PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR : 12 a TAHUN 2008

TENTANG

REGISTRASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI

JAKARTA, Januari 2008

LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR : 12 a TAHUN 2008 TENTANG REGISTRASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI DEWAN PENGURUS LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL Menimbang : a. bahwa amanat peraturan perundang-undangan tentang jasa konstruksi yang mewajibkan setiap perencana konstruksi dan pengawas konstruksi harus memiliki sertifikat kompetensi dan kemampuan usaha, telah diatur lebih lanjut dalam Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 12 Tahun 2006 tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi; b. bahwa sesuai dengan perkembangan keadaan dan aspirasi para pemangku kepentingan jasa konstruksi khususnya yang berkaitan dengan perlunya beberapa perubahan ketentuan tentang klasifikasi dan kualifikasi usaha, persyaratan dan tata cara penerbitan SBU dan format SBU, maka Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi sebagaimana tersebut pada huruf a sudah tidak sesuai lagi; c. bahwa sehubungan dengan itu, dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi yang baru sebagai pengganti Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 12 Tahun 2006; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3833); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3955); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3956);
-1–

4. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957); 5. Ketetapan Musyawarah Nasional Khusus Anggota LPJK Nomor 01/TAP/MUNASUS/LPJK/2007 tentang Penetapan dan Pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi. 6. Ketetapan Musyawarah Nasional LPJK Tahun 2007 Nomor : 04/TAP/MUNAS/2007 tentang Pengesahan Susunan Pimpinan dan Anggota Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Periode 2007 – 2011. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI TENTANG REGISTRASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Pertama Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) adalah Lembaga yang melaksanakan pengembangan jasa konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. LPJK Nasional adalah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional yang berkedudukan di ibu kota Negara. LPJK Daerah adalah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah yang berkedudukan di ibu kota Provinsi. Peraturan LPJK tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi, adalah norma dan aturan yang ditetapkan oleh LPJK Nasional, bersifat nasional yang mengatur tentang persyaratan dan proses Registrasi, yang meliputi klasifikasi, kualifikasi, dan sertifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi, adalah jenis usaha jasa konstruksi yang menyediakan layanan jasa perencanaan konstruksi dan jasa pengawasan konstruksi, yang dibedakan menurut bentuk usaha, klasifikasi dan kualifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi.
-2–

2. 3. 4.

5.

11. 9. Asosiasi Terakreditasi adalah Asosiasi yang telah diakreditasi oleh LPJK Nasional. 7. Registrasi adalah suatu kegiatan LPJK dalam memproses penilaian dan pemberian pengakuan formal atas tingkat / kedalaman kompetensi dan potensi kemampuan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. Badan Usaha adalah Badan Usaha yang berbentuk badan hukum maupun yang bukan badan hukum. Kualifikasi adalah bagian kegiatan Registrasi untuk menetapkan penggolongan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi menurut tingkat / kedalaman kompetensi dan potensi kemampuan usaha. Asosiasi adalah asosiasi perusahaan jasa konstruksi. Sertifikasi adalah suatu kegiatan LPJK untuk memproses penilaian tingkat / kedalaman kompetensi dalam klasifikasi. 16. baik yang berbadan hukum maupun yang bukan badan hukum. Usaha Orang Perseorangan adalah bentuk usaha jasa orang perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa perencanaan pekerjaan konstruksi dan Jasa pengawasan pekerjaan konstruksi yang berkeahlian kerja tertentu. 10. NRBU (Nomor Registrasi Badan Usaha) adalah nomor yang ditetapkan oleh LPJK Nasional yang dicantumkan pada SBU sebagai bukti telah dicatatnya Sertifikat di dalam STI-LPJK Nasional. SBU (Sertifikat Badan Usaha) adalah sertifikat tanda bukti pengakuan formal atas tingkat / kedalaman kompetensi dan kemampuan usaha dengan ketetapan klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha. -3– . 13. 12. Akreditasi adalah keseluruhan proses penilaian oleh LPJK Nasional terhadap Asosiasi Tercatat atas kompetensi dan kinerja asosiasi untuk dapat melakukan sertifikasi anggotanya. 18. Sertifikat adalah tanda bukti pengakuan formal tingkat kompetensi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi sebagai perwujudan hasil Registrasi. TDUP (Tanda Daftar Usaha Orang Perseorangan) adalah sertifikat tanda bukti pengakuan formal atas tingkat / kedalaman kompentensi dan kemampuan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi orang perseorangan dengan ketetapan klasifikasi dan kualifikasi usaha. Klasifikasi adalah bagian kegiatan Registrasi untuk menetapkan penggolongan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi menurut bidang/subbidang dan layanan/sublayanan pekerjaan konstruksi. baik yang berbentuk orang perseorangan maupun badan usaha. yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa perencanaan pekerjaan konstruksi dan jasa pengawasan pekerjaan konstruksi. 19. yang diwujudkan dalam bentuk Sertifikat. yang bergerak di bidang usaha jasa konstruksi.6. yang merupakan satu atau lebih wadah organisasi perusahaan. 14. 8. kualifikasi dan kemampuan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. berdasarkan klasifikasi dan kualifikasi. 17. yang berbentuk usaha orang perseorangan atau badan usaha. Asosiasi belum Terakreditasi adalah Asosiasi yang belum terakreditasi oleh LPJK Nasional. 15.

TVVD (Tim Verifikasi dan Validasi Daerah) adalah satuan kerja tetap dalam Asosiasi yang belum terakreditasi. 27. DRBU (Daftar Registrasi Badan Usaha) adalah daftar nama Badan Usaha yang telah memiliki Sertifikat. kualifikasi. yang diterbitkan oleh LPJK. bertugas melaksanakan verifikasi dan validasi Badan Usaha anggotanya. Tenaga Terampil adalah tenaga di bidang jasa konstruksi yang memiliki sertifikat keterampilan kerja (SKT-K) sebagai bukti kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan/atau kefungsian dan/atau keterampilan tertentu. 28. BPRU Daerah (Badan Pelaksana Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi LPJK Daerah) adalah satuan kerja tetap dalam LPJK Daerah. TVVN (Tim Verifikasi dan Validasi Nasional) adalah satuan kerja tetap dalam Asosiasi yang belum terakreditasi. data administrasi. 30. pada tingkat daerah. BSLD (Badan Sertifikasi LPJK Daerah) adalah satuan kerja tetap dalam LPJK Daerah yang bertugas melaksanakan sertifikasi Usaha Orang Perseorangan dan Badan Usaha pada tingkat daerah. 24. bertugas melaksanakan sertifikasi Badan Usaha anggotanya. pada tingkat nasional. yang bertugas melaksanakan registrasi pada tingkat nasional. bertugas melaksanakan sertifikasi Badan Usaha anggotanya. yang memuat tingkat kompetensi. yang dalam kegiatan sertifikasi bukan merupakan pengurus ataupun personil anggota asosiasi. Stakeholders (Pemangku Kepentingan) adalah perorangan anggota masyarakat jasa konstruksi. 31. Tenaga Ahli adalah tenaga di bidang jasa konstruksi yang memiliki sertifikat keahlian (SKA) bagi perencana konstruksi.20. 26. keuangan. -4– . PJBU (Penanggung Jawab Badan Usaha) adalah pimpinan Badan Usaha yang ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Badan Usaha. 29. pada tingkat daerah. bertugas melaksanakan verifikasi dan validasi Badan Usaha anggotanya. BSLN (Badan Sertifikasi LPJK Nasional) adalah satuan kerja tetap dalam LPJK Nasional yang bertugas melaksanakan sertifikasi Badan Usaha pada tingkat nasional. BSAN (Badan Sertifikasi Asosiasi Nasional) adalah satuan kerja tetap dalam Asosiasi Terakreditasi. personalia dan pengalaman. klasifikasi. 23. yang mempunyai kepentingan dan/atau kegiatan yang berhubungan dengan usaha dan pekerjaan jasa konstruksi. 25. BSAD (Badan Sertifikasi Asosiasi Daerah) adalah satuan kerja tetap dalam Asosiasi Terakreditasi. yang telah diakreditasi oleh LPJK Nasional. 32. BPRU Nasional (Badan Pelaksana Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi LPJK Nasional) adalah satuan kerja tetap dalam LPJK Nasional. 21. yang bertugas melaksanakan registrasi pada tingkat daerah. pengurus. 22. pengawas konstruksi dan pelaksana konstruksi sebagai bukti kompetensi dan kemampuan profesi keahlian kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan/atau kefungsian dan/atau keahlian tertentu. yang telah diakreditasi oleh LPJK Nasional. pada tingkat nasional.

SIFAT. 34. dan Badan Usaha nasional dan Badan Usaha asing. PJB (Penanggung Jawab Bidang) adalah tenaga ahli bersertifikat yang ditunjuk pimpinan Badan Usaha untuk bertanggung jawab atas satu bidang kegiatan teknik Badan Usaha. dan penggolongan kualifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. yang merupakan persyaratan wajib bagi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi untuk dapat melaksanakan pekerjaan konstruksi secara sah.33. evaluasi penyelenggaraan sertifikasi. PERSYARATAN DAN PENGGOLONGAN KUALIFIKASI USAHA Bagian Pertama Bentuk dan Sifat Usaha Pasal 5 Bentuk usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi meliputi : a. persyaratan permohonan sertifikasi. Pasal 3 Peraturan ini bertujuan untuk mewujudkan tertib pelaksanaan penerbitan sertifikat usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi sesuai dengan persyaratan tingkat kompentensi dan kemampuan usaha. Pasal 4 Ruang lingkup pengaturan Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi ini meliputi ketentuan tentang bentuk. 35. dan sanksi. berdasarkan klasifikasi bidang/subbidang. BAB II BENTUK. Tujuan dan Ruang Lingkup Pasal 2 Peraturan ini dimaksudkan sebagai ketentuan yang wajib dipatuhi oleh semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan penerbitan sertifikat usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. 36. -5– . persyaratan. b. layanan/sublayanan pekerjaan dan kualifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. PJT (Penanggung Jawab Teknik) adalah tenaga ahli bersertifikat yang ditunjuk PJBU untuk bertanggung jawab dalam hal teknik atas keseluruhan kegiatan Badan Usaha. sifat. STI-LPJK Nasional (Sistem Teknologi Informasi LPJK Nasional) adalah sistem informasi berbasis teknologi yang menghimpun semua data dan informasi jasa konstruksi yang dimiliki LPJK Nasional. penyelenggaraan registrasi. PJL (Penanggung Jawab Layanan) adalah tenaga ahli bersertifikat yang ditunjuk pimpinan Badan Usaha untuk bertanggung jawab atas satu layanan kegiatan teknik Badan Usaha. penyelenggaraan sertifikasi. Usaha orang perseorangan. Bagian Kedua Maksud.

b. Fa. Badan Usaha asing sebagaimana dimaksud pada huruf a. yang meliputi : 1) Perseroan Terbatas. Badan Usaha nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dapat berbentuk: a. yang dibuktikan dengan kepemilikan TDUP. Pasal 8 (1) (2) Usaha Orang Perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1). . yang akta notarisnya harus didaftarkan di Pengadilan Negeri setempat. -6– a. Setiap Badan Usaha yang melakukan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b harus memiliki SBU. Bagian Kedua Persyaratan Usaha Pasal 7 (1) (2) (3) Setiap Usaha Orang Perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a yang melakukan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi harus memiliki TDUP. yang akta notaris pendiriannya harus telah disahkan oleh menteri terkait . c. Badan Usaha berbentuk usaha patungan (joint venture) berbadan hukum yang didirikan berdasarkan perundang-undangan Republik Indonesia dan berdomisili di Indonesia serta telah memiliki izin operasional dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang persyaratannya disamakan dengan Badan Usaha nasional.Pasal 6 Sifat usaha perencanaan konstruksi dan pengawasan konstruksi dapat berupa : a. usaha yang bersifat umum . usaha orang perseorangan yang berkeahlian tertentu. b. Badan Usaha berbadan hukum. usaha yang bersifat spesialis. yang meliputi antara lain CV. TDUP dan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diterbitkan oleh LPJK sesuai dengan persyaratan dan tata cara yang diatur dalam Peraturan ini. Badan Usaha asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b dapat berbentuk: Badan Usaha asing yang didirikan berdasarkan perundang-undangan asing dan berdomisili di negara asing yang telah memenuhi peraturan dan perundang-undangan yang dipersamakan dengan Perseroan Terbatas. (3) Badan Usaha bukan badan hukum. dan 2) Koperasi. dan telah memiliki kantor perwakilan di Indonesia. dalam melakukan kegiatannya di Indonesia harus membentuk usaha kerja sama operasi (joint operation) dengan Badan Usaha nasional yang berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT). sekurang-kurangnya harus memiliki SKA dan diregistrasi oleh LPJK. dan BT (Biro Teknik). b. c.

(3) usaha yang bersifat umum. atau usaha yang bersifat spesialis. maupun nasional dengan asing. yang dinyatakan dalam Perjanjian Kerjasama Operasi (Joint Operation Agreement) yang menetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak atas kerja sama tersebut.(4) Usaha Patungan (Joint Venture) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan usaha gabungan bersifat tetap antara satu atau beberapa Badan Usaha. b. baik nasional dengan nasional. Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi yang mempunyai kemampuan melaksanakan suatu bidang/subbidang dan layanan/sublayanan pekerjaan sesuai dengan klasifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikaitkan dengan sifat usaha perencanaan konstruksi dan usaha pengawasan konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 yang dapat berupa : a. subbidang dan sublayanan pekerjaan konstruksi sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran 1. c. dan/atau layanan pekerjaan. (4) (5) -7– . layanan. (5) Bagian Ketiga Klasifikasi Usaha Pasal 9 (1) Klasifikasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi ditentukan berdasarkan kemampuan melaksanakan suatu bidang. sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran 1. Kerja Sama Operasi (Joint Operation) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c merupakan usaha gabungan bersifat sementara antara satu atau beberapa Badan Usaha. dan merupakan suatu badan hukum baru berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia. baik nasional dengan nasional atau nasional dengan asing. Usaha Orang Perseorangan yang berkeahlian kerja tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c hanya untuk melaksanakan 2 (dua) keahlian kerja tertentu. atau usaha orang perseorangan yang berkeahlian kerja tertentu. (2) Usaha yang bersifat umum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a diberlakukan kepada Badan Usaha yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakan satu atau lebih bidang pekerjaan. Usaha yang bersifat spesialis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b diberlakukan kepada Badan Usaha yang mempunyai kemampuan hanya melaksanakan 1 (satu) subbidang atau 1 (satu) sublayanan pekerjaan sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran 1.

c. serta kemampuan melakukan perencanaan dan pengawasan pekerjaan berdasarkan kriteria risiko dan/atau kriteria penggunaan teknologi dan/atau kriteria besaran biaya. Badan Usaha tidak boleh memiliki dua subbidang/sublayanan yang sama dengan kualifikasi berbeda.Bagian Keempat Kualifikasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi Paragraf 1 Penggolongan Kualifikasi Usaha Pasal 10 (1) Penggolongan kualifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan usaha jasa pengawas konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 didasarkan pada kriteria tingkat / kedalaman kompetensi dan potensi kemampuan usaha. Badan Usaha asing hanya dapat diberikan kualifikasi Gred 4 untuk semua klasifikasi. berupa : • Gred 4 kualifikasi usaha menengah. (12) Ketentuan tentang kualifikasi Gred 4 untuk Badan Usaha asing diatur dalam Peraturan LPJK tersendiri. Sumber Daya Manusia. berupa : • Gred 3 kualifikasi usaha kecil. Penggolongan kualifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (11) Penggolongan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan hubungannya dengan ayat (1) ditetapkan sebagaimana tertera pada Lampiran 2. kualifikasi usaha besar. dapat dibagi dalam golongan : a. -8– . Pengalaman kompetensi sebagaimana (2) (4) (5) (6) (7) (8) Kualifikasi usaha berdasarkan potensi kemampuan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada kepemilikan kekayaan bersih. Badan Usaha tidak boleh memiliki klasifikasi dengan kualifikasi berbeda dua tingkat ke atas dalam satu Badan Usaha atau sebaliknya. (9) Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 2 tidak harus berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT). (10) Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 3 dan Gred 4 nasional harus berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT). Badan Usaha bersifat umum yang seluruh subbidang/sublayanannya mempunyai Gred 2 dikelompokkan sebagai Usaha Kecil. jenjang kompetensinya dalam Gred. berupa : • Gred 2 • Gred 1 (usaha orang perseorangan) (3) Kualifikasi usaha berdasarkan tingkat/kedalaman dimaksud ayat (1) didasarkan kepada : a. dan b. b.

Paragraf 3 PJBU. untuk: a. (3) Badan Usaha baru tanpa pengalaman namun mempunyai kompetensi tinggi. dikelompokkan ke dalam dua jenis sebagai berikut: a. serta keuangannya. Badan Usaha berbadan hukum berbentuk Koperasi adalah Pengurus yang ditetapkan oleh Koperasi. (4) Badan Usaha yang telah memiliki pengalaman yang sesuai dengan bidang usahanya dapat diberikan kualifikasi Gred sesuai dengan pengalamannya. Badan Usaha telah mempunyai pengalaman tetapi tidak/belum bersertifikat. b. (5) Untuk peningkatan kualifikasi bagi Badan Usaha yang baru didirikan tersebut pada ayat 1 huruf b harus telah beroperasi sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan telah memenuhi persyaratan kriteria penetapan kualifikasi. Badan Usaha harus melakukan kerjasama operasi (joint operation) dengan Badan Usaha yang telah memiliki pengalaman. Badan Usaha baru didirikan tanpa pengalaman dan tidak/belum bersertifikat. PJBU untuk semua kualifikasi b. sebagaimana tercantum dalam Lampiran 3. (2) Badan Usaha yang baru didirikan tanpa pengalaman hanya dapat diberikan kualifikasi Gred 2 dalam 3 (tiga) bidang dan/atau layanan. c. dan PJL. PJB.Paragraf 2 Penetapan Kualifikasi Badan Usaha Baru Pasal 11 (1) Badan Usaha baru. dapat diberikan 3 (tiga) bidang dan/atau layanan. (2) -9– . dapat diberikan kualifikasi Gred 3 dalam 3 (tiga) bidang dan/atau layanan. Badan Usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas adalah Direktur Utama atau salah seorang Direktur yang ditetapkan oleh Badan Usaha. dan dalam melaksanakan kegiatannya. PJB dan/atau PJL untuk semua kualifikasi PJBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. Badan Usaha bukan badan hukum adalah Pimpinan Badan Usaha yang ditetapkan oleh Badan Usaha. masing-masing sesuai dengan akta pendirian Badan Usaha dan akta perubahannya. maksimum untuk 5 (lima) subbidang dan/atau sublayanan. apabila didukung oleh jumlah dan kualifikasi PJT. (6) Batasan jumlah subbidang/sublayanan Badan Usaha baru. b. PJT dan PJB Pasal 12 (1) Setiap Badan Usaha harus memiliki : a. PJT untuk semua kualifikasi c. maksimum untuk 10 (sepuluh) subbidang dan/atau sublayanan. PJB atau PJL memenuhi persyaratan pengalaman. maksimum untuk 5 (lima) subbidang dan/atau sublayanan.

Risiko Sedang. dan dilarang merangkap menjadi PJBU. bertanggung jawab atas jalannya Badan Usaha. Badan Usaha berbadan hukum Koperasi.10 – . Badan Usaha bukan badan hukum adalah pegawai penuh waktu yang ditetapkan oleh Badan Usaha yang harus memiliki SKA serta berpengalaman kerja sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2. jiwa manusia. dan lingkungan. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya berisiko sangat membahayakan keselamatan umum. Kriteria penggunaan teknologi pada pekerjaan perencanaan dan pengawasan ditentukan berdasarkan besaran biaya dan volume pekerjaan. PJT. dan jiwa manusia. maka Badan Usaha yang bersangkutan harus langsung menggantinya dan melaporkan penggantinya kepada LPJK Nasional. Bagian Kelima Risiko. yang harus memiliki SKA serta berpengalaman kerja sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2. bila ke luar dari Badan Usaha tersebut. b. PJT. b. harta benda. Risiko Tinggi. adalah pegawai penuh waktu yang ditetapkan oleh Koperasi. Setiap PJT. PJB dan PJL untuk suatu Badan Usaha. PJB dan PJL untuk Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 4 asing diatur dalam Peraturan LPJK Nasional tersendiri. PJB atau PJL dapat merangkap sebagai PJT dan/atau PJBU. dan harus memiliki SKA. PJB dan PJL harus memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan berpengalaman kerja sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2. Badan Usaha berbadan hukum Perseroan Terbatas adalah pegawai penuh waktu yang ditetapkan oleh Badan Usaha yang harus memiliki SKA serta berpengalaman kerja sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2. tenaga ahli yang diangkat oleh Badan Usaha sebagai pegawai yang bekerja penuh waktu sesuai dengan bidangnya. PJB dan PJL bekerja penuh waktu. terdiri dari : (2) . bertanggung jawab terhadap bidang dan/atau layanan pekerjaan dari Badan Usaha yang bersangkutan. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dapat berisiko membahayakan keselamatan umum. harta benda. Risiko Kecil. PJT. Ketentuan tentang PJBU. PJBU. c. b.(3) PJT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. PJB dan PJL pada Badan Usaha sejenis lainnya atau usaha jasa konstruksi lainnya. PJB dan/atau PJL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya tidak membahayakan keselamatan umum dan harta benda. PJT. untuk : a. harus memenuhi ketentuan : a. c. Teknologi dan Biaya Pasal 13 (4) (5) (6) (7) (8) (1) Kriteria risiko pada pekerjaan perencanaan dan pengawasan konstruksi terdiri dari : a. pada Badan Usaha yang sama.

a. Badan Usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dan Badan Usaha asing yang dipersamakan dapat mengerjakan pekerjaan perencanaan dan pengawasan sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi yang ditetapkan oleh LPJK Nasional untuk jenis pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya berisiko tinggi dan/atau berteknologi tinggi dan atau berbiaya besar. Teknologi Madya. Badan Usaha Gred 4 nasional. penggunaan teknologi canggih.11 – . (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Badan Usaha bukan badan hukum hanya dapat mengerjakan pekerjaan perencanaan dan pengawasan sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi yang ditetapkan oleh LPJK Nasional untuk pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya berisiko kecil sampai sedang. b. and construction) atau model penggabungan perencanaan dan pembangunan (design and build). mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan yang pelaksanaan konstruksinya menggunakan alat kerja sederhana dan tidak memerlukan tenaga ahli. pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan secara terintegrasi dengan memperhatikan besaran pekerjaan atau biaya. pengadaan. Badan Usaha Koperasi dapat mengerjakan pekerjaan perencanaan dan pengawasan sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi yang ditetapkan oleh LPJK Nasional. Teknologi Sederhana. (10) Ketentuan lebih lanjut tentang klasifikasi dan kualifikasi usaha Badan Usaha asing yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dalam Peraturan LPJK tersendiri. berteknologi sederhana sampai madya serta berbiaya kecil sampai sedang. (3) Ketentuan lebih lanjut tentang pekerjaan terintegrasi sebagimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan LPJK Nasional tersendiri. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan yang pelaksanaan konstruksinya menggunakan sedikit peralatan berat dan memerlukan sedikit tenaga ahli. . Badan Usaha Gred 3 dapat melaksanakan pekerjaan berisiko sedang dan berteknologi madya dengan biaya dapat di bawah batasan biaya Gred-nya. c. Teknologi Tinggi. Bagian Keenam Pekerjaan Terintegrasi dan Kemitraan Usaha Pasal 14 (1) Pekerjaan terintegrasi merupakan layanan jasa perencanaan. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan yang pelaksanaan konstruksinya menggunakan banyak peralatan berat dan banyak memerlukan tenaga ahli dan tenaga terampil. dapat melaksanakan pekerjaan berisiko tinggi dan berteknologi tinggi dengan biaya dapat di bawah batasan biaya Gred-nya. Usaha Orang Perseorangan Gred 1 dapat melaksanakan pekerjaan berisiko kecil sampai sedang dan berteknologi sederhana sampai madya. procurement. dan pembangunan (engineering. Badan Usaha Gred 2 dapat melaksanakan pekerjaan berisiko sedang dan berteknologi madya. serta risiko besar bagi para pihak ataupun kepentingan umum dalam satu pekerjaan konstruksi. (2) Penggabungan ketiga fungsi layanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk model penggabungan perencana.

b.12 – . Hasil pengalaman bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dinilai sama dengan kemampuan melaksanakan nilai pekerjaan sesuai dengan bobot yang tertera dalam perjanjian kerjasama operasi (joint operation agreement). b) Apabila dalam satu kontrak terdapat beberapa subbidang pekerjaan maka NPt sebagaimana dimaksud pada huruf a) yang diperhitungkan hanya nilai pekerjaan yang sesuai dengan subbidang tersebut yang dapat dilihat dari rincian anggaran biaya pekerjaan. Badan usaha Gred 3 tanpa pengalaman wajib melakukan perjanjian kerjasama operasi (joint operation agreement) dengan Badan Usaha Gred 3 dan/atau Gred 4. (2) Sumber Daya Manusia Kekayaan bersih. KD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diberlakukan untuk Badan Usaha Gred 3 dan Gred 4 nasional. c.Pasal 15 (1) Kemitraan usaha antar Badan Usaha dapat berbentuk usaha patungan (joint venture) atau usaha kerjasama operasi (joint operation) untuk mengikuti suatu pelelangan pekerjaan konstruksi. Penetapan KD dihitung dengan rumus : KD = 3 NPt (2) (3) (4) dengan ketentuan : a) NPt = Nilai Paket Pekerjaan tertinggi (yang sudah dikonversi) diperoleh berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. dimana sumber dayanya meliputi : a. KD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang tercantum dalam sertifikat dapat berubah berdasarkan tingkat pengalaman Badan Usaha yang diperolehnya terakhir dan terbaru dengan bukti autentik. dan Pengalaman Sumber daya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat digabung melalui perjanjian kerjasama operasi (joint operation agreement). Bagian Ketujuh Kemampuan Dasar dan Nilai Konversi Pekerjaan Pasal 16 (3) (4) (5) (1) Kemampuan Dasar (KD) adalah tingkat pengalaman yang dimiliki Badan Usaha dalam menangani subbidang/sublayanan pekerjaan tertentu yang dinilai pada saat dilakukan proses sertifikasi. dimana pengalaman bersama diambil dari nilai pekerjaan yang tertinggi nilai kontrak pekerjaan Badan Usaha yang bermitra. Kemitraan Badan Usaha dapat dilakukan dengan perjanjian subkontrak antara Badan Usaha yang mendapatkan pekerjaan dan Badan Usaha mitranya. .

Penyelenggaraan Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian sertifikasi (bila belum ada dapat di hitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya). untuk Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional dan Badan Usaha asing yang membuka kantor perwakilan di Indonesia. dan Gred 3. Untuk usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. . b. selama 7 (tujuh) tahun terakhir. Indeks BPS yang digunakan adalah indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan.13 – . LPJK Daerah. (2) (3) BAB III PENYELENGGARAAN REGISTRASI Bagian Pertama Penyelenggara Registrasi Pasal 18 (1) (2) LPJK Nasional bertanggung jawab atas penyelenggaraan Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi secara nasional. Io = lndeks dari BPS pada bulan PHO.Pasal 17 (1) Nilai Paket Pekerjaan pengalaman masa lalu dapat dikonversi menjadi Nilai Pekerjaan sekarang atau present value dengan menggunakan rumus yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai berikut : Is NPs = Npo x Io dengan ketentuan : NPs = Nilai Pekerjaan Sekarang (Net Present Value) NPo = Nilai Paket Pekerjaan tertinggi yang diperoleh berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Nilai konversi pekerjaan ini digunakan untuk menghitung pengalaman kumulatif Badan Usaha dalam jangka waktu 7 (tujuh) tahun untuk memenuhi penilaian perhitungan pengalaman. dilaksanakan oleh : a. LPJK Nasional. yaitu Nilai Pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) pada saat penyerahan pertama / provisional hand over (PHO). untuk Usaha Orang Perseorangan Gred 1 dan Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 2.

atau menolak permohonan Registrasi Sertifikat yang diterbitkan oleh BSLD/BSAD dengan mengembalikan berkas permohonan. Melakukan evaluasi proses sertifikasi dan memberikan pengesahan atas hasil Sertifikasi yang dilakukan oleh BSLD/BSAD dengan memberikan NRBU. Menerbitkan DRBU secara berkala. BPRU Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Dewan Pengurus LPJK Daerah. kepada Pembina Jasa Konstruksi Nasional. c. atau menolak permohonan Registrasi Sertifikat yang diajukan oleh BSLN/BSAN dengan mengembalikan permohonan Registrasi. BPRU Nasional/BPRU Daerah dibentuk oleh Nasional/LPJK Daerah sesuai dengan tingkatannya. c.14 – Dewan Pengurus LPJK (2) (3) (2) . Mengusulkan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional untuk pengenaan sanksi kepada Badan Usaha pemilik Sertifikat atas penyimpangan penggunaan Sertifikatnya. Melakukan pemantauan atas pemanfaatan Sertifikat sebagaimana dimaksud pada huruf a. Dewan Pengurus LPJK Nasional menyampaikan laporan tentang pelayanan Registrasi sebagaimana dimaksud pada Pasal 19 ayat (1). b. d. Pasal 20 (1) BPRU Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) mempunyai tugas: a. Melakukan evaluasi proses sertifikasi dan memberikan pengesahan atas hasil proses Sertifikasi yang dilakukan oleh BSLN/BSAN dengan memberikan NRBU. . Mengusulkan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional untuk pengenaan sanksi kepada Badan Usaha pemilik Sertifikat atas penyimpangan penggunaan Sertifikatnya. Pasal 21 (1) BPRU Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) mempunyai tugas : a. jika tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan ini.Bagian Kedua Pelaksana Registrasi Pasal 19 (1) (2) Pelaksanaan Registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) dilakukan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah. Melakukan pemantauan atas pemanfaatan Sertifikat sebagaimana dimaksud pada huruf a. Menerbitkan DRBU secara periodik. d. b. berdasarkan data dari setiap nomor registrasi sertifikat. jika tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan ini. BPRU Nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertanggung jawab kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional. berdasarkan data dari setiap nomor registrasi sertifikat.

BSAN/BSAD menyerahkan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Badan Usaha anggota Asosiasi Terakreditasi selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah SBU diterima oleh BSAN/BSAD.15 – (3) (4) (5) (6) (7) . . Tidak dapat menepati waktu pelayanan Registrasi kepada Badan Usaha sesuai dengan ketentuan dan tidak memberikan alasan keterlambatan yang dapat diterima secara normatif. dalam batas waktu selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari. pelaksanaan pelayanan Registrasi tersebut dilakukan oleh BPRU Nasional. BSAN/BSAD dan BSLN/BSLD harus membuat rekaman dari setiap SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3). BPRU Daerah dinyatakan tidak dapat melaksanakan fungsinya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika telah terbukti : a. dan/atau Menyatakan tidak dapat atau menolak untuk memberikan layanan Registrasi kepada Badan Usaha dengan alasan di luar ketentuan persyaratan Registrasi yang berlaku. Bagian Ketiga Pelaksanaan Pemberian Nomor registrasi Pasal 23 (2) b. BSAN/BSAD atau BSLN/BSLD harus menyerahkan SBU lama yang asli kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah. kepada Pembina Jasa Konstruksi Daerah Provinsi. untuk Badan Usaha yang telah mempunyai SBU. Pasal 22 (1) Dalam hal BPRU Daerah tidak dapat melaksanakan fungsinya dalam memberikan pelayanan Registrasi terhadap sertifikasi di wilayah provinsinya.(3) Dewan Pengurus LPJK Daerah menyampaikan laporan tentang pelayanan Registrasi oleh BPRU Daerah sebagaimana dimaksud pada Pasal 19 ayat (1). (1) (2) Pemberian nomor registrasi dilakukan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah setelah proses Registrasi dilakukan. BSLN/BSLD menyerahkan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada TVVN/TVVD untuk selanjutnya diberikan kepada Badan Usaha anggota asosiasi belum terakreditasi selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah SBU diterima oleh TVVN/TVVD. b BPRU Nasional/BPRU Daerah harus mengembalikan berkas permohonan yang tidak lengkap. BPRU Nasional/BPRU Daerah setelah menerima berkas yang telah lengkap segera me-Registrasi Badan Usaha dengan menerbitkan SBU sebagai wujud Registrasi dan menyerahkannya kepada BSAN/BSAD atau BSLN/BSLD. Pada saat penyerahan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Proses Registrasi sebagaiman dimaksud pada ayat (1) dilakukan sebagai berikut : a BSAN/BSAD atau BSLN/BSLD menyerahkan berkas dokumen permohonan Registrasi kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah dan selanjutnya BPRU Nasional/BPRU Daerah memberikan tanda terima yang memuat nama Badan Usaha dan tanggal penerimaannya.

Pasal 24 (1) BPRU Nasional/BPRU Daerah berhak menolak melakukan Registrasi kepada Badan Usaha apabila : a. dokumen permohonan Registrasi dan/atau data pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) huruf a tidak lengkap, dan/atau foto copy dokumen kurang jelas, dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan ini; b. data yang disampaikan berbeda dengan data yang dimiliki oleh BPRU Nasional/ BPRU Daerah; c. kewajiban keuangan yang terkait dengan Registrasi Badan Usaha anggota Asosiasi yang tertunggak kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah belum diselesaikan. Pasal 25 (1) Badan Usaha dapat mengajukan banding atas klasifikasi dan kualifikasi yang tercantum dalam SBU bilamana tidak sesuai dengan permohonan dan data yang bersangkutan. Pengajuan banding untuk Badan Usaha kualifikasi Gred 2 dan Gred 3 ditujukan kepada BSLD/BSAD atau kepada BSLN/BSAN untuk Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4. Badan Usaha dengan Gred 2 dan Gred 3 apabila tidak puas dengan keputusan banding di tingkat BSLD atau BSAD dapat mengajukan banding lagi kepada BSLN atau BSAN. Badan Usaha yang memiliki sedikitnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional apabila tidak puas dengan keputusan banding di tingkat BSLN atau BSAN dapat mengajukan banding lagi kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional. BSLN atau BSAN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan Dewan Pengurus LPJK Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat menerima atau menolak banding yang diajukan setelah melalui penelitian yang seksama. Dalam hal banding sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diterima, selanjutnya Dewan Pengurus LPJK Daerah atau LPJK Nasional memerintahkan kepada BSLD/BSAD atau BSLN/BSAN yang bersangkutan untuk melakukan perbaikan klasifikasi dan/atau kualifikasinya untuk ditetapkan dalam SBU-nya yang baru dengan keharusan mengembalikan SBU lamanya. Dalam hal banding sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditolak, SBU yang telah dikeluarkan tetap berlaku. Keputusan Dewan Pengurus LPJK Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dan ayat (7) bersifat final.

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7) (8)

- 16 –

Bagian Keempat NRBU, Masa Berlaku dan TDUP Pasal 26 (1) SBU dinyatakan sah bilamana pada SBU telah tercantum NRBU-nya dan ditandatangani oleh Ketua BPRU Nasional dan Ketua Dewan LPJK Nasional Bidang Perusahaan untuk sertifikat yang memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4, serta oleh Ketua BPRU Daerah dan Ketua Dewan Pengurus LPJK Daerah yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang perusahaan untuk kualifikasi Gred 2 dan Gred 3. Pemberian NRBU ditetapkan sebagai berikut : a. Diberikan kepada pemohon Registrasi yang telah memenuhi persyaratan Registrasi. b. Pemberian NRBU mengikuti ketentuan sebagaimana tercantum pada Lampiran 4. c. Badan Usaha yang pindah Asosiasi, NRBU-nya tetap kecuali pada kode asosiasinya yang mengalami perubahan. d. NRBU diberikan melalui STI-LPJK Nasional dengan memasukkan NPWP Badan Usaha kedalam STI-LPJK Nasional. e. NRBU pada SBU yang memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional diberikan oleh BPRU Nasional. f. NRBU pada SBU dengan kualifikasi Gred 2 dan Gred 3 diberikan oleh BPRU Daerah dimana Badan Usaha berdomisili. g. Pemberian NRBU sebagaimana dimaksud pada huruf e, BPRU Nasional harus meminta konfirmasi ulang data Badan Usaha terlebih dahulu kepada BPRU Daerah melalui STI-LPJK Nasional, dan apabila konfirmasi tidak diperoleh dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja, maka BPRU Nasional dapat menerbitkan NRBU. h. BPRU Nasional/BPRU Daerah dilarang memberikan NRBU dalam bentuk blok alokasi NRBU kepada BSLN/BSLD/BSAN/BSAD. NRBU yang telah diberikan pada Badan Usaha tetap berlaku sepanjang Badan Usaha tersebut melakukan registrasi-ulang. NRBU dicabut dan tidak dapat digunakan lagi bilamana Badan Usaha selama 2 (dua) tahun berturut-turut tidak melakukan registrasi-ulang. NRBU akan dihapus atau tidak dapat digunakan lagi jika SBU Badan Usahanya dicabut. Badan Usaha yang SBU-nya dicabut, bilamana mengajukan permohonan untuk mendapatkan SBU kembali dan permohonannya dikabulkan Dewan Pengurus LPJK Nasional/Dewan Pengurus LPJK Daerah, maka Badan Usaha yang bersangkutan akan mendapatkan NRBU baru. LPJK Nasional/LPJK Daerah berhak menyatakan SBU yang digunakan Badan Usaha tidak sah, jika terbukti SBU tersebut telah diubah dan atau berbeda dengan rekaman SBU yang ada di LPJK.

(2)

(3) (4) (5) (6)

(7)

- 17 –

Pasal 27 (1) (2) Registrasi Badan Usaha dilakukan sepanjang tahun. Badan Usaha yang telah diregistrasi dan mendapat NRBU sebagaiamana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1), dinyatakan berlaku apabila telah tertayang dalam situs LPJK dan untuk Badan Usaha dimuat dalam DRBU bulan berjalan. Masa berlaku SBU adalah 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan wajib melakukan registrasi-ulang pada tahun ke-2 dan tahun ke-3. Registrasi-ulang pada tahun ke-2 dan tahun ke-3 sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dengan dilekatkannya leges LPJK tahun berjalan yang ditandatangani oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah.

(3) (4)

(5) SBU yang tidak melakukan registrasi-ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dinyatakan tidak berlaku untuk tahun yang bersangkutan. (6) Masa berlaku SBU bagi Badan Usaha baru berdiri yang belum menjadi anggota Asosiasi, adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan, dan tahun berikutnya harus mengurus SBU baru melalui Asosiasi. Masa berlaku SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) tetap tidak berubah dengan adanya perubahan klasifikasi dan kualifikasi selama berlakunya SBU tersebut. Pasal 28 (1) TDUP dinyatakan sah bilamana pada TDUP telah tercantum Nomor TDUP-nya dan ditandatangani oleh Ketua BPRU Daerah dan Ketua Dewan Pengurus LPJK Daerah yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang perusahaan. Pendaftaran Usaha Orang Perseorangan dilakukan sepanjang tahun. TDUP yang telah terdaftar dan mendapat nomor TDUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan berlaku apabila telah tertayang dalam situs LPJK. Masa berlaku TDUP adalah 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan, dengan ketentuan wajib melakukan registrasi-ulang pada tahun ke-2 dan ke-3. Ketentuan lebih lanjut mengenai Usaha Orang Perseorangan diatur dalam peraturan LPJK tersendiri. Bagian Kelima Legalisasi SBU Pasal 29 (1) Legalisasi rekaman SBU adalah bentuk pengesahan atas rekaman (foto copy) SBU dan setelah dilakukan pemeriksaan bahwa rekaman tersebut sesuai dengan aslinya. Legalisasi rekaman SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah. Legalisasi rekaman SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dengan atau tanpa melalui Asosiasi. Legalisasi rekaman SBU dilakukan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah tempat SBU tersebut dikeluarkan.
- 18 –

(7)

(2) (3) (4) (5)

(2) (3) (4)

Biaya penerbitan dan Registrasi Ulang TDUP ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. sedangkan pembagian penerimaan asosiasi kepada pusat dan cabangnya diatur oleh asosiasi yang bersangkutan. dan BPRU Nasional maupun BPRU Daerah dilarang melakukan pungutan atau tambahan biaya apapun di luar yang ditetapkan. Untuk setiap rekaman SBU yang dilegalisasi harus dibuat rekamannya dan disimpan sebagai arsip di tempat legalisasi dilakukan. dan selanjutnya pembagian penerimaan antar asosiasi pusat dan cabangnya diatur oleh asosiasi yang bersangkutan. Untuk kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dikenakan biaya administrasi legalisasi yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6.19 – . Dalam hal Badan Usaha naik kualifikasi maka biaya sertifikasi dan Registrasi yang harus dibayar adalah selisih antara biaya sertifikasi dan Registrasi atas kualifikasi yang baru dengan kualifikasi yang dimiliki sebelumnya. (3) (4) (5) (6) (7) (8) . dimana kegiatan tersebut dilakukan. (2) Biaya Sertifikasi. Bagian Keenam Biaya Sertifikasi. b. Besaran biaya registrasi-ulang Badan Usaha untuk tahun ke-2 dan tahun ke-3 sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. Registrasi dan Registrasi Ulang Pasal 30 (6) (7) (1) Biaya Sertifikasi. Pembagian penerimaan LPJK kepada LPJK Nasional dan LPJK Daerah diatur dalam Peraturan LPJK tersendiri. dengan bentuk cap serta cara membubuhkannya ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 5. Untuk Badan Usaha baru-berdiri dan belum menjadi anggota asosiasi ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. Registrasi dan Registrasi Ulang yang dikenakan kepada Badan Usaha untuk kegiatan yang ditangani oleh LPJK Nasional/LPJK Daerah pembagian penerimaannya diatur sebagai berikut : a. Untuk Badan Usaha anggota Asosiasi terakreditasi dan belum terakreditasi. Biaya sertifikasi dan Registrasi Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk setiap kualifikasi usaha dikenakannya per subbidang pekerjaan atau sublayanan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6.(5) Legalisasi rekaman SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan dengan cara membubuhkan cap dengan kata-kata rekaman sesuai dengan aslinya. Registrasi dan Registrasi Ulang yang dikenakan kepada Badan Usaha akan diterima oleh Asosiasi Terakreditasi untuk kegiatan sertifikasi. dan ditandatangani oleh Ketua BPRU Nasional/BPRU Daerah. dan oleh LPJK untuk kegiatan Registrasi dan Registrasi Ulang. dan merupakan penerimaan LPJK Nasional/LPJK Daerah. Biaya sertifikasi dan Registrasi Badan Usaha berlaku sama di seluruh Indonesia.

serta data tersebut sewaktuwaktu dapat diperiksa oleh BPRU Nasional atau BPRU Daerah. keuangan. sebagai sumber informasi bagi siapapun yang memerlukan. Setiap penetapan klasifikasi dan kualifikasi usaha. tidak boleh dipengaruhi oleh siapapun baik oleh pengurus asosiasi. (2) (3) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Asosiasi dalam kegiatan sertifikasi dilarang melakukan pungutan atau tambahan biaya di luar yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30. BSLN wajib membina BSLD dan BSAN wajib membina BSAD dalam semua kegiatan terkait dengan proses dan mekanisme sertifikasi mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional. diputuskan melalui rapat Sidang Pemutus BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD yang hasilnya tertuang dalam Berita Acara Sidang Pemutus (BASP) yang memuat daftar Badan Usaha yang memperoleh klasifikasi dan kualifikasi lengkap dengan tanggal sidang dan tanda tangan Pemutus yang hadir. LPJK ataupun pihak lain. dan data tersebut harus dapat ditayangkan pada STI BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD setempat. personalia. BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD wajib memiliki database berisi informasi lengkap data Badan Usaha yang SBU-nya telah diterbitkan. Database sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri dari data administrasi. BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD harus memiliki foto copy Sertifikat yang telah diRegistrasi oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah. Bagian Ketujuh Tata Kerja BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD Pasal 32 (1) BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen dan mandiri.20 – . BPRU Nasional/BPRU Daerah apabila setelah meneliti persyaratan dan proses sertifikasi dan ternyata memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan ini. dan setiap BSLD/BSAD harus menyerahkan 1 (satu) lembar foto copy Sertifikat yang diterbitkan oleh BPRU Daerah kepada BSLN/BSAN. peralatan dan pengalaman Badan Usaha. segera memproses Registrasinya. pengurus.Pasal 31 (1) BPRU Nasional/BPRU Daerah dalam kegiatan Registrasi dilarang melakukan pungutan atau tambahan biaya di luar yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30. Pelaksanaan pembayaran biaya sertifikasi dan Registrasi dari Badan Usaha kepada Asosiasi dan dari Asosiasi kepada LPJK dilakukan melalui bank dan bukan dalam bentuk tunai. dan secara terus menerus melakukan pengawasan melekat. serta selanjutnya Berita Acara tersebut diserahkan ke BPRU Nasional/BPRU Daerah untuk diproses Registrasinya. dengan melakukan penilaian atas kinerja BSLD/BSAD. dan kemudian menyerahkan SBU-nya kepada BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD untuk diserahkan kepada masing-masing Badan Usaha yang bersangkutan.

d. Anggota Dewan Pengurus atau Majelis Pertimbangan atau Badan Pelaksana LPJK Nasional/Daerah dilarang menjadi pengurus. untuk selanjutnya dokumen aslinya dikembalikan kepada Badan Usaha yang bersangkutan. maka pelaksanaannya di daerah tersebut dialihkan ke BSLN/BSAN atau BSLD/BSAD di wilayah operasi terdekat yang ditetapkan dalam Keputusan Dewan Pengurus LPJK Nasional. serta usaha orang perseorangan mengajukan sertifikatnya kepada BSLN/BSLD dan bagi Badan Usaha anggota asosiasi terakreditasi mengajukan permohonan sertifikatnya kepada BSAN/BSAD asosiasinya mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan ini. dan selanjutnya melakukan upload data tersebut ke situs STI-LPJK Nasional. (11) Dalam hal BSLD/BSAD di satu daerah terkena pembekuan wilayah kerja operasional untuk melaksanakan sertifikasi. Dewan Kehormatan Asosiasi Nasional. dan bilamana tidak dapat dipenuhi maka dokumen tersebut dikembalikan. Alur kerja untuk memperoleh sertifikat dilakukan dengan urutan sebagai berikut : a. (12) Dalam hal kegiatan sertifikasi asosiasi yang terkena sanksi pembekuan pada tingkat nasional secara keseluruhan untuk melaksanakan sertifikasi. atau Dewan Pertimbangan atau Dewan Penasehat. Verifikator dan Validator : 1. 2. pemutus maupun asesor dalam BSAN/ BSAD. maka pelaksanaannya dialihkan ke BSLN atau BSLD yang ditetapkan dalam Keputusan Perubahan Akreditasi dari Dewan Pengurus LPJK Nasional. mencocokkan dokumen yang diserahkan dengan dokumen aslinya.(8) (9) BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD dilarang menambah biaya dari biaya yang telah ditetapkan dalam Peraturan ini. memeriksa berkas yang berkaitan dengan validasi dokumen dan bilamana ternyata kurang atau tidak memenuhi persyaratan maka validator dapat meminta bukti-bukti lain untuk mendukung dokumen yang telah diberikan. Pasal 33 (1) (2) Organigram BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD ditetapkan sebagaimana tergambar dalam Lampiran 7 dan Lampiran 8.21 – . dan bilamana telah benar maka diberi paraf dan memberikan tanda sah atau cap pada berkas dokumen yang diserahkan kepada BSLN/BSLD/BSAN/BSAD. b. . Badan Usaha yang memohon klasifikasi yang belum dilayani asosiasi. Daerah/Kab/Kota dilarang menjadi Pemutus maupun Asesor BSAN/BSAD. (10) Ketua Umum/Ketua. Sekretaris Umum/Sekretaris dan Bendahara Umum/Bendahara dari Dewan Pengurus. c. dan Badan Usaha anggota asosiasi yang belum diakreditasi. Badan Usaha tersebut akan menerima tanda terima penyerahan berkas yang ditandatangani oleh verifikator dan bilamana datanya belum lengkap maka berkas dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi. Petugas database memeriksa database yang disampaikan oleh pemohon sertifikat untuk dicocokkan dengan hasil validasi oleh validator sebagaimana dimaksud pada huruf c.

Pemutus mengadakan Rapat Sidang Pemutus yang dipimpin oleh Ketua BSLN/BSLD/BSAN/BSAD dan bilamana diperlukan dapat mengundang Asesor untuk menghadiri sidang dan menjelaskan hasil penilaiannya. b. g. Menyerahkan Formulir Lembar Evaluasi kepada Asesor untuk dinilai isi dokumennya yang akan menjadi Berita Acara Lembar Evaluasi.e. oleh petugas database BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD di-upload ke situs STI-LPJK Nasional selanjutnya data tersebut dalam STI-LPJK Nasional akan diberi tanda pengenal oleh situs dan menjadi data LPJK Nasional.22 – . Database Badan Usaha dan usaha orang perseorangan yang dibuat oleh pemohon. ditanda tangani dan dicap. Bertanggung jawab dan menyiapkan data elektronik permohonan sertifikat yang didasarkan pada database sebagaimana dimaksud pada huruf d. Apabila data dalam database tidak sama dengan data yang tertera dalam sertifikat maka sertifikat tersebut ditahan oleh BSLN/BSLD/BSAN/BSAD dan dibuat berita acara penahanan sertifikat yang ditanda tangani oleh pemilik sertifikat. 2. Pasal 34 (1) (2) BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD dalam setiap tahapan proses sertifikasi dan Registrasi harus menggunakan STI-LPJK Nasional yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional. h. Validator bersama petugas database : 1. (3) Alur kerja untuk pelaksanaan Registrasi-ulang sertifikat untuk tahun ke-2 dan tahun ke-3 dilakukan dengan urutan sebagai berikut : a. Petugas database mencetak data terakhir dari sertifikat tersebut yang diambil dari STI-LPJK Nasional yang selanjutnya dimintakan tanda tangan kepada Badan Usaha/pemohon perpanjangan sertifikat tersebut atas kebenarannya. f. 2. yang kemudian dicetak pada Formulir Lembar Evaluasi sebagaimana pada Lampiran 6. . Asesor melakukan evaluasi data dan memberikan penilaian pada Lembar Evaluasi Data dan diserahkan kepada Pemutus. BSLN/BSLD/BSAN/BSAD menyampaikan sertifikat tersebut kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah untuk dilekatkan leges LPJK sesuai tahun berjalan. Pemilik sertifikat mengajukan permohonan Registrasi-ulang kepada BSLN/BSLD/BSAN/BSAD sesuai dengan tempat penerbitan sertifikat dengan melampirkan sertifikat asli. selanjunya sertifikat dikembalikan kepada BSLN/BSLD/BSAN/BSAD untuk diserahkan kepada pemilik sertifikat. 1. Pemutus membuat keputusan berdasarkan Rapat Sidang Pemutus dan hasil keputusannya dituangkan dalam Berita Acara Pengesahan Lembar Evaluasi (BA-PLE) yang berisi nama-nama pemohon sertifikat untuk selanjunya BAPLE bersama-sama dengan berkas permohonan sertifikat dikirimkan kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah untuk di evalusi.

Tidak membeberkan temuan atau informasi yang diperoleh dalam melaksanakan sertifikasi. . Berita Acara Lembar Evaluasi oleh BSLN/BSLD/BSAN/BSAD. BAB IV PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI Bagian Pertama Penyelenggara Sertifikasi Pasal 36 (2) (1) LPJK Nasional bertanggung jawab atas penyelenggaraan sertifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi secara nasional. Seluruh unsur yang terkait dengan proses sertifikasi ini harus mentaati dan membuat Surat Pernyataan mengikatkan diri pada Kode Etik BSLN/BSAN/BSLD/BSAD. Pasal 35 (1) Kode Etik BSLN/BSAN/BSLD/BSAD adalah : a. yang mempengaruhi proses sertifikasi dan hasil penilaiannya.23 – . Dalam hal STI-LPJK Nasional mengalami gangguan maka pelayanan down load dari server LPJK Nasional dapat dilakukan langsung antara petugas STI-LPJK Nasional dan petugas BSLN/BSAN untuk selanjutnya petugas BSLN/BSAN wajib mendistribusikan ke BSLD/BSAD melalui E-mail. Pencetakan sertifikat menggunakan format yang ditetapkan melalui STI-LPJK Nasional dan dapat dicetak oleh BSLN/BSLD/BSAN/BSAD setelah mendapat persetujuan BPRU Nasional/BPRU Daerah.(3) (4) (5) (6) (7) (8) Pengisian Formulir Lembar Evaluasi untuk penerbitan sertifikat dilakukan berdasarkan data sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan Formulir tersebut akan diberi nomor khusus oleh situs. Dalam hal penentuan klasifikasi dan kualifikasi yang tercantum dalam Berita Acara Lembar Evaluasi oleh BSLN/BSAN/BSLD/BSAD berbeda dengan rumusan STILPJK Nasional maka yang digunakan adalah rumusan STI-LPJK Nasional. c. Bertindak jujur dan adil dalam melakukan penilaian yang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. d. Perkembangan permohonan sertifikat setiap hari dapat dilihat melalui situs STILPJK Nasional. Tidak meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun dari Badan Usaha yang di sertifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung. yang menentukan klasifikasi dan kualifikasi usaha harus di-upload kembali dan harus sama dengan rumusan STI-LPJK Nasional khususnya nilai kumulatif pengalaman Badan Usaha. asosiasi dan kepentingan sistem sertifikasi dalam bentuk maupun caranya. b. Tidak bertindak merugikan reputasi lembaga.

yang meliputi kualifikasi Gred 3. b.24 – . Dalam hal BSAD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b angka 2. dilaksanakan oleh : a. 2. mencakup kegiatan menetapkan pengakuan tingkat kompetensi dan kemampuan usaha. b. Asosiasi yang melayani sertifikasi secara terpusat dilakukan oleh BSAN untuk seluruh kualifikasi. yang diwujudkan dalam bentuk Sertifikat. Asosiasi Terakreditasi untuk Badan Usaha anggota asosiasinya. BSAN untuk melakukan sertifikasi Badan Usaha anggotanya. Asosiasi belum Terakreditasi harus membentuk Tim Verifikasi dan Validasi yang merupakan satuan kerja tetap dalam asosiasi yang anggotanya terdiri dari Tenaga Profesional dan bekerja penuh waktu yang diangkat oleh asosiasi bersangkutan. Penyelenggaraan sertifikasi Asosiasi Terakreditasi bagi Badan Usaha anggotanya sebagaimana dimaksud Pasal 36 ayat (3) huruf b untuk : a. LPJK Nasional/LPJK Daerah untuk Badan Usaha yang baru berdiri yang belum menjadi anggota asosiasi dan Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi. (3) (4) BSAD untuk melakukan sertifikasi bagi Badan Usaha anggotanya yang meliputi kualifikasi Gred 3 dan Gred 2. . BSLN untuk melakukan sertifikasi Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi. (2) Untuk melayani Badan Usaha anggotanya. Asosiasi yang melayani sertifikasi ditingkat nasional dan daerah dilakukan oleh : 1. dan kualifikasi jasa konstruksi. klasifikasi. b. Gred 2 dan Usaha Orang Perseorangan Gred 1. Bagian Kedua Pelaksana Sertifikasi Pasal 37 (3) (1) Penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud Pasal 36 ayat (3) huruf a dilakukan oleh : a. yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional. disamping verifikator dan validator yang ada BSAD dapat dibantu oleh verifikator dan validator di kabupaten/kota. Penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). BSLD untuk melakukan sertifikasi bagi Badan Usaha baru-berdiri yang belum menjadi anggota Asosiasi. yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional. dan Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi.(2) Penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud ayat (1). maka untuk asosiasi yang mempunyai cabang di daerah kabupaten/kota.

(2) (3) . Banding b. b. Verifikator dan Validator BSAN diusulkan oleh Dewan Pengurus asosiasi tingkat nasional kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional. Menyerahkan hasil sertifikasi ke BPRU Nasional/BPRU Daerah untuk diproses Registrasinya. Pemutus e. Dalam hal BSAN/BSAD tidak dapat melakukan fungsi dan tugasnya dalam memberikan pelayanan sertifikasi dari Badan Usaha anggotanya maka pelaksanaan pelayanan sertifikasi tersebut dilakukan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional melalui BSLN/BSLD. Menetapkan keputusan untuk menyetujui atau menolak permohonan sertifikasi. Tidak dapat menepati waktu pelayanan sertifikasi sesuai dengan ketentuan dan tidak dapat memberikan alasan keterlambatan yang dapat diterima secara normatif kepada Badan Usaha. Database g. dan selanjutnya BSAD dikukuhkan oleh Dewan Pengurus LPJK Daerah. Persyaratan dan kriteria personil BSLN/BSLD/BSAN/BSAD diatur dalam peraturan tentang Akreditasi.(5) Struktur organigram BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD terdiri dari unsur : a. Pengawas c.25 – . Pasal 38 (6) (7) (8) (9) (1) Tugas dan tanggung jawab BSAN/BSAD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (3): a. Pengurus d. BSAD diajukan oleh Dewan Pengurus Asosiasi tingkat provinsi dan diusulkan oleh Dewan Pengurus Asosiasi tingkat nasional kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional berdasarkan rekomendasi dari LPJK Daerah. Asesor f. BSAN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a dan huruf b angka 1 bertanggung jawab kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional melalui asosiasi tingkat pusat. dan BSAD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b angka 2 bertanggung jawab kepada Dewan Pengurus LPJK Daerah melalui asosiasi tingkat provinsi. validasi dan penilaian atas berkas permohonan sertifikasi. Melakukan verifikasi. dan BSAN yang telah memenuhi syarat ditetapkan oleh Dewan Pengurus Asosiasi tingkat nasional sebagai BSAN dan selanjutnya dikukuhkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional. c. BSAN/BSAD dinyatakan tidak dapat melakukan fungsi dan tugasnya dalam melaksanakan fungsi pelayanan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) jika telah terbukti : a.

Badan Usaha yang untuk pertama kalinya mengajukan permohonan sertifikasi harus menyerahkan data Badan Usaha secara lengkap dalam bentuk mengisi formulir isian dan soft copy. k. j. F1/PR/04 : Bentuk Surat Pernyataan Badan Usaha. e. F1/PR/06 : Formulir Isian Data Pengurus. Badan Usaha yang mengajukan permohonan SBU wajib mengisi database Badan Usaha kedalam STI-LPJK Nasional sesuai format yang telah ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 10 beserta dokumen pendukungnya. mengisi isian permohonan sertifikasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 11 dilengkapi lampiran yang memuat data Badan Usaha yang terdiri atas: a. c. h. m. Pengambilan formulir isian permohonan sertifikasi dilengkapi dengan disket isian. Menyerahkan hasil sertifikasi kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah untuk diproses Registrasinya. d. Bagi Badan Usaha yang untuk pertama kalinya mengajukan permohonan Sertifikasi. F1/PR/01 : Formulir Permohonan SBU. c. Pemeriksaan dan penilaian dokumen sebagaimana dimaksud pada huruf b. F1/PR/02 : Bentuk Surat Pengantar Badan Usaha.26 – (2) (3) (4) . f. g. i. Menyetujui atau menolak permohonan sertifikasi. F1/PR/07 : Formulir Isian Data Penanggung Jawab. Pengembalian dokumen berupa formulir isian sebagaimana dimaksud pada huruf a. b. e. b. F1/PR/05 : Formulir Isian Data Administrasi. F1/PR/11 : Bentuk Neraca Gred 2 tipe 1 (Gred 2 yang sudah beroperasi). (1) Proses sertifikasi dilakukan sebagai berikut : a. F1/PR/03 : Formulir Permohonan Bidang/Subbidang/Layanan/Sublayanan.b. l. F1/PR/09 : Formulir Data Keuangan. yang telah diisi beserta data pendukungnya. Menyatakan tidak dapat dan atau menolak untuk memberikan layanan sertifikasi kepada Badan Usaha dengan alasan diluar ketentuan persyaratan sertifikasi yang berlaku sebagaimana diatur dalam peraturan ini. F1/PR/08 : Formulir Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri. F1/PR/12 : Bentuk Neraca Gred 2 tipe 2 (Gred 2 baru). F1/PR/13 : Bentuk Neraca Gred 4 . Terbukti tidak memberikan pelayanan sebagaimana diatur dalam peraturan ini. BAB V PERSYARATAN PERMOHONAN SERTIFIKASI Bagian Pertama Proses Sertifikasi Pasal 39 sertifikasi bagi anggotanya c. F1/PR/10 : Bentuk Neraca Gred 3. d.

F1/PR/21 : Formulir Isian Data Peralatan. Perubahan klasifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan paling cepat setelah 6 (enam) bulan sejak SBU diterbitkan. Permohonan SBU bagi perusahaan yang baru didirikan dengan kualifikasi Gred 2 atau kualifikasi Gred 3 dapat diberikan tanpa keharusan melampirkan pengalaman kerja. dilaksanakan dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari kerja dan untuk TDUP 30 (tiga puluh) hari kerja. . F1/OP/03 : Surat Pernyataan usaha orang perseorangan Permohonan SBU bagi perusahaan yang baru didirikan dengan kualifikasi Gred 2 atau kualifikasi Gred 3 dapat diberikan tanpa keharusan melampirkan pengalaman kerja. q. t. s. r. F1/PR/16 : Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Non Teknik. F1/OP/01 : Formulir Permohonan TDUP b. jangka waktu penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7) akan ditetapkan lebih lanjut oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional. Bagian Kedua Perubahan Klasifikasi dan Kualifikasi Pasal 40 (1) (2) (3) (4) Setiap Badan Usaha jasa perencana konstruksi dan pengawas konstruksi yang bersifat umum dapat mengajukan permohonan perubahan klasifikasi yaitu penambahan atau pengurangan bidang atau sub bidang atau layanan atau sub layanan pekerjaan.n. (5) F1/PR/14 : Formulir Isian Data Personalia. Perubahan Kualifikasi sebagaimana dimaksud ayat (3) hanya dapat diberikan untuk satu tingkat diatas atau dibawah dari kualifikasi yang dimilikinya. F1/PR/20 : Formulir Isian Pengalaman Badan Usaha. Untuk daerah-daerah provinsi yang sulit dijangkau. (PJT/PJB/PJL). Setiap Badan Usaha dapat mengajukan permohonan perubahan Kualifikasi yaitu peningkatan atau penurunan kualifikasi usaha yang dimilikinya. (6) (7) (8) (9) Bagi Usaha Orang Perseorangan yang mengajukan permohonan TDUP mengisi formulir permohonan TDUP sebagaimana pada Lampiran 12 dilengkapi Lampiran yang memuat data Usaha Orang Perseorangan yang terdiri atas : a. Penyelenggaraaan sertifikasi dan penerbitan SBU sesuai dengan Peraturan ini. F1/PR/18: Surat Perikatan PJB dan PJL F1/PR/19 : Bentuk Daftar Riwayat Hidup. u. F1/PR/17 : Surat Pernyataan Penanggung Jawab Teknik. p.27 – . F1/OP/02 : Surat Permohonan TDUP c. o. F1/PR/15 : Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Teknik.

(2) .000.00 (satu miliar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun. Peningkatan kualifikasi usaha harus dilakukan penelitian oleh BSAN/BSAD atau BSLN/BSLD atas kelengkapan dokumen Badan Usaha. kualifikasi Gred 3 baru dapat dilakukan 12 (dua belas) bulan kemudian dan untuk kualifikasi Gred 4 baru dapat dilakukan 18 (delapan belas) bulan kemudian. Pasal 41 (1) (2) (3) (4) Peningkatan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada pasal 40 ayat (3) dan ayat (4) dapat dilakukan dengan syarat : a. Pasal 42 Permohonan SBU untuk peningkatan pendukung yang dimilikinya : (1) kualifikasi harus menyertakan dokumen Untuk Gred 2 naik ke Gred 3. melampirkan pengalaman melaksanakan pekerjaan Gred 3 sesuai dengan subbidang/sublayanannya dengan total nilai ≥ Rp 1. perolehan pekerjaan sebagaimana dimaksud huruf b.000.000.000. Penurunan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada pasal 40 ayat (3) dapat dilakukan paling cepat setelah 12 (dua belas) bulan sejak SBU diterbitkan. Badan Usaha setiap saat dapat mengajukan perubahan KD yang tercantum dalam SBU-nya dengan permohonan penggantian SBU tanpa merubah kualifikasi yang dimilikinya dengan melampirkan bukti autentik adanya tambahan pengalaman kerja yang telah diserahterimakan pertama dalam waktu paling lama 6 (enam) bulan terakhir sebelum permohonan perubahan KD diajukan. peningkatan kualifikasi usaha berikutnya bagi klasifikasi untuk kualifikasi Gred 2.00 (empat ratus juta rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun. b.000.28 – . melampirkan pengalaman melaksanakan pekerjaan Gred 2 sesuai dengan subbidang/sublayanannya dengan total nilai ≥ Rp 400. melampirkan bukti autentik berita acara serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) yang diperoleh dalam 6 (enam) bulan terakhir dari permohonan peningkatan kualifikasi. c. khususnya menyangkut pengalaman kerja yang dilengkapi dengan bukti berita acara serah terima pekerjaan dan dapat melakukan klarifikasi terhadap kebenaran pengalaman kerja tersebut kepada pemberi kerja. Untuk Gred 3 naik ke Gred 4 nasional. adanya penambahan pengalaman pekerjaan minimum satu subbidang atau sublayanan.(5) Peningkatan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan paling cepat setelah 6 (enam) bulan sejak SBU diterbitkan. harus sudah dicatatkan di lembar belakang SBU dan telah di tandatangani dan distempel oleh pengguna jasa dan telah dilaporkan ke LPJK Nasional/LPJK Daerah serta mendapat NKPK sebelum permohonan perubahan peningkatan kualifikasi usaha diajukan.

Dokumen Badan Usaha yang memiliki sedikitnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 yang telah diperiksa pada tingkat BSAN/BSAD dan sesuai dengan aslinya. Bagi Asosiasi Terakreditasi yang memiliki cabang. Badan Usaha yang melakukan perubahan data administratif yang bukan menyangkut klasifikasi dan kualifikasi. dan bagi Asosiasi belum Terakreditasi dilakukan oleh BSLN/BSLD. setiap BSAD memeriksa seluruh dokumen yang diberikan oleh Badan Usaha anggotanya dan dicocokkan dengan data aslinya. F2/PR/01 : Surat permohonan perubahan SBU.29 – (2) (3) (4) (5) . Pemeriksaan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan apabila seluruh dokumen yang dipersyaratkan telah lengkap.Pasal 43 (1) Badan Usaha yang melakukan perubahan klasifikasi dan/atau kualifikasi harus mengisi formulir isian secara lengkap dengan menyertakan data pendukung bukti perubahan tersebut. . F2/PR/02 : Surat pernyataan Badan Usaha. Badan Usaha yang mengajukan permohonan perpanjangan SBU dengan tidak mengubah klasifikasi dan kualifikasinya. b. selanjutnya dibubuhi paraf dan cap tanda telah dilakukan pemeriksaan dan dikirimkan ke BSAN untuk diproses lebih lanjut. Bagi Asosiasi Terakreditasi yang tidak memiliki cabang. F3/PR/01 : Surat permohonan perpanjangan SBU. dan Gred 3. formulir isian permohonan sertifikasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 13 dilengkapi dokumen yang memuat data Badan Usaha terdiri dari : a. Dokumen Badan Usaha Gred 2. yang telah diperiksa BSAN/BSAD dan telah sesuai dengan dokumen aslinya. d. Pasal 44 (1) (2) (3) Pemeriksaan dokumen bagi Asosiasi Terakreditasi dilakukan oleh BSAN/BSAD. b. Pemeriksaan dokumen oleh BSAN/ BSAD dilakukan sebagai berikut : a. b. BSAN memeriksa seluruh dokumen yang diberikan oleh Badan Usaha anggotanya dan dicocokkan dengan data aslinya. Formulir isian permohonan perubahan dan/atau perpanjangan sebagaimana dimaksud ayat (3) dan ayat (4) formatnya tidak boleh diubah dan harus dilengkapi dengan lampiran data pendukungnya. c. Badan Usaha yang mengajukan permohonan perubahan SBU dengan adanya perubahan data administrasi dan/atau perubahan klasifikasi dan/atau kualifikasi. F3/PR/02 : Surat pernyataan Badan Usaha. selanjutnya dibubuhi cap tanda telah dilakukan pemeriksaan untuk diproses lebih lanjut. F2/PR/03 : Surat perubahan klasifikasi dan atau kualifikasi usaha. formulir isian permohonan sertifikasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 14 dilengkapi dokumen yang memuat data Badan Usaha terdiri dari : a. c. harus menyampaikan data pendukung bukti perubahan tersebut.

NPWP 5. baik kepada Asosiasi maupun LPJK. dibubuhi paraf dan cap tanda telah dilakukan pemeriksaan. Surat keterangan domisili yang masih berlaku atau SITU 4. e. Bagi Asosiasi belum Terakreditasi yang tidak memiliki cabang. Perseroan Terbatas. Petunjuk pemeriksaan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : a.(4) (5) Pemeriksaan dokumen permohonan sertifikasi oleh BSLN/BSLD dilakukan sebagai berikut : a. Dokumen Badan Usaha yang memiliki sedikitnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 yang telah diperiksa oleh TVVD dan terbukti sesuai dengan dokumen aslinya. Data administrasi yang diteliti dan diproses adalah : 1. Akte pendirian dan Akte perubahannya yang terakhir yang dibuat oleh notaris telah disahkan oleh menteri terkait 2. d. Dokumen permohonan sertifikasi dengan kualifikasi Gred 2. Bagi Badan Usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) kualifiksi Gred 3 dan Gred 4. akte pendirian/akte perubahannya yang dibuat oleh notaris harus didaftar di Pengadilan Negeri setempat 3. diperiksa apakah sudah di registrasi-ulang. dibentuk TVVN yang beranggotakan dari asosiasi tersebut yang bekerja sebagai sub-ordinat dari BSLN untuk melakukan koordinasi pelaksanaan proses verifikasi dan validasi untuk memeriksa kelengkapan seluruh dokumen yang diberikan oleh Badan Usaha anggotanya. dibubuhi paraf dan cap tanda telah dilakukan pemeriksaan. neraca keuangannya untuk minimum 2 (dua) tahun sebelumnya harus dibuat oleh Kantor Akuntan Publik dilengkapi dengan opini dan harus dapat menunjukkan aslinya jika diperlukan. dan jika belum maka harus diregistrasi terlebih dahulu dan Badan Usaha yang bersangkutan harus menyelesaikan kewajibannya. 2. Keuangan 1. dan Biro Teknik (BT). dan LPJK tidak akan memproses registrasi-ulang bila kewajiban tersebut belum diselesaikan. SBU tahun sebelumnya. . seluruh dokumen asli dikembalikan kepada TVVN untuk diserahkan kepada pemilik dokumen. FA. Bagi Asosiasi belum Terakreditasi yang memiliki cabang. Badan Usaha kualifikasi Gred 2 neraca keuangannya untuk tahun terakhir dibuat sendiri dengan harus dibubuhi meterai cukup.30 – . Badan Usaha Nasional bukan badan hukum yang meliputi antara lain CV. dan bukan dalam bentuk neraca yang hanya diketahui atau diberi cap oleh Kantor Akuntan Publik. dibentuk TVVD dari asosiasi tersebut yang bekerja sebagai sub-ordinat dari BSLD untuk melakukan koordinasi pelaksanaan proses verifikasi dan validasi untuk memeriksa kelengkapan seluruh dokumen yang diberikan oleh Badan Usaha anggotanya. c. b. dan setelah di verifikasi oleh BSLN. Dokumen tersebut dikirimkan kepada TVVN untuk diperiksa. Dokumen tersebut dikirimkan kepada BSLD untuk diproses lebih lanjut dan setelah diperiksa oleh BSLD selanjutnya dokumen aslinya dikembalikan TVVD untuk diserahkan kepada pemilik dokumen yang bersangkutan. b. f. Gred 3 yang telah diperiksa oleh TVVD dan terbukti sesuai dengan dokumen aslinya.

c.

Tenaga PJBU, PJT, PJB, PJL 1. Tenaga PJBU harus tercantum di dalam akta pendirian dan atau perubahannya. 2. Untuk setiap Badan Usaha harus memiliki PJT, PJB, dan PJL sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2. Pengalaman Badan Usaha 1. Daftar pengalaman Badan Usaha melaksanakan pekerjaan diisi berdasarkan formulir isian permohonan sertifikasi dengan melampirkan kelengkapan datanya yaitu: copy kontrak, PHO dan atau FHO . 2. Dalam hal dokumen tersebut huruf d 1) diragukan keabsahannya, dapat dimintakan klarifikasi kepada pengguna jasa yang bersangkutan atau sumber lain yang terkait. Pasal 45

d.

(1) (2)

Keabsahan data administrasi, keuangan, dan pengalaman sifatnya mutlak. Tahapan evaluasi sahnya dokumen dilakukan dengan mendahulukan penilaian atas data administrasi dan keuangan serta dapat dilanjutkan dalam menilai pengalaman jika data administrasi dan keuangan tersebut lengkap dan sah. Dalam hal data administrasi dan atau keuangan dan atau pengalaman yang disampaikan tidak lengkap dan tidak benar, maka keseluruhan dokumen dikembalikan kepada yang bersangkutan untuk dilengkapi dan diperbaiki.

(3)

Pasal 46 (1) Untuk Badan Usaha Anggota Asosiasi Terakreditasi dalam menyampaikan permohonan SBU baru mengikuti ketentuan sebagai berikut : a. Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 harus menyampaikan : 1. 4 (empat) rangkap dokumen permohonan SBU lengkap dengan data pendukungnya kepada asosiasi yang selanjutnya didistribusikan oleh pengurus asosiasi daerahnya masing-masing satu set kepada BSAD, BSAN, BPRU Daerah, dan BPRU Nasional terlebih dahulu diberi cap tanda pemeriksaan telah sesuai dengan aslinya oleh BSAD. 2. Dalam hal Asosiasi Terakreditasi tidak memiliki wilayah kerja operasional tertentu, maka dokumen Badan Usaha dapat dimintakan pengesahannya oleh BSAN kepada BPRU Daerah dimana Badan Usaha berdomisili, selanjutnya didistribusikan oleh pengurus asosiasi daerahnya masingmasing 1 (satu) set kepada BSAD wilayah terdekat yang ditunjuk untuk melaksanakan sertifikasi, dan/atau BSAN, BPRU Daerah dimana Badan Usaha berdomisili dan BPRU Nasional. 3. Dalam hal sertifikasi dilakukan oleh BSAN sebagaimana dimaksud pada huruf a angka 2, maka 1 (satu) set dokumen berada di Asosiasi tingkat daerah dimana Badan Usaha berdomisili.

- 31 –

b.

Untuk Badan Usaha kualifikasi Gred 2, dan Gred 3 harus menyampaikan : 1. 2 (dua) rangkap dokumen permohonan SBU lengkap dengan data pendukungnya kepada Asosiasi yang selanjutnya didistribusikan oleh pengurus Asosiasi daerahnya masing-masing satu set kepada BSAD, dan BPRU Daerah, setelah terlebih dahulu diberi cap yang menandakan telah diperiksa dan telah sesuai dengan aslinya oleh BSAD. 2. Dalam hal Asosiasi Terakreditasi tidak memiliki wilayah kerja operasional tertentu, maka dokumen Badan Usaha dapat dimintakan pengesahannya kepada BPRU Daerah dimana Badan Usaha berdomisili, selanjutnya didistribusikan oleh pengurus Asosiasi daerahnya masing-masing satu set kepada BSAD wilayah operasional terdekat yang ditunjuk untuk melaksanakan sertifikasi dan BPRU Daerah dimana Badan Usaha berdomisili. 3. Dalam hal sertifikasi dilakukan oleh BSAD wilayah operasional terdekat yang ditunjuk sebagaimana dimaksud pada huruf b angka 2, maka satu set dokumen berada di Asosiasi tingkat daerah dimana Badan Usaha berdomisili.

(2)

Untuk Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi dalam menyampaikan permohonan SBU baru mengikuti ketentuan sebagai berikut : a. Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional, harus menyampaikan 4 (empat) rangkap dokumen permohonan SBU lengkap dengan data pendukungnya kepada TVVD yang selanjutnya didistribusikan masing-masing 1 (satu) set kepada TVVD, TVVN, BSLD dan BSLN setelah terlebih dahulu dilakukan verifikasi dan validasi dalam dua tahapan, pertama oleh TVVD dan kedua oleh TVVN serta dalam setiap tahapan diberi cap yang menandakan pemeriksaan telah sesuai dengan aslinya. b. Badan Usaha kualifikasi Gred 2 dan Gred 3 harus menyampaikan 2 (dua) rangkap dokumen permohonan SBU lengkap dengan data pendukungnya kepada TVVD yang selanjutnya didistribusikan oleh pengurus asosiasi daerahnya masing-masing 1 (satu) set kepada TVVD dan BSLD, setelah terlebih dahulu dilakukan verifikasi dan validasi oleh TVVD serta diberi cap yang menandakan pemeriksaan telah sesuai dengan aslinya. Prosedur sertifikasi bagi Badan Usaha anggota Asosiasi Terakreditasi dalam perpanjangan SBU dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : a. BSAD mencari arsip dokumen atas nama Badan Usaha tersebut ; b. BSAD melakukan pemeriksaan atas dokumen permohonan perpanjangan SBU dengan membandingkan data yang ada dalam arsip dokumen Badan Usaha periode sebelumnya ; c. Jika ternyata ditemukan berkas dalam dokumen permohonan perpanjangan SBU yang tidak sama dengan arsip dokumen karena telah mengalami perubahan, maka yang digunakan adalah data terakhir yang sah ; d. BSAD kemudian melakukan klarifikasi dengan arsip yang ada di BSAD dan memberikan tanda sah dalam berkas dokumen permohonan tersebut ; e. Dalam hal permohonan SBU, dimana BPRU Daerah atau BPRU Nasional atau BSAN belum pernah menerima dokumen Badan Usaha dimaksud, maka Badan Usaha harus menyerahkan tambahan copy dokumen kepada BSAD pada saat permohonan diajukan untuk didistribusikan lebih lanjut ;
- 32 –

(3)

f. g. h. i.

j. k.

l.

BSAD melakukan perbaikan database Badan Usaha yang ada dalam STILPJK Nasional berdasarkan perubahan data terakhir yang sah ; BSAD mencetak formulir lembar evaluasi dan selanjutnya digunakan oleh asesor dan pemutus untuk dinilai ; BSAD meminta kepada BPRU Daerah melakukan klarifikasi data melalui STILPJK Nasional ; Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional, database Badan Usaha yang ada dalam STI-LPJK Nasional yang dibuat BSAD diteliti kembali oleh BSAN, dan dalam hal BSAN mencetak kembali formulir lembar evaluasi yang digunakan sebagai Berita Acara Lembar Evaluasi yang final maka BSAN tetap melampirkan formulir lembar evaluasi yang dari BSAD ; Selanjutnya BSAN dan BSAD mengirimkan Berita Acara Lembar Evaluasi kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah, melalui STI-LPJK Nasional ; Setelah BPRU Nasional/BPRU Daerah melakukan penelitian atas seluruh kebenaran data antara dokumen yang disampaikan dengan database yang ada di STI-LPJK Nasional, maka jika memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan ini, BPRU Nasional/BPRU Daerah segera memproses Registrasinya dan SBU dibubuhi tandatangan yang berwenang dan cap, didistribusikan kepada BSAN/BSAD untuk diserahkan kepada Badan Usaha yang bersangkutan ; Dalam hal Badan Usaha melakukan perubahan data yang bukan berupa perubahan klasifikasi dan kualifikasi, maka bukti perubahan data tersebut wajib dilampirkan dan prosedurnya mengikuti sebagaimana uraian di atas.

(4)

Prosedur sertifikasi bagi Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi perpanjangan SBU dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : a. TVVD mencari arsip dokumen atas nama Badan Usaha tersebut ; b. TVVD melakukan pemeriksaan atas dokumen permohonan perpanjangan SBU dengan membandingkan data yang ada dalam arsip dokumen Badan Usaha periode sebelumnya; c. Jika ternyata ditemukan berkas dalam dokumen permohonan perpanjangan SBU yang tidak sama dengan arsip dokumen karena telah mengalami perubahan, maka yang digunakan adalah data terakhir yang sah ; d. TVVD kemudian melakukan klarifikasi dengan arsip yang ada di TVVD dan memberikan cap yang menandakan pemeriksaan telah sesuai dengan aslinya pada berkas dokumen permohonan tersebut; e. Dalam hal permohonan SBU, dimana BSLN atau BSLD atau TVVN belum pernah menerima dokumen Badan Usaha dimaksud, maka Badan Usaha harus menyerahkan tambahan copy dokumen kepada TVVD pada saat permohonan diajukan untuk didistribusikan lanjut; f. TVVD kemudian melaporkan kepada TVVN data Badan Usaha berdasarkan perubahan data terakhir untuk selanjutnya diserahkan ke BSLN/BSLD untuk dimasukkan ke dalam STI-LPJK Nasional; g. TVVD/TVVN mencetak formulir lembar evaluasi dan selanjutnya digunakan oleh asesor dan pemutus BSLN/ BSLD untuk dinilai; h. BSLN/ BSLD melakukan klarifikasi data dalam STI-LPJK Nasional;

- 33 –

k. b. b. BPRU Nasional/BPRU Daerah segera memproses Registrasinya dan SBU dibubuhi tandatangan yang berwenang dan cap. . dan Gred 3 dilakukan oleh BSLD. Setelah BPRU Nasional/BPRU Daerah melakukan penelitian atas seluruh kebenaran data antara dokumen yang disampaikan dengan database yang ada di STI-LPJK Nasional.34 – . dan Gred 3 dilakukan oleh BSAD. Penetapan Klasifikasi dan Kualifikasi Pasal 47 (1) Blanko SBU : a. j. Untuk Badan Usaha anggota Asosiasi Terakreditasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 15-1. dan dalam hal TVVN mencetak kembali formulir lembar evaluasi yang digunakan sebagai Berita Acara Lembar Evaluasi yang final maka TVVN tetap melampirkan formulir lembar evaluasi yang dari TVVD.i. Penetapan klasifikasi dan kualifikasi untuk Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi. b. dan Badan Usaha baru berdiri yang belum pernah menjadi anggota Asosiasi sebagai berikut : a. maka jika memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan ini. Klasifikasi dengan sekurang-kurangnya satu subbidang/sublayanan untuk kualifikasi Gred 4 nasional dilakukan oleh BSLN. Dalam hal Badan Usaha melakukan perubahan data yang bukan berupa perubahan klasifikasi dan kualifikasi. Bagian Ketiga Blanko SBU. database Badan Usaha yang ada dalam STI-LPJK Nasional yang dibuat TVVD diteliti kembali oleh TVVN. (2) Klasifikasi dengan sekurang-kurangnya satu subbidang/sublayanan untuk kualifikasi Gred 4 nasional hanya dapat dilakukan oleh BSAN. melalui STI-LPJK Nasional. kemudian didistribusikan kepada BSAN/BSAD untuk diserahkan kepada Badan Usaha yang bersangkutan. Kualifikasi Gred 2. maka bukti perubahan data tersebut wajib dilampirkan dan prosedurnya mengikuti sebagaimana uraian di atas. Kualifikasi Gred 2. l Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional. Pasal 48 (1) Penetapan klasifikasi dan kualifikasi untuk Badan Usaha anggota Asosiasi Terakreditasi sebagai berikut : a. Untuk Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 15-2. (2) Blanko TDUP sebagaimana tercantum dalam Lampiran 15-3. Selanjutnya BSLN dan BSLD mengirimkan Berita Acara Lembar Evaluasi kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah.

35 – . terdiri dari 2 digit angka. d. BSLN/BSLD/BSAN/BSAD dilarang menerbitkan klasifikasi dan kualifikasi sementara ataupun surat keterangan dalam bentuk apapun yang menyangkut kompetensi Badan Usaha. dan Dewan Pengurus LPJK Nasional/Daerah yang ditetapkan untuk itu. dan Ketua Umum/Ketua asosiasi.d. Blanko SBU harus diisi lengkap dan benar. terdiri dari maksimum 10 huruf. terdiri dari 2 digit angka. b. (e) = Tahun penetapan klasifikasi dan kualifikasi. seterusnya (b) = Singkatan nama Asosiasi perusahaan dari Badan Usaha yang bersangkutan. c. Nomor sertifikat : dengan keterangan : (a) = Nomor urut Badan Usaha di BSA. (c) = Kode provinsi. e. Penetapan klasifikasi dan kualifikasi untuk Badan Usaha yang diterbitkan oleh BSAD yang tidak mempunyai kewenangan menyelenggarakan sertifikasi di wilayah kerja operasionalnya sebagaimana tercantum dalam Keputusan Dewan Pengurus LPJK Nasional tentang Pemberian Akreditasi. (d) = Bulan penetapan klasifikasi dan kualifikasi. dinyatakan tidak berlaku. SBU ditandatangani oleh Ketua BSLN/BSLD atau Ketua BSAN/BSAD. mengikuti Tabel 1 Kode Kabupaten/Kota. dan penandatanganan harus menggunakan tinta berwarna biru. terkecuali untuk KD bagi Gred 2 dan Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 3 baru. Tanggal penerbitan SBU harus diisi sesuai dengan tanggal saat diterbitkannya dan ditandatangani oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/Daerah. f. Photo terakhir dari PJBU yang tercantum dalam Akta Pendirian Badan Usaha atau Akta Perubahannya. dan Ketua BPRU Nasional/BPRU Daerah dan tidak boleh diganti ataupun diwakilkan. terdiri dari 2 digit angka. Pada lembar belakang SBU yang berisi klasifikasi dan kualifikasi diberi garis penutup. terdiri dari 4 digit angka yang dimulai dari nomor 0001 s. (5) (6) (7) . tidak perlu diisi.(3) (4) Dalam 1 (satu) Badan Usaha tidak boleh diberikan klasifikasi subbidang yang sama untuk kualifikasi yang berbeda. Penulisan huruf dan angka dalam SBU menggunakan huruf Arial dengan huruf ukuran 12 (dua belas) normal. Blanko SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (6) diisi dalam bentuk tercetak sebagai berikut : (a) / (b) / (c) / (d) / (e) a. kecuali untuk Nama Badan Usaha harus dicetak bold dengan huruf kapital ukuran 14 (empat belas) dan untuk Nama PJBU ukuran 12 (dua belas). dengan ukuran 3 x 4 (berwarna).

. untuk selanjutnya diganti dengan SBU baru yang sertifikasinya dilakukan oleh BSAN/BSAD dari Asosiasi Terakreditasi lain dimana Badan Usaha tersebut menjadi anggotanya atau dilakukan oleh BSLN/BSLD bagi Asosiasi belum Terakreditasi. Bilamana SBU ditandatangani oleh yang tidak berhak dan dengan warna tinta selain warna biru sebagaimana dimaksud pada huruf f. Pada blanko SBU bagi Asosiasi belum Terakreditasi hanya tercetak logo LPJK di halaman belakang pojok kanan atas dan tidak tercetak logo asosiasi. LPJK Daerah dapat meminta tambahan blanko kepada LPJK Nasional setelah melaporkan pemakaian blankonya dan permintaan tersebut akan dipenuhi bilamana LPJK Daerah telah mempertanggungjawabkan penggunaan blankonya. Bagian Keempat Sertifikasi Bagi Badan Usaha Pindah Asosiasi Pasal 50 (1) Badan Usaha yang pindah asosiasi harus membuat surat pernyataan pengunduran diri dan disampaikan kepada Asosiasi sebelumnya di tempat domisilinya dengan tembusan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah.36 – (2) (3) (4) (5) (6) (7) (2) (3) . Blanko SBU yang telah diisi dengan benar dan dicetak melalui STI-LPJK Nasional akan muncul kode barcode yang hanya diketahui oleh LPJK Nasional. SBU dari asosiasi yang lama dinyatakan tidak berlaku dan diserahkan kepada LPJK. dan pada blanko SBU tersebut diberi pengamanan cetakan atau security printing berupa logo LPJK pada setiap seri pencetakan. Pasal 49 (1) Blanko SBU dicetak oleh LPJK Nasional. maka SBU dinyatakan tidak sah. Pada blanko SBU bagi Asosiasi Terakreditasi tercetak logo LPJK di halaman depan pojok kiri atas dan logo asosiasi dalam bentuk stiker ditempel di halaman belakang pojok kanan atas. LPJK Nasional/LPJK Daerah dan Asosiasi bertanggung jawab atas beban biaya pencetakan blanko SBU yang dipergunakannya. Proses untuk mendapatkan SBU baru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a mengikuti ketentuan Pasal 39 ayat (4). Badan Usaha yang telah memiliki SBU dari satu Asosiasi dan kemudian pindah ke Asosiasi Terakreditasi maupun ke Asosiasi belum Terakreditasi. Blanko sertifikat yang didistribusikan oleh LPJK Nasional kepada LPJK Daerah dan Asosiasi. harus dipertanggungjawabkan penggunaannya oleh LPJK Daerah/Asosiasi. Badan Usaha yang pindah asosiasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam proses sertifikasi untuk mendapatkan SBU baru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus menyertakan surat pernyataan di atas materai yang menyatakan bahwa Badan Usaha tersebut tidak mempunyai kewajiban keuangan kepada Asosiasi sebelumnya. b. diatur sebagai berikut : a.g.

Formulir isian permohonan pindah asosiasi. formatnya tidak boleh diubah dan harus dilengkapi dengan lampiran data pendukungnya. tidak ada tanggapan dari Asosiasi lamanya maka SBU baru dapat dianggap tidak ada masalah dan dapat diterbitkan. BPRU Nasional/BPRU Daerah melakukan klarifikasi terhadap perbedaan tersebut kepada BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD. maka yang dinyatakan benar adalah data yang terdapat dalam STI-LPJK Nasional. mengeluarkan surat keterangan tidak dikenakan sanksi dan masuk dalam daftar hitam LPJK. Badan Usaha yang pindah asosiasi harus menyerahkan kembali data badan usahanya secara lengkap dalam bentuk mengisi formulir isian dan soft copy dengan melampirkan Surat Pernyataan Pengunduran Diri dari Asosiasi lamanya sebagaimana tercantum dalam Lampiran 16 kepada Asosiasi barunya. maka BPRU Nasional/BPRU Daerah harus memperbaiki data STI-LPJK Nasional. Apabila ternyata di kemudian hari terbukti surat pernyataan Badan Usaha tidak benar. f. dan apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah surat disampaikan. huruf b dan huruf c ditetapkan dalam bentuk sebagaimana tercantum dalam Lampiran 17. dan apabila dari hasil klarifikasi data yang terdapat di STI-LPJK Nasional adalah data yang benar. LPJK dapat mencabut SBU yang dimilikinya.37 – . Bilamana diperlukan klarifikasi atas perbedaan data sebagaimana dimaksud pada ayat (2). c. BAB VI KETENTUAN PELENGKAP Bagian Pertama Penggunaan STI-LPJK Nasional dan Data Registrasi Badan Usaha Pasal 51 (5) (6) (7) (1) STI-LPJK Nasional dapat digunakan untuk : a. Pada dasarnya jika terjadi perbedaan data yang ada antara STI-LPJK Nasional dan SBU. mengeluarkan surat keterangan telah memberikan laporan perolehan pekerjaan. Surat Keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. maka SBU harus diganti sesuai dengan prosedur penerbitan SBU. Lampiran 18 dan Lampiran 19 dengan masa berlaku selama satu bulan sejak tanggal dikeluarkan.(4) Surat pernyataan tersebut dapat diklarifikasikan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah kepada asosiasi lamanya sebelum diterbitkannya SBU baru. mengeluarkan surat keabsahan Registrasi. memberikan informasi tentang proyek yang sedang dan telah dikerjakan oleh Badan Usaha. mengeluarkan surat keterangan kebenaran data Badan Usaha d. menampilkan data Badan Usaha untuk menyeleksi peserta pelelangan. e. (2) (3) (4) . namun sebaliknya apabila data yang terdapat di STI-LPJK Nasional adalah data yang tidak benar. b.

b Klasifikasi usaha yang terdiri atas bidang/subbidang dan layanan/sublayanan pekerjaan . dengan memasukkan nama Badan Usaha atau NRBU. secara periodik setiap 3 (tiga) bulan sekali dan berlaku untuk seluruh wilayah Republik Indonesia. Hanya Badan Usaha yang tercantum dalam DRBU yang dapat mengikuti pengadaan jasa konstruksi. dapat diperoleh melalui situs LPJK dalam bentuk surat keterangan Registrasi yang diberi nomor kode khusus oleh STI-LPJK Nasional. DRBU disusun atas dasar wilayah kerja operasional dengan urutan : a Daerah Kabupaten/Kota dimana Badan Usaha berdomisili . b mengetahui klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha . dan surat keterangan tersebut berlaku untuk dapat dipergunakan selama satu bulan sejak diterbitkannya tanpa perlu ditandatangani oleh pejabat LPJK serta keabsahan surat keterangan tersebut dapat dibuktikan dengan cara memasukkan nomor kode khusus tersebut ke dalam situs LPJK. Data Badan Usaha dalam DRBU dapat digunakan sebagai acuan oleh pengguna jasa dalam pengadaan jasa konstruksi di wilayah Republik Indonesia. dan DRBU tersebut selambatlambatnya disampaikan 1 (satu) bulan setelah diterbitkan sebagaimana diatur pada ayat (2). dan surat keterangan tersebut dapat digunakan untuk melengkapi data Badan Usaha dalam SBU.Bagian Kedua DRBU dan Penggunaannya Pasal 52 (1) (2) DRBU berisi data Badan Usaha yang telah memiliki SBU yang diterbitkan oleh LPJK berdasarkan domisilinya. DRBU sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang diterbitkan oleh LPJK Nasional disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum. dalam hal diperlukan. c acuan Pengguna Jasa untuk menghitung Sisa Kemampuan Dasar (KD) bagi Badan Usaha kualifikasi Gred 3 dan kualifikasi Gred 4 nasional. Data Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2). berisikan data Badan Usaha yang terdapat dalam database STI-LPJK Nasional.38 – (3) (4) (5) (6) (7) (2) (3) . Pasal 53 (1) DRBU dapat digunakan untuk : a mengetahui domisili Badan Usaha . c Kualifikasi usaha. dan dimuat dalam database STI-LPJK Nasional. . DRBU diterbitkan dalam bentuk sebagaimana tercantum dalam Lampiran 20. DRBU dalam bentuk tercetak diterbitkan oleh LPJK Nasional untuk lingkup nasional dan oleh LPJK Daerah untuk lingkup wilayah masing-masing. Pengguna jasa dan Badan Usaha dapat memperoleh data status terakhir Badan Usaha yang tercantum dalam DRBU melalui STI-LPJK Nasional. dan yang diterbitkan oleh LPJK Daerah disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Gubernur dalam wilayah masing-masing serta LPJK Nasional.

Yang pertama selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja setelah memperoleh pekerjaan (SPK atau kontrak). dengan menggunakan Formulir LP-02 dan Formulir LP-03 sebagaimana tercantum dalam Lampiran 24. Data perolehan pekerjaan suatu Badan Usaha yang terdapat dalam situs LPJK dapat dikeluarkan tercetak berupa DPP Badan Usaha dengan bentuk sebagaimana tercantum dalam Lampiran 22. LPJK Daerah harus mengumumkan secara berkala setiap 6 (enam) bulan rekapitulasi DPP Badan Usaha dalam tahun berjalan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi balik. satu kali yaitu selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah serah terima pertama pekerjaan kepada pengguna jasa dengan menggunakan Formulir LP-01 sebagaimana tercantum dalam Lampiran 24. b. Setiap Badan Usaha yang memperoleh pekerjaan harus melaporkan kepada LPJK dengan menggunakan bentuk laporan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 21 sebagai berikut : a. . dengan menggunakan bentuk laporan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 23. Yang kedua selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah serah terima pertama pekerjaan kepada pengguna jasa. Bagi Badan Usaha kualifikasi Gred 2. (2) (3) (4) Setiap kali Badan Usaha memperoleh pekerjaan baru. . Bagi Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi melalui BSLN/BSLD yang selanjutnya BSLN/BSLD tersebut memasukkannya ke situs LPJK. yang dimuat dalam database STILPJK Nasional. dengan menggunakan Formulir LP-01 sebagaimana tercantum dalam Lampiran 24. harus menambahkan datanya ke dalam DPP. dimana masyarakat dapat melaporkan jika ada data yang tidak benar. b.(4) Badan Usaha yang karena sesuatu hal tidak bisa mendapatkan surat keterangan Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) melalui situs LPJK. Pasal 55 Kewajiban melaporkan perolehan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (2) dilakukan sebagai berikut : a. dapat meminta surat keterangan Registrasi tersebut kepada LPJK Daerah. atau melalui cabang Asosiasi di tingkat kabupaten/kota dimana Badan Usaha tersebut menjadi anggotanya tanpa dipungut biaya.39 – (5) (1) 2. Bagi Badan Usaha anggota Asosiasi Terakreditasi melalui BSAN/BSAD yang selanjutnya BSAN/BSAD tersebut memasukkannya ke situs LPJK. 2 (dua) kali yaitu : 1. Bagian Ketiga Daftar Perolehan Pekerjaan (DPP) dan Laporan Badan Usaha Pasal 54 (1) Daftar Perolehan Pekerjaan untuk selanjutnya disebut DPP adalah himpunan daftar pengalaman pekerjaan yang diperoleh dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir dari Badan Usaha yang telah memiliki SBU. Bagi Badan Usaha kualifikasi Gred 3 dan Gred 4 nasional pemegang kontrak utama.

. Untuk Badan Usaha bukan pemegang kontrak utama (subkontrak). Bilamana laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diragukan kebenarannya. dimaksudkan agar penyelenggaraan sertifikasi sesuai dengan Peraturan ini. Evaluasi penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh BPRU Nasional untuk tingkat nasional dan BPRU Daerah untuk tingkat daerah. setelah memperoleh klarifikasi dari BPRU Nasional/BPRU Daerah akan diberikan Nomor Kode Pekerjaan Konstruksi (NKPK) oleh STI-LPJK Nasional. Bilamana Badan Usaha telah menyampaikan laporan kepada BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (2). BPRU Nasional/BPRU Daerah dapat meminta kepada Badan Usaha yang bersangkutan untuk memperlihatkan kontrak pekerjaan aslinya atau melakukan klarifikasi kepada pengguna jasa pemberi pekerjaan. satu kali yaitu selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah serah terima pertama pekerjaan kepada pemegang kontrak utama dengan menggunakan Formulir LP04 sebagaimana tercantum dalam Lampiran 24. yang pemberian nomornya sebagaimana tercantum dalam Lampiran 25. BAB VII EVALUASI PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI Bagian Pertama Pelaksanaan Evaluasi Pasal 56 (1) (2) Evaluasi penyelenggaraan sertifikasi dilaksanakan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah sesuai dengan kewenangannya. maka LPJK akan memberikan sanksi kepada BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD yang bersangkutan. dan kemudian LPJK menerima pengaduan dari Badan Usaha tersebut. Bilamana pekerjaan terlambat dilaporkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan telah dilakukan serah terima pekerjaan yang kedua. namun BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD tidak memasukannya kedalam situs LPJK.40 – (3) (4) (5) (3) (2) . maka pekerjaan tersebut tetap diberi NKPK dari STI-LPJK Nasional dan kepada Badan Usaha dikenakan sanksi peringatan atas keterlambatan melaporkan perolehan pekerjaannya. (2) Setiap pekerjaan yang dilaporkan oleh Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup laporan kegiatan mengenai penyelenggaraan sertifikasi selama 1 (satu) tahun.c. Bagian Kedua Tata Cara Evaluasi Pasal 57 (1) BPRU Nasional/BPRU Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (2) menilai laporan tahunan yang dibuat oleh BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD mengenai penyelenggaraan sertifikasi nasional.

Pasal 59 (1) Audit data Badan Usaha adalah pemeriksaan kembali data Badan Usaha yang dimasukkan dalam STI-LPJK Nasional. Bagian Keempat Pengawasan Pelaksanaan Sertifikasi Pasal 60 (1) Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sertifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 dengan kewenangan : a. atas penyimpangan dalam pelaksanaan Sertifikasi yang dilakukan. Bilamana dari hasil audit data ditemukan kesalahan yang dilakukan oleh Badan Usaha. atau dilakukan oleh LPJK Nasional/LPJK Daerah dan hasilnya dilaporkan kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah. dilaksanakan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah. maka LPJK Nasional/LPJK Daerah akan memberikan sanksi kepada Badan Usaha atau BSLN/BSAN atau BSLD/BSAD yang bersangkutan sesuai dengan bentuk kesalahannya. Pengawasan terhadap pelaksanaan Sertifikasi yang dilakukan oleh BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b. Evaluasi penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan untuk melakukan penilaian atas kinerja BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD. atau BSLN/BSAN atau BSLD/BSAD. mengusulkan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional untuk pemberian sanksi kepada BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD.(3) (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaporkan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah pada setiap bulan Januari. melakukan pengawasan atas pelaksanaan sertifikasi yang dilakukan oleh BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD. dan peninjauan kembali atas klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha dalam SBU. Hasil audit data dijadikan dasar untuk meng-update database bila terjadi perubahan data pada Badan Usaha. (2) (3) (4) (2) . Bagian Ketiga Audit Data Registrasi Pasal 58 Audit data Registrasi merupakan audit internal yang dilakukan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/Dewan Pengurus LPJK Daerah. Audit data Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan hanya bilamana diperlukan oleh BSLN/BSAN dan BSLD/BSAD. b.41 – .

Surat Peringatan sebagaimana dimaksud dalam huruf c adalah merupakan Surat Peringatan pertama dan terakhir. Pasal 62 Sanksi atas pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 dikenakan kepada Badan Usaha yang memiliki SBU. e. Surat Peringatan b. . Untuk pelanggaran sedang dikenakan dalam 2 (dua) kali Surat Peringatan c.BAB VIII SANKSI Bagian Pertama Pemberi Sanksi dan Yang Dikenakan Sanksi Pasal 61 (1) Dewan Pengurus LPJK Nasional/Dewan Pengurus LPJK Daerah memberikan sanksi kepada Badan Usaha yang melakukan pelanggaran atas ketentuan dalam Peraturan ini. Untuk setiap tahapan Surat Peringatan tersebut huruf a dan b. Untuk pelanggaran ringan dikenakan dalam 3 (tiga) kali Surat Peringatan b. dan selanjutnya bilamana batas 2 (dua) kali Surat Peringatan untuk pelanggaran sedang tidak dipatuhi maka pelanggaran tersebut akan dimasukan dalam kategori pelanggaran berat. Bagian Kedua Jenis.42 – (2) (2) . Untuk pelanggaran berat dikenakan dalam 1 (satu) kali Surat Peringatan d. f. Asosiasi dapat memberikan sanksi organisasi kepada Badan Usaha anggota asosiasi yang mendapat sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Badan Usaha diberi waktu 30 (tiga puluh) hari untuk mematuhi teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan sebelumnya. Dalam hal tidak dipatuhinya batas 3 (tiga) kali Surat Peringatan untuk pelanggaran ringan maka pelanggaran tersebut akan dimasukan dalam kategori pelanggaran sedang yang pertama. Pencabutan SBU c. Kategori dan Mekanisme Sanksi Paragraf 1 Jenis Sanksi Pasal 63 (1) Jenis sanksi ditetapkan sebagai berikut : a. Masuk dalam Daftar Hitam LPJK Surat Peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikeluarkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/Dewan Pengurus LPJK Daerah sebagai berikut : a.

Setiap surat pencabutan SBU yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah kepada Badan Usaha ditembuskan kepada asosiasi dimana Badan Usaha tercatat sebagai anggota untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan. Pencabutan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah berdasarkan usulan BPRU Nasional/ BPRU Daerah.(3) (4) Setiap Surat Peringatan ditembuskan kepada asosiasi dimana Badan Usaha tercatat sebagai anggota untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan. Dewan Pengurus LPJK Nasional terhadap SBU yang diterbitkan oleh BSLN/BSAN. atau . setelah dalam waktu 30 (tiga puluh) hari teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan untuk kategori pelanggaran berat tidak dipatuhi. dan bilamana diperlukan asosiasi dapat mengenakan sanksi organisasi.43 – . atau b. Badan Usaha mempekerjakan tenaga kerja warga negara asing yang tidak memiliki sertifikat keahlian yang diregistrasi oleh LPJK Nasional dan/atau kompetensinya tidak sesuai dengan jabatan pekerjaannya . dikategorikan sebagai berikut : a. b. Data administrasi identitas Badan Usaha dalam dokumen yang diserahkan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah ternyata tidak benar . c. Contoh bentuk Surat Peringatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 26 dan contoh Surat Pencabutan SBU sebagaimana tercantum dalam Lampiran 27 dan Lampiran 28. Keputusan pencabutan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikeluarkan oleh a. Paragraf 2 Kategori Pelanggaran Pasal 64 (5) (6) (7) (8) (1) Pelanggaran yang dilakukan oleh Badan Usaha pemilik SBU. atau c. Pelanggaran Ringan Pelanggaran Sedang Pelanggaran Berat (2) Pelanggaran Ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikenakan bilamana terjadi hal-hal sebagai berikut : a. b. Sanksi terhadap Badan Usaha dicatat dalam database Badan Usaha tersebut dalam STI-LPJK Nasional. PJBU/PJT/PJB/PJL yang dipersyaratkan tidak bekerja pada Badan Usaha sesuai dengan data yang ada dalam STI-LPJK Nasional dan/atau terbukti merangkap jabatan pada Badan Usaha lain dengan usaha sejenis di bidang jasa konstruksi . Dewan Pengurus LPJK Daerah terhadap SBU yang diterbitkan oleh BSLD/BSAD.

PJT. atau Badan Usaha dilaporkan oleh asosiasinya telah pindah ke asosiasi lain tanpa memberitahukan pengunduran diri dari asosiasi lamanya . dalam batas waktu yang ditetapkan dalam Pasal 55 ayat (1) . melalui Asosiasi bagi yang asosiasinya telah terakreditasi atau langsung kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah bagi yang asosiasinya belum terakreditasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (2). f. telah menerima Surat Peringatan pelanggaran sedang yang kedua. f. e. namun dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkannya Surat Peringatan tersebut Badan Usaha tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tertera dalam isi Surat Peringatan tersebut. bilamana Badan Usaha : a. atau c. dilaporkan oleh asosiasinya telah melanggar kode etik asosiasi untuk yang kedua kalinya . (3) Badan Usaha tidak melaporkan perolehan pekerjaan maupun penyelesaian pekerjaannya kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah. PJB dan PJL . atau Badan Usaha tidak langsung mengganti PJT/PJB/PJL yang keluar atau berhenti dari Badan Usaha tersebut dan/atau tidak melaporkan penggantinya kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah. terbukti meminjamkan SBU-nya kepada Badan Usaha lain untuk digunakan dalam pelelangan/mendapatkan pekerjaan . telah menerima 3 (tiga) kali Surat Peringatan pelanggaran ringan atau Surat Peringatan pelanggaran sedang yang pertama. Badan Usaha tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam isi Surat Peringatan tersebut . atau Badan Usaha tidak memberikan data dan/atau klarifikasi yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan oleh LPJK Nasional/LPJK Daerah atas pengaduan yang masuk ke LPJK Nasional/LPJK Daerah dalam batas waktu yang ditetapkan . atau Badan Usaha tidak menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku di tempat kegiatan konstruksi . h.44 – (4) . g. Pelanggaran Berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. atau Badan Usaha dilaporkan oleh asosiasinya tidak menyelesaikan kewajiban keuangannya kepada asosiasinya . tidak melaporkan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah atau tidak mengajukan penggantian SBU-nya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah ada perubahan pada data Badan Usaha. atau . j. terbukti telah mempekerjakan tenaga Pegawai Negeri Sipil sebagai PJBU. atau b.d. namun dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkannya Surat Peringatan tersebut. atau Badan Usaha dilaporkan oleh asosiasinya telah melanggar kode-etik asosiasi. atau e. atau Badan Usaha yang melaksanakan pekerjaan keteknikan tidak dilengkapi dengan PJT. atau d. k. melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan klasifikasi dan atau kualifikasi usaha yang dimilikinya . PJB dan PJL tanpa seijin dari instansi Pemerintah yang bersangkutan. Pelanggaran Sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. i. bilamana Badan Usaha : a.

Pasal 64 ayat (2) huruf a. h dan i selama 60 (enam puluh) hari dan sanksi pelanggaraannya dinaikkan menjadi kategori pelanggaran sedang. Paragraf 3 Tata Cara Pengenaan Sanksi Pasal 65 (1) Badan Usaha yang terkena sanksi pelanggaran ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) dan telah menerima 3 (tiga) kali Surat Peringatan tetapi tidak juga mematuhi teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan tersebut. g. d dan e dan telah menerima 2 (dua) kali Surat Peringatan tetapi tidak juga mematuhi teguran yang tercantum dalam isi surat peringatan tersebut. atau terbukti memalsukan surat keabsahan Registrasi. c. c. yang menyebabkan penetapan klasifikasi maupun kualifikasi usahanya tidak benar . d.b. Badan Usaha yang terkena pelanggaran berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) huruf a dan telah menerima surat peringatan tetapi tidak juga mematuhi teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan tersebut dikenakan sanksi pencabutan SBU. terbukti memalsukan pengalaman pekerjaan dan/atau memasukkan data pengalaman dan/atau data keuangan dan/atau data personalia yang tidak benar. (2) (3) (4) . k. dilaporkan oleh asosiasinya telah melanggar kode etik asosiasi untuk yang ketiga kalinya. dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti proses pengadaan selama 60 (enam puluh) hari terhitung sejak dikeluarkannya surat pengenaan sanksi dan sanksi pelanggaraannya dinaikkan menjadi kategori pelanggaraan berat. dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti proses pengadaan terhitung sejak dikeluarkannya surat pengenaan sanksi untuk : a. b. Badan Usaha yang terkena sanksi pelanggaran sedang sebagaimana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) huruf b. l dan m selama 30 (tiga puluh) hari dan sanksi pelanggaraannya dinaikkan menjadi kategori pelanggaran sedang. atau terbukti memiliki lebih dari satu SBU untuk kualifikasi berbeda. b. f.45 – . e. yang tidak sama dengan SBU aslinya. atau klasifikasi yang sama dengan c. Badan Usaha yang terkena pelanggaran berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) salah satu dari huruf b sampai dengan g dikenakan sanksi pencabutan SBU. yang diterbitkan oleh STI-LPJK Nasional . atau terbukti memperoleh SBU dengan cara melanggar hukum. Pasal 64 ayat (2) huruf f. j. g. surat keterangan tidak sedang dikenakan sanksi dan surat keterangan telah melaporkan perolehan pekerjaan. d. atau terbukti mengubah klasifikasi dan atau kualifikasi usaha dalam rekaman SBU atau rekaman turunan SBU-nya. e.

atau f. dapat mengajukan peninjauan kembali sanksi tersebut kepada Dewan Pengurus LPJK Daerah dengan mengajukan bukti-bukti pendukungnya. dapat mengajukan peninjauan kembali atas keputusan tersebut kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional dengan mengajukan tambahan bukti-bukti pendukungnya. dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan niaga . dan LPJK Daerah dapat menolak pengajuan keberatan atau menerima pengajuan keberatan dengan membatalkan pengenaan sanksi tersebut. atau c. atau b. terbukti melakukan pengrusakan pada STI-LPJK Nasional. Sanksi pencabutan SBU langsung secara terbatas dikenakan kepada Badan Usaha yang terkena sanksi oleh pengguna jasa pada bidang atau subbidang atau layanan atau sublayanan pekerjaan tertentu pada wilayah tertentu untuk waktu tertentu. atau d. terbukti atas kesalahannya mengakibatkan kegagalan bangunan yang menimbulkan terjadinya korban jiwa .46 – . diputuskan bersalah oleh keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang berkaitan dengan kegiatan usahanya . atau e. LPJK Nasional dapat menolak pengajuan keberatan atau menerima pengajuan keberatan dengan membatalkan pengenaan sanksi tersebut. Badan Usaha yang keberatan terhadap keputusan pemberian sanksi pencabutan SBU oleh Dewan Pengurus LPJK Daerah. atau g. Bagian Ketiga Peninjauan Kembali Pengenaan Sanksi Pasal 67 (1) Badan Usaha yang keberatan terhadap sanksi peringatan yang dikenakan oleh BPRU Daerah. dengan sengaja mengikuti proses pengadaan pada saat sedang menjalani sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak boleh mengikuti pelelangan .Pasal 66 (1) Sanksi pencabutan SBU langsung dikenakan dan tidak melalui proses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 dikenakan terhadap Badan Usaha yang : a. Badan Usaha yang masih keberatan terhadap keputusan Dewan Pengurus LPJK Daerah yang menolak pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). terbukti memalsukan SBU . Keputusan LPJK Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) bersifat final. dan LPJK Nasional dapat menolak pengajuan keberatan atau menerima pengajuan keberatan dengan membatalkan pengenaan sanksi tersebut. dapat mengajukan peninjauan kembali atas keputusan tersebut kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional dengan mengajukan bukti-bukti pendukungnya. terkena sanksi organisasi dari asosiasinya untuk kategori pemberhentian sementara atau pembekuan keanggotaan. (2) (2) (3) (4) .

Penetapan sanksi. . Data personalia Badan Usaha berupa : 1. Nama PJT 3.Bagian Keempat Tata Cara Pemeriksaan Pengaduan SBU Pasal 68 (1) Masyarakat atau pengguna jasa dapat memberi masukan atau pengaduan apabila ditemui ada ketidakbenaran data Badan Usaha yang tercantum dalam STI-LPJK Nasional atau SBU kepada : a. NPWP b. Data administrasi berupa : 1. Masyarakat dan pengguna jasa dapat memberi masukan atau pengaduan apabila ditemui ada ketidakbenaran data Badan Usaha yang tercantum dalam DRBU kepada : a. b. b. Alamat Badan Usaha. Informasi yang terkait dengan perolehan pekerjaan. 2. Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan. LPJK Nasional/LPJK Daerah . dan 2. Pemeriksaan pengaduan. 4. Penerimaan laporan. Nama PJB dan PJL. 3. Asosiasi tingkat nasional/daerah dimana Badan Usaha tersebut menjadi anggotanya. dan LPJK akan menjaga kerahasian pemberi masukan atau pengaduan. LPJK Nasional/LPJK Daerah . Ketidakbenaran data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Asosiasi tingkat nasional/daerah dimana Badan Usaha tersebut menjadi anggotanya. Masukan atau pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang disampaikan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah akan ditindaklanjuti oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah dan yang disampaikan kepada Asosiasi akan ditindaklanjuti oleh BSAN/BSAD adalah yang identitas pemberi masukan/pengaduan jelas dan permasalahan yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkannya. e. Tahapan Penanganan 1. c. Data pengalaman Badan Usaha. Penanganan atas pengaduan dilakukan sebagai berikut : a. d. Perintah Pelaksanaan pemeriiksaan. Nama PJBU 2.47 – (2) (3) (4) (5) . dan 5. Klasifikasi dan/atau kualifikasi usaha. pengaduan dan temuan.

BPRU Nasional/BPRU Daerah dapat meminta klarifikasi terlebih dahulu kepada masyarakat atau pengguna jasa yang menyampaikan pengaduan. BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD dari asosiasi dimana Badan Usaha menjadi anggotanya. dan 66. dillaksanakan berdasarkan Pasal 63. Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang disampaikan kepada Asosiasi. 3. 65.48 – . harus diteruskan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah setelah melakukan klarifikasi selambat-lambatnya dalam 14 (empat belas) hari kerja setelah surat pengaduan diterima.b. Prosedur Penanganan Pengaduan 1. Setiap pengaduan yang masuk kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2). melaporkannya kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah. Penugasan Pemeriksaan Setelah pengaduan diterima oleh LPJK Nasional/LPJK Daerah. Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). akan ditangani oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah dengan mencatat pengaduan. Untuk kebutuhan pemeriksaan. pengaduan atau temuan Masyarakat atau pengguna jasa dapat melaporkan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah tentang data Badan Usaha yang tidak benar. 5. . Bilamana diperlukan BPRU Nasional/BPRU Daerah dapat meminta keterangan tambahan kepada pihak lain yang terkait dengan masalah yang diadukan. Penerimaan laporan. Pemeriksaan pengaduan 1. 3. 2. maka Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah segera menerbitkan Surat Penugasan Pemeriksaan kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah. c. memberi nomor urut pengaduan dan setelah melakukan klarifikasi. f Penetapan Sanksi Penetapan Sanksi atas pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh badan usaha. e. Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada huruf b angka 3) dituangkan dalam Berita Acara Hasil Pemeriksaan dengan dikonfirmasikan kepada BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD yang menyelenggarakan klasifikasi dan kualifikasi usaha dan selanjutnya disampaikan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah. harus berbentuk surat resmi beserta lampirannya. 64. Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah dalam melakukan pemeriksaan kepada Badan Usaha yang diadukan dapat menyertakan BPRU Nasional/BPRU Daerah. d. 2. 4.

untuk wilayah kerja tertentu. b. harus tercantum rincian kategori pelanggaraan dan kriteria sanksi yang dapat dikenakan kepada anggotanya. Pasal 70 Badan Usaha yang dikenakan sanksi oleh LPJK Nasional/LPJK Daerah ditayangkan dalam STI-LPJK Nasional. selama kurun waktu tertentu . maka yang berlaku adalah ketentuan yang terdapat dalam Peraturan ini. atau dikenakan sanksi oleh pengguna jasa tidak boleh mengikuti pelelangan dan/atau melaksanakan kegiatan konstruksi tertentu.49 – . maka Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah akan memberikan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan kepada BSLN/BSLD atau kepada BSAN/BSAD tersebut. (2) (3) (4) (5) . Bagian Kelima Daftar Hitam LPJK Pasal 69 h Badan Usaha yang dapat dimasukkan dalam Daftar Hitam LPJK bila : a. Dalam petunjuk pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c.g Bilamana hasil pemeriksaan menunjukkan terjadinya pelanggaran dengan sepengetahuan BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD. Asosiasi harus melakukan sosialisasi kepada anggotanya tentang Peraturan ini dan petunjuk pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Petunjuk pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diserahkan kepada LPJK Nasional dan LPJK Daerah. atau Tidak memiliki SBU tetapi terbukti mengikuti proses pengadaan atau bahkan melaksanakan pekerjaan konstruksi. Dalam hal ketentuan petunjuk pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbeda dengan Peraturan ini. terbukti menyalahi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh proses penanganan pengaduan harus diselesaikan selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak penugasan pemeriksaan dikeluarkan. BAB IX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 71 (1) Asosiasi Terakreditasi harus membuat petunjuk pelaksanaan klasifikasi dan kualifikasi bagi anggotanya sebagai petunjuk pelaksanaan yang lebih rinci yang mengacu dan tidak boleh bertentangan dengan Peraturan ini.

Konversi klasifikasi usaha sebagaimana tercantum dalam Lampiran 29. dan Peraturan LPJK Nomor 12 Tahun 2006. dan kepada BSLN/BSLD bagi Asosiasi belum Terakreditasi. maka Badan Usaha dapat mengajukan subbidang pekerjaan atau sublayanan pekerjaan sebanyak-banyaknya sebagaimana tercantum dalam Lampiran 3 dengan kualifikasi usaha tetap mengikuti konversi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 30. Bilamana dalam konversi klasifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (3). secara bersamaan dapat mengajukan tambahan atau pengurangan klasifikasi usaha. ke dalam bentuk klasifikasi dan kualifikasi usaha yang ditetapkan berdasarkan Peraturan ini. dapat mengajukan Registrasi untuk tahun 2008 melalui asosiasinya dan meneruskan kepada BSAN/BSAD bagi Asosiasi Terakreditasi. dengan tetap mengacu kepada Pasal 10 dan Pasal 11. Badan Usaha yang telah memiliki SBU dengan klasifikasi dan kualifikasi usahanya mengikuti ketentuan dalam Surat Keputusan Dewan LPJK Nasional Nomor 200/KPTS/LPJK/D/XI/2003. Tata cara dan persyaratan untuk tambahan atau pengurangan klasifikasi usaha. maka untuk subbidang atau sublayanan tersebut diberikan dengan kualifikasi satu Gred di bawahnya. dan/atau peningkatan atau penurunan kualifikasi berdasarkan klasifikasi dan kualifikasi usaha sebagaimana yang ditetapkan dalam konversi pada Pasal 72 ayat (1). b. Pasal 73 (1) Badan Usaha yang mengajukan Registrasi dengan konversi klasifikasi dan kualifikasi usaha untuk tahun 2008. dan Peraturan LPJK Nomor 12 Tahun 2006.50 – . Pasal 74 (1) Registrasi SBU tahun 2008 dilakukan dengan memperhatikan Peraturan LPJK Nomor 01/LPJK Tahun 2007 tentang Perpanjangan Masa Berlaku SBU Jasa Konstruksi Tahun 2007. (2) (3) (4) (2) .BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 72 (1) Konversi adalah perubahan klasifikasi dan kualifikasi usaha dari yang ditetapkan berdasarkan ketentuan dalam Surat Keputusan Dewan LPJK Nasional Nomor 200/KPTS/LPJK/D/XI/2003. dengan ketentuan Badan Usaha harus memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan pada subbidang atau sublayanan pekerjaan yang diajukannya. dengan mengikuti ketentuan sebagai berikut : a. terdapat lebih dari satu subbidang pekerjaan atau sublayanan pekerjaan dari klasifikasi usaha sebelumnya. terdapat subbidang atau sublayanan pekerjaan dimana Badan Usaha belum mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan tersebut. dan/ atau peningkatan atau penurunan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan mengikuti ketentuan sebagaiamana dimaksud dalam Pasal 40 dan Pasal 41. Konversi kualifikasi usaha sebagaimana tercantum dalam Lampiran 30. Bilamana dalam konversi klasifikasi usaha sebagaimana tercantum dalam Lampiran 29.

Permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf a. Ketua Asosiasi. BAB XI PENUTUP Pasal 75 (1) (2) Hal-hal yang belum di atur atau belum cukup di atur dalam Peraturan ini. Malkan Amin Ketua Umum . d. di atur lebih lanjut oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional. Ketua BPRU Nasional/Ketua BPRU Daerah mengesahkan SBU setelah sebelumnya dilakukan approval oleh admin LPJK Nasional/LPJK Daerah. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 11 Januari 2008 DEWAN PENGURUS LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL (3) H. c. Setelah ditandatangani oleh Ketua BSAD/BSAN. Setelah ditandatangani asesor dan pemutus. BSAD/TVVD mengajukan persetujuan proses registrasi kepada BSAP/TVVN-nya masing-masing. tidak perlu menyertakan berkas dokumen Badan Usaha. maka apabila mengajukan permohonan Registrasi tahun 2008 harus menyelesaikan kewajiban biaya Registrasi tahun-tahun sebelumnya.51 – Dadan Krisnandar Sekretaris Umum . maka Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 12 Tahun 2006 dinyatakan tidak berlaku lagi. b. (3) Badan Usaha yang telah memiliki SBU tahun 2006 namun pada tahun 2007 tidak melakukan Registrasi.M. f. e. Peraturan tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Dengan ditetapkannya Peraturan tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi ini. dan Ketua Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang perusahaan. Asosiasi dapat langsung mencetak berita acara secara on line melalui LPJK setelah perubahan data diperbaharui melalui proses klarifikasi LPJK Nasional/ LPJK Daerah. Badan Usaha mengajukan permohonan Registrasi tahun 2008 melalui Asosiasi masing-masing dan wajib melampirkan print out data penilaian sendiri (Self Assessment Data/SAD).(2) Badan Usaha yang telah memiliki SBU tahun 2007 yang akan mengurus SBU tahun 2008 bila tidak terjadi perubahan klasifikasi maupun kualifikasi antara permohonan Registrasi tahun 2008 dengan SBU tahun 2007 dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut : a. BSAN/TVVN/BSAD/TVVD mencetak SBU setelah mendapat persetujuan.

dengan klien. karakter utama dari proyek. perkiraan biaya untuk pengembangan lahan (land development). jasa restorasi bangunan. tinjauan iklim dan lingkungan. ini dapat berupa nasehat yang berkaitan dengan cara untuk melaksanakan pemeliharaan.1 . penentuan maksud. • jasa penyiapan sket termasuk rencana lantai. rencana lokasi dan pandangan luar . yang memuat gambar dan spesifikasi tertulis yang cukup detil untuk submisi tender dan konstruksi. dsb penyiapan peta lokasi. • jasa lainnya yang mempengaruhi keaslian rancangan dan konstruksi sebuah proyek. nasehat dan rekomendasi yang berkaitan dengan masalah arsitektural dan hal yang terkait. yang memuat ilustrasi yang lebih akurat tentang konsep disain berupa rencana lokasi. • jasa pembuatan rancangan. Jasa nasihat/pra-disain mencakup kegiatan : • jasa bantuan. kendala biaya. dan fasilitas seperti pejalan kaki. struktur. • jasa disain akhir. kebutuhan hunian (okupansi). Disain dan Administrasi Kontrak Arsitektural Jasa ini meliputi pekerjaan pra-disain/disain arsitektural untuk bangunan dan struktur lain. kebutuhan ruang. sistem mekanikal dan elektrikal dan perkiraan biaya konstruksi. Jasa disain dan administrasi kontrak meliputi : • jasa rancangan skema yang berupa penentuan. Jasa ini mencakup pekerjaan/kegiatan : • • • • jasa perancangan dan disain lansekap estetik untuk taman. renovasi. dan nasehat ahli pada klien pada saat undangan dan pengumuman tender. • jasa studi awal mengenai filosofi lokasi. bentuk. spesifikasi. maksud pembangunan. bahan yang harus digunakan. • Jasa ini tidak perlu berkaitan dengan proyek konstruksi baru.LAMPIRAN 1 TABEL KLASIFIKASI BIDANG/SUBBIDANG DAN LAYANAN/SUBLAYANAN JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI PERENCANAAN KODE (1) 11000 BIDANG (2) ARSITEKTURAL SUB-BIDANG (3) URAIAN (4) 11001 Jasa Nasihat/PraDisain. pagar dan tempat parkir. batasan pembiayaan dan jadwal waktu. atau penilaian kualitas bangunan atau nasehat dalam hal-hal arsitektural lainnya. pepohonan yang akan ditanam. menunjukkan kontur lapangan. skedul disain dan konstruksi. gambar kerja. 11002 Jasa Arsitektural Lansekap Lampiran 1 . lahan komersial dan hunian. analisis pemilihan lokasi. Misalnya.

jasa parsial disain enjiniring. • Tata cara pembongkaran (demolition) bangunan gedung. mekanikal dan elektrikal kesaksian ahli dan kasus-kasus litigasi. pengkajian ekonomi sebuah proyek. termasuk perkiraan pengembangan lahan / pematangan tanah. dekorasi interior termasuk penyempurnaan jendela dan gudang Jasa ini mencakup pekerjaan : jasa penelitian. Jasa ini mencakup kegiatan : • • • • • • • • • • jasa bantuan. nasehat dan rekomendasi yang terkait dengan masalah enjiniring melaksanakan persiapan studi kelayakan teknis dan studi dampak proyek jasa nasehat dan konsultasi enjiniring sebelum penggambaran proyek jasa studi kelayakan. nasehat cara untuk melaksanakan pemeliharaan bangunan. • Tata cara penilaian usia bangunan. Jasa ini meliputi pekerjaan bangunan hunian dan bangunan bukan hunian seperti bangunan industrial. dan jasa restorasi bangunan gedung. Jasa ini tidak berkaitan dengan proyek konstruksi baru dan penambahan bangunan baru. renovasi gedung. nasehat teknis yang terkait dengan instalasi yang ada atau ketika perselisihan muncul jasa penilaian untuk instalasi struktur. komersial atau pertanian. 12000 12001 SIPIL Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Bangunan. studi dampak lingkungan. Dapat berupa penelitian.2 . disain enjiniring struktur. nasehat dan rekomendasi yang berkaitan dengan masalah arsitektural dan hal yang terkait. Lampiran 1 . 11005 Jasa Arsitektur Lainnya • Semua layanan lain yang memerlukan keahlian arsitek. penggambaran draf awal. estetik dan fungsi . • Jasa ini diutamakan berkaitan dengan bangunan yang terkena musibah kebakaran. spesifikasi perencanaan atas pelaksanaan atau spesifikasi pasti atas nama pihak-pihak yang mengikat kontrak. penggambaran disain untuk dekorasi interior. perkembangan proyek.PERENCANAAN KODE (1) 11003 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Desain Interior • • • 11004 Jasa Penilai Perawatan Bangunan Gedung • • URAIAN (4) jasa disain interior seperti perencanaan dan perancangan ruangan interior untuk kebutuhan fisik.

terowongan dan jalan bawah tanah. termasuk perkiraan pengembangan lahan / pematangan tanah. termasuk perkiraan pengembangan lahan / pematangan tanah. bendungan. jalan (roads). landasan pacu jembatan. disain enjiniring struktur. mekanikal dan elektrikal kesaksian ahli dan kasus-kasus litigasi. pengkajian ekonomi sebuah proyek. • • • • • • nasehat teknis yang terkait dengan instalasi yang ada atau ketika perselisihan muncul jasa penilaian untuk instalasi struktur. pengkajian ekonomi sebuah proyek. Jasa ini meliputi pekerjaan jalan bebas hambatan (highways). jalan raya (streets).3 . jasa parsial disain enjiniring. irigasi dan pekerjaan air lainnya Jasa ini mencakup kegiatan : • • • • jasa bantuan. perkembangan proyek. jalan layang. Jasa ini mencakup kegiatan : • • • • jasa bantuan. disain enjiniring struktur. jasa parsial disain enjiniring.PERENCANAAN KODE (1) 12002 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Keairan. saluran air. URAIAN (4) Jasa ini meliputi pekerjaan pelabuhan. perkembangan proyek. nasehat dan rekomendasi yang terkait dengan masalah enjiniring melaksanakan persiapan studi kelayakan teknis dan studi dampak proyek jasa nasehat dan konsultasi enjiniring sebelum penggambaran proyek jasa studi kelayakan. spesifikasi perencanaan atas pelaksanaan atau spesifikasi pasti atas nama pihak-pihak yang mengikat kontrak. studi dampak lingkungan. nasehat teknis yang terkait dengan instalasi yang ada atau ketika perselisihan muncul jasa penilaian untuk instalasi struktur. • • • • • • 12003 Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi. penggambaran draf awal. nasehat dan rekomendasi yang terkait dengan masalah enjiniring melaksanakan persiapan studi kelayakan teknis dan studi dampak proyek jasa nasehat dan konsultasi enjiniring sebelum penggambaran proyek jasa studi kelayakan. penggambaran draf awal. spesifikasi perencanaan atas pelaksanaan atau spesifikasi pasti atas nama pihak-pihak yang mengikat kontrak. studi dampak lingkungan. Lampiran 1 . jalan kereta api. mekanikal dan elektrikal kesaksian ahli dan kasus-kasus litigasi.

nasehat dan rekomendasi yang terkait dengan masalah enjiniring melaksanakan persiapan studi kelayakan teknis dan studi dampak proyek jasa nasehat dan konsultasi enjiniring sebelum penggambaran proyek jasa studi kelayakan. pengatur udara (AC). 13001 Jasa Disain Enjiniring Mekanikal Jasa ini mencakup kegiatan : • • • disain sistem pemanasan. kabel komunikasi dan jalur tenaga (power lines) jarak jauh. mekanikal dan elektrikal kesaksian ahli dan kasus-kasus litigasi. jasa parsial disain enjiniring. spesifikasi perencanaan atas pelaksanaan atau spesifikasi pasti atas nama pihak-pihak yang mengikat kontrak. disain enjiniring struktur. ventilasi.PERENCANAAN KODE (1) 12004 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya URAIAN (4) Jasa ini meliputi pekerjaan pemipaan. pendingin (refrigeration) dan instalasi mekanikal lainnya disain enjiniring akustik dan vibrasi pembangunan prototipe dan disain enjiniring detil Jasa ini mencakup kegiatan jasa nasehat/pra-disain dan disain enjiniring industrial plant dan proses untuk : • • • • • konstruksi pertambangan konstruksi pembangkit tenaga (power plant) fasilitas kimia dan yang terkait konstruksi untuk pabrik (manufaktur) otomatisasi untuk proses industri 13002 Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Industrial Plant dan Proses Lampiran 1 . pengkajian ekonomi sebuah proyek.4 . termasuk perkiraan pengembangan lahan / pematangan tanah. • • • • • • 13000 MEKANIKAL nasehat teknis yang terkait dengan instalasi yang ada atau ketika perselisihan muncul jasa penilaian untuk instalasi struktur. studi dampak lingkungan. fasilitas rekreasi dan olah raga outdoor Jasa ini mencakup kegiatan : • • • • jasa bantuan. pemipaan lokal dan kabel dan pekerjaan yang terkait. penggambaran draf awal. perkembangan proyek.

14000 ELEKTRIKAL 14001 Jasa Disain Enjiniring Elektrikal Jasa ini mencakup kegiatan : sistem ketenagaan. 14002 Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Sistem Kontrol LaluLintas Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjineering Pekerjaan Elektrikal Lainnya TATA LINGKUNGAN Jasa ini mencakup kegiatan : sistem kontrol lalu-lintas mencakup transportasi darat.PERENCANAAN KODE (1) 13003 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Mekanikal Lainnya URAIAN (4) Semua layanan lain yang memerlukan keahlian mekanikal. 15000 15001 Jasa Konsultansi Lingkungan Jasa ini mencakup kegiatan : • • • Air Minum Penyehatan Lingkungan Permukiman Persampahan Lampiran 1 . sistem penyinaran (lighting system). sistem komunikasi dan instalasi listrik lainnya. udara dan laut 14003 Semua layanan lain yang memerlukan keahlian elektrikal. sistem alarm kebakaran.5 .

• termasuk dalam persiapan dan revisi peta berbagai jenis (misal. posisi dan/atau batas bagian permukaan bumi dengan berbagai metoda termasuk transit. kadastral. peta-peta dan sumber informasi lain. topografi. fotogrametri dan survey hidrografi. menggunakan hasil aktifitas survey. membuat tanda hak milik. URAIAN (4) 15003 Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjineering Pekerjaan Tata Lingkungan lainnya Semua layanan lain yang memerlukan keahlian tata lingkungan PERENCANAAN KODE (1) 16000 LAYANAN (2) JASA SURVEY SUB-LAYANAN (3) URAIAN (4) 16001 Jasa Survey Permukaan Jasa survey permukaan ini meliputi : • jasa pengumpulan informasi dalam bentuk. sistem jalan dan jasa lahan dengan tujuan untuk menciptakan dan memelihara pembangunan urban yang sitematik dan terkoordinasi pengkajian ekonomi atas program pembangunan urban. • Catatan : termasuk pembuatan peta analog dan digital (termasuk SIG . jalan. hidrografi). untuk keperluan membuat peta • koleksi data dengan satelit • jasa survey lapangan (land surveying) (misal.Sistem Informasi Geografi) 16002 Jasa Pembuatan Peta Lampiran 1 . kontrol dan pemanfaatan. pemilihan lokasi. planimetri. penandaan batas) Jasa ini meliputi: • jasa pembuatan peta.6 .PERENCANAAN KODE (1) 15002 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Perencanaan Urban Jasa ini mencakup kegiatan : • • jasa pembuatan program yang berkaitan dengan tataguna lahan.

biokimia. termasuk pengkajian sumber air bawah tanah • studi kontaminasi dan manajemen kualitas • jasa enjiniring korosi. termasuk inspeksi. Jasa ini meliputi: • jasa enjiniring geoteknik yang menyediakan informasi bawah tanah (subsurface) bagi para insinyur dan arsitek yang diperlukan untuk disain berbagai proyek • jasa enjiniring air bawah tanah. gravimetri. • terkait dengan lokasi deposit mineral. air. deteksi dan program kontrol korosi • investigasi kegagalan 17001 17002 Jasa Enjiniring Lainnya Lampiran 1 . limbah (rumah tangga dan industri). bahan bakar. mineral. dan metoda survey sub-permukaan lainnya 16004 Jasa Geologi. minyak dan gas dan air bawah tanah dengan mempelajari sifat-sifat bumi dan pembentukkan batuan dan strukturnya. magnetometri.7 . geofisik. Geofisik dan Prospek Lainnya Jasa ini meliputi: • jasa geologi. makanan dan kimia • jasa tes dan analisis yang terkait dengan bidang saintifik seperti mikrobiologi. logam. Kemurnian dan Analisis Jasa ini meliputi: • jasa tes dan analisis untuk sifat-sifat kimia dan biologi bahan seperti udara. dsb. geokimia dan konsultansi saintifik lainnya. 17000 JASA ANALISIS & ENJINIRING LAINNYA Jasa Komposisi.PERENCANAAN KODE (1) 16003 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Survey Bawah Tanah Jasa • • • URAIAN (4) ini meliputi: jasa yang menyediakan informasi pembentukkan sub-permukaan bumi dengan metoda yang berbeda: metoda seismografi. tanah. bakteriologi.

• jalan (roads). • jalan kereta api. dan • bangunan bukan hunian.PENGAWASAN KODE (1) 31000 LAYANAN (2) LAYANAN JASA INSPEKSI TEKNIS Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Bangunan Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • bangunan hunian. • terowongan dan jalan bawah tanah. komersial atau pertanian. jalan layang. 31003 Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Keairan Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • pelabuhan • saluran air. • bendungan. • irigasi dan • pekerjaan air lainnya Lampiran 1 . SUB-LAYANAN (3) URAIAN (4) 31001 31002 Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • jalan bebas hambatan (highways) • jalan raya (streets).8 . • landasan pacu pesawat • jembatan. seperti bangunan industri.

• mencakup bangunan hunian dan bangunan bukan hunian. kabel komunikasi dan jalur tenaga (power lines) jarak jauh. komersial atau pertanian. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain. • pemipaan dan pengkabelan lokal dan pekerjaan yang terkait. Lampiran 1 .PENGAWASAN KODE (1) 31004 LAYANAN (2) SUB-LAYANAN (3) Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya URAIAN (4) Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • pemipaan. seperti bangunan industri. undangan tender. • fasilitas olah raga outdoor dan rekreasi 31005 Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Industrial Plant dan Proses Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • konstruksi pertambangan • konstruksi pembangkit tenaga (power plant) • fasilitas kimia dan yang terkait • konstruksi untuk pabrik (manufaktur) • otomatisasi proses industri Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • sistem kontrol lalulintas transportasi darat.9 . udara dan laut 31006 Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Sistem Kontrol Lalulintas LAYANAN JASA MANAJEMEN PROYEK 32000 32001 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Bangunan Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien.

10 . 32003 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Keairan 32004 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. undangan tender. jalan raya (streets). undangan tender. jalan layang. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. undangan tender. • mencakup : pertambangan. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. konstruksi untuk manufaktur . saluran air. landas pacu pesawat. udara dan laut. Lampiran 1 . termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain. Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. jalan (roads). undangan tender. irigasi dan pekerjaan air lainnya. bendungan. • mencakup : Pelabuhan. jembatan. • mencakup : pemipaan. kabel komunikasi dan jalur tenaga (power lines) jarak jauh. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. terowongan dan jalan bawah tanah. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. undangan tender. konstruksi pembangkit tenaga (power plant).PENGAWASAN KODE (1) 32002 LAYANAN (2) SUB-LAYANAN (3) Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi URAIAN (4) Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. kimia dan fasilitas terkait. 32006 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Sistem Kontrol Lalu Lintas Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. pemipaan lokal dan kabel dan pekerjaan yang terkait olah raga outdoor dan fasilitas rekreasi 32005 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Industrial Plant dan Proses Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. • mencakup : jalan bebas hambatan (highways). jalan kereta api. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain. • mencakup : Sistem kontrol lalu lintas untuk transportasi darat. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain. dan otomatisasi untuk proses industri.

kabel komunikasi dan jalur tenaga (power lines) jarak jauh. .11 .jembatan. irigasi dan pekerjaan air lainnya. jasa disain enjiniring. jasa enjiniring selama konstruksi dan fase instalasi. dan jasa enjiniring lainnya URAIAN (4) Dapat mencakup sebagian atau seluruh pekerjaan : • • konstruksi bangunan hunian dan bangunan bukan hunian seperti bangunan industri. jasa nasehat enjiniring dan jasa pra-disain.PENGAWASAN KODE (1) 33000 LAYANAN (2) LAYANAN JASA ENJINIRING TERPADU SUB-LAYANAN (3) Jasa Enjiniring Terpadu Jasa ini terdiri atas : • • • • • jasa manajemen proyek yang terkait dengan konstruksi. terowongan dan jalan bawah tanah. bendungan. saluran air.pelabuhan. jalan kereta api.pemipaan.otomatisasi untuk proses industri konstruksi sistem kontrol lalu lintas • • Lampiran 1 . .konstruksi untuk manufaktur . konstruksi pekerjaan teknik sipil : . komersial atau pertanian.konstruksi pembangkit tenaga (power plant) .kimia dan fasilitas terkait . . . landas pacu pesawat.pemipaan lokal dan kabel dan pekerjaan yang terkait . jalan layang.olah raga outdoor dan fasilitas rekreasi konstruksi industrial plant dan proses : .jalan bebas hambatan (highways).konstruksi pertambangan . jalan (roads). jalan raya (streets).

SKA Ahli Muda . ≥ 6 tahun.d.dapat dirangkap PJT **) < Rp 200 juta 0 s. .min. . Rp 400 juta - - Gred 3 1 org . File No.Penglm ≥ 6 tahun.LAMPIRAN 2 PERSYARATAN PENETAPAN KUALIFIKASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI GOL USAHA 1 ORANG PERSE ORANG AN PERSONALIA KUALIFIKASI PJBU 2 3 PJT*) 4 PJB/PJL*) 5 6 Pengalaman 6 tahun di proyek konstruksi PENGALAMAN KEKAYAAN BERSIH ( Rp ) 7 BATASAN NILAI Satu Pekerjaan 8 - KETERANGAN 9 mampu melaksanakan pekerjaan beresiko rendah sampai sedang dengan teknologi sederhana sampai madya. ≥ 4 tahun. 400 juta Rp 200 juta s.d. .dapat dirangkap PJBU .Penglm ≥ 4 tahun.Penglm.d.min. dengan total nilai ≥ Rp. SKA Ahli Muda (sesuai jumlah bidang) Pengalaman melaksanakan pekerjaan Gred 3 sesuai subbidangnya selama 7 (tujuh) tahun terakhir. Gred 1 PJBU diri sendiri minimum penglm ≥ 6 thn dan SKA Ahli Muda xxxxx 0 s. E 1 org mampu melaksanakan pekerjaan beresiko rendah sampai sedang dengan teknologi sederhana sampai madya. termasuk pekerjaan dengan biaya dibawah batasan biaya Grednya. dengan total nilai ≥ Rp. ≥ 4 tahun. . .Penglm ≥ 8 tahun. Rp 1 miliar - mampu melaksanakan pekerjaan beresiko sedang dengan teknologi madya.d.SKA Ahli Muda . 1 miliar - > Rp 1 miliar > Rp 400 juta s. .min. S. Rp 50 juta - K E C I L M E N E N G A H B E S A R Gred 2 1 org . **) Disesuaikan dengan batas kualifikasi dan keterangan pada Lampiran 3.d. T 1 org & Bidang M. Catatan : *) PJT dan PJB/PJL dengan latar belakang yang sama/relevan dapat dirangkap.Penglm.SKA Ahli Madya . Rp 1 miliar > Rp 400 juta s. Berbadan Hukum PT. Berbadan Hukum PT. SKA Ahli Muda.Penglm.dapat dirangkap PJBU . 07a . . memiliki NPWP Bidang A.min.min.min. Gred 4 1 org . SKA Ahli Muda (sesuai jumlah bidang) .dapat dirangkap PJT Pengalaman melaksanakan pekerjaan Gred 2 sesuai subbidangnya selama 7 (tujuh) tahun terakhir. tak terbatas - mampu melaksanakan pekerjaan beresiko tinggi dan berteknologi tinggi.

Solok [1304] Kab. Tapanuli Selatan [1204] Kab. Dairi [1211] Kab. Simeulue [1102] Kab. Pasaman [1310] Kab. Aceh Singkil [1103] Kab. Tapanuli Tengah [1205] Kab. Merangin [1503] Kab. Kepulauan Mentawai [1302] Kab. Aceh Besar [1109] Kab. Rokan Hilir [1471] Kota Pekan Baru [1473] Kota Dumai [05] Prop. Jambi [1501] Kab. Aceh Barat Daya [1113] Kab. Tanah Datar [1306] Kab. Lima Puluh Koto [1309] Kab. Nagan Raya [1116] Kab. Sarolangun [1504] Kab. Kerinci [1502] Kab. Solok Selatan [1311] Kab. Mandailing Natal [1203] Kab. Pesisir Selatan [1303] Kab. Aceh Tamiang [1115] Kab. Bener Meriah [1171] Kota Banda Aceh [1172] Kota Sabang [1173] Kota Langsa [1174] Kota Lhokseumawe [02] Prop. Aceh Utara [1112] Kab. Bungo [1571] Kota Jambi 1 [06] Prop. Indragiri Hilir [1404] Kab. Dharmas Raya [1312] Kab. Langkat [1214] Kab. Aceh Barat [1108] Kab. Asahan [1209] Kab. Padang Pariaman [1307] Kab. Tebo [1509] Kab. Toba Samosir [1207] Kab. Samosir [1218] Kab. Bireuen [1111] Kab. Indragiri Hulu [1403] Kab. Kampar [1407] Kab. Aceh Tengah [1107] Kab. Pidie [1110] Kab. Sumatera Utara [1201] Kab. Cianjur . Sawahlunto/Sijunjung [1305] Kab. Kuantan SIngingi [1402] Kab. Pasaman Barat [1371] Kota Padang [1372] Kota Solok [1374] Kota Padang Panjang [1375] Kota Bukittinggi [1376] Kota Payakumbuh [1377] Kota Pariaman [04] Prop. Serdang Bedagai [1271] Kota Sibolga [1272] Kota Tanjung Balai [1273] Kota Pematang Siantar [1274] Kota Tebing Tinggi [1275] Kota Medan [1276] Kota Binjai [1277] Kota Padang Sidempuan [03] Prop. Deli Serdang [1213] Kab. Humbang Hasundutan [1216] Kab. Tapanuli Utara [1206] Kab. Aceh Jaya [1117] Kab. Gayo Lues [1114] Kab. Pakpak Bharat [1217] Kab. Muaro Jambi [1506] Kab. Pelalawan [1405] Kab. Siak [1406] Kab. Agam [1308] Kab. Simalungun [1210] Kab. Rokan Hulu [1408] Kab. Bengkalis [1409] Kab. Batang Hari [1505] Kab. Karo [1212] Kab. Tanjung Jabung Barat [1508] Kab. Aceh Timur [1106] Kab.TABEL 1 DAFTAR KODE KABUPATEN KOTA SELURUH INDONESIA [01] Prop. Aceh Selatan [1104] Kab. Sumatera Selatan [3203] Kab. Nanggroe Aceh Darussalam [1101] Kab. Nias Selatan [1215] Kab. Sumatera Barat [1301]Kab. Labuhan Batu [1208] Kab. Tanjung Jabung Timur [1507] Kab. Riau [1401] Kab. Aceh Tenggara [1105] Kab. Nias [1202] Kab.

Sukoharjo [3312] Kab. Banyuasin [1608] Kab. Tanggamus [1803] Kab. Musi Banyu Asin [1607] Kab. Karanganyar [3314] Kab. Lahat [1605] Kab. Purworejo [3307] Kab. Purwakarta [3215] Kab. Garut [3206] Kab. Indramayu [3213] Kab. Kepulauan Seribu [3171] Kota Jakarta Selatan [3172] Kota Jakarta Timur [3173] Kota Jakarta Pusat [3174] Kota Jakarta Barat [3175] Kota Jakarta Utara [10] Prop. Boyolali [3310] Kab. Tegal [3329] Kab. Sragen [3315] Kab. Bogor [3202] Kab. Brebes 2 [3371] Kota Magelang [3372] Kota Surakarta [3373] Kota Salatiga [14] Prop. Lebong [1708] Kab. Magelang [3309] Kab. Muara Enim [1604] Kab. Ciamis [3208] Kab. Rembang [3318] Kab. Kebumen [3306] Kab. Kudus [3320] Kab. Temanggung [3324] Kab. Sambas . Pemalang [3328] Kab. Rejang Lebong [1703] Kab. Majalengka [3211] Kab. Kalimantan Barat [6101] Kab. Tulang Bawang [1871] Kota Bandar Lampung [1872] Kota Metro [09] Prop. Blora [3317] Kab. Ogan Komering Ulu [1602] Kab. Seluma [1706] Kab. Bandung [3205] Kab. Wonogiri [3313] Kab. Grobogan [3316] Kab. Ogan Komering Ulu Timur [1610] Kab. Purbalingga [3304] Kab. Jawa Tengah [3301] Kab. Bengkulu Selatan [1702] Kab. Ogan Ilir [1671] Kota Palembang [1672] Kota Prabumulih [1673] Kota Pagar Alam [1674] Kota Lubuk Linggau [07] Prop. Lampung Barat [1802] Kab. Jepara [3321] Kab. D K I Jakarta [3101] Kab. Bengkulu [1701] Kab. Kuningan [3209] Kab. Musi Rawas [1606] Kab. Adm. Pekalongan [3327] Kab. Lampung Tengah [1806] Kab. Subang [3214] Kab. Banyumas [3303] Kab. Bengkulu Utara [1704] Kab. Cilacap [3302] Kab. Wonosobo [3308] Kab. Jawa Barat [3201] Kab. Ogan Komering Ilir [1603] Kab. Kaur [1705] Kab. Sukabumi [3204] Kab. Bekasi [3271] Kota Bogor [3272] Kota Sukabumi [3273] Kota Bandung [3274] Kota Cirebon [3275] Kota Bekasi [3276] Kota Depok [3277] Kota Cimahi [3278] Kota Tasikmalaya [3279] Kota Banjar [11] Prop. Pati [3319] Kab. Karawang [3216] Kab. Kepahiang [1771] Kota Bengkulu [08] Prop. Batang [3326] Kab. Way Kanan [1808] Kab. Cirebon [3210] Kab. Ogan Komering Ulu Selatan [1609] Kab. Mukomuko [1707] Kab. Sumedang [3212] Kab. Lampung [1801] Kab. Klaten [3311] Kab. Kendal [3325] Kab. Lampung Selatan [1804] Kab. Banjarnegara [3305] Kab. Semarang [3323] Kab. Lampung Timur [1805] Kab.[1601] Kab. Lampung Utara [1807] Kab. Demak [3322] Kab. Tasikmalaya [3207] Kab.

Katingan [6210] Kab. Kulon Progo [3402] Kab. Bangkalan [3527] Kab. Madiun [3520] Kab. Situbondo [3513] Kab. Barito Selatan [6205] Kab. Sumenep [3571] Kota Kediri [3572] Kota Blitar [3573] Kota Malang [3574] Kota Probolinggo [3575] Kota Pasuruan [3576] Kota Mojokerto [3577] Kota Madiun [3578] Kota Surabaya [3579] Kota Batu [6102] Kab. Blitar [3506] Kab. Sukamara [6207] Kab. Pasuruan [3515] Kab. Kutai Barat [6403] Kab. Jember [3510] Kab. Kalimantan Timur [6401] Kab. Bengkayang [6103] Kab. Seruyan [6209] Kab. Bantul [3403] Kab. Penajam Paser Utara [6471] Kota Balikpapan [7371] Kota Ujung Pandang [7372] Kota Pare-Pare [7373] Kota Palopo [21]. Kediri [3507] Kab. Gresik [3526] Kab. Pulang Pisau [6211] Kab. Bulongan [6408] Kab. Bojonegoro [3523] Kab. Pamekasan [3529] Kab. Lamongan [3525] Kab. Malang [3508] Kab. Trenggalek [3504] Kab. Banyuwangi [3511] Kab.Sulawesi Tenggara . Barito Timur [6213] Kab. Ponorogo [3503] Kab. Tabalong [6310] Kab. Landak [6104] Kab. Malinau [6407] Kab. Pasir [6402] Kab. Hulu Sungai Selatan [6307] Kab. Kutai Timur [6405] Kab. Sintang [6108] Kab. Sleman [3471] Kota Yogyakarta [13] Prop. Tuban [3524] Kab. Gunung Mas [6212] Kab. Nunukan [6409] Kab. Jombang [3518] Kab. Mojokerto [3517] Kab. Probolinggo [3514] Kab. Sampang [3528] Kab. Kotawaringin Barat [6202] Kab. Jawa Timur [3501] Kab. Prop. Sekadau [6110] Kab. Lumajang [3509] Kab. Hulu Sungai Tengah [6308] Kab. Nganjuk [3519] Kab. Kapuas [6204] Kab. Kotawaringin Timur [6203] Kab. Kapuas Hulu [6109] Kab. Kutai [6404] Kab. Ngawi [3522] Kab. Kota Baru [6303] Kab. Murung Raya [6271] Kota Palangka Raya [16] Prop. Berau 3 [6406] Kab. Lamandau [6208] Kab. Kalimantan Selatan [6301] Kab. Kalimantan Tengah [6201] Kab. Tanah Bumbu [6311] Kab. Sidoarjo [3516] Kab. Hulu Sungai Utara [6309] Kab. Gunung Kidul [3404] Kab. Tapin [6306] Kab. Sanggau [6106] Kab. D I Yogyakarta [3401] Kab. Banjar [6304] Kab. Melawi [6171] Kota Pontianak [6172] Kota Singkawang [15] Prop. Balangan [6371] Kota Banjarmasin [6372] Kota Banjar Baru [17] Prop. Bondowoso [3512] Kab. Tulungagung [3505] Kab. Barito Kuala [6305] Kab. Tanah Laut [6302] Kab. Barito Utara [6206] Kab. Ketapang [6107] Kab. Pontianak [6105] Kab.[3374] Kota Semarang [3375] Kota Pekalongan [3376] Kota Tegal [12] Prop. Magetan [3521] Kab. Pacitan [3502] Kab.

Minahasa [7103] Kab. Ngada [5313] Kab. Konawe Selatan [7406] Kab. Soppeng [7313] Kab. Jeneponto [7305] Kab. Ende [5312] Kab. Morowali [7204] Kab. Timor Tengah Utara [5306] Kab. Maros [7309] Kab. Kendari [7404] Kab. Lombok Tengah [5203] Kab. Lembata [5309] Kab. Bombana [7407] Kab. Sinjai [7308] Kab. Timor Tengah Selatan [5305] Kab. Nusa Tenggara Barat [5201] Kab. Wajo [7314] Kab. Enrekang [7317] Kab. Kupang [5304] Kab. Nusa Tenggara Timur [5301] Kab. Takalar [7306] Kab. Gowa [7307] Kab. Sulawesi Selatan [7301] Kab. Minahasa Utara [7171] Kota Manado [7172] Kota Bitung [7173] Kota Tomohon [19] Prop. Maluku [3602] Kab. Tojo Una-Una [7271] Kota Palu [20] Prop. Jembrana [5102] Kab. Sumbawa [5205] Kab. Sumba Barat [5302] Kab. Klungkung [5106] Kab. Buton [7402] Kab. Sulawesi Tengah [7201] Kab. Lebak [3603] Kab. Pinrang [7316] Kab. Donggala [7206] Kab. Sulawesi Utara [7101] Kab. Bali [5101] Kab. Toli-Toli [7207] Kab.[6472] Kota Samarinda [6473] Kota Tarakan [6474] Kota Bontang [18] Prop. Wakatobi [7408] Kab. Luwu [7318] Kab. Sangihe Talaud [7104] Kab. Minahasa Selatan [7106] Kab. Tana Toraja [7322] Kab. Sumbawa Barat [5271] Kota Mataram [5272] Kota Bima [24] Prop. Bulukumba [7303] Kab. Belu [5307] Kab. Bone [7312] Kab. Flores Timur [5310] Kab. Kepulauan Talaud [7105] Kab. Badung [5104] Kab. Barru [7311] Kab. Selayar [7302] Kab. Manggarai 4 [5314] Kab. Muna [7403] Kab. Luwu Utara [7325] Kab. Dompu [5206] Kab. Gianyar [5105] Kab. Bantaeng [7304] Kab. Karang Asem [5108] Kab. Bangli [5107] Kab. Poso [7205] Kab. Sidenreng Rappang [7315] Kab. Buleleng [5171] Kota Denpasar [23] Prop. Tangerang [3604] Kab. Tabanan [5103] Kab. Bolaang Mengondow [7102] Kab. Bima [5207] Kab. Sumba Timur [5303] Kab. Luwu Timur [7401] Kab. Kolaka Utara [7471] Kota Kendari [7472] Kota Baubau [22] Prop. Parigi Moutong [7209] Kab. Alor [5308] Kab. Pangkajene Kepulauan [7310] Kab. Kolaka [7405] Kab. Lombok Timur [5204] Kab. Buol [7208] Kab. Serang [3671] Kota Tangerang [3672] Kota Cilegon . Manggarai Barat [5371] Kota Kupang [25] Prop. Banggai Kepulauan [7202] Kab. Sikka [5311] Kab. Rote Ndao [5315] Kab. Lombok Barat [5202] Kab. Banggai [7203] Kab.

Bangka Barat [1904] Kab. Irian Jaya Barat [9101] Kab. Tidore Kepulauan [28] Prop. Maluku Utara [8202] Kab. Boven Digoel [9414] Kab. Belitung Timur [1971] Kota Pangkal Pinang [31] Prop. Polewali Mamasa [7603] Kab.[8101] Kab. Fak-Fak [9102] Kab. Halmahera Timur [8271] Kota Ternate [8272] Kab. Majene [7602] Kab. Karimun [2002] Kab. Boalemo [7502] Kab. Jayawijaya [9403] Kab. Nabire [9408] Kab. Seram Bagian Barat [8107] Kab. Kepulauan Riau [2001] Kab. Pandeglang [29] Prop. Gorontalo [7501] Kab. Yapen Waropen [9409] Kab. Kepulauan Aru [8106] Kab. Mamasa [7604] Kab. Maluku Tengah [8104] Kab. Bangka Selatan [1906] Kab. Yahukimo [9417] Kab. Paniai [9411] Kab. Maluku Utara [8201] Kab. Sorong [9108] Kab. Maluku Tenggara [8103] Kab. Waropen [9427] Kab. Kepulauan Riau [2003] Kab. Sarmi [9420] Kab. Natuna [2004] Kab. Bangka Tengah [1905] Kab. Tolikara [9419] Kab. Halmahera Tengah [8203] Kab. Maluku Tenggara Barat [8102] Kab. Kaimana [9103] Kab. Manokwari [9106] Kab. Teluk Wondama [9104] Kab. Jayapura [9404] Kab. Teluk Bintuni [9105] Kab. Mappi [9415] Kab. Mimika [9413] Kab. Pegunungan Bintang [9418] Kab. Buru [8105] Kab. Banten [3601] Kab. Gorontalo [7503] Kab. Kepulauan Bangka Belitung [1901] Kab. Pohuwato [7504] Kab. Papua [9401] Kab. Keerom [9426] Kab. Kepulauan Sula [8204] Kab. Belitung [1903] Kab. Bangka [1902] Kab. Halmahera Utara [8206] Kab. Mamuju [7605] Kab. Merauke [9402] Kab. Biak Numfor [9410] Kab. Supiori [9471] Kota Jayapura [27] Prop. Bone Bolango [7571] Kota Gorontalo [30] Prop. Sulawesi Barat [7601] Kab. Lingga [2071] Kota Batam [2072] Kota Tanjung Pinang [32] Prop. Asmat [9416] Kab. Sorong Selatan [9107] Kab. Mamuju Utara 5 . Seram Bagian Timur [8171] Kota Ambon [26] Prop. Raja Ampat [9171] Kota Sorong [33] Prop. Halmahera Selatan [8205] Kab. Puncak Jaya [9412] Kab.

TABEL 2 DAFTAR ASOSIASI PERUSAHAAN NO KODE NAMA KETERANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 50 51 52 53 54 58 59 60 61 62 63 65 85 86 LPJK GAPENSI GAPENRI GABPEKNAS AKI AKAINDO AKLI INKINDO AABI APPAKSI APSPI APBI APNATEL ASPEKINDO AKSI GAPEKSINDO ASKUMINDO AKSDAI AKMI AKJI AKGEPI AKTALI ASPEKNAS APKOMATEK ASPERTANAS APPATINDO GAPEKNAS APJALIN GAPKAINDO GAKINDO AKSINDO ASKONI AKLANI APAKSINDO GAPKINDO ASKINDO AKBARINDO PERKINDO Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Gabungan Perusahaan Nasional Rancang Bangun Indonesia Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional Asosiasi Kontraktor Indonesia Asosiasi Kontraktor Air Indonesia Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Asosiasi Aspal Beton Indonesia Asosiasi Perusahaan Pengelola Alat Berat / Alat Konstruksi Indonesia Asosiasi Perusahaan Survey dan Pemetaan Indonesia Asosiasi Perawatan Bangunan Indonesia Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi Asosiasi Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia Asosiasi Kontraktor Umum Indonesia Asosiasi Kontraktor Sumber Daya Air Indonesia Asosiasi Kontraktor Mekanikal Indonesia Asosiasi Kontraktor Jalan dan Jembatan Indonesia Asosiasi Kontraktor Gedung dan Pemukiman Indonesia Asosiasi Kontraktor Tata Lingkungan Indonesia Asosiasi Pelaksana Kontruksi Nasional Asosiasi Perusahaan Kontraktor Mekanikal dan Elektrikal Indonesia Asosiasi Perusahaan Kontraktor Pertamanan Nasional Asosiasi Perusahaan Pengeboran Air Tanah Indonesia Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia Asosiasi Perawatan Jalan dan Jembatan Indonesia Gabungan Perusahaan Kontraktor Air Indonesia Gabungan Kontraktor Indonesia Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia Asosiasi Konsultan Nasional Indonesia Asosiasi Kontraktor Landscape Indonesia Asosiasi Pengusaha Kontraktor Seluruh Indonesia Gabungan Pengusaha Kontraktor Indonesia Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia Asosiasi Kontraktor Bangunan Air Indonesia Persatuan Konsultan Indonesia .

2 ……………………………………………………………………. PROPINSI : ……………………………………………………. DIGUNAKAN SELF ASSESMENT / PENILAIAN SENDIRI KEBENARAN DATA MENJADI TANGGUNG JAWAB ORANG PERSEORANGAN NAMA ORANG PERSEORANGAN : ………………………. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (Construction Services Development Board) .LAMPIRAN 12-1 NOMOR SERI FORMULIR NOMOR REGISTRASI LPJK Diisi oleh LPJK FORMULIR PERMOHONAN PENDAFTARAAN USAHA ORANG PERSEORANGAN PILIHAN SUBBIDANG/SUBLAYANAN KODE 1 URAIAN …………………………………………………………………….. KABUPATEN/KOTA : ……………………………………………………...

. ………………………………………. : . Kabupaten/Kota………………………………………. Kode area Nomor telepon 3 Nomor Telepon 4 5 6 7 Nomor Fax E-mail Situs Usaha Nomor Hand Phone yang dapat dihubungi . : ……………………………………….LAMPIRAN 12 . Pendaftaran Orang Perseorangan Tanda tangan dan nama jelas Petugas LPJK yg mendaftarkan …………………………. : ………………………………………. Propinsi ………………………………………. : : ………………………………………. .. : ………………………………………. . - 8 NPWP DIISI OLEH LPJK Isikan dan cek 6 digit Kode Pendaftaran pada Tanda Daftar Usaha Orang Perseorangan (TDUP) Jenis Usaha Kode propinsi No. .2 F1/OP/01 NOMOR SERI FORMULIR LPJK DAERAH PROPINSI : FORMULIR PERMOHONAN PENDAFTARAN USAHA ORANG PERSEORANGAN 1 Nama Pemohon 2 Alamat : ……………………………………….

......................................................................................... Pasal 10 ......................................................................................................................................................... PERSYARATAN DAN PENGGOLONGAN KUALIFIKASI USAHA .............. 12 Bagian Ketujuh Kemampuan Dasar dan Nilai Konversi Pekerjaan ........... 2 Pasal 1 ............................................................................................................................................................................ Pasal 8 ... 5 Pasal 3....................................................................................................... Pasal 7 ...................................................... .................................................................. 11 Pasal 14 ....................... 5 Pasal 4 ...... 2 Bagian Pertama Pengertian ................................................................................................................................................. 10 Pasal 13 ............................................................................................. 13 i .....................................DAFTAR ISI BAB I KETENTUAN UMUM .............................................................................. 5 5 5 6 6 6 6 7 7 8 8 9 Pasal 11 ..................................................................................................................................................... Pasal 5 ................... 5 Pasal 2 ....................... Tujuan dan Ruang Lingkup ..................................... Pasal 6 ...................................... Teknologi dan Biaya................... Pasal 12 .................................... 2 Bagian Kedua Maksud.... 12 Pasal 16 ....................... Bagian Kedua Persyaratan Usaha..................................................................................................................................... Bagian Ketiga Klasifikasi Usaha.... 12 Pasal 17 ..................................................................................................................................................... 9 Bagian Kelima Risiko......................................................................................... SIFAT................................. Bagian Pertama Bentuk dan Sifat Usaha ..................................................................................................................................................................... Pasal 9....................................................................................... Bagian Keempat Kualifikasi Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi...... 11 Pasal 15 ............................................. 5 BAB II BENTUK..................................................................................................................................... 10 Bagian Keenam Pekerjaan Terintegrasi dan Kemitraan Usaha ............................

....................................................................................... Pasal 18 ...................................... Bagian Kedua Pelaksana Registrasi........................................................................................................................................................ Pasal 19 ............................................................... Pasal 20 ............................. Pasal 21 .......................................................................................................................................................................... 18 Pasal 33 ................................................. Pasal 31 .......................................................................................................................................................................................................................................................................... Pasal 32 ................................................................................................................................................................................ Bagian Ketujuh Tata Kerja BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD ........................................................ Registrasi dan Registrasi Ulang .......................................................................................................................................................................... 18 Bagian Kelima Legalisasi SBU ........................................................ Bagian Pertama Penyelenggaraan Sertifikasi.................... 16 Bagian Keempat NRBU........................................ 18 Pasal 28 ......... 18 19 19 20 22 22 Pasal 29 ........................ Pasal 22 ...... 15 Pasal 23 .................................................................................................................................................................................................................................. Pasal 37.. 21 Pasal 34 ...................................................................... Masa Berlaku dan TDUP............................................................................... 13 13 13 14 14 14 14 15 Bagian Ketiga Pelaksanaan Pemberian Nomor Registrasi........................... 18 Pasal 27 ................................................................................................................................................................................................. 17 Pasal 26 .......................................................................................................................................... 15 Pasal 24 . Bagian Pertama Penyelenggaraan Registrasi ...................... Bagian Keenam Biaya Sertifikasi....................... 23 BAB IV PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI .................................................BAB III PENYELENGGARAAN REGISTRASI..................................................................... Pasal 38 ........................ 16 Pasal 25 .......... Pasal 36 ........................................................................................................................ 22 Pasal 35 …........ Pasal 30 ..................... 23 23 23 24 24 25 ii .......................................... Bagian Kedua Pelaksana Sertifikasi .................................................................................................................................

............................................................................................................................................................................................. 28 Pasal 42 ...................................................................................................................................................................................................... 37 Pasal 51 ................................................................................................................................ 39 BAB V II EVALUASI PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI..................... 31 Pasal 46 ................................ 36 BAB VI KETENTUAN PELENGKAP .......... 34 Pasal 48 ................................................................................... 27 Pasal 40 ............................................................................................................................................ 37 Bagian Pertama Pelaksanaan Evaluasi ............................ 29 Pasal 45 ........................................................................... 26 Pasal 39 ............................................................................... 36 Bagian Keempat Sertifikasi Bagi Badan Usaha Pindah Asosiasi ................................... 26 Bagian Pertama Proses Sertifikasi ................................ 39 Pasal 55 ...................................................... 40 Pasal 56 ............ 31 Bagian Ketiga Blanko SBU............................................................................................................................................................................................................................. 27 Pasal 41 ............. 38 Bagian Ketiga Daftar Perolehan Pekerjaan (DPP) dan Laporan Badan Usaha............... 39 Pasal 54 ................................................BAB V PERSYARATAAN PERMOHONAN SERTIFIKASI ...................................................................................................... 40 iii ................. 38 Pasal 53 ............................. 37 Bagian Kedua DRBU dan Penggunaannya....... 40 Bagian Pertama Penggunaan STI-LPJK dan Data Registrasi Badan Usaha ............... Penetapan Klasifikasi dan Kualifikasi . 34 Pasal 47 .................................... 40 Pasal 57 ...................................... 40 Bagian Kedua Tata Cara Evaluasi .................................................................................................................................................................................... 26 Bagian Kedua Perubahan Klasifikasi dan Kualifikasi.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 36 Pasal 50 ..................... 28 Pasal 43 .............. 29 Pasal 44 ............................................................................... 38 Pasal 52 .................................................................................................................................. 34 Pasal 49 ........

....................................................................................................................................................................................................................... 47 Pasal 69 ..........Bagian Ketiga Audit Data Registrasi ............................................... 49 49 50 Pasal 72 .. 50 Pasal 75 .................................................. 45 46 46 Pasal 67 ............................................................................................................................. Pasal 62 ........................................................................................................................................................................ 50 BAB XI PENUTUP................................................................................................................................................................................................................................................... 42 Pasal 64 .............................................. 49 Pasal 70 ................. 50 Pasal 74 ......................................................................... Bagian Kedua Jenis.......................... 41 BAB VIII SANKSI .................................................................................................. 41 Pasal 60 .......................................................................... 46 Bagian Keempat Tata Cara Pemeriksaan Pangaduan SBU................................................ BAB X KETENTUAN PERALIHAN............................ 41 Pasal 59 ..................................................................................................... 42 42 42 42 Bagian Pertama Pemberi Sanksi dan Yang Dikenakan Sanksi .................................... 43 Pasal 65 ........................................ 41 Pasal 58 .............................................................. Pasal 66 ....................................................................... 50 iv .................................................................................................................................. 41 Bagian Keempat Pengawasan Pelaksanaan Sertifikasi ............................................................................................................................................................................................................................ 50 Pasal 73 ............................. 47 Bagian Kelima Daftar Hitam LPJK ........................ 49 Pasal 69 .............................................................................................................................. Bagian Ketiga Peninjauan Kembali Pengenaan Sanksi ... Kategori dan Mekanisme Sanksi ............................................................................................................................... 42 Pasal 63 .......................... 49 BAB IX KETENTUAN LAIN ................................................................................................................... Pasal 71 .......................LAIN..... Pasal 61 ....................

DAFTAR ISI FORMULIR PERMOHONAN PERUBAHAN Lampiran 13-1 Lampiran 13-2 Lampiran 13-3 F2/PR/01 F2/PR/02 F2/PR/03 Surat Permohonan Perubahan SBU Surat Pernyataan Badan Usaha Perubahan Klasifikasi dan Kualifikasi .

Lampiran 27 28. Lampiran 29 30. Lampiran 2 3. Lampiran 12 13.biaya : Organigram BSLN / BSLD : Organigram BSAN / BSAD : Formulir Lembar Evaluasi : Database badan usaha : Formulir permohonan SBU : Formulir permohonan TDUP : Formulir perubahan SBU : Formulir perpanjangan SBU : Bentuk SBU : Surat pernyataan pengunduran diri : Surat Keabsahan Registrasi : Surat Keterangan Tidak Dikenakan Sanksi : Surat Keterangan Kebenaran Data Badan Usaha : Daftar Registrasi Badan Usaha (DRBU) : Daftar Perolehan Pekerjaan : Buku Perolehan Pekerjaan (DPP) : Rekapitulasi Daftar Perolehan Pekerjaan : Laporan Perolehan Pekerjaan Konstruksi : Nomor Kode Pekerjaan Konstruksi (NKPK) : Surat Peringatan : Surat Pencabutan SBU Melalui Surat Peringatan : Surat Pencabutan SBU Tanpa Melalui Surat Peringatan : Konversi Klasifikasi Usaha : Konversi Kualifikasi Usaha TABEL – TABEL 1. Lampiran 9 10. Lampiran 14 15. Lampiran 18 19. Lampiran 19 20. Lampiran 21 22. Lampiran 7 8. Lampiran 5 6. Lampiran 22 23. Tabel 2 3. Lampiran 30 : Klasifikasi Bidang / Layanan / sub bidang / sublayanan pekerjaan : Persyaratan penetapan Gred dan kompetensi badan usaha : Batasan jumlah subbidang badan usaha : Pemberian NRBU : Bentuk Cap Legalisasi Rekaman SBU : Biaya . Lampiran 13 14. Lampiran 15 16. Lampiran 11 12. Lampiran 24 25. Lampiran 23 24. Lampiran 26 27. Lampiran 8 9. Lampiran 1 2.DAFTAR LAMPIRAN 1. Lampiran 4 5. Lampiran 6 7. Tabel 1 2. Tabel 3 : Daftar Kode Kabupaten / Kota : Daftar Asosiasi Perusahaan : Daftar Kode Propinsi . Lampiran 17 18. Lampiran 28 29. Lampiran 3 4. Lampiran 10 11. Lampiran 20 21. Lampiran 25 26. Lampiran 16 17.

Formulir ini didistribusikan : ♦ Lembar Pertama : LPJK dimana Sertifikasi diregistrasi ♦ Lembar kedua : BSA yang mengajukan permohonan registrasi ♦ Lembar Ketiga : Keperluan Lain/Arsip ………………………………………. NPWP : …………………………………………………………………………… : ………. 2.1 FORMULIR PERMOHONAN SBU 1. maka isilah : 1. Nomor Faximile (Cantumkan Kode Area) 4. berdasarkan laporan masyarakat atau lainnya. : …………………………………………………………………………… : …………………………………………………………………………… : …………………………………………………………………………… PETUNJUK PENGISIAN Dalam menentukan klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha Anda. Nama Badan Usaha 2. Alamat E-mail 3. Nomor Telepon Badan Usaha (Cantumkan Kode Area) 2. Badan Usaha agar menyertakan data/informasi permohonan ybs. Nomor Hand Phone : (Bagi mereka yang bersedia dihubungi) DIISI OLEH LPJK Isikan dan cek 6 digit Kode Registrasi pada Sertifikat Badan Usaha lama NOMOR REGISTRASI BADAN USAHA Nama & tanda tangan Petugas LPJK yang meregister Catatan 1. Propinsi tempat didirikan 5. Tahun didirikan dalam Akte 4. Nomor Pager yang dituju : : : : ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 5. dalam format digital dengan Disket terlampir LAMPIRAN 1 . dll) 3. karena Badan Usaha anda dapat dikenakan sanksi. Bentuk Badan Usaha (PT. digunakan “Self Assessment/Penilaian Anda Sendiri” Jangan sekali-kali memasukkan data yang tidak benar. Tanggal.F1/PR-01 : FORMULIR PERMOHONAN SBU NOMOR SERI FORMULIR NAMA ASOSIASI : LAMPIRAN 11 .lpjk.org Agar informasi untuk Badan Usaha anda cepat diterima. Informasi dapat dilihat melalui internet www. CV. Bulan.

.. . . . . . Coret jika tidak dilampirkan. . Neraca Badan Usaha Tahun Terakhir 3 (F1/PR/10. . .. . Pemohon PT/CV/Fa.. Penanggung Jawab Bidang/Layanan (F1/PR/14) beserta CV (F1/PR/19) dan salinan ijazahnya b. . . . Apabila dianggap perlu lampirkan juga Surat Keterangan/Pernyataan Dukungan Kredit dari Bank.. . . . . . . . . . . . Untuk dan atas nama Badan Usaha : .. . . . 200 . 3. . . . . . . . PIRAN 11-4 LAMPIRAN 11-5 . Klasifikasi bidang yang diajukan (F1/PR/03) 3. . . . . bersama ini kami mengajukan Permohonan sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Sertifikasi Asosiasi dalam kategori pilihan sebagai berikut : Jenis Usaha Perencana Pengawas Sebagai bahan pertimbangan. . . .. . . . . . . . . . . . Daftar Peralatan Khusus Pendukung Teknis (F1/PR/21) d. . . . . . . .. . . . 2.LAMPIRAN 11-3 LAMPIRAN 11 . . . . .11. . Daftar Pengalaman Badan Usaha (F1/PR/20) c.12. . . .. .. . . . . . ... Daftar Nama Penanggung Jawab Teknik. Rekaman Sertifikat Badan Usaha Tahun 2004-2005/2007 5. . bersama ini kami lampirkan : 1. Data pendukung untuk permohonan klasifikasi dan kualifikasi : a. . . . Surat Pernyataan Kebenaran dan Keabsahan Data (F1/PR/04) 2. . . ..13) Demikian permohonan kami. . . . . . . . . . . . .. Hormat kami. . . Nama Jelas __________________________________ 1. yang beralamat di . . . . Data Dasar Administrasi (F1/RP/05) 4. . . .. . . . . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha GRED 2 3 4 1) . . . . . . . . . . . . Ketua BSLN/BSLD/BSAN/BSAD di .. . . . . . . . . atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.2 F1/PR/02: Bentuk Surat Pengantar Badan Usaha Kop Badan Usaha Nomor : Lampiran : Kepada Yth.. Diisi jumlah sub-bidang sesuai sektor yang diinginkan. Perihal : Permohonan Baru Sertifikat Usaha Jasa Perencana Konstruksi / Jasa Pengawas Konstruksi Dengan hormat. . . . .

. . . . . . KD (Kemampuan Dasar) adalah kemampuan penuh / keseluruhan kemampuan yang dimiliki Badan Usaha saat dilakukan proses Sertifikasi untuk menangani setiap subbidang pekerjaan. . . Jutaan) Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 Ket: Diisi sesuai dengan Gred yang diinginkan ( 2 . Nama Jelas . . Penetapan KD untuk Jasa Konsultansi dihitung dengan rumus : KD = 3 NPt PT/CV/Fa . . . . . . . 4 ) Yang mengajukan permohonan. . . 3 . . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha NPt = Nilai Paket Pekerjaan tertinggi yang diperoleh berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.LAMPIRAN F1/PR/03 : Permohonan Bidang / Layanan / Subbidang / Sublayanan Nama Badan Usaha: A No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Subbidang / Sublayanan Kode Gred Tahun KD (Rp. . . . .

.. ... . . . .. Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa semua data/informasi yang kami berikan di dalam berkas permohonan Sertifikasi beserta dokumen – dokumen pendukungnya adalah benar dan sah.. . .... :... ....... Telepon :......................... . ... ..... .. ... ... Apabila data/informasi beserta dokumen-dokumen pendukungnya yang kami sampaikan ini palsu dan tidak benar.... ..... ... .. ....... .. .............. .. ... .Dan Cap Badan Usaha Nama Jelas MPIRAN 11-8.... .. ... . .. . .. ........ ..... Jabatan di Badan Usaha : . .... kami bersedia dituntut sesuai dengan peraturan perundangan dan peraturan organisasi yang berlaku. ........... ....... ... .... .. ..... .... . . . .. . ... . .. . ... Hormat kami....... . .... ... ..... ........ . ...... ... . ..... :...... .. ....... ..F1/PR/04 : Pernyataan Badan Usaha Kop Badan Usaha LAMPIRAN 11 ......... . ...... ........ Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Materai Rp 6000... ........... . .. PT/CV/Fa ..... ..4 SURAT PERNYATAAN Badan Usaha Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Tempat.... ........ .... ....... ... .... Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh tanggung jawab. . Tgl Lahir Alamat :... . .............. . 1 ....... ... . ...

1.2. Kantor & Studio) Kabupaten/Kota : PO.5 Tgl. Keanggotaan Asosiasi Profesi Usaha • Nomor Keanggotaan ASOSIASI : A.1. Pengumuman dalam Lembaran Negara : Tgl/Bln/Thn : B. Pengesahan oleh Menteri Kehakiman : Nomor Tgl/Bln/Thn Nomor : : : c. Studio : Kode Pos : Propinsi : Pusat Nama Negara : Cabang LAMPIRAN 11 .4. Box : A. Dikeluarkan di : Nama Notaris : Alamat Notaris : Nomor Tgl/Bln/Thn : : Didaftarkan di Pengadilan Negeri : Kabupaten/Kota : Nomor : Tgl/Bln/Thn : b. Informasi Kantor Cabang/Perwakilan 1.2.3 Status Badan Usaha E-mail : A. Alamat a. Kantor : b. No. Informasi Perkantoran A. Akte Pendirian Badan Usaha : a. Photo Papan Nama. Status Badan Usaha (NAS/PMA/PMDN) : Surat Ijin Badan Usaha PMA/PMDN : Dikeluarkan di : Tgl/Bln/Thn : Nomor Surat Ijin : Nomor SPT : LAMPIRAN 11-9 .F1/PR/05 : Formulir Isian Data Administrasi A. Faximil : (Lampirkan Denah Lokasi. Telepon : (Jika diperlukan dapat ditambahkan dalam dalam form tersendiri) B. Alamat 2.4. Didirikan : Nama Singkat : No. Akte Perubahan B. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : B. Legalitas (Lampirkan salinan dokumen dibawah ini) : Kota/Kabupaten : Faximile : B. Nama Lengkap Badan Usaha : A.5. Telepon : No.3.

Lulus (5) A.6 (lampirkan salinan KTP-nya berikut Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri Sesuai F1/RP/08) No. Penanggung Jawab Teknik : No. Lahir (4) Pendidikan / Th. Susunan Kepengurusan : LAMPIRAN 11 . (1) Nama / Alamat / Nomor KTP (2) Jabatan (3) Negara / Kota / Tgl. (1) Nama / Alamat / Nomor KTP atau Nama Institusi *) (2) SAHAM Nilai Jumlah Satuan Lembar (3) (4) MODAL Modal Modal Dasar Disetor (5) (6) % Pemilikan (7) Catatan: *) Jika pemilik Badan Usaha berupa badan usaha atau institusi lampirkan akte pendirian badan usaha atau Pengukuhan institusi tersebut dan NPWP.2. Lulus (4) A. salinan KTP dan ijazah-nya) Nama / Alamat / Nomor KTP (2) Jabatan (3) Pendidikan / Th. Pimpinan dan Kepemilikan A. (1) (lampirkan CV sesuai F1/PR/15.3. LAMPIRAN 11-9 Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 . Kepemilikan : No.1.F1/PR/06 : Formulir Isian Data Pengurus A.

1 2 3 4 5 Bidang Pekerjaan ARSITEKTURAL SIPIL MEKANIKAL ELEKTRIKAL TATA LINGKUNGAN 1 2 3 4 5 Nama **) Alamat/Kota NRKA *) *) Lampirkan fotocopy KTP **) Lampirkan Surat Pernyataan bukan PNS & Daftar Riwayat Hidup .7 F1/PR/07 : Formulir Isian Data Penanggung Jawab Bidang / Layanan No.LAMPIRAN 11 .

..... .. .... .. . ... ..... Jabatan di Badan Usaha : . . . .......... . .. .... ... .... . .. : . .... .. ............ . .. ... ... ..... . ..... . ..... .. ..... ... .. .. ..... ... ... . . .... ... ...... ........ . . . Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh tanggung jawab .... ... .. .. . adalah benar-benar bukan Pegawai Negeri dan saya bekerja penuh waktu pada Badan Usaha : Nama Alamat : .... . ... . Telepon :.. .... .. ... . ......... . .... ... .. ... .. .... .. .... . ... . . . Materai Rp 6000.. .... .. ........ . . .... ..... 200 . .... ... . . .. .... .. . . ....... .... ... . . .... ... .... . .. .. .8 F1/PR/08 : Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri Kop Badan Usaha SURAT PERNYATAAN Bukan Pegawai Negeri Yang bertandatangan dibawah ini : Nama Tempat..... . . .. .. ... .. .. .... . ...... .. . .... . ... ...... ..LAMPIRAN 11-9 LAMPIRAN 11 ... : .... ........ . . .. . . . . .. ... . Telepon :.. .. .. . . ..... ....... Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan apabila tidak benar saya sanggup dituntut sesuai dengan peraturan perundangan dan peraturan organisasi yang berlaku... .... . .. .. Mengetahui. . ..... ... . ... .......... ... . . .... Yang menyatakan.. ... .... .. . .... .... .... ......... :........ ..... ........ .. .... . . .. .... • Khusus untuk Penanggung Jawab Bidang/Layanan Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha wajib diketahui oleh Direktur . ......... . . ... . . ... ... Tgl Lahir Alamat :. . . ... ....Dan Cap Badan Usaha (Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha) ( Nama Jelas) • Diisi oleh Direksi/Penanggung Jawab Badan Usaha/Penanggung Jawab Bidang/Layanan yang digunakan untuk memenuhi Persyaratan klasifikasi dan kualifikasi. ....... . . .. .. .

...F1/PR/09 : Formulir Data Keuangan LAMPIRAN 11 .......... ...) Dasar Disetor 8 9 *) Lampirkan rekaman dan gunakan Formulir sendiri 2.. Tahun .......... Tahun .. 5 Total Rp.9 1.. KTP *) 2 Alamat 3 Jumlah Lbr 4 Saham Nilai Rp.............. 6 Prosentasi (%) 7 Modal (Rp.. Tahun ....... Susunan Pemilik Saham No. Tahun ..... Rp. 1 Nama Pemilik Saham dan No.... Rp........... Omzet Badan Usaha selama 5 (lima) tahun terakhir • • • • • Tahun ............ Lampirkan SPT PPH badan 2 tahun terakhir 3. Rp....... Rp. Rp.

Rp. TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL Rp.11 Tahun “N” Rp. III AKTIVA LAINNYA (c) TOTAL AKTIVA Rp.F1/PR/11 : Format Neraca Keuangan (Untuk Aplikan Gred 3 Lama) NERACA BADAN USAHA Per 31 DESEMBER Tahun “N” dan Tahun “N-1” (dalam ribuan rupiah) AKTIVA No. 6000. Rp No. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. I 1 2 3 4 5 6 AKTIVA LANCAR Kas dan Bank Piutang Usaha Persediaan Piutang Pajak Biaya dibayar dimuka Pekerjaan Dalam Proses TOTAl AKTIVA LANCAR (a) II 1 2 3 4 AKTIVA TETAP Peralatan Proyek Inventaris Peralatan Lainnya Komulasi Penyusutan Tahun “N” Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.dan cap Badan Usaha Nama Jelas Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 . Rp. Rp. Rp. Rp. Total Kekayaan Bersih = Modal Disetor + Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap + Laba Ditahan ………………………. Rp. Rp. Rp. Rp. Tanggal. Rp. Rp. TOTAL AKTIVA TETAP (b) Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Tahun “N-1” Rp. Rp. Rp. PASIVA Tahun “N-1” Rp. Rp. Rp. Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Meterai Rp.. Rp. I 1 2 3 4 5 6 7 II 1 2 III 1 2 3 KEWAJIBAN LANCAR Utang Usaha Utang Bank (Jangka Pendek) Uang Muka Proyek Utang Pajak Biaya yang masih harus dibayar Utang Jangka Panjang yang sudah Jatuh Tempo Utang Lainnya TOTAL KEWAJIBAN LANCAR (d) KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (e) Utang Bank (Jangka Panjang) Utang Lainnya MODAL Modal Disetor Selisih “Penilaian Kembali” Aktiva Tetap Laba Ditahan LAMPIRAN 11 . Rp. ……………………………………………………………. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. ………………………………… PT/CV. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

dan cap Badan Usaha Nama Jelas Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 .. II KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (e) Rp. Rp. Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Meterai Rp. Rp. …………………………………………………………….LAMPIRAN 11-19 F1/PR/12 : Format Neraca Keuangan (Untuk Aplikan Gred 3 Baru) NERACA BADAN USAHA Per 31 DESEMBER Tahun “N” (dalam ribuan rupiah) AKTIVA No. Rp. Rp. Rp. TOTAL KEWAJIBAN LANCAR (d) Rp. Rp. ………………………………… PT/CV. Rp. TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL Rp. Rp. Rp. TOTAL AKTIVA TETAP (b) Rp. Rp. TOTAL AKTIVA LANCAR (a) Rp. Rp. Rp. I AKTIVA LANCAR 1 Kas dan Bank 2 Piutang Badan Usaha 3 Persediaan 4 Piutang Pajak 5 Biaya dibayar dimuka 6 Pekerjaan Dalam Proses II 1 2 3 4 AKTIVA TETAP Peralatan Proyek Inventaris Peralatan Lainnya Komulasi Penyusutan LAMPIRAN 11 . Tanggal. I KEWAJIBAN LANCAR 1 Utang Usaha 2 Utang Bank (Jangka Pendek) 3 Uang Muka Proyek 4 Biaya yang masih harus dibayar 5 Utang Lainnya Tahun “N” Rp. Rp. Rp. No. Rp. Total Kekayaan Bersih = Modal Disetor + Laba Ditahan ………………………. Rp. Rp. III 1 2 MODAL Modal Disetor Laba Ditahan Rp. 6000.12 PASIVA Tahun “N” Rp. III AKTIVA LAINNYA (c) TOTAL AKTIVA Rp. Rp.

Tanggal. Rp. Rp. No. Rp. Rp. III AKTIVA LAINNYA (c) TOTAL AKTIVA Rp. I AKTIVA LANCAR 1 Kas dan Bank 2 Piutang Badan Usaha 3 Persediaan 4 Piutang Pajak 5 Biaya dibayar dimuka 6 Pekerjaan Dalam Proses II 1 2 3 4 AKTIVA TETAP Peralatan Proyek Inventaris Peralatan Lainnya Komulasi Penyusutan LAMPIRAN 11 . II KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (e) Rp.LAMPIRAN 11-19 F1/PR/13 : Format Neraca Keuangan (Untuk Aplikan Gred 2) NERACA BADAN USAHA Per 31 DESEMBER Tahun “N” (dalam ribuan rupiah) AKTIVA No.. Total Kekayaan Bersih = Modal Disetor + Laba Ditahan ………………………. ………………………………… PT/CV. TOTAL AKTIVA TETAP (b) Rp. Rp. ……………………………………………………………. Rp. 6000. III 1 2 MODAL Modal Disetor Laba Ditahan Rp. Rp. TOTAL KEWAJIBAN LANCAR (d) Rp. TOTAL AKTIVA LANCAR (a) Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.13 PASIVA Tahun “N” Rp. Rp. Rp. I KEWAJIBAN LANCAR 1 Utang Usaha 2 Utang Bank (Jangka Pendek) 3 Uang Muka Proyek 4 Biaya yang masih harus dibayar 5 Utang Lainnya Tahun “N” Rp. Rp. Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Meterai Rp. Rp. TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL Rp.dan cap Badan Usaha Nama Jelas Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 . Rp. Rp.

. . . . . . . . KTP 2 Tempat Tgl / Lahir 3 No. . . Ijazah 5 Pengalaman Bidang kerja / Lama (Tahun) Keahlian 6 7 PT/CV/Fa . . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Nama Jelas . . . . . . .14 Pendidikan akhir *) 4 Nama (Lengkap) Jabatan dlm Badan Usaha Alamat Rumah / No. . 1 LAMPIRAN 11 . . . . . . . . . . .F1/PR/14 : Formulir Isian Data Personalia No.

.. Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan kami sanggup dikenakan sanksi dan dituntut di pengadilan apabila ada keterangan yang diberikan tidak benar. .. . . . . ............ .. .. . ... . ...... Tempat. ........ . ..... …….. . .... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.. .. . .. .... . . ........... . . .... … Jurusan : . .... . . ....... ... . . . . .. . . . ........ ..... . . . . ... .. ... .. ... .. ..... ... . .. . Materai Rp 6000. . .. ........ ... .. .... . . . ..... .. . ..... .. .... .. .. . . .. ... ...... .. .. ....... .... . .. .. .. :.. .. . . .. .. ..... ... . . . . ........ . . . .. ..LAMPIRAN 11-9 LAMPIRAN 11 .. Yang menyatakan... . .. . . .... . .... : .. . .17 F1/PR/17 : Surat Pernyataan Penanggung Jawab Teknik Kop Badan Usaha SURAT PERNYATAAN Penanggung Jawab Teknik Yang bertandatangan dibawah ini : Nama :. .. . . . . .... :.. .. . 200 .... .... ... . .. . ... .. . . . . ..... ... .... . .. . . .. ........ . .. dan Tgl Lahir : . ..... . . : ...... .. ... .. . .. ... ... . ... ..... .. ....... Dengan rincian pengalaman kerja sebagaimana terlampir..Dan Cap Badan Usaha ( Nama Jelas) *) Disesuaikan ...... Pendidikan Terakhir No.. . . ... .. . ...... . .. ... Ijazah terakhir NRKA/NRKT adalah benar-benar Penanggung Jawab Teknik yang diajukan oleh Badan Usaha untuk memenuhi klasifikasi & Gred Badan Usaha dan kami benar-benar bekerja pada Badan Usaha: Nama Alamat :.

…………………………………………… …………………………………….. . Ijazah 1.. ... 6.. .. . . . …………………………………………… ……………………………………... : ............ 5.. Dengan ini menyatakan melakukan pengikatan kepada Penanggung Jawab Bidang/Layanan guna memenuhi persyaratan klasifikasi dan Gred Badan Usaha dengan rincian sebagai berikut : No.... ……………………………………….. . ... ....Dan Cap Badan Usaha Nama Jelas LAMPIRAN 11-14 ... . 7. .. Elektrikal …………………………………………… ……………………………………. .. .. Mekanikal 4. . . …………………………………………… …………………………………….. ... . . . ... ... Yang menyatakan Materai Rp 6000. Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan Badan Usaha kami bersedia dikenakan sanksi dan dituntut di pengadilan apabila ada keterangan yang diberikan tidak benar. .. .. .. 200…. Arsitektural 2........ ........... ... .. Tata Lingkungan …………………………………………… ……………………………………... . . ....... .LAMPIRAN 11 ............ ... Sipil 3.. ....... …………………………………………… …………………………………….. …………………………………………… ……………………………………. ...... .. . . ..... ... Bidang /Layanan Nama No..... ......... .. Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh tanggung jawab.....18 F1/PR/18 : Surat Pengikatan Penanggung Jawab Bidang / Layanan Kop Badan Usaha SURAT PENGIKATAN PENANGGUNG JAWAB BIDANG / LAYANAN Yang bertandatangan dibawah ini : N a m a Direktur Utama/ Penanggung Jawab Badan Usaha Alamat :..... .... . .. . ... . . .. . .....

. . . Penanggung Jawab Bidang/Layanan (F1/PR/14) beserta CV (F1/PR/19) dan salinan ijazahnya b. Data Dasar Administrasi (F1/RP/05) 4.13) Demikian permohonan kami. .. bersama ini kami mengajukan permohonan perubahan sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Sertifikasi Lembaga/Badan Sertifikasi Asosiasi dalam kategori pilihan sebagai berikut : Jenis Usaha Perencana Pengawas Sebagai bahan pertimbangan. . . . . Perihal : Permohonan Perubahan Sertifikat Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi . . . . . . . . .. Surat Pernyataan Kebenaran dan Keabsahan Data (F1/PR/04) 2. . . . . . Klasifikasi bidang yang diajukan (F2/PR/03) 3. . .. atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. . . . . . . Dengan hormat. . 200 . . . . . .11. . . PIRAN 11-4 LAMPIRAN 11-5 . . . . . ... . 3.. . . Daftar Peralatan Khusus Pendukung Teknis (F1/PR/21) d. . . . . Daftar Nama Penanggung Jawab Teknik. Pemohon PT/CV/Fa. . Untuk dan atas nama Badan Usaha : . 2. . . Hormat kami. . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha GRED 2 3 4 1) Nama Jelas __________________________________ 1. . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Pengalaman Badan Usaha (F1/PR/20) c. . . Rekaman Sertifikat Badan Usaha Tahun 2004-2005/2007 5. . . . . . . . . . . . . .12. . . . . . . . Neraca Badan Usaha Tahun Terakhir 3 (F1/PR/10. .. . . Data pendukung untuk permohonan klasifikasi dan kualifikasi: a. . . . . . . . . . . Ketua BSLN/BSLD/BSAN/BSAD di . .1 F2/PR/01: Surat Permohonan Perubahan SBU Kop Badan Usaha Nomor : Lampiran : Kepada Yth. .. . . . .. . .. . . . . . . . . . yang beralamat di . Apabila dianggap perlu lampirkan juga Surat Keterangan/Pernyataan Dukungan Kredit dari Bank. . . . . . Diisi jumlah subbidang sesuai sektor yang diinginkan. . . . . .. bersama ini kami lampirkan : 1. . . . . . . . . Coret jikat tidak dilampirkan. .LAMPIRAN 11-3 LAMPIRAN 13 .

..... :........................... ...................................... .... Apabila data/informasi beserta dokumen-dokumen pendukungnya yang kami sampaikan ini palsu dan tidak benar. ........ ...... Telepon Jabatan di Badan Usaha :.......... ................. :............ .............. ....... .2 SURAT PERNYATAAN Badan Usaha Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Tempat........ ........ 1 .... Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh tanggung jawab.... . Tgl Lahir Alamat :...........F2/PR/02 : Pernyataan Badan Usaha Kop Badan Usaha LAMPIRAN 13 ............ PT/CV/Fa ......... ........ ... Hormat kami......... . .............. ..... ......... kami bersedia dituntut sesuai dengan peraturan perundangan dan peraturan organisasi yang berlaku....... ........ Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa semua data/informasi yang kami berikan di dalam berkas permohonan Sertifikasi beserta dokumen – dokumen pendukungnya adalah benar dan sah... ........ . .....Dan Cap Badan Usaha Nama Jelas MPIRAN 11-8.... . ........................... Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Materai Rp 6000... . ..... ................. ...... ........ . ...... :........

... Kode Subbidang / Gred Sublayanan SBU TAHUN YANG DIMINTA......LAMPIRAN 13 – 3..1 F2/PR/03-1 : PERMOHONAN KLASIFIKASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI UMUM NO BIDANG / LAYANAN / SUBBIDANG / SUBLAYANAN SBU TAHUN SEBELUMNYA.... Kode Subbidang / Gred Sublayanan KETERANGAN ...

LAMPIRAN 13 – 3.2 F2/PR/03-2 : PERMOHONAN KLASIFIKASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI PEKERJAAN SPESIALIS NO SUBBIDANG / SUBLAYANAN KODE SUBBIDANG / SUBLAYANAN GRED KETERANGAN .

DAFTAR ISI FORMULIR PERMOHONAN PERPANJANGAN Lampiran-14-1 Lampiran-14-2 F3/PR/01 F3/PR/02 Surat Permohonan Perpanjangan SBU Surat Pernyataan Badan Usaha .

. . . . Rekaman Sertifikat Badan Usaha Tahun 2004-2005/2007 5. . Pemohon PT/CV/Fa. . . . . . . . . . . . . . yang beralamat di . Klasifikasi bidang yang diajukan (F1/PR/03) 3 3. Daftar Pengalaman Badan Usaha (F1/PR/20) 3 c. .. . . . Daftar Nama Penanggung Jawab Teknik. . . . .. . . . . Nama Jelas __________________________________ 1. . Neraca Badan Usaha Tahun Terakhir 3 (F1/PR/10. . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha GRED 2 3 4 1) . . bersama ini kami mengajukan permohonan perpanjangan sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Sertifikasi Lembaga / Badan Sertifikasi Asosiasi dalam kategori pilihan sebagai berikut : Jenis Usaha Perencana Pengawas Sebagai bahan pertimbangan. . . . . . . .. . . . . . . . .. . . .11. .. . . . . . . . PIRAN 11-4 LAMPIRAN 11-5 . . . . . . . . . Coret jikat tidak dilampirkan. . . . . . . . . . bersama ini kami lampirkan : 1. .LAMPIRAN 14 . . . . . .1 LAMPIRAN 11-3 F3/PR/01: Surat Permohonan Perpanjangan SBU Kop Badan Usaha Nomor : Lampiran : Kepada Yth. . . . Diisi jumlah sub-bidang sesuai sektor yang diinginkan. . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . Untuk dan atas nama Badan Usaha : . . Ketua BSLN/BSLD/BSAN/BSAD di . atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. . Penanggung Jawab Bidang/Layanan (F1/PR/14) beserta CV (F1/PR/19) dan salinan ijazahnya b.. . . . Daftar Peralatan Khusus Pendukung Teknis (F1/PR/21) 3 d. . . . . ... 200 . Perihal : Permohonan Perpanjangan Sertifikat Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi Dengan hormat. . 2. . . . . . Data pendukung untuk permohonan klasifikasi dan kualifikasi: a.. . .. . . Hormat kami. 3.13) Demikian permohonan kami. . . . Surat Pernyataan Kebenaran dan Keabsahan Data (F3/PR/02) 2. . . . . . Data Dasar Administrasi (F1/RP/05) 3 4. . . . Apabila dianggap perlu lampirkan juga Surat Keterangan/Pernyataan Dukungan Kredit dari Bank.12.

LAMPIRAN 14 - 2

F3/PR/02 : Pernyataan Badan Usaha
Kop Badan Usaha

SURAT PERNYATAAN Badan Usaha
Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Tempat, Tgl Lahir Alamat

:........................................................ :........................................................ :........................................................ ........................................................

Telepon Jabatan di Badan Usaha

:........................................................ :........................................................

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa semua data dan atau informasi yang kami berikan di dalam berkas permohonan Sertifikasi beserta dokumen–dokumen pendukungnya adalah benar dan sah. Apabila data dan atau informasi beserta dokumen-dokumen pendukungnya yang kami sampaikan ini palsu dan tidak benar, kami bersedia dituntut sesuai dengan peraturan perundangan dan peraturan organisasi yang berlaku. Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh tanggung jawab. Hormat kami,

PT/CV/Fa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha

Materai Rp 6000,Dan Cap Badan Usaha

Nama Jelas MPIRAN 11-8, 1

LAMPIRAN 12 - 3 F1/OP/02

Nomor Lampiran

: :

…………………….., 20..

Kepada Yth Ketua BSLD ......................... di .........................

Perihal

: Permohonan Tanda Daftar Usaha Orang Perseorangan (TDUP)

Dengan hormat, Dengan ini kami mengajukan permohonan mendapatkan Tanda Daftar Usaha Orang Perseorangan (TDUP) sesuai usaha kami sebagai berikut : 1. klasifikasi ....... (kode) dengan Keahlian Kerja .......................................... 2. klasifikasi ....... (kode) dengan Keahlian Kerja .......................................... Bersama ini kami lampirkan dokumen pendukung sebagai berikut : a. KTP b. Rekaman SKA c. Rekaman NPWP, dan d. Riwayat hidup Demikian permohonan kami dan atas perkenan Saudara kami ucapkan terima kasih.

Pemohon,

(......................................................) Tanda tangan dan nama jelas

LAMPIRAN 12 - 4 F1/OP/03

SURAT PERNYATAAN USAHA ORANG PERSEORANGAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Alamat : ……………………………..…………………………….. : ……………………………..…………………………….. ……………………………..…………………………….. Nama Ibu kandung Telepon : ……………………………..…………………………….. : ……………………………..……………………………..

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa : 1. segala data dalam dokumen yang kami berikan adalah benar. 2. kami akan mematuhi segala ketentuan LPJK serta peraturan perundangan yang berlaku, dan bersedia dikenakan sanksi bilamana kami melanggarnya; 3. apabila di kemudian hari, ditemui bahwa dokumen - dokumen yang telah kami berikan tidak benar, maka kami bersedia dikenakan sanksi dan dimasukkan pada Daftar Sanksi Usaha dan atau dikeluarkan dari Daftar Registrasi Usaha; dan 4. bilamana usaha kami dikenakan sanksi atas hal-hal tersebut butir 1, 2 dan 3 maka kami akan menerima sanksi termasuk diumumkan melalui situs LPJK. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya. ………………….. 20.. Pemohon

Materai sesuai ketentuan

(..............................................) Tanda tangan dan nama jelas

) Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha Catatan : 1... Bagi usaha jasa konstruksi Gred 2.. : : : : : : Demikian laporan kami dan atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.. Perihal : Laporan Perolehan Pekerjaan Konstruksi Dengan hormat... ……………………... Surat ini dapat diserahkan langsung kepada LPJK ditempat SBU dikeluarkan atau melalui Cabang Asosiasinya masing-masing pada tingkat Kabupaten/Kota.. yang kemudian akan meneruskannya kepada LPJK.......... Dengan ini kami laporkan bahwa : Nama badan usaha Alamat badan usaha NRBU telah memperoleh pekerjaan : Nama paket pekerjaan Nilai Pekerjaan Sumber dana proyek Nomor SPK / Kontrak Tanggal Kontrak Jangka waktu pelaksanaan Tanggal mulai pelaksanaan Tanggal selesai pekerjaan : : : : : Rp.. 2.01 KEPALA SURAT BADAN USAHA Nomor Lampiran : : ……….. tgl.. Bagi usaha jasa konstruksi Gred 3 dan Gred 4.. selambat-lambatnya : a...... (.... 30 (tiga puluh) hari setelah memperoleh pekerjaan (SPK atau kontrak) b... bulan.LAMPIRAN 24 – 1 KODE LP .. 60 (enam puluh) hari sejak serah terima pertama pekerjaan kepada pengguna jasa... . PT/CV..... tahun Kepada Yth Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah Propinsi …………………………………………… Melalui : Pimpinan Cabang Asosiasi …………………………. Jl. …………………………………………………… di – ………………………………... Setelah surat ini diserahkan dan telah dilakukan klarifikasi. badan usaha akan mendapatkan Nomor Kode Pekerjaan Konstruksi (NKPK) untuk pekerjaan tersebut... …………………..

.. Surat ini dapat diserahkan langsung kepada LPJK ditempat SBU dikeluarkan atau melalui Cabang Asosiasinya masing-masing pada tingkat Kabupaten/Kota.... Berita Acara serah terima pertama pekerjaan : Demikian laporan kami dan atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.....02 KEPALA SURAT BADAN USAHA Nomor Lampiran : : ………... 2... Ketentuan pelaporan ini berlaku bagi badan usaha Gred 3 dan Gred 4.... ...LAMPIRAN 24 – 2 KODE LP ....... bulan.... PT/CV.. Jl. ditulis nilai perubahan kontrak) Tgl....) Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha Tembusan : Satker/Pimpro ……………………. …………………………………………………… di – ………………………………. …………………….. Catatan : 1... tgl. selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sejak serah terima pertama pekerjaan kepada pengguna jasa. Dengan ini kami laporkan sebagai berikut : Nama paket pekerjaan : Nama badan usaha : Alamat badan usaha : NRBU : Sumber dana proyek : Nilai kontrak awal : NKPK : Tanggal kontrak : Amandemen (yang berisi perubahan nilai kontrak) : (jika ada... tahun Kepada Yth Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah Propinsi …………………………………………… Melaui : Pimpinan Cabang Asosiasi …………………………. yang kemudian akan meneruskannya kepada LPJK..... Perihal : Laporan Penyelesaian Pekerjaan Dengan hormat.... mulai proyek dilaksanakan : Tgl. (.

.. …………………………………………………………………………………………………...…………………………… di …………………… Perihal : Peringatan I (pertama) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang* Dengan hormat....1 Bentuk Surat Peringatan Pertama Untuk Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK DAERAH Nomor Lampiran : : ……………….... berupa : …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………... Sehubungan dengan pelanggaran atas Peraturan LPJK Nomor : ………………….. 3... ……………..........(domisili Badan Usaha) 2.. Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) coret yang tidak perlu . dengan ini kami beritahukan bahwa PT / CV .. Tembusan kepada Yth : 1....... dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini...... yang dilakukan oleh PT / CV . Demikian surat peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya. yang Saudara pimpin.. Pemerintah Daerah Kab / Kota ………...20. Kepada Yth Direktur PT / CV ….LAMPIRAN 26 .... LPJK Nasional / Daerah ………………………..…………………………. Untuk itu kami minta Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk memenuhi : …………………………………………………………………………………………………............ Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah…………………………… …………………………..... dikenakan sanksi Peringatan I (pertama) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang*..

.......... ………………… ………………………………………………………………………………......... …………….(domisili Badan Usaha) 2.. Untuk itu kami mengingatkan Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk segera memenuhi : ………………………………………………………………………………………………….......... yang Saudara pimpin......... Kepada Yth Direktur PT / CV ….. Kami mengingatkan bilamana Saudara tidak juga memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Sedang ini.......... Demikian peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya........ kepada PT / CV ... ternyata sampai dengan batas waktu 30 (tiga puluh) hari yang ditetapkan PT / CV .... maka kepada PT / CV ...…………………………… di …………………… Perihal : Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang* Dengan hormat.. kepada PT / CV. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah…………………………… …………………………. belum memenuhi apa yang diminta dalam isi Surat Peringatan I (pertama) tersebut.20. 3....2 Bentuk Surat Peringatan Kedua Untuk Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK DAERAH Nomor Lampiran : : ………………....... LPJK Nasional / Daerah ………………………..... dikenakan sanksi Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang*.... dengan nomor ..........LAMPIRAN 26 ..... Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) coret yang tidak perlu **) alinea ini digunakan untuk Kategori Pelanggaraan Sedang . dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini..... Tembusan kepada Yth : 1.... Menunjuk Surat Peringatan I (pertama) tanggal ..... Dengan Saudara tidak memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan I (pertama) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang* tersebut maka sesuai Peraturan LPJK Nomor : .... Pemerintah Daerah Kab / Kota ………. akan dikenakan sanksi Kategori Pelanggaraan Berat serta dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti pelelangan selama 60 (enam puluh) hari**.

...... belum memenuhi juga apa yang diminta dalam isi Surat Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan tersebut..... Untuk itu kami mengingatkan kembali Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk segera memenuhi : …………………………………………………………………………………………………..(domisili Badan Usaha) 2........ kepada PT / CV ..... Tembusan kepada Yth : 1. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah…………………………… …………………………. ternyata sampai dengan batas waktu 30 (tiga puluh) hari yang ditetapkan PT / CV . ………………… ……………………………………………………………………………….... .. 3... dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini.................. yang Saudara pimpin.... kepada PT / CV. Demikian peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya. Kami mengingatkan bilamana Saudara tidak juga memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan III (ketiga) Kategori Pelanggaraan Ringan ini.... Menunjuk Surat Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan tanggal ..... Kepada Yth Direktur PT / CV …..... Pemerintah Daerah Kab / Kota ………........... dengan nomor : ... …………….... LPJK Nasional /Daerah ………………………...20.......... maka kepada PT / CV . dikenakan sanksi Peringatan III (ketiga) Kategori Pelanggaraan Ringan....LAMPIRAN 26 ...…………………………… di …………………… Perihal : Peringatan III (ketiga) Kategori Pelanggaraan Ringan Dengan hormat... Asosiasi tingkat pusat/daerah …………………… . Dengan tidak memenuhi / mengabaikan Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan tersebut maka sesuai Peraturan LPJK Nomor :..3 Bentuk Surat Peringatan Ketiga Untuk Kategori Pelanggaraan Ringan KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK DAERAH Nomor Lampiran : : ………………........ akan dikenakan sanksi Kategori Pelanggaraan Sedang serta dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti pelelangan selama 30 (tiga puluh) hari...

Kepada Yth Direktur PT / CV …..............LAMPIRAN 26 .4 Bentuk Surat Peringatan Untuk Kategori Pelanggaraan Berat KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK DAERAH Nomor Lampiran : : ……………….…………………………… di …………………… Perihal : Peringatan Kategori Pelanggaraan Berat* Dengan hormat. Demikian surat peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya......... Sehubungan dengan pelanggaran yang dikategorikan sebagai Pelanggaraan Berat sesuai Peraturan LPJK Nomor : …………………..... 3. kemudian kategori pelanggaraan sedang dan selanjutnya kategori pelanggaraan berat.20....... dengan ini kami beritahukan bahwa PT / CV ...(domisili Badan Usaha) 2...... .. Pemerintah Daerah Kab / Kota ………... yang dilakukan oleh PT / CV ....…………………………... ..... LPJK Nasional / Daerah ………………………...lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini......... . Tembusan kepada Yth : 1. Untuk itu kami minta Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk memenuhi : …………………………………………………………………………………………………... berupa : …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………. Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) bentuk surat peringatan ini digunakan bagi pengenaan kategori pelanggaraan berat yang terkena sanksi secara berjenjang dari kategori pelanggaraan ringan.... dalam waktu selambat....... ……………..... ………………………………………………………………………………………………….... dikenakan Peringatan pertama dan terakhir dengan Kategori Pelanggaraan Berat... maka kepada PT / CV . akan dikenakan sanksi pencabutan SBU. Kami mengingatkan bilamana Saudara tidak memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan ini........... yang Saudara pimpin..... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah…………………………… …………………………....

. ternyata sampai dengan batas waktu 30 (tiga puluh) hari yang ditetapkan Saudara selaku penanggung jawab badan usaha tidak juga memenuhi apa yang diminta dalam isi Surat Peringatan tersebut. Pemerintah Daerah Kab/Kota ………………… 2......... dikenakan sanksi Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU).. Demikian surat pencabutan ini kami sampaikan untuk Saudara ketahui... Kepada Yth : Direktur PT / CV…………………………… di …………………… Perihal : Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU)* Dengan hormat..... kemudian kategori pelanggaraan sedang dan selanjutnya kategori pelanggaraan berat.....LAMPIRAN 27 KEPALA SURAT LPJK Nasional / LPJK Daerah Bentuk Surat Sanksi Pencabutan SBU Nomor Lampiran : : ………………. Dengan tidak memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan tersebut maka dengan ini kepada PT / CV .. Menunjuk Surat Peringatan pertama dan terakhir dengan Kategori Pelanggaraan Berat tanggal . Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah ……………………… ………………………….. Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) bentuk surat peringatan ini digunakan bagi pengenaan kategori pelanggaraan berat yang terkena sanksi secara berjenjang dari kategori pelanggaraan ringan......... dan dengan demikian SBU dinyatakan tidak berlaku... …………….... Tembusan kepada Yth : 1... dengan nomor : ...20. LPJK Nasional / Daerah……………………… 3.... ........

DAFTAR ISI FORMULIR PERMOHONAN BARU Lampiran 8-1 Lampiran 8-2 Lampiran 8-3 Lampiran 8-4 Lampiran 8-5 Lampiran 8-6 Lampiran 8-7 Lampiran 8-8 Lampiran 8-9 Lampiran 8-10 Lampiran 8-11 Lampiran 8-12 Lampiran 8-13 Lampiran 8-14 Lampiran 8-15 Lampiran 8-16 Lampiran 8-17 Lampiran 8-18 Lampiran 8-19 Lampiran 8-20 Lampiran 8-21 F1/PR/01 F1/PR/02 F1/PR/03 F1/PR/04 F1/PR/05 F1/PR/06 F1/PR/07 F1/PR/08 F1/PR/09 F1/PR/10 F1/PR/11 F1/PR/12 F1/PR/13 F1/PR/14 F1/PR/15 F1/PR/16 F1/PR/17 F1/PR/18 F1/PR/19 F1/PR/20 F1/PR/21 Formulir Permohonan SBU Bentuk Surat Pengantar Badan Usaha Permohonan Bidang / Layanan / Subbidang / Sublayanan Surat Pernyataan Badan Usaha Formulir Isian Data Administrasi Formulir Isian Data Pengurus Formulir Isian Data Penanggung Jawab Formulir Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri Formulir Data Keuangan Bentuk Neraca Gred 4 nasional Bentuk Neraca Gred 3 Lama Bentuk Neraca Gred 3 Baru Bentuk Neraca Gred 2 Formulir Isian Data Personalia (PJT/PJB/PJL) Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Teknis Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Non Teknik Surat Pernyataan Penanggung Jawab Teknik Surat Pengikatan Penanggung Jawab Daftar Riwayat Hidup Isian Pengalaman Badan Usaha Isian Data Peralatan .

LAMPIRAN 3

TABEL
BATASAN JUMLAH SUBBIDANG/SUBLAYANAN BADAN USAHA
No.
1

Gred
2

Maksimum Jumlah Subbidang/ Sub-layanan
3

Batas Kualifikasi
4

Keterangan
5

1 2

Gred 1 Gred 2 Type 1

2 SB/SL Maksimum 3B/L (5 SB/SL) Maksimum 3B/L (10 SB/SL) Maksimum 6B/L (15 SB/SL) Maksimum 3B/L (5 SB/SL) Maksimum 3B/L (10 SB/SL) Maksimum 7B/L (25 SB/SL) Tidak terbatas 10B/L (33 SB/SL)

Gred 2

Sesuai PP 28/2000, pasal 8, ayat 2, huruf b Perusahaan baru tanpa pengalaman maksimal 1 thn sejak berdiri dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Perusahaan baru dengan pengalaman maksimal 1 thn sejak berdiri dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Pengalaman sesuai subbidang dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Perusahaan baru tanpa pengalaman maksimal 1 thn sejak berdiri dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Perusahaan baru dengan pengalaman maksimal 1 thn sejak berdiri dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Pengalaman sesuai subbidang dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Pengalaman sesuai subbidang dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2

3

Gred 2 Type 2

Sesuai Pengalaman

4

Gred 2 Type 3

Sesuai tahun sebelumnya

5

Gred 3 Type 1

Gred 3

6

Gred 3 Type 2

Sesuai Pengalaman

7

Gred 3 Type 3

Sesuai tahun sebelumnya

8

Gred 4

Sesuai tahun sebelumnya

LAMPIRAN 5

I.

Bentuk Cap Legalisasi Rekaman SBU di BPRU Nasional

Mengetahui sesuai dengan aslinya BPRU Nasional

………………………. Ketua

II. Bentuk Cap Legalisasi Rekaman SBU di BPRU Daerah

Mengetahui sesuai dengan aslinya BPRU Daerah Propinsi……………

……………………….. Ketua

LAMPIRAN 7 STRUKTUR ORGANIGRAM BSLN / BSLD
BANDING BANDING PENGAWAS PENGAWAS KETUA BSLN/BSLD

PEMUTUS PEMUTUS PENILAI ASESOR

SEKRETARIAT

BENDAHARA

VALIDASI VERIFIKASI

VALIDATOR VERIFIKATOR

DATABASE

KEUANGAN

KETERANGAN :
1. 2. 3. Asesor dan Pemutus dapat bekerja paruh waktu Bagi asosiasi yang belum terakreditasi dibentuk TVVN-TVVD Unsur BSLN/BSLD adalah : a. Banding b. Pengawas c. Pengurus (Ketua, Sekretaris, Bendahara) d. Pemutus (asosiasi dan stake holder profesional – paruh waktu) e. Asesor (asosiasi dan stake holder profesional – paruh waktu) f. Database (profesional-penuh waktu) g. Verifikator / Validator (asosiasi, profesional – penuh waktu)

3. Verifikator / Validator (asosiasi. Pengawas c. profesional – penuh waktu) . Sekretaris. Bendahara. Database (profesional-penuh waktu) g. Pemutus (asosiasi dan stake holder profesional – paruh waktu) e.LAMPIRAN 8 STRUKTUR ORGANIGRAM BSAN / BSAD BANDING BANDING PENGAWAS PENGAWAS KETUA BSAN/BSAD PEMUTUS PEMUTUS PENILAI ASESOR SEKRETARIAT BENDAHARA VALIDASI VERIFIKASI KETERANGAN : 1. VALIDATOR VERIFIKATOR DATABASE KEUANGAN Asesor dan Pemutus dapat bekerja paruh waktu Jika asosiasi mempunyai cabang didaerah kabupaten / kota maka verifikator dan validator 1 ada di kab/kota dan pada BSAD di provinsi ditempatkan validator 2 Unsur BSAN/BSAD adalah : a. Pengurus (Ketua. data base) d. Asesor (asosiasi dan stake holder profesional – paruh waktu) f. Banding b. 2.

KEUANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Tahun SPT pertama Tahun SPT kedua Nilai SPT tahun pertama Nilai SPT tahun Kedua Tahun pemasukan pertama Tahun pemasukan kedua Tahun pemasukan ketiga Tahun pemasukan keempat Tahun pemasukan kelima Pemasukan Tahun pertama Pemasukan Tahun Kedua Pemasukan Tahun Ketiga Pemasukan Tahun Keempat Pemasukan Tahun Kelima B. TENAKER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Nama Tenaga Kerja Jabatan tenaga kerja (PJBU/PJT/PJB/PJL) Bidang yang ditanganinya Sub bidang yang ditanganinya Alamat tenaga kerja Kode Kab/Kota Nomor KTP Pendidikan terakhir Nomor Iajazah Tanggal Lahir Tempat Lahir Agama Nomor Registrasi Tenaga Ahli untuk PJT. PERALATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jenis atau nama peralatan Jumlah peralatan Kapasitas pakai peralatan Merk peralatan Nomor seri peralatan Tahun pembuatan Kondisi sekarang Lokasi / letak peralatan Harga beli peralatan D.Pengawas) Golongan Badan Usaha (Besar. AKTE PERUBAHAN 1 2 3 4 5 Tanggal Akta Perubahan Nomor Akta Perubahan Nama Notaris Pembuat Akta Alamat Kantor/Tempat Kerja Notaris Kode Kab/Kota tempat Akta dibuat G.PMDN. PEMILIK SAHAM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Pemilik saham Jenis kepemilikan saham (perseorangan.LAMPIRAN 10 DATABASE BADAN USAHA A. PENGALAMAN PEKERJAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Tahun Proyek Nama Paket Pekerjaan Kilasan tentang proyek Nomor Kontrak yang dilaksanakan Nomor Kode Pekerjaan Kontruksi Nomor Berita Acara Serah Terima Tanggal Pekerjaan dimulai Tanggal Pekerjaan Selesai Nilai kontrak pekerjaan Nilai kontrak pekerjaan dihitung tahun sekarang Kode Sub Bidang Klasifikasi Pengguna Jasa atau pemberi proyek Kode Propinsi tempat proyek C. PENGURUS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Pengurus Jabatan yang di pegang Alamat tempat tinggal pengurus Kode Kab/Kota Nomor KTP Pendidikan terakhir Nomor Ijazah lulusan terakhir Tanggal Lahir Tempat Lahir Agama J. badan usaha) Nomor KTP pemilik saham Alamat pemilik saham Kode Kab/Kota domisili pemilik Jumlah lembar saham yang dimiliki Nilai saham perlembarnya Modal Dasar Modal disetorkan I.PMA) Jenis Badan Usaha (Perencana.Menengah.Kecil) Kekayaan bersih badan usaha Kode Kab/Kota domisili badan usaha H. PJB. PJL E. BADAN USAHA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nomor Registrasi Badan Usaha (6 digit) Nama Badan Usaha Alamat domisili Badan Usaha Kode Pos Badan Usaha Nomor telepon Badan Usaha Nomor fax badan usaha Alamat Email Badan Usaha Alamat situs / website badan usaha Nomor Pokok Wajib Pajak BentukBadan Usaha(Nasional. DRBU 1 2 3 4 5 Kode Sub bidang Klasifikasi Kode Asosiasi Kemampuan Dasar Kualifikasi Tahun . AKTE PENDIRIAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nomor Akta Pendirian Nama Notaris Pembuat Akta Alamat Kantor Notaris Tanggal Akta Pendirian Kode Kabupaten tempat notaris Nomor Pengesahan Menteri Tanggal Pengesahan Menteri Nomor Pengesahan Pengadilan Negeri Tanggal Pengesahan Pengadilan Negeri Nomor Pengesahan Lembar Negara Tanggal Pengesahan Lembar Negara F.

......... : Dinyatakan memiliki kompetensi dan kemampuan serta dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa pengawas konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia............................................org www.................lpjk....... dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sertifikat.. : .................... 18 Tahun Badan Usaha Jasa Pengawas Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Badan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor : 12a Tahun Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi...................................................................................................................................... Fax : ........ 3.............................................................................. No............................. serta harus diregistrasi ulang pada tahun ke-2 (dua) dan tahun ke-3 (tiga)............................................................................... dan berakhir pada tanggal ................. : ...... Ketua .... Ketua Keterangan : 1............... Data yang tertera dalam SBU dan Daftar Perolehan Pekerjaan dapat diklarifikasi melalui www...................... dan berdasarkan 2008 tentang Registrasi Usaha Lembaga Pengembangan Jasa : ................................... ..... Untuk kepentingan registrasi ulang sertifikat ini dilarang dilaminasi................................................................ ............................................... ................ Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah. 2...... : ................................................................. Bidang Perusahaan Foto 3X 4 Penanggung Jawab Badan Usaha ........................................... : Jasa Pengawas : Umum / Spesialis : Rp.......... Badan Pelaksana Registrasi Usaha LPJK Nasional / Daerah ... : ...................................................org............................................................................................. Ditetapkan di Pada tanggal : ................................... : ........ Sertifikat ini dinyatakan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkan.................................................................................................... : ..............Lampiran 15-1 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board SERTIFIKAT BADAN USAHA JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nomor : ............................................... dengan ini Konstruksi Nasional menetapkan bahwa : Nama Badan Usaha Nama Pimpinan /PJBU Alamat Badan Usaha Kabupaten/Kota Provinsi Nomor Telepon E-mail NPWP Jenis Usaha Sifat Usaha Kemampuan Keuangan Nomor Registrasi 1999 tentang Jasa Konstruksi... Sertifikat ini harus dilampiri Daftar Perolehan Pekerjaan........................ dengan klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana yang tercantum di halaman belakang sertifikat ini............................................................................... Berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b Undang-Undang No............................................................................................................ Usaha (SBU)....................................lpjk................................................................... : .............................................. : ............................................. kode pos : .................................. ....

. RINCIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI BADAN USAHA JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nama Badan Usaha Layanan Usaha Golongan Usaha Anggota Asosiasi : ...... KD = 3 X Nlai Paket Pekerjaan tertinggi yang diperoleh selama kurun waktu 7 tahun terakhir............ Nomor Kode KUALIFIKASI SUB LAYANAN Tahun Nilai (juta Rp) LOGO ASOSIASI KEMAMPUAN DASAR Keterangan : KD = Kemampuan Dasar (dalam jutaan rupiah) pada saat Sertifikasi................... . . Data yang tertera dalam SBU ini dapat diklarifikasi melalui www.. ..No..lpjk... ............. ....... .... Ketua Keterangan : 1...... Dewan Pengurus Nasional / Provinsi... Ketua Umum / Ketua ( ) ( ) ( ) ( ) ... : ................... :........ .....................................org.......... Seri : ........ . ....................... Nasional / Daerah ............ Telah dilakukan registrasi ulang Tahun ke-2 LPJK BSA Tahun ke-3 LPJK BSA ....... : ............... Untuk kepentingan registrasi ulang sertifikat ini dilarang dilaminasi............. 2............................................................. ................................ .......... ........ Badan Sertifikasi Asosiasi .............. ........ KLASIFIKASI No.................. .... ... .....

5. .Lampiran 17 DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1. Pengisian dengan diketik / huruf cetak. Apabila lembar ini tidak mencukupi.lpjk.org. 4. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha. Daftar Perolehan Pekerjaan ini berlampiran SBU yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai keabsahan sertifikat. 2. 3. Data yang tersebut dalam Daftar Perolehan Pekerjaan ini dapat di klarifikasi melalui situs LPJK dengan alamat www. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini. dan dilarang melaminating daftar ini.

.......................................................... : ............................................................... : .............................................................................................................. Sertifikat ini harus dilampiri Daftar Perolehan Pekerjaan........................... dengan ini Konstruksi Nasional menetapkan bahwa : Nama Badan Usaha Nama Pimpinan /PJBU Alamat Badan Usaha Kabupaten/Kota Provinsi Nomor Telepon E-mail NPWP Jenis Usaha Sifat Usaha Kemampuan Keuangan Nomor Registrasi 1999 tentang Jasa Konstruksi................................................................................................................. : .................................................................................. Ketua Keterangan : 1................ Sertifikat ini dinyatakan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkan.............................. dengan klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana yang tercantum di halaman belakang sertifikat ini....... 3................... Bidang Perusahaan Foto 3X 4 Penanggung Jawab Badan Usaha ......org.... Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah....... : Jasa Pengawas : Umum / Spesialis : Rp..................................... dan berdasarkan 2008 tentang Registrasi Usaha Lembaga Pengembangan Jasa : ................................................................................. : ....................................... : ............................................................................................................................................................................................ serta harus diregistrasi ulang pada tahun ke-2 (dua) dan tahun ke-3 (tiga)......................................lpjk................................. Ketua ......... Ditetapkan di Pada tanggal : . : ....................... Data yang tertera dalam SBU dan Daftar Perolehan Pekerjaan dapat diklarifikasi melalui www.........................lpjk......... 2.......................... .............................................. 18 Tahun Badan Usaha Jasa Pengawas Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Badan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor : 12a Tahun Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi.......... Untuk kepentingan registrasi ulang sertifikat ini dilarang dilaminasi...... ................................ : Dinyatakan memiliki kompetensi dan kemampuan serta dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa pengawas konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia...............................................org www...................................................... Fax : ............... ..................... : ........... dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sertifikat.... dan berakhir pada tanggal ..................... .............................................................Lampiran 15-2 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board SERTIFIKAT BADAN USAHA JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nomor : ...... : ....................................................................................................... Badan Pelaksana Registrasi Usaha LPJK Nasional / Daerah ................ No................................... Usaha (SBU)............... Berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b Undang-Undang No....................... kode pos : ...

........ Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah... ..... ..................................... Seri : ......... Untuk kepentingan leges...... Telah dilakukan registrasi ulang Tahun ke-2 LPJK TVV Tahun ke-3 LPJK TVV ` ...... ..... .. .. : ....lpjk............. sertifikat ini dilarang dilaminasi.. Nomor Kode KUALIFIKASI SUBLAYANAN Tahun Nilai (juta Rp) KEMAMPUAN DASAR Keterangan : KD = Kemampuan Dasar (dalam jutaan rupiah) pada saat Sertifikasi...... Badan Sertifikasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah ......No..... .. .. KLASIFIKASI No................... ....... :...... .............. .... ............................. ...... RINCIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI BADAN USAHA JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nama Badan Usaha Layanan Usaha Golongan Usaha Anggota Asosiasi : ....... 2........................................ ( ) ( ) ( ) ( ) . Data yang tertera dalam SBU ini dapat diklarifikasi melalui www..org.............. : ............. .............. ................ KD = 3 X Nlai Paket Pekerjaan tertinggi yang diperoleh selama kurun waktu 7 tahun terakhir...... Ketua Keterangan : 1............... .......

org. 5. Data yang tersebut dalam Daftar Perolehan Pekerjaan ini dapat di klarifikasi melalui situs LPJK dengan alamat www. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini. Apabila lembar ini tidak mencukupi. 3.lpjk. . Pengisian dengan diketik / huruf cetak. 4.Lampiran 17 DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1. dan dilarang melaminating daftar ini. Daftar Perolehan Pekerjaan ini berlampiran SBU yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai keabsahan sertifikat. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha. 2.

......................................... : ........ kode pos : ....... : .................... dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sertifikat................................................................ Untuk kepentingan registrasi ulang sertifikat ini dilarang dilaminasi............................ : .................... .......................................lpjk.............................. Data yang tertera dalam SBU dan Daftar Perolehan Pekerjaan dapat diklarifikasi melalui www.... dan berdasarkan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor : 12a Tahun 2008 tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi........................................ Badan Pelaksana Registrasi Usaha LPJK Nasional / Daerah ............................................ : Jasa Perencana : Umum / Spesialis : Rp................................ dengan klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana yang tercantum di halaman belakang sertifikat ini....... 2....................................................................................lpjk............org............ : ......................................................... Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah......Lampiran 15-2 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board SERTIFIKAT BADAN USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI Nomor : ...................... Sertifikat ini harus dilampiri Daftar Perolehan Pekerjaan..................................................... Ditetapkan di Pada tanggal : ................................................ Ketua Keterangan : 1....... ......................... 3.......... Fax : ..................................................... ....................... Berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b Undang-Undang No............................................................................................................. No............. Bidang Perusahaan Foto 3X 4 Penanggung Jawab Badan Usaha ............................................................................... Sertifikat ini dinyatakan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkan........................ serta harus diregistrasi ulang pada tahun ke-2 (dua) dan tahun ke-3 (tiga).................org www........ : Dinyatakan memiliki kompetensi dan kemampuan serta dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa perencana konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia......................... ..................................................... 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi................................................................................................ Ketua .......... : .................................................................................... : .............................. dengan ini Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional menetapkan bahwa : Nama Badan Usaha Nama Pimpinan /PJBU Alamat Badan Usaha Kabupaten/Kota Provinsi Nomor Telepon E-mail NPWP Jenis Usaha Sifat Usaha Kemampuan Keuangan Nomor Registrasi : .......................................................................................................................................... : ......................... : .................................. Badan Usaha Jasa Perencana Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU)........................... dan berakhir pada tanggal ............

............... . Seri : ....... .... : . : ............... .......... ..... Nomor Kode KUALIFIKASI SUB BIDANG / SUB LAYANAN Tahun Nilai (juta Rp) KEMAMPUAN DASAR Keterangan : KD = Kemampuan Dasar (dalam jutaan rupiah) pada saat Sertifikasi.............. .... .................lpjk................... ...... Badan Sertifikasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah . sertifikat ini dilarang dilaminasi................. Untuk kepentingan leges...... Ketua Keterangan : 1... KD = 3 X Nlai Paket Pekerjaan tertinggi yang diperoleh selama kurun waktu 7 tahun terakhir... ............ ........ .................. Data yang tertera dalam SBU ini dapat diklarifikasi melalui www........... Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah.............. .... ( ) ( ) ( ) ( ) . Telah dilakukan registrasi ulang Tahun ke-2 LPJK BSA Tahun ke-3 LPJK BSA ` ... :................................. ... ...org......No... RINCIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI BADAN USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI Nama Badan Usaha Bidang / Layanan Usaha Golongan Usaha Anggota Asosiasi : ............. ....... ......... KLASIFIKASI No............... 2................................

Data yang tersebut dalam Daftar Perolehan Pekerjaan ini dapat di klarifikasi melalui situs LPJK dengan alamat www.org.Lampiran 17 DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1. . 3. Pengisian dengan diketik / huruf cetak. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini. 2. 4. Daftar Perolehan Pekerjaan ini berlampiran SBU yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai keabsahan sertifikat. Apabila lembar ini tidak mencukupi.lpjk. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha. 5. dan dilarang melaminating daftar ini.

............................................. Sertifikat ini harus dilampiri Daftar Perolehan Pekerjaan.............................kode pos : ............................................................ Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah........ ................................ : ........................................... : Jasa Perencana Nomor Registrasi : ...... Ketua Keterangan : 1................................... : ................................................................................................................ dengan ini Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional.lpjk............................. 3..........................................3 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board TANDA DAFTAR USAHA ORANG PERSEORANGAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nomor : ………………………............................................................................................. No........................ 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi bahwa Usaha Orang Perseorangan wajib memiliki Sertifikat. Data yang tertera dalam TDUP dan Daftar Perolehan Pekerjaan dapat diklarifikasi melalui www..... dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sertifikat................................................... dan berdasarkan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor : 12a Tahun 2008 tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi............................ : ................................................................... : ...... Untuk kepentingan leges sertifikat ini dilarang dilaminasi...................... Berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b Undang-Undang No.................................................................................... ............................................. Dinyatakan memiliki keahlian kerja serta dapat melaksanakan pekerjaan jasa pengawas konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia... Ditetapkan di Pada tanggal : . dan berakhir pada tanggal ....................................... menetapkan bahwa : Nama Alamat Kabupaten/Kota Provinsi Nomor Telepon NPWP Jenis usaha : ..................................... 2................. : ..................................................................................org............. Foto 3 X 4 Bidang Perusahaan ........... Badan Pelaksana Registrasi Usaha LPJK Daerah ............... Sertifikat ini dinyatakan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkan............................... serta harus diregistrasi ulang pada tahun ke-2 (dua) dan tahun ke-3 (tiga)... Ketua ......... : .................Lampiran 15 ........................................................... Fax : ......................... dengan klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana yang tercantum di halaman belakang sertifikat ini.........................................

........... : Jasa Pengawas KLASIFIKASI No....... .. Seri : .... ................. ............... Untuk kepentingan leges.... ...... .................. ................. Tahun ke-2 LPJK Tahun ke-3 LPJK ` ..... ......... ........... ...... Nomor Kode KUALIFIKASI SUB LAYANAN Nomor SKA Telah dilakukan registrasi ulang Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah.lpjk.... sertifikat ini dilarang dilaminasi... Ketua Keterangan : 1.......... . RINCIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI USAHA ORANG PERSEORANGAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nama Jenis Usaha : ... Data yang tertera dalam TDUP ini dapat diklarifikasi melalui www..... ......org...... ( ) ( ) ..........No.... 2...... Badan Sertifikasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah ...

Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha.DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1. . 3.lpjk. Kebenaran data yang ada dalam sertifikat ini dapat dilihat pada Daftar registrasi Badan Usaha (DrBU) dengan alamat www.org dan dilarang melaminating sertifikat ini. 2. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini. Pengisian dengan diketik / huruf cetak. Apabila lembar ini tidak mencukupi. 4.

........................... Foto 3 X 4 Bidang Perusahaan ....... dengan klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana yang tercantum di halaman belakang sertifikat ini............. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi bahwa Usaha Orang Perseorangan wajib memiliki Sertifikat...................org.................................................................................... No........kode pos : ....................... : ......... : .............................. dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sertifikat.................................... : ........ Berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b Undang-Undang No......................................................................................................................... Ketua Keterangan : 1.... : ........ serta harus diregistrasi ulang pada tahun ke-2 (dua) dan tahun ke-3 (tiga)........................................................... Ditetapkan di Pada tanggal : ......3 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board TANDA DAFTAR USAHA ORANG PERSEORANGAN JASA PERENCANA KONSTRUKSI Nomor : ……………………….................. ...... Sertifikat ini dinyatakan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkan..... 2.............. dan berakhir pada tanggal ............................ ...................................................................... Data yang tertera dalam TDUP dan Daftar Perolehan Pekerjaan dapat diklarifikasi melalui www............ Dinyatakan memiliki keahlian kerja serta dapat melaksanakan pekerjaan jasa perencana konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia.................................... 3....................................Lampiran 15 .... dengan ini Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional...... menetapkan bahwa : Nama Alamat Kabupaten/Kota Provinsi Nomor Telepon NPWP Jenis usaha : ......................lpjk.............................................. : Jasa Perencana Nomor Registrasi : ............................................. : ............................................................................... : ................................................................................................................................................................................. Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah............................................................ dan berdasarkan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor : 12a Tahun 2008 tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi............................... Badan Pelaksana Registrasi Usaha LPJK Daerah ... Sertifikat ini harus dilampiri Daftar Perolehan Pekerjaan........................................................... Untuk kepentingan leges sertifikat ini dilarang dilaminasi........ Ketua .................... Fax : ........................

..... ........................ Untuk kepentingan leges. ....... Nomor Kode KUALIFIKASI SUBBIDANG / SUB LAYANAN Nomor SKA Telah dilakukan registrasi ulang Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah.. Tahun ke-2 LPJK Tahun ke-3 LPJK ` ............org.............No....... ... ......................... RINCIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI USAHA ORANG PERSEORANGAN JASA PERENCANA KONSTRUKSI Nama Jenis Usaha : ........ .................... ........... Data yang tertera dalam TDUP ini dapat diklarifikasi melalui www.... 2...... ..... sertifikat ini dilarang dilaminasi. .............. ... ...lpjk......... ( ) ( ) . : Jasa Perencana KLASIFIKASI No. Seri : . .. Ketua Keterangan : 1.. Badan Sertifikasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah ....

lpjk. 4. 2. Kebenaran data yang ada dalam sertifikat ini dapat dilihat pada Daftar registrasi Badan Usaha (DrBU) dengan alamat www. Pengisian dengan diketik / huruf cetak. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini.DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha. 3.org dan dilarang melaminating sertifikat ini. Apabila lembar ini tidak mencukupi. .

... 1. kami menyatakan : • • • mengundurkan diri sebagai anggota asosiasi………........ tgl..... PT / CV ..LAMPIRAN 16 KEPALA SURAT BADAN USAHA …………......... Dengan ini kami sampaikan kepada Saudara.......... Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha .. tahun…….... di ………….. Perihal : Pengunduran diri sebagai anggota asosiasi Dengan hormat.. tahun Nomor Lampiran : : Kepada Yth........ segala akibat pengunduran diri ini adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami... tgl……..... bahwa terhitung sejak hari …….. (Tanda tangan dan nama jelas) Tembusan Yth.. bulan.... dan dengan pengunduran ini kami tidak ada sangkut paut lagi dengan asosiasi ………....... bulan….. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional 2. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan dan atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih... Hormat kami.......... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah ... Ketua Umum BPD / BPC Asosiasi……….

.................................. di …………... Perihal : Pemberitahuan Pindah Asosiasi Dengan hormat... Hormat kami. yang ditujukan kepada Ketua Umum BPD / BPC asosiasi... Ketua BPRU Nasional / BPRU Daerah ………....... Demikian kami sampaikan dan atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional 3........1 KEPALA SURAT BADAN USAHA …….. akan kami ajukan melalui BSAN / BSAD / TVVN / TTVD ……………………......... ( Tanda tangan dan nama jelas) Tembusan kepada : 1...... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah ... Berdasarkan surat kami Nomor : .........perihal....... Driektur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha . tanggal ........... dengan ini kami sampaikan kepada Saudara..... bukti keanggotaan terlampir...................... sesuai ketentuan yang berlaku.. PT / CV ............ dan menjadi anggota Asosiasi.. Ketua Umum BPD/BPC Asosiasi (baru) 2..... tgl. bulan.. bahwa terhitung mulai tanggal .......LAMPIRAN 16 ... badan usaha kami telah mengundurkan diri sebagai anggota dari asosiasi .. tahun Nomor Lampiran : : Kepada Yth. Selanjutnya pengajuan permohonan registrasi.................

....... tahun ..... tahun Yang menyatakan.. kami akan segera melunasi............. bulan................. Badan usaha kami telah melunasi seluruh kewajiban kami selaku anggota asosiasi. Terhitung sejak tanggal .............. (Tanda tangan dan Nama jelas) Copy disampaikan kepada : 1..... Ketua Umum BPD/BPC Asosiasi 2... Apabila ternyata kami masih mempunyai kewajiban keuangan kepada asosiasi ..... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional 3...............2 KEPALA SURAT BADAN USAHA SURAT PERNYATAAN PENGUNDURAN DIRI Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan Alamat : .. dan 4.............. PT / CV .......... .......................... 3....... : ...... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah ... bulan ..... badan usaha kami telah mengundurkan diri sebagai anggota asosiasi ............ 2... tahun... bulan.................... Dalam kedudukan sebagaimana tersebut di atas.LAMPIRAN 16 ....... Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha Materai sesuai ketentuan dan cap badan usaha . Terhitung sejak tanggal........ tanggal. : .... dengan ini menyatakan : 1......................................... Demikian Surat Pernyataan ini kami buat dengan sesungguhnya atas kehendak sendiri dan dengan penuh rasa tanggung jawab.. badan usaha kami telah pindah dan menjadi anggota asosiasi .........

. dapat menghubungi LPJK setempat.....org/ Email:………………… SURAT KEABSAHAN REGISTRASI Nomor Akses :………...................... Surat keterangan ini diproses menggunakan STI – LPJK Nasional..lpjk.org / konfirmasi_surat.. 2... (berlaku sampai dengan tanggal ...... Dikeluarkan tanggal ..) Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dengan ini menyatakan bahwa : Nama Badan Usaha Alamat Badan Usaha : ……………………………………… : ……………………………………… telah teregistrasi di LPJK dengan keterangan sebagai berikut : Nomor Registrasi Badan Usaha Bidang / Layanan Kode Subbidang / Sublayanan : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… BIDANG / LAYANAN / SUBBIDANG / SUBLAYANAN DIBUAT TABEL Demikian surat keabsahan registrasi ini dibuat untuk klarifikasi terhadap SBU dan tidak untuk digunakan sebagai pengganti SBU... Kebenaran surat keterangan ini dapat dilihat pada http://www.... Fax : +62-………….... (Construction Services Development Board) …………………………………………………..lpjk. Jika diperlukan informasi lebih lanjut. Website: http://www. .LAMPIRAN 17 Surat Keabsahan Registrasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ………………..php... Telp: +62-…………..... 1. dengan memasukkan nomor akses.

... Fax : +62-…………..LAMPIRAN 18 Surat Keterangan Tidak Dikenakan Sanksi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ………………... .lpjk.... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Date/time . Demikian keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...... Kebenaran surat keterangan ini dapat dilihat pada http://www..) Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dengan ini menyatakan bahwa : Badan Usaha Alamat Badan Usaha Kabupaten / Kota Kodepos Telepon Fax Propinsi Nomor Registrasi Badan Usaha Pimpinan Badan Usaha : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… sebagaimana disebut di atas tidak dalam status terkena sanksi dan masuk dalam daftar hitam LPJK.... Website: http://www... dapat menghubungi LPJK setempat.. Telp: +62-…………... 2.. dengan memasukkan nomor akses.......org/ Email:………………… SURAT KETERANGAN TIDAK DIKENAKAN SANKSI DAN ATAU MASUK DALAM DAFTAR HITAM LPJK Nomor Akses :……….............lpjk. Surat keterangan ini diproses menggunakan STI – LPJK Nasional..... (Construction Services Development Board) ………………………………………………….....org / konfirmasi_surat. Catatan : 1.php... Jika diperlukan informasi lebih lanjut. (berlaku sampai dengan tanggal ..

.... Fax : +62-………….. Website: http://www.... Catatan : 1.. dapat menghubungi LPJK setempat........php.org/ Email:………………… SURAT KETERANGAN KEBENARAN DATA BADAN USAHA Nomor Akses :………................. ..org / konfirmasi_surat...... dengan memasukkan nomor akses...lpjk.. 2.. Surat keterangan ini diproses menggunakan STI – LPJK Nasional...) Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dengan ini menyatakan bahwa : Nama badan usaha Alamat badan usaha Kabupaten / kota Kode pos Telepon Fax Propinsi Nomor Registrasi Badan Usaha Nama pimpinan badan usaha : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… sebagaimana disebut di atas tercatat pada sistem informasi LPJK mempunyai kompetensi usaha.Surat Keterangan Kebenaran Data Badan Usaha LAMPIRAN 19 Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ……………….... Kebenaran surat keterangan ini dapat dilihat pada http://www... (Construction Services Development Board) …………………………………………………. Telp: +62-…………. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Date/time .lpjk.. klasifikasi dan kualifikasi sebagai berikut : Kekayaan bersih Kemampuan keuangan Kemampuan menangani paket Klasifikasi Kualifikasi : ……………………………………… : ……………………………………… : …………………… paket pekerjaan : ……………………………………… : ……………………………………… Demikian keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. (berlaku sampai dengan tanggal ... Jika diperlukan informasi lebih lanjut..

. 6. 3. Apabila lembar ini tidak mencukupi. Data tersebut dalam Daftar Perolehan Pekerjaan ini dapat di klarifikasi melalui situs LPJK dengan alamat www. 4. Dilarang melaminasi daftar perolehan pekerjaan ini. Daftar Perolehan Pekerjaan ini berlampiran SBU dan TDUP yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai keabsahan sertifikat.Lampiran 21 DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1. 5. Pengisian dengan diketik / huruf cetak.org. 2. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha.lpjk.

.. Subbidang / Bagian subbidang LAMPIRAN 23 Bidang Jumlah badan usaha Jumlah proyek Jumlah paket Nilai kontrak . : ………….REKAPITULASI DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN Propinsi Periode 6 Bulan Tanggal Cetak : …………………………. s/d ….……… : …………………………..

.. dikenakan sanksi Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU)................... Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) bentuk surat peringatan ini digunakan bagi pengenaan kategori pelanggaraan berat secara langsung... dengan ini kepada PT / CV ...20..... Instansi Pemerintah terkait 2. …………….... dan dengan demikian SBU atas nama PT / CV .. LPJK Nasional / Daerah……………………… 4. Pemerintah Daerah Propinsi/Kab/Kota ………………… 3.. Tembusan kepada Yth : 1. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah ……………………… …………………………....... Sehubungan dengan Pelanggaraan Berat sesuai ketentuan Peraturan LPJK Nomor : ... dinyatakan tidak berlaku.. **) coret yang tidak perlu .... huruf b / c / d / e / f / g** yang dilakukan oleh PT / CV . yang Saudara pimpin berupa : ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………….....LAMPIRAN 28 KEPALA SURAT LPJK Nasional / LPJK Daerah Bentuk Surat Sanksi Pencabutan SBU Nomor Lampiran : : ………………. Kepada Yth : Direktur PT / CV…………………………… di …………………… Perihal : Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU)* Dengan hormat....…………………………......... dengan nomor registrasi ................ Demikian surat pencabutan ini kami sampaikan untuk dimaklumi...

Isolasi Termal dan Suara. Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Keairan. Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya SR0300 SR0100 SR0200 SR0400 Struktur Bangunan Prasarana Keairan Prasarana Transportasi Subbidang Sipil Lainnya 13000 13001 13002 13003 Bidang MEKANIKAL Jasa Disain Enjiniring Mekanikal Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Industrial Plant dan Proses Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Mekanikal Lainnya MR0100 MR0200 MR0300 MR0400 Instalasi Tata Udara. Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi. Instalasi Utilitas dan Plumbing Instalasi Minyak. Disain dan Administrasi Kontrak Arsitektural Jasa Arsitektural Lansekap Jasa Desain Interior Jasa Penilai Perawatan Bangunan Gedung Jasa Arsitektur Lainnya AR0100 AR0300 AR0200 AR0400 AR0400 Arsitektur Bangunan Arsitektur Interior Arsitektur Lansekap Subbidang Arsitektur Lainnya Subbidang Arsitektur Lainnya 12000 12001 12002 12003 12004 Bidang S I P I L Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Bangunan. Gas dan Geothermal Pekerjaan Mekanikal untuk Industri dan Ketenagaan Sub Bidang Pekerjaan Mekanikal Lainnya .LAMPIRAN 29 KONVERSI BIDANG/SUBBIDANG/LAYANAN/SUBLAYANAN SK 200/KPTS/LPJK/D/XI/2003 BIDANG/SUBBIDANG/ LAYANAN/SUBLAYANAN PERLEM 12 TAHUN 2006 DENGAN BIDANG/SUBBIDANG/ LAYANAN/SUBLAYANAN PERLEM 12a TAHUN 2008 Peraturan Registrasi Kode 11000 11001 11002 11003 11004 11005 SK 200 Kode Subbidang / Sublayanan Subbidang / Sublayanan Bidang ARSITEKTURAL Jasa Nasihat/Pra-Disain. Lift dan Eskalator.

01: PP.04 PP. Survei Hidrografi/Batimetri Sistem Informasi Geografi Survei Hidrologi Investigasi Teknik 17000 17001 17002 Layanan JASA ANALISIS & ENJINIRING LAINNYA Jasa Komposisi. Geofisik dan Prospek Lainnya PP.01 JA.01 Jasa Inspeksi/ Supervisi Jasa Inspeksi/ Supervisi Jasa Inspeksi/ Supervisi . Subbidang Elektrikal Lainnya Subbidang Elektrikal Lainnya 15000 15001 15002 15003 Bidang TATA LINGKUNGAN Jasa Konsultansi Lingkungan Jasa Perencanaan Urban Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Tata Lingkungan Lainnya TR0200 TR0300 TR0400 Teknik Lingkungan Pengembangan Kota dan Wilayah Sub Bidang Tata Lingkungan Lainnya 16000 16001 16002 16003 16004 Layanan JASA SURVEY Jasa Survey Permukaan Jasa Pembuatan Peta Jasa Survey Bawah Tanah Jasa Geologi.05 PP06 Survei Teristris .01 JA.02.14000 14001 14002 14003 Bidang ELEKTRIKAL Jasa Disain Enjiniring Elektrikal Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Sistem Kontrol Lalu-Lintas Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Elektrikal Lainnya ER0100 ER0200 ER0300 ER0400 ER0400 Instalasi Listrik & Penanggkal Petir Instalasi Pembangkit Jaringan. Survei Pengindraan Jauh / Fotogrametri . Transmisi dan Distribusi Telekomunikasi . Kemurnian dan Analisis Jasa Enjiniring Lainnya TR0100 PP06 Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Investigasi Teknik 31000 31001 31002 31003 Layanan JASA INSPEKSI TEKNIS Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Bangunan Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Keairan JA.03 PP. PP.

02 JA.03 PP07 PP08 JA. Manajemen Proyek Manajemen Konstruksi .03 PP07 PP08 JA.02 JA.01 JA.02 JA. Manajemen Proyek Manajemen Konstruksi .03 PP07 PP08 JA.03 PP07 PP08 JA.01 Jasa Inspeksi/ Supervisi Jasa Inspeksi/ Supervisi Jasa Inspeksi/ Supervisi 32000 32001 32002 32003 32004 32005 32006 Layanan JASA MANAJEMEN PROYEK Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Bangunan Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Keairan Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Industrial Plant dan Proses Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Sistem Kontrol Lalu-Lintas PP07 PP08 JA. Manajemen Proyek Manajemen Konstruksi . Manajemen Proyek Manajemen Konstruksi .01 JA.02 JA.02 JA.03 PP07 PP08 JA. Manajemen Proyek Manajemen Konstruksi . Manajemen Proyek 33000 33001 Layanan JASA ENJINIRING TERPADU (Khusus untuk Proyek Rp 5M s/d Rp 25 M ) Jasa Enjiniring Terpadu .03 Manajemen Konstruksi .02 JA.31004 31005 31006 Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Industrial Plant dan Proses Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Sistem Konstrol Lalu-Lintas JA.

LAMPIRAN 30 KONVERSI KUALIFIKASI SK 200/KPTS/LPJK/D/XI/2003 DENGAN KUALIFIKASI USAHA PERATURAN REGISTRASI INI NO SK 75 1 2 3 4 Kecil (K) Menengah (M) Besar (B) KUALIFIKASI PERLEM 12 Gred 1 Gred 2 Gred 3 Gred 4 KETERANGAN PERLEM 12 a Gred 1 Gred 2 Gred 3 Gred 4 Usaha orang perseorangan Termasuk badan usaha asing dan kantor perwakilan asing .

c. Didaftar di Pengadilan Negeri/TDP B.1.4.2.3. Keanggotaan Asosiasi Nomor KTA Asosiasi B.c. Pengumuman dalam Lembar Negara B. Pengesahan Menteri Kehakiman B.2.b.4.2. Pengumuman dlm.a. Nama Badan Usaha A. Alamat Kantor A. Lembar Negara B. Pengesahan Menteri Kehakiman B. Status Badan Usaha A.b. Surat Ijin PMA/PMDN (Untuk Pers. Telepon Tanggal Validasi DOKUMEN Ada : …………………………………………… : …………………………………………… : …………………………………………… CATATAN Perlu Dilengkapi F1/PR/04 F1/PR/03 PERNYATAAN KEBENARAN & KEABSAHAN DATA PERMOHONAN KLASIFIKASI DAN GRED Jumlah subbidang yang diajukan Kode subbidang Gred Kemampuan Dasar (KD) F1/PR/05 DATA DASAR ADMINISTRASI A. : ………………………………………………………….2.2.LAMPIRAN 9. PMA/PMDN) . Akte Perubahan B.a. Didaftar di Pengadilan Negeri B. Akte Pendirian Badan Usaha B. NPWP B.3. : ………………………………………………………….3. LEGALITAS B. NAMA PERSYARATAN SURAT PERMOHONAN Lampiran Bukti Setor Biaya Sertifikasi Lampiran Pas Photo Sertifikat (3 x 4 cm) Propinsi No.3.1 LOGO ASOSIASI Nama Badan Usaha Alamat Nama Validator FORM F1/PR/-01 BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI FORM : FV1 Halaman 1 VALIDASI DOKUMEN PERMOHONAN SERTIFIKASI : ………………………………………………………….1.3. INFORMASI PERKANTORAN A.

11.13) c. KEUANGAN a.Nama Badan Usaha : …………………………………………………………… A. Lahir Pendidikan / Tahun Lulus Copy KTP (dilampirkan) C. PENGALAMAN BADAN USAHA Menurut subbidang Jumlah Proyek Nilai Proyek C. PIMPINAN & KEPEMILIKAN A. Jumlah Nilai asset tetap b. Identitas Setiap Pemilik Badan Usaha F1/PR/06 Nama / Nama Institusi Alamat Jumlah lembar saham Nilai satuan saham Modal dasar Modal disetor % Pemilikan Saham Copy KTP atau Akte Pengukuhan Institusi F1/PR/08 F1/PR/14 PERNYATAAN BUKAN PEGAWAI NEGERI Ditandatangani (bermaterai cukup) FORMULIR ISIAN DATA PERSONALIA A. PERALATAN Lampiran Informasi Peralatan (sesuai F1/PR/21) F1/PR/04 PERNYATAAN PENGIKATAN PENANGGUNG JAWAB BIDANG/LAYANAN Telah ditandatangani & bermaterai cukup FORM : FV1 Halaman 2 . Total Kekayaan bersih Lampirkan Neraca yang telah diaudit d. DAFTAR PERSONIL BADAN USAHA (sesuai FRP/PR/14) Jumlah Personil Informasi/Data Posisi & Spesialisasi (PJT/PJB/PJL) B.1. Identitas Setiap Pengurus Badan Usaha Nama / Nomor KTP Negara / Kota / Tgl.3. Jumlah Nilai asset lancar Lampirkan Neraca sesuai (F1/PR/10. Batas dukungan kredit Bank Lampiran Surat Pernyataan / Dukungan Bank D.12.

FORM : FV1 Halaman 3 Nama Badan Usaha : …………………………………………………………… F1/PR/08 PERNYATAAN BUKAN PEGAWAI NEGERI Telah ditandatangani & bermaterai cukup F1/PR/19 F1/PR/20 F1/PR/21 CURRICULUM VITAE DAFTAR PENGALAMAN BADAN USAHA PERALATAN KANTOR Diminta kelengkapan data REKOMENDASI VALIDATOR UNTUK SEKRETARIAT Dikirim ke Asesor (Gred 2/3) Dikirm ke BSAN (Gred 4 nasional) (Nama jelas & Tanda-tangan Validator) (Nama jelas & Tanda-tangan Database) .

Penilaian : Y /T Batas Kredit : Rp. A. Saldo Akhir : Rp. Keuangan (Lihat Form FPP-02-3) No. : …………………………. 2. 3. --juta.) : Dukungan Kredit Bank Uraian Temuan Diaudit : Y / T – Aktiva Lancar : Rp. FPP-02-3) No. C. juta. Nama Asesor Tanggal Nama Badan Usaha Propinsi : …………………………. Gred Subbidang/Sublayanan . I. Uraian Temuan Penilaian B.LAMPIRAN 9. Neraca Th. 1. REKAPITULASI PENILAIAN Persyaratan Dasar (Lihat Form FPP-01-1. : Rekening Koran (Bln. FPP-01-2. juta.– Th.2 LOGO ASOSIASI BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI FORM : FPP-04 REKOMENDASI PENILAIAN SERTIFIKASI : ……………………………………………………. : …………………………………………………….

2 C.LAMPIRAN 9. Kategori –3 : Pengalaman Badan Usaha (Form F1/PR/20) tidak memenuhi syarat B. Personil (PJT/PJB/PJL) (Form F1/PR/14) memenuhi syarat 4 Kategori –4 : Pengalaman Badan Usaha (Form F1/PR/20). CATATAN KEKURANGAN DATA : B. Gred Subbidang / Sublayanan Kode Subbidang / Subblayanan Penilaian Kategori – 1 Kategori – 2 Kategori – 3 Kategori – 4 Keterangan : Kategori –1 : Pengalaman Badan Usaha (Form F1/PR/20). Personil (PJT/PJB/PJL) (Form F1/PR/14) memenuhi syarat 4 Kategori –2 : Pengalaman Badan Usaha (Form F1/PR/20) memenuhi syarat B. Personil (PJT/PJB/PJL) (Form F1/PR/14) tidak memenuhi syarat 4. Personil (PJT/PJB/PJL) (F1/PR/14) tidak memenuhi syarat 4 II. CATATAN KEKURANGAN DATA & SARAN KUALIFIKASI A. SARAN KUALIFIKASI : (Non-Kategori – 1) Disarankan mengambil Gred 4 nasional dengan memenuhi kekurangan persyaratan Personil Disarankan mengambil Gred 2 atau 3 Kode Subbidang / Sublayanan Tanda Tangan Asesor : Asesor1 Asesor2 Asesor3 .

3 LOGO ASOSIASI BERITA ACARA FORM : FPK-01 PEMUTUSAN SERTIFIKASI ASOSIASI : ………………………………………………………………… Propinsi : ……./……/…… : 1. PERSYARATAN DASAR : B. A. KLASIFIKASI SUBBIDANG/SUBLAYANAN YANG MEMENUHI PERSYARATAN dan DISETUJUI PERMOHONAN Kode KD Kode PENILAIAN KD PEMUTUSAN Kode : KD Pemutus …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… . KEUANGAN : C. : …………………………. …………………………………………………………… Tanggal Nama Badan Usaha Tanggal Nama Pemutus : …………………………. …………………………………………………………… 2.LAMPIRAN 9. …………………………………………………………… 3.

............. 12.BERITA ACARA EVALUASI Nama Badan Usaha Alamat Nomor Telepon Propinsi Kabupaten/Kota Pimpinan Badan Usaha : : : : : : .................. Berdasarkan hasil pemeriksaan data Badan Usaha yang dilakukan oleh Asesor... ....... ........................ 9................ Database (Nama jelas & tanda tangan) Kota : Tanggal : REGISTRASI LPJKN/D Tanggal : Penanggung Jawab BSA/Ketua Pemutus ( Nama jelas & Tandatangan ) ( Nama jelas & Tandatangan ) .... ...................................... 3...... 4.......... 13.. 2............................ ........ 7.......... 15. 11....................... Permintaan KLASIFIKASI GRED KLASIFIKASI Persetujuan GRED Demikian Berita Acara pemeriksaan berkas sertifikasi ini dibuat dan kepada Badan Usaha tersebut dapat diberikan klasifikasi / Gred sebagaimana di atas... 5...................... 8....... . 6. 14................................ 10... Pemutus menetapkan bahwa Badan Usaha tersebut dapat diberikan gred dan klasifikasi sebagai berikut : No 1.

1 Nama Singkat LAMPIRAN 11-12. Daftar Personil Badan Usaha KODE No. 1 A.F1/PR/15 : Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Teknik Nama Badan Usaha LAMPIRAN 11 . (1) Nama (2) NRKA (3) PJT (4) PJB/ PJL (5) Bidang/Layanan (6) Subbidang / Sublayanan (7) (Lampirkan CV masing-masing personil tersebut di atas menggunakan F1/PR/19) Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 .15.

Pengalaman Badan Usaha Isilah tabel di bawah ini dengan jumlah dan nilai proyek yang telah dilaksanakan Badan Usaha untuk masing-masing subbidang (sesuai orientasi Badan Usaha ) dalam 7 (tujuh) tahun terakhir No Kode Subbidang / Sublayanan Jumlah Proyek Nilai Proyek (dalam Jutaan Rupiah) TOTAL Lampirkan uraian masing-masing proyek tersebut di atas menggunakan F1/PR/16.2 LAMPIRAN 11-12. sesuai dengan Subbidangnnya) C.LAMPIRAN 11 .15. K e u a n g a n a. d. b. Jumlah Nilai Aset Tetap Rp Jumlah Nilai Aset Lancar Rp (Lampirkan neraca tahun terakhir yang telah diaudit) Total Kekayaan Bersih Rp (Sesuai dengan Neraca terakhir yang telah diaudit) Batas dukungan kredit bank (Lampirkan surat keterangan pernyataan dukungan Rp D. 2 B. P e r a l a t a n Jenis. jumlah dan kondisi peralatan teknis penunjang sesuai layanan (Lampirkan jenis dan jumlah peralatan yang dimiliki. c. menggunakan F1/PR/21) Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 FRP-D01-2 .

F1/PR/16 : Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Non Teknik Nama ( Lengkap ) Jabatan dlm Badan Usaha 2 Tempat Tgl / Lahir 3 Pendidikan akhir *) dan No. Ijasah 4 LAMPIRAN 11 .16 Pengalaman Bidang kerja / Lama Keahlian (Tahun) 6 7 No 1 Profesi/Keahlian 5 *) Lampirkan rekaman ijasah terakhir. dan riwayat hidup lengkap dng Riwayat pekerjaan Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha Nama Jelas .

. . .. Negara : . . .. .. .. .. .. . . (1) Pengalama Pengalaman Pengalaman Membaca : Membaca : Membaca : Membaca : Membaca : : : : tahun tahun tahun Diskusi : Diskusi : Diskusi : Diskusi : Diskusi : Menulis laporan : Menulis laporan : Menulis laporan : Menulis laporan : Menulis laporan : (Lampirkan salinan ijazahnya) . ... . . . A.. .. .. . . .. Status Pegawai 2) 1) F/P NRKA / NRKT : …………………………….. ....... . . .... .. .. 5 . .. ... . :. ...1 F1/PR/19 : Daftar Riwayat Hidup Nama Lengkap : (diisi sesuai dgn ijazah S1.. . . ....Keahlian utama : 1 2 .... . ...Keahlian tambahan : Jenjang Pendidikan (2) Gelar Akademis (singkatan) (3) Institusi Pendidikan / Nomor Ijazah (4) Negara (5) Tahun Lulus (6) 1) 2) 3) Diisi sesuai nomor urut PJT/PJB/PJL pada F1/PR/12 Lampirkan Surat Pernyataan PJT/PJB/PJL sesuai F1/PR/13 Diisi sesuai dengan Ijazah S1 FRP-E03-1 Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 . Kewarganegaraan : ... .. .. .. . . .. . .. ... ... . ... . ... .. . .... .. .. ... . .......... . . . ... . .. .... Data Umum Alamat rumah Telepon/Facsimile Tanggal lahir Jenis Kelamin Jabatan di Badan Usaha :.. . ..... . ..... . Pendidikan No. .. ...... . .. . .......LAMPIRAN 11-15.... tanpa gelar dan jangan disingkat) Nomor : . 3 ... . . :. . . . . ...... . C... .. . . . . .. . .. Kota : ... . 4 ./...Bahasa asing yang : dikuasai 1 .... 1 LAMPIRAN 11 ..... .... .. . . .... ... . . ... ......... . . ..... 3) Kode Pos : . :.. .. .. . .... .. . . . . . .... .. .... ... .. ... . . . ..... . . .. ..19.... .. . . ... ...... . . . .. . Propinsi : . .... .... . .... .. .... . . ... :..... . . . . .. ..... Kode subbidang/subla yanan . .. ... Keahlian dan Penguasaan Bahasa Kode keahlian diisi kode subbidang / kode sublayanan sesuai dengan kompetensinya yang didukung dengan pengalaman profesi... ..... .... . ..... .. . . . . ....... .... . B.. ....... .. E -mail : .. . ... ..... ..... . Agama : .. ...... .. ... . . Kota : . . . 2 . . . .. . .... . . . . . ... ..... . . ./. .. . ... ..

(1) Judul Karya Ilmiah (2) Tahun Publikasi (3) Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 FRP-E03-2 .2 D. Pelatihan /kursus yang pernah diikuti No.19. (1) (lampirkan Sertifikat Keahliannya jika ada) Nama Asosiasi (2) Nomor Anggota (3) Status Anggota (4) F.LAMPIRAN 11-15. Karya Ilmiah yang pernah dipublikasikan No. 2 LAMPIRAN 11 . Keanggotaan Asosiasi Profesi Perorangan/Keilmuan No. (1) (lampirkan salinan sertifikatnya) Judul Pelatihan (2) Institusi Penyelenggara (3) Negara (4) Tahun (5) Durasi ( hari ) (6) E.

. . . 3 LAMPIRAN 11 . . Mulai Bulan (1) (2) No. .. Penanggungjawab Proyek (7) Posisi Penugasan Nama Proyek. . . . .19. .3 G. Pengalaman di Proyek Waktu Penugasan No. : ………………………… Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 FRP-E03-3 . Lembar . . . Lembar : . .. . . Kode Kode Nilai Sub Sub Kontrak bidang layanan (9) (10) (11) Selesai Bulan (4) Thn (3) Thn (5) Durasi (bulan) (6) Perusahaan Pemberi Tugas. Nama Perusahaan ) (13) (8) Paraf Ybs. . / Jml. Pemilik Proyek (12) Status Kepegawaian ( Tetap/Tidak Tetap. Lokasi. . . . .LAMPIRAN 11-15.

. / Jml. . . . Pemberi Tugas.LAMPIRAN 11-16 F1/PR/20 : Isian Pengalaman Badan Usaha KODE SUBBIDANG/SUBLAYANAN : …………… Kontrak No. Lembar : . Lembar : . . . . . . .20 No. . . . Tanggal (5) Nilai Kontrak (dlm. 1) 2) LAMPIRAN 11 . Tanggal Proyek Selesai menurut Mulai Kontrak (7) (8) Nama Proyek. . . ribuan Rp ) (6) Berita Acara Serah Terima (9) (1) 1) 2) Urutan dikelompokkan berdasarkan subbidang dan tanggal dimulainya proyek Lampirkan salinan kontrak yang sah untuk setiap proyek yang telah dikerjaka Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 . . Utama / Alamat Pemberi Tugas. Lokasi Proyek. . Pimpinan Proyek Associate (2) (3) Jumlah M/M (4) Nomor.

dan Nomor Seri/mesin/alat (5) Tahun Pembuatan (6) Kondisi (7) Lokasi (8) Harga sekarang Pemilikan (dalam ribuan) (milik sendiri/sewa) (9) (10) 1 2 3 4 5 Meja dan Mesin Gambar Plotter Komputer Mesin Foto copy Kendaraan *) Catatan : *) Jika diperlukan dapat dibuat rincian tersendiri untuk jenisnya. Tipe. (1) Nama Peralatan **) (2) Jumlah / Kapasitas / Luas Output (3) (4) Merek.21 No.F1/PR/21 : Isian Data Peralatan LAMPIRAN 11 . **) Dapat ditambahan sesuai dengan peralatan yang tersedia Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 .

d. Badan Usaha yang telah diberikan nomor urut pada tahun 2003 tidak perlu diganti /diubah Nomor urut ini tetap dipakai untuk Badan Usaha yang bersangkutan walaupun ada perubahan/penambahan jenis/bidang usaha kecuali selama 2 tahun berturut-turut tidak melakukan registrasi ulang atau terkena sanksi pencabutan . 8 (2 nomor) Digit 9 (1 nomor) : Nomor urut kode asosiasi / LPJK (Tabel 2) : Bentuk Usaha 1= 2= 3= 4= Badan Usaha Nasional Badan Usaha Nasional PMA Badan Usaha Asing Orang Perseorangan Digit 10 dan 11 ( 2 nomor) Digit 12 s. Tata Lingkungan Digit 6 (1 nomor) Digit 7 s. Mekanikal 4.LAMPIRAN 4 PEMBERIAN NOMOR REGISTRASI BADAN USAHA/ORANG PERSEORANGAN JASA KONSTRUKSI (NRBU) Pemberian nomor registrasi kepada badan usaha/Orang Perseorangan jasa konstruksi sejumlah 17 digit yang diatur sebagai berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Digit 1 (1 nomor ) : Jenis usaha 1 = Jasa Perencanaan 2 = Jasa Pelaksanaan 3 = Jasa Pengawasan 4 = Jasa Terintegrasi Digit 2 s.d. 5 (4 nomor ) : Kode Kabupaten / Kota dimana Badan Usaha berdomisili menurut kode BPS (Tabel 1) : Kode bidang pekerjaan 1. Elektrikal 5.d. Arsitektural 2. 17 (6 nomor) : Kode Propinsi berdasarkan penetapan LPJK (Tabel 3) : Nomor urut registrasi yang tercatat di LPJK Daerah Propinsi berdasarkan pencatatan yang dimulai dengan nomor urut ditulis dari belakang 000001. Sipil 3.

ALAMAT 3 PJBU 4 NRBU 5 KODE 6 KLASIFIKASI 7 KUALIFIKASI 8 ASOSIASI 9 Catatan : *) Diurutkan berdasarkan abjad .. 1 NAMA BADAN USAHA 2 : ………………………………. Propinsi Kabupaten / Kota No.LAMPIRAN 20 DAFTAR REGISTRASI BADAN USAHA ( DRBU ) JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI PERIODE ………… S/D …………………………. : ………………………………...

Sipil. Elektrikal dan Tata Lingkungan 1 …………………(Kode ) 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Thn 3 Gred 4 Kemampuan Dasar 5 Tgl cetak .Halaman 2 No 1 Bidang / Layanan / Subbidang / Sublayanan 2 Arsitektural. Mekanikal.

LAPORAN PEROLEHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI SEBAGAI SUB KONTRAK Nama badan usaha yang mendapat pekerjaan sub kontrak : NRBU : LAMPIRAN 24 – 3 KODE LP ..03 Paket pekerjaan induk : a) Nama paket pekerjaan induk & Lokasi b) Nama pekerjaan / no sub bidang / bag. f) …………………………………. e) …………………………………. d) …………………………………. b) …………………………………. c) …………………………………. Pekerjaan yang diperoleh sebagai sub kontrak Nama badan usaha pemegang kontrak induk NKPK NRBU Kode jenis pekerjaan sub kontrak / kode sub Nilai akhir sub kontrak bidang 6 7 a) Tgl mulai / b) Tgl selesai 3 4 5 8 a) ………. b) ……….. 1 Form ini dapat digunakan bagi Laporan Perolehan Pekerjaan dan juga Penyelesaian Pekerjaan kepada LPJK / Asosiasi yang bersangkutan 2 Setiap pekerjaan harus disertai bukti pendukung yang sah dari pemegang kontrak induk Dilaporkan oleh Nama badan usaha : Tgl Nama Direksi Cap dan tanda tangan .sub bidang No c) Tgl mulai / Tgl selesai d) Nama Pengguna Jasa e) Tgl Kontrak Pekerjaan f) Nomor Kontrak 1 2 a) ………………………………….

04 LAPORAN AKHIR BAGI BADAN USAHA YANG MEMBERIKAN SUB KONTRAK KEPADA BADAN USAHA LAIN NAMA NO 1 SUB KONTRAKTOR 2 NRBU 3 KODE SUBBIDANG/ SUBLAYANAN 4 NAMA PEKERJAAN 5 NILAI KONTRAK X (Rp.000.00) 6 Periode Kontrak Tanggal Tanggal Mulai Selesai 7 8 Form ini harus disertakan untuk Badan Usaha yang memberikan pekerjaan kepada pihak lain.1.LAMPIRAN 24 – 4 KODE LP . disampaikan bersamaan dengan Laporan Penyelesaian Pekerjaan kepada LPJK / Asosiasi yang bersangkutan Dilaporkan oleh Nama Badan Usaha Tgl Nama Direksi Cap dan tanda tangan : : .

000 200.000 550.000 100.000 75.000 35.000 100.000 - - - 4 GRED 4 300.000 10.1 BIAYA SERTIFIKASI DAN REGISTRASI BADAN USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI DAN USAHA ORANG PERSEORANGAN PER SUBBIDANG / SUBLAYANAN ASOSIASI TERAKREDITASI NO GRED SERTIFIKASI ASOSIASI (3) REGISTRASI LPJK (4) TOTAL (5) (6) ASOSIASI BELUM TERAKREDITASI SERTIFIKASI ASOSIASI LPJK (7) REGISTRASI LPJK (8) TOTAL (9) BADAN USAHA BELUM MASUK ASOSIASI SERTIFIKASI LPJK (10) REGISTRASI LPJK (11) TOTAL (12) USAHA ORANG PERSEORANGAN SERTIFIKASI REGISTRASI LPJK LPJK (10) (11) TOTAL (12) (1) (2) 1 GRED 1 - - - - - - - - - - 60.000 235.000 450.000 2 GRED 2 30.000 75.000 65.000 40.000 - - - 3 GRED 3 100.000 35.000 20..000 85.000 15.000 10.000 135. Pembayaran untuk Gred 4 di lakukan di LPJK Nasional / Asosiasi tingkat pusat .000 10.000.000 400.000 35.000 100.000 35.LAMPIRAN 6 .per sertifikat. 2 3 Biaya sertifikasi dan registrasi dibayar ditempat dimana sertifikasi dan registrasi dilakukan.000 400.000 75.000 40.000 - - - Catatan : 1 Biaya tersebut di atas ditambah dengan biaya bagi pengembangan jasa konstruksi dan sistem informasi LPJK Nasional sebesar Rp 25.000 225.000 135.000 10.

000 200. 3 Pembayaran untuk Gred 4 dilakukan di LPJK Nasional / Asosiasi tingkat pusat .000 20.per sertifikat.000 4 GRED 4 100.LAMPIRAN 6.000.000 35.000 70.000 50.500 35.000 200.2 BIAYA REGISTRASI ULANG TAHUN KE-2 DAN TAHUN KE-3 BADAN USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI DAN USAHA ORANG PERSEORANGAN PER SUBBIDANG / SUBLAYANAN ASOSIASI TERAKREDITASI NO GRED SERTIFIKASI ASOSIASI (3) REGISTRASI LPJK (4) TOTAL (5) (6) ASOSIASI BELUM TERAKREDITASI SERTIFIKASI ASOSIASI LPJK (7) (8) (9) REGISTRASI LPJK TOTAL USAHA ORANG PERSEORANGAN SERTIFIKASI REGISTRASI LPJK LPJK (10) (11) TOTAL (12) (1) (2) 1 GRED 1 - - - - - - - 20.000 17.000 10.000 5.000 Catatan : 1 Biaya tersebut di atas ditambah dengan biaya bagi pengembangan jasa konstruksi dan sistem informasi LPJK Nasional sebesar Rp 15.000 10.000 15.000 5.000 50.000 100. 2 Biaya sertifikasi dan registrasi dibayar ditempat dimana sertifikasi dan registrasi dilakukan.000 3 GRED 3 35.000 70.000 100..500 17.000 20.000 35.000 2 GRED 2 10.

000 2 GRED 2 10.000 - .000 10.000 - 3 GRED 3 10.000 10.LAMPIRAN 6.000 10.000 10.000 - 4 GRED 4 10.000 10.3 BIAYA LEGALISASI BADAN USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI DAN USAHA ORANG PERSEORANGAN PER LEMBAR SBU / TDUP NO (1) 1 GRED (2) GRED 1 ASOSIASI TERAKREDITASI LPJK (3) - ASOSIASI BELUM TERAKREDITASI LPJK (4) - BADAN USAHA BELUM MASUK ASOSIASI LPJK (5) - USAHA ORANG PERSEORANGAN LPJK (6) 10.000 10.

16 7 digit 17 .LAMPIRAN 25 PEMBERIAN NOMOR KODE PEKERJAAN KONSTRUKSI (NKPK) Pemberian Nomor Kode Pekerjaan Konstruksi kepada proyek konstruksi sejumlah 17 digit yang diatur sebagai berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Penjelasan 1 digit 1 dan 2 2 digit 3 = = Kode propinsi ( lokasi pekerjaan ) Jenis Usaha Badan Usaha 1 Konsultansi Perencanaan 2 Pelaksanaan 3 Konsultansi Pengawasan 4 Terintegrasi Sumber pendanaan proyek 1 = APBN 2 = APBD 3 = Loan melalui Pemerintah 4 = BUMN 5 = SWASTA Tahun awal pekerjaan dilaksanakan oleh badan usaha Nomor urut pekerjaan pada sistem informasi LPJK Nasional per tahun Nomor tersebut dapat diperoleh melalui STI .6 = 5 digit 7 .10 = 6 digit 11 .LPJK Nasional berdasarkan propinsi lokasi proyek Kode sub bidang Type Kontrak 1 = Utama 2 = Sub kontrak 3 = Joint Operation /Kerjasama /Konsorsium 3 digit 4 = 4 digit 5 .

Pengumuman dlm. Pengesahan Menteri Kehakiman B. NPWP B.b... Pengumuman dlm. a. Denah Lokasi Kantor/Studio.3. Didaftar di Pengadilan Negeri B. Akte Pendirian Badan Usaha B.…. Keanggotaan Asosiasi • Nomor KTA Asosiasi B. 3.2. ………………………. DOKUMEN PENDUKUNG PENILAIAN TEMUAN Uraian Penilaian (6) (7) FORM : FPP-01-1 FORM PERSYARATAN DASAR Ada Tidak Ada (4) Tidak Perlu (5) Memenuhi (8) Tdk Memenuhi (9) (1) (2) (3) F1/PR/01 F1/PR/04 F1/PR/05 SURAT PERMOHONAN PERNYATAAN KEBENARAN & KEABSAHAN DATA ISIAN DATA ADMINISTRASI A. LEGALITAS B.1.Lembar Negara B. Propinsi Tanggal : ………………………………………… : ….3..4..2. / ……………….Lembar Negara B..2. ……………………………………………….4. Surat Ijin PMA/PMDN (Untuk persh PMA/PMDN) .………………………….LOGO ASOSIASI Nama Badan Usaha : ………………………………………. Nama Badan Usaha A.3. Akte Perubahan B. Status Badan Usaha A. Didaftar di Pengadilan Negeri B.3.2. / …. Alamat Kantor b..a. ……………………………………………………………………… 2.c. Pengesahan Menteri Kehakiman B. INFORMASI PERKANTORAN A.a.c. BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI PENILAIAN PERSYARATAN DASAR Nama Asesor : 1. Alamat Studio c.1.b..3.2. Photo & Papan Nama A.

Pendidikan / Tahun Lulus .Nama / Nama Institusi .Negara / Kota / Tgl. Lahir .Pendidikan / Tahun Lulus .Nilai satuan saham . Identitas Setiap Pengurus Badan Usaha .1.FORM : FPP-01-2 Nama Badan Usaha : ……………………………………… DOKUMEN PENDUKUNG FORM URAIAN Ada Tidak ada Tidak Perlu PENILAIAN TEMUAN Uraian Penilaian Memenuhi Tdk Memenuhi F1/PR/06 A.Nama / Nomor KTP . PIMPINAN & KEPEMILIKAN A. Identitas Setiap Pemilik Badan Usaha .Modal disetor .Copy KTP (dilampirkan) A. Identitas Penanggung Jawab Operasi (PJT) .Copy KTP (dilampirkan) A.3.Jumlah lembar saham .Copy KTP atau Akte / Pengukuhan Institusi (dilampirkan) F1/PR/08 PERNYATAAN BUKAN PEGAWAI NEGERI (untuk pengurus badan usaha) .% Pemilikan Saham .2.Ditandatangani (bermeterai cukup) .Modal dasar .Nama / Nomor KTP .Alamat .

Tanda-tangan Asesor ………………… Tanda-tangan Asesor ………………… Tanda-tangan Asesor ………………… .Ditandatangani (bermeterai cukup) PERNYATAAN BUKAN PEGAWAI NEGERI (untuk PJT/PJB/PJL) . 2.FORM : FPP-01-3 F1/PR/14 PERNYATAAN PENGIKATAN PENANGGUNG JAWAB BIDANG . 3.Ditandatangani (bermeterai cukup) F1/PR/08 REKOMENDASI PERSYARATAN DASAR TIDAK SETUJU SETUJU SETUJU DENGAN CATATAN (Sebutkan) 1.

……………………………………………… 21. Tanda -tangan Asesor 1 Tanda-tangan Asesor 2 Tanda-tangan Asesor 3 Tanda-tangan Database . ……………………………………………… 18. ………………………………………………… 10.Tg. ……………………………………………… 20. ………………………………………………… 6. ……………………………………………… 16. ………………………………………………… 7. ……………………………………………… 19. ………………………………………………… 3. ………………………………………………… 4.. ……………………………………………… 11. ……………………………………………… 2. ……………………………………………… 14. Lulus Jurusan PENGALAMAN Kode Jumlah bulan ……………………………………………… ……………………………. PJB/PJL yang diusulkan memenuhi kualifikasi sbb : (sesuai FORM F1/RP/19 ) Nama Badan Usaha : ………………………………………… (sesuai kode subbidang / sublayanan & jumlah bulan) Kode Jumlah bulan Kode Jumlah bulan Kode Jumlah bulan NAMA 1. ……………………………………………… 15. ……………………………………………… PENDIDIKAN Jenjang / Prg.. Th. ……………………………………….. ……………………………………………… 17. ……………………………………………… 13. ………………………………………………… 5.………. ……………………………………………. ………………………………………………… 8. ……………………………………………… 12. ………………………………………………… 9.LOGO ASOSIASI BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI FORM : FPP-02-1 PENILAIAN PERSONALIA BADAN USAHA POSISI PJT / PJB / PJL Berdasarkan CV.

……………………………………… Tanda-tangan Database Tanda-tangan Asesor-2 Tanda-tangan Asesor-3 .LOGO ASOSIASI Kode Subbidang/ Sublayanan BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI FORM FPP-02-2 PENILAIAN KEMAMPUAN DASAR Jumlah Proyek Nomor Proyek ( Form F1/PR/20 ) Jumlah Nilai Proyek Kemampuan Dasar (3 kali NPt) ………………………………… Tanda-tangan Asesor-1 ……………………………………………... …………………………………………….

Tanda-tangan Database .LOGO ASOSIASI B1. KEUANGAN (Periksa Form F1/RP/09) Aktiva Lancar atau Surat Keterangan Bank atau Rekening Koran Tiga Bulan Terakhir BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI PENILAIAN KUALIFIKASI (lanjutan) PENILAIAN DATA ( Gred 2 ≤ Rp. Jutaan) ……………………………… Tanda-tangan Asesor-1 ……………………………………. Tanda-tangan Asesor-3 ……………………………………. LINGKUP KONSULTANSI KONSTRUKSI REKAPITULASI PENILAIAN DATA KODE Subbidang / Sublayanan Personalia Gred 4 ( PJB/L : SKA Ahli Muda/6th ) Gred 3 ( PJB/L : SKA Ahli Muda/4th ) Gred 2 ( PJB/L : SKA Ahli Muda/4th ) Gred 4 ( PJT : SKA Ahli Madya/8th ) Gred 3 ( PJT : SKA Ahli Muda/6th ) Gred 2 ( PJT : SKA Ahli Muda/4th ) REKOMENDASI BERDASARKAN HASIL PENILAIAN Pengalaman Badan Usaha Gred 4 Nilai kontrak 7 th terakhir >= 1 M . Tanda-tangan Asesor-2 ……………………………………. 200 juta ) ( 200 juta ≤ Gred 3 ≤ 1 Milyar ) ( Gred 4 > Rp. 1 Milyar) Setuju Tidak Setuju FORM FPP-02-3 CATATAN REKOMENDASI B2. Gred 3 Nilai kontrak 7 th terakhir >= 400 Jt Gred 3 / 4 = Jumlah proyek 7 th terakhir GRED Setuju Tidak Setuju KD (Rp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful