KEBUTUHAN ELIMINASI A.

LATAR BELAKANG

Eliminasi materi sampah merupakan salah satu dari proses metabolic tubuh. Produk sampah dikeluarkan melalui paru-paru, kulit, ginjal dan pencernaan. Paru-paru secara primer mengeluarkan karbondioksida, sebuah bentuk gas yang dibentuk selama metabolisme pada jaringan. Hamper semua karbondioksida dibawa keparu-paru oleh system vena dan diekskresikan melalui pernapasan. Kulit mengeluarkan air dan natrium / keringat. Ginjal merupakan bagian tubuh primer yang utama untuk mengekskresikan kelebihan cairan tubuh, elektrolit, ion-ion hydrogen, dan asam. Eliminasi urin secara normal bergantung pada pemasukan cairan dan sirkulasi volume darah ; jika salah satunya menurun, pengeluaran urin akan menurun. Pengeluaran urin juga berubah pada seseorang dengan penyakit ginjal, yang mempengaruhi kuantitas, urin dan kandungan produk sampah didalam urin. Usus mengeluarkan produk sampah yang padat dan beberapa cairan dari tubuh. Pengeluaran sampah yang padat melalui evakuasi usus besar biasanya menjadi sebuah pola pada usia 30 sampai 36 bulan. B. TUJUAN :

Untuk mengetahui konsep eliminasi sampah dan metabolisme tubuh Untuk mengetahui fisiologi proses eliminasi dalam tubuh Untuk mengetahui gangguan eliminasi urine dalam tubuh Untuk mengetahui masalah dalam eliminasi fecal Untuk mangetahui proses keperawatan pada pasien yang mengalami gangguan pada proses eliminasi.

A.

KONSEP DASAR PEMENUHAN KEBUTUHAN ELIMINASI URINE

Eliminasi merupakan proses pembuangan sisa-sisa metabolisme tubuh. Kebutuhan eliminasi ada 2 yaitu eliminasi urin (BAK) dan eliminasi fekal (BAB/Alvi). Kebutuhan eliminasi urin adalah proses pembuangan sisa-sisa metabolisme berupa urin. Miksi (Berkemih) Miksi adalah proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi. Proses ini terjadi dari dua langkah utama yaitu : a. Kandung kemih secara progresif terisi sampai tegangan di dindingnya meningkat diatas

nilai ambang, yang kemudian mencetuskan langkah kedua. b. Timbul refleks saraf yang disebut refleks miksi (refleks berkemih) yang berusaha

mengosongkan kandung kemih atau jika ini gagal, setidak-tidaknya menimbulkan kesadaran akan keinginan untuk berkemih. Meskipun refleks miksi adalah refleks autonomik medula spinalis, refleks ini bisa juga dihambat atau ditimbulkan oleh pusat korteks serebri atau batang otak. Refleks Berkemih Kita dapat mengetahui selama kandung kemih terisi, banyak yang menyertai kontraksi berkemih mulai tampak, seperti diperlihatkan oleh gelombang tajam dengan garis putus-putus. Keadaan ini disebabkan oleh refleks peregangan yang dimulai oleh reseptor regang sensorik pada dinding kandung kemih, khususnya oleh reseptor pada uretra posterior ketika daerah ini mulai terisi urin pada tekanan kandung kemih yang lebih tinggi. Sinyal sensorik dari reseptor regang kandung kemih dihantarkan ke segmen sakral medula spinalis melalui nervus pelvikus dan kemudian secara refleks kembali lagi ke kandung kemih melalui serat saraf parasimpatis melalui saraf yang sama ini. Ketika kandung kemih hanya terisi sebagian, kontraksi berkemih ini biasanya secara spontan berelaksasi setelah beberapa detik, otot detrusor berhenti berkontraksi, dan tekanan turun kembali ke garis basal. Karena kandung kemih terus terisi, refleks berkemih menjadi bertambah sering dan menyebabkan kontraksi otot detrusor lebih kuat.

Sekali refleks berkemih mulai timbul, refleks ini akan “ menghilang sendiri. “ Artinya, kontraksi awal kandung kemih selanjutnya akan mengaktifkan reseptor regang untuk menyebabkan peningkatan selanjutnya pada impuls sensorik ke kandung kemih dan uretra posterior, yang menimbulkan peningkatan refleks kontraksi kandung kemih lebih lanjut, jadi siklus ini berulang dan berulang lagi sampai kandung kemih mencapai kontraksi yang kuat. Kemudian, setelah beberapa detik sampai lebih dari semenit, refleks yang menghilang sendiri ini mulai melemah dan siklus regeneratif dari refleks miksi ini berhenti, menyebabkan kandung kemih berelaksasi. Jadi refleks berkemih adalah suatu siklus tunggal lengkap dari : a. b. c. Peningkatan tekanan yang cepat dan progresif Periode tekanan dipertahankan dan Kembalinya tekanan ke tonus basal kandung kemih.

Sekali refleks berkemih terjadi tetapi tidak berhasil mengosongkan kandung kemih, elemen saraf dari refleks ini biasanya tetap dalam keadaan terinhibisi selama beberapa menit sampai satu jam atau lebih sebelum refleks berkemih lainnya terjadi. Karena kandung kemih menjadi semakin terisi, refleks berkemih menjadi semakin sering dan semakin kuat. Sekali refleks berkemih menjadi cukup kuat, hal ini juga menimbulkan refleks lain, yang berjalan melalui nervus pudendal ke sfingter eksternus untuk menghambatnya. Jika inhibisi ini lebih kuat dalam otak daripada sinyal konstriktor volunter ke sfingter eksterna, berkemih pun akan terjadi. Jika tidak, berkemih tidak akan terjadi sampai kandung kemih terisi lagi dan refleks berkemih menjadi makin kuat. B. KONSEP DASAR PEMENUHAN KEBUTUHAN ELIMINASI FECAL

Kebutuhan eliminasi fekal adalah proses pembuangan sisa-sisa metabolisme berupa feses. Susunan feses terdiri dari : a. b. Bakteri yang umumnya sudah mati Lepasan epitelium dari usus

d. sehingga peristaltik usus meningkat. l. m.c. e. i. Faktor psikologik Kebiasaan Posisi Nyeri Kehamilan : menekan rectum Operasi & anestesi Obat-obatan Test diagnostik : Barium enema dapat menyebabkan konstipasi Kondisi patologis Iritan . Normalnya : 2000 – 3000 ml/hari Aktifitas fisik : Merangsang peristaltik usus. f. n. j. c. Sejumlah kecil zat nitrogen terutama musin (mucus) Garam terutama kalsium fosfat Sedikit zat besi dari selulosa Sisa zat makanan yang tidak dicerna dan air (100 ml) Faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi fecal a. k. e. b. g. d. f. Usia dan perkembangan : mempengaruhi karakter feses. control Diet Pemasukan cairan. h.

Sebuah kelenjar adrenal terletak dikutub superior setiap ginjal. Otot polos kandung kemih disebut otot detrusor. berjalan secara inferior dan anterior ke dalam daerah segitiga urogenital dan berhubungan dengan uretra. b. Urin yang keluar dari ureter kekandung kemih umumnya steril. c. merupakan bagian utama kandung kemih dimana urin berkumpul dan. leher (kollum). tetapi tidak berhubungan langsung dengan proses eliminasi urine. Bagian yang lebih rendah dari leher kandung kemih disebut uretra posterior karena hubungannya dengan uretra. merupakan lanjutan dari badan yang berbentuk corong. Setiap ginjal secara khas berukuran 12 cm x 7 cm dan memiliki berat 120-150gram.C. Ureter merupakan struktur tubulan yang memiliki panjang 25-30 cm dan berdiameter 1. Ureter Sebuah ureter bergabung dengan setiap pelvis renalis sebagai rute keluar pertama pembuangan urine. dapat meningkatkan tekanan dalam kandung kemih menjadi 40 sampai 60 .5 – 2 cm dari ginjal kanan karena posisi anatomi hati. Kandung kemih Kandung kemih adalah ruangan berdinding otot polos yang terdiri dari dua bagian besar : Badan (corpus). yang terdapat di kedua sisi kolumna vertebra posterior terhadap peritoneum dan terletak pada otot punggung bagian dalam. ginjal kiri lebih tinggi 1. berwarna coklat agak kemerahan. FISIOLOGI PROSES ELIMINASI DALAM TUBUH Anatomi Fisiologik & Hubungan Saraf pada Kandung Kemih a. Setiap ginjal di lapisi oleh sebuah kapsul yang kokoh dan di kelilingi oleh lapisan lemak.25 cm pada orang dewasa. Ginjal Ginjal merupakan sepasang organ berbentuk seperti kacang buncis. Dalam kondisi normal. Ureter membentang pada posisi retroperitonium untuk memasuki kandung kemih didalam rongga panggul (pelvis) pada sambungan ureter ureterovesikalis. Serat-serat ototnya meluas ke segala arah dan bila berkontraksi. Ginjal terbentang dari vertebra torakalis ke-12 sampai vertebra lumbalis ke-3.

potensial aksi dapat menyebar ke seluruh otot detrusor. Uretra Urin keluar dari kandung kemih melalui uretra dan keluar dari tubuh melalui meatus uretra. dan kelenjar uretra mensekresi lendir kedalam saluran uretra. mencegah pengosongan kandung kemih sampai tekanan pada daerah utama kandung kemih meningkat di atas ambang kritis. Otot sfingter eksterna bekerja di bawah kendali sistem saraf volunter dan dapat digunakan secara sadar untuk menahan miksi bahkan bila kendali involunter berusaha untuk mengosongkan kandung kemih. berjalan secara oblique melalui otot detrusor dan kemudian melewati 1 sampai 2 cm lagi dibawah mukosa kandung kemih sebelum mengosongkan diri ke dalam kandung kemih. aliran urin yang mengalami turbulansi membuat urin bebas dari bakteri. Otot pada daerah ini disebut sfinter internal. kontraksi otot detrusor adalah langkah terpenting untuk mengosongkan kandung kemih. tepat diatas bagian leher dari kandung kemih. Sifat tonusnya secara normal mempertahankan leher kandung kemih dan uretra posterior agar kosong dari urin dan oleh karena itu. terdapat daerah segitiga kecil yang disebut Trigonum. Membrane mukosa melapisi uretra. d. Otot ini merupakan otot lurik yang berbeda otot pada badan dan leher kandung kemih. sehingga terjadi kontraksi seluruh kandung kemih dengan segera. yang mengandung lapisan otot yang disebut sfingter eksterna kandung kemih. pada saat memasuki kandung kemih. Bagian terendah dari apeks trigonum adalah bagaian kandung kemih yang membuka menuju leher masuk kedalam uretra posterior.mmHg. uretra berjalan melewati diafragma urogenital. . Leher kandung kemih (uretra posterior) panjangnya 2 – 3 cm. yang hanya terdiri dari otot polos. Dengan demikian. dari satu sel otot ke sel otot berikutnya. yang berlipat-lipat membentuk rugae. Oleh karena itu. Trigonum dapat dikenali dengan melihat mukosa kandung kemih bagian lainnya. Pada dinding posterior kandung kemih. Masingmasing ureter. Setelah uretra posterior. Dalam kondisi normal. dan dindingnya terdiri dari otot detrusor yang bersilangan dengan sejumlah besar jaringan elastik. Sel-sel otot polos dari otot detrusor terangkai satu sama lain sehingga timbul aliran listrik berhambatan rendah dari satu sel otot ke sel otot lainnya. dan kedua ureter memasuki kandung kemih pada sudut tertinggi trigonum.

Yang terpenting adalah serat otot lurik yang berjalan melalui nervus pudendal menuju sfingter eksternus kandung kemih. meregangkan kaliks renalis dan meningkatkan pacemakernya. tidak ada perubahan yang berarti pada komposisi urin tersebut sejak mengalir melalui kaliks renalis dan ureter sampai kandung kemih. kandung kemih menerima saraf simpatis dari rangkaian simpatis melalui nervus hipogastrikus. Ini adalah serat saraf somatik yang mempersarafi dan mengontrol otot lurik pada sfingter. yang kemudian mencetuskan kontraksi peristaltik yang menyebar ke pelvis renalis dan kemudian turun sepanjang ureter. Juga. e. yang berhubungan dengan medula spinalis melalui pleksus sakralis.Lendir dianggap bersifat bakteriostatis dan membentuk plak mukosa untuk mencegah masuknya bakteri. Serat ini berakhir pada sel ganglion yang terletak pada dinding kandung kemih. Tanda-tanda regangan dari uretra posterior bersifat sangat kuat dan terutama bertanggung jawab untuk mencetuskan refleks yang menyebabkan pengosongan kandung kemih. Serat simpatis ini mungkin terutama merangsang pembuluh darah dan sedikit mempengaruhi kontraksi kandung kemih. Saraf psot ganglion pendek kemudian mempersarafi otot detrusor. terdapat dua tipe persarafan lain yang penting untuk fungsi kandung kemih. Berjalan melalui nervus pelvikus ini adalah serat saraf sensorik dan serat saraf motorik. terutama berhubungan dengan medula spinalis segmen S-2 dan S-3. Transpor urin dari ginjal melalui ureter dan masuk ke dalam kandung kemih. Serat sensorik mendeteksi derajat regangan pada dinding kandung kemih. Urin mengalir dari duktus koligentes masuk ke kaliks renalis. Lapisan otot polos yang tebal mengelilingi uretra. dengan demikian mendorong urin dari . Persarafan Kandung Kemih Persarafan utama kandung kemih ialah nervus pelvikus. Selain nervus pelvikus. terutama berhubungan dengan segmen L-2 medula spinalis. Saraf motorik yang menjalar dalam nervus pelvikus adalah serat parasimpatis. Beberapa serat saraf sensorik juga berjalan melalui saraf simpatis dan mungkin penting dalam menimbulkan sensasi rasa penuh dan pada beberapa keadaan. Urin yang keluar dari kandung kemih mempunyai komposisi utama yang sama dengan cairan yang keluar dari duktus koligentes. rasa nyeri.

panjang ureter yang menembus dinding kandung kemih kurang dari normal. mengakibatkan kerusakan daerah ini. dengan demikian mencegah aliran balik urin dari kandung kemih waktu tekanan di kandung kemih meningkat selama berkemih atau sewaktu terjadi kompresi kandung kemih. Efek ini disebut refleks ureterorenal dan bersifat penting untuk mencegah aliran cairan yang berlebihan kedalam pelvis ginjal yang ureternya tersumbat. Seperti halnya otot polos pada organ viscera yang lain. Ureter dipersarafi secara sempurna oleh serat saraf nyeri. Setiap gelombang peristaltik yang terjadi di sepanjang ureter akan meningkatkan tekanan dalam ureter sehingga bagian yang menembus dinding kandung kemih membuka dan memberi kesempatan urin mengalir ke dalam kandung kemih. keadaan ini disebut refluks vesikoureteral. Tonus normal dari otot detrusor pada dinding kandung kemih cenderung menekan ureter. ureter berjalan secara oblique sepanjang beberapa cm menembus dinding kandung kemih. Refluks semacam ini dapat menyebabkan pembesaran ureter dan. timbul refleks konstriksi yang kuat sehubungan dengan rasa nyeri yang hebat. Bila ureter tersumbat (contoh : oleh batu ureter). Impuls rasa nyeri juga menyebabkan refleks simpatis kembali ke ginjal untuk mengkontriksikan arteriol-arteriol ginjal.pelvis renalis ke arah kandung kemih. Normalnya. dengan demikian menurunkan pengeluaran urin dari ginjal. dapat meningkatkan tekanan di kaliks renalis dan struktur-struktur di medula renalis. Ureter memasuki kandung kemih menembus otot detrusor di daerah trigonum kandung kemih. jika parah. Sensasi rasa nyeri pada Ureter dan Refleks Ureterorenal. sejumlah urin dalam kandung kemih terdorong kembali kedalam ureter. Pada beberapa orang. Dinding ureter terdiri dari otot polos dan dipersarafi oleh saraf simpatis dan parasimpatis seperi juga neuron-neuron pada pleksus intramural dan serat saraf yang meluas diseluruh panjang ureter. . Akibatnya. kontraksi peristaltik pada ureter ditingkatkan oleh perangsangan parasimpatis dan dihambat oleh perangsangan simpatis. f. sehingga kontraksi kandung kemih selama berkemih tidak selalu menimbulkan penutupan ureter secara sempurna.

dikunyah (jika padat) didorong ke faring oleh lidah dan ditelan dengan adanya refleks otomatis. dimana makanan bergerak ke esofagus bagian atas dan kemudian kebawah ke dalam lambung. Anatomi fisiologi saluran pencernaan terdiri dari : a. Permukaannya diliputi selaput mukosa yang mengeluarkan sekret mukoid yang berguna untuk perlindungan.Anatomi Fisiologi Saluran Pencernaan Secara normal. b. Pergerakan makanan melalui lambung dan usus dimungkinkan dengan adanya peristaltik. Esofagus Esofagus adalah sebuah tube yang panjang. Kini gumpalan lembek makanan telah menjadi substansi yang disebut chyme. Pada saat makanan bergerak ke arah spingter pylorus pada ujung distla lambung. Setelah dikunyah lidah mendorong gumpalan makanan ke dalam faring. Pencernaan berawal dimulut dan berakhir diusus kecil walaupun cairan akan melanjutkannya sampai direabsorpsi di kolon. gelombang peristaltik meningkat. Mulut Gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan pada awal proses pencernaan. Chyme ini dipompa melalui spingter pylorus kedalam duodenum. Lambung Gumpalan makanan memasuki lambung. dengan bagian porsi terbesar dari saluran pencernaan. yaitu gerakan konstraksi dan relaksasi secara bergantian dari otot yang mendorong substansi makanan dalam gerakan menyerupai gelombang. dari esofagus kedalam lambung. Sepertiga bagian atas adalah terdiri dari otot yang bertulang dan sisanya adalah otot yang licin. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk mengosongkan kembali lambung setelah makan adalah 2 sampai 6 jam. makanan & cairan masuk kedalam mulut. c. . Mengunyah dengan baik dapat mencegah terjadinya luka parut pada permukaan saluran pencernaan.

Usus kecil Usus kecil (halus) mempunyai tiga bagian : 1) 2) 3) e. Rektum. mempunyai dua spinkter yaitu internal (involunter) dan eksternal (volunter) . terdir dari : 1) 2) 3) Sekum. nutrien. yang berhubungan langsung dengan lambung Jejenum atau bagian tengah dan Ileum Usus besar (kolon) Kolon orang dewasa. Anus / anal / orifisium eksternal Panjangnya ± 2. 3) f. desenden dan sigmoid. maka semua zat makanan telah diabsorpsi dan sampai isinya cair (disebut chyme). Selama perjalanan didalam kolon (16 – 20 jam) isinya menjadi makin padat karena air diabsorpsi dan sampai di rektum feses bersifat padat – lunak. Fisiologi usus besar yaitu bahwa usus besar tidak ikut serta dalam pencernaan/absorpsi makanan. transversum. Fungsi utama usus besar (kolon) adalah : 1) Menerima chyme dari lambung dan mengantarkannya ke arah bagian selanjutnya untuk mengadakan absorpsi / penyerapan baik air. 2) Mengeluarkan mukus yang berfungsi sebagai protektif sehingga akan melindungi dinding usus dari aktifitas bakteri dan trauma asam yang dihasilkan feses. Sebagai tempat penyimpanan sebelum feses dibuang. 10 – 15 cm / 4 – 6 inch.5 – 5 cm atau 1 – 2 inch.d. Duodenum. Bila isi usus halus mencapai sekum. elektrolit dan garam empedu. terdiri dari kolon asenden. yang berhubungan langsung dengan usus kecil Kolon. panjangnya ± 125 – 150 cm atau 50 –60 inch.

signal diteruskan ke spinal cord (sakral 2 – 4) dan kemudian kembali ke kolon desenden. kolon sigmoid dan rektum.Fisiologi Defekasi Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum. Pengeluaran feses dibantu oleh kontraksi otot-otot perut dan diaphragma yang akan meningkatkan tekanan abdominal dan oleh kontraksi muskulus levator ani pada dasar panggul yang menggerakkan feses melalui saluran anus. saraf sensoris dalam rektum dirangsang dan individu menjadi sadar terhadap kebutuhan untuk defekasi. melemaskan spingter anus internal dan meningkatkan refleks defekasi instrinsik. 2) Refleks defekasi parasimpatis Ketika serat saraf dalam rektum dirangsang. pengembangan dinding rektum memberi suatu signal yang menyebar melalui pleksus mesentrikus untuk memulai gelombang peristaltik pada kolon desenden. Ketika gelombang peristaltik mendorong feses kedalam kolon sigmoid dan rektum. Gelombang ini menekan feses kearah anus. maka rasa terdesak untuk defekasi secara berulang dapat menghasilkan rektum meluas untuk menampung kumpulan feses . Defekasi normal dipermudah dengan refleksi paha yang meningkatkan tekanan di dalam perut dan posisi duduk yang meningkatkan tekanan kebawah kearah rektum. Hal ini juga disebut bowel movement. spingter anus eksternal tenang dengan sendirinya. Sinyal – sinyal parasimpatis ini meningkatkan gelombang peristaltik. Jika refleks defekasi diabaikan atau jika defekasi dihambat secara sengaja dengan mengkontraksikan muskulus spingter eksternal. Defekasi biasanya dimulai oleh dua refleks defekasi yaitu : 1) Refleks defekasi instrinsik Ketika feses masuk kedalam rektum. kolon sigmoid. Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang. spingter anal interna tidak menutup dan bila spingter eksternal tenang maka feses keluar. Spingter anus individu duduk ditoilet atau bedpan. dan didalam rektum. Frekwensi defekasi pada setiap orang sangat bervariasi dari beberapa kali perhari sampai 2 atau 3 kali perminggu. Begitu gelombang peristaltik mendekati anus.

h. Penurunan tonus otot kandung kemih. Kelemahan otot dasar panggul. d. Salah satu yang tersering ialah gangguan urine. GANGGUAN ELIMINASI URINE Penyakit ginjal utamanya akan berdampak pada sistem tubuh secara umum. g. b. c. 2003) Inkopenten outlet kandung kemih. Kerusakan ateren Penyumbatan spinkter.D. Gangguan eliminasi urine kemungkinan disebabkan : (Supratman. Penurunan kapasitas kandung kemih. Meningkatnya keinginan berkemih. Distensi dan ketidaksanggupan untuk berkemih. i. Kemungkinan penyebabnya : a. Enuresis . Tanda-tanda retensi urine : Ketidak nyamanan daerah pubis. antara lain : Retensi Retensi Urine ialah penumpukan urine acuan kandung kemih dan ketidaksanggupan kandung kemih untuk mengosongkan sendiri. Urine yang keluar dengan intake tidak seimbang. Operasi pada daerah abdomen bawah. f. e. Beberapa masalah eliminasi urine yang sering muncul.

anietas Lingkungan Lanjut usia. Faktor Penyebab: 1) 2) 3) 4) 5) b. depresi. Kapasitas kandung kemih lebih kecil dari normal. c. . Kandung kemih yang irritable Suasana emosiaonal yang tidak menyenangkan ISK atau perubahan fisik atau revolusi. Inkontinensia Fungsional/urge Inkotinensis Fungsional ialah keadaan dimana individu mengalami inkontine karena kesulitan dalam mencapai atau ketidak mampuan untuk mencapai toilet sebelum berkemih. Kemungkinan peyebabnya : a. Jenis inkotinensis : a. Kerusakan untuk mengenali isyarat kandung kemih. Inkontinensia Inkontinesia Urine ialah BAK yang tidak terkontrol. Inkontinensia Stress Inkotinensia stress ialah keadaan dimana individu mengalami pengeluaran urine segera pada peningkatan dalam tekanan intra abdomen. d. Penurunan tonur kandung kemih Kerusakan moviliasi.Tinusis Ialah keluarnya kencing yang sering terjadi pada anak-anak umumnya malam hari. b.

Penurunan Kapasitas kandung kemih. Penurunan isyarat kandung kemih Efek pembedahan spinkter kandung kemih Penurunan tonus kandung kemih Kelemahan otot dasar panggul.Faktor Penyebab : 1) 2) 3) 4) c. Inkomplet outlet kandung kemih Tingginya tekanan infra abdomen Kelemahan atas peluis dan struktur pengangga Lanjut usia. Penurunan kapasitas kandung kemih Infeksi saluran kemih Minum alcohol atau kafein . terjadi setelah merasa dorongan yang kuat untuk berkemih Penyebab : a. c. Inkontinensia Total Inkotinensia total ialah keadaan dimana individu mengalami kehilangan urine terus menerus yang tidak dapat diperkirakan. Penurunan perhatian pada isyarat kandung kemih Inkontenensia Dorongan Adalah keadaan dimana seseorang mengalami pengeluarana urin tanpa sadar. Faktor Penyebab : 1) 2) 3) 4) 5) 6) d. b.

Vesika urinaria peka rangsang dan seterusnya tidak dapat menampung urin dalam jumlah besar. e.d. b. yang mengakibatkan terlambatnya bangun tidur untuk ke kamar mandi. Enuresis Adalah ketidaksanggupan menahan kemih (mengompol) yang diakibatkan ketidakmampuan untuk mengendalikan spinter eksterna. d. c. Penigkatan cairan Peningkatan konsentrasi urine Distensi kandung kemih yang berlebihan. Inkontenensia reflex Adalah keadaan dimana seseorang mengalami pengeluaran urin yang tidak dirasakan. Penyebab enuresis : a. e. Enuresis terjadi pada anak-anak atau orang ngompol. f. terjadi pada interval yang dpat di[perkirakan bila volume kandung kemih mencapai jumlah tertentu.Suasana emosional yang tidak menyenangkan di rumah (misalnya persaingan dengan saudara kandung atau cekcok dengan orant tua). Penyebab : Kerusakan neurologis (lesi medulla spinalis) Tanda-tandanya : 1) 2) Tidak ada dorongan utnuk berkemih Merassa bahwa kandung kemih penuh 3) Kontraksi atau spasme kandung kemih tidak dihambat pada intervalteratur. Kapasitas vesika urinaria lebih besar dari kondisi normal. . Anak-anak yang tidunya bersuara dan tanda-tanda dari indikasi keinginan berkemih tidak diketahui.

Anak yang takut jalan gelap untuk ke kamar mandi PERUBAHAN POLA BERKEMIH Frekuensi Yaitu meningkatnya frekuensi berkemih karena meningkatnya cairan. Urinari Suppresion Yaitu keadaan yang mendesak dimana produksi urine sangat kurang. h. dan wanita hamil. stress. dan striktur uretra. misalnya pada ISK. tanpa meningkatnya intake cairan misalnya pada pasien DM.e. Urgency Yaitu perasaan ingin berkemih dan biasanya terjadi pada anak-anak karena kemampuan spinkter untuk mengontrol berkurang. atau makanan pemedas. Orang tua yang mempunya pendapat bahwa anaknya akan mengatasi kebiasaanya tanpa dibantu untuk mendidiknya. Poliuria Yaitu produksi urin melebihi batas normal. Anuria = Urin < 100 ml/24 jam Oliguria = Urin 100 – 1500 ml/24 jam . Keadaan dimana ginjal tidak dapat memproduksi urine secara tiba-tiba. Infeksi saluran kemih atau perubahan fisik neurologis system perkemihan Makanan yang banyak mengandung garam dan mineral. g. Biasanya terjadi pada cystitis. Disuria Yaitu adanya rasa sakit atau kesulitan dalam berkemih. trauma. f. E.

dan lain-lain Diet tidak sempurna/adekuat : kurang serat (daging. keras. seperti sibuk. GANGGUAN ELIMINASI FECAL Konstipasi Konstipasi merupakan gejala. anti kolinergik. bermain. tumpukan feses sampai pada kolon sigmoid. paralitik ileus. dan mengejang. peristaltik menurun dan otot-otot elastisitas perut menurun sehingga menimbulkan konstipasi. kembung/kram dan nyeri rektum. Kurang olahraga / aktifitas : berbaring lama. b. sehingga tumpukan feses yang keras di rektum tidak bisa dikeluarkan. Penyakit-penyakit : Obstruksi usus. tidak ada gigi. BAB yang keras dapat menyebabkan nyeri rektum. kecelakaan pada spinal cord dan tumor.F. Tandanya : tidak BAB. makanan lemak dan cairan kurang c. tidak sadar. bingung. bukan penyakit yaitu menurunnya frekuensi BAB disertai dengan pengeluaran feses yang sulit. konstipasi berulang dan pemeriksaan yang dapat menimbulkan konstipasi. d. . morfin. zat besi. Kondisi ini terjadi karena feses berada di intestinal lebih lama. Penyebabnya : a. Penyebabnya pasien dalam keadaan lemah. Impaction Impaction merupakan akibat konstipasi yang tidak teratur. f. e. Penggunaan obat pencahar/laksatif menyebabkan tonus otot intestinal kurang sehingga refleks BAB hilang. Impaction berat. Obat-obatan : kodein. pindah tempat. Meningkatnya stress psikologik. telur). Usia. sehingga banyak air diserap. anoreksia. g. Kebiasaan BAB tidak teratur.

Hal ini terjadi pada defekasi yang keras. nyeri dan kram. karena saat BAB menimbulkan nyeri. Biasanya gas keluar melalui mulut (sendawa) atau anus (flatus). Jika terjadi inflamasi dan pengerasan. Kadang-kadang BAB dilupakan oleh pasien. . BAB encer dan jumlahnya banyak. trauma spinal cord dan tumor spingter anal eksternal. Akibatnya feses menjadi encer sehingga pasien tidak dapat mengontrol dan menahan buang air besar (BAB). Hemoroid Yaitu dilatasi pembengkakan vena pada dinding rektum (bisa internal atau eksternal). Inkontinensia fecal Yaitu suatu keadaan tidak mampu mengontrol BAB dan udara dari anus. maka pasien merasa panas dan gatal. Isi intestinal melewati usus halus dan kolon sangat cepat. Hal-hal yang menyebabkan peningkatan gas di usus adalah pemecahan makanan oleh bakteri yang menghasilkan gas metan. Akibatnya pasien mengalami konstipasi. merasa penuh. kehamilan. pembusukan di usus yang menghasilkan CO2. penyakit neuromuskuler. dinding usus meregang dan distended. Umumnya disertai dengan gangguan fungsi spingter anal. Flatulens Yaitu menumpuknya gas pada lumen intestinal. Pada situasi tertentu secara mental pasien sadar akan kebutuhan BAB tapi tidak sadar secara fisik. Iritasi di dalam kolon merupakan faktor tambahan yang menyebabkan meningkatkan sekresi mukosa. Makanan penghasil gas seperti bawang dan kembang kol.Diare Diare merupakan buang air besar (BAB) sering dengan cairan dan feses yang tidak berbentuk. Perdarahan dapat terjadi dengan mudah jika dinding pembuluh darah teregang. gagal jantung dan penyakit hati menahun. Kebutuhan dasar pasien tergantung pada perawat.

ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTUHAN ELIMINASI A. CM : : : : : : : : Identitas klien : : . Nama Tempat Tanggal Lahir Umur Jenis kelamin Agama Pendidikan Pekerjan Suku / Bangsa Status No. CM Tanggal Pengkajian Jam Diagnosa Medis BIODATA a. PENGKAJIAN : : : : : : Tanggal Masuk Jam No.

bukan penyakit yaitu menurunnya frekuensi BAB disertai dengan pengeluaran feses yang sulit. : Identitas penanggung jawab : : : : : : : : : : : Nama Tempat Tanggal Lahir Umur Jenis kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan Suku / Bangsa Status Alamat Hub. sehingga banyak air diserap.dg klien RIWAYAT KESEHATAN a. impaksi. Konstipasi merupakan gejala. konstipasi. BAB yang keras dapat menyebabkan nyeri rektum. diare dan sebagainya. . Keluhan utama Keluhan utama yang biasanya muncul adalah BAB lebih dari 3 x. keras. Kondisi ini terjadi karena feses berada di intestinal lebih lama.Alamat b. dan mengejang.

anoreksia. Tentukan konsistensinya (encer. tumpukan feses sampai pada kolon sigmoid.Penyebabnya : Kebiasaan BAB tidak teratur. kecelakaan pada spinal cord dan tumor. seperti sibuk. konstipasi berulang dan pemeriksaan yang dapat menimbulkan konstipasi. Penyebabnya pasien dalam keadaan lemah. Penggunaan obat pencahar/laksatif menyebabkan tonus otot intestinal kurang sehingga refleks BAB hilang. anti kolinergik. zat besi. telur). kembung/kram dan nyeri rektum. bermain. tidak ada gigi. tidak sadar. Obat-obatan : kodein. Kurang olahraga / aktifitas : berbaring lama. b.padat). bingung. Impaction berat. hijau). Waktu terjadinya sakitKapan mulai terjadi konstipasi/diare dan seberapa sering atau frekuensinya yang dirasakan. dan lain-lain Diet tidak sempurna/adekuat : kurang serat (daging. dan kapan mulai terjadinya. peristaltik menurun dan otot-otot elastisitas perut menurun sehingga menimbulkan konstipasi. Tandanya : tidak BAB. Riwayat penyakit sekarang Perlu dikasi warna BAB (kuning. Usia. Impaction merupakan akibat konstipasi yang tidak teratur. kuning kehijauan. pindah tempat. makanan lemak dan cairan kurang Meningkatnya stress psikologik. . bercampur lendir dan darah atau lendir saja. Penyakit-penyakit : Obstruksi usus. paralitik ileus. sehingga tumpukan feses yang keras di rektum tidak bisa dikeluarkan. > 7 hari ( diare berkepanjangan). Perlu dikaji waktu pengeluaran : 3-5 hari (diare akut). morfin. > 14 hari (diare kronis). tentukan frekuensinya (> 3 kali sehari). Ø Proses terjadinya sakit Perlu dikaji bagaiamana proses dapat terjadinya konstipasi/diare.

Riwayat kesehatan keluarga. lingkungan tempat tinggal. f. ISPA. Riwayat kesehatan lingkungan klien Perlu dikaji penyimpanan makanan. pemakian antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang (perubahan candida albicans dari saprofit menjadi parasit).Ø Upaya yang telah dilakukan selama sakit Ø Hasil pemeriksaan sementara / sekarang c. . Ditanyakan apakah ada anggota keluarga yang mengalami sakit seperti pasien sebelumnya.5 kg (rata-rata 2 kg). kurang menjaga kebersihan. e. d. 2) Perkembangan Ø Tahap perkembangan Psikoseksual menurut Sigmund Freud. Riwayat penyakit dahulu. OMA campak. apakah pada suhu kamar. geraham pertama dan gigi taring. apakah sebelumnya pasien pernah mengalami penyakit seperti saat ini. 1) Riwayat Pertumbuhan dan perkembangan Pertumbuhan Ø Kenaikan BB karena umur 1 –3 tahun berkisar antara 1. Ø Tumbuh gigi 8 buah : tambahan gigi susu. Ø Kenaikan linkar kepala : 12cm ditahun pertama dan 2 cm ditahun kedua dan seterusnya. PB 6-10 cm (rata-rata 8 cm) pertahun. seluruhnya berjumlah 14 – 16 buah Ø Erupsi gigi : geraham perama menusul gigi taring. Perlu dikaji apakah pasien pernah mengalami diare sebelumnya.5-2. ISK. alergi makanan.

Perkembangn ketrampilan motorik dan bahasa dipelajari anak toddler dari lingkungan dan keuntungan yang ia peroleh Dario kemam puannya untuk mandiri (tak tergantug).Fase anal : Pengeluaran tinja menjadi sumber kepuasan libido. perkembangan bicra dan bahasa (meniru dan mengulang kata sederhana. keterangan tinggal serumah. jika orang tua terlalu over protektif menuntut harapan yanag terlalu tinggi maka anak akan merasa malu dan ragu-ragu seperti juga halnya perasaan tidak mampu yang dapat berkembang pada diri anak. Melalui dorongan orang tua untuk makan. Ø Gerakan kasar dan halus. bergaul dan mandiri : Umur 2-3 tahun : · · · · g. yang sudah meninggal dunia serta pasien yang sakit. hubungna interpersonal. BAB sendiri. Autonomy vs Shame and doundt. Ø Tahap perkembangan psikososial menurut Erik Erikson. Berikan keterangan manakah simbol pria. Berdiri dengan satu kaki tampa berpegangan sedikitpun 2 hitungan (GK) Meniru membuat garis lurus (GH) Menyatakan keinginan sedikitnya dengan dua kata (BBK) Melepasa pakaian sendiri (BM) Genogram Adalah gambar bagan riwayat keturunan atau struktur anggota keluarga dari atas hingga ke bawah yang didasarkan atas tiga generasi sebelum pasien. wanita. bahasa dan kecerdasan. meulai menunjukan keakuannya. bacara. 1) Persepsi Terhadap Kesehatan – Manajemen Kesehatan Tingkat pengetahuan kesehatan / penyakit meliputi sebelum sakit dan selam sakit . POLA FUNGSI KESEHATAN (GORDON) a. berpakaian. tugas utamanyan adalah latihan kebersihan. bermain). cinta diri sendiri/ egoistic. mulai kenal dengan tubuhnya.

serta berikan keterangan skala dari 0 – 4 yaitu : 0 1 2 3 4 : Mandiri : Di bantu sebagian : Di bantu orang lain : Di bantu orang dan peralatan : Ketergantungan / tidak mampu Aktifitas Makan Mandi Berpakaian Eliminasi Mobilisasi ditempat tidur Berpindah Ambulansi Naik tangga 0 √ √ √ √ √ √ √ √ 1 2 3 4 . mobilisaasi di tempat tidur. eliminasi. Perilaku untuk mengatasi masalah kesehatan meliputi sebelum sakit dan selam sakit Faktor-faktor resiko sehubungan dengan kesehatan Pola Aktivitas Dan Latihan Menggunakan tabel aktifitas meliputi makan. ambulansi. mandi berpakaian. naik tangga.2) 3) b. berpindah.

pendengaran (Panca Indra) g. 1) 2) 3) Pola Konsep Diri Gambaran diri Identitas diri Peran diri .Metabolic Ditanyakan : 1) 2) 3) 4) e. Pola Istirahat Tidur Ditanyakan : 1) 2) 3) d. 1) 2) 3) f.c. Jam berapa biasa mulai tidur dan bangun tidur Sonambolisme Kualitas dan kuantitas jam tidur Pola Nutrisi . Berapa kali makan sehari Makanan kesukaan Berat badan sebelum dan sesudah sakit Frekuensi dan kuantitas minum sehari Pola Eliminasi Frekuensi dan kuantitas BAK dan BAB sehari Nyeri Kuantitas Pola Kognitif Perceptual Adakah gangguan penglihatan.

suhu tubuh …◦C. M=… Vapasia. lesu. pernapasan . BB ( Sebelum Sakit ) . . Keadaan umum : Klien lemah. 1) 2) Pola Peran Hubungan Hubungan dengan anggota keluarga Dukungan keluarga Hubungan dengan tetangga dan masyarakat. lingkar lengan mengecil. Ideal diri Harga diri Pola Koping Cara pemecahan dan penyelesaian masalah i. nadi . GCS :E=. gelisah.x/menit. BB ( sakit ) : tidak diketahui.. lingkar abdomen membesar. lingkar kepala. Tekanan darah mmHg.. tidak diketahui. Pola Seksual – Reproduksi Ditanyakan : adakah gangguan pada alat kelaminya. hasil pengukuran LL 25 cm. berat badan menurun. rewel. Pengukuran panjang badan.x/menit (regular). Pola Nilai Dan Kepercayaan Persepsi keyakinan Tindakan berdasarkan keyakinan PEMERIKSAAN FISIK a. 50 kg). j.. b. 1) 2) 3) k. kesadaran menurun.4) 5) h.(BB=2xLL.

Banyak orang-orang berkemih kira-kira 70 % dari urine setiap hari pada waktu bangun tidur dan tidak . Mata : Cekung.c. sangat cekung e. Sistem pencernaan : Mukosa mulut kering. nafsu makan menurun. minum lahap dan kelihatan haus. frekuensi berkurang dari sebelum sakit. Kepala : Ubun-ubun tak teraba cekung karena sudah menutup pada anak umur 1 tahun lebih d. minum sedikit atau kelihatan bisa minum f. akral dingin (waspada syok). Sistem Pernafasan : Dispnea. pernafasan cepat > 40 x/mnt karena asidosis metabolic (kontraksi otot pernafasan) g. minum normal atau tidak haus. Sistem perkemihan : Urin produksi oliguria sampai anuria (200-400 ml/ 24 jam ). turgor menurun > 2 dt. distensi abdomen. peristaltic meningkat > 35 x/mnt. akral hangat. Perlu dikaji : Pola berkemih Frekuensi : Pada orang-orang untuk berkemih sangat individual. Sistem integumen : Warna kulit pucat. h. suhu meningkat > 375 0 c. Sistem kardiovaskuler : Nadi cepat > 120 x/mnt dan lemah. i. : Frekuensi untuk berkemih tergantung kebiasaan dan kesempatan. mual muntah. tensi menurun pada diare sedang . capillary refill time memajang > 2 dt. kemerahan pada daerah perianal. kering.

Semua anak sakit yang MRS bisa mengalami stress yang berupa perpisahan. . putus asa.memerlukan waktu untuk berkemih pada malam hari. Volume Usia Jumlah / hari : Hari pertama & kedua dari kehidupan 15–60 ml Hari ketiga–kesepuluh dari kehidupan 100–300 ml Hari kesepuluh – 2 bulan kehidupan 250–400 ml Dua bulan–1 tahun kehidupan 400–500 ml 1–3 tahun 500–600 ml 3–5 tahun 600–700 ml 5–8 tahun 700–1000 ml 8–14 tahun 800–1400 ml 14 tahun-dewasa 1500 ml Dewasa tua 1500 ml / kurang Jika volume dibawah 500 ml atau diatas 300 ml dalam periode 24 jam pada orang dewasa. maka perlu lapor. Orang-orang biasanya berkemih : pertama kali pada waktu bangun tidur. kehilangan waktu bermain. terhadap tindakan invasive respon yang ditunjukan adalah protes. dan kemudian menerima. j. sebelum tidur dan berkisar waktu makan. Dampak hospitalisasi : : Volume urine yang dikeluarkan sangat bervariasi.

HCO menurun ) · b. Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi skunder terhadap diare Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekwensi diare. . loperamide antibiotik : bila penyebab jelas. pcO2 meningkat. Faal ginjal : UC meningkat (GGA) Radiologi : mungkin ditemukan bronchopemoni TERAPI a. ada penyakit penyerta B. candida Serum elektrolit : Hipo natremi. Hipernatremi. virus.5 – 1 mg / kg BB/hari b. opium. · · · Laboratorium : feses kultur : Bakteri. pO2 meningkat. DIAGNOSA KEPERAWATAN Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare atau output berlebihan dan intake yang kurang Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare. obat anti sekresi : Asetosal. onat anti spasmotik : Papaverin. parasit.PEMERIKSAAN PENUNJANG a. 25 mg/hari dengan dosis minimal 30 mg klorpromazine 0. hipokalemi AGD : asidosis metabolic ( Ph menurun. c.

osmolalitas urin. Ø Konsistensi laboratorium setiap 15menit – 1 jam elektrolit (Na. 2-3 lt/hr Ø Kolaborasi : · vital sign Pemeriksaan serum cairan (BUN . total protein ) Ø Monitor BAB basah. sesuai elastik mukosa .Ca. PERENCANAAN (INTERVENSI) Outcome (NOC) Intervensi (NIC) Ø Pantau tanda dan gejala kekurangan NoDP Tujuan 1 Setelah dilakukan tindakan Fluid Management : keperawatan selama…x24 jam diharapkan pasien Ø Pertahankan catatan dengan gangguan keseimbangan cairan dan intake dan output yang akurat cairan dan elektrolit Ø Pantau intake dan output berat elektrolit dapat melakukan Ø Monitor status hidrasi aktivitasnya dengan criteria (kelembaban hasil : Ø Tanda vital dalam batas normal (N: 120-60 x/mnt.50 c. K. Hmt . badan setiap hari tekanan darah ortostatik). mata tidak cowong. . UUB tidak cekung. bibir dengan mukosa. cairan IV Ø Monitor status nutrisi Ø Berikan cairan oral Ø Berikan penggantian ( IV line ) sesuai dengan umur · Obat-obatan : (antisekresin. RR : < 40 Ø Monitor hasil lab yang minum banyak pada x/mnt ) Ø Turgor membran retensi kien. frekwensi 1 kali Ø Kolaborasi pemberian perhari Keterangan : 1 : Selalu menunjukkan. BUN) · Cairan parenteral lembek. jika diperlukan Ø Anjurkan keluarga untuk memberi S.Resiko tinggi gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan BB menurun terus menerus. 36-37. nadi membran Ø Timbang adekuat. Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive C. albumin.

5 : Tidak pernah nasogatrik sesuai output antispasmolitik. 4 : Jarang menunjukkan. (50 – 100cc/jam) Ø Dorong keluarga untuk membantu pasien makan Ø Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih antibiotik) menunjukkan. berlemak dan air terlalu panas atau dingin) Ø Ciptakan lingkungan yang tubuhdapat aktivitasnya dengan criteria hasil : . muncul meburuk Ø Atur tranfusi Ø Persiapan tranfusi Ø Pasang perlu Ø Monitor intake dan urin output setiap 8 jam kateter jika untuk kemungkinan 2 Setelah dilakukan tindakan Setelah keperawatan selama…x24 tindakan jam diharapkan dilakukan Ø Diskusikan perawatan jelaskan dan tentang diet berserat pasien selama dirumah di RS pembatasan nutrisi kebutuhan nutrisi (makanan dengan perubahan kurang dari kebutuhan terpenuhi melakukan tinggi.Nafsu makan meningkat bersih. 3 : Kadang menunjukkan. jauh dari bau .2 : Sering menunjukkan.

istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan Ø Monitor intake dan 5 : Selalu menyebutkan. 3 : Kadang menyebutkan. 4 : Sering menyebutkan.- BB meningkat atau yang tak sedap atau sampah. 2 : Jarang menyebutkan. makanan keadaan hangat Ø Berikan jam sajikan dalam normal sesuai umur Keterangan : 1 : Tdk prnh menyebutkan. out put dalam 24 jam Ø Kolaborasi dengan tim kesehtaan lain : · Diet Terapi TKTP gizi : rendah serat. susu · obat-obatan atau vitamin ( A) 3 Setelah dilakukan tindakan Stelah dilakukan tindakan Ø Monitor suhu keperawatan selama…x24 perawatan selama 3x 24 tubuh setiap 2 jam jam diharapkan pasien jam tidak terjadi Ø Berikan hangat Ø Kolaborasi pemberian antipirektik kompres dengan resiko peningkatan peningkatan suhu tubuh suhu melakukan tubuh dapat aktivitasnya dengan criteria hasil : Ø Suhu tubuh dalam batas .

kalor. 4 Setelah dilakukan tindakan setelah dilakukan tindaka Ø Diskusikan keperawatan selama…x24 keperawtan jam diharapkan pasien rumah sakit selama di jelaskan dan pentingnya integritas menjaga tempat tidur Ø Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat dengan resiko integritas perianal dapat gangguan kulit tidak terganggu kulit melakukan aktivitasnya dengan criteria hasil : Ø Tidak terjadi iritasi : kemerahan. 5 : Mandiri penuh. tumor. 2 : Membutuhkan bantuan orang lain dan alat 3 : Membutuhkan bantuan oarang lain. fungtio leasa) Keterangan : 1 : Tidak memerlukan bantuan. dolor. lecet. perianal (bila basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya) .normal ( 36-37. 4 : Membutuhkan bantuan alat.5 C) Ø Tidak terdapat tanda infeksi (rubur.

klien tindakan perawatan mampu beradaptasi Ø Hindari yang salah persepsi pada dengan Kecemasan anakdapat melakukan aktivitasnya dengan criteria hasil : perawat dan RS Ø Berikan pujian jika klien mau diberikan Ø Mau menerima tindakan perawatan.kebersihan terjaga Ø Keluarga mendemontrasikan perawatan perianal dengan baik dan benar mampu Ø Atur posisi tidur atau duduk dengan selang waktu 2-3 jam Keterangan : 1 : Selalu menunjukkan. 5 Setelah dilakukan tindakan Setelah keperawatan selama…x24 tindakan jam diharapkan dilakukan Ø Libatkan keluarga perawatan dalam melakukan pasien selama 3 x 24 jam. 4 : Jarang menunjukkan. klien tampak tenang dan tidak rewel tindakan perawatan dan pengobatan Ø Lakukan kontak sesering mungkin dan . 3 : Kadang menunjukkan. 2 : Sering menunjukkan. 5 : Tidak pernah menunjukkan.

belaian dll) Ø Berikan sebagai sensori anak mainan rangsang menunjukkan . 3 : Kadang menunjukkan. 5 : Tidak pernah lakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal (sentuhan. 4 : Jarang menunjukkan. 2 : Sering menunjukkan.Keterangan : 1 : Selalu menunjukkan.

2005. Jakarta : EGC Arjatmo Tjokronegoro & Henra utama. (2002).DAFTAR PUSTAKA Perry. (2002). Barbara (2000). Jakarta : EGC Perry. Potter. Clinical Management . Balai Penerbit FKUI: Jakarta. Philadelphia.. Update In Neuroemergencies. Black. 2005. Fundamental keperawatan. volume 1. volume 1. Focus on pathophysiology. Medical Surgical Nursing. edisi 4. edisi 4. JM. Potter. Bullock. Fundamental keperawatan. Matassin E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful