P. 1
Analisis SWOT

Analisis SWOT

|Views: 695|Likes:
Published by Cayoo Skypier

More info:

Published by: Cayoo Skypier on Dec 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

MAKALAH ANALISIS SWOT PT.

SANBE FARMA

Oleh :

Candra Setiawan

X1 TKR 2

SMKN 1 NGLEGOK Tahun Ajaran 2011-2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Analisis SWOT pada PT SANBE FARMA“. Dalam menyusun makalah ini, penulis banyak memperoleh bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikanya makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Blitar, November 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

1. Profil PT. Sanbe Farma

PT. Sanbe Farma adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Perusahaan ini merupakan perusahaan produsen farmasi terbesar ke-4 didunia, selain itu PT. Sanbe Farma juga menjadi perusahaan farmasi no.1 di Indonesia. Perusahaan ini memiliki lebih dari 8.000 karyawan termasuk diperusahaan multinasional mereka. PT. Sanbe Farma juga mempunyai 4 produk farmasi terbaik dari 15 produk terbaik di Indonesia yaitu Amoxsan (Amoxycillin), Cefat (Cefadroxil), Claneksi (Co-AmoxyClav) and Baquinor (Ciprofloxacin). PT. Sanbe Farma juga merupakan salah satu perusahaan yang telah memberlakukan cGMP dengan standart inernasional.

PT Sanbe Farma didirikan pada tahun 1975 di Bandung oleh Jahja Santoso bersaudara. Lokasi pabrik: Kp Cimuncang (Ds Utama Leuwigajah, Cimahi) dan kantornya berada di Jl Taman Sari (Bandung). Nama Sanbe merupakan singkatan dari Santoso bersaudara (Jahja Santoso adalah seorang apoteker lulusan ITB). Kegiatan utama yaitu memproduksi dan juga menjual obat-obatan. Pada mulanya Sanbe memproduksi obat-obat etikal, th1985 Sanbe memproduksi juga obat-obatan untuk hewan. Tahun 1992, Sanbe mulai memasuki pasar obat bebas (OTC) dengan salah satu merk andalannya yaitu Sanaflu. Sekarang, Sanbe menduduki peringkat terbaik di Indonesia.

2.

Misi dari dari PT. Sanbe Farma Untuk menjadi pemasok yang diakui dunia OTC formulasi dan generic.

3.

Visi dan Nilai PT Sanbe Farma Integritas: Prinsip etika tertinggi dalam proses memberikan producs kualitas dan pelayanan. Hargai tertinggi untuk Orang: Orang merupakan dasar bagi keberhasilan Sanbe dan kami akan menyewa, memotivasi dan mempertahankan orang yang tepat dengan keterampilan yang tepat dan kompetensi. Kepuasan Pelanggan: Kita akan berkembang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami tepat waktu untuk yang terbaik dari kemampuan kita. Komunitas: Kami akan memberikan produk berkualitas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan siapa kita berhubungan.

Inovasi: Kita akan selalu melakukan hal yang berbeda dan hal-hal yang sama secara berbeda.

Teamwork: Kita akan bekerja sama dalam unision, percaya satu sama lain melampaui batas-batas geografis dan organisasi. Kinerja: Kami akan menetapkan standar kinerja tertinggi dan mencapai yang lebih baik hari demi hari untuk memenuhi dan melampaui standar tersebut, dengan semangat yang tak terpadamkan untuk menang. Kepemimpinan: Kita akan memimpin dalam apapun yang kita lakukan dengan cara unik kita sendiri dan memotivasi untuk mencapai tidak hanya anggota lain dalam organisasi tetapi juga di industry. 4. Sasaran PT Sanbe Farma • • • • • • 5. Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan Gigih untuk Mencapai yang Terbaik Kerjasama yang Kokoh Inovasi Lincah Integritas

Tujuan dari PT. Sanbe Farma Untuk memberikan kualitas obat-obatan yang baik dalam rangka untuk meningkatkan kesehatan dengan cara yang sederhana agar bisa dijangkau oleh semua kalangan.

