Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

id. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. Dari sisi pembiayaan. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian.bi. UMKM masih memiliki kendala. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. baik karena kendala teknis. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). Sampai saat ini. maupun kendala non teknis. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Di sisi lain. Dari sisi pengembangan usaha. Namun demikian.go.

8922 atau 381. (021) 351.H. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.Direktorat Kredit.2 Jakarta Pusat Telp. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl. Jakarta.7794 Fax. Thamrin No. (021) 381. M.

Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. Plafon kredit d.250. Modal kerja 5 Perkreditan a. Reguler.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . target siswa 60 orang . kelas 4. Intensif. target siswa 144 orang b.8. Umur proyek b.5. Reguler.132.065. Sub Program a.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. Jangka waktu kredit e.6. Program Bimbingan Belajar .83.000 Rp. kelas 7. Jenis kredit c.149. Suku bunga per tahun f. Sub Program a. Investasi b.Strata SMP.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. Sumber dana b. kelas 6.168.5% efektif/menurun Semester Rp.Strata SD. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.

Profit margin . Reguler b. Surplus pendapatan . Reguler.378.Strata SMA. target siswa 16 orang c. Sumber pendapatan usaha a. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .1. Intensif : .000 per siswa per semester f.063.9.000 s/d Rp. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .125.54.Rata rata/bulan g.Tahun 1 .750 Rp.Sub program Reguler . kelas 9. kelas 10.250.9% 20.4% Rp.Sub Program intensif d.Total 5 tahun h.54. Sub Program a.Kelas 12 IPA.378.Kelas 12 IPS.No Unsur Pembiayaan Uraian b. BEP -12.1. target siswa 24 orang . Intensif.400. Jangka waktu bimbingan per sub program a.6% 23.000/siswa b.11.Rata-rata/semester .Rata-rata/tahun . Biaya Bimbingan Rp. Uang pendaftaran Rp. target siswa 24 orang b. target siswa 36 orang .Tahun 2 .750 Rp.

5% .Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.IRR Rp.2. Penerimaan b.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.Net B/C ratio pd DF 14.580 . Biaya operasional c.308.Menurut Siswa .8 tahun Layak dilaksanakan v . Kriteria kelayakan . Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik. 67.261.Menurut nilai Rp .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i. masing-masing 4%.306.No Unsur Pembiayaan .176 Rp.8 .NPV pd DF 14. 2.187.5% 1.PBP .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.......................3........................ 4.................................. 4......................................................... Jalur Pemasaran ...... Staf Pengajar ...2...............1...................... 3............................ 2...................................................... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3....................... Biaya Bimbingan ........ Program Bimbingan ................ Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ................ 4...... 4.................... 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii ..... DAFTAR GAMBAR ..... Perizinan ........4........2..................................................... Prasarana ..................................1............................................. DAFTAR TABEL ......DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..................... 4... PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2................................................................................2......... 2... Aspek Pemasaran .............................3.. 3..........................2.. Pola Pembiayaan .... RINGKASAN ......2.......................................................4............ Sarana ................1................................................................................... Profil Usaha ........... DAFTAR ISI ....2............................................ Pembiayaan Bank ............................................................ Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ....2........................................2.....................4.................................................................................................... BAB I BAB II PENDAHULUAN ............... 2.2...................2..................................................1............... Lokasi Usaha .................................................................................................4..... 4............... 3.................................1.... BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4.1........ Aspek Pasar ..

Aspek Ekonomi dan Sosial .................7........ 5.... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ....... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.................. 6........................6.........1................................1..........8..............................6 Kaitan dengan usaha lain .... Komponen dan Struktur Biaya ........ 7......................................2...........3.........2...........5........... Biaya Investasi ..........................3....................4.. 7.2..... 7........................... 5........................... 5...............................................1.................. 5............. 7........................................ 7.....2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel .... 7...........1 Pendapatan masyarakat . BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7......................... Dampak Lingkungan ...........................................3........ 5....................... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..... 7....1.......................................... 7....................................................1.........1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ........ 7....BAB V ASPEK KEUANGAN 5............. Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ................................................ 7. Biaya Operasional ..... 5........5 Kesenjangan meraih pendidikan . 5...................................... 7.....2 Anggaran pendidikan . 5........1........................2 Faktor-faktor Internal ....4 Peraturan pemerintah ......................1...................1 Faktor-faktor Eksternal ...........7 Persaingan . Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman ...............................................1........................1............1................... Produksi dan Pendapatan Usaha . Analisis Sensitivitas ..... BAB VI ASPEK EKONOMI........1.............................. 5.. Analisa Break Even Point (BEP) .................................8 Pembiayaan oleh perbankan .......................2.........3 Kebijakan pemerintah .. Proyeksi Laba/Rugi ...2..............

.................................... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel .......................2.......................................................3 7.. DAFTAR WEBSITE .....2.............................................................. 8............................................................................2.........1....................................................................3 Kualitas pengelola dan manajemen ........ DAFTAR PUSTAKA ......... Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ...................................2..................................5 Pemasaran ................................... Kesimpulan ......................7.................................................. Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel .............................................. 7............4 Kemitraan ............................. 7............................................................. Saran .................. Hal 11 17 24 58 ix ...................................................... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ................................. Gambar 4 Grafik BEP ............ DAFTAR LAMPIRAN ............ 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8........

....................................................... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ....... 55 Data untuk perhitungan BEP ...................... 12 Biaya jasa bimbingan ......................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi............................................ Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ............ 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ...... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ....... 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester .......................................... 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ...................... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel .......................................................................................................................................................... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ...... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ............. 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ...... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ........................................ 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..................... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ........................................................................

Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. keterampilan. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . standar kompetensi. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. bekerja mencari nafkah. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD).

4.1 juta. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Rp. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. R = rational) . Excecutive Class dan Royal Class (Kompas.3.com). Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. dan Menyenangkan. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment. SMP dan SMA secara regular.5 juta dan Rp. intensif dan private. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.6 juta. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. Asyik. A = applicable. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution.8. M = mind.

Bimbel Primagama. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. 4. antara lain Bimbel Teknos Genius. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. 3. Sony Sugema College dan lain-lain. Bimbel Gama UI. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). 2. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Super Bimbel GSC. Kemampuan guru yang terbatas. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. 3 .

PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja.89 9. 2.50 2 0. 6.62 Jumlah 1 2 % 0.18 7 0. 5. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.kecil. 3.06 1. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .18 1.26 17.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0.67 18.96 1. 4. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel.09 0. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. Berdasarkan informasi multimedia.

8. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.26 2.8%.09 7.net.94 3.09 1.76 1.61 3. Kalimantan Tengah 15.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.82 100 10.09 0.67 0. 5 . Lampung (54 lembaga). 9. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).16%. Kalimantan Barat 14. Sumatera Selatan 12.70 0. Jambi 11.35 1.79 1.50 0. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.50 1.23 0.135 % 0. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.info kursus.34 4.09 0. sisanya 20. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29. Lampung 13.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.32 9.70 0. Kepulauan Riau (87 lembaga).96%. Kalimantan Selatan 16.

22 9. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .35%) telah memiliki izin operasi.73 100. Sisanya 10. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta. kota depok dan kota Bekasi.32 17.12 1.54% lembaga belum memiliki izin. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.76 20. 11.56 1.07 20.22 7.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia. yaitu Jabodetabek.207 lembaga (83.net.45% dari jumlah seluruh Indonesia.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.info kursus.

Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah.13%. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat. yaitu 1. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10.863 siswa-siswi atau 70. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. 7 .362 lembaga. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil.88%.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

PPKn Matematika. Bhs Indonesia.1.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. IPA. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. keterampilan motorik. Biologi. sikap dan siasat kognitif. Fisika. Bhs Inggeris. PPKn. Fisika. Profil Usaha Menurut Dr. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. bhs Inggeris. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Kimia. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. Bhs Indonesia. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. PPKn Matematika. Matematika. Geografi. 4. Bhs Inggeris. Biologi. Fisika. bhs Inggeris. Bhs Inggeris Matematika. keterampilan intelek. Sosiologi. IPA. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Bhs Inggeris Matematika. Biologi. Bhs Inggeris. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. Kimia. IPA. Fisika. IPS Matematika. Dimyati dan Mudjiono (2006). Ekonomi. Biologi. Bhs Indonesia. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 .

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. Berdasarkan penelitian.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. laba = untung”. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli.2. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. 2. menjelang UN 2010. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 .2. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang.1. Pola Pembiayaan 2. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD.

dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. 42 tahun 2007 tentang waralaba. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. berkembang sistem pembelian lisensi plus. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. yaitu : 1. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. 16 tahun 1997 tentang waralaba. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. Pada tahun 1970. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. sistim. nama.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. 2. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. 6. 2. pelatihan personalia. 3. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. 16 tahun 1997. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. 5. yaitu : 1. 2. 4. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. 7. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 3. Peraturan Pemerintah RI No. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. mendirikan 15 . 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. UU No. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. 44 tahun 1997.

Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Menurut Amir Karamoy. 4. Bimbel Primagama. Sinotif. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. Saint Anna Education Centre (SAEC). Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. Bimbel Teknos. TutorNet. 7. Pewaralaba melakukan pelatihan. promosi dan supply produk.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. 5. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. 6. Bimbel Gama UI dll. bergantung pada jenis waralaba.

menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Jl HT Rasuna Said. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Kav B-4. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Diponegoro 89. Yogyakarta Tlp. yaitu Remedial. 17 . Wisma Kodel Lt 7. Alamat : Graha Primagama Jl. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. (0274) 520418.

(T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. UN. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. semester.000.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. Pelayanan kepada siswa seperti modul.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. SPSB. SPMB. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar.150. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. yang secara terminologi berarti cerdas. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. • Membayar biaya survey Rp.000 untuk lima tahun. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. UM-UGM dll secara berkala. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. paket soal latihan dan lembar jawab computer. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. UAS. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan.

Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Jl I Gusti Ngurah Rai. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. untuk luar Jakarta 5 km. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Klender Jakarta Timur 13470. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. 19 . tetapi dengan standar pelayanan Primagama. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. majalah. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. 16-18. 2. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. surat khabar. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. ruang pengajar. ruang administrasi.

6. Konsep Pengajaran . SD kelas 1 s. Fax. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. fasilitas multimedia.d. trademark. AC.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . billboard. SMP kelas 7. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. penanaman motivasi berprestasi. pembinaan mental. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. konsultasi pemilihan jurusan. TV. telepon. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal.9. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. 11 – 12 IPS. dan SMA kelas 10. • Gedung milik sendiri atau sewa. ATK. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa).11 – 12 IPA. whiteboard. patent. meja kursi untuk kantor dan pendidikan.100 juta dan royalty fee. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. brosur.8.

Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor.5% 15% 20% Investor 50% 87. • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung).5% 85% 80% Keterangan : . Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12.

Diklat. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. suku bunga. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2. Demikian pula persyaratan kredit. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. yang memiliki skim tersendiri. Pleno cabang. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. Raker Tahunan. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). Dilihat dari golongan nasabah. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. 2. Rapat-rapat (Divisi. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel).2. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. kredit kepada pensiunan dsb. Koordinator. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Pleno Manajer Cabang dan Pusat).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. Kecuali kredit khusus seperti KUR.

Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. 23 . Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. bukan atas nama yayasan. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Ketentuan kredit Bank BRI a. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit.

Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Lebih dari Rp. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.500 juta s/d Rp. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. Sertifikat tanah 7.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. s/d Rp. Lebih Rp. yaitu : a.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. sebagai berikut : 1.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. b. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5.

12. minimal Rp. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).25%.350.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. Suku bunga. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. c. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. Meterai Rp.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

karena sifat dari produk jasa tersebut. 2003). dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. 27 . dicicipi atau disentuh. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. Dalam analisa mengenai aspek pasar. kemudian bahan pembantu atau penolong. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. dijual lagi atau dikembalikan. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi.1. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. Kenyataan demikian ini. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. tenaga kerja dan modal. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba.

11. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. 9 dan kelas 12. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. Pada sistem kelas reguler. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6.d. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan.d. SMP dan SMA. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan.

Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. minuman dan waralaba ritel. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. yaitu : 29 . Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. Menurut Tempo Interaktif.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. meskipun banyak juga yang tutup. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru.

Adanya prestise. b. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. jenjang kelas dan program pembelajaran. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. kemudian meluas ke desadesa. d. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. Aspek Pemasaran 3. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . c. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. SMP dan SMA. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3.1.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey.2. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. e. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. f.2. mula-mula di daerah perkotaan. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha.

000.750. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.000.650.650.000 – 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.2.000 – 3.000 No 1 2. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .950. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir. iklan di media cetak.500.000 125.2.000 2.000 – 2.000 3.000 2. leaflet.950.000 2.650.800.500.650.500.000 2.700. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12. website dan try out serta open house.000 2.500.000 Sumber : data primer 3.450. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun. yaitu pada awal dan akhir tahun.500.000 : 2.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.000.000 3.000 4 150.000 – 2.500. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.000 – 2.000 2 3 100.500.000 2.000 2. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.950.000 4.000 --- --- --- 2.000 4. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur. misalnya SD kelas 6.000 2.500. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel. spanduk.000 – 4. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.

dan para guru. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok.5 juta untuk sekali try out. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. Telkom dan lain-lain. Indosat. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. para praktisi pendidikan yang mencari info.

Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. 33 . Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. SMP dan SMA.1. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. kurikulum. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa.

Mendiknas tahun 2010) : a.2.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). f. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. menyerasikan. c. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. Mengarahkan. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. b. pelaksanaan. e.

2. Pas foto ukuran 4 x 6. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . 3. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. yaitu : a. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. b. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. c. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. d. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. u. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. meskipun sudah ada Perda No. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor.p.

Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Program belajar. 6. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. hak pakai. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. Pas foto ukuran 4 x 6. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. 4. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. adalah : 1. KTP penanggung jawab kursus 3. Foto copy izin kursus yang lama 6. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Daftar perkembangan warga belajar 5. Denah lokasi 14. Koperasi dan Yayasan. Perusahaan Perorangan (CV). Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10.

Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. Di kota Bogor. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. yaitu. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online.195/E/ KK/2009. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Kursus Wirausaha Kota (KWK). Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Kursus Wirausaha Desa (KWD). Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. untuk tahap I selama 6 bulan. mulai tahun 2009. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus.

(2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Mei dan Juni setiap tahun. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. atau pencabutan izin kursus. 4.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. April. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. teguran tertulis. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. masa persiapan belajar (pengenalan). Dari uraian diatas. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .3. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. diagnostic dan penempatan kelas.modul dan materi belajar. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. b. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. Misalnya program privat. kemampuan menyerap materi pembelajaran. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. b. potensi bakat dan kecerdasan. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. meliputi jadwal belajar. c. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. Setelah orientasi. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. yaitu : a. c. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. 39 . dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel.

Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas.1. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. potensi kecerdasan maupun psikologis. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor.. 4. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.4. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .4. kelas 7.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. kursi siswa. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN).8 SMP dan kelas 10.4. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. white board dan meja guru. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA.5 SD. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out.

4. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. soal latihan. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. suplemen dan evaluasi belajar. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. 41 . ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.2.

Fisika. Bhs Ind. IPA. Kimia. Matematika. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Sejarah. Bhs Inggeris Matematika.. Bhs Inggeris Matematika. . Reguler 2. 3. Bhs Inggeris. Biologi. Bhs Ingeris. IPA.4. Kimia. Intensif-1 IPA 10. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Bhs Ind.5 6 Matematika. Ekonomi/Akuntansi. Intensif II SMP 1.8 9 Matematika. 11 12 Matematika. Reguler 2. Bhs Ind. IPA. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Inggeris.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. IPSKimia. Sosiologi 7. Fisika. Bhs Inggeris. Biologi. Biologi. Reguler 2. Intensif III SMA 1. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. Geografi. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Fisika.

Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan.3.4. UI dan sebagainya. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. Lembaga Bimbel bukan waralaba. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya.Ekon.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. b. min. UN dan SMPTN. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor.75 jurusan MIPA. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. Sos. Pelatihan meliputi : a. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. IPK 2. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. Bhs Inggris. kemudian melatihnya 43 . honor.

250. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.42 siswa per tutor.000 per sessi.1. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.4 juta. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran.350.000 – Rp.25. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1 juta sampai Rp. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel.35. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran.000 sampai Rp. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.5 juta per bulan. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.000 per minggu atau per bulan antara Rp.

Program Super Intensif (masuk PTN). Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Program Jaminan. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Privat. Program Standard Class. Program Executive Class. Program Pendamping Belajar Siswa. Program Special Class. Program Intensif (UN. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Program Kemitraan.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. SMPTN). Program Khusus. 2. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN.1. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. dll. Program Intensif (UN. Selain jumlah siswa per kelas. Biasanya 45 . Misalnya Program Special Class. SMPTN). Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan.

yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. 4. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. 2. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. yaitu semester I. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan.

SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. • Sub Program Intensif 1. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. untuk kelas 12 IPA. • Sub Program Intensif 2. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). untuk siswa IPS. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN.Mei. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Tujuan adalah lulus ujian akhir. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. 5. Terdiri dari tiga Sub Program.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember .2.

dan nama atau merek lembaga Bimbel. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-1 IPA 3. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai.

000 500.000 500.000 1.250.000 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA. Reguler 2.000 1.000 850. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.000 900.350. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 800. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 500.000 1. Alasannya adalah : a. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek. b.000 Jumlah 1.000 900.000 900.000 500.400. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA.000 49 .400. Reguler 2.400.000 500. Intensif 1.000 1. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.000 Bimbingan 750.000 500. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.000 800. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek. Intensif 1.000 1.300.300. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2.

50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a.500. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel.000. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. per semester. b. Uang pendaftaran. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran.125. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. seperti pada tabel berikut. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA.000 per siswa. sebesar Rp. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan.

000 0 68.000 Sumber : lampiran 5 5.500.1.000.000 268.175.200.000 115.500.000 386.300.000 Smtr 2 180. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8. Intensif-1 IPA 3. Intensif Jumlah III SMA 1.400.000 Tahun 1 Smtr 2 90.800.000 29.125.475.000 203.200.000. Komponen dan Sruktur Biaya 5. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1.000 Smtr 1 165.800.000 62.000 31.000 0 198.550.000 0 11.000 15.400.000 Tahun 2 Smtr 2 150.3.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 209.000 300. sewa gedung.000 34. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.000 No Strata I SD 0 11. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .000 0 99.000 90.000.000 88.000.000 474.000 119.200.200.000 68.000 31.000 0 22.200.200.100. Reguler 2.000 34.000 0 68.000 59.400.000.000 62.400.400.600.400.000 44.000 53.000.000 39.000 13.600.000 0 23.950.000.500.600.000 0 35.400. peralatan kantor.000 150.000 68.600.000 88. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.000 34.000 0 35.000 17.100. fasilitas dan sarana belajar. peralatan belajar. Reguler 2.000 0 34.000 17.000 0 165.3. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.000.000.000 88.000.000 34.200.000 267.000 34.200.200.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.275.675.100.725. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.400.500.200.000.500.000 31.200.000 26.200.

853. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.685.024. Nilai (Rp) 1.000 5. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.900.500 1.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.750. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.845.000 12.000 700.750.000 0 168.000 31.000 0 0 1.450.500 0 0 1. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.722.100. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.000 64.000 4.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 68.000 0 83. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.050.250. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.980.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.

565.000.000 Smtr 2 8.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 8. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000. 91. 77.175.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.000 6.000 136. biaya tenaga kerja.060.000 189. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.500 dimana sekitar Rp. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000.4.000 3.000 5.000. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.160.000.000 154. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.000 159.000 4.000 6.000 10.000 193.540.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.000.3.955.000 10.175.000 198.175.780. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000 Smtr 2 8. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 135.000 20. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.175.2.992.715.000 204.175.540.000 177.000 5.000 6.335.500.235.890.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000 228.000.000 159.462.000 Smtr 2 8.000.500.000.175.715. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 5.000 16.000.

Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.276. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.613 17. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.902. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.5% per tahun.708 238. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.396 66. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.125 Bunga 24.335.189.333 171. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .276.189.000 91.601 Jumlah 91.000 56.713.912. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.5. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.726 5.396 39.613 24.375 66.912.811.077.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.258.

731 227.0% 55 .2% semester 2. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.397 531.411. Baru pada semester 2 tahun-2.2% untuk semester 1 dan 18.279 213.397 1.927.744 12.696.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.336. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.500 227.4% 29.4% 23.697. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.118.394.927.9% 20.697.5% 29.6% 27.0%.613 135. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.073.073.637.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.897 759.500 759.613 89.666 303.145.

509.858. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.405 121.067.722 121.550.443.306.035.000 103.480.000 244.170.417.000 Biaya Variabel Total No 56.480.958.500. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.743 295.000 150.378.480.458 230.000 73.922 354.750.000 197.405 212.564 437.266 118.250.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .963.931.636 178.650. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.826.743 395.922 271. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.274.000 29.000.483.949 121.279 271.480.480.000 345.000 Tetap 147.177 239.750.722.392.000 59.250.325.ASPEK KEUANGAN 5.759.861 121.000 44.000 173.075.000 189.754.708.266 121.494 121. 2003).494 103.6. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.693.202.279 224.734.411.207 365.038 132.480.480.050.480.100 248.000 88.722 Intensif 14.587. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.500.101.633 121.000 319.861 159.386 342.207 292. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar. biaya tetap.734.100 313. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.000 220.038 121.177 121.480. seperti jumlah siswa peserta.917.515.633 186.000. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.564 318.000 126.386 478.949 265.636 80.101.458 201.750.142.

500.135 767.961.750.000 452.127 121.493.000 361. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.582 162.480.582 121.876.284.060.000 384.480.835.671 643.545.468.671 221.000 398. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.810 147.000 337. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).500.000.028 561.000 291.513.810.409.098.000 408.337.480.354 177.243.000 425.000 267.850 602.000 531.899 121.993.441.899 206.250.127 191.810 121.784.314 482.480.492 685.443 121.651.835.889.354 121.956 529.468.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).480. 57 .304. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.000 314. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.000 478.480.151.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.671 121.000.135 506.784.618. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran. pendapatan (lampiran 5).314 726.065.857. sebagaimana terlihat gambar 5.850 412. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.443 236.671 435.000 519.480.492 459.126.000 505.250.028 389.

900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat). Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.176 (sumbu vertical).261. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.306.176.ASPEK KEUANGAN Juta Rp.306.261. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. dimana investasi dimulai pada tahun-0. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan data pada lampiran 1. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. Jumlah investasi tetap : Rp. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan.250 juta. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun.7. Jika terjadi keadaan sebaliknya. 59 . BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. 168.antara 1 – 5 tahun. 5.

Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.375 dan modal pinjaman Rp 171.433 1. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.79.747.571.308. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.500. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168.45 27% 2. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.5% p.125 dengan bunga pinjaman 14. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.000 dan biaya modal kerja Rp 83. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.132.250.811. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio.a. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.5% IRR % PBP (semester) 67. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).000.

sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a.710 1.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun.5 16% 2. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.8.410) 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. 61 . 16 dan lampiran 17. Dan Net B.790. dimana NPV sudah negative. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b.C ratio kurang dari satu. IRR lebih kecil dari suku bunga. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15.4 14% 2. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.223.

5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.ASPEK KEUANGAN b.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.4 14% 2.5 16% 2.782.954 1. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.4 14% 2. c.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dimana NPV negative.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.079 1.859.627) 1. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.873) 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.5 18% 2.

proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. dimana NPV negative. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. 63 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. dan manfaat sosial lainnya. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. Sukses ujian semester c. 65 . Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. pemerataan pendapatan masyarakat. perdagangan dan pengangkutan. pertanian. yaitu : a.1. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e.BAB VI ASPEK EKONOMI. sebagian besar hasil pendidikan. Sukses ulangan harian di kelas b. penciptaan kesempatan kerja.

Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Politeknik. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. PKBM. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. sedangkan untuk LKP. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Ternyata. BP2NFI.ASPEK EKONOMI. SKB. Lembaga Pendidikan Keterampilan. Balai latihan Kerja. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah.

Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. industri makanan dan minuman. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. industri barang-barang dari kayu dll. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya.d. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). buku-buku.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. polusi udara dan pencemaran lingkungan.25. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. seperti polusi suara (bising). industri alat tulis. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. 67 .000.2. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. soal-soal). Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. 200 m2.35. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas.000 s/d Rp. 6. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK.

SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall.ASPEK EKONOMI. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut.

Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan.1. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar.1. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. 69 .BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. b. 7. yaitu : a. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya.1.1. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas.2.

Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas.1. 7. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri). terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya.4. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. diantaranya harus transparan. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. 7.infokursus. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. akuntabel.3. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. dan bersedia diaudit oleh pemerintah.1. Nilek online dapat di cek di www. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK.net. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

1. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7.5. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. 9. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Fisika. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. 71 . disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. 12. dan SMA IPS 11. SMA IPA 11. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. 12. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV.

7. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel.7. industri alat-alat perkantoran. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. usaha computer dan website designer. perbaikan sarana transportasi.1. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar.6. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. berkembangnya sekolahsekolah umum. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. industri furniture. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik.1. cepat dan tepat. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran.

sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. 7. c.2. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam.8. karena masalahnya adalah : a.1. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. b. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. tetapi menyewa. Oleh karena 73 .2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal.1. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. Faktor-faktor Kritis Internal 7.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. d. SMP dan SMA. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel.2. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. lembaga-lembaga profesi. b. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. e. pembinaan. Sekolah-sekolah umum SD. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. Lembaga-lembaga bisnis. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. c.5. organisasi-organisasi masyarakat. yayasan kependidikan dan perorangan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. 7. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. 77 . BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel.

waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. materi belajar yang diberikan. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. Visi. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. konsultasi. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. b.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. d. BUMN dan perbankan. target program. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. c. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . layanan phisikologi. tanpa dipungut bayaran. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. fasilitas belajar. b.

Kualitas pengajar atau tutor. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. 7. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. c. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. brosur. b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. c. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. Kualitas materi-materi pembelajaran. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. 79 . ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. Sebaiknya pengajar lulusan PT. adalah : a. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet.3. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel.

Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. ruang konsultasi. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. e. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. seperti ruangan ber – AC. SMPT). ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. penyajian materi belajar dengan OHP. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. h. f. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. musholah. g. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. kantin dsb. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. tersedia ruang diskusi. sederhana. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T.

Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. i. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. Tetapi dengan catatan. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. jangan pasif. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. Siswa. 81 . juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. 4. Ditinjau dari aspek teknis. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. yaitu : • Dari segi transportasi. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. Kesimpulan 1. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. 83 . Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. kurikulum. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. 2. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. 3. 5. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel.1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

8 %.187.8 tahun. 7. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp. pay back period 2.433. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum. 6. Berdasarkan analisis aspek keuangan. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan. Biaya operasional meningkat sampai 10% c. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. 8. 67.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah.5%.2. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK.8 dan IRR 27%. Pendapatan turun sampai 7% b. NPV mencapai Rp. Berdasarkan analisa sensitivitas.587. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. Net B/C ratio 1. 10.308.262.176. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No.306. karena pada tingkat discount factor 14. 9.

Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. 3. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. 85 .2. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 4. Saran-saran 1. 2. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. 5. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Husein 87 . Pengantar Evaluasi Proyek. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. 2007 Mengajar dengan Sukses. Clive dkk Hartanto. cetakan ketiga. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. 2001 Sulistyowati. D Kultur Hia. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). 1976. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. edisi kedua. 2003 Belajar dan Pembelajaran. Evi Umar. edisi kedua. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray.

gamaui.wikipedia.tridaya.wordpress.org Kompas.id http://id.majalahfranshise.multiply.Teknosgenius.com http://www.ppsgms.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .net http://www.com http://ahmadsudrajat.bimbelgsc.org http://www.com http://www.com http://suarapembaca.kompas.com http://www.com http://www.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.com http://indonesiaeducate.com http://edukasi.com http://bimbel.org/waralaba http://snmptn.primagama.infokursus.gaulislam.wordpress.com http://aisyahraifa.co.detik.banksaudara.com http://www.org http://re-searchengines.com http://www.com http://www.bimbelplus.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

........................ 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ...................................... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ............................................. 106 Proyeksi Jumlah Kelas.............. 103 Biaya Pendaftaran....... 110 Rekap jumlah biaya investasi ......................... 120 Proyeksi Laba Rugi ........................................ 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ........ Fasilitas.......... 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel .................. 122 91 ......................................................................................................................... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ................................ 114 Rekap biaya operasional ................. Sarana dan Biaya Bimbingan .. 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ..................... 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan ......................................... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel . Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar .................................................................... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ................................................................................. 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ......................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ............................

........ 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ............... 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ......................... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ...Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan .... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ......................................................... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%........... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ................................................................ 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ............ 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .............

Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1.

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. 2. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Menghitung Jumlah Angsuran. 97 . Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga.

b. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. n = Umur Proyek. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek.LAMPIRAN 3. Apabila NPV = nol. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. Apabila NPV < 0. Menghitung Net Present Value (NPV). tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. c. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial.

Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). 99 . b. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek.

sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. b. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .LAMPIRAN 5. NPV B-C Negatif. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. = Net present value negatif. Apabila nilai Net B/C < 1. Menghitung Net B/C ratio. = Net present value positif. 6. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. maka proyek layak dilaksanakan. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. Apabila nilai Net B/C > 1. = Nilai benefit-cost ratio. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. Menghitung Titik Impas (Break Even Point).

c.) e. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran.) = n x harga pokok. b. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.) f. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk.--------------------------Hasil Penjualan.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. Hasil Penjualan (Rp. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 . Titik Impas (Rp. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek.X Total Produksi. 1 . Titik Impas (Rp. Titik Impas (n) = ----------------------------. Titik Impas (Rp.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. a. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. d. Biaya Tetap.

1. 1 ½. ½. b. 8. 2. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .LAMPIRAN 7. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun.. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. n. … . dimana √ (1+r)n r = suku bunga. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. n = 0. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun.

Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1. Reguler 2.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Reguler 2. Intensif-1 IPA 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif Jumlah III SMA 1.

000 1.000 1.000 1.000 500.000 750. Intensif 125.000 500.250.000 800.000 1.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1. Reguler 2.000 800.000 125.000 850. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.000 1. Fasilitas.000 500.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 900.300.000 500.000 1.000 125. Intensif-1 IPA 3.000 900.000 500. Reguler 2.000 125.000 500.400.400.000 1. Intensif-2 IPS 125. Reguler 2.300.400. Intensif 125.000 III SMA 1.350.000 900.000 125.000 500.

800.0 1.000 2. Intensif-1 IPA Jumlah 3.600. Reguler Jumlah 2.400.000.000 4.000 8.000 13.000 200.000 6 2. Reguler 2.600.800.400.000 30.000 4.0 4.000 200. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.800.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.800.000 3. Reguler Jumlah 2.600.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.000 1.000 8.000 4.000 200.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.000 1. Intensif II SMP 1.000 200.0 20 12 4.0 4 2.000 9. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .0 6.0 3. Intensif III SMA 1.000 200.0 1.600.0 15.0 5.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPA 3. Reguler 2. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .

000 1 15 175.000 35.000 250.000.000.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000 100.000 52.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.000 1.000 500.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 2.625. Ruang kelas c.000 4. Ruang tunggu siswa e. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 200.000 1 1 1 300 175.000 52.000 350.250.500.625.Telepon/Fax e.200.000 250.000 3.500.500.000 200.000 1.000 2.000. Furniture f. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.000 125.625.000 4 1 1.375.000 15 175.000 6.625.000 500.000 10.000 50.000 100.250.000 1.500.000 500.000.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100. Filling cabinet h.000 350.000 125. Meja kerja .000 2.000 2.000 10.000 1. Lemari g.000 6. NILEK 2 Sewa gedung a.000.000 100.000 2 5.000 1 2.000.000 120.500 12.000 2.000 4.000 12. Printer c.625.000 2.000. Ruang guru d.000. Laptop d.000 1.375.625. Komputer b.500 10.000 15 175. Badan Usaha b.

000 5 Sarana belajar 700.000 1.000 600. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2. Kursi tamu unit 4 2.800.000.250.000 5 15 100.000 30. Meja guru c.000 160.500 15.000 6.000 600.000 37. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 280.000 3.000 7 200.000 1. Kursi belajar siswa b.000 10 375.000.000 150.000.000 5 1.750.000 set 1 600.000 6. Modul belajar b.000 154 200.000 Peralatan belajar 616.000 1.500.400.000 j.260.000.000 a.000 84.000 10 60.000 5 5 7 500.i.000 10 15 250.160.000 8.000 30.853.000 5 6. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .500.600. White board d.000 - a.000.000 3.

500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 4.000 50.100.853.900.000 102.000 12.845.000 31.000 Nilai sisa proyek 0 0 584. Kredit b.LAMPIRAN Lampiran 8b.000 Nilai (Rp) 117.5.400.475.6 Sumber dana investasi a.268.000 83.000 700. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.685.000 5.750.775. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.980.000 64.000 Penyusutan 0 64.500 1.000 66.000 1.750.000 168.050.450.4.250.

000 8.000.000 204.500.160.000 135.000 136.000.715.000 3.000 6.175.780.175.715.000 228.175.000 159.235.Lampiran 9b.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000.890.000 20.000 6.175.540.000.000 10.000.000 16.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .175.000 8.000 114.000 10.000 8.955.000 8.000 5.000.565.060.000 8.000.000.000 198.000.000 6.000 189.000 154.000 5.540. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000.335.000 177.000 4.175.000 193.000 159.000.

000.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a.000 10.000 83. Cetak modul c. ATK b.000 200.160.000 5. Surat/fax f.000.000 50.000 4.000.000 22.000 2. Internet g.000.000 2.132.000 50.500 100.000 3.000 20. Karyawan d.000 50.000 12.000.000 750. Tutor smtr 1 e.000 1.000 50.000 5.320. Staf manajemen c.000.520.000 150. Souvenir 4 Pembelajaran a.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.500.000 3.000 6.000 200. Tryout c.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3. Direksi b. Air d.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000 750.000 50.000 62.000 2.000 10.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 20.000.000 15.000 5. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.500.500.000 150.000 10. Listrik e.000 10.000.500.000 1. ATK b.000 1.000 2.250. Leaflet/brosur b. Air mineral 2 Tenaga kerja a. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000. Telepon c.720.

000 300.000 2.200.000 4.000.000 8.000 45.000 1.000 10.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000.000 300.000 300.000.000 Semester 2 600.720.000 154.500.000 90.320.000 2.000 18.000 300.000.000 15.000 1.000.000 300.000 2.000 198.960.000 193.000.000 2.000 4.000 2.000.000 1.500.715.000 300.000.920.000 15.000 1.000 36.000 900.160.000 108.000 3.080.500.000 300.000.000 Semester 2 600.000 5.000 900.160.335.000.000 36.000 90.000 300.000.000 5.000.000 300.000 15.000 5.000 4.000 4.000.000 1.000 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000 3.000 135.000 115 .000 375.000 1.200.000.000 15.000 900.000 4.000 1.000.500.500.565.000 67.000 189.200.000 36.000 1.000 300.000 4.000 900.000.000 18.500.000 4.000 300.000 375.000.840.900.000 300.000.000 10.000 2.235.000 300.000 375.200.000 36.000.520.000 375.000 375.000 300.000 1.000 18.060.000 18.000.000 135.000.000.000.000 300.000 900.000 5.000.000.200.200.000 4.000.000 15.500.000.000.000 36.000.000 300.715.000.955.000.000 300.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 36.000 300.000 4.000 18.500.000 375.000 18.000 900.000 Semester 2 600.000 228.000.000.530.000 3.000 15.000 8.500.

Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a. Angsuran Pokok Per bulan c.114.125 50.505 14.096.000 168. Suku Bunga Pinjaman (p.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .500 79.936.5% 1.775.5% 652. Angsuran Pokok Per bulan c.250.375 54.271.382.423.a) Flat d.6 29.5 36 3.500 251.811.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.036.475.125 83.a) Flat d. Suku Bunga Pinjaman (p. Tenor (Bulan) b . Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a. Angsuran Bunga per Bulan 24 2. Modal Investasi Sendiri (30%) b.251. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.250. Tenor (Bulan) b .375 171. Modal Kerja Sendiri (35%) b. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.571.132.000 168.000 117.528 14. Kebutuhan Modal Investasi b.132.000 83.

874.423.232.528 3.000 Angs.115 1.423.271.271.528 3.115 1.702.528 3.417.271.423.528 3.423.423.528 3.917 45.271.775.528 3.115 1.059.172.271.083 65.271.271.115 1.423.115 1.528 3.528 3.115 1.543.528 3.423. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.115 1.331.271.528 3.423.271.715.115 1.115 1.639 13.361 98.423.528 Total Murni INVESTASI Angs.500 55.528 3.115 1.887.271.271.194 78.125 117 .417 104.801.423.443.115 1.115 1.775.423.694 19.115 1.900.271.271.611 68.629.423.423.423.271.423.086.250 85.788.115 51.944 107.271.972 52.115 1.245.528 3.423.389 42.423.344.528 3.271.960.115 1.423.271.528 3.028 58.423.115 1.889 101.271.528 3. Pokok 3.115 1.423.529.528 3.271.528 3.423.814.115 1.528 3.528 3.115 1. Bunga 1.986.528 3.528 3.145.271.333 35.271.271.115 1.271.423.423.528 3.258.271.139 71.528 3.115 1.615.423.528 3.357.167 16.423.583 6.115 1.861 39.423.528 3.472 111.528 3.528 3.423.528 3.115 1.528 3.271.503.222 22.271.430.271.750 26.688.115 1.056 3.271.556 62.271.115 1.528 3.602.306 91.159.115 1.271.271.423.231.423.000 114.722 81.423.528 3.528 3.806 32.115 1.115 1.115 1.111 9.423.115 1.115 1.271.833 94.528 117.115 1.667 75.115 1.423.528 3.528 3.278 29.115 1.271.516.072.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.271.528 3.271.778 88.271.423.271.444 49.423.423.973.423.115 1.

784.754.505 2.937 652.772.760.251.251.503.251.568 27.505 2.937 652.515.505 2.505 2.024.006.505 2.547 18.083 33.251.557 22.094 38.251.036.505 2.937 652.505 2.251.030.251.125 Angs.937 652.505 2.031 11.251.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .063 24.036.521.257.937 652.281.937 652.937 652.251.599 40.125 51.021 6.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.505 2.609 45.937 652.620 49.115 47.505 Total Murni MODAL KERJA Angs. Bunga 652.937 652.505 2.937 652.937 652.251.937 652.010 2.527.018.937 652.505 54.505 2.505 2.937 652.937 652.251.505 2.505 2.263.505 2.778.937 652.526 9.505 2.275.505 2.937 652.937 652.104 42.505 2.251.251.670.042 15.251.269.505 2.505 2.589 36.766.251.251.533.251.937 652.073 29.251.251. Pokok 2.505 2.251.251.516 4.251.937 652.937 15.251.536 13.505 2.012.578 31.052 20.251.937 652.509.251.937 652.937 652.505 2.

528 1.366 5.523.076.076.149.271.172.528 1.523.423.258.534.033 2.271.076.033 2.696 5.033 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.288.304.814.927 5.051 94.900.056 3.523.076.033 2.528 1.765.564 5.423.033 2.051 55.111 3.051 155.663 5.051 61.523.167 3.051 144.762 5.271.271.115 32.523.919.357.523.629.033 2.051 116.423.271.465 5.718.033 2.033 2.528 1.528 1.271.528 1.396.750 3.033 2.523.523.033 2.033 2.523.597 5. Pokok Angs.051 44.103.076.076.076.528 1.051 50.333 3.051 88.965.626.033 2.271.051 122.423.033 2.076.125 66.076.076.423.729 5.115 19.271.523.523.051 39.033 2.222 3.092 5.828 5.271.033 2.033 2.795 5.115 13.639 3.059 5.033 2.993 5.271.076.423.715.523.781.076.076.076.523.523.601 119 .115 35.543. Bunga 171.423.806 3.523.630 5.076.523.115 16.894 5.076.051 138.827.498 5.115 22.076.271.051 149.011.432 5.242.583 3.051 133.443.051 77.423.051 160.528 1.488.057.086.423.672.271.115 26.033 2.528 1.033 2.986.033 2.115 0 Total Murni 171.076.051 100.442.033 2.902.399 5.033 2.528 1.811.528 1.694 3.115 3.523.076.580.531 5.811.873.051 66.523.051 105.026 5.523.528 3.051 72.423.076.051 83.528 1.051 111.523.195.051 166.076.423.861 5.033 2.523.278 3.115 9.051 127.423.076.523.115 29.350.115 6.125 5.271.033 2.076.523.523.960 5.076.

Pokok 39.125 Outstanding 29.000 203.500 Surplus/minus -251.LAMPIRAN Lampiran 10c.382.065.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .375 17.335.750.750.000 203.000 Jumlah a 168.775. Lainnya 102.000 2.140.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b. Modal kerja 83.269.382.036.077.788.000 14.125 Angs.258.150.365.000 388.505 MODAL KERJA Angs.750.077.500 Jumlah 2 (a+b) 251.000 198. Perizinan 1. Biaya operasional 1.835.175.628.600.565.150.000 154.750.132.000 189.300.861 3.232.250.335.000 135.375 51.333 39.235.333 39.300.000 150.000 189. Sewa gedung 64.018.528 Total Angs.400. Bunga 17.600.000 135.000 3.715.565.750.194 42.235.175.000 198.000 Angs.018.000 189. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.000 - 64. Investasi 1. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.238 7.835.000 263.568 2.670.585.258.000 b.000 64. Pendaftaran & bimbingan 150.085. Bunga 7.000 125.100.715. BOP Jumlah b 83.271.000 388.000 267.000 64.000 154.063 54. 1 URAIAN Pendapatan a.500 2.238 15.529.000 219.000 267.715.708 135.258.251.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.333 117.000 78.132.375 17.000 -16.250 Per bulan (Rp) 14.077.235.604.315.000 64.063 27. Pokok 27.

000 65.717 56.000 228.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.600.955.955.396 39.077.000 474.715.000 106.000 193.955.258.000 474.000 179.735.000 0 0 0 0 193.000 180.955.955.000 300.000 106.000 0 0 64.000 121 .600.335.955.000 193.485.200. Bunga 24.000 193.565.850.000 474.465.955.200.200.200.750.335.601 TOTAL ANGSURAN 91.000 64.000 476.000 64.600.276.717 56.000 294.000 300.600.189.955.000 0 0 1.715.726 AWAL SALDO AKHIR 147.000 193.762 44.000 300.000 228.713.645.000 228.396 66.708 - 238.057.715.100.000 193.524.781.635.000 474.009 91.600.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.811.715.000 474.613 24.000 193.000 293.000 300.009 56.902.645.000 1.750.613 17.000 228.715.053. Pokok 66.366 0 Total Angs.600.189.853.335.726 147.715.200.713.645.333 171.912.000 245.708 238.000 228.125 Angs.000 193.000 228.000 300.955.715.375 66.000 193.000 228.524.000 106.912.276.750.

050.000 83.697.945. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .000 147.697.613 17.287.670.927.458 Total 178. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.660.067.000 83. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.280.387 251.902.333.500 227.039 23. Biaya operasional b.927.861 159.633 Pendapatan Tetap 121.375 506.077.750.636 201.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.636 80.000 Biaya Variabel 56.000 774.072.860.000 422.475.375 83.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.800.000 422.515.000 268.731 37.601 900.000 655. Penyusutan d.613 399.462.6% 27.633 Intensif 14.670.625 268.000 774.000 3.980.625.411.000 83.5% 135.500 29.650.000 506.222.000 1.912.980.000 422.893.613 -45.894 159.861 189.962.613 523.000 40.500.000 66.000 83.800.4% 496.108 -45.000 121.550.818.035.980.500 227.708.662.480.958.9% 20.432.500 29.613 23.727.150.222.650.150.670.613 -12.394.399 135.0% Pendapatan sub program Reguler 132.000 29.000 24.800.000 24.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.000 40.4% 387.980.900.601 2.360 765.570.172.144.279 213.000 774.000 419.750.980.912.480.587.

000.500.000 345.810.899 206.314 506.480.151.409.963.000 561.949 121.722 121.000 372.810 121.784.480.750.480.065.955.858.392.468.000 230.480.734.495 206.480.618.100 248.028 291.480.417.492 482.354 177.304.094.956 292.000 197.000 121.000 1.098.956 70 30 186.314 384.500.516.135 529.405 121.250.759.850 435.671 767.693.274.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.480.000 173.000 313.000 602.250.000 643.266 121.480.722.000.784.000 Jumlah 37.480.000 121.177 121.287 Biaya variabel 385.480.582 162.405 44.500.000.443.483.743 318.899 452.000 726.480.279 224.354 398.000 319.671 337.000 121.250.135 408.170.443 478.000 519.810 147.857.101.028 412.651.671 221.000.284.127 191.177 59.671 459.207 267.993.215.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .961.468.835.889.922 295.101.060.038 132.000 685.000 83.170.000 1.250.835.000 126.000 150.650.000 121.000 Smstr 1 Smstr 2 22.000 478.441.411.980.443 236.075.100 271.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.850 314.000 121.000 505.000 271.325.750.922 212.480.492 361.480.931.494 121.000 121.500.949 73.582 121.000 354.386 365.243.337.127 425.494 103.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.722 88.480.750.000 395.480.743 239.000 103.564 342.386 244.876.000 437.564 265.000 220.509.500.513.754.038 121.545.000 828.306.266 118.378.202.142.826.734.917.207 389.126.493.000.

000 66.119.000 774.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pendapatan b.912.894 188. Angsuran pokok e.660.9345 -6.382.009 -97.670.8 2. Biaya bunga bank f.447 (257.886 251. B/C ratio.893.000 54.613 451.000 387.650.613 23.009 -6. Dana sendiri c.009 359.382.382.000 -97.483.644.8 tahun 0.276.287.398 174.500 353.032.455.912.997 (44.000 353.375 117.8162 256.132.000 66.286.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 79. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR. Kredit investasi d.382.000 774.650.258.063.000 69.463.500) 168.883 -14.800.117 411. Re-Investasi b.000 655.333 17.644.500) 27% 1. NPV dan PBP DF 14.308.108 572.077.475. Kredit modal kerja e.382.602.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.000 251.750.036.000 655.000 39.106 69.836 212.5% PBP (semester) 1 (251.126 244.000 655.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000 83.8734 213.894 586.892 422.280.000 774.414.666.570.375 37.396 24.276.250.475.475. Biaya operasional d.500 251.000 69.272 314.125 353.500 290.650. Biaya modal kerja c.382.350.469.750.800. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.949) 0.500 (251.571. Biaya investasi a.775.750.602 460.800.302.196.396 24.330.500) (251.108 83.447.947) 0.930.316.

250.941.102.912. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR. Kredit investasi d.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.710 rupiah 125 .000 79.500) 16% 1.5 2.883 -74.330.396 24.382.500 332.650.382.852.500 332.626 204.602 460.405.930.500 251.000 69.000 -118. B/C ratio.500 387.775.258. NPV dan PBP DF 14.382.670.405.312.500) (251.995. Biaya modal kerja c.382.000.000 616.509 -118. Re-Investasi b.009 359. Dana sendiri c.000 728.650. Biaya bunga bank f.302.194 251.650.396 24.852.552 (98.000 728.266.500 616.280.316.8734 178.772 267.500) 168.894 586.276.077.609 (277.509 -27.477. Biaya investasi a.000 66.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.125 332.312.398 67. Biaya operasional d.892 422.375 117.663.117 411.109) 0.981.9345 -25.749.5% PBP (semester) 1 (251.8162 218.571.723.108 44.570.246.500 290.660.119.500 (251.852.312.463.106 69. Kredit modal kerja e.000 54.382.988.751 120.613 451.276.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.333 17.893.6 tahun 0.036. Angsuran pokok e. Pendapatan b.000 69.108 572.912.500 616.000 66.000 39.00 251.557) 0.894 141.613 23.266.000 728.000 83.245.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.266.235.223.405.132.375 37.382.

9345 -29.398 49.276.660.000.382.463.893.383 -84.108 37.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.8162 212. Angsuran pokok e.564.399.500) 14% 1. Kredit investasi d. Biaya investasi a.280.847.250.382.000 79.122.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2. Dana sendiri c.396 24.500 (251.392 422.650.613 23.8734 173.500 609.261.545.500) (251.117 411.894 134. Biaya bunga bank f.375 37. Kredit modal kerja e.5 tahun 0.470) 0.613 451.000 720.500 290.912.396 24.000 54.233. NPV dan PBP DF 14.894 586.250 387. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. Biaya modal kerja c.387.330.000 83.405.077.912.382.564. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 69. Biaya operasional d.750 609.000 39.564.571.276.259 -31.750 609.000 69.731.000 66. Pendapatan b.500 720.000 -122.650. Re-Investasi b.382.333 17.5% PBP (semester) 1 (251.731.992) 0.258.970 (280.375 117. B/C ratio.790.247.125 328.847.382.847.930.036.876 198.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.387.106 69.500 328.602 460.650.009 359.670.570.522 260.132.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .119.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.108 572.750 328.302.912 251.4 2.00 251.500 251.384.775.155.316.904 105.000 66.841.731.478 (107.276.259 -122.500) 168.198.500 720.538.382.

037.437.00 251.965.800.592 460.375 37.500 353.886.917 446.375 117.000 655.806 75.344.859.000 655. Biaya operasional d.276.405.298.382.912.557 353.400.475.451.000 774.8162 225. Dana sendiri c.848. Biaya modal kerja c. Re-Investasi b.000 655.131) 0.036. B/C ratio.382.028 276.688.174.893.000 102.475.305. NPV dan PBP DF 14.258.475.918.598 -45.000 774.660.000) (102.000 353.000 83.451.817.333 17.250.500) 168.276.000) (251.611 (287.613 23.396 24.139.800.750.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.382.625.626 209.709 -232.000 774.500) 16% 1.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.9345 -36.800.750. Biaya investasi a. Angsuran pokok e. Pendapatan b.5% PBP (semester) 1 (251.801.618.750.500.077.782.200 66.300 39.500 75.709 392.571. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.382.111) 0.912.700 -130.083 -190. Biaya bunga bank f.918.408 42.405.918.400.428.132.500 251.300 66.500) (251.613 483.125 353.980 (104.775. Kredit investasi d.396 24.108 613.371.500 (102.5 tahun 0.700 422.000 79.079 rupiah 127 . Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.8734 182.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. Kredit modal kerja e.687 120.709 -38.000 54.5 2.194 144.382.323.500 75.710.894 630.512.400.402 498.500 316.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.

009 -42.448.500 (102.108 37. NPV dan PBP DF 14.024.276.750.000 54.327.4 2.529.725.613 23.894 139. Biaya modal kerja c.000 774. Biaya operasional d.036.059.707) 0.400.000 76.398 -59. Pendapatan b.571.615.000 655.937.132.750.548.051.187 353.500 251.775.009 -236.8734 179.800.220.500) 14% 1.8162 222.637.112.037.333 17.669.000 66.000 655. Dana sendiri c.125 353.382.782.475.396 24.475.613 487.000 76.894 635.077.750.375 37.728 272.000 83.615. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.258.400.382.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .893.251.796) 0.168. Biaya investasi a.000 353.308. B/C ratio.375 117.009 395.000 774.000 79.800.000 -133.500 319.089 (111.602 502.000 655.923.000) (251.500 353.106 76.202.619.000 66. Kredit investasi d.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968. Biaya bunga bank f.5% PBP (semester) 1 (251.912.382.000) (102.475. Angsuran pokok e.912.5 tahun 0.597.108 618.000 426.276.000 251.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.117 450. Kredit modal kerja e.892 464.250.660.311.396 24.615.500) 168. Re-Investasi b.502.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.800.382.400.126 205.500) (251.883 -198.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.296 (291.000 39.000 774.893 110.9345 -39.549.382.000 102.

556.046.981) 0.482.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.382.750 636. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.987.9345 (26.015.046.750 342. Re-Investasi b.375 37. Biaya investasi a. Biaya bunga bank f.571.916.5% PBP (semester) 1 (251. Dana sendiri c.739.900 (119.500 71.6 tahun 0.00 251. B/C ratio.944.909 370.911 135.500 636.150 399.422 278.782.090.010.258.197.857.912.613 461. Pendapatan b.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.033.083) 0.500 71.717 423.727.350.469.400 66.382. Biaya operasional d.125 342.783 -68.930 251.159) -27.500 251.250. Kredit modal kerja e.775.416.375 117.8734 186.382.000 79.292 435.870. Angsuran pokok e.132.994 150. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.036.912.382.545.100 39.954 rupiah 129 .396 24.5 2.345.400.000 54.660.500 342. NPV dan PBP DF 14.988.894 601.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 751.750 636.500 751.018.987.798 81.276.058.556.500 751.100 66. Kredit investasi d.8162 227.893.000 83.500) 18% 1.396 24.077.208 50.500.077.739.500) (251.870. Biaya modal kerja c.500) 168.376 212.086.102 (91.500 298.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.276.202 473.739.583) (277.077.159) (119.382.333 17.108 586.006 71.382.500 (251.077.870.556.613 23.

500) 168.520.180.306 72. NPV dan PBP DF 14. Biaya modal kerja c.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.500 339.516.000 339.912.108 590.128) 0.628) (284.000 83.237.000 629.912.200 (126.965.382. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. Kredit modal kerja e.375 37.908 38.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.917 426.800 39.571.598 50.179.180. Kredit investasi d.209) (126.382.258.276.092 439.5% PBP (semester) 1 (251.500 251.000 629.200 66.333 17.808.576.000 743.8734 176.660.500) (251.500 301.000 79.132.436.200 403.077.554.336.500 (251.775.572. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.382.9345 (32. Biaya operasional d. B/C ratio.000 629.800 66.000 72.903.382.991.520.375 117.000 72.590.929.613 23.547.436. Biaya bunga bank f.382.808.891.00 251. Angsuran pokok e.4 2. Dana sendiri c.520.336.250.402 477.700.392. Biaya investasi a.276.893.251.083.500) 14% 1.396 24.209 374.009.000.336.396 24.000 54.436.808.209) -34.278 251.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 tahun 0.382. Re-Investasi b.137 (107.000 743.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.694 137.072.570. Pendapatan b.8162 217.798.126 202.083 -87.894 606.327.125 339.269 110.613 465.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.472 266.991) 0.036.000 743.

308.54 LAYAK 4.0% (968.0% 5.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.410) 16% 1.5% 67.079 15.0% (58.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.627) 16.Lampiran 21.0% 1.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.54 LAYAK 4.223.7% 1.0% 14.954 18% 1.0% 14.790.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.0% 14% 1.954 17.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .859.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.873) 14% 1.0% (58.710 (2.782.873) 14% 1. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.782.44 TIDAK LAYAK 3.6% 1.0% 16.0% 100.602.

3110 1 0.5% smtr 2 2 1 14.0700 1.1450 1.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.0700 1.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.070046728 1. 2 ..5% 114.0% 1.8162 0.8734 0..5% 114.5% 114. 2 .070046728 1.5% 114. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.5% 4 1 14.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .9345 0.070046728 1.0000 1.2252 1.5% 1.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 1.9680106 0.070046728 1.070046728 1.5011 1.5% 114.508127344 133 .622559402 0.145 1.718786551 1.145 1.839181925 1.070046728 1.145 1.145 1.5% smtr 2 6 1 0.543720002 0.6063 1. 2 … n = = 0 14.145 1.070046728 1.4029 1.7128 0.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.145 10 1 0.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.6662 0.070046728 1.581805809 0.145 8 1 0.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.070046728 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .