PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR : 12 a TAHUN 2008

TENTANG

REGISTRASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI

JAKARTA, Januari 2008

LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR : 12 a TAHUN 2008 TENTANG REGISTRASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI DEWAN PENGURUS LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL Menimbang : a. bahwa amanat peraturan perundang-undangan tentang jasa konstruksi yang mewajibkan setiap perencana konstruksi dan pengawas konstruksi harus memiliki sertifikat kompetensi dan kemampuan usaha, telah diatur lebih lanjut dalam Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 12 Tahun 2006 tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi; b. bahwa sesuai dengan perkembangan keadaan dan aspirasi para pemangku kepentingan jasa konstruksi khususnya yang berkaitan dengan perlunya beberapa perubahan ketentuan tentang klasifikasi dan kualifikasi usaha, persyaratan dan tata cara penerbitan SBU dan format SBU, maka Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi sebagaimana tersebut pada huruf a sudah tidak sesuai lagi; c. bahwa sehubungan dengan itu, dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi yang baru sebagai pengganti Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 12 Tahun 2006; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3833); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3955); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3956);
-1–

4. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3957); 5. Ketetapan Musyawarah Nasional Khusus Anggota LPJK Nomor 01/TAP/MUNASUS/LPJK/2007 tentang Penetapan dan Pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi. 6. Ketetapan Musyawarah Nasional LPJK Tahun 2007 Nomor : 04/TAP/MUNAS/2007 tentang Pengesahan Susunan Pimpinan dan Anggota Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Periode 2007 – 2011. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI TENTANG REGISTRASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Pertama Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) adalah Lembaga yang melaksanakan pengembangan jasa konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. LPJK Nasional adalah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional yang berkedudukan di ibu kota Negara. LPJK Daerah adalah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah yang berkedudukan di ibu kota Provinsi. Peraturan LPJK tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi, adalah norma dan aturan yang ditetapkan oleh LPJK Nasional, bersifat nasional yang mengatur tentang persyaratan dan proses Registrasi, yang meliputi klasifikasi, kualifikasi, dan sertifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi, adalah jenis usaha jasa konstruksi yang menyediakan layanan jasa perencanaan konstruksi dan jasa pengawasan konstruksi, yang dibedakan menurut bentuk usaha, klasifikasi dan kualifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi.
-2–

2. 3. 4.

5.

10. 7. baik yang berbadan hukum maupun yang bukan badan hukum. kualifikasi dan kemampuan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. baik yang berbentuk orang perseorangan maupun badan usaha. Sertifikasi adalah suatu kegiatan LPJK untuk memproses penilaian tingkat / kedalaman kompetensi dalam klasifikasi. Usaha Orang Perseorangan adalah bentuk usaha jasa orang perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa perencanaan pekerjaan konstruksi dan Jasa pengawasan pekerjaan konstruksi yang berkeahlian kerja tertentu. Kualifikasi adalah bagian kegiatan Registrasi untuk menetapkan penggolongan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi menurut tingkat / kedalaman kompetensi dan potensi kemampuan usaha. Asosiasi belum Terakreditasi adalah Asosiasi yang belum terakreditasi oleh LPJK Nasional. 15. yang merupakan satu atau lebih wadah organisasi perusahaan. 16. Asosiasi adalah asosiasi perusahaan jasa konstruksi. 12. TDUP (Tanda Daftar Usaha Orang Perseorangan) adalah sertifikat tanda bukti pengakuan formal atas tingkat / kedalaman kompentensi dan kemampuan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi orang perseorangan dengan ketetapan klasifikasi dan kualifikasi usaha. 8. 11. Akreditasi adalah keseluruhan proses penilaian oleh LPJK Nasional terhadap Asosiasi Tercatat atas kompetensi dan kinerja asosiasi untuk dapat melakukan sertifikasi anggotanya.6. Klasifikasi adalah bagian kegiatan Registrasi untuk menetapkan penggolongan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi menurut bidang/subbidang dan layanan/sublayanan pekerjaan konstruksi. Asosiasi Terakreditasi adalah Asosiasi yang telah diakreditasi oleh LPJK Nasional. 18. 19. yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa perencanaan pekerjaan konstruksi dan jasa pengawasan pekerjaan konstruksi. SBU (Sertifikat Badan Usaha) adalah sertifikat tanda bukti pengakuan formal atas tingkat / kedalaman kompetensi dan kemampuan usaha dengan ketetapan klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha. 17. 13. Sertifikat adalah tanda bukti pengakuan formal tingkat kompetensi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi sebagai perwujudan hasil Registrasi. yang diwujudkan dalam bentuk Sertifikat. NRBU (Nomor Registrasi Badan Usaha) adalah nomor yang ditetapkan oleh LPJK Nasional yang dicantumkan pada SBU sebagai bukti telah dicatatnya Sertifikat di dalam STI-LPJK Nasional. yang bergerak di bidang usaha jasa konstruksi. berdasarkan klasifikasi dan kualifikasi. yang berbentuk usaha orang perseorangan atau badan usaha. -3– . 14. Registrasi adalah suatu kegiatan LPJK dalam memproses penilaian dan pemberian pengakuan formal atas tingkat / kedalaman kompetensi dan potensi kemampuan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. Badan Usaha adalah Badan Usaha yang berbentuk badan hukum maupun yang bukan badan hukum. 9.

26. BPRU Nasional (Badan Pelaksana Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi LPJK Nasional) adalah satuan kerja tetap dalam LPJK Nasional. 25. BSAN (Badan Sertifikasi Asosiasi Nasional) adalah satuan kerja tetap dalam Asosiasi Terakreditasi. TVVN (Tim Verifikasi dan Validasi Nasional) adalah satuan kerja tetap dalam Asosiasi yang belum terakreditasi. yang telah diakreditasi oleh LPJK Nasional. yang telah diakreditasi oleh LPJK Nasional. BSAD (Badan Sertifikasi Asosiasi Daerah) adalah satuan kerja tetap dalam Asosiasi Terakreditasi. pada tingkat daerah.20. 23. 30. 27. PJBU (Penanggung Jawab Badan Usaha) adalah pimpinan Badan Usaha yang ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Badan Usaha. DRBU (Daftar Registrasi Badan Usaha) adalah daftar nama Badan Usaha yang telah memiliki Sertifikat. yang dalam kegiatan sertifikasi bukan merupakan pengurus ataupun personil anggota asosiasi. bertugas melaksanakan sertifikasi Badan Usaha anggotanya. 32. data administrasi. kualifikasi. yang mempunyai kepentingan dan/atau kegiatan yang berhubungan dengan usaha dan pekerjaan jasa konstruksi. -4– . Tenaga Terampil adalah tenaga di bidang jasa konstruksi yang memiliki sertifikat keterampilan kerja (SKT-K) sebagai bukti kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan/atau kefungsian dan/atau keterampilan tertentu. yang memuat tingkat kompetensi. 31. 29. pada tingkat daerah. pengawas konstruksi dan pelaksana konstruksi sebagai bukti kompetensi dan kemampuan profesi keahlian kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan/atau kefungsian dan/atau keahlian tertentu. TVVD (Tim Verifikasi dan Validasi Daerah) adalah satuan kerja tetap dalam Asosiasi yang belum terakreditasi. