P. 1
gelombang

gelombang

|Views: 8|Likes:
Published by Putu Wiratnaya

More info:

Published by: Putu Wiratnaya on Dec 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

1

Gelombang adalah getaran yang merambat. Jadi di setiap titik yang dilalui gelombang terjadi getaran, dan getaran tersebut berubah fasenya sehingga tampak sebagai getaran yang merambat. 1.4.2 Jenis gelombang Pada penjelasan di atas, telah disebutkan beberapa contoh gelombang yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun terdapat banyak contoh gelombang dalam kehidupan kita, secara umum hanya terdapat dua jenis gelombang saja, yakni gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Pembagian jenis gelombang ini didasarkan pada medium perambatan gelombang. 1) Gelombang mekanik, yaitu gelombang yang perantaranya butuh medium. Misalnya: gelombang air, gelombang bunyi, gelombang slinki, gelombang bunyi, gelombang permukaan air, dan gelombang pada tali. 2) Gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang perambatannya tidak memerlukan medium. Misalnya gelombang cahaya, cahaya, sinar ultra violet, infra merah, gelombang radar, gelombang radio, gelombang TV, sinar – X, dan sinar gamma (γ) Sedangkan berdasarkan arah rambatan dan getarannya, dibagi menjadi dua, yaitu gelombang transversal dan longitudinal.

1) Gelombang transversal, yaitu gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannya. Contoh gelombang transversal adalah gelombang tali. Ketika kita menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam arah tegak lurus dengan arah gerak gelombang. Perhatikan Gambar 1.1. Pada Gambar 1.2, tampak bahwa gelombang merambat ke kanan pada bidang horisontal, sedangkan arah getaran naik-turun pada bidang vertikal. Garis putus-putus yang digambarkan di tengah sepanjang arah rambat gelombang menyatakan posisi setimbang medium (misalnya tali atau air). Titik tertinggi gelombang disebut puncak sedangkan titik terendah disebut lembah. Amplitudo adalah ketinggian maksimum puncak atau kedalaman maksimum lembah, diukur dari posisi setimbang. Jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada gelombang disebut panjang gelombang (disebut lambda – huruf Yunani). Panjang gelombang juga bisa juga dianggap sebagai jarak dari puncak ke puncak atau jarak dari lembah ke lembah.

2) Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan arah getarannya (misalnya gelombang slinki). Gelombang yang terjadi pada slinki yang digetarkan, searah dengan membujurnya slinki berupa rapatan dan regangan. Jarak dua rapatan yang berdekatan atau dua regangan yang berdekatan disebut satu gelombang. Rapatan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling mendekat, sedangkan regangan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling menjahui. Jika gelombang tranversal memiliki pola berupa puncak dan lembah, maka gelombang longitudinal terdiri dari pola rapatan dan regangan. Panjang gelombang adalah jarak antara rapatan yang berurutan atau regangan yang berurutan. Yang dimaksudkan di sini adalah jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada rapatan atau regangan.

a. Gelombang Berjalan

yp = A sin⁡ 2π/T (t. Ketika titik 0 bergetar maka getaran tersebut merambat hingga ke titik P.Waktu yang diperlukan oleh gelombang untuk merambat dari titik o ke titik P adalah x / v dengan demikian bila titik 0 telah bergetar selama t detik maka titik p telah bergetar selama tP dengan tp= t.x/v)  Apabila gelombang merambat ke kiri dan titik asal 0 bergetar ke bawah maka persamaan simpangan titik P yang digunakan adalah: . oleh karenanya gelombang yang memiliki amplitudo yang tetap setiap saat disebut gelombang berjalan. oleh karenanya perlu diperhatikan langkah sebagai berikut:  Apabila gelombang merambat ke kanan dan titik asal 0 bergetar ke atas maka persamaan simpangan titik P yang digunakan adalah: yp = A sin⁡2π/T (t.2 Amplitudo pada tali yang digetarkan terus menerus akan selalu tetap. sebagai berikut: y=A sin⁡ 2π/T t Persamaan simpangan di titik P dapat diperoleh dengan mengganti nilai t dengan tp sehingga kita dapatkan hubungan berikut.x/v) A = amplitudo gelombang (m) T = periode gelombang (s) t = lamanya titik 0 (sumber getar) bergetar (s) x = jarak titik P dari sumber getar (m) v = cepat rambat gelombang (m/s) yp= simpangan di titik P (m) dalam hal ini gelombang memiliki dua kemungkinan dalam arah rambatannya. Titik P berjarak x dart titik 0 (sumber getar).x/v Berdasarkan uraian diatas maka akan didapatkan persamaan simpangan gelombang. Misalkan seutas tali kita getarkan ke atas dan ke bawah berulang-ulang seperti pada Gambar disamping ini.

x/vT φp = t/T .5. Tentukanlah kecepatan dan percepatan maksimumnya! Pembahasan: y=10sin⁡(0.x/v) ' Fase di definisikan sebagai perbandingan antara waktu sesaat untuk meninggalkan titik keseimbang (titik 0) dan periode.8 πt-0.A sin⁡ 2π/T (t.5 πx)=1 Panjang gelombang adalah sebuah jarak antara satuan berulang dari sebuah pola gelombang. panjang gelombang adalah jarak antara puncak: .3 yp = .8πt . Dengan demikian fase gelombang dititik P dapat ditulis sebagai berikut: φ= tp/T = (t.0.8 π) cos⁡ (0.x/λ) Beda fase antara dua titik yang berjarak X2 dan X1 dari sumber getar dapat dituliskan sebagai berikut: Δφ = ( x2 . sebagai berikut: vp = 2π/T A cos⁡ 2π/T (t. Dalam sebuah gelombang sinus.x/v) ap= .x/v)/T = t/T.x1)/λ Δφ = ∆x/λ Nilai kecepatan dan percepatan gelombang di suatu titik dapat diketahui dengan menurunkan persamaan keduanya. Biasanya memiliki denotasi huruf Yunani lambda (λ).8 πt-0.x/λ Sehingga dihasilkan : Sedangkan untuk mengukur besarnya sudut fase di titik P dapat dituliskan sebagai berikut: θp = 2π φ_p =2π (t/T.(4π2)/T2 A cos⁡ 2π/T (t.8 πt-0.5 πx) nilai v maksimum bila cos⁡ (0.5 πx) v = dy/dt v=(10)(0.t) dengan y dalam cm dan t dalam detik.x/v) Keterangan: vp = kecepatan partikel di titik p (m/s) ap = percepatan partikel di titik p (m/s2) 'Contoh soal: Suatu gelombang berjalan memiliki persamaan y = 10 sin (0.

pada suatu titik dalam fungsi waktu x. maka laju titik kita beri simbol vy.000. Nah. Misalnya kalau gelombang bergerak ke kanan (arah kecepatan gelombang ke kanan) maka arah gerakan atau arah kecepatan titik pada tali ke atas atau ke bawah. Hubungannya adalah: di mana: λ = panjang gelombang dari sebuah gelombang suara atau gelombang elektromagnetik c = kecepatan cahaya dalam vakum = 299. Terlebih dahulu kita tulis salah satu bentuk fungsi gelombang yang sudah diobok2 sebelumnya… Persamaan 1 bisa kita gunakan untuk menentukan laju sebarang titik pada tali. Pekerjaan ini bisa diselesaikan menggunakan turunan parsial… disebut parsial karena yang diturunkan hanya sebagian saja (parsial = sebagian).792. kita ingin mencari laju suatu titik tertentu pada tali sehingga x kita pertahankan agar konstan. t) terhadap t : . yang kita hitung cuma turunan y(x. t) terhadap waktu t. Dalam hal ini arah gerakan atau arah kecepatan setiap titik tersebut tegak lurus arah perambatan atau arah kecepatan gelombang. dan I mewakilkan kuantitas yang bervariasi (misalnya tekanan udara untuk sebuah gelombang suara atau kekuatan listrik atau medan magnet untuk cahaya). untuku sinyal (gelombang) di udara. Jika laju suatu titik tertentu pada tali merupakan turunan parsial pertama maka besar percepatan merupakan turunan parsial kedua dari y(x. t) terhadap waktu t dengan mempertahankan nilai x konstan. Untuk membedakannya dengan laju perambatan gelombang. ini merupakan kecepatan suara di udara. kecepatan ini adalah kecepatan cahaya c.000 m/d atau c = kecepatan suara dalam udara = 343 m/d pada 20 °C (68 °F) f = frekuensi gelombang Persamaan Gelombang Fungsi gelombang yang sudah kita turunkan sebelumnya bisa kita gunakan untuk menentukan laju dan besar percepatan suatu titik tertentu pada tali ketika gelombang transversal merambat melalui tali tersebut. Panjang gelombang λ memiliki hubungan inverse terhadap frekuensi f. Ketika gelombang merambat sepanjang tali. jangan kacaukan laju suatu titik tertentu pada tali dengan laju perambatan gelombang. Btw.458 km/d ~ 300. t) punya dua variabel yakni x dan t. setiap titik pada tali berosilasi di sekitar posisi kesetimbangannya.4 Axis x mewakilkan panjang. kita menghitung turunan parsial dari fungsi gelombang y(x. Ketika berhadapan dengan radiasi elektromagnetik dalam ruang hampa. Untuk menentukan laju suatu titik tertentu pada tali. ketika gelombang merambat sepanjang tali tersebut.000 km/d = 300. Fungsi y(x. Panjan gelombang sama dengan kecepatan jenis gelombang dibagi oleh frekuensi gelombang. jumlah puncak untuk melewati sebuah titik dalam sebuah waktu yang diberikan.

Apabila sebelumnya kita menentukan laju dan besar percepatan suatu titik tertentu pada tali maka kali ini kita meninjau bentuk tali pada suatu saat tertentu. Terlebih dahulu kita tulis lagi salah satu bentuk fungsi gelombang yang sudah diobok2 sebelumnya… Persamaan 3 menyatakan kemiringan tali pada suatu saat tertentu. Dari persamaan ini tampak bahwa besar percepatan suatu titik sama dengan hasil kali antara negatif omega kuadrat dengan besar perpindahan titik tersebut. t) terhadap waktu t dengan mempertahankan nilai x konstan. t) terhadap x menyatakan kelengkungan tali : . Sebelumnya kita sudah menghitung turunan parsial dari fungsi gelombang y(x. ketika gelombang merambat sepanjang tali tersebut.5 Persamaan 2 bisa kita gunakan untuk menentukan besar percepatan sebarang titik pada tali. t) terhadap x. t) terhadap waktu x dengan mempertahankan nilai t konstan. Kali ini kita menghitung turunan parsial dari fungsi gelombang y(x. maka turunan parsial kedua dari y(x. Jika kemiringan tali pada suatu saat tertentu merupakan turunan parsial pertama dari y(x.

. turunan –sin adalah –cos... t) = A sin (omega t + kx). t) = A sin (omega t – kx). Persamaan gelombang merupakan salah satu persamaan terpenting dalam fisika.. dengan melihat keterkaitan antara frekuensi sudut (omega). Kalo integral tinggal dibalik saja… Nah. Pahami perlahan-lahan… kalau dirimu bingun.. Hasilnya sama saja… Dirimu bisa mencobanya… Fase gelombang dapat didefinisikan sebagai bagian atau tahapan gelombang.. maka kita bisa menyatukan persamaan 2 dan persamaan 4 ke dalam sebuah persamaan tunggal : Kita kawinkan kedua persamaan ini : Hasil akhir yang kita peroleh ini dikenal dengan julukan persamaan gelombang.. ingat saja : turunan sin adalah cos.. Perhatikan persamaan 1..6 Persamaan 4 menyatakan kelengkungan tali pada suatu saat tertentu. Sebenarnya kita juga bisa menggunakan y(x. turunan –cos adalah sin..2.1.... pelajari kalkulus terlebih dahulu..4 dengan : . Bilamana persamaan ini muncul dalam perhitungan kita maka kita bisa meramalkan bahwa terdapat suatu gelombang yang merambat sepanjang sumbu x dengan laju v....... turunan cos adalah – sin.. φ= .... Dari persamaan itu. laju perambatan gelombang (v) serta bilangan gelombang (k) dalam persamaan omega = vk sebagaimana telah kita turunkan sebelumnya. fase gelombang dapat diperoleh dengan hubungan seperti berikut.... Biar lebih mudah paham. Sebelumnya saya menurunkan persamaan gelombang menggunakan fungsi gelombang y(x...

. θ = 2πφ (rad) Perbedaan phase antara titik P dan Q adalah : Δφ= . Δφ= . maka simpangan titik Q : y = sin 2π ............5 Catatan : Dua gelombang dapat memiliki fase yang sama dan dinormalkan sefase...... Dua gelombang akan sefase bila beda fasenya memenuhi: θ = 0....6 .......1.. Jika getaran itu merambat dari kanan ke kiri dan P telah bergetar t detik..... ......... 5π ........1............ Dua gelombang yang berlawanan fase apabila berbeda fase : θ = π.7 φ = fase gelombang T = periode gelombang (s) λ= panjang gelombang (m) t = waktu perjalanan gelombang (s) x = jarak titik dari sumber (m) Dari fase gelombang dapat dihitung juga sudut fase yaitu memenuhi persamaan berikut.. 3π.. 4π...................... 2π........

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->