P. 1
KA-2 (Cara Kering & Basah)

KA-2 (Cara Kering & Basah)

|Views: 396|Likes:
Published by Agustina Itin

More info:

Published by: Agustina Itin on Dec 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2015

pdf

text

original

KIMIA ANALISA

TULUS JUNANTO, S.T, M.Pd

KIMIA ANALISA
Ilmu Kimia analisa :

Menurut tujuannya = - Analisa kualitatif - Analisa kuantitatif
Persenyawaan yang dianalisa = - Analisa organik - Analisa an organik Berdasar cara yang dipakai = - Analisa klasik - Analisa modern Banyaknya sampel = - anl.makro : 0,1 gr < (beratnya) - anl.semimikro : 0,1 – 0,01 gr - anl.mikro : 0,01 – 0,001 gr - anl.submikro/ ultramikro = < 0,001 gr

Mengubah menjadi keadaan yang dapat diukur.TAHAPAN ANALISA KUANTITATIF Empat tahapan pokok : 1) 2) Pengambilan sampel. Pengukuran sesuai yang dikehendaki Perhitungan dan interpretasi mendapat hasil akhir analitik. data untuk 3) 4) . memilih sampel yang mewakili bahan yang akan dianalisis.

berarti bahan berisi Ca. .Analisa modern dan klasik Analisa modern : 1.” Cara : sampel ditimbulkan spektrumnya dengan sumber cahaya. “setiap unsur mempunyai spektrum emisi garis yang khas atau spesifik yang berbeda dari spektrum unsur-2 lain. Misal : terdapat garis pada 6203 A° (panjang gelombang) .Spektroskopi dengan spektrum emisi – oleh Bunsen dan Kirchoff 1859. lalu dicari garis spesifik unsur dalam spektrum itu.

Prinsip kerja spektroskopi .

Panjang gelombang garis spektrum menunjukkan macam unsurnya. Pada film menunjukkan garis-2 spektrum.000 volt ). sedang tebal tipis garis menunjukkan banyaknya unsur. • Tenaga listris sebagai tenaga eksitasi sehingga unsur yang tidak dapat mengeluarkan radiasi dengan tenaga nyala api dapat mancarkan spektrumnya. • Cara : sampel ditaruh pada ujung salah satu elektroda .2. menunjukkan semua unsur pada sampel. Sinar dilewatkan monokromator dan ditangkap pada film. terjadi loncatan listrik yang menyebabkan bahan memancarkan sinar. Spektrogafi Perkembangan dari spektroskopi. . dihubungkan dengan sumber listrik tegangan tinggi (25.

  . kompartemen sampel detektor dan pengukur intensitas cahaya. sumber cahaya yang digunakan biasnya adalah lampu tungsten halogen (W). Spektrometer UV-Vis menggunakan kombinasi lampu tungsten halogen dan lampu deuterium (D2). yang terdiri dari : Sumber cahaya monokromator. 1) 2) 3) 4) skema dari konstruksi spektrofotometer yang paling sederhana. Untuk spektrometer Vis. Pada beberapa model spektrofotomer digunakan lampu Xenon. spektrofotometer ada yang dirancang hanya memiliki sumber cahaya tampak saja (Vis). dan ada yang dirancang memiliki sumber cahaya tampak (Vis) dan ultraviolet (UV). yang berfungsi sebagai penyeleksi cahaya dengan panjang gelombang (energi) tertentu.

570 nm Yellow: 570 .585 nm Orange: 585 .780 nm .490 nm Green: 490 .440 nm Blue: 440 .Gambar skema dari konstruksi spektrofotometer yang paling sederhana Violet: 400 .620 nm Red: 620 .420 nm Indigo: 420 .

.

Keuntungan analisa cara spektrografi : •Kecepatan analisa •Bersifat kualitatif dan kuantitatif •Bahan yang dipakai sangat sedikit •Tidak diperlukan macam-2 pereaksi •Ada rekaman yang dapat disimpan dan diperbanyak untuk meneliti kembali kebenaran kesimpulan analisa •Sangat sensitif dan selektif •Sering non destruktif dan mudah diotomatisasi •Obyektif. suhu. •Perawatan rumit •Cara memakai rumit sehingga perlu tenaga ahli •Perlu kondisi ruang tertentu (kelembaban. dll) •Perlu alat tambahan dan kalibrasi . tidak tergantung kepekaan orang yang menganalisa Kelemahannya : •Harga alat sangat mahal.

sedang sifat fisik kurang terpakai atau hanya untuk analisa pendahuluan. Misal : menentukan kadar asam sulfat dalam larutan dapat dilakukan dengan mudah dengan titrasi. dan teliti dengan cara klasik.Analisa klasik Cara analisa kimia yang dikembangkan pada awal pertumbuhan ilmu kimia hampir seluruhnya didasarkan pada sifat kimia zat. karena untuk kalibrasi dan standarisasi alat dalam analisa instrument (modern) dipakai cara klasik. cepat. Banyak analisa yang dengan lebih sederhana. Analisa klasik tidak akan terdesak dengan analisa modern. Analisa pendahuluan yaitu pengamatan pendahuluan yang bertujuan untuk mendapat keterangan untuk kesimpulan sementara. .

Reaksi selektif penting untuk memisahkan kelompok komponen. Reaksi selektif : reaksi yang terjadi atas sekelompok bahan yang berbeda-beda. Hg +.Analisa kualitatif Secara klasik. misal tidak terjadi endapan maka disimpulkan 3 kation tidak ada. pada dasarnya ada pemeriksaan pendahuluan yang menghasilkan kesimpulan sementara. misal ion Cl‾ ditambah pada kation maka dapat terjadi endapan. dilanjutkan analisa sesunguhnya yang menghasilkan kesimpulan definitif. . Reaksi spesifik : reaksi khas dan pereaksi spesifik untuk bahan tertentu. dan jika terjadi endapanmaka kelompok yang mengendap terpisah dengan yang tidak mengendap. Hal ini tidak spesifik karena ada 3 macam kation yang mengendap Ag +. Pb++ . Reaksi sensitif/ peka : reaksi yang mampu menunjukkan bahan yang hanya sedikit sekali.

ANALISA PENDAHULUAN (Preliminary examination) Pemeriksaan pendahuluan didasarkan pada sifat fisik maupun sifat kimia. . baik Dibedakan pada pemeriksaan pendahuluan kering (untuk zat padat) dan cara basah (untuk zat dalam larutan).

PEMERIKSAAN PENDAHULUAN CARA KERING UJI ORGANOLEPTIS PEMIJARAN / Pemanasan REAKSI NYALA API Otonomi Daerah UJI dng M UTIARA BORAKS REAKSI ARANG .

Uji Organoleptik .

bentuk.Hal yang dilakukan uji organoleptik :   Pengamatan analat pada suhu biasa Hal yang diamati : warna. bau  Bila analat merupakan cairan/ larutan maka keterangan dicari setelah diuapkan sampai kering. tidak meninggalkan residu (sisa penguapan) atau cairan berisi zat volatil. bila tidak mungkin. maka cara kering tidak dilakukan .

SnS2.Senyawa berwarna : Merah :Pb3O4. HgS. CuS. FeS Warna larutan : Kuning : kromat Merah jambu : kobalt Merah jingga : dikromat Ungu : permanganat . CuO. PbI2 Coklat : PbO2. HgS. CdO. CrO3 Kuning :CdS. Fe3O4 Hitam : PbS.

dipanaskan dengan hati-hati.bahan yang terurai pada pemanasan ini. untuk membedakan analat secara fisik yaitu : . meleleh. hal yang diamati : perubahan warna. menyublim. . terjadi gas.bahan yang tidak terurai pada pemanasan ini. .• Pemanasan : Analat dalam tabung gelas uji (tabung pengapian). suhu dinaikkan berangsur dan amati setiap perubahan.

• Caranya : kawat platina dicelup ke HCl p lalu dipijarkan di api bunsen. warna api tergantung kation (senyawa logam) di dalam analat. . karena garam klorida termasuk bahan yang mudah menguap. Analat diberi HCl untuk membentuk garam klorida. Warna yang terjadi diamati. Contoh : warna api kuning violet hijau kebiruan bahan berisi persenyawaan Na persenyawaan K persenyawaan Cu Untuk membantu pengamatan warna api dipakai kaca kobalt. lalu analat diambil dengan kawat tadi kemudian dipijarkan lagi.Reaksi nyala api • kawat platina dengan HCl dipijarkan lalu dipakai untuk menganalisa analat. Uap ini menyebabkan api berwarna. kawat diberi HCl lagi.

. sehingga terbentuk metaborat dari logam dalam analat yang berwarna khas. dipijarkan lagi sampai terbentuk butiran tak berwarna dan transparan. warna diamati pada saat panas dan dingin.MUTIARA BORAKS : Pembuatan mutiara boraks : Kawat platina dipijarkan di api bunsen sampai merah lalu dimasukkan dengan cepat ke borak (Na2B4O7. misal dengan NiSO4 : B2O3 + NiSO4 → Ni(BO2)2 + SO3 NaBO2 + NiSO4 → NaNiBO3 + SO3 Cara analisa : Mutiara boraks yang panas disentuhkan ke analat. dipanaskan dalam api pengoksidasi dan dalam api pereduksi. Na2B4O7 → 2 NaBO2 + B2O3 Mutiara boraks dengan garam dalam analat membentuk metaborat.10H2O) yang ditumbuk halus.

Reaksi awal yaitu pembentukan karbonat kation yang ada dan garam alkali dari anion-anion. Garam alkali diserap arang yang berpori dan karbonat. sebagian besar terurai menjadi oksida dan CO2. .Reaksi arang bebas. arang untuk mereduksi kation-kation menjadi logam cara kerja : arang dibuat lekukan lalu analat dicampur Na2CO3 dimasukkkan ke lekukan tadi lalu diberi api gas bunsen. Oksida yang terbentuk akan tertumpuk sebagai kerak disekitar rongga.

dan warna api .Bunsen. bagian nyala api.

Analisa reaksi cara basah Uji ini dibuat dengan zat dalam larutan. Cara ini bertujuan menperoleh petunjuk sisa asam dalam analat dengan menambah H2SO4 encer dan pekat. Suatu reaksi berlangsung ditandai dengan : •Terbentuk gas •Terjadi endapan •Perubahan warna .

Pertanyaan : • Apa tujuan analisa pendahuluan ? • Apakah perlu adanya analisa lanjut? Mengapa ? • Pengamatan apa yang diperhatikan terhadap • • analat pada setiap uji pendahuluan ? Bagaimana cara pengamatan pada uji mutiara borak ? Bagaimana cara membuat mutiara borak? .

apa kesimpulan sementara anda? CuSO4 atau CuSO4. larut dalam air.5 H2O ? . Berilah suatu analisa sederhana pada zat tersebut.Studi kasus : Suatu cairan dalam gelas. apa kesimpulan anda ? Suatu serbuk biru. tidak berbau.

TD. tidak berbau….Kesimpulan sementara analisa : 1.kesimpulan sementara : Air (untuk lebih memastikan cari data lain. BJ. Sifat fisik : berwarna biru. tidak berwarna. tanpa air kristal berwarna putih . dll) 2. tidak berbau. tidak larut dalam air…kspln smtr : CuSO4. Cara : Sifat fisik : cair.5 H2O CuSO4.

5 H2O serbuk terurai. menjadi biru muda akhirnya putih.Masukkan serbuk dalam tabung reaksi dan diapanaskan diatas api.biru muda.Serbuk dilarutkan dalam air + NH4OH encer (1 tts).+5 H2O↑ 2. Jika benar tjd end.5 H2O → CuSO4. CuSO4.Cari penegasan : 1. jika benar CuSO4. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->