Drs. H. Ahmad Mulyadi, M.Pd.

Yufi Kustiani Neli Sulastri Krestiana Siti Khodijah Ade M. Riya Putri Rizal Fahmi

artinya berasal dari nenek moyangnya. Respon hewan tersebut ada yang bersifat reaktif dan ada yang bersifat terpola.• Respon hewan terhadap kondisi dan perubahan lingkungannya dinyatakan sebagai respon hewan terhadap lingkungannya. dan tingkah laku. fisiologis. • Respon tersebut berupa perubahan fisik. .

• Adaptasi umumnya diartikan sebagai penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya. Adaptasi menunjukkan kesesuaian organisme dengan lingkungannya yang merupakan produk masa lalu. .

• Di alam organisme terkumpul dalam kelompokkelompok populasi yang diantara anggotanya terjadi hubungan kawin. Setiap kelompok disebut Deme. Kelompok besar yang terbentuk dari banyak deme disebut jenis organisme .

Deme yang menempati daerah geoegrafis khusus itu bisa mempunyai sifat genetik yang berbeda dengan deme yang menempati daerah lain. Kelompok yang terisolasi itu disebut klin (Cline) yang merupakan sub jenis organisme atau sub populasi. . jika di antara deme-deme itu terjadi isolasi geografis sehingga antar deme tidak dapat terjadi pertukaran informasi genetik.

• Perbedaan sifat genetik dari suatu klin dengan klin lain terbentuk dari perbedaan perubahan lingkungan dalam suatu rentangan tertentu. . tetapi kupu-kupu yang sama hidup di daerah industri di Inggris berwarna gelap karena tertutup oleh asap dan jelaga pabrik. warna dan lain-lain. Variasi sifat individu pada landaian ekologis yang berbeda disebut ekotip. • Contohnya adalah kupu-kupu Biston bitularia yang hidup di hutan jauh dari industri berwarna abu-abu keputihan sesuai dengan warna batang pohon substratnya. yang disebut gradien ekologik. Perbedaan sifat itu dalam hal bentuk.

• Bagi hewan dan organisme lain sifat adptif sangat penting untuk bertahan hidup pada lingkungan baru atau jika ada perubahan lingkungan habitatnya. Kemampuan hewan dalam beradaptasi dengan lingkungannya berbeda-beda .

Diantaranya ada yang berhubungan dengan adaptasi struktural. Adaptasi Fisiologis Adaptasi fisiologis adalah adaptasi yang menyangkut kesesuaian proses-proses fisiologis hewan dengan kondisi lingkungan dan sumberdaya yang ada di habitatnya. . serta warna tubuh (kulit dan bulu). meliputi bentuk dan susunan alat-alat tubuh. ukuran tubuh. Adaptasi Struktural Adaptasi struktural adalah sifat adaptasi yang muncul dalam wujud sifat-sifat morfologi tubuh.Sifat-sifat adaptif yang dimiliki hewan adalah: 1. Misalnya pada proses respirasi. pencernan makanan dan lain-lain yang menggambarkan adanya adaptasi terstruktur. terutama pada bagian dalam tubuh. 2.

Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku adalah respon hewan terhadap kondisi lingkungan dalam bentuk perubahan tingkah laku. Baik rangsangan dari luar maupun dari dalam lingkungan tubuhnya .3. Perubahan tersebut biasanya muncul dalam bentuk gerakan untuk menanggapi rangsangan yang mengenai dirinya.

dia juga ikut ganti warna menjadi coklat. Jika bunglon dekat dengan dedaunan hijau maka dia akan berubah warna kulit menjadi hijau. dan lain sebagainya.Mimikri adalah teknik manipulasi warna kulit pada binatang seperti misalnya bunglon yang dapat berubah-ubah sesuai warna benda di sekitarnya agar dapat mengelabuhi binatang predator/pemangsa sehingga sulit mendeteksi keberadaan bunglon untuk dimangsa. . jika dekat batang pohon warna coklat.

karena selama masa itu biantang yang berhibernasi akan memiliki suhu tubuh yang rendah. bengkarung.Hibernasi adalah teknik bertahan hidup pada lingkungan yang keras dengan cara tidur menonaktifkan dirinya (dorman). Hibernasi biasanya membutuhkan energi yang sedikit. Contoh hewan yang berhibernasi yaitu seperti ular. Binatang tersebut akan kembali aktif atau bangun setelah masa sulit terlewati. dan lain-lain. Hibernasi bisa berlangsung lama secara berbulan-bulan seperti beruang pada musim dingin. beruang. kura-kura. dan lain-lain. . detak jantung yang lambat. pernapasan yang lambat. ikan.

Contoh autotomi yaitu pada cicak / cecak yang biasa hidup di dinding rumah. .Autotomi adalah teknik bertahan hidup dengan cara mengorbankan salah satu bagian tubuh. pohon. sehingga cicak pun bisa kabur dengan lebih leluasa. Cicak jika merasa terancam ia akan tega memutuskan ekornya sendiri untuk kabur dari sergapan musuh. Ekor yang putus akan melakukan gerakan-gerakan yang cukup menarik perhatian sehingga perhatian pemangsa akan fokus ke ekor yang putus. dll.

Estivasi adalah menonaktifkan diri (dorman) pada saat kondisi lingkungan tidak bersahabat. Hewan-hewan seperti kelelawar. lemur kerdil. . dll akan mengestivasi diri di tempat yang aman dan terlindung. Pada tumbuhan estivasi juga dilakukan oleh oleh pohon jati dengan meranggas atau menggugurkan daun. Bedanya dengan hibernasi adalah di mana pada estivasi dilakukan pada musim panas dengan suhu udara yang panas dan kering. tupai.

Rayap membutuhkan bantuan makhluk hidup lainnya yaitu flagelata untuk mencerna kayu yang ada di dalam usus rayap. Rayap-rayap kecil yang baru menetas mendapatkan flagellata dengan jalan menjilat dubur rayap dewasa. . Tanpa flagellata rayap tidak akan mampu mencerna kayu yang masuk ke dalam tubuhnya. Rayap secara periodik melakukan aktivitas ganti kulit dan meninggalkan bagian usus lama. sehingga rayap akan memakan kulit yang mengelupas untuk memasukkan kembali flagellata ke dalam usus pencernaannya.

Paus adalah mamalia yang mirip ikan dan hidup di air. . Ikan paus ketika muncuk ke permukaan akan membuang udara kotor lewat hidung mirip seperti air mancur yang berisi karbon dioksida bercampur uap air jenuh yang terkondensasi. Paus memiliki paruparu yang harus diisi dengan oksigen dari permukaan laut minimal setiap setengah jam sekali.

3.1. 2. Respon taksis gerakan yang terorientasi langsung pada sumber stimulus dan gerakan berpindah tempat. Respon Kinesis gerakan yang tidak terorientasi langsung pada sumber stimulus. Contoh : berkerut. . membelokan tubuh dan sebagainya. Respon Tropisme gerakan seluruh atau sebagian tubuhnya tanpa berpindah tempat. mereganf.

Suhu tubuh hewan dipengaruhi oleh suhu lingkungan hewan. . Adapun mekanismenya adalah mengatur keseimbangan antara perolehan panas dengan pelepasan panas.Themoregulasi adalah proses yang terjadi pada hewan untuk mengatur suhu tubuhnya agar tetap konstan dinamis.

Termasuk golongan hewan endoterm. Hewan poikiloterm (hewan berdarah dingin) adalah hewan yang suhu tubuhnya selalu berubah seiring dengan berubahnya suhu lingkungan. . Hewan homeoterm (hewan berdarah panas) adalah hewan yang suhu tubuhnya selalu konstan sekalipun suhu lingkungannya berubah. Contoh : mamalia. amfibi. aves. yaitu : 1. 2. Contoh : reptil. Termasuk golongan hewan ektoterm.Kemampuan hewan untuk mempertahankan suhu tubuh ada 2.

Konveksi Perpindahan panas antara dua benda yang terjadi melalui zat alir (fluida) yang bergerak. 3.1. . Radiasi Perpindahan panas antara dua benda yang tidak saling bersentuhan. Konduksi Perpindahan atau pergerakan dua benda yang saling bersentuhan. 2.

penguapan melalui saluran pernafasan dengan cara terengah-engah (pada anjing diikuti dengan menjulurkan lidahnya).4. Evaporasi Proses perubahan benda dari fase cair ke fase gas. jika tubuhnya panas. Hewan yang tidak memiliki kelenjar keringat. Cara penting untuk melepaskan panas tubuh. .

1) Meningkatkan laju pendinginan dengan penguapan 2) Melalui kulit. 3) Melalui saluran pernafasan. 4) Mengubah mesin metaboliknya agar bisa bekerja pada suhu tinggi (kadal dan reptil gurun). bagi hewan yang kulitnya tebal dan kedap air (reptil dan insekta). bagi hewan yang berkulit lembab (cacing dan katak) atau dengan cara berkeringat (untuk hewan yang mempunyai kelenjar keringat). Adaptasi hewan ektoterm terhadap suhu sangat panas : .

1) Meningkatkan suhu osmotik 2) Titik beku cairan tubuh dapat diturunkan hingga dibawah 0°C 3) Menghambat pembekuan kristal es didalam sel 4) Mencegah kerusakan membran .

. laju denyut jantung. dan sebagainya.1) Masuk ke dalam kondisi heterotermi. 2) Hibernasi atau torpor. yaitu mempertahankan adanya perbedaan suhu di antara berbagai bagian tubuh. laju respirasi. yaitu penurunan suhu tubuh yang berkaitan dengan adanya penurunan laju metabolisme.

akibatnya pelepasan panas tubuh juga meningkat.1) Meningkatkan pelepasan panas tubuh dengan meningkatkan penguapan. . 3) Menggunakan strategi hipertermik. baik melalui proses berkeringat ataupun terengah-terengah. contoh: unta dan rusa gurun. 2) Melakukan gular fluttering. yaitu menggerakkan daerah kerongkongan secara cepat dan terus-menerus sehingga penguapan melalui saluran pernafasan (dan mulut) dapat meningkat. yaitu mempertahankan atau menyimpan kelebihan panas metabolik di dalam tubuh sehingga suhu tubuh meningkat sangat tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful