Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat (250 kata/menit) Juni 1, 2010

pada 11:20 am (Uncategorized) Standar Kompetensi: Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca Kompetensi Dasar : Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat (250 kata/menit) Uraian Materi: Membaca Cepat Teks Nonsastra Membaca merupakan sebuah keterampilan yang bergantung pada penentuan teknik membaca dan tujuannya. Salah satu teknik membaca yang sering digunakan adalah membaca cepat. Membaca cepat adalah teknik membaca dengan tujuan untuk menemukan dan mendapatkan ide pokok bacaan, serta memahami isi bacaan dengan cepat. Teknik ini dilakukan tanpa membaca secara keseluruhan tetapi hanya sekilas. Hal yang terpenting pada saat membaca adalah konsentarasi. Usahakan untuk menciptakan suasana membaca yang menyenangkan. Suasana membaca yang menenangkan adalah suasana yang tenang. Selain itu, hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan saat membaca adalah pemahaman terhadap isi. Jika saat membaca menemukan istilah “asing”, sebaiknya kamu jangan berhenti membaca. Teruskan membaca, tafsirkan makna kata “asing” berdasarkan konteks kalimat. Hindari pula kebiasaan menunjuk kata yang kamu baca atau membaca kata per kata dengan diikuti gerakan kepala (dari kiri kekanan). Sesungguhnya, yang digerakkan saat membaca adalah bola mata, bukan kepala. Oleh karena itu, teruslah melatih gerakan bola mata dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah secara berulang-ulang. Tingkat keberhasilan membaca cepat dinilai dari banyaknya kata yang dapat dibaca (kecepatan membaca) dan pemahaman isi bacaan. Kecepatan membaca dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Bisakah celah ini digunakan oleh pansus dalam merekonstruksi adanya unsur korupsi yang mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan milyar? Sebab kalau dilihat dari segi efisiensi waktu. A. pansus telah bekerja dengan maksimal. Kalau memang hal ini terbukti benar adanya. Bukan malah berputar terus dengan retorika-retorika politik. berarti betul apa yang disampaikan oleh Jusuf Kalla bahwa kasus Bank Century adalah murni perampokan oleh pemiliknya sendiri. yang gilirannya tidak ada sama sekali action. Dalam jawabannya. atau orang kaya pura-pura miskin. terkadang malah berputar pada soal yang sepele.dan yang paling penting memuaskan rasa dahaga masyarakat akan keadilan di negeri ini. Rahmat (F. Drama politik yang tak kunjung berakhir membawa kita pada titik jenuh. . Mantan Kepala Bareskrim Mabes Polri dalam kesaksiannya di depan Pansus Hak Angket Bank Century semakin mempertegas keyakinan berbagai pihak akan adanya modus perampokan pada talangan Bank Century. tenaga dan biaya. Dugaan adanya penerima dana yang fiktif terungkap saat anggota pansus. Panggil sana-sini. hadirkan ini atau itu. Sudah menjadi kebiasaan kita dalam setiap atau hendak mengambil keputusan dalam rapat. dalam hal ini Robert Tantular.Jumlah kata yang dibaca X 60 : Jumlah detik untuk membaca = jumblah KPM (per menit) Bacalah artikel dibawah ini secara ekstensif ! Drama Politik Bank Century Susno Duadji. SD mengakui bahwa ada modus penerima dana tersebut dengan memberi perumpamaan. Hal ini tentu harus ditindaklanjuti pula dengan mengeluarkan rekomendasi terbatas guna menjaga tidak melebarnya masalah sehingga semakin jauh dari tugas utama pansus.PKS) menanyakan keberadaan nasabah Makassar (pengusaha bengkel) dan Ciputat (supir taksi). Dan ini telah dibuktikan dengan menghadirkan berbagai saksi dengan latar belakang serta ilmu yang berbeda. orang miskin pura-pura kaya. Masyarakat ingin segera tahu ada apa dibalik pencairan dana talangan tersebut.

Siapkan jam tangan atau stopwatch! 3. kemukakan gagasan pokok dalam bacaan tersebut ! . kemiskinan.Padahal persoalan yang mendesak untuk segera diselesaikan dan tidak bisa menunggu lama lagi. Latihan 1. Catatlah waktu yang diperlukan untuk membaca teks tersebut! 4. pendidikan dan perumahan adalah beberapa persoalan urgen yang harus segera diatasi. Pengangguran. Bacalah teks tersebut dengan membaca cepat! 2. Masih banyak persoalan bangsa yang belum tersentuh akibat begitu besarnya perhatian tersedot pada satu persoalan saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful