P. 1
Kisah Hidup Buddha Shakyamuni

Kisah Hidup Buddha Shakyamuni

|Views: 70|Likes:
Published by donandreano

More info:

Published by: donandreano on Dec 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2013

pdf

text

original

Kisah Hidup Buddha Shakyamuni

Alexander Berzin Februari 2005, diperbaiki April 2007

Pendahuluan
Menurut penanggalan tradisional, Buddha Shakyamuni, yang juga dikenal sebagai Buddha Gautama, hidup dari 566 sampai 485 SM di India utara-tengah. Sumber-sumber agama Buddha memuat beragam catatan mengenai kehidupannya, dengan perincian lebih lengkap muncul secara bertahap seiring perjalanan waktu. Karena naskah Buddha pertama ditulis tiga abad setelah kematian Buddha, sulit untuk menentukan ketepatan perincian yang dimuat oleh catatancatatan itu. Selain itu, hanya karena perincian tertentu dalam bentuk tertulis muncul lebih akhir daripada yang lain, ini bukanlah alasan yang memadai untuk mengurangi keabsahannya. Banyak perincian bisa berlanjut diteruskan turun-temurun dalam bentuk lisan setelah yang lain dituliskan. Sementara itu, biografi hikayat hidup guru-guru besar Buddha, termasuk Buddha sendiri, biasanya disusun untuk tujuan pendidikan dan bukan untuk menjaga catatan sejarah. Lebih khusus, hikayat hidup para guru besar dibuat dalam cara tertentu untuk mengajar dan mengilhami penganut Buddha supaya mereka mengambil jalan batin menuju pembebasan dan pencerahan. Oleh karena itu, untuk memperoleh manfaat dari kisah hidup Buddha, kita perlu memahaminya dalam latar ini dan mengurai pelajaran-pelajaran yang bisa kita peroleh darinya.

Sumber
Sumber-sumber paling awal untuk kehidupan Buddha terdiri dari, di dalam kitab-kitab Theravada, sejumlah sutta dari Kumpulan Wacana-Wacana dengan Panjang Menengah (Pali: Majjhima Nikaya) dan, dari beragam aliran Hinayana, sejumlah naskah Vinaya berkenaan aturan tata-tertib biara. Masing-masing naskah itu, bagaimanapun, hanya memberikan potonganpotongan mengenai kisah hidup Buddha. Catatan pertama yang lebih luas muncul dalam karya-karya puisi tentang ajaran Buddha di akhir abad ke-2 SM, seperti Guru-Guru Besar (Skt. Mahavastu) mengenai aliran Mahasanghika Hinayana. Naskah ini, meskipun berada di luar Tiga Kumpulan Mirip Keranjang (Skt. Tripitaka, Tiga keranjang), menambahkan, salah satunya, perincian bahwa Buddha lahir sebagai pangeran dalam keluarga bangsawan. Karya puitis lainnya muncul dalam naskah aliran Sarvastivada Hinayana: Lelakon Panjang Sutra (Skt. Lalitavistara Sutra). Kemudian, versi-versi Mahayana dari naskah ini (rGya-cher rol-pa’i mdo) meminjam dan memerinci berdasarkan versi awal ini, misalnya dengan menjelaskan bahwa Shakyamuni telah tercerahkan berabad-abad lampau dan, kemunculannya sebagai Pangeran Siddharta bertujuan menunjukkan jalan untuk mencapai pencerahan sehingga bisa menuntun orang lain.

Akhirnya, beberapa hikayat hidup tersebut dimasukkan ke dalam Tiga Kumpulan Mirip Keranjang. Yang paling terkenal adalah Perbuatan-Perbuatan Buddha (Skt. Buddhacarita) karya pujangga Ashvaghosha, yang ditulis pada abad pertama masehi. Versi-versi lain bahkan muncul lebih akhir di dalam tantra, seperti dalam naskah Chakrasamvara. Di dalamnya, kita menemukan catatan bahwa, meski tampaknya Shakyamuni mengajar Sutra Kesadaran yang Jauh Menjangkau dan Membedakan (Prajnaparamita Sutra, Sutra Penyempurna Kebijaksanaan), Buddha secara terus-menerus muncul sebagai Vajradhara dan mengajarkan tantra. Dari tiap catatan, kita bisa mempelajari sesuatu dan mendapatkan ilham. Mari kita secara pokok melihat versi-versi yang menggambarkan sosok Buddha di masa lalu.

Kelahiran, Kehidupan Awal, dan Penyerahan
Menurut catatan-catatan paling awal, Shakyamuni lahir dalam keluarga satria yang kaya di kerajaan Shakya, dengan ibukota Kapilawastu, di perbatasan India dan Nepal sekarang. Tidak ada pernyataan bahwa ia lahir sebagai pangeran dalam keluarga bangsawan. Kelahirannya sebagai pangeran dan nama pangerannya, Siddhartha, baru muncul dalam catatan-catatan selanjutnya. Ayahnya bernama Shuddhodana. Dalam versi-versi selanjutnya, nama ibunya, Maya-dewi, juga muncul, seperti halnya catatan tentang dirinya yang mengandung Buddha secara ajaib di dalam mimpinya tentang gajah bergading enam yang memasuki sisi tubuhnya, dan ramalan dari Asita yang bijak bahwa anak itu akan menjadi raja hebat atau orang bijak yang agung. Yang juga muncul selanjutnya adalah gambaran tentang kelahiran murni Buddha, yang terjadi tidak jauh dari Kapilawastu di Hutan Lumbini, dengan Buddha lahir keluar dari sisi tubuh ibunya, berjalan tujuh langkah dan berkata, “Aku telah tiba,” dan ibunya meninggal setelah melahirkan. Sebagai anak muda, Buddha menjalani kehidupan menyenangkan. Ia menikah dan memiliki anak lelaki, Rahula. Dalam versi-versi selanjutnya, nama istrinya, Yashodhara, muncul. Di usia 29 tahun, Buddha meninggalkan kehidupan keluarga dan warisan bangsawannya, lalu menjadi pencari kehidupan batin yang mengembara dan hidup dari derma (Skt. shramana). Penting bagi kita untuk melihat penyerahan diri Buddha ini di dalam latar belakang masyarakat dan zamannya. Dengan menjadi pencari kehidupan batin yang mengembara dan hidup dari derma, Buddha tidak meninggalkan istri dan anaknya hidup sendiri dalam kemiskinan. Mereka tentu telah dirawat oleh keluarga besarnya. Selain itu, keanggotaan Buddha sebagai kasta satria berarti ia pasti akan meninggalkan rumahnya suatu hari untuk pergi bertempur. Keluarga satria menerima hal ini sebagai kewajiban si lelaki. Satria di India kuno tidak membawa keluarganya di kemah militer. Meskipun pertempuran bisa dilakukan terhadap musuh dari luar, pertempuran sejati adalah melawan musuh dari dalam diri, dan ini pertempuran yang didatangi Buddha. Pilihan Buddha untuk meninggalkan keluarganya demi tujuan ini menandakan bahwa pencari jalan batin memiliki tugas untuk mengabdikan seluruh hidupnya bagi tujuan yang sama. Dalam dunia modern kita, bagaimanapun, bila kita meninggalkan keluarga kita untuk menjadi biksu dan terlibat dalam pertempuran di dalam diri ini, kita perlu memastikan bahwa mereka terurus

dengan baik. Ini berarti memenuhi kebutuhan bukan hanya mitra pernikahan dan anak kita, tapi juga orangtua kita. Namun, apakah kita meninggalkan keluarga kita atau tidak, pencari jalan batin Buddha mengemban tugas untuk mengurangi duka dengan mengatasi kecanduan pada kesenangan, sebagaimana dilakukan Buddha. Untuk mengatasi duka, Buddha ingin memahami sifat dasar dari kelahiran, sakit, kematian, kelahiran kembali, kesedihan, dan kebingungan. Versi yang lebih panjang tentang ini muncul kemudian dalam bentuk kisah Channa, seorang pengemudi kereta kuda, yang membawa Buddha dalam perjalanan mengelilingi kota. Ketika Buddha melihat orang-orang yang sakit, tua, mati, dan yang menjadi petapa, Channa menjelaskan kepadanya tentang diri mereka. Dalam cara ini, Buddha lalu sungguh mengenali duka sejati yang dialami setiap orang dan jalan keluar yang mungkin darinya. Kisah ini, yang melibatkan penerimaan pertolongan dalam jalan batin dari seorang pengemudi kereta kuda, setara dengan catatan Bhagavad Gita mengenai Arjuna, yang diceritakan oleh pengemudi kereta kudanya, Krishna, mengenai perlunya menjalankan tugasnya sebagai pejuang dan bertempur melawan keluarganya. Dalam kisah Buddha dan Hindu tersebut, kita bisa melihat arti penting melampaui tembok nyaman kehidupan kita berupa hal-hal yang kita akrabi dan tidak pernah meninggalkan tugas kita untuk menemukan kebenaran. Dalam tiap kasus, kereta kuda mewakili, mungkin, kendaraan cita yang mengarah pada pembebasan, dan kata-kata pengemudi kereta kemudian mewakili kekuatan yang menggerakkan kendaraan ini, yakni kebenaran akan kenyataan.

Kajian dan Pencerahan
Sebagai pencari kehidupan batin yang mengembara dan tidak menikah, Buddha belajar bersama dua guru tentang cara-cara untuk mencapai beragam tingkat kemantapan jiwa (Skt. dhyana) dan penyerapan arupa. Meskipun ia mampu mencapai keadaan-keadaan mendalam berupa konsentrasi sempurna yang di dalamnya ia tidak lagi mengalami duka nestapa atau bahkan kebahagiaan duniawi biasa, ia tidak puas. Keadaan-keadaan tingkat tinggi itu hanya tersedia untuk sementara, bukan kelegaan tetap dari perasaan-perasaan tercemar itu dan tentu tidak menghilangkan duka universal mendalam yang ingin ia atasi. Kemudian, ia berlatih bertapa dengan sangat keras bersama lima teman, tapi ini juga tidak menghapus masalah-masalah lebih mendalam yang terkait dengan kelahiran kembali yang terus berulang tanpa kendali (Skt. samsara). Baru di catatan-catatan lebih lanjut, disebutkan tentang Buddha yang menghentikan puasa enam tahunnya di pinggir Sungai Nairanjana, tempat gadis Sujata memberinya semangkuk air beras. Bagi kita, contoh Buddha menandakan sikap untuk tidak puas dengan hanya menjadi sepenuhnya tenang atau menjadi “tinggi” saat meditasi, apalagi bila hanya menggunakan sarana buatan seperti obat-obatan. Menarik diri ke dalam keadaan kesurupan mendalam atau menyiksa atau menghukum diri sendiri juga bukanlah jalan keluar. Kita harus berusaha sekuat tenaga dalam menuju pembebasan dan pencerahan serta tidak terpuaskan dengan cara-cara batin yang tidak bisa membawa kita mencapai tujuan itu.

Setelah meninggalkan kehidupan bertapa, Buddha bermeditasi sendiri di dalam hutan, untuk mengatasi ketakutan. Yang mendasari ketakutan adalah sikap memuja diri dan usaha menggenggam keberadaan “aku” yang mustahil, yang lebih kuat daripada hal-hal yang mendasari pencarian hebat akan kesenangan dan hiburan. Sehingga, dalam Cakra SenjataSenjata Tajam, guru India di abad ke-10 M, Dharmarakshita, menggunakan gambaran burung merak yang mengembara di hutan penuh tumbuhan beracun untuk mewakili bodhisattwa yang memakai dan mengubah perasaan beracun seperti hasrat, kemarahan, dan kenaifan untuk mengatasi sikap memuja diri dan usaha menggenggam “aku” yang mustahil. Setelah banyak bermeditasi, Buddha mencapai pencerahan sempurna di usia 35 tahun. Catatancatatan selanjutnya memberikan perincian tentang pencapaian ini di bawah pohon bodhi di daerah yang sekarang Bodh Gaya, setelah berhasil mengalahkan serangan Mara. Dewa Mara yang cemburu mencoba mencegah pencerahan Buddha dengan memunculkan hal-hal yang menakutkan dan menggoda untuk mengganggu meditasi Buddha di bawah pohon bodhi. Dalam catatan-catatan awal, Buddha mencapai pencerahan dengan meraih tiga jenis pengetahuan: pengetahuan lengkap tentang seluruh kehidupan lampaunya, tentang karma dan kelahiran kembali semua orang lain, dan Empat Kebenaran Mulia. Catatan-catatan selanjutnya menerangkan bahwa, dengan pencerahan, ia mencapai kemahatahuan.

Mengajar dan Mendirikan Sebuah Komunitas Wihara
Setelah mencapai pembebasan dan pencerahan, Buddha mengalami keraguan untuk mengajar orang lain cara mencapai hal yang sama. Ia merasa, tak seorang pun akan bisa paham. Namun, dewa India, Brahma dan Indra, memohon kepadanya untuk mengajar. Menurut ajaran-ajaran Brahma yang kemudian berkembang menjadi ajaran Hindu, Brahma adalah pencipta semesta dan Indra adalah Raja para Dewa. Dalam permintaannya, Brahma berkata kepada Buddha, dunia akan menderita tanpa akhir bila ia tidak mengajar, dan paling tidak sebagian orang akan memahami kata-katanya. Perincian ini mungkin merupakan unsur sindiran yang menandakan kebesaran ajaran Buddha, yang melampaui cara-cara yang ditawarkan aliran-aliran batin India pada masa itu. Bagaimanapun juga, jika dewa-dewa tertinggi sampai mengakui bahwa dunia membutuhkan ajaran Buddha karena mereka tidak memiliki cara untuk mengakhiri duka semua orang secara tetap; kita pengikut biasa jelas lebih membutuhkan ajaran ini. Lebih lanjut, dalam gambaran pengikut Buddha, Brahma mewakili kebanggaan yang sombong. Keyakinannya yang keliru bahwa ia adalah pencipta mahakuasa mewakili contoh sempurna dari keyakinannya yang keliru akan keberadaan diri sebagai “aku” yang mustahil—yakni, sebagai “aku” yang bisa mengendalikan segala sesuatu dalam kehidupan. Keyakinan yang membingungkan seperti itu jelas membawa ketidakpuasan dan duka. Hanya ajaran Buddha tentang cara masing-masing kita berada yang bisa menawarkan jalan menuju penghentian sejati dari duka sejati dan penyebab sejatinya. Menerima permintaan Brahma dan Indra, Buddha pergi ke Sarnath dan, di Taman Rusa (Skt. Mrgadava) di sana, mengajarkan Empat Kebenaran Mulia kepada lima mantan teman bertapanya. Dalam gambaran pengikut Buddha, rusa mewakili kelembutan dan ini berarti

Ini menunjukkan kepada kita bahwa. budak yang belum dibebaskan. tempat anaknya. Ayah Buddha. Buddha mengutus mereka untuk mengajar orang lain. Hal ini menandakan pentingnya menghormati dan membalas kebaikan seorang ibu. Tidak lama kemudian. kerajaan tempat Bodh Gaya berada. yang taat hidup tanpa perkawinan. dan penderita penyakit menular seperti kusta. sehingga ia meminta Buddha supaya. Tidak lama kemudian. Selain itu. untuk bergabung dengan komunitas wihara. dapat mengizinkan calon biksu untuk bergabung dengan komunitasnya. Rahula. Buddha mengatur komunitas-komunitas wihara ini menurut panduan praktis. Buddha kembali ke Magadha. Pertumbuhan Kelompok Wihara . tapi lebih tentang pentingnya tidak membuat keinginan buruk terhadap ajaran Buddha. kita harus menghormati adat setempat dan bertindak secara terhormat sehingga orang-orang akan memiliki kesan baik terhadap ajaran Buddha dan kemudian menghormatinya. yang menurut beberapa sumber adalah Surga Tushita dan mengajar ibunya. telah meninggalkan rumah dan bergabung lebih awal. orang yang bertugas di pelayanan kerajaan seperti di militer. Orangtua mereka menjadi pengikut awam dan mulai mendukung kelompok itu dengan derma. sangat sedih karena garis keturunannya terpotong. Shariputra dan Maudgalyayana juga bergabung dengan kelompok Buddha yang makin berkembang dan menjadi pengikutnya yang paling dekat.Buddha mengajar dengan cara lembut yang menghindari ujung kehidupan kesenangan belaka atau kehidupan bertapa. Dengan demikian. Nanda yang tampan. Di sana. tak seorang pun di bawah usia 20 tahun yang bisa diterima. Catatan selanjutnya yang muncul tentang pertemuan Buddha dengan keluarganya adalah mengenai Buddha yang menggunakan kekuatan di-atas-raga untuk menuju Surga Tiga Puluh Tiga Dewa. Buddha kembali ke kota asalnya Kapilawastu. Pokok dari catatan ini bukanlah mengenai kejamnya Buddha terhadap ayahnya sendiri. terutama di dalam keluarga kita sendiri. Ia diundang ke ibu kotanya. mulai bergabung dengan kelompoknya. Rajagrha—saat ini Rajgir—oleh Raja Bimbisara. temannya. sejumlah lelaki muda di dekat Varanasi bergabung dengan Buddha sebagai pencari kehidupan batin yang mengembara dan hidup dari derma. Raja Shuddhodana. jika kita bisa menggunakan istilah itu di masa awal ini. Setelah setahun mengalami pencerahan. Saudara tiri Buddha. Buddha ingin menghindari masalah apa pun dan ingin mendapatkan penghormatan dari masyarakat untuk komunitasnya dan ajaran Dharma. seorang anak laki-laki harus mendapat persetujuan orangtuanya untuk bergabung dengan wihara. Setelah anggota menjadi cukup terlatih dan cakap. Buddha sepenuhnya setuju. Buddha tidak mengizinkan pelaku kejahatan. tapi calon ini harus mengikuti batasan-batasan tertentu untuk menghindari benturan dengan penguasa politik. yang menjadi mitra dan pengikutnya. kelompok pengikut Buddha ini berkembang cepat dan dengan segera mereka menetap dan membentuk komunitas-komunitas “wihara” tunggal di berbagai tempat. yang telah mengalami kelahiran kembali di sana. Oleh karena itu. Biksu. sebagai pengikut Buddha. di masa mendatang.

Buddha setuju. Bahkan aturan wihara itu sendiri juga bisa diubah. sementara yang lain hanya berupa hukuman percobaan. Di sini. Sebagian besar pelanggaran aturan yang serius diikuti dengan dikeluarkannya yang bersangkutan dari komunitas. Buddha menetapkan diadakannya pengulangan sumpah saat pertemuan wihara seperempat bulan sekali. dan tindakan yang secara etis bersifat netral yang terlarang bagi orang tertentu dalam keadaan tertentu dan untuk alasan tertentu. Menurut adat ini. yang menunjukkan dirinya terbuka pada usulan-usulan untuk mengikuti adat pada masa yang bersangkutan. Tak seorang pun ditentukan sebagai penguasa tunggal. Mahawira. perkembangan ini muncul untuk menghindari kerugian bagi komunitas awam dan mendapatkan penghormatan mereka. yakni saat biksu tinggal di satu tempat dan menghindari perjalanan apa pun. Namun. bersamaan dengan biksu mengakui secara terbuka adanya pelanggaran aturan. yang berbahaya bagi siapa pun yang melakukannya. Wihara di Jetawana adalah tempat terjadinya banyak peristiwa besar dalam kehidupan Buddha. varshaka). Buddha menjalani 25 retret musim hujan di Hutan di luar Sharawasti. Sekali lagi. aturan tata tertib (Skt. anggota komunitas batin ini bertemu di setiap awal masa bulan seperempat untuk membicarakan ajaran-ajaran Jain. yang melaksanakan pertemuan empat kali dalam sebulan.Komunitas-komunitas awal biksu Buddha berukuran kecil. Buddha memutuskan untuk menunggu sampai masalah tertentu muncul kemudian membuat suatu sumpah untuk menghindari terulangnya peristiwa serupa. Sejak retret musim hujan kedua. dengan pertimbangan utama Buddha adalah menghindari masalah dan tidak menyebabkan kerugian. Buddha mengamanatkan mereka supaya menggunakan ajaran Dharma itu sendiri sebagai penguasa. ibukota kerajaan Koshala. Tujuannya adalah mencegah biksu merusak panen apa pun saat harus berjalan melalui ladang akibat banjir menggenangi jalan. pedagang Anathapindada membangun sebuah wihara untuk Buddha dan biksunya. Adat berikut yang ditetapkan oleh Buddha adalah retret musim hujan selama tiga bulan (Skt. pendiri ajaran Jain. vinaya) bersifat pragmatis dan dirumuskan untuk tujuan tertentu. Pembangunan wihara secara tetap juga dilakukan karena ini bersifat praktis. tapi perubahan apa pun hanya bisa dibuat berdasarkan kesepakatan dalam komunitas itu secara keseluruhan. hidup sekitar setengah abad sebelum Buddha. Tindakan dan keputusan tiap komunitas diputuskan oleh kesepakatan tiap anggotanya. untuk menghindari pertentangan. Sebenarnya. pertemuan macam ini hanya dilaksanakan dua bulan sekali. Berdasarkan aturan tata tertib ini. Raja Bimbisara mengusulkan supaya Buddha menggunakan adat kelompok batin lainnya yang juga hidup dari derma. Buddha mengikuti kebijakan ini dengan mempertimbangkan tindakan yang bersifat merusak. Yang paling terkenal adalah saat Buddha mengalahkan para pemimpin enam aliran besar nonBuddha masa itu dalam sebuah perlombaan kekuatan ajaib. Pelaksanaan retret musim hujan ini mengarah pada pendirian wihara secara tetap. Buddha menyesuaikan banyak unsur dari komunitas batinnya dan susunan ajarannya dengan kelompok Jain. kemudian Raja Prasenajit mendukung komunitas ini. Dengan demikian. Di masa-masa berikutnya. Masing-masing bersifat mandiri dan memiliki seperangkat batasan bagi biksu dalam mengumpulkan derma. seperti kelompok Jain. Shariputra segera meminta Buddha untuk merumuskan aturan bagi kehidupan wihara. jika perlu. . berjumlah kurang dari 20 orang.

tapi untuk menghindari orang lain menganggap rendah ajaran Buddha diperlukan aturan lebih banyak untuk para biksuni. biksu lain harus merawatnya karena mereka semua adalah anggota keluarga Buddha. bergantung pada apakah ia mengajar suatu kelompok atau perorangan. misalnya. Buddha enggan merumuskan aturan dan ingin aturan yang lebih sedikit yang nantinya bisa dihapus bila dianggap tidak penting. untuk mengalahkan lawannya menandakan bahwa saat cita orang lain tertutup kepada akal sehat. Bagaimanapun juga. seringkali mengulang masing-masing pokok dengan kata-kata yang berbeda. Ini adalah prinsip yang juga penting bagi semua pengikut Buddha awam. mungkin tak satu pun dari kita yang mampu menampilkan aksi ajaib. ia juga memerintahkan para anggota untuk menjaga satu sama lain. Cara Pendidikan Buddha Buddha mengajar orang lain melalui teladan hidup dan perintah lisan. Di dalam kelompok Buddha. Dalam kebenaran terdalam. Sehingga. Jika seorang biksu sakit. Buddha tidak menandakan bahwa perempuan lebih tidak tertib daripada laki-laki dan lebih membutuhkan batasan dengan mengemban lebih banyak sumpah. sehingga khalayak bisa mengingatnya .” Mendirikan Kelompok Wihara untuk Biksuni Dalam tahap pengajaran selanjutnya. Awalnya. Terdapat peribahasa dalam bahasa Inggris. Buddha yang menggunakan kekuatan ajaib. atas permintaan bibinya. tenggang-rasa dan welas asih adalah pokok utama dalam ajaran Buddha. cara terbaik untuk meyakinkan mereka akan keabsahan pemahaman kita adalah menunjukkan tingkat perwujudan kita melalui tindakan dan perilaku. Meskipun menurut kebenaran terdalam tidak ada masalah dengan adanya kelompok biksuni. Buddha menjelaskan ajarannya dalam bentuk wacana. menghindari penolakan dari masyarakat sehingga komunitas biksuni perlu melampaui segala kecurigaan akan perilaku asusila. ia menggunakan dua cara. ia enggan memulai kelompok semacam itu. bukannya nalar. Kebijakannya menunjukkan gerak dari dua kebenaran―kebenaran terdalam dan kebenaran lazim yang sesuai dengan adat setempat. Di depan kelompok. ia takut bahwa mendirikan kelompok perempuan akan menimbulkan nama buruk dan akhir yang cepat bagi ajaran-ajarannya.Saat ini. di masa dan masyarakat modern yang di dalamnya terdapat sikap merendahkan terhadap agama Buddha bila ada prasangka yang ditunjukkan kepada biksuni atau perempuan secara umum atau kelompok minoritas oleh adat Buddha. Buddha mendorong pengikut baru yang sebelumnya mendukung komunitas agama lain untuk terus mendukung komunitas tersebut. Untuk yang kedua. Bagaimanapun juga. Buddha ingin. tapi kebenaran lazim penting bagi komunitas Buddha supaya bisa mendapatkan penghormatan dan kepercayaan masyarakat. Sebagai contoh. tapi ia kemudian memutuskan bahwa hal itu mungkin jika ia menentukan lebih banyak sumpah kepada biksuni daripada kepada biksu. Namun. tidak menjadi masalah apa yang dikatakan oleh masyarakat. Namun. semangat yang dijunjung Buddha adalah memperbaikinya sesuai dengan norma pada masa itu. “Tindakan bersuara lebih keras daripada kata-kata. lebih dari hal lain. Dalam melakukan ini. Buddha mendirikan komunitas biksuni di Vaishali. Mahaprajapati.

Dewadatta memintanya untuk membunuh Buddha. Dewadatta lalu mencoba membujuk para biksu untuk menjauh dari Buddha dengan mengatakan bahwa dirinya “lebih suci” daripada sepupunya itu. Ibu itu pergi dari satu ke rumah ke rumah lain. sang raja menyerahkan mahkotanya kepada anaknya. yang terbaik adalah tidak melakukan perlawanan. dan Buddha akan melihat apa yang bisa ia lakukan. Ia tidak pernah menentang atau melawan pandangan si pendengar. Menurut Jalan Pemurnian (Pali: Visuddhimagga) karya Buddhaghosa. Raja Bimbisara. dengan cara ini. Melihat keberhasilan Ajatashatru. tapi segala usaha untuk membunuh Buddha gagal. dan ia mengusulkan seperangkat aturan yang lebih ketat. hanya mengenakan tiga jubah. perintah Buddha kepada seorang ibu yang berduka yang membawa bayinya yang telah mati kepadanya dan memohon Buddha untuk menghidupkan kembali anaknya. Oleh karena itu. tapi tiap rumah tangga pernah mengalami anggota keluarga yang meninggal. seringkali setelah makan siang di suatu rumah tangga yang mengundang dirinya dan biksunya. guru Theravada pada abad ke-4 M. Buddha berkata kepada si ibu untuk mencari benih tumbuhan dari suatu rumah yang belum pernah dikunjungi oleh kematian. Salah satu contohnya adalah Buddha membimbing seorang anggota dari kasta pendeta brahmana untuk memahami bahwa keunggulan bukan berasal dari kasta tempat seseorang dilahirkan. Cara pengajaran Buddha menunjukkan kepada kita bahwa untuk menolong orang lain di dalam suatu perjumpaan. ia menyadari bahwa setiap orang suatu saat pasti meninggal dan. tapi akan mengangkat pandangan orang tersebut dan mengajukan pertanyaan untuk membantunya menjernihkan pemikirannya. . Dengan cara ini. Dewadatta. mengumpulkan derma dan tidak pernah menerima undangan untuk makan. tidak melewatkan satu rumah pun saat mengumpulkan derma. keduanya berkomplot bersama. di dalam kelompok orangorang yang ingin belajar. ketika memberikan perintah perorangan. makan satu jatah makan berapa pun derma yang ia kumpulkan. makan hanya dari mangkuk dermanya masing-masing. Yang paling berdaya guna adalah membantu mereka berpikir untuk diri mereka sendiri. penguasa Magadha. Pelan-pelan. Contoh lainnya. tapi dari perkembangan sifat-sifat baik seseorang. Namun. Namun. Ajatashatru melakukan rencana pembunuhan terhadap Bimbisara. akibatnya. Buddha menggunakan pendekatan berbeda. Sementara itu.dengan lebih baik. kita perlu menjelaskan secara lugas dan jelas. sepupunya yang cemburu. menolak makanan lain apa pun. usulan Dewadatta kepada para biksu adalah sebagai berikut: • • • • • • • mengenakan jubah yang terbuat dari kumpulan potongan kain. Pangeran Ajatashatru berencana menggantikan ayahnya. Buddha membimbing orang itu memperbaiki pandangannya dan secara bertahap mencapai pemahaman yang lebih dalam akan kenyataan. ia pun bisa mengkremasi anaknya dengan cita yang lebih damai. Rencana Pembunuhan terhadap Buddha dan Perpecahan Tujuh tahun sebelum Buddha meninggal. berencana mengambil alih kedudukan Buddha sebagai pemimpin kelompok. dan. membawa benih itu kepadanya.

dalam istilah modern. tapi tak seorang pun diwajibkan melakukannya. Aliran-aliran Mahayana memiliki daftar serupa dalam bentuk dua belas sifat dari praktik yang diikuti (Skt. dengan terus mengembara dari satu tempat ke tempat lain. salah satu dari lima kejahatan kejam. hidup di tempat terbuka. Namun. puas dengan tinggal di tempat mana pun yang ditemukannya. niat buruk dari perpecahan ini bertahan hingga beberapa abad. Namun. Daftar ini menghilangkan “tidak melewatkan satu rumah pun saat mengumpulkan derma”. dan bila mereka tidak menginginkannya.• • • • • • hidup hanya di hutan. menambahkan “mengenakan jubah yang telah dibuang di tempat sampah”. Bahkan. Catatan mengenai perpecahan ini menunjukkan bahwa Buddha sangat tenggang-rasa dan bukan seorang fundamentalis. sebagai contoh. tidak pernah tidur berbaring. Melakukan hal ini bukanlah menciptakan “perpecahan dalam komunitas biara”. Bila pengikutnya ingin menerapkan tata-tertib yang lebih ketat daripada yang telah ia tentukan. adalah pelaku paling terkenal dari tata-tertib yang lebih ketat ini. Bahkan bila biksu atau biksuni ingin meninggalkan kelompok wihara. mendirikan pusat Dharma yang terpisah―bukanlah sebuah masalah. Menurut beberapa catatan. Tradisi biksu hutan. yang masih ditemukan di Thailand masa kini. beberapa biksunya memilih mengikuti Dewadatta sehingga meninggalkan ordo Buddha dan membentuk kelompok sendiri. bila salah satu kelompok . hal yang paling merusak adalah memecah-belah komunitas Buddha. tidur dalam keadaan duduk. Memisahkan diri dari aliran Buddha dan membentuk kelompok lain―misalnya. tidak di rumah. bergabung dengan salah satu kelompok yang berselisih ini dan ikut serta dalam penyebaran kebenciannya terhadap kelompok lain sangatlah merugikan. lebih sering tinggal di daratan. ini juga tidak masalah. Tak seorang pun diwajibkan melaksanakan apa yang Buddha ajarkan. yang bisa ditemukan dalam Buddha Mahayana dan Hindu. Dalam aliran Theravada. hidup di bawah pepohonan. Sebagian besar tata-tertib ini kemudian diikuti oleh tradisi India berupa praktisi tantra yang telah mumpuni (Skt. menjadi dua atau lebih kelompok dan satu atau kedua kelompok itu memelihara niat sangat buruk terhadap yang lain dan berusaha merusak nama baik atau menghancurkannya. Namun. aturan tata-tertib tambahan yang ditentukan oleh Dewadatta disebut tiga belas cabang dari praktik yang diikuti (Pali: dhutanga). dan menganggap “mengumpulkan derma” dan “makan hanya dari mangkuk dermanya masing-masing” sebagai satu kesatuan. sadhu) dalam tradisi Hindu. tidak masalah. ini juga tidak masalah. Banyak dari bentuk tata-tertib ini juga dilakukan oleh para lelaki suci yang mengembara (Skt. Pengikut Buddha. Buddha berkata bahwa jika biksunya ingin mengikuti aturan tata-tertib tambahan ini. ini tidak masalah. mahasiddha). Praktik mereka tampaknya merupakan kelanjutan dari tradisi pencari kehidupan batin yang mengembara dan hidup dari derma di masa Buddha. tampaknya berasal dari praktik ini. Namun. terutama komunitas wihara. Dewadatta menciptakan perpecahan dan melaksanakan kejahatan karena kelompok yang keluar dan mengikutinya memelihara niat sangat buruk terhadap komunitas biara Buddha dan mencela mereka. dhutaguna).

Buddha sudah tidak harus lagi mengalami kematian biasa yang tidak terkendali. . Buddha memutuskan bahwa pengikutnya akan mendapatkan pelajaran tentang ketidaktetapan jika ia meninggalkan tubuhnya. • Versi-versi Hinayana hanya berbicara mengenai kehidupan Buddha Shakyamuni di masa kehidupannya. di rumah Chunda. dan bila tak ada orang meminta atau tertarik. atau keinginan untuk balas dendam. Tidak ada penguasa mutlak yang menyediakan semua jawaban. mereka harus bersandar pada ajaran Dharma-nya dan tata-tertib etika mereka. Kematian Buddha Meskipun. Buddha lalu dikremasi dan abunya disimpan di sejumlah stupa―wadah suci―terutama di tempat-tempat yang menjadi empat tempat ziarah utama pengikut Buddha: • • • • Lumbini. tempat ia memberikan ajaran Dharma pertama. Tapi. berkata bahwa dirinya sesungguhnya telah membangun kekuatan positif atau ”pahala” dengan memberi Buddha santapan terakhir sebelum ia meninggal dunia. tempat ia meninggal dunia. semua itu adalah guru mereka. Ananda menghibur tuan rumah itu. Buddha menjadi sakit keras setelah menyantap makanan yang disajikan oleh Chunda kepada dirinya dan kelompoknya. di Kushinagara. Ini menunjukkan bahwa seorang Buddha mengajar hanya bila diminta. bila mereka memiliki keraguan atau pertanyaan yang tak dapat dijawab. kebencian. dorongan seseorang untuk melakukan hal ini harus tidak dicampurkan dengan kemarahan. Bodh Gaya. welas asih menyerukan tentang memperingatkan orang-orang akan bahaya jika bergabung dengan kelompok itu. berpikir bahwa dirinya telah meracuni Buddha. Tapi. tapi Ananda tidak menangkap tanda itu. Sebelum melakukan ini. ia memberi muridnya Ananda kesempatan untuk memintanya supaya tetap hidup dan mengajar lebih lama. Kehadiran seorang guru atau ajarannya bergantung pada siswa. Kesimpulan Beragam tradisi Buddha mengajarkan catatan yang berbeda-beda mengenai kehidupan Buddha. Chunda sangat bingung. tempat Buddha dilahirkan. di usia 38 tahun. ia pergi ke tempat lain di mana ia bisa lebih bermanfaat. Kushinagara. Kemudian. Mulai dari sekarang. Semua perbedaan ini menandakan cara tiap aliran memahami Buddha dan apa yang bisa kita pelajari dari contohnya. karena telah mencapai pembebasan. Buddha berpesan kepada biksunya.terlibat dalam tindakan yang merusak atau merugikan atau mengikuti tata-tertib yang merugikan. Buddha meninggal. tempat Buddha mencapai pencerahan. Di tempat tidur. Dengan menunjukkan bagaimana Buddha bekerja keras untuk mencapai pencerahan. Dengan demikian. Lalu. Buddha menandakan bahwa tiap orang harus mencari jalan keluar bagi dirinya sendiri berdasarkan ajaran-ajaran itu. kita belajar untuk berusaha dengan diri kita sendiri. Sarnath.

kita bisa belajar banyak hal bermanfaat dari masing-masing versi mengenai kehidupan Buddha dan mencapai ilham di berbagai tingkat. Borobudur Dari Wikipedia bahasa Indonesia. lihat Borobudur. cari Untuk artikel tentang kecamatan dengan nama sama. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. ia mengajar kita bahwa pencerahan mensyaratkan bekerja selamanya untuk kebaikan semuanya. Dengan menjalani kehidupan melalui dua belas perbuatan tercerahkan. Ini menandakan bahwa praktik tantra didasarkan sepenuhnya pada ajaran-ajaran Madhyamaka mengenai kehampaan. Dalam catatan-catatan anuttarayoga tantra. Borobudur Arca Buddha dan stupa Borobudur Lokasi dalam Indonesia Informasi bangunan . Dengan demikian. Buddha telah mencapai pencerahan sejak dahulu kala. Magelang. Buddha mewujudkan diri secara bersamaan sebagai Shakyamuni yang mengajarkan Sutra Kesadaran yang Jauh Menjangkau dan Membedakan (The Prajnaparamita Sutras) dan sebagai Vajradhara yang mengajarkan tantra.• • Menurut versi-versi umum Mahayana.

Indonesia 7.608°LS 110.204°BTKoordinat: 7. sekitar 3 Km dari Kota Mungkid (ibukota Kabupaten Magelang.Lokasi Negara Koordinat Arsitek Klien Kecamatan Borobudur.608°LS 110. tinggi kini 35 meter. tinggi asli 42 meter (termasuk chattra) Candi Borobudur* Situs Warisan Dunia UNESCO .204°BT Gunadharma Syailendra Awal sekitar 770 Masehi konstruksi Penyelesai sekitar 825 Masehi an piramida berundak dari susunan Sistem blok batu andesit yang saling struktural mengunci Jenis Ukuran stupa and candi luas dasar 123×123 meter. Jawa Tengah).

ii. Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur. sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. vi 592 Asia Pasifik Sejarah prasasti Prasasti resmi 1991 (sesi ke-15) * Nama resmi dalam Daftar Warisan Dunia. dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma). Jawa Tengah. dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. † Menurut klasifikasi resmi UNESCO. Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.Negara Peserta Tipe Kriteria Referensi Wilayah† Indonesia Budaya i.[1] Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Magelang. 86 km di sebelah barat Surakarta.[2] Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa . pada dindingnya dihiasi dengan 2. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.

Dalam dunia pariwisata. Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.[5][6][7] Daftar isi • • • • • • • • • • • 1 Nama Borobudur 2 Lingkungan sekitar o 2. Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.3 Penemuan kembali o 3.1 Konsep rancang bangun o 4.1 Pembangunan  3.2 Danau purba 3 Sejarah o 3. kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.6 Rehabilitasi 4 Arsitektur o 4. yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa.1 Tiga candi serangkai o 2. [4] Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan.2 Borobudur diterlantarkan o 3. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO.5 Peristiwa kontemporer o 3. Menurut bukti-bukti sejarah.2 Struktur bangunan 5 Relief 6 Arca Buddha 7 Ikhtisar waktu proses pemugaran Candi Borobudur 8 Referensi 9 Lihat pula 10 Daftar pustaka 11 Pranala luar Nama Borobudur .[3] Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran.4 Pemugaran o 3. dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Rupadhatu (ranah berwujud).1 Tahapan pembangunan Borobudur o 3.nafsu). Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam.1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Tri Tepusan. Raffles juga menduga bahwa istilah 'Budur' mungkin berkaitan dengan istilah Buda dalam bahasa Jawa yang berarti "purba"– maka bermakna. gapura. dan petirtaan (kolam dan pancuran pemandian).[9] Raffles menulis mengenai monumen bernama borobudur. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365. Asal mula nama Borobudur tidak jelas.[8] meskipun memang nama asli dari kebanyakan candi di Indonesia tidak diketahui. . Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi. yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras.[8] Satu-satunya naskah Jawa kuno yang memberi petunjuk mengenai adanya bangunan suci Buddha yang mungkin merujuk kepada Borobudur adalah Nagarakretagama. sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi". Kata bara konon berasal dari kata vihara. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. kemungkinan ditulis Raffles dalam tata bahasa Inggris untuk menyebut desa terdekat dengan candi itu yaitu desa Bore (Boro).[11] Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini.[8] Nama Borobudur pertama kali ditulis dalam buku "Sejarah Pulau Jawa" karya Sir Thomas Raffles. Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga. istilah candi juga digunakan secara lebih luas untuk merujuk kepada semua bangunan purbakala yang berasal dari masa Hindu-Buddha di Nusantara.G. akan tetapi tidak ada dokumen yang lebih tua yang menyebutkan nama yang sama persis. yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Sejarawan J. Selama berabad-abad bangunan suci ini sempat terlupakan.[10] Nama Bore-Budur. Dalam Bahasa Indonesia. misalnya gerbang. yang kemudian ditulis BoroBudur.Stupa Borobudur dengan jajaran perbukitan Menoreh. bangunan keagamaan purbakala disebut candi.[8]Akan tetapi arkeolog lain beranggapan bahwa nama Budur berasal dari istilah bhudhara yang berarti gunung. "Boro purba". Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara. atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". kebanyakan candi memang seringkali dinamai berdasarkan desa tempat candi itu berdiri. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur".

Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. [12] Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal.[15] Awalnya diduga hanya suatu kebetulan. Tidak ditemukan bukti fisik adanya jalan raya beralas batu dan berpagar dan mungkin ini hanya dongeng belaka. akan tetapi berdasarkan dongeng penduduk setempat.Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya. kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Ratu Pramudawardhani. dan Mendut terbujur dalam satu garis lurus yang menunjukan kesatuan perlambang Terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) barat laut dari Kota Yogyakarta. lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar. dulu terdapat jalan berlapis batu yang dipagari pagar langkan di kedua sisinya yang menghubungkan ketiga candi ini.[13] Lingkungan sekitar Borobudur. Pawon. terdapat beberapa candi Buddha dan Hindu di kawasan ini. daerah yang dikenal sebagai dataran Kedu adalah tempat yang dianggap suci dalam kepercayaan Jawa dan disanjung sebagai 'Taman pulau Jawa' karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya.[14] Tiga candi serangkai Selain Borobudur. adalah nama asli Borobudur. Gunung Sundoro-Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut. Pada masa penemuan dan pemugaran di awal abad ke-20 ditemukan candi Buddha lainnya yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon yang terbujur membentang dalam satu garis lurus. Menurut legenda Jawa. Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling dua pasang gunung kembar. bangunan suci untuk memuliakan leluhur. serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur. akan tetapi para pakar menduga memang ada kesatuan perlambang dari . Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa Sanskerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa".

utpala (teratai biru). serta Ganesha. Pada 1931.O.[11] Bunga teratai baik dalam bentuk padma (teratai merah). dan menimbulkan dugaan bahwa Borobudur dibangun di tepi atau bahkan di tengah danau. mengajukan teori bahwa Dataran Kedu dulunya adalah sebuah danau.J. Keterkaitan suci pasti ada. Pada saat penemuannya arca-arca Banon diangkut ke Batavia (kini Jakarta) dan kini disimpan di Museum Nasional Indonesia. Wishnu. dan postur Budha di Borobudur melambangkan Sutra Teratai yang kebanyakan ditemui dalam naskah keagamaan Buddha mahzab Mahayana (aliran Buddha yang kemudian menyebar ke Asia Timur). Tiga pelataran melingkar di puncak Borobudur juga diduga melambangkan kelopak bunga teratai.[16] Keberadaan danau purba ini menjadi bahan perdebatan yang hangat di kalangan arkeolog pada abad ke-20. Borobudur dibangun di atas bukit dengan ketinggian 265 m (870 kaki) dari permukaan laut dan 15 m (49 kaki) di atas dasar danau purba yang telah mengering.ketiga candi ini. ataupun kumuda (teratai putih) dapat ditemukan dalam semua ikonografi seni keagamaan Buddha. seringkali digenggam oleh Boddhisatwa sebagai laksana (lambang regalia). Pada candi ini ditemukan beberapa arca dewa-dewa utama Hindu dalam keadaan cukup baik yaitu Shiwa. yang terletak di sebelah utara candi bersebelahan dengan Museum Samudra Raksa. diantaranya berbagai temuan tembikar seperti periuk dan kendi yang menunjukkan bahwa di sekitar Borobudur dulu terdapat beberapa wilayah hunian.[10] Selain candi Mendut dan Pawon. Danau purba Borobudur di tengah kehijauan alam dataran Kedu. menjadi alas duduk singgasana Buddha atau sebagai lapik stupa.[16] Akan tetapi teori Nieuwenkamp yang terdengar luar . W. akan tetapi bagaimanakah proses ritual keagamaan ziarah dilakukan. Nieuwenkamp. dan Borobudur dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. Tidak seberapa jauh di sebelah utara Candi Pawon ditemukan reruntuhan bekas candi Hindu yang disebut Candi Banon. Bentuk arsitektur Borobudur sendiri menyerupai bunga teratai. Ketiga candi ini (Borobudur-Pawon-Mendut) memiliki kemiripan langgam arsitektur dan ragam hiasnya dan memang berasal dari periode yang sama yang memperkuat dugaan adanya keterkaitan ritual antar ketiga candi ini. di sekitar Borobudur juga ditemukan beberapa peninggalan purbakala lainnya. Temuantemuan purbakala di sekitar Borobudur kini disimpan di Museum Karmawibhangga Borobudur. Akan tetapi batu asli Candi Banon amat sedikit ditemukan sehingga tidak mungkin dilakukan rekonstruksi. Tidak seperti candi lainnya yang dibangun di atas tanah datar. Brahma. belum diketahui secara pasti. Diduga dulu kawasan di sekeliling Borobudur adalah danau purba. seorang seniman dan pakar arsitektur Hindu Buddha.

Berdasarkan Prasasti Canggal. pada tahun 732 M.[18] Sejarah Pembangunan Lukisan karya G.[17] Sebuah penelitian stratigrafi. Diperkirakan Borobudur dibangun sekitar tahun 800 masehi.[19] Kurun waktu ini sesuai dengan kurun antara 760 dan 830 M.[20] yang kala itu dipengaruhi Kemaharajaan Sriwijaya. bukan dasar danau purba.100 tahun lebih dan benarbenar dirampungkan pada masa pemerintahan raja Samaratungga pada tahun 825. pada daratan di sekitar monumen ini telah ditemukan bukti-bukti arkeologi yang membuktikan bahwa kawasan sekitar Borobudur pada masa pembangunan candi ini adalah daratan kering. raja beragama Siwa Sanjaya memerintahkan pembangunan bangunan suci Shiwalingga yang dibangun di perbukitan Gunung Wukir. akan tetapi melalui temuan prasasti Sojomerto menunjukkan bahwa mereka mungkin awalnya beragama Hindu Siwa. Wangsa Sailendra diketahui sebagai penganut agama Buddha aliran Mahayana yang taat.[16] yang memperkuat gagasan Nieuwenkamp.B.[21][22] Terdapat kesimpangsiuran fakta mengenai apakah raja yang berkuasa di Jawa kala itu beragama Hindu atau Buddha.[19] Waktu pembangunannya diperkirakan berdasarkan perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang lazim digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9.[21] Pada kurun waktu itulah dibangun berbagai candi Hindu dan Buddha di Dataran Kedu.2 mil) sebelah timur dari Borobudur. Rakai Panangkaran memberikan izin kepada umat Buddha untuk membangun . Pembangunan candi-candi Buddha — termasuk Borobudur — saat itu dimungkinkan karena pewaris Sanjaya. Salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia adalah Gunung Merapi yang terletak cukup dekat dengan Borobudur dan telah aktif sejak masa Pleistosen. letaknya hanya 10 km (6. Sementara itu pakar geologi justru mendukung pandangan Nieuwenkamp dengan menunjukkan bukti adanya endapan sedimen lumpur di dekat situs ini. Hooijer (dibuat kurun 1916—1919) merekonstruksi suasana di Borobudur pada masa jayanya Tidak ditemukan bukti tertulis yang menjelaskan siapakah yang membangun Borobudur dan apa kegunaannya. dan bukti menunjukkan bahwa dasar bukit dekat Borobudur pernah kembali terendam air dan menjadi tepian danau sekitar abad ke-13 dan ke-14. dua puluh lima tahun lebih awal sebelum dimulainya pembangunan candi Siwa Prambanan sekitar tahun 850 M.biasa dan fantastis ini banyak menuai bantahan dari para arkeolog. Aliran sungai dan aktivitas vulkanik diduga memiliki andil turut merubah bentang alam dan topografi lingkungan sekitar Borobudur termasuk danaunya. meskipun demikian Borobudur diperkirakan sudah rampung sekitar 825 M. Ketinggian permukaan danau purba ini naik-turun berubah-ubah dari waktu ke waktu. Pembangunan Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75 . sedimen dan analisis sampel serbuk sari yang dilakukan tahun 2000 mendukung keberadaan danau purba di lingkungan sekitar Borobudur. masa puncak kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah.[23] Candi Buddha Borobudur dibangun pada kurun waktu yang hampir bersamaan dengan candi-candi di Dataran Prambanan.

Panangkaran menganugerahkan desa Kalasan kepada sangha (komunitas Buddha). Sisa bagian bukit ditutup struktur batu lapis demi lapis. Patut diingat bahwa inti Borobudur hanyalah bukit tanah sehingga tekanan pada bagian atas akan disebarkan ke sisi luar bagian . Tahap ketiga: Terjadi perubahan rancang bangun. Tahap pertama: Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan kurun 750 dan 850 M). demikian pula sebaliknya. Karena alasan tertentu pondasi diperlebar. Berikut adalah perkiraan tahapan pembangunan Borobudur: 1.[24] Petunjuk ini dipahami oleh para arkeolog.[26] akan tetapi banyak pihak percaya bahwa terdapat suasana toleransi dan kebersamaan yang penuh kedamaian antara kedua wangsa ini yaitu pihak Sailendra juga terlibat dalam pembangunan Candi Siwa di Prambanan. sebagaimana disebutkan dalam Prasasti Kalasan berangka tahun 778 Masehi. Sesungguhnya Borobudur tidak seluruhnya terbuat dari batu andesit. Tahap kedua: Penambahan dua undakan persegi.[25] Akan tetapi diduga terdapat persaingan antara dua wangsa kerajaan pada masa itu — wangsa Syailendra yang menganut Buddha dan wangsa Sanjaya yang memuja Siwa — yang kemudian wangsa Sanjaya memenangi pertempuran pada tahun 856 di perbukitan Ratu Boko. pagar langkan dan satu undak melingkar yang diatasnya langsung dibangun stupa tunggal yang sangat besar. tetapi kemudian diubah. candi megah yang dipercaya dibangun oleh sang pemenang Rakai Pikatan sebagai jawaban wangsa Sanjaya untuk menyaingi kemegahan Borobudur milik wangsa Syailendra. Stupa-stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran undak-undak ini dengan satu stupa induk yang besar di tengahnya. Diduga massa stupa raksasa yang luar biasa besar dan berat ini membahayakan tubuh dan kaki candi sehingga arsitek perancang Borobudur memutuskan untuk membongkar stupa raksasa ini dan diganti menjadi tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti sekarang. agama tidak pernah menjadi masalah yang dapat menuai konflik. bagian atas bukit diratakan dan pelataran datar diperluas. bagian bukit tanah dipadatkan dan ditutup struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah.[26] Ketidakjelasan juga timbul mengenai candi Lara Jonggrang di Prambanan.[27] Tahapan pembangunan Borobudur Para ahli arkeologi menduga bahwa rancangan awal Borobudur adalah stupa tunggal yang sangat besar memahkotai puncaknya. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki asli sekaligus menutup relief Karmawibhangga. 3. bahwa pada masyarakat Jawa kuno. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.[24] Bahkan untuk menunjukkan penghormatannya.candi. Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Para arkeolog menduga bahwa Borobudur semula dirancang berupa stupa tunggal yang sangat besar memahkotai batur-batur teras bujur sangkar. Dibangun tiga undakan pertama yang menutup struktur asli piramida berundak. dengan dicontohkan raja penganut agama Hindu bisa saja menyokong dan mendanai pembangunan candi Buddha. undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk besar dibongkar dan diganti tiga undak lingkaran. Borobudur dibangun di atas bukit alami. 2. untuk pemeliharaan dan pembiayaan Candi Kalasan yang dibangun untuk memuliakan Bodhisattwadewi Tara. Akan tetapi stupa besar ini terlalu berat sehingga mendorong struktur bangunan condong bergeser keluar.

raja Kesultanan Mataram pada 1709. Ia menyebutkan adanya "Wihara di Budur". akan tetapi beberapa sumber menduga bahwa sangat mungkin Borobudur mulai ditinggalkan pada periode ini. Untuk menopang agar dinding candi tidak longsor maka ditambahkan struktur kaki tambahan yang membungkus kaki asli. penambahan pagar langkan terluar. Alasan sesungguhnya penyebab Borobudur ditinggalkan hingga kini masih belum diketahui. oleh Mpu Prapanca dalam naskahnya Nagarakretagama yang ditulis pada masa kerajaan Majapahit. melalui dongeng rakyat Borobudur beralih dari sebagai bukti kejayaan masa lampau menjadi kisah yang lebih bersifat tahayul yang dikaitkan dengan kesialan. Struktur ini adalah penguat dan berfungsi bagaikan ikat pinggang yang mengikat agar tubuh candi tidak ambrol dan runtuh keluar. Borobudur diterlantarkan Meletusnya Gunung Merapi diduga sebagai penyebab utama diterlantarkannya Borobudur Borobudur tersembunyi dan terlantar selama berabad-abad terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang kemudian ditumbuhi pohon dan semak belukar sehingga Borobudur kala itu benar-benar menyerupai bukit. sekaligus menyembunyikan relief Karmawibhangga pada bagian Kamadhatu 4. Karena itulah diputuskan untuk membongkar stupa induk tunggal yang besar dan menggantikannya dengan teras-teras melingkar yang dihiasi deretan stupa kecil berterawang dan hanya satu stupa induk. Menurut Babad Tanah Jawi (Sejarah Jawa).bawahnya sehingga Borobudur terancam longsor dan runtuh. perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu. monumen ini merupakan faktor fatal bagi Mas Dana. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan bangunan suci ini tidak lagi menjadi pusat ziarah umat Buddha. Tahap keempat: Ada perubahan kecil seperti penyempurnaan relief. Selain itu Soekmono (1976) juga mengajukan pendapat populer bahwa candi ini mulai benar-benar ditinggalkan sejak penduduk sekitar beralih keyakinan kepada Islam pada abad ke-15.[3][16] Bangunan suci ini disebutkan secara samar-samar sekitar tahun 1365. tidak dapat dipastikan apakah faktor inilah yang menyebabkan Borobudur ditinggalkan. Pada kurun 928 dan 1006. Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Medang ke kawasan Jawa Timur setelah serangkaian letusan gunung berapi. serta pelebaran ujung kaki.[3] Monumen ini tidak sepenuhnya dilupakan. Dua Babad Jawa yang ditulis abad ke-18 menyebutkan nasib buruk yang dikaitkan dengan monumen ini. pembangkang yang memberontak kepada Pakubuwono I.[3] Disebutkan bahwa . kemalangan dan penderitaan.

seorang insinyur Belanda. Dalam kepercayaan Jawa pada masa Mataram Islam. Cornelius. Bendera Belanda tampak pada stupa utama candi. dan ia memiliki minat istimewa terhadap sejarah Jawa. Teras tertinggi setelah restorasi Van Erp. Thomas Stamford Raffles ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal.[28] Meskipun terdapat tabu yang melarang orang untuk mengunjungi monumen ini. Penemuan kembali Foto pertama Borobudur oleh Isidore van Kinsbergen (1873) setelah monumen ini dibersihkan dari tanaman yang tumbuh pada tubuh candi. untuk menyelidiki keberadaan bangunan besar ini. mungkin setelah situs ini tidak terurus dan ditutupi semak belukar. Ia mengumpulkan artefak-artefak antik kesenian Jawa kuno dan membuat catatan mengenai sejarah dan kebudayaan Jawa yang dikumpulkannya dari perjumpaannya dengan rakyat setempat dalam perjalanannya keliling Jawa. ia tidak dapat menggali dan membersihkan . Dalam Babad Mataram (Sejarah Kerajaan Mataram). sang Pangeran jatuh sakit dan meninggal dunia sehari kemudian. Setelah Perang Inggris-Belanda dalam memperebutkan pulau Jawa. monumen ini dikaitkan dengan kesialan Pangeran Monconagoro. Pada kunjungan inspeksinya di Semarang tahun 1814. reruntuhan bangunan percandian dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh halus dan dianggap wingit (angker) sehingga dikaitkan dengan kesialan atau kemalangan yang mungkin menimpa siapa saja yang mengunjungi dan mengganggu situs ini. tempat ini pernah menjadi sarang wabah penyakit seperti demam berdarah atau malaria. Stupa utama memiliki menara dengan chattra (payung) susun tiga. ia dikabari mengenai adanya sebuah monumen besar jauh di dalam hutan dekat desa Bumisegoro.C. Meskipun secara ilmiah diduga. ia tidak dapat pergi sendiri untuk mencari bangunan itu dan mengutus H.[28] Karena berhalangan dan tugasnya sebagai Gubernur Jenderal. "Sang Pangeran datang dan mengunjungi satria yang terpenjara di dalam kurungan (arca buddha yang terdapat di dalam stupa berterawang)". putra mahkota Kesultanan Yogyakarta yang mengunjungi monumen ini pada 1757.bukit "Redi Borobudur" dikepung dan para pemberontak dikalahkan dan dihukum mati oleh raja. Karena ancaman longsor. Jawa dibawah pemerintahan Britania (Inggris) pada kurun 1811 hingga 1816. Setelah kembali ke keraton. Cornelius beserta 200 bawahannya menebang pepohonan dan semak belukar yang tumbuh di bukit Borobudur dan membersihkan lapisan tanah yang mengubur candi ini. Dalam dua bulan.

seorang arkeolog. lima arca Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief. Kepala arca Buddha adalah bagian yang paling banyak dicuri. untuk menggelar penyelidikan menyeluruh atas situs dan memperhitungkan kondisi aktual kompleks ini.[30] Penghargaan atas situs ini tumbuh perlahan. Bagian candi Borobudur dicuri sebagai benda cinderamata.[9] Hartmann. Raja Thailand. yang mengkompilasi monografi berdasarkan sumber dari Brumund dan Wilsen. Hartmann menyelidiki stupa utama meskipun apa yang ia temukan tetap menjadi misteri karena bagian dalam stupa kosong. Pemerintah Hindia Belanda kemudian menugaskan ilmuwan lain.F. dilanjutkan edisi terjemahannya dalam bahasa Perancis setahun kemudian. Tindakan penjarahan situs bersejarah ini bahkan salah satunya direstui Pemerintah Kolonial. kepala inspektur artefak budaya menyarankan agar Borobudur dibongkar seluruhnya dan reliefnya dipindahkan ke museum akibat kondisi yang tidak stabil. Minatnya terhadap Borobudur lebih bersifat pribadi daripada tugas kerjanya. monograf pertama dan penelitian lebih detil atas Borobudur diterbitkan.G. Pemerintah Hindia Belanda menugaskan F. penjarah candi. pemerintah menunjuk Groenveldt. Wilsen. C. beredar kabar bahwa ia telah menemukan arca buddha besar di stupa utama. arca dan ukirannya diburu kolektor benda antik. Pada 1873. Isidore van Kinsbergen. laporannya menyatakan bahwa kekhawatiran ini berlebihan dan menyarankan agar bangunan ini dibiarkan utuh dan tidak dibongkar untuk dipindahkan. seorang pejabat pemerintah Hindia Belanda di Keresidenan Kedu meneruskan kerja Cornelius dan pada 1835 akhirnya seluruh bagian bangunan telah tergali dan terlihat. tetapi Brumund menolak untuk bekerja sama. Leemans. Raffles dianggap berjasa atas penemuan kembali monumen ini. beberapa batu berbentuk kala. yang dirampungkannya pada 1859. Pada tahun 1896. Brumund juga ditunjuk untuk melakukan penelitian lebih terperinci atas monumen ini. secara khusus. Chulalongkorn ketika mengunjungi Jawa di Hindia Belanda (kini Indonesia) menyatakan minatnya untuk memiliki beberapa bagian dari Borobudur.C.[29] Pada 1842. Untuk waktu yang cukup lama Borobudur telah menjadi sumber cenderamata dan pendapatan bagi pencuri. dan arca penjaga dwarapala yang pernah berdiri di Bukit Dagi — beberapa ratus . Pada 1882. Karena itulah kini di Borobudur banyak ditemukan arca Buddha tanpa kepala. Artefak yang diboyong ke Thailand antara lain.semua lorong. Meskipun penemuan ini hanya menyebutkan beberapa kalimat. Ia melaporkan penemuannya kepada Raffles termasuk menyerahkan berbagai gambar sketsa candi Borobudur. Hartmann tidak menulis laporan atas kegiatannya. tangga dan gerbang. Kepala Buddha Borobudur telah lama menjadi incaran kolektor benda antik dan museum-museum di seluruh dunia. Pemerintah Hindia Belanda mengizinkan dan menghadiahkan delapan gerobak penuh arca dan bagian bangunan Borobudur.[30] Akibatnya. ia mempelajari monumen ini dan menggambar ratusan sketsa relief. dan kolektor "pemburu artefak". J. arca sengaja dijungkirkan dan dijatuhkan oleh pencuri agar kepalanya terpenggal. dua patung singa.[29] Foto pertama monumen ini diambil pada 1873 oleh ahli engrafi Belanda. Karena mencuri seluruh arca buddha terlalu berat dan besar. Pemerintah berencana menerbitkan artikel berdasarkan penelitian Brumund yang dilengkapi sketsa-sketsa karya Wilsen. ketidakpastian dan pencurian yang marak di monumen. seorang insinyur pejabat Belanda bidang teknik. serta menarik perhatian dunia atas keberadaan monumen yang pernah hilang ini.

Pertama. dan Van de Kamer. komisi ini mengajukan proposal tiga langkah rencana pelestarian Borobudur kepada pemerintah. Kedua. gerbang. dan memugar beberapa relung. seorang insinyur yang juga anggota tentara Belanda. Dalam prosesnya Van Erp menemukan banyak hal yang dapat diperbaiki. memagari halaman candi. monumen ini dibersihkan hingga pagar langkan pertama. Van Erp melakukan rekonstruksi lebih lanjut.800 Gulden. menemukan kaki tersembunyi. seorang sejarawan seni. Ketiga.meter di barat laut Borobudur. Akan tetapi rekonstruksi chattra hanya menggunakan sedikit batu asli dan hanya . bahaya yang mendesak harus segera diatasi dengan mengatur kembali sudut-sudut bangunan. Total biaya yang diperlukan pada saat itu ditaksir sekitar 48. memelihara dan memperbaiki sistem drainase dengan memperbaiki lantai dan pancuran. Penanaman beton dan pipa PVC untuk memperbaiki sistem drainase Borobudur pada pemugaran tahun 1973 Pada 1902. yaitu arca singa dan dwarapala. ia mengajukan proposal lain yang disetujui dengan anggaran tambahan sebesar 34. kini dipamerkan di Museum Nasional di Bangkok. Pada 1900. Beberapa artefak ini. insinyur ahli konstruksi bangunan dari Departemen Pekerjaan Umum.600 gulden. ia bahkan dengan teliti merekonstruksi chattra (payung batu susun tiga) yang memahkotai puncak Borobudur. Van Erp membongkar dan membangun kembali tiga teras melingkar dan stupa di bagian puncak. menggunakan prinsip anastilosis dan dipimpin Theodor van Erp. memindahkan batu yang membahayakan batu lain di sebelahnya.[32] Foto-foto yang menampilkan relief pada kaki tersembunyi dibuat pada kurun 1890–1891. memperkuat pagar langkan pertama. Ketua Masyarakat Arkeologi di Yogyakarta. Pada pandangan pertama. Theodoor van Erp.[33] Penemuan ini mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mengambil langkah menjaga kelestarian monumen ini.[31] Pemugaran Borobudur kembali menarik perhatian pada 1885. batu yang rusak dipindahkan dan stupa utama dipugar. stupa dan stupa utama. Borobudur telah pulih seperti pada masa kejayaannya.[34] Tujuh bulan pertama dihabiskan untuk menggali tanah di sekitar monumen untuk menemukan kepala buddha yang hilang dan panel batu. Pemugaran dilakukan pada kurun 1907 dan 1911. semua batuan lepas dan longgar harus dipindahkan. ketika Yzerman. pemerintah membentuk komisi yang terdiri atas tiga pejabat untuk meneliti monumen ini: Brandes.

rekaan kira-kira.[34] Pondasi diperkokoh dan segenap 1. Pemugaran ini dilakukan dengan membongkar seluruh lima teras bujur sangkar dan memperbaiki sistem drainase dengan menanamkan saluran air ke dalam monumen. dan (vi) "secara langsung dab jelas dihubungkan dengan suatu peristiwa atau tradisi yang hidup. Pemerintah Indonesia telah mengajukan permintaan kepada masyarakat internasional untuk pemugaran besar-besaran demi melindungi monumen ini. rencana induk untuk memulihkan Borobudur dibuat.[36] Setelah renovasi.[4] Peristiwa kontemporer Biksu peziarah tengah bermeditasi di pelataran puncak . Kini mastaka atau kemuncak Borobudur chattra susun tiga tersimpan di Museum Karmawibhangga Borobudur. Pada akhir 1960-an. (ii) "menampilkan pertukaran penting dalam nilai-nilai manusiawi dalam rentang waktu tertentu di dalam suatu wilayah budaya di dunia.[34] Van Erp menggunakan beton yang menyebabkan terbentuknya kristal garam alkali dan kalsium hidroksida yang menyebar ke seluruh bagian bangunan dan merusak batu candi. Van Erp tidak memecahkan masalah drainase dan tata air. Dalam 15 tahun. dengan karya seni artistik dan karya sastra yang memiliki makna universal yang luar biasa". Lapisan saringan dan kedap air ditambahkan. Proyek kolosal ini melibatkan 600 orang untuk memulihkan monumen dan menghabiskan biaya total sebesar 6. Pemugaran kecil-kecilan dilakukan sejak itu.[4] Borobudur masuk dalam kriteria Budaya (i) "mewakili mahakarya kretivitas manusia yang jenius". pemugaran ini hanya memusatkan perhatian pada membersihkan patung dan batu. Akibat anggaran yang terbatas. dalam pembangunan arsitektur dan teknologi. Karena dianggap tidak dapat dipertanggungjawabkan keasliannya. perencanaan tata kota dan rancangan lansekap". dengan gagasan atau dengan kepercayaan. Pada 1973. UNESCO memasukkan Borobudur ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991. dinding galeri miring dan relief menunjukkan retakan dan kerusakan.901.[35] Pemerintah Indonesia dan UNESCO mengambil langkah untuk perbaikan menyeluruh monumen ini dalam suatu proyek besar antara tahun 1975 dan 1982. Hal ini menyebabkan masalah sehingga renovasi lebih lanjut diperlukan.460 panel relief dibersihkan. seni yang monumental. Van Erp membongkar sendiri bagian chattra.243 dollar AS. tetapi tidak cukup untuk memberikan perlindungan yang utuh.

Sendratari "Mahakarya Borobudur" digelar di Borobudur Monumen ini adalah obyek wisata tunggal yang paling banyak dikunjungi di Indonesia.[40] Dua anggota kelompok ekstrem sayap kanan djatuhi hukuman 20 tahun penjara pada tahun 1986 dan seorang lainnya menerima hukuman 13 tahun penjara. Waisak adalah hari libur nasional di Indonesia[37] dan upacara peringatan dipusatkan di tiga candi Buddha utama dengan ritual berjalan dari Candi Mendut menuju Candi Pawon dan prosesi berakhir di Candi Borobudur. hari yang memperingati kelahiran.000 diantaranya adalah wisatawan mancanegara .[35] Borobudur kembali menjadi pusat keagamaan dan ziarah agama Buddha.[38] Pada 21 Januari 1985. Pada 1974 sebanyak 260.Turis di Borobudur Setelah pemugaran besar-besaran pada 1973 yang didukung oleh UNESCO. Husein Ali Al Habsyie. umat Buddha di Indonesia memperingati hari suci Waisak. sembilan stupa rusak parah akibat sembilan bom.[39] Pada 1991 seorang penceramah muslim beraliran ekstrem yang tunanetra. dan terutama peristiwa pencerahan Siddhartha Gautama yang mencapai tingkat kebijaksanaan tertinggi menjadi Buddha Shakyamuni. termasuk serangan atas Candi Borobudur.000 wisatawan yang 36. dihukum penjara seumur hidup karena berperan sebagai otak serangkaian serangan bom pada pertengahan dekade 1980-an. Sekali setahun pada saat bulan purnama sekitar bulan Mei atau Juni. wafat.

[43] Meningkatnya . gempa berkekuatan 6. sendratari Mahakarya Borobudur kembali dipergelarkan beberapa kali. karena tidak saja batuan dapat jatuh dan pelengkung ambruk. Misalnya pedagang cenderamata asongan yang mengganggu dengan bersikeras menjual dagangannya. Jika tidak tertata maka semua ini membuat kompleks candi Borobudur semakin semrawut. dan busananya. meluasnya lapak-lapak pasar cenderamata sehingga saat hendak keluar kompleks candi. penduduk dan wirausaha skala kecil di sekitar Borobudur menggelar pertemuan dan protes dengan pembacaan puisi. dan hujan lebat dapat menggoyahkan struktur bangunan ini. seperti Thailand. (ii) erosi tanah di bagian tenggara situs. Akan tetapi usaha mereka untuk mencari nafkah seringkali malah mengganggu kenyamanan pengunjung. Pada 27 Mei 2006. Gempa bumi adalah faktor yang paling parah. beberapa kali gempa bumi. Vietnam. Puncak acara ini adalah pagelaran sendratari kolosal "Mahakarya Borobudur" di depan Candi Borobudur. Tarian ini diciptakan dengan berdasarkan gaya tari tradisional Jawa. musik gamelan.5 juta pengunjung setiap tahunnya (80% adalah wisatawan domestik) pada pertengahan 1990-an.2 skala mengguncang pesisir selatan Jawa Tengah.[6] Angka ini meningkat hingga mencapai 2. Myanmar. Bencana alam ini menghancurkan kawasan dengan korban terbanyak di Yogyakarta.telah mengunjungi monumen ini. sebelum Krisis finansial Asia 1997. Laos. dan Kamboja. (iii) analisis dan pengembalian bagian-bagian yang hilang. khususnya menjelang peringatan Waisak yang biasanya turut dihadiri Presiden Republik Indonesia.[7] Akan tetapi pembangunan pariwisata dikritik tidak melibatkan masyarakat setempat sehingga beberapa konflik lokal kerap terjadi. Setelah simposium ini. tanah sendiri bergerak bergelombang yang dapat merusak struktur bangunan.[43] Tanah yang gembur. juga hadir perwakilan UNESCO dan negara-negara mayoritas Buddha di Asia Tenggara. akan tetapi Borobudur tetap utuh.[6] Pada 2003. pengunjung malah digiring berjalan jauh memutar memasuki labirin pasar cenderamata.[41] Upaya masyarakat setempat untuk mendapatkan penghidupan dari sektor pariwisata Borobudur telah meningkatkan jumlah usaha kecil di sekitar Borobudur.[42] Pada 28 Agustus 2006 simposium bertajuk Trail of Civilizations (jejak peradaban) digelar di Borobudur atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan. menceritakan tentang sejarah pembangunan Borobudur. Batu peringatan pemugaran candi Borobudur dengan bantuan UNESCO UNESCO mengidentifikasi tiga permasalahan penting dalam upaya pelestarian Borobudur: (i) vandalisme atau pengrusakan oleh pengunjung. menolak rencana pemerintah provinsi yang berencana membangun kompleks mal berlantai tiga yang disebut 'Java World'.

Kompleks candi ditutup 5 sampai 9 November 2010 untuk membersihkan luruhan debu. atau menerapkan tiap kunjungan harus didampingi pemandu agar pengunjung selalu dalam pengawasan.5 sentimeter (1 in)[44] menutupi bangunan candi kala letusan 3–5 November 2010. Restorasi berakhir November 2011. Pada 2009. dan terakhir menghidupkan kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. lebih awal dari perkiraan semula. pengumandangan peringatan melalui pengeras suara dan adanya penjaga.[43] Rehabilitasi Borobudur sangat terdampak letusan Gunung Merapi pada Oktober adan November 2010. vandalisme berupa pengrusakan dan pencorat-coretan relief dan arca sering terjadi. [47] Lebih dari 55. disusul penghijauan kembali dan penanaman pohon di lingkungan sekitar untuk menstabilkan suhu. dan para ahli mengkhawatirkan debu vulkanik yang secara kimia bersifat asam dapat merusak batuan bangunan bersejarah ini.popularitas stupa menarik banyak pengunjung yang kebanyakan adalah warga Indonesia. Debu vulkanik dari Merapi menutupi kompleks candi yang berjarak 28 kilometer (17 mil) arah baratbaratdaya dari kawah Merapi. Meskipun terdapat banyak papan peringatan untuk tidak menyentuh apapun. Membersihkan candi dari endapan debu vulkanik akan menghabiskan waktu sedikitnya 6 bulan. debu juga mematikan tanaman di sekitar.[45][46] Mencermati upaya rehabilitasi Borobudur setelah letusan Merapi 2010.000 blok batu candi harus dibongkar untuk memperbaiki sistem tata air dan drainase yang tersumbat adonan debu vulkanik bercampur air hujan. Lapisan debu vulkanik mencapai ketebalan 2.[48] Arsitektur Borobudur dilihat dari pelataran sudut barat laut . UNESCO telah menyumbangkan dana sebesar 3 juta dollar AS untuk mendanai upaya rehabilitasi. tidak ada sistem untuk membatasi jumlah wisatawan yang boleh berkunjung per hari. hal ini jelas merusak situs ini.

Model Borobudur .Denah Borobudur membentuk Mandala. lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha.

Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk atau relung dinding di atas pagar langkan atau selasar. dan teknis.000 meter kubik. enam teras terbawah berbentuk bujur sangkar dan tiga teras teratas berbentuk lingkaran. Pada bagian kaki asli yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 160 panel cerita Karmawibhangga yang kini tersembunyi. Pada tahun 1885. Panjang relief seluruhnya 2.[32] Kaki tersembunyi ini terdapat relief yang 160 diantaranya adalah berkisah tentang Karmawibhangga. tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. dan tidak sesuai dengan Wastu Sastra. Aslinya terdapat 432 arca Buddha di . Struktur batu andesit kaki tambahan yang menutupi kaki asli ini memiliki volume 13.300 gambar relief. estetik.[32] Apapun alasan penambahan kaki ini. Mandala adalah pola rumit yang tersusun atas bujursangkar dan lingkaran konsentris yang melambangkan kosmos atau alam semesta yang lazim ditemukan dalam Buddha aliran Wajrayana-Mahayana. Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha. Awalnya diduga bahwa penambahan kaki ini untuk mencegah kelongsoran monumen. yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Ketiga tingkatan ranah spiritual dalam kosmologi Buddha adalah: Kamadhatu Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu. Sebagian kecil struktur tambahan di sudut tenggara disisihkan sehingga orang masih dapat melihat beberapa relief pada bagian ini. Dasar denah bujur sangkar berukuran 123 m (400 kaki) pada tiap sisinya.Lorong koridor dengan galeri dinding berukir relief Konsep rancang bangun Pada hakikatnya Borobudur adalah sebuah stupa yang bila dilihat dari atas membentuk pola Mandala besar. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu. secara tidak disengaja ditemukan struktur tersembunyi di kaki Borobudur. Pada relief panel ini terdapat ukiran aksara yang merupakan petunjuk bagi pengukir untuk membuat adegan dalam gambar relief. fungsi sesungguhnya masih menjadi misteri.[2] Rupadhatu Empat undak teras yang membentuk lorong keliling yang pada dindingnya dihiasi galeri relief oleh para ahli dinamakan Rupadhatu.[50] Teori lain mengajukan bahwa penambahan kaki ini disebabkan kesalahan perancangan kaki asli. kitab India mengenai arsitektur dan tata kota. sekaligus tingkatan alam pikiran dalam ajaran Buddha. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni. Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana yang secara bersamaan menggambarkan kosmologi yaitu konsep alam semesta. Bangunan ini memiliki sembilan teras. antara alam bawah dan alam atas.212 panel berukir dekoratif.[50] Kaki asli ini tertutup oleh penambahan struktur batu yang membentuk pelataran yang cukup luas.[49] Bagaikan sebuah kitab. Lantainya berbentuk persegi.5 km dengan 1. Rupadhatu terdiri dari empat lorong dengan 1. penambahan dan pembuatan kaki tambahan ini dilakukan dengan teliti dengan mempertimbangkan alasan keagamaan.

yaitu kasunyatan. satu teras teratas stupanya sedikit lebih kecil dan lubangnya berbentuk kotak bujur sangkar. Dari luar patung-patung itu masih tampak samarsamar. mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Pada pelataran lingkaran terdapat 72 dua stupa kecil berterawang yang tersusun dalam tiga barisan yang mengelilingi satu stupa besar sebagai stupa induk. pagar langkan paling rendah dimahkotai ratna. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga Buddha yang tidak rampung. Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud yang sempurna dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini. Rancang bangun ini dengan cerdas menjelaskan konsep peralihan menuju keadaan tanpa wujud. sedangkan empat tingkat pagar langkan diatasnya dimahkotai stupika (stupa kecil).dalam relung-relung terbuka di sepanjang sisi luar di pagar langkan. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. yang disalahsangkakan sebagai patung 'Adibuddha'. patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. Stupa utama yang dibiarkan kosong diduga bermakna kebijaksanaan tertinggi. Stupa kecil berbentuk lonceng ini disusun dalam 3 teras lingkaran yang masing-masing berjumlah 32.[2] Pada pagar langkan terdapat sedikit perbedaan rancangan yang melambangkan peralihan dari ranah Kamadhatu menuju ranah Rupadhatu. di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa. dan bentuk serta terbebas dari lingkaran samsara. Denah lantai berbentuk lingkaran. Menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Struktur bangunan . yakni arca Buddha itu ada tetapi tak terlihat. keinginan. dan 16 (total 72 stupa). Dua teras terbawah stupanya lebih besar dengan lubang berbentuk belah ketupat. padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung di dalam stupa utama. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Bagian teras-teras bujursangkar ini kaya akan hiasan dan ukiran relief. Arupadhatu Berbeda dengan lorong-lorong Rupadhatu yang kaya akan relief. Tingkatan ini melambangkan alam atas. namun belum mencapai nirwana. 24. kesunyian dan ketiadaan sempurna dimana jiwa manusia sudah tidak terikat hasrat.

tubuh.Arca singa penjaga gerbang Ukiran raksasa sebagai kepala pancuran drainase Penampang candi Borobudur terdapat rasio perbandingan 4:6:9 antara bagian kaki. dan kepala .

tetapi di atas bukit alami. Akan tetapi teknik pembangunannya serupa dengan candi-candi lain di Jawa. Batu-batu ini disatukan dengan tonjolan dan lubang yang tepat dan muat satu sama lain. Rancangannya yang rumit dari monumen ini menunjukkan bahwa bangunan ini memang sebuah bangunan tempat peribadatan. masing-masing dengan rancangan yang unik berbentuk kepala raksasa kala atau makara. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur teras bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak.Tangga Borobudur mendaki melalui serangkaian gapura berukir Kala-Makara Sekitar 55. Perancangan Borobudur menggunakan satuan ukur tala.[53][54] Rasio matematis ini juga ditemukan dalam rancang bangun Candi Mendut dan Pawon di dekatnya. Secara umum rancang bangun Borobudur mirip dengan piramida berundak. Borobudur mungkin pada awalnya berfungsi lebih sebagai sebuah stupa. Dongeng lokal ini menceritakan bahwa tubuh Gunadharma yang berbaring berubah menjadi jajaran perbukitan Menoreh. atau jarak jengkal antara ujung ibu jari dengan ujung jari kelingking ketika telapak tangan dikembangkan sepenuhnya. Arsitek menggunakan formula ini untuk menentukan dimensi yang tepat dari suatu fraktal geometri perulangan swa-serupa dalam rancangan Borobudur. akan tetapi satuan ini tetap pada monumen ini. yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia. yaitu panjang wajah manusia antara ujung garis rambut di dahi hingga ujung dagu. Legenda Gunadharma terkait dengan cerita rakyat mengenai perbukitan Menoreh yang bentuknya menyerupai tubuh orang berbaring.[51] Stupa memang dimaksudkan sebagai bangunan suci untuk memuliakan Buddha. serta bentuk "ekor merpati" yang mengunci dua blok batu. candi ini tidak dibangun di atas permukaan datar. sedikit yang diketahui tentang arsitek misterius ini. Borobudur amat berbeda dengan rancangan candi lainnya. melainkan sistem interlock (saling kunci) yaitu seperti balok-balok lego yang bisa menempel tanpa perekat. Arkeolog yakin bahwa . 100 pancuran dipasang disetiap sudut. daripada kuil atau candi. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. tentu saja legenda ini hanya fiksi dan dongeng belaka. diangkut menuju situs dan disatukan tanpa menggunakan semen. Monumen ini dilengkapi dengan sistem drainase yang cukup baik untuk wilayah dengan curah hujan yang tinggi.[51] Batu ini dipotong dalam ukuran tertentu. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Terkadang stupa dibangun sebagai lambang penghormatan dan pemuliaan kepada Buddha.[52] Namanya lebih berdasarkan dongeng dan legenda Jawa dan bukan berdasarkan prasasti bersejarah. Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali. Sementara kuil atau candi lebih berfungsi sebagai rumah ibadah. Untuk mencegah genangan dan kebanjiran. Relief dibuat di lokasi setelah struktur bangunan dan dinding rampung.000 meter kubik batu andesit diangkut dari tambang batu dan tempat penatahan untuk membangun monumen ini.[53] Tentu saja satuan ini bersifat relatif dan sedikit berbeda antar individu. Menurut legenda setempat arsitek perancang Borobudur bernama Gunadharma. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Penelitian pada 1977 mengungkapkan rasio perbandingan 4:6:9 yang ditemukan di monumen ini.

Tangga terletak pada bagian tengah keempat sisi mata angin yang membawa pengunjung menuju bagian puncak monumen melalui serangkaian gerbang pelengkung yang dijaga 32 arca singa. menyisakan lorong sempit pada tiap tingkatan. astronomi.5 ft) dengan tinggi 4 m (13 kaki).6 kaki).rasio 4:6:9 dan satuan tala memiliki fungsi dan makna penanggalan. Gawang pintu gerbang dihiasi ukiran Kala pada puncak tengah lowong pintu dan ukiran makara yang menonjol di kedua sisinya. Bagian atas terdiri atas tiga teras melingkar.[51] Tubuh candi terdiri atas lima batur teras bujur sangkar yang makin mengecil di atasnya. tubuh. dan puncak. Relief Seni pahat Borobudur memiliki kehalusan gaya dan citarasa estetik yang anggun .[52] Struktur bangunan dapat dibagi atas tiga bagian: dasar (kaki). dengan pucuk mencapai ketinggian 35 m (110 kaki) dari permukaan tanah. Teras pertama mundur 7 m (23 kaki) dari ujung dasar teras. Pintu utama terletak di sisi timur. Tinggi asli Borobudur termasuk chattra (payung susun tiga) yang kini dilepas adalah 42 m (140 kaki) . sekaligus titik awal untuk membaca kisah relief. Terdapat stupa utama yang terbesar di tengah. Motif Kala-Makara lazim ditemui dalam arsitektur pintu candi di Jawa. dan kosmologi.5 × 403. Hal yang sama juga berlaku di candi Angkor Wat di Kamboja. Tiap teras berikutnya mundur 2 m (6. Tangga ini lurus terus tersambung dengan tangga pada lereng bukit yang menghubungkan candi dengan dataran di sekitarnya. tiap tingkatan menopang barisan stupa berterawang yang disusun secara konsentris.[52] Dasar berukuran 123×123 m (403.

[57] Relief Borobudur menampilkan banyak gambar. dan pergelangan kaki dengan beban tubuh hanya bertumpu pada satu kaki. Borobudur tak ubahnya bagaikan kitab yang merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa kuno. rakyat jelata. istana dan candi. misalnya figur bidadari Surasundari yang berdiri dengan sikap tubuh tribhanga sambil menggenggam teratai bertangkai panjang. Replika bahtera yang dibuat berdasarkan relief Borobudur tersimpan di Museum Samudra Raksa yang terletak di sebelah utara Borobudur. bahkan dianggap sebagai yang paling elegan dan anggun dalam kesenian dunia Buddha. Pembacaan cerita-cerita . Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya. serta alat transportasi. Banyak arkeolog meneliti kehidupan masa lampau di Jawa kuno dan Nusantara abad ke-8 dan ke-9 dengan mencermati dan merujuk ukiran relief Borobudur.[58] Kapal kayu bercadik khas Nusantara ini menunjukkan kebudayaan bahari purbakala. Posisi tubuh ini disebut "lekuk tiga" yaitu melekuk atau sedikit condong pada bagian leher.[55] Relief dan pola hias Borobudur bergaya naturalis dengan proporsi yang ideal dan selera estetik yang halus. atau pertapa. pinggul. antara lain relief-relief cerita jātaka. seperti tara dan boddhisatwa.[56] Relief Borobudur juga menerapkan disiplin senirupa India. aneka tumbuhan dan hewan. Reliefrelief ini sangat indah.[59] Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sanskerta daksina yang artinya ialah timur.Letak relief kisah-kisah naskah suci Buddha di dinding Borobudur Pada dinding candi di setiap tingkatan — kecuali pada teras-teras Arupadhatu — dipahatkan panel-panel bas-relief yang dibuat dengan sangat teliti dan halus. bentuk perhiasan. dicermati oleh para peneliti. Bentuk rumah panggung. lumbung. busana serta persenjataan. sementara kaki yang lainnya dilekuk beristirahat. bidadari atapun makhluk yang mencapai derajat kesucian laksana dewa. Salah satunya adalah relief terkenal yang menggambarkan Kapal Borobudur. aneka tumbuhan dan margasatwa. seperti sosok manusia baik bangsawan. seperti berbagai sikap tubuh yang memiliki makna atau nilai estetis tertentu. raja dan wanita bangsawan. seringkali digambarkan dengan posisi tubuh tribhanga. Relief-relief berwujud manusia mulia seperti pertapa. Posisi tubuh yang luwes ini menyiratkan keanggunan. serta menampilkan bentuk bangunan vernakular tradisional Nusantara.

Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi.relief ini senantiasa dimulai. jataka/awadan 128 a Gandawyuha 128 Tingkat I langkan dinding Tingkat II langkan dinding langkan dinding langkan Jumlah jataka/awadan 100 a Gandawyuha Gandawyuha Gandawyuha Gandawyuha 88 88 84 72 1460 Tingkat III Tingkat IV Secara runtutan. Bagan Relief Tingkat Posisi/le Cerita Relief tak Jumlah Pigura Kaki candi ----asli Karmawibhang 160 ga a. Lalitawistara 120 dinding b. maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut : Karmawibhangga . jataka/awadan 120 a a. jataka/awadan 372 a b. dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya. mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut. artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai hubungan sebab akibat. tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Foto lengkap relief Karmawibhangga dapat disaksikan di Museum Karmawibhangga di sisi utara candi Borobudur. Karmawibhangga adalah naskah yang menggambarkan ajaran mengenai karma. setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial). baik di sorga maupun di dunia. yakni sebab-akibat perbuatan baik dan jahat.mati (samsara) yang tidak pernah berakhir. Lalitawistara Pangeran Siddhartha Gautama mencukur rambutnya dan menjadi pertapa Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari surga Tushita.Salah satu ukiran Karmawibhangga di dinding candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara) Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi. dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir .hidup . relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan. Kini hanya bagian tenggara yang terbuka dan dapat dilihat oleh pengujung. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di .

melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan. dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari. diperlakukan sama. yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma. putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur Jataka dan Awadana. artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Beberapa kisah Jataka menampilkan kisah fabel yakni kisah yang melibatkan tokoh satwa yang bersikap dan berpikir seperti manusia. Sedangkan Awadana. Arca Buddha . karya penyair Aryasura yang hidup dalam abad ke-4 Masehi.adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum". Relief tersebut berjumlah 120 pigura. Sesungguhnya. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha. sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda. pengumpulan jasa atau perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an. yang berakhir dengan wejangan pertama. seperti sikap rela berkorban dan suka menolong yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Jataka dan Awadana Jataka adalah berbagai cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Gandawyuha Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2.arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha. pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan-perbuatan baik.

semuanya total 72 stupa.[61] Mengikuti urutan Pradakshina yaitu gerakan mengelilingi searah jarum jam dimulai dari sisi Timur. baris keempat 72 relung. Barat.[2] Patung buddha dalam relung-relung di tingkat Rupadhatu. Terdapat lima golongan mudra: Utara. kepala buddha sering dicuri sebagai barang koleksi. dan pelataran ketiga terdapat 16 stupa. Pada pelataran melingkar pertama terdapat 32 stupa. yaitu pada mudra atau posisi sikap tangan. Patung buddha dengan tinggi 1. baris kedua 104 relung. dan Barat. lebih dari 300 telah rusak (kebanyakan tanpa kepala) dan 43 hilang (sejak penemuan monumen ini. diatur berdasarkan barisan di sisi luar pagar langkan. akan tetapi terdapat perbedaan halus diantaranya. arca Buddha diletakkan di dalam stupa-stupa berterawang (berlubang). Jumlah total terdapat 432 arca Buddha di tingkat Rupadhatu. masing-masing dengan makna simbolisnya tersendiri. kesemuanya berdasarkan lima arah utama kompas menurut ajaran Mahayana. kebanyakan oleh museum luar negeri). Selatan. Selatan. Arca Buddha pada pagar langkan kelima dan arca buddha di dalam 72 stupa berterawang di pelataran atas menampilkan mudra: Tengah atau Pusat. dimana masing-masing arca buddha yang menghadap arah tersebut menampilkan mudra yang khas.[1] Pada bagian Arupadhatu (tiga pelataran melingkar). Barisan pagar langkan pertama terdiri dari 104 relung.Sebuah arca Buddha di dalam stupa berterawang Selain wujud buddha dalam kosmologi buddhis yang terukir di dinding. dan Tengah. Timur. dan baris kelima 64 relung. Masing-masing mudra melambangkan lima Dhyani Buddha. baris ketiga 88 relung. Jumlahnya semakin berkurang pada sisi atasnya.[1] Dari jumlah asli sebanyak 504 arca Buddha. maka mudra arca-arca buddha di Borobudur adalah: Melambang kan Dhyani Buddha Arah Mata Angin Lokasi Arca Arca Mudra Memanggil Bhumispars bumi sebagai Aksobhya a mudra saksi Relung di pagar langkan 4 baris Timur pertama Rupadhat u sisi timur .[60] Secara sepintas semua arca buddha ini terlihat serupa.5 meter ini dipahat dari bahan batu andesit. pelataran kedua 24 stupa. Keempat pagar langkan memiliki empat mudra: Utara. di Borobudur terdapat banyak arca buddha duduk bersila dalam posisi teratai serta menampilkan mudra atau sikap tangan simbolis tertentu. Timur.

Arca Mudra Melambang kan Dhyani Buddha Arah Mata Angin Lokasi Arca Relung di pagar langkan 4 Kedermawan Ratnasambha Selata baris Wara mudra an wa n pertama Rupadhat u sisi selatan Relung di pagar langkan 4 baris Barat pertama Rupadhat u sisi barat Dhyana mudra Semadi atau Amitabha meditasi Abhaya mudra Relung di pagar langkan 4 Ketidakgenta Amoghasiddh baris Utara ran i pertama Rupadhat u sisi utara Relung di pagar langkan baris Tenga kelima h (teratas) Rupadhat u semua sisi Witarka mudra Akal budi Wairocana .

Dr. 1907 . Prof. 1971 .International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. 1900 .Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.Pada konferensi-15 di Perancis.Ir. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7. 1963 .Sir Thomas Stamford Raffles. tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S. • • • • • • • • • .C.Arca Mudra Melambang kan Dhyani Buddha Arah Mata Angin Lokasi Arca Dharmacha Pemutaran Wairocana kra mudra roda dharma Di dalam 72 stupa Tenga di 3 teras h melingkar Arupadhat u Ikhtisar waktu proses pemugaran Candi Borobudur • 1814 .Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. 1972 .750 juta dolar Amerika Serikat.pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur. tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan. Sisanya ditanggung Indonesia.Roosseno. 1968 . 1926 .Borobudur dipugar kembali.Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur. Raffles memerintahkan H. 1956 . Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur. berupa bukit yang dipenuhi semak belukar. 1873 . mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa.Pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.monografi pertama tentang candi diterbitkan. C. UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.

termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah.ID. wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut. Karena itu. Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah. apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? . dan lainnya. Serangan dilakukan oleh kelompok Islam ekstremis yang dipimpin oleh Husein Ali Al Habsyi. Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional.200 tahun yang lalu. 1991 . JAKARTA--Membaca judul diatas. sebagai tanda ketidakpercayaannya. dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur. • • • Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman? dikutip oleh : Hasnan Habib Senin. Sebab.Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur. burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman. pemugaran selesai pada tahun 1984 21 Januari 1985 . 27 September 2010 21:13 WIB • • • • REPUBLIKA.000 tahun yang lalu. Bahkan. Candi Sari. tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi.Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1. atau sekitar 3. Bahkan. mungkin demikian pula dengan Anda. Candi Borobudur merupakan candi Budha.CO. dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS. Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM). Candi Plaosan. Candi Kalasan. geli. Lalu.• 10 Agustus 1973 . Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts. Sementara itu. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut.terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali. terdapat Candi Prambanan. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

menurut Fahmi. anjing. banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Menurut Fahmi Basya. para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. sedangkan Borobudur di Indonesia. di dalamnya terdapat kitab Zabur. bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin. Keenam. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu. Konon. buah maja yang pahit. kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. makna Saba. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa. Dalam Alquran. tempat berkumpulnya Ratu Saba. Keempat. dan lainnya. Lalu. seperti gajah. Namun. Ungkapan burung Hudhud tentang Saba. kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44. (!--more--) Di antara alasannya. tabut itu dibawa malaikat. Taurat. KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. . wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba. tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada. dan Tingkat Musa. sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke8 Masehi. benar. Dalam bukunya. tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang. para jin pun menghentikan pekerjaannya. (QS Saba [34]: 14). yang disusun oleh Dr Maharsi. ahli matematika Islam itu akan menjawabnya. karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM. Kedua. Pertama adalah tentang tabut. yakni Wonosobo. Kemudian. Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. sebagaimana keterangan Alquran. apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman? Menurut Fahmi Basya. nama Sulaiman. dan lainnya. 2009). Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan. Pada relief yang terdapat di Borobudur. bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya. Saba [34]: 1216. Ketiga. wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. Saba ada di Indonesia. Reliefnya juga ada. menurut banyak pihak. Tentu saja. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain. Jadi. Apalagi. KH Fahmi Basya menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. memang terdapat beberapa simbol. hutan atau negeri Saba. jika kamu orang yang beriman'. Di antaranya. (QS Saba [34]: 13). (QS An-Naml [27]: 20-22). babi. Bahkan." (QS Al-Baqarah [2]: 248). monyet. kata 'Wana' bermakna hutan." katanya menjelaskan.Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya. (QS An-Naml [27]: 22). Saat mengetahui Sulaiman wafat. Dalam Alquran. sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. ialah kembalinya tabut kepadamu. Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. serta memberikan ketenangan. Matematika Islam 3 (Republika. manusia saja ketika berada di atas pesawat. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang. (QS Saba [34]: 15). al-Anbiya [21]: 78-81. tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri. dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman. "Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja. dan Saba di Yaman Selatan. banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Seperti diketahui. "Jangankan burung. terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Ditambahkan Fahmi Basya. Kelima. peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina. Dalam kamus bahasa Jawi Kuno. yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba. Di Borobudur. di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. dan lainnya. kuda.

Wallahu A'lam. Kecamatan Salaman. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman. Selain bukti-bukti di atas. pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. yang namanya berawalan 'Su'. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba. Menurut Fahmi. Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32). masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. dan lainnya. Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Lihat surah Saba [34] 16). . bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). nama Kabupaten Sleman. Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit.Ketujuh. buah 'maja' yang pahit. pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." kata Fahmi menegaskan. Dan. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini. Kesepuluh. kata Fahmi. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya." (QS Saba [34]: 16). Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12). Desa Salam. "Tetapi. Kedelapan. Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang. Dengan bukti-bukti di atas. Ditambahkannya. surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit. surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko. kisah istana yang hilang atau dipindahkan. Kesembilan." (QS An-Naml [27]: 28).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->