P. 1
Pembuatan Preparat Hewan

Pembuatan Preparat Hewan

|Views: 863|Likes:
Published by d3r1v4t
mikroteknik
mikroteknik

More info:

Published by: d3r1v4t on Dec 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/16/2014

pdf

text

original

PEMBUATAN PREPARAT JARINGAN HEWAN

Pada dasarnya pembuatan preparat jaringan hewan terdiri atas proses pengambilan organ yang akan dibuat preparat section-nya, proses pengawetan (fiksasi), proses dehidrasi, clearing, embedding, pemotongan blok, deparafinisasi, rehidrasi, pewarnaan, clearing, dan mounting. Metode pewarnaan yang digunakan disesuaikan dengan jaringan atau organ yang akan dibuat preparatnya. Metode pewarnaan yang umum digunakan diantaranya adalah pewarnaan Hematoxilin-Eosin (H-E), pewarnaan Mallory Azan (M-A), pewarnaan Verhoef Van Gieson (VVG), pewarnaan Impregnasi Perak, dan pewarnaan Periodic Acid Schiff. Adapun pada praktikum pembuatan preparat jaringan hewan ini digunakan metode pewarnaan hematoxylin-eosin (H-E).

ALAT DAN BAHAN Alat:         Botol anestesi Papan bedah Alat bedah Spuit Inkubator Gelas obyek dan gelas penutup Mikrotom Mikroskop

Bahan:   Tikus putih Eter
1

        

NaCl fisiologis 0,09% Larutan Bouin Alkohol Xylol Parafin Air kran Pewarna Hematoxylin Pewarna Eosin Entellan

CARA KERJA 1. Pengambilan Sampel Tikus putih dibius menggunakan eter dalam botol anestesi sampai pingsan. Letakkan tikus putih pada punggungnya di atas papan bedah. Keempat kakinya difiksasi menggunakan jarum pentul. Rambut tubuh di linea mediana dibasahi sedikit air. Kulit di anterior genitalia eksterna diangkat menggunakan pinset dan dipotong lateral. Arah gunting kemudian dilanjutkan ke arah anterior tubuh sampai memotong diafragma dada dan berlanjut sampai ke bawah mandibula. Kulit kemudian diangkat dari jaringan di bawahnya menggunakan pinset dan difiksasi pada papan bedah menggunakan jarum pentul. Dinding perut dibuka dan ambillah organ-organ yang akan digunakan dibuat preparat histologi. Organ yang dikehendaki segera diambil dan dimasukkan ke dalam larutan pencuci, kemudian dimasukkan ke larutan pengawet (larutan Bouin). Untuk organ pencernaan, sebelum diambil segera disuntik dengan larutan pengawet. 2. Proses Pengawetan (Fiksasi) Organ yang akan dibuat preparat dimasukkan ke dalam larutan Bouin dan disimpan selama 24 jam. 3. Proses Dehidrasi

2

Jaringan dihilangkan kandungan airnya dengan cara dimasukkan ke dalam alkohol bertingkat, mulai dari 70%, 80%, 90%, 95%, dan 100%, masingmasing selama 30 menit. 4. Clearing Jaringan yang sudah didehidrasi kemudian dimasukkan dalam larutan xylol selama 1,5 jam. 5. Embedding Sebelum di-embedding jaringan dimasukkan ke dalam xylol:parafin 1 (3:1), xylol:parafin 2 (1:1), xylol:parafin 3 (1:3), dan parafin murni dua kali, masing-masing selama 30 menit (diletakkan dalam oven suhu 56-58⁰C. Setelah dari parafin murni, jaringan di-embedding (diblok) dengan parafin sampai mengeras. 6. Pengirisan Blok a. Masukkan preparat dalam blok parafin ke dalam lemari es agar keras. b. Letakkan blok pada mikrotom, kemudian iris dengan ketebalan 5 mikron. c. Ambil potongan jaringan menggunakan kuas kecil dan ditempel pada gelas obyek serta diberi lem dari putih telur dan gliserin. d. Tetesilah dengan satu tetes formalin 4%. e. Pindahkan ke inkubator selama 12 jam. 7. Deparafinisasi Jaringan yang sudah menempel pada gelas obyek dimasukkan ke dalam xylol 1, xylol 2, dan xylol 3, masing-masing selama 1 menit. 8. Rehidrasi Setelah dari xylol 3, gelas obyek direhidrasi dengan jalan dimasukkan ke dalam alkohol absolut 1, absolut 2, absolut 3, alkohol 95%, alkohol 90%, alkohol 80%, dan alkohol 70%, masing-masing 1 menit. Kemudian obyek tersebut dimasukkan ke dalam wadah yang dialiri air kran yang mengalir selama 10 menit. 9. Pewarnaan

3

a.

Jaringan diwarna dengan pewarna hematoxylin selama 5 menit, lalu cuci dengan air kran.

b.

Pucatkan dengan larutan pemucat yang berupa 1% HCl dalam 70% alkohol. Masukkan dalam larutan eosin selama 5 menit. Kontrollah di bawah mikroskop, jika warna ungu dan merah sudah cukup kontras maka jaringan langsung didehidrasi dengan alkohol bertingkat 70%, 80%, 90%, 95%, masing-masing dengan 2 kali celup. Kemudian masukkan ke dalam alkohol absolut 1, 2, dan 3, masing-masing selama 5 menit.

10. Clearing Setelah dari alkohol 3, jaringan dimasukkan ke dalam xylol 1, xylol 2, xylol 3, masing-masing selama 5 menit. 11. Mounting Dari xylol 3 jaringan segera ditutup dengan gelas penutup menggunakan perekat entellan, biarkan sampai mengering.

4

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->