BAB II PEMBAHASAN

SEL
PENGERTIAN DAN BENTUK SEL Disusun Oleh : Dedeh Suharyati I.

Sel
a. Pengertian Sel Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata bahasa latin cellula yang berarti rongga/ruangan. Mahluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniseluler), misalnya bakteri, archaea, serta sejumlah fungi dan protozoa atau dari banyak sel (multiseluler) pada organisme multiseluler terjadi pembagian tugas terhadap sel-sel penyusunnya.

b. Bentuk Sel 1. Bentuk dasar dari sel yang diisolasi adalah bulat, seperti sel darah, sel lemak dan sel telur. 2. Bentuk sferikal dasar biasanya berubah karena spesialisasi sel berdasarkan fungsinya. Contoh: sebuah sel saraf berbentuk bintang dengan proses yang panjang dan sel otot polos berbentuk spindel . 3. Penggepengan sel terjadi karena kontak dengan permukaan. Bentuk permukaan sel terjadi akibat tekanan dari banyak permukaan. 4. Pada organisme unisel bentuk sel dipergunakan untuk membedakan organisme yang satu dengan organisme yang lain. Pada bakteri misalnya ada yang bentuk bulat (coccus), batang (basillus), koma (vibrio), dan ada juga yang spiral. Begitu juga pada protozoa memiliki bentuk yang bermacammacam. 5. Pada organisme multiseluler saat masih embrio tingkat awal, tubuhnya tersusun dari sel-sel fungsi, yang homogen ukuran, (sama dan bentuknya). Sel-sel tersebut kemudian mengalami diferensiasi (mengalami strukturnya). perubahan bentuk, itu Perbedaan-perbedaan berkaitan dengan

fungsi dari sel-sel dalam melaksanakan tugasnya sebagai unit struktural dan fungsional mahluk hidup. c. Struktur Sel Komponen utama penyusun sel berupa air dan beberapa komponen lainnya terutama protein, lemak, karbohidrat dan asam nukleat. Bagian_bagian penyusun sel adalah:

1. membran sel/membran plasma: membungkus material sel yang disebut sitoplasma. 2. sitoplasma: terdiri dari 2 bagian yaitu sitosol (cair) dan organel (padat). 3. inti sel (nukleus): organ pengendali sel. d. Macam-macam Sel Terdapat 2 macam sel yaitu sel hewan dan sel tumbuhan. Seperti pada gambar berikut :

Dari gambar tersebut dapat terlihat perbedaan sel antara sel hewan dan sel tumbuhan.

STRUKTUR DAN FUNGSI MEMBRAN SEL Disusun oleh : Susi Lidnowati

Membran Sel
Membran plasma (sel) memisahkan bagian interior sel dari lingkungan ekstraseluler. Membran sel memiliki sifat semepermeabel dan selektif permeabel. Semipermeabel artinya mudah dilewati oleh air. Sedangkan selektif

membran. Lipid lainnya kolesterol dan glikolipid. Membran sel tersusun dari lapisan ganda molekul lipid dengan beberapa protein globular yang tertanam didalamnya.  Molekul fosfolipid disusun dalam dua baris paralel (ganda)  Disetiap baris. Molekul ini tertembus dan tertanam dalam lapisan . Protein integral membentuk mayoritas protein terikat pada bagian ekor non-polar.  Protein transmembran menyebar keseluruh lapisan ganda dan membentuk saluran atau pori-pori untuk transpor zat yang melewati membran. ganda. bagian kepala molekul berupa fosfat polar yang dapat larut dalam air mengarah pada dua pemukaan  Bagian ekor molekul berupa asam lemak non-polar yang tidak dapat larut dalam air mengarah kepusat lapisan ganda b. Protein dibagi dalam dua kategori : integral dan perifer 1. Fosfolipid adalah lipid yang paling sering ditemukan dalam membran. Struktur 1. yang merupakan gabungan karbohidrat dan lipid.permeabel artinya membran hanya dapat dilewati oleh ion dan molekul tertentu. Tebal lapisan ini sekitar 6-10nm (1 nanometer = 10-9) a.

Karbohidrat juga berkaitan dengan molekul lipid atau protein. Fungsi  Fungsi membran sel selain fungsi sisi reseptor dan komunikasi sel yang dijelaskan diatas. membran sel juga berfungsi sebagai suatu barier permeabel yang selektif untuk mengatur aliran zat ke dalam dan keluar sel. Protein integral bisa juga muncul sebagian pada satu atau beberapa permukaan. c.  Protein integral berfungsi sebagai enzim permukaan sel  Protein integral yang berikatan dengan karbohidrat dapat membentuk sisi reseptor untuk menerima pesan kimia dari sel lain seperti kelenjar endoktrin  Sebagian yang lain juga berfungsi sebagai pemberi tanda atau antigen yang menjadi identitas jenis sel 2. Glikolipid dan glikoprotein yang dihasilkan dipercaya dapat memberikan sisi pengenal permukaan untuk interaksi antar sel. Fungsinya tidak begitu diketahui seperti fungsi protein integral. . seperti mempertahankan sel-sel darah merah agar tetap terpisah atau memungkinkan penggabungan sel-sel yang sama untuk membentuk sebuah jaringan. Protein tersebut beberapa fungsi. Protein ini kemungkinan terlibat dalam struktur pendukung dan perubahan bentuk membran saat pembelahan atau pergerakan sel. Protein perifer terikat longgar pada permukaan membran dan dapat dengan mudah terlepas dari membran tersebut.

metabolit dan ion. b). d). . Organ ini merupakan bagian dari sel yang fungsi utamanya untuk mengadakan control terhadap aktivitas sel.setiap sel memiliki satu nukleus. Membran nuklear Membran nuklear disusun dari membran ganda yang di pisah oleh ruang perinuklear. Umumnya. Kromomatin Terlihat seperti gumpalan yang tidak beraturan yang menyebar keseluruh nukleus. • • • Nukleus adalah organ terbesar. Organel ini ada dalam seluruh sel tubuh. c).NUKLEUS Disusun Oleh: Very Endaryeni Nukleus merupakan bagian dari sel yang mempunyai fungsi utama untuk mengadakan kontrol terhadap aktivitas sel. Nukleolus Struktur sferikal yang tersusun dari RNA dan protein. Nukleoplasma Matrik yang menyelubungi kromomatin.jadi setiapsel akan dapat bekerja dengan baik karena adanya inti sel. Matriks ini tersusun dari protein. STRUKTUR NUKLEUS a).

 Nukleolus merupakan pusat kendali sel. Mengadakan kontrol terhadap aktivitas sel. STRUKTUR. . karena tersusun atas kromosom-kromosom. Ukuran dan jumlah nukleolus bervariasi pada setiap jenis sel yang berbeda. FUNGSI DAN BENTUK STRUKTUR. Nukleus mengandung materi genetik sel (DNA) yang mengkode informasi untuk mengontrol sintesis protein dan reproduksi sel.  Nukleolus dengan menggunakan mikroskop elektron akan tampak sebagai suatu massa yang terdiri dari butiran dan berserabut berwarna pekat yang menempel pada bagian kromatin. FUNGSI DAN BENTUK NUKLEOLUS Disusun Oleh: Ari Nur Fauzi Cahyaningsih Pengertian Nukleolus  Nukleolus adalah Struktur sferikal/ bulatan kecil yang yang tersusun atas RNA dan protein.BAGAN DAN STRUKTUR FUNGSI a.  Dalam suatu inti sel sering dijumpai lebih dari satu anak inti dan adakalanya anak inti ini menempel pada membran inti. b. dan fungsi sel yang sangat penting.

walaupun tidak lebih banyak dari bagian inti yang lain (tidak tetap. Pars fibrilosa (daerah fibriler) . Daerah amorf yang merupakan matriks anak inti yang tampak homogen dan terdiri dari protein sebagai pengikat kedua bagian diatas. 4. Pars granulosa (daerah granuler) yang tampaknya mengandung butirbutir dengan ukuran sedikit lebih kecil (diameter 15-20 mm) dari ribosom dalam sitoplasma dan dijumpai pada anak inti bagian pinggir.Struktur Nukleolus 1. terdiri atas fibril-fibril dengan diameter 56 nm dan terdapat ditengah anak inti dan tampak sebagai benangbenang yang halushalus yang berupa transkipsi RNA. 3. yaitu diperkirakan 5%-20%). Nukleolus mempunyai bagian-bagian yang lebih terang dari bagian-bagian tersebut di atas dan bagian-bagian yang lebih terang ini adalah bagian karioplasma yang terdapat dalam nukleolus. Nukleolus juga tidak mengandung DNA. 2. Selain itu. Nukleolus tidak mempunyai membran. 6. Kandungan protein yang terdapat dalam nukleolus sangat tinggi dan juga banyak mengandung RNA. 5. Gambar Nukleolus .

Sub unit pre ribosom terbentuk dalam inti. Penampakan ribosom yang pertama sebagai suatu partikel yang lengkap terlihat didalam sitosol selama translasi dengan membentuk kompleks dengan mRNA. . Tempat pembuatan protein yang akan digunakan untuk membuat ribosom. rRNA ditranskripsi oleh RNA polymerase. Pengolahan Pre-rRNA. Ribosom matang dengan 2 subunit. Gen-gen tersusun dalam rangkaian yang saling dipisahkan oleh spacer DNA yang panjangnya bervariasi. rRNA 56s dan rRNA 28S. Komposisi kimia nucleolus. Protein yang terdiri atas: 1. Fosfoprotein 2. PreRNA mengalami metilase. tRNA 3. dengan tahap awal perakitan terjadi di nukleolus. Dalam menjalankan fungsinya nukleolus dikontrol oleh bagian kromosom yang mengandung gen tertentu yang dinamakan nucleolar organizer. 2. Ada 4 tipe rRNA tak dirakit dalam inti. Sub unit pre ribosom bermigrasi ke sitosol melalui kompleks porus inti. 2. Transkipsi rDNA yang mengkode RNA ribosom (rRNA). 3. dipotong dan ukurannya direduksi menjadi 3 unit yang lebih kecil yaitu rRNA 18s. 3 peristiwa yang merupakan ciri dari fungsi nukleolus: 1. Tempat menggandakan sintesis RNA. Perakitan sub unit pre-ribosom. Enzim fosfatase  Fungsi Nukleolus: 1. Hasil transkripsi rDNA adalah Pre-RNA 45s.

yang terdiri dari kompleks I (NADH dehidrogenase). transduksi sinyal selular. mitochondrion. seperti metabolisme asam lemak. Fungsi  Peran utama mitokondria adalah sebagai pabrik energi sel yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Proses pembentukan energi atau dikenal sebagai fosforilasi oksidatif terdiri atas lima tahapan reaksi enzimatis yang melibatkan kompleks enzim yang terdapat pada membran bagian dalam mitokondria.MITOKONDRIA Disusun Oleh: Winda Purba Definisi Mitokondria (chondriosome. homeostatis. sedangkan dalam proses glikolisis hanya dihasilkan dua molekul ATP. . 1997]. kompleks IV (sitokrom oksidase). dan penghasil energi berupa adenosina trifosfat pada lintasan katabolisme. kalsium. kompleks II (suksinat dehidrogenase). plural mitochondria) adalah organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel makhluk hidup. Metabolisme karbohidrat akan berakhir di mitokondria ketika piruvat di transpor dan dioksidasi oleh O2¬ menjadi CO2 dan air. dan juga dengan bantuan FoF1 ATP Sintase dan Adenine Nucleotide Translocator (ANT) [Wallace. biosintesis pirimidina.  Proses pembentukan ATP melibatkan proses transpor elektron dengan bantuan empat kompleks enzim. Energi yang dihasilkan sangat efisien yaitu sekitar tiga puluh molekul ATP yang diproduksi untuk setiap molekul glukosa yang dioksidasi. kompleks III (koenzim Q – sitokrom C reduktase).

yaitu membran luar. dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper. Mitokondria berfungsi dalam oksidasi makanan. 2000]. respirasi sel. Mitokondria memiliki DNA sendiri yang mengkode sintesis protein spesifik. dehidrogenasi. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel.5 µm dan panjang 0. Oksidasi zat makanan di dalam mitokondria menghasilkan energi dan zat sisa.  Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang . membran dalam. ruang antar membran. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0. misalnya sel otot jantung. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama. dan sistem transfer elektron. fosforilasi oksidasif. Secara sederhana reaksinya dapat ditulis sebagai berikut: Berkaitan dengan fungsi tersebut mitokondria sering disebut the power house of cell Struktur  Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak.0 µm.5 – 1.

reaksi oksidasi asam amino. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif. Reaksi kimiawinya adalah sebagai berikut: Piruvat + NAD+ + CoA à Asetil-CoA + NADH + H+ + CO2. 2001]. membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. . serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik. yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA).  Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks.  Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel.  Proses oksidasi piruvat dibantu oleh adanya enzim piruvat dehidrogenase. ADP. kalsium dan kalium. Selain itu. Piruvat dehidrogenase mengkatalisis serangkaian reaksi. Stuktur dalam krista ini meningkatkan permukaan membran sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. yang secara garis besar berperan dalam oksidasi satu molekul piruvat menjadi senyawa asetat berkarbon dua. fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium. dan reaksi β-oksidasi asam lemak.berukuran 6000 Dalton. ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria. disebut luas krista [Lodish. membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan asetil KoA. Dalam hal ini. ribosom. seperti siklus Krebs.

Asetil koenzim A kemudian masuk ke dalam siklus kreb dan mula-mula akan berubah menjadi asam sitrat kemudian berturut-turut menjadi asam isositrat. .Pada proses glikosis dalam keadaan anaerob akan dihasilkan energi dalam bentuk ATP yaitu sejumlah 2 molekul ATP. asam ketoglutarat.  Pada respirasi yang bersifat aerob ini energi yang dilepaskan dalam bentuk ATP sangat besar bila dibanding respirasi anaerob. yang diikuti juga dengan pembentukan dua molekul NADH. Hasil dari reaksi tersebut adalah senyawa berkarbon 6.asam malat.pada glikosis sempurna sebagai hasil akhir berupa CO2 dan H2O.oksaloasetat yang akhirnya akan kembali menjadi asam sitrat. Reaksi tersebut diikuti dengan dekarboksilasi oksidatif.  Pada respirasi aerob maka asam piruvat oleh dayanya koenzimA dan NAD akan diubah menjadi asetil koenzim A.  Apabila dilihat hasil energi dari 1 molekul glukosa yang mengalami proses glikosis anaerob dan aerob akan tampak gambaran seperti yang terlihat berikut ini: -1 ATP yang berubah menjadi ADP akan menghasilkan 7300 kalori.asamsuksinat.  Proses selanjutnya adalah isomerasi dari sitrat menjadi isositrat. Siklus Krebs lebih dulu diawali dengan reaksi kondensasi antara asetilCoA dengan oksaloasetat dengan bantuan enzim sitrat sintase.  Dalam hal respirasi yang bersifat anaerob maka asam piruvat akan dipecah menjadi asam laktat atau etil alkohol.asam oksalosuksinat. Dua molekul CO2 melengkapi proses oksidasi piruvat. . asam sitrat. asamfumarat.

Mitokondria jantan tidak ikut masuk ke dalam sel telur karena letaknya yang berada di ekor sperma. Pada makhluk tingkat tinggi. Teori ini dikenal dengan teori endosimbion. dan tidak terlindungi membran (prokariotik). MtDNA berpilin ganda. Pada awalnya sebelum mitokondria bereplikasi. Replikasi terjadi apabila mitokondria ini menjadi terlalu besar sehingga melakukan pemecahan (fission). Proses ini dimulai dari pembelahan pada bagian dalam yang kemudian diikuti pembelahan pada bagian luar. terlebih dahulu dilakukan replikasi DNA mitokondria. DNA mitokondria yang diturunkan kepada anaknya hanya berasal dari betinanya saja (mitokondria sel telur).Siklus Hidup Mitokondria dapat melakukan replikasi secara mandiri (self replicating) seperti sel bakteri. Karena memiliki ciri seperti DNA bakteri. Proses ini melibatkan pengkerutan bagian dalam dan kemudian bagian luar membran seperti ada yang menjepit mitokondria. 1998]. berkembang teori yang cukup luas dianut. DNA MITOKONDRIA Mitokondria memiliki DNA tersendiri. sirkular. yang dikenal sebagai mtDNA (mitochondrial DNA). yang menyatakan bahwa mitokondria dulunya merupakan makhluk hidup independen yang kemudian bersimbiosis dengan organisme eukariotik. Ekor sperma tidak ikut masuk ke dalam sel telur sehingga DNA mitokondria jantan tidak diturunkan. . Kemudian akan terjadi pemisahan dua bagian mitokondria [Childs.

yang selain untuk mencerna. nuklease.LISOSOM Disusun Oleh. glikosidase. Topik Hidayatullah PENGERTIAN  Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. dan autofagi. fosfolipase. Dalam hal ada organel lain yang mati maka lisosom ini akan mendekati organel tersebut dan setelah membrannya melebur akan melakukan digesti/penghancuran terhadap organel yang telah mati dan kemudian mendekati membran plasma untuk mengeluarkan zat-zat atau bahan-bahan yang tidak berguna. fosfatase. fagositosis. lipase. mempunyai fungsi menyimpan senyawa organik yang dihasilkan tanaman. Di dalamnya. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease. Pada tumbuhan organel ini lebih dikenal sebagai vakuola. ataupun sulfatase. Fungsi utama lisosom adalah endositosis. Lisosom yang berfungsi menghancurkan organel lain yang tidak berfungsi ini disebut sitolisosom .  Semua enzim tersebut aktif pada pH 5.  Lisosom yang terjadi langsung dari aparatus golgi disebut dengan lisosom primer.

. Lisosom bertanggung jawab untuk menghancurkan komponen sel.  Mengadakan fusi dg mitokondria yang telah mati dan bertindak sebagai litolisosom  Mengadakan fusi dg vesikal pinositosis  Mengadakan fusi dengan fagosom  Mengadakan fusi dengan lisosom lain untuk membentuk badan multi vesikuler . Memindahkan sel-sel yang rusak atau bagian sel jaringan yang rusak akibat panas. 2.dingin. 3.trauma. Lisososm mencerna materi yang di masukkan kedalam sel dan mendaur.yang sudah lama atau tidak diinginkan.bahan kimia atau faktor lain.SKEMA CARA KERJA LISOSOM 5 JENIS KEGIATAN LISOSOM PRIMER  Mengeluarkan enzim dari dalam sel dalam proses sekresi. FUNGSI LISOSOM 1.ulang materi dari pembuangan intraseluler.

peroksisom banyak terdapat di hati dan ginjal. 5. Pada hewan. Lisosom yang mengandung enzim-enzim hidrolitik yang perlu dihancurkan. Peroksisom ditemukan pada semua sel eukariota. Hidrogen peroksida merupakan produk metabolism sel yang berpotensi membahayakan sel. Peroksisom juga berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat. seperti katalase dan ureat oksidase yang mengkristal di pusatnya. Lisosom menghancurkan organel lain yang BENTUK LISOSOM menetap dalam sitoplasma akan berfungsi apabila ada bahan / benda yang tidak berfungsi.4. . PEROKSISOM Disusun Oleh: Fitriah Sa’diah Definisi Peroksisom Peroksisom (Bahasa Inggris : peroxysome) adalah organel yang terbungkus oleh membran tunggal dari lipid dwilapis yang mengandung protein pencerap (reseptor). Peroksisom tidak memiliki genom dan mengandung sekitar 50 enzim. Katalase berfungsi mengkatalisis perombakan hydrogen peroksida (H2O2). Peroksisom terdapat pada sel tumbuhan dan sel hewan. 5. sedangkan pada tumbuhan peroksisom terdapat dalam berbagai tipe sel. Peroksisom berisi berbagai enzim dan yang paling khas ialah enzim katalase.

dua molekul asetil-KoA dihasilkan dari pemecahan asam lemak. karena itulah kerusakan peroksisom berujung pada kerusakan saraf. .Peroksisom Pada Hewan Pada tumbuhan terdapat dua macam peroksisom sedangkan pada hewan terdapat satu macam peroksisom. Reaksi ini disebut fotorespirasi karena menggunakan O2 dan melepaskan CO2. mempunyai fungsi penting dalam pemecahan asam lemak. terdapat dalam biji yang sedang berkecambah. yang tersimpan dalam lemak biji. Tipe pertama terdapat pada daun. Plasmalogen merupakan jenis phospolipid terbanyak pada myelin. Peroksisom Pada Tumbuhan Pada tumbuhan Terdapat dua jenis peroksisom yang sudah diteliti secara ekstensif. yang disebut fotorespirasi. Fungsi Peroksisom  Beberapa peroksisom menggunakan oksigen untuk memecah asam lemak dan diangkut ke mitokondria sebagai bahan bakar respirasi seluler. selanjutnya digunakan untuk membuat asam suksinat. Salah satu fungsi penting biosintetik dari peroksisom hewan adalah untuk mengkatalisis reaksi pertama dari pembentukan plasmalogen. Proses pengubahan lemak menjadi gula ini dilakukan dengan rangkaian reaksi yang disebut siklus glioksilat. Tipe peroksisom lainnya. menjadi gula yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman muda. Dalam siklus glioksilat. Hal ini menyebabkan sel hewan tidak dapat mengubah asam lemak menjadi karbohidrat. Siklus glioksilat ini tidak terjadi pada sel hewan. Peroksisom kedua ini. Kekurangan plasmalogen ini menyebabkan myelin pada sel saraf menjadi abnormal. yang berfungsi untuk mengkatalisis produk sampingan dari reaksi pengikatan CO2 pada karbohidrat. dinamakan glioksisom. Selanjutnya asam suksinat ini meninggalkan peroksisom dan akan diubah menjadi glukosa.

Bentuknya kecil seperti bola kasar. Struktur Peroksisom Struktur peroksisom hampir sama dengan lisosom. Bentuk Peroksisom Peroksisom mempunyai struktur yang terdiri dari kristal-kristal padat dan pekat yang .benda mikro. H2O2 yang dihasilkan juga berbahaya kemudian diubah menjadi air oleh enzim di peroksisom. bersama-sama dengan glioksisom maka peroksisom digolongkan dalan benda.2 -2 µm).  Peroksisom tumbuh dengan menggabungkan lipid dan protein dalam sitosol. berkembang dengan membelah diri menjadi dua sampai ukuran tertentu. Karena ukuran yang kecil inilah (0. Dalam hati peroksisom menawarkan racun alkohol dan senyawa beracun lainnya. terbungkus oleh satu lapis membran unit . Namun peroksisom mengkonfirmasikan identitas yang unik. berukuran antara mitokondria dan ribosom. dengan mentransfer hydrogen dari racun ke oksigen.

Pengertian Sitoskeleton 2. Jaringan – Jaringan yang terdiri dari sitoskeleton 4.Struktur Peroksisom Pada tumbuhan Strutur Peroksisom Pada Hewan Sitoskeleton Disusun Oleh: Haula Sita Fadhilah Yang akan di bahas : 1. Bentuk dari sitoskeleton . Fungsi Sitoskeleton 3.

sebagai sistem kontraktil sel . Jaringan – Jaringan yang terdiri dari sitoskeleton 1). Membantu gerakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang alin.  Spiral ini membentuk tabung berlubang yang panjangnya mencapai 2. Menjadi kerangka sel 3). .  Fungsi dari mikrofilamen yaitu : . yaitu aktin dan miosin. Struktur dari sitoskeleton Pengertian Sitoskeleton adalah jaringan – jaringan berkas protein yang menyusun sitoplasma eukaritoria.  Mikrofilamen mempunyai diameter 7 nm sehingga pengamatannya harus menggunakan mikroskop elektron. Mikrotubulus rantai-rantai protein yang membentuk spiral.  Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot.5 mm dengan diameter 25 nm. 2).5.  Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein.sebagai penguat mekanis untuk beberapa tonjolan sel tertentu. Fungsi 1). Memberikan kekuatan mekanik pada sel 2). Mikrofilamen : rantai ganda protein yang bertaut dan tipis.

yaitu berupa benangbenang spindel yang menghubungkan dua kutub sel pada waktu sel membelah.mengarahkan gerakan komponen-komponen sel. tetapi tidak semua sel filamen intermediarnya tersusun atas fimentin. Disebut serabut intermediar karena ukurannya di antara ukuran mikrofilamen dan mikrotubulus.  Filamen ini berdiameter 8 – 10 nm. .mempertahankan bentuk sel. Mikrotubulus merupakan penyusun sitoskeleton yang terbesar. Mikrotubulus tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. . Filamen Intermediate Filamen intermediate adalah rantai molekul protein yang membentuk untaian yang saling melilit.  Serabut ini tersusun atas protein yang disebut fimentin.membantu dalam pembelahan mitosis. 3).  Fungsi dari filamen intermediate yaitu : membentuk serat yang kuat dan tahan lama untuk bagian – bagian sel yang mengalami stres mekanisme.  Mikrotubulus terdapat pada gelendong sel. Adakalanya dalam sitoplasma dijumpai ribosom yang tersusun berderet dengan satu sama lain dihubungkan oleh semacam benang halus yang dinamakan poliribosom dan ini mempunyai fungsi untuk mengadakan sintesis protein yang lebih kompleks .  Fungsi Mikrotubulus yaitu : .

Sel yang memiliki sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. Misalnya.Bentuk Sitoskeleton Struktur Sitoskeleton RIBOSOM Disusun Oleh: Alponsius Yoseferson PENGERTIAN RIBOSOM Ribosom ialah organel kecil dan padat dalam sel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein. . sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom.

Contohnya ialah sel pankreas. RIBOSOM BEBAS Ribosom yang bebas tersuspensi dalam sitosol. RETIKULUM ENDOPLASMA Disusun Oleh: Edmas Nisfi Pebruanto PENGERTIAN RE Retikulum endoplasma sebagai perluasan membran yang saling berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung di dalam sitoplasma. Berfungsi untuk mengadakan sintesis protein yang akan dikeluarkan dari sel melalui organel yang mempunyai fungsi sekresi. Dalam melaksanakan tugasnya ini. Lubang/saluran tersebut berfungsi membantu gerakan substansi-substansi dari satu bagian sel ke bagian sel lainnya . ribosom dikontrol oleh inti sel yang menghasilkan RNA yang disebut “messengger RNA” atau mRNA dan dibantu oleh “transfer RNA” atau tRNA yang berfungsi untuk mengikat asam-asam amino yang ada dalam sitoplasma. 2. RIBOSOM TERIKAT Ribosom terikat dilekatkan pada bagian luar jalinan membran yang disebut retikulum endoplasmik. Berfungsi untuk mengadakan sintesis protein yang akan digunakan sendiri oleh sel nantinya akan digunakan untuk pertumbuhan sel dan pembelahan sel.STRUKTUR RIBOSOM 1. Contohnya ialah enzim-enzim yang mengkatalisis proses metabolisme yang bertempat di dalam sitosol.

penawaran racun biasanya menambahkan gugus hidroksil ke dalam obat. yang menyebabkan obat tersebut lebih mudah larut dan lebih mudah dikeluarkan dari tubuh 2. dan menawarkan obat dan racun. Memodifikasi protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke komleks golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel 2. metabolisme karbohidrat.JENIS-JENIS RE 1. RE Halus tidak ditutupi oleh ribosom. Contohnya. termasuk sintesis lipid. khusus dalam sel hati. Contoh protein tersebut adalah enzim dan hormon FUNGSI RETIKULUM ENDOPLASMA 1. Kebanyakan protein tersebut tidak diperlukan sel dalam jumlah banyak dan biasanya akan dikeluarkan dari sel. Mensintesis lemak dan kolesterol (hal ini terjadi di hati) . RE Kasar ditutupi oleh ribosom pada permukaan luarnya. Berfungsi dalam bermacam-macam metabolisme. berfungsi pada sintesis protein.

Transportasi molekul-molekul dan bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain Aparatus Golgi Disusun Oleh: Herlambang Indrianto Pengertian Aparatus Golgi merupakan organel yang terdapat dalam sitoplasma dengan letak.. ukuran dan jumlah yang berbeda-beda antara sel yang satu dengan yang lainnya. Menetralkan racun 4. diantaranya berfusi dengan bagian tepi sisterna. Struktur Aparatus Golgi  Aparatus golgi terdiri dari setumpuk kantong pipih yang dikelilingi membran yang strukturnya sama dengan membran sel  Kantong-kantong pipih ini dinamakan sisterna.  Aparatus golgi biasanya berasosiasi dengan RE kasar yang terpisah oleh jarak yang sempit.3. .  Disekitar sisterna terdapat vesikel-vesikel dengan berbagai ukuran.

selulosa. Fungsi Aparatus Golgi Antara Lain:  Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. hemiseulosa diangkut oleh vesikel-vesikel pebenukan dinding sel tumbuhan  membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur  Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom. misalnya ginjal.  mereparasi membran plasma.  Membentuk senyawa pengusun dinding sel tumbuhan.  Sel tumbuhan memiliki hingga ratusan Aparatus Golgi. pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom. Sisi Aparatus golgi yang menghadap ke RE kasar disebut cis(daerah pembentukan vesikel) dan sisi yang berlawanan dengan RE kasar disebut trans(daerah pemasakan vesikel).  Terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi.. Dengan menggunakan mikroskop elektron. kantung kecil tersebut berisi enzim dan bahan-bahan lain. Terjadi di sel-sel kelenjar. membran sel yang rusak diperbaiki oleh vesikel-vesikel dari Aparatus Golgi yang dirangsang untuk melebur dengan membran plasma yang rusak. aparatus golgi dapat di amati dengan lebih jelas dan dan tampak bahwa aparatus golgi ini merupakan gelembung-gelembung berdinding membran dengan bagian-bagian sebagai berikut: . pektin.

Badan Golgi sangat penting pada sel sekresi. .  Vesikel sekretoris Berupa gelembung bulat atau oval dan terdapat pada tepi mature face. Pada sel tumbuhan. Badan Golgi (ditemukan tahun 1898 oleh Camillio Golgi) tersebar dalam sitoplasma dan merupakan salah satu komponen terbesar dalam sel.  Badan Golgi atau Aparatus Golgi dijumpai pada hampir semua sel tumbuhan dan hewan.  Mikrovesikel Juga disebut transfer vesikel berupa gelembung kecil yang terdapat di sekitar forming face dan berasal dari retikulum endoplasma yang tak bergranula. Saccula Berbentuk gelembung gepeng tersusun bertumpuk-tumpuk dan masing-masing saling berhubungan. Antara badan Golgi satu dengan yang lain berhubungan dan membentuk struktur kompleks seperti jala.

Sel Prokariotik  Sel Prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti.PERBEDAAN STRUKTUR SEL PROKARIOT DAN EUKARIOT Disusun Oleh: Agustian Priharsanto Bentuk sel prokariot dan eukariot a.  Ukuran sel ini antara 1-10 µm  Memiliki materi berupa DNA yg dibungkus membran inti  DNA berbentuk sirkuler (nukleoid)  Diluar nukleoid ada DNA juga yg lebih kecil (plasmid)  Sebagian besar sel prokariotik memiliki dinding sel  Aktivitas sel terjadi pd membran plasma dan di dalam sitoplasma  Struktur sel prokariotik dari luar ke dalam adalah : dinding sel → membran sel → mesosom → sitoplasma → ribosom → materi inti (RNA dan DNA) Contoh : cyanobacteria dan sel bakteri .

sehingga sel tidak mudah pecah akibat masuknya air kedalam sel. d.000 ribosom yang tersusun atas RNA dan protein. b. Ribosom merupakan tempat sintesis protein.  Materi genetik (DNA) berada di dalam inti sel yg dibungkus oleh membran inti Contoh. Sitoplasma mengandung gula. sedangkan pada sianobakteri mesosom berfungsi sebagai kompleks fotosintetik yang mengandung pigmen fotosintesis c. Pada beberapa bakteri mesosom berperan dalam pembelahan sel. asam amino. sehingga terjadi pemisahan antara inti sel dan sitoplasma. sel hewan dan sel tumbuhan  Sel Eukariotik tersusun atas : membrane sel → sitoplasma → nukleus → sentriol → retikulum endoplasma → ribisom → komlplek golgi → lisosom → badan mikro → mitokondria → mikrotubulus → mikro filamen a.  Ukuran sel ini antara 10-100 µm. Didalam sitoplasma terdapat kurang lebih 20. b. Sitoplasma merupakan cairan sel yang dibungkus oleh membrane plasma. . ion-ion dan senyawa kimia lain yang digunakan untuk memetabolisme sel. Dinding sel berfungsi untuk menahan tekanan osmotic sitoplasma.000-30. Sel Eukariotik  Sel Eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti.a.  Kesatuan inti sel dan sitoplasma pd sel eukariotik disebut protoplasma. lemak.

terutama aktin dan miosin. 2. Badan mikro terdiri atas : 1. d. c. Aktin dan miosin banyak ditemukan pada sel otot dengan komposisi miosin yang lebih sedikit dibandingkan aktin. Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong bentuk sel dan terjadinya gerakangerakan organel didalam sitoplasma. Mikro filamen tersusun atas protein. Ribosom 4. berfungsi untuk pembentukan katalase dan pembongkaran dan pembentukan hidrogen peroksida. Peroksisom. PERBANDINGAN SEL PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK Ribosom Vakuola Vesikel Ada Ada Ada Ada Ada Ada . Mikrotubulus tersusun atas molekul protein tubulin.b. Glioksisom 3. Terdapat enzim oksidase dan katalase.

Komponen Dinding sel Prokariotik Ada Eukariotik Tidak ada pada hewan (ada pada tumbuhan) Sentriol mikrotubula Kloroplas dan Tidak ada Ada pada hewan (tidak ada pada tumbuhan) Ada beberapa sel) (pada Ada (pada beberapa sel) Materi genetika Kromosom (DNA) tunggal Banyak kromosom (DNA + protein) Ada Ada Ada Silia Sitoskeleton Retikulum endoplasma Flagel Badan golgi Nukleus Lisosom Mitokondria Membrane plasma Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ada Ada (pada beberapa sel) Ada Ada Ada Ada Ada .

GENETIKA KROMOSOM Disusun Oleh: Shelpi Novita Kristiani  Bentuk Kromosom  Pengertian Kromosom  Kromosom adalah suatu struktur makromolekul yang berisi DNA di mana informasi genetik dalam sel disimpan.  Kromosom dikenal sebagai komponen dlm inti sel yg mempunyai susunan. bentuk. & fungsi khusus serta mempunyai .

b. pusat pergerakan kromosom. Berfungsi untuk pembentukan nukleolus.  Bagian-Bagian Kromosom  Bagian-bagian Kromosom 1. 2. Lengan” kromosom yg sering mempunyai penyempitan sekunder yg didlmny mengandung nucleolarzone/nucleolar organizer.kemampuan untuk mengadakan replikasi sehingga pembelahan sel dapat berlangsung dengan baik.  Untuk pemeriksaan kromosom digunakan zat warna basis dengan menggunakan metode Fuelgen atau dapat pula menggunakan hematoksilin atau acetocarmin. Sentromer  Bagian kromosom yang terletak pada daerah penyempitan primer diantara lengan” kromosom. .  Disebut jga kinetokor yi. Telomer a.

Satelit Bagian dari lengan kromosom yg letaknya pada ujung telomer dengan bentuk bulat dan dihub.kan dgn ujung telomer oleh adanya bangunan sprti benang yg disebt filamen kromosom. . Kromonemata  Kromonemata dibagi 2 1. Spiral Rangkaian molekul DNA 2.  Perbedaan Kromatin berdasarkan banyaknya menghisap zat warna  Heterokromatin daerah kromatin yang relatif lebih banyak dan mudah menghisap zat warna  Eukromatin Daerah kromatin yang terang dan mengandung gen” yg sedang aktif.

 Metasentrik c. sentries = sentromer) b. Sentromer terletak diantara 2 lengan yg hampir sama panjg. sentries = sentromer)  Kromosom 1 lengan dan sentromernya terletak dislah 1 ujung dri lengan 2. tp salah 1 lengannya sangat pendek sdgkn yg 1 panjang. sentries = sentromer)  Kromosom 2 lengan. Akrosentrik  (Akro = tdk sma. Telosentrik  (Telo = ujung. Gambar Letak Sentromer  Letak Sentromer dlm kromosom 1. sentries = sentromer) . (Submeta = agak tengah. Sentromer terletak diantara 2 lengan yg tdk sma panjg. (Meta = tengah.  Letak Sentromer dlm Kromosom  Submetasentrik a.

d. DNA DAN RNA Disusun Oleh: A.A Gde Ika Pradnyana Putra DNA DNA  Deoksiribosa Nukleat Acid = ADN ( Asam Deoksiribonukleat ) DNA  tersusun atas nukleotida2 . Kromosom seks (gonosom/allosom)  Menentukan jenis kelamin. Sentromer terletak diantara 2 lengan yg panjangnya sama (ditengah kedua lengan)  Jumlah Kromosom  2 Tipe Kromosom 1. Kromosom Tubuh (Autosom)  Berfungsi untk mengatur dan mengendalikan bntuk tubuh makhluk hidup. 2.

Gula Pentosa b.Pirimidin  Timin ( T ) dan Sitosin (C) DNA  James Watson & Francis Crick ( 1953 ) Bentuk DNA  DOUBLE HELIX Susunan DOUBLE HELIX : 1. Gula dan Fosfat sebagai induk / ibu tangga 2.1nukleotida = 1nukleosida + 1 Fosfat 1nukleosida= 1gula pentosa = basanitrogen ( purin dan pirimidin ) DNA terdiri atas: a. G dengan C yang dihubungkan dengan 3 ikatan lemah aton H T dengan A yang dihubungkan dengan 2 ikatan lemah atom H .Purin  guanin ( G ) dan Adenin ( A ) . Basa Nitrogen dengan pasangan tetap sebagai anaknya. Fosfat c. Basa Nitrogen : .

GAMBAR DNA

REPLIKASI DNA

 Kemampuan DNA untuk membentuk DNA baru yang sama persis dengan DNA sebelumnya. Beberapa hipotesis terjadinya replikasi DNA: 1. Teori Konservatif  double helix yang lama membentuk double helix yang baru sama persis. 2. Teori Dispensif  Double helix lama terputus2 yg kmudian memisah & membentuk potongan2 baru dan bersambung dgn potongan2 lama shg kembali mjdi DNA yg baru yang sama persis. 3. Teori Semi Konservatif  dua pita dari double helix memisah diri dan masing2 pita yg lama mendapatkan pasangan pita2 yang

baru seperti pasangan yg lama sehingga terbentuklah susunan DNA yang baru dan sama persis.

Enzim2 yg berperan dalam Replikasi DNA: 1. Helikase : Memudahkan untuk membuka rantai ganda DNA menjadi dua buah rantai tunggal. 2. Polimerase : Menggabungkan DNA 3. Ligase : Menyambung bagian2 rantai tunggal DNA yang baru terbentuk.  RNA

*RNA  Ribosa Nukleat Acid = ARN ( Asam Ribosa Nukleat ) *Bentuk  beruntai Tunggal, pada bagian tengahnya beroilin, melilit, melengkung *1Nukleotida = Fosfat + Ribosa + Basa *Basa: Purin  adenin ( A ) dan Guanin ( G ) Pirimidin  Urasil ( U ) dan Sitosin ( S )

Macam – Macam RNA • RNA duta  mRNA  dibentuk oleh DNA di dalam nukleus, berperan membawa kode genetika dari DNA • RNA ribosom (rRNA)  dibentuk oleh DNA terdapat pada Ribosom, berperan membaca dan menterjemahkan kode • RNA transfer ( tRNA)  dibentuk oleh DNA, terdapat dalam sitoplasma, berperan sebagai pengikat asam amino.

Gambar RNA

Perbedaan DNA dan RNA NO 1 2 3 4 PERBEDAAN Letak dalam Sel Susunan Molekul gula Basa organik DNA Nukleus / Inti Satu pasang deokribosa Timin ( T ) RNA Sitoplasma Tunggal Ribosa Urasil ( U )

DNA membuka menjadi 2 rantai terpisah. Membuat ARN c. Tak mampu membiak d.ase Green 7 Reaksi Feulgen 8 Enzym DNA . Rantai yang ditranskripsi dinamakan DNA sense atau template dan kode genetik yang dikode disebut kodogen. Dibuat ADN Methyl Pyronin RNA . Karena mRNA berantai tunggal.ase  SINTESIS PROTEIN Sintesis Protein  dibagi menjadi transkripsi dan translasi. maka salah satu rantai DNA ditranskripsi (dicopy).5 Fungsi Infoermasi Genetika Sintesa Protein a.  TRANSKRIPSI Transkripsi. RNA Polimerase membuka pilinan rantai DNA dan memasukkan nukleotida-nukleotida untuk berpasangan dengan DNA sense sehingga terbentuklah rantai mRNA. :  Lanjutan… Sedangkan yang tidak ditranskripsi disebut DNA antisense/komplementer. Mampu Membiak 6 Sifat dalam Sel b. Contoh transkripsi .

tRNA pertama keluar dari rRNA.  Lanjutan…  Kodon mRNA berikutnya dicocokkan dengan tRNA kemudian asam amino yang pertama berikatan dengan asam amino kedua.  KODE GENETIKA . Ketika antikodon pada tRNA cocok dengan kodon mRNA kemudian rantai bergeser ke tengah. ribosom subunit besar dan kecil terpisah. TRANSLASIProses penerjemahan rangkaian kodon-kodon RNA-d menjadi rangkaian asam amino polipeptida mRNA / RNAd yang sudah terbentuk keluar dari anak inti sel menuju rRNA. mRNA dan tRNA keluar dari ribosom. Disana mRNA masuk ke rRNA / RNAr diikuti oleh tRNA / RNAt. Proses ini berlangsung hingga kodon stop.

. Thalassemia Minor=Thth. Thalassemia Mayor=ThTh. Thalassemia : Pecahnya sel darah merah. 2. 4.  Pewarisan bersifat Dominan dan Resesif. orang sehat=thth. Pewarisan Gen Autosom Dominan 1. Phenylthio-Carbamida (PTC) : Kelainan dalam pengecapan (taster=TT. Polydactyly : Terdapatnya jari tambahan pada satu atau kedua tangan/kaki.PENURUNAN SIFAT AUTOSOM Disusun Oleh: Rista Mellyana Purba  Sifat keturunan yang yang ditentukan oleh gen autosom. Dentinogenesis Imperfecta : Dentin berwarna putih seperti air susu. email normal. non-taster=tt).  Terjadi pada Pria dan Wanita. 3. ruang pulpa dan saluran akar terhapus dengan dentin abnormal. Kadang-kadang kelainan ini terlihat hanya sebagai syndactyly (dua ibu jari pada satu kaki saling melekat menjadi satu).

Tay-Sachs : Kelainan urat saraf yang mengalami kemunduran. Gen yang terpaut kromosom sex-X Gen yang terpaut kromosom sex-Y Gen yang Terdapat Kromosom Sex-X 1. Cystic Fibrosis : kelainan metabolisme protein sehingga mengakibatkan kerusakan/kemunduran pada beberapa organ. Retina Aplasia : Kelainan yang menyebabkan bayi lahir dalam keadaan buta. Mata Biru : Hanya mampu membentuk sedikit melanin sehingga warna berwarna biru. Buta Warna : Tidak bisa membedakan warna tertentu. normal=rara) 7. otot menjadi lemah. (dominan=aa) Pewarisan Gen Autosom Resesif 1. (dominan=An. 2.5. (gen resesif= cfcf) 3. . 6. kehilangan kemampuan intelektual. (dominan=Ra. (gen bb) 2. Katarak : Kelainan pada mata yang menyebabkan orang menjadi buta. Albino : Kelainan pada warna kulit (pigmen). (dominan=K) 8. PEWARISAN SIFAT GONOSOM Sifat keturunan yang diwariskan dari orang tua kepada anak yang ditentukan oleh gen yang terdapat didalam kromosom kelamin. disebut rangkai kelamin kelamin (sex linkage). normal=anan). Hemofilia : Darah sukar membeku. Anonychia : Kelainan dimana kuku dan jari tangan/kaki tidak ada atau tidak baik tumbuhnya.

Mutasi Kromosom  Mutasi Gen  Perubahan kimiawi pada satu atau beberapa pasangan basa (basa nitrogen) dalam satu gen tunggal. MUTASI GEN  Mutasi : Perubahan gen / kromosom dalam makhluk hidup yang menyebabkan perubahan genetis. virus. Hystrixgravier : Pertumbuhan rambut panjang dan kaku dipermukaan tubuh (menyerupai hewan landak berduri) 3. Hypertrichosis : Tumbuhnya rambut pada bagian-bagian tertentu ditepi daun telinga.  Cara mutasi gen antara lain : a) Substitusi : penggantian satu nukleotida dengan pasangannya pada DNA komplementer dengan pasangan nukleutida yang lain. Mutasi Gen b. . atau bisa saja pada saat proses meiosis. Ada 2 jenis mutasi : a. 2. bahan kimia.  Dapat disebabkan oleh kesalahan replikasi materi genetik selama pembelahan sel oleh radiasi.  Dapat juga terjadi karena adanya kesalahan penerjemahan kode genetik.Terpaut Kromosom Sex-Y 1. Jari-jari Berselaput.

. 5) Katenasi : Ujung-ujung kromosom non homolog saling bertemu membentuk lingkaran. yaitu : 1) Delesi : Hilangnya segmen kromosom. 3) Inversi : Pembalikan / perubahan posisi segmen kromosom. 2) Duplikasi : Penggandaan segmen kromosom pada kromosom homolog. Perubahan Jumlah Kromosom  Mutasi yang terjadi ditandai dengan perubahan jumlah kromosom. MUTASI KROMOSOM   Perubahan jumlah kromosom dan struktur. 4) Translokasi : Perpindahan segmen kromosom pada kromosom non homolog yang bukan pasangannya.b) Insersi : Penyisipan atau penambahan satu atau lebih nukleotida ke dalam rangkai polinukleotida. Mutasi kromosom dibedakan menjadi 2 jenis : a) Perubahan Struktur Kromosom b) Perubahan Jumlah Kromosom   Perubahan Struktur Kromosom Mutasi yang menyebabkan kerusakan bentuk kromosom ( aberasi). c) Delesi : pengurangan satu atau lebih pasangan nukleutida pada suatu gen saat replikasi DNA.

X0 atau 44A+X) : diderita oleh wanita. kaki berbentuk X. XXY atau 44A+XXY) : biasanya diderita oleh pria. sifat warna bulu biru pada ayam adalah fenotipe. (nulsomik. testis mengecil. mata sipit. mandul. IQ rendah. monosomik. 2n+2n=4n=> adanya penambahan diploid) 2) Aneuploid : Penambahan atau pengurangan dari jumlah kromosom normal.1) Euploid : Jumlah kromosom merupakan kelipatan kromosom haploid. gigi kecil dan jarang. pemalu. HUKUM MENDEL Disusun Oleh: Diah Widiarti   Dalam hukum mendel dikenal istilah genotipe dan fenotipe Genotipe adalah sifat tidak tampak yang ditentukan oleh pasangan gen dalam individu  Sedangkan fenotipe adalah sifat yang tampak dari luar atau yang dapat kita amati dengan panca indera Contoh : a. 2. dada dan ovarium tidak berkembang. tangan dan kaki panjang. Sindrom Turner (45. payudara membesar. XY atau XX+21 atau 45A+21+XY atau XX) : IQ rendah. imunitas lemah. tidak percaya diri. Sindrom Down (47. telapak seperti kera. tidak haid. (n+n=2n=>adanya penambahan haploid. Sindrom Klinefelter (47. tubuh kecil. selalu berliur. trisomik. tetrasomik) Macam-Macam Mutasi 1. 47(45AA+XY) 3. .

maka BB adalah genotipe b. dominan semua atau resesif semua   Semua individu F1 adalah seragam Jika dominasi tampak sepenuhnya. pasangan faktor-faktor keturunan memisah. satu dari induk jantan .  Individu murni atau galur murni mempunyai dua alel yang sama. maka individu F1 memiliki fenotipe seperti induknya yang dominan . lainnya dari induk betina  Tiap pasangan faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya  Satu dari pasangan alel itu dominan atau menutup alel yang resesif jika keduanya bersama-sama  Pada pembentukan sel kelamin (gamet) yaitu proses meiosis. maka RR adalah genotipe  Sedangkan simbol P pada hereditas menurut mendel adalah parental atau induk   Simbol F pada hereditas mendel adalah fenotipe Simbol F1 pada heresitas menurut mendel adalah filial 1 atau keturunan yang pertama  Dominan berarti kuat dan resesif berarti lemah HUKUM HEREDITAS MENURUT MENDEL  Tiap sifat organisme dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen). Sifat pemarah adalah fenotipe disimbolkan RR.disimbolkan BB.

menyatakan bahwa pewarisan sifat-sifat organisme dikendalikan oleh faktor-faktor menurun (gen)  Prinsip segregasi bebas . fenotipe gen pada individu heterozigot berada diantara pengaruh kedua alel gen yang menyusunnya. tiap gamet mengandung salah satu alel itu  Hukum Segregasi. pada pembuahan (fertilisasi) gen-gen dari gamet jantan maupun gen-gen dari gamet betina akan berpasangan secara bebas  Prinsip dominansi penuh atau tidak penuh (intermediet). pada pembentukan gamet. HUKUM MENDEL 1    Pemisahan gen se-alel atau Segregation of allelic genes” Peristiwa pemisahan alel terlihat ketika pembentukan gamet inidividu (genotype heterozigot).PRINSIP – PRINSIP MENDEL  Prinsip hereditas . Sedangkan pada prinsip tidak penuh. pada dominansi penuh. fenotipe gen dominan akan menutupi pengaruh gen resesif. berdasarkan percobaan menyilang 2 individu yang memilki satu karakter berbeda atau Monohibrid  Monohibrid Kacang Ercis Oleh Mendel Persilangan monohibrid adalah suatu persilangan dengan satu sifat beda . pasangan gen memisah secara bebas sehingga tiap gamet mendapatkan salah satu gen dari pesangan gen (alel) tersebut  Prinsip berpasangan secara bebas .

pergi ke dimana masing- masing kutub ketika meiosis . tt (Rendah) x tt (Rendah) F3= tt (Rendah) >>> 100 % Rendah Hukum Mendel II Pengelompokan gen secara bebas atau ”Independent Assortment of Genes”  Berlaku gen ketika se-alel pembentukan secara bebas gamet. Tt (Tinggi) x Tt (Tinggi) F3= Rasio Genotipe : 1 TT : 2 Tt : 1 tt   Rasio Fenotipe : 3 Tinggi (75 %) : 1 Rendah (25 %) Rasio Genotipe : 1 TT : 2 Tt : 1 tt c.P(Induk) : TT (tinggi) x tt (rendah) F1 (Keturunan 1) : Tt (tinggi) F2 (Keturunan 2) : F1x F1 Rasio Genotipe = 1 TT : 2 Tt : 1 tt  Rasio Fenotipe = 3 Tinggi : 1 Rendah a. TT (Tinggi) x TT (Tinggi)  F3 = TT (Tinggi) >>> 100 % Tinggi b.

Bulat) F2: F1x F1 YR YR Yr yR Yr YRYR YYRr YyRR YYRr Yr YYRr Yyrr YyRr Yyrr yR YyRR YyRr yyRR YyRr yr YyRr Yyrr yyRr Yyrr  Rasio Fenotipe Kuning .Bulat (9) : Kuning .Bulat (3) : Hijau . Pembuktian atau memiliki Polihibrid Mendel hukum dua atau ini dipakai dari lebih pada individu karakter Ercis Dihibrid yang berbeda) Oleh Polihibrid (persilangan Kacang    P : YYRR (Kuning . sedangkan Fenotipe Kuning – Keriput & Hijau – Bulat kombinasi baru (rekombinan) PERSILANGAN RESIPROK  Persilangan Resiprok adalah Persilangan dengan gamet jantan dan gamet betina dipertukarkan sehingga menghasilkan keturunan yang sama .Bulat) x yyrr (Hijau .Keriput (3) : Hijau .Keriput (1)  Fenotipe Kuning – Bulat & Hijau – Keriput kombinasi asli (kombinasi parental).Keriput) F1: YyRr (Kuning .

BACKCROSS DAN TESTCROSS  Backcross adalah persilangan antara individu F1 dengan salah satu induknya (induk dominan atau induk resesif ) P1: Hh (hitam ) Gamet: H F1: hitam : putih = 1 : 1  Testcross adalah perkawinan F1 dengan salah satu induk yang resesif. Testcross disebut juga perkawinan penguji (uji silang) karena bertujuan mengetahui apakah satu individu bergenotipe homozigot (galur murni) atau heterozigot.  P1: Testcross HH (hitam) F1: Hh (hitam) F2: Hh (hitam) Gamet: h H Hh = hitam 50% hh = putih 50% >< hh (putih) h >< hh (putih) H h >< hh (putih) .

gen dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri-sendiri. Interaksi gen . Gen dominan rangkap . contohnya pada persilangan ayam bulu putih dengan ayam berbulu putih. Gen-gen komplementer. terjadi karena terdapat dua gen dominan yang mempengaruhi bagian tubuh makhluk hidup yang sama 7. interaksi antara dua gen dominan. Polimeri .Epistasis adalah peristiwa dimana gen dominan menutupi gen dominan lain yang bukan alelnya sebaliknya hipostasis dimana gen dominan tertutup gen dominan lain yang bukan alelnya 4. Gen penghambat . disilangkan bunga merah (AAbb) dengan bunga putih (aaBB) maka hasilnya adalah bunga ungu (AaBb) 3. berarti homozigot karena menunjukan hasil testcross 100% PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL 1. penyimpangan semu yang terjadi karena terdapat dua gen yang dominan yang jika bersama-sama pengaruhnya akan menghambat pengaruh salah satu gen dominan tersebut sehingga perbandingan fenotipe = 13 : 3. Kriptomeri . peristiwa dua gen atau lebih yang bekerja sama atau menghalang-halangi dalam memperlihatkan fenotipe 2. peristiwa pembastaran dimana suatu faktor dominan tertutup oleh faktor dominan lainnya dan baru tampak jika tidak bersama dengan faktor penutup itu. tetapi mempengaruhi bagian yang sama dari suatu organisme 5. Epistasis-Hipostasis . SEMI DOMINANSI  Gen dominan tidak menutupi pengaruh alel resedifnya dengan sempurna.sehingga muncul sifat antara (intermedier) . Jadi diagram di atas berfenotipe sama. jika terdapat bersama-sama akan saling melengkapi sehingga muncul fenotipe alelnya 6.contoh bunga Liana maroccana.

 Maka individu heterozigot memiliki fenotip yang berbeda dengan fenotip individu homozigot dominan  Pada ratio F2 didapatkan nisbah 1:2:1 Modifikasi Nisbah Mendel  Modifikasi nisbah 3 : 1 Semi dominansi → terjadi apabila suatu gen dominan tidak menutupi pengaruh alel resesifnya dengan sempurna. sehingga pada individu heterozigot akan muncul sifat antara (intermedier). ex” : Pewarisan warna bunga pada Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa) P: ♀ Merah MM x Putih ♂ mm m Gamet M  F1 : Merah muda Mm .

kedua alel akan sama-sama diekspresikan dan tidak saling menutupi. ex” : Pada pewarisan golongan darah sistem ABO pada manusia.  Seperti dalam pewarisan golongan darah sistem ABO pada manusia Kodominansi → tidak memunculkan sifat antara pada individu heterozigot. tetapi merupakan hasil ekspresi masing-masing alel.Menyerbuk sendiri (Mm x Mm)  F2 : dengan nisbah fenotipe merah : merah muda : putih = 1 :2:1 KODOMINANSI  Kodominansi juga menghasilkan Nisbah Fenotipe 1:2:1 pada generasi F2  Tapi. tetapi menghasilkan sifat yang merupakan hasil ekspresi masing-masing alel. I AI B X IA IB  1 IAIA (Golongan darah A) 2 IAIB 1 IBIB (Golongan darah AB) (Golongan darah B) Golongan darah A : AB : B = 1 : 2 : 1 . kodominansi tidak memunculkan sifat antarapada individu heterozigot.

cpcp Letal Redep Normal . cpCp. pada masa embrio atau setelah kelahiran (sub letal)  Dua macam gen letal:  Gen Letal Dominan dalam keadaan heterozigot dapat menimbulkan efek sub letal (kelainan fenotipe)  Gen Letal Resesif cenderung menghasilkan fenotipe normal pada individu heterozigot Gen Letal → Gen yang dapat mengakibatkan kematian pada individu homozigot (embrio). maka Cpcp x Cpcp  CpCp. Apabila sesama ayam redep (Cpcp) dikawinkan. Cpcp.GEN LETAL  Adalah gen yang dapat mengakibatkan kematian pada individu homozigot. Macam-macam gen letal :  Gen letal dominan  Gen letal resesif ex” : peristiwa letal dominan antara lain dapat dilihat pada ayam redep (creeper).

yang akan dihasilkan oleh organisme disebut sebagai ekspresi gen. Transkripsi Ini merupakan tahapan awal dalam proses sintesis protein yang nantinya proses tersebut akan berlanjut pada ekspresi sifat-sifat genetik yang muncul sebagai fenotip. urutan nukleutida sepanjang untaian DNA menentukan protein. Translasi Translasi terjadi setelah proses transkripsi. yaitu :    mRNA (messeger RNA) tRNA (transfer RNA) rRNA (ribosomal RNA) 2. Translasi merupakan suatu proses penerjemahan urutan nukleotida yang ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein.GEN LETAL PENGERTIAN EKSPRESI GEN Didalam gen. Hasil dari proses sintesis tersebut adalah tiga macam RNA. Yang diperlukan dalam proses translasi adalah :     mRNA ribosom tRNA asam amino . Ekspresi gen terdiri dari dua tahap: 1.

ui.journal.co. J.com www.id . J. & Basmajian. Fundamentals of anatomy and physiology.com www. Ch 23.(1982) .(1997).wikipedia.DAFTAR PUSTAKA Berman.scribd. www.V. pp814-844. grant’s method of anatomy. (5thed).com www.C. New York: Martini. (2001).google. Color atlas of basic histolo Meical Book Boileau. Inc. New Jersey: Prentice-hall. I.

energi yang diperlukan sel. Respirasi aerob adalah proses sel Fungsi lisosom.Hal yang perlu diketahui 1. Piruvat berubah menjadi asetil menangkap KoA. Respirasi Anaerob adalah proses sel untuk mendapatkan energi tanpa bantuan O2. fungsi ribosom. menghasilkan 2 mol NADH sperti racun. untuk mendapatkan energi fungsi sentromer dengan bantuan O2. Fungsi protein pada membran sel? sebagai lapisan dan pengangkut ion-ion dan molekul 2. Pengertian lipid adalah lapisan Hal yang sudah diketahui Contoh bentuk sel spendel Fungsi protein pada membran sel yaitu sel-sel otot polos Fungsi membran sel yaitu dalam pergerakan ion atau molekul dari dalam ataupun dari luar sel 3. Hasilnya terhadap zat padat. Contoh selnya karena yang terlibat adalah 2 adalah sel darah putih atom piruvat b. Dihasilkan 1 molekul ATP dan 3 gas CO2 dari siklus Krebs 5. Selama siklus krebs dihasilkan 1 FADH2 dan 4 NADH c. Fagositosis a. Transpor yang berda di dalam Membran membran yaitu transpor aktif sel memiliki yaitu sifat seipermeabel dileati oleh air mudah 4. . Siklus krebs adalah tahap respirasi Fagositosis adalah meknisme yang berfungsi untukmenghasilkan sel antaralain berupa pembungkusan berfungsi benda asing.

6. apa yang disebut polipeptida . Penjelasan klinefelter. tentang sifat yang sindrom Fungsi ada nukleous. perbedaan di DNA dan RNA penyimpangan semu hokum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful