P. 1
Sabdo Palon Noyo Genggong

Sabdo Palon Noyo Genggong

|Views: 44|Likes:
Published by donandreano

More info:

Published by: donandreano on Dec 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

sabdo palon noyo genggong Menelisik Misteri Sabdo Palon sinyal-pic.

jpgDalam upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon, saya mengawali dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. Di sini tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk tidak menimbulkan banyak perdebatan. Karena penjelasan secara akal penalaran amatlah rumit, namun dengan pendekatan spiritual dapatlah ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. Dan ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis. Menarik memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon ? Karena kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu Brawijaya V ( memerintah tahun 1453 – 1478 ) tidak hanya dapat ditemui di dalam Serat Darmagandhul saja, namun di dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut, yaitu bait 164 dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb : 164. …; mumpuni sakabehing laku; nugel tanah Jawa kaping pindho; ngerahake jin setan; kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda; landhepe triniji suci; bener, jejeg, jujur; kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong. (…; menguasai seluruh ajaran (ngelmu); memotong tanah Jawa kedua kali; mengerahkan jin dan setan; seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda; tajamnya tritunggal nan suci; benar, lurus, jujur; didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong) 173. nglurug tanpa bala; yen menang tan ngasorake liyan; para kawula padha suka-suka; marga adiling pangeran wus teka; ratune nyembah kawula; angagem trisula wedha; para pandhita hiya padha muja; hiya iku momongane kaki Sabdopalon; sing wis adu wirang nanging kondhang; genaha kacetha kanthi njingglang; nora ana wong ngresula kurang; hiya iku tandane kalabendu wis minger; centi wektu jejering kalamukti; andayani indering jagad raya; padha asung bhekti. (menyerang tanpa pasukan; bila menang tak menghina yang lain; rakyat bersuka ria; karena keadilan Yang Kuasa telah tiba; raja menyembah rakyat; bersenjatakan trisula

itulah asuhannya Sabdopalon. memperkokoh tatanan jagad raya. tak ada yang mengeluh kekurangan. tidak ada gunanya saya asuh. para pendeta juga pada memuja. Sebelum perpisahan terjadi ada baiknya kita cermati ucapan-ucapan berikut ini : Sabdo Palon : “Paduka sampun kêlajêng kêlorob. Pertemuan ini terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawijaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan bala tentara dari kerajaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya. tidak senang mengasuh paduka. mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya). wirang momong tiyang cabluk. rêmên manut nunutnunut. saya malu kepada bumi dan langit. … Kalau paduka tidak percaya. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi) Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan netralitas yang tinggi. kula badhe pados momongan ingkang mripat satunggal. saya mau mencari asuhan yang bermata satu (memiliki prinsip/aqidah yang kuat). yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. hanya ikut-ikutan. botên rêmên momong paduka.wedha. malu mengasuh orang tolol. …” (“Paduka sudah terlanjur terperosok. irib-iriban. segalanya tampak terang benderang. tanpa guna kula êmong. nama Manik Maya (Semar) itu saya. ingkang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula. …”) . kearabaraban. yang disebut dalam ajaran Jawa. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. Karena Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya. Raden Patah yang telah menghancurkan Majapahit. Tentu ini tidak kita kehendaki. berganti zaman penuh kemuliaan. Dalam serat Dharmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan-ucapan penting pada pertemuan antara Sunan Kalijaga. yang membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya. nama Manik Maya. karsa dados jawan. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. Jika belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. kula wirang dhatêng bumi langit. maka mereka berpisah. kang kasêbut ing pikêkah Jawi. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam. Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di Blambangan. … Manawi paduka botên pitados. punika kula. itulah tanda zaman kalabendu telah usai.

barêng didangu lungane mênyang ngêndi. menjadi asuhan hamba. Mulai dari leluhur paduka dahulu. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. Sang Wiku Manumanasa. itulah asuhannya Sabdopalon. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin.. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. hamba mengasuh keturunan raja-raja Jawa.” (Sabdo Palon berkata sedih: “Hamba ini Ratu Dhang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. . …”). Sakutrem dan Bambang Sakri. ature ora lunga. momong lajêr Jawi. dumugi sapriki umur-kula sampun 2. Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnya yang dikatakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai “Manik Maya” atau “Semar”. …. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan bertaqwa kepada Tuhan. …. selalu bersyukur dan eling serta berjalan pada jalan kebaikan. run-tumurun ngantos dumugi sapriki. Sebelum manusia mengenal agama. anglela kalingan padhang. keberadaan Semar telah ada di muka bumi. Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini : Sabdapalon ature sêndhu: “Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa. dan jagad raya pada umumnya. botên wontên ingkang ewah agamanipun. mung nêtêpi jênênge Sêmar.. begitu ditanya perginya kemana. Sakutrêm lan Bambang Sakri. Sang Wiku Manumanasa. dados momongan kula..”) Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. nglimputi salire wujud. “Sabdapalon matur yen arêp misah. hanya menetapkan namanya Semar. sing wis adu wirang nanging kondhang. Siapa yang bertahta. …. …. Gambaran ini telah diungkapkan Joyoboyo pada bait 173 yang berbunyi : “…. Sintên ingkang jumênêng Nata. akan tetapi tidak bertempat di situ. …. yang meliputi segala wujud.... jawabnya tidak pergi. …. Beliau mendapat tugas khusus dari Gusti Kang Murbeng Dumadi untuk menjaga dan memelihara bumi Nusantara khususnya. turun temurun sampai sekarang..Ucapan Sabdo Palon ini menyatakan bahwa dia sangat malu kepada bumi dan langit dengan keputusan Prabu Brawijaya masuk agama Islam.000 langkung 3 taun.” (“ Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. membuatnya samar. …” (“…. kula momong pikukuh lajêr Jawi. nanging ora manggon ing kono.

Palon: pikukuh kandhang. Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi. langgeng selamanya. …. Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal adanya konsep “menitis” dan “Cokro Manggilingan”. berarti usia Sabdo Palon telah mencapai 2. Naya artinya pandangan. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : “…. Saat ini di tahun 2007. Jadi Semar merupakan pamomong yang “tut wuri handayani”. walaupun angka-angka yang menunjuk masa di dalam wasiat leluhur sangat toleransif sifatnya. Dari apa yang telah disinggung di atas.. keberadaan Semar diyakini dengan istilah “mencolo putro. sampai sekarang ini usia hamba sudah 2. salah berpikir atau salah dalam perbuatan. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual Prabu Brawijaya merupakan sosok Semar yang nyata. Genggong: langgêng botên ewah. Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya.” (“…. apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata.. Genggong artinya langgeng tidak berubah. Setidaknya perhitungan usia tersebut dapat memberikan gambaran kepada kita. menjadi tempat bertanya karena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas. langgêng salaminipun. Semar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi hidup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti. kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi.000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. serta memiliki sifat yang bijaksana dan . Naya têgêsipun ulat.532 tahun. paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus.”) Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu mengingatkan bilamana yang di”emong”nya salah jalan. tidak ada yang berubah agamanya.”) Ungkapan di atas menyatakan bahwa Sabdo Palon (Semar) telah ada di bumi Nusantara ini bahkan 525 tahun sebelum masehi jika dihitung dari berakhirnya kekuasaan Prabu Brawijaya pada tahun 1478. Palon adalah kayu pengancing kandang. mencolo putri”. Namun dalam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok “Begawan atau Pandhita”.….. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa. terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. keberadaan Semar diyakini berupa “suara tanpa rupa”. Dados wicantên-kula punika. artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa.

. Sang Hyang Ismoyo.”) Dari dua ungkapan di atas Sabdo Palon mengingatkan Prabu Brawijaya bahwa suatu ketika nanti akan ada orang Jawa yang memahami kawruh Jawa (tiyang Jawi) yang akan memimpin bumi nusantara ini. agêgaman kawruh. diantaranya adalah Ki Sabdopalon. berpegang pada kawruh Jawa. rêmên nunut bangsa sanes. wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput. iya iku sing diêmong Sabdapalon. suka ikut-ikutan bangsa lain.” (“…. meninggalkan agama Budha. Sebelum berpisah Sabdo Palon menyatakan kekecewaannya dengan sabda-sabda yang mengandung prediksi tentang sosok masa depan yang diharapkannya..rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurunge winarah). turun paduka tamtu apês. dan lain-lain. Sang Prabu diaturi ngyêktosi. Hal ini menyiratkan adanya dua sosok di dalam ungkapan Sabdo Palon tersebut yang merupakan sabda prediksi di masa mendatang. Ibarat Arjuna dan Semar atau juga Prabu Parikesit . “aki”.” “…. Jawi kantun jawan. yaitulah yang diasuh oleh Sabda Palon. Paduka yêktos. nilar agami Buddha.. yaitu pemimpin yang diharapkan dan pembimbing spiritual (seorang pandhita). Ki Bodronoyo. keturunan Paduka akan celaka. Paduka perlu faham. Juga dikatakan bahwa ada saat nanti datang orang Jawa asuhan Sabdo Palon yang memakai nama sepuh/tua (bisa jadi “mbah”. Berikut ungkapan-ungkapan itu : “….” (“…. orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melihat benar salahnya. Benjing tamtu dipunprentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti.. ataupun “eyang”) yang memegang teguh kawruh Jawa akan mengajarkan dan memaparkan kebenaran dan kesalahan dari peristiwa yang terjadi saat itu dan akibat-akibatnya dalam waktu berjalan. Jawi (orang Jawa yang memahami kawruh Jawa) tinggal Jawan (kehilangan jati diri jawa-nya). Suatu saat tentu akan dipimpin oleh orang Jawa (Jawi) yang mengerti. Di dalam Serat Darmogandhul diceritakan episode perpisahan antara Sabdo Palon dengan Prabu Brawijaya karena perbedaan prinsip. manawi sampun santun agami Islam. Jawi-nya hilang. jika sudah berganti agama Islam. suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh). Semua yang disabdakan Semar tidak pernah berupa “perintah untuk melakukan” tetapi lebih kepada “bagaimana sebaiknya melakukan”. ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa. Sang Prabu diminta memahami. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepada “tuan”nya. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama. Jawinipun ical.

Yen wus prapta kang wanci. Wit kula puniki yekti. dadiya têngêr Sabdapalon ênggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane. Untuk mengetahui lebih lanjut guna menguak misteri ini. “Yen kawula boten arsi.dan Begawan Abhiyasa. Wit ing dinten punika.) 4.”) Dari kalimat ini jelas menandakan bahwa Sabdo Palon dan Prabu Brawijaya berpisah di tempat yang sekarang bernama Banyuwangi. Ing benjang sakpungkur mami. Sudah digaris kita harus berpisah. nanging wong loro mau banjur musna. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudnya . Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Lebih lanjut diceritakan : “Sang Prabu karsane arêp ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong. Wangsul maring sunya ruri. wusana banjur ngandika marang Sunan Kalijaga: “Ing besuk nagara Blambangan salina jênêng nagara Banyuwangi. Momong marang anak putu. jadikan ini sebagai tanda kembalinya Sabda Palon di tanah Jawa membawa asuhannya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Ramalan Sabdo Palon Karena Sabdo Palon tidak berkenan berganti agama Islam. Sagung kang para Nata. (Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu. Gama Buda kula sebar tanah Jawa. maka dalam naskah Ramalan Sabdo Palon ini diungkapkan sabdanya sbb : 3. Dene samêngko Sabdapalon isih nglimput aneng tanah sabrang. Sekarang ini Sabdo Palon masih berkelana di tanah seberang. Sang Prabu ngungun sarta nênggak waspa. sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Tanah seberang yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah Pulau Bali. Sabda Palon matur sugal. Wus pinasthi sayekti kula pisahan. Jangkep gangsal atus tahun. namun orang dua itu kemudian raib. Ngrasuka agama Islam. Klawan Paduka sang Nata. Ratuning Dang Hyang Jawi. Kula gantos kang agami. Kang jurneneng Tanah Jawi.” (“Sang Prabu berkeinginan merangkul Sabdo Palon dan Nayagenggong. Sang Prabu heran dan bingung kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga : “Gantilah nama Blambangan menjadi Banyuwangi. (Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. ada baiknya kita kaji sedikit tentang Ramalan Sabdo Palon berikut ini. Mung kula matur petungna.

) 7. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. saya sebar seluruh tanah Jawa. Lawon Sapta Ngesthi Aji. Ngidul ngilen purugira. Anggereng jagad satuhu. Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Kula damel pratandha. Warata sa Tanah Jawi. Upami nyabrang kali. (Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Wonten ing sakwasanipun. Tan kenging dipun singgahi. Tidak dapat bila diubah lagi. Kathah sirna manungsa prapteng pralaya. Jerone ngelebne jalmi. (Bila ada yang tidak mau memakai. (Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Sun sajekken putu kula. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia. Wus nyebar agama budi. Nggih punika medal kula. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Prapteng tengah-tengahipun. akan saya hancurkan. Tiba-tiba sungainya banjir besar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian.) .Kawruh Budi).) 8. Ngganda banger ingkang warih. Kang tuwuh ing tanah Jawi. Sinten tan purun nganggeya. Dereng lega kang ati.) 6. Ginawe kang paring gesang. Boten kenging kalamunta kaowahan. Kinarya amertandhani. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Kelak Merapi akan bergelegar. Kaline banjir bandhang. Yen durung lebur atempur. Jagad iki yekti ana kang akarya. Bebaya ingkang tumeka. Pratandha tembayan mami. Sinengkalan tahunira. (Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Sedaya pra Jawata. Berkasakan rupi-rupi. Baunya tidak sedap. Wit ing donya puniki. Sadaya gilir gumanti. Yekti kula rusak sami. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Itulah pertanda kalau saya datang. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi.) 5. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Karsanireng Jawata. Merapi janji mami. Sanget-sangeting sangsara.

Artinya dalam kejadian ini delapan kekuatan dewa-dewa menyatu. Diungkapkannya tanda utama itu adalah muntahnya lahar gunung Merapi ke arah barat daya. bulan dan tahun dijumlahkan. Itulah tanda Sabdo Palon telah datang. Di dalam Islam dua satuan ini dilambangkan dengan dua kalimat Syahadat. maka telah sampai saatnya saya akan mengulas sesuai dengan pemahaman saya tentang siapa sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong itu. Jadi ketika itu Sabdo Palon berencana untuk kembali ke asal mulanya adalah alam kahyangan (alam dewadewa). maka : 1 + 3 + 5 + 2 + 6 = 17 ( 1 + 7 = 8 ). saya mendapatkan jawaban : “Sabdo Palon adalah seorang ponokawan Prabu Brawijaya. Sang Hyang Ismoyo adalah sosok dewa yang dihormati oleh seluruh dewa-dewa. Dan gunung Merapi di sini melambangkan hakekat tempat atau sarana turunnya dewa ke bumi (menitis). Dan kemudian Sabdo Palon menyatakan janjinya akan datang kembali di bumi tanah Jawa (tataran nusantara) dengan tanda-tanda tertentu. Perlu kita tahu bahwa Semar adalah wujud manusia biasa titisan dewa Sang Hyang Ismoyo. Mari kita renungkan sesaat tentang kejadian muntahnya lahar gunung Merapi tahun lalu dimana untuk pertama kalinya ditetapkan tingkat statusnya menjadi yang tertinggi : “Awas Merapi”. 17 juga merupakan lambang hakekat dari “bumi sap pitu” dan “langit sap pitu” yang berasal dari Yang Satu. Baunya tidak sedap. menyambut dan menghantarkan Sang Hyang Ismoyo (Sabdo Palon) untuk turun ke bumi. penasehat spiritual dan pandhita sakti . Allah SWT. Di dalam kawruh Jawa. Dari penuturan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan. 17 merupakan jumlah raka’at sholat lima waktu di dalam syari’at Islam. Di Bali hal ini dilambangkan dengan apa yang kita kenal dengan “Sad Kahyangan Jagad”.jpgDari bait-bait di atas dapatlah kita memahami bahwa Sabdo Palon menyatakan berpisah dengan Prabu Brawijaya kembali ke asal mulanya. Dalam dunia pewayangan keadaan ini dilambangkan dengan judul: “Semar Ngejawantah”.awas-merapi. yaitu : Hindu – Budha (Syiwa Budha). Lamanya pergi selama 500 tahun. Pada hari itu tanggal 13 Mei 2006 adalah malam bulan purnama bertepatan dengan Hari Raya Waisyak (Budha) dan Hari Raya Kuningan (Hindu). kembali sebagai wujud dewa. Saat kejadian malam itu lahar merapi keluar bergerak ke arah “Barat Daya”. SIAPA SEJATINYA “SABDO PALON NOYO GENGGONG” ? danghyang-pic.jpgSetelah kita membaca dan memahami secara keseluruhan wasiat-wasiat leluhur Nusantara yang ada di blog ini. Apabila angka tanggal. Dan juga kemudian diikuti bencana-bencana lainnya. Secara hakekat nama “Sabdo Palon Noyo Genggong” adalah simbol dua satuan yang menyatu. Sang Hyang Ismoyo. Angka 17 kita kenal merupakan angka keramat. Sedangkan angka 8 merupakan lambang delapan penjuru mata angin.

beliau melihat benih-benih keruntuhan kerajaan Hindu di tanah Jawa. hukum dan peradilan adat/agama ditegakkan. Danghyang Nirartha adalah seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi pendeta Syiwa. Dang Hyang Nirartha adalah anak dari Dang Hyang Asmaranatha. ditandai dengan berbagai bencana alam yang ditengarai turut ambil kontribusi dalam runtuhnya kerajaan Majapahit (salah satunya adalah bencana alam “Pagunungan Anyar”). yaitu Pulau Bali. Beliau mendapat wahyu di Purancak. karena semua bidang kehidupan rakyat ditata dengan baik. Dang Hyang Nirarta dijuluki pula Pedanda Sakti Wawu Rawuh karena beliau mempunyai kemampuan supra natural yang membuat Dalem Waturenggong sangat kagum sehingga beliau diangkat menjadi Bhagawanta (pendeta kerajaan). dan cucu dari Mpu Tantular atau Dang Hyang Angsokanatha (penyusun Kakawin Sutasoma dimana di dalamnya tercantum “Bhinneka Tunggal Ika”).kerajaan Majapahit. Hak dan kewajiban para bangsawan diatur.” (merinding juga saya mendengar nama ini) Dari referensi yang saya dapatkan. Di Lombok Beliau disebut “Tuan Semeru” atau guru dari Semeru. peningkatan kemakmuran dan menanggulangi masalah-masalah kehidupan. beliau juga dikenal sebagai seorang sastrawan. lalu ke Pasuruan dan kemudian ke Blambangan. dan Parama Siwa. Jembrana bahwa di Bali perlu dikembangkan paham Tripurusa yakni pemujaan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai Siwa. Dang Hyang Nirartha hijrah ke Daha (Kediri). Maksud hati hendak melerai pihak-pihak yang bertikai. Dalam Dwijendra Tattwa dikisahkan sebagai berikut : “Pada Masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Beliau juga diberi nama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti Wawu Rawuh. tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwi Jendra. prasastiprasasti yang memuat silsilah leluhur tiap-tiap soroh/klan disusun. Sabdo Palon itu sejatinya adalah beliau : Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru yang akhirnya moksa di Pura Uluwatu. Akhirnya beliau mendapat petunjuk untuk hijrah ke sebuah pulau yang masih di bawah kekuasaan Majapahit. Beliau pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun caka 1411 atau 1489 M ketika Kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Dalem Waturenggong. Ketika itu Bali Dwipa mencapai jaman keemasan. Awig-awig Desa Adat . nama sebuah gunung di Jawa Timur. Dari penelusuran secara spiritual. Beliau dikenal dalam menyebarkan ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra”. akan tetapi tidak mampu melawan kehendak Sang Pencipta. Sadha Siwa.” Dengan kemampuan supranatural dan mata bathinnya. Sebelum pergi ke Pulau Bali. Beliau dihormati atas pengabdian yang sangat tinggi terhadap raja dan rakyat melalui ajaran-ajaran spiritual.

4. tingkahe menadi pyanak. korban suci yang seratus ini. kasor ento utamannya. 3. Tuwi ada ucaping haji. sang sampun kaucap garwa. guru reka. satus reka saliunnya. Melanting. guru prabhu. kalah oleh anak baik seorang. lalu bapak Tri Budi Marhaen Darmawan memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. Masceti. Tugu. Selain itu beliau juga mendorong penciptaan karya-karya sastra yang bermutu tinggi dalam bentuk tulisan lontar. kidung atau kekawin. ( bait 10 ) . gunannya anggon malihat. Rambut siwi. tak akan ternoda keturunannya. tata cara menjadi anak. organisasi subak ditumbuh-kembangkan dan kegiatan keagamaan ditingkatkan. Akhirnya Dang Hyang Nirartha menghilang gaib (moksa) di Pura Uluwatu. Pucak Tedung. dan lain-lain. banyaknya seratus. guru reka. Bukit Payung. dan tidak akan menginjak kotoran. Ulu watu. mamedasin ane patut. ring sang ngangun yadnya pisan. dan guru tapak (yang mengajar) itu. Amertasari. Bukit Gong.pekraman dibuat. guru prabhu. tong ada ngupet manemah. lebih baik hati-hati dalam berjalan. Peti Tenget. jangan durhaka pada leluhur. melah alepe majalan. Gowa Lawah. oleh orang yang melakukan korban suci sekali. Melah pelapanin mamunyi. Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. ( bait 5 ) Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. kasor buin yadnyane satus. tak ada yang akan mencaci maki. Bapa mituduhin cening. Pura-pura untuk memuja beliau di tempat mana beliau pernah bermukim membimbing umat adalah : Purancak. Uli jani jwa kardinin. sebab kaki tak akan tersandung. Tengkulak. kalah keutamaannya itu. kepada semua orang. patut tingkahe buatang. eda bani ring kawitan. batise twara katanjung. ajak dadwa nah gawenang. Pakendungan. baan suputra satunggal. Suranadi (Lombok). Bukcabe. Pangajengan. utama ngwangun tlaga. wangsane tong kaletehan. tiga banyaknya yang disebut guru. bacin tuara bakat ingsak. da jua ulah malihat. Pulaki. 2. ( bait 8 ) Lebih baik hati-hati dalam berbicara. ring ida dane samian. tingkahe mangelah mata. guru tapak tui timpalnya. meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad). Ponjok Batu. Air Jeruk. orang yang disebut guru. utama orang yang membangun telaga. Dalem Gandamayu. ( bait 6 ) Ayahnda memberitahumu anakku. telu ne maadan garwa. Sakenan. (Moksa = bersatunya atman dengan Brahman/Sang Hyang Widhi Wasa.

8. agar selalu mendapat kebenaran. wantah nista ya ajinnya. bermaksud hendak berbelanja. ne patut jwa ucapang. joh pare twara mupuang. begitu pula dalam melangkahkan kaki. wyadin batise tindakang. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. tak mungkin tidak akan berhasil. patuh ring ma mwatang tingkah. patut utamakan tingkah laku yang benar. ( bait 13 ) Memiliki tangan jangan usil. kranannya mangelah cunguh. 7. da pati dingeh-dingehang. da manganggoang tingkah rusak. 9. apang patute bakatang. sebenarnya untuk mendengar. anggon ngadek twah gunanya. 10. Awake patut gawenin. ibaratnya bagai bercocok tanam. keto cening sujatinnya. jangan henti-hentinya berbuat baik. buine tong kanggoang anak. sama halnya dengan memilih tingkah laku. pasti yang baik dibelinya. twara nyak meli ne rusak. apang manggih karahaywan. apikin jua nyemakang. jangan semua hal didengarkan. baik-baiklah caranya merasakan. Tingkah ne melah pilihin.Mulai sekarang lakukan. waluya matetanduran. ningehang raose melah. mendengar kata-kata yang benar. sok baru dapat mencium. kegunaan mulut untuk berbicara. ( bait 14 ) Kebenaran hendaknya diperbuat. agar bisa melaksanakannya. ( bait 11 ) Kegunaan punya telinga. tata cara dalam bertingkah laku. gunanya untuk melihat. saluire kaucap rusak. apang bisa jwa ningkahang. eda jwa mangulah laku. tingkahe ngardinin awak. Tingkah ne melah pilihin. jangan berbicara sembarangan. yen anteng twi manandur. masih ya nu mamilihin. jangan hanya sekedar melihat. maidep matetumbasan. kalau rajin menanam. tuah anggon maningehang. ( bait 16 ) Pilihlah tingkah laku yang baik. kija aba tuara laku. yatnain twah nyalanang. Tingkahe mangelah kuping. seperti menggunakan mata. patutang jua agrasayang. ( bait 12 ) Jangan segalanya dicium. camkan dan simpan dalam hati. lakukanlah berdua. betul-betul . Nanging da pati adekin. resepang pejang di manah. 5. 6. tidak mau membeli yang rusak. hal yang benar hendaknya diucapkan. juga masih memilih. ( bait 15 ) Pilihlah perbuatan yang baik. da maren ngertiang awak. de mangucap pati kacuh. hati-hati menggunakan. twah ne melah tumbas ipun. katanjung bena nahanang. hati-hatilah melangkahkannya. Ngelah lima da ja gudip. bila kesandung pasti kita yang menahan (menderita) nya. gunan bibih twah mangucap. mangulah maan madiman. memperhatikan tingkah laku yang benar. agar menemukan keselamatan. buka anake ka pasar. seperti orang ke pasar.

Sangat sensitif… Ini adalah wilayah para kasepuhan suci. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tanda-tanda yang telah terjadi dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang ? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab persoalan ini. . yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon. ditambah lagi tiada disukai masyarakat. yaitu beliau yang dinamakan “SATRIO PININGIT”. Satrio Piningit (SP) = adalah seorang Satrio Pinandhito (SP) = yaitulah Sabdo Palon (SP) = sebagai Sang Pamomong (SP) = dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) = pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) = berada di “SP” (?) = tepatnya di daerah “SP” (?) = dimana terdapat “SP” (?) = dengan nama “SP” dan “SP” (?) . Subhanallah… Masya Allah la quwata illa billah…” Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfaat bagi kita semua. Akhirnya bapak Tri Budi Marhaen Darmawan mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spiritual dapatlah disimpulkan : “Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo. ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. karena Sabdo Palon yang telah menitis kepada “seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R. Kapan waktunya ? Hanya Allah SWT yang tahu. waskitho. Satrio Piningit tidak akan sekedar mengaku-aku bahwa dirinya adalah seorang Satrio Piningit. Tidak perlu banyak perdebatan. dan “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu. Semoga Allah ridho. para leluhur Nusantara. kemanapun di bawa tak akan laku. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit. terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyang kita. “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi. Secara fisik “seseorang” itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha.” “Kesimpulan akhirnya adalah : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur Nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini.Ng. begitulah sebenarnya anakku. dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo.hina nilainya. Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. Ronggowarsito. Jadi. Namun beliau akan “membuktikan” banyak hal yang sangat fenomenal untuk kemaslahatan rakyat negeri ini.

hanya di Demak dan Ampelgading yang boleh melestarikan agamanya. Negeri Majalengka. Mendengar kata Patih. kecuali hanya Batara Wisnu ketika bertahta di negeri Medang Kasapta. kemudian Sang Prabu memerintahkan untuk memerangi Giri. Sang Prabu kawin dengan Putri Cempa. Namanya Sunan Ainul Yakin. Semua itu terkena sabda ulama dari Arab. padahal Putri Cempa tadi beragama Islam. putra raja yang lahir si gunung. beberapa dusun-dusun rusak. Di dunia tidak ada duanya nama Prabu Satmata. Orang di Giri geger. mencari bantuan kekuatan. Patih memberi laporan bahwa baru saja menerima surat dari Tumenggung Kertasana. pada suatu hari Prabu Brawijaya sedang dihadap Patih serta para madya bala. ia selalu bercerita kepada sang raja tentang keluhuran agama Islam. Dalam bahasa Jawa sama dengan kata Prabu Satmata. orang Arab yang di tanah Jawa diusir pergi. “Awal mulanya bagaimana sehingga orang Jawa meninggalkan agama Buddha dan masuk agama Islam ?” Ki Kalamwadi lantas bercerita.” Pada jaman dahulu negara Majapahit itu namanya negara Majalengka. supaya orang yang tidak tahu bisa mengerti. Sang Prabu kemudian memerintahkan kepada Patih. Jika menurut alur ibu. Setelah mendapat bantuan . karena ulama Giripura sudah tiga tahun juga tidak menghadap dan tidak mengirim upetti. Sang Prabu Brawijaya memiliki seorang putra dari istrinya Putri Cina. sesebutannya adalah Kaotiang. namanya adalah Bambang. Adapun jika orang Arab sebutannya adalah Sayid atau Sarib. Mungkin maksudnya hendak menjadi raja sendiri. Sungai yang dari Kediri alirannya menyimpang ke timur. memeriksa keadaan senuanya. “Hal ini perlu diketahui. Lalu sang Prabu meminta pertimbang sang Patih. tetapi yang belum tahu riwayatnya menganggap bahwa nama Majapahit itu memang sudah namanya sejak semula. Waktu itu sang Prabu sedang susah hati. tidak kuat menanggulangi amukan prajurit Majapahit. ” Gusti ! benar perintah Paduka itu. hanya untuk pasemon. Setiap bertemu selalu memuji agama Islam sehingga menyebabkan Sang Prabu terpikat dengan agama Islam. anak tersebut lahir di di Palembang dan diberi nama Raden Patah. penduduk dan hasil bumi yang diterjang air bah ? Serta diperintahkan memanggil Sunan Bonang. Sunan Giri lari ke Bonang.Suatu hari. akan tetapi karena ibunya Cina. Ainal itu makrifat. Selain dua tempat diperintahkan kembali ke negerinya. Darmo Gandhul bertanya kepada Ki Kalamwadi demikian. Patih kemudian diutus ke Kertasana. Jadi maknanya tahu dengan pasti. karena membuat kerepotan negara. itu nama dalam bahasa Arab. Sebagian surat tadi bunyinya begini. Raja Majalengka yang terakhir bernama Prabu Brawijaya. Mendengar kata Patih tersebut. Itu nama luhur yang hanya dimiliki Yang Maha Kuasa. tidak merasa makan minum di tanah Jawa. kemudian perang lagi musuh orang . Berarti santri Giri hendak melebihi wibawa Paduka. Menurut aturan leluhur dari ayahandanya yang beragama Jawa Buddha. menurut sang Patih maka putra sang Prabu tersebut dinamai Bambang. Yakin itu tahu sendiri. Kalau sedang berkasih-kasihan. artinya Sunan itu budi. “Disebelah barat laut Kediri. lebih baik disebut Babah artinya lahir di negara lain. jawab Patih. maha melihat. namanya Sunan Bonang. Jika tidak mau pergi diperintahkan untuk dibunuh. Adapun nama Majapahit itu. Isi surat memberi tahu bahwa negeri Kertasan sungainya kering. Sang Prabu sangat marah.

Yang dihadapannya hanya dua abdi dalem. Buktinya kamu diberi nama Babah. Semua orang diberitahu oleh Sunan Bonang. karena memusuhi ayah dan rajaku. Adapun yang diperintahkan membunuh adalah Sunan Giri. Palon kayu pengancing kandang. Sang patih juga tidak habis mengerti. Untuk itu Majapahit harus ditaklukkan. Itu memutuskan tali kasih namanya. Adipati Demak berkata. ia meninggalkan suara. “Saya takut menyerang negeri Majalengka. Kata Sunan Bonang kepada Adipati Demak.Majalengka. Genggong artinya langgeng tidak berubah. Mereka semua terbujuk oleh Sunan Bonang yang sangat piawai berbicara itu. Sebelum Seh Siti Jenar tewas. saat itulah lehermu akan kupenggal. Kamu musuh ayah raja. Sunan Bonang marah. Naya artinya pandangan. Perang ramai sekali. jangan sampai kelihatan. orang setanah Jawa Islam semua. tahu artinya Babah ? Babah itu artinya jorok sekali yaitu saja mati saja hidup. orang-orang pesisir utara sudah beragama Islam. Yang demikian itu. nanti kalau semua sudah berkumpul. para ulama dan para bupati. Semestinya mereka membalas kebaikan juga. Tetapi bila ayahmu kalah. yaitu Seh Siti Jenar. hanya satu yang tidak sepakat. kemudian mereka melakukan shalat berjamaah di Masjid. ” Ketahuilah. menggantikan tahta raja hanya kamu. Ki patih tak habis berpikir. . Waktu itu pikiran Sang Prabu benar-benar gelap. maka Seh Siti Jenar dibunuh. tidak lama kemudian para Sunan dan para Bupati sudah berdatangan semua. Sebenarnya ayahmu itu sia-sia kepada kamu. Setelah selesai shalat kemudian mereka menutup pintu. diajak menyerang Majalengka. hanya dengan satu orang. Mengapa putranya dan para ulama datang hendak merusak negara. seberapa pahalamu nanti di hadapan Allah. sekarang sudah saatnya Kraton Majalengka hancur. tidak ada jeleknya. dan memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi. manusia keturunan raksasa. karena itu orang kafir. karena merasa lelah kemudian berhenti dipinggir mata air. Kelak apabila ada raja Jawa bersama orang tua. tetapi kubalas di dunia saja. Sunan Bonang sudah mengakui kesalahanya. bahwa adipati Demak akan menjadi raja Jawa. artinya jangan sampai ketahuan. Seh Siti Jenar dipenggal kepalanya hingga tewas. yaitu Noyo Genggong dan Sabdo Palon. lagi pula raja kafir. meskipun dosa sekali. maka kuanjurkan balaslah dengan halus. “Ingat-ingat ulama Giri. kemudian perjalanan Prabu Brawijaya sampai di Blambangan. umurnya sudah seratus tiga tahun”. para sunan dan para bupati dan prajuritnya yang sudah Islam. Maka kemudian pergi dengan Sunan Giri ke Demak. Kemudian mereka bermusyawarah untuk memperbesar masjid.” Sang Prabu Brawijaya mendengar laporan Patih sangat terkejut. Setelah jadi. lipat berkali-kali. Sunan Bonang yang sudah dipuji orang sealam semesta. “Meskipun musuh ayah dan raja. berdiri mematung seperti tugu. Adapun yang di selatan masih tetap memakai agama Buddha. maka ibumu diberikan kepada Arya Damar. kemudian memanggil Adipati Demak. Bupati Palembang. Ayahandamu pikirnya tetap tidak baik. Sesampainya di Demak. Karena itu hancurkan Kraton Majalengka. Kalau membunuh orang kafir Buda kawak. kamu tidak kubalas di akhirat. pasti menurut kepada kamu. Menghadaplah besok Garebeg Maulud. Apa balasan saya kecuali kesetiaan. Sunan Bonang berkata lagi. tidak menghadap ke Majalengka. Sabdo Palon ? Sabda artinya kata-kata. waktu itu tanah Jawa sudah hampir separo yang masuk agama Islam. Dari penglihatan gaibku yang kuat menjadi raja tanah Jawa. setelah pasukan Majapahit dipukul mundur oleh pasukan yang dipimpin adipati Demak Raden Patah yang juga Putra Prabu Brawijaya. remuklah tulangnya. kamu akan mendapatkan ganjaran surga. “Sesaplah darahnya. tetapi dengan cara halus. Kedua abdi tadi tidak pernah bercanda. karena tidak masuk akal orang diberi kebaikan kok membalas kejahatan. keturunan rasul pemimpin orang Islam semua. Singkat cerita. tetapi siapkan senjata perang. benih Jawa dibawa putri Cina.” Singkat cerita. Dalam bathin Sunan Bonang berkata. Para sunan dan para Bupati sudah mufakat semua.

Lalu Sado Palon berkata sedih. lamis semua. Sunan Kalijaga sangat prihatin. siapa yang bertahta. Suanan Kalijaga memendam senyum dan berkata. “Coba pikirkan Sahid ! Alangkah sedih hatiku. menyia-nyiakan orang tua tanpa dosa. bahwa Eyang Bungkuk masih gagah mengangkangi negara. Mendengar kemarahan sang Prabu yang tak tertahankan. Beliau memohon ampun atas kekhilafannya sampai lancang berani merebut tahta paduka. agar buta mataku ini. toh hanya soal agama. Sang Prabu Brawijaya berkata. Sang Prabu Brawijaya bersabda. hamba yakin tidak akan tega putra paduka memperlakukan sia-sia kepada paduka. Setelah mendengar sabda Prabu demikian. Kalau kalian mau. Akan tetapi jika paduka tidak berkenan itu tidak masalah. “Mustahil jika demikian. Sang Prabu setelah potong rambut kemudian berkata kepada Sabdo Palon dan Noyo Genggong. karena terlena oleh darah mudanya yang tidak tahu tata krama ingin menduduki tahta memerintahkan negeri. “Sekarang aku akan ke pulau Bali. sahid ! Tetapi tidak aku gagas ! Aku sudah muak bicara dengan santri ! Mereka bicara dngan mata tujuh. pasti akan ada perang besar dan pasukan Demak pasti tidakkalah karena dalam posisi salah. Akhirnya setelah Sunan Kalijaga berkata banyak-banyak sampai Prabu Brawijaya berkenan pindah agama Islam. Sang Prabu kemudian berkata kalau sudah lahir bathin. Sang Prabu dimohon Islam Lahir bathin. bersiaga mengangkat senjata. disembah para bupati. sang Wiku Manumanasa. Hamba jika tidur sampai 200 tahun. apabila sang Prabu tidak bersedia mengikuti sarannya. kalian berdua kuajak pindah agama Rasul dan meninggalkan agama Buddha. lemah tak berdaya kok akan direndam dalam air”. Pasti akan kalah orang islam tertumpas dalam peperangan. kulit kisut punggung wungkuk. “Tidak salah dengan dugaan Nyai Ageng Ampelgading. Aku akan beri tahu tingkah Si Raden Patah. Mulai dari leluhur paduka dahulu. batinnya meraup pasir ditaburkan ke mata. Ia menarik nafas dalam dan sangat menyesal. Sang Prabu kemudian bertanya kepada Sunan Kalijaga. terun-temurun sampai sekarang. Hamba mengasuh penurun raja-raja Jawa. ia berkata dalam hati. Aku sudah menyebut nama Allah yang sejati. ketiga pemberi anugrah. mejdi asuhan hamba. Kata-katanya hanya manis di bibir. rambutnya tidak mempan digunting. Sunan Kalijaga lantas berkata. bertemu dengan yayi Prabu Dewa Agung di Klungkung. dan mengucapkan asma Allah. maka blero matanya ! Menunduk di muka tetapi memukul di belakang. Jika beliau dibiarkan sampai menyeberang ke Pulau Bali. “Sahid ! Kamu datang ada apa ? Apa perlunya mengikuti aku ?” Sunan Kalijaga berkata. maka ia mohon agar dibunuh saja. langgeng selamanya. karena apabila hanya lahir saja.Jadi bicara hamba itu. “Hamba diutus paduka untuk mencari dan menghaturkan sembah sujud kepada paduka di manapun bertemu. tidak tahu diri. maka kemudian beliau menyembah kaki sang Prabu sambil menyerahkan senjata kerisnya dengan berkata. ” Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa. Sunan Kalijaga merasa tidak bisa meredakan lagi. “Kamu berdua keberi tahu mulai hari ini aku meninggalkan agama Buddha dan memeluk agama Islam. maka rambutnya bisa dipotong. dan hendak kuminta menggalang para raja sekitar Jawa untuk mengambil kembali tahta Majapahit. orang sudah tua renta. bisa untuk pedoman orang tanah Jawa. Sakutrem dan Bambang Sakri. namun lebih baik jika paduka berkenan berganti syariat Rasul. Pedoman orang Islam itu syahadat. akan tetapi rambutnya tidak mempan dipotong. ” Aku sudah dengar kata-katamu. lalu Sunan Kalijaga bersujud menyembah di kaki Sang Prabu. Sunan Kalijaga merasa bersalah karena ikut menyerang Majapahit. besok hamba yang tanggung. memusuhi raja dan bapa. setelah itu minta potong rambut kepada Sunan Kalijaga. Sang Prabu mengeluh kepada Sunan Kalijaga. Sudah pasti orang Jawa yang belum Islam akan membela raja tua. Tidak lama kemudian Sunan Kalijaga berhasil ketemu dengan sang Prabu diperjalanan. Akan halnya masalah agama hanya terserah sekehendak paduka. Selama . karena akan malu mengetahui peristiwa menjijikan ini. meskipun salat dingklak-dingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya.

“Aku akan kembali kepada yang suwung. aku malu apabila ditertawakan bumi dan langit “. jangan sampai masuk surga. “Apa kamu tidak mau masuk agama Islam ?” Sabdo Palon berkata sedih. banyak binatang mengganggu.000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa. Yang mengatakan mulia itu kan orang Arab dan orang Islam semua. Tiga-tiganya itu satu.hamba tidur selalu ada peperangan saudara musuh saudara. (2) padi Randanunut. Jika salah menjawab tentu dihukum. Jika hamba pindah agama. dan badan. Kangjeng Nabi musa toh tidak tahan melihat Gusti Allah. semua tidur berselimut tanah. Kalau hanya ikut-ikutan akan membuat celaka muksa paduka kelak. Paduka itu raja mulia tentu tidak akan khilaf kepada kata-kata hamba ini”. karena mati tetapi tidak meninggalkan jasad. lalu menyebut Nabi Muhammad Rasulallah dan nama Allah yang sejati !”. Penting minum dan kencing saja. “Akhirat. Sreng artinya berat sekali. tidak mampu meringkas makan badannya. Jadi maknanya manusia dipaksa bekerja untuk Ratu Nusa Srenggi. Demikian itu hanya bisa gemuk kaya daging. paduka jangan sampai menghadap Gusti Allah. hilang makna hidup dalam mati”. paduka belum kenal. nanti tersesat lho ! Bila mau hamba ingatkan jangan sampai paduka mendapatkan kemelaratan seperti pengalidan negara. Prabu Brawijaya disindir oleh Dewata karena mau masuk agama Islam. demikianlah tujuan kematianku kelak”. Sang prabu berkata. yaitu dengan perwujudan keadaan di dunia ditambah tiga hal : (1) rumput Jawan. ” Kalau orang Islam terang tidak bisa muksa. dan (3) padi Mriyi. Sampai sekarang ini umur hamba sudah 2. Masuk akhirat Nusa Srenggi. memuji kebaikan tetangga mencelakai diri sendiri. dunia manusia itu sudah menguasai alam kecil dalam besar. ” Paduka masukllah sendiri. hamba tidak tega melihat watak sia-sia. ” Keinginanku kembali ke akhirat. Saya tidak tahan dekat apalagi paduka. “Tidak jauh tidak dekat. Sabdo Palon berkata. Sabdo Palon berkata sedih. Kalau hamba mengatakan kurang ajar. masuk surga menghadap Yang Maha Kuasa”. mau apa tidak meninggalkan agama Buddha masuk agama Rasul. Paduka bayangannya. Paduka akan pergi ke akhirat mana. jika sudah lama minta yang baru tidak bolak-balik. itulah hidup-mati. meliputi dunia dan akhirat. hanya makan minum dan tidur. “Bagaimana niatmu. tidak punya iman dan ilmu. “Iya sudah. paduka wujud sifat suksma. silakan Paduka jalani sendiri. Enggi artinya kerja. aku sudah terlanjur masuk agama Islam. Sang Prabu berkata lagi. hamba tidak ikut-ikutan. menginjak-nginjak hukum. “Itu matinya manusia tak berguna. sudah disaksikan Sahid. sejak pertama menepati agama Buddha. memuji diri sendiri. ketika hidup seperti hewan. Sabdo Palon tersenyum. Sang Prabu bertanya. manusia raganya berasal dari nutfah menghadap Hyang Lata wal Hujwa. tetapi juga tidak berkumpul. Sabdo Palon berkata. sejatinya tunggal budi. Sang Prabu. “Dimana Tuhan yang Sejati ?”. tidak terpisahkan. karena Gusti Allah itu tidak berwujud tidak berbentuk. hidupnya bekerja dengan paksaan. Paduka bibit ruhani bukan malaikat. kata Sabdo Palon kepada Prabu . hawa. kekosongan ketika aku belum maujud apa-apa. aku tidak boleh kembali kepada agama Buddha lagi. maka Allah tidak kelihatan hanya Dzatnya yang meliputi semua mahluk. yang nakal membunuh manusia bangsanya sendiri. gemuk kebanyakkan daging. kepada agama baru tidak !! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba ? Apakah Paduka lupa nama hamba Sabdo Palon ! “Bagimana ini. “Ikut agama lama. tidak ada yang berubah agamanya. surga. sudah paduka bawa kemana-mana. Baru paduka yang berani meninggalkan pedoman luhur Jawa. Wujudnya hanya asma. seperti manusia Arab itu. ditangkap. Nusa artinya Manusia. malah tersesat. Manusia mati muksa itu celaka. kenalnya hanya seperti kenalnya cahaya bintang dan rembulan. Sang Prabu bertanya. kata Wikuutama disambut halilintar bersahutan.”Aku akan muksa dengan ragaku”. dipaksa kerja berat dan tanpa menerima upah. menginjak-nginjak tatanan. pasti akan celaka muksa hamba kelak. Hamba suka agama lama menyebutkan Dewa Yang Maha Lebih. Apa tidak celaka ! Paduka jangan sampai pulang akhirat.

2.bila laki-laki menurut perempuan. hanya menepati yang namanya Semar. Sabdo Palon banyak-banyak mencaci kepada Sang Prabu. Sang Prabu menyesal dan meneteskan air matanya. Hancurnya Majapahit suaranya menggelegar. Sejak jaman kuno belum pernah ada kerajaan besar seperti Majapahit hancur dengan disengat tawon serta digerogotin tikus saja. Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. anglela kalingan padang. saya sebar seluruh tanah Jawa. yang mengatakan bahwa agama Islam itu kelak apabila mati. dan bubarkan orang sekerejaan hanya dengan karena disantet demit. ” Sejak jaman kuno. “Besuk negara Blambangan gantilah dengan nama negara Banyuwangi agar menjadi pertanda kembalinya Sabdi Palon ke Tanah Jawa membawa asuhannya. mereka semua memberontak dengan licik. Sembilannya Adipati Demak. Adapun kini Sabdo Palon masih dalam alam gaib. Kehancurannya tersebut karena diserang oleh anaknya sendiri dibantu yaitu wali delapan atau sunan delapan yang disujudi orang Jawa. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudnya Kawruh Budi). 5. pasti sengsara. Ketika ditanya perginya akan kemana ? Ia menjawab tidak pergi. Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: “Sabda Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. sebuah agama suci dan baik. Sang Prabu mendengar kata-kata Sabdo Palon dalam batin merasa sangat menyesal karena telah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama Buddha. Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu. kemudian ia menjelaskan bahwa masuknya agama Islam itu karena terpikat kata Putri Cempa. terdengar sampai ke negara mana-mana.” 3. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit. karena perempuan itu utamanya wadah. Sado Palon berkata sambil meludah. tetapi tidak berada disitu. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali. masuk surga yang melebihi surganya orang kafir. Menjadi makanan jin setan dan lainlainnya. 4. tidak berwewenang memulai kehendak”. Lama beliau tidak berkata. Saya akan membuat tanda . Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. tetapi dua orang tadi kemudian musnah.Brawijaya. Sang Prabu hendak merangkul Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Orang Jawa akan diajari tahu benar salah. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Sudah digaris kita harus berpisah. besok apabila ada orang Jawa tua berpengetahuan. yaitulah yang akan diasuh Sabdo Palon. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Bila ada yang tidak mau memakai. Sabdo Palon berkata bahwa dirinya akan memisahkan diri dengan beliau. Sang Prabu bersumpah. Ramalan Sabdo Palon & Noyo Genggong 1. kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga. sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong. akan saya hancurkan. artinya meliputi sekalian wujud.

Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak.Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini. Kebanyakan mereka meninggal dunia. Tanahpun menganga. Hujan tidak tepat waktunya. Tidak dapat bila diubah lagi.Gempa bumi tujuh kali sehari. Banyak yang tidak dapat sembuh. 9. Penyakitpun rupa-rupa. . Tiba-tiba sungainya banjir besar. Banyak hama yang menyerang. 11.Bahaya penyakit luar biasa. banyak yang sakit. Penyakit tersebar merata di tanah Jawa. Orang tanipun demikian juga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. 10. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Para priyayi banyak yang susah hatinya. dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia. 7. Kayu-kayu banyak yang hanyut.akan datangnya kata-kata saya ini. 15. Merusakkan kanan kiri. Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun. Saudagar selalu menderita rugi. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya.Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widhi bahwa segalanya harus bergantian. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. sehingga membuat susahnya manusia. Baunya tidak sedap. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan. 14. Hal tersebut berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh suaranya. Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Kelak Merapi akan bergelegar. 6. Itulah pertanda kalau saya datang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Sebab dunia ini ada ditanganNya. Bila hujan gerimis banyak maling tapi siang hari banyak begal. Di sana-sini banyak orang mati. 12. Benar-benar rusak moral manusia. 8.Bumi sudah berkurang hasilnya. 13. Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi).

Namun bagaimana lagi. Kembali ke alamnya. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah.Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang sebentar tidak tampak lagi diriya. . segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi.16. Sama sekali tidak dapat berbicara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->