P. 1
Makalah Akuntansi Pemerintahan

Makalah Akuntansi Pemerintahan

|Views: 1,412|Likes:
Published by Asami Emogu Aurel

More info:

Published by: Asami Emogu Aurel on Dec 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Akuntansi dikelompokan dalam beberapa konsentrasi keilmuan, Baswir (1995) mengelompokan akuntansi menjadi 3 bidang, yaitu : akuntansi perusahaan, akuntansi nasional dan akuntansi pemerintahan. Sedangkan Kusnadi, dkk (1999) mengelompokan akuntansi menjadi 11 bidang, yaitu : Akuntansi Keuangan, Pemeriksaan, Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Perpajakan, Sistem Akuntansi, Akuntansi Anggaran, Akuntansi Internasional, Akuntansi Non Profit, Akuntansi Sosial, Instruksi Akuntansi. Berapapun banyaknya pembagian konsentrasi akuntansi, sebenarnya hanya bermuara pada 2 kelompok akuntansi, yaitu akuntansi komersial dan akuntansi pemerintahan. Sebagian orang mengelompokkannya sebagai akuntansi sektor publik, tetapi untuk konsistensi bahasa dalam artikel ini penulis hanya akan menyebutnya dengan istilah akuntansi pemerintahan. Hawa segar mulai muncul ketika akhirnya diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, tulisan ini mencoba membahas berbagai aspek yang berhubungan dengan akuntansi pemerintahan. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasikan masalahmasalah yang berkaitan dengan sistem pengendalian intern penggajian karyawan adalah sebagai berikut : 1) Bagaimana sejarah akuntansi pemerintahan 2) Bagaimana dasar hukum akuntansi pemerintahan dan akuntansi perusahaan 3) Bagaimana sistem akuntansi pemerintahan di Indonesia dan Amerika Serikat 4) Bagaimana ruang lingkup dan karakteristik akuntansi pemerintahan C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini : 1) Untuk mengetahui sejarah akuntansi pemerintahan 2) Untuk mengetahui dasar hukum akuntansi pemerintahan dan akuntansi perusahaan 3) Untuk mengetahui sistem akuntansi pemerintahan di Indonesia dan Amerika Serikat 4) Untuk mengetahui ruang lingkup dan karakteristik akuntansi pemerintahan

1

BAB II PEMBAHASAN
1. Sejarah Akuntansi Pemerintahan Sejarah organisasi sektor publik sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam bukunya, Vernon Kam (1989) menjelaskan bahwa praktik akuntansi sektor publik sebenarnya telah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi. Kemunculannya lebih dipengaruhi pada interaksi yang terjadi pada masyarakat dan kekuatan sosial di dalam masyarakat. Kekuatan sosial masyarakat, yang umumnya berbentuk pemerintahan – organisasi sektor publik ini, dapat diklasifikasikan dalam: a. Semangat kapitalisasi (Capitalistic Spirit). b. Peristiwa politik dan ekonomi (Economic and Politic Event). c. Inovasi teknologi (Technology Inovation). A. Pengertian Akuntansi Pemerintahan Pengertian/definisi Akuntansi Pemerintahan menurut Revrisond Baswir (1998:7) adalah sebagai berikut: “Akuntansi Pemerintahan (termasuk di dalamnya akuntansi untuk lembaga-lembaga yang tidak bertujuan mencari laba lainnya), adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga yang tidak bertujuan mencari laba”. Indra Bastian (2001:6) menjelaskan tentang pengertian/definisi Akuntansi Sektor Publik : Mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan departemendepartemen di bawahnya, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan swasta B. Ciri-ciri umum entitas yang menjalankan akuntansi pemerintahan adalah : a. Non-Profit Motive b. Sumber Pendanaan dari pajak, retribusi, utang, obligasi pemerintah, laba BUMN/BUMD, penjualan aset negara dsb c. Pertanggungjawaban keuangan dan operasional kepada masyarakat (publik) dan parlemen (DPR/DPRD) d. Struktur Organisasi bersifat birokratis, kaku, dan hierarkis e. Karakteristik anggaran terbuka untuk public Berdasarkan pengertian di atas Akuntansi Pemerintahan adalah akuntansi yang digunakan dalam suatu organisasi pemerintahan / lembaga yang tidak bertujuan untuk mencari laba, dan merupakan suatu bagian dari disiplin ilmu akuntansi yang utuh.
2

yayasan. Akuntansi sektor publik memiliki kaitan erat dengan penerapan dan perlakuan akuntansi pada domain publik yang memiliki wilayah lebih luas dan kompleks dibandingkan sektor swasta atau bisnis. Secara kelembagaan. tetapi juga kompleksitas lingkungan yang mempengaruhi lembaga-lembaga publik tersebut. utag bank . e. maka perusahaan dengan entitas pemerintahan mempunyai perbedaan dalam beberapa hal. domain publik antara lain meliputi badan-badan pemerintahan (Pemerintah Pusat dan Daerah serta unit kerja pemerintah). Mardiasmo (2002) dan Bastian (2001)) : Keterangan Tujuan entitas Sumber pendanaan Pertanggungjawaban Sruktur organisasi Karakteristik anggaran Stakeholder System akuntasi Pemerintahan Laba Pajak . retribusi . perusahaan milik negara dan daerah (BUMN dan BUMD). penjualan asset. laba BUMN/BUMD. penjualan asset negara Masyarakat ( public ) dan parlemen ( DPR/DPRD ) Birokratis Terbuka untuk public Lingkup luas Cash basis accounting Perusahaan Non-laba Laba ditahan . tentu dengan mementingkan pelayanan kepada masyarakat terlebih dahulu. C. Disebabkan karena perbedaan sifat dan karakteristik. namun bukan berarti diharamkan mencari laba. Keluasan wilayah publik tidak hanya disebabkan keluasan jenis dan bentuk organisasi yang berada di dalamnya. utang . Perbedaan Karakteristik Perusahaan dengan Entitas Pemerintahan (diolah dari berbagai sumber. penerbitan saham.g. serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). organisasi politik dan organisasi massa. universitas. penerbitan obligasi Para pemegang saham dan kreditor Fleksibel Tertutup untuk public Lingkup sempit Accrual basis accounting 3 . Dasar Hukum Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi Perusahaan Perbedaan Akuntansi Perusahaan dengan Akuntansi Pemerintahan. Atas nama terselenggaranya kehidupan bernegara lebih baik. laba dapat juga diambil.Pemerintah sebagai entitas yang menjalankan akuntansi public memiliki tujuan menjalankan pemerintahan dengan baik dan supaya tujuan negaranya menjadi terwujud. Tujuan akuntansi pemerintahan memang bukan mutlak mencari laba. penerbitan obligasi pemerintah.

2) Undang-Undang (UU) No. 4) UU No. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah. khususnya yang mengatur tentang Keuangan Negara. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah 7) Peraturan Pemerintah (PP) No. yang peraturannya ditetapkan dengan undang-undang. 10) PP No. 5) UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 11) PP No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan 9) PP No. 6) UU No. 8) PP No. Dalam Bab VIII Hal Keuangan Pasal 23 UUD 1945 dinyatakan bahwa: a) Anggaran pendapatan dan belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan undang-undang. 4 . 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). 3) UU No. b) Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Perbedaan Karakteristik Perusahaan dengan Entitas Pemerintahan Dasar hukum akuntansi pemerintahan khususnya di era reformasi (paradigma baru) adalah sebagai berikut: 1) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).2. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Dasar Hukum Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi Perusahaan A. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. maka pemerintah menjalankan anggaran tahun yang lalu. c) Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undangundang. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. d) Hal keuangan negara selanjutnya diatur dengan undangundang e) Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan.

6 Tahun 2008 Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah 14) Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi. b) Belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan. kewajiban. tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa: a) Pendapatan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan. prinsip konsistensi.12) PP No. belanja. prinsip pengungkapan lengkap. 1) Basis Akuntansi Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintahan adalah basis kas dan basis akrual. Entitas pelaporan yang menyajikan juga Laporan Kinerja Keuangan (sebagai laporan tambahan) diperbolehkan menyelenggarankan akuntansi 5 . kewajiban. Basis akrual digunakan untuk neraca berarti bahwa aset. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Terdapat delapan prinsip akuntansi dan pelaporan keuangan yang digunakan dalam akuntansi pemerintahan. atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah. dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran. 13) PP No. Basis kas digunakan untuk pengakuan pendapatan. Sedangkan. 3 Tahun 2007 tentang Pelaporan Pertanggungjawaban Penyelenggaran Pemerintah Daerah. dan ekuitas dalam neraca. prinsip periodisitas. Penentuan sisa pembiayaan anggaran (baik sisa lebih atau kurang) pada perioda tersebut ditentukan oleh selisih realisasi penerimaan dan pengeluaran. prinsip nilai historis. basis akrual digunakan untuk pengakuan aset. Kedelapan prinsip tersebut adalah sebagai berikut: basis akuntansi. prinsip realisasi. Basis kas digunakan untuk pengakuan pendapatan. Entitas pelaporan tidak mengenal konsep dan istilah laba. Pendapatan dan belanja bukan tunai seperti misalnya bantuan dari pihak asing dalam bentuk barang dan jasa disajikan pada Laporan Realisasi Anggaran. prinsip substansi mengungguli bentuk formal. belanja. dan prinsip penyajian wajar.

tetapi juga dalam pengakuan pendapatan. Dengan kata lain. dan pembiayaan. full accrual basis diterapkan tidak hanya dalam pengakuan aset. Apabila substansi transaksi atau peristiwa lain tidak konsisten/berbeda dengan aspek formalitasnya. Agar tujuan tersebut tercapai maka suatu transaksi atau peristiwa lain yang terkait harus dicatat dan disajikan berdasarkan aspek substansi (realitas ekonomi). maka transaksi atau peristiwa lain tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi. dan ekuitas dana. Nilai historis dipakai untuk mencatat nilai aset atau kewajiban karena nilai historis lebih dapat diandalkan daripada penilaian yang lain karena lebih obyektif dan dapat diverifikasi. maka dapat menggunakan nilai wajar aset atau nilai wajar kewajiban. Prinsip layak temu (penandingan) biaya-pendapatan (matching cost against revenue principle) dalam akuntansi pemerintahan tidak mendapat penekanan sebagaimana dalam akuntansi komersial. Namun. prinsip substansi mengungguli bentuk formal (substance over form) memberi pedoman bagi penyusun laporan keuangan agar dapat menyajikan suatu informasi (akun) dengan wajar. belanja. apabila informasi nilai historis tidak diperoleh. 4) Prinsip Substansi Mengungguli Bentuk Formal (Substance Over Form) Informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan wajar transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan. aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan. Sedangkan. 3) Prinsip Realisasi (Realization) Bagi pemerintah. meskipun full accrual basis digunakan. Dengan kata lain. penyajian Laporan Realisasi Anggaran tetap berdasarkan pada basis kas. bukan hanya 6 . kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan. dan bukan hanya aspek formalitasnya. maka hal tersebut harus diungkapkan dengan jelas dalam Catatan atas Laporan Keuangan. 2) Prinsip Nilai Historis (Historical Cost) Berdasarkan prinsip nilai historis (historical cost). pendapatan yang tersedia yang telah diotorisasikan melalui anggaran pemerintah selama suatu tahun fiskal akan digunakan untuk membiayai belanja dan hutang yang terjadi dalam periode tersebut. kewajiban.dan penyajian laporan keuangan dengan menggunakn basis akrual secara penuh (full accrual basis). Namun.

triwulanan. 1) Pasal 6 KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang) 7 . maka hal tersebut harus diungkapkan (disclose) secara memadai. Pengungkapan atas informasi yang dibutuhkan oleh pengguna tersebut dapat ditempatkan pada lembar muka (on the face) laporan keuangan atau dalam Catatan atas Laporan Keuangan.berdasarkan aspek formalnya. Apabila terdapat inkonsistensi atau perbedaan antara aspek ekonomi dan aspek formalnya. yaitu perioda bulanan. Neraca. Penggunaan perioda pelaporan tersebut dianjurkan untuk digunakan. suatu entitas harus menerapkan perlakuan akuntansi yang sama dari perioda ke perioda terhadap kejadian yang serupa (prinsip konsistensi internal). Dasar hukum pelaksanaan akuntansi (pembukuan) bagi perusahaan di Indonesia diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 6 dan Undang-Undang Perpajakan No. prinsip konsistensi tidak berarti bahwa suatu entitas tidak boleh mengubah metoda akuntansi yang sudah dipilih untuk diterapkan. Perioda pelaporan yang utama digunakan adalah tahunan (annually). 7) Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure) Prinsip pengungkapan penuh mewajibkan suatu entitas untuk menyajikan laporan keuangan secara lengkap informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. 6) Prinsip Konsistensi (Consistency) Berdasarkan consistency principle. Metoda akuntansi yang telah diterapkan dapat diubah dengan syarat bahwa penerapan metoda baru dapat memberikan informasi yang lebih baik dibandingkan dengan metoda lama. dan Catatan atas Laporan Keuangan. 8) Prinsip Penyajian Wajar (Fair Presentation) Laporan keuangan menyajikan dengan wajar Laporan Realisasi Anggaran. dan semesteran. 16 Tahun 2000 pasal 28. Namun. Laporan Arus Kas. Namun. 5) Prinsip Periodisitas (Periodicity) Kegitan akuntansi dan pelaporan keuangan entitas pelaporan perlu dibagi menjadi perioda-perioda pelaporan sehingga kinerja entitas dapat diukur dan posisi sumber daya yang dimiliki dapat ditentukan. Pengaruh atas perubahan penerapan metoda tersebut harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. tidak menutup kemungkinan penggunaan perioda pelaporan yang lebih pendek.

3) Pasal 12 KUHD Tiada seorang dapat dipaksa akan memperlihatkan buku-bukunya.Ayat 1. dan akhirnya pun dalam hal kepailitan. dan diundangkan lagi teks nya yang telah diperbaharui untuk ketiga kalinya terakhir dalam Stbl. keuangan negara ini dikelola dengan sebuah aturan yang diterbitkan oleh Belanda pada tahun 1864. 448 selanjutnya diubah dan  8 . sebagai pesero. Pengelolaan Keuangan Negara di Indonesia Mungkin ada yang tidak percaya bahwa selama 60 tahun Indonesia merdeka. Setiap orang yang menyelenggarakan suatu perusahaan diwajibkan membuat catatan-catatan dengan cara demikian sehingga sewaktu-waktu dari catatan itu dapat diketahui segala hak dan kewajibannya.  Ayat 2. 3. karena memang begitulah kenyataannya. Peraturan pokok yang mengatur pembukuan tercantum dalam KUHD pasal 6 yang berbunyi: Mewajibkan pada setiap orang yang menjalankan perusahaan untuk mengadakan catatan-catatan mengenai keadaan kekayaan perusahaan dan mengenai semua hal tentang perusahaannya sedemikian rupa sehingga setiap saat dapat diketahui hak dan kewajibannya. selama ini keuangan negara dikelola berdasarkan Indonesische Comptabiliteitswet Stbl. sebagaimana menurut pendapatnya dalam tiap-tiap kejadian harus diberikannya. 1864 No. 106. 2) Pasal 7 KUHD Hakim bebas untuk kepentingan masing-masing akan memberikan kekuatan bukti sedemikian rupa kepada pemegang buku setiap pengusaha. melainkan untuk keperluan mereka yang langsung berkepentingan terhadap buku-buku itu sebagai waris. Tidak perlu heran. dalam waktu enam bulan yang pertama dari tiap-tiap tahunnya ia diwajibkan menandatangani sendiri sebuah neraca yang tersusun sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu. Dan ia pun diharuskan menyimpan surat-surat kawat dan surat-surat lain selama sepuluh tahun. sebagai yang berkepentingan dalam suatu perusahaan. Sistem Akuntansi Pemerintahan di Indonesia dan Amerika Serikat A.  Ayat 3. Dari tahun ke tahun. sebagai perangkat seorang pengurus atau wakil. 1925 No. la diwajibkan menyimpan selama tiga puluh tahun untuk bukubuku dan dokumen sumber yang bersangkutan.

diantaranya : 1) Anggaran Tradisional Menjadi Anggaran Kinerja Anggaran tradisional disusun dengan pendekatan inkremental dan line item dengan penekanan pada pertanggungjawaban setiap input yang dialokasikan. Reformasi yang dimulai tahun 1998. Walaupun saat itu belum ditetapkan SAP. Halim (2004) memberikan beberapa poin penting reformasi pengelolaan keuangan negara. 6. Dengan anggaran kinerja. selama ini pencatatan transaksi keuangan dilakukan dengan metode pencatatan tunggal (single entry) sebagaimana yang dahulu banyak dianut oleh negara-negara kontinental (Eropa). Indonesia sebenarnya sudah memiliki Sistem Akuntansi Pemerintahan sejak dulu. maklum saja karena peraturannyapun diadopsi dari sana (Belanda). meskipun tidak secara resmi dikatakan sebagai SAP. pendapatan berapa ? belanja berapa ? sisanya adalah surplus atau defisit. tetapi pada dasarnya peraturan yang dipakai adalah peraturan produksi Belanda. hanya saja sistem yang digunakan pada saat itu dapat dikatakan sebagai „akuntansi tradisional‟ yang hanya menghasilkan laporan perhitungan anggaran pendapatan dan belanja. termasuk didalamnya mengenai hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah. Ada lagi yang paling “khas” jika kita berbicara mengenai pengelolaan keuangan negara. baik yang dikelola pemerintah pusat atau pemerintahan daerah. telah mempengaruhi semua bidang kehidupan. Begitu kuatnya peraturan ini dibenak para pengelola keuangan pemerintah. yang kemudian melahirkan sebuah „produk‟ fenomenal yang dinamai otonomi daerah. negara kita dapat dikatakan tidak pernah mengalami surplus atau defisit. “sifat-sifat” bawaan dari Stbl 1925 masih agak sulit dihilangkan. Perbaikan-perbaikan dalam bidang birokrasi akhirnya menyentuh juga pada bidang pengelolaan keuangan negara. sehingga ketika akhirnya terbit peraturan baru yang mengatur hal yang sama. karena pemerintahan saat itu menganut sistem anggaran berimbang. pertanggungjawaban tidak hanya pada input tetapi juga pada output dan outcome. yang dikemudian hari menjadi bumerang bagi pemerintah itu sendiri. Selama masa orde baru. karena defisit yang terjadi selalu ditutupi dengan hutang luar negeri.diundangkan dalam Lembara Negara 1954 No. 49 dan terakhir Undang-undang No. Dalam perjalanannya memang terjadi beberapa kali perubahan. Perhitungannya cukup sederhana. oleh karena itu istilah Stbl 1925 sangat populer dikalangan pengelola keuangan pemerintah sampai dengan era millenium baru. namun demikian istilah berimbang itu sendiri memiliki arti semu. Jadi. 1955 Np. 9 . Bidang yang menjadi sorotan utama dalam penyelenggaraan reformasi adalah bidang birokrasi pemerintahan.9 tahun 1968. bukan berarti dalam pengelolaan keuangan negara tidak dilakukan pencatatan sama sekali.

3) Menerapkan Konsep Value for Money Konsep Value for Money atau lebih dikenal dengan 3E (Ekonomis. Dengan perjalanan yang cukup panjang. Pusat labab dan investasi adalah BUMD atau Perusahaan Daerah. maka perlu juga dilakukan perubahan dalam sistem akuntansi. tetapi dalam aktivitasnya lembaga pemerintahan ternyata melakukan transaksi pengeluaran dan menerima pendapatan. Pusat Biaya adalah Bagian Keuangan. dengan diterbitkannya standar akuntansi keuangan (SAK) oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tahun 1994. 5) Perubahan Sistem Akuntansi Pemerintahan Untuk mendukung perubahan-perubahan yang akan dilakukan. Saat ini. B. tetapi karena sistem anggaran belum memasukan kinerja. sehingga baik pusat maupun daerah dituntut untuk selalu menerapkan 3E dalam pengelolaan keuangannya. Terpacu oleh hal itu. Badan Akuntansi 10 . maka proses audit kinerja tidak bisa berjalan dengan baik. karena sistem penganggaran yang menggunakan sistem penganggaran kinerja maka pelaksanaan pengendalian dan audit keuangan dan kinerja menjadi lebih baik. karena untuk pertama kalinya Indonesia memiliki SAP. Jika selama ini digunakan sistem pencatatan tunggal (single entry system). tetapi untuk menerbitkan SAP yang mendekati sempurna memang bukanlah pekerjaan yang ringan. Terbitnya PP ini sekaligus juga membuka sejarah baru dalam pengelolaan keuangan negara. Wacana untuk menerbitkan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) sebenarnya sudah cukup lama mengemuka. Selain itu pencatatan atas dasar basis kas harus diubah pula dengan basis akrual. misalnya pusat pendapatan adalah Dinas Pendapatan. maka harus diubah dengan sistem pencatatan ganda (Double Entry System). Penyusunan SAP sendiri dipicu oleh semakin berkembangnya akuntansi komersial. akhirnya pemerintah menerbitkan PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Jalan Panjang Menuju Standar Akuntansi Pemerintahan Meskipun lembaga pemerintahan bukanlah organisasi yang memiliki tujuan menghasilkan laba. Efisisien dan Efektif) mulak dilakukan dalam pengelolaan keuangan negara.2) Pengendalian Audit Keuangan dan Kinerja Sebelum reformasi audit keuangan dan kinerja memang sudah dilakukan. 4) Penerapan Pusat Pertanggungjawaban Penerapan pusat pertanggungjawaban ditujukan untuk memudahkan pengukuran kinerja setiap unit organisasi. maka dari itu lembaga pemerintahan juga memerlukan akuntansi untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

PSAP 04 : Catatan atas Laporan Keuangan. PSAP 05 : Akuntansi Persediaan. hal ini sejalan dengan tuntutan masyarakat Indonesia yang menginginkan transparansi dan akuntanbilitas pengelolaan keuangan negara. yaitu UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang menyatakan bahwa laporan pertanggungjawaban APBN/APBD harus disusun sesuai dengan standar akuntansi Pemerintahan. Setelah itu kembali terbit peraturan lainnya yang semakin menguatkan untuk segera diterbitkannya SAP. PSAP 03 : Laporan Arus Kas. Atas koordinsi berbagai unsur terkait. PSAP 02 : Laporan Realisasi Anggaran. PSAP 07 : Akuntansi Aset Tetap.Keuangan Negara (BAKUN) Departemen Keuangan RI mulai memprakarsai penyusunan SAP. yang terdiri dari 11 Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP). Penyusunan SAP sendiri akhirnya dilakukan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) yang dibentuk oleh Menteri Keuangan yang kemudian ditetapkan kembali dengan sebuah Keputusan Presiden sesuai dengan amanat UU Nomor 1 Tahun 2004. dan standar tersebut disusun oleh suatu komite standar yang indenden dan ditetapkan dengan peraturan pemerintah. didalamnya secara jelas dikatakan tentang perlunya standar akuntansi pemerintahan dalam pertanggunjawaban keuangan daerah. bahkan mengamanatkan pembentukan komite yang bertugas menyusun standar akuntansi pemerintahan dengan keputusan presiden. Bergulirnya reformasi di Indonesia semakin menambah kuat dorongan untuk segera disusunnya SAP. Kemudian pada tahun 2002 Menteri Keuangan membentuk Komite Standar Akuntansi Pemerintah Pusat dan Daerah yang ditugaskan untuk menyusun Standar Akuntansi Pemerintah Pusat dan Daerah. PSAP 06 : Akuntansi Investasi. KSAP melakukan penyusunan SAP atas dasar konsepkonsep yang berlaku umum dan berlaku secara internasional yang disesuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia. akhirnya SAP ditetapkan dengan PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang ditetapkan pada tanggal 13 Juni 2005. Diterbitkannya PP Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah adalah salah satu peraturan yang menjadi tonggak perkembangan akuntansi pemerintahan di Indonesia. Kemudian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharan Negara kembali mengamanatkan penyusunan laporan pertanggungjawaban pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. yaitu : PSAP 01 : Penyajian Laporan Keuangan. 11 .

PP SAP kemudian menjadi pedoman dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah. menurut Simanjuntak ada beberapa tantangan dalam implementasi akuntansi pemerintahan. Dalam SAP tidak ada Laporan Perubahan Modal seperti halnya dalam akuntansi komersial. Ditingkat pemerintah Pusat diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK. PSAP 10 : Koreksi Kesalahan. Laporan Realisasi Anggaran. Perubahan Kebijakan Akuntansi. Salah satu usaha untuk mewujudkan sistem akuntansi yang mengacu pada SAP adalah dengan diterbitkannya peraturan turunan sebagai penjabaran dari PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang SAP. berupa : Neraca. dan Peristiwa Luar Biasa PSAP 11 : Laporan Keuangan Konsolidasian. penetapan SAP diharapkan dapat menjadi tonggak lahirnya transparansi. Lebih jauh dari itu. Sehingga diperlukan langkah-langkah strategis yang perlu segera diupayakan dan diwujudkan bersama dalam rangka implementasi Standar akuntansi Pemerintahan. PSAP 09 : Akuntansi Kewajiban. Sedangkan untuk pemerintahan daerah telah terbit PP Nomr 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang kemudian dijabarkan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomr 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. karena kepemilikan modal dalam pemerintahan adalah modal publik yang tidak bisa dideteksi kepemilikannya. Diundangkannya tiga paket keuangan negara serta undang undang pemerintahan daerah menunjukkan keinginan yang kuat dari pihak eksekutif dan pihak legislatif untuk memperbaiki sistem keuangan negara yang di dalamnya juga termasuk perbaikan atas akuntansi pemerintahan. partisipasi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara guna mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). yaitu : 1) Komitmen dari pimpinan Dukungan yang kuat dari pimpinan merupakan kunci keberhasilan dari suatu perubahan. Penerapan SAP ternyata bukan tanpa tantangan.PSAP 08 : Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan.06/2005 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. sehingga keberadaanya hanyalah sebagai penyeimbang antara aset dan hutang. Yang menjadi ujian sekarang adalah bagaimana penerapan dari perubahan akuntantansi pemerintahan dalam pencatatan dan pelaporan oleh Departemen/Lembaga di pemerintah pusat dan 12 .

perlu disusun berbagai kebijakan dan dilakukan berbagai sosialisasi sehingga penerapan akuntansi pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Masyarakat perlu didorong untuk mampu memahami laporan keuangan pemerintah sehingga dapat mengetahui dan memahami penggunaan atas penerimaan pajak yang yang diperoleh dari masyarakat maupun pengalokasian sumber daya yang ada. Untuk itu. Di samping itu. Penyiapan dan penyusunan laporan keuangan tersebut memerlukan SDM yang menguasai akuntansi pemerintahan. peran dari perguruan tinggi tidak kalah pentingnya untuk memenuhi kebutuhan akan SDM yang kompeten di bidang akuntansi pemerintahan. 4) Lingkungan/masyarakat Apresiasi dari masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan dari penerapan akuntansi pemerintahan. Sistem akuntansi pemerintah pusat dan daerah disusun dengan mengacu kepada Standar Akuntansi Pemerintahan. laporan keuangan yang telah diperiksa oleh BPK tadi diserahkan oleh Presiden kepada DPR dan oleh Gubernur/Bupati/Walikota kepada DPRD. Pada saat ini kebutuhan tersebut sangat terasa. Dengan dukungan yang positif dari masyarakat akan mendorong 13 . apalagi untuk masa awal penerapan akuntansi pemerintahan. 2) Tersedianya SDM yang kompeten Laporan keuangan diwajibkan untuk disusun secara tertib dan disampaikan masing-masing oleh pemerintah pusat dan daerah kepada BPK selambatnya 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Untuk itu. nampaknya penerapan akuntansi pemerintahan akan memperoleh dukungan yang kuat dari para pimpinan Departemen/Lembaga di pusat dan Gubernur/Bupati/Walikota di daerah. Karena pengaturan yang jelas dalam perundang-undangan. pemerintah pusat dan daerah perlu secara serius menyusun perencanaan SDM di bidang akuntansi pemerintahan. Sistem akuntansi pemerintah pusat mengacu kepada pedoman yang disusun oleh Menteri Keuangan. Sistem akuntansi pemerintah daerah ditetapkan oleh Gubernur/Bupati/Walikota dengan mengacu kepada peraturan daerah tentang pengelolaan keuangan daerah. bisa jadi ada pihak internal yang sudah terbiasa dengan sistem yang lama dan enggan untuk mengikuti perubahan. selambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.Provinsi/Kabupaten/Kota untuk pemerintah daerah. Termasuk di dalamnya memberikan sistem insentif dan remunerasi yang memadai untuk mencegah timbulnya praktik KKN oleh SDM yang terkait dengan akuntansi pemerintahan. 3) Resistensi terhadap perubahan Sebagai layaknya untuk setiap perubahan. Selanjutnya.

3. 3) Merupakan bagian terpadu dari sistem ekonomi yang sama dan juga menggunakan sumber daya yang langka untuk mencapai tujuan. 2) Mengikuti prinsip-prinsip dan standar akuntansi yang diterima secara umum. C.pemerintah untuk lebih transparan dan akuntabel dalam menjalankan pemerintahan. 3. Sedangkan perbedaan akuntansi pemerintahan dan akuntansi komersial menurut BPKP (2002 : 41) adalah sebagai berikut : Perbedaan Akuntansi Pemerintahan dengan Akuntansi Komersial Akuntansi Pemerintahan 1. 4. penyeimbang. 1. Perbandingan Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi Komersial Akuntansi pemerintahan dan akuntansi komersial memiliki persamaan dan perbedaan yang menurut BPKP (2002 : 40) persamaan akuntansi pemerintahan dan akuntansi komersial adalah : 1) Memberikan informasi mengenai posisi keuangan dan hasil operasi. Tidak mengenal modal pemilik. 7) Memerlukan informasi yang akurat. 4) Menggunakan dan mengkonversi sumber daya yang langka yang akan diolah untuk menghasilkan barang dan jasa dalam bentuk yang lebih berguna. 5) Menghasilkan laporan keuangan. Tidak mengenal akuntansi anggaran. 14 . 4. sewaktu-waktu oleh pemiliknya. 2. dan setiap perubahannya selisih antara asset dan hutang. 5. Akuntansi Komersial Tujuannya adalah laba atau keuntungan. mencerminkan perubahan kekayaan yang fungsinya hanya sebagai pemiliknya. Tujuannya adalah peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Terdapat akuntansi untuk anggaran (Budgetary Accounting) Mendahulukan aturan daripada substansi kejadian. Mendahulukan substansi kejadian daripada bentuk formalnya. 2. Mengenal adanya modal ekuitas dana adalah merupakan pemilik. Modal pemilik dapat diambil dibagikan kepada pemiliknya. Ekuitas dana tidak dapat 5. 6) Laporan keuangan yang dihasilkan merupakan informasi yang sangat bergunan bagi proses pengambilan keputusan.

pelaksanaan. 2) Manajerial Akuntansi pemerintahan juga harus menyediakan informasi keuangan yang diperlukan untuk perencanaan. pemantauan. 3) Pengawasan Akuntansi pemerintahan harus memungkinkan terselenggaranya pemeriksaan oleh aparat pengawasan fungsional secara efektif dan efisien. di Amerika lebih dikenal dengan nama GAAP (General Accepted Accounting Principal). 4) Mengukur efektifitas dan efisiensi kinerja eksekutif di dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. dkk (1999 : 20) akuntansi pemerintahan memiliki fungsi khusus. yaitu : 1) Menghitung layanan yang dicapai oleh pemerintah 2) Membantu mengamankan dan mengawasi semua hak dan kewajiban pemerintah khususnya dari segi ukuran finansial. Namun selain fungsi umum. cermat dalam bentuk dan waktu yang tepat. Dari 2 pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi akuntansi pemerintahan adalah untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa pemerintahan berjalan dalam koridor yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Pendapat lain dikemukakan oleh BPKP (2002 : 39-40). Sistem Akuntansi Pemerintahan di Amerika Serikat 1. pengendalian anggaran. yang berguna bagi pihak yang bertanggungjawab yang berkaitan dengan unit-unit pemerintahan. pada dasarnya fungsi akuntansi dalam bidang apapun adalah sama yaitu menyajikan informasi bagi berbagai pihak tentang kejadian-kejadian ekonomi sebagai dasar pengambilan keputusan . perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan serta penilaian kinerja pemerintah. yang menyebutkan bahwa fungsi dari akuntansi pemerintahan adalah : 1) Pertanggungjawaban Akuntansi pemerintahan bertujuan memberikan informasi keuangan yang lengkap. menurut Kusnadi. GAAP adalah aturan akuntansi yang 15 . D. Standar Akuntasi Keuangan (SAK) Di Amerika Dalam akuntansi terapan di Indonesia kita mengenal yang namanya SAK (Standar Akuntansi Keuangan).Meskipun memiliki perbedaan. penganggaran. 3) Memberikan informasi yang sangat berguna kepada para pihak yang berkepentingan.

Standar inilah yang menjadi tolak ukur atau panduan proses pencatatan akuntansi di sebuah perusahaan. menyajikan. Komisi Sekuritas dan Bursa mengeluarkan “peta jalan” awal yang dapat memimpin AS untuk meninggalkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di masa depan (akan ditentukan pada tahun 2011). 2. serta badan non-profit. dengan keyakinan bahwa sektor swasta memiliki pengetahuan yang lebih baik dan sumber daya. Pada tahun 1973. Serupa dengan banyak negara lain berlatih di bawah common law sistem. terbentuk pada tahun 1984. dan diganti bahwa dengan Prinsip Akuntansi Dewan pada tahun 1951 . proyek konvergensi sedang berlangsung dengan pertemuan rutin FASB dengan IASB. yang menata ulang ribuan GAAP pernyataan AS ke sekitar 90 topik akuntansi. termasuk publik yang diperdagangkan dan swasta yang diselenggarakan perusahaan. Organisasi-organisasi lain yang terlibat dalam menentukan standar akuntansi Amerika Serikat meliputi Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (GaSb). meskipun US Securities and Exchange Commission (SEC) mensyaratkan bahwa hal itu harus diikuti dalam pelaporan keuangan yang diperdagangkan oleh perusahaan publik. US GAAP tidak tertulis dalam undang-undang . Sebagai internasional dan US GAAP standar telah berkumpul. pemerintah Amerika Serikat tidak secara langsung menetapkan standar akuntansi. GAAP ditentukan oleh Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (GaSb). The AICPA pertama kali membuat Komite Prosedur Akuntansi pada tahun 1939. maka Dewan Standar Akuntansi Internasional yang memproduksi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) telah menjadi penting Sekitar tahun 2008. non. FASB mengeluarkan Standar Akuntansi FASB Kodifikasi. Untuk dan negara pemerintah daerah.digunakan untuk menyiapkan. Pada 2010. dan untuk bergabung lebih dari 100 negara di seluruh dunia bukan dalam menggunakan yang berbasis di London Standar Pelaporan Keuangan Internasional. dan melaporkan laporan keuangan untuk berbagai entitas. Dewan Prinsip Akuntansi digantikan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) di bawah pengawasan Yayasan Akuntansi Keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan Dewan Pertimbangan melayani untuk menasihati dan memberikan masukan pada standar akuntansi. dan pemerintah. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) adalah otoritas tertinggi dalam membangun prinsip akuntansi yang berlaku umum untuk perusahaan publik dan swasta.organisasi nirlaba . dan Perusahaan Publik Akuntansi Dewan Pengawas (PCAOB). yang 16 . Perkembangan GAAP (General Accepted Accounting Principal) Standar Akuntansi secara historis telah ditetapkan oleh American Institute of Certified Akuntan Publik (AICPA) tunduk pada Securities and Exchange Commission peraturan. Pada tahun 2008. Saat ini.

SEC bekerja sama dengan berbagai organisasi swasta pengaturan GAAP. Dengan demikian. Pada waktu itu tidak ada struktur menetapkan standar akuntansi. dan bakat. During the years 1939 to 1959 CAP issued 51 Accounting Research Bulletins that dealt with a variety of timely accounting problems. Ini diterbitkan 31 pendapat dan dibubarkan pada tahun 1973 karena kurangnya produktivitas dan kegagalan untuk bertindak segera. percaya bahwa sektor swasta memiliki pengetahuan yang tepat.tetapi tidak menetapkan GAAP sendiri. pada tahun 1959. AICPA membentuk Komite Eksekutif Standar Akuntansi (AcSEC). SEC diciptakan sebagai akibat dari Depresi Besar . AICPA menunjuk Komite Akuntansi Prosedur (CAP). Ketentuan GAAP AS agak berbeda dari Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS). 3. yang memberikan petunjuk pada topik pelaporan keuangan sampai FASB atau GaSb menetapkan standar dalam masalah ini. yang merangkum praktik akuntansi industri spesifik (kasino misalnya. maskapai penerbangan. Organisasi-organisasi ini mempengaruhi perkembangan GAAP di Amerika Serikat. 1) United States Securities and Exchange Commission ( SEC )/Amerika Serikat Komisi Sekuritas dan Bursa. dan kendala.beroperasi di bawah seperangkat asumsi. Namun. It publishes: Hal ini menerbitkan: a) Audit dan Pedoman Akuntansi. Selama tahun 1939-1959 CAP diterbitkan 51 Akuntansi Buletin Penelitian yang berurusan dengan berbagai masalah akuntansi yang tepat waktu. 2) American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)/ Ikatan Akuntan Publik Amerika Bersertifikat (AICPA) Pada tahun 1939. mendesak oleh SEC. AICPA menciptakan Prinsip Akuntansi Board (APB). berbeda dengan PSAK sektor swasta standar.. b) Laporan Posisi. meskipun mantan Ketua SEC Chris Cox menetapkan jadwal bagi semua perusahaan AS untuk menjatuhkan GAAP pada tahun 2016. prinsip. perguruan tinggi. masalah ini-dengan pendekatanmasalah gagal mengembangkan terstruktur yang sangat dibutuhkan tubuh prinsip akuntansi. 17 . yang misi itu adalah untuk mengembangkan suatu kerangka kerja konseptual secara keseluruhan. dengan perusahaan terbesar beralih ke IFRS pada awal 2009. sumber daya. Setelah penciptaan FASB . SEC mendorong pembentukan badan standar pengaturan swasta melalui AICPA dan kemudian FASB . dll) dan memberikan petunjuk khusus mengenai halhal tidak ditangani oleh FASB atau GaSb.

pemimpin dalam profesi akuntansi menunjuk Kelompok Studi Pembentukan Prinsip Akuntansi (umumnya dikenal sebagai Komite Gandum untuk perusahaan kursi Francis Gandum). Strukturnya mirip dengan yang ada pada FASB‟s. Keuangan Lembaga Eksekutif) 18 . Standar Akuntansi Keuangan Advisory Council (FASAC). cepat masalah resolve. dana dan mengawasi kegiatan mereka). Ada 7 konsep untuk tanggal diterbitkan . Struktur ini terdiri dari tiga organisasi: Akuntansi Keuangan Foundation (FAF. 3) Financial Accounting Standards Board (FASB)/ Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) Menyadari kebutuhan untuk reformasi APB. Pada tahun 1984 FASB menciptakan Emerging Issues Task Force (EITF) yang berkaitan dengan transaksi keuangan yang tidak biasa dan baru yang memiliki potensi untuk menjadi umum (misalnya akuntansi untuk perusahaan berbasis Internet). Ada sekitar 50 interpretasi untuk tanggal diterbitkan . meninggalkan jangka panjang. mereka bukan bagian dari GAAP.c) Praktek Buletin. interpretasi. 5) Organisasi lain berpengaruh (misalnya Ikatan Akuntan Amerika. Biasanya memecahkan beberapa isu akuntansi yang sangat spesifik yang tidak akan memiliki efek. yang mengindikasikan AcSEC‟s pandangan pada masalah pelaporan keuangan yang sempit tidak dianggap oleh FASB atau GaSb. Ikatan Akuntan Manajemen. masalah yang lebih luas untuk FASB. Mereka adalah bagian dari proyek kerangka konseptual FASB dan tujuan dasar yang ditetapkan dan konsep bahwa penggunaan FASB dalam mengembangkan standar masa depan. signifikan abadi. akan memilih anggota FASB. dan organisasi usaha besar dalam struktur ini Akuntansi Keuangan Dewan Standar (FASB). Ini bertindak lebih seperti masalah filter untuk FASB – kesepakatan EITF dengan jangka pendek. 4) Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (GaSb) Dibuat pada tahun 1984. Kelompok ini menentukan bahwa APB harus dibubarkan dan struktur standar pengaturan baru diciptakan. Namun. d) pedoman standar penerapan. b) Akuntansi Keuangan Konsep – pertama diterbitkan pada tahun 1978. FASB memiliki 4 jenis utama publikasi: a) Lebih dari 150 telah diterbitkan sampai saat ini. c) Interpretasi – memodifikasi atau memperluas standar yang ada . GaSb membahas masalah-masalah pemerintah negara bagian dan lokal pelaporan. dan pendapat.

19 . 2002:9): 1) Dapat memenuhi persyaratan Undang-Undang Dasar. tetapi dapat berlanjut selama bertahun-tahun. 6) Perkiraan-perkiraan yang harus dikembangkan secara efektif. Dengan adanya perubahan lingkungan dan sifat transaksi. Akuntansi Pemerintah dirancang untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh Undang-Undang Dasar. Undang-Undang dan Peraturan lain. Ruang Lingkup dan Karakteristik Akuntansi Pemerintahan Akuntansi pemerintahan tidak hanya berisi tentang penjelasan yang diberikan pemerintah nasional tetapi diberika juga oleh PBB ( Perserikatan Bangsa-Bangsa ) (A Manual Government Accounting) yang dapat diringkas sebagai berikut (dalam Bachtiar Arif dkk. sedangkan disisi lain hal tersebut bertentangan dengan UndangUndang Dasar. 4. Perbedaan pendapat antara GFOA dan GaSb adalah jarang. Perkiraan-perkiraan yang dibuat harus dapat menunjukkan akuntabilitaskeuangan negara yang andal dari sisi obyek dan tujuan penggunaandana serta pejabat atau organisasi yang mengelolanya. Sistem Akuntansi Pemerintah yang dikembangkan harusmemungkinkan aparat pemeriksaan untuk melakukan tugasnya. 4) Memudahkan pemeriksaan oleh aparatur pemerintah.6) Organisasi berpengaruh lainnya Keuangan Pemerintah Officer‟s Association (GFOA) Juga mempengaruhi kebijakan keuangan bagi pemerintah. Apabila terdapat dua yaitu untuk kepentinganefisiensi dan ekonomis disatu sisi. maka akuntansi tersebut harus disesuaikan denganUndang-Undang Dasar. 3) Perkiraan-perkiraan harus diselenggarakan. UU danPeraturan lain. efektivitas dan relevasi. 5) Sistem akuntansi harus terus dikembangkan. Fungsi anggaran dan akuntansi harus salingmelengkapi didalam pengelolaan keuangan negara serta harusdiintegrsikan. Undang-Undang dan Peraturan lainnya. Sistem Akuntansi Pemerintah harus mengembangkan perkiraan-perkiraan untuk mencatat transksi-transaksi yang terjadi. 2) Dikaitkan dengan klasifikasi anggaran. UU atau Peraturanlainnya. Sistem Akuntansi Pemerintahan harus dikembangkan sesuaidengan klasifikasi anggaran yang telah disetujui pemerintah danlembaga legeslatif. systemAkuntansi Pemerintah harus terus disesuaikan dan dikembangkansehingga tercapai efisiensi.

Pengertian Dana dan Pengelolaan dana dalam organisasi non profit : Dana (Fund): “kesatuan fiskal dan kesatuan akuntansi yang berdiri sendiri dengan satu perangkat rekening yang saling berimbang (self balancing) untuk membukukan kas dan sumber lainnya bersama-sama dengan utang. Sistem Akuntansi Pemerintah harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan para pengguna informasi keuangan yaitu. restriksi. 8) Pengadaan suatu perkiraan Perkiraan-perkiran yang dibuat harus memungkinkan analisisekonomi atas data keuangan dan mereklasifikasi transaksi-transaksipemerintah baik pusat maupun daerah dalam rangka pengembangan perkiraan-perkiraan nasional.pemerintah. cadangan-cadangan. dan perubahan dalam aktiva bersih yang dibelanjakan untuk kegiatan organisasi nonprofit (misal:untuk kegiatan pemadam kebakaran dan kegiatan kepolisian) 2) Dana Bukan Belanja (Nonexpendable Fund) 20 . dan lain sebagainya. Bank Dunia. atau limitasi yang ada Bentuk orgaisasi non profit : • Pemerintahan (Governmental) • Lembaga pendidikan (educational) • Kesehatan dan kesejahteraan (hospital and welfare) • Keagamaan (religious) • Lembaga amal (charitable) • Lembaga dana (foundation • Dana Belanja (Expendable Fund) 2 macam dana yang biasa digunakan oleh organisasi non profit : 1) Dana Belanja ( Expendable Fund ) Dana ini digunakan untuk membukukan aktiva lancar. lembaga donor.Sistem Akuntansi Pemerintah harus mengembangkan perkiraan-perkiraan secara efektif sehubungan dengan sifat dan perubahanlingkungan sehingga dapat mengungkapkan hasil ekonomi dankeuangan dari pelaksanaan suatu program. 7) Sistem harus dapat melayani kebutuhan dasar informasi keuanganguna pengembangan rencana dan program. kewajibankewajiban. dan hak milik yang disisihkan dengan maksud untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu atau pencapaian tujuan tertentu sesuai dengan peraturan. utang. rakyat (lembaga legeslatif).

sistem telekomunikasi. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. sistem transportasi. Sedangkan sistem akuntansi pemerintahan di Amerika memiliki berbagai macam organisasi yang mengatur sistem akuntansi pemerintahan di Amerika.Dana ini digunakan untuk membukukan pendapatan. . Akuntansi pemerintahan tidak hanya berisi tentang penjelasan yang diberikan pemerintah nasional tetapi diberika juga oleh PBB ( Perserikatan Bangsa-Bangsa ) (A Manual Government Accounting) 21 . aktiva. Sistem akuntansi pemerintahan di Indonesia dan di Amerika. biaya. yang umumnya berbentuk pemerintahan – organisasi sektor publik ini 2. Sistem akuntansi pemerintahan di Indonesia memilik aturan yang telah diatur dalam Undang-Undang yang ditetapkan oleh pemerintah. modal kegiatan perusahaan komersial (misal:kafetaria. Kekuatan sosial masyarakat. Sejarah organisasi sektor publik telah ada sejak ribuan tahun lalu. Kemunculannya lebih dipengaruhi pada interaksi yang terjadi pada masyarakat dan kekuatan sosial di dalam masyarakat. Dasar hukum akuntansi pemerintahan khususnya di era reformasi (paradigma baru) terdapat pada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan juga beberapa pasal Undang-Undang yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 4. memiliki banyak perbedaan. utang. dsb BAB III KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan diatas. Sedangkan dasar hukum pelaksanaan akuntansi (pembukuan) bagi perusahaan di Indonesia diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) 3.

id/2011/05/akuntansi-di-amerika-serikat/ http://bagjana.com/2011/10/pengertian-dan-tujuanakuntansi.com/2008/12/30/akuntansi-pemerintahan-di-indonesia/ 22 .html#ixzz27g3ZAaZb http://ordeck.co.google.id/books?id=HKarXQgrf_oC&pg=PA134&lpg=PA134&dq= pengertian+akuntansi+pemerintah&source=bl&ots=FHgUUEMxA6&sig=Y6zxEsto DwTLn-lFtaZqhScJS3A&hl=en&sa=X&ei=3VJkUJT2I8zrAeM3oDgCw&ved=0CDIQ6AEwAg#v=onepage&q&f=false http://wartawarga.org/wiki/Akuntansi_Sektor_Publik#Sejarah_Akuntansi_Sektor _Publik Pengertian dan Tujuan Akuntansi Pemerintahan ~ Laman Baca Kita http://lamanbaca.wordpress.gunadarma.ac.com/2010/09/01/akuntansi-perusahaan-vspemerintahan-modul-diklat-sap_mkw/ http://books.blogspot.wordpress.wikipedia.Daftar Pustaka http://id.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->