LAMPIRAN PERATURAN MB41TEBI KEUA1/9bNIRIPUBLIK INDONESIA TE M AR G 7 / l' 1C .

U Z N ON TO N STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI

NO (1)

URAIAN (2)

SATUAN

BIAYA TA 2013

(3)

(4)

1 HONORARIUM PZNANGGUNG JAWAB PENGELOLA KEUANGAN

1.1. PEJABAT KUASA PENGGUNA ANGGARAN a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar's.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp 100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rp 1 triliun 1.2. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a. Nilai pagu dana s.d. Rp100juta b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juts c. Nilai pagu dana di atas Rp250 juts s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di etas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1.3. PEJABAT PENGUJI TAGIHAN & PENANDATANGAN SPM a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun

OB OB OB 013 OB 013 013 OB 013 013 013 OB 013 013 013 OB

Rp500.000 Rp610.000 Rp720.000 Rp830.000 Rp970.000 Rp1.110.000 Rp1.250.000 Rp 1.580.000 Rp1.910.000 Rp2.250.000 Rp2.580.000 Rp3.080.000 Rp3.580.000 44.080.000 Rp4.580.000 Rp5.580.000

OB 013 013 013 OB 013 OB OB OB 013 OB OB' OB OB OB 05

Rp420.000 Rp510.000 Rp610.000 Rp700.000 Rp820.000 Rp930.000 Rp1.050.000 Rp1.330.000 Rp1.610.000 Rp1.890.000 Rp2.170.000 Rp2.590.000 Rp3.010.000 Rp3.430.000 Rp3.850.000 Rp4.690.000

OB OB 013 OB 013 OB OB OB 013 OB OB OB OB 013 013 OB

Rp400.000 Rp480.000 Rp570.000 Rp660.000 Rp770.000 Rp880.000 Rp990.000 Rp 1.250.000 Rp1.520.000 Rp1.780.000 Rp2.040.000 Rp2.440.000 Rp2.830.000 Rp3.230.000 Rp3.620.000 Rp4.420.000

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2NO
(1)

URAIAN {2) 1.4. BENDAHARA PENGELUARAN a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juts b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di alas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1.5. STAF PENGELOLA/BENDAHARA PENGELUARAN PEMBANTU/PETUGAS PENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWA1 (PPABP) a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun

SATUAN

BIAYA TA 2013

(3 )

(4)

013 GB OB OB OB OB 013 OB OB OB 013 OB OB OB 013 OB

Rp340.000 Rp420.000 Rp500.000 Rp570.000 Rp670.000 Rp770.000 Rp860.000 Rp1.090.000 Rp1.320.000 Rp1.550.000 Rp1.780.000 Rp2.120.000 Rp2.470.000 Rp2.810. 000 Rp3.160.000 Rp3.840.000

OB OB GB 013 013 GB GB 013 013 OB GB OB OB OB 013 GB

Rp260.000 12p310.000 Rp370.000 Rp430.000 Rp500.000 Rp570.000 Rp640.000 Rp810.000 Rp980.000 Rp1.150.000 Rp1.330.000 Rp1.580.000 Rp1.840.000 Rp2.090.000 Rp2.350.000 Rp2.860.000

2 HONORARIUM PEJABAT/PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA /UNIT LAYANAN PENGADAAN i171.11

2.1. PEJABAT PENGADAAN BARANG/JASA 2.2. PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a. Nilai pagu pengadaan sampai dengan Rp100 juta b. Nilai pagu pengadaan di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s.d.'Rp2,5 miliar f. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu pengadaan di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 mina!' s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu pengadaan di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s•d. Rp500 miliar n. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu pengadaan di atas Rp 1 triliun 2.3. PANITIA PENGADAAN BARANG (NON KONSTRUKSI) a. Nilai pagu pengadaan sampai dengan Rp100 juta b. Nilai pagu pengadaan di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 juta s•d. Rp500 jute d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.d. RpI miliar

OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP

Rp510.000 Rp510.000 Rp680.000 Rp850.000 Rp1.020.000 Rp1.270.000 Rp1.520.000 Rp 1.780.000 Rp2.120.000 Rp2.450.000 Rp2.790.000 Rp3.130.000 Rp3.580.000 Rp4.030.000 Rp4.490.000 Rp4.940.000 Rp5.560.000

Per Paket OP OP OP .

Rp460.000 Rp610.000 Rp760.000 Rp920.000

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3NO ',1) e. f. g. h.
URAIAN

SATUAN (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP ..._

BIM% TA 2013 (4) Rp1.140.000 Rp1.370.000 Rp1.600.000 Rp1.910.000 Rp2.210.000 Rp2.520.000 Rp2.820.000 Rp3.230.000 Rp3.640.000 Rp4.040.000 Rp4.450.000 Rp5.010.000

L
j. k. 1. m. n. o. p.

(2) Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun

'

2.4. PANITIA PENGADAAN JASA (NON KONSTRUKSI) a. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s.d Rp50 juta b. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s.d. Rp100 juta c. Nilai pagu pengadaan jasa lainnya s.d. Rp100 juta d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta e. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta f. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar g. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar h. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miller i. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar j. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar k. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar I. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar m. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar n. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar o. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar p. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar q. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di alas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun r. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun 3 HONORARIUM PEJABAT/PANITIA PENERIMA HABIL PEICERJAAN 3.1. PEJABAT PENERIMA BASIL PEKERJAAN/PENGADAAN BARANO/JASA 3.2. PANITIA PENERIMA BASIL PEKERJAAN/PENGADAAN BARANO/JASA a. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu pekeijaan/pengadaan di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp50 milieu - s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar I. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di alas Rp100 miller s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp750 miller s.d. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun

Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP . •

Rp450.000 Rp450.000 Rp450.000 Rp480.000 Rp600.000 Rp720.000 Rp910.000 Rp1.090.000 Rp1.270.000 Rp1.510.000 Rp1.750.000 Rp1.990. 000 Rp2.230.000 Rp2.560.000 Rp2.880.000 Rp3.200.000 Rp3.520.000 Rp3.960.000

05 OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP ' OP '

Rp330.000 Rp330.000 Rp420.000 Rp520.000 Rp620.000 Rp770.000 Rp910.000 Rp1.060.000 Rp1.260.000 Rp1.450.000 Rp1.650.000 Rp1.840.000 Rp2.100.000 Rp2.370.000 Rp2.630.000 Rp2.890.000 Rp3.250.000

.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4NO (1) 4 HONORARIUM PENGELOLA PNBP URAIAN (2) SATUAN (3) BIAYA TA 2013 (4)

4.1. ATASAN LANGSUNG 13ENDAHAR.A a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di alas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d, Nilai pagu dana di alas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s,d. Rp2S miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s d Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar I. Nilai pagu dana di atas Rp 100 miliar s.d. Rp250 miliar m, Nilai pagu liana di alas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar a.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di etas Rpl triliun 4.2. BENDAHARA a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juts o. Nilai pagu dana di alas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. RpI miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 minor s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di alas Rp50 miner s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di alas Rpl triliun 4.3. ANGOOTA a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di atas Rp 100 juts s.d. Rp250 juts c. Nilai pagu dana di atas Rp250 juts s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di alas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar J. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 HONORARIUM PENGELOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5.1 Unit Akuntansi Tingkat Kementerian Negara/Lembaga (I/APA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar Keputusan Menteri a. Pengarah b. Penanggung Jawab c. Koordinator d. Ketua/Wakil Ketua e. Anggota/Petugas

OB OB OB OB 013 013 013 OB DB 013 013 013 OB OB OB 013

Rp420.000 Rp510.000 Rp610.000 Rp700.000 Rp890.000 Rp1.070.000 Rp1.260.000 Rp 1.540.000 Rp1.820.000 Rp2.100.000 Rp2.380.000 Rp2.760.000 Rp3.130.000 Rp3.500.000 Rp3.880.000 Rp4.620.000

OB OB OB 013 OB 013 OB OB OB OB 013' 013 OB OB OB OB

Rp340.000 Rp420.000 Rp500. 000 Rp570.000 Rp730.000 Rp880.000 Rp 1.030.000 Rp1.260.000 Rp1.490.000 Rp1.720.000 Rp1.950.000 Rp2.260.000 Rp2.560.000 Rp2.870.000 Rp3.170.000 Rp3. 790. 000

013 OB OB 013 OB OB OB OB 013 OB DB OB OB DB 013 013

Rp260.000 Rp310.000 Rp370.000 Rp430.000 Rp540.000 Rp660.000 Rp770.000 Rp940.000 Rp1.110.000 Rp 1.280.000 Rp1.450.000 Rp1.680.000 Rp 1.910.000 Rp2.140.000 Rp2.370.000 Rp2.820.000

OB OB OB OB OB

Rp700.000 Rp600.000 Rp500.000 Rp400.000 Rp350.000

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5NO URAIAN (2) 5.2 Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAPPA/Barang-E1) yang ditetapkan atas Dasar SK Eselon I a. Penanggung Jawab b. Koordinator c. Ketua/Wakil Ketua d. Anggota/Petugas 5.3 Unit Akuntansi Tingkat Wilayah (UAPPA/Barang-W)yang ditetapkan atas Dasar SK Eselon I a. Penanggung Jawab b. Koordinator c. Ketua/Wakil Ketua d. Anggota/Petugas 5.4 Unit Akuntansi Tingkat Satuan Kerja (UAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar SK Eselon II atau Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah atau Koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah a. Penanggung Jawab b. Koordinator c. Ketua/Wakil Ketua d. Anggota/Petugas 6 HONORARIUM PENGURUS/PENYIMPAN BMN 6.1 Tingkat Pengguna Barang 6.2 Tingkat Kuasa Pengguna Barang 7 HONORARIUM PENELITIAN/PEREICAYASAAN 7.1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan a. Peneliti/Perekayasa Utama b. Peneliti/Perekayasa Madya c. Peneliti/Perekayasa Muda d. Peneliti/Perekayasa Pertama 7.2 Honorarium Penunjang Penetitian/Perekayasaan a. Pembantu Peneliti/Perekayasa b. Koordinator Peneliti/Perekayasa c. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan d. Pengolah Data e. Petugas Survey f. Pembantu Lapangan 8 HONORARIUM NARASUI4BER SEMINAR/RAICOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN SEJENIS 8.1 Narasumber/Pembahas : a. Menteri/Pejabat Setingkat Menteri/Pejabat Negara Lainnya/yang disetarakan b. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c. Pejabat Eselon II/yang disetarakan d. Pejabat Eselon III ke bawah/yang disetarakan 8.2 Moderator 9 HONORARIUM PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISE1VIINASI/F0D/KEGIATAN SEJENIS 9.1 Penanggung Jawab 9.2 Ketua/Wakil ketua 9.3 Sekretaris 9.4 Anggota 10 HONORARIUM PENYULUH NON PEGAWA.I NEGERI 10.1 SLTA 10.2 Sarjana Muda 10.3 Sarjana 10.4 Master (52) 11 HONORARIUM SATPAM, PENGEMUDI, PETUGAS KEBERSIHAN, DAN PRAMUBAICTI 11.1 Satpam dan Pengemudi 11.2 Petugas Kebersihan dan Pramubakti 12 HONORARIUM ROHANIWAN 13 HONORARIUM TIM PELAKSANA KEGIATAN 13.1 Yang Ditetapkan Oleh Presiden a. Pengarah b. Penanggung Jawab c. Koordinator/ Ketua d. Wakil Ketua e. Sekretaris f. Anggota OB OB OK Rp 1.800.000 Rp1.700.000 Rp400.000 OB OB OB OB Rp1.900.000 Rp2.100.000 Rp2.300.000 Rp2.500.000 OK OK OK OK Rp450.000 Rp400.000 Rp300.000 Rp300.000 OJ OJ OJ OJ OJ Rp 1.700.000 Rp1.400.000 Rp 1.000.000 Rp900.000 Rp700.000 08 OB Rp400.000 Rp300.000 SATUAN (3) 015 OB OB 013 OB 0/3 013 OB

MAYA TA 2013 (4) Rp450.000 Rp400.000 Rp350.000 Rp300.000 Rp300.000 Rp250.000 Rp200.000 Rp150.000

OB OB OB OB

Rp300.000 Rp250.000 Rp200.000 12p150.000

OJ OJ 0J OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Reaponden OH

Rp60.000 Rp50.000 Rp40.000 Rp35.000 Rp20.000 Rp420.000 Rp300.000 Rp1.540.000 Rp8.000 Rp80.000

OB OB OB OB OB OB

Rp2.500.000 Rp2.250.000 Rp2.000.000 Rp1.750.000 Rp1.500.000 Rp1.500.000

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6NO URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013

(1)

(2) 13.2 Yang Ditetapkan Oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a. Pengarah . b. Penanggung Jawab c. Ketua d. Wakil Ketua e. Sekretaris f. Anggota 13.3 Yang Ditetapkan Oleh Pejabat Eselon I a. Pengarah b. Penanggung Jawab c. Ketua d. Wakil Ketua e. Sekretaris f. Anggota 13.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a. Pengarah b. Penanggung Jawab c. Ketua d. Wakil Ketua e. Sekretaris
f. Anggota

(3) 013 013 OD OB OB OB OB OB OB OB 013 013 OB OB OB OB OB 013

(4) Rp1.500.000 Rp1.250.000 Rp1.000.000 Rp850.000 Rp750.000 Rp750.000 Rp750.000 Rp700.000 Rp650.000 Rp600.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp450.000 Rp400.000 Rp350.000 Rp300.000 Rp300.000

14 HONORARIUM SEKRETARIAT TIM PELAKSANA KEGIATAN

14.1 Ketua/Wakil ketua 14.2 Anggota
15 HONORARIUM TIM PENYUSUNAN JURNAL 15.1 Penanggung Jawab

013 013 Oter Oter Oter Oter Oter Halaman

Rp250.000 Rp220.000 Rp400.000 Rp300.000 Rp250.000 Rp180. 000 Rp150.000 Rp100.000

15.2 Redaktur • 15.3 Penyunting/Editor 15.4 Desain Grails & Fotografer 15.5 Sekretariat 15.6 Pembuat artikel
16 HONORARIUM TIM PENYUSUNAN RuLETIN/MAJALAH

16.1 Penanggung Jawab 16.2 Redaktur 16.3 Penyunting/Editor 16.4 Desain Grails & Fotografer 16.5 Sekretariat 16.6 Pembuat artikel
17 HONORARIUM TIM PENGELOLA WEBS= 17.1 Penanggung Jawab 17,2 Redaktur 17.3 Editor 17.4 Web Admin 17.5 Web Developer 17.6 Pembuat Artikel 17.7 Penerjemah 18 HONORARIUM PENANGGUNG JAWAB PENGELOLA KEU 1ANGAN PADA SATHER YANG MENGELOLA BELANJA PEGAWAI

Oter Oter Oter Oter Oter Halaman

Rp400.000 Rp300.000 Rp250.000 Rp180. 000 Rp150.000 Rp100.000

OB OB OB OB OB Fialaman 1500 karakter

Rp500.000 Rp450.000 Rp400.000 Rp350.000 Rp300.000 Rp100.000 Rp100.000

18.1 ATASAN LANGSUNG PEMEGANG KAS/KPA a. Nilai pagu dana s.d Rp25 miliar b. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar c. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp100 miliar d. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp200 miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a. Nilai pagu dana sod Rp25 miliar b. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar c. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp100 miliar d. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp200 miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp200 miliar

OB OB OB OB OB GB 013 OB 013 OD .

Rp350.000 Rp460.000 Rp580.000 Rp690.000 Rp810.000 Rp250.000 Rp330.000 Rp410.000 Rp490.000 RpS70.000

d.4 Ketua Delegasi 19. SOM Orang/ Hari Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/ Hari Rp650. Pendidikan Tinggi 1) Diploma I/II/III/IV dan Strata 1 (SI) a) Pemeriksaan hasil Ujian b) Penguji Tugas Akhir/Skripsi 2) Strata 2 (32) a) Pemeriksaan hasil Ujian b) Penguji Tesis 3) Strata 3 (53) a) Pemeriksaan hasil Ujian b) Penguji Disertasi 22.000 Rp240.000 Rp400.000 Rp300.000 SATUAN (3) OB OB OB OB ' OB BIAYA TA 2013 (4) Rp200.000 Rp500.000 Rp550.000 Rp400.000 HUM.000 Rp250.2 Penanggung Jawab 20.000 Rp350. Rp200 miliar e. Nilai pagu dana s.000 Naskah/Pelajaran OH Naskah/Pelajaran OH Rp150.7 Koordinator 19.000 Rp250.000 Rp600. 000 Rp350.9 Sekretaris 19.000 Siswa/Mata Ujian Siswa/Mata Ujian Rp5.000 Rp470.2 Penanggung Jawab 19. Pendidikan Menengah Pemeriksaan hasil Ujian c.11 Liasiort Officer (LO) 20.d.000 Rp500. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.7 Koordinator 20.000 Rp400. Pendidikan Dasar Pemeriksaan basil Uiian b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -7 NO ( 1) URAIAN (2) 18.8 Ketua Bidang 19. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 19 HONORARIUM SIDANG/KONFERENSI INTERNASIONAL (BILATERAL/REGIONAL/MULTILATERAL) 19.000 Rp190.000 Rp350. Pendidikan Dasar 1) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian 2) Pengawas Ujian b.10 Anggota Panitia 20.000 Rpl 5.000 Rp450.5 Tim Asistensi 19.000 Rp450.5 Tim Asistensi 20.9 Sekretaris 20.10 Anggota Panitia 19.2 Narasumber Kelas B 21.000 Rp410.000 Rp270.6 Anggota Delegasi RI 19.1 Pengarah 19.3 Ketua/Wakil Ketua 19.000 Rp300.000 Rp550.000 .000 Rp150.2 Honorarium Penyelenggara Ujian a. Rp50 miliar c.000 Rp250.000 Rp450.000 Rp340.12 Staf Pendukung 20 HONORARIUM WORKSHOP/SEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN BERSKALA INTERNASIONAL 20.d.500 Mahasiswa/ Mata Ujian Orang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian Urang/ Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian Orang/Mahasiswa Rp10.d Rp25 miliar b.11 Liasion Officer (LO) 19. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 2) Pengawas Ujian Rp270.000 Rp400.000 Rp500.1 Narasumber Kelas A 21.1 Vakasi a.3 JURU BAYAR/STAF a. Rp100 miliar d.3 Ketua/Wakil Ketua 20.000 Rp200.4 Ketua Delegasi 20.3 Narasumber Kelas C 22 VAKASI DAN HONORARIUM PENYELENGGARA UJLAN 22.000 Rp550.1 Pengarah 20.8 Ketua Bidang 20. Pendidikan Menengah 1) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian Orang/ Had Orang/Hari Orang/Hari $330 $275 $220 Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/ Hari Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Rp550.000 Rp7.6 Anggota Delegasi RI 20.000 Rp300.12 Staf Pendukung 21 SATUAN BIAYA NARASUMBER KEGIATAN DI LUAR NEGERI 21. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.000 Rp20.

000 Rp27.000 Rp290.1 Golongan I dan II 23. Golongan II/ c.000 Rp300.000 Rp250. Golongan III d.000 23 SATUAN BIAYA UANG MAHAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) 23.2 Golongan III 23.1 UANG LEMBUR a.3 Golongan IV 24 SATUAN BIAYA UANG LEMBUR DAN UANG MAKAN LEMBUR OH OH OH Rp25.000 Rp13.000 Rp300.000 Rp20.000 24. Golongan I b.000 Rp29.000 Rp17. Golongan II c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8NO (1) URAIAli SATUAN BIAYA TA 2013 (2) C.000 Rp260. Pendidikan Tinggi 1) Diploma I/II/III/IV dan Strata I (S1) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (52) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian (3} (4) Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH Rp250.000 Rp280.000 Rp29. Golongan IV 24.000 .000 Rp27.2 UANG MAKAN LEMBUR a. Golongan I dan II b. Golongan IV 25 SATUAN BIAYA UANG SAICU RAPAT DI DALAM KANTOR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK Rp10.000 Rp25.

21. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT .000 420.MENTEFII KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -9- 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAN BIAYA TA 2013 (1) 1. JAWA TENGAH 15.000 370. 33. 31. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 370. D.000 420.000 370.000 360. _____ _ 410.000 430.000 10. 2. 7.000 360. 480. OH _.I.000 360.000 370. 5.000 _ 370. JAWA TIMUR ____ -----17. 26. 9.000 360.000 370.000 _. 6.000 370. 22.000 440. 3.K.I.000 380. NUSA TENGGARA BARAT 19. 24.000 530. 29.000 360.000 370. JAKARTA 14. _. BALI 18.000 430.000 370.000 370. 8. YOGYAKARTA 16. .000 480. 32.000 . 30.000 360.000 360. 28.000 . 27.000 580. D.000 370. BANTEN 12._ __ ___-_. 4. 23. JAWA BARAT 13. _.000 430. BANGKA BELITUNG 11. ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU (2) _ _ (3) OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH . __ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH ___ __ (4) 360. __ 380. . 25.000 ______ 370.

JAKARTA JAWA TENGAH D. 13._ 33.000 100._ 18.000 _9_5..000 85.000 95.000 105.000 110.. PAPUA KARAT SL11. 130. .6) 1 OH 180.000 115.000 135.. ..00d. 100._.000 95.000 130.000 01-I 120...000 OH 130..000 170.000 100.000 115.__ .I. 85. _ __ ..000 100. 3.000 01-I 130. 28.000 110.000 .000 130. 5.000 95.0(56110. _.666 130.000 OH 140.000 .000 _ • _ 125.000 ----- 106:006 110.000 95.000 ~- 611---- Taboo 110. .10 - 27 SATUAN BIAYA UANG MARIAN PAKET FULLBOARD DI LUAR KOTA.000 100.000 OH 120.000 150.000 .000 OH 130. 4.000 . .000 130.000 110.000 ---.65.67660 .000 110. - (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG (3) 2.000 OH 140.000 125.------95.000 13 5 . 24.000 • 110.000 _ 95 _.000 100._. _. DAN UANG DI DALAM KOTA SAKU PAKET FULLBOARD SERTA FULLDAY/HALFDAY (dalam rupiah) No. 110.000 115._ MALUKU MALUKU UTARA PAPUA _ __ ______ 120.000 200.000 150. . 27.000 __ OH 140.000 OH 130.000 OH 130. 20.000 85. __.000 95..000 -. .000 OH OH 130. _.000 115.000 OH _ 110..100.000 85..000 150.I.000 95. 17. 7. 10.000 120. _ 32.00_0_ 95.000 25.000 21.. ___.000 614-iiabb . OH 120. _ 25.ii.. 19. OH OH OH OH OH OH OH OH OH 0I-1 OH -- 22. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TEN GAH -------KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR_ .000 ---- ._. 1E 16. 14.000 OH 120. .000 85._ _ UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA . 11..000 140.000 95.000 125.000 1015.000 .000 OH 150.000 95.000 110.000 01-1 130.000 110.000 OH __ 160.066 ----. . .606 --• ---fcT5..000 120. BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D. PROVINSI SATUAN UANG HAMAN FULLBOARD DI LUAR KOTA (4) UANG SAKU FULLBOARD DI DALAM KOTA (5) FULLDAY/ HALFDAY DI DALAM KOTA (6) (1) 1.000 95. .-• . 31. 12.000 95.KMg§I 130..000 130._ . 6.000 100.000 105.000 .000 ____ OH 150..-.000 ---------- 6t:666- 95. 29.000 105. 8..0-.000 110._. 26. _. 23. 9. .000 100. 85.-.iiii. 30.MENTER1KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .K.

000 460.260.458.000 500.000.000_ 371.470.090 68.900 ..000 400. .975.000 379.000 4.090.500.450.260.010.000 5pj.900 524. 930..000 1 040 000 420.000 336.000 1.900 __ _ 360.152.900.415.000 380.000 589.000._.000 429..930.080.p00 650.900 _ 340.000 OH _ 3.300.000 _ _ ..000 4.000 1082.. 2 30 31 32 33 (2) ACEH SUMATERA UTARA R1AU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENOKULU B A NGKA B EIFTUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 310.oio lo •1 1 I11 11 .000 528.000 450.000 _ 1.000 4..000 OH 2 030 000 6H 1._ 460.000 8.000 4.000 . 1.000 4.000 ' _ __ 716.000 4.000 830.009000 4.240.000 450.000 510.000 4.000 _375.000 400.810..000 _ _ _.000 OH 1.030.000 280.000 300.000 750.000 1.000.000 900.430.000 550. 900 _ 720.000 1.000 430.250.500.850.000 .000 359.000.000 1.000 770._ 910.000 658.000 3.000 (5) 1.000 __ 330.000 .960.003 661.050.000 600. _ 920.000 790. PROVINSI SATUAN PEJABAT NEGARA PEJABAT ESELON I/II PEJABAT ESELON III/ GOLONGAN IV PEJABAT ESELON IV/GOLONGAN III GOLONGAN I/II (1) I 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28_ --.000 1.248.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -11 - 28 SATUAN BIAYA PENGINAPAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI ruin' 1.000.K.000 .000 1.0.000 280. ___ ___ 400.620.000 3. _1.1 TAMP HOTEL NO.000 770.820.000 3. 290..000 _ 450.000 768.320. _.000 4..000 450..960.000 3.000 380.000 356.030.000 610.000 318.10.000 1.000 1.x! m1 = lo :o .512.000 290000 _ 1.000 __ _389.000 540.240.000 374. YOGYAKARTA JAWA TIMUR B A LI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAP U A _____ PAPUA BARAT (4) 4.000 __ 460. OH 4..420. JAKARTA JAWA TENGAH D.000 .000 .000 .000 360.000 ___ _459. _ _.000.130.000 _ . 720.000 OH 4.000 650.000 750.1.000_ _ _ _412.000 __ 800.000 OH 3.110.000 3.000 1. _ 2..000 390.000 _ . 1. 420.000 .370.030. __ OH __ .000 451.079.000 _ 283.410.000 __ 1.452.000 4.000 904.000 3._ .720.510. 1. - io 111 11 x m.000 (3) OH OH OH OH OH OH (6) (7) (8) 1..250.000 __ .o00.000 750.000 570.200.909 600.000 370.056.000 .009.400.000 ____ _ 9 .000 380.000 1.000. ___ 495.000 400.I.0 ______ 853.000 _ _1.000 1.350.000._ 1.000 740.000 .000 1..000 390..000 550.308.000 470.000 ____ 410.000 OH 3.000 1.000 _ 408.000 .220. 440.000 _ 500.000_ 1.000 OH 3.000 _ _].I.250.000 1. 1.850.000 640..260.400...000 650.000 419.030.000. 470.420.000 1.009 OH 2.000 580.152.000 2.000 670.000 1.000 OH 3.000 1.000.000 400.000 1.030.000 350.400. 280.

. 282 261 272 281 221 . A (2) (11 AMERIKA UTARA 1 Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile Columbia Peru Suriname Ekuador (3) 527 447 GOLONGAN • GOL. D (6) 343 307 3 4 5 6 7 8 9 10 395 464 436 415 386 383 398 277 323 341 316 281 277 295 273 242 287 291 270 240 237 252 242 241 286 241 222 221 221 207 241 AMERIKA TENGAH 11 Mexico 12 Kuba 13 Panama EROPA BARAT Austria Belgia Perancis Rep....MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .. Federasi Jerman Belanda Swiss EROPA UTARA Denmark Finlandia Norwegia Swedia Kerajaan In is EROPA SELATAN Bosnia Herzegovina Kroasia §panyol Yunani Italia Portugal Serbia 429 406 414 318 305 307 . B (4) 473 404 GOL.12 - 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (dalam US$) NO NEGARA GOL. . _ 277 . C (5) 417 368 GOL. 271 . _________ 317 281 381 281 271 321 14 15 16 17 18 19 504 466 512 443 463 509 453 419 464 411 416 456 318 282 382 282 272 322 20 21 22 23 24 472 453 517 466 587 427 409 465 436 534 275 354 288 342 241 313 286 341 431 25 26 27 28 29 30 31 456 483 457 422 520 425 401 420 444 413 379 472 382 361 353 287 242 372 242 333 352 286 241 371 241 .

Arab Emirat Yarnan Saudi Arabia Kesultanan Oman 300 304 247 251 185 202 161 201 50 . 276 391 254 359 ._ ____ 292 206 GOL. 287 286 308 ______ _. 215 197 364 208 201 196 256 186 — 196 196 188 301 196 _______ 201 185 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 498 459 405 _ __ .. _ 365 222 220 197 257 207 215 200 210 302 197 _. .. _____ _ ______ __ ._286 ____ 283 397 254 365 283 __ 5 267 357 276 386 257 358 _ 270 365 323 459 241 353 ..._ GOL._ AFRIKA BARAT 40 Nigeria 41 Senegal_ AFRIKA TIMUR Ethiopia Kenya Madagaskar Tanzania Zimbabwe Mozambique ._ 361 334 313 276 __ __ _ 42 43 44 45 46 47 312 334 ------296 330 285 319 257 276 244 272 244 263 --- 192 266 182 203 216 212 167 196 ..____287_ _____ 196212 273 191 192 251 186 187 ' 241 184 210 282 165 189 254 _____ .. 181 182 21-5 211 AFRIKA SELATAN 48 Namibia 49 Afrika Selatan AFRIKA UTARA Aljazair Mesir Maroko Tunisia Sudan Libya ASIA BARAT Azerbaijan Bahrain Irak Yordania Kuwait Libanon Qatar Arab Suriah Turld list.. D (6) 284 293 300 277 277 406 297 290 ___________ 291 201 32 Bulgaria 33 34 35 36 37 38 39 ____ Czech Hongaria Polandia Rumania Rusia Slovakia Ukraina 426 421 401 416 _ _ 556 429 425 _.MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .13 (dalam US$) NEGARA (1) GOLONGAN COL. .___. ... _ . 52 53 54 55 342 368 304 _29_3 — 342 308 _ . B (4) 367 390 381 361 381 512 387 382 . C (5) 320 331 339 313 313 407 335 328 _. A (3) 406 ' (2) EROPA TIMUR GOL.

A (3) 378 472 519 421 395 GOLONGAN GOL.14 (dalam US$) NO (1) 69 70 71 72 73 ASIA TIMUR Rep. B (4) 238 320 303 326 238 GOL.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . C (5) 207 287 262 297 207 GOL.Rakyat Cina Hongkong Jepang Korea Selatan Korea Utara ASIA SELATAN Afganistan Bangladesh India Pakistan Srilanka Iran NEGARA (2) GOL. D (6) 206 286 261 296 206 74 75 76 77 78 79 385 339 352 343 348 351 226 196 263 203 201 260 173 167 242 182 167 202 172 166 241 181 166 181 ASIA TENGAH 80 Uzbekistan • 81 Kazakhstan ASIA TENGGARA Philipina Singapura Malaysia Thailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam Kamboja Timor Leste ASIA PASIFIK Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nugini Fiji 392 456 352 420 287 334 254 333 82 83 84 85 86 87 88 89 90_ 91 412 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 222 224 212 211 197 202 204 197 197 229 221 221 211 201 196 196 196 196 196 196 92 93 94 95 96 439 392 425 385 363 403 246 387 353 329 272 222 276 237 221 271 221 224 192 179 .

670 4.160 3.510 5.840 4.550 7.440 6.220 5.770 6.810 3.820 3.560 3._ _ 3.960 1.15 - 30 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGERI (ONE WAY) NO.810 10.320 2. 10.270 890 2.660 4.350 1.640 4. _ _ _ _ .060 5.310 7.370 5.490 5..520 1.400 3.160 1.000 2.830 4..240 1.500 2.050 8.PERWAKILAN Ekonomi Bisnis Eksekutif PERWAKILAN .700 .410 890 3.220 10.100 7..890 4.330 3.050 1.710 4..520 5.020 1.910 1.890_ .010 5.690 1.960 11.920 7.S Begawan Baghdad Baku Bangkok Beijing Beirut Beograd Berlin Bern Bogota Brasilia Bratislava Brussel Bucharest Budapest Buenos Aires Cairo Canberra Cape Town Caracas Chicago Colombo (4) (5) _ (6) (7) (8) (3) 1.500 4.900 4.240 .830 ___ 7.130 2.._ __.120 880 2.080 5. _• .980 9.450 4. 1.800 730 1..530 1.500 2..980 _ .010 4.520 6.680 3.880 3..610 1.200 4.300 1.450 4.810 1.020 1.000 5.480 3.040 4.790 1.490 2.720 8.220 1.920 3.220 3.220 3.340 _ _7..900 1.200 9.470_ 1.510 7.150 880 2.430 1.010 3.730 8.330 3.330 _ _ _______ .860 7.780 3.670 6.150 1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .510 ' 7.200 2.910 3.240 680 850 4.600 3.510 4.730 3.. PERWAKILAN JAKARTA .990 9.060 3.370 5. ___ _.390 5.220 550 1.220 6.020 920 1.150 __ __2.780 3.200 10.420 2.530 13.260 3.060 1.890 2.460 5.660 3.130 6.010 630 1. __ .620 2.060 10.310 1._ ----.110 9.360 3.750 5.130 4.400 3.400 3.360 5.470 9.440 5.310 7.490 4..500 2.330 5.520 5.JAKARTA Ekonomi Bisnis Eksekutif (1) 1 2 3 4 5 6 7__ 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 (2) Abu Dhabi Abuja Addis Ababa Alger Amman Amsterdam Ankara __ Antananarivo Astana Athena B.450 ____ 4.770 3.900 4.600 3.330 6.680 3.550 11.180 7.690 3.600 1.660 6.590 2.160 3.890 3.010 5.170 1.770 1.240 16.080 8.800 2.650 2.820 4.770 1.860 2.570 1. 5.270 3.800 2.820 _______ __ ____ 1.600 6.720 5. _-----_-.000 2. _________.760 3.140 2.860 4.360 12.040 5.800 6.810 1.430 3.370 4.990 12.400 2.910 7.490 3.610 3.

330 2.580 7.600 6.190 __ 3.560 7.820 4.16 dalam US$ JAKARTA .660 10.990 21.050 7.180 5.400 4.560 _ 1. .600 2.060 2._ .580 2.740 3. _____ 450 610 2.450 2.190 1.100 7.910 560 880 580 360 530 790 2...560 .080 2.160 660 2.930 2.150 3.410 3.170 7._ .940 3.980 3..290 1.650 8.060 1.530 4..290 5.500 2.180 1.070_ _ 3.430 3.300 920 3.240 5.260 1.420 3.570 1.020 1.210 5.650 7.820 1.890 1.320 2.120 1.140 4.440 1.PERWAKILAN NO.500 3.490 2.460 1.500 2..470 3.190 4.020 340 750 1. PERWAKILAN Ekonomi_ Bisnis PERWAKILAN .040 3.670 8.100 990 5.730 3.130 2.840 4.500 .100 2..060 2.500 6.590 6. __ 6.470 750 1.100 1.390 2.490 2.120 3.690 3.800 _ 2.270 3._ 8.JAKARTA Bisnis Eksekutif Eksekutif Ekonomi 11) 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 (2) Dakar Damascus Dar Es Salaam Darwin Davao City Den Haag Dhaka Dili Doha Dubai • Frankfurt Guangzhou Hamburg .530 1.620 6.630 2.000_ 2.200 5.930 590 750 980 1.240 3.210 .180 9.400 3.610 4.460 3.690 7.150 1.140 2.050 10..110 1.020 1.530 2.460 3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .010 840 1.030 2.220 7.610 5.630 890 1.140 1.340 5.190 2.120 3.930 1.570 1.530 3.220 1.030 3.660 3.620 1.280 1.170 6.430 1.900 2.420 4.180 8.230 2.930 2.100 4.040 1.000 3.630 2.920 2.600 3.640 4.100 7.630 510 640 810 720 3.700 3.500 2.370 7.340 2.800 2.420 3.410 2.430 6.950 .790 5.680 4.750 3.730 1.030 4.350 5.860 2.770 9.890 3.100 5.050 370 830 870 550 750 860 1.720 7.600 13.600 7.010 4.170 3.610 4.170 2.100 3.720 10.520 5.980 1.710 4.270 3.290 1.010 1.510 1.390 9..950 6.600 3.860 8. Hanoi Harare Havana Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston Islamabad Jeddah Jenewa Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles _ (4) (3) 7.080 2..780 1.450 4.920 1.700 3.800 2.930 7.260 3.400 3.660 (8) (6) (7) (5) 10.050 5.920 1.640 8.110 4.390 3.130 2.870 4.380 1.210 1.290 2.360 2.

120 4.240 1.610 2.640 2.890 ..450 9.300 3.700 4.900 .120 . 2.900 1.540 10.050 5. 1.120 1.670 . . 2.500 2.260 5.400 4.000 _6.590 _ .860 7. .130 3.720 10.330 6.340 6.290 7.310 1.660 2.920 2.190 1.440 11.710 6.970 8.890 2.700 3.510 3..360 3.320 1..970 13.050 2.690 3.340 4..110 1. _.270 650 1.440 1.070 4.970 6.230 3.650 1. 6.620 2.320 8.280 71.020 __ 10..020 __ .350 2....760 10..890 5.680 3. 7.420 9.950 2.890 2.060 5.580 2.140 .680 __ _ 1.120 1.050 _ 2.690 3.370 8.410 5. 2.170 4.640 -1.750 2.980 2.740 10.MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .940 3.370 _..570 _ 4.180 __ 8.910 4...480 3...970 2.310 860 2.990 5.6.390 4.340 3.JAKARTA Bisnis Eksekutif NO.5.110 3. PERWAKILAN Eksekutif Ekonomi ( 1) 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 (2) Madrid Manama Manila Maputo Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbay Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama City Paramaribo Paris Penang Perth Phnom Penh Port Moresby Praha Pretoria Pyongyang Quito Rabat Riyadh Roma San Francisco thanaa.100 2.130 4.880 5.030 . _ 11.500 3.620 3.240 2..200 1.060 3.430 8.300 4..420 8.520 9.610 3.630. 4: 900 __6.580 5.260 5.380 1.800 1.7.990 12.060 1.__ L22.520 6..__ .860 3.500 2.360 1.040 8. 2.600 4. .540 1..050 7..070 1.800 11.300 8.870 2.300 1...230 7.130 2.470 3.060 3.190 __.980 3.030 7.040 2.300 1.830 4.990 .000 600 880 600 640 4....630 1.370 _ 6.830 3.280 530 (4) _ (5) (6) (8) (7) 4.250 _.330 --..020 5.120 4.490 2. .480 7.850 1. 3. _ __ .730 3.450 _ 2. .310 640 1.690 1.110 4. .580 10.. _ .300 3.. 2. __7.630 8. .890 .17 JAKARTA .750 2.050 3.600 6.500 4.500 4.350 1.450 3.030 950 3.820 __ 7.610 1.460 6.670 4.PERWAKILAN Ekonomi Bisnis PERWAKILAN ..020 3.020 11.930 .920 4.050 460 520 790 3.110 700 1.870 2.540 4.470 1.750 920 1.410 2..420 4. 2 130 .350 5.560 1.380 6._.360 1.290 4..480 5.500 5.710 .910 3.070 3.130 1 ...440 3.020 9.710 2. 4.650 1.670 4. 6.280 12.180 3. Santiago Sarajevo 105 Seoul 106 Singapura (3) 3.280 960 730 140 570 710 4 .180 3..120 1.350 4.320 2.

580 2.790 (6) (7) (8) (8) 7.680 4.550 2.070 1.390 3.210 1.590 5.370 1.200 2.500 950 1.570 3. 4.330 3.____.800 3.480 2.740 5.190 1.480 6.170 7.200 3.270 1.860 3.970 1.000 370 750 1.230 3.750 4.190 1.670 .320 3.620 5.380 2.800 4.890 1.700 3.460 5.380 1.690 7.420 3.690 2.410 950 3.100 750 950 1.230 1.810 3.560 1.500 4.190 1. 3.970 3.320 9.370 _ 13.160 3.460 1.990 12.810 7.510 4.980 (4 ] 4.090 5.870 4.900 .340 1.000 2.480 5.120 3.870 .200 _2.460 3.490 800 4.280 2.200 5.200 .200 700 800 1.960 7.250 1._ 6.280 1.180 2.840 740 600 2.100 1.410 2.050 2.100 4.100 1. (1) 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 PERWAKILAN (2) ' Sofia Songkhla Stockholm Suva Sydney Tashkent Tawau Teheran Tokyo Toronto ' Tripoli Tunis VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington .910 6.620 1.930 700 2.800 2.410 6.200 1.200 1.890 5.740 4.680 4.580 1.500 5.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -18dalam US$ PERWAKILAN JAKARTA JAKARTA PERWAKILAN .250 4.320 1.930 8.140 7.47 60 6.700 __ 3.160 6.520 2.670 2.670 1.810 6.970 2.650 2.100 6.440 6.370 8.440 900 1.610 750 1.200 8..210 1.000 4. Eksekutif Bisnis Eksekutif Ekonomi Bisnis Ekonomi - NO.520 2.620 910 3.__..700 3.610 10. Wina Windhoek Yangoon Zagreb (3) 1.890 1.400 3.260 1.410 1.080 3.910 4.

Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan Barang/Jasa/Unit Layanan Pengadaan (ULP) a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19- PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. 2. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP. Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja. e. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP). Honorarium Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa untuk melaksanakan penunjukan melalui barang/jasa penyedia pemilihan pengadaan paket untuk langsung langsung/ pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi Rp 100. d. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. b. c. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya berjauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran dan/atau beban kerja Bendahara Pengeluaran sangat berat. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK. Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 10% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA.000.00 (seratus juta rupiah) untuk paket pengadaan jasa . dengan ketentuan sebagai berikut: a. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya.000. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang. termasuk PPABP. menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh basil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang. Honorarium Panitia Pengadaan Barang/Jasa/Unit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. 3. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang.00 (lima puluh juta rupiah). b.MENTERI KELIANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50. b. Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam 1 (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja. Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN).000. 6. Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. balk yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan. 5. 4. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN diberikan kepada pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tugas rutin selaku pengurus/penyimpan . Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. pencatatan. Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing.000.

Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Terhadap pembantu peneliti/ perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Peneliti/Perekayasa Muda. narasumber dapat . Jurnlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengurus/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang. Honorarium narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan ketentuan: a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara. paling banyak 4 (empat) jam sehari. 7.1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/ Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. Petugas Survey. Koordinator Peneliti/Perekayasa.21 - barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/ Diseminasi/FGD / Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnya/ masyarakat.MENTER1 KEUANGAN REPUBUK INDONESIA . Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7. 8.2 Honorarium Penunjang Penelitian/Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa. Catatan: Honorarium penelitian/perekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara/masyarakat. 7. dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/ perekayasa. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang untuk melakukan penelitian/perekayasaan. Peneliti/Perekayasa Madya. Pengolah Data.

11. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD/ Kegiatan Sejenis Honorariuth dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas sebagai panitia untuk melaksanakan kegiatan seminar/ rakor/ sosialisasi/ diseminasi/ FGD / Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara/masyarakat. 9. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya. 10. 13. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (output) jelas dan terukur. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK. d) merupakan perangkapan fungsi atau tugas tertentu kepada pegawai . Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan. Untuk satpam.INDONESIA -22- diberikan uang harian perjalanan dinas dan honorarium selaku narasumber. Honorarium Satpam. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan berdasarkan surat keputusan. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. 12. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. Jumlah panitia maksimal 10% (sepuluh persen) dari jumlah peserta. c) bersifat temporer. Pengemudi. Pre siden / Menteri/ Pejabat Setingkat Menteri/Pejabat Eselon I/KPA. pengemudi. Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -23- negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. . selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. 15. 17. Unsur sekretariat adalah pembantu umum. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/Menteri. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. 16. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. Buletin adalah media cetak berupa . berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. pelaksana dan yang sejenis. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Tim Pengelola Website Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola website. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim Penyusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menyusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. dan e) dilakukan secara selektif. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Honorarium Tim Penyusunan Buletin/Majalah Honorarium tim penyusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menyusun dan menerbitkan buletin/majalah. 14. 18. dan efisien. efektif. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara.

Satuan Biaya Narasumber Kegiatan. pegawai negeri Gol IV/C ke atas. Narasumber Kelas A : Narasumber non pegawai negeri yang disetarakan dengan menteri. anggota lembaga negara. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: 1 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 1 hari setelah kegiatan. sidang/ konferensi Honorarium (bilateral/regional/ multilateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior official berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. ketua dan wakil ketua lembaga negara. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. perwira tinggi TNI / Polri. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI untuk kegiatan workshop/ seminar/ sosialisasi/ sarasehan yang diselenggarakan di luar negeri. SOM (Bilateral/ Regional/Multilateral) SOM internasional-KTM. Narasumber Kelas B : Narasumber non pegawai negeri yang disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. Senior Official Meeting (SOM) : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. .MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -24- 19 Honorarium Sidang/Konferensi Internasional-KTM. 21. 20. Honorarium Internasional Workshop/ Seminar/Sosialisasi/Sarasehan Berskala Honorarium workshop! seminar/ sosialisasi/ sarasehan berskala internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan workshop! seminar/ sosialisasi/ sarasehan berskala internasional.

Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1 (satu) kali per hari. Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. ujian tengah semester. vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. 23. ujian akhir semester dan ujian akhir. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- Narasumber Kelas C : Narasumber non pegawai negeri yang disetarakan dengan pegawai negeri Gol III/c sampai dengan IV/ b dan perwira menengah TNI/ Polri. 25. menengah. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. 22. yang dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil berdasarkan jumlah hari masuk kerja. dan tinggi. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c. Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. rapat melibatkan eselon I lainnya b. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. Honorarium penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi penyusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/ non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. 24. c. Vakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. dilengkapi dengan surat undangan yang ditandatangani oleh pejabat . Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan b. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. dan tinggi. menengah.

Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran.000. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara. menteri serta setingkat menteri).190.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja. Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian Negara/Lembaga paling tinggi eselon I. Rp. Satuan Biaya Uang Harlan Paket Fullboard di Luar Kota dan Uang Saku Paket Fullboard serta Fulidayl Halfday di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b.000. maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c.000. Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian. Satuan Biaya Uang Harlan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). Uang saku paket fullboard dan fuliday/ halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/pertemuan paket fullboard dan fuliday/ halfday di dalam kota. e.INDONESIA -26- setingkat eselon II/kepala satuan kerja. pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat. dan uang saku. 26. 27. dan Rp130. bagi peserta yang karena faktor transportasi memerlukan waktu tambahan untuk .00 (seratus tiga puluh ribu rupiah). Selama melakukan perjalanan dinas. surat pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a.MENTEWBUANGAN REPUBLIK . dan f. transpor lokal.

kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaannya. pejabat eselon II. dan uang penginapan. untuk 1(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: menteri. transpor lokal. pegawai negeri sipil golongan IV/c ke atas. Golongan B : duta besar. Golongan C : pegawai negeri sipil golongan III/c sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk berdasarkan peraturan perundangundangan dan pejabat eselon I. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. Golongan D : pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. utusan khusus presiden (special envoy) dan pejabat lainnya yang setara. Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. Satuan Biaya Uang Harlan Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. uang saku. ketua. b. Golongan A negara.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . duta besar luar biasa berkuasa penuh/kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. d. perwira tinggi TNI/Polri. 28. 29. c. wakil ketua dan anggota lembaga a. .27 - berangkat/ pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku.

--ojt GIA NIP. 2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. I I . belum pernah menikah. anak kandung. MARTOWARDOJO KEPALA BIRO UMUM . anak tiri. dan tidak mempunyai penghasilan sendiri.p .0 ''''. i . anak tiri perempuan. Salinan sesuai dengan. . atau d.-). tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun.- . anak kandung perempuan. atau 3) Kiasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D. isteri/ suami yang sah menurut ketentuan Undang-Undang Perkawinan..i." _. anak tiri. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. c.W. b. yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab is tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri.---- 7 201984..MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28-- Contoh: Uang harian bagi pejabat/pegawai yang melaksanakan perjalanan dinas ke negara Uganda.Acy %. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: a. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Kiasifikasi First diberikan untuk Golongan A. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negara/pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Negeri yang digunakan untuk melaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya..i1 . aslinya MENTERI KEUAISTGAN. anak kandung.02id17i •••. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one way) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara perjalanan dinas pindah dan diberikan untuk satu kali jalan (one way). Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi.--• -----. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya. t d AGUS D.

000 SATUAN BIAYA DDLLAT P/MPINAN/STRUKTURAL 3. °rang/ Kali Orang/Kall Orang/ Kali Orang/Kali Orang/ Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kaii Orang/Kall Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali 36.'LAMP1RAN 11 PERATURAN IIMIOCEIJAIlyt3r2LIK INDONESIA NOMOR .000 34. Orang/Kali Orang/Kall Orang/ Kell Orang/ Kali Orang/Kall Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kall Orang/ Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kall Orang/Kall °rang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kall Orang/ Kali Orang/Kall Orartg/Kall O rang/Kell 95. III Diktat Pimpinan Tk.000 12.1 NO URAIAN 2 SATUAN BIAYA TA 2013 3 4 1 2 SATUAN BIAYA UANG TRANSPOR KEGIATAN DALAM KABUPATEN/KOTA SATUAN BIAYA KEPERLUAN SEHARI-HARI PERKANTORAN DI DALAM NEGERI OK 110.000 33. Makan b.2 3.000 35. a.470.000 36. Makan Aceh Sumatera Utara Riau Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Ball Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat h.000 2.000.000 45.000 .000 31.000 34.545.000 39. II Dlklat PImpinan Tk.000 33.1 RAPAT KOORDINASI TINGKAT MENTERI/ ESELON I/SETARA a.000 36.1 3.000 36.000 11.000 10.000 33.U rENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANOGARAN 2013 MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI ESTIMASI UMW" I U 1.000 37.230. IV Peserta/Angkatan Peserta/Angkatan Peserta/Angkatan 30.000 31.2 5 6 Golongan I dan Golongan II Golongan 111 Peserta/Angkatan Peserta/Angkatan OH 4.000 36.2 .000 30.1 2.000 36.300.000 42.000 5.000 1.000 SATURN BIAYA MANANAN PENAMBAH DAYA TAHAN T1113UH SATUAN BIAYA KONSUMSI RAPAT 6.000 35.000 45.000 Aceh Sumatera Utara Riau Orang/ Kali Orang/Kali Orang/Kali 12.000 37.000 35.000 22. Kudapart (Snack) RAPAT BIASA . /25.000 37. Kuclapan (Snack) Orang/Kall Orang/Kall •.3 4 Diklat Pimpinan Tk.000 33.000 32.1 4.2 3 Memiliki sampal dengan 40 Pegawai Memiliki lebih der' 40 Pegawai Paket/Tahun OT 52.000 50.000 33.000 36.000 39.000 33.000 36.000 38.000 SATUAN MAYA LATIHAN PRAJABATAN 4.261.000 6.000 20.000 37.

000 22.000 11.000 25.000 16.000 14.000 11.000 25.000 13.000 10.000 36.000 15.000 36.3 Rayon III c.000 11.000 15.000 36.MENTEFil KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2(dalam rupiah) NO (1) 'URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (2) Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung ' Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Bak.1 7.000 14.at Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali (4) 15. Rayon I Daerah Khusus Rayon I b.000 18.000 30.000 14.000 12.2 Rayon II e.000 30. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c. Rayon I b.000 15.000 41.2 Rayon II c.000 13.000 36.1 Rayon I e.000 14.000 34.000 34.000 L .3 Rayon III b.000 20.000 41.000 14.000 14.2 7. Tahanan Anggota TNI/Polri e.3 Rayon III d.000 13.3 Anggota TNI/POLRI Non Organik a. Operasi Pasukan termasuk crew kapal taut/terbang a.1 Rayon I c.000 17.000 14.2 Rayon II a.000 45.000 32. Rayon III OH OH OH 01-1 OH OH OH OH OH OH OH OH 01-1 OH 014 OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42. Dikma TNI/Polri b.000 11.000 14.000 11.000 7 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAHAN MAKANAN 7.000 10.2 Rayon II d.000 51.000 27. Rayon II Daerah Khusus Rayon II c.000 19.000 13.1 Rayon I b. Anggota yang saldt d.000 11. Rayon III Daerah Khusus Rayon III Pasien Rumah Sakit a. Rayon II c.3 Rayon III e.000 11.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.1 Rayon I d.1 Rayon I a.000 30.000 32.000 17.000 11.2 Rayon II b.000 13.

Rayon II c. Rayon III 7.000 27. Rayon III 7.059.000 37. Rayon III SATUAN BIAYA KONSUMSI TAHANAN SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR (3) OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH .000 25.000 8.000 32.000 20.000 482.9 Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Service (VTIS) a.6 9.3 9. Rayon I b.859.12 Penjaga Menara Suar (PMS) a.13 Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran a.000 36.000 17. Rayon III 7.000 30. Rayon II c.000 36.000 32.000 36.10111 rupian) BIAYA TA 2013 SATUAN (I) (2) 7. Rayon II c.000 34.000 32.6 Petugas Pengamatan Laut a. Rayon II c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3NO UR.000 8. Rayon I b. Rayon II a.000 36.000 32. Rayon I b.7 9.000 30.000 25.554. Rayon I b.16 Mahasiswa Militer/Semi Militer a.000 546.4 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a.2 9.000 18.000 30. Rayon II c.000 32. Rayon I b. Rayon III 71 ABK Cadangan pada Kapal Negara a. Rayon III 7. Rayon III 7. Rayon II c.000 27.11 Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar a. Rayon II c. Rayon II c. Rayon III 7.718. Rayon III 7.1 9.000 36.4 9. Rayon III 7. Rayon I b. Rayon I b.000 36.000 574.000 30.A1AN kU4. Rayon I b. Rayon I b. Rayon II c.000 30. Rayon III 7. Rayon I b.000 41. Rayon 11 c. Rayon II c.000 36. 8 9 9.000 30.000 27.5 Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a. Rayon III 7.000 36.15 Mahasiswa/Siswa Sipil a.000 30.5 9.000 .8 ABK Aktif pada Kapal Negara a. Rayon I b.000 5.000 .8 Inventaris Kantor Personal Komputer/ Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75 KVA Genset 100 KVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun _ _ 59.000 30.000 32. (4) 25. Rayon 1 b. Rayon III 7.000 32.000 34.000 6.000 30.000 30.14 Rescue Team a.000 30. Rayon II c.000 32.10 Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a Rayon I b.

000 16. Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.000 5.2 Toga Hakim Konstitusi 10.1 Toga Hakim Agung 10.000.Diploma IV dan Strata 1 b.000 125.13 Genset 275 KVA 9.000 20.000 145.000.000 200.754. Dad Bahasa Asing Lainnya 12.100.11 Genset 200 KVA.000 300. Belanda d.15 Genset 350 KVA 9.200.000 14.000 5.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a.000 16.000 10.500.000 145.000 16 HONORARIUM NARASUMBER (PAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA KHUSUS) UNTUK KEGIATAN SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEIVIINASI/FGD/KEGLATAN SEJENIS .100.000 1.000 12.000 1. Dad Bahasa Jepang c.2 Dad Bahasa Indonesia ke Asing a.1 Dad Bahasa Asing ke Indonesia a. Ke Bahasa Asing Lainnya 13 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN INVENTARIS UNTUK PEGAWAI BARU 14 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON-GELAR DALAM NEGERI Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Pegawai/Tahun 125.500.000 145. Jerman e.107.000 200.Diploma I .Diploma IV dan Strata 1 14.000 1.000 12.000 200.9 Genset 150 KVA 9. Biaya Hidup dan Biaya Operasional .800. Ke Bahasa Jepang c. Belanda d. Jerman e.637.000 25.000.Pengadilan Negeri/Tinggi 11 SATUAN BIAYA TOGA MAHASISWA 12 SATUAN BIAYA PENERJEMAHAN DAN PENGETIKAN Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5.000 145.000 2.589.530.000 15.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4(dalam rupiah) NO URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (1) 9. 9.000.000 14.225.10 Genset 175 KVA 9. III.000 1.1 15.16 Genset 450 KVA 9. Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.226.4 Toga Jaksa pada. Dad Bahasa Francis.Diploma III .000 11.Strata 2 dan Spesialis 1 .Strata 3 dan Spesialis 2 15 SATUAN BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI OT OT OT OT OT 15. Dad Bahasa Mandarin.000 2.12 Genset 250 KVA 9.250. dan Diploma IV/Strata I a.343.14 Genset 300 KVA 9.3 Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan Pajak 10.000.000 13.000 1.000 800.17 Genset 500 KVA 10 SATUAN BIAYA TOGA HAKIM DAN JAKSA (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tabun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 10.Strata 3 dan Spesialis 2 b.000 200.000 20. Uang Buku dan Referensi per tahun .1 Program Diploma I.750.Strata 2 dan Spesialis 1 .000 18. Uang Buku dan Referensi per tahun . Ke Bahasa Mandarin.000.340.000 800.000 OT OT OT OT 19. Ku Bahasa Prancis.2 Mesin Fotokopi Analog Mesin Fotokopi Digital Bulan/Unit Bulan/Unit OJ 3.Diploma I'dan Diploma III . Biaya Hidup dan Biaya Operasional .326.

430.510.090...24 SULAWESI UTARA 3..000 36.430.I..15 D.000 ___ .000 30.000 29. _ .000 29.430.000 29.000 29... 2.000 29.' Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun__ Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun .. 3.060..340.000 29 .8 LAMPUNG 3..I.000 29.000 29.25 GORONTALO 3..31 MALUKU UTARA 3._ _ 29. ..430. (2) PEJABAT NEGARA PEJABAT ESELON I PEJABAT ESELON II (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun .800.000 • • 29.340..380..000 _ .._ _ _ (4) 38.000 29.26 SULAWESI BARAT 3.29 SULAWESI TENGGARA 3.. 29.880.1 Pejabat r- NO.___ 29.230....710.32 PAPUA 3.K.560.22 KALIMANTAN SELATAN 3. 29.000 . .23 KALIMANTAN TIMUR 3.880...000 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -517 SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN DAN OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17._ ..18 NUSA TENGGARA BARAT 3.450.000 29..9 BENGKULU 3.13 D.410. PROVINSI SATUAN BIAYA TA 2013 (1) 1.930.190.. 29.730.10 BAN GKA BELITUNG --3._ 29.000 29.800.410.12 JAWA BARAT 3.16 JAWA TIMUR 3.6 SUMATERA BARAT 3.840.7 SUMATERA SELATAN 3. Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun .000 30.430.20 KALIMANTAN BARAT 3.000 .33 PAPUA BARAT ' .. _..000 3. .450.000 29.30 MALUKU 3.000 _.560.5 JAMBI 3.21 KALIMANTAN TENGAH 3..000 _ .17 BALI 3.27 SULAWESI SELATAN 3.750.010.340.230.000 30.000 29._ . .000 29.000 29.000 29.000 29..3 RIAU 3.000 29. 29.000 29.000 29...2 SUMATERA UTARA 3.11 BANTEN 3.19 NUSA TENGGARA TIMUR 3.1 ACEH 3.000 _____ 29.410.860.4 KEPULAUAN RIAU 3. JAKARTA 3....100.28 SULAWESITENGAH 3.000 29..14 JAWA TENGAH 3.430. YOGYAKARTA 3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6-

17.2 Operasional

dalarn rupiah) DOUBLE
GARDAN _

NO.

PROVINSI

RODA EMPAT

RODA DUA

(1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24-. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 31. 33.

(2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.K.I. JAKARTA JAWA TENGAH haYOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT

(4) (5) (3) 3.480.000 34.110.000 25.540.000 3.530.000 34.150.000 25.570.000 3.480.000 34.110.000 25.520.000 34.090.000 3.430.000 25.500.000 34.110.000 3.480.000 .... 25.540.000 .... . 25.570.000 34.150.000 3.530.000 3.480.000 34.110.000 25.540.000 3.480.000 3._4.110.000 25.540.000 _..... 25.540.000 34.110.000 3.480.000 25.540.000 34.110.000 3.480.000 3.380.000 25.340.000 33.920.000 ------ --- 25.340.000 33.920.000 ------- .3807606 3 25.300.000 33.880.000 3.380.000 25.450.000 34.020.000 3.430.000 25.450.000 34.020.000 3.430.000 25.450.000 34.020.000 3.430.000 25.630.000 34.190.000 3.530.000 34.250.000 3.530.000 25.680.000 25.680.000 34.250.000 3.530.000 26.180.000 34.390.000 3.580.000 26.290.000 34.490.000 3.630.000 26.200.000 34.410.000 3.580.000 26.240.000 34.450.000 3.580.000 26.150.000 34.370.000 3.580.000 26.240.000 34.450.000 3.630.000 25.520.000 34.110.000 3.430.000 25.520.000 34.110.000 3.430.000 26.310.000 34.510.000 3.630.000 26.330.000 34.530.000 3.630.000 26.470.000 34.650.000 3.730.000 26.380.000 34.570.000 3.730.000 26.560.000 34.730.000 3.880.000 . . _. 26.510.000 34.690.000 3.780.000
,dalam rupiah . . Biaya TA 2013

17.3 Operasional Roda 6 & Speed Boat No. (1) Uraian Satuan

(2) Roda 6 Rode. 6 Khusus Tahanan Kejaksaan Speed That

1.

(3) Unit Unit Unit

(4) 21.110.000 39.250.000 17:666:666

oi i oi 1

,

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-7-

17.4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJR)

NO.

PROVINSI

PJR RODA EMPAT

PJR RODA

DUA (5 250 CC) (4) 17.930.000 18.090.000 17.930.000 17.770.000 17.930.000 18.090.000 17.930.000 17.930.000 17.930.000 17.930.000 17.610.000 17.610.000 17.610.000 17.770.000 17.770.000 17.770.000 18.090.000 18.090.000 18.090.000 18.250.000 18.420.000 18.250.000 18.250.000 18.250.000 18.420.000

PJR RODA DUA 750 CC) (5) 36.130.000 37.860.000 36.130.000 35.260.000 36.130.000 37.860.000 36.130.000 36.130.000 36.130.000 36.130.000 34.400.000 34.400.000 34.400.000 35.260.000 35.260.000 35.260.000 37.860.000 37.860.000 37.860.000 38.720.000 39.590.000 38.720.000 38.720.000 38.720.000 39.590.000 35.260.000 35.260.000 39.590.000 39.590.000 40.450.000 40.450.000 43.050.000 41.320.000

(1) 1. 2.
-

(2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU

(3) 42.080.000 42.130.000 42.040.000 41.990.000 42.080.000 42.130.000 42.080.000 42.080.000 42.080.000 42.080.000 41.650.000 41.650.000 41.550.000 41.890.000 41.890.000 41.890.000 42.280.000 42.370.000 42.370,000 43.430.000 43.670.000 ._. . 43.480.000 43.580.000 43.390.000 43.580.000 42.040.000

I 5.

I,cf•

19. NUSA TENGGARA TIMUR 20. KALIMANTAN BARAT 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA __

31. PAPUA 33. PAPUA BARAT

q:; 1 N:
8. 9.

i

10. BANGKA BELITUNG 11. BANTEN 12. JAWA BARAT 13. D.K.I. JAKARTA 14. JAWA TENGAH 15. D.I. YOGYAKARTA 16. JAWA TIMUR

17. BALI 18. NUSA TENGGARA BARAT

17.770.000 17.770.000 42.040.000 18.420.000 43.720.000 43.770.000 ~ 18.420.000 18.740.000 44.060.000 18.740.000 43.870.000 44.250.000 44.160.000 19.220.000 18.900.000

MENTEFt1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-8-18 SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI dalam rupiah) GEDUNG TIDAK GEDUNG BERTINGKAT BERTINGKAT (4) 157.000 146.000 165.000 173.000 152.000 145.000 148.000 143.000 149.000 162.000 143.000 . 144.000 153.000 _ 142.000 142.000 142.000 145.000 148.000 165.000 164.000 171.000 156.000 170.000 168.000 154.000 153.000 146.000 154.000 157.000 187.000 188.000 357.000 243.000 (5) 92.000 83.000 93.000 98.000 . . 86.000 82.000 84.000 81.000 91.000 92.000 . ._ 81.000 . 82.000 87.000 80.000 81.000 80.000 82.000 . _ 84.000 96.000 93.000 97.000 87.000 96.000 95.000 87.000 87.000 ...._ 83.000 86.000 89.000 106.000 106.000 203.000 138.000 HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN KANTOR (6) 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 __. 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 13.000 10.000 10.000 10.000 10.000 13.000 13.000 13.000 14.000

NO.

PROVINSI

Satuan

(2) (1) 1. ACEH SUMATERA UTARA RIAU I 4. KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BA-RAT 7. SUMATERA SELATAN 8. LAMPUNG 9. BENGKULU , 10. BANGKA BELITUNG 11. BANTEN 12. JAWA BARAT 13. D.K.I. JAKARTA 14. JAWA TENGAH 15. D.I. YOGYAKARTA 16. JAWA TIMUR 17. BALI 18. NUSA TENGGARA BARAT 19. NUSA TENGGARA TIMUR 20. KALIMANTAN BARAT 21. KALIMANTAN .TENGAH 22. KALIMANTAN SELATAN 23. KALIMANTAN TIMUR 24. SULAWESI UTARA 25. GORONTALO 26. SULAWESI BARAT 27. SULAWESI SELATAN 28. SULAWESI TENGAH 29. SULAWESI TENGGARA 30. MALUKU 31. MALUKU UTARA 31. PAPUA 33. PAPUA BARAT
I ts)

---

(3) m2/tahun m2/tahun m2 /tahun m2 /tahun m2 /tahun m2 / talmn m2 /tahun m.2 /tahun m /tahun m2 /tahun m2 /tahun _ . m2 /tahun m2 /tahun m2 /tahun _ m2 /tahun m2 /tahun m2 / tahun m2 /tahun m2 /tahun m2/tahun m2/tahun m2 /tahun m2/tahun m tahun m2 /tahun m2 /tahun m2 /tahun m2/tahun m2 /tahun m2 /tahun m2 /tahun m2 /tahun m /tahun

-

...

1 7.400. BANTEN 12. JAKARTA 14.000 10. D .600.000 7. 26.000. .000 17. NUSA TENGGARA TIMUR 20.500. BIAYA TA 2013 (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU 1. dal NO.600.200. cr5 (3) 6.500.000. 30.I.200.000 6.000. BALI 18. KALIMANTAN TENGAH 22.000 10.K.000 I 4.INDONESIA -9 19 SATUAN BIAYA SEWA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jam) . JAWA TENGAH 15.800.000 7.000 8. 25. 28.500. .000 7. JAWA BARAT 13. 24.000 _.000. KALIMANTAN BARAT 21.000 7._ 8.700.200. o6 (:s I 10. 27.000 7.000. PAPUA 33.• MENTERI KEUANGAN REP UBLIK.000 7.000 6.000 7. PAPUA BARAT L r' .000.000..000 10.000.000 9.000 7. D.400.000 15.100. NUSA TENGGARA BARAT 19.300.500.300.500. YOGYAKARTA 16..700.I. (1) PROVINSI ---. 23.000 7.500.000 7.000 10.000 7.000 17.100.000 11.000 8. 29. 31. .000 6.000 7.000. JAWA TIMUR 17.500.000 11.000 11. BANGKA BELITUNG 11. KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA 31.500.000 6.

----.000 650.600.400.900.900.200.900.000 3.800.806.500. JAWA TIMUR 17. 9.800. KALIMANTAN TIMUR 24.000 1.000 3.000 1.000..000 .000 2. NUSA TENGGARA BARAT 19.000 ' 2. BALI 18. 6.000 710.000 2.000 1.800..700.600.400.000 1..000 1.000 3. MALUKU UTARA 32.000 2. RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU 10. YOGYAKARTA 16.. 5.000 730.700. GORONTALO 26.800. MALUKU 31.900.500.000 .I. D. 7.6662.700.000 2.700. KALIMANTAN BARAT 21.900.000 1.000 1.000 3.000 900.000 2. PAPUA BARAT 1.400.000 650.000 1.000 640.700.000 730.800.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .000 680.000 _.900.000 760.000 3." 2. 8.200.000 3.606 3.000 4.000 1.000 740.000 740.000 -------.100. JAWA TENGAH 15.I.000 2.000 3. D.000 2.000 2.300.000 1.800.800.000 640.000 650.900.000 2.000 640.000 1.000 2.466:666.900.000 650.000 830. SULAWESI BARAT 27.000 2.000 1.000 1.900.000 640.000.000 1.000 3.000 950.000 1.700.800.800.700. ACEH 2.000 640.000 760.300. JAWA BARAT 13. SULAWESI TENGAH 29.000 710.000 1. SUMATERA UTARA 3.800. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000. SULAWESI SELATAN 28.000 2.K.000 2.000 650.000 2.000 1..700.800.100.000.000 650.000 710.900.000 730. BANGKA BELITUNG 11.000 3. SULAWESI UTARA 25.00 0 2.000 RODA 6 / BUS SEDANG (4) 1.650.800.000 1.500. SULAWESI TENGGARA 30.000 2.000.800.700.000 3.000 640. 2..900.000 2.800.000 2.700.000 1. JAKARTA 14.000 750.800.800. 4.000 640.000 2.000 2. BANTEN 12.800.__ RODA 6 / BUS BESAR (5) 3. KALIMANTAN SELATAN 23.900.000 650.800.000 820.000 2. KALIMANTAN TENGAH 22.700.100. PAPUA 33.10 - 20 SATUAN BIAYA SEWA KENDARAAN (per delapan jam) (dalam rupiah) NO (1) • PROVINSI (2) RODA 4 (3) 710.000 --.000 2.000 3.500. 1.000 2.000 2.100.000 2.700.000 2.000 720.000 .

349.2.000 .000.000. 141 466..000 347..17 BALI 21.10 BANGKA BELITUNG 21..I.2.2.000. JAKARTA 21.000:000 21.23 KALIMANTAN TIMUR 21.2.000 349.28 SULAWESI TENGAH 21.000.2.5 JAMBI 21.2.000.2..3 R I A U 21.2. .K.2.000.2.000 372.31 MALUKU UTARA 21.000.000.2.000 349.000 355.22 KALIMANTAN SELATAN 21.24 SULAWESI UTARA 21.000 .2.000 . _________ .000. 348.2.15 D.2.000.000.000 364. ..20 KALIMANTAN BARAT 21.18 NUSA TENGGARA BARAT 21.000 .2._ 350.000 355.000.11 BANTEN 21.000 353. 368.000. 348.000.000 349.21 KALIMANTAN TENGAH 21.000 366.2.29 SULAWESI TENGGARA 21.2.000 338..000.000 _ ._ .000 376. ____Unit _ _. . .000 . ___ 345.000.25 GORONTALO 21.2.2.1 ACEH 21.000.2 SUMATERA UTARA 21.000.2. Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit .000.000 _ 345.19 NUSA TENGGARA TIMUR 21. ___ ___ __ .000 366.000 345.13 D.2.I.12 JAWA BARAT 21.000 369.000 350.000.2.000.14 JAWA TENGAH 21.000. .000.32 PAPUA 21. .000. .2.33 PAPUA BARAT L..000.000 363. .2.000 340.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1121 SATUAN B1AYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PEJABAT NO PROVINSI SATUAN BIAYA TA 2013 (11 21..30 MALUKU 21. . YOGYAKARTA 21.2.9 BENGKULU 21.2.26 ___ SULAWESI BARAT .6 SUMATERA BARAT 21.000 349.000.000.2.8 LAMPUNG 21.000.000. __ _ ..2.000 340.2.000 380.000.1 21.000 .000.000.2..4 KEPULAUAN RIAU 21.000 378.000 349. Unit Unit Unit Unit Unit _ Unit _____ Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit . 21.000 348. 370.000. _ .16 JAWA TIMUR 21.7 SUMATERA SELATAN 21.2.27 SULAWESI SELATAN 21.2.000 .2 (2) Pejabat Eselon I Pejabat Eselon II (31 Unit Unit • .2. 362.

000.000 270.000 270.000 449.000.000 267. 4.000 271. KALIMANTAN BARAT 21.000 445.000 267.000.000 302.000 414.000 269.000 180.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .000.000 271.000 201.000.000.000 275.000.000.000 414.000 409. KALIMANTAN SELATAN 23.000.000.000 418.000.000 179.000 210.000 262.000 267.000. SULAWESI SELATAN 28. 7.000 218. JAKARTA 14.000. BANGKA BELITUNG 11.000 304.000. PAPUA 33.000 439.000 177. BANTEN 12.000 316.000 181.000.000 177.000.000.000.000 407.000.000.000 414.000.000 182.000.000. SULAWESI TENGAH 29.000.000. KALIMANTAN TENGAH 22.000.000.000 306.000 MINIBUS (5) 271. YOGYAKARTA 16.000 180.000 441.I.000.000.000 418.000.000 418.000.000.000.000 447. 6.000 298.000 425.000 438.000.000.000. PAPUA BARAT 23 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL BUS No.000.000.000.000 DOUBLE GARDAN (6) 418.000. 3.000.000.000 207.000 272. NUSA TENGGARA BARAT 19.000.000 185.000.000.000.000 422.000.000 418.000 204.K.000.000.000.000 300.000 181.000 418.000.000.000 181.000 425.000 262.000 180.000. GORONTALO 26.000 214.000 200.000 182.000.000 271.000 420.000.000 432.000.000 271.000 172.000.000 (1) 1.000 312.000.000.000 314.000 420.000.000.000.000.056.000 409.000. 5.000.000 435.000.000.000 431.000 208.000. ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT (2) (31 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU 10.000 204. MALUKU 31.000 177. 2.000 181.355. D.000 .000. SULAWESI UTARA 25.000. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 299.000.000.I. MALUKU UTARA 32.000 277.000 272.12 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL KANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (daIam rupiah) NO PROVINSI SATUAN PICK UP (41 181.000. Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (1) 1 2 Roda 6 dan/atau Bus Sedang Roda 6 dan/atau Bus Besar (2) (3) Unit Unit (4) 522.000 187.000.000 260. KALIMANTAN TIMUR 24.000.000.000 170. D.000.000 277.000 216.000 308. 8. 9.000.000.000. JAWA BARAT 13.000 433. JAWA TENGAH 15.000.000.000 418.000 181.000 302.000 305.000 202.000.000 172.000 206.000.000.000.000.000.000.000. SULAWESI BARAT 27.000. JAWA TIMUR 17.000 418.000.000 1.000 187.000 418.000 270.000.000.000.000 417. SULAWESI TENGGARA 30. B A L I 18.000.000 437.000.000 271.000.000.000 435.000.

000.__ BALI 18. BANTEN 12. _ Unit Unit Unit Unit __ Unit Unit Unit _ ----.1:1 61 6I N:1 . .000..000 ..000. „_... ... KALIMANTAN TIMUR 24.000 _. SULAWESI TENGGARA 30..000 30.. JAKARTA 14. Unit Unit _ ..000 35.000 . ..000 34. JAWA TENGAH _15. _33...000.000. ____.000 ...._.00..000.000.000.6! 0.. JAWA TIMUR 17.000.000..i 161 . .000 ..000 30. D... 33. _ 32..000. .000.000 _ 31.000 . ... .000. - (4) _....000..000 34.000.000 .-_. 33.000 .000 JAMBI _____ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU 29. JAWA BARAT 13.000 35..000..--.000.000 34. 28.000.000. 30. D.000..000 .• .000..000..000 .000 30... _.000 31.. ' 35. ....000 34.020 .000.000...000... .1 .._ 29...000.. 30.. 39.....000. 33..000 _..000.000.._ . ._ __ . 29.000_ 36._ .. _.-..000 31. __._.000._ 10.. _ Unit Unit -----. SULAWESI BARAT SELATAN SELATAN 27..000. _29. .------.000... KALIMANTAN TENGAH 22.000 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 13- 24 SATUAN MAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL KANTOR DAN/ATAU LAPANGAN NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR LAPANGAN (11 1.000 .000. KALIMANTAN SELATAN 23. SULAWESI UTARA 25...cloo ___.000 .000 29._... 33.I.000. NUSA TENGGARA BARAT 19.000.K.000. 31.000 31. 31._ Unit _ Unit Unit Unit _Unit _ Unit Unit Unit Unit .000.. . SULAWESI _ 28.000 • __..000 32. 31.000 35. _ Unit _.000..____28. • 30.000 c. _ 30..000 35...000 _.. _ .999.000 . NUSA TENGGARA TIMUR 20.000.000.000.000.000 ___ .000 31. ____ ..• Unit Unit Unit . SULAWESI TENGAH_ 29. BANGKA BELITUNG 11.000.000 _ .0_ 00 31....000 -- . 33. ___ 171-4t Unit Unit . . GORONTALO 26. Unit Unit . .000 .--. 000 .000 36...000. ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU (2) (31 Unit Unit.000 33.000 .. PAPUA BARAT _ ___ _ ___ __ _ . 38.. 29._ ... 9.000. .000.. .000...000...___. MALUKU UTARA 32.000 29. 30.__. MALUKU 31.. .------.000.000 __.000.000.000.000 29. _ 32..000 _ .... _ 33. 31._ 30 •000.000 32. _ __ _ __ __ 30.. .900 _.0..000..000....000 ..__ f51 31.I..000 37. 30. _ Unit _ _ . KALIMANTAN BARAT 21.000 31..000 36.000.000.000..000 33..000..opo._. .000.000..000..000 ____ ___ .000 35.._____...000. 16. 30. PAPUA 33. YOGYAKARTA ..

000 900.000 440.000 390.000 440.000 940.000 910.000 .000 900..000 ___ _____ 400.000 450.000 500.000 500.000 450.000 850._ .000 460.000 400.000 660.000 650.000 400. 450.000 440.000 380. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 500.00p 600.000 800.000 660.000 610.000.000 PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I ( 5) 400.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . BANGKA BELITUNG 11. RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI 6.000 500.000 500.000 440.000 780.000 650. NUSA TENGGARA BARAT 19.000 920.000 390.000 800.000 900. SULAWESI UTARA.000 400.000 .000 610.200.000 440. 25.000 350. SUMATERA SELATAN LAMPUNG 9. 900.000 500.000 460.000 620.000 500.000 460.000 _ __ _ 650.000 _5po. D.000 490.000 900.000 500.000 1.000 650. SULAWESI SELATAN 28_ TENGAH _ 29.000 440.000 610. SUMATERA BARAT 7.. PAPUA BARAT _ 1 141 6 8.000 460.000 1.000 450.000 .000 .000 680.000 650.000 610. D. KALIMANTAN TIMUR 24.000 520.000 520._ 440.000 1.000 850.000 650.000 360.000 550._ 650.000 450. B A L I 650000 600.000 500.000 590.000 530.000 390. _490.000 450..100.000 700.000 900.000 650.000 500.000 550. ICALIMANTAN TENGAH 22.clop 460.000 380.000 1.000 500.000 360.000 400.000 450.000 380.000 ____ _ _450.000 750.300.000.000 650.000 500.000 1. SULAWESI BARAT 27.000 650.000 650.000 650.000 PAKAIAN KERJA SATPAM (7 ) 980.000 _.000 350.200.000 400.000 650.000 600.000 _ipo.000 540. PAPUA 33.000 1.000 440.000 440.000 500. 450. YOGYAKARTA 16.000 360.000 500.000 850.I. MALUKU UTARA 32.000 450.000 450. ICALIMANTAN SELATAN 23.000 460.000 1.000 PAKAIAN KERJA SOPIR/ PESURUH (6) 390.000 490.000 610. JAWA TIMUR 17.000 390.000 930.000 440. JAWA BARAT 13.000 440.000 __ __ _.000 . MALUKU 31. SULAWESI TENGGARA 30.000 .14 25 SATUAN MAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS (STEL) (dalam rupiah} NO (1) PROVINSI (2) ACEH SUMATERA UTARA PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.000 500.000 650.000 900.000 900.000 440. . KALIMANTAN BARAT 21.000 410.000 590..000 18.000 __440. . BENGKULU 10.000 790.000 450. JAKARTA 14.000 __ PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) 460.000 400.000 610..000 390.000 __.000.000 450.000 430.000 970. JAWA TENGAH 15.000 _1._ 450..000 __ 490.000 450.000 530..000 550.000 ___ 850.400. __ 450.000 360.000 390. GORONTALO 26.000 440.K.000 550.000 660.000 610.000 900.000 850. BANTEN 12.000 390.000 950.I.000 500. 3.000 500.000 340.

VENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 15 26 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN DI LUAR KANTOR 26.1 Menteri & Setingkat Menteri

NO.
. .

PROVINSI

HALFDAY

FULLDAY

FULLBOARD

(5) (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BA N TEN _ JAWA BARAT D.K.I. JAKARTA JAWA TENGAH D.I. YOGYAICARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT _ (3) 260.000 435.000 1.032.000 270.000 540.000 1.350.000 260.000 350.000 930.000 260.000 420.000 930.000 260.000 370.000 800.000 260.000 370.000 825.000 260.000 380.000 800.000 260.000 372.000 760.000 240.000 350.000 800.000 290.000 350.000 930.000 310.000 415.000 1.040.000 316:600 432.000 1.160.000 350.000 500.000 . 2.100.000 1.020.000 _ ........._ ... 305.000 __ ______.____ _ 275.000 482.000 1.020.000 458.000 1.300.000 310.000 521.000 1.870.000 400.000 1.025.000 545.000 330.000 960.000 450.000 250.000 930.000 220.000 ____ .. ._ 350.000 _ .. _ ______. 930.000 350.000 200.000 930.000 350.000 220.000 930.000 450.000 300.000 1:116:600 425.000 • 240.000 910.000 400.000 240.000 910.000 400.000 . ___________ .._. ... 1.240.000 400.000 240.000 910.000 400.000 240.000 930,000., 400,000 240.000 910.600 450.000 16.060 910.000 450.000 310.000 _00 300.000 __. _ _ _ 450.000 _ ___ _ _ 1._ 120.0 _ . _._ - .__ 910.000_ 450.000 310.000 (4)

( 1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33.

(,)

MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 16 -

26.2 Pejabat Eselon I & II

daIam rupiah)
NO. PROVINSI

HALFDAY

FULLDAY

FULLBOARD

(1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33.

(2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.K.I. JAKARTA JAWA TENGAH D.I. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT

(31 (4) (5) 1.008.000 400.000 207.000 800.000 300.000 185.000 280.000 640.000 190.000 690.000 290.000 200.000 740.000 280.000 190.000 820.000 170.000 235.000 337.000 645.000 210.000 280.000 725.000 180.000 280.000 770.000 190.000 744.000 287.000 390.000 340.000 _ 820.000 280.000 76076bo 274.000 408.000 400.000 740.000 280.000 740.0015-188.000 280.000 245.000 405. 740.000 250.000 344.000 678.000 1.640.000 350.000 490.000 324.000 420.000 785.000 350.000 ._..._..._ .._ 740.000 230.000 _ 165.000 250.000 600.000 720.000 181.000 335.000 335.000 ____. 978.000 190.000 241.000 401.000 750.000 200.000 340.000 790.000 190.000 270.000 830.000 210.000 320.000 690.000 190.000 355.000 1.000.000 810.000 190.000 320.000 210.000 379.000 67 75.000230.000 340.000 815.000 262.000 456.000 730.000 270.000 336.000 840.000 230.000 340.000 0. 70 000-

MENTEFII KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 17 -

26.3 Pejabat Eselon III Kebawah

dalam rupiah
NO. PROVINSI

HALFDAY (3) 180.000 160.000 130.000 140.000 183.000 145.000 165,000 135.000 144.000 210.000 170.000 162.000 230.000 130.000 175.000 200.000 230.000 240.000 185.000 157.000 176.000 200.000 150.000 157.000 140.000 160.000 180.000 168.000132.000 132.000 162.000 205.000

FULLDAY

FULLBOARD

ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.K.I. JAKARTA JAWA TENGAH D.I. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI 18. NUSA TENGGARA BARAT 19. NUSA TENGGARA TIMUR 20. KALIMANTAN BARAT 21, KALIMANTAN TENGAH 22. KALIMANTAN SELATAN 23. KALIMANTAN TIMUR 24. SULAWESI UTARA 25. GORONTALO 26. SULAWESI BARAT 27. SULAWESI SELATAN 28. SULAWESI TENGAH 29. SULAWESI TENGGARA 30. MALUKU 31. MALUKU UTARA 32. PAPUA 33. PAPUA BARAT

(1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.__. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

(2)

_
(4) (5) 300.000 650.000 275.000 540.000 185.000 505.000 240.000 564.000 256.000 479.000 220.000 445.000 ' 228.000 _ 494.000 -208.000 •-640.000 705.000 192.000 297.000 534.000 _ 570.000 230.000 645.000 260.000 630.000 330.000 540.000 210.000 540.000 280.000 329.000 _530.000 1.000.000 ---395.000 605,000 347.000 480.000 305.000 ___ 43S.Vdd 205.000 576.000 336.000 665.000 295.000 595.000 335.000 665.000 240.000 755.000 235.000 465.000 280.000 825.000 310.000 498.000 251.000 480.000 -- 277.000 563.000 288.000 535.000 180.000 .._ 630.000 228.000 550.000 305.000

---

Yr-

000 4.285.888.000 2.829.022.519.342.000 MAMUJU 7.000 JAYAPURA 2.000 PALANGKARAYA _ __.984.252..000 5.568.000 _.000 4.000 7.412.295.984.000 2.658.824.000 BATAM 2.000 7.027.000 3..081.867.000 10.000 BANDA ACEH 1.471.000 JOGJAKARTA 4.c I-s .583.000 KENDARI 4.000 14.000 DENPASAR 4.000 5.18 27 SATUAN BIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (PP) dalam rupiah) NO KOTA ASAL (2) JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA .. __.861.316.830.000 BANJARMASIN 2.519.466. _ _ __ 5.000 AMBON 3.808.000 4.000 BALIKPAPAN 4.000 GORONTALO 2.000 JAYAPURA 7.000 2.000 TERNATE 10.081.797.065. 4.000 3.016.000 BENGKULU 7.407._ _ 7.000 JAMBI 14.460.444.139.000 4.664.353.455.000 MANOKWARI 16.000_ KUPANG _ ___ _ _ __ 7.252.000 7.000 5.000 MEDAN 7.000 5.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .000 3.268. JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA _JAKARTA_ _ JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA .000 MATARAM _ _____.413. 3.000 MANOKWARI 5..065.000 2.000 4.182.000 PADANG 5.001.113.102.000 MAKASSAR 6.230.305.599.000 5.000 PEKANBARU 5.621.000 7.487.695.231.000 2.530.000 3.000 MANADO 10.674.000 13.000 SOLO 3.492. JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA • JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON AMBON AMBON AMBON AMBON TUJUAN SATUAN BIAYA TIKET BISNIS EKONOMI • (1) 1 2 I 5 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 .000 6.161.000 131 (4) (5) i .861.177.867.000 TIMIKA 13.107.000 KENDARI 9.000 2.000 2..952.861.000 2.824.000 SURABAYA 5.000 7.781.000 3.412.054.000 MALANG 4.856.000 PANGKAL PINANG 3._.434..000 MAKASSAR 2.268.262.583.995.824.348.000 PONTIANAK 4.000 SEMARANG 2.000 4.000 3.000 BIAK 3..000 3.182.000 BANDAR LAMPUNG 2.000 PALEMBANG PALU 9.000 __ _ _8.226.824.000 2.000 4.000 DENPASAR 8.193.364.

129. 7.354.199.423.000 PON'fiANAIc 64 5.990.000 _ _ .000 BANDA ACEH 3. .. _.022.000 _.000 .000 MATARAM 4.000 5.000 SORONG 3.086.000 9.000 _10.487.600 MANADO 15.739.000 PEKANBARU 10.000 MEDAN 12.803._ TERNATE 4..749.637.305.2.781.246.129._ .000 9.674..000 6..000 BATAM 10.000 . TIMIKA 18.947.000 MEDAN 3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19NO KOTA ASAL (2) TUJUAN (3) SATUAN BIAYA TIKET BISNIS EKONOMI (4) (5) PALU 6. 5.835.000 18. 5. _ BATAM __.000 _ JAYAPURA 5.155.113.000 '._.000 KENDARI 8.000 7.000 9.717.000 6.000 5.985. ..000 JAYAPURA --.305.000 14. ____ ___ _4.482.000 SOLO 9.445. 1 4.000 4.401.000 __.161...000 19. .000 9.000 5.000 BANDA ACEH 12..000 9..798.000 6.626. DENPASAR 10.000 7.889.000 .257.493.749..060 0 5.305.000 4.408.926.702.295.504.0064.000 PADANG 3.445.749.979.279._.119.097.000 BALIKPAPAN _ 4.568.380.000 6.000 10. .380.942.000 SEMARANG 4.316..140.000 PALEMBANG 9.225.765.000 5.000 15.449.594.000 8.000_ 5. _ .00MALANG 5. 6.000 JOGJAKARTA 4.000 SEMARANG 5.006 6.140...000 .161.000 DENPASAR 10.000 11.000 PADANG 10.669.000 BANJARMASIN 3.000 SURABAYA 10.996. .000 3.813.000 ' 2.648.000 JAYAPURA 19.760.1 6.369.000 8.193.000 4.840.000TIMIKA 4. . BANDAR LAMPUNG 79 BANDAR LAMPUNG -&) BANDAR LAMPUNG 81 82 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 83 BANDAR LAMPUNG 84 L .076.845. d..445.000 PALANGKARAYA (1) 40 AMBON 41 AMBON 42 AMBON 43 AMBON 44 BALIKPAPAN 45 BALIKPAPAN 46 BALIKPAPAN 47 BALIKPAPAN 48 BALIKPAPAN 49 BALIKPAPAN 50 BALIKPAPAN 51 BALIKPAPAN 52 BALIKPAPAN 53 BALIKPAPAN 54 BALIKPAPAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN 58 BALIKPAPAN 59 BANDA ACEH 60 BANDA ACEH 61 BANDA ACEH BANDA ACEH 62 63 __ BANDA ACEH 64 BANDICACgil 65 BANDA ACEH 66 BANDA ACEH 67 BANDA ACEH 68 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG 69 BANDAR LAMPUNG 70 BANDAR LAMPUNG 71 BANDAR LAMPUNG 72 BANDAR LAMPUNG 73 BANDAR LAMPUNG 74 BANDAR LAMPUNG 75 BANDAR LAMPUNG 76 BANDAR LAMPUNG 77 BANDAR LAMPUNG 78 .840..760. ____._ MAKASSAR 12.744.000 MANADO __.530.444.000 6.000 SURABAYA 8.508...664.000 JOGJAKARTA 12.000 2. .000 6.000 MAKASSAR 7.739.760.000 MAKASSAR ASSAR .000 9..000 JOGJAKARTA 9..647.000 BIAK 3.000 10.000 6.000 14...006DENPASAR 8.000 8.167.412.439. _.000 5.530.354.000 5.150.000 MANADO 3.000 .. SOLO 5.445.071.000 ---SURABAYA 10.236.

000 SEMARANG 7.000 .396.000 PADANG 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20dalam rupiah) NO KOTA ASAL TUJUAN SATUAN BIAYA TIKET BISNIS EKONOMI (2) (1) BANDAR LAMPUNG 85 BANDAR LAMPUNG 86 BANDAR LAMPUNG 87 BANDAR LAMPUNG 88 BANDAR LAMPUNG 89 BANDAR LAMPUNG 90 BANDAR LAMPUNG 91 BANDUNG 92 93 BANDUNG BANDUNG 94 BANDUNG 95 BANDUNG 96 97 BANDUNG 98 BANDUNG 99 BANDUNG 100 BANDUNG 101 BANDUNG .782.738.931.717.000 PADANG 4.000 MEDAN 4. . .000 3.000 • TIMIKA 3.958.000 _ PEKANBARU .375.000 MEDAN 5.000 4.129.000 3.000 SOLO SURABAYA 8.942.482.123.936.000 8.000 JAKARTA 2.476.000 PEKANBARU 3.433.920.027.663.316..931.508.000 4.000 JOGJAKARTA 5. 102 BANDUNG 103 BANDUNG 104 BANDUNG 105 BANJARMASIN 106 BANJARMASIN 107 BANJARMASIN 108 BANJARMASIN 109 BANJARMASIN 110 BANJARMASIN 111 BANJARMASIN 112 BANJARMASIN 113 BANJARMASIN 114 BANJARMASIN 115 BANJARMASIN 116 BANJARMASIN 117 BANJARMASIN 118 BANJARMASIN 119 BATAM 120 BATAM 121 BATAM 122 BATAM 123 BATAM 124 BATAM 125 BATAM 126 BATAM 127 BATAM i 128 BATAM 129 BATAM (5) (4) (3) 2.385.193.626.000 9. 4.000 PEKANBARU 1.000 10.097.000 5.000 6.000 _ 8.498.000 PANGKAL PINANG 3.856.064.000 DENPASAR 9.498.000.000 SOLO 2.268.498.439.000 8.413.000 7.369..439.000 2.000 3.000 6.000 SEMARANG 2.000 MANADO 6.792.578.000 JOGJAKARTA MAKASSAR 10.000 7.000 4. 3.006.000 4.546.594.000 _ .000 BATAM 8.000 7.000 BANDA ACEH 4.000 10.686.000 PALEMBANG 4. _ .000 BANDA ACEH 4. __ __ 2.000 SURABAYA 2.000 JAYAPURA 16.000 4.696.936.701.723.599.000 PALEMBANG 3.000 BATAM 3.000 BIAK 4.000 SEMARANG 2.905. .407.000 5.000 3.653.000 4.957.385.000 4.824.000 _ PONTIANAK ____ .000 13.941.000 JAYAPURA 4.472.000 PONTIANAK 7.049..386.000 PEKANBARU 8.685.135.000 PADANG 2.760.022.000 6.936. PALEMBANG 7. _ 5.749..000 DENPASAR 9.450.000 9.000 4.482.000 • • SURABAYA 7.931.000 16.337.000 7.792.263.000 4. 145.824.022.000 10.455.412.583. .000 JAMBI 2._ 6-_ .022.359. .370.000 .000 8.000 PALEMBANG 2.380.000 10.000 DENPASAR 1.000 3.000 _ 5.642.546.525.000 4.631.000 6.289.000 TANJUNG PANDAN 6.000 JOGJAKARTA 3.000 SOLO 3.599.006.252.000 5.129.000 17.000 8.000 13._.707.220.824.000 TIMIICA 16.647.000 6.

18.000 SURABAYA 13. _ 000_ 3.000 SEMARANG .000 4.333.428.000 BANJARMASIN 7.000 __ __PALANGICARAYA 77541.000 BATAM 16.000 3.861. .145.000 JOGJAKARTA 15.000 9.000 PADANG _ .000 JAYAPURA 3.300.444.615.000 PALkiiGIcARAYA 6.428.. JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI .000 _____ __ 6.444.888.000 PEKANBARU 7.600 8..000 BALIKPAPAN _ 7.000 .-.648.000 PONTIANAK 15.108.000 KUPANG 9.707.000 3..000 6.621.985.000 TIMIKA 5.000 8.000 DENPASAR 16.000 _ _4.000 PONTIANAK ..321.6de PALEMBANG 9.000 __ PO NTIANAK 10:140.622.000 1.000 10. .733. 6.000 8.000 _ BALIKPAPAN 18.995.000 15.718.108.000 2.000 SOLO 7.925.000 4. 6.568.000 7..653. _ JAMBI JAMBI _ JAMBI _ 4.658.952.092.000 ' 4.782.000 7.615.000 .733.738.000 SURABAYA 8. 4.NEMER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -21k•-.000 MATARAM 10. .145.000 8..193.472.000 4.840.097.000 6.600.000 2.060 TIMIKA 7. 1.12.589.000 5.932.909.439.000 4. . kAialcu. .000 11.690.781.557.193.000 MEDAN --------• .498 .434.000 JOGJAKARTA 11.729.000_ DENPASAR 6.000 .942.690.091.000 _ ---- (1) 130 BATAM 131 BATAM 132 BATAM 133 BATAM 134 BENGKULU 135 BIAK 136 BIAK 137 BIAK 138 BIAK 139 BIAK 140 BIAK 141 BIAK 142 BIAK 143 BIAK 144 BIAK 145 BIAK C 146 BIAK 147 BIAK 148 BIAK 149 DENPASAR 150 DENPASAR 151 DENPASAR 152 DENPASAR 153 DENPASAR 154 DENPASAR 155 DENPASAR 156 _ DENPASAR M.808.000 MALANG 12. _ .878..000 JAYAPURA 5...000 MEDAN 9.000 -----.000 .664.680..000 4.000 8.78.390..631.000 3.000 SURABAYA 12.899.000 4..119..000 KUPANG 4.476. .551.893.—9.000 MAKASSAR 7.477.000 SOLO 7.1-3fgf)AAK / 158 159 160 161 162 163 164 165 166 DENPASAR DENPASAR DENPASAR JAMBI JAMBI .000 MANADO 7..660 4.i! NO KOTA ASAL (2) TUJUAN SATUAN BIAYA TIKET BISNIS (31 (4) SEMARANG 7.000- 167 168 169 170 .0668.000 MANADO 11.000 3.353.075. 171 il 173 174 i-A041JAMBI JAYAPURA 4.883.8.000 JOGJAKARTA EKONOMI (5) 3.407. 1 oi3.000 — -.011.049.000..000 PALEMBANG 2.000 4.659.990.000 8.081.278.728.000 4.000 MAKASSAR 7.845.– 6.000 TIMIKA 16.274.851..000 2.091.424. _ PEKANBARU 16...000 . ____ ________ .182.873..915. PADANG 16. _2_ __ 8.000 .066 .952.000 BANDA ACEH 18. .006 3.000 MANADO 1.734.. 6.

102.000 SURABAYA 11.166.000 SEMARANG __.102.000 TIMIKA 2.722. . ..909._ 5.000 6.000 TIMIKA 18..487.000 .129.435.103.000 7.749.519.000 15.455.000 12.932.000 PALEMBANG 4.525.000 SOLO 9.381. ..000 6.000 5.659._ 7.108.000 BANJARMASIN 8.167.000 4.000 4.407.000 5.910.893.000 17.000 10.798.776.840. .000 5. JAYAPURA JAYAPURA JAYAPURA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI' KENDARI KENDARI KENDARI KUPANG KUPANG KUPANG KUPANG KUPANG MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG TUJUAN SATUAN BIAYA TIKET EKONOMI BISNIS (4) (3) C5) _ 11. 3.092.000 5.600 BATAM 7.953.000 JAYAPURA 10.000 DENPASAR 3.380. .000 6.109.722.000 . 2.706.348.536._ _.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -22(dalam rupiah) NO (1) 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 KOTA ASAL (2) JAYAPURA JAYAPURA JAYAPURA JAYAPURA .204.873.000 5.000 PEKANBARU 3.311.054.087.000 17.770.022.000 .000 TIMIKA 7.038.000 4._ _ .000 18.894.289. .000 PEKANBARU 9.327.000 KENDARI 10.000 9.273..481.000 2..000 DENPASAR 4.386.000 PADANG 8.000 PALEMBANG 9.000 PADANG 9.637.000 5.536.140.000 6..567.327.182.380.000 _.000 MANADO 5.000 MEDAN 4. JAYAPURA 16. .000 3.000 MANADO 11.969.819.000 PALEMBANG 11.000 BANDA ACEH 10.659.000 MEDAN 9.027.000 5..000.263.000 8..000 6. _.663... .000 JAYAPURA 14.000 PONTIANAK _.161.000 4.000 BATAM ______. . .000 5.931.000 KENDARI 2.000 ' * .000 BIAK 8.129.658._.000 4. PADANG . .000 1.000 JOGJAKARTA 7.._ ._.000 BIAK 8._ 3._ _ MAKASSAR 5.786..000 3.493.000 MAKASSAR 7.000 11.000 9..615.000 11.000 5._ 9.466.633.166..000 8.861.16. .723..177.659.000 MAKASSAR 10.000 22..000 MANADO 10.134.000 .460. _ ..765.717.000 5.648.322.000 BANDA ACEH 5.108.000 3.722.000 BALIKPAPAN 10.482..000 5.787...000 MANADO 4.000 9.000 TIMIKA 11. .220.097.000 SURABAYA 6.193.000 JOGJAKARTA 8.000 PEKANBARU PONTIANAK _.311.

000 12.000 4. _ _ .461.739.000 4.000 7..995. NO KOTA ASAL TUJUAN (3) MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA MEDAN PADANG ..000 9.000 15. „.006 5.364. .867.455.504..000 6.402.718.765.990. _ _ ..006 12.000 6.000 14.000 16.000 9.000 4.460.000 7._8_35„000_ 5.4077600 3.000 9.552.284..461.316.246.803..000 15.461.000 6.551.000 4/06..546.000 4. _ _ _ • __ _ _.733.055..000 8.000 8..385.000 4.000 16.„..000 5.000 .744. .552.417..738.888.134.000 4.000 10..851.167. 12.696. 3.000 8.012.000 9.193.000 4.504.000 4.000 6.000 11.000 5.000 ' .000 4.000 9.000 2.685.145._ ..000 4.5.958...000 5..599.546. _.909.000 10.000 8.396.000 4.000 6.466.MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .000 10. 4. .000 .915..000 EKONOMI (5) 6..230.000 3.246.193.846.000 10.102.717.258.899.065..000 4.000 9..000 9. _ .439.000 9.000 18.781.000 12.666 7.744.000 10.974. _ .327.803...183.000 5..564.000 2..000 10.953.022.060.000 .600.321. _ _ _ 8. _ _ _ __ .514.000 .311.000 6.000 8..092.199.000 7.000 7.000 7.925.000 4. _ _ .937.000 12.000 8... PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN BANDA..000 6.829.873. .000 5.000 14.000 2.546. ACEH BANJARMASIN BATAM BIAK JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH (2) MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM MATARAM MATARAM VIATA RAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SATUAN BIAYA TIKET BISNIS (4) 13.262.000 _6. .172.284.000 8. .000 2.615.000 13.000 .626.000 9. 8.000 5..637.23 .000 4.000 3.750.909.000 5.6 257 258 259 260 261 262 263 264 - • .000 (I) 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 25.418.

947.236.161.000 8.118.000 4.000 7.000 3.870 2.000 3.000 4.000 8.000 5.076.626.000 6.000 8.000 4.936.888.000 3.771.000 5.000 9.0003.557.797.300.000 1.696.589706E1 ASAL (2).262.675.000 1.000 6.696.038.326.060.000 4.000 15.140.000 6.000 7.268.1 8 .000 5.000 4.423.000 4.000 1.204.000 7.444.915.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .781.247.305.198.231.000 4.284.765.022. .883. (1) 265 PALANGKARAYA 266 PALANGKARAYA 267 PALANGKARAYA 268 PALANGKARAYA 269 PALANGKARAYA 270 PALANGKARAYA 271 PALANGKARAYA 272 PALANGKARAYA 273 PALANGKARAYA 274 PALANGKARAYA 275 PALEMBANG 276 PALEMBANG 277 PALEMBANG 278 PALEMBANG 278 279 PALEMBANG 280 PALEMBANG 281 PALEMBANG 2_82 PALU 283 PALU 284 PALU • 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 288 PANGKAL PINANG 289 PANGKAL PINANG 290 PANGKAL PINANG 291 PANGKAL PINANG 292 PANGKAL PINANG 293 PANGKAL PINANG 294 PANGKAL PINANG 295 PANGKAL PINANG 296 PANGKAL PINANG 297 PANGKAL PINANG 298 PANGKAL PINANG 299 PANGKAL PINANG 300 PANGKAL PINANG 301 PEKANBARU 302 PEKANBARU 303 PEKANBARU 304 PEKANBARU 305 PEKANBARU 306 PONTIANAK 307 PONTIANAK 308 PONTIANAK 309 PONTIANAK 310 PONTIANAK 311 SEMARANG 312 __SOLO 3 13 SURABAYA 314 SURABAYA 315 SURABAYA 316 SURABAYA _ .000 8.241.631.385.000 3.000 4.24 (dalam rupiah) NO KOTA TUJUAN (3) BATAM JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG _ PALEMBAIG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA MAKASSAR TIMIKA SATUAN BIAYA TIKET BISNIS (4) 8.06-6-3.091.760.000 9.733.000 3.295.941.252.000 7.803.000 5.000 5.000 3.000 3.685.210.000 9.252.000 11.000 3.000 9.000 3.000 12.000 3.000 5.797.000 7.685.883.000 1.0067.915.000 4.829.000 EKONOMI (5) 4.000 6.000 5.412.241.000 7.279.600 15.000 3.706.000 8.391.000 3.829.000 4.097.000 16.022.433.685.000 6.808.936.262.000 6.000 7.000 4.979.739.535.000 9.000 3.252.000 8.659.739.220.818.000 7.578.888.883.065.000 4.514.466.000 6.829.466.840.894.000 7.642.000 6.663.000 4.000 3.000 12.407.000 3.477.000 7.845.000 5.000 6.000 9.000 3.086.000 4.653.000 10.-7.915.000 4.904.640.000 8.236.0006-6.000 3.878.578.000 6.000 3.000 9.000 8.000 3.000 4.000 4.000 _2.000 3.000 9.000 8.957.979.000 4.000 8.744.466.

000 110.000 60.000 125.000 70.000 110.I.000 115. . _ NO.000 L.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 28 SATUAN BIAYA TAKSI PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI .000 48.I.000 290.000 125.000 170.K.000 171.000 60.000 70 125.000 90. PROVINSI SATUAN BIAYA TA 2013 (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 _ 33 (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 91.000 60.000 5(1000 .000 90.000 100. dalam rupiah .000 315.000 72.000 80. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT (3) OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK (4) 90.000 125.000 70.000 115.000 48. JAKARTA JAWA TENGAH D.000 120.000 82.000 285.000 110.000 90.

12.--. 17 18 19 11.539 16.269 7.750 10. 8.130 7.520 10.• .635 11..040 6. (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 AMERIKA UTARA Chicago Houston Los Angeles New York Ottawa .924 6.743 10 11 12 13 14 15 16 18.177 5.389 3.623 8.809 6.335 13..753 4..325 9..591 3.187 14.966 7.277 .831 11.• .237 17.--.-San Fransisco Toronto Vancouver Washington AMERIKA SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERIKA TENGAH Mexico City Havana Panama City EROPA BARAT Vienna Brussels -.771 3.761 12.874 17.223 14.428 6..353 8.832 15.749 6...----.399 16.-.BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PP) dalam US$ BIAYA TAHUN 2013 NO KOTA Eksekutif (1) (2) Bisnis _ (4) Ekonomi (5 ) .357 3..178 3.-..713 4.970 5.9 00 12.393 13.468 11._ 3.201 3.471 12.458 .713 5.994 3.399 9. 14.. -.702 23..- 12.266 --.902 .518 9.822 14..487 5.587 3.570 20 21 10.-.564 7.083 2.970 5..291 7.494 15.426 11..018 21.134 10.870 .127 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -26- 29 SATUAN.240 3.

____ _ .753 ______ .860 9..341 4. .771 4..856 4.982 6.898 (3 ) 10.446 .031 3..023 9.166 3.993 8.126 3.959 6..331 8.041 3.333 8.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27- BIAYA TAHUN 2013 NO KOTA Eksekutif Bisnis - (1) 22 23 24 25 26 27 28 29 (2) Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva Amsterdam EROPA UTARA Copenhagen .446 14911 .774 6.277 11.216 5.085 3.206 3..773 3.778 14.506 5.921 7.158 6..433 4.478 ._ . _ .. ___.334 9._ ..049 35 36 37 38 39 40 41 11. Helsinski Stockholm London Oslo EROPA SELATAN Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd (4) (5) 5.537 4.._.464 6.._ 4..074 3.794 8.393 8. 4..851 5.331 --"" 6.724 10.931 5.746 4.113 5.839 10.681 3.825 5..023 ___________ _ 7.029 .383 3._ ..-9.714 ----. 4.193 5.696 ..541 6.256 .355 3.370 4. 10.767 ._ Ekonomi 30 31 32 33 34 .033 2.920 5.980 9.730 3.631 3. _ 7. 5.309 10. ____ . 9.129 6..850 10.153 4.143 L . 9.056 4.917 10.• .350 EROPA TIMUR Bratislava 42 Bucharest 43 Kiev 44 45_ Moscow____ 6.

175 .552 8.346_ 5.414 4.6.593 6.710 4.555.958 5.447 49 50 12.000 6.665 5.904 8.947 11.900 10.330 6.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28dalam US$ BIAYA TAHUN 2013 NO KOTA Eksekutif Bisnis Ekonomi ( 1) 46 47 48 (2) Prague Sofia Warsaw AFRIKA BARAT Dakkar Abuja AFRIKA TIMUR Addis Ababa Nairobi Antananarive Dar Es Salaam Harare AFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg AFRIKA UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat Tripoli Tunisia (3 ) 8.820 5.612 3.241 14.915 5.747 56 57 58 18. 8.600 5.910 6.510 7.037 3.473 10.255 11.941 11.700 7.848 8.818 51 52 53 54 55 7.808 6.081 9.721 4.777 (4) 6.732 8.524 7.551 9.419 6.484 7.774.118 5.966 11.975 4.281 9.052 (5) 3.282 5.748 6.599 10.438 8.706 4.848 7.451 3.779 8.275 59 60 61 62 63 64 9.733 5.536 7.507 7.

727 3.966 1..233 2.449 5.661 _ 8. .864 1.475 .545 3. . 3.878 3.639 5.727 3.343 8.325 _.962 80 81 82 83 84 85 Pyongyang Seoul ASIA SELATAN Kaboul Teheran 2.730 2..835 1..920 .028 3._ __.156 3.905 3.453 12. _. 2. 5.581 2.623 1.469 5..686 .992 _ 4.273 __.000 6. _ 6.976 5.785 5.283 8.416 3.643 4. (5) 4.446 6.700 3.08 19 7.684 9... .431 4. ...737 86 87 ..745 3 . __..257 1.510 78 79 13. 4.110 3.703 5.545 3.148 6.208 2.617 13.359 5. 6.390._._ .999 2.MENTEFII KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29- NO KOTA I 1 (3) BIAYA TAHUN 2013 Eksekutif Bisnis Ekonomi (1) 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 ASIA BARAT Manama Baghdad Amman Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa ______ _ Jeddah Muscat Riyadh ASIA TENGAH Tashkent Astana ASIA TIMUR Beijing Hongkong Osaka (2) (4) .421 3.771 7..737 1.675 1.561 6.140 2.205 6..400_ .204 3.633 2.679 3.216 8.433 7.3.595 3.321 3.490 3.307 4.734 2.

417 3.500 3.900 3.333 3.561 4.344 2.009 (5) 1.30 dalam US$ BIAYA TAHUN 2013 NO (1) 88 89 90 91 92 KOTA Eksekutif Bisnis Ekonomi (2) Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi (3 ) 3.814 5.380 (4) 2..687 2.926 4.656 1.063 5.558 1.801 7.420 1.150 545 1.894 1._ 103 Pnom Penh 104 Singapore 105 Vientiane 106 Yangon ASIA PASIFIK Canberra Darwin Melbourne Noumea Perth Port Moresby.629 3.981 673 2.562 2.212 919 823 1.740 4.628 1.833 1.195 1.940 5. Sydney Vanimo Wellington 1.252 4.39 8 _ .034 2.413 .380 3.147 1.633 2.757 1.__.155 2.119 3..557 2.780 1.614 766 1.427 659 1.858 3. 97 Ho Chi Minh 98 Johor Bahru 99 Kota Kinabalu 100 Kuala Lumpur 101 Manila _102 _ Penang .506 6.689 4.053 107 108 109 110 111 112 „_ 113 114 115 --- 5.025 1. 4.318 6.917 1.627 403 1.503 911 1.833 1.202 991 2.501 2.482 4.641 1.237 2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .677 1.771 8.468 1.453 918 2.092 2.158 2.525 5.964 _2.673 ASIA TENGGARA 93 Bandar Seri Bagawan 94 Bangkok 95 Davao City 96 _ Hanoi ___ _ _______________..226 3.321 1.628 2.886 '6.235 525 694 585 1.274 1.

_ _ 21 Vienna ________ __ _ Brussels 22 Marseilles 23 Paris 24 Berlin _ 25 Bern 26 ____ _ ___ _27_ Bonn 28 Hamburg 1.307 1._ __ 91 96 . 22254 334 2. __ _ __ .27C) 1.806 --____ _ ____ .947 2.220 1.. 37 39 42 37 42 42 37 Chicago Houston Los Angeles New York (termasuk KJRI New York) Ottawa San Fransisco Toronto Vancouver Washington __.799 166 5.150 .172 1. 16 .___ 77 32 ____ 15 _ _ _ _ 85 89 1. .MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3130 SATUAN BIAYA PENYELENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 30.185 1.768 16 33 101 107 ..___ ______.910 22 264 22 259 23 269 23 269 22 254 28 334 254 _ . Pengamanan Sendiri. 42 _____ _20.307 1.-.099 . _. 18 19 20 Havana Panama City EROPA BARAT 1.776 .. 22 ._ _______ _ ._.691 79 ..220 1..270 _ (5) (6) 18 18 _ 18 19 20 18 20 20 18 2. 85 90 2. _ 2.307 1.509 1.120 2. 2..038 17 35 16 35 33 _.. 153 2._ 80 85_ 1. ...195 22 47 79 84 1.. --.262 17 35 _. .836 _. Lampu..657 83 88 1.270 1.___ __ _ 1..509 1.910 1.553 2.777 18 37 81 1..1 ATK.150 18 38 if.022 ..__ _ _._ .031 3. Jamuan dalam US$ ATK Langganan Koran/ Majalah (eksIempar/ bulan) ' Lampu (bush) Pengamanan Sendiri (OS) Kantong Diplomatik (kg) Jamuan (OR) NO K0TA (°T) (3) 1. Langganan Koran/Majalah.985 1.001 1..836 (7) 94 94 94 99 106 94 106 106 94 (8) 89 89 94 100 89 100 100 (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (2) AMERIKA UTARA (4) 37 37 ....270 1.776 2.3.521 2. 127 „ .373 3...910 28 22 254 2.910 2.220 1.256 1._ 1.368 -..690 ___ . 89 AMERIKA SELATAN _ 10___ Bogota Brazilia 11 Boenos Aires 12 13 14 15 Caracas Paramaribo Santiago de Chile i 16 __ Quito Lima 17 AMERIKA TENGAH Mexico City _ 1._ __ 132 129 134 134 127 _ 103 101 105 105 49 130 __ 99 99 127 29 30 Genva Amsterdam 2.270 1. _ ___ 84 __ _ __.319 1.391 1.150 _ 16 33 90 95 1..690 ' 16 127 99 130 .170 1.963 2.170 1..076 _ 2..521 37420 2..478 1..._ 2.022 1.. Kantong Diplomatik. .

732 123 95 132 1.220 1.220 1.029 1.096 132 123 132 128 136 2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -32dalam US$) .669_ ____ 113 _____87 1022.295 161 158 55 55 52 53 53 54 55 56 _ .341 2.082 2.895 2.220 145 156 158 161 165 177 151 177 --- 18 20 20 20 21 22 19 22 84 2.749 3. _ 1. .082 2.220 1.966 2.220 1.936 102 1.760 2.232 118 91 2. 2.. .115 1.867 1.340 Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan) (4) 281 259 254 261 311 Lampu ( buah) Pengamanan Sendiri (0B) (6) 24 22 22 22 26 3.. 148 40 35 35 40 35 . 2.910 1.220 1.220 1.585 3._ Jamuan (OH) (1) 31 32 33 34 35 (2) EROPA UTARA Copenhagen Helsinski Stockholm London Oslo ' EROPA SELATAN Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd Vatican EROPA TIMUR _..668 1.. Harare (5) (8) 110 101 99 102 121 36 37 38 39 40 41 42 43 1.232 108 117 90 2._. .978 Kantong Diplomatik (kg) (7) 232 213 209 215 256 .275 1..341 2.220 .733 2.029 _ 1. Bratislava Bucharest Kiev Moscow Prague Sofia Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar Abuja AFRIKA TIMUR Addis Ababa Nairobi Antananarivo Dar Es Salaam . _ 57 _.. 1.270 1.220 1.220 1.220 1.967 5 1.690 5 1.220 1.978 3..773 1.776 121 93 2.. 148 145 6 6 2.732 2.773 5 5 5 143 134 143 139 _..179 1...478 86 _ 99 86 85 106 85 85 85 93 44 45 46 47 48 _ 49 50 51 __.375 2.220 1.. .962 . NO K0TA ATK (0T) (3) 2.271 110 96 95 117 95 95 95 103 ______ _____ _ _____ .220 171 150 148 183 148 148 148 161 22 19 19 23 19 19 19 20 __..070 1.220 1. 1.

_ 2..035 46 46 46 83 _ Tashkent ..0 1.524 2.029 1.464 1.170 363 . 399 385 .233 44 _ 47 45 47 ______ ....151 1.. ..._ 2.I PUGLIA A .. .398 2.220 151 138 132 130 1:449 1.805 (7) 143 139 __.244 1. 128 136 (5) 5 5 5 5 (6) 2.220 1.690 1....MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -33I.170 1.096 (4) 132 128 ..233 2......170 372 376 394 376 399 408 5 5 5 5 5 5 1. . _ 381 399 408 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1.547 1.170 1.D %..220 346 346 379 379 . ____ ...170 412 421 5 38 1._.. Astana 84 Baku 85 ASIA.220 1. _ __. 48 51 48 51 47 49 . . _ 45 171 173 46 48 181 _ _..i 183 177 175 183 187 44 48 47 46 48 49 _.547 1.. .150 1. _ 19 40 ._ .220 1..220 1.150 1... TIMUR 86 _ 1......0kr) 87 88 89 90 61 92 Beijing Hongkong Osaka Tokyo lyongyang__ Seoul Shanghai 1._ ___ __ _ _____ __ •____.220 381 412 439 5 _..__..534 1....... ...170 1.220 1..815 1. .220 1...._ .. . 16.__ _. _.. .167 . .{2 NO K0TA ATK (OT) Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan) Lampu (bush) Pengamanan Sendiri (0B) Kantong Diplomatik (kg) Jamuan (OH) (1) _ (2) AFRIKA SELATAN _ (3) 2...._.220 1._ _ 139 140 150 137 131 129 • 62 63 64 65 66 67 Algiers Cairo Khartoum Rabbat Tripoli Tunisia ASIA BARAT 1.. ._ 40 35 40 40 40 40 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 Manama Baghdad Amman Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah Mus cat Riyadh Istanbul Dubai ASIA TENGAH 1.220 1.. 2.469 1._ 46 49 44: 47 (1.._ ..270 1.270 _ L270 _ 1._ .493 E220 1.469 1.220 1.962 1.575 2.372 928 1..324 2....035 6 _ .270 1.962 2.220 1.170 1.244 5 1.250 _._ 2.212 6 6 6 .0 +. 1.055 3.220 1... .250 189 194 177 51 51 47.220 1...120 1.173 2........363 1.. _ 1...170 140 141 6 6 7 148 43 _ ..0.k. 1.515 1. 365 361 346 _.. ' (8) 40 40 58 _ 59 60 61 Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA ._ 46 173 48 183 49 187 _______..._ 6 s..220 1....220 ._.574 1.450 _ 1. ._.244 1._ .557 2. ....

568 2. 81 66 66 66 83 66 69 87 83 82 83 66 66 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 _ 1.170 1.221 1.480 1.568 2.170 1.220 1.220 52 1.710 1. 83 83 81 .170 1.159 2.220 52 1.170 1.170 1.____.917 2.170 1.265 971 2.362 981 1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -34(dalam US$) ATK (OT) (3) 1.329 Kantong Diplomatik (kg) (7) 65 60 57 58 58 58 59 59 Jazzman (OH) (8) 89 82 78 79 79 79 81 81 NO KOTA (1) 93 94 95 96 97 98 99 100 (2) ASIA SELATAN Kaboul Teheran Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbai ASIA TENGGARA Bandar Seri Bagawan Bangkok .160 642 1. 123 92 123 92 123 _92 100 133 123 92 __ 118 89_ • 123 92 118 89 123 92 114 _________ 86 117 88 .._ 5 5 2.170 1.120 1.----•1.221 1.141 1.945 1.170 1.220 52 1.170 1.178 1.220 50 1.170 1._ .546 2.170 1.220 1.170 1.840 1.089 1.220 50 1.463 2.568 642 3.220 52 1.350 1.221 2.221 75 75 75 73 65 60 60 60 75 60 62 78 75 74 75 60 .179 1.220 1.170 1.170 1.329 2.158 49 6 6 6 6 6 6 6 6 „. .553 2.170 1.052 1.220 52 1.134 __ 48 ----.170 Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan) (4) 50 46 44 45 45 45 46 46 Lampu (buah) (5) 6 5 5 5 5 5 5 5 Pengamanan Sendiri (0B) (6) 1.220 52 1.220 56 1.170 1.480 982 1.. 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 1. Davao City Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila Penang Pnom Penh Singapore Vientiane Yangon Songkhla Kuching Tawau ASIA PASIFIK Canberra Darwin Melbourne Noumea Perth Port Moresby _ Sydney Vanimo Wellington Suva Dilli .495 1..220 1.170 47 47 47 46 46 37 37 37 47 37 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 4 4 1. 60 ___ 83 .220 1.747 _ .380 1.

___ 608 .408 8: 353 (4) 80 80 80 72 80 72 72 (5) 9 9 9 9 9 9 9 9 (6) 681 (7) 320 (8) 300 300 (91 400 400 400 400 350 (10) 409 409 409 431 461 (11) 46 46 ...038 790 64 49 _31__ Copenhagen ___ 3 _ ilelsinski Stockholm 33 34 _ London _ 6slo 35 13._.. . .434 _ ___ 13.__ _.597 ______ 80 377 287 768 ..__ 50 806 596 293 52 837 619 304 52 837 619 304 49 790 585 287 64 1... __ _ 51 . ___ 223 245 365 64: .626 13.__ .409 __ _ . __ _ . -. 16.. 276 .951 13._ 774 290 250 616 9 324 261 688 9 9 ______ 588 __._ Amsterdam EROPA UTARA 72 13..176 13.441 _ _ ____ .. EROPA .529 10.....496 ...-.408 8...563 _ _ __ _ 27 72 11. 7. -. 264 9 695 .408 9.562 8.147 11..500 .825 __..109 12..._.692 13. 350 . 41 21 22 23 24 25 26 27 Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg 80 _ 72 80 80 72 80 80 17.353 8....176 17.Wo6 -.176 _.. Beograd ______ 42 43 Vatican 72 _ 13. Pakalan Soplr/Satpam. .406 .- Rome 41 _ _.. _ _. .... 368 493 242 533 262 265 _ _539 550 275 562 276 602 295 516 5 602 295 _ 667 41 45 721 729 . _ ..353 9. Pengadaan Inventaris Kantor.7..45 744 760_ 814 -- 46 47 50 43 50 • • isi as' 698 814 . 884 . 12.639 7.001 9 652 307 275 Havana Panama City EROPA BARAT 72 7. _ . _ _ .500 9.2 Pemeliharaan.. . 392 -88i 392 - 45 44 18 19 _ 20 Mexico City 8. _ 80 80. 708 695 745 722 774 722 774 682 731 895 960 682 731 731 682 821 _ 300.951 13.793 9..210 7. -_. 327 _ 867 408 329 9 250 286 609 9 364 294 9 _.______ 'T 36 Sarajevo 37 _ Zagreb 38 39 40 Athens Lisbon Madrid 616 667 674 688 702 ---.._ ..038 377 768 790 ___ _ 49 585 287 287 585 790 49 • 8i29 _ Genva 960 731 682 895 30 .__. _ . __ _ 72 13.. dim Konsumsi Rapat uc.. 41 366 350 52 465 350 41 370 350 46 350 413 __ ...353 8._ quota _ 11 12 13 14 15 16_ 17 Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito __ _ _ Lima AMERIKA TENGAH _ 8.. 366 ......309 72 80 ...013 12.. 585 1.353 8..9 681 681 717 767 681 767 767 681 ..7..Lia.659 ii-O 72 72 72 72 72 810 745 731 753 896 755 695 682 702 835 318 -293 300 300 352 648 596 585 602 717 876 806 791 814 969 54 50 49 50 60 _. 418 .. 302 326 330 337 344 ---. 320 320 337 361 300 300 291 320 361 361 320 . SELATAN .. ___ _-. . 46 48 51 80 ---.. ..401 12._ _ 353_ _ _ 39 ..46 51 350 461 461 51 350 400 46 .. IT 0% Cr• 638 609 300 287 275 232 43 383 383 _.563 72 .142 .434 13. 350 .913 63 72 . 300 291 291 300 . .. _ ._. 9 9 9 9 9 47.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35-30. 46 550 81 58 ..176 9 __.309 13..545 .. .350 .. _ 760 . p 63 63 63 72 63 63 63_ ___ AMERIKA SELATAN _ JO .749 Pemeliharaan NO K0TA Kendaraan dinas (Unit/ Tahun) Halaman (m2/ tahun) Gedung (m2 /tahun) Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ satp am Kantor (OT) (stel. Sewa Kendaraan. 753 316 .. ._ .176 _ 13: 563 _ - ii ad o..) Sewa Kendaraan (hart) Mobil Box Sedan Bus Konsumsi Rapat (OK) (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Chicago Houston Los Angeles New York Ottawa San Francisco Toronto Vancouver Washington (2) AMERIKA UTARA (3) 8. __ _ _14.

133 72 72 63 72 72 55 72 72 72 63 72 72 72 72 72 9 9 9 9 __. .500 __72 9 325 ..277 10.154 10. 249 . 733 .080 11.496 11.234 72 72 9 9 353 346 204 200 275 275 663 650 153 150 43 42 53 54 55 56 57 Addis Ababa Nairobi Antananarive Dar Es Salaam Harare AFRIKA SELATAN 11. .176 11.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -36dalam US$) Pemeliharaan NO K0TA Kendaraan dinar (Unit/ Tahun) Halaman (ins/ tahun) Pengadaan Pakaian Inventaris Sopir/ Kantor Satpam (stel) (OT( Sawa Kendaraan (hart) Mobil Box Gedung i(m2 /tahun)..367 11._ . .500 72 63 ____ 63 72 63 9 275 710 710 315 259 8 242 294 663 663 _.__.133 10. ._____ 7 9 _ .766 10. 268 294 ..9 315 250 710 8 710 259 9 304 251 275 686 8 686 9 ____ _ _325... 250 ____ . 9.367 11... 62 63 64 _ 65 66 67 Algiers Cairo Khartoum Rabbat _ Tripoli Tunisia _ __ ASIA BARAT 10.. 44 43 68 Manama 69_ Baghdad 70 Amman 71 Kuwait 72 Beirut Doha 73 74 Damascus 75 Ankara 76 Abu Dhabi 77 Sanaa 78 Jeddah 79 Muscat 80 Riyadh 81 Istanbul 82 Dubai ASIA TENGAII___ ' 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 500 401 _.990 63 63 63 9 9 9 .500 10.50 34 _ 125 31 150 29 150 .. 733 _.__309 400 309 436 339 436 339 20 20 22 22 .133 10.. 80 80 80 9 9 9 9 371 371 407 407 397 397 436 436 441 441 484 484 397 .350 . .399 11..154 72 10. 11. 9 9 304 308 329 301 287 284 2 53 1 271 248 236 234 _ 275 250 275 275 275 275 350 300 350 350. 350 350 150 141 151 150 10 150 47_ 47 50 46 .644 72 10.401 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 ___ 9 9 9 9 9 731 638 631 781 631 631 631 688 358 312 309 309 309 309 309 337 287 250 275 307 275 275 275 300 585 510 505 625 505 505 505 550 791 690 682 845 682 682 682 744 49 43 42 52 42 42 42 46 52 53 Dakkar Abuja AFRIKA TIMUR .479 12.. 268 250 8 ..._ __ .__ .766 72 10.766 11._ --_ 11.522 9.367 14.256 11..__ _ 32 .905 10.. ..._.399 11. 458 367 431 346 474 .._ .863 _ ..367 12.... 100 31 150 31 150 32 150 33 125 30 150 30 150 32 150 30 150 32 150 33 82 83 84 Tashkent Astana Baku ASIA TIMUR _ 10. ._.522 10. -..889 63 11._. 285 225 275 350 275 350 275 350 250 300 275 350 211 350 275 350 275 350 275 350 150 33 1. 9 9 9 58 Windhoek 59 Cape Town 60 Johannesburg _ 61 _ AFRIKA UTARA 11.. 453 363 490 393 522 . . 250 250 250 300 300 300 125 125 125 --..910 10.380 ._.133 72 10..032 72 _ ..889 11.31 33 35 85 86 87 88 Beijing_ Hongkong Osaka . _. 458 367 453 363 474 380 484 389 442 354 447 359 469 376 447 359 474 380 484 389 221 350 275 _ 350 250 300 275 350 275 .. .863 10. ._ 72 ._ 419 __. 12.905 9.Tokyo ____ . Sedan Bus Konsumsi Rapat (OK) • BROPA TIMUR 44 45 46 47 48 49 50 51 Bratislava Bucharest Kiev Moscow Prague Sofia Warsaw Budapest AFRIKA BARAT 13..889 10.623 72 10. ___. .766 72 72 315 _ _ 259 251 304 304 251 275 __ 350_ __ 710 ____ 8 _ 275 350 686 8 275 233 686 8 Maputo...133 10..889 11. 73 8..76 10.256 11. .399 10..

... .229 63 72 8. 26 2.. 27_ 2..9 .068 662 .068.068 2.229 ___ 72 8. ..708 26 21 22 27 9 63 146 563 867 113_ Vientiane -1171.767 _ 885_ __ _._ ._ 9 9 __..475_ _____ 25 . .. .905 Sews Kendaraan (hari) Sedan Bus Mobil Box Pengadaan Pakaian Inventaris Sopir/ Halaman Satpam Kantor Gedung (OT) (stel) (rnz/tahun) tr112/ tahun) 391 387 371 371 _.2. .585 72 9.om Penh Singapore 8. .500 7. . _ •__ 465 419 460_ _ 414 ___ _ 397 441 397 397 441 397 .520 72 63 8.534 25 2...116 997 923 2..617 8.197 _____ 72 9..068 21 101 102 103 104 105 106 107 108 109 11 0 111 112 8.883 28 2.617 72 8.585. _ 885 321 149 575 820 297 138 533 509 783 284 132 515 792 287 134 287 __ 134 _.520 63 8.atat at: at 1 .. ___ .600 557 569_ 28 2..________ 7.500 _____. _ __ 8.907 72 9.. _.585 _ .585 9.... 600 575 ITatOl ioat p1 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37Pemeliharaan NO K0TA Kendaraan dines (Unit/ Tahun) 10. 600 600 __.475 25 2._.883 ___ .437 10..534 25 2..359 72 9. _._ . .. _ 25 2.4 i._ ________ 29 923 ... 2.-._.423 _63 . .. 690 448 116 250 9 72 314 at! at 2...155 2.164 9... .767 923 2..423 8.. • 21 326 322 _ _ 21 _ 309 20 309 20 ___ ___ 2.068 21 2.94 . 145 311 148 318 9 . ..._ ...068 662 21 ..._ 121 122 Melbourne Noumea Perth 123 Port Moresby 124 _ Sydney 125 _ Vanimo _I26 Wellington 127 _ Suva 128 Dilli _ ______ 72 9...592 829 21 2.._ .500 72 _ ___ 140 _ 301 138 297 140 301 240 ____.59 2._ 419 414 Konsumsi Rapat (Gx) 89 90 91 92 Pyongyang Seoul Shanghai Guangzhou ASIA SELATAN Kaboul Teheran Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi _ Murnbay ASIA TENGGARA Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao City Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur 9 72 9 80 9 72 72 9 __________ _ .004 539 829 140 301 9 63 _ __ _..617 8.132 8.592 26 2.. .197 9.. _____ ____ ___ 29 2. . ..617 63 7. .475 25 2. _______ 72 _ __ 10... 26 2..883 923 29 2.563 _ 820 26 2. . . 156 334 156 334 156 _ 334 _ 168 361 156 334 321 _____ __. 2. _ _.. _ ______ 2.883 923 29 923 _ 2.. 515 792 134 287 527 811 137 294 811 527 137 29.331 9.883 923 ___ 29 .137 662 430 112 240 9 63 430 __662 112 240 9 63 662 430 112 240 9 63 829 539 140 301 9 63 662 240 112 430 9 63 _.500 _ Manila Penang n P...423 7... 829 539 140 301 9 63 829 539 140 301 9 63 811 527 137 294 9 63 811 527 63 9 ..575.. 26 2.24 2.679 857 27 2.. 515 _ 792_ _.... 9 9 ____ 9 ___ 9 9 _ _ ..101 ...___...592 25 2..737 876 _ ._ Yangon 115 Songkhla 116 Kuching 117 Tawau 8..592 . .617 8.534 21 2.. 31 3.500 7....883 29 atl a\ ASIA PASIFIK 118 Canberra 119 _ Darwin 120 _ __.585 __ _ 72 72 8.58572 72 9.._149 _ 156 334 149 32I . .229 63 8.... 600 648 600 ___ .767 2..500 7. 63 7._ ________.617 . ----.592 _ _ _ _ _26 . ..423 _.905 9.197 8.. 112 112 240 ______ 539 533 539 430 430 ..534 __ .563 28 26 93 94 95 96 97 98 99 100 55 9..446 . ' 829 .__ 72 __9.

Jakarta Utara. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupaten/kota yang memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang (tidak termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. d. Jakarta Timur. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. Uang transpor kegiatan dalam kabupaten/kota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. Untuk kegiatan dalam kabupaten/kota yang mengharuskan menggunakan moda transportasi udara dan atau air maupun memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. Uang transpor kegiatan dalam kabupaten/kota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. barang cetak. dapat diberikan secara at cost. Jakarta Barat. dan air minum pegawai.MENTEFII KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI 1 Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam Kabupaten/Kota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. alat-alat rumah tangga. langganan surat kabar/berita/majalah. 2 Satuan Biaya Keperluan Sehari hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal. - . c. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). Catatan : a. b. dan Jakarta Selatan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . keluarga penjaga menara suar. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. 3 Satuan Biaya Diktat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diktat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diktat penjenjangan bagi pejabat/pegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. pasien rumah sakit. petugas pengamatan laut. penjaga menara suar. 4 Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. namun belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. 5 Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. 7 Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. namun belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. narapidana/tahanan.00 (lima puluh dua juta rupiah) per tahun. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik.000. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapat/pertemuan balk untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/ setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. petugas pabrik gas aga untuk lampu suar. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara. penyandang masalah kesejahteraan social. Penambah Daya Tahan Tubuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh. Sementara itu.39 - Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 40 (empat puluh) orang. kelompok tenaga kesehatan kerja .000. ABK cadangan pada kapal negara. petugas SROP dan VTIS. ABK aktif pada kapal negara. dapat rnengalokasikan paling banyak Rp52.

Kepulauan Riau. mahasiswa/ siswa sipil. Rayon II Sumatera Barat. Sulawesi Utara. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. dan mahasiswa militer/ semi militer. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). Sulawesi Barat. . Kalimantan Selatan. : Aceh. Bali. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. Bangka Belitung. Sulawesi Selatan. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Pihak III. Daerah Khusus Rayon I. Rayon I Jawa Timur. Lampung. Maluku Utara. Papua Barat. Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: • : DKI Jakarta. b. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Service (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Service (VTIS) f. Nusa Tenggara Barat. DI Yogyakarta. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/ suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. rescue team. Kalimantan Tengah. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. g. Sumatera Selatan. Maluku. gas aga digunakan sebagai bahan bakar bagi lampu-lampu menara suar. Sumatera Utara. Kalimantan Timur. Riau.MENTERI KEIJANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. : Sulawesi Tengah. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. Kalimanatan Barat. Gorontalo. d. Rayon III Sulawesi Tenggara. Jambi. Bengkulu. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yang terpencil dan/atau sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidana/ tahanan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM. e. c. H. Papua. Jawa Barat.

Satuan biaya sudah termasuk atribut/ perlengkapan. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). 8 Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. 11 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi negeri. i. AC Split. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor digunakan untuk mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. Printer. 10 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. mahasiswa Penerbangan. Personal Computer/ Notebook. diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. b. meliputi: a. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah ash ke dalam bahasa yang diinginkan. mahasiswa/ siswa militer/ semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. Hakim pada pengadilan negeri/tinggi. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/ siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -41 - h. Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). . khususnya meja dan kursi). Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. dan Hakim Pengadilan Pajak. dan BNN. mahasiswa/ siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. Akademi Migas). Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. . serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. 12 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. kepolisian.

RAB. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana. Diploma IV atau Strata 1 (satu). Diploma III. pengalokasiannya maksimal 10% (sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai. 16 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. sudah termasuk toner dan biaya perawatan. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kernampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional.42 - 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. uang buku clan referensi per tahun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/ non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. 14 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Geiar/Non. dan SPTJM. yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR. besaran tunjangan togas belajar merujuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang Tunjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. 17 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas agar tetap dalam kondisi normal . Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai.

b. 18 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pem. Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. dan roda 6 (enam)/bus besar. Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan. 19 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jam) Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat).eliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2% (dua persen). kursi. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 300 (tiga ratus) orang. termasuk untuk moda transportasi . dan roda 6 (enam) / bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien.43 - dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. roda 6 (enam)/bus sedang. sosialisasi. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. Gedung/bangunan milik negara. roda 6 (enam) / bus sedang. sudah termasuk sewa meja. menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. satuan biayanya menggunakan harga pasar. pertemuan. Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. sound system. seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis.

44 - antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu. Satuan. c. 21 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II. 24 Satuan. dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. 22 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional dan/atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/ Lembaga. dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel . 23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan/atau angkutan antar jemput pegawai. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif. Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penyediaannya secara selektif. Sepanjang diperlukan. roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar. dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus . 25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Ste!) Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . b. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per tahun. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif.

topi. Satuan Biaya Pakaian. e. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. c. 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai. kaos kaki. ikat pinggang. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswa/Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswa/Taruna diperuntukkan bagi mahasiswa/taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga tertentu yang penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif. kopel.45 - per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan. f. d. Satuan biaya paket kegiatan rapat/pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga) jenis: a. Kegiatan rapat/pertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. tali kurt dan peluit. kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. Kegiatan rapat/pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang b. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalam/menginap. baju PDL. sudah termasuk perlengkapannya (sepatu. Komponen paket mencakup minuman selamat datang. Kegiatan rapat/pertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapat/pertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/Setingkat Menteri. akomodasi 1 . paling banyak 2 (dua) stel per tahun. dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon I/ Eselon II. Kegiatan rapat/pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai. dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Satuan biaya paket kegiatan rapat/pertem -uan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga) jenis: a. Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam.

ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector. podium.kantor dilakukan secara bersamasama. alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost. hotel untuk seluruh pejabat negara/pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negara/pegawai negeri. air minezx ral. standard sound system. Satuan biaya . dan uang harian paket fullboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). makan 1 (satu) kali. Paket Halfday Satuan biaya paket halfday disediakan untuk paket kegiatan rapat/pertemuan yang dilakukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. makan 3 (tiga) kali. indeks paket pertemuan (fullboard). podium. rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali. air mineral. flip chart. podium. b. Kegiatan rapat/pertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. Dalam hal rapat/pertemuan di luar . alat tulis. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang. standard sound system. slat tulis. ruang pertemuan (termasuk screen projector. alat tulis. air mineral. rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali. white board. Besaran uang saku untuk kegiatan rapat/pertemuan di luar kantor. flip chart. flip chart. alokasi pada RKA2) K/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fullboard/fullday/halfday). mikropon. mikropon. makan 1 (satu) kali (siang). Kegiatan yang diselenggarakan secara fullboard dapat dilaksanakan. white board. mikropon. standard sound system. b. rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP) Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberangkatan suatu kota ke bandara kota tujuan. ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. dan permen). d. c. Ruang Pertemuan (termasuk screen projector. Komponen paket mencakup minuman selamat datang.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -46- malam. uang saku dan biaya transportasi dalam kota. Akomodasi paket fullboard diatur sebagai berikut: = 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. dan permen). Catatan : a. Paket Fullday Satuan' biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapat/pertemuan yang dilakukan di luar kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap. baik di dalam kota maupun di luar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luas kota. Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota. dan permen). white board.

tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari. Dalam pelaksanaan anggaran. dan Pejabat Eselon I. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A.biaya taksi dari hotel/ penginapan (Yogyakarta) ke Bandara Adi Sucipto . Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat . tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. Menteri serta setingkat Menteri.biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) 29 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). Gubernur. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama •er'alanann a melebihi 8 dela•an 'am enerban an tidak termasuk waktu L . Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47- tiket termasuk biaya asuransi. b. Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. b. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon II/kebawah. c. Catatan: a. menuju bandara/pelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan dan sebaliknya. Wakil Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. b.biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yogyakarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yogyakarta b) Kembali . Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi.biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta . Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B. 28 Satuan Maya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan taksidari kan tor temp at kedudukan .

merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. berupa: a. Lampu. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik.. e. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul. Jamuan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. Satuan biaya pemeliharaan gedung/ Bangunan Kantor/ Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. Langganan Koran/Majalah. termasuk biaya bahan bakar. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. i. Pengamanan Sendiri. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2% (dua persen).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -48- transit). merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri. dapat menggunakan tarif bisnis. ATK. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju. c. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma. Pemeliharaan Kendaraan. f. Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim. ballpoint. h. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. Pemeliharaan Halaman. Kantong Diplomatik. b. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. .

Pakaian Sopir/Satpam. pengalokasiannya maksimal 10% (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staff) dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. Sewa Mesin Fotokopi. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : No 1. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil clan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam. Penggantian Inventaris Lama dan/ atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. Pengadaan Inventaris. 2. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak. dan Box. Sewa Kendaraan. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. k. Pemeliharaan Gedung/. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. Provinsi Aceh Sumatera Utara Kabupaten Simeuleu Nias Nias Barat Nias Utara Toleransi dari Satuan biaya Provinsi 134% Aceh 118% dari Satuan biaya Provinsi 124% Sumut 125% . Sewa Kendaraan Sedan. 1. m. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. Pemeliharaan Sarana Kantor.Bangunan Dalam Negeri. Bus. Konsumsi Rapat. Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Rada 4). Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan.

50 - 3. Siau Kep.W. Sumatera Barat Sulawesi Utara Papua 5.Sangihe Kep. Bintang Nduga Puncak Jaya Intan jaya Puncak Maybrat 130% 135% biaya Provinsi 140% 141% 147% 203% dari Satuan. OJ b. ttd r AGUS D.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . OB d. Papua Barat Nias Selatan Kep. OK OR g. Mentawai Kep. 6. OH c.TGANT. Talaud Tolikara Peg. MARTOWARDOJO ocko aro* GIAR NIP. KEPALA MENTERIAN • MENTERI W_TAI. biaya Provinsi 225% Papua 231% 251% 264% 269% 156% dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat dari Satuan Sumbar dari Satuan Sulut biaya Provinsi Pengertian a. OP f. O ter Istilah: : Orang/Jam : Orang/Hari : Orang/ Bulan Orang/Tahun : Orang/Paket : Orang/Kegiatan : Orang/Responden : Orang/Terbitan SaUnan sesual dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM u. h. 4.b. 19 1984021001:? . OT e.

tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu. 7. b. 4. 5. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) / Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output.• LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37/PMK. Penyusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. misalnya: harga barang. menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. 3. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan tiap komponen/ tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2013 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. pelaporan dan evaluasi. secara umum. Penyusunan dan Pengajuan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam penyusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya balk pada perencanaan. pelaporan maupun evaluasi.02/ 2012 TENTANG STANDAR BlAYA TAHUN ANGGARAN 2013 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 A. b. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. jasa. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. perencanaan. . menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. Kementerian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. pelaksanaan. pelaksanaan. 6. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2012 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. 2.

C. Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. B. d. dan/atau d) data pendukUng lainnya yang diperlukan. TOR. b) RAB. kewajaran alokasi anggaran. kesesuaian. dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa: . maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/ tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. 10. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2012.q. Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/ Sekretaris Kementerian Negara/ Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/TOR. dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan. Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi 513K. c. meneliti dan menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun penyusunan RAB SBK.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2- Catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. 8. dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. c) data pendukung (backup data) Aplikasi SBK. menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran.q. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran I/II/III bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. b) Dalam hal penyusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yang digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan. 9. meneliti dan menilai penerapan biaya. Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c. menyimpan (backup) data usulan SBK. b. mengunggah (upload) file back up data usulan SBK ke server. dan. meneliti dan menilai usulan keluaran kegiatan dengan cara menilai kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan. c) Contoh Penyusunan SBK. membuat rekapitulasi usulan SBK sesuai Format 4.

Catatan penelaahan SBK. mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan niembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7. e. 2. 4. D. yang mencakup: a. 6. 3. penempatan akun. Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan. Dokumen Hasil Penelaahan SBK Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. Direktorat Anggaran I/II/II menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran. paling lambat minggu pertama bulan Mei 2012. 5. uraian SBK. Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran. d. Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya. 2. . Direktorat Anggaran I/II/III mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke server. 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/ tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi SBK merupakan daftar SBK tiap-tiap Kementerian Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur Anggaran I/II/III. maka hash monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggaran. b. besaran SBK yang ditetapkan. 2) kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalarn. Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/II/III telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian Negara/Lembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran I/II/III.MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung. catatan. Direktorat Anggaran I/II/III bersama Kementerian Negara/Lembaga terkait menyepakati hash penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran). meneliti. c. 4) penggunaan akun sesuai Bagan Alain Standar. f.

Metode Pelaksanaan ( 13 ) ( 14 ) 2. Strategi Pencapaian Keluaran 1. Penerima Manfaat ( 12 ) C.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4- Format 1 KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/Satker Kegiatan Iridikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume (1) (2) (3) (4) (s) (6) (7) (8) (9) A. Latar Belakang 1. Dasar Hukum Tugas Fungsi/Kebijakan ( 10) 2. Waktu Pencapaian Keluaran ( 15) E. Biaya Yang Diperlukan (16) Penanggung jawab (17) NIP (18) . Tahapan dan Waktu Pelaksanaan D. Gambaran Umum ( 11) B.

(10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) . Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. 200 orang peserta. Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai. siswa. Diisi nama kegiatan. Diisi nama unit eselon I. Diisi dengan lampiran RAB yang merupakan rincian alokasi dana yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. Contoh: 5 peraturan PMK.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5- PETUNJUK PENGISIAN KAK/TOR KAK/TOR merupakan gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi • Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. dan biaya yang diperlukan. Contoh : pegawai. penerima manfaat. waktu pencapaian. No (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Uraian Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. strategi pencapaian. Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan/atau eksternal Kementerian Negara/Lembaga. 33 laporan LHP. Diisi nama unit eselon II. Diisi dengan komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. termasuk jadwal waktu pelaksanaan dan keterangan sifat (time table) komponen/tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. petani. Diisi dengan cara pelaksanaannya berupa kontraktual atau swakelola. Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan.

MENTERI KELIANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- (17) (18) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon H / Kepala sacker vertikal). . Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan.

w w TS 9 L . -.-. z. . i-. .P.4 0 z T-P IOITEBT04ICE 0 P).3 7. 1.xya akun g Volume Satuan Ukur > Z .% t4 0 6. pi.. . . r. M V pa8 0 0 ' 5 p TOTAL BIAYA KELUARAN Sub Keluaran dst crei -4 1-3 '1 /3141313Iatiod Akun . Biaya Satuan Ukur 17. . 0 7 z ro ro 1:3 1-• K(23) llah x7 ) U0 o-' Keteran gan 03.Detil Tahapan Pelaksanaan dan Rincian Komponen.-.1-• . co 0 a I-. 0 < cn 'F' z 1-3 R (1) a '_-1a.-: GI a 6 ima .: E cr4 rg pi Pa . 2 rn 5 C11 .ya z Biaya m z C OD m 1— •-= 0 D Z Z rn C) ZM C .c.g. Biaya 1-3 aq 2 ro VPC1tivePtiod 113 0 (16) 1171 Q Q 1-3 z 7.

Diisi nama unit eselon II. Diisi nama Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. misalnya: 011 KOmponen A 012 Komponen B dst Diisi dengan memberikan tanda check list (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check list (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahapantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS). volume. Diisi jumlah keluaran (kuantitatif) suatu kegiatan. bahan. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. Contoh: survey. Disi nama program hasil restrukturisasi program. No (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. jika ada (optional). Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan. (13) (14) (15) (16) (17) (18) . Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran pembentuk keluaran kegiatan jika ada (optional). sosialisasi. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. Diisi nama unit eselon I. satuan ukur. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. kajian. workshop. perjalanan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- PETUNJUK PENGISIAN RINCIAN ANGGARAN BIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. rincian komponen biaya. jasa profesi.

Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK. Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan. (21) (22) (23) (24) (25) (26) (27) (28) (29) (30) (31) . Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (17) dan nomor (19). Diisi dengan alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -9- (19) (20) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat menggunakan data dukung lainnya yang dapat dipertanggungj awabkan.

D etilakun dst 0 i-• tO (14) ii ZI (1 8) 1191 dst TOTAL BIAYA KELUARAN 1VOLUME 1 INDEKS BIAYA KELUARAN (20) (21 ) (221 g co 2 1-3 .4_41.LL td rid ) ctigIO TIeEt ! G Keterangan .Co) 0 5 z z )-3 z Q a2M 0C 0> ZZ M> CZ co m r= m 13 5z No TahapanPelaksanaanclanRincianKomponenBiaya KD JenisBiaya Biaya Utama co Biaya Pendukun g Volume Satuan Ukur Biaya Satuan Ukur Jumlah s at --.11 2 -rs - ro "f8 N z un iq u!.1 8(5 x7 ) et r r .

Diisi penjabaran dari komponen/tahapan pelaksanaan kegiatan. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. Contohnya: orang/jam. peserta. program. kegiatan. No Uraian ' ( 1) (2) (3 ) (4) ( 5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi nama unit eselon II. Diisi satuan ukur detil akun. kajian. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan. jasa profesi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 11- PETUNJUK PENGISIAN RINCIAN ANGGARAN BIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-. volume. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. m 2 . Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi nama keluaran kegiatan. Diisi volume satuan detil akun. misalnya: 011 Komponen A 012 Komponen B dst Diisi dengan memberikan tanda check list (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama.kurangnya memuat komponen / tahap an. Contoh: survei. Diisi nama unit eselon I. workshop. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. km. orang/bulan. (12) (13) (14) _ (15) (16) (17) . perjalanan. Contoh: 2. sosialisasi. bahan. Penornoran/ kode komponen/ tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. rincian komponen biaya.000 siswa. Diisi nama program hasil restrukturisasi program.orang/hari. Diisi indikator kinerja kegiatan. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat menggunakan data dukung lainnya yang dapat dipertanggungj awabkan. Diisi hasil dari. orang. satuan ukur. jumlah volume dan indeks biaya keluaran. Diisi dengan memberikan tanda check list (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung.

eselon IV dan pelaksana dari Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. eselon IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi basil pembagian dari total biaya dibagi volume. Diisi keterangan. NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. .12 - (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) (26) (27) (28) (29) (30) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). Contoh: 2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Diisi jumlah total biaya seluruh komponen/tahapan. mencakup situasi dan kondisi bagaimana suatu kegiatan dapat dilaksanakan. Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung.000 siswa.

13 - Format 4 Lampiran Surat Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBK Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran No 1 I A 1 2 3 Unit Eselon I. (1) (2) (3) (4) ( 5) Volume 3 Besaran 4 Keterangan 5 (6 ) SBK Total Biaya Keluaran (7 ) (8 ) (9 ) (10) SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBKB SBK C dst (11) (12) (13) (14) II A 1 2 3 .1 3 Eselon I SBK Total Biaya Keluaran.-t (-. SBK A ' SBK B SBK C dst SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C dst (15) III-1 N CO (16) NIP (17) . SBK 2 Eselon I SBK A SBKB SBK C dst B .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Diisi dengan angka 1 (satu). Diisi besaran besaran dana indeks biaya keluaran yang yang diusulkan. Nomor (15). Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. . Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan.Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) . . Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima had. dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK. Disi tanggal surat usulan SBK. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian anggaran. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan.Diisi nomor surat usulan SBK. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi NIP pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I. Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab.14 - PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASI USULAN SBK No Uraian (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Diisi nama surat usulan SBK. (16)..

2. 3.. AKUN (15) (16) Usulan (17) dalarn rupiah Hasil Penelaahan Jumlah Catatan: (18) (19) (20) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1. 2.15 - Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN (1) TAHUN ANGGARAN Kem enteri an Ne gara/ Lomb ag a Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : SBK (11) Volume (12) (2) (3 ) (4) (5) (6 ) (7) (8 ) (9) (10) Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (14) No 1.. (21) Penelaah DJA Tanda Tangan . 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ... (25) Tanda Tangan (26) Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/ NIP (27) Penelaah DJA •Tanda Tangan (29) Tanggal (281 Nama/NIP (30) Tanggal (31) Tanda Tangan (32) . (24) Tanggal . (23) Tanggal (22) Nama/NIP L 2.

. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga.16 - PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi volume keluaran kegiatan. Diisi nama SBK. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negara/Lembaga. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.SBK. . 33 laporan LHP. 33 laporan LHP. Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan . Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN.Diisi volume keluaran kegiatan. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. 200 orang peserta. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan.Disi nama program hasil restrukturisasi program. eselon IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. eselon IV dan pelaksana dari Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama unit eselon I. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. 200 orang peserta. . Diisi total biaya keluaran. Diisi nama unit eselon II. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK.

Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanggal persetujuan basil penelaahan.17 - No (26) (27) (28) (29) (30) (31) (32) Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang menyetujui hasil penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang menyetujui basil penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang menyetujui hashl penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang menyetujui hasil penelaahan dari Ditjen Anggaran. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/ NIP (27) Penelaah DJA Tanda Tangan (29) Tanggal ( 28) Nama/NIP (30) Tanggal (31) Tanda Tangan (32) . 2.18 - Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (1) TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Tanggal (22) Nama/NIP (241 Tanggal (251 Tanda Tangan (26) 2. Penelaah K / L Nama/ NIP 1. Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan SBK (II) Volume (12) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Rol Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (14) dalam ru iah No 1. (211 Penelaah DJA Tanda Tangan (23) 1. (15) AKUN (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan Jumlah Catatan: (16) (19) (20) Ditelaah Oleh: . 2.

. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun. bagian (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Diisi nama unit eselon I Disi nama program hasil restrukturisasi program.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Diisi nama indikator kinerja kegiatan. Diisi tentang penelaahan. Diisi kode dan uraian akun. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Anggaran. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. hal-hal khusus yang terkait dengan proses . Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan. Diisi nama unit eselon H. eselon IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen.19 - PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode . Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi nama hasil dari program. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi indeks SBK yang disetujui.

Diisi nama dan NIP pejabat eselon HI yang menyetujui hasil penelaahan dari Kementerian Negara/ Lembaga. hasil Diisi nama dan. 'Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. . NIP pejabat eselon III yang menyetujui hasil penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang menyetujui hasil `penelaahan dari Ditjen Anggaran../ . Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.Traian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang menyetujui penelaahan dari Kementerian Negara/ Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- No (26) (27) (28) (29) (30) (31) (32) 11.

mENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -21- Format 7 Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI Kementerian negara/lembaga • Tahun Anggaran (4) (5) (1) (2) (3) No 1 I A 1 2 3 Unit Eselon I . NIP 1:11 1 2 3 (15) (18) (16) (21) (19) NIP (20) .SBK 2 (6) Eselon I SBK Total Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C dst (7) Volume 3 Besaran 4 Keterangan . SBK A SBK B SBK C dst SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C dst _ . 5 (8) (9 ) (10) B 1 2 3 SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C dst . (11) (12) (13) (14) II <—Iclco Eselon I SBK Total Biaya Keluaran.

Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Total Biaya Keluaran. Diisi nama Jabatan Eselon II Pengusul. Contoh: pelatihan 30 orang • peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi nama unit eselon I dan kode eselon I. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang disetujui. (16). . Diisi nomor nota dinas. indeks ?_ biaya keluaran yang yang (11) (12) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK indeks biaya keluaran yang disetujui. Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang disetujui. (19) dan (20) diletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggung jawab. Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah lebih dari satu halaman. Kementerian Negara/Lembaga (15) (16) (17) (18) (19) (20) Diisi Nama Pejabat Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Diisi NIP Pejabat Eselon II Kementerian Negara/Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -22- PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Uraian . Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Diisi tahun anggaran berkenaan. (17). Diisi nama nota dinas persetujuan SBK. Diisi Nama Direktur Anggaran I / II / III Diisi NIP Direktur Anggaran I/II/III. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi besaran besaran dana disetujui. Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran I/II/III). Diisi dengan angka 1 (satu). Diisi nama anggaran. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang disetujui. nomor (15). (18). Diisi tanggal nota dinas.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . ( 6) Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran (7) NIP/ NRP. efektif. saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas penggunaan satuan biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan dalam penyusunan Standar Biaya Keluaran (SBK) tersebut di atas.23 - Format 8 SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK (1) NOMOR • Kode dan Nama Satuan Kerja • Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran (2) (3) (4) (5) Yang bertanda tangan di bawah ini. Penghitungan satuan biaya tersebut telah dilakukan secara professional. (8) . Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. efisien.

• Diisi nama usulan SBK. Diisi kode dan nama satuan kerja. tanggal. bulan dan tahun. Diisi nama Anggaran. pejabat Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna . Diisi tempat. Diisi kode dan nama kegiatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -24- PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK No (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Diisi nomor surat. Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. . Diisi NIP/ NRP.

u Petunia] Penyast rop.1pet... 0 z .. .-April anFeb ruari s . S ekretaris Jend eral f S ekret aris Titania Penyusunan... L____I m7 WP.mm. p'..5. m P4 gi. - Draft PMK SEK r + ____-----`-----Surat usulai -RAE -TOR Rekap SBK don Penelaaban SEE .d B ul 1/14 *. -d F..---Kementerianf Lemba ga -RAE Pejabat E selon I Penelaahan SEE -TOR RelcapSBK .1 Pejabat Eselon II Penyusunan d on Penelnahen SBK LI -TOR RAE ----_---p.. ug 0 g R- N.tiktiiiiida:s.: 0 › To Penelaal Upl oad dat eSBK e Not s Dines Catatan.7 z - 0 VJ ro Institnsi _. 41 ' R 4— 4 ' @ x i t:1 cl) r t1J Shan April : Isftet tiO : " Penetapan ► .penelsaban _.--. z z m > 53.PerunjukPelaks . m o ›. 5' g° 41' RI g g cre. Rekapitulasi persetujuon SBK Verifikasi don kon.--.619: ...i masi n DirekturSista= Penganggaran k Penggaadman d an :h i1 usi Lampiran PMK . cz I at m ND = - .i R... u N..

Pengelolaan data us -ulan peningkatan kelas pengadilan Biaya Utama Sifat Biaya Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditingkatkan Pelaporan liasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi.IVENTERI KEUANGAN REPUBLIK 1NDONESiA . kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun. 3. . Mahkamah Agung mempunyai kegiatan Pelaksanaan Penyusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung. Biaya Utama Biaya Utama c. Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya. Mencermati keluaran. Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung a.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajernen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi Pelaksanaan Penyusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung Tersusunnya Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Penyusunan SBK sebagai berikut: 1. 2. b. Badan Urusan Administrasi.26 - CONTOH 1 513K SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNAN SBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung .

f. menjadi rekomendasi g.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rpxxx. Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan organisasi dan tata kerja Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk menjadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk dijadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama 4. i. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h. ditingkatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan c. e. k. rekomendasi d Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan organisasi dan tata kerja e. Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan b Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan . g. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk dijadikan rekomendasi j. h. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a. j. 1. Penelahaan clan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk f. dibentuk 1.27 - d. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan k Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan .xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx .

Menyimpan (backup) data SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. data pendukung lainnya serta data pendukung (backup data) Aplikasi SBK.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi Kelembagaan Mahkamah Agung RI Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. 7. untuk selanjutnya diajukan oleh Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c. Direktur Jenderal Anggaran. f . dilengkapi dengan KAK/TOR.xxx 5.q. 6. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK. Membuat rekapitulasi usulan SBK. RAB.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/ SEK/07/III/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan. Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Kiasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : • Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran. B. • Pengadilan Negeri Pandeglang. Dalam rangka pencapaian hal tersebut diatas perlu dilaksan.RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) A.akan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a). prosedur dan sistem' administrasi serta ketatalaksanaan.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro • Perencanaan dan Organisasi Pelaksanaan Penyusunan Perencanaan dan Ariggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung Tersudunnya Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung . anggaran. Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyusunan rencana dan program. review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan. Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta penyusunan pembakuan sarana kerja. Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung rneliputi peningkatan kelas.29 - CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung . .

Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola. Undang-Undang No. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1. UndangUndang No. yaitu. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d). D. 49 Tahun 2009. 3. 50 Tahun tentang Peradilan Agama. Terciptanya pembakuan baru dalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya. Terciptanya Organisasi dan Tata Kerja baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yang ada di Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di 4 lingkungan peradilan yang dipertegas oleh Undang-Undang No. 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. c). Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. Strategi Pencapaian Keluaran 1. Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2. s beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum Semarang 2) Peradilan Agama : s Pengadilan agama Muara Bulian s Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih s Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b). dengan cara mendatangi lokasi yang telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadilan dan pembentukan pengadilan dan dengan cara mengadakan pengkajian dan evaluasi dengan melibatkan kepada para aparatur peradilan dibagian tertentu dalam kegiatan review organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan. Pengadilan yang akan dibentuk adalah s Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Riau s Pengadilan Tinggi Agama Denpasar • Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat • Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C. Pembakuan Ketatalaksanaan dilaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosedur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30N Pengadilan Negeri Rangkas Bitung. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat. diharapkan kesempatan masyarakat memperoleh pelayanan hukum dapat diperluas sehingga pada akhirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan. Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pernekaran wilayah kabupaten/ kota.

Dan banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: . 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi 1 rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi 1 rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengadilan dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan ke Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -31- 2. Tahap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan ke Mahkarnah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana. 2) Melakukan penelaahan clan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. b) Review Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat. dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan. dan Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Raglan Organisasi dan Tata Laksana. Urutan kegiatan yang. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan. c) Pembakuan Tata Laksana Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain 1) Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya.

kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaldanjuti ke instansi terkait. sebagaimana RAB terlampir. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan.RI berjumlah Rpxxx.MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -32- 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninj au ke lokasi yang sudah ditetapkan. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran Keluaran kegiatan yang terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai terus menerus setiap tahun anggaran. E.xxx. Biaya Yang Dibutuhkan Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung . 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. / . Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. F. Penanggung Jawab NIP.

z m m-13 z co m 1-3 z z tzf › lJ bd i 0 ° CD CAQ p 0 pj 0 P. p) E P 1-4 GO . in oo h 0 No W Tahapan Pelaksanaan dan Rincian Komponen Biaya N < 011 Pengelolaan D ata Usulan Peningkatan Kelas Pengadilan 52 1219 B elanj aBarang Non Operasi onal Lainnya . 1 Satuan Ukur Biaya Satuan Ukur Keterangan Juml 9 .Jamuanrapatpengumpulan dan •en :elolahan data 0 ul 6 co 41 7 8-(5 : 0 0 N 1 _--a Biaya Volume Biaya Biaya Utama Pendukung ro ro 51-=1<. p) nroP sprt.zm 03 0 c 0> zz m0 5.

.

Printer dst ±-eiaporan tiasil Penel aha andanPengkajianUntuk .Keicomend asi Konse p Organisasi danTata 0 0 KerjaPengadilan d st 0 h21 2 1 9 Belanj a B arangNonOperasional Lainnya .Tints.73 Mm A - C wm 01 2 01 z 0c 0> zz m0 > z m Z V 0 0 0 0 0 52 12 11 Belanj a Bahan Kertasukuranfolio70gr - .pengelol ahan dat a .2 m < Menjadi Rekom endasi O2 12 ! ! b eim.Pencet akanb ahanpembah asaritatalaksana Peradilan dst renaLan aan danPen gkaji an Ketat alaksanaan Peraclilan 1 10 i 0 0 0 0 1 1 N 017 1 rersiapanbarian-B ehan Ketatal aksanaan i N N < 0 0 0 0 0 0 0 0 .u arau anrapatpengumpul an.]a Bahan .

'T.e!VetoaTT 31 39 ro P.) ' 0 0 0 T-ITT EE .O N CDCD O O 01 O K. P CA 0 0 0 04 mm -17 r— corn Z m CI C Z Z M Z c -I > 5z > ..

) (1) CD • • o CD §.N r-+ p 110I0tre'eiol-IC Ut IND N. o I CCD CD li 0 cn 0 CT tirg VirG11-eigEloci mm -ci z c co )1 r ip Ti - CA 0A • z m > z 2m c 1-3 rnq .

program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Negeri Melalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi. Dalam.canaan.38 - CONTOH 2 SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA PENYUSUNAN SBK INSTITUSI PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMAN TEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Negeri Melalui Kerja Sama ASEAN Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Jurnlah Institusi Pemerintah dan NonPemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah 24 Institusi Pemerintah dan NonPernerintah Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Penyusunan SBK sebagai berikut: 1. Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah. Biaya Pendukung Bia a Utama Biaya Pendukung Biaya Pendukung . a) Sub Keluaran dan Tahapan-Tahapan Simulasi Sidang ASEAN Peren. Workshop Illegal Logging in ASEAN Sifat Biaya a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan . Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan serta menentukan sifat biaya dalam komponen/tahapan sebagai berikut: No 1. 3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 2. Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Pendukung Bia a Pendukun: b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2. Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan diusulkan menjadi SBK.

Meinbuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK).q. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c. Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmaSing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biaya Jumlah Institusi Indeks Biaya per institusi = Total Biaya dibagi : Rp1.000 6.792. 7.KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 5. Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara Mernasukkan (input) rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan p6nggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar.008. Membuat Rincian. Menyimpan (backup) data SBK.MENTERI.792.792. Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66.000 per institusi. Membuat rekapitulasi usulan SBK. dilengkapi dengan RAB. 8.000 24 Institusi Rp66. .39 - 4. 9.603. data pendukung lainnya serta data pendukung (backup data) Aplikasi Standar Biaya.000 Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Satuan Institusi Biaya Rp66. Direktur Jenderal Anggaran.

z o c mm Zm g Z C . thaya Biaya Volume Utama Pendukung m0 m cn z co 1 01 1 Simulasi Sidang ASEAN 521211 B elanj a Bat-Ian 52411 9BelanjaPerj alanan Lainnya(DN) .._[ 1:1 E No Tahapan Pelaksanaan dan Rincian Komponen Biaya JenisBiaya ..dst Pelaksanaan 521211Belanj a Bahan 1 012 M M ''' II VAVIEEsxaami IVDVEESSXEES z HO..LNIOD Satuan Ukur Biaya S atuan Ukur Ket Jumlah .

.... ..dst Pelaksanaan 5212 11Belania Bahan 5212 19 Belanj aB arang Non Operasional Lainnya..dst n OM 0 00 H 1 ON H n U .dst 01 3 Evaluasi 52 1211 B elaniaBahan 52121 9 Belanj aBarangNonOperasional Lainnya .dst 01 4 Pelaporan 5212 11 Belani a. Bahan 52121 9 Belani a Barang Non Operasional Lainnya . ......dst I Pelaporan 521211 Belanja Bahan 012 013 014 H H 50 n O n HD 10 W 521219 Belanja Barang Non Operasional Lainnya ..dst Evaluasi 5 212 1 1B elanj a B ahan 521 2 19 Belani a Barang Non Operasional Lairmya ..Wo rkshop illegal L oggingin ASEAN 011 521 211 Belania Bahan 524119 Belani aPeri alanan Lainnya(DN) .....

TOO TEOT726I t .•• 00076L:99 000 '800 . £09 . 1 O ora crg H O 11-Bia p ti ad 0 C) tPTOiteEFI-Ta 0 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful