Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. Sehubungan dengan hal tersebut. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya.id. Namun demikian. Dari sisi pembiayaan. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. Sampai saat ini.go. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. UMKM masih memiliki kendala.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. Dari sisi pengembangan usaha. maupun kendala non teknis. baik karena kendala teknis. Di sisi lain. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i .bi.

8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . M. Jakarta.2 Jakarta Pusat Telp. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.7794 Fax. (021) 351. Thamrin No. (021) 381.8922 atau 381.Direktorat Kredit.H.

5% efektif/menurun Semester Rp. Jenis kredit c. Sub Program a.8. Suku bunga per tahun f. Plafon kredit d.83. kelas 6. Modal kerja 5 Perkreditan a.000 Rp.149.132.6. Sumber dana b. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp. target siswa 144 orang b.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . Reguler. kelas 4.168.Strata SMP.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a.065. Reguler.250. Investasi b. target siswa 60 orang . Program Bimbingan Belajar . Jangka waktu kredit e. Sub Program a. kelas 7.Strata SD. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. Umur proyek b.5. Intensif.

000/siswa b.750 Rp.No Unsur Pembiayaan Uraian b.Tahun 2 .125.54.Rata rata/bulan g.250. Sub Program a. Biaya Bimbingan Rp.400. Reguler b.Kelas 12 IPS. Reguler.1.Kelas 12 IPA. target siswa 16 orang c.9% 20.750 Rp. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .11. Profit margin . Intensif. Jangka waktu bimbingan per sub program a.378.000 per siswa per semester f.Rata-rata/tahun .1.Tahun 1 .063.6% 23. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e.378. Surplus pendapatan .Rata-rata/semester .4% Rp. target siswa 24 orang .9.54.Sub Program intensif d. Sumber pendapatan usaha a. BEP -12.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . kelas 10.000 s/d Rp.Sub program Reguler . Uang pendaftaran Rp. target siswa 24 orang b. kelas 9. target siswa 36 orang .Total 5 tahun h. Intensif : .Strata SMA.

IRR Rp. Biaya operasional c.308.8 . Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.580 .PBP .5% .8 tahun Layak dilaksanakan v .Menurut Siswa .NPV pd DF 14.187.2.No Unsur Pembiayaan .433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.176 Rp.BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i. 2.306. 67.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.5% 1. Penerimaan b. masing-masing 4%.Menurut nilai Rp .Net B/C ratio pd DF 14. Kriteria kelayakan .261.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

........................................ Biaya Bimbingan .....4............. 2..................2......................2........ 4.............. 4.....1...2.............................................. Jalur Pemasaran .4.. Sarana .......... 3...........2.............................2....... Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ......... BAB I BAB II PENDAHULUAN .............. Perizinan ...........................1......................................................... 4... DAFTAR ISI ......................3........... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3.................................................. 4...... BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4...........................................................1................................................................................... Program Bimbingan ... RINGKASAN .......................2................. Staf Pengajar ..4.............. Aspek Pemasaran ............................................. Pembiayaan Bank ............1.. DAFTAR GAMBAR ......................................................................... PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2......... 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii ................4....................................................................................3..............................1..............................1............ 3......................... 3...... 4...............2....................... 2...............................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................. 4........ DAFTAR TABEL ........... Pola Pembiayaan ...........2................. Prasarana ..................................................... Profil Usaha ............................. Aspek Pasar .................................................... Lokasi Usaha ......... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba .............2........................... 2.........2........................................................

.......... 7.................... 5.... 7............... 7....2....... 5...........2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel .....................2.................................................................. BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7................... Komponen dan Struktur Biaya ......... 6..1.. 7.........2 Anggaran pendidikan ................... 5...1......................................... 5................. Analisa Break Even Point (BEP) ........... Dampak Lingkungan .......................... 5....... Proyeksi Laba/Rugi ............................. Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ..............1.............1.........8.................................7...... Analisis Sensitivitas ................................4 Peraturan pemerintah ................. 7....2.............3.....................2.................................................. 5..... 7........3.8 Pembiayaan oleh perbankan .......... 5........ Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar .......................... Aspek Ekonomi dan Sosial .......1..............1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ..... Biaya Investasi .......................6......3 Kebijakan pemerintah ........................7 Persaingan ..5 Kesenjangan meraih pendidikan ......1.................. 5......... 7................ 7...... BAB VI ASPEK EKONOMI...................4..............................................5........ 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ....1 Faktor-faktor Eksternal . Produksi dan Pendapatan Usaha ..... 5....3.....................................................1......................1.2...1 Pendapatan masyarakat ......... 7................................. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman ........... Biaya Operasional ........... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.....................1........6 Kaitan dengan usaha lain .....................................1........... 7...........................................1....................BAB V ASPEK KEUANGAN 5...........................2 Faktor-faktor Internal ..... 7..

........... Kesimpulan ...........1....................................................................... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel ............................ 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8................................. 7..................4 Kemitraan ............................... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ............................................................ Hal 11 17 24 58 ix ......................3 7....................................3 Kualitas pengelola dan manajemen . Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ..5 Pemasaran .............................................2..........................................................2........................................................................................2......... 8...........................7........................2. 7................................................................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ......... DAFTAR WEBSITE .............................................................. Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ........... Gambar 4 Grafik BEP ........ DAFTAR PUSTAKA ....... Saran ..........

.. Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ............................... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel .............................................................................................. Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ...................... 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel .................................................. 12 Biaya jasa bimbingan ...........DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi.................................. 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel .................................................................................................. 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ... 55 Data untuk perhitungan BEP .................................... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .. 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ................... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ...................... 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ...................... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ............. 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ......... 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ...................................................................................

Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 .BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. keterampilan. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. bekerja mencari nafkah. standar kompetensi. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Asyik. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class.6 juta. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . intensif dan private. SMP dan SMA secara regular.1 juta. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. A = applicable.8.5 juta dan Rp. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. R = rational) .PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. Rp.4.com). Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. dan Menyenangkan. M = mind.3. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia.

3 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Sony Sugema College dan lain-lain. 4. Bimbel Primagama. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. antara lain Bimbel Teknos Genius. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. 3. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Super Bimbel GSC. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Kemampuan guru yang terbatas. 2. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Bimbel Gama UI.

2. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota.96 1.18 1. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK.62 Jumlah 1 2 % 0.67 18.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 3.18 7 0. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.89 9. 5.26 17.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.kecil. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1. 6. Berdasarkan informasi multimedia.06 1. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.09 0. 4.50 2 0.

09 0.09 7. Lampung 13.32 9. 8. Kalimantan Tengah 15.70 0.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.8%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.16%.79 1.26 2. 5 .34 4.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.96%. sisanya 20. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.info kursus. Kalimantan Selatan 16. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga). jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79.09 0. Lampung (54 lembaga).09 1. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.135 % 0.23 0.50 0.50 1.35 1. 9. Kalimantan Barat 14. Sumatera Selatan 12.76 1. Kepulauan Riau (87 lembaga). Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29.67 0. Jambi 11.61 3.82 100 10.net. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.94 3.70 0.

info kursus.207 lembaga (83.07 20.76 20. yaitu Jabodetabek. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.22 7. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.22 9.54% lembaga belum memiliki izin.net. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14. kota depok dan kota Bekasi. 11.32 17.45% dari jumlah seluruh Indonesia. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .73 100.56 1.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey. Sisanya 10.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.35%) telah memiliki izin operasi.12 1.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.

Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. yaitu 1.13%. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT).362 lembaga. 7 .863 siswa-siswi atau 70.88%.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Biologi. Dimyati dan Mudjiono (2006). Bhs Indonesia. Profil Usaha Menurut Dr. Bhs Indonesia. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. bhs Inggeris. IPS Matematika. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Biologi. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. PPKn. PPKn Matematika. Bhs Inggeris. PPKn Matematika. Geografi. keterampilan motorik. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. sikap dan siasat kognitif. Bhs Inggeris. IPA. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Fisika. bhs Inggeris. Fisika. Biologi.1. keterampilan intelek. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. Fisika. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. Matematika. Kimia. IPA. Bhs Indonesia. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris Matematika. Fisika. Sosiologi.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Bhs Inggeris Matematika. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. IPA. Biologi. Kimia. 4. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. Ekonomi.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 .1. Pola Pembiayaan 2. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. menjelang UN 2010.2. 2. Berdasarkan penelitian. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. laba = untung”. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih.2. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010.

yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. nama. Pada tahun 1970. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. sistim. yaitu : 1. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. 16 tahun 1997 tentang waralaba. berkembang sistem pembelian lisensi plus. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. 42 tahun 2007 tentang waralaba. 2.

4. 3. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. pelatihan personalia. UU No. 6. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. 3. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). yaitu : 1. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. Peraturan Pemerintah RI No. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. mendirikan 15 . Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. 44 tahun 1997. 2. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. 7. 16 tahun 1997. 2. 5. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba.

Saint Anna Education Centre (SAEC). Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. 7. Bimbel Primagama. TutorNet. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Bimbel Teknos. promosi dan supply produk. Pewaralaba melakukan pelatihan. Menurut Amir Karamoy. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. Bimbel Gama UI dll. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. bergantung pada jenis waralaba. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. 6. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. 5. 4. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. Sinotif.

Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Diponegoro 89.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Wisma Kodel Lt 7. yaitu Remedial. Jl HT Rasuna Said. Alamat : Graha Primagama Jl. (0274) 520418. Yogyakarta Tlp. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Kav B-4. 17 .

Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian.000.150. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. UAS. semester. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. UN. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. paket soal latihan dan lembar jawab computer. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. UM-UGM dll secara berkala. • Membayar biaya survey Rp. Pelayanan kepada siswa seperti modul. SPSB. yang secara terminologi berarti cerdas.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan.000 untuk lima tahun. SPMB. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp.

Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. untuk luar Jakarta 5 km. Klender Jakarta Timur 13470. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. ruang administrasi. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. 2. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. ruang pengajar. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Jl I Gusti Ngurah Rai. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. surat khabar. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. majalah. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. 19 . Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. 16-18.

ATK. fasilitas multimedia. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). • Gedung milik sendiri atau sewa.d. trademark. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. SD kelas 1 s. SMP kelas 7. billboard. meja kursi untuk kantor dan pendidikan.9. 6. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama.8. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. 11 – 12 IPS. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. whiteboard. penanaman motivasi berprestasi. Fax. AC. TV. pembinaan mental.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK.100 juta dan royalty fee.11 – 12 IPA. Konsep Pengajaran . konsultasi pemilihan jurusan. telepon. dan SMA kelas 10. patent. brosur.

Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .5% 85% 80% Keterangan : .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik.5% 15% 20% Investor 50% 87.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung). sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB. Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor.

Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). kredit kepada pensiunan dsb. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Diklat. suku bunga. Dilihat dari golongan nasabah. yang memiliki skim tersendiri.2.2. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Rapat-rapat (Divisi.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. Demikian pula persyaratan kredit. Kecuali kredit khusus seperti KUR. Raker Tahunan. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. Koordinator. Pleno cabang. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). 2. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel).

Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. 23 . Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Ketentuan kredit Bank BRI a. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. bukan atas nama yayasan. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis.

Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit.

s/d Rp. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . Lebih dari Rp. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. b.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. yaitu : a. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. Lebih Rp. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. Sertifikat tanah 7. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja.500 juta s/d Rp. sebagai berikut : 1.

meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. c. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8. Suku bunga. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).350.12. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. Meterai Rp.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit).25%. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. minimal Rp.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.

karena sifat dari produk jasa tersebut. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. dicicipi atau disentuh. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba.1. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. tenaga kerja dan modal. 2003). Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. dijual lagi atau dikembalikan. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. Dalam analisa mengenai aspek pasar. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. kemudian bahan pembantu atau penolong. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. Kenyataan demikian ini. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. 27 .

d.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. 9 dan kelas 12. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. 11. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi.d. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. SMP dan SMA. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. Pada sistem kelas reguler. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s.

Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. meskipun banyak juga yang tutup. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Menurut Tempo Interaktif. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. yaitu : 29 . minuman dan waralaba ritel. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1).com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya.

Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. d.1. f. b. Adanya prestise.2. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. kemudian meluas ke desadesa. c. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. jenjang kelas dan program pembelajaran. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Aspek Pemasaran 3.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun.2. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. e. SMP dan SMA. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. mula-mula di daerah perkotaan. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat.

000 4 150. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.500. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.000 No 1 2.000 Sumber : data primer 3.000 2.450.750. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.650.000 2.000 – 3. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 . Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.2.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000 2.000 – 2.500.650.000 – 2. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini. yaitu pada awal dan akhir tahun.500.000 3. misalnya SD kelas 6.000 – 2.000.500.000 --- --- --- 2. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website. leaflet.000 – 2.950.500.000 4.000 2. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.800.700.950. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.500.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.000 4.000 2.650.500.000 2.000 2.2.000 3.000 2. website dan try out serta open house. spanduk.000 – 4. iklan di media cetak.000 125. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.000 : 2.000.500.000 2 3 100.000.650.950.

Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Telkom dan lain-lain. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel.5 juta untuk sekali try out. para praktisi pendidikan yang mencari info. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. Indosat. dan para guru. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet.

BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. 33 . karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif.1. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. SMP dan SMA. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. kurikulum. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya.

Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. c. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. f. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. menyerasikan. Mengarahkan. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. pelaksanaan. b. Mendiknas tahun 2010) : a.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4.2. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. e. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). penilaian dan evaluasi serta pengawasan.

Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. Pas foto ukuran 4 x 6. 1 lembar dan ukuran 3 x 4.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. 3. yaitu : a. u.p. d. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. c. meskipun sudah ada Perda No. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . b. 2. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas.

Foto copy izin kursus yang lama 6. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 4. Perusahaan Perorangan (CV). Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. hak pakai. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Program belajar. Daftar perkembangan warga belajar 5. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Denah lokasi 14. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Koperasi dan Yayasan. KTP penanggung jawab kursus 3. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Pas foto ukuran 4 x 6. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. 6. adalah : 1. kurikulum dan tata tertib kursus 13.

disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Di kota Bogor. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. yaitu. Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No.195/E/ KK/2009. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. mulai tahun 2009. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. Kursus Wirausaha Desa (KWD). Kursus Wirausaha Kota (KWK).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. untuk tahap I selama 6 bulan. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d.

Mei dan Juni setiap tahun. masa persiapan belajar (pengenalan). Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. teguran tertulis. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. atau pencabutan izin kursus. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret.3. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. 4. April. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Dari uraian diatas. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF.

potensi bakat dan kecerdasan. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. b. kemampuan menyerap materi pembelajaran. b. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. c. Setelah orientasi. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). 39 . dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel.modul dan materi belajar. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. c. Misalnya program privat.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. diagnostic dan penempatan kelas. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. yaitu : a. meliputi jadwal belajar. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus.

sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA.. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD.4. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. kelas 7. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.5 SD. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. 4.4. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi. kursi siswa. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN).8 SMP dan kelas 10.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas.4. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). white board dan meja guru. potensi kecerdasan maupun psikologis.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program.1.

Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar.4. soal latihan. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. 41 . sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional.2. suplemen dan evaluasi belajar. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi.

Reguler 2. 11 12 Matematika. IPA. Bhs Inggeris. IPSKimia. Bhs Ingeris.4. Kimia. Sejarah. Bhs Ind. Intensif-1 IPA 10. Ekonomi/Akuntansi. Intensif III SMA 1.8 9 Matematika. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Biologi. .5 6 Matematika. Bhs Inggeris. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Fisika. Bhs Ind.. IPA. 3. Bhs Ind. Bhs Inggeris Matematika. Reguler 2. Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Intensif II SMP 1. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Fisika. IPA. Biologi. Bhs Inggeris. Reguler 2. Biologi. Fisika.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Geografi. Sosiologi 7. Kimia. Bhs Inggeris Matematika.

IPK 2. Pelatihan meliputi : a.3. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. UN dan SMPTN. Lembaga Bimbel bukan waralaba. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. Sos. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4.Ekon.75 jurusan MIPA. b. honor. Bhs Inggris. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. UI dan sebagainya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. kemudian melatihnya 43 .4. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. min.

1 juta sampai Rp. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran.350. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas.42 siswa per tutor. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.4 juta. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp.1.000 sampai Rp.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.000 – Rp. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.000 per minggu atau per bulan antara Rp. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel.000 per sessi. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .25.250.35. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.5 juta per bulan. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.

Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Program Jaminan. dll. Misalnya Program Special Class. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Program Super Intensif (masuk PTN). Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Kemitraan. Program Special Class. Program Executive Class. Program Khusus. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Program Intensif (UN. SMPTN). SMPTN). Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. 2. Program Pendamping Belajar Siswa. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Biasanya 45 . Program Standard Class. Selain jumlah siswa per kelas. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Program Privat.1.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Program Intensif (UN. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN).

2. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. 4. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. yaitu semester I. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program.

Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible.Mei. untuk siswa IPS. Terdiri dari tiga Sub Program. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. • Sub Program Intensif 1. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. 5. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. Tujuan adalah lulus ujian akhir.2. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. • Sub Program Intensif 2. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. untuk kelas 12 IPA. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang.

hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. Intensif Jumlah II SMP 1. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dan nama atau merek lembaga Bimbel. Reguler 2. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Intensif Jumlah III SMA 1.

000 850.000 500.000 1.250.300. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA. b.000 Bimbingan 750. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek.000 900.400.400.000 1. Intensif 1.000 500.000 Jumlah 1.000 900. Reguler 2.000 500. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 1.000 49 .000 1. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal. Intensif-1 IPA 3. Alasannya adalah : a. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.000 800.000 800.000 500.300.350. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua. Reguler 2.000 900. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1. Reguler 2.000 500.000 500.400.000 1.000 1. Intensif 1. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.

Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. Uang pendaftaran. per semester. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA. seperti pada tabel berikut.000.500. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp.000 per siswa. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel.125. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. b. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. sebesar Rp. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

200. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 . Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.000 26. Intensif Jumlah II SMP 1.000.600.000.125. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.400.000 267.000. Reguler 2.000 209.000.000 34. Intensif-1 IPA 3.000 0 99.000 Sumber : lampiran 5 5.000.400.000 17. sewa gedung. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis. Komponen dan Sruktur Biaya 5.000 474.100.000 300.000 88.000 0 11.000 34.400.000.000 88.000 203.000 90.000 Smtr 2 180.000 59.000 0 23.500.200.000 31.500. Intensif Jumlah III SMA 1.000 88.000 53.950.400.000 0 22.400.500.200.000 268.200.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.000 34.000 Tahun 2 Smtr 2 150.000 150.600.800.000 119.400.100.600.000 62.000 13.400.200.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000.000 29.000.675.000 17. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.550.000 Tahun 1 Smtr 2 90.000 0 68.200.000 0 35.000.000 62.200.000 34.000 34.000 31.200.475.100.175. Reguler 2.000 0 34.000 39.000.3.300.600.000 0 198. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.1.000 0 68.000 15.000 0 35. peralatan belajar.000 31.000 68.000 Smtr 1 165.000 386.000 44.200.3.000 68.200. Reguler 2.000 0 165.800.000.725.200. peralatan kantor.000 115.400.000 No Strata I SD 0 11.200.500. fasilitas dan sarana belajar.500.275.

Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.050.000 12. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.100. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.000 31.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.722. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.845.000 64.000 4.000 0 0 1.450.853.250. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.024.000 68.000 5.900.980.000 0 83. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.750.750.000 0 168.685. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.500 1.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Nilai (Rp) 1.500 0 0 1.000 700. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.

175. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000 177. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.715.000 159.000 6.540.000.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000 10. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.000.000 8.4.335. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.000.462.000 193.000.175.500.000 6.000.175.955.000 135.000 Smtr 2 8.000. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.000.000 5. 77.000.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.000 Smtr 2 8.235.000.780. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 6.715.000 204. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 16.500. 91. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 154.000 20.175.160.000 159. biaya tenaga kerja.000.992. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000 136.000 228.000 10. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000 4. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000 189.2.000 3.000 5.000 198.175.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.175.540.565. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.3.890.000.500 dimana sekitar Rp.060.000 Smtr 2 8.000 5.

Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.375 66. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.601 Jumlah 91. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.258.902. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.189.276.000 56.396 66.335.276.613 24.077. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.726 5.713.333 171.613 17.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan.5% per tahun.189.912. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.5.811.708 238.396 39. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.912.125 Bunga 24. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.000 91. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.

397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.0%.500 227.0% 55 .397 531.4% 29.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.897 759.6% 27.697.279 213.637.4% 23.394.118.2% semester 2.073.5% 29. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.927. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.397 1.2% untuk semester 1 dan 18. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.336. Baru pada semester 2 tahun-2.666 303.744 12.613 89. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.696. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.411.145.9% 20.073. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.927.697.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.731 227.500 759.613 135.

861 121.480.949 121.759.177 121.405 212.000.202.000 345.000 103.750.480.386 478.142.750.100 248. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.515.963.000. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.000 244.000 220.722.931.6.250.392.000 29.708.378. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.050.000 197.274.279 271.000 Biaya Variabel Total No 56.101.405 121.170.177 239.734.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .480.480.564 318. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.000 189.266 121.100 313.038 132.636 80.279 224.958.564 437. 2003).917.483.000 319. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.480.ASPEK KEUANGAN 5.633 121.494 103.861 159.000 44.500.266 118.443.754.000 126.458 201.722 121.743 395.494 121.722 Intensif 14.922 271.858. biaya tetap. seperti jumlah siswa peserta.075.000 150.949 265.101.000 173.306.000 88.000 73.038 121.411. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.693.922 354.386 342.000 Tetap 147.325.480.734.826.587.480. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.509. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.417.207 365.750.633 186.207 292.500. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.458 230.250.550.035.000 59.743 295.480.067.650.636 178.480.

000 398.126.028 389. 57 .835.000 314.784.810 147.850 412.480.000 425.135 767.899 121.876.000 505.480.750.000.354 121. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.443 236.000 291.671 643.098.409. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.671 121.618.250.000 361.000 519.314 726.492 459.784.000 478.060.000.850 602.480.337.500.493.468.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).243.889.545.000 408.671 435.000 531.284.000 267.651.671 221.835.304.582 162. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.250.492 685.480.961.582 121. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.127 191.354 177. sebagaimana terlihat gambar 5.993.513.000 337.065.956 529.443 121. pendapatan (lampiran 5). biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9). misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.480.468.135 506.480.151.500.314 482.441.028 561.810. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.000 384.480.000 452.810 121.899 206.127 121.857.

900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).176 (sumbu vertical). Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .306. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.ASPEK KEUANGAN Juta Rp. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.176. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp.306.261.261.

Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. Berdasarkan data pada lampiran 1. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. dimana investasi dimulai pada tahun-0. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan.antara 1 – 5 tahun. 168. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. Jika terjadi keadaan sebaliknya. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. 5. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung.250 juta. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5.7.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. Jumlah investasi tetap : Rp. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. 59 .

60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.500. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.45 27% 2. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.000.000 dan biaya modal kerja Rp 83.132.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV). Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.308.250.571. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.375 dan modal pinjaman Rp 171.811. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.a.747. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.2.5% p.125 dengan bunga pinjaman 14. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.5% IRR % PBP (semester) 67.433 1.79. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.

Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun. 61 . Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a.4 14% 2.C ratio kurang dari satu.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.223. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.790.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7. 16 dan lampiran 17. IRR lebih kecil dari suku bunga.8. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. Dan Net B.410) 1. dimana NPV sudah negative.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5 16% 2.710 1. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.

5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.782. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.079 1. dimana NPV negative.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .4 14% 2.4 14% 2.5 16% 2.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.ASPEK KEUANGAN b.5 18% 2. c.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.873) 1.627) 1. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.954 1.859. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.

Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. dimana NPV negative. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. 63 .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). penciptaan kesempatan kerja. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. pertanian. dan manfaat sosial lainnya. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. Sukses ujian semester c. 65 . Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. sebagian besar hasil pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas.BAB VI ASPEK EKONOMI. pemerataan pendapatan masyarakat. perdagangan dan pengangkutan. Sukses ulangan harian di kelas b.1. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. yaitu : a.

Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Balai latihan Kerja. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). Lembaga Pendidikan Keterampilan. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. SKB. Politeknik. PKBM. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa.ASPEK EKONOMI. Ternyata. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. BP2NFI. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. sedangkan untuk LKP. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi.

polusi udara dan pencemaran lingkungan. soal-soal). Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga.35. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. 67 . 200 m2. 6.d.000 s/d Rp. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. seperti polusi suara (bising).2.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. industri makanan dan minuman. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. buku-buku. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. industri barang-barang dari kayu dll. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. industri alat tulis.25.

SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut.ASPEK EKONOMI. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

1. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya.1. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel.1. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar.1. b. yaitu : a. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. 69 .BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.2. 7. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah.

Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. akuntabel.net.1. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN.4. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. dan bersedia diaudit oleh pemerintah.1. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. diantaranya harus transparan. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. 7. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan.infokursus. Nilek online dapat di cek di www.3. 7. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri). 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

12. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. dan SMA IPS 11. 71 . matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7.1. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik.5. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Fisika. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. 9. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. SMA IPA 11. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. 12. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar.

usaha computer dan website designer.7. cepat dan tepat. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. industri furniture. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran.6. berkembangnya sekolahsekolah umum. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. perbaikan sarana transportasi. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk.1. industri alat-alat perkantoran. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.1. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. 7. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan.

8. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman.1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. 7. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola.2. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. Oleh karena 73 . karena masalahnya adalah : a. b. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. tetapi menyewa. c. Faktor-faktor Kritis Internal 7. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah.2. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana.1.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. Lembaga-lembaga bisnis. yayasan kependidikan dan perorangan. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. d. 7. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan.5. SMP dan SMA. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. Sekolah-sekolah umum SD. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. b. pembinaan.2. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. e. organisasi-organisasi masyarakat. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. c.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. lembaga-lembaga profesi. 77 . BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel.

tanpa dipungut bayaran. d. materi belajar yang diberikan. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . layanan phisikologi. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. fasilitas belajar. b. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. konsultasi. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. target program. Visi. BUMN dan perbankan. c. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. b. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT.

Kualitas pengajar atau tutor. Sebaiknya pengajar lulusan PT. 79 . Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. 7. c. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. c. brosur. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. adalah : a. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya.3. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. Kualitas materi-materi pembelajaran. b. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah.

Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. h. seperti ruangan ber – AC. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. musholah. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. SMPT). 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . tersedia ruang diskusi. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. penyajian materi belajar dengan OHP. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. sederhana. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. e. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. ruang konsultasi. f. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. g. kantin dsb. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa.

terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. Tetapi dengan catatan. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. i.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. jangan pasif. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. 81 . juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. Siswa. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. 3.1. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. 5. kurikulum. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. 83 . yaitu : • Dari segi transportasi. Kesimpulan 1. 2. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Ditinjau dari aspek teknis. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. 4.

8. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya.176. 67. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp.5%. 10. NPV mencapai Rp. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.306. 9. Berdasarkan analisa sensitivitas.2. Biaya operasional meningkat sampai 10% c.262. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. Berdasarkan analisis aspek keuangan.308. pay back period 2. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a.433.587. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan.8 dan IRR 27%.8 tahun. 7. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. Pendapatan turun sampai 7% b.8 %. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. Net B/C ratio 1.187.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum. karena pada tingkat discount factor 14. 6.

karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. 2. 4. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 85 . Saran-saran 1.2. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. 5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. 3. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

2007 Mengajar dengan Sukses. Pengantar Evaluasi Proyek. cetakan ketiga. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. 2003 Belajar dan Pembelajaran. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. 1976. Clive dkk Hartanto. 2001 Sulistyowati. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. edisi kedua. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. edisi kedua. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise).DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. Evi Umar. D Kultur Hia. Husein 87 .

com http://www.kompas.wordpress.detik.co.tridaya.Teknosgenius.net http://www.com http://suarapembaca.bimbelplus.org/waralaba http://snmptn.org Kompas.org http://re-searchengines.gamaui.com http://www.id http://id.majalahfranshise.com http://www.com http://www.com http://www.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .wikipedia.com http://bimbel.com http://indonesiaeducate.com http://edukasi.wordpress.ppsgms.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.org http://www.com http://aisyahraifa.gaulislam.bimbelgsc.com http://ahmadsudrajat.com http://www.banksaudara.com http://www.primagama.infokursus.multiply.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.................. 106 Proyeksi Jumlah Kelas...................................................... 110 Rekap jumlah biaya investasi ............. 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ............................................. 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ....................... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ................................................................ Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar .. 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ...... 122 91 ............................................. 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel .............. 103 Biaya Pendaftaran............................................................ 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan .................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ....... Sarana dan Biaya Bimbingan ........................ 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ......... Fasilitas.... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ........................................................................................... 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel .. 114 Rekap biaya operasional ................... 120 Proyeksi Laba Rugi .................................................................. 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ................

............ 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ........................... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ............................. 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ............................................. 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% .. 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ..................... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ... 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ......................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%.................................. 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% .................

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. 97 . 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Menghitung Jumlah Angsuran. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol).

Menghitung Net Present Value (NPV). Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. c. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. Apabila NPV = nol. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial.LAMPIRAN 3. Apabila NPV < 0. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . n = Umur Proyek. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. b. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital.

Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. b. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). Menghitung Internal Rate of Return (IRR). Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. 99 .

b. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 6.LAMPIRAN 5. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. NPV B-C Negatif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. Menghitung Net B/C ratio. = Net present value positif. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. Apabila nilai Net B/C > 1. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. = Net present value negatif. maka proyek layak dilaksanakan. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). Apabila nilai Net B/C < 1. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. = Nilai benefit-cost ratio. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk.--------------------------Hasil Penjualan. Titik Impas (Rp. 1 .) e. Biaya Tetap. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek.) f.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. Titik Impas (Rp. a.) = n x harga pokok. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 . b. d. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran. c. Hasil Penjualan (Rp. Titik Impas (n) = ----------------------------.X Total Produksi. Titik Impas (Rp.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel.

… . 2. 8.LAMPIRAN 7.. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. ½. n = 0. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. 1. b. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. 1 ½. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. n. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak.

Reguler 2. Intensif-1 IPA 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Reguler 2.

000 850.000 1. Reguler 2.000 1.000 500.300.000 750. Intensif-1 IPA 3.400.000 800.000 125.000 III SMA 1.400.000 1.250. Intensif 125.000 125. Intensif-2 IPS 125.000 1.000 500. Intensif 125.000 500.000 500.000 1.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 500.000 1.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 500.000 900.000 800.400.000 500.000 900. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.000 900.000 125.000 1.000 125.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran. Reguler 2.350.300. Reguler 2. Fasilitas.

0 6. Intensif II SMP 1.800.600. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 . Reguler Jumlah 2.000 9.0 3.000 4.000 4.0 20 12 4. Reguler Jumlah 2.0 1.000 200.000 3. Intensif-1 IPA Jumlah 3.000.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.600.800.600.000 6 2.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.000 200.600.000 200.400. Intensif III SMA 1.000 200.000 200.000 1.000 8.800.000 13.800.000 2.0 1.0 4 2.0 4.400. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.000 30.0 5.000 4.000 1.000 8. Reguler 2.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.0 15.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPA 3. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 . Reguler 2.

000 125.000 2.000 2.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000.000 4.000 200.625.000 100.000 52.000 52. Laptop d.625.000 6.375. Ruang guru d.000 35.625. Lemari g.000 15 175.250.000 1 15 175. Badan Usaha b.375.000 350.000 6. Ruang kelas c.000.000 500.000.500.000 4.000 100.000 125.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 500.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.000 1 1 1 300 175. Komputer b. Ruang tunggu siswa e.000 500.000 350.000 250.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000 250.000 1.000 1.000 15 175. Furniture f.000.000 2.000 1 2.000 1.000 2.000 2.000 50.000. Meja kerja .000 1.000 120. Printer c.000 3.000 2.500 10.625.000 12. NILEK 2 Sewa gedung a.250.000 100.500.000.625.000 4 1 1.500 12.625.200.000 2 5.000 200. Filling cabinet h.000. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.Telepon/Fax e.500.000 10.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 10.000.000 1.500.

000 600.260.000 160.000 1.000.000 - a.000 3. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 5 Sarana belajar 700. Modul belajar b.000 5 1.000 10 60.000 7 200.000 8.000 154 200.000 150.000 37.000 Peralatan belajar 616.853.000 6.000 1.000.000 10 375.000 6.000 5 6.000 600.000.400. Kursi belajar siswa b.600.000 1.000 5 5 7 500.000 84. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 5 15 100.000 set 1 600.000 280.800.500.000 30.000 30.500.250.000 j.000.i.000 3.750.000 10 15 250. Kursi tamu unit 4 2.160.500 15. Meja guru c. White board d.000 a.

000 168.4. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.000 50.000 5.000 83.000 700.685.000 64.000 102.000 4.050. Kredit b.100.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .LAMPIRAN Lampiran 8b.475.400.900.450.000 Penyusutan 0 64.000 31.000 66.250.000 1.750.750.268.000 Nilai (Rp) 117.845.6 Sumber dana investasi a.853.775.500 1.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.000 12.980. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.5.

000 189.000 136.540.175.000 5.000 6.780.175.000 177.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.565.335. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000 5.000.000 154.Lampiran 9b.000 16.000.000 193.000.540.000 6.000 8.000 20.000 6.000 198.000 114.000.000 8.000.000 135.000 204.175.160.000.000 228.175.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000 3.175.890.000 10.000.715.000.000 8.000 159.000 4.955.000 8.500.000 159.000 8.235.000.715.000 10.000.060.175.000.

500 100. ATK b.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a.000 750.000 200.000 5. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000. Cetak modul c.000 50. Direksi b.000 20.000 2.000 50.000 3. Tutor smtr 1 e. Tryout c. Air mineral 2 Tenaga kerja a.000 83.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.000 10.000 50.000 150. Souvenir 4 Pembelajaran a.000 62.000 2.000 4.500.000.000 10.000 2. Air d. Surat/fax f.500. Telepon c.000 12.720.000 200.000 10.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000 1.000 15.160.000 50.000 22.000.000.000 1.500.000 5.000 6. Leaflet/brosur b.132.000 1.000.000.000 2. Karyawan d.320. ATK b.000.000 3.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 20.000.000 50.000 150.520. Staf manajemen c.500.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.000 10.000. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000 750. Internet g.000 5. Listrik e.250.

000.565.080.200.000 15.000 2.000 300.000.000.200.000.000.000 1.000.900.500.235.000.000 900.500.000 375.000 4.000.000 5.000 300.000 36.000.000.000 300.000 2.000.000 8.000 193.000 135.500.000 36.000.000 15.000 300.000 300.000 4.000 2.000 300.000 1.715.000.000 3.000 198.000 5.000.160.000.000 18.000 2.000.955.000 1.000 300.000.000 1.000 300.840.060.000 15.000 10.000 1.000 45.000.000 375.335.000 36.000 300.000.000 8.000 4.000 18.000 90.000.000.000 300.200.000.000 115 .000.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000 1.000 375.000 4.320.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000.000.000 900.000 4.000 108.000 375.000 900.000 900.000.000 1.000 135.000 300.000 2.000 4.000 90.000 3.200.000.000 154.000 10.000 189.200.000 18.000 36.000 36.000 5.500.960.715.000 1.520.000 18.000 900.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000.000.000 300.000.000 4.000 67.000 900.000 15.000 300.000 36.000 375.000 4.000 300.000 300.000.200.000 300.000 1.000 300.000 375.500.000 18.000 4.000 Semester 2 600.160.000 2.000.000.530.000 Semester 2 600.000 18.000 1.500.000 228.500.000 5.500.720.500.000 Semester 2 600.000 3.000 300.000 15.000 15.920.

375 54.000 117.000 83.5 36 3.5% 1.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a. Modal Kerja Sendiri (35%) b.250. Suku Bunga Pinjaman (p.423.500 79.500 251. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.000 168.475.6 29.096.775. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.a) Flat d.250.a) Flat d.271.125 83.251.036.132.936. Tenor (Bulan) b .528 14.5% 652.382.375 171. Angsuran Pokok Per bulan c. Tenor (Bulan) b .811.000 168. Suku Bunga Pinjaman (p. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.132.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .505 14. Angsuran Bunga per Bulan 24 2.125 50.114. Modal Investasi Sendiri (30%) b. Kebutuhan Modal Investasi b. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a. Angsuran Pokok Per bulan c.571.

115 1.528 117.887.775.115 1.972 52.423.139 71.639 13.423.271.056 3.344. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.115 1.271.423.423.125 117 .115 1.528 3.115 1.271.528 3.861 39.271.115 1.423.271.059.222 22.333 35.417 104.306 91.115 1.528 3.960.503.115 1.028 58.543.528 3.528 3.528 3.271.423.722 81.115 51.423.271.115 1.357.528 3.702.271.423.115 1. Pokok 3.528 3.528 3.115 1.528 3.423.271.556 62.423.423.423.423.115 1.271.516.115 1.528 3.528 3.528 3.775.271.423.423.271.528 3.271.667 75.423.778 88.528 3.083 65.115 1.602.271.814.271.271.528 3.715.973.430.528 3.423.115 1.271.874.423.583 6.528 3.528 3.072.115 1.115 1.159.688.115 1.389 42.115 1.528 3.194 78.423.694 19.417.500 55.788.278 29.528 3.444 49.528 3.472 111.115 1.615.271.423.423.111 9.944 107.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.271.115 1.528 3.271.833 94.115 1.331.423.528 3.528 3.528 3.423.271.423.528 3.801.115 1. Bunga 1.115 1.271.000 Angs.115 1.271.900.271.115 1.271.361 98.115 1.115 1.528 3.250 85.423.115 1.000 114.271.528 3.271.271.423.750 26.423.271.443.271.528 3.423.528 3.271.528 3.115 1.271.115 1.986.528 3.529.271.423.806 32.271.115 1.271.423.423.115 1.528 3.917 45.423.115 1.271.423.528 3.889 101.231.528 Total Murni INVESTASI Angs.629.145.423.423.172.423.258.611 68.115 1.232.086.245.167 16.271.

620 49.754.251.251.505 2.505 2.036.083 33.269.010 2.937 652.251.251.024.937 652.778.251.036.505 2.251.052 20.937 652.937 652.251.281.251.505 2.937 652.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.505 2.527.031 11.115 47. Bunga 652.251.251.505 2.251. Pokok 2.578 31.042 15.937 652.937 652.937 652.505 2.505 2.021 6.018.509.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .937 652.521.937 652.505 2.125 51.505 2.251.609 45.006.766.505 54.937 652.251.526 9.505 2.251.937 652.937 652.937 15.533.772.073 29.063 24.505 2.251.505 2.937 652.937 652.251.012.547 18.937 652.599 40.505 2.094 38.263.030.536 13.505 2.516 4.784.251.568 27.251.670.937 652.505 2.937 652.505 2.251.760.251.257.505 2.251.515.937 652.505 2.505 2.937 652.589 36.503.251.125 Angs.937 652.275.937 652.505 2.505 2.505 2.251.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.937 652.557 22.251.251.104 42.

528 1.033 2.033 2.902.696 5.125 66.718.051 122.814.033 2.523.076.271.033 2.873.811.965.523.288.076.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.033 2.900.423.528 1.149.919.271.167 3.056 3.423.423.033 2.423.523.423.423.583 3.076.051 88.271.626.033 2.528 3.528 1.986.523.629.076.076.033 2.051 144.033 2.528 1.033 2.051 50.523.333 3.432 5.827.523.115 0 Total Murni 171.242.051 55.051 72.076.423.278 3.125 5.960 5.528 1.076.076.076.051 100.033 2.523.111 3.076.011.399 5.443.564 5.271.076.115 35.051 138.103.350.715.051 111.580.465 5.051 127.488.498 5.271.271.528 1.781.076. Pokok Angs.033 2.076.806 3.033 2.051 155.639 3.033 2.442.523.423.828 5.523.271.543.051 105.765.115 6.528 1.523.304.115 22.271.115 26.396.894 5.076.528 1.033 2.051 77.523.076.051 61.531 5.172.523.076.523.271.057.672.092 5.051 166.076.861 5.033 2.523.271.423.051 39.076.523.528 1.033 2.729 5.033 2.076.076.033 2.195.051 149.423.086.271.076.115 16.357.051 133.051 160.026 5.051 83.033 2.076.795 5.523.630 5.523.601 119 .033 2.033 2.927 5.750 3.523.271.528 1.523.663 5.115 19.534.115 13.033 2.762 5.271.528 1.597 5.528 1.051 44.694 3.115 9.115 29.523.523.258.423.222 3.811.993 5.366 5.033 2.523. Bunga 171.423.076.051 66.115 32.115 3.523.076.523.059 5.051 94.051 116.

750.000 b.750.000 64.269.258.335.375 17.077. BOP Jumlah b 83.604. Bunga 17.000 14.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.000 267.085.300.333 39. Investasi 1.000 267.000 219.250.000 263.750.065.077.315.258.000 64.333 39.585.235.500 2.000 Jumlah a 168.125 Outstanding 29.000 198. Bunga 7. Modal kerja 83.077.000 78.788.036.000 -16. 1 URAIAN Pendapatan a.100.175. Biaya operasional 1.018.000 135.861 3.140.375 51.500 Jumlah 2 (a+b) 251.232. Perizinan 1.175.000 154.000 150. Lainnya 102.000 203.000 189.063 27.251.000 2.528 Total Angs.775.375 17.000 - 64. Pokok 39.235.000 135.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .271. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.132.018.132.835.600.000 388.715.000 203.125 Angs.565.335.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.835.400.750.LAMPIRAN Lampiran 10c.063 54.750.382.235.000 Angs.000 154.715.565.365.000 189.000 198.000 64.250 Per bulan (Rp) 14.000 189.568 2. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.382.150.194 42.529.670.715.505 MODAL KERJA Angs. Sewa gedung 64.238 15.628.000 125.000 388.150.300.000 3.333 117.258. Pokok 27.600.500 Surplus/minus -251. Pendaftaran & bimbingan 150.238 7.708 135.

955.189.750.912.713.200.000 106.717 56.613 24.524.000 65.000 0 0 1.715.600.000 0 0 0 0 193.955.396 39.000 193.485.600.276.335.850.000 180.853.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.000 474.000 245.000 474.000 300.645.726 147.715.645.000 228.258.912.717 56.715.762 44.200.000 474.000 179.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.955.645.000 228.000 106.955.000 300.000 228.750.366 0 Total Angs.955.000 300.524.396 66.000 294.000 300.955.000 106.708 238.955.708 - 238.715.053.565.000 1.000 228.000 64.200.200.000 64.635.600.333 171.000 193.000 193.726 AWAL SALDO AKHIR 147.465.000 121 .009 56. Pokok 66.276.200.375 66.000 193.125 Angs.000 300.613 17.781.000 193.601 TOTAL ANGSURAN 91.000 476.000 474.715.735.077.715.000 193.902.713.000 228.600.000 293.750.189.600.955.335.335.000 0 0 64.715.600.000 193.000 193.100.000 228.000 228.009 91.000 474. Bunga 24.057.811.955.

462.601 2.000 121.500.800.000 40.000 3.000 83.945.636 80.613 -12.6% 27.000 774.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353. Biaya operasional b. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .432.727.9% 20.894 159.670.861 159.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.927.570.222.000 29.475.150.000 83.077.697.000 422.000 83.000 24.613 523.072.708.800.900.980.980.0% Pendapatan sub program Reguler 132.035.912.633 Intensif 14.650.613 23.550.800.980.000 655.625 268.662.927.039 23.000 1.000 422.411.893.515.980.818. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.222.050.000 506.912.613 17.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.860.000 422.980.902.750.480.670.000 774.000 774. Penyusutan d.670.613 399.4% 496.636 201.650.861 189.000 419.000 Biaya Variabel 56.067.633 Pendapatan Tetap 121.387 251.500 227.750.394.480.962.000 24.000 40. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.660.000 268.280.375 83.150.000 66.613 -45.399 135.108 -45.500 29.500 29.625.287.4% 387.601 900.172.333.360 765.375 506.000 83.5% 135.697.731 37.500 227.587.458 Total 178.144.000 147.958.279 213.

899 452.509.287 Biaya variabel 385.784.000 220.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .000 437.564 265.325.100 271.480.075.000 395.000 121.100 248.500.500.392.835.306.266 118.060.000 230.000 685.207 389.250.750.443 478.754.135 529.949 73.098.722.810 147.980.177 59.493.480.492 361.483.337.000 643.000 1.202.000 121.000 354.314 506.354 177.304.480.000 150.582 162.850 314.480.000 313.931.405 44.000 505.151.000 372.494 121.000 345.955.207 267.000.513.000 828.000 271.750.784.651.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.480.386 365.468.949 121.492 482.000 121.000.810.038 121.443.274.734.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.000 121.917.858.000 126.000 1.480.094.441.480.411.480.722 121.480.671 337.101.480.000.000 121.215.671 459.000.000 602.028 291.899 206.038 132.650.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.889.101.000 478.000 83.000 319.956 292.495 206.409.545.000 Smstr 1 Smstr 2 22.480.177 121.065.759.284.480.693.000 Jumlah 37.142.468.386 244.722 88.266 121.750.961.618.127 425.494 103.826.135 408.500.000 197.922 212.279 224.671 767.250.000 726.480.876.250.956 70 30 186.850 435.963.000 173.582 121.243.564 342.417.922 295.835.028 412.500.000.743 239.516.000 103.993.314 384.000 519.170.250.480.734.000 561.354 398.500.743 318.671 221.127 191.480.810 121.170.378.000 121.126.857.443 236.405 121.

000 -97.8 2.316. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.930.602 460.750.570.000 655.469.947) 0.800.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.276.106 69.382.382.447 (257. Biaya investasi a.036.500 290.330.912.997 (44.8162 256.250.475.644.650.009 -97.382.912.382.500 251. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.108 572.272 314.463.396 24.350.287.000 54.613 451. Kredit modal kerja e.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.009 359.500) 168.602.571.949) 0.009 -6.132. Biaya operasional d.883 -14.483.8734 213. Biaya bunga bank f.670.000 83.126 244.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.666.000 774.108 83.650.660.892 422. Biaya modal kerja c.475.000 69. Kredit investasi d.500) 27% 1.302.119. Pendapatan b.382.375 117.800.650.000 79.000 774.000 66.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .775.500 (251. Dana sendiri c.333 17.117 411.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.750.475.447.063.613 23. Angsuran pokok e.125 353.000 655.375 37.308.276.000 387.286.455.077.382.196.644. B/C ratio.000 251.280.886 251.258.000 66. Re-Investasi b.398 174.836 212.894 586.000 353.032. NPV dan PBP DF 14.414.8 tahun 0.9345 -6.000 774.800.396 24.750.000 39.500 353.500) (251.893.000 655.5% PBP (semester) 1 (251.000 69.894 188.

009 359.509 -27.000 728.266.00 251.775.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.650.000 69. Pendapatan b.912.382.894 141.609 (277.660.125 332.000.119.245.500 387. Biaya bunga bank f.000 728.6 tahun 0. Re-Investasi b.892 422.5 2.500) 16% 1.382.626 204.235.500 616.000 66.8162 218.500 332. Angsuran pokok e.552 (98.258.276.223. B/C ratio.405.981.500 616.670. Kredit modal kerja e. Biaya operasional d.894 586. Biaya modal kerja c.570.396 24.000 728.988.117 411.398 67.280.613 23.941.000 69. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.312.663.266.312.316.463.500 251.312.000 66.852.912.500 332.108 572.8734 178.852.000 616.382.602 460.330. Kredit investasi d.500) 168.571.246.650.077.405.396 24.382.772 267.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.036.132.930.000 83.000 79.500 (251.5% PBP (semester) 1 (251.751 120.102.749.375 37.710 rupiah 125 .650. Dana sendiri c.194 251.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.509 -118.893. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR. Biaya investasi a.266.250.382.333 17.000 39.405.382.302.109) 0.276.106 69.000 -118.477.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.883 -74.000 54.613 451.557) 0.500 290.852.108 44.375 117.9345 -25.723.500) (251. NPV dan PBP DF 14.995.

00 251.000.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.125 328.000 -122.650. Biaya operasional d.247.000 69.847.9345 -29.775.000 39.387.259 -31. Pendapatan b.790.108 37.500) (251.316.108 572.4 2.750 328. Kredit investasi d.155. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.930.500 (251.000 83.904 105.500) 14% 1.384.261.077. Re-Investasi b.538.392 422.000 720.000 66.847.000 54.405.545.375 37.571.500 251.036.500 290.382.650. NPV dan PBP DF 14.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Biaya modal kerja c.396 24.398 49.5% PBP (semester) 1 (251.500 609.132.387.731. Kredit modal kerja e.302.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.564.233.613 23.333 17.117 411.731.122.330. Biaya investasi a.463.912 251.500 720.198.8734 173.478 (107. B/C ratio.470) 0.399.500 720.396 24.000 79.250.613 451. Dana sendiri c. Angsuran pokok e.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.570.382.750 609.564.602 460.000 66.670.731.500 328.847.280.912.894 586.276.841. Biaya bunga bank f.894 134.382.650.276.000 69.258.970 (280.382.500) 168.382.276.250 387.383 -84. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.564.009 359.259 -122.876 198.893.375 117.119.5 tahun 0.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .382.106 69.660.912.992) 0.750 609.8162 212.522 260.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.500 316.618.912.611 (287. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.258.5 tahun 0.382.800.000) (251.8734 182.9345 -36.918.451. Dana sendiri c.613 23.037.709 -38.475.194 144.300 66.750. Biaya bunga bank f.709 392.408 42.660.125 353.333 17.036.276.139.396 24.5 2.131) 0.782. Kredit investasi d.894 630.000 353.709 -232.571.700 422.000 774.382.912.079 rupiah 127 .000 79. Biaya operasional d.200 66.500) 16% 1.775.382.817.000 655.500.800.000 774.396 24.174.000 83.710.402 498.375 37.8162 225.400.323.000 655.965.500 251.437.405.917 446.382.500 (102.750.000 102.400. Biaya investasi a.625. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.557 353.000 655.028 276.688.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.108 613.132.500) (251. Re-Investasi b.598 -45.918.344.451.077.5% PBP (semester) 1 (251.750.400.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5. B/C ratio.886.626 209. Kredit modal kerja e.475.918. NPV dan PBP DF 14. Angsuran pokok e.893.000 774. Biaya modal kerja c.375 117.806 75.500) 168.00 251.500 75.371.428.405.848. Pendapatan b.305.800.250.592 460.500 353.700 -130.382.613 483.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000) (102.980 (104.111) 0.298.300 39.500 75.687 120.859.512.801.000 54.083 -190.276.475.

502.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500) (251.396 24.077.894 139.000 76.9345 -39.725.400.549.400. Biaya modal kerja c.000 655.126 205.475.327.024.220.375 37.637.168.000 774.937.000 774.382.000 655.202.276.893 110.615.475. Dana sendiri c. Re-Investasi b.800.333 17.311.000 66. Biaya investasi a.117 450.258.187 353.707) 0.000 83.883 -198.375 117.009 -236. Angsuran pokok e.8162 222.037.500 319.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.400.000 39.615.000 102. B/C ratio.059.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.8734 179.4 2.750.398 -59. Biaya operasional d.500) 14% 1.750.000 655.571.602 502.669.613 487.000 251.548.108 618.750.125 353.089 (111.000 79.775.912.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 tahun 0.892 464.529.009 -42.251.308.796) 0.728 272.615.009 395.108 37.500 251.296 (291.000 426.036.800.000) (102.000 774.475.382.051.613 23.112.000 353.382.396 24.912.000 54.000 -133.106 76.000 76.132. Pendapatan b. Biaya bunga bank f.893.894 635. NPV dan PBP DF 14. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.382. Kredit investasi d.500) 168.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.782.276.448.597. Kredit modal kerja e.000) (251.660.619.382.500 (102.250.923.5% PBP (semester) 1 (251. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 66.500 353.800.

197.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.382.077.5 2.750 636.396 24.250.583) (277.500 636.033.276.000 751.930 251.954 rupiah 129 .500 71.909 370.000 54.556.500 751.159) (119. Re-Investasi b.500 71.382.613 461. NPV dan PBP DF 14.058.8734 186.108 586.912.077.500 298. Angsuran pokok e.994 150.912.382.798 81.150 399.894 601.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.987.613 23. Biaya investasi a.077.202 473.422 278.102 (91.916.469. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.400.739.00 251.046.382.911 135. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.006 71. Biaya operasional d. B/C ratio.870.100 39.132.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.482.9345 (26. Pendapatan b.739.500) 18% 1.345.750 636.750 342.159) -27.046.981) 0.000 79. Dana sendiri c.382.500 (251.083) 0.400 66.000 83.015.416.276.077.258.208 50.987.545.125 342.988.375 117.086. Kredit investasi d.870.782.783 -68.944.660.350. Biaya modal kerja c.018.396 24. Kredit modal kerja e.556.100 66.500) (251. Biaya bunga bank f.376 212.857.739.500 342.8162 227.500 751.870.010.6 tahun 0.727.500.090.775.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.500 251.556.036.375 37.717 423.571.333 17.5% PBP (semester) 1 (251.382.893.500) 168.292 435.900 (119.

Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.375 117.500 339.392.072.137 (107. Angsuran pokok e.382.000 743.132.598 50.500 251.590.613 23.327.808. Biaya investasi a.180. Biaya modal kerja c.083.108 590.209) (126.306 72. Biaya bunga bank f.00 251.520.382.402 477.000 743.570.9345 (32.000 72.436.908 38.000 339.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.269 110.5 tahun 0.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .382.278 251.472 266.917 426.336.036.991) 0.382.520.436.179.000 79.251.554.991.077.628) (284.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.200 403.929. NPV dan PBP DF 14.000.250.613 465.209) -34.000 629.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 629.572.083 -87.798.912.571.000 629.660.500) 168.808.382.258.800 39.009. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.128) 0.912.125 339.333 17.500) 14% 1.436. Kredit investasi d.092 439.893.700. Kredit modal kerja e.520.891.903.396 24.200 66.775.547. B/C ratio.237.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.8734 176. Pendapatan b.126 202.500 301.200 (126.4 2.000 83.8162 217.382.500) (251.576.894 606. Re-Investasi b.276.965. Dana sendiri c.336.000 72. Biaya operasional d.396 24.808.276.516.5% PBP (semester) 1 (251.000 743.800 66.336.375 37.694 137.000 54.180.500 (251.209 374.

0% 14% 1.223.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.0% 14.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .0% (58.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.0% (58.7% 1.790.782.6% 1.5% 67.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.410) 16% 1.0% 14.44 TIDAK LAYAK 3.710 (2.782.873) 14% 1.0% 1.0% 5.0% (968.0% 100.602.Lampiran 21.873) 14% 1.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.627) 16.954 18% 1.54 LAYAK 4.308.54 LAYAK 4.859.954 17.0% 16.079 15.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.

0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.0000 1.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.5% 114.8162 0. 2 . 2 .5% 1.0700 1.5% 114.070046728 1..9345 0. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.8734 0.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.5% 114.3110 1 0. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .070046728 1.5% smtr 2 2 1 14.1450 1.5% 4 1 14.0700 1.2252 1..070046728 1.5% 114.0% 1.

145 1.070046728 1.070046728 1.145 1.145 1.070046728 1.070046728 1.6063 1.622559402 0.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.145 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.543720002 0.070046728 1.718786551 1.9680106 0.7128 0.5% smtr 2 6 1 0.5011 1.4029 1.5% 114. 2 … n = = 0 14.145 1.070046728 1.6662 0.145 10 1 0.145 8 1 0.508127344 133 .145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.145 1.839181925 1.581805809 0.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful