P. 1
Sistem Kesehatan Nasional

Sistem Kesehatan Nasional

|Views: 12|Likes:
Published by Nia Yuhuu

More info:

Published by: Nia Yuhuu on Dec 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2013

pdf

text

original

Sections

  • SISTEM KESEHATAN NASIONAL
  • SISTEM
  • KESEHATAN
  • SISTEM KESEHATAN
  • MAKSUD DAN KEGUNAAN
  • ANALISIS SITUASI DAN KECENDERUNGAN
  • Visi Pembangunan Kesehatan
  • Misi Pembangunan Kesehatan adalah:
  • Strategi Pembangunan Kesehatan adalah:
  • PERKEMBANGAN POKOK-POKOK SUBSTANSI SKN & KAITANNYA DENGAN
  • PEMBANGUNAN KESEHATAN
  • ANALISIS SKN
  • POKOK-POKOK SISTEM KESEHATAN NASIONAL
  • 1. Perikemanusiaan;
  • 2. Hak Azasi Manusia;
  • 3. Adil dan merata;
  • 4. Pemberdayaan dan kemandirian masyarakat;
  • 5. Kemitraan;
  • 6. Pengutamaan dan manfaat;
  • 7. Tata kepemerintahan yang baik;
  • TUJUAN SKN
  • SUBSISTEM SKN
  • POLA PIKIR SKN
  • SUBSISTEM UPAYA KESEHATAN
  • Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) :
  • Upaya Kesehatan Perorangan (UKP):
  • SUBSISTEM PEMBIAYAAN KESEHATAN
  • Penggalian dana (sumber dana)
  • Pengalokasian dana
  • Pembelanjaan dana
  • SUBSISTEM SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
  • Perencanaan Tenaga Kesehatan
  • Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan
  • Pendayagunaan Tenaga Kesehatan
  • SUBSISTEM OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN
  • Jaminan Ketersediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan
  • Jaminan Pemerataan Obat dan Perbekalan Kesehatan
  • Jaminan Pengawasan Obat dan Perbekalan Kesehatan
  • SUBSISTEM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
  • Pemberdayaan Perorangan
  • Pemberdayaan Kelompok
  • Pemberdayaan Masyarakat Umum
  • SUBSISTEM MANAJEMEN KESEHATAN
  • PENYELENGGARAAN SKN
  • DAFTAR PUSTAKA

SISTEM KESEHATAN NASIONAL

SISTEM KESEHATAN NASIONAL

Jika menyebut perkataan Sistem Kesehatan Nasional, terdapat dua pengertian yang terkandung di dalamnya. Pertama pengertian Sistem dan yang kedua adalah Kesehatan.

SISTEM Beberapa pengertian sistem yang dipandang cukup penting adalah: 1. Sistem adalah gabungan dari elemen-elemen yang saling dihubungkan oleh suatu proses atau struktur dan berfungsi sebagai satu kesatuan organisasi dalam upaya menghasilkan sesuatu yang telah ditetapkan (Ryans) 2. Sistem adalah suatu struktur konseptual yang terdiri dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai satu unit organik untuk mencapai keluaran yang diinginkan secara efektif dan efisien (John Mc Manama) 3. Sistem adalah kumpulan dari bagian-bagian yang berhubungan dan membentuk satu kesatuan yang majemuk, dimana masing-masing bagian bekerjasama secara bebas dan terkait untuk mencapai sasaran kesatuan dalam suatu situasi yang majemuk pula. 4. Sistem adalah suatu kesatuan yg utuh dan terpadu dari berbagai elemen yg berhubungan serta saling mempengaruhi yg dengan sadar dipersiapkan utk mencapai tujuan yg telah ditetapkan. 5. Sistem adalah kesatuan (rangkaian/gabungan) dari berbagai bagian yang saling berkait, bertaut satu sama lain, pengaruh mempengaruhi, yang diarahkan untuk mencapai atau menghasilkan sesuatu.

Jika diperhatikan pengertian-pengertian sistem ini, nampak bahwa pengertian sistem secara umum dapat dibedakan atas dua macam yakni:

1.

Sistem sebagai suatu wujud Suatu sistem disebut sebagai suatu wujud (entity), apabila bagian-bagian atau elemen-elemen yang terhimpun dalam sistem tersebut membentuk suatu wujud yang ciri-cirinya dapat dideskripsikan dengan jelas. Tergantung dari sifat bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk sistem maka sistem sebagai wujud dapat dibedakan atas dua macam:

l Sistem sebagai suatu wujud yang konkrit Pada bentuk ini, sifat dari bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk sistem adalah konkrit dalam arti dapat ditangkap oleh panca indra. Contohnya adalah suatu mesin yang bagian-bagian atau elemen-elemennya adalah berbagai unsur suku cadang. l Sistem sebagai suatu wujud yang abstrak Pada bentuk ini, sifat dari bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk sistem adalah abstrak dalam arti tidak dapat ditangkap oleh panca indra. Contohnya adalah sistem kebudayaan yang bagian-bagian atau elemen-elemen-nya adalah berbagai unsur budaya

2.

Sistem sebagai suatu metoda Suatu sistem disebut sebagai suatu metoda (method), apabila bagian-bagian atau elemenelemen yang terhimpun dalam sistem tersebut membentuk suatu metoda yang dapat dipakai sebagai alat dalam melakukan pekerjaan administrasi. Contohnya adalah sistem pengawasan yang bagian-bagian atau elemen-elemen pembentuknya adalah berbagai peraturan.

Pemahaman sistem sebagai metoda berperanan besar dalam membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh suatu sistem. Populer dengan sebutan pendekatan sistem (system approach) yang akhir-akhir ini banyak dimanfaatkan pada pekerjaan administrasi.

CIRI-CIRI SISTEM Sesuatu disebut sebagai sistem apabila ia memiliki beberapa ciri pokok sistem, al: – Menurut Elias M. Awad (1979) 1. Sistem bukanlah sesuatu yang berada diruang hampa, melainkan selalu berinteraksi dengan lingkungan. Tergantung dari pengaruh interaksi dengan lingkungan tersebut, sistem dapat dibedakan atas 2 macam:
q q

Bersifat terbuka : bila interaksi dengan lingkungan, mempengaruhi sistem Bersifat tertutup : bila interaksi dengan lingkungan tidak mempengaruhi sistem Sistem mempunyai kemampuan utk mengatur diri sendiri, yang antara lain juga disebabkan karena di dalam sistem terdapat unsur umpan balik (feed back).

2.

3.

Sistem terbentuk dari 2 atau lebih subsistem, dan setiap subsistem terdiri dari 2 atau lebih subsistem lain yang lebih kecil, demikian seterusnya.

4.

Antara satu subsistem dengan subsistem lainnya terdapat hubungan yang saling tergantung dan mempengaruhi. Keluaran suatu subsistem misalnya, menjadi masukan bagi subsistem lain yang terdapat dalam sistem.

5.

Sistem mempunyai tujuan atau sasaran yang ingin di capai. Pada dasarnya tercapainya tujuan atau sasaran ini adalah sebagai hasil kerjasama dari berbagai subsistem yang terdapat dalam sistem - Menurut A Shode & Dan Voich Jr (1974) Ciri sistem yakni: 1. Sistem mempunyai tujuan dan karena itu semua perilaku yang ada pada sistem pada dasarnya bermaksud mencapai tujuan tersebut (purposive behavior) 2. Sistem sekalipun terdiri dari berbagai bagian atau elemen-elemen tetapi secara keseluruhan merupakan suatu yang bulat & utuh (wholism) jauh melebihi kumpulan bagian atau elemen tersebut 3. Berbagai bagian atau elemen yang terdapat dalam sistem saling terkait, berhubungan serta berinteraksi 4. Sistem bersifat terbuka & selalu berinteraksi dengan sistem lain yang lebih luas, yang biasanya disebut dengan lingkungan 5. Sistem mempunyai kemampuan transformasi, artinya mampu mengubah sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Dengan perkataan lain sistem mampu mengubah masukan menjadi keluaran 6. Sistem mempunyai mekanisme pengendalian, baik dalam rangka menyatukan berbagai bagian atau elemen, atau dalam rangka mengubah masukan menjadi keluaran

Jika diperhatikan ke dua pendapat tentang ciri-ciri sistem, maka bila di sederhanakan, ciri-ciri sistem dapat dibedakan atas 4 macam : 1. Dalam sistem terdapat bagian atau elemen yang satu sama lain saling berhubungan & mempengaruhi yang kesemuanya membentuk satu kesatuan, dalam arti semuanya berfungsi untuk mencapai tujuan yang sama yang telah ditetapkan 2. Fungsi yang diperankan oleh masing-masing bagian atau elemen yang membentuk satu kesatuan tersebut adalah dalam rangka mengubah masukan menjadi keluaran yang direncanakan 3. Dalam melaksanakan fungsi tersebut, semuanya bekerjasama secara bebas namun terkait, dalam arti terdapat mekanisme pengendalian yang mengarahkannya agar tetap berfungsi sebagaimana yang telah direncanakan

4.

Sekalipun sistem merupakan satu kesatuan yang terpadu, bukan berarti ia tertutup terhadap lingkungan

UNSUR SISTEM Telah disebutkan bahwa sistem terbentuk dari bagian atau elemen yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Adapun yang dimaksud dengan bagian atau elemen tersebut ialah sesuatu yang mutlak harus ditemukan, yang jika tidak demikian maka tidak ada yang disebut sistem. Bagian atau elemen tersebut banyak macamnya, yang jika disederhanakan dapat dikelompokkan kedalam 6 unsur yakni: l Masukan Masukan (input) adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam sistem & yang diperlukan untuk dapat berfungsinya sistem tersebut l Proses Proses (process) adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam sistem & yang berfungsi untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang direncanakan l Keluaran Keluaran (output) adalah kumpulan bagian atau elemen yang dihasilkan dari berlangsungnya proses dalam sistem l Umpan balik Umpan balik (feed back) adalah kumpulan bagian atau elemen yang merupakan keluaran dari sistem & sekaligus sebagai masukan bagi sistem tersebut l Dampak Dampak (impact) adalah akibat yang dihasilkan oleh keluaran sistem tersebut l Lingkungan Lingkungan (environment) adalah dunia di luar sistem yang tidak dikelola oleh sistem tetapi mempunyai pengaruh besar terhadap sistem

GAMBAR: HUBUNGAN UNSUR-UNSUR SISTEM

JENJANG SISTEM Untuk memudahkan pemahaman, peranan & kedudukan sistem terhadap lingkungan yang beraneka ragam sering digambarkan dalam bentuk penjenjangan sistem. Secara sederhana yang dimaksud dengan penjenjangan sistem ialah pembagian sistem ditinjau dari sudut peranan dan kedudukannya terhadap lingkungan. Untuk itu, penjenjangan sistem tersebut dpt dibedakan atas 3 macam yakni:

l Suprasistem Adalah lingkungan dimana sistem tersebut berada. Lingkungan yang dimaksud disini juga berbentuk suatu sistem tersendiri, yang kedudukan dan peranannya lebih luas l Sistem Adalah sesuatu yang sedang diamati yang menjadi objek dan subjek pengamatan l Subsistem Adalah bagian dari sistem yang secara mandiri membentuk sistem pula. Subsistem yang mandiri, kedudukan dan peranannya lebih kecil daripada sistem

Tergantung dari kedudukan dan peranan yang sedang diamati, maka sesuatu dapat berperan sebagai suprasistem, sistem dan subsistem. Jika yang diamati adalah Dinas Kesehatan, maka Dinas Kesehatan adalah sistem. Supra-sistemnya ialah Sistem Kesehatan Nasional sedangkan sub-sistemnya ialah berbagai bidang/subdin yang terdapat di Dinas Kesehatan. Sebaliknya kedudukan & peranan Dinas Kesehatan dapat menjadi Suprasistem, apabila yang diamati ialah salah satu bidang/subdin Dinas Kesehatan (mis: Bidang/Subdin Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan), sedangkan subsistemnya adalah sub bidang/seksi dari bidang/subdin yang dimaksud (mis: sub bidang/seksi pemberantasan dan pencegahan penyakit).

PENDEKATAN SISTEM Dibentuknya suatu sistem pada dasarnya untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan. Untuk terbentuknya sistem tersebut perlu dirangkai berbagai unsur atau elemen sedemikian rupa sehingga secara keseluruhan membentuk suatu kesatuan & secara bersama-sama

2.James Harvey) 2. Pendekatan sistem adalah penerapan dari cara berfikir yang sistematis & logis dalam membahas & mencari pemecahan dari suatu masalah atau keadaan yang dihadapi Jika pendekatan sistem dapat dilaksanakan. Pendekatan sistem adalah penerapan suatu prosedur yang logis dan rasional dalam merancang suatu rangkaian komponen-komponen yang berhubungan sehingga dapat berfungsi sebagai satu kesatuan mencapai tujuan yang telah ditetapkan (L. Pendekatan sistem adalah suatu strategi yang menggunakan metoda analisa. tata cara & kesanggupan yang sifatnya terbatas) 2. situasi yang dihadapi serta informasi yang dibutuhkan oleh sistem pada setiap tahap pelaksanaannya. 4. Batasan analisis sistem yang terpenting sebagai berikut: 1.berfungsi untuk mencapai tujuan kesatuan. sehingga membantu administrator dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. pelaksanaan kegiatan. . Prinsip atau cara kerja tsb diatas dikenal dengan nama pendekatan sistem (system approach). Jenis & jumlah masukan dapat diatur & disesuaikan dengan kebutuhan (menghindari penghamburan sumber. harus dapat diupayakan agar fungsi yang dimaksud tetap sesuai dengan yang direncanakan. Berarti harus ada penilaian berupa kajian terhadap setiap kumpulan elemen atau bagian yang ada dalam sistem. desain & manejemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien 3. kegiatan. Keluaran yang dihasilkan dapat lebih optimal serta dapat diukur secara lebih tepat & objektif Umpan balik dapat diperoleh pada setiap tahap pelaksanaan program ANALISIS SISTEM Karena sistem terdiri dari kumpulan elemen atau bagian yang mempunyai fungsi masingmasing. lengkap dengan uraiannya. Analisis sistem adalah suatu cara kerja yang dengan mempergunakan fasilitas yang ada. dilakukan pengumpulan berbagai masalah yang dihadapi untuk kemudian dicarikan berbagai jalan keluarnya. akan diperoleh beberapa keuntungan. Proses yang dilaksanakan dapat diarahkan untuk mencapai keluaran sehingga dapat dihindari pelaksanaan kegiatan yang tidak diperlukan 3. Analisis sistem adalah pelukisan atau penguraian opera-sional suatu sistem yang meliputi upaya pengidentifikasian tujuan. maka untuk dapat menjamin baiknya sistem tersebut. al: 1. maka kajian ini disebut analisis sistem (system analysis). Beberapa batasan pendekatan sistem yang terpenting adalah: 1.

jika perlu lakukan perbaikan dan catatlah setiap hasil yang diperoleh. tetap diperlukan penyesuaian/penyempurnaan tergantung hasil pemantauan secara berkala. Berdasarkan data atau informasi yang dimiliki. perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Lanjutkan dengan merumuskan masalah yang dihadapi oleh bagian-bagian tersebut atau sistem secara keseluruhan. Upaya untuk mendapatkan data atau informasi hanya akan berhasil dengan memuaskan jika dapat dikembangkan suatu sistem informasi (information system). hak & tanggung jawab & ataupun hubungan satu sama lain 3. Lakukan pengumpulan data atau informasi untuk lebih menjelaskan masalah yang ditemukan serta untuk merumuskan kemungkinan jalan keluar yang dapat dilakukan 4. peranan. l WHO. pilihlah model yang paling menguntungkan 6. KESEHATAN Beberapa pengertian tentang kesehatan sebagai berikut: l Perkin. 1947 & UU Pokok Kesehatan No. Atas dasar catatan tersebut. yang saat ini telah diakui sebagai salah satu unsur penting dalam menjamin keberhasilan administrasi system. Terapkanlah model sistem yang terpilih & lakukanlah pemantauan dan penilaian berkala sesuai dengan yang diperlukan Sekalipun suatu model sistem telah terpilih.Untuk dapat melakukan analisis sistem yang baik. terapkan prinsip pokok pendekatan sistem 2.9 Tahun 1960 Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna fisik. Untuk ini diperlukan berbagai data dan informasi agar dapat dilakukan berbagai persiapan yg dibutuhkan. Model-model tersebut adalah yang dinilai dapat menyelesaikan masalah yang ditemukan 5. Agar penguraian sistem ini dapat dilakukan dengan baik. Lakukan uji coba. Mula-mula lakukanlah penguraian sistem sehingga menjadi jelas bagian-bagian yang dimiliki serta hubungannya satu dengan yang lain. mental dan sosial yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja. . kembangkan model-model sistem yang baru. Masalah yang dimaksud dapat berupa ketidak jelasan fungsi. 1938 Sehat adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dengan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya.

2000 ialah semua kegiatan yang secara bersama-sama diarahkan untuk mencapai tujuan utama berupa peningkatan & pemeliharaan kesehatan. 23 Tahun 1992 Sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan. agar dapat dipergunakan sebagai landasan.l WHO. provinsi. 1957 Sehat adalah suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dipunyainya. . SISTEM KESEHATAN Pengertian Sistem Kesehatan menurut WHO. l White. jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Adapun tujuan yang dimaksud adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. l UU Kesehatan No. kabupaten/kota) serta pihak-pihak terkait lainnya. arah dan pedoman penyelenggaraan pembangunan kesehatan baik oleh masyarakat. kesehatan dalam GAMBAR: SISTEM SEDERHANA MAKSUD DAN KEGUNAAN Penyusunan Sistem Kesehatan dimaksudkan untuk menyesuaikan berbagai perubahan dan tantangan eksternal dan internal. merespon harapan-harapan/ kebutuhan-kebutuhan masyarakat sesuai harga diri & hak azasi manusia (kepedulian) serta memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat terhadap kemungkinan biaya (keadilan pembiayaan). swasta maupun oleh pemerintah (pusat. 1977 Sehat adalah keadaan dimana seseorang pada waktu diperiksa oleh ahlinya tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda penyakit atau kelainan.

Sistem Kesehatan merupakan acuan dalam menerapkan pendekatan pelayanan kesehatan primer (Primary Health Care) yang secara global telah diakui sebagai pendekatan yang tepat dalam mencapai kesehatan bagi semua. . yang untuk Indonesia diformulasikan sebagai visi Indonesia Sehat.

merata. dan Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan. bangsa. reformasi di bidang kesehatan juga telah dilakukan dengan disusunnya Rencana Pembanguan Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010. yaitu Paradigma Sehat. Visi Pembangunan Kesehatan Adalah Indonesia Sehat 2010 yaitu masyarakat. 23 tahun 1992 tentang kesehatan. dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat. serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah Republik Indonesia. kesehatan sebagai investasi bangsa. 3. X tahun 1998. Misi Pembangunan Kesehatan adalah: 1. memuat Visi. dan 1998 dan UU No. 4. dan strategi Pembangunan Kesehatan dengan menerapkan paradigma baru. Esensi SKN 1982 telah dipergunakan dalam penyusunan GBHN Bidang Kesehatan. Lebih operasional. 1993. SKN 1982 juga dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan kebijakan dan program pembangunan kesehatan seperti RPJPK. keluarga. Paradigma Sehat menekankan pentingnya kesehatan sebagai hak asasi manusia. Propenas.ANALISIS SITUASI DAN KECENDERUNGAN Kita sudah memiliki Sistem Kesehatan Nasional (SKN). dan masyarakat beserta lingkungannya . Misi. dan kesehatan menjadi titik sentral pembangunan nasional. utamanya GBHN 1988. Sesuai dengan amanat TAP MPR-RI No. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. dan terjangkau Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. 2. Repelita. Indonesia Sehat 2010. yang telah ditetapkan pada tahun 1982. memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.

Dalam dokumen rencana . 3. khususnya pada bagian bentuk pokoknya yang merupakan struktur dan wujud penyelenggaraan pembangunan kesehatan hanya diatur/diuraikan secara ringkas (pokok-pokok) saja. dan swasta. baik internal maupun eksternal. Dengan demikian penye-lenggaraan pembangunan kesehatan dilaksanakan tidak saja oleh Departemen Kesehatan. Sesuai amanat Tap MPR X/1998 tentang Reformasi. Pembangunan nasional berwawasan kesehatan. Sistem Kesehatan Nasional yang baru telah ditetapkan menggantikan Sistem Kesehatan Nasional 1982 dengan Keputusan Menteri Kesehatan No:131/MENKES/SK/II/2004. 2. masyarakat. banyak kebijakan baru yang telah ditetapkan dan munculnya berbagai tantangan atau perubahan lingkungan yang dihadapi.Strategi Pembangunan Kesehatan adalah: 1. Oleh karena itu perlu disusun SKN yang baru. Profesionalisme. demokratisasi. tata nilai pembangunan kesehatan ini juga telah direformasi. Di samping itu. kesehatan sebagai investasi. desentralisasi. 999/1982 berisikan lengkap tata nilai. Desentralisasi SKN diharapkan dapat dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembangunan kesehatan. dan struktur & wujud pembangunan kesehatan. Lengkapnya substansi SKN 1982 ini telah dimanfaatkan dalam penyusunan UU No. Oleh karena itu SKN yang baru perlu dipahami oleh semua pihak. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat. dan kesehatan sebagai hak azasi manusia. yaitu dengan ditetapkannya Visi Indonesia sehat 2010 yang termuat dalam Rencana Pembangunan Kesehatan menuju indonesia 2010. Kita telah berhasil menyusun SKN yang baru. Sistem Kesehatan Nasional 1982. PERKEMBANGAN POKOK-POKOK SUBSTANSI SKN & KAITANNYA DENGAN PEMBANGUNAN KESEHATAN SKN 1982 yan ditetapkan dengan SK Menkes No. namun oleh semua potensi bangsa termasuk Pemerintah Daerah.23 tahun 1992 tentang kesehatan. kurang terinci. seperti: globalisasi. 4. proses.

dimana dewasa ini kita sedang menyusun RPJPK 2005-2020. yang menetapkan pula visi antaranya yaitu Indonesia 2020. proses. Sesuai Tap MPR No. 23/1992 tentang Kesehatan. maka diharapkan materi yang meliputi tata nilai. . SKN yang ditetapkan tahun 2004 ini menyampaikan secara rinci struktur dan wujud pembangunan kesehatan. VII/2001 tentang Visi Indonesia Masa Depan. Bila RPJPK 2005-2020 telah selesai disusun. dan struktur & wujud pembangunan kesehatan menjadi lengkap guna merevisi UU No.kebijakan ini memuat pula proses pembangunan kesehatan yang meliputi kebijakan dan program-program pembangunan kesehatan sampai dengan tahun 2010. maka proses pembangunan kesehatan juga sedang diperbaharui.

ANALISIS SKN Seperti dalam penyusunan rencana pada umumnya. Dari laporan WHO tahun 2000. perlu dilakukan analisis. untuk mengetahui sejauh mana berjalannya dan keberhasilan dari sistem kesehatan yang telah kita miliki. dengan cara pengukuran keberhasilan sistem kesehatan di suatu negara (meskipun sampai saat metode ini masih terus dibahas dan .

. berada pada peringkat 92 dari 191 negara yang dinilai. yaitu: upaya kesehatan. dalam indikator pencapaian Sistem Kesehatan Indonesia berada pada peringkat 106 dari 191 negara yang dinilai.disempurnakan). obat dan perbekalan kesehatan. sumberdaya manusia kesehatan. Sudah barang tentu pencapaian dan kinerja sistem kesehatan tersebut. pembiayaan kesehatan. yang digunakan 2 (dua) indikator. Dari hasil penilaian tersebut. Sedangkan dari sisi indikator kinerja. dipengaruhi oleh sejauh mana berjalannya subsistem – subsistemnya. yaitu “indikator pencapaian” dan “indikator kinerja”. pemberdayaan masyarakat dan manajemen kesehatan.

Rumah Sakit Umum sudah dimiliki oleh semua kabupaten/kota (kecuali kab. antara lain Puskesmas sudah terdapat di semua kecamatan yang ditunjang oleh 3-4 Puskesmas Pembantu. Dapat dijelaskan secara singkat tentang jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat. disamping berkembangnya Polindes. Sementara itu pembiayaan kesehatan bersumber pemerintah yang terbatas. dan kendali mutu pelayanan kesehatan.000 buah. sehingga tidak efektif. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat seperti Posyandu berjumlah lebih dari 200. kendali biaya. Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah merupakan tantangan sekaligus peluang dalam upaya meningkatkan pemerataan. namun masih dihadapi permasalahan pemerataan. masih jauh dari standard atau anjuran WHO sebesar 5% PDB. dan sebagainya. mutu. mutu.Upaya Kesehatan Meskipun telah banyak hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dicapai. namun pengelolaan pendayagunaannya tidak efisien (antara lain out of pocket). . dan pembelanjaan belum mengedepankan keluarga miskin. biaya kesehatan juga meningkat. dan keterjangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pos Obat Desa. Jamsostek. Asuransi Kesehatan Swasta. antara lain dengan adanya penyebaran risiko. Pembiayaan Kesehatan Pembiayaan kesehatan di Indonesia masih rendah. banyak dialokasikan kepada “private goods”. baru 2. Sistem refferal juga belum menggembirakan. Namun akhirakhir ini dilaporkan pendayagunaannya menurun. Sejalan dengan perkembangan iptek.2% dari PDB. yang antara lain ditunjukkan dengan meningkatnya angka drop-out kader dan menurunnya persentase kader Posyandu yang aktif. masih terbatas. Sementara itu jumlah penduduk yang memiliki jaminan kesehatan (Askes. dan lain-lain). Pembiayaan kesehatan dari masyarakat cukup besar (70%). dialokasikan ke semua lini. baru/pemekaran). JPKM. dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. Tenaga bidan di desa juga sudah ada di desa yang tidak memiliki fasilitas kesehatan.

jumlah penduduk lebih kecil. Percepatan pencapaian IS-2010 dan kesertaan serta kemitraan berbagai LSM/NGO dalam berbagai program kesehatan (Koalisi IS. Pos UKK). letak geografi. CPOB telah diterapkan dan kebijakan obat generik telah dilaksanakan. Malaysia. namun ketersediaan. Gerakan Pita Merah) tetapi masih terbatas pada mobilisasi masyarakat. thalasemia. Banyak kemajuan yang telah dicapai. Dana Sosial Kemasyarakatan). Manajemen Kesehatan Masalah pokok dalam manajemen kesehatan dapat dikemukakan sebagai berikut: . Gerdunas TB. dan sebagainya). Yang menarik ratio tenaga kesehatan terhadap penduduk di KTI lebih baik dari KBI (att: luas wilayah. pemerataan. Yayasan peduli dan penyandang dana kesehatan (kanker. jenis. Gebrak malaria. Peranan to serve (memberikan pelayanan). Gerakan Pita Putih. dan mutu tenaga kesehatan belum memenuhi kebutuhan untuk pelayanan kesehatan. dan keterjangkauan obat masih merupakan masalah besar. Harga obat yang mahal disebabkan karena sebagian besar (95%) bahan baku masih diimport. sementara itu bea masuk juga tinggi. Namun bila dilihat ratio tenaga kesehatan terhadap fasilitas kesehatan keadaan di KTI jauh lebih jelek dibandingkan dengan KBI. dibandingkan dengan negara-negara tetangga (Singapore. Thailand). Polindes. jantung. sementara public-private mix masih dalam perintisan. Pemberdayaan Masyarakat Berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat telah dikenal seperti UKBM (Posyandu. antara lain dapat dikemukakan: Jumlah. SDBM (Dana sehat. PBF dan jaringan distribusi obat telah berkembang. pengadaan (pendidikan & latihan). Pos Obat Desa. to advocate (advokasi) dan to watch (melakukan pengawasan) belum dikembangkan secara optimal. ginjal). Gerakan Sayang Ibu. Obat dan Perbekalan Kesehatan Industri farmasi. dan pendayagunaan tenaga kesehatan. Dapat dikemukakan pula tentang tidak sinkronnya antara perencanaan kebutuhan. Ratio tenaga terhadap penduduk masih rendah.Sumber Daya Manusia Kesehatan Masalah SDM kesehatan sangat kompleks.

dan penilaian). pasokan data SIM kesehatan di berbagai jenjang administrasi menjadi berkurang. pelaksanaan. baik internal maupun eksternal.• Dalam era desentralisasi. dan globalisasi. teknologi. Hasil-hasil penelitian kesehatan kurang dapat dimanfaatkan oleh Administrasi kesehatan. • Perkembangan lingkungan strategis pembangunan kesehatan. sehingga kurang dapat menunjang Administrasi kesehatan (perencanaan. . • Iptek kesehatan kurang dapat mengimbangi pesatnya kemajuan ilmu. menuntut revisi dan penyesuaian dari berbagai peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan yang ada.

POKOK-POKOK SISTEM KESEHATAN NASIONAL PENGERTIAN Secara ringkas pengertian “SISTEM”. dengan penekanan pada masing-masing uraian sebagai berikut: . dan mempunyai suatu tujuan yang sama. yang dipergunakan sebagai acuan berfikir dan bertindak. dan aturan pokok yang bermakna dari falsafah dan budaya Bangsa Indonesia. Terdapat 7 (tujuh) Prinsip Dasar SKN. terdiri dari beberapa komponen/unsur yang saling berinteraksi dan saling ketergantungan. Oleh karenanya pengertian SKN adalah suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945. nilai. LANDASAN SKN merupakan wujud dan metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Sedangkan pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Oleh karenanya landasan SKN adalah sama dengan landasan pembangunan nasional yaitu : q Landasan idiil yaitu Pancasila q Landasan konstitusional yaitu Undang-undang Dasar 1945 Ø Pasal 28 a Ø Pasal 28 b ayat (2) Ø Pasal 28 c ayat (1) Ø Pasal 28 h ayat (1) dan (3) Ø Pasal 34 ayat (2) dan (3) Dua hal penting yang perlu ditekankan adalah: Kesehatan sebagai hak azasi manusia dan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) salah satu dari arti kata sistem adalah “TATANAN”. PRINSIP DASAR SKN Prinsip dasar adalah norma.

Kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. masyarakat. TUJUAN SKN SKN merupakan pedoman dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan.1. tanpa membedakan antara golongan. Tata kepemerintahan yang baik. 2. baik pemerintah maupun masyarakat dan perorangan (individu). 3. Perikemanusiaan. bermutu. Terabaikannya pemenuhan kebutuhan kesehatan adalah bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. swasta maupun pemerintah secara sinergis. berhasil-guna dan berdaya-guna. Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan golongan dan perorangan. berkepastian hukum. dan status sosial ekonomi. Diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang adalah hak azasi manusia. 6. suku. Hak Azasi Manusia. Pelayanan kesehatan harus merata. Kemitraan. Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis. baik masyarakat. KEDUDUKAN SKN . bertanggung jawab dan bertanggung gugat. Dengan demikian tujuan SKN adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa. Adil dan merata. 4. provinsi. terbuka. 5. Pengutamaan dan manfaat. SKN bukan pedoman penyelenggaraan kesehatan bagi Departemen Kesehatan saja. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan menggalang kemitran yang dinamis dan harmonis antara pemerintah dan masyarakat termasuk swasta. Pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. agama. Pemanfaatan iptek dalam pembangunan kesehatan. tapi bagi semua potensi bangsa baik pemerintah (pusat. kab/kota). 7. rasional/profesional. maupun swasta. sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat secara ekonomi dan geografi.

Sebagai subsistem-subsistem dari Sistem Penyelenggaran Negara. ketahanan pangan. SKN juga merupakan bagian dari sistem kemasyarakatan. Dengan memperhatikan kondisi dan situasi di Indonesia serta kebutuhan dewasa ini maka diputuskan terdapat 6 (enam) subsistem dari SKN. pemberdayaan masyarakat. yaitu subsistem upaya/pelayanan kesehatan dan subsistem pembiayaan kesehatan. 2. Ada yang mengemukakan bahwa dalam sistem kesehatan hanya ada 2 (dua) subsistem. dan manajemen kesehatan sudah termasuk dalam subsistem upaya kesehatan. SUBSISTEM SKN Banyak buku referensi maupun pengalaman di beberapa negara yang menguraikan tentang subsistem – subsistem dari suatu sistem kesehatan. (misal: pendidikan) diarahkan untuk mencapai tujuan Bangsa Indonesia. tetapi tanggung jawab berbagai sektor terkait lainnya. 3.SKN merupakan subsistem dari sistem penyelenggaraan negara dan bersama subsistem lainnya. maka SKN berinteraksi dengan berbagai sistem nasional lainnya (seperti: pendidikan. Dalam hal ini sumberdaya kesehatan. dan lain-lain). 6. hankamnas. 5. 4. Di daerah perlu dikembangkan Sistem Kesehatan Daerah (SKD). yang dipergunakan sebagai acuan utama dalam mengembangkan perilaku dan lingkungan sehat serta peran aktif masyarakat dalam pembangunan kesehatan. SKD merupakan subsistem dari SKN dalam wilayah NKRI. Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang tidak hanya tanggung jawab sektor kesehatan. perekonomian. yaitu: 1. Subsistem upaya kesehatan Subsistem pembiayaan kesehatan Subsistem sumberdaya manusia kesehatan Subsistem obat dan perbekalan kesehatan Subsistem pemberdayaan masyarakat Subsistem manajemen kesehatan POLA PIKIR SKN .

maka SKN dengan 6 subsistemnya dapat digambarkan dalam inputproses-output sebagai berikut: .Sebagai suatu sistem.

Dalam proses pembangunan kesehatan. Sebagai input adalah sumberdaya kesehatan yang terdiri dari subsistem sumberdaya manusia kesehatan. Namun perlu ditekankan bahwa antar ke-enam subsistem tersebut harus saling berinteraksi secara harmonis dan dinamis dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan. SUBSISTEM UPAYA KESEHATAN . subsistem upaya kesehatan ditunjang dengan subsistem pemberdayaan masyarakat dan subsistem manajemen kesehatan.Di sini kelihatan upaya kesehatan merupakan subsistem yang sentral dalam proses pembangunan kesehatan dalam rangka mencapai tujuannya (output). subsistem obat dan perbekalan kesehatan. dan subsistem pembiayaan kesehatan.

UKP diselenggarakan oleh masyarakat. 3. swasta dan pemerintah. 2. Penyelenggaraan upaya kesehatan oleh swasta harus memperhatikan fungsi sosial. namun tetap dengan mendorong peran aktif masyarakat. UKP merupakan “private goods”. UKM diselenggarakan oleh pemerintah dengan peran aktif masyarakat dan swasta. UKM merupakan “public goods”. TUJUAN Tujuan subsistem upaya kesehatan adalah terselenggaranya upaya kesehatan yg tercapai (accessible). yaitu Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). terjangkau (affordable) dan bermutu (quality) untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masy yg setinggi-tingginya. UNSUR-UNSUR UTAMA 1. UKM adalah upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan di masyarakat. UKM adalah “public goods”. UKP sebagai “private goods” dapat diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat dan swasta. oleh karenanya tanggung jawab dan penyelenggara utama adalah pemerintah.PENGERTIAN Pada dasarnya upaya kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua). Oleh karenanya pengertian subsistem upaya kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. UKP adalah upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. . 2. dengan tetap memperhatikan fungsi sosial. PRINSIP Adapun prinsip dari subsistem upaya kesehatan sebagai berikut: 1.

. terpadu. yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dasar yang ditujukan kepada masyarakat. (2) pusat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Penanggung jawab UKM strata III adalah Dinkes Provinsi dan Depkes Untuk persaingan global perlu didirikan berbagai Institute) pusat unggulan nasional (National Maksud dari bentuk pokok UKM tersebut adalah bahwa UKM diselenggarakan dalam 3 (tiga) strata. berkelanjutan. Penanggung jawab UKM strata II adalah Dinkes kab/kota dgn fungsi manajerial dan teknis fungsional kesehatan yg dilengkapi dengan pelbagai UPT dan sarana kesehatan masyarakat lainnya 3. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus bersifat menyeluruh. Tiga fungsi Puskesmas yang dimaksud adalah: (1) pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. strata 2 Dinas Kesehatan Kab/Kota. dan strata 3 Dinkes Provinsi dan Departemen Kesehatan. yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik yang ditujukan kepada masyarakat. 4. Penyelenggara UKM strata I adalah Puskesmas dgn tiga fungsi dan enam jenis pelayanan tingkat dasar yang ditunjang oleh berbagai bentuk UKBM 2. (3) pusat pelayanan kesehatan dasar. penanggung jawab strata 1 adalah Puskesmas. Penyelenggaraan upaya kesehatan. harus tidak bertentangan dg kaidah ilmiah. UKM strata III adalah UKM tingkat unggulan. terjangkau. profesional dan bermutu. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus sesuai dengan nilai dan norma sosial budaya serta moral dan etika profesi BENTUK POKOK Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) : 1. berjenjang. UKM strata I adalah UKM tingkat dasar. UKM strata II adalah UKM tingkat lanjutan. yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan subspesialistik yang ditujukan kepada masyarakat. 6. termasuk pengobatan tradisional dan alternatif. 5.4.

Penyelenggara UKP strata II adalah RS kelas C dan B non pendidikan dgn peran serta masyarakat dan dunia usaha (sarana kes/RS Swasta) serta berbagai pelayanan penunjang 3.Enam jenis pelayanan kesehatan dasar adalah: (1) promkes. dilakukan lisensi. pemerintah tidak lagi menyelenggarakan UKP strata pertama melalui Puskesmas. Penyelenggaraan UKP strata pertama akan diserahkan kepada masyarakat dan swasta dengan menerapkan konsep dokter keluarga. Sedangkan fungsi teknis fungsional Dinkes Kab/Kota yang dimaksud adalah penyediaan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan dalam melayani rujukan dari Puskesmas. Untuk meningkatkan mutu. UKP strata III adalah UKP tingkat unggulan. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP): 1. serta pengawasan pertanggungjawaban pembangunan kesehatan. dan (6) pengobatan dasar. yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dasar yang ditujukan kepada perorangan. Untuk masa mendatang. (3) perbaikan gizi. sertifikasi dan akreditasi Maksud dari bentuk UKP tersebut adalah bahwa UKP juga diselenggarakan dalam 3 (tiga) strata. kecuali di daerah yang sangat terpencil masih dipadukan dengan pelayanan Puskesmas. UKP strata I adalah UKP tingkat dasar. mencakup perencanaan dan pengendalian. (4) kesehatan lingkungan. (5) P2M. Penyelenggara UKP strata III adalah RS kelas B pendidikan dan A serta RS khusus dgn peran serta masyarakat dan dunia usaha (sarana kes/RS Swasta) serta berbagai pelayanan penunjang 4. . yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan subspesialistik yang ditujukan kepada perorangan. Untuk persaingan global perlu didirikan berbagai pusat pelayanan unggulan nasional (National Center) 5. Penyelenggara UKP strata I adalah Puskesmas dgn peran serta masyarakat dan dunia usaha (sarana kesehatan Swasta) serta berbagai pelayanan penunjang 2. (2) KIA & KB. Fungsi manajerial Dinkes Kab/Kota yang dimaksud adalah Adminkes. apabila sistem jaminan kesehatan nasional telah berkembang. yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik yang ditujukan kepada perorangan. UKP strata II adalah UKP tingkat lanjutan.

Dalam gambar ini dapat dijelaskan bahwa: Unsur subsistem upaya kesehatan adalah UKM & UKP. UKM dan UKP dapat diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun .

Oleh karenanya pengertian subsistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya penggalian. untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. pengalokasian dana. Pengalokasian dana adalah penetapan peruntukan pemakaian dana yang telah dihimpun. UNSUR-UNSUR UTAMA Unsur-unsur utama dari subsistem pembiayaan kesehatan yakni: 1. teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil-guna dan berdaya-guna. pengalokasian. SUBSISTEM PEMBIAYAAN KESEHATAN PENGERTIAN Dalam subsistem pembiayaan kesehatan kita berbicara tentang penggalian dana. dan pembelanjaannya. TUJUAN Tujuan subsistem pembiayaan kesehatan adalah tersedianya pembiayaan kesehatan dengan jumlah yang mencukupi. UKM maupun UKP diselenggarakan dalam 3 (tiga) strata. Penggalian dana (sumber dana) . dan pembelanjaan sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Penggalian dana adalah kegiatan menghimpun dana yang diperlukan untuk penyelenggaraan upaya kesehatan. dengan masing-masing penanggung-jawab/penyelenggaranya.masyarakat/swasta. Pembelanjaan adalah pemakaian dana yang telah dialokasikan sesuai dengan peruntukannya atau dilakukan melalui jaminan pemeliharaan kesehatan wajib atau sukarela. baik bersumber dari pemerintah maupun masyarakat dan swasta.

pengalokasian dan pembelanjaan pembiayaan kesehatan di daerah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. masyarakat maupun swasta. didukung oleh transparansi dan akuntabilitas. Dana masyarakat diarahkan untuk pembiayaan UKP yang terorganisir. Pembelanjaan dana Adalah pemakaian dana yang telah dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja sesuai dengan peruntukannyadan atau dilakukan melalui jaminan pemeliharaan kesehatan wajib atau sukarela. 3.Adalah kegiatan menghimpun dana yang diperlukan untuk penyelenggaraan upaya kesehatan dan atau pemeliharaan kesehatan 2. 2. adil. Pada dasarnya penggalian. berhasil-guna dan berdaya-guna melalui Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4. Adapun prinsip subsistem pembiayaan kesehatan ini sebagai berikut: 1. 3. Jumlah dana kesehatan harus cukup dan dikelola secara berdaya-guna. PRINSIP Standar WHO dan TAP MPR menekankan bahwa untuk pembiayaan kesehatan secara bertahap 5% PDB atau 15% APBN/APBD. baik yang bersumber dari pemerintah. Dana pemerintah diarahkan pada “public goods” sedangkan dana masyarakat/swasta untuk “private goods”. adil dan berkelanjutan. Alokasi dana Adalah penetapan peruntukan pemakaian dana yang telah berhasil dihimpun. Dana pemerintah untuk pembiayaan UKM dan UKP bagi masyarakat rentan dan keluarga miskin. . Pemberdayaan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan melalui penghimpunan dana sosial atau memanfaatkan dana masyarakat yang telah terhimpun 5. Untuk UKP dana pemerintah untuk masyarakat rentan dan keluarga miskin dikelola secara efektif dan efisien serta diarahkan dalam bentuk JPK baik wajib maupun sukarela.

serta berbagai sumber lainnya. yakni menambahkan aspek kesehatan dalam rencana pengeluaran dari dana yang sudah terkumpul di masyarakat. pengalokasiannya untuk UKP dikelola dalam bentuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (wajib atau sukarela). sumber dananya berasal dari pemerintah melalui mekanisme jaminan pemeliharaan kesehatan wajib. melalui pajak umum. karena adanya kendali biaya sekaligus kendali mutu pelayanan. misalnya keringanan pajak untuk setiap dana yang disumbangkan. Secara bertahap diharapkan pembiayaan dari pemerintah yang dialokasikan untuk kesehatan sebesar 15% dari total APB (anggaran pendapatan dan belanja). pengalokasiannya diarahkan untuk UKM sebagai “public goods” dan UKP bagi masyarakat rentan dan keluarga miskin. Sumber dana dari masyarakat dihimpun secara aktif oleh masyarakat sendiri guna membiayai upaya kesehatan masyarakat misalnya dalam bentuk dana sehat. bantuan dan pinjaman. . Cara pengalokasian dana dengan cara ini diharapkan dapat lebih efektif dan efisien. Bagi masyarakat rentan dan keluarga miskin. Sumber dana untuk UKP berasal dari masing-masing individu dalam satu kesatuan keluarga.BENTUK POKOK Penggalian dana (sumber dana) Sumber dana untuk UKM terutama berasal dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Sumber dana lain untuk upaya kesehatan masyarakat adalah swasta serta masyarakat. misalnya dana sosial keagamaan. Pengalokasian dana Pembiayaan kesehatan bersumber pemerintah. atau dilakukan secara pasif. Pembiayaan kesehatan bersumber dari masyarakat. pajak khusus. Sumber dari swasta dihimpun dengan menerapkan prinsip public-private partnership yang didukung dengan pemberian insentif.

Pembiayaan kesehatan yang terkumpul dari Dana sehat dan Dana Sosial Keagamaan digunakan untuk membiayai UKM dan UKP. Pembelanjaan untuk pemeliharaan kesehatan masyarakat rentan dan keluarga miskin dilaksanakan melalui Jaminan Pemeliharaan Kesehatan wajib. Sedangkan pembelanjaan untuk pemeliharaan kesehatan keluarga mampu dilaksanakan melalui Jaminan Pemeliharaan Kesehatan wajib dan sukarela. . biaya kesehatan dari pemerintah secara bertahap digunakan seluruhnya untuk pembiayaan UKM dan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat rentan dan keluarga miskin. Di masa mendatang.Pembelanjaan dana Pembiayaan kesehatan dari pemerintah dan public-proivate partnership digunakan untuk membiayai UKM.

dan diarahkan pengelolaannya melalui Jaminan Pemeliharaan Kesehatan wajib.Dalam gambar ini dapat dijelaskan dan ditekankan bahwa unsur-unsur subsistem pembiayaan kesehatan adalah penggalian dana. . UKP bagi penduduk miskin dananya bersumber dari pemerintah. Di masa mendatang pembiayaan kesehatan utamanya untuk UKP dapat dikelola dalam bentuk jaminan pemeliharaan kesehatan (wajib dan sukarela). dan pembelanjaannya. pengalokasian dana. Sumber pembiayaan kesehatan dapat dari pemerintah dan masyarakat.

permasalahan SDM kesehatan sangat pelik. jumlah. dan pelatihan. jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan 2. Perencanaan tenaga kesehatan Adalah upaya penetapan jenis. Di era desentralisasi dan globalisasi saat ini. guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan . Pada dasarnya. pembinaan. dan pelatihan serta pendayagunaan tentang kesehatan secara terpadu dan saling mendukung. pengertian subsistem SDM kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya perencanaan. pemanfaatan. pendidikan. dan kualifikasinya. SDM kesehatan terdiri dari komponen perencanaan. pendidikan. serta pendayagunaan tenaga kesehatan. terdistribusi secara adil serta termanfaatkan secara berhasil-guna dan berdayaguna. TUJUAN Tujuan subsistem SDM kesehatan adalah tersedianya tenaga kesehatan yang bermutu secara mencukupi. Komponen Diklat mencakup upaya pengadaan tenaga kesehatan serta peningkatan kemampuan sesuai kebutuhan. dan pengawasan tenaga kesehatan. UNSUR-UNSUR UTAMA Subsistem SDM Kesehatan terdiri dari tiga unsur utama yakni 1. Komponen pendayagunaan mencakup upaya pemerataan. untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yg setinggi-tingginya.SUBSISTEM SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN PENGERTIAN SDM merupakan komponen input pada Sistem Kesehatan Nasional. Oleh karenanya. Komponen perencanaan menyangkut upaya penetapan kebutuhan tenaga kesehatan basic jenis.

Artinya Pengadaan tenaga kesehatan diupayakan tidak menyebabkan suatu kondisi dimana “supply” jauh lebih besar dari “demand”. Sehingga ikut mempunyai andil dalam memperbesar pengangguran. 2. kualitas tenaga kesehatan harus selalu dibina dan dikembangkan sejalan dengan perkembangan iptek kesehatan. Pengembangan karir dilaksanakan secara objektif. Majelis Tenaga Kesehatan adalah badan otonom yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan di pusat serta oleh Gubernur di provinsi dengan susunan keanggotaan terdiri dari wakil berbagai pihak terkait. BENTUK POKOK Perencanaan Tenaga Kesehatan 1. 2. 3. transparan. Pengadaan tenaga kesehatan mencakup jumlah. Artinya Dalam pemerataan tenaga kesehatan guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan daerah sulit lainnya harus pula memperhatikan kesejahteraan dan keadilan bagi tenaga kesehatan. termasuk wakil konsumen dan tokoh masyarakat. yang sesungguhnya sudah ada pedomannya. dan kualifikasi Nakes ditetapkan oleh Pemerintah Pusat berdasarkan masukan dari Majelis Tenaga Kesehatan. . jenis dan kualifikasi Nakes disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika pasar. berdasarkan prestasi kerja dan disesuaikan kebutuhan pembangunan kesehatan secara nasional. Artinya Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. jumlah. Pendayagunaan tenaga kesehatan Adalah upaya pemerataan. pembinaan dan pengawasan tenaga kesehatan PRINSIP 1. Pembinaan Nakes diarahkan pada penguasaan IPTEK serta pembentukan moral dan akhlak sesuai dengan ajaran agama dan etika profesi.Adalah upaya pengadaan tenaga kesehatan sesuai dengan jenis. Pendayagunaan Nakes memperhatikan asas pemerataan pelayanan kesehatan serta kesejahteraan dan keadilan. perlu ditegakkan. 4. Pembentukan Masjlis Tenaga Kesehatan Nasional dan Provinsi Mencakup Penetapan Jenis Jumlah dan Kualifikasi Tenaga Kesehatan Artinya Kebutuhan baik jenis. Artinya Pembinaan karir. pemanfaatan. jumlah dan kualifikasi yang telah direncanakan serta peningkatan kemampuan sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan 3.

Pemerintah Penempatan Nakes di sarana yankes pemerintah dilakukan dengan kontrak kerja sesuai dengan kebutuhan. menjadi tanggung jawab pemerintah. Penyelenggara pendidikan vokasi. Standar Penyelenggaraan Standar pendidikan vokasi. Penempatan Nakes dengan sistem kontrak atas dasar suka rela antara kedua belah pihak. 3. a. 2. sarjana dan profesi tingkat pertama adalah institusi pendidikan tenaga kesehatan yang terakreditasi. Pendirian institusi pendidikan dan pembukaan program pendidikan untuk tenaga kesehatan yang dibutuhkan oleh pembangunan kesehatan. Sedangkan penyelenggara pelatihan tenaga kesehatan termasuk yang bersifat berkelanjutan (continuing education) adalah organisasi profesi serta institusi pendidikan. sarjana dan profesi tingkat pertama ditetapkan oleh asosiasi institusi pendidikan tenaga kesehatan yang bersangkutan. Diselenggarakan oleh institusi Pendidikan dan Pelatihan yang terakreditasi Pendidikan a. Pendayagunaan Tenaga Kesehatan 1. Pelatihan a. b. Standar Penyelenggaraan Standar pelatihan Nakes ditetapkan oleh organisasi profesi yang bersangkutan. Penempatan Nakes sebagai PNS diselenggarakan dalam rangka mengisi formasi pegawai pusat dan pegawai daerah.Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan 1. 2. Swasta . institusi pelatihan dan institusi pelayanan kesehatan yang telah diakreditasi oleh organisasi profesi yang bersangkutan. Pendirian institusi pendidikan dan pembukaan program pendidikan harus memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan dan produksi. b. serta formasi Nakes strategis pusat yang dipekerjakan di daerah. b. tetapi belum diminati oleh swasta.

b. registrasi. uji kompetensi dan pemberian lisensi. Penempatan Dokter Asing. 3. Pendayagunaan Nakes asing di dalam negeri harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh organisasi profesi. a. Pembinaan dan Pengawasan Pembinaan dan pengawasan praktik profesi melalui sertifikasi. luar negeri diselenggarakan oleh Pendayagunaan tenaga masyarakat di bidang kesehatan dilakukan secara serasi dan terpadu oleh pemerintah dan masyarakat. Luar Negeri Penempatan Ke Luar Negeri. Penempatan Dokter Lulusan Luar Negeri. b. . 4. Penempatan Nakes di lembaga yang dibentuk khusus. c. a. Pembinaan dan pengawasan Nakes dilakukan sesuai peraturan. Pendayagunaan Nakes WNI lulusan luar negeri didahului program adaptasi yang diselenggarakan lembaga pendidikan yang diakreditasi organisasi profesi.Penempatan Nakes di sarana swasta dalam negeri melalui koordinasi dengan pemerintah. hukum tidak tertulis serta etika profesi.

Dalam gambar ini dapat sekali lagi secara ringkas dikemukakan bahwa unsur dalam subsistem SDM kesehatan adalah: (1) perencanaan. . dan (3) pendayagunaannya. dengan memperhatikan jenis. (2) pendidikan dan pelatihan. dan kualifikasi SDM kesehatan sesuai kebutuhan upaya kesehatan (UKM & UKP) dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. jumlah.

keamanan. obat dan perbekalan kesehatan. Jaminan mutu obat dan perbekalan kesehatan adalah upaya menjamin khasiat.SUBSISTEM OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN PENGERTIAN Subsistem obat dan perbekalan kesehatan terdiri dari tiga unsur utama yakni jaminan ketersediaan. TUJUAN Tujuan subsistem obat dan perbekalan kesehatan adalah tersedianya obat dan perbekalan kesehatan yang aman. serta keabsahan obat dan perbekalan kesehatan sejak dari produksi hingga pemanfaatannya. Oleh karenanya pengertian subsistem obat dan perbekalan kesehatan adalah tatanan yg menghimpun berbagai upaya yg menjamin ketersediaan. Jaminan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan adalah upaya pemenuhan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan sesuai dengan jenis dan jumlah yang dibutuhkan oleh masyarakat. sehingga mudah diperoleh dan terjangkau oleh masyarakat. . bermutu dan bermanfaat. Jaminan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan adalah upaya pemenuhan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan sesuai dengan jenis dan jumlah yang dibutuhkan oleh masyarakat. pemerataan serta mutu obat dan perbekalan kesehatan secara terpadu dan saling mendukung dalam rangka tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya. Jaminan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan adalah upaya penyebaran obat dan perbekalan kesehatan secara merata dan berkesinambungan. jaminan pemerataan serta jaminan mutu. serta terjangkau oleh masyarakat untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya UNSUR-UNSUR UTAMA 1.

9. sehingga tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas ekonomi. maka obat dan perbekalan kesehatan tidak dipromosikan secara berlebihan dan menyesatkan. keamanan.2. BENTUK POKOK . aman. Obat dan perbekalan kesehatan harus dijamin ketersediaan dan keterjangkauannya. sehingga penetapan harganya dikendalikan oleh pemerintah. Penyediaan perbekalan kesehatan diselenggarakan melalui optimalisasi industri nasional dengan memperhatikan keragaman produk dan keunggulan daya saing. etika dan moral. 11. sehingga mudah diperoleh dan terjangkau oleh masyarakat. Pengamanan obat dan perbekalan kesehatan diselenggarakan mulai dari tahap produksi. keamanan dan keterjangkauan. Pelayanan obat dan perbekalan kesehatan manfaat. 4. dan dimanfaatkan secara luas. 3. 7. sedangkan di sarana kesehatan lain mengacu DOEN 8. mudah diakses serta aman. 6. Pengembangan dan peningkatan obat tradisional agar obat tradisional bermutu tinggi. memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah. distribusi dan pemanfaatan yang mencakup mutu. Pengadaan dan pelayanan obat di RS disesuaikan dengan standar formularium obat rumah sakit. harga. Jaminan mutu obat dan perbekalan kesehatan adalah upaya menjamin khasiat. 5. 2. Peredaran serta pemanfaatan obat dan perbekalan kesehatan tidak boleh bertentangan dengan hukum. baik untuk pengobatan sendiri oleh masyarakat maupun digunakan dalam pelayanan kesehatan formal. Obat dan perbekalan kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia dan berfungsi sosial. manfaat. serta keabsahan obat dan perbekalan kesehatan sejak dari produksi hingga pemanfaatannya. 10. PRINSIP 1. harus rasional memperhatikan aspek mutu. Agar harga obat tidak terlampau mahal dan terjangkau oleh masyarakat. Kebijaksanaan Obat Nasional ditetapkan oleh pemerintah bersama pihak terkait lainnya. Jaminan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan adalah upaya penyebaran obat dan perbekalan kesehatan secara merata dan berkesinambungan. Penyediaan obat mengutamakan obat esensial generik bermutu yang didukung oleh pengembangan industri bahan baku yang berbasis pada keanekaragaman sumberdaya alam. 3.

3. 6. organisasi profesi dan masyarakat. Perencanaan obat merujuk pada DOEN Penyediaan obat dan perbekalan kesehatan diutamakan melalui optimalisasi industri nasional. bersama dengan kalangan pengusaha. toko obat dan tempat-tempat yang layak lainnya. Pengendalian harga dilakukan pemerintah bersama pihak terkait. Dalam keadaan tertentu. . 3. Pengawasan distribusi dilakukan pemerintah. Pengamatan efek samping dilakukan pemerintah. pemerintah. Pendistribusian obat diselenggarakan melalui pedagang besar farmasi. pelayanan dan pemanfaatan perbekalan kesehatan harus memperhatikan fungsi sosial.Jaminan Ketersediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. Perencanaan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan secara nasional diselenggarakan pemerintah bersama pihak terkait. 4. Pelayanan dengan resep dokter diselenggarakan melalui apotek. sedangkan pelayanan obat bebas diselenggarakan melalui apotek. 5. 5. 2. 4. dimana tidak terdapat pelayanan apotek. Penyediaan obat dan perbekalan kesehatan yang dibutuhkan oleh pembangunan kesehatan dan secara ekonomis belum diminati swasta menjadi tanggung jawab pemerintah. organisasi profesi dan masyarakat. 4. Pendistribusian. kalangan pengusaha. 5. Pengawasan promosi dilakukan pemerintah bekerja sama dengan kalangan pengusaha. Jaminan Pengawasan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. 2. Pengadaan dan pelayanan obat di RS didasarkan pada formularium yang ditetapkan oleh Komite Farmasi dan Terapi Rumah Sakit Jaminan Pemerataan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. dokter dapat memberikan pelayanan obat secara langsung kepada masyarakat. 3. 2. Pelayanan obat di apotek harus diikuti dengan penyuluhan yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab apoteker. Pengadaan dan produksi bahan baku obat difasilitasi oleh pemerintah. organisasi profesi dan masyarakat. dengan memperhatikan fungsi sosial. Pengawasan mutu dilakukan industri yang bersangkutan. organisasi profesi dan masyarakat.

organisasi profesi dan masyarakat. yaitu: . distribusi dan penggunaan narkotika. organisasi profesi dan masyarakat. Dengan gambar ini dapat dikemukakan secara ringkas tentang unsur-unsur subsistem obat dan perbekalan kesehatan. Pengawasan produksi. Pengawasan produksi. zat adiktif dan bahan berbahaya lainnya dilakukan oleh pemerintah secara lintas sektor. psikotropika. distribusi dan pemanfaatan Batra dilakukan oleh pemerintah secara lintas sektor. 7.6.

1. dan obat tradisional. Jaminan mutu obat dan perbekalan kesehatan yang diarahkan agar adanya jaminan khasiat. . Jaminan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang diarahkan untuk adanya jaminan jenis dan jumlah obat dan perbekalan kesehatan yang memenuhi kebutuhan upaya kesehatan (UKM & UKP). dan keabsahan obat dan perbekalan kesehatan. keamanan. 2. 3. NAPZA. Jaminan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan yang diarahkan untuk adanya pemerataan obat dan kesinambungan sesuai kebutuhan upaya kesehatan (UKM & UKP).

secara keseluruhan. Sedangkan target maksimal adalah berperan aktif sebagai kader kesehatan dalam menggerakkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih & sehat. memperjuangkan kepentingan masyarakat di bidang kesehatan. atau melakukan pengawasan sosial terhadap pembangunan kes. memperjuangkan kepentingan masyarakat di bidang kesehatan (to advocate). atau melakukan pengawasan sosial terhadap pembangunan kesehatan. dan kemampuan kelompok-kelompok di masyarakat. dan pemberdayaan masy. dan kemampuan perorangan dalam membuat keputusan untuk memelihara kesehatan. (to watch). Kegiatan yang dilakukan dapat berupa program pengabdian (to serve). fungsi. pemberdayaan kelompok. Oleh karenanya pengertian Subsistem pemberdayaan masyarakat adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya perorangan. Pemberdayaan perorangan adalah upaya meningkatkan peran. Pemberdayaan masyarakat umum adalah upaya meningkatkan peran. umum. Kegiatan yang dilakukan dapat berupa program pengabdian. dan kemampuan masyarakat. kelompok.SUBSISTEM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGERTIAN Subsistem pemberdayaan masyarakat terdiri dari tiga unsur utama. umum di bidang kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. yakni pemberdayaan perorangan. termasuk swasta sedemikian rupa sehingga di satu pihak dapat mengatasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat dan di pihak lain dapat meningkatkan derajat kesehatan masy. termasuk swasta sehingga di satu pihak dapat mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi kelompok dan di pihak lain dapat berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. fungsi. . Pemberdayaan kelompok adalah upaya meningkatkan peran. dan masy. Target minimal yang diharapkan adalah untuk diri sendiri yakni mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diteladani oleh keluarga dan masyarakat sekitar. fungsi.

PRINSIP . dan kemampuan perorangan dalam membuat keputusan untuk memelihara kesehatan. Target minimal yang diharapkan adalah untuk diri sendiri yakni mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diteladani oleh keluarga dan masyarakat sekitar. memperjuangkan kepentingan masyarakat di bidang kesehatan. termasuk swasta sehingga di satu pihak dapat mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi kelompok dan di pihak lain dapat berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. dan kemampuan masyarakat. fungsi. advokasi dan pengawasan sosial oleh perorangan. memperjuangkan kepentingan masyarakat di bidang kesehatan (to advocate). secara keseluruhan. fungsi. Kegiatan yang dilakukan dapat berupa program pengabdian. Pemberdayaan Masyarakat Umum Adalah upaya meningkatkan peran. (to watch). Pemberdayaan Perorangan Adalah upaya meningkatkan peran. kelompok dan masyarakat di bidang kesehatan secara berhasil-guna dan berdaya-guna. UNSUR-UNSUR UTAMA 1. Sedangkan target maksimal adalah berperan aktif sebagai kader kesehatan dalam menggerakkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih & sehat. Kegiatan yang dilakukan dapat berupa program pengabdian (to serve). fungsi.TUJUAN Tujuan subsistem pemberdayaan masyarakat adalah terselenggaranya upaya pelayanan. dan kemampuan kelompok-kelompok di masyarakat. atau melakukan pengawasan sosial terhadap pembangunan kesehatan. atau melakukan pengawasan sosial terhadap pembangunan kes. 3. untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. Pemberdayaan Kelompok Adalah upaya meningkatkan peran. termasuk swasta sedemikian rupa sehingga di satu pihak dapat mengatasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat dan di pihak lain dapat meningkatkan derajat kesehatan masy. 2.

Pemberdayaan perorangan dilakukan atas prakarsa perorangan atau kelompok-kelompok yang ada di masyarakat termasuk swasta dan pemerintah. Pemberdayaan perorangan terutama ditujukan kepada tokoh masyarakat. sesuai dengan sosial budaya. 2. Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pendekatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran. dan potensi setempat. Pemberdayaan masyarakat berbasis pada tata nilai perorangan. 4. Pemberdayaan Kelompok 1. Pemberdayaan perorangan dilakukan melalui pembentukan pribadi-pribadi dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta pembentukan kader-kader kesehatan (Target minimal adalah untuk diri sendiri dan keluarga dlm menerapkan PHBS dan Target maksimal dapat sebagai teladan dan aktif sebagai kader di masyarakat). keluarga. . 5. dan pemberi bantuan (asistensi) dalam penyelenggaraan upaya kesehatan yang berbasis masyarakat. serta keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan kesehatan.1. dan bertanggung gugat dan tanggap terhadap aspirasi masyarakat. kebutuhan. kemauan. tokoh swasta dan tokoh populer (Sasaran utama pemberdayaan perorangan adalah tokoh masyarakat) 3. 2. bertanggung-jawab. pendamping. dan kemampuan serta kepedulian dan peran aktif dalam berbagai upaya kesehatan. BENTUK POKOK Pemberdayaan Perorangan 1. tokoh adat. serta berperan sebagi pendorong. Pemberdayaan masyarakat dilakuakan dengan menerapkan prinsip kemitraan yang didasari semangat kebersamaan dan gotong-royong serta terorganisasikan dalam berbagai kelompok atau kelembagaan masyarakat. tokoh agama. 3. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan meningkatkan akses untuk memperoleh informasi dan kesempatan untuk mengemukakan pendapat. tokoh politik. Pemberdayaan kelompok dilakukan atas prakarsa perorangan atau kelompok-kelompok yang ada di masyarakat termasuk swasta. dan masyarakat. fasilitator. Pemerintah bersikap terbuka.

atau Koalisi/Jaringan/Forum Peduli Kesehatan (di provinsi dan nasional) dengan Target minimal adalah terbetuknya wadah perwakilan masyarakat dan Target maksimal adalah ikut aktif dalam mengatsi masalah di masy. kelurahan/ banjar/ nagari. meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta aktif dalam to Serve. Wadah perwakilan yang dimaksud antara lain adalah Badan Penyantun Puskesmas (di kecamatan). to Advocate. 3. Pemberdayaan Masyarakat Umum 1. 2. dan sebagainya). organisasi wanita. 3. kelompok kemasyarakatan aktif dalam To Serve. dan to Watch. organisasi keagamaan. organisasi pemuda dan organisasi profesi (Sasaran utama adalah kelompok/ kelembagaan masyarakat seperti: RT/RW. organisasi swasta. Konsil/Komite Kesehatan Kabupaten/Kota (di kabupaten/kota). kelompok pengajian. kelurahan/ banjar/ nagari. Pemberdayaan kelompok terutama ditujukan kepada kelompok atau kelembagaan yang ada di masyarakat seperti: RT/RW. Pemberdayaan masyarakat umum dilakukan melalui pembentukan wadah perwakilan masyarakat yang peduli kesehatan.2. kelompok adat. Pemberdayaan kelompok dilakukan melalui pembentukan kelompok peduli kesehatan dan atau peningkatan kepedulian kelompok/lembaga masyarakat terhadap kesehatan (Target minimal adalah terbentuknya kelompok (LSM)/kelembagaan masyarakat yang peduli kesehatan dan Target maksimal. Pemberdayaan masyarakat umum dilakukan atas prakarsa perorangan atau kelompokkelompok yang ada di masyarakat termasuk swasta. . Pemberdayaan masyarakat umum ditujukan kepada seluruh masyarakat dalam suatu wilayah (Sasaran pemberdayaan masy umum adalah seluruh masyarakat dalam suatu wilayah). To Advocate. dan To Watch). kelompok budaya.

Sasaran pemberdayaan perorangan adalah individu dan tokoh masyarakat dengan target maksimal yang bersangkutan dapat menjadi kader masyarakat yang ber-PHBS. . Sasaran pemberdayaan masyarakat umum adalah seluruh masyarakat dalam satu wilayah dengan target maksimal terwujudnya perwakilan masyarakat yang peduli kesehatan. pemberdayaan kelompok.Dalam gambar ini dapat dijelaskan kembali secara ringkas: Unsur-unsur utama pemberdayaan masyarakat adalah pemberdayaan perorangan. Sasaran pemberdayaan kelompok adalah kelompok atau lembaga kemasyarakatan dengan target maksimal terwujudnya kelompok peduli kesehatan. dan pemberdayaan masyarakat umum.

untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya UNSUR-UNSUR UTAMA Subsistem manajemen kesehatan terdiri dari 4 unsur utama yakni : 1. SUBSISTEM MANAJEMEN KESEHATAN PENGERTIAN Sebelumnya perlu dikemukakan bahwa pengertian manajemen di sini bukan seperti pada buku-buku referensi (“text book”). serta pengawasan dan pertanggung jawaban penyelenggaraan pembangunan kesehatan. pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Administrasi Kesehatan Adalah kegiatan perencanaan. Karena akan membingungkan bahwa dalam manajemen kesehatan terdapat unsur Administrasi Kesehatan (Adminkes). .Pada akhirnya diharapkan masyarakat dapat berperan dalam memberikan pelayanan (to serve). dan pengendalian. didukung oleh sistem informasi. dan melakukan pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan/upaya kesehatan. Adminkes mengacu kepada Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (SANKRI) meliputi kegiatan perencanaan. Oleh karenanya pengertian subsistem manajemen kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya Adminkes yang ditopang oleh pengelolaan data dan informasi. advokasi. IPTEK dan hukum kesehatan. serta pengaturan hukum kesehatan secara terpadu dan saling mendukung. pelaksanaan. TUJUAN Tujuan subsistem manajemen kesehatan adalah terselenggaranya fungsi-fungsi Adminkes yang berhasil-guna dan berdaya-guna.

dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi. q Adminkes diselenggarakan dengan mengupayakan kejelasan pembagian wewenang. 2. Informasi Kesehatan Adalah hasil pengumpulan dan pengolahan data yang merupakan masukan bagi pengambilan keputusan dibidang kesehatan. Hukum Kesehatan Adalah peraturan perundang-undangan kesehatan yang dipakai sebagai acuan bagi penyelenggaraan pembangunan kesehatan. q Administrasi kesehatan diselenggarakan melalui kesatuan koordinasi yang jelas dengan berbagai sektor pembangunan lain serta antar unit kesehatan dalam satu jenjang administrasi pemerintahan. 3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Adalah hasil penelitian dan pengembangan yang merupakan masukan bagi pengambilan keputusan di bidang kesehatan. dekonsentrasi. q Akses terhadap Infokes harus memperhatikan aspek kerahasiaan yang berlaku di bidang kesehatan dan kedokteran. PRINSIP 1. dan tanggung jawab antar unit kesehatan dalam jenjang yang sama dan di berbagai jenjang. dan tugas perbantuan dalam kerangka NKRI. .2. q Administrasi diselenggarakan dengan dukungan kejelasan hubungan administrasi dengan berbagai sektor pembangunan lain. Infokes disediakan sesuai dengan kebutuhan informasi untuk pengambilan keputusan. Infokes yang disediakan harus akurat dan disajikan secara cepat dan tepat waktu. q q q Infokes mendukung proses pengambilan keputusan di berbagai jenjang Adminkes. dan lain-lain). q Administrasi Kesehatan Administrasi diselenggarakan berpedoman pada asas dan kebijakan desentralisasi. 4. q Informasi Kesehatan Infokes mencakup seluruh data yang terkait dengan kesehatan baik yang berasal dari sektor kesehatan ataupun dari berbagai sektor pembangunan lain. q Pengelolaan Infokes harus dapat memadukan pengumpulan data melalui cara-cara rutin (yaitu pencatatan dan pelaporan) dan cara-cara nonrutin (yaitu survai. tugas.

c. Perencanaan nasional diselenggarakan dengan menetapkan kebijakan dan program pembangunan kesehatan nasional yang menjadi acuan perencanaan daerah. q Pengembangan dan penerapan hukum kesehatan harus menjunjung tinggi etika moral dan agama. q Tujuan pengembangan hukum kesehatan adalah untuk menjamin terwujudnya kepastian hukum. BENTUK POKOK 1. q Pengembangan dan pemanfaatan IKTEK kesehatan tidak boleh bertentangan dengan etika moral dan nilai agama. pembinaan dan bantuan teknis serta pengendalian pelaksanaan pembangunan kesehatan. pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan kesehatan serta pembinaan terhadap UPTD kesehatan.3. Dinas Kesehatan Provinsi di provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Kabupaten/Kota. f. Administrasi Kesehatan Penanggung jawab Adminkes menurut jenjang administrasi pemerintahan adalah Departemen Kesehatan di pusat. Dinas kesehatan adalah instansi kesehatan tertinggi dalam satu wilayah administrasi pemerintahan. Dinkes Provinsi melaksanakan kewenangan desentralisasi dan tugas dekonsentrasi bidang kesehatan dengan fungsi perumusan kebijakan teknis bidang kesehatan. q Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pengembangan dan pemanfaatan IPTEK kes adalah untuk kepentingan masyarakat yang sebesar-besarnya. 4. Fungsi Depkes adalah mengembangkan kebijakan nasional dalam bidang kesehatan. . q Hukum Kesehatan Pengembangan hukum kesehatan diarahkan untuk terwujudnya sistem hukum kesehatan yang mencakup pengembangan substansi hukum. Depkes berhubungan secara teknis fungsional dengan Dinkes Provinsi dan Dinkkes Kabupaten/Kota dan sebaliknya. e. pengembangan kultur dan budaya hukum serta pengembangan aparatur hukum kesehatan. dengan fungsi perumusan kebijakan teknis kesehatan. pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan kesehatan serta pembinaan dan bantuan teknis terhadap Dinkes Kab/Kota. b. keadilan hukum dan manfaat hukum. d. Dinkes Kab/Kota melaksanakan kewenangan desentralisasi di bidang kesehatan. a.

upaya kesehatan. advokasi dan fasilitasi. misalnya dalam penanggulangan wabah dan bencana. Dinkes Kab/Kota wajib membuat dan mengirimkan laporan pelaksanaan dan hasil pembangunan kesehatan kepada Departemen Kesehatan dan Dinkes Provinsi. m. j. a. terpadu. Pelaksanaan dan pengendalian pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman dan standar nasional. sumberdaya manusia kesehatan. i.g. pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban program pembangunan kesehatan diselenggarakan langsung oleh pemerintah pusat. Pengolahan dan analisis data serta pengemasan informasi diselenggarakan secara berjenjang. survailans dan sensus. e. pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan serta manajemen kesehatan. Dalam keadaan tertentu untuk kepentingan nasional. b. d. Pengawasan dan pertanggungjawaban pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman. l. Perencanaan serta pelaksanaan dan pengendalian pembangunan kesehatan di daerah didasarkan atas kewenangan wajib dan standar pelayanan minimal bidang kesehatan. multidisipliner dan komprehensif. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi . obat dan perbekalan kesehatan. h. Penyajian data dan informasi dilakukan secara multimedia guna diketahui masyarakat secara luas untuk pengambilan keputusan di bidang kesehatan. pembiayaan kesehatan. standar dan indikator nasional. 3. k. Data pokok sistem informasi kesehatan mencakup derajat kesehatan. Untuk keberhasilan pembangunan kesehatan dengan prinsip desentralisasi dan otonomi daerah. c. Sumber data sistem informasi kesehatan adalah dari sarana kesehatan melalui pencatatan dan pelaporan yang teratur dan berjenjang serta dari masyarakat yang diperoleh dari survai. Informasi Kesehatan Sistem informasi kesehatan nasional dikembangkan dengan memadukan sistem informasi kesehatan daerah dan sistem informasi lain yang terkait. pemerintah pusat melakukan asistensi. 2. Dinkes Provinsi wajib membuat dan mengirimkan laporan pelaksanaan dan hasil pembangunan kesehatan kepada Depkes.

Pemanfaatan IPTEK kesehatan didahului oleh penapisan yang diselenggarakan oleh lembaga khusus yang berwenang. swasta dan pemerintah. Ruang lingkup hukum kesehatan mencakup penyusunan peraturan perundang-undangan. Hukum Kesehatan Hukum kesehatan dikembangkan secara nasional dan dipakai sebagai acuan dalam mengembangkan peraturan perundang-undangan kesehatan daerah. c. IPTEK kesehatan dihasilkan dari penelitian dan pengembangan kesehatan yang diselenggarakan oleh pusat-pusat penelitian dan pengembangan milik masyarakat. Untuk kepentingan nasional dan global. b. . dibentuk pusat-pusat penelitian dan pengembangan unggulan. d. c.a. a. b. Penyelenggaraan hukum kesehatan didukung oleh pembentukan dan pengembangan jaringan informasi dan dokumentasi hukum kesehatan serta pengembangan satuan unit organisasi hukum kesehatan di Departemen Kesehatan. pelayanan advokasi hukum dan peningkatan kesadaran hukum di kalangan masyarakat. 4. Penyebarluasan dalam rangka pemanfaatan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kesehatan dilakukan melalui pembentukan jaringan informasi dan dokumentasi IPTEK kesehatan.

dan hukum kesehatan. obat dan perbekalan kesehatan. sumberdaya manusia kesehatan. iptek. Administrasi kesehatan yang didukung infokes.Dalam gambar ini dapat kembali dijelaskan secara ringkas bahwa: Unsur-unsur subsistem manajemen kesehatan adalah administrasi kesehatan. serta pemberdayaan masyarakat). dan hukum kesehatan menunjang penyelenggaraan subsistem lainnya dari SKN (upaya kesehatan. pembiayaan kesehatan. iptek. .

komprehensif. badan legislatif. pengawasan sosial. KISS harus diterapkan antar pelaku SKN. dan pelaksana pembangunan kesehatan. Peran Badan legislatif. penggerak. Dapat ditambahkan pembagian peran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. pembina. PENTAHAPAN PENYELENGGARAAN SKN . Peran pemerintah. PROSES PENYELENGGARAAN SKN Pendekatan kesisteman dapat diartikan sebagai cara berpikir dan bertindak yang logis. budget dan pengawasan. Sebagai suatu sistem. advokasi. sistematis. maka SKN harus diselenggarakan dengan adanya interaksi yang harmonis dan dinamis antara subsistem-subsistemnya. Peran masyarakat & swasta. dan badan yudikatif. dan holistik. penegakkan pelaksana hukum dan perundang-undangan kesehatan. Peran Badan yudikatif. penanggung jawab. dan pelaksanaan pembangunan kesehatan sesuai keahlian dan kemampuannya. antar subsistem-subsistem SKN dan antara SKN dengan sistem-sistem nasional lainnya. namun merupakan tanggung jawab semua potensi bangsa. Oleh karenanya pelaku SKN adalah masyarakat termasuk swasta dan penyelenggara negara yang terdiri dari pemerintah.PENYELENGGARAAN SKN PELAKU SKN Pembangunan kesehatan bukan saja tanggung jawab departemen atau sektor kesehatan saja.

SKN telah ditetapkan dengan SK Menteri Kesehatan. yaitu: perencanaan dan penetapannya. pelaksanaan. yang oleh sementara pihak SK Menteri dinilai kurang kuat. dan pengawasan pembangunan pada umumnya dan pembangunan kesehatan khususnya. mudah-mudahan dapat dimanfaatkan oleh daerah dalam penyusunan SKD. Pedoman penyusunan SKD sudah disusun.Pada dasarnya pentahapan penyelenggaraan SKN adalah sebagaimana siklus perencanaan. Dapat saja nanti dasar hukum ini ditingkatkan menjadi yang lebih tinggi. Yang penting adalah materi SKN dapat dimuat dalam revisi atau perubahan Undang-undang Kesehatan yang baru nanti. misalnya PP atau bahkan Undang-undang. Dewasa ini Depkes juga sedang melakukan pembahasan-pembahasan dalam menyepakati metode atau cara untuk melakukan penilaian sistem kesehatan. DAFTAR PUSTAKA . pelaksanaan dan pengendaliannya.

Dr. Sistem Kesehatan Nasional. 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta 2004 3. Departemen Kesehatan RI. Materi Sosialisasi SKN dan Kebijakan Depkes Tingkat Regional di Makassar 30 – 31 Agustus 2004 . MPH. Binarupa Aksara. 2. DR. Jakarta. Edisi Ketiga. Departemen Kesehatan RI.1. Azrul Aswar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->