P. 1
Bimbel

Bimbel

4.0

|Views: 385|Likes:
Published by Pandji Purnawarman

More info:

Published by: Pandji Purnawarman on Dec 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2015

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENDAHULUAN
  • 2.1. Profil Usaha
  • Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel
  • Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta
  • 2.2. Pola Pembiayaan
  • 2.2.1. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba)
  • 2.2.2. Pembiayaan Bank
  • Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI
  • 3.1. Aspek Pasar
  • 3.2. Aspek Pemasaran
  • 3.2.1. Biaya Bimbingan
  • 3.2.2. Jalur Pemasaran
  • 4.1. Lokasi Usaha
  • 4.2. Perizinan
  • 4.3. Program Bimbingan
  • 4.4. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran
  • 4.4.1. Prasarana
  • 4.4.2. Sarana
  • Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar
  • 4.4.3. Staf Pengajar
  • 5.1. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar
  • 5.2. Produksi dan Pendapatan Usaha
  • Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel
  • 5.3. Komponen dan Sruktur Biaya
  • 5.3.1. Biaya Investasi
  • 5.3.2. Biaya Operasional
  • Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp)
  • 5.4. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman
  • 5.5. Proyeksi Laba/Rugi
  • 5.6. Analisa Break Even Point (BEP)
  • Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP
  • 5.7. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha
  • 5.8. Analisa Sensitivitas
  • 6.1. Aspek Ekonomi dan Sosial
  • 6.2. Dampak Lingkungan
  • 7.1.1. Pendapatan Masyarakat
  • 7.1.2. Anggaran Pendidikan
  • 7.1.3. Kebijakan Pemerintah
  • 7.1.4. Peraturan Pemerintah
  • 7.1.5. Kesenjangan meraih pendidikan
  • 7.1.6. Kaitan dengan usaha lain
  • 7.1.7. Persaingan
  • 7.1.8. Pembiayaan oleh Perbankan
  • 7.2.1. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel
  • lembaga Bimbel
  • 7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya
  • 7.2.4. Kemitraan
  • 7.2.5. Pemasaran
  • 8.1. Kesimpulan
  • DAFTAR PUSTAKA
  • DAFTAR WEB SITE
  • DAFTAR LAMPIRAN

Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www.go. Sampai saat ini. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. Namun demikian.KATA PENGANTAR Usaha Mikro.bi. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . Di sisi lain. UMKM masih memiliki kendala. Dari sisi pengembangan usaha. baik karena kendala teknis. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu.id. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. Dari sisi pembiayaan. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. maupun kendala non teknis. Sehubungan dengan hal tersebut. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan.

8922 atau 381.7794 Fax. (021) 351.2 Jakarta Pusat Telp. M. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . (021) 381. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl. Thamrin No.Direktorat Kredit.H.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut. Jakarta.

Plafon kredit d. Sub Program a. Investasi b. Umur proyek b. kelas 7.149.Strata SD.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii .Strata SMP. Jenis kredit c.6. kelas 6.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14.8.065. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.5% efektif/menurun Semester Rp. target siswa 60 orang . Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. Sub Program a.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. Modal kerja 5 Perkreditan a. kelas 4. target siswa 144 orang b.168. Program Bimbingan Belajar . Jangka waktu kredit e. Reguler. Reguler. Sumber dana b.132.5. Intensif.000 Rp. Suku bunga per tahun f.250.83.

000/siswa b.Tahun 1 .125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .125.9.Kelas 12 IPS.1. kelas 10. target siswa 24 orang . BEP -12. Reguler b.6% 23.11. target siswa 36 orang . Intensif.Sub program Reguler . Jangka waktu bimbingan per sub program a. Intensif : . Sumber pendapatan usaha a. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e. Sub Program a. Profit margin .Sub Program intensif d.063.250. Biaya Bimbingan Rp.9% 20.400. kelas 9.Total 5 tahun h. Uang pendaftaran Rp. Reguler.1.Strata SMA.378.Rata-rata/semester .Kelas 12 IPA.Tahun 2 .54. target siswa 24 orang b.54.Rata-rata/tahun .4% Rp. Surplus pendapatan .000 per siswa per semester f.Rata rata/bulan g.000 s/d Rp.No Unsur Pembiayaan Uraian b. target siswa 16 orang c.750 Rp.378.750 Rp.

2.187.261.2.176 Rp.308.5% 1. Kriteria kelayakan .IRR Rp.No Unsur Pembiayaan .PBP .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i. Biaya operasional c. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.NPV pd DF 14.Menurut nilai Rp .433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.Menurut Siswa .5% .580 .8 . Penerimaan b.306.Net B/C ratio pd DF 14. 67. masing-masing 4%.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.8 tahun Layak dilaksanakan v .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.... Aspek Pasar ................................1................................2........... Pembiayaan Bank ........ Lokasi Usaha ........................................................ 4........................ Profil Usaha .............................. 2....2...........3....................................3................ RINGKASAN ...............1...2..............DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... DAFTAR TABEL ........2........ Staf Pengajar ......................................................1..................................................................... Prasarana ................... Sarana .................4........... Program Bimbingan ......................1..... 3................ Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ................2........................ 2.. Pola Pembiayaan ...2................................................................................... 2....... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3................................... 4.. Jalur Pemasaran . 4.............. 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii .........................1. PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2............... BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4................. 4........................................................ 4...1....... 4..4.......................................................2.......2...........................................................................................4.................................. DAFTAR ISI ....................................2.................................... Aspek Pemasaran . Biaya Bimbingan ..2........................................................................................................................................................................ BAB I BAB II PENDAHULUAN ............... 3....... 3................................................................. Perizinan ..............................4.......................... Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran .. DAFTAR GAMBAR ...

.....1.... 5...... 7......... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar .......... 6.................2 Anggaran pendidikan .. 5.....3......... 7..........3 Kebijakan pemerintah .............1 Faktor-faktor Eksternal ...................................................................................2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ..1............ SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6..........2..................3............ 5...........................................................................................1..............1.....................BAB V ASPEK KEUANGAN 5.............................1................... Analisis Sensitivitas ...6....................................................... 5.......................... Proyeksi Laba/Rugi ............. Dampak Lingkungan .......... Produksi dan Pendapatan Usaha .........1.............. Analisa Break Even Point (BEP) ........2.2......................................................................1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ..............................2 Faktor-faktor Internal ..4..........4 Peraturan pemerintah ......3......8. 7..1................................ 5. BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7...................1...................................7 Persaingan ...................... Komponen dan Struktur Biaya .........................8 Pembiayaan oleh perbankan .........................2..... BAB VI ASPEK EKONOMI... Biaya Investasi .................. 7..2................ 7...........................................1.......... 7...6 Kaitan dengan usaha lain ............. Aspek Ekonomi dan Sosial . Biaya Operasional ......................1....7.................. 5........... 7...................................... Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha .... 7........5........ 5..... 7................1 Pendapatan masyarakat ..... 7........ 7.1... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ...5 Kesenjangan meraih pendidikan ........................................................ Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman ...... 5.. 5....

Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ........2.... 8........ DAFTAR LAMPIRAN ...........7........................................................ Saran .............5 Pemasaran ...............................................................................2..... 7.. 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel ............................... Gambar 4 Grafik BEP .......................................... Hal 11 17 24 58 ix ................................................ 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8....................................................2................. Kesimpulan ...3 Kualitas pengelola dan manajemen ................................................... DAFTAR PUSTAKA ....................................................1.................................................................................................... DAFTAR WEBSITE ..........................................2. Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ......... 7...........................................................3 7..................................................................................... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ......4 Kemitraan ..............................

........................................................................................................ 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ........................ 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ...... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ................................ 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ............................................................ 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ..............................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi........................ 12 Biaya jasa bimbingan . Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ...................................................... 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ................. 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ...................................................... 55 Data untuk perhitungan BEP .......................... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel .... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ........................ 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester .......... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ....................................................................... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ..........

Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. standar kompetensi. keterampilan. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. bekerja mencari nafkah. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

dan Menyenangkan. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. Asyik.5 juta dan Rp.4. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif.3. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. SMP dan SMA secara regular. M = mind. R = rational) . Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment.8. A = applicable. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online.1 juta. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp.com). intensif dan private. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Rp.6 juta. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang.

tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. Bimbel Primagama. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. 4. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. 2. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. 3 . Sony Sugema College dan lain-lain. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). Super Bimbel GSC. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. 3. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. antara lain Bimbel Teknos Genius. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Bimbel Gama UI. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Kemampuan guru yang terbatas.

namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih. 6.kecil.67 18. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.18 7 0. 3. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .89 9.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. Berdasarkan informasi multimedia. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.26 17. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK.50 2 0. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1. 5.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel. 2.09 0. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.06 1.96 1.18 1. 4. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.62 Jumlah 1 2 % 0.

8%.94 3.50 1.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.67 0. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79. Jambi 11.61 3. 5 .82 100 10.79 1.76 1. Kalimantan Tengah 15.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7. Lampung 13.23 0. Sumatera Selatan 12.16%. Kalimantan Selatan 16.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.net.135 % 0. sisanya 20.26 2.50 0. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.70 0. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29.info kursus.96%.35 1. Lampung (54 lembaga). 8.34 4. Kepulauan Riau (87 lembaga).09 1. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).32 9. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.70 0. Kalimantan Barat 14.09 0. 9.09 0.09 7.

Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey. kota depok dan kota Bekasi.32 17.22 7.76 20. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut.35%) telah memiliki izin operasi. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.info kursus.56 1.12 1.54% lembaga belum memiliki izin. Sisanya 10.07 20.45% dari jumlah seluruh Indonesia. 11.207 lembaga (83.net. yaitu Jabodetabek.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .73 100. Prosentase terbanyak sebesar 63 %. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.22 9.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.

Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar.362 lembaga. yaitu 1.13%. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955.863 siswa-siswi atau 70. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia.88%. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. 7 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

PPKn. Bhs Inggeris. 4. Bhs Indonesia.1. IPS Matematika. Kimia. Bhs Indonesia. Biologi. Profil Usaha Menurut Dr. bhs Inggeris. Bhs Inggeris Matematika. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. sikap dan siasat kognitif. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Fisika. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. Bhs Inggeris. Sosiologi. Biologi. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. PPKn Matematika. Kimia. IPA. Fisika. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. Geografi. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Ekonomi. Matematika. keterampilan intelek. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Dimyati dan Mudjiono (2006). Fisika. IPA. Bhs Inggeris Matematika. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. bhs Inggeris. IPA. keterampilan motorik. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Bhs Inggeris. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. Biologi. Biologi. Fisika.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Bhs Indonesia. PPKn Matematika.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli.1.2. menjelang UN 2010. 2. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. Pola Pembiayaan 2. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. laba = untung”. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. Berdasarkan penelitian. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah.2. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD.

nama. yaitu : 1. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. sistim. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. 42 tahun 2007 tentang waralaba. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. berkembang sistem pembelian lisensi plus. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. 2. Pada tahun 1970. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. 16 tahun 1997 tentang waralaba.

3. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. 16 tahun 1997. 3. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. Peraturan Pemerintah RI No. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. 2. 4. mendirikan 15 . Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. 5. UU No. 44 tahun 1997. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. 7. pelatihan personalia. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. 6. 2. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). yaitu : 1. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan.

Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. bergantung pada jenis waralaba. Bimbel Primagama. Menurut Amir Karamoy. 6. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. TutorNet. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Bimbel Teknos. promosi dan supply produk. 7. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. Saint Anna Education Centre (SAEC). Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. 4. 5. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Pewaralaba melakukan pelatihan. Sinotif. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. Bimbel Gama UI dll.

Jl HT Rasuna Said. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Kav B-4. Yogyakarta Tlp. Wisma Kodel Lt 7. Alamat : Graha Primagama Jl. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. 17 . (0274) 520418. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Diponegoro 89.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. yaitu Remedial.

3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. UM-UGM dll secara berkala. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat.150. paket soal latihan dan lembar jawab computer. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. semester. SPSB. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. • Membayar biaya survey Rp. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. UN. UAS. SPMB.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. Pelayanan kepada siswa seperti modul.000. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp.000 untuk lima tahun.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. yang secara terminologi berarti cerdas.

Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. majalah. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. ruang administrasi. Klender Jakarta Timur 13470. surat khabar. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. 2. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. 16-18. 19 . Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. untuk luar Jakarta 5 km.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. Jl I Gusti Ngurah Rai. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. ruang pengajar. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI.

dan SMA kelas 10. meja kursi untuk kantor dan pendidikan. SMP kelas 7. TV.9. brosur. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. AC. patent. Konsep Pengajaran . dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. pembinaan mental. whiteboard. SD kelas 1 s.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK.8. 11 – 12 IPS.11 – 12 IPA.d. fasilitas multimedia. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. Fax. konsultasi pemilihan jurusan. trademark. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . • Gedung milik sendiri atau sewa. 6.100 juta dan royalty fee. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). penanaman motivasi berprestasi. ATK. telepon. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. billboard. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk.

bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 . sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12.5% 85% 80% Keterangan : .5% 15% 20% Investor 50% 87. • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung). Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi).

Koordinator. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. Pleno Manajer Cabang dan Pusat).2. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Diklat. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. yang memiliki skim tersendiri. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. Pleno cabang. suku bunga. 2. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel).2. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Demikian pula persyaratan kredit. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). Raker Tahunan. Dilihat dari golongan nasabah. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. Kecuali kredit khusus seperti KUR. kredit kepada pensiunan dsb. Rapat-rapat (Divisi. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba.

BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. bukan atas nama yayasan. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). 23 . Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. Ketentuan kredit Bank BRI a. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan).

Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit.

Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 .500 juta s/d Rp. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Lebih Rp. Sertifikat tanah 7. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. b. yaitu : a. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. sebagai berikut : 1. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. Lebih dari Rp. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. s/d Rp.

dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil).1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. Suku bunga.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0. c.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. Meterai Rp. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8.25%. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. minimal Rp.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit). 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .350.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan). meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp.12. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.

Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. karena sifat dari produk jasa tersebut. kemudian bahan pembantu atau penolong. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. Kenyataan demikian ini. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel.1. dicicipi atau disentuh. 2003). artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. Dalam analisa mengenai aspek pasar.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. dijual lagi atau dikembalikan. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. 27 . Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. tenaga kerja dan modal.

9 dan kelas 12. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan.d. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. SMP dan SMA. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pada sistem kelas reguler. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual.d. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. 11. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN.

siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). yaitu : 29 . Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. Menurut Tempo Interaktif. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. minuman dan waralaba ritel. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. meskipun banyak juga yang tutup. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat.

mula-mula di daerah perkotaan.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. kemudian meluas ke desadesa.2. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar.2. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. d. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. e. f. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. SMP dan SMA. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. b. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar.1. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. jenjang kelas dan program pembelajaran. Adanya prestise. c. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. Aspek Pemasaran 3. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD.

650. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.000 2.000 – 2. website dan try out serta open house.800.000 4.2.000.950.650. leaflet.000 --- --- --- 2.950.000 – 3.000 2 3 100. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.000.650.000 2.450.500.000 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.500. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.000 3.000 4 150. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.000 – 2. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun. yaitu pada awal dan akhir tahun. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .000 No 1 2.2. iklan di media cetak. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini. misalnya SD kelas 6.000 – 2.000 2. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.650.500.000 3.000 2.000 2.950.000 4.000 – 4.500.500.700.000 Sumber : data primer 3.000. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.500.750.000 2.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000 – 2.500.500. spanduk. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.000 125. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12.000 2.000 : 2.

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah.5 juta untuk sekali try out. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. Indosat. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. Telkom dan lain-lain. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. para praktisi pendidikan yang mencari info. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. dan para guru.

33 . metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum.1. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. SMP dan SMA. kurikulum.

Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. f. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengarahkan. menyerasikan. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora).ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. b.2. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. e. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. pelaksanaan. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. c. Mendiknas tahun 2010) : a. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan.

c. 3.p. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. 2. d. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. b. u. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. yaitu : a. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Pas foto ukuran 4 x 6. meskipun sudah ada Perda No.

Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. adalah : 1. 4. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. KTP penanggung jawab kursus 3. Daftar perkembangan warga belajar 5. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Pas foto ukuran 4 x 6. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. hak pakai. Perusahaan Perorangan (CV). Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Program belajar. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. 6. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Denah lokasi 14. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Koperasi dan Yayasan. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Foto copy izin kursus yang lama 6.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. yaitu. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Di kota Bogor. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Kursus Wirausaha Desa (KWD). Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. Kursus Wirausaha Kota (KWK). untuk tahap I selama 6 bulan. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. mulai tahun 2009. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap.195/E/ KK/2009. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun.

Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. atau pencabutan izin kursus. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. teguran tertulis. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. Mei dan Juni setiap tahun.3. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. 4. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. April. masa persiapan belajar (pengenalan). Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. Dari uraian diatas.

2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. potensi bakat dan kecerdasan. c. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. 39 . Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. meliputi jadwal belajar. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. c. diagnostic dan penempatan kelas. kemampuan menyerap materi pembelajaran. yaitu : a. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. b. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. b. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. Misalnya program privat. Setelah orientasi. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa.modul dan materi belajar. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan.

Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. kursi siswa. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD.4.1. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. 4. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). potensi kecerdasan maupun psikologis. white board dan meja guru. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN)..11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out.4.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. kelas 7. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.4.5 SD.8 SMP dan kelas 10. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel.

kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri.4. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. soal latihan. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional.2. 41 . suplemen dan evaluasi belajar.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi.

Bhs Inggeris Matematika. 3. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . IPA. Bhs Inggeris. Biologi. Kimia. 11 12 Matematika. Reguler 2. Fisika. Intensif III SMA 1. Kimia. Ekonomi/Akuntansi. Fisika. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. Reguler 2. Bhs Inggeris. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Bhs Ingeris.. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. IPA. Geografi. IPSKimia. Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Fisika. Bhs Ind. Bhs Ind. Bhs Inggeris.8 9 Matematika. Intensif II SMP 1. Bhs Inggeris Matematika. . Intensif-1 IPA 10.5 6 Matematika. Sejarah. Biologi.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Reguler 2. IPA. Sosiologi 7. Bhs Ind.4. Biologi.

sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. IPK 2. Pelatihan meliputi : a. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. honor. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. min.Ekon. UN dan SMPTN. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. UI dan sebagainya. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. Lembaga Bimbel bukan waralaba.4. kemudian melatihnya 43 .3. Bhs Inggris. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. b. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel.75 jurusan MIPA. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Sos.

Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar.000 per sessi. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang.000 sampai Rp.350. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp.1. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.250.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel.000 per minggu atau per bulan antara Rp.4 juta. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.5 juta per bulan. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.25. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas.000 – Rp.1 juta sampai Rp.35.42 siswa per tutor.

Misalnya Program Special Class. SMPTN). Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Program Khusus. Program Privat. Program Standard Class. Program Special Class. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Program Executive Class. Program Kemitraan. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa.1. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Selain jumlah siswa per kelas. 2. Biasanya 45 .BAB V ASPEK KEUANGAN 5. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). dll. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Intensif (UN. Program Super Intensif (masuk PTN). Program Jaminan. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Program Intensif (UN. Program Pendamping Belajar Siswa. SMPTN).

Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. yaitu semester I.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. 4. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. 2. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program.

untuk siswa IPS. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi.2. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. • Sub Program Intensif 1. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. • Sub Program Intensif 2. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. Tujuan adalah lulus ujian akhir. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey.Mei.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). 5. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. untuk kelas 12 IPA. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. Terdiri dari tiga Sub Program.

apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. dan nama atau merek lembaga Bimbel. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Reguler 2. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-1 IPA 3.

000 900.000 1.000 49 . Reguler 2.350.000 Jumlah 1.000 800. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek.000 1. b.000 1.000 900. Reguler 2. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA.300.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal. Intensif-1 IPA 3. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.000 1. Intensif 1. Alasannya adalah : a. Reguler 2. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.000 1.400.000 800.000 Bimbingan 750.400. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.000 850.000 500. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD. Intensif 1.000 500.000 500. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.300.000 900.000 500.250.000 1.400. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.000 500. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 500. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester.

Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan.500.000 per siswa. per semester. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel.000. sebesar Rp. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan.125. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA. Uang pendaftaran.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. seperti pada tabel berikut. b.

200.000 26.300.000 300.000.000 Smtr 2 180. fasilitas dan sarana belajar. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.000 386.000 31.000 34.200.000 0 22.000 0 11. Reguler 2.200.000 268.000 90.000.000 15. sewa gedung.100. Intensif Jumlah II SMP 1.000 88.600.000.475.800.000 31.200.125. Intensif Jumlah III SMA 1.000 203.000 68.000 0 35. Reguler 2.000 150. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.000.000.000 267. Komponen dan Sruktur Biaya 5.200.600. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000 62.000.000 0 34.800. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.000.500.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.400.000 13.1.200.000 0 68.200.000 209.000.3.200. peralatan belajar.100.000 Tahun 1 Smtr 2 90.000 0 68.000 34.000 44.000 119.000 31. peralatan kantor.400.500.950.500.400.000 68.400.500.000 59.000 0 165.000 17.000 39.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198. Reguler 2.000 53.000 0 99.400.175.3.000 No Strata I SD 0 11.600.550.000 115.000 29.000.500.725.000 88.000 34.000 Tahun 2 Smtr 2 150.200.000 Sumber : lampiran 5 5.000 62.200.275.000 17.400. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.600. Intensif-1 IPA 3.000 34.000.000 88.200.000 0 23.000.000 34.675.200.000 474.000 0 198. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .000 0 35.100.400.400.000 Smtr 1 165.

500 0 0 1.050. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.000 0 168.722. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.750. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.024. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.845.853. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.450. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.000 64.500 1.000 4.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.250.000 31.000 68.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .900.100. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar. Nilai (Rp) 1.980.000 0 0 1.000 12.000 0 83.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.000 5.750. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.000 700.685.

4.540. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000 8.000 3.000.175.160. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.992. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000. 77.235. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.175. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.175.000 5.462.000 Tahun 2 Smtr 1 8.500.000.000 Smtr 2 8.000.000 189.335.000 228.000 Smtr 2 8.000 159. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 154.175.000 198.000.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.000 177.060. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 5.2.000 10.000. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.000 159.715.500. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.715.000 5.000 193.000.000 20.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.000 136. 91.175.540. biaya tenaga kerja. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.890.000 204.955.565.000.780.000 16. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 10.000.175.000.000 6. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000 6.500 dimana sekitar Rp.3.000 135.000 6. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000.000 4.000 Smtr 2 8.

189. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.5. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.077. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.335. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan.276. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .125 Bunga 24.396 39.000 56.258.375 66.333 171. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.902.912.912.713.708 238. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.613 17.601 Jumlah 91. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.000 91. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.276.726 5. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.189. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.5% per tahun.811.613 24.396 66. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.

697.4% 23.145.336. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.394.613 89. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.6% 27. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.118.927.500 227.613 135.9% 20.4% 29.073.073.927.696.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.666 303.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.5% 29. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.744 12.2% untuk semester 1 dan 18.2% semester 2.397 531. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5. Baru pada semester 2 tahun-2.731 227. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.0%.897 759.411.697.500 759.397 1.0% 55 .637. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.279 213.

722 121.480.000 44.000 189.170.000 Tetap 147.6.067. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.458 230.693.750.480.250.202.142. 2003).075.250.564 437.722 Intensif 14.759.000 220.100 313.000 345.279 271.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .480.000 197.754.000 103.480.587.480.266 118.378.000 150.038 132.101.650.386 478.480.750.411.405 121.306.392.861 121.826. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.917.480.038 121.636 178.100 248.101.636 80.483.922 354.480.500.743 395.000 244.480.861 159.207 365.722.734.000 29.000 88.177 121.325.050. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.743 295. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.494 103.177 239.386 342. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.550.515.963.494 121. biaya tetap.266 121. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.633 186.949 121.000 73.405 212.000. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.207 292.000.000 319.000 173.500.000 126. seperti jumlah siswa peserta.750.443.958.279 224.858.ASPEK KEUANGAN 5.509.000 Biaya Variabel Total No 56.931.708.564 318.633 121.922 271.949 265.458 201. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.274.417.035.000 59. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.734.

671 121.480.314 726. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.468.127 191.000 384.784.000 337.899 121.480.513.651. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.582 162.284.618.899 206.243.314 482. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.810.500.098.810 147.126.000 314.671 435.000 531.060.480.443 236.835.671 643.443 121.000 478.000 267.993. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).582 121.354 177.492 685.000 291.961.000 452.480.000 408.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.000 505.493.480.127 121.028 389.835.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).850 412.857.065.028 561.250.000 519.810 121.354 121.000 398.671 221.151.850 602.135 506.480.000.000 361.750.500.337.956 529.000 425.545.876.304.441. pendapatan (lampiran 5).409.135 767.250. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.468. 57 .480. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan. sebagaimana terlihat gambar 5.000.492 459.889.784.

306.176.176 (sumbu vertical).ASPEK KEUANGAN Juta Rp.261. 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).306. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .261. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.

Berdasarkan data pada lampiran 1. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. Jika terjadi keadaan sebaliknya. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya.antara 1 – 5 tahun. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. 168. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. 59 . biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). 5. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu.250 juta. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung.7. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. dimana investasi dimulai pada tahun-0. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. Jumlah investasi tetap : Rp.

250.132. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.811. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.571.45 27% 2. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.308.125 dengan bunga pinjaman 14. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168.500.79.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.000. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.a.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.000 dan biaya modal kerja Rp 83.747.5% IRR % PBP (semester) 67. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .375 dan modal pinjaman Rp 171. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).2.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2.433 1. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.5% p.

410) 1. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. Dan Net B.710 1.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.C ratio kurang dari satu. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a. dimana NPV sudah negative. 16 dan lampiran 17. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun.4 14% 2. 61 .5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.5 16% 2. IRR lebih kecil dari suku bunga.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.8.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.790.223.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c.

873) 1.782. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.627) 1.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.954 1.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5. dimana NPV negative.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.079 1.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.859.4 14% 2.5 18% 2. c.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.5 16% 2.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.ASPEK KEUANGAN b.4 14% 2.

IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. dimana NPV negative. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. 63 .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. yaitu : a. pemerataan pendapatan masyarakat. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya.1. Sukses ulangan harian di kelas b. pertanian. dan manfaat sosial lainnya. sebagian besar hasil pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. 65 . Sukses ujian semester c. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. perdagangan dan pengangkutan. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. penciptaan kesempatan kerja.BAB VI ASPEK EKONOMI.

Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). Ternyata. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Balai latihan Kerja. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. sedangkan untuk LKP.ASPEK EKONOMI. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. Lembaga Pendidikan Keterampilan. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Politeknik. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. BP2NFI. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). SKB. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. PKBM. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant).

industri alat tulis.000. seperti polusi suara (bising). sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi.2.25.35.000 s/d Rp. soal-soal).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. 200 m2. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). industri barang-barang dari kayu dll. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. buku-buku. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. 6. 67 . polusi udara dan pencemaran lingkungan. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga.d. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. industri makanan dan minuman.

68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut.ASPEK EKONOMI. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk.

Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. b. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. 69 . Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.1.1. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar.2. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini.1. 7. yaitu : a. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel.1. kurangnya fasilitas belajar yang memadai.

Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online.net.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. dan bersedia diaudit oleh pemerintah.1. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .4. 7. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel.infokursus.1. diantaranya harus transparan. akuntabel. 7. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri). Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. Nilek online dapat di cek di www.3. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas.

9. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. 12. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. SMA IPA 11. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. 71 . 12. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. dan SMA IPS 11. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. Fisika.5. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik.1.

cepat dan tepat. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. perbaikan sarana transportasi. usaha computer dan website designer. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1.1. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan.7. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. berkembangnya sekolahsekolah umum.6. industri furniture. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. 7. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. industri alat-alat perkantoran. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran.

Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. c. tetapi menyewa.2.1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah.1. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. 7. Faktor-faktor Kritis Internal 7. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. b. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. karena masalahnya adalah : a. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. Oleh karena 73 . namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti.2.8.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

lembaga-lembaga profesi. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. c. yayasan kependidikan dan perorangan. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. pembinaan. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. organisasi-organisasi masyarakat. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. 7. b.5. Lembaga-lembaga bisnis. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. d. e. Sekolah-sekolah umum SD. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. 77 . SMP dan SMA.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel.2. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out.

Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. d. b. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. layanan phisikologi. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. c. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. materi belajar yang diberikan. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. konsultasi. Visi. fasilitas belajar. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. target program. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. b. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. tanpa dipungut bayaran. BUMN dan perbankan. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT.

Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. c. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. Kualitas pengajar atau tutor. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet.3. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. adalah : a. b. Sebaiknya pengajar lulusan PT. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. 79 . tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. c. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. brosur. Kualitas materi-materi pembelajaran. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. 7. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan.

kantin dsb. penyajian materi belajar dengan OHP. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. sederhana.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). h. ruang konsultasi. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. SMPT). Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. musholah. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. tersedia ruang diskusi. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. e. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. g. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. seperti ruangan ber – AC. f. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya.

Siswa. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. 81 . Tetapi dengan catatan. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. jangan pasif. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. i.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

5. 3. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. 83 . yaitu : • Dari segi transportasi. Kesimpulan 1. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Ditinjau dari aspek teknis.1. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. kurikulum. 2. 4. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8.

262.187.308. NPV mencapai Rp. pay back period 2.8 tahun. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a.433.306. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. 9. Berdasarkan analisis aspek keuangan.587. Biaya operasional meningkat sampai 10% c.176. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 10. Net B/C ratio 1.8 %.8 dan IRR 27%. 7. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. karena pada tingkat discount factor 14. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No.2.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum. Pendapatan turun sampai 7% b. Berdasarkan analisa sensitivitas. 6.5%. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. 67. 8.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya.

Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. 2. Saran-saran 1. 4. 5. 85 . Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba.2. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 3.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. 2007 Mengajar dengan Sukses. Husein 87 . cetakan ketiga. Clive dkk Hartanto. 2001 Sulistyowati. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. Pengantar Evaluasi Proyek. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). Evi Umar. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. D Kultur Hia. edisi kedua. 1976. edisi kedua. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. 2003 Belajar dan Pembelajaran.

com http://www.gamaui.com http://bimbel.kompas.org/waralaba http://snmptn.com http://www.Teknosgenius.ppsgms.multiply.detik.wordpress.bimbelplus.org http://re-searchengines.id http://id.bimbelgsc.gaulislam.co.com http://www.com http://www.com http://ahmadsudrajat.net http://www.infokursus.org Kompas.wordpress.com http://www.majalahfranshise.com http://aisyahraifa.com http://indonesiaeducate.wikipedia.com http://www.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.com http://suarapembaca.banksaudara.tridaya.org http://www.com http://www.com http://edukasi.primagama.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

...................... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel .....................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ....... 106 Proyeksi Jumlah Kelas............................... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ............................................................. 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ......................................... 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan ...................................................... 122 91 .... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ....................... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel .............................................................................................. Sarana dan Biaya Bimbingan ............................................................................................................... 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ............................ 120 Proyeksi Laba Rugi .................... 103 Biaya Pendaftaran............... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ........... Fasilitas........................................... 110 Rekap jumlah biaya investasi .... 114 Rekap biaya operasional ...... 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel . 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ...............

...................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan .............. 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ............................................ 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%............. 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ..................................... 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% .. 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ...... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ................. 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% .................................. 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ................... 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..........

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Menghitung Jumlah Angsuran. 97 . Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. 2. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga.

i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Apabila NPV = nol. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. n = Umur Proyek. Menghitung Net Present Value (NPV).LAMPIRAN 3. c. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. Apabila NPV < 0. b.

Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. b. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. 99 . IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan.

________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. = Net present value positif. NPV B-C Negatif. 6. Menghitung Net B/C ratio. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. maka proyek layak dilaksanakan. = Nilai benefit-cost ratio. Apabila nilai Net B/C > 1. Menghitung Titik Impas (Break Even Point).LAMPIRAN 5. Apabila nilai Net B/C < 1. = Net present value negatif. b. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a.

Hasil Penjualan (Rp. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Titik Impas (Rp.--------------------------Hasil Penjualan. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran.X Total Produksi. b.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. d. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 . Biaya Tetap.) e.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. a. Titik Impas (Rp. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.) = n x harga pokok. c. Titik Impas (n) = ----------------------------.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. 1 . Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. Titik Impas (Rp.) f. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk.

1 ½. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. … . Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. 2. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . b. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. n. n = 0. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak.LAMPIRAN 7.. ½. 1. 8. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. dimana √ (1+r)n r = suku bunga.

Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 .499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2.

400.000 1.000 800.000 750. Reguler 2.000 900.400.000 500.300.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.400.000 III SMA 1.000 500.000 500.000 1.000 125.000 125.350.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif-2 IPS 125.000 125.000 1.000 500.250. Reguler 2.000 500.000 850.000 900.000 900.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran. Reguler 2.000 1.300. Intensif 125. Intensif-1 IPA 3.000 1.000 1.000 800.000 125.000 1.000 500. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1. Intensif 125.000 500. Fasilitas.

800.000 200.000 4.000 8.0 1.000 200. Intensif-1 IPA Jumlah 3.600. Reguler 2.000 200.000.000 3.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.0 3.0 15. Intensif III SMA 1.000 9. Reguler Jumlah 2. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .600.400.000 13. Reguler Jumlah 2.000 200.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.000 1. Intensif II SMP 1.800.800.000 30.0 4.400.000 8. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.800.000 2.000 6 2.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.000 4.0 20 12 4.0 4 2.000 200.0 5.600.600.000 4.0 6.000 1.0 1.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Intensif IPA 3.III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 . Reguler 2.

Komputer b.000 350.000 12.000 100.000.000 100.000 2.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.000 1 1 1 300 175. Badan Usaha b. Printer c.000. NILEK 2 Sewa gedung a.000 4.000 1 2.000 250.250.000 2.500.000.000 1.625.375.500.000 1.500.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a. Furniture f.Telepon/Fax e.500 10.000. Meja kerja . Laptop d.000 2.000 350.000 2. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 2.000 1.000 2 5.000 125.625.000 1.000 52.000 250.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000.000 6.000 3.000 500. Ruang tunggu siswa e.000.000 6. Lemari g.375.000 200.000 15 175.000 52.625.200.000 2.000 200.000 1.500 12.000 35.000 500.000 15 175. Ruang kelas c.000 100.000.000 10.000 4. Ruang guru d.000 4 1 1. Filling cabinet h.500.000 10.625.000 500.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.000 125.000.000 1 15 175.000 50.000 120.250.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.625.625.

250.000 280.000 - a.500.000 37.000 10 375.000.000 5 5 7 500.260. Modul belajar b.000 5 1.000 set 1 600.000 154 200. Kursi tamu unit 4 2. Meja guru c.000.000 Peralatan belajar 616.750.000 600.000 600.000 6.853.000 1.000 160.160.000 1.000 1. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 a.000.000 10 15 250. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.800.000 8.000 7 200.400.000 5 Sarana belajar 700.000.000 10 60.000 6. White board d.000 3.500 15.000 5 15 100.i.000 30.000 30. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 j.000.000 3.500.600.000 150.000 84. Kursi belajar siswa b.000 5 6.

000 700.000 Penyusutan 0 64.685.250.853.450.LAMPIRAN Lampiran 8b.900.000 5.100.750.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.000 102.000 12.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 168.000 83.000 Nilai (Rp) 117.5.6 Sumber dana investasi a.000 50.000 31.750.845.050.500 1. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.475. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.000 4.775.4.268.000 64.980.000 1.000 66. Kredit b.400.

000 135.000 159.000.000 3.000 5.000.000 193.715.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000 4.060.000 16.000 6.565.000 228.000.000.175.540.175.000 114.000 136.000 198.160.235.000 20.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.890.000 6.000.500.780.000.715.000.000.000 10.175. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.Lampiran 9b.000 8.000 8.175.175.000 6.000 159.000 10.000 177.000.000 154.175.000 8.000.540.335.955.000 8.000 189.000 8.000.000 5.000 204.

Internet g.000 200.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 200.000 5. Tryout c.000 4.000 10.000. Telepon c.000 2.000.000 150.000 2.000 1.000 10.000 22. Listrik e.000 5.000.500. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000 3.500.720.000 750.000 83.000 750.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a. Karyawan d. Direksi b. Leaflet/brosur b.000 6.500 100.500.000 2.000 1.000 20.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000 50. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.132.000 50.500.000 20.000 5. Surat/fax f.000. Souvenir 4 Pembelajaran a.000 50.000 10.160.520.000 12.000. ATK b. Staf manajemen c.000.000 15. Cetak modul c.000 50. Tutor smtr 1 e.000 1.250.000 2.000.320.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.000 150.000 3.000 50.000.000 10. Air mineral 2 Tenaga kerja a.000. Air d.000 62. ATK b.

000 36.500.000 300.715.000 4.000 10.000.000 36.000 3.500.000 90.000 154.000 375.000.000 1.000 Semester 2 600.000 4.000 1.000.000 90.520.000.000 375.000 300.235.000.530.000 36.960.000 5.000 8.500.160.000.000 36.000 900.000 18.000 2.000 18.955.000.000 Semester 2 600.000 15.000 900.000 2.000 15.000 900.000.000.500.000 300.000 300.000.000 15.000 300.000 1.000 10.000 4.200.000 189.335.000 4.000 375.000 300.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000 375.000.000 300.000.320.000 300.565.000.000 5.000 45.000 5.000 115 .500.000.200.000 1.500.000 2.000 Semester 2 600.000.060.000.200.000 15.000 300.000 36.000 300.000.715.000 375.200.000 900.000 2.000.000 198.000 300.000 300.000 4.000 67.000 300.000 193.500.720.000 300.000 1.000 135.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000 1.000 4.000.000 3.000.500.000 2.080.000.000.000.000 4.000 5.160.000 36.000 900.000.000 4.000.900.500.000 15.000 18.200.000 1.000 18.000.000.000.920.000 1.000 18.000.840.000 300.200.000 900.000 108.000.000 15.000 2.000 8.000 4.000 1.000.000 135.000 375.000 300.000 1.000 300.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000.000 228.000 300.000 3.000 18.

132.000 168.775.811. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.936. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a. Angsuran Pokok Per bulan c. Modal Kerja Sendiri (35%) b.114.000 83.475. Kebutuhan Modal Investasi b.000 117. Tenor (Bulan) b .571. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.528 14.a) Flat d. Suku Bunga Pinjaman (p. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.423.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.036.251.375 171.5% 652.000 168.5% 1.125 83.250.500 79.132.505 14.5 36 3.6 29.250.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Suku Bunga Pinjaman (p.382. Angsuran Pokok Per bulan c.096.375 54.a) Flat d. Tenor (Bulan) b . Angsuran Bunga per Bulan 24 2.500 251. Modal Investasi Sendiri (30%) b.271.125 50.

775.423.528 3.528 3.056 3.115 1.115 1.528 3.887.357.245.115 1.615.715.115 1.115 1.271.115 1.423.528 3.115 1.528 3.788.306 91.639 13.528 3.528 3.278 29. Pokok 3.423.271.528 3.271.528 3.423.423.944 107.271.528 3.271.528 3.423.423.167 16.083 65.059.702.423.528 3.423.271.115 1.806 32.528 117.423.271.271.423.528 3.443.145.115 1.423.271.115 1.172.722 81.973.917 45.271. Bunga 1.556 62.115 1.528 3.874.423.900.115 1.271. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.611 68.271.271.629.602.159.423.667 75.423.271.528 3.423.271.444 49.115 1.028 58.000 114.423.115 1.528 3.423.115 1.583 6.423.115 1.231.417 104.430.423.271.528 3.115 1.115 1.271.423.271.423.528 3.344.115 1.115 1.528 3.528 3.115 1.423.528 3.423.778 88.423.500 55.972 52.861 39.111 9.528 3.115 1.528 3.423.528 3.271.072.814.115 1.271.775.139 71.115 1.543.528 3.986.528 3.271.423.232.528 3.271.528 3.333 35.271.331.417.194 78.271.801.086.271.694 19.222 22.528 3.271.271.833 94.528 3.529.423.960.423.423.271.423.528 Total Murni INVESTASI Angs.528 3.271.528 3.271.271.271.516.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.271.115 1.115 1.423.115 1.271.528 3.472 111.258.750 26.000 Angs.115 1.389 42.115 1.115 1.271.528 3.889 101.361 98.115 1.125 117 .115 1.688.423.271.250 85.115 1.528 3.423.423.115 51.503.271.115 1.423.115 1.

599 40.281.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.526 9.503. Bunga 652.670.505 2.521.505 54.766.251.505 2.547 18.505 2.505 2. Pokok 2.505 2.937 652.063 24.251.269.251.937 652.937 652.937 652.568 27.251.760.778.937 652.620 49.937 652.937 652.251.754.505 2.251.505 2.036.251.052 20.021 6.937 652.505 2.505 2.505 2.251.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .516 4.505 2.533.505 2.094 38.937 652.073 29.589 36.024.251.937 652.937 652.527.251.937 652.031 11.578 31.030.251.251.251.505 2.937 652.251.937 652.937 652.125 51.251.012.115 47.251.251.251.505 2.509.505 2.937 15.937 652.784.937 652.083 33.251.251.257.515.263.104 42.937 652.937 652.010 2.251.036.505 2.937 652.772.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.505 2.937 652.937 652.505 2.275.251.609 45.042 15.536 13.251.557 22.006.937 652.505 2.018.505 2.251.505 2.251.505 2.125 Angs.505 2.

076.033 2.806 3.033 2.543.051 122.033 2.902.051 72.528 1.993 5.271.531 5.423.564 5.271.051 100.523.051 55.729 5.033 2.271.523.271.033 2.076.271.528 1.423.271.423.528 3.051 111.828 5.051 44.781.443.115 0 Total Murni 171.423.033 2.115 32.523.033 2.051 94.333 3.076.092 5.432 5.115 29.696 5.115 13.534.076.861 5.873.523.076.465 5.271.528 1.271.795 5.523.523.357.076.423.919.366 5.076.076.051 138.814.894 5.076.750 3.523.033 2.051 133.523.172.051 77.033 2.423.076.076.242.271.115 35.033 2.350.076.149.076.051 66.115 9.827.399 5.059 5.423.033 2.051 50.523.115 16.051 83.033 2.111 3.765.965.051 88.033 2.076. Pokok Angs.076.528 1.033 2.051 127.583 3.086.960 5.051 166.523.528 1.580.258.442. Bunga 171.672.033 2.051 144.076.626.528 1.222 3.523.033 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.304.033 2.523.033 2.271.986.271.423.051 149.528 1.718.076.026 5.076.715.076.597 5.488.115 26.523.523.011.528 1.051 160.076.033 2.528 1.278 3.076.528 1.811.103.115 22.115 6.630 5.498 5.051 105.523.523.639 3.523.056 3.523.033 2.423.811.051 39.051 61.523.125 5.629.076.051 155.051 116.423.115 19.423.076.523.288.057.523.601 119 .900.033 2.125 66.528 1.528 1.927 5.271.694 3.167 3.271.076.033 2.762 5.523.663 5.033 2.396.423.033 2.195.523.523.115 3.

585.628.000 198.000 388. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.000 263. Investasi 1.175.065.235.000 64. Lainnya 102.258. Biaya operasional 1.132.232.565.000 14.132.150.750.271.600.528 Total Angs.250.018. Bunga 17.000 64.077.063 54.000 78.250 Per bulan (Rp) 14. Modal kerja 83. Bunga 7.100.000 150. 1 URAIAN Pendapatan a.750. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81. Pokok 39.333 39.251.568 2.238 7.000 219. Perizinan 1.315.300.333 117.150.000 Angs. Pendaftaran & bimbingan 150.000 Jumlah a 168.000 267.375 17.194 42.835.000 189.125 Outstanding 29.000 64.000 135.382.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.000 b.400.000 154.258.715.708 135.036.775.750.175.565.500 Jumlah 2 (a+b) 251.077.000 2.018.715.500 2.085.000 125.000 388.235.125 Angs. BOP Jumlah b 83.140.000 3.600.063 27.238 15.670.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.000 267.000 -16.000 203.715.788.000 203.505 MODAL KERJA Angs.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.500 Surplus/minus -251.000 154.375 17.258.000 189.300. Pokok 27.269.861 3.335.000 198.000 135.000 - 64.333 39.835.235.529.750. Sewa gedung 64.LAMPIRAN Lampiran 10c.382.000 189.077.750.335.604.365.375 51.

000 1.000 193.000 121 .955.009 56.000 300.000 193.000 474.000 293.000 64.057.600.715.100.000 106.200.750.000 106.601 TOTAL ANGSURAN 91.000 106.713.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.645.000 228.645.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.613 17.000 300.750.600. Pokok 66.955.717 56.955.333 171.850.000 245.635.000 64. Bunga 24.077.735.000 228.853.726 147.715.726 AWAL SALDO AKHIR 147.396 39.000 179.750.335.902.000 0 0 1.366 0 Total Angs.781.000 294.000 0 0 0 0 193.000 193.645.912.000 193.000 474.600.613 24.200.000 0 0 64.000 193.000 300.708 238.000 193.000 228.258.000 300.276.000 228.000 228.565.811.000 228.000 474.125 Angs.715.000 300.335.715.276.708 - 238.335.200.600.955.600.000 65.600.189.375 66.485.715.189.715.200.955.912.053.955.000 193.762 44.000 474.009 91.000 474.000 180.524.715.200.000 476.524.955.000 228.000 193.465.713.396 66.717 56.955.955.

912.458 Total 178.601 900.980.636 80.000 83.333.670.587.697.000 774.650.050.860.900.172.000 506.222.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.387 251.625 268.9% 20.697.861 189.000 419.144.5% 135.515.072.500 29.861 159.750.432.912. Biaya operasional b.818.894 159.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.633 Pendapatan Tetap 121.000 40.633 Intensif 14.500 29.0% Pendapatan sub program Reguler 132.000 147.000 29.360 765.000 422.108 -45.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.927.150.613 399.039 23.613 23.000 40.222.800.480.000 422.480.613 -12.727.800.980.902.958.636 201.067.000 3.000 121.708.500 227.893.4% 387.000 268.475.945.077.394.980.150. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.279 213.613 -45.000 422.399 135.570.280.670.000 66.000 24.6% 27.800.601 2.500 227.000 83.750.500.662.731 37.613 17.000 Biaya Variabel 56.625.000 774.000 655.000 24.4% 496.411. Penyusutan d. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .980.375 506.000 1.462. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.035.927.000 83.287.980.650.660.613 523.000 774.550.962.375 83.670.000 83.

306.754.207 267.693.889.500.441.443.917.127 191.494 121.899 452.000.750.028 291.500.480.000 121.468.392.931.443 478.810.000 103.314 506.354 398.810 121.101.177 59.284.483.480.101.899 206.126.000.480.000 354.000 121.980.000 197.405 44.250.922 295.000 121.826.000 345.266 118.480.480.000 313.480.202.000 319.492 361.922 212.000 150.250.075.480.810 147.722 121.000 121.564 342.028 412.000 561.170.000 643.000 685.000 220.500.378.956 292.000 173.142.722.650.750.417.207 389.480.065.493.784.000 726.509.513.170.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.993.000 478.098.405 121.480.127 425.480.722 88.000 126.671 221.564 265.279 224.287 Biaya variabel 385.000 505.671 767.094.151.000 Jumlah 37.582 121.480.850 314.411.671 459.949 121.480.961.274.671 337.734.000 519.468.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.000 372.955.949 73.582 162.100 271.266 121.651.000.314 384.500.354 177.038 121.000.100 248.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .494 103.000 271.000 1.000 121.000 437.835.857.876.835.956 70 30 186.545.734.743 239.215.325.850 435.743 318.250.618.000 395.060.250.243.784.759.750.304.000 1.000 83.000.135 408.963.516.480.386 244.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.443 236.000 Smstr 1 Smstr 2 22.000 121.038 132.495 206.492 482.480.480.500.409.337.135 529.386 365.000 828.858.177 121.000 230.000 602.

930.414.475.500 290.500) 168.375 117.483.949) 0.000 387. Biaya bunga bank f.375 37.800.000 774.8 2.800.800.132. Kredit investasi d.280.750. Dana sendiri c.000 54.000 79.000 66.382.836 212.500 353.125 353.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .644.500) (251.750.000 774.000 69.613 23.660.009 -97.250.644.382.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.287.5% PBP (semester) 1 (251.500 251.000 83. Biaya operasional d.650.108 83. Angsuran pokok e.447.894 188.750. Kredit modal kerja e.602.382.886 251.000 774. Re-Investasi b.670.036.108 572.302.000 655.912.469.032.396 24.775.009 359.382.258. B/C ratio. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.106 69.463.650.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 655.330.000 66.063.475.8162 256.447 (257.997 (44.947) 0.8734 213. NPV dan PBP DF 14.9345 -6.000 251.666.571.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.8 tahun 0.119.000 -97.500 (251.500) 27% 1.000 353.382.276.570.316.912.308.272 314.883 -14.000 69.196.276. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 39.650.000 655.894 586. Pendapatan b.286.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.893.398 174.333 17.475.892 422.396 24. Biaya modal kerja c.126 244.455.382.602 460.077.613 451.117 411.350.009 -6. Biaya investasi a.

Biaya modal kerja c. Biaya operasional d.463. Kredit investasi d.382.223.000 83.382.613 451.000 69.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.8162 218.500) 16% 1.883 -74.109) 0.330.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.106 69.276.772 267.912.710 rupiah 125 .396 24.405.000 39.988.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.650.396 24.302.995.852.500 (251. Pendapatan b.405.00 251. B/C ratio.894 141.894 586.500) (251.266.749.405.852.312.8734 178.245.509 -118.552 (98.500 387.930.500 332.650.250.000 728.333 17.500 616.009 359.000 728.382.375 117.626 204.500) 168.893.000 728.892 422.316. NPV dan PBP DF 14.609 (277.276.036.571.000 66. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.280.000 616.132.852. Kredit modal kerja e.398 67.912.000 54.382.477.5 2.312.500 251.613 23.775.000 -118.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.258.000 66.375 37.108 572.557) 0.382.108 44.602 460.6 tahun 0.077.723.981.5% PBP (semester) 1 (251.266. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.660. Angsuran pokok e.570.246.266.670. Biaya investasi a.312.751 120.382.119.000 69.941.235.663. Biaya bunga bank f.500 616.000 79.500 332.194 251.650. Dana sendiri c.9345 -25.000.509 -27.117 411.102. Re-Investasi b.500 290.125 332.

333 17.731.000 66. Re-Investasi b.613 23.000 66.392 422.132.383 -84.077.650.258.250 387.500 720.500 720.122.912 251.000 54.396 24.259 -122.602 460. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.8734 173.119.00 251.000.000 39.8162 212.000 69. Dana sendiri c.790.500) 168.259 -31.670.775.125 328. Kredit modal kerja e.276.330.500 609.000 83.500) (251. Biaya modal kerja c.731.650. Biaya bunga bank f.000 69.384.564.841.970 (280.382.847.650.247. Kredit investasi d.5% PBP (semester) 1 (251. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.564.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.750 609.894 586.731.500) 14% 1.463.108 37.382.478 (107.660.570.500 251.613 451.500 290.375 117.847.000 720.261.000 79.280.992) 0.396 24.117 411.522 260.571. Pendapatan b.500 328.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.912.106 69.387. B/C ratio.382.500 (251.108 572. Biaya investasi a.382.316.564.399.250.904 105. Biaya operasional d.398 49.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .198.847.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.233.750 609.893.000 -122.387.155.276.036.375 37.912.405.538.470) 0.876 198.750 328. NPV dan PBP DF 14.009 359.302.382.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.382.545.9345 -29.276. Angsuran pokok e.930.894 134.4 2.5 tahun 0.

801.475.800.108 613.451.918.00 251.382.918.375 117.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.305.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 655.500) (251.800.806 75.500 251.083 -190.710.402 498.912.817.475.300 66.000 774.000 655.750.276.131) 0.000 774.174.382.408 42.848. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.258.000) (102. Biaya bunga bank f.700 422.709 -38.5 tahun 0.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.298.918.323.396 24.700 -130.965.859.000 83.111) 0.079 rupiah 127 .800.8734 182.512.592 460.5% PBP (semester) 1 (251.428.500 (102.660.382.139.276.396 24. Re-Investasi b.9345 -36.200 66.500) 16% 1. B/C ratio.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.400. Pendapatan b. Angsuran pokok e. Dana sendiri c.437.382.000) (251.036.500 316.886.500 353.000 79. Kredit modal kerja e.613 483.000 655.775.132.300 39.400.405.000 774.000 54.626 209.371.687 120.077.750.8162 225.709 -232.500.382.782.625.917 446. Kredit investasi d. Biaya modal kerja c.750.500) 168.475.709 392.037.618.375 37. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.250.500 75.893.598 -45.344.980 (104.571. NPV dan PBP DF 14.688.613 23. Biaya investasi a.400.451.333 17.028 276.000 102.557 353.894 630.611 (287.500 75.912.5 2. Biaya operasional d.000 353.194 144.125 353.405.

251.912.912.750.382.4 2.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 tahun 0.597.923.382.396 24. Dana sendiri c.500 251.000 102. Re-Investasi b.089 (111.615.327.475. NPV dan PBP DF 14.077. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.126 205.549.168.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.548.000 66.800.400. B/C ratio.375 37.500 319.728 272.475.8734 179. Biaya investasi a.000 39.258.613 487.615.202.000 54.893.000 655.108 37.660.396 24.125 353.311.000 774.500) 14% 1.613 23.051.000 66.000 79.108 618.775.220.475.500) 168.502.024.036.937. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.894 635.398 -59.500 (102. Angsuran pokok e.750.009 -42.112.750.000 83.382.619.250.8162 222.009 -236.602 502.059.000) (251.5% PBP (semester) 1 (251.000 353.187 353.500) (251.893 110.796) 0. Kredit investasi d.000) (102.296 (291.382.883 -198.132.276.800.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.669. Biaya modal kerja c.800.000 774.037.9345 -39. Kredit modal kerja e. Biaya bunga bank f.500 353.000 76.000 655.707) 0.529.117 450.009 395.894 139.615.000 655.000 774.782.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.276.308.106 76. Pendapatan b.000 76.000 -133.333 17.400.000 426.382. Biaya operasional d.725.375 117.892 464.400.448.637.571.000 251.

382.132.382.416.482.944.930 251.500 342.015.400. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.469.916.870. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.046. Biaya operasional d. Kredit modal kerja e.8162 227.500 751.782.8734 186.717 423.583) (277. Kredit investasi d.376 212.000 751.912.276.382.775.500 298.500 251.909 370.208 50.911 135.100 39.500) 168.292 435.727. NPV dan PBP DF 14.422 278.000 79.500 636.5% PBP (semester) 1 (251.900 (119.739.345.954 rupiah 129 .750 342.086.090. B/C ratio.058.350.396 24.739.077.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.987.783 -68.894 601.036. Dana sendiri c.739.250.108 586. Biaya bunga bank f.912.613 461.077.382. Angsuran pokok e. Pendapatan b. Re-Investasi b.000 83.798 81.500) 18% 1.987. Biaya modal kerja c.197.033.500.202 473. Biaya investasi a.382.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.571.988.000 54.500 (251.556.006 71.375 37.276.556.125 342.613 23.333 17.150 399.545.893.556.010.857.981) 0.159) -27.382.258.018.396 24.994 150.500 71.5 2.00 251.750 636.870.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.102 (91.100 66.046.077.870.159) (119.083) 0.750 636.077.375 117.660.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.9345 (26.400 66.6 tahun 0.500 751.500 71.500) (251.

382.375 37.572.613 23.520.991.598 50.200 66.200 403.200 (126. Dana sendiri c.547.798.180.128) 0.237.209 374.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.571.000 54.396 24.375 117.036.500) 14% 1.000 629.396 24.808.180.991) 0.660.137 (107.336.009.903.436.382.278 251.628) (284.808. Kredit modal kerja e.5% PBP (semester) 1 (251.382.436.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 743.436.000 339.209) (126.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biaya bunga bank f.965.083 -87.570.392.092 439.000 72.912.000.4 2. Pendapatan b.072.000 743.209) -34.250.613 465.500) (251. Kredit investasi d. B/C ratio.912.327.520. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.554.576.700.00 251.893.500 251.775.590.251.077.336.5 tahun 0.500 301.472 266.891.000 629.917 426. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.108 590.276.000 79.000 743.000 629.269 110.800 66. Biaya modal kerja c.500) 168. NPV dan PBP DF 14.336.694 137.306 72.8162 217.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.126 202.894 606.125 339.179.083. Angsuran pokok e.258.9345 (32.382.000 83.500 339.382.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Biaya investasi a.908 38.8734 176.402 477.276.132.808.382.516.000 72.929.520. Re-Investasi b.333 17. Biaya operasional d.500 (251.800 39.

42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.782.54 LAYAK 4.0% 100.782.079 15.0% (968.0% 1.0% 14.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.308.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.0% 5.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.0% 14.0% 16.6% 1.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.873) 14% 1. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.54 LAYAK 4.7% 1.0% (58.954 17.223.873) 14% 1.5% 67.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .859.44 TIDAK LAYAK 3.602.790.627) 16.410) 16% 1.Lampiran 21.954 18% 1.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.710 (2.0% 14% 1.0% (58.

7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.. 2 .1450 1.5% 1.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.5% 4 1 14.9345 0.5% 114.8734 0.3110 1 0.0000 1.070046728 1.0% 1.5% 114.0700 1. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.5% 114.8162 0.2252 1. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 2 .5% smtr 2 2 1 14.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.070046728 1.070046728 1.0700 1..5% 114.

070046728 1.6063 1.7128 0.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.070046728 1. 2 … n = = 0 14.070046728 1.145 8 1 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 1.070046728 1.6662 0.5% 114.839181925 1.5% smtr 2 6 1 0.581805809 0.070046728 1.145 1.508127344 133 .145 1.070046728 1.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.622559402 0.718786551 1.145 1.9680106 0.145 1.145 10 1 0.4029 1.543720002 0.145 1.5011 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->