Klasifikasi Bakteri: Bakteri terutama diklasifikasikan ke dalam phylum (phylum adalah klasifikasi ilmiah dari organisme).

Untuk gampangnya, bakteri dapat dikelompokkan ke dalam kelompok berikut: 1. Klasifikasi bakteri berdasarkan bentuk: Seperti telah disebutkan, sebelum munculnya sekuensing DNA, bakteri digolongkan berdasarkan bentuk dan sifat biokimia. Sebagian besar bakteri termasuk tiga bentuk utama: batang (bakteri berbentuk batang disebut basil), bulat (bakteri berbentuk bola disebut kokus) dan spiral ( disebut spirilla). Beberapa bakteri mempunyai bentuk yang berbeda, yang lebih kompleks daripada bentuk yang disebutkan di atas. 2. Aerobik dan bakteri anaerob: Bakteri juga diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan oksigen untuk kelangsungan hidup mereka. Bakteri yang membutuhkan oksigen untuk kelangsungan hidup mereka disebut bakteri aerobik dan bakteri yang tidak memerlukan oksigen untuk kelangsungan hidupnya disebut. bakteri anaerob, bakteri yang tidak tahan oksigen dan dapat mati jika disimpan dalam lingkungan yang tinggi oksigen (bakteri anaerob ditemukan di tempat-tempat seperti di bawah permukaan bumi, laut dalam, dan bakteri yang hidup dalam medium tertentu). 3. Gram Positif dan bakteri Gram Negatif: Bakteri dikelompokkan sebagai bakteri 'Gram Positif' dan 'Gram Negatif' bakteri, yang didasarkan pada hasil pewarnaan Gram pada bakteri.

Bakteri Gram-positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram sehingga akan berwarna biru atau ungu di bawah mikroskop. Bakteri gram positif Bacillus anthracis (batang ungu) pada cairan serebrospinal. Sel yang lain adalah sel darah putih. Bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus (bakteri patogen yang umum pada manusia) hanya mempunyai membran plasma tunggal yang dikelilingi dinding sel tebal berupa peptidoglikan. Sekitar 90 persen dari dinding sel tersebut tersusun atas peptidoglikan sedangkan sisanya berupa molekul lain bernama asam teikhoat. Di sisi lain, bakteri gram negatif (seperti E. coli) memiliki sistem membran ganda di mana membran pasmanya diselimuti oleh membran luar permeable. Bakteri ini mempunyai dinding sel tebal berupa peptidoglikan, yang terletak di antara membrane plasma.

Beberapa autotrophs langsung menggunakan cahaya matahari untuk menghasilkan gula dari karbon dioksida sedangkan-lainnya tergantung pada berbagai reaksi kimia. batang lurus atau melingkar seprti tand koma. kadang-kadang atau Dinding sel Bentuk sel Reproduksi Metabolisme Pembelahan biner kemoorganoheterotrof Fototrof. protein. sel-sel hidup) 5. sekuensing DNA. batang atau filamen Gram negative Peptidoglikan (2-7 nm) di antara membran dam dan luar. oval. Polisakarida lain dan asam teikoat dapat ikut menyusun dinding sel. para ilmuwan telah mengklasifikasikan bakteri ke dalam filum: 1) Aquificae 2) Xenobacteria 3) Fibrobacter 4) Bacteroids 5) Firmicutes 6) Planctomycetes . heliks atau filamen. Dapat memiliki pili.lopotrikus (lophtrichous). kemoorganoheterotrof Motilitas Kebanyakan nonmotil. media yang diperlukan dan biokimia. Klasifikasi berdasarkan Filum: Berdasarkan morfologi. tangkai Anggota tubuh Biasanya tidak memiliki apendase (apendase) Endospora Beberapa endspora grup dapat membentuk Tidak dapat membentuk endospora 4. dan lipopolisakarida Bulat.Karakteristik Gram positif Homogen dan tebal (20-80 nm0 serta sebagian besar tersusun dari peptidoglikan. kemolitoautotrof. Bakteri Autotrophic (juga dikenal sebagai autotrophs) memperoleh karbon memerlukan dari karbon-dioksida. (petritrichous) petritrikus (petritrichous). bila motil tipe Motil atau nonmotil. Bentuk flagela dapat flagelanya adalah petritrikus bervariasi-polar. Bakteri heterotrofik memperoleh carbon dan / atau gula dari lingkungan mereka (misalnya. serta adanya membran luar (7-8 nm tebalnya) yang terdii dari lipid. fimbriae. beberapa mempunyai selubung atau kapsul Pembelahan pertunasan biner. Bulat. Autotrophic dan bakteri heterotrofik: Ini adalah salah satu jenis klasifikasi yang paling penting karena mempertimbangkan aspek yang paling penting dari pertumbuhan bakteri dan reproduksi.

. 2. Uji Patogenitas Uji kekuatan bakteri dalam menyebabkan penyakit dgn menggunakan hewan percobaan. MSA (Manitol Salt Agar) dll. dll. bakteri aerobik. bakteri yang dapat menahan radiasi tinggi dll identifikasi dan isolasi bakteri dlm spesimen klinik dr manusia contohnya urin dan cairan dahak. Uji Serologi Uji serologi meliputi tes aglutinasi menggunakan plasma koagulasi spesifik. Pewarnaan sediaan yg sering dilakukan antara lain pewarnaan Gram atau pewarnaan spesifik seperti pewarnaan BTA (Basil Tahan Asam) menggunakan metode Ziehl Nelsen atau Kinyoun Gabbet.7) Chrysogenetic 8) Cyanobacteria 9) Thermomicrobia 10) Chlorobia 11) Bakteri 12) Spirochaetes 13) Flavobacteria 14) Fusobacteria 15) Verrucomicrobia Klasifikasi bakteri tersebut mencakup atau termasuk bakteri yang ditemukan di berbagai jenis lingkungan seperti bakteri air manis. Uji Serologi Uji serologi meliputi tes aglutinasi menggunakan plasma koagulasi spesifik. dll. 4. Isolasi / Penanaman Isolasi dikalukan pada media yang sesuai tergantung dari pemeriksaan mikroskopik yang telah dilakukan. Uji biokimia dilakukan untuk melihat aktifitas biokimiawi bakteri dalam media-media yg disediakan. Bakteri akan mensintesis zat-zat kimia tertentu tergantung dgn kemampuannya. Uji biokimia yang digunakan yaitu bontrey pendek. Uji Kepekaan / Sensitivity Yaitu tes yang digunakan untuk menguji kepekaan suatu bakteri terhadap antibiotik. bakteri heterotrofik. Media yang umum dipakai yaitu Agar Darah. 3. bontrey panjang atau imvic. 4. Dengan dilakukannya tes ini akan diketahui efektifitas dari beberapa antibiotik yg diujikan utk melihat kemampuannya membunuh bakteri. Langkah-langkah dlm melakukan identifikasi yaitu: 1. bakteri autotrophic. Dalam uji patogenitas juga termasuk uji Toksisitas untuk melihat racun yang dapat dihasilkan oleh bakteri tertentu. air laut. bakteri anaerob. 6. Uji katalase dengan indikasi pembentukan gas oksigen. Pemeriksaan Mikroskopik Pemeriksaan spesimen menggunakan instrumen mikroskop dgn preparat yg telah dilakukan pewarnaan sesuai dgn keperluan. bakteri yang dapat bertahan hidup lingkungan yang sangat basa. 5. Uji katalase dengan indikasi pembentukan gas oksigen. bakteri yang dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang sangat asam. bakteri yang dapat bertahan hidup pada suhu ekstrim (ekstrim panas seperti pada bakteri belerang dan air dingin ekstrem seperti pada bakteri yang ditemukan di Antartika).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful