Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Di sisi lain. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan.id. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. Dari sisi pengembangan usaha. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www.bi. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Sehubungan dengan hal tersebut. maupun kendala non teknis. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya.go. baik karena kendala teknis. Sampai saat ini. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. UMKM masih memiliki kendala. Namun demikian. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. Dari sisi pembiayaan.

Direktorat Kredit.H.8922 atau 381. (021) 381.7794 Fax. Jakarta. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.2 Jakarta Pusat Telp.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut. (021) 351. M. Thamrin No.

132.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . Suku bunga per tahun f. Jangka waktu kredit e.5% efektif/menurun Semester Rp. Sub Program a. Jenis kredit c.6.Strata SD.83.8. Intensif. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp. Plafon kredit d. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a.000 Rp. Program Bimbingan Belajar . Sumber dana b. Modal kerja 5 Perkreditan a.Strata SMP.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. Reguler.168.065. kelas 7. target siswa 144 orang b. Investasi b.5. kelas 6. Sub Program a. Umur proyek b. kelas 4.149.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a.250. target siswa 60 orang . Reguler.

target siswa 24 orang b.6% 23.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .Tahun 2 .400.54.9.063. Intensif : .Total 5 tahun h.750 Rp.750 Rp.9% 20. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .No Unsur Pembiayaan Uraian b.Kelas 12 IPS.000/siswa b.Tahun 1 .Sub Program intensif d. target siswa 36 orang .54.Rata rata/bulan g. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e. Sub Program a.378. target siswa 24 orang .000 s/d Rp.378. kelas 10.Sub program Reguler . Profit margin . Sumber pendapatan usaha a.Kelas 12 IPA. Biaya Bimbingan Rp.1.125. BEP -12.11.1. Reguler b. Surplus pendapatan . target siswa 16 orang c. Jangka waktu bimbingan per sub program a.000 per siswa per semester f.4% Rp.Rata-rata/tahun . kelas 9. Uang pendaftaran Rp.Rata-rata/semester . Intensif.250.Strata SMA. Reguler.

176 Rp.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.NPV pd DF 14. Kriteria kelayakan .2.No Unsur Pembiayaan . Penerimaan b.5% .Menurut Siswa .Net B/C ratio pd DF 14.261. masing-masing 4%.5% 1.PBP . 2. 67.187.8 tahun Layak dilaksanakan v .580 .IRR Rp.Menurut nilai Rp .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.8 .308.306. Biaya operasional c. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

......3... BAB I BAB II PENDAHULUAN ...........2...2..... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ........................................ 4...................... PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2...........2.......... 2......... Aspek Pasar ....................... 3.................................... 2........... Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ...............1....................... 4....3.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................................... Aspek Pemasaran ..................... DAFTAR ISI ............................................... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3...................................................................4.............. Perizinan .............................................1...4......................... 4...........2.............................. 4.........................................1.4............................2...................................................... Jalur Pemasaran ...........2..........2................... RINGKASAN ...............................................................1...... DAFTAR TABEL .................................................................. Pembiayaan Bank ....... 2.............. BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4....................... Sarana .............................................................. Profil Usaha ............... DAFTAR GAMBAR ...........2.................... 3...... 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii .................................................................................. 3............................................ Lokasi Usaha ......... Staf Pengajar ....... Biaya Bimbingan ........................ 4...........1.........................1..4................................................. Pola Pembiayaan ...................2................................. 4...................................2.................................................. Prasarana ............ Program Bimbingan ............

......1.. 6............................ 7..1.....................................6 Kaitan dengan usaha lain .............1.......... Analisa Break Even Point (BEP) .................... 5.................. 5................................................. 7...............................2 Faktor-faktor Internal .7...... 7.. 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2..1............... 5..........5 Kesenjangan meraih pendidikan ... Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman . 7..................... Proyeksi Laba/Rugi .......................................... 5... 7.. BAB VI ASPEK EKONOMI......... Produksi dan Pendapatan Usaha ....3 Kebijakan pemerintah ..................1 Pendapatan masyarakat .... Biaya Operasional ...............1 Faktor-faktor Eksternal ................... 7..............1................. Analisis Sensitivitas ............2............ BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7...2......8..........................6.................. 7.......................1............ 5......3...1............................ 7....................................4 Peraturan pemerintah ...........................1.............................2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel .......................2 Anggaran pendidikan ...3. 7...................................... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ....... 5........ SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.............. Komponen dan Struktur Biaya ............1.... 7..... 7....2........ Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ........................ 5..2..........1............8 Pembiayaan oleh perbankan .. Biaya Investasi ...................................3.........................................................................7 Persaingan .....................5.................... 5.. Dampak Lingkungan ...................BAB V ASPEK KEUANGAN 5............................... Aspek Ekonomi dan Sosial . 5.....................................4.......................1................................................1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel .........

.......2.....................................7...... DAFTAR WEBSITE .................... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ...............3 7............................................................................................................................................................ Hal 11 17 24 58 ix ............................... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel .....................................4 Kemitraan ..........................................5 Pemasaran ....1.............................. 7..........3 Kualitas pengelola dan manajemen .2.......................................................................................... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ......................... 8.... Gambar 4 Grafik BEP .................................................2........... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8.............. Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ........................................................................................................................... Kesimpulan ............................................. DAFTAR PUSTAKA . 7..................... Saran ...................... DAFTAR LAMPIRAN .2............

................................................ tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ............................................. 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ......DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi.............. 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel .............. 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar . 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ......................................................... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel . 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel .......................................... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ....................................... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ................................................................................................................................................................ 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ... 12 Biaya jasa bimbingan ... Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel .................................. 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ................................................... 55 Data untuk perhitungan BEP .............................

termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. standar kompetensi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). Pada awal pendirian di tahun 1970-an. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. bekerja mencari nafkah. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. keterampilan. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No.

1 juta. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. M = mind. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD.com). dan Menyenangkan. Rp. A = applicable. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp.8. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang.5 juta dan Rp. Asyik.6 juta. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. R = rational) . Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.4. intensif dan private.3.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment. SMP dan SMA secara regular. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia.

Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. antara lain Bimbel Teknos Genius. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). Kemampuan guru yang terbatas. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. 3 . Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Sony Sugema College dan lain-lain. 3. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Bimbel Gama UI.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. 4. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. Bimbel Primagama. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. 2. Super Bimbel GSC.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan.

32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota.96 1. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.18 1. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya. 6. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.50 2 0. 4.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. 2.kecil.09 0.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan informasi multimedia. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.89 9.06 1.62 Jumlah 1 2 % 0. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3. 5. 3.26 17. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel.18 7 0.67 18. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.

5 .67 0. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79.82 100 10.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.8%. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).61 3. Lampung (54 lembaga).04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.09 0.16%.35 1. 8.09 0.76 1. Kalimantan Selatan 16.32 9.09 1.23 0. sisanya 20.70 0.09 7.34 4. Sumatera Selatan 12.94 3.79 1.96%. Jambi 11.135 % 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.50 0. 9.50 1.info kursus. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29. Kepulauan Riau (87 lembaga).70 0. Kalimantan Tengah 15. Lampung 13.net.26 2. Kalimantan Barat 14. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.

22 7.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.56 1.207 lembaga (83. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.32 17. Sisanya 10.76 20. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .12 1.45% dari jumlah seluruh Indonesia.22 9.54% lembaga belum memiliki izin. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22. 11.07 20.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6. yaitu Jabodetabek.35%) telah memiliki izin operasi. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.info kursus.net. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut. kota depok dan kota Bekasi. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.73 100.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.

Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. 7 . Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia.863 siswa-siswi atau 70. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat.362 lembaga.13%. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. yaitu 1. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas.88%.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Dimyati dan Mudjiono (2006). Ekonomi. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. Bhs Inggeris Matematika. PPKn Matematika. Bhs Indonesia. Bhs Inggeris. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Fisika. Bhs Inggeris. PPKn. Kimia.1. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. sikap dan siasat kognitif. Biologi. Biologi. Bhs Inggeris. IPA. Biologi. Fisika. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. bhs Inggeris. Fisika. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. 4. IPA. Kimia. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Matematika. Geografi. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. bhs Inggeris. Sosiologi. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Indonesia. Fisika. Profil Usaha Menurut Dr. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. PPKn Matematika. Bhs Indonesia. keterampilan intelek. Biologi. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. IPS Matematika. keterampilan motorik. IPA.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

laba = untung”.2.2. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama.1. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. Pola Pembiayaan 2. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. menjelang UN 2010. 2. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. Berdasarkan penelitian.

Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. yaitu : 1. nama.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Pada tahun 1970. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. 42 tahun 2007 tentang waralaba. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. 2. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. sistim. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . berkembang sistem pembelian lisensi plus. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. 16 tahun 1997 tentang waralaba. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an.

6. 2. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. 4. 3. UU No. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. yaitu : 1. 2. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. pelatihan personalia. 44 tahun 1997. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. 5. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. 7.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). mendirikan 15 . Peraturan Pemerintah RI No. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. 16 tahun 1997. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. 3. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba.

Pewaralaba melakukan pelatihan. Bimbel Teknos. 6. TutorNet. promosi dan supply produk. 4. Menurut Amir Karamoy. Sinotif. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. 7. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Saint Anna Education Centre (SAEC). Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Bimbel Primagama. Bimbel Gama UI dll. bergantung pada jenis waralaba. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. 5.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. yaitu Remedial. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Diponegoro 89. Jl HT Rasuna Said. Wisma Kodel Lt 7. Kav B-4. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. 17 . Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Yogyakarta Tlp. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Alamat : Graha Primagama Jl. (0274) 520418.

paket soal latihan dan lembar jawab computer. yang secara terminologi berarti cerdas. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. semester. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. SPSB. UM-UGM dll secara berkala. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. UAS.2 juta (pulau Jawa) dan Rp.150. • Membayar biaya survey Rp. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. UN. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. SPMB.000. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. Pelayanan kepada siswa seperti modul. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah.000 untuk lima tahun. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan.

tetapi dengan standar pelayanan Primagama. ruang administrasi. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. Klender Jakarta Timur 13470. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. surat khabar. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. 2. untuk luar Jakarta 5 km. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. 19 . Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. ruang pengajar. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. majalah. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). 16-18. Jl I Gusti Ngurah Rai.

dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan.9. patent.11 – 12 IPA. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. ATK. pembinaan mental. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. brosur. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. konsultasi pemilihan jurusan. trademark. Fax. 6.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK.d. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. whiteboard. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. meja kursi untuk kantor dan pendidikan. penanaman motivasi berprestasi.8. SD kelas 1 s.100 juta dan royalty fee. 11 – 12 IPS. • Gedung milik sendiri atau sewa. fasilitas multimedia. AC. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. billboard. telepon. dan SMA kelas 10. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). TV. SMP kelas 7. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Konsep Pengajaran .

Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor.5% 15% 20% Investor 50% 87. • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 . Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income.5% 85% 80% Keterangan : . sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12.

kredit kepada pensiunan dsb. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. Dilihat dari golongan nasabah. Demikian pula persyaratan kredit. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Raker Tahunan. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). Kecuali kredit khusus seperti KUR. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. Rapat-rapat (Divisi. suku bunga. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. yang memiliki skim tersendiri. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. Koordinator. Diklat. 2. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba.2. Pleno cabang. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%.2.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja.

Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Ketentuan kredit Bank BRI a. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. 23 . Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. bukan atas nama yayasan. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010.

Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit.

yaitu : a. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. b. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.500 juta s/d Rp. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. s/d Rp. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. sebagai berikut : 1. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Sertifikat tanah 7. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Lebih Rp.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. Lebih dari Rp. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.

Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan). c. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah.350. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . minimal Rp.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8. Meterai Rp.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit).25%. Suku bunga.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi.12. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank.

27 . Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. Kenyataan demikian ini. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. dijual lagi atau dikembalikan. dicicipi atau disentuh. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. kemudian bahan pembantu atau penolong. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. karena sifat dari produk jasa tersebut. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. Dalam analisa mengenai aspek pasar. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. tenaga kerja dan modal. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible.1. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. 2003).

pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. Pada sistem kelas reguler. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. SMP dan SMA. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester.d. 9 dan kelas 12. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6.d. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 11.

yaitu : 29 . Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. minuman dan waralaba ritel. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Menurut Tempo Interaktif. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. meskipun banyak juga yang tutup.

sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. f. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. SMP dan SMA.1. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. mula-mula di daerah perkotaan.2. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. c. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. b. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. d. jenjang kelas dan program pembelajaran.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a.2. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. Adanya prestise. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. Aspek Pemasaran 3. e. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. kemudian meluas ke desadesa.

000 2.000 2.000 : 2. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.000.000 3.000. misalnya SD kelas 6.500. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.000 4. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.000 --- --- --- 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.500.000 3.000 – 2. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000 – 2.000 – 4.500.950.000 2. website dan try out serta open house. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.000 – 2.950.500.450.000 4.800.000 2.000 2.000 – 2.000.000 4 150.2. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .000 2. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.650.650. iklan di media cetak.000 125.650.000 2.750. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.700.650.500. leaflet.000 No 1 2.000 – 3.2. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.500. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12. yaitu pada awal dan akhir tahun.950.500.000 2.000 2 3 100.500. spanduk.000 Sumber : data primer 3.

Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. para praktisi pendidikan yang mencari info.5 juta untuk sekali try out. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. dan para guru. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. Telkom dan lain-lain. Indosat. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban.

metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. kurikulum. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. 33 . Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. SMP dan SMA. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD.1. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup.

f. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. menyerasikan. b. c. Mengarahkan. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku.2. Mendiknas tahun 2010) : a. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. pelaksanaan. e. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 1 lembar bagi setiap kursus 35 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. 2. Pas foto ukuran 4 x 6. u. 3. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. yaitu : a. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. b. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. meskipun sudah ada Perda No. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP.p. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. c. d.

Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Pas foto ukuran 4 x 6. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. Denah lokasi 14. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. KTP penanggung jawab kursus 3. Foto copy izin kursus yang lama 6. Daftar perkembangan warga belajar 5. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . hak pakai. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. adalah : 1.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. 4. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Koperasi dan Yayasan. Perusahaan Perorangan (CV). kurikulum dan tata tertib kursus 13. 6. Program belajar.

Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Kursus Wirausaha Desa (KWD). Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. mulai tahun 2009. untuk tahap I selama 6 bulan. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Di kota Bogor. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri.195/E/ KK/2009. yaitu. Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. Kursus Wirausaha Kota (KWK).

(2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF.3. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. Dari uraian diatas. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. atau pencabutan izin kursus. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. masa persiapan belajar (pengenalan). teguran tertulis. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. Mei dan Juni setiap tahun. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). 4. April. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. kemampuan menyerap materi pembelajaran. 39 . c. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. potensi bakat dan kecerdasan. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. c. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. Setelah orientasi. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. meliputi jadwal belajar. Misalnya program privat. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. yaitu : a. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel.modul dan materi belajar. diagnostic dan penempatan kelas. b. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. b. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut.

selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN).5 SD. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.4. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi.8 SMP dan kelas 10. kelas 7.1.4.. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar.4. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. 4. kursi siswa. white board dan meja guru. potensi kecerdasan maupun psikologis. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini.

Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. suplemen dan evaluasi belajar. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar.2.4. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. 41 . Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. soal latihan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional.

Matematika.8 9 Matematika. Bhs Ingeris. Bhs Inggeris. Ekonomi/Akuntansi. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. . Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Fisika.4. Kimia. Fisika. IPA. Bhs Ind. Bhs Inggeris Matematika.5 6 Matematika. Fisika. Reguler 2.. Bhs Inggeris. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. Bhs Ind. Intensif II SMP 1.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Reguler 2. Bhs Inggeris. 11 12 Matematika. Intensif-1 IPA 10. IPA. IPA. Bhs Ind. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biologi. 3. Sosiologi 7. Geografi. Bhs Inggeris Matematika. Reguler 2. Sejarah. Bhs Inggeris Matematika. Kimia. IPSKimia. Biologi. Intensif III SMA 1. Biologi.

4. UI dan sebagainya. min. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel.3. Lembaga Bimbel bukan waralaba. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor.75 jurusan MIPA. Sos. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. Pelatihan meliputi : a. IPK 2. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. b. Bhs Inggris. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. kemudian melatihnya 43 . honor. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. UN dan SMPTN. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b.Ekon.

tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.000 per sessi.000 – Rp. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp.250.1. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.5 juta per bulan. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.4 juta.35.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.42 siswa per tutor.000 sampai Rp.350.25. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran.000 per minggu atau per bulan antara Rp. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.1 juta sampai Rp. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran.

tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Standard Class. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Biasanya 45 . SMPTN). SMPTN).1. Program Special Class. Program Khusus. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Misalnya Program Special Class. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Program Kemitraan. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Program Executive Class. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). Program Intensif (UN. dll. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Jaminan. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Program Privat. Program Pendamping Belajar Siswa. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Program Super Intensif (masuk PTN). Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Selain jumlah siswa per kelas. Program Intensif (UN. 2.

bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. 2. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. yaitu semester I. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. 4. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester.

Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. • Sub Program Intensif 1. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. Tujuan adalah lulus ujian akhir. Untuk mengukur produk usaha bimbel.2. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. Terdiri dari tiga Sub Program. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. untuk siswa IPS. 5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA).Mei. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. • Sub Program Intensif 2. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . untuk kelas 12 IPA. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang.

ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Intensif Jumlah III SMA 1. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif Jumlah II SMP 1. dan nama atau merek lembaga Bimbel. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Reguler 2. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan.

000 Jumlah 1.000 1.000 1.000 Bimbingan 750.000 900.000 900. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA.000 500. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.300.000 800.300.000 1.400. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.350.000 850. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 1. Intensif-1 IPA 3. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek. Reguler 2.400.250.000 500. Reguler 2.000 500. Alasannya adalah : a.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 1. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester.400.000 900.000 500. Reguler 2. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.000 800. b.000 49 . Intensif 1.000 500. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.000 1.000 500. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1. Intensif 1.

Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. seperti pada tabel berikut.000 per siswa. Uang pendaftaran. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel. per semester.000. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA.500.125. b. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. sebesar Rp.

000 267.200.200. peralatan kantor. Intensif-1 IPA 3.000 386.000 39.000 34.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 Tahun 2 Smtr 2 150.000 Smtr 2 180.175.000 209.000 119.000 0 165.000 0 11.000 0 35.000 59.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.000 62.500.000 68.000 88.000.000 0 23. Intensif Jumlah III SMA 1.000.000 268. Reguler 2.000 68.000 26.600.000 474.550.100.400.600.000 88.200.200.275.500.000.000.000 34.000 44.000 31.950.000.000 Sumber : lampiran 5 5.3.000 34.725.200. peralatan belajar.000 0 22.600.800.200.400.000 34.000 Tahun 1 Smtr 2 90.1.000 203.3.000.200.000 0 198.000.500.000 13.000 53.200.000 0 68. Reguler 2.000.400.000 0 34.000.000 17. fasilitas dan sarana belajar.400.400.475. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000 34.000 17.675.400.300.500. Reguler 2.200. Intensif Jumlah II SMP 1.000 150. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.200.600.000 Smtr 1 165.000 0 68.000 300.100. Komponen dan Sruktur Biaya 5.000 0 35.000 115.100.400.000 31.000 29.800. sewa gedung. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .000 90.125.400.200.000 No Strata I SD 0 11. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.000.000 15. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.000 88.000 62.000 0 99.000 31.500.200.

Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.000 64. Nilai (Rp) 1.000 5.845.853.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.000 0 0 1.000 700. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.250. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.750.000 12. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.024.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .750. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.722.980.000 4.685.100. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.500 1.000 31.900.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.000 0 168.000 68. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.450.000 0 83.050.500 0 0 1.

000 6. 91.000 5.000 228.000. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 135.565.000 193.000. biaya tenaga kerja.175.000 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.500.000. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.175. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000 10.500. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000 204.000 6.000 177.000 198.000.540. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.890.000 16.160.000 Smtr 2 8. 77.540.000 5.000 159. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 154.000.000 136.000.000 5. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000 189.335. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.000 6.175.235.000 159.955.175.500 dimana sekitar Rp. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000 4. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000 20.3.992.2.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.175.175.000.715.000 10.000 Smtr 2 8.000.4.060.715.000 Smtr 2 8.000.462.780. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 8.

189.811.077. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.613 24. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .726 5.5.333 171.276.902.335.5% per tahun.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.708 238. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.601 Jumlah 91. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.396 66.276. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.713.000 91.258.189.396 39.912.375 66.613 17.000 56.125 Bunga 24.912.

744 12.397 531.613 89.145.0%.073. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.637.897 759. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.2% semester 2.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.696.394. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.2% untuk semester 1 dan 18.4% 29.6% 27.397 1.9% 20.279 213. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.118. Baru pada semester 2 tahun-2.5% 29.500 227.0% 55 .5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.666 303.697.613 135. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.4% 23.073.927.697.500 759.336. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.927.731 227.411.

386 478.000 189.405 121.826.279 224.636 80.734.636 178. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.000 345.480.722 Intensif 14.922 271.509.000 73.480.279 271.038 132.750.458 230. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.483. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan. seperti jumlah siswa peserta.754. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.411.405 212.101.500.734.000 Biaya Variabel Total No 56.708. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.067. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.587.000 150. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.515.743 395.266 121.480.075. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.480.633 121.858.ASPEK KEUANGAN 5.250.500.000 197.693.000.633 186.958.480.480.480.392.000 220.550.494 103.207 365. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.274.142.266 118.417.000.759. 2003).000 59.170.480.750.100 313.861 121.378. biaya tetap.325.386 342.000 173.722.963.000 44.038 121.050.000 244.743 295.306.917.650.000 88.177 121.000 Tetap 147.564 318.6.000 126.207 292.564 437.750.177 239.443.035.000 103.101.931.100 248.722 121.458 201.000 29.480.202.922 354.949 121.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 319.250.949 265.861 159.494 121.

Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.810 147.961.876.000.545.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).480.250.480. sebagaimana terlihat gambar 5.899 206.671 643.000 408.468.889.582 121.784.618.151.000 398.480. pendapatan (lampiran 5).480.304.135 506.135 767.582 162.250.492 685.750.810.000 291.243.956 529.493.000.028 389.000 452.468.850 412. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).060.513.000 314.835.065.480.850 602.000 531.480.000 361.671 121.098. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.443 236.671 221.480.835.000 384.857.441.000 337.314 482.127 121.314 726.784. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.500.028 561.651.671 435.810 121. 57 .337.899 121. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.000 425.127 191.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.000 478.500.126.993.000 519.000 267. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.443 121.354 177.492 459.409.284.000 505.354 121.

176.306.261.261. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp.176 (sumbu vertical). 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).ASPEK KEUANGAN Juta Rp.306. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. Jumlah investasi tetap : Rp.250 juta.7. 59 . seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. 168. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. 5. Berdasarkan data pada lampiran 1. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. Jika terjadi keadaan sebaliknya. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). dengan tahun penyusutan yang bervariasi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya.antara 1 – 5 tahun. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. dimana investasi dimulai pada tahun-0.

375 dan modal pinjaman Rp 171. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).000 dan biaya modal kerja Rp 83.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .433 1. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.132.250. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.2.79.500.5% p. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.747.811.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5% IRR % PBP (semester) 67.125 dengan bunga pinjaman 14.45 27% 2.571. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.a. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.308. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.000.

5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. 16 dan lampiran 17. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. IRR lebih kecil dari suku bunga.8. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi.790.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. 61 .5 16% 2.223.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a. Dan Net B.C ratio kurang dari satu.710 1.410) 1.4 14% 2. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b. dimana NPV sudah negative.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.

Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.873) 1.4 14% 2.5 16% 2.627) 1.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.4 14% 2.ASPEK KEUANGAN b. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.782.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.079 1.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5. c.859.954 1. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu. dimana NPV negative.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5 18% 2.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.

dimana NPV negative.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. 63 . Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. sebagian besar hasil pendidikan. Sukses ulangan harian di kelas b. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. Sukses ujian semester c. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. pertanian. dan manfaat sosial lainnya. penciptaan kesempatan kerja.BAB VI ASPEK EKONOMI.1. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. yaitu : a. 65 . perdagangan dan pengangkutan. pemerataan pendapatan masyarakat.

SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. SKB. Ternyata. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. sedangkan untuk LKP. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian.ASPEK EKONOMI. PKBM. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. Lembaga Pendidikan Keterampilan. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Balai latihan Kerja. Politeknik. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. BP2NFI.

2. soal-soal). seperti polusi suara (bising).000 s/d Rp.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. industri barang-barang dari kayu dll. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. polusi udara dan pencemaran lingkungan. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. buku-buku.000. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. industri makanan dan minuman. 67 . Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. 6. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. 200 m2. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp.d.25.35. industri alat tulis. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2).

ASPEK EKONOMI. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk.

yaitu : a. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel.2.1. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. 69 . Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan.1. b.1. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. 7. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7.1.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar.

lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online.4. 7. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 7.3. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri).FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar.1.1. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK.infokursus. akuntabel. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. diantaranya harus transparan.net. Nilek online dapat di cek di www.

matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. 12. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 9. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. SMA IPA 11.1. 12. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik.5. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. dan SMA IPS 11.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. 71 . Fisika.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.1. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk.6. cepat dan tepat. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. industri furniture. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1. berkembangnya sekolahsekolah umum. usaha computer dan website designer. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan.7. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. 7. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. perbaikan sarana transportasi. industri alat-alat perkantoran. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko.

2. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. b. Oleh karena 73 .8. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. tetapi menyewa. karena masalahnya adalah : a.1. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi.2. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. 7. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja.1. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. c. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. Faktor-faktor Kritis Internal 7. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel.2. e. yayasan kependidikan dan perorangan. d. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. organisasi-organisasi masyarakat. b. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. c. 77 .5. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. 7. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. Sekolah-sekolah umum SD. pembinaan. Lembaga-lembaga bisnis. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. lembaga-lembaga profesi. SMP dan SMA. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan.

Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. konsultasi. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. BUMN dan perbankan. b. b. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. target program. layanan phisikologi. materi belajar yang diberikan. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. tanpa dipungut bayaran. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . c. d. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. Visi. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. fasilitas belajar. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. Sebaiknya pengajar lulusan PT. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. 79 . 7. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. Kualitas pengajar atau tutor. b. c. adalah : a. c. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik.3. brosur. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. Kualitas materi-materi pembelajaran. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet.

tersedia ruang diskusi. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). SMPT). Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. sederhana. ruang konsultasi. g. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. musholah. kantin dsb. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. seperti ruangan ber – AC. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. f. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. h. e. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. penyajian materi belajar dengan OHP. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat.

Tetapi dengan catatan. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. Siswa. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. jangan pasif.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. i. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. 81 .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

1. 83 . lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. 2. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. 5. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Kesimpulan 1. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. Ditinjau dari aspek teknis. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. 4. kurikulum. yaitu : • Dari segi transportasi. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 3. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya.

usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya.433. Biaya operasional meningkat sampai 10% c. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum.308.262. 6. 7.8 tahun. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. 10. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. 67.8 dan IRR 27%. karena pada tingkat discount factor 14. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah.587. Net B/C ratio 1. Berdasarkan analisa sensitivitas. pay back period 2. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .8 %.2. 9.306.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).5%. Pendapatan turun sampai 7% b.187. Berdasarkan analisis aspek keuangan.176. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp. NPV mencapai Rp. 8.

Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. Saran-saran 1. 5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. 4. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 85 . Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. 3. 2.2. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. cetakan ketiga. 1976. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. 2001 Sulistyowati. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. 2007 Mengajar dengan Sukses. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. 2003 Belajar dan Pembelajaran. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). Evi Umar. Pengantar Evaluasi Proyek. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. Clive dkk Hartanto. edisi kedua. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Husein 87 . D Kultur Hia. edisi kedua. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus.

kompas.wikipedia.id http://id.majalahfranshise.com http://suarapembaca.detik.org http://re-searchengines.banksaudara.gamaui.com http://aisyahraifa.com http://www.gaulislam.org http://www.org/waralaba http://snmptn.com http://edukasi.com http://www.com http://indonesiaeducate.com http://www.com http://www.Teknosgenius.com http://bimbel.bimbelgsc.tridaya.org Kompas.multiply.infokursus.wordpress.co.wordpress.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.com http://www.bimbelplus.com http://www.com http://ahmadsudrajat.primagama.net http://www.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ppsgms.com http://www.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

....... 110 Rekap jumlah biaya investasi . 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan .................................................................. Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ................ 122 91 ...................................................................................... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ........................................... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman .. Sarana dan Biaya Bimbingan ............... 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ............................................................. 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ........ 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ...................................................................................................... 106 Proyeksi Jumlah Kelas...... 120 Proyeksi Laba Rugi ................................................... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ... Fasilitas.......................................... 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ....... 114 Rekap biaya operasional ....................... 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ............. 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ....................... 103 Biaya Pendaftaran...........................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun .............................................

..........................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ............................... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% . 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .......... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ............... 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ......... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ..................................................... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ..................... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ..................... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%.... 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ........................

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Menghitung Jumlah Angsuran. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. 2. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. 97 .

Menghitung Net Present Value (NPV). c. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. n = Umur Proyek. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. b. Apabila NPV = nol. Apabila NPV < 0. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital.LAMPIRAN 3.

IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. b. 99 . IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek.

sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. Menghitung Net B/C ratio. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). b. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. NPV B-C Negatif. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. 6. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . = Nilai benefit-cost ratio. Apabila nilai Net B/C > 1. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. = Net present value positif. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. Apabila nilai Net B/C < 1. = Net present value negatif. maka proyek layak dilaksanakan.LAMPIRAN 5. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif.

) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp.) = n x harga pokok. Titik Impas (Rp. 1 . c. Hasil Penjualan (Rp.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel.) e. Titik Impas (n) = ----------------------------. b. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. Titik Impas (Rp.X Total Produksi. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Titik Impas (Rp. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap.) f. d.--------------------------Hasil Penjualan. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. Biaya Tetap. a. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 .

namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. … . Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. 2. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a.. n. n = 0.LAMPIRAN 7. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. 8. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . ½. 1. b. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. 1 ½. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Reguler 2. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif-1 IPA 3. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 .499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1.

000 1. Reguler 2.000 III SMA 1.000 500.000 1.000 850.000 800.000 125.000 800.000 125.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif 125. Reguler 2.000 500.300.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 900.000 1.400.000 500. Intensif 125.000 125.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 500.000 1.000 1.250. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3.000 1.000 125.000 500.000 900.000 1.300. Fasilitas.000 900.400.000 750. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.350.000 500. Intensif-2 IPS 125.400.000 500.

Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.000 1.000 9. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 . Reguler 2.600.0 5.000 4. Intensif III SMA 1. Intensif-1 IPA Jumlah 3.000 6 2.000 200.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.0 6.000 1.000 200.000 200.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.600.0 4.000 8.800.600.000. Reguler Jumlah 2.0 15.800.0 3.000 13.400.000 4.0 1.000 8. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.800.0 4 2.000 4.000 30.000 2. Intensif II SMP 1. Reguler Jumlah 2.000 200.0 20 12 4.0 1.000 200.000 3.400.600.800.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Intensif IPA 3. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Reguler 2.

000 50. Badan Usaha b.000 250.000 1.000 10.500 12.000.000 4 1 1.000 1 15 175.000 4.625. Furniture f.625.000.000 100.000 2.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 500.000 3.500 10.000. Ruang guru d. Filling cabinet h. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.000 125.000 12.375.500.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.Telepon/Fax e.000 6.000 350.000 15 175.000 1.000 1 1 1 300 175.000 4.000.000 500. Komputer b.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 2 5.500.000.250.200.500.000 200. Printer c.000 52.000 6.625.000 250.000 2.000.000 200.000 120.000 2.000 35.375.000 1 2.000 52.500.000.000 2. Ruang tunggu siswa e. NILEK 2 Sewa gedung a.000 1.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2. Ruang kelas c. Meja kerja .625. Laptop d. Lemari g.000 125.625.000 100.000 350.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000 10.000 100.000 2.000 1.000 2.000 15 175.000 1.000.000 500.250.625.

000 10 15 250.000 8.000 1. Modul belajar b. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 5 15 100.000 set 1 600.000 5 6.500. Meja guru c.000 - a.000.000 3.000 30.000 30.400. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .500 15.000 7 200.853.000 10 60.000 84.000 10 375.000 150.000 160.000 1.750.160.000 5 1.i.000. Kursi tamu unit 4 2. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 280.250.000 5 5 7 500. Kursi belajar siswa b.000 5 Sarana belajar 700.000 Peralatan belajar 616.000 j.260.000 3.000.000 6.000 154 200.000. White board d.500.800.000 1.000 600.000 600.000 37.000 6.000 a.000.600.

050.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.000 31.685.000 Penyusutan 0 64.000 1.6 Sumber dana investasi a.LAMPIRAN Lampiran 8b. Kredit b.000 Nilai (Rp) 117.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .450.268.000 102.000 83.400.000 5.100.845.900.000 64.500 1.4. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.5.000 700.000 168.000 4. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.475.853.250.000 12.000 50.750.980.000 66.750.775.

175.000 3.000.000 8.780.000 20.715.955.000 159.540.000 177.565.000 8.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000.175.175.060.500.000 5.000 189.000 228.000 6.000.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000 6.000 114.175. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000 16.000.175.000 204.000 8.000.000.000 135.540.000.000.000 10.335.Lampiran 9b.000 154.000 6.000 193.000.715.000 8.175.000 10.000 198.235.000.000 8.000 159.890.000 136.160.000 5.000.000 4.

000 150. Air d.000.000 50.000 750.000.000 50.000 10.132.000 200. ATK b.000 2.000 10.500.000 750.500. Air mineral 2 Tenaga kerja a. Cetak modul c.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a.160. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50. Karyawan d. ATK b.000. Tutor smtr 1 e. Staf manajemen c.000 62.000 1.320.000 50.000 22.500.000 50.000 4.000 83. Surat/fax f.000 10.520. Leaflet/brosur b.000.000 20.500.000 5.000 2.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100. Direksi b.000 1.000.000 5.000 2.000. Telepon c. Tryout c. Souvenir 4 Pembelajaran a.720.500 100.000.000 6.000.000 3.000 200.000 1.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.000 20.000 5. Listrik e.000 2.000 3.250.000 150.000 12.000. Internet g.000 15.000 50.000 10. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.

900.720.000 108.000.000 36.000 2.000 4.000 300.500.000 4.520.000 375.200.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000 300.000.000.000 10.000 15.000.000 375.000 4.000 Semester 2 600.000 15.000.000 300.000 67.000 900.000 1.000 198.000 900.000 2.000.000 36.500.000 15.000.715.000 300.000 18.000 90.000 1.000 228.000.500.955.000 300.000 4.320.000.000 1.000.000.000 18.000 10.000 3.000.000 1.000 300.000 375.000.335.000 900.565.160.000.000 18.000.080.000 300.000 15.000 135.000 154.000 4.000 1.000 193.000 15.200.000 18.000 300.000 300.000 2.000.000.500.000 Semester 2 600.000 900.000 300.000.000 300.500.000 2.000 900.000 18.000 375.000 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.530.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000.000 5.000 300.000.000.000 4.000 90.000 300.000.840.000 4.000 300.500.160.000 3.200.000.000 1.000 300.000 4.200.500.000 5.000 8.000 375.000 300.000 5.500.200.000.000.000 36.060.000 3.000 1.000 2.000.000 36.000 45.000.000 189.000 5.000 300.000 115 .000 36.000 300.000.000.000 900.000.000.715.000 15.000 1.000.200.000 36.000 135.235.920.000.960.000 375.000 4.000 2.000 8.000 1.000 Semester 2 600.000 18.500.

Tenor (Bulan) b .505 14. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.500 251.423.375 54.036.5% 1.775.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.5 36 3.250.132. Angsuran Pokok Per bulan c.a) Flat d. Kebutuhan Modal Investasi b.375 171.936.000 168.125 50.5% 652.114.000 168. Modal Investasi Sendiri (30%) b. Angsuran Pokok Per bulan c.250. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.571.271.125 83.475.096. Angsuran Bunga per Bulan 24 2.000 83.000 117.132.a) Flat d.528 14.382. Modal Kerja Sendiri (35%) b. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a. Suku Bunga Pinjaman (p.251.811. Suku Bunga Pinjaman (p.6 29. Tenor (Bulan) b .500 79.

115 1.889 101.056 3.801.125 117 .271.887.472 111.788.115 1.528 3.529.528 3.500 55.271.115 1.258.423.814.444 49.702.271.833 94. Bunga 1.615.271.139 71.115 1.115 1.271.423.528 3.528 3.000 114.528 3.086.528 3.159.115 1.528 3.389 42.271.072.944 107.556 62.331.528 3.271.115 1.528 3.423.750 26.806 32.357.306 91.423.423.115 1.423.271.423.528 3.423.271.271.423.423.528 3.271.688.271.423.423.417.972 52.528 3.423.960.874.115 1.115 1.271.115 1.583 6.423.528 3.028 58.543.423.115 1.861 39.271.250 85.271.271.423.528 117.271.503. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.423.423.115 1.271.271.115 1.528 3.115 1.423.986.245.528 3.528 3.667 75.271.333 35.115 1.423.423.167 16.115 1.715.115 1.115 1.694 19.528 3.417 104.115 1.528 3.271.423.115 1.115 51.361 98.059.278 29.194 78.639 13.528 3.528 3.115 1.528 3.423.423.528 3.423.271.271.423.775.423.443.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.115 1.528 3.115 1.271.115 1.115 1.528 Total Murni INVESTASI Angs.271.271.115 1.423.271.528 3.528 3.528 3.271.423.172.423.344.423.423.271.115 1.611 68.775. Pokok 3.528 3.423.973.271.423.115 1.115 1.423.778 88.271.111 9.917 45.528 3.629.430.900.271.271.271.000 Angs.232.528 3.602.115 1.145.528 3.528 3.528 3.528 3.528 3.516.115 1.222 22.271.231.115 1.115 1.083 65.528 3.722 81.115 1.271.423.271.

937 652.509.251.620 49.536 13.251.505 2.772.251.251.937 15.018.937 652.505 2.937 652.937 652.784.251.505 2.760.505 54.031 11.505 2.052 20. Bunga 652.505 2.505 2. Pokok 2.937 652.251.104 42.269.937 652.505 2.505 2.073 29.599 40.503.251.251.516 4.275.515.281.937 652.251.505 2.521.021 6.505 2.083 33.251.030.505 2.036.937 652.937 652.251.505 2.937 652.251.578 31.937 652.937 652.505 2.778.063 24.036.251.012.010 2.533.527.006.251.251.937 652.589 36.505 2.251.754.937 652.115 47.670.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.937 652.505 2.937 652.526 9.937 652.937 652.257.937 652.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .505 2.094 38.251.251.251.505 2.937 652.251.125 Angs.024.937 652.042 15.251.505 2.251.505 2.937 652.568 27.505 2.251.505 2.251.251.263.547 18.125 51.505 2.505 2.557 22.937 652.609 45.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.766.

033 2.086.076.051 88. Bunga 171.528 1.919.167 3.033 2.528 1.271.242.423.076.051 138.423.033 2.271.076.271.115 29.528 1.092 5.396.033 2.927 5.051 166.115 9.057.696 5.033 2.033 2.531 5.033 2.033 2.125 66.965.442.523.423.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.718. Pokok Angs.366 5.051 155.523.103.051 122.111 3.580.051 149.523.026 5.423.601 119 .597 5.076.814.861 5.443.051 83.465 5.528 1.195.033 2.528 1.271.423.076.076.258.762 5.528 3.076.033 2.059 5.795 5.543.827.523.399 5.115 35.222 3.873.271.115 6.051 44.076.811.528 1.076.271.033 2.523.115 3.523.715.960 5.902.033 2.051 55.523.765.528 1.630 5.076.271.115 32.663 5.051 144.523.488.033 2.523.271.051 100.076.033 2.172.033 2.333 3.672.828 5.534.051 116.115 13.076.729 5.523.523.011.423.523.271.076.033 2.271.076.986.811.523.423.033 2.033 2.051 160.423.076.423.076.051 105.076.051 94.051 50.051 127.523.750 3.629.076.423.304.033 2.423.894 5.900.781.694 3.271.051 72.033 2.528 1.125 5.051 77.528 1.583 3.626.033 2.523.278 3.033 2.051 39.423.528 1.271.523.523.056 3.115 0 Total Murni 171.523.288.051 61.115 19.051 111.051 66.432 5.806 3.033 2.639 3.115 22.350.498 5.528 1.523.115 16.357.523.076.564 5.076.523.115 26.051 133.033 2.993 5.076.523.076.076.528 1.149.523.523.076.271.

258. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.000 125.251.125 Angs.375 17.000 267.500 Jumlah 2 (a+b) 251.333 39.565. Investasi 1.LAMPIRAN Lampiran 10c.708 135.382.000 189.000 189.500 2.063 27. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.375 51.018.250.000 64.065.250 Per bulan (Rp) 14. Modal kerja 83.235.505 MODAL KERJA Angs.000 Angs.628.000 219.150.232. Bunga 7.000 3.132.000 64.604.000 - 64.775.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.000 135.600.036.000 154.315.528 Total Angs.238 7.235.150.500 Surplus/minus -251.750.000 267.000 2. Pokok 39.077.835. Perizinan 1.077.715.750.000 64.000 14.788.335.000 388.382.585.375 17.077. BOP Jumlah b 83.238 15.750. Sewa gedung 64.085.175.000 Jumlah a 168.300. Bunga 17.835.333 39.568 2.000 388.175.000 135.194 42.861 3.000 198.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .715.715.600.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.300.335. 1 URAIAN Pendapatan a.400.000 189.258.670.132.529.000 203.271.750.000 150.063 54. Lainnya 102.333 117.000 b.140.365.125 Outstanding 29.258.235.000 198.000 78.000 -16. Pendaftaran & bimbingan 150.750.018.269. Biaya operasional 1.565.000 203.000 263.100.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b. Pokok 27.000 154.

715.000 193.000 1.955.335.000 300.717 56.077.750.000 0 0 0 0 193.000 228.000 293.955.000 121 .189.811.053.000 180.200.057.000 228.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.000 193.000 64.600.850.000 474.000 0 0 64.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.258. Pokok 66.708 - 238.713.726 AWAL SALDO AKHIR 147.955.717 56.000 0 0 1.955.635.645.762 44.524.000 474.000 193.912.613 24.000 474.645.955.781.912.335.601 TOTAL ANGSURAN 91.485.726 147.000 64.715.000 300.000 193.009 56.000 193.600.465.009 91.000 474.276.000 228.200.000 106.276.715.000 106.000 245.375 66.000 228.000 474.713.200.955.000 300.565.708 238.645.000 106.902.189.955.000 228.000 300.524.200.366 0 Total Angs.750.735.335.955.396 66.000 179.613 17.396 39.000 476.125 Angs.750.715.600.000 193.955.715.000 65.100.715.000 193.715.200.600.600.000 294.000 228.000 228. Bunga 24.853.600.333 171.000 300.000 193.

900.587.670.000 83.927.601 900.912.035.000 506.570. Penyusutan d.613 17.860.172.000 24.039 23.000 121.480. Biaya operasional b.394.000 422.462.625.000 83.000 774.750.000 419.108 -45.067.670.800.601 2.150.550.818.072.697.411.861 159.000 774.287.4% 496.902.000 3.500 29.000 40.697.000 83.750.980.500 29.660.150.980.279 213.222.375 506.387 251.800.500 227.515.000 147.636 80.980.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.0% Pendapatan sub program Reguler 132.800. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.650.458 Total 178.000 29.958.222.633 Pendapatan Tetap 121.000 1.333.077. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.625 268.9% 20.000 83.894 159.000 422.500.000 Biaya Variabel 56.861 189.613 -12.980.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.4% 387.000 268.912.945.962.633 Intensif 14.000 422. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .650.399 135.144.731 37.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.613 399.613 -45.000 66.662.980.280.708.6% 27.5% 135.636 201.613 523.475.432.000 655.927.500 227.000 40.375 83.893.050.670.613 23.000 774.727.000 24.480.360 765.

000 561.202.480.441.492 361.494 103.000 372.000 173.734.409.922 295.000 685.693.100 248.000 1.000 505.618.810 121.354 177.284.417.177 59.250.405 44.671 459.411.000 126.405 121.000 313.899 206.378.564 265.000 643.993.671 337.000 121.480.250.000 Jumlah 37.443 236.000 121.250.492 482.000 319.325.889.314 384.955.151.337.899 452.250.480.500.028 412.127 191.000.922 212.468.266 121.386 244.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.000.000 121.500.075.279 224.000 150.215.386 365.000 602.468.949 73.956 292.582 162.000 Smstr 1 Smstr 2 22.126.127 425.100 271.000.266 118.857.207 267.480.722 88.274.170.177 121.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.000 395.516.480.956 70 30 186.480.754.480.500.000.314 506.000 354.065.098.480.750.443 478.000 271.961.480.495 206.000 121.743 239.000 437.443.931.917.000.392.810.810 147.000 220.094.243.000 828.480.835.545.000 519.142.000 103.480.784.483.287 Biaya variabel 385.038 132.858.750.564 342.949 121.480.000 1.493.835.850 314.743 318.500.750.509.000 726.784.582 121.060.980.722 121.671 221.876.028 291.000 230.306.500.671 767.135 529.207 389.354 398.170.963.494 121.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .734.850 435.480.759.000 345.480.135 408.826.304.000 478.038 121.000 121.101.000 197.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.513.650.000 83.480.101.651.722.000 121.

660. B/C ratio. Biaya investasi a. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.032.836 212.644.475.286.330.000 79.8 2.500 251.800. Angsuran pokok e.375 117.396 24.108 572.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 774.375 37. Re-Investasi b.800.602.650.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .650.912.892 422.5% PBP (semester) 1 (251.276. Biaya operasional d.8734 213. NPV dan PBP DF 14.117 411.8162 256.302.000 353.125 353.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.570.000 69.350.886 251.670.000 655.455.196.613 23.382.276.500 (251.000 387.893.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67. Biaya modal kerja c.912.280.650.644.382.000 655.775.930.000 66.258.500 290.883 -14.333 17.447.800.500) 27% 1.475.382.382.483.000 -97.119. Pendapatan b.126 244.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.8 tahun 0.077.750.000 83.447 (257.316.602 460.036.287.382.308.9345 -6.997 (44.894 586.009 359.106 69.500 353.000 655.469.750.500) 168.414.463.000 66.250.272 314.132.108 83.000 251. Dana sendiri c.382.750.009 -6.000 69.000 774.666.063.894 188. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.947) 0.009 -97.613 451. Kredit investasi d.571.949) 0.398 174.000 54.500) (251.475. Biaya bunga bank f.000 774.000 39. Kredit modal kerja e.396 24.

912.276.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.000 39.312.500) 168.375 117.613 451. Biaya investasi a.509 -118.000 616.009 359.552 (98.396 24. NPV dan PBP DF 14.500 290.602 460.912. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR. Kredit investasi d.109) 0.941.894 141.9345 -25.509 -27.892 422.893.000 83.223. Pendapatan b.396 24.119. Kredit modal kerja e.500 332.894 586.8162 218.333 17.6 tahun 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 54.036.246.988.852.235. B/C ratio.981.405.500 616.477.000 69.670.463.000 69.000 66.626 204.749.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.405.000 728.000 -118.316.650.375 37.194 251.382.132.266.398 67.852. Biaya modal kerja c.663.102.382.077.8734 178.609 (277.500) 16% 1.258. Angsuran pokok e.650. Biaya operasional d.751 120.500) (251.266.613 23.00 251.5 2.775. Re-Investasi b.650.108 572.710 rupiah 125 .660.883 -74.000 66.312.108 44.000 728.382.330.382.570.500 387.557) 0.000 79.5% PBP (semester) 1 (251.852.302.500 251.276.280.250.723.245.995.405.500 332.382.500 616.117 411.000 728.772 267.382.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.125 332.930.266.571.106 69. Dana sendiri c.500 (251. Biaya bunga bank f.312.

276.570.396 24.108 37. Biaya operasional d.382.564.382. Dana sendiri c.650.500 720.198.894 586.8734 173.276.000 79.5 tahun 0.375 37.876 198. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000. Pendapatan b.396 24.119.259 -31.904 105.660.750 609.670.847.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.790.00 251.398 49.500 328.330.000 720.000 69.155.571.382.538.731.564.125 328.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .036.009 359.463.775.000 83.258.276.912. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.500 (251.280.912 251.602 460. B/C ratio.000 -122.302.500 609.731.000 66.384.500) 168.478 (107.233.992) 0. Kredit modal kerja e. Biaya bunga bank f.9345 -29.387.893.894 134.847.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.399.132.000 39.117 411.259 -122.000 54.930.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.650. NPV dan PBP DF 14.405.731.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2. Kredit investasi d.077. Re-Investasi b.382.613 451.382.750 328.847.392 422. Angsuran pokok e.382. Biaya investasi a.564.650.522 260.500 251.500) (251.500 290. Biaya modal kerja c.970 (280.000 66.8162 212.750 609.613 23.500 720.545.470) 0.261.841.4 2.316.250 387.5% PBP (semester) 1 (251.122.912.333 17.500) 14% 1.383 -84.108 572.375 117.250.247.387.000 69.106 69.

709 -38.276.258.139. Pendapatan b.800.5 2.965.592 460.775.250.108 613.700 -130.5 tahun 0.200 66.500 (102.451.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.000 102.500 75.500) 16% 1.00 251. Kredit investasi d.375 37.750.382.500) 168.111) 0. B/C ratio.405.400.000 655.710.037.000 79.396 24.8734 182.800.408 42.660.405.000 655.000) (102.571.000 83.894 630.893.687 120.300 39. Biaya investasi a.859.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.077.079 rupiah 127 .700 422.000 54.375 117. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.382. Re-Investasi b.000 353.912.382.918.028 276.402 498.801.333 17.344. Biaya operasional d.000) (251.305.750.500 251.437.396 24. NPV dan PBP DF 14.918.800.500 353.475.300 66.131) 0.782.451.276.750.000 774.371.8162 225.688.598 -45.806 75.400.912.382.382.000 774.9345 -36.626 209.512.475.000 655.500.709 -232.323.083 -190.500) (251. Dana sendiri c.611 (287. Angsuran pokok e.036.980 (104.5% PBP (semester) 1 (251.886.500 316.613 483.613 23.428.475.618. Kredit modal kerja e.194 144. Biaya modal kerja c.500 75.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.817.625.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.709 392.557 353.918.000 774.132.125 353.174.298.400. Biaya bunga bank f.917 446. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.848.

168.597.106 76.382.637.396 24.548.398 -59.615.937.400.800.382.000 79.400.893 110.000 102.502. Kredit investasi d.009 -236.500) 14% 1.500 319.796) 0.000 655.800.108 618.024.894 139.382.220.112.923.077.000 774.5 tahun 0.725.000 39. Re-Investasi b.089 (111. Biaya bunga bank f.311.660.375 117.276.000) (102. Angsuran pokok e.258.894 635.000 353.396 24.000 774.000 76.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.883 -198.475.375 37.000) (251. Dana sendiri c.529.000 655.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. Biaya operasional d.912.000 66.615.5% PBP (semester) 1 (251.036.448. Biaya investasi a.9345 -39.500 (102.475.202.571.000 655.276.893.333 17. Pendapatan b.500) (251.125 353.500 251.187 353.500 353.602 502.000 251.500) 168.475.619.251.782. Kredit modal kerja e.059.009 395.750.8162 222.382.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a. NPV dan PBP DF 14.4 2.400.000 76.800.308.000 54.108 37. B/C ratio.000 426.613 487.912.250.117 450.728 272.707) 0.000 66.009 -42.000 774.051.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.750.775.296 (291.382.037.132.000 -133.000 83.126 205.669.615.8734 179.613 23.750.892 464.549. Biaya modal kerja c.327. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.

500 251.400 66.613 461.500 342.870.916.500 751.159) (119.893. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR. Biaya operasional d.556. B/C ratio.750 636.857.5 2.912. NPV dan PBP DF 14.108 586.894 601.717 423.482.046.000 83.545.500 71.276.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Biaya bunga bank f.8734 186.583) (277.739.333 17.571.375 37.988. Dana sendiri c.500 298.018.250.987.090.382.660.159) -27.911 135.00 251.500) 168.6 tahun 0.5% PBP (semester) 1 (251.912.015.382.036.000 79.500 71.010.102 (91.782. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.382.382.382.000 54.750 342.077.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.396 24. Pendapatan b.400. Biaya investasi a.077.944.8162 227.100 39.500 751.396 24. Angsuran pokok e.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. Kredit investasi d.077.981) 0.900 (119.422 278.798 81.197.739.376 212.954 rupiah 129 .909 370.987.382.500 (251.000 751.150 399.613 23.046. Re-Investasi b.125 342.556.058.208 50.739.9345 (26.202 473.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16. Biaya modal kerja c.870.292 435. Kredit modal kerja e.750 636.350.083) 0.077.006 71.416.500 636.500) (251.100 66.500.033.783 -68.276.132.086.345.556.469.375 117.258.930 251.727.994 150.775.870.500) 18% 1.

000 629.382.5 tahun 0.9345 (32.8162 217.209) -34.965.392.137 (107. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.382.083. Pendapatan b.269 110.436.912. Angsuran pokok e.396 24.306 72.500) 14% 1.436.500) 168. B/C ratio.572.000 743.375 37.991.590.108 590.520.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.554.209) (126.694 137.336.893.382.000 72.570.000.917 426.660.382.336.571.396 24.000 629. Biaya investasi a.077.375 117.200 66.500 339.251.036.382. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 339.547.126 202.5% PBP (semester) 1 (251.336.000 629. Biaya bunga bank f.000 54.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.132.180. Biaya modal kerja c. NPV dan PBP DF 14.000 83.4 2.516. Kredit investasi d.520.000 743.903.500 (251.520.382.598 50.798.800 66.700.613 465.500) (251.250.402 477.092 439.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.500 251.000 79.200 (126.894 606.276.209 374. Dana sendiri c.179. Biaya operasional d. Kredit modal kerja e.278 251.000 72.125 339.333 17.991) 0.436.472 266.276.500 301.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .083 -87.009.258.775.800 39.929.180.200 403.908 38.327.000 743.237.628) (284.912.128) 0.891.8734 176.613 23.808. Re-Investasi b.00 251.576.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.072.808.808.

5% 67.6% 1.873) 14% 1.859.790.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.54 LAYAK 4.0% 14.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.710 (2.954 18% 1.954 17.0% (58.0% 1.602.0% 16.Lampiran 21.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.44 TIDAK LAYAK 3.0% 100.0% 5.079 15.782.0% 14% 1.0% (968.0% 14.54 LAYAK 4.627) 16.308.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .223.0% (58.7% 1.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.782.873) 14% 1.410) 16% 1.

0% 1.2252 1.5% 114.070046728 1.8162 0.1450 1.0000 1.0700 1. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.9345 0.5% 4 1 14.8734 0.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.5% 114.5% smtr 2 2 1 14.070046728 1. 2 . 2 .LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.5% 114.5% 1.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1..5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.5% 114..3110 1 0.070046728 1. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .0700 1.

145 1. 2 … n = = 0 14.145 1.070046728 1.7128 0.9680106 0.145 1.070046728 1.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.5% 114.070046728 1.581805809 0.070046728 1.070046728 1.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.145 1.070046728 1.543720002 0.6662 0.718786551 1.5011 1.6063 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 8 1 0.145 1.508127344 133 .145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.145 10 1 0.4029 1.622559402 0.145 1.839181925 1.5% smtr 2 6 1 0.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful