P. 1
Sejarah Pengukuran Inteligensi

Sejarah Pengukuran Inteligensi

|Views: 117|Likes:
Published by anon_117143246
sejarah tes intelegensi
sejarah tes intelegensi

More info:

Published by: anon_117143246 on Dec 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

Sejarah Pengukuran Inteligensi

Pada abad XIV, di negeri Cina, telah berlangsung usaha untuk mengukur kompetensi para pelamar jabatan sebagai pegawai negara. Ujian yang berlangsung sehari semalam dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama, kemampuan menulis puisi dan komposisi karangan, kedua, menulis prosa dan sajak, dan yang terakhir, lulus sekitar 3%baru diangkat menjadi mandarin. Baru pada awal abad XIX ujian semacam ini mulai dihilangkan sejalan dengan pesatnya kemajuan universitas. Di Amerika, perkembangan pengukuran mental, dimulai oleh tokoh James McKeen Cattell yang menerbitkan bukunya Mental Test Measurements tahun 1890. Rancangan tes inteligensi Cattell sarat dengan ukuran aspek sensori-motori (indera gerak) dan fisiologis. Hal ini tidak mengherankan karena Cattell dipengaruhi oleh Francis Galton yang seorang ahli biologis Inggris. Di Eropa, Kraepelin, menyusun suatu seri tes yang panjang yang dimaksudkan untuk mengungkapkan apa yang dianggapnya sebagai faktor-faktor dasar yang menjadi karakteristik individual. Tesnya sendiri pada dasarnya berisi operasi berhitung sederhana dan dirancang untuk mengukur efek latihan, ingatan, kerentanan terrhadap kelelahan dan kerentanan terhadap pemecah perhatian. Skala-skala Binet-Simon Seorang ahli psikologi terkenal bernama Alfred Binet, direktur laboratorium psikologi di Universitas Sorbonne di Prancis, mengikuti Paul Bronca, dengan cara mengukur lingkaran tempurung kepala anak-anak (metode kraniometri). Tiga tahun berikutnya, Binet meragukan hasil penelitiannya dan menuinggalkannya.tahun 1904, Binet mulai membuat alat baru yang dirancang untuk mengukur ketajaman bayangan, ketahanan, dan kualitas perhatian, ingatan, kualitas penilaian moral dan estetika, dan kecakapan menentukan kesalahan logika serta memahami kalimat-kalimat. Sebagai seorang pemancang tonggak awal perkembangan tes-tes inteligensi modern di seluruh dunia, Binet, pada bulan Oktober 1904 mendapat tugas dari menteri Pengajaran Umum Prancis untuk meneliti maslah-masalah anak-anak lemah mental di sekolah di Paris. Guna melakukan deteksi terhadap anak-anak lemah mental tersebut, Alfred Binet dan seorang dokter sejawatnya bernama Theodore Simon, menyiapkan skala inteligensi yang pertama yang dikenal dengan nama Skala Binet-Simon.

Tes-tes itu dirancang sedemikian rupa sehingga mencakup berbagai fungsi yang luas dengan penekanan pada daya judgement, daya pemahaman, dan kemampuan penalaran yang semuanya itu dianggap Binet sebagai komponen pokok inteligensi. BinetSimon bermaksud mengukur inteligensi secara “murni”oleh karena itu sedapat mungkin menghindari sola-soal atau pertanyaan yang berkaitan dengan pelajaran sekolah. Skala Binet-Simon yang terakhir yang berupa revisi yang ketiga terbit pada tahun 1911, di tahun kematian Binet sendiri. Beberapa revisi memang terjadi da perubahan letak tes tertentu juga dilakukan. Beberapa tes membaca dan menulis yang diyakini terlalu banyak tergantung pada latihan khusus dihilangkan dari skala. Tes baru juga ditambahkan pada level-level usia tertentu dan dilakukan pula perluasan soal sampai mencakup pada level usia mental dewasa. Revisi Amerika yang paling terkenal adalah yang dilakukan Lewis Madison Terman di Stanford Univercity yang terbit pada tahun 1916, berisi 90 soal dan mencakup tes untuk usia 3 sampai 14 tahun. Revisi tersebut dikenal sebagai revisi Stanford dan hasilnya dikenal dengan nama Stanford-Binet. Sejak itu, skala Stanford-Binet menjadi skala standar dalam psikologi klinis, psikiatri, dan konseling pendidikan. Lagi, pada tahun 1960, skala Stanford-Binet mengalami revisi penting. Berdasarkan pengujian yang seksama terhadap skala revisi 1937 itu maka dalam revisi 1960 dilakukan hal-hal nerikut, yaitu (a) konsep IQ-deviasi dari Wechsler mulai digunakan pada skala ini dengan cakupan angka mulai dari 30 sampai dengan 170. IQ-Deviasi untuk skala ini mempunyai mean sebesar 100 dan deviasi standar sebesar 15 atau 16, (b) skala StanfordBinet yang semula terdiri atas dua bentuk paralel, yaitu Form-L dan Form-M, dijadikan hanya satu bentuk saja yang dinamai Form-L-M, dan (c) tabel konversi IQ diperluas sehingga mencakup pula usia 17 dan 18, sebagai bagian dari pengakuan bahwa menurut hasil-hasil penelitian perkembangan mental terus terjadi setelah usia 16 tahun. Terakhir, versi terbaru skala Stanford-Binet diterbitkan pada tahun 1986 dengan memuat 4 kelompok penalaran dan berisi berbagai macam tes. Skala-Skala Wechsler Tiga puluh empat tahun setelah diterbitkannya tes inteligensi yang pertama oleh Binet dan Simon, atau dua tahun setelah munculnya revisi Stanford-Binet, Edavid Wechsler memperkenalkan versi pertama tes inteligensi yang dirancang khusus untuk digunakan bagi orang dewasa. Tes tersebut terbit pada tahun 1939 dan dinamai Wechsler-

Bellevve Intelligence Scale (WBIS), disebut juga skala W-B. Skala W-B semula dikembangkan untuk dipergunakan pasien-pasien klinix di rumah sakit Bellevue di New York City. Alasan Wechsler mengembangkan sksla W-B adalah kenyataan bahwa tes inteligensi yang digunakan untuk orang dewasa pada waktu itu hanya perluasan saja dari tes anak-anak dengan menambahkan soal yang sejenis yang lebih sukar. Isi tes yang seperti itu menurut Wechsler, seringkali tidak menarik minat dan perhatian orang dewasa. Banyak soal-soal yang ditulis hanya berkaitan dengan aktivitas dan dunia anak-anak. Pada tahun 1949 Wechsler menerbitkan pula skala inteligensi untuk digunakan pada anak-anak yang dikembangkan berdasarkan isi skala W-B. Skala ini diberi nama Wechsler intelligence Scale for Children (WISC). Isinya terdiri dari dua sub-bagian, yaitu subbagian Verbal (V) dan subbagian performance (P). Selama lima tahun standarisasi WISC dilakukan dengan 2200 anak-anak pria dan wanita berusia 7 sampai 17 tahun. Sebagaimana skala Stanford-Binet, tes inipun telah dipakai secara meluas untuk mengungkap inteligensi anak-anak usia sekolah. Di tahun 1955 tes WISC diganti namanya menjadi WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale). Revisi terhadap WAIS telah dilakukan dan diterbitkan pada tahun 1981 dengan nama WAIS-R.

Definisi Inteligensi
Masyarakat umum mengenal inteligensi sebagai istilah yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran ataupun kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Gambaran anak yang berinteligensi tinggi adalah gambaran siswa yang pintar, siswa yang selalu naik kelas dengan nilai baik atau siswa yang jempolan di kelasnya. Bahkan gambaran ini meluas pada citra fisik, yaitu citra anak yang wajahnya bersih, berpakaian rapi, matanya bersinar, atau berkacamata. Sebaliknya, gambaran anak yang berinteligensi rendah membawa citra seseorang yang lamban berfikir, sulit mengerti, prestasi belajarnya rendah, dan mulut lebih banyak menganga disertai tatapan mata yang bingung. Gambaran tersebut tidak memberikan arti yang jelas tentang inteligensi, namun pada umumnya tidak berbeda jauh dari makna inteligensi yang dimaksudkan oleh para ahli. Apapun definisinya, makna inteligensi memang mendeskrisikan kepintaran dan

kebodohan. Beberapa ahli psikologi lebih suka memusatkan perhatian pada masalah perilaku inteligen daripada membicarakan batasan inteligensi itu sendiri.

Teori-Teori Inteligensi
Alfred Binet Menurut Binet, inteligensi bersifat monogenetik, yaitu berkembang dari satu faktor satuan atau faktor umum (g). Inteligensi merupakan sisi tunggal dari karakteristik yang terus berkembang sejalan dengan proses kematangan seseorang. Sebagaimana dalam definisinya yang terdahulu, Binet menggambarkan inteligensi sebagai sesuatu yang fungsional sehingga memungkinkan orang lain untuk mengamati dan menilai tingkat perkembangan individu berdasar suatu kriteria tertentu. Jadi untuk mengetahui seseorang itu inteligen atau tidak , dapat diamati dengan cara dan kemampuannya untuk melakukan suatu tindakan dan kemampuannya untuk mengubah arah tindakannya itu apabila perlu. Edward Lee Thorndike Thorndike menyatakan bahwa inteligensi terdiri atas berbagai kemampuan spesifik yang ditampakkan dalam wujud perilaku inteligen. Ia mengklasifikasikan inteligensi kedalam tiga bentuk kemampuan, yaitu (a) abstraksiyakni suatu kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan gagasan dan simbol-simbol, (b) mekanik, yaitu suatu kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan alat-alat mekanis dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang melerlukan aktivitas indra gerak, (c)sosial yaitu suatu kemampuan untuk menghadapi orang lain disekitar diri sendiri dengan cara-cara yang efektif. Thorndike percaya bahwa tingkat inteligensi tergantung pada banyaknyaneural conection atau ikatan syaraf pada rangkaian stimulus dan respon dikarenakan adanya penguatan yang dialami seseorang. Charles E. Spearman Inteligensi menurut Spearman mengandung dua komponen kualitatif yang penting, yaitu Edukasi relasi/education of relation adalah kemampuan untuk menemukan suatu hubungan dasar yang berlaku diantara dua hal. Misalnya dalam menentukan hubungan yang terdapat diantara dua kata panjang-pendek.

Edukasi korelasi adalah kemampuan untuk menerapkan hubungan dasar yang telah ditemukan dalam proses edukasi sebelumnya kedalam situasi baru. Misalnya, bila telah diketahui bahwa hubungan antara panjang dan pendek merupakan hubungan yang lawan arti, maka menerapkannya dalam pertanyaan seperti baik-.... tentu dapat dilakukan. Spearman juga mengemukakan 5 prinsip kualitatif dalam kognisi, yaitu: Energi mental, setiap pikiran cenderung untuk menjaga total output kognitif simultannya dalam kuantitas yang tetap walau bagaimanapun variasi kualitatifnya. Kekuatan menyimpan, terjadinya peristiwa kognitif menimbulkan kecenderungan untuk terulang kembali. Kelelahan, terjadinya peristiwa kognitif menimbulkan kecenderungan untuk melaan terulangnya peristiwa tersebut. Kontrol konatif. Intensitas kognisi dapat dikendalikan oleh konasi/motivasi. Potensi primordial. Setiap manifestasi dari keempat prinsip kualitatif terdahulu akan ditimbundi atas potensi awal indicidu yang bervariasi. Thurstone Suatu perilaku inteligen menurut Thurstone adalah hasil dari bekerjanya kemampuan mental tertentu yang menjadi dasar performansi dalam tugas tertentu juga. Thurstone menyusun Tes Kemampuan Primer Chicago dan menguraikannya menjadi enam faktor kemampuan, yaitu: S (spatial relation), yaitu kemampuan untuk melihat atau mempersepsi gambar dengan dua atau tiga dimensi, menyangkut jarak (spatial). V (verbal comprehension), yaitu kemampuan yang menyangkut pemahaman kosa kata (vocabulary), analogi secara verbal, dan sejenisnya. W (word fluency, yaitu kemampuan yang menyangkut dengan kecepatan yang berkaitan dengan kata-kata, dengan anagram, dan sebagainya. N (number facility), yaitu kemampuan yang berkaitan dengan kecepatan dan ketepatan dalam berhitung (komputasi). M (associative memory), yaitu kemampuan yang berkaitan dengan ingatan, khususnya yang berpasangan. R (reasoning), yaitu kemampuan untuk mengambil kesilpulan dari beberapa contoh, aturan atau prinsip, atau bisa diartikan sebagai kemampuan memecahkan masalah.

Raymond Bernard Cattell Cattell mengklasifikasikan kemampuan mental menjadi dua macam, yaitu inteligensi fluid (gf) yang merupakan faktor bawaan biologis, da inteligensi crystallized (gc) yang merefleksikan adanya pengaruh pengalaman, pendidikan, dan budaya dalam diri seseorang. Jean Piaget Teori Piaget merupakan teori inteligansi yang menekankan pada aspek perkembangan kognitif. Piaget lebih melihat inteligensi pada aspek isi, struktur, dan fungsinya kemudian mengkaitkannya pada periodesasi perkembangan biologis anak. Inteligensi praktis/inteligensi motor-indera. Usia 0 sampai 2 tahun dan merupakan dasar dari semua intekigensi yang berkembang kemudian. Anak dapat berbuat sesuatu sekalipun ia belum mampu memikirkan perbuatan itu. Inteligensi praoperasional. Usia 2 sampai 7 tahun, memiliki ciri adanya cara berfikir intuitif, egoisentris, kopleksif, kecenderungan yang menuntut pengarahan dan koordinasi. Inteligensi operasional. Usia 5 sampai 7 tahun, anak mulai memahami apa yang disebut operasi nyata, yaitu konversi dan klasifikasi. Anak juga mempunyai keterbatasan untuk menghadapi situasi-situasi hipotetik Inteligensi operasional formal. Anak mampu berfikir hipotetik dan dapat menguji secara sistematik berbagi penjelasan mengenai kejadian-kejadian tertentu dikarenakan anak telah mulai dapat menemukan penyelesaian suatu masalah. untuk menempatkan sifat-sifat manusia pada benda mati, dan ketidakmampuan anak untuk melakukan tugas-tugas

Beberapa Tes Inteligensi Yang Populer
Stanfoerd-Binet Inteligence Scale Materi yang terdapat dalam Stanford-Binet berupa sebuah kotak berisi bermacammacam benda mainan tertentu yang akan disajikan pada anak-anak, dua buah buku kecil yang memuat cetakan kartu-kartu, sebuah buku catatan untuk mencatat jawaban dan skornya, dan sebuah manual/petunjuk pelaksanaan pemberian tes. Skala Stanford-Binet dikenakan secara individual dan soal-soalnya diberikan secara lisan oleh pemberi tes. Oleh karena itupemberi tes haruslah orang yang mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup di bidang psikologi, sangat terlatih dalam

penyajian tesnya, dan mengenal betul isi berbagai tes dalam skala tersebut. Skala ini tidak cocok dikenakan pada orang dewasa. Versi terbaru skala Stanford-Binet diterbitkan pada tahun 1986. Dalam revisi terakhir ini konsep inteligensi dikelompokkan menjadi empat tipe penalaran yang masing-masing diwakili oleh beberapa tes, antara lain: Penalaran verbal, contohnya kosakata dan keganjilan Penalaran kuantitatif, contohnya tes kuantitatif dan rangkaian angka Penalaran visual abstrak, contohnya melipat kertas dan mengkopi Memori jangka pendek, contohnya memori kalimat dan memori sajian urutan benda The Wechsler Intelligence Scale for Children-revised WISC-R terdiri atas 12 subtes yang dua diantaranya digunakan hanya sebagai persedian apabila diperlukan penggantian subtes, antara lain: Skala verbal: informasi, pemahaman, hitungan, kesamaan, kosakata, rentang angka. Skala performansi: kelengkapan gambar, susunan gambar, rancangan balok, perakitan objek, sandi, taman sesat. Subtes rentang angka merupakan subtes pelengkap yang hanya dipergunakan apabila salah satu diantara subtes verbal lainnya, karena sesuatu hal semisal kekeliruan pemakaian, tidak dapat digunakan. Skor subjek tetap didasarkan atas lima subtes dari skala verbal dan lima skala performansi. Keunikan dari WISC-R adalah penyajian dilakukan secara urut dan rata-rata IQ yang sangat mirip dengan IQ Stanford-Binet. Pemberian skor pada subtes WISC-R didasarkan atas kebenaran jawaban dan waktu yang diperlukan oleh subjek dalam memberikan jawaban yang benar tersebut. The Wechsler Intelligence Scale for Adult-revised WAIS-R terdiri atas skala verbal dan skala performansi. Kedua skala tersebut masing-masing menghasilkan IQ verbal dan IQ performansi sedangkan kombinasi keduanya menjadi dasar perhitungan IQ deviasi sebagai IQ keseluruhan. Skala verbal: informasi, rentang angka, kosakata, hitungan, pemahaman, kesamaan. Skala performansi: kelengkapan gambar, susunan gambar, rancangan balok,

peralitan objek, simbol angka. Pemberian skor didasarkan atas jawaban yang benar akan tetapi diberikan setelah batas waktu yang dibolehkan tidak akan mendapat skor. Semakin cepat penyelesaian diberikan, skornya akansemakin tinggi. The Standard Progressive Matrices SPM merupakan salah satu bentuk skala inteligensi yang dapat diberikan secara individual maupun kelompok. Skala yang dirancang oleh J. C. Raven ini, merupakan tes yang bersifat nonverbal, artinya materi soal-soalnya diberikan tidak dalam bentuk tulisan maupun bacaan melainkan dalam bentuk gambar-gambar yang terdiri atas 60 buah soal. The Kaufman Assessment Battery for Children K-ABC merupakan rangkaian tes yang relatif baru yang diperuntukkan bagi anakanak usia 2,5 sampai 12,5 tahun. Sequential prossesing scale, yaitu skala yang mengungkap abilitas atau kemampuan untuk memecahkan permasalahan secara bertahap dengan penekanan pada hubungan serial atau hubungan temporal diantara stimulus. Simultaneous processing scale, yaitu skala yang bertujuan mengungkap kemampuan yang sama. anak dalam memecahkan permasalahan dengan cara mengorganisasikan dan memadukan banyak stimuli sekaligus dalam waktu

Diagnosis Kecerdasan
Klasifikasi/taraf Raven SPM/CPM Binet, CFIT Wechsler

(Cattel) Genius Very superior/sangat cerdas Superior/cerdas High average/cukup cerdas Average/sedang,normal Low average/kurang normal Bordenline Mentaly defective/sangat kurang Debil Embisil idiot 95 90 75 50 25 10 5 170140-169 120-139 110-119 90-109 80-89 70-79 30-69 50-69 30-49 Dibawah 30 128120-127 111-119 99-110 80-90 66-79 -65

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->