluarga mendapat tiga perempat hektare lahan yang sebelumnya berupa hutan. Bogor.000 kilometer persegi. cliii Pesticide Monitor. Kegagalan program transmigrasi dalam mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan mengakibatkan banyak keluarga meninggalkan tempat transmigran setelah dua sampai tiga tahun menjadi peladang berpindah atau penebang liar. 16. 12-15.. “Indonesia: Continuing Human Rights Violations in Irian Jaya” (April 1991). clv Muhtadi. “Bogged Down”.000 kilometer persegi hutan telah dirusak (op.. cit. Kompas Media Nusantara.. 30 (artikel ini memberikan gambaran ringkas tentang problem pokok pada program transmigrasi di Irian Jaya). cxlvii NDRC dan WALHI. “jumlah areal hutan yang diubah menjadi lahan pertanian adalah sangat kecil. 1990). cxlvi Bank Dunia. Makalah Presentasi Kelompok pada Konggres Kehutanan Indonesia III. no. lahan itu dulunya tidak sepenuhnya hutan. 94-97. cxlviii Bank Dunia... vol. cxliv . Sebuah studi yang dilakukan oleh tiga kementerian Indonesia yang bekerja sama dengan London-based Intenational Institute for Environment and Development (IIED) mencatat.” Ecologist. and Water (Washington D. Indonesia Transmigration Sector Review... 11-116. Destroying Cultures. “Transmigration in Indonesia“. Dalam. Jakarta. cxlix Carolyn Marr.... Vol 6 no 3.. 2/3 (1986). Ecologist... 1989).. xx-xxi. 7. cxlv Lihat Bank Dunia. Oct 1998 PSR’s Environment & Health Program : Pesticides and Kids : A Primer for Primary Care Physicians cliv Forest Watch Indonesia. Jakarta: 1-11.. Harian KOMPAS.. Selama periode 1980-1985 (termasuk Pelita III) Bank Dunia memperkirakan sekitar 10. Indonesia: Sustainable Development of Forests. xiv-xv. D.. Indonesia’sosial Transmigration Program” Multinational Monitor. 16. “The Struggle for Land: Tribal Peoples in the Face of the Transmigration Program. Forest Watch Indonesia and Global Forest Watch. 96).. no.. 2001. Mengenai laporan kritis tentang transmigrasi di Irian Jaya. “The Transmigration Fiasco”. 9 Pebruari. Dokumen Bank Dunia untuk Indonesia Januari 1990 yang dikutip di atas memperkirakan bahwa lahan yang sudah dibuka pada dekade 1980-an sudah mencapai 20. Poisoned Arrows (London: Michael Joseph.. Geographical Magazine. clii Amnesti Internasional. S. Rekonsiliasi Nasional untuk Menyelamatkan Hutan. “Uprooting People. Derita Sepanjang Masa Rakyat Jawa. Potret Keadaan Hutan Indonesia.: Bank Dunia. sekretariat London.. 2001.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful