P. 1
Sejarah Panarukan Situbondo

Sejarah Panarukan Situbondo

|Views: 508|Likes:
Published by donandreano

More info:

Published by: donandreano on Dec 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2014

pdf

text

original

Sejarah Panarukan Situbondo

SITUBONDO VERSI 1 Di masa silam, daerah Situbondo merupakan daerah penting di pantai utara bagian timur pulau Jawa. Sebab di kawasan itu terdapat pelabuhan-pelabuhan penting seperti Panarukan, Kalbut dan Jangkar. Malah kota Panarukan pada abad ke-14 merupakan salah satu pangkalan penting bagi kerajaan Majapahit. Di Panarukan sudah berdiri kerajaan Keta (nama itu abadi sebagai desa Ketah di kecamatan Suboh, Situbondo pen). Untuk merebut Keta - sebagaimana dituturkan dalam Negarakretagama pupuh XLIX/3 – Majapahit melakukannya dengan kekuatan senjata.Kawasan Situbondo di masa silam termasuk ke dalam wilayah Wirabhumi. Dilihat dari segi nama, dapat diasumsikan bahwa penduduk di kawasan Wirabhumi adalah orang-orang yang memiliki sifat ksatria yang gagah perkasa dan tidak gampang tunduk kepada siapa saja yang ingin menguasai mereka. Mereka adalah orang-orang yang memiliki harga diri dan kehormatan tinggi. Mereka adalah orang-orang yang ingin merdeka dari tekanan siapa pun yang datang dari luar. Sejarah setidaknya telah mencatat bahwa di daerah Wirabhumi ini telah sering pecah peperangan. Perang terbesar yang pada gilirannya meruntuhkan Majapahit, yakni Perang Paregreg terjadi di kawasan ini. Sejak kekuatan Bhre Wirabhumi dihancurkan Wikramawardhana dalam Perang Paregreg, daerah Wirabhumi seperti "terlepas" dari kontrol Majapahit. Rakyat di daerah itu menyusun sejarahnya sendiri. Bahkan saat agama Islam sudah menyebar di pulau Jawa abad ke16, kawasan Wirabhumi sepertinya tetap berada di dalam cengkeraman raja-reja lokal yang masih beragama Hindu. Pada 1535 Masehi seorang musafir Portugis bernama Galvao mengunjungi Panarukan. Galvao mencatat bahwa masyarakat di kawasan itu masih beragama Hindu. Seminggu sebelum kedatangannya, demikian Galvao, ia mendengar cerita bahwa ada seorang janda yang baru saja membakar diri untuk ikut mati bersama suaminya. Pada 1546 Sultan Trenggana dari Demak menyerang Panarukan dan beliau gugur dalam serangan

tersebut. Sekalipun harus ditebus dengan gugurnya Sultan Trenggana, namun Demak berhasil menguasai wilayah Panarukan. Agama Islam pun mulai berkembang di Panarukan. Tahun 1575 -- secara tiba-tiba -- Panarukan direbut oleh raja Blambangan, Santaguna, yang masih beragama Hindu. Pada 1579 seorang romo Jezuit, Bernardino Ferrari mengunjungi Panarukan untuk melayani orang-orang Portugis yang tinggal di situ. Ia berlayar dengan kapal Portugis yang berpangkalan di Malaka. Di kota pelabuhan itu ia mendapat sambutan ramah. Raja Santaguna bahkan meminta, dengan perantaraan perutusan, supaya lebih banyak misionaris dikirim. Kira-kira tahun 1585 romo-romo kelompok biarawan Capucijn dari Malaka yang beroperasi juga di Blambangan berhasil mentahbiskan seorang "imam berhala", saudara sepupu raja "kafir" (Santaguna) di situ menjadi orang Kristen. Beberapa waktu berselang, bangsawan yang telah dikristenkan itu dibunuh oleh rakyat (De Graef, l986). Tahun 1596 raja Pasuruan melakukan serangan ke Panarukan yang saat itu dirajai oleh keturunan Raja Santaguna yang dipertahankan pasukan-pasukan dari Bali pimpinan Jelantik. Dalam suatu pertempuran yang sengit, pasukan Islam berhasil meraih kemenangan bahkan berhasil menewaskan Jelantik. Dan sejak tahun 1600 -- begitu menurut catatan sejarah -- Panarukan telah menjadi Islam. Kisah-kisah sejarah di kawasan Wirabhumi -- jika dikaji secara cermat -- cukup banyak yang mengandung muatan "rekayasa" politik di dalamnya yang seringkali meletus dalam bentuk pertempuran besar yang mengakibatkan jatuhnya korban rakyat kecil. Kisah pemberontakan Patih Mangkubhumi Nambi di awal abad ke-14, misalnya, adalah hasil rekayasa dari tokoh Mahapatih yang berambisi menjadi Patih Mangkabhumi. Dengan suatu manuver politik yang rapi, Mahapatih berhasil menyudutkan Nambi sebagai pejabat yang akan mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah pusat. Hasilnya, benteng Pajarakan yang menjadi basis kekuatan Nambi dihancurkan pasukan Majapahit. Nambi sekeluarga beserta pengikut-pengikutnya terbunuh. Dan Mahapatih, setelah peristiwa itu diangkat menjadi Patih Mangkubhumi Majapahit (Mulyana, l979). Pada perempat akhir abad 16, menurut catatan sejarah daerah Situbondo tepatnya di sekitar Demung dan Ketah telah dijadikan ajang pertempuran akibat pertarungan antar kepentingan kelompok yang bersengketa dalam upaya merebut kekuasaan Mataram dari Amangkurat I. Dalam pertempuran itu, kekuatan Mataram yang berada di bawah perintah Amangkurat I berhadapan dengan pejuang Makassar yang secara rahasia berada di bawah perintah Adipati Anom, putera mahkota. Menurut catatan Belanda dalam Daghregister 25 Januari 1674, Demung dekat Panarukan telah dijadikan benteng pertahanan oleh pasukan Makassar di bawah pimpinan Karaeng Bonto Marannu. Sejak Oktober 1674, orang-orang Makasar itu ditengarai telah menjadikan Demung sabagai tempat tinggalnya. Pangeran Adipati Anom - putera mahkota Amangkurat I - yang mengincar kedudukan

Kekacauan yang pecah di pedalaman Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah. terjalin pula sedikit hubungan antara orang-orang Makassar dengan Madura. Menurut Jonge (dalam De Graaf. Pangeran Adipati Anom pada gilirannya dituduh mau merebut kekuasaan selagi ayahandanya masih berkuasa. Kota pelabuhan Gerongan yang merupakan pelabuhan beras. dan sebagainya. Akibat dari manuver politik yang makin lama makin transparan itu.ayahandanya.atas perintah Pangeran Adipati Anom itu ternyata berakibat fatal. Kepatuhan para penguasa setempat -. Pangeran Adipati Anom juga menjalin hubungan rahasia dengan menantu Panembahan Rama yakni Trunojoyo dari Madura. Itu disebabkan oleh kepentingan masing-masing terlalu banyak berbeda (De Graaf. para pejabat Mataram di kawasan pantai utara tak menunjukkan reaksi melihat daerahnya dilanda kerusuhan. Karaeng Tallo. memang telah menyatakan dukungan terhadap Pangeran Adipati Anom sebagai pengganti ayahnya. Dalam hubungan itu. dikendalikan oleh Trunojoyo yang berpangkalan di Kediri. Ini dikarenakan. Karena itu. Tetapi hubungan kedua kelompok itu tidak menjadi akrab dan tidak berlangsung lama pula. dalam waktu singkat dikuasainya.l987). Sedang kekacauan di pantai utara Jawa Timur dan sebagaian Jawa Tengah dikendalikan oleh orang-orang Makassar di bawah Karaeng Bonto Marannu. ia dibenci oleh Sunan yang sudah tua itu. tetapi banyak pangeran lain yang bersumpah akan mendukung keputusan Sunan. misalnya. telah terjadi berbagai macam rekayasa politik yang mengorbankan nyawa rakyat kecil yang terombang-ambing oleh ketidak-pastian angin kekuasaan. Kekisruhan situasi akibat proses suksesi dewasa itu berlangsung di mana-mana. Para pejabat daerah setingkat bupati dihadapkan pada pilihan untuk patuh pada dua jalur perintah yang bertolak-belakang yakni perintah dari putera mahkota dan perintah sunan.yakni bupati-bupati di daerah Surabaya dan Gresik -. Menurut De Graaf (l987) Pangeran Adipati Anom rupanya telah memberikan perintah agar para pejabat Jawa tidak mengambil tindakan terhadap orang-orang Makassar yang melakukan penyerangan dan perampasan itu. Karaeng Galesong. rupanya telah menjalin hubungan rahasia dengan pimpinan warga Makassar di Demung yakni Karaeng Bonto Marannu. Pasukan dipimpin Raden Prawirataruna dan Rangga Sidayu. dan adiknya Pangeran Singasari ditetapkan sebagai pengganti ayahnya. Pangeran Puger dan Pangeran Sampang. Kekuatan laut Mataram itu kemudian bergabung dengan armada . Anehnya. Mereka bahkan membunuh awak perahu milik warga Batavia Struys. Dalam catatan sejarah diketahui bahwa orang-orang Makassar di akhir 1674 dari pangkalannya di Demung telah melakukan penyerangan ke kota-kota di sepanjang pantai utara Jawa Timur. Sebab Sunan Amangkurat I kemudian memerintahkan agar para pejabat itu dibunuh. 1987) Sunan Amangkurat I yang marah karena merasa dikhianati putera mahkota itu mengirimkan 100 perahu perang ke Demung dengan membawa pasukan ribuan orang. Sejarah memang mencatat bahwa dalam proses suksesi atas kekuasaan Amangkurat I itu.

putera mahkota yakni Pangeran Adipati Anom telah memberikan sebutir pil. Yang jelas.org/persecution/bp/B/Bab2-3. sekaligus memiliki kecenderungan nativis yakni enggan menerima pengarah dari luar yang tidak sesuai dengan budaya mereka yang heroik yang terbentuk oleh latar sejarah mereka yang penuh diwarnai peperangan dan rekayasa politik. Rekayasa yang dilakukan oleh Pangeran Adipati Anom untuk merebut kekuasaan ayahandanya itu pada akhirnya memang berhasil sukses. Berdasar uraian di muka. 1987) disebutkan bahwa untuk mempercepat matinya Sunan Amangkurat I dalam pengungsian itu. Dan antara 17 .Belanda pimpinan Jan Franszen. terdapat suatu petunjuk bahwa masyarakat di kawasan ini adalah komunitas yarg sangat fanatik terhadap agama yang dianutnya. Terlepas dari keberhasilan Pangeran Adipati Anom dalam melakukan rekayasa untuk merebut kekuasaan dari ayahnya.24 Mei 1676 terjadi pertempuran antara pasukan Jan Franszen dengan pasukan Makassar di Demung. maka Pangeran Adipati Anom diangkat menjadi raja Mataram. yang jelas akibat dari rekayasa itu adalah kehancuran daerah di sekitar Demung dan Ketah akibat perang dan kerusuhan. pihak Mataran mengalami kehancuran dan panglima-panglima perangnya tewas dengan cara mengenaskan. Bahkan tidak terhitung berapa jumlah korban yang harus mati dalam rekayasa itu. Namun dalam serbuan itu. Sebab setelah terjadi kerusuhan-kerusuhan di berbagai daerah yang akhirnya marak ke ibukota Mataram hingga Amangkurat I yang rambutnya sudah penuh uban itu mengungsi dan kemudian mati di Wanayasa tepatnya di Tegalwangi sebagaimana ditulis dalam Babad Tanah Jawi. (sumber:http://www.html) Sejarah Kota Situbondo SITUBONDO VERSI 2 .fica. Sedang pasukan Rangga Sidayu bertempur di Keta. Namun dalam catatan Valentijn (dalam De Graaf. korban itu umumnya adalah rakyat pedesaan dan prajurit-prajurit rendahan.

masa kemerdekaan dan pasca kemerdekaan sebagai bahan pendalaman sejarah lokal. Distrik Panarukan. Sebagai tempat persinggahan para pedagang sejak Zaman Portugis. seperti lada dan cengkeh yang dibawa dari kepulauan Maluku.pada Tahun 1580 mereka mendirikan benteng pertahanan untuk menimbun barang dagangannya. Nama Panarukan yang pada masa sebelumnya disebut POERBOSARI merupakan Kota pelabuhan untuk perahu kepulauan sekitarnya. Berdasarkan kenyataan tersebut dan dengan pertimbangan untuk kepentingan kelancaran jalannya roda pemerintahan seiring dengan perkembangan kemajuan . sekaligus argumentasi akademik yang memadai terhadap peristiwaperistiwa bersejarah mulai masa pra kolonial. bukan saja para pedagang tetapi juga para pelancong dan bahkan hingga Tahun 80-an nama Panarukan masih banyak dikenal oleh masyarakat luar daerah. Ketika Kabupaten Panarukan berdiri. pelaku sejarah. Distrik Besuki yang dalam Keputusan pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1901 masuk dalam wilayah Kabupaten Bondowoso. dalam rangka meningkatkan stabilitas pemerintahannya telah diangkat beberapa Bupati. Panaroekan. Daerah tersebut menjadi tempat menaruh ( Panarukan ) barang orang-orang Portugis. Panarukan terdiri dari Distrik Besuki. Prajekan dan Soemberwaroe. yang memuat tonggak-tonggak terpenting dan monumental. yang membawahai para Wedhana. Yaitu Situbondo. berbagai aktifitas pemerintahan dan hubungannya dengan pihak luar diselenggarakan di Distrik Situbondo. masa penjajahan. Bupati saat itu merupakan pejabat tertinggi dalam pemerintahan birokrasi pribumi.Pada Masa Hindia Belanda. Hingga Tahun 1910 wilayah Kabupaten Panarukan terbagi menjadi 4 Kawedhanan. Berdasarkan fakta sejarah Kabupaten Situbondo berawal dari Panarukan.Penelusuran Hari Jadi Kabupaten Situbondo berlangsung melalui proses kajian yang cukup panjang melibatkan seluruh stakeholder. sehingga penduduk setempat lambat laun memberi nama PANARUKAN. terutama setelah Masa kemerdekaan. Panarukan menjadi ramai. Setelah Orang Portugis berlabuh dan berakulturasi dengan penduduk lokal. akademisi. pada Tahun 1931 masuk dalam daftar wilayah Kabupaten Panarukan. diantaranya di wilayah ujung timur adalah Bupati Bondowoso dan Bupati Panarukan. Beliau adalah putra Bupati Pribumi I Besuki yang memerintah Panarukan dari Tahun 18501859. Dalam menjalankan roda pemerintahan ia dibantu oleh seorang Patih Kabupaten yang berkedudukan di Situbondo. Dengan asistensi pakar dari lembaga Perguruan Tinggi serta peran aktif Kelompok Peduli Budaya dan Wisata Daerah Jawa Timur. Distrik Situbondo dan Distrik Sumberwaru. Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten. baik sejarawan. Nama Panarukan sangat dikenal berdasarkan penemuan sumber sejarah sejak lama. Sejak itu. menerbitkan Buku Quo Vadis Hari Jadi Kabupaten Situbondo. Bupati Pertama adalah Raden Tumenggung Ario Surjo Amidjojo yang memiliki nama kecil Kanjeng Pandu. pejabat pemerintah maupun kalangan wakil rakyat. Pada akhir pemerintahan Kolonial Belanda terjadi perubahan cakupan kekuasaan dari Kabupaten Panarukan.

maka nama dan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Kabupaten panarukan diubah dan dipindahkan dari Panarukan ke Situbondo pada Era Bupati K.DPRD dan pemerintah Daerah menyepakati Hari Jadi Kabupaten Situbondo jatuh pada Tanggal 19 september 1972. August 5. Hari Jadi merupakan tonggak sejarah dimulainya pemerintahan suatu daerah. rasa memiliki dan rasa cinta terhadap daerah sehingga mendorong kreatifitas masyarakat untuk berkarya dan membangun demi kemajuan daerah. yang akan dikenang sepanjang hayat sebagai sumber motivasi bagi masyarakat dalam menapak kehidupan yang adil.Sebagai sebuah identitas yang menjadi kebanggaan masyarakat. Achmad Tahir Hadisoeparto Tahun 1972.id) SITOEBONDO TEMPO DOELOE Wednesday. Sebagai konsekuensi dari diterbitkannya Peraturan pemerintah tersebut maka sejak tanggal 19 September 1972 terjadi perpindahan jalannya roda pemerintahan dan pembangunan secara resmi dari Panarukan ke Situbondo. sejahtera dan berdaya saing.jatimprov. (Sumber:http://birohumas. yang secara yuridis formal dibuktikan dengan dokumen sejarah sebagaimana tertera dalam Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1972 Tanggal 19 September 1972 tentang Perubahan nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan pemerintahan Kabupaten Panarukan menjadi Kabupaten Situbondo dengan tempat Pemerintahan di Situbondo. 2009 SEJARAH BESOEKI . Hari Jadi suatu daerah adalah muara dalam menggalang solidaritas. Kegiatan pemerintahan dengan nama resmi Situbondo berawal pada tahun tersebut. lebih-lebih dalam paradigma kehidupan pemerintahan yang desentralistik di Era Otonomi Daerah saat ini.daerah.go.

Geillumineerd residentskantoor te besoeki ter gelegenheid van het vijfentwigjarigjubeleum van koningin wilhelmina 1923 Gedung ini sekarang menjadi asrama polisi dan keadaan nya sangat memperhatinkan .

residentswoning te besoeki op Oost-java 1866 Hulppost-en telegraafkantor te Besoeki 1930 .

kakek dari RB Kasim Wirodipuro disebut-sebut sebagai saudara dari Raden Zaenal Abidin alias Susuhunan . Pada zaman Majapahit. Pada zaman dahulu kota ini penting karena merupakan ibukota Karesidenan Besuki. tidak bisa dilepaskan dari Kraton Solo. ikatan nasab ke Solo itu terjalin karena Raden Abdullah Surowikromo.08 km². Hasan Nailul Ilmi. Besuki sudah merupakan suatu daerah yang berkembang dan dikenal dengan nama Keta yang pernah bersama dengan Sadeng melakukan pemberontakan terhadap Kerajaan Majapahit tapi berhasil dipadamkan oleh Gajah Mada. Madura. Jatim. Ke Pate Alos yang juga dikenal sebagai Raden Bagus (RB) Kasim Wirodipuro adalah demang pertama Besuki. Indonesia. yang bersumber dari peran tokoh Ke Pate Alos dari Pamekasan. Luasnya adalah 26. Jawa Timur. Sejarah Kecamatan Besuki di Kabupaten Situbondo.109 jiwa. Menurut tokoh masyarakat Besuki. penduduknya berjumlah 57. Moh. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1331. Tokoh yang legendaris di kalangan masyarakat Besuki ini menurut sejumlah tokoh di wilayah itu memiliki darah keturunan raja-raja di Solo.straat te Besoeki bij Sitoebondo 1880 Kecamatan Besuki adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Situbondo. Pada tahun 2004.

Raden Abdurahman berada di Besuki hingga 1760 dan setelah itu kembali ke Madura hingga meninggal di Tanjung. termasuk 20 orang kepala keluarga dari Madura. Ke Pate Alos memang memiliki darah keturunan dari Solo. Pademawu. Baik naskah yang ditulis oleh Edy Sudiono maupun yang diterjemahkan oleh Hasan sama-sama menyebutkan bahwa Raden Abdurahman begitu takjub dengan kesuburan wilayah Besuki yang saat itu belum diberi nama. Meskipun berada di pinggir laut. Beliau kemudian kembali lagi ke Besuki dengan membawa anaknya bernama Kasim yang saat itu berusia sembilan tahun. Dalam buku Babad Besoeki yang ditulis sekitar 1882 M. Namun." katanya. Pamekasan. Salah satu yang merasakan kondisi paceklik itu adalah Raden Abdurahman Wirobroto.Pakubuwono II. disebutkan. Setelah itu beliau pulang ke Madura. untuk mengatasi kondisi paceklik berkepanjangan. Hasan Nailul Ilmi itu. Mengenai hal itu. Menurut Yoyok. Raden Abdurahman sendiri pergi ke Besuki dan tiba pertama kali di daerah Nambakor. tepatnya di Desan Tanjung. Anak dari keluarga bangsawan inilah yang kemudian membabat alas di wilayah yang kemudian disebut Besuki. tokoh pemuda yang juga gemar menggali sejarah Besuki." katanya. Raden Abdullah adalah keluarga kerajaan di Solo yang tidak mau kompromi dengan Belanda kemudian berkelana hingga ke Madura. "Beliau waktu itu menggunakan perahu kecil yang oleh orang Madura disebut perahu kerocok yang digerakkan dengan dayung. "Setelah membabat alas. Kecamatan Pademawu." katanya. wilayah itu merupakan daerah subur. putera dari Raden Abdullah Surowikromo yang tinggal di kawasan yang kini menjadi Desa Tanjung. yakni di Madura sedang dalam masa paceklik karena daerah itu tandus. Raden Abduramhan mencoba mencari alternatif penghidupan ke selatan Madura yang kemudian sampai di Besuki. tapi ketika saya cek ke Kraton Solo disebutkan bahwa beliau justru putera dari Pakubuwono II. dia memang belum mendapatkan kepastian. Kiprahnya diteruskan oleh Ke Pate Alos. dengan penulis tidak tercantum disebutkan bahwa Besuki dulunya merupakan hutan belantara. Sementara pada waktu bersamaan. di wilayah utara Besuki. beliau kemudian bercocok tanam di situ. Pamekasan. Sementara pada naskah Babad Besuki yang ditulis Edy Sudiono dan kawan-kawan disebutkan bahwa kapal yang digunakan Raden Abdurahman adalah kapal tongkang yang dilengkapi dengan layar. katanya. karena . Saat itu tahun 1743 M. Dalam buku Babad Besoeki bertulis huruf Arab Pegon dan berbahasa Jawa yang kemudian diterjemahkan oleh Moh. Kecamatan Pademawu. "Saya lakukan pengecekan ke Madura." katanya. yang dia yakini dari sejumlah literatur yang ditemukan arsip nasional di Jakarta. Ia menjelaskan. "Makanya tidak heran kalau keluarga keturunan Ke Pate Alos itu dulunya sangat fasih berbahasa Jawa tinggi. disebutkan bahwa Rabden Abdullah itu saudara Pakubowono II. Beliau sampai tiga kali berkunjung ke Besuki ini.

termasuk tidak ada perhatian dari pemkab setempat. termasuk membuatkan cungkup makam zaman dulu. Tidak begitu jelas apa arti dari kedua kata itu." kata Kepala Dinas Perindustrian. ia mengaku pemkab susah untuk "masuk". Sekarang juga banyak orang China di Besuki ini yang peduli pada makam ini. "Ada beberapa peninggalan sejarah Besuki yang dikuasai perorangan atau yayasan. Bersamaan dengan itu." katanya. tapi kini menjadi emprit karena keadaan. Perdagangan dan Pariwisata Kabupaten Situbondo. masyarakat Nusantara sebetulnya adalah turunan rajawali. karena ada yang dikuasai perorangan. tergolong halus. Ia mengemukakan. ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan warisan budaya masa lalu leluhurnya yang kini masih tersisa. Moh. Hasan agaknya ingin menyadarkan masyarakat Besuki bahwa mereka adalah "keturunan" tokoh berkualitas rajawali. tapi sekarang sudah lenyap semua diganti dengan tegel biasa. tapi untuk menyadarkan masyarakat Besuki bahwa mereka itu memiliki sejarah besar di masa lalu. Mengenai kemungkinan ada penolakan dari tokoh agama. Seperti Makam Ke Pate Alos kini dikelola oleh yayasan sehingga Pemkab kesulitan menangani. Kalau dikelola oleh yayasan. juru pelihara makam Ke Pate Alos mengemukakan. tapi dalam perkembangan sejarah terus meneruskan ’diempritkan". "Dulu gedung bekas keresidenan dengan kewedanan itu menggunakan marmer Italia.masih keturunan bangsawan itulah. acara itu harus dikemas secara Islami. Hasan menyayangkan tidak terurusnya warisan budaya itu. termasuk gedung kantor bekas keresidenan dan kewedanan. Hasan Nailul Ilmi yang kini memimpin jemaah istighasah setiap malam Jumat di makam Ke Pate Alos tidak hanya gemar mencari koleksi data mengenai sejarah Besuki. Ia bahkan memiliki obsesi menggelar kegiatan setiap 12 Robiul Awal." katanya. "Malah justru orang-orang China yang banyak membantu. Agus Cahyono. Pemkab akan lebih leluasa mengelola aset itu jika memang keberadaannya menjadi "milik" pemerintah daerah. Meminjam istilah budayawan Emha Ainun Nadjib saat mementaskan lakon teater berjudul Tikungan Iblis beberapa waktu lalu. Tradisi itu merupakan kegiatan rakyat yang digelar oleh Ke Pate Alos dengan nama "Bupak Bumi". "Tujuannya bukan apa-apa. . ia mengemukakan. Sementara Fadli Haroen (39). saat ini tidak ada perhatian serius dari pemkab untuk memelihara warisan yang oleh masyarakat dikeramatkan itu. Pemkab Situbondo sendiri beralasan kesulitan menangani benda peninggalan sejarah di Kota Kecamatan Besuki." katanya. Hasan hanya menjelaskan bahwa acara itu digelar di arena terbuka yang diikuti oleh masyarakat Besuki dengan berbagai macam hiburan. Ke mana marmer-marmer itu?. maka budaya maupun tatakrama masyarakat di Besuki dan kemudian juga di Bondowoso.

bekas kantor kewedanan itu kini sebagian ditempati untuk kantor SMA Negeri 1 Besuki yang memang baru berdiri." katanya singkat. Namun. Penggunaan itu dianggap tidak masalah karena tidak mengubah bangunan aslinya. Ia mengemukakan."Sementara aset berupa bangunan kuno bekas karesidenan yang ada di sebelah timur kantor Polsek. "Kami berupaya nantinya gedung itu akan kami jadikan perpustakaan. sementara bekas kantor kewedanan yang di selatan alun-alun kini memang dikelola pemkab." katanya. kami masih melacak kepemilikan tanah di tempat itu. untuk membuktikannya dia merasa kesulitan mendapat sumber informasinya. Ia mengakui bahwa Kota Besuki dulu pernah menjadi kabupaten dan keresidenan. kecuali hanya melalui cerita di masyarakat DO YOU KNOW WHAT WAS GOING ON 1923 IN ALOEN ALOEN SITOEBONDO? . dan menyimpan banyak aset bernilai sejarah tinggi.

.

Ia memimpin Belanda selama lebih dari 50 tahun. seperti panjat pinang dan lain sebagainya. . lebih lama daripada penguasa monarki kerajaan Belanda lainnya. Masa kekuasannya menjadi saksi beberapa titik perubahan di Belanda dan sejarah dunia: Perang Dunia I dan Perang Dunia II. dan juga kejatuhan Belanda sebagai penguasa kolonial. Perayaan 25 Th di Sitoebondo sangat meriah dan di pusatkan di alun-alun Sitoebondo serta dirayakan seperti pasar rakyat dan juga banyak perlombaan-perlombaan.1948 dan Ibu Suri (dengan sebutan Putri) sejak 1948 . (31 Agustus 1880 – 28 November 1962). adalah Ratu Belanda sejak 1890 .Ratu Wilhelmina (Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau. Krisis Ekonomi tahun 1933.1962. Putri Orange-Nassau. Ia paling dikenang untuk perannya dalam Perang Dunia II dimana ia membuktikan dirinya sebagai inspirasi besar bagi gerakan perlawanan rakyat Belanda dan sebagai pemimpin utama pemerintahan Belanda di pengasingan (Indonesia).

daerah Wirabhumi seperti "terlepas" dari kontrol Majapahit. Pada 1535 Masehi seorang musafir Portugis bernama Galvao mengunjungi Panarukan.pen). Tahun 1596 raja Pasuruan melakukan serangan ke Panarukan yang saat itu dirajai oleh keturunan Raja Santaguna yang dipertahankan pasukan-pasukan dari Bali pimpinan Jelantik. Situbondo . Dilihat dari segi nama. Kisah-kisah sejarah di kawasan Wirabhumi -. Kalbut dan Jangkar. Untuk merebut Keta .secara tiba-tiba -. namun Demak berhasil menguasai wilayah Panarukan. dengan perantaraan perutusan.Panarukan telah menjadi Islam.sebagaimana dituturkan dalam Negarakretagama pupuh XLIX/3 – Majapahit melakukannya dengan kekuatan senjata. Beberapa waktu berselang. Pada 1546 Sultan Trenggana dari Demak menyerang Panarukan dan beliau gugur dalam serangan tersebut. Malah kota Panarukan pada abad ke-14 merupakan salah satu pangkalan penting bagi kerajaan Majapahit.Panarukan direbut oleh raja Blambangan. daerah Situbondo merupakan daerah penting di pantai utara bagian timur pulau Jawa. Raja Santaguna bahkan meminta. Bahkan saat agama Islam sudah menyebar di pulau Jawa abad ke-16. Ia berlayar dengan kapal Portugis yang berpangkalan di Malaka. dapat diasumsikan bahwa penduduk di kawasan Wirabhumi adalah orang-orang yang memiliki sifat ksatria yang gagah perkasa dan tidak gampang tunduk kepada siapa saja yang ingin menguasai mereka. Sejak kekuatan Bhre Wirabhumi dihancurkan Wikramawardhana dalam Perang Paregreg. Sejarah setidaknya telah mencatat bahwa di daerah Wirabhumi ini telah sering pecah peperangan. Tahun 1575 -. Sekalipun harus ditebus dengan gugurnya Sultan Trenggana. Galvao mencatat bahwa masyarakat di kawasan itu masih beragama Hindu. saudara sepupu raja "kafir" (Santaguna) di situ menjadi orang Kristen. l986). yakni Perang Paregreg terjadi di kawasan ini. Bernardino Ferrari mengunjungi Panarukan untuk melayani orang-orang Portugis yang tinggal di situ. Sebab di kawasan itu terdapat pelabuhan-pelabuhan penting seperti Panarukan. kawasan Wirabhumi sepertinya tetap berada di dalam cengkeraman raja-reja lokal yang masih beragama Hindu. bangsawan yang telah dikristenkan itu dibunuh oleh rakyat (De Graef. Di kota pelabuhan itu ia mendapat sambutan ramah. supaya lebih banyak misionaris dikirim. Kira-kira tahun 1585 romo-romo kelompok biarawan Capucijn dari Malaka yang beroperasi juga di Blambangan berhasil mentahbiskan seorang "imam berhala". Dan sejak tahun 1600 -. Rakyat di daerah itu menyusun sejarahnya sendiri. yang masih beragama Hindu. Mereka adalah orang-orang yang memiliki harga diri dan kehormatan tinggi.begitu menurut catatan sejarah -.SEJARAH PANJANG KOTA INI Di masa silam.jika dikaji secara cermat -. Seminggu sebelum kedatangannya. Kawasan Situbondo di masa silam termasuk ke dalam wilayah Wirabhumi. demikian Galvao. Agama Islam pun mulai berkembang di Panarukan. Perang terbesar yang pada gilirannya meruntuhkan Majapahit. Pada 1579 seorang romo Jezuit.cukup banyak yang mengandung muatan "rekayasa" politik di dalamnya yang seringkali meletus dalam bentuk . Mereka adalah orang-orang yang ingin merdeka dari tekanan siapa pun yang datang dari luar. Santaguna. Di Panarukan sudah berdiri kerajaan Keta (nama itu abadi sebagai desa Ketah di kecamatan Suboh. pasukan Islam berhasil meraih kemenangan bahkan berhasil menewaskan Jelantik. ia mendengar cerita bahwa ada seorang janda yang baru saja membakar diri untuk ikut mati bersama suaminya. Dalam suatu pertempuran yang sengit.

telah terjadi berbagai macam rekayasa politik yang mengorbankan nyawa rakyat kecil yang terombang-ambing oleh ketidak-pastian angin kekuasaan. kekuatan Mataram yang berada di bawah perintah Amangkurat I berhadapan dengan pejuang Makassar yang secara rahasia berada di bawah perintah Adipati Anom. benteng Pajarakan yang menjadi basis kekuatan Nambi dihancurkan pasukan Majapahit.putera mahkota Amangkurat I . Akibat dari manuver politik yang makin lama makin transparan itu. Mahapatih berhasil menyudutkan Nambi sebagai pejabat yang akan mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah pusat. Pangeran Adipati Anom . Kisah pemberontakan Patih Mangkubhumi Nambi di awal abad ke-14. misalnya. dan adiknya Pangeran Singasari ditetapkan sebagai pengganti ayahnya. terjalin pula sedikit hubungan antara orang-orang Makassar dengan Madura. setelah peristiwa itu diangkat menjadi Patih Mangkubhumi Majapahit (Mulyana.atas perintah Pangeran Adipati Anom itu ternyata berakibat fatal. orang-orang Makasar itu ditengarai telah menjadikan Demung sabagai tempat tinggalnya. Menurut catatan Belanda dalam Daghregister 25 Januari 1674. dalam waktu singkat dikuasainya.yakni bupati-bupati di daerah Surabaya dan Gresik -. Dalam hubungan itu. putera mahkota. Itu disebabkan oleh kepentingan masing-masing terlalu banyak berbeda (De Graaf.yang mengincar kedudukan ayahandanya. ia dibenci oleh Sunan yang sudah tua itu. Kepatuhan para penguasa setempat -. misalnya. Ini dikarenakan. Menurut De Graaf (l987) Pangeran Adipati Anom rupanya telah memberikan perintah agar para pejabat Jawa tidak mengambil tindakan terhadap orang-orang Makassar yang melakukan penyerangan dan perampasan itu. Dan Mahapatih. Hasilnya. Pangeran Adipati Anom juga menjalin hubungan rahasia dengan menantu Panembahan Rama yakni Trunojoyo dari Madura.pertempuran besar yang mengakibatkan jatuhnya korban rakyat kecil. Dalam pertempuran itu. Kota pelabuhan Gerongan yang merupakan pelabuhan beras. Anehnya. Pangeran Puger dan Pangeran Sampang. l979). Dengan suatu manuver politik yang rapi. Pangeran Adipati Anom pada gilirannya dituduh mau merebut kekuasaan selagi ayahandanya masih berkuasa. tetapi banyak pangeran . menurut catatan sejarah daerah Situbondo tepatnya di sekitar Demung dan Ketah telah dijadikan ajang pertempuran akibat pertarungan antar kepentingan kelompok yang bersengketa dalam upaya merebut kekuasaan Mataram dari Amangkurat I. Tetapi hubungan kedua kelompok itu tidak menjadi akrab dan tidak berlangsung lama pula. adalah hasil rekayasa dari tokoh Mahapatih yang berambisi menjadi Patih Mangkabhumi. Dalam catatan sejarah diketahui bahwa orang-orang Makassar di akhir 1674 dari pangkalannya di Demung telah melakukan penyerangan ke kota-kota di sepanjang pantai utara Jawa Timur. rupanya telah menjalin hubungan rahasia dengan pimpinan warga Makassar di Demung yakni Karaeng Bonto Marannu. memang telah menyatakan dukungan terhadap Pangeran Adipati Anom sebagai pengganti ayahnya. Demung dekat Panarukan telah dijadikan benteng pertahanan oleh pasukan Makassar di bawah pimpinan Karaeng Bonto Marannu. Sejak Oktober 1674. Sejarah memang mencatat bahwa dalam proses suksesi atas kekuasaan Amangkurat I itu. Sebab Sunan Amangkurat I kemudian memerintahkan agar para pejabat itu dibunuh. Mereka bahkan membunuh awak perahu milik warga Batavia Struys. Pada perempat akhir abad 16. Karena itu. Nambi sekeluarga beserta pengikutpengikutnya terbunuh. Para pejabat daerah setingkat bupati dihadapkan pada pilihan untuk patuh pada dua jalur perintah yang bertolak-belakang yakni perintah dari putera mahkota dan perintah sunan. para pejabat Mataram di kawasan pantai utara tak menunjukkan reaksi melihat daerahnya dilanda kerusuhan.l987).

Kekisruhan situasi akibat proses suksesi dewasa itu berlangsung di mana-mana. Namun dalam serbuan itu. Karaeng Galesong. pihak Mataran mengalami kehancuran dan panglima-panglima perangnya tewas dengan cara mengenaskan. Sebab setelah terjadi kerusuhan-kerusuhan di berbagai daerah yang akhirnya marak ke ibukota Mataram hingga Amangkurat I yang rambutnya sudah penuh uban itu mengungsi dan kemudian mati di Wanayasa tepatnya di Tegalwangi sebagaimana ditulis dalam Babad Tanah Jawi. Berdasar uraian di muka. Sedang pasukan Rangga Sidayu bertempur di Keta. Karaeng Tallo.lain yang bersumpah akan mendukung keputusan Sunan. terdapat suatu petunjuk bahwa masyarakat di kawasan ini adalah komunitas yarg sangat fanatik terhadap agama yang dianutnya. Rekayasa yang dilakukan oleh Pangeran Adipati Anom untuk merebut kekuasaan ayahandanya itu pada akhirnya memang berhasil sukses. putera mahkota yakni Pangeran Adipati Anom telah memberikan sebutir pil. Pasukan dipimpin Raden Prawirataruna dan Rangga Sidayu. 1987) Sunan Amangkurat I yang marah karena merasa dikhianati putera mahkota itu mengirimkan 100 perahu perang ke Demung dengan membawa pasukan ribuan orang.24 Mei 1676 terjadi pertempuran antara pasukan Jan Franszen dengan pasukan Makassar di Demung. Bahkan tidak terhitung berapa jumlah korban yang harus mati dalam rekayasa itu. PANAROEKAN . 1987) disebutkan bahwa untuk mempercepat matinya Sunan Amangkurat I dalam pengungsian itu. Kekacauan yang pecah di pedalaman Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah. korban itu umumnya adalah rakyat pedesaan dan prajurit-prajurit rendahan. dan sebagainya. Menurut Jonge (dalam De Graaf. Dan antara 17 . Namun dalam catatan Valentijn (dalam De Graaf. sekaligus memiliki kecenderungan nativis yakni enggan menerima pengarah dari luar yang tidak sesuai dengan budaya mereka yang heroik yang terbentuk oleh latar sejarah mereka yang penuh diwarnai peperangan dan rekayasa politik. maka Pangeran Adipati Anom diangkat menjadi raja Mataram. dikendalikan oleh Trunojoyo yang berpangkalan di Kediri. Yang jelas. Sedang kekacauan di pantai utara Jawa Timur dan sebagaian Jawa Tengah dikendalikan oleh orang-orang Makassar di bawah Karaeng Bonto Marannu. Kekuatan laut Mataram itu kemudian bergabung dengan armada Belanda pimpinan Jan Franszen. yang jelas akibat dari rekayasa itu adalah kehancuran daerah di sekitar Demung dan Ketah akibat perang dan kerusuhan. Terlepas dari keberhasilan Pangeran Adipati Anom dalam melakukan rekayasa untuk merebut kekuasaan dari ayahnya.

serta sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo. Dengan berkembangnya Panarukan yang begitu pesat. Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah "Kabupaten Panarukan" dengan ibukota Situbondo. Secara geografis Kabupaten Situbondo terletak di Pantai utara Jawa Timur bagian timur dengan posisi diantara 7? 35' . Pada masa Kerajaan Majapahit Panarukan sangat terkenal sebagai kota pelabuhan di ujung timur Pulau Jawa.Panarukan" atau lebih dikenal lagi dengan "Jalan Daendels" atau juga "Jalan Pos". di sebelah Utara berbatasan dengan Selat Madura. Ini mungkin menjadi alasan mengapa raja dan petinggi-petinggi Kerajaan Majapahit sering singgah di Panarukan. sehingga pada akhirnya pusat pemerintahan berpindah ke Kabupaten Panarukan dengan Raden Tumenggung Aryo Soeryo Amijoyo (1858 . seperti tembakau. kopi dan tebu. bentuknya memanjang kurang lebih 140 km.1872) sebagai Bupati Pertama. dengan ibukota tetap di Situbondo.50 Km?. Letak Kabupaten Situbondo. Panarukan berkembang dengan pesat karena surplus wilayah belakang yang merupakan penghasil ekspor. . Pada masa pemerintahan Bupati Achmad Tahir (? tahun 1972 M) Kabupaten Panarukan kemudian berganti nama menjadi Kabupaten Situbondo. Panarukan saat ini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Situbondo Propinsi Jawa Timur.Panarukan merupakan pelabuhan yang strategis karena terletak di sebelah Pantai Utara Jawa Timur dan sebagai salah satu bandar kuna telah mempermainkan peranannya sejak berabad-abad yang lampau. Luas wilayah Kabupaten Situbondo adalah 1. Selain diketahui bahwa Hayam Wuruk pernah mengunjungi Panarukan pada tahun 1359 Masehi.7? 44'LS dan 113? 30' .638. Panarukan dahulu merupakan bagian dari Keresidenan Besuki. Hampir keseluruhan terletak di pesisir pantai dari Barat ke Timur.114? 42'BT. sebelah Timur berbatasan dengan Selat Bali. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Panarukan mempunyai kedudukan lebih penting karena terletak pada tepi jalan perdagangan yang lebih ramai. Pada masa pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels (? tahun 1808-1811 M) membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan "Jalan Anyer .

bahkan sampai ke stasiun. alat-alat derek. Bangunan ini panjangnya mencapai 550 M dan lebar 11 M. kopi. Fungsi rel trem ini untuk mengangkut barang dari gudang penyimpanan ke perahu-perahu sebelum diangkut ke luar negeri oleh kapal besar. Ukuran gudang-gudang tersebut sangat luas mencapai ratusan meter persegi. Pada bagian tengah terdapat rel besi tempat jalan trem pangangkut barang. Di sebelah kanan menara terdapat bekas bangunan kolonial yang berupa perkantoran dan menjadi gedung induk Maasctschappij Panaroekan yang terbuat dari batu bata. Di pelabuhan Panarukan juga dibangun beberapa galangan atau dok-dok terapung. Pada masa Belanda dibangun rel kereta api dari stasiun sampai pelabuhan. Pada bagian bawahnya tidak diberi lantai. namun pada saat sekarang bangunan itu sudah tidak ada lagi. . Sejak abad XVI Panarukan sudah berfungsi sebagai salah satu kota pelabuhan terkemuka di Jawa Timur. namun hanya berlantai bambu. Jarak dari pusat kota Situbondo ke lokasi pelabuhan Panarukan kurang lebih 8 km ke arah barat. Di pelabuhan Panarukan inilah tempat untuk menimbun. Di sebelah kanan dan kiri bangunan induk ini terdapat puluhan gudang tempat penimbunan barang hasil perkebunan sebelum dikirim ke luar negeri. Setelah pelabuhan Panarukan mengalami kemunduran. Adapun mercu suar itu adalah sebagai tanda kedudukan pelabuhan Panarukan. bahkan di sebelah kanan dermaga dulunya ada rel sampai ujung dermaga. karena fungsi pelabuhan dialihkan ke Probolinggo dan Banyuwangi. yaitu tempat untuk memperbaiki kapal. kantor Djakarta Llyod dan gudang-gudang yang lainnya. Mercu suar tua ini hingga sekarang masih ada. Tinggi menara ini sekitar 50 M dengan lebar 8 M. Letaknya di tepi pantai kawasan pelabuhan. Kawasan pelabuhan Panarukan berada di Pedukuhan Pesisir Kilensari Kecamatan Panarukan.berdasarkan peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28/1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan pemerintah daerah. Menurut seorang informan dahulu bangunan ini sangat megah berlantai tiga. bahkan rel-rel untuk lori. lengkap dengan gudang. dibuat dari kontruksi besi. yaitu suatu pelataran luas. Gudang-gudang ini terbuat dari bahan tembok. sedangkan bagian atas terbuat dari kayu. tebu dan produk-produk perkebunan yang lain. Lokasi pelabuhan terletak di pinggir laut dan dekat dengan jalan raya sehinggga dapat dijangkau dengan mudah. Pada masa dahulu terdapat "tanggang lanjang". gudang-gudang dan mercusuar. Untuk menyinari menara tersebut pada jaman dahulu dipergunakan karbit namun sekarang menggunakan lampu listirk. Yakni tempat rel trem atau kereta kecil yang menjorok ke laut. Fungsi pelabuhan Panarukan semakin tampak yakni pada sekitar abad XIX tatkala daerah Jember dan Bondowoso dijadikan sebagai sentra area penanaman cash crop production. sehingga banyak tinggalan arkeologis di pelabuhan Panarukan yang dibongkar seperti gudang induk. khususnya tanaman tembakau. Untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal merapat ke kade. menyimpan dan mengangkut hasil perkebunan ke luar negeri. rel tersebut dicabut. Pelabuhan Panarukan ini pada saat sekarang kondisinya memprihatinkan. Pelabuhan Panarukan didirikan oleh salah seorang Ondemer terkemuka di kawasan Besuki yakni George Birnie pada tahun 1890-an dengan nama Maactschappij Panaroekan. Selain itu di pinggir pantai terdapat bangunan menara atau mercu suar yang berfungsi sebagai sinyal atau tanda pelayaran. Bangunan ini terbuat dari bahan beton untuk bagian bawah. Bangunan yang tersisa berupa dermaga kuno.

1. 2. Desa Kilensari. Stasiun Kereta Api di Panarukan dibangun oleh Belanda sekitar tahun 1890-an. tetapi pada tahun 2003 sudah tidak difungsikan lagi. 1981: 50). sekitar 500 m dari muara Sungai Sampeyan sehingga letaknya sangat strategis karena langsung berhadapan dengan laut Jawa. Jarak dari pusat kota Situbondo ke lokasi tugu ? 8 km ke arah barat. Prajekan. Untuk menuju lokasi benteng hanya bisa dijangkau dengan kendaraan sepeda motor. dibagi menjadi dua jenis. Tugu Portugis terletak di sebelah timur Sungai Sampeyan. satu pabrik gula masih berdiri tetapi tidak berproduksi lagi adalah PG Demaas dan satu pabrik gula yang lain adalah PG Boedoean sudah tidak tampak lagi keberadaannya. Selain keberadaan jaringan jalan. Pada masa pendudukan Kolonial Belanda. Selain itu benteng VOC ini juga melindungi pelabuhan Panarukan dari wilayah timur. Bedadoeng. Semboro dan Goenoeng Sarie. Desa Pelean. Di Panarukan telah dibangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) pada tahun 1808 oleh Gebernur Jenderal Herman Willem Daendels Jalan Raya Pos yang berawal dari Anyer dan berakhir di Panarukan. Boedoean. gudang lini 1 terdiri dari (1) Gudang A . Pada saat ini di wilayah Kabupaten Situbondo hanya terdapat enam pabrik gula.105 m?. keberadaan jalur kereta api di Panarukan turut memperlancar distribusi barang. Jarak dari pusat kota Situbondo ke lokasi benteng ini kurang lebih 8. Pandjie. Pada perkembangan selanjutnya jalan yang memanjang dari arah barat ke timur di pesisir utara sangat bermanfaat bagi kelancaran lalu lintas pos. 2. 2. Wringin Anom. 450 m?. Assembagoes. (5) Gudang E . Jalur kereta api ini merupakan alat transportasi penting bagi pelabuhan Panarukan untuk mengangkut tembakau dari Jember dan Bondowoso ke pelabuhan di Panarukan. yaitu dari wilayah sungai Sampeyan. 600 m?. Pandjie. yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo. Kecamatan Panarukan diperkirakan peninggalan abad XVI yakni tatkala Potugis melakukan aktivitas perdagangan di wilayah Nusantara.098 m?. 410 m?.700 m?. 400 m?. (4) Gudang D : 2. Di Panarukan terdapat Tugu Portugis yang terletak di Kota Beddha. di wilayah Kabupaten Panarukan terdapat 12 buah pabrik gula. (9) Gudang K . (10) Gudang L . Assembagoes. Olean. Soekowidi. Struktur bangunan Stasiun Kereta Api Panarukan terdiri atas tiga bagian pertama adalah tempat administrasi.400 m?.000 m? (Anonim. (3) Gudang C : 2. 867 m?. 6. . Pertama. yaitu PG De Maas.000 m?. (11) Gudang M .5 Km ke arah barat. (12) Gudang N . Saat ini lingkungan benteng berada di areal pemakaman penduduk dan lahan pertanian masyarakat. bagian kedua merupakan ruang tunggu penumpang. 2. Pandjie. (6) Gudang F . ekonomi dan transportasi. (2) Gudang B . Dari keenam pabrik gula tersebut empat pabrik gula masih terlihat wujudnya dan masih berproduksi hingga saat ini pabrik gula Assembagus. (8) Gudang I . Kecamatan Panarukan. Tangarang. Bangunan ini pada saat sekarang masih utuh. Pada awalnya dibuat dengan tujuan untuk memperlancar usaha militer Belanda dalam peperangan menaklukkan daerah Blambangan (Banyuwangi). Tinggalan arkeologis yang berupa bekas benteng ini berada di tepi barat Sungai Sampeyan.200 m?. sedangkan bagian ketiga merupakan tempat pemberangkatan dan pemberhentian kereta api. Olean. Keseluruhan pabrik-pabrik tersebut merupakan produsen gula terbesar di Jawa Timur.Pelabuhan Panarukan mempunyai beberapa gudang.494 m?. (7) Gudang G . yaitu Pabrik Gula (PG) De Maas. Olean. Di Panarukan terdapat Benteng VOC (baca archief" Benteng VOC di panarukan) yang berada di wilayah Dusun Kilensari Timur. Boedoean dan Wringin Anom. (13) Gudang O .

menyambung pipa air. Panarukan penghasil gula. menunjukkan bahwa Panarukan merupakan pelabuhan yang strategis dan kuat. Melihat bangunannya. beras dan terbentang hutan jati yang kayunya berkualitas baik sebagai komoditi perdagangan dan bahan pembutan kapal. adanya persediaan air bersih yang dibutuhkan kapal-kapal untuk perbekalan air minum dalam pelayaran jarak jauh. alat Derek (alat pengangkut). gudang-gudang pemerintah dan milik swasta. menyambung rel kereta api. tempat penumpukan untuk barang-barang impor-ekspor. kira-kira sepanjang ? 1 Km. tugu ini berfungsi sebagai menara petunjuk bagi pelaut-pelaut. dengan adanya surplus dari wilayah belakang yang mendukung pelabuhan Panarukan berkembang. Cab Panarukan (dahulu Panaroekan Maatscappij) yang didirikan pada tahun 1886. Pelabuhan Panarukan letaknya sangat strategis. bahan bakar. Menurut masyarakat di sekitar Tugu Portugis ini banyak ditemukan bekas kerang-kerang besar yang menunjukan di sekitar tugu ini dulunya merupakan laut yang mengalami proses sedimentasi demikian cepat karena terjadi pendangkalan di Sungai Sampeyan. Kedua pelabuhan Panarukan terletak di jalur pelayaran dari barat menuju ke Maluku di bagian timur dan sebaliknya dari timur ke barat. Di pelabuhan Panarukan terdapat lori yang menghubungkan stasiun kereta api sampai dermaga. tembakau. Keempat. wilayah belakang. Dari persiapan tersebut tampak bahwa Panarukan berfungsi sebagai pelabuhan tempat menyalurkan barang-barang ke berbagai. Dengan adanya fasilitas pendukung mengakibatkan pelabuhan Panarukan pada abad XIX dapat berfungsi maksimal. Beberapa peninggalan arkeologis yang ada sekarang ini. Untuk angkutan tembakau dan kopi dari Jember dan Bondowoso . Pemerintah kolonial mempersiapkan sarana dan prasarana pelabuhan antara lain dibangunnya dermaga. lori. tempat timbangan umum. menyediakan tongkang-tongkang. Pelabuhan Panarukan erat hubungannya dengan aktivitas serta perkembangan PT. dan lain-lain. Selain itu keletakan pelabuhan yang tepat di tepi jalur pelayaran perdagangan melalui Laut Jawa dan Selat Madura yang dilalui pedagang-pedagang yang menuju ke Maluku sangat mendukung perkembangan pelabuhan untuk menjadi pelabuhan internasional. tembakau. penginapan. kabel-kebel listrik. karet dan jagung. akomodasi. Ketiga. yaitu sebagai pelabuhan perdagangan dan ekspor. rumah sakit. Maka sejak tahun pendirian tersebut pelabuhan Panarukan sudah dikenal pasaran dunia atau Eropa melalui ekspor komoditi gula. pemerintah membangun kantor bernama Djakarta Lyiod. yaitu pertama terletak di teluk yang merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung suatu pelayaran. Djakarta Lloyd sub. Untuk menunjang berlangsungnya kegiatan perdagangan maka di pelabuhan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung. air bersih. galangan kapal. kopi. Adanya berbagai fasilitas pendukung menunjukkan bahwa pelabuhan Panarukan sangat berkembang sebagai pelabuhan dagang. Pemerintah juga menyediakan berbagai kebutuhan kapal. bahwa di tempat ini sebagai tempat pelabuhan. kopi.Lingkungan sekitar tugu ini sekarang berupa areal persawahan yang terletak di tepi desa. dan menyediakan gerbong-gerbong. Oleh karenanya bisa jadi tinggalan Tugu Portugis ini hanya merupakan sebagaian kecil (paling atas dari bangunan). serta gudang-gudang garam. parkiran. Untuk mendukung kelancaran administrasi pelabuhan.

Pada saat sekarang yang ada hanya perkampungan Cina. Untuk mengatasi masalah tersebut George Bernie. Banyuwangi. Kedua daerah ini terletak di bagian pedalaman yang cocok untuk penanaman komoditi ekspor.Sedangkan menurut pemeo yang berkembang di masyarakat. Jember. Pangeran Situbondo yang ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan dan sekarang dijadikan Ibukota Kabupaten Situbondo. Sejak berdirinya perusahaan pelabuhan ini semua hasil perkebunan yang berasal dari Bondowoso. arti . karena kedua daerah tersebut jauh dari pelabuhan. sehingga hanya ditandai dengan ditemukannya sebuah 'odheng' (ikat kepala). Salah satu daerah yang berkembang sebagai akibat kebijakan itu ialah daerah Bondowoso dan Jember. Dampak kebijakan politik ekonomi itu menyebabkan banyak berdirinya perusahaan perkebunan. thanks fajar dwi herdiyan Berdasarkan Legenda Pangeran Situbondo. dan Panarukan sendiri ditimbun di gudang-gudang di sekitar pelabuhan kemudian diangkut dari pelabuhan Panarukan ke luar negeri terutama ke Bremen (Jerman) dan Rooterdam (Belanda). ha! tersebut dikarenakan keberadaannya di Kabupaten Situbondo kemungkinan sudah dalam keadaan meninggal-dunia akibat kekalahan pertarungannya dengan Joko Jumput.places or events. dimana sepengetahuan masyarakat Situbondo bahwa Pangeran Situbondo tidak pernah menampakkan din. Sejak awal abad XIX pihak pemerintah kolonial menerapkan kebijakan ekonomi the system of onterprice (sistem pembangunan perusahaan atau Industri) sebagai pengganti the cultivation system (sistem pengolahan bahan). Namun demikian dalam komposisi nampak sekali bahwa penduduk pribumi yang terdiri dari orang Jawa dan Madura tetap merupakan mayoritas. Penduduk kota Panarukan dan sekitarnya bersifat heterogen. yang berada di tanjung Pecinan. Namun pada waktu itu permasalahan utama yang dihadapi oleh perusahaan perkebunan ialah sulitnya mengangkut hasil perkebunan ke luar negeri. Permukiman suku-suku bangsa Nusantara maupun bangsa lain tumbuh dan telah berkembang sejak zaman dulu. nama Kabupaten Situbondo berasal dan narna Pangeran Situbondo atau Pangeran Aryo Gajah Situbondo. Gagasan untuk membangun pelabuhan Panarukan terealisasi pada tahun 1897 dan jalur kereta api Jember-BondowosoPanarukan yang berjarak 98 km dibuka pada tanggal 1 Oktober 1987. LEGENDA PANGERAN SITUBONDO I'm not sure if this article based on true event or just bed time story.lebih murah dan cepat dengan jasa kereta api sampai Panarukan. pemilik NV LMOD (Landbouw Maatschappij Oude Djember) yakni salah seorang penguasa perkebunan terbesar di daerah ini berinisiatif untuk membangun pelabuhan di Panarukan dan jalur kereta api Jember-Bondowoso-Panarukan. Untuk itu Bernie bekerjasama dengan Stoomvaart Matscapien Nederlandsch dengan mendirikan Matscapay Panaroekan.anyway I need some advice from dearest readers to fix if there's some mistaken on dated o.

kenjitaan mi mendekati kebenaran k banyak orang pendatang yang akhirnya menetap di Kabupaten Situbondo. maka untuk membuktikannya' disuruhlah keduanya bertarung untuk menentukan siapayang menjadi pemenang sesungguhnya. sehingga Pulau Jawa pernah dikontrakkan kepada orang China. akan tetapi penolakannya tidak secara terus-terang hanya diberi persyaratan untuk membábat hutan di sebelah Timur Surabaya. Karena pada saat itu juga Belanda sudah menguasai Pulau Jawa (± th 1743) terutama di dáerah pesisir tennasuk pula Karesidenan Besuki dan dengan segala tipu-dayanya. LEGENDA PANGERAN SITUBONDO Pengeran Situbondo atau Pengeran Aryo Gajah Situbondo besaral dan Madura. naniun sayang keinginan Pangeran Situbondo sebenarnya ditolak oleh Adipati Suroboyo. sehingga Joko Taruno masih sempat mengadakan sayembara bahwa "barang siapa bisa mengalahkan Pangeran Situbondo akan mendapatkan hadiah separuh kekayaannya". dan diangkatlah Raden Noto Kusumo putra dan Pangeran Sumenep Madura yang bergelar Raden Tumenggung . maka pada akhirnya Tumenggung Joyo' Lebono tidak berdaya hingga Karesidenan Besuki dikuasai sepenuhnya oleh Belanda. sehingga kita perlu mengkaji terlebih dahulu sejarah Karesidenan Besuki. selanjutnya Pulau Jawa di kuasai kembali o!eh Belanda. maka datanglah Pangeran Situbondo ke Surabaya untuk melamar Putri Adipati Suroboyo. SEJARAH KOTA SITUBONDO Sejarah Kabupaten Situbondo tidak tenlepas dan sejarah Karesidenan Besuki. dan ternyata dalam pertarungan tersebut dimenangkan Joko Jumput. maka berangkatlah Joko Taruno ke hutan untuk menantang Pangeran Situbondo. narnun Adipati Suroboyo tidak begitu saja mempercayainya.1816) dan Inggris yang mengganti kekuasaan Belanda dan menebus Pulau Jawa. karena rupanya Joko Taruno juga bermaksud menyunting putrinya.Mendengar sayembara tersebut datanglah Joko Jumput putra Mbok Rondo Prabankenco untuk mencobar maka ditantanglah Pangeran Situbondo oleh Joko Jumput.Pada rnasanya (± th 1798) Pemerintahan Belanda pernah kekurangan keuangan untuk rnembiayai Pemerintahannya. kemudian datanglah Raffles (± th 1811 . dan Adipati Suroboyo tidak keberatan namun dengan syarat Joko Taruno harus mengalahkan Pangeran Situbondo tenlebih dahulu. sambil merencanakan siasat bagaimana caranya dapat menyingkirkan Pangeran Situbondo. padahal persyaratan tersebut hanyalah suatu alasan yang maksudnya untuk mengulur-ulur waktu saja. sedangkan Pangeran Situbondo tertendang jauh ke arah Timur hingga sampai di daerah Kabupaten Situbondo ditandai dengan ditemukannya sebuah 'odheng' (ikat kepala) Pangeran Situbondo. yang tepatnya ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan yang sekanang menjadi Ibukota Kabupaten Situbondo. Akhirnya pada saat pertarungan terjadi Joko Taruno tertimpa kutukan menjadi patung "Joko Dolog" akibat kebohongannya. kejnginannya untuk menyunting sang putri. namun sayang Joko Taruno kalah dalam pertarungan tetapi kekalahannya tidak sampai terbunuh. ha! tersebut dikaitkan dengan suatu keyakinan bahwa orang pendatang akan diikat untuk menetap di tanah Situbondo.Kesempatan Adipati Suroboyo menjalankan rencananya terbuka ketika keponakannya yang bernama Joko Taruno dan Kediri.kata SITUBONDO berasal dan kata : SITI = tanah dan BANDO = ikat .Yang membabat Karesidenan Besuki pertama kali adalah Ki Pateh Abs (± th 1700) selanjutnya dipasrahkan kepada Tumenggung Joyo Lelono. namun kekuasaan Inggris hanya bertahan beberapa tahun saja.Selanjutnya kembali ke Surabaya dimana di hadapan Adipati Suroboyo kemenangan Joko Jumput atas Pangeran Situbondo diakui oleh Joko Taruno sebagai kemenangannya. Terdorong. pada suatu ketika dia ingin meminang Putni Adipati Suroboyo yang terkenal cantik.

Demaas. Dálam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II banyak menghasilkan karya yang cukup menonjol antara-lain berdirinya Pabrik Gula di Kabupaten Situbondo. . Kalbut dan Jangkar. PG. Moh. dia memperbaiki Pendopo Kabupaten sekaligus membangun Kediaman Bupati dan Paviliun Ajudan Bupati hingga sekarang mi. Olean.Da!am masa Pemerlntahan Kacten I I banyak membantu I-'emenntaii Belanda dalam membangun Kabupaten Situbondo. baru pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo (± th 1900 .Setelah Raden Prawirodiningrat II meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah Raden Prawirodiningrat III (± th 1840). H. PERUBAHAN NAMA KABUPATEN Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah "Kabupaten Panarukan" dengan Ibukota Situbondo. 28 / 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daeráh Perlu diketahui pula bahwa Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu belumlah berada di lingkungan Pendopo Kabupaten namun masih menempati rumah pribadinya. Tetapi dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat III perkembangan Karesidenan Besuki kalah maju dibanding Kabupaten Situbondo.Perlu diketahui pula pada masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II wilayahnya hingga Kabupaten Probolinggo. sehingga pada akhimya pusat pemerintahan berpindah ke Kabupaten Situbondo dengan Raden Tumenggung Aryo Soeryo Dipoetro diangkat sebagai Bupati Pertama Kabupaten Situbondo. dan wilayah Karesidenan Besuki dibagi menjadi 2 yaitu: Besuki termasuk Suboh ke arah Barat hingga Banyuglugur ikut wilayah Kábupaten Bondowoso dan Miandingan ke arah Timur hingga Tapen ikut wilayah Kabupaten Situbondo. Panji. dimulai dan PG. ha! mi terbukti dan logat bicara orang Besuki yang mirip dengan logat Bondowoso dan logat bicara orang Prajekan mirip dengan logat Situbondo. dan PG. berdasankan Peratunan Pemerintah RI Nomor. yaitu antara-lain : Pelabuhan Panarukan. maka atas jasanya tersebut Pemerintah Belanda memberikan hadiah berupa "Kalung Emas Bandul Singa". kemudian seiring waktu berjalan barulah pada masa Pemerintahan Bupati Achmad Tahir (± th 1972) diubah menjadi Kabupaten Situbondo dengan Ibukota Situbondo. Diaaman. Pemerintah Kabupaten Situbondo memperbaiki kembali Pendopo Kabupaten (± th 2002). PG. antara-lain Pembangunan Dam Air Pmtu Lima di Desa Kotakan Situbondot$etelah Raden Prawirodiningrat I meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah kaden Prawirodiningrat II' (± th 1830). terbukti salah seorang putranya yang bernama Raden Suringrono menj adi Bupati Probolinggo.Panarukan" atau lebih dikenal lagi "Jalan Daendels".1924). mungkin karena di Kabupaten Situbondo mempunyai beberapa pelabuhan yang cukup menunjang perkembangannya.Prawirodiningrat I (± th 1820) sebagai Residen Pertama Karesidenan Besuki. Wringinanorn.1811) yang membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara Pulau Jawa dikenal dengan sehutan "Jalan Anyer . kemudian pada masa Pemerintahan Bupati Drs. sehingga dahulu pada masa Pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jenchal Daendels (± th 1808 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->