ANEMIA A.

Pengertian Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges, 1999). Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (Smeltzer, 2002 : 935). Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah nilai normal sel darah merah, kualitas hemoglobin dan volume packed red bloods cells (hematokrit) per 100 ml darah (Price, 2006 : 256). Dengan demikian anemia bukan merupakan suatu diagnosis atau penyakit, melainkan merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh dan perubahan patotisiologis yang mendasar yang diuraikan melalui anemnesis yang seksama, pemeriksaan fisik dan informasi laboratorium. B. Etiologi Penyebab tersering dari anemia adalah kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk sintesis eritrosit, antara lain besi, vitamin B12 dan asam folat. Selebihnya merupakan akibat dari beragam kondisi seperti perdarahan, kelainan genetik, penyakit kronik, keracunan obat, dan sebagainya.

Penyebab umum dari anemia:
                      

Perdarahan hebat Akut (mendadak) Kecelakaan Pembedahan Persalinan Pecah pembuluh darah Penyakit Kronik (menahun) Perdarahan hidung Wasir (hemoroid) Ulkus peptikum Kanker atau polip di saluran pencernaan Tumor ginjal atau kandung kemih Perdarahan menstruasi yang sangat banyak Berkurangnya pembentukan sel darah merah Kekurangan zat besi Kekurangan vitamin B12 Kekurangan asam folat Kekurangan vitamin C Penyakit kronik Meningkatnya penghancuran sel darah merah Pembesaran limpa Kerusakan mekanik pada sel darah merah Reaksi autoimun terhadap sel darah merah

Salah satunya otak. Akibatnya. 1998). Cara mudah mengenal anemia dengan 5L. serta perkembangan kognitif yang abnormal pada anak. gangguan neurologik (syaraf) yang dimanifestasikan dalam perubahan perilaku. Lambat menangkap. E. masalah dapat akibat efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah normal atau akibat beberapa factor diluar sel darah merah yang menyebabkan destruksi sel darah merah. Kalau muncul 5 gejala ini. D. pica. tidak bisa diperbaiki (Sjaifoellah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direpleksikan dengan meningkatkan bilirubin plasma (konsentrasi normalnya 1 mg/dl atau kurang . lelah. lalai. Fungsi darah adalah membawa makanan dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Sering pula terjadi abnormalitas pertumbuhan. letih. gampang flu. maka otak akan seperti komputer yang memorinya lemah. 1998). Otak terdiri dari 2. Akibatnya dapat menghambat kerja organ-organ penting. gangguan fungsi epitel. maka asupan oksigen pun akan kurang. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis (destruksi) pada kasus yang disebut terakhir. kurang tenaga dan kepala terasa melayang. dan berkurangnya keasaman lambung. atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. kelemahan. lesu. Jika anemia bertambah berat.5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera. Patofisiologi Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. pajanan toksik. Anemia bisa menyebabkan kelelahan. anorexia (badan kurus kerempeng). atau gampang terkena infeksi saluran napas. yakni lemah. Komplikasi Anemia juga menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. Jika suplai ini kurang. inuasi tumor. Sebagai hasil samping proses ini bilirubin yang sedang terbentuk dalam fagosit akan masuk dalam aliran darah. Anemia merupakan penyakit kurang darah yang ditandai rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit). Manifestasi klinis Gejala klinis yang muncul merefleksikan gangguan fungsi dari berbagai sistem dalam tubuh antara lain penurunan kinerja fisik. 1990). Kegagalan sum-sum tulang dapt terjadi akibat kekurangan nutrisi.         Hemoglobinuria nokturnal paroksismal Sferositosis herediter Elliptositosis herediter Kekurangan G6PD Penyakit sel sabit Penyakit hemoglobin C Penyakit hemoglobin S-C Penyakit hemoglobin E Thalasemia (Burton. kadar 1. Jika kapasitasnya kurang. Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam system fagositik atau dalam system retikuloendotelial terutama dalam hati dan limpa. bisa dipastikan seseorang terkena anemia. C. Gampang batuk-pilek. penderita anemia akan mudah terkena infeksi. Gejala lain adalah munculnya sklera (warna pucat pada bagian kelopak mata bawah). karena harus memompa darah lebih kuat.5 miliar sel bioneuron. jika lambat ditangani dan berkelanjutan dapat . Pada kasus ibu hamil dengan anemia. bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung(Sjaifoellah. Dan kalau sudah rusak. jantung juga menjadi gampang lelah.

Pewarna sel darah merah : mendeteksi perubahan warna dan bentuk (dapat mengindikasikan tipe khusus anemia). Transpalasi sel darah merah. F. 3. 1999). 6. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi. 1. 1998). termasuk otak (Sjaifoellah. . G. menurun berat (aplastik). misal : pada tipe anemia tertentu. hemolitik). 2. misal: peningkatan megaloblas (AP). anemia bisa juga mengganggu perkembangan organ-organ tubuh. Jumlah trombosit : menurun caplastik. lemak sumsum dengan penurunan sel darah (aplastik). Jumlah eritrosit : menurun (AP). dan isi gaster. ukuran. dan berisiko bagi janin. misal : peningkatan kerusakan sel darah merah : atau penyakit malignasi. Pemeriksaan andoskopik dan radiografik : memeriksa sisi perdarahan : perdarahan GI (Doenges. Jumlah retikulosit : bervariasi. misal : menurun (AP). Pemeriksaan penunjang Jumlah darah lengkap (JDL) : hemoglobin dan hemalokrit menurun. dan bentuk. membedakan tipe anemia. Analisa gaster : penurunan sekresi dengan peningkatan pH dan tak adanya asam hidroklorik bebas (AP). Folat serum dan vitamin B12 membantu mendiagnosa anemia sehubungan dengan defisiensi masukan/absorpsi Besi serum : tak ada (DB). Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada. Diet kaya besi yang mengandung daging dan sayuran hijau. SDP : jumlah sel total sama dengan sel darah merah (diferensial) mungkin meningkat (hemolitik) atau menurun (aplastik). menunjukkan perdarahan akut / kronis (DB). membentuk.menyebabkan kematian. feses. tinggi (hemolitik) TBC serum : meningkat (DB) Feritin serum : meningkat (DB) Masa perdarahan : memanjang (aplastik) LDH serum : menurun (DB) Tes schilling : penurunan eksresi vitamin B12 urine (AP) Guaiak : mungkin positif untuk darah pada urine. normal atau tinggi (hemolitik) Hemoglobin elektroforesis : mengidentifikasi tipe struktur hemoglobin. Bilirubin serum (tak terkonjugasi): meningkat (AP. MCV (molume korpuskular rerata) dan MCH (hemoglobin korpuskular rerata) menurun dan mikrositik dengan eritrosit hipokronik (DB). Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah. Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivitas yang membutuhkan oksigen 5. LED : Peningkatan menunjukkan adanya reaksi inflamasi. Penatalaksanaan Medis Tindakan umum : Penatalaksanaan anemia ditunjukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah yang hilang. Masa hidup sel darah merah : berguna dalam membedakan diagnosa anemia. meningkat (DB). Aspirasi sumsum tulang/pemeriksaan/biopsi : sel mungkin tampak berubah dalam jumlah. sel darah merah mempunyai waktu hidup lebih pendek. meningkat (respons sumsum tulang terhadap kehilangan darah/hemolisis). Tes kerapuhan eritrosit : menurun (DB). Selain bayi lahir dengan berat badan rendah. 4. Pansitopenia (aplastik). peningkatan (AP).

misalnya perdarahan GI kronis. malaise umum. dan kurang tertarik pada sekitarnya. apatis. Kelemahan otot. angina. Pengisian kapiler melambat (penurunan aliran darah ke kapiler dan vasokontriksi kompensasi) kuku : mudah patah. Diare atau konstipasi. Disritmia : abnormalitas EKG. Anemia defisiensi besi Penatalaksanaan : Mengatur makanan yang mengandung zat besi. MANAJEMEN KEPERAWATAN A. Hematemesis. melena. Kulit seperti berlilin. menipis. penurunan semangat untuk bekerja. takikardia. daging. Pengkajian Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluru(Boedihartono. Ekstremitas (warna) : pucat pada kulit dan membrane mukosa (konjuntiva. feses dengan darah segar. kelemahan. mudah putus. Anemia pernisiosa : pemberian vitamin B12 3. lesu. Pemberian preparat fe Perrosulfat 3x 200mg/hari/per oral sehabis makan Peroglukonat 3x 200 mg/hari /oral sehabis makan. AP) atau kuning lemon terang (AP). faring. Riwayat endokarditis infektif kronis. Tanda : takikardia/ takipnae . telur dan sayur. tumbuh uban secara premature (AP). menstruasi berat (DB). Rambut : kering. 4) Eleminasi Gejala : riwayat pielonefritis. 3) Integritas ego Gejala : keyakinanan agama/budaya mempengaruhi pilihan pengobatan. Tanda : TD : peningkatan sistolik dengan diastolik stabil dan tekanan nadi melebar. berbentuk seperti sendok (koilonikia) (DB). Tanda : distensi abdomen. dan penurunan kekuatan. Kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak. masukan diet protein hewani rendah/masukan produk . Palpitasi (takikardia kompensasi). sindrom malabsorpsi (DB). depresi segmen ST dan pendataran atau depresi gelombang T. pucat dapat tampak sebagai keabu-abuan). Kehilangan produktivitas . Anemia asam folat : asam folat 5 mg/hari/oral 4. 2) Sirkulasi Gejala : riwayat kehilangan darah kronik. usahakan makanan yang diberikan seperti ikan. Anemia karena perdarahan : mengatasi perdarahan dan syok dengan pemberian cairan dan transfusi darah. tubuh tidak tegak. Ataksia. 1994). berjalan lambat. 5) Makanan/cairan Gejala : penurunan masukan diet. (catatan: pada pasien kulit hitam.Pengobatan (untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya) : 1. misalnya penolakan transfusi darah. Pengkajian pasien dengan anemia (Doenges. mulut. bibir) dan dasar kuku. menarik diri. gagal ginjal. Penurunan haluaran urine. Bahu menurun. Flatulen. hipotensi postural. CHF (akibat kerja jantung berlebihan). 1999) meliputi : 1) Aktivitas / istirahat Gejala : keletihan. pucat (aplastik. Bunyi jantung : murmur sistolik (DB). dan tanda-tanda lain yang menunujukkan keletihan. Letargi. Toleransi terhadap latihan rendah. Tanda : depresi. Sklera : biru atau putih seperti mutiara (DB). postur lunglai. 2. dispnea pada waktu bekerja atau istirahat.

tanah liat. 1994). ataksia. berdenyut. keseimbangan buruk. 6) Neurosensori Gejala : sakit kepala. dan posisi. penyembuhan luka buruk. dan bayangan pada mata. kaki goyah . Oftalmik : hemoragis retina (aplastik. misalnya menoragia atau amenore (DB). misalnya inflamasi bibir dengan sudut mulut pecah. 1999) meliputi : 1. AP). Turgor kulit : buruk. abses paru. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan adalah suatu penyatuan dari masalah pasien yang nyata maupun potensial berdasarkan data yang telah dikumpulkan (Boedihartono. Mental : tak mampu berespons. kering. defisiensi asam folat dan vitamin B12). Konstipasi atau Diare berhubungan dengan penurunan masukan diet. Epitaksis : perdarahan dari lubang-lubang (aplastik). parestesia tangan/kaki (AP) . Tanda : lidah tampak merah daging/halus (AP. penurunan rasa getar. dan dispnea. berkeringat malam. cat. Hilang libido (pria dan wanita). Napas pendek pada istirahat dan aktivitas. 6. Tanda : peka rangsang. ortopnea. ketidak mampuan berkonsentrasi. Gangguan koordinasi. vertigo. lambat dan dangkal. Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien dengan anemia (Doenges. Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan neurologist. Ptekie dan ekimosis (aplastik). Riwayat terpajan pada radiasi. Nyeri mulut atau lidah. limfadenopati umum. 9) Keamanan Gejala : riwayat pekerjaan terpajan terhadap bahan kimia. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen/nutrient ke sel. terapi kanker. kesulitan menelan (ulkus pada faring). pusing. menggigil. pucat. tanda Romberg positif. efek samping terapi obat. Insomnia. Imppoten. Riwayat kanker. Mual/muntah. Bibir : selitis. dyspepsia. sering infeksi. apatis. Transfusi darah sebelumnya. klaudikasi. depresi cenderung tidur. Tidak toleran terhadap dingin dan panas. tepung jagung. . Tanda : demam rendah. Adanya penurunan berat badan. Tanda : takipnea. tampak kisut/hilang elastisitas (DB). B.sereal tinggi (DB). baik terhadap pengobatan atau kecelekaan. Membrane mukosa kering. kotoran. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk mencerna atau ketidak mampuan mencerna makanan /absorpsi nutrient yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Sensasi manjadi dingin. (DB). atau penurunan granulosit (respons inflamasi tertekan)). Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan sekunder (penurunan hemoglobin leucopenia. 3.. Kelemahan. Gangguan penglihatan. paralysis (AP). 5. Tanda : serviks dan dinding vagina pucat. 7) Nyeri/kenyamanan Gejala : nyeri abdomen samara : sakit kepala (DB) 8) Pernapasan Gejala : riwayat TB. Tidak pernah puas mengunyah atau peka terhadap es. 4. dan sebagainya (DB). 2. Stomatitis dan glositis (status defisiensi). Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen (pengiriman) dan kebutuhan. 10) Seksualitas Gejala : perubahan aliran menstruasi. gelisah. anoreksia. penurunan penglihatan. perubahan proses pencernaan. tinnitus.

Perlindungan isolasi dibutuhkan pada anemia aplastik. Catatan : pasien dengan anemia berat/aplastik dapat berisiko akibat flora normal kulit. Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi Kriteria hasil : . tidak mengenal sumber informasi. Intervensi dan implementasi keperawatan pasien dengan anemia (Doenges. Catatan : pembentukan pus mungkin tidak ada bila granulosit tertekan. Berikan perawatan kulit. Rasional : membatasi pemajanan pada bakteri/infeksi. mengidentifikasi pathogen khusus dan mempengaruhi pilihan pengobatan. oleh pemberi perawatan dan pasien. Intervensi/Implementasi keperawatan Intervensi adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan (Boedihartono. Amati eritema/cairan luka. Kriteria hasil : . 2) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk mencerna atau ketidak mampuan mencerna makanan /absorpsi nutrient yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. latihan batuk dan napas dalam. bebas drainase purulen atau eritema. Ambil specimen untuk kultur/sensitivitas sesuai indikasi (kolaborasi) Rasional : membedakan adanya infeksi. 1999) adalah : 1) Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan sekunder (penurunan hemoglobin leucopenia.menunujukkan peningkatan/mempertahankan berat badan dengan nilai . Rasional : menurunkan risiko kerusakan kulit/jaringan dan infeksi. Rasional : mencegah kontaminasi silang/kolonisasi bacterial. Rasional : menurunkan risiko kolonisasi/infeksi bakteri. salah interpretasi informasi . Pertahankan teknik aseptic ketat pada prosedur/perawatan luka. bila respons imun sangat terganggu. Rasional : mungkin digunakan secara propilaktik untuk menurunkan kolonisasi atau untuk pengobatan proses infeksi local. antibiotic sistemik (kolaborasi). Catat adanya menggigil dan takikardia dengan atau tanpa demam. perianal dan oral dengan cermat.mengidentifikasi perilaku untuk mencegah/menurunkan risiko infeksi. Rasional : adanya proses inflamasi/infeksi membutuhkan evaluasi/pengobatan. dan demam. C. Berikan isolasi bila memungkinkan. Pantau/batasi pengunjung. 1995).meningkatkan penyembuhan luka. Rasional : meningkatkan ventilasi semua segmen paru dan membantu memobilisasi sekresi untuk mencegah pneumonia. 1994) Implementasi adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan (Effendi. Motivasi perubahan posisi/ambulasi yang sering. Kurang pengetahuan sehubungan dengan kurang terpajan/mengingat . . Berikan antiseptic topical . Rasional : membantu dalam pengenceran secret pernapasan untuk mempermudah pengeluaran dan mencegah stasis cairan tubuh misalnya pernapasan dan ginjal. Tingkatkan masukkan cairan adekuat. INTERVENSI & IMPLEMENTASI Tingkatkan cuci tangan yang baik . atau penurunan granulosit (respons inflamasi tertekan)).7. Tujuan : Infeksi tidak terjadi. Pantau suhu tubuh. Rasional : indikator infeksi lokal.

Berikan makan sedikit dengan frekuensi sering dan atau makan diantara waktu makan.Menununjukkan perilaku. meminimalkan kemungkinan infeksi. Rasional : meningkatkan nafsu makan dan pemasukkan oral. . gaya jalan dan kelemahan otot. Menurunkan pertumbuhan bakteri. sebelum dan sesudah makan.laboratorium normal. Rasional : mengawasi masukkan kalori atau kualitas kekurangan konsumsi makanan. termasuk makan yang disukai. Kaji kehilangan atau gangguan keseimbangan. Rasional : mengidentifikasi defisiensi.melaporkan peningkatan toleransi aktivitas (termasuk aktivitas sehari-hari) .tidak mengalami tanda mal nutrisi. . Kolaborasi pada ahli gizi untuk rencana diet. Teknik perawatan mulut khusus mungkin diperlukan bila jaringan rapuh/luka/perdarahan dan nyeri berat. Rasional : meningkatakan efektivitas program pengobatan. Rasional : membantu dalam rencana diet untuk memenuhi kebutuhan individual. Kolaborasi . dan tekanan darah masih dalam rentang normal. 3) Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen (pengiriman) dan kebutuhan. Rasional : manifestasi kardiopulmonal dari upaya jantung dan paru untuk membawa jumlah oksigen adekuat ke jaringan. pernapasan. pantau hasil pemeriksaan laboraturium. Timbang berat badan setiap hari. flatus dan dan gejala lain yang berhubungan.  Berikan dan Bantu hygiene mulut yang baik . Kriteria hasil : . Rasional : mempengaruhi pilihan intervensi/bantuan. Tujuan : dapat mempertahankan/meningkatkan ambulasi/aktivitas. INTERVENSI & IMPLEMENTASI Kaji kemampuan ADL pasien. termasuk sumber diet nutrisi yang dibutuhkan. meningkatkan pemasukkan dan mencegah distensi gaster. memudahkan intervensi. INTERVENSI & IMPLEMENTASI Kaji riwayat nutrisi. Rasional : menunjukkan perubahan neurology karena defisiensi vitamin B12 mempengaruhi keamanan pasien/risiko cedera. Rasional : menurunkan kelemahan. Kolaborasi . gunakan sikat gigi halus untuk penyikatan yang lembut. Rasional : kebutuhan penggantian tergantung pada tipe anemia dan atau adanyan masukkan oral yang buruk dan defisiensi yang diidentifikasi. perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan atau mempertahankan berat badan yang sesuai. Observasi dan catat kejadian mual/muntah. Berikan pencuci mulut yang di encerkan bila mukosa oral luka. misalnya nadi. Rasional : gejala GI dapat menunjukkan efek anemia (hipoksia) pada organ. Rasional : mengawasi penurunan berat badan atau efektivitas intervensi nutrisi. Observasi tanda-tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas. . Observasi dan catat masukkan makanan pasien.menunjukkan penurunan tanda intolerasi fisiologis. berikan obat sesuai indikasi.

dasar kuku. gangguan warna. INTERVENSI & IMPLEMENTASI Kaji integritas kulit. auskultasi bunyi napas perhatikan bunyi adventisius.menunjukkan perfusi adekuat.Berikan lingkungan tenang. dan kurangi suara bising. hangat local. Rasional : kondisi kulit dipengaruhi oleh sirkulasi. warna kulit/membrane mukosa. Rasional : meningkatkan istirahat untuk menurunkan kebutuhan oksigen tubuh dan menurunkan regangan jantung dan paru. Tujuan : peningkatan perfusi jaringan Kriteria hasil : . Tujuan : dapat mempertahankan integritas kulit.  Gunakan teknik menghemat energi. eritema. Rasional : termoreseptor jaringan dermal dangkal karena gangguan oksigen. INTERVENSI & IMPLEMENTASI Awasi tanda vital kaji pengisian kapiler. Rasional : iskemia seluler mempengaruhi jaringan miokardial/ potensial risiko infark. pertahankan tirah baring bila di indikasikan. Jaringan dapat menjadi rapuh dan cenderung untuk infeksi dan rusak. misalnya tanda vital stabil. Rasional : memberikan informasi tentang derajat/keadekuatan perfusi jaringan dan membantu menetukan kebutuhan intervensi. gemericik menununjukkan gangguan jajntung karena regangan jantung lama/peningkatan kompensasi curah jantung. Rasional : meningkatkan ekspansi paru dan memaksimalkan oksigenasi untuk kebutuhan seluler. 5) Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan neurologist. Rasional : meningkatkan aktivitas secara bertahap sampai normal dan memperbaiki tonus otot/stamina tanpa kelemahan. anjurkan pasien istirahat bila terjadi kelelahan dan kelemahan. anjurkan pasien melakukan aktivitas semampunya (tanpa memaksakan diri).mengidentifikasi factor risiko/perilaku individu untuk mencegah cedera dermal. Ukur suhu air mandi dengan thermometer. Hindari penggunaan botol penghangat atau botol air panas. catat perubahan pada turgor. . Rasional : memaksimalkan transport oksigen ke jaringan. Rasional : mengidentifikasi defisiensi dan kebutuhan pengobatan /respons terhadap terapi. Catatan : kontraindikasi bila ada hipotensi. Rasional : dispnea. Berikan sel darah merah lengkap/packed produk darah sesuai indikasi. batasi pengunjung. Awasi upaya pernapasan . nutrisi dan imobilisasi. Kolaborasi pengawasan hasil pemeriksaan laboraturium. Tinggikan kepala tempat tidur sesuai toleransi. Reposisi secara periodic dan pijat permukaan tulang apabila pasien tidak bergerak atau ditempat tidur. Selidiki keluhan nyeri dada/palpitasi. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. Kriteria hasil : . 4) Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen/nutrient ke sel. Meingkatkan harga diri dan rasa terkontrol. ekskoriasi.

 Rasional : dapat mengidentifikasi dehidrasi. keranjang. tidak mengenal sumber informasi. salah interpretasi informasi . Auskultasi bunyi usus.  Berikan obat antidiare.  Gunakan alat pelindung. Rasional : meningkatkan sirkulasi jaringan.Rasional : meningkatkan sirkulasi kesemua kulit. Lakukan perawatan perianal setiap defekasi bila terjadi diare. stimulant ringan. (kolaborasi). yang bekerja sebagai perangsang untuk defekasi.pasien menyatakan pemahamannya proses penyakit dan penatalaksanaan . (kolaborasi) Rasional : mempermudah defekasi bila konstipasi terjadi. memberikan media yang sangat baik untuk pertumbuhan organisme patogenik. Rasional : serat menahan enzim pencernaan dan mengabsorpsi air dalam alirannya sepanjang traktus intestinal dan dengan demikian menghasilkan bulk. Tujuan : membuat/kembali pola normal dari fungsi usus. Kriteria hasil : . Rasional : area lembab. INTERVENSI & IMPLEMENTASI Observasi warna feses. Bantu untuk latihan rentang gerak. misalnya Defenoxilat Hidroklorida dengan atropine (Lomotil) dan obat mengabsorpsi air. Kriteria hasil : . frekuensi dan jumlah. Rasional : menurunkan distress gastric dan distensi abdomen  Kaji kondisi kulit perianal dengan sering. Rasional : membantu mengidentifikasi penyebab /factor pemberat dan intervensi yang tepat. Dorong masukkan cairan 2500-3000 ml/hari dalam toleransi jantung. Kolaborasi ahli gizi untuk diet siembang dengan tinggi serat dan bulk. Tujuan : pasien mengerti dan memahami tentang penyakit. misalnya kulit domba. konsistensi. prosedur diagnostic dan rencana pengobatan. Berikan pelembek feses. catat perubahan kondisi kulit atau mulai kerusakan. Awasi intake dan output (makanan dan cairan). yang diperlukan sebagai penyebab. Akan membantu memperthankan status hidrasi pada diare. Anjurkan pemukaan kulit kering dan bersih. mencegah stasis. Rasional : mencegah ekskoriasi kulit dan kerusakan. 7) Kurang pengetahuan sehubungan dengan kurang terpajan/mengingat .menunjukkan perubahan perilaku/pola hidup. Rasional : menurunkan motilitas usus bila diare terjadi. misalnya Metamucil. Batasi penggunaan sabun. 6) Konstipasi atau Diare berhubungan dengan penurunan masukan diet. kehilangan berlebihan atau alat dalam mengidentifikasi defisiensi diet. kasur tekanan udara/air. Pantau keefektifan. perubahan proses pencernaan. laksatif pembentuk bulk atau enema sesuai indikasi. efek samping terapi obat. (kolaborasi) Rasional : menghindari kerusakan kulit dengan mencegah /menurunkan tekanan terhadap permukaan kulit. terkontaminasi. Pelindung tumit/siku dan bantal sesuai indikasi. Rasional : bunyi usus secara umum meningkat pada diare dan menurun pada konstipasi. Hindari makanan yang membentuk gas. Sabun dapat mengeringkan kulit secara berlebihan. factor pemberat. Rasional : membantu dalam memperbaiki konsistensi feses bila konstipasi. membatasi iskemia jaringan/mempengaruhi hipoksia seluler.

Minta klien dan keluarga mengulangi kembali tentang materi yang telah diberikan. Diskusikan kenyataan bahwa terapi tergantung pada tipe dan beratnya anemia. Pengantar Proses Keperawatan. EGC : Jakarta. Rasional : megetahui seberapa jauh pengalaman dan pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya. (Lynda Juall Capenito. 3) Pasien dapat mempertahankan/meningkatkan ambulasi/aktivitas. 1995. keluarga dan tenaga kesehatan lainnya. J. 1994. Anjurkan klien dan keluarga untuk memperhatikan diet makanan nya. EGC : Jakarta Effendi . L. 4) Peningkatan perfusi jaringan. Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya. FKUI : Jakarta http://id. Rasional : memberikan dasar pengetahuan sehingga pasien dapat membuat pilihan yang tepat. . Hassa. 2) Kebutuhan nutrisi terpenuhi. ed. Pengetahuan menurunkan ansietas. Rasional : mengetahui seberapa jauh pemahaman klien dan keluarga serta menilai keberhasilan dari tindakan yang dilakukan. Diagnosis Keperawatan dan Masalah Kolaboratif.3. 1999. Evaluasi Evaluasi adalah perbandingan yang sistemik atau terencana tentang kesehatan pasien dengan tujuan yang telah ditetapkan. Rencana Asuhan Keperawatan pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian pasien. Burton. 1999:28) Evaluasi pada pasien dengan anemia adalah : 1) Infeksi tidak terjadi. ed. Rencana Asuhan keperawatan dan dokumentasi keperawatan.wikipedia. Nasrul. Rasional : dengan mengetahui penyakit dan kondisinya sekarang. 6) Membuat/kembali pola normal dari fungsi usus. dengan melibatkan pasien. EGC : Jakarta Doenges. DAFTAR PUSTAKA        Boedihartono.L.mengidentifikasi factor penyebab. Tinjau tujuan dan persiapan untuk pemeriksaan diagnostic.org/wiki/Anemia . Binarupa Aksara : Jakarta Carpenito. D. 7) Pasien mengerti dan memahami tentang penyakit.penyakit. INTERVENSI & IMPLEMENTASI Berikan informasi tentang anemia spesifik. dilakukan dengan cara berkesinambungan. 1985. Berikan penjelasan pada klien tentang penyakitnya dan kondisinya sekarang. 2. Segi Praktis Ilmu Penyakit Dalam. Rasional : ansietas/ketakutan tentang ketidaktahuan meningkatkan stress. Proses Keperawatan di Rumah Sakit. Marilynn E. Ilmu Kesehatan Anak jilid 1. Rasional : diet dan pola makan yang tepat membantu proses penyembuhan. Jakarta. selanjutnya meningkatkan beban jantung.Melakukan tiindakan yang perlu/perubahan pola hidup. klien dan keluarganya akan merasa tenang dan mengurangi rasa cemas. Menurunkan ansietas dan dapat meningkatkan kerjasama dalam program terapi. . 1990. 5) Dapat mempertahankan integritas kulit. 1999. prosedur diagnostic dan rencana pengobatan. J.

penyakit saluran pencernaan atau masa kehamilannya tua (Wiknjosastro. Terapi Parenteral baru diperlukan apabila penderita tidak tahan akan zat besi per oral.blogspot. malaria dan lain-lain GEJALA ANEMIA PADA IBU HAMIL Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah. dan adanya gangguan penyerapan. Hasil pemeriksaan Hb dengan sachli dapat digolongkan sebagai berikut: 1. Kehilangan darah banyak seperti persalinan yang lalu. Saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis anemia (Saifuddin.kompas. Saturday. adalah sebagai berikut: 1. 2006. nafsu makan turun (anoreksia). mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah pada hamil muda. Pengobatannya yaitu. Pemberian preparat parenteral dengan ferum dextran sebanyak 1000 mg (20 mg) intravena atau 2 x 10 ml/ IM pada gluteus. Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10. tidak hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah pemberian tablet besi. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Pemberian preparat 60 mg/ hari dapat menaikan kadar Hb sebanyak 1 gr%/ bulan. 2001). Kurang gizi (malnutrisi) 2. Klasifikasi anemia dalam kehamilan menurut Mochtar (1998). Untuk menegakan diagnosa Anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan anamnesa. Hasil anamnesa didapatkan keluhan cepat lelah. Sjaifoellah. Hb < href="http://materi-kuliah-akper.com/ver1/Kesehatan/0611/30/104458. 2002). 2009 ANEMIA PADA BUMIL Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr% (Wiknjosastro. Hb 7 – 8 gr%: Anemia sedang 4. sering pusing. Wilkinson. cacing usus. nafas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda. dapat meningkatkan Hb lebih cepat yaitu 2 gr% (Manuaba. Pada pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat sachli.com/2010/06/askep-anemia-pada- . Anemia Defisiensi Besi Adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan yaitu trimester I dan III. October 24. Standar Perawatan Pasien.htm Noer. a. 1998. EGC : Jakarta. edisi 7. fero glukonat atau Na-fero bisirat. Terapi Oral adalah dengan memberikan preparat besi yaitu fero sulfat. 2002). Penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru. Hb 11 gr% : Tidak anemia 2. 2002).      http://www. haid dan lain-lain 5. malaise. mata berkunang-kunang. lidah luka. Malabsorpsi 4. b. KLASIFIKASI ANEMIA DALAM KEHAMILAN. Monica Ester : Jakarta. sering pusing. konsentrasi hilang.5>1. keperluan zat besi untuk wanita hamil. Kurang zat besi dalam diit 3. Judith M. Hb 9-10 gr% : Anemia ringan 3.

Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8–10 mg zat besi. dan persalinan dengan tindakan yang disebabkan karena ibu cepat lelah. Untuk diagnostik diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan diantaranya adalah darah tepi lengkap. Vitamin B12 3 X 1 tablet per hari c. IQ rendah dan bahkan bisa mengakibatkan kematian. sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal. Pengobatannya: a. Anemia yang terjadi saat ibu hamil Trimester I akan dapat mengakibatkan: Abortus. 4. Missed Abortus dan kelainan kongenital. Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari. Namun pada beberapa jenis obat-obatan. asfiksia aintrauterin sampai kematian. Sehingga transfusi darah berulang dapat membantu penderita ini. pemeriksaan pungsi ekternal dan pemeriksaan retikulosi. Kebutuhan ini terdiri dari. 2001). Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20–25 mg zat besi perhari. mudah terjadi febris puerpuralis dan gangguan involusio uteri. rtensio placenta. membentuk sel darah merah baru. gangguan pertumbuhan janin dalam rahim. Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi darah. Sulfas ferosus 3 X 1 tablet per hari d. Saat inpartu. serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital. jarang sekali karena kekurangan vitamin B12. karena itulah kejadian ini harus selalu diwaspadai. Anemia Hipoplastik Adalah anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang. Anemia pada kehamilan trimester II dapat menyebabkan: Persalinan prematur. Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah. Asam folik 15 – 30 mg per hari b. BBLR. SIMPULAN Kejadian anemia pada ibu hamil harus selalu diwaspadai mengingat anemia dapat .bumil. Anemia Megaloblastik Adalah anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan asam folik. Anemia Hemolitik Adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. kelelahan. anemia dapat menimbulkan gangguan his baik primer maupun sekunder. Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus. Saat post partum anemia dapat menyebabkan: tonia uteri. kelemahan. gestosis dan mudah terkena infeksi. hal ini tidak memberi hasil. janin akan lahir dengan anemia.html">Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekatai 800 mg. EFEK ANEMIA PADA IBU HAMIL. pelukaan sukar sembuh. ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil (Manuaba. Pengobatannya tergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya. urin dan kulit. perdarahan antepartum. 3. 2. Bila disebabkan oleh infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obat penambah darah. BERSALIN DAN NIFAS Anemia dapat terjadi pada setiap ibu hamil.

id. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan Keluarga Berencana. Untuk mengenali kejadian anemia pada kehamilan. Edisi 2. konsentrasi hilang. sering pusing. yaitu cepat lelah.B. keperawatan. 2002. Jakarta: YBP-SP posting by veni vidi vici di 10/24/2009 11:48:00 AM Label: askep. diperoleh 24 Februari. Ilmu Kebidanan. Jakarta: EGC Manuaba. 2003.unair. 2002. nafsu makan turun (anoreksia). Jakarta: EGC Notobroto. 2006. BBLR dan angka kematian bayi. A. Saifudin.G. 1998 . kesehatan   . mata berkunang-kunang. malaise.G. H.lib.1998. angka prematuritas. I. napas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada kehamilan muda.meningkatkan risiko kematian ibu.B. R.B.ac. lidah luka. seorang ibu harus mengetahui gejala anemia pada ibu hamil. http://adln. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. KEPUSTAKAAN Manuaba. 2001. Jakarta: EGC Mochtar. Sinopsis Obstetri. Jakarta: YBP-SP Winkyosastro. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. I. Insiden Anemia.