P. 1
CAIRAN

CAIRAN

|Views: 425|Likes:
Published by Debi Lukita Suseno

More info:

Published by: Debi Lukita Suseno on Dec 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2015

pdf

text

original

CAIRAN M ac a m c ai ra n ca ir an ya n g di be ri ka n p ad a a na k: 1 .

C a i r a n I Cairan dengan komposisi masih murni, diberikan pada klien dengandehidrasi berat, syok, nutrisi, dan sebagai pendamping tranfusi. •Ringer laktat • Nacl 0,9% •Dextrose 5%, Dex 10%
2. Cairan elektrolit 2

C a i r a n I I Cairan yang komposisinya bervariasi dengan elektrolit, sebagian besar adalah cairan untuk pemeliharaan (maintenance). •Cairan 1:1(dextrose 5% : Nacl 0,9%) diberikan pada usia > 5 tahun, dengan indikasinon diare. Cairan ini penggunaannya dalam RS •Cairan 1:2 (dextrose 5% : Nacl 0,45%) diberikan pada usia 3-5 tahun, dengan indikasinon diare. •Cairan 1:4 (dextrose 5% : Nacl 0,225%) diberikan pada usia 1 bulan-3 tahun, denganindikasi non diare. •Cairan 1:5 (dextrose 10% : Nacl 0,18%) diberikan pada usia 3 hari s/d 3 bulan,dengan indikasi non diare. •HSD (dextrose 5% : Nacl 0,45%+ Kcl + Nabic) diberikan pada usia 3 bulan, denganindikasi diare DS.3 . C a i r a n I I I Cairan yang komposisinya menyerupai cairan II ditambahkan beberapaelemen elektrolit, digunakan pada pasien diare dengan usia <> •Cairan 1:5+ na bic 7,5 cc + Kcl 5 cc Contoh cairan Kristaloid : 1.Natrium klorida 0.9 % 1.NaCl : 4,5 g 2.Na : 154 mEq/l 3.Cl : 154 mEq/l 4.Air untuk injeksi : 500 ml 5.Osmolaritas : 308 mOsm/l 2.Glukosa 5% 1.Glukosa : 25 g 2.Air untuk injeksi : 500 ml 3.Osmolaritas : 280 mOsm/l 4 . S et ar a de ng an : 80 0 kJ /l (1 90 K k al /l ) 3.RL ( Ringer Laktat) 1. Nat Laktat C3H5 NaO3: 1,55 g 2.Klorida NaCl : 3 g 3.KCl : 0,15 g 4. Kalsium klorida CaCl2H20 : 0,1 g 5.Air untuk injeksi : 500 ml

6.Osmolaritas : 274 mOsm/l 7. Na+: 180 ml 8.K +: 4 ml 9.Laktat : 27,5 ml 4.Otsu-D40 1.40 % Dektrose MonoHydrate 2.Osmolaritas 2,018 mOsm/ml 5.Glucose 10 % 1.Steril : 500 ml 2.Glucose : 50 g 3.Air untuk injeksi : 500 ml 4.Osmolaritas : 560 mOsm/l 5 . S et ar a de ng an : 16 00 k J / l ( 38 0 K ka l/ l) 6.Suhu : 25ºC - 30ºC TPN 1 . A m i f a r e n 1.Amino Acid : 10 % Cairan 1 1.Otsu Salin 3 1.Sodium Klorida : 3% 2.Intravenous Infussion 3.Air untuk injeksi : qs 4.Sodium : 513 mM/l 5.Kloride : 513 mM/l Cairan 1:1 (untuk diare) 1.Otsu – D5 NS 1.5 % Dektrose : 50 g 2.0.9 % Sodium : 50 g 3.Sodium kloride : 90 g 4.Sodium : 154 mEq/l 5.Klorida : 154 mEq/l 6.Osmolaritas : 560 mOsm/l Cairan 1:2 (non diare) 1.Infusan D5 + ½ NS 1.Glucose : 25 g 2.Sodium Klorida : 2,25 g 3.Air untuk injeksi : 500 ml 4.Sodium : 77 mEq/l 5.Klorida : 77 mEq/l 6.Osmolaritas : 432 mEq/l 7.Suhu : 30ºC 2.Otsu – D5, ½ NS 1.Dextrose : 5 % 2.Sodium : 0,45 % 3.Klorida injeksi

4.Dextrone mono : 50 g 5.Sodium : 4,5 g dan 77 mEq/l 6.Klorida : 77 mEq/l 7.Osmolaritas : 406 mOsm/l HSD ( cairan diare) 1.KA – EN 3B ( Dextrose, Sodium Klorida, Pottasium klorida dan sodium laktat) 1.Anhydrous Dextrose : 27.00 g 2.Sodium Klorida : 1,75 g 3.Potassium Klorida : 1,5 g 4.Sodium Laktat : 2,24 g 5.Sodium : 50 mEq/l 6.Laktat : 20 mEq/l 7.Potasiium : 20 mEq/l 8.Klorida : 50 mEq/l 9.Osmolaritas : 290 mEq/l Natrium Bikarbonat (meylon 84) 1.Sodium Bikarbonat : 84 mg/ml 1.Sodium : 1 mM/ml 2.Bikarbonat : 1 mM/ml 3.Osmolaritas : 2 mOsm/ml 2.Otsu – KCl 7,46 1 . P ot as s iu m K l or id a I nj e kt io n : 7, 46 % 2.Each ml contains : kCl 74,5 mg 3.K +: 1 mEq 4.Cl-: 1 mEq 5.Osmolaritas : 2 mOsm/ml Cairan 1:4 1.Infusan D5 + ¼ NS 1.Glukose Anhydrate : 25 g 2.Sodium Klorida : 1125 g 3.Air untuk injeksi : 500 ml 4.Sodium : 38,5 mEq/l 5.Klorida : 38,5 mEq/l 6.Osmolaritas : 355 mOsm/l 2.Otsu – mgSO420 1.Magnesium Sulfate : 20 % 2.Each 25 ml contains ( MgSO4, 7H2O : 10 g 3.Osmolaritas : 3,2 mOsm/ml 4.Suhu : 25ºC - 30ºC

Penatalaksanaan Medis Post SC
a. Pemberian cairan Karena 24 jam pertama penderita puasa pasca operasi, maka pemberian cairan perintavena harus cukup banyak dan mengandung elektrolit agar tidak terjadi hipotermi, dehidrasi, atau komplikasi pada organ tubuh lainnya. Cairan yang biasa diberikan biasanya DS 10%, garam fisiologi dan RL secara bergantian dan jumlah tetesan tergantung kebutuhan. Bila kadar Hb rendah diberikan transfusi darah sesuai kebutuhan. b. Diet Pemberian cairan perinfus biasanya dihentikan setelah penderita flatus lalu dimulailah pemberian minuman dan makanan peroral. Pemberian minuman dengan jumlah yang sedikit sudah boleh dilakukan pada 6 - 10 jam pasca operasi, berupa air putih dan air teh. c. Mobilisasi Mobilisasi dilakukan secara bertahap meliputi : Miring kanan dan kiri dapat dimulai sejak 6 - 10 jam setelah operasi Latihan pernafasan dapat dilakukan penderita sambil tidur telentang sedini mungkin setelah sadar Hari kedua post operasi, penderita dapat didudukkan selama 5 menit dan diminta untuk bernafas dalam lalu menghembuskannya. Kemudian posisi tidur telentang dapat diubah menjadi posisi setengah duduk (semifowler) Selanjutnya selama berturut-turut, hari demi hari, pasien dianjurkan belajar duduk selama sehari, belajar berjalan, dan kemudian berjalan sendiri pada hari ke-3 sampai hari ke5 pasca operasi. d. Kateterisasi Kandung kemih yang penuh menimbulkan rasa nyeri dan tidak enak pada penderita, menghalangi involusi uterus dan menyebabkan perdarahan. Kateter biasanya terpasang 24 - 48 jam / lebih lama lagi tergantung jenis operasi dan keadaan penderita. e. Pemberian obat-obatan 1. Antibiotik Cara pemilihan dan pemberian antibiotic sangat berbeda-beda setiap institusi 2. Analgetik dan obat untuk memperlancar kerja saluran pencernaan a) Supositoria = ketopropen sup 2x/24 jam b) Oral = tramadol tiap 6 jam atau paracetamol c) Injeksi = penitidine 90-75 mg diberikan setiap 6 jam bila perlu 3. Obat-obatan lain Untuk meningkatkan vitalitas dan keadaan umum penderita dapat diberikan caboransia seperti neurobian I vit. C f. Perawatan luka Kondisi balutan luka dilihat pada 1 hari post operasi, bila basah dan berdarah harus dibuka dan diganti g. Perawatan rutin Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan adalah suhu, tekanan darah, nadi,dan pernafasan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->