Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Dari sisi pengembangan usaha.bi. Sampai saat ini. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. Di sisi lain. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. Namun demikian. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. maupun kendala non teknis. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. Dari sisi pembiayaan. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. UMKM masih memiliki kendala. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian.go. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. baik karena kendala teknis.id. Sehubungan dengan hal tersebut.KATA PENGANTAR Usaha Mikro.

7794 Fax. M.Direktorat Kredit. (021) 381. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.8922 atau 381. Thamrin No. Jakarta. (021) 351.2 Jakarta Pusat Telp.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.H.

000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a.Strata SMP. kelas 6.000 Rp. Sub Program a. Reguler. Suku bunga per tahun f.065.250. Sumber dana b.83. Umur proyek b.Strata SD.6. Sub Program a. Program Bimbingan Belajar . Reguler.8. target siswa 144 orang b.5. Investasi b. target siswa 60 orang . Jangka waktu kredit e. kelas 7.168. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.5% efektif/menurun Semester Rp. kelas 4.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . Modal kerja 5 Perkreditan a. Intensif.132.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a.149. Jenis kredit c. Plafon kredit d.

Reguler.Rata rata/bulan g.750 Rp. target siswa 24 orang b.9. Intensif.Tahun 2 . kelas 9. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .378. target siswa 24 orang .125.Strata SMA. Sumber pendapatan usaha a.Total 5 tahun h.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . target siswa 36 orang .063. Jangka waktu bimbingan per sub program a.54.Sub program Reguler .Tahun 1 .000/siswa b.Rata-rata/semester .54. Intensif : . target siswa 16 orang c.4% Rp.1.No Unsur Pembiayaan Uraian b. Surplus pendapatan .Kelas 12 IPS.750 Rp. Sub Program a.378.Sub Program intensif d. Reguler b.400. Biaya Bimbingan Rp.000 per siswa per semester f.Rata-rata/tahun .11. Profit margin .000 s/d Rp. Uang pendaftaran Rp.1.Kelas 12 IPA.6% 23. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e. BEP -12.9% 20. kelas 10.250.

Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.187.580 .Menurut nilai Rp .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.2. Kriteria kelayakan .261. 2.5% 1. 67. Biaya operasional c.8 tahun Layak dilaksanakan v .PBP .Menurut Siswa . masing-masing 4%.No Unsur Pembiayaan .NPV pd DF 14.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.308.IRR Rp.Net B/C ratio pd DF 14. Penerimaan b.176 Rp.306.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.8 .5% .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.................... DAFTAR TABEL ................ 3........................................... 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii ............................... 4..................................... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3.....DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........ Aspek Pemasaran ...1................................... DAFTAR ISI ..... Profil Usaha ...... 4........... 4....................... 2..................................2......1.................................4.............................. BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4...............2................................................................2. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ..1....... 4............................. Biaya Bimbingan ............. Pembiayaan Bank .....................................1............ BAB I BAB II PENDAHULUAN ...............................1......... Perizinan .......................... 3......... 2.......................................................................2.. Pola Pembiayaan .4.............4. 2........ Prasarana .................................... Aspek Pasar ........... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ......... RINGKASAN .................................2...................... PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2...............................................2...... Sarana ........................ Staf Pengajar ......2..........................................2............................... 4...............................1.........................................................2............................................................3....4..... 4.................................... Jalur Pemasaran . DAFTAR GAMBAR ................................................ Lokasi Usaha .......................... Program Bimbingan ............................................ 3.........................2.....................................3.................................................................................

.. Komponen dan Struktur Biaya ........................................1..........2...... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ..7..6 Kaitan dengan usaha lain ................................................ 7.............. 7.1.......................4.................1............. Analisa Break Even Point (BEP) .................2.1 Pendapatan masyarakat ................................. 5............................. 7......................8 Pembiayaan oleh perbankan . 7................................... Produksi dan Pendapatan Usaha .............................. 5.... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. 5......................................................................2 Anggaran pendidikan .............3 Kebijakan pemerintah .............................5 Kesenjangan meraih pendidikan ........ 7....................................................... 7......1.........2..................7 Persaingan ...........................8........1.... Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman .............. 5................ Biaya Operasional ........ 7........................................... BAB VI ASPEK EKONOMI............................5......................... Biaya Investasi .. 7..................4 Peraturan pemerintah .................................... Dampak Lingkungan ......BAB V ASPEK KEUANGAN 5.......................1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ....2.......2................ 5...3.......1......... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ........ BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7....................................2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ...................1......1............. Aspek Ekonomi dan Sosial ...........6................... Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ......... Proyeksi Laba/Rugi .1. 5...............3.... 5....1 Faktor-faktor Eksternal ..................3............ 7......................................... 5.....1...........1.................. Analisis Sensitivitas . 5................ 7.....2 Faktor-faktor Internal ..................... 6.... 7.

....................................................................................................3 7.......................2.......................... 7.2....... DAFTAR LAMPIRAN ................ Gambar 4 Grafik BEP ....... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ......................................... 7.................... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel .......1................................................. DAFTAR PUSTAKA ...........3 Kualitas pengelola dan manajemen .................................2..................... Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel .........................................................2................................................ Saran ...................................................................................................................................................................... 8............................................ 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8......................................... Kesimpulan .................... Hal 11 17 24 58 ix ................ DAFTAR WEBSITE .................... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ...........5 Pemasaran .7..................4 Kemitraan ..........

.......................................... Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .................................. 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ................................ 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel .................... 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ............ 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ................................................ 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ...................... 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ................................................ 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ................................................ 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ........................................................................ 55 Data untuk perhitungan BEP ...............................................................................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi................. 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ......... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ......................... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ...................................... 12 Biaya jasa bimbingan ..

20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. bekerja mencari nafkah. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. standar kompetensi. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. keterampilan. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No.

5 juta dan Rp. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD.3. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. dan Menyenangkan.com). SMP dan SMA secara regular. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas.8. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang.6 juta. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia.4. Asyik. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Rp.1 juta. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . M = mind. intensif dan private. A = applicable. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment. R = rational) .

Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Bimbel Primagama. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. 2. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Bimbel Gama UI. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. 4. 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. Kemampuan guru yang terbatas. Super Bimbel GSC. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. antara lain Bimbel Teknos Genius. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Sony Sugema College dan lain-lain. 3 . Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra.

6. 4. 2.06 1. 3. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.89 9.62 Jumlah 1 2 % 0. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.18 7 0.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .kecil. Berdasarkan informasi multimedia.26 17. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.50 2 0.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.96 1. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. 5. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.09 0.18 1.67 18.

94 3.09 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.34 4. sisanya 20. Kalimantan Selatan 16. Kalimantan Tengah 15. Lampung (54 lembaga).135 % 0.70 0.32 9. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.70 0. 5 .79 1. 9.76 1. Lampung 13.09 7. Jambi 11. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).net.50 1. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www. Sumatera Selatan 12. 8.info kursus. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.09 0.09 1.61 3.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.96%. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79.8%.82 100 10.67 0. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29. Kalimantan Barat 14.50 0.26 2.35 1.16%. Kepulauan Riau (87 lembaga).23 0.

net.info kursus.56 1.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut.12 1.22 7.07 20. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22. 11. Sisanya 10.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey. kota depok dan kota Bekasi.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.45% dari jumlah seluruh Indonesia. yaitu Jabodetabek. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.54% lembaga belum memiliki izin. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.207 lembaga (83.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.22 9.35%) telah memiliki izin operasi.32 17. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.73 100. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.76 20.

yaitu 1. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955.863 siswa-siswi atau 70. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil.13%. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat.362 lembaga. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT).88%. 7 . Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

keterampilan motorik. Biologi. sikap dan siasat kognitif. bhs Inggeris. IPS Matematika. Bhs Indonesia. Biologi. Biologi. bhs Inggeris. Fisika. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Bhs Inggeris. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. keterampilan intelek. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. Bhs Inggeris. IPA. Profil Usaha Menurut Dr. Bhs Inggeris Matematika. Kimia. Biologi. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Indonesia. Fisika. Sosiologi. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Geografi. Bhs Indonesia. PPKn. IPA. Dimyati dan Mudjiono (2006).1. Fisika. Fisika. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. PPKn Matematika. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. Ekonomi. Bhs Inggeris. PPKn Matematika. Kimia. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . IPA. Matematika. 4. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Pola Pembiayaan 2. 2. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. laba = untung”. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. Berdasarkan penelitian. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel.2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010.1. menjelang UN 2010. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih.2. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 .

Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. 2. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. nama. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. sistim.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. 42 tahun 2007 tentang waralaba. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. 16 tahun 1997 tentang waralaba. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. Pada tahun 1970. yaitu : 1. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. berkembang sistem pembelian lisensi plus. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No.

3. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. mendirikan 15 . tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. 7.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. 44 tahun 1997. Peraturan Pemerintah RI No. 5. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. 6. UU No. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 2. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. 2. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. yaitu : 1. 4. pelatihan personalia. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. 16 tahun 1997. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 3.

Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. Bimbel Teknos. 7. 5. Saint Anna Education Centre (SAEC). TutorNet. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. bergantung pada jenis waralaba. 6. Sinotif. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. promosi dan supply produk. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. 4. Pewaralaba melakukan pelatihan. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. Bimbel Primagama. Bimbel Gama UI dll. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Menurut Amir Karamoy.

Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Alamat : Graha Primagama Jl. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. yaitu Remedial. Diponegoro 89. Jl HT Rasuna Said. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. Kav B-4. Wisma Kodel Lt 7.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. 17 . (0274) 520418. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Yogyakarta Tlp.

2 juta (pulau Jawa) dan Rp.000 untuk lima tahun. yang secara terminologi berarti cerdas.000. • Membayar biaya survey Rp.150. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. Pelayanan kepada siswa seperti modul.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. UN. UAS. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. paket soal latihan dan lembar jawab computer. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SPSB. SPMB. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. UM-UGM dll secara berkala. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. semester.

Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. 16-18. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). ruang administrasi. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. majalah. ruang pengajar. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Jl I Gusti Ngurah Rai. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. 2. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. surat khabar. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. untuk luar Jakarta 5 km. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. 19 . Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Klender Jakarta Timur 13470. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee.

konsultasi pemilihan jurusan.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. billboard. telepon. patent. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. Konsep Pengajaran . TV. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . ATK.9.11 – 12 IPA. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. 11 – 12 IPS. AC. whiteboard.100 juta dan royalty fee. penanaman motivasi berprestasi. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. 6. meja kursi untuk kantor dan pendidikan. dan SMA kelas 10. SD kelas 1 s. Fax. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa).d. • Gedung milik sendiri atau sewa. SMP kelas 7. brosur. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. fasilitas multimedia. trademark.8. pembinaan mental.

• Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .5% 85% 80% Keterangan : . bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB.5% 15% 20% Investor 50% 87. sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor.

Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. Dilihat dari golongan nasabah. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. suku bunga.2. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Koordinator. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Pleno cabang. Diklat. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Pleno Manajer Cabang dan Pusat).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba.2. Raker Tahunan. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. Rapat-rapat (Divisi. 2. Demikian pula persyaratan kredit. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. kredit kepada pensiunan dsb. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. Kecuali kredit khusus seperti KUR. yang memiliki skim tersendiri. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI.

di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. bukan atas nama yayasan. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Ketentuan kredit Bank BRI a. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. 23 . Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI.

Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit.

Sertifikat tanah 7. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . yaitu : a. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. Lebih Rp. s/d Rp. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. Lebih dari Rp. sebagai berikut : 1. b.500 juta s/d Rp. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah.

5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah.25%.12. c.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8. Meterai Rp. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil).000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit). Suku bunga. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.350. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan). minimal Rp.

1. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. dicicipi atau disentuh. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. Kenyataan demikian ini. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. Dalam analisa mengenai aspek pasar. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. kemudian bahan pembantu atau penolong. tenaga kerja dan modal. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. dijual lagi atau dikembalikan. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. karena sifat dari produk jasa tersebut. 2003). 27 . Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi.

9 dan kelas 12. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN.d. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. SMP dan SMA. Pada sistem kelas reguler. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. 11. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan.d.

menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. meskipun banyak juga yang tutup. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Menurut Tempo Interaktif. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. yaitu : 29 . minuman dan waralaba ritel. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga.

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SMP dan SMA. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar.2.2. Adanya prestise. b. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. kemudian meluas ke desadesa. e.1. c. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. mula-mula di daerah perkotaan. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. d. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. Aspek Pemasaran 3. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. f. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. jenjang kelas dan program pembelajaran.

000 2. yaitu pada awal dan akhir tahun.000 – 2.500.650.000. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .000 – 2.000 2.000 2.950.000 3.000 3.000 2 3 100.000 Sumber : data primer 3. spanduk.500.450.950.000 --- --- --- 2.000.650.700.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.000 2. leaflet. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.000 – 2.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.000 2.800. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.000 2.500.000 4. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12.000 4.000 2.2. iklan di media cetak. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.2.500.500. website dan try out serta open house. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.500.000 – 3. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.750.650. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.000 : 2. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.500.000 – 2.000 No 1 2.000 4 150.950.000 125.000 2.000. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan. misalnya SD kelas 6.650.000 – 4.500.

Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 juta untuk sekali try out. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. Telkom dan lain-lain. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. Indosat. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. dan para guru. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. sehingga pelaksanaannya lebih lancar.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. para praktisi pendidikan yang mencari info. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok.

33 . artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. kurikulum. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. SMP dan SMA. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup.1. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya.

Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. Mendiknas tahun 2010) : a. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. f. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. Mengarahkan.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. pelaksanaan. e. b.2. menyerasikan. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. c.

b. meskipun sudah ada Perda No. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor.p. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. yaitu : a. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. c. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. d. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. u. Pas foto ukuran 4 x 6. 3. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. 2.

Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. Perusahaan Perorangan (CV). Koperasi dan Yayasan. Daftar perkembangan warga belajar 5. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Pas foto ukuran 4 x 6. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. hak pakai. Program belajar. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. adalah : 1. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. KTP penanggung jawab kursus 3. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. 6. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. Foto copy izin kursus yang lama 6. Denah lokasi 14. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. 4. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki.

Di kota Bogor. untuk tahap I selama 6 bulan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. yaitu. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Kursus Wirausaha Desa (KWD). Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK.195/E/ KK/2009. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. Kursus Wirausaha Kota (KWK). Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. mulai tahun 2009. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun.

Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. teguran tertulis. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. atau pencabutan izin kursus. 4. Mei dan Juni setiap tahun. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP.3. masa persiapan belajar (pengenalan). Dari uraian diatas. April. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah.

meliputi jadwal belajar. c. yaitu : a. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. Misalnya program privat. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). b. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. c. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). potensi bakat dan kecerdasan. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. 39 . Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. kemampuan menyerap materi pembelajaran. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. diagnostic dan penempatan kelas. Setelah orientasi. b.modul dan materi belajar.

potensi kecerdasan maupun psikologis.8 SMP dan kelas 10. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat.4. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. kursi siswa.4. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel.5 SD. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program.4. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out.1. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. white board dan meja guru. 4.. kelas 7.

Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. 41 . soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4.4. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. suplemen dan evaluasi belajar. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. soal latihan. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran.2. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi.

Bhs Ind. Reguler 2. IPA. Fisika. Sosiologi 7.5 6 Matematika. Intensif-1 IPA 10. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Matematika. Kimia. Intensif III SMA 1.8 9 Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Ekonomi/Akuntansi. Biologi. Sejarah. Bhs Inggeris.. Biologi. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Reguler 2. Bhs Inggeris. Bhs Ind. IPA. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif II SMP 1. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Inggeris.4. Bhs Ind.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. IPSKimia. Bhs Ingeris. 3. Bhs Inggeris Matematika. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Kimia. Fisika. IPA. Geografi. . Biologi. Reguler 2. Fisika. 11 12 Matematika.

UN dan SMPTN. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB.Ekon. IPK 2. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a.4. kemudian melatihnya 43 . Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas.75 jurusan MIPA. Sos. Bhs Inggris. honor. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. Lembaga Bimbel bukan waralaba.3. Pelatihan meliputi : a. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. UI dan sebagainya. b. min. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor.

Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.250. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.35.350. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 sampai Rp. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar.42 siswa per tutor. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.25.1 juta sampai Rp.000 per minggu atau per bulan antara Rp.5 juta per bulan. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel.000 per sessi. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp.1.4 juta. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas.000 – Rp.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.

Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Program Executive Class. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Program Standard Class. SMPTN). Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Misalnya Program Special Class. dll.1. Biasanya 45 . perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. 2. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester).BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Program Intensif (UN. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Jaminan. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Pendamping Belajar Siswa. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Program Super Intensif (masuk PTN). Program Kemitraan. Program Intensif (UN. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Program Khusus. SMPTN). Selain jumlah siswa per kelas. Program Privat. Program Special Class. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1.

• Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. 2. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. yaitu semester I. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. 4.

yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni.Mei. • Sub Program Intensif 2. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). • Sub Program Intensif 1. Terdiri dari tiga Sub Program. untuk kelas 12 IPA. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. Tujuan adalah lulus ujian akhir. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. untuk siswa IPS. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. 5. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan.2. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program.

Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. dan nama atau merek lembaga Bimbel. Reguler 2. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Intensif Jumlah III SMA 1. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1.

Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA.250. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek.400. Reguler 2.000 500.000 49 .000 Bimbingan 750. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester. b.000 800. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500. Intensif 1. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 500. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA. Reguler 2.000 1.300. Intensif 1.000 500.400. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal.000 1.000 1. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.000 500.000 800. Alasannya adalah : a.000 500.000 1. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.000 1.000 1.000 900. Intensif-1 IPA 3.000 Jumlah 1.300.000 500. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.400.350. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 900.000 900. Reguler 2.000 850.

ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a.000.000 per siswa. Uang pendaftaran. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran.500. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel. per semester. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. b.125. sebesar Rp. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. seperti pada tabel berikut. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA.

475.000 68. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor. peralatan kantor.000 15.000.000 34.000.200.000 44.500.500.400.000.000 0 23. Intensif Jumlah III SMA 1.000 Tahun 1 Smtr 2 90.000 267.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 0 11.000 29.000 Tahun 2 Smtr 2 150.950.3. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000 0 165.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.200.000.600.200.000 300.000 474.000 68.000.200. Intensif-1 IPA 3.000 0 35. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.400. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.100.400.000 0 68.000 No Strata I SD 0 11. sewa gedung.400.200. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .300.000 119.400.000 0 22.275.000 17.3.000 34.175.000 17.000 62.1.000 13.000.000 Sumber : lampiran 5 5.000 59.550. Reguler 2.000 Smtr 1 165.000 31.000 34.000 39.000 88.000 34.100.200.000 90. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.000 0 34. Reguler 2.800.000 268.000 26.125.200.400.000 62.000.000 Smtr 2 180.000 0 198.100.600.000 386.000.000 0 68. Komponen dan Sruktur Biaya 5.000.725.000 88.800.200.000.200.000 88.000 31.000 115.000 34.200. fasilitas dan sarana belajar. Intensif Jumlah II SMP 1.000 203.000 53.200. Reguler 2.000 150.500.675.000 31.400.000 209.000. peralatan belajar.600.000 0 99.400.000 0 35.500.600.200.500.

Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.685.250. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.450.000 31. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.000 0 168.000 4.750.500 1.024.845.500 0 0 1.000 12.100. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.000 0 83.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Nilai (Rp) 1.050.000 700. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.900.000 5.000 68.722.000 64. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.750.980.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.853.000 0 0 1.

3. 91.000.175.540.000.175.000 10.000 3.000 198.500.000.335. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000 204.890.715. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.175.000 20.000.000 4. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.715.000.000.000 189.000.992.000.060.000.175.000 Smtr 2 8. 77.500 dimana sekitar Rp.160.000. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000 6.000 6.000 193.780.4.000 6.000 16.000 Smtr 2 8. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000 159.000 135.2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.235. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000 228. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 Smtr 2 8.000 5.000 5. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 177.955.000 Tahun 2 Smtr 1 8.500. biaya tenaga kerja.000 154.000 10.000 8. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.565.540. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.000 159.462.175.175.000 136. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000 5.000. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .

Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.189. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.5% per tahun. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.000 56. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.125 Bunga 24.258.912. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.189.333 171.601 Jumlah 91. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.276.726 5.902.613 17.335. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.811.396 66.713.276. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.077.613 24.000 91. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.708 238. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.396 39. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5.912.375 66. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.

073.9% 20.394.6% 27.2% untuk semester 1 dan 18.073. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.637. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.397 531. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.613 135.927.696.897 759. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.927. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.697.4% 23.2% semester 2.500 759. Baru pada semester 2 tahun-2.279 213. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.118. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.731 227.500 227.411.397 1.613 89. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.697.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.744 12.5% 29.4% 29.666 303.336.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.145. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.0% 55 .0%.

325.000 103.734.922 271.000 126. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.826.550.480.743 395.963.266 118.458 230. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.458 201.636 178. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.564 437.494 103.000 244.722.564 318.170.417.949 121.693.759.480.949 265.386 478. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.480.633 186.000 44.494 121.378.000 189.100 313.000 Tetap 147.266 121.250.861 121.958.858.101.000 73.202.500.587.405 212.142.038 132.386 342. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.480.636 80.207 292.000 Biaya Variabel Total No 56.306.000 29.000 345.279 224.000 319.750.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .411.250.750.207 365.000.6.279 271. 2003).483.931. biaya tetap.480.ASPEK KEUANGAN 5.101.000 59.000 220.500.000 173.861 159.100 248.633 121.650.917.035. seperti jumlah siswa peserta. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.480.050.480.000 197.722 Intensif 14.443.067.000.722 121.038 121.509.177 239.000 88.405 121.480.743 295.075.734.708.000 150.480.754.515.177 121. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.922 354.392.750.274.

671 435.000 291. sebagaimana terlihat gambar 5.135 506.000 478.028 389.126.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.098. 57 .354 121.000 267.810 121.243.441.671 221.899 206.784.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).468.513.443 236.337.000.480.500. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).651.135 767.028 561.810 147.784.284.000 408.065.750.000.000 425.493.993.000 398.618.582 162.127 191.671 121.835.857.314 482.889.127 121.443 121.000 519.899 121.000 314. pendapatan (lampiran 5).480.492 459.480.876.151.480. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.545.000 531. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.500.468.582 121.304. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.000 361.835.480.250.671 643.961. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.480.956 529.000 505.850 602.060.810. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.492 685.000 384.000 452.314 726.354 177.850 412.480. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.000 337.250.409.

900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).176 (sumbu vertical).261. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.261. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp.ASPEK KEUANGAN Juta Rp.176. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .306.306. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.

250 juta. 168. Jika terjadi keadaan sebaliknya. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh.antara 1 – 5 tahun. dimana investasi dimulai pada tahun-0. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. Jumlah investasi tetap : Rp.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya.7. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. 59 . 5. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. Berdasarkan data pada lampiran 1.

811. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2.5% IRR % PBP (semester) 67. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.132. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .250.433 1. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.125 dengan bunga pinjaman 14.a.375 dan modal pinjaman Rp 171.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).000.571. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168.5% p.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.747.500. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.79. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.308. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.45 27% 2. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.2.000 dan biaya modal kerja Rp 83.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.

Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. IRR lebih kecil dari suku bunga.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. Dan Net B.8. dimana NPV sudah negative. 16 dan lampiran 17.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.5 16% 2. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. 61 . Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.4 14% 2.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.C ratio kurang dari satu. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.223.410) 1.790. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.710 1.

5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. dimana NPV negative. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu. c.5 18% 2. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.079 1.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.782.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.5 16% 2. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.ASPEK KEUANGAN b.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .4 14% 2.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.954 1.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.627) 1.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.859.4 14% 2.873) 1.

63 . IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. dimana NPV negative. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. pemerataan pendapatan masyarakat. dan manfaat sosial lainnya. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. Sukses ujian semester c.BAB VI ASPEK EKONOMI. yaitu : a. 65 . Sukses ulangan harian di kelas b. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). pertanian.1. perdagangan dan pengangkutan. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. penciptaan kesempatan kerja. sebagian besar hasil pendidikan. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas.

Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik.ASPEK EKONOMI. Ternyata. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. BP2NFI. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Politeknik. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Lembaga Pendidikan Keterampilan. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Balai latihan Kerja. sedangkan untuk LKP. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). PKBM. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SKB. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya.

Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. 67 . Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut.25.2. industri alat tulis. 200 m2. polusi udara dan pencemaran lingkungan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan.d. buku-buku. industri makanan dan minuman. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. industri barang-barang dari kayu dll. seperti polusi suara (bising). dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. soal-soal). Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s.000 s/d Rp.000. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. 6.35.

SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar.ASPEK EKONOMI. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

69 . kurangnya fasilitas belajar yang memadai.2.1. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar.1. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. 7.1. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah.1. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. yaitu : a. b. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel.

akuntabel. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. 7.4. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel.1.1.infokursus. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.3. Nilek online dapat di cek di www. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri).net. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. 7. diantaranya harus transparan. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN.

sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Fisika. 12. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya.1. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.5. SMA IPA 11. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. dan SMA IPS 11. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. 71 . Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. 12. 9. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik.

sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. cepat dan tepat. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut.1.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.1. industri alat-alat perkantoran. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. industri furniture. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta.7. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. usaha computer dan website designer. berkembangnya sekolahsekolah umum. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar.6. 7. perbaikan sarana transportasi. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran.

karena masalahnya adalah : a.1. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan.2. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar.1. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti.8. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak.2. Oleh karena 73 . Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. c. Faktor-faktor Kritis Internal 7. tetapi menyewa. b. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. 7.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. Lembaga-lembaga bisnis. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. c. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. e. SMP dan SMA.5. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. d. 7. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. b. pembinaan. lembaga-lembaga profesi. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. Sekolah-sekolah umum SD. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel.2. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. 77 . yayasan kependidikan dan perorangan. organisasi-organisasi masyarakat. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD.

78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. BUMN dan perbankan. d. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. konsultasi. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. materi belajar yang diberikan.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. Visi. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. fasilitas belajar. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. c. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. tanpa dipungut bayaran. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. b. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. target program. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. b. layanan phisikologi.

79 . adalah : a. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer.3. b. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. Kualitas materi-materi pembelajaran. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. c.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. Kualitas pengajar atau tutor. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. 7. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. brosur. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. c. Sebaiknya pengajar lulusan PT.

Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. seperti ruangan ber – AC. e. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. SMPT). tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. g. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. penyajian materi belajar dengan OHP. h. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. kantin dsb. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. musholah. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. f. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. sederhana. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. tersedia ruang diskusi. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. ruang konsultasi. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya.

siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. 81 . jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. jangan pasif. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. i. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. Tetapi dengan catatan. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. Siswa. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

4. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. 2. 83 . Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. 3. yaitu : • Dari segi transportasi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. Kesimpulan 1. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Ditinjau dari aspek teknis. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor.1. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. kurikulum. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. 5.

karena pada tingkat discount factor 14. 6. 10. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. 9.5%. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.176.306. Pendapatan turun sampai 7% b.2. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. pay back period 2.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum.8 %.308. 67. Biaya operasional meningkat sampai 10% c.433. Berdasarkan analisa sensitivitas. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .587. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a. 8. 7. Net B/C ratio 1. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. Berdasarkan analisis aspek keuangan.187.8 tahun.262. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. NPV mencapai Rp.8 dan IRR 27%. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).

Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. 5. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian.2. 2. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. 4. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. Saran-saran 1. 85 . Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. 3.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. Husein 87 . Pengantar Evaluasi Proyek. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. 2003 Belajar dan Pembelajaran. Evi Umar. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. 2007 Mengajar dengan Sukses. cetakan ketiga. D Kultur Hia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 1976.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. 2001 Sulistyowati. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Clive dkk Hartanto. edisi kedua. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). edisi kedua. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat.

com http://indonesiaeducate.net http://www.gaulislam.primagama.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.banksaudara.com http://www.wordpress.com http://edukasi.com http://www.tridaya.co.com http://aisyahraifa.Teknosgenius.wikipedia.org/waralaba http://snmptn.com http://bimbel.com http://www.id http://id.org http://re-searchengines.com http://www.org http://www.ppsgms.com http://ahmadsudrajat.majalahfranshise.wordpress.com http://www.com http://www.com http://suarapembaca.kompas.bimbelgsc.org Kompas.gamaui.multiply.bimbelplus.com http://www.detik.infokursus.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

..................................... 120 Proyeksi Laba Rugi ................................. 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ..... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel .................. Sarana dan Biaya Bimbingan .......................................................... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ......... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ................................................... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ................................................. 106 Proyeksi Jumlah Kelas............................................................................................................................................................................................... 114 Rekap biaya operasional ............ 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ................... Fasilitas........................................ 103 Biaya Pendaftaran.................. 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ........................ 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran .............. 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ...................... 110 Rekap jumlah biaya investasi .........DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ........... 113 Lampiran 10a Struktur Biaya .......................... 122 91 ................ 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan .

............ 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ......... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ................. 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%.. 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ............. 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% .................................. 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ..... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ....................................................................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan .. 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester .......................... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ...........................

Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1.

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

97 . Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Menghitung Jumlah Angsuran. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis.

Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. n = Umur Proyek.LAMPIRAN 3. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). Apabila NPV < 0. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. Apabila NPV = nol. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Menghitung Net Present Value (NPV). b. c. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial.

Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. b. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. 99 . i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return.

Menghitung Net B/C ratio. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. 6.LAMPIRAN 5. = Nilai benefit-cost ratio. = Net present value positif. = Net present value negatif. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Apabila nilai Net B/C < 1. NPV B-C Negatif. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. maka proyek layak dilaksanakan. b. Apabila nilai Net B/C > 1. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif.

Titik Impas (Rp.) = n x harga pokok. Titik Impas (Rp.) e. Titik Impas (n) = ----------------------------. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Titik Impas (Rp. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. a.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. 1 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 .--------------------------Hasil Penjualan. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran.X Total Produksi.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel.) f. Biaya Tetap. b. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. d. Hasil Penjualan (Rp. c.

dimana √ (1+r)n r = suku bunga. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam.. b. … . Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. 2.LAMPIRAN 7. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. 1 ½. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. 1. n = 0. n. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 8. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. ½. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak.

Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1. Intensif-1 IPA 3. Intensif Jumlah II SMP 1.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 .

000 500.000 1.000 850.000 125.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 III SMA 1. Intensif-2 IPS 125.000 500.300.000 1. Intensif 125.000 900.000 500.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 500.000 900.000 750. Reguler 2.400. Fasilitas. Reguler 2.000 800.000 125.000 1.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 125.000 125.000 1.000 800. Intensif 125.000 900.000 500.400. Reguler 2.000 1.250.400.000 500.350.000 1.300.000 1.000 500. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1. Intensif-1 IPA 3.

0 4.000 200.000 1.600. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.000 200.0 1.000 4.000 2. Intensif-1 IPA Jumlah 3.0 3.400.600.000 6 2.0 6.000 200.0 1.000 200.800. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .400.000 3.000 1.000 13.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.000 200.0 20 12 4.000 30.000 4.600.000 9.600.800.800.0 5.000 8.800.0 15. Intensif III SMA 1. Reguler Jumlah 2.000 4. Reguler Jumlah 2.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.0 4 2.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.000. Intensif II SMP 1.000 8. Reguler 2.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPA 3. Reguler 2. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .

000 2.000 2.500. Komputer b. Lemari g.Telepon/Fax e. Meja kerja .000 100.000 4 1 1.000.000. Furniture f.000 1.625.000 1 1 1 300 175.000 500.000 52.000 2 5.000 1.000 350.000.000 125.625.000.000 1.500. NILEK 2 Sewa gedung a.000.000 350.500 10. Ruang tunggu siswa e. Filling cabinet h.000 250.000 2.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.000 4.500 12.000 15 175.625.375.000 4.000 1.000 35. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 2. Printer c.000 10.000 10.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 6.000 2.000 1 15 175.000 15 175.000 125.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a. Laptop d.000 1 2.375.000.000 100.200.000 3.000 200.000 500.000 200.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.250.000 100.000 250.000 52.500.625.625.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000 50.000 2.250.000 120.000.625. Ruang guru d.000 1.000 6. Ruang kelas c. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.000 12.000 500.500. Badan Usaha b.000.

400. Kursi tamu unit 4 2.000 154 200.000 3.000.500 15.000 a.000 3.000 6. Meja guru c.000 150.000 5 5 7 500.800.000 5 6.000 7 200. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .600.000 600.000 set 1 600.000 1. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.500.000 30.000.250.000 1.000 j.000 5 1.000 Peralatan belajar 616. Kursi belajar siswa b.853.000 1.000 - a.000 5 Sarana belajar 700.000 30. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.260.500.000 10 375. Modul belajar b.000 10 60.000.000 600. White board d.000 84.000 6.000 10 15 250.000.000.160.750.000 37.i.000 280.000 160.000 8.000 5 15 100.

000 4.268. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.000 Penyusutan 0 64.000 5.000 66.475.000 64.050.250.853.4.000 700.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.5.400.6 Sumber dana investasi a. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.845.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 50.450.980.100.685.900.LAMPIRAN Lampiran 8b.750.775.000 83.000 31.750.000 168.000 12.000 1.000 Nilai (Rp) 117.000 102. Kredit b.500 1.

000 177.175.000.000 8.000.000 8.060.000.000 4.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .890.175.175.000 8.000 3.955.Lampiran 9b.000 193.000 8.160.000 6.000 189.000 8.235.715.000 204.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000 5.000.000 20.335.000 228.000 154.175.500.175.000.175.000 16.000 6.000 159.000.000 136.000 198.000 6.000.000 159.715.000.000.000 10.000. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000 5.000 10.780.000 135.565.540.000.000 114.540.

000 62.000 150. Karyawan d. Tutor smtr 1 e. Cetak modul c.320.000 1.000 5.000.000 2. Telepon c.500 100. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000 3.000 150.132.000 750.000 2.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.000 200.000 22.000 1. Air d.000 83. Tryout c.000.000 1.000.000.000 200.000 10.000.000.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100. Souvenir 4 Pembelajaran a. Surat/fax f. Air mineral 2 Tenaga kerja a.500.000. ATK b.500.500.000 750. Staf manajemen c.000 5.000 10.000 3.000.250.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a.000 10.000 50.000 10.000 2.000 5.000 50. Direksi b. ATK b. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.160. Internet g.000 6.000 50.000 50.500.000 2. Leaflet/brosur b.000 15.000 4.720.520.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10. Listrik e.000 12.000.000 20.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 20.000 50.

000 15.000 4.000 1.000.000 108.000 300.000.000 300.000 2.500.060.000.000 90.000 Semester 2 600.000 300.000 1.000 36.000.000 135.000 300.000 375.000 375.000 4.000 3.715.000 900.000.000 300.000.000 5.200.500.000 36.000 300.000 1.900.000.000 375.000.000 1.000.000.000 8.000 5.000.000 18.000 4.235.500.520.000 300.160.000 4.000 135.000 300.000.000 18.500.000 4.715.000.200.200.000 15.000 18.200.000 115 .000 90.500.000 36.000.000 5.000 900.000 3.000 300.000 3.000 Semester 2 600.000 1.000 900.000 4.000.000.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000.920.000 18.000 36.000 198.000 4.000 300.500.000 1.000 193.000 1.000 300.000.000 900.160.000 Semester 2 600.000.080.000 10.960.840.000.000 189.000 2.565.000 300.000 2.000 900.000 8.000 375.000 5.000 2.000 4.500.000 375.200.000 900.000 18.000 2.000 375.000 300.000 300.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000.000.000 10.530.720.000.000.000 228.000 15.000 2.000 67.000 45.000 1.000 300.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.500.000 1.000.000 36.000 300.000.000.955.000.000 300.335.000 4.000 18.000.000 15.000 36.000 1.000.000.000 15.000 300.000 154.200.000.500.000 15.320.

Kebutuhan Modal Investasi b.5% 1.000 83.000 168.251.571. Suku Bunga Pinjaman (p.250.114.271.475.000 168.775.6 29. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Modal Kerja Sendiri (35%) b.036.132.096. Tenor (Bulan) b .505 14.5 36 3. Angsuran Pokok Per bulan c. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a. Suku Bunga Pinjaman (p.936.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.250.375 171.423. Angsuran Pokok Per bulan c. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.375 54.125 83.000 117.811.a) Flat d.382.125 50.500 79.500 251.a) Flat d.528 14. Angsuran Bunga per Bulan 24 2.5% 652. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.132. Modal Investasi Sendiri (30%) b. Tenor (Bulan) b .

331.271.115 1.306 91.528 3.417 104.271.423.528 3.423.361 98.333 35.528 3.583 6.528 3.115 1.615.344.715.889 101.115 1.172.806 32.115 1.528 3.115 1. Pokok 3.423.423.423.115 1.115 1.115 51.423.833 94.139 71.271.271.423.814.271.125 117 .528 3.231.887.059.271.115 1.528 3.271.543.423.423.271.115 1.639 13.271.115 1. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.083 65.973.694 19.115 1.115 1.423.000 Angs.423.115 1.423.528 3.423.115 1.944 107.528 3.528 3.423.271.115 1.194 78.423.000 114.271.389 42.271.423.271.861 39.528 3.357.528 3.801.271.115 1.528 3.271.271.528 3.271.423.602.250 85.271.722 81.423.444 49.271.423.115 1.271.528 3.775.115 1.423.423.472 111.528 3.423.528 3.278 29.500 55.111 9.271.115 1.086.917 45.271.115 1.271.528 3.271.115 1.960.167 16.115 1.667 75.443.986.529.528 3.423.271.423.258.528 3.423.528 3.528 3.417.528 3.145.056 3.423.115 1.775.423.115 1.271.788.528 3.556 62.028 58.245.115 1.271.271.750 26.874.702.222 22.528 3.115 1.430.528 3.423.528 3.159.629.528 3.115 1.528 3.688.528 3.115 1.271.528 3.528 3.778 88.528 3.423. Bunga 1.115 1.271.115 1.115 1.115 1.423.271.503.271.271.423.232.423.423.115 1.271.528 Total Murni INVESTASI Angs.072.528 3.115 1.528 117.900.115 1.516.528 3.271.423.611 68.423.972 52.271.423.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.271.

024.251.937 652.784.125 51.257.251.125 Angs.251.505 2.251.052 20.275.505 2.251.036.937 652.505 2. Pokok 2.505 2.505 2.937 652.937 652.010 2. Bunga 652.516 4.937 652.536 13.937 652.251.251.620 49.578 31.509.251.937 652.515.937 652.251.030.505 2.263.251.754.505 2.609 45.251.937 652.505 54.505 2.937 652.021 6.031 11.505 2.505 2.251.505 2.505 2.505 2.281.505 2.251.006.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.937 652.937 652.937 15.937 652.557 22.094 38.018.063 24.778.269.251.505 2.937 652.937 652.251.505 2.772.251.505 2.937 652.937 652.937 652.251.937 652.670.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.505 2.251.937 652.533.251.104 42.505 2.251.036.505 2.251.083 33.760.251.042 15.073 29.589 36.526 9.251.568 27.115 47.505 2.503.599 40.937 652.251.521.505 2.012.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .547 18.251.527.766.505 2.937 652.937 652.

051 72.271.033 2.523.423.580.167 3.195.149.033 2.528 1.523.051 88.528 1.333 3.076.993 5.927 5.523.523.271.965.465 5.423.523.086.271.076.423.051 66.115 9.033 2.729 5.528 1.115 22.076.103.033 2.033 2.986.423.033 2.056 3.258.523.076.033 2.033 2.523. Bunga 171.630 5.033 2.811.523.271.051 111.750 3.443.051 39.399 5.051 94.873.672.125 5.115 3.033 2.051 83.115 13.523.051 160.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.115 6.051 116.528 1.423.271.076.111 3.919.900.694 3.902.051 155.076.523.523.828 5.076.271.076.827.076.523.960 5.051 122.051 77.528 1.051 144.076.033 2.423.059 5.051 50.278 3.051 127.523.033 2.076.076.523.271.423.076.033 2.663 5.626.715.583 3.696 5.498 5.304.442.423.222 3.051 138.366 5.076.288.076.765.033 2.523.033 2.076.271.033 2.523.523.357.523.543.523.601 119 .051 133.488.528 1.115 35.115 19.033 2.033 2.011.033 2.523.629.033 2. Pokok Angs.639 3.795 5.528 1.271.051 166.523.051 105.271.271.115 16.528 1.026 5.528 3.033 2.396.051 55.051 100.076.125 66.814.076.076.051 149.092 5.033 2.033 2.115 32.076.271.534.894 5.033 2.523.523.781.423.861 5.762 5.076.564 5.115 0 Total Murni 171.423.531 5.811.271.057.523.172.432 5.051 61.076.115 26.076.115 29.718.350.806 3.528 1.528 1.528 1.076.423.051 44.423.597 5.242.528 1.

000 2.565.150.232.670.375 51.132.132.063 54.077.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.150.235.000 189.708 135.382.000 219.375 17. Perizinan 1. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.315. Bunga 7.000 - 64.000 263.750.000 125.505 MODAL KERJA Angs.750.125 Outstanding 29.000 203.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .715. Modal kerja 83.077.000 198.018.775.063 27.604.529.000 Jumlah a 168.715.100. Lainnya 102.333 117.000 14.333 39. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.400.125 Angs.382.000 267.036.600. Investasi 1.365.269.000 78.861 3.300.000 3.300.835.250 Per bulan (Rp) 14.085.000 Angs.000 388. 1 URAIAN Pendapatan a. BOP Jumlah b 83.835.375 17.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.065.000 150.238 7.235.335.000 64.175.500 Jumlah 2 (a+b) 251.235.077.500 2.LAMPIRAN Lampiran 10c.333 39.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.175.271.000 154.238 15.528 Total Angs.335.000 -16.000 189.258. Biaya operasional 1.000 64. Bunga 17.628.000 388.788.250.251.000 203.018.750.000 135.000 b.000 154.750.600.194 42.000 64.000 267.258.000 189.140.568 2. Pendaftaran & bimbingan 150. Pokok 27.750.565. Pokok 39.585.500 Surplus/minus -251. Sewa gedung 64.715.000 135.258.000 198.

000 228.000 193.000 64.762 44.009 91.853.000 0 0 1.000 179.100.635.276. Bunga 24.645.600.000 193.524.000 474.077.000 228.955.000 245.000 300.715.465.708 238.000 180.715.600.955.715. Pokok 66.200.189.902.713.000 228.955.000 228.000 300.750.955.396 39.565.601 TOTAL ANGSURAN 91.715.600.000 474.000 0 0 0 0 193.955.335.811.600.000 106.717 56.645.000 193.053.000 228.715.000 121 .726 AWAL SALDO AKHIR 147.912.000 193.000 106.955.375 66.000 474.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.000 474.717 56.000 228.645.613 24.912.000 300.000 64.850.000 193.715.781.258.200.524.000 193.750.726 147.125 Angs.000 0 0 64.000 193.009 56.335.750.335.600.189.000 106.000 193.485.708 - 238.000 300.200.366 0 Total Angs.000 294.276.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.000 474.000 1.000 228.000 300.200.333 171.715.200.613 17.735.713.600.955.000 65.057.955.000 293.396 66.955.000 476.

000 268.515.222.500 227.4% 387.067.000 40.500 29.000 774.660.000 66.670.375 83.035.150.670.000 774.072.0% Pendapatan sub program Reguler 132.000 24.500 29.387 251.150.650.902.475.050. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .587.912.000 655.480.980.662.287.039 23.731 37.861 189.500 227.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.912.860.650.000 83.750.750.6% 27.333.000 774.462.000 29.9% 20.601 2.613 -45.927.000 419.613 23.697.927.550.000 121.000 24.108 -45.000 3.958.222.900.000 422.399 135.000 40.000 1.5% 135.000 422.144.394.000 83.727.625.480.670.962.458 Total 178.980.280.279 213.633 Intensif 14.980.4% 496.000 Biaya Variabel 56. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.945.000 422.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.893.980. Biaya operasional b.818. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.613 399.625 268.697.636 80.633 Pendapatan Tetap 121.000 506.613 17.500.570.894 159.411.636 201.375 506.708.800.800.980. Penyusutan d.077.360 765.613 523.800.432.000 147.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.000 83.000 83.172.613 -12.601 900.861 159.

443 478.065.266 121.028 291.075.754.000 828.386 244.409.980.060.480.858.750.274.650.000 437.000 271.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.000 354.000 519.509.784.963.000 602.480.000.000 121.480.215.000 372.480.306.000 197.000 313.000 726.126.671 767.028 412.000 150.734.127 425.956 70 30 186.170.207 267.480.480.314 506.000.516.250.142.354 398.949 121.492 482.101.177 121.483.480.671 221.493.250.917.417.000 Smstr 1 Smstr 2 22.405 44.922 212.582 121.284.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .480.000.810 147.000 345.734.835.000 121.000.743 318.759.287 Biaya variabel 385.492 361.494 103.000.405 121.314 384.961.000 395.411.094.000 126.500.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.177 59.931.100 248.545.899 452.000 505.513.582 162.170.500.000 478.955.651.038 121.000 1.480.000 121.480.337.000 319.000 121.722 88.468.000 103.127 191.494 121.000 83.949 73.098.922 295.468.500.279 224.443.784.671 459.722.000 220.850 435.993.000 1.202.392.671 337.207 389.000 230.354 177.386 365.000 Jumlah 37.378.750.722 121.500.443 236.243.480.850 314.480.266 118.810 121.250.618.325.876.480.135 408.250.101.835.000 561.480.500.304.889.564 265.750.000 173.693.000 121.857.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.000 685.743 239.480.038 132.000 121.441.810.000 643.956 292.151.495 206.135 529.826.564 342.899 206.100 271.

330. Biaya investasi a.836 212.106 69.316.000 353.375 37.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.469.009 -6.894 586.196.9345 -6.382.009 359.000 39.108 572.571.414.000 -97.350.000 774.036.500 251.009 -97. Re-Investasi b.997 (44. Kredit modal kerja e.500 290.892 422.000 79.117 411.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.650.000 54.483.382.382.750.475.000 83.108 83. Dana sendiri c.613 451.396 24.375 117.912.500) 27% 1.000 774.398 174.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.8 tahun 0.447 (257. Pendapatan b.930. Biaya modal kerja c.666.308.000 655.132.912.447.000 69.886 251.455. Angsuran pokok e.613 23. Biaya operasional d.063.883 -14.000 69. NPV dan PBP DF 14.000 251.286.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .382.032.250.276.800.000 66.302.8162 256.500 (251.775.949) 0.276.670. Kredit investasi d.382.500) (251.893. B/C ratio.272 314.287.602 460.650.602.500 353.000 66.333 17.800.000 774.570.644.500) 168.5% PBP (semester) 1 (251.396 24.382.475.800.8734 213.947) 0.650.000 387.750. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.644.126 244.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 655.8 2.000 655.077.750. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.475. Biaya bunga bank f.894 188.463.660.119.125 353.280.258.

009 359. Biaya operasional d. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. B/C ratio.852. Biaya modal kerja c.223.000 39.316. Angsuran pokok e.477.500 616.852.266.382.8734 178.557) 0.571.125 332.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.894 586.650.883 -74.500 387.749.258.077.930.312.132.9345 -25.613 23.250.988.280.382.602 460.00 251.382.000 66.650.6 tahun 0.119. Kredit investasi d.552 (98.892 422.000 69.650. Biaya investasi a.775.102.108 572.609 (277.894 141.375 37.405.670. NPV dan PBP DF 14.396 24.405.266.500 251.276.000 728.5 2.245.000 83.109) 0. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.396 24.302. Pendapatan b.235.751 120.405.000 54.246.941.382.626 204.852.463.500 332.106 69.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.500 290. Re-Investasi b.500 332.8162 218.000 -118.660.000 69.382.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.375 117.117 411.000 66.509 -118.108 44.000.723.500 616.509 -27.000 616.995.912.570.276.500) 16% 1.500 (251.663.330. Kredit modal kerja e.772 267.000 79.312.500) (251.710 rupiah 125 . Biaya bunga bank f.893.912.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 728.382.266.500) 168.333 17.5% PBP (semester) 1 (251.398 67.981.000 728.036.613 451.194 251.312. Dana sendiri c.

036. Angsuran pokok e.912.912 251.250. Biaya modal kerja c.470) 0.564.650.258.602 460.000 54. Biaya bunga bank f.500) (251. Kredit modal kerja e.775.970 (280.316.564.750 328.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.302.383 -84.5% PBP (semester) 1 (251.117 411.847.500 720.000 39.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 69. Biaya investasi a.382.119.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .500) 14% 1.247.000 66.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.841. Re-Investasi b.660.545.613 451.500 290.000 69.106 69.261.000 66.108 572.276.396 24. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.392 422.564.125 328.000 83.382.375 117.992) 0.500 328.233.000 -122. B/C ratio.538.155.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.198.894 134.731.405.650.9345 -29.5 tahun 0. Pendapatan b.893.650.009 359.382.000.8162 212. NPV dan PBP DF 14.276.280.000 79.500 (251.384.382.500 720.570.000 720.731.8734 173.750 609.122.382.375 37.399.463.500) 168.670. Kredit investasi d.912.132.398 49.790.731.847.930.894 586.500 609.259 -31.876 198. Dana sendiri c.750 609.108 37.259 -122.522 260.382.904 105.571.077.387.330.00 251.4 2.276.396 24. Biaya operasional d.250 387.613 23.387.847.500 251.333 17.478 (107.

Biaya modal kerja c.782.000 655.500 (102.893.125 353.512.475. Angsuran pokok e.079 rupiah 127 .800.382.408 42.475.775.451.500.428. Re-Investasi b.382.801.709 392.000 774.592 460.800.300 39. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.400.132.8162 225.500 316.688.500) 168.613 483.557 353.000 655.344. B/C ratio.333 17.077.000) (251. NPV dan PBP DF 14.000 655.305.400.709 -38. Biaya operasional d.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.500 75. Dana sendiri c.817.980 (104.000 353.258.323.036.918.848.611 (287.382.5% PBP (semester) 1 (251.298.917 446.500 353. Pendapatan b.500) (251.5 2.800.000 774.108 613.000 774.000 83.405.194 144.626 209.5 tahun 0.912.382.710.598 -45.400.9345 -36.750.000 54.660.806 75.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.859.000 79.276. Kredit investasi d.700 422. Kredit modal kerja e.700 -130.250.894 630.200 66.139.000) (102.500) 16% 1.131) 0.500 75.375 37.405. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.037.500 251.912.750.402 498.451.437.8734 182.111) 0.918.371.475.709 -232.886.687 120.625.571.613 23.618.396 24.174.00 251.276.382.000 102.750.375 117.083 -190. Biaya bunga bank f.918. Biaya investasi a.028 276.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.965.300 66.396 24.

108 618.615.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.276.500 (102. Biaya operasional d.000 655. Dana sendiri c.475.382.000 655.089 (111.126 205.707) 0.613 487.000) (251.602 502.000 66.327.8162 222.500 353.000 774.529.800.893.117 450. Re-Investasi b.000) (102.800.382.4 2.000 76.168.125 353.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .502.106 76.597.059.009 -236.051.660.036.728 272.251.800.796) 0.000 39. NPV dan PBP DF 14.077.892 464.202.615.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.400.000 655.775.750.308.894 139.912.000 251.333 17.893 110.883 -198. Biaya bunga bank f.400.637.396 24.311.000 774.500) 168.258.382.571.108 37.000 83.000 -133.500 251.132.112.448.912.398 -59.276.894 635.400. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.782.000 66.000 774.615.396 24.9345 -39.000 79.500 319. Pendapatan b.8734 179.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Angsuran pokok e.725.024.220.382.613 23.475.000 353.937. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 102.382.500) (251. Kredit modal kerja e.5% PBP (semester) 1 (251.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.619.548.549. Biaya investasi a.500) 14% 1.375 37.250.000 54.296 (291.923.5 tahun 0.000 426.375 117.187 353. Kredit investasi d.750.669. B/C ratio.037.000 76.750.475.009 395. Biaya modal kerja c.009 -42.

870.9345 (26.500 71.000 83.100 66.783 -68.739.583) (277. B/C ratio.083) 0.954 rupiah 129 .046.000 79.086.382.500) 18% 1. Biaya operasional d.981) 0.500 751.545. Angsuran pokok e.900 (119.000 751.613 23.046.613 461.202 473. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.150 399.396 24. Kredit investasi d.750 636.015.857.132.500 342.422 278.077.396 24.382.033.782.556.058.8162 227.382.870.010.912.500 71. Re-Investasi b.500 636.469.988.500 (251.571.750 342. Biaya modal kerja c.775.108 586.077.400.870.333 17.159) (119.909 370. Biaya investasi a.482.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.159) -27.276.660.500 751.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16. Pendapatan b.077.376 212.100 39.987. Kredit modal kerja e.090.500) (251. Biaya bunga bank f.006 71. NPV dan PBP DF 14.5 2.987.750 636.5% PBP (semester) 1 (251.00 251.739.258.382.912.8734 186.798 81.197.382.250.944.018.717 423.345.292 435.276.500 251.375 117.350.036.894 601.556.125 342.375 37.400 66.916.500) 168.382.930 251.000 54.556.208 50.102 (91.893.416.500.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.911 135.727.6 tahun 0.077.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.500 298.994 150. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.739. Dana sendiri c.

8734 176.800 66.917 426. Angsuran pokok e.209) (126.000 83.000 629.382.276.908 38.436.775.903.209 374. Biaya bunga bank f.808.520.894 606.572.382.000 629. Kredit modal kerja e.912.798.258.209) -34.700.500 (251. NPV dan PBP DF 14.200 403.000 339.500 251.00 251.180.327.402 477. Kredit investasi d.808.083 -87. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.570.694 137. Re-Investasi b.179.500) 14% 1.200 66.929.965. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR. Dana sendiri c.382.500) (251.520.000.036.000 743.8162 217.336.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.500 301.137 (107.392.613 23.278 251.336.000 629.200 (126.000 72.009.5 tahun 0. Biaya investasi a.571.660.132.396 24.808.991) 0.547.436.000 72.382. B/C ratio.126 202.598 50.4 2.000 743.9345 (32.590.333 17.108 590.180.554.336.128) 0.251.436.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.516.237.382.396 24.991.891.269 110.250.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a. Pendapatan b.375 37.000 743.000 79.092 439.5% PBP (semester) 1 (251.520.613 465. Biaya modal kerja c. Biaya operasional d.276.472 266.077.306 72.382.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.125 339.800 39.500) 168.893.375 117.500 339.912.000 54.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .628) (284.576.083.072.

5% 67.0% 100.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.410) 16% 1.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.954 18% 1.627) 16.079 15.602.782.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .0% (968.0% 1.0% 16.Lampiran 21.7% 1.44 TIDAK LAYAK 3.0% 5.0% 14% 1.859.954 17.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.873) 14% 1.0% (58.873) 14% 1.54 LAYAK 4.6% 1.0% (58.54 LAYAK 4.710 (2.223.0% 14.790.782.0% 14. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.308.

5% 114.0% 1.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.5% smtr 2 2 1 14.3110 1 0.070046728 1.. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2252 1.5% 1.070046728 1.0700 1. 2 . 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100..8162 0.9345 0.5% 114.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.0700 1.8734 0.1450 1.5% 4 1 14.0000 1.070046728 1.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1. 2 .5% 114.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.5% 114.

5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.145 10 1 0.543720002 0.622559402 0.070046728 1.070046728 1.5011 1.145 1.5% 114.070046728 1.070046728 1.5% smtr 2 6 1 0.145 1.581805809 0.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.718786551 1.508127344 133 .145 8 1 0.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.070046728 1.6063 1.7128 0.4029 1. 2 … n = = 0 14.145 1.6662 0.839181925 1.070046728 1.145 1.9680106 0.145 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful