LAMPIRAN PERATURAN MB41TEBI KEUA1/9bNIRIPUBLIK INDONESIA TE M AR G 7 / l' 1C .

U Z N ON TO N STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI

NO (1)

URAIAN (2)

SATUAN

BIAYA TA 2013

(3)

(4)

1 HONORARIUM PZNANGGUNG JAWAB PENGELOLA KEUANGAN

1.1. PEJABAT KUASA PENGGUNA ANGGARAN a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar's.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp 100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rp 1 triliun 1.2. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a. Nilai pagu dana s.d. Rp100juta b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juts c. Nilai pagu dana di atas Rp250 juts s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di etas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1.3. PEJABAT PENGUJI TAGIHAN & PENANDATANGAN SPM a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun

OB OB OB 013 OB 013 013 OB 013 013 013 OB 013 013 013 OB

Rp500.000 Rp610.000 Rp720.000 Rp830.000 Rp970.000 Rp1.110.000 Rp1.250.000 Rp 1.580.000 Rp1.910.000 Rp2.250.000 Rp2.580.000 Rp3.080.000 Rp3.580.000 44.080.000 Rp4.580.000 Rp5.580.000

OB 013 013 013 OB 013 OB OB OB 013 OB OB' OB OB OB 05

Rp420.000 Rp510.000 Rp610.000 Rp700.000 Rp820.000 Rp930.000 Rp1.050.000 Rp1.330.000 Rp1.610.000 Rp1.890.000 Rp2.170.000 Rp2.590.000 Rp3.010.000 Rp3.430.000 Rp3.850.000 Rp4.690.000

OB OB 013 OB 013 OB OB OB 013 OB OB OB OB 013 013 OB

Rp400.000 Rp480.000 Rp570.000 Rp660.000 Rp770.000 Rp880.000 Rp990.000 Rp 1.250.000 Rp1.520.000 Rp1.780.000 Rp2.040.000 Rp2.440.000 Rp2.830.000 Rp3.230.000 Rp3.620.000 Rp4.420.000

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2NO
(1)

URAIAN {2) 1.4. BENDAHARA PENGELUARAN a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juts b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di alas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1.5. STAF PENGELOLA/BENDAHARA PENGELUARAN PEMBANTU/PETUGAS PENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWA1 (PPABP) a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun

SATUAN

BIAYA TA 2013

(3 )

(4)

013 GB OB OB OB OB 013 OB OB OB 013 OB OB OB 013 OB

Rp340.000 Rp420.000 Rp500.000 Rp570.000 Rp670.000 Rp770.000 Rp860.000 Rp1.090.000 Rp1.320.000 Rp1.550.000 Rp1.780.000 Rp2.120.000 Rp2.470.000 Rp2.810. 000 Rp3.160.000 Rp3.840.000

OB OB GB 013 013 GB GB 013 013 OB GB OB OB OB 013 GB

Rp260.000 12p310.000 Rp370.000 Rp430.000 Rp500.000 Rp570.000 Rp640.000 Rp810.000 Rp980.000 Rp1.150.000 Rp1.330.000 Rp1.580.000 Rp1.840.000 Rp2.090.000 Rp2.350.000 Rp2.860.000

2 HONORARIUM PEJABAT/PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA /UNIT LAYANAN PENGADAAN i171.11

2.1. PEJABAT PENGADAAN BARANG/JASA 2.2. PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a. Nilai pagu pengadaan sampai dengan Rp100 juta b. Nilai pagu pengadaan di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s.d.'Rp2,5 miliar f. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu pengadaan di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 mina!' s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu pengadaan di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s•d. Rp500 miliar n. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu pengadaan di atas Rp 1 triliun 2.3. PANITIA PENGADAAN BARANG (NON KONSTRUKSI) a. Nilai pagu pengadaan sampai dengan Rp100 juta b. Nilai pagu pengadaan di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 juta s•d. Rp500 jute d. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.d. RpI miliar

OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP

Rp510.000 Rp510.000 Rp680.000 Rp850.000 Rp1.020.000 Rp1.270.000 Rp1.520.000 Rp 1.780.000 Rp2.120.000 Rp2.450.000 Rp2.790.000 Rp3.130.000 Rp3.580.000 Rp4.030.000 Rp4.490.000 Rp4.940.000 Rp5.560.000

Per Paket OP OP OP .

Rp460.000 Rp610.000 Rp760.000 Rp920.000

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3NO ',1) e. f. g. h.
URAIAN

SATUAN (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP ..._

BIM% TA 2013 (4) Rp1.140.000 Rp1.370.000 Rp1.600.000 Rp1.910.000 Rp2.210.000 Rp2.520.000 Rp2.820.000 Rp3.230.000 Rp3.640.000 Rp4.040.000 Rp4.450.000 Rp5.010.000

L
j. k. 1. m. n. o. p.

(2) Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun

'

2.4. PANITIA PENGADAAN JASA (NON KONSTRUKSI) a. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s.d Rp50 juta b. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s.d. Rp100 juta c. Nilai pagu pengadaan jasa lainnya s.d. Rp100 juta d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta e. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta f. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar g. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar h. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miller i. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar j. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar k. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar I. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar m. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar n. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar o. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar p. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar q. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di alas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun r. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun 3 HONORARIUM PEJABAT/PANITIA PENERIMA HABIL PEICERJAAN 3.1. PEJABAT PENERIMA BASIL PEKERJAAN/PENGADAAN BARANO/JASA 3.2. PANITIA PENERIMA BASIL PEKERJAAN/PENGADAAN BARANO/JASA a. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu pekeijaan/pengadaan di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp50 milieu - s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar I. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di alas Rp100 miller s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp750 miller s.d. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun

Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP . •

Rp450.000 Rp450.000 Rp450.000 Rp480.000 Rp600.000 Rp720.000 Rp910.000 Rp1.090.000 Rp1.270.000 Rp1.510.000 Rp1.750.000 Rp1.990. 000 Rp2.230.000 Rp2.560.000 Rp2.880.000 Rp3.200.000 Rp3.520.000 Rp3.960.000

05 OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP ' OP '

Rp330.000 Rp330.000 Rp420.000 Rp520.000 Rp620.000 Rp770.000 Rp910.000 Rp1.060.000 Rp1.260.000 Rp1.450.000 Rp1.650.000 Rp1.840.000 Rp2.100.000 Rp2.370.000 Rp2.630.000 Rp2.890.000 Rp3.250.000

.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4NO (1) 4 HONORARIUM PENGELOLA PNBP URAIAN (2) SATUAN (3) BIAYA TA 2013 (4)

4.1. ATASAN LANGSUNG 13ENDAHAR.A a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di alas Rp100 juta s.d. Rp250 juta c. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d, Nilai pagu dana di alas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s,d. Rp2S miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s d Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar I. Nilai pagu dana di atas Rp 100 miliar s.d. Rp250 miliar m, Nilai pagu liana di alas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar a.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di etas Rpl triliun 4.2. BENDAHARA a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d. Rp250 juts o. Nilai pagu dana di alas Rp250 juta s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. RpI miliar e. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 minor s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di alas Rp50 miner s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di alas Rpl triliun 4.3. ANGOOTA a. Nilai pagu dana s.d. Rp100 juta b. Nilai pagu dana di atas Rp 100 juts s.d. Rp250 juts c. Nilai pagu dana di atas Rp250 juts s.d. Rp500 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.d. Rpl miliar e. Nilai pagu dana di alas Rpl miliar s.d. Rp2,5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp2,5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.d. Rp10 miliar h. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.d. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar J. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp75 miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp100 miliar 1. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp500 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d. Rp750 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.d. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 HONORARIUM PENGELOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5.1 Unit Akuntansi Tingkat Kementerian Negara/Lembaga (I/APA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar Keputusan Menteri a. Pengarah b. Penanggung Jawab c. Koordinator d. Ketua/Wakil Ketua e. Anggota/Petugas

OB OB OB OB 013 013 013 OB DB 013 013 013 OB OB OB 013

Rp420.000 Rp510.000 Rp610.000 Rp700.000 Rp890.000 Rp1.070.000 Rp1.260.000 Rp 1.540.000 Rp1.820.000 Rp2.100.000 Rp2.380.000 Rp2.760.000 Rp3.130.000 Rp3.500.000 Rp3.880.000 Rp4.620.000

OB OB OB 013 OB 013 OB OB OB OB 013' 013 OB OB OB OB

Rp340.000 Rp420.000 Rp500. 000 Rp570.000 Rp730.000 Rp880.000 Rp 1.030.000 Rp1.260.000 Rp1.490.000 Rp1.720.000 Rp1.950.000 Rp2.260.000 Rp2.560.000 Rp2.870.000 Rp3.170.000 Rp3. 790. 000

013 OB OB 013 OB OB OB OB 013 OB DB OB OB DB 013 013

Rp260.000 Rp310.000 Rp370.000 Rp430.000 Rp540.000 Rp660.000 Rp770.000 Rp940.000 Rp1.110.000 Rp 1.280.000 Rp1.450.000 Rp1.680.000 Rp 1.910.000 Rp2.140.000 Rp2.370.000 Rp2.820.000

OB OB OB OB OB

Rp700.000 Rp600.000 Rp500.000 Rp400.000 Rp350.000

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5NO URAIAN (2) 5.2 Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAPPA/Barang-E1) yang ditetapkan atas Dasar SK Eselon I a. Penanggung Jawab b. Koordinator c. Ketua/Wakil Ketua d. Anggota/Petugas 5.3 Unit Akuntansi Tingkat Wilayah (UAPPA/Barang-W)yang ditetapkan atas Dasar SK Eselon I a. Penanggung Jawab b. Koordinator c. Ketua/Wakil Ketua d. Anggota/Petugas 5.4 Unit Akuntansi Tingkat Satuan Kerja (UAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar SK Eselon II atau Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah atau Koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah a. Penanggung Jawab b. Koordinator c. Ketua/Wakil Ketua d. Anggota/Petugas 6 HONORARIUM PENGURUS/PENYIMPAN BMN 6.1 Tingkat Pengguna Barang 6.2 Tingkat Kuasa Pengguna Barang 7 HONORARIUM PENELITIAN/PEREICAYASAAN 7.1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan a. Peneliti/Perekayasa Utama b. Peneliti/Perekayasa Madya c. Peneliti/Perekayasa Muda d. Peneliti/Perekayasa Pertama 7.2 Honorarium Penunjang Penetitian/Perekayasaan a. Pembantu Peneliti/Perekayasa b. Koordinator Peneliti/Perekayasa c. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan d. Pengolah Data e. Petugas Survey f. Pembantu Lapangan 8 HONORARIUM NARASUI4BER SEMINAR/RAICOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN SEJENIS 8.1 Narasumber/Pembahas : a. Menteri/Pejabat Setingkat Menteri/Pejabat Negara Lainnya/yang disetarakan b. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c. Pejabat Eselon II/yang disetarakan d. Pejabat Eselon III ke bawah/yang disetarakan 8.2 Moderator 9 HONORARIUM PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISE1VIINASI/F0D/KEGIATAN SEJENIS 9.1 Penanggung Jawab 9.2 Ketua/Wakil ketua 9.3 Sekretaris 9.4 Anggota 10 HONORARIUM PENYULUH NON PEGAWA.I NEGERI 10.1 SLTA 10.2 Sarjana Muda 10.3 Sarjana 10.4 Master (52) 11 HONORARIUM SATPAM, PENGEMUDI, PETUGAS KEBERSIHAN, DAN PRAMUBAICTI 11.1 Satpam dan Pengemudi 11.2 Petugas Kebersihan dan Pramubakti 12 HONORARIUM ROHANIWAN 13 HONORARIUM TIM PELAKSANA KEGIATAN 13.1 Yang Ditetapkan Oleh Presiden a. Pengarah b. Penanggung Jawab c. Koordinator/ Ketua d. Wakil Ketua e. Sekretaris f. Anggota OB OB OK Rp 1.800.000 Rp1.700.000 Rp400.000 OB OB OB OB Rp1.900.000 Rp2.100.000 Rp2.300.000 Rp2.500.000 OK OK OK OK Rp450.000 Rp400.000 Rp300.000 Rp300.000 OJ OJ OJ OJ OJ Rp 1.700.000 Rp1.400.000 Rp 1.000.000 Rp900.000 Rp700.000 08 OB Rp400.000 Rp300.000 SATUAN (3) 015 OB OB 013 OB 0/3 013 OB

MAYA TA 2013 (4) Rp450.000 Rp400.000 Rp350.000 Rp300.000 Rp300.000 Rp250.000 Rp200.000 Rp150.000

OB OB OB OB

Rp300.000 Rp250.000 Rp200.000 12p150.000

OJ OJ 0J OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Reaponden OH

Rp60.000 Rp50.000 Rp40.000 Rp35.000 Rp20.000 Rp420.000 Rp300.000 Rp1.540.000 Rp8.000 Rp80.000

OB OB OB OB OB OB

Rp2.500.000 Rp2.250.000 Rp2.000.000 Rp1.750.000 Rp1.500.000 Rp1.500.000

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6NO URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013

(1)

(2) 13.2 Yang Ditetapkan Oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a. Pengarah . b. Penanggung Jawab c. Ketua d. Wakil Ketua e. Sekretaris f. Anggota 13.3 Yang Ditetapkan Oleh Pejabat Eselon I a. Pengarah b. Penanggung Jawab c. Ketua d. Wakil Ketua e. Sekretaris f. Anggota 13.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a. Pengarah b. Penanggung Jawab c. Ketua d. Wakil Ketua e. Sekretaris
f. Anggota

(3) 013 013 OD OB OB OB OB OB OB OB 013 013 OB OB OB OB OB 013

(4) Rp1.500.000 Rp1.250.000 Rp1.000.000 Rp850.000 Rp750.000 Rp750.000 Rp750.000 Rp700.000 Rp650.000 Rp600.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp450.000 Rp400.000 Rp350.000 Rp300.000 Rp300.000

14 HONORARIUM SEKRETARIAT TIM PELAKSANA KEGIATAN

14.1 Ketua/Wakil ketua 14.2 Anggota
15 HONORARIUM TIM PENYUSUNAN JURNAL 15.1 Penanggung Jawab

013 013 Oter Oter Oter Oter Oter Halaman

Rp250.000 Rp220.000 Rp400.000 Rp300.000 Rp250.000 Rp180. 000 Rp150.000 Rp100.000

15.2 Redaktur • 15.3 Penyunting/Editor 15.4 Desain Grails & Fotografer 15.5 Sekretariat 15.6 Pembuat artikel
16 HONORARIUM TIM PENYUSUNAN RuLETIN/MAJALAH

16.1 Penanggung Jawab 16.2 Redaktur 16.3 Penyunting/Editor 16.4 Desain Grails & Fotografer 16.5 Sekretariat 16.6 Pembuat artikel
17 HONORARIUM TIM PENGELOLA WEBS= 17.1 Penanggung Jawab 17,2 Redaktur 17.3 Editor 17.4 Web Admin 17.5 Web Developer 17.6 Pembuat Artikel 17.7 Penerjemah 18 HONORARIUM PENANGGUNG JAWAB PENGELOLA KEU 1ANGAN PADA SATHER YANG MENGELOLA BELANJA PEGAWAI

Oter Oter Oter Oter Oter Halaman

Rp400.000 Rp300.000 Rp250.000 Rp180. 000 Rp150.000 Rp100.000

OB OB OB OB OB Fialaman 1500 karakter

Rp500.000 Rp450.000 Rp400.000 Rp350.000 Rp300.000 Rp100.000 Rp100.000

18.1 ATASAN LANGSUNG PEMEGANG KAS/KPA a. Nilai pagu dana s.d Rp25 miliar b. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar c. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp100 miliar d. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp200 miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a. Nilai pagu dana sod Rp25 miliar b. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.d. Rp50 miliar c. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.d. Rp100 miliar d. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.d. Rp200 miliar e. Nilai pagu dana di atas Rp200 miliar

OB OB OB OB OB GB 013 OB 013 OD .

Rp350.000 Rp460.000 Rp580.000 Rp690.000 Rp810.000 Rp250.000 Rp330.000 Rp410.000 Rp490.000 RpS70.000

2 Narasumber Kelas B 21.000 Rp550.000 Rp410. SOM Orang/ Hari Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/ Hari Rp650.000 Rp150.000 Rp500.d.000 HUM.7 Koordinator 20.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -7 NO ( 1) URAIAN (2) 18.000 Rp550.000 Siswa/Mata Ujian Siswa/Mata Ujian Rp5. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Rp50 miliar c.5 Tim Asistensi 20. Pendidikan Menengah 1) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian Orang/ Had Orang/Hari Orang/Hari $330 $275 $220 Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/ Hari Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/ Hari Orang/Hari Orang/Hari Rp550. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.000 Rp250.1 Vakasi a.000 Rp450.000 Rp350.000 Rp7.000 Rp400.000 Rp470. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 19 HONORARIUM SIDANG/KONFERENSI INTERNASIONAL (BILATERAL/REGIONAL/MULTILATERAL) 19.3 Ketua/Wakil Ketua 20.000 Rp20.3 Ketua/Wakil Ketua 19.000 Rp250.10 Anggota Panitia 19.000 Rp190. Nilai pagu dana s.000 Rp500.500 Mahasiswa/ Mata Ujian Orang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian Urang/ Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian Orang/Mahasiswa Rp10.2 Honorarium Penyelenggara Ujian a.000 Rpl 5. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 Rp600.000 Rp500.d. Pendidikan Tinggi 1) Diploma I/II/III/IV dan Strata 1 (SI) a) Pemeriksaan hasil Ujian b) Penguji Tugas Akhir/Skripsi 2) Strata 2 (32) a) Pemeriksaan hasil Ujian b) Penguji Tesis 3) Strata 3 (53) a) Pemeriksaan hasil Ujian b) Penguji Disertasi 22.000 Rp300.000 Naskah/Pelajaran OH Naskah/Pelajaran OH Rp150.6 Anggota Delegasi RI 19.000 Rp400.4 Ketua Delegasi 19.000 Rp300. 000 Rp350.000 Rp340. Pendidikan Dasar Pemeriksaan basil Uiian b.000 Rp550.000 .000 Rp250.000 Rp450.000 Rp270.10 Anggota Panitia 20.1 Pengarah 20.9 Sekretaris 20.8 Ketua Bidang 19.12 Staf Pendukung 20 HONORARIUM WORKSHOP/SEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN BERSKALA INTERNASIONAL 20.11 Liasion Officer (LO) 19.d.000 Rp400. Pendidikan Menengah Pemeriksaan hasil Ujian c.11 Liasiort Officer (LO) 20.000 Rp350.3 JURU BAYAR/STAF a.000 SATUAN (3) OB OB OB OB ' OB BIAYA TA 2013 (4) Rp200.9 Sekretaris 19.4 Ketua Delegasi 20.d Rp25 miliar b.1 Narasumber Kelas A 21. Rp100 miliar d.000 Rp400.000 Rp450.12 Staf Pendukung 21 SATUAN BIAYA NARASUMBER KEGIATAN DI LUAR NEGERI 21.5 Tim Asistensi 19.000 Rp300. Rp200 miliar e.000 Rp200.2 Penanggung Jawab 19.000 2) Pengawas Ujian Rp270.1 Pengarah 19.000 Rp240. Pendidikan Dasar 1) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian 2) Pengawas Ujian b.7 Koordinator 19.8 Ketua Bidang 20.3 Narasumber Kelas C 22 VAKASI DAN HONORARIUM PENYELENGGARA UJLAN 22.2 Penanggung Jawab 20.6 Anggota Delegasi RI 20.

000 Rp260.000 24.000 Rp25.000 Rp13. Golongan IV 25 SATUAN BIAYA UANG SAICU RAPAT DI DALAM KANTOR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK Rp10. Golongan I b. Golongan II c.2 Golongan III 23.000 Rp20.2 UANG MAKAN LEMBUR a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8NO (1) URAIAli SATUAN BIAYA TA 2013 (2) C.000 Rp280. Pendidikan Tinggi 1) Diploma I/II/III/IV dan Strata I (S1) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (52) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian (3} (4) Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH Rp250.1 UANG LEMBUR a. Golongan I dan II b.000 Rp27.000 Rp250.000 Rp27.000 Rp300. Golongan III d.000 Rp29.1 Golongan I dan II 23.000 .000 Rp29. Golongan IV 24. Golongan II/ c.000 Rp17.3 Golongan IV 24 SATUAN BIAYA UANG LEMBUR DAN UANG MAKAN LEMBUR OH OH OH Rp25.000 Rp290.000 Rp300.000 23 SATUAN BIAYA UANG MAHAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) 23.

000 370.000 430. 33.000 ______ 370.000 . BANGKA BELITUNG 11.000 430. 7. OH _. 31. 6. JAWA TIMUR ____ -----17. __ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH ___ __ (4) 360. 22. 5.000 360. YOGYAKARTA 16.000 440.000 370.000 360.000 _ 370. . _.000 420. BALI 18. ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU (2) _ _ (3) OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH . 480. 32.000 360. JAKARTA 14.MENTEFII KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -9- 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAN BIAYA TA 2013 (1) 1. 24. 26. 9.I.000 360.000 380.I.000 370. JAWA BARAT 13._ __ ___-_. 28. NUSA TENGGARA TIMUR 20. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT . 3.000 430. _____ _ 410. D.000 _. 8. 4.000 370. 2. 27.000 370.000 370.K.000 370.000 370. NUSA TENGGARA BARAT 19.000 . . D. _. JAWA TENGAH 15.000 480. 25.000 10.000 530.000 580.000 420.000 360.000 370. 29.000 360. 23.000 360. __ 380. 30. BANTEN 12. 21.000 370.

000 115.000 150.._ MALUKU MALUKU UTARA PAPUA _ __ ______ 120.000 105.000 OH 130.000 120.000 110._.000 OH 130.000 OH 120. .000 OH __ 160.000 95. 3.000 130.000 01-1 130.. 12. 85.000 110.-. _.000 ~- 611---- Taboo 110. JAKARTA JAWA TENGAH D._ 33.000 100.. 110.------95. 5.._.000 .000 01-I 120.000 .000 135. . BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 85.000 ---. . 28.65.000 110. 13.6) 1 OH 180.000 614-iiabb . YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TEN GAH -------KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR_ . 4. _ 25. 20.000 95.000 125.000 130.000 120.000 85.00d.iiii.67660 .606 --• ---fcT5.I...000 OH _ 110.000 01-I 130. .000 _ • _ 125.000 OH 130.000 95.000 115.000 • 110.000 95.000 115. 30. 19.000 OH OH 130.00_0_ 95.000 95. . 17.. _ __ . _ 32... 130.000 130. PROVINSI SATUAN UANG HAMAN FULLBOARD DI LUAR KOTA (4) UANG SAKU FULLBOARD DI DALAM KOTA (5) FULLDAY/ HALFDAY DI DALAM KOTA (6) (1) 1..0(56110.10 - 27 SATUAN BIAYA UANG MARIAN PAKET FULLBOARD DI LUAR KOTA..000 OH 120.000 13 5 . .000 __ OH 140. PAPUA KARAT SL11. 7. 9.000 ----- 106:006 110.I. OH 120.000 100. 24.000 100. OH OH OH OH OH OH OH OH OH 0I-1 OH -- 22.000 95.000 .666 130. 100.. .000 85.000 OH 130.000 105.000 110. 23.000 ____ OH 150. 27._ .KMg§I 130. 85.000 150.000 ---- ..000 OH 140.000 1015. .000 85.000 100.. .000 .000 125.000 110. 29. _. _.-• .000 95..000 105._.000 ._ _ UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA . 8._ 18.000 95.000 115.-. .000 _9_5.K. 11.000 25.000 21.000 100.000 200. _.000 150. 31.000 95..000 100.000 _ 95 _.000 95.000 OH 140. . 6.000 OH 150. DAN UANG DI DALAM KOTA SAKU PAKET FULLBOARD SERTA FULLDAY/HALFDAY (dalam rupiah) No.000 110.000 -._.0-.066 ----.000 110.ii. - (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG (3) 2. __.000 .000 140. ___.__ . 14.000 170..MENTER1KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .000 ---------- 6t:666- 95.. 1E 16. 10.000 130. 26.000 100.100.

000 .1.000 1.000 770.000 1.000 400.000 500.000 300.056.000_ 1. _ 920.000 OH 1.000 1.oio lo •1 1 I11 11 ..000 ___ _459..500.000 400.000 .000 374.000 (5) 1..000.1 TAMP HOTEL NO.960.000 1.000 429.850.000 740.260.030..0.000 280.0 ______ 853.000 4._ .500. __ OH __ .p00 650.000 ' _ __ 716. 1.930.250.000 1.000 1.000 OH _ 3.000 750.220.350.000 __ .000 4. YOGYAKARTA JAWA TIMUR B A LI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAP U A _____ PAPUA BARAT (4) 4.000 __ 1.000 450.000 1.K.300.000 4.000 4.000 318.000 _ . _ 2.10.000..000_ 371.000 460.000 _ . - io 111 11 x m.000 3..000 1.080.000 550.000.000 __ _389.420.030.250.152.420.458.000 OH 3.000 3. ___ 495.000 1..000 370.000 __ 330. 280.000 640.000 .000 380.090 68.415.000 5pj.000 750.000 OH 4.000 380.000 359.000 430.o00.000 OH 3.000 528.000 . JAKARTA JAWA TENGAH D._ 460.308.000 .000 4. 440.000 350.000 830.240.000 OH 3.090.000 904. 720..010.430.000 900.000 _ 408.820.000 290000 _ 1.000 356. ___ ___ 400.000 ____ _ 9 . PROVINSI SATUAN PEJABAT NEGARA PEJABAT ESELON I/II PEJABAT ESELON III/ GOLONGAN IV PEJABAT ESELON IV/GOLONGAN III GOLONGAN I/II (1) I 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28_ --. 290._..030.240.I.000 380.000 3.000 400.975.030..900 .000 _ _].009.000 .000.000 1.000 610.000.000 1 040 000 420..000 _ 500.000 670.510.000 _ _ .850.000 650.000 1.000 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -11 - 28 SATUAN BIAYA PENGINAPAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI ruin' 1.000 470.450.000 1.000 1.000 OH 3.000 450.000 1.I.x! m1 = lo :o .200.000 _ 283.000 3.000 2.400..000 419..000 379.410.260.000 336.000 _ _ _.000 390..000 _ 1.000_ _ _ _412.030.000 768._ 910.000.000 589.000 3.000 _ _1. 900 _ 720.000 1082.620.000 __ 800.000 4. 1.000 550.470.000 _ 450. 420.000 (3) OH OH OH OH OH OH (6) (7) (8) 1.320.900.000 8.000 4.000 510.909 600..452. 930.000 4.000.000 4.000 390.000 ____ 410.000 310.250.000 .000 1. _ _.248.000.000 580.000 451. 2 30 31 32 33 (2) ACEH SUMATERA UTARA R1AU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENOKULU B A NGKA B EIFTUNG BANTEN JAWA BARAT D.009000 4.370.003 661.000 400.000 750.260.400. 1. .009 OH 2.000 658.110. _.000 ._ 1.400.000 1.900 _ 340.000 ..000 _375.000 360.000 600.000 3.900 524..050.000 540.810.000 .152.000 280.000 __ 460.079.000.000 1.512.000 1.000 790. 470. 1.720.000 770.000 650..000 OH 2 030 000 6H 1.000 450.000. OH 4.960.900 __ _ 360.000 570. _1.130.

. A (2) (11 AMERIKA UTARA 1 Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile Columbia Peru Suriname Ekuador (3) 527 447 GOLONGAN • GOL. _ 277 ..12 - 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (dalam US$) NO NEGARA GOL.. C (5) 417 368 GOL.. B (4) 473 404 GOL.. 271 . Federasi Jerman Belanda Swiss EROPA UTARA Denmark Finlandia Norwegia Swedia Kerajaan In is EROPA SELATAN Bosnia Herzegovina Kroasia §panyol Yunani Italia Portugal Serbia 429 406 414 318 305 307 . . D (6) 343 307 3 4 5 6 7 8 9 10 395 464 436 415 386 383 398 277 323 341 316 281 277 295 273 242 287 291 270 240 237 252 242 241 286 241 222 221 221 207 241 AMERIKA TENGAH 11 Mexico 12 Kuba 13 Panama EROPA BARAT Austria Belgia Perancis Rep. _________ 317 281 381 281 271 321 14 15 16 17 18 19 504 466 512 443 463 509 453 419 464 411 416 456 318 282 382 282 272 322 20 21 22 23 24 472 453 517 466 587 427 409 465 436 534 275 354 288 342 241 313 286 341 431 25 26 27 28 29 30 31 456 483 457 422 520 425 401 420 444 413 379 472 382 361 353 287 242 372 242 333 352 286 241 371 241 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 282 261 272 281 221 .

_ AFRIKA BARAT 40 Nigeria 41 Senegal_ AFRIKA TIMUR Ethiopia Kenya Madagaskar Tanzania Zimbabwe Mozambique .____287_ _____ 196212 273 191 192 251 186 187 ' 241 184 210 282 165 189 254 _____ ._ 361 334 313 276 __ __ _ 42 43 44 45 46 47 312 334 ------296 330 285 319 257 276 244 272 244 263 --- 192 266 182 203 216 212 167 196 . 276 391 254 359 . _ . C (5) 320 331 339 313 313 407 335 328 _.. . _ 365 222 220 197 257 207 215 200 210 302 197 _. Arab Emirat Yarnan Saudi Arabia Kesultanan Oman 300 304 247 251 185 202 161 201 50 . .. A (3) 406 ' (2) EROPA TIMUR GOL.. B (4) 367 390 381 361 381 512 387 382 ..MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ._ GOL. 287 286 308 ______ _. _____ _ ______ __ .... 52 53 54 55 342 368 304 _29_3 — 342 308 _ . 215 197 364 208 201 196 256 186 — 196 196 188 301 196 _______ 201 185 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 498 459 405 _ __ .. D (6) 284 293 300 277 277 406 297 290 ___________ 291 201 32 Bulgaria 33 34 35 36 37 38 39 ____ Czech Hongaria Polandia Rumania Rusia Slovakia Ukraina 426 421 401 416 _ _ 556 429 425 _.___.13 (dalam US$) NEGARA (1) GOLONGAN COL._ ____ 292 206 GOL._286 ____ 283 397 254 365 283 __ 5 267 357 276 386 257 358 _ 270 365 323 459 241 353 . 181 182 21-5 211 AFRIKA SELATAN 48 Namibia 49 Afrika Selatan AFRIKA UTARA Aljazair Mesir Maroko Tunisia Sudan Libya ASIA BARAT Azerbaijan Bahrain Irak Yordania Kuwait Libanon Qatar Arab Suriah Turld list.. .

14 (dalam US$) NO (1) 69 70 71 72 73 ASIA TIMUR Rep. C (5) 207 287 262 297 207 GOL.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . A (3) 378 472 519 421 395 GOLONGAN GOL. B (4) 238 320 303 326 238 GOL. D (6) 206 286 261 296 206 74 75 76 77 78 79 385 339 352 343 348 351 226 196 263 203 201 260 173 167 242 182 167 202 172 166 241 181 166 181 ASIA TENGAH 80 Uzbekistan • 81 Kazakhstan ASIA TENGGARA Philipina Singapura Malaysia Thailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam Kamboja Timor Leste ASIA PASIFIK Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nugini Fiji 392 456 352 420 287 334 254 333 82 83 84 85 86 87 88 89 90_ 91 412 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 222 224 212 211 197 202 204 197 197 229 221 221 211 201 196 196 196 196 196 196 92 93 94 95 96 439 392 425 385 363 403 246 387 353 329 272 222 276 237 221 271 221 224 192 179 .Rakyat Cina Hongkong Jepang Korea Selatan Korea Utara ASIA SELATAN Afganistan Bangladesh India Pakistan Srilanka Iran NEGARA (2) GOL.

360 3.510 4.820 4.680 3.810 3.800 2..470_ 1.600 6.620 2. __ .000 2.840 4.890 3.490 5.080 8.900 4.360 12.830 4.710 4.780 3.640 4.770 1.450 4.480 3.530 1.990 12.PERWAKILAN Ekonomi Bisnis Eksekutif PERWAKILAN .490 2.650 2.240 .370 5.160 1.770 3.860 2.240 680 850 4.900 1.790 1.330 5.520 5.160 3.220 6.100 7.140 2.220 1.780 3.810 10.600 3.200 4.500 2.310 1. _-----_-..010 3.200 2.440 6.670 6.120 880 2.260 3.220 550 1.830 ___ 7.060 10.550 11. _• .980 _ .080 5.020 1.060 5.450 ____ 4.680 3.430 1.690 3.170 1.300 1.240 16._ __.110 9.910 7. _________.040 4.560 3.890_ .800 6.590 2.240 1.310 7.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .160 3._ _ 3.JAKARTA Ekonomi Bisnis Eksekutif (1) 1 2 3 4 5 6 7__ 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 (2) Abu Dhabi Abuja Addis Ababa Alger Amman Amsterdam Ankara __ Antananarivo Astana Athena B..980 9.340 _ _7.150 1..510 5.880 3.570 1.530 13.430 3.600 3.020 920 1.000 5.060 3.220 3.510 ' 7.910 1.800 2.860 7.520 1.020 1. _ _ _ _ .450 4.920 3.040 5.320 2. 5.370 5.820 _______ __ ____ 1.660 6.330 _ _ _______ . 1.010 5.220 10.400 3._ ----.610 1..130 2.520 6.490 3.520 5.130 6.330 3.150 880 2.330 3.S Begawan Baghdad Baku Bangkok Beijing Beirut Beograd Berlin Bern Bogota Brasilia Bratislava Brussel Bucharest Budapest Buenos Aires Cairo Canberra Cape Town Caracas Chicago Colombo (4) (5) _ (6) (7) (8) (3) 1.220 3...760 3.200 9.270 890 2.050 8.400 2..440 5.310 7.720 5.890 2.220 5.460 5.010 630 1.400 3.860 4.900 4.820 3.150 __ __2.410 890 3.060 1.770 6. PERWAKILAN JAKARTA .270 3.690 1.960 1.700 .610 3.910 3.730 8.420 2.660 3.490 4..960 11..130 4.670 4.180 7.050 1.500 4.890 4.010 4.800 730 1.000 2. 10.400 3.010 5.750 5. ___ _.500 2.200 10.550 7.390 5..500 2.600 1.810 1.15 - 30 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGERI (ONE WAY) NO.470 9.920 7.330 6.660 4.360 5.350 1.730 3.720 8.510 7.770 1.810 1.370 4.990 9.

470 3.080 2.930 1.950 6.PERWAKILAN NO.300 920 3.080 2.460 3.330 2.580 2.100 990 5.990 21.720 7.640 8.210 5.240 3.000_ 2.600 7.400 3.440 1.100 7.320 2.570 1.690 7.430 3.100 7.190 1.050 7.180 8.200 5.040 3.060 1.260 1.910 560 880 580 360 530 790 2.600 13...930 2.660 (8) (6) (7) (5) 10.JAKARTA Bisnis Eksekutif Eksekutif Ekonomi 11) 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 (2) Dakar Damascus Dar Es Salaam Darwin Davao City Den Haag Dhaka Dili Doha Dubai • Frankfurt Guangzhou Hamburg .630 890 1.840 4.020 1.100 4.500 2.350 5.920 1.630 2.280 1.930 590 750 980 1.500 6.240 5.600 2.890 3.180 5.740 3.650 8.730 3.420 3.120 3.430 1.470 750 1.930 7.460 3.650 7.100 2.630 510 640 810 720 3.600 6.140 1..450 4.430 6.390 2.400 4.500 3.230 2.530 4.490 2.110 4.410 2..890 1.060 2.730 1.. _____ 450 610 2._ .170 7.160 660 2.030 4.070_ _ 3.560 .660 10.720 10.600 3.630 2. .220 1.900 2.980 1.370 7.040 1.290 2.420 3.340 2.190 __ 3.620 1.450 2.150 1.860 8. Hanoi Harare Havana Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston Islamabad Jeddah Jenewa Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles _ (4) (3) 7.520 5.530 2. PERWAKILAN Ekonomi_ Bisnis PERWAKILAN .220 7.380 1.140 2.210 .590 6.610 4.020 340 750 1.770 9.400 3.100 5.140 4.700 3.930 2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .050 5.120 1.640 4.920 2.660 3.360 2.100 3.100 1.010 4.260 3.060 2.410 3.290 5.390 3.050 370 830 870 550 750 860 1._ 8.530 3.290 1.030 2.560 7.670 8.290 1.530 1.580 7.950 .500 2.610 5.560 _ 1.210 1.000 3.700 3.500 .510 1.050 10.270 3.860 2.460 1.690 3.800 2.940 3.500 2.020 1.190 2.030 3.130 2.170 6.390 9.920 1.340 5..130 2.600 3._ .110 1.180 1.790 5.010 840 1.820 1.680 4.780 1.490 2..800 _ 2.150 3.170 3.820 4.190 4.180 9.620 6.980 3...420 4.170 2.870 4.16 dalam US$ JAKARTA .710 4.750 3.270 3. __ 6.570 1.800 2.120 3.010 1.610 4.

000 600 880 600 640 4. Santiago Sarajevo 105 Seoul 106 Singapura (3) 3. 2.500 2..620 3.JAKARTA Bisnis Eksekutif NO.970 6.330 --.290 7.650 1.700 3.050 _ 2.440 11.310 860 2.980 2. .890 ..300 4.110 700 1.450 _ 2.470 3.850 1.920 2.420 9.570 _ 4. __7.330 6.310 1.120 1.130 2. 2.470 1.630.670 4.690 1.970 2.590 _ .890 2.020 __ 10.280 12.280 960 730 140 570 710 4 .370 8. .5.110 4.170 4.120 4.890 2.020 3.340 4.990 12.710 6.070 4. _ .180 3. 1.800 1.240 2.360 3.050 5.. .600 6.640 2.300 1.690 3.320 8...920 4.120 1.120 4..720 10.580 5..420 4.710 2.070 1.890 .490 2.750 2.. 7.500 4.580 10.380 6.460 6..990 5.190 1.MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .__ .040 2.300 1.070 3. 2.710 .230 7.730 3.670 4.980 3.. . 6.280 530 (4) _ (5) (6) (8) (7) 4.350 1.910 3.050 2.430 8.900 1.130 3.190 __.360 1.500 3.. _ 11.760 10.900 . 6.560 1.030 .310 640 1.870 2.040 8.100 2.410 2.110 3.630 8.280 71.610 1..120 ..450 3. 3.370 _ 6.580 2. 2 130 .320 1. PERWAKILAN Eksekutif Ekonomi ( 1) 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 (2) Madrid Manama Manila Maputo Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbay Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama City Paramaribo Paris Penang Perth Phnom Penh Port Moresby Praha Pretoria Pyongyang Quito Rabat Riyadh Roma San Francisco thanaa.340 6.870 2..750 2..020 __ .060 1.450 9.680 __ _ 1.520 9.670 . 2.370 _.180 3.300 3.610 2..860 7.940 3.700 4..PERWAKILAN Ekonomi Bisnis PERWAKILAN .300 3. .050 3.740 10..030 7.290 4.520 6.640 -1.030 950 3.260 5.260 5.020 11.990 ..480 5..610 3.060 3.500 4...480 7.350 4.180 __ 8.130 1 .17 JAKARTA .600 4.500 5.480 3.020 9.540 10.880 5.440 3.830 4.6.540 1.930 .200 1.970 13..620 2.320 2.830 3._.420 8.000 _6.820 __ 7..400 4.130 4.060 5.950 2.240 1.360 1.630 1.. 4.660 2.7.750 920 1.890 5.650 1.390 4.680 3..300 8.440 1.230 3. ..910 4.350 2...350 5.020 5. .140 .690 3.060 3.050 460 520 790 3.340 3.270 650 1.110 1... _ __ .800 11.970 8. 4: 900 __6. _.860 3.120 1.250 _..540 4. 2.500 2.510 3..050 7.380 1.410 5.__ L22.

____.340 1.800 3.650 2.100 1.870 .380 1.580 2.100 4.700 __ 3.620 910 3.200 5.960 7.700 3.740 5.250 1.200 2.520 2.840 740 600 2.570 3.800 2.740 4.500 5.210 1.670 .200 _2.890 1. (1) 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 PERWAKILAN (2) ' Sofia Songkhla Stockholm Suva Sydney Tashkent Tawau Teheran Tokyo Toronto ' Tripoli Tunis VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington .670 1.200 3.230 3.420 3.200 .080 3.200 700 800 1.970 3. 3.410 2.670 2.680 4. Eksekutif Bisnis Eksekutif Ekonomi Bisnis Ekonomi - NO.370 8.370 _ 13.890 5.900 .560 1.210 1.620 5.790 (6) (7) (8) (8) 7.200 1.100 750 950 1.170 7.200 1.810 3. Wina Windhoek Yangoon Zagreb (3) 1.970 1..970 2.160 3..320 3.070 1.750 4._ 6.500 950 1.190 1.930 8.000 2.500 4.930 700 2.890 1.190 1.610 10.690 7.440 900 1.520 2.320 1.910 4.250 4.700 3.680 4.590 5.480 5.000 370 750 1.410 950 3.510 4.610 750 1.460 1.440 6.190 1.370 1.870 4.810 7.330 3.460 3.320 9.410 6.910 6.__.690 2.47 60 6.140 7.120 3.980 (4 ] 4.280 2.160 6.620 1.100 6.990 12.280 1.480 6.810 6.490 800 4.200 8.260 1.180 2.050 2.580 1.090 5.550 2. 4.480 2.000 4.230 1.400 3.410 1.460 5.800 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -18dalam US$ PERWAKILAN JAKARTA JAKARTA PERWAKILAN .390 3.100 1.270 1.860 3.380 2.

Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP). jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. d. 2. menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. c. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya. Honorarium Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa untuk melaksanakan penunjukan melalui barang/jasa penyedia pemilihan pengadaan paket untuk langsung langsung/ pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi Rp 100. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK. Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 10% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang.00 (seratus juta rupiah) untuk paket pengadaan jasa . Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja.000. b. Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan Barang/Jasa/Unit Layanan Pengadaan (ULP) a.000. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19- PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. e. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya berjauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran dan/atau beban kerja Bendahara Pengeluaran sangat berat. termasuk PPABP.

4. Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan. Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a. b. Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang. Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan. Honorarium Panitia Pengadaan Barang/Jasa/Unit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. 6. Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh basil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak.000. balk yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi. b. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing.000. 3. Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP. pencatatan. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang. 5. Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang.MENTERI KELIANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50.00 (lima puluh juta rupiah). Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN diberikan kepada pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tugas rutin selaku pengurus/penyimpan . SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam 1 (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja.

paling banyak 4 (empat) jam sehari. Catatan: Honorarium penelitian/perekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. 7. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara/masyarakat. Pengolah Data. Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Peneliti/Perekayasa Muda. 7.1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/ Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. Peneliti/Perekayasa Madya. Honorarium narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan ketentuan: a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara. 8. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/ perekayasa. Koordinator Peneliti/Perekayasa. Jurnlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengurus/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan. Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/ Diseminasi/FGD / Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnya/ masyarakat. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang untuk melakukan penelitian/perekayasaan. Terhadap pembantu peneliti/ perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur.2 Honorarium Penunjang Penelitian/Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa.MENTER1 KEUANGAN REPUBUK INDONESIA . dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur.21 - barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. narasumber dapat . Petugas Survey.

Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya. 10. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (output) jelas dan terukur. d) merupakan perangkapan fungsi atau tugas tertentu kepada pegawai . Pengemudi. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya. 12. Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan.INDONESIA -22- diberikan uang harian perjalanan dinas dan honorarium selaku narasumber. 13. Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD/ Kegiatan Sejenis Honorariuth dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas sebagai panitia untuk melaksanakan kegiatan seminar/ rakor/ sosialisasi/ diseminasi/ FGD / Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara/masyarakat. pengemudi. Jumlah panitia maksimal 10% (sepuluh persen) dari jumlah peserta. c) bersifat temporer. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan berdasarkan surat keputusan. Honorarium Satpam. 11. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. 9. Pre siden / Menteri/ Pejabat Setingkat Menteri/Pejabat Eselon I/KPA. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK. Untuk satpam.

Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. dan efisien. efektif. dan e) dilakukan secara selektif. 18. Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Buletin adalah media cetak berupa . 16. Honorarium Tim Pengelola Website Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola website. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/Menteri. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. pelaksana dan yang sejenis. selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. . Honorarium Tim Penyusunan Buletin/Majalah Honorarium tim penyusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menyusun dan menerbitkan buletin/majalah. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim Penyusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menyusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan. Unsur sekretariat adalah pembantu umum. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. 17. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara. 14. 15. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -23- negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.

berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. Narasumber Kelas B : Narasumber non pegawai negeri yang disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. sidang/ konferensi Honorarium (bilateral/regional/ multilateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior official berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. Narasumber Kelas A : Narasumber non pegawai negeri yang disetarakan dengan menteri. Honorarium Internasional Workshop/ Seminar/Sosialisasi/Sarasehan Berskala Honorarium workshop! seminar/ sosialisasi/ sarasehan berskala internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan workshop! seminar/ sosialisasi/ sarasehan berskala internasional. Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. anggota lembaga negara. di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI untuk kegiatan workshop/ seminar/ sosialisasi/ sarasehan yang diselenggarakan di luar negeri. ketua dan wakil ketua lembaga negara. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: 1 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 1 hari setelah kegiatan. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas. perwira tinggi TNI / Polri.MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -24- 19 Honorarium Sidang/Konferensi Internasional-KTM. Senior Official Meeting (SOM) : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. pegawai negeri Gol IV/C ke atas. 21. 20. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan. SOM (Bilateral/ Regional/Multilateral) SOM internasional-KTM. .

menengah. menengah. 23. c. ujian akhir semester dan ujian akhir. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. Vakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. dilengkapi dengan surat undangan yang ditandatangani oleh pejabat . Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/ non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. dan tinggi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- Narasumber Kelas C : Narasumber non pegawai negeri yang disetarakan dengan pegawai negeri Gol III/c sampai dengan IV/ b dan perwira menengah TNI/ Polri. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. dan tinggi. yang dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan b. rapat melibatkan eselon I lainnya b. Honorarium penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi penyusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. 24. diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1 (satu) kali per hari. 25. ujian tengah semester. 22. Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil berdasarkan jumlah hari masuk kerja. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a.

00 (seratus tiga puluh ribu rupiah). Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat. Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian. dan uang saku. bagi peserta yang karena faktor transportasi memerlukan waktu tambahan untuk .190. Satuan Biaya Uang Harlan Paket Fullboard di Luar Kota dan Uang Saku Paket Fullboard serta Fulidayl Halfday di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota.000.00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian Negara/Lembaga paling tinggi eselon I. Satuan Biaya Uang Harlan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). dan Rp130. Rp. dan f. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b. 26. Selama melakukan perjalanan dinas. transpor lokal.MENTEWBUANGAN REPUBLIK . Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran. surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja.000. surat pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a.INDONESIA -26- setingkat eselon II/kepala satuan kerja. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara. maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c. menteri serta setingkat menteri).000. 27. e. Uang saku paket fullboard dan fuliday/ halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/pertemuan paket fullboard dan fuliday/ halfday di dalam kota.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: menteri. ketua. transpor lokal. Golongan B : duta besar. Golongan C : pegawai negeri sipil golongan III/c sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara.27 - berangkat/ pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku. utusan khusus presiden (special envoy) dan pejabat lainnya yang setara. Golongan A negara. perwira tinggi TNI/Polri. uang saku. pegawai negeri sipil golongan IV/c ke atas. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. d. pejabat eselon II. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaannya. 28. Satuan Biaya Uang Harlan Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. b. dan uang penginapan. duta besar luar biasa berkuasa penuh/kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. 29. c. Golongan D : pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk berdasarkan peraturan perundangundangan dan pejabat eselon I. . wakil ketua dan anggota lembaga a. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. untuk 1(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan.

anak tiri perempuan.---- 7 201984.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28-- Contoh: Uang harian bagi pejabat/pegawai yang melaksanakan perjalanan dinas ke negara Uganda. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one way) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara perjalanan dinas pindah dan diberikan untuk satu kali jalan (one way).Acy %. anak kandung perempuan. I I . yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab is tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri.--ojt GIA NIP. belum pernah menikah. .i. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya. atau d. atau 3) Kiasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D.--• -----." _.p . dan tidak mempunyai penghasilan sendiri.02id17i •••. b.. 2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Kiasifikasi First diberikan untuk Golongan A. anak kandung. i . aslinya MENTERI KEUAISTGAN. anak tiri.- . anak kandung. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: a. t d AGUS D.0 ''''.i1 .-).W. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negara/pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Negeri yang digunakan untuk melaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. Salinan sesuai dengan.. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. isteri/ suami yang sah menurut ketentuan Undang-Undang Perkawinan. anak tiri. MARTOWARDOJO KEPALA BIRO UMUM .. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. c.

000 33. °rang/ Kali Orang/Kall Orang/ Kali Orang/Kali Orang/ Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kaii Orang/Kall Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali 36.000 33.000 37.000 6.000 33.000 2.000 36. Kuclapan (Snack) Orang/Kall Orang/Kall •.300. Kudapart (Snack) RAPAT BIASA .2 3 Memiliki sampal dengan 40 Pegawai Memiliki lebih der' 40 Pegawai Paket/Tahun OT 52. /25.000 45.000 39.545.3 4 Diklat Pimpinan Tk.000 37.000 1.000 38.000 42.U rENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANOGARAN 2013 MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI ESTIMASI UMW" I U 1.000 31.1 3.000 SATUAN MAYA LATIHAN PRAJABATAN 4.000 SATUAN BIAYA DDLLAT P/MPINAN/STRUKTURAL 3. IV Peserta/Angkatan Peserta/Angkatan Peserta/Angkatan 30.261.000 45.000 36.2 5 6 Golongan I dan Golongan II Golongan 111 Peserta/Angkatan Peserta/Angkatan OH 4.000 36.000 12.000 22. Makan Aceh Sumatera Utara Riau Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Ball Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat h.000 35.1 RAPAT KOORDINASI TINGKAT MENTERI/ ESELON I/SETARA a. Makan b.000 39.1 2.000 .000 33.000. II Dlklat PImpinan Tk.000 32.2 3.2 .000 5.000 37.000 10.000 20.000 Aceh Sumatera Utara Riau Orang/ Kali Orang/Kali Orang/Kali 12.000 30.1 NO URAIAN 2 SATUAN BIAYA TA 2013 3 4 1 2 SATUAN BIAYA UANG TRANSPOR KEGIATAN DALAM KABUPATEN/KOTA SATUAN BIAYA KEPERLUAN SEHARI-HARI PERKANTORAN DI DALAM NEGERI OK 110.000 50.000 35.000 36.000 37.000 33.000 11.1 4.'LAMP1RAN 11 PERATURAN IIMIOCEIJAIlyt3r2LIK INDONESIA NOMOR .000 34.000 SATURN BIAYA MANANAN PENAMBAH DAYA TAHAN T1113UH SATUAN BIAYA KONSUMSI RAPAT 6.470.000 34.000 36.000 35.000 33. Orang/Kali Orang/Kall Orang/ Kell Orang/ Kali Orang/Kall Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kall Orang/ Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kall Orang/Kall °rang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kall Orang/ Kali Orang/Kall Orartg/Kall O rang/Kell 95. III Diktat Pimpinan Tk. a.000 31.000 36.000 36.230.

000 11.2 Rayon II c.000 11.000 41.000 13.000 14.000 14.2 Rayon II a.000 36.000 18.000 14.000 11.2 Rayon II d.000 14.000 25.000 13.000 25.1 Rayon I e.3 Rayon III c.000 34.2 7.000 36.000 11.3 Rayon III d.1 Rayon I d.000 36.000 16.000 30.000 13. Rayon I b.1 7.000 45.000 30. Rayon I Daerah Khusus Rayon I b.000 27. Operasi Pasukan termasuk crew kapal taut/terbang a.MENTEFil KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2(dalam rupiah) NO (1) 'URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (2) Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung ' Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Bak. Anggota yang saldt d.000 15.1 Rayon I c.000 12. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c. Rayon II c.000 11.000 34.000 32.000 11. Rayon III OH OH OH 01-1 OH OH OH OH OH OH OH OH 01-1 OH 014 OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42. Rayon III Daerah Khusus Rayon III Pasien Rumah Sakit a.2 Rayon II e.000 30. Dikma TNI/Polri b. Tahanan Anggota TNI/Polri e.000 15.000 14.3 Anggota TNI/POLRI Non Organik a.3 Rayon III e.000 11.000 10.000 L .000 36.000 14.000 51.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.000 11.000 32.2 Rayon II b.3 Rayon III b.000 14.000 10.000 17. Rayon II Daerah Khusus Rayon II c.000 41.1 Rayon I b.000 22.000 17.at Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali (4) 15.000 13.1 Rayon I a.000 14.000 15.000 13.000 19.000 7 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAHAN MAKANAN 7.000 20.

Rayon I b.000 482.16 Mahasiswa Militer/Semi Militer a.000 30. Rayon I b.000 32.000 36.000 . Rayon 1 b. Rayon III 7. Rayon II c.2 9.4 9.10 Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a Rayon I b. Rayon III 7.12 Penjaga Menara Suar (PMS) a. Rayon II c. Rayon III SATUAN BIAYA KONSUMSI TAHANAN SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR (3) OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH . Rayon III 7.14 Rescue Team a. Rayon III 71 ABK Cadangan pada Kapal Negara a.059. Rayon III 7.000 36. Rayon III 7.000 18. Rayon III 7.000 6. Rayon II c. Rayon I b.6 Petugas Pengamatan Laut a.000 25.10111 rupian) BIAYA TA 2013 SATUAN (I) (2) 7.000 5. Rayon III 7.000 32.13 Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran a. Rayon II c.15 Mahasiswa/Siswa Sipil a. Rayon II c. Rayon I b. Rayon 11 c.000 8.000 .000 30. Rayon II c.000 25. Rayon I b.1 9. Rayon I b.A1AN kU4.000 34.11 Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar a.000 30. Rayon II c.000 30.000 32.000 30. Rayon II c. Rayon I b.000 27.000 32.000 36. Rayon I b.000 30.5 Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a.000 27.000 36.000 27.7 9. (4) 25.554. Rayon I b.4 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a.000 41. Rayon I b.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3NO UR.6 9.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/ Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75 KVA Genset 100 KVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun _ _ 59.000 37. Rayon I b.000 30.000 32.000 32. 8 9 9. Rayon II c.000 36. Rayon II c.000 30.8 ABK Aktif pada Kapal Negara a.000 8. Rayon III 7.000 30.000 32.5 9. Rayon II c.718.000 17. Rayon II a.000 36. Rayon III 7.000 32. Rayon III 7.000 34.000 36.000 574.000 20.000 36.000 546.000 30.000 30.859. Rayon III 7.9 Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Service (VTIS) a.3 9.

000 200.000 16.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4(dalam rupiah) NO URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (1) 9.2 Mesin Fotokopi Analog Mesin Fotokopi Digital Bulan/Unit Bulan/Unit OJ 3. Biaya Hidup dan Biaya Operasional . Jerman e. Dad Bahasa Mandarin.000 800.000 1.000 16 HONORARIUM NARASUMBER (PAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA KHUSUS) UNTUK KEGIATAN SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEIVIINASI/FGD/KEGLATAN SEJENIS .Diploma IV dan Strata 1 14. Biaya Hidup dan Biaya Operasional . Belanda d.3 Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan Pajak 10.000.000.500.000 12.000 200. Ke Bahasa Asing Lainnya 13 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN INVENTARIS UNTUK PEGAWAI BARU 14 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON-GELAR DALAM NEGERI Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Halaman Jadi Pegawai/Tahun 125.225.000 200.000 145.11 Genset 200 KVA. Ke Bahasa Jepang c.000 145.000.000 800.000 16. dan Diploma IV/Strata I a.343.000 1. Jerman e.200.Strata 2 dan Spesialis 1 .9 Genset 150 KVA 9.000 20.15 Genset 350 KVA 9.250.Pengadilan Negeri/Tinggi 11 SATUAN BIAYA TOGA MAHASISWA 12 SATUAN BIAYA PENERJEMAHAN DAN PENGETIKAN Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5.2 Dad Bahasa Indonesia ke Asing a.Diploma I'dan Diploma III .1 Dad Bahasa Asing ke Indonesia a. Uang Buku dan Referensi per tahun .100.000 1. Ke Bahasa Mandarin. Uang Buku dan Referensi per tahun .1 Toga Hakim Agung 10.326.Strata 3 dan Spesialis 2 b.000 13.500.10 Genset 175 KVA 9.13 Genset 275 KVA 9.Diploma III .Diploma IV dan Strata 1 b.000 300. Dad Bahasa Francis.000 12.000 10.800. Belanda d.17 Genset 500 KVA 10 SATUAN BIAYA TOGA HAKIM DAN JAKSA (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tabun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 10.000 2.1 15. Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a.340. 9.000 5.000 18.000 OT OT OT OT 19.Strata 2 dan Spesialis 1 .000 145. Dad Bahasa Jepang c.000.000 15. Dad Bahasa Asing Lainnya 12. III.2 Toga Hakim Konstitusi 10.637.100.000 20.530.000 1.000 1.000.000. Ku Bahasa Prancis.754. Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.000 25.Diploma I .589.14 Genset 300 KVA 9.000 125.000 200.000 2.750.16 Genset 450 KVA 9.107.000 145.226.000 5.Strata 3 dan Spesialis 2 15 SATUAN BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI OT OT OT OT OT 15.1 Program Diploma I.000 14.4 Toga Jaksa pada.000 14.12 Genset 250 KVA 9.000 11.

8 LAMPUNG 3.5 JAMBI 3. Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun .000 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -517 SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN DAN OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17.12 JAWA BARAT 3. JAKARTA 3..000 29.13 D..000 29..000 3.430.._ 29.000 29.000 • • 29. 2.000 29.000 29.000 29..430.21 KALIMANTAN TENGAH 3. 3. 29.800.7 SUMATERA SELATAN 3. 29.340.450.410...000 29.000 29.19 NUSA TENGGARA TIMUR 3....560..25 GORONTALO 3.14 JAWA TENGAH 3.000 _.060.11 BANTEN 3.... (2) PEJABAT NEGARA PEJABAT ESELON I PEJABAT ESELON II (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun . ..000 _ .000 29.190.430.2 SUMATERA UTARA 3..230.750.K. 29.510.000 29..16 JAWA TIMUR 3.6 SUMATERA BARAT 3. _..340.000 29..000 29.000 .000 29.000 29.000 30. YOGYAKARTA 3..410.29 SULAWESI TENGGARA 3.000 29..430.730..1 ACEH 3..17 BALI 3._ _ 29.000 29.I.000 29.840.000 _____ 29.410.26 SULAWESI BARAT 3.000 29.860._ ..32 PAPUA 3. PROVINSI SATUAN BIAYA TA 2013 (1) 1.800..380.710..880.000 29. ..340.090.430.000 ..4 KEPULAUAN RIAU 3. .000 29.1 Pejabat r- NO.___ 29. .000 36..880.18 NUSA TENGGARA BARAT 3.3 RIAU 3.9 BENGKULU 3. 29.20 KALIMANTAN BARAT 3.000 29 ._ .33 PAPUA BARAT ' .22 KALIMANTAN SELATAN 3..560.930.450..23 KALIMANTAN TIMUR 3.10 BAN GKA BELITUNG --3.30 MALUKU 3.100.' Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun__ Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun .I..000 30._ _ _ (4) 38.27 SULAWESI SELATAN 3..000 _ .010.15 D.24 SULAWESI UTARA 3.000 ___ .28 SULAWESITENGAH 3.430.230.31 MALUKU UTARA 3. _ .000 30.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-6-

17.2 Operasional

dalarn rupiah) DOUBLE
GARDAN _

NO.

PROVINSI

RODA EMPAT

RODA DUA

(1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24-. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 31. 33.

(2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.K.I. JAKARTA JAWA TENGAH haYOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT

(4) (5) (3) 3.480.000 34.110.000 25.540.000 3.530.000 34.150.000 25.570.000 3.480.000 34.110.000 25.520.000 34.090.000 3.430.000 25.500.000 34.110.000 3.480.000 .... 25.540.000 .... . 25.570.000 34.150.000 3.530.000 3.480.000 34.110.000 25.540.000 3.480.000 3._4.110.000 25.540.000 _..... 25.540.000 34.110.000 3.480.000 25.540.000 34.110.000 3.480.000 3.380.000 25.340.000 33.920.000 ------ --- 25.340.000 33.920.000 ------- .3807606 3 25.300.000 33.880.000 3.380.000 25.450.000 34.020.000 3.430.000 25.450.000 34.020.000 3.430.000 25.450.000 34.020.000 3.430.000 25.630.000 34.190.000 3.530.000 34.250.000 3.530.000 25.680.000 25.680.000 34.250.000 3.530.000 26.180.000 34.390.000 3.580.000 26.290.000 34.490.000 3.630.000 26.200.000 34.410.000 3.580.000 26.240.000 34.450.000 3.580.000 26.150.000 34.370.000 3.580.000 26.240.000 34.450.000 3.630.000 25.520.000 34.110.000 3.430.000 25.520.000 34.110.000 3.430.000 26.310.000 34.510.000 3.630.000 26.330.000 34.530.000 3.630.000 26.470.000 34.650.000 3.730.000 26.380.000 34.570.000 3.730.000 26.560.000 34.730.000 3.880.000 . . _. 26.510.000 34.690.000 3.780.000
,dalam rupiah . . Biaya TA 2013

17.3 Operasional Roda 6 & Speed Boat No. (1) Uraian Satuan

(2) Roda 6 Rode. 6 Khusus Tahanan Kejaksaan Speed That

1.

(3) Unit Unit Unit

(4) 21.110.000 39.250.000 17:666:666

oi i oi 1

,

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-7-

17.4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJR)

NO.

PROVINSI

PJR RODA EMPAT

PJR RODA

DUA (5 250 CC) (4) 17.930.000 18.090.000 17.930.000 17.770.000 17.930.000 18.090.000 17.930.000 17.930.000 17.930.000 17.930.000 17.610.000 17.610.000 17.610.000 17.770.000 17.770.000 17.770.000 18.090.000 18.090.000 18.090.000 18.250.000 18.420.000 18.250.000 18.250.000 18.250.000 18.420.000

PJR RODA DUA 750 CC) (5) 36.130.000 37.860.000 36.130.000 35.260.000 36.130.000 37.860.000 36.130.000 36.130.000 36.130.000 36.130.000 34.400.000 34.400.000 34.400.000 35.260.000 35.260.000 35.260.000 37.860.000 37.860.000 37.860.000 38.720.000 39.590.000 38.720.000 38.720.000 38.720.000 39.590.000 35.260.000 35.260.000 39.590.000 39.590.000 40.450.000 40.450.000 43.050.000 41.320.000

(1) 1. 2.
-

(2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU

(3) 42.080.000 42.130.000 42.040.000 41.990.000 42.080.000 42.130.000 42.080.000 42.080.000 42.080.000 42.080.000 41.650.000 41.650.000 41.550.000 41.890.000 41.890.000 41.890.000 42.280.000 42.370.000 42.370,000 43.430.000 43.670.000 ._. . 43.480.000 43.580.000 43.390.000 43.580.000 42.040.000

I 5.

I,cf•

19. NUSA TENGGARA TIMUR 20. KALIMANTAN BARAT 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA __

31. PAPUA 33. PAPUA BARAT

q:; 1 N:
8. 9.

i

10. BANGKA BELITUNG 11. BANTEN 12. JAWA BARAT 13. D.K.I. JAKARTA 14. JAWA TENGAH 15. D.I. YOGYAKARTA 16. JAWA TIMUR

17. BALI 18. NUSA TENGGARA BARAT

17.770.000 17.770.000 42.040.000 18.420.000 43.720.000 43.770.000 ~ 18.420.000 18.740.000 44.060.000 18.740.000 43.870.000 44.250.000 44.160.000 19.220.000 18.900.000

MENTEFt1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-8-18 SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI dalam rupiah) GEDUNG TIDAK GEDUNG BERTINGKAT BERTINGKAT (4) 157.000 146.000 165.000 173.000 152.000 145.000 148.000 143.000 149.000 162.000 143.000 . 144.000 153.000 _ 142.000 142.000 142.000 145.000 148.000 165.000 164.000 171.000 156.000 170.000 168.000 154.000 153.000 146.000 154.000 157.000 187.000 188.000 357.000 243.000 (5) 92.000 83.000 93.000 98.000 . . 86.000 82.000 84.000 81.000 91.000 92.000 . ._ 81.000 . 82.000 87.000 80.000 81.000 80.000 82.000 . _ 84.000 96.000 93.000 97.000 87.000 96.000 95.000 87.000 87.000 ...._ 83.000 86.000 89.000 106.000 106.000 203.000 138.000 HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN KANTOR (6) 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 __. 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 13.000 10.000 10.000 10.000 10.000 13.000 13.000 13.000 14.000

NO.

PROVINSI

Satuan

(2) (1) 1. ACEH SUMATERA UTARA RIAU I 4. KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BA-RAT 7. SUMATERA SELATAN 8. LAMPUNG 9. BENGKULU , 10. BANGKA BELITUNG 11. BANTEN 12. JAWA BARAT 13. D.K.I. JAKARTA 14. JAWA TENGAH 15. D.I. YOGYAKARTA 16. JAWA TIMUR 17. BALI 18. NUSA TENGGARA BARAT 19. NUSA TENGGARA TIMUR 20. KALIMANTAN BARAT 21. KALIMANTAN .TENGAH 22. KALIMANTAN SELATAN 23. KALIMANTAN TIMUR 24. SULAWESI UTARA 25. GORONTALO 26. SULAWESI BARAT 27. SULAWESI SELATAN 28. SULAWESI TENGAH 29. SULAWESI TENGGARA 30. MALUKU 31. MALUKU UTARA 31. PAPUA 33. PAPUA BARAT
I ts)

---

(3) m2/tahun m2/tahun m2 /tahun m2 /tahun m2 /tahun m2 / talmn m2 /tahun m.2 /tahun m /tahun m2 /tahun m2 /tahun _ . m2 /tahun m2 /tahun m2 /tahun _ m2 /tahun m2 /tahun m2 / tahun m2 /tahun m2 /tahun m2/tahun m2/tahun m2 /tahun m2/tahun m tahun m2 /tahun m2 /tahun m2 /tahun m2/tahun m2 /tahun m2 /tahun m2 /tahun m2 /tahun m /tahun

-

...

400.000 7. D. 25.K.100.100. 29. 28.000.000. o6 (:s I 10. . 23.• MENTERI KEUANGAN REP UBLIK.000 6. BALI 18.000 6.000 15.500. (1) PROVINSI ---.600.000 10.I.000.000 7.500. 31.000 17. JAWA BARAT 13.000 7.000 9. dal NO.000 11.000 6.500. KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA 31.300.000 7.500.000 7..400. 24.200. PAPUA BARAT L r' . KALIMANTAN BARAT 21.INDONESIA -9 19 SATUAN BIAYA SEWA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jam) .000 7.000 7.700.500.000 _. KALIMANTAN TENGAH 22.000.200. NUSA TENGGARA BARAT 19.800.000. 26. BANGKA BELITUNG 11.I. cr5 (3) 6.700.000 11.000. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 7. JAWA TENGAH 15. 30.000 10.500. JAWA TIMUR 17. 27.000 10. PAPUA 33.000. 1 7.000 8.600. D . .000 8. JAKARTA 14. .000.500.000 7.000 7.000 10. BANTEN 12. BIAYA TA 2013 (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU 1.000 I 4.200._ 8.300.500.000 11.000 7. YOGYAKARTA 16.000 7.000 17.000 6..000.

000 .000 650.000 1. 6.000 710.900. JAWA TENGAH 15.600.806.000 2.000 -------.900. BALI 18.000 3.000 2.700. 1.000 2.000 2.000 640.000 2.000 2. SULAWESI BARAT 27.000 950.800.000 760. PAPUA BARAT 1.000 3. PAPUA 33.000 2.700.000 2.000 650.800..000 2.800.800.000 820.800.900.800.000 640.800.900.300.10 - 20 SATUAN BIAYA SEWA KENDARAAN (per delapan jam) (dalam rupiah) NO (1) • PROVINSI (2) RODA 4 (3) 710.400.000 2.900. 8.500.100.000 720.600.700.000 750.000 640.__ RODA 6 / BUS BESAR (5) 3.000 _. KALIMANTAN SELATAN 23.000 1.900.000 3. MALUKU 31.000 640.000 1. NUSA TENGGARA BARAT 19.000 RODA 6 / BUS SEDANG (4) 1.6662.900.900.000 2.100..000 1. SULAWESI TENGAH 29.000 2.606 3. RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU 10.000 3.000 710.000 650.800.700.000 3.700.000 2. 2.000 1.000 650.200.500. SULAWESI UTARA 25. SULAWESI SELATAN 28. D. JAKARTA 14.00 0 2.000 2.000 760. KALIMANTAN TIMUR 24.000 680.700.000. YOGYAKARTA 16.700.000 1.500.000.900.000 2.000 1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .000 730.000 1.900.650.200.000 640. SULAWESI TENGGARA 30.000 2..K.000 2.800. D..900. KALIMANTAN TENGAH 22.000 3. 5.400.800.900.300.000 --. MALUKU UTARA 32.000 1.000 2. BANGKA BELITUNG 11.000 1. KALIMANTAN BARAT 21..000. ACEH 2.000 2.000 2.000 3. GORONTALO 26.800.800.000 3.700.000 2.000 . NUSA TENGGARA TIMUR 20.700.000 830. BANTEN 12.000 900.000 1.700.000 2.000 4.I. 4.800.100.000 1.466:666.----.000.000 2.000 3..800.000 730.000 740.000 650.800.000 1.I.000 740.000 1.000 . JAWA TIMUR 17.100.000 710.400. 7.700.800.000. 9.000 640. SUMATERA UTARA 3.000 1.800.500.000 3.000 2. JAWA BARAT 13.000 650.000 730.000 1.000 3.000 1.800.000 1.000 ' 2.000 1.000 640.000 2." 2.000 650.700.

2.000.2.000. 362..33 PAPUA BARAT L.22 KALIMANTAN SELATAN 21.2.18 NUSA TENGGARA BARAT 21.000 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1121 SATUAN B1AYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PEJABAT NO PROVINSI SATUAN BIAYA TA 2013 (11 21.000:000 21.000.21 KALIMANTAN TENGAH 21. . 348.000 . .2.000.26 ___ SULAWESI BARAT ..1 21.13 D.000.24 SULAWESI UTARA 21.2.2.000 .32 PAPUA 21.000.000 353.000 366..I.000 366.000.000.27 SULAWESI SELATAN 21.2.000.1 ACEH 21.2.4 KEPULAUAN RIAU 21.000 340.12 JAWA BARAT 21. ____Unit _ _. _________ .2.000.000.000 349.000.2.000 363.23 KALIMANTAN TIMUR 21.000. . .000.000.000 355. .28 SULAWESI TENGAH 21.5 JAMBI 21.000 355.2.000 369. ___ 345.000 340._ 350.11 BANTEN 21.2. __ _ .2 (2) Pejabat Eselon I Pejabat Eselon II (31 Unit Unit • .15 D.6 SUMATERA BARAT 21.000 350..000 347.000 349..000. .000.20 KALIMANTAN BARAT 21.2 SUMATERA UTARA 21.2.000 364.2..2.2. 349.K.000.2. 348.8 LAMPUNG 21.000. JAKARTA 21. 370.000 .000. YOGYAKARTA 21.2.000 .3 R I A U 21.000.2.000.29 SULAWESI TENGGARA 21.2. 21.17 BALI 21.2..2. 141 466.2._ .2.000 349.19 NUSA TENGGARA TIMUR 21.2.000.31 MALUKU UTARA 21.7 SUMATERA SELATAN 21. Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit .000 .000 372.000 .2.10 BANGKA BELITUNG 21.000.2.000 348.000.000 349..000 378.000.14 JAWA TENGAH 21.000. Unit Unit Unit Unit Unit _ Unit _____ Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit .000 _ .000. ___ ___ __ .000.16 JAWA TIMUR 21.2.000.000 338.30 MALUKU 21.2.000 _ 345.9 BENGKULU 21.I. _ .25 GORONTALO 21.2.2. .000 380.000. .2.000 349.000..2..000 345. . 368.000.000 376.

000 271.000.000 439.000 170.000.000.000. SULAWESI SELATAN 28.000 420.000. 6.000.000.000.000.000 271.000 305.000.000.000.000 172.000.000.000.000 435.000 418.000.000.000 432.000 304.000.000.000 200.000.000 277.000.000.000 202. 9.000.000.000.000.000 418.000 269.000.000.000 407.000.000.000.I.000.000 218.000 181.000 177.000 270.000 172.000. 8.000 177.000.000 418.000.000.000 270. D.000 267.000 181.000 449.000 422.000 204.000.000. YOGYAKARTA 16. SULAWESI BARAT 27.000.000. 5.000 262.000 181.000.000.000 420.000.000.000 314.000.000 182. BANTEN 12. B A L I 18. KALIMANTAN BARAT 21.000.000 414.000.000 316.000.000 271. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 185.000 187.000.000 445.000.000. Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (1) 1 2 Roda 6 dan/atau Bus Sedang Roda 6 dan/atau Bus Besar (2) (3) Unit Unit (4) 522.000.000 312.000 206.000 270.000. SULAWESI UTARA 25.000 260.000 DOUBLE GARDAN (6) 418. 4. BANGKA BELITUNG 11.000 208.000.000 181.000 438. MALUKU 31.000.000 441. GORONTALO 26.000 299.000. MALUKU UTARA 32. PAPUA 33.000.000.000 302.000.000.000.000.000 409.000 177. KALIMANTAN TENGAH 22.000.000 181.000 MINIBUS (5) 271.000 .000 418.000 267.000.000.000.000 216.000 210.000 414. 3.000 414.000.000 (1) 1.000 308.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . KALIMANTAN SELATAN 23.000 433.000 180. 2.000.000 300.K.000 204.000.000.000 214. SULAWESI TENGGARA 30. JAWA TIMUR 17.000. ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT (2) (31 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU 10.000 182.000 267.000. JAKARTA 14.000 201.000.000.000 437.000 271.000 207.I. JAWA BARAT 13.000. PAPUA BARAT 23 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL BUS No.000.000 431.000 418.000.000 447.000 418.000.000.000.000.000 272.000 425.000 275.000. D.000.000 179.000.000.000 302.000.000 435.000 306.000 271.000 298. JAWA TENGAH 15.000.355.000 418.000 187. SULAWESI TENGAH 29.000 180.000.000 272.000. 7.000 418.000 409.000.000 425.000.000 277.000.000.000 417. KALIMANTAN TIMUR 24.000 1.000.000.000.000.000 262.000.000.000 180. NUSA TENGGARA BARAT 19.056.12 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL KANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (daIam rupiah) NO PROVINSI SATUAN PICK UP (41 181.000.

6! 0.000..... ___ 171-4t Unit Unit . 29.000. PAPUA 33..000.cloo ___.000 -- .900 _._ __ .000. BANGKA BELITUNG 11..000.. 30.opo.000 .000. .999. _ 33.000.000 ___ .000. - (4) _.000 _. KALIMANTAN BARAT 21. _ .000...000 32. NUSA TENGGARA BARAT 19.000 __.. _ __ _ __ __ 30. _ 32.000..__ f51 31...000 35....000. KALIMANTAN TENGAH 22._ 10.000 30... 31...000 .000.000...000 . .. JAWA BARAT 13.._ . SULAWESI UTARA 25.. _ 32...000 30.000 35.000 _ .. _ 30.000._ 30 •000.__..000.• .000 .. 28. ' 35.--.000 36. 39. _29. 16. 31. _ Unit Unit -----.000.000. ____ .I..000 .000.000. .000. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 .000. 000 .000...000..000..000. 33..000... 30.000..000.____28.i 161 .000.000 35.000._..0_ 00 31.000 ____ ___ ..K._.000 .000.000 30.. . 30._ .. _ Unit _ _ .000 .000_ 36.000 37.._____.000 31.000 ...000.000 c...000. SULAWESI TENGGARA 30.000.000. .000 31.000 _ 31......000 32. PAPUA BARAT _ ___ _ ___ __ _ . Unit Unit ...000.000.000 29.--....000 33...___.000. _33.. 38.000... Unit Unit _ .000.000 31.000 _.000. SULAWESI TENGAH_ 29.000 33..... .000 . 31.000 .. D...000 35._ . 33.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 13- 24 SATUAN MAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL KANTOR DAN/ATAU LAPANGAN NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR LAPANGAN (11 1.000.. 30. KALIMANTAN TIMUR 24. MALUKU UTARA 32. _. SULAWESI BARAT SELATAN SELATAN 27..000. SULAWESI _ 28.000 34.000.000. ..000 31.000.1 . • 30..1:1 61 6I N:1 ..000..000.000 35. ._ 29.-_.000.000 _..000 .00..020 .000 34.. . _ Unit _. 29. „_.. . JAKARTA 14. ____. BANTEN 12. .000.__ BALI 18.000....000.000. MALUKU 31.. D.------.. 30.000 31. 33._ Unit _ Unit Unit Unit _Unit _ Unit Unit Unit Unit .000.000 _ ..000 34.000 36.000.000 JAMBI _____ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU 29..000 34.• Unit Unit Unit .0.. YOGYAKARTA . 9. . JAWA TIMUR 17.000. . KALIMANTAN SELATAN 23. 31. __.000..000 29. ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU (2) (31 Unit Unit. 33.000.000 ...I.000 .000 • __.....------. .. .._.000 29.-. .. GORONTALO 26..000.000. _ Unit Unit Unit Unit __ Unit Unit Unit _ ----..000._. . ...000..000 ...000 .. .. _.. JAWA TENGAH _15... 33.

000 500.000 610.000 800.000 1.000 530.000 __440.000 900.000 900.I. KALIMANTAN TIMUR 24.000 650.000 400. __ 450.000 650.000 610. SUMATERA SELATAN LAMPUNG 9.300.000 590.000 590.000 550.000 500. JAKARTA 14. _490.000 500.000 650.000 450.000 850._ 450.000 500.000.000 440.00p 600.400.000 500. SULAWESI UTARA.000 450.14 25 SATUAN MAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS (STEL) (dalam rupiah} NO (1) PROVINSI (2) ACEH SUMATERA UTARA PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.000.000 .000 500. 900. 3. BANTEN 12.000 1.000 650.000 450.000 780.000 550..000 450. RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI 6..000 500.000 410.000 500. ICALIMANTAN SELATAN 23. 450.000 650.000 1.000 500. SUMATERA BARAT 7.000 450. . 450.000 380.000 PAKAIAN KERJA SATPAM (7 ) 980. MALUKU UTARA 32.000 620.000 750. NUSA TENGGARA BARAT 19.000 __ PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) 460.000 PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I ( 5) 400.000 900.000 440..000 460.000 440.000 440.000 18.000 650.000 610.000 500. GORONTALO 26.000 650.000 __. MALUKU 31._ 650.000 450.000 500..000 360. D.000 360.000 .K. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 650.000 650.000 400.000 400.000 610..000 930.000 1.000 500.200.000 920.000 500._ .000 _5po.000 400.000 460.000 660.000 390.000 500. .000 940. KALIMANTAN BARAT 21.000 350.000 650.000 440.000 390.000 900.000 .000 900.000 500. PAPUA BARAT _ 1 141 6 8. 25. PAPUA 33.000 460.000 390.000 440.000 660.000 450.000 350.000 900.000 450.200.000 500.000 440.000 460. BANGKA BELITUNG 11.000 550.000 450.000 660.000 __ __ _.000 _1. JAWA BARAT 13.000 540.000 790.000 390.000 450.000 460.000 600.000 490.000 610.000 650. SULAWESI TENGGARA 30. D.000 800. ICALIMANTAN TENGAH 22. YOGYAKARTA 16.000 430.000 _ipo.000 610.000 __ 490.I.clop 460.000 950.000 390.000 440.000 1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . SULAWESI BARAT 27.000 610.000 850.000 360.000 _.100.000 700.000 340.000 680.000 440. B A L I 650000 600.000 ____ _ _450.000 440.000 400.000 900.000 450.000 _ __ _ 650.000 1.000 ___ 850..000 ___ _____ 400._ 440.000 .000 440. JAWA TENGAH 15.000 970.000 900.000 530.000 490.000 550.000 380.000 500.000 520.000 380.000 .000 .000 1.000 390.000 390.000 650.000 910.000 400.000 PAKAIAN KERJA SOPIR/ PESURUH (6) 390.000 850.000 440. SULAWESI SELATAN 28_ TENGAH _ 29.000 360. BENGKULU 10.000 850.000 520.. JAWA TIMUR 17.000.

VENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 15 26 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN DI LUAR KANTOR 26.1 Menteri & Setingkat Menteri

NO.
. .

PROVINSI

HALFDAY

FULLDAY

FULLBOARD

(5) (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BA N TEN _ JAWA BARAT D.K.I. JAKARTA JAWA TENGAH D.I. YOGYAICARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT _ (3) 260.000 435.000 1.032.000 270.000 540.000 1.350.000 260.000 350.000 930.000 260.000 420.000 930.000 260.000 370.000 800.000 260.000 370.000 825.000 260.000 380.000 800.000 260.000 372.000 760.000 240.000 350.000 800.000 290.000 350.000 930.000 310.000 415.000 1.040.000 316:600 432.000 1.160.000 350.000 500.000 . 2.100.000 1.020.000 _ ........._ ... 305.000 __ ______.____ _ 275.000 482.000 1.020.000 458.000 1.300.000 310.000 521.000 1.870.000 400.000 1.025.000 545.000 330.000 960.000 450.000 250.000 930.000 220.000 ____ .. ._ 350.000 _ .. _ ______. 930.000 350.000 200.000 930.000 350.000 220.000 930.000 450.000 300.000 1:116:600 425.000 • 240.000 910.000 400.000 240.000 910.000 400.000 . ___________ .._. ... 1.240.000 400.000 240.000 910.000 400.000 240.000 930,000., 400,000 240.000 910.600 450.000 16.060 910.000 450.000 310.000 _00 300.000 __. _ _ _ 450.000 _ ___ _ _ 1._ 120.0 _ . _._ - .__ 910.000_ 450.000 310.000 (4)

( 1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33.

(,)

MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 16 -

26.2 Pejabat Eselon I & II

daIam rupiah)
NO. PROVINSI

HALFDAY

FULLDAY

FULLBOARD

(1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33.

(2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.K.I. JAKARTA JAWA TENGAH D.I. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT

(31 (4) (5) 1.008.000 400.000 207.000 800.000 300.000 185.000 280.000 640.000 190.000 690.000 290.000 200.000 740.000 280.000 190.000 820.000 170.000 235.000 337.000 645.000 210.000 280.000 725.000 180.000 280.000 770.000 190.000 744.000 287.000 390.000 340.000 _ 820.000 280.000 76076bo 274.000 408.000 400.000 740.000 280.000 740.0015-188.000 280.000 245.000 405. 740.000 250.000 344.000 678.000 1.640.000 350.000 490.000 324.000 420.000 785.000 350.000 ._..._..._ .._ 740.000 230.000 _ 165.000 250.000 600.000 720.000 181.000 335.000 335.000 ____. 978.000 190.000 241.000 401.000 750.000 200.000 340.000 790.000 190.000 270.000 830.000 210.000 320.000 690.000 190.000 355.000 1.000.000 810.000 190.000 320.000 210.000 379.000 67 75.000230.000 340.000 815.000 262.000 456.000 730.000 270.000 336.000 840.000 230.000 340.000 0. 70 000-

MENTEFII KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 17 -

26.3 Pejabat Eselon III Kebawah

dalam rupiah
NO. PROVINSI

HALFDAY (3) 180.000 160.000 130.000 140.000 183.000 145.000 165,000 135.000 144.000 210.000 170.000 162.000 230.000 130.000 175.000 200.000 230.000 240.000 185.000 157.000 176.000 200.000 150.000 157.000 140.000 160.000 180.000 168.000132.000 132.000 162.000 205.000

FULLDAY

FULLBOARD

ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.K.I. JAKARTA JAWA TENGAH D.I. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI 18. NUSA TENGGARA BARAT 19. NUSA TENGGARA TIMUR 20. KALIMANTAN BARAT 21, KALIMANTAN TENGAH 22. KALIMANTAN SELATAN 23. KALIMANTAN TIMUR 24. SULAWESI UTARA 25. GORONTALO 26. SULAWESI BARAT 27. SULAWESI SELATAN 28. SULAWESI TENGAH 29. SULAWESI TENGGARA 30. MALUKU 31. MALUKU UTARA 32. PAPUA 33. PAPUA BARAT

(1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.__. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

(2)

_
(4) (5) 300.000 650.000 275.000 540.000 185.000 505.000 240.000 564.000 256.000 479.000 220.000 445.000 ' 228.000 _ 494.000 -208.000 •-640.000 705.000 192.000 297.000 534.000 _ 570.000 230.000 645.000 260.000 630.000 330.000 540.000 210.000 540.000 280.000 329.000 _530.000 1.000.000 ---395.000 605,000 347.000 480.000 305.000 ___ 43S.Vdd 205.000 576.000 336.000 665.000 295.000 595.000 335.000 665.000 240.000 755.000 235.000 465.000 280.000 825.000 310.000 498.000 251.000 480.000 -- 277.000 563.000 288.000 535.000 180.000 .._ 630.000 228.000 550.000 305.000

---

Yr-

674..000 SURABAYA 5.000 4.000 2.000 7.000 MATARAM _ _____.000 MANOKWARI 16.230.797.000 MALANG 4.285.252.824.867.829.182.471.295.000 5.000 DENPASAR 4.000 PALANGKARAYA _ __.081.364.182.081.781.113.444.000 TIMIKA 13.305.226.000 4.830.000 MANOKWARI 5.000 MANADO 10.139..861.808.000 TERNATE 10.000 3.000 BANJARMASIN 2.000 7.519.252. _ _ __ 5.027. 3._.000 PANGKAL PINANG 3.530.001.000 3.984.000 7.000 GORONTALO 2.000 KENDARI 4.268.952..000 2.c I-s .824.000 AMBON 3.000 4.583.000 MEDAN 7.000 4.824.460.342.000_ KUPANG _ ___ _ _ __ 7..000 2.434.000 _.348.000 131 (4) (5) i .000 BALIKPAPAN 4.000 7.568.262.000 PEKANBARU 5.000 BATAM 2.000 5.000 PALEMBANG PALU 9.455.000 2.000 BIAK 3.000 MAKASSAR 2.000 10.888.065.000 JAYAPURA 7.000 6.861. JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA _JAKARTA_ _ JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA .412.102.161.107.599.000 BANDA ACEH 1.000 MAKASSAR 6.492.000 5..984.000 3.000 MAMUJU 7. 4.316.000 2.519.000 JOGJAKARTA 4.353.000 14. JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA • JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON AMBON AMBON AMBON AMBON TUJUAN SATUAN BIAYA TIKET BISNIS EKONOMI • (1) 1 2 I 5 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 .856.016.000 5.413.193.000 BANDAR LAMPUNG 2._ _ 7.231.000 __ _ _8.995.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .022.000 2.000 DENPASAR 8.861.000 13..000 4.487.000 JAMBI 14.466.000 3.000 2.824.000 2..867.268.412.000 JAYAPURA 2.000 4. __.000 KENDARI 9.000 4.000 BENGKULU 7.658.000 5.177.000 SOLO 3.000 2.000 PADANG 5.000 3.000 3.000 7.18 27 SATUAN BIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI (PP) dalam rupiah) NO KOTA ASAL (2) JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA .583.407.000 SEMARANG 2.065.664.000 3.000 PONTIANAK 4.621.054.695.

167.508.000 DENPASAR 10.493.000 SORONG 3.000 JOGJAKARTA 9.600 MANADO 15.071.449. ____.947.000 2..781.000 8.744.257.000 SURABAYA 8.279..000 8.000 BATAM 10.000 6.000 _ _ .086.... _._ .. _ .060 0 5.000 4.000 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19NO KOTA ASAL (2) TUJUAN (3) SATUAN BIAYA TIKET BISNIS EKONOMI (4) (5) PALU 6. SOLO 5.000 SURABAYA 10.749....006 6.119.369.000 KENDARI 8.000TIMIKA 4.749.316..000 5.000 '.000 6.000 9.000 19.000 14.000 .000 6.000 BALIKPAPAN _ 4.530.140.000 BANJARMASIN 3.. BANDAR LAMPUNG 79 BANDAR LAMPUNG -&) BANDAR LAMPUNG 81 82 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 83 BANDAR LAMPUNG 84 L .765.000 MEDAN 12. .150.000 9.482.000 . DENPASAR 10.674.648. TIMIKA 18.000 _.000 SOLO 9.996..530.798.295.000 9.487..926. d._ MAKASSAR 12.354.835.889..000 PADANG 3._ TERNATE 4..000 5.000 _ JAYAPURA 5. 6.000 MANADO 3.2.305.000 PADANG 10.000 MAKASSAR ASSAR .444.000 MEDAN 3.647. .000 9.161.000 9.845.000 SEMARANG 5.000 14.000 5.000 BANDA ACEH 3.000 4.354.000 .000 4. ._. _ BATAM __.760.113.193.225.840.702.000 PALANGKARAYA (1) 40 AMBON 41 AMBON 42 AMBON 43 AMBON 44 BALIKPAPAN 45 BALIKPAPAN 46 BALIKPAPAN 47 BALIKPAPAN 48 BALIKPAPAN 49 BALIKPAPAN 50 BALIKPAPAN 51 BALIKPAPAN 52 BALIKPAPAN 53 BALIKPAPAN 54 BALIKPAPAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN 58 BALIKPAPAN 59 BANDA ACEH 60 BANDA ACEH 61 BANDA ACEH BANDA ACEH 62 63 __ BANDA ACEH 64 BANDICACgil 65 BANDA ACEH 66 BANDA ACEH 67 BANDA ACEH 68 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG 69 BANDAR LAMPUNG 70 BANDAR LAMPUNG 71 BANDAR LAMPUNG 72 BANDAR LAMPUNG 73 BANDAR LAMPUNG 74 BANDAR LAMPUNG 75 BANDAR LAMPUNG 76 BANDAR LAMPUNG 77 BANDAR LAMPUNG 78 . .717. _.161.000 7.000 SEMARANG 4.0064.000 6.000 .000 ---SURABAYA 10.380.140.423.000 5.637.990.000 10. 5.445.006DENPASAR 8.000 18.739.000 11.000 8..626.664.000 JOGJAKARTA 4. 7.000 9.445.803.380.246.000 6.594.305.022.408.00MALANG 5. 1 4.669.000 6..445.000_ 5.840.000 __.000 PALEMBANG 9.412.942.000 7.000 3.401.305. .1 6. .445.760.568.000 MAKASSAR 7.749.000 5.000 15.813.155.129.000 PON'fiANAIc 64 5..000 JOGJAKARTA 12.199.000 10.000 5.076. .739..000 _10.000 BIAK 3.129.439...504.000 MATARAM 4.097.000 JAYAPURA --.000 JAYAPURA 19.979.000 BANDA ACEH 12.000 ' 2.000 MANADO __.760. ____ ___ _4.000 PEKANBARU 10._.985.000 6. 5..236.

000 6.663.000 7.000 JAMBI 2.000 10.920.129._ 6-_ .006.931.546.000 • • SURABAYA 7.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20dalam rupiah) NO KOTA ASAL TUJUAN SATUAN BIAYA TIKET BISNIS EKONOMI (2) (1) BANDAR LAMPUNG 85 BANDAR LAMPUNG 86 BANDAR LAMPUNG 87 BANDAR LAMPUNG 88 BANDAR LAMPUNG 89 BANDAR LAMPUNG 90 BANDAR LAMPUNG 91 BANDUNG 92 93 BANDUNG BANDUNG 94 BANDUNG 95 BANDUNG 96 97 BANDUNG 98 BANDUNG 99 BANDUNG 100 BANDUNG 101 BANDUNG .000 SEMARANG 2.000 _ 5.792.000 7.000 8.000 3.027.380.000 8.000 • TIMIKA 3.289.000 .135.000 _ PONTIANAK ____ .385.599.717.316.000 MEDAN 4.000 JAKARTA 2.931.369. _ 5.049.626.738. 4.653.936.760.000 BANDA ACEH 4.000 4.396.498.685.413.000 SEMARANG 7.000 PALEMBANG 2.749.000 4.824.000 SOLO 3.000 BANDA ACEH 4..482.583.958.000 PALEMBANG 3.472.370.252.000 10.599.000 _ 8.000 .000 BATAM 8. 102 BANDUNG 103 BANDUNG 104 BANDUNG 105 BANJARMASIN 106 BANJARMASIN 107 BANJARMASIN 108 BANJARMASIN 109 BANJARMASIN 110 BANJARMASIN 111 BANJARMASIN 112 BANJARMASIN 113 BANJARMASIN 114 BANJARMASIN 115 BANJARMASIN 116 BANJARMASIN 117 BANJARMASIN 118 BANJARMASIN 119 BATAM 120 BATAM 121 BATAM 122 BATAM 123 BATAM 124 BATAM 125 BATAM 126 BATAM 127 BATAM i 128 BATAM 129 BATAM (5) (4) (3) 2.000 4.439.000 JAYAPURA 16.000 BATAM 3.412.000 PANGKAL PINANG 3.942.000 10.000 4.193.123.455.433.000 PONTIANAK 7.000 PADANG 2.386.525.407.000 SOLO 2.263.000 PADANG 4.064.696.000 4.000 JAYAPURA 4.000 3. 3.. ..000 6.642.631.936.000 13.546.000 2. PALEMBANG 7.792.476.905.723.000 13. __ __ 2.000 TIMIICA 16.000 17.000.000 JOGJAKARTA 5. .000 6.000 _ .782.000 SEMARANG 2.439.594.000 16.000 7._.000 9.000 8.000 5.482.508.000 10.941..000 5.000 DENPASAR 1.000 _ PEKANBARU . .000 JOGJAKARTA 3.957.686.375.000 3.000 TANJUNG PANDAN 6.000 MEDAN 5.000 6.000 5.337.000 4.000 6.824.000 DENPASAR 9.000 JOGJAKARTA MAKASSAR 10.856.701.578.000 PADANG 4. .359.000 4.000 7.000 PALEMBANG 4.000 BIAK 4.647.006.824.022.000 PEKANBARU 8.000 9.000 PEKANBARU 3.450. .385.000 4.936.129.000 PEKANBARU 1.000 8.268.220. 145.097.022.931.498.000 SOLO SURABAYA 8.000 4.498.000 SURABAYA 2.707.000 MANADO 6. _ .000 3.000 4.022.000 3.000 DENPASAR 9.

782.000 BANJARMASIN 7..049.000 8.000 4.942.407.353.6de PALEMBANG 9.000 .424.091.000 JAYAPURA 5.108.000 TIMIKA 16.321.428.477.883.952.278.840.000 — -.615. _ JAMBI JAMBI _ JAMBI _ 4.658.631.-.600 8.893.498 . 6.000 4..568.000- 167 168 169 170 .000 4.000 4.NEMER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -21k•-.000 _ _4.000 2.000 SURABAYA 13.000 . ..472. .444..000 _____ __ 6..i! NO KOTA ASAL (2) TUJUAN SATUAN BIAYA TIKET BISNIS (31 (4) SEMARANG 7.000 PONTIANAK .615.145.888.000 8.300.000 3.000 9.000 MATARAM 10.000 7. _ .476.690.78.000 8. 171 il 173 174 i-A041JAMBI JAYAPURA 4.. _ 000_ 3..600.. .075.000 ...878.081.000 ' 4.899.738.985.060 TIMIKA 7.589..000 11. _ PEKANBARU 16.18. 4..653. PADANG 16.000_ DENPASAR 6. JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI ....1-3fgf)AAK / 158 159 160 161 162 163 164 165 166 DENPASAR DENPASAR DENPASAR JAMBI JAMBI .108.734.390.707.428.006 3.000 BATAM 16.551..097.000 3.000 7.733.728.664.000 SURABAYA 8. .733.000 BALIKPAPAN _ 7.000.990.274.915.000 JOGJAKARTA 15.660 4.000 PADANG _ .000 4.622.000 15..000 2.000 SEMARANG .000 JAYAPURA 3.000 PALkiiGIcARAYA 6.729.000 6.000 4.000 .000 8.000 4.000 1.000 PEKANBARU 7.000 3.781.000 -----.000 __ __PALANGICARAYA 77541.000 .000 KUPANG 9.690.. .861. 1 oi3.0668.—9.000 MAKASSAR 7.000 MAKASSAR 7.873.000 MALANG 12.434. 6.000 MANADO 1.851.718.000 PONTIANAK 15.182.000 10..000 4.000 MEDAN --------• . kAialcu. .621.557. 6.952.092.000 5. .333.000 SOLO 7.000 MANADO 11.648.000 _ ---- (1) 130 BATAM 131 BATAM 132 BATAM 133 BATAM 134 BENGKULU 135 BIAK 136 BIAK 137 BIAK 138 BIAK 139 BIAK 140 BIAK 141 BIAK 142 BIAK 143 BIAK 144 BIAK 145 BIAK C 146 BIAK 147 BIAK 148 BIAK 149 DENPASAR 150 DENPASAR 151 DENPASAR 152 DENPASAR 153 DENPASAR 154 DENPASAR 155 DENPASAR 156 _ DENPASAR M.000 PALEMBANG 2.000 DENPASAR 16. 1.8..925.995.000 _ BALIKPAPAN 18.193.000 __ PO NTIANAK 10:140.091.000 MEDAN 9.808.000 MANADO 7.011.000 . ____ ________ .145.12.932.000 KUPANG 4.119.439. _2_ __ 8.680.000 BANDA ACEH 18.000 8.193.909.– 6.000 6.444.000 TIMIKA 5.000 JOGJAKARTA 11.000 SURABAYA 12.000 2.000 3.000 SOLO 7.659.845.066 .000 JOGJAKARTA EKONOMI (5) 3.

.000 BANDA ACEH 5.000.000 5.000 _.348. .000 JAYAPURA 14.087.000 MEDAN 4.798._ .000 5.000 4.723.466.659..000 6.000 10.000 1.129.204..054.000 5. .103. JAYAPURA JAYAPURA JAYAPURA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI' KENDARI KENDARI KENDARI KUPANG KUPANG KUPANG KUPANG KUPANG MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG TUJUAN SATUAN BIAYA TIKET EKONOMI BISNIS (4) (3) C5) _ 11.770.706.000 BIAK 8. .493.765.000 5._ _.600 BATAM 7.000 8.220.327.129.000 DENPASAR 4. ..000 PALEMBANG 9.786.193.000 MANADO 10.000 8. _ .000 TIMIKA 7. .000 9.000 22.407._ 3.182.000 5.177.. 3.000 9.000 KENDARI 10.909.000 KENDARI 2._.749.000 JOGJAKARTA 7.167.717.327. 2.322.000 TIMIKA 18.000 BIAK 8.722.000 11.000 PALEMBANG 11.000 MAKASSAR 7.027.659._ _ .000 PADANG 9.380.000 ' * .000 ..000 MANADO 4.000 7.000 BANDA ACEH 10. PADANG .776.038.000 JAYAPURA 10.16..000 5..000 MANADO 11._ _ MAKASSAR 5..633..000 .102...000 BATAM ______.819.000 MAKASSAR 10.263..161._.000 SURABAYA 11. .386.022.663.000 PEKANBARU 9.000 4.000 6.840.536.311.000 5.481. .000 3.893..969.910.435. .000 MANADO 5.102.000 SOLO 9.000 5.932.000 15. _.000 6.000 17.000 11. .000 2.000 JOGJAKARTA 8.861._ 9..000 4.519.000 .000 .311.108.380..722.381.525. .092._ 7.000 17.000 SURABAYA 6.000 4.000 PADANG 8..000 PEKANBARU 3..MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -22(dalam rupiah) NO (1) 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 KOTA ASAL (2) JAYAPURA JAYAPURA JAYAPURA JAYAPURA .658.000 6.637.722. JAYAPURA 16.289..140.000 MEDAN 9.894. .000 TIMIKA 11.166.000 BALIKPAPAN 10. .000 5.567.000 5.000 4.931..536.166.000 12.000 PEKANBARU PONTIANAK _.134.000 TIMIKA 2.108.873.648.109.000 18.000 BANJARMASIN 8.000 6.487.787.482._ 5.000 PALEMBANG 4.000 PONTIANAK _.000 SEMARANG __.000 DENPASAR 3.097.659.000 9.000 3.460.615.000 3.000 5.273..953.455.

.000 4. _ _ _ __ .000 10.102.000 4.000 2.417.060.615.637.000 9.134.000 6. _ _ .000 11.000 10.000 . „.000 12.000 ' ..000 . _ _ .183.514.000 9.000 9.696..504.000 7.599. 4.. 8..5.000 18.000 9.000 5.000 6.000 4.000 4.000 5..466.316.364.000 4.000 13.846. .000 8.....000 4.246. _ .000 4.. 3.552.000 4.915.781.546.193.396.000 15..000 8..000 9.803.958.925.455.829.000 8.000 6.000 16. .000 6.000 . .000 6.000 12.000 2..000 5.000 4.000 3.000 8.167.685.461.284.000 14.873..718.000 .000 3.000 10.000 5.000 10.022. .000 9.899.000 8.953...867.065. 12..000 10.321..000 8.765.012.000 5. _ .MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .461.000 4/06.000 14.284.733.258.666 7..092. _ _ _ 8.006 5.145.888.460..551. NO KOTA ASAL TUJUAN (3) MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA MEDAN PADANG .006 12.564.000 4..000 .262.000 9.000 7..000 9.23 .000 6.000 4.000 10.439.739.000 4.000 (I) 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 25.000 9..909.000 2.000 16.246.744._8_35„000_ 5.385.418.000 7.172. .803.909..000 12.402..000 5.717._ .600.„. .461. _..000 7.000 15. _ _ _ • __ _ _.995.055.000 4.230. PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN BANDA.327.000 6.000 4.000 2. ACEH BANJARMASIN BATAM BIAK JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH (2) MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM MATARAM MATARAM VIATA RAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SATUAN BIAYA TIKET BISNIS (4) 13.744.193.552.000 5.311.546.974.199.000 _6.504.990.851. _ _ .000 7...738.546.6 257 258 259 260 261 262 263 264 - • .4077600 3.626.000 8.937.000 EKONOMI (5) 6.750.

385.300.000 11.000 6.407.733.000 6.578.000 4.979.000 7.000 3.000 3.076.000 4.000 8.252.000 3.829.640.000 4.000 1.000 5.000 8.000 3.000 8.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .000 6.000 1.000 3.433.000 4.000 9.803.000 7.739.000 3.781.578.941.696.957.000 6.000 3.894.000 16.000 4.663.279.262.000 3.000 7.000 5.24 (dalam rupiah) NO KOTA TUJUAN (3) BATAM JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG _ PALEMBAIG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA MAKASSAR TIMIKA SATUAN BIAYA TIKET BISNIS (4) 8.883.000 9.818.444.000 9.626.589706E1 ASAL (2).000 4.631.000 1.091.000 7.220.060.231.000 3.000 9.829.000 8.000 5.685.000 6.262.000 15.466.000 4.840.000 4.936.000 6.198.477.000 3.915.000 8.000 9.000 7.000 8.883.000 4.514.000 7.000 EKONOMI (5) 4.888.-7.685.904.423.236.535.466.557.771.000 7.000 5.000 6.808.000 10.241.000 5.097.204.000 3.878.000 3.765.000 9.305.236.000 6.000 3.295.161.000 7.0067.000 4.000 4.022.642.000 1.883.000 3.466.000 3.000 8.000 4. .086.696.0003.000 3.845.760.326.000 4.000 6.739.065.06-6-3.268.284.000 6.888.000 3.000 4.000 4.247.000 7.000 3.022.870 2.000 5.000 8.797.000 9.000 _2.140.412.000 9.038.000 3.000 3.915.600 15.915.241.979.659.000 12.252.947.797.118.829.000 12.1 8 .391.685.000 5.000 8.675. (1) 265 PALANGKARAYA 266 PALANGKARAYA 267 PALANGKARAYA 268 PALANGKARAYA 269 PALANGKARAYA 270 PALANGKARAYA 271 PALANGKARAYA 272 PALANGKARAYA 273 PALANGKARAYA 274 PALANGKARAYA 275 PALEMBANG 276 PALEMBANG 277 PALEMBANG 278 PALEMBANG 278 279 PALEMBANG 280 PALEMBANG 281 PALEMBANG 2_82 PALU 283 PALU 284 PALU • 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 288 PANGKAL PINANG 289 PANGKAL PINANG 290 PANGKAL PINANG 291 PANGKAL PINANG 292 PANGKAL PINANG 293 PANGKAL PINANG 294 PANGKAL PINANG 295 PANGKAL PINANG 296 PANGKAL PINANG 297 PANGKAL PINANG 298 PANGKAL PINANG 299 PANGKAL PINANG 300 PANGKAL PINANG 301 PEKANBARU 302 PEKANBARU 303 PEKANBARU 304 PEKANBARU 305 PEKANBARU 306 PONTIANAK 307 PONTIANAK 308 PONTIANAK 309 PONTIANAK 310 PONTIANAK 311 SEMARANG 312 __SOLO 3 13 SURABAYA 314 SURABAYA 315 SURABAYA 316 SURABAYA _ .706.000 8.000 5.252.936.210.000 7.000 4.744.000 4.653.000 4.0006-6.

000 285.000 70 125.000 82.000 90. JAKARTA JAWA TENGAH D.000 315.000 L.000 5(1000 .I.000 125.000 120.000 290.000 100.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 28 SATUAN BIAYA TAKSI PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI .000 72.000 171.000 60.000 115. _ NO.000 110.000 48.000 60.K.000 125.000 48.000 110.000 90.000 115.000 125. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT (3) OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK (4) 90. dalam rupiah . .000 80. PROVINSI SATUAN BIAYA TA 2013 (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 _ 33 (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 60.000 70.000 90.I.000 91.000 110.000 70.000 170.

809 6.• ..201 3.• .702 23.831 11..-San Fransisco Toronto Vancouver Washington AMERIKA SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERIKA TENGAH Mexico City Havana Panama City EROPA BARAT Vienna Brussels -..458 .--.240 3....623 8.924 6.325 9.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -26- 29 SATUAN.335 13.753 4.-.277 .BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PP) dalam US$ BIAYA TAHUN 2013 NO KOTA Eksekutif (1) (2) Bisnis _ (4) Ekonomi (5 ) ..635 11.----.178 3..399 9. 14.083 2. 17 18 19 11.468 11.966 7.750 10.518 9.771 3.134 10.127 .428 6.389 3.743 10 11 12 13 14 15 16 18.018 21.426 11.902 ..040 6.970 5.130 7.237 17.591 3.822 14.870 ..223 14.539 16.- 12..713 5.357 3...874 17.994 3. 8.353 8.713 4. (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 AMERIKA UTARA Chicago Houston Los Angeles New York Ottawa .761 12.494 15.749 6.-.399 16. -.269 7.12.487 5.970 5.9 00 12.393 13.570 20 21 10.291 7.564 7.832 15.187 14.587 3..177 5.--._ 3.-.266 --.520 10.471 12.

___._.959 6.771 4..774 6.839 10..773 3. 4._ ..383 3.056 4..256 ._ .334 9.696 . _ 7.158 6. Helsinski Stockholm London Oslo EROPA SELATAN Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd (4) (5) 5.851 5.433 4.166 3.446 14911 ..041 3.778 14.746 4. 5..-9.898 (3 ) 10.206 3.113 5.331 8.730 3..993 8.023 9.856 4.• .478 .794 8.074 3.860 9. ____ .446 .370 4._ Ekonomi 30 31 32 33 34 .216 5..341 4.753 ______ .917 10.506 5. ..333 8. 10.920 5.085 3. 9.541 6.825 5.982 6.331 --"" 6.277 11..724 10.714 ----. 9.537 4.029 .031 3. ____ _ ._ .126 3.049 35 36 37 38 39 40 41 11.023 ___________ _ 7.980 9.921 7.309 10.631 3.129 6. _ .681 3.. 4..393 8.850 10.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27- BIAYA TAHUN 2013 NO KOTA Eksekutif Bisnis - (1) 22 23 24 25 26 27 28 29 (2) Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva Amsterdam EROPA UTARA Copenhagen .931 5..767 .350 EROPA TIMUR Bratislava 42 Bucharest 43 Kiev 44 45_ Moscow____ 6...193 5.033 2.464 6.153 4.._ 4.355 3.143 L .

747 56 57 58 18.438 8.275 59 60 61 62 63 64 9.774.941 11.507 7.473 10.000 6.848 8.975 4.947 11.346_ 5.536 7.555.484 7.414 4.732 8.818 51 52 53 54 55 7.915 5.447 49 50 12.552 8.612 3.848 7.779 8.599 10.451 3.330 6.524 7.748 6.966 11.510 7.6.600 5.904 8.419 6. 8.733 5.700 7.900 10.706 4.820 5.958 5.118 5.282 5.593 6.808 6.710 4.721 4.255 11.551 9.281 9.910 6.777 (4) 6.081 9.665 5.241 14.175 .037 3.052 (5) 3.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28dalam US$ BIAYA TAHUN 2013 NO KOTA Eksekutif Bisnis Ekonomi ( 1) 46 47 48 (2) Prague Sofia Warsaw AFRIKA BARAT Dakkar Abuja AFRIKA TIMUR Addis Ababa Nairobi Antananarive Dar Es Salaam Harare AFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg AFRIKA UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat Tripoli Tunisia (3 ) 8.

..416 3.156 3.510 78 79 13.727 3.623 1.966 1.595 3. _ 6..307 4._ .446 6.835 1.633 2. (5) 4.703 5._ __.208 2..421 3. .992 _ 4.028 3.000 6.. .686 .MENTEFII KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29- NO KOTA I 1 (3) BIAYA TAHUN 2013 Eksekutif Bisnis Ekonomi (1) 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 ASIA BARAT Manama Baghdad Amman Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa ______ _ Jeddah Muscat Riyadh ASIA TENGAH Tashkent Astana ASIA TIMUR Beijing Hongkong Osaka (2) (4) .343 8.785 5. __.475 .675 1.684 9.700 3.661 _ 8.737 1.490 3.878 3.545 3.639 5..321 3.273 __. .469 5.3.545 3.643 4.962 80 81 82 83 84 85 Pyongyang Seoul ASIA SELATAN Kaboul Teheran 2.864 1.140 2.204 3.453 12.148 6.905 3..561 6.734 2.745 3 .617 13. 6. 3. 5.737 86 87 ..999 2.110 3..771 7.205 6.581 2.727 3.359 5.233 2.431 4. 2. .216 8.920 .257 1.433 7.679 3..283 8. 4.449 5.08 19 7..390.. _._.730 2.976 5.400_ .325 _.

558 1.614 766 1._ 103 Pnom Penh 104 Singapore 105 Vientiane 106 Yangon ASIA PASIFIK Canberra Darwin Melbourne Noumea Perth Port Moresby.677 1.557 2.427 659 1.226 3.202 991 2. Sydney Vanimo Wellington 1.092 2.380 (4) 2.894 1.417 3.39 8 _ .053 107 108 109 110 111 112 „_ 113 114 115 --- 5.629 3.__.468 1.063 5.034 2.453 918 2.858 3.641 1.413 .628 1.633 2.237 2.561 4.886 '6.333 3.420 1.506 6.562 2.482 4.344 2.656 1.525 5.917 1. 4.503 911 1.235 525 694 585 1.009 (5) 1.150 545 1.252 4.195 1.900 3.158 2.780 1.833 1.771 8.321 1.501 2.981 673 2.025 1.801 7.380 3.274 1.500 3.155 2.30 dalam US$ BIAYA TAHUN 2013 NO (1) 88 89 90 91 92 KOTA Eksekutif Bisnis Ekonomi (2) Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi (3 ) 3.964 _2.318 6.926 4.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ..687 2.757 1.. 97 Ho Chi Minh 98 Johor Bahru 99 Kota Kinabalu 100 Kuala Lumpur 101 Manila _102 _ Penang .673 ASIA TENGGARA 93 Bandar Seri Bagawan 94 Bangkok 95 Davao City 96 _ Hanoi ___ _ _______________.627 403 1.628 2.119 3.212 919 823 1.940 5.689 4.740 4.814 5..147 1.833 1.

307 1._ 2.910 1.776 2.195 22 47 79 84 1. 22 . Jamuan dalam US$ ATK Langganan Koran/ Majalah (eksIempar/ bulan) ' Lampu (bush) Pengamanan Sendiri (OS) Kantong Diplomatik (kg) Jamuan (OR) NO K0TA (°T) (3) 1.. Kantong Diplomatik.___ __ _ 1.963 2.150 _ 16 33 90 95 1.836 _._ __ 132 129 134 134 127 _ 103 101 105 105 49 130 __ 99 99 127 29 30 Genva Amsterdam 2.. . ..799 166 5..170 1.690 ___ .1 ATK.220 1..-.27C) 1. _ ___ 84 __ _ __.._ _______ _ ._ 80 85_ 1..220 1...270 1.270 1.509 1. 153 2..521 2.270 _ (5) (6) 18 18 _ 18 19 20 18 20 20 18 2. 16 .220 1..076 _ 2.521 37420 2. 89 AMERIKA SELATAN _ 10___ Bogota Brazilia 11 Boenos Aires 12 13 14 15 Caracas Paramaribo Santiago de Chile i 16 __ Quito Lima 17 AMERIKA TENGAH Mexico City _ 1.038 17 35 16 35 33 _.806 --____ _ ____ .910 22 264 22 259 23 269 23 269 22 254 28 334 254 _ .___ ______.. 127 „ .120 2. Pengamanan Sendiri. 2.._ 1._.910 28 22 254 2..509 1._ _ 21 Vienna ________ __ _ Brussels 22 Marseilles 23 Paris 24 Berlin _ 25 Bern 26 ____ _ ___ _27_ Bonn 28 Hamburg 1.022 1. 22254 334 2.. --.022 .170 1.. .150 .690 ' 16 127 99 130 .373 3..150 18 38 if.172 1...._ .031 3.768 16 33 101 107 ..657 83 88 1. 18 19 20 Havana Panama City EROPA BARAT 1.099 . 85 90 2.256 1.. _.985 1._ __ 91 96 . __ _ __ ..___ 77 32 ____ 15 _ _ _ _ 85 89 1.262 17 35 _.947 2..307 1.836 (7) 94 94 94 99 106 94 106 106 94 (8) 89 89 94 100 89 100 100 (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (2) AMERIKA UTARA (4) 37 37 . Langganan Koran/Majalah. 42 _____ _20.478 1..910 2.307 1.270 1. Lampu.001 1. ..776 .185 1.319 1..3.MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3130 SATUAN BIAYA PENYELENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 30.__ _ _.368 -..691 79 . 37 39 42 37 42 42 37 Chicago Houston Los Angeles New York (termasuk KJRI New York) Ottawa San Fransisco Toronto Vancouver Washington __.777 18 37 81 1.553 2. _ 2.391 1.

936 102 1..585 3.275 1.962 .966 2.220 1..220 1.232 108 117 90 2.749 3.669_ ____ 113 _____87 1022.220 1._.082 2.029 1.220 1..220 1.776 121 93 2...270 1.220 1.220 1.096 132 123 132 128 136 2.220 145 156 158 161 165 177 151 177 --- 18 20 20 20 21 22 19 22 84 2.773 5 5 5 143 134 143 139 _.220 1.220 1.760 2.082 2. . Bratislava Bucharest Kiev Moscow Prague Sofia Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar Abuja AFRIKA TIMUR Addis Ababa Nairobi Antananarivo Dar Es Salaam . .220 1.732 123 95 132 1.978 Kantong Diplomatik (kg) (7) 232 213 209 215 256 ..978 3.895 2.220 .668 1.. 2.232 118 91 2. 148 145 6 6 2..115 1._ Jamuan (OH) (1) 31 32 33 34 35 (2) EROPA UTARA Copenhagen Helsinski Stockholm London Oslo ' EROPA SELATAN Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd Vatican EROPA TIMUR _.220 1.070 1...341 2. 148 40 35 35 40 35 . . 1.029 _ 1. 2.690 5 1. 1. NO K0TA ATK (0T) (3) 2.733 2.179 1.295 161 158 55 55 52 53 53 54 55 56 _ .773 1. _ 1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -32dalam US$) .. _ 57 _.. .732 2.910 1.341 2.340 Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan) (4) 281 259 254 261 311 Lampu ( buah) Pengamanan Sendiri (0B) (6) 24 22 22 22 26 3.478 86 _ 99 86 85 106 85 85 85 93 44 45 46 47 48 _ 49 50 51 __.271 110 96 95 117 95 95 95 103 ______ _____ _ _____ .375 2. Harare (5) (8) 110 101 99 102 121 36 37 38 39 40 41 42 43 1.220 1.220 171 150 148 183 148 148 148 161 22 19 19 23 19 19 19 20 __.967 5 1.867 1..

_ .464 1. ....0 1..173 2._ 46 49 44: 47 (1.220 1.0kr) 87 88 89 90 61 92 Beijing Hongkong Osaka Tokyo lyongyang__ Seoul Shanghai 1.150 1. _ 19 40 ._ 6 s.363 1._ ___ __ _ _____ __ •____.... .. 16.962 2._.220 1._.I PUGLIA A ..MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -33I.469 1._ 2...151 1.__ _.._ .270 1..170 1.220 1. .220 151 138 132 130 1:449 1....469 1.035 46 46 46 83 _ Tashkent ..372 928 1.524 2.._ 40 35 40 40 40 40 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 Manama Baghdad Amman Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah Mus cat Riyadh Istanbul Dubai ASIA TENGAH 1.220 1. _ __....170 363 .... _ 1.244 1.244 5 1.220 1..{2 NO K0TA ATK (OT) Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan) Lampu (bush) Pengamanan Sendiri (0B) Kantong Diplomatik (kg) Jamuan (OH) (1) _ (2) AFRIKA SELATAN _ (3) 2...D %.__..220 1.244 1.0 +.233 44 _ 47 45 47 ______ ...._.547 1..493 E220 1...270 1...220 381 412 439 5 _.. ._ ...805 (7) 143 139 __._ . ..557 2.220 346 346 379 379 .220 1..170 372 376 394 376 399 408 5 5 5 5 5 5 1.212 6 6 6 .250 189 194 177 51 51 47.k.547 1. . .575 2._ ...150 1... 128 136 (5) 5 5 5 5 (6) 2.. 399 385 .233 2.398 2._ 2.. ____ . _ 45 171 173 46 48 181 _ _. TIMUR 86 _ 1. 365 361 346 _._ 2.170 140 141 6 6 7 148 43 _ .. _.120 1...220 1.690 1. 1. 1._... ' (8) 40 40 58 _ 59 60 61 Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA ......815 1....324 2. .170 1.055 3.220 1.029 1. 48 51 48 51 47 49 . 2... .515 1...170 1.220 1....574 1..220 ..962 1. .0.._ _ 139 140 150 137 131 129 • 62 63 64 65 66 67 Algiers Cairo Khartoum Rabbat Tripoli Tunisia ASIA BARAT 1.450 _ 1.... ..035 6 _ . .096 (4) 132 128 . . Astana 84 Baku 85 ASIA....250 _.534 1.. _ 381 399 408 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1..220 1.220 1...i 183 177 175 183 187 44 48 47 46 48 49 _.167 .170 412 421 5 38 1._ 46 173 48 183 49 187 _______.270 _ L270 _ 1.220 1... .170 1..

_ .158 49 6 6 6 6 6 6 6 6 „.221 1.170 1.089 1.220 50 1. Davao City Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila Penang Pnom Penh Singapore Vientiane Yangon Songkhla Kuching Tawau ASIA PASIFIK Canberra Darwin Melbourne Noumea Perth Port Moresby _ Sydney Vanimo Wellington Suva Dilli .170 1.265 971 2.480 1. 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 1.710 1.221 2._ 5 5 2.120 1..220 52 1.568 2. .160 642 1.329 Kantong Diplomatik (kg) (7) 65 60 57 58 58 58 59 59 Jazzman (OH) (8) 89 82 78 79 79 79 81 81 NO KOTA (1) 93 94 95 96 97 98 99 100 (2) ASIA SELATAN Kaboul Teheran Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbai ASIA TENGGARA Bandar Seri Bagawan Bangkok .170 1.380 1.170 1.220 1.220 1.170 1.170 1.220 52 1.220 52 1.917 2.170 1.221 75 75 75 73 65 60 60 60 75 60 62 78 75 74 75 60 .221 1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -34(dalam US$) ATK (OT) (3) 1.220 52 1. 81 66 66 66 83 66 69 87 83 82 83 66 66 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 _ 1.159 2.179 1.170 47 47 47 46 46 37 37 37 47 37 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 4 4 1.220 1. 83 83 81 .170 1.747 _ .170 1.568 642 3.840 1. 123 92 123 92 123 _92 100 133 123 92 __ 118 89_ • 123 92 118 89 123 92 114 _________ 86 117 88 .220 1.170 1.170 1.495 1.362 981 1.178 1.945 1.220 56 1.350 1.546 2.170 1.553 2.220 50 1.480 982 1.170 1.052 1.329 2.220 1.170 Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan) (4) 50 46 44 45 45 45 46 46 Lampu (buah) (5) 6 5 5 5 5 5 5 5 Pengamanan Sendiri (0B) (6) 1.463 2.141 1.220 52 1.568 2.----•1.. 60 ___ 83 ..134 __ 48 ----.170 1.170 1.____.170 1.220 52 1.

_ 774 290 250 616 9 324 261 688 9 9 ______ 588 __.. 7... 418 ..__ _..45 744 760_ 814 -- 46 47 50 43 50 • • isi as' 698 814 . __ _ ..7.408 8.210 7. .408 9.408 8: 353 (4) 80 80 80 72 80 72 72 (5) 9 9 9 9 9 9 9 9 (6) 681 (7) 320 (8) 300 300 (91 400 400 400 400 350 (10) 409 409 409 431 461 (11) 46 46 .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35-30.496 .. __ _ 51 . __ _ 72 13. -.500 9..434 _ ___ 13. 9 9 9 9 9 47.409 __ _ . 46 48 51 80 ---.951 13... 302 326 330 337 344 ---...176 _.- Rome 41 _ _.__.353 8... _ _ .353 9. __ _ _14.. _ ..) Sewa Kendaraan (hart) Mobil Box Sedan Bus Konsumsi Rapat (OK) (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Chicago Houston Los Angeles New York Ottawa San Francisco Toronto Vancouver Washington (2) AMERIKA UTARA (3) 8..545 . _ .______ 'T 36 Sarajevo 37 _ Zagreb 38 39 40 Athens Lisbon Madrid 616 667 674 688 702 ---. ..... dim Konsumsi Rapat uc...109 12.....46 51 350 461 461 51 350 400 46 . 41 21 22 23 24 25 26 27 Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg 80 _ 72 80 80 72 80 80 17. ___ 223 245 365 64: . -_. ___ 608 . 585 1. 41 366 350 52 465 350 41 370 350 46 350 413 __ .353 8..176 9 __..-.. _ ..013 12..038 377 768 790 ___ _ 49 585 287 287 585 790 49 • 8i29 _ Genva 960 731 682 895 30 .. 264 9 695 . ___ _-. 276 .176 _ 13: 563 _ - ii ad o..825 __. 46 550 81 58 .176 13.038 790 64 49 _31__ Copenhagen ___ 3 _ ilelsinski Stockholm 33 34 _ London _ 6slo 35 13....309 13. 16. 366 .. .309 72 80 .Wo6 -.7.350 .. 368 493 242 533 262 265 _ _539 550 275 562 276 602 295 516 5 602 295 _ 667 41 45 721 729 .563 72 . p 63 63 63 72 63 63 63_ ___ AMERIKA SELATAN _ JO ... ..401 12. 327 _ 867 408 329 9 250 286 609 9 364 294 9 _.749 Pemeliharaan NO K0TA Kendaraan dinas (Unit/ Tahun) Halaman (m2/ tahun) Gedung (m2 /tahun) Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ satp am Kantor (OT) (stel.563 _ _ __ _ 27 72 11.951 13.176 17...597 ______ 80 377 287 768 .. SELATAN .147 11.913 63 72 . 350 . . 884 .500 . 300 291 291 300 .529 10.659 ii-O 72 72 72 72 72 810 745 731 753 896 755 695 682 702 835 318 -293 300 300 352 648 596 585 602 717 876 806 791 814 969 54 50 49 50 60 _. _ 80 80. Beograd ______ 42 43 Vatican 72 _ 13.562 8..441 _ _ ____ . _ 760 ...692 13. 12._ quota _ 11 12 13 14 15 16_ 17 Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito __ _ _ Lima AMERIKA TENGAH _ 8. ..793 9. EROPA . . Pakalan Soplr/Satpam.626 13. Pengadaan Inventaris Kantor. 753 316 .Lia._ _ 353_ _ _ 39 ..353 8.001 9 652 307 275 Havana Panama City EROPA BARAT 72 7. 320 320 337 361 300 300 291 320 361 361 320 .406 ...9 681 681 717 767 681 767 767 681 . 392 -88i 392 - 45 44 18 19 _ 20 Mexico City 8._.. -.2 Pemeliharaan.. Sewa Kendaraan.__ . 350 ..639 7.._..142 .. 708 695 745 722 774 722 774 682 731 895 960 682 731 731 682 821 _ 300._ Amsterdam EROPA UTARA 72 13. _ _..._ . IT 0% Cr• 638 609 300 287 275 232 43 383 383 _.434 13..._. ..__ 50 806 596 293 52 837 619 304 52 837 619 304 49 790 585 287 64 1. . _ ._ . ..

__ _ 32 .. 733 _. 268 294 ..496 11.__309 400 309 436 339 436 339 20 20 22 22 ._ .Tokyo ____ ...133 72 72 63 72 72 55 72 72 72 63 72 72 72 72 72 9 9 9 9 __.863 _ . 250 ____ .766 72 10. 73 8... ._ . 62 63 64 _ 65 66 67 Algiers Cairo Khartoum Rabbat _ Tripoli Tunisia _ __ ASIA BARAT 10. 733 .766 72 72 315 _ _ 259 251 304 304 251 275 __ 350_ __ 710 ____ 8 _ 275 350 686 8 275 233 686 8 Maputo.._____ 7 9 _ .256 11..350 .644 72 10.__..133 10.. 458 367 431 346 474 . 100 31 150 31 150 32 150 33 125 30 150 30 150 32 150 30 150 32 150 33 82 83 84 Tashkent Astana Baku ASIA TIMUR _ 10. 12.. 44 43 68 Manama 69_ Baghdad 70 Amman 71 Kuwait 72 Beirut Doha 73 74 Damascus 75 Ankara 76 Abu Dhabi 77 Sanaa 78 Jeddah 79 Muscat 80 Riyadh 81 Istanbul 82 Dubai ASIA TENGAII___ ' 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 500 401 _. .479 12. _.863 10.910 10.905 9._.399 11._ __ .905 10. .766 11.367 14.367 11.500 10._.522 9. 453 363 490 393 522 .. ._...133 72 10.. 250 250 250 300 300 300 125 125 125 --.990 63 63 63 9 9 9 .032 72 _ .256 11..500 72 63 ____ 63 72 63 9 275 710 710 315 259 8 242 294 663 663 _.154 10.133 10. .522 10. ..500 __72 9 325 .401 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 ___ 9 9 9 9 9 731 638 631 781 631 631 631 688 358 312 309 309 309 309 309 337 287 250 275 307 275 275 275 300 585 510 505 625 505 505 505 550 791 690 682 845 682 682 682 744 49 43 42 52 42 42 42 46 52 53 Dakkar Abuja AFRIKA TIMUR .399 10. ___. .889 11.277 10. ._ --_ 11. 9.176 11.31 33 35 85 86 87 88 Beijing_ Hongkong Osaka ._ 72 .080 11..399 11.367 11. 285 225 275 350 275 350 275 350 250 300 275 350 211 350 275 350 275 350 275 350 150 33 1.889 11..154 72 10...623 72 10. 458 367 453 363 474 380 484 389 442 354 447 359 469 376 447 359 474 380 484 389 221 350 275 _ 350 250 300 275 350 275 .889 10.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -36dalam US$) Pemeliharaan NO K0TA Kendaraan dinar (Unit/ Tahun) Halaman (ins/ tahun) Pengadaan Pakaian Inventaris Sopir/ Kantor Satpam (stel) (OT( Sawa Kendaraan (hart) Mobil Box Gedung i(m2 /tahun)...50 34 _ 125 31 150 29 150 .889 63 11. 80 80 80 9 9 9 9 371 371 407 407 397 397 436 436 441 441 484 484 397 . .. .....766 10.9 315 250 710 8 710 259 9 304 251 275 686 8 686 9 ____ _ _325. -.._ 419 __. . 268 250 8 . 249 .133 10.76 10. 9 9 304 308 329 301 287 284 2 53 1 271 248 236 234 _ 275 250 275 275 275 275 350 300 350 350. 350 350 150 141 151 150 10 150 47_ 47 50 46 ...380 . ..367 12...234 72 72 9 9 353 346 204 200 275 275 663 650 153 150 43 42 53 54 55 56 57 Addis Ababa Nairobi Antananarive Dar Es Salaam Harare AFRIKA SELATAN 11._.__ .. 9 9 9 58 Windhoek 59 Cape Town 60 Johannesburg _ 61 _ AFRIKA UTARA 11. 11. Sedan Bus Konsumsi Rapat (OK) • BROPA TIMUR 44 45 46 47 48 49 50 51 Bratislava Bucharest Kiev Moscow Prague Sofia Warsaw Budapest AFRIKA BARAT 13.

617 8.._...423 8. 600 575 ITatOl ioat p1 .229 63 72 8. ..._ . .___.. 156 334 156 334 156 _ 334 _ 168 361 156 334 321 _____ __.883 923 29 2.767 923 2. 2.068 2..617 8.9 .. ._ 121 122 Melbourne Noumea Perth 123 Port Moresby 124 _ Sydney 125 _ Vanimo _I26 Wellington 127 _ Suva 128 Dilli _ ______ 72 9.-.475_ _____ 25 . 26 2..500 7.. .592 829 21 2...475 25 2. ... 145 311 148 318 9 . 26 2._.. 27_ 2.197 _____ 72 9. 600 600 __.592 26 2.. 2....2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37Pemeliharaan NO K0TA Kendaraan dines (Unit/ Tahun) 10.. 829 539 140 301 9 63 829 539 140 301 9 63 811 527 137 294 9 63 811 527 63 9 . _______ 72 _ __ 10.. 26 2.. .... _.atat at: at 1 .101 . _ 25 2.520 72 63 8. .197 8. 31 3..500 7.708 26 21 22 27 9 63 146 563 867 113_ Vientiane -1171.. .617 8.883 29 atl a\ ASIA PASIFIK 118 Canberra 119 _ Darwin 120 _ __.563 28 26 93 94 95 96 97 98 99 100 55 9.585 __ _ 72 72 8. _..068 21 101 102 103 104 105 106 107 108 109 11 0 111 112 8.068 662 21 . ..__ 72 __9.. • 21 326 322 _ _ 21 _ 309 20 309 20 ___ ___ 2.437 10. ... ..767 2.520 63 8..... 690 448 116 250 9 72 314 at! at 2..155 2.068 662 ..585 _ . _ ______ 2.137 662 430 112 240 9 63 430 __662 112 240 9 63 662 430 112 240 9 63 829 539 140 301 9 63 662 240 112 430 9 63 _.94 .. _ _..905 Sews Kendaraan (hari) Sedan Bus Mobil Box Pengadaan Pakaian Inventaris Sopir/ Halaman Satpam Kantor Gedung (OT) (stel) (rnz/tahun) tr112/ tahun) 391 387 371 371 _...534 25 2..592 _ _ _ _ _26 .197 9..883 28 2.475 25 2..116 997 923 2.229 63 8.767 _ 885_ __ _.. 9 9 ____ 9 ___ 9 9 _ _ .592 .068 21 2._ 9 9 __.500 72 _ ___ 140 _ 301 138 297 140 301 240 ____.905 9..423 _63 ... .58572 72 9..534 25 2._ . ' 829 .._ ________. .132 8.575.592 25 2.563 _ 820 26 2.164 9. .585.737 876 _ .068.._ . ___ ... 515 792 134 287 527 811 137 294 811 527 137 29...585 9.229 ___ 72 8..500 7.004 539 829 140 301 9 63 _ __ _._149 _ 156 334 149 32I . 112 112 240 ______ 539 533 539 430 430 .446 .907 72 9.585 72 9._ ..617 . 600 648 600 ___ .om Penh Singapore 8.423 _.. _ •__ 465 419 460_ _ 414 ___ _ 397 441 397 397 441 397 . .617 63 7...._ Yangon 115 Songkhla 116 Kuching 117 Tawau 8..600 557 569_ 28 2..24 2...59 2.._ ________ 29 923 .________ 7. 63 7.423 7...534 21 2..359 72 9. 515 _ 792_ _.679 857 27 2.883 923 ___ 29 .331 9... _ 885 321 149 575 820 297 138 533 509 783 284 132 515 792 287 134 287 __ 134 _.._ 419 414 Konsumsi Rapat (Gx) 89 90 91 92 Pyongyang Seoul Shanghai Guangzhou ASIA SELATAN Kaboul Teheran Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi _ Murnbay ASIA TENGGARA Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao City Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur 9 72 9 80 9 72 72 9 __________ _ .500 _ Manila Penang n P. _____ ____ ___ 29 2. .. .883 923 29 923 _ 2..500 _____. _ __ 8.. .617 72 8.534 __ . .883 ___ .4 i.. ----. .

Uang transpor kegiatan dalam kabupaten/kota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. alat-alat rumah tangga. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupaten/kota yang memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang (tidak termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. b. c. dan Jakarta Selatan. dan air minum pegawai. Catatan : a. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan. Jakarta Utara. Uang transpor kegiatan dalam kabupaten/kota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/atau untuk perjalanan yang bersifat rutin. - . Untuk kegiatan dalam kabupaten/kota yang mengharuskan menggunakan moda transportasi udara dan atau air maupun memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. d. 2 Satuan Biaya Keperluan Sehari hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal.MENTEFII KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI 1 Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam Kabupaten/Kota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. langganan surat kabar/berita/majalah. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. Jakarta Timur. Jakarta Barat. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). barang cetak. dapat diberikan secara at cost.

penyandang masalah kesejahteraan social. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. 4 Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik.00 (lima puluh dua juta rupiah) per tahun.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . petugas SROP dan VTIS. 3 Satuan Biaya Diktat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diktat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diktat penjenjangan bagi pejabat/pegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu.000. Penambah Daya Tahan Tubuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh. kelompok tenaga kesehatan kerja .39 - Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 40 (empat puluh) orang. Sementara itu. pasien rumah sakit. ABK cadangan pada kapal negara. 7 Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. dapat rnengalokasikan paling banyak Rp52. keluarga penjaga menara suar. namun belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta.000. petugas pengamatan laut. ABK aktif pada kapal negara. 5 Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. penjaga menara suar. namun belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. narapidana/tahanan. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. petugas pabrik gas aga untuk lampu suar. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapat/pertemuan balk untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/ setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian.

Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. : Sulawesi Tengah. Daerah Khusus Rayon I. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. d. mahasiswa/ siswa sipil. Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidana/ tahanan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yang terpencil dan/atau sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. Papua Barat. H. Maluku Utara. gas aga digunakan sebagai bahan bakar bagi lampu-lampu menara suar. Kalimanatan Barat. Rayon II Sumatera Barat. Kalimantan Tengah. dan mahasiswa militer/ semi militer. Kepulauan Riau. c. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/ suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. Pihak III. Nusa Tenggara Barat. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. Jambi. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Barat. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. g. Jawa Tengah. Riau. Kalimantan Timur. Sulawesi Selatan. Lampung. Maluku. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Service (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Service (VTIS) f. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. Bengkulu. Jawa Barat. Papua. Bali. Bangka Belitung.MENTERI KEIJANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. : Aceh. Sulawesi Utara. DI Yogyakarta. rescue team. Sumatera Utara. Gorontalo. e. Kalimantan Selatan. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Rayon III Sulawesi Tenggara. Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: • : DKI Jakarta. Sumatera Selatan. . b. Rayon I Jawa Timur.

diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. Hakim pada pengadilan negeri/tinggi. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/ siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan. Printer. Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor digunakan untuk mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah ash ke dalam bahasa yang diinginkan. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Akademi Migas). meliputi: a. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). mahasiswa/ siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. 8 Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. kepolisian. dan Hakim Pengadilan Pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -41 - h. . Satuan biaya sudah termasuk atribut/ perlengkapan. b. mahasiswa Penerbangan. AC Split. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. mahasiswa/ siswa militer/ semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. dan BNN. 10 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. Personal Computer/ Notebook. 11 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi negeri. i. khususnya meja dan kursi). 12 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. .

besaran tunjangan togas belajar merujuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang Tunjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. sudah termasuk toner dan biaya perawatan. 14 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Geiar/Non. 17 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas agar tetap dalam kondisi normal . 16 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. pengalokasiannya maksimal 10% (sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional.42 - 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. Diploma III. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana. gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/ non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kernampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Diploma IV atau Strata 1 (satu). uang buku clan referensi per tahun. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. RAB. Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai. yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR. dan SPTJM.

Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 300 (tiga ratus) orang. sosialisasi. seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis. Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. dan roda 6 (enam) / bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. roda 6 (enam)/bus sedang. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). sound system. kursi. b. Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. dan roda 6 (enam)/bus besar. termasuk untuk moda transportasi . Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan.eliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2% (dua persen).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. pertemuan.43 - dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. sudah termasuk sewa meja. Gedung/bangunan milik negara. dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jam) Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). roda 6 (enam) / bus sedang. 19 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. 18 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pem. satuan biayanya menggunakan harga pasar.

23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan/atau angkutan antar jemput pegawai. roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. 25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Ste!) Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per tahun. b. dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien. Sepanjang diperlukan. dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. 22 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional dan/atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/ Lembaga. dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus . yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif. 24 Satuan.44 - antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu. Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penyediaannya secara selektif. Satuan. Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel . 21 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .

kopel. dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. c. ikat pinggang. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalam/menginap. Satuan Biaya Pakaian. paling banyak 2 (dua) stel per tahun. Satuan biaya paket kegiatan rapat/pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga) jenis: a. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswa/Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswa/Taruna diperuntukkan bagi mahasiswa/taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga tertentu yang penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA. 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai. Kegiatan rapat/pertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. d. f.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Satuan biaya paket kegiatan rapat/pertem -uan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga) jenis: a. Komponen paket mencakup minuman selamat datang. Kegiatan rapat/pertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapat/pertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/Setingkat Menteri. baju PDL. Kegiatan rapat/pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang b. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon I/ Eselon II. tali kurt dan peluit.45 - per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan. kaos kaki. biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam. e. kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. akomodasi 1 . topi. oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai. sudah termasuk perlengkapannya (sepatu. Kegiatan rapat/pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III.

Catatan : a. standard sound system. Besaran uang saku untuk kegiatan rapat/pertemuan di luar kantor. mikropon. podium. makan 3 (tiga) kali. white board. Ruang Pertemuan (termasuk screen projector. d. standard sound system. makan 1 (satu) kali. c. podium. dan permen). flip chart. air minezx ral. slat tulis. Dalam hal rapat/pertemuan di luar . ruang pertemuan (termasuk screen projector. mikropon. rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali. makan 1 (satu) kali (siang). ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. standard sound system. podium. alat tulis. uang saku dan biaya transportasi dalam kota. b. white board.kantor dilakukan secara bersamasama. mikropon. Akomodasi paket fullboard diatur sebagai berikut: = 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector. Paket Fullday Satuan' biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapat/pertemuan yang dilakukan di luar kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -46- malam. white board. air mineral. Kegiatan rapat/pertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. air mineral. Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota. Komponen paket mencakup minuman selamat datang. baik di dalam kota maupun di luar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luas kota. hotel untuk seluruh pejabat negara/pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negara/pegawai negeri. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP) Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberangkatan suatu kota ke bandara kota tujuan. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang. flip chart. dan permen). alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost. alat tulis. b. Paket Halfday Satuan biaya paket halfday disediakan untuk paket kegiatan rapat/pertemuan yang dilakukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. Satuan biaya . indeks paket pertemuan (fullboard). rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali. alokasi pada RKA2) K/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fullboard/fullday/halfday). flip chart. dan uang harian paket fullboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali. Kegiatan yang diselenggarakan secara fullboard dapat dilaksanakan. dan permen).

biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) 29 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). Wakil Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A. c. 28 Satuan Maya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan taksidari kan tor temp at kedudukan . Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda.biaya taksi dari hotel/ penginapan (Yogyakarta) ke Bandara Adi Sucipto . Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. Catatan: a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47- tiket termasuk biaya asuransi. b. Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon II/kebawah. Dalam pelaksanaan anggaran. b. Menteri serta setingkat Menteri. maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat . dan Pejabat Eselon I. Gubernur.biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta .biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yogyakarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yogyakarta b) Kembali . Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama •er'alanann a melebihi 8 dela•an 'am enerban an tidak termasuk waktu L . satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. b. menuju bandara/pelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan dan sebaliknya. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi.

Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. ATK. berupa: a. Langganan Koran/Majalah.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -48- transit). merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. b. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. termasuk biaya bahan bakar. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. c. ballpoint. Lampu. f. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2% (dua persen). 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri.. Pemeliharaan Kendaraan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. . Jamuan. Pengamanan Sendiri. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri. e. i. Satuan biaya pemeliharaan gedung/ Bangunan Kantor/ Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul. h. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. Kantong Diplomatik. Pemeliharaan Halaman. dapat menggunakan tarif bisnis.

Pengadaan Inventaris. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Rada 4). merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. m. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. Penggantian Inventaris Lama dan/ atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan. Sewa Kendaraan Sedan. Pemeliharaan Gedung/. Pemeliharaan Sarana Kantor. dan Box. Sewa Kendaraan. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. 2. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas. Pakaian Sopir/Satpam. 1. Provinsi Aceh Sumatera Utara Kabupaten Simeuleu Nias Nias Barat Nias Utara Toleransi dari Satuan biaya Provinsi 134% Aceh 118% dari Satuan biaya Provinsi 124% Sumut 125% . Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. Bus.Bangunan Dalam Negeri. Sewa Mesin Fotokopi. pengalokasiannya maksimal 10% (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staff) dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi. Konsumsi Rapat. pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : No 1. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil clan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. k. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan.

19 1984021001:? .TGANT. OJ b. O ter Istilah: : Orang/Jam : Orang/Hari : Orang/ Bulan Orang/Tahun : Orang/Paket : Orang/Kegiatan : Orang/Responden : Orang/Terbitan SaUnan sesual dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM u.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . OT e. OB d. KEPALA MENTERIAN • MENTERI W_TAI.W.50 - 3. ttd r AGUS D. Papua Barat Nias Selatan Kep. 6.Sangihe Kep. MARTOWARDOJO ocko aro* GIAR NIP. Siau Kep. Bintang Nduga Puncak Jaya Intan jaya Puncak Maybrat 130% 135% biaya Provinsi 140% 141% 147% 203% dari Satuan. OK OR g. biaya Provinsi 225% Papua 231% 251% 264% 269% 156% dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat dari Satuan Sumbar dari Satuan Sulut biaya Provinsi Pengertian a.b. OP f. OH c. h. 4. Talaud Tolikara Peg. Mentawai Kep. Sumatera Barat Sulawesi Utara Papua 5.

Penyusunan dan Pengajuan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam penyusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. 5. 7. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. misalnya: harga barang. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. b. perencanaan. 4. 3. secara umum. jasa. menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. pelaporan maupun evaluasi. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. .• LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37/PMK. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) / Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan tiap komponen/ tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2013 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan.02/ 2012 TENTANG STANDAR BlAYA TAHUN ANGGARAN 2013 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 A. b. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2012 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan. pelaksanaan. biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. Penyusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. pelaporan dan evaluasi. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya balk pada perencanaan. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. 2. 6. pelaksanaan. Kementerian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012.

membuat rekapitulasi usulan SBK sesuai Format 4. menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran. meneliti dan menilai usulan keluaran kegiatan dengan cara menilai kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c. dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan. menyimpan (backup) data usulan SBK. Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi 513K. b) Dalam hal penyusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yang digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan. 8.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2- Catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. meneliti dan menilai penerapan biaya. rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/ tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/ Sekretaris Kementerian Negara/ Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/TOR. dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa: . Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. b) RAB. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran I/II/III bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.q. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2012. kesesuaian. dan/atau d) data pendukUng lainnya yang diperlukan. d. kewajaran alokasi anggaran. meneliti dan menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan. maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun penyusunan RAB SBK.q. dan. C. b. maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. c. 9. dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. c) Contoh Penyusunan SBK. c) data pendukung (backup data) Aplikasi SBK. Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c. mengunggah (upload) file back up data usulan SBK ke server. 10. B. TOR.

tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggaran. 2) kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalarn. meneliti. b. 5. mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan niembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7. penempatan akun. catatan. Catatan penelaahan SBK. Direktorat Anggaran I/II/III bersama Kementerian Negara/Lembaga terkait menyepakati hash penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran). Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/II/III telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK. Direktorat Anggaran I/II/III mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke server. besaran SBK yang ditetapkan. Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan. maka hash monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. paling lambat minggu pertama bulan Mei 2012. 3. d. 6. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi SBK merupakan daftar SBK tiap-tiap Kementerian Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur Anggaran I/II/III. yang mencakup: a. e. Direktorat Anggaran I/II/II menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran. Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran. 4.MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung. Dokumen Hasil Penelaahan SBK Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. 4) penggunaan akun sesuai Bagan Alain Standar. uraian SBK. D. 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/ tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai. 2. 2. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian Negara/Lembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran I/II/III. . f. c. Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya.

Penerima Manfaat ( 12 ) C.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4- Format 1 KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/Satker Kegiatan Iridikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume (1) (2) (3) (4) (s) (6) (7) (8) (9) A. Waktu Pencapaian Keluaran ( 15) E. Dasar Hukum Tugas Fungsi/Kebijakan ( 10) 2. Gambaran Umum ( 11) B. Strategi Pencapaian Keluaran 1. Latar Belakang 1. Metode Pelaksanaan ( 13 ) ( 14 ) 2. Biaya Yang Diperlukan (16) Penanggung jawab (17) NIP (18) . Tahapan dan Waktu Pelaksanaan D.

Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan/atau eksternal Kementerian Negara/Lembaga. dan biaya yang diperlukan. Diisi dengan lampiran RAB yang merupakan rincian alokasi dana yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Contoh : pegawai. Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai. No (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Uraian Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama unit eselon I. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. penerima manfaat. Contoh: 5 peraturan PMK. 200 orang peserta. Diisi dengan cara pelaksanaannya berupa kontraktual atau swakelola. Diisi nama kegiatan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. petani.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5- PETUNJUK PENGISIAN KAK/TOR KAK/TOR merupakan gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang. Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. Diisi nama unit eselon II. siswa. waktu pencapaian. Diisi dengan komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) . Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi • Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. strategi pencapaian. termasuk jadwal waktu pelaksanaan dan keterangan sifat (time table) komponen/tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang. 33 laporan LHP.

MENTERI KELIANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- (17) (18) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon H / Kepala sacker vertikal). Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan. .

.: E cr4 rg pi Pa . 0 7 z ro ro 1:3 1-• K(23) llah x7 ) U0 o-' Keteran gan 03. -.xya akun g Volume Satuan Ukur > Z .-: GI a 6 ima . Biaya Satuan Ukur 17. co 0 a I-.1-• .P.Detil Tahapan Pelaksanaan dan Rincian Komponen. z.3 7..-.g. w w TS 9 L . 1. i-. pi. . .% t4 0 6.c. M V pa8 0 0 ' 5 p TOTAL BIAYA KELUARAN Sub Keluaran dst crei -4 1-3 '1 /3141313Iatiod Akun . r.-. .4 0 z T-P IOITEBT04ICE 0 P). 2 rn 5 C11 . . 0 < cn 'F' z 1-3 R (1) a '_-1a.ya z Biaya m z C OD m 1— •-= 0 D Z Z rn C) ZM C . Biaya 1-3 aq 2 ro VPC1tivePtiod 113 0 (16) 1171 Q Q 1-3 z 7.

Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. jasa profesi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- PETUNJUK PENGISIAN RINCIAN ANGGARAN BIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. sosialisasi. jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan. Diisi jumlah keluaran (kuantitatif) suatu kegiatan. Disi nama program hasil restrukturisasi program. kajian. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi nama unit eselon I. volume. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. (13) (14) (15) (16) (17) (18) . misalnya: 011 KOmponen A 012 Komponen B dst Diisi dengan memberikan tanda check list (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check list (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahapantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. workshop. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. perjalanan. bahan. Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. rincian komponen biaya. No (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran pembentuk keluaran kegiatan jika ada (optional). Contoh: survey. satuan ukur. jika ada (optional). Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS). Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program.

Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (17) dan nomor (19). Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -9- (19) (20) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. (21) (22) (23) (24) (25) (26) (27) (28) (29) (30) (31) . Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat menggunakan data dukung lainnya yang dapat dipertanggungj awabkan. Diisi dengan alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan. Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/ Lembaga.

Co) 0 5 z z )-3 z Q a2M 0C 0> ZZ M> CZ co m r= m 13 5z No TahapanPelaksanaanclanRincianKomponenBiaya KD JenisBiaya Biaya Utama co Biaya Pendukun g Volume Satuan Ukur Biaya Satuan Ukur Jumlah s at --.LL td rid ) ctigIO TIeEt ! G Keterangan .1 8(5 x7 ) et r r .11 2 -rs - ro "f8 N z un iq u!.D etilakun dst 0 i-• tO (14) ii ZI (1 8) 1191 dst TOTAL BIAYA KELUARAN 1VOLUME 1 INDEKS BIAYA KELUARAN (20) (21 ) (221 g co 2 1-3 .4_41.

Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. workshop.kurangnya memuat komponen / tahap an. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. kajian. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat menggunakan data dukung lainnya yang dapat dipertanggungj awabkan. peserta. Diisi hasil dari. Diisi nama keluaran kegiatan. jasa profesi. satuan ukur. Diisi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi penjabaran dari komponen/tahapan pelaksanaan kegiatan. Diisi indikator kinerja kegiatan. orang. kegiatan. bahan. Contohnya: orang/jam. jumlah volume dan indeks biaya keluaran. orang/bulan. (12) (13) (14) _ (15) (16) (17) . Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi volume satuan detil akun.000 siswa. Diisi dengan memberikan tanda check list (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung. Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 11- PETUNJUK PENGISIAN RINCIAN ANGGARAN BIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-. misalnya: 011 Komponen A 012 Komponen B dst Diisi dengan memberikan tanda check list (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama. Diisi nama unit eselon I. No Uraian ' ( 1) (2) (3 ) (4) ( 5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) Diisi tahun anggaran berkenaan. Contoh: 2. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. m 2 . Diisi nama unit eselon II. Contoh: survei. Diisi satuan ukur detil akun. km. sosialisasi. program. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. rincian komponen biaya. perjalanan.orang/hari. volume. Penornoran/ kode komponen/ tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011. terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan.

12 - (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) (26) (27) (28) (29) (30) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). Diisi.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . mencakup situasi dan kondisi bagaimana suatu kegiatan dapat dilaksanakan. Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi jumlah total biaya seluruh komponen/tahapan. Diisi basil pembagian dari total biaya dibagi volume. Contoh: 2. NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi keterangan. eselon IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran.000 siswa. Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negara/Lembaga. . eselon IV dan pelaksana dari Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.

SBK A ' SBK B SBK C dst SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C dst (15) III-1 N CO (16) NIP (17) . (1) (2) (3) (4) ( 5) Volume 3 Besaran 4 Keterangan 5 (6 ) SBK Total Biaya Keluaran (7 ) (8 ) (9 ) (10) SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBKB SBK C dst (11) (12) (13) (14) II A 1 2 3 .-t (-. SBK 2 Eselon I SBK A SBKB SBK C dst B .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .1 3 Eselon I SBK Total Biaya Keluaran.13 - Format 4 Lampiran Surat Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBK Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran No 1 I A 1 2 3 Unit Eselon I.

Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian anggaran. .14 - PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASI USULAN SBK No Uraian (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Diisi nama surat usulan SBK. Nomor (15).MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. (16). Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Disi tanggal surat usulan SBK. Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima had. Diisi dengan angka 1 (satu). dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab. Diisi besaran besaran dana indeks biaya keluaran yang yang diusulkan.Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. ..Diisi nomor surat usulan SBK. dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) . Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I. Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan. Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Diisi NIP pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Diisi tahun anggaran berkenaan.

(23) Tanggal (22) Nama/NIP L 2..15 - Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN (1) TAHUN ANGGARAN Kem enteri an Ne gara/ Lomb ag a Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : SBK (11) Volume (12) (2) (3 ) (4) (5) (6 ) (7) (8 ) (9) (10) Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (14) No 1. (25) Tanda Tangan (26) Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/ NIP (27) Penelaah DJA •Tanda Tangan (29) Tanggal (281 Nama/NIP (30) Tanggal (31) Tanda Tangan (32) . 3. AKUN (15) (16) Usulan (17) dalarn rupiah Hasil Penelaahan Jumlah Catatan: (18) (19) (20) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1. (24) Tanggal . 2.. 2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ... 4. (21) Penelaah DJA Tanda Tangan .

Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. Diisi nama unit eselon II. eselon IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. 200 orang peserta. .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 33 laporan LHP. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK. Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. eselon IV dan pelaksana dari Diisi tanggal penyelesaian penelaahan.Diisi volume keluaran kegiatan. Diisi total biaya keluaran. Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi nama SBK. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan . Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negara/Lembaga.SBK. 33 laporan LHP. . Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. . Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi nama unit eselon I. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan.16 - PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Diisi volume keluaran kegiatan.Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. 200 orang peserta.

Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang menyetujui hasil penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang menyetujui basil penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang menyetujui hashl penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang menyetujui hasil penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi tanggal persetujuan basil penelaahan.17 - No (26) (27) (28) (29) (30) (31) (32) Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. .

Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/ NIP (27) Penelaah DJA Tanda Tangan (29) Tanggal ( 28) Nama/NIP (30) Tanggal (31) Tanda Tangan (32) .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 2. Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan SBK (II) Volume (12) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Rol Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (14) dalam ru iah No 1. (211 Penelaah DJA Tanda Tangan (23) 1. Penelaah K / L Nama/ NIP 1. (15) AKUN (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan Jumlah Catatan: (16) (19) (20) Ditelaah Oleh: . 2. Tanggal (22) Nama/NIP (241 Tanggal (251 Tanda Tangan (26) 2.18 - Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (1) TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerja.

Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. Diisi nama hasil dari program. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan. Diisi nama indikator kinerja kegiatan. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . eselon IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen. Diisi kode dan uraian akun. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama unit eselon H. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK.19 - PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode . Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. bagian (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Diisi nama unit eselon I Disi nama program hasil restrukturisasi program. Anggaran. Diisi indeks SBK yang disetujui. hal-hal khusus yang terkait dengan proses . . Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi tentang penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun.

. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang menyetujui penelaahan dari Kementerian Negara/ Lembaga. NIP pejabat eselon III yang menyetujui hasil penelaahan dari Ditjen Anggaran./ . Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon HI yang menyetujui hasil penelaahan dari Kementerian Negara/ Lembaga.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- No (26) (27) (28) (29) (30) (31) (32) 11. hasil Diisi nama dan. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang menyetujui hasil `penelaahan dari Ditjen Anggaran. 'Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.Traian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. .

mENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -21- Format 7 Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI Kementerian negara/lembaga • Tahun Anggaran (4) (5) (1) (2) (3) No 1 I A 1 2 3 Unit Eselon I . 5 (8) (9 ) (10) B 1 2 3 SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C dst . SBK A SBK B SBK C dst SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C dst _ .SBK 2 (6) Eselon I SBK Total Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C dst (7) Volume 3 Besaran 4 Keterangan . (11) (12) (13) (14) II <—Iclco Eselon I SBK Total Biaya Keluaran. NIP 1:11 1 2 3 (15) (18) (16) (21) (19) NIP (20) .

Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan. Kementerian Negara/Lembaga (15) (16) (17) (18) (19) (20) Diisi Nama Pejabat Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Diisi NIP Pejabat Eselon II Kementerian Negara/Lembaga. Diisi Nama Direktur Anggaran I / II / III Diisi NIP Direktur Anggaran I/II/III. . Diisi besaran besaran dana disetujui. (17). Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Total Biaya Keluaran. Diisi dengan angka 1 (satu). Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang disetujui. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. (16). Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran I/II/III). nomor (15). (18). Diisi nama anggaran. Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang disetujui.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -22- PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Uraian . Diisi nomor nota dinas. Diisi nama unit eselon I dan kode eselon I. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang disetujui. Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah lebih dari satu halaman. Diisi nama Jabatan Eselon II Pengusul. indeks ?_ biaya keluaran yang yang (11) (12) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK indeks biaya keluaran yang disetujui. Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi nama nota dinas persetujuan SBK. (19) dan (20) diletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggung jawab. Contoh: pelatihan 30 orang • peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi tanggal nota dinas.

( 6) Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran (7) NIP/ NRP.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .23 - Format 8 SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK (1) NOMOR • Kode dan Nama Satuan Kerja • Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran (2) (3) (4) (5) Yang bertanda tangan di bawah ini. Penghitungan satuan biaya tersebut telah dilakukan secara professional. (8) . dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. efektif. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. efisien. menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas penggunaan satuan biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan dalam penyusunan Standar Biaya Keluaran (SBK) tersebut di atas. saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.

bulan dan tahun. pejabat Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -24- PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK No (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Diisi nomor surat. Diisi NIP/ NRP. Diisi kode dan nama kegiatan. Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. Diisi nama Anggaran. tanggal. • Diisi nama usulan SBK. Diisi kode dan nama satuan kerja. Diisi tempat. .

--.PerunjukPelaks . 0 z .d B ul 1/14 *. - Draft PMK SEK r + ____-----`-----Surat usulai -RAE -TOR Rekap SBK don Penelaaban SEE . u Petunia] Penyast rop. L____I m7 WP..1 Pejabat Eselon II Penyusunan d on Penelnahen SBK LI -TOR RAE ----_---p.---Kementerianf Lemba ga -RAE Pejabat E selon I Penelaahan SEE -TOR RelcapSBK . cz I at m ND = - ..5. 41 ' R 4— 4 ' @ x i t:1 cl) r t1J Shan April : Isftet tiO : " Penetapan ► .--.. S ekretaris Jend eral f S ekret aris Titania Penyusunan..i R. ug 0 g R- N.7 z - 0 VJ ro Institnsi _..619: . u N. Rekapitulasi persetujuon SBK Verifikasi don kon.. p'.. -d F..tiktiiiiida:s..i masi n DirekturSista= Penganggaran k Penggaadman d an :h i1 usi Lampiran PMK . m o ›.penelsaban _.-April anFeb ruari s .1pet...mm.. z z m > 53.. m P4 gi.: 0 › To Penelaal Upl oad dat eSBK e Not s Dines Catatan. 5' g° 41' RI g g cre. .

Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung a. 2. Pengelolaan data us -ulan peningkatan kelas pengadilan Biaya Utama Sifat Biaya Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditingkatkan Pelaporan liasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi. Mencermati keluaran. Biaya Utama Biaya Utama c. b.IVENTERI KEUANGAN REPUBLIK 1NDONESiA . Mahkamah Agung mempunyai kegiatan Pelaksanaan Penyusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung. kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun. . 3.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajernen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi Pelaksanaan Penyusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung Tersusunnya Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Penyusunan SBK sebagai berikut: 1. Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. Badan Urusan Administrasi.26 - CONTOH 1 513K SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNAN SBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung . Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.

h. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan k Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan . f. menjadi rekomendasi g. Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rpxxx. rekomendasi d Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan organisasi dan tata kerja e. k. i. e.xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx . Penelahaan clan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk f. dibentuk 1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 1. g. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan organisasi dan tata kerja Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk menjadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk dijadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama 4. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a. Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan b Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan . ditingkatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan c.27 - d. Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk dijadikan rekomendasi j. j.

Menyimpan (backup) data SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. 7. dilengkapi dengan KAK/TOR.q. Direktur Jenderal Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi Kelembagaan Mahkamah Agung RI Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK. data pendukung lainnya serta data pendukung (backup data) Aplikasi SBK. untuk selanjutnya diajukan oleh Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c. f . RAB. 6.xxx 5. Membuat rekapitulasi usulan SBK.

.RI Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) A. Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/ SEK/07/III/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .29 - CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung . Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyusunan rencana dan program.akan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a). Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta penyusunan pembakuan sarana kerja. Dalam rangka pencapaian hal tersebut diatas perlu dilaksan. prosedur dan sistem' administrasi serta ketatalaksanaan. anggaran. Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Kiasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : • Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran. B.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro • Perencanaan dan Organisasi Pelaksanaan Penyusunan Perencanaan dan Ariggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung Tersudunnya Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung . • Pengadilan Negeri Pandeglang. review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan. Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung rneliputi peningkatan kelas.

50 Tahun tentang Peradilan Agama. Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2. Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yang ada di Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di 4 lingkungan peradilan yang dipertegas oleh Undang-Undang No. 3. c). Strategi Pencapaian Keluaran 1. Undang-Undang No. D. Terciptanya Organisasi dan Tata Kerja baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. Pembakuan Ketatalaksanaan dilaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosedur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan. yaitu. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d). Pengadilan yang akan dibentuk adalah s Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Riau s Pengadilan Tinggi Agama Denpasar • Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat • Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C. . 49 Tahun 2009. akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat. s beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum Semarang 2) Peradilan Agama : s Pengadilan agama Muara Bulian s Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih s Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b). diharapkan kesempatan masyarakat memperoleh pelayanan hukum dapat diperluas sehingga pada akhirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola. Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1. Terciptanya pembakuan baru dalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya. Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pernekaran wilayah kabupaten/ kota. UndangUndang No.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30N Pengadilan Negeri Rangkas Bitung. 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. dengan cara mendatangi lokasi yang telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadilan dan pembentukan pengadilan dan dengan cara mengadakan pengkajian dan evaluasi dengan melibatkan kepada para aparatur peradilan dibagian tertentu dalam kegiatan review organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan.

Dan banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: . b) Review Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengadilan dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan ke Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan. dan Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Raglan Organisasi dan Tata Laksana. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi 1 rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Urutan kegiatan yang. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi 1 rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. 2) Melakukan penelaahan clan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan. c) Pembakuan Tata Laksana Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -31- 2. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain 1) Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. Tahap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan ke Mahkarnah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana.

xxx. Biaya Yang Dibutuhkan Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung . Kurun Waktu Pencapaian Keluaran Keluaran kegiatan yang terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai terus menerus setiap tahun anggaran. sebagaimana RAB terlampir. F. Penanggung Jawab NIP. Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. E. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan. / .RI berjumlah Rpxxx. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaldanjuti ke instansi terkait.MENTER1 KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -32- 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninj au ke lokasi yang sudah ditetapkan.

z m m-13 z co m 1-3 z z tzf › lJ bd i 0 ° CD CAQ p 0 pj 0 P. p) nroP sprt.Jamuanrapatpengumpulan dan •en :elolahan data 0 ul 6 co 41 7 8-(5 : 0 0 N 1 _--a Biaya Volume Biaya Biaya Utama Pendukung ro ro 51-=1<. 1 Satuan Ukur Biaya Satuan Ukur Keterangan Juml 9 . p) E P 1-4 GO .zm 03 0 c 0> zz m0 5. in oo h 0 No W Tahapan Pelaksanaan dan Rincian Komponen Biaya N < 011 Pengelolaan D ata Usulan Peningkatan Kelas Pengadilan 52 1219 B elanj aBarang Non Operasi onal Lainnya .

.

Keicomend asi Konse p Organisasi danTata 0 0 KerjaPengadilan d st 0 h21 2 1 9 Belanj a B arangNonOperasional Lainnya .Pencet akanb ahanpembah asaritatalaksana Peradilan dst renaLan aan danPen gkaji an Ketat alaksanaan Peraclilan 1 10 i 0 0 0 0 1 1 N 017 1 rersiapanbarian-B ehan Ketatal aksanaan i N N < 0 0 0 0 0 0 0 0 .Tints.2 m < Menjadi Rekom endasi O2 12 ! ! b eim. Printer dst ±-eiaporan tiasil Penel aha andanPengkajianUntuk .73 Mm A - C wm 01 2 01 z 0c 0> zz m0 > z m Z V 0 0 0 0 0 52 12 11 Belanj a Bahan Kertasukuranfolio70gr - .u arau anrapatpengumpul an.pengelol ahan dat a .]a Bahan .

e!VetoaTT 31 39 ro P.O N CDCD O O 01 O K.. 'T.) ' 0 0 0 T-ITT EE . P CA 0 0 0 04 mm -17 r— corn Z m CI C Z Z M Z c -I > 5z > .

o I CCD CD li 0 cn 0 CT tirg VirG11-eigEloci mm -ci z c co )1 r ip Ti - CA 0A • z m > z 2m c 1-3 rnq .) (1) CD • • o CD §.N r-+ p 110I0tre'eiol-IC Ut IND N.

2.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .38 - CONTOH 2 SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA PENYUSUNAN SBK INSTITUSI PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMAN TEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Negeri Melalui Kerja Sama ASEAN Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Jurnlah Institusi Pemerintah dan NonPemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah 24 Institusi Pemerintah dan NonPernerintah Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Penyusunan SBK sebagai berikut: 1. 3. Workshop Illegal Logging in ASEAN Sifat Biaya a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan . Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah. program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Negeri Melalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi. Dalam.canaan. Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan diusulkan menjadi SBK. Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Pendukung Bia a Pendukun: b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan serta menentukan sifat biaya dalam komponen/tahapan sebagai berikut: No 1. Biaya Pendukung Bia a Utama Biaya Pendukung Biaya Pendukung . a) Sub Keluaran dan Tahapan-Tahapan Simulasi Sidang ASEAN Peren.

Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmaSing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biaya Jumlah Institusi Indeks Biaya per institusi = Total Biaya dibagi : Rp1. Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c. Membuat Rincian. 5. Meinbuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK).603.008.000 per institusi.000 Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Satuan Institusi Biaya Rp66.39 - 4.KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Direktur Jenderal Anggaran. 8. 9. data pendukung lainnya serta data pendukung (backup data) Aplikasi Standar Biaya. dilengkapi dengan RAB.792. 7.MENTERI.000 6.q.000 24 Institusi Rp66.792. Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara Mernasukkan (input) rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan p6nggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Membuat rekapitulasi usulan SBK. Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66.792. Menyimpan (backup) data SBK. .

dst Pelaksanaan 521211Belanj a Bahan 1 012 M M ''' II VAVIEEsxaami IVDVEESSXEES z HO.z o c mm Zm g Z C . thaya Biaya Volume Utama Pendukung m0 m cn z co 1 01 1 Simulasi Sidang ASEAN 521211 B elanj a Bat-Ian 52411 9BelanjaPerj alanan Lainnya(DN) .LNIOD Satuan Ukur Biaya S atuan Ukur Ket Jumlah .._[ 1:1 E No Tahapan Pelaksanaan dan Rincian Komponen Biaya JenisBiaya ...

. .dst Pelaksanaan 5212 11Belania Bahan 5212 19 Belanj aB arang Non Operasional Lainnya. ..dst I Pelaporan 521211 Belanja Bahan 012 013 014 H H 50 n O n HD 10 W 521219 Belanja Barang Non Operasional Lainnya .....dst 01 4 Pelaporan 5212 11 Belani a..dst 01 3 Evaluasi 52 1211 B elaniaBahan 52121 9 Belanj aBarangNonOperasional Lainnya ..Wo rkshop illegal L oggingin ASEAN 011 521 211 Belania Bahan 524119 Belani aPeri alanan Lainnya(DN) ..dst n OM 0 00 H 1 ON H n U ....dst Evaluasi 5 212 1 1B elanj a B ahan 521 2 19 Belani a Barang Non Operasional Lairmya . Bahan 52121 9 Belani a Barang Non Operasional Lainnya ......

£09 .TOO TEOT726I t .•• 00076L:99 000 '800 . 1 O ora crg H O 11-Bia p ti ad 0 C) tPTOiteEFI-Ta 0 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful