P. 1
47584032 Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Eksogen

47584032 Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Eksogen

|Views: 14|Likes:
Published by Alfred Steven

More info:

Published by: Alfred Steven on Dec 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2013

pdf

text

original

Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Eksogen

Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Eksogen Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga eksogen ini dapat mengubah bentuk muka bumi. Salah satu jenis penyebabnya adalah degradasi. Degradasi merupakan tenaga eksogen yang bersifat mengikis muka bumi. Berdasarkan penyebabnya, tenaga eksogen degradasi ini dibedakan atas pelapukan, gerakan massa, serta erosi, dan transportasi. Pelapukan Dalam perjalanan sejarahnya, bentuk permukaan bumi terus mengalami perubahan. Pada dasrnya perubahan tersebut dipengaruhi oleh 2 kekuatan yaitu gaya eksogen/bersifat merusak dan gaya endogen/bersifat membangun. Gaya eksogen mempunyai aktifitas meratakan permukaan bumi. Sebagai contoh gaya eksogen yaitu terjadinya pelapukan. Pelapukan atau weathering (weather) merupakan proses alami yang terjadi di muka bumi. Pada proses pelapukan terjadi perusakan dan penghancuran batuan penyusun kerak bumi karena pengaruh cuaca (suhu, curah hujan, kelembaban, atau angin). Karena itu pelapukan adalah penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil bahkan menjadi hancur atau larut dalam air. Pelapukan di setiap daerah berbeda beda tergantung unsur unsur dari daerah tersebut. Misalnya di daerah tropis yang pengaruh suhu dan air sangat dominan, tebal pelapukan dapat mencapai seratus meter, sedangkan daerah sub tropis pelapukannya hanya beberapa meter saja.

pembekuan air. Ketika ada hujan di siang hari menyebabkan suhu batuan mengalami penurunan dengan tiba-tiba. pada musim panas. Karena menjadi es. Akibat pembekuan air Batuan bisa pecah/hancur akibat pembekuan air yang terdapat di dalam batuan. perhatikan berikut ini: 1. Hal ini dapat menyebabkan hancurnya batuan. dan mempunyai koefisien pemuaian yang berlainan. 3. yaitu pelapukan mekanis (phisis). perubahan suhu tiba-tiba. Akibat pemuaian Bahwa batuan ternyata tidak homogen. atau perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam. Akibat perubahan suhu tiba-tiba Kondisi ini biasanya terjadi di daerah gurun. Misalnya di daerah sedang atau daerah batas salju. air bisa masuk ke pori-pori batuan. volume menjadi besar. Pelapukan Mekanis Pelapukan mekanis atau sering disebut pelapukan fisis adalah penghancuran batuan secara fisik tanpa mengalami perubahan kimiawi. Pada musim dingin atau malam hari air di pori-pori batuan itu menjadi es. 2. dan pelapukan biologis (organik). pelapukan kimiawi (chemis). Untuk lebih jelasnya bagaimana perubahan itu. dan akhirnya hancur berkeping-keping. Pada siang hari suhu sangat panas sehingga batuan mengembang. akibatnya batuan menjadi pecah. Sedangkan pada malam hari temperatur turun sangat rendah (dingin).Pelapukan dibagi dalam tiga macam. 1. 4. Penghancuran batuan ini bisa disebabkan oleh akibat pemuaian. Penurunan temperatur yang sangat cepat itu menyebabkan batuan menjadi retak-retak dan akhirnya pecah. . bisa cepat atau lambat. Oleh karena itu dalam sebuah batu pemuaiannya akan berbeda. terdiri dari berbagai mineral. Pemanasan matahari akan terjadi peretakan batuan sebagai akibat perbedaan kecepatan dan koefisien pemuaian tersebut. Perbedaan suhu yang besar antara siang dan malam Penghancuran batuan terjadi akibat perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam.

yang menyebabkan batuan menjadi pecah. Atau pada saat turun hujan. Proses perubahan .Pelapukan seperti ini Anda bisa perhatikan di daerah gurun. Di daerah Timur Tengah (Arab) temperatur siang hari bisa mencapai 60 derajat Celcius. terjadi penurunan suhu. sedangkan pada malam hari turun drastis dan bisa mencapai 2 derajat Celcius.

stalagmit. atau gua kapur. Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar.akar serat makanan menghisap garam makanan. Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst). Hasil pelapukan kimiawi di daerah karst biasa menghasilkan karren. Batuan kapur mudah larut oleh air hujan. Zat asam ini merusak batuan sehingga garam-garaman mudah diserap oleh akar. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi. Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi. binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah. stalagtit. Pelapukan ini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. tiangtiang kapur. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CACO2). Pelapukan kimiawi Pada pelapukan ini batu batuan mengalami perubahan kimiawi yang umumnya berupa pelarutan. 3. sungai bawah tanah. Manusia juga melalui aktifitas penebangan pohon. Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst. Dibatu-batu karang daerah pantai sering terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh binatang. pembangunan maupun penambangan.2. serangga. ponor. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya. . Hal ini karena di Indonesia banyak turun hujan. Di Indonesia pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi. Pelapukan organik Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang tumbuhan dan manusia. Oleh karena itu jika Anda perhatikan pada permukaan batuan kapur selalu ada celah-celah yang arahnya tidak beraturan.

karena pengaruh larutan. Dolina dapat terjadi karena erosi (pelarutan) atau karena runtuhan. Retakan akan semakin besar dan membentuk gua-gua atau lubanglubang. yaitu di pegunungan seribu. akan terbentuklah sungai-sungai di dalam tanah. Gua dan sungai di dalam Tanah Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat celah atau retakan. Dolina Dolina adalah lubang lubang yang berbanuk corong. 2.Gejala atau bentuk – bentuk alam yang terjadi di daerah karst diantaranya: 1.Jika lubang-lubang itu berhubungan. . Dolina terdapat hampir di semua bagian pegunungan kapur di Jawa bagian selatan.

Stalaktit Adalah kerucut kerucut kapur yang bergantungan pada atap gua. Sedangkan dolin terban terjadi karena runtuhnya atap gua kapur (perhatikan gambar). 5. Jawa Tengah. Contohnnya stalaktit dan stalakmit di Gua tabuhan dan gua Gong di Pacitan.3. Karren Di daerah kapur biasanya terdapat celah-celah atau alur-alur sebagai akibat pelarutan oleh air hujan. 4. jawa Timur serta Gua jatijajar di Kebumen. Di dasar dolin diendapkan tanah berwarna merah (terra rossa). yaitu dolin korosi dan dolin terban. Ponor dapat dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu dolin dan pipa karst. Ponor Ponor adalah lubang masuknya aliran air ke dalam tanah pada daerah kapur yang relatif dalam. Stalakmit adalah kerucut-kerucut kapur yang berdiri pada dasar gua. . Gejala ini terdapat di daerah kapur yang tanahnya dangkal. Dolin adalah lubang di daerah karst yang bentuknya seperti corong. Dolin korosi terjadi karena proses pelarutan batuan yang disebabkan oleh air. Pada perpotongan celahcelah ini biasanya terdapat lubang kecil yang disebut karren. Dolin ini dibagi menjadi 2 macam. Terbentuk tetesan air kapur dari atas gua.

.Dolin Korosi. Dolin Terban.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->