Malaria DEFINISI Malaria adalah suatu infeksi sel darah merah oleh Plasmodium.

Malaria disebarkan melalui: Anopheles

Setelah digunakan obat-obatan dan insektisida, malaria jarang ditemukan di AS dan negara berkembang lainnya, tetapi infeksi ini masih sering terjadi di negara-negara tropis. Pendatang dari daerah tropis atau pelancong yang baru kembali dari daerah tropis kadang membawa infeksi ini ke suatu negara atau ke negara asalnya dan kemungkinan menyebabkan wabah yang ringan. PENYEBAB Terdapat 4 spesies parasit malaria: Plasmodium vivax Plasmodium ovale Plasmodium falciparum Plasmodium malariae, yang kesemuanya bisa menginfeksi manusia dan menyebabkan malaria. P. falciparum merupakan penyebab infeksi terbanyak dan paling berbahaya. . Siklus hidup parasit malaria berawal ketika seekor nyamuk betina menggigit penderita malaria. Nyamuk mengisap darah yang mengandung parasit malaria, yang selanjutnya akan berpindah ke dalam kelenjar liur nyamuk. Jika nyamuk ini kembali menggigit manusia, maka parasit akan ditularkan melalui air liurnya. Di dalam tubuh manusia, parasit masuk ke dalam hati dan berkembangbiak disana. Pematangan parasit berlangsung selama 2-4 minggu, setelah itu mereka akan meninggalkan hati dan menyusup ke dalam sel darah merah. Parasit berkembangbiak di dalam sel darah merah dan pada akhirnya menyebabkan sel yang terinfeksi ini pecah. Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale mungkin akan tetap berada di dalam sel-sel hati dan secara periodik akan melepaskan parasit yang matang ke dalam aliran darah, sehingga menyebabkan serangan dari gejala-gejala malaria. Plasmodium falciparum dan Plasmodium malariae akan keluar dari hati. Jika infeksi tidak diobati atau diobati tidak sampai tuntas, maka bentuk Plasmodium falciparum dewasa akan tetap berada di dalam darah selama berbulan-bulan dan Plasmodium malariae dewasa tetap berada di dalam darah selama bertahun-tahun, menyebabkan serangan gejala malaria yang berulang-ulang. GEJALA Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 10-35 hari setelah parasit masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk.

Gejala berikutnya dan pola penyakitnya pada keempat jenis malaria ini berbeda: Pada malaria falciparum bisa terjadi kelainan fungsi otak. penderita merasakan sehat sampai terjadi menggigil berikutnya. akan terbentuk pola yang khas dari serangan yang hilang timbul. Jika sejumlah kecil parasit menetap di dalam darah. jumlah sel darah putih total biasanya normal tetapi jumlah limfosit dan monosit meningkat. Malaria falciparum.Gejala awalnya seringkali berupa demam ringan yang hilang-timbul. Demam berlangsung selama 1-8 jam. Malaria Vivax & Ovale. Gejala tersebut sifatnya lebih ringan dan serangannya berlangsung lebih pendek dari serangan pertama. yaitu suatu komplikasi yang disebut malaria serebral. Suatu serangan bisa dimulai secara samar-samar dengan menggigil. delirium (mengigau) dan linglung. Hemoglobin ini dibuang melalui air kemih dan merubah warna air kemih menjadi gelap. mengigau bisa terjadi jika demamnya tinggi. Setelah demam reda. lelah disertai serangan menggigil dan demam. Malaria serebral bisa berakibat fatal. Paling sering terjadi pada bayi. Blackwater fever hampir selalu terjadi pada penerita malaria falciparum menahun. merasa tidak enak badan. sakit otot dan menggigil. Kadang gejalanya diawali dengan menggigil yang diikuti oleh demam. diiukuti berkeringat dan demam yang hilang-timbul. Suatu serangan bisa diawali dengan menggigil. sakit kepala. Gejalanya adalah apati. Suhu tubuh naik secara bertahap kemudian tiba- . Gejalanya adalah demam minimal 40?Celsius. terutama yang mendapatkan pengobatan kuinin. Blackwater fever adalah suatu komplikasi malaria yang jarang terjadi. Gejala ini berlangsung selama 2-3 hari dan sering diduga sebagai gejala flu. wanita hamil dan pelancong yang baru datang dari daerah malaria. Kadar gula darah bahkan bisa turun lebih rendah pada penderita yang diobati dengan kuinin. Sel yang pecah melepaskan pigmen merah (hemoglobin) ke dalam aliran darah. sakit kepala yang timbul secara periodik. serangan berikutnya cenderung terjadi setiap 48 jam. Demam ini timbul akibat pecahnya sejumlah sel darah merah. kadang malari bersifat menetap. Kadar gula darah rendah dan hal ini lebih berat pada penderita yang di dalam darahnya mengandung lebih banyak parasit. bersamaan dengan perasaan tidak enak badan (malaise). sedangkan gejala otak lainnya tidak ada. Dalam 1 minggu. nafsu makan berkurang. Gejala & pola malaria 1. Pada malaria vivax. Suatu periode sakita kepala atau rasa tidak enak badan akan diikuti oleh menggigil. Pada semua jenis malaria. sakit kepala hebat. Jika tidak diobati. mengantuk. Pda malaria vivax. biasanya akan timbul jaundice ringan (sakit kuning) serta pembesaran hati dan limpa. 2.

dilanjutkan selama tinggal di daerah malaria dan 1 bulan setelah meninggalkan daerah malaria. Diantara serangan (dengan selang waktu 36-72 jam). Malaria malariae.tiba turun. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Suatu serangan seringkali dimulai secara samar-samar. Serangannya menyerupai malaria vivax dengan selang waktu antara dua serangan adalah 72 jam. komplikasi dan prognosis dari malaria ditentukan oleh jenis parasit penyebabnya. penderita telah mengunjungi daerah malaria dan pada pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran limpa. Untuk suatu serangan malaria falciparum akut dengan parasit yang resisten terhadap klorokuin. Serangan bisa berlangsung selama 20-36 jam. Obat yang paling sering digunakan adalah klorokuin. dimana terjadi serangan demam dan menggigil secara periodik tanpa penyebab yang jelas. Pada malaria lainnya jarang terjadi resistensi terhadap klorokuin. karena itu biasanya diberikan klorokuin dan primakuin. . bisa diberikan kuinin atau kuinidin secara intravena. Pengobatan. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan darah guna menemukan parasit penyebabnya. Dugaan malaria semakin kuat jika dalam waktu 1 tahun sebelumnya. PENGOBATAN Pengobatan malaria tergantung kepada jenis parasit dan resistensi parasit terhadap klorokuin. Tetapi banyak daerah yang memiliki spesies Plasmodium falciparum yang sudah resisten terhadap obat ini. 3. PENCEGAHAN Orang-orang yang tinggal di daerah malaria atau yang mengadakan perjalanan ke daerah malaria bisa melakukan hal-hal berikut: buh sehingga mengurangi daerah tubuh yang digigit nyamuk. Mungkin perlu dilakukan beberapa kali pemeriksaan karena kadar parasit di dalam darah bervariasi dari waktu ke waktu. Obat-obatan bisa diminum untuk mencegah malaria selama melakukan perjalanan ke daerah malaria. Obat ini mulai diminum 1 minggu sebelum perjalanan dilakukan. Penderita tampak lebih sakit dibandingkan dengan malaria vivax dan sakit kepalanya hebat. penderita biasanya merasa tidak enak badan dan mengalami demam ringan.

Bila malaria klinis atau tidak ada hasil pemeriksaan parasitologi tetap menggunakan obat nonACT. Untuk amodiaquin (200 mg/tablet) yaitu 3 tablet hari I dan II dan 1 ½ tablet hari III Pada pasien ini diberikan artesumoon 1x 8 tablet selama 3 hari. Pada malaria vivax bisa terjadi malaria serebral walaupun jarang (pada P. Pada plasmodium vivax dosisnya 15 mg/ hari selama 14 hari itu untuk membunuh gamet dan hipnozoit ( anti relaps). kelainan hati . Pada pasien ini selain artesuamoon juga diberikan obat malaria non-ACT yaitu primakuin selama 15 hari. Pada semua definisi masih dinyatakan bahwa malaria berat. Golongan artemisinin (ART) telah dipilih sebagai obat utama karena efektif dalam mengatasi plasmodium yang resisten dengan pengobatan. Selain itu artemisini juga bekerja membunuh plasmodium dalam semua stadium termasuk gametosit. Karenanya WHO memberikan petunjuk penggunaan artemisinin mengkombinasikan dengan obat antimalaria yang lain. Dosis untuk orang dewas yaitu artesunate (50 mg/tablet) 200 mg pada hari I sampai III (4 tablet). Kombinasi dosis tetap lebih memudahkan pemberian pengobatan. Kombinasi obat ini dapat berupa kombinasi dosis tetap (fixed dose) atau kombinasi tidak tetap (non-fixed dose). vivax multinucleatum). Penggunaan artemisinin secara monoterapi akan mengakibatkan terjadinya rekrudensi. Artesumoon adalah kombinasi yang dikemas sebagai blister dengan aturan pakai tiap blister /hari (artesunate +amodiakuin) diminum selama 3 hari. Beberapa hal yang perlu diingat mengenai malaria: -obat yang digunakan dalam tindakan pencegahan tidak 100% efektif kan sebagai influenza fatal pada lebih dari 20% penderita. Di Indonesia saat ini yang digunakan adalah kombinasi ACT yang tidak tetap yaitu kombinasi artesunate + amodiaquin dengan nama dagang artesdiaquine atau artesumoon. vivax. Hal ini disebut ACT ( Artemisinin Base Combination Therapy). Primakuin dipakai sebagai obat pelengkap atau pengobatan radikal terhadap plasmodium falciparum atau falciparum vivax. Doksisiklin tidak boleh diberikan kepada anak-anak dibawah usia 8 tahun dan wanita hamil.1 Pada pasien juga diberikan domperidon karena pada pasien ini didapati keluhan mual dan muntah. Juga efektif terhadap semua spesies plasmodium. Komplikasi pada malaria berat dapat berupa malaria serebral. 3. Untuk pemakaian golongan artemisinin harus disertai atau dibuktikan dengan pemeriksaan parasit yang positif.Obat lainnya yang bisa digunakan adalah meflokuin dan doksisiklin. yaitu ditemukannya plasmodium falcifarum bentuk aseksual sedangkan sekarang telah dilaporkan bahwa malaria berat juga dapat disebabkan oleh P. gagal ginjal akut. Edema tungkai disebabkan oleh hipoalbuminemia mortalitas malaria vivax rendah tapi morbiditas tinggi karena seringnya terjadi relaps.KOMPLIKASI Komplikasi malaria umumnya disebabkan karena plasmodium falciparum. PENATALAKSANAAN Secara global WHO telah menetapkan dipakainya pengobatan malaria dengan memakai obat ACT ( Artemisinin Base Combination Therapy).

penyakit malaria dapat menyebabkan gangguan pada ari/plasenta. kronis dan relaps · Toksisitas dan efek samping sedikit · Mudah cara pemberiannya · Harga murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat . serta mengurangi kerugian sosial ekonomi (akibat malaria). Tentunya. ARDS. obat yang ideal adalah yang memenuhi syarat: · Membunuh semua stadium dan jenis parasit · Menyembuhkan infeksi akut.Anemia (kekurangan darah) karena sel-sel darah merah banyak yang hancur. asidosis metabolik. edema paru. elektrik dan indoor residual sparying (IRS) serta fogging. mencegah kematian.Tidur pakai kelambu .Malam hari berada di dalam rumah . . mengurangi kesakitan. dirusak atau dimakan oleh parasit .Ikan mujair Bahaya Penyakit Malaria .Mengusahakan keadaan didalam rumah tidak ada tempat yang gelap dan lembab .Menimbun dengan tanah/pasir semua genangan di sekitar rumah . Menghindari/mengurangi gigitan nyamuk .(malaria biliosa).Membersihkan rumput dan semak-semak di tepi saluran air . hiperpireksia. trombositopeni.Mengalirkan air yang menggenang .1. Pengobatan Malaria Tujuan pengobatan malaria adalah menyembuhkan penderita.Melipat kain (baju) yang bergelantungan .Mengobati badan dengan obat anti nyamuk . hemoglobinuria malaria. anemia. Cara-cara Pencegahan Malaria 1. dan kelainan neuropsikiatri.Pada ibu hamil.Ikan kepala timah . 4. ruptur limpa.2 Pada pasien ini tidak ditemukan komplikasi-komplikasi tersebut. Membunuh jentik-jentik nyamuk dengan menyebarkan ikan pemakan jentik .Pasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi 2.Memakai obat nyamuk bakar atau elektrik .Dan lain-lain. .Pembuluh darah otak penderita dapat tersumbat sehingga menjadi gila atau meninggal. Membersihkan tempat-tempat istirahat nyamuk den memberantas sarang nyamuk . mencegah komplikasi dan relaps. semprot. hipoglikemia.Menjauhkan kandang ternak dari pemukiman penduduk 3. Membunuh nyamuk dewasa dengan menggunakan racun serangga seperti obat nyamuk bakar.

Sayangnya. beberapa jenis obat (lihat juga “Obat Malaria”) yang dikenal umum adalah: . penderita tidak minum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan (misal. penggunaan obat-obatan dengan kualitas kurang baik –bahkan obat palsu· distribusi obat tidak sesuai dengan kebutuhan atas indikasi kasus di puskesma · kualitas tenaga kesehatan. diare terutama bila perut dalam keadaan kosong . terhadap p.Obat penunjang: Vitamin B Complex.sakit kepala.menghambat sintesa enzim parasit membentuk DNA dan RDA .Obat standar: klorokuin dan primakuin .gangguan gastro-intestinal seperti mual. . Hambatan operasioanal itu adalah: · produksi obat. bila penyembuhan lambat dapat dicurigai terjadi resistensi (gagal obat). Vitamin C dan SF (Sulfas Ferrosus) .obat bersenyawa dengan DNA sehingga proses pembelahan dan pembentukan RNA terganggu Toksisitasnya: . Primakuin . dalam pengobatan didapatkan hambatan operasional dan teknis.Dosis toksis: 1500 mg basa (dewasa) .gametosit: tidak evektif terhadap gamet dewasa tetapi masih efektif terhadap gamet muda Farmokodinamikanya: . Untuk pengobatan malaria. hanya diminum satu hari saja) Sementara itu. Obat Malaria Klorokuin Kerja obat ini adalah: . pusing (vertigo) .sizon darah: sangat efektif terhadap semua jenis parasit malaria dengan menekan gejala klinis dan menyembuhkan secara klinis dan radikal.pandangan kabur . falciparum yang resisten klorokuin masih dapat mencegah kematian dan mengurangi penderitaan .Dosis lethal: 2000 mg basa (dewasa) atau 1000 mg basa pada anak-anak atau lebih besar/sama dengan 30 mg basa/kg BB Efek sampingnya: . hambatan teknisnya adalah gagal obat atau resistensi terhadap obat. obat pilihan terhadap serangan akut.Ampul: 1 ml berisi 100 ml basa klorokuin disulfat per ampul dan 2 ml berisi 200 ml basa klorokuin disulfat per ampul.Obat alternatif: Kina dan Sp (Sulfadoksin + Pirimetamin) . demam hilang dalam 24 jam dan parasitemia hilang dalam 48-72 jam.gangguan pendengaran Formulasi obat: . klorokuin untuk tiga hari.Tablet (tidak berlapis gula): Klorokuin difosfat 150 mg basa setara dengan 250 mg berntuk garam dan Klorokuin sulfat 150 mg basa setara dengan 204 mg garam.Obat malaria berat: Kina HCL 25% injeksi (1 ampul 2 cc) – obat standar dan Klorokuin injeksi (1 ampul 2 cc) sebagai obat alternatif. pemberian obat tidak sesuai dengan dosis trandar yang telah ditetapkan · kesadaran penderita. muntah.

falciparum dan terhadap spesies lain cukup efektif Farmakodinamikanya adalah terikat dengan DNA sehingga pembelahan RNA terganggu yang kemudian menghambat sintesa protein parasit. terikat dengan enzym Dihidrofolat reduktase sehingga sintesa asam folat terhambat sehingga pembelahan inti parasit terganggu .hipnosoit: dapat memberikan kesembuhan radikal pada p.vivax.sizon darah: aktif terhadap p. sakit perut terutama bila dalam keadaan kosong . 15 mg basa per tablet Kina Kerja obat ini adalah: . .Gametosit: tidak berefek terhadap semua gamet dewasa P.Gangguan gastro-intestinal seperti mual.sizon darah: sangat efektif terhadap penyembuhan secara klinis dan radikal .Gametosit: tidak efektif terhadap gametosit tetapi pirimetamin dapat mensterilkan gametosit Farmakodinamikanya: .Dosis lethal lebih besar 240 mg basa (dewasa) atau 4 mg/kg/BB/hari Efek sampingnya: .Injeksi: 1 ampul 2 cc kina HCl 25% berisi 500 mg basa (per 1 cc berisi 250 mg basa) Sulfadoksin Pirimetamin (SP) Kerja obat ini adalah: .falciparum dan p.Pada penderita defisiensi G6 PD terjadi Hemolysis Formulasi obat adalah tablet tidak berlapis gula.Kejang-kejang/gangguan kesadaran . 200 mg basa per tablet setara 220 mg bentuk garam. malariae tidak diketahui . falciparum dan kuang efektif terhadap parasit lain dan menyembuhkan secara radikal. Formulasi obat: . anoreksia. Toksisitasnya: .sizon jaringan: sangat efektif terhadap p.vivax dan p.dosis lethal: lebih besar dari 8 gr/hari (dewasa) Efek sampingnya adalah Chinchonisme Syndrom dengan keluhan: pusing. tremor dan penglihatan kabur. terhadap p.gametosit: sangat efektif terhadap semua spesies parasit . sakit kepala. gangguan pendengaran –telinga berdenging (tinuitis dll). muntah.Kerja obat ini adalah: .Gangguan sistem haemopoitik .falciparum dan p.sizon darah: sangat efektif terhadap semua p. Efeknya bisa lambat bila dipakai dosis tunggal sehingga harus dikombinasikan dengan obat lain (Pirimakuin) .vivax tetapi memerlukan dosis tinggi sehingga perlu hatihati .primetamin.Tablet (berlapis gula).ovale Farmakodinamikanya adalah menghambat proses respirasi mitochondrial parasit (sifat oksidan) sehingga lebih berefek pada parasit stadium jaringan dan hipnosoit Toksisitasnya: .Dosis toksis 60-240 mg basa (dewasa) atau 1-4 mg/kgBB/hari . mual dan muntah.dosis toksis: 2-8 gr/hari (dewasa) .

Sedangkan pada anak lebih dari 2 tahun.haemolisis.bayi kurang 1 tahun .Defisiensi G6PD Formulasi obat adalah SP: 500 mg sulfadoksin ditambah 25 mg pirimetamin Definisi Diare didefinisikan sebagai pengeluaran tinja yang lunak atau cair tiga kali atau lebih dalam satu hari. diare didefinisikan pengeluaran tinja lebih dari 200 gram/hari atau dapat dikatakan adanya berak cair empat kali atau lebih dalam satu hari 5. dosis lethal lebih besar 7 gr/hari (dewasa) . diare didefinisikan sebagai pengekuaran tinja lebih dari 10ml/kgBB/hr. Disentri didefinisikan sebagai diare yang disertai darah dalam tinja. tetapi jarang pada balita 4. Disentri amoeba adalah penyakit infeksi usus besar yang disebabkan oleh parasit usus Entamoeba histolytica 3. 3. Flexneri dan S.pirimetamin.pandangan kabur . trombositopenia pada penderita defisiensi G6PD Kontra indikasinya: . dosis lethal lebih besar 250 mg/hari (dewasa) Efek sampingnya: . Entamoeba histolytica menyebabkan disentri pada anak yang lebih besar.SP menghambat PABA ekstraseluler membentuk asam folat merupakan bahan inti sel dan sitoplasma parasit Toksisitasnya: . pusing (vertigo) . Perilaku tersebut diantaranya adalah: . Penyebab yang terpenting dan tersering adalah Shigella. dosis toksis 4-7gr/hari (dewasa). Epidemiologi Penyebaran kuman yang menyebabkan diare berkaitan erat dengan perilaku pejamu yang meningkatkan kerentanan terhadap diare.sulfadoksin. Dysenteriae tipe 1. Pada anak kurang dari dua tahun. 2. Apabila kondisi mengijinkan dapat berubah menjadi patogen (membentuk koloni di dinding usus. Etiologi Entamoeba histolytica merupakan protozoa usus. dosis toksis 100-250 mg/hari (dewasa). atau lebih praktis mendefinisikan diare sebagai meningkatnya frekuensi tinja atau konsistensinya menjadi lebih lunak sehingga dianggap abnormal oleh ibunya 4. Diare secara umum dihubungkan dengan peningkatan volume dan perubahan kosistensi tinja. khususnya S.gangguan gastro-intestinal seperti mual.sakit kepala.idiosinkresi . muntah .. sering hidup sebagai komensal (apatogen) di usus besar manusia. anemia aplastik. menembus dinding usus menimbulkan ulserasi) dan menyebabkan disentri amoeba 3.

Laju infeksi yang tinggi didapat di tempat-tempat penampungan anak cacat atau pengungsi dan di negara sedang berkembang dengan sanitasi lingkungan hidup yang jelek. Insiden tertinggi disentri amoeba ditemukan pada anak-anak usia 1-5 tahun 2. d. Tidak memberikan ASI sampai umur 2 tahun. dan kontak langsung. vektor lalat dan kecoa. 4. Di Indonesia diperkirakan insidennya cukup tinggi. Sedangkan faktor host (pejamu) yang menyebabkan diare antara lain adalah: a. Penularan dapat terjadi lewat beberapa cara. Menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar. Menggunakan air minum yang tercemar oleh tinja. . Menggunakan botol susu. b. maupun tidak langusng melalui air minum atau makanan yang tercemar. c. e. Imunodefisiensi/imunosupresi 4. Penggunaan botol ini memudahkan pencemaran oleh kuman yang berasal dari tinja dan sukar dibersihkan. Sebagai sumber penularan adalah tinja yang mengandung kista amoeba.a. sesudah membuang tinja atau sebelum memasak makanan 4. Kurang gizi. Disentri amoeba ditularkan lewat feko-oral. Epidemi sering terjadi lewat air minum yang tercemar 3. Diare osmotik: Substansi hipertonik nonabsorbsi à peningkatan tekanan osmotik intralumen usus à cairan masuk ke dalam lumen à diare. baik secara langsung melalui tangan. Penyakit ini cenderung endemik. Campak. Hal ini akibat penurunan kekebalan pada penderita. tidak memberikan ASI secara penuh untuk 4-6 bulan pertama kehidupan. b. Patogenesis Terjadinya diare bisa disebabkan oleh salah satu mekanisme di bawah ini 4: a. Di negara beriklim tropis banyak didapatkan strain patogen dibanding di negara maju yang beriklim sedang. ASI mengandung antibodi yang melindungi kita terhadap kuman penyebab panyakit diare seperti Shigella dan Vibrio cholera. Sewaktu susu dimasukkan ke dalam botol yang tidak bersih akan terjadi kontaminasi kuman dan bila tidak segera diminum kuman akan tumbuh. Kemungkinan faktor diet rendah protein disamping perbedaan strain amoeba memegang peranan. misalnya : pencemaran air minum. pupuk kotoran manusia. d. jarang menimbulkan epidemi. seksual kontak oral-anal pada homoseksual. c.

6 11) Diare pada infeksi: . 5) Gangguan motilitas dan waktu transit usus: 6) Hipermotilitas usus à tidak sempat di absorbsi à diare. 7) Gangguan permeabilitas usus: 8) Terjadi kelainan morfologi usus pada membran epitel spesifik à gangguan permeabilitas usus. Diare sekretorik: Peningkatan sekresi cairan elektrolit dari usus secara aktif dan penurunan absorbsi à diare dengan volume tinja sangat banyak. 9) Diare inflamatorik: 10) Kerusakan sel mukosa usus à eksudasi cairan. 3) Defek sistem pertukaran anion/transport elektrolit aktif di enterosit: 4) Terjadi penghentian mekanisme transport ion aktif pada Na K ATP-ase di enterosit dan gangguan absorbsi Na dan air. 3) pasien dengan defek absorbtif. elektrolit dan mukus yang berlebihan à diare dengan darah dalam tinja. b. .Virus . 1) Malasorbsi asam empedu dan asam lemak: 2) Pada diare ini terjadi pembentukan micelle empedu.Diare osmotik terjadi karena: 1) pasien memakan substansi non absorbsi antara lain laksan magnesium sulfat atau antasida mengandung magnesium. misalnya defisiensi disakaride atau malasorbsi glukosagalaktosa. 2) pasien mengalami malabsorbsi generalisata sehingga cairan tinggi konsentrasi seperti glukosa tetap berada di lumen usus.Bakteri § Penempelan di mukosa.

dan fagositosis. fontanela anterior cekung. yaitu kontak sel dan pemajanan toksin. Nyeri tersebut berhubungan dengan organisme tertentu. membran mukosa (mulut) kering. e. d.. 6. Gejala klinis a. nyeri perut atau tenesmus: sifat nyerinya tidak meningkat pada penekanan. colon transversum dan kolon sigmoid 2. Penelitian baru-baru ini telah menunjukkan bahwa kematian tergantung kontak oleh trofozoid yang meliputi perlekatan. capilary refill time memanjang b. Juga telah dirumuskan bahwa amoeba dapat mengeluarkan protein pembentuk pori yang membentuk saluran pada membran sel sasaran hospes. . mata cekung. Reseptor lektin spesifik-galaktosa diduga bertanggung jawab dalam menjembatani perlekatan pada mukosa kolon. Lesi ini biasanya ditemukan pada coecum. Organisme memperbanyak diri dan menyebar di bawah usus untuk menimbulkan ulkus yang khas. eritema pada daerah pery anal: . gagal tumbuh dan malnutrisi: ditandai dengan penurunan massa otot dan lemak serta udem perifer sebagai manifestasi adanya malabsorbsi karbohidrat. c. vitamin dan mineral.Protozoa § Penempelan mukosa (Giardia lamblia dan Cryptosporidium) Menempel pada epitel usus halus dan menyebabkan pemendekan vili yang kemungkinan menyebabkan diare § Invasi mukosa (Entamoeba histolytica). penurunan turgor kulit. Bila trofozoid E histolytica menginvasi usus. § Invasi mukosa.4 Patogenesis E. yang terjadi oleh karena peningkatan aktivitas usus. sitolisis ekstraseluler. histolytica diyakini tergantung pada 2 mekanisme.§ Toxin yang menyebabkan sekresi. borborygmi: yaitu peningkatan aktivitas peristaltik yang bisa didengar ataupun diraba. dehidrasi: ditandai adanya letargi. akan menyebabkan tukak dengan sedikit respon radang lokal. penurunan kesadaran.

Pemeriksaan volume tinja 24 jam: volume lebih dari 500ml/hari jarang ditemukan pada sindrom usus iritabel. Proktosigmoidoskopi: pemeriksaan ini berguna untuk mendiagnosis adanya inflamasi mukosa atau keganasan. Pemeriksaan intubasi duodenum untuk mengetahui jenis jasad renik atau parasit secara kualitatif dan kuantitatif. b. Pemeriksaan laboratorium a. 3 7. kalsium dan fosfor dalam serum (terutama pada penderita diare yang disertai kejang). c. perut kembung h.5 f.6 8. Perforasi usus 3). tinja bercampur darah dan mengandung cukup banyak lendir 2. Ameboma . kalium. Komplikasi Komplikasi disentri amoeba ada 2 yaitu 3 a. Komplikasi intestinal 1). terutama dilakukan dilakukan pada penderita diare kronik. Pemeriksaan tinja makroskopis dan mikroskopis. pemeriksaan kadar ureum kreatinin untuk mengetahui faal ginjal. f. demam ringan g. 8 e. d. g. Selain itu malasorbsi asam empedu sekunder juga dapat menyebabkan dermatitis daerah perianal dengan gambaran seperti terbakar. Pemeriksaan kadar lemak tinja kuantitatif: tinja dikumpulkan (biasanya 72 jam) harus diperiksa kadar lemak tinja jika dicurigai malasorbsi lemak. Diagnosis pasti dapat ditegakkan bila ditemukan trofozoid motil yang mengandung eritrosit dari sampel tinja segar yang diperiksa 30 menit sejak keluar 2.berak yang sering akan menyebabkan lecet pada daerah peri anal terutama terjadi pada anakanak. Pemeriksaan elektrolit terutama kadar natrium. Perdarahan usus 2). Bisa juga adanya malasorbsi karbohidrat sekunder akan menghasilkan tinja yang bersifat asam yang akan mengiritasi daerah perianal.

Kejang. Amebiasis pleuro pulmonal 3). Renjatan hipovolemik c. karena selain diare dan muntah. Dehidrasi b. Manajemen terapi a. Memperbaiki status rehidrasi c. Malnutrisi energi protein. Amebiasis hati 2). Komplikasi ekstra intestinal 1). Amebiasis kulit Sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak. Membunuh kuman penyebab B. f.4). Intoleransi laktosa sekunder. bradikardi. Mencegah terjadinya relaps d. Tujuan terapi : a. Penatalaksanaan1 A. sebagai akibat defisiensi enzim laktase karena kerusakan vili mukosa usus halus. Hipokalemi (dengan gejala meteorismus. dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti: a. g. Memperbaiki keadaan umum b.8 9. Penyempitan usus atau striktura b. penderita juga mengalami kelaparan. Hipoglikemi e. Abses otak dam limfa 4). Nonmedikamentosa 1). hipotoni otot. terutama pada dehidrasi hipertonik. perubahan pada elektrokardiogram). Diet TK/TP . d. lemah.

4) Penggunaan air bersih untuk minum 5) Mencuci tangan ( sesudah buang air besar dan membuang tinja bayi. . Penderita disarankan untuk makan makanan dalam bentuk yang relatif lembek (dengan tujuan mengurangi kerja usus) 9. vitamin dan mineral 4. Upaya pemutusan penyebaran kuman penyebab harus difokuskan pada cara penyebaran ini. makanan dan tangan yang tercemar. 10. Antipiretik Antipiretik berfungsi untuk menghambat produksi prostaglandin yang memacu peningkatan suhu lewat hipotalamus sehingga dapat menurunkan demam 10. Antibiotik Yang efektif untuk disentri amoeba adalah metronidazole dengan dosis 35-50/kg BB/hari diberikan 3 kali sehari selama 5 hari. Pencegahan4 a. 3. sebelum menyiapkan makanan atau makan) 6) Membuang tinja termasuk tinja bayi secara benar. Terapi dehidrasi 7 (2). Upaya yang terbukti efektif adalah: 1) pemberian ASI saja pad bayi umur 4-6 bulan 2) menghindarkan penggunaan susu botol 3) memperbaiki cara penyiapan dan penyimpanan makanan pendamping ASI (untuk mengurangi perkembangbiakan bakteri). b. Pemberian makanan yang cukup pada anak 2. Metronidazole sebagai antibiotik berfungsi untuk memusnahkan parasit 10. Upaya mencegah penyebaran kuman patogen Berbagai kuman penyebab diare disebarkan melalui jalan orofekal seperti air. Medikamentosa 1).Biasanya pada penderita disentri mengalami malnutrisi yang biasanya disebabkan adanya malabsorbsi karbohidrat.

.b. Cara memperkuat daya tahan tubuh pejamu. 1) melaksanakan pemberian ASI paling tidak sampai 2 tahun pertama kehidupan 2) memperbaiki status gizi (dengan memperbaiki nilai gizi makanan pendamping ASI dn memberikan anak lebih banyak makanan) 3) imunisasi campak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful