PERNIKAHAN

OLEH : EDI ROSADI

HAKEKAT PERKAWINAN  Allah menciptakan manusia, pria dan wanita, dengan sifat fitrah yang khas. Manusia memiliki naluri, perasaan, dan akal. Adanya rasa cinta kasih antara pria dan wanita merupakan fitrah manusia.  Hubungan khusus antar jenis kelamin antara keduanya terjadi secara alami karena adanya gharizatun nau’ (naluri seksual/berketurunan).

 Perkawinan adalah fitrah manusia, yang dilakukan melalui akad nikah (pernikahan), sehingga suatu hubungan menjadi sah dan halal, bukan dengan cara yang diharamkan yang telah menyimpang dari ajaran Islam.  Perkawinan memberikan pemenuhan kebutuhan sosial yang besar artinya bagi keberlangsungan hidup manusia.  Secara Psikologis, perkawinan merupakan sarana yang dapat memenuhi kebutuhan manusia baik terhadap ingin dilindungi, rasa aman, cinta dan kasih sayang.

 Bila suatu pernikahan dilandasi mencari keridhaan Allah SWT dan menjalankan sunnah Rasul. penuh cinta. dan kasih sayang. Firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rum : 21 "Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat terdapat tandatanda bagi kaum yang berfikir". bukan semata-mata karena kecantikan fisik atau memenuhi hasrat hawa nafsunya. (QS. maka Allah akan menjamin kehidupan rumah tangga keduanya yang harmonis.Ar-Ruum : 21) . supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih sayang.

Aqad nikah dalam Islam berlangsung sangat sederhana. Sedangkan menurut syara‟. arti akad nikah adalah menghimpun dan menyatukan. yang dimaksud dengan akad nikah adalah sebuah akad (ikatan/kesepakatan) yang menyebabkan halalnya hubungan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan aturan yang digariskan oleh syara‟  Akad nikah adalah perjanjian yang berlangsung antara dua pihak yang melangsungkan pernikahan dalam bentuk ijab dan qabul. sedangkan qabul adalah penerimaan dari pihak kedua. .AKAD NIKAH  Secara bahasa. Ijab adalah penyerahan dari pihak pertama. terdiri dari dua kalimat "ijab dan qabul".

Karena janganlah pasangan suami istri dengan begitu mudahnya mengucapkan kata cerai.S An-Nisaa: 21). Dan para istri kalian sudah melakukan dengan kalian perjanjian yang berat "Mitsaqon gholizho". ." (Q. Allah juga menyebutkan aqad nikah antara dua orang anak manusia sebagai "Mitsaqon gholizho".  Firman Allah SWT : "Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali padahal kalian sudah berhubungan satu sama lain sebagai suami istri.

Qabul Islam menjadikan Ijab (pernyataan wali dalam menyerahkan mempelai wanita kepada mempelai pria) dan Qabul (pernyataan mempelai pria dalam menerima ijab) sebagai bukti kerelaan kedua belah pihak. Ijab. Menyebut jelas pernikahan dan nama mempelai pria-wanita . Syarat ijab qabul: Diucapkan dengan bahasa yang dimengerti oleh semua pihak yang hadir.RUKUN DAN SYARAT SAH AKAD NIKAH RUKUN AKAD NIKAH 1.

Orangnya jelas. . Adanya mempelai pria Syarat mempelai pria adalah : Muslim dan mukallaf (sehat akal-balighmerdeka) Bukan mahrom dari calon isteri.2. Tidak dipaksa. Tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Syarat mempelai wanita :  Muslimah (atau beragama samawi. Adanya mempelai wanita. tidak dalam masa „iddah dan bukan mahrom dari calon suami). .  Tidak ada halangan syar‟i (tidak bersuami.3. tetapi bukan kafirah/musyrikah) dan mukallaf.  Tidak dipaksa.  Orangnya jelas.  Tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Ibnu Majah I:605 no:1) . calon pengantin perempuan harus dinikahkan oleh walinya. Adanya wali. maka nikahnya bathil.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no:1524.4. jika terlanjur kawin berhak mendapatkan maharnya. jika mereka berselisih pendapat.  Dalam Islam. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Setiap perempuan yang tidak dinikahkan oleh walinya. maka hakimlah yang berwenang menjadi wali perempuan yang tidak memiliki wali. karena ia sudah digauli. Tidak boleh menikahkan dirinya sendiri Dari Aisyah ra.

 Adil  Tidak dipaksa.  Tidak sedang melaksanakan ibadah haji.Syarat menjadi wali  Walaupun sudah termasuk golongan yang berhak menjadi wali nikah. . belum sah menjadi wali nikah sampai syarat-syarat berikut terpenuhi Syarat wali adalah :  Muslim laki-laki dan mukallaf (sehat akal-balighmerdeka).

Tingkatan dan urutan wali  Tingkatan dan urutan wali adalah sebagai berikut:  Ayah  Kakek  Saudara laki-laki sekandung  Saudara laki-laki seayah  Anak laki-laki dari saudara laki – laki sekandung  Anak laki-laki dari saudara laki – laki seayah  Paman sekandung  Paman seayah  Anak laki-laki dari paman sekandung  Anak laki-laki dari paman seayah.  Hakim .

.

(berdasarkan Peraturan Pemerintah Tahun 1952) pejabat agama.  Wali pergi dalam jarak qashar . hakim petugas KUA. modin desa nikah. Wali Hakim Wali hakim dalam konteks Indonesia adalah yang berwenang menikahkan. Yaitu. 1 Wali hakim baru boleh menjadi wali nikah dalam hal sebagai berikut:  Wali dari anak zina  Semua wali tidak ada  Wali tidak ada setuju tanpa alasan syar'i. naib. urusan No.

305 no:1247). Dari Aisyah ra. Meskipun semua yang hadir menyaksikan aqad nikah pada hakikatnya adalah saksi. Shahih Ibnu Hibbah hal. kecuali direstui wali dan (dihadiri) dua saksi yang adil.” (Shahih: Shahih Jami‟us Shaghir no:7557.5. . Baihaqi VII:125. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sama sekali tidak nikah. Adanya saksi (2 orang pria). tetapi Islam mengajarkan tetap harus adanya 2 orang saksi pria yang jujur lagi adil agar pernikahan tersebut menjadi sah.

.  Adil  Dapat mendengar dan melihat.  Tidak dipaksa.Syarat-syarat menjadi saksi :  Muslim laki-laki dan mukallaf (sehat akal-baligh-merdeka).  Tidak sedang melaksanakan ibadah haji.  Memahami bahasa yang dipergunakan untuk ijab-qabul.

6.An-Nisa 4:4 ) .An-Nisa :4 : “Berikanlah mahar kepada perempuan-perempuan yang kamu nikahi. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian darinya dengan senang hati.  Firman Allah SWT dalam QS. Mahar (Mas Kawin) Mahar (dari bahasa arab: mahr) atau mas kawin adalah sejumlah uang atau barang yang diberikan (atau dijanjikan secara tegas) oleh seorang suami kepada istrinya. pada saat mengucapkan akad nikah. maka makanlah (terimalah) pemberian itu dengan nyaman…”(QS. sebagai pemberian penuh kerelaan.

Boleh sedikit.  Mahar yang tidak tunai pada akad nikah.  Mahar wajib diterimakan kepada isteri dan menjadi hak miliknya. bukan kepada/milik mertua. tetapi tetap harus berbentuk. baik sebelum.  Mahar tidak memiliki batasan kadar dan nilai. wajib dilunasi setelah adanya persetubuhan.Beberapa ketentuan tentang mahar :  Mahar adalah pemberian wajib (yang tak dapat digantikan dengan lainnya) dari seorang suami kepada isteri. memiliki nilai dan bermanfaat. sesudah maupun pada saat aqad nikah. Syari‟at Islam menyerahkan perkara ini untuk disesuaikan kepada adat istiadat yang berlaku. .  Mahar dapat dinikmati bersama suami jika sang isteri memberikan dengan kerelaan.

Akad pernikahan itu tidak dilakukan dengan seorang laki-laki yang sedang sakit yang dimungkinkan membawanya kepada kematian. atau yang bisa mewakilinya pada saat tidak ada. identifikasi dan penamaan masing-masing dari mempelai. h. c. Kerelaan wali. Disebutkan mahar secara jelas atau bandingannya.Syarat Sahnya Akad Nikah a. Kedua mempelai atau salah satunya tidak dalam keadaan ihram haji atau umrah. f. i. Pengumuman. baik kemahraman yang bersifat sementara ataupun yang semisal dengannya. Akad yang dilaksanakan harus disaksikan oleh dua orang saksi muslim yang adil. b. . e. Penentuan. Kerelaan dan pilihan dari kedua mempelai. d. g. j. yaitu ayah. Wanita yang dinikahi bukanlah wanita yang haram dinikahi (mahram) bagi laki-laki. yang berarti tidak menyetujui adanya penyembunyian pernikahan ini oleh saksi. Shighat lafal pernikahan itu adalah bersifat selamanya (bukan kontrak).

Bukhari Muslim) .” (HR.WALIMATUL URSY Puncak dari acara pernikahan adalah prosesi pernikahan atau yang wajar disebut dengan walimah atau lengkapnya walimatul “ursy. Rasullullah SAW bersabda : “Selenggarakanlah walimah walaupun dengan hanya menyembelih seekor kambing.

Diantaranya sebagai berikut: Buraidah berkata ketika Ali Melamar Fatimah.” (HR. yang memerintahkan kaum muslim untuk mengadakan walimah. beliau bersabda: “Sesungguhnya harus.” (HR. Al-Bukhari Muslim) .Ahmad) Rasulullah SAW sendiri menyelenggarakan walimah ketika menikahi istri-istrinya seperti dalam hadits Anas ra. untuk mengadakan pesta pernikahan ada walimahnya. putri Rasulullah SAW.Banyak sabda Nabi Muhammad SAW. disebutkan: “Tidaklah Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam menyelenggarakan walimah ketika menikahi istriistrinya dengan sesuatu yang seperti beliau lakukan ketika walimah dengan Zainab. Beliau menyembelih kambing untuk acara walimahnya dengan Zainab.

 Hendaklah yang diundang dalam acara walimah tersebut orangorang yang shalih. tanpa memandang dia orang kaya atau orang miskin. maka makanan walimah tersebut teranggap sejelek-jelek makanan. Karena kalau yang dipentingkan hanya orang kaya sementara orang miskinnya tidak diundang. Bisa setelah dilangsungkannya akad nikah dan bisa pula ditunda beberapa waktu sampai berakhirnya hari-hari pengantin baru. Rasulullah SAW bersabda: “Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana yang diundang dalam walimah tersebut hanya orang-orang kaya sementara orang-orang miskin tidak diundang. Walimah bisa dilakukan kapan saja.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) .

 Perintah Rasulullah SAW untuk menghadiri walimah.”(HR. seperti dalam sabdanya: “Apabila salah seorang di antara kamu diundang walimah hendaklah menghadirinya.Muttafaq alaih). Menghadiri walimah merupakan kewajiban jika tidak ada uzur. .

dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi) . At-Tirmidzi no.” (HR. Disunnahkan bagi yang menghadiri sebuah pernikahan untuk mendoakan kedua mempelai dengan dalil hadits Abu Hurairah radhiyallahu „anhu. 1091. beliau mengatakan: „Semoga Allah memberkahi untukmu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan‟. ia berkata: “Adalah Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam bila mendoakan seseorang yang menikah.

Berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur.Tujuan menyiarkan pernikahan untuk menjauhkan diri dari fitnah. . . berkaitan dengan menyiarkan pernikahan seseorang  Syiar ini penting sebab : .Pentingnya walimah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.

Untuk maksud itu suami wajib memberikan rasa tenang bagi istrinya.HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTERI Kewajiban Suami Terhadap Istri  Kewajiban yang bersifat materi. memberikan cinta dan kasih sayang kepada istrinya.  Suami wajib mengujudkan kehidupan perkawinan yang diharapkan Allah untuk terwujud. .  Menjaganya dari segala sesuatu yang mungkin melibatkannya pada suatu perbuatan dosa dan maksiat atau ditimpa oleh sesuatu kesulitan dan mara bahaya. dan sakinah. rahmah. yaitu mawaddah. yaitu mahar dan nafkah sehari hari.  Kewajiban yang tidak bersifat materi  Menggauli istrinya secara baik dan patut dan  Melaksanakan keadilan di antara istri-istri apabila menikahi lebih dari satu istri.

 Menjauhkan dirinya dari segala sesuatu perbuatan yang tidak disenangi suaminya. .  Menjaga dirinya dan menjaga harta suaminya bila suaminya sedang tidak berada dirumah.Kewajiban Istri Terhadap Suami  Menggauli suaminya secara layak sesuai dengan kodratnya. dan memberikan rasa cinta dan kasih sayang kepada suaminya dalam batas-batas yang berada dalam kemampuannya.  Taat dan patuh kepada suaminya selama suaminya tidak menyuruhnya untuk melakukan perbuatan maksiat.  Memberikan rasa tenang dalam rumah tangga untuk suaminya.  Menjauhkan dirinya dari memperlihatkan kelakuan yang tidak enak dipandang dan suara yang tidak enak didengar.

 Hubungan saling mewarisi di antara suami istri. .  Timbulnya hubungan suami dengan keluarga istrinya dan sebaliknya hubungan istri dengan keluarga suaminya. Setiap pihak berhak mewarisi pihak lain bila terjadi kematian.Hak Bersama Suami Istri  Bolehnya bergaul dan bersenang-senang di antara keduanya. yang disebut hubungan mushaharah.

 Memelihara kehidupan rumah tangga yang sakinah. mawaddah.  Memelihara dan mendidik anak keturunan yang lahir dari perkawinan tersebut. dan warahmah .Kewajiban Bersama Suami Istri.

apabila bersangkutan mempunyai keinginan biologis yang kuat. maka hukumnya wajib untuk menikah. Juga jika yang bersangkutan telah mampu dan siap menjalankan tanggung jawab dalam rumah tangga. .HUKUM NIKAH Wajib wajib. sehingga untuk menghindari dari hal-hal yang diharamkan.

Dan barang siapa yang memaksa mereka.An Nur24: 33) . maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu”. sedang mereka sendiri mengingini kesucian. jika kamu mengetahui ada kebajikan pada mereka.Firman Allah SWT : “Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian. karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran.(QS. dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu.

. apabila yang bersangkutan:  Siap dan mampu menjalankan keinginan biologi  Siap dan mampu melaksanakan tanggung jawab berumah tangga.Sunnah Sunnah.

Makruh Makruh. apabila yang bersangkutan tidak mempunyai kesanggupan menyalurkan kebutuhan biologis. tetapi tidak mampu bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban dalam rumah tangga. Atau sebaliknya dia mampu menyalurkan kebutuhan biologisnya. walaupun sanggup melaksanakan tanggung jawab nafkah dan lain-lain. .

sebelum menikah periksakan kesehatan untuk memastikan keadaan kita. apabila dia mempunyai penyakit kelamin yang akan menular kepada pasangannya juga keturunannya.Haram Haram. . Apabila yang yang mengidap penyakit berbahaya meneruskan pernikahannya. dia akan mendapat dosa karena dengan sengaja menularkan penyakit kepada pasangannya. Sebaiknya.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful