ASAS DAN KONSEP EKOSISTEM

1

KONSEP EKOSISTEM
MANUSIA

BIOTIK

ABIOTIK
ARUS ENER GI

TUMBUHAN*

HEWAN* faktor biotik faktor abiotik

TANAH

AIR

EKOSISTEM
UDARA

2

SISTEM EKOLOGI = EKOSISTEM (1)
Satuan yang mencakup semua organisme (“komunitas”) di dalam suatu daerah yang saling mempengaruhi dengan lingkungan fisiknya sehingga arus energi mengarah ke struktur makanan, keanekaragaman biotik, dan daur bahan yang jelas (yakni pertukaran bahan-bahan antara bagian-bagian yang hidup dan yang tidak hidup) di suatu sistem
3

SISTEM EKOLOGI=EKOSISTEM (2) Suatu kawasan alam yang di dalamnya tercakup unsur-unsur hayati (organisme) dan unsur-unsur non hayati (zat-zat tak hidup) serta diantara unsur-unsur tersebut terjadi hubungan timbal balik 4 .

TROPHE (MAKANAN) Komponen dalam ekosistemsebagian terpisah waktu dan ruang 1. Autotrofik (memberi makan sendiri) 2. Heterotrofik (memakan yang lainnya) 5 .

Autotrofik • Pengikatan energi cahaya • Penggunaan senyawa-senyawa anorganik sederhana • Membangun senyawa-senyawa komplek organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan-bahan organik dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofil (zat hijau daun) 6 .

Heterotrofik (1) • Pemakaian. pengaturan kembali. 1970): 1. Saprofag-saprofag: organisme yang makan bahan-bahan organik mati  Memperhatikan kelambatan (lag) waktu antara penggunaan atau pemakanan bahan hidup dan mati 7 . Biofag-biofag: organisme yang makan organisme hidup lain 2. dan perombakan bahan-bahan yang kompleks • Macam (Wiegert&Owens.

Heterotrofik (2) organisme yang mampu memanfaatkan hanya bahan-bahan organik sebagai bahan makanannya dan bahan tersebut disintesis dan disediakan oleh organisme lain. contoh: hewan. jamur. dll 8 .

Senyawa anorganik contoh: C. N. CO2.KOMPONEN EKOSISTEM (1) 1. H20. Senyawa-senyawa organik contoh: protein. dll 2. lemak  menghubungkan biotik dan abiotik 3. Resim iklim contoh: temperatur dan faktor fisik lain 9 . karbohidrat.

KOMPONEN EKOSISTEM (2) 4. yang mampu membuat makanan dari senyawa anorganik sederhana) 5. Makrokonsumen contoh: fagotrof organisme heterotrofik. terutama binatang yang mencernakan organisme lain atau butiran bahan organik 10 . produsen contoh: organisme autotrofik (sebagian besar tumbuhan hijau.

Mikrokonsumen contoh: • sapotrof (pembusuk).KOMPONEN EKOSISTEM (3) 6. • osmotrof (osmo=lewat selaput) • organisme heterotrofik (terutama mikroba. yang memberikan atau menyediakan sumber energi atau mungkin menghambat atau merangsang komponen biotik lainnya dari ekosistem) 11 . yang merombak senyawa kompleks dari protoplasma mati. dan melepas bahan makanan organik yang dapat digunakan oleh produsen bersama-sama dengan senyawa organik. menghisap sebagian dari hasil perombakan.

Hubungan keterkaitan dan ketergantungan antar komponen ekosistem ini harus dipertahankan dalam kondisi yang stabil dan seimbang. 12 . Perubahan terhadap salah satu komponen akan mempengaruhi komponen lainnya.

Populasi 3. Individu 2.SATUAN MAKHLUK HIDUP 1. KomunitasBioma Habitat: Tempat hidup dari satuan makhluk hidup Biosfer 13 .

karena memasukkan organisme (komunitas-komunitas) biotik dan abiotik. 2. 4. yang masing-masing mempengaruhi sifat yang lain dan keduanya diperlukan untuk pemeliharaan kehidupan di bumi 14 . 5.SEGI FUNGSIONAL EKOSISTEM 1. 3. Sirkuit-sirkuit energi Rantai-rantai makanan Pola-pola keanekaragaman dalam waktu dan ruang Daur-daur makanan (biogeokimia) Perkembangan dan evolusi Pengendalian (cybernetics)  Ekosistem adalah satuan fungsional dasar dalam ekologi. 6.

Sirkuit sisa-sisa (detritus) organik • detritus (deterrere=merusak) • Pengumpulan dan pembusukan bahan-bahan mati 15 .KLASIFIKASI SIRKUIT ENERGI 1. Sirkuit penggembalaan pemakaian langsung tumbuhan hidup atau bagian tumbuhan 2.

CONTOH EKOSISTEM * TINGKAT KOMPENSASI 16 .

desa. Ekosistem alami. dan B. Ekosistem binaan/terbangun (kota. Ekosistem Binaan membutuhkan pengelolaan dan penambahan energi/materi oleh manusia agar dapat dipertahankan dalam kondisinya.EKOSISTEM Ekosistem juga dapat dibedakan menjadi: A. lahan pertanian) Ekosistem Alami mengalami proses-proses perubahan secara alami tanpa campur tangan manusia. .

• Ada 2 hal yang penting didalamnya. dalam arti bahwa berbagai organisme itu tersusun dalam stratifikasi 2. Fungsi dasar umumnya terpisah oleh waktu. terpisahkan secara fisik.Sifat Universal Ekosistem (1) • Ekosistem merupakan interaksi antara komponen autotrofik dengan heterotrofik. Seringkali fungsi dan organisme yang menjalankan proses interaksi . yaitu: 1. sehingga terdapat tenggang waktu lama antara terbentuknya bahan yang diproduksi oleh organisme autotrofik dengan pemanfaatan produk tersebut oleh organisme heterotrofik 18 .

Sifat Universal Ekosistem (2) TINGKATAN TROFIK IV (DEKOMPOSER) TINGKATAN TROFIK III (KONSUMEN II) TINGKATAN TROFIK II KONSUMEN I TINGKATAN TROFIK I (PRODUSEN) 19 .

Sifat Universal Ekosistem (3) 20 .

juga menyesuaikan lingkungan geokimia terhadap kebutuhan biologinya 21 . tetapi oleh tindakan-tindakan yang diselenggarakannya dalam ekosistem.PENGENDALIAN LINGKUNGAN KIMIAWI SECARA BIOLOGI Organisme tidak hanya menyesuaikan diri terhadap lingkungan fisik.

Contoh • Pulau karang • Komposisi kimia laut dan lumpur ditentukan oleh kegiatan organismenya • eutrofikasi 22 .

protein. merupakan proses yang rumit.PRODUKSI & DEKOMPOSISI • Sintesis karbohidrat. dan senyawa lain yang kompleks oleh tumbuhan berklorofil. Reaksi yang terjadi dalam proses fotosintesa. secara sederhana: Karbondioksida (CO2) + Air (H20)  Gula atau Karbohidrat (C6H1206) + Oksigen (O2) 23 . lemak.

Produktivitas Primer Jumlah energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia (senyawa organik) oleh autotrof suatu ekosistem selama periode waktu tertentu 24 .

Produktivitas Sekunder Laju perubahan energi kimia pada makanan yang dimakan oleh konsumen ekosistem menjadi biomassa baru mereka sendiri 25 .

rantai makanan dekomposer secara energetik jauh lebih penting dibandingkan dengan makanan perumput 26 .Dekomposisi • Dekomposisi adalah penguraian komponen bahan organik mati menjadi bahan anorganik atau organik yang lebih sederhana oleh organisme heterotrof. • Pada beberapa ekosistem.

HOMEOSTASIS EKOSISTEM • Homeostasis adalah kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan • Faktor yang berpengaruh: mekanisme yang mengatur penyimpangan bahanbahan pelepasan hara makanan pertumbuhan organisme dan produksi dekomposisi bahan-bahan organik 27 .

a.l. : • penebangan hutan di pegunungan  konversi lahan untuk perkebunan  pertambangan Kegiatan sepanjang sungai.l.Contoh rusaknya mekanisme homeostasis Kegiatan di hulu. : • pembangunan permukiman Dampak di daerah hilir a. a.l. : • erosi  banjir  pencemaran Daerah muara sungai/ pesisir : • pencemaran air dan tanah .

kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tsb. mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam. manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir. Suhu yang tidak dapat ditoleransi (tidak ada individu) JUMLAH POPULASI . KISARAN TOLERANSI POPULASI IKAN HIU THD. SUHU AIR SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR LINGKUNGAN ABIOTIS: Suhu yang menyebabkan cekaman fisiologis (jumlah individu sedikit) Suhu yang menyebabkan cekaman fisiologis (jumlah individu sedikit) Kisaran suhu optimal (jumlah individu banyak) Suhu yang tidak dapat ditoleransi (tidak ada individu) Rendah SUHU Tinggi **Berbeda dengan makhluk hidup yang lain.HUKUM TOLERANSI: Kehadiran.

KONSEP KOMUNITAS BIOTIK • Komunitas Biotik: kumpulan populasi yang hidup dalam daerah atau habitat fisik yang telah ditentukan dan diorganisir sedemikian sehingga mempunyai sifat-sifat tambahan terhadap komponen individu dan fungsi-fungsi sebagai suatu unit melalui transformasi-transformasi metabolik yang bergandengan • Komunitas tidak hanya mempunyai kesatuan fungsional tertentu dengan struktur trofik dan pola arus energi yang khas tetapi juga kesatuan komposisional 30 .

mengutamakan 2 pendekatan berlawanan: 1. Pendekatan secara zona penentuan komunitas sesuai perbedaan kriteria wilayah 2.ANALISIS KOMUNITAS (2) • Analisis komunitas di daerah geografis tertentu dari bentang darat. Pendekatan analisis gradien melibatkan penyusunan populasi sepanjang gradien atau sumbu lingkungan 31 .

APLIKASI Influen air limbah 1 Biofilter Anaerob Bersekat 2 Aerator Aerob Efluen air terolah Bak ekualisasi 3 Media: Kerikil Pengendapan 32 .