LAPORAN PRAKTIKUM PERBENGKELAN

STERILISASI

Oleh : Dalli Yogyavenny Rachman NIM A1H010053

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 2012

I. . Sterilisasi dapat digunakan pada alat dan bahan makanan. sterilisasi ini termasuk ke dalam sterilisasi basah. Tujuan Tujuan praktikum kali ini yaitu: 1. Alat dimasukkan pada autoklaf pada suhu 121oC dan tekanan 15 atm/cm2 selama 15 menit. penguapan dilakukan dengan memasukkan alat yang akan disterilkan dan telah dibungkus rapat ke dalam dandang selama 1 jam dengan suhu 100 oC dan diulang sebanyak 3 kali. Sterilisasi alat dapat dilakukan dengan beberapa cara. Mengetahui prinsip-prinsip sterilisasi bahan pangan Mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada produk yang terjadi pada produk/bahan akibat sterilisasi. Sterilisasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan autoklaf. antara lain. Sterilisasi komersial yang ditetapkan di industri pangan merupakan proses termal. 2. Keadaan ini dapat mematikan mikroorganisme dan spora. PENDAHULUAN A. Pemanasan dapat dilakukan dengan memasukkan alat yang telah dibersihkan ke dalam oven dengan suhu 180oC selama 2 jam. Sementara itu. Selain itu. B. Karena digunakan uap air panas atau air digunakan untuk media penghantar panas. Latar Belakang Sterilisasi merupakan proses untuk mematikan mikroba. dengan pemanasan dan penguapan. Pada prinsipnya ada 2 jenis sterilisasi yaitu sterilisasi total dan sterilisasi komersial.pemanasan juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat pensteril yang idsebut autoklaf.

Sanitasi : metode untuk mengurangi tingkat organisme yang hidup. Oleh karena itu. seperti : bakteri vegetatif. 1993). diperlukan proses dekontaminasi terlebih dahulu untuk meminimalisir organisme yang aktif dari suatu sistem bakteri atau virus. Sebelum melakukan percobaan dengan mikroorganisme. tujuannya untuk melindungi praktikan yang melakukan percobaan menggunakan bakteri atau semacamnya. Ada beberapa metode dekontaminasi. Sterilisasi : proses penghancuran secara lengkap semua mikroba hidup dan spora-sporanya. penggunaan bahan kimia (etilena oksida. hal ini semua merupakan dasar-dasar kerja dalam laboratorium mikrobiologi (Volk & Wheeler.II. pembuatan media serta teknik penanaman. Suatu alat atau bahan dikatakan steril apabila alat atau bahan tersebut bebas dari mikroba baik dalam bentuk vegetatif maupun spora. asam perasetat. dan virus yang mengandung lipida relatif yang mudah didekontaminasi dengan senyawa kimia. Beberapa mikroorganisme memiliki resistensi terhadap dekontaminan kimia. Dekontaminasi adalah proses menghilangkan atau membunuh mikroorganisme sehingga objek aman untuk ditangani. jamur. yaitu: 1. penyaringan. dan glutaraldehida alkalin) (Hadioetomo. 2. formaldehida. TINJAUAN PUSTAKA Sterilisasi sangat diutamakan baik alat-alat yang siap pakai maupun medianya. Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada suatu benda. Virus yang tidak . Alat yang akan digunakan dalam suatu penelitian atau praktikum harus disterilisasi terlebih dahulu untuk membebaskan semua bahan dan peralatan tersebut dari semua bentuk kehidupan. Desinfeksi : metode untuk memusnahkan atau menghancurkan mikroorganisme patogen. Proses sterilisasi dapat dibedakan menjadi 3 macam. 3. bagi seorang pemula di bidang mikrobiologi sangat perlu mengenal teknik sterilisasi. yaitu penggunaan panas (pemijaran dan udara panas). 1993).

Lamanya sterilisasi tergantung dari volume dan jenis. tekanan yang biasa digunakan antara 15-17. dan kehadiran senyawa organik. Sterilisasi Uap dilakukan menggunakan autoclave dengan prinsipnya memakai uap air dalam tekanan sebagai pensterilnya. Inaktivasi mikroorganisme dengan dekontaminan kimia dapat melalui mekanisme sebagai berikut: Koagulasi dan denaturasi protein Lisis Ikatan dengan enzim atau destruksi substrat enzim Oksidasi Sterilisasi adalah suatu proses penghancuran secara lengkap semua mikroba hidup dan spora-sporanya. Sterilisasi Panas Kering 3.5 psi (pound per square inci) atau 1 atm. pH. suhu. Mekanisme penghancuran bakteri oleh uap air panas adalah karena terjadinya denaturasi dan koagulasi.mengandung lipida dan bakteri berlapis lilin memiliki tingkat resistensi tinggi. kelembapan. yaitu : 1. tetapi media antara 20-40 menit tergantung dari volume bahan yang disterilkan. seperti : konsentrasi dari zat aktif. Sterilisasi Gas 5. Sterilisasi Uap (Panas Lembab). Sterilisasi Uap (Panas Lembab) 2. Ada 5 metode umum sterilisasi. Sterilisasi Uap Sterilisasi uap dilakukan dengan autoklaf menggunakan uap air dalam tekanan sebagai pensterilnya. Sterilisasi dengan Radiasi Metode yang biasa digunakan untuk sterilisasi alat dan bahan pengujian mikrobiologi adalah metode sterilisasi uap (panas lembab) dan metode sterilisasi panas kering. Alat-alat dan air disterilkan selama 1 jam. Temperatur sterilisasi biasanya 121°C. A. . Resistensi terhadap dekontaminan kimia dipengaruhi beberapa faktor. lamanya kontak. Sterilisasi dengan Penyaringan (Filtrasi) 4. Bila ada kelembapan (uap air) bakteri akan terkoagulasi dan dirusak pada temperature yang lebih rendah dibandingkan bila tidak ada kelembapan.

B. karena sifatnya yang tidak dapat ditembus atau tidak tahan dengan uap air. Cairan yang disterilisasi dilewatkan ke suatu saringan (ditekan dengan gaya sentrifugasi atau pompa vakum) yang berpori dengan diameter yang cukup kecil untuk menyaring bakteri. Karena suhunya sterilisasi yang tinggi sterilisasi panas kering tidak dapat digunakan untuk alat-alat gelas yang membutuhkan keakuratan (contoh:alat ukur) dan penutup karet atau plastik. Sterilisasi gas biasanya digunakan untuk bahan yang tidak bisa difiltrasi. Meskipun gas dengan cepat berpenetrasi ke dalam pori dan serbuk padat. Karena panas kering kurang efektif untuk membunuh mikroba dibandingkan dengan uap air panas maka metode ini memerlukan temperature yang lebih tinggi dan waktu yang lebih panjang. . Sterilisasi panas kering biasanya ditetapkan pada temperature 160-170oC dengan waktu 1-2 jam. Sterilisasi Panas Kering Sterilisasi panas kering biasanya dilakukan dengan menggunakan oven pensteril. Sterilisasi gas Sterilisasi gas digunakan dalam pemaparan gas atau uap untuk membunuh mikroorganisme dan sporanya. Virus tidak akan tersaring dengan metode ini. Sterilisasi panas kering umumnya digunakan untuk senyawa-senyawa yang tidak efektif untuk disterilkan dengan uap air panas. gliserin (berbagai jenis minyak). Senyawa-senyawa tersebut meliputi minyak lemak. Metode ini juga efektif untuk mensterilkan alat-alat gelas dan bedah. tidak tahan panas dan tidak tahan radiasi atau cahaya. D. Sterilisasi adalah fenomena permukaan dan mikroorganisme yang terkristal akan dibunuh. C. dan serbuk yang tidak stabil dengan uap air. Sterilisasi dengan penyaringan Sterilisasi dengan penyaringan dilakukan untuk mensterilisasi cairan yang mudah rusak jika terkena panas atu mudah menguap (volatile).

Untuk jaringan yang dikeringkan secara liofilisasi. tidak meninggalkan residu dan sangat efektif untuk membunuh mikroba dan virus sampai batas tertentu.E. sterilisasi radiasi dilakukan pada temperatur kamar (proses dingin) dan tidak mengubah struktur jaringan. Sterilisasi jaringan beku dilakukan pada suhu -40 derajat Celsius. Sterilisasi dengan radiasi Radiasi sinar gama atau partikel elektron dapat digunakan untuk mensterilkan jaringan yang telah diawetkan maupun jaringan segar. .

lalu ditutup. Termometer B. Panci 6. Suhu akan naik sampai 121oC dan dibiarkan selama 15 menit (untuk industri pengalengan ada perhitungan sendiri). Panaskan sampai mendidih dan dari katup pengaman keluar uap air dengan lancer. Buah 3. Prosedur Kerja Pada praktikum kali ini sterilisasi yang digunakan adalah sterilisasi dengan uap air panas bertekanan atau yang sering dikenal dengan nama sterilisasi dengan autoklaf. PH meter 8. Autoklaf (Autoklave) yang dilengkapi dengan katup pengaman diisi dengan air kemudian dimasukkan. Cara ini akan mematikan spora dengan cara penetrasi panas ke dalam sel/spora sehingga lebih cepat. METODOLOGI A. Susu cair 2. Jar gelas dengan tutupnya 4. Penetrometer 7.III. Lalu dibiarkan dingin sampai tekanan normal dan klep pengaman dibuka. . Autoklaf 5. Alat dan Bahan Alat dan Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah: 1.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Sebelum proses sterilisasi Panelis Twinda Sultan Venny Melli Arif S.IV. Aditya Rafika Warna 2 1 2 1 2 2 2 Parameter Larutan Aroma Tekstur 2 2 2 1 2 1 2 3 2 3 3 3 3 2 3 1 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 2 1 Rasa 3 Warna 1 1 1 1 1 1 1 Parameter Larutan Aroma Tekstur 1 1 1 1 1 1 1 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Rasa 2 2 2 2 2 2 2 . Aditya Rafika Setelah proses sterilisasi Panelis Twinda Sultan Venny Melli Arif S.

fisik dan kimiawi (Indra. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling tahan panas yaitu spora bakteri (Fardiaz.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik. 4. a) Pemanasan 1. dll. 3. Sterilisai secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau 0.71 3 3 Rasa 2 2. 2008): 1.Nilai rata-rata Warna Sebelum proses Setelah proses 1 1. Pembahasan Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada.14 B. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer. . 2. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. 2. batang L. misal nya larutan enzim dan antibiotik. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung. tabung reaksi dll.71 ∑ Parameter Larutan Aroma Tekstur 1 1. contoh alat : jarum inokulum. 1992). Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.71 3 2. sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembang biak. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. pinset.

Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol. Namun hal ini tentu terjadi pada keadaan dimana kondisi uap jenuh harus tetap dijaga. Kelembapan Efek penambahan daya bunuh pada sterilisasi uap disebabkan kelembapan akan menurunkan suhu yang diperlukan agar terjadi denaturasi dan koagulasi . atau dengan cara filtrasi menggunakan filter bakteri.b) Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi. Jumlah mikroorganisme yang bertahan hidup dapat diplot terhadap waktu pemaparan dan akan menghasilkan kurva survivor (survivor curve). 3. Waktu Apabila mikroorganisme dalam jumlah besar dipaparkan terhadap uap jenuh pada suhu yang konstan. Faktor yang mempengaruhi sterilisasi uap adalah : 1. plasma maupun radiasi terhadap suatu benda dalam rentang waktu tertentu. Adanya perbedaan suhu yang digunakan untuk membunuh masing-masing mikroorganisme dengan spesies yang berbeda. 2. zat kimia dlm wujud cair/gas. misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV 3. maka semua mikroorganisme tidak akan terbunuh pada saat bersamaan. Terminologi D-value digunakan untuk mendeskripsikan waktu yang diperlukan untuk membunuh 90% mikroorganisme yang ada. Suhu Peningkatan suhu akan menurunkan waktu proses sterilisasi secara dramatis. Proses sterilisasi dapat terjadi dengan cara memaparkan energi thermal dalam bentuk panas kering/basah. Setiap mikroorganisme akan memiliki D-value yang berbeda dan tentunya D-value akan bergantung pada suhu.

Apabila kualitas uap berada di bawah 97%. Sterilisasi panas kering biasanya digunakan untuk alat-alat atau bahan dengan uap tidak dapat penetrasi secara mudah atau untuk peralatan yang terbuat dari kaca.protein. Bersifat nontosik. Uap merupakan pembawa (carrier) energy tertanal paling efektif dan semua lapisan pelindung luar mikroorganisme dapat dilunakan. Pada sterilisasi panas kering. Untuk proses sterilisasi uap. Alat yang dapat digunakan untuk sterilisasi yaitu: Autoklaf Oven Tyndilsasi Filter Radiator 1.(Stefanus. pembunuhan mikroorganisme terjadi melalui mikanisme oksidasi sampai- 1. . Adanya cairan dalam uap mengindikasikan kualitas uap. Factor-faktor yang mempengaruhi sterilisasi uap ada 3 yaitu : waktu. 3. 2. maka dianggap uap tidak jenuh. Pada saat melakukan sterilisasi uap. Sterilisasi demikian merupakan sterilisasi paling efektif dan ideal karena : 1. 2006). Panas akan diabsurpsi oleh permukaan luar alat yang disterilkan. mudah diperoleh dan relatife mudah dikontrol. Sterilisasi panas dengan tekana atau sterilisasi uap (autoklaf). kualitas uap yang diharapkan minimum 97%. 2. sehingga memungkinkan terjadinya koagulasi. sehingga terjadi pelepasan energi laen uap yang mengakibatkan denaturasi atau koagulasi protein sel. lalu merambat ke bagian dalam permukaan sampai akhirnya suhu untuk sterilisasi tercapai. 4. kita sebenarnya memapakan uap jenuh pada tekanan tertentu selama waktu dan suhu tertentu pada suatu objek. suhu dan kelembaban. sehingga daya bunuh mikroorganisme akan berkurang. Penggunaan autoklaf ini harus dengan suhu 121oC selama 15 menit. Sterilisasi panas kering (Oven) Proses sterilisasi panas kering terjadi melalui mekanisme konduksi panas. 2. 5.

Karena panas dan kering kurang efektif dalam membunuh mikroba dari autoklaf. Sterilisasi Tyndllisasi. 2005) 4. medium tersebut dididihkan lagi. Dengan jalan demikian ini diperoleh medium yang steril dan zat-zat organik yang terkandung didalamnya tidak mengalami banyak perubahan seperti halnya pada cara yang dilakukan oleh spallanzani (1729-1799).(Dwidjoseputro. Sumbernya adalah . Ultraviolet Ultraviolet merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang 100-400 mm dengan efek optimal pada 254 nm.(Stefanus. Saringan ini lebih murah dan lebih mudah penggunaannya daripada parselin. Sterilisasi dengan penyaringan (Filtrasi).sampai terjadinya koagulasi protein sel. sedangkan saringan porselin terlalu mahal untuk dibuang dan terlalu sulit dibersihkan. Oleh karena itu. Medium disaring dengan saringan porselin atau dengan tanah diatom. Hanya sayang. maka zat-zat organik tidak akan mengalami penguraian sama sekali. Akhirnya pada hari ketiga. Saringan asbes dapat dibuang setelah dipakai. penyaringan dapat dilakukan juga dengan saringan yang dibuat dari asbes. Sehabis didiamkan satu hari.(Dwidjoseputro. sekali lagi. Maka medium tersebut dididihkan lagi selama beberapa menit. maka sterilisasi memerlukan temperature yang lebih tinggi dan waktu yang lebih panjang. 2005) 5. selama itu spora-spora sempat tumbuh menjadi bakteri vegetative. medium masih perlu dipanaskan dengan autoclave meskipun tidak selama 15 menit dengan teperatur 121oC. virus tak dapat terpisah dengan penyaringan semacam ini. Metode ini berupa mendidihkan medium dengan uap dengan beberapa menit saja. Sterilisasi radiasi 1. 2006) 3. sehabis penyaringan. Dengan jalan ini.

Selain itu pada praktikum kali ini terdapat kendala yang berupa pecahnya botol yang berisi bahan ketika sedang disterilisasi yang diduga disebabkan oleh kurang tepatnya prosedur saat menutup tutup botol tersebut sehingga udara di dalam botol menguap dan botol menjadi pecah karena tidak kuat terhadap tekanan. dari segi larutan tidak jernih. namun setelah disterilisasi panelis mengatakan bahwa aromanya menjadi kuat dan tajam. Begitu pula dengan parameter yang lain meskipun tidak signifikan namun tetap terjadi perubahan menurut panelis.2 mm. . teksturnya sendiri lunak. 1985) Pada hasil praktikum kali ini didapat kecenderungan perubahan pada parameter yang dirasakan oleh panelis.lampu uap merkuri dengan daya tembus hanya 0. Jon Mekanisme mengikutitori tumbukan yaitu sinar langsung menghantam pusat kehidupan mikroba (kromosom) atau secara tidak langsung dengan sinar terlebih dahulu membentuk molekul dan mengubahnya menjadi bentuk radikatnya yang menyebabkan terjadinya reaksi sekunder pada bagian molekul DNA mikroba. 3. sebelum disterilisasi panelis rata-rata mengatakan aroma kurang kuat. serta rasanya agak enak. Rata-rata dari hasil yang didapat dalam praktikum ini yakni pada warna rata-rata panelis menyampaikan tidak cerah.(Ratna.5 MRad. Gamma digunakan untuk mensterilkan alat-alat yang terbuat dari logam. Gamma Gamma bersumber dari Cu60 dan Cs137 dengan aktivitas sebesar 50-500 kilo curie serta memiliki daya tembus sangat tinggi. kaet serta bahan sintesis seperti pulietilen. Contohnya saja dari segi aroma. aroma bisa dikatakan kuat. 2. Dosis efektifitasnya adalah 2.01-0. ultraviolet digunakan untuk sterilisasi ruangan pada penggunaan aseptic.

2. Saran Sebaiknya asisten melakukan pengujian terlebih dahulu sebelum praktikan melakukan praktikum agar tidak terjadi kegagalan dalam praktikum. Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada. fisik dan kimiawi B. Prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik. .V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan 1. sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembang biak.

D. 1994. Hadioetomo. EigleWood. . Malang: Djambatan. Mikrobiologi Dasar Dalam Prak k. Mikrobiologi Dasar. Y. Mikrobiologi Dasar dalam Praktik. 1993. Mikrobiologi Dasar Jilid 1. Tim Penyusun. Pedoman Praktikum Teknik pengolahan pangan. Jakarta: UI Press Sarles. ratnasiri. Jakarta: Papas Sinar Sinanti.S. dkk. Hans G. dkk. 1956. 2001. 1994. U. Yogyakarta: UGM Press Stanier. Hadioetomo.DAFTAR PUSTAKA Dwijoseputro. Jakarta: Gramedia. UNSOED: Purwokerto Volk dan Wheeler. New York: Harper & Brothers Schlegel. R. Inc. 1993. New Jersey: Prenticel Hall. Srikandi. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Mikrobiologi Pangan 1. The Microbial World. Mikrobiologi Umum. 2012. 1992. 2005. R. Fardiaz. Microbiology: General and Apphed. Suriawiria. PT Gramedia: Jakarta. 1990. Jakarta: Erlangga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful