SUMBER HUKUM AJARAN AGAMA ISLAM

BAB I PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang Masalah

Dalam penetapan hukum dalam agama Islam harus dilandasi dengan landasan atau alasan yang disebut dengan sumber hukum, sumber hokum yang dimaksud yaitu Al Quran dan As sunnah. Namun terkadang timbul permasalahan baru yang timbul akibat perkembangan zaman, oleh karena itu dibutuhkan sesuatu yang dapat dijadikan landasan untuk menetapkan hukum perkara tersebut. Dengan didasari oleh hadits Nabi, para ulama berijtihad dan menyusun sistematika istinbat hukum. Akan tetapi dalam perkembangan pemikiran ushul fikih yang terlihat dalam kitab-kitab ushul fikih kontemporer, istilah sumber hukum dan dalil hukum tidak dibedakan. Maka dalam makalah inikami akan berusaha membahasnya dan akan kami sertakan sumber hukum utama yaitu Al Quran. 2. Pembahasan Makalah

Mengingat banyaknya permasalahan dalam ilmu Ushul Al Fikih, penulis membatasi pembahasan ini hanya pada Pengertian sumber dan dalil serta membahas salah satu sumber hukum yaitu Al Quran. 3. Metode Penulisan

Dalam pembuatan makalah ini, penulis menggunakan metode kepustakaan ( literature ) yang berhubungan dengan permasalahan.

. penetapan hukum syara harus didukung oleh pertimbangan yang tepat dan cermat dengan menggunakan dalil yang jelas. Pengertian Dalil Dalam kajian ushul fikih. Abdul Wahab Khallaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan dalil ( menurut bahasa ) ialah “ sesuatu yang memberi petunjuk kepada sesuatu yang dirasakan / dipahami baik yang sifatnya baik maupun yang tidak baik”. Adapun secara terminologis para ulama ushul berbeda dalam mendefinisikan dalil hukum. Ibnu al Subki dalam kitab Matn Jam’i al Jawami’ menyebutkan pula bahwa yang dimaksud dengan dalil hukum ialah “ apa saja yang dapat dipergunakan untuk sampai kepada yang dikehendaki. Oleh karena itu. yaitu hukum syara dengan berpijak pada pemikiran yang benar ”. para ulama ushul mengartikan dalil secara etimologis yaitu “ sesuatu yang dapat memberi petunjuk kepada apa yang dikehendaki ”. Abdul Wahab Khallaf menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan dalil hukum ( menurut istilah ) ialah “ segala sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk dengan menggunakan pikiran yang benar untuk menetapkan hukum syara yang bersifat amali. Pengertian Sumber dan Dalil 1. Tentu saja. baik secara qat’i maupun secara zhani”.2 BAB II PEMBAHASAN A. Dari pengertian yang telah dikemukakan di atas dapat dipahami bahwa pada dasarnya yang disebut dengan dalil hukum ialah segala sesuatu yang dapat dijadikan alasan atau pijakan yang dapat dipergunakan dalam usaha menemukan dan menetapkan hokum syara atas dasar pertimbangan yang benar dan tepat. dalam istinbat hukum persoalan yang paling mendasar yang harus diperhatikan adalah menyangkut apa yang menjadi dalil yang dapat dipergunakan dalam menetapkan hukum syara dari sesuatu persoalan yang dihadapi. Sementara itu.

Keberadaan dalil sebagai pijakan yang mendasari suatu ketetapan hukum mutlak harus diperhatikan dan tidak bisa diabaikan. As sunnah dan dalil-dalil atau sumber-sumber hukum lainnya. ada sebutan lain di kalangan ulama ushul seperti istilah masadir al ahkam. Dalam konteks ini Al Quran dan As sunnah adalah merupakan sumber hukum dan sekaligus menjadi dalil hukum.3 2. al qiyas dan lain-lainnya tidak dapat disebut sebagai sumber. Dengan demikian setiap ketetapan hukum tidak akan mempunyai kekuatan hujjah tanpa didasari oleh pijakan dalil sebagai pendukung ketetapan tersebut. ushul al ahkam. Sedangkan dalil atau yang diistilahkan dengan adillat al ahkam. kecuali hanya sebagai dalil karena ia tidak dapat berdiri sendiri. Akan tetapi. masadir al syariah. Mereka menyatakan bahwa apa yang disebut dengan dalil hukum adalah mencakup dalil-dalil lain yang dipergunakan dalam istinbat hukum selain Al Quran dan As sunnah. dalam perkembangan pemikiran ushul fikih yang terlihat dalam kitab ushul fikih kontemporer. istilah sumber hukum dan dalil hukum tidak dibedakan. masadir al tasyri atau yang diartikan sumber hukum. Dikalangan ulama ushul masalah dalil hukum ini menjadi perhatian utama atau dipandang merupakan suatu hal yang sangat penting ketika mereka berhadapan dengan persoalan-persoalan yang akan ditetapkan hukumnya. Jika dilihat dari segi keberadaannya. maka dalil dapat dibedakan kepada dua macam. Istilah-istilah ini jelas mengandung makna tempat pengambilan atau rujukan utama serta merupakan asal sesuatu. Keduanya merupakan istilah teknis yang yang dipakai oleh para ulama ushul untuk menyatakan segala sesuatu yang dijadikan alasan atau dasar dalam istinbat hukum dan dalam prakteknya mencakup Al Quran. sedangkan selain dari keduanya seperti al ijma. asas al tasyri dan adillat al syariah mengacu kepada pengertian sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk sebagai alasan dalam menetapkan hukum syara. yaitu : . Pengertian Sumber Terhadap dalil hukum.

Dalil-dalil hukum yang dikategorikan kepada bagian ini adalah Al Quran dan As sunnah atau disebut pula dengan dalil naqli. “ Bagaimana engkau memutuskan suatu perkara jika diajukan orang kepada engkau ? ” Mu’az menjawab. Istihsan. Atas dasar ini para ulama ushul di berbagai mazhab menyusun dan berpijak pada sistematika istinbat yang mereka susun masing-masing secara berurutan dengan menempatkan dalil-dalil ra’yu setelah Al Quran dan As sunnah Hal ini diyakini termotivasi oleh hadits yang berisi dialog antara Nabi Muhammad SAW dengan Dalil-dalil ini dirumuskan melalui ijtihad dengan menggunakan penalaran ra’yu dan disebut . Qiyas. Ijma dan Qiyas hamper seluruh mazhab mempergunakannya. Nabi bertanya kepada Mu’az Bin Jabal. kemudian Rasulullah membenarkannya. namun dalil-dalil tersebut keberadaannya menimbulkan perdebatan di kalangan ulama mazhab ushul. “ saya akan putuskan dengan Kitab Allah ”. Adapun dalil-dalil yang dikelompokkan kepada kategori terakhir ini meliputi Ijma. Mu’az Bin Jabal ketika akan dikirim ke Yaman. Syarun Man Qablana dan Qaul Shahabi. Dan Rasulullah bertanya kembali. Al Adillah Al Ahkam ghoirul Manshushah atau dalil-dalil hukum yang secara tekstual tidak disebutkan oleh nash Al Quran dan As sunnah. maka mereka menggunakan ra’yu mereka masing-masing dengan rumusan tersendiri. Mashalih Mursalah. Perbedaan ini muncul ketika ulama ushul tidak menemukan dalil atau alasan yang mendasari suatu hukum dari Nash. Istishab. Mu’az menjawab. “ Saya akan putuskan dengan sunnah Rasulullah ”. ” jika tidak engkau temukan dalam Kitab Allah ?”. 2. pula dengan dalil aqli.4 1. Al Adillah Al Ahkam Al Manshushah atau dalil-dalil hukum yang keberadaannya secara tekstual terdapat dalam nash. Urf. ” Jika tidak engkau temukan dalam sunnah Rasulullah dan tidak pula dalam Kitab Allah ?”. jawab Mu’az. “ Saya akan berijtihad dengan pemikiran saya dan saya tidak akan berlebihlebihan ”. Nabi bertanya kembali.

Al Quran a. Al Quran yang berasal dari kata qara’a yang dapat diartikan dengan membaca. dan masih banyak lagi ayat-ayat Al Quran yang menerangkan bahwa Al Quran itu benarbenar datang dari Allah. agar menjadi hujjah bagi Rasul bahwa ia adalah utusan Allah dan agar menjadi pelajaran bagi orang yang mengikuti petunjuknya. “ Dan telah kami turunkan kepada engkau ( Muhammad ) kitab Al Quran untuk menjelaskan segala sesuatu dan ia merupakan petunjuk. maka Al Quran merupakan sumber utama dalam pembinaan hukum Islam. baik melalui tulisan atau bacaan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan terpelihara dari perubahan dan pergantian . Sumber Hukum Islam 1. dimulai dengan surah Al Fatihah dan di akhiri dengan surah An Naas yang disampaikan kepada kita secara mutawatir. . namun yang dimaksud dengan Al Quran dalam uraian ini adalah ” Kalamullah yang diturunkan melalui perantara ruhul amin kepada Nabi Muhammad SAW dalam bahasa arab. Sebagaimana telah disebutkan bahwa sedikitpun tidak ada keraguan atas kebenaran dan kepastian isi Al Quran itu. diantaranya dalam surah An Nisa ayat 10 yang artinya. Menjadi ibadah bagi siapa yang membacanya. “ Sesungguhnya telah kami turunkan kepada engkau ( Muhammad ) kitab Al Quran dengan membawa kebenaran ”. rahmat serta pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri ”. Oleh karena itu hukum-hukum yang terkandung di dalam Al Quran merupakan aturan-aturan yang wajib diikuti oleh manusia Banyak ayat-ayat yang menerangkan bahwa Al Quran itu benar-benar datang dari Allah. surah An Nahl ayat 89. dengan kata lain Al Quran itu benarbenar datang dari Allah. sepanjang masa.5 B. ia ditulis di atas lembaran mushaf. Pengertian Al Quran Sebagaimana telah disinggung sebelum ini tentang sumber dalil dalam hukum Islam.

Hud ayat 13-14. banyaknya sekitar 2/3 seluruh ayat-ayat Al Quran. tumbuh-tumbuhan. Ayat-ayatnya panjang. berisikan peraturan yang mengatur hubungan sesama manusia mengenai larangan. pemerintahan. seperti yang termaktub dalam surah Al Isra ayat 88. mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. akhlaq. masyarakat. yaitu : 1. Pada keterangannya. udara. sehingga Al Quran memastikan bahwa tak ada seorangpun yang dapat membuat satu surah sekalipun semisal Al Quran. Yunus ayat 38 dan Al Baqarah ayat 23. anjuran. Selain pada kata-katanya Al Quran juga memiliki Menurut Mana’ Qattan di dalam buku Mabahits Fi Ulumil Quran menyebutkan bahwa Al Quran memilki mu’jizat pada 4 bidang mujizat pada artinya yang membuka segala hijab tentang hakikat manusiawi. hubungan manusia dengan hewan. 2. perintah. Ayat-ayatnya pendek. Al Quran turun di dua tempat yaitu : 1. Di Madinah atau yang disebut ayat madaniyah. . air dan sebagainya. Di Mekkah atau yang disebut ayat makkiyah. Pada lafadz dan susunan kata. perdagangan. Pada zaman Rasulullah Syair sangat trend pada saat itu maka Al Quran turun dengan kata-kata dan susunan kalimat yang maha puitis. hal-hal mengenai keluarga. pada umumnya berisikan tentang kepercayaan atau ketuhanan. b. hukum-hukum dan syari’at-syari’at. 2.6 Ditinjau dari sudut tempatnya. Mu’jizat Al Quran Al Quran memiliki mu’jizat-mu’jizat yang membuktikan bahwa ia benar-benar dating dari Allah SWT.

Al Quran berfungsi sebagai : 1. 144 surah.326 ayat. 3. Fungsi Al Quran Al Quran pertama kali turun di Gua Hira ( surah Al Alaq ayat 1-5 ) dan terakhir kali turun surah al Maidah ayat 3. Hal ini dilandasi oleh ayat Al Quran di dalam surah An Nisa ayat 5. 4. Pada umumnya isi Al Quran dibagi 2 macam. c. Secara garis besar hukum dalam Al Quran ada 3 macam. 6. ibadat dan muamalat. akhlaq dan syari’ah. Di dalam terdapat sangat banyak pengetahuan baik hal yang zahir maupun yang gaib. yaitu aqidah. Peraturan yang ada di dalam Al Quran bebas dari kesalahan karena ia berasal dari Tuhan Yang Maha Tahu atas segala ciptaanNya. baik masa sekarang maupun yang akan datang. 324. Al Quran terdiri dari 30 juz. 2.7 3. Petunjuk yang diturunkan Allah SWT kepada umat manusia dengan penuh rahmat kepada kebahagiaan umat manusia baik didunia maupun diakhirat dan sebagai ilmu pengetahuan.345 huruf. Sumber pokok dan utama dari segala sumber-sumber hukum yang ada. Pada ilmu pengetahuan. Penuntun manusia dalam merumuskan semua hukum. agar tercipta kemaslahatan dan keselamatan harus berpedoman dan berwawasan Al Quran. Adapun isi pokok Al Quran ada 3 macam : . Pada penetapan hukum.

. Keharusan seperti perintah shalat. yaitu syahadat. Ibarat Al Quran dalam menetapkan dan menjelaskan hukum yang berupa perintah dan larangan ada beberapa model : a.”Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat ”. ” Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan hak ”.8 1. yang berarti keharusan untuk mengerjakan atau meninggalkan. ath’imah ( makanan dan minuman ) dan jihad ( hukum peperangan ). yaitu percaya kepada Allah. Yang kedua mutasyabih yaitu ayat yang tidak jelas artinya sehingga terbuka kemungkinan adanya berbagai penafsiran dan pemahaman yang disebabkan oleh adanya kata yang memiliki dua arti / maksud. Kitab Allah. zakat dan haji. Munakahat ( perkawinan ). Suruhan. Kehujjahan Al Quran Al quran dari segi penjelasannya ada 2 macam. d. rasul-rasul. khalifah ( hukum pemerintahan ). Larangan contohnya firman Allah dalam surah Al An’am ayat 151 yang artinya. 2. Rukun Islam. 3. jinayat ( hukum pidana ). jelas maksudnya dan tidak mengandung keraguan / pemahaman lain selain pemahaman yang terdapat pada lafaznya. Rukun Iman. aqdiyah ( hukum mengenai mendirikan pengadilan). Allah berfirman yang artinya. muamalat ( hukum pergaulan dalam masyarakat atau hukum private. Yang pertama muhkam yaitu ayat-ayat yang terang artinya. puasa. atau karena penggunaan nama-nama dan kiasan-kiasan. hari kiamat dan kepada qadha dan qadar. malaikat. shalat.

Sunnah qauliyah yaitu semua perkataan Rasulullah saw b. Ijtihad berasal dari kata ijtihada yang artinya mencurahkan tenaga dan fikiran atau bekerja semaksimal mungkin. Ayat muhkamat adalah ayat –ayat yang sudah jelas maksudnya dan hukum yang dikandungnya tidak memerlukan penafsiran. pahala dan dosa serta pujian dan celaan. seperti penegakan shalat. Hadits berfungsi sebagai penjelas ayat-ayat Al Quran yang kurang jelas atau sebagai penentu beberapa hukum yang tidak terdapat pada AlQur’an. Sedangkan ayat . shaum. .9 b. Sunnah taqririyah yaitu penetapan dan pengakuan Nabi terhadap pernyataan dan pengakuan Nabi ataupun perbuatan orang lain d. Pada umumnya bersifat perintah. Janji baik dan buruk. c. baik berupa perkataan. contohnya seperti isteri yang ditalak harus menjalankan masa iddah. 2. 3. Sumber Pelengkap Ar-Ra’yu (Ijtihad) Secara garis besar ayat-ayat Al-qur’an dibedakan atas ayat Muhkamat dan ayat mutsyabihat. As-sunah atau Hadits Sunnah adalah sesuatu yang berasal dari Rasul SAW. As-sunnah dibagi menjadi 4 macam yaitu : a. Sunnah hammiyah yaitu sesuatu yang telah dikerjakan tapi tidak sampai dikerjakan. Ibarat.ayat mutsyabihat adalah ayat – ayat yang memerlukan penjelasan lebih lanjut walaupun dalam bunyinya sudah jelas mempunyai arti. seperti ayat mengenai gejala alam yang terjadi setiap hari. Sunnah fi’liyah yaitu semua perbuatan Rasulullah saw c. perbuatan dan penetapan pengakuan. zakat dan haji.

Urf yaitu. 3.10 Disini penulis akan menguraikan beberapa macam bentuk ijtihad antara lain : 1. Sududz Dzariah. tentang hukum suatu perkara dengan cara musyawarah 2. kemaslahatan manusia yaitu perkara .perkara yang perlu dilakukan demi 5. 4. sesuatu hal yang dilakukan terus-menerus (adat ) baik berupa perkataan ataupun perbuatan. yaitu kebulatan pendapat ahli ijtihad umat Nabi Muhammad SAW sesudah beliau wafat pada suatu masa. yaitu tindakan memutuskan perkara yang mudah menjadi makruh atau haram demi kepentingan umat. yaitu mengukur sesuatu dengan yang lain dan menyamakannya. Ijma’. yaitu suatu proses perpindahan dari suatu qiyas kepada qiyas lainnya yang lebih kuat atau mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima untuk mencegah kemadharatan atau dapat diartikan pola penetapan hukum suatu perkara yang menurut logika dapat dibenarkan. melanjutkan berlakunya hukum yang telah ada dan telah ditetapkan dimasa lalu hingga dalil yang mengubah kedudukan hukum tersebut. . 7. 6. Istishab yaitu. Istihsan. Maslahat mursalah. Qiyas.

Al Quran yang berasal dari kata qara’a yang dapat diartikan dengan membaca. Al Quran merupakan sumber utama dalam pembinaan hukum Islam. istilah sumber hukum dan dalil hukum tidak dibedakan. namun yang dimaksud dengan Al Quran dalam uraian ini ialah .” kalamullah yang diturunkan berperantakan ruhul amin kepada Nabi Muhammad SAW dalam bahasa arab. Akan tetapi dalam perkembangan pemikiran ushul fikih yang terlihat dalam kitab-kitab ushul fikih kontemporer. Mereka menyatakan bahwa apa yang disebut dengan dalil hukum adalah mencakup dalil-dalil lain yang dipergunakan dalam istinbat hukum selain Al Quran dan As sunnah. ia ditulis di atas lembaran mushaf. dimulai dengan surah Al Fatihah dan di akhiri dengan surah An Naas. Menjadi ibadah bagi siapa yang membacanya. yang disampaikan kepada kita secara mutawatir.11 BAB III PENUTUP 1. agar menjadi hujjah bagi Rasul bahwa ia adalah utusan Allah dan agar menjadi pelajaran bagi orang yang mengikuti petunjuknya. baik melalui tulisan atau bacaan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan terpelihara dari perubahan serta pergantian. Kesimpulan Dalil secara etimologis adalah “ sesuatu yang dapat memberi petunjuk kepada apa yang dikehendak i”. . Secara terminologis dalil hukum ialah segala sesuatu yang dapat dijadikan alasan atau pijakan yang dapat dipergunakan dalam usaha menemukan dan meneapkan hukum syara atas dasar pertimbangan yang benar dan tepat.

Muhammad Syah.Raja Grafindo Persada. 1991.. 1972. Karim. Sumber Hukum Islam. Khallaf. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Saran Saran penulis. Filsafat Hukum Islam : Jakarta : Bumi Aksara. Ismail. 1995.12 2. 6 Maret 2012 Penulis ( Sugiarto ) . Bakry Nazar. Jakarta : PT. Jakart. Kairo : Maktabah Da’wah Islamiyah. Fiqh dan Ushul Fiqh. Bandung : Pustaka setia. 2003. Fi Ulumil ushul Fiqih. 2001. Abdul Wahab. Jambi : Sinar Grafika. Syafi’i. Fiqih Ushul Fiqih. marilah kita jadikan Al-qur’an dan As sunnah sebagai landasan hidup kita didunia sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam memahami ajaran Islam. sulaiman.

Adapun secara terminologis para ulama ushul berbeda dalam mendefinisikan dalil hukum. para ulama ushul mengartikan dalil secara etimologis dengan “sesuatu yang dapat memberi petunjuk kepada apa yang dikehendaki”. menurut bahasa yang dimaksud dengan dalil ialah “sesuatu yang meberi patunjuk kepada sesuatu yang dirasakan atau yang dipahami baik sifatnya hal yang baik maupun yang tidak baik”. baik secara qat‟i maupun secara zhani”. 3. Maka dalam makalah inikami akan berusaha membahasnya dan akan kami sertakan sumber hukum utama yaitu Al Quran. Pembahasan Makalah Berdasarkan banyaknya permasalahan dalam ilmu Ushul Al Fikih. Akan tetapi. Namun adakalanya timbul permasalahan-permasalahan baru yang timbul akibat berkembangnya jaman. Abdul Wahab Khallaf menjelaskan bahwa. istilah sumber hukum dan dalil hukum tidak dibedakan. BAB II PEMBAHASAN A. sumber hukum yang dimaksud yaitu Al Quran dan as sunnah. Latar Belakang Masalah Dalam penetapan hukum dalam agama Islam harus dilandasi dengan pijakan atau alasan yang disebut dengan sumber hukum. Ibnu al Subki dalam kitab Matn Jam‟i al Jawami‟ menyebutkan pula bahwa yang dimaksud dengan dalil hukum . Abdul Wahab Khallaf menyebutkan. Dengan didasari oleh hadits Nabi. menurut istilahyang dimaksud dengan dalil hukum ialah “segala sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk dengan menggunakan pikiran yang benar untuk menetapkan hukum syara yang bersifat amali.Sumber Hukum Ajaran Agama Islam BAB I PENDAHULUAN 1. Pengertian Dalil Dalam kajian ushul fikih. oleh karena itu dibutuhkan sesuatu yang dapat dijadikan pijakan untuk menetapkan hukum perkara tersebut. para ulama berijtihad dan menyusun sistematika istinbat hukum. penulis menggunakan metode literatur atau kepustakaan yang berhubungan dengan permasalahan. 2. Sementara itu. penulis membatasi masalah hanya pada permasalahan: Pengertian sumber dan dalil serta membahas salah satu sumber hukum yaituAl Quran. Metode Penulisan Dalam pembuatan makalah ini. dalam perkembangan perkembangan pemikiran ushul fikih yang terlihat dalam kitab-kitab ushul fikih kontemporer. Pengertian Sumber dan Dalil 1.

ada sebutan lain di kalangan ulama ushul seperti istilah masadir al ahkam. Mereka menyatakan bahwa apayang disebut dengan dalil hukum adalah mencakup dalil-dalil lain yang dipergunakan dalam istinbat hukum selain Al Quran dan as sunnah. Al Adillah Al Ahkam Al Manshushah atau dalil-dalil hukum yang keberadaannya secara tekstual terdapat dalam nash. al qiyas dan lain-lainnya tidak dapat disebut sebagai sumber. 2. as sunnah dan dalil-dalil atau sumber-sumber hukum lainnya. . Oleh karena itu. dalam istinbat hukum persoalan yang paling mendasar yang harus diperhatikan adalah menyangkut apa yang menjadi dalil yang dapat dipergunakan dalam menetapkan hukum syara dari sesuatu persoalan yang dihadapi. Istilah-istilah ini jelas mengandung makna tempat pengambilan atau rujukan utama serta merupakan asal sesuatu. Sedangkan dalil atauyang diistilahkan dengan adillat al ahkam. yaitu: 1. Dengan demikian setiap ketetapan hukum tidak akan mempunyai kekuatan hujjah tanpa didasari oleh pijakan dalil sebagai pendukung ketetapan tersebut.ah mengacu kepada pengertian sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk sebagai alasan dalam menetapkan hukjum syara. Tentu saja. Dalam konteks ini Al Quran dan as sunnah adalah merupakan sumber hukum dan sekaligus menjadi dalil hukum. Dari pengertian yang telah dikemukakan di atas dapat dipahami bahwa pada dasarnya yang disebut dengan dalil hukum ialah segala sesuatu yang dapat dijadikan alasan atau pijakan yang dapat dipergunakan dalam usaha menemukan dan meneapkan hukum syara atas dasar pertimbangan yang benar dan tepat. kecuali hanya sebagai dalil karena ia tidak dapat berdiri sendiri. Jika dilihat dari segi keberadaannya. asas al tasyri dan adillat al syari. Keberadaan dalil sebagai pijakan yang mendasari suatu ketetapan hukum mutlak harus diperhatikan dan tidak bisa diabaikan. istilah sumber hukum dan dalil hukum tidak dibedakan. maka dalil dapat dibedakan kepada dua macam. Akan tetapi. Oleh karena itu. Dalil-dalil hukum yang dikategorikan kepada bagian ini adalahAl Quran dan as sunnah atau disebut pula dengan dalil naqli. Sebab. dikalangan ulama ushul masalah dalil hukum ini terjadi perhatian utama atau dipandang merupakan sesuatu hal yang sangat penting ketika mereka berhadapan dengan persoalan-persoalan yang akan ditetapkan hukumnya.ialah “apa saja yang dapat dipergunakan untuk sampai kepada yang dikehendaki. yaitu hukum syara dengan berpijak pada pemikiran yang benar”.Pengertian Sumber Terhadap dalil hukum. ushul al ahkam. dalam perkembangan perkembangan pemikiran ushul fikih yang terlihat dalam kitab-kitab ushul fikih kontemporer. masadir al tasyri atauyang diartikan sumber hukum. masadir al syariah. penetapan hukum syara harus didukung oleh pertimbangan yang tepat dan cermat dengan menggunakan dalil yang jelas. keduanya merupakan istilah teknis yang yang dipakai oleh para ulama ushul untuk menyatakan segala sesuatu yang dijadikan alasan atau dasar dalam istinbat hukum dan dalam prakteknya mencakup Al Quran. sedangkan selain dari keduanya seperti al ijma.

Syarun Man Qablana dan Qaul Shahabi. “Saya akan berijtihad dengan pemikiran saya dan saya tidak akan berlebih-lebihan”. ia ditulis di atas lembaran mushaf. Pengertian Al Quran Sebagaimana telah disinggung sebelum ini tentang sumber dalil dalam hukum Islam. ”jika tidak engkau dalam Kitab Allah?”. Oleh karena itu hukum-hukum yang terkandung di dalam Al Quran merupakan aturan-aturan yang wajib diikuti oleh manusia sepanjang masa. Dan terpelihara dari perubahan dan pergantian . maka mereka menggunakan ra‟yu mereka masing-masing dengan rumusan tersendiri.”kalamullah yang diturunkan berperantakan ruhul amin kepada Nabi Muhammad saw dalam bahasa arab. Yang disampaikan kepada kita secara mutawatir. dengan kata lain Al Quran itu benar-benar datang dari Allah. Sebagaimana telah disebutkan bahwa sedikitpun tidak ada keraguan atas kebenaran dan kepastian isi Al Quran itu. dimulai dengan surah Al Fatihah dan di akhiri dengan surah An Naas. baik melalui tulisan atau bacaan dari satu generai ke generasi berikutnya. Dalil-dalil ini dirumuskan melalui ijtihad dengan menggunakan penalaran ra‟yu dan disebut pula dengan dalil aqli. namun yang dimaksud dengan Al Qura dalam uraian ini ialah. sedangkan dalil-dalil yang keberadaannya menimbulkan perdebatan di kalangan ulama mazhab ushul. “saya akan putuskan dengan Kitab Allah”.2. Al Quran a. Mu‟az menjawab. Kemudian Rasulullah membenarkannya. jawab Mu‟az. Al Quran yang berasal dari kata qara‟a yang dapat diartikan dengan membaca.”Jika tidak engkau temukan dalam sunnah Rasulullah dan tidak pula dalam Kitab Allah?”. maka Al Quran merupakan sumber utama dalam pembinaan hukum Islam. Menjadi ibadah bagi siapa yang membacanya. Mashalih Mursalah. Atas dasar ini para ulama ushul di berbagai mazhab menyusun dan berpijak pada sistematika istinbat yang mereka susun masing-masing secara berurutan dengan menempatkan dalil-dalil ra‟yu setelah Al Quran dan as sunnah B. Hal ini diyakini termotivasi oleh hadits yang berisi dialog antara Nabi saw dengan Mu‟az Bin Jabal ketika akan dikirim ke Yaman Nabi bertanya kepada Mu‟az Bin Jabal. Qiyas. Nabi bertanya kembali. Istihsan. Perbedaan ini muncul karena ketika ulama ushul tidak menemukan dalil atau alasan yang mendasari suatu hukum dari Nash. Urf. Adapun dalil-dalil yang dikelompokkan kepada kategori terakhir ini meliputi Ijma. Al Adillah Al Ahkam ghoirul Manshushah atau dalil-dalil hukum yang scara tekstual tidak disebutkan oleh nash Al Quran dan as sunnah. Ijma dan Qiyas hampir seluruh mazhab mempergunakannya. Dan Rasulullah bertanya kembali. Istishab. agar menjadi hujjah bagi Rasul bahwa ia adalah utusan Allah dan agar menjadi pelajaran bagi orang yang mengikuti petunjuknya. Banyak ayat-ayat yang . “Saya akan putuskan dengan sunnah Rasulullah”. Sumber Hukum Islam 1. “Bagaimana engkau memutuskan suatu perkara jika diajukan orang kepada engkau?”Mu‟az menjawab.

Pada lafadz dan susunan kata. Pada ilmu pengetahuan. Seperti yang termaktub dalam surah Al Isra ayat 88. . Mu‟jizat Al Quran Al Quran memiliki mu‟jizat-mu‟jizat yang membuktikan bahwa ia benar-benar datang dari Allah SWT. Fungsi Al Quran Al Quran pertama kali turun di Gua Hira surah Al Alaq ayat 1-5 dan terakhir kali turun surah al Maidah ayat 3. perdagangan. udara. sehingga Al Quran memastikan bahwa tak ada seorangpun yang dapat membuat satu surah sekalipun semisal Al Quran. c. akhlaq. rahmat serta pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. Dan masih banyak lagi ayat-ayat Quran yang menerangkan bahwa Al Quran itu benar-benar datang dari Allah. Sumber pokok dan utama dari segala sumber-sumber hukum yang ada. 2. mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. 144 surah. tumbuhtumbuhan. Pada penetapan hukum. selain pada kata-katanya Al Quran juga memiliki mujizat pada artinya yang membuka segala hijab tentang hakikat manusiawi. Ditinjau dari sudut tempatnya. hubungan manusia dengan hewan. hukum-hukum dan syari‟at-syari‟at. berisikan peraturan yang mengatur hubungan sesama manusia mengenai larangan. c.326 ayat. b.345 huruf . Pada keterangannya. 6. b. Al Quran turun di dua tempat yaitu: 1. Dalam surah An Nisa ayat 10 yang artinya. Pada zaman Rasulullah Syair sangat trend pada saat itu maka Al Quran turun dengan kata-kata dan susunan kalimat yang maha puitis. ayat-ayatnya pendek dan ditujukan kepada seluruh ummat. d. “Dan telah kami turunkan kepada engkau (Muhammad) kitab Al Quran untuk menjelaskan segala sesuatu dan ia merupakan petunjuk. baik masa sekarang maupun yang akan datang. Banyaknya sekitar 2/3 seluruh ayat-ayat Al Quran. Hud ayat 13-14. Ayat-ayatnya panjang. Di dalam terdapat sangat banyak pengetahuan baik hal yang zahir maupun yang gaib. Yunus ayat 38 dan Al Baqarah ayat 23. 324. Surah An Nahl ayat 89.menerangkan bahwa Al Quran itu benar-benar datang dari Allah. halhal mengenai keluarga. anjuran. al quran berfungsi sebagai: 1. Peraturan yang ada di dalam Al Quran bebas dari kesalahan karena ia berasal dari Tuhan Yang Maha Tahu atas segala ciptaanNya. Menurut Mana‟ Qattan di dalam buku Mabahits Fi Ulumil Quran menyebutkan bahwa Al Quran memilki mujizat pada 4 bidang yaitu: a. suruhan. Pada umumnya berisikan soal-soal kepercayaan atau ketuhanan. “Sesungguhnya telah kami turunkan kepada engkau (Muhammad) kitab Al Quran dengan membawa kebenaran”. pemerintahan. masyarakat. Hal ini dilandasi oleh ayat Al Quran di dalam surah An Nisa ayat 5. Al Quran terdiri dari 30 juz. Di Madinah atau yang disebut ayat madaniyah. Di Mekkah atau yang disebut ayat makkiyah. air dan sebagainya.

2. salat. Sunnah qauliyah yaitu semua perkataan Rasulullah saw b. Suruhan. c. atau karena penggunaan nama-nama dan kiasan-kiasan. 2. Munakahat (perkawinan). 3. agar tercipta kemaslahatan dan keselamatan harus berpedoman dan berwawasan Al Quran. yang berarti keharusan untuk mengerjakan atau meninggalkan. puasa zakat dan haji. Rukun Iman. jinayat ( okum pidana). b. yaitu syahadt. Yang kedua mutasyabih yaitu ayat yang tidak jelas artinya sehingga terbuka kemungkinan adanya berbagai penafsiran dan pemahaman yang disebabkan oleh adanya kata yang memiliki dua arti/maksud. Keharusan seperti perintah shalat. Dan isi pokok Al Quran ad 3 macam : 1. Kitab Allah. akhlaq dan syari‟ah. Hadits berfungsi sebagai penjelas ayat-ayat alqur‟an yang kurang jelas atau sebagai penentu beberapa hukum yang tidak terdapat pada Al-Qur‟an. khalifah ( okum pemerintahan). yang pertama muhkam yaitu ayat-ayat yang teran artinya. malaikat. perbuatan dan penetapan pengakuan. As-sunnah dibagi menjadi 4 macam yaitu : a. Janji baik dan buruk. Sunnah fi‟liyah yaitu semua perbuatan Rasulullah saw . hari kiamat dan kepada qadha dan qadar. ibadat dan muamalat. Pada umumnya isi Al Quran dibagi 2 macam. jelas maksudnya dan tidak mengandung keraguan atau pemahaman lain selain pemahaman yang terdapat pada lafaznya. pahala dan dosa serta pujian dan celaan. yaitu percaya kepada Allah. „aqdiyah ( okum mengenai mendirikan pengadilan). 3. Petunjuk yang diturunkan Allah SWT kepada umat manusia dengan penuh rahmat kepada kebahagiaan umat manusia baik didunia maupun diakhirat dan sebagai ilmu pengetahuan. contohnya seprti istri yang ditalak harus menjalankan masa iddah. 2. ath‟imah (makanan dan minuman)dan jihad ( okum peperangan). Larangan contohnya firman Allah dalam surah Al An‟am ayat 151 yang artinya.”Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan hak”. Secara garis besar hukum dalam Al Quran ada 3 macam. muamalat ( okum pergaulkan dalam masyarakat atau okum private). Ibarat Al Quran dalam menetapkan dan menjelaskan hukum yang berupa perintah dan larangan ada beberapa model : a. Allah berfirman yang artinya. yaitu aqidah. Ibarat. Rukun Islam. rasul-rasul. d. baik berupa perkataan. Kehujjahan Al Quran Al quran dari segi penjelasannya ada 2 macam.”Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat”. Penuntun manusia dalam merumuskan semua hukum. As-sunah atau Hadits Sunnah adalah sesuatu yang berasal dari Rasul SAW.

Akan tetapi. Istishab yaitu melanjutkan berlakunya hukum yang telah ada dan telah ditetapkan dimasa lalu hingga dalil yang mengubah kedudukan hukum tersebut 7. yaitu suatu peroses perpindahan dari suatu qiyas kepada qiyas lainnya yang lebih kuat atau mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima untuk mencegah kemadharatan atau dapat diartikan pola penetapan hukum suatu perkara yang menurut logika dapat dibenarkan 4. Ijma‟. Istihsan. BAB III PENUTUP 1. Disini penulis akan menguraikan beberapa macam bentuk ijtihad antara lain : 1. yaitu perkara-perkara yang perl dilakukan demi kemaslahatan manusia 5. tentang hukum suatu perkara dengan cara musyawarah 2. Qiyas. Ijtihad berasal dari kata ijtihada yang artinya mencurahkan tenaga dan fikiran atau bekerja semaksimal mungkin.c. Mereka menyatakan bahwa apa yang disebut denagan dalil hukum adalah mencakup dalil-dalil lain yang dipergunakan dalam istinbat hukum selain Al Quran dan as sunnah . Maslahat mursalah. shaum. Pada umumnya bersifat perintah. Secara terminologis dalil hukum ialah segala sesuatu yang dapat dijadikan alasan atau pijakan yang dapat dipergunakan dalam usaha menemukan dan meneapkan hukum syara atas dasar pertimbangan yang benar dan tepat. Sumber Pelengkap Ar-Ra‟yu (Ijtihad) Secara garis besar ayat-ayat Al-qur‟an dibedakan atas ayat Muhkamat dan ayat mutsyabihat. dalam perkembangan perkembangan pemikiran ushul fikih yang terlihat dalam kitab-kitab ushul fikih kontemporer. Sududz Dzariah yaitu tindakan memutuskan perkara yang mudah menjadi makruh atau haram demi kepentingan umat 6. Urf. seperti penegakan shalat. Ayat muhkamat adalah ayat –ayat yang sudah jelas maksudnya dan hukum yang dikandungnya tidak memerlukan penafsiran. istilah sumber hukum dan dalil hukum tidak dibedakan. Sedangkan ayat-ayat mutasyabihat adalah ayat-ayat yang memerlukan penjelasan lebih lanjut walaupun dalam bunyinya sudah jelas mempunyai arti. Kesimpulan Dalil secara etimologis dengan “sesuatu yang dapat memberi petunjuk kepada apa yang dikehendaki”. zakat dan haji. Sunnah hammiyah yaitu sesuatu yang telah dikerjakan tapi tidak sampai dikerjakan. yaitu mengukur sesuatu dengan yang lain dan menyamakannya 3. yaitu kebulatan pendapat ahli ijtihad umat Nabi Muhammad saw sesudah beliau wafat pada suatu masa. Sunnah taqririyah yaitu penetapan dan pengakuan Nabi terhadap pernyataan dan pengakuan Nabi ataupun perbuatan orang lain d. seperti ayat mengenai gejala alam yang terjadi setiap hari. 3. yaitu sesuatu hal yang dilakukan terus-menerus (adat ) baik berupa perkataan ataupun perbuatan.

Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Filsafat Hukum Islam : Jakarta : Bumi Aksara. dari segala apa yang kita perbuat agar tidak terjadi penyimpangan dalam memahami ajaran Islam. Fiqh dan Ushul Fiqh. 2003. Matn jam‟i Al Jawa‟I .Raja Grafindo Persada. Bakry Nazar. ibn. Abdul Wahab. dimulai dengan surah Al Fatihah dan di akhiri dengan surah An Naas. 1972. namun yang dimaksud dengan Al Qura dalam uraian ini ialah. Riyadh : Mansyuratul „Asril Hadi . Abdurachman.. Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Sumber Hukum Islam. Jakarta : Gaya Media Pratama Qattan. Indonesia: Maktabah Dar Ihya Al Kitab Al Arabiyah. t.Juz I dan II. Muhammad Syah. Jakarta : PT. Menjadi ibadah bagi siapa yang membacanya. ia ditulis di atas lembaran mushaf. Fiqih Ushul Fiqih. Djamil. baik melalui tulisan atau bacaan dari satu generai ke generasi berikutnya. Mabahits Fi Ulumil Qur‟an.”kalamullah yang diturunkan berperantakan ruhul amin kepada Nabi Muhammad saw dalam bahasa arab.Muqaranah Mazahib Fil Ushul. Dan terpelihara dari perubahan dan pergantian. Khallaf. Syafi‟i. Jambi : Sinar Grafika. agar menjadi hujjah bagi Rasul bahwa ia adalah utusan Allah dan agar menjadi pelajaran bagi orang yang mengikuti petunjuknya. Filsafat Hukum Islam. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Saran Saran yang ingin penulis sampaikan hendaklah kita jadikan Al-qur‟an dan As-sunah sebagai landasan hidup kita didunia. Asmuni. Yang disampaikan kepada kita secara mutawatir. Fi Ulumil ushul Fiqih. 2. sulaiman. Al subki. 1999 . Romli. Kairo : Maktabah Da‟wah Islamiyah. Fathurrahman. Ismail. Karim. 2001.Al Quran merupakan sumber utama dalam pembinaan hukum Islam. 1985.t. Bandung : Pustaka setia. 1997. Al Quran yang berasal dari kata qara‟a yang dapat diartikan dengan membaca. 1995. 1991. Filsafat Hukum Islam. Manna‟. 1973 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful