Sejarah Panarukan Situbondo

SITUBONDO VERSI 1 Di masa silam, daerah Situbondo merupakan daerah penting di pantai utara bagian timur pulau Jawa. Sebab di kawasan itu terdapat pelabuhan-pelabuhan penting seperti Panarukan, Kalbut dan Jangkar. Malah kota Panarukan pada abad ke-14 merupakan salah satu pangkalan penting bagi kerajaan Majapahit. Di Panarukan sudah berdiri kerajaan Keta (nama itu abadi sebagai desa Ketah di kecamatan Suboh, Situbondo pen). Untuk merebut Keta - sebagaimana dituturkan dalam Negarakretagama pupuh XLIX/3 – Majapahit melakukannya dengan kekuatan senjata.Kawasan Situbondo di masa silam termasuk ke dalam wilayah Wirabhumi. Dilihat dari segi nama, dapat diasumsikan bahwa penduduk di kawasan Wirabhumi adalah orang-orang yang memiliki sifat ksatria yang gagah perkasa dan tidak gampang tunduk kepada siapa saja yang ingin menguasai mereka. Mereka adalah orang-orang yang memiliki harga diri dan kehormatan tinggi. Mereka adalah orang-orang yang ingin merdeka dari tekanan siapa pun yang datang dari luar. Sejarah setidaknya telah mencatat bahwa di daerah Wirabhumi ini telah sering pecah peperangan. Perang terbesar yang pada gilirannya meruntuhkan Majapahit, yakni Perang Paregreg terjadi di kawasan ini. Sejak kekuatan Bhre Wirabhumi dihancurkan Wikramawardhana dalam Perang Paregreg, daerah Wirabhumi seperti "terlepas" dari kontrol Majapahit. Rakyat di daerah itu menyusun sejarahnya sendiri. Bahkan saat agama Islam sudah menyebar di pulau Jawa abad ke16, kawasan Wirabhumi sepertinya tetap berada di dalam cengkeraman raja-reja lokal yang masih beragama Hindu. Pada 1535 Masehi seorang musafir Portugis bernama Galvao mengunjungi Panarukan. Galvao mencatat bahwa masyarakat di kawasan itu masih beragama Hindu. Seminggu sebelum kedatangannya, demikian Galvao, ia mendengar cerita bahwa ada seorang janda yang baru saja membakar diri untuk ikut mati bersama suaminya. Pada 1546 Sultan Trenggana dari Demak menyerang Panarukan dan beliau gugur dalam serangan

tersebut. Sekalipun harus ditebus dengan gugurnya Sultan Trenggana, namun Demak berhasil menguasai wilayah Panarukan. Agama Islam pun mulai berkembang di Panarukan. Tahun 1575 -- secara tiba-tiba -- Panarukan direbut oleh raja Blambangan, Santaguna, yang masih beragama Hindu. Pada 1579 seorang romo Jezuit, Bernardino Ferrari mengunjungi Panarukan untuk melayani orang-orang Portugis yang tinggal di situ. Ia berlayar dengan kapal Portugis yang berpangkalan di Malaka. Di kota pelabuhan itu ia mendapat sambutan ramah. Raja Santaguna bahkan meminta, dengan perantaraan perutusan, supaya lebih banyak misionaris dikirim. Kira-kira tahun 1585 romo-romo kelompok biarawan Capucijn dari Malaka yang beroperasi juga di Blambangan berhasil mentahbiskan seorang "imam berhala", saudara sepupu raja "kafir" (Santaguna) di situ menjadi orang Kristen. Beberapa waktu berselang, bangsawan yang telah dikristenkan itu dibunuh oleh rakyat (De Graef, l986). Tahun 1596 raja Pasuruan melakukan serangan ke Panarukan yang saat itu dirajai oleh keturunan Raja Santaguna yang dipertahankan pasukan-pasukan dari Bali pimpinan Jelantik. Dalam suatu pertempuran yang sengit, pasukan Islam berhasil meraih kemenangan bahkan berhasil menewaskan Jelantik. Dan sejak tahun 1600 -- begitu menurut catatan sejarah -- Panarukan telah menjadi Islam. Kisah-kisah sejarah di kawasan Wirabhumi -- jika dikaji secara cermat -- cukup banyak yang mengandung muatan "rekayasa" politik di dalamnya yang seringkali meletus dalam bentuk pertempuran besar yang mengakibatkan jatuhnya korban rakyat kecil. Kisah pemberontakan Patih Mangkubhumi Nambi di awal abad ke-14, misalnya, adalah hasil rekayasa dari tokoh Mahapatih yang berambisi menjadi Patih Mangkabhumi. Dengan suatu manuver politik yang rapi, Mahapatih berhasil menyudutkan Nambi sebagai pejabat yang akan mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah pusat. Hasilnya, benteng Pajarakan yang menjadi basis kekuatan Nambi dihancurkan pasukan Majapahit. Nambi sekeluarga beserta pengikut-pengikutnya terbunuh. Dan Mahapatih, setelah peristiwa itu diangkat menjadi Patih Mangkubhumi Majapahit (Mulyana, l979). Pada perempat akhir abad 16, menurut catatan sejarah daerah Situbondo tepatnya di sekitar Demung dan Ketah telah dijadikan ajang pertempuran akibat pertarungan antar kepentingan kelompok yang bersengketa dalam upaya merebut kekuasaan Mataram dari Amangkurat I. Dalam pertempuran itu, kekuatan Mataram yang berada di bawah perintah Amangkurat I berhadapan dengan pejuang Makassar yang secara rahasia berada di bawah perintah Adipati Anom, putera mahkota. Menurut catatan Belanda dalam Daghregister 25 Januari 1674, Demung dekat Panarukan telah dijadikan benteng pertahanan oleh pasukan Makassar di bawah pimpinan Karaeng Bonto Marannu. Sejak Oktober 1674, orang-orang Makasar itu ditengarai telah menjadikan Demung sabagai tempat tinggalnya. Pangeran Adipati Anom - putera mahkota Amangkurat I - yang mengincar kedudukan

Ini dikarenakan. dan adiknya Pangeran Singasari ditetapkan sebagai pengganti ayahnya. Pasukan dipimpin Raden Prawirataruna dan Rangga Sidayu. Kepatuhan para penguasa setempat -. Karena itu. Para pejabat daerah setingkat bupati dihadapkan pada pilihan untuk patuh pada dua jalur perintah yang bertolak-belakang yakni perintah dari putera mahkota dan perintah sunan.atas perintah Pangeran Adipati Anom itu ternyata berakibat fatal. dan sebagainya. memang telah menyatakan dukungan terhadap Pangeran Adipati Anom sebagai pengganti ayahnya. Mereka bahkan membunuh awak perahu milik warga Batavia Struys.ayahandanya. Pangeran Puger dan Pangeran Sampang. Dalam hubungan itu. dikendalikan oleh Trunojoyo yang berpangkalan di Kediri. Pangeran Adipati Anom juga menjalin hubungan rahasia dengan menantu Panembahan Rama yakni Trunojoyo dari Madura. Tetapi hubungan kedua kelompok itu tidak menjadi akrab dan tidak berlangsung lama pula. Karaeng Tallo. Kekacauan yang pecah di pedalaman Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah. 1987) Sunan Amangkurat I yang marah karena merasa dikhianati putera mahkota itu mengirimkan 100 perahu perang ke Demung dengan membawa pasukan ribuan orang. Sejarah memang mencatat bahwa dalam proses suksesi atas kekuasaan Amangkurat I itu. Itu disebabkan oleh kepentingan masing-masing terlalu banyak berbeda (De Graaf. Pangeran Adipati Anom pada gilirannya dituduh mau merebut kekuasaan selagi ayahandanya masih berkuasa. Dalam catatan sejarah diketahui bahwa orang-orang Makassar di akhir 1674 dari pangkalannya di Demung telah melakukan penyerangan ke kota-kota di sepanjang pantai utara Jawa Timur. terjalin pula sedikit hubungan antara orang-orang Makassar dengan Madura. Kekuatan laut Mataram itu kemudian bergabung dengan armada . Sebab Sunan Amangkurat I kemudian memerintahkan agar para pejabat itu dibunuh.yakni bupati-bupati di daerah Surabaya dan Gresik -. Kekisruhan situasi akibat proses suksesi dewasa itu berlangsung di mana-mana. Kota pelabuhan Gerongan yang merupakan pelabuhan beras. Sedang kekacauan di pantai utara Jawa Timur dan sebagaian Jawa Tengah dikendalikan oleh orang-orang Makassar di bawah Karaeng Bonto Marannu. Menurut Jonge (dalam De Graaf. Akibat dari manuver politik yang makin lama makin transparan itu. Menurut De Graaf (l987) Pangeran Adipati Anom rupanya telah memberikan perintah agar para pejabat Jawa tidak mengambil tindakan terhadap orang-orang Makassar yang melakukan penyerangan dan perampasan itu. telah terjadi berbagai macam rekayasa politik yang mengorbankan nyawa rakyat kecil yang terombang-ambing oleh ketidak-pastian angin kekuasaan.l987). tetapi banyak pangeran lain yang bersumpah akan mendukung keputusan Sunan. misalnya. Anehnya. para pejabat Mataram di kawasan pantai utara tak menunjukkan reaksi melihat daerahnya dilanda kerusuhan. dalam waktu singkat dikuasainya. ia dibenci oleh Sunan yang sudah tua itu. rupanya telah menjalin hubungan rahasia dengan pimpinan warga Makassar di Demung yakni Karaeng Bonto Marannu. Karaeng Galesong.

putera mahkota yakni Pangeran Adipati Anom telah memberikan sebutir pil. Namun dalam serbuan itu. Terlepas dari keberhasilan Pangeran Adipati Anom dalam melakukan rekayasa untuk merebut kekuasaan dari ayahnya.fica. terdapat suatu petunjuk bahwa masyarakat di kawasan ini adalah komunitas yarg sangat fanatik terhadap agama yang dianutnya.html) Sejarah Kota Situbondo SITUBONDO VERSI 2 . maka Pangeran Adipati Anom diangkat menjadi raja Mataram.24 Mei 1676 terjadi pertempuran antara pasukan Jan Franszen dengan pasukan Makassar di Demung. Namun dalam catatan Valentijn (dalam De Graaf. korban itu umumnya adalah rakyat pedesaan dan prajurit-prajurit rendahan. Sedang pasukan Rangga Sidayu bertempur di Keta. Yang jelas. (sumber:http://www. Sebab setelah terjadi kerusuhan-kerusuhan di berbagai daerah yang akhirnya marak ke ibukota Mataram hingga Amangkurat I yang rambutnya sudah penuh uban itu mengungsi dan kemudian mati di Wanayasa tepatnya di Tegalwangi sebagaimana ditulis dalam Babad Tanah Jawi. Dan antara 17 . 1987) disebutkan bahwa untuk mempercepat matinya Sunan Amangkurat I dalam pengungsian itu. yang jelas akibat dari rekayasa itu adalah kehancuran daerah di sekitar Demung dan Ketah akibat perang dan kerusuhan.Belanda pimpinan Jan Franszen. Bahkan tidak terhitung berapa jumlah korban yang harus mati dalam rekayasa itu. Berdasar uraian di muka. sekaligus memiliki kecenderungan nativis yakni enggan menerima pengarah dari luar yang tidak sesuai dengan budaya mereka yang heroik yang terbentuk oleh latar sejarah mereka yang penuh diwarnai peperangan dan rekayasa politik. pihak Mataran mengalami kehancuran dan panglima-panglima perangnya tewas dengan cara mengenaskan. Rekayasa yang dilakukan oleh Pangeran Adipati Anom untuk merebut kekuasaan ayahandanya itu pada akhirnya memang berhasil sukses.org/persecution/bp/B/Bab2-3.

Pada akhir pemerintahan Kolonial Belanda terjadi perubahan cakupan kekuasaan dari Kabupaten Panarukan. Prajekan dan Soemberwaroe. Panaroekan. Distrik Situbondo dan Distrik Sumberwaru.Pada Masa Hindia Belanda. dalam rangka meningkatkan stabilitas pemerintahannya telah diangkat beberapa Bupati. baik sejarawan. Panarukan terdiri dari Distrik Besuki.pada Tahun 1580 mereka mendirikan benteng pertahanan untuk menimbun barang dagangannya. Panarukan menjadi ramai. masa kemerdekaan dan pasca kemerdekaan sebagai bahan pendalaman sejarah lokal. Berdasarkan fakta sejarah Kabupaten Situbondo berawal dari Panarukan. Setelah Orang Portugis berlabuh dan berakulturasi dengan penduduk lokal. berbagai aktifitas pemerintahan dan hubungannya dengan pihak luar diselenggarakan di Distrik Situbondo. terutama setelah Masa kemerdekaan. Distrik Panarukan. Sebagai tempat persinggahan para pedagang sejak Zaman Portugis. Yaitu Situbondo. Nama Panarukan yang pada masa sebelumnya disebut POERBOSARI merupakan Kota pelabuhan untuk perahu kepulauan sekitarnya. Nama Panarukan sangat dikenal berdasarkan penemuan sumber sejarah sejak lama. diantaranya di wilayah ujung timur adalah Bupati Bondowoso dan Bupati Panarukan. Bupati saat itu merupakan pejabat tertinggi dalam pemerintahan birokrasi pribumi.Penelusuran Hari Jadi Kabupaten Situbondo berlangsung melalui proses kajian yang cukup panjang melibatkan seluruh stakeholder. Dalam menjalankan roda pemerintahan ia dibantu oleh seorang Patih Kabupaten yang berkedudukan di Situbondo. pada Tahun 1931 masuk dalam daftar wilayah Kabupaten Panarukan. sehingga penduduk setempat lambat laun memberi nama PANARUKAN. Ketika Kabupaten Panarukan berdiri. Beliau adalah putra Bupati Pribumi I Besuki yang memerintah Panarukan dari Tahun 18501859. sekaligus argumentasi akademik yang memadai terhadap peristiwaperistiwa bersejarah mulai masa pra kolonial. Bupati Pertama adalah Raden Tumenggung Ario Surjo Amidjojo yang memiliki nama kecil Kanjeng Pandu. yang membawahai para Wedhana. Sejak itu. pejabat pemerintah maupun kalangan wakil rakyat. Distrik Besuki yang dalam Keputusan pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1901 masuk dalam wilayah Kabupaten Bondowoso. Dengan asistensi pakar dari lembaga Perguruan Tinggi serta peran aktif Kelompok Peduli Budaya dan Wisata Daerah Jawa Timur. Hingga Tahun 1910 wilayah Kabupaten Panarukan terbagi menjadi 4 Kawedhanan. masa penjajahan. yang memuat tonggak-tonggak terpenting dan monumental. menerbitkan Buku Quo Vadis Hari Jadi Kabupaten Situbondo. seperti lada dan cengkeh yang dibawa dari kepulauan Maluku. Daerah tersebut menjadi tempat menaruh ( Panarukan ) barang orang-orang Portugis. Berdasarkan kenyataan tersebut dan dengan pertimbangan untuk kepentingan kelancaran jalannya roda pemerintahan seiring dengan perkembangan kemajuan . bukan saja para pedagang tetapi juga para pelancong dan bahkan hingga Tahun 80-an nama Panarukan masih banyak dikenal oleh masyarakat luar daerah. pelaku sejarah. akademisi. Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten.

Sebagai konsekuensi dari diterbitkannya Peraturan pemerintah tersebut maka sejak tanggal 19 September 1972 terjadi perpindahan jalannya roda pemerintahan dan pembangunan secara resmi dari Panarukan ke Situbondo. Achmad Tahir Hadisoeparto Tahun 1972. rasa memiliki dan rasa cinta terhadap daerah sehingga mendorong kreatifitas masyarakat untuk berkarya dan membangun demi kemajuan daerah. Kegiatan pemerintahan dengan nama resmi Situbondo berawal pada tahun tersebut. August 5.Sebagai sebuah identitas yang menjadi kebanggaan masyarakat. 2009 SEJARAH BESOEKI . Hari Jadi suatu daerah adalah muara dalam menggalang solidaritas. sejahtera dan berdaya saing. (Sumber:http://birohumas. yang secara yuridis formal dibuktikan dengan dokumen sejarah sebagaimana tertera dalam Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1972 Tanggal 19 September 1972 tentang Perubahan nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan pemerintahan Kabupaten Panarukan menjadi Kabupaten Situbondo dengan tempat Pemerintahan di Situbondo. Hari Jadi merupakan tonggak sejarah dimulainya pemerintahan suatu daerah. yang akan dikenang sepanjang hayat sebagai sumber motivasi bagi masyarakat dalam menapak kehidupan yang adil. maka nama dan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Kabupaten panarukan diubah dan dipindahkan dari Panarukan ke Situbondo pada Era Bupati K. lebih-lebih dalam paradigma kehidupan pemerintahan yang desentralistik di Era Otonomi Daerah saat ini.id) SITOEBONDO TEMPO DOELOE Wednesday.jatimprov.go.DPRD dan pemerintah Daerah menyepakati Hari Jadi Kabupaten Situbondo jatuh pada Tanggal 19 september 1972.daerah.

Geillumineerd residentskantoor te besoeki ter gelegenheid van het vijfentwigjarigjubeleum van koningin wilhelmina 1923 Gedung ini sekarang menjadi asrama polisi dan keadaan nya sangat memperhatinkan .

residentswoning te besoeki op Oost-java 1866 Hulppost-en telegraafkantor te Besoeki 1930 .

tidak bisa dilepaskan dari Kraton Solo. Jatim.109 jiwa. Pada tahun 2004. Hasan Nailul Ilmi. Tokoh yang legendaris di kalangan masyarakat Besuki ini menurut sejumlah tokoh di wilayah itu memiliki darah keturunan raja-raja di Solo.straat te Besoeki bij Sitoebondo 1880 Kecamatan Besuki adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Situbondo. Ke Pate Alos yang juga dikenal sebagai Raden Bagus (RB) Kasim Wirodipuro adalah demang pertama Besuki. penduduknya berjumlah 57. kakek dari RB Kasim Wirodipuro disebut-sebut sebagai saudara dari Raden Zaenal Abidin alias Susuhunan . Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1331. Moh. Menurut tokoh masyarakat Besuki. yang bersumber dari peran tokoh Ke Pate Alos dari Pamekasan. ikatan nasab ke Solo itu terjalin karena Raden Abdullah Surowikromo. Besuki sudah merupakan suatu daerah yang berkembang dan dikenal dengan nama Keta yang pernah bersama dengan Sadeng melakukan pemberontakan terhadap Kerajaan Majapahit tapi berhasil dipadamkan oleh Gajah Mada. Madura. Pada zaman dahulu kota ini penting karena merupakan ibukota Karesidenan Besuki. Luasnya adalah 26. Sejarah Kecamatan Besuki di Kabupaten Situbondo. Indonesia.08 km². Pada zaman Majapahit.

Raden Abduramhan mencoba mencari alternatif penghidupan ke selatan Madura yang kemudian sampai di Besuki. yakni di Madura sedang dalam masa paceklik karena daerah itu tandus. Salah satu yang merasakan kondisi paceklik itu adalah Raden Abdurahman Wirobroto. putera dari Raden Abdullah Surowikromo yang tinggal di kawasan yang kini menjadi Desa Tanjung. Sementara pada waktu bersamaan. Kecamatan Pademawu. Ia menjelaskan. disebutkan. Dalam buku Babad Besoeki yang ditulis sekitar 1882 M. tapi ketika saya cek ke Kraton Solo disebutkan bahwa beliau justru putera dari Pakubuwono II. Pamekasan. Dalam buku Babad Besoeki bertulis huruf Arab Pegon dan berbahasa Jawa yang kemudian diterjemahkan oleh Moh. Meskipun berada di pinggir laut." katanya.Pakubuwono II. Beliau sampai tiga kali berkunjung ke Besuki ini. di wilayah utara Besuki. Mengenai hal itu. Beliau kemudian kembali lagi ke Besuki dengan membawa anaknya bernama Kasim yang saat itu berusia sembilan tahun. Kecamatan Pademawu. dengan penulis tidak tercantum disebutkan bahwa Besuki dulunya merupakan hutan belantara. Raden Abdurahman berada di Besuki hingga 1760 dan setelah itu kembali ke Madura hingga meninggal di Tanjung. "Beliau waktu itu menggunakan perahu kecil yang oleh orang Madura disebut perahu kerocok yang digerakkan dengan dayung. Menurut Yoyok. Ke Pate Alos memang memiliki darah keturunan dari Solo." katanya. Raden Abdullah adalah keluarga kerajaan di Solo yang tidak mau kompromi dengan Belanda kemudian berkelana hingga ke Madura. "Makanya tidak heran kalau keluarga keturunan Ke Pate Alos itu dulunya sangat fasih berbahasa Jawa tinggi. untuk mengatasi kondisi paceklik berkepanjangan." katanya. tepatnya di Desan Tanjung. wilayah itu merupakan daerah subur. dia memang belum mendapatkan kepastian. termasuk 20 orang kepala keluarga dari Madura. tokoh pemuda yang juga gemar menggali sejarah Besuki. Hasan Nailul Ilmi itu. Pademawu. Namun. beliau kemudian bercocok tanam di situ. karena . Raden Abdurahman sendiri pergi ke Besuki dan tiba pertama kali di daerah Nambakor. Setelah itu beliau pulang ke Madura. Sementara pada naskah Babad Besuki yang ditulis Edy Sudiono dan kawan-kawan disebutkan bahwa kapal yang digunakan Raden Abdurahman adalah kapal tongkang yang dilengkapi dengan layar. yang dia yakini dari sejumlah literatur yang ditemukan arsip nasional di Jakarta. Baik naskah yang ditulis oleh Edy Sudiono maupun yang diterjemahkan oleh Hasan sama-sama menyebutkan bahwa Raden Abdurahman begitu takjub dengan kesuburan wilayah Besuki yang saat itu belum diberi nama. Pamekasan. "Setelah membabat alas. disebutkan bahwa Rabden Abdullah itu saudara Pakubowono II." katanya. katanya. Kiprahnya diteruskan oleh Ke Pate Alos. "Saya lakukan pengecekan ke Madura. Saat itu tahun 1743 M. Anak dari keluarga bangsawan inilah yang kemudian membabat alas di wilayah yang kemudian disebut Besuki.

maka budaya maupun tatakrama masyarakat di Besuki dan kemudian juga di Bondowoso. Seperti Makam Ke Pate Alos kini dikelola oleh yayasan sehingga Pemkab kesulitan menangani. Moh. "Ada beberapa peninggalan sejarah Besuki yang dikuasai perorangan atau yayasan." katanya. Pemkab Situbondo sendiri beralasan kesulitan menangani benda peninggalan sejarah di Kota Kecamatan Besuki." kata Kepala Dinas Perindustrian." katanya. "Tujuannya bukan apa-apa. Tradisi itu merupakan kegiatan rakyat yang digelar oleh Ke Pate Alos dengan nama "Bupak Bumi". Tidak begitu jelas apa arti dari kedua kata itu. ia mengemukakan. saat ini tidak ada perhatian serius dari pemkab untuk memelihara warisan yang oleh masyarakat dikeramatkan itu. masyarakat Nusantara sebetulnya adalah turunan rajawali. ia mengaku pemkab susah untuk "masuk". Hasan hanya menjelaskan bahwa acara itu digelar di arena terbuka yang diikuti oleh masyarakat Besuki dengan berbagai macam hiburan. Meminjam istilah budayawan Emha Ainun Nadjib saat mementaskan lakon teater berjudul Tikungan Iblis beberapa waktu lalu. Sekarang juga banyak orang China di Besuki ini yang peduli pada makam ini. tapi untuk menyadarkan masyarakat Besuki bahwa mereka itu memiliki sejarah besar di masa lalu. Kalau dikelola oleh yayasan. tapi dalam perkembangan sejarah terus meneruskan ’diempritkan". Agus Cahyono. "Malah justru orang-orang China yang banyak membantu. tapi kini menjadi emprit karena keadaan. Sementara Fadli Haroen (39). Ke mana marmer-marmer itu?. juru pelihara makam Ke Pate Alos mengemukakan.masih keturunan bangsawan itulah. acara itu harus dikemas secara Islami. termasuk membuatkan cungkup makam zaman dulu. Pemkab akan lebih leluasa mengelola aset itu jika memang keberadaannya menjadi "milik" pemerintah daerah. Ia mengemukakan. Ia bahkan memiliki obsesi menggelar kegiatan setiap 12 Robiul Awal. Hasan Nailul Ilmi yang kini memimpin jemaah istighasah setiap malam Jumat di makam Ke Pate Alos tidak hanya gemar mencari koleksi data mengenai sejarah Besuki. ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan warisan budaya masa lalu leluhurnya yang kini masih tersisa. tergolong halus." katanya. termasuk tidak ada perhatian dari pemkab setempat. "Dulu gedung bekas keresidenan dengan kewedanan itu menggunakan marmer Italia. . Bersamaan dengan itu. karena ada yang dikuasai perorangan. Mengenai kemungkinan ada penolakan dari tokoh agama. Hasan agaknya ingin menyadarkan masyarakat Besuki bahwa mereka adalah "keturunan" tokoh berkualitas rajawali. Perdagangan dan Pariwisata Kabupaten Situbondo. termasuk gedung kantor bekas keresidenan dan kewedanan. Hasan menyayangkan tidak terurusnya warisan budaya itu. tapi sekarang sudah lenyap semua diganti dengan tegel biasa.

Penggunaan itu dianggap tidak masalah karena tidak mengubah bangunan aslinya. dan menyimpan banyak aset bernilai sejarah tinggi." katanya. kecuali hanya melalui cerita di masyarakat DO YOU KNOW WHAT WAS GOING ON 1923 IN ALOEN ALOEN SITOEBONDO? . sementara bekas kantor kewedanan yang di selatan alun-alun kini memang dikelola pemkab. untuk membuktikannya dia merasa kesulitan mendapat sumber informasinya. Ia mengakui bahwa Kota Besuki dulu pernah menjadi kabupaten dan keresidenan. Namun."Sementara aset berupa bangunan kuno bekas karesidenan yang ada di sebelah timur kantor Polsek. kami masih melacak kepemilikan tanah di tempat itu. Ia mengemukakan. bekas kantor kewedanan itu kini sebagian ditempati untuk kantor SMA Negeri 1 Besuki yang memang baru berdiri. "Kami berupaya nantinya gedung itu akan kami jadikan perpustakaan." katanya singkat.

.

1962. Perayaan 25 Th di Sitoebondo sangat meriah dan di pusatkan di alun-alun Sitoebondo serta dirayakan seperti pasar rakyat dan juga banyak perlombaan-perlombaan. adalah Ratu Belanda sejak 1890 . . (31 Agustus 1880 – 28 November 1962). lebih lama daripada penguasa monarki kerajaan Belanda lainnya. Krisis Ekonomi tahun 1933. seperti panjat pinang dan lain sebagainya. Putri Orange-Nassau.1948 dan Ibu Suri (dengan sebutan Putri) sejak 1948 . dan juga kejatuhan Belanda sebagai penguasa kolonial. Masa kekuasannya menjadi saksi beberapa titik perubahan di Belanda dan sejarah dunia: Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Ia memimpin Belanda selama lebih dari 50 tahun.Ratu Wilhelmina (Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau. Ia paling dikenang untuk perannya dalam Perang Dunia II dimana ia membuktikan dirinya sebagai inspirasi besar bagi gerakan perlawanan rakyat Belanda dan sebagai pemimpin utama pemerintahan Belanda di pengasingan (Indonesia).

Dalam suatu pertempuran yang sengit. ia mendengar cerita bahwa ada seorang janda yang baru saja membakar diri untuk ikut mati bersama suaminya. Perang terbesar yang pada gilirannya meruntuhkan Majapahit. demikian Galvao. dengan perantaraan perutusan. Beberapa waktu berselang. Galvao mencatat bahwa masyarakat di kawasan itu masih beragama Hindu. Sejarah setidaknya telah mencatat bahwa di daerah Wirabhumi ini telah sering pecah peperangan.begitu menurut catatan sejarah -. Sekalipun harus ditebus dengan gugurnya Sultan Trenggana. Mereka adalah orang-orang yang ingin merdeka dari tekanan siapa pun yang datang dari luar. Kawasan Situbondo di masa silam termasuk ke dalam wilayah Wirabhumi. Kira-kira tahun 1585 romo-romo kelompok biarawan Capucijn dari Malaka yang beroperasi juga di Blambangan berhasil mentahbiskan seorang "imam berhala". Di kota pelabuhan itu ia mendapat sambutan ramah. Bahkan saat agama Islam sudah menyebar di pulau Jawa abad ke-16. Tahun 1575 -. Sejak kekuatan Bhre Wirabhumi dihancurkan Wikramawardhana dalam Perang Paregreg. kawasan Wirabhumi sepertinya tetap berada di dalam cengkeraman raja-reja lokal yang masih beragama Hindu. Dan sejak tahun 1600 -. Kisah-kisah sejarah di kawasan Wirabhumi -. Pada 1535 Masehi seorang musafir Portugis bernama Galvao mengunjungi Panarukan. daerah Wirabhumi seperti "terlepas" dari kontrol Majapahit. Sebab di kawasan itu terdapat pelabuhan-pelabuhan penting seperti Panarukan. Pada 1579 seorang romo Jezuit. Rakyat di daerah itu menyusun sejarahnya sendiri. Bernardino Ferrari mengunjungi Panarukan untuk melayani orang-orang Portugis yang tinggal di situ. yang masih beragama Hindu.secara tiba-tiba -. Santaguna. dapat diasumsikan bahwa penduduk di kawasan Wirabhumi adalah orang-orang yang memiliki sifat ksatria yang gagah perkasa dan tidak gampang tunduk kepada siapa saja yang ingin menguasai mereka. Kalbut dan Jangkar. Dilihat dari segi nama. daerah Situbondo merupakan daerah penting di pantai utara bagian timur pulau Jawa. Raja Santaguna bahkan meminta. saudara sepupu raja "kafir" (Santaguna) di situ menjadi orang Kristen. Ia berlayar dengan kapal Portugis yang berpangkalan di Malaka. Untuk merebut Keta . Pada 1546 Sultan Trenggana dari Demak menyerang Panarukan dan beliau gugur dalam serangan tersebut. Tahun 1596 raja Pasuruan melakukan serangan ke Panarukan yang saat itu dirajai oleh keturunan Raja Santaguna yang dipertahankan pasukan-pasukan dari Bali pimpinan Jelantik.cukup banyak yang mengandung muatan "rekayasa" politik di dalamnya yang seringkali meletus dalam bentuk .sebagaimana dituturkan dalam Negarakretagama pupuh XLIX/3 – Majapahit melakukannya dengan kekuatan senjata. Seminggu sebelum kedatangannya. yakni Perang Paregreg terjadi di kawasan ini.Panarukan telah menjadi Islam. bangsawan yang telah dikristenkan itu dibunuh oleh rakyat (De Graef.Panarukan direbut oleh raja Blambangan. Malah kota Panarukan pada abad ke-14 merupakan salah satu pangkalan penting bagi kerajaan Majapahit.pen).SEJARAH PANJANG KOTA INI Di masa silam. supaya lebih banyak misionaris dikirim.jika dikaji secara cermat -. namun Demak berhasil menguasai wilayah Panarukan. Di Panarukan sudah berdiri kerajaan Keta (nama itu abadi sebagai desa Ketah di kecamatan Suboh. Mereka adalah orang-orang yang memiliki harga diri dan kehormatan tinggi. Situbondo . l986). pasukan Islam berhasil meraih kemenangan bahkan berhasil menewaskan Jelantik. Agama Islam pun mulai berkembang di Panarukan.

Sejarah memang mencatat bahwa dalam proses suksesi atas kekuasaan Amangkurat I itu. Ini dikarenakan. Dalam hubungan itu. Dalam pertempuran itu. dalam waktu singkat dikuasainya. benteng Pajarakan yang menjadi basis kekuatan Nambi dihancurkan pasukan Majapahit. Karena itu. terjalin pula sedikit hubungan antara orang-orang Makassar dengan Madura. orang-orang Makasar itu ditengarai telah menjadikan Demung sabagai tempat tinggalnya. tetapi banyak pangeran .l987). telah terjadi berbagai macam rekayasa politik yang mengorbankan nyawa rakyat kecil yang terombang-ambing oleh ketidak-pastian angin kekuasaan. para pejabat Mataram di kawasan pantai utara tak menunjukkan reaksi melihat daerahnya dilanda kerusuhan.pertempuran besar yang mengakibatkan jatuhnya korban rakyat kecil. Demung dekat Panarukan telah dijadikan benteng pertahanan oleh pasukan Makassar di bawah pimpinan Karaeng Bonto Marannu. Sejak Oktober 1674. Pangeran Adipati Anom .yang mengincar kedudukan ayahandanya. misalnya. rupanya telah menjalin hubungan rahasia dengan pimpinan warga Makassar di Demung yakni Karaeng Bonto Marannu. l979). Dengan suatu manuver politik yang rapi. Para pejabat daerah setingkat bupati dihadapkan pada pilihan untuk patuh pada dua jalur perintah yang bertolak-belakang yakni perintah dari putera mahkota dan perintah sunan. adalah hasil rekayasa dari tokoh Mahapatih yang berambisi menjadi Patih Mangkabhumi. Hasilnya. Nambi sekeluarga beserta pengikutpengikutnya terbunuh. Pada perempat akhir abad 16. Pangeran Adipati Anom pada gilirannya dituduh mau merebut kekuasaan selagi ayahandanya masih berkuasa. Pangeran Adipati Anom juga menjalin hubungan rahasia dengan menantu Panembahan Rama yakni Trunojoyo dari Madura. Akibat dari manuver politik yang makin lama makin transparan itu. kekuatan Mataram yang berada di bawah perintah Amangkurat I berhadapan dengan pejuang Makassar yang secara rahasia berada di bawah perintah Adipati Anom. Kisah pemberontakan Patih Mangkubhumi Nambi di awal abad ke-14. menurut catatan sejarah daerah Situbondo tepatnya di sekitar Demung dan Ketah telah dijadikan ajang pertempuran akibat pertarungan antar kepentingan kelompok yang bersengketa dalam upaya merebut kekuasaan Mataram dari Amangkurat I. misalnya. dan adiknya Pangeran Singasari ditetapkan sebagai pengganti ayahnya.atas perintah Pangeran Adipati Anom itu ternyata berakibat fatal. Menurut De Graaf (l987) Pangeran Adipati Anom rupanya telah memberikan perintah agar para pejabat Jawa tidak mengambil tindakan terhadap orang-orang Makassar yang melakukan penyerangan dan perampasan itu.yakni bupati-bupati di daerah Surabaya dan Gresik -. Menurut catatan Belanda dalam Daghregister 25 Januari 1674. Mereka bahkan membunuh awak perahu milik warga Batavia Struys. Tetapi hubungan kedua kelompok itu tidak menjadi akrab dan tidak berlangsung lama pula. Kepatuhan para penguasa setempat -. setelah peristiwa itu diangkat menjadi Patih Mangkubhumi Majapahit (Mulyana. Anehnya. Kota pelabuhan Gerongan yang merupakan pelabuhan beras. Mahapatih berhasil menyudutkan Nambi sebagai pejabat yang akan mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah pusat. ia dibenci oleh Sunan yang sudah tua itu. Dan Mahapatih. memang telah menyatakan dukungan terhadap Pangeran Adipati Anom sebagai pengganti ayahnya. Dalam catatan sejarah diketahui bahwa orang-orang Makassar di akhir 1674 dari pangkalannya di Demung telah melakukan penyerangan ke kota-kota di sepanjang pantai utara Jawa Timur. Sebab Sunan Amangkurat I kemudian memerintahkan agar para pejabat itu dibunuh. Pangeran Puger dan Pangeran Sampang. Itu disebabkan oleh kepentingan masing-masing terlalu banyak berbeda (De Graaf. putera mahkota.putera mahkota Amangkurat I .

yang jelas akibat dari rekayasa itu adalah kehancuran daerah di sekitar Demung dan Ketah akibat perang dan kerusuhan. korban itu umumnya adalah rakyat pedesaan dan prajurit-prajurit rendahan. Kekisruhan situasi akibat proses suksesi dewasa itu berlangsung di mana-mana. Sedang pasukan Rangga Sidayu bertempur di Keta. Yang jelas. Pasukan dipimpin Raden Prawirataruna dan Rangga Sidayu. Dan antara 17 . terdapat suatu petunjuk bahwa masyarakat di kawasan ini adalah komunitas yarg sangat fanatik terhadap agama yang dianutnya. Karaeng Galesong. maka Pangeran Adipati Anom diangkat menjadi raja Mataram. 1987) disebutkan bahwa untuk mempercepat matinya Sunan Amangkurat I dalam pengungsian itu. Karaeng Tallo. putera mahkota yakni Pangeran Adipati Anom telah memberikan sebutir pil. Namun dalam serbuan itu.24 Mei 1676 terjadi pertempuran antara pasukan Jan Franszen dengan pasukan Makassar di Demung. Terlepas dari keberhasilan Pangeran Adipati Anom dalam melakukan rekayasa untuk merebut kekuasaan dari ayahnya. Namun dalam catatan Valentijn (dalam De Graaf.lain yang bersumpah akan mendukung keputusan Sunan. pihak Mataran mengalami kehancuran dan panglima-panglima perangnya tewas dengan cara mengenaskan. 1987) Sunan Amangkurat I yang marah karena merasa dikhianati putera mahkota itu mengirimkan 100 perahu perang ke Demung dengan membawa pasukan ribuan orang. Kekacauan yang pecah di pedalaman Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah. Sedang kekacauan di pantai utara Jawa Timur dan sebagaian Jawa Tengah dikendalikan oleh orang-orang Makassar di bawah Karaeng Bonto Marannu. Menurut Jonge (dalam De Graaf. Sebab setelah terjadi kerusuhan-kerusuhan di berbagai daerah yang akhirnya marak ke ibukota Mataram hingga Amangkurat I yang rambutnya sudah penuh uban itu mengungsi dan kemudian mati di Wanayasa tepatnya di Tegalwangi sebagaimana ditulis dalam Babad Tanah Jawi. sekaligus memiliki kecenderungan nativis yakni enggan menerima pengarah dari luar yang tidak sesuai dengan budaya mereka yang heroik yang terbentuk oleh latar sejarah mereka yang penuh diwarnai peperangan dan rekayasa politik. PANAROEKAN . Rekayasa yang dilakukan oleh Pangeran Adipati Anom untuk merebut kekuasaan ayahandanya itu pada akhirnya memang berhasil sukses. dan sebagainya. Kekuatan laut Mataram itu kemudian bergabung dengan armada Belanda pimpinan Jan Franszen. Bahkan tidak terhitung berapa jumlah korban yang harus mati dalam rekayasa itu. dikendalikan oleh Trunojoyo yang berpangkalan di Kediri. Berdasar uraian di muka.

Secara geografis Kabupaten Situbondo terletak di Pantai utara Jawa Timur bagian timur dengan posisi diantara 7? 35' . Ini mungkin menjadi alasan mengapa raja dan petinggi-petinggi Kerajaan Majapahit sering singgah di Panarukan. Hampir keseluruhan terletak di pesisir pantai dari Barat ke Timur. kopi dan tebu. .114? 42'BT. Panarukan dahulu merupakan bagian dari Keresidenan Besuki. Pada masa pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels (? tahun 1808-1811 M) membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan "Jalan Anyer . Pada masa pemerintahan Bupati Achmad Tahir (? tahun 1972 M) Kabupaten Panarukan kemudian berganti nama menjadi Kabupaten Situbondo. seperti tembakau. Panarukan saat ini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Situbondo Propinsi Jawa Timur.7? 44'LS dan 113? 30' . serta sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo. Dengan berkembangnya Panarukan yang begitu pesat. Pada masa Kerajaan Majapahit Panarukan sangat terkenal sebagai kota pelabuhan di ujung timur Pulau Jawa.638.Panarukan merupakan pelabuhan yang strategis karena terletak di sebelah Pantai Utara Jawa Timur dan sebagai salah satu bandar kuna telah mempermainkan peranannya sejak berabad-abad yang lampau. Letak Kabupaten Situbondo. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Panarukan mempunyai kedudukan lebih penting karena terletak pada tepi jalan perdagangan yang lebih ramai. di sebelah Utara berbatasan dengan Selat Madura.50 Km?. Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah "Kabupaten Panarukan" dengan ibukota Situbondo.Panarukan" atau lebih dikenal lagi dengan "Jalan Daendels" atau juga "Jalan Pos". Selain diketahui bahwa Hayam Wuruk pernah mengunjungi Panarukan pada tahun 1359 Masehi. sebelah Timur berbatasan dengan Selat Bali. Luas wilayah Kabupaten Situbondo adalah 1.1872) sebagai Bupati Pertama. sehingga pada akhirnya pusat pemerintahan berpindah ke Kabupaten Panarukan dengan Raden Tumenggung Aryo Soeryo Amijoyo (1858 . bentuknya memanjang kurang lebih 140 km. Panarukan berkembang dengan pesat karena surplus wilayah belakang yang merupakan penghasil ekspor. dengan ibukota tetap di Situbondo.

Ukuran gudang-gudang tersebut sangat luas mencapai ratusan meter persegi. lengkap dengan gudang. Pelabuhan Panarukan ini pada saat sekarang kondisinya memprihatinkan. Jarak dari pusat kota Situbondo ke lokasi pelabuhan Panarukan kurang lebih 8 km ke arah barat. Untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal merapat ke kade. Pada masa Belanda dibangun rel kereta api dari stasiun sampai pelabuhan. khususnya tanaman tembakau. namun pada saat sekarang bangunan itu sudah tidak ada lagi. Di sebelah kanan dan kiri bangunan induk ini terdapat puluhan gudang tempat penimbunan barang hasil perkebunan sebelum dikirim ke luar negeri. bahkan rel-rel untuk lori. Yakni tempat rel trem atau kereta kecil yang menjorok ke laut. Lokasi pelabuhan terletak di pinggir laut dan dekat dengan jalan raya sehinggga dapat dijangkau dengan mudah. Bangunan ini panjangnya mencapai 550 M dan lebar 11 M. menyimpan dan mengangkut hasil perkebunan ke luar negeri. yaitu tempat untuk memperbaiki kapal. Tinggi menara ini sekitar 50 M dengan lebar 8 M. Pada bagian tengah terdapat rel besi tempat jalan trem pangangkut barang. bahkan di sebelah kanan dermaga dulunya ada rel sampai ujung dermaga. Fungsi pelabuhan Panarukan semakin tampak yakni pada sekitar abad XIX tatkala daerah Jember dan Bondowoso dijadikan sebagai sentra area penanaman cash crop production. dibuat dari kontruksi besi. Menurut seorang informan dahulu bangunan ini sangat megah berlantai tiga.berdasarkan peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28/1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan pemerintah daerah. Sejak abad XVI Panarukan sudah berfungsi sebagai salah satu kota pelabuhan terkemuka di Jawa Timur. Pelabuhan Panarukan didirikan oleh salah seorang Ondemer terkemuka di kawasan Besuki yakni George Birnie pada tahun 1890-an dengan nama Maactschappij Panaroekan. namun hanya berlantai bambu. Kawasan pelabuhan Panarukan berada di Pedukuhan Pesisir Kilensari Kecamatan Panarukan. Selain itu di pinggir pantai terdapat bangunan menara atau mercu suar yang berfungsi sebagai sinyal atau tanda pelayaran. Mercu suar tua ini hingga sekarang masih ada. Pada masa dahulu terdapat "tanggang lanjang". bahkan sampai ke stasiun. Fungsi rel trem ini untuk mengangkut barang dari gudang penyimpanan ke perahu-perahu sebelum diangkut ke luar negeri oleh kapal besar. Setelah pelabuhan Panarukan mengalami kemunduran. Letaknya di tepi pantai kawasan pelabuhan. tebu dan produk-produk perkebunan yang lain. kantor Djakarta Llyod dan gudang-gudang yang lainnya. Gudang-gudang ini terbuat dari bahan tembok. yaitu suatu pelataran luas. rel tersebut dicabut. karena fungsi pelabuhan dialihkan ke Probolinggo dan Banyuwangi. sedangkan bagian atas terbuat dari kayu. Pada bagian bawahnya tidak diberi lantai. Di pelabuhan Panarukan inilah tempat untuk menimbun. Di pelabuhan Panarukan juga dibangun beberapa galangan atau dok-dok terapung. Untuk menyinari menara tersebut pada jaman dahulu dipergunakan karbit namun sekarang menggunakan lampu listirk. alat-alat derek. . Di sebelah kanan menara terdapat bekas bangunan kolonial yang berupa perkantoran dan menjadi gedung induk Maasctschappij Panaroekan yang terbuat dari batu bata. Adapun mercu suar itu adalah sebagai tanda kedudukan pelabuhan Panarukan. gudang-gudang dan mercusuar. kopi. Bangunan ini terbuat dari bahan beton untuk bagian bawah. Bangunan yang tersisa berupa dermaga kuno. sehingga banyak tinggalan arkeologis di pelabuhan Panarukan yang dibongkar seperti gudang induk.

(12) Gudang N . Assembagoes.400 m?. tetapi pada tahun 2003 sudah tidak difungsikan lagi. Keseluruhan pabrik-pabrik tersebut merupakan produsen gula terbesar di Jawa Timur. 1. Kecamatan Panarukan. yaitu Pabrik Gula (PG) De Maas. Desa Kilensari. Pada saat ini di wilayah Kabupaten Situbondo hanya terdapat enam pabrik gula. Selain keberadaan jaringan jalan. Tugu Portugis terletak di sebelah timur Sungai Sampeyan. (8) Gudang I . Boedoean. keberadaan jalur kereta api di Panarukan turut memperlancar distribusi barang. Untuk menuju lokasi benteng hanya bisa dijangkau dengan kendaraan sepeda motor.5 Km ke arah barat. 1981: 50). yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo. 400 m?. Soekowidi. (4) Gudang D : 2.098 m?. Pada awalnya dibuat dengan tujuan untuk memperlancar usaha militer Belanda dalam peperangan menaklukkan daerah Blambangan (Banyuwangi). 2. (7) Gudang G . di wilayah Kabupaten Panarukan terdapat 12 buah pabrik gula. Semboro dan Goenoeng Sarie. yaitu PG De Maas. (2) Gudang B . Tinggalan arkeologis yang berupa bekas benteng ini berada di tepi barat Sungai Sampeyan. Assembagoes.700 m?. 2. Bangunan ini pada saat sekarang masih utuh. Prajekan. Jarak dari pusat kota Situbondo ke lokasi benteng ini kurang lebih 8. 2. Di Panarukan terdapat Benteng VOC (baca archief" Benteng VOC di panarukan) yang berada di wilayah Dusun Kilensari Timur. gudang lini 1 terdiri dari (1) Gudang A . satu pabrik gula masih berdiri tetapi tidak berproduksi lagi adalah PG Demaas dan satu pabrik gula yang lain adalah PG Boedoean sudah tidak tampak lagi keberadaannya. Pada perkembangan selanjutnya jalan yang memanjang dari arah barat ke timur di pesisir utara sangat bermanfaat bagi kelancaran lalu lintas pos. (9) Gudang K . Saat ini lingkungan benteng berada di areal pemakaman penduduk dan lahan pertanian masyarakat. (3) Gudang C : 2.000 m?. (6) Gudang F . bagian kedua merupakan ruang tunggu penumpang. Pada masa pendudukan Kolonial Belanda. Pandjie. 6.Pelabuhan Panarukan mempunyai beberapa gudang. (11) Gudang M . (5) Gudang E . Wringin Anom. Stasiun Kereta Api di Panarukan dibangun oleh Belanda sekitar tahun 1890-an. Pandjie. 410 m?.200 m?. Jalur kereta api ini merupakan alat transportasi penting bagi pelabuhan Panarukan untuk mengangkut tembakau dari Jember dan Bondowoso ke pelabuhan di Panarukan.494 m?. . sedangkan bagian ketiga merupakan tempat pemberangkatan dan pemberhentian kereta api. Selain itu benteng VOC ini juga melindungi pelabuhan Panarukan dari wilayah timur. 450 m?. Pandjie. Pertama. 867 m?. Boedoean dan Wringin Anom. (10) Gudang L . Olean. Di Panarukan terdapat Tugu Portugis yang terletak di Kota Beddha. ekonomi dan transportasi. Olean. sekitar 500 m dari muara Sungai Sampeyan sehingga letaknya sangat strategis karena langsung berhadapan dengan laut Jawa. Desa Pelean. Bedadoeng. 2. Dari keenam pabrik gula tersebut empat pabrik gula masih terlihat wujudnya dan masih berproduksi hingga saat ini pabrik gula Assembagus. Tangarang. Kecamatan Panarukan diperkirakan peninggalan abad XVI yakni tatkala Potugis melakukan aktivitas perdagangan di wilayah Nusantara. yaitu dari wilayah sungai Sampeyan. Olean.000 m? (Anonim. Struktur bangunan Stasiun Kereta Api Panarukan terdiri atas tiga bagian pertama adalah tempat administrasi.105 m?. (13) Gudang O . dibagi menjadi dua jenis. Jarak dari pusat kota Situbondo ke lokasi tugu ? 8 km ke arah barat. 600 m?. Di Panarukan telah dibangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) pada tahun 1808 oleh Gebernur Jenderal Herman Willem Daendels Jalan Raya Pos yang berawal dari Anyer dan berakhir di Panarukan.

serta gudang-gudang garam. bahan bakar. alat Derek (alat pengangkut). tugu ini berfungsi sebagai menara petunjuk bagi pelaut-pelaut. Cab Panarukan (dahulu Panaroekan Maatscappij) yang didirikan pada tahun 1886. Maka sejak tahun pendirian tersebut pelabuhan Panarukan sudah dikenal pasaran dunia atau Eropa melalui ekspor komoditi gula. menyambung rel kereta api. dan lain-lain. Kedua pelabuhan Panarukan terletak di jalur pelayaran dari barat menuju ke Maluku di bagian timur dan sebaliknya dari timur ke barat. pemerintah membangun kantor bernama Djakarta Lyiod. Oleh karenanya bisa jadi tinggalan Tugu Portugis ini hanya merupakan sebagaian kecil (paling atas dari bangunan). galangan kapal. Dari persiapan tersebut tampak bahwa Panarukan berfungsi sebagai pelabuhan tempat menyalurkan barang-barang ke berbagai. Untuk angkutan tembakau dan kopi dari Jember dan Bondowoso . Dengan adanya fasilitas pendukung mengakibatkan pelabuhan Panarukan pada abad XIX dapat berfungsi maksimal. parkiran. wilayah belakang. dengan adanya surplus dari wilayah belakang yang mendukung pelabuhan Panarukan berkembang. Pelabuhan Panarukan letaknya sangat strategis.Lingkungan sekitar tugu ini sekarang berupa areal persawahan yang terletak di tepi desa. Panarukan penghasil gula. Untuk mendukung kelancaran administrasi pelabuhan. menyambung pipa air. tembakau. yaitu pertama terletak di teluk yang merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung suatu pelayaran. kira-kira sepanjang ? 1 Km. tempat timbangan umum. kopi. Melihat bangunannya. kabel-kebel listrik. lori. Pemerintah juga menyediakan berbagai kebutuhan kapal. Keempat. adanya persediaan air bersih yang dibutuhkan kapal-kapal untuk perbekalan air minum dalam pelayaran jarak jauh. menunjukkan bahwa Panarukan merupakan pelabuhan yang strategis dan kuat. rumah sakit. tembakau. menyediakan tongkang-tongkang. tempat penumpukan untuk barang-barang impor-ekspor. beras dan terbentang hutan jati yang kayunya berkualitas baik sebagai komoditi perdagangan dan bahan pembutan kapal. Beberapa peninggalan arkeologis yang ada sekarang ini. Untuk menunjang berlangsungnya kegiatan perdagangan maka di pelabuhan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung. Di pelabuhan Panarukan terdapat lori yang menghubungkan stasiun kereta api sampai dermaga. Adanya berbagai fasilitas pendukung menunjukkan bahwa pelabuhan Panarukan sangat berkembang sebagai pelabuhan dagang. Selain itu keletakan pelabuhan yang tepat di tepi jalur pelayaran perdagangan melalui Laut Jawa dan Selat Madura yang dilalui pedagang-pedagang yang menuju ke Maluku sangat mendukung perkembangan pelabuhan untuk menjadi pelabuhan internasional. gudang-gudang pemerintah dan milik swasta. Pelabuhan Panarukan erat hubungannya dengan aktivitas serta perkembangan PT. penginapan. karet dan jagung. Pemerintah kolonial mempersiapkan sarana dan prasarana pelabuhan antara lain dibangunnya dermaga. kopi. yaitu sebagai pelabuhan perdagangan dan ekspor. air bersih. Djakarta Lloyd sub. Ketiga. Menurut masyarakat di sekitar Tugu Portugis ini banyak ditemukan bekas kerang-kerang besar yang menunjukan di sekitar tugu ini dulunya merupakan laut yang mengalami proses sedimentasi demikian cepat karena terjadi pendangkalan di Sungai Sampeyan. dan menyediakan gerbong-gerbong. bahwa di tempat ini sebagai tempat pelabuhan. akomodasi.

arti . dimana sepengetahuan masyarakat Situbondo bahwa Pangeran Situbondo tidak pernah menampakkan din. Pangeran Situbondo yang ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan dan sekarang dijadikan Ibukota Kabupaten Situbondo. Untuk itu Bernie bekerjasama dengan Stoomvaart Matscapien Nederlandsch dengan mendirikan Matscapay Panaroekan. Untuk mengatasi masalah tersebut George Bernie. pemilik NV LMOD (Landbouw Maatschappij Oude Djember) yakni salah seorang penguasa perkebunan terbesar di daerah ini berinisiatif untuk membangun pelabuhan di Panarukan dan jalur kereta api Jember-Bondowoso-Panarukan. Permukiman suku-suku bangsa Nusantara maupun bangsa lain tumbuh dan telah berkembang sejak zaman dulu. dan Panarukan sendiri ditimbun di gudang-gudang di sekitar pelabuhan kemudian diangkut dari pelabuhan Panarukan ke luar negeri terutama ke Bremen (Jerman) dan Rooterdam (Belanda).lebih murah dan cepat dengan jasa kereta api sampai Panarukan. Sejak berdirinya perusahaan pelabuhan ini semua hasil perkebunan yang berasal dari Bondowoso. Sejak awal abad XIX pihak pemerintah kolonial menerapkan kebijakan ekonomi the system of onterprice (sistem pembangunan perusahaan atau Industri) sebagai pengganti the cultivation system (sistem pengolahan bahan).places or events.anyway I need some advice from dearest readers to fix if there's some mistaken on dated o. sehingga hanya ditandai dengan ditemukannya sebuah 'odheng' (ikat kepala). thanks fajar dwi herdiyan Berdasarkan Legenda Pangeran Situbondo. yang berada di tanjung Pecinan. Gagasan untuk membangun pelabuhan Panarukan terealisasi pada tahun 1897 dan jalur kereta api Jember-BondowosoPanarukan yang berjarak 98 km dibuka pada tanggal 1 Oktober 1987. ha! tersebut dikarenakan keberadaannya di Kabupaten Situbondo kemungkinan sudah dalam keadaan meninggal-dunia akibat kekalahan pertarungannya dengan Joko Jumput. Banyuwangi. LEGENDA PANGERAN SITUBONDO I'm not sure if this article based on true event or just bed time story.Sedangkan menurut pemeo yang berkembang di masyarakat. Jember. Kedua daerah ini terletak di bagian pedalaman yang cocok untuk penanaman komoditi ekspor. Namun demikian dalam komposisi nampak sekali bahwa penduduk pribumi yang terdiri dari orang Jawa dan Madura tetap merupakan mayoritas. Salah satu daerah yang berkembang sebagai akibat kebijakan itu ialah daerah Bondowoso dan Jember. Dampak kebijakan politik ekonomi itu menyebabkan banyak berdirinya perusahaan perkebunan. Namun pada waktu itu permasalahan utama yang dihadapi oleh perusahaan perkebunan ialah sulitnya mengangkut hasil perkebunan ke luar negeri. Penduduk kota Panarukan dan sekitarnya bersifat heterogen. Pada saat sekarang yang ada hanya perkampungan Cina. nama Kabupaten Situbondo berasal dan narna Pangeran Situbondo atau Pangeran Aryo Gajah Situbondo. karena kedua daerah tersebut jauh dari pelabuhan.

1816) dan Inggris yang mengganti kekuasaan Belanda dan menebus Pulau Jawa.Yang membabat Karesidenan Besuki pertama kali adalah Ki Pateh Abs (± th 1700) selanjutnya dipasrahkan kepada Tumenggung Joyo Lelono. sehingga Joko Taruno masih sempat mengadakan sayembara bahwa "barang siapa bisa mengalahkan Pangeran Situbondo akan mendapatkan hadiah separuh kekayaannya".kata SITUBONDO berasal dan kata : SITI = tanah dan BANDO = ikat . Akhirnya pada saat pertarungan terjadi Joko Taruno tertimpa kutukan menjadi patung "Joko Dolog" akibat kebohongannya. sehingga Pulau Jawa pernah dikontrakkan kepada orang China. kemudian datanglah Raffles (± th 1811 . sehingga kita perlu mengkaji terlebih dahulu sejarah Karesidenan Besuki. kenjitaan mi mendekati kebenaran k banyak orang pendatang yang akhirnya menetap di Kabupaten Situbondo. sedangkan Pangeran Situbondo tertendang jauh ke arah Timur hingga sampai di daerah Kabupaten Situbondo ditandai dengan ditemukannya sebuah 'odheng' (ikat kepala) Pangeran Situbondo. padahal persyaratan tersebut hanyalah suatu alasan yang maksudnya untuk mengulur-ulur waktu saja. ha! tersebut dikaitkan dengan suatu keyakinan bahwa orang pendatang akan diikat untuk menetap di tanah Situbondo. dan diangkatlah Raden Noto Kusumo putra dan Pangeran Sumenep Madura yang bergelar Raden Tumenggung . maka berangkatlah Joko Taruno ke hutan untuk menantang Pangeran Situbondo. LEGENDA PANGERAN SITUBONDO Pengeran Situbondo atau Pengeran Aryo Gajah Situbondo besaral dan Madura. Terdorong. dan Adipati Suroboyo tidak keberatan namun dengan syarat Joko Taruno harus mengalahkan Pangeran Situbondo tenlebih dahulu. maka pada akhirnya Tumenggung Joyo' Lebono tidak berdaya hingga Karesidenan Besuki dikuasai sepenuhnya oleh Belanda. kejnginannya untuk menyunting sang putri. karena rupanya Joko Taruno juga bermaksud menyunting putrinya. maka untuk membuktikannya' disuruhlah keduanya bertarung untuk menentukan siapayang menjadi pemenang sesungguhnya. naniun sayang keinginan Pangeran Situbondo sebenarnya ditolak oleh Adipati Suroboyo. selanjutnya Pulau Jawa di kuasai kembali o!eh Belanda.Pada rnasanya (± th 1798) Pemerintahan Belanda pernah kekurangan keuangan untuk rnembiayai Pemerintahannya. narnun Adipati Suroboyo tidak begitu saja mempercayainya. namun kekuasaan Inggris hanya bertahan beberapa tahun saja. namun sayang Joko Taruno kalah dalam pertarungan tetapi kekalahannya tidak sampai terbunuh. SEJARAH KOTA SITUBONDO Sejarah Kabupaten Situbondo tidak tenlepas dan sejarah Karesidenan Besuki.Mendengar sayembara tersebut datanglah Joko Jumput putra Mbok Rondo Prabankenco untuk mencobar maka ditantanglah Pangeran Situbondo oleh Joko Jumput. maka datanglah Pangeran Situbondo ke Surabaya untuk melamar Putri Adipati Suroboyo.Kesempatan Adipati Suroboyo menjalankan rencananya terbuka ketika keponakannya yang bernama Joko Taruno dan Kediri. akan tetapi penolakannya tidak secara terus-terang hanya diberi persyaratan untuk membábat hutan di sebelah Timur Surabaya. pada suatu ketika dia ingin meminang Putni Adipati Suroboyo yang terkenal cantik. Karena pada saat itu juga Belanda sudah menguasai Pulau Jawa (± th 1743) terutama di dáerah pesisir tennasuk pula Karesidenan Besuki dan dengan segala tipu-dayanya. sambil merencanakan siasat bagaimana caranya dapat menyingkirkan Pangeran Situbondo. dan ternyata dalam pertarungan tersebut dimenangkan Joko Jumput. yang tepatnya ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan yang sekanang menjadi Ibukota Kabupaten Situbondo.Selanjutnya kembali ke Surabaya dimana di hadapan Adipati Suroboyo kemenangan Joko Jumput atas Pangeran Situbondo diakui oleh Joko Taruno sebagai kemenangannya.

Wringinanorn. Kalbut dan Jangkar. Panji. dan PG. PG. Olean. Diaaman. Demaas.1924). 28 / 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daeráh Perlu diketahui pula bahwa Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu belumlah berada di lingkungan Pendopo Kabupaten namun masih menempati rumah pribadinya. dia memperbaiki Pendopo Kabupaten sekaligus membangun Kediaman Bupati dan Paviliun Ajudan Bupati hingga sekarang mi. kemudian pada masa Pemerintahan Bupati Drs. . antara-lain Pembangunan Dam Air Pmtu Lima di Desa Kotakan Situbondot$etelah Raden Prawirodiningrat I meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah kaden Prawirodiningrat II' (± th 1830). dan wilayah Karesidenan Besuki dibagi menjadi 2 yaitu: Besuki termasuk Suboh ke arah Barat hingga Banyuglugur ikut wilayah Kábupaten Bondowoso dan Miandingan ke arah Timur hingga Tapen ikut wilayah Kabupaten Situbondo. sehingga pada akhimya pusat pemerintahan berpindah ke Kabupaten Situbondo dengan Raden Tumenggung Aryo Soeryo Dipoetro diangkat sebagai Bupati Pertama Kabupaten Situbondo. dimulai dan PG. maka atas jasanya tersebut Pemerintah Belanda memberikan hadiah berupa "Kalung Emas Bandul Singa".1811) yang membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara Pulau Jawa dikenal dengan sehutan "Jalan Anyer . Pemerintah Kabupaten Situbondo memperbaiki kembali Pendopo Kabupaten (± th 2002). baru pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo (± th 1900 . ha! mi terbukti dan logat bicara orang Besuki yang mirip dengan logat Bondowoso dan logat bicara orang Prajekan mirip dengan logat Situbondo. Moh. PERUBAHAN NAMA KABUPATEN Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah "Kabupaten Panarukan" dengan Ibukota Situbondo.Setelah Raden Prawirodiningrat II meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah Raden Prawirodiningrat III (± th 1840). PG.Da!am masa Pemerlntahan Kacten I I banyak membantu I-'emenntaii Belanda dalam membangun Kabupaten Situbondo. mungkin karena di Kabupaten Situbondo mempunyai beberapa pelabuhan yang cukup menunjang perkembangannya. Dálam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II banyak menghasilkan karya yang cukup menonjol antara-lain berdirinya Pabrik Gula di Kabupaten Situbondo. kemudian seiring waktu berjalan barulah pada masa Pemerintahan Bupati Achmad Tahir (± th 1972) diubah menjadi Kabupaten Situbondo dengan Ibukota Situbondo. sehingga dahulu pada masa Pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jenchal Daendels (± th 1808 .Perlu diketahui pula pada masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II wilayahnya hingga Kabupaten Probolinggo.Prawirodiningrat I (± th 1820) sebagai Residen Pertama Karesidenan Besuki. yaitu antara-lain : Pelabuhan Panarukan. terbukti salah seorang putranya yang bernama Raden Suringrono menj adi Bupati Probolinggo. H. Tetapi dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat III perkembangan Karesidenan Besuki kalah maju dibanding Kabupaten Situbondo. berdasankan Peratunan Pemerintah RI Nomor.Panarukan" atau lebih dikenal lagi "Jalan Daendels".

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful