P. 1
Struktur dan Kinerja Media

Struktur dan Kinerja Media

|Views: 757|Likes:
Published by shamillailmi
“Struktur dan Kinerja Media” : “Prinsip-prinsip dan Akuntabilitas”, antara lain mengajukan pemikirannya tentang 3 (prinsip) :”Media freedom as a principle”, “Media Equality as a principle” dan “Media diversity as a principle.
“Struktur dan Kinerja Media” : “Prinsip-prinsip dan Akuntabilitas”, antara lain mengajukan pemikirannya tentang 3 (prinsip) :”Media freedom as a principle”, “Media Equality as a principle” dan “Media diversity as a principle.

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: shamillailmi on Dec 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2014

pdf

text

original

1.

Denis McQuail (2010) dalam pembahasaannya tentang “Struktur dan Kinerja

Media” : “Prinsip-prinsip dan Akuntabilitas”, antara lain mengajukan pemikirannya tentang 3 (prinsip) :”Media freedom as a principle”, “Media Equality as a principle” dan “Media diversity as a principle. Pertanyaan: (a) Jelaskan apa yang dimaksut dengan ketiga prinsip tersebut; (b) bagaimana pandangan anda tentang ketiga prinsip tersebut apabila diterapkan untuk melihat situasi dan kondisi media massa Indonesia sekarang?Uraikan anda hendaknya dilengkapi dengan ilustrasi/contoh peristiwa yang relevan. Jawaban: Perkembangan media massa dipengaruhi beragam faktor yang menentukan bagaimana penampilan dan kinerja media massa secara umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi media massa berkisar pada semua aspek termasuk struktur dan kinerja media. Menurut McQuail (2010) media massa memiliki setidaknya empat prinsip yang mempengaruhi kinerja media massa tersebut, yaitu Prinsip Kebebasan, Kesetaraan, dan Keragaman.  Media Freedom as a Principle / Prinsip Kebebasan Media Kebebasan adalah kondisi dari kinerja yang diterapkan terutama kepada struktur media. Kebebasan disini dibedakan menjadi dua yaitu kebebasan berekspresi dan kebebasan pers. Kebebasan berekspresi artinya adalah hak yang lebih luas dan merujuk pada konten dari apa yang dikomunikasikan (opini, ide, informasi, seni, dan sebagainya), sementara pers merujuk pada satu „wadah‟ utama, alat, atau kendaraan untuk menjalankan publikasi. Publik mendapat keuntungan dari kebebasan tersebut antara lain dengan perannya sebagai pengamat yang sistematis dan independen terhadap pemilik kekuasaan (watchdog), stimulasi sistem dan

kehidupan sosial demokratis yang aktif dan memiliki informasi, kesempatan untuk mengungkapkan ide, mendorong pembaruan dan perubahan budaya dan

masyarakat secara berkelanjutan, serta meningkatnya jumlah dan variasi kebebasan dalam berbagai aspek yang bisa dilaksanakan. Kebebasan dibedakan menjadi dua bagian: 1. Kebebasan pada tingkat struktur Kebebasan pada tingkat struktural media yang efektif meliputi ketiadaan

sensor, perizinan, lisensi atau bentuk-bentuk kontrol lain dari pemerintah sehingga

tetapi tidaklah mudah untuk mengukur kebebasan konten media karena kebebasan berkomunikasi dapat digunakan dengan beragam cara atau bahkan bisa juga disalahgunakan. kreativitas. Singkatnya kesetaraan membutuhkan ketiadaan . sejauh hal tersebut tidak menimbulkan bahaya yang sesungguhnya. Kebebasan pada tingkat kinerja Kebebasan pada tingkat kinerja berhubungan dengan konten. sistem kompetitif dengan batasan. Media boleh berpihak tapi jangan menjadi alat propaganda semata. dan keragaman yang luas. (3) melakukan fungsi invetigatif dan watchdog role atas nama publik.tidak ada penghalangan hak-hak media untuk mempublikasikan dan menyebarkan berita maupun opini ke publik karena merupakan hak media untuk dapat berkomunikasi yang setara untuk warga Negara. Kebijakan publik dapat juga membatasi monopoli dan menyediakan dukungan bagi media yang berkompetisi. Untuk memahami kesetaraan media dibagi menjadi dua bagian: 1. perspektif. (2) media tidak konformis berlebihan dan harus ditandai dengan keragaman opini dan informasi. Kesetaraan pada tingkat kinerja Kesetaraan berarti bahwa tidak ada keutamaan khusus yang diberikan oleh media kepada pemilik kekuasaan dan bahwa akses kepada media harus diberikan kepada pesaing bisnis dan secara umum kepada opini. klaim yang berlawanan atau menyimpang. Keuntungan lain yang diharapkan dari kebebasan publikasi dalam hal berita dan informasi (jurnalisme) antara lain: (1) media dapat menggunakan kebebasannya untuk mengikuti kebijakan editorial yang aktif dan kritis dan menyediakan informasi yang terpercaya dan relevan. kemandirian nyata dari campur tangan pemilik. 2.  Media Equality as a Principle / Prinsip Kesetaraan Media Prinsip kesetaraan dihargai dalam masyarakat demokrasi. 2. dan kebebasan media berita untuk mengambil informasi dari sumber-sumber yang relevan. Kondisi kebebasan harus mengarah pada orisinalitas. Kesetaraan pada tingkat struktur Kesetaraan harus mengarah pada kepentingan yang berbeda atau berlawanan dalam masyarakat yang memiliki kurang lebih kesempatan akses media yang sama untuk mengirim dan menerima.

Keragaman konten budaya dapat dilihat dari: genre. (2) menyediakan pemeriksaan terhadap penyalahgunaan kebebasan. hal tersebut mengasumsikan bahwa semakin banyak dan semakin berbeda saluran komunikasi publik yang ada membawa keragaman maksimal dari konten-konten yang ditujukan kepada beragam khalayak yang semakin luas dan semakin baik. (6) memaksimalkan keuntungan „pasar bebas ide‟. ekonomi dan budaya. Keragaman yang ditawarkan media merupakan keuntungan langsung bagi khalayak antara lain: (1) membuka jalan perubahan sosial dan budaya. (4) media harus menawarkan pilihan konten yang sesuai. Secara umum. (3) media harus berfungsi sebagai panggung untuk kepentingan yang berbeda dan sudut pandang dalam suatu masyarakat atau komunitas. Keragaman sama dengan kebebasan. atau format dalam budaya dan hiburan. (2) media harus menawarkan kesempatan yang sama untuk mengakses suara minoritas sosial dan budaya yang membentuk masyarakat. mencerminkan keragaman geografis dari populasi dan struktur masyarakat yang relevan. selera. (3) memungkinkan minoritas untuk memelihara keberadaan mereka. Tingkat kinerja Konten media harus disesuaikan dengan penerimanya. Keragaman itu dapat terlihat dari beberapa jenis media yang berbeda. Pemahaman keragaman juga terbagi menjadi dua aspek yaitu: 1. dan kebudayaan yang ada di masyarakat. memiliki nilai konten yang netral. (5) menambahkan kekayaan dan keragaman kehidupan budaya dan sosial. . 2. gaya. Kriteria utama untuk mengukur keragaman adalah: (1) media harus mencerminkan struktur dan konten realitas sosial. (4) membatasi konflik sosial dengan meningkatkan pemahaman kelompok dan kepentingan yang berlawanan. kebutuhan informasi komunikasi. Tingkat struktur Seharusnya terdapat banyak (atau cukup) badan atau produsen media yang berbeda dan independen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.  Media Diversity as a Principle / Prinsip Keragaman Media Prinsip keragaman sangat penting karena mendukung proses normal dari perubahan progresif dalam masyarakat.diskriminasi atau bias dalam jumlah dan bentuk akses yang tersedia untuk pengirim maupun penerima.

Melihat kondisi dan situasi media massa di Indonesia sekarang berdasarkan ketiga prinsip di atas dimulai dengan perkembangan media massa (pers) setelah bergulirnya era reformasi 1998 dimana terjadi perubahan yang luar biasa dalam mengekspresikan kebebasan.com/2012/03/31/akhirnya-bbm-tidak-jadi-naik-lalu-selanjutnya-apa/ diakses tanggal 31 Oktober 2012 . provokatif sampai ke ranah paling pribadi dari kehidupan para publik figur (selebriti). Media massa sekarang memiliki kebebasan dalam mengembangkan isi pemberitaannya bahkan keberanian mengkritik kebijakan pemerintah merupakan ciri baru dari perkembangan media massa Indonesia. Perburuan kehidupan selebriti atau publik figur yang menjadi sasaran beritanya tidak jarang seperti mengeksploitasi kehidupan paling pribadi publik figur 1 misalnya http://politik. media massa cenderung memperlihatkan perfoma dan sikap yang dilematis karena seringkali kebebasan media massa dalam isi pemberitaannya mengarah pada apa yang disebut kebablasan pers. Program infotainment yang berkembang seiring dengan era kebebasan berbagi opini melahirkan apa yang disebut jurnalisme infotainment. Disisi lain kebebasan pers yang sedang terjadi di Indonesia dalam sistem politik yang relatif lebih terbuka saat ini. Hal itu jelas sekali pada mediamedia yang menyajikan berita-berita infotainment. media massa dalam berbagai tajuknya melaporkan aksi demonstrasi masyarakat dan memuat beberapa kritikan terhadap kebijakan kenaikan harga bbm yang dinilai kebijakan itu justru tidak berpihak kepada rakyat dan hasilnya Sidang Paripurna DPR RI 30 Maret 2012 atas pembahasan kebijakan kenaikan harga BBM diumumkan dengan hasil DPR RI menolak sementara kenaikan harga BBM. Ketika kran kebebasan itu terbuka.1 Disinilah prinsip kebebasan media massa menginformasikan masyarakat soal kebijakan publik dan kesempatan untuk mengungkapkan ide serta mendorong pembaruan secara berkelanjutan. salah satu contohnya adalah ketika pemerintah mengumumkan kenaikan harga bbm pada bulan Maret 2012 dan terjadi demonstrasi besar-besaran terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Hampir seluruh media elektronik di Indonesia mempunyai program infotainment yang cenderung mengumbar berita sensasional.kompasiana. hampir semua media cetak dan elektronik seakan berlomba untuk melakukan kritik terhadap beberapa kebijakan pemerintah yang menyangkut kepentingan publik. Fenomena itu ditandai dengan munculnya mediamedia baru baik cetak maupun elektronik dengan berbagai kemasan dan segmen.

reupublika.blogdetik. dan mendasari beberapa ekspektasi normatif yang telah ditujukan ke media massa.2 Media massa Indonesia seharusnya menghargai privasi dan hak azasi secara umum. secara spesifik berkenaan dengan beberapa hal. dan berita tersebut telah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia. . Tidak heran jika kemudian MUI mengeluarkan fatwa haram atas tayangan infotainment baik bagi televisi yang menayangkan maupun pemirsa yang menontonnya.com/2011/01/23/daftar-alamat-televisi-lokal-indonesia/ diakses tanggal 1 Nopember 2012. Kesetaraan dapat mendukung terwujudnya berbagai ekspektasi publik tentang keadilan akses—dalam kaitannya dengan kesejajaran—bagi suara-suara alternatif. Hal tersebut karena kesetaraan menuntut kenihilan diskriminasi atau bias pada jumlah dan bentuk akses yang dapat digunakan baik oleh pengirim ataupun penerima informasi sehingga didapatkan keragaman bentuk dan perspektif informasi. Hak masyarakat untuk tahu hanya relevan untuk peristiwa-peristiwa publik yang memang jika diungkap memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas. namun tidak semua aspek kehidupan layak diungkap di media.id/berita/ensiklopedia-islam/fatwa/10/07/28/127047-infotainment-haram/ diakses tanggal 31 Oktober 2012. Saat ini di Indonesia terdapat kurang lebih 184 tv regional tersebar di hampir semua propinsi 3.co.masalah perceraian. hak akses masyarakat daerah akan informasi tentang daerahnya dapat diperoleh melalui tv-tv lokal tersebut. perselingkuhan atau pertengkaran antar keluarga. Selain itu. 3 http://eocommunity. Karena itu perlu ditekankan prinsip kebebasan media massa hendaknya juga merupakan wujud dari kebebasan yang bertanggung jawab terhadap pendidikan moral masyarakat. Dalam rumusan fatwa tersebut disebutkan upaya membuat berita yang mengorek dan membeberkan aib. 2 http://www. Kendati media massa mengungkap berbagai hal seakan-akan didasarkan pada people’s right to know. kesetaraan juga menyentuh masalah objektifitas yang berkaitan langsung dengan nilai-nilai independensi dan tren professionalisme dan otonomi. Dengan munculnya tv lokal yang menjamur di Indonesia sebagai sarana menyuarakan suara minoritas di daerah. kejelekan gosip juga haram. Kebebasan media juga berhubungan dengan kesetaraan media yang jika diaplikasikan dalam media massa. Begitu juga dengan mengambil keuntungan dari berita yang berisi tentang aib dan gosip dinyatakan hukumnya haram oleh MUI.

maka akan mendorong semakin beragam pula isi media yang ada. televisi yang berskala nasional berusaha untuk membuat keragaman konten dalam salurannya. Semakin beragam kepemilikan media. MNC International. Seperti MNC Entertainment. MNC Lifestyle. MNC Bussines. televisi nasional yang berada di bawah grup besar MNC dimana televisi nasional lain seperti RCTI dan Global tv bernaung di bawah grup yang sama.id/tv_programs. MNC News Channel. Salah satu contohnya adalah MNC TV. 4 http://www. Keberagaman konten tersebut dapat dijumpai dengan terbentuknya saluran-saluran program baru yang berinduk pada MNC Tv yang bersegmentasi audiens lebih terarah melalui pola siar 24 jam.Keberadaan Tv lokal juga merupakan cermin dari keberagaman informasi yang disediakan untuk khalayak dan keberagaman akan kepemilikan media.html diakses tanggal 1 Nopember 2012 .mnc. ekonomi dan budaya masyarakat Indonesia sedangkan keberagaman kepemilikan adalah suatu yang hal penting untuk mengurangi bias kepentingan pemilik media.co.4 Keberagaman informasi media massa selayaknya merefleksikan struktur dan isinya sesuai dengan keragaman realitas sosial. Tidak kalah dengan Tv lokal. MNC Music.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->