BAB II PEMBAHASAN

ANALISIS SWOT PT SANBE FARMA

Beberapa manuver dan inovasi dilakukan oleh PT. Sanbe Farma sehingga mereka dapat menjadi perusahaan farmasi terbaik di Indonesia. Oleh karena itu kami melakukan analisa untuk mengungkap keberhasilan PT. Sanbe Farma. Disini kami menganalisa PT. Sanbe Farma berdasarkan SWOT (Streangth, Weakness,Oportunity,Thread)

Strength (Kekuatan) Pada bagian produksi, Sanbe merupakan pemimpin dalam penelitian bioavaibilitas dan bioekivalen produk obat dengan menggunakan standard GCP dan GLP yang terbaru. Laboratorium Sanbe telah terakreditasi oleh National Accredited Body (KAN) sehingga memperoleh ISO/IEC 17025:2005, dan juga diakui oleh BPOM. Sanbe juga menerima sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) dari Health Science Authority (HSA) Singapura pada pabrik atau bangunan preparasi steril. Sanbe berpedoman pada GMP yang meliputi semua rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Hal ini membuktikan bahwa pabrik pengolahan obat yang steril milik Sanbe telah memenuhi Standard Uni Eropa. Memiliki lobi dan jaringan dokter yang kuat. Memiliki pemimpin perusahaan yang ulet, tegas, dan jeli menangkap peluang pasar dan turun tangan dalam semua kegiatan yang berlangsung dalam perusahaan. Karyawan merupakan orang-orang yang berkualitas. (Sdm karyawan didayagunakan efektif dan efisien). Memilik pabrik infus steril kemasan softbag yang canggih dan yang pertama di Indonesia, serta memiliki keunggulan teknologi pembuatan infus yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara, yaitu sistem sterilisasi 121° C, selama 15 menit. Sehingga produk infus yang dihasilkan oleh Sanbe berkualitas jauh lebih tinggi dibanding merek lainnya Dalam penjualan untuk obat generik, meluncurkan produk generik yang tergolong lebih murah dibanding produk perusahaan farmasi lainnya. Sanbe merajai pasar produk ethical sehingga dapat menekan biaya promosi/iklan (tidak seperti produk OTC). Memiliki kekuatan dalam mengontrol distribusi obat-obatannya. Ini terutama karena produk mereka didistribusikan oleh distributor tunggal, PT Bina San Prima.

Weakness (Kelemahan)

Belum mampu mengelola sumber daya manusia secara profesional à sistem human resources atau people management belum kokoh. Menurut pandangan Jahja B Soenarjo, CEO Direction Strategy Consulting : gaya Jahja Santoso dalam memimpin perusahaan masih konvensional sehingga Sanbe belum menerapkan prinsip-prinsip manajemen secara profesional. Jahja Santoso belum memberi kekuasaan secara penuh (masih setengah percaya pada putra dan orang-orang kepercayaannya).

Oportunity (Peluang) Besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat per kapita. Sanbe Farma memiliki international operations di 12 negara. Dengan demikian, kesempatan Sanbe Farma untuk menjadi pemain global semakin terbuka lebar. 12 Januari 2006, Sanbe Farma meresmikan pabrik infus steril kemasan softbag pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Pasar infus saat ini masih lenggang pemain. Satu-satunya saingan yang leading di bisnis ini hanyalah PT Otsuka Indonesia, sehingga kesempatan Sanbe Farma untuk memasuki pasar infus masih sangat besar. Dibukanya Santosa Bandung International Hospital. RS ini akan menjadi rumah sakit pertama untuk pendistribusian Infus dan beberapa produk baru Sanbe Farma lainnya Infus menyasar pasar menegah ke atas. Dengan semakin bertumbuh suburnya rumah sakit mewah (Brawijaya Woman and Children Hospital, Siloam Geneagles, Medikaloka Health Care), produk Sanbe Farma ini akan dengan mudah diserap olah pasar. Mendirikan San-Clin-Eq, sebuah lembaga pengujian BA/BE, dengan peluang pasar yang menjanjikan dan jumlah pemain yang masih lenggang, peluang San-Clin-Eq bersaing di industri pengujian BA/BE masih sangat besar.

Treath ( Ancaman ) Persaingan pasar produk infus sangat ketat, karena pasar produk infus dikuasai oleh Otsuka. Hal tersebut merupakan tantangan bagi sanbe untuk bisa merebut pasar infuse di Indonesia. Sanbe harus menerapkan manajemen SDM yang professional sehingga dapat menjamin adanya regenerasi yang akhirnya diharapkan tetap bisa mempertahankan sanbe sebagai perusahaan farmasi no 1 di Indonesia. Banyaknya medrep dari perusahaan farmasi lain yang kemampuannya tidak bisa diabaikan sehingga sanbe perlu meningkatkan kembali kinerja personal selling (medical representative) Menjamin bahwa produk me-too yang dipasarkan oleh Sanbe telah melewati uji BA/BE, mengingat pada tahun 2008 semua produk me-too harus memenuhi syarat BA/BE dan tidak hanya diberi logo atau dibubuhi merk dagang. Dengan demikian, sanbe bisa tetap bersaing dengan originator (korporasi multinasional pemegang paten

awal) maupun pesaing lokal. Masa kini, sebagian masyarakat Indonesia mulai beralih menggunakan produk herbal. Oleh karena itu, sanbe perlu melakukan inovasi produk dengan berusaha memproduksi obat-obat herbal.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan Dari analisa secara keseluruhan pada PT Sanbe Farma sebagai perusahaan yang menjadi objek penelitian, maka dapat diambil kesimpulan:
a.

b.
c.

PT Sanbe Farma merupakan salah satu perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang obatobatan yang menyediakan kebutuhan masyarakat. Perusahaan ini merupakan perusahaan produsen farmasi terbesar ke-4 didunia, selain itu PT. Sanbe Farma juga menjadi perusahaan farmasi no.1 di Indonesia. Strategi yang diterapkan PT Sanbe Farma telah tepat dan menjadikan perusahaan mempunyai keunggulan bersaing, yaitu: 1. Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan 2. Gigih untuk Mencapai yang Terbaik 3. Kerjasama yang Kokoh 4. Inovasi 5. Lincah 6. Integritas

2. Saran Berdasarkan alternatif formulasi strategi pada pembahasan sebelumnya, dapat diambil beberapa saran sebagai berikut:
a. Persaingan pasar produk infus sangat ketat, karena pasar produk infus dikuasai oleh Otsuka.

Hal tersebut merupakan tantangan bagi sanbe untuk bisa merebut pasar infuse di Indonesia. Sanbe harus menerapkan manajemen SDM yang professional sehingga dapat menjamin adanya regenerasi yang akhirnya diharapkan tetap bisa mempertahankan sanbe sebagai perusahaan farmasi no 1 di Indonesia.
b. Melihat kemampuan yang dimiliki perusahaan serta hasil analisis secara keseluruhan, maka

strategi yang dilakukan PT Sanbe Farma sudah tepat. Namun dalam menghadapi perubahan dan perkembangan lingkungan, masih terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan agar perusahaan dapat terus mempertahankan keunggulan bersaingnya,

MAKALAH ANALISIS SWOT PT. KALBE FARMA

Oleh:

SMK 1 NGLEGOK Tahun Ajaran 2011-2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan karya tulis berupa makalah yang berjudul “Analisis SWOT pada PT Kalbe Farma” Dalam menyusun makalah ilmiah ini, penulis banyak memperoleh bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membatu semi terselesaikanya makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya. Blitar, November 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN
1. Profil PT Kalbe Farma Didirikan pada tahun 1966, PT Kalbe Farma Tbk. (”Perseroan” atau “Kalbe”) telah jauh berkembang dari awal mulanya sebagai usaha farmasi yang dikelola di garasi rumah pendirinya di wilayah Jakarta Utara. Selama lebih dari 40 tahun sejarah Perseroan, pengembangan usaha telah gencar dilakukan melalui akuisisi strategis terhadap perusahaan-perusahaan farmasi lainnya, membangun merek-merek produk yang unggul dan menjangkau pasar internasional dalam rangka transformasi Kalbe menjadi perusahaan produk kesehatan serta nutrisi yang terintegrasi dengan daya inovasi, strategi pemasaran, pengembangan merek, distribusi, kekuatan keuangan, keahlian riset dan pengembangan serta produksi yang sulit ditandingi dalam mewujudkan misinya untuk meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik. Ada banyak faktor yang mendukung, menstimulasi dan mempercepat kemajuan Kalbe. Farma. Pada dasarnya ada 4 kunci sukses yang membuat Kalbe mampu berprestasi, yaitu (1) produk inovator yang bervariasi (2) strategi marketing yang solid (3) komitmen yang tinggi pada Research and Development dan (4) sumber daya manusia yang reliabel.
2. Visi PT Kalbe Farma

Menjadi Perusahaan yang dominan dalam bidang kesehatan di Indonesia dan memiliki eksistensi di pasar global dengan merek dagang yang kuat, didasarkan oleh manajemen, ilmu dan teknologi yang unggul.
3. Misi PT Kalbe Farma
• •

Meningkatkan Kesehatan untuk Kehidupan yang Lebih Baik Sebagai perusahaan farmasi terbesar ketiga di Asia Tenggara, Kalbe Farma memiliki nilainilai perusahaan yang diterapkan.

4. Sasaran PT Kalbe Farma
• • • • • •

Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan Gigih untuk Mencapai yang Terbaik Kerjasama yang Kokoh Inovasi Lincah Integritas

BAB II PEMBAHASAN

ANALISIS SWOT PT KALBE FARMA a. Strength (Kekuatan)

Kalbe merupakan market leader untuk produk kesehatan masyarakat dan market leader untuk produk ethical. Produk-produknya merupakan leading brand dengan berbagai segmentasi pasar yang spesifik. Selain itu produknya merupakan inovator, dengan mengembangkan obatobatan serta rumusan kimia baru baik dengan kemampuan sendiri ataupun melalui aliansi strategis dengan mitra internasional. Serta banyak menghasilkan produk-produk baru yang berbasis teknologi tinggi. Pada tanggal 16 Desember 2005, Manajemen Kalbe telah berhasil melakukan penggabungan usaha dengan Dankos dan PT Enseval (”Enseval”) menjadi satu perusahaan dalam rangka menciptakan satu perusahaan farmasi tercatat dan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Penggabungan usaha ini akan memberikan peluang bagi masa depan Kalbe dalam meningkatkan efisiensi serta efektivitas. Merger yang melibatkan PT Enseval sebagai superholding dan tiga anak perusahaan yang terdaftar di BEJ tersebut - Kalbe Farma, Dankos Laboratories (DNKS), Enseval Putera Megatrading (EPMS) - sekaligus membentuk perusahaan yang betul-betul terintegrasi. Secara horisontal, Kalbe “baru” menawarkan rentang produk yang jauh lebih luas, mulai dari berbagai bentuk obat dan makanan kesehatan sampai suplemen dan minuman berenergi. Secara vertikal, mereka melakukan kegiatan dari pengadaan bahan baku, manufakturing produk jadi, pemasaran, sampai penjualan dan distribusi. Kalbe memiliki pengalaman yang cukup panjang dan dari segi finansial, pendapatan kalbe meningkat sekitar 18% per tahun. Manajemen Kalbe memiliki personel yang berpengalaman, termasuk di dalamnya mantan dirjen BPOM dalam mengembangkan, memproduksi, pemasaran dan menjual produk-produk kesehataan dan farmasi. Dilengkapi dengan tim yang solid dan kerja sama yang baik antardepartemen internal dan hubungan yang erat dengan mitra , PT. Kalbe Farma Tbk. semakin mengukuhkan diri dalam jajaran perusahaan besar di Indonesia. Pada bagian produksi, Kalbe memiliki 7 GMP (Good Manufacturing Practice) yang telah berstandar international dengan 2 GMP tambahan yang masih dibangun. Komitmen Kalbe dalam hal ini telah diakui melalui serangkaian hasil pengujian badan sertifikasi. Semua fasilitas produksi milik Kalbe dan Anak perusahaan telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001, sementara Kalbe, PT Dankos Laboratories Tbk. (”Dankos”) dan PT Bintang Toedjoe juga telah meraih sertifikasi ISO14001 serta OHSAS 18001/SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Kalbe dan Dankos secara konsisten berhasil mempertahankan pencapaian yang amat memuaskan dalam penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, yaitu nomor lima dan nomor dua diantara semua perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2005.

Pada bagian distribusi, Kalbe memiliki tenaga pemasaran sebanyak 6000 personil dengan 1 juta outlet di seluruh Indonesia. Ditopang struktur bisnis yang cukup lengkap, yakni memiliki perusahaan distribusi dan jaringan rumah sakit yang mengusung merek Mitra Keluarga dan Mitra International, termasuk sekolah perawat. b. Weakness (Kelemahan)

Ekspansinya ke noncore-business, seperti ke bisnis property (PT Kalbe Land) dan pendidikan (STIE Kalbe). Ekspansi ini dapat mengakibatkan kurang fokusnya perusahaan dalam pengembangan bisnis farmasi. Penjualan ekspor sampai dengan September 2005 bertumbuh sebesar 127,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan penjualan lokal bertumbuh dengan 28,6 persen. Meskipun ekspor tumbuh sangat besar, namun melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak dapat membawa keuntungan yang besar juga. Pasalnya, sekitar 90 persen bahan baku masih impor sehingga harganya juga melonjak. Akibatnya, persentase laba kotor (gross margin) hanya mencapai 54,3 persen. Hal ini disebabkan karena Komponen impor dari obat masih sangat tinggi, yaitu sebesar 90% dari bahan baku yang digunakan (bahan aktif dan bahan pembantu) serta sekitar 50% dari bahan pengemas yang digunakan. Bahan aktif yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri jumlahnya tidak berarti dan belum bisa diperoleh dengan harga yang bersaing dibandingkan dengan sumber dari luar negeri. Upaya-upaya untuk meningkatkan self sufficiency di bidang pengadaan bahan baku sering terbentur pada permasalahan : • Banyaknya jenis bahan baku yang digunakan oleh industri farmasi (hingga 6.000 items) sehingga banyak pemakaian per item yang tidak memenuhi skala produksi ekonomis. Masalah utama adalah pengadaan bahan baku untuk bahan dasar produksi lokal bahan baku. Kurang berkembangnya industri kimia hulu yang bisa menopang pengadaan intermediates untuk bahan dasar pembuatan obat. Ketergantungan pada intermediates dari luar negeri hingga tingkat tertentu bisa mengurangi manfaat yang diperoleh dari sintesis lokal. Kurang adanya koordinasi antara industri terkait misalnya industri petrokimia dan industri farmasi. Sering terjadi industri farmasi mengalami kesulitan karena intermediate-nya tidak bisa dibuat lokal. Kelemahan pada dasarnya industri farmasi memang merupakan industri yang knowledge intensive dan highly regulated tetapi aspek regulasi industri farmasi di Indonesia dirasa cukup berat yang bersumber dari : Policy yang ada dibuat dengan semangat pengawasan dan bukan pengembangan; Pelaksanaan yang terasa lamban karena ketidak seimbangan antra jumlah pengawas dari pemerintah dengan pihak swasta yang harus dilayani. Mata rantai lain yang merupakan bagian dari aspek pemasaran dan distribusi hasil produksi industri farmasi masih belum seimbang baik secara kualitatif dan kuantitatif:

• •

• •

Misalnya ratio dokter perpopulasi di Indonesia sekitar 140 dokter untuk 1 juta penduduk. Jumlah apotik (drug store) saat ini berjumlah sekitar 6.000 buah yang terkonstrasi di kota-kota untuk melayani rakyat Indonesia yang lebih dari 200 juta penduduk. Program pharmaceutical care juga belum berjalan dengan baik sehingga mengurangan pemanfaatan obat secara optimal di masyarakat. Distributor yang jumlahnya cukup banyak tetapi tidak mempunyai jangkauan yang luas dan network yang efisien sehingga biaya distribusi relatif mahal.

• c.

Opportunity ( Peluang) Besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat perkapita menyebabkan pasar potensial yang bisa dikembangkan. Peluang untuk masuk ke 6 pasar utama di Asia Tenggara dengan populasi mencapai 500 juta atau kira-kira 8% dari populasi dunia. Total pasar ini lebih dari $890 milyar pada GDP dan kemungkinan akan tumbuh 5% per tahun selama 5 tahun ke depan. Konsumsi produk farmasi termasuk resep dan OTC diperkirakan 7 milyar dan berkembang menjadi 13% dari 2005 sampai 2010. Serta terbukanya peluang ekspor sebagai akibat dari penurunan nilai rupiah dan pelaksanaan Good Manufacturing Practice yang baik di Indonesia. Tahun 2000, Kalbe mulai memberi perhatian lebih besar pada pasar internasional. Awalnya, perusahaan melempar produk ke pasar ASEAN, seperti Malaysia dan Singapura. Kemudian, sayap bisnis ekspornya pun melebar ke Afrika Selatan. Hal ini dibuktikan Kalbe dengan menerapkan strategi-strategi. Strategi pertama, trading based, yakni pihak Kalbe menunjuk distributor lokal di negara-negara tujuan ekspor. Kerja sama ini sangat simpel karena sebatas aktivitas jual-beli saja. Namun, lewat jaringan para trader ini produk-produk Kalbe ada di banyak negara, seperti Pakistan dan Iran, padahal Kalbe belum memiliki mitra distribusi di negara-negara tersebut. Strategi kedua, marketing based. Kalbe membangun kantor perwakilan di setiap negara tujuan yang dari hasil survei internal berpotensi bagi pengembangan produk ekspornya. Saat ini ada 8 kantor perwakilan Kalbe di beberapa negara, seperti Malaysia (untuk pasar Singapura dan Malaysia), Myanmar, Kamboja, Vietnam, Filipina, Sri Lanka dan Thailand. Mereka bertugas melakukan aktivitas pemasaran, memonitor pasar dan melakukan survei. PT Kalbe Farma berencana membangun pabrik Orange Kalbe Limited di Nigeria. Pembangunan pabrik ini untuk memperkuat pangsa pasar di Afrika Barat. “Nigeria akan dijadikan sebagai basis dari pemasaran produk-produk Kalbe Farma,” kata Dirut PT Kalbe Farma Johannes Setijono. Rencananya pabrik itu akan digunakan untuk memproduksi obat-obat OTC (obat tanpa resep) dan minuman energi. 2. Kecenderungan berkembangnya Sistem Penanganan Kesehatan yang wajar yang dapat menyalurkan tenaga dokter termasuk dokter spesialis yang dibutuhkan.

d.

Threat (Ancaman)

1. Adanya kompetisi internal yang cukup keras. Sesuatu yang diistilahkannya “perang saudara” terutama terjadi di jalur pemasaran. Lebih spesifik lagi, di produk-produk farmasi yang berada di kategori yang sama. Di obat flu, misalnya, Kalbe memiliki Procold sementara Dankos Laboratories punya andalan yang cukup ampuh, Mixagrip. Lantaran Kalbe dan Dankos bisa saling melihat data masing-masing, mereka bisa saling menjatuhkan.

2. Adanya krisis ekonomi telah membuat daya beli obat rakyat Indonesia menurun sehingga mengancam kelangsungan hidup industri farmasi nasional terutama untuk pasar okal. 3. Diberlakukannya Undang-Undang Paten 1997 dan direvisi tahun 2001, industri farmasi Kalbe Farma, yang terbiasa mengandalkan pengembangan produk-produknya pada strategi copy cat produk-produk baru yang masih dilindungi paten, menjadi sulit untuk mengembangkan produk-produknya. 4. Legal sistem belum dapat menanggulangi obat palsu secara efektif sehingga harga obat menjadi lebih sulit dikontrol. 5. Semakin luasnya pasar yang ingin dicapai, yaitu menembus pasar internasional akan semakin meningkat pula pesaing-pesaing bisnis farmasi. Kalbe mengakui jika produknya masih belum mampu bersaing dengan produk dari Amerika Serikat.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan Dari analisa secara keseluruhan pada PT Kalbe Farma sebagai perusahaan yang menjadi objek penelitian, maka dapat diambil kesimpulan: a. Kalbe menjadi perusahaan produk kesehatan serta nutrisi yang terintegrasi dengan daya inovasi, strategi pemasaran, pengembangan merek, distribusi, kekuatan keuangan, keahlian riset dan pengembangan serta produksi yang sulit ditandingi dalam mewujudkan misinya untuk meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik.
b.

Ada banyak faktor yang mendukung, menstimulasi dan mempercepat kemajuan Kalbe. Farma. Pada dasarnya ada 4 kunci sukses yang membuat Kalbe mampu berprestasi, yaitu: (1) produk inovator yang bervariasi (2) strategi marketing yang solid (3) komitmen yang tinggi pada Research and Development dan (4) sumber daya manusia yang reliabel. 2. Saran Berdasarkan alternatif formulasi strategi pada pembahasan sebelumnya, dapat diambil beberapa saran sebagai berikut:
a. Manajemen Kalbe memiliki personel yang berpengalaman, termasuk di dalamnya mantan

dirjen BPOM dalam mengembangkan, memproduksi, pemasaran dan menjual produkproduk kesehataan dan farmasi. Dilengkapi dengan tim yang solid dan kerja sama yang baik antardepartemen internal dan hubungan yang erat dengan mitra , PT. Kalbe Farma Tbk. semakin mengukuhkan diri dalam jajaran perusahaan besar di Indonesia.
b. Semakin luasnya pasar yang ingin dicapai, yaitu menembus pasar internasional akan

semakin meningkat pula pesaing-pesaing bisnis farmasi. Kalbe mengakui jika produknya masih belum mampu bersaing dengan produk dari Amerika Serikat. Sehingga perlu inovasi baru yang bisa menjadi produk baru dan dapat bersaing dengan Negara lain

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->