P. 1
90291415-Laporan-Konstanta-Kesetimbangan

90291415-Laporan-Konstanta-Kesetimbangan

|Views: 441|Likes:
Published by YuLiaa IKaa

More info:

Published by: YuLiaa IKaa on Dec 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2014

pdf

text

original

Nurina Kusuma Ayu Pratiwi_103194204_PKB2010 |1

KONSTANTA KESETIMBANGAN
I. II. III. HARI/ TANGGAL PERCOBAAN : Jumat, 09 Maret 2012 SELESAI PERCOBAAN TUJUAN PERCOBAAN Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui konstanta : Jumat, 09 Maret 2012

kesetimbangan suatu reaksi dan memperhatikan bahwa konstanta kesetimbangan suatu reaksi tidak bergantung pada konsentrasi awal reaksi IV. TINJAUAN PUSTAKA Suatu reaksi kimia dikatakan setimbang, apabila dapat terjadi bolak balik. Dalam artian, produk yang sudah terbentuk dapat kembali menjadi reaktan lagi Karakteristik Keadaan Kesetimbangan Ada empat aspek dasar keadaan kesetimbangan, yaitu : 1.Keadaan kesetimbangan tidak menunjukkan perubahan makroskopik yang nyata 2.Keadaan kesetimbangan dicapai melalui proses yang berlangsung spontan 3.Keadaan kesetimbangan menunjukkan keseimbangan dinamik antara proses maju atau balik 4.Keadaan kesetimbangan adalah sama walaupun arah pendekatannya berbeda Macam – macam Sistem Kesetimbangan Macam – macam sistem kesetimbangan, yaitu : 1. Kesetimbangan dalam sistem homogen

Kesetimbangan dalam sistem gas-gas.

Contoh : 2SO2(g) + O2(g) ↔ 2SO3(g)

Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan.

Contoh : NH4OH(aq) ↔ NH4+(aq) + OH- (aq) 2. Kesetimbangan dalam sistem heterogen.

Kesetimbangan dalam sistem padat gas.

Contoh : CaCO3(s) ↔ CaO(s) + CO2(g)

Kesetimbangan sistem padat larutan

Nurina Kusuma Ayu Pratiwi_103194204_PKB2010 |2

Contoh : BaSO4(s) ↔ Ba2+(aq) + SO42- (aq)

Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas

Contoh : Ca(HCO3)2(aq) ↔ CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)

Konstanta Kesetimbangan Pada reaksi kimia yang berlangsung bolak balik seperti reaksi : A + B  C + D dan C + D  A + B maka suatu kondisi tertentu akan terjadi suatu keadaan dimana konsentrasi A,B,C dan D selalu konsatan, selama sistem tersebut tidak diganggu. Pada keadaan demikian reaksi dalam sistem tersebut tidak diganggu. Pada keadaan demikian reaksi dalam sistem tersebut dikatakan dalam keadaan setimbang. Perbandingan nilai konsentrasi produk dan reaktan pada keadaan setimbang dapat dinyatakan dalam sebuah tetapan yang disebut tetapan kesetimbangan (Kc). Secara matemais,harga Kc untuk reaksi berikut : aA + bB  cC + dD dapat dinyatakan sebagai, Kc = [
[ ] [ ] ] [ ]

Di mana (A), (B), (C), (D) adalah konsentrasi A, B, C, dan D pada keadaan setimbang. Hukum Guldberg dan Wange: Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap, maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa dimana masing-masing konsentrasi itu dipangkatkan dengan koefisien reaksinya adalah tetap. Pengukuran A, B, C, D dalam sistem keadaan setimbang mempunyai banyak cara. Hal prinsip yang harus diperhatikan saat pengukuran konsentrasi tersebut harus diupayakan dengan metode yang tidak mengganggu kesetimbanag, yang menyebabkan pergeseran reaksi dan konsentrasi yang akan diukur menjadi berubah.

berarti bahwa pada keadaan kesetimbangan konsentrasi dari produk adalah kecil. Bila konstanta kesetimbangan (Kc) kecil (Kc < 1). Bila konstanta kesetimbangan besar (Kc > 1) berarti bahwa konsentrasi reaktan yang tinggal pada kesetimbangan adalah kecil. Pada pecobaan ini akan dilakukan penentuan teteapan kesetimbanagan reaksi esterifikasi antara asam asetat dan etanolsengan metode titrasi. ALAT DAN BAHAN ALAT Buret Pipet Volum Erlenmeyer bertutup UKURAN 50 ml 5 ml 250 ml JUMLAH 1 1 4 BAHAN :   NaOH Indikator PP    Etanol Absolut HCl 2N Asam asetat . sehingga harga konstanta kesetimbangan yang besar menunjukkan bahwa reaksi berlangsung ke kanan dengan baik. Harga konstanta kesetimbangan dapat ditentukan berdasarkan data eksperimen.Nurina Kusuma Ayu Pratiwi_103194204_PKB2010 |3 Konstanta ksetimbangan yang dinyatakan dengan term konsentrasi (Kc) dapat mempunyai harga yang sangat besar atau sangat kecil. sehingga konstanta kesetimbangan yang kecil menunjukkan reaksi bolak-balik tidak berlangsung dengan baik. Misalnya jika reaksi : A(g) + B(g) ↔ C(g) + D(g) Dengan Kc = 10-5 berarti bahwa campuran A dan B tidak banyak menghasilkan C dan D pada kesetimbangan. V. Misalnya untuk reaksi : E(g) + F(g) ↔ G(g) + H(g) Dengan harga Kc = 105 berarti campuran E dan F akan berubah hampir sempurna menjadi G dan H.

Catat suhu ruang atau penangas tempat menmpan campyran diatas.Nurina Kusuma Ayu Pratiwi_103194204_PKB2010 |4 VI. 4. 3. 2. Titrasi masing – masing campuran (dalam 4 buah erlenmeyer yang telah disimpan selama ± 1 minggu) secara cepat dengan 2 N NaOH dan gunakan indikator PP. Tentuakn mol etanol absolut dan mol asam asetat berdasarkan data massa jenis dan kadar (% kadar dilihat di tabel Botol) . Setelah tersimpan selama ± 1 minggu (minimal 3 hari) lakukan langkah sebagai berikut : 1. Oleh karena itu setelah masing – maing erlenmeyer diidsi campuran reaksi di atas segera tutup dan letakkan dalam penangas bertemostat pada suhu kamar atau letakkan di ruangyang variasitemperaturnya kecil. PROSEDUR KERJA Siapkan 4 buah erlenmeyer bertutup dan masing – masing isi dengan campuran larutan dengan komposisi seperti dalam tabel berikut Erlenmeyer Ke1 2 3 4 HCl 2N (ml) 5 5 5 5 Etanol (ml) 1 2 3 4 Asam asetat (ml) 4 3 2 1 Reaksi esterifikasi antara asam asetat dengan etanol aka mencapai keadaan setimbang setelah reaksi berlangsung ± 1minggu. Pipet 5 ml Hcl 2 N (larutan blanko) dan titrasi dengan 2 N NaOH dan gunakan indikator PP.

Nurina Kusuma Ayu Pratiwi_103194204_PKB2010 |5 LARUTAN BLANKO HCL 2N 5 mL  Diletakkan dalam erlenmeyer  Ditambah PP  Dititrasi dengan NaOH 2N Hasil ERLENMEYER 1 5 mL HCl 2N + 1 mL etanol + 4 mL CH3COOH  Diletakkan dalam erlenmeyer      Didiamkan selama 3hari Dicatat suhunya + indicator PP Dititrasi dengan NaOH Dicatat volumenya Hasil ERLENMEYER 2 .

Nurina Kusuma Ayu Pratiwi_103194204_PKB2010 |6 5 mL HCl 2N + 2 mL etanol + 3 mL CH3COOH  Diletakkan dalam erlenmeyer      Didiamkan selama 3hari Dicatat suhunya + indicator PP Dititrasi dengan NaOH Dicatat volumenya Hasil ERLENMEYER 3 5 mL HCl 2N + 3 mL etanol + 2 mL CH3COOH  Diletakkan dalam erlenmeyer      Didiamkan selama 3hari Dicatat suhunya + indicator PP Dititrasi dengan NaOH Dicatat volumenya Hasil .

Nurina Kusuma Ayu Pratiwi_103194204_PKB2010 |7 ERLENMEYER 4 5 mL HCl 2N + 4 mL etanol + 1 mL CH3COOH  Diletakkan dalam erlenmeyer      Didiamkan selama 3hari Dicatat suhunya + indicator PP Dititrasi dengan NaOH Dicatat volumenya Hasil .

- Segera ditutu dan diletakkan dalam penangas bertermostat pada suhu kamar ± 1 minggu - Timbul panas ρ etanol = 0.Nurina Kusuma Ayu Pratiwi_103194204_PKB2010 |8 VII.Diletakkan dalam erlenmeyer .79 ρ asam asetat = 1.Ditambah PP .4 ml . HASIL PENGAMATAN NO Prosedur Percobaan LARUTAN BLANKO HCL 2N 5 ml Hasil pengamatan 1 Stelah dititrasi warna larutan pada erlenmeyer menjadi merah muda dengan V1 = 4. Suhu ruang 30 0C V = 44.042 - Dicatat suhu runag tempat penyimpanan - Dititrasi dengan larutan blanko (5 ml HCl 2N dengan NaOH 2N + indikator PP setelah disimpan 1 minggu secara cepat) Hasil .2 ml Warna larutan menjadi merah muda.Dititrasi dengan NaOH 2N Hasil 2 ERLENMEYER 1 HCL 2N 5 ml. CH3COOH 4 ml. etanol 1 ml .

8 ml Pada erlenmeyer timbul panas dan bau Warna larutan menjadi merah muda ρ etanol = 0. etanol 4 ml.79 ρ asam asetat = 1.79 ρ asam asetat = 1. etanol 3 ml.9 ml Pada erlenmeyer timbul panas dan bau Warna larutan menjadi merah muda ρ etanol = 0.042 - Diperlakukan sama dengan erlenmeyer 1 Hasil 4 ERLENMEYER 3 HCL 2N 5 ml.042 - Diperlakukan sama dengan erlenmeyer 1 Hasil - . CH3COOH 2ml V3 = 20. CH3COOH 1 ml V4 = 12.Nurina Kusuma Ayu Pratiwi_103194204_PKB2010 |9 3 ERLENMEYER 2 HCL 2N 5 ml. etanol 2 ml.6 ml Pada erlenmeyer timbul panas dan bau Warna larutan menjadi merah muda ρ etanol = 0.79 ρ asam asetat = 1.042 - Diperlakukan sama dengan erlenmeyer 1 Hasil ERLENMEYER 4 5 HCL 2N 5 ml. CH3COOH 3ml V2 = 30.

Mol ekivalen inilah yang digunakan untuk mendapatkan mol sisa dari tiap larutan ester tadi. Setelah proses penyiapan ke 4 larutan ester ini. sehingga dapat diidentifikasi titik akhir titrasi dengan adanya perubahan warna dari tak berwarna menjadi merah muda jernih. terjadi proses esterifikasi. kemudian terdapat penambahan PP yang berfungsi sebagai indikator. Persamaan reaksi yang terjadi adalah : CH3COOH(aq) + C2H5OOH(aq) ↔ CH3COOC2H5(aq) + H2O(aq) Kemudian yang patut diyakini bahwa setelah penyimpanan selama 3 hari sudah terbentuk senyawa ester yaitu timbulnya bau/ wangi khas dari 4 tabung erlenmeyer yang sudah berisi asam asetat yang direkasikan dengan etanol.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 10 Reaksi Blanko: HCl (aq) + NaOH (aq) ↔NaCl (aq) + H2O (aq) Erlenmeyer: CH3COOH(aq) + C2H5OOH(aq) ↔ CH3COOC2H5(aq) + H2O(aq) VIII. oleh karena itu dalam percobaan ini proses pengreaksian antara etanol dan asam asetat harus disimpan dahulu minimal selama 3 hari. sehingga akhirnya dapat ditentukanlah Kc. dibuat juga larutan blanko HCl 2N 5ml yang di titrasi dengan NaOH sehingga didapatkan volume tirasinya dan mol ekivalen H+. hal ini menandakan bahwa terjadi reaksi endoterm . Ketika mol sisa didapatkan. agar memastiakn bahwa etanol dan asam asetat benar – benar sudah bereaksi menjadi senyawa ester (etil asetat). tentu konsentrasi produk sisa dan reaktan sisanya akan ditemukan pula. yang berguna sebagai katalis. Selain itu pada tahap pentitrasian juga ternyata timbul panas. Jika kita tinjau dari tahap titrasi yang dilakukan pada 4 larutan ester tadi. karena larutan blanko ini akan dititasi dengan larutan ester di tiap 4 tabung tadi. ANALISIS DATA Pada dasarnya dalam praktikum konstanta kesetimbangan ini. terdapat penambahan HCl. Seperti yang telah diketahui bahwa reaksi esterifikasi berjalan sangatlah lama.

yang memepengaruhi besar Kc adalah konsentrasi sesudah reaksi. yang mejlaskan bahwa Kc yang tepat. harusnya berjumlah 4. dan mol reaktan etanol bertambah . X.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 11 Dari percobaan yang dilakukan pada 4 tabung reaksi terdapat jumlah mol reaktan asam asetat yang berkurang. Ketidaksesuaian ini mungkin dikarenakan pada waktu penyimpanan yang kurang lama.2. akan didapatkan harga Kc yang negative. Akan tetapi. Dikarenakan. KESIMPULAN Kesimpulan yang kami peroleh dalam percobaan konstanta kesetimbangan yaitu suatu konstanta kesetimbangan tidak bergantung pada konsentrasi awal pereaksi dan diperoleh Kc sesuai percobaan sebesar 0. sehingga ester belum terbentu secara sempurna. tentu hal ini berdampak lurus pada molaritas mula mula pada masing – masing pada 4 tabung erlenmeyer. PEMBAHASAN Dari 4 nol tabung erlenmeyer. Yang apabila dimasukkan dalam perhitungan secara matematis sesuai dengan rumus. yang mengakibatkan volume NaOH yang diperlukan dalam titrasi juga banyak. IX. Dan jumlah dari nlai nya yang sangat jauh dari teori yang didapatkan. didapat jumlah Kc yang berbeda pada tiap tabungnya. padahal seharusnya tidak boleh harga Kc itu bertanda negative.008575 . ternyata keadaan molaritas mula mula tersebut tidak betpengaruh pada jumlah Kc. Sedangkan Kc yang didapat pada percobaan ini ada 2 erlenmeyer yang bernilai negative.

. etanol 1 ml .Dicatat suhu ruang tempat penyimpanan .042 .N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 12 XI.Dititrasi dengan NaOH 2N Hasil 2 ERLENMEYER 1 HCL 2N 5 ml. Tabel pengamatan dan Perhitungan TABEL PENGAMATAN NO Prosedur Percobaan LARUTAN BLANKO HCL 2N 5 ml Hasil pengamatan 1 Stelah dititrasi warna larutan pada erlenmeyer menjadi merah muda dengan V1 = 4.Diletakkan dalam erlenmeyer . CH3COOH 4 ml.Ditambah PP .2 ml Warna larutan menjadi merah muda.4 ml .Dititrasi dengan larutan indikator PP setelah disimpan 1 minggu secara cepat) Hasil - Timbul panas ρ etanol = 0.79 ρ asam asetat = 1.Segera ditutup dan diletakkan dalam penangas bertermostat pada suhu kamar ± 1 minggu . JAWABAN PERTANYAAN 1. Suhu ruang 30 0C V = 44.

etanol 3 ml.042 - Diperlakukan sama dengan erlenmeyer 1 Hasil ERLENMEYER 4 5 HCL 2N 5 ml.042 Hasil - . CH3COOH 1 ml V4 = 12.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 13 3 ERLENMEYER 2 HCL 2 5 ml.042 - Diperlakukan sama dengan erlenmeyer 1 Hasil 4 ERLENMEYER 3 HCL 2N 5 ml.79 ρ asam asetat = 1.9 ml Pada erlenmeyer timbul panas dan bau - Diperlakukan sama dengan erlenmeyer 1 - Warna larutan menjadi merah muda ρ etanol = 0. etanol 2 ml. etanol 4 ml.79 ρ asam asetat = 1.79 ρ asam asetat = 1. CH3COOH 2ml V3 = 20.6 ml Pada erlenmeyer timbul panas dan bau Warna larutan menjadi merah muda ρ etanol = 0.8 ml Pada erlenmeyer timbul panas dan bau Warna larutan menjadi merah muda ρ etanol = 0. CH3COOH 3ml V2 = 30.

17 g n = = mol H+ sisa = mol H+ total – mol blanko = mol NaOH – mol Blanko =V1.798 .2 ml Mencari mol mula etanol ρ etanol = M = ρ etanol x V etanol = 0.0171 mol .4 ml = 8.8mmol .8 mmol Suhu ruang 300C Pada label ρ etanol = 0. 4 ml = 4. v asam asetat = 1.042 ERLENMEYER 1 V1 = 44. 1 ml n= = = 0.042 .N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 14 PERHITUNGAN Larutan Blanko = V NAOH = Mol ekivalen H+ = mol ekivalen NaoH = 2 N x 4.N – mol Blanko = 88.4 – 8.79 Pada label ρ asam asetat = 1.Mencari mol mula mula asam asetat ρ asam asetat =  m = ρ asam asetat .

96 M Kc = [ ] ][ ] ERLENMEYER 2 V = 30.0695 R -0.0343 mol .01 L = 7. 2 ml =1.042 .N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 15 = 0.0796 mol/0.0796 mol CH3COOH + C2H5OOH ↔ CH3COOC2H5 + H2O M 0.Mencari mol mula mula asam asetat ρ asam asetat =  m = ρ asam asetat .8 ml Mencari mol mula etanol ρ etanol = m = ρ etanol x V etanol = 0.72 M [CH3COOC2H5] = 0.01 M [ C2H5OH] = 0.0277 mol/ 0. 3 ml = 3.0272 -0.0101 -0.0101mol/0.01 L = -1.0101 -0.0101 -0.0101 [CH3COOH] = -0.0796 0. v asam asetat = 1.58 n= = = 0.126 g n = = .017 -0.798 .0101 0.01 L = 2.0101 ___________________________________________________ S 0.

394 n= = = 0.0007 -0.0007 -0.0515 mol . 2 – 8.0528mol/0.01 L = 5.5 M [CH3COOC2H5] = -0.01 l = Kc = [ ] ][ ] -0.0007mol/0.05121 R -0.035 -0.0343 -0.8 .N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 16 mol H+ sisa = mol H+ total – mol blanko = mol NaOH – mol Blanko = 30.28 M [ C2H5OH] = 0.6 ml Mencari mol mula etanol ρ etanol = M = ρ etanol x V etanol = 0. 3 ml = 2.8mmol = 0.0528 mol CH3COOH + C2H5OOH  CH3COOC2H5 + H2O M 0.798 .0007 [CH3COOH] = 0.01 L = 3.0007 ___________________________________________________ S 0.0528 0.035mol/ 0.Mencari mol mula mula asam asetat .0007 M ERLENMEYER 3 V3 = 20.0007 0.

24 M [ C2H5OH] = 0.0023 ___________________________________________________ S 0.8mmol = 0.023mol/0.92 M [CH3COOC2H5] = 0.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 17 ρ asam asetat =  m = ρ asam asetat .23 M Kc = [ ] ][ ] ERLENMEYER 4 V4 = 12.0492mol/ 0.0324 0. 2 – 8.6 . 2 ml = 2.0515 R 0.0023 0.0324 mol CH3COOH + C2H5OOH  CH3COOC2H5 + H2O M 0.0492 0.042 .0023 [CH3COOH] = 0.01 L = 4.0023 0. v asam asetat = 1.0347 0.9 ml Mencari mol mula etanol ρ etanol = .0023 0.084 g n = = mol H+ sisa = mol H+ total – mol blanko = mol NaOH – mol Blanko = V3.N – mol Blanko = 20.01 L = 3.0023 0.0324mol/0.01 L = 0.

06834mol/ 0.01 l = 0.Mencari mol mula mula asam asetat ρ asam asetat =  m = ρ asam asetat .06834 0.0687mol .798 .9 ml = 3.01 L = 1.9.8mmol = 0.042 .00036 0.00036 0.2 – 8.042 g n = mencari mol H+ sisa = mol H+ total – mol blanko = mol NaOH – mol Blanko = V3.017 0.036 M Kc = [ ] ][ ] .017 mol/0.017 mol CH3COOH + C2H5OOH  CH3COOC2H5 + H2O M 0.7 M [ C2H5OH] = 0. 1 ml = 1.0687 0. v asam asetat = 1.00036 [CH3COOH] = 0.00036mol/0.01 L = 6.N – mol Blanko = 12.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 18 M = ρ etanol x V etanol = 0.00036 = ___________________________________________________ S 0.834 M [CH3COOC2H5] = 0.00036 0.01736 R 0.00036 0. 12.16 g n= = = 0.

Sehingga diperlukan suatu katalis 3. C2H5OOH(aq) + CH3COOH(aq) ↔ CH3COOC2H5(aq) + H2O(aq) 4.008575 2. Sebagai katalis. karena pada dasarnya reaksi esterifikasi berlangsung sangat lambat.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 19 Kc Rata rata = 0. Kc Erlenmeyer 1 = Kc Erlenmeyer 2 = Kc Erlenmeyer 3 = Kc Erlenmeyer 4 = .

79 Pada label ρ asam asetat = 1. v asam asetat = 1.8 mmol Suhu ruang 300C Pada label ρ etanol = 0.798 . 4 ml = 4.2 ml Mencari mol mula etanol ρ etanol = M = ρ etanol x V etanol = 0.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 20 LAMPIRAN PERHITUNGAN Larutan Blanko = V NAOH = Mol ekivalen H+ = mol ekivalen NaoH = 2 N x 4.N – mol Blanko .4 ml = 8.Mencari mol mula mula asam asetat ρ asam asetat =  m = ρ asam asetat . 1 ml n= = = 0.17 g n = = mol H+ sisa = mol H+ total – mol blanko = mol NaOH – mol Blanko =V1.042 .042 ERLENMEYER 1 V1 = 44.0171 mol .

0796 0.0101 -0.0343 mol .798 .01 L = -1. v asam asetat = 1.0272 -0.01 L = 7.96 M Kc = [ ] ][ ] ERLENMEYER 2 V = 30.8 ml Mencari mol mula etanol ρ etanol = m = ρ etanol x V etanol = 0.58 n= = = 0. 3 ml = 3.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 21 = 88.01 L = 2.126 g n = = .Mencari mol mula mula asam asetat ρ asam asetat =  m = ρ asam asetat .0796 mol CH3COOH + C2H5OOH ↔ CH3COOC2H5 + H2O M 0.0101 0.0796 mol/0.0101mol/0.01 M [ C2H5OH] = 0. 2 ml =1.0695 R -0.0277 mol/ 0.0101 [CH3COOH] = -0.042 .72 M [CH3COOC2H5] = 0.8mmol = 0.0101 -0.017 -0.0101 -0.4 – 8.0101 ___________________________________________________ S 0.

3 ml = 2.0007mol/0.0007 ___________________________________________________ S 0.0515 mol .0343 -0.0007 -0.0528 mol CH3COOH + C2H5OOH  CH3COOC2H5 + H2O M 0.0007 M ERLENMEYER 3 V3 = 20.28 M [ C2H5OH] = 0.5 M [CH3COOC2H5] = -0.798 .01 L = 5.05121 R -0.01 l = Kc = [ ] ][ ] -0.8mmol = 0.0007 -0.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 22 mol H+ sisa = mol H+ total – mol blanko = mol NaOH – mol Blanko = 30.01 L = 3.035mol/ 0.8 .394 n= = = 0.0528mol/0.035 -0.0528 0. 2 – 8.0007 0.0007 [CH3COOH] = 0.6 ml Mencari mol mula etanol ρ etanol = M = ρ etanol x V etanol = 0.

N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 23 .9 ml Mencari mol mula etanol .0023 [CH3COOH] = 0.0492 0.0324 0.8mmol = 0.0023 0.084 g n = = mol H+ sisa = mol H+ total – mol blanko = mol NaOH – mol Blanko = V3.01 L = 0.0023 ___________________________________________________ S 0.023mol/0.0023 0.0515 R 0. v asam asetat = 1.0023 0.92 M [CH3COOC2H5] = 0.0023 0.6 .042 .N – mol Blanko = 20.23 M Kc = [ ] ][ ] ERLENMEYER 4 V4 = 12. 2 – 8.0492mol/ 0.0347 0. 2 ml = 2.24 M [ C2H5OH] = 0.01 L = 4.Mencari mol mula mula asam asetat ρ asam asetat =  m = ρ asam asetat .0324mol/0.01 L = 3.0324 mol CH3COOH + C2H5OOH  CH3COOC2H5 + H2O M 0.

v asam asetat = 1.01 L = 1.01 l = 0.06834mol/ 0.9 ml = 3.00036 0.0687 0.017 mol/0.00036 0.042 .017 0.00036 0.00036 = ___________________________________________________ S 0.8mmol = 0.798 .0687mol .834 M [CH3COOC2H5] = 0. 1 ml = 1. 12.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 24 ρ etanol = M = ρ etanol x V etanol = 0.042 g n = mencari mol H+ sisa = mol H+ total – mol blanko = mol NaOH – mol Blanko = V3.017 mol CH3COOH + C2H5OOH  CH3COOC2H5 + H2O M 0.N – mol Blanko = 12.2 – 8.01736 R 0.00036 [CH3COOH] = 0.7 M [ C2H5OH] = 0.Mencari mol mula mula asam asetat ρ asam asetat =  m = ρ asam asetat .036 M .06834 0.00036 0.01 L = 6.16 g n= = = 0.00036mol/0.9.

1999.008575 DAFTAR PUSTAKA Atkins. Oxf ord university press http://www.N u r i n a K u s u m a A y u P r a t i w i _ 1 0 3 1 9 4 2 0 4 _ P K B 2 0 1 0 | 25 Kc = [ ] ][ ] Kc Rata rata = 0. dian. Harun. Buku petunjuk praktikum Kimia Fisika II.org/materi_kimia/sifat_senyawa_organik/alkohol1/reaksi_pengesteran_ esterifikasi/ (Diakses tanggal 12 Maret 2012) Tjahjani.chem-is-try. Surabaya:Universitas Negeri SurabayaLAboratorium Kimia Fisika 2011 . Siti. Nasruddin. Physic Chemistry Jilid 1. fourth edition.org/kata_kunci/konstanta_kesetimbangan_reaksi/ (Diakses tanggal 12 Maret 2012) http://www. PW.chem-istry. Novita.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->