P. 1
PPT PKN

PPT PKN

|Views: 90|Likes:
Published by trisnaulandari

More info:

Published by: trisnaulandari on Dec 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2013

pdf

text

original

SISTEM PEMERINTAHAN DEMOKRASI DAN NEGARA HUKUM

Krisna Wati Setia W (125070300111009) Findy Siratu Putri (125070300111012) Vivian Devi Eka (125070300111043) Desak Made Trisna U (125070301111002)

Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Demokrasi di Indonesia
Negara demokrasi adalah negara yang diselenggarakan berdasarkan kehendak dan kemauan rakyat Sistem politik demokratis adalah sistem yang menunjukkan bahwa kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik (Mayo dan Kaelan 2007)

Eksekutif: Lembaga pemerintahan
Pilar demokrasi

Legislatif: Lembaga perwakilan rakyat Yudikatif: Lembaga Peradilan

CIRI PEMERINTAHAN DEMOKRATIS .

penghargaan HAM Persamaan hak . contohnya pemilu yang LUBER JURDIL Lembaga peradilan yang independent Pengakuan. perlindungan.Partisipasi rakyat.

Pengakuan terhadap keberagaman Kemerdekaan dan kebebasan rakyat Kebebasan Pers .

DEMOKRASI LIBERAL .

 Kurun waktu 6 September 21 Maret 1951). Kabinet Burhanudin Harahap kabinet yang menyebabkan instabilitas politik  Kabinet – kabinet tersebut (12 Agustus 1955-3Maret 1956) dan yang terakhir Kabinet Alisastroamidjojo II diantaranya adalah Kabinet (1956).10 Juli 1959  Dimulai ketika Presiden menyatakan kembali ke Negara Kesatuan dan UUDS 1950 diberlakukan  Terjadinya banyak pergantian Kabinet Ali Sastroamidjojo (31 Juli 1953-12 Agustus 1955). . 1950. Kabinet Sukiman (27 April 1951-3 April 1952). Kabinet Wilopo (3 April 1952-3 Juni 1953).

DEMOKRASI TERPIMPIN (MASA ORDE LAMA) .

 Kurun waktu 1959-1965 sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959  Menggunakan UUD 1945  Merupakan reaksi terhadap demokrasi Liberal dimana saat itu Presiden hanya sebagai simbol  Terjadi pemusatan kekuasaan di tangan presiden  Penataan kehidupan politik menyimpang dari tujuan. demokratisasi menjadi sentralisasi .

Soekarno Presiden Indonesia pada masa Orde Lama sekaligus Presiden pertama Indonesia .

MASA ORDE BARU (1966-1998) .

 Soeharto sebagai Presiden  Perekonomian berkembang  DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif  Aspirasi rakyat kurang pesat  Terjadi kesenjangan sosial  Pemerintahan otoriter  Terjadi banyak kasus KKN  Rekruitmen politik yang mendapat respon  Politik luar negeri yang bebas aktif  Pemerintahan Sentralisasi tertutup  Kebijakan mengutamakan bidang ekonomi .

Soeharto Presiden Indonesia pada masa Orde Baru .

ERA REFORMASI .

krisis politik. Terjadinya penyimpangan dan penyelewengan terhadap nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 yang direkayasa untuk melindungi kepentingan penguasa. mempertahankan kekuasaannya 4. Ketidakadilan di bidang politik. ekonomi dan . 2. ekonomi dan hukum Pemerintah Orde baru tidak konsisten dan konsekuen terhadap tekad awal munculnya orde baru Munculnya suatu keinginan untuk terus menerus 3. Munculnya reformasi di Indonesia disebabkan oleh: 1. Timbulnya kepercayaan. 5. hukum.

 Reformasi merupakan suatu perubahan tatanan perikehidupan lama dengan tatanan kehidupan yang baru dan secara hukum menuju ke arah perbaikan. BJ Habibie dilantik menjadi presiden RI pada tanggal 21 Mei 1998 .

000 5) Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan oleh IMF .Dampak era reformasi  Bidang ekonomi Usaha yang dilakukan: 1) Merekapitulasi perbankan 2) Merekonstruksi perekonomian Indonesia 3) Melikuidasi beberapa bank bermasalah 4) Menaikkan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS hingga di bawah Rp. 1.

5 sector kebijakan yang perlu digarap .

 Bidang Hukum tatanan hukum yang didambakan oleh masyarakat. .  Bidang sosial Reformasi di bidang hukum disesuaikan dengan aspirasi yang berkembang di kalangan Maraknya tindak masyarakat dan kriminalistas karena mendapat sambutan baik krisis ekonomi dari tahun karena reformasi hukum yang dilakukannya mengarah kepada 1997.

DEMOKRASI PANCASILA .

Demokrasi Pancasila  Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi konstitusional dengan mekanisme kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan negara dan penyelengaraan pemerintahan berdasarkan konstitusi yaitu Undang-undang Dasar 1945. .

 Prinsip pokok 7) Keseimbangan Demokrasi Pancasila 1) Perlindungan antara hak dan kewajib an 8) Pelaksanaan terhadap HAM 2) Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah 3) Peradilan yang merdeka 4) Adanya partai politik dan organisasi sosial politik 5) Pelaksanaan pemilihan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME. masyarakat. diri sendiri. dan negara ataupun orang lain 9) Menjunjung tinggi tujuan dan citacita nasional .

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi 7. Landasan Demokrasi pemerintah yang tertinggi di Pancasila 1. bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 5. Presiden adalah penyelenggaraan . Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR 3. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas 4. Menteri Negara adalah pembantu presiden. Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia menganut sistem konstitusional 6. Indonesia ialah negara yang berdasarkan hukum tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaat) 2.

 Fungsi Demokrasi 4) Menjamin tetap tegaknya Pancasila 1) hukum yang bersumber pada Pancasila 5) Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara Menjamin adanya hubungan yang selaras. serasi dan seimbang 2) Menjamin tetap tegaknya negara RI 6) antara lembaga negara Menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab 3) Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI yang .

PEMILU BUDAYA DEMOKRASI DI INDONESIA .

tetapi bagaimana pun pemilu memiliki arti yang sangat penting dalam proses demokrasi dalam dinamika ketatanegaraan.  Pemilu adalah sarana terletak pada pemilu. . dan untuk rakyat. Pemilihan umum demokrasi (sarana bagi merupakan sarana untuk mewujudkan asas penjelmaan rakyat menjadi MPR) dan sendi-sendi kedaulatan di tangan rakyat demokrasi bukan hanya sehingga pada akhirnya akan tercipta suatu hubungan kekuasaan dari rakyat. oleh rakyat.

. 31 tahun 2002 tentang Partai politik. Landasan Pemilu Di Indoneia :  Idiil : Pancasila  Konstitusinil : UUD 1945  Operasional : Tap MPR no III/MPR/1998. UU No. UU no. 12 tahun 2003 tantang Pemilihan Umum.

RULE OF LAW .

2) Pengertian hakiki (ideological sense) erat hubungannya dengan „menegakkan rule of law‟ karena menyangkut ukuranukuran tentang hukum yang baik & buruk.  Rule of law (Fried Man. . kehadirannya boleh disebut dengan reaksi dan koreksi terhadap negara absolut.1959) dibedakan antara : 1) Pengertian formal (in the formal sence) yaitu „organized public power‟ atau kekuasaan umum yang terorganisasikan. Rule of law merupakan suatu doktrin dalam hukum yang mulai muncul pada abad ke 19 bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi.

Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu tanpa kecuali (pasal 27:1). 3) Setiap orang berhak atas pengakuan. Prinsip-prinsip secara formal (in the formal sense) Rule Of Law tertera dalam UUD 1945 dan pasal-pasal UUD negara RI tahun 1945 yaitu: 1) 2) Negara Indonesia adalah negara hukum (pasal 1: 3). jaminan. perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan sama di hadapan hukum (pasal 28 D:1). 4) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan .

 Ciri utama rule of law  Lahir dari kandungan “negara konstitusi” yang kemudian memunculkan “doktrin egalitarian”  Menjadi doktrin dengan semangat dan idealisme yang tinggi seperti “supremasi hukum” dan “kesamaan semua orang di hadapan hukum” .

RECHSTAAT DAN LAW STATE .

 Gagasan negara hukum formil adalah didasarkan pada filsafat liberal yang hukum yang berasal dari Stahl dinamakan negara hukum formil. karena lebih menekankan pada suatu pemerintahan yang berdasarkan Undang-undang individualistik. Ini merupakan corak pemikiran yang dominan menonjol pada pemikiran negara hukum konsep Eropa .

Sedangkan pada rule of law.  Negara hukum adalah antara rechstaat dan rule of law ialah pada konsep peradilan administrasi negara. peradilan sewenang-wenang (willekeur) dari pihak . merupakan suatu sarana yang penting dan sekaligus ciri yang menonjol pada rechstaat negara dimana tindakan pemerintah maupun rakyatnya didasarkan atas hukum untuk mencegah adanya tindakan itu sendiri. Perbedaan yang menonjol besar kepada peradilan umum.

LATAR BELAKANG NEGARA HUKUM .

 Munculnya istilah Negara negara hukum. di negara Spanyol menggunakan istilah estado de derecho. sedangkan di Negara Italia negara hukum digunakan dalam istilah Belanda mempergunakan stato di diritto.  Negara Jerman dan etat de droit. namun populer antara abad XIX sampai abad XX. dan gagasan negara hukum itu sendiri sudah ada sejak abad ke-XVII. . di negara Perancis negara hukum dikenal dengan istilah hukum sudah dikenal pada abad ke-XVIII.

 Dengan perkataan lain. Indonesia harus bersumber dari bumi Indonesia sendiri. Hukum memerlukan harus digali dan dibuat dari nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat bangsa Indonesia. yaitu jiwa dan kepribadian . kekuasaan bagi pelaksanaannya.  Masalah hukum tidak sedapat mungkin hukum dapat dipisahkan dengan masyarakat pada suatu wilayah dan waktu tertentu. sebaliknya kekuasaan itu sendiri ditentukan batasbatasnya oleh hukum.

TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->