Allah, Allah Waktu Hanya Waktu Hanya Waktu Waktu Tetap Allah kau sebut Allah Dia-lah

Ilah kau sebut Ilah Allahlah Dia kau ucapkan Segalanya tak kau ucapka apa-apa jua: Ilah hanya Allah jua yang Ilah

Kita ada atau tidak ada Kita durhaka atau mematuhi-Nya disebut satu atau pun tiga Allah Mutlak Tunggal Ada-nya Selebihnya: hanya bayangan hampa Dikejar orang berjuta-juta kecuali saudara kita Yang jujur memandang cakrawala Ar Rohman di siang benderang matahari luput dari ingatan Sebab hanya digulita malam Kau dambakan pencahayaan rahmat Sang Rohman Pada kita bergelimang Tenggelam seluruh waktu dan ruang dalam anugrah tak terumuskan Tataplah Bumi langit cinta-Nya! Namun betapa sukar, betapa sukar Kita begitu nekad pada-Nya tak ada jarak untuk menatap-Nya Maka alpa kita akan kasih-Nya Justru karena tak pernah Ia tinggalkan kita! Hanya sembahyang sejauh usia Membuat dzikir, tak sempat lupa Menghindari mati-mati kecil Yang berkeliaran manaburkan setannya Sebelum akhirnya tiba: maut besar Yang menjelaskan segalanya Hanya sujud, sungguh Hanya sujud Mengambil jarak rohani Dari dunia maya Ar Rohiim

jangan sampai tak minum. sebab segala telah dijamin Tuhan. orang mengucapkan permintaan-permintaan tambahan.". jangan sampai matahari turun. jangan sampai hari ini aku tak makan.. jangan sampai patah tangan.. bahwa jauh di dalam jiwanya. atau ia balik warna kejadiannya--sedang dengan itu kita diajari bagaimana membaca rahasia?" Al Maalik Yang memimpin alam semesta Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin bumi dan matahari Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin bintang gemintang Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin gunungdan pembukitan Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin lahar dan kawh Di dalam dan di luar dirimu Yangmemimpin kerajaan dan hutan Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin angin dan hujan Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin salju dan api Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin sungai dan lautan Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin ladang dan pepohonan Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin mendung dan pelangi . jangan sampai menyerbu banjir bandang.. jangan sampai lepas napas dihidung.. terkubur di tanah bisu kealpaan. jangan sampai meledak gunung jangan sampai pecah bintang. "Kenapakah saudaraku--demikian engkau mengatakan--kenapakah selalu hanya kita ingat satu diantara seribu: yakni anugrah Allah yang ditunda. namun teramat sedikit yang orang rasa dan pikirkan Selaksa doa yang diam.Tidak setiap orang mengetahui. kasihnya tak terumuskan... setiap hari bergaung selaksa doa tanpa kata "Wahai Sang Maha Penyayang. jangan sampai tidur tak bangun. jangan sampai jiwa linglung. jangan sampai hari berantakan. di mulut-Nya sukma orang orang bergelantungan Di malam yang sepi. Dan Allah Maha mengabulkan. jangan sampai kehabisan pakaian. selaksa penghargaan bisu diucapkan oleh kesunyian: Allah Maha Meniti dan Mendengarkan...

Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin hewan dan nafiri Di dalam dan di luar dirimu Yang memimpin segala misteri Yang memimpin getaran para Nabi Yang memimpin bisikan malaikat di batin sepi Yang memimpin isyarat dari hari ke hari di dalam dan di luar dirimu Al Quddus Air murni Tak mewakili Sang Maha Suci Langit biru Tak melambangkan Kekudusan itu Logam paling bening Hanya pantulan kasar Dari Yang Maha Bening Allah Jernih Sang Maha Jernih Pengetahuanku atas-Nya Tak membenih Penglihatanku pada-Nya Hanya buih Wahai! Semoga jika telah kubuang sampah Jika sirna aku yang serakah Bisa sampai kangenku Kepada Yang Tak Terbayangkan itu As Salam Kalau keselamatan Ialah butiran air utama dari tangan-Nya Kenapa dari lidah kita pancarkan api Yang menghanguskan? kalau kesejahteraan Ialah inti dari tawaran surga Kenapa hati menggumpal jadi batu benci Yang mencelakakan? Jiwa tersenyum kepada segala yang baik Agar datang para malaikat dengan sukaria Kita berdzikir sembahyang bersama mereka Jiwa tersenyum kepada segala yang buruk Agar para iblis terbakar oleh tenaga ragasianya .

Meskipun matahari bisa menggeser tubuhnya Dan menindih keberadaan kita sampai tiada Tapi syukur ia yang tak punya pikir dan rasa begitu patuh kepada hukum-hukum-Nya. pada siang. Meskipun roh kita teramat sulit diterka Bahkan hidup denannya tanpa kenal rahasianya Tapi syukur rasa aman selalu kita dapatkan Cukup dengan mempercayai jaminan-Nya. ke mana lagi kaki dilangkahkan Selain memelihara pengabdian Allah tidak gila perhatian Tetapi itulah satu-satunya jalan Untuk menjaga seluruh isi kehidupan Untuk mewujudkan segala mimpi kebahagiaan .Tinggal roh badan manusia direbut kembali oleh-Nya Al Mu'min Meskipun bumi ini tak ada pijakannya Melainkan terletak di ruangan hampa Tapi syukur bisa kita berdiri Dan tidur senyenyak-nyenyaknya. kemana lagi mata diarahkan Selain memperhatikan Tuhan Sungguh. Meskipun Malaikat bisa meraih bintang Dan melemparkannya beberapa ke kening kita Tapi syukur mereka hanya mengerjakan Hal yang diperintahkan oleh-Nya. hamba yang dimuliakan Jangan lagi dibilang Namun mata rabun dan keserakahan Membuat kita tak sesetia binatang Kepada yang lain kepercayaan kita tumpahkan Diam-diam kita ragu bahwa Allah memberi jaminan Sungguh. saudaraku Ingin kutabur dan kutanam Pada pagi. sore dan malam Agar tumbuh menjadi pepohonan Yang sulur dahan dan daun-daunnya Merambat ke pintu sorga. Al Muhaimin Ketika lapar Alangkah pentingnya Tuhan Ketika kenyang Kita hilang ingatan Nasib ayam sangat Ia perhatikan Nasib kita. Biji buah kepercayaan itu.

Al Jabbaar Orang memanjangkan tangannya untuk memetik bumi. Tentulah engkau khilaf: Tegakkan dirimu sendiri. dibawa pulang ditaruh di piring buat menu di meja makan Wahai terletak di rumah Siapakah meja makan itu dan ia sangka tidurkah Penguasa Perkasa yang di telapak tangan-Nya tertulis perbuatannya? Ia memakan apa yang takkan mampu ia makan. Tentulah engkau khilaf: bela dirimu sendiri. dan itu hanya bisa engkau lakukan dengan memelihara kehendak-nya atas derap kereta dunia di mana engkau berjuang mengendalikan kuda-Nya Hendak kau tegakkan nama Allah? Jangan! Ia adalah Maha Tegak itu sendiri. dan itu hanay bisa engkau lakukan dengan menggenggam erat irodat-Nya di setiap detak-detik dan di setiap jengkal tanah. sungguh Ia terlampau perkasa dan engkau terlampau kerdil untuk mampu menambah lagi keperkasaan-Nya.Al 'Aziiz hendak kau harumkan nama Allah? Jangan! Ia sudah Maha Harum. Hendak kau bela nama Allah? Jangan! Ia bukan pelengkap penderita. ia membangun penderitaan . dan itu hanya bisa engkau lakukan dengan meminjam keharuman-Nya yang engkau peroleh di segala perbuatan bauk. sehingga tiada tegak lain yang engkau mampu dirikan. dan keharuman-Nya sedemikian tak terberikan sehingga hidung dan angkasa jiwamu sekedar mampu menangkap pantulan-pantulan-Nya Tentulah engkau khalifah: haramkan namamu sendiri.

rontok jiwa mereka maka terjunlah ke dalamnya. tapi sakit kehidupannya bakal abadi Di muka bumi. kecuali ia tiru dari Sang Maha Perkasa dengan ramuan kegagahan seperti mau-Nya. orang menciptakan bayangan demi bayangan. impian demi impian. tiba di tepi danau biru yang kemilau airnya. Orang-orang buta itu mengira Tuhan gagu dan buta. agar takut engkau pada sakit atau barangkali supaya engkau lupa bahwa engkau sakit Dianugerahkan-Nya kemelaratan kepadamu. orang menjaring berjuta-juta kepala manusia untuk ditimbun di keranjang hari depannya. sesungguhnya sedang menggali sendiri lobang kuburnya karena tak sedebu kebesaran-Nya pun yang ia bersedia meminjamkan kepada kita apabila kita tempuh perjalanan tidak ke istana-Nya Al Baari' Dikirimkan-Nya sakit kepadamu. agar ujian kecil untuk kematanganmu atau barangkali itu adalah rahmat yang jauh lebih besar yang tak mungkin engkau peroleh kalau engkau bergelimang harta benda.orang menjala nasib ribuan saudara-saudaranya. orang mengantongi sejarah. mereka tumpas suara lembut hati kecil mereka dengan makanan-makanan maya. Orang menancapkan tonggak kekuasaan yang memenuhi dunia.yang akan dengan luka parah ia tanggunggakn Kenyangnya bakal sirna sebelum usai hari. bagai pengembara yang kelaparan. atau barangkali kemelaratan adalah kekayaan itu sendiri . gagal menemukan seteguk air yang lebih menyimpan tenaga Allah saja yang memiliki kebesaran: orang yang menyangka bahwa ia juga memilikinya. yang selalu memakan diri mereka sendiri akhirnya. Al Mutakabbir Orang menyematkan tanda kebesaran di dada. orang berlomba memanggul beban-beban yang ia sangka berisi buah kebahagiaan. orang menumpuk modal dan mencengkeramkan cara-cara. tak seorang pun bisa. Ia maksudkan untukmu atau barangkali untuk saudara-saudaramu yang membiayai deritamu Dihadiahkan-Nya kesehatan kepadamu. menciptakan keperkasaan sendiri.

Allah Yang Memberi. berlangsung denyutan-denyutan makna. antara miskin dan kaya antara derita dan bahagia.Ditumpahkan-Nya kekayaan kepadamu. hanya tiruan. udara pun membeku. Al Ghoffaar . hanya ruh buta Berwujud di telapak kaki-Nya. buat mesejahterakanmu atau barangkali untuk meladangi kesengsaraan hari esok yang dikehendaki oleh rasa mabukmu Dipancarkan-Nya rasa bahagia kepadamu. untuk melatih sorga atau barangkali hendak ditunjukkan-Nya bahwa engkau gampang berputus asa Allah Yang Mencipta. Allah menyimpan makna: Kita berkeringat mencari Antara sakit dan sehat. atau barangkali untuk membuktikan bahwa engkau akan lupa karena tak mampu menyangga Ditindihkan-Nya derita kepadamu. Para pelukis masuk lebih ke dalam Digambarnya bayangan dan bayangan Garis dan warna dicuatkan seolah menangkap inti Yang gagal digenggam. Sekaranga alam harus diingkari karena kehidupan tidak berharga mati warna langit tak mesti biru Air jadi salju. antara gelap dan cahaya. dua sisi nilai yang bertegur sapa Itulah lorong gelap kehidupa Ia. agar engkau bersyukur. Sang Maha Pencipta Menyediakan obor di depan pintu-Nya Al Mushowwir Para pelukis meniru alam Yaitu kulit dari maha lukisan Tuhan Tapi belakangan mereka tinggalkan Sebab sebaik-baik lukisan. Seniman satu-satunya Menggambar tidak dengan warna Inti karya-Nya tidak untuk ditatap dengan mata. Di puncaknya: Lukisan hanya kosong dan hampa Tak ada seniman. Allah.

mengajariku berpuasa Justru karena permaafan-Mu yang tak berbatas. yang membuat derajat mereka makin meninggi. yang lebih luas dari samudara. Al Qohhar Bahkan kepada para penyihir. namun tak seorang penyihir pun tahu bahwa tak pernah ia menyihir siapa pun kecuali dirinya sendiri. ditaburkan-Nya jua segala batu panah api dan kebusukan yang diperlukan mereka. namun tak seorang penguasa pun mengerti bahwa tak pernah ia menguasai siapa pun kecuali ia dikuasai oleh kekuasaannya sendiri. dianugerahkan-Nya jua pedang dan ilmu untuk menebaskannya. Orang-orang yang disihir tidaklah tersihir Orang yang dikuasai tidaklah terkuasai Yang tertindas tidaklah tertindas Juga yang ditipu. Bahkan kepada para penguasa. . namun tak seorang pun dari mereka menginsafi bahwa tak siapapun bisa mereka pecundangi kecuali mereka rajam diri mereka sendiri. penjilat serta sekalian penjahat. dipecundangi dan dilempari dengan ludah busuk dan panah-panah api: serbuan itu ialah piutang demi piutang. dikelabuhi. yang berasal dari Allah mereka: Yang Maha Gagah Perkasa. Bertaburan di atas kepala mereka kupu-kupu dari surga. Bahkan kepada para penindas. dan mereka syukuri anugerah rahasia itu. maka kini ingin kuhajar diriku dengan membuang segala pantangan-Mu secara tuntas. penipu. diberikan-Nya kekuatan ala kadarnya.Tak satu dua kali Kulompati pagar nilai-Mu Namun kembang anugerah itu Terus menabur Terus menabur Sampai aku malu! Tak kutahu apakah dengan begitu Engkau telah mengampuni dosa-dosaku namun perwujudan cinta kasih-Mu.

Namun inilah aman dengan peradaban paling tinggi. alat-alat muluk. Jika Engkau bukan Sang Maha Tanpa Pamrih pastilah bangkrut aku Jika atas segala anugerah-Mu harus kupersembahkan balasan. Allahku Engkau Maha Memberi. konsusi-konsumsi mewah yang hanya akan menjerat leher sendiri. melainkan sekedar menyampaikan hak-Mu Dan jika aku memberikan sesuatu kepada keluargaku. maka tiadalah yang akan mampu aku persiapkan Segala yang tergengam di tanganku adalah milik-Mu. Ar Rozzaq Andaikan cukup banyak orang yang bersedia mengisi kehidupan dengan setia mencari bahan untuk mensyukuri kemahakayaan Tuhan Tentulah tak perlu kita bangun gedung yang terlalu tinggi. karena Engkaulah Maha Empunya semuanya ini Maka jika kupasrahkan seluruh jiwa ragaku bukanlah aku memberikan sesuatu kepada-Mu. tanpa meminta: akulah yang membutuhkan penyerahan segala sesuatu ke hadapan-Mu. kepada para tetangga dan sekalian orang di dalam jangkauanku. Allahku Di malam dan siang telingaku mendengar desir lembut suara malaikat-Mu yang mendendangkan nyanyian-Mu yang melezatkan jiwaku Di siang dan malam mripatku menyaksikan rahmat-Mu bertaburan dari langit-langit beribu penjuru. bahkan tak juga kumiliki diriku sendiri.Al Wahhaab Apa alasanku untuk durhaka kepada-Mu. di mana kebahagiaan dan kesejahteraan makin jauh untuk bisa digapai Inilah abad dengan kebudayaan paling gemerlap Di mana kesengsaraan manusia telah sampai pada titik paling mutlak dan rohani umat memasuki ruang yang paling gelap . tak lain itu hanyalah menyalurkan milik-Mu agar sampai pada akhirnya keharibaan-Mu Apa alasanku untuk durhaka kepada-Mu. mesin-mesin industri.

Bertanya . di mana kemampuan perhubungan telah menjadi luas dunia menjadi satu mili... Gusti .. bagiku. bagiku.. Al Fattaah Pintu alam semesta Pintu tanah dan samudera Pintu kayu dan udara Pintu matahari Pintu burung-burung Pintu hati Pintu jantung Pintu ubun-ubun Pintu daging dan tulang Pintu rasa dan pikiran Pintu rohani Pintu kundalini Pintu segala nilai Pintu pengetahuan Pintu lapar dan kenyang Pintu sedih dan senang Pintu waktu dan ruang Pintu rahasia Pintu rahasia dalam pintu rahasia Pintu dalam pintu dalam pintu Pintu di balik pintu di balik pintu Engkau yang membukakannya Dan kami berebut masuk Lupa mengucap salam Lupa ingatan Al 'Aliim Segala peristiwa.Inilah kurun sejarah di mana rembulan telah bisa dijadikan layang-layang. itu fatamorgana Engkaulah yang membukakan mata Untuk tahu harta yang baka Engkau . hanya hampa Engkaulah yang mengajarkan Apakah ia rejeki atau bencana Dungu atau berilmu.. hanya bisu Engkaulah yang memberitahu Apakah ia sejati atau semu Miskin atau kaya.. di mana bumi digenggam cukup dengan alat satu dua inchi. sehingga memungkinkan segala kebobrokan ini ditutup-tutupi. Kenapa rejeki disebut bencana ? Kenapa celaka dipujipuja ? Kenapa ilmu menelan manusia ? Kenapa miskin dianggap kaya ? Kenapa oleh maya ....

kemudian Engkau hadirkan makhluk yang baru. Al Qoobidl Dalam sekejap kalau Engkau mau Matahari akan lenyap Bintang gemintang sirna Bumi gugur Menjadi onggokan Kayu panas neraka. Al Baasith Anak-anak berdesakan antri di gerbang sekolahan. siapa yang lemah bakal . terlempar dari bumi jatuh ke kobaran api yang tak pernah terbayangkan panasnya. sungguh. tak sempat sia-sia Sebab Engkaulah Guru Yang Maha. tak di Selatan atau Utara. aku juga Namun ada Satu ilmu nyata Jika kepada-Mu kutumpahkan jiwa raga Tak ada bencana tak ada miskin papa Tak pernah sedih. kendaraan mengerang-ngerang. Jangan lagi sirnanya satu dua nyawa Atau tercampaknya raja-raja dari Istana Pun yang kecil dan sederhana: tak akan ada rejeki bagimu hari ini. hati kecut untuk jadi gelandangan orang bergegas. agar memperoleh jatah rejeki yang lumayan Orang-orang menyogok untuk mendapatkan pekerjaan. tercincanglah kami semua. Kami sungguh amat lancang! namun hanya Engkau sendiri yang tahu.terbelalak mata ? Beribu orang Gagal memahaminya Aku juga. tak di Timur tak di Barat. adegan apa yang Engkau rencanakan. orang berebut. orang berperang. agar jangan sampai kelaparan di hari mendatang Bapak Ibu membanting tulang. Gusti. Kalau Engkau bersabda. mesin berderak-derak orang masuk ke dalam putaran. siapa yang lengah akan tercampak. karena mau belajar berkaca. pisau mengancam di kiri-kanan. yang runduk mukanya.

terdepak Amoi! Apa gerangan yang terjadi ? Terasa begini sempit di bumi. orang melakukan segala cara untuk mendapat rejeki Benarkah sumur bumi esok pagi akan habis. Gustiku Dunia kami dipimpin Oleh para pencuri Al Khoofidl Allah merendahkan derajat manusia Mungkin dengan menumpukkan harta di rumahnya Dengan menaikkan pangkat dunianya Atau beribu kesukariaan yang membuat alpa Burung dan kupu-kupu di udara Gunung yang dari abad ke abad duduk bertapa Boleh mensyukuri kehendak-Nya Karena takkan ada padanya Kedurhakaan yang mengundang-Nya murka Orang yang meratap karena dibuat sengsara Yang merasa tak beruntung karena miskin papa Hendaknya sesekali menyimak cakrawala Agar ia temukan rahasia kehendak-Nya Ar-Raafi' Bagi batu: batu hanya batu Tapi engkau menyusunnya Menjadi anak tangga Untuk menaiki angkasa Dan tetumbuhan: tidak beku diam Ia meninggi dan berkembang Tapi ia sendiri tak paham Akan hal binatang Hanya tahu bersetubuh dan makan Karena terdiri dari nafsu dan badan Adapun engkau: Duduk setingkat di atasnya Karena diselipi akal pikiran Supaya cerdas memilih jalan Allah berkisah tentang langit tujuh Batu. bergerak naik! Kecuali yang turun Ke sap binatang . Adakah kekayaan Allah makin menipis! Aku tahu. tetumbuhan dan binatang Membeku di tiga langit kodratnya Tapi engkau bergerak naik.

bukan sekedar tak tertandingi. ombak zaman perilaku lingkungan jual beli kesenangan. Al Mu'iz Radar batin dihidupkan Tumbuh kesiagaan Menyalurkan Kemuliaan Kaca jiwa dijernihkan Hadir pengetahuan Menyebarkan Kebijaksanaan Kembang hati dibersihkan Terbit kekuatan Menghembuskan kasih Tuhan Gerak pikir dibeningkan Lahir kecerdasan Memenangkan kebenaran Al Mudzill Kami menyebut Kehinaan dengan kemuliaan Kerendahan dengan ketinggian Kemunduran dengan kemajuan Kesempitan dengan keluasan Penurunan dengan peningkatan Penciutan dengan perkembangan Kemiskinan dengan kekayaan Kami simpang siur Nilai malang mujur Kami menyembah berhala Bermacam-macam bentuknya Kami bertualang Entah kemana Engkau tak meninggalkan KAmi sendiri minggat Ke ruang hampa Kami nista Kami hina Engkau tak menghinakan Kami sendiri bikin sia-sia As Saami' Ilmu Maha Mendengar yang Engkau miliki Gusti.Terarus oleh tatanan keadaan. menu-menu kebudayaan yang membinatangkan Allah senantiasa meninggikan Kecuali engkau memberi-Nya alasan untuk merendahkan. sebab siapa musuh yang brani datang kepada-Mu memerangi . Watak pemerintahan.

tetapi juga mendengarkan apa pun saja" cahaya.. Gustiku.. bukan sekedar tak mampu kami pahami: bahkan hakekat pendengaran kami sendiri tak pernah bisa kami telusuri Dengan telinga kami mendengarkan semua keributan dunia ini. O. Gustiku. di hari nanti kami bisa medengar tidk dengan telinga kami yang amat terbatas ini. dan kalaupun aku bermaksud memperlihatkan sesuatu kepada-Mu. karena Engkau adalah Melihat itu sendiri. Pernah kupasang topeng-topeng di wajahku.. dan kalaupun sesekali aku berusaha menyembunyikan sesuatu maka daya menyembunyikan itu hanyalah hasil pencurianku atas hukum-Mu. jika mungkin..sebab segala pendengaran. hanya Engkau jua satu-satunya yang memberi Ilmu Maha Mendengar yang Engkau miliki Gusti.. bahwa kalau diantara selaksa kemungkinan ilmu-Mu. tetapi diam-diam Engkau mengajari bahwa suara yang sesungguhnya terdapat dalam sunyi Gusti. Engkau sediakan juga topeng-topeng penipu. tetapi sahabat-sahabat kami yang tuli lebih mampu mendengar suara sejati Dari saat ke saat kami setia mendengarkan setiap bunyi. maka daya memperlihatkan itu pun tak lain adalah milik-Mu Tiada hal yang perlu kusembunyikan dari-Mu. kubungkuskan kepura-puraan dihamburan kata-kata dan tingkah lakuku Namun selalu. inti warna. perkenanan juga kami mendengarkan tidak hanya dengan suara-suara. karena setiap ruang persembunyian niscaya milik-Mu jua. Gustiku. kulapiskan pakaian di badanku. Gusti Betapa tuli pendengaran kami ! Perkenankan. diujung kepengecutan itu. akhirnya kutahu.. yang amat sering menjebak jiwa dungu ini. sepi atau bisikan-Mu yang tiada terperi Al Bashir Tiada hal yang perlu kuperlihatkan kepada-Mu. tak lain itu adalah petunjuk agar aku berjuang melepaskan . milik siapapun.

dan mencampakkannya : Supaya aku peroleh Engkau Di akhir pengembaraanku. palunya Kalau satu sisi ditatap Tangan keliru nangkap Kalau muka licin bau bapak Ia bebas tangkap kebal asap Adapun hukum Allah Tahu sumur Api Menguasai mata airnya api Ngerti luka langit Di ujung kobaran api Bisa ngambil apinya salju Bisa ngambil saljunya api Menjagai lampu kelaknya api Mencatati kutu mati Maupun perang antar matahari Al 'adl . Al Hakam Hukum manusia seribu Tak bisa jadi satu Hukum Allah Satu Berlaku seribu Hukum manusia: Memenggal Hukum Allah: Manunggal Manusia bergantung pasal Allah mengendong semua ikhwal Hukum manusia pengap asap Tak kekal sumbernya Mata bisa kalap Ngawur.