P. 1
isu legal

isu legal

|Views: 643|Likes:
Published by Farifah Mulyanti

More info:

Published by: Farifah Mulyanti on Dec 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

ISU LEGAL BERKAITAN DENGAN PENGATURAN PRAKTEK KEPERAWATAN DI INDONESIA 1.

PENGERTIAN ISU Isu adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dapat di perkirakan terjadi atau tidak terjadi di masa mendatang, yang menyangkut ekonomi, moneter, social, politik, hukum, pembangunan nasional, bencana alam, hari kiamat, hari kematian ataupun tentang krisis. 2. PENGERTIAN PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL Praktik keperawata adalah Tindakan mandiri perawat professional melalui kerja sama bersifat kolaboratif dengan pasien/klien dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya. 3. TIPE TINDAKAN LEGAL Terdapat dua macam tindakan legal: tindakan sipil/pribadi, dan tindakan kriminal. a. Tindakan sipil berkaitan dengan isu antara individu-individu. Contohnya: seorang pria dapat mengajukan tuntutan terhadap seseorang yang diyakininya telah menipunya. b. Tindakan kriminal berkaitan dengan perselisihan antara individu dan masyarakat secara keseluruhan. Contohnya: jika seorang pria menembak seseorang, masyarakat akan membawanya ke persidangan. 4. ISSUE LEGAL DALAM KEPERAWATAN BERKAITAN DENGAN HAK PASIEN Kesadaran masyarakat terhadap hak-hak mereka dalam pelayanan kesehatan dan tindakan yang manusiawi semakin meningkat, sehingga diharapkan adanya pemberi pelayanan kesehatan dapat memberi pelayanan yang aman, efektif dan ramah terhadap mereka. Jika harapan ini tidak terpenuhi, maka masyarakat akan menempuh jalur hukum untuk membela hak-haknya. Klien mempunyai hak legal yang diakui secara hukun untuk mendapatkan pelayanan yang aman dan kompeten. Perhatian terhadap legal dan etik yang dimunculkan oleh konsumen telah mengubah sistem pelayanan kesehatan. Kebijakan yang ada dalam institusi menetapkan prosedur yang tepat untuk mendapatkan persetujuan klien terhadap tindakan pengobatan yang dilaksanakan. Institusi telah membentuk berbagai komite etik untuk meninjau praktik profesional dan memberi pedoman bila hak-hak klien terancam. Perhatian lebih juga diberikan pada advokasi klien sehingga pemberi pelayanan kesehatan semakin bersungguh-sungguh untuk tetap memberikan informasi kepada klien dan keluarganya bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan. HAK PASIEN ANTARA LAIN : 1. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di RS dan mendapat pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur 2. Memperoleh pelayanan keperawatan dan asuhan yg bermutu 3. Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dgn keinginannya dan sesuai dgn peraturan yang berlaku di RS 4. Meminta konsultasi pada dokter lain (second opinion) terhadap penyakitnya 5. “Privacy” dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data medisnya 6. Mendapatkan informasi yg meliputi : penyakitnya, tindakan medik, alternative terapi lain, prognosa penyakit dan biaya. 7. Memberikan izin atas tindakan yang akan dilakukan perawat

Kelly. Menjaga hubungan kerja yang baik antara sesama perawat maupun dgn anggota tim kesehatan lainnya. Hak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan 12. AREA LIABILITAS POTENSIAL 1. jika sesuatu tidak didokumentasikan. SIPP 2. Hak menyusun standar praktik dan pendidikan keperawatan. Memakai standar profesi dan kode etik perawat Indonesia dalam melaksanakan praktik 9. 5. SIK. Pelanggaran tugas yang dilakukan oleh perawat. Hak didampingi keluarga dalam keadaan kritis 10.8. Wajib memiliki : SIP. 6. Hak didampingi perawat/keluarga pada saat diperiksa dokter 14. Meningkatkan pengetahuan berdasarkan IPTEK 10. Hak bekerja di lingkungan yang baik 5. Menyimpan rahasia pasien sesuai dgn peraturan perundang-undangan 5. 1987) KEWAJIBAN PERAWAT : 1. Menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri 9. Hak terhadap pengembangan profesional. Cedera yang terjadi pada klien d. Malpraktik Malpraktik mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang terlibat dalam profesi atau pekerjaan yang sangat membutuhkan keterampilan teknis atau profesional. berarti pihak yang bertanggungjawab tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. HAK-HAK PERAWAT 1. Mencatat semua tindakan keperawatan secara akurat sesuai peraturan dan SOP yg berlaku 8. Merujuk kasus yang tidak dpt ditangani 4. Menurut hukum. Hubungan kausal antara pelanggaran tugas dan cedera yang disebabkan oleh pelanggaran tersebut. Mentaati semua peraturan perundang-undangan 13. Menghormati hak pasien 3. Hak menerima atau menolak bimbingan moral maupun spiritual 13. Hak pasien dalam penelitian (Marchette. 2. Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur oleh hukum. Unsur bukti malpraktik keperawatan adalah : a. Jika perawat tidak melaksanaknnya atau . Wajib memberikan informasi kepada pasien sesuai dengan kewenangan 6. Melakukan pertolongan darurat yang mengancam jiwa sesuai dg kewenangan 11. 3. Dokumentasi Pepatah lama menyatakan bahwa. tidak melakukan dokumetasi berarti tidak benar-benar melakukan keperawatan. 1984. c. Melaksanakan program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat 12. Hak mendapat upah yang layak. Hak perlindungan wanita. 4. 2. Meminta persetujuan setiap tindakan yg akan dilakukan perawat sesuai dgn kondisi pasien baik scr tertulis maupun lisan 7. Hak menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya 11. Tugas perawat terhadap klien untuk memberikan perawatan dan mengikuti standar yang dapat diterima b.

Mengambil barang yang tidak berharga sekalipun dapat dianggap sebagai pencurian. Dilakukan pada periode waktu yang sama-perawata didokumentasikan pada waktu perawatan diberikan.” Perawat bertanggung gugat terhadap perawatan yang diberikan kepada kliennya meskipun perawatan tersebut telah didelegasikan kebawahan. perawat harus mendelegasikan dengan tepat dan melakukan supervisi secara teratur (Barter & Furmidger.menyelesaikan suatu aktivitas atau mendokumentasikannya secara tidak benar. termasuk resiko terapi dan fakta yang berkaitan dengan terapi tersebut. Definisi ini ditegaskan kembali pada tahun 1995. False imprisonment . c. telah diberikan oleh dokter. Kelalaian Seorang perawat bersalah karena kelalaian jika mencederai pasien dengan cara tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan ataupun tidak melakukan tugas dengan hati-hati sehingga mengakibatkan pasien jatuh dan cedera. Tepat. 6. dia dapat dituntut melakukan kelalaian atau malpraktik. MASALAH LEGAL DALAM KEPERAWATAN Hukum dikeluarkan oleh badan pemerintah dan harus dipatuhi oleh warga negara. Akurat. 4. Fitnah Jika anda membuat pernyataan palsu tentang seseorang dan merugikan orang tersebut. dan whitehead (2001) menyatakan bahwa dokumentasi dapat dipercaya apabila memenuhi hal-hal sebagai berikut: a. 3. Beberapa situasi yang perlu dihindari seorang perawat : a. b. Pencurian Mengambil sesuatu yang bukan milik anda membuat anda bersalah karena mencuri. dokumentasi mencakup laporan yang jujur mengenai apa yang sebenarnya dilakukan atau apa yang sebenarnya diamati. persetujuan tindakan dalah pertukaran antara klien dan dokter.oleh karena itu. Persetujuan Tindakan (informed consent) Persetujuan tindakan adalah kesepakatan yang dibuat seorang klien untuk menerima rangkaian terapi atau prosedur setelah informasi yang lengka. d. d. Jika anda tertangkap. 10) menyatakan. Pada tahun 1990. laporan yang akurat ditulis mengenai apa yang dilakukan oleh perawat dan bagaimana klien berespons. national council of state boards of nursing (NCSBN) mendefinisikan pendelegasian sebagai “pemindahan wewenang ke individu yang kompeten untuk melaksanakan suatu tugas keperawatan tertentu dalam situasi tertentu. c. untuk mendelegasikan tugas secara aman. anda bersalah karena melakukan fitnah. yaitu harus memberika laporan yang akurat mengenai perawatan yang diterima klien. b. anda akan dihukum.”perawat melatih penilaian berbasis informasi dan menggunakan kompetensi dan kualifikasi individu sebagai kriteria dalam mendapatkan konsultasi. menerima tanggung jawab. 5. weiss. Dokumentasi keperawatan harus dapat dipercaya secara legal. Pendelegasian American nurses association code for nurses (1995. apa saja yang dianggap nyaman oleh sesorang untuk dibahas dilingkungan umum didokumentasikan. Setiap orang yang tidak mematuhi hukun akan terikat secara hukum untuk menanggung denda atau hukuman penjara. Jujur. dan mendelegasikan aktivitas keperawatan kepada orang lain. Hal ini benar jika anda menyatakan secara verbal atau tertulis. Tappes. 1994).

g. Penyerangan dan pemukulan Penyerangan artinya dengan sengaja berusahan untuk menyentuh tubuh orang lain atau bahkan mengancam untuk melakukannya. Hingga tahun 2005 mencapai 100 ribu orang. baik di AS. 7. Dalam perkembangannya keperawatan mengalami pasang surut sekaligus babak baru bagi kehidupan profesi keperawatan di Indonesia.2006). Fakta lain di lapangan.Menahan tindakan seseorang tanpa otorisasi yang tepat merupakan pelanggaran hukum atau false imprisonment. data WHO 2005 menunjukkan bahwa dunia justru kekurangan 2 juta perawat. Pemukulan berarti secara nyata menyentuh orang lain tanpa ijin. apalagi bila ingin disandingkan dengan Amerika dan Eropa. siang hingga malam di rumah sakit swasta. Gambaran Keperawatan di Indonesia Kondisi keperawatan di Indonesia memang cukup tertinggal dibandingkan negaranegara ASEAN seperti Piliphina. tetapi hal ini terjadi. Tetapi hampir semua penganiayaan berawal dari perasaan frustasi dan kelelahan dan sebagai seorang perawat perlu menjaga keamanan dan keselamatan pasiennya. dan Malaysia. f. Australia dan Timur Tengah. saat ini banyak tenaga perawat yang bekerja di rumah sakit dan puskesmas dengan status magang (tidak menerima honor seperserpun) bahkan ada rumah sakit yang . Penyokong dan restrein harus digunakan sesuai dengan perintah dokter. pekerjaan selangit inilah paradoks yang ada. Jumlah perawat yang menganggur di Indonesia ternyata cukup mencengangkan. ketidakmampuan rumah sakit swasta mempekerjakan perawat dalam jumlah memadai. Penganiayaan Menganiaya pasien melanggar prinsip-prinsip etik dan membuat anda terikat secara hukum untuk menanggung tuntutan hukum. juga diikuti dengan perubahan pemahaman terhadap konsep sehat-sakit. Pelanggaran terhadap kerahasiaan adalah pelanggaran privasi dan itu adalah tindakan yang melawan hukum. Dalam kondisi yang demikian maka sulit untuk mengharapkan kinerja yang maksimal. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penyebaran informasi tentang determinan kesehatan yang bersifat multifaktorial . gaji rendah. Biasanya. Mungkin sulit dimengerti mengapa seseorang menganiaya ornag lain yang lemah atau rapuh. Menggunakan restrein fisik atau bahkan mengancam akan melakukannya agar pasien mau bekerja sama bisa juga termasuk dalam false imprisonment. pagi hingga siang di rumah sakit negeri. Ironisnya. Thailand. Pendidikan rendah.Setiap orang dapat dianiaya. Beberapa orang merasa puas bisa mengendalikan orang lain. KEPERAWATAN DI INDONESIA Seiring dengan era reformasi dan era globalisasi di Indonesia saat ini. Ini berarti pasien harus mengetahui dan menyetujui apa yang kita rencanakan dan kita lakukan. Rendahnya gaji menyebabkan tidak sedikit perawat yang bekerja di dua tempat. rendahnya pertumbuhan rumah sakit dan lemahnya kemampuan berbahasa asing. Eropa. Pelanggaran privasi Pasien mempunyai hak atas kerahasiaan dirinya dan urusan pribadinya. Kondisi ini mendorong pembangunan kesehatan nasional ke arah paradigma baru yaitu paradigma sehat. pemberi layanan atau keluargalah yang bertanggung jawab terhadap penganiayaan ini. Standar etik meminta perawat untuk tidak melakukan sesuatu yang membahayakan pasien. tetapi hanya orang tua dan anak-anaklah yang paling rentan. e. dalam satu shift hanya ada 2-3 perawat yang jaga sedangkan pasien ada 20-25 per bangsal jelas tidak proporsional (Yusuf. Apalagi bila dilihat dari rasio perawat dan pasien. Hal ini disebabkan kebijakan zero growth pegawai pemerintah.Perawatan yang kita berikan selalu atas ijin pasien atau informed consent.

insentif serta sistem penghargaan yang sesuai dan memadai. UU No 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Surat Keputusan Menteri Kesehatan No 1239/Menkes/SK/2001 tentang registrasi dan praktik keperawatan lebih mengukuhkan keperawatan sebagai suatu profesi di Indonesia.. Malaysia. UEA. bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang dilakukannya. Penguasaan Ilmu dan keterampilan.psiko. Oman. Jepang. Dilematis memang. kelompok. Belanda. Keperawatan. Pembenahan internal yang meliputi empat dimensi domain yaitu. Keluarnya Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Hal tersebut yang membuat Perawat kita kalah bersaing di tingkat global.5 juta (Kompas. 2006). profesi keperawatan dihadapkan pada berbagai tantangan. United Kingdom (Inggris). perawat di Indonesia juga harus mempunyai otonomi yang berarti mandiri dan bersedia menanggung resiko. Rendahnya imbalan jasa bagi perawat selama ini mempengaruhi kinerja perawat. Dalam hal ini kualitas dan kemampuan perawat Indonesia masih sangat memprihatinkan (Muhammad. 2006). pelayanan keperawatan. New Zaeland. serta perubahan-perubahan pada suprasystem dan pranata lain yang terkait (Yusuf. Sebagai gambaran. Pemicu yang paling nyata adalah karena dalam system pendidikan keperawatan kita masih menggunakan “Bahasa Indonesia”sebagai pengantar dalam proses pendidikan. Qatar. Swiss (Yusuf. Adanya Undang-undang No.sosio dan spiritual yang komperehensif.000-Rp 1 juta per bulan tergantung golongan. 8 tahun 1999 tetang Perlindungan Konsumen semakin menuntut perawat untuk melaksanakan praktik keperawatan secara profesional menjadi suatu keharusan dan kewajiban yang sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi. Hal tersebut telah membuat profesi Perawat di pandang rendah . Keperawatan kini dipandang sebagai suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang meliputi aspek bio. banyak sekali rekan-rekan Perawat yang melakukan “Praktek Pelayanan Kedokteran dan Pengobatan” yang sangat tidak relevan dengan ilmu keperawatan itu sendiri. standar asuhan dan pemahaman hak-hak pasien menjadi suatu hal yang penting bagi setiap insan pelaku praktik keperawatan di Indonesia (Yanto. Saudi Arabia. Kuwait. peningkatan kesadaran masyarakat akan hak dan kewajiban. dan praktik keperawatan. Kemampuan bersaing perawat Indonesia bila di bandingkan dengan negara-negara lain seperti Philipines dan India masih kalah . magang di rumah sakit/puskesmas tidak dapat apa-apa . Salah satu tolak ukur kualitas dari Perawat di percaturan internasional adalah kemampuan untuk bias lulus dalam Uji Kompetensi keperawatan seperti ujian NCLEX-RN dan EILTS sebagai syarat mutlak bagi seorang perawat untuk dapat bekerja di USA. gaji perawat pemerintah di Indonesia antara Rp 300. tinggal di rumah menganggur . terjadilah pergeseran paradigma keperawatan dari pelayanan yang sifatnya vokasional menjadi pelayanan yang bersifat professional. German. Belum lagi tantangan eksternal berupa tuntutan akan adanya registrasi. keluarga. Alasan klasik dari pihak rumah sakit “mereka sendiri yang datang minta magang”. 2001) Selain memiliki kemampuan intelektual. sertifikasi.meminta bayaran kepada perawat bila ingin magang. lisensi. interpersonal dan teknikal. pemahaman tetang standar praktik. kompetensi dan perubahan pola penyakit. Padahal kalau kita menyadari sebenarnya banyak sekali kesempatan dan tawaran kerja di luar negeri seperti :USA. perubahan sistem pendidikan nasional. 2005) Sejak disepakatinya keperawatan sebagai suatu profesi pada Lokakarya Nasional Keperawatan tahun 1983. Banyak perawat bergaji di bawah upah minimum regional (UMR). Australia. asuhan keperawatan. termasuk dalam melakukan dan mengatur dirinya sendiri. dan ditujukan kepada individu. 2001) Konsekuensi dari perkembangan itu harus ada jenjang karier dan pengembangan staf yang tertata baik. Sementara perawat di Filipina tak kurang dari Rp 3. Canada. Tetapi yang terjadi di lapangan sangat memilukan. imbalan jasa. atau masyarakat yang baik yang sehat maupun yang sakit dan mencakup seluruh siklus hidup manusia . Sebagai profesi yang masih dalam proses menuju “perwujudan diri”.

Pemilik dan pengelola insititusi pendidikan keperawatan yang sama sekali tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang keperawatan baik secara disiplin ilmu atau profesi dapat menjadi penyebab rendahnya mutu lulusan dari pendidikan keperawatan yang ada. Hal ini merupakan kebutuhan mendesak. kini mereka menginginkan pelayanan keperawatan mandiri sebagai upaya mencapai tujuan asuhan keperawatan Institusi pendidikan keperawatan sangat bertanggungjawab dan berperan penting dalam rangka melahirkan generasi perawat yang berkuwalitas dan berdedikasi. Para perawat menginginkan perubahan mendasar dalam kegiatan profesinya. 2005) 8. Rendahnya pengetahuan masyarakat. sehingga mampu bekerja pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Kurangnya kesadaran diri dan pengetahuan dari individu perawat itu sendiri. sehingga perlu ditunjang dengan latar belakang jenjang pendidikan tinggi dalam bidang keperawatan termasuk pendidikan spesialistik. c. karena dapat menimbulkan dampak serius. Isu hangat di berbagai pertemuan keperawatan baik regional maupun nasional adalah isu tentang jasa keperawatan. yang disebabkan kurangnya pemahaman pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan tersebut atau memang sengaja pemerintah untuk tidak melibatkan perawat. menjadi bagian dari upaya mencapai tujuan asuhan medis. Hal ini dapat di ukur dengan kalah bersaingan para Perawat Indonesia bila di bandingkan dengan negara-negara lain seperti Philipina dan India. e. Banyak hal yang menyebabkan hal ini berlangsung berlarut-larut antara lain: a. Minimnya pendapatan secara finansial dari rekan-rekan perawat secara umum d. tenaga keperawatan dapat memberikan kontribusi yan maksimal dalam penyukseskan program desa siaga. terutama di daerah yang masih menganggap bahwa Perawat juga tidak berbeda dengan “DOKTER”atau petugas kesehatan yang lain (Muhammad. seperti penurunan mutu pelayanan. b. Paradigma ini harus dirubah. Padahal dengan adanya spesialisasi keperawatan komunitas dan keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1239 tahun 2001 tentang registrasi dan praktik perawat.Disisi lain dengan berkembangnya pola pelayanan kesehatan di Indonesia memberikan kesempatan pada perawat untuk memperluas peran dan fungsinya. Saat ini masih terjadi persepsi yang keliru si masyarakat tentang profesi keperawatan di Indonesia. Salah satu cara pemerintah untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan revitalisasi untuk menghidupkan kembali konsep Posyandu melalui konsep Desa Siaga. Kondisi ini didukung pula dengan kebudayaan dan kebiasaankebiasaan perawat seperti mengambilkan stetoskop. ungkapan ketidakpuasan perawat lewat unjuk rasa dan sebagainya. mengikuti perkembangan keperawatan dunia. Masih banyak para perawat yang tidak percaya diri ketika berjalan dan berhadapan dengan dokter. Tidak jelasnya aturan yang ada serta tidak tegasnya komitmen penegakan hukum di Negara Republik Indonesia. meningkatnya keluhan konsumen. Kurang peranya organisasi profesi dalam membantu pemecahan permasalah tersebut. Isu ini jika tidak ditanggapi dengan benar dan proporsional dikhawatirkan dapat menghambat upaya melindungi kepentingan pasien dan masyarakat yang membutuhkan jasa pelayanan . Hal tersebut yang membuat Perawat kita kalah bersaing di tingkat global. Kebijakan pemerintah ini dapat mengalami hambatan untuk diwujudkan karena tidak melibatkan perawat untuk ambil bagian dari desa siaga tersebut. tissue untuk para dokter. Persepsi keliru itu terjadi karena kesalahan informasi yang mereka terima dan kenyataan di lapangan. Pemicu yang paling nyata adalah karena dalam system pendidikan keperawatan kita masih menggunakan “Bahasa Indonesia”sebagai pengantar dalam proses pendidikan.oleh profesi lain. Kalau tadinya hanya membantu pelaksanaan tugas dokter. TREND DAN ISU KEPERAWATAN DI INDONESIA Salah satu masalah kesehatan yang menonjol di Indonesia semenjak otonomi daerah adalah kasus gizi buruk.

Perawat dapat melakukan dan terlibat secara aktif dalam melakukan riset dan penelitian di bidang keperawatan 4. menghambat perkembangan rumah sakit serta menghambat upaya pengembangan dari keperawatan sebagai profesi.kesehatan. 5. melakukan kunjungan rumah. . antara lain : 1. Untuk mencapainya Perawat dapat memulai dari dirinya sendiri. Perawat bisa bekerja di perusahaan untuk menjaga kesehatan pekerja dan kecelakaan kerja 3. Mengembangkan praktik mandiri keperawatan secara berkelompok maupun individu untuk konsultasi. Menurut Muhammad (2005) dan kompas (2001). Pada akhirnya keperawatan yang bermutu adalah suatu bentuk pelayanan yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan pasien sebagai pelanggan. Perawat harus bekerja sesuai standar praktek pelayanan keperawatan sesuai wewenang dan tangung jawabnya. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tenaga perawat yang menganggur . Memberi sangsi kepada rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan yang memberikan gaji di bawah standar. Hal ini juga terkait dengan kesiapan Indonesia menghadapi AFTA 2003. selalu berupaya mengembangkan diri melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan serta sistem jenjang karir. hospice care untuk pasien terminal 2. Pemerintah memfasilitasi dan menggalakkan penempatan tenaga perawat di luar negeri bagi perawat yangmemenuhi kualifikasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->