P. 1
PDAM

PDAM

|Views: 86|Likes:
Published by Yudha Oscar

More info:

Published by: Yudha Oscar on Dec 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Salah satu sumber energi yang terpenting di dunia ini adalah air. Ketersediaan air yang cukup secara kuantitas, kualitas, dan kontinuitas sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Untuk itu diperlukan suatu instalasi pengolahan air (IPA) guna menunjang kelancaran distribusi air pada masyarakat. Pemilihan unit operasi dan proses pada IPA harus disesuaikan dengan kondisi air baku yang digunakan. Salah satunya adalah IPA PDAM Kota Malang. Sumber air bakunya adalah air tanah. Pengertian air bersih menurut Permenkes RI No 416/Menkes/PER/IX/1990 adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan dapat diminum setelah dimasak. Sedangkan pengertian air minum menurut Kepmenkes RI No 907/MENKES/SK/VII/2002 adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan (bakteriologis, kimiawi, radioaktif, dan fisik) dan dapat langsung diminum. Air baku adalah air yang digunakan sebagai sumber/bahan baku dalam penyediaan air bersih. Sumber air baku yang dapat digunakan untuk penyediaan air bersih yaitu air hujan, air permukaan (air sungai, air danau/rawa), air tanah (air tanah dangkal, air tanah dalam, mata air) Standar kualitas air bersih yang ada di Indonesia saat ini menggunakan Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syarat – Syarat dan Pengawasan Kualitas Air dan PP RI No.82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, sedangkan standar kualitas air minum menggunakan Kepmenkes RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. Dalam pengolahan air bersih diperlukan unit sebagai berikut : 1. Intake Beberapa lokasi intake pada sumber air yaitu intake sungai, intake danau dan waduk, dan intake air tanah. Jenis-jenis intake, yaitu intake tower, shore intake, intake crib, intake pipe atau conduit, infiltration gallery, sumur dangkal dan sumur dalam (Kawamura, 1991). 2. Aerasi

1

2001. air diffuser. GxTd yang disyaratkan untuk flokulasi adalah 10. menyisihkan bau dan rasa. pH. Sedimentasi Sedimentasi adalah pemisahan partikel secara gravitasi. Koloid yang sudah kehilangan muatannya atau terdestabilisasi mengalami saling tarik menarik sehingga cenderung untuk membentuk gumpalan yang lebih besar. alkalinitas.000 (Martin D. Faktor yang menentukan keberhasilan suatu proses koagulasi yaitu jenis koagulan yang digunakan. Koagulasi Pada proses koagulasi. melalui plat berlubang. pengadukan melalui media. Ada empat tipe aerator yang sering digunakan. Reynolds. pengendapan kompresi/tertekan (Martin D. pengendapan zone. 1985. buffle channel vertikal. 2002). dan dengan pulsator). pengadukan secara pneumatik (dengan udara). dan mechanical aerator.Aerasi digunakan untuk menyisihkan gas yang terlarut di air permukaan atau untuk menambah oksigen ke air untuk mengubah substansi yang di permukaan menjadi suatu oksida. Faktorfaktor yang mempengaruhi bentuk flok yaitu kekeruhan pada air baku. 1977). 1968).000-100. 2002). 2 . koagulan dicampur dengan air baku selama beberapa saat hingga merata. dosis pembubuhan koagulan. tipe dari suspended solids. Sutrisno. Fungsi dari proses aerasi adalah menyisihkan methana (CH4). spray aerator. dan lamanya pengadukan (Sutrisno. Beberapa tipe flokulator adalah channel floculator (buffle channel horizontal. yaitu gravity aerator. Peavy. Setelah pencampuran ini. 2001). dan pengadukan dari bahan kimia (Martin D. menyisihkan karbon dioksida (CO2). 2001. pengadukan secara mekanik. menyisihkan gasgas lain (Fair. buffle channel vertikal dengan diputar. menyisihkan H2S. Flokulasi Flok-flok kecil yang sudah terbentuk di koagulator diperbesar disini. akan terjadi destabilisasi koloid yang ada pada air baku. pengendapan flokulen (kelas 2). 5. 3. dalam Cone. 4. bahan koagulan yang dipakai. Pengendapan kandungan zat padat di dalam air dapatdigolongkan menjadi pengendapan diskrit (kelas 1).

asam atau basa.Desinfektan air dapat dilakukan dengan berbagai cara. dan proses biologis. flokulasi antar butir. Desinfeksi Desinfeksi air minum bertujuan membunuh bakteri patogen yang ada dalam air. yang dapat dilakukan dengan pencucian dengan udara dan pencucian dengan air (pencucian permukaan filter dengan penyemprotan dan pencucian dengan backwash). Sedangkan tenaga untuk pencucian dapat dilakukan dengan cara pompa (memompa air yang ada di reservoir penampung ke dasar filter). 7. 2001).Jenis bak pengendap adalah bak pengendap aliran batch dan bak pengendap dengan aliran kontinu. penyinaran antara lain dengan sinar UV. Reservoir 3 . Metode pembubuhan dengan kaporit yang dapat diterapkan sederhana dan tidak membutuhkan tenaga listrik tetapi cukup tepat pembubuhannya secara kontinu adalah: metoda gravitasi dan metode dosing proporsional (Martin D. filtrasi dapat digolongkan menjadi saringan pasir cepat (filter bertekanan dan filter terbuka) dan saringan pasir lambat (Martin D. Filtrasi Proses filtrasi adalah mengalirkan air hasil sedimentasi atau air baku melalui media pasir. 2001). 2002). Proses yang terjadi selama penyaringan adalah pengayakan (straining). ion-ion logam antara lain dengan copper dan silver. Proses desinfeksi dengan klorinasi diawali dengan penyiapan larutan kaporit dengan konsentrasi tertentu serta penetapan dosis klor yang tepat. yaitu:pemanasan. menggelontor air yang ada di reservoir atas (elevated tank) secara gravitasi ke dasar filter. Setelah filter digunakan beberapa saat. Hal yang dipertimbangkan dalam mendesain proses filtrasi adalah media filter dan hidrolika filtrasi. 8. Untuk itu perlu pembersihan. dan menggelontor air yang ada di filter sebelahnya ke filter yang sudah jenuh (interfilter). Dilihat dari segi desain kecepatan. 6. senyawa-senyawa kimia. sedimentasi antar butir. dan chlorinasi (Sutrisno. filter akan mengalami penyumbatan.

maka air PDAM Kota Malang bisa langsung diminum. para pengguna air PDAM juga tidak perlu ragu menggunakan air PDAM yang berbau Chlor. pompa diffuser atau pompa turbin meliputi pompa turbin untuk sumur dan pompa submersible untuk sumur dalam). atau sudah sesuai dengan Permenkes RI No. Lebih lanjut lagi. sebagai proses disinfeksi ulang. PEMBAHASAN Analisa Kualitas Air Kualitas air PDAM Kota Malang telah memenuhi standar kualitas air minum. pompa tangan. Tetapi apabila masyarakat masih ragu. dan pompa bilah). pompa khusus meliputi pompa vortex atau pompa kaskade. pompa gelembung udara atau air lift pump.Reservoir digunakan pada sistem distribusi untuk meratakan aliran. Jenis pompa penyediaan air yang banyak digunakan adalah: jenis putar (pompa sentrifugal. dan untuk keadaan darurat. 2000). Efisiensi pompa umumnya antara 60 sampai 85% (Noerbambang. petugas laboratorium Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan. Karena memenuhi standar air minum dan sangat layak. 416/Menkes/Per/IX/1990. Kemudian setiap bulan. pompa jenis langkah positif (pompa torak. dengan adanya bau 4 . untuk mengatur tekanan. pompa jet. Pemeriksaan kualitas air dilakukan setiap minggu oleh petugas laboratorium PDAM Kota Malang. maka air bisa dimasak dahulu sebelum diminum.

kadar TDS 120. air PDAM Kota Malang tidak mengandung bahan kimia berbahaya. kimia. Sumber Sari 5. pipa bocor sehingga tekanan minus air kotor masuk ke jaringan pipa. Air PDAM menjadi kotor bisa disebabkan oleh beberapa hal. Pada saat-saat tertentu. Sumber Binangun 3. Yaitu fisika.Chlor ini pertanda bahwa air PDAM layak untuk dikonsumsi. Sumber Karangan 4. Misalnya tak mengandung air raksa. Sistem Produksi 1. Sumber Banyuning 2. Air Baku Jenis Air Baku  Mata Air  Sumur Bor : 95% = 1235 liter/detik : 5% = 65 liter/detik Air Baku Mata Air : 1. tidak terkandung dalam air PDAM Kota Malang. Sehingga untuk merubah menjadi air minum cukup dengan pengolahan sebagian saja. Sedangkan berdasarkan parameter kimia. kualitas air PDAM bisa terganggu sehingga air menjadi kotor. PDAM Kota Malang masih menggunakan air baku mata air yang kualitasnya sudah memenuhi standar air bersih. tingkat kekeruhan hanya satu. Untuk fisika diantaranya mencakup bau. Dua unsur ini berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Untuk pemeriksaan dengan parameter mikrobiologi. Hingga saat ini. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh pihak PDAM Kota Malang mencapi tiga bidang hal utama. fluorida. Sumber Wendit 5 . atau karena pekerjaan pencucian pipa baru dan tercampur air sumur lingkungan sekitar. dan mikrobiologi. mencakup pemeriksaan koliform tinja dan total koliform. Diantaranya hujan deras yang mengakibatkan lokasi sumber kebanjiran. aluminium. dan berbagai bahan kimia berbahaya lainnya. dan tak berasa.

Sumur Bor Badut 2.Air Baku Sumur Bor : 1. Sumur Bor Supiturang 3. Sumur Bor Bandulan Kapasitas Produksi  Kapasitas Ijin Air Baku  Realisasi Produksi Asal air baku dari : • Kabupaten Malang • Kota Batu • Kota Malang : 72% = 936 liter/detik : 23% = 299 liter/detik : 5% = 65 liter/detik : 2000 liter/detik : 1335 liter/detik Alur Pendistribusian Air 6 . Sumur Bor Istana Dieng 4.

Sistem Distribusi  Pompanisasi : 73% = 949 liter/detik  Gravitasi : 27% = 351 liter/detik Bahan Kimia yang Digunakan a.Desinfektan 7 . sifat kelarutan yang lebih baik di dalam air. ukuran flok relatif lebih besar dan berat sehingga dapat diendapkan di bak sedimentasi. Koagulan PAC Koagulan yang digunakan adalah PAC (Poly Alumunium Chloride). b. tidak dipengaruhi temperatur. efektif pada pH 6-9. Standar PAC yang digunakan di lapangan sebesar 15 mL/15 detik. Pertimbangan digunakannya PAC adalah daya ikatnya terhadap zat pengotor lebih besar dibandingkan dengan aluminium sulfat.

8 .86 kg/L. berat jenis kaporit = 0. Standar kaporit yang digunakan di lapangan adalah 20 mL/15 menit. Kaporit berfungsi untuk membunuh bakteri dan protozoa yang berbahaya di air serta menghambat pertumbuhan lumut. Pembubuhan PAC dan kaporit dilakukan dengan kran manual.Desinfektan yang digunakan adalah kaporit. Kontrol terhadap pembubuhan juga dilakukan secara manual tiap selang.

Tes yang dilakukan untuk menjaga kualitas air PDAM Kota Malang meliputi 3 aspek penting yaitu fisika. Pengolahan air dengan penerapan program Zona Air Minum Prima (ZAMP) ini sudah bisa kita lihat bukti dan hasilnya langsung melalui masyarakat yang telah mengkonsumsi atau menggunkan air dari PDAM Kota Malang sebagai kebutuhan air minum yang bisa secara langsung diminum melalui kran-kran rumah mereka tanpa harus melalui proses dimasak. kimia dan mikrobiologi. maka dapat disimpulkan proses pengolahan air dalam PDAM Kota Malang sudah memenuhi standart bahkan sudah mampu untuk menerapkan program Zona Air Minum Prima (ZAMP). diharapkan masyarakat agar tidak ragu untuk mengkonsumsi air PDAM yang akan dijaga terus kebersihanya. 9 . Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala oleh PDAM Kota Malang dan Dinas Kesehatan Kota Malang.KESIMPULAN Berdasarkan analisa yang dilakukan terhadap observasi kami di PDAM Kota Malang.

2002. Inc Reynolds. Inc 10 . 1985. 2000.Hill. Jakarta: PT Pradnya Paramita Peraturan Menteri Kesahatan Republik Indonesia No. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Unit Operations and Processes In Environmental Engineering. Integrated Design of Water Treatment Facilities. Singapore: McGraw. 2011 Peavy. Environmental Engineering. California: Wadsworth. 416 /MENKES /PER /IX /1990 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. New York: John Wiley & Sons. 907 /MENKES /SK /VII / 2002 • • • • Noerbambang. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing. 82 tahun 2001 Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang. 1991. 1982. Jakarta: PT Rineka Cipta Kawamura.DAFTAR PUSTAKA • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Inc • • • • Sutrisno.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->