P. 1
2

2

|Views: 53|Likes:

2

2

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Sekolah Tinggi Teknologi Garut on Dec 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/17/2013

ANALISIS SISTEM JARINGAN KOMPUTER DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN GARUT LAPORAN KERJA PRAKTEK Diajukan Untuk

Memenuhi Salah Satu Persyaratan Kelulusan Mata Kuliah Kerja Praktek

Oleh A.Abdurahman Saleh 0706001

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT
Jalan Mayor Syamsu No.2 Telp/Fax.0262-232773, Jayaraga, Garut 44151

2011

A.ABDURAHMAN SALEH, 0706001 Analisis Sistem Jaringan Komputer di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut Dibawah bimbingan Bapak Nurdianto.S.Pd, MT. 91 Halaman +viii/55 Gambar/18 Tabel/9 Daftar Pustaka ABSTRAK
Sebuah organisasi memang sudah menjadi biasa memiliki lebih dari satu komputer yang masing-masing memiliki data dengan fungsi yagn berbeda, yang akan tetapi untuk mengkoordinir kebutuhan tersebut dibutuhkan suatu jaringan yang menghubungkan antar komputer sehingga memungkinkan terjadinya sharing data. Penelitian kerja praktek ini di lakukan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut adalah Analisis Sistem Jaringan Komputer yang meliputi seluruh aspek komponen sistem jaringan dengan metoda analisis yang meliputi tahapan identifikasi, pemahaman tentang jaringan komputer, serta menganalisis kinerja sistem jaringan komputer. Objek yang penelitian yang dikaji adalah lingkungan fisik dari sistem jaringan, topologi sistem jaringan, software dan hardware komputer yang mendukung terhadap sistem jaringan komputer, sistem operasi yang digunakan dalam setiap komputer, baik komputer yang bertindak sebagai server atau client, serta dalam penelitian ini dipokuskan pada analisis beban kerja dan kinerja sistem jaringan komputer serta tools-tools apa saja yang digunakan, maka untuk mengetahui bagaimana kinerja jaringan komputer perlu adanya pengukuran yang harus dilakukan diantaranya pengukuran koneksi jaringan dan pengukuran kecepatan mengakses internet di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut. Hasil analisis dijadikan dasar dari sistem jaringan berbasis komputer yang dapat meningkatkan efektivitas kerja serta dapat menghemat biaya, ruang dan waktu.

Kata Kunci: Jaringan komputer, server, client, topologi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia teknologi informasi (TI) saat ini semakin cepat memasuki berbagai bidang, sehingga akan menjadi pemicu untuk mendorong banyak Instansi atau Organisasi baik itu milik Swasta maupun organisasi kepemerintahan dengan tujuan untuk meningkatkan dan mengefisiensikan dalam proses penyelesaian pekerjaannya dengan menggunakan teknologi jaringan komputer yang di implementasikan di dalamnya sebagai solusi pemecahan masalah. Teknologi Informasi banyak di dimanfaatkan oleh berbagai kalangan organisasi karena mampu untuk menjadi solusi terbaik guna memecahkan Dengan di adopsinya sebuah jaringan komputer akan berbagai permasalahan dan akan meningkatkan daya saing terhadap kemajuan suatu organisasinya. menjadi solusi seperti komunikasi menjadi cepat, dapat saling berbagi pemakaian file data (sharing data) dengan komputer lain, tukar data atau pengiriman data menjadi cepat dan akurat, memungkinkan untuk berbagi sebuah printer yang terhubung kejaringan secara bersama-sama dalam area jaringan, lebih menghemat biaya, efisiensi kerja menjadi lebih meningkat, pemeliharaan file-file data lebih mudah dan di proteksi dan masih banyak yang lainya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut sebagai suatu instansi keperintahan Negara yang menaungi bidang sumberdaya Kepariwisataan dan seni budaya daerah di bawah pemerintahan Kabupaten Garut, sebagai instansi pemrintah yang dituntut loyalalitas kinerjanya dalam mengolah bidang keorganisasianya yang sudah ditunjang dengan teknologi informasi sebagai alat untuk menyelasaikan permasalahanya. Dengan di integrasikanya sistem jaringan komputer sebagai harapan untuk menyelasaikan beban kerja secara efektif dan efisien. Berdasar pemahaman diatas, sehinga diperlukan adanya analisis terhadap sistem jaingan komputer yang dintegrasikan didalam tubuh organisasi sebagai pemahan apakah sistem jaringan komputer tersebut telah memenuhi terhadap

beban kerja operasional organisasi. Adapun judul yang diambil adalah “ANALISIS SISTEM JARINGAN KOMPUTER DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN GARUT ”. 1.2 Identifikasi Masalah Identifikasi masalah dalam kerja praktek ini adalah: a. Apakah jaringan komputer berpengaruh terhadap efisiensi dan efektipitas kerja organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut b. Sejauh mana kesesuaian beban kerja organisasi terhadap performa (unjuk kerja) jaringan komputer 1.3 Tujuan Penelitian Mengetahui sejauh mana kesesuaian performa (unjuk kerja) jaringan komputer terhadap beban kerja organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut 1.4 Batasan Masalah Adapun batasan masalah dalam kerja praktek ini adalah sebagai berikut : Analisis di lakukan hanya pada bagian sistem jaringan komputer di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut 1.5 1.5.1 1. a. Metodologi Penelitian Metode Pengumpulan Data Untuk mengumpulkan data-data primer menggunakan teknik : Wawancara, teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung dengan memegang pada instrumen penelitian dalam bentuk pedoman-pedoman wawancara untuk mendapatkan jawaban langsung dari bagian-bagian yang terlibat dalam ruang lingkup penelitian. b. Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung bagaimana proses akumulasi sistem jaringan yang selama ini berjalan, sehingga dari sisi itu dapat diketahui informasi apa saja yang akan dianalisis.

c. 2.

Dokumen, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari berbagai dokumen yang ada pada sistem yang sedang berjalan. Untuk mengumpulkan data sekunder yaitu dengan menggunakan teknik studi kepustakaan, suatu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara membaca, mempelajari dan menganalisa bukubuku yang berkaitan dengan masalah yang berhubungan dengan penelitian ini. 1.5.2 Metode Analisis Adapun metode analisis sistem adalah Identify, Understand, Analize, dan Report, (ref: Pressman). • Identify, mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahapan analisis sistem. Masalah (problem) dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang di inginkan untuk dipecahkah. • • • 1.6 Understand, mempelajari dan memahami secara terperinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Analize, langkah ini dilakukan berdasarkan hasil telaah yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Report, yaitu tahapan akhir untuk membuat laporan hasil analisis.

Kerangka Pemikiran a. Studi Pendahuluan, teknik dalam meninjau suatu objek kerja praktek b. Studi Kepustakaan, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mempelajari dan menganalisa beberapa referensi buku pengumpulan data dengan cara mempelajari beberapa dokumen, literatur, atau file-file yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang ada dalam ruang lingkup penelitian ini. c. Analisis, yaitu proses pengumpulan data dan menganalisis sistem yang berjalan. d. Kesimpulan, yaitu menjelaskan tentang usulan hasil akhir dari penelitian kerja praktek yang telah dilakukan.

START

Studi Pendahuluan Studi Kepustakaan

Analisis Sistem

Kesimpulan

END

Gambar 1.1 : Flowchart Kerangka Pemikiran

1.7 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan laporan Kerja Praktek ini terdiri dari empat bab, agar lebih dipahami dari bab-bab tersebut, maka pada penulisan sistematika pembahasan ini dapat dijelaskan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi mengenai latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, metodologi penelitian, kerangka pemikiran, dan sistematika dari penulisan ini.

BAB II

LANDASAN TEORI Berisikan teori yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang disesuaikan dengan materi penelitian.

BAB III

ANALISIS SISTEM Yaitu proses identifikasi terhadap sistem yang sedang berjalan dengan menggunakan pendekatan metodologi analisis sebagai bahan acuan dalam proses analisis sistem.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN Berisikan kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan masalah yang telah dilakukan analisis sebelumnya, serta saran-saran yang mungkin dapat diambil manfaat bagi pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sejarah Singkat Jaringan Komputer Sejarah jaringan komputer global ( dunia ), dimulai pada tahun 1969, ketika Departemen Pertahan Amerika, membentuk Defense Advance Research Projects Agency ( DARPA ) yang bertujuan mengadakan riset mengenai ‘cara menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik’. Pada tahun yang sama pula, dua orang ahli komputer Vinton Cerf dan Bob Khan mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui lebih dari satu juta komputer. Pada tahun yang sama muncul satu istilah yang beken, yaitu Surfing ( Menjelajah ). Tahun 1994, situs-situs dunia mulai tumbuh dengan subur ( setidaknya, saat itu terdapat 3.000 alamat halaman ) dan bentuk pertama kalinya Virtual Shopping atau e-retail muncul diberbagai situs. 2.2 Pengertian Jaringan Komputer Berikut ini bebererapa definisi jaringan komputer sebagai berikut: “Jaringan Komputer adalah sekumpulan “interkoneksi” antara dua komputer atau lebih yang terhubung dengan media tranmisi kabel atau tanpa kabel (wireless)” (Melwin safrizal, 2005). “Jaringan komputer dapat diartikan sebagai sebuah rangkaian dua atau lebih komputer. Komputer-komputer ini akan dihubungkan satu sama lain dengan sebuah sistem komunikasi. Dengan jaringan komputer ini dimungkinkan bagi setiap komputer yang terjaring di dalamnya dapat saling tukar-menukar data, program, dan sumber daya komputer lainnya seperti media penyimpanan, printer, dan lain-lain” (Andrew S Tanenbaum, 1997). Beberapa manfaat dan tujuan dibangunnya jaringan komputer adalah: o Sharing Resource

Bertujuan agar seluruh program, peralatan, dan data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komuter tanpa terpengaruh oleh lokasi resource dan pemakai. Contohnya adalah pemakaian printer secara bersama-sama o Media Komunikasi Jaringan komputer memungkinkan adanya komunikasi dengan pengguna lain yang jaraknya berjauhan. Komunikasi ini dapat berupa gambar, suara, text dan lain sebagainya. o Integrasi Data Dengan jaringan komputer proses pengolahan data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, tetapi dapat dilakukan di komputer-komputer yang lain. Oleh karena itu akan dapat terbentuk data yang terintegrasi sehingga memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat. Contohnya adalah program database yang bersifat client-server. o Hiburan Jaringan komputer dapat dijadikan sebagai media hiburan bagi penggunanya. Contohnya chatting, game online, facebook, twitter, dan lain sebagainya. o Efisiensi waktu, tenaga dan informasi Jaringan komputer yang dapat mengintegrasikan data, komunikasi pengguna jarak jauh, berbagi data, tentunya akan menghemat waktu dan tenaga dalam pencarian data dan yang dihasilkan adalah data terkini. 2.3 Tipe Jaringan Menurut fungsi komputer pada sebuah jaringan, maka tipe jaringan dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu: 1. Jaringan Peer to Peer Pada jaringan peer to peer setiap komputer yang terhubung pada jaringan dapat berkomunikasi dengan komputer-komputer lain secara langsung tanpa perantara. Pada jaringan tipe ini sumber daya komputer terbagi pada seluruh komputer yang terhubung pada jaringan tersebut, baik sumber daya berupa perangkat keras maupun perangkat lunak. Mengingat dari kondisis diatas dimana

terdapat beberapa terminal komputer yang dihubungkan dengan kabel. Secara prinsip, hubungan jaringan peer to peer ini adalah bahwa setiap komputer dapat berfung sebagai server (penyedia layanan) dan client. Pada jaringan ini sumber daya terbagi pada seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut, baik sumber daya yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak dan datanya. Komputer yang terhubung dalam jaringan peer to peer pada prinsipnya mampu untuk bekerja sendiri sebagai sebuah komputer stand alone.

Gambar 2.1 Jaringan Peer to Peer [Sumber: Madcom, 2003]

2.

Jaringan Client-Server Berbeda dengan jaringan peer to peer, pada jaringan client-server terdapat

sebuah komputer yang berfungsi sebagai server sedangkan komputer-komputer yang lain berfungsi sebagai client. Sesuai dengan namanya maka komputer server berfungsi dan bertugas melayani seluruh komputer yang terdapat dalam jaringan tersebut. Pada sebuah jaringan komputer dimungkinkan untuk digunakannya lebih dari satu komputer server, bahkan dengan kemampuan dan fasilitas yang berbeda, sedangkan komputer-komputer client sesuai dengan namanya menerima pelayanan dari komputer server, komputer-komputer ini juga disebut dengan workstation, yaitu komputer dimana pengguna jaringan dapat mengakses dan memanfaatkan pelayanan yang diberikan komputer server. Dalam sebuah jaringan

komputer demikian.

biasanya

workstation

menggunakan

komputer

yang

memiliki

kemampuan yang lebih rendah dari komputer server, meskipun tidak selalu

Gambar 2.2 Jaringan Client Server [Sumber: Madcom, 2003]

2.4

Arsitektur Jaringan Komputer Selain tipe jaringan, hal lain yang berkaitan dengan bentuk jaringan

komputer adalah arsitektur jaringan komputer tersebut. Arsitektur sebuah jaringan komputer dibedakan menjadi arsitektur fisik dan arsitektur logic. Aristektur fisik berkaitan dengan susunan fisik jaringan. Sedangkan arsitektur logic berkaitan dengan logika hubungan masing-masing komputer dalam jaringan.

2.4.1

Bentuk-bentuk Arsitektur Jaringan Secara Fisik

1. Topologi Bus. Pada topologi bus seluruh komputer dalam sebuah jaringan terhubung pada sebuah bus atau jalur komunikasi data (kabel). Komputer-komputer tersebut berkomunikasi dengan cara mengirim dan mengambil disepanjang bus tersebut.

Topologi ini merupakan topologi jaringan yang paling sederhana dan biasanya jaringan ini menggunakan media yang berupa kabel coaxial dan mengunakan T Konektor sebagai penghubungnya. Karena seluruh proses komunikasi data menggunakan satu bus (jalur) saja maka topologi ini memiliki kelemahan pada tingkat komunikasi data yang cukup padat. Pada kondisi lalulintas data padat kemungkinan terjadinya tabrakan komunikasi antara beberapa komputer menjadi sangat besar. Hal ini akan berakibat turunya kecepatan lalulintas data, yang pada akhirnya menurunkan kinerja jaringan secara keseluruhan. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu: Keuntungan hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah di kembangkan, sedangkan kerugiannya deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, Kepadatan lalu lintas, bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi, dan diperlukan repeater untuk jarak jauh.

Gambar 2.3 Topologi Bus [Sumber: http://smk-yppt-garut-top.net, 2011]

2. Topologi Ring Sesuai dengan namanya ring atau cincin, pada topologi ini seluruh komputer dalam jaringan terhubung pada sebuah jalur data yang menghubungkan komputer satu dengan lainya secara sambung menyambung sedemikian rupa sehingga menyerupai sebuah cincin atau ring. Dalam sistem jaringan ini data dikirim secara berkeliling sepanjang jaringan. Setiap komputer yang akan mengirim data komputer lain dalam jaringan akan menempatkan data tesebut

kedalam ring ini. Selanjutnya komputer yang dituju akan mengambil data tersebut dari ring. Seperti halnya dengan jaringan topologi bus, jaringan ini mempunyai kelemahan dimana bila terjadi gangguan pada salah satu titik atau lokasi dalam jaringan maka akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Namun demikian jaringan ini memiliki kecepatan yang lebih baik dibanding dengan jaringan topologi bus.

Gambar 2.4 Topologi Ring [Sumber: http://smk-yppt-garut-top.net, 2011] 3. Topologi Star Berbeda dengan kedua topologi diatas yang menggunakan satu bus untuk berkomunikasi, dalam topologi ini masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan kepusat atau sentral dengan menggunakan jalur (bus) yang berbeda, komunikasi pada jaringan diatur di sentral jaringan. Dengan digunakanya jalur yang berbeda untuk masing-masing komputer manakala jika terjadi gangguan atau masalah pada salah satu titik dalam jaringan tidak akan mempengaruhi bagian jaringan yang lain. Topologi jaringan seperti ini memungkinkan kecepatan komunikasi data yang lebih baik jika dibandingkan dengan topologi yang lain (bus, dan ring). Kelemahan topologi ini adalah bahwa kinerja jaringan sangat dipengaruhi oleh kemampuan sentral dari jaringan tersebut.

Gambar 2.5 Topologi Star [Sumber: Madcom, 2003]

4. Topologi Mesh Topologi mesh adalah topologi yang didesain untuk memiliki tingkat restorasi, dengan berbagai alternatif rute yang umumnya disiapkan melalui dukungan perangkat lunak. Setiap peripheral yang berada dijaringan ini dihubungkan secara langsung (point to point) kesetiap peripheral dalam jaringan. Topologi mesh diimplementasikan untuk menyediakan perlindungan semaksimal mungkin pada pengiriman data. Jaringan mesh menerapkan hubungan sentral secara penuh pada peripheral yang terhubung dengannya.

Gambar 2.6 Topologi Mesh [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

5.

Topologi Tree/Hybrid Jaringan topologi tree disebuat juga dengan topologi hybrid karena

beberapa sistem rangkaian yang berbentuk star disambungkan pada topologi bus yang berperan sebagai tulang punggung jaringan. Topologi tree digunakan untuk menghubungkan antar sentral dengan beberapa hirarki jaringan yang berbeda.

Gambar 2.7 Topologi Tree/Hybrid. [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010].

2.4.2

Arsitektur Jaringan Komputer Secara Logika 1. Arsitektur ArcNet Arsitektur jaringan ini sudah tidak begitu populer, arsitektur ini

dikembangkan oleh Datapoint Corp. Dan standarisasinya tidak diterbitkan oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engeneer).

Arsitekttur jaringan ini bekerja dengan topologi jaringan bus maupun star dengan menggunakan media komunikasi berupa kabel coaxial RG-62A/U yang memiliki impedansi 93 ohm.

Gambar 2.8 Arsitektur ArcNet. [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010].

2.

Arsitektur Token Ring Jaringan Token Ring ini dikembangkan oleh IBM dan standarisasi yang

digunakan adalah standar IEEE 802.5. Meskipun menggunakan topologi star dengan menggunakan perangkat hub atau concentrator, namun pada dasarnya seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan berada dalam satu lingkaran (ring).

Gambar 2.9. Arsitektur Token Ring [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010].

3.

Arsitektur Ethernet Arsitektur jaringan Ethernet bisa dikatakan sebagai bentuk jaringan yang

paling banyak digunakan. Media komunikasi yang banyak digunakan pada jaringan ini adalah kabel UTP (Unshielded twister Pair).

Gambar 2.10 Arsitektur Ethernet. [[Sumber: http://smk-yppt-garut-top.net, 2011]

4.

Arsitektur FDDI FDDI (Fiber Distributed Data Interface), merupakan suatu protokol

jaringan yang menghubungkan antara dua atau beberapa jaringan yang jaraknya berdekatan ataupun berjauhan dengan menggunakan metoda token ring atau cincin.

Gambar 2.11 Arsitektur FDDI. [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]. 5. Arsitektur ATM

ATM (Asynchronous Transfer Model) merupakan teknologi jaringan berkecapatan tinggi yang mampu mengirim data, suara, dan video secara real time. ATM merupakan interface transfer paket yang efisien. ATM menggunakan paket-paket dengan ukuran tertentu yang disebut dengan cell. Karena menggunakan ukuran tertentu ini, ATM menghasilkan skema yang efisien bagi pentransmisian pada jaringan berkecapatan tinggi.

Gambar 2.12 Arsitektur ATM. [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010].

6.

Arsitektur Arcnet Arcnet (Attached Resource Computer network) didesain untuk sistem

komputer datapoint dan dikembangkan oleh Datapoint Corporation. Arcnet menggunakan ukuran frame kecil, yaitu 507 byte, didesain agar handal dan tahan terhadap kerusakan pada kabel dan station, serta hanya memberikan dampak yang kecil terhadap sisa jaringan.

Gambar 2.13 Arsitektur Arcnet. [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]. 2.5 Jaringan Komputer Berdasarkan Cakupan Area. Macam-macam jaringan komputer bila dilihat berdasarkan luang lingkup dan luas jangkauannya, dapat dibedakan menjadi beberapa bagaian: 2.5.1 LAN (Local Area Network)

Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. • • • Terdapat beberapa keuntungan menggunakan LAN adalah: Dapat menghubungkan komputer dalam jumlah banyak. Akses antar komputer, baik tukar menukar data berlangsung cepat dan mudah.

Dapat saling menukar informasi dengan pengguna diluar area apabila terhubung dengan internet.

Gambar 2.14 Jaringan LAN [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

2.5.2

Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolititan Area network (MAN) merupakan pengembangan dari LAN. Jaringan ini terdiri dari beberapa jaringan LAN yang saling terkoneksi. Letak jaringan ini bisa berjauhan atau dapat menjangkau lokasi yang berbeda tempat. MAN biasanya digunakan oleh sebuah perusahaan dalam satu kota, antar kampus, atau universitas. Sebuah MAN biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa jaringan kecil kedalam lingkungan area yang lebih besar. Man biasanya mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. Man hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunya elemen switching, yang berfungsi untuk

mengatur paket melaui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadii lebih sederhana. Aspek penting dari sebuah MAN adalah adanya sebuah medium broadcast (untuk 802.6, dua buah kabel) tempat semua komputer dihubungkan.

Gambar 2.15 Jaringan MAN [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

2.5.3

Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) merupakan bentuk jaringan komputer yang terdiri dari LAN dan MAN. Jaringan WAN telah memenuhi berbagai kebutuhan sistem jaringan. Biasanya WAN lebih rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan LAN maupun MAN, meski demikian antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup area jangkauan yang berbeda satu dengan lainya.

Jaringan WAN terbatas untuk bidang geografis yang tidak terlalu luas. Pada saat suatu jaringan diperluas, maka diperlukan teknologi yang berbeda. Dalam sistem jaringan WAN, kita dapat mengkases resource yang bukan milik kita sendiri.

Gambar 2.16 Contoh Jaringan WAN [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

2.5.4

Internet

Internet merupakan suatu jaringan komputer yang terdiri dari LAN maupun WAN, serta internet untuk akses global. Internet dapat diartikan hanya memberikan layanan bagi sekelompok pengguna komputer yang terhubung dengan LAN maupun WAN untuk mengakses internet dalam lingkup lokal saja. Internet merupakan gabungan dari LAN dan WAN yang berada di sebuah jaringan komputer dunia, sehingga terbentuk jaringan komputer dengan skala yang lebih luas dan mengglobal. Jaringan internet menggunakan protokol TCP/IP dalam mengirimkan paket data.

2.6

Elemen-Elemen Jaringan.

Untuk berdirinya sebuah sistem jaringan komputer maka dibutuhkan komponen-komponen penunjang yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi, elemen-elemen jaringan tersebut dijadikan sebagai penunjang terhadap jaringan komputer karena dapat berupa pernagkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang akan menunjang terhadap kinerja jaringan.

2.6.1

Elemen-elemen Hardware (Perangkat keras).

Komponen-komponen hardware secara fisik terdiri dari: PC (personal computare), Network Interface Card (kartu jaringan) ,konektor, Kabel jaringan, dan konsentrator. 1. PC (personal computare) Personal komputer akan sangat menetukan untuk media bekerja atau interaksi dengan jaringan tersebut. Personal komputer sangat medukung terhadap keberlangsungan aktipitas jaringan baik yang difungsikan hanya sebagai server atau komputer yang khusus didesain sebagai server saja (penyedia layanan) atau sebagai komuter client.

Gambar 2.17 Personal Computare dan Server [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

2.

Network Interface Card (kartu jaringan) Kartu jaringan merupakan perangkat yang sangat penting dan paling utama, agar sebuah komputer dapat terhubung ke suatu jaringan maka komputer tersebut harus dilengkapi dengan perangkat berupa kartu jaringan atau NIC (network Interface Card). Kartu ini berupa sebuah kartu ekspansi yang dipasang pada salah satu slot ekspansi pada mainboard yang telah disesuaikan jenisnya. Pada kartu jaringan terdapat sebuah konektor yang berfungsi untuk memasang kabel komunikasi jaringan, konektor yang tersedia sesuai dengan jenis atau tipe kabel yang digunakan.

Gambar 2.18 Kartu Jaringan [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010] Kartu jaringan memiliki standar yang diberikan oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engeneers) sebagai pengembang utama kartu jaringan. Adapun standarnya adalah: o Standar IEEE 802.3 Panjang Maksimal Tipe Kabel

Standar

10 Base 5 10 Base 2 10 Base 2

500 m 185 m 100 m

50Ω Thick Co-Axial 50Ω Thick Co-Axial Cat 3,4,5 UTP

Tabel 2.1 Standar IEEE 802.3. [Sumber: Madcom, 2008].

o

Standar IEEE 8023.u/Fast Ethernet Panjang Maksimal 100 m 100 m 100 m 200 m (Full Duflex) 1000 m Tipe Kabel Cat 5 UTP Cat 3 UTP Cat 3,4,5 UTP FDDI Multi-Mode FDDI Single-Mode

Standar 100 Base Tx 100 Base T4 100 Base T2 100 Base Fx 100 Base FX

Tabel 2.2 Standar IEEE 8023.u/Fast Ethernet [Sumber: Madcom, 2008]. oStandar IEEE 802.3z/Gigabit Ethernet Standar 100 Base Sx 100 Base Lx 100 Base Cx 100 Base T Panjang Maksimal 220-550 m 3000 m 25 m 100 m Tipe Kabel FDDI Multi-Mode FDDI Multi-Mode Shieled Copper CAT 5 UTP

Tabel 2.3. Standar IEEE 802.3z/Gigabit Ethernet [Sumber: Madcom, 2008]. 3. Konektor

Konektor adalah peripheral yang dipasangkan pada ujung kabel UTP, tujuannya yaitu agar kabel dapat dipasang pada Port kartu jaringan, dan kebanyakan konektor yang dipakai dalam jaringan adalah konektor RJ-45, untuk dapat memasangkanya diperlukan sebuah alat khusus yaitu plug crimer (crimping tool).

Gambar 2.19 Contoh Konektor RJ-45 [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

4.

Kabel Jaringan. Sebagai media komunikasi dan transfer data dalam jaringan komputer terdapat bermacam-macam media seperti kabel, glombang frekuensi, dan lain sebagainya. Media kabel banyak digunakan karena mudah didapat dan mudah instalasinya. Komputer membutuhkan sebuah alat sebagai media tranmisi untuk dapat terhubung dan melakaukan kegiatan dijaringan. Ada bermacam-macam kabel jaringan dengan karakteristik yang berbeda, diantaranya adalah:

4.1

Twisted Pair Kabel twisted-pair terdiri atas dua jenis yaitu shielded twisted pair biasa

disebut STP dan unshielded twisted pair (tidak memiliki selimut) biasa disebut UTP. Kabel twisted-pair terdiri atas dua pasang kawat yang terpilin. Twisted-pair lebih tipis, lebih mudah putus, dan mengalami gangguan lain sewaktu kabel terpuntir atau kusut. Keunggulan dari kabel twisted-pair adalah dampaknya terhadap jaringan secara keseluruhan: apabila sebagian kabel twisted-pair rusak,

tidak seluruh jaringan terhenti, sebagaimana yang mungkin terjadi pada coaxial. Kabel twisted-pair terbagi atas dua yaitu: • • Shielded Twisted-Pair (STP) Unshielded Twisted-Pair (UTP)

a.

Shielded Twisted Pair (STP)

Kabel STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan kabel. STP yang peruntukan bagi instalasi jaringan ethernet, memiliki resistansi atas interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan ukuran fisik kabel. Kabel Shielded Twister-Pair nyaris memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama dengan kabel UTP. Satu hal keunggulan STP adalah jaminan proteksi jaringan dari interferensi-interferensi eksternal, sayangnya STP sedikit lebih mahal dibandingkan UTP.Tidak seperti kabel coaxial, lapisan pelindung kabel STP bukan bagian dari sirkuit data, karena itu perlu diground pada setiap ujungnya. Pada prakteknya, melakukan ground STP memerlukan kejelian. Jika terjadi ketidak tepatan, dapat menjadi sumber masalah karena bisa menyebabkan pelindung bekerja sebagai layaknya sebuah antena; menghisap sinyal-sinyal elektrik dari kawat-kawat dan sumber-sumber elektris lain disekitarnya. Kabel STP tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh sebagaimana media-media lain (seperti kabel coaxial) tanpa bantuan device penguat (repeater).

Gambar 2.20 Kabel Shielded Twisted Pair (STP) [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

b.

Unshielded Twisted-Pair

Secara fisik, kabel Unshielded Twisted-Pair terdiri atas empat pasang kawat medium. Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Tipe kabel ini semata-mata mengandalkan efek konselasi yang diproduksi oleh pasanganpasangan kawat, untuk membatasi degradasi sinyal. Seperti halnya STP, kabel UTP juga harus mengikuti rule yang benar terhadap beberapa banyak tekukan yang diizinkan perkaki kabel. UTP digunakan sebagai media networking dengan impedansi 100 Ohm. Hal ini berbeda dengan tipe pengkabelan twister-pair lainnya seperti pengkabelan untuk telepon. Karena UTP memiliki diameter eksternal 0,43 cm, ini menjadikannya mudah saat instalasi. UTP juga mensuport arsitektur-arsitektur jaringan pada umumnya sehingga menjadi sangat popular.
• • • •

Kecepatan dan keluaran: 10 – 100 Mbps Biaya rata-rata per node: murah Media dan ukuran: kecil Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek). Kabel UTP memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dipasang,

ukurannya kecil, juga harganya lebih murah dibanding media lain. Kekurangan kabel UTP adalah rentang terhadap efek interferensi elektris yang berasal dari media atau perangkat-perangkat di sekelilingnya. Meski begitu, pada prakteknya para administrator jaringan banyak menggunakan kabel ini sebagai media yang efektif dan cukup diandalkan. Untuk UTP terdapat pula pembagian jenis yakni: o Category 1 : sifatnya mampu mentransmisikan data kecepatan rendah. Contoh: kabel telepon.

o

Category 2 : sifatnya mampu mentransmisikan data lebih cepat dibanding category 1. Dapat digunakan untuk transmisi digital dengan bandwidth hingga 4 MHz.

o o o

Category 3 : mampu mentransmisikan data hingga 16 MHz. Category 4 : mamu mentransmisikan data hingga 20 MHz. Category 5 : digunakan untuk transmisi data yang memerlukan bandwidth hingga 100 MHz.

Gambar 2.21 kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

4.2

Kabel Coaxial Kabel coaxial atau popular disebut “coax” terdiri atas konduktor silindris

melingkar, yang mengelilingi sebuah kabel tembaga inti yang konduktif. Untuk LAN, kabel coaxial menawarkan beberapa keunggulan. Diantaranya dapat dijalankan dengan tanpa banyak membutuhkan bantuan repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh diantara node network, dibandingkan kabel STP atau UTP. Repeater juga dapat diikutsertakan untuk meregenerasi sinyal-sinyal dalam jaringan coaxial sehingga dalam instalasi network cukup jauh dapat semakin optimal. Kabel coaxial juga jauh lebih murah dibanding Fiber Optic, coaxial merupakan teknologi yang sudah lama dikenal. Digunakan dalam berbagai tipe komuniksai data sejak bertahun-tahun, baik di jaringan rumah, kampus, maupun perusahaan.

Kecepatan dan keluaran: 10 -100 Mbps

• • •

Biaya rata-rata per node: murah Media dan ukuran konektor: medium Panjang kabel maksimum: 200m (disarankan 180m) untuk thin-coaxial dan 500m untuk thick-coaxial. Saat bekerja dengan kabel, penting bagi kita untuk mempertimbangkan

ukurannya; seperti ketebalan, diameter, pertambahan kabel sehingga akan menjadi pertimbangan atas kesulitan saat instalasi dilapangan. Kita juga harus ingat bahwa . Tipe kabel coaxial ini sering disebut dengan thicknet, namun dewasa ini sudah banyak ditinggalkan. Kabel coaxial lebih mahal saat diinstal dibandingkan kabel twisted-pair.

Gambar 2.22 kabel Coaxial. [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]. 4.3 Fiber Optic Kabel fiber optic merupakan media networking yang mampu digunanakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Jika dibandingkan media-media lain, fiber optic memiliki harga lebih mahal, tetapi cukup tahan terhadap interferensi elektromagnetis dan mampu beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi. Kabel fiber optic dapat mentransmisikan puluhan juta bit digital perdetik pada link kabel optic yang beroperasi dalam sebuah jaingan komersial Tipe-tipe kabel fiber optic:

Kabel single mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8.3 hingga 10 micron. (satu micron besarnya sekitar 1/250 tebal rambut manusia)

Kabel multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass, dengan kombinasi (range) diameter 50 hingga 100 micron. Setiap fiber dalam kabel multimode mampu membawa sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundel kabel.

Plastic Optical Fiber merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki performa familiar dengan kabel single mode, tetapi harganya sedikit murah.

Gambar 2.23 kabel Fiber Optic [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

5.

Konsentrator Perangkat bantu jaringan yang berfungsi sebagai tempat untuk menerima file-file data dari komputer untuk kemudian meneruskannya kekomputer lain atau ketempat lain pada suatu jaringan. Tedapat beberapa alat yang biasa digunakan dalam jaringan diantaranya .

5.1

Hub

Hub sebagai pusat konsentrasi kabel-kabel jaringan atau sebagai sentral jaingan. Alat ini berfungsi untuk mengatur komunikasi data dalam jaringan fisik komputer. Selain itu alat ini juga berfungsi untuk mengontrol terjadinya gangguan fisik dalam jaringan sehingga jika terjadi kerusakan atau gangguan pada salah satu bagian dalam jaringan maka tidak akan mempengaruhi jaringan lain.

Gambar 2.24 Hub Dengan Jumlah Port 8. [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

5.2

Switch Switch sebenarnya hampir sama dengan hub, tetapi ada perebedaan yaitu

pada kecepatan akses lebih besar dibanding dengan hub, dan switch

hanya

mentransfer data yang diterimanya, kemudian meneruskan hanya pada port yang dituju saja. Untuk jaringan yang lebih luas seperti internet, switch masih tetap membutuhkan router untuk tetap meneruskan paket-paket data sebagai hub. Karena menawarkan kinerja transfer dan akses data yang lebih baik sehingga sering menjadi pilihan utama daripada hub. Switch juga mampu melakukan fungsi routing, sehingga dinamakan dengan IP switch, tetapi hanya beberapa switch saja yang mampu melakukanya.

Gambar 2.25 Switch Dengan Jumlah Port 12.

[Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010] 5.3 Repeater

Repeater merupakan alat yang dapat menerina sinyal digital dan memperkuatnya untuk diteruskan kembali. Repeater juga dapat mempanjang jarak tranmisi data dan mampu memperkecil noice pada sinyal tranmisi yang akan datang.

Gambar 2.26 Repeater [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

5.4

Bridge Alat yang dapat menghubungkan sebuah LAN dengan LAN yang lain,

apabila keduanya menggunakan teknologi yang sama, yang bekerja pada level data link layer pada model jaringan OSI. Bridge dapat menyambungkan jaringan dengan metode tranmisi medium acces control yang berbeda, serta mampu memisahkan suatu paket data yang harus dikirimkan pada jaringaya sendiri atau pada jaringan yang lain. Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada jaringan yang lebih luas yang dinamakan brouter (bridge-router), juga dapat mengkopi frame data dari suatu jaringan ke jaringan yang lain.

Gambar 2.27 Bridge [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010] 5.5 Router Router merupakan suatu alat yang berfungsi menentukan pada titk mana suatu paket data harus diteruskan ke jaringan yang lain. Router akan memilih jalan terdekat untuk meneruskan paket aplikasi data. Fungsi utamanya adalah untuk me-routing ke paket-paket data dengan suatu segmen jaringan yang berbeda router dapat menetukan jaringan mana yang berhak mengkases suatu paket data yang diberikan oleh router tersebut.

Gambar 2. 28 Router [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

5.6

Modem

Modem (Modulator Demodulator) merupakan alat yang berfungsi sebagai media yang menerima dan mengirimkan sinyal digital menjadi analog dan sebaliknya sinyal analaog menjdi sinyal digital melalui saluran telepon.

Gambar 2.29 Modem [Sumber: Farah Febrian, www.tkjdua.blogspot.com, 2010]

2.6.3.

Elemen-elemen Software (perangkat lunak) Jaringan Pemilihan perangkat lunak terutama sistem operasi dalam jaringan

sangatlah penting terutama terhadap pemilihan sistem operasi server karena akan mempengaruhi terhadap sistem jaringan, terdapat beberapa sistem operasi yang dikhususkan untuk server antara lain.

1. a.

Sistem Operasi Server Windows NT/2000 Server

Salah satu sistem operasi yang dikeluarkan oleh Microsoft yang paling populer. Windows NT diluncurkan dalam beberapa edisi, meskipun produk tersebut dibangun dari kode sumber yang sama, yaitu sebagai berikut: 1. 2. 3. Windows NT Workstation, yang dikhususkan untuk penggunaan pada workstation jaringan. Windows NT Server, yang dikhususkan untuk penggunaan pada server jaringan. Windows NT Enterprise Server atau Windows NT Advanced Server, yang sama-sama ditujukan untuk penggunaan pada server jaringan, tetapi menawarkan lebih banyak fungsi dan fitur daripada Windows NT Server standar. Kebutuhan perangkat keras minimum untuk menjalankan Windows NT Ruangan kosong

Versi Windows NT

CPU

RAM

NT 3.51 Workstation NT 4.0 Workstation

386 atau 486/25 MHz 486, 33 MHz

12 MB 90 MB 12 MB 124 MB

2000 Professional

Kelas Intel Pentium, 133 32 MB 650 MB MHz Kelas Intel Pentium MMX, 233 MHz Kelas Intel Pentium MMX, 233 MHz

XP

64 MB 1.5 GB

Fundamentals for Legacy PCs

64 MB 610 MB

Tabel 2.4 Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Keras Untuk Dapat Menjalankan Windows NT/2000 Server b. Novell NetWare

Novell NetWare adalah sebuah sistem operasi jaringan yang umum digunakan dalam komputer IBM PC atau kompatibelnya. Sistem operasi ini dikembangkan oleh Novell, dan dibuat berbasiskan tumpukan protokol jaringan Xerox XNS. NetWare telah digantkan oleh Open Enterprise Server (OES). Versi terakhir dari NetWare hingga April 2007 adalah versi 6.5 Support Pack 6, yang identik dengan OES-NetWare Kernel, Support Pack 2.

c.

Linux Linux adalah sistem operasi yang berbasiskan open source dan free.

Terdapat beberapa distro linux yang dibangun khusus untuk server diantaranya adalah Redhat dan Mandriva.

2.

Sistem Operasi Client/Workstation Terdapat beberapa sistem operasi yang dapat di gunakan sebagai client

karena tidak terlalu jauh dengan server hanya kebutuhan untuk spesipikasi perangkat keras lebih ringan. Diantara beberapa sistem operasi yang banyak digunakan adalah sebagai berikut: o o o Microsoft Windows 9x/Me Microsoft Windows NT Workstation/2000 profesional/xp

profisional Linux ubuntu, fedora, suse,kubuntu,mandriva dari sistem operasi open source Linux.

2.7

Model OSI Layer

Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masingmasing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer . Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Untuk ringkasnya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.
N a m a u n it y a n g d ip e r tu k a r k a n A p p lic a t i o n p r o t o c o l P re s e n t a tio n p r o to c o l S e s s io n p r o to c o l T ra n s p o r t p ro to c o l C o m m u n ic a tio n s u b n e t b o u I n te r n e t s u b n e t p ro to N e tw o rk N e tw o rk N e tw o rk P h y s ic a l R o u te r D a t a L in k P h y s ic a l R o u te r A p p l ic a t i o nA P D U P r e s e n t a t i o Pn P D U S e s s io n S P D U T ra n s p o rt T P D U n d a ry co l N e tw o rk P a c k e t D a ta L in k F r a m e P h y s ic a l H o st B B it

L aye r 7 A p p lic a tio n In te rf a c e 6 P r e s e n ta tio n In te rf a c e 5 S e s s io n 4 3 2 1 T ra n s p o rt N e tw o rk D a ta L in k P h y s ic a l H o st A

N e tw o r k la y e r h o s t- ro u te r p r o to c o l D a ta L in k la y e r h o s t - r o u te r p r o to c o l P h y s ic a l la y e r h o s t- ro u te r p r o to c o l

Gambar 2.30 Model Referensi OSI

[Sumber: Tanenbaum, 1997] Model OSI memiliki tujuh layer. Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah : 1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda. 2. Setiap layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu. standar protocol internasional. 4. Batas-batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface. 5. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah layer juga harus diusahakan sedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai. Perlu dicatat bahwa model OSI itu sendiri bukanlah merupakan arsitektur jaringan, karena model ini tidak menjelaskan secara pasti layanan dan protokolnya untuk digunakan pada setiap layernya. Model OSI hanya menjelaskan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sebuah layer. Akan tetapi ISO juga telah membuat standard untuk semua layer, walaupun standard-standard ini bukan merupakan model referensi itu sendiri. Setiap layer telah dinyatakan sebagai standard internasional yang terpisah. 2.7.1 Karakteristik Lapisan OSI Ke tujuh lapisan dari model referensi OSI dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah. Lapisan atas dari model OSI berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya diimplementasi hanya pada software. Lapisan tertinggi (lapisan applikasi) adalah lapisan penutup sebelum ke pengguna (user), keduanya, pengguna dan lapisan aplikasi saling berinteraksi proses dengan software aplikasi yang berisi sebuah komponen komunikasi. Istilah lapisan atas kadang-kadang digunakan untuk menunjuk ke beberapa lapisan atas dari lapisan lapisan yang lain di model OSI. 3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan

Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transport data. Lapisan fisik dan lapisan data link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lapisan-lapisan bawah yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan terbawah, yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik (misalnya jaringan kabel), dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan informasi pada media jaringan. Tabel berikut ini menampilkan pemisahan kedua lapisan tersebut pada lapisan-lapisan model OSI.

Application Presentation Session Transport Network Data Link Physical

Application

Lapisan Atas

Data Transport

Lapisan Bawah

Tabel 2.5 : Pemisahan Lapisan Atas dan Lapisan Bawah Pada Model OSI [Sumber: Tanenbaum, 1997] 2.7.2 Protocol Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar komputer, tetapi model ini bukan merupakan metoda komunikasi. Sebenarnya komunikasi dapat terjadi karena menggunakan protokol komunikasi. Di dalam konteks jaringan data, sebuah protokol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana komputer bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protokol mengimplementasikan salah satu atau lebih dari lapisan-lapisan OSI. Sebuah variasi yang lebar dari adanya protokol komunikasi, tetapi semua memelihara

pada salah satu aliran group: protokol LAN, protokol WAN, protokol jaringan, dan protokol routing. Protokol routing adalah protokol lapisan jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan pengaturan lalu lintas. 2.7.3 a. Lapisan-lapisan Model OSI Physical Layer Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masingmasing pin? Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer. b. Data Link Layer Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan kenetwork layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian data link layer mentransmisikan frame tersebut secara berurutan, dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karena physical layer menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada data link layer-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame. Bila secara insidental pola-pola bit ini bisa ditemui pada data, maka diperlukan perhatian khusus untuk menyakinkan bahwa pola tersebut tidak secara salah dianggap sebagai batas-batas frame.

Terjadinya noise pada saluran dapat merusak frame. Dalam hal ini, perangkat lunak data link layer pada mesin sumber dapat mengirim kembali frame yang rusak tersebut. Akan tetapi transmisi frame sama secara berulang-ulang bisa menimbulkan duplikasi frame. Frame duplikat perlu dikirim apabila acknowledgement frame dari penerima yang dikembalikan ke pengirim telah hilang. Tergantung pada layer inilah untuk mengatasi masalah-masalah yang disebabkan rusaknya, hilangnya dan duplikasi frame. Data link layer menyediakan beberapa kelas layanan bagi network layer. Kelas layanan ini dapat dibedakan dalam hal kualitas dan harganya. Masalah-masalah lainnya yang timbul pada data link layer (dan juga sebagian besar layer-layer di atasnya) adalah mengusahakan kelancaran proses pengiriman data dari pengirim yang cepat ke penerima yang lambat. Mekanisme pengaturan lalu-lintas data harus memungkinkan pengirim mengetahui jumlah ruang buffer yang dimiliki penerima pada suatu saat tertentu. Seringkali pengaturan aliran dan penanganan error ini dilakukan secara terintegrasi. Saluran yang dapat mengirim data pada kedua arahnya juga bisa menimbulkan masalah. Sehingga dengan demikian perlu dijadikan bahan pertimbangan bagi software data link layer. Masalah yang dapat timbul di sini adalah bahwa frame-frame acknoeledgement yang mengalir dari A ke B bersaing saling mendahului dengan aliran dari B ke A. Penyelesaian yang terbaik (piggy backing) telah bisa digunakan. Jaringan broadcast memiliki masalah tambahan pada data link layer. Masalah tersebut adalah dalam hal mengontrol akses ke saluran yang dipakai bersama, untuk mengatasinya dapat digunakan sublayer khusus data link layer, yang disebut medium access sublayer.

c.

Network Layer Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah

desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang dihubungkan ke network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat

berbeda bagi setiap paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu. Bila pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket, maka ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas network layer. Karena operator subnet mengharap bayaran yang baik atas tugas pekerjaannya. seringkali terdapat beberapa fungsi accounting yang dibuat pada network layer. Untuk membuat informasi tagihan, setidaknya software mesti menghitung jumlah paket atau karakter atau bit yang dikirimkan oleh setiap pelanggannya. Accounting menjadi lebih rumit, bilamana sebuah paket melintasi batas negara yang memiliki tarip yang berbeda. Perpindahan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya juga dapat menimbulkan masalah yang tidak sedikit. Cara pengalamatan yang digunakan oleh sebuah jaringan dapat berbeda dengan cara yang dipakai oleh jaringan lainnya. Suatu jaringan mungkin tidak dapat menerima paket sama sekali karena ukuran paket yang terlalu besar. Protokolnyapun bisa berbeda pula, demikian juga dengan yang lainnya. Network layer telah mendapat tugas untuk mengatasi semua masalah seperti ini, sehingga memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda untuk saling terinterkoneksi.

d.

Transport Layer Fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer,

memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari. Dalam keadaan normal, transport layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang diperlukan oleh session layer. Bila koneksi transport memerlukan throughput yang tinggi, maka transport layer dapat membuat koneksi jaringan yang banyak. Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah

jaringan untuk meningkatkan throughput. Transport layer juga menentukan jenis layanan untuk session layer, dan pada gilirannya jenis layanan bagi para pengguna jaringan. Jenis transport layer yang paling populer adalah saluran error-free point to point yang meneruskan pesan atau byte sesuai dengan urutan pengirimannya. Akan tetapi, terdapat pula jenis layanan transport lainnya. Layanan tersebut adalah transport pesan terisolasi yang tidak menjamin urutan pengiriman, dan membroadcast pesan-pesan ke sejumlah tujuan. Jenis layanan ditentukan pada saat koneksi dimulai. Transport layer merupakan layer end to end sebenarnya, dari sumber ke tujuan. Dengan kata lain, sebuah program pada mesin sumber membawa percakapan dengan program yang sama dengan pada mesin yang dituju. Pada layer-layer bawah, protokol terdapat di antara kedua mesin dan mesin-mesin lain yang berada didekatnya. Protokol tidak terdapat pada mesin sumber terluar atau mesin tujuan terluar, yang mungkin dipisahkan oleh sejumlah router. Perbedaan antara layer 1 sampai 3 yang terjalin, dan layer 4 sampai 7 yang end to end. Sebagai tambahan bagi penggabungan beberapa aliran pesan ke satu channel, transport layer harus hati-hati dalam menetapkan dan memutuskan koneksi pada jaringan. Proses ini memerlukan mekanisma penamaan, sehingga suatu proses pada sebuah mesin mempunyai cara untuk menerangkan dengan siapa mesin itu ingin bercakap-cakap. Juga harus ada mekanisme untuk mengatur arus informasi, sehingga arus informasi dari host yang cepat tidak membanjiri host yang lambat. Mekanisme seperti itu disebut pengendalian aliran dan memainkan peranan penting pada transport layer (juga pada layer-layer lainnya).

e.

Session Layer Session layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session

dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk

memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya. Sebuah layanan session layer adalah untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu lintas bergerak dalam bentuk dua arah pada suatu saat, atau hanya satu arah saja. Jika pada satu saat lalu lintas hanya satu arah saja (analog dengan rel kereta api tunggal), session layer membantu untuk menentukan giliran yang berhak menggunakan saluran pada suatu saat. Layanan session di atas disebut manajemen token. Untuk sebagian protokol, adalah penting untuk memastikan bahwa kedua pihak yang bersangkutan tidak melakukan operasi pada saat yang sama. Untuk mengatur aktivitas ini, session layer menyediakan token-token yang dapat digilirkan. Hanya pihak yang memegang token yang diijinkan melakukan operasi kritis. Layanan session lainnya adalah sinkronisasi. Ambil contoh yang dapat terjadi ketika mencoba transfer file yang berdurasi 2 jam dari mesin yang satu ke mesin lainnya dengan kemungkinan mempunyai selang waktu 1 jam antara dua crash yang dapat terjadi. Setelah masing-masing transfer dibatalkan, seluruh transfer mungkin perlu diulangi lagi dari awal, dan mungkin saja mengalami kegagalan lain. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah ini, session layer dapat menyisipkan tanda tertentu ke aliran data. Karena itu bila terjadi crash, hanya data yang berada sesudah tanda tersebut yang akan ditransfer ulang.

f.

Pressentation Layer Pressentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk

menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer-layer di bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat lainnya, presentation layer memperhatikan syntax dan semantik informasi yang dikirimkan. Satu contoh layanan pressentation adalah encoding data. Kebanyakan pengguna tidak memindahkan string bit biner yang random. Para pengguna saling

bertukar data sperti nama orang, tanggal, jumlah uang, dan tagihan. Item-item tersebut dinyatakan dalam bentuk string karakter, bilangan interger, bilangan floating point, struktur data yang dibentuk dari beberapa item yang lebih sederhana. Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter (misalnya, ASCII dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu dan komplemen dua), dan sebagainya. Untuk memungkinkan dua buah komputer yang memiliki presentation yang berbeda untuk dapat berkomunikasi, struktur data yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak, sesuai dengan encoding standard yang akan digunakan “pada saluran”. Presentation layer mengatur datastruktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang digunakan pada sebuah komputer menjadi representation standard jaringan, dan sebaliknya.

g.

Application layer Application layer terdiri dari bermacam-macam protokol. Misalnya

terdapat ratusan jenis terminal yang tidak kompatibel di seluruh dunia. Ambil keadaan dimana editor layar penuh yang diharapkan bekerja pada jaringan dengan bermacam-macam terminal, yang masing-masing memiliki layout layar yang berlainan, mempunyai cara urutan penekanan tombol yang berbeda untuk penyisipan dan penghapusan teks, memindahkan sensor dan sebagainya. Suatu cara untuk mengatasi masalah seperti di ata, adalah dengan menentukan terminal virtual jaringan abstrak, serhingga editor dan programprogram lainnya dapat ditulis agar saling bersesuaian. Untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus ditulis untuk memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal sebenarnya. Misalnya, saat editor menggerakkan cursor terminal virtual ke sudut layar kiri, software tersebut harus mengeluarkan urutan perintah yang sesuai untuk mencapai cursor tersebut. Seluruh software terminal virtual berada pada application layer. Fungsi application layer lainnya adalah pemindahan file. Sistem file yang satu dengan yang lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara

menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Perpindahan file dari sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memerlukan penanganan untuk mengatasi adanya ketidak-kompatibelan ini. Tugas tersebut juga merupakan pekerjaan appication layer, seperti pada surat elektronik, remote job entry, directory lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan umum dan fasilitas bertujuan khusus lainnya. 2.7.4 Tranmisi Data Pada Model OSI Proses pengiriman memiliki data yang akan dikirimkan ke proses penerima. Proses pengirim menyerahkan data ke application layer, yang kemudian menambahkan aplication header, AH (yang mungkin juga kosong), ke ujung depannya dan menyerahkan hasilnya ke presentation layer. Penting untuk diingat bahwa presentation layer tidak menyadari tentang bagian data yang mana yang diberi tanda AH oleh application layer yang merupakan data pengguna yang sebenarnya. Proses pemberian header ini berulang terus sampai data tersebut mencapai physical layer, dimana data akan ditransmisikan ke mesin lainnya. Pada mesin tersebut, semua header tadi dicopoti satu per satu sampai mencapai proses penerimaan.
P ro s e s P e n g ir im a n A p p l i c a t i o nA p p l i c a t i o n p r o t o c o l Layer
P r e s e n t a t i o nP r e s e n t a t i o n p r o t o c o l

D a ta A H P H D a ta D a ta D a ta D a ta D a ta D a ta B it s D T

P ro s e s P e n e r im a a n A p p lic a t io n L aye r
P re s e n ta t io n

Layer S e s s io n S e s s i o n p r o t o c o l Layer T r a n s p o rtT r a n s p o r t L a y e r p r o to c o l N e tw o r k N e tw o rk p r o to c o l Layer D a t a L in k Layer P h y s ic a l Layer D H NH T H S H

L aye r S e s s io n L aye r T ra n s p o rt L aye r N e tw o r k L aye r D a t a L in k L aye r P h y s ic a l L aye r

P a th t r a n s m is i d a ta s e b e n a r n y a

Gambar 2.31 Contoh Bagaimana Model OSI Digunakan

[Sumber: Tanenbaum, 1997] Yang menjadi kunci di sini adalah bahwa walaupun transmisi data aktual berbentuk vertikal, setiap layer diprogram seolah-olah sebagai transmisi yang bersangkutan berlangsung secara horizontal. Misalnya, saat transport layer pengiriman mendapatkan pesan dari session layer, maka transport layer akan membubuhkan header transport layer dan mengirimkannya ke transport layer penerima.

2.8 2.8.1

TCP/IP ( Tranmission Control Protocol/Internet Protocol) Sejarah TCP/IP ( Tranmission Control protocol/Internet Protocol) Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket

switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983. TCP/IP digunakan untuk menghubungkan Internet pada jaringan komputer worldwide. 2.8.2 Keunggulan TCP/IP Perkembangan keunggulan, yaitu : Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka, sehingga semua orang dapat membuat software agar dapat berkomunikasi dengan menggunakan protokol TCP/IP. Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu,sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, dan lain lain. Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global secara yang unik memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi TCP/IP menjadi standar jaringan yang memiliki

komputer yang lain dalam seluruh jaringan. Sehingga setiap komputer yang terhubung dengan jaringan TCP/IP akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya meskipun komputer-komputer itu terhubung dalam jaringan worldwide internet. TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork. Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan (layer) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. 2.8.3 Model Arsitektur TCP/IP Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan (layer) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. TCP/IP model hanya memiliki 4 layer didalamnya :

Gamabar 2.32 Empat Layer TCP/IP [Sumber: www.Ilmukomputer.com, 2009]

a)

Application Layer

Berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.

b)

Transport Layer

Merupakan layer yang melakukan segmentasi dan menyatukan kembali daya yang tersegmentasi tadi menjadi sebuah arus data. Transport layer mempunyai dua jenis protokol yang digunakan yakni : o TCP (Transmission Control Protocol) : Protokol yang bersifat connection oriented yang berarti bahwa jika akan melakukan sebuah transfer data, maka harus dilakukan pembentukan sebuah hubungan antar komputer. Dengan adanya sifat connection oriented dalam protokol TCP, maka hal itu menjamin bahwa nantinya data yang dikirim pasti akan sampai tujuan dengan baik dan benar karena dalam TCP jika data yang dikirim gagal atau tidak sampai pada tujuan maka data tersebut akan dikirim lagi. Dalam protokol ini juga mempunyai prinsip flow control yang berfungsi untuk mencegah terjadinya overflowing buffer atau terjadinya banjir data dalam host penerima. o UDP (User Datagram Protocol) : Protokol ini mempunyai sifat yang berkebalikan dengan protokol TCP. UDP mempunyai sifat connectionless yang berarti bahwa untuk melakukan transfer data, maka tidak perlu melakukan permbuatan sebuah hubungan antar komputer. Protokol UDP bekerja dengan cara hanya menentukan antara port pengirim dan penerima. Karena bersifat connectionless maka protokol ini juga bersifat unreliable yang berarti bahwa setiap data yang dikirm

dengan protokol ini tidak terjamin sampai ke tujuan dengan baik dan benar. Dalam protokol TCP digunakan sebuah cara pengiriman data yang disebut dengan three way handsake. Proses three way handsake memiliki 3 tahap proses kerja. Berikut adalah langkah-langkah proses kerja dari three way handsake :
1) Segmen permohonan permbuatan koneksi dengan cara membuat parameter-

parameter dan aturan-aturan koneksi antar host. 2) Segmen persetujuan dengan cara mengirim sebuah acknowledgment. 3) Setelah melakukan persetujuan dan terbentuk koneksi maka transfer dapat dimulai.

c)

Internet Layer Mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang

berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah: o Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan. o Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.

d)

Network Access Layer Mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan

ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dan sebagainya. 2.8.4 Pengiriman dan Penerimaan Paket Data Layer-layer dan protokol yang terdapat dalam arsitektur jaringan TCP/IP menggambarkan fungsi-fungsi dalam komunikasi antara dua buah komputer. Setiap lapisan menerima data dari lapisan di atas atau dibawahnya, kemudian memproses data tersebut sesuai fungsi protokol yang dimilikinya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya. Ketika dua komputer berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim dan penerima melalui lapisan-lapisan di atas. Pada pengirim, aliran data adalah dari atas ke bawah. Data dari user maupun suatu aplikasi dikirimkan ke lapisan transport dalam bentuk paket-paket dengan panjang tertentu. Protokol menambahkan sejumlah bit pada setiap paket sebagai header yang berisi informasi mengenai urutan segmentasi untuk menjaga integritas data dan bit-bit untuk deteksi dan koreksi kesalahan. Dari Lapisan Transport, data yang telah diberi header tersebut diteruskan ke Lapisan Network / Internet. Pada lapisan ini terjadi penambahan header oleh protokol yang berisi informasi alamat tujuan, alamat pengirim dan informasi lain yang dibutuhkan untuk melakukan routing. Kemudian terjadi pengarahan routing data, yakni ke network dan interface yang mana data akan dikirimkan, jika terdapat lebih dari satu interface pada host. Pada lapisan ini juga dapat terjadi segmentasi data, karena panjang paket yang akan dikirimkan harus disesuaikan dengan kondisi media komunikasi pada network yang akan dilalui. Selanjutnya data menuju Network Access Layer (Data Link) dimana data akan diolah menjadi frame-frame, menambahkan informasi keandalan dan address pada level link. Protokol pada lapisan ini menyiapkan data dalam bentuk yang paling sesuai untuk dikirimkan melalui media komunikasi tertentu. Terakhir data akan sampai pada Physical Layer yang akan mengirimkan data dalam bentuk besaran-besaran listrik/fisik

seperti tegangan, arus, gelombang radio maupun cahaya, sesuai media yang digunakan. Di bagian penerima, proses pengolahan data mirip seperti di atas hanya dalam urutan yang berlawanan (dari bawah ke atas). Sinyal yang diterima pada physical layer akan diubah dalam ke dalam data. Protokol akan memeriksa integritasnya dan jika tidak ditemukan error t header yang ditambahkan akan dilepas. Selanjutnya data diteruskan ke lapisan network. Pada lapisan ini, address tujuan dari paket data yang diterima akan diperiksa. Jika address tujuan merupakan address host yang bersangkutan, maka header lapisan network akan dicopot dan data akan diteruskan ke lapisan yang diatasnya. Namun jika tidak, data akan di forward ke network tujuannya, sesuai dengan informasi routing yang dimiliki. Pada lapisan Transport, kebenaran data akan diperiksa kembali, menggunakan informasi header yang dikirimkan oleh pengirim. Jika tidak ada kesalahan, paket-paket data yang diterima akan disusun kembali sesuai urutannya pada saat akan dikirim dan diteruskan ke lapisan aplikasi pada penerima. Proses yang dilakukan tiap lapisan tersebut dikenal dengan istilah enkapsulasi data. Enkapsulasi ini sifatnya transparan. Maksudnya, suatu lapisan tidak perlu mengetahui ada berapa lapisan yang ada di atasnya maupun di bawahnya. Masing-masing hanya mengerjakan tugasnya. Pada pengirim, tugas ini adalah menerima data dari lapisan diatasnya, mengolah data tersebut sesuai dengan fungsi protokol, menambahkan header protokol dan meneruskan ke lapisan di bawahnya. Pada penerima, tugas ini adalah menerima data dari lapisan di bawahnya, mengolah data sesuai fungsi protokol, mencopot header protokol tersebut dan meneruskan ke lapisan di atasnya. 2.9 Protocol Komunikasi Dalam Jaringan Protokol jaringan adalah aturan-aturan atau tatacara yang digunakan dalam melaksanakan pertukaran data dalam sebuah jaringan. Protokol mengurusi segala hal dalam komunikasi data, mulai dari kemungkinan perbedaan format data yang dipertukarkan hingga ke masalah koneksi listrik dalam jaringan. Dalam suatu jaringan komputer, terjadi sebuah proses komunikasi antar entiti atau perangkat yang berlainan sistemnya. Entiti atau perangkat ini adalah segala sesuatu yang mampu menerima dan mengirim. Untuk berkomunikasi mengirim dan menerima

antara dua entiti dibutuhkan saling-pengertian di antara kedua belah pihak. Pengertian inilah yang dikatakan sebagai protokol. Jadi protokol adalah himpunan aturan-aturan main yang mengatur komunikasi data. Protokol mendefinisikan apa yang dikomunikasikan bagaimana dan kapan terjadinya komunikasi. Elemenelemen penting daripada protokol adalah : syntax, semantics dan timing. • Syntax mengacu pada struktur atau format data, yang mana dalam urutan tampilannya memiliki makna tersendiri. Sebagai contoh, sebuah protokol sederhana akan memiliki urutan pada delapan bit pertama adalah alamat pengirim, delapan bit kedua adalah alamat penerima dan bit stream sisanya merupakan informasinya sendiri. • Semantics mengacu pada maksud setiap section bit. Dengan kata lain adalah bagaimana bit-bit tersebut terpola untuk dapat diterjemahkan. • Timing mengacu pada 2 karakteristik yakni kapan data harus dikirim dan seberapa cepat data tersebut dikirim. Sebagai contoh, jika pengirim memproduksi data sebesar 100 Megabits per detik (Mbps) namun penerima hanya mampu mengolah data pada kecepatan 1 Mbps, maka transmisi data akan menjadi overload pada sisi penerima dan akibatnya banyak data yang akan hilang atau musnah. Setiap jenis topologi jaringan memiliki protokol tertentu, misalnya pada topologi Bus dikenal protokol Ethernet, dan pada topologi Cincin dikenal protokol Token-Ring. Protokol standard komunikasi data yang menjadi acuan dalam perancangan hardware maupun software jaringan adalah: Model Referensi OSI (Open System Interconnection) yang ditetapkan oleh organisasi acuan sedunia ISO (International Standard Organization). Menurut OSI komunikasi antara dua komponen dalam jaringan memerlukan 7 lapisan, mulai dari lapisan Aplikasi, dimana pengguna memulai pengiriman datanya, hingga ke lapisan Fisik, dimana data dalam bentuk sinyal listrik di-transmisikan melalui media komunikasi. a. Protocol Komunikasi Dalam Jaringan LAN (Local Area Network) Protocol adalah aturan dalam komunikasi jaringan, atau dengan kata lain protocol dapat disebut sebagai bahasa komunikasi jaringan. Seperti halnya kita dalam berkomunikasi, bahasa merupakan sesuatu yang urgent. Jika Anda ingin

berkomunikasi dengan orang lain (apalagi dari Negara lain) maka penguasaan bahasa menjadi sesuatu yang “wajib”. Dalam arsitektur jaringan juga diperlukan adanya aturan yang disepakati bersama supaya komunikasi berjalan dengan baik; aturan-aturan komunikasi jaringan inilah yang dinamakan dengan Protocol. Protocol sebagai salah satu protokol yang memegang peranan sangat renting didalam Internet, terutama dalam memproses datagram yang diterimanya agar dapat dipertukarkan diantara Host/LAN yang beraneka ragam. Perkembangan yang pesat dibidang komputer, telah mendorong pertumbuhan berbagai jenis sistem jaringan data lokal (Local Area Network) yang tersebar secara geografis. Dengan semakin besarnya tuntutan terhadap kemampuan LAN, baik untuk mendukung sistem pengolahan data secara terdistribusi maupun untuk dapat saling bertukar informasi antar LAN yang terpisah secara geografis, maka perlu untuk menginterkoneksikan LAN-LAN tersebut, baik secara langsung maupun melalui sistem jaringan luas (Wide Area Network). Dalam Local Area Network (LAN) terdapat beberapa jenis Protocol, yang paling paling banyak digunakan adalah: • • • a. NetBEUI / NetBIOS IPX / SPX TCP / IP NetBEUI / NetBIOS NetBIOS Extended User Interface, adalah sebuah protokol jaringan yang dikembangkan oleh International Business Machine Corporation (IBM) dan Microsoft Corporation pada tahun 1985 yang digunakan untuk jaringan lokal (LAN) yang terdiri atas komputer hingga 200 stasiun kerja. Protocol NetBEUI ini sering digunakan dalam sistem operasi Windwos dan sangat baik untuk berbagi sumber daya (seperti file dan printer) dalam jaringan. Tetapi salah salah satu kelemahannya adalah tidak dapat dirouting sehingga hanya dapat bekerja dalam satu jaringan lokal saja. b. IPX / SPX

Protokol ini biasanya digunakan pada sistem operasi Novell NetWare dan hampir sama dengan NetBEUI, hanya saja protokol IPX / SPX dapat di-routing.

c.

TCP/IP TCP/IP adalah protokol yang digunakan dalam jaringan global sebab

protokol ini mempunyai sistem pengalamatan lebih baik dibanding dengan protokol yang lain. Oleh sebab itu tidak heran bila TCP/IP merupakan protokol yang paling populer dan banyak digunakan sampai saat ini. TCP/IP sendiri terdiri atas dua versi, yaitu IPv4 dan IPv6. Untuk saat ini yang digunakan adalah IPv4 sedangkan yang IPv6 masih dalam pengembangan. b. Protocol Komunikasi Dalam Jaringan WAN (Wide Area Network) WAN ( Wide Area Network ) merupakan sistem jaringan menghubungkan jaringan antar Local Area Network (LAN ) dengan jaringan diluar atau WAN yang tidak dibatasi daerah geografis.Pada Sistem WAN kita dapat mengakses file/data milik orang lain pada tempat lain yang cukup jauh. Untuk memenuhi hal tersebut dibutuhkan suatu alat untuk dapat menyalurkan paket ke jaringan public, dapat berupa switch, router maupun peralatan lain yang dapat dipergunakan untuk komunikasi data. Jenis – jenis koneksi Protocol WAN Untuk jenis koneksi pada protocol WAN, dapat dibagi menjadi beberapa jenis koneksi, yaitu • Leased Line, yang juga disebut sebagai koneksi point to point atau dedicated.Pada koneksi ini tidak membutuhkan proses call setup untuk memulai pengiriman paket/data. Mekanisme pengiriman paket dilakukan secara Synchronous serial. • Circuit Switching, koneksi ini terlebih dulu membuat call setup agar memulai pengiriman paket, sebagai contoh PSTN dan ISDN merupakan protocol WAN yang menerapkan koneksi Circuit Switching pada jaringan public atau lebih dikenal sebagai Internet. Untuk mekanisme koneksi dilakukan secara asynchronous serial.

Packet Switching, untuk koneksi Packet Switching kita dapat membagi bandwidth pada setiap pemakai sehingga koneksi akan lebih stabil dan dapat memanage bandwidth sesuai dengan jumlah pemakai. Packet Switching merupakan pengembangan dari Leased Line koneksi dan mekanisme koneksi nya secara Synchronous Serial. Saat ini terdapat beberapa protocol WAN untuk menyediakan mekanisme

komunikasi pengiriman data melalui jaringan WAN atau jaringan Public diantaranya: • Protocol HDLC ( High Level Data Link Control), merupakan suatu protocol WAN yang bekerja pada data link layer dimana HDLC protocol untuk menetapkan metode enkapsulasi packet data pada synchronous Serial.HDLC keluaran ISO memiliki kelemahan yakni masih bersifat Singelprotocol yang berarti hanya untuk komunokasi pada satu protocol, sedangkan untuk HDLC keluaran CISCO multiprotocol dimana dapat melakukan komunikasi data dengan banyak protocol ( misal IP, IPX dsb) dan protocol yang terdapat pada layer tiga secara simultan. • Point to Point ( PPP ) protocol pada data link yang dapat digunakan untuk komunikasi Asynchronous Serial maupun Synchronous Serial. PPP dapat melakukan authentikasi dan bersifat multiprotocol. Protocol ini merupakan pengembangan dari protocol SLIP ( Serial Line Inteface Protocol ) yaitu suatu protocol standart yang menggunakan protocol TCP/IP. • X.25 Protocol merupakan protocol standard yang mendefinisikan hubungan antara sebuah terminal dengan jaringan Packet Switching. Untuk protocol ini dibuat untuk komunikasi data secara analog yang berarti proses pengiriman data harus mengikuti algoritma – algoritma yang ada pada Protocol X.25. Protocol ini melakukan suatu koneksi dengan membuat suatu Circuit Virtual dimana suatu jalur khusus pada jaringan public yang dipakai untuk komunikasi data antar protocol X.25 • Frame Relay protocol untuk pengiriiman data pada jaringan public. Sama hal nya dengan protocol x.25, Frame Relay juga memakai Circuit Virtual sebagai jalur komunikasi data khusus akan tetapi frame Relay

masih lebih baik dari X.25 dengan berbagai kelengkapan yang ada pada Protocol Frame Relay. Encapsulasi packet pada Frame Relay menggunakan identitas koneksi yang disebut sebagai DLCI ( Data Link Connection Identifier ) yang mana pembuatan jalur Virtual Circuit akan ditandai dengan DLCI untuk koneksi antara komputer pelanggan dengan Switch atau router sebagai node Frame relay. • ISDN ( Integrated Services Digital Network ) suatu layanan digital yang berjalan melalui jaringan telepon.ISDN juga protocol komunikasi data yang dapat membawa packet data baik dalam bentuk text, gambar, suara, video secara simultan.Protocol ISDN beroperasi pada bagian physical, data link, dan network. 2.10 IP (Internet Protocol) Internet Protocol (IP) berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. Oleh karena itu Internet Protocol memegang peranan yang sangat penting pada jaringan TCP/IP. Karena semua aplikasi jaringan TCP/IP pasti bertumpu kepada Internet Protocol agar dapat berjalan dengan baik. IP juga didesain untuk dapat melewati berbagai media komunikasi yang memiliki karakteristik dan kecepatan yang berbeda-beda. Pada umumnya, semakin cepat kemampuan transfer data pada sebuah media, maka semakin besar panjang datagram maksimum yang digunakan. Akibat dari perbedaan ini, datagram IP dapat mengalami fragmentasi ketika berpindah dari media kecepatan tinggi ke kecepatan rendah. Pada router/host penerima, datagram yang ter-fragmen ini harus disatukan kembali sebelum diteruskan ke router berikutnya, atau ke lapisan transport pada host tujuan. Hal ini menambah waktu pemrosesan pada router dan menyebabkan delay. IP memiliki keunggulan yakni berupa kemampuan untuk menggabungkan media komunikasi yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Selain itu, beberapa keunggulan lain dari IP adalah fleksibel dengan perkembangan jaringan, dapat merubah routing secara otomatis jika suatu rute mengalami kegagalan. Setiap protokol dalam IP memiliki bit-bit ekstra diluar informasi/data yang dibawanya.

Tabel 2.6 Format Datagram IP [Sumber: www.Ilmukomputer.com, 2009] Setiap paket IP membawa data yang terdiri atas : o Version : yaitu versi dari protokol IP yang dipakai. o Header Length : berisi panjang dari header paket IP dalam hitungan 32 bit word. o Type of Service : berisi kualitas service yang dapat mempengaruhi cara penanganan paket IP. o Total length Of Datagram : panjang IP datagram total dalam ukuran byte. o Identification, Flags, dan Fragment Offset : berisi data yang berhubungan fragmentasi paket. o Time to Live : berisi jumlah router/hop maksimal yang dilewati paket IP (datagram). Nilai maksimum field ini adalah 255. Setiap kali paket IP lewat satu router, isi dari field ini dikurangi satu. Jika TTL telah habis dan paket tetap belum sampai ke tujuan, paket ini akan dibuang dan router terakhir akan mengirimkan paket ICMP time exceeded. Hal ini dilakukan untuk mencegah paket IP terus menerus berada dalam network. o Protocol : mengandung angka yang mengidentifikasikan protokol layer atas pengguna isi data dari paket IP ini. o Header Checksum : berisi nilai checksum yang dihitung dari jumlah seluruh field dari header paket IP. Sebelum dikirimkan, protokol IP terlebih dahulu menghitung checksum dari header paket IP tersebut untuk nantinya dihitung

kembali di sisi penerima. Jika terjadi perbedaan, maka paket ini dianggap rusak dan dibuang. o Source Address dan Destination Address : isi dari masing-masing field ini cukup jelas, yakni alamat pengirim dan alamat penerima dari datagram. Masing-masing field terdiri dari 32 bit, sesuai panjang IP Address yang digunakan dalam Internet. 2.10.1 IP Addresssing IP address merupakan alamat logika yang di berikan ke semua perangkat jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address memungkinkan host pada jaringan yang berbeda maupun pada jaringan yang sama untuk bisa saling berkomunikasi walaupun dalam platform yang berbeda. IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia. Dengan menentukan IP address berarti kita telah memberikan identitas yang universal bagi setiap interadce komputer. Jika suatu komputer memiliki lebih dari satu interface (misalkan menggunakan dua ethernet) maka kita harus memberi dua IP address untuk komputer tersebut masing-masing untuk setiap interfacenya. IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 – 255 dengan jangkauan yang bisa di gunakan. Contoh: xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx (label huruf x) 11000000.10101000.00000000.00000001 (Jika x bernilai 1 atau 0) 192.168.0.1 (konversi ke desimal) Untuk mengidentifikasi suatu host pada internet, maka tiap host diberi IP address, atau internet address. Apabila host tersebut tersambung dengan lebih dari 1 jaringan maka disebut multi-homed dimana memiliki 1 IP address untuk masing-masing interface. IP Address terdiri dari : IP Address = <nomer network><nomer host>

Penggunaan IP address adalah unik, artinya tidak diperbolehkan menggunakan IP address yang sama dalam satu jaringan 2.10.2 Format Penulisan IP Address IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut : xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx Jadi IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP address. Berikut contoh hubungan suatu IP address dalam format biner dan desimal :

Tabel 2.7 Format IP Address [Sumber: www.Ilmukomputer.com, 2009] Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. 2.10.3 Pembagian kelas IP Addres

Dalam pengelompokan pembagian pengelolaat IP Addres dibagi menjdi 5 kelas, yang setiap kelas mempunya fungsi bit yang berbeda dengan kelas yang lainya.

Tabel 2.8 Pembagian Kelas IP Addres [Sumber: www.Ilmukomputer.com, 2009] a. Kelas A Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar seperti untuk jaringan WAN (Wide Area Network). Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan. Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar.

Tabel 2.9 IP Addres Kelas A [Sumber: www.Ilmukomputer.com, 2009] b. Kelas B Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar seperti kelas jaringan MAN (Metropolitan Area Network). Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner

10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya. Byte pertama dari IP kelas B dimulai dari 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

Tabel 2.10 IP Addres Kelas B [Sumber: www.Ilmukomputer.com, 2009] c. Kelas C. Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil seperti jaringan local (LAN). Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya. Dalam IP address kelas C, tiga bit pertama selalu diset 110. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.

Tabel 2.11 IP Addres Kelas C [Sumber: www.Ilmukomputer.com, 2009]

d.

Kelas D Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast,

sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4. IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID. e. Kelas E Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat

“eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Kelas Alamat Nilai oktet pertama Bagian untuk Network Identifier Bagian untuk Host Identifier Jumlah jaringan maksimum Jumlah host dalam satu jaringan maksimum. 2.10.4 IP Private Dalam penggunaan IP Addres untuk mempermudah pengelolaan dalam jaringan baik jaringan WAN atau LAN, maka IP Addres dibedakan menjadi dua kelompok yaitu IP Addres yang terintegrasi di-internet dan IP Addres yang tidak diregistrasi dalam internet (IP Private). Kelompok IP Addres private adalah alamat yang dipakai oleh LAN (local Area network) dan tidak dapat diakses oleh internet, range IP Private adalah seperti berikut:
Kelas

A B C

Kelompok Private Addres 10.0.0.1-10.255.255.2554 172.16.0.1-172.31.255.254 192.168.0.1-192.168.255.254

Tabel 2.12 IP Private [Sumber: Melwin Saprizal, 2005] 2.10.5 Subnet Mask Nilai subnet mask berfungsi untuk memanajemen jumlah host. Dengan subnet mask router dapat menetukan bagian mana yang menunjukan alamat jaringan (network ID) dan bagian mana yang menunjukan alamat host (host ID). Format subnet mask terdiri dari 32 bit yang setiap 8 bitnya dipisahkan dengan tanda titik (dot). Pada subnet mask depaul, bit yang menunjukan lamat jaringan di isi dengan biner 1 semua, sedang bit yang menunjukan alamat host di isi dengan biner 0 semua. Berikut tabel subnet mask depaul. Kelas A B C Subnet mask dalam biner 11111111.0000000.0000000.0000000 11111111.1111111.0000000.0000000 11111111.1111111.1111111.0000000 Subnet mask dalam desimal 255.0.0.0 255.255.0.0 255.255.255.0

Tabel 2.13 Subnet Mask [Sumber: Melwin Saprizal, 2005] Contoh subnet mask:  Kelas A IP Addres Subnet mask Network ID Broadcast ID  Kelas B IP Addres Subnet mask Network ID Broadcast ID  Kelas C IP Addres Subnet mask Network ID :192.168.1.1 :255.255.255.0 :192.168.1.0 :172.16.0.1 :255.255.0.0 :172.16.0.0 :172.16.255.255 :10.0.0.1 :255.0.0.0 :10.0.0.0 :10.255.255.255

Broadcast ID tanda “ / ”. Contoh: 

:172.16.1.255

Dalam sistem operasi LINUX cara penulisan subnet mask di tulis dengan

Address 192.168.0.1/24 {Kelas C} /24 diambil dari banyaknya jumlah angka 1 dari subnet. Subnet kelas C adalah 255.2555.2555.2555. Jika di tulis dalam bentuk biner adalah 1111111.1111111.111111.0000000 jika dihitung, maka jumlah 1 adalah sebanyak 24.

 

Addres 172.16.0.1/16 {kelas B} Addres 10.0.0.1/18 {kelas A}

2.10.6 Subneting Subneting adalah suatu teknik untuk memperbanyak Network ID, apabila sebuah organisasi hanya memiliki satu buah network ID, maka network ID nya dapat di perbanyak sesuai dengan kebutuhan. Contoh: Sebuah Alamat IP kelas C dengan network ID 202.159.30.0, dengan subnet mask 2555.2555.2555.0 atau (1111111.111111.11111111.00000000) ingin di perbanyak menjadi dua network ID. Maka caranya adalah: Meminjam n bit paling depan dari Host ID Dengan Rumus :

{2n – 2 ≥ Jumlah network}
Dimana n=2 (jumlah bit yang dipinjamkan), Maka subnetmask yang semula adalah 255.255.255.0 Menjadi 255.255.255.192 Atau : (11111111.11111111.11111111.00 00000) Menjadi : (11111111.11111111.11111111.11 00000)

BAB III ANALISIS SISTEM JARINGAN KOMPUTER DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN GARUT 3.1
Tinjauan Objek Penelitian Rencana pembentukan Dinas Kebudayaan dimulai pada tahun 1970 yang pada waktu itu masih menginduk ke pemerintahan daerah (pemda) di bagian keuangan yang dibentuk oleh badan harian Bupati. Pada tahun 1973 dibentuklah Dinas Kebudayaan Daerah dan statusnya masih menginduk ke bagian keuangan pemerintahan daerah Kabupaten Garut, kemudian pada tahun 1975 telah mempunyai bangunan sendiri yaitu Kantor Dinas Kebudayaan Gedung Nasional (yang sekarang menjadi Gedung KNPI). Sesuai dengan UUD RI no.2 tahun 1990 tentang Kebudayaanan di Indonesia merupakan acuan atau pedoman bagi Dinas atau kantor Kebudayaan di Indonesia maka dibentuklah STOK (Struktur organisasi Tata kerja), dengan adanya struktur organisasi yang baru maka diubah namanya menjadi “Dinas Kebudayaan Seni dan Budaya”. Kemudian pada tahun 2005 Dinas Kebudayaan seni diubah menjadi “Dinas Kebudayaan dan Pariwisata” dan ruang lingkupnya menjadi lebih luas dan transparan dalam pengembangan objek Kebudayaan di Kabupaten Garut. Sesuai dengan perkembangan waktu maka Dinas Kebudayaan kini telah berdiiri sendiri di bawah kepemerintahan Kabupaten Garut telah maju dan berkembang sehingga telah dikenal oleh masyarakat lokal bahkan sampai ke manca negara. Dan telah memiliki sebuah website untuk memperkenalkan Kebudayaananya kepada dunia luas yaitu alamatnya Jalan Ciledug No. 120 Telp./Fax (+62262) 233529 - 243624 http://www.Kebudayaan.garutkab.go.id 3.1.2 Visi, Misi dan Tujuan 1. Visi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut

3.1.1 Sejarah Singkat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut

Terwujudnya Garut sebagai Daerah Tujuan Wisata yang Berwawasan Lingkungan Andalan di Jawa Barat”. 2. • Misi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut mewujudkan kebudayaan dan kebudayaan lapangan kerja dan pengembangan seni budaya. • menjadikan kebudayaan Garut yang mempunyai keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif berdasarkan konsep pengembangan kawasan kebudayaan. • mewujudkan iklim investasi dan usaha kebudayaan secara kondusif yang didukung oleh kualitas pelayanan yang baik. mewujudkan profesionalisme pengelolaan kebudayaan yang didukung oleh kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan yang optimal. 3. Tujuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut • Perumusan, pengaturan dan pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang Kebudayaan dan Kebudayaan; • Pengendalian dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi tugas di bidang produk wisata, Kebudayaan, kesenian, dan pemasaran wisata; • • Pengelolaan sumber daya aparatur, keuangan, sarana, dan prasarana Dinas; Penyelenggaraan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas. yang mempunyai kapasitas sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi, penciptaan

3.1.3

Struktur Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut Organisasi merupakan kerangka atau wadah segenap kegiatan kelompok

atau perorangan dalam mencapai suatu tujuan untuk menetapkan atau membagi pekerjaan ayang akan di lakukan, pembatasan wewenang, tugas dan tanggung

jawab serta membangun hubungan antar unit-unit lain dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur Organisasi Disbudpar Kabupaten Garut Peraturan Daerah Kabupaten Garut No. 23 Tahun 2008 Tentang: “Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Garut”
B A G A N S T R U K T U R O R G A N IS A S I L A M P IR A N V II P E R A T U R A N D A E R A H K A B U P A T E N G A R U T D IN A S K E B U D A Y A A N D A N P A R IW IS A T A K A B U P A T E N G A R U T N O M 2O3T RA H 2U0 N 8. . 0

K E P A L A D IN A S B U D P A R
S E K R E T A R IA T
K E L O M P O K J A B A T A N F U N G S IO N A L

S U B B A G IA N U M U M U B B A G IA N K E U A N G A N S

S U B B A G I A N P ,E R E N C A N A A N E V A L & PA ES LI A P O R A N U

B ID A N G K E B U D A Y A A N

B ID A N G K E P A R IW IS A T A A N

B ID A N G P E M A S A R A N

S E K S I K E S E N IA N

SEKSI SARANA D AN PR ASARANA

S E K S I P R O M O S I W IS A T A

S E K S I P E N IN G G A L A N S E J A R A H D AN KEPU R BAKA LAA N

SEKSI KELEM BAGAAN

S E K S I A T R A K S I W IS A T A

S E K S I N I L A I T R A D I S I O N A L D A N B A H AS SE AK S I S U M B E R D A Y A

S E K S I IN F O R M A S I D A N K O M U N IK A S I

UPT TAR OGONG KASU BAG TU

U PT LE LES KASUBAG TU

U P T.W O S I T U B A G E N D I T P T G E D U N G K E S E N I A N T P A M E U N G P E U K U P T M U S E U M U UP KASUBAG TU KASU BAG TU KASU BAG TU KASU BAG TU

U PT B U N G BU LAN G U PT BAYO N G BO N G

UPT GARUT KOTA

U P T L IM B A N G A N

U P T C I.K E L E T

KASU BAG TU

KASUBAG TU

KASUBAG TU

KASU BAG TU

KASU BAG TU

M E N G E:T A H U I K E P A L A D IN A S K E B U D A Y A A N D A N P A R IW IS A T A KABUPATEN GARUT Y A T I E R O, SHH, A Y iA T I . M.S N I. P 8 0 1 0 0 3 1 1 4

Gambar 3.1 Struktur Organiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut

3.1.4 Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut Berdasarkan peraturan Bupati Kabupateh Garut Nomor 407 tahun 2008 menyatakan bahwa: • Bahwa dalam rangka melaksanaan pasal 4 ayat (3) peraturan daerah Kabupaten Garut Nomor 23 Tahun 2008 tentang pembentukan dan susunan organisasi Dinas Daerah Kabupaten Garut, dipandang perlu menuyusun tugas poko, fungsi dan tata kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut. • Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang petunjuk teknis penataan organisasi perangkat daerah. • Peraturan daerah Kabupaten Garut Nomor 14 Tahunn 2008 tentang penetapan urusan pemerintahan daerah Kabupaten Garut (lembaran daerah Kabupaten Garut Tahun 2008 Nomor 27). • Peraturan daerah Kabupaten Garut Nomor 23 Tahun 2008 tentang pembentukan dan susunan organisasi Dinas daerah Kabupaten Garut (Lembaran daerah Kabupaten Garut Tahun 2008 Nomor 38). 1. Kepalan Dinas mempunyai tugas pokok meminpin, memutuskan kebijakan teknis operasional, mengkoordinasikan, melaksanakan kerja sama mengendalikan kesekretariatan, pembinaan dan pengembangan kebudayaan, pengmbangan dan pembinaan kepariwisataan, pemasaran prodak kebudayaan serta pembinaan UPTD. Sementara tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yaitu perumusan, pengaturan dan pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang kebudayaan dan pariwisata sesuai dengan kebijakan nasional dan provinsi. 2. Sekretariat mempunyai tugas pokok dan fungsi merumuskan program kegiatan untuk pelayanan administrasi bidang umum, keuangan serta perncanaa, evaluasi dan pelaporan, pengkoordinasiaan dalam penyusunan perencanaan program bidang-bidang.

3.

Subbagian umum mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan urusan surat menyurat, karsipan , kepustakaan, humas, dan protokol, perlengkapan dan rumah tangga dinas, menyiapkan bahan kebutuhan pegawai, pembinaan dan pengembangan pegawai serta administrasi kepegawaian.

4.

Subbagian keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan, menyusun rencana kegiatan keuangan berdasarkan kebijakan teknis, sasaran dan program kerja dinas, penyiapan bahan dan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja rutin serta kepariwisataan.

5.

Subbagian

perencanaan

mempunyai

tugas

pokok

menyelenggarakan

koordinasi dalam pengumpulan dan pengolahan data perencanaan dinas serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan dinas. 6. Bidang kebudayaan mempunyai tugas pokok merumuskan program kerja dan menyelenggarakan kebijakan pembinaan dan penyelenggaraan kegiatan kesenian, peninggalan sejarah, kepurbakalaan, dan nilai tradisional dan bahasa. 7. Seksi keseniaan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kebijakan pembinaan dan pengembangan. 8. Seksi peninggalan sejarah dan kepurbakalaan mempunyai tugas pokok menyelenggaraka kebijakan pembinaan dan pengendalian pelestarian peninggalan sejarah dan kepurbakalaan. 9. Seksi nilai tradisional dan bahasa mempunyai tugas pokok

menyelenggarakan kebijakan pembinaan dan pengendalian pelestarian nilainilai tradisional dan bahasa. 10. Bagian kepariwisataan mempunyai tugas pokok merumuskan program kerja dan menyelenggarakan kebijakan pembinaan dan penyelenggaraan kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana, kelembagaan dan sumber daya.

11. Seksi sarana dan prasarana mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kebijakan pembinaan dan pengelolaan sarana dan prasarana kepariwisataan. 12. Seksi kelembagaan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kebijakan pembinaan, pengendalian dan pemberdayaan kelembagaan kepariwisataan. 13. Seksi sumber daya mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kebijakan pembinaan dan peningkatan sumber daya. 14. Bidang pemasaran mempunyai tugas pokok merumuskan program kerja dan menyelenggarakan kebijakan pembinaan dan penyelenggaraan kegiatan promosi wisata, atraksi wisata dan komunikasi informasi. 15. Seksi promosi wisata mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kebijakan pembinaan dan pengendalian promosi wisata. 16. Seksi atraksi wisata mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kebijakan pembinaan dan pengembangan atraksi wisata. 17. Bidang informasi. 18. Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian kegiatan dinas secara profesioanal berdasarkan disiplin ilmu dan keahlianya serta disesuaikan dengan kebutuhan. 19. Unit pelaksanaan teknis dinas (UPTD) dibentuk untuk melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan penunjang yang mempunyai wilayah kerja 1 (satu) atau beberapa kecamatan. komunikasi dan informasi mempunyai tugas pokok

menyelenggarakan kebijakan pembinaan dan pengendalian komunikasi dan

3.2

Lingkungan Fisik Sistem Lingkungan fisik sistem menggambarkan semua sub atau entity yang Dibangunya jaringan komputer di Dinas

berhubungan dengan sistem.

Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, yang dijadikan sebagai media untuk menunjang kerja organiasi. Akses Internet di Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata Kabupaten Garut berhubungan langsung dengan PT.Telkom dalam pelayanan / penyediaan akses internet melaui program Speedy. 3.2.1 Fungsionalitas Sistem Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut mempunyai dua bangunan utama, dimana dua ruangan terdapat komputer yang terhubung ke internet. Ruangan kesatu berfungsi sebagai ruangan kerja bagian pemasaran dan pengelolaan informasi, ruangan kedua sebagai ruang kerja bagian administrasi, dan ruangan ketiga ruangan kesenian. Gambar 3.2 Layout Ruangan Dinas Kebudayaan dan

R u a n g K e p a la R uang R apat

R u a n g K e s e n ia n

R u a n g a n B a g ia n O f f ic e

A d m in J a r in g a n

R u a n g B a g ia n P e m a s a r a n d a n In fo r m a s i

R u a n g B a g ia n A d m in is t r a s i

S e c u r it y

Pariwisata Kabupaten Garut 3.2.2 Model atau Tipe jaringan Model atau tipe jaringan yang di implementasikan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut menggunakan tipe jaringan clien server, dimana client mengakses atau meminta data (meminta layanan) , server menyediakan layanan untuk client. Karena dalam tipe jaringan client server, server berperan sebagai komputer yang memberikan pasilitas pelayanan client, server berperan sebagai komputer yang memberikan fasilitas workstation-nya. Jaringan client server memiliki kelebihan, diantaranya mudah dikembangkan, kecepatan aksesnya lebih tinggi, karena penyediaan pasilitas jaringan dan pengelolaanya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server), sera administrator jaringan memiliki control yang lebih baik atas jaringan. Tipe jarinag clien server juga memiliki kelemahan diantaranya memerlukan adanya satu komputer yang berkemampuan tinggi yang ditugaskan sebagai server, dan kelangsungan jaringan tergantung kepada kabel, boros kabel karena terpusat, jika komputer server mengalami masalah maka seluruh jaringan akan terganggu. 3.2.3 Spesifikasi Hardware (perangkat keras) Jaringan Perangkat keras komputer sangat mendukung sekali terhadap keberlangsungan jaringan, perangkat keras yang digunakan pada jaringan

komputer untuk mengkoneksikan node yang ada pada perangkat jaringan komputer menggunakan kabel UTP merek telebit, menggunakan HUB dengan merek D-Link dengan jumlah port 24. Berikut deskripsi perangkat keras yang digunakan di Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Garut. 1. PC (Personal Computer) Spesifikasi perangkat keras PC (Personal Computer) yang digunakan untuk server dan client yang digunakan di jaringan komputer Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut yaitu: Komponen Mainboard Merk/Type Asus P5PE-VM kapasitas keterangan -

Procesor RAM VGA Card Hardisk DVD/CD Room Flopy Disk LAN Card Sound Card Monitor KeyBoard Mouse

Intel celeron Pc pro On board Seagete Samsung D-Link WDM Advance komic PS 2 komic

2,66 GHz 512 MB 64 MB 80 GB 100 Mbps 14” -

-

Tabel 3.1 Spesifikasi Hardware Untuk Server Sedangkan spesifikasi hardware untuk client adalah sebagai berikut: Komponen Mainboard Procesor RAM VGA Card Hardisk DVD/CD Room Flopy Disk LAN Card Sound Card Monitor KeyBoard Mouse Merk/Type ASUS P4B533-X Intel Celeron Pc Pro Onboard Maxtor Samsung D-Link WDM Advance Komic PS 2 Komic kapasitas 2.40 GHz 256 MB 40 GB 100 Mbps 14 keterangan -

Tabel 3.2 Spesifikasi Hardware Untuk Client

2.

Hub/Switch Hub sebagai konsentrator yang di gunakan di jaringan komputer Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut adalah merek D-link dengan jumlah 24 port. Jenis Hub ini mempunyai kecepatan maksimal 10/100 mbps tergantung penggunaan kartu jaringan.

Gambar 3.3: Hub 3. Media Tranmisi Media tranmisi yang digunakan di sistem jaringan komputer Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut menggunakan kebel UTP (Unshieled twisted pair) merek telebit dengan konektor RJ-45 (registered Jack45).

Gambar 3.4 Kabel UTP RJ-45 Untuk pemasangan, ada dua jenis pemasangan kabel UTP yaitu pemasangan lurus (standar) dan pemasangan terbalik (cross over). Pemasangan UTP yang digunakan di Dinas Kebudayaan dan Kebudayaan Kabupaten Garut adalah pemasangan lurus (standar). Fungsi pemasangan kabel lurus (standar) ini adalah untuk menghubungkan tiap client ke hub. Cara pemasangan kabel lurus (standar) adalah sebagai berikut: Pasangan#2 dihubungkan ke pin 1 dan 2 sebagai berikut Pin 1 warna kabel White/Orang Pin 2 warna kabel Orange Pasangan#3 dihubungkan ke pin 3 dan 6 sebagai berikut Pin 3 warna kabel White/green Pin 6 warna kabel Green Sedangkan sisa kabelnya dihubungkan sebagai berikut Pasangan#1 Pin 4 warna kabel Blue Pin 5 warna kabel White/blue Pasangan#4

Pin 7 warna kabel Pin 8 warna kabel

White/brown Brown

Tabel 3.3 Pemasangan Kabel Lurus (Standar) 4. Modem Modem adalah suatu alat yang mampu membuat suatu komputer dapat berkomunikasi dengan telepon. Modem berfungsi mengubah sinyal digital menjadi sinyal analaog, maka untuk mengubah menjadi sinyal digital di gunakan modem. Modem yang digunakan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut adalah Modem merek Aztex. Modem ini digunakan untuk menghubungkan komputer dengan telepon.

Gambar 3.5 : Modem 3.2.4 1. Spesifikasi Software Jaringan Spesifikasi Software Pada Server Sistem operasi yang digunakan pada komputer server adalah windows XP Service Pack 2, dan menggunakan beberapa software aplikasi lainya yang diantaranya adalah: • Anti virus • Corel draw 12 • Tune up Utility 2009 • Microsoft Office 2007 • Mozila Firefox 3.6

• Adobe reader 9.0 • Nero 7 • Winamp 5.4

2.

Spesifikasi Software Pada Client Sistem operasi yang digunakan pada komputer client adalah Windows XP

Service Pack 2, dan beberapa aplikasi tambahan lainya sebagai berikut: • Microsft Office 2007 • Anti virus • Mozila Firefox 3.6 • Winamp 5.5 • Adobe Reader 9.0 • Winrar • Nero 7

3.2.5 Topologi Jaringan Topologi jaringan komputer adalah pola hubungan antar terminal dalam suatu jaringan komputer. Pola hubungan ini berhubungan erat dengan media akses dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang digunakan di Jaringan Komputer Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Garut adalah topologi jaringan star. Sistem komputerisasi di Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Garut bersifat terkoneksi dengan jaringan dan internet, dengan jumlah komputer sebanyak 10 komputer. Topologi jaringan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

Gambar 3.6 Layout Jaringan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut

C l ie5n t I n tern et

C l i e4n t

Hub M o d em

C li e9n t

S erver

C l i e8n t

R u ang a d m in

C li e7n t

C l ie3n t R u a n g P em as a ra n d a n I n fo rm a s i R u a n g A d m in i s t r a s i C l i e1n t C li e2n t C l ie6n t

IP Addres jaringan yang digunakan di jaringan komputer Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut menggunakan Kelas C adalah: Kmputer Server PC 1 PC 2 PC 3 PC 4 PC 5 PC 6 PC 7 IP Addres 192.168.0.254 192.168.0.2 192.168.0.3 192.168.0.4 192.168.0.5 192.168.0.6 192.168.0.7 192.168.0.8 Subnet Mask 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0

PC 8 PC 9

192.168.0.9 192.168.0.10

255.255.255.0 255.255.255.0

Tabel 3.4 Alamat IP Addres Keunggulan dari tipe pengekelasan IP Addres jaringan kelas C adalah dalam manjemen jaringan tesebut tidak terlalu rumit karena tipe pengkelasan jaringan ini di gunakan untuk jaringan berskala kecil dan sangat efisien dalam penggunaanya di Dinas kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Garut. 3.2.6 Pengecekan kerja Jaringan Komputer Untuk mengecek jaringan komputer di Dinas Kebudayaan dan

3.2.6.1 Mengecek koneksi Jaringan komputer Pariwisata Kabupaten Garut perlu adanya perintah ping loopback dengan mengetikan perintah ping 127.0.0.1 di command promp, maka hasil eksekusi dari perintah tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3.7 : Perintah Ping 127.0.0.1 Keterangan Pinging 127.0.0.1 with 32 bytes of data, artinya kita sedang mengirim paket data kepada alamat 127.0.0.1. Adpaun alamat 127.0.0.1 adalah alamat loopback yaitu sebuah alamat yang berfungsi untuk memastikan bahwa komputer tersebut terhubung dengan jaringan. Reply from 127.0.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=128, artinya alamat yang dituju memberikan balasan sebesar 32 byte data dengan waktu kurang dari 1 milidetik. Dan dengan TTL (Time to live)= 128 yaitu waktu untuk hidup.

-

Ping statistics for 127.0.0.1, artinya hasil akhir dari proses ping tersebut. Packets Sent=4, artinya jumlah paket yang terkirim berjumlah 4. Packets Received=4, artinya paket yang diterima berjumlah 4 paket. Packets lost=0 (0% loss), artinya paket yang hilang akibat gangguan pada proses pengiriman adalah tidak ada.

-

Approximate roudn trip time in milli-seconds-Minimum=0ms, artinya perjalan pulang pergi (mengirim-menerima) data dalam jangka waktu minimal mendekati 0 milidetik.

-

Approximate roudn trip time in milli-seconds-Maximum=0ms, artinya perjalan pulang pergi (mengirim-menerima) data dalam jangka waktu maksimal mendekati 0 milidetik.

-

Approximate roudn trip time in milli-seconds-Average=0ms, artinya perjalan pulang pergi (mengrim-menerima) data dalam jangka waktu ratarata mendekati 0 milidetik. Adapun perintah lain untuk mengecek koneksi jaringan komputer yaitu

dengan mengetikan di command promp netstat dimana fungsi dari perintah ini adalah untuk memantau koneksi jaringan pada suatu komputer, baik itu jaringan lokal (LAN) maupun jaringan internet.

Gambar 3.8 : Perintah Netstat Berikut ini keterangan dari output netstat diatas: Proto : kolom proto menunjukan jenis protokol yang dipakai bisa TCP atau UDP. Local Addres : kolom ini menjelaskan alamat dan nomor port yang ada di komputer yang mana saat itu sedang aktif melakukan koneksi. Foreign Addres : Kolom ini menunjukan koneksi yang dituju oleh local addres beserta nomor portnya. State : kolom ini menunjukan status dari koneksi yang sedang terjadi. ESTABLISED artinya sudah terhubung dengan komputer lain dan siap mengirimkan data data TIEM_WITE artinya sedang menunggu koneksi. State yang mungkin terjadi: LISTENING : siap untuk melakukan koneksi SYN_SENT : mengirimkan paket SYN SYN_RECEIVED : menerima paket SYN ESTABLISED : koneksi terjadi dan siap mengirim data TIME_WITE : sedang menunggu koneksi Berikut ini salah satu parameter lain yang bisa anda gunakan untuk perintah netstat. • Netstat –e, menampilkan statistik paket yang dikirim dan yang diterima.

Gambar 3.9 : Perintah netstat –e Perintah ini adalah untuk menampilkan berapa besar data yang diterima dan berapa besar data yang dikirim. • Netstat –nr, menapilkan routing table

Gambar 3.10 : Perintah netstat –nr Perintah ini untuk memperlihatkan alamat komputer mana saja yang telah berhubungan. Atau dengan kata lain perintah ini merupakan hasil routing. • • Netstat –p protokol, menampilkan statistik berdasarkan protokol tertentu.

Gambar 3.11 : Perintah netstat –p Perintah ini digunakan untuk memperlihatkan koneksi yang aktif. Yang ditampilkan hanya judulnya saja.

1. Mengukur Bandwith Pada jaringan komputer di Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut terkoneksi ke internet. Maka perlu adanya pengukuran bandwith,masuk ke http://portal.telkomspeedy.com, setelah itu website tersebut akan memproses akuran bandwith yang sudah diperintahkan, untuk melihat hasil ukuran bandwith dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 3.12 : Hasil pengukuran bandwith Akses internet Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut berhubungan langsung dengan PT.Telkom dalam pelayanan/penyediaan akses internet melaui program Speddy. Speddy yang digunakan di Dinas kebudayaan dan Pariwisata memiliki bandwith rata-rata 249 kbps apabila semua komputer sedang terkoneksi ke internet. 2. Berbagi Data/Informasi Antara Server dan Client Dalam penggunaan atau pengaksesan data, user diberikan tempat-tempat khusus untuk menggunakan teknologi jaringan. Berikut cara sharing data pada jaringan komputer di Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut dapat dilihat dibawah ini:

3. Arahkan kursor mouse ke direktori atau polder yang hendak dibagi (share). Kli tombol kanan mouse sehingga muncul menu pop up seperti ditunjukan oleh gambar berikut:

Gambar 3.13 : Menu Sharing and Security 4. Setelah diklik akan muncul dialog Properties Polder yang dimaksud. Kemudian beri tanda cek pada check box share this polder on the network. Apabila memberi cek pada check box Allow network user to change my files maka file dalam polder yang dibagi dapat dimodifikasi (dihapus atau dirubah namanya dan isinya).

Gambar 3.14 :Propeties Polder 5. Setelah mengklik tombol OK. Hasilnya dapat dilihat di Windows Xplorer

Adapun bagi pengguna yang ingin mengirim pesan kepada salah satu pengguna lain di jaringan, berikut langkah-langkahnya: 1. 2. Klik Start Klik Run

Gambar 3.15 : Menu RUN 6. Tulis perintah berikut: Net send <nomor ip address> pesan 7. Klik OK

Gambar 3.16 : Pesan dengan Menu Run 3.3 Analisis Jaringan Komputer Terhadap Beban Kerja di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut 3.3.1 Analisis Beban Kerja Jaringan

a.

Analisa Penggunaan CPU usage dan Memory Usage Pada Komputer Server Karena model jaringan komputer yang di terapkan di Dinas kebudayaan

dan Pariwisata Kabupaten Garut menggunakan client server sehingga semua layanan aktivitas jaringan di lakukan oleh komputer server sebagai pemberi layanan kepada komputer client Dengan kualifikasi server yang digunakan pada analisa berikut, yaitu Processor Intel Celeron 2,66 GHz dengan Memory 512 MB. 1. Analisa pertama yang diakukan berdasarkan client yang terkoneksi ke server tetapi tidak melakukan aktivitas apapun. Berikut tabel perubahan Memory dan CPU Usage pada komputer server:

Kriteria Tanpa Client Satu client Login dua client Login Tiga client Login Empat client Login

Memory Usage (MB) 193 236 284 322 368

Selisih Memory Usage (MB) 0 43 48 38 46

Tabel 3.5 Perubahan Nilai Mory Usage Server Tanpa Aktivitas Berdasarkan hasil perhitungan nilai memory Usage pada tabel diatas, didapat suatu nilai rata-rata penggunaan memory usage untuk satu client yang melakukan login. Maka perhitungannya sebagai berikut: Memory User per Client = 0+43+48+38+46 5 Maka didapat = 43,75 MB Jadi untuk login satu komputer client, server mengalokasikan RAM maka akan dihasilkan grafik sebagai berikut: sebesar ±43,75 MB. Apabila hasil analisis tersebut digambarkan dengan sebuah grafik,

Gambar 3.17: Diagram Batang Perubahan CPU Usage dan Memory Usage Tanpa Adanya Aktivitas Dengan grafik diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa jika semakin banyak client yang terkoneksi keserver, nilai RAM pada komputer server akan bertambah, sedangkan CPU Usage tidak berubah nilainya. 2. Analisa yang kedua dilakukan berdasarkan login client dengan melakukan aktivitas berupa pengaksekan bebrapa aplikasi meliputi database server, Situs Kebudayaan dan Pariwsata http://www.Kebudayaan.garutkab.go.id , secara bersama ketika terhubung ke server.Berikut tabel perubahan Memory dan CPU Usage pada komputer server. Kriteria Memory Usage (MB) Selisih Memory Usage (MB) Tanpa Client 199 0 Satu client Login 271 72 dua client Login 353 82 Tiga client Login 414 69 Empat client Login 492 86 Berdasarkan perhitungan akumulasi nilai memory Usage pada tabel diatas, didapat suatu nilai rata-rata penggunaan memory Usage uantuk satu client yang melakukan login yang disertai dengan aktivitas akses beberapa aplikasi. Perhitunganya sebagai berikut:

Memory User per Client = 0+72+82+69+86 5 Maka didapat =61,8 MB Nilai Memory Usage sebesar 61,8 MB merupakan memory yang disimpan pada RAM server ketika salahsatu client melakukan aktivitas tersebut. Apabila hasil pengamatan kedua digambarka dalam grafik sebagai berikut:

Gambar 3.18: Diagram Batang Perubahan CPU Usage dan Memory Usage Dengan Aktivitas Berdasarkan pada kedua pengamatan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa alokasi memory khususnya untuk komputer server denga kapasitas tersebut belum cukup memenuhi sehingga akan menghambat terhadap beban kerja karena

bertindak sebagai penyedia layanan sehingga perlu adanya pengalokasian memory yang cukup. b. Analisis Taraffic Bandwidth Bandwidth merupakan jumlah data dan nilai kemampuan maksimum untuk mengalirkan data dalam satuan waktu (detik). Bandwidth yang dibeli dan diberikan oleh ISP (Internet Service Providerr) sekitar 1 Mbps, dan tidak ada pengaturan yang khusus untuk mengelola managemen bandwidth di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, semuanya standar/default yang diberikan oleh ISP. Alokasi atau reservasi bandwidth adalah proses menetukan jatah bandwidth kepada client atau pemakai dan aplikasi dalam sebuah jaringan yang termasuk didalamnya menetukan prioritas terhadap berbgai jenis aliran data berdasarkan seberapa penting atau krusial dan delay sensive aliran data tersebut. Bandwidth yang tidak dibagi secara merata atau disuaikan dengan kebutuhan akan menyebabkan koneksi beberapa client yang laian akan terasa lambat, hal ini dikarenakan adanya beberapa perbedaan karakter pengguna (user client) yang lain tidak sama anatara satu dengan yang lainya, ada yang bekerja sambil mengunduh/download (biasanya menghabiskan ), browsing, mengirim e-mail atau chatting yang tentu akan mempaengaruhi terhadap performa jaringan. Dibawah ini merupakan contoh garafik yang menujukan performa bandwidth pada client.

Gambar 3.19 Performa Bandwidth Pada Jaringan Seperti pada gambar tersebut, bandwidth maksimal yang terlihat hanya sekita 23.9 .kbps pada sekitar jam 11:00 yang merupakan jam padat atau sibuk bagi para pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut. Sangat sukar sekali untuk dapat memastikan berapa besar bandwidth masing-masing client yang tidak dibagi secara merata, karena seperti yang telah dijelaskan diatas yang ditentukan terhadap karakter user. Rata-rata didapat bandwidth sekitar 23.9 kbps pada setiap masing-masing client, akan tetapi ada kalanya pada komputer client 1 didapat bandwidth sekitar 397 kbps ketika ada satu atau dua komputer client yang tidak digunakan. Seperti grafik dibawah ini:

Gambar 3.20 Performa Bandwidth Pada Jaringan Dalam grafik diatas terlihat performa bandwidth salah satu client tersebut dapat mencapai 397.5 kbps dimulai jam 11:27 ketika sebagian pegawai bersiap untuk istirahat makan siang, tentu taffict atau lalu lintas data tidak terlalu padat pada jam-jam memasuki istirahat, keadaan tersebut tentu mempengaruhi performa bandwidth, dan karena performa bandwidth diatas bersifat dianamis karena banyak faktor yang mempengaruhinya.

Penambahan bandwidth bukanlah solusi yang tepat, bahkan akan menjadi pemborasan, karena permasalahan utamanya terletak pada tidak terkontrolnya pemakaian bandwidth internet di dalam kantor tersebut. Jaminan ketersediannya akses internet yang berkualitas apabila dilakukan pengaturan distribusi bandwidth secara tepat. Tanpa adanya pengaturan bandwidth yang tepat, beberapa terminal akan menghabiskan pemakaian bandwidth yang tersedia, akibatnya terminal yang lain akan merasakan akses internet mereka cenderung lambat. Salahsatu solusi untuk permasalahan diatas adalah dengan manajemen bandwidth yang dapat mengatur bandwidth, mengalokasikan maksimum bandwidth untuk setiap user atau komputer, agar penggunaan bandwidth dapat maksimal untuk keperluan kerja yang baik dengan keterbatasan yang ada. Manjemen bandwidth yang tepat mampu memberikan garansi kepada aplikasi yang mendapat alokasi bandwidth untuk terus mengirimkan data sesuai dengan alokasinya sekalipun terjadi kemacetan dalam jaringan bahkan dalam keadaan tertentu ketika alokasi bandwidth yang dimiliki oleh sustu layanan/aplikasi tidak digunakan maka oleh Bandwidth Manager alokasi bandwidth yang ideal tersebut dapat dialokasikan sementara waktu kepada kelas yang sedang mengalami backlog/timbunan antrian, hal ini memberikan keuntungan mempercepat hilangnya backlog suatu kelas sekaligus mengoptimalkan penggunaan link yang ada sehingga performasi jaringan terjaga. Sebuah solusi dengan fitur pengaturan parameter yang fleksibel, seperti prioritas akses, batas minimum maksimum bandwidth yang memberikan jaminan Quality of Sevice (QoS) optimum. • Memberikan prioritas akses bandwidth pada aplikasi-aplikasi kritis sesuai besaran yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja. • Mendistribusikan bandwidth secara proposioanal kepada setiap terminal didalam jaringan sesuai dengan tingkat kebutuhan masing-masing, Tidak ada lagi permintaan penambahan bandwidth tanpa alokasi yang tidak jelas. • Menyediakan sistem pengaturan bandwidth terpusat untuk instansi-instansi yang mempunya hubungan secara online.

Tanpa adanya bandwidt managemen seperti halnya CC_Cutter®, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut bisa mendapat masukan yang salah mengenai kulaitas akses internet di instansinya. Dengan menggunakan bandwidth managemen seperti CC_ Cutter®, maka akan dengan mudah memonitor apakah pemakaian bandwidth sudah cukup, kurang atau bahkan berlebih. Pengambilan keputusan dari hasil evaluasi monitoring bandwidth dapat dilakukan tanpa mengurangi produktivitas instansi. c. Stabilitas Stabilitas hubungan antara client dengan server dapat diketahui dengan menggunakan perintah ping. Bila keadaan tidak stabil, maka akan ditunjukan dengan adanya jeda timeout. Gambar berikut contoh hasil penukuran dengan aplikasi ping.

Gambar 3.20 Hasil Tes ke Server Setelah dilakukan pengecekan dengan perintah ping ke server dapat diketahui hubungan antara client dengan server cukup stabil bila dilihat dari statistic hasil pengecekan pada gambar 3.20 antara pengirim dan penerima sudah terkoneksi. Informasi yang diperoleh dari data diatas adalah 4 paket dikirim dan 4 paket diterima, 0 paket hilang (0% paket hilang). 3.3.2 Analisis Beban Kerja yang Mempengaruhi Jaringan Komputer

Analisis terhadap beban kerja atau rutinitas yang berinteraksi langsung dengan jaringan sehingga perlu adanya pendekatan terhadap pekerjaan apa yang prioritasnya sangat tinggi sehingga mempengaruhi jaringan komputer. Jaringan komputer Dinas kebudayaan dan Pariwisata mempunyai program database server yang dapat diakses oleh semua client yang terhubung. hal lain dikarenakan adanya beberapa perbedaan karakter pengguna (user client) yang lain tidak sama anatara satu dengan yang lainya, ada yang bekerja sambil mengunduh/download (biasanya menghabiskan bandwidth ), browsing, mengirim e-mail atau chatting yang tentu akan mempaengaruhi terhadap performa kerja jaringan. Dibawah ini merupakan contoh garafik yang menujukan performa jaringan .

Gambar 3.21 Hasil Pengecekan Dari gambar diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa aliran kerja jaringan menjadi menurun dan menyebabkan performa menjadi kurang stabil. a. Beban kerja yang terhambat dengan penggunaan jaringan komputer Karena banyaknya perbedaan karakter setiap user dalam hal penggunaan akses internet serta tidak adanya pembagian bandwidth sehingga beban kerja meningkat dan menjadi hambatan , antara lain: Pengaksesan database yang cenderung melambat.

-

Ketika jam sibuk dan semua user sedang menggunakan internet beban jaringan menjadi meningkat sehingga performa menurun dan mempengaruhi beban kerja.

b. Untuk mendukung kinerja apa saja biaia komputer digunakan Komputer yang terdapat di Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut secara garis besar telah difungsikan sebagai berikut: Untuk mendukung beberapa pekerjaan yang memang membutuhkan bantuan komputer. Untuk mempermudah pekerjaan yang sifatnya kompleks Untuk menghemat biaya dan waktu pekerjaan Untuk keperluan perancangan informasi yang dibutuhkan Untuk memasarkan berbagai prodak Budaya dan Priwisata secara online

c. Pekrjaaan yang dilakukan berhubungan dengan komputer Dibawah ini beberapa pekerjaan yang secara langsung berhubungan dengan komputer: Mengolah database Mengelola website Pengelolaan sistem administrasi dan keuangan Pengelolaan sistem informasi dan data kepariwisataan Riset pengembangan dan Pengeloaan Budaya dan Pariwisata Pemasaran Laporan berkala dan Surat-menyurat Kinerja Jaringan Terhadap Beban Kerja Dinas

3.3.3 Kesesuaian

Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut

Kinerja itu sendiri meruapakan hasil atau tingkat keberhasilan secara keseluruhan selama periode tertentu didalam pelaksanaan kerja dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang tela ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Berdasarkan hasil analisa diatas kesesuaian kinerja jaringan terhadap beban kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata belum sepenuhnya terpenuhi karena kurangnya manajemen terhadap kinerja jaringan dan sumberdaya yang kurang sehingga pengoptimalan jaringan komputer sangat rendah yang menyebabkan target dari jaringan komputer sebagai penunjang untuk membantu proses kerja di tubuh organisasi sepenuhnya belum terpenuhi.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis kinerja jaringan komputer di Dinas kebudayaan a. Hasil analisis beban kerja jaringan Hasil dari analisis beban kerja jaringan yang dilakukan berdasarkan pada kedua pengamatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa alokasi memory khususnya untuk komputer server dengan kapasitas tersebut belum cukup memenuhi sehingga akan menghambat terhadap beban kerja karena bertindak sebagai penyedia layanan sehingga perlu adanya pengalokasian memory yang cukup b. Hasil analisis Kinerja jaringan Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap Kinerja jaringan dapat ditarik kesimpulan bahwa aliran kerja jaringan sering terjadi penurunan yang disebabkan berbagai faktor dan menyebabkan performa menjadi kurang stabil. c. Hasil analisis traffic bandwidth Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap traffic bandwidth sangatlah sukar karena perbedaan setiap karakter user dan disebabkan tidak adanya manajemen bandwidth yang tepat sehingga bandwidth setiap client berbeda dan cenderung menurun sehingga mempengaruhi performa dan kerja jaringan karena aktivitas setiap user berbeda.

dan Priwisata Kabupaten Garut dapat ditarik kesimpulan:

4.2 •

SARAN Perlu adanya penambahan alokasi memori khususnya untuk komputer server karena bertindak sebagai penyedia layanan.

Penambahan bandwidth bukan merupakan sebuah solusi yang tepat, bahkan akan menjadi pemborosan, tetapi perlu adanya manajemen bandwidth dan distribusi yang tepat sehingga penggunaan internet lebih stabil dan tepat guna untuk mendukung kinerja organisasi.

Perlu adanya perawatan berkala untuk menjaga kesetabilan jaringan.

DAFTAR PUSTAKA
• • • • • • • • • Tanenbaum, Andrew S, “Jaringan Komputer”, Jilid 1, Edisi Bahasa Indonesia, Prenhallindo, Jakarta, 1997. Syafrizal, Melwin. “Pengantar Jaringan Komputer”, Andi Yogyakarta, 2005. Kurniawan, Wiharsono. “Jaringan Komputer”, Andi Yogyakarta, 2007 Wagito., “Jaringan Komputer Teori dan Implementasi Berbasis Linux”, Gava Media, 2007. Nurdiyanto, M.T “Modul Jaringan Komputer” 2009. http://smk-yppt-garut-top.net www.tkjdua.blogspot.com www.Ilmukomputer.com http://portal.telkomspeedy.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->