P. 1
GENETALIA EKSTERNA

GENETALIA EKSTERNA

|Views: 27|Likes:
Published by Wedus Autis
GENETALIA EKSTERNA
GENETALIA EKSTERNA

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Wedus Autis on Dec 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2013

pdf

text

original

TUGAS ASKEB 1 BU RANY

DISUSUN OLEH          AYUM DWI SEPTINA ANITA DYAN FRANSISKA DESI SUCI ARIYANTI ETYK ERAWATI IIS ARISKA KARINA BUDI SULISTYANI PARAMITHA DWI P SITI ZHURIAH YUYUN DYAH PRAMITA (10002007) (10002003) (10002009) (10002012) (10002016) (10002022) (10002033) (10002042) (10002048)

POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT
D3 KEBIDANAN KALAS A

MOJOKERTO 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur seraya kita panjatkan kehadirat Alloh SWT tuhan semesta alam, karena kudrot dan irodatnya kami dapat menyelesaikan pembuatan tugas yang berjudul “Genetalia eksterna dan interna”. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad Saw kepada keluarganya, para sahabatnya,serta kita selaku umatnya hingga akhir zaman. Tidak lupa ucapan rasa terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil dalam pembuatan makalah ini. Sehingga pembuatan makalah ini bisa berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada halangan suatu apapun Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan penulis dalam menganalisis perkembangan kognitif. Mengingat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan penulis, kami mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kekurangan dan kesalahan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi sempurnanya makalah ini, Semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Mojokerto, 24 Maret 2011

Penulis

i

DAFTAR ISI

Halaman judul Kata pengantar………………………………………………………………………………. Daftar isi……………………………………………………………………………………... Genetalia eksterna…………………………………………………………………………… Genetalia interna…………………………………………………………………………….. Daftar pustaka……………………………………………………………………………….. i ii 1 3 8

ii

GENETALIA EKSTERNA

Kelentit (klitoris) Merupakan bagian penting alat reproduksi luar yang berdsifat erektil, mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf sensoris sehingga sangat sensitif, analog dengan penis laki-laki. Kira-kira sebesar kacang hijau hingga cabai rawit dan ditutupi oleh frenulum klitoris. Lubang uretra (Orifisium uretra) Tempat keluarnya urine dari kandung kemihyang terletak di bawah klitoris. Disekitar lubang uretra bagian kiri dan kanan terdapat muara kelenjar skene.

1

Bibir besar (labiya mayora) Merupakan kelanjutan dari mons veneris, berbentuk lonjong. Kedua bibir ini di bagian bawah bertemu membentuk perineum. Pada wanita menjelang dewasa, di bagian luarnya ditumbuhi juga oleh pubes lanjutan dari mons veneris, dan bagian dalam tidak ditumbuhi pubes. Selaput dara (himen) Merupakan selaput yang menutupi introitus vagina, biasanya berlubang, bila tidak berlubang disebut atresia himenalis atau hymen imperforate. Himen akan robek pada koitus apa lagi setelah bersalun, sisanya disebut kurunkula himen atau sisa himen. Kerampang (perineum) Terletak di antara vulva dan anus dan di daerah inilah biasanya dilakukan episiotomi. Dubur (anus) Sebuah bukaan dari rektum ke lingkungan luar tubuh. Pembukaan dan pembukaan anus diatur oleh otot spinkter. Komisura posterior Daerah bertemunya labiya mayora dengan perineum. Muara kelenjar dari bartholini Merupakan kelenjar terpenting di daerah vulva dan vagina, mengeluarkan secret mucus terutama pada waktu koitus. Liang sanggama (vagina) saluran yang berbentuk tabung yang menghubungkan vulva dengan rahim (uterus), terletah di antara saluran kemih dan liang dubur. Ukuran dinding depan 8 cm dan dinding belakang 10 cm. bentuk dinding dalamnya berlipat-lipat disebut rugae, sedangkan di bagian tengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Bibir kecil (labiya minora) Merupakan lipatan di bagian dalam bibir besar.

2

Muara kelenjar skene Berada di kiri dan kanan di samping dan agak dorsal dari uretra, dua buah, berfungsi menghasilkan lendir. Tundun (mons veneris) Daerah yang menggunung di atas simphysis, yang akan ditumbuhi rambut kemaluan (pubes) apabila wanita beranjak dewasa. Pada wanita rambut ini tumbuh membentuk sudut lengkung sedangkan pada pria membentuk sudut runcing ke atas

GENETALIA INTERNA

Saluran telur (tuba falopii) Saluran yang keluar dari kornu rahim kanan dan kiri. Panjangnya 12-13 cm, diameter 3-8 mm. Bagian luarnya diliputi oleh peritoneum visceral yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Bagian dalam saluran dilapisi silia, yaitu rambut getar yang berfungsi untuk menyalurkan telur dan hasil konsepsi. Dasar rahim (fundus uteri) Merupakan puncak tertinggi rahim, dan digunakan untuk pemantauan kehamilan. 3

Tanduk rahim (kornu uteri) Merupakan bagian pojok dari rahim. Badan rahim (korpus uteri) Merupakan bagian utama rahim, merupakan 2/3 bagian dari rahim. Pada kehhamilan, bagian ini berfungsi sebagai tempat utama bagi janin untuk hidup dan berkembang. Saluran leher rahim (kanalis servikalis) Menghubungkan antara serviks uteri dan korpus uteri. Leher rahim (serviks uteri)
Serviks uteri adalah penghalang penting bagi masuknya kuman-kuman kedalam genitalia interna, dalam hubungan ini seorang nullipara dalam keadaan normal kanalis servikalis bebas kuman. Pada multipara dengan ostium uteri eksternum sudah lebih terbuka, batas keatas dari daerah bebas kuman ialah ostium uteri internum sehingga lebih rentan terjadinya infeksi oleh berbagai kuman yang masuk dari luar ataupun oleh kuman endogen itu sendiri. Jika serviks sudah terinfeksi maka akan mempermudah pula tetjadinya infeksi pada alat genitalia yang lebih tinggi lagi seperti, uterus, tuba atau bahkan sampai ke ovarium dan karena itu fungsi genitalia sebagai alat reproduksi bisa terganggu atau bahkan tidak bisa difungsikan.

Porsio uteri Bagian dari serviks uteri yang menonjol ke dalam vagina. Liang sanggama (vagina) Saluran yang berbentuk tabung yang menghubungkan vulva dengan rahim (uterus), terletah di antara saluran kemih dan liang dubur. Ukuran dinding depan 8 cm dan dinding belakang 10 cm. bentuk dinding dalamnya berlipat-lipat disebut rugae, sedangkan di bagian tengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Badan putih (korpus albikans) Merupakan perkembangan dari ovum yang tidak dibuahi. Folikel primordial Terbentuk dari sel-sel kelamin primordial(oogonium) yang dikelilingi sel-sel pregranulosa yang melindungi dan member nutrient oogonium, sehingga secara bersama- sama membentuk folikel primordial. 4

Badan kuning (korpus luteum) Merupakan massa jaringan kuning di dalam ovarium yang dibentuk oleh sebuah folikel yang telah masak dan mengeluarkan ovumnya. Dalam rahim, korpus luteum akan menghasilkan hormon progesteron yang berguna untuk mengatur siklus menstruasi, mengembangkan jaringan payudara, menyiapkan rahim pada waktu kehamilan dan melindungi dari kanker endometrium pada wanita pasca menopause.Kurpus luteum akan berhenti memproduksi hormon progesteron pada saat ovum tidak dibuahi dan berkembang menjadi korpus albikan. Pada saat ini, lapisan rahim akan meluruh keluar dari rahim. Indung telur (ovarium) Ovarium ada dua, kiri dan kanan uterus, dihubungkan dengan uterus oleh lkigamentum ovarii propium dan dihubungkan dengan dinding panggul dengan perantaraan ligamentum infundibulo-pelvicum. Folikel de graf Merupakan folikel yang dapat menyelesaikan proses pemasakan pada waktu pubertas. Umbai (fimbriae) Berguna untuk menangkap sel telur (ovum), yang kemudian akan di salurkan ke dalam tuba.

5

Tulang kelangkang (os sakrum) Sakrum merupakan gabungan 5 ruas tulang yang bersatu. Tulang ini bersendian dengan tulang gelang panggul, ruas tulang pinggang terakhir dan tulang ekor. Poros usus (rektum) Rektum adalah suatu ruang delapan inch yang menghubungkan usus besar ke dubur (anus). Rektum:
  

Menerima feces dari usus besar Membiarkan seseorang mengetahui ada feces yang harus dikeluarkan Menahan feces sampai pengeluaran terjadi

Kavum douglasi Merupakan ruangan antara dinding belakang rahim dan saluran pelepasan (rektum) Dubur (anus) Sebuah bukaan dari rektum ke lingkungan luar tubuh. Pembukaan dan pembukaan anus diatur oleh otot spinkter. Kerampang (perineum) Terletak di antara vulva dan anus dan di daerah inilah biasanya dilakukan episiotomi. Aurat (vulva) Merupakan bagian alat kandungan luar yang berbentuk lonjong, berukuran panjang mulai dari klitoris, kanan dan kiri dibatasi labiya minora, sampai ke belakang dibatasi perineum. Uratra Saluran yang menghubungkan kantung kemih ke saluran luar, berfungsi sebagai saluran pembuang pada sistem kemih/ekskresi. Terletak di antara klitoris dan pembukaan vagina. Liang sanggama (vagina) Saluran yang berbentuk tabung yang menghubungkan vulva dengan rahim (uterus), terletah di antara saluran kemih dan liang dubur. Ukuran dinding depan 8 cm dan dinding belakang 10 cm. bentuk dinding dalamnya berlipat-lipat disebut rugae, sedangkan di bagian tengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. 6

Tulang kemaluan (os pubis) Terdapat disebelah bawah dan depan os ilium. Dengan tulang duduk dibatasi oleh foramen obturatum.Terdiri atas korpus (mengembang ke bagian anterior).Os Pubis terdiri dari ramus superior (meluas dari korpus ke asetabulum) dan ramus inferior (meluas ke belakang dan berat dengan ramus ischium). Ramus superior os pubis berhubungan dengan dengan os ilium, sedangkan ramus inferior kanan dan kiri membentuk arkus pubis. Ramus inferior berhubungan dengan os ischium. Kandung seni (vesika urinaria) Berfungsi sebagai penampung urine, organ ini berbentuk buah pir (kerdil). Letaknya di dalam panggul besar, di depan isi lainnya, dan di belakang simfisis pubis. Bagian terbawaah terpancang erat dan disebut basis, bagian atas atau fundus naik kalau kandung memekar karena urine. Leher rahim ( serviks uteri) Serviks uteri adalah penghalang penting bagi masuknya kuman-kuman kedalam genitalia interna, dalam hubungan ini seorang nullipara dalam keadaan normal kanalis servikalis bebas kuman. Pada multipara dengan ostium uteri eksternum sudah lebih terbuka, batas keatas dari daerah bebas kuman ialah ostium uteri internum sehingga lebih rentan terjadinya infeksi oleh berbagai kuman yang masuk dari luar ataupun oleh kuman endogen itu sendiri. Jika serviks sudah terinfeksi maka akan mempermudah pula tetjadinya infeksi pada alat genitalia yang lebih tinggi lagi seperti, uterus, tuba atau bahkan sampai ke ovarium dan karena itu fungsi genitalia sebagai alat reproduksi bisa terganggu atau bahkan tidak bisa difungsikan. Rahim (uterus) Merupakan struktur otot yang cukup kuat, bagian luarnya ditutupi oleh peritoneum, sedangkan rongga dalamnya dilapisi oleh mukosa rahim. Dalam keadaan tidak hamil, rahim terletak dalam rongga panggul kecil di antara kandung kemih dan dubur. Rahim berbentuk seperti buah pear.

7

DAFTAR PUSTAKA

Manuba,Ida Bagus Gde. 1998.Ilmu Kebidanan,Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan.Jakarta:EGC. http//www.google.com

8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->