TUGAS PROSES INDUSTRI KIMIA INDUSTRI KERAMIK

oleh :
Yudha Dwi Nugroho Aulita Zulhiz. S Ayu Sitanggang Bernandus Purba Eko Parsaulian 11 01 160 11 01 166 11 01 167 11 01 169 11 01 176

JURUSAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI PENDIDIKAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI MEDAN 2012

DAFTAR ISI

Cover Halaman Daftar Isi………………………………………………………………………………………….. A . Sejarah………………………………………………………………………………………… B . Jenis Serta Manfaat/Penggunaan Produk…………………………………………………….. C . Proses Produksi……………………………………………………………………………… 1. Input ( Bahan Baku)………………………………………………………………………. 2. Proses Produksi…………………………………………………………………………... 3. Output (Hasil)…………………………………………………………………………….. D . Daftar Pustaka………………………………………………………………………………….

A. SEJARAH
Kata keramik berasal dari kata Yunani “keramos” yang berarti tembikar (pottery) atau peralatan terbuat dari tanah yang bermaksud lempung yang di bakar pada temperatur tinggi (lebih 1500oC). Berdasarkan pengertian yang di beri oleh Kingery, keramik merupakan suatu seni dan pengetahuan dalam membuat dan menggunakan hasil padat yang sebahagian besar komponennya ialah bahan non organik yang bukan logam, hal ini selaras dengan pengertian yang di beri oleh Horslay di dalam concise encylopedia. Material keramik adalah non logam, senyawa inorganik, biasanya senyawa ikatan oksigen, karbon, nitrogen, boron dan silikon. Keramik pada industri tidak bisa dibayangkan sebagai benda-benda seni. Beberapa contoh keramik industri adalah pipa selokan, insulator listrik, bata tahan panas dan lainnya . Berdasarkan pengertian ini, keramik adalah suatu bidang ilmu yang luas merangkumi bidang seperti tembikar, porselin, refraktori, lempung struktur, pelincir, semen, kaca, bahan bermagnet bukan logam, feroelektrik, superkonduktor dan berbagai bahan tak organik lainnya. Sedangkan sejarah pembuatan keramik merupakan salah satu proses industri yang paling tua dalam sejarah manusia. Akhir-akhir ini dikembangkan pula proses baru untuk pembuatan bata dari limbah penambangan, kerak tanur, dan berbagai ragam bahan lain yang sekarang menumpuk. Industri keramik tradisional yang kadang-kadang disebut industry tembikar (industri gerabah) atau industri silikat menghasilkan berbagai jenis produk yang pada dasarnya adalah silikat. Pada beberapa tahun terakhir ini telah dikembangkan pula berbagai produk baru sesuai dengan perkembangan kebutuhan akan bahan yang tahan suhu yang lebih tinggi, tekanan yang lebih besar, sifat-sifat mekanik yang lebih baik, serta karakteristik listrik yang khusus, atau tahan terhadap bahan kimia yang korosif. Keramik industri dibuat dari bubuk yang telah diberi tekanan sedemikian rupa kemudian dipanaskan pada temperatur tinggi. Keramik tradisional seperti porcelain, ubin (keramik lantai) dan tembikar dibuat dari bubuk yang terdiri dari berbagai material seperti tanah liat (lempung), talc, silika dan faldspar. Akan tetapi, sebagian besar keramik industri dibentuk dari bubuk kimia khusus seperti silikon karbida, alumina dan barium titanate.

silicon karbida.dsb.dsb. Contohnya keraamik tanah. Keramik Konvensional Keramik ini biasanya di bagikan kepada empat bagian mengikut fungsinya: a. Keramik Listrik Yang termasuk dalam kategori keramik ini mempunyai fungsi electromagnet dan optic dan juga fungsi kimia yang berkaitan dengan penggunaannya secara langsung. Keramik ini digunakan sebagai bahan penyekat. kimia dan fisik. JENIS SERTA MANFAAT / PENGGUNAAN PRODUK Keramik di bagikan kepada dua kumpulan utama yang berdasarkan jenis bahan. Ia di gunakan juga sebagai bahan penyekat ruang pembakaran bersuhu tinggi dan mata pahat potong logam (Cutting tool). magnet. silicon nitrida. Keramik Berstruktur Keramik jenis ini mempunyai sifat mekanik yang baik. turbo charge dan turbin gas. Bahan ini sangat potensi di gunakan di dalam mesin diesel sebagai piston dan ruang pra pembakaran. d. keramik china. Keramik ini dibuat dari bahan dasar lempung kualitas terpilih dan fluks dalam jumlah bervariasi yang dipanaskan pada suhu 1200-1500oC di dalam tanur (kiln). tranducer. bata silica. . ubin keramik putih. dan pensemikonduksi. porselin. metode pembuatannya dan jenis penggunaannya. Refraktori dijual dalaam bentuk bata tahan api. Keramik Putih Yaitu jenis keramik yang biasanya berwarna putih dan mempunyai tekstur jaringan yang halus. komposite dan bahan yang di lapisi dengan keramik. b.B. Antara bahan yang termasuk di dalam golongan ini ialah alumina. Keramik Refraktori Yakni keramik yang mencakup bahan – bahan yang digunakan untuk menahan pengaruh termal. Dua kumpulan tersebut adalah: 1. c. magnesit.

teko. Keramik juga dapat di gunakan sebagai alat pemotong logam-logam keras pada kecepatan potong yang tinggi. kalium oksida. -Keramik oksida: Alumina. Beberapa jenis keramik di gunakan dalam kelistrikan oleh sebab keramik mempunyai sifat rintangan listrik yang tinggi. pot bunga. -Keramik kaca: Silika. keramik banyak di gunakan pada keadaan temperatur tinggi dan sifat ketahanan aus yang tinggi sangat sesuai di gunakan sebagai pelapis silinder. Keramik putih • Penggunaan: peralatan meja makan (seperti piring. borida dll -Keramik komposit: Fiber reinforced composite. zirkonia. riol . Keramik mempunyai berbagai penggunaan. Keramik berstruktur • Penggunaan : batu bata. natrium oksida. dapat di gunakan sebagai barangan harian perumahan maupun dalam industri. Keramik di gunakan juga di dalam mesin diesel sebagai komponen-komponen pemutar (rotor) dan juga pada turbin. Keramik refraktori • Di gunakan sebagai batu untuk tanur kupola. Keramik Termaju Di bagi kepada empat jenis berdasarkan bahan dasarnya. whisker-reinforced composite. Kekuatan listrik dan sifat magnet yang tinggi sesuai di gunakan sebagai magnet dalam alat pembesar suara (loud speaker). semen mortar. liner yang di . -Keramik bukan oksida: Silikon karbida. Dengan itu berat mesin dapat di kurangkan sehingga performance mesin bisa meningkat. Oleh karena keramik dapat mengekalkan kekuatan dan ketegarannya pada temperatur yang tinggi. lantai dan dinding b. Bahan-bahan keramik dapat digunakan membuat berbagai komponen/produk seperti dibawah ini 1. peralatan kamar mandi. serabut keramik. kobalt oksida dll. kalsium oksida. c. titania.2. silicon nitrida. Di samping itu keramik mempunyai sifat-sifat yang menarik seperti kerapatan (density) yang rendah dan modulus elastisitas yang tinggi. mangkuk). barium titanat. Keramik Konvensional a.

Penanganan logam . switch dan kepingan penyekat 2. Nozel roket dll. Pengembangan pembangunan dalam bidang keramik ini antara lain : Keramik struktur/teknik Ø Untuk pemrosesan temperatur tinggi. Mata pahat. perhiasan rumah dll. . komponen untuk industri. Abrasif. Refraktori cor. Di sekeliling kita jika kita perhatikan penggunaan harian banyak memakai bahan keramik. Bahan keramik kemungkinan merupakan timbunan bahan yang terbesar di gunakan oleh manusia. peralatan meja makan.Keramik Oksida Contohnya: Abrasif. Seperti rumah.gunakan pada temperatur tinggi seperti di tanur peleburan besi. d. mata pahat. Dalam bidang keramik termaju. Komponen mesin.Keramik Komposit Contohnya ialah rotor dan komponen mesin.Keramik Bukan Oksida Contohnya ialah Turbin gas. aluminium dan sebagainya. gedung-gedung. Substrat elektronik. sel bahan bakar. penukar kalor Ø Gigi palsu Ø Konkrit berqualiti tinggi Ø Mesin yang effisien Ø Lapisan penahan keausan (wear resistance coating) Berikut ini contoh aplikasi keramik dalam bidang teknik : 1. Keramik Termaju . . Keramik listrik • Contohnya insulator. bidang ini juga sangat terbuka luas untuk dipelajari. Komponen mesin. Isulator.Keramik Kaca Contohnya ialah recrystallized glasses for instrument bagian-bagian mekanik dalam kapal terbang. . potensi dan peluang-peluang industri sangat luas sekali. Mata pahat. Komponen Dapur/Oven (furnace) : Refraktori padat.

Pelapis Keramik: Tahan aus. 2. Porselin gigi 12. Gelas keramik. Keramik Bangunan : Atap. Lining dan alat Miling. Biokeramik: Pengganti tulang. Penahan Panas : Dinding pesawat ulang alik. Katup. 4. Superkonduktor. IC substrat. 9. Penghalang panas. Sensor oksigen. Bantalan. Pelindung. Isulator. Tahan korosi. Semikonduktor. Selaput pemisah gas. Moderator. Kapsul gelas. Saringan logam cair 13. Elemen pemanas. Sebagai superkonduktor adalah senyawa berbasis tembaga oksida. Lapisan penahan panas. Sudu-sudu turbin. Semen dan Beton. lantai. Pompa oksigen. biomedis. Keramik Elektromagnetik: Elemen magnet. Pelumas. semikoncuktor. Keramik luminesen 8. Abrasif.cair. Lempengan tahan peluru. . Komponen Gas Turbin : Ruang Bakar. Keramik sebagai semikonduktor adalah barium titanate (BaTiO3) dan strontium titanate (SrTiO3). Pelumas padat. Whisker (fiber). Dioda. Katalis. Keramik sebagai insulator adalah aluminum oksida (AlO3). pembentuk dan penghancur logam. Resistor. Termistor. Alat ukur standar 6. Kaca jendela. Alumina translusen. Batu bata 11. Penempa (die). Dielektrik. Gerabah. Perkakas oven. Pemindah panas. Keramik Tangguh : benang (fiber). Kegunaan keramik beragam disesuaikan dengan kemampuan dan daya tahannya. Komponen Mesin Otomotif : Busi. Keramik Optik : benang optic. Saringan dan Selaput Keramik : Selaput pemisah cairan. Laser. Pembungkus bahan bakar nuklir. Rotor turbocharger 3. Varistor. Pengganti gigi. Elektroda. Kegunaan Keramik Industri Keramik dinilai dari propertinya. Katup jantung. Terakota. konstruksi bangunan. dan industri nuklir. Pizoelektrik. konduktor dan magnet. Kapasitor. pisau dan gunting 7. Keramik tipe zirconias. Isolator panas. Keramik dengan properti yang berbeda dapat digunakan pada aerospace. Kran (nozzle). Konduktor ion 10. Sil dan plunyer pompa. Komponen tahan aus : Alat-alat potong. Keramik Nuklir : Bahan bakar nuklir. Beberapa contoh penggunaan keramik industri:    Peralatan yang dibuat dari alumina dan silikon nitrida dapat digunakan sebagai pemotong. Peralatan golf. Sel bahan baker. Lensa. Bahan tahan api 5. Sil pompa. Keramik dengan properti elektrik dan magnetik dapat digunakan sebagai insulator. silikon nitrida maupun karbida dapat digunakan untuk saluran pada rotorturbocharger diesel temperatur tinggi dan Gas-Turbine Engine.

Keramik juga stabil dalam waktu yang lama.     Keramik dengan campuran semen dan logam digunakan untuk pelapis pelindung panas pada pesawat ulang-alik dan satelit. Material-material silikon ini biasanya . mesin cuci. panas. borida (senyawa ikatan boron) dan silida (senyawa ikatan silikon). Bend Strength atau jumlah tekanan yang diperlukan untuk melengkungkan benda biasanya digunakan untuk menentukan kekuatan keramik. Keramik lebih resisten terhadap korosi dibanding plastik dan logam. Beberapa contoh senyawa kompleks adalah barium titanate (BaTiO3) dan zinc ferrite (ZnFe2O4). Sifat Kimia Keramik industri sebagian besar adalah oksida (senyawa ikatan oksigen). Material lain yang dapat disebut juga sebagai jenis keramik adalah berlian dan graphite dari karbon. B. kompor gas. mekanik. Butiran uranium termasuk keramik yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. aklali dan asam. gas. Porous alumina dapat berikatan dengan tulang dan jaringan tubuh. pembuatan keramik alumina menggunakan 85 sampai 99 persen aluminum oksida sebagai bahan utama dan dikombinasikan dengan berbagai senyawa kompleks secara kimia. Keramik biasanya tidak bereaksi dengan sebagian besar cairan. A. Sifat Keramik Keramik memiliki sifat kimia. Peralatan rumah tangga yang menggunakan pelapisan enamel ini diantaranya adalah kulkas. dan bahkan silikon carbida dan silikon nitrida dapat mempertahankan kekuatannya pada temperatur diatas 1400oC (2552oF). Sifat Mekanik Ikatan keramik dapat dibilang sangat kuat. fisika. elektrik. Zirconias (ZrO2) mampu mempertahankan kekuatannya hingga temperatur 900oC (1652oF). Keramik yang digunakan adalah jenis enamel. dan magnetik yang membedakan mereka dari material lain seperti logam dan plastik. Industri keramik merubah sifat keramik dengan cara mengontrol jenis dan jumlah material yang digunakan untuk pembuatan. mesin pengering. Keramik berbasis feldspar dan tanah liat digunakan pada industri bahan bangunan. Jenis-jenis keramik memiliki titik leleh yang tinggi dan beberapa diantaranya masih dapat digunakan pada temperatur mendekati titik lelehnya. Keramik juga digunakan sebagai coating (pelapis) untuk mencagah korosi. Keramik Biomedical jenis porous alumina digunakan sebagai implants pada tubuh manusia. Sebagai contoh. nitrida (senyawa ikatan nitrogen). Butiran ini dibentuk dari gas uranium hexafluorida (UF6). akan tetapi ada juga senyawa carbida (senyawa ikatan karbon dan logam berat). Salah satu keramik yang keras adalah Zirconium dioxide yang memiliki bend strength mendekati senyawa besi. dapat kita lihat dari kekakuan ikatan dengan mengukur kemampuan keramik menahan tekanan dan kelengkungan.

Beberapa keramik seperti porcelain dapat bertindak sebagai insulator (alat untuk memisahkan elemen-elemen pada sirkuit listrik agar tetap pada jalurnya masing-masing) pada temperatur rendah tapi dapat menghantarkan listrik pada temperatur tinggi. Ketika elektron-elektron disejajarkan sedemikian rupa. material ini sangat rapuh dan mudah pecah bila dijatuhkan atau ketika dipanaskan dan didinginkan seketika. Sifat Elektrik Beberapa jenis keramik dapat menghantarkan listrik. Contohnya Chromium dioksida yang mampu menghantarkan listrik sama baiknya dengan sebagian besar logam. C. diikuti boron nitrida pada urutan kedua dalam bentuk kristal kubusnya. Aluminum oksida dan silikon karbida biasa digunakan untuk memotong. Keramik ber-magnet biasanya digunakan pada motor elektrik dan sirkuit listrik dan dapat dibuat dengan resistensi tinggi terhadap demagnetisasi. menghaluskan dan menghaluskan materialmaterial keras lain. Sebagian keramik yang ringan mungkin dapat sekeras logam yang berat. Keramik yang keras juga tahan terhadap gesekan. Keramik magnetis lainnya adalah oksida-oksida nikel. kurang dapat menghantarkan listrik tapi masih dapat dikatakan sebagai semikonduktor. Hal ini menyebabkan keramik biasanya memiliki densitas yang kecil. senyawa mangan dan barium. Sifat Fisik Sebagian besar keramik adalah ikatan dari karbon. Sifat Magnetik Keramik yang mengandung besi oksida (Fe2O3) dapat memiliki gaya magnetik mirip dengan magnet besi. E. F. Kontraksi dan ekspansi pada perubahan temperatur tersebutlah yang dapat membuat keramik pecah. Keramik seperti aluminum oksida bahkan tidak menghantarkan listrik sama sekali.digunakan pada peralatan yang memerlukan panas tinggi seperti bagian dari Gas-Turbine Engine. D. Silikon karbida dan silikon nitrida lebih dapat bertahan dari kontraksi dan ekspansi pada perubahan temperatur tinggi daripada keramik-keramik lain. Keramik berbasis besi oksida ini biasa disebut ferrite. Walaupun keramik memiliki ikatan yang kuat dan tahan pada temperatur tinggi. oksigen atau nitrogen dengan material lain seperti logam ringan dan semilogam. Sifat Panas Sebagian besar keramik memiliki titik leleh yang tinggi. Senyawa keramik yang paling keras adalah berlian. Akan tetapi perubahan temperatur yang besar dan tiba-tiba dapat melemahkan keramik. artinya walaupun pada temperatur yang tinggi material ini dapat bertahan dari deformasi dan dapat bertahan dibawah tekanan tinggi. keramik dapat . Jenis keramik lain seperti silikon karbida. menggiling. nikel dan cobalt. Oleh karena itu material ini digunakan pada bagian-bagian mesin seperti rotor pada turbin dalam mesin jet yang memiliki variasi perubahan temperatur yang ekstrim.

Keramik industri dibuat dari bubuk yang telah diberi tekanan sedemikian rupa kemudian dipanaskan pada temperatur tinggi. Keramik tradisional seperti porcelain. Akan tetapi. Kemudian endapan tadi disaring dan bubuk material keramik dipanaskan untuk menghilangkan impuritis dan air. Hasilnya. sebagian besar keramik industri dibentuk dari bubuk kimia khusus seperti silikon karbida. Produsen seringkali memurnikan bubuk ini dengan mencampurkannya dengan suatu larutan hingga terbantuk endapan pengotor. ubin (keramik lantai) dan tembikar dibuat dari bubuk yang terdiri dari berbagai material seperti tanah liat (lempung). silika dan faldspar. . talc.0001 centimeter). Material yang digunakan untuk membuat keramik ini biasanya digali dari perut bumi dan dihancurkan hingga menjadi bubuk. alumina dan barium titanate.menghasilkan medan magnet yang sangat kuat dan sukar demagnetisasi (menghilangkan medan magnet) dengan memecah barisan elektron tersebut. bubuk dengan tingkat kemurnian tinggi dan berukuran sekitar 1 mikrometer (0.

Al2O3. MgO. Lempung sangat beraneka ragam dalam sifat fisiknya.6SiO2 + CO2 + 2H2O → K2CO3 + Al2O3. batua gamping (CaO. Dari sudut pandang keramik.5SiO2. atau „triaksial‟. Dalam hampir semua lempung yang digunakan di dalam industri keramik. Ada tiga jenis feldspar yang umum. sehingga biasanya harus ditingkatkan mutunya terlebih dahulu melalui prosedur benefisiasi. Reaksinya dapat dilukiskan sebagai berikut : K2O.Al2O3.Al2SO3. lempung berwujud plastik dan bias dibentuk bila cukup halus dan basah. Feldspar sangat penting sebagai pemberi sifat fluks dalam formulasi keramik. Input ( Bahan Baku ) Bahan Baku Dasar Tiga bahan baku utama yang digunakan untuk membuat produk keramik klasik. kaku bila kering. . Al2O3.2H2O).Al2O3. adalah lempung. dan kaca (vitreous) bila dibakar pada suhu yang cukup tinggi. walaupun lempung bentonit yang berdasarkan atas montmorilonit digunakan juga sedikit untuk memberikan sifat plastisitas yang sangat tinggi bila perlu.6SiO2). atau bisa juga ditambahkan sesuai keperluan. kuarsa dan berbagai ketidakmurnian seperti oksida-oksida besi. dan dalam kandungan ketidakmurniannya.2H2O) masing-masing dalam berbagai kuantitas.6SiO2). Prosedur pembuatannya mengandalkan kepada sifat-sifat tersebut diatas. yaitu potas (K2O.SiO2).2SiO2.2SiO2. disamping mineral lempung terdapat pula feldspar. Di dalam lempung yang diperdagangkan.nH2O] dan ilit (K2O.C. PRODUKSI 1 . dan sangat berbeda-beda pada berbagai jenis lempung. mineral lempung dasar adalah kaolinit. Feldspar bias terdapat di dalam lempung hasil penambangan. Lempung adalah aluminium silikat hidrat yang tidak terlalu murni yang terbentuk sebagai hasil pelapukan dari batuan beku yang mengandung feldspar sebagai salah satu mineral asli yang penting. semuanya dalam jumlah yang beragam.Al2O3. montmorilonit [(Mg.Ca)O. SiO2. soda (NaO. yang semuanya dipakai dalam produk keramik. Sifat plastisitas ini sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik lempung. feldspar dan pasir.2H2O + 4SiO2 Ada sejumlah speises mineral yang disebut mineral lempung (clay mineral) yang mengandung terutama campuran kaolinit (Al2O3.

Al2O3. dan karena itu reaksi kimia yang berlangsung pada pemansan lempung sangat penting artinya. Oksidasi besi fero dan bahan organik pada suhu 350 sampai 900oC.2SiO2. Pada suhu vitrifikasi terjad sejumlah reaksi. Suhu ini mungkin hanya 700oC untuk beberapa jenis glasial luar.Al2O3. artinya tahan terhadap panas. ini terjadi pada suhu 600 sampai 650 oC . TiO2.6SiO2 Non plastik Perekat mudah lebur 1150oC Lebur Pasir (flin) SiO2 Non plastik Refraktori 1710oC Tidak ciut Konversi Kimia Semua produk keramik dibuat dengan mencpurkan berbagai kuantitas bahan baku yang tersebut diatas. K2O. misalnya kalsinasi CaCO 3 dan dehidrasi serta dekomposisi kaolinit. CaO dan MgO.Penyusun keramik yang ketiga yang penting adalah pasir atau flin (flint). 3. Produk keramik hampir semua mempunyai sifat refraktori. misalnya CaCO3 pada suhu 600 sampai 900oC. dan tingkat kerefraktorian dari suatu produk tertentu bergantung pada perbandingan kuantitas oksida refraktori terhadap oksida fluks didalamnya. disamping fluorida yang juga digunakan dalam komposisi beberapa fluks tertentu. Oksida fluks yang terpenting adalah Na2O. Pembentukan silika pada suhu 900oC atau lebih Beberapa diantara perubahan awal tersebut cukup sederhana. Pewaris umum dalam semua produk keramik adalah lempung (biasanya kaolinit). misalnya pembentukan silikat. Dehidrasi. membentuknya dan memanaskannya sampai suhu pembakaran. Efek yang pertama dari panas ialah mendorong air hidrasi keluar. Kalsinasi. tetapi banyak pula vitrifikasi yang dilakukan pada suhu setinggi 2000oC. Cr2O3. atau penguapan air kimia pada suhu 150 sampai 650oC. 1. Reksi-reaksi lain.2H2O Plastik Refraktori 1785oC Sangat ciut Feldspar K2O. yang merupakan dasar kimia bagi konversi kimia. Sifat-sifatnya yang penting dari segi industri keramik ditunjukkan pada table berikut : Tabel Sifat-sifat Bahan Industri Keramik Kaolinit Rumus Plastisitas Fusibilitas (keleburan) Titik cair Ciut pada pembakaran Al2O3. cukup rumit dan berubah-ubah sesuai dengan suhu dan perbandingan penyusunnya. Oksida refraktori yang terpenting adalah SiO 2. 4. B2O3 dan SnO2. 2. disamping ZrO2. serta BeO yang lebih jarang dipakai.

Pengadukan dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal dengan blunger maupun mixer. Jadi. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering. Al2O3. yaitu γ-alumina sambil mengeluarkan sejumlah besar kalor.2H2O) → 3Al2O3. yaitu: 1. alumina amorf tersebut berubah dengan cepat pada suhu 940oC menjadi alumina kristal. Pencampuran dan pengadukan bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang homogen/seragam. Proses Prokduksi Proses Pembuatan Keramik Tradisional : Ada beberapa tahapan proses yang harus dilakukan untuk membuat suatu produk keramik.2SiO2). dengan cara manual ataupun masinal. Pada suhu yang sedikit lebih tinggi. Pada suhu yang lebih tinggi lagi. pencampuran. alumina dan silica bergabung membentuk mulit (3Al2O3. keseluruhan reaksi fundamental yang terjadi pada pemanasan lempung adalah : 3(Al2O3. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill.2SiO2. Jika pemanasan dilanjutkan.2H2O → Al2O3 + 2SiO2 + 2H2O Bahkan.dengan menyerap sejumlah besar kalor. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam.2SiO2 + 4SiO2 + 6 H2 2 . pengadukan (mixing). sebagian besar alumina dapat diekstraksi dengan asam klorida pada tahap ini. dan pengurangan kadar air. dimana hasil campuran bahan yang berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan.2SiO2. mulai kira-kira 1000oC. silika yang tersisa berubah menjadi kristobalit kristal. yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air yang . meninggalkan suatu campuran amorf alumina dan silica. Pengolahan bahan Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. seperti terlihat dari penelitian sinar X. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh. penyaringan. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir. Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh.

Secara singkat tahap-tahap pembentukan dalam teknik putar adalah: centering (pemusatan). forming (pembentukan). Benda yang dapat dibuat dengan keteknikan ini adalah benda-benda yang berbentuk dasar silinder: misalnya piring. Pengulian dimaksudkan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak. Dibandingkan dengan keteknikan yang lain. vas. refining the contour (merapikan). ada beberapa metode yang dikenal selama ini: teknik pijit (pinching). Tahap terakhir adalah pengulian. Seseorang tidak begitu saja langsung bisa membuat benda keramik begitu mencobanya. . guci dan lain-lain. disimpan dalam wadah tertutup. Karena kekhasannya tersebut. Keramik dibentuk diatas sebuah meja dengan kepala putaran yang berputar.terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis. Pembentukan Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Alat utama yang digunakan adalah alat putar (meja putar). dan teknik lempeng (slabbing). mangkok.  Pembetukan tangan langsung Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan langsung. Massa badan keramik yang telah diuli. Meja putar dapat berupa alat putar manual mapupun alat putar masinal yang digerakkan dengan listrik.  Pembentukan dengan teknik putar Pembentukan dengan teknik putar adalah keteknikan yang paling mendasar dan merupakan kekhasan dalam kerajinan keramik. Proses ini dapat dilakukan dengan dianginanginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress. kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal. teknik putar (throwing). 2. rising (membuat ketinggian benda). coning (pengerucutan). Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melatih jari-jari agar terbentuk ‟feeling‟ dalam membentuk sebuah benda keramik. sehingga keteknikan ini menjadi semacam icon dalam bidang keramik. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding). dan teknik cetak (casting). teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang paling tinggi. teknik pilin (coiling).

sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti. pengeringan dengan sinar matahari langsung atau mesin pengering dapat dilakukan. Berbeda dengan teknik putar atau pembentukan langsun 3. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan. Pengeringan Setelah benda keramik selesai dibentuk. Tujuan dari proses . Setelah tidak terjadi penyusutan. Untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat. Proses pemadatan ini menyebabkan objek keramik menyusut hingga 20 persen dari ukuran aslinya. Pada proses pemanasan. yang mengakibatkan penyusutan mendadak. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan. (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut. Pada teknik cetak padat bahan baku yang digunakan adalah badan tanah liat plastis sedangkan pada teknik cetak tuang bahan yang digunakan berupa badan tanah liat slip/lumpur. atmosfer tungku dan mineral yang terlibat. dan kuat. pada tahap awal benda keramik dianginanginkan pada suhu kamar. keras. Pembakaran Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat. menguap. tetapi menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. Keunggulan dari teknik cetak ini adalah benda yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis. maka tahap selanjutnya adalah pengeringan. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering (matang). 4. Teknik cetak dapat dilakukan dengan 2 cara: cetak padat dan cetak tuang (slip). dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang. partikel-partikel bubuk menyatu dan memadat. Tahap-tahap ini menerangkan mengapa harus dilakukan proses pengeringan secara lambat untuk menghindari retak/cracking terlebih pada tahap 1. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku (furnace) suhu tinggi. Pembentukan dengan teknik cetak Dalam keteknikan ini. Proses yang terlalu cepat akan mengakibatkan keretakkan dikarenakan hilangnya air secara tiba-tiba tanpa diimbangi penataan partikel tanah liat secara sempurna.

Proses Pembuatan Keramik Industri : 1. Proses pembentukan ini diantaranya adalah slip casting. Oleh karena itu kecermatan dalam melakukan tahapan demi tahapan sangat diperlukan untuk menghasilkan produk yang memuaskan. 5. atau dikuas. sedikit wax (lilin) biasanya ditambahkan untuk meekatkan bubuk keramik dan menjadikannya mudah dibentuk. injection molding. Pembentukan Setelah pemurnian. dituang. keramik kemudian dipanaskan dengan proses yang dikenal dengan nama densifikasi (densification) agar material yang terbantuk lebih kuat dan padat. keras. Kesemua proses dalam pembuatan keramik akan menentukan produk yang dihasilkan. dan extruction. 2009). Pembakaran biskuit Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. Untuk bendabenda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang. Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. pressure casting. Setelah dibentuk. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan.pemanasan ini adalah untuk memaksimalkan kekerasan keramik dengan mendapatkan struktur internal yang tersusun rapih dan sangat padat (Sumahamijaya. Pengglasiran Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. Plastik juga dapat ditambahkan untuk mendapatkan kelenturan dan kekerasan tertentu. dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan. pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal. kedap air. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat. untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. . supaya lebih kedap air. Untuk benda-benda keramik berglasir. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup. disemprot. Bubuk tersebut dapat menjadi bentuk yang berbeda-beda dengan beragam proses pembentukan (molding).

bubuk keramik dituangkan pada cetakan dan diberi tekanan. keramik dipotong pada panjang tertentu. Pressure Casting. Setelah dibentuk. setelah terbentuk dan didinginkan. Slip Casting adalah proses untuk membuat keramik yang berlubang. . ubin dan bata modern. Proses pemadatan ini menyebabkan objek keramik menyusut hingga 20% dari ukuran aslinya. Tujuan dari proses pemanasan ini adalah untuk memaksimalkan kekerasan keramik dengan mendapatkan struktur internal yang tersusun rapih dan sangat padat.1. partikel-partikel bubuk menyatu dan memadat. Pada proses ini. 2. Metode ini menggunaan piston untuk menekan bubuk keramik melalui pipa panas masuk ke cetakan. Proses ini menggunakan cetakan dengan dinding yang berlubang-lunagng kecil dan memanfaatkan daya kapilaritas air. bubuk keramik didinginkan dan mengeras sesuai dengan bentuk cetakan. Extrusion. Densifikasi Proses densifikasi menggunakan panas yang tinggi untuk menjadikan sebuah keramik menjadi produk yang keras dan padat. Ketika objek tersebut telah mengeras. 4. Karena prosesnya yang kontinu. Pada proses pemanasan. Proses ini digunakan untuk membuat objek yang kecil dan rumit. Slip Casting. Tekanan tersebut membuat bubuk keramik menjadi lapisan solid keramik yang berbentuk seperti cetakan. keramik dipanaskan pada tungku (furnace) dengan temperatur antara 1000 sampai 1700oC. cetakan dibuka dan bagian keramik dipisahkan. 3. Proses ini digunakan untuk membuat pipa keramik. Terdapat baling-baling yang memutar dan mendorong material panas tersebut kedalam cetakan. Extrusion adalah proses kontinu yang mana bubuk keramik dipanaskan didalam sebuah tong yang panjang. Injection Molding. Pada cetakan tersebut. 2.

Keramik yang digunakan adalah jenis enamel. silikon nitrida maupun karbida dapat digunakan untuk saluran pada rotorturbocharger diesel temperatur tinggi dan Gas-Turbine Engine. OUTPUT ( Hasil) Keramik dinilai dari propertinya. konduktor dan magnet.      Keramik dengan campuran semen dan logam digunakan untuk pelapis pelindung panas pada pesawat ulang-alik dan satelit. biomedis. Butiran ini dibentuk dari gas uranium hexafluorida (UF6). Butiran uranium termasuk keramik yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Keramik dengan properti yang berbeda dapat digunakan pada aerospace. konstruksi bangunan. Porous alumina dapat berikatan dengan tulang dan jaringan tubuh. Keramik Biomedical jenis porous alumina digunakan sebagai implants pada tubuh manusia. Keramik berbasis feldspar dan tanah liat digunakan pada industri bahan bangunan. mesin pengering. Keramik tipe zirconias. Sebagai superkonduktor adalah senyawa berbasis tembaga oksida. Kegunaan keramik beragam disesuaikan dengan kemampuan dan daya tahannya. kompor gas. . mesin cuci. semikoncuktor. dan industri nuklir. Keramik dengan properti elektrik dan magnetik dapat digunakan sebagai insulator. Beberapa contoh penggunaan keramik industri:    Peralatan yang dibuat dari alumina dan silikon nitrida dapat digunakan sebagai pemotong. Peralatan rumah tangga yang menggunakan pelapisan enamel ini diantaranya adalah kulkas. Keramik sebagai semikonduktor adalah barium titanate (BaTiO3) dan strontium titanate (SrTiO3). Keramik sebagai insulator adalah aluminum oksida (AlO3). Keramik juga digunakan sebagai coating (pelapis) untuk mencagah korosi.3 . pembentuk dan penghancur logam.

D.dosen.go.akprind..lipi.edisi 5.ac.cgi?cetakartikel&1100398016 http://studiokeramik. Industri Proses Kimia.com http://ellyawan.kimianet.id/utama.com/2007/10/membuat-keramik. http://www. Austin.html . Jakarta : Erlangga. jilid 1.id/?p=10 http://www.blogspot. DARTAR PUSTAKA George T.ceramicindustry.

.

.

.

.

.

.

.

Lampiran 2 .

Sedangkan sejarah pembuatan keramik merupakan salah satu proses industri yang paling tua dalam sejarah manusia. bahan baku penyusun keramik . Dari sini. Metodologi yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 6 (enam) langkah: 1. Dan dalam perkembangan selanjutnya muncul istilah Green productivity yakni suatu strategi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan performansi lingkungan secara bersamaan di dalam pembangunan sosial-ekonomi secara menyeluruh (APO. seperti pengurangan sumber daya. Produktivitas diukur untuk periode bulan Januari-Desember 2005. jenis-jenis keramik serta penggunaan keramik di industria. Definisi ini mencakup penggunaan produk dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidup. Setelah permasalahan diidentifikasi maka ditentukan tujuan dan target yang akan dicapai. Satu aspek penting dalam praktek eco-efficiency adalah produktivitas sumber daya yang diekspresikan dengan “doing more with less”. Ahmad Yani 392 Bandung 1 Topik Topik penelitian ini mengandung pembahasan mengenai industri keramik. 2. tetapi juga telah dikombinasikan dengan aspek lingkungan. minimasi waste. Keramik mempunyai berbagai penggunaan. Kekuatan listrik dan sifat magnet yang tinggi sesuai di gunakan sebagai magnet dalam alat pembesar suara (loud speaker). Planning Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan. perusahaan dapat mencapai produktivitas yang lebih tinggi dan melindungi lingkungan yang akan mengarah pada terjadinya sustainable development. keramik adalah suatu bidang ilmu yang luas merangkumi bidang seperti tembikar. Permasalah yang dibahas dalam penelitian adalah “Bagaimana meningkatkan produktivitas dan sekaligus menurunkan dampak lingkungan ?”. 2001). Batasan yang digunakan dalam penelitian adalah : 1. Keseluruhan siklus hidup dari produk dan jasa tersebut harus berdasarkan pada minimasi penggunaan sumber-sumber daya alam dan bahan-bahan berbahaya yang dapat menyebabkan emisi.Jend. kaca. dapat di gunakan sebagai barangan harian perumahan maupun dalam industri. Getting started Membentuk tim GP untuk mengkoordinasikan pelaksanaan GP. 2 Latar belakang penelitian 3 Tujuan dan manfaat penelitian 4 Rumusan masalah 5 Ruang lingkup dan batasan masalah 6 Teori. Landasan Teori Pengertian produktivitas telah mengalami perkembangan. initial layout. kerak tanur. ketika GP diimplementasikan. Jl. Dan faktanya. pelincir. feroelektrik. pengurangan polusi dan produksi yang lebih baik. Beberapa jenis keramik di gunakan dalam kelistrikan oleh sebab keramik mempunyai sifat rintangan listrik yang tinggi. Tim ini melakukan walk through survey untuk mendapatkan informasi dan menentukan process flow diagram. Penelitian dilakukan di PT Mermaid Textile Industry Indonesia pada Departemen Produksi dan Utility 2. Efficiency berarti harus menggunakan kedua resources tersebut secara optimal. 7 Metodologi . Generation and Evaluation of GP Option Tahapan ini bertujuan untuk menghasilkan/menemukan metode-metode yang dapat memecahkan permasalahan. dan berbagai ragam bahan lain yang sekarang menumpuk. Tools / Metoda Ruang lingkup penelitian adalah pengukuran produktivitas pada PT Mermaid Textile Industry Indonesia dan upaya meningkatkan produktivitas perusahaan dan kinerja lingkungan dengan implementasi GP. tim GP mengidentifikasi permasalahan serta penyebabnya dengan menggunakan tool antara lain diagram sebab akibat dan brainstorming. perusahaan akan mengalami perbaikan produktivitas melalui penurunan pengeluaran pada perlindungan lingkungan. porselin. Disamping itu juga berkembang topik sustainable development yang didefinisikan sebagai pembangunan yang dapat menjawab kebutuhan dari generasi masa kini tanpa mengorbankan kemampuan dari generasi berikutnya untuk memenuhi kebutuhannya (APO. Penelitian dilakukan sampai dengan tahap rencana implementasi 3. Akhir-akhir ini dikembangkan pula proses baru untuk pembuatan bata dari limbah penambangan. refraktori. superkonduktor dan berbagai bahan tak organik lainnya. produktivitas tidak lagi hanya didefinisikan sebagai perbandingan (rasio) antara output per input. Hal ini didorong oleh berkembangnya istilah eco-efficiency. 3.Contoh Telaah Makalah Telaah Makalah Judul: Teknologi Dasar pembuatan Keramik Maju Penulis: Suhanda dan Soesilawati Sumber: Penelitian Balai Besar Keramik. lempung struktur. sifat-sifat keramik. Eco dapat diartikan sebagai ecological resources dan economic resources. material balance dan mencari tahu operasi-operasi yang menghasilkan waste termasuk estimasi atau perkiraan mengenai waste yang dihasilkan dari tiap-tiap proses berbeda. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses pembuatan keramik dan struktur bahkan kegunaan-kegunaan keramik. 2001). yang terdiri dari dua kata yaitu eco dan efficiency (DeSimone & Popoff. 1997). semen. bahan bermagnet bukan logam.

Untuk menjamin pelaksanaan itu. Dengan sistem . 6. kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama pelaksanaan dan identifikasi untuk perbaikan selanjutnya. Jika perencanaan tersebut telah dilaksanakan dengan baik. gangguan syaraf dan kanker. kejang. kanker.8 Pengumpulan Data 9 Pengolahan Data 11 Analisis Dari alternatif-alternatif yang ditemukan kemudian dievaluasi untuk dipilih dengan menggunakan metodemetode pemilihan. sesak napas. proses produksi (mencakup aliran bahan dan material balance). personil dan batasan waktu pelaksanaan. biaya tenaga kerja.63 yang menunjukkan bahwa kedua zat kimia dalam limbah cair tersebut memiliki tingkat bahaya yang tinggi bagi manusia dan lingkungan. serta biaya variabel yang meliputi penggunaan energi dan air. Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil pengumpulan data dan informasi ditemukan permasalahan pada bagian finishing. 4. data input-output produksi selama tahun 2005 Pengolahan data dilakukan dalam beberapa tahapan: 1. Estimasi Indeks EPI Indeks EPI untuk alternatif yang telah dipilih dihitung berdasarkan besarnya penurunan kandungan bahan pencemar dalam air. maka perlu dilakukan pelatihan untuk membangun pemahaman mengenai peran masing-masing personil dalam mengimplementasikan GP. Input yang digunakan meliputi input material utama dan pendukung. aerasi. Analisis indeks EPI Bobot tertinggi untuk kadar zat kimia dalam limbah cair adalah Phenol dan Chrom. 6. Perhitungan Produktivitas Data input-output produksi periode Januari-Desember tahun 2005 digunakan untuk menghitung indeks produktivitas perusahaan selama tahun 2005. Memilih Alternatif Solusi Pemilihan solusi terbaik dilakukan dengan menerapkan tekno-ekonomi. serta operasi-operasi yang menghasilkan waste termasuk estimasi atau perkiraan mengenai waste yang dihasilkan dari tiap-tiap proses) 2. 3. 1.05 yang artinya bahwa kandungan zat-zat kimia tersebut dalam limbah cair telah memenuhi standar maksimum yang telah ditentukan dan dapat dinyatakan aman bagi lingkungan. yaitu sebesar 22. Analisis yang dilakukan terdiri dari analisis indeks EPI dan analisis alternatif solusi. Review : dilakukan untuk menentukan efektifitas pelaksanaan metodologi GP. Alternatif solusi dipilih berdasarkan nilai deret seragam yang terbesar diantara kedua alternatif . dan hilangnya kesadaran. Monitoring and Review Monitoring : Kinerja dari pelaksanaan solusi dimonitor agar dapat dibandingkan dengan target dan tujuan yang telah ditetapkan. Pengolahan limbah yang dilakukan oleh PT. Penurunan kadar/kandungan bahan pencemar dalam air ini akan memberikan peningkatan indeks EPI. Indeks EPI bernilai positif. 7. Phenol dapat menyebabkan kerusakan pada penglihatan. yang meliputi manfaat dan penghematan yang diperoleh. Implementation of GP Option Menyusun rencana implementasi yang melibatkan detil pelaksaan kegiatan. 2. yakni yang memiliki nilai penghematan yang besar dan pengeluaran yang kecil. Sustaining GP Membentuk sistem terstruktur untuk menjamin perbaikan produktivitas dan kinerja lingkungan secara terusmenerus dalam GP. maka tim GP melaksanakan solusi terpilih secara simultan. serta pelaksana yang bertanggungjawab. proses pengolahan limbah cair perusahaan. sedimentasi. Pembobotan diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada 12 responden. Dan beberapa penyebab masalah tersebut ditunjukkan pada diagram sebab-akibat. 3. 4. yaitu kurangnya daya serap zat warna pada kain yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas kain dan tingginya kandungan zat pewarna pada air buangan proses. dimana kadar sulfida yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi. Penyusunan Rencana Implementasi Rencana implementasi disusun berdasarkan hasil pemecahan masalah (solusi). fisika dan biologi. BOD dan COD yang cukup tinggi. 5. Mertex dilakukan dengan mengkombinasikan pengolahan secara kimia. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi studi lapangan (walk through survey) untuk mendapatkan informasi tentang: 1. kemudian senyawa-senyawa organik yang ada diuraikan menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan mikroorganisme. menyebabkan koma. Penyusunan Alternatif Solusi Dari permasalahan yang sudah diketahui kemudian dikembangkan alternatif solusi yang mungkin untuk memecahkan persoalan tersebut. Proses produksi tekstil menghasilkan limbah yang mengandung zat warna dengan pH. Perhitungan Indeks EPI Indeks EPI diperoleh dengan mengalikan bobot dari masing-masing kriteria limbah dengan penyimpangan yang terjadi antara standar Bapedal dengan hasil analisa limbah perusahaan. yang merupakan para karyawan bagian utilitas yang memiliki kompetensi di bidang kimia lingkungan. Sedangkan chrom dapat menyebabkan kanker dan penyakit paru-paru. Rencana implementasi solusi ini diuraikan atas tujuan dan target yang ingin dicapai serta usaha/tindakan yang dilakukan untuk mencapai target. yaitu 4. yaitu dengan koagulasi. Indeks EPI diperoleh dengan mengalikan bobot dari masing-masing kriteria limbah dengan penyimpangan yang terjadi antara standar Bapedal dengan hasil analisa limbah perusahaan. Sulfida juga memiliki bobot yang tinggi. 5.

Tingkat kinerja lingkungan PT.pengolahan limbah tersebut. Implementasi Green Productivity (GP) terbukti dapat meningkatkan produktivitas melalui perbaikan proses. sehingga dapat dikatakan aman bagi lingkungan. Tingkat produktivitas perusahaan periode Januari-Desember 2005 cukup stabil berada pada angka 160%176% yang artinya kinerja perusahaan cukup baik dengan indikasi bahwa permintaan terhadap produk kain PT. 5. Penambahan bahan kimia ini akan meningkatkan penyerapan proses hingga 8%. yaitu penambahan bahan kimia perekat (sanmorl) ke dalam proses pewarnaan. Mertex dapat menurunkan kadar bahan pencemar yang terkandung dalam limbah. Mertex juga stabil.5% dan perbaikan indeks EPI sebesar 0. Mertex dapat dikatakan cukup baik. 12 Kesimpulan Dari penelitian disimpulkan: 1. Mertex telah memenuhi baku mutu limbah yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 4. Tingginya indeks EPI ini berarti bahwa kandungan zat-zat kimia dalam limbah PT. Permasalahan ini antara lain disebabkan oleh kurangnya penyerapan zat warna ke kain yang salah satunya diakibatkan oleh proses pemutihan (bleaching) yang kurang sempurna. yaitu pewarnaan yang tidak merata pada kain. 3. . 2. maka kandungan zat kimia dalam limbah dapat diturunkan sehingga lebih ramah lingkungan.68. 6. sehingga memenuhi syarat untuk dapat dibuang (memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan). Permasalahan terjadi pada bagian finishing. Dengan perbaikan kualitas proses. dibuktikan dengan nilai EPI 22.05. Solusi yang terpilih adalah alternatif 2. maka PT. Jika solusi tersebut diterapkan. diperkirakan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatkan produktivitas sebesar 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful