P. 1
Buku Isbd Baru

Buku Isbd Baru

|Views: 342|Likes:
Published by happy khoirunnisa'

More info:

Published by: happy khoirunnisa' on Dec 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENDAHULUAN
  • BAB II MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
  • BAB III MANUSIA DAN PERADABAN
  • BAB IV MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
  • BAB V MANUSIA, KERAGAMAN DAN KESETARAAN
  • BAB VI MANUSIA, MORALITAS DAN HUKUM
  • BAB VII MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI
  • BAB VIII MANUSIA DAN LINGKUNGAN

Oleh : Drs H Misno A Lathief, M.

Pd

BAB I PENDAHULUAN

1. Visi, Misi, dan Tujuan ISBD Visi dapat diartikan sebagai jangkauan pandangan ke depan yang merupakan idealisasi dari suatu usaha atau perjuangan. Dalam konsep yang lebih abstrak dapat disetarakan dengan dengan suatu cita-cita, namun cita-cita yang lebih dekat jangkauannya, sehingga sangat berpeluang untuk direalisasikan melalui usaha atau perjuangan tersebut. Sementara itu misi merupakan suatu usaha atau perjuangan yang dilakukan untuk mencapai suatu visi. Visi dan misi ibarat kedua sisi mata uang, di mana masing-masing sisinya berfungsi saling melengkapi dan memaknai substansinya, sehingga bisa difungsikan untuk mewujudkan harapan dari subyek yang memilikinya. Ketiadaan satu sisi dari mata uang tersebut akan menghilangkan makna sisi lainnya. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi ; berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. Adapun tujuan dari Ilmu Sosial dan Budaya Dasar diberikan di perguruan tinggi adalah sebagai berikut. 1) Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 2) Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. 3) Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik

1

dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah sosial budaya secara arif. 2. Pengertian Fungsi dan Ruang Lingkup Sebelum mempelajari matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD), ada baiknya kalau kita mengenali lebih awal pengertian tentang ilmu baik secara etimologis maupun definitif. Dengan mengenali konsep dasarnya kita akan dapat mengidentifikasi, apakah matakuliah ISBD termasuk suatu ilmu pengetahuan, pengetahuan dasar, atau sekedar pengetahuan. Masing-masing istilah ini mempunyai arti yang sangat berbeda. Apalagi kalau dilihat dari kaca mata keilmuan. Secara etimologis kata ilmu merupakan kata serapan dari kata ‘ilman (bahasa Arab) yang artinya pengetahuan. Kata ilman sendiri berasal dari kata kerja ‘alima (fi’il madli/pasttense) , artinya “tahu” atau telah mengetahui. Sedang kan kata kerja masa kininya (fi’il mudlori’/presenttense) ialah “ya’lamu” yang berarti sedang mengetahui. Sementara kata bendanya (noun) dari kata ‘alima tersebut adalah ilman; yang berarti pengetahuan. Jadi kata ilman inilah yang kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi ilmu. Diakui perbendahaaraan bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing, apakah itu bahasa Arab, Inggris, Belanda, Cina, atau yang lainnya. Jangankan bahasa Indonesia bahasa daerah (Jawa misalnya), juga banyak menyerap dari bahasa asing. Sebagai contoh kata “full” (Inggris) diserap menjadi “pol” artinya penuh. Atau “empthy” diserap menjadi “entek” artinya kosong atau habis. Kata “mripat” adalah serapan dari kata “ma’rifat” (bahasa Arab) artinya mata atau melihat. Contoh yang yang lain, kata seperti botol, bakso, administrasi, transportasi, semuanya adalah serapan dari unsur bahasa asing; Belanda, Cina, dan Inggris yang sekarang telah menjadi bahasa Indonesia. Kembali pada konsep awal bahwa ilmu secara etimologis atau harfiyah artinya ialah pengetahuan. Pengetahuan di sini menyangkut berbagai aspek kehidupan dan benda yang ada di sekitar manusia. Semua benda atau yang lainnya yang dikenali lewat indera dapat dikatakan pengetahuan. Indera mata dapat mengenali ujud, warna, dan sifat atau kualita dari suatu benda. Pelangi kelihatan indah karena indera mata yang mampu memberikan sifat atau kualita pada pelangi sehingga dikatakan indah. Hal demikian tidak bisa dikenali oleh indera lainnya, karena masing-masing memiliki bidang yang terpisah. Suara seseorang yang melantunkan suatu lagu, ternyata bisa dinikmati begitu nyaman oleh penggemarnya. Dari kejauhan tempat masjid suara muadzdzin dapat didengar sayup sampai,

2

dan juga desiran daun-daun tumbuhan yang diterpa angin semuanya dapat didengar oleh telinga. Hal ini berarti bahwa indera telingga mendapat pengetahuan tentang “suara” tersebut. Namun demikian telingga tidak mampu mengidentifikasi bagaimana rasanya garam, gula, buah-buahan, atau lezatnya makanan yang diolah dengan resep mutakhir. Ini berarti telingga tidak mampu menangkap pengetahuan tentang “rasa” kecuali hanya indera pengecap yang dapat melakukannya. Demikian juga kondisi suatu benda apakah kasar atau halus, hal seperti ini tidak dapat ditangkap oleh indera-indera tersebut. Yang dapat menangkap pengetahuan tentang keadaan suatu benda kasar atau halus hanya indera peraba. Hal ini berarti bahwa indera peraba bisa mendapatkan pengetahuan tentang “halus” atau “kasar”nya suatu benda. Selanjutnya bagaimana “aroma” suatu benda abstrak yang tidak tampak ujudnya, ternyata bisa ditangkap oleh indera penciuman atau hidung. Dengan kemampuan kepekaannya, manusia selalu bisa merasakan kehidupan ini dengan aman dan nyaman. Ia akan berbinar wajahnya sambil tersenyum tatkala indera hidungnya menangkap aroma yang kebetulan sangat disukainya. Ia benar-benar bisa menikmati betapa sedap, harum, lezat atau rasa apa saja sehingga ia menjadi senang ketika hidungnya menangkap aroma pengetahuan “bau” tersebut. Sebaliknya dengan kemampuan indera ini manusia bisa menghindarkan diri dari aroma bau yang ternyata tidak sesuai dengan seleranya. Suatu misal ketika seseorang berada dalam suatu kerumunan tiba-tiba ia ribut sendiri, ngedumel sambil menutup lobang hidungnya. Ia berteriak-teriak sambil mengumpat yang tidak jelas kepada siapa umpatannya ditujukan. Sementara itu temannya yang merasa melepas benda abstrak tersebut tenang-tenang saja, bahkan bisa tersenyum karena dengan lepasnya gas tersebut, ia bisa terhindar dari rasa mual atau sakit perut. Begitu juga yang kebetulan menghirup aroma bau yang tidak disukainya itu, mereka berusaha menutup lobang hidungnya agar terhindar dari ketidaknyamanan yang sedang dihadapinya. Semua yang dijelaskan di atas adalah gambaran bahwa pengetahuan tidak terbatas dan memiliki bidang yang sangat luas, sehingga dapat dikatakan bahwa semua hal yang dikenali atau diketahui oleh indera manusia dapat disebut pengetahuan. Pengetahuan seperti ini belum ada spesifikasi, belum terkelompokkan secara khusus dan masih bersifat umum, sehingga menjadikan pengetahuan tampak sangat luas dan kompleks.

3

Berdasarkan uraian tersebut akhirnya dapat didefinisikan secara sederhana bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah suatu pengetahuan yang telah dihimpun dan disusun secara obyektif. yaitu manusia. mengembangkan. Obyek suatu ilmu pengetahuan ada dua macam. artinya ilmu pengetahuan itu disusun berdasarkan obyek yang menjadi bidang kajiannya. dan lainnya. mengkaji.Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang di dalamnya sudah terdapat suatu pengelompokan berdasarkan obyek kajiannya. maka dapat terjadi kesamaan obyek materia antara satu ilmu pengetahuan tertentu dengan ilmu pengetahuan yang lain. maka obyek forma masing-masing dari ilmu pengetahuan tersebut ialah “apa” yang diperjuangkan oleh masing-masing. dan Ilmu Ekonomi semuanya adalah sama. Ilmu Hukum. Ilmu pengetahuan disusun secara obyektif. spesifik atau mikro. Karena obyeknya yang sangat umum ini. Namun dengan sifat yang telah membatasi diri ini. maka sebenarnya di antara keduanya adalah termasuk ilmu pengetahuan yang sama. Namun perlu diingat bahwa muara dari semua kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan ialah untuk kesejahteraan atau kebahagiaan hidup manusia. sebab apabila suatu ilmu pengetahuan memiliki obyek forma yang berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain. dan menyebarluaskan. dan sistematis. Kalau obyek materia Ilmu Pendidikan. dan kedua disebut obyek forma. Ilmu Hukum. Namun demikian walaupun berbagai jenis ilmu pengetahuan tersebut mempunyai obyek materia yang sama. berarti secara azas moral keilmuan berarti terjadi suatu penyimpangan. Biasanya yang demikian ini merupakan 4 . dan Hukum. obyek formanya demi untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Pertama disebut dengan obyek materia. maka ilmu pengetahuan sifatnya terbatas pada bidang yang bersangkutan. Artinya secara khusus dan mendalam ilmu pengetahuan mempelajari. Sebagai contoh : Obyek materia Ilmu Pendidikan adalah manusia. Kalau terjadi sebaliknya. tetapi obyeknya formanya pasti dan harus berbeda. kajian ilmu pengetahuan menjadi sangat mendalam. Ilmu Kedokteran Umum. Ekonomi. seperti Ilmu Pendidikan. Dengan sifatnya yang demikian lahirlah berbagai bidang ilmu pengetahuan. metodis. Atau dengan kata lain obyek forma suatu ilmu pengetahuan adalah “sesuatu” yang diperjuangkan oleh ilmu pengetahuan yang bersangkutan demi untuk kemanusiaan. Ilmu Kedokteran Umum. Ilmu Ekonomi. Obyek materia yaitu obyek kajian bidang ilmu yang bersifat masih sangat umum atau makro. Ilmu Politik. Hal ini sama dengan obyek materia Ilmu Kedokteran Umum. Obyek forma yaitu obyek kajian suatu ilmu pengetahuan yang sudah bersifat khusus.

catatan anekdot. kini sudah sangat jauh kondisinya. sehingga mampu menembus ruang angkasa sampai ke bulan. tensinya (observasi) kemudian dibuatkan suatu resep (eksperimen) dengan pesan (wawancara) agar obatnya diambil di apotik dan diminum misalnya 3 kali sehari. demonstrasi. Keberadaan suatu ilmu pengetahuan yang semula sederhana akhirnya terus berkembang menjadi semakin kompleks. dan lainnya. kemudian dilihat dengan menggunakan alat senter kecil. atau planet lainnya. Ketika menghadapi pasien dokter biasanya akan menanyakan apa yang anda keluhkan ?. melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. dicek denyut jantungnya. hal ini berarti bahwa ilmu penge-tahuan tersebut dalam upaya mengembangkan jati dirinya untuk kemanusiaan. masing-masing 1 tablet. Selain ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan manusia. Ilmu pengetahuan bersifat metodis. Dengan cara ini kekurangan suatu metode dapat dibantu oleh kelebihan metode yang lain. Berbagai metode tersebut bisa juga dipergunakan oleh bidang ilmu pengetahuan yang lain. mars. Misalnya dalam bidang 5 . angket. upaya penyelidikannya ini juga untuk perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. eksperimen. observasi. Kecepatan kapal terbang generasi masa kini sudah melampaui kecepatan suara. Tidak semua jenis metode penyelidikan ini selalu dipergunakan secara bersamaan. sosiometri. Ada kalanya sambil diberi pesan “kalau tiga hari belum baik silahkan datang lagi ke sini ya”. Artinya metode-metode penyelidikan yang ada dalam dunia keilmuan selalu dipergunakan sebagai cara alat atau cara untuk menyelidiki obyek formanya. sejak kapan ? dan seterusnya (metode wawancara). Seorang dokter dalam menghadapi pasien ia akan mempergunakan beberapa metode sekaligus. Begitu seterusnya hingga pasien betul-betul memperoleh kesembuhan. Tujuannya tidak ada lain kecuali untuk memberikan suatu layanan sebaik mungkin agar pasiennya bisa memperoleh kesembuhan. wawancara. Oleh sebab itu dalam penggunaannya kadang-kadang beberapa metode dipadukan secara bersamaan. memiliki metode-metode penyelidikan. Metode-metode penyelidikan ilmu pengetahuan antara lain berupa metode. Keberhasilan penemuan kapal terbang yang pada awalnya hanya bisa terbang selama 12 detik dengan dikayuh kaki beberapa orang. Selain itu masing-masing metode penyelidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. Kemudian dokter meminta kepada pasien agar membuka mulutnya.ulah dari keserakahan manusia dalam hidup yang hanya ingin memuaskan ambisinya sekalipun harus mengorbankan orang lain.

dan seterusnya adalah gambaran sebuah sistematika pembahasan yang runtut atau sistematis. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. terutama jika nantinya telah terjun dalam masyarakat. maka suatu rangkaian kejahatan dapat diungkap. Sudah dikelompokkan sesuai dengan bidangnya. Namun demikian ilmu pengetahuan satu dengan yang lain tidak selalu dikhotomis. Atau contoh yang lebih konkrit lagi. Masyarakat 6 . Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni. bab III.hukum. sehingga pelaku dapat dikenai suatu hukuman sesuai dengan pasal-pasal yang dilanggarnya. Sebuah artikel yang ditulis oleh seseorang dapat dipastikan telah disusun secara sistematis. agar pemaparan buah pikiran penulisnya mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu sifat sistematis ilmu pengetahuan yaitu terletak pada sifat pemaparannya yang runtut. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selanjutnya ilmu pengetahuan bersifat sistematis. dan seterusnya.masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). maksudnya ialah bahwa ilmu pengetahuan itu sudah memiliki pembidangan sesuai dengan jatidirinya. Melalui penggunaan metode-metode tersebut. Artinya suatu ilmu pengetahuan yang ditulis selalu mengikuti logika tertentu. penyelidikan di tempat kejadian perkara (observasi). kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan-persoalan sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat akan semakin tajam. Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). ketika seorang polisi bertanya kepada saksi tentang kejadian suatu perkara (wawancara). Dengan memperoleh matakuliah umum. sehingga akan membantu konsumennya untuk “segera” bisa memahami substansi dari ilmu pengetahuan tersebut. sehingga tidak bercampur baur dengan ilmu pengetahuan yang lain. bab II. Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar a. dipaparkan mulai dari bab I. sehingga pembahasannya kadang-kadang bersinggungan. sebuah buku yang ditulis oleh pengarangnya. rekonstruksi kejadian suatu perkara (demonstrasi). Latarbelakang Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing. sebab ada sebagian ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan yang lain.

pemerintah melalui Dirjen Dikti selalu menyiapkan kurikulum nasional atau kurikulum inti. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK). 232 tahun 2000. di mana setiap perguruan tinggi diberi kewenangan mengembangkan kurikulum sendiri. 232 tahun 2000 tersebut. sehingga punya ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Berdasarkan surat keputusan tersebut. melainkan setiap perguruan tinggi supaya mengembangkan sendiri kurikulumnya. di mana setiap terjadi perkembangan atau perubahan kurikulum. Namun dalam perjalanan yang memakan waktu hampir dua tahun belum semua perguruan tinggi siap menghasilkan kurikulum seperti yang dikehendaki oleh Dirjen Dikti. maka kebutuhan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi akan teradopsi. dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). Menyikapi kondisi tersebut pemerintah melalui Mendiknas segera mengambil langkah. Namun tidak demikian sebagaimana dituangkan dalam SK no. Kondisi seperti ini mengharuskan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi segera meresponnya.menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. Pengelompokan tersebut meliputi: matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). perguruan tinggi diharapkan melibatkan masyarakat. yaitu dengan mengeluarkan SK No. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. sesuai dengan kebutuhan stake holders setempat. pemerintah tidak lagi menyiapkan kurikulum perguruan tinggi secara nasional. Oleh karena itu di dalam merancang kurikulum. terutama masyarakat calon pengguna lulusan atau stake holders tersebut. Di sinilah sisi pentingnya perguruan tinggi melibatkan masyarakat (stake holders) dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk 7 . matakuliah prilaku berkarya. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang ada di perguruan tinggi. tentang Pedoman Penyusunan Kuri-kulum Pendidikan Tinggi. Dengan mengembangkan kurikulum sendiri. matakuliah keahlian berkarya (MKB). Berbeda dengan yang berlaku sebelumnya. 045 tahun 2002. dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Perguruan tinggi tinggal melaksanakan kurikulum tersebut.

namun kenyataan di lapangan masih ada perguruan tinggi yang belum merespon positip terhadap keberadaan matakuliah berkehidupan bermasyarakat. Untuk kelompok matakuliah MBB secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya. Sedangkan kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan peajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD).mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Rambu-rambu ini dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. 43/Dikti/Kep/2006. Dengan lahirnya kedua surat keputusan tersebut keberadaan matakuliah 8 . tentang RambuRambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. Jurusan dan atau program studi mengembangkan kurikulum sesuai spesifikasinya sendiri-sendiri. dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). dan No. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Walaupun telah diterbitkan SK tersebut. Kondisi ini akhirnya teratasi dengan lahirnya SK Dirjen Dikti No. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Matakuliah Pendidikan Agama. Kelompok matakuliah keahlian berkarya merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. berkepribadian mantap dan mandiri. 44/Dikti/Kep/2006. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguran Tinggi Indonesia. dan Bahasa Indonesia). Kelompok matakuliah perilaku berkarya (MPB) merupakan bahan kajian dan peajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan prilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. 30/ Dikti/Kep/2003. Kelompok matakuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu. sehingga matakuliah ISBD bagaikan ditelan zaman. Bahkan ada yang secara tegas tidak memasukkan MBB ke dalam kurikulumnya.

dan studi lembaga-lembaga sosial. Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. dan Ilmu Kealaman dasar (IAD). yaitu: studi manusia dan masyarakat. Pendidikan Agama. sedangkan yang kemudian terdiri atas ekonomi dan politik. Sehubungan dengan itu untuk memahaminya kiranya perlu dikenali dari konsep awalnya masing-masing. Istilah Ilmu Sosial Dasar. dan satu lagi Ilmu Alamiah dasar. Sehubungan dengan hal tersebut yang dimaksudkan dengan disiplin ilmu adalah: scientific study of some aspect or segment of reality (penyelidikan ilmiah terhadap beberapa aspek atau segmen realita). kimia. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). Namun dalam perjalanannya akhirnya berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. Lima ilmu yang mendahului ini mewujudkan ilmu-ilmu fisis. sosiologi. yaitu sebagai Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). Yang benar adalah bahwa masing-masing matakuliah tersebut ingin membuka pagar-pagar yang membatasi disiplin-disiplin yang membentuk masingmasing kelompok ilmu tersebut. dan biologi. Yang terdahulu terdiri atas: psikologi. ilmu-ilmu budaya. meteorologi. sama sekali tidak mengatakan bahwa matakuliah dengan nama-nama tersebut masing-masing memperkenalkan dasar-dasar dari ilmu-ilmu sosial. dan antropologi. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. Contoh disiplin ilmu misalnya: sosiologi. astronomi. fitologi.pengembangan kepribadian dan matakuliah berkehidupan masyarakat menjadi semakin jelas dan mantap. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. 30/Dikti/Kep. Adapun ilmu sosial dasar meliputi dua kelompok utama. Ilmu Budaya Dasar. fisika. Ilmu Budaya dasar bisanya 9 . Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. Biasanya disiplin-disiplin ilmu yang tergolong IAD adalah: fisika. dan bahasa Indonesia. dan ilmu-ilmu alamiah. Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya dasar Seperti dijelaskan di atas bahwa matakuliah ini pada mulanya adalah matakuliah yang berasal dari dua matakuliah yang terpisah dan berdiri sendiri-sendiri.2003 kedua matakuliah (ISD dan IBD) digabung menjadi satu matakuliah dengan nama Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD). geologi. dan lainnya. b. dan fisiologi manusia. sedangkan yang terakhir ilmu-ilmu biotis dengan rincian utama: zologi. filsafat.

Sastra yang diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi berpendekatan kritik literer. ditetapkan bahwa retorika sekedar diajarkan sebagai keterampilan itu harus lain dengan yang diberikan melalui sejarah sastra dan kritik sastra.dibagi menjadi tiga kelompok. seni tari dan berpidato). Pertama seni (sastra. Sejarah yang diajarkan sebagai disiplin yang menelaah manusia di dalam dimensi waktu dengan mengutamaan telaahnya pada masa lampaunya. Mahasiswa yang mempelajari sejarah diharapkan menemukan identitasnya sebagai pribadi. dan warga umat manusia. Retorika tertulis dekat sekali pertaliannya dengan linguistik. Sehubungan dengan sejarah kebudayaan haruslah lebih ditonjolkan dari sejarah politik dan sejarah ekonomi. agama dan filsafat. Sejarah umat manusia juga menunjukkan bahwa di dalam seni itu terdapat beberapa dari kebanyakan ekspresi manusia yang menonjol dalam pengertiannya atas eksistensinya sendiri. serta tata bahasa. analisisnya. jadi belumlah sebagai pemberian bekal pemerkaya pemilikan budaya intelek bersama. 10 . seni rupa. sejarah bahasa. berdalih. retorika tertulis harus mampu memberikan keterampilan untuk meneruskan. Adapun seni rupa dan musik seringkali masih sekedar diajarkan untuk keterampilan seni belaka. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. membuktikan dan menghimbau. khususnya bidang yang terkenal dengan sebutan logical fallacies atau logika semu. Pada hal tujuan yang sebenarnya dari retorika tertulis adalah melatih mahasiswa untuk menulis prosa dengan idiom yang baik dan gaya bahasa yang berlaku berdasarkan logika yang layak. Manusia di situ dilukiskan sebagai ciptaan Allah. dan tempatnya di dalam kehidupan manusia. Melalui latihan yang banyak di bawah bimbingan dosen yang cakap. Sejak manusia hidup dalam kondisi sederhana. sejarah. Retorika yang ada terbagi menjadi jenis lisan dan yang tertulis seringkali dipandang sebagai suatu keterampilan belaka dengan akibat bahwa yang dicapai melalui retorika tertulis hanyalah materi obyektif atau mekanisme mengungkapkan berdasarkan tata bahasa melalaui komposisi tertulis. di dalamnya tercakup hakikat sastra. sebagai warga suatu bangsa. seni menempati posisi yang penting dalam kehidupannya sehri-hari. Dalam mengajarkan retorika tertulis mahasiswa diajak bergaul dengan logika informal. evaluasinya. Melalui perubahan budaya dan perubahan peradaban pengajar sejarah bermaksud memahamkan isi pengalaman buat manusia di masa lampau serta kondisinya sekarang sebagaimana terdapat berbagai kelompok kehidupan. musik. sebagai anggota masyarakat agama. makhluk pencipta budaya dan makhluk pencipta peradaban.

akademik. konsep. yang merupakan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik. Dengan Ilmu Sosial Dasar mahasiswa diharapkan mempunyai tiga macam kemampuan. kemasyarakatan. khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku dalam menghadapi manusia-manusia lain. dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta. antropologi sosial. maka Ilmu Sosial Dasar bersama-sama dengan Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Alamiah Dasar pada dasarnya merupakan satuan-satuan pengetahuan yang didasarkan pada pembagian tersebut di atas. dan pada akhirnya mahasiswa terbantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadiannya. Ilmu Budaya Dasar jika memberikan retorika lisan haruslah pada praktek berpidato di muka umum menurut gaya bahasa yang berlaku. Dengan kemampuan tersebut kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya akan menjadi lebih besar. yaitu kemampuan personal. hasil lisan 11 . sosiologi. dan profesional. dan ilmu-ilmu alamiah) sebagaimana dikemukakan di atas.Dalam kehidupan sehari-hari manusia berkomunikasi dengan sesamanya secara langsung sehingga membutuhkan retorika lisan. ekonomi psikologi sosial. teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (geografi sosial. dan sejarah) Dengan demikian Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu pengetahuan dasar yang berusaha memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap. Selanjutnya kemampuan akademis merupakan kemampuan untuk mengkomunikasikan secara ilmiah. Setelah mengenali pembagian ilmu pengetahuan ke dalam tiga bidang lapangan ilmu pengetahuan (ilmu-ilmu sosial. berdasarkan struktur bahasa yang logis dan syarat-syarat keterampilan mengungkapkan pikirannya secara lisan sama pentingnya yang secara tertulis. Ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial. serta memiliki pandangan dan kepekaan yang luas terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan. khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. dan kenegaraan. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. Kemampuan personal merupakan kemampuan kepribadian yang tampak dalam penampilannya sebagai pribadi bangsa Indonesia. pengetahuan budaya. ilmu politik.

dan lebih halus budi pekertinya. Kemampuan profesional merupakan kemampuan di bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Yang sedikit agak membedakan antara ISBD dengan ISD dan IBD sebelum dikolaborasi ialah terletak pada titik tekan dalam mencapai sasaran pembelajaran pada diri mahasiswa. Baik dalam ISD maupun IBD masing-masing diorientasikan pada usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya. sehingga daya tangkap. Humanior atau humanus dalam bahasa Latin berarti manusiawi. persepsi dan penalarannya terhadap lingkungan budaya dapat menjadi lebih peka. dan halus. Dengan kemampuan ini para akademisi diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.maupun tulisan. bahkan multidispliner. seni. melainkan mengandung pengertian umumnya tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. halus dan manusiawi. Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kepribadiannya dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritisnya terhadap masalah-masalah budaya. 30/Dikti/Kep/2003. Ilmu tentang budaya mencakup keahlian filsafat. maupun berpikir logis. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar pada dasarnya merupakan gabungan secara kolaboratif antara ISD dan IBD yang dilandasi SK Dirjen Dikti No. agama. kritis. Pendekatan terhadap berbagai masalah budaya tersebut dilakukan dengan menggunakan berbagai pengetahuan budaya (The Humanities). memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasikan dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif-alternatif pemecahannya. dan sejarah. menguasai teknik analisis. berbudaya. Selanjutnya Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah waib di perguruan tinggi merupakan terjemahan dari istilah Basic Humanities atau pendidikan humaniora. Dengan demikian aspek personal tampak menonjol. sasaran pembelajaran mahasiswa dalam mempelajari ISBD lebih ditekankan kepada 12 . lebih berbudaya. dan sistematis. Berbeda dengan ISD dan IBD. Dengan mempelajari ilmu budaya dasar diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi. baik dengan menggunakan suatu keahlian disiplin ilmu tertentu maupun dengan menggunakan pendekatan berbagai keahlian atau inter. Ilmu Budaya Dasar atau Basic Humanities tidak identik dengan The Humanities (Ilmu tentang Budaya).

Kedua memiliki metode penyelidikan yang dipergunakan untuk mengkaji dan mengembangkan obyeknya. c. dan Ilmu Budaya dasar. Mengingat bidang kajian kedua kelompok pengetahuan dasar ini yang relatif dekat dengan kehidupan manusia. Ruang lingkup ISBD Sebagai matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) mata kuliah ISBD dirancang untuk membekali mahasiswa sebagai calon akademisi agar nantinya memiliki tiga kemampuan dasar yaitu: personal. akademis. Jadi ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. dengan nama baru Ilmu Sosial dan Budaya Dasar atau disingkat ISBD. kedua ilmu pengetahuan dasar ini dikolaborasikan. Ilmu Sosial Dasar banyak mengkaji masalahmasalah sosial dalam kehidupan manusia. Dikatakan sangat muda. Masing-masing memiliki kajian fenomental yang berhubungan secara langsung dengan kehidupan manusia. sedangkan Ilmu Budaya Dasar mengkaji berbagai aspek kehidupan yang terkait dengan masalah budaya. Seperti dijelaskan di atas. persepsi. melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. Oleh karena itu kalau ISD dan IBD masuk dalam kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). 13 . Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. yaitu Ilmu Sosial Dasar. dan kemampuan profesional. maka ISBD masuk dalam kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). baik materia maupun forma.aspek perkembangan sosialnya yaitu dalam kerkehidupan bermasyarakat. maka berdasarkan keputusan Dirjen Dikti No30 tersebut di atas. Titik persoalannya sekarang adalah dapatkah ISBD disebut sebagai ilmu pengetahuan ?. bahwa persyaratan suatu ilmu pengetahuan ialah pertama memiliki obyek. dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya. dan ketiga ialah sistematis. Oleh karena itu fungsi ISBD merupakan suatu usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap.

di mana para akademisi diharapkan memiliki wawasan pengetahuan dan kemampuan. sains. Manusia adalah makhluk yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. nilai. ISBD Sebagai Komponen MBB ISBD sebagai bagian komponen Mata Kuliah Berkehidupan bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok. teknologi dan seni 8) Manusia dan lingkungan 3. Hal ini 14 . analitis. walaupun sebelumnya belum pernah belajar bagaimana cara menyusui. memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi. Manusia tidak akan mampu hidup sendiri tanpa ada bantuan dari pihak lain. maka diperlukan sejumlah bahan kajian yang akan dioperasionalkan dalam bentuk pembelajaran. Naluri seorang ibu yang baru melahirkan anaknya akan otomatis tergerak untuk mau menyusui anaknya. kritis. Dibandingkan dengan hewan. Komunikasi antara anak dengan ibu melalui kontak menyusui sudah merupakan indikator ketergantungan antara satu manusia dengan lainnya. Untuk mencapai ketiga kemampuan di atas. tidak berdaya dan tidak akan mungkin bisa bertahan hidup tanpa ada manusia lainnya. sistematis. memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan. Kemampuan akademis yaitu suatu kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan. Kemampuan profesional : kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. moralitas. serta mampu menawarkan alternatif pemecahan. Bahan kajian tersebut meliputi : 1) Pendahuluan (pengantar ISBD) 2) Manusia sebagai Makhluk Budaya 3) Manusia dan Peradaban 4) Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial 5) Keragaman dan kesetaraan 6) Manusia. tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia. menguasai berbagai teknik analisis. para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya. dan hukum 7) Manusia. yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. kemasyarakatan dan kenegaraan. maupun berpikir logis.Kemampuan personal yaitu kemampuan kepribadian. keberadaan manusia pada saat baru lahir sangat lemah. sehingga mampu menunjukkan sikap.

Untuk itu proses pembelajaran ISBD akan mempergunakan berbagai pendekatan dengan prinsip mahasiswa dapat belajar. 15 . yaitu sikap berkehidupan bermasyarakat. 4. diskusi. Pemecahan Masalah Sosial Budaya Masalah sosial budaya merupakan suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat dan budayanya yang berdasarkan atas studi. Semua proses pembelajaran akan diorientasikan kepada belajar yang berpusat pada aktivitas mahasiswa (student active learning). yaitu dari belum tahu menjadi tahu (kognitif).tentu agak berbeda dengan yang dialami oleh hewan. dan problem solving. apresiasi seni budaya. dan dari belum terampil menjadi terampil (psikomotorik). Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku. Ketiga ranah ini yang menjadi sasaran belajar dengan titik tekan berada pada aspek sikap (afektif). mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan. yang didalamya terdapat persamaan. pentas kreatifitas. kolaborasi. Untuk mengarah pada sasaran ini metode pembelajarannya adalah melalui: ceramah. tanya jawab. Seekor anak ayam yang baru menetas walaupun tanpa ada induknya. penelitian sosial budaya. sehingga ia mampu untuk bertahan hidup dan berkembang. 2) Adanya keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat. Yang terpenting dalam proses pembelajaran tersebut ialah bagaimana dosen mampu menyediakan lingkungan belajar yang bisa membuat mahasiswa belajar. perbedaan. Pendekatan dan Metode Pembelajaran ISBD Seperti matakuliah yang lain matakuliah ISBD disajikan kepada mahasiswa untuk dikaji bersama melalui interaksi edukatif yang disebut dengan proses pembelajaran. 1) Berbagai kenyataan yang bersama-sama merupakan masalah sosial budaya yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan (antar bidang). ia akan mampu berusaha mencari makanan untuk dirinya. yang dapat menimbulkan pertentangan-pertentangan maupun kerjasama. Masalah ini meliputi hal-hal sebagai berikut. yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri. dari belum baik menjadi baik (afektif). bermain peran (demonstrasi). 5.

Sementara evaluasi produk lebih menitikberatkan pada pengukuran aspek kognitif melalui tes tulis. sikap dan prilakunya selama di ruang kelas. Sistem Evaluasi Pembelajaran ISBD Evaluasi hasil belajar keberhasilan mahasiswa akan diukur melalui dua tahap. presentasi di kelas 30% c. 3. bagaimana ketepatan waktunya. yaitu evaluasi dalam proses dan produk. Presentasi di kelas c. disiplin dan 40% partisipasi dalam perkuliahan Penilai Dosen Dosen Dosen 16 . termasuk dalam diskusi 2) Ujian tengah semester 3) Ujian akhir semester 4) Pertugasan. Partisipasi dalam perkuliahan 3) No 1. MATRIK EVALUASI Bentuk penilaian Bobot Pertugasan 30% a. Tes tulis dapat berupa tes insidental. Secara rinci aspek yang dinilai baik yang menyangkut masalah penilaian proses maupun produk meliputi hal berikut. 2. 1) Kedisiplinan dan partisipasi kuliah. Pembuatan makalah (kelompok dan mandiri) b. mental. ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). Evaluasi proses ini lebih dititikberatkan pada aspek pembentukan prilaku (afektif). dan keterampilan selama dalam proses pembelajaran. dan emosional mahasiswa selama dalam proses pembelajaran. Evaluasi dalam proses dimaksudkan untuk mengukur kadar keterlibatan fisik.ISBD menggunakan pendekatan secara komprehensif dari berbagai cabang ilmu untuk memecahkan masalah sosial. pembuatan makalah b. aktivitas dan partisipasinya dalam proses pembelajaran. Proses evaluasi dilakukan melalui pengamatan sejak mahasiswa masuk di kelas. a. di antaranya : a) Sosiologi b) Antropologi Sosial dan Budaya c) Ilmu Sejarah d) Ilmu Ekonomi e) Ilmu Hukum f) Ilmu Politik g) Geografi h) Psikologi sosial 6.

serta menumbuhkan sikap kritis. Masyarakat menghendaki agar lulusan perguruan tinggi dapat secara langsung diterima di berbagai bidang lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. matakuliah 17 . dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya. yaitu matakuliah yang diorientasikan kepada upaya untuk membantu perkembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon akademisi agar tidak terjebak ke dalam keahlian atau disiplin ilmu yang ditekuni Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini tanggap terhadap tuntutan masyarakat tersebut. Kualitas lulusan menjadi bahan perbincangan kalangan calon penggunanya. tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi juga semakin kritis. peka. dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Upaya ini diawali dengan lahirnya Surat Keputusan Mendiknas No. 232 tahun 2000. Kemudian ditindaklanjuti dengan SK Mendiknas No. dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika. kesetaraan.Ujian tengah Semester (UTS) Ujian akhir semester (UAS) JUMLAH 100% RINGKASAN Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) sebagai komponen pengetahuan dasar diberikan di perguruan tinggi memiliki visi . dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman. etika. berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis. tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. 045 tahun 2002. Pada mulanya ISBD merupakan dua jenis matakuliah terpisah yang masing-masing berdiri sendiri dengan nama Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD). Dalam struktur kurikulum perguruan tinggi kedua matakuliah termasuk komponen matakuliah umum (MKU). Sedangkan misinya ialah memberikan landasan dan wawasan yang luas. Kurikulum nasional di perguruan tinggi yang berlaku saat itu terus diupayakan untuk dikembangkan agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Di dalam SK tersebut terdapat pengelompokan sejumlah matakuliah yang meliputi : matakuliah pengembangan kepribadian (MPK). dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. kesetaraan. tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi. peka dan arif dalam memahami keragaman.

Tugas Untuk Diselesaikan. 44/Dikti/ Kep/ 2006. Dikatakan sangat muda. Himpun sedikitnya 10 definisi tentang ilmu menurut pakar yang berbeda-beda. 43/Dikti/ Kep/2006. 1. Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang diperlukan mahasiwa untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya (ISBD dan IAD). Semua jenis matakuliah ini sudah harus diberlakukannya pada semester ganjil 2006/2007. dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang terdiri atas. matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Bahkan ISBD dapat digolongkan sebagai pengetahuan dasar yang relatif masih sangat muda. Berdasarkan kedua surat keputusan tersebut. 18 . matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Pendidikan Agama. Kelompok matakuliah ini secara nasional telah disiapkan rambu-rambu pelaksanaannya yang dituangkan dalam SK Dirjen Dikti No. karena ISBD merupakan perpaduan antara kedua pengetahuan dasar yang ada sebelumnya. matakuliah keahlian berkarya (MKB). yaitu Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya dasar. Selanjutnya pelaksanaannya di atur dalam SK Dirjen Dikti No. yaitu Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang terdiri atas. karena belum secara spesifik memiliki obyek forma. semua kurikulum perguruan tinggi wajib memuat kedua kelompok matakuliah tersebut. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) pada dasarnya masih belum termasuk kategori sebagai kelompok ilmu pengetahuan. dan Bahasa Indonesia. dan masuk komponen Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Di dalam surat keputusan tersebut kedua matakuliah (ISD dan IBD) yang semula berdiri sendiri dan termasuk matakuliah pengembangan kepribadian (MPK) disatukan menjadi matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Lakukan suatu analisis terhadap masing-masing definisi ilmu tersebut sehingga dapat diklasifikasi perbedaan dan persamaan yang terdapat pada masing-masing definisi. 2. 30/ Dikti/Kep/2003. dan Ilmu Kealaman Dasar (IAD). dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB).keilmuan dan keterampilan (MKK). dan No. tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengem-bangan Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi. matakuliah prilaku berkarya.

Berpikir adalah perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berfikir. Selamat Belajar BAB II MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA Oleh : Linda Dwi Eriyanti. Makna ini kontras dengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk pada bagian tertentu warisan social. Lakukan suatu analisis di mana letak titik tekan antara ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dalam hubungannya dengan kehidupan manusia.Sos 1. 4. 19 . S. Secara umum. Himpun pula definisi tentang ilmu sosial dan ilmu tentang budaya dari berbagai literatur. kebudayaan dan individu. 6. Coba buat rumusan definisi ilmu menurut bahasa Saudara berdasarkan definisi-definisi yang telah Saudara himpun tersebut.i Dalam ilmu-ilmu social istilah kebudayaan sesungguhnya memiliki makna bervariasi yang sebagian diantaranya bersumber dari keragaman model yang mencoba menjelaskan hubungan natara masyarakat. Kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin Cultura dari kata dasar colere yang berarti berkembang atau tumbuh. kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara social diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi Akal Dan Budi Bagi Manusia Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. yakni tradisi sopam santun dan kesenian.3. Pengertian dan Fungsi Kebudayaan Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmuilmu social. 5. Tugas-tugas tersebut akan lebih berbobot pembahasannya apabila Saudara lakukan bersama dengan teman lain dalam suatu kelompok kecil antara 3 – 5 orang.

panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu. Budi diartikan sebagai batin manusia. yang keberadaannya sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap system aturan yang membentuknya. diolah menjadi simbol .Simbol : segala sesuatu (benda.Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. kelakuan. system kenegaran. Jadi jelas bahwa fungsi akal dan budi manusia adalah menunjukkan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi di alam raya ini. pernikahan.Fungsi simbol : o Faktor pengembangan kebudayaan o Terbatas pada gugus masyarakat tertentu 20 . Kegiatan-kegiatan yang dipelajari dari satu generasi ke generasi berikutnya itu tidak mengalami perubahan yang berarti kecuali jika ada factor eksternal yang memperngaruhi pola tindak yang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan social dan individual. permainan. Didalamnya juga termasuk artefak dan berbagai kontruksi proporsi kompleks yang terekspresikan dalam system symbol yang kemudian terhimpun dalam bahasa. Manusia Sebagai Animal Simbolicum . Masyarakat manusia yang terdiri dari individu-individu yang terlibatdalam berbagai kegiatan yang mengharuskan mereka beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan hal itu harus dilakukan secara terus menerus demi mempertahankan keberadaan masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan individu yang menjadi anggotanya. dan sebagainya.ii System gagasan dan simbolik warisan social itu sangatlah penting karena kegiatan-kegiatan adaptif manusia sedemikian kompleks dan beragam sehingga mereka tidak bisa mempelajari semuanya sendiri sejak awal. Kegiatan-kegiatan yang dipelajari itu merupakan salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat secara keseluruhan. tindakan manusia. Kegiatan-kegiatan ini dipelajari melalui peniruan dan pelajaran satu manusia dengan manusia lainnya.Kebudayaan : pengetahuan yang mengorganisasi simbolsimbol .Adalah komponen utama perwujudan kebudayaan karena setiap hal yang dilihat dan dialami. ucapan) syang telah ditempati suatu arti tertentu menurut kebudayaannya . Melalui symbol-simbol itulah tercipta keragaman entitas yang sangat kaya yang kemudian disebut sebagai obyekkonstruksi cultural sepoerti uang. sehingga semuanya menjadi bagian dari warisan social atau kebudayaan dari suatu masyarakat. peritiwa. hukum.

tindakan dan obyek. pemahaman atau proposisi. Hanya saja definisi yang terlanjur berkembang adalah definisi sebelumnya dimana kebudayaan diartikan bukan sekedar istilah deskriptif bagi sekumpulan gagasan. Namun mereka mengakui bahwa. Hal ini bukan semata-mata karena adanya sanksi tersebut. serta kemampuan dan kebisaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat” Kebanyakan ilmuwan social membatasi definisi kebudayaan sehingga hanya mencakup aspek tertentu dari warisan social. Biasanya pengertian kebudayaan dibatasi pada warisan social yang bersifat mental atau non fisik. yang terekspresikan sebagai kesamaan tata cara. yang didukung oleh seperangkat aturan sanksi. mudah dipelajari. mampu bertahan dalam waktu lama. sedangkan bagi mereka yang menentangnya telah tersedia hukuman. seni. atau persamaan persepsi mengenai dunia di sekelilingnya yang diwujudkan dalam symbol-simbol tertentu. Sedangkan aspek fisik dan artefak sengaja disisihkan. Artinya individu-individu dari suatu komunitas terikat oleh kebersamaan dan rasa memiliki atas warisan social mereka. kepercayaan. atau karena mereka merasa menemukan unsure-unsur motivasional dan emosional yang memuaskan dengan menekuni kegiatan-kegiatan dan keyakinan cultural tersebut. hukum. istilah warisan social disamakan dengan istilah kebudayaan.Warisan social itu juga mengandung karakter normative. model tersebut menyatakan bahwa kebudayaan atau warisan social lebih adaptif baik secara social maupun individual. moral. Dalam kasus ini proposisi tersebut dikatakan telah terinternalisasi. Dalam rumusan ini . Lebih jauh. Pengertian Budaya dan Kebudayaan Setiap individu menjalankan kegiatan dan menganut keyakinannya sesuai dengan warisan social atau kebudayaannya. normative dan mampu menimbulkan motivasi. adapt. Artinya. sebagian proposisikultural membangkitkan emosi dan motivasi yang kuat. “Kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan. bagi mereka yang mematuhinya akan ada puian. Namun tinjauan empiris terhadapnya memunculkan definisi terbaru tentang kebudayaan seperti yang diberikan EB Tayloriii. dan mereka tetap terfokus maknanya sebagai himpunan pengetahuan. melainkan juga merujuk pada entitas-entitas mentalyang menjadi pijakan tindakan dan munculnya obyek tertentu. Consensus yang kini dianut oleh para ilmuwan social masih menyisihkan aspek emosional dan motivasional dari istilah kebudayaan.iv 21 .

Perselisihan mengenai definisi kebudayaan itu mengandung argument-argumen implicit tentang sebab-sebab atau asal mula warisan social. Sebaliknya jika kita menganggap kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan koheren.Sebagian ilmuwan social bahkan berusaha membatasi lagi pengertian istilah kebudayaan tersebut hingga hanya “mencakup bagian-bagian warisan social yang melibatkan representasi atas hal-hal yang dianggap penting. yakni apakan kebudayaan itu merupakan suatu entitas padu atau tidak. contohnya mungkin adala lajabar yang dianggap selalu benar dan berlaku. motivasional. Hanya saja tidak ada 22 . mengingat dalam kenyataannya pengetahuan anggota masyarakattentang kebudayaan mereka tidaklah sama. Berbagai persoalan yang melingkupi upaya intergrasi definisi-definisi kebudayaan terkait dengan masalah lain. maka yang harus diperhitungkan adalah fakata bahwa warisan social senantiasa melebur dalam suatu masyarakat.ix Kerancuan tersebut lebih jauh membangkitkan minat untuk menelaah koherensi dan integrasi kebudayaan. Misalnya saja ada kontroversi mengenai koheren atau tidaknya kebudayaan itu sehingga lebih lanjut kita dapat mempertanyakan sifat alamiahnya. Tidak banyak bukti yang mendukung dugaan akan adanya pola tunggal hubungan tersebut seperti yang dikemukakan oleh Ruth Benedict dalam bukunya Pattern of Culture (1934)viii. meski sedikit saja orang yang vi menguasainya”. Meskipun hamper setiap elemen kebudayaan dapat ditemukan pada hubungan-hubungan natar elemen seperti yang ditunjukkan oleh Malinowski dalam Argonauts of the Western Pacifis (1922)vii. “kebudayaan hanya berkaitan dengan makna-makna public yang terus berlaku meskipun berada diluar jangkauan pengetahuan individu . Disisi lain para ilmuwan social memendang keragaman dan kontradiksi di seputar pengertian atau definisi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang wajar. Jika kebudayaan dipandang sebagai suatu kumpulan elemen yang tidak memebentuk kesatuan koheren. 1968)v Sementara itu ada pula yang membatasi pegertian kebudayaan sebagai makna-makna simbolik yang mengandung muatan representasi dan mengkomunikasikannya dengan peristiwa nyata. maka kumpulan elemen-elemennya bisa dipisahkan dan dibedakan satu sama lain. dan normative dari warisan social namun juga mempermasalahkan penerapan makna kebudayaan dalam individu. Menurutnya. tidak termasuk norma-norma atau pengethauan procedural mengenai bagaimana sesuatu harus dikerjakan” (Schneider. Geertz menggunakan makna ini secara eksklusif sehingga ia tidak saja mengesampingkan aspek-aspek afektif.

terdapat 170 definisi kebudayaan. Demikian pula definisi cultural kerabat sebagai ‘orang-orang yang memiliki hubungan darah’ mengisyaraktkan adanya kesamaan identitas yang memudahkan pembedaannya. reaksi emosional. (misalnya. motivasi dan sebagainya sangat ditentukan oleh kesepakatan awal tentang keberadaan.metodeyang telah terbukti handal untuk mengukur sejauh mana koherensi dan 8integrasi sebuah kebudayaan. pelanggaran ketentuan kontrak tidak bisa diterima)x Dibalik kerancuan definisi ini terdapat masalah-masalah penting lainnya yang juga harus dipecahkan. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah. beberapa diantaranya :  Ki Hajar Dewantara Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat. sentiment dan motif. sedangkan yang kedua adalah elemen-elemenkultural yang hanya diketahui oleh sebagian anggota masyarakat yang menyandang status social tertentu. Jika representasi cultural memang memiliki hubugan kausalitas dengan norma-norma. yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna 23 . maka pendefinisian kebudayaan sebagai representasi telah memusatkan perhatioan pada apa yang paling penting. Misalnya saja norma kebersamaan dan perasaan terikat dalam kekerabatan hanya akan tercipta jika ada system kategori yang membedakan kerabat dan non kerabat. yang acapkali kelewat sederhana. Hanya saja keuntungan dari focus yang tajam itu dipunahkan oleh ketergantungan definisi itu terhadap asumsi-asumsi yang melandasinya. dibalik pembatasan definisi kebudayaan pada aspek-aspek presentasional dari warisan social itu terletak hipotesis yang menyatakan bahwa norma-norma. Keragaman definisi kebudayaan itu sendiri dapat dipahami sebagai giatnya upaya mengungkap hubungan kausalitas antara berbagai elemen warisan social. Pertama adalah sejumlah kecil elemen yang hampir dipunyai oleh semua anggota masyarakat sehingga diantara mereka dapat tercipta suatu consensus pengertian. (misalnya lampu merah berarti tanda berhenti).xi Komponen utama kebudayaan : o Individu o Masyarakat o alam Dari catatan Supartono. Bahkan muncul bukti-bukti yang menunjukkan bahwa elemen-elemen budaya cenderung dapat digolongkan menjadi dua bagian besar. Sebagai contoh . 1992. hakekat dan label atas sesuatu hal.

teknologi memungkinkan untuk pemanfaatan hasil alam bahkan munghkin untuk menguasai alam. Bermacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggota-anggotanya seperti kekuatan alam. Fungsi kebudayaan Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal  Keesing Kebudayaan adalah totalitas pengetahuan manusia. mengatur hubungan antar manusia. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah.  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardixii Kebudayaan merupakan hasil karya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas. mencakup kepercayaan. untuk sebagian besar dipenuhi oelh kebudayaan yang bersumber dari masyarakat itu sendiri. adat istiadat. Hasil karya masyarakat menghasikan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama melindungi masyarakat terhadap lingkungan.mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. yang dilihat sebagai proses humanisasi. rasa. dan cipta masyarakat. dan 24 .  Robert H Lowie Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat. pengalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara sosial  Koentjaraningrat Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya  Rafael Raga Manan Kebudayaan adalah cara khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya. kebiasaan makan. norma-norma artistic. Kebudayaan berguna bagi manusia untuk melindungi diriterhadap alam. Di sisi lain karsa masyarakat mewujudkan norma dan nilai-nilai social yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan masyarakatnya. maupun yang bersumber dari persaingan manusia itu sendiri untuk mempertahankan kehidupannya. Manusia dan masyarakat memerlukan pula kepuasan baik dibidang materiil maupun spiritual. yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya. Pada masyarakat yang taraf kebudayaannya lebih tinggi.

Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya. Kesenian misalnya meliputi kegiatan seni tari. mendukung. peternakan. Bila diambil contoh alat bajak terdiri dari gabungan alat-alat yang lebih kecil yang dapat dilepaskan. sistem hukum. sistem produksi. perumahan.sebagai wadah dari segenab perasaan manusia.xiv Sebagai contoh cultural universals pencaharian hidup dan ekonomi antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti pertanian. sistem pengolahan tanah dengan bajak. dan sebagainya. Selanjutnya Ralph Linton merinci kegiatankegiatan kebudayaan tersebut menjadi unsure-unsur yang lebih kecil lagi yang disebutnya trait-complex. Unsur-Unsur kebudayaan menurut C Kluckhohn dalam bukunya Universal Categories of Culture meliputi Cultural universals yaituxiii  Peralatan dan perlengkapan hidup ( pakaian.000 pulau besar dan kecil. Perbedaan itu dalam kita lihat dengan menelaah unsur-unsur kebudayaan seperti dibawah ini. distribusi )  Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan. seni suara. Akhirnya sebagai unsure kebudayaan yang terkecil membentuk trait adalah items. Ralph Linton menyebutnya kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity. seni rupa dll. system hak milik atas tanah. seni gerak dll)  Sistem pengetahuan  Religi (system kepercayaan) Cultural universals tersebut dapat dijabarkan lagi kedalam unsure-unsur yang lebih kecil. manusiawi. organisasi politik. teknik pengendalian bajak. Kebudayaan akan mendasari. transportasi)  Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi (pertanian. dll. Apabila salah satu bagian bajak 25 . Selanjutnya trait complex mengolah tanah dengan bajak akan dapat dipecah ke dalam unsure yang lebih kecil umpamanya hewan-hewan yang menarik bajak. menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu yaitu hidup yang lebih baik. dan sebagainya. Jenis dan Ragam Kebudayaan di Masyarakat Mohammad Yusuf Melatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17. dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan. alat-alat produksi. tetapi pada hakekatnya merupakan satu kesatuan. perkawinan)  Bahasa (lisan maupun tertulis)  Kesenian (seni rupa. Misalnya kegiatan pertanian menetap meliputi unsure-unsur irigasi. system produksi. peternakan. dan berperikemanusiaan 2.

26 . baik yang berasal dari rangsangan di dalam atau diluar dirinya. intelegensia dan intuisi Dengan kadar intelegensia yang dimiliki manusia mampu belajar sehingga menjadi cerdas. sering berbentuk perasaan yang kuat. maka tak dapat menjalankan fungsinya sebagai bajak. Intuisi menurut Supartono sering setengah disadari. tetapi tidak berlangsung lama  Kemauan Kemauan adalah keinginan. Emosi adalah rasa hati.tersebut dihilangkan. Kemauan dalam arti positif adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan hidup yang dikendalikan oleh akal budi. tanpa diikuti proses berfikir cermat. memiliki pengetahuan dan mampu menciptakan teknologi. namun bisa menuntun pada suatu keyakinan. kehendak untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan Manusia sebagai pencipta kebudayaan Manusia memiliki kemampuan daya sebagai berikut :  Akal. Ciri Kebudayaan : • Bersifat menyeluruh • Berkembang dalam ruang / bidang geografis tertentu • Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu Wujud kebudayaan • Ide : tingkah laku dalam tata hidup • Produk : sebagai ekspresi pribadi • Sarana hidup • Nilai dalam bentuk lahir Sifat kebudayaan • Beraneka ragam • Diteruskan dan diajarkan • Dapat dijabarkan : – Biologi – Psikologi – Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan • Berstruktur terbagi atas item-item • Mempunyai nilai • Statis dan dinamis • Terbagi pada bidang dan aspek 3.  Perasaan dan emosi Perasaan adalah kemampuan psikis yang dimiliki seseorang. yang dapat menguasai seseorang.

Kebudayaan adalah ekspresi eksistensi manusia didunia. Peter L Berger menyebutnya sebagai dialektika fundamental yang terdiri dari tiga tahap yaitu : . Keadilan mengacui pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh setiap manusia. Penderitaan Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. yang berada diluar diri manusia . merupakan jati diri seseorang yang berasal dari lahir sebagai factor keturunan yang kemudian diwarnai oleh factor lingkungannya.Tahap obyektifitas.  Perilaku Perilaku adalah tabiat atau kelakuan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia. yaitu tahap aktifitas manusia menghasilkan realita obyektif. yaitu tahap dimana realitas obyektif hasil ciptaan manusia dicerap oleh manusia kembali. Tanggungjawab Tanggungjawab adalah kwajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan. 3. Cintakasih Cintakasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai belas kasihan. 5. Pengabdian 27 . Fantasi Fantasi adalah paduan unsur pemikiran dan perasaan yang ada pada manusia untuk menciptakan kreasi baru yang dapat dinikmati. namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan. Ini melengkapi cirri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia.Tahap internalisasi. 2. Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusi menemukan bentuknya yang khas manusiawi 4. Manusia sebagai makhluk budaya adalah pencipta kebudayaan.Tahap eksternalisasi. Keadilan Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. Memanusiakan manusia melalui pemahaman terhadap konsep budaya dasar 1. yaitu proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktifitas fisik dan mental .

Akulturasi Akulturasi adalah percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampuran itu masing-masing unsurnya masih kelihatan. Proses dan Perubahan Kebudayaan : Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. c. Keindahan Eksistensi manusia didunia diliputi dan digairahkan oleh keindahan. Asimilasi 28 . dengan sesame dan dengan alam tempat kita berdiam. suatu peraturan yang menyangkut hak dan kwajiban mereka. b.Pengabdian diartikan sebagai perihal memperhamba diri kepada tugas-tugas yang dianggap mulia 6. e. Dalam keseharian sosialisasi bisa dikatakan sebagai proses menjelaskan sesuatu kepada anggota masyarakat agar mengetahui adanya suatu konsep. Internalisasi Merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia. d. kebijakan. Pandangan hidup Pandangan hidup berkenaan dengan eksistensi manusia didunia dalam hubungannya dengan Tuhan. 7. dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka.xv 4. Enkulturasi Enkulturasi adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan. Sosialisasi Proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampilanketrampiulan sosial. 8. f. dan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. merasa khawatir tidak tenang dalam tingkah laku. Proses tersebut diantaranya : a. Manusia tidak hanya penerima pasif tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan. Kegelisahan Kegelisahan merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatannya. Difusi Meleburnya suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain sehingga menjadi satu kebudayaan.

Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan. kekuasaan dan wewenang. perubahan bagi masyarakat yang bersangkutan maupun bagi orang luar yang menelaahnya. dan polapola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. lapisan-lapisan dalam masyarakat. Masalah tersebut menjadi lebih penting dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak masyarakat dari Negara yang kemerdekaan politiknya setelah perang dunia kedua. sikap-sikap. termasuk didalamnya nilai-nilai. Perubahan sosial dan kebudayaan merupakan segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suataau masyarakat. faktor intern  Bertambah atau berkurangnya penduduk  Penemuan-penemuan baru (inovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat]  Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)  Pemberontakan / revolusi b. organisasi. faktor ekstern  Perubahan lingkungan fisik manusia ( bencana alam )  Pengaruh kebudayaan masyarakat lain  Peperangan Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan sosial :  Faktor-faktor yang mendorong :  Kontak dengan kebudayaan lain  Sistem pendidikan yang maju 29 . lembaga-lembaga kemasyarakatan. serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali. Perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat mengenai nilai-nilai social. interaksi sosial dan seterusnya. pola-pola perilaku. yang mempengaruhi sistem sosialnya. Faktor-faktor penyebab perubahan sosial dan kebudayaanxvi a. akan tetapi ada juga yang cepat. maka banyak sarjana sosiologi modern yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah perubahan social dan kebudayaan dalam masyarakat. Dengan diakuinya dinamika sebagai inti jiwa masyarakat. dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ad pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun luas. susunan.Asimilasi adalah proses peleburan dari kebudayaan sat ke kebudayaan lain.

budaya unggul akan bisa memulihkan harga diri dan martabat bangsa ini menjadi bangsa yang tidak mudah dilecehkan dan diharapkan mampu mengatasi krisis berkepanjangan dan seterusnya. Problematika sosial kebudayaan Manusia dan Budaya Unggulxvii Buku Stephen R Covey berjudul The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness setidaknya menjadi pemicu diskusi tentang budaya unggul akhir-akhir ini. setidaknya apa yang dinyatakan oleh Covey sebagai manusia dengan predikat greatness membawa ingatan kita pada apa yang oleh filosof Jerman. Jika budaya unggul bisa didiskusikan bersama seiring dengan manusia unggul. Para cerdik cendekia pun ribut mencari apa yang sebenarnya unggul dalam diri kita dan apa memang ada keunggulan itu. bahkan Bapak Presiden merasa perlu menyampaikan kepada rakyatnya untuk melahirkan budaya unggul dalam bangsa ini. Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju  Toleransi terhadap perbuatan menyimpang  Sistem lapisan masyarakat yang terbuka  Penduduk yang heterogen  Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu  Orientasi ke depan  Nilai meningkatkan taraf hidup  Faktor-faktor yang menghambat :  Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain  Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat  Sikap masyarakat yang tradisional  Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)  Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan  Prasangka terhadap hal baru  Hambatan ideologis  Kebiasaan  Sikap pasrah 5. Dalam maksud yang sederhana. Kebudayaan merupakan identitas dari manusia. Untuk melahirkan budaya unggul. dinyatakan sebagai uebermensch yang dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan sebagai superman. Friedrich Wilhelm Nietzsche (18441900). Manusia unggul tidak lahir dari situasi statis. melainkan 30 . Tidak main-main. terlebih dahulu manusia harus bisa menjawab tantangan yang ada dalam dirinya sendiri.

Padahal. melainkan upaya untuk terus-menerus menjadi manusia yang lebih (over). Manusia unggul keluar dari proses dinamis dan penuh tantangan. dalam bahasa Jerman mempunyai dua pengertian yang dalam bahasa Inggris bisa diasosiasikan menjadi kata super atau over. Atau dengan yakin ia menyatakan. Untuk menjadi manusia unggul. untuk lahir sebagai superman. man is something that is to be surpassed (Manusia adalah sesuatu yang harus dilampaui). apa yang patut dicinta dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah perjalanan naik dan turun). Anjuran untuk berproses menjadi manusia unggul sudah dinyatakan dengan amat jelas dalam Also Sprach Zarathustra. Dalam pengertian ini.dari proses dinamis. manusia harus bisa meningkatkan dirinya dari sekadar manusiawi (humanus) menjadi lebih manusiawi (humanior). Nietzsche adalah filsuf yang begitu yakin bahwa manusia harus berdiri di atas sifat-sifat konkretnya. hidup dan kehidupan itu sendiri merupakan sesuatu yang dinamis dan bergerak terus-menerus. what is great in man is that he is a bridge and not a goal. Keduanya sering melahirkan pandangan-pandangan dunia yang bersifat statis. Ignas Kleden (2004) menyatakan bahwa manusia hanya akan berhasil menjadi manusia melalui proses ueberwindung atau overcoming (dalam bahasa Inggris).going and down-going (Apa yang agung dalam diri manusia adalah bahwa dia adalah jembatan dan bukan tujuan. Tidak saja dalam pengertian bagaimana upaya menemukan talenta terbaik dalam diri seseorang. Pengertiannya. Jelas sekali ketika Nietzsche menulis bahwa pertanyaan pertama dan satu-satunya yang dianjurkan oleh Zarathustra adalah Wie Wird der Mensch ueberwubden (bagaimana caranya manusia mengatasi manusia). Bukankah Nietzsche sendiri menyatakan. Manusia bukanlah suatu konsep abstrak sebagaimana dipahami oleh kaum idealis atau juga kaum materialis. manusia yang bisa menggunakan kehendak dan kuasanya untuk mengatasi rasa lemahnya. Kata ueber. manusia harus terus-menerus mengatasi dirinya sebagai manusia. what is lovable in man is that he is an over. 31 . Namun. Beberapa orang menafsirkan ajaran uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk memproduksi jenis manusia yang unggul dalam mengatasi kemampuan manusia lain. dalam konteks ini saya kira lebih tepat membaca uebermensch Nietzsche sebagai anjuran untuk melahirkan manusia unggul dengan cara melahirkan dirinya untuk terusmenerus menjadi manusiawi.

Nietzsche menyebut mereka sebagai “manusia bermoral gerombolan” atau “bermoral budak”. Kebudayaan seakan-akan diapropriasi oleh elite politik. penuh kemeriahan dan samaran. Manusia unggul. bahkan terorisme. utang luar negeri. Menjadi manusia unggul biasa dialami oleh siapa saja yang mampu mengatasi kediriannya menuju kedirian yang lebih. Seorang pejabat akan bernilai lebih jika setiap saat dia berhasil mengawasi dan menekan nafsu korupsinya. solemn and disguised”. the people-they are like a river on which a boat floateth along. penguasa. elite intelektual. matematika. Di sini dapat dipahami mengapa Nietzsche amat membenci pada mereka yang mudah menyerahkan diri pada skema nilai-nilai yang diciptakan di luar dirinya sendiri. Untuk lahir menjadi manusia unggul. “The ignorant. 32 . Mereka seperti sebuah sungai yang di atasnya mengambang sebuah perahu. budaya unggul dalam perspektif ini bisa dijadikan rujukan untuk mengembalikan jati diri dan martabat kebangsaan yang hancur di tengah keserakahan modal.Melahirkan manusia unggul jangan disalahpahami hanya dengan pengertian meloloskan siswa-siswa berprestasi yang mampu merengkuh juara olimpiade fisika. Dalam mengarungi bahtera kehidupan yang nyata itulah manusia diberi kuasa untuk memikul tanggung jawab atas dirinya sendiri. Dia harus menciptakan nilai-nilai untuk dirinya sendiri pada saat perjalanan kehidupan tersebut. bisa lahir dan dilahirkan dari manusia yang tak lagi menggantungkan diri segala tekanan dari luar. dan di dalam perahu itu duduk nilai yang dihargai. Dengan tidak memperpanjang segala kontroversi pendapat Nietzsche. Apropriasi itu berlangsung atas dua jalur. atau kimia. Mereka adalah para pengecut yang hanya bisa berlindung di balik nilai-nilai yang menjerat kedigdayaannya. seseorang harus bergerak untuk memperbarui kemanusiawiannya menjadi lebih manusiawi dengan menjelma menjadi manusia yang tidak serakah dan senang korupsi. Sifat serakah dan senang korupsi adalah manusiawi dan bahkan menjadi bagian tak terpisah dari manusia. elite birokrat. to be sure. elite system pendidikan atau elite budaya sendiri. Komodifikasi kebudayaan Ada kesan bahwa kebudayaan semakin mejadi komoditas. and in the boat sit the estimates of value. jika mau merujuk pada Nietzsche.

Sub-lagu yang kedua mau melindungi budaya nasional terhadap pengeruh buruk dari luar. bahwa bertindak berdasarkan keyakinan sendiri adalah individualisme. pelancongan ke dalam kebudayaan lain tidak cenderung memiskinkan persepsi tentang kebudayaan sendiri. sopan santun ketimuran. unsure-unsur positif warisan budaya bangsa perlu dilestarikan. manusia kosong. Disini kita mendengarkan bahwa bangsa Indonesia tidak mengenal oposisi. Elite yang menganggap diri berwenang untuk menetapkan sikapsikap mana yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. bahwa masyarakat kita bermusyawarah daripada memperjuangkan hak-haknya. Menurut jalur ini budaya masyarakat perlu direkayasa supaya sesuai dengan pembangunan. elite menetapkan kelakuan masyarakat yang mana sesuai dan yang mana tidak sesuai. Kebudayaan itu membuat kita menjadi manusia plastic. dan oleh karena itu asing. Dia mengancam karena tidak sejati. terungkap dalam pembicaraan tentang kebudayaan masyarakat yang dikatakan tidak cocok untuk pembangunan. melainkan memperkaya. Dengan menetapkan apa yang termasuk budaya bangsa. Sama dengan orang barat yang mengenal dan mencintai kebudayaankebudayaan Timur.xix 33 . Yang pasti menarik. Dia mendapat ekspresi dalam dua sub lagu yang bersama menghasilkan paduan suara atau duet harmoniselite yang prihatin. Disini termasuk pakaian nasional. Sub lagu yang pertama disebut lagu museum . semu. manusia tanpa kepribadian. Pertemuan dengan kebudayaan lain selalu memperkaya kita sendiri. Kedua. gotong royong dan lain-lain.xviii Hal-hal diatas secara tegas menyatakan bahwa demi budaya bangsa elitelah yang sebaiknya menentukan arah pembangunan. kekeluargaan. manusia terasing. tidak substansial. taritarian. yaitu jalur keprihatinan terhadap budaya bangsa. Mengagumi karya karya seni Italia. ia belum dapat ikut dalam proses penentuan arah perjalanan bangsa Indonesia. atau menelusuri filsafat Perancis bagi orang timur pasti sangat rewarding. Jalur itu juga melegitimasi penundaan proses demokratisasi : selama masyarakat masih memiliki mentalitas yang tidak cocok dengan pembangunan. dan ersatz. Yang merekayasa adalah elite yang berbeda dari masyarakat yang menganggap dirinya sudah mempunyai budaya yang sesuai dengan pembangunan. manusia latah. Kebudayaan yang sungguh-sungguh mengancam kita adalah kebudayaan modern tiruan. berkebalikan dengan yang pertama. Tantangan Kebudayaan Masyarakat kita yang berbudaya akan beruntung apabila mengenal dan akrab dengan beberapa kebudayaan barat.Pertama. tidak bersikap konfrontatif.

kesopanan dan budi pekerti atau manusia tersebut biadab. Ia menawarkan kemewahan. Namun ada beberapa konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban yang mungkin relevan dan dapat membantu mahasiswa di Indonesia agar dapat memahami konsep atau pengertian tersebut. Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekertixx. Sedangkan manusia yang tidak mempunyai akhlak mulia. S. Pengertian Adab dan Peradaban. Akhirnya kita hanya seolah-olah menjadi manusia modern. TUGAS 1. kepenuhan hidup. yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Manusia beradab dengan demikian adalah manusia yang mempunyai akhlak mulia. Kebudayaan yang dikatakan modern itu membuat kita lepas dari kebudayaan tradisional kita sendiri. dasar harga diri. siapa yang memberikan ukuran manusia tersebut beradab atau biadab ?. berupayalah untuk benar-benar menerapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk ikut serta menyelesaikan masalah tersebut. asal kita mau berpikir sendiri. Carilah permasalahan budaya yang paling dekat dengan anda 2. kemantapan diri. Para ilmuwan memiliki banyak konsep atau pengertian mengenai adab dan peradaban.Kebudayaan tiruan itu mempunyai daya tarik luarbiasa sehingga mampu menyedot pandangan kita tentang nilai. Carilah solusi dari permasalahan 4. maka kita akan menyebut manusia tersebut biadab. Norma menjadi suatu hal yang penting untuk dapat dijadikan sebagai konsep yang dapat mengukur bagi manusia yang mempunyai akhlak mulia. Buatlah analisa berkaitan dengan permasalahan (5W +1H) 3. Norma adalah tingkah laku yang BAB III MANUSIA DAN PERADABAN 34 . dan berhenti membuat penilaian sendiri. Oleh : Tito Kusuma Wardhana. dan sekaligus tidak menyentuh kebudayaan teknologis modern yang sesungguhnya. yang tidak memiliki kesopanan dan tidak halus budi pekertinya.Sos 1. Tetapi masalah yang muncul kemudian adalah. dan status.

maju. akhlak. Salah satu ciri yang penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya. Pengertian peradaban juga dikemukakan oleh Fairchildxxii. suku. yang membedakannya dari yang lain. Jika Huntington mendefinisikan peradaban (civilization) sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. dan merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. yang dalam bahasa Inggris disebut cultured. kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi). yang menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. adat sopan santun pergaulan.xxiii juga memberikan definisi peradaban untuk menyebut bagian dan unsur kebudayaan yang halus. kepandaian menulis. termasuk sistem IPTEK dan pemerintahannyaxxi. Sedangkan Ibnu Khaldun (1332-1406 M). yang dapat diterima oleh orang ramai dan yang sekaligus tentu saja diharapkan dari kita oleh masyarakat. melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia. yang membedakannya dari yang lain. suku. atau agama. kelanjutan dari proses (semacam urbanisasi) lewat ashabiyah (group feeling). atau agama. dan Ibnu Khaldun (13321406 M) yang melihat peradaban (umran) sebagai organisasi sosial manusia. kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. ras. Dalam konteks peradaban Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial. cara berkehidupan yang sudah maju. Orang yang sekedar bisa membaca karangan yang sederhana dan memahami 35 . tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. peradaban disini dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara. dan indah seperti misalnya kesenian. Dan Koentjaraningrat. Orang yang cultured adalah juga yang lettered (melek huruf) namun. ilmu pengetahuan. lewat ashabiyah (group feeling). dan kehalusan budi pekerti dalam melakukan kontak sosial dengan masyarakat luas. kebudayaan. ras. organisasi kenegaraan. pengertian lettered dalam hal ini tidak sekedar bisa membaca dan menulis hal yang sederhana.dianggap wajar. Hal ini sesuai dengan realita bahwa manusia memerlukan kesopanan.

Wujud dan Perkembangan Peradaban. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. Etika hampir sama atau dekat dengan moral dalam arti pertama. dalam kehidupan sosial terutama di Indonesia. 2. Etika Adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagimana sebaiknya manusia hidup dalam bermasyarakat. dianggap uncultered (tidak berbudaya). Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. Akibatnya. kebutuhan akan adab berarti kebutuhan untuk masuk ke dalam cara hidup yang mungkin oleh kebanyakan anggota masyarakat dianggap elit dan tidak egaliterxxiv.kesenian yang tidak kompleks misalnya. Kata ini bernada menuntut perbuatan baik. Wujud peradaban 1. apakah kita ini baik atau buruk. dan berdiskusi mengenai berbagai perkara yang abstrak dan rumit. etika adalah nilai-nilai dan norma-norma tentang apa yang baik dan yang buruk yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tinggkah lakunya. Kata ini telah lama digunakan dalam dunia meteologi. ekonomi. sosial dan budaya. Dalam pengertian dasariah. Arti kedua. yang menjadi permasalahan bidang moralxxv. Norma Kata norma sudah begitu memasyarakat dan bukan monopoli dunia moral. 3. tolok ukurxxvi. Arti ketiga. kata ini biasanya menyangkut orientasi tingkah laku dan tindakan manusia sesuai dengan takaran-takaran objektif. apa yang baik dan buruk. 2. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. membaca buku-buku yang berisi pemikiran dan renungan yang rumit. kata norma berarti pegangan atau pedoman. yang hanya bisa didapatkan dengan pendidikan yang tinggi tarafnya. hukum. etika lebih populer 36 . hasil kebudayaan adiluhung. Orang yang cultured pergi menonton orkes simfoni. pembaca sastra dan peminat seni picisan misalnya. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. Oleh karena itu. Moral Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. dianggap unlettered (tidak melek huruf). Orang yang cultured adalah yang mampu menghayati dan memahami. Etika berarti juga kumpulan azas atau nilai moral atau kode etik. Dalam pengertian yang demikian itu. Dalam dunia etika moral atau hukum. aturan.

atribut manusia secara jelas dan merupakan pencapaian masyarakat tertentu. lebih dikenal dengan istilah etiket. terjadi dalam 3 (tiga) gelombang. Estetika Berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan. dan kebalikan (contrast). keselarasan (balance). aesthetic technological.  Gelombang Kedua. In ordinary usage. etika berbicara. Misalnya: mengenai keadilan putusan pengadilan ada yang secara hukum. Gelombang ini terjadi pada masa-masa tradisional. Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban Newel Le Roy Sims menyatakanxxvii : Civilization is the cultural development. Yang ditandai dengan penemuan mesin 37 . yaitu :  Gelombang Pertama. 4. mencakup kesatuan (unity). penguasaan teknologi. yang acuannya adalah nilai keadilan dari masyarakat itu sendiri. maka peradaban dapat pula berarti tahapan yang tingi pada skala evolusi. dari tinjauan norma yang ada sudah benar. Kehidupan sosial-budaya masyarakat pada gelombang ini pun masih dianggap tradisional. perasaan keindahan. the refer to more highly and less highly civilized peoples. the distinctly human attributes and attainments of a particular society. juga masyarakat. Evolusi budaya. dimana dimulai kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. the determinative characteristic being intellectual. seperti etika makan. Toffler menyebutnya sebagai revolusi agraris. berpakaian dan sebagainya. Ada perbedaan antara nilai dengan norma. Namun bisa jadi putusan tersebut belum memenuhi rasa keadilan bagi para pihak. Karakteristik utama melekat pada perbedaan tingkat intelektual. Gelombang kedua dari evolusi budaya adalah tahap peradaban industri. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. menurut Alvin Tofler dalam bukunya “The Third Wave“xxviii.dengan sebutan etiket yang berarti sopan santun. More civilized usage would refer to more highly and less highly civilized peoples. the term imolies a fairly high stage on the culture evolutionary scale. Reference is made to ‘civilized peoples’. and spiritual attainments. Jika mengacu pada perbedaan manusia antara yang beradab dan biadab (manusia yang berbudaya). dan tingkat spiritual yang dimilikinya. Dengan kata lain gelombang ini dianggap sebagai tahap peradaban pertanian. Dari pernyataan Sims tersebut dapat dikatakan bahwa peradaban merupakan pengembangan budaya.

Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. sedang negara yang sedang berkembang dianggap sebagai negara yang sedang mengadakan modernisasi. yaitu kebudayaan Barat yang direpresentasikan oleh Eropa dan Amerika Utara. uap. tercermin alam pikiran 38 . dan kemudian menyebar lebih luas lagi kebeberapa daerah yang kebudayaannya jauh berbeda dengan kebudayaan barat (Eropa dan Amerika Utara). karena modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. Modernisasi merupakan proses yang dilandasi oleh seperangkat rencana dan kebijakan yang didasari untuk mengubah masyarakat ke arah kehidupan masyarakat kontemporer yang menurut pemikiran para pemimpin lebih maju dalam derajat kehormatan tertentu. Gelombang ini dianggap sebagai tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi. Penemuan-penemuan di bidang tekhnologi informasi dan komunikasi dengan komputer atau alat komunikasi digital dapat dijadikan tolok ukur dalam evolusi budaya gelombang ketiga oleh Toffler ini. Toffler menyebutnya sebagai revolusi industri Gelombang Ketiga. Modernisasi merupakan proses mengangkat kehidupan. 3. Penyebaran modernisasi ini dilihat sebagai suatu hal yang biasa atau wajar. Manifestasi proses modernisasi pertama kali tampak di Inggris pada abad ke 18 yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. Modernisasi. Penyebaran gejala modernisasi pada awalnya hanya terdapat pada daerah-daerah yang kebudayaannya satu jenis. Oleh karena itu. “modernization then is a conscious set of plant and policies for changing a particular society in the direction of contemporary societies which the leaders think are more ‘advanced’ in certain respect”. suasana batin yang lebih baik dan maju daripada kehidupan sebelumnya. Koentjaraningratxxix menyatakan modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang. Anthony D Smithxxx (1973:62) menyatakan modernisasi bukan semata-mata proses yang spontan dan tanpa perencanaan. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. mesin untuk mobil dan pesawat terbang. pada kehidupan modern. energi listrik. Peradaban dan Perubahan Sosial. suasana kehidupan yang serasi dengan kemajuan zaman.

Sikap ini bukan suatu ketrampilan. Adapun efek-efek prkatis dari pada sikap modern itu dapat bersifat konservatif maupun revolusioner. Oleh karena modern adalah suatu sikap pikiran.rasional. Dapat bersifat konservatif oleh karena sikap penyesuaian itu pada prinsipnya dan pada tujuannya yang terakhir masih hendak menyelesaikan yang lama. efektif. Sebaliknya manusia tradisional kurang bersikap untuk menerima ide-ide baru. Adapun sikap modern yang berarti mendahulukan sesuatu yang baru dari pada yang sudah menjadi tradisi itu. Menurutnya ada sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modernxxxiii. Sedang efek yang bersifat revolusioner adalah karena ada keinginan untuk sama sekali mengganti adat tradisi dengan cara meninggalkannya sama sekali. efisien menuju ke kehidupan yang makin produktif. maka orang yang bekerja di sawah dengan bajak memiliki suatu sikap modern dan dapat membuka pikirannya terhadap perubahan dan pembaharuan dan bersedia mengganti alat kerjanya dengan yang baru yang lebih efektif. sehingga modernisasi dapat pula kita batasi sebagai sesuatu pikiran yang hendak berusaha untuk mengharmoniskan hubungan antara lembaga-lembaga yang telah lama ada dengan ilmu pengetahuanxxxii. 2. Inkeles meninjau arti modernisasi sebagai sikap dan nilai-nilai yang ada pada manusia. Manusia dikatakan sebagai manusia modern apabila dia mempunyai disposisi untuk membentuk atau memiliki opini atau pendapat tentang berbagai masalah dan isu yang timbul tidak hanya yang berasal dari dalam lingkungannya namun juga yang berasal dari luar lingkungannya. Dengan kata lain. cara-cara baru untuk berperasaan dan bertindak. yang antara lain yaitu : 1. Seorang manusia modern memiliki sikap untuk siap menerima ha-hal atau pengalaman-pengalaman yang baru dan terbuka untuk inovasi dan perubahan. Modernisasi sebagai konsep dalam kepustakaan ilmu-ilmu sosial dapat diartikan sebagai suatu sikap pikiran yang mempunyai kecenderungan untuk mendahulukan sesuatu yang baru daripada yang bersifat tradisi. 39 . dan satu sikap pikiran yang hendak menyesuaikan hal-hal yang sudah menetap dan menjadi adat kepada kebutuhan-kebutuhan yang baruxxxi. Opini. ekonomis. yang telah menjadi tradisi dengan menghindarkannya dari kerusakan dan sikap masa bodoh. terutama disebabkan oleh penggunaan ilmu pengetahuan positif. sesudah datang perubahan dan pembaharuan. Alex Inkeles memberikan pendapatnya mengenai modernisasi dalam upaya melengkapi uraian-uraian tentang modern dan modernisasi. melainkan suatu sikap batin.

Faktor waktu. Mampu berbeda pendapat dengan orang lain dan menyatakannya adalah sikap manusia modern. Manusia modern percaya bahwa manusia dapat belajar dalam batas-batas tertentu untuk menguasai lingkungannya guna mencapai dan memajukan tujuannya. “masyarakat warga”. Perencanaan (Planning). 8. “masyarakat madani” atau “masyarakat adab”. Sikap modern ini tampak sekali pada sikap yang ditujukan kepada wanita dan anak-anak. berasal dari kata societas civilis atau political society. dimana segala sesuatunya sudah ditetapkan fungsi dan tempatnya. Disini penekanannya bukan pada hasil yang dicapai tetapi lebih kepada kepercayaan bahwa suatu saat nanti dia dapat menguasai alam sekelilingnya. 9. 7. dan menganggapnya sebagai sebuah keanekaragaman opini tetapi tidak mudah begitu saja menerima opini orang lain tanpa pertimbangan-pertimbangan yang cukup. bahwa lembaga-lembaga yang terdapat di dalam masyarakatnya akan mampu untuk memcahkan segala persoalan. 5. manusia modern memiliki sikap demokratis dengan tidak menolak opini-opini orang lain. Manusia modern menghargai waktu dan manusia modern membuat rencana kerja berdasarkan waktu secara tetap. Wirutomoxxxiv menerjemahkan kata “civil society” yang dikenal di Indonesia sebagai “masyarakat sipil”. negara dan 40 . Manusia modern lebih percaya pada ilmu dan tekhnologi. 6.3. Pada dasarnya konsep ini sebenarnya sudah lama. Perbedaannya dengan manusia tradisional adalah dalam menghadapi permasalahannya manusia tradisional lebih banyak berorientasi pada “nasib” atau pada klasifikasi-klasifikasi kosmis. 4. Manusia modern menghargai harkat manusia lain. Manusia di nilai modern apabila dia lebih banyak berorientasi ke masa yang akan datang dari pada berorientasi ke masa yang silam. Masyarakat Madani. Manusia modern dalam tata kerjanya mengadakan perencanaan dan pengorganisasian serta berpendapat bahwa cara-cara tersebut adalah baik untuk mengatur kehidupan. Manusia modern menjunjung tinggi suatu sikap bahwa pahala yang diterima oleh seseorang itu seharusnya seimbang dengan prestasinya dan kontribusinya di dalam serta kepada masyarakat dan tidak pada ukuran-ukuran lain yang tidak rasional. Tekanan konsep ini lebih kepada hubungan antara pemerintah dan rakyat. Sikap bahwa segala sesuatunya itu dapat dilaksanakan dengan perhitungan.

Kode hukum itu merupakan ciri dari masyarakat atau komunitas politik yang beradab. Sedangkan istilah Civil Society. Pengertian awalnya terkait dengan konsep tentang warga dan bangsa Romawi yang hidup di kota-kota yang memiliki kode hukum. persaudaraan antar umat beragama. Datuk Anwar Ibrahim. pada prinsipnya masyarakat madani mengarah kepada terciptanya masyarakat yang demokratis dan dapat menghargai hak-hak azasi manusia sebagai individu yang sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan atau ditentukan oleh AlQuran. yang membedakan diri dari lingkungan keluarga atau masyarakat kecil yang dipimpin oleh bapak keluarga atau bapak masyarakat yang belum melek politik.masyarakat. melainkan masyarakat ekonomi. etika politik. Dengan kata lain bahwa civil society adalah aspek non-politis dalam masyarakat 41 . Namun konsep “masyarakat politik” ini mendapat bantahan dari Hegel (1770-1871) yang mengatakan civil society bukanlah masyarakat politik dengan tekanan-tekanan moral yang mewarnai perilaku mereka. Tetapi lebih luas lagi konsep ini sering juga dikaitkan dengan “peradaban masyarakat” (civilization) yaitu suatu kualitas kebudayaan masyarakat yang ditandai oleh supremasi hukum. yang merupakan pendapat dari Cicerio. hak dan kewajiban warga negara. persatuan. yang hidup pada abad pertama sebelum kristus. maka muncul konsep civil society sebagai arena bagi negara yang aktif dalam politik. Pada perkembangannya. Safrudin Setia Budi membedakan pengertian antara masyarakat madani dan civil societyxxxv. dalam ceramahnya di festival Istiqlal tahun 1991. Jadi. istilah civil society lebih ditekankan kepada “masyarakat politik”. berasal dari kata latin yaitu “Civilis Societas”. Istilah masyarakat madani berdasarkan pada konsep negara kota Madinah pada tahun 622 masehi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Konsep ini tertuang dalam piagam Madinah yang bernuansakan islami yang berisi wacana kebebasan beragama. perdamaian dan kedamaian. serta konsistensi penegakan hukum berdasarkan kebenaran dan keadilan. yang berhadapan dengan masyarakat di luar Romawi yang (oleh bangsa Romawi dianggap) belum beradab. Karl Marx (1818-1883) kemudian mengikuti pendapat Hegel dengan mengatakan bahwa civil society disebut juga masyarakat borjuis yang merupakan ciri masyarakat barat modern. Karena bidang politik pada masa lalu selalu dikaitkan dengan negara. pada akhir abad 17 dan awal abad 18. Konsep Cicerio ini mencakup kondisi individu maupun masyarakat secara keseluruhan yang telah memiliki budaya hidup di kota yang menganut norma-noram kesopanan. Dia menjelaskan bahwa istilah masyarakat madani diperkenalkan pertama kali oleh Timbalan Perdana Menteri Malaysia.

Lebih lanjut. berasal dari pikiran Hegel yang menyatakan bahwa yang rasional adalah aktual dan yang aktual adalah rasional. yakni terpisahnya antara political society dan civil society. sedang keberadaan negara adalah aktual yang lahir karena di dalam masyarakat terjadi konflik. menyatakan ada hubungan fungsional antara masyarakat dan negara. muncul satu pertanyaan bagaimana dengan realitasnya di Indonesia ?. Oleh karenanya kemerdekaan sejati tidak akan ditemukan dalam masyarakat. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. Ketiga. masyarakat terpecah antara kepentingan pribadi dan umum. yaitu Pertama. sedang masyarakat mewakili budaya. Ke dua pengertian tersebut dapat dianggap saling mengisi serta saling melengkapi. Marx menyatakan bahwa negara dalam masyarakat kapitalis tidak lebih hanya badan pelaksana kepentingan borjuis. Sedang pengertian masyarakat madani di Indonesia adalah perpaduan antara pengertian masyarakat madani yang tercantum dalam Piagam Madinah dengan civil society yang berkembang dalam negara-negara industri. kuncinya pada demokratisasi yang belum berjalan. dalam negaralah kemerdekaan itu terwujud. Marx. Dan keempat. dan penerapannya disesuaikan dengan karakteristik manusia modern Indonesia yang bersifat Sosialis Religiusxxxvi. bahwa negara adalah alat represi dari negara. berasal dari pandangan K. Dari pengertian masyarakat madani di Indonesia. Menurut Sulardixxxvii. Gramsci yang menyatakan bahwa negara adalah mewakili paksaan dan dominasi. sebab secara historis bisa dilihat bagaimana perjalanan bangsa ini yang tertatih-tatih dalam penegakan demokrasinya. antara individu dan masyarakat. bersamaan dengan itu hapus pula represi. Dengan terpisahnya masyarakat dan negara.modern yang sekarang kapitalis. maka bila selama ini masyarakat madani yang lazimnya disetarakan dengan civil society belum terbentuk di Indonesia. dan perdebatan mengenai konsep masyarakat madani di Indonesia tidak terlepas dari apa yang terjadi pada hubungan masyarakat dan negara. di Indonesia masyarakat madani masih berada pada tataran perdebatan. Kedua. Dan Indonesia berada pada suasana ketiga. Beberapa ratus tahun yang lalu bangsa-bangsa Barat beranggapan bahwa banyak masyarakat lain di berbagai benua 42 . adalah pandangan A. Kunto Wijoyoxxxviii membahas mengenai hubungan antara negara dan masyarakat ke dalam 4 (empat) konsep. konsensus dan ideologi. oleh karenanya harkat manusia dapat terwujud dengan hapusnya negara. Masyarakat Yang Beradab. 4.

Mungkin. meskipun dimana-mana masih saja pemaksaan norma semacam itu. Konsepkonsep itu selintas tampak serupa. Kebudayaan. dan berbudaya. misalnya. Dalam kebudayaan Barat. sopan. Organisasi sosial. maka kita mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial. Contoh-contoh itu segera menunjukkan bahwa. kebudayaan. beradab atau tidaknya suatu masyarakat hanya bisa ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Islam. misalnya. Jika kita mengaitkan kebutuhan akan adab ini dengan peradaban. juga sudah mengembangkan tekhnologi dan sistem pemerintahan yang memungkinkan kebanyakan anggotanya menikmati kenyamanan hidup. disamping berkebudayaan tinggi. Cara berkehidupan yang sudah majuxxxix. ada suatu hal yang sama yakni (1). karena mereka dianggap tidak memiliki kesopanan dan kehalusan budi menurut norma yang ditetapkan peradaban Barat. manusia beradab adalah yang berpendidikan. yang tentunya berbeda dengan 43 . Asia Timur. Dalam pengertian ini kita mengenal. yakni perkembangan masyarakat pada suatu kurun waktu dan tempat tertentu . Dalam pengertian ini jelas bahwa ada berbagai peradaban di dunia bahwa masyarakat memiliki peradaban yang barbeda satu sama lain. Jika ada masyarakat yang biasa menggunakan jari tangan untuk makan. yang menyebabkan berbeda dari masyarakat lain. Peradaban juga mengacu pada cara kehidupan yang nyaman. dan cara kehidupan yang sudah maju. meskipun tampaknya ditinjau dari berbagai pendekatan. masyarakat bisa saja menganggap tidak beradab begitu juga jika ada masyarakat yang biasa makan ikan mentah atau melakukan ritual dengan cara memenggal kepala orang. Bangsa-bangsa India dan Aborijin. dianggap tidak beradab karena tingkah laku mereka tidak bisa diterima oleh orang ramai menurut ukuran Barat. Namun. dan (3). namun dasarnya boleh dikatakan sama. Contoh-contoh yang kita sebut itu juga mengacu pada suatu taraf yang tinggi dari masyarakat yang memiliki kesatuan sejarah dan kebudayaan. Hindu dan Barat. Pendekatan terhadap peradaban juga berbeda-beda . Kristen. namun jika kita periksa lebih jauh ada hal-hal yang khas. Mesir Kuno. yang membedakannya dari peradaban lain. Misalnya. Sekarang tentu saja keadaan itu berangsur-angsur berubah. (2). tentu harus ada norma jika kita tetap ingin membicarakan beradab tidaknya suatu masyarakat. misalnya peradaban Suku Inca. Bisa juga dikatakan bahwa masyarakat yang memiliki peradaban itu. Situasi semacam itu pada dasarnya merupakan pemaksaan norma suatu bangsa terhadap bangsa lain. pendidikan dalam pengertian ini tentu menuntut ukuran Barat. Indonesia yang terdiri atas begitu banyak masyarakat tentu memiliki sejumlah norma-norma yang berbeda satu sama lain.tidak beradab.

ketentraman. kedamaian. pergerakan matahari di siang hari. Sedangkan sains atau ilmu pengetahuan berawal dari sifat ingin tahu manusia. Observasi yang sistematis terhadap peristiwaperistiwa yang terjadi di lingkungan sekitar manusia serta pemikiran atau perenungan tentang sebab-sebab terjadinya beberapa peristiwa di lingkungan manusia ini telah melahirkan “suatu kesimpulan sementara” yang pada zamannya telah dianut oleh sebagian besar masyarakat. kesejahteraan. Di Jepang. yang akhirnya melahirkan suasana kehidupan ideal berupa ketenangan. yang muncul dari arah timur dan hilang menuju ke arah barat bahkan terjadi setiap hari. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. peradaban Asia Timur telah menghasilkan kebudayaan bushido di masa lampau. dan sebagainya.peradaban Asia Timur. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. intelektualitas. misalnya. Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat. Dua hal antara lain menyebabkan bunuh diri menjadi ritual yang harus dilakukan jika harga diri seorang tidak ada lagixl. oleh karena itu jabatan penting dalam pemerintahan ditentukan oleh hal-hal tersebut. Kualitas hidup manusia bukan hanya diukur dari materi dan sekedar gaya hidup. Pada awalnya. Manusia adalah ukuran bagi segala. Hal ini berarti mereka telah melakukan kegiatan atau proses yang menghasilkan produk yakni alat-alat dan dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Tapi nilai kerohanianlah yang tertinggi dan menjadi penentu dari kwalitas hidup manusia. yang sampai sekarangpun masih terasa cirinya dalam masyarakat. misalnya. membaca. Begitu juga dengan bintang di malam hari yang tampak bergerak mengelilingi bumi. persitiwaperistiwa di lingkungan manusia yang menjadi obyek perhatian adalah peristiwa-peristiwa yang bersangkutan dengan alam. dan pengalamannya. Kemajuan Iptek Bagi Peradaban Manusia Tekhnologi lahir karena adanya kebutuhan manusia pada masa terdahulu. peradaban Cina memiliki ciri penting. Ketenangan. 5. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. Di zaman lampau. dan menulis. Meskipun secara sederhana mereka dapat membuat alat-alat yang hasilnya dapat mereka gunakan untuk memudahkan pekerjaan mereka atau meningkatkan hasil kerja mereka. yakni keampuhan menguasai kesenian. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. kenyamanan. Kesetiaan kepada atasan dan harga diri merupakan ciri khas. 44 .

Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin cepat dewasa ini. penggunaan mikroskop ini dalam bidang metalurgi amat berguna dalam penelitian tentang struktur suatu logam. Contoh lainnya adalah budaya sebagian masyarakat Amerika dengan kebebasannya.Di lihat dari awal lahirnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi memang tidak terdapat keterkaitannya sama sekali. Ruang dan waktu menjadi sangat relatif dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat. Bahkan Indar Siswarinixlii mengatakan bahwa perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi membuat dunia menjadi sempit. Hal ini tentu akan berakibat pada adanya perubahan nilai budaya pada masyarakat tertentu. Sebagai contoh misalnya. saat ini telah menjadi sebuah kekuatan yang justru (baik disadari ataupun tidak) telah “membelenggu” perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Disamping itu. terutama generasi mudanya. teori serta hukum yang dikemukakan oleh para ilmuwan membawa dampak pada penemuan tekhnologixli. Bahkan budaya suatu negara akan lebih mudah diketahui dan bahkan di tiru oleh bangsa atau negara lain. banyak orang yang melihat dari tayangan televisi (yang merupakan kemajuan produk tekhnologi elektronika) melihat tayangan-tayangan kekerasan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu atau ekstensi kemampuan diri manusia. konsep ilmu pengetahuan. Hal ini dapat diambil contoh misalnya penggunaan mikroskop elektron dalam bidang geologi pada pertengahan abad ke-20 telah membawa kemajuan dalam penelitian terhadap fosil-fosil. maka beberapa kelompok masyarakat dari beberapa negara dapat berinteraksi dengan mudah. namun dalam perkembangannya. Dari beberapa contoh tersebut dapat dikatakan bahwa. Segi positif dari adanya peralatan telekomunikasi dan peralatan tekhnologi informasi yang makin canggih atau modern. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar. ilmu pengetahuan dan tekhnologi memiliki kaitan yang sangat erat. seksualitas maupun gaya hidup hedonisme mereka. telah menumbuhkan cakrawala pandangan manusia. teknologi telah menjadi pengarah hidup 45 . yang berakibat pada terpengaruhnya orang-orang tertentu terhadap tayangan tadi yang kemudian melakukan tindakan-tindakan kekerasan seperti yang ia lihat di tayangan tersebut. Dapat diambil contoh yaitu dalam bidang telekomunikasi dan tekhnologi informasi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sendiri dapat membawa dampak positif maupun dampak negatif. dan dalam kecepatan yang makin tinggi. bisa saja ditiru dan dapat dijadikan pedoman dalam berkehidupan oleh sebagian masyarakat Indonesia.

yang nantinya akan (bahkan telah) membuat konsep-konsep lama mengenai tata hubungan antar bangsa menjadi usang. Berbagai ekspresi sosial-budaya yang sebenarnya asing. dislokasi atau krisis sosial-budaya umumnya dikalangan masyarakat kita (masyarakat Indonesia) semakin bertambah dengan kian meningkatnya penetrasi dan ekspansi dari budaya Barat (khususnya Amerika) sebagai akibat proses globalisasi yang hampir tidak terbendungxliii. Arus informasi dan komunikasi telah membuat makin globalnya berbagai nilai budaya. Arus ini didorong oleh kemajuan tekhnologi yang berkembang dengan cepat dalam abad ke-21 ini. terutama terjadi dalam awal abad ke-21. sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap melanggar norma tunggal masyarakat. Jadi dapat dikatakan pula bahwa revolusi di bidang informasi dan komunikasi (yang menggeser bidang industri). Selain itu juga terjadinya disorientasi atau alienasi. Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia Saat ini dunia sedang menghadapi arus perubahan besar. Bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa era tekhnologi industri yang berkembang sejak abad ke18 akan digantikan oleh sebuah era baru yaitu era tekhnologi informasi. sehingga memunculkan kecenderungankecenderungan “gaya hidup” baru yang tidak selalu positif dan kondusif bagi kehidupan sosial budaya masyarakat dan bangsa. keterasingan pada diri sendiri atau pada perilaku sendiri. akibat 46 . Akibat lain dari globalisasi yaitu masyarakat mengalami anomi atau tidak punya norma atau heteronomy atau banyak norma. atau dengan kata lain proses perubahan yang sekarang berlangsung merupakan proses perubahan dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. Jadi. Azyumardi Azra menyatakan bahwa disorientasi. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi. di samping akan berkembangnya pandangan-pandangan baru. dapat dikatakan bahwa saat ini sedang tercipta sistem-sistem nilai global yang berlaku dimana-mana. yang akan mempengaruhi kecenderungan perubahan mendasar dalam kehidupan manusia yang salah satu aspek diantaranya ialah kecenderungan globalisasi.manusia. Bahkan secara mendalam telah terjadi interaksi budaya yang sangat intensif yang menjurus ke arah terciptanya nilai budaya universal. yang tidak memiliki basis dan presiden kulturalnya dalam masyarakat kita semakin menyebar pula dalam masyarakat kita.

Masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami dilematis karena globalisasi. nasionalitas. keadaan dunia terbagiterbagi menjadi beberapa bagian yang bertujuan untuk membedakan-bedakan dunia menurut kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) suatu negara. Desa-desa. Dunia Kedua. Setelah Perang Dingin usai. Benturan Peradaban (The Clash of Civilization). dan lain-lainnnya. kawasan-kawasan.pertemuan budaya-budaya yang tidak sepenuhnya terintegrasi dalam kepribadian kita. pembagian dan pengelompokan dunia dalam bidang sosial-ekonomi sudah tidak relevan lagi. yang mewakili dunia-dunia yang beru berkembang atau kemampuan sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonominya masih tertatih-tatih untuk maju. jika masyarakat Indonesia ingin maju maka mengisolasi diri dari globalisasi dianggap sebagai kesalahan karena menolak peluang dan kesempatan untuk maju. Australia dan lainlainnya. Korsel. Budaya Jawa berbeda dengan budaya Sunda. dimana masyarakat Indonesia (secara langsung maupun tidak langsung) dituntut untuk terbuka terhadap globalisasi. budaya Sumatra atau Batak berbeda dengan dengan budaya Kalimantan atau Dayak. budaya orang-orang di daerah-daerah di Indonesia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Dan jika masyarakat Indonesia memutuskan untuk maju dan dengan sadar menerima globalisasi. yang merepresentasikan dunia-dunia maju secara sosial dan ekonominya seperti Amerika dan aliansi Eropa-nya. namun di sisi lain masyarakat Indonesia mengalami “ketakutan” dengan dampak negatif dari globalisasi yang dapat merusak nilai-nilai (sosial-budaya) yang telah ada. Tetapi. Dan Dunia Ketiga. semuanya memiliki budaya yang berbeda-beda pada tingkat keragaman budaya yang berbeda-beda pulaxliv. Tetapi 47 . Konstelasi politik dunia internasional yang terjadi pasca perang dingin tidak lagi menjadikan isu-isu sosial-ekonomi serta pertumbuhan ekonomi (bahkan ideologi) sebagai tolok ukur dalam membagi dunia. kelompok-kelompok etnis. seperti Indonesia. maka untuk menghindari dampak negatif dari globalisasi salah satunya solusi alternatifnya adalah dengan penguatan nilai-nilai keagamaan. kelompok-kelompok keagamaan. merupakan representasi dari negara-negara maju tetapi secara sosial-ekonomi “baru” maju karena bantuan-bantuan yang diberikan oleh Barat seperti Jepang. Ada tiga bagian di dunia selama Perang Dingin yaitu Dunia Pertama. Dapat diambil contoh yaitu di Indonesia. Peradaban adalah suatu entitas budaya. Selama Perang Dingin berlangung. Pembagian dunia saat ini mengarah kepada hal lain yaitu atas dasar budaya dan peradaban.

Suatu peradaban meskipun dapat mencakup sebagian besar orang atau masyarakat. Prancis. Peradaban Barat misalnya. Turki. namun juga bisa mencakup tentang sejarah sebuah negara bangsa. memiliki dua sub peradaban yaitu peradaban Eropa dan Amerika Utara atau Peradaban Islam yang memiliki tiga sub peradaban yaitu Arab. Malaysia. sehingga membedakan dengan mereka yang dari Malaysia atau yang dari Brunei Darussalam. Tetapi. yang 48 . dan juga dibatasi oleh unsur-unsur subyektif. identifikasi diri dari orang-orang ituxlv. mempunyai satu budaya yang sama yaitu Budaya Asia.kesemuanya sama-sama berbudaya Indonesia. seperti misalnya yaitu peradaban Barat. bukanlah menjadi bagian dari entitas budaya yang lebih luas. Brunei Darussalam dan sekitarnya di wilayah Asia. ada juga peradaban yang mencakup beberapa peradaban atau sub-sub peradaban. Arab dan Cina. Perbedaan budaya antara Inggris. Ia dibantu oleh unsur-unsur obyektif yang sama: seperti bahasa. Begitu pula dengan budaya-budaya yang ada di Eropa. Pada masyarakat Arab juga memiliki identitas budaya yaitu Budaya Arab yang membedakan mereka dari masyarakat Cina dengan Budaya Cina. Amerika. tetapi yang pasti. Asia. Namun. Di sini dapat dilihat bahwa peradaban bisa juga bercampur aduk dan tumpang tindih. Islam dan lain-lainnya. institusi. sejarah. dan kalaupun garis-garis pemisah antara peradabanperadaban itu biasanya tidak tajam. dengan adanya redefinisi ini. Italia. dan dengan peradaban ia memberi identifikasi dirinya secara intens. Amerika Latin. Karena itu suatu peradaban adalah pengelompokan tertinggi dari orang-orang dan tingkat identitas budaya yang paling luas yang dimiliki orang sehingga membedakan dari spesies lainnya. komposisi dan batas-batas peradaban berubah. dan Melayu. Jadi dapat dikatakan bahwa peradaban adalah tingkat identifikasi yang luas yang dimiliki orang. Mereka semua merupakan peradabanperadaban. Budaya yang berbeda-beda antara Indonesia. Orangorang atau bangsa-bangsa bisa dan melakukan redefinisi identitas mereka. tapi nyata. Jerman dan lainlainnya tidak bisa menghapus identitas budaya mereka yaitu Budaya Barat (hal yang sama juga berlaku untuk Amerika). Tetapi satu hal yang pasti yaitu Barat (Eropa dan Amerika). dan Asia serta lainlainnya. agama. Eropa. dan interaksi dunia akan dibentuk oleh peradaban-peradaban besar yang beberapa diantaranya adalah peradaban Barat. Peradaban merupakan entitas yang jelas. Identitas peradaban dianggap suatu hal yang sangat penting di masa yang akan datang. konflik yang mungkin akan terjadi di masa mendatang akan terjadi sepanjang garis pemisah budaya yaitu identitas peradaban itu sendiri. adat-istiadat. Arab.

ia hanya seorang Ibo.. ia adalah seorang Nigeria. ia adalah seorang Afrika.saling memisahkan peradaban-peradaban tersebut. Interaksi yang meningkat ini mempertajam kesadaran dan rasa perbedaan peradaban antara orang-orang atau masyarakat yang berbeda peradaban tapi juga mempertajam kesadaran akan kesamaan-kesamaan yang terdapat dalam peradaban-peradaban itu. Menurut Huntington xlvi . Interaksi antara orang yang berbeda peradaban semakin meningkat. dan konflik tidak dengan sendirinya melahirkan kekerasan.” Interaksi antara orang-orang atau bangsa-bangsa yang berbeda peradaban meningkatkan kesadaran peradaban mereka sehingga pada gilirannya memperkuat perbedaan dan kebencian yang merentang atau dipandang merentang jauh ke belakang dalam sejarah. bahasa. tapi bersamaan dengan itu terjadi peningkatan penerimaan imigran Polandia. hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Pertama. Di New York. budaya. Kedua. Perbedaan peradaban melahirkan perbedaan dalam memandang hubungan manusia dengan Tuhan. 49 . hak dengan kewajiban. Perbedaan ini hasil proses berabadabad. warga dengan negara. Katolik Eropa “yang taat”. Di Inggris. Tapi selama berabad-abad. proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial dunia membuat orang atau masyarakat tercerabut dari identitas lokal mereka yang sudah berakar dalam. seorang Ibo Owerri atau seorang Ibo Onitsha di daerah Timur Nigeria. Di Lagos. dan kesejajaran atau kesamaan dengan hirarki. jauh lebih mendasar daripada ideologi atau rezim politik. tapi juga mendasar. kebebasan dengan kekuasaan. Orangorang Amerika bereaksi lebih negatif terhadap penanaman modal dari Jepang daripada penanaman modal dari Canada dan negara-negara Eropa. apa yang diungkapkan Donald Horowitz. Perbedaan tidak mesti melahirkan konflik. tradisi. perbedaan antara peradaban tidak hanya riil. “Seorang Ibo mungkin. Imigrasi dari Afrika Utara ke Perancis melahirkan kebencian di antara orang-orang Perancis terhadap para imigran dari Afrika Utara tersebut. Mereka tidak mudah hilang. orang tua dengan anak. dan yang lebih penting lagi adalah agama. Peradaban terdiferensiasi oleh sejarah. Ketiga. individu dengan kelompok.. di samping memperlemah negara-bangsa sebagai sumber identitas mereka. perbedaan antara peradaban telah menimbulkan konflik yang paling keras dan yang paling lama. suami dengan istri. Demikian juga halnya dengan. dunia sekarang semakin menyempit. ini ditemukan pada agama Kristen Barat. Banyak agama dunia yang telah dapat mengisi gap (jurang pemisah) ini. Gerakan-gerakan. sering dalam bentuk gerakan yang dicap “fundamentalis”.

dan sekarang perdebatan tentang Westernisasi lawan Rusianisasi di negeri Boris Yeltsin. dan sebaliknya yang miskin menjadi kaya. teknisi kelas menengah dan pengusaha. Orang semakin banyak mendengar meningkatnya kecenderungan-kecenderungan untuk “kembali ke dalam” dan “Asianisasi” di Jepang. orang-orang komunis bisa menjadi demokrat. yang kaya bisa menjadi miskin. orang yang aktif dalam gerakan fundamentalis adalah orang-orang muda. dan juga Islam. Di negaranegara bekas Uni Soviet. dan ini mungkin akibat posisi Barat tersebut. berpendidikan universitas. masalah kuncinya adalah “Anda berada di pihak mana?” dan orang dapat memilih mau berada di pihak mana. atau apa yang disebut Gilles Kepel “la revanche de Dieu”. dan menjadikan peradaban mereka sebagai sumber bagi pembentukan dunia tersebut. Barat berada di puncak kekuatan. dan dapat berwarga-negara ganda. Sebagaimana kita ketahui. “Unsekularisasi dunia. Kebangkitan agama. karakteristik dan perbedaan budaya kurang bisa menyatu dan karena itu kurang bisa kompromi dibanding karakteristik dan perbedaan politik dan ekonomi. regionalisme ekonomi semakin meningkat. Ini merupakan ketentuan yang tak bisa berubah. Tapi sulit untuk menjadi setengah Katolik dan setengah Muslim. Tapi orang-orang Rusia tidak bisa menjadi orang Estonia dan orang-orang Azeris tidak bisa menjadi orangorang Armenia. kegagalan ide-ide Sosialisme dan Nasionalisme Barat dan kemudian “reIslamisasi” Timur Tengah. Barat yang berada di puncak kekuatannya berhadapan dengan non-Barat yang semakin berkeinginan untuk membentuk dunia dengan cara-cara mereka. agama mendiskriminasi secara tajam dan ekslusif sesama manusia. kalangan profesional. Kaukasus. memberikan suatu basis identitas dan komitmen yang mentransendensikan batas-batas bangsa dan menyatukan peradaban-peradaban. jawaban yang salah terhadap pertanyaan itu bisa berarti anda akan (bahkan dipastikan) kehilangan kepala. Bahkan lebih dari etnisitas. Dalam konflik antara peradaban. Di satu sisi. Orang bisa menjadi separuh Perancis dan separuh Arab. kembalinya ke fenomena asal sedang berlangsung di antara peradaban-peradaban non-Barat. Keempat. Berakhirnya warisan Nehru dan berlangsungnya “Hinduisme” India. tumbuhnya kesadaran peradaban dimungkinkan karena peran ganda Barat. Dalam konflik kelas dan ideologi. Dan di sisi lain. 50 .Judaisme. masalahnya adalah “Anda ini apa?”. dari Bosnia. Keenam. sampai ke Sudan. dan kemudian dapat berpindah ke pihak yang lain.” kata George Weigel. Hinduisme. “adalah salah satu fakta kehidupan sosial dominan di penghujung abad 20 ini”. Buddhisme. Di kebanyakan negeri dan agama. Kelima.

untuk mempertahankan kekuatan militernya dan untuk memajukan kepentingan ekonominya. Keberhasilan Wilayah Perdaganagan Bebas Amerika Utara tergantung pada konvergensi budaya Meksiko. dan lingkungan. regionalisme ekonomi hanya bisa berhasil jika ia berakar dalam budaya yang sama. perbedaan budaya Jepang dengan negara-negara tersebut menghambat dan mungkin menghalangi integrasi ekonomi regional yang terus meningkat seperti yang dialami Eropa dan Amerika Utara. 51 . Perbedaan budaya dan agama menciptakan perbedaan-perbedaan dalam masalah-masalah kebijakan. Ringkasan Banyak perbedaan pendapat dari para ahli tentang perbedaan antara peradaban dan kebudayaan yang berlangsung sejak lama. melahirkan respon balik dari peradaban-peradaban lain. Namun dari perbedaan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan tentang peradaban yaitu peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. menghadapi kesulitan dalam menciptakan entitas ekonomi yang sebanding di Asia Timur karena masyarakat dan peradaban Jepang unik. Sebaliknya Jepang. mulai dari hak asasi manusia sampai imigrasi. Di pihak lain. dan Amerika. Misalnya perkembangan kesenian. IPTEK. Berakhirnya negara-negara yang berbasis ideologi di Eropa Timur dan bekas Uni Soviet memungkinkan identitas dan kebencian etnik tradisional mencuat ke permukaan. upaya-upaya Barat untuk mendukung nilai-nilai demokrasi dan liberalisme sebagai nilai-nilai universal. Pentingnya blok-blok ekonomi regional tampaknya terus meningkat pada masa yang akan datang. Yang paling penting. Di satu sisi. kepandaian manusia dan sebagainya di mana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas.Proporsi perdagangan seluruhnya yang dulu bersifat intra-regional bangkit antara tahun 1980-1989. Canada. Semakin pemerintah tidak mampu memobilisasi dukungan dan membentuk koalisi atas dasar ideologi. hal ini mengakibatkan pemerintah dan kelompokkelompoknya akan semakin berusaha memobilisasi dukungan dengan daya tarik agama yang sama dan identitas peradaban. Bagaimanapun kuatnya perdaganagan dan hubungan-hubungan investasi yang mungkin dapat dikembangkan Jepang dengan negara-negara Asia Timur lainnya. perdagangan. Masyarakat Eropa bersandar pada landasan budaya Eropa yang sama dan agama Kristen Barat. berdiri sendiri. indah dan maju. regionalisme ekonomi yang berhasil akan memperkuat kesadaran peradaban.

sedang negara yang sedang berkembang 52 . Dengan demikian. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. yang terjadi pada masa-masa tradisional. tekhnologi. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. Keempat wujud peradaban ini juga dapat dijadikan acuan bagi perkembangan peradaban. Wujud peradaban sendiri terdiri dari empat hal yaitu Moral. Negara maju dianggap sebagai negara yang telah menerapkan modernisasi dalam setiap aspek bidang kehidupannya. kedua. Etika dan Estetika. Salah satu bentuk peradaban adalah modernisasi. Dengan demikian. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. Dan jika ada nilai-nilai peradaban sebuah bangsa atau negara yang cenderung dipaksakan agar diterima oleh bangsa atau negara lain maka yang terjadi adalah benturan terhadap nilai-nilai tersebut atau seperti yang dikatakan oleh Samuel P. sehingga masyarakat dunia sering dibagi menjadi dua kategori negara yaitu negara maju dan negara yang sedang bekembang. spiritual yang terlihat dalam masyarakatnya. Modernisasi dianggap sebagai suatu hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan jaman yang semakin maju. Peradaban yang merupakan perkembangan dari kebudayaan memiliki tahapan peradaban yang disebut dengan evolusi budaya yang terdiri dari tiga gelombang yaitu pertama. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingakatan peradaban tertentu. dimana tekhnologi masih belum ditemukan. Modernisasi pertama kali muncul di Inggris pada abad ke 18 yang ditandai dengan adanya perubahan dalam secara besarbesaran dalam sector industri yang kemudian dikenal dengan sebutan revolusi industri. sehingga taraf kehidupannya semakin kompleks. tahap peradaban industri. Huntington yaitu terjadinya Clash of Civilization (benturan peradaban). dan yang ketiga. keindahan. Norma. hal ini karena peradaban tiap-tiap bangsa atau negara mempunyai standar dan parameter tersendiri untuk dapat dikatakan sebagai sebuah bangsa atau negara yang beradab.Konsep peradaban sendiri tak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. tekhnologi dan seni yang telah maju. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. tahapan evolusi budaya yang lebih modern dan serba canggih atau dapat juga disebut sebagai tahap peradaban informasi.

Masyarakat Madani d. Jelaskan dampak positif dan negatif perkembangan IPTEK bagi peradaban manusia ?. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. BAB IV MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL Oleh : Drs H Misno A Lathief. Bentuk lainnya dari peradaban dapat juga dilihat dari konsep Masyarakat Madani yang ingin diterapkan di Indonesia atau dalam kancah dunia internasional disebut dengan Civil Society (Masyarakat Sipil). tahapan-tahapan dari Jelaskan sembilan unsur yang terdapat pada konsep tentang manusia modern ?. M. kenyamanan. ketentraman. manusia mempunyai kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. Modernisasi c. Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai perangkat kelengkapannya yang 53 . 2. 5.dianggap sebagai negara yang mengadakan modernisasi. Manusia Sebagai Makhluk Terbaik Ciptaan Allah.Pd 1. dari Diskusikan dengan teman anda 3 . Pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya. intelektualitas. Manusia adalah ukuran bagi segala. 3. Jelaskan secara ringkas perbedaan antara peradaban dan kebudayaan serta berikan contohnya masing-masing ! Sebutkan dan jelaskan perkembangan peradaban ?. 4.5 orang tentang faktor-faktor penyebab terjadinya benturan peradaban dari Samuel Huntington ?. dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab. Clash of Civilization 6. Apa yang dimaksud dengan : a. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. Civil Society b. dan pengalamannya. Konsep masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap negara. Dari sedikit pemaparan diatas dapat di ambil sebuah kesimpulkan yaitu ketenangan.

Sedangkan simetri dan keseimbangan terdapat pada keberadaan mata. sehingga membuat penampilan manusia menjadi indah. Harus diakui dan disyukuri bahwa kejadian manusia dilihat dari dimensi apapun apabila dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah. secara jasmani keberadaan tubuh manusia juga mengandung unsur-unsur nilai estetika (keindahan). Manusia Indonesia dianugerahi oleh Allah bola mata berwarna putih dan hitam. mata. Kesempurnaan kejadian manusia difirmankan oleh Allah dalam Surat At Tiin ayat 5. yang artinya: “Sungguh Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. maka keberadaan wujud manusia sungguh teramat baik. tangan dan kaki tidak ada yang terlepas dari unsur-unsur keindahan tersebut. dan lainnya. kumis. masing-masing rambut yang tumbuh di tubuh manusia ternyata memiliki tingkat pertumbuhan yang kontras antara satu dan lainnya. Secara anatomis mulai dari bentuk dan ukuran kepala badan. Unsur kontras atau pertentangan ditampakkan antara lain dalam: rambut. Hal ini merupakan indikator dari kekontrasan rambut manusia. dan kehendak. simetry/balance (keserasian/keseimbangan). bahkan bentuk wajah. Sementara rambut lainnya seperti.kompleks. Mata manusia mengandung unsur kekontrasan pula. hidung. sehingga dapat menampakkan wajah seseorang memiliki daya tarik pada orang lain. yaitu contrast (pertentangan). Bisa dibayangkan bagaimana seandainya bola mata manusia itu tidak mengandung kekontrasan. Kepala dengan ukuran yang tentatif bagi setiap orang mengandung ketiga unsur keindahan. Rambut di kepala ternyata bisa tumbuh dengan subur dan bisa memanjang. Dengan kekontrasan warna bola mata seperti ini menjadikan penampakan wajah manusia menjadi indah pula. alis. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah kalau mengandung setidaknya 3 unsur. Selain unsur kelengkapan rohani yang berupa akal. maka hal ini tentu akan mengurangi kualitas keindahan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah. misalnya hanya berwarna hitam saja. bulu mata. atau sebaliknya hanya berwarna putih saja ?. dan unity (kesatuan) Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah memenuhi semua unsur tersebut. maka penampilannya tidak lagi akan memiliki nilai keindahan. 54 . Bentuk kontras dari rambut misalnya. Kita bisa bayangkan seandainya rambut alis. telinga. dan jenggot tidak bisa tumbuh memanjang sebagaimana rambut di kepala. rasa. bulu mata bisa memanjang seperti rambut di kepala. yaitu dengan bola mata yang berwarna-warna. Kalau ada manusia yang memiliki bola mata dengan hanya satu warna saja. gigi.

mungkin sebaliknya yaitu bisa menakutkan kepada manusia lainnya. Nilai keindahan seperti dicontohkan di atas akan menjadi lebih konkrit jika ditambah dengan adanya unsur simetri dan keseimbangan. Bola mata ada dua biji, telingga juga dua bagian seimbang dan simetry, hidung walaupun satu tetapi lobangnya dua dan menghadap ke bawah, kesemuanya melengkapi betapa manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang indah. Keberadaan tangan dan kaki juga demikian. Unsur keindahannya berupa kontras sangat tampak sekalipun banyak manusia yang kurang menyadari. Coba perhatikan bagaimana pertentangan yang terjadi antara langkah kaki dan ayunan tangan ketika seseorang sedang berjalan?. Ketika kaki kanan melangkah ke depan, ternyata secara reflektif diikuti oleh ayunan tangan kiri yang ke depan, dan sebaliknya. Dengan gerakan reflektif seperti ini menjadikan penampilan manusia dalam berjalanpun tampak serasi dan indah. Unsur unity atau kesatuan sebagai bagian dari sifat keindahan yang juga terdapat pada diri manusia ditampakkan dalam wujud keberadaan manusia secara totalitas. Artinya semua sifat-sifat keindahan yang dimiliki oleh manusia baik secara fisik maupun psikis akan memiliki arti indah apabila unsur unity sebagai suatu sistem juga terpenuhi. Secara anatomis yang disebut sebagai manusia adalah wujud utuh adanya fisik dan psikis atau jasmani (badan) dan rohani (ruh). Manusia memiliki sifat indah tersebut apabila kedua unsur ini yaitu badan dan ruh berada dalam satu sistem, tidak hanya salah satu fisik saja, atau dalam kondisi tidak utuh. Sebab bagaimanapun baiknya bentuk fisik manusia dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Allah apabila tidak dalam kondisi utuh (sistem), maka nilai keindahannya akan berkurang, bahkan hilang atau tidak ada sama sekali. Wajah misalnya dikatakan cantik atau tampan apabila wajah tersebut berada dalam satu sistem dengan bagianbagian tuhuh yang lain. Coba bayangkan kira-kira bagaimana cantiknya wajah seseorang kalau ternyata hanya tampak kepalanya saja di hadapan kita tanpa ada bagian tubuh lainnya ? 2. Manusia Sebagai Makhluk Individu Manusia sebagi makhluk individu memiliki identitas tersediri yang berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan ini meliputi berbagai aspek kehidupan yang melekat kepadanya. Mulai dari ukuran bentuk fisik, wajah, sifat, sampai pada identitas yang paling umum yaitu nama. Kalau ada nama yang sama antara satu individu dengan individu lainnya itu bukan berarti bahwa di antara kedua manusia tersebut benar-benar sama atau

55

identik. Nama yang sama yang dimiliki oleh masing-masing individu sifatnya hanyalaha kebetulan saja. Adakalanya seseorang agak sulit membedakan di antara dua orang yang kembar siam. Mana yang lebih tua atau sebaliknya. Sepintas kalau diamati mungkin di antara keduanya sepertinya tidak terdapat suatu perbedaan yang signifikan. Namun sebagai makhluk individu yang merupakan sunnatullah, pasti di antara keduanya memiliki perbedaan. Kondisi seperi ini sebenarnya sekaligus juga mengingatkan kepada manusia bahwa Allah itu betapa maha kuasa, maha besar, maha hebat mencipta makhluk tak pernah kehabisan bentuk-bentuk wajah baru. Bisa dibayangkan manusia di dunia yang sudah hampir mencapai dua milliard, tidak ada satupun yang memiliki wajah sama, baik di antara sesam lelaki maupun perempuan. Ketidak samaan tersebut juga sebagai kodrati yang membuat kehidupan manusia menjadi harmoni dan serasi dalam keseimbangan. Bagaimana kira-kira kehidupan di dunia ini seandainya ada manusia yang benar-benar sama antara satu dengan lainnya, terlebih lagi jika berjumlah banyak. Mungkin bisa terjadi istri orang akan diakui sebagai istrinya, dan sang istripun tidak menolak karena yang mengaku tersebut benar-benar seorang lelaki yang identik dengan wajah suaminya. Manusia sebagai makhluk individu memiliki karakteristik atau sifat-sifat seagai berikut. 1) Satu kesatuan yang utuh, terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis, selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya. 4) Memiliki nilai tersendiri, prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. 5) Sulit dinilai, yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. 3. Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan Individu Pada dasarnya terjadinya perbedaan invidu satu dengan individu lainnya disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal lebih banyak berhubungan dengan hereditas, sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. Namun demikian keadaan dua faktor tersebut sebenarnya juga masih belum memberikan suatu gambaran yang jelas sebagai penyebab terjadinya perbedaan di antara individu-individu yang ada. Sebagai suatu contoh dua orang anak yang memiliki kemampuan hampir sama di dalam kelas tertentu, pada umumnya tidak disebabkan oleh faktor yang sama. Anak yang

56

satu mungkin memiliki bakat atau potensi yang baik sehingga walaupun dengan lingkungan yang kurang menguntungkan ia mampu mencapai taraf kepandaian atau kemampuan tersebut. Namun akan mustahil ia akan dapat mempunyai kemampuan tersebut tanpa ada suatu usaha belajar dari yang bersangkutan dalam lingkungan lain yang lebih baik. Sebaliknya individu yang kedua ia bisa mencapai tingkat kepandaian tersebut karena lingkungannya memberikan fasilitas ke arah itu. Misalnya orang tuanya termasuk keluarga terdi-dik (guru). Akan tetapi perlu disadari bahwa lingkungan yang baik belum merupakan suatu jaminan bagi seseorang untuk secara otomatis mau memanfaatkan lingkungannya. Seorang anak yang berasal dari keluarga dokter walaupun di rumah tempat prakteknya terdapat sejumlah peralatan kedokteran, kalau dalam dirinya tidak ada minat untuk untuk menjadi dokter ia tidak akan tertarik untuk menggunakan alat-alat tersebut. Demikian halnya dengan anak dari keluarga terdidik, ia tidak akan bisa menjadi anak pandai apabila ia tidak mempunyai perhatian terhadap pelajaran-pelajaran sekolahnya. Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa di antara kedua faktor tersebut baik internal maupun eksternal terdapat pola-pola kombonasi dan interaksi yang cukup kompleks, sehingga kadang-kadang tidak mudah bagi kita untuk membedakan akibat-akibat manakah yang benar-benar ditimbulkan oleh internal (hereditas) dan akibat mana yang ditimbulkan oleh faktor eksternal (lingkungan). Kadang-kadang masih ada orang memperdebatkan manakah yang lebih penting antara hereditas dan lingkungan ? Perdebatan mengenai pertanyaan semacam ini sebenarnya tidak akan membawa kepada suatu penyelesaian karena rumusannya masih terlalu kabur. Sama halnya kalau kita berdebat mengenai mana yang lebih penting pada sebuah mobil, mesinnya atau bahan bakarnya. Begitu juga tidak dapat kita katakan, manakah yang lebih penting pada seorang individu : hereditasnya atau lingkungannya karena kedua faktor itu sangat diperlukan. Kalau orang berbicara tentang perbedaan-perbedaan individu atau perbedaan antara kelompok-kelompok individu yang ingin diketahui orang sebenarnya adalah apakah manusia yang berbeda karena hereditasnya berbeda ataukah karena lingkungannya yang berbeda. Dengan rumusan semacam ini pertanyaan di atas lebih berarti untuk dipersoalkan, karena mungkin saja sebuah mobil jalannya lebih cepat karena mesinnya yang lebih baik atau karena bahan bakarnya yang lebih baik. Dua buah mobil yang sama kondisi mesinnya, satu diisi premium dan satu lagi bensin biasa, maka kedua mobil itu akan berbeda kecepatan larinya. Begitu juga halnya kalau dua

57

lingkungan sebagai tinggi dan individu sebagai luas dari segi empat itu.buah mobil yang berbeda kondisi mesinnya. Hereditas dapat dilukiskan sebagai dasar dari suatu segi empat. Setiap individu adalah merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. Hubungan antara hereditas dan lingkungan lebih tepat kalau digambarkan sebagai suatu hasil perkalian dan bukan sebagai hasil penjumlahan. tetapi lingkungannya cukup bagus sehingga menghasilkan kondisi Hereditas Gambar Kondisi Lingkungan dan Hereditas terhadap Perkembangan Individu Lingkungan Lingkungan 58 . Gambar Interaksi Hereditas dan Lingkungan Dengan gambar tersebut Individu yang jelas bahwa seorang individu tidak Sedang berkembang hanya ditentukan oleh hereditasnya saja atau oleh Iingkungannya saja.. meskipun samasama diisi premium tidak akan sama cepat larinya. karena kalau salah satu bagian hilang. Hereditas maka tidak mungkin akan terbentuk luas yang merupakan individunya. Mereka mungkin memiliki hereditas yang sama akan tetapi perkembangannya menjadi berbeda oleh karena diasuh dan dibesarkan dalam dua buah lingkungan yang berbeda. Jadi kedua faktor tersebut sama pentingnya dan mutlak harus ada. kalau dua orang tadi memiliki hereditas yang berlainan. A C B Individu A potensi hereditasnya biasa-biasa saja. Sebaliknya dua orang yang diasuh dalam lingkungan yang sama mungkin akan memperlihatkan perkembangan yang berbeda. Perhatikan gambar di bawah ini. Jadi individu bukan hereditas ditambah lingkungan akan tetapi hereditas kali lingkungan. Dua orang manusia sama halnya dengan dua mobil tadi.

Oleh sebab itu faktor pendidikan menurut pandangan ini tidak diperlukan adanya. potensi bawaan dari lahir (Nativisme). dan kondisi lingkungan yang baik pula. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Pandangan ketiga tampaknya mengkompromikan kedua pandangan di atas. karena pribadi C didukung oleh faktor potensi hereditas yang baik. maka luas kotak C jauh lebih luas. Karena kondisinya yang bersih belum ada tulisannya sama sekali. namun keduanya dianggap kurang realistik. dan perpaduan antara lingkungan dan potensi bawaan (Konvergensi) Pandangan Empirisme yang dipelopori oleh John Lock (1632-1704) mengatakan bahwa anak yang baru lahir bagaikan kertas putih yang tidak ada tulisan apa-apanya. Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa 59 . Kalau yang menggores tulisan yang baik. Luas kondisi perkembangan pribadi B hampir sama dengan A walaupun potensi hereditasnya lebih baik daripada A. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut.perkembangan pribadi seluar kotak yang ada. dan sebaliknya apabila yang menggores tersebut adalah tulisan yang jelek jadilah ia anak yang jelek. Teori ini juga disebut sebagai Tabularasa (meja lilin). Selanjutnya individu C perkembangan pribadinya jauh melebihi A dan B. yaitu pandangan para pakar pendidikan yang melihat aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh lingkungan (Empirisme). Nativisme memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu nativus (bakat). sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan bagi individu manusia. Nativisme memandang pribadi manusia yang baru lahir bertolak belakang dengan Empirisme. sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakat yang dibawanya. Dengan dukungan yang positip dari kedua faktor tersebut. Bagaimanapun kuatnya alasan kedua pandangan tersebut. Ilustari dari gambar di atas dalam dunia pendidikan dikenal dengan hukum dasar pendidikan. Namun potensi ini kurang mendapatkan dukungan dari lingkungan di mana B berada. Suatu kenyataan bahwa potensi hereditas yang baik saja tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal. Di sini pendidikan termasuk sebagai lingkungan. Tulisan yang akan menggores pada kertas kosong tersebut itulah yang dikategorikan sebagai lingkungan. maka akan jadi anak yang baik. maka dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa sangat tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas kosong tersebut. yaitu duakali luas kotak A maupun B.

individu-individu dengan hereditas yang 60 P = HxE . Dalam suatu daerah yang terpencil di mana tidak ada sekolah. Lingkungan dapat mengurangi timbulnya perbedaanperbedaan individu. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). dibutuhkan suatu lingkungan yang kaya yang penuh dengan rangsang-rangsang yang tepat. televisi dan media pendidikan lainnya seorang anak yang cerdas akan tetap menjadi buta huruf seperti anakana. anak yang lebih cerdas tadi akan berkembang jauh lebih pesat dar ri anak-anak lainnya. Setiap pribadi adalah hasil konvergensi faktor internal dan eksternal. perpustakaan. Dengan demikian jika kita mewujudkan perbedaan individu yang disebabkan oleh faktorfaktor hereditas. Keterangan: P = Personality (kepribadian) H = Heredity (hereditas) E = Environment (lingkungan) Pelajaran penting yang bisa diambil dari cara pelukisan semacam ini ialah bahwa memperbaiki keadaan lingkungan untuk sejumlah individu secara serentak tidak akan mengurangi perbedaan individu. Menurut jalan pikiran yang telah dikemukakan di muka. Malahan sebaliknya. misalnya jika kepada mereka diberikan kesempatan untuk bersekolah sampai setinggi-tingginya. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama di antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal).didukung potensi hereditas yang baik. Akan tetapi dalam lingkungan yang lebih baik. Kembali kepada gambar di atas. Teori tersebut diformulasikan dalam sebuah rumus sebagai berikut. Suatu lingkungan tidak dengan sendirinya merangsang seorang individu untuk berbuat: Effektivitas dari lingkungan bergantung kepada bagaimana interprestasi individu yang bersangkutan terhadap nilai dari lingkungan tersebut.k lain di daerah itu. Untuk jelasnya baiklah kita berikan suatu contoh. Hal ini bisa kita terangkan dengan menggunakan effektivitas daripada lingkungan seperti yang sudah pernah kita singgung di muka. perbaikan lingkungan yang diberikan secara sama kepada sejumlah individu justru akan memperbesar perbedaan-perbedaan individu tersebut. Kalau lingkungan individu A dan B dikalikan 2 (dua) maka perbedaan luas A dan B akan menjadi jauh lebih besar daripada perbedaan luas sebelumnya.

Kalau kita menengok kembali gambar di atas. Sebagai suatu contoh dapat kita kemukakan pengajaran di sekolah-sekolah kita. namun demikian mengapa hidupnya harus bermasyarakat? Seperti diketahui. keadaan semacam ini bisa dilukiskan sebagai individu B dan C. 61 . namun hal itu membuktikan bahwa pengarang sudah mempunyai perasaan tentang kehidupan bersama antar manusia. sedangkan terhadap anak-anak yang agak lemah kurang usahanya kita berikan perhatian dan bantuan yang lebih banyak. Meskipun bukan maksudnya untuk membentuk individu yang sama. akan tetapi dalam praktek kadang-kadang kita memerlukan sekelompok individu yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang bersamaan. Dengan demikian .berbeda-beda tidak akan dapat dibentuk menjadi individu yang sama dengan jalan menempatkan mereka dalam lingkungan yang sama. 4. Untuk mencapai maksud ini harus kita adakan semacam Kompensasi : artinya terhadap anak yang satu yang sudah miliki kecerdasan. lepas dari persoalan bagaimana hereditas yang mereka miliki. dan seterusnya. Banyak cerita-cerita tentang manusia yang hidup menyendiri seperti misalnya cerita Robinson Crousoe yang diceritakan sebagai manusia yang hidup sendiri. yang kemudian berketurunan pula. karena kalau dia mati maka berarti bahwa riwayatnya pun akan habis pula. Akan tetapi pengarangnya tak dapat membuat suatu penyelesaian tentang hidup seorang diri tadi. Dengan demikian dari lukisan ini kita bisa menarik suatu pelajaran bahwa kualitas yang bersamaan yang dimiliki oleh dua orang individu mungkin saja ditimbulkan oleh faktorfaktor yang berbeda. keterampilan-keterampilan atau pengetahuan apa yang seharusnya sudah dimiliki oleh anak-anak dalam kelas itu. maka manusia pertama yaitu Adam telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia yang lain yaitu istrinya yang bernama Hawa. Untuk tiap-tiap kelas seolah-olah sudah ditentukan sebelumnya. Mereka memiliki kualitas yang kira-kira bersamaan meskipun lingkungan dan hereditas mereka masing-masing berbeda. Manusia Sebagai Makhluk Sosial Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri. Walaupun temannya pria itu juga. keberanian dan usaha yang lebih besar tidak perlu lagi kita curahkan perhatian yang terlalu besar. Begitu pula tokoh tarzan di dalam film yang diberi pasangan seorang wanita sebagai teman hidupnya. Kemudian muncullah tokoh “Friday” sebagai teman Robinson Crousoe.pada akhir tahun ajaran bisa kita mengharapkan sejumlah individu dengan kecakapan dan pengetahuan yang relatif bersamaan.

Hebatnya semua istrinya tinggal serumah dengan istri pertama sebagai manajernya. keledai. yaitu akal. disuapi dimandikan.Apabila kita membaca cerita-cerita dari dunia wayang maka tokoh-tokoh seperti Arjuna yang sering bertapa dan menyendiri pada akhirnya juga kembali pada saudarasaudaranya. Begitu seterusnya dan pada akhirnya iapun kembali pulang ke rumahnya. manusia tidak dikaruniai Tuhan dengan alat-alat fisik yang cukup untuk dapat hidup sendiri. kuda. Namun dengan kemampuan akal yang dimilikinya manusia mampu menciptakan pakaian dan 62 . Seekor anak ayam misalnya. diberi kuku dan gigi yang kuat untuk mencari makan sendiri. burung diberi sayap untuk dapat terbang jauh. ikan diberi alat khusus untuk dapat hidup di air. atau yang lainnya. bermain. sanggup hidup di udara dingin tanpa pakaian. mampu untuk mencari makan sendiri. Katak diberi alat khusus untuk hidup di darat maupun di tempat-tempat berair. Memang apabila manusia dibandingkan dengan makhlukmakhluk hidup yang lainnya seperti misalnya hewan. hanyalah untuk semntara waktu saja. Akan tetapi manusia tidak demikian. Akal tak dapat secara langsung digunakan sebagai alat hidup. Bayi misalnya. Hewan-hewan seperti sapi. Begitu siuman ia berangkat lagi ke tempat semula di mana ia bertapa. beruang. Di lingkungan tempat tinggalnya akhirnya iapun tidak lagi menyendiri. Lagi pula. ia beristri dan karena sosialnya sekarang ia telah memiliki sepuluh orang istri. Jadi sejak manusia lahir. dia tak akan dapat hidup sendiri. fisiknya tidak sekuat hewan-hewan besar. bahkan jauh lebih sempurna daripada makhluk-makhluk lain ciptaan Allah. Ia dirawat. dirangsang untuk berlatih berjalan. Bahkan tidak jarang sampai pingsan karena tidak pernah makan dan minum. demikian pula hewan-hewan lainnya seperti kucing. harimau. anjing. dan lain sebagainya. Seorang Kiyai di Madura yang kontroversi juga gemar bertapa ketika masa mudanya. ia selalu akan berhubungan dengan manusia lainnya. makan. Bertapa dan menyendiri itu. walaupun tanpa induknya. Keluarganya dibuat kebingungan sehingga harus merawat dan membawanya pulang dari tempat pertapaannya. harus disusui. gajah. Manusia tak mungkin mampu bertahan seperti hewan-hewan tersebut menghadapi cuaca dingin hingga -52o C seperti di daerah Chascaton Canada. disuapi. dan bersifat temporer. Manusia tanpa manusia lain takkan mampu bertahan hidup lama. dikasih minum hingga sadar atau siuman kembali. akan tetapi manusia dia diberi kelengkapan untuk hidup dan kehidupannya yang sangat luarbiasa ampuhnya. Harimau misalnya. akan tetapi dapat diberdayakan untuk membuat berbagai alat kebutuhan yang diperlukan untuk kehidupan.

manusia harus hidup berkawan dengan manusia-manusia lain dan pergaulan tadi mendatangkan kepuasan bagi jiwanya. pakaian. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (=hewan sosial. Manusia juga harus makan. perasaan. oleh karena adanya hubungan antara mereka. Kesemuanya itu menimbulkan kelompokkelompok sosial atau sosial-group di dalam kehidupan manusia ini. dengan mempergunakan akalnya. dan karsanya. Dengan kondisi semacam ini akan terbentuklah suatu kehidupan 63 . karena sejak dilahirkan. Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. entah yang berwujud pujian atau celaan yang merupakan dorongan bagi tindakan-tindakan selanjutnya. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). Apabila manusia hidup sendirian. manusia mempergunakan akal pikiran. kalau ada seseorang menyanyi ia membutuhkan reaksi. maka manusia akan berburu untuk mencari makanannya. penghangat. manuia menciptakan rumah. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (masyarakat) 2. bahkan panas dari terik matahari sekalipun. maka terjadi gangguan dalam perkembangan jiwanya. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong. misalnya dalam keadaan terkurung di dalam sebuah ruangan yang tertutup sehingga dia tidak dapat mendengarkan suara orang lain atau tidak dapat melihat orang lain. apabila alam sekitarnya hutan. Dalam menghadapi lingkungan alam. Misalnya. Kelompokkelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuankesatuan manusia yang hidup bersama. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya Untuk dapat menghadapi dan menyesaikan diri dengan kedua lingkungan nya. untuk itu dia dapat mengambil makanan sebagai hasil dari alam sekitar. Di dalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakantindakan orang lain. disebut gregariousness. atau lainnya. manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu: 1. Reaksi ini menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. panas yang menyengat. Dalam menghadapi alam sekeliling. misalnya udara dingin. penyejuk dan lain-lain. Di daerah pantai. agar badannya tetap sehat. Di dalam hubungan antara manusia satu dengan manusia lain akan muncul suatu reaksi sebagai akibat dari hubungan tersebut.perlengkapan lainnya untuk melindungi diri dari ganasnya alam cuaca dingin. karena manusia tak mungkin hidup sendiri. manusia akan menjadi nelayan untuk menangkap ikan.

Kebutuhan tersebut bila digambarkan adalah sebagai berikut. Dengan adanya kebutuhan ini manusia menciptakan pakaian.bersama atau yang dikenal dengan istilah kelompok sosial. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 1) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. Esteem Needs 5. Ia membutuhkan orang lain sebagai bagian dari kehidupannya. Maksudnya manusia akan berusaha mendapatkan kebutuhan lainnya apabila kebutuhan di bawahnya telah terpenuhi terlebih dahulu. minum dan lainnya. berkaidah. Love Needs 4. Rasa aman di sini adalah bagaimana diri manusia dapat terlindung dari berbagai ancaman bahaya dari luar. 2) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. 1. Di sini letak kebutuhan manusia yang ketiga berupa kasih sayang. 3) Memiliki rasa senasib seperjuangan. yaitu rasa aman. 4) Berstruktur. Selanjutnya sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri. Safety Needs 3. Dengan kebutuhan kasih sayang pula manusia dapat melangsungkan garis keturunan ke generasi 64 . Self Actualization Needs Gambar Hirarki Kebutuhan Manusia Kebutuhan fisik manusia dalam hidup diperuntukkan bagi keberlang-sungan kehidupannya bersama-sama dengan manusia lainnya. Bersama baik konteks kehidupan bermasyarakat maupun bersama dalam konteks kehidupan keluarga. Tujuannya semata-mata agar survive. dan mempunyai pola perilaku. Selanjutnya apabila kebutuhan pokok ini terpenuhi maka manusia akan berusaha untuk mendapatkan kebutuhan di atasnya. Kebutuhan ini diwujudkan dalam bentuk makan. dan lainnya. Dengan rasa kasih sayang manusia dapat hidup bersama dengan sejahtera. tempat tinggal. Abraham Maslow dalam teorinya mengatakan bahwa manuisa itu memiliki kebutuhan yang bersifat hirarkis. Physical Needs 5 4 3 2 1 2.

atau ketika tampil dalam forum-forum yang melibatkan banyak orang. Namun yang penting bagi seseorang dalam menampakkan kebutuhan ini ialah ia akan merasa memperoleh suatu kepuasan apabila ia dapat melakukan sesuatu yang menurut perasaannya melampaui orang lain. kejujuran. Perlu disadari bahwa siapapaun orangnya apabila ia mau menghargai dan menghormati orang lain ia juga akan dihargai dan dihormati oleh orang lain. Namun demikian ada pula sifat yang harus dihindari melalui kebutuhan harga diri ini. Unsur cinta kasih yang perlu dipertahankan dalam kehidupan bersama meliputi. Sebaliknya seseorang akan merasa tersinggung apabila harga dirinya dilecehkan. Misalnya dalam hal pakaian. yaitu sifat ingin selalu dihormati. seorang individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya dalam tiga kemungkinan : 1) menyimpang dari norma kolektif . Sebagai pribadi yang memiliki kebutuhan harga diri sangat penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap ini untuk tujuan introspeksi bahwa di luar diri itu ada diri-diri lain yang sama-sama memiliki kebutuhan untuk dihargai. Setiap orang tentu akan merasa senang apabila ia diperlakukan manusiawi oleh manusia lainnya. saling menghor-mati dan menghargai. Gila hormat termasuk penyakit hati yang harus dihindari.berikutnya. tanpa kawan. Dengan selalu melakukan introspeksi akan tumbuh sikap positip yang akan melahirkan prilaku yang selalu akan memperhatikan kebutuhan orang lain. terjadi bila kepribadian individu tidak dominan sedangkan dia tidak mampu atau tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Selanjutnya kebutuhan puncak manusia ialah kebutuhan aktualisasi diri. Pada dasarnya terdapat dua keinginan pokok yang mendorong manusia untuk hidup mengelompok yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. 5. 65 . pergaulan. ia akan selalu tampil dengan ciri dan sifatnya yang khas. rasa tanggungjawab. Sebagai pribadi manusia juga memiliki kebutuhan akan harga diri. pengorbanan. tidak dapat dibuktikan bahwa manusia dapat hidup sendiri. Suburnya sifat ini akan membuat seseorang menjadi gila hormat. tanpa komunikasi. Unsur-unsur kasih sayang ini sangat perlu dikembangkan dan dipertahankan baik dalam kehidupan berumahtangga maupun dalam bercinta kasih dengan sesama manusia lainnya. Kebutuhan ini tercermin dari sikap penampilan manusia yang selalu ingin lebih dari orang lain walaupun sebenarnya sangat tentatif. Dalam kehidupan bermasyarakat. Fungsi Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial Sepanjang peradaban manusia.

Merrill. and one or more children. Menurut beliau. Menurut kedua batasan tersebut. perkawinan. Batasan yang pada hakekatnya sama dikemukakan oleh A. juga ditunjuk ciri-ciri dan tujuan keluarga. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial. 4) fungsi keluarga ialah memelihara. or adoption.M. Dalam batasan tersebut. yaitu kesatuan sosial 66 . a family is a group of interacting persons who recognize a relationship with each other based on common parentage. yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. keluarga ialah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah. merawat. perkawinan. The family is a small social group. ibu. rearing. dan anak. and or adoption. yaitu: 1) keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. disamping sebagai kelompok sosial. Bogardus. atau adopsi.2) Kehilangan individualitasnya (resesif) . terjadi bila kepribadian individu tersebut lemah dan takluk terhadap lingkungannya. Definisi yang serupa dikemukakan oleh Francis E. demikian batasan yang dikemukakan oleh Emory S. and socialization of children and the providing of intimate responses between its members. 2) hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. terjadi bila kepribadian individu kuat dan mampu mempengaruhi dan menaklukkan lingkungannya. Definisi-definisi tersebut di atas lebih menunjuk pada pengertian somah atau nuclear family. Rose. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. In functional terms. dan atau adopsi. marriage. the family may be viewed as an enduring relationship of parents and children that performs such functions as the protection. in which affection and responsibility are equitably shared to become self-controlled and socially-motivated persons. Keluarga merupakan salah satu cermin peran dimana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. Menurut Biro Sensus Amerika Serikat istilah keluarga diartikan sebagai :a group of two or more persons residing together who are related by blood marriage. normally commposed of a father. 3) hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. a mother. 3) Mempengaruhi masyarakat (dominan) . Dari beberapa definisi tersebut dapatlah dirumuskan intisari pengertian keluarga.

paman. dan saudara-saudara lainnya. melainkan juga nenek. kemenakan. Nuclear family dan extended family tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Ex te Fa nde mi d ly Nuclear Family Gambar : Extended family dan Nuclear Family Keterangan: = laki-laki bersuami istri = perempuan bersaudara = beranakkan = = Keluarga dalam mana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasinya yang terpenting disebut keluarga orientasi. Sedangkan keluarga yang dibentuknya melalui perkawinannya dan anak-anak sebagai hasil perkawinannya itu disebut keluarga prokreasi. Keanggotaan individu mula-mula dalam keluarga orientasi. Nuclear family yang yang diperluas ini disebut Extended family. kemudian karena perkawinan beralih kepada keluarga prokreasi. bibi.yang terdiri atas suami istri dan anak-anaknya. 67 . Kerap kali keluarga itu tidak hanya terdiri atas suami istri dan anakanaknya.

sosialisasi. nilai-nilai yang berubah. yaitu melindungi. industrialisasi. kontrak sosial yang longgar. manusia yang semakin individualistik. Modernisasi. pendidikan. dan sekularisasi maka keluarga dalam masyarakat modern kehilangan sebagian dari fungsi-fungsi tersebut di atas. perlindungan. merupakan tantangan bagi keluarga masa kini dan yang akan datang. Karena proses industrialisasi. Dengan demikian maka fungsi keluarga ialah : 1) Pengaturan 5) penempatan anak seksual dalam masyarakat 2) Reproduksi 6) Pemuas kebutuhan 3) Sosialisasi seseorang 4) pemeliharaan 7) Kontrol sosial Seiring perkembangan jaman. nilai-nilai ideal keluarga mengalami perubahan. dan memberikan suasana kemesraan bagi anggotanya Berdasarkan penjelasan di atas keluarga merupakan satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhkluk sosial. 68 . dan rekreasi dilakukan oleh keluarga terhadap anggota-anggotanya. yang ditandai adanya kerjasama ekonomi. Namun dalam perubahan masyarakat.Kedudukan individu dalam keluarga orientasi prokreasi itu dapat digambarkan sebagai berikut: dan K L A G O IE T S D N EU R A R NA I A P ORAI R K ES K lu rg e a a O n s rie ta i K lu rg e a a P k ai ro re s Gambar Keluarga Orientasi dan Prokreasi Keluarga merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan mulitifungsional. fungsi utama keluarga tetap melekat. Fungsi pengawasan sosial. keagamaan. Masri Singarimbun (1993) mengingatkan bahwa mobilitas penduduk yang semakin tinggi. urbanisasi. memelihara. kemamkmuran dalam sistem kapitalisme liberal merupakan faktor yang mempengaruhi perubahan nilai keluarga dalam masyarakat.

Saling tukar-menukar pengalaman tersebut. kelompok siswa di sekolah. Kelompok tadi dapat menambahkan alat-alat perlengkapan untuk dapat melaksanakan fungi-fungsinya yang baru di dalam rangka perubahan-perubahan yang dialaminya atau bahkan sebaliknya dapat mempersempit ruang lingkupnya. Suatu kelompok sosial cenderung tidak merupakan kelompok yang statis. pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yang dinamakan keluarga. pada waktuwaktu tertentu mereka pasti akan berkumpul seperti saat makan pagi. disebut sebagai sosial-experiences . Interaksi Sosial Seorang sosiolog. siang. Dalam kehidupan berkelompok. bangsa. Hampir semua manusia. dan lainnya. sosial experience mempunyai pengaruh yang besar di dalam pembentukan kepribadian seseorang. baik yang kecil seperti keluarga.6. karena hubungannya dengan kelompokkelompok sosial lainnya di luar rumah dan bila mereka berkumpul terjadilah tukar-menukar pengalaman di antara mereka. di dalam menelaah masyarakat manusia banyak berhu-bungan dengan kelompok-kelompok sosial. Pada saat demikian. akan tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-perubahan baik dalam aktivitas maupun bentuknya.. Sesuatu aspek yang menarik dari kelompok sosial tersebut adalah bagaimana caranya mengendalikan anggota-anggotanya. Para sosiolog akan tertarik oleh cara-cara kelompok sosial tersebut dalam mengatur tindakan-tindakan anggotaanggotanya. maupun kelompok yang besar seperti masyarakat desa. tidaklah semata-mata terjadi pertukaran pengalaman. agar supaya tercapai tata tertib di dalam kelompok 69 . sekaligus ia adalah salah satu anggota dari salah satu kelompok sosial tesebut dan sekaligus sebagai peneliti kehidupan kelompok tersebut secara ilmiah. Semakin mendalam penelitiannya. akan tetapi para anggota keluarga tersebut mungkin mengalami perubahan-perubahan sebagai akibat pertukaran pengalaman tersebut. Walaupun anggota-anggota keluarga tadi selalu menyebar. Penelitian terhadap sosial-experiences sangat penting untuk mengeta-hui sampai sejauh mana pengaruh kelompok terhadap individu dan bagaimana reaksi reaksi individu terhadap pengaruh kelompok tersebut dalam proses pembentukan kepribadian. Setiap anggota mempunyai pengalaman masing-masing. Sebagai sosiolog. dan malam. walaupun sering kali hal itu sama sekali tidak disadarinya. masyarakat kota. semakin timbul kesadarannya bahwa sebagian dari kepribadiannya terbentuk oleh kehidupan berkelompok tersebut dan bahwa dia hanya merupakan unsur yang mempunyai kedudukan dan peranan dalam kelompok tersebut.

Georg Simmel mulai dengan bentuk terkecil yang terdiri dari satu orang sebagai fokus hubungan sosial yang dinamakannya monad yang kemudian diperkembangkan dengan meneliti kelompokkelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang yaitu dyad serta triad dan kelompok-kelompok kecil lainnya. Yang agaknya penting adalah bahwa kelompok tersebut merupakan tempat kekuatan-kekuatan sosial berhubungan. Lain halnya dengan masyarakat yang kepentingan-kepentingannya yang secara relative bersifat tetap (permanent). Ukuran tersebut oleh sosiolog lainnya. merupakan kelompok yang hidupnya sebentar saja. seperti keluarga. Berlangsungnya suatu kepentingan. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut berdasarkan berbagai criteria ukuran. Suatu association sebagai suatu perbandingan. oleh karena kepentingannyapun tidak berlangsung dengan lama. bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Sosiolog Jerman yaitu Georg Simmel mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok. Selanjutnya dapat dijumpai pula klasifikasi atas dasar ukuran derajat organisasi. Beberapa sosiolog memperhatikan pembagian atas dasar kelompokkelompok di mana anggota-anggotanya saling kenal mengenal (face to face groupings). dan Negara. Suatu ukuran lainnya ialah ukuran kepentingan dan wilayah. Sudah tentu anggotaanggotanya sedikitnya sadar akan adanya kepentingankepentingan bersama walaupun hal itu tidak dikhususkan secara terinci atau dijabarkan lebih lanjut. ditelaahnya kelompok-kelompok yang lebih besar. Suatu kerumunan misalnya. dikembangkan lebih lanjut dengan memperhatikan tinggi rendahnya derajat eratnya hubugan antara anggotaanggota kelompok sosial tersebut. merupakan ukuran lain bagi klasifikasi tipe-tipe sosial. dengan kelompok-kelompok sosial seperti kota-kota. Ukuran lain yang diambil adalah atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut. justru dibentuk untuk memenuhi kepentingan yang tertentu. korporasi. Di samping itu sebagai perbandingan. berkembang mengalami disorganisasi. Suatu masyarakat misalnya merupakan kelompokkelompok atau kesatuan-kesatuan atas dasar wilayah yang tidak mempunyai kepentingan-kepentingan yang khusus. 70 . 7. Dalam analisisnya mengenai kelompok-kelompok sosial. di mana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan yang erat.yang bersangkutan. rukun tetangga dan desa. memegang peranan dan selanjutnya.

Dasar yang diambil sebagai salah satu alternatif untuk mengadakan klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial tersebut adalah jumlah atau derajat interaksi sosial atau kepentingan-kepentingan kelompok. individu biasanya menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya bersifat sukarela. dan rukun tetangga. dan lainnya. memberikan kedudukan atau prestise tertentu yang sesuai dengan adat istiadat dan lembaga pemasyarakatan di dalam masyarakat. Apabila kelompok sosial dianggap sebagai kenyataan dalam kehidupan manusia atau individu. Dengan demikian maka terdapat derajat tertentu serta arti tertentu bagi individu-individu tadi.1 Kelompok-kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu Seorang warga dari masyarakat yang masih sederhana susunannya. daripada misalnya dengan suatu perusahaan besar atau Negara. Keanggotaan masing-masing kelompok sosial tadi. 7. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. sampai pada kelompok-kelompok yang hampir-hampir tak terorganisir seperti misalnya suatu kerumunan. secara relatif menjadi anggota pula dari kelompokkelompok kecil secara terbatas.2 In-group dan Out-grup Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya dan bahwa 71 .Kelompok-kelompok sosial terdiri dari kelompok-kelompok yang terorganisir dengan baik sekali misalnya Negara. ras. Akan tetapi. atau oragnisasinya maupun kombinasi dari ukuran-ukuran tersebut. misalnya atas dasar sex. juga harus diingat pada konsep-konsep dan sikap-sikap individu terhadap kelompok-kelompok sosial sebagai kenyataan subyektif yang penting untuk memahami gejala kolektivitas 7. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. sex. namun suatu hal yang penting adalah bagaimana keanggotaan pada kelompok-kelompok sosial (termasuk. usia. sehubungan dengan keanggotaan kelompok sosial yang tertentu. kelompok kekerabatan. Suatu ukuran lainnya bagi si individu adalah bahwa dia merasa lebih tertarik oleh kelompok-kelompok sosial yang dekat seperti kehidupan keluarga. pada masyarakat-masaarakat yang masih sederhana) tidak selalu bersifat sukarela. Kelompok-kelompok sosial tersebut biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan. sehingga bagi individu terdapat dorongan-dorongan tertentu pula sebagai anggota kelompok sosial.

sehingga kadang-kadang sukar sekali bagi yang bersangkutan untuk mengubahnya. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnocentrisme. Kecenderungan seperti ini disebut etnocentrisme. Konsep tersebut dapat diterapkan baik terhadap kelompok-kelompok sosial yang relatif kecil samapi yang terbesar. In-group dan out-group dapat dijumpai disemua masyarakat. selama para anggotanya mengadakan identifiasi dengan kelompoknya. merupakan “in-group” bagi anggota-anggotanya. “kami mahasiswa fakultas hukum” sedangkan “mereka mahasiswa Fakultas Ekonomi”. Anggota-anggota suatu kelompok sosial tertentu. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa setiap kelompok sosial. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. baik secara sadar maupun secara tidak sadar. Kelompok-kelompok sosial dengan mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. “kami pegawai negeri” dan “mereka pedagang”. bersifat relatif dan tergantung pada situasisituasi sosial yang tertentu. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka” seperti misalnya. Sikap etnosentris tersebut diajarkan kepada anggota-anggota melalui proses sosialisasi. mungkin jumlahnya tidak banyak apabila dibandingkan dengan masyarakat yang kompleks. walaupun dalam masayarakat yang sederhana tadi perbedaanperbedaannya tak begitu tampak dengan jelas. 72 . “kita warga R. walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama satu dengan lainnya. walaupun dia menyadari sikapnya itu salah. sedikit banyaknya akan mempunyai suatu kecenderungan untuk menganggap bahwa segala sesuatu yang termasuk kebiasaan kelompoknya sendiri sebagai sesuatu yang terbaik apabila dibandingkan denga kebiasaan kelompok lainnya. Dalam masyarakat yang masih sederhana.T 001” sedangkan “mereka warga R.kepentingan-kepentingan suatu kelompok sosial serta sikapsikap yang mendukungnya terwujud dalam pembedaan kelompok-kelompok sosial tersebut yang dibuat oleh individu. Jelas bahwa apabila suatu kelompok sosial merupakan “in-group” atau tidak bagi individu. bersama dengan nilai-nilai budaya. yaitu suatu sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan mempergunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. Sikap in-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati.T 002”. Sikap etnosentris ini sering disamakan dengan sikap mempercayai sesuatu.

Konsep Cooley mengenai hubungan saling kenal mengenal. Kenal-mengenal secara fisik. memberi kemungkinan terbentuknya primary group. bahwa kelompok tersebut adalah kecil. Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi tadi.3 Primary Group dan Secondary Group Dalam klasifikasi kelompok-kelompok sosial. maupun perasaan. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. dengan kelompok-kelompok yang lebih besar di pihak lain. Saling berbicara dan saling melihat merupakan saluran utama untuk pertukaran pikiran. Kelompok-kelompok tersebut mempunyai makna utama dalam berbagai arti. Tentu ada kalanya terjadi perbedaan paham. belum cukup untuk menerangkan persyaratan yang penting bagi adanya suatu primary group. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan serta cita-cita kelompoknya. adalah peleburan individu-individu dalam satu kelompokkelompok. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masingmasing. Sudah tentu secara mutlak tak dapat dikatakan bahwa kehidupan serta hubungan antara anggota-anggota kelompok tersebut selalu harmonis. Kedua.7. primary groups adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. akan tetapi hal itu tergantung dari kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. citacita. Menurut Cooley. Supaya terjadi hubungan yang akrab di antara individu-individu yang ada mau tak mau secara fisik harus saling kenal mengenal. pertama bahwa anggota-anggota kelompok secara fisik berdekatan antara satu dengan lainnya. bahkan pertentangan. namun kesemuanya itu untuk kepentingan kelompoknya juga. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah “kelompok utama” dan “kelompok sekunder”. Setiap masyarakat mempunyai norma-norma yang mengatur hubungan fisik antara anggota-anggotanya yang kadang-kadang dapat 73 . Syarat-syarat yang sangat penting adalah . Secara singkat dapatlah dikatakan Primary Group adalah kelompokkelompok kecil yang agak langgeng (permanent) dan yang berdasarkan kenal-mengenal secara pribada antara sesama anggota kelompoknya. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok tersebut secara psikologis. sehingga tujuan individu menjadi juga tujuan kelompoknya. dan ketiga adalah adanya suatu kelanggengan hubungan antara anggota-anggota kelompok yang bersangkutan. perbedaan yang luas dan fundamental adalah perbedaan antara kelompokkelompok kecil di mana hubungan antara anggota-anggotanya erat sekali di satu pihak.

RINGKASAN Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk ciptaan lainnya karena memiliki unsur rohani yang berupa akal. Meurut teori keindahan suatu benda dikatakan indah jika mengandung 3 unsur. Semakin lama mereka berhubungan satu sama lain. semakin akrab pula hubungan antara guru dengan muridmuridnya. Keakraban dalam hubungan antar individu. 74 . dapat ikut serta mengambil bagian dalam membentuk keputusan-keputusan kelompok tersebut. yaitu contrast (pertentangan). Karakteristik manusia sebagai makhluk individu memiliki sifatsifat sebagai berikut. rasa. Dalam keadaan demikian. Selanjutnya. akan tetapi hubugan antara mereka di tempat-tempat umum.merupakan penghalang bagi terjadinya hubungan. suatu sifat kelompok dan keakraban kelompok juga lebih mudah terwujud. dan unity (kesatuan) Secara kodrati manusia adalah sebagai makhluk individu dan sosial. secara jasmani yang mengandung nilai estetika (keindahan). seorang anggota. Walaupun misalnya sepasang suami istri yang telah berumah tangga selama 10 tahun seringkali bertengkar. sebetulnya tergantung dari seringnya individu-individu yang bersangkutan berhubungan dan mendalamnya hubungan tadi. dan kehendak. semakin akrab pula hubungan tersebut. misalnya apabila seorang guru memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. namun sangat sukar bagi masingmasing untuk hidup lepas satu sama lainnya. seperti hubungan antara orang-orang dari kasta yang berbeda derajatnya. Memang dalam keadaan-keadaan tertentu hal itu mungkin terjadi. misalnya di loket karcis kereta api tidak dilarang. norma-norma masyarakat seolah-olah memberikan suatu kelonggaran. dalam masyarakat yang mempunyai system pelapisan masyarakat yang tertutup (misalnya di India. oleh karena tidak mungkin seseorang pada waktu yang tertentu berhubungan dengan banyak orang sekaligus. secara pribadi. Akan tetapi ternyata kemudian bahwa semakin kecil kelas yang bersangkutan. simetry/ balance (keserasian/keseimbangan).). Sebagai makhluk individu manusia memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan manusia lainnya. Dalam suatu kelompok yang kecil. Kecilnya kelompok juga merupakan salah satu syarat yang penting. Jadi suatu kontinyuitas tertentu merupakan pula suatu faktor dalam pembentukan primary group.

Sebaliknya meskipun lingkungan (pendidikan) yang positip dan maksimal tidak akan menghasilkan perkembangan kepribadian yang ideal tanpa didukung potensi hereditas yang baik. Oleh sebab itu perkembangan pribadi seseorang pada dasarnya adalah perpaduan atau hasil proses kerja sama antara faktor potensi hereditas (internal) dan kondisi lingkungan atau pendidikan (eksternal). Teori ini memandang bahwa anak lahir sudah membawa suatu bakat sehingga kelak ia akan menjadi apa sangat tergantung pada bakatnya. Kalau yang menggores tulisan yang baik. selalu berkembang baik karena pengaruh internal maupun eksternal. 4) Memiliki nilai tersendiri. 3) Berbeda dengan pribadi-pribadi lainnya.1) Merupakan satu kesatuan yang utuh. 5) Sulit dinilai. yang dapat diamati hanya manifestasinya dalam bentuk perbuatan. Teori ini dipelopori oleh John Lock (1632-1704). 75 . Dalam perkembangan hidupnya anak akan menjadi apa tergantung pada tulisan apa yang akan menggores pada kertas tersebut. prilakunya tunduk dan menggambarkan nilai yang diakuinya. Teori kedua disebut dengan Nativisme. Teori ini dipelopori oleh William Stern (1871 – 1938). terorganisir yang beraksi dan bereaksi 2) Dinamis. sedangkan faktor eksternal berhubungan dengan lingkungan. ia mengatakan bahwa anak lahir bagaikan kertas putih. Faktor internal banyak berhubungan dengan hereditas. Dalam dunia pendidikan pandangan terhadap kepribadian manusia sebagai hasil interaksi antara faktor internal dan eksternal melahirkan berbagai teori yang dikenal dengan hukum dasar pendidikan. Teori pertama menganggap bahwa aspek perkembangan pribadi seseorang ditentukan oleh faktor lingkungan. yaitu faktor internal dan eksternal. maka jadi anak baik. Antara faktor internal maupun eksternal terdapat suatu interaksi yang saling mempemgaruhi sehingga dapat membentuk keribadian tertentu bagi setiap orang. Jadi individu merupakan hasil dari hereditas dan lingkungan. Dengan demikian maka lingkungan tidak penting karena tidak akan memberikan kontribusi apa-apa terhadap potensi bawaan tertsebut. dan sebaliknya. Manusia satu berbeda dengan manusia lainnya disebabkan oleh dua faktor. Pelopor teori ini ialah Arthur Schopenhuer (1788-1860) Teori berpendapat bahwa potensi hereditas yang baik tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positip tidak akan membina kepribadian yang ideal.

hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama). Berbeda dengan seekor anak ayam misalnya. sex. dalam hal lain seperti dibidang pekerjaan. 4) berfungsi memelihara. Pertama dipandang dari sudut individu. tidak berdaya sehingga membutuhkan pertolongan orang lain. 2) terdapat hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah. Demikian pula hewan-hewan lainnya Naluri dari manusia untuk selalu hidup dengan orang lain. dan mempunyai pola perilaku. Akan tetapi. Tipe-tipe kelompok-kelompok sosial dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kriteria. Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya kondisi manusia ketika baru lahir amat lemah. merawat. usia. ibu. Keinginannya untuk hidup bersama dengan manusia lainnya menimbulkan kelompokkelompok sosial. memberikan kedudukan atau prestise tertentu sesuai dengan adat istiadat dan yang ada. Oleh karena itu manusia disebut juga sosial animal (hewan sosial. rekreasi dan sebagainya keanggotaannya 76 . yang juga merupakan unsur terpenting pembentuk masyarakat. perkawinan. Ciri dari suatu kelompok sosial yaitu: 2) Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. misalnya atas dasar sex. 4) Memiliki rasa senasib seperjuangan. dan kadang-kadang atas dasar perbedaan pekerjaan atau kedudukan. Dalam masyarakat yang sudah kompleks. walaupun tanpa induk ia langsung mampu mencari makan sendiri. 3) hubungan tersebut dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab. Satuan terkecil dari kehidupan sosial individu adalah keluarga. berkaidah. Keanggotaan masingmasing kelompok sosial. 3) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. dan anak. ras. dan lainnya. disebut gregariousness. individu menjadi anggota dari kelompok-kelompok sosial tertentu sekaligus. dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan manusia lain dalam kehidupannya. Keluarga merupakan salah satu cermin peran di mana manusia merupakan individu yang juga memiliki tanggungjawab sekaligus fungsi sebagai makhluk sosial. yaitu: 1) merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah. 5) Berstruktur. dan atau adopsi. Intisari pengertian keluarga. Kelompok-kelompok sosial ini biasanya terbentuk atas dasar kekerabatan.

Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. dan bagaimana menurut pandangan saudara sendiri ? Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa dikatakan sebagai makhluk sosial ? 2. sama dengan peleburan individu dengan cita-citanya masing-masing. Primary Group dan Secondary Group mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah kelompok utama dan kelompok sekunder. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya yang sering dihubungkan dengan istilah-istilah “kami atau kita” dan “mereka”. sehingga tujuan dan cita-cita individu juga menjadi tujuan dan cita-cita kelompoknya. Primary groups merupakan kelompok sosial yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggotaanggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. 3. 4.T 001” sedangkan “mereka warga R. Coba jelaskan dengan disertai contoh mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna kejadiannya dibandingkan dengan makhlukmakhluk lainnya ? Jelaskan mengapa manusi sebagai makhluk individu memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan individu-individu lainnya ? Jelaskan bagaimana pandangan teori-teori pendidikan terhadap konsep perkembangan kepribadian seseorang. Sikap out-group selalu ditandai dengan kelainan yang berwujud suatu antagonisme atau antipati. Misalnya. dan adanya suatu hubungan kontinyu di antara mereka. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 1. terutama dalam pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu. anggota-anggotanya berdekatan. “kita warga R. kelompok tersebut adalah kecil. Hasil hubungan timbal balik antara anggota kelompok secara psikologis. Ketiga yaitu Primary Group dan Secondary Group. Kelompok ini cukup signifikan. Syarat penting dalam primary group adalah . Kelompok-kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya merupakan in-group-nya. Perasaan in-group dan out-group atau perasaan dalam serta luar kelompok dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnosentrisme. 77 . Kedua In-group dan Out-grup.bersifat sukarela.T 002”. Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan pengetahuan “kami”-nya dengan “mereka”-nya.

Sos 1. pluralitas tidak dapat terwujud atau diadakan atau terbayangkan keberadaannya kecuali sebagai objek komparatif dari keseragaman dan kesatuan yang merangkum seluruh dimensinya. 7. Diskusikan dengan teman sekelompok antara 3 – 5 orang apa fungsi manusia sebagai makhluk individu dan sosial ? Jelaskan apa yang disebut dengan keluarga dan apa fungsinya ? Dalam kehidupan sosial terdapat proses sosialisasi. S.5. atau yang bagianbagiannya dipaksa untuk tidak menciptakan “keutamaan”. Beberapa istilah yang dianggap sesuai dengan keragaman salah satunya ialah pluralitas (plurality) yaitu suatu konsep yang mengandaikan adanya “hal-hal yang lebih dari satu”xlvii. KERAGAMAN DAN KESETARAAN Oleh : Tito Kusuma Wardhana. Pria dan wanita adalah bentuk pluralitas dari kerangka kesatuan jiwa manusia. Keragaman dapat diartikan dengan suatu hal yang “banyak macamnya”. Bangsa-bangsa adalah bentuk pluralitas jenis manusiaxlviii. Anggota suatu keluarga adalah bentuk pluralitas dalam rangka kesatuan keluarga dan sebagai antitesis darinya. Pluralitas juga tidak dapat disematkan kepada kesatuan yang tidak mempunyai parsial-parsial. “beda” antara satu dan yang lainnya dan sifatnya tidak tunggal. Pengertian Keragaman dan Kesetaran. Tanpa adanya 78 . Sisi lain pluralitas adalah kemajemukan yang didasari oleh keutamaan (keunikan) dan kekhasan. Coba jelaskan dengan disertai contoh apa maksud dari sosialisasi? Jelaskan apa arti istilah-istilah di bawah ini a) animal social b) in-group out group c) primary-secondary group d) animal symbolicum e) animal educandum f) hayawanun natiq 6. Selamat Bekerja BAB V MANUSIA. “tidak berbeda” atau “sederajat”. Karena itu. 8. “keunikan” dan “kekhasan” tersendiri. Sedang kesetaraan dapat diartikan sebagai “sama”.

kecenderungan metodologi yang dipegang. memiliki sifat pertengahan (moderat atau adil). manusia akan menggali potensi mereka yang terpendam. cobaan. berlomba dan saling dorong diantara individu manusia dan peradaban. serta perbedaan mereka dalam persiapan dan potensi-potensi serta tugas yang diemban. Demikian juga sebaliknya. Sementara itu disintegrasi dan kacau balau ditimbulkan oleh sikap ekstrem memusuhi yang tidak mengakui dan tidak memiliki faktor pemersatu atau pengikat. Sehingga. Juga manusia tidak akan dapat mewujudkan tujuantujuan hidup. Pluralitas. dan tekhnik-tekhnik yang ditempuh.kesatuan yang mencakup seluruh segi maka tidak dapat dibayangkan adanya kemajemukan. yaitu agar manusia membangun bumi dan mengembangkan wujud peradabannya. dengan perbedaan dan persaingan. yang menghasilkan hikmah yang tinggi. serta mati tanpa dinamika. 79 . juga mempunyai sisi yang ekstrem. Sisi pertengahan (adil) serta keseimbangannyalah yang dapat memelihara hubungan antara kemajemukan. kesulitan berkompetisi. yang menjadi motivator dan diperkuat oleh kemajemukan dan perbedaan itu. tindakan saling dorong dan saling membela. Pluralitas juga bisa dianggap sebagai motivator dalam menghadapi ujian. hal ini tentunya akan berakibat pada hidup yang stagnan dan tawar. pengikat dan kesatuan. keunikan dan kekhasan atau pluralitas itu. Sayyid Quthbl mengatakan bahwa adalah tabiat manusia untuk berbeda. Namun. berada dalam kerangka kesatuan nilai yang konstan. perbedaan dan pluralitas dan faktor kesamaan. serta akan selalu terjaga dan berusaha mengeksplorasi kekayaan bumi ini. kemajuan dan pertumbuhan. maka tidak akan ada motivasi untuk berkompetisi. dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masingmasing pihak yang berbeda dalam peradaban. sebagaimana halnya seluruh fenomena pemikiran. diharapkan senantiasa memiliki sifat membawa manfaat. yang pada akhirnya akan membawa kepada kebaikan. baik yang melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan. Juga oleh sikap penyeragaman (yang dianggap mengingkari adanya kekhasan dan perbedaan). Seperti penugasan makhluk manusia ini sebagai pemimpin di muka bumi. Dan jika tidak ada pluralitas. perbedaan dan perselisihan. Karena perbedaan ini adalah salah satu pokok dari pokok-pokok diciptakannya manusia. Sementara. keseimbangan. pada gilirannya akan membawa kepada perbedaan dalam kerangka berfikir. dengan menggunakan kekuatannya serta rahasia-rahasianya yang terpendam. yaitu sikap ekstrem represif dan otoriter yang menafikkan perbedaan masing-masing pihak dan keunikannyaxlix.

Serba tunggal. Istilah lain yang digunakan untuk masyarakat yang terdiri dari agama. Karena harus ada timbangan yang konstan pula. bahasa. tiga golongan ini terwujud secara vertikal sebagai orang Belanda dan Kulit Putih lainnya. Produk dari politik ekonomi ini adalah adanya golongan penjajah yang mempersatukan secara paksa masyarakat-masyarakat pribumi kedalam sebuah masyarakat jajahan untuk diatur dan diperintah guna kepentingan ekonomi penjajah. dan orang Timur Asing (orang Cina dan Arab) yang masing-masing hidup dalam kelompokkelompok dan pemukimannya sendiri menurut kebudayaan dan pranata-pranata masing-masing. bahkan konsep ini juga mampu menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari kemajemukan. Multikulturalisme menjadi semacam respons kebijakan baru 80 . kemajemukan menjadi syarat demokrasi. Konsep Multikulturalisme juga dapat dianggap sesuai dengan masalah-masalah “perbedaan”. satu partai politik. orang Pribumi. ras. dan budaya yang berbeda. dan keteraturan serta ketertiban kehidupan mereka diatur oleh hukum yang masingmasing berbeda satu dari lainnyalii. Pada abad ke-20. Apabila pluralitas sekedar mempresentasikan adanya kemajemukan (yang lebih dari satu). heterogen dan bahkan tidak dapat disamakan. Ciri-ciri ini ada pada masyarakat jajahan yang merupakan produk dari politik ekonomi penjajahan untuk menguasai sumberdaya setempat yang ada. satu calon pemimpin. yang dianggap dapat memuaskan seluruh pihak yang berselisih dan kata akhir rujukan dalam berdebat. serta ada tujuan yang sama dari manusia.serta pokok-pokok yang menyatukan diantara pihak-pihak yang berselisih dan saling membela diri tersebut. Di Indonesia. satu ideologi. Disamping golongan penjajah dan pribumi terdapat golongan pedagang perantara yang biasanya adalah orang-orang asing yang secara sosial dan rasial tidak tergolong sama dengan golongan penjajah ataupun golongan pribumi. Dia menunjukkan bahwa sebuah masyarakat majemuk ditandai oleh penduduknya yang secara suku bangsa dan rasial saling berbeda yang hidup dalam satuan-satuan kelompok masing-masing. Furnivall adalah yang pertama kali mengintroduksi konsep masyarakat majemuk pada waktu dia membahas kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan jajahan di Indonesia. misalnya. dianggap sebagai satu bentuk pemaksaan dari negarali. yang hanya bertemu di pasar. maka multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama didalam ruang publik. yakni keragaman (diversity) yang menunjukkan bahwa keberadaaan yang lebih dari satu itu berbeda-beda.

karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. 81 . termasuk kebudayaan dari mereka yang tergolong sebagai kelompok minoritasliii. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan-perbedaan individual atau orang-perorang dan perbedaan kebudayaan. Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan. setiap orang adalah multikulturalis. Disamping itu juga melalui proses asimilasi atau pembauran dimana jatidiri dari kelompok-kelompok atau sukubangsa-sukubangsa minoritas harus mengganti jatidiri warganya menjadi sama dengan jatidiri dari kelompok atau suku bangsa yang dominan. Dan bila mereka yang tergolong sebagai minoritas tidak melakukannya akan diasingkan dari masyarakat luas. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. adanya komunitaskomunitas itu diperlakukan sama oleh negara. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. dan mengadopsi cara-cara hidup atau kebudayaan dominan tersebut menjadi cara-cara hidup dan kebudayaannya yang baru.terhadap keragaman. Dalam model multikulturalisme. sebuah masyarakat bangsa dilihat sebagai memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. Kebudayaan bangsa ini merupakan sebuah mozaik. Perbedaan kebudayaan mendorong upaya terwujudnya keanekaragaman atau pluralisme budaya sebagai sebuah corak kehidupan masyarakat yang mempunyai keanekaragaman kebudayaan. dan yang didalam mozaik tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakt bangsa tersebut. menurut Nathan Glazerlv. yaitu yang saling memahami dan menghormati kebudayaan-kebudayaan mereka yang berbeda satu dengan lainnya. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. Dengan kata lain. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. Dalam pengertian multikulturalisme. bahkan kalau perlu dimusnahkanliv.

Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan, termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum, tempat kerja dan pasar, dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya, dan bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. 2. Makna Keragaman dan Kesetaraan dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Makna keragaman seperti yang telah sedikit dibahas pada sub bab pengertian keragaman dan kesetaraan diatas, adalah sebagai motivator untuk menghadapi ujian, cobaan, kesulitan berkompetisi dan berlomba-lomba dalam berkarya dan berkreasi diantara masing anggota masyarakat (yang beda budaya). Dengan keragaman, kehidupan menjadi dinamis dan tidak stagnan karena terdapat kompetisi dari masing-masing elemen budaya untuk berbuat yang terbaik. Hal ini membuat hidup menjadi tidak membosankan karena selalu ada pembaruan menuju kemajuan. Selain itu keragaman yang terdapat di masyarakat dapat mewujudkan terciptanya manusia antar budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang telah mencapai tingkat tinggi dalam proses antar budaya secara kognitif, afektif, dan perilakunya tidak terbatas, tetapi terus berkembang melewati parameter psikologis suatu budaya, memiliki kepekaan budaya yang berkaitan erat dengan kemampuan berempati terhadap budaya. Manusia antar budaya adalah orang yang identitas dan loyalitasnya melewati batas-batas kebangsaan dan komitmennya bertaut dengan pandangan bahwa dunia merupakan komunitas global, ia merupakan orang yang secara intelektual dan emosional terikat pada kesatuan fundamental semua manusia yang pada saat yang sama mengakui, menerima, dan menghargai perbedaan mendasar antara orang-orang yang berbeda budaya. 3. Problematika Keragaman Kehidupan Masyarakat dan Solusinya dalam

82

dan Negara. Struktur dunia internasional yang majemuk ditandai oleh adanya keragaman suku bangsa, agama dan budaya (bahkan peradaban). Namun, keragaman tersebut mengandung potensipotensi masalah bahkan konflik, baik pada tingkat regional maupun tingkat internasional, jika masyarakat tidak mau atau tidak bisa menerima adanya keragaman. Adalah Samuel P. Hutington yang “ meramalkan “ konflik antar peradaban dimasa depan tidak lagi disebabkan oleh faktor– faktor keragaman ekonomi, politik, dan ideologi, tetapi justru dipicu oleh masalah–masalah keragaman suku bangsa, agama, ras, dan antar-golongan ( SARA ). Konflik tersebut menjadi gejala terkuat yang menandai runtuhnya polarisasi ideologi dunia ke dalam komunisme dan kapitalisme, bersamaan dengan runtuhnya negara–negara Eropa Timur. Ramalan ini sebenarnya telah didukung oleh peistiwa sejarah yang terjadi sebelumnya (era 1980-an), yaitu yang terjadi perang etnik di kawasan Balkan, di Yugoslavia pasca pemerintahan Michael Joseph Bros Tito. Keragaman, yang di satu sisi merupakan kekayaan dan kekuatan, berbalik menjadi sumber perpecahan ketika leadhership yang mengikatnya lengserlvi. Huntington melihat keragaman dan kekhasan peradaban terjadi karena keragaman dan kekhasan budaya-budayanya. Peradaban adalah bentuk budaya, tidak ada peradaban universal, namun yang terjadi adalah dunia dari peradabanperadaban yang berbeda. Dia melihat ada tujuh atau delapan peradaban besar di dunia saat ini yaitu Peradaban Barat, Peradaban Cina Konfusius, Peradaban Jepang, Peradaban Islam, Peradaban India, Peradaban Ortodox Slavik, Peradaban Amerika Latin dan barangkali Peradaban Afrikalvii. Peradaban-peradaban tersebut masing-masing berbeda satu sama lainnya karena faktor bahasa, sejarah, budaya dan tradisi. Dan yang paling penting diantaranya adalah agama. Anggota-anggota peradaban yang berbeda-beda itu mempunyai pendapat-pendapat yang berbeda-beda pula atas pandangan tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lainnya serta manusia dengan lingkungannya seperti keluarga, masyarakat, negara bahkan alam sekitarnya. Juga terdapat pemikiranpemikiran yang berbeda tentang takaran hak-hak dan tangung jawab-kewajiban, kebebasan, kekuasaan dan persamaan. Huntington memfokuskan pandangannya pada “faktorfaktor benturan” antara peradaban-peradaban ini, tidak hanya pada masa lalu saja, namun juga pada masa yang akan datang. Sehingga, dia mensinyalir bahwa “benturan” adalah suatu keniscayaan dalam hubungan antar-beragam peradaban. Terutama antara peradaban Barat dan peradaban Islam (pada

83

awalnya) dan kedua adalah dengan peradaban Cina. Huntington tidak berkata tentang “determinisme filosofi” benturan-benturan peradaban tersebut. Sebaliknya, Huntington berkata tentang “determinisme realitas” benturan tersebut. Bahkan, benturan antara dua peradaban yaitu peradaban Barat dan peradaban Islam terjadi sepanjang 1300 tahun, dan kedua belah pihak melihat hubungan antara Barat dan Islam sebagai benturan peradabanlviii. Karena benturan ini merupakan suatu “keniscayaan realitas” dan “determinisme realitas” dalam pandangan strategis Huntington, maka dia merancang bagi barat, strategi kemenangan terhadap Islam (kaum Muslimin) dalam benturan ini. Huntington menyarankan untuk membagi fase benturan pada masa depan tersebut menjadi 2 (dua) fase, yakni fase jangka pendek dan fase jangka panjanglix. Pertama, fase jangka pendek. Pada fase ini Huntington merekomendasikan pihak Barat untuk menyatukan dunia peradabannya, dan mempergunakan seluruh perangkatnya, dari alat perang, hingga ekonomi, politik, budaya, nilai hingga lembaga-lembaga internasional, serta memfokuskan diri pada perseteruan melawan peradaban Islam dan Cina. Yang dituntut oleh Barat dalam jangka pendek perseteruan ini adalah sebagai berikut : 1. Menyatukan elemen peradabannya, memperkuat kerja sama di antara mereka, serta memasukkan Eropa Timur dengan bagian Baratnya dan seluruh Eropa bersama Amerika Utara dan Amerika Latin. Atau, Barat budaya dan yang dekat dengan budaya Barat Kristen dengan sekte-sekte yang beragam. 2. Kerjasama, memperkecil danmenekan perseteruan dalam seluruh lingkup peradaban Barat. Bahkan, memanfaatkan masalah-masalah perseteruan dalam masyarakat Barat untuk menjadi perseteruan bagi masyarakat non-Barat, sehingga perseteruan Barat nantinya akan terfokuskan untuk melawan Islam dan Cina. 3. Mengurangi kemampuan militer Islam (kaum Muslim) dan Cina, serta menambah kekuatan militer Barat, dan menjaga keunggulan militer Barat di Timur dan Barat Daya Asia. Atau, untuk menghadapi Cina dan Islam (kaum Muslimin). 4. Memperkuat lembaga-lembaga internasional yang berperan memperjuangkan kepentingan dan nilai-nilai Barat, serta memberikan justifikasi kepadanya, dan mengikutsertakan negara-negara non-Barat untuk bergabung dalam lembagalembaga ini. Kedua, adalah fase jangka panjang. Fase ini oleh Huntington dianggap sebagai fase penguasaan Barat atas

84

Peradabanperadaban non-Barat akan terus berusaha mencapai kekayaan. kekuatan ekonomi dan militernya akan mengalahkan Barat. harus menguasai peradaban-peradaban modern non-Barat itu. tekhnologi. yang kekuatannya sudah hampir mendekati kekuatan Barat. Yang menjadi sasaran untuk dihancurkan oleh masing-masing anggota suku bangsa yang 85 . serta menekan peradaban-peradaban non-Barat.peradaban-peradaban non-Barat. Parsudi Suparlanlx melihat konflik-konflik yang terjadi di Indonesia merupakan konflik suku bangsa yang kemudian bisa bergeser pada koflik-konflik bernuansa agama. Huntington mengilustrasikan masa depan peradaban dengan Barat sebagai peradaban yang memonopoli “singgasana peradaban” dunia. Barat dalam bentuk yang lebih besar. yang merupakan cermin dari elemen bangunan peradaban modern. Peradaban-peradaban non-Barat telah berusaha menjadi modern tanpa menjadi Barat (selain Jepang. Dengan demikian maka Barat dapat memonopoli kekuatan. Sedangkan dalam jangka panjang. Barat harus menjaga kekuatan ekonomi dan kekuatan militernya yang diperlukan untuk menjaga kepentingannya yang berhubungan dengan peradaban-peradaban itu. Lebih lanjut Suparlan mengatakan. tentunya). objek Barat selanjutnya adalah menguasai peradabanperadaban non-Barat lainnya. peradaban Barat adalah peradaban Barat dan modern sekaligus. keahlian. tetapi nilai-nilai dan kepentingannya berbeda dalam jarak yang sangat besar dari nilai dan kepentingan Barat. Setelah barat menyatukan kesatuannya. modernisme dan hegemoni atas dunia. Peradaban-peradaban itu juga akan terus berusaha menyelaraskan modernisme itu dengan budaya dan nilai-nilai tradisionalnya. yaitu peradaban yang telah berhasil memodernisasi masyarakatnya secara militer maupun ekonomi. mempersiapkan seluruh kemampuannya. Oleh karena itu. mengarah kepada kondisi konflik sejak era Reformasi. Oleh karena itu. dan melihat perseteruan antar peradabanperadaban yang beragam. sebagai jalan untuk menghapus keragaman peradaban ini. Dan yang pertama dari strategi perseteruan ini yaitu mematahkan kekuatan peradaban Islam dan peradaban Cina sambil mengikat seluruh peradaban lainnya dalam lembaga-lembaga internasional yang memperjuangkan nilai-nilai dan kepentingan Barat. ras. dan antargolongan. agama. Sedangkan. maka ia harus menjalankan strategi fase jangka pendek. corak kesukubangsaan individual yang merupakan milik perorangan berubah menjadi kategorikal. dan memberikan justifikasi kepadanya. Di Indonesia sendiri permasalahan mengenai keragaman suku bangsa. permesinan dan persenjataan. Dia mengungkapkan.

Kebudayaan Amerika yang beranekaragam itu bisa dimiliki oleh setiap individu atau komuniti. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai sebuah masyarakat multiethnis atau bersuku bangsa banyak.mengalami konflik bukan lagi orang perorangan dan bukan pula kelompok. dan keagamaan. Suku bangsa itu menjadi musuh sesuai dengan ciri-ciri atau atribut. kesukubangsaan. dan kemajuan melalui ide keanekargaman kebudayaan yang memang sejalan dan mendukung berlakunya prinsip demokrasi dalam kehidupan masyarakat. posisi sosial atau keyakinan keagamaan. Seseorang atau kelompok orang kulit putih yang tergolong keturunan WASP bisa saja mempunyai kebudayaan India. dan akan memungkinkan diterapkannya prinsip demokrasi. Menggeser idiom masyarakat majemuk menjadi masyarakat beraneka ragam kebudayaan sebagai sebuah kebijakan politik kebudayaan pada tingkat nasional maupun lokal. Konflikkonflik itu sangat merugikan dan dapat mencabik-cabik integrasi bangsa dan kebangsaan Indonesia. serta muncul dan 86 . jenis kelamin. Apapun dan siapapun yang mempunyai atau ditempeli atribut-atribut kesukubangsaan yang menjadi musuh dalam konflik antar suku bangsa akan dihancurkan. sehingga jati diri suku bangsa atau rasial dari individu menjadi tidak relevan. Pada masa kini yang ditonjolkan di Amerika bukanlah coraknya yang multietnis. Prinsip demokrasi itu dilandasi oleh kesetaraan derajat individu atau warga. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikulturalisme. karena masyarakat tersebut terwujud sebagai bangsa tidak dengan cara mempersatukan suku bangsa-suku bangsa yang dilakukan oleh sistem nasionalnya. Model masyarakat multikultural atau berkeanekaragaman kebudayaan ini yang telah berhasil meredam potensi-potensi konflik rasial dan kesukubangsaan perlu kita pelajari dengan seksama dalam konteks Indonesia yang masyarakatnya majemuk dan yang akhir-akhir ini telah dilanda oleh berbagai bentuk konflik rasial. dan tidak pula mengenal batasan nilai uang dari barang dan harta benda yang di hancurkan. melainkan beranekaragamnya kebudayaan yang dipunyai oleh bangsa Amerika. Cina. Karena itu penghancuran terhadap kategori berdasarkan ciri-ciri kesukubangsaan tersebut tidak mengenal batasan umur. Jepang. dapat dilihat sebagai kebijakan yang bertujuan untuk meredam potensi-potensi pengembangan. Tetapi masyarakat Amerika bukanlah sebuah masyarakat majemuk. melainkan kategori suku bangsa. atau yang lainnya. Kebijakan untuk secara nasional dan sosial meredam atau menyimpan jati diri rasial atau suku bangsa.atribut yang menjadi acuan dari kesukubangsaannya.

Mengembangkan kesederajatan dan menghapus diskriminasi. Memupuk rasa solidaritas nasional dengan cara membiasakan diri dalam kehidupan bersama. Komunikasi antar budaya ini perlu dikembangkan sebagai upaya untuklxi : 1. Komunikasi antar ras yang bertujuan untuk menghilangkan prasangka rasial. Mencapai pertukaran dialektis antar budaya. bila pemberi pesan dan penerima pesan berasal dari komunitas budaya yang berbeda. Sebaliknya demokrasi dapat mengembangkan masyarakat yang multi kultural. Dalam masyarakat multikultural tersebut demokrasi dapat berkembang. 4. antara lainlxii : 1. Komunikasi antar budaya mempunyai cakupan. 87 . Komunikasi antar gender yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat antara kaum laki-laki dan perempuan Disini dapat dilihat bahwa komunikasi antar budaya mensosialisasikan ide pluralitas dan keberagaman dengan bahasa budaya. Adapun yang harus diperhatikan dari komunikasi antar budaya ini yaitu komunikasi antar budaya terjadi. Komunikasi antar etnik bertujuan untuk mensosialisasikan dan membudayakan pertukaran informasi kebudayaan antar suku bangsa. 4. agama. yang tidak dapat ditawar oleh seseorang yang mempunyai posisi tinggi atau kekuasaan yang besar.mantapnya hak budaya komuniti dalam kaitan keseimbangannya dengan kekuasaan negara atau masyarakat. Komunikasi antar agama mempunyai tujuan yaitu memupuk perilaku keagamaan dan sosial yang akomodatif. Komunikasi antar kelas mempunyai tujuan untuk menghindari ketidakseimbangan dan diskriminasi. baik konflik dalam skala regional maupun konflik berskala internasional. 3. ras dan antar-golongan yang terjadi. Hal ini disebabkan berlakunya prinsip perbedaan dan saling menghargai perbedaan konflik atau persaingan berdasarkan atas hukum atau aturan main yang adil dan beradab. lebih terletak pada pemahaman akan “budaya lain” diluar “budaya sendiri”. 2. Permasalahan konflik-konflik bernuansa keragaman suku bangsa. 3. Disini pamahaman ragam budaya yang ada yang diikuti dengan komunikasi antar budaya menjadi unsur yang sangat signifikan dalam menjembatani perbedaan-perbedaan. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan tentang keragaman budaya yang harus disikapi dengan unsur persatuan dan kesatuan. 5. 2. Mendorong terjadinya pembauran secara alamiah sehingga mampu mengatasi perbedaan budaya.

Masyarakat majemuk itu dihasilkan oleh upaya sistem nasional untuk mempersatukan kelompok-kelompok suku bangsa menjadi sebuah bangsa. Kekuatan sosial dan politik dari keanekaragaman tersebut bukan berlandaskan pada kekuatan primordial kesukubangsaan yang lokal. Secara hipotesis. seperti yang diberlakukan dalam masyarakat-masyarakat Amerika dan Eropa Barat. Pemersatuan kelompok-kelompok suku bangsa itu dilakukan secara paksa. Kesetaraan warga dan hak budaya komuniti adalah unsur-unsur mendasar yang ada dalam unsur demokrasi. masyarakat majemuk yang menekankan pada keanekaragaman suku bangsa harus digeser menjadi ideologi keanekaragaman kebudayaan atau ideologi multikulturalisme. yang menekankan pentingnya hak individu dan kesetaraan individu atau warga. dalam wadah masyarakat “Bhinneka Tunggal Ika” Indonesia yang seperti inilah maka proses-proses demokrasi akan dapat diwujudkan. dan sebaliknya menonjolkan ide keanekaragaman kebudayaan atau masyarakat multikultural 2. Primordialitas kesukubangsaan dan keyakinan keagamaan dapat berpotensi menjadi pemecah belah bangsa pada saat primordialitas tersebut diaktifkan sebagai kekuatan politik. Pemahaman tentang hubungan keragaman dengan kesetaraan di dalam masyarakat dengan tujuan untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang muncul dari masyarakat dianggap sebagai suatu hal yang penting. Pemahaman tentang hubungan antara keragaman dan kesetaraan itu harus seiring dan sejalan dengan praktek-praktek hubungan sosial-budaya masayarakat. Pada hakikatnya masyarakat majemuk yang secara suku bangsa beranekaragam mempunyai potensi sebuah masyarakat otoriter-militiristis dengan corak paternalistis dan etnosentris yang primordial. Menempatkan individu dengan keragaman kebudayaannya yang setara derajatnya dalam mewujudkan kehidupan demokrasi 88 . Ideologi yang harus ditekankan adalah keanekaragaman kebudayaan.4. Perlu kebijakan secara nasional dan sosial untuk meredam atau menyimpan jati diri suku bangsa atau ras. Potensi kekuatan primordialitas untuk memecah belah bangsa disebabkan oleh hakikat keberadaan masyarakat majemuk. Dalam ideologi ini. Untuk itu. baik secara langsung maupun tidak langsung. Kesetaraan. Untuk itu Suparlan mengatakan : 1. kelompok-kelompok budaya tersebut berada dalam kesetaraan derajat. dan toleransi terhadap perbedaan dan keanakaragaman.

bahkan oleh para pejabat negara. perlakuan tidak adil. dalam usaha memahami kesetaraan juga dapat dilihat dari perspektif gender. istilah kesetaraan gender sering terkait dengan istilah-istilah diskriminasi terhadap perempuan. bersifat alamiah dan tidak akan berubah dalam kondisi apapunlxiii. Subyektif 89 . Emosional nden 4.3. Istilah-istilah tersebut memang dapat membangkitkan emosi. Dan sebaliknya laki-laki memiliki jakun. Sedangkan gender. kekesalan dan memicu rasa simpati yang besar kepada kaum perempuan. budaya. Manusia sebagai individu. Sifat-sifat feminim dan maskulin dapat dikategorikan sebagai berikutlxiv : Sifat maskulin Sifat feminim 1. agama dan ideologi tertentu yang mengenal batas ruang dan waktu yang langsung membentuk karakteristik laki-laki dan perempuan. sub-ordinasi. Untuk itu perlu dipahami terlebih dahulu bahwa seks merupakan suatu hal yang merupakan kodrat berupa ciri-ciri fisik/ biologis yang tidak bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Dependen 2. merupakan pelabelan yang pada kenyataannya dibentuk oleh budaya. Saat ini di dalam kehidupan bermasyarakat ada pemilahan sifat manusia yaitu feminim dan maskulin. dan semacamnya. dan “dijadikan” manusia sehingga dapat berperan sebagai warga masyarakat dan negara yang berguna. hampir selalu diartikan sebagai kondisi “ketidak-setaraan” yang diterima dan dialami oleh kaum perempuan. hidup dalam komuniti. penindasan. Selanjutnya. karena gender dalam bahasa Inggris hanya diartikan sebagai jenis kelamin. Aktif / 1. hamil dan melahirkan yang ini tidak mungkin bisa dilakukan laki-laki. sperma dan alat vital berupa penis. Pasif / nonagresif agresif 2. hasil konstruksi tradisi. Menjamin hak komuniti sebagai satuan kehidupan berskala kecil yang menempati suatu wilayah 4. Kesetaraan gender adalah suatu frase “suci” yang diucapkan oleh para aktivis sosial. kaum feminis. dan oleh karenanya bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. dibesarkan. Gender. Maka. Misalnya. perempuan yang mengalami haid. politikus. Indepe 3. Banyak pemahaman yang keliru ketika orang mengartikan seks dan gender. tidak bersifat permanen. Gender tergantung pada nilai-nilai yang dianut masyarakat. Seks bersifat kodrati yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Istilah kesetaraan gender dalam tatanan praktis.

Kurang tegas al 6. Obyek 7. Keras 10. Mudah tersinggung 5. Lebih kompe titif 10.Pengasuh. Tidak 14. Lemah lembut 4.Kurang percaya diri 8. Sehingga bila ada seorang yang bersikap tidak sesuai dari sifatsifat yang sudah dilekatkan pada dirinya oleh masyarakat maka dia diangggap menyimpang atau salah.Dsb h tersin ggung 9. P emimp in. Jarang 11.3. pelind ung 15.Kurang ambisius gis 13.Berorientasi ke rumah menan 12. potensi yang dimiliki laki-laki dan perempuan sebagai sesama manusia adalah relatif. Kurang kompetitif 6.Tidak suka berpetualang 7. P ercaya diri 14. D sb Sifat feminin seringkali dilekatkan pada diri perempuan dan sifat maskulin seringkali dianggap sebagai sifat laki-laki. Sering menangis tif 8. Tidak semua laki-laki mampu bersikap 90 . L ebih mend unia 12. A mbisiu s 13. Tegas 9. Rasion 5. Padahal pada riilnya. pemelihara muda 15. L ebih suka berpet ualang 11.

baik di struktur pemerintahan.tegas. Kekerasan terhadap perempuan. Marginalisasi perempuan 4. yakni posisi dan peran yang setara antara laki-laki dan perempuan yang tidak dipengaruhi oleh bias gender. Beban ganda perempuan 3. Persoalannya kemudian. Stereotype terhadap perempuan Sedangkan manifestasi ketidakadilan gender bagi perempuan dapat dirumuskan sebagai berikutlxvi : 1. Sebagai warga negara. Setidaknya ada lima isu gender yang dialami perempuan akibat ketidakadilan genderlxv yaitu : 1. 2. menjadi semakin hirau atau peduli dengan adanya sejumlah kesenjangan antara persoalan perempuan di Barat dan di “Dunia Ketiga”. Pada sektor budaya. perempuan mengalami marginalisasi dan harus menanggung beban ganda jika ingin berkiprah di ruang publik. Demikian pula tidak semua perempuan bersikap cengeng. Pada awalnya feminisme dikritik keras karean ideologi pukul ratanya yang menggeneralisasi bagitu saja persoalanpersoalan perempuan secara semesta tanpa melihat bahwa goegrafi. secara tidak langsung merupakan komponen dari agenda-agenda multilkultural. serta perkembangan tekhnologi dan informasi telah membuat perempuan sendiri tidak monopolitik. Dalam sektor publik maupun domestik perempuan seringkali menjadi korban tindak kekerasan 3. 91 . dengan demikian. Feminisme secara konsisten senantiasa memperjuangkan kesetaraan gender. Perempuan juga hanya ditempatkan sebagai obyek dalam setiap kebijakan pemerintah yang memang seringkali menjadi monopoli laki-laki. demografi. Subordinasi perempuan 5. perempuan terkungkung dengan stereotype yang dilekatkan pada dirinya untuk tidak keluar dari peran domestiknya. Dalam bidang politik. maupun di tingkat perwakilan rakyat. Sesungguhnya feminisme sedang mencoba membawa perubahan pada kultur ptriarki yang monolitik dan. Dalam bidang ekonomi. Ini juga nerupakan isyarat penting bahwa gerakan feminisme semakin menampakkan semangat multikulturallxvii. perempuan selalu menempati posisi sub-ordinan. tingkat pengetahuan. 4. dalam perkembangannya. 2. dari pelabelan yang ada di masyarakat ini memunculkan ketidakadilan yang berkaitan dengan relasi antara perempuan dan laki-laki. dan seterusnya.

Mereka dalam teorinya mempermaslahakan konsep kepemilikan pribadi. mulai dari masalah lembaga perkawinan yang menempatkan laki-laki sebagai akepala keluarga. Feminisme sosialis adalah gerakan untuk membebaskan para perempuan melalui perubahan struktur 92 . dan hukum. Dalam deklarasi tersebut dituliskan sebanyak 15 protes mengenai nasib perempuan . yaitu masyarakat egaliter tanpa kelas-kelas. masalah hak wanita terhadap kepemilikan properti. mendapatkan kebebasan. Feminisme Sosialislxix.ini harus dimulai dari keluarga. bermacam bentuk penyadaran pada kaum perempuan merupakan orientasi praksisnya. maka ini merupakan bentuk penindasan terhadap perempuan. teologi. karena istri dimiliki oleh suami. yaitu declaration of Sentiments. mereka melihat kaum perempuan yang kedudukannya identik dengan kaum proletar pada masyarakat kapitalis barat. Perempuan hanya dapat dibebaskan dari penindasan ini. Menurut feminis liberal. Usaha pertama yang cukup dramatis untuk mengaplikasikan doktrin HAM pada perempuan .Adapun beberapa aliran feminisme yang ada di dunia saat ini adalah : Feminisme Liberallxviii. hingga masalah politik dan sosial seperti partisipasi perempuan dalam bidang kedokteran. Ketika Karl Marx dan Friederich Engels memformulasikan teori dan ideologinya. Tetapi secara teori. yang disusun oleh Elizabeth Cady Stanton yang dikeluarkan di Seneca Falls. Menurut mereka. New York yang dihadiri sekitr 100 orang. Dasar asumsi yang dipakai adalah doktrin John Lock tentang Natural Right (HAM). dan kalau sistem egaliter dalam keluarga dapat tercipta maka ini akan tercermin pula dalam kehidupan masyarakat. maka perlu ditunjang dengan dasar hukum yang kuat. Feminisme liberal berkembang di Barat pada abad ke-18 bersamaan dengan semakin populernya arus pemikiran baru ‘Zaman Pencerahan’. dan hak untuk mencari kebahagiaan. dan menganalogikan perkawinan sebagai lembaga yang melegitimasi pria memiliki istri secara pribadi. kalau sistem ekonomi kapitalis diganti dengan masyarakat sosialis. dimana para istri dibebaskan dahulu agar dia dapat menjadi diri sendiri. bahwa setiap manusia mempunyai hak asasi yaitu hak untuk hidup. agar persamaan hak antara pria dan wanita dapat terjamin pelaksanaannya. tertuang dalam satu deklarasi yang terkenal.praktek feminisme sosialis memang berbaur dengan berbagai jenis aliran feminisme. Oleh karen aitu feminis liberal kebih memfokuskan perjuangan mereka pada perubahan segala undang-undang dan hukum yang dianggap dapat melestarikan institusi keluarga yang patriakhat.

para teolog feminis yang berkembang dalam Islam. dimana maslaah ekonomi dan struktur sosial yang menciptakan sub ordinasi perempuan. secara berkelompok mengadakan konflik langsung dengan kelompok dominan (laki-laki).feminisme sosialis mengadopsi teori praksis Marxisme. berusaha mencari konteks dan latar belakang ayat-ayat Al Qur’an dan hadis yang berkenaan dengan perempuan. Tujuannnya adalah untuk membantahpenafsiran dan fikih yang merugikan perempuan. Proses penyadaran ini adalah usaha untuk membangkitkan rasa emosi. Teori feminisme radikal berkembang pesat di AS pada 1960-1970-an. Semua ini termanifestasikan bilamana perempuan menikah dengan laki-laki. Rifat Hasan. Manifesto feminis radikal yang diterbitkan dalam Notes From The Second Sex (1970) mengatakan bahwa lembaga perkawinan adalah lembaga formalisasi untuk menindas perempuan. Ali Asghar Engineer.paham teologi pembebasan tetap ingin mempertahankan agama. diharapkan akan mampu meruntuhkan sistem patriarkat yang ada. Semakin tinggi tingkat konflik . agar para perempuan bangkit untuk mengubah keadaan.Dengan demikian diharapkan perempuan yang telah bangkit kesadaran dan emosinya. Apabila lembaga perkawinan tidak dapat dihindari. 93 . Mas’udi. Teologi Feminislxx. dan dari Indonesia Masdar F. feminisme radikal berpendapat bahwa kertidakadilan gender bersumber dari perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan itu sendiri. Feminisme Radikallxxi. agama-agama serring ditafsirkan dengan memakai ideologi patriarkat yang menyudutkan perempuan. Teologi feminis berkembang dalam berbagai agama diantaranya Islam. seperti yang dilakukan Fatima Mernissi. kristen dan yahudi. Tidak seperti teori feminis sosialis. Namun agama ini bukan untuk melegitimasi penguasa melainkan sebagai alat untuk membebaskan golongan yang dianggap tertindas. sehingga tugas para feminis adalah menolak institusi keluarga baik pada tataran teori maupun praktis.patriarkat. Teologi feminis bersumber dari mazhab teologi pembebasan yang dikembangkan James Cone pada akhir 1960an. Amina Wadua. dan bahkan artificial devices atau alat-alat tiruan. maka perbedaan nbiologis ini akan melahirkan peran gender yang erat kaitannya dnegan masalah biologis. yaitu teori penyadaran pada kelompok tertindas. Menurut para feminis. agar para wanita sadar bahwa mereka merupakan kelas yang tidak diuntungkan. Perbedaan biologis ini terkait dengan peran kehamilan dan keibuan yangs elalu diperankan perempuan. maka perlu diciptakan teknologi untuk mengurangi beban biologis perempuan seperti kontrasepsi.

adalah usaha untuk membebaskan perempuan dari perangkap sistem maskulin yang membuat perempuan menjadi bimbang akan perannya. bahkan tanpa perlu keberadaan laki-laki dalam kehidupan mereka.teori ekofeminisme mempunyai konsep yang bertolakbelakang dengan teori-teori feminisme modern yang berasumsi bahwa individu adalah makhluk otonom yang lepas dari pengaruh lingkungannya dan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. kultural. baik secara etnis. geografis. sehingga perempuan tidakl perlu lagi mnegalami proses kehamilan. yaitu sebagai makhluk yang terikat dan berinteraksi dengan lingkungannya. hidup melajang. kebudayaan suku bangsa dan 94 . Ekofeminisme yang ingin mengembalikan identifikasi perempuan dengan alam. Masalah suku bangsa dan kesatuan-kesatuan nasional di Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa suatu negara yang multietnik memerlukan suatu kebudayaan nasional untuk menginfestasikan peranan identitas nasional dan solidaritas nasional di antara warganya. mengajak perempuan untuk mandiri. Kita tidak dapat mengingkari sifat pluralistic bangsa kita. maupun religius. salah satu alternatifnya adalah dengan hubungan heteroseksual (lesbian). sebenarnya merupakan kehendak Tuhan yang seharusnya dijadikan sebagai sebuah potensi untuk menciptakan sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. ataupun menjanda. Gagasan tentang kebudayaan nasional Indonesia yang menyangkut kesadaran dan identitas sebagai suatu bangsa telah di rancang saat bangsa kita belum merdeka. Sehingga kita perlu memberi tempat bagi berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yang dianut oleh warga negara Indonesia. Ekofeminisme timbul karena ketidakpuasan akan arah perkembangan ekologi dunia yang semakin bobrok. Teori ekofeminisme adalah teori yang melihat individu secara lebih komprehensif. Sistem maskulin yang telah mewarnai peradapan modern dianggap merusak dan menutupi nilai sakral kualitas feminin yang merupakan fitrah perempuan. Di kehidupan sehari-hari. Feminis radikal cenderung membenci makhluk laki-laki sebagai individu maupun kolektif. Ekofeminismelxxii. Manusia secara kodrat diciptakan sebagai makhluk yang mengusung nilai harmoni. Ringkasan Berdirinya negara Indonesia di latarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk. Perbedaan yang mewujud baik secara fisik ataupun mental.seperti tiruan placenta dan bayi tabung.

mewarisi perilaku dan kegiatan kita. ekonomi. sebuah masyarakat bangsa dilihat memiliki sebuah kebudayaan yang utama dan berlaku umum (mainstream) di dalam kehidupan mesyarakat bangsa tersebut. tempat kerja dan pasar. Multikulturalisme dilihat sebagai pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan. saling melengkapi. bersama-sama dengan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu model keragaman dan kesetaraan dapat dilihat dari konsep Multikulturalisme. Sedangkan kesukubangsaan dan masyarakat suku bangsa dengan kebudayaan suku bangsanya tetap dapat hidup dalam ruang lingkup atau suasana kesukubangsaanya.kebudayaan agama. penekanannya adalah pada kesederajatan ungkapan-ungkapan budaya yang berbedabeda. dan 95 . Berbagai kebudayaan itu beriringan. dan sosial. Tidak seperti sebaliknya yaitu perbedaan-perbedaan dapat menyebabkan ketegangan hubungan antar-anggota masyarakat. karena adanya batas-batas suku bangsa yang primodial. Dalam konsep multikulturalisme. dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik. bahkan mampu untuk saling menyesuaikan (fleksibel) dalam kehidupan sehari-hari. Dalam model multikulturalisme. termasuk perbedaan-perbedaan kesuku-bangsaan dan suku-bangsa dalam masyarakat yang multikultural. pada pengkayaan budaya melalui pengadopsian unsurunsur budaya yang dianggap paling cocok dan berguna bagi pelaku dalam kehidupannya tanpa ada hambatan berkenaan dengan asal kebudayaan yang diadopsi tersebut. setiap orang adalah multikulturalis. Model multikulturalisme ini bertentangan dengan model monokulturalisme yang menekankan keseragaman atau kesatuan kebudayaan dengan melalui proses penyatuan kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ke dalam sebuah kebudayaan yang dominan dan mayoritas. Tetapi didalam suasana-suasana nasional dan tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi cirinya adalah kebangsaan dengan pluralisme budayanya. Dalam masyarakat multibudaya atau multikultural. Pengertian ini mengacu pada pengertian bahwa perbedaan-perbedaan tersebut terwadahi di tempat-tempat umum. hukum. karena setiap orang mempunyai kebudayaan yang bukan hanya berasal dari kebudayaan asal atau suku bangsa tetapi juga mempunyai kebudayaan yang berisikan kebudayaan-kebudayaan dari suku bangsa atau bangsa lain. Di dalam kebudayaan tersebut terdapat beranekaragam corak budaya yang merupakan ekspresi dari berbagai kebudayaan yang ada dalam masyarakat bangsa tersebut.

TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 9.bukannya sesuatu kesukubangsaan atau sesuatu kebudayaan suku bangsa tertentu yang dominan. Jelaskan mengapa keragaman dan kesetaraan harus dipahami oleh manusia Indonesia terutama oleh mahasiswa 10. nilai-nilai ini implementasinya sangat luas.5 orang tentang permasalahan keragaman dan kesetaraan di Indonesia ?. Di dalam masyarakat yang multi budaya. Feminisme BAB VI MANUSIA. MORALITAS DAN HUKUM Oleh : Tito Kusuma Wardhana. apakah manusia Indonesia termasuk dalam konteks manusia antar budaya tersebut ?. pemahaman akan konsep nilai dianggap penting dalam upaya untuk mengerti dan memahami pentingnya nilai bagi kehidupan manusia. Apa yang dimaksud dengan : a. dapat ditemukan pada berbagai perilaku yang terpilih dalam berbagai kehidupan yang luas di alam semesta ini. Moral dan Hukum. hal ini disebabkan seseorang di dalam hidupnya tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai. Oleh karena itu. Nilai. Nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusialxxiii. Apa yang dimaksud dengan komunikasi antar budaya dan apa yang harus dikembangkan dari komunikasi antar budaya tersebut ?. Diskusikan dengan teman anda 3 .Sos 1. Nilai dianggap penting dalam kehidupan manusia. S. Gender b. Jelaskan konsep tentang masyarakat majemuk yang anda ketahui ?. 12. perlu dikembangkan komunikasi antar budaya yang sangat intens. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau 96 . 11. 13. Pluralitas c. Jadi. Apa yang anda ketahui tentang manusia antar budaya dan menurut anda. 14. Multikulturalisme d. Pengertian Nilai.

ada beberapa pendapat sebagai berikutlxxiv : 1. Kluckhon (1951) mengatakan bahwa definisi nilai yang diterima sebagia konsep yang diiinginkan dalam literatur ilmu sosial adalah hasil pengaruh seleksi perilaku. dambaan dan keharusan. harapanharapan. Jika berbicara tentang nilai berarti masuk pada bidang makna normatif. Sebagai bahan perbandingan dan untuk menambah wawasan pengertian tentang nilai.kelompok. semua tidak dapat berhenti hanya dengan sebuah pandangan (maksud) faktual dari pengalaman yang berlaku. Artinya yang ideal harus menjadi real dan yang bermakna normatif harus direalisasikan dalam perbuatan sehari-hari yang merupakan fakta. 2. sebenarnya kita berbicara tentang hal yang ideal. antara yang makna normatif dan kognitif. bukan kognitif. 4. maka arti indah adalah sifat atau kualitas yang melekat pada baju. menyangkut segala sesuatu yang baik atau segala sesuatu yang buruk sebagai 97 . nilai-nilai tersusun secara hierarkis dan mengatur rangsangan kepuasan hati dalam mencapai tujuan kepribadiannya. Maka apabila kita berbicara tentang nilai. Dengan demikian maka nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan yang lainnya. Sesuatu itu mengandung nilai artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu itu. Batasan nilai yang sempit adalah adanya suatu perbedaan penyusunan antara apa yang seharusnya dibutuhkan dan apa yang diinginkan dengan apa yang seharusnya dibutuhkan. dambaan-dambaan dan keharusan. Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita. antara dunia ideal dan real. Kohler (1938) mengatakan bahwa manusia tidak berbeda di dunia ini. Terdapat batasan nilai (tentatif) dari beberapa pendapat mengenai konsep nilai yaitu nilai adalah sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek. Kepribadian dari sistem sosio-budaya merupakan syarat dalam susunan kebutuhan rasa hormat terhadap keinginan yang lain atau kelompok sebagai suatu kehidupan sosial yang besar. tentang hal yang merupakan cita-cita. Contohnya adalah baju itu indah. harapan. Meskipun demikian diantara keduanya. Jadi nilai itu pada hakekatnya adalah suatu sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. bukan objek itu sendiri. Peper (1958) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk. Perry (1954) mengatakan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subyek. masuk ke dunia ideal dan bukan dunia real. itu saling berhubungan atau saling berkait erat. 3.

budi.abstraksi. Pertama. rasa) manusia. 2. 98 . cipta. cipta) manusia. Norma-norma tersebut meliputi . luas dan sebagainya. berbangsa dan bernegera dapat berjalan dengan baik. c. atau kebutuhan material ragawi manusia. Nilai kebaikan atau nilai moral. karsa) manusia. dapat dikemukakan bahwa yang mengandung nilai itu bukan hanya sesuatu yang berwujud material saja. bangsa maupun negara. Nilai kebenaran. atau maksud dari berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat. sopan atau tidak sopan. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. yang merupakan nilai kerokhanian tertinggi dan mutlak. yaitu dengan menggunakan alat indera maupun alat pengukur lainnya seperti berat. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. Kedua. Nilai vital. yaitu : 1. Dalam menilai hal-hal kerokhanian/ spiritual yang menjadi alat ukurnya adalah hati nurani manusia yang dibantu oleh alat indera. dan susila atau asusila. pandangan. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. karsa dan keyakinan manusia. maka nilai-nilai tersebut kemudian dijabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas. Sehingga etika dalam bermasyarakat. sehingga merupakan suatu pedoman. would. Nilai religius. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis. Sedangkan nilai kerokhanian/ spiritual lebih sulit mengukurnya. 3. maka Notonagoro membagi nilai menjadi 3 (tiga) macamlxxv. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia. Nilai material. Dalam memahami lebih jauh mengenai konsep nilai. rasa. Dari macam-macam nilai diatas. panjang. akan tetapi juga sesuatu yang berwujud non-material atau immaterial. yang bersumber pada unsur kehendak (will. gevoel. Norma Hukum yaitu yang berkaitan dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara. d. Nilai kerokhanian ini dapat dibedakan atas empat macam : a. Jika nilai ingin dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praktis atau kehidupan yang nyata dalam masyarakat. yang bersumber pada akal (ratio. Nilai kerokhanian. Nilai-nilai material lebih relatif mudah diukur. b. Bahkan sesuatu yang immaterial itu dapat mengandung nilai yang sangat tinggi dan mutlak bagi manusia. Nilai keindahan atau nilai estetis. Norma Moral yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik dan buruk serta benar dan salah.

Istilah etika berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu eqos-ethos dan eqiqos-ethikos. Dalam hal manusia. Etika Deskriptif. Etika sendiri dapat dibagi menjadi dua bagianlxxvi yaitu : 1. maka filsafat tradisional dan pemahaman agama muncul sebagai suatu sistematik ide-ide abstrak tanpa hubungan dengan yang nyata dan praktek hidup. Dalam hubungannya dengan sosiologi. keyakinan dan pengalaman moral dalam suatu kultur tertentu. pengaruhnya atas hidup dan pikiran orang makin berkurang karena Barat mengunggulkan cara berfikir analitis rasional. Nilai penting yang mendasari semua nilai di Barat adalah martabat manusia. Etika normatif dapat juga disebut filsafat moral (moral philoshopy).Nilai memiliki kaitannya yang erat dengan etika. Barat dalam pikirannya cenderung menekankan dunia objektif daripada rasa sehingga hasil pola pemikirannya membuahkan sains dan tekhnologi. Oleh karena itu. kebebasan dan tekhnologilxxvii. Maksudnya. 2. Teori-teori nilai mempersoalkan sifat kebaikan. misalnya religi dan seni. etika deskriptif digolongkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan empiris dan berhubungan erat dengan sosiologi. Etika normatif sendiri dibagi dalam dua teori. kebiasaan. Akibatnya. Ini dilakukan dengan bertolak dari kenyataan bahwa ada fenomena moral yang dapat digambarkan dan diuraikan secara ilmiah. atau kelakuan dan perbuatan yang baik. karena etika pada pokoknya merupakan kajian mengenai nilai baik dan buruk serta benar dan salah. yaitu teori-teori nilai (theories of value) dan teori-teori keharusan (theories of obligation). tempat yang biasa. keadaban. maka mereka menganggap pikiran nilai-nilai hidup yang meminta kepekaan hati sebagai sesuatu yang subjektif dan tidak bermutu. Etika desriptif menguraikan dan menjelaskan kesadaran dan pengalaman moral secara deskriptif. Barat hidup dalam dunia teknis dan ilmiah. Sedangkan ethikos berarti susila. watak. manusia mempunyai 99 . Nilai Barat dan Timur. Ethos berarti sifat. Dalam cara berfikir dan hidupnya lebih terpikat oleh kemajuan material dan hidup sehingga tidak cocok dengan cara berfikir untuk meninjau mkana dunia dan makna hidup. Etika Normatif. etika deskriptif berupaya menemukan dan menjelaskan kesadaran. Barat beranggapan bahwa manusia adalah ukuran bagi segalanya. sedangkan teori-teori keharusan membahas tingkah laku. seperti yang dapat dilakukan terhadap fenomena spiritual lainnya.

Oleh karena itu. Maka dengan norma moral kita betul-betul dinilai. Dari sini dapat dilihat bahwa manusia itu dianggap memiliki nilai diukur dari kemampuannya. simbolik dan kebijaksanaan. Pada umumnya manusiamanusia Timur menghayati hidup yang meliputi seluruh eksistensinya. Inti kepribadian manusia Timur tidak terletak pada inteleknya. bukan dari kebijaksanaan hatinya. Karena norma moral merupakan standar prilaku yang disepakati. tentang yang boleh dan yang dilarang. mengenai apa yang patut dan tidak patut untuk dilakukan. sehingga kebudayaan Barat menghasilkan nilai dasar seperti demokrasi. sebab manusia Timur lebih menyukai intuisi dari pada akal budi. Berbicara soal moral berarti berbicara soal perbuatan manusia dan juga pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik. tetapi mencari kebijaksanaan. kreatif dan estetik. mereka menghayati hidup tidak hanya dengan otaknya. Manusia oleh Barat dipandang sebagai pusat segala sesuatu yang mempunyai kemampuan rasional. intelek dan pengalaman. Dalam hal menegakkan norma. lembaga sosial dan kesejahteraan ekonomi. tentang yang harus dilakukan dan tidak pantas 100 . Berfikir secara Timur tidak bertujuan menunjang usaha-usaha manusia untuk menguasai dunia dan hidup secara teknis. Bahkan K.kemampuan untuk menyempurnakan hidupnya sendiri. dengan syarat bertitik tolak dari rasio. Moralitas. yang kesemuanya berpangkal demi penghargaan mutlak bagi manusia. yang menjadi permasalahan bidang morallxxviii. Bertens mengatakan Moralitas merupakan ciri khas manusia yang tidak dapat ditemukan pada makhluk lain di bawah tingkat manusiawi. intuisi. pemikiran kongkret. Ringkasnya. orang Timur memadukan pengetahuan. Nilai Timur pada intinya banyak bersumber dari agamaagama yang lahir di dunia Timur. maka moral bisa dipakai untuk mengukur prilaku orang lain. Dengan hatinya mereka menyatukan akal budi dan instuisi serta intelegensi dan perasaan. Timur tidak hanya bersumber dari ajaran agama saja. Mencari ilmu tidak hanya untuk menambah pengetahuan intelektual saja. norma moral adalah tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. Pada tahap binatang tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk. apakah kita ini baik atau buruk. dalam menghadapi kenyataan. Jelasnya. tetapi juga bersumber dari ide-ide abstrak atau simbolik yang dapat terwujud kongkret dalam praktek kehidupannya. tetapi pada hatinya.

b) Kesadaran dan motif yang baik.dilakukanlxxix. melainkan agar kita dapat mengerti sendiri mengapa kita harus begini atau begitulxxxi. d) Kesepakatan. Orientasi kejujuran yaitu menekankan pada keadilan dengan fokus pada : a) Kebebasan. 4. tetapi merupakan himbauan pada kemauan manusia dengan menyuruh untuk melakukan sesuatu. b) Kesamaan. Sehingga dapat dikatakan salah satu kebutuhan manusia yang paling fundamental adalah orientasi. Keharusan alamiah adalah keharusan yang didasarkan atas hukum alam. 2. Oleh karena itu orientasi moral akan sangat berpengaruh terhadap moralitas dan pertimbangan moral seseorang. c) Pertukaran hak. Keharusan moral didasarkan pada kenyataan bahwa manusia mengatur tingkah lakunya menurut kaidah-kaidah atau norma-norma itu. tujuannya agar kita tidak hidup dengan cara ikut-ikutan saja terhadap perbagai pihak yang mau menetapkan bagaimana kita harus hidup. 3. Orientasi perfeksionisme menekankan pencapaian : a) Martabat dan otonomi. Orientasi utilitarisme menekankan konsekuensi kesejahteraan dan kebahagiaan tindakan moral seseorang pada orang lain. Sedangkan keharusan moral dijalankan berdasarkan hukum moral. tidak perlu ada instansi yang mengawasi agar hal itu terjadi. c) Keharmonisan dengan orang lain. hal itu akan terjadi dengan sendirinya dan tidak mengandaikan adanya kebebasan (keharusan alamiah inilah yang terjadi pada binatang). Keharusan moral mengandaikan adanya kebebasan. Jadi hukum moral merupakan kewajiban. Hukum moral tidak berjalan dengan sendirinya. Manusia harus menerima dan menjalankannya (keharusan moral semacam ini hanya ada pada manusia). karena pertimbangan moral merupakan hasil proses penalaran yang 101 . Orientasi moral ini dipandang penting karena akan menentukan arah keputusan dan tindakan seseorang. alam telah mengaturnya sedemikian rupa sehingga berjalan secara otomatis. Keharusan dapat dibedakan antara keharusan alamiah dan keharusan moral. yaitu : 1. Lawrence Kohlberg mengatakan bahwa orientasi moral seseorang yang dijadikan dasar pertimbangan nuraninya berbeda-beda bagi setiap orang. Orientasi normatif yaitu mempertahankan hak dan kewajiban dan taat pada aturan yang telah baku. Ada 4 orientasi moral yang Kohlberg kemukakanlxxx.

baik lewat percakapan. Hukum mencampuri urusan manusia sebelum ia lahir dan masih mencampurinya sesudah manusia meninggal. Sedangkan moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas/ pilar dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. kaidah susila. perkawinan. seperti kaidah agama. perdagangan. bahkan antar kaidah hukum dengan kaidah lain tersebut saling 102 . Pergaulan hidup manusia yang terjadi karena hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. akan lebih baik bila dipertegas lebih dahulu pengertian istilah tersebut. baik hubungan yang langsung (asal-usul/ keturunan). Karena banyaknya istilah moral. moralitas. tentu saja sesuai dengan konteks dan makna pembicaraan yang dimaksud. Hukum melindungi benih di kandungan ibu dan masih menjaga jenazah orang yang sudah mati. dan lain-lainnya.dalam proses penalaran tersebut ada upaya memprioritaskan nilai-nilai tertentu berdasarkan orientasi moral serta pertimbangan konsekuensinya. di luar suasana etis atau non moral. semuanya adalah hubungan hukum. tulisan maupun berita. immoral dan amoral dalam makalah ini. Jadi dapat dikatakan bahwa semua hubungan itu diatur oleh hukum. Istilah moral ini bisa digunakan untuk maksud yang berbeda. Kata dan istilah moral sering juga dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. kebangsaan. Hukum Pemahaman mengenai hubungan manusia dengan hukum yaitu bahwa setiap saat manusia dikuasai oleh hukum. bahkan jika dipikirkan lebih lanjut maka terasalah bahwa hukum itu tidak terbatas melainkan terdapat dimana-mana. Moral secara istilah adalah nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Akan tetapi bila ditelusuri asal-usul katanya. sedangkan immoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik atau secara moral buruk atau tidak etis. Hukum berlaku pada seorang individu ketika baru dilahirkan. kesopanan. Dalam kamus yang berkembang di Indonesia amoral berarti immoral dalam pengertian di atas dan pengertian immoral sendiri kurang dikenal. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti meniadakan kaidah-kaidah lain tersebut. tempat tinggal. kebiasaan. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatuhi masyarakat. memberikan hak-hak terhadap orang tua dan meletakkan kewajiban atas orang tua terhadap anak-anaknya. Sedangkan istilah amoral berarti tidak berhubungan dengan konteks moral. adat kebiasaan dan kaidah moral. istilah moral berasal dari bahasa latin mos (jamaknya mores) yang berarti adat.

bermakna dan berwujud relatif berakar dari sosial. selalu berwarna dan memang dirancang . yang mana cara mengukurnya adalah melalui nilai-nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. hukum selalu berpihak. budaya. sehingga akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. Dalam rangka konseptualisasi. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”lxxxiii. Dalam kediriannya. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. Hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. Selanjutnya Mochtar Kususmaatmadja mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. struktural dan bahkan agama. hanya dirasakan dan dialami. Sedangkan perbuatan-perbuatan manusia agar tidak merugikan orang lain atau masyarakat dan dapat menciptakan ketertiban serta dapat menjaga keutuhan 103 . yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. apaila kita juga betul-betul berfikir demikian seperti yang dalam undang-undang. secara inheren. moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali. Moralitas diidentikan dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk (etika). Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. tidak ada sangkut pautnya dengan “keadilan” dan “kebenaran” dalam makna yang hakiki. dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakatlxxxii. Hukum tidak lain hanyalah merupakan sarana bagi penyelenggara hukum untuk mengerahkan cara berfikir dan bertindak dalam rangka kebijakan (policy) tujuan nasional. Setiap individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. Nilai. Nilai yang dianggap penting oleh manusia itu harus jelas. harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. 2. Moral dan Hukum dalam Kehidupan Manusia. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa.berhubungan yang satu memperkuat lainnya. Pemahaman akan nilai dan kebernilaian diri akan membawa implikasi pada permasalahan moralitas. Fungsi Nilai.dalam kamus hukum.

masyarakat, maka dibuatlah hukum yang mengatur tentang hubungan sosial masyarakat. Pada dasarnya nilai, moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. Setidaknya dapat dikemukakan tiga fungsi eksplisitnya dalam kehidupan manusia. Pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini mengingatkan manusia agar memperhatikan kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup. Kedua, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Hal ini menunjuk dimensi moral dari permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Terjadinya kekacauan atau ketidakberesan dalam masyarakat selalu berhubungan dengan longgarnya penerapan moralitas dan hukum. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“. Maksudnya, dapat menggiring manusia kepada faktor-faktor emosional sehingga manusia dapat saja salah atau keliru pada saat memilih sesuatulxxxiv. Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat, tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. Untuk melindungi lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat, disebut hukum positif. Istilah hukum positif dimaksudkan untuk menandai “ diferensi ” (perbedaan) dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti oleh anggota masyarakat. Sebagai atribut positif ini ialah : 1. Bukanlah kaidah sosial yang mengambang atau tidak jelas bentuk dan tujuannya sehingga dibutuhkan lembaga khusus yang bertujuan merumuskan dengan jelas tujuan yang hendak dicapai oleh hukum. 2. Dibutuhkan staf (orang/ personalia) yang menjaga berlakunya hukum, seperti polisi dan pengadilanlxxxv. Sifat dan peraturan hukum tersebut adalah memaksa dan menghendaki tujuan yang lebih dalam. Pengertian memaksa bukanlah senantiasa dipaksakan, apalagi dengan tindakan

104

sewenang-sewenang. Sebab hukum itu merupakan konkritisasi dari sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat, yang perlu mempertimbangkan tiga hal penting yaitu sebagai sistem norma, sebagai sistem kontrol sosial dan sebagai social enginering (pemegang kekuasaan memelopori proses lxxxvi pengkaidahannya) . Bahkan tatkala terjadi dilema di dalam hukum itu sendiri, yang dapat disebabkan karena adanya konflik, baik dari lembaga-lembaga hukum, sarana prasarana hukum bahkan rendahnya budaya hukum dalam masyarakat, maka setiap orang (masyarakat dan aparatur hukum) harus mengembalikannnya pada rasa keadilan hukum masyarakat, artinya harus mengutamakan moralitas masyarakat. 3. Proses terbentuknya Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Dengan semakin banyaknya permasalahan-permasalahan sosial dewasa ini, yang banyak diwarnai dengan masalah pertumbuhan penduduk yang demikian cepat, revolusi industri, perkembangan tekhnologi serta modernisasi, secara tidak langsung telah menimbulkan suatu tatanan baru atau gambaran sosial yang baru di dalam masyarakat saat ini. Perkembangan yang demikian ini membawa serta peranan dan pengaturan melalui berbagai bidang, umumnya di bidang moralitas dan di bidang hukum secara khusus. Permasalahan-permasalahan sosial selalu ada dalam suatu masyarakat ataupun negara. Bahkan sejak jaman dahulu sampai jaman sekarang permasalahan-permasalahan sosial itu akan tetap selalu ada di dalam masyarakat dan negara. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial tersebut dibutuhkanlah yang dinamakan dengan moralitas dan hukum, baik moralitas dan hukum dalam artian masing-masing maupun moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan. Dalam artian moralitas dan hukum sebagai satu kesatuan maka di kenal suatu istilah yang dinamakan Hukum Moral. Hukum moral ini berbeda dengan hukum-hukum yang lainnya. Umumnya, hukum moral dimengerti sebagai “tatanan pengarah” kegiatan manusia untuk mencapai tujuan yaitu ketertiban dan keadilanlxxxvii. Hukum moral sendiri meliputi rangkaian aturan permanen, seperti kewajiban menghormati kontrak antar pribadi (kontrak sosial), peraturan hidup, larangan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang-orang lain. Terdapat 5 (lima) fungsi perumusan hukum morallxxxviii antara lain : Pertama, mewariskan himpunan kebijakan dari jaman dulu kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Sebagai individu dan makhluk sosial, manusia selalu

105

mempertimbangkan dampak tindakan yang diperbuatnya. Kedua, Mengusahakan keamanan secara psikologis dan sosial. Secara sosial, hukum ini membantu tatanan hidup masyarakat untuk menghadapi kekuatan-kekuatan “khaotik” dan “anarkis”. Ketiga, membantu manusia dalam pengambilan keputusan dan mencegah terjadinya “paralisis moral”. Keempat, membantu manusia untuk mengenal kekurangan-kekurangan dan kegagalan-kegagalan sehingga manusia dapat memperbaiki diri. Kelima, Membagikan pengalaman supaya bisa tercipta tingkah laku personal dan sosial. Hukum moral ada untuk melayani cinta kasih dan berada di bawah cinta kasih dan membantu untuk menuntun manusia menuju kebaikan secara otentik. Supaya hubungan manusia dalam masyarakat dan negara terlaksana sebagaimana yang diharapkan, maka diciptakanlah norma-norma yang bersumber pada nilai-nilai dan moral masyarakat melalui tahapan sebagai berikut, (1). Cara (usage) yaitu menunjuk pada suatu kegiatan. (2). Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. (3). Tata kelakuan (mores) yaitu kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur. (4). Adat istiadat (custom) yaitu tata kelakuan yang kekal seta kuat integrasinya dengan pola-pola masyarakat, disertai dengan sanksi tertentulxxxix Dalam rangka pembentukannya sebagai lembaga kemasyarakatan, norma-norma itu mengalami beberapa proses. Pertama, Institusionalisasi yaitu proses dimana norma itu dikenal, diakui, dihargai, dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari, dan secara resmi dilembagakan berbentuk suatu hukum tertulis dalam konteks kenegaraan. Kedua, Internalisasi yaitu suatu proses dimana norma tersebut telah mendarah-daging dalam masyarakat. 4. Perwujudan Nilai, Moral dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara. Perwujudan nilai, moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Dengan kata lain, kesadaran hukum manusia menyangkut masalah apakah ketentuan hukum tertentu benar-benar berfungsi atau tidak dalam masyarakat. Untuk menggambarkan keterkaitan antara kesadaran hukum dengan ketaatan hukum terdapat suatu hipotesis yang dikemukakan oleh Berl Kutchinskyxc, yaitu “a ‘strong legal consciousness’ is sometimes considered the cause of adherence to law (sometimes it is just another word for that) while a ‘weak legal consciousness’ is considered the cause of

106

akan tetapi agar keanggotaan kelompok serta hubungan baik dengan mereka yang diberi wewenang untuk menerapkan kaidah-kaidah hukum tersebut tetap terjaga. Kepatuhan ini sama sekali tidak didasarkan pada suatu keyakinan pada tujuan kaidah hukum yang bersangkutan. Kuatnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) kadang-kadang dipertimbangkan menjadi penyebab kesetiaan atau ketaatan hukum (meskipun kadang-kadang hanya sebatas pada kata-kata saja). 2. kepatuhan hukum akan ada apabila ada pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan kaidah-kaidah hukum tersebut. baik hukum formal/ positif ataupun hukum berdasarkan normas-norma masyarakat (sanksi sosial). Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. Identification. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. dan lebih didasarkan pada pengendalian dari pemegang kekuasaan. yang dilakukan secara ilmiah. sedangkan lemahnya kesadaran tentang undang-undang (hukum) dipertimbangkan menjadi penyebab terjadinya kejahatan dan malapetaka. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilanxci. Diartikan sebagai suatu kepatuhan yang didasarkan pada harapan akan suatu imbalan dan usaha untuk menghindarkan diri dari hukuman atau sanksi yang mungkin dikenakan apabila seseorang melanggar ketentuan hukum. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa hukum ada di dalam masyarakat.crime and evil“. sehingga kepatuhan pun tergantung pada baik- 107 . Tentang faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum. Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan. Daya tarik untuk patuh adalah keuntungan yang diperoleh dari hubungan-hubungan tersebut. Terjadi bila kepatuhan terhadap kaidah-kaidah hukum ada bukan karena nilai instrinsiknya. Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Bila demikian. Compliance. antara lain adalahxcii : 1. Sebagai akibatnya. kesadaran hukum menekankan tentang nilai-nilai masyarakat tentang fungsi apa yang hendaknya dijalankan oleh hukum dalam masyarakat.

Dalam hal ini telah terjadi internalisasi hukum dalam masyarakat yang diartikan bahwa kaidah-kaidah hukum tersebut telah meresap dalam diri masyarakat. Sudah tentu bahwa hukum yang dimaksud di sini adalah hukum tertulis (hukum formal) dan hukum tidak tertulis (normanorma atau aturan-aturan dalam masyarakat). Pengetahuan Hukum. Internalization. 3. 3. 4. Walaupun seseorang tidak menyukai penegak hukum akan tetapi proses identifikasi terhadapnya berjalan terus dan mulai berkembang perasaan-perasaan positif terhadapnya. Pada tahap ini seseorang mematuhi kaidah-kaidah hukum dikarenakan secara intrinsik kepatuhan tadi mempunyai imbalan. terlepas dari pengaruh atau nilai-nilainya terhadap kelompok atau pemegang kekuasaan maupun pengawasannya. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan perilaku yang dilarang ataupun 108 . Pemahaman Hukum. Isi kaidah-kaidah tersebut adalah sesuai dengan nilai-nilainya dari pribadi yang bersangkutan atau oleh karena dia mengubah nilai-nilai yang semula dianutnya. 4. Kesadaran hukum berkaiatan dengan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat.buruknya interaksi tadi. Terdapat 4 (empat) indikator kesadaaran hukum. Hasil dari proses tersebut adalah suatu konformitas yang didasarkan pada motivasi secara intrinsik. Titik sentral dari kekuatan proses ini adalah kepercayaan orang tadi terhadap tujuan dari kaidah-kaidah yang bersangkutan. Sikap Hukum. Maksudnya ialah kepentingan-kepentingan para warga masyarakat terjamin oleh wadah hukum yang ada. oleh karena orang yang bersangkutan berusaha untuk mengatasi perasaanperasaan kekhawatirannya terhadap kekecewaan tertentu. Dengan demikian masyarakat menaati hukum bukan karena paksaan. Pola Perilaku Hukum. yang masing-masing merupakan suatu tahapan bagi tahapan berikutnyaxciii. Hal ini disebabkan. dengan jalan menguasai obyek frustasi tersebut dengan mengadakan identifikasi. Society Interest. 2. Penderitaan yang ada sebagai akibat pertentangan nilai-nilai diatasinya dengan menerima nilai-nilai penegak hukum. yaitu : 1. Pengetahuan Hukum adalah pengetahuan seseorang mengenai beberapa perilaku tertentu yang sudah diatur oleh hukum. melainkan karena hukum itu sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat itu sendiri.

Dengan kata lain pemahaman hukum adalah suatu pengertian terhadap isi dan tujuan dari suatu peraturan dalam suatu hukum tertentu. maka dengan demikian suatu keadaan yang dicitacitakan adalah adanya keselarasan dan keseimbangan antara hukum dengan sistem nilai-nilai tersebut. Sikap Hukum adalah suatu kecenderungan untuk menerima hukum karena adanya penghargaan terhadap hukum sebagai sesuatu yang bermanfaat atau menguntungkan jika hukum itu ditaati. merampok dan lainlainnya itu dilarang oleh hukum. Bila dianggap bahwa hukum merupakan konkritisasi dari sistem nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. mencuri. karena di sini dapat dilihat apakah suatu peraturan berlaku atau tidak dalam masyarakat. tentang keserasian antara ketertiban dengan ketentraman yang dikehendaki atau yang sepantasnya. dalam kaitannya dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pemahaman Hukum dalam arti di sini adalah sejumlah informasi yang dimiliki seseorang mengenai isi peraturan dari suatu hukum tertentu. Dengan demikian sampai seberapa jauh kesadaran hukum dalam masyarakat dapat dilihat dari pola perilaku hukum suatu masyarakat. Sebagaimana terlihat disini bahwa kesadaran hukum berkaitan dengan nilai-nilai yang terdapat di masyarakat. Akan tetapi yang dilihat di sini adalah bagaimana persepsi mereka dalam menghadapi berbagai hal. Nyatalah bahwa kesadaran hukum sebetulnya merupakan masalah nilai-nilai. Suatu sikap hukum akan melibatkan pilihan warga terhadap hukum yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam dirinya sehingga akhirnya warga masyarakat menerima hukum berdasarkan penghargaan terhadapnya. serta manfaatnya bagi pihak-pihak yang kehidupannya diatur oleh peraturan tersebut. Dalam hal pemahaman hukum tidak diisyaratkan seseorang harus terlebih dahulu mengetahui adanya suatu aturan tertulis yang mengatur semua hal. Persepsi ini biasanya diwujudkan melalui sikap mereka terhadap tingkah laku seharihari. Pola Perilaku Hukum merupakan hal yang utama dalam kesadaran hukum. jadi kesadaran hukum adalah konsepsi abstrak di dalam diri manusia. Konsekuensinya adalah bahwa perubahan pada sistem nilai-nilai harus diikuti dengan perubahan hukum atau dilain pihak hukum harus dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengadakan perubahan pada sistem nilai-nilai tersebut. tertulis maupun tidak tertulis.perilaku yang diperbolehkan oleh hukum. Sebagaimana dapat dilihat di dalam masyarakat bahwa pada umumnya seseorang mengetahui bahwa membunuh. 109 .

Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. yaitu mahluk yang selalu berintraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. Ketertiban. Jika dipandang demikian. yaitu siapa yang menghargai dan tidak melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan mendapat penghargaan dalam bentuk penerimaan diri oleh masyarakatnya. melainkan sesuatu yang baik bagi masyarakat juga untuk pelaku kejahatan. maka hukuman itu bukan sesuatu yang buruk.Dalam dimensi lain. sebagai perwujudan nilai. tujuan hukuman adalah untuk memperbaiki penjahat. baik moral maupun fisik. 110 . hukuman harus mendidik penjahat menjadi orang yang baik dalam pergaulan hidupxciv. Dapat juga berupa kompensasi yang biasanya dalam bentuk ganti rugi. Disini berlaku konsep “ reward and phunisment “.J. Untuk macam-macam hukuman dapat terdiri dari hukuman tahanan (sifatnya hukuman fisik) yang bertujuan untuk merampas kebebasan pelaku kejahatan (ini biasanya terjadi pada tindak hukum pidana). Maka. Keadilan. akan tetapi sebaliknya jika siapa yang melanggar hukum serta nilai-nilai dalam masyarakat maka ia akan menerima hukuman. orang dijatuhi hukuman karena orang berbuat kejahatan. moral dan hukum dalam masyarakat dan negara adalah jika masyarakat tidak memiliki kesadaran hukum atau melanggar hukum. dan Kesejahteraan Masyarakat Sebagai Wujud Masyarakat yang Bermoral dan Mentaati Hukum. sehingga pameo “ Ubi Societas Ibi Ius “ (dimana ada masyarakat disana ada hukum adalah tepat. Dalam konteks hubungan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehinga setiap individu dapat berhubungan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. dimana pihak yang merasa dirugikan dapat meminta ganti rugi kepada pihak yang merugikan (terjadi pada tindak hukum perdata). Hukuman adalah akibat mutlak dari suatu tindakan atau balasan dari kejahatan yang dilakukan oleh seseorang. baik itu berupa pengucilan atau tidak diterima oleh masyarakat dan maupun hukuman fisik yaitu pemenjaran. Disepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial. dengan kata lain. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tampa atau diluar masyarakat. manusia. Menurut L. maka dapat dikatakan bahwa seseorang itu telah melanggar nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. van Apeldoorn. 5. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. dan karena itu hukuman dapat dibenarkan.

menghukum orang bisa menambah jumlah kemalangan di dunia. ketertiban sebagai tujuan utama hukum.Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi mempertegas lembagalembaga hukum mana yang melaksanakannya. Meskipun disadari bahwa. janggal. Maksud dari pay back ini adalah bagi mereka yang terbukti melakukan kejahatan layak dikenai “pembayaran kembali” atas tindakannya yang mengabaikan kepantasan moralxcvii.. Hal ini bisa membenarkan permasalahan tentang hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan. mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. Hukum tidak dianggap ironi jika diberlakukan apa yang oleh para filsuf moral disebut “ Pay Back “ (Pembayaran Kembali). bukan karena alasan lain. yang suka mengganggu dan mengesalkan masyarakat yang cinta damai. anomali. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). dimana hukum saat ini tidak lagi mengikuti asas kesetimpalan. Dia mengatakan hal tersebut karena Kant melihat adanya realita-realita baru di dunia. seorang filsuf moral. Mochtar Kusumaatmadja. Seperti pepatah kuno yang mengatakan “mata dibalas mata. Banyak orang dalam masyarakat dewasa ini yang setuju terhadap pendapat Imanuel Kant tersebut. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”xcv. 111 . Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. darah dibalas darah“. dll. Imanuel Kant. ada yang menyatakan kepastian hukum. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. acapkali hukum melahirkan ironi. abnormalitas. akhirnya menerima cambukan secukupnya. tetapi hal itu seharusnya dianggap sebagai suatu hal yang wajar karena seorang terhukum (yang terbukti melakukan kejahatan) layak menanggung penderitaan tambahan. Bahkan. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. menggambarkan secara jelas hubungan antara masyarakat bermoral yang harus mentaati hukum.. ada juga yang menyatakan kegunaan. Kant mengatakan “ Jika seseorang. hal ini menyakitkan. Ironi merupakan kecenderungan yang dicirikan dengan berbagai cakupan sifat : kontradiktif. inkonsistensi. tetapi tiap orang menyetujui dan menganggapnya sebagai sesuatu yang baik dalam dirinya. berlebihan dan ada di luar garis. . bahwa orang harus dihukum karena melakukan kejahatan. “xcvi.

Orang yang hilang kesadaran moralnya adalah mereka yang tidak mempunyai suara hati. Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. dan moral begitu erat.Dalam kapasitas ini. Pertama. karena hal itu mustahil. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevanxcviii. Di sisi lain. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. Jika kita mampu melaksanakannya. ia akan malu jika melakukan perbuatan tidak bermoral atau yang bertentangan dengan hatinya. Bertensxcix yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. sanksi hukum tetap menganut proportionately (setimpal). jika orang memiliki kesadaran moral dapat dikatakan mereka adalah orangorang yang masih memiliki hati dan mau mendengarkan suara hatinya serta mempertimbangkan segala sesuatunya dengan hati. moral juga membutuhkan hukum. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dari moralitas. namun hukum dan moral tetap berbeda. Oleh karena itu kualitas harus selalu diukur dengan norma moral. kita wajib melakukan yang baik dan benar serta berani menolak yang tidak baik dan yang tidak benar (menurut ukuran masyarakat). perundang-undangan yang immoral harus diganti. yang berarti terdapat ketidak cocokan antara hukum dengan moral. maka dampaknya adalah hukum menjadi tidak berwibawa. ada pepatah Roma mengatakan “ Quid leges sine moribus? ”. artinya 112 . hukum akan kosong tanpa moralitas. sebab dalam kenyataan “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. Meskipun hubungan hukum. atau lebih tepatnya hilangnya kesadaran moral akibat dari “rasa ketidak adilan“ hukum. sesuai dengan kadar beratnya kejatahan. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas?. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. akan membuat kita merasa bernilai di dalam masyarakat dan merasa aman. hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. Disini norma hukum menjadi suatu hal yang penting dan jika norma hukum tidak dijalankan dengan tidak semestinya. Dan jika kita mengikutinya. maka dapat dikatakan bahwa kita memiliki hati. Bagi orang yang bersuara hati. Jika hal ini tidak diberlakukan (hukuman tidak setimpal dengan perbuatan kerjahatan) maka masyarakat akan mengalami degradasi moral. begitu juga sebaliknya. Dalam kehidupan sosial atau bermasyarakat. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja.

biasanya tersangka tetap ditahan. (3). tetapi meskipun sudah mengaku. sebab paksaan hanya akan menyentuh bagian luar. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. pelanggar akan terkena hukumannya. Satu-satunya sanksi dibidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. Achmad Ali memberikan gambaran menarik tentang fenomena hubungan antara hukum dan moralitas dengan membedakan penegakan hukum pada masyarakat barat dengan penegakan hukum di Jepangc. Prof. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. karena dianggap telah menunjukkan “rasa penyesalannya”. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat merubah hukum. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. Tersangka dikhawatirkan melarikan diri. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. dianggap “mempersulit pemeriksaan” sehingga harus ditahan. Moralitas berdasarkan pada normanorma moral yang melebihi para individu dan masyarakat.dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. biasanya tersangka itu tidak ditahan. Umumnya seorang tersangka juga ditahan jika tidak mengaku atau jumlah nilai kejahatannya 300 juta Yen atau lebih. Tetapi meski secara yuridis alasan penahanan yang diatur oleh undang-undang Jepang dan Indonesia sama. Yang menarik adalah fenomena hukum di Jepang. Tersangka mempersulit pemeriksaan. jika nilai kejahatannya melebihi 300 juta Yen. tetapi pelaksanaannya berbeda karena di Jepang. hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. Tetapi norma etis tidak dapat dipaksakan. Kedua. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan denghan norma moral. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. Keempat. Dr. dimana kalau tersangka mengakui kejahatan yang didakwakan terhadap dirinya. Dan jika sudah mengaku 113 . Alasan hukum untuk menahan seorang tersangka di Jepang hampir sama di Indonesia. Tersangka dianggap dapat merusak atau menghilangkan alat bukti. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan. (2). secara moral siapapun tersangka yang tidak mengaku. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. Ketiga. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. yaitu (1).

Lingkungan kehidupannya menunjukkan kemungkinan si tersangka dapat merubah cara hidupnya menjadi baik. yang mana mata “dewi keadilan” tertutup dengan kain hitam. Bahkan Hukum Positif Jepang memungkinkan seorang tersangka dalam kasus pidana tidak diteruskan perkaranya ke pengadilan. melainkan terbuka. Seorang tersangka tidak sampai dituntut di muka pengadilan : 1. 4. mata “dewi keadilan” tidak tertutup dengan kain hitam. untung saja “Dewi Keadilan” Indonesia tertutup matanya. 2. Ringkasan Telah menjadi sebuah kesepakatan bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial yaitu mekhluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan orang lainnya atau sesamanya. Mengembalikan hasil kejahatannya atau meletakkan jabatan (tetapi khusus jika kasusnya bukan kasus yang nilai kejahatannya sangat besar). tidak seperti hukum di barat (bahkan hukum di Indonesia) yang “menutup mata” dari faktor-faktor non-hukum termasuk moral. dan hanya memegang pedang dengan tangan kanan dan timbangan dengan tangan kiri. Masih di bawah umur atau anak-anak. mengingat bahwa kita tidak 114 . Dalam konteks hubungan dengan sesamanya seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat behubungan secara harmonis dengan individu lain di sekitarnya. karena meskipun sudah tertutup matanya tetap masih bisa membedakan mana “rupiah dan dollar”. Di Jepang. dengan banyak didasari pertimbangan non-hukum serta moral. yang secara jelas mengesampingkan faktor moralitas. umumnya tersangka di Jepang tidak lagi ditahan. bayangkan seandainya “Dewi Keadilan” Indonesia sama dengan di Jepang yang matanya terbuka. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita yaitu hukum. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. tentu akan lebih serakah lagi.dan mengembalikan hasil kejahatannya. 3. Lalu bagaimana di Indonesia sehubungan dengan “Patung Dewi Keadilan” itu. hukum dan penegak hukum di Jepang “membuka mata” terhadap faktor-faktor moral dalam setiap kasus hukumnya. bahkan di Barat ataupun di Indonesia sendiri. Simbol “Dewi Keadilan” di Jepang tidak sama dengan simbol “Dewi Keadilan“ dimanapun juga. Lebih lanjut yang menarik menurut Achmad Ali adalah mengenai simbol atau lambang hukum yaitu “Dewi Keadilan” di Jepang. Dengan alasan menunjukkan sikap yang baik. Menurut masyarakat Jepang (terutama aparat penegak hukumnya).

Nilai. Pentingnya sistem hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentingan yang telah dilindungi kaidah agama. Terdapat tiga fungsi eksplisit dalam kehidupan manusia. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). Hukum sebagai kaidah sosial. ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. sehingga pameo “Ubi Societas Ibi Ius” (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. tetapi belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin. Selain itu fungsi dari nilai. mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur. moral dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. tidak lepas dari nilai (values) yang berlaku pada suatu masyarakat. Pengendalian dan pengaturan dilakukan berdasarkan sistem hukum. Oleh karena itu hukum kemudian dapat juga diartikan sebagai serumpun peraturan yang bersifat memaksa. menarik perhatian pada permasalahanpermasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan. moral dan hukum yaitu dalam rangka untuk pengendalian dan pengaturan. Meskipun kaidah-kaidah tersebut ikut berusaha menyelenggarakan dan melindungi serta menjamin kepentingan orang dalam masyarakat. Pertama. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut. mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. Untuk melindungi 115 . ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan. Maka manusia. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Kedua. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. Akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. Ketiga. Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. ada juga yang menyatakan kegunaan. dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala “pembiasaan emosional“.mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau di luar masyarakat. masyarakat dan hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lain-lain. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya. dengan kata lain. Ketertiban sebagai tujuan utama hukum. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda.

moral dan hukum dalam masyarakat dan negara dapat diartikan dengan makna kesadaran hukum dalam masyarakat. disebut hukum positif. yang dilakukan secara ilmiah. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat. Perwujudan nilai. Jadi kesadaran hukum sebenarnya merupakan kesadaran atau nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada atau dengan perkataan lain kesadaran hukum merupakan persepsi seseorang atau masyarakat tentang hukum. Kesadaran hukum memiliki perbedaan dengan perasaan hukum. Kesadaran hukum lebih banyak merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau efektivitas hukum. Perasaan hukum diartikan sebagai penilaian hukum yang timbul secara serta merta dari masyarakat dalam kaitannya dengan masalah keadilan.lebih lanjut kepentingan yang telah dilindungi kaidah-kaidah tadi maka diperlukanlah sistem hukum. TUGAS UNTUK DISELESAIKAN 116 . Dengan demikian yang ditekankan dalam hal ini adalah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan bukan terhadap kejadian-kejadian konkret dalam masyarakat yang bersangkutan.

Sos 1. pengetahuan itu benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan. tetapi sains bebas dari pertimbangan-pertimbangan nilai. artinya mengetahui dan belajar. dimana pengetahuan dianggap benar apabila dalil (preposisi) itu mempunyai hubungan dengan preposisi yang terdahulu. Jelaskan perbedaan antara nilai-nilai yang dianut oleh barat dengan nilai-nilai yang dianut oleh timur ?. Apa yang dimaksud dengan : a. ?. Hukum Moral c. Hukum Positif (pembayaran BAB VII MANUSIA. Sains adalah pengetahuan yang sistematis. 20. S. TEKNOLOGI DAN SENI Oleh : Linda Dwi Eriyanti. obyektif. Sebutkan dan jelaskan faktor apa saja yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum ?. perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. moralitas dan hukum 16. sekalipun diakui berpijak dari system nilai. Pengertian sains. yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (obyek) tertentu dengan sistematis. Pay Back kembali) b. rasional. 19. Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar. logis. Teori pertama bertitik tolak adanya hubungan dalil.5 orang tentang permasalahan penerapan hukum (produk dan perangkat hukum) di Indonesia ?. Diskusikan dengan teman anda 3 .cii 117 . empiris. Kedua. sains memiliki karakteristik yaitu. netral dan bebas nilai. 18. Jelaskan dengan ringkas tiga fungsi eksplisit dari hukum ?. Kesadaran Hukum d. Teori ketiga menyatakan.15. umum. Jelaskan hubungan antara nilai. bahwa pengetahuan itu benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengetahuan itu. dan akumulatif. Hukum pada dasarnya dibuat untuk di patuhi oleh masyarakat. SAINS.ci Ilmu selalu tersusun dari pengetahuan yang teratur. 17. Kata sains diindonesiakan menjadi ilmu pengetahuan. Lebih jauh sains dapat dirumuskan sebagai himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui suatu proses pengkajian dan dapat diterima oleh ratio. Dalam pemikiran barat. teknologi dan seni Sains Sains berasal dari bahasa latin Scire. metodis.

di mana manusia itu sendiri adalah spesies yang tidak pernah lepas dari dunia sosial. Dimulai dengan pengamatan. 3. kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berfikir analitis. dan sebagai apa yang disebut generic meliputi segala usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. sains adalah produk sosial. Ilmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pengetahuan alam. tetapi yang tidak mencakup produksi atau engineeringnya. Memahami sains melalui dimensi sosial secara epistemologis menarik sekaligus menantang. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan mencapai ilmu 4. Penelitian dasar bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah.ciii Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber. makna. cipta rencana sistem metode atau proses yang berguna. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang obyektif 2. Merasa pasti bahwa setiap pendapat. artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala. ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan. seperti nilai.civ Bagi para sarjana studi sains (science studies). serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya. dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan obyek yang merupakan bahan dalam penelitian. sintesis. Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap ilmiah yang meliputi empat hal : 1. dan kepercayaan. Menantang karena pengetahuan ilmiah selama ini dipahami sebagai hasil murni kemampuan logika manusia yang lepas dari faktor sosial. cara pandang. namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali. 118 . sains telah menjadi salah satu kajian dalam karya Karl Marx. ideologi. serta obyek formal. yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi. Pengembangan diartikan sebagai penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh penelitian untuk keperluan produksi bahan-bahan. induktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran. dan deduktif. Menarik karena sains adalah karya manusia. Dalam catatan Sal Restivo. teori. kebenaran pengatahuan. meliputi obyek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh. yaitu sudt pandang yang mengarahkan kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. Dia diproduksi melalui mekanisme interaksi dan negosiasi yang terbentuk dari suatu sistem sosial yang sarat dengan bentukan-bentukan imajinatif. Generasi awal Berkembangnya sains modern di Eropa yang dipicu oleh semangat Enlightenment telah menjadi perhatian banyak pemikir sosial abad ke-19. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dantindakan. Selektif. sedangkan penelitian terapan adalah untuk menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah.

Belakangan norma sains Mertonian mendapat kritik tajam karena keempat norma tersebut tidak lebih dari representasi ideologi sains itu sendiri. Seperti Marx. Tesis Merton mengatakan bahwa sains modern hanya dapat tumbuh dan berkembang dalam kondisi sosiokultural tertentu. Pemikiran Weber dan Durkheim memberi jalan bagi terbentuknya sosiologi sains sebagai suatu disiplin dalam tradisi akademik di Eropa Barat dan Amerika Utara. keberadaan para saintis juga merupakan suatu fenomena sosial. Cikal bakal studi sains dibentuk oleh Emile Durkheim dan Max Weber. Buku ini menjelaskan relasi antara sains dan institusi sosial di mana sains itu berada. yakni kepercayaan bahwa klaim kebenaran lepas dari kriteria personal seperti ras. Marx bersikap inkonsisten. Pada satu sisi dia mengkritik sains sebagai alat eksploitasi kaum pemilik modal. tidak hanya material dan bahasa yang digunakan para saintis dalam mengamati fenomena alam adalah produk sosial.Bagi Marx. paradigma Mertonian mendominasi perkembangan sosiologi sains. Karena itu. Gagasan besar dalam sosiologi sains Mertonian dapat dirangkum dalam norma sains (norms of science) yang terdiri atas empat nilai fundamental yang membentuk etos sains. Dari sini kita bisa melihat bahwa dalam sosiologi sains Mertonian. Bagi Marx. yakni bahwa perkembangan pengetahuan muncul dari sikap skeptis kolektif para saintis terhadap setiap pemahaman atas fenomena alam. Robert Merton adalah sosok sentral dalam bidang ini dan dapat disebut sebagai bapak sosiologi sains. dan sains modern. tetapi di sisi lain dia mendukung penggunaan sains bagi tujuan-tujuan politik kaum proletar. pengetahuan ilmiah masih lepas dari analisis sosial. yakni setiap penemuan dalam sains menjadi milik bersama dalam komunitas sains tersebut. Weber sendiri memberi perhatian serius pada keterkaitan antara kapitalisme. Keempat skeptisisme yang terorganisasi. Pertama universalisme. Pada titik ini. Sosiologi sains Mertonian berlandaskan pada satu asumsi bahwa sifat dan perkembangan sains ditentukan oleh faktor sosial dan faktor imanen. Protestanisme. keduanya memahami sains dari sudut pandang sosiologis. yakni pengetahuan bersifat bebas nilai dan kepentingan. dalam analisis Restivo. atau agama. Merton menyelesaikan studinya di Harvard pada tahun 1934 dengan disertasi yang menjadi buku berjudul The Sociology of Science. Ketiga ketiadaan kepentingan. Mertonian vs Kuhnian Munculnya sosiologi sains sebagai suatu disiplin pada awal abad ke-20 banyak dipengaruhi oleh pemikiran Max Weber. Yang dimaksud dengan faktor imanen adalah perkembangan logika dalam sains (inner logic). Hingga dekade 1970-an. apa yang dilakukan Marx dalam memahami sains berlanjut pada agenda politik untuk melakukan perubahan fundamental dalam sains modern. sains adalah produk kaum borjuis. Bagi Durkheim. Beberapa kontribusi terpenting Marx dalam studi sains antara lain pemahaman relasi antara praktik matematika dan sistem produksi. 119 . Kedua komunisme (bukan dalam makna ideologi). konsep-konsep ilmiah yang dihasilkan dalam sains memiliki status representasi dan elaborasi kolektif. kebangsaan.

Thomas Kuhn. Di sini pengetahuan ilmiah dijadikan obyek analisis sosial. Karena itu. Keduanya terbentuk dari persepsi yang ada di masyarakat bahwa institusi di mana mereka berada sudah tidak bekerja dengan baik. barulah pemikiran Fleck mendapat perhatian serius dari para sarjana studi sains. Karena itu. Lewat buku ini Kuhn melontarkan istilah paradigma yang mengacu pada cara pandang kelompok ilmiah tertentu terhadap suatu fenomena. Kuhn memakai istilah revolusi untuk menggambarkan proses invensi dalam sains dan memberi penekanan serius pada aspek wacana ilmiah. seorang fisikawan yang kemudian berkarier sebagai sejarawan sains. Kuhn masih menerima penjelasan Merton tentang norma sains. revolusi ilmiah dan revolusi politik memiliki karakter yang sama. Orientasi anti-Mertonian bagaimanapun tidak menjadikan Kuhn sepenuhnya bertolak belakang dengan Merton. karya Kuhn memberi kontribusi penting dalam sosiologi sains. Ciri kuat dari sosiologi sains baru adalah penggunaan kerangka konstruktivisme. Walaupun tidak memiliki latar belakang sosiologi. Konsep konstruktivisme sosial yang menjelaskan produksi pengetahuan ilmiah pertama kali digunakan Ludwik Fleck dalam bukunya. Kuhn sendiri tidak lepas dari kritikan. Sosiologi sains baru tidak hanya mengkaji aspek institusional dalam sains. menerbitkan The Structure of Scientific Revolution. Model Kuhnian juga dikritik karena mengacu pada revolusi sistem politik modern yang semata-mata terjadi melalui sirkulasi kaum elite.Pada tahun 1962. Persepsi ini lalu menstimulus lahirnya krisis yang menuju pada revolusi dengan tujuan perubahan institusional. khususnya paradigma Mertonian. Karya Kuhn menarik banyak orang karena dia menggunakan model politik dalam menjelaskan perkembangan sains. Fleck memperkenalkan konsep gaya berpikir (thought style) yang menyerupai konsep representasi kolektif Durkheimian. Gaya berpikir mengacu pada perilaku berpikir. Walaupun telah memicu perubahan dalam pemahaman sains. Studi empiris yang dilakukan Sal Restivo dan Randal Collins tentang paradigma sains Kuhnian menyimpulkan bahwa pola perubahan dalam sains secara substansial berbeda dengan apa yang dilontarkan oleh Kuhn. paradigma Kuhnian sering diasosiasikan sebagai anti-Mertonian. pendidikan dan pelatihan 120 . sesuatu yang tidak dilakukan oleh Merton dan para muridnya. Bagi Kuhn. Genre konstruktivisme Jika Max Weber membuka jalan bagi terbentuknya disiplin sosiologi sains. asumsi kultural dan keilmuan. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 1935 dalam bahasa Jerman. The Genesis and Development of a Scientific Fact. pemikiran Emile Durkheim tentang representasi kolektif memberi inspirasi bagi gerakan sosiologi sains pascaMertonian atau yang disebut sebagai the new sociology of science. tetapi masuk ke dalam wilayah yang lebih dalam. Kuhn memberi penjelasan alternatif terhadap apa yang dilakukan Merton selama beberapa dekade sebelumnya. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1979. sosiologi sains baru sering diidentikkan dengan sosiologi pengetahuan ilmiah (sociology of scientific knowledge).

tapi juga pada benda dan obyek (non-actant) secara simetris. Eksperimen itu sendiri dapat dipahami secara sempurna karena bekerja dalam suatu sistem yang tertutup (closed system). Permasalahannya. pemilihan teori sebagai raison d’etre suatu eksperimen tergantung dari penilaian (judgment) para saintis. Konstruktivisme. pengetahuan yang sistematis. sains tidaklah berkembang secara linier seperti yang dipahami secara luas. sosiolog sains memberikan perhatian tidak semata-mata pada manusia (actant). Diterimanya suatu konsep ilmiah sebagai paradigma tunggal dalam memahami suatu fenomena tidak lain karena adanya faktor dan konteks sosial tertentu yang bekerja dalam proses penerimaan itu. eksperimen. Dia sangat tergantung pada teori yang menjadi landasannya. menurut Pickering. dan penilaian. dalam suatu laboratorium. Latour melakukan studi etnografi di laboratorium endocrinology Salk Institute. Tokoh lain dalam gerakan sosiologi sains baru adalah Bruno Latour. yakni eksperimen. Bagi kalangan fisikawan. menurut Pickering. legitimasi. Tokoh sentral Strong Programme adalah David Bloor. pengetahuan dalam sains dapat berbeda mengikuti bentukan sosial. Karena itu. bukan sebaliknya. serta minat dan kesempatan. Bagi Bloor. Dalam ANT. Sains berkembang membentuk cabang-cabang yang kompleks sesuai dengan heterogenitas dalam sistem sosial. Dalam buku ini Latour dan Woolgar mengungkap budaya dalam laboratorium yang membentuk korespondensi antara kelompok peneliti sebagai suatu jaringan dengan seperangkat kepercayaan. seperti yang dijelaskan oleh Restivo.profesional. Karena itu. Tetapi. perilaku. kegiatan observasi bersifat lokal dan memiliki budaya spesifik. Pada titik inilah praktik sains dibangun melalui tiga elemen yang saling mempengaruhi satu sama lain. dianggap menafikan apa yang telah dicapai sains dalam memahami fenomena alam. Hasil studi ini menghasilkan Laboratory Life: The Social Construction of Scientific Facts. Dalam Constructing Quarks. Kerangka konstruktivisme dalam studi sains telah memicu konflik intelektual antara para saintis dan para sarjana studi sains. Strong Programme adalah salah satu kubu studi sains yang kental dengan pendekatan konstruktivisme. quark lahir dari bukti empirik yang didapatkan melalui eksperimen. Di lain pihak. Latour adalah salah satu penggagas actor-network theory (ANT) yang menjelaskan lahirnya suatu pengetahuan melalui relasi antara masyarakat (konstruktivisme sosial) dan alam (realisme). Penjelasan konstruktivisme sosial dianggap ancaman terhadap integritas. Menurut Latour dan Woolgar. realitas quark adalah hasil dari praktik fisika partikel. Konsep quark lahir dari proses penilaian dan pemilihan teori dan tidak muncul begitu saja dari serangkaian eksperimen. dan keterampilan yang terkait satu sama lain secara kompleks. dan otonomi sains. yang sering diasosiasikan sebagai relativisme. para konstruktivis dalam studi 121 . yang mana kesemuanya membentuk persepsi dan cara menghasilkan teori (theorizing). teori. Bersama Steve Woolgar. Pickering yang memiliki latar belakang fisika teori menjelaskan secara sosiologis lahirnya konsep quark. Andrew Pickering patut disebut dalam khazanah sosiologi sains baru. eksperimen bukanlah suatu sistem yang tertutup.

Studi Pamela Asquith dapat dijadikan satu contoh menarik. karena alam tidak bersifat seragam (uniformly organized). Lenoir berargumen bahwa pengetahuan adalah hasil interpretasi di mana obyek pengetahuan dan pengamat (interpreter) tidak berdiri secara terpisah satu sama lainnya. Pemahaman budaya dalam sains dijelaskan oleh Timothy Lenoir. para sarjana studi sains dari disiplin ini memberi kontribusi dalam memahami bagaimana pengetahuan dalam sains diproduksi melalui proses pemaknaan dan praktik budaya. Belakangan Latour sendiri menolak untuk disebut sebagai konstruktivis. Lenoir menolak klaim Merton tentang universalisme dan disinterestedness dalam sains karena pengetahuan selalu bersifat lokal. Catatan Harding di atas mengindikasikan bahwa sains dikonstruksi melalui budaya. Artinya. bentuk pertanyaan. wacana sistem pengetahuan tidak pernah lepas dari konteks budaya di mana sistem pengetahuan tersebut berada. Sandra Harding mengidentifikasi empat jenis elemen budaya yang membentuk inti kognitif dari sistem pengetahuan. Aktivitas interpretasi adalah praktik budaya yang melibatkan faktor kognitif dan faktor sosial yang saling berimplikasi satu sama lain. regularitas alam yang berbeda yang dialami oleh sistem kebudayaan yang berbeda lokasi akan menghasilkan sistem pengetahuan yang berbeda pula. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Bloor sendiri bahwa hanya dengan metode sains. Karena itu. Asquith mencari heterogenitas dalam sains dengan membandingkan cara pandang. Kedua faktor ini senantiasa melekat pada para pelaku produksi pengetahuan (saintis). Selama lebih dari satu dekade terakhir. Sebagai contoh adalah Strong Programme yang secara epistemologis menggabungkan metode sains dan sosiologi dalam memahami sains sebagai konstruksi sosial. Secara antropologis. Sains dan budaya Memasuki dekade tahun 1990-an. studi sains menjadi lebih semarak dengan bergabungnya para antropolog dalam tradisi intelektual ini. Pertama. Tidak lama setelah itu tuduhan sebagai “pengkhianat” konstruktivisme ditujukan kepada Latour. Kedua. kata social dalam subjudul dihilangkan.sains bukanlah antirealisme. Bagi Latour. Tidak sedikit dari mereka yang mempertahankan metode dan cara pandang dalam sains. setiap sistem budaya menghasilkan perbedaan dalam pola pengetahuan. para sosiolog dapat memahami sains. Dengan pemahaman sains sebagai praktik budaya. Ketiga. sistem budaya membentuk wacana dalam proses produksi pengetahuan yang selanjutnya mempengaruhi cara pandang dan pola intervensi masyarakat dalam sistem budaya tersebut. sains adalah media untuk memahami masyarakat. dan metode penelitian 122 . Asquith melakukan studi komparasi kultural dan intelektual antara primatologi Barat (Eropa dan Amerika) dan primatologi Jepang. bukan sebaliknya. Kasus Latour juga tak kalah menarik. bentuk kepentingan sosial berbeda dalam setiap sistem budaya. sistem pengetahuan terbentuk dari upaya manusia untuk bertahan hidup melalui pemahaman regularitas yang terjadi di alam. bentuk-bentuk organisasi sosial dalam penelitian ilmiah yang berbeda secara kultural akan mempengaruhi isi dari sistem pengetahuan. dan dilandasi kepentingan. Terakhir. parsial. Dalam edisi kedua Laboratory Life.

perasaan. setidaknya studi Traweek menunjukkan bahwa nilai budaya melekat erat pada sistem organisasi ilmiah. proses tanda. gaya kepemimpinan. Primatologi Barat cenderung bersifat fisiologis. sistem klasifikasi. Dari studi ini. dan cara di mana strategi epistemik. Perbedaan ini berdampak pada perbedaan pengetahuan yang dihasilkan dalam kedua tradisi primatologi tersebut walaupun mereka mengamati obyek yang sejenis. nilai-nilai komunalisme dan kerja sama sangat dominan. Jika Asquith dan Traweek mengamati praktik sains dalam dua sistem budaya. Jika Asquith mencari pengaruh budaya terhadap bentuk pengetahuan. Hal ini membuat primatologis Jepang memberi perhatian serius pada atribut motivasi.primatologi di kedua sistem budaya tersebut. pengerjaan eksperimen. Pandangan ini “menghalangi” primatologis Barat untuk melihat kualitas mental yang membentuk perilaku sosial primata yang kompleks. yaitu fisika partikel dan biologi molekuler. organisasi laboratorium dan kelompok. dan personalitas yang ditunjukkan oleh hewan primata yang mereka amati. Traweek mengamati bagaimana nilai budaya direpresentasikan melalui model organisasi sains. relasi antara waktu dan ruang. Asquith mengamati satu hal yang menarik. sistem kepercayaan masyarakat Jepang mempercayai bahwa setiap hewan memiliki jiwa. sementara primatologi Jepang lebih bersifat sosiologis dan antropormorfis. Knorr-Cetina mengatakan bahwa sains modern tidaklah menyatu seperti yang diklaim kaum positivis. Traweek melihat nilai individualisme dan persaingan yang melandasi sistem organisasi riset Amerika. Melalui studi komparasi silang disiplin ini. Analisis ini menghasilkan pemahaman bahwa dalam proses produksi pengetahuan. Sebaliknya. dan relasi antara tubuh dan mesin secara kultural berbeda antara praktik fisika partikel dan biologi molekuler. Karen Knorr-Cetina membandingkan dua praktik sains modern. Perbedaan sistem kepercayaan tentang posisi manusia di dunia ini menjadikan pengetahuan yang dihasilkan oleh primatologis Barat berbeda dengan rekan sejawatnya di Jepang. Knorr-Cetina mengamati bagaimana fragmentasi dan diversitas dalam sains modern membentuk dua budaya pengetahuan (epistemic culture) yang berbeda dalam aspek cara mengetahui (machineries of knowing). hanya manusia yang memiliki jiwa. Struktur simbolik ini terepresentasi melalui cara pendefinisian entitas. Pada studi ini. Sains dan Studi Sains 123 . Walaupun Traweek tidak menjelaskan apakah perbedaan nilai budaya ini mempengaruhi pengetahuan yang dihasilkan. Dalam pandangan Kristen yang mempengaruhi para primatologis Barat. dan proses pengambilan keputusan. prosedur empirik. Studi komparasi kultural juga dilakukan Sharon Traweek yang membandingkan praktik fisika energi tinggi di Amerika Serikat dan Jepang. dan strategi sosial dipahami. Knorr-Cetina mengungkap perbedaan struktur simbolik dari kedua bidang ilmiah tersebut. Dari hasil studinya selama beberapa tahun di laboratorium-laboratorium di Eropa dan Amerika Utara. Adapun di Jepang. Perbedaan dalam nilai budaya ini terefleksi dalam banyak hal yang mencakup proses pembelajaran dan pengajaran.

Haraway berargumen bahwa obyektivitas dalam sains tidaklah tunggal. Karena itu Haraway menawarkan praktik difraksi. Mistifikasi sains yang begitu kental dalam masyarakat ini memungkinkan praktik hegemoni kekuasaan dan kepentingan bersembunyi dengan rapi di balik jargon-jargon ilmiah. teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains.Konsep dan teori yang dikembangkan dalam studi sains berangkat dari pemahaman sains sebagai institusi sosial dan pengetahuan ilmiah sebagai produk sosial. sains pun telah memberi banyak kontribusi bagi studi sains untuk tumbuh dan berkembang sebagai suatu disiplin. apa yang dihasilkan dalam studi sains sedikit banyak telah mempengaruhi perjalanan sains secara dinamis. studi sains telah memberi kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang sains dan relasinya dengan masyarakat.cv Teknologi dan Seni Istilah teknologi sebenarnya sudah mengandung sains dan teknik atau engineering sebab produk teknologi tidak mungkin ada tanpa didasari sains. studi sains tidak berarti apa-apa. Kepercayaan bahwa hanya ada satu cara melihat alam justru melawan hakikat manusia sebagai makhluk multikultural. Pemahaman sains melalui dimensi sosial yang ditawarkan studi sains berdampak pada demistifikasi sains secara institusional ataupun epistemologikal. Dalam perspektif ini. Selama beberapa dekade. dan berkembang secara linier. Haraway mengajak kita untuk menggunakan domain budaya lain dalam sains yang selama ini termarginalisasi oleh dominasi narasi budaya Barat. Sains bukanlah sekumpulan ayat-ayat suci yang turun dari langit. Melalui pemahaman ini. studi sains membuka suatu jendela baru di mana kita bisa memandang perkembangan sains dari perspektif yang lebih luas. rigid. Dalam sudut pandang budaya. sains tidak lagi muncul sebagai suatu entitas yang integratif. Ini yang disebut Ron Eglash sebagai obyektivitas ganda (multiple objectivity). Ketergantungan masyarakat kontemporer terhadap sains telah menempatkan sains pada posisi sakral dan bersifat ideologis. Pemahaman dimensi sosial sains dapat menjadi lensa untuk melihat bahwa pengetahuan tidaklah tunggal dan monolitik. Dalam kenyatannya teknologi tidak 124 . Pengetahuan ilmiah adalah wujud kreativitas dan imajinasi manusia dalam memahami ruang dan waktu di mana dia berada. Sebaliknya. Lepas dari konflik antara para saintis dan sarjana studi sains dalam episode Science Wars. apakah studi sains menawarkan relativisme? Donna Haraway memberi jawaban menarik. Karena tanpa sains. Tanpa menafikan apa yang telah dihasilkan sains bagi umat manusia. Lalu. Hawaray menginginkan adanya suatu budaya sains yang lebih kompleks dan beragam tanpa harus menjadi antirealisme. Ini merupakan implikasi politis yang tidak dapat dihindari. Haraway menolak relativisme sekaligus universalisme yang diklaim para saintis. melainkan bagai suatu tanaman bercabang-cabang yang tumbuh di atas tanah sosial. studi sains memberi penyadaran kepada diri kita bahwa sains adalah hasil karya manusia dalam berinteraksi dengan alam. di mana obyektivitas dan realisme agensi dalam produksi pengetahuan memiliki posisi yang sama pentingnya.

Fenomena teknik pada masyarakat kini. Teknologi. Makna Sain. bahkan dapat menguasai kebudayaan Otonomi. artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi. dan bahwa tesis dari kelompok determinis dapat dijatuhkan oleh banyak sekali contoh dimana efek teknologi yang menyimpang dari yang dikehendaki semula. Dalam pandangan ini. tidak alamiah Otomatisme. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha. dan Seni Bagi Manusia Sains dan teknologi saling membutuhkan. Jacques Ellulcvii tidak menyebut teknologi. karena sains tanpa teknologi bagai pohon tanpa buah. dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya. Secara konvensional. organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. yang seharusnya menjadi perhatian ilmu sosial adalah pengaruh teknologi bagi masyarakat. atau prosedur untuk memproleh hasilnya. atau bahwa keseluruhan efek yang berbeda itu lahir dari sebuah teknologi yang sama. tetapi teknik. Ini sejalan dengan pendapat determinisme teknologi yang dihubungkan dengan beberapa bentuk Marxisme : teknologi amiliki kapasitas untuk menentukan jalannya evolusi sejarah. artinya selalu membuat sesuatu yang buatan. artinya dalam hal metode. bahwa ‘masyarakat’ juga bisa mempengaruhi jalannya perkembangan teknologi.bisa netral karena memerlukan sentuhan estetika yang bersifat subyektif. teknologi telah menjadi pusat perhatian ilmu sosial dan melihat dampaknya terhadap masyarakat. melainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktifitas manusia. dan saling bergantung Universalisme. meskipun arti dan maksudnya sama. atau secara lebih spesifik. yang disebut sebagai seni. menurut Sastrapratedjacviii memiliki cirri-ciri sebagai berikut : Rasionalitas. Batasan ini bukan bentuk teoritis. artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri. 2. artinya semua teknik bersatu saling berinteraksi. teknologi. Pandangan ini melahirkan pendapat bahwa evolusi teknologi adalah sebuah proses dimana perkembangan-perkembangan baru diilhami oleh penemuan (teknis) yang telah ada. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin. atas dampaknya pada tenaga kerja dan organisasi. Artificial. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teknologi tidak terlepas dari masyarakat. metode. sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak 125 .cvi Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia mnejadi lingkup teknis. tetapi perolehan dari aktifitas masing-masing dan observasi dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Demikian pula dengan teknik mampu mengeliminasi kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis. artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan Monisme.

bahan-bahan sintetis dan elektronik pada abad 20. sedang terjadi perdebatan mengenai arah dari kausalitas dari hubungan-hubungan statistic yang diamatiantara pertumbuhan industri dan langkah inovasi teknis. dan bentuk-bentuk organisasi atau produksi baru. Aliran yang disebut model capital vintage. Hal ini untuk sebagian disebabkan kompleksitas proses perubahan teknologi serta kesulitan dalam menemukan pengukuran dan definisi yang tepat. Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia. telah diperbaharui. Sementara ahli ekonomi lain mengatakan bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah konsekwensi. model pertumbuhan neoklasik tradisional menganggap kemajuan teknologi sebagai bagian dari factor residu dalam menerangkan peningkatan output. pemikiran bahwa teknologi pasca kapitalis maju sedang menghadapi gelombang panjang periode bolak-balik antara kemakmuran dan stagnasi. Pabrik dan mesin-mesin membawa perbaikan produktifitas dan hasil dari kemajuan teknologis tergantung pada tingkat investasinya. sebagai pelengkap dari kemajuan teknologi. yang masing-masing menerjang bergantian dalam waktu sekitar 50-60 tahun. buka penyebabnya. menekankan pentingnya produk-produk. setelah mempertimbangkan efek-efek perubahan dalam volume dari factor-faktor produksi. tergantung pada interaksi dari penemuan. Jadi fungsi sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan menempatkannya kedalam suatu system yang logis. salah seorang ahli ekonomi terkemuka yang meletakkan kemajuan teknologi dalam analisisnya. mobil. Namun upaya-upaya analitis dan pemahaman di bidang ini sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. Schumpeter. yang digambarkan dengan tepat oleh Freemancix sebagai sistem teknologi. proses. Beberapa komentar mengatakan bahwa sistem teknologi baru adalahpenyebab utama terjadinya gelombang naik.berakar. Pendekatan yang terakhir inipun tidak melangkah terlalu jauh dalam menangkap proses-proses dan kekuatan-kekuatan 126 . Pada level ekonomi makro. Munculnya industri-industri besar seperti baja dan kereta api pada abad 19. Residu ini biasanya besat dan secara implisit mempersatukan factor-faktor seperti pendidikan dari angkatan kerja dan keahlian manajemen yang memberi sumbangan bagi perbaikan efisiensi.factor-faktor yang telah terbukti berhubungan dengan perubahan besar dalam struktur ekonomi di negaranegara maju sejak terjadimya revolusi industri. Dalam pendekatan ini perubhan teknologi benar-benar ‘dilepaskan’ yaitu dianggap tidak berkaitan dengan variable-variabel ekonomi yang lain. Teknologi bagi Perkembangan Sosial dan Ekonomi Pentingnya teknologi bagi perkembangan sosial dan ekonomi tidak diragukan lagi. dan aktivitas kewirausahaan. Diluar literature. ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. inovasi. yang kemudian mulai menurun seiring dengan tercapainya kematangan industri. sedangkan fungsi seni memberi semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. yang digunakan secara luas pada awal 1970-an. Sedangkan tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. Sejak permulaan masa pasca resesi 1973. menganggap kemajuan teknnologi paling tidak secara sebagian ditambahkan dalam investasi tetap yang baru.

Meskipun terdapat keterbatasan. Perdebatan tentang bagaimana teknik-teknik baru ditemukan dan dipakai biasanya terjadi pada level kajian kasus ekonomi mikro. Dalam banyak kasus. dengan dibantu oleh terjadinya pergeseran dari batu bara ke minyak sebagai bahan baker industri. Model evolusioner yang dipimpin oleh Nelson dan Winter berusaha menggali kondisi dimana entrepreneur akan berusaha memakai teknik-teknik yang telah disempurnakan. Penggunaan sejumlah inovasi sebagai ukuran output biasanya membutuhkan beberapa penaksiran dari nilai ‘penting’ relative dari inovasi itu masing-masing. Jika sebuah penemuan sukses. lalu diikuti oleh periode penyebaran. Selepas periode pasca perang. industri. Seringkali pada tahap inilah terjadi benturan ekonomi yang dahsyat. Munculnya Jepang sebagai kekuatan ekonomi besar sebagian besar disebabkan oleh kebijakan yang secara sadar berusaha mengimpor teknologi modern asing serta menyempurnakannya di dalam negeri. Freeman menggambarkan proses ini dengan kasus plastic. pada abad 19 seorang innovator seringkali adalah seorang independent. dengan persepsi yang berbeda tentang amankan mereka dengan perlindungan paten. Tetapi pendekatan-pendekatan semacam ini baru memasuki masa awal perkembangannya. dipakainya ide itu untuk pertamakalinya secara komersial. Penemuan-penemuan lebih lanjut dan penyebarannya secara besar-besaran ke seluruh dunia terjadi setelah PD II. dengan menggunakan beberapa indicator bisa dipakai sebagai landasan perbandingan antar industri atau antar negara. Ukuran-ukuran output dari penemuan meliputi statistic paten. tetapi ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati mengingat adanya perbedaan dalam kecondongan untuk mematenkan antara perusahaan-perusahaan. meskipun ada kesewenangan dalam mendefinisikan perbatasan antara tindakan riset dan perkembangan. yaitu. dimana karya riset ilmiah dasarnya di Jerman pada awal tahun 1920-an atas molekulmolekul rantai panjang langsung menghasilkan polystyrene dan karet styrene. dan perbedaan dalam perundangan paten nasional. negara. dipakai secara komersial . tetapi setelahnya penekanannya telah bergeser kearah karya ilmiah dan teknologi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. jika diyakini memiliki potensi permintaan pasar. penemuan ilmiah membuka jalan bagi penemuan-penemuan lain yang. Ukuran-ukuran input mencakup pegawai yang dipekerjakan serta pengeluaran financial. pemerintah semakin mengakui pentingnya mencapai atau mempertahankan daya saing internasional atas teknologi.dimanateknik-teknik baru diserap ke dalam sistem produksi. Pada tahun 1970-an industri mulai mengalami kematangan dengan terjadinya penurunan permintaan dan laju perkembangan teknologi. yang punya kemungkinan dianggap sebagai penemuan. atau sebuah prosedur baru dalam pengolahan produk yang telah ada. Penemuan bisa berupa produk baru atau penyempurnaan dari produk sebelumnya. Pengukuran kegiatan inovatif dan penemuan mengalami banyak kesulitan. dan kebijakan untuk melatih tenaga kerja 127 . dimana perusahaan lain memakai atau memodifikasi inovasi tersebut dan memasarkan produk atau prosesnya. Kebanyakan negara memiliki cara yang berbeda dalam mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dan mempergunakan teknologi baru. dan secara tidak langsung atas penemuan sejumlah produk baru pada tahun 1930-an.

terlebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi. dan obat-obatan. teknologi. Contohnya dalam organisasi negara. Potensi penghematan biaya dari tenaga nuklir telah didramatisasi seperti yang disinggung di atas. Dengan teknik mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. Atas dasar itu ilmu ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) yang tingkat kebenarannya mutlak (absolute). 128 . Apapun yang terjadi bisa dikatakan bahwa kemajuan teknologi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. 2. teknik meliputi bidang ekonomi. Luasnya berbagai bidang teknik digambarkan Ellulcxii sebagai berikut : 1. 3. maka kian meningkat pula proses akselerasi yang ditimbulkan oleh mesin pengubah.dalam menggunkan teknik-teknik baru tersebut. dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) yang tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative) karena hanya penafsiran dan dugaan-dugaan sementara oleh manusia. hiburan. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia. Bahkan ilmu ekonomi sendiri terserap oleh teknik. yang hasil pengembangannya disebut sains. Dengan potensinya. artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan potensi akal. dan seni.cx Alvin Tofflercxi mengumpamakan teknologi sebagai mesin yang besar atau sebagai akselerator yang dahsyat dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif. manusia dapat menggali rahasia alam semesta. manusia diberi kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang salah. olehraga. Negara tidak sepenuhnya bermakna sebagai ekspresi kehendak rakyat tetapi dianggap perusahaan yang harus memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien. dan militer. Manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses dehumanisasi secara perlahan-lahan sampai akhirnya manusia takhluk pada teknik. teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi. hukum. Pada masyarakat teknologi. pemerintahan. negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. senetara potensi terpendam computer dulunya sangat diremehkan. di mata pemerintah dan juga di mata serikat perdagangan. bagi seorang teknisi. seperti pendidikan. 3. Manusia Sebagai Subyek dan Obyek Ipteks Sumber ilmu adalah wahyu sedangkan akal merupakan instrument untuk menggali dan membuktikan kebenaran wahyu. kerja. manajemen. teknik meliputi bidang manusiawi. Dalam konteks ini perhatian diberikan terutama pada teknologi mikro elektronik dan ketakutan bahwa teknologi ini bisa memperburuk permasalahan pengangguran yang biasanya datang setelah ketakutan-ketakutan akan konsekwensi tertinggal dalam bidang teknologi. Ramalan-ramalan tentang dampak teknologi baru sangat tidak dapat dipercaya. karena bersumber dari Tuhan.

penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan. Situasi tertekan. sehingga sinar matahari pagi hari tidak sempat lagi menyentuh kulit manusia. dalam Kecil itu indah. Terbentuknya masyarakat massa Akibat teknik. Peleburan manusia dengan mekanisme teknik menuntut kualitas manusia.Manusia diciptakan sebagai subyek dan obyek IPTEKS. pohon-pohon atau gunung secara langsung. Keadaan tertekan demikian akan menghilangkan nilai-nilai sosial dan tidak manusiawi lagi. sifat kemanusiaan berontak terhadap pola-pola politik. tetapi manusia itu sendiri tidak hadir di dalamnya. lingkungan hidup menderita dan menunjukkan tanda-tanda setengah binasa. yang ada hanyalah bangunan tinggi yang padat. Fenomena Pengaruh IPTEK Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknologi muncul fenomena diantaranya : 1. Perubahan waktu dan gerak manusia Akibat teknik manusia terlepas dari hakikat kehidupan. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat maka akan muncul kegoncangan. Manusia mengalami ketegangan akibat penyerangan teknik-teknik mekanisme teknik. buruh yang sakit. manusia hanya membentuk masyarakat massa. Masyarakat kita masih memegang nilai-nilai asli (primordial) seperti agama atau adat istiadat 129 . tetapi diatur oleh jam. atau keluarganya meninggal. fosil. sifatnya alamiah dan kongkret. Krisis Dunia Modern Menurut E. Ketiga. Tetapi sekarang waktu menjadi abstrak dengan pembagian jam. Pertama. 4. sehingga irama kehidupan harus tunduk pada waktu yang mekanistis dengan mengorbankan nilai kualitas manusiawi dan sosial. Alat-alat transportasi telah mengubah jarak dan pola komunikasi manusia. Perubahan ruang dan lingkungan manusia. Contoh pada sistem industri ban berjalan. Waktu hanya mempunyai kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas manusiawi atau sosial. tidak berhubungan dengan padang rumput.F Schumachercxiii. Teknik telah mengubah lingkungan dan hakekat manusia. 3. karena akan membuat macet garis produksi dan upah bagi temannya. dan detik. Manusia melebur dengan mekanisme teknik. yang terasa menyesakkan nafas dan melemahkan badan. 2. Contoh yang sederhana manusia dalam hal makan atau tidur tidak ditentukan lapar atau mengantuk. pantai. sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran. Sebelumnya waktu diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia. Manusia satusatunya makhluk Tuhan yang mampu merangkaikan fenomena alam beserta prosesnya secara kreatif. Kedua. seperti bahan baker.lingkungan manusia menjadi terbatas. artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. dunia modern yang dibentuk oleh teknologi menghadapi tiga krisis sekaligus. sehingga menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemudahan dalam menjalani hidupnya. dan teknologi yang tidak berperikemanusiaan. menit. organisasi. sedemikian rupa sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya alam tersebut. tidak dapat begitu saja meninggalkan pekerjaannya.

penerapan praktisnya. politik atu persaingan kelas. setidaknya melakukan reaktualisasi b. Teknik harus menyelaraskan diri dengan kepentingan manusia bukan sebaliknya. Proses massafikasi yang melanda kita dewasa ini. sebagai akibat hilangnya nilai-nilai hubungan sosial. Struktur sosiologis missal dipaksakan oleh kekuatankekuatan teknik dan kebijaksanaan ekonomi (produk industri). khususnya dalam empat bidang berikut : a. akan tetapi struktur masyarakat ataupun dunia norma pokoknya tetap saja hukum ekonomi. maka masyarakat atas dapat mengidap penyakit ‘progeria’. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat. 5. yang melampaui kemampuan manusia. bebas dari tekanan-tekanan. Alvin Tofflercxiv menyatakan saat ini negara-negara teknologi maju telah memasuki tahap superindustrialisme. dan difusi atau penyebarannya dalam masyarakat. Pembangunan dan Perkembangan Ipteks Pengaruh IPTEK pada tatanan kehidupan masyarakat Perkembangan IPTEK yang sedemikian pesatnya mampu menciptakan perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada tatanan kehidupan masyarakat. melalui inovesi teknologi tiga tahap. telah menghilangkan nilai-nilai hubungan sosial suatu komunitas. perubahan di bidang industri dan kemampuan di medan perang. yakni tingkat menua yang lanjut sekalipun secara kronologis usianya belum tua. perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya d. Kondisi sekarang sering manusia menjadi obyek teknik dan harus selalu menyesuaikan diri dengan teknik. Dengan semakin meningkatnya teknologi. apabila masa depan itu menyerbu masa kini dengan kecepatan yang terlampau tinggi. perubahan tersebut seolah-olah tidak dapat dikendalikan lagi. Melalui teknik bukan berarti menghilangkan kodrat manusia itu sendiri. Ketiga tahap ini merupakan siklus yang menimbulkan bermacammacam ide kreatif baru sehingga merupakan reaksi berantai yang disebut proses perubahan. Proses ekularisasi sedang berjalan secara tidak disadari. perubahan dalam organisasi-organisasi sosial yang mengarah pada kehidupan politik c. yaitu ide kreatif. 4. perubahan dibidang intelektual. Accelerasi dan Trancience Dalam hal akselerasi. Padahal individu membutuhkan hubungan sosial. tetapi poerlu memanusiakan teknik. kemudian dicari semacam kekebalan diplomatic 130 .secara ideologis. tempat proses perubahan itu tidak dapat dipandang normal lagi. dan tercapailah akselerasi ekstern maupun intern (psikologis) yang merupakan kekuatan sosial yang kurang mendalam dipahami. Teknik-teknik manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang. Bagi masyarakat semacam itu. masyarakat meninggalkan kebiasaankebiasaan lama atau kepercayaan-kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan dan kepercayaan baru.terjadi neurosa obsesional atau gangguan syaraf menurut beberapa ahli. yaitu kegagalan adaptasi dan penggantian relasi-relasi komunal dengan relasi yang bersifat teknik.

3. mesin-mesin. Tak mustahil pula akan timbul future shock atau kejutan masa depan. Secara kiasan tempat pun seolah-ilah cepat terpakai habis. organisasi ada kecenderungan menjadi superbirokrasi di masa depan. Toffler juga menyatakan ada kekuatan lain yang dapat mengubah wajah dan eksistensi manusia selain akselerasi. ide. baik hubungan formalnya maupun informalnya. terlampau banyak dilewati daya dukungannya. ditambah dengan factor waktu. 131 . masyarakat amat mobil dengan ‘nomad baru’. Bandingkan misalnya vulpen yang bertinta yang permanent dengan ball point yang dibuang setelah habis. Eksplorasi mengenai kehidupan masyarakat high transience menghasilkan : 1. Transience merupakan alat kasar yang berguna dalam mengukur laju mengalirnya situasi. high transience dan low transience. tempat. Gelombang demi gelombang ide menyusupi hampir segala bidang aktifitas manusia. langsung dapat dilihat. dan ide. Counter play normative Untuk itu semua diperlukan counter play yang bersifat normative bagi manusia.terhadap perubahan. Hal ini dapat berlangsung dengan cara : . yaitu benda. lebih rapuh.adanya interaksi yang serasi antara manusia. dan perikemanusiaan.memberikan banyak alternative pilihan teknologi . yaitu suatu penderitaan fisik dan atau mental yang timbul apabila sistem adaptif fisik dari organisme manusia itu. beserta proses pembuat keputusannya. Benda : hubungan “manusia-benda” tidak awet dan masyarakatnya merupakan masyarakat pembuang. menjadi sementara. dan biosfer agar ekosistem terpelihara. 4. namun hakekat sistemnya sendiri telah banyak mengalami perubahan. artinya jelas. Manusia dapat kehilangan individualitasnya dan personalitasnya dalam mesin organisasi yang besar. Dalam hal ini situasi dapat dianalisis menurut lima komponen dasar. 2. berpijak pada kenyataan. jarak fisik semakin tidak berarti. organisasi. hubungan ‘manusia-manusia’ pun pada umumnya menjadi sangat sementara dan coraknya fungsional. dan menjembatani teori-teori sosiologis tentang perubahan psikologi insasi perseorangan. dibagi kedalam dua kelompok. organisasi. menyangkut hal urgen. hubungan ‘manusia-ide’ bersifat sementara karena ide dan image timbul dan menghilang dengan lebih cepat. tempat : hubungan “manusia-tempat” menjadi lebih sering. Hubungan ‘manusia-organisasi’ pun seolah-olah mengalir dan beraneka ragam. 5. keadilan. melainkan bersifat dangkal dan terbatas’ secara kiasan terdapat ‘orang yang dapat dibuang’. Akselerasi perubahan secara drastic dapat mengubah mengalirkan situasi. yaitu transience (keadaan bersifat sementara). dan lebih sementara. menusia. manusia. hendaklah mulai berfungsi dalam situasi manusia yang kongkret. Tuhan. Hubungan lima komponen itu. tidak berbeda dengan minuman atau makanan dalam kaleng. Kontak antar manusia tidak menyagkut secara keseluruhan personalitas. Demikian pula pandangan terhadap teknologi harus menekankan pada keserasian antara teknologi dengan kepentingan manusia dan integritas ekosistem. Masyarakat menurut transience. membentuk kerangka pengalaman sosial.

baik bagi penggunanya maupun orang lain. tetapi jelas pula bahwa ia bukan ‘hewan’ atau ‘bakteri. ekonomi. IPTEK. yaitu. kita tidak kemudian berarti paham bagaimana sebenarnya teknologi itu brkrtja dan apa dampak-dampaknya. disisipkanlah satu gen bakteri. dan ekologi. hingga kadang nampak alamiah seperti pemanasan global yang kini diributkan. atau banjur dan tanah lonsor yang penyebabnya bukanlah bencana alamiah semata. Namun ketika teknologi menjadi bagian dari hidup manusia modern.. sisi lainnya adalah keterasingan (alienasi) yang semakin besar antara manusia dengan teknologi yang diciptakannya sendiri. Ketika teknologi mendorong menggelindingnya roda globalisasi. dan efek rumah kaca. penggunaan m. baik langsung maupun tudak langsung. hingga tumbuhan dan organisme yang dimodifikasi secara genetic. Flavr Savr adalah tomat yang sudah dimodifikasi secara genetic. diberi ijin oleh badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) untuk memasarkan sayuran jenis baru bernama Falvr Savr.Teknologi harus menopang hidup manusia. Giddens (1999) menyebutnya sebagai manufactured risk. ada resiko lain yang muncul. Untuk menstabilkan. Kelebihannya adalah bahwa prose situ memungkinkan produksi lebih tinggi. Dia menempatkan tomat transgenic dalam satu deret bersama nilon dan plutonium yang terbukti sudah mengubah sejarah manusia dalam menggunakan bahan-bahan sisntetis. bobolnya rekening bank. Ada argument bahwa Bioteknologi mencakup budidaya selektif. roda itu melindas sisi-sisi yang lain. pupuk kimia. artinya. Calgene Inc.inim pestisida. gen yang dipunyai sudah melintasu gen tumbuhan. hybrid. cxv Demikian kompleksnya resiko ini. Globalisasi dan Kemiskinan Wajah Mendua Teknologi Ketika teknologi belum dikenal dalam alam budaya tradisional. Sesudah pakaian (nilon) dan barang produksi (plutonium).Teknologi harus baik secara termodinamis demi tercapainya keseimbangan energi. satu perusahaan bioteknologi modern. Donna Haraway (1997)cxvi mencatat tangga 19 Mei itu sebagai hari yang akan mengubah perjalanan hidup ilmu pengetahuan dan masyarakat. orang hidup hanya kawatir akan resiko yang berasal dari alam (eksternal). sampai meledaknya reactor nuklir. yaitu resiko yang melekat pada teknologi. Pada 19 Mei 1994. bukan sebaliknya. tsunami. namun diharapkan tetap akarab dengan lingkungan. . Caranya dengan ‘membalik’ rengkaian rantai genetic sehingga tomat ‘diperintah’ untuk tetap awer. pesawat. walaupun bisa menggunakannya. juga bagi lingkungan. Argument lainnya adalah penyelamatan keragaman hayati dan 132 . Fakta adanya gen bakteri dalam tomat itu membuat tomat tidak bisa lagi sepenuhnya dikatakan ‘tumbuhan’. sehingga menjadi lebih awet.. kini pangan (tomat transgenic) yang disintetiskan. gempa bumi. seperti banjir. Sayangnya gen yang dibalik ini tidak stabil. Itulah kenapa ia disebut ‘transgenik’ karena secara genetic. hilangnya file karena virus. kecelakaan mobil. yang disebut sebagai resiko alamiah. Satu sisi adalah manufactured risk.

Hollywood melalui film-film futuristiknya juga berulangkali menggambarkan kondisi masa depan dimana robotpun bisa berperasaan dan berpikiran independent. Kelalaian menjalankan prosedur operasional di laboratorium ternyata mengubah teknologi yang dipuja menjadi bencana. Bandingkan dengan Indonesia yang sampai sekarang hanya mampu mengirim sumberdaya manusia tingkat pembantu dan buruh. telah sejak lama memilih mengembangkan sumber daya manusia dan bidang jasa. Namun hanya yang siap yang bisa meraih kesempatan. sekaligus mudah beradaptasi dalam budaya berbeda. perkembangan bioteknologi ini sebagian besar didominasi oloeh perusahaan besar multinasional seperti halnya industri software.’ Globalisasi serta perkembangan Iptek yang luar biasa telah membuat dunia serba terbuka. membuat novel berjudul Prey (2002) tentang sisi lain kemajuan teknologi nano. Mereka sadar betul. dibutuhkan ayam potong yang lebih besar. Ia mengubah selueuh hidup kita sampai yang sekecil-kecilnya. Disamping persiapan sumber daya manusia. Muncullan efek domino manufactured risk yang makin hari makin bertambah panjang proses genetisasi memang mencakup lokalisasi mutasi gen. Tentu saja hal positif ini hanyalah separuh dari cerita karena ada hal lain yang tidak bisa diabaikan.teknologi komunikasi elektronik yang serba segera ini bukan sekedar alat untuk menyampaikan berita dan informasi secara cepat. sapi perah yang menghasilkan susu lebih banyak. pertanian modern yang bersifat monokultural sangat rawan terhadap masalah lingkungan. Untuk tujuan-tujuan itulah Fukuyama cxvii menyebut bahwa bioteknologi nampaknya lebih mengabdi kepada kepentingan dagang daripada sains. dan udara. 133 . Bioteknologi pada ujungnya memang mengubah pertanian dari ‘proses produksi untuk konsumsi’ menjadi ‘produksi untuk perdagangan’. Perusahaanperusahaan ini mendominasi pasar dan tentu busa dipahami jika mereka membangun visi global di industri pertanian dan pangan.. Demikian juga dengan bahaya kerusakan dan pencemaran tanah. Ekosistem menjadi lebih rentan pada hama dan penyalut. Contoh lain adalah India yang sudah lama menguasai pangsa pasar sumberdaya di bidang teknologi informasi. dan Filipina dibidang akuntansi. Keanekaragaman hayati treancam hilang. memimpin. Para pakar bioetika boleh saja terus mempertanyakan klaim alamiah vs non alamiah dari tumbuhtumbuhan sejenis Flavr Savr dan bahkan binatang yang dikloning. Teknologi informasi. ait. Untuk itulah dibutuhkan tomat dan sayuran lain yang awet. Singapura yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam misalnya. Demikian pula Michael Chricton yang terkenal dengan fiksi ilmiahnya. Sosiolog ternama Anthony Giddenscxviii pernah berujar ‘…….percepatan proses evolusi tumbuhan lewat seleksi karakteristik gen yang baik dan dominant. tetapi tetap tak terelakkan proses perpindahan dan bahkan mutasi gen antar tumbuhan transgenic Kedua. dalam dunia datar dimana manusia sedemikian mudah bermigrasi yang diperlukan adalah manusia yang bisa mengelola. juga tanaman dan ternak yang lebih cepat menghasilkan panenan. Salah satunya lewat sistem pendidikan yang tidak hanya dwibahasa. Pertama. tapi juga dwikultural sejak SD.

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pula yang kini ditempuh Taiwan. Fenomena di Indonesia 134 . Mengapa? Jawabannya pengelolaan sumber daya manusia. Caranya dengan menggratiskan sekolah menengah awal 1960-an sehingga anak-anak kelas bawah bisa mengakses pendidikan dan kemudian menggratiskan pendidikan tinggi sejak tahun 2996. sebaliknya Amerika Serikat. Amerika dan Singapura terus mengembangkannya. sehingga ban yang kurang angin atau kulkas yang terlalu penuh akan memberi tanda. Kamboja. Tahun 2006-1008. namun dengan kemampuan 10 – 100 kali lipat sekarang. namun perjalanan sejarah menunjukkan masih ada jalan terang. keempatnya adalah teknologi informasi.Teknologi nano Teknologi nano sebenarnya merujuk pada suatu materi yang berukuran -9 meter atau satu dibagi semiliar meter. lalu membangun sistem pendidikan dan riset begitu pulang ke negaranya. Teknologi nano pula yang telah mempengaruhi empat ilmu pengetahuan dan teknologi yang disebut Joseph F Coates. Begitu Taiwan berupaya menghapus buta sains dan membebaskan ujian masuk universitas. Ditengah gegap gempita perkembangan inilah bangsa Indonesia harus siap berkompetisi. Jepang. peraih nobel Fisika dari China. Tahun 2030 berbagai penyakit bisa disembuhkan sehingga hidup manusi diasumsikan kian sejahtera. Dalam waktu hamper 10 tahun sudah 915 mahasiswa dikirim untuk program doctor. juga 16 dari 20 industri peralatan medis dan 7 dari 10 perusahaan piranti lunak. dengan kemampuan manusia merekayasa materi sekecil itu tentu saja banyak sekali dampak perubahannya. misalnya dikembangkan superchip yang bila dipasang pada ban atau kulkas. Demikian juga Peru dan Meksiko yang sangat mencengangkan pada tahun 1500. material. dan Andy Hines dalam bukunya 2025 : Scenarios of US and Global Society Reshaped by Science and Tecnology yang diterbitkan Oakhill Press (1996) sebagai kunci pendorong perubahan sampai 2025. sedangkan Jepang. Irlandia dalam waktu kurang dari satu generasi berhasil menjadi negara kaya di Eropa. Tahun 2013 -2019 teknik pengobatan akan berubah total d berkat teknologi nano dalam wujud biologi molekuler. Disamping fisikan negara ini juga mengirim ribuan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ke berbagai negara. Meksiko. Kini sembilan dari sepuluh perusahaan farmasi terbesar dunia memiliki pabrik disana. Mereka dikirim keluar negeri melalui program yang dipelopori oleh Tsung Dao Lee. makin hemat energi. Ibaratnya sehelai rambut ukuran materi nano dibayangkan sebagai rambut yang dibelah 50. Meski kondisinya terngah terpuruk saat ini. atau Lebanon yang makmur pada tahun 19601n. dan Singapura yang dulu miskin kini menjadi negara kaya yang mempengaruhi dunia. tahun 1200 termasuk negara terkaya. Kamboja misalnya. Peru. John B Mahaffie. Irlandia dan China. genetika dan energi. China pada tahun 1980-an menyeleksi mahasiswa-mahasiswanya yang berbakat fisika. Kehadiran kawat nano juga membuat computer makin kecil.000. dan Lebanon mengabaikan sumber daya manusia. massa kritikal yang berpendidikan berkembang pesat.

Dampak Penyalahgunaan Ipteks Bagi Kehidupan Konsekwensi negative yang tidak diharapkan dari pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan reaksi romantis yang mengajak kembali kea lam yang berbeda. Indonesia bisa mencontoh Kazakhtan yang tiap tahun mengirim 3000 siswanya keluar negeri. Kelima menterjemahkan berbagai buku ilmiah popular. Selain itu seharusnya masih ada 250. Sayang sekali potensi yang baik ini belum dieksplorasi dengan baik. Dari jumlah itu sudah diperoleh 22 medali emas. Ada yang PhD pada usia 23 tahun. dalam kurun waktu 12 tahun telah mengirim 70 siswa yangberasal dari berbagai daerah. Semua ini untuk mengarahkan mereka menjadi pemimpin di berbagi bidang. Pencarian anak berbakat juga bisa dilakukan dengan memperbanyak kegiatan lomba sain dan matematika.00 sama dengan insinyur yang bekerja hingga pukul 21. Mereka yang menang ditampung di pusatpusat pelatihan khusus sehingga kemampuannya makin terasah. dan menjadi professor usia 25 tahun. bagaimana mencari dan mengasah mereka? Yang pertama. Kedua. Tim olimpiade fisika Indonesia misalnya. dan menjualnya dengan harga sangat murah.1%) yang ber-IQ diatas 150 sehingga berpotensi menjadi pemimpin besar sekaliber Abraham Lincohn dan Thomas Jefferson. Semua sikap terhadap ala mini mewakili pola dominasi hirarkis dan penaklukan. perlu sistem seleksi yang ketat namun transparan dan terorganisasi baik sehingga anak-anak yang berbakat dapat diidentifikasi sedini mungkin.000 (0. Masalahnya. Karena hnya dengan buku yang baik para siswa dapat mengoptimalkan kemampuannya. rendahnya gaji guru. Di Taiwan misalnya. 11 perak dan 34 perunggu. serta 25.5 juta (5% dari populasi) yang memiliki IQ superior diatas 120. Para pemenang olimpiade ini sekarang tersebar diberbagai perguruan tinggi terbaik dunia dan menunjukkan prestasi luar biasa. akan ada 12. Keempat .Dengan standar pengajaran yang masih buruk karena kurangnya pelatihan. bila jumlah penduduk Indonesia diasumsikan 250 juta. Semua itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yng tinggi. dan terutama rendahnya pemahaman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Merekalah yang 10-20 tahun lagi diharapkan membangun negaranya setelah pulang. menyiapkan sekolah unggulan dengan guru-guru yang kompeten dan kurikulum yang mengoptimalkan kemampuan anak. mereka ini berpotensi menjadi manajer atau professor.01 %) yang ber-IQ diatas 160 sekelas Albert Einstein. lulus S1 pada usia 16 tahun. dominasi melalui 135 . 5. Ketiga. memperbaiki kesejahteraan guru dan memberi kesempatan belajar seluas-luasnya sehingga bisa mendoromg anak-anak pintar memilih profesi guru. Indonesia sebenarnya pantas bersyukur karena msih saja ditemukan manusia unggulan. Sebuah restorasi atas kemurnian alam yang tidak terkontaminasi dan teralienasi oleh intervensi manusia. Padahal.00. menjadi guru sangat diminati karena gaji guru yang bekerja hingga pukul 15.000 (0. menyebarkan hingga ke pelosok. mengirim siswa-siswa unggul keluar negeri.

Tetapi disisi lain hal ini juga menimbulkan dampak negative berupa kerusakan ekosistem.pemilikan dan control. eksploitasi serta identitas dengan memelihara alam sebagai surga untuk banyak orang. sebuah interaksi yang selalu melibatkan dimensi sosial. ketidakseimbangan lingkungan bahkan pencemaran yang akhirnya menjadi bencana bagi umat manusia. dan sumber daya yang dimiliki bersama menjadi dasar untuk ekonomi pasar yang intensif. bebas nilai. Pada titik inilah relasi antara manusia dan teknologi menjadi diskursus menarik sekaligus penting.cxx Reduksionisme merupakan suatu keyakinan dalam ilmu pengetahuan yang mereduksi kemampuan manusia yang menolak kemungkinan adanya cara produksi pengetahuan lain maupun pengetahuan orang lain. selanjutnya dijadikan pasar hasil industri oleh mereka. 136 . Yang menjadi persoalan adalah bahwa pengetahuan dibangun berdasarkan kesenjangan natara yang tahu (spesialis) dengan yang awam(bukan spesialis). fungsi teknologi tidak perlu dipertanyakan lagi. dan kultural. Relasi antara manusia dan teknologi tidaklah sesederhana mengatakan bahwa teknologi adalah media untuk mengubah manusia. pergerakan sosial telah menggeser tata hierarkhi organis. industrialisasi. rekayasa kelautan berupa revolusi biru. bertentangan dengan paham pluralitas atau dialektika. Ilmu pengetahuan modern yang dimitoskan sebagai universal. Dilema determinisme. dan obyektif pada dasarnya sangat berakar pada budaya barat dan sangat patriarkhis. Teknologi diciptakan untuk membantu mengatasi keterbatasan fisik manusia. Rekayasa Teknologi Penerapan IPTEK dalam rekayasa pertanian berupa revolusi hijau. Reduksionis menghendaki adanya keseragaman dalam hal pendekatan. Menarik karena kompleksitasnya. Negara yang tidak menguasai IPTEK akan terus dieksploitasi oleh Negara-negara maju. tapi di percaturan dunia. ataupun melalui pencemaran nama baik. Disamping itu imbas dibidang sosial berupa semakin melebarnya kesenjangan sosial. Manusia tidak pernah bersikap pasif terhadap teknologi. Respons imajinatif senantiasa mewarnai interaksi timbal balik antara manusia dan teknologi. politik. merupakan bukti kemampuan manusia dalam mengembangkan daya dukung lingkungan alam. Penting karena teknologi selalu menjadi bagian dari setiap episode sejarah manusia. Ini terjadi bukan hanya dalam konteks suatu Negara. rahim bumi.cxix Kemajuan teknologi serta dampaknya pada pembangunan dan ekspansi ekonomi telah mengubah kehidupan dan pikiran manusia. Bagi para praktisi teknologi. yaitu hanya ada satu cara dan tidak mentolerir yang lain. Paham ini dasar ontologinya adalah homogenitas. Reduksionisme Ilmu pengetahuan yang modern memiliki dasar pijakan pada reduksionisme. Orang kaya yang menguasai IPTEK akan semakin kaya dan si miskin yang tidak mampu menguasai IPTEK akan semakin terpuruk dan menjadi korban penindasan kelompok yang kaya. diambil SDA-nya. Reduksionis mencabut kemampuan alam dan potensi manusia serta menggantinya dengan teknologi. juga tenaga kerjanya yang murah.

Ini terjadi karena determinisme teknologi cenderung memaksakan suatu bentuk universalitas struktur institusional teknologi ke dalam masyarakat. pandangan instrumentalis memiliki kecenderungan untuk mendewakan teknologi dan meletakkannya sebagai faktor penentu dalam perubahan sosial dan simbol kemajuan peradaban manusia. 137 . Pemahaman demikian berangkat dari asumsi bahwa teknologi modern muncul dari rasionalitas dan kemampuan logika manusia dalam mengadopsi prinsip-prinsip pengetahuan ilmiah sains ke dalam artifak teknologis. Dalam analisis Andrew Feenberg. termasuk dalam lingkungan akademik. Determinisme teknologi berangkat dari satu asumsi bahwa teknologi adalah kekuatan kunci dalam mengatur masyarakat. tapi tidak dalam tingkat filosofis karena pandangan ini tidak cukup untuk menjelaskan makna dan implikasi teknologi bagi manusia. Determinisme teknologi dalam pandangan instrumentalis ini mesti dicermati karena dia menafikan aspek moral dan etika dalam relasi antara manusia dan teknologi. Sikap ini melahirkan pandangan determinisme teknologi yang bersifat ideologis.Dia berperan sebagai media untuk mencapai kepuasaan material. Determinisme teknologi itu sendiri bukan hal yang baru. Kritik terhadap determinisme teknologi merupakan respons terhadap implikasi politis ideologis yang dihasilkan oleh paham ini. determinisme teknologi tidak hanya memberi penjelasan yang tidak akurat tentang relasi antara manusia dan teknologi. tetapi juga terlalu menyederhanakan dan bahkan mematikan makna dalam kehidupan manusia. Kedua premis tersebut sulit diterima karena pola-pola teknologi itu sendiri banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial. Pandangan instrumentalis di atas mungkin bisa diterima dalam tingkat pragmatis. Dalam catatan Merritt Roe Smith. dan politik di mana teknologi itu berada. ekonomi. Dalam paham ini struktur sosial dianggap sebagai kondisi yang terbentuk oleh materialitas teknologi. Gagasan ini memikat para pemikir era Pencerahan dan semakin tumbuh subur di budaya masyarakat Amerika Utara di mana semangat kemajuan melekat dengan kuat. kultural. Pertama adalah asumsi bahwa teknologi berkembang secara unilinear dari konfigurasi sederhana ke yang lebih kompleks. pada satu sisi determinisme teknologi menawarkan janji-janji modernitas. Menurut Noble. setidaknya dua premis dalam determinisme teknologi yang bermasalah. tetapi di sisi lain memaksakan suatu bentuk fatalisme. paham determinisme teknologi telah muncul sejak awal revolusi industri. Lebih penting lagi. para sarjana studi sosial teknologi telah memberi respons kritis terhadap paham determinisme teknologi. Selama tiga dekade terakhir. Seperti yang diwaspadai oleh Rosalind Williams. dan ideologis para pemilik modal masuk ke dalam sistem teknologi dan mengurangi otoritas masyarakat dalam memilih arah teknologi. Paham ini begitu dominan dalam masyarakat kontemporer. determinisme teknologi memungkinkan motivasi politis. Teknologi dibentuk oleh parameter efisiensi dan efektivitas sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Bagi David Noble. Universalisasi institutional ini menjadi media hegemoni modernitas. Kedua adalah asumsi bahwa masyarakat harus tunduk kepada perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia teknologi.

berhasil atau gagalnya teknologi bukanlah hal yang penting karena pada dasarnya teknologi adalah hasil sebuah kompromi. Berangkat dari eksistensialisme Heideggerian. fenomenologi menjadi dasar metodologi studi sosial teknologi. Ontologi relativistis bukan relativisme. Bentukan sosial teknologi Prinsip-prinsip dalam fenomenologi teknologi tidak menjadi barang eksklusif dalam studi filsafat. Dalam perspektif ini. Konsep multistabilitas menekankan bahwa relasi antara manusia dan teknologi tidak tunggal. Ihde menawarkan konsep multistabilitas untuk menggali lebih dalam ke wilayah kompleksitas budaya teknologi. Kasus pertama adalah analisis Langdon Winner tentang jembatan di Long Island. New York. melainkan lebih sebagai media untuk menganalisis relasionalitas antara manusia yang mengalami (human experiencer) dan wilayah yang dialami (the field of experience). Melalui fenomenologi persepsi ini. Proses-proses sosial yang membentuk teknologi adalah refleksi dari cara kita hidup dan mengatur masyarakat. yang ditulis dalam artikelnya Do Artifacts Have Politics? Di sepanjang jalan bebas hambatan di Long Island terdapat sekitar puluhan 138 . Karena itu. teknologi bersifat multi-interpretatif tergantung pada konteks kultural di mana dia berada. Analisis relasionalitas ini dilakukan melalui dua kategori persepsi. kedua jenis persepsi ini saling terikat satu sama lain. Studi fenomenologi teknologi mengeksplorasi pengalaman manusia dan secara spesifik menjelaskan bagaimana struktur pengalaman yang bersifat multidimensi tersebut tersusun. Ihde mengembangkan “ontologi relativistis” untuk memahami keberadaan manusia dalam wilayah teknologi. Setidaknya tiga kasus menarik bisa kita amati dalam domain ini untuk melihat bagaimana kekuasaan dan teknologi saling bereproduksi satu sama lain.Fenomenologi teknologi Bagaimanakah relasi antara manusia dan teknologi terjadi? Fenomenologi adalah kendaraan untuk mencari jawabannya. yakni persepsi mikro yang bersifat indrawi dan persepsi makro yang bersifat kultural atau hermeneutik. Multistabilitas meletakkan teknologi tidak dalam satu posisi hermeneutik. Setidaknya itu yang dilakukan Don Ihde untuk memahami relasi antara manusia dan teknologi secara komprehensif. Bagi Ihde. Bagi para sosiolog teknologi. Jika kita menilik secara saksama. Persepsi mikro tidak pernah lepas dari konteks persepsi makro. Sebaliknya. Kekuasaan dalam konfigurasi Relasi kekuasaan dan teknologi adalah sebuah tema besar dalam studi sosial teknologi. Relasi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk walaupun dengan artefak teknologi yang sama. tapi dalam berbagai titik relasi dengan manusia. teknologi merupakan cermin dari proses imbal-balik yang kompleks yang terjadi di masyarakat. makna sebuah artefak teknologi akan selalu berubah sesuai dengan masyarakat yang memaknainya. persepsi makro tidak akan pernah ada tanpa dorongan persepsi mikro. Dengan kata lain. khususnya sosiologi teknologi dalam memahami relasi antara teknologi dan masyarakat.

teknologi menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan. Menurut Hess. dan kontrol untuk memenuhi kepentingan sang pencipta konfigurasi tersebut. sebuah pantai cantik berpasir putih di sebelah timur Long Island. teknologi berfungsi untuk memproduksi kekuasaan. Dari investigasinya. seperti yang dikatakan Bryan Pfaffenberger. Selintas tidak ada hal yang istimewa dari jembatanjembatan tersebut. Budaya dan teknologi Kekuasaan tidak lahir dari kondisi vakum.7 meter sehingga hanya mobil sedan yang dapat lewat di bawahnya. yakni Robert Moses. Hal ini untuk membatasi akses kaum kelas bawah kulit hitam dan hispanik yang biasanya menggunakan bis umum menuju ke Jones Beach. teknologi berfungsi sebagai media praktik kekuasaan. Mendekati kekuasaan melalui budaya dalam teknologi mengantarkan kita ke konsep konstruksi budaya. dengan serta-merta netralitas tersebut sirna. Hasilnya adalah pengamatan dimensi kekuasaan yang sempit. Tetapi. Argumen Pfaffenberger didukung oleh David Hess melalui konsep relasi kekuasaan dan budaya. Pfaffenberger berargumen bahwa fungsi politis dari suatu teknologi baru dapat tercapai jika teknologi tersebut dibungkus dalam mitos dan ritual dan menjadi alat kontrol produksi dan resepsi makna. misalnya efisiensi material atau efektivitas sistem konstruksi. Pada kasus jembatan Long Island. ketika elemen-elemen ini membentuk suatu konfigurasi. Tinggi jembatan tersebut hanya sekitar 2. proporsi jembatan tersebut tidaklah “normal”. Dia muncul dari suatu konsteks budaya tertentu sehingga kekuasaan selalu bersifat kontekstual dan lokal. tanpa adanya perspektif budaya. Ini dilakukan dengan sengaja oleh pendesainnya.jembatan penyeberangan. dan makna di 139 . Winner menemukan suatu agenda rasialis dan diskriminatif di balik desain jembatan Long Island. Dengan konfigurasi tertentu. analisis kekuasaan akan menjadi tumpul dan hanya hanya terfokus pada sejumlah kategori sosial yang terbatas. Menurut Winner. Konstruksi budaya tersusun melalui proses interpretasi-reinterpretasi dan produksi-reproduksi simbol. Hess menggunakan konsep ini untuk memahami kompleksitas operasi kekuasaan di masyarakat. dominasi. Dari perspektif ini kita bisa melihat tiga artefak di atas sebagai refleksi dari relasi manusia dan teknologi melalui kekuasaan yang meliputi tiga tujuan. Namun. artefak teknologi berubah menjadi media hegemoni. Jembatan-jembatan tersebut di desain dan dibangun dengan konfigurasi demikian untuk menghasilkan suatu dampak sosial tertentu. adalah artefak yang terdiri dari elemen-elemen yang netral. penjelasan praktik kekuasaan dalam teknologi tidak akan pernah memuaskan jika kesadaran tentang sistem budaya diabaikan. identitas. keganjilan desain tersebut bukanlah karena alasanalasan teknis. jika diamati dengan saksama. jembatan Long Island. seorang tokoh sentral dalam pembangunan kota New York di awal abad ke-20. Adapun pada kasus penjara Panopticon. Karena itu. Pada kasus mesin kontrol numerik. Secara materialistis. Jembatan-jembatan tersebut dibangun sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh Moses untuk menghalangi masuknya bis ke wilayah tersebut.

dalam masyarakat. Kompleksitas teknologi modern telah melampaui batas dimensi indrawi manusia dalam mencerna. teknologi tidak lagi dilihat pada aspek materialitasnya yang sering bersifat ilusif melainkan sebagai suatu bentuk upaya penyingkapan daya yang tersembunyi di alam seperti yang dilontarkan Martin Heidegger. Yang dibutuhkan adalah suatu tingkat pemahaman teknologi yang lebih mendalam. Dalam kerangka konstruksi budaya ini. Di sisi lain dia memancing nafsu dan keserakahan manusia untuk terus melakukan dominasi dan kontrol terhadap alamcxxi. dampak negatif dan positif teknologi 3. TUGAS . Dalam pola ini. . Oleh Linda Layne. Bricolage adalah aktivitas penggabungan elemen-elemen yang ada untuk memenuhi suatu tuntutan lingkungan. Menurut Hess. Pada tingkat praksis. pengembangan teknologi menyerupai apa yang disebut Claude Levi-Strauss sebagai bricolage. Di sini Layne menawarkan apa yang dia sebut sebagai “cultural fix” di mana nilai-nilai budaya di adopsi ke dalam konfigurasi teknologi. permasalahan seputar teknologi dan kehidupan manusia 2. Pada tingkat ini. pencarian solusi dari permasalahan yang ada 140 . Dia mengantarkan manusia kepada bentuk “kebenaran” tentang potensi-potensi yang tersembunyi di alam. seorang praktisi teknologi adalah seorang bricoleur. suatu sikap yang menerima teknologi dengan mata tertutup. Alasan untuk menolak sikap ini jelas karena manusia tidak akan pernah lepas dari teknologi. dan nilai. konsep konstruksi budaya dalam teknologi tidak hanya untuk memahami lebih mendalam bagaimana teknologi berinteraksi dengan makna. Kondisi ini membentuk sikap “taken for granted” dalam masyarakat kontemporer terhadap teknologi. Hal ini dapat dilakukan melalui pemahaman makna dalam masyarakat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teknologi dan masyarakat dan mencari solusinya.Buatlah portofolio berkaitan dengan fenomena teknologi dalam kehidupan manusia yang meliputi 1. Namun demikian. Aliran dari keluaran proses ini lalu ditransformasikan ke dalam artefak teknologi. teknologi modern tidak berbeda jauh dengan prinsip bricolage di mana interpretasi budaya membentuk versi teknologi di masyarakat. kita tidak perlu menjadi paranoid dan bersikap antiteknologi. ritual.bentuk kelompok yang terdiri dari lima orang mahasiswa. Tragisnya. konstruksi budaya dapat dijadikan “tool” untuk membuat teknologi lebih manusiawi dan dapat diterima dengan baik di masyarakat. Dalam kata lain. Dia menghasilkan suatu teknologi baru melalui rekonstruksi elemen-elemen yang sudah ada untuk dibentuk menjadi suatu teknologi “baru” dalam konteks budaya di mana dia berada. sikap ini secara perlahan menggali jurang dalam yang dapat menjebloskan manusia ke dalam bencana kemanusiaan. Penyingkapan ini bagai pedang bermata dua. orisinalitas teknologi ditentukan oleh konsep makna yang digunakan.

tumbuhan. Misalnya dalam ruangan terdapat delapan kursi. hewan. Kecuali makhluk hidup. hewan dan jasad renik menempati suatu ruang tertentu. Makhluk hidup yang lain bukan sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral atau pasif terhadap manusia. 10 ekor anjing. oleh jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut. empat meja. sebatang pohon kelapa dan sebuah bukit batu akan berbeda sifatnya dari lingkungan yang sama besarnya tetapi hanya ada seorang mnausia. Ruang yang ditempati suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan tak hidup didalamnya diseebut lingkungan hidup makhluk tersebut. Toynbeecxxii mengaitkannya dengan daya pikir rasional dan kekuatan emosi manusia. Manusia bersama tumbuhan. seekor anjing. suatu lingkungan hidup dengan 10 orang manusia. tanah dan batu. S. Dari manakah kita mendapatkan oksigen dan makanan? Sebaliknya seandainya tidak ada manusia. hubungan atau interaksi antara unsure dalam lingkungan hidup itu. Hakekat Lingkungan Sosial Dan Alam Bagi Manusia Manusia hidup di bumi tidak sendirian. manusia dapat melihat dunia sekelilingnya sebagai sesuatu yang terpisah dari dirinya.Sos 1. air dalam bentuk uap. seperti udara yang terdiri atas bermacam gas. dalam ruang itu terdapat juga benda tak hidup. dan empat pot tanaman bunga. Kedua. Manusia adalah penakluk alam. melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. 141 .BAB VIII MANUSIA DAN LINGKUNGAN Oleh : Linda Dwi Eriyanti. seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. Dengan mudah dapat kita lihat. sekaligus pihak yang paling merasa terancam olehnya. cair dan padat. Dalam ruangan itu delapan kursi diletakkan sepanjang satu dinding dengan sebuah meja didepan setiap dua kursi dan sebuah pot bunga diatas masing-masing meja. Sifat lingkungan hidup ditentukan oleh bermacam-macam factor. Sifat ruangan berbeda jika dua kursi dengan sebuah meja diletakkan ditengah masing-masing dinding dan sebuah pot di masing-masing sudut. Einsteins konon pernah mengartikan lingkungan sebagai ‘segala sesuatu kecuali saya’. Kenyataan ini dapat dengan mudah kita lihat dengan mengandaikan jika di bumi ini tidak ada tumbuhan dan hewan. Dalam golongan jenis unsure lingkungan hidup termasuk pula zat kimia. Tanpa mereka manusia tidak dapat hidup. Tidak seperti makhluk hidup lainnya. hewan dan jasad renik. tiga ekor burung perkutut. melainkan bersama makhluk lain. yaitu tumbuhan. dan jasad renik akan tetap dapat melangsungkan kehidupannya. tertutup rimbun oleh pohon bamboo dan tidak berbukit batu. Aforisme ini menyiratkan salah satu dilemma dalam konsepsai lingkungan. Pertama.

maupun kelompok dengan kelompok. Oleh karena itu kita semua wajib memiliki wawasan yang luas tentang lingkungan. senjata. tanah. silau dan bisingsangatlah berbeda dengan lingkungan yang sejuk. Manusia dan alam semesta adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Lingkungan alam dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan sebaliknya. perubahan ruang dan tata ruang sudah menjadi tuntutan alamiah. Lingkungan yang panas. Lingkungan budaya yang berupa materi meliputi bangunan. Lingkungan alam dan lingkungan sosial saling berpengaruh dan berinteraksi secara aktif. tapi tidak silau dan tenang. ketimpangan lingkungan. hokum. mengkaitkan ilmu kemanusiaan dan ilmu alam-bersifat interdisipliner. mineral. peralatan. individu dengan kelompok. cahaya yang cukup. air. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan manusia telah mampu mengungkap sebagian kecil rahasia alam semesta ini. mampu mempertahankan lingkungan alamnya. hewan ). yang dihasilkan oleh manusia melalui aktivitas. system ekonomi. Lingkungan budaya adalah segala kondisi. dan penciptaan yang berpengaruh terhadap lingkungan alam. atau ketimpangan ekologi. Manusia sebagai makhluk dinamis. udara. dan kebisingan. system pemerintahan.cxxiv Ia sekaligus merupakan reaksi kritis atas pandangan terhadap dunia yang dualistis. bahwa dunia yang satu itu ternyata mengandung banyak keanekaragaman. dikotomis. norma. Kita dapat dengan mudah merasakan ini. Lingkungan alam adalah kondisi alamiah baik biotik ( tumbuhan. air. dan matahari. Lingkungan sosial yaitu suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya hubungan interaksi individu dengan individu. Kesadaran ekologi hendak melihat kenyataan dunia ini secara integral holistic. Ekologi dan manusia Kata ‘eko’ dalam ekologi berasal dari bahasa Yunani Oikos. peraturan. baik yang berupa materi maupun non materi. kreatifitas. misalnya suatu kota yang penduduknya ktif dan bekerja keras merupakan lingkungan hidup yang berbeda dari kota yang serupa tetapi penduduknya santai dan malas. dinamika kehidupannya dipengaruhi factor dominant yang berupa lingkungan sosial-budaya dan lingkungan alamnya. yang berarti rumah tempat tinggal : tempat tinggal semua manusia. udara) yang belum banyak dipengaruhi oleh tangan manusia. maupun lingkungan abiotik (tanah. Usaha pelestarian lingkungan dimengerti sebagai kesediaan manusia mengakui keterbatasannya. serta memiliki kemampuan untuk melihat dan menganalisis perspektif ruang muka bumi yang meliputi perubahan serta perkembangan hari ini untuk menatap amsa depan. factor non materiil suhu. hewan. system politik. pranata. Sedangkan yang non materi berupa tata nilai. yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. dll. Keempat. Maka ia mau bekerjasama dengan alam lingkungan untuk mengarahkan hidup ini secara 142 . Namun yang perlu diperhatikan disini adalah agar masalah dengan lingkungan tadi tidak menimbulkan ketimpangan ruang. bahwa ia tidak pernah dapat memahami sepenuhnya kerja dunia dan semua unsurnya. kelakuan atau kondisi unsure lingkungan hidup.cxxiii Ekologi mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. pakaian. tumbuhan. Manusia yang tingkat budaya dan peradabannya sudah maju. Sebagai akibat tuntutan kebutuhan manusia yang multi aspek. dan sebaliknya.Ketiga. cahaya. dll.

bersama-sama kepada kesejahteraan seluruh anggota komunitas dunia ini.itu berarti mengakui dan menghargai hak hidup setiap makhluk sebagai subyek yang mandiri dan bermartabat dalam dunia yang kongret integral.cxxv Alam merupakan guru terbaik, ia menstimulasi kapasitas untuk menangani lingkungan tak terduga dan kejadian yang tidak diperkirakan dengan maksud dan kemurahan hati dari roh, memercikkan momen transenden dan menginspirasikan tindakan yang kreatif. Hukum alam membangkitkan pola hidup yang kaya dengan kesederhanaan dan kerendahan hati, kemurnian, kebenaran, kemurahan hati, dan cinta kasih.cxxvi Menurut Hanne Strong, kunci untuk memperbaiki bumi terletak pada penghormatan pada hukum alam yang dipahami masyarakat asli dan tradisional. Masyarakat ini berbicaraberbicara dengan kumpulan instruksi yang asli yang diberikan kepada mereka oleh sang pencipta. Mereka mengetahui dan menghidupi hukum ini, yang menuntun relasi manusia dengan 4 elemen pemberi kehidupan yaitu tanah, air, udara, dan api (energi), serta mengajarkan penghormatan pada kesatuan dan kesalingketergantungan dari seluruh kehidupan. Hanya jika kita memahami Hukum Kesalingtergantungan, kita dapat memperbaiki kerusakan keempat elemen pemberi kehidupan kita. dan hanya jika kita mengalami kesalingterkaitan satu sama lain, kita dapat memulai mengubah sumbernya : hati dan pikiran manusia. Ini disepakati Fukuoka, yang mengatakan : “tidak ada jalan lain untuk perdamaian kecuali semua orang harus meninggalkan gerbang istana persepsi yang relative, turun ke padang rumput, dan kembali ke jantung alam yang non aktif. Marilah kita katakan bahwa kunci perdamaian terletak dekat di bumi.”cxxvii 2. Pandangan manusia terhadap lingkungan Faham dan pandangan manusia terhadap lingkungan alam sangat tergantung dari penguasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Setidaknya ada 3 aliran tentang faham hubungan manusia dengan lingkungannya, yaitu : Faham determinisme, memandang bahwa manusia sangat tergantung pada alam, artinya kapasitas manusia dan aktifitasnya sangat ditentukan oleh alam dimana dia berada, sedangkan upaya manusia untuk mengkreasi lingkungan sangat terbatas kemampuannya. Tokoh faham ini diantaranya : Charles Darwin (1809-1882) yang terkenal dengan teori evolusinya, Frederich Ratzel (18441904) dengan teori Antrhropography yang menyatakan bahwa bahwa manusia berkembang dan hidup sangat ditentukan oleh lingkungan geografis dimana ia tinggal. Tokoh lainnya Elsworth Huntington yang menekankan pada kekuatan pengaruh iklim pada perkembangan dan kehidupan manusia. Faham Posibilisme atau Probabilisme, memandang lingkungan alam berpengaruh terhadap manusia tetapi tidak menentukan melinkan hanya memberi peluang dan kemungkinan pada manusia untuk berkembang. Tokohnya : EC Semple dan Paul Vidal de la Blace yang menyatakan bahwa perkembangan hidup dan kebudayaan manusia bukan dipengaruhi langsung oleh alam, tetapi oleh proses produksi yang dipilih seseorang yang berasal dari kemungkinan yang disediakan oleh tanah, iklim, dan ruang yang ada disekitarnya.

143

Faham Optimisme teknologi, memandang bahwa manusia dengan kemempuan IPTEK yang dimilikinya dapat menciptakan kebudayaan dan mengkreasi lingkungan alam sesuai yang diinginkannya. Lingkungan adalah metafora yang melanggengkan kontradiksi kondisi dasar manusia. Ia memiliki kekuatan untuk menaklukkan, namun ia juga diliputi berbagai kelemahan yang membuatnya terancam. Disatu sisi manusia membuat berbagai perbaikan, disisi lain ia membuat kerusakan. Konflik antara individualisme konsumerisme dan solidaritas tidak pernah lepas dari masyarakat manusia. Hal ini sangat ditekankan oleh Atkinson (1991), Dickens (1992), Dobson (1990), Eckersley (1992), dan Sachs (1993). Dari waktu kewaktu manusia memandang alam dengan nafsu penaklukan sekaligus rasa bersalah. Hal ini diuraikan secara cemerlang oleh Glacken (1967). Manusia sejak lama menyadari betapa uniknya kehidupan di bumi. Kosmos dimana kita hidup merupakan anugerah tak terperi, dan juga tak tergantikan, yang terbentuk dari jutaan proses kimiawi, biologis, dan fisik secara terus menerus. Pengagungan alam ini diantaranya diungkapkan Lovelockcxxviii. Dikatakannya bahwa biosfer yang menyangga kehidupan manusia dilukiskan sebagai suatu zona yang disebut Gaia, yang mempunyai mekanisme pengaturan sendiri, yang justru sering terusik oleh perilaku manusia. Gaia tidak punya sosok tertentu, tidak dibebani moralitas, namun memberi batasan-batasan yang tak terlampaui bagi kehidupan manusia. Jika manusia tak mau menyesuaikan diri, maka alam akan memaksanya. Inti pandangan environmentalisme yang kini terus diminati ada tiga, yakni pandangan teknosentrik, ekosentrik, dan deep green. Mode teknosentrik yang diungkapkan O’Riordancxxix menggambarkan hakekat manusia sebagai manipulator alam, yang harus membatasi perilakunya agar ia dapat terus memanipulasinya itu. Pandangan konservasionis ini berkembang luas di AS (Hays 1959), cenderung optimistic dan bersifat maskulin. eksploitasi dan teknologi dipandang positif, sejauh itu tidak merusak alam fisik dan sosial secara berlebihan. Pandangan ekosentrik (Dobson 1990, O’Riordan 1981, Pepper 1986) juga optimis, namun ia lebih jauh lagi dalam menganjurkan pelestarian lingkungan. Kalau dalam pandangan terdahulu alam dijadikan sebagai factor pengimbang sekunder, maka dalam pandangan ini kelestarian harus selalu dinomorsatukan. Semua tindakan manusia sedapat-dapatnya harus didasarkan pada usaha pelestarian alam. Contoh konsepsi pelaksanaannya ada lima : i Konsep pembangunan berkesinambungan (sustainable development), yang tertuang dalam laporan Komisi Bruntland (1987) dan Konferensi Lingkungan dan Pembangunan PBB (UNCED) di Rio Janeiro di tahun 1992 yang menghasilkan agenda 21, suatu program integrasi pembangunan dan lingkungan. Prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang ungkapkan O’Riordan dan Cameroncxxx menyatakan hanya menerima segala iptek selama itu tidak merusak lingkungan. Prinsip itu kemudian mengembangkan civic science (integrasi semua ilmu konvensional dengan dan proses demokrasi alamiah) serta ecological space yang dibarengi dengan prinsip altering the burden of proof. Ini adalah argument ilmiah yang mendesak negara maju

144

memberi kelonggaran dan bantuan kepada negara berkembang agar dalam pembangunannya tidak mengorbankan kelestarian lingkungan ii Ilmu ekonomi ekologis (ecological economics) yang menggali berbagai keuntungan bagi manusia jika alam dibiarkan apa adanya (critical natural capital), atau jika kegiatan pembangunan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak mengganggu lingkungan (natural resource account) ; istilah lainnya ‘kesejahteraan lingkungan’ (environmental welfare). Hal ini diungkapkan oleh Pearcecxxxi iii Penilaian dampak lingkungan (environtmental impact assessment), atau anjuran bagi dilakukannya analisis menyeluruh tentang dampak lingkungan dari setiap proyek atau kebijakan, yang diungkapkan O’Riordan dan Sewellcxxxii. Ini khususnya ditujukan bagi perusahaan-perusahaan, sehingga memunculkan bidang bisnis jasa baru, yakni biro-biro konsultan lingkungan yang di negaranegara maju sangat berperan bagi turunnya izin resmi, khususnya bagi kegiatan-kegiatan yang dianggap peka terhadap lingkungan. iv Ecoauditing, yakni pemeriksaan atas semua usaha, kegiatan atau kebijakan yang ada, demi memastikan bahwa semua itu tidak merusak lingkungan. Tekniknya sendiri berfariasi, misalnya life cicle analisys dan environmental burden analysys. Semuanya merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan terpadu, yang standar-standarnya dibakukan secara internasional. Konsepsi ini dikampanyekan kepada pemerintah di setiap negara yang standar lingkungannyya diniolai memprihatinkan. Semuanya pada hakekatnya merupakan kompromi antara hasrat membanguna secara ekonomis, dengan keinginan untuk memelihara alam sejauh mungkin. Para penganjurnya yakin bahwa pelaksanaan langkah-langkah diatas tidak bisa ditunda-tunda lagi, dan harus segera dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pandangan ini tidak lepas dari kritik, Sachscxxxiii misalnya, meragukan bahwa pengutamaan lingkungan akan menciptakan aneka kendala ekonomis yang pada akhirnya bisa berakibat pada perusakan lingkungan alam itu sendiri. Terakhir, pandangan deep green bertumpu pada struktur etika dan sosial yang radikal (isrilah lainnya deep ecology atau steady-state economics). Pandangan ini menganjurkan ditinggalkannya pola hidup masal yang dianggap tidak bisa tidak merusak lingkungan, dan menghimbau masyarakat untuk hidup dalam pola komunal yang dekat dengan alam. Teknologi yang harus dipilih adalah yang paling canggih, tetapi yang tidak perlu aneka perangkat penduduk berskala besar. Pandangan ini menentang globalisme ekonomi dan ketergantungan politik. Dalam waktu bersamaan ia mempromosikan pasifisme (hidup serba damai dan bersahaja), ecifeminisme, penegakan hak-hak konsumen demi mengontrol produsen, serta pengakuan atas hak hidup makhlik lain diluar manusia. Pandangan ini berakar pada tradisi anarkhisme dan pemberdayaan komunitas. Meskipun demikian, pandangan ini juga mengakui bahwa semua usulnya tak mungkin diterapkan seketika. Karena itu ia menyambut baik konsepsi pembangunan berkesinambungan, yang dianggap sebagai batu loncatan menuju kondisi serba lebih baik, jauh dari hingar bingar politik atau militer yang pada akhirnya akan menghancurkan lingkungan.cxxxiv

145

dan dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari kesempatan kerja. relokasi industri. Tidaklah sulit untuk menemukan bukti-buktinya. banyak penduduk Indonesia bersifat mobil. Kebijakan tertentu seperti Common Agriculture Policy di eropa. mulai dari banjir akibat penggundulan hutan. Dalam keadaan serba kekurangan. yang telah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan harus segera diakhiri. yang kebanyakan bersumber dari pasar.ini bukan hanya terjadi dalam lingkup nasional. kerusakan lingkungan secara umum diyakini sebagai akibat dari penyimpangan atau kegagalan tertentu dalam sistem ekonomi. peralatan kerjanya yang terbatas pula. serta menggali saluran irigasi lebih banyak dari seharusnya. Jika suatu kegiatan sulit dihentikan begitu saja secara hukum. Ada tiga unsur pokok dalam ekonomi lingkungan ini yaitu : Pertama.5-3 juta pertahun. Studi ini tidak mempersoalkan terganggunya kesehatan. solusi atas berbagai masalah lingkungan harus dilakukan dengan mengireksi unsur-unsur ekonomi yang menjadi penyebabnya. Hal ini disebabkan rendahnya alat-alat produksi yang dimilikinya. motif keuntungan terkadang mendorong perusahaan tidak mengindahkan kelestarian lingkungan dan mengakibatkan kerugian bagi pihak-pihak lain. mendiring petani memakai aneka pipik dan obat tanaman secara berlebihan. Contohnya.Ekonomi Lingkungan Ekonomi lingkungan bermula dari tulisan Gray (awal 1900-an). batas-batas pencemaran dan kerusakan alam. yang memberi subsidi harga produk pertanian. serta standar kelestarian lingkungan juga dihitung berdasarkan variable-variabel ekonomi. Ketiga. Juga tenaga energi yang mampu dikeluarkan rendah karena kadar gizi makanan dan menderita kekurangan kalori sehingga rawan penyakit. bergerak dari pedesaan ke perkotaan. Bahkan berbagai masalah global seperti penipisan lapisan ozone juga hendak diatasi melalui langkah-langkah ekonomis. sangat menarik dan memiliki logika yang kuat. penggunaan instrument ekonomi guna mengatasi masalah lingkungan yang bersumber dari kegiatan ekonomi. sehingga jumlah penduduk Indonesia naik dari 207 juta 146 . Pigou (1920-an) dan Hotelling (1930-an). Sementara itu jumlah penduduk Indonesia kian bertambah dengan ratarata 2. Secara umum. maka ekonomi lingkungan menyerankan penerapan pajak ekstra atau penerbitan lisensi khusus demi meredam kegiatan tersebut. adanya pandangan bahwa kesejahteraan manusia sedang terancam oleh degradasi lingkungan dan penyusutan sumber daya alam. Kedua. aneka macam penyakit mematikan akibat pencemaran air dan udara. Dalam ekonomi sumberdaya alam. Kebijakan subsidi. untuk memaksakan hasil panen semaksimal mungkin. Misalnya relokasi industri menempatkan pebrik-pebrik dati negara maju ke hutan-hutan perawan di engara berkembang. Juga karena tingkat pendidikan dan ketrampilan yang masih rendah. tetapi menekankan kerugiannya secara ekonomis. Perkembangan Demografi dan Kesejahteraan Hidup Sebagian besar penduduk Indonesia masih berpendapatan rendah karena produktifitas kerjanya rendah. seperti sempitnya bidang tanah yang diusahakan.cxxxv 3. namun baru muncul sebagai studi koheren pada tahun 1970-an. sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang lebih produktif. dan sebagainya. tetapi juga internasional.

Mereka bisa dilihat sebagai peluang pasar yang sangat besar untuk produksi jasa dan manufaktur.(2000) menjadi 222 juta (2005). menyusut. Dapat pula disebut sebagai modal (human capital). Tak kalah besar tantangannya 24. produk tekstil. Lahan untuk pertanian semakin sempit. sepatu.8 juta angkatan kerja tahun itu. Kwalitatif  kebutuhan pangan  tingkat pendidikan  pelayanan kesehatan. dengan skenario pesimistis. Lain-lain  pembangunan yang dilaksanakan pemerintah selama ini berorientasi pada penduduk. mereka akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang dahsyat. maka tidak saja tenaga buruh yang banyak tersedia. jika lapangan kerja produktif tersedia mamadai. sehingga melibatkan masyarakat setempat. Katakanlah penduduk usia 0-14 tahun pada tahun 2015 mencapai 63.Kwantitatif  pertumbuhan penduduk yang tinggi yang dipengaruhi natalitas. Dengan 170. dipemukiman. minyak dan gas yang banyak terdapat diluar pulau jawa dilakukan dengan modal besar dan teknologi canggih. manusia Indonesia akan berdesakan. betapa hidup mungkin tidak akan nyaman lagi. Penduduk berjumlah besar di pulau jawa. 235 juta (2010) dan 257 juta pada tahun 2020 nanti. tas. Dijalan. garmen.6 juta. nutrisi  perumahan  pendapatan perkapita  kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam  tenaga kerja (lapangan kerja dan pengangguran. Ketersediaan pangan. mortalitas dan migrasi  penyebaran penduduk yang tidak merata dan mobilitas penduduk  komposisi penduduk dengan angka ketergantungan tinggi c. Inilah potret ‘ABG’ masa depan yang memerlukan begitu banyak pakaian yang otomatis akan menghidupkan mesin-mesin industri tekstil.  Pembangunan sumber alam mineral. b. Banjir dan tanah longsor datang meneror setiap saat dimana-mana karena pohon-pohon raksasa penahan banjir sudah kian menipis jumlahnya dan kurus-kurus pula. Lahan untuk pemukiman kian susah dan mahal. akan tetapi juga bisa sekaligus sebagai ancaman. kelestarian alam menjadi tantangan dan potensi bisnis yang luar biasa.3 juta penduduk usia lanjut (60 th keatas) yang memerlukan aneka macam obat dan makanan suplemen. baik dari sisi investasi maupun konsumsi. Masalah sosial a. 147 . tetapi pasar untuk barang industri pun lebih besar di pulau jawa ketimbang di pulau lain. dan kian kerontang karena terkonversi untuk kebutuhan non pertanian. Tentu kebutuhan mereka menciptakan permintaan barang dan jasa yang pasti mendorong industri farmasi Dari jumlah penduduk. Misalnya akan terjadi ledakan pengangguran kalau penciptaan lapangan kerja tidak tertangan secara serius dari sekarang. di kantor. dan sebagainya.

Jumlah volume air tanah yang disedot sudah melewati ambang batas.Maka muncullah ‘pulau-pulau modern’ ditengah-tengah ‘lautan’ penduduk tradisional. Tekanan pembangunan pada sumber alam hutan sangat terasa saat ini. telekomunikasi) dan infrastruktur lunak ( pendidikan. Akhirnya kota-kota sepanjang selat Malaka.  Konflik yang bermunculan dengan berbagai penyebab diantaranya ketimpangan ekonomi. Persaingan kian meningkat dan dimenangkan oleh mereka yang memiliki kemampuan produktifitas yang tinggi dan sumber daya alam dengan daya komparatif yang lebih unggul. Sehingga muncul ‘mikro politan’ di aerahdaerah. Philipina dan Singapura. Luas area tanah yang ditimpa erosi sudah tidak terkendali.Solusinya perlu penguatan simbol persatuan bangsa melalui pendidikan dan pembudayaan bangsa. Solusinya . listrik. faktor pertama yang tidak ada di masa lalu adalah desentralisasi. latihan ketrampilan. Hal ini berakibat sifat patembayan lebih menonjol daripada paguyuban. Jumlah permintaan akan papan kayu melebihi kemampuan hutan menghasilkannya secara lestrai. Laut Jawa dan Laut perbatasan Philipina Selatan akan tumbuh lebih pesat. Demikian pula semangat yang mengutamakan ‘putra daerah’ baik dalam pemerintahan maupun bisnis semakin meningkat. Perspektif masa depan Bagaimana perspektif perkembangan penduduk masa depan dan apa pengaruhnya terhadap pembangunan bangsa kita? a. sehingga banjir dan tanah longsor terjadi dimana-mana. Bahkan persaingan antar suku-suku di daerah memperoleh peluang untuk tumbuh kembali. Solusinya . faktor kedua adalah tantangan munculnya kawasan perdagangan bebas ASEAN (FTA). b. fasilitas perdagangan) c. ras maupun agama. kemampuan produktifitas dapat ditingkatkan apabila pemerintah memangkas habis belukar birokrasi administrasi yang menghambat kebebasan berusaha dan mengutamakan investasi pada infrastruktur keras (jalan. Laut China Selatan. dampak pertumbuhan. pelabuhan. mobilitas dan kepadatan penduduk pada lingkungan yang cenderung menderita tekanan sehingga rusak dan tercemar. Migrasi penduduk lebih terpusat ke kota-kota di daerah ketimbang ke pedesaan. . yang dipicu dengan perbedaan suku. Dengan demikian mobilitas horisontal antar daerah makin meningkat. untuk mengatasi hal ini pembangunan perlu mengendalikan: 148 . faktor ketiga. Hal ini mendorong dibukanya jalur perdagangan antara daerah-daerah yang berbatasan dengan Malysia. juga pelimpahan wewenang otoritas pembangunan lebih banyak dari pusat ke daerah. Brunei Darussalam. yang berakibat lebih banyak dana keuangan mengalir ke daerah.

laut. suasana aktifitas penduduk menghasilkan barang dan jasa 3. James A Quinn menyatakan bahwa ekologi manusia pada bidang ilmu-ilmu sosial. Hubungan Kualitas Lingkungan Dengan Kehidupan Manusia Secara garis besar. Mengingat pentingnya kedudukan lingkungan pada konsep ekologi. yaitu makhluk hidup dan ekologi lingkungan. sedangkan pada konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan atas lingkungan alam. Besar penduduk per luas areal 2.1. Pendekatan ekologi Pendekatan ekologi yang menelaah hubungan antar makhluk hidup yang satu dengan lainnya pada suatu ekosistem. kadang-kadang bila orang berbicara tentang ekologi sering diidentikkan dengan pengertian lingkungan. Sedangkan Barrows menjelaskan bahwa geografi adalah ekologi manusia yang memberikan penjelasan tentang hubungan keberadaan lingkungan alam dengan persebaran dan aktifitas manusia. Penerapannya merupakan tekanan terhadap lingkungan. sosial. dan khususnya penghormatan dan penghargaan terhadap ciptaan. Dalam konsep ekologi. Krisis ekologis. lingkungan sosial. dan politik dewasa ini disebebkan tidak adanya keadilan. dan lingkungan budaya. kualitas hubungan manusia dengan alam lingkungannya dapat dikelompokkan ke dalam 3 tingkatan yaitu :  Kelompok yang hidupnya sangat tergantung pada lingkungan  Kelompok yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya  Kelompok yang mampu mempengaruhi dan memanfaatkan lingkungannya bagi kesejahteraan hidupnya. lingkungan dibedakan atas lingkungan biotic dan abiotik. 149 . dan lainnya yang diluar daya kemampuan lingkungan yang bersangkutan. meliputi geografi manusia yang menelaah hubungan antara kelompok manusia dengan lingkungan alamnya. sungai. degradasi sumber daya alam dan pencemaran lingkungan per satuan produksi barang dan jasa. dapat diadaptasikan dalam menelaah kehidupan manusia. Keterbatasan daya dukung alam Daya dukung lingkungan bersifat relatif dan memiliki keterbatasan. Keseimbangan pemanfaatan dengan pemeliharaan Penerapan teknologi bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia selain secara jelas berdampak positif juga membawa dampak negative. 4. terdapat dua komponen utama. Bila pemanfaatan dan populasi yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut telah melewati batas kemampuan. perdamaian. Problematika Pembangunan Lingkungan Sosial Budaya Dan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Beradab. Eksploitasi hutan. Pada konsep ekologi secara umum. akan terjadi berbagai bentuk ketimpangan yang kemudian menjadi masalah bahkan bencana yang menimpa kehidupan makhluk dimuka bumi terutama manusia. 5.

Dan jika dirunut sejak masa kemerdekaan pada tahun 1947. aman dan menyenangkan untuk kelangsungan hidup individu dan makhluk sejenisnya. makin besar pula stabilitasnya. Jutaan spesies sedang dimusnahkan di planet kecil ini. di atas kertas telah ada beberapa rencana proyek semacam itu yang mungkin akan menggusur orang-orang miskin. kaum tergusur yang memainkan tokoh “penentang” semakin banyak bermunculan dalam drama yang berpanggungkan bumi. sementara Bank Dunia tetap menjadi aktor utama yang memainkan tokoh “protagonis” tentunya. Demikian juga lingkungan sosial budaya. Meski demikian. Sebaliknya lading atau sawah yang hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan saja akan memiliki stabilitas yang kecil. orang-orang yang tergusur telah mencapai 2. Suatu ekosistem mempunyai stabilitas lingkungan tertentu. Lebih dari itu. perusakan hutan telah menjadikan hutanhutan itu tinggal separonya saja bila dibandingkan dengan kondisi hutan pada tahun 1980-an (antara tahun 1978 dan 1988 telah terjadi penggundulan.000 meter persegi digunduli. Demikianlah. Pembangunan dan lingkungan Sebagian belahan bumi yang sangat luas telah berubah menjadi medan peperangan dahsyat. Penggusuran itu sering tanpa disertai kompensasi. Pada awal tahun 1990-an. Setiap tahun. Peranan manusia secara ekologis dalam lingkungan :  Manusia sebagai mahkluk yang dominant secara ekologi  Manusia sebagai maklhuk pembuat alat  Manusia sebagai makhluk preampok  Manusia sebagai makhluk penyebab evolusi  Manusia sebagai makhluk pengotor Lingkungan yang ideal bagi manusia. pola hidup dan perilaku yang berbudaya menuju budaya baru yang didasari oleh hawa nafsunya sehingga terjadi pergeseran nilai ditengah masyarakat. Setiap makhluk hidup ingin agar tempat hidupnya memberikan rasa nyaman.cxxxvi (Penggundulan itu masih sangat mungkin terjadi lagi. Seorang ilmuwan 150 . pembangunan yang disponsori Bank Dunia telah menggusur lebih dari 20 juta orang dari tanah dan tempat tinggal mereka. lahan hutan seluas 22.merupakan tekanan yang megubah keseimbangan sehingga menimbulkan masalah lingkungan. setidak-tidaknya satu setengah juta manusia lagi (gambaran yang mengerikan itu didapat dari catatan kemiskinan Bank Dunia dalam kaitannya dengan masalah pemukiman kembali orang-orang yang terkena proyek pembangunan). perusakan hutan itu belum merupakan tragedi sosial dan lingkungan dalam dimensi global. Luas itu sama dengan luas wilayah Massachusetts). prestasi yang gemilang manusia dalam IPTEK telah merubah pola piker. Di India. Sementara orang-orang miskin dicerabut dari tempat asalnya dan dipindahkan secara paksa.5 persen dari jumlah penduduk India saat ini (1993). Semakin besar keanekaragaman ekosistem. lebih dari satu setengah juta orang disisihkan demi kelancaran proyek-proyek pembangunan yang didanai oleh Bank Dunia. Bahkan. Hutan hujan tropis yang terdiri dari banyak tumbuhan dan binatang walaupun tanpa perawatan tetap akan dapat melangsungkan hidupnya.

1 persen pada tahun 1991. Kedua proyek itu benar-benar telah menjadi pemicu malapetaka kemanusiaan dan ekologis yang masih saja berlanjut. Sedemikian luas kebakaran hutan itu. yaitu proyek pembangunan infrastruktur Polonoroeste dan Carajas. Namun. Penyakit mulai mengancam nyawa orang-orang yang tergusur dan penduduk asli. banyak permukiman suku Indian yang termasuk dalam wilayah kerja Proyek Polonoroeste tidak menerima perlindungan penuh seperti yang dijanjikan. Kisah tragis perusakan hutan itu dimulai saat 304 juta dolar AS pinjaman Bank Dunia diberikan kepada Companhia Vale do Rio Doce (CVRD). yang disebabkan ulah manusia. Fearnside mengatakan. selama tahun 1980-an terjadi perusakan hutan yang lebih luas dibandingkan dengan perusakan hutan di Rondonia.7 persen pada tahun 1978 menjadi 16. yaitu di sebelah barat laut Brasil (Rondonia di utara Mato Grosso) dan wilayah hutan di sebelah tenggara hutan Amazon. korupsi besar-besaran. yang pembuatannya didanai Bank Dunia pada tahun 1982. Selain itu. sebuah perusahaan pertambangan milik pemerintah Brasil. hutan seluas sekitar 150. “Penggundulan itu untuk membayar krisis ekonomi Brasil. dan lebih dari 250. Dan lebih dari tiga perempat perusakan hutan itu terjadi di salah satu sisi rel kereta api sepanjang 780 kilometer.000 orang telah tertular. campak. dan malaria yang semakin merajalela di permukiman penduduk asli. bahkan setelah pinjaman bertahap Bank Dunia selesai diberikan. kebakaran hutan Rondonia menjadi fokus utama riset NASA. tepatnya di sebelah tenggara negara bagian Para.cxxxviii Proyek Polonoroeste telah mengubah Rondonia — wilayah yang luasnya kira-kira sama dengan luas Oregon atau Inggris — menjadi wilayah dengan kerusakan hutan terluas di Amazon.pemerintah Brasil Philip M. Proyek Polonoroeste berupa pembangunan jalan dan pengembangan permukiman untuk pekerja perkebunan.000 kilometer persegi telah dirusak demi kelancaran sebuah proyek raksasa: Greater Carajas Program. Sejak beroperasinya Proyek Polonoroeste.cxxxix Pada tahun 1987 Bank Dunia melaporkan (fakta yang sempat dibocorkan pers Brasil). Beberapa suku Indian terancam pelbagai penyakit. Sementara itu. Kemudian jaringan transportasi kereta api pun dibangun dengan memakai dana pinjaman itu. Selain 151 . di Rondonia telah terjadi penjarahan tanah Indian secara sistematis. sehingga areal yang rusak dapat dilihat dari angkasa luar. wabah TBC. yaitu dari 1.”)cxxxvii Sepanjang tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an penggundulan terjadi sangat intens di dua wilayah hutan utama. Hampir seratus persen penduduk di beberapa tempat terjangkit malaria. Sampai akhir tahun 1990. bukan kebetulan bahwa hampir semua aktivitas perusakan hutan di wilayah-wilayah tersebut berkaitan erat dengan dana proyek raksasa yang didanai Bank Dunia. di ujung lain lembah Amazon. angka kematian bayi mencapai 50 dan 25 persen di dua suku yang sempat dihubungi.cxl Sampai tahun 1993. sedangkan proyek Carajas adalah pembangunan jaringan transportasi kereta api dan pembangunan daerah pertambangan. yang membentang dari pusat cadangan bijih besi sampai pelabuhan laut di negara bagian Sao Luis. kerusakan hutan terus meningkat. penggelapan uang di badan pemerintah yang memberi perlindungan terhadap suku Indian (yaitu FUNAI).6 Pada pertengahan tahun 1980-an. mulai dari wabah campak sampai influensa. yaitu di negara bagian Para.

Belanda. Sampai dengan tahun 1987. Lombok. tentu saja. Bali. Asian Development Bank (ADB). Bank Dunia mengucurkan pinjaman 630 juta dolar AS) untuk menopang proyek pemindahan penduduk yang paling ambisius di dunia: transmigrasi di Indonesia. Di daerah tujuan terdapat 10 persen hutan hujan dunia. Irian Jaya.500 kilometer persegi per tahun.pembangunan jaringan transportasi kereta api.cxliii Menurut Bank Dunia. Dana itu digunakan untuk pengembangan proyek perkebunan inti rakyat (nucleus astate project).c) yang merupakan bagian dari program pemindahan penduduk ke hutan tropis di Indonesia. Pulau Jawa yang luasnya sama dengan luas wilayah negara bagian New York telah menjadi salah satu tempat terpadat di bumi karena dihuni sekitar 105 juta jiwa (1993). bisa dipastikan dalam waktu 10 tahun areal hutan yang luasnya melebihi luas wilayah Wisconsin akan gundul. karena proyek tersebut telah menarik perhatian para pengejar laba di bidang arang kayu.cxli Transmigrasi Proyek pemindahan penduduk sebagai bagian dari proyek pertanian yang dibiayai Bank Dunia tidak hanya terjadi di Brasil. empat di antaranya adalah proyek peleburan pig iron. 152 . yaitu memindahkan jutaan orang miskin dari daerah berpenduduk padat — Jawa. transmigrasi di Indonesia bertujuan untuk mengatasi ledakan penduduk dan pengangguran di Jawa dan pulau-pulau padat lainnya. proyek pemindahan penduduk itu (diharapkan) dilakukan secara sukarela. Antara tahun 1976 dan 1986. Selain itu. Amerika Serikat. Dan memang. tambahan bantuan dana itu mencapai 743 juta dolar AS. Jika semua proyek itu berlangsung.cxlii Tujuannya sederhana. Pinjaman Bank Dunia sebesar 630 juta dolar AS itu ternyata merupakan “pancingan” bagi donor lainnya. Pemerintah Jerman. maka akan terjadi perusakan hutan seluas 1. dan Sumatra (selanjutnya dipakai istilah “daerah tujuan”). dengan proyek semacam itu sumber arang kayu akan habis dalam kurun waktu belasan tahun. Mereka yang bersedia pindah — paling tidak dalam proyek berikutnya — menerima bantuan fasilitas pertanian dan pelayanan-pelayanan lain. dan minyak kelapa sawit untuk diekspor. UNDP. Dan. di daerah-daerah tersebut juga berdiam berbagai suku asli non-Jawa. Pada mulanya. Ketika proyek peleburan berlangsung. Dengan demikian. karena hanya mengandalkan subsidi pajak besar-besaran dan eksploitasi hutan tropis untuk dijadikan bahan arang kayu. Proyek-proyek tersebut merupakan contoh proyek ceroboh dan berpandangan sempit. enam proyek industri telah didirikan. dan konstruksi pangkalan bawah air Sao Luis sebagai ujung lain jaringan transportasi kereta api itu. Sepanjang tahun 1983. kopi. terutama untuk menanam tanaman perkebunan seperti cokelat. proyek Bank Dunia juga mendukung pembangunan penambangan bijih besi Carajas di salah satu ujungnya. Transmigrasi juga menjadi alasan untuk memacu pembangunan ekonomi di daerah tujuan. tanah-tanah hutan orang Indian dan cagar alam yang ada pun terancam. Program transmigrasi di Indonesia mempunyai banyak kesamaan dengan proyek Polonoroeste. dan Food and Agriculture Organization (FAO) pun turut memberikan bantuan. baik dari pemerintah negara lain maupun lembaga keuangan internasional. dan Madura (yang selanjutnya disebut “daerah asal”) ke pulau-pulau seperti Kalimantan.

Kondisi buruk itu masih ditambah beberapa persoalan yang muncul akibat kelemahan perencanaan proyek seperti jeleknya jalan menuju pasar terdekat. Menurut mereka. dokumen Bank Dunia pun menyatakan. wabah serangga. setiap tahun sekitar 10. Brasil. juga terjadi dalam program transmigrasi di Indonesia: bantuan pertanian tidak kunjung datang. program transmigrasi di Indonesia ternyata sama-sama menunjukkan bayangan yang suram. banyak transmigran akhirnya mencoba tetap bertani di tanah-tanah yang tidak subur sekadar untuk bertahan hidup.000 kilometer persegi hutan tropis yang menjadi korban (4 persen dari hutan di Indonesia dan 3 persen dari hutan tropis yang tersisa di dunia). Namun program itu mendapat reaksi keras di daerah-daerah tujuan. Akan tetapi. Kondisi populasi yang demikian. karena sudah telanjur. Jika dilihat baik dari segi sosial maupun dari segi keberhasilan pembangunannya. sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kebijakan aneksasi Indonesia sejak tahun 1969 di wilayah mereka. Di Indonesia. sejak awal keterlibatan mereka pada akhir tahun 1970-an.cxliv telah menjadi proyek perang bintang Jenderal Soeharto. Dan. Tempat-tempat pemukiman transmigran. Ada pula yang memilih pindah ke kota-kota kumuh di sekitar daerah tujuan. banyak suku asli telah bergerilya selama lebih dari 20 tahun. Bahkan.cxlvi Perusakan lainnya disebabkan oleh berbagai proyek penebangan kayu dan kebakaran hutan. tujuan utama transmigrasi lebih bersifat geopolitis. sementara pemerintah Indonesia menggunakan nama Irian Jaya. suku-suku asli tetap menyebut wilayahnya dengan nama Papua Barat. perpindahan penduduk — baik yang didanai maupun tidak – ke daerah hutan bakau dan rawa-rawa di Indonesia (dikenal paling luas di dunia ) telah mengubah 35. selalu dibayangbayangi berbagai bencana lingkungan: tanah yang kandungan asamnya tinggi.cxlvii 153 . Sekitar 40-50 persen transmigran yang mendapat permukiman di daerah bekas tanah basah dan rawarawa memilih pindah dari lokasi permukiman ke kota. Situasi yang mirip dengan Polonoroeste. paling tidak 40. tikus. bagi pemerintahan Soeharto dianggap tidak bisa diandalkan. program tersebut telah mengorbankan 15. para aktivis dan kritisi hak asasi manusia dan lingkungan memandang proyek transmigrasi itu sebagai bentuk siasat politik yang disamarkan dalam wujud pembangunan. Sebagai bentuk penolakan lainnnya. program transmigrasi itu justru lebih memiskinkan jutaan orang miskin.000 sampai 20.000 sampai 50.d) Program transmigrasi di Indonesia telah mewariskan kerusakan lingkungan. Transmigrasi di Indonesia. Riset Bank Dunia pada akhir 1980-an menyatakan.Namun. bahaya banjir. dan seperempatnya disebabkan oleh proyek pembangunan baik yang dilaksanakan oleh negara maupun swasta. Pada akhir 1980-an. Pada kenyataannya. Di Irian Jaya. 90 persen tanahnya telah dihuni oleh penduduk non-Jawa. dan babi liar.cxlv Riset pemerintah Indonesia pada tahun 1989 menyebutkan. ladang pertanian yang tidak berguna. separo dari hutan-hutan itu telah diubah menjadi tanah pertanian demi kelancaran program transmigrasi. salah satu sistem “pengamanan” negara yang dilakukan pemerintah Indonesia. Oleh karena itu dibuatlah program transmigrasi.000 kilometer persegi hutan di Indonesia telah mengalami perusakan. yang berasal dari hutan bakau dan tanah basah.000 kilometer persegi tanah basah.000 kilometer persegi hutan tropis.

terkontaminasinya lapisan tanah.000 orang ke Pulau Cendrawasih. yaitu Arso I dan Arso II. Diperkirakan. survei yang dilakukan oleh pemerintah Prancis menyatakan bahwa 80 persen dari daerah transmigrasi di Indonesia gagal memperbaiki standar kehidupan transmigran. sementara 20 persen transmigran lainnya berada di bawah garis subsisten (sangat miskin). Pemilihan tempat pemukiman yang demikian agak mencurigakan karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) memusatkan aktivitasnya di daerah-daerah terpencil Papua Nugini sebagai tempat pengungsian yang aman dari kejaran pasukan Indonesia. Dalam program transmigrasi itu. Banyak kritikus menyatakan. Pada tahun 1989 juga terjadi pembunuhan di dua permukiman transmigran.000 keluarga atau lebih dari 75.000 penduduknya merupakan suku Melanisia. transmigrasi di Indonesia telah mengusir penduduk asli Irian dari tanah mereka dan menimbulkan konflik yang disertai kekerasan. 50 persen keluarga transmigran hidup di bawah garis kemiskinan.cl Irian Jaya sebenarnya merupakan cagar alam terluas di dunia.000 orang Jawa telah pindah ke Irian Jaya. terjadi kerusuhan. kaum pengungsi atau bekas transmigran di Merauke akhirnya bernasib sama seperti penduduk miskin di Jawa: menjadi pekerja seksual dan pelinting rokok. karena sebenarnya biaya rata-rata untuk merelokasi sebuah keluarga transmigran dapat menjamin kehidupan keluarga tersebut di atas garis kemiskinan selama paling tidak 13 tahun.cxlviii Fakta itu jelas mengherankan. tempat keanekaragaman hayati berkembang biak dengan bebas. Pada akhir tahun 1980-an. kurangnya makanan bergizi bagi penduduk setempat. sebuah permukiman transmigran. transmigrasi di Irian Jaya tak lebih dari program “jawanisasi” ke daerah-daerah basis para gerilyawan yang menentang pemerintah Indonesia sejak tahun 1969. lebih dari 300. Sebagai contoh. terjadinya kemiskinan di daerah pedesaan. Sementara itu. dan 800. meningkatnya kerawanan terhadap hama.Menurut laporan Bank Dunia. terjadinya erosi tanah. tahun 1986. Pada insiden tersebut penduduk asli Irian membantai 13 transmigran dan melukai banyak orang lainnya.000 kilometer persegi wilayahnya merupakan tanah basah dan hutan hujan.2 juta jiwa yang menggunakan 224 bahasa.clii Revolusi Hijau Dampak revolusi hijau menurut Vandana shiva “ revolusi hijau telah menyebabkan berkurangnya keanekaragaman genetika.cxlix Kondisi paling buruk terjadi di Irian Jaya. Seluas 417. Irian Jaya berpendukuk 1. pada tahun 1988 di sebelah utara Arso IV. Fenomena pengungsi itu membuat komposisi penduduk di Merauke pun berubah. menurunnya kesuburan tanah. Jadi. kekurangan sumber air. penduduk asli Irian hanya sepertiga dari total jumlah penduduk kota tersebut. Banyak permukiman transmigran dibangun di dekat perbatasan Papua Nugini. meningkatkan kecemburuan sosial dan konflik. pemerintah Indonesia berharap dapat merekrut “transmigran yang mendapat sponsor” yang sama jumlahnya dengan “transmigran swakarsa”. penggusuran secara besar-besaran petani gurem dari lahan pertanian. Yang mendapatkan keuntungan dari revolusi 154 . Bantuan yang kelima dari Bank Dunia telah dimanfaatkan untuk memindahkan sekitar 15. pada tahun itu pendapatan mereka 540 dolar AS per tahun. Dan sampai tahun 1990.cli Kota-kota di Irian Jaya — Merauke dan Jayapura – akhirnya dipenuhi pengungsi yang berasal dari daerah transmigran yang gagal. Di Merauke.

Situasi di luar Jawa juga tidak jauh berbeda. Sebagai contoh. aldrin. asam. Aliran-aliran beracun seperti dioksin. Pada tahun 1985-1997. baik secara legal maupun illegal. Panen alami ikan ramai-ramai itu merupakan kearifan tradisional yang kini tidak dikenal lagi. minyak. karena itu bencana terjadi dimana-mana. Ladang tepi bengawan yang mengharap kesuburan Lumpur kiriman tidak lagi produktif dan ikut menghitam mengeluatkan bau limbah.hijau ini adalah industri agrokimia. laju deforestasi di Indonesia mencapai 1. dioxin. chlordane. perusahaan-perusahaan petrokimia.2 juta manusia yang meninggal berada di pedesaan terkena polusi udara di ruangan karena pembakaran bahan baker tradisional. hutan tidak lagi menjadi penopang hidup karenatelah menjadi padang ilalang. gas buang kendaraan bermotor dan bahan bakar fosil yang dibakar di rumah-rumah. toxaphene. Indonesia telah kehilangan hutan seluas 60 juta hektar. heptachlor. 155 .sebagian tanah dikeruk secara sewenang-wenang untuk diambil hasil tambangnya. Beberapa pestisida berbasis klorin atau organoklorin seperti DDT. organoklorin. bahkan rawa-rawa. dan mempengaruhi fungsi otak manusia. Laporan UNDP ini semakin mengerikan lagi manakala ditemukan sebanyak 2 juta anak pertahunmeninggal akibat air kotor.4 juta hektar pertahun. kebakaran dan penebangan hutan besar-besaran di Indonesia di tahun-tahun silam telah mengakibatkan degradasi tanah. pertambangan dan pabrik kimia telah mengkontaminasi saluran air utama di seluruh bagian dunia. Berkah pladu tidak lagi mereka nikmati karena sungi berubah fungsi menjadi saluran limbah ribuan industri. Selain itu fakta menunjukkan FAO melarang penggunaan 57 jenis pestisida karena membahayakan kesehatan. masyarakat agraris di tepi Bengawan Solo mulai Jawa Tengah hingga Jawa Timur mengenal musim Pladu (ikan mabuk akrena air keruh akibat hujan) sebagai andalan menutupi kebutuhan gizi keluarga sekaligus rezeki. Data Forest Watch Indonesia (2001)cliv menyatakan bahwa dalam 50 tahun terakhir. kekebalan tubuh. endrin. hexachlorobenzen. pembuat mesin-mesin pertanian. dan logam-logam berat seperti cadmium dan timbale dari pabrik. alkali. sehingga menempatkan berjuta-juta rakyat miskin dalam resiko kelaparan. Di Indonesia sendiri eksploitasi alam dan degradasi sumber daya alam sangat memprihatinkan. Sebanyak 2. Pohon terus ditebang. manusia menderita kerusakan pernafasan.cliii Menurut laporan UNDP tahun 1998. dan tidak direklamasi. sebanyak 2. pembuat bendungan dan para tuan tanah” (Ecology for beginners. Karenanya. Akibatnya jelas kerusakan ekosistem disertai punahnya ribuan spesies endemic di wilayah tersebut. Croall and Williams) Khususnya di Indonesia kebijakan pangan pada fase produksi meminta perluasan lahan pertanian. Korban pertama adalah hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian. pestisida. Zat-zat kimia tersebut juga mempengaruhi sistem metabolisme. Beberapa puluh tahun silam. furans adalah pestisida atau polutan yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Sungi tidak lagi menghasilkan ikan. penyakit jantung dan paru-paru serta kanker. dieldrin. mirex.7 juta orang setiap tahun meninggal akibat pencemaran lingkungan lewat polusi udara karena emisi-emisi industri. Namun ternyata sebagian besar pestisida tersebut beredar di Indonesia dan digunakan oleh petani.

Identifikasi masalah – masalah lingkungan disekitar anda 3. yang pada akhirnya memicu adanya persoalan kemiskinan dan ketidak adilan yang dirasakan oleh masyarakat desa hutan. rumuskan solusinya dan terapkan solusi yang telah anda rumuskan untuk permasalahan tersebut dan upayakan untuk mengikutsertakan dan bekerjasama dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait. Diperkirakan tingkat kerusakan hutan di Jawa akan meningkat hingga 500. pembalakan tak leggal (illegal logging) dan merebaknya perambahan kawasan melengkapi proses destrukturisasi hutan di Indonesia.000 hektar pada tahun 2002. 1. Keadaan ini makin diperparah pula oleh adanya tabrakan kebijakan-kebijakan perekonomian. Sabarnudin (2001)clvi menyatakan pula bahwa eksploitasi berlebih (over exploitation). tingkat kerusakan kawasan hutan yang dikelola oleh PT Perhutani. Bentuk kelompok maksimal 10 mahasiswa 2. baru disadari terjadi kesenjangan dan ketidakadilan. Forest Watch Indonesia juga memprediksikan hutan hujan dataran rendah Kalimantan akan hilang tahun 2010. tetapi juga hutan lindung dan hutan alam. Sisa-sisa hutan pegunungan dan hutan rawa-rawa di pulau-pulau akan lenyap tidak terlalu lama. 156 . dan hutan hanya tinggal nama. Hanya Irian Jaya diperkirakan masih memiliki hutan tersisa. hutan-hutan lain di Sulawesi dan Sumatera diyakini akan lebih dulu hilang. Setelah sungai menjadi saluran limbah. Picu konflik horisontal pun tersulut diam-diam di hampir seluruh wilayah Indonesia yang kaya sumber daya alam TUGAS. sosial dan politik menyangkut sumberdaya hutan hasil rumusan berbagai pihak berdasarkan kebutuhan masing-masing. buatlah analisa secara menyeluruh dari permasalahan yang anda anggap paling krusial untuk segera diselesaikan 4.000 hektar.Muhtadi (2003)clv menyatakan bahwa di Jawa. Kerusakan ini tidak hanya terbatas pada kawasan hutan produksi. sampai tahun 2001 sudah mencapai 350.

xxxiv Dalam Indar Siswarini. Jakarta. hal 2. London. hal. Ibid xii Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi.. 62 xxxi Harsojo. Soerjono. C (1963). Ibid. William Morrow. xxviii Alvin Toffler. Etika Dasar. Gloucester.. hal 57 xxxviii dalam Ibid. New York. (1984) ‘Culture Meaning System’..P. Culture dalam Jessica Kuper. Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial. Yogyakarta. Cit. xxv F.Cit.. September 2004. 1990. Op. D. Co.. Culture : A Critical Review of Concepts and Definitions. Shweder dan R. M. art and Custom... Kebudayaan. H. (1973) The Interpretation of Culture.....A LeVine (eds) Culture Theory : Essays of Mind.. Mewujudkan Masyarakat Madani Melalui Pendidikan Dalam Perspektif Gender. Dictionary of Sosiology. 41 xxiii Koentjaraningrat. Jakarta. R (1934) Pattern of Culture. B (1922) Argonouts of The western Pasific. 1989. Berkeley.. Binacipta.B (1958/1871) Primitive Culture : Researches in the Development of Mythologi. hal. 3 xxii H. Kanisius. R.. 7-9 Desember. C. xxi Dalam... xxxii Encyclopaedia of The Social Sciences. Appleton Century-Croft. viii Benedict.Cit. Inc.. E. Jum’at 17 Februari 2006. dosen ISBD. Op. xvi Soekanto.Kroeber A. Bandung. ii D’Andrade.P. The Concept of Social Change. edisi ke-4. xi D’Andrade. Fairchild. hal 29-30 xix Ibid. 1981. Makalah dalam semilokakarya. dalam R. IKIP Malang. Rajawali Pers. 2003. New York. hal. dalam Ibid. Rajawali Pers. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. ix D’Andrade. Ilmu Budaya Dasar. xxxv Safrudin Setia Budi. MA. New York. vii Malinowski. UK iii Taylor. 1990 xiv Linton. Kompas. Edisi 4. Manusia dan Peradaban. (1991) The Way The World is : Cultural Processes and Social Relations among the Mombassa Swahili. iv Spiro. New York..L. 1990. yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1964.. Boston. NJ. Edwin Seligman (ed). Routledge & Kegan Paul. Setangkai Bunga Sosiologi. hal. xxvii Dalam. dan Kluckhon. Religion. xxxiii Alex Inkeles. Pengantar Teologi Moral. Littlefield. M. New York. Hal 51 xx Supardi Damono. Op. Malang.. and Emotion. hal 155 xiii Kluckhohn C. R. i . Jakarta. 1936. 2001. MA. 10 xxix Koentjaraningrat. Indar Siswarini. dalam Soerjono Soekanto. A Study of Man. R. Gramedia. hal 397 xv . Magnis Suseno.. HTML xviii Franz Magnis Suseno.. Kanisius. vi Geertz. Self. PT Gramedia Pustaka Utama. hal 83. hal 265.. PT.. 1980. Cambridge. Sosiologi suatu pengantar. 2000 x Swartz. Filsafat Kebudayaan Politik. 1967.. xxvi William Chang. Fairchild. Jakarta 1992. butir-butir Pemikiran Kritis.. dalam.. Manusia dan Kebutuhan Adab. an introduction. London. xxxvii Sulardi.E (1987) Culture and Human Nature. & Adam Kuper. xxxvi Ibid. Dirjen Dikti 5-8 November 2001.Mentalitas dan Pembangunan. edisi pertama. (1968) American Kinship : A Cultural Account.. Sosiologi Suatu Pengantar. Tata Negara Indonesia Menuju Pembaruan. Adam dan co. xxx Anthony D. 1986 xvii Saiful Arif. R. The Third Wave. 1973. Denpasar... Chocago v Schneider. CA. 182 xxiv Ibid. The Modernization of Man. Bali. Smith.A. Makalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI. Inc. hal. Pengantar Antropologi. Englewood Cliffs.

Op. xliv F. Bandung. Kementerian Riset dan Tekhnologi. Yogyakarta. 182. Bandung. xli Anna Poedjiadi. 63. Depdiknas. hal. liv Parsudi Suparlan. 4. lx Supardi Suparlan. 75. 176 xxxix xl .Supardi Damono. lxxii Ibid. lii Parsudi Suparlan. Membiarkan Berbeda ? : Sudut Pandang Baru Tentang Relasi Gender. 191205. xliii Azyumardi Azra. Fukuyama dan Samuel P. Feminisme Multikultural : Refleksi Sekaligus Proyeksi. 7-9 Desember.Cit. Surur (Ed). 178. hal. lvi Indar Siswarini. Sains Tekhnologi Masyarakat. Kesetaraan Warga Dan Hak Budaya Komunitif Dlam Masyarakat Majemuk Indonesia. lxiii Nurul Huda. Dirjen Dikti. Imarah. hal. lxviii Ratna Megawangi. 128. Juni 2004. Op.Cit.Cit. Makalah Dirjen Dikti. Iyubenu (Ed). 2001. Yogyakarta. Gema Insani. kerjasama anatara Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosdakarya. Multikulturalisme. 1999. 1998. proyek pendidikan tenaga akademik. hal. 174 lxxiv Munandar Sulaeman. Islam dan Pluralitas. lxxiii Kaelan. Semilokakarya Dosen ISBD. September 2004. Jakarta. The Future of The World Order : Masa Depan Peradaban dalam Cengkraman Demokrasi Liberal versus Pluralisme. lxvi Ibid. Edisi Reformasi 2001. Jakarta. dalam. hal. Agustus. INPI Pact. Edi Hayat dan M. Paradigma. Cit. Parsudi Suparlan. Denpasar. makalah lokakarya penataran dosen MBB. Ircisod. Refika Aditama. Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan. Jurnal Studi Amerika. hal. Imarah. 2005. hal. Huntington. Op. makalah Dirjen Dikti. Manusia. Ilmu Budaya Dasar. lxxi Ibid. 1998. 5. Dkk. Bali. Makalah pelatihan dosen MBB ISBD. Jakarta lxi Sumanto. xlvii Indar Siswarini. 1999. 3. hal. li Indar Siswarini. liii Parsudi Suparlan. 19. Dirjen Dikti. Vol. 2005. Hal. lxxv Kaelan. 76 xlv Ibid. Denpasar. Menggagas Jurnalisme Sensitif Gender. hal. xlvi Ibid. lxvii Manneke Budiman. xlviii M. hal. Fenomena Peradaban Indonesia Menghadapi Peradaban Dunia. lxiv Ibid. 118. lxix Ibid. Yogyakarta. lxx Ibid. lvii M.Cit. 2001. l dalam Ibid. Bandung. lviii Ibid. Op. lix Ibid. hal. hal. hal. hal. Keragaman dan Kesetaraan. makalah dalam rangka seminar Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional ke-9. Op. Op. Komunikasi Antar Budaya. PT. “Kemajemukan Amerika : Dari Monokulturalisme ke Multikulturalisme”. Ibid.Desember 1999. lxv Ibid. lv Dalam. 9. xlix Ibid. Mizan Pustaka.Cit. Pendidikan Pancasila . Ibid. xlii Indar Siswarini. 2003. Jakrta lxii Ibid. Desantara. Perempuan Multikultural : Negosiasi dan Representasi. Yogyakarta. 150.

2002.Cit. Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum.. Kompas. “Ketahanan nasional dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”. Future Shock. Pendidikan Pancasila.. Teknologi. dalam Ibid. xci Ibid. 1982 lxxvi Clark. xcii Ibid. Manusia Moral dan Hukum. 17. Makalah Dirjen Dikti. Negara Tanpa Retributivisme. Makalah Pelatihan Nasional Dosen Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Yogyakarta. 1975. Versi Elektronik (April 2003) cx . PT Gramedia. London. hal 139 cxiv Ibid cxv Giddens. 9 lxxix K. Etika Dasar.Cit. A (1999). 2000 cxi Alvin Toffler. 342 xcv Muchtar Kusumaatmadja. Bunyamin dan Kama A.edu cvi MacKenzie. Perkembangan Pertimbangan Moral di Kalangan Santri.A. 4. Bandung. Dirjen Dikti. 2004. amirs3@rpi. London : BBC News Online. hal. hal. Jakarta. Hakam. Pradnya Paramita. xcviii Kamal A. Bandung lxxxi F. lxxxii Dahlan Thaib. 1989. 2001. Beberapa Aspek Sosiologi Hukum. 2004. hal. 2003. hal. Ceramah di UI Jakarta 24 september 1980 cix Freeman. hal. D. J. c Achmad Ali. 1975 cv Sulfikar Amir. Membuka Kotak Hitam Teknologi. Op. hal. lxxviii F. Terj John Wilkinson. 2000.Cit. Inventing Accuracy : A Historical Sociology of Nuclear Missile Guidance. Etika.. Makalah Dirjen Dikti. dalam Toto Suparto. PT Raja Grafindo Persada. Op. 10. 1979. C. lxxxix Muandar Sulaeman. Teori dan Konsep Ilmu Sosial. MS. Alumni. Sains. Refika Aditama. Ilmu Sosial Dasar. The Tecnological Society. Kecil itu Indah. van Apeldoorn. hal. 56 xciv L. Pengantar Ilmu Hukum. Ilmu Budaya Dasar. Gramedia. Hukum dan Moralitas. 1982 cii Soelaeman M Moenandar.New York. Magnis Suseno.H. dalam Otje Salman dan Anthon F. Jakarta. xc Berl Kutchinsky. IR. 102 lxxxviii Hanigan. hal 159 civ Bachtiar Rifai. dalam bukunya. terj LP3Es. 87 lxxxv Munandar Sulaeman. 2nd edn. xcvii Ibid. Jakarta. 1964 cviii Sastrapratedja. Bandung. Kanisius.Bambang Suprijadi dan Totok Djuroto. lxxvii Munandar Sulaeman. 2002 lxxxiii Muchtar Kusumaatmadja. Bertens. Kajian Bersama 2004. Jakarta. hal. Teknologi dan Akibatnya Pada Manusia. Jakarta. Op. hal. hal. New York. 53. Bantam Books. Ibid. PT. lxxxvii William Chang. Cambridge. (1997). Depdiknas.H. Op. hal. Globalization : The Reith Lectures. Jakarta. Pengantar Teologi Moral. lxxxiv William Chang. Ilmu Sosial Dasar. the Economics of Industrial Innovation. Jakarta. 267. 2001 ci Zen MT. hal. lxxxvi Ibid. Berita LIPI No. Kanisius. xcvi Imanuel Kant. dan hari depan manusia. Bandung. PT Eresco) 1995 ciii Ibid. dalam. Moralitas dan Hukum. Alumni. Susanto. Tb. 117-119. xciii Soerjono Soekanto.Cit. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. 13 lxxx Dalam. Yogyakarta. Magnis Suseno.J. 1971 cxii ibid cxiii Schumacher. The Legal Consciusness. IKIP. 35. 1987 cvii Ellul Jacques. (Bandung. 6 Nov 2006.Cit. LP3 Jatim dengan UWK Surabaya. Jakarta. Op. 2001.. xcix Dalam Ibid. Konsen-Konsen Hukum Dalam Pembangunan.

vol. “Large Scale Deforestation in Southwestern Amazon Basin of Brazil”.R.19 No. dan Sewell. Globalization: The Reith Lectures. vol.: Bank Dunia. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial.W.. Londod (1981 cxxx O’Riordan. A. “Eco-Feminism in the 21 st Century”. London: Roedledge cxvii Fukuyama. vol.K. 7. cxxxix Linda Greenbaum. Indonesia Transmigration Sector Review (Washington D.C. USA.Ambio. T. London.7 No. Ann. T.1991) hal 153 cxxviii Lovelock. hal 6 cxxi Sulfikar Amir. 1981 cxxxiii Sachs. 6 (NovemberDesember 1982). Turner. 2002. Mankind and Mother Earth.3. 1 (Afrika dan Asia). Menggadaikan Bumi: Bank Dunia. Edisi Indonesia diterbitkan oleh INFID cxlii Bank Dunia. no. dan Krisis Pembangunan (Mortgaging the Earth: The World Bank. 1976 cxxiii Yoshiko Isshiki. D. (Yogyakarta. dalam In God. 76-77. cxxvi Hanne Strong. Stroud (1992) cxxix O’Riordan.bbc. Environmental Impoverishment and the Crisis of Development). Boston. The Politics of Global Ecology. Beacon Press. akhir 1993. Jakarta. London : BBC News Online. (1970. R. 23 Juli 1987.co. T. 162. Environmentalism. “Feminist Theology and Bioethics” dalam Loades. Bebas Dari Pembangunan (Jakarta : YOI & KONPHALINDO. 1997). IBRD. Kanisius) 1996 cxxv Ibid.. J. Journal do Brasil (Rio de Janeiro). PT Raja Grafindo Persada. 7. tanpa judul (tanpa penerbit. Feminist Theology : A Reader (London : SPCK&W/JKP. Our Posthuman Future : Consequences of thr Biotechnology Revolution.1990) hal 246. Fearnside dan Judy M. W. D. hal. 2000 cxxxvi Philip M. London. I.uk/hi/english/static/events/reith_99/week1/week1. Modest_Witness@Second_Millenium.D. 2000 cxxxv Pearce. 157. 1994 cxxxi Pearce. naskah untuk dipublikasikan dalam Ambio . dan Bateman. cxxxvii Philip M. dalam Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. dalam Our Planet Vol. “Bird Relata Incompetencia da Funai no Polonoroeste”. cxxxii O’Riordan. . PT Raja Grafindo Persada. Tucker. cxl Kido Guerra dan Cleber Praxedes. Gaia : The Practical science of Planetary Medicine. J. 326. 1993.5. 8 (Desember 1984).. hal. En Introduction to environtmental Aconomics. D. 31 Agustus 1991. Statement of Loans. 1. From Project Appraisal to Policy Review. W. hal 25 cxxvii Lihat tulisan Fukuoka. Oxford. Massachusetts. F. cxxxiv O’Riordan. vol. Rankin. Interciencia. vol... Menjelajahi Sains Lewat Dunia Sosial amirs3@rpi. London : Profil Book. 22. cxliii Ibid.FemaleMan©_Meets_OncoMouse™: Feminism & Technoscience. cxli Bruce Rich. cxviii Giddens. no. “Deforestation in Contemporary Brazilian Amazonia: The Effect of Population and Land Tenure”. cxxxviii Jean Paul Malingreau dan Compton J. London. Chichester. Penghancuran Lingkungan. T.Haraway. 1994. Versi Elektronik (April 2003( bisa diakses di http://news. Jakarta.htm cxix Margaret Farley. cxvi .s Image Vol. (1999).3 September 2000. 17. 165206. Fearnside.1995. “Jari and Carajas: The Uncertain Future of Large Silvicultural Plantations in the Amazon”. caderno 1. cxx Vandana Shiva. 24 Oktober 1986). 1993. 49-55. “Ecological and Spiritual Revolusion”. Saudari Bumi Saudara Manusia. A.W. Cultural Survival Quarterly. Intepreting The Precautionary Principle. hal 27 cxxiv Freddy Buntaran.edu cxxii Toinbee. “The Failure to Protect Tribal Peoples: The Polonoroeste Case in Brazil”. dan Cameron .

. “Transmigration in Indonesia“. cxlvii NDRC dan WALHI. vol. cxlv Lihat Bank Dunia... 2003. Dokumen Bank Dunia untuk Indonesia Januari 1990 yang dikutip di atas memperkirakan bahwa lahan yang sudah dibuka pada dekade 1980-an sudah mencapai 20. D. cxlix Carolyn Marr. Selama periode 1980-1985 (termasuk Pelita III) Bank Dunia memperkirakan sekitar 10.. cxlviii Bank Dunia. Vol 6 no 3. “jumlah areal hutan yang diubah menjadi lahan pertanian adalah sangat kecil. Makalah Presentasi Kelompok pada Konggres Kehutanan Indonesia III. Land. “The Struggle for Land: Tribal Peoples in the Face of the Transmigration Program. Indonesia Transmigration Sector Review. Poisoned Arrows (London: Michael Joseph. Harian KOMPAS.. Mei 1989. Kegagalan program transmigrasi dalam mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan mengakibatkan banyak keluarga meninggalkan tempat transmigran setelah dua sampai tiga tahun menjadi peladang berpindah atau penebang liar. clv Muhtadi. 16. Mengenai laporan kritis tentang transmigrasi di Irian Jaya. 7. cliii Pesticide Monitor. cl Jumlah transmigran di Irian Jaya berasal dari tulisan George Monbiot.. “Uprooting People. Potret Keadaan Hutan Indonesia.. cit. 1990). 30 (artikel ini memberikan gambaran ringkas tentang problem pokok pada program transmigrasi di Irian Jaya).. Amesti Internasional. no.. 2 dan 3 (1986).. 12-15.. 2001.. lihat George Monbiot. Sebuah studi yang dilakukan oleh tiga kementerian Indonesia yang bekerja sama dengan London-based Intenational Institute for Environment and Development (IIED) mencatat. clvi Sabarnudin. 96)... Ecologist. 2/3 (1986). Jakarta: 1-11. Geographical Magazine. 9 Pebruari. 16. 94-97. Kompas Media Nusantara. 102. dan Bank Dunia untuk Indonesia. 11-116. C.. sekretariat London. Jakarta. Bogor. 1989).“Indonesia’s Transmigration Programme: A Special Report in Collaboration with Survival International and Tapol”. cli Lihat Marcus Colchester. lahan itu dulunya tidak sepenuhnya hutan.. “Indonesia: Continuing Human Rights Violations in Irian Jaya” (April 1991). Derita Sepanjang Masa Rakyat Jawa. S. PT. “Bogged Down”. clii Amnesti Internasional. Rekonsiliasi Nasional untuk Menyelamatkan Hutan.. vol. 2001. Oktober 1990. cxliv .. Dalam.. “The Transmigration Fiasco”.. no.: Bank Dunia.. xx-xxi. Indonesia’sosial Transmigration Program” Multinational Monitor.. Forest Watch Indonesia and Global Forest Watch.. Angka yang dikedepankan Bank Dunia itu sangat rendah karena rata-rata tiap keluarga mendapat tiga perempat hektare lahan yang sebelumnya berupa hutan. and Water (Washington D.. Destroying Cultures..000 kilometer persegi. Oct 1998 PSR’s Environment & Health Program : Pesticides and Kids : A Primer for Primary Care Physicians cliv Forest Watch Indonesia. cxlvi Bank Dunia.000 kilometer persegi hutan telah dirusak (op.” Ecologist. xiv-xv. Indonesia: Sustainable Development of Forests. Indonesia Transmigration Sector Review.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->