http://www.g-excess.com/28242/pengertian-konsep-diri-menurut-beberapa-ahli/ http://id.scribd.

com/doc/100882907/BERPIKIR-KRITIS-1 http://herdy07.wordpress.com/2009/04/22/model-pembelajaran-savi/herdian

(Pengertian Konsep Diri menurut Beberapa Ahli) –Definisi konsep diri menurut para tokoh sangat beragam artinya. Rochman Natawidjaya (1979: 102) menjelaskan bahwa “konsep diri adalah persepsi individu tentang dirinya, kemampuan dan ketidakmampuannya, tabiat-tabiatnya, harga dirinya dan hubungannya dengan orang lain”. Konsep diri juga merupakan “gambaran mental diri sendiri yang terdiri dari pengetahuan tentang diri sendiri, pengharapan diri dan penilaian terhadap diri sendiri” (James F Calhoun, 1995: 90). Pengertian konsep dirimenurut Jalaludin Rahmat (1996: 125) yaitu “Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita, persepsi ini boleh bersifat psikologis, sosial dan psikis. Konsep diri bukan hanya gambaran deskriptif, tetapi juga penilaian kita”.Pengertian konsep diri dalam istilah umum mengacu pada persepsi seseorang mengenai dirinya sendiri. Persepsi ini terbentuk melalui kesimpulan-kesimpulan yang diambil berdasarkan pengalaman pengalaman dan persepsi-persepsi terutama dipengaruhi oleh reward dan punishment yang diberikan oleh seseorang yang berarti dalam kehidupannya. Menurut Hurlock (1994) yang dimaksud konsep diri adalah kesan (image) individu mengenai karakteristik dirinya, yang mencakup karakteristik fisik, sosial, emosional, aspirasi dan achievement. Clara R Pudjijogyanti (1995: 2) berpendapat bahwa konsep diri merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah seseorang akan berperilaku negatif atau tidak, sebab perilaku negatif merupakan perwujudan adanya gangguan dalam usaha pencapaian harga diri. Apabila seseorang remaja gagal dalam pencapaian harga diri, maka ia akan merasa kecewa terhadap keadaan diri dan lingkungannya. Ia akan memandang dirinya dengan sikap negatif, sebaliknya apabila seorang remaja berhasil dalam mencapai harga dirinya, maka ia akan merasa puas dengan dirinya maupun terhadap lingkungannya. Hal ini akan membuat ia bersikap positif terhadap dirinya. Persepsi mengenai tindakan yang mempengaruhi cara atau pandangan hidup, sehingga suatu pemahaman mengenai konsep diri seseorang merupakan dasar yang sangat berguna untuk meramalkan bagaimana seseorang itu akan bertindak. Ada tiga alasan pentingnya konsep diri dalam menentukan perilaku seperti yang diungkapkan Clara R Pudjijogyanti (1995: 5): 1. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keseluruhan batin. Apabila timbul perasaan, pikiran dan persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan satu sama lain, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menyeimbangkan dan menghilangkan ketidakselarasan tersebut, individu akan mengubah perilakunya. Seluruh sikap, pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu dalam menafsirkan pengalamannya. Sebuah kejadian akan ditafsirkan berbeda antara individu yang satu dengan individu lainnya dikarenakan masing-masing individu mempunyai sikap dan pandangan yang berbeda terhadap dirinya. Konsep diri menentukan pengharapan individu. Pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Sikap dan pandangan negatif terhadap kemampuan diri akan menyebabkan individu tidak mempunyai motivasiuntuk mencapai prestasi yang gemilang.

2.

3.

MODEL PEMBELAJARAN SAVI A. Landasan Teori SAVI singkatan dari Somatic, Auditori, Visual dan Intektual. Teori yang mendukung pembelajaran SAVI adalah Accelerated Learning, teori otak kanan/kiri; teori otak triune; pilihan modalitas (visual, auditorial dan kinestetik); teori kecerdasan ganda; pendidikan (holistic) menyeluruh; belajar berdasarkan pengelaman; belajar dengan symbol. Pembelajaran SAVI menganut aliran ilmu kognitif modern yang menyatakan belajar yang paling baik adalah melibatkan emosi, seluruh tubuh, semua indera, dan segenap kedalaman serta keluasan pribadi, menghormati gaya belajar individu lain dengan menyadari bahwa orang belajar dengan cara-cara yang berbeda. Mengkaitkan sesuatu dengan hakikat realitas yang nonlinear, nonmekanis, kreatif dan hidup. B. Prinsip Dasar Dikarenakan pembelajaran SAVI sejalan dengan gerakan Accelerated Learning (AL), maka prinsipnya juga sejalan dengan AL yaitu: 1) pembelajaran melibatkan seluruh pikiran dan tubuh 2) pembelajaran berarti berkreasi bukan mengkonsumsi. 3) kerjasama membantu proses pembelajaran 4) pembelajaran berlangsung pada benyak tingkatan secara simultan 5) belajar berasal dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri dengan umpan balik. 6) emosi positif sangat membantu pembelajaran. 7) otak-citra menyerap informasi secara langsung dan otomatis. C. Karakteristik Sesuai dengan singkatan dari SAVI sendiri yaitu Somatic, Auditori, Visual dan Intektual, maka karakteristiknya ada empat bagian yaitu: 1) Somatic ”Somatic” berasal dari bahasa yunani yaitu tubuh – soma. Jika dikaitkan dengan belajar maka dapat diartikan belajar dengan bergerak dan berbuat. Sehingga pembelajaran somatic adalah pembelajaran yang memanfaatkan dan melibatkan tubuh (indera peraba, kinestetik, melibatkan fisik dan menggerakkan tubuh sewaktu kegiatan pembelajaran berlangsung). 2) Auditori Belajar dengan berbicara dan mendengar. Pikiran kita lebih kuat daripada uyang kita sadari, telinga kita terus menerus menangkap dan menyimpan informasi bahkan tanpa kita sadari. Ketika kita membuat suara sendiri dengan berbicara beberapa area penting di otak kita menjadi aktif. Hal ini dapat diartikan dalam pembelajaran siswa hendaknya mengajak siswa membicarakan apa yang sedang mereka pelajari, menerjemahkan pengalaman siswa dengan suara. Mengajak mereka

mengumpulkan informasi. 3) Visual Belajar dengan mengamati dan menggambarkan. mencipta. menguasai keterampilan. membuat model. Setiap siswa yang menggunakan visualnya lebih mudah belajar jika dapat melihat apa yang sedang dibicarakan seorang penceramah atau sebuah buku atau program computer. atau menciptakan maknamaknan pribadi bagi diri mereka sendiri. D. rencana. f) menciptakan lingkungan emosional yang positif g) menciptakan lingkungan sosial yang positif h) menenangkan rasa takut i) menyingkirkan hambatan-hambatan belajar j) banyak bertanya dan mengemukakan berbagai masalah k) merangsang rasa ingin tahu siswa . memberikan perasaan positif mengenai pengalaman belajar yang akan datang. dan memecahkan masalah. diagram. membuat tinjauan pengalaman belajar. dan nilai dari pengalaman tersebut. Kerangka Perencanaan Pembelajaran SAVI Pembelajaran SAVI dapat direncanakan dan kelompok dalam empat tahap: 1) Tahap persiapan (kegiatan pendahuluan) Pada tahap ini guru membangkitkan minat siswa. Secara khususnya pembelajar visual yang baik jika mereka dapat melihat contoh dari dunia nyata. Dalam otak kita terdapat lebih banyak perangkat untuk memproses informasi visual daripada semua indera yang lain. Hal ini diperkuat dengan makna intelektual adalah bagian diri yang merenung.berbicara saat memecahkan masalah. dan menempatkan mereka dalam situasi optimal untuk belajar. makna. Tindakan pembelajar yang melakukan sesuatu dengan pikiran mereka secara internal ketika menggunakan kecerdasan untuk merenungkan suatu pengalaman dan menciptakan hubungan. peta gagasan. Secara spesifik meliputi hal: a) memberikan sugesi positif b) memberikan pernyataan yang memberi manfaat kepada siswa c) memberikan tujuan yang jelas dan bermakna d) membangkitkan rasa ingin tahu e) menciptakan lingkungan fisik yang positif. ikon dan sebagainya ketika belajar. membuat rencana kerja. 4) Intektual Belajar dengan memecahkan masalah dan merenung.

melibatkan pancaindera. menyenangkan.l) mengajak pembelajar terlibat penuh sejak awal. 2) Tahap Penyampaian (kegiatan inti) Pada tahap ini guru hendaknya membantu siswa menemukan materi belajar yang baru dengan cara menari. yang dilakukan guru yaitu: a) aktivitas pemrosesan siswa b) usaha aktif atau umpan balik atau renungan atau usaha kembali c) simulasi dunia-nyata d) permainan dalam belajar e) pelatihan aksi pembelajaran f) aktivitas pemecahan masalah g) refleksi dan artikulasi individu h) dialog berpasangan atau berkelompok i) pengajaran dan tinjauan kolaboratif j) aktivitas praktis membangun keterampilan . berkelompok) i) pengalaman belajar di dunia nyata yang kontekstual j) pelatihan memecahkan masalah 3) Tahap Pelatihan (kegiatan inti) Pada tahap ini guru hendaknya membantu siswa mengintegrasikan dan menyerap pengetahuan dan keterampilan baru dengan berbagai cara.hal yang dapat dilakukan guru: a) uji coba kolaboratif dan berbagi pengetahuan b) pengamatan fenomena dunia nyata c) pelibatan seluruh otak. berpasangan. Secara spesifik. Hal. seluruh tubuh d) presentasi interaktif e) grafik dan sarana yang presentasi brwarna-warni f) aneka macam cara untuk disesuaikan dengan seluruh gaya belajar g) proyek belajar berdasar kemitraan dan berdasar tim h) latihan menemukan (sendiri. relevan. dan cocok untuk semua gaya belajar.

namun memiliki keterampilan yang tinggi. Sumber Bacaan: DePorter. Mike Hernacki. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13.k) mengajar balik 4) Tahap penampilan hasil (kegiatan penutup) Pada tahap ini guru hendaknya membantu siswa menerapkan dan memperluas pengetahuan atau keterampilan baru mereka pada pekerjaan sehingga hasil belajar akan melekat dan penampilan hasil akan terus meningkat. 2008. PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN NON TES A. 2005. sebaliknya ada peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir rendah. Bandung: Kaifa. kemampuan menerapkan. kemampuan mensitensis. namun keterampilannya rendah. Dave. Ada siswa yang memiliki kemampuan berpikir tinggi. dan kemampuan mengevaluasi. kemampuan berpikir termasuk ranah kognitif. Hal –hal yang dapat dilakukan adalah: a) penerapan dunia nyata dalam waktu yang segera b) penciptaan dan pelaksanaan rencana aksi c) aktivitas penguatan penerapan d) materi penguatan prsesi e) pelatihan terus menerus f) umpan balik dan evaluasi kinerja g) aktivitas dukungan kawan h) perubahan organisasi dan lingkungan yang mendukung. Sugiyanto. Diterjemahkan oleh Rahmani Astuti. Editor. The Accelerated Learning Handbooks: Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Setiap pelajaran memerlukan kemampuan berpikir. kemampuan memahami. dan prilaku. Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang Kelas. Meier. Bandung: Kaifa. 2005. Diterjemahkan oleh Ary Nilandari. meliputi kemampuan menghafal. Bobbi.PENDAHULUAN Kemampuan lulusan suatu jenjang pendidikan sesuai dengan tuntutan penerapan kurikulum berbasis kompetensi mencakup tiga ranah yaitu kemampuan berpikir. Kemampuan ini sering disebut dengan kemampuan mentransfer . keterampilan melakukan pekerjaan. kemampuan menganalisis.

berbuat. teknik tes inilah yang sering digunakan dalam rangka mengevaluasi hasil belajar pesrta didik. Gerakan dasar adalah gerakan yang mengarah pada keterampilan komplek yang khusus. yaitu yang menggunakan otot seperti lari. Dalam praktek.a. Kemampuan yang kedua adalah keterampilan psikomtor. Siswa yang telah mencapai kompetensi dasar pada ranah ini mampu melakukan tugas dalam bentuk keterampilan sesuai dengan standar atau kriteria. Kemampuan perseptual adalah kombinasi ke. menyebarkan angket. kecepatan belajar. Teknik nontes pada umumnya memiliki peranan penting dalam rangka mengevaluasi hasil belajar peserta didik dari segi ranah sikap hidup (afective domain). Kegiatan mengukur atau melakukan pengukuran adalah . B. dan perasaan. melakukan wawancara (interview). membaca.puan kognitif dan kemampuan motor atau gerak. Menurut Popham 1995 ranah afektif menentukan keberhasilan belajar seseorang. Kegiatan mengukur itu pada umumnya tertuang dalam bentuk tes dengan berbagai pariasinya. dan memeriksa atau meneliti dokumen-dokumen (documentary analysis). PENGERTIAN AFEKTIF Hasil belajar menurut Bloom (1976:11) mencakup peringkat dan tipe prestasi belajar. sebab masih ada teknik lain yang dapat digunakan yaitu teknik nontes.rupakan kegiatan yang paling umum dilakukan dan merupakan tindakan yang mengawali kegiatan evaluasi dalam penilaian hasil belajar. yaitu kemampuan yang berkaitan dengan gerak. tipikalberbuat berkaitan dengan ranah psikomotor. (questonerie). Andersen (1981) sependapat dengan Bloom bahwa karakteristik manusia meliputi cara yang tipikal dari berpikir. dan ranah keterampilan ( psikomotorik domain). Gerakan reflek adalah respon motor atau gerak tanpa sadar yang muncul ketika bayi lahir. sikap. melompat melukis. Orang yang tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu sulit untuk mencapai keberhasilan studi secara optimal begitu juga sebaliknya.pengetahuan keberbagai situasi sesuai dengan konteksnya. Tipikal berpikir berkaitan dengan ranah kognitif. Oleh karena itu semua guru harus mampu membangkitkan minat semua siswa belajar pelajaran yang diampu guru. minat. Pernyataan diatas tidaklah harus diartikan bahwa tehnik tes adalah satu-satunya tehn8k untuk melakukan evaluasi hasil belajar. Kemampuan pisik adalah kemampuan untuk melakukan gerakan yang palin terampil untukmencapai gerakan terampil peserta didik harus belajar secara sistematik melalui langkah langkah tertentu ranah afektif mencakup watak prilaku seperti perasaan. dan sebagainya. emosi. Dengan teknik non tes maka penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa menguji peserta didik. Hasil belajar akan bermanpaat bagi masyarakat bila para lulusan memiliki prilaku dan pandangan yang positif dalam ikut menyejahterakan dan menentramkan masyarakat. . melainkan dilakukan dengan melakukan pengamatan secara sistematis (observation). atau nilai. dan hasil afektif.

dan mulai membangun sistem nilai internal yang konsisten. Level yang tinggi pada kategori ini adalah minat. Pada level ini siswa tidak saja memperhatikan fenomena khusus tetapi ia juga bereaksi. musik. organization. siswa memiliki keinginan memperhatikan suatu penomena khusus atau stimulus. buku. Ketiga ranah tersebut merupakan karakteristik manusia dan dalambidang pendidikan ketiga ranah tersebut merupakan hasil belajar.dan tipikal perasaan berkaitan dengan ranah afektif. Walaupun para gum sadar akan hal ini. Siswa yang memiliki minat belajar dan sikap positip terhadap pelajaran akan merasa senang mempelajari mata pelajaran tersebut. Dalam pembelajaran sains. Pada level receiving atau attending. Derajad rentangannya mulad dari menetfaa suatu nilai. Valuing melibatkan penentuan nilai. guru dalam merancang programpembelajaran dan pengalaman belajar siswa harus memperhatikan karakteristik afektif siswa. Gambar 1 menunjukkan bahwa hasil belajar ditentukan oleh kualitas proses pembelajaran. Tugas guru adalah mengarahkan perhatian siswa pada penomena yang menjadi objek pemeblajaran afektif. responding. Hasil . Peringkat ranah afektif menurut taksonomi Krathwol ada lima. namun belum banyak tindakan yang dilakukan guru untuk meningkatkan minat siswa. nilai satu dengan nilai lain dikaitkan dan koifflik antar nilai diselesaikan. Oleh karena itu untuk mencapai hasil belajar yang optimal. dan characterization. sampai pada tingkat komitmen. berkeinginan memberi respons. Valuing atau penilaian berbasis pada intemalisasi dari seprangkat nilai yang spesifik. sehingga dapat diharapkan akan mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Sikap ilmiah adalah komponen afektif. keyakinan atau sikap dan memjnjufeaa derajad internalrsasi dan komitmen. Hasil belajar pada level ini berhubungan dengan prilaku yang konsisten dan stabil agar nilai dikenal secara jelas. Misalnya kesenangan dalam membaca bidcu. valuing. yaitukarakteristik siswanya. di dalamnya ada komponen sikap ilmiah. yaitu sebagai bagian dari peilakunya. Keberhasilan pembelajaran pada ranah kognitif dan psikomotor sangat ditentukan oleh kondisi afektif siswa. kegiatan. Responding merupakan partisipasi aktif siswa. Kemampuan afektif merupakan bagian dari hasil belajar dan memiliki peran yang penting. Dalam tujaan pembelajaran penilaian ini diklasifikasi sebagai sikap dan apresiasi. Menurut Krathwohl (1961) bila ditelusuri hampir semua tujuan kognitif mempunyai komponen afektif. misalnya. Pembelajaran ditentukan oleh karakteristik masukannya. yaitu: receiving (attending). misalnya keinginan untuk meningkatkan keterampilan. misalnya kelas. yaitu hal-hal yang menekankan pada pencarian hasM dan kesenangan pada aktivitas khusus. Pada level organisasi. atau kepuasan dalam memberi respons. Hasil pembelajaran pada daerah ini menekankan pada pemerolehan respons. dan sebagainya.

Arah menunjukkan apakah perasaan itu baik atau buruk. emosi. Tiap unsur ini bisa merupakan target dari kecemasan. Beberapa perasaanlebih kuat dari yang lain. Pertama. Misalnya pengembangan filsafat hidup Peringkat ranah afektif tertinggi adalah characterization nilai. misalnya cinta lebih kuat dari senang atau suka. Karakteristik afektif yang ke tiga adalah target. Selain itu sebagain orang kemungkinan memiliki perasaan yang lebih kuat dibanding yang lain. Sesuai dengan karakteristik afektif yang terkait dengan mata pelajaran. dan sosial. dan konsep diri. 1999:204)'. Bila kecemasan merupakan karakteristik afektif yang ditinjau. Bila intensitas dan arah perasaan ditinjau bersamasama maka. Empat tipe afektif yang akan dibahas dalam pedoman ini. Pembahasan meliputi definisi konseptual. Pada level ini siswa memiliki sistem nilai yang mengendalikan prilaku sampai pada suatu waktu tertentu hingga terbentuk gaya hidup. aktivitas. definisi operasional dan penentuan indikator. Target mengacu pada objek. matematika. sikap siswa terhadap mata pelajaran. sikap. Jadi sikap siswa setelah mengikuti pelajaranharus . sedang kecemasan dimaknai negatif. minat. Pemikiran atau prilaku harus memiliki dua kriteria untuk diklasifikasikan sebagai ranah afektif (Andersen. situasi. Ada empat tipe karakteristik afektif yang penting. 1981:4). karakteristik afektif berada dalam snafu skala yang kontinum.Intensitas menyatakan derajad atau kekuatan dari perasaan. Seringkali siswa merasa tegang bila menghadapi tes di kelas. dan nilai. Ranah sikap siswa ini penting untuk ditingkatkan (Popham. Kadang-kadang target ini diketahui oleh seseorang namun kadang-kadang tidak diketahui.. 1. yaitu minat. prilaku ini melibatkan perasaandan emosi seseorang. misalnya bahasa Inggeris. Arah berkaitan dengan orientasi positip atau negatif dari perasaan. yaitu sikap. Kedua prilaku ini harus tipikal pemikiran prilaku seseorang. Siswa tersebut cenderung sadar bahwa target ketegangan adalah tes. Objek sekolah adalah sikap siswa terhadap sekolah. Sikap Sikap menurut Fishbein dan Ajzen (1975) adalah suatu predisposisi yang dipelajari untuk merespon secara positip atau negatif terhadap suatu objek. Misalnya senang pada pelajaran dimaknai positif. ada beberapa kemungkinan target. atau pengajaran. atau orang. nilai. Hasil pembelajaran pada level ini berkaitan dengan personal. khususnya tentang penilaiannya. masalah yang akan dibahas mencakup empat ranah.. Kriteria lain yang termasuk ranah afektif ini adalah: intensitas. Siswa mungkin bereaksi terhadap sekolah. situasi sosial. dan target. haras lebih positif setelah siswa mengikuti pelajaran bahasa Inggeris.konsep. arah. Sikap siswa terhadap mata pelajaran. konsep diri. atau ide sebagai arah dari perasaan.pembelajaran pada level ini berupa konseptualisasi nilai atau organisasi sistem nilai.

aktivitas. dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian. Beberapa ranah afektif yang tergolong penting adalah: a. Definisi lain tentang nilai disampaikan oleh Tyler (1973:7). target dapat juga berupa sesuatu seperti sikap dan prilaku. Adil: Peserta didik harus berpendapat bahwa semua orang memperoleh perlakuan hukum yang sama.lebih positif dibanding sebelum mengikutipelajaran. yaitu nilai adalah suatu objek. Arah nilai dapat positip dapat negatip. Kejujuran: Peserta didik harus belajar untuk menghargai kejujuran dalam berinteraksi dengan orang lain.-aktivitas. tindakan. Minat Menurut Getzel (1966:98). Kebebasan: Siswa harus yakin bahwa negara demokratis harus memberi kebebasan secara maksimum kepada semua orang. Perubahan ini merupakan salah satu indikator keberhasilan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. sikap. 2. sedang suatu nilai mengacu pada keyakinan sederhana. dan kepuasan. dan kepuasan. Menurut Andersen target nilai cenderung menjadi ide. 3.Selanjutnya dijelaskan bahwa sikap mengacu pada suatu organisasi sejumlah keyakinan sekitar objek spesifik atau situasi.\ aktivitas. b. Integritas: Peserta didik harus mengikat pada kode nilai. atau prilaku yang dianggap baik dan yang dianggap jelek. Oleh karenanya sekolah harus menolong siswa menemukan dan menguatkan nilai yang bermakna dan signifikan bagi siswa dalam memperoleh kebahagiaan personal dan memberi konstribusi positip terhadap masyarakat. dan idea sehingga objek ini menjadi pengatur penting minat. d. Secara umum minat termasul karakteristik afektif yang memiliki intensitas tinggi. Konsep Diri . dan artitistik. 4. minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui pengalaman yang mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus. pemahaman. sikap. Nilai Nilai menurut Rokeach (1968) merupakan suatu keyakinan yang dalam tentang perbuatan. Untuk itu guru harus membuat rencana pembelajaran termasuk pengalaman belajar siswa yang membuat sikap siswa terhadap matapelajaran menjadi lebih positip. c. Selanjutnya intensitas nilai dapat dikatakan tinggi atau rendah tergantung pada situasi dan nilai yang diacu. Selanjutnya dijelaskan bahwa sejak manusia belajar menilai suatu objek. Hal penting pada minat adalah intensitasnya. atau ide yang dinyatakan oleh individu yang mengendalikan pendidikan dalam mengarahkan minat. tetapi sesuai dengan definisi oleh Rokeach. misalnya moral.

Dalam bidang pendidikan pada dasarnya pengukuran afektif ditinjau dari tujuannya . ada empat hal yang harus diperhatikan yaitu: a. konsep diri adalah evaluasi yang dilakukan individu terhadap kemampuan dan kelemahan yang dimilikinya. yaitu: 1. Masalah yang timbul adalah bagaimana ranah afektif akan diukur. b. c. dan intensitasnya bisa dinyatakan dalam suatu daerah kontinum. .Instrumen sikap. yaitu. C. a. Target. dan selanjutnya memperhatikan intensitasnya. Isi dan validitas konstrak ranah afektif tergantung pada definisi operasional yang secara langung mengikuti definisi konseptual.Instrumen konsep diri d. yaitu ada empat macam instrumen. yaitu dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri.Memilih bentuk dan format instrumen d. dan intensitas konsep diri pada dasarnya seperti ranah afektif yang lain. pertama diperhatikan adalah target dan arah karakteristik afektif.Instrumen minat.Menurut Smith. Pada pendekatan acuan ranah. maka bisa dipilih altematif karir yang tepat bagi diri siswa. Target konsep diri biasanya orang tetapi bisa juga institusi seperti sekolah. Dalam menyusun spesifikasi instrumen. Spesifikasi Instrumen Spesifikasi instrumen terdiri dari tujuan dan kisi-kisi instrumen. Andersen (1980) menggambarkan dua pendekatan untuk mengukur ranah afektif. Selain itu informasi konsep diri ini penting bagi sekolah untuk memotivasi belajar siswa dengan tepat.Menentukan tujuan pengukuran b. arah.Menyusun kisi-kisi instrumen c. yaitu mulai dari yang rendah sampai yang tinggi. Konsep diri ini penting untuk menentukan jenjang karir siswa.Instrumen nilai.Menentukan panjang instrumen. PENGEMBANGAN INSTRUMEN Ada sepuluh langkah yang harus diikuti dalam mengembangkan nstrumen afektif. Instrumen minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang minat siswa terhadap mata pelajaran yang selanjutnya digunakan untuk meningkatkan minat siswa terhadap suatu mata pelajaran. yaitu pendekatan acuan ranah dan pendekatan peta kalimat. para pengelola pendidikan harus mempertimbangkan rational teoritis dan isi program sekoiah. Dalam memililih karakterisitk afektif untuk pengukuran. Arah konsep diri bisa posititp atau negatip.

sedang definisi operasional dapat dikembangkan oleh tim pembuat instrumen. Siswa melakukan evaluasi terhadap potensi yang ada dalam dirinya. misalnya kegiatan sekolah. yaitu sikap. kemudian ditentukan definisi operasional dan selanjutnya diuraikan menjadi sejumiah indikator. Penulisan Instrumen Ada empat aspek dari ranah afektif yang bisa dinilai di sekolah. juga disebut blue-print. Hasil pengukuran sikap berguna untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk siswa. percaya diri. Hal ini berdasarkan informasi karakteristik siswa yang diperoleh dari hasil pengukuran. Cara yang mudah untuk mengetahui sikap siwa adalah melalui kusioner. Instrumen sikap bertujuan untuk mengetahui sikap siswa terhadap suatu objek. dan nilai. Indikator ini menjadi acuan penulis instrumen. Jadi pertanyaan atau pernyataan ditulis berdasarkan indikator. 2. Instrumen nilai dan keyakinan bertujuan untuk mengungkap nilai dan keyakinan individu. Kisi-kisi. Setelah tujuan pengukuran afektif ditetapkan.Instrumen sikap bertujuan untuk mengetahui sikap siswa terhadap suatu objek. misalnya kegiatan sekolah. Kisi-kisi ini pada dasarnya berisi tentang definisi konseptual yang ingin diukur. Langkah pertama dalam menentukan kisi-kisi adalah menentukan definisi konseptual yang diambil dari buku teks. Karakteristik potensi peserta didik sangat penting untuk menentuka jenjang karirnya.Indikator ini merupakan acuan untuk menulis instrumen. Definisi konseptual diambil dari teori-teori yang ada dalam buku. Selanjutnya ditentukan definisi operasional. a. minat.f Instrumen konsep diri bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Instrumen Sikap Definisi konseptual: Sikap mengacu pada kecenderungan merespons secara konsisten baik menyukai atau tidak menyukai suatu objek. sikap adalah perasaan positip atau negatif terhadap suatu objek. Tiap indikator bisa ditulis dua atau lebih butir instrumen. Objek ini bisa berupa kegiatan atau mata pelajaran. Hal ini akan dibahas berturut-turut di bahas ini. Indikator ini merupakan pedoman dalam menulis instrumen. yaitu yang bisa diukur. Definisi operasional.Insformasi kekuatan dan kelemahan siswa digunakan untuk menentukan program yang sebaiknya ditempuh oleh siswa. Salah satu format kisi-kisi instrumen afektif ditunjukkan Tabel 1. Selanjutnya definisi operasional dikembangkan menjadi sejumiah indikator. Hal-hal yang positif diperkuat sedang yang negatif diperlemah dan akhirnya dihilangkan. . Sikap ini bisa positif bisa negatif. Sikap terhadap mata pelajaran bisa positif bisa\negatif. Informasi yang diperoleh berupa nilai dan keyakinan yang positif dan yang negatif. Penilaian ranah afektif siswa dilakukan dengan menggunakan instrumen afektif. Definisi operasional ini kemudian dijabarkan menjadi sejumiah indikator. merupakan tabel matrik yang berisi spesifikasi instrumen yang akan ditulis. kegiatan berikutnya adalah menyusun kisi-kisi instrumen.

Instrumen Konsep diri . 1). Saya senang mengerjakan soal matematika 5). baik-buruk. Interaksi dengan guru matematika 4). Memiliki buku matematika Contoh kuesioner: 1). ketrampilan untuk rujuan perhatian atau penguasaan. Membaca buku matematika 2). Mengerjakan tugas matematika 5). pengertian. Definisi konseptual: Minat adalal watak yang tersusun melalui pengalaman yang mendorong individu mencari objek aktivitas. Saya sering bertanya pada guru tentang pelajaran matematika 4). Instrumen Minat Instrument minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang minat sisw terhadap suatu mata pelajaran yang selanjutnya digunakan untuk meningkatka: minat siswa terhadap suatu mata pelajaran. Indikator sikap terhadap mata pelajaran matematika misalnya adalah.: 1)Manfaat belajar matematika. Saya senang belajar matematika 3). misalnya minat terhadap matematika.Pertanyaan tentang sikap meminta responden menunjukkan perasaan yang positif atau negatif terhadap suatu objek. atau satu kebijakan. Diskusi tentang matematika 6). c. Belajar matematika 3). Saya senang membaca buku matematika 2). menyenangitidak menyenangi. 2)Usaha memahami matematika 3)Membaca buku matematika 4)Bertanya di kelas 5)Bertanya pada teman 6)Bertanya pada orang lain 7)Mengerjakan soal matematika Contoh kuesioner: 1)Matematika bermanfaat untuk menuju kesuksesan belajar 2)Saya berusaha memahami mata pelajaran matematika 3)Saya senang membaca buku yang berkaitan dengan matematika 4)Saya selalu bertanya di kelas pada pelajaran matematika 5)Saya berusaha memahami pelajaran matematika dengan bertanya kepada siapapun. Saya selalu mencari soal-soal matematika b. menerima-menolak. Kata-kata yang digunakan pada pertanyaan sikap menyatakan arah perasaan seseorang. diingini-tidak diingini. Definis operasional: Minat adalah keingintahuan seseorang tentang keadaan suatu objek Indikator minat.

Kemampuan lulusan suatu jenjang pendidikan bisa baik. Hal inilah letak pentingnya kemampuan afektif. Jadi nilai berkaitan dengan keyakinan. Informasi kekuatan dan kelemahan siswa digunakan untuk menentukan program yang sebaiknya ditempuh oleh siswa. sikap dan aktivitas atau tindakan seseorang.j Peaget dan Kohlberg banyak membahas tentang perkembangan moral anak. Keunggulan saya adalah fisik yang tinggi 4). Hermin dan Simon memasukkan pada bagian nilai seperti keyakinan sikap aktipitas atau nerasaan vane memuaskan. nilai. . Mata pelajaran bahasa Inggeris saya rasakan paling mudah. Definisi operasional konsep diri adalah pemyataan tentang kemampuan diri sendiri yang menyangkut mata pelajaran. dan etika merupakan konsep penting dalam pembentukan kompetensi siswa. Hal ini berdasarkan informasi karakteristik siswa yang diperoleh dari hasil pengukuran. bila digunakan membantu orang lain. Pencapaian kemampuan kognitif dan psikomotorik tidak akan memberi fnanfaat bagi masyarakat. Instrumen Nilai Moral. apabila tidak diikuti dengan kempetensi.Instrumen konsep diri bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri. la hanya mempelajari prinsip moral seseorang melalui penafsiran respon verbal terhadap dilema hipetetikal. Definisi konsep diri: Persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri yang menyangkut keunggulan dan kelemahannya. namun bisa tidak baik bila kemampuan tersebut digunakan untuk' merugikan orang lain. Kelemahan saya adalah kemampuan berkomunakasi. Contoh instrumen: 1)Saya sulit mengikuti pelajaran matemeatika 2)Mata pelajaran bahasa mudah saya pahami 3)Saya mudah menghapal 4)Saya mampu membuat karangan yang baik 5)Saya merasa sulit mengikuti pelajaran fisika 6)Saya bisa bermain sepak bola dengan baik 7)Saya mampu membuat karya seni yang variatif d. Nilai seseorang pada dasarnya terungkap melalui bagiamana ia berbuat atau keinginan berbuat. Fisika saya rasakan sebagai mata pelajaran yang paling sulit 2). antar lain yang didukung dan terpadu dengan prilaku yang sessungguhnya serta berulang dalam kehidupan seseorang. 5) Saya senang membantu teman belajar ketrampilan.Namun Kohlberg mengabaikan masalah hubungan antara judgment moral dan tindakan moral. Tindakan merupakan refleksi dari nilai yang dianutnya. Indikator konsep 1). 3). bukan pada bagaimana sesungguhnya seseorang bertindak.

konsep diri. seseorang tentang keadaan suatu objek atau kegiatan. minat. 6)Saya berkeyakinan bahwa hasil yang dicapai siswa adaSah karena nasip keberuntungan. kegiatan. Atau ada yang berkeyakinan bahwa guru sulit untuk melakukan perubahan. Informasi yang diperoleh berupa nilai dan keyakinan yang positif dan yang negatif. e. Definsi operasional. 3)Saya berkeyakinan bahwa siswa yang ikut bimbingan tes cenderung akan diterima di perguruan tinggi. Indikator nilai adalah: 1)Keyakinan tentang prestasi belajar siswa 2)Keyakinan atas keberhasilan siswa 3)Keyakinan atas harapan orang tua. Selain melalui kuesioner ranah afektif siswa. Indikator nilai moral sesuai dengan definisi di atas adalah: 1)Memegangjanji 2)Membantu orang lain 3)Menghormati orang lain . Instrumen Nilai Moral Instrumen ini bertujuan untuk mengetahui nilai moral siswa. 2)Saya berkeyakinan bahwa kinerja guru sudah maksimum. Moral didefinisikan sebagai pendapat. Untuk itu perlu ditentukan dulu indikator substansi yang akan diukur. Untuk mengetahui keadaan ranah afektif siswa. Hal-hal yang positif diperkuat sedang yang negati diperlemah dan akhirnya dihilangkan. kayakinan tentang kinerja guru. guru harus menyiapkan diri untuk mencatat setiap tindakan yang muncul dari siswa yang berkaitan dengan indikator ranah afektif siswa. dan nilai dapat digali melalui pengamatan. 5)Keyakinan atas sekolah dapat mengubah nasip seseorang Contoh kuesioner tentang nilai siswa: 1)Saya berkeyakinan bahwa prestasi belajar siswa sulit untuk ditingkatkan. nilai adalah keyakin. 5)Saya berkeyakinan bahwa perubahan selalu membawa masalah. sikap. atau suatu objek. tindakan yang dinaggap baik dan yang dianggap tidak baik. 4)Saya berkeyakinan sekolah tidak akan mampu mengubah tingkat kesejahteraan masyarakat.Definisi konseptual: Nilai adalah keyakinan yang dalam terhadap suatu pendapat. Pengamatan karakteristik afektif siswa dilakukan di tempat terjadinya kegiatan belajar dan mengajar. Kemungknan ada yang berkeyakinan bahwa prestasi siswa sulit untuk ditingkatkan. Instrumen nilai dan keyakinan bertujuan untuk mengungkap nilai dan keyakinan individu. 4)Keyakinan atas dukungan masyarakat. Misalnya keyakinan akan kemampuan siswa.

Pelajaran sejarah membosankan !!!! ! . saya tidak selalu mempercayainya. ... ..! Contoh skala Likert.!!!... 7)Bila bertemu teman..!. 2)Bila berjanji kepada orang yang lebih tua saya berusaha menepatinya. 4)Bila menghadapi kesulitan saya selalu minta bantuan orang lain. Hasil telaah ini selanjutnya digunakan untuk memperbaiki instrumen. yang paling banyak bernilai 7 dan yang paling kecil bernilai 1... Sikap terhadap pelajaran matematika .Saya berusaha memiliki buku pel. Minat terhadap pelajaran Sejarah 7654321 !. Biia ada orang yang bercerita.! 4..Saya berusaha hadir tiap pelajaran sejarah !!!!! .. walau tidak seluruhnya benar..!! . e) apakah jumlah butir sudah tepat sehinggga tidak menjemukan menjawabnya.. Saya senang belajar Sejarah !. ... 8)Bila bertemu guru saya. skala Likert. Telaah bisa juga dilakukan oleh teman sejawat bila yang diinginkan adalah masukan tentang bahasa dan format instrumen.... Skala Thurstone srdiri dri 7 kategori...!! ..Pelajaran sejarah bermanfaat !!.! !!. Telaah Instrumen Kegiatan pada telaah instrumen adalah meniliti tentang: a) apakah buti pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan indikator.! 3....!!.. 5)Bila ada orang lain yang menghadapi kesulitan saya berusaha membantunya.. dan Skala Beda semantik. Telaah dilakukan oleh pakar dalam bidang yang diukur dan akan lebih baik bila ada pakar pengukuran.. raitu Skala Thurstone. b) bahasa yang digunakan apa sudah komunikatif dan menggunakan tata bahasa yang benar. . 9)Saya selalu bercerita tentang hal yang menyenangkan teman saya..sejarah ! !!.. dan c) apakah butir peranyaaan atau pernyataan tidak bias.. 6)Kesulitan orang lain merupakan tanggung jawabnya sendiri..! 2. Bahasa yang digunakan adalah yang sesuai dengan tingkat pendidikan responden... 10).. 3)Bila berjanji pada anak kecil saya tidak harus selalu menepatinya. 1)Bila berjanji pada teman saya tidak harus selalu menepati. . saya selalu menyapanya walau ia tidak melihat saya.. walau ia tidak melihat saya. Contoh Skala Thurstone....... 3..!.!! 5......!... SKALA PENGUKURAN Secara garis besar skala instrumen yang sering digunakan dalam penelitian....!!.. d) apakah format instrumen menarik untuk dibaca.4)Kejujuran Contoh instrumen dengan skala Likert..... ... saya selalu menyapanya.... D...

!...!....!.....!...Hindari pertanyaan yang bias.!.....Tidak semua siswa harus belajar matematika SS S TS STS 4............!......4321 1..... dan pemilihan kata-kata.!..!.. Langkah pertama dalam menulis suatu pertanyaan ataurnyataan adalah informasi apa yang ingin diperoleh.Gunakan kata-kata yang sederhana sesuai dengan tingkat pendidikan. b...........!.... d.!.......!. Apakah saudara setuju bila semua siswa yang mengikuti ulangan lulus semua? Contoh pertanyaan yang tidak bias: Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kata-kata untuk suatu kuesioner..Membosankan Sulit !...Hindari pertanyaan hipotetikal atau pengandaian......Pelajaran matematika sulit SS S TS STS 3...!..!... yaitu tingkat kejemuan dalam mengisi instrumen. Contoh pertanyaan yang bias: Sebagian besar guru setuju semua siswa yang menempuh ulangan akhir lulus...............!...Harus banyak aplikasi pada pel..............!!Penalaran Panjang instrumen berh ubungan dengan masalah kebosanan........Sia-sia Menantang !.......Menjemukan Hapalan !....Pertanyaannya. E.!......!.................!..!.!.!. yaitu: a....!. Lama pengisian instrumen sebaiknya tidak lebih dari 30 menit........ positip atau negatif....!..!........!... Pertanyaan yang diajukan jangan sampai bias.....Pelajaran matematika harus dibuat mudah SS S TS STS 5.... yaitu mengarahkan jawaban sponden pada arah tertentu.Pelajaran matematika bermanfaat SS S TS STS 2..!........ jangan samar-samar c...................!.. Matematika SS S TS STS Keterangan: SS : Sangat setuju S : Setuju TS: Tidak setuju STS: Sangat tidak setuju Contoh skala Beda semantik: Pelajaran sejarah Menyenangkan!... struktur pertanyaan.. PENYUSUNAN BUTIR SOAL ..!..Mudah Bermanfaat !..............!..!.!......

PENSEKORAN INSTRUMEN . kemudian disusun butir soalnya dalam bentuk daftar cek seperti contoh berikut. Setelah diperoleh indikator-indikatornya. Menunggu beberapa menit termometer tinggal pada tubuh subjek yang diukur e. F. Memasang termometer pada tubuh pasien (di mulut. maka diberi tanda V atau tulis kata "ya" pada tempat yang telah disediakan. tinggal perbuatan itu muncul atau tidak. Misal akan dilakukan pengukuran terhadap keterampilan siswa menggunakan termometer badan. Menurunkan posisi air raksa dalam pipa kapiler termometer serendahrendahnya c. Kemudian dilakukan pengamatan terhadap subjek yang dinilai untuk melihat pemunculan indikator-indikator yang dimaksud.Cara membaca tinggi air raksa dalam pipa kapiler termometer Siswa dinyatakan trampil dalam hal tersebut jika ia mampu melakukan urutan kegiatan berikut dengan benar. Membaca tinggi air raksa dalam pipa kapiler termometer dengan . Mengambil termometer dari tubuh subjek yang diukur dengan memegang bagian ujung yang tidak berisi air raksa f.Lama waktu pemasangan termometer pada pasien e.Cara menurunkan posisi air raksa serendah-rendahnya c. di ketiak atau di dubur) sehingga bagian yang berisi air raksa kontak dengan tubuh subjek yang diukur suhunya d. yang merupakan indikator-indikator dari keterampilan yang akan diukur. Jika indikator tersebut muncul.Cara mengeluarkan termometer dari tempatnya b. (2) susunlah indikator-indikator tersebut sesuai dengan urutan penampilannya. karakteristik butir-butirnya mengandung uraian/pernyataan tentang aspek perbuatan yang sudah pasti.Daftar cek berisi seperangkat butir soal yang mencerminkan rangkaian tindakan/perbuatan yang harus ditampilkan oleh peserta ujian.Cara memasang termometer pada tubuh pasien d. Oleh karena itu dalam menyusun daftar cek: (1) carilah indikator-indikator penguasaan keterampilan yang diujikan. misal indikator-indikatornya sebagai berikut: a. posisi mata tegak lurus Jadi. Mengeluarkan termometer dari tempatnya dengan memegang bagian ujung yang tak berisi air raksa b.Cara mengambil termometer dari tubuh pasien f. Beri tanda V untuk setiap penampilan yang benar dari setiap tindakan yang dilakukan siswa seperti yang diuraikan di bawah ini! a. Untuk itu maka dicari apa indikator-indikator yang menunjukkan siswa trampil menggunakan termometer tersebut.

Dalam penguakuran sering terjadi kecenderungan responden memilih jawaban pada katregori tiga 3 (tiga) untuk skala Likert. Guru yang tidak atau kurang memiliki kecakapan atau ketempilan dalam melakukan observasi. yaitu: Sangat setuju . Observasi yang dilakukan dengan terlebih dahulu membuat perencanaan secara matang istilah ini dikenal sebagai observasi sistematic.setuju . b. maka skor tertinggi untuk tiap butir adalah 7 dan yang terkecil adalah 1. aspek-aspek atau tingkah laku yang perlu diamati dan dicatat pada waktu berlangsungnya kegiatan peserta didik. Diantara segi kebaikan yang dimiliki oleh oleh observasi itu ialah. bahwa: a. b. agar jelas sikap atau mina responden. Pada osservasi eksperimental tingkah laku diharapkan muncul setelah peserta didik dikenai perlakuan ( treatment).Sistem penskoran yang digunakan tergantung pada skala pengukuran.sangat tidak setuju 4321 Selanjutnya dilakukan analisis untuk tingkat sisvva dan tingkat klas. seorang guru harus mambu membedakan antara apa yang tersurat dengan apa yang tersirat. Data observasi itu diperoleh secara langsung dilapangan yakni dengan jalan melihat dan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu sehingga data yang didapat lebih bersipat obyektif dalm melukiskan aspek-aspek kepribadian peserta didik. skor tertinggi tiap butir adalah 4 dan yang terendah adalah 1. Demikian pula untuk instrumen dengan skala beda semantik. yaitu dengan mencari rerata dan simpangan baku skor. TEKNIK NON TES 1. Likert hanya menggunakan 4 (empat ) pilihan. Data hasil bservasi dapat mencakup berbagai aspek kepribadian individu peserta didik. Apabila digunakan skala Thurstone. Pengamatan ( Observation) Observasi dapat dilakukan baik secara partisipatip maupun non partisipatif. tertinggi 7 terendah 1. Observasi dapat pula berbentuk observasi eksperimental yaitu observasi yang dialakukan dalam situasi buatan atau berbentuk observasi yang dilakukan dalam situasi yang wajar. Prasangka-prasangaka . Kepribadian dari observer atau evaluator juga acap kali mewarnai atau menyelinap masuk kedalam penilaian yang dilakukan dengan cara observasi. Selanjutnya ditafsirkan hasilnya untuk mengetahui minat siswa dan minat klas terhadap suatu mata pelajara G. Adapun segi-segi kelemahannya antara lain adalah: a. Untuk mengatasi hal tersebut skal. Untuk skala Likert.tidaksetuju . Observasi sebagai salahsatu alat evaluasi hasil belajar tidak selalu dapat dilakukan dengan baik dan benar leh para pangajar. Untuk menghasil data observasi yang baik.Pedoman observasi wujut kongkritnya adalah sebuah atau beberapa buah pormulir yang didalamnya dimuat segi-segi. maka hasil observasinya menjadi kurang dapat diyakini kebenarannya.

Wawancara (Interview) Yang dimaksud dengan wawancara adalah cara untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak. Diantara kelebihan yang dimiliki oleh wawancara adalah. Tujuan penggunaan angket atau kuisioner dalam proses pembelajaran terutama adalah . misalnya dengan melakukan wawancara. Karena itu observasi harus didukung dengan cara-cara lainnya. Data diperoleh daribkegiatan observasi umumnya baru dapat mengungkap kulit luarnya saja. 3. Hanya saja pada saat menganalisis dan menarik kesimpulan hasil wawancara bebas ini evaluator akan dihadapkan pada kesulitan. dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. b. Dalam wawancara bebas pewawancara selaku evaluator mengajuakan pertanyaan-pertanyaan kepada peserta didik atau orang tuanya tanpa dikendalaikan oleh pedoman tertentu. Berbeda dengan wawancara dimana penilai (evaluator) berhadapan secara langsung dengan peserta didik atau dengan pihak lainnya. maka dengan menggunakan angket. pewawancara sebagai evaluator( dalam hal ini guru. sehingga memunukinkan bagi responden untuk memberikan jawaban yang diperkirakan akan melegakan atau memberikan kepuasan kepada pihak penlai. Hanya saja jawaban-jawaban yang diberikan acapkali tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. 2. bahwa dengan melakukan wawancara. Sebaiknya hasil-hasil wawancara dicatat seketika. berhadapan muka. data dapat diperoleh baik dalam bentuk kualitatif maupun kuantitatif.yang melekat pada observer dapat mengakibatkan sulit dipisahkan secara tegas mengenai tingkah laku peserta didik yang diamatinya. Mereka dengan bebas mengemukakan jawabannya. Ada dua jenis wawancara yang dapat dipergunakan sebagai alat evaluasi yaitu: a. Wawancara tidak terpimpin (un-guided interview) yang sering dikenal dengan istilah wawancara sederhana (simple Interview) atau wawancara tidak sistematis (non systematic interview) atau wawancara bebas. terutama apabila jawaban mereka beraneka ragam. sehingga dapat diperoleh hasil penilaian yang lebih lengkap dan mendalam melalui wawancara. Angket (Questionnaire) Angket dapat digunakan sebagai alat bantu dalam rangka penilaian hasil belajar. Wawancara terpimpin (guided interview) yang juga sering dikenal denga istilah wawancara berstrauktur (structured interview) atau wawancara sistematis (systematic interview). c. menghemat waktu dan tenaga. pengumpulan data sebagai bahan penilaian hasil belajar jauh lebih praktis. Adapun apa-apa yang sesungguhnya terjadi dibalik hasil pengamatan itu belum dapat diungkapkan secara tuntas hanya dengan melakukan observasi saja. dsen dan lain-lain) dapat melakukan kontak langsung dengan peserta didik yang akan dinilai. Apalagi jika pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam angket itu kurang tajam.

Tempat tanggal lahir: 3. Disamping itu juga untuk memperoleh data sebagai bahan dalam menyusun kurikulum dan program pembelajaran. contoh 1 Kuesioner sebagai alat evaluasi juga sangat berguna untuk mengungkap latar belakang orangtua peserta didik. Contoh dari kuesioner diatas adalah: I. Orangtua siswa: A. perkembangan atau keberhasilan belajar peserta didik tanpa menguji dalam teknik non tes juga dapat dilengkapi dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen yang ada kaitannya dengan peserta didik. bimbingan belajar. evaluasi tidak semata dengan menggunakan alat berupa tes-tes hasil belajar. bakat. kesemua itu tidak dapat hanya dievaluasi dengan menggunakan tes sebagai alat ukurnya. Pemeriksaan Dokumen ( Documentary Analysis ) Evaluasi mengenai kemajuan. orang tua dan lingkungannya bukan tidak mungkin akan diperlukan sebagai bahan pelengkap bagi pendidik dalam melakukan evaluasi hasil belajar terhadap pserta didiknya. cara belajar mereka. Berikut ini dikemukakan contoh kuesioner bentuk pilihan ganda dan contoh kuesioner bentuk skala likert dalam mengungkap hasil belajar. Ia dapat berupa kuesioner untuk pilihan ganda dan dapat pula berbentuk skala sikap.( ) Pendidikan Dasar 4. pasilitas belajarnya. Koesioner sering digunakan untuk menilai hasil belajar ranah efektif.untuk memperoleh data mengenai latar belakang peserta didik sebagai salahsatu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses belajar mereka. Ayah: 1. baik mengenai peserta didik. Teknik-teknik non tes pun dapat digunakan. Diposkan oleh mohammadfatur di 22:03 . motifasi dan minat belajarnya. seperti persepsinya terhadap mata pelajaran. maupun peserta didik itu sendiri. Nama Lengkap : 2. yang harus diisi pada sat peserta didik baru diterima pada sekolah yang bersangkutan. pandangan siswa terhadap proses pembelajaran. Dari uraian ini dapat dipahami bahwa dalam rangka evaluasi hasil belajar peserta didik. Data dapat dihimpun melalui kuesioner misalnya adalah data yang berkenaan dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik dalam mengikuti pelajaran. dimana data yang berhasil diperleh melalui kuesioner itu pada suatu saatakan diperlukan. Berbagai informasi. Jenjang pendidikan: a. sikap belajarnya. persepsi terhadap guru. tingkah laku atau sikap. lebih-lebih evaluasi yang berhubungan dengan kondisi kejiwaan peserta didik. dan sikap mereka terhadap guru. Informasi-informasi sebagaimana dipaparkan diatas dapat direkam melalui sebuah dokumen berbentuk formulir atau blangko isian. sikap terhadap mata pelajaran tertentu. minat.

http://mohammadfatur.html .com/2011/05/penyusunan-dan-pengembangan-instrumen.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful