Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Dari sisi pembiayaan. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Di sisi lain. Sampai saat ini.bi. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. Sehubungan dengan hal tersebut. UMKM masih memiliki kendala.id. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. maupun kendala non teknis. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. baik karena kendala teknis.go. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. Dari sisi pengembangan usaha. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. Namun demikian. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik.

2 Jakarta Pusat Telp. (021) 351. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl. Jakarta.7794 Fax. M. Thamrin No.Direktorat Kredit.H. (021) 381.8922 atau 381.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. Suku bunga per tahun f. Intensif. kelas 7. kelas 4. Reguler. Sub Program a.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . Sub Program a. Modal kerja 5 Perkreditan a.Strata SD. Plafon kredit d. target siswa 60 orang .168. Umur proyek b. Jenis kredit c. Sumber dana b. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a.000 Rp.132. kelas 6.6. Reguler.065.Strata SMP. Jangka waktu kredit e. Program Bimbingan Belajar .149.5. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.8. Investasi b. target siswa 144 orang b.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14.83.250.5% efektif/menurun Semester Rp.

000/siswa b.250.063. Reguler b.Rata-rata/tahun . Sub Program a. Reguler.Sub Program intensif d.Kelas 12 IPA.Kelas 12 IPS.400. Intensif. Intensif : .1. target siswa 24 orang b. Sumber pendapatan usaha a.9. Biaya Bimbingan Rp. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e. kelas 9.Rata rata/bulan g.000 s/d Rp.125.Tahun 1 . Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .Strata SMA. target siswa 16 orang c.54.378.6% 23.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .378.000 per siswa per semester f. Uang pendaftaran Rp. Surplus pendapatan .9% 20.1.4% Rp.No Unsur Pembiayaan Uraian b.750 Rp.54. BEP -12. target siswa 36 orang .11.Sub program Reguler . kelas 10.Total 5 tahun h.Tahun 2 . target siswa 24 orang . Profit margin .750 Rp. Jangka waktu bimbingan per sub program a.Rata-rata/semester .

Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.261.PBP .2.8 tahun Layak dilaksanakan v . Kriteria kelayakan .Net B/C ratio pd DF 14.176 Rp. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.8 .Menurut nilai Rp . 67.306.187.BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.580 .5% .Menurut Siswa . masing-masing 4%.NPV pd DF 14.IRR Rp.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp. Biaya operasional c. Penerimaan b.No Unsur Pembiayaan . 2.5% 1.308.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

DAFTAR ISI .......3....1........ 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii ........4... Lokasi Usaha ......... Biaya Bimbingan ................................................. 3............................................. Sarana ...................1.............. 4.......................... DAFTAR TABEL ..2............................. BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3.....................1........... PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2......... Profil Usaha ....... Pola Pembiayaan ................................... Staf Pengajar ....... Program Bimbingan ..............4......................................2............ RINGKASAN ...2...........2................................... 3.................... BAB I BAB II PENDAHULUAN .......4....... 4....... Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ......................2..........1.....................................................2............. Aspek Pasar .................2............................................................................................. 2.......2...... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ................... 4.................. DAFTAR GAMBAR ... Perizinan ......... Pembiayaan Bank .......................................... 2.............................................3......1.. 2...... 3................1............................................................................. 4........... 4........................................................................... Aspek Pemasaran ............................................................. 4......................................................................................... Jalur Pemasaran ............................................................................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............4......................... Prasarana .......2...........................................2......................

............................. Dampak Lingkungan ...2.......................8 Pembiayaan oleh perbankan . 5......................1.................. 7.. 7... 7......2 Faktor-faktor Internal ............ 7.....................................................2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel .1 Pendapatan masyarakat ........................... Produksi dan Pendapatan Usaha ...................... 5......8..................... 5.1..........................................1............2..............4.......... BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. 5...1.............................. Analisis Sensitivitas ............ 5.......... 7..................................1........3 Kebijakan pemerintah ...................2. BAB VI ASPEK EKONOMI.....BAB V ASPEK KEUANGAN 5................6 Kaitan dengan usaha lain ....................... 5.......2..................................................1.1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ..................3........ Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha .1 Faktor-faktor Eksternal ....................3. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman ...4 Peraturan pemerintah . Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ...........2........ 7....................... 5... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ........................ 7.7 Persaingan .................. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6........................................................................................................................................................ Komponen dan Struktur Biaya ..1...........................5.....................................................................1.. 7..........................3..................... 7.....1................ 5..... Proyeksi Laba/Rugi ......1................ Aspek Ekonomi dan Sosial ..2 Anggaran pendidikan .6.............. Analisa Break Even Point (BEP) .. 6.. 7................. 7.... 5.7................................................................. Biaya Investasi .5 Kesenjangan meraih pendidikan ....1.... Biaya Operasional ..........

...................... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel ....................................... Saran ............. 7...........2...7.......................... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8.........................................................................................................2..........................................3 Kualitas pengelola dan manajemen .............................. Hal 11 17 24 58 ix .... 7..............3 7.................................. Gambar 4 Grafik BEP .................................................2.........................................................1................ Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ......................... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ...... DAFTAR WEBSITE ..........................................................4 Kemitraan .........................................5 Pemasaran ... DAFTAR LAMPIRAN .................................. DAFTAR PUSTAKA ........................... Kesimpulan ..2....................................................................... 8............ Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ......................................................................

....................................................................................................... 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ................................................................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi.. 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ............................................................... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ................................. 12 Biaya jasa bimbingan ......................................... 55 Data untuk perhitungan BEP . 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ......... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ....... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel . 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ................................. Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ............ 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ................... 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ......................... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ................................ 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ........................................................................................................ 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. bekerja mencari nafkah. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). standar kompetensi. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). keterampilan. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. SMP dan SMA secara regular. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Asyik.1 juta.3. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. M = mind. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. R = rational) . Rp. A = applicable. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp.4.8.5 juta dan Rp. intensif dan private. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. dan Menyenangkan.6 juta.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang.com). Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment.

antara lain Bimbel Teknos Genius. Kemampuan guru yang terbatas. 3. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. kurangnya fasilitas belajar yang memadai.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. Sony Sugema College dan lain-lain. 4. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. Bimbel Primagama. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Bimbel Gama UI. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. 3 . 2. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Super Bimbel GSC. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya.

18 1.96 1. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK.kecil. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.18 7 0.67 18.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.50 2 0. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel.26 17. 2.09 0. 3. Berdasarkan informasi multimedia. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja.62 Jumlah 1 2 % 0. 4. 6.06 1. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.89 9. 5.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0.

Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.09 0.09 1.50 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.76 1. Kepulauan Riau (87 lembaga). Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.50 0.82 100 10.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1. Lampung 13. 9.16%. Kalimantan Selatan 16. Jambi 11.79 1.135 % 0.70 0. Kalimantan Barat 14.96%. Lampung (54 lembaga).61 3. 8. sisanya 20.09 0.net. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79.09 7.32 9. Kalimantan Tengah 15.8%. 5 . Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.26 2.94 3.34 4.35 1.info kursus.70 0.67 0.23 0. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga). Sumatera Selatan 12.

Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.56 1. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.73 100. 11.76 20.32 17.info kursus.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.22 7. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.net.12 1.45% dari jumlah seluruh Indonesia.54% lembaga belum memiliki izin. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.35%) telah memiliki izin operasi. yaitu Jabodetabek.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.22 9.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . kota depok dan kota Bekasi.07 20. Sisanya 10.207 lembaga (83.

Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia.863 siswa-siswi atau 70.362 lembaga. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10.88%. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. yaitu 1.13%. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin. 7 . Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT).

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Kimia.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. IPA. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Ekonomi. bhs Inggeris. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. Fisika. Matematika. Bhs Inggeris. Fisika. Biologi. IPA. Fisika. Biologi. Geografi. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. PPKn Matematika. sikap dan siasat kognitif. keterampilan intelek. Fisika. Dimyati dan Mudjiono (2006). Bhs Inggeris Matematika. bhs Inggeris. Sosiologi. Kimia. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3.1. IPS Matematika. IPA. Bhs Inggeris. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. Profil Usaha Menurut Dr. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Bhs Inggeris Matematika. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Bhs Indonesia. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. keterampilan motorik. Bhs Indonesia. PPKn. Bhs Inggeris. Bhs Indonesia. Biologi. 4. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. PPKn Matematika. Biologi.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 .1. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. menjelang UN 2010. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. 2. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. Berdasarkan penelitian. laba = untung”. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli.2.2. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. Pola Pembiayaan 2.

Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. 42 tahun 2007 tentang waralaba. sistim. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. berkembang sistem pembelian lisensi plus. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. 2. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. nama.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. yaitu : 1. 16 tahun 1997 tentang waralaba. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. Pada tahun 1970. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek.

Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. 5. yaitu : 1. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. 3. 7. mendirikan 15 . 2. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). Peraturan Pemerintah RI No. 44 tahun 1997. pelatihan personalia. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. UU No. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 2. 16 tahun 1997. 6. 4. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang.

Saint Anna Education Centre (SAEC). 4. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. bergantung pada jenis waralaba. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Bimbel Gama UI dll. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. TutorNet. 5. 7. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. Menurut Amir Karamoy.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. 6. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Sinotif. Bimbel Teknos. Bimbel Primagama. promosi dan supply produk. Pewaralaba melakukan pelatihan.

Yogyakarta Tlp.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. 17 . (0274) 520418. yaitu Remedial. Wisma Kodel Lt 7. Jl HT Rasuna Said. Diponegoro 89. Alamat : Graha Primagama Jl. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Kav B-4.

3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . UAS. • Membayar biaya survey Rp.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. UM-UGM dll secara berkala.000 untuk lima tahun. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. paket soal latihan dan lembar jawab computer. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. Pelayanan kepada siswa seperti modul. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. SPSB. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama.000.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah.150. semester. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. yang secara terminologi berarti cerdas. SPMB. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. UN. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan.

Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Klender Jakarta Timur 13470. ruang pengajar. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. untuk luar Jakarta 5 km. Jl I Gusti Ngurah Rai. 16-18. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. 2. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. surat khabar. majalah. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). 19 . ruang administrasi. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee.

dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. konsultasi pemilihan jurusan.8. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. Konsep Pengajaran . • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal.9. billboard. SD kelas 1 s. meja kursi untuk kantor dan pendidikan. AC. pembinaan mental. penanaman motivasi berprestasi. patent. dan SMA kelas 10. brosur. fasilitas multimedia. 11 – 12 IPS.d. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. TV. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 6. • Gedung milik sendiri atau sewa.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK.11 – 12 IPA. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. Fax. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. SMP kelas 7. trademark. whiteboard. telepon.100 juta dan royalty fee. ATK.

• Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik.5% 15% 20% Investor 50% 87.5% 85% 80% Keterangan : . Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung).Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .

2. Dilihat dari golongan nasabah. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. 2. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). Pleno cabang. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. suku bunga. Kecuali kredit khusus seperti KUR. Raker Tahunan.2.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. Diklat. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Demikian pula persyaratan kredit. yang memiliki skim tersendiri. Koordinator. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. Rapat-rapat (Divisi. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). kredit kepada pensiunan dsb.

Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. bukan atas nama yayasan. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Ketentuan kredit Bank BRI a. 23 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI.

Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah.

Lebih dari Rp. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2.500 juta s/d Rp. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 .500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. yaitu : a. s/d Rp. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. Sertifikat tanah 7. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Lebih Rp. sebagai berikut : 1. b. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6.

meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% efektif setahun tanpa unsur subsidi.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit).350. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil).PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. Suku bunga. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan). Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui. minimal Rp.25%. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8. c. Meterai Rp.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.12.

Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. 27 . Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. Dalam analisa mengenai aspek pasar. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. tenaga kerja dan modal. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. karena sifat dari produk jasa tersebut. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. Kenyataan demikian ini. dicicipi atau disentuh. 2003). kemudian bahan pembantu atau penolong. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan.1.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. dijual lagi atau dikembalikan. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses.

untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s.d. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. 9 dan kelas 12. Pada sistem kelas reguler. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. 11. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. SMP dan SMA.d. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6.

Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. Menurut Tempo Interaktif. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. minuman dan waralaba ritel. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. yaitu : 29 .com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. meskipun banyak juga yang tutup. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia.

Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat.1. mula-mula di daerah perkotaan. c. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. e. f. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. d. SMP dan SMA. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. b. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. Adanya prestise.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. Aspek Pemasaran 3. jenjang kelas dan program pembelajaran. kemudian meluas ke desadesa. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha.2. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum.2. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

500.000 – 3.000 – 4.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.000 – 2. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.500.000 2.750.000 4.000 2.000 2.650.000 125.000 – 2. leaflet. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.000 2.000 2.000 – 2.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000 No 1 2.450.000 2.650.950.000.000 2 3 100.700.2.950.500.000 3.000 2.000.500.000 --- --- --- 2. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.000 4 150.000 3. yaitu pada awal dan akhir tahun. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.000 2. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.000 Sumber : data primer 3. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .500.000.000 : 2. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.650.500.950. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12. iklan di media cetak.000 – 2.2.800. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur. spanduk.500. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.650. website dan try out serta open house.500. misalnya SD kelas 6.000 4. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.

32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. dan para guru. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Telkom dan lain-lain. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Indosat. sehingga pelaksanaannya lebih lancar.5 juta untuk sekali try out. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. para praktisi pendidikan yang mencari info. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp.

kurikulum. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee.1. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. 33 .BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. SMP dan SMA. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya.

Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . f.2. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. e. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. pelaksanaan.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. b. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. c. menyerasikan. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Mendiknas tahun 2010) : a. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. Mengarahkan.

Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. c. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. yaitu : a. b. u. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. 3. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Pas foto ukuran 4 x 6. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. 2. d. meskipun sudah ada Perda No.p. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha.

KTP penanggung jawab kursus 3. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Perusahaan Perorangan (CV). 1 lembar dan ukuran 3 x 4. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Foto copy izin kursus yang lama 6. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. Program belajar. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Daftar perkembangan warga belajar 5. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Koperasi dan Yayasan. 4. Pas foto ukuran 4 x 6. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Denah lokasi 14. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. 6. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. hak pakai. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . adalah : 1. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16.

disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. untuk tahap I selama 6 bulan. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Kursus Wirausaha Desa (KWD). tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota.195/E/ KK/2009. Kursus Wirausaha Kota (KWK). Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. Di kota Bogor. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. mulai tahun 2009. yaitu. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan.

teguran tertulis. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. atau pencabutan izin kursus. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP.3. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. masa persiapan belajar (pengenalan). April. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. 4. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. Dari uraian diatas. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Mei dan Juni setiap tahun.

Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. Misalnya program privat. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu.modul dan materi belajar. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. b. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). kemampuan menyerap materi pembelajaran. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. 39 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. c. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. c. b. diagnostic dan penempatan kelas. potensi bakat dan kecerdasan. Setelah orientasi. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. meliputi jadwal belajar. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. yaitu : a.

40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela.1. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat).4. 4. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. kelas 7. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel.. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA. white board dan meja guru. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. kursi siswa. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program.5 SD. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3.4. potensi kecerdasan maupun psikologis.4.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas.8 SMP dan kelas 10.

Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional.4.2. suplemen dan evaluasi belajar. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. soal latihan. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. 41 . kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional.

Ekonomi/Akuntansi. Biologi. Bhs Ind.. IPA. Reguler 2. . Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. Reguler 2.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Kimia. Sosiologi 7. 11 12 Matematika.8 9 Matematika. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. IPSKimia. 3. Kimia. Biologi. Matematika. Bhs Inggeris Matematika. IPA. Fisika. Biologi. Bhs Ind. Fisika. Bhs Inggeris. Intensif-1 IPA 10. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Intensif II SMP 1. Bhs Inggeris.5 6 Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Sejarah. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Fisika. Intensif III SMA 1. Bhs Inggeris. Bhs Ind. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Ingeris. Reguler 2.4. IPA. Geografi.

min. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. UI dan sebagainya. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut.3. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. honor. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor.4. kemudian melatihnya 43 . Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. Bhs Inggris. b. Lembaga Bimbel bukan waralaba. IPK 2. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. UN dan SMPTN.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a.Ekon. Sos.75 jurusan MIPA. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Pelatihan meliputi : a.

Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.000 per sessi.1 juta sampai Rp.35.25.5 juta per bulan. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.250. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas.42 siswa per tutor.4 juta.000 – Rp. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.000 sampai Rp.000 per minggu atau per bulan antara Rp. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp.1. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.350.

Program Jaminan. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN).1. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Program Intensif (UN. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Program Pendamping Belajar Siswa. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Program Khusus. Program Special Class. dll. Selain jumlah siswa per kelas. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Program Standard Class. Misalnya Program Special Class. SMPTN). SMPTN). 2. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Program Super Intensif (masuk PTN). maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Program Privat. Program Kemitraan. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Program Executive Class. Program Intensif (UN. Biasanya 45 . lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester).

Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. yaitu semester I. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. 4. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. 2.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba.

yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. 5. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. untuk siswa IPS. • Sub Program Intensif 1. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta.2. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. Terdiri dari tiga Sub Program. untuk kelas 12 IPA. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. • Sub Program Intensif 2. Tujuan adalah lulus ujian akhir.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3.Mei. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester.

dan nama atau merek lembaga Bimbel. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2.

000 900. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.000 1.000 800. Reguler 2. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA.000 500. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.000 Jumlah 1.400.000 800.250. Intensif-1 IPA 3. Intensif 1. Intensif 1.350.000 Bimbingan 750.000 500.000 500.400.000 900. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.000 850.000 900.000 1. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA. Alasannya adalah : a.000 49 .000 1.300.000 1. Reguler 2.000 500.000 1.000 500. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 1. Reguler 2.300. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester.400.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal.000 500. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA. b. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.

000. per semester. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. b. Uang pendaftaran.500. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel. seperti pada tabel berikut. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp.000 per siswa. sebesar Rp. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a.125. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA.

000 300.000 0 68. Komponen dan Sruktur Biaya 5. fasilitas dan sarana belajar.500.500.100.200. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.200.950.400.000 Smtr 2 180.400.600. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.000.000 203. Reguler 2.000 386.000 34.000.000 34.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.000 0 34.000 474.000 17.500.800.000 31. Reguler 2.550.000 0 99.475. peralatan belajar.275. Intensif Jumlah II SMP 1.000.000 44.000 29.000 Smtr 1 165.500. Intensif Jumlah III SMA 1.000.000 68. peralatan kantor.600.400.000 62.200.000 119.200.000 115.000 26. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.000 0 22.000 31.400.000.400.3.300.000 68. sewa gedung.000 17.000 0 68.000.175.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 0 165.600.000 39.125.100.000 Tahun 1 Smtr 2 90.000.000 62.000 15.000.600.000 0 11.000 34.000.200.000 31.000 34.800.200.000 150.000 No Strata I SD 0 11.200.200.725.000 13.000 209.000 268. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .000.200.000 88.000 59.000 267.000.000 0 198.1. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.3.200.000 53.000 88.675.000 34.400.000 Tahun 2 Smtr 2 150.400.000 0 23.400. Reguler 2.000 88.000 0 35.000 0 35. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.200.500.000 90.100.000 Sumber : lampiran 5 5.200. Intensif-1 IPA 3.

Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman. Nilai (Rp) 1.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.000 700.685.000 0 0 1.853. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.000 4. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.000 64.500 1.722.000 5.250. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.000 0 168.750.100. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.500 0 0 1.000 31.980.845. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.050.000 0 83.000 12. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.750.024.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 68.900.450.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.

000 10.3.335.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.000 5.000 193.000.500 dimana sekitar Rp.000.500.000 159.000 6. 77.000.890.000.000.000 135.000 Smtr 2 8.462.000 20.000 8.000 Tahun 2 Smtr 1 8.160.000 136.000 198.235.000.540.000 177.000 189.175.175.000 159. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 Smtr 2 8.000 204.175.175. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.175.000 6. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.992.060.000 154.780.540.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .2.955.175.000 4.565.000. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.000 5.715.000 16.000 10.4.715. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor. biaya tenaga kerja. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran. 91. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000.000 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.000. Dalam struktur biaya tenaga kerja. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000 228.000.500.000 Smtr 2 8. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000.000 6.000 5.

189.276.077.811. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .902.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan.335.5.613 24. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.912. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.333 171.276. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.708 238. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.000 56.713.189. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.613 17. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.375 66.000 91.396 66. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.601 Jumlah 91.396 39.726 5.5% per tahun.912. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.125 Bunga 24.258.

118.696.411.073.613 89.073.9% 20.397 531.6% 27.0% 55 .4% 23.697.927.394. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.744 12.666 303.637. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.613 135. Baru pada semester 2 tahun-2.2% semester 2.336. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.897 759.500 227. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.279 213.500 759.145.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.4% 29.731 227. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.0%. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.397 1.927.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.5% 29.2% untuk semester 1 dan 18. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.697. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.

274.750.480.000 319.050.858.443.480. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.417.743 295.483.722 121.075. biaya tetap.564 318.000 59. seperti jumlah siswa peserta.000 73.000 244. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.949 265.038 132.759.750.500.405 212.378.000 103.202.494 103.000 88.279 224.177 121.411.949 121.922 271.207 365.142.480.100 248. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.035.101.480.266 121.931.636 178.250.067. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.722 Intensif 14.734.000.000 220.564 437.922 354.480.000 197.963.000 126.038 121.480.917. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.958.177 239. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.306.826.279 271.480.587.722.494 121.861 121.266 118.405 121.000 173.250.000 44.000 345.100 313.000 Tetap 147.000 150.480.170. 2003).500.392.636 80.708.6.000.861 159.743 395.386 478.325.000 189.509.750. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.458 201.000 Biaya Variabel Total No 56.458 230.000 29.550.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.633 121.515.633 186.207 292.ASPEK KEUANGAN 5.386 342.101.480.650.734.754.693. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.

250.993.850 602.835.810 121.000 267.337. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.810. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.151.314 482.582 121. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).135 767.000 314.000 398.480.876.961.784.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).493.000 531. 57 .000 384. pendapatan (lampiran 5).899 206.850 412.500.492 685.513.671 221.480.468.480.899 121.618.127 121.250.545.000 452.671 435.000 408. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.000 478.492 459.671 643.028 561.065.000 361. sebagaimana terlihat gambar 5.000.750.441. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.000 505.304.126.443 121.127 191.028 389.480.651.835.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.582 162. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.314 726.810 147.098.135 506.500.857.480.480.284.354 121.671 121.468.784.000 291.480.409.443 236.889.000.243.000 519.000 337.060.354 177.956 529.000 425. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.

176.ASPEK KEUANGAN Juta Rp.261. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.306.306.261.176 (sumbu vertical). 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat). Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.

seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. Berdasarkan data pada lampiran 1. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. 168.antara 1 – 5 tahun. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat).7. Jumlah investasi tetap : Rp. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5.250 juta. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. dimana investasi dimulai pada tahun-0. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. 5. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. 59 . Jika terjadi keadaan sebaliknya.

Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.375 dan modal pinjaman Rp 171. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.747.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.125 dengan bunga pinjaman 14.000 dan biaya modal kerja Rp 83.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.2. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.308. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.811. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio.571.132.5% p. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.a.000.500. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.45 27% 2. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).433 1.79.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.5% IRR % PBP (semester) 67.250.

710 1.223.4 14% 2.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7. IRR lebih kecil dari suku bunga.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.5 16% 2.8.C ratio kurang dari satu.790. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%. 61 . Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a. Dan Net B. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun. dimana NPV sudah negative. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2.410) 1. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. 16 dan lampiran 17.

IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.859. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.5 18% 2. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. dimana NPV negative.782.5 16% 2.4 14% 2.627) 1.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.4 14% 2.954 1.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.079 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.873) 1.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.ASPEK KEUANGAN b.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5. c.

IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. dimana NPV negative. 63 .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

65 . Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. Sukses ujian semester c. penciptaan kesempatan kerja. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. yaitu : a. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. sebagian besar hasil pendidikan. pemerataan pendapatan masyarakat. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). perdagangan dan pengangkutan.BAB VI ASPEK EKONOMI. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d.1. Sukses ulangan harian di kelas b. dan manfaat sosial lainnya. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. pertanian.

Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). SKB. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). Politeknik. BP2NFI. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK EKONOMI. Lembaga Pendidikan Keterampilan. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Balai latihan Kerja. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. PKBM. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. sedangkan untuk LKP. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Ternyata.

6. 200 m2.35. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey.000. industri alat tulis. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel.2.000 s/d Rp. polusi udara dan pencemaran lingkungan. buku-buku.d. soal-soal). Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. 67 . Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas.25. industri makanan dan minuman. industri barang-barang dari kayu dll. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. seperti polusi suara (bising). Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya.

Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK EKONOMI.

2.1. 7. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. 69 .1. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. yaitu : a. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. b.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.1. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar.1. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar.

Nilek online dapat di cek di www.infokursus. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. 7. 7. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online.net.3. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri). sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas.1. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. diantaranya harus transparan.4. akuntabel. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009.1.

disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. Fisika.1. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. 12. SMA IPA 11. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. 12. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. 9. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. dan SMA IPS 11. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya.5. 71 .

perbaikan sarana transportasi. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. usaha computer dan website designer. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran.6. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. cepat dan tepat.1. industri furniture. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. industri alat-alat perkantoran. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. berkembangnya sekolahsekolah umum. 7. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .7.1. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7.2. Oleh karena 73 . namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. Faktor-faktor Kritis Internal 7. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. karena masalahnya adalah : a. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal.1. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik.2.8. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. 7. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. c. tetapi menyewa. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana.1. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. b.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. Lembaga-lembaga bisnis.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. Sekolah-sekolah umum SD. e. lembaga-lembaga profesi. d. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. SMP dan SMA.2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. pembinaan.5. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. 77 . baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. b. c. 7. organisasi-organisasi masyarakat. yayasan kependidikan dan perorangan.

78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . target program. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. d. BUMN dan perbankan. c. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. b.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. tanpa dipungut bayaran. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. layanan phisikologi. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. b. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. materi belajar yang diberikan. konsultasi. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. fasilitas belajar. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. Visi.

Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet.3. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. c. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. Sebaiknya pengajar lulusan PT. adalah : a. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. b. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. c. brosur. Kualitas materi-materi pembelajaran. 79 . Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. Kualitas pengajar atau tutor. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. 7. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis.

kantin dsb. seperti ruangan ber – AC. f. sederhana. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). tersedia ruang diskusi. g. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. ruang konsultasi. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. SMPT).FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. e. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. penyajian materi belajar dengan OHP. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. h. musholah. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya.

juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. jangan pasif. i. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. Tetapi dengan catatan. Siswa. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. 81 . Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Ditinjau dari aspek teknis. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. 5. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 4. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. 83 . lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas.1. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. yaitu : • Dari segi transportasi. 2. Kesimpulan 1. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. kurikulum. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. 3.

karena pada tingkat discount factor 14.433. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup.176. Biaya operasional meningkat sampai 10% c.308. 6. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a.8 tahun. pay back period 2.2.8 dan IRR 27%.306. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. 8. Net B/C ratio 1. 10. Berdasarkan analisa sensitivitas. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.187.8 %. 9. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah.587. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan. 7. 67.5%. Pendapatan turun sampai 7% b. Berdasarkan analisis aspek keuangan. NPV mencapai Rp.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).262.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum.

4.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. 85 . Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba.2. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. 5. 2. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. 3. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. Saran-saran 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

2001 Sulistyowati.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. D Kultur Hia. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. edisi kedua. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. 1976. Clive dkk Hartanto. 2007 Mengajar dengan Sukses. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. edisi kedua. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Husein 87 . Pengantar Evaluasi Proyek. cetakan ketiga. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Evi Umar. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. 2003 Belajar dan Pembelajaran.

org http://www.co.com http://www.com http://bimbel.com http://aisyahraifa.kompas.com http://ahmadsudrajat.wikipedia.com http://www.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .com http://www.wordpress.com http://edukasi.com http://suarapembaca.gamaui.majalahfranshise.multiply.com http://indonesiaeducate.wordpress.gaulislam.tridaya.detik.ppsgms.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.primagama.net http://www.Teknosgenius.banksaudara.com http://www.bimbelplus.bimbelgsc.com http://www.org http://re-searchengines.com http://www.infokursus.org/waralaba http://snmptn.id http://id.com http://www.org Kompas.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

....... 103 Biaya Pendaftaran............................. 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ............................ 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ................................. 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel .................. 106 Proyeksi Jumlah Kelas.................... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel .... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ........ 110 Rekap jumlah biaya investasi .................................................................................. 114 Rekap biaya operasional ..................... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ..................................... 120 Proyeksi Laba Rugi .............................. 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ...... 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran . 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel .............................................................................................................................................. 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ........................... 122 91 ......................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun .................................................................. Fasilitas................ Sarana dan Biaya Bimbingan ............................ 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan ......

.... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% .......................................... 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ......................... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ........... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%.................... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ................. 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ......................... 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ......................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ......... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ................... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester .....................

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. 2. Menghitung Jumlah Angsuran. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. 97 . Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga.

Menghitung Net Present Value (NPV). Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. n = Umur Proyek. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan.LAMPIRAN 3. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. b. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Apabila NPV = nol. c. Apabila NPV < 0. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya).

NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. 99 . Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). b. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek.

Menghitung Titik Impas (Break Even Point).LAMPIRAN 5. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. b. maka proyek layak dilaksanakan. = Net present value positif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. Menghitung Net B/C ratio. Apabila nilai Net B/C > 1. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. 6. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Apabila nilai Net B/C < 1. = Nilai benefit-cost ratio. = Net present value negatif. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. NPV B-C Negatif. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 .) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. Titik Impas (Rp. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. c. Titik Impas (Rp. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran.) = n x harga pokok.) f. Titik Impas (n) = ----------------------------.) e. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. Titik Impas (Rp. Biaya Tetap. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.--------------------------Hasil Penjualan.X Total Produksi. Hasil Penjualan (Rp. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. a.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. b. d. 1 .

… . 2. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. 1 ½. 1. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun.. n. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. n = 0. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. 8. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a.LAMPIRAN 7. ½. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . b. dimana √ (1+r)n r = suku bunga.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1.

000 125.000 125.300.000 1.000 750.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .400. Intensif-1 IPA 3.000 125.000 125.000 1.000 500.000 III SMA 1. Reguler 2.000 800.000 900. Intensif 125.000 500. Reguler 2.000 900. Fasilitas.400. Reguler 2.300.000 850.000 500.000 500.000 1.000 500.350.000 1.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1. Intensif 125.000 500.000 1. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.000 800.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 1. Intensif-2 IPS 125.000 1.250.000 900.400.000 500.

0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.000 9. Reguler Jumlah 2.600.800.000 200.800. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.0 1.000 6 2.0 20 12 4.0 1.0 4.000 200.000 3.600.0 6.800.000 1.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.000 4.600.000 13.000 200.000 4. Reguler Jumlah 2.000 8.400.000 1.000. Intensif III SMA 1.000 4.000 2.000 200.0 5.800. Intensif II SMP 1. Reguler 2.000 200.000 8. Intensif-1 IPA Jumlah 3.400.600.0 15.000 30.0 4 2.0 3.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 . Reguler 2. Intensif IPA 3.III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1.

500 12.Telepon/Fax e.000. Ruang guru d.000 1.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000 1.000 3.000. NILEK 2 Sewa gedung a.000 125.000 4.000 200.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2. Printer c.625.000 15 175.250.000 52.000.000 500.000 2.500 10. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 10.625.000 12. Meja kerja .000 1.000 50.200.000 350.625.000 350.000 100.000.000 2.375.375.500. Komputer b.500.625.000 52.000 2.000 500.000 4 1 1.000 200.000.000 6. Ruang tunggu siswa e.000 6. Furniture f.000 125.000 1 2. Laptop d. Filling cabinet h.000 35.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2. Lemari g. Ruang kelas c.000 1 1 1 300 175.000 250.000 1.000.000 2.000 1 15 175.625.000 120.000.000 2 5.000 250.000 100.625.000 500.000 10.000.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000 100.250.000 4. Badan Usaha b. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.500.000 2.000 1.000 2.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.500.000 15 175.

i.000 5 6. Kursi tamu unit 4 2.000.000 6.000. Modul belajar b.000 5 Sarana belajar 700.750. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 8.000 280.000 6.000 a.000 160.000 10 15 250.500 15.800.000 3.000 5 15 100. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 5 5 7 500.000 1.500.000 10 375. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 set 1 600.500. Meja guru c.000 j.000 600.000 5 1.160.000 30.000.000 3.000 1.000 - a.000 37.000 150. White board d.000.000 7 200.250.000 154 200. Kursi belajar siswa b.400.853.260.000 1.600.000 600.000 Peralatan belajar 616.000.000 10 60.000 84.000 30.

000 83.000 Penyusutan 0 64.000 50.000 4.853.000 Nilai (Rp) 117.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 Nilai sisa proyek 0 0 584.000 31.685.5.500 1. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1. Kredit b.750.000 168.900.268.250.6 Sumber dana investasi a.845.475. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.750.775.050.000 12.980.000 66.450.000 5.100.000 102.LAMPIRAN Lampiran 8b.000 700.000 64.4.400.000 1.

000.000 228.Lampiran 9b.000 114.000. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.175.000 5.000 6.715.000 8.000 193.000 10.000 3.175.000 135.540.000 5.000.000.000.000 8.000 8.000.540.000 159.000.000.000 20.000.000 136.000 154.955.000 189.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000 177.000 8.000 204.175.000 6.160.890.000 6.000 10.000.000 198.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000 8.175.000 16.500.000 159.335.715.565.175.175.780.060.235.000.000 4.

000 20.320. Cetak modul c.000 4.000 50.000 1. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50. Souvenir 4 Pembelajaran a.000 2.000 200.000 3. Leaflet/brosur b.500.000 750. Internet g.500 100.000.000 83. ATK b. Surat/fax f.000.000 50. Karyawan d.000 22.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100. Telepon c.000 10.000 150.000 15.000 150. Air d.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a. Staf manajemen c. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000 750.000 2.000 50.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.000 6.132.000.000 2. Direksi b.000.000.500.250.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .160.000 200.000.000 50.000 5. Air mineral 2 Tenaga kerja a. Tutor smtr 1 e.000 10.000.500. Tryout c.000 2. Listrik e.720.000 10.000 20.000 50.000 3.000.000 1.000 10.000 5.000 62. ATK b.000 1.500.000 5.000.520.000 12.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.

000 36.000 300.000 15.000 300.160.000 15.000 18.500.000 375.000.000 300.000 4.000 36.200.000 4.060.000 1.000 18.715.000.000 4.000 2.000 4.000 300.000 5.000.000 1.000 300.000.000 2.000 375.000 135.000 3.000 300.000.000.000 1.500.000 1.080.000 900.000.000 189.000 4.000 900.500.000 18.000 135.840.000.000 18.000 300.000 198.000 10.000 90.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 900.000.000 Semester 2 600.000 4.000 3.000 2.000 2.000 36.200.000.000 1.000 300.500.000 8.000 375.565.000.000.000.000 300.000 10.000 5.000 115 .000.000 900.000 1.000 300.000 36.000.000 18.500.000 67.000 Semester 2 600.920.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000 1.000 375.000 300.235.000 900.900.000 2.335.000 36.000 4.000 300.000 Semester 2 600.000 300.000 18.000.000 4.000 90.500.000 300.000.000.000.000 15.000 900.960.000 1.000 1.000 2.000.000 375.200.000 300.000 45.000.000 193.000.000 5.000 5.000 4.000 300.000.000 154.000.000 15.715.000.000.200.000 300.000 1.000.000 15.000 300.000.000.000 3.000.160.500.955.000.720.320.530.200.200.000 108.000.000 8.000 15.000 36.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000 228.500.520.000 375.500.

775.036.096. Suku Bunga Pinjaman (p.000 168.a) Flat d.132. Tenor (Bulan) b .6 29.505 14.571.5 36 3.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .936.5% 652. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.250.114.500 79. Modal Investasi Sendiri (30%) b.125 83.a) Flat d.125 50.271.000 117. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.423. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a. Modal Kerja Sendiri (35%) b.375 54.475. Angsuran Bunga per Bulan 24 2. Tenor (Bulan) b .251.132. Angsuran Pokok Per bulan c. Angsuran Pokok Per bulan c.500 251.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.382.000 83. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.528 14. Suku Bunga Pinjaman (p.375 171. Kebutuhan Modal Investasi b.000 168.811.5% 1.250.

423.528 3.528 3.278 29.271.271.629.423.389 42.423.115 1.115 1.775.125 117 .194 78.083 65.271.115 1.423.861 39.271.528 3.245.528 3.801.528 3.900.423.000 114.258.115 1.271.423.528 3.528 3.271.615.271.423.423.889 101.271.528 3.139 71.115 1.702.115 1.423.472 111.115 1.528 3.056 3.231.115 1.271.528 3.528 3.423.115 1.972 52.115 1.423.528 3.423.528 3.986.423.528 3.115 1.528 Total Murni INVESTASI Angs.423.331.528 3.115 1.271.688.115 1.271.960.423.750 26.528 3.423.528 3.528 3.172.167 16.423.271.500 55.833 94.423.271.667 75.528 3.115 1.543.111 9.423.271.357.145.874.528 3.115 1.159. Bunga 1.115 1.271.639 13.444 49.115 1.715.000 Angs.528 3.528 3.528 3.423.115 1.115 1.271.423.115 1.271.529.271.115 1.271.086.423.423.423.528 3.775.271.271.059.423.423.602.423.271.115 1.115 1.973. Pokok 3.423.271.333 35.423.528 3.583 6.115 1.115 1.528 3.556 62.814.417. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.271.271.271.423.271.528 3.115 1.115 51.271.115 1.344.430.271.271.115 1.528 3.694 19.271.423.115 1.722 81.528 3.115 1.271.528 3.917 45.778 88.028 58.072.271.250 85.516.271.528 3.115 1.944 107.887.611 68.423.806 32.528 3.115 1.443.528 3.115 1.271.788.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.222 22.115 1.271.423.423.423.528 3.232.423.503.306 91.528 117.271.361 98.115 1.528 3.417 104.

073 29.937 652.505 2.251.557 22.937 652.521.251.251.526 9.505 2.509.251.505 2.937 652.125 51.760.012.018.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.251.505 2.937 652.503.505 2.010 2.515.505 2.937 652.104 42.115 47.599 40.275.251.251.036.505 2.772.251.589 36.937 652.251.505 2.505 2.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .251.263.006.505 2.063 24.505 2.620 49.251.516 4.937 652.766.251.042 15.937 15.609 45.251.269.281.036.937 652.578 31.937 652.031 11.505 2.251.937 652.505 2.251.505 2.030.536 13.937 652.505 2.527.251.505 2.505 54.505 2.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.505 2.505 2.937 652.083 33.778.547 18.251. Bunga 652.533.505 2.251.784.094 38.125 Angs.505 2.937 652.937 652.251. Pokok 2.251.937 652.251.754.251.024.937 652.937 652.568 27.052 20.505 2.251.937 652.937 652.505 2.021 6.937 652.251.251.937 652.257.670.937 652.937 652.

011.900.051 155.076.528 3.076.423.528 1.033 2.423.806 3.115 3.423.432 5.423.258.051 111.076.288.696 5.033 2.366 5.051 122.580.396.442.076.765.033 2.051 50.051 39.167 3.271.076.103.076.423.125 66.033 2.033 2.523.399 5.278 3.919.333 3.076.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.271.663 5.033 2.729 5.993 5.564 5.057.051 166.125 5.423.523.534.271.523.523.051 61.033 2.528 1.523.601 119 .523.051 144.528 1.523.051 72.672.814.902.222 3.033 2.076.423.528 1.583 3.523.033 2.115 32.271.051 55.056 3.033 2.762 5.033 2.051 88.115 35.076.076.115 19.051 160.523.523.927 5.076.115 0 Total Murni 171.443.960 5.811.033 2.076.242.523.051 44.271.750 3.694 3.271.033 2.271.033 2. Pokok Angs.076.523.528 1.115 16.051 100.811.076.498 5.033 2.076.523.051 77.861 5.115 9.115 13.523.528 1.076.304.033 2.523.271.033 2.076.965.033 2.465 5.528 1.873.523.271.828 5.051 116.033 2.488.092 5.639 3.115 29.086.115 6.531 5.350.523.715.033 2.423.795 5.827.076.543.523.149.528 1.523.781.357.033 2.033 2.718.271.423.523.051 133.051 94.528 1.423.111 3. Bunga 171.523.076.523.528 1.630 5.523.033 2.026 5.423.528 1.076.051 66.051 83.271.076.051 149.051 127.528 1.059 5.597 5.076.626.051 138.271.195.033 2.986.271.076.115 22.894 5.076.629.172.423.115 26.523.051 105.

315.000 - 64.000 Jumlah a 168.775.505 MODAL KERJA Angs.600.065.000 267.194 42.000 154.077.000 154.000 189.000 267.063 27.835.132.750.000 203.604.861 3.529.258. Bunga 7.750.235.250.835.258.750.335.175.750. Modal kerja 83.100.000 64.235.000 388.382.000 b.018.000 64.000 150.250 Per bulan (Rp) 14.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.750.125 Outstanding 29.000 219. Lainnya 102.271.000 125.715.000 189. Pokok 27.000 Angs.333 39.000 3.000 189.000 203.000 135.085.232.077.365.000 135.150.000 2.670.568 2.000 78.788.333 117.235.000 263.715.565.000 64.150.000 -16. Bunga 17.565.600.382.528 Total Angs. Pendaftaran & bimbingan 150. Perizinan 1.063 54.140. Pokok 39.238 7.238 15. Investasi 1.251.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biaya operasional 1.269.628.500 Jumlah 2 (a+b) 251.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.715.335.175.708 135.LAMPIRAN Lampiran 10c.077.258.300.500 Surplus/minus -251.375 17.132.125 Angs.018.585.300. BOP Jumlah b 83.036.000 14. Sewa gedung 64. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.400. 1 URAIAN Pendapatan a.375 17.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.000 198. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.333 39.000 388.500 2.000 198.375 51.

276.000 193.715.717 56.715.524.955.524.189.485.000 293.750.645.100.613 24.000 474.396 66.715.600.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.715.000 228.912.955.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.955.565.715.000 0 0 1.708 238.200.955.335.811.009 91.000 64.750.125 Angs.955.601 TOTAL ANGSURAN 91.000 106.000 300.853.009 56.000 245.258.000 193.600.713.000 294.902.000 228.366 0 Total Angs.750.000 65.600.000 64.000 106.912.000 474.645.600.000 300. Pokok 66.335.000 180. Bunga 24.000 300.000 0 0 0 0 193.600.726 147.726 AWAL SALDO AKHIR 147.335.635.000 474.735.708 - 238.077.200.955.000 228.375 66.000 476.600.000 228.645.000 193.713.000 179.613 17.200.000 1.465.000 193.762 44.000 300.955.000 193.276.000 0 0 64.000 300.053.333 171.000 228.189.000 193.000 193.000 228.850.715.000 193.200.955.057.396 39.000 474.200.000 121 .000 106.955.717 56.000 474.000 228.715.781.

280.5% 135.800.333.411.9% 20.927.000 422.000 Biaya Variabel 56. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.000 83.633 Intensif 14.360 765.000 422.072.050.750.570.222.550.613 523.475.500 29.958.945.818. Penyusutan d.000 66.613 399.515.980. Biaya operasional b.670.000 147.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.000 121.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.000 40.000 419.279 213.458 Total 178.150.708.731 37.670.601 900.912.462.000 655.587.962.912.399 135.144.697.000 29.500 227.625.287.000 422.750.222.613 -45.108 -45.601 2.387 251.894 159.394.000 3.500 227.727.861 159.6% 27.000 774.375 83.000 40.000 83.697.670.000 774.000 83.000 24.980.800.375 506.000 1.000 268.4% 496.613 -12.650.500 29.000 774.660. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .000 83.980.860.000 506.636 80.893.980.480.035.900.077.0% Pendapatan sub program Reguler 132.039 23.625 268.613 23. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.067.980.4% 387.432.927.480.800.636 201.613 17.500.861 189.633 Pendapatan Tetap 121.150.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.662.902.000 24.172.650.

177 59.135 529.582 162.000 83.917.564 265.215.671 459.961.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.494 121.722 121.495 206.417.850 314.468.889.564 342.000 121.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.754.000 121.671 767.651.483.314 506.810.000 828.500.000 602.443.650.826.480.480.000 1.956 70 30 186.243.000 103.850 435.000.000.126.000.980.000 319.314 384.500.000 519.000 121.000 1.963.480.000 345.000 126.899 206.493.000 173.060.949 73.750.250.922 212.207 267.876.513.516.000 Jumlah 37.000 121.354 398.480.734.000 271.000 313.750.955.618.480.000 561.028 291.354 177.075.065.000 437.480.722.405 121.857.202.028 412.000 354.545.480.480.177 121.207 389.000.500.922 295.284.250.127 191.250.101.392.098.835.500.306.000 Smstr 1 Smstr 2 22.135 408.000.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .000 643.492 482.151.671 221.480.480.693.500.671 337.170.443 236.810 121.266 118.722 88.949 121.127 425.304.000 478.274.000 372.480.931.287 Biaya variabel 385.000 726.142.835.038 132.000 505.480.266 121.480.480.386 244.000 220.956 292.279 224.411.000 197.386 365.784.000 121.170.038 121.000 395.810 147.409.468.000 230.250.325.993.100 248.509.443 478.337.000 685.743 318.000 121.784.858.759.734.000 150.094.480.492 361.743 239.899 452.100 271.101.378.441.582 121.405 44.494 103.750.

650.250.750.119.000 66.330.382.886 251.258.272 314.276.483.108 572.930.613 451. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.302.8734 213. B/C ratio. Biaya operasional d.000 79.382.836 212.800.382.000 655.894 586.500 251. Angsuran pokok e.800.893.000 774.316.892 422.475.196.000 774.500 290.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.308.132.775.571.949) 0.000 39.644.280.613 23.108 83.5% PBP (semester) 1 (251.000 69.500 353.650.8162 256.475.382.000 655. Kredit modal kerja e.602 460.032.650.894 188. Pendapatan b.8 2.000 69.000 655.570.500) 27% 1.000 774.000 54. Kredit investasi d. Dana sendiri c.997 (44.126 244.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.396 24.750.475. Biaya bunga bank f.000 387.077.287.602.009 -6.9345 -6.800.666.000 353.375 37.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 66. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.644.106 69.009 -97.117 411.455.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 83.463.8 tahun 0.469.500) (251. NPV dan PBP DF 14.036.276.396 24.947) 0.500) 168.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.750.447.375 117.009 359.382.447 (257.000 -97. Biaya investasi a. Biaya modal kerja c.350.414.660.670.000 251.912.063.398 174.382.125 353.286.912.333 17. Re-Investasi b.500 (251.883 -14.

Biaya operasional d.223.333 17.000 39.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.077.382.552 (98.626 204.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.246.912.102.650.571.500 387.981.500 616. NPV dan PBP DF 14. Biaya bunga bank f.000 728.557) 0.382.775.941.500 251.258.710 rupiah 125 .036. Pendapatan b.500) 168. Re-Investasi b.316.382.893.609 (277.000 79.194 251.382.509 -118. Dana sendiri c.108 44.852.670.405.000 54.000 728.772 267.106 69.613 23. Kredit investasi d.463.000 66.500) (251.000 69. Biaya investasi a. Biaya modal kerja c.650.852.663.000. Kredit modal kerja e.382.892 422.302.000 -118.995.375 37.570.405.500 290.894 586.405.312.749.5% PBP (semester) 1 (251. Angsuran pokok e.330.280.117 411.000 83.000 728. B/C ratio.375 117.500 616.398 67.930.6 tahun 0.125 332.912.477.382.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.8162 218.276.894 141.266.9345 -25.312.250.852.396 24.266.650. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.500 332.245.000 66.266.312.5 2.988.000 616.235.883 -74.132.8734 178.109) 0.500 (251.000 69.613 451.509 -27.119.396 24.723.108 572.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.602 460.660.500) 16% 1.751 120.00 251. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.009 359.276.500 332.

750 328.117 411. B/C ratio.847.8734 173.847.500 251.650.396 24. Dana sendiri c.500) 14% 1.847.545.000 39. Kredit modal kerja e.564. Biaya investasi a.000 -122.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.259 -122.731.000 66.198.564.000 83.302.384.276.387.912.500) (251.392 422. Pendapatan b.912.500 720.108 37.382.250.470) 0.650.8162 212. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.670.258.970 (280.790.000 79.247.106 69.119.500 (251.125 328.405. Kredit investasi d.463.330.731.000 54. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.613 451.500 328.261.000 69.00 251.912 251.5% PBP (semester) 1 (251.650.570.841.000 66.894 134.396 24.613 23.250 387. NPV dan PBP DF 14.276.775.660.522 260.077.571.382.375 37.992) 0.894 586.280.893.122.5 tahun 0.000.4 2.387.259 -31.478 (107. Re-Investasi b.500 720.155.500 609.382.132.382.500) 168. Biaya bunga bank f.382.233. Angsuran pokok e.904 105.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.333 17.009 359.398 49.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 720.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.750 609.000 69.9345 -29.399.602 460.500 290.316.930.564.750 609.383 -84.375 117. Biaya operasional d. Biaya modal kerja c.731.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .382.538.108 572.276.036.876 198.

B/C ratio.036.000 83.400.512.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.980 (104.396 24.8734 182.886.8162 225.801.258.131) 0.079 rupiah 127 .000 655.344.500) 16% 1.5% PBP (semester) 1 (251. Re-Investasi b.500.500 (102.598 -45.333 17. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.475.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.405.000 102.918.800. Dana sendiri c.400.000 655. Biaya modal kerja c.750. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.000 774.894 630.626 209.174.475.782.125 353.613 23.132.5 2.800.139.750.912.451.500) (251.371.200 66.000) (102.917 446.382.9345 -36.451.428.700 -130.800.305.848.618.710.408 42.276.5 tahun 0.323.276.859.382.500 316.775.375 37. Biaya investasi a. Biaya operasional d.000 79.592 460.437.194 144.709 -38.750.111) 0.613 483.00 251.382.500 75.625.660.000 774. Pendapatan b.000 774.000) (251.028 276.405.557 353.817.375 117.700 422. Biaya bunga bank f.000 655.709 -232.400.083 -190.382.918.250.806 75.475.912.500 251.500 353.000 54.300 66.000 353.298.500 75.709 392.077.571.688. Angsuran pokok e.687 120. Kredit investasi d.918. Kredit modal kerja e.108 613.402 498.382.037.893. NPV dan PBP DF 14.500) 168.965.300 39.611 (287.396 24.

333 17.5 tahun 0. Biaya modal kerja c.500 353.707) 0.000 39. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.382.615.276.000) (251.024.597.912.059.382.382.894 635.669.000 655.000 251.613 23.382.9345 -39.396 24.000 774.250.8162 222.800.912.036.548. Biaya operasional d.000 655.8734 179.800.775.009 395. Dana sendiri c.220.750.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.892 464.051.276.398 -59.009 -42.375 37.500) (251.000 426. Re-Investasi b.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 76.000 774.500 319.400.750. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.375 117.475.549.796) 0. NPV dan PBP DF 14.529.168.108 618.112.937.500 251.475.396 24.000 102. Kredit modal kerja e.615.000 -133.448.000 79. Biaya bunga bank f.000 66.782.106 76.251.660.4 2.728 272.308. Angsuran pokok e.619.009 -236.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.125 353.893. B/C ratio.613 487. Pendapatan b.400.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.5% PBP (semester) 1 (251.500 (102.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000) (102.475.382.893 110.602 502.800.126 205.000 66.502.500) 168.400.187 353.615.000 655. Kredit investasi d.117 450.750.077.894 139.883 -198.637. Biaya investasi a.037.311.000 353.000 774.202.000 76.500) 14% 1.327.258.571.000 54.132.296 (291.089 (111.108 37.725.000 83.923.

000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.086.5% PBP (semester) 1 (251. Kredit modal kerja e.382.894 601.125 342. Biaya investasi a. NPV dan PBP DF 14.077.5 2.159) (119.9345 (26.944. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.077.000 83.046. Angsuran pokok e.500 751.376 212. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.258.006 71.400.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.077.893.981) 0.556.988.000 751.911 135.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.930 251.500) 168.500 636.018.396 24.994 150.909 370.8162 227.739.782. Re-Investasi b.6 tahun 0.416.108 586.750 342.545.083) 0.100 66. Pendapatan b.987.396 24.556.500 251.750 636.500 751.717 423.132.015.00 251.058.571.292 435.382.987.100 39.010.250. B/C ratio.102 (91.500 (251.916. Biaya bunga bank f.912.912. Biaya operasional d.382.870.469.197.857.090.000 79.150 399.739. Kredit investasi d.954 rupiah 129 .613 23. Dana sendiri c.422 278.500) 18% 1.500) (251.202 473.382.382.783 -68.482.276.556.798 81.375 117.400 66.870.727.739.870.000 54.583) (277. Biaya modal kerja c.500 342.660.046.500.613 461.382.159) -27.775.036.077.375 37.350.033.276.500 298.8734 186.333 17.208 50.900 (119.500 71.750 636.500 71.345.

250.590.893.891.571.000 743.775.179.613 465.108 590.382.000 72.800 66.396 24. NPV dan PBP DF 14.808.4 2.929.209) -34.808.269 110.520.808.126 202.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.965.908 38.258.5 tahun 0. Biaya operasional d.132.237.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a. Pendapatan b.327.137 (107.200 66. Kredit modal kerja e.200 (126.382.083 -87.436.336.903.336.912.375 37.800 39. Biaya modal kerja c.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 83.516.598 50.436.660.500 (251.000 629.333 17.500) (251. Dana sendiri c.209) (126.694 137.500) 14% 1.125 339.036.436. Re-Investasi b.392.991) 0.500 339.000 54. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.180.628) (284.000 79. Biaya bunga bank f.500) 168.991.000.613 23.251. Angsuran pokok e.912.572.382.8734 176.276.798.9345 (32. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.472 266.000 72.8162 217.00 251.576.894 606.402 477.336.554.547.520.092 439.000 339. B/C ratio. Biaya investasi a.5% PBP (semester) 1 (251. Kredit investasi d.180.278 251.500 301.276.917 426.396 24.382.072.200 403.128) 0.000 629.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.382.375 117.077.000 629.520.083.570.209 374.000 743.382.000 743.306 72.700.009.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .500 251.

782.308.6% 1.859.602.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.0% 16.0% 14.873) 14% 1.0% 100.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.0% 14% 1.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.0% 14.44 TIDAK LAYAK 3.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.782. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.710 (2.410) 16% 1.7% 1.54 LAYAK 4.790.627) 16.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.873) 14% 1.54 LAYAK 4.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.079 15.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .Lampiran 21.0% (968.954 17.0% (58.0% (58.5% 67.0% 1.223.954 18% 1.0% 5.

5% 114.0700 1..5% 1.2252 1.070046728 1.8162 0.0% 1. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100..3110 1 0.8734 0.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.0700 1.070046728 1. 2 .5% 4 1 14.5% 114.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.9345 0.070046728 1.5% 114. 2 .0000 1.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.1450 1.5% 114.5% smtr 2 2 1 14. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

839181925 1.070046728 1.145 1.070046728 1. 2 … n = = 0 14.9680106 0.5011 1.5% 114.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.543720002 0.7128 0.070046728 1.508127344 133 .070046728 1.145 8 1 0.581805809 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.6662 0.5% smtr 2 6 1 0.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.070046728 1.6063 1.145 1.718786551 1.622559402 0.145 1.4029 1.145 10 1 0.145 1.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.145 1.145 1.070046728 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful