P. 1
Tugas Proses Industri Kimia2

Tugas Proses Industri Kimia2

|Views: 70|Likes:
Published by Yudha Dwi Nugroho

More info:

Published by: Yudha Dwi Nugroho on Dec 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

TUGAS PROSES INDUSTRI KIMIA INDUSTRI KERAMIK

oleh :
Yudha Dwi Nugroho Aulita Zulhiz. S Ayu Sitanggang Bernandus Purba Eko Parsaulian 11 01 160 11 01 166 11 01 167 11 01 169 11 01 176

JURUSAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI PENDIDIKAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI MEDAN 2012

DAFTAR ISI

Cover Halaman Daftar Isi………………………………………………………………………………………….. A . Sejarah………………………………………………………………………………………… B . Jenis Serta Manfaat/Penggunaan Produk…………………………………………………….. C . Proses Produksi……………………………………………………………………………… 1. Input ( Bahan Baku)………………………………………………………………………. 2. Proses Produksi…………………………………………………………………………... 3. Output (Hasil)…………………………………………………………………………….. D . Daftar Pustaka………………………………………………………………………………….

A. SEJARAH
Kata keramik berasal dari kata Yunani “keramos” yang berarti tembikar (pottery) atau peralatan terbuat dari tanah yang bermaksud lempung yang di bakar pada temperatur tinggi (lebih 1500oC). Berdasarkan pengertian yang di beri oleh Kingery, keramik merupakan suatu seni dan pengetahuan dalam membuat dan menggunakan hasil padat yang sebahagian besar komponennya ialah bahan non organik yang bukan logam, hal ini selaras dengan pengertian yang di beri oleh Horslay di dalam concise encylopedia. Material keramik adalah non logam, senyawa inorganik, biasanya senyawa ikatan oksigen, karbon, nitrogen, boron dan silikon. Keramik pada industri tidak bisa dibayangkan sebagai benda-benda seni. Beberapa contoh keramik industri adalah pipa selokan, insulator listrik, bata tahan panas dan lainnya . Berdasarkan pengertian ini, keramik adalah suatu bidang ilmu yang luas merangkumi bidang seperti tembikar, porselin, refraktori, lempung struktur, pelincir, semen, kaca, bahan bermagnet bukan logam, feroelektrik, superkonduktor dan berbagai bahan tak organik lainnya. Sedangkan sejarah pembuatan keramik merupakan salah satu proses industri yang paling tua dalam sejarah manusia. Akhir-akhir ini dikembangkan pula proses baru untuk pembuatan bata dari limbah penambangan, kerak tanur, dan berbagai ragam bahan lain yang sekarang menumpuk. Industri keramik tradisional yang kadang-kadang disebut industry tembikar (industri gerabah) atau industri silikat menghasilkan berbagai jenis produk yang pada dasarnya adalah silikat. Pada beberapa tahun terakhir ini telah dikembangkan pula berbagai produk baru sesuai dengan perkembangan kebutuhan akan bahan yang tahan suhu yang lebih tinggi, tekanan yang lebih besar, sifat-sifat mekanik yang lebih baik, serta karakteristik listrik yang khusus, atau tahan terhadap bahan kimia yang korosif. Keramik industri dibuat dari bubuk yang telah diberi tekanan sedemikian rupa kemudian dipanaskan pada temperatur tinggi. Keramik tradisional seperti porcelain, ubin (keramik lantai) dan tembikar dibuat dari bubuk yang terdiri dari berbagai material seperti tanah liat (lempung), talc, silika dan faldspar. Akan tetapi, sebagian besar keramik industri dibentuk dari bubuk kimia khusus seperti silikon karbida, alumina dan barium titanate.

Keramik Listrik Yang termasuk dalam kategori keramik ini mempunyai fungsi electromagnet dan optic dan juga fungsi kimia yang berkaitan dengan penggunaannya secara langsung. porselin. Keramik ini dibuat dari bahan dasar lempung kualitas terpilih dan fluks dalam jumlah bervariasi yang dipanaskan pada suhu 1200-1500oC di dalam tanur (kiln). komposite dan bahan yang di lapisi dengan keramik. keramik china.B. ubin keramik putih. dan pensemikonduksi. Contohnya keraamik tanah. bata silica. Keramik ini digunakan sebagai bahan penyekat. b. c. d. Keramik Konvensional Keramik ini biasanya di bagikan kepada empat bagian mengikut fungsinya: a. turbo charge dan turbin gas. Antara bahan yang termasuk di dalam golongan ini ialah alumina. Keramik Refraktori Yakni keramik yang mencakup bahan – bahan yang digunakan untuk menahan pengaruh termal. Keramik Berstruktur Keramik jenis ini mempunyai sifat mekanik yang baik. silicon karbida. kimia dan fisik. metode pembuatannya dan jenis penggunaannya. Keramik Putih Yaitu jenis keramik yang biasanya berwarna putih dan mempunyai tekstur jaringan yang halus. silicon nitrida. magnesit. . Bahan ini sangat potensi di gunakan di dalam mesin diesel sebagai piston dan ruang pra pembakaran. magnet. Refraktori dijual dalaam bentuk bata tahan api. Ia di gunakan juga sebagai bahan penyekat ruang pembakaran bersuhu tinggi dan mata pahat potong logam (Cutting tool). JENIS SERTA MANFAAT / PENGGUNAAN PRODUK Keramik di bagikan kepada dua kumpulan utama yang berdasarkan jenis bahan.dsb. tranducer. Dua kumpulan tersebut adalah: 1.dsb.

serabut keramik. Keramik mempunyai berbagai penggunaan. Keramik di gunakan juga di dalam mesin diesel sebagai komponen-komponen pemutar (rotor) dan juga pada turbin. Keramik berstruktur • Penggunaan : batu bata. Keramik Konvensional a. kobalt oksida dll. barium titanat. dapat di gunakan sebagai barangan harian perumahan maupun dalam industri. titania. pot bunga. Bahan-bahan keramik dapat digunakan membuat berbagai komponen/produk seperti dibawah ini 1. Dengan itu berat mesin dapat di kurangkan sehingga performance mesin bisa meningkat. lantai dan dinding b. peralatan kamar mandi. -Keramik bukan oksida: Silikon karbida. semen mortar. keramik banyak di gunakan pada keadaan temperatur tinggi dan sifat ketahanan aus yang tinggi sangat sesuai di gunakan sebagai pelapis silinder. riol . Beberapa jenis keramik di gunakan dalam kelistrikan oleh sebab keramik mempunyai sifat rintangan listrik yang tinggi. kalsium oksida. Oleh karena keramik dapat mengekalkan kekuatan dan ketegarannya pada temperatur yang tinggi. -Keramik oksida: Alumina. mangkuk). -Keramik kaca: Silika. zirkonia. Keramik putih • Penggunaan: peralatan meja makan (seperti piring. teko. natrium oksida. silicon nitrida. liner yang di . Keramik Termaju Di bagi kepada empat jenis berdasarkan bahan dasarnya. borida dll -Keramik komposit: Fiber reinforced composite. Di samping itu keramik mempunyai sifat-sifat yang menarik seperti kerapatan (density) yang rendah dan modulus elastisitas yang tinggi. Kekuatan listrik dan sifat magnet yang tinggi sesuai di gunakan sebagai magnet dalam alat pembesar suara (loud speaker). whisker-reinforced composite. c. Keramik refraktori • Di gunakan sebagai batu untuk tanur kupola. Keramik juga dapat di gunakan sebagai alat pemotong logam-logam keras pada kecepatan potong yang tinggi.2. kalium oksida.

Nozel roket dll.Keramik Oksida Contohnya: Abrasif. Mata pahat. Abrasif. Dalam bidang keramik termaju. Substrat elektronik. Keramik listrik • Contohnya insulator. komponen untuk industri. Penanganan logam . Mata pahat. . peralatan meja makan. sel bahan bakar.Keramik Bukan Oksida Contohnya ialah Turbin gas.Keramik Komposit Contohnya ialah rotor dan komponen mesin. gedung-gedung.Keramik Kaca Contohnya ialah recrystallized glasses for instrument bagian-bagian mekanik dalam kapal terbang. Refraktori cor. Keramik Termaju . bidang ini juga sangat terbuka luas untuk dipelajari. Pengembangan pembangunan dalam bidang keramik ini antara lain : Keramik struktur/teknik Ø Untuk pemrosesan temperatur tinggi. switch dan kepingan penyekat 2. Isulator. potensi dan peluang-peluang industri sangat luas sekali. perhiasan rumah dll. mata pahat. Komponen mesin. . Di sekeliling kita jika kita perhatikan penggunaan harian banyak memakai bahan keramik. Komponen mesin. Komponen Dapur/Oven (furnace) : Refraktori padat. Seperti rumah. .gunakan pada temperatur tinggi seperti di tanur peleburan besi. aluminium dan sebagainya. penukar kalor Ø Gigi palsu Ø Konkrit berqualiti tinggi Ø Mesin yang effisien Ø Lapisan penahan keausan (wear resistance coating) Berikut ini contoh aplikasi keramik dalam bidang teknik : 1. Bahan keramik kemungkinan merupakan timbunan bahan yang terbesar di gunakan oleh manusia. d.

Pelindung. Isolator panas. Lapisan penahan panas. Lensa. 2. 9. Pizoelektrik. Bantalan. Terakota. Sel bahan baker. Keramik tipe zirconias. Elektroda. silikon nitrida maupun karbida dapat digunakan untuk saluran pada rotorturbocharger diesel temperatur tinggi dan Gas-Turbine Engine. Pemindah panas. Pompa oksigen. Batu bata 11. konstruksi bangunan. Sensor oksigen. Katup. Tahan korosi. Sebagai superkonduktor adalah senyawa berbasis tembaga oksida. Whisker (fiber). Penahan Panas : Dinding pesawat ulang alik. Kapsul gelas. Lempengan tahan peluru. Keramik sebagai semikonduktor adalah barium titanate (BaTiO3) dan strontium titanate (SrTiO3). Pembungkus bahan bakar nuklir. Komponen Mesin Otomotif : Busi. Kran (nozzle). Semikonduktor. Dielektrik. Dioda. Pelumas padat. Sudu-sudu turbin. Isulator. Keramik Nuklir : Bahan bakar nuklir. Penghalang panas. Keramik sebagai insulator adalah aluminum oksida (AlO3). pembentuk dan penghancur logam. Keramik luminesen 8. Alat ukur standar 6. Keramik Tangguh : benang (fiber). Resistor. Gelas keramik. Keramik Bangunan : Atap. Pelapis Keramik: Tahan aus. IC substrat. Katup jantung. Keramik Elektromagnetik: Elemen magnet. Kapasitor. Saringan logam cair 13. Moderator. Sil pompa. Peralatan golf. lantai. Selaput pemisah gas. Semen dan Beton. Keramik Optik : benang optic. Kaca jendela. Penempa (die). Superkonduktor. Perkakas oven. Rotor turbocharger 3. Abrasif. Komponen tahan aus : Alat-alat potong. Pengganti gigi. Laser. Pelumas. Katalis. Elemen pemanas. semikoncuktor. Keramik dengan properti elektrik dan magnetik dapat digunakan sebagai insulator. konduktor dan magnet. Alumina translusen. Beberapa contoh penggunaan keramik industri:    Peralatan yang dibuat dari alumina dan silikon nitrida dapat digunakan sebagai pemotong. pisau dan gunting 7. Lining dan alat Miling. Keramik dengan properti yang berbeda dapat digunakan pada aerospace. Termistor. biomedis. Sil dan plunyer pompa. Gerabah. Kegunaan Keramik Industri Keramik dinilai dari propertinya. Kegunaan keramik beragam disesuaikan dengan kemampuan dan daya tahannya. 4. Konduktor ion 10. Komponen Gas Turbin : Ruang Bakar. Bahan tahan api 5.cair. Varistor. dan industri nuklir. Porselin gigi 12. Biokeramik: Pengganti tulang. . Saringan dan Selaput Keramik : Selaput pemisah cairan.

Butiran ini dibentuk dari gas uranium hexafluorida (UF6). Material lain yang dapat disebut juga sebagai jenis keramik adalah berlian dan graphite dari karbon. Jenis-jenis keramik memiliki titik leleh yang tinggi dan beberapa diantaranya masih dapat digunakan pada temperatur mendekati titik lelehnya. Beberapa contoh senyawa kompleks adalah barium titanate (BaTiO3) dan zinc ferrite (ZnFe2O4). Sifat Mekanik Ikatan keramik dapat dibilang sangat kuat. Butiran uranium termasuk keramik yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. mesin pengering. kompor gas. mekanik. Sebagai contoh. Zirconias (ZrO2) mampu mempertahankan kekuatannya hingga temperatur 900oC (1652oF). B. elektrik. dapat kita lihat dari kekakuan ikatan dengan mengukur kemampuan keramik menahan tekanan dan kelengkungan. Porous alumina dapat berikatan dengan tulang dan jaringan tubuh. Keramik lebih resisten terhadap korosi dibanding plastik dan logam. akan tetapi ada juga senyawa carbida (senyawa ikatan karbon dan logam berat). fisika. Keramik juga digunakan sebagai coating (pelapis) untuk mencagah korosi. Sifat Kimia Keramik industri sebagian besar adalah oksida (senyawa ikatan oksigen). Keramik berbasis feldspar dan tanah liat digunakan pada industri bahan bangunan. Keramik yang digunakan adalah jenis enamel. nitrida (senyawa ikatan nitrogen). mesin cuci. Keramik biasanya tidak bereaksi dengan sebagian besar cairan. aklali dan asam. Industri keramik merubah sifat keramik dengan cara mengontrol jenis dan jumlah material yang digunakan untuk pembuatan. Keramik juga stabil dalam waktu yang lama. Peralatan rumah tangga yang menggunakan pelapisan enamel ini diantaranya adalah kulkas. dan magnetik yang membedakan mereka dari material lain seperti logam dan plastik. Material-material silikon ini biasanya . Keramik Biomedical jenis porous alumina digunakan sebagai implants pada tubuh manusia. A. gas. dan bahkan silikon carbida dan silikon nitrida dapat mempertahankan kekuatannya pada temperatur diatas 1400oC (2552oF). Salah satu keramik yang keras adalah Zirconium dioxide yang memiliki bend strength mendekati senyawa besi. pembuatan keramik alumina menggunakan 85 sampai 99 persen aluminum oksida sebagai bahan utama dan dikombinasikan dengan berbagai senyawa kompleks secara kimia. borida (senyawa ikatan boron) dan silida (senyawa ikatan silikon). Sifat Keramik Keramik memiliki sifat kimia.     Keramik dengan campuran semen dan logam digunakan untuk pelapis pelindung panas pada pesawat ulang-alik dan satelit. Bend Strength atau jumlah tekanan yang diperlukan untuk melengkungkan benda biasanya digunakan untuk menentukan kekuatan keramik. panas.

Senyawa keramik yang paling keras adalah berlian. E. Kontraksi dan ekspansi pada perubahan temperatur tersebutlah yang dapat membuat keramik pecah. material ini sangat rapuh dan mudah pecah bila dijatuhkan atau ketika dipanaskan dan didinginkan seketika. Akan tetapi perubahan temperatur yang besar dan tiba-tiba dapat melemahkan keramik. Aluminum oksida dan silikon karbida biasa digunakan untuk memotong. Jenis keramik lain seperti silikon karbida. Sifat Fisik Sebagian besar keramik adalah ikatan dari karbon. keramik dapat . Contohnya Chromium dioksida yang mampu menghantarkan listrik sama baiknya dengan sebagian besar logam. Keramik ber-magnet biasanya digunakan pada motor elektrik dan sirkuit listrik dan dapat dibuat dengan resistensi tinggi terhadap demagnetisasi. Sifat Elektrik Beberapa jenis keramik dapat menghantarkan listrik. Keramik berbasis besi oksida ini biasa disebut ferrite. D. Hal ini menyebabkan keramik biasanya memiliki densitas yang kecil. oksigen atau nitrogen dengan material lain seperti logam ringan dan semilogam. Sifat Magnetik Keramik yang mengandung besi oksida (Fe2O3) dapat memiliki gaya magnetik mirip dengan magnet besi. Keramik seperti aluminum oksida bahkan tidak menghantarkan listrik sama sekali. Keramik magnetis lainnya adalah oksida-oksida nikel. Sifat Panas Sebagian besar keramik memiliki titik leleh yang tinggi. Sebagian keramik yang ringan mungkin dapat sekeras logam yang berat. Walaupun keramik memiliki ikatan yang kuat dan tahan pada temperatur tinggi.digunakan pada peralatan yang memerlukan panas tinggi seperti bagian dari Gas-Turbine Engine. nikel dan cobalt. Oleh karena itu material ini digunakan pada bagian-bagian mesin seperti rotor pada turbin dalam mesin jet yang memiliki variasi perubahan temperatur yang ekstrim. Keramik yang keras juga tahan terhadap gesekan. menghaluskan dan menghaluskan materialmaterial keras lain. C. Beberapa keramik seperti porcelain dapat bertindak sebagai insulator (alat untuk memisahkan elemen-elemen pada sirkuit listrik agar tetap pada jalurnya masing-masing) pada temperatur rendah tapi dapat menghantarkan listrik pada temperatur tinggi. kurang dapat menghantarkan listrik tapi masih dapat dikatakan sebagai semikonduktor. artinya walaupun pada temperatur yang tinggi material ini dapat bertahan dari deformasi dan dapat bertahan dibawah tekanan tinggi. senyawa mangan dan barium. diikuti boron nitrida pada urutan kedua dalam bentuk kristal kubusnya. Silikon karbida dan silikon nitrida lebih dapat bertahan dari kontraksi dan ekspansi pada perubahan temperatur tinggi daripada keramik-keramik lain. F. Ketika elektron-elektron disejajarkan sedemikian rupa. menggiling.

Material yang digunakan untuk membuat keramik ini biasanya digali dari perut bumi dan dihancurkan hingga menjadi bubuk. Keramik tradisional seperti porcelain.menghasilkan medan magnet yang sangat kuat dan sukar demagnetisasi (menghilangkan medan magnet) dengan memecah barisan elektron tersebut. sebagian besar keramik industri dibentuk dari bubuk kimia khusus seperti silikon karbida. Hasilnya. silika dan faldspar. .0001 centimeter). ubin (keramik lantai) dan tembikar dibuat dari bubuk yang terdiri dari berbagai material seperti tanah liat (lempung). bubuk dengan tingkat kemurnian tinggi dan berukuran sekitar 1 mikrometer (0. Keramik industri dibuat dari bubuk yang telah diberi tekanan sedemikian rupa kemudian dipanaskan pada temperatur tinggi. alumina dan barium titanate. Akan tetapi. talc. Kemudian endapan tadi disaring dan bubuk material keramik dipanaskan untuk menghilangkan impuritis dan air. Produsen seringkali memurnikan bubuk ini dengan mencampurkannya dengan suatu larutan hingga terbantuk endapan pengotor.

Al2O3. dan dalam kandungan ketidakmurniannya. Prosedur pembuatannya mengandalkan kepada sifat-sifat tersebut diatas.Al2O3. sehingga biasanya harus ditingkatkan mutunya terlebih dahulu melalui prosedur benefisiasi.Al2SO3.2SiO2. yaitu potas (K2O. dan kaca (vitreous) bila dibakar pada suhu yang cukup tinggi. Di dalam lempung yang diperdagangkan. batua gamping (CaO.Ca)O. mineral lempung dasar adalah kaolinit. adalah lempung.2H2O) masing-masing dalam berbagai kuantitas. Sifat plastisitas ini sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik lempung. Dari sudut pandang keramik. .nH2O] dan ilit (K2O. kaku bila kering. disamping mineral lempung terdapat pula feldspar. atau „triaksial‟. Ada tiga jenis feldspar yang umum. walaupun lempung bentonit yang berdasarkan atas montmorilonit digunakan juga sedikit untuk memberikan sifat plastisitas yang sangat tinggi bila perlu. soda (NaO. atau bisa juga ditambahkan sesuai keperluan. Dalam hampir semua lempung yang digunakan di dalam industri keramik.5SiO2. Lempung sangat beraneka ragam dalam sifat fisiknya. kuarsa dan berbagai ketidakmurnian seperti oksida-oksida besi.C.6SiO2). dan sangat berbeda-beda pada berbagai jenis lempung. lempung berwujud plastik dan bias dibentuk bila cukup halus dan basah. Feldspar sangat penting sebagai pemberi sifat fluks dalam formulasi keramik. montmorilonit [(Mg.6SiO2). SiO2.6SiO2 + CO2 + 2H2O → K2CO3 + Al2O3. PRODUKSI 1 . yang semuanya dipakai dalam produk keramik.Al2O3. semuanya dalam jumlah yang beragam.2H2O).Al2O3.2H2O + 4SiO2 Ada sejumlah speises mineral yang disebut mineral lempung (clay mineral) yang mengandung terutama campuran kaolinit (Al2O3. Input ( Bahan Baku ) Bahan Baku Dasar Tiga bahan baku utama yang digunakan untuk membuat produk keramik klasik.SiO2).2SiO2. feldspar dan pasir.Al2O3. Feldspar bias terdapat di dalam lempung hasil penambangan. Reaksinya dapat dilukiskan sebagai berikut : K2O. Lempung adalah aluminium silikat hidrat yang tidak terlalu murni yang terbentuk sebagai hasil pelapukan dari batuan beku yang mengandung feldspar sebagai salah satu mineral asli yang penting. MgO.

6SiO2 Non plastik Perekat mudah lebur 1150oC Lebur Pasir (flin) SiO2 Non plastik Refraktori 1710oC Tidak ciut Konversi Kimia Semua produk keramik dibuat dengan mencpurkan berbagai kuantitas bahan baku yang tersebut diatas. dan karena itu reaksi kimia yang berlangsung pada pemansan lempung sangat penting artinya. cukup rumit dan berubah-ubah sesuai dengan suhu dan perbandingan penyusunnya. ini terjadi pada suhu 600 sampai 650 oC . Reksi-reaksi lain.2H2O Plastik Refraktori 1785oC Sangat ciut Feldspar K2O. Cr2O3.Penyusun keramik yang ketiga yang penting adalah pasir atau flin (flint). misalnya pembentukan silikat. 3. Dehidrasi. CaO dan MgO. Al2O3. B2O3 dan SnO2. yang merupakan dasar kimia bagi konversi kimia. K2O. Oksidasi besi fero dan bahan organik pada suhu 350 sampai 900oC.Al2O3. 1. TiO2. Produk keramik hampir semua mempunyai sifat refraktori. membentuknya dan memanaskannya sampai suhu pembakaran. artinya tahan terhadap panas. Pewaris umum dalam semua produk keramik adalah lempung (biasanya kaolinit). Pada suhu vitrifikasi terjad sejumlah reaksi. disamping ZrO2. Suhu ini mungkin hanya 700oC untuk beberapa jenis glasial luar. Pembentukan silika pada suhu 900oC atau lebih Beberapa diantara perubahan awal tersebut cukup sederhana. misalnya CaCO3 pada suhu 600 sampai 900oC. atau penguapan air kimia pada suhu 150 sampai 650oC. tetapi banyak pula vitrifikasi yang dilakukan pada suhu setinggi 2000oC. Oksida refraktori yang terpenting adalah SiO 2. 2. Kalsinasi. serta BeO yang lebih jarang dipakai. Oksida fluks yang terpenting adalah Na2O. Sifat-sifatnya yang penting dari segi industri keramik ditunjukkan pada table berikut : Tabel Sifat-sifat Bahan Industri Keramik Kaolinit Rumus Plastisitas Fusibilitas (keleburan) Titik cair Ciut pada pembakaran Al2O3. Efek yang pertama dari panas ialah mendorong air hidrasi keluar. dan tingkat kerefraktorian dari suatu produk tertentu bergantung pada perbandingan kuantitas oksida refraktori terhadap oksida fluks didalamnya. 4.2SiO2. disamping fluorida yang juga digunakan dalam komposisi beberapa fluks tertentu. misalnya kalsinasi CaCO 3 dan dehidrasi serta dekomposisi kaolinit.

Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah. Pada suhu yang sedikit lebih tinggi.dengan menyerap sejumlah besar kalor.2SiO2 + 4SiO2 + 6 H2 2 .2SiO2. Pada suhu yang lebih tinggi lagi. keseluruhan reaksi fundamental yang terjadi pada pemanasan lempung adalah : 3(Al2O3. Jika pemanasan dilanjutkan. penyaringan.2H2O) → 3Al2O3. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering. mulai kira-kira 1000oC. yaitu: 1. dimana hasil campuran bahan yang berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan. seperti terlihat dari penelitian sinar X. alumina dan silica bergabung membentuk mulit (3Al2O3. Jadi. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. alumina amorf tersebut berubah dengan cepat pada suhu 940oC menjadi alumina kristal.2SiO2). Al2O3. silika yang tersisa berubah menjadi kristobalit kristal. pencampuran. Proses Prokduksi Proses Pembuatan Keramik Tradisional : Ada beberapa tahapan proses yang harus dilakukan untuk membuat suatu produk keramik. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh.2SiO2. Pengolahan bahan Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. yaitu γ-alumina sambil mengeluarkan sejumlah besar kalor. yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air yang . Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh.2H2O → Al2O3 + 2SiO2 + 2H2O Bahkan. pengadukan (mixing). Pengadukan dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal dengan blunger maupun mixer. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. meninggalkan suatu campuran amorf alumina dan silica. dan pengurangan kadar air. Pencampuran dan pengadukan bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang homogen/seragam. dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir. sebagian besar alumina dapat diekstraksi dengan asam klorida pada tahap ini.

rising (membuat ketinggian benda). Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melatih jari-jari agar terbentuk ‟feeling‟ dalam membentuk sebuah benda keramik. dan teknik cetak (casting). Dibandingkan dengan keteknikan yang lain. 2. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding).terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis. coning (pengerucutan). Secara singkat tahap-tahap pembentukan dalam teknik putar adalah: centering (pemusatan). dan teknik lempeng (slabbing). kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal. Seseorang tidak begitu saja langsung bisa membuat benda keramik begitu mencobanya. sehingga keteknikan ini menjadi semacam icon dalam bidang keramik. refining the contour (merapikan). guci dan lain-lain.  Pembetukan tangan langsung Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan langsung. Pembentukan Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Meja putar dapat berupa alat putar manual mapupun alat putar masinal yang digerakkan dengan listrik. teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang paling tinggi. Benda yang dapat dibuat dengan keteknikan ini adalah benda-benda yang berbentuk dasar silinder: misalnya piring. forming (pembentukan). Keramik dibentuk diatas sebuah meja dengan kepala putaran yang berputar. teknik pilin (coiling). Pengulian dimaksudkan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak. . vas. disimpan dalam wadah tertutup. Karena kekhasannya tersebut. ada beberapa metode yang dikenal selama ini: teknik pijit (pinching). Proses ini dapat dilakukan dengan dianginanginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress.  Pembentukan dengan teknik putar Pembentukan dengan teknik putar adalah keteknikan yang paling mendasar dan merupakan kekhasan dalam kerajinan keramik. mangkok. Massa badan keramik yang telah diuli. Tahap terakhir adalah pengulian. teknik putar (throwing). Alat utama yang digunakan adalah alat putar (meja putar).

tetapi menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. yang mengakibatkan penyusutan mendadak. (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut. Tahap-tahap ini menerangkan mengapa harus dilakukan proses pengeringan secara lambat untuk menghindari retak/cracking terlebih pada tahap 1. Proses pemadatan ini menyebabkan objek keramik menyusut hingga 20 persen dari ukuran aslinya. Pembentukan dengan teknik cetak Dalam keteknikan ini. Setelah tidak terjadi penyusutan. pengeringan dengan sinar matahari langsung atau mesin pengering dapat dilakukan. Berbeda dengan teknik putar atau pembentukan langsun 3. Untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat. dan kuat. Teknik cetak dapat dilakukan dengan 2 cara: cetak padat dan cetak tuang (slip). atmosfer tungku dan mineral yang terlibat. Pembakaran Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan. partikel-partikel bubuk menyatu dan memadat. Pada proses pemanasan. pada tahap awal benda keramik dianginanginkan pada suhu kamar. produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan. Pengeringan Setelah benda keramik selesai dibentuk. Proses yang terlalu cepat akan mengakibatkan keretakkan dikarenakan hilangnya air secara tiba-tiba tanpa diimbangi penataan partikel tanah liat secara sempurna. Keunggulan dari teknik cetak ini adalah benda yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering (matang). dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti. Tujuan dari proses . menguap. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku (furnace) suhu tinggi. keras. maka tahap selanjutnya adalah pengeringan. 4. Pada teknik cetak padat bahan baku yang digunakan adalah badan tanah liat plastis sedangkan pada teknik cetak tuang bahan yang digunakan berupa badan tanah liat slip/lumpur.

supaya lebih kedap air. injection molding. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan. Proses pembentukan ini diantaranya adalah slip casting. Oleh karena itu kecermatan dalam melakukan tahapan demi tahapan sangat diperlukan untuk menghasilkan produk yang memuaskan. pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal. Untuk benda-benda keramik berglasir. Untuk bendabenda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang. Pengglasiran Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir.pemanasan ini adalah untuk memaksimalkan kekerasan keramik dengan mendapatkan struktur internal yang tersusun rapih dan sangat padat (Sumahamijaya. Pembentukan Setelah pemurnian. pressure casting. dituang. disemprot. Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup. Setelah dibentuk. sedikit wax (lilin) biasanya ditambahkan untuk meekatkan bubuk keramik dan menjadikannya mudah dibentuk. Proses Pembuatan Keramik Industri : 1. Kesemua proses dalam pembuatan keramik akan menentukan produk yang dihasilkan. Bubuk tersebut dapat menjadi bentuk yang berbeda-beda dengan beragam proses pembentukan (molding). untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat. kedap air. dan extruction. Plastik juga dapat ditambahkan untuk mendapatkan kelenturan dan kekerasan tertentu. atau dikuas. dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan. 5. keras. . keramik kemudian dipanaskan dengan proses yang dikenal dengan nama densifikasi (densification) agar material yang terbantuk lebih kuat dan padat. 2009). Pembakaran biskuit Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik.

Proses ini menggunakan cetakan dengan dinding yang berlubang-lunagng kecil dan memanfaatkan daya kapilaritas air. 2. Pada proses pemanasan. cetakan dibuka dan bagian keramik dipisahkan. Slip Casting. Terdapat baling-baling yang memutar dan mendorong material panas tersebut kedalam cetakan. 4. Pressure Casting. Karena prosesnya yang kontinu. Injection Molding.1. . Pada cetakan tersebut. bubuk keramik dituangkan pada cetakan dan diberi tekanan. keramik dipanaskan pada tungku (furnace) dengan temperatur antara 1000 sampai 1700oC. keramik dipotong pada panjang tertentu. Pada proses ini. Proses ini digunakan untuk membuat objek yang kecil dan rumit. Densifikasi Proses densifikasi menggunakan panas yang tinggi untuk menjadikan sebuah keramik menjadi produk yang keras dan padat. Proses pemadatan ini menyebabkan objek keramik menyusut hingga 20% dari ukuran aslinya. Extrusion adalah proses kontinu yang mana bubuk keramik dipanaskan didalam sebuah tong yang panjang. 2. Tujuan dari proses pemanasan ini adalah untuk memaksimalkan kekerasan keramik dengan mendapatkan struktur internal yang tersusun rapih dan sangat padat. Extrusion. partikel-partikel bubuk menyatu dan memadat. Setelah dibentuk. Ketika objek tersebut telah mengeras. setelah terbentuk dan didinginkan. Tekanan tersebut membuat bubuk keramik menjadi lapisan solid keramik yang berbentuk seperti cetakan. 3. ubin dan bata modern. bubuk keramik didinginkan dan mengeras sesuai dengan bentuk cetakan. Slip Casting adalah proses untuk membuat keramik yang berlubang. Proses ini digunakan untuk membuat pipa keramik. Metode ini menggunaan piston untuk menekan bubuk keramik melalui pipa panas masuk ke cetakan.

silikon nitrida maupun karbida dapat digunakan untuk saluran pada rotorturbocharger diesel temperatur tinggi dan Gas-Turbine Engine. semikoncuktor. OUTPUT ( Hasil) Keramik dinilai dari propertinya. biomedis.      Keramik dengan campuran semen dan logam digunakan untuk pelapis pelindung panas pada pesawat ulang-alik dan satelit. Peralatan rumah tangga yang menggunakan pelapisan enamel ini diantaranya adalah kulkas. mesin cuci. . dan industri nuklir. Kegunaan keramik beragam disesuaikan dengan kemampuan dan daya tahannya. Butiran ini dibentuk dari gas uranium hexafluorida (UF6). konstruksi bangunan. Keramik tipe zirconias. Beberapa contoh penggunaan keramik industri:    Peralatan yang dibuat dari alumina dan silikon nitrida dapat digunakan sebagai pemotong. Keramik dengan properti yang berbeda dapat digunakan pada aerospace.3 . Sebagai superkonduktor adalah senyawa berbasis tembaga oksida. mesin pengering. Keramik Biomedical jenis porous alumina digunakan sebagai implants pada tubuh manusia. kompor gas. Keramik sebagai semikonduktor adalah barium titanate (BaTiO3) dan strontium titanate (SrTiO3). Keramik berbasis feldspar dan tanah liat digunakan pada industri bahan bangunan. pembentuk dan penghancur logam. Keramik dengan properti elektrik dan magnetik dapat digunakan sebagai insulator. konduktor dan magnet. Keramik sebagai insulator adalah aluminum oksida (AlO3). Porous alumina dapat berikatan dengan tulang dan jaringan tubuh. Keramik yang digunakan adalah jenis enamel. Butiran uranium termasuk keramik yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Keramik juga digunakan sebagai coating (pelapis) untuk mencagah korosi.

edisi 5.D.blogspot. DARTAR PUSTAKA George T. Jakarta : Erlangga. jilid 1.html .go. http://www.ceramicindustry.id/utama. Austin. Industri Proses Kimia.dosen.com http://ellyawan.com/2007/10/membuat-keramik.akprind.kimianet..ac.lipi.id/?p=10 http://www.cgi?cetakartikel&1100398016 http://studiokeramik.

.

.

.

.

.

.

.

Lampiran 2 .

Tools / Metoda Ruang lingkup penelitian adalah pengukuran produktivitas pada PT Mermaid Textile Industry Indonesia dan upaya meningkatkan produktivitas perusahaan dan kinerja lingkungan dengan implementasi GP.Jend. Dan faktanya. Sedangkan sejarah pembuatan keramik merupakan salah satu proses industri yang paling tua dalam sejarah manusia. 2 Latar belakang penelitian 3 Tujuan dan manfaat penelitian 4 Rumusan masalah 5 Ruang lingkup dan batasan masalah 6 Teori. Definisi ini mencakup penggunaan produk dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidup. bahan bermagnet bukan logam. Dari sini. produktivitas tidak lagi hanya didefinisikan sebagai perbandingan (rasio) antara output per input. Getting started Membentuk tim GP untuk mengkoordinasikan pelaksanaan GP. Generation and Evaluation of GP Option Tahapan ini bertujuan untuk menghasilkan/menemukan metode-metode yang dapat memecahkan permasalahan. minimasi waste. 3. dapat di gunakan sebagai barangan harian perumahan maupun dalam industri. perusahaan akan mengalami perbaikan produktivitas melalui penurunan pengeluaran pada perlindungan lingkungan. Dan dalam perkembangan selanjutnya muncul istilah Green productivity yakni suatu strategi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan performansi lingkungan secara bersamaan di dalam pembangunan sosial-ekonomi secara menyeluruh (APO. Satu aspek penting dalam praktek eco-efficiency adalah produktivitas sumber daya yang diekspresikan dengan “doing more with less”. Permasalah yang dibahas dalam penelitian adalah “Bagaimana meningkatkan produktivitas dan sekaligus menurunkan dampak lingkungan ?”. tetapi juga telah dikombinasikan dengan aspek lingkungan. feroelektrik. keramik adalah suatu bidang ilmu yang luas merangkumi bidang seperti tembikar. semen. pengurangan polusi dan produksi yang lebih baik. refraktori. Tim ini melakukan walk through survey untuk mendapatkan informasi dan menentukan process flow diagram. 1997). Kekuatan listrik dan sifat magnet yang tinggi sesuai di gunakan sebagai magnet dalam alat pembesar suara (loud speaker). 7 Metodologi . seperti pengurangan sumber daya. 2001). ketika GP diimplementasikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses pembuatan keramik dan struktur bahkan kegunaan-kegunaan keramik. jenis-jenis keramik serta penggunaan keramik di industria. Setelah permasalahan diidentifikasi maka ditentukan tujuan dan target yang akan dicapai. Efficiency berarti harus menggunakan kedua resources tersebut secara optimal. initial layout. Penelitian dilakukan sampai dengan tahap rencana implementasi 3. Disamping itu juga berkembang topik sustainable development yang didefinisikan sebagai pembangunan yang dapat menjawab kebutuhan dari generasi masa kini tanpa mengorbankan kemampuan dari generasi berikutnya untuk memenuhi kebutuhannya (APO. Landasan Teori Pengertian produktivitas telah mengalami perkembangan. yang terdiri dari dua kata yaitu eco dan efficiency (DeSimone & Popoff. 2001). perusahaan dapat mencapai produktivitas yang lebih tinggi dan melindungi lingkungan yang akan mengarah pada terjadinya sustainable development. kerak tanur. superkonduktor dan berbagai bahan tak organik lainnya. Ahmad Yani 392 Bandung 1 Topik Topik penelitian ini mengandung pembahasan mengenai industri keramik. Akhir-akhir ini dikembangkan pula proses baru untuk pembuatan bata dari limbah penambangan. Keseluruhan siklus hidup dari produk dan jasa tersebut harus berdasarkan pada minimasi penggunaan sumber-sumber daya alam dan bahan-bahan berbahaya yang dapat menyebabkan emisi. pelincir. Batasan yang digunakan dalam penelitian adalah : 1. Keramik mempunyai berbagai penggunaan. Jl. Hal ini didorong oleh berkembangnya istilah eco-efficiency. lempung struktur. 2. porselin. Metodologi yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 6 (enam) langkah: 1. Produktivitas diukur untuk periode bulan Januari-Desember 2005. material balance dan mencari tahu operasi-operasi yang menghasilkan waste termasuk estimasi atau perkiraan mengenai waste yang dihasilkan dari tiap-tiap proses berbeda. bahan baku penyusun keramik . tim GP mengidentifikasi permasalahan serta penyebabnya dengan menggunakan tool antara lain diagram sebab akibat dan brainstorming. Penelitian dilakukan di PT Mermaid Textile Industry Indonesia pada Departemen Produksi dan Utility 2.Contoh Telaah Makalah Telaah Makalah Judul: Teknologi Dasar pembuatan Keramik Maju Penulis: Suhanda dan Soesilawati Sumber: Penelitian Balai Besar Keramik. Planning Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan. dan berbagai ragam bahan lain yang sekarang menumpuk. sifat-sifat keramik. Beberapa jenis keramik di gunakan dalam kelistrikan oleh sebab keramik mempunyai sifat rintangan listrik yang tinggi. Eco dapat diartikan sebagai ecological resources dan economic resources. kaca.

kejang. serta operasi-operasi yang menghasilkan waste termasuk estimasi atau perkiraan mengenai waste yang dihasilkan dari tiap-tiap proses) 2. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi studi lapangan (walk through survey) untuk mendapatkan informasi tentang: 1. 6. Sustaining GP Membentuk sistem terstruktur untuk menjamin perbaikan produktivitas dan kinerja lingkungan secara terusmenerus dalam GP. Sedangkan chrom dapat menyebabkan kanker dan penyakit paru-paru. Implementation of GP Option Menyusun rencana implementasi yang melibatkan detil pelaksaan kegiatan. Estimasi Indeks EPI Indeks EPI untuk alternatif yang telah dipilih dihitung berdasarkan besarnya penurunan kandungan bahan pencemar dalam air. dan hilangnya kesadaran. aerasi. sesak napas. 5. dimana kadar sulfida yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi.63 yang menunjukkan bahwa kedua zat kimia dalam limbah cair tersebut memiliki tingkat bahaya yang tinggi bagi manusia dan lingkungan. Memilih Alternatif Solusi Pemilihan solusi terbaik dilakukan dengan menerapkan tekno-ekonomi. gangguan syaraf dan kanker. Penyusunan Rencana Implementasi Rencana implementasi disusun berdasarkan hasil pemecahan masalah (solusi). Pembobotan diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada 12 responden. yaitu sebesar 22. proses produksi (mencakup aliran bahan dan material balance). yaitu 4. 2. 3. Monitoring and Review Monitoring : Kinerja dari pelaksanaan solusi dimonitor agar dapat dibandingkan dengan target dan tujuan yang telah ditetapkan. Dan beberapa penyebab masalah tersebut ditunjukkan pada diagram sebab-akibat. proses pengolahan limbah cair perusahaan. maka perlu dilakukan pelatihan untuk membangun pemahaman mengenai peran masing-masing personil dalam mengimplementasikan GP. Alternatif solusi dipilih berdasarkan nilai deret seragam yang terbesar diantara kedua alternatif . yang merupakan para karyawan bagian utilitas yang memiliki kompetensi di bidang kimia lingkungan. kemudian senyawa-senyawa organik yang ada diuraikan menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan mikroorganisme. personil dan batasan waktu pelaksanaan. yaitu kurangnya daya serap zat warna pada kain yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas kain dan tingginya kandungan zat pewarna pada air buangan proses. data input-output produksi selama tahun 2005 Pengolahan data dilakukan dalam beberapa tahapan: 1. kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama pelaksanaan dan identifikasi untuk perbaikan selanjutnya. Perhitungan Produktivitas Data input-output produksi periode Januari-Desember tahun 2005 digunakan untuk menghitung indeks produktivitas perusahaan selama tahun 2005. Indeks EPI diperoleh dengan mengalikan bobot dari masing-masing kriteria limbah dengan penyimpangan yang terjadi antara standar Bapedal dengan hasil analisa limbah perusahaan. Analisis indeks EPI Bobot tertinggi untuk kadar zat kimia dalam limbah cair adalah Phenol dan Chrom. yang meliputi manfaat dan penghematan yang diperoleh. 3. serta biaya variabel yang meliputi penggunaan energi dan air. Input yang digunakan meliputi input material utama dan pendukung. Proses produksi tekstil menghasilkan limbah yang mengandung zat warna dengan pH. Sulfida juga memiliki bobot yang tinggi. kanker.8 Pengumpulan Data 9 Pengolahan Data 11 Analisis Dari alternatif-alternatif yang ditemukan kemudian dievaluasi untuk dipilih dengan menggunakan metodemetode pemilihan. Analisis yang dilakukan terdiri dari analisis indeks EPI dan analisis alternatif solusi. Untuk menjamin pelaksanaan itu. serta pelaksana yang bertanggungjawab. menyebabkan koma. 4. yaitu dengan koagulasi. Perhitungan Indeks EPI Indeks EPI diperoleh dengan mengalikan bobot dari masing-masing kriteria limbah dengan penyimpangan yang terjadi antara standar Bapedal dengan hasil analisa limbah perusahaan. Rencana implementasi solusi ini diuraikan atas tujuan dan target yang ingin dicapai serta usaha/tindakan yang dilakukan untuk mencapai target.05 yang artinya bahwa kandungan zat-zat kimia tersebut dalam limbah cair telah memenuhi standar maksimum yang telah ditentukan dan dapat dinyatakan aman bagi lingkungan. yakni yang memiliki nilai penghematan yang besar dan pengeluaran yang kecil. fisika dan biologi. Dengan sistem . 6. 1. 4. Mertex dilakukan dengan mengkombinasikan pengolahan secara kimia. Review : dilakukan untuk menentukan efektifitas pelaksanaan metodologi GP. Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil pengumpulan data dan informasi ditemukan permasalahan pada bagian finishing. 7. Jika perencanaan tersebut telah dilaksanakan dengan baik. 5. BOD dan COD yang cukup tinggi. biaya tenaga kerja. Phenol dapat menyebabkan kerusakan pada penglihatan. Penyusunan Alternatif Solusi Dari permasalahan yang sudah diketahui kemudian dikembangkan alternatif solusi yang mungkin untuk memecahkan persoalan tersebut. Indeks EPI bernilai positif. Pengolahan limbah yang dilakukan oleh PT. sedimentasi. maka tim GP melaksanakan solusi terpilih secara simultan. Penurunan kadar/kandungan bahan pencemar dalam air ini akan memberikan peningkatan indeks EPI.

68. Tingkat kinerja lingkungan PT. Implementasi Green Productivity (GP) terbukti dapat meningkatkan produktivitas melalui perbaikan proses. yaitu penambahan bahan kimia perekat (sanmorl) ke dalam proses pewarnaan. Permasalahan ini antara lain disebabkan oleh kurangnya penyerapan zat warna ke kain yang salah satunya diakibatkan oleh proses pemutihan (bleaching) yang kurang sempurna. Mertex juga stabil. maka PT. Jika solusi tersebut diterapkan. Penambahan bahan kimia ini akan meningkatkan penyerapan proses hingga 8%. diperkirakan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatkan produktivitas sebesar 0. 5.pengolahan limbah tersebut. Dengan perbaikan kualitas proses. 12 Kesimpulan Dari penelitian disimpulkan: 1. sehingga dapat dikatakan aman bagi lingkungan.5% dan perbaikan indeks EPI sebesar 0. Solusi yang terpilih adalah alternatif 2. 2. 3. sehingga memenuhi syarat untuk dapat dibuang (memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan). Mertex telah memenuhi baku mutu limbah yang telah ditetapkan oleh pemerintah. maka kandungan zat kimia dalam limbah dapat diturunkan sehingga lebih ramah lingkungan. Mertex dapat dikatakan cukup baik. . dibuktikan dengan nilai EPI 22. Tingkat produktivitas perusahaan periode Januari-Desember 2005 cukup stabil berada pada angka 160%176% yang artinya kinerja perusahaan cukup baik dengan indikasi bahwa permintaan terhadap produk kain PT. Tingginya indeks EPI ini berarti bahwa kandungan zat-zat kimia dalam limbah PT. Mertex dapat menurunkan kadar bahan pencemar yang terkandung dalam limbah.05. Permasalahan terjadi pada bagian finishing. yaitu pewarnaan yang tidak merata pada kain. 4. 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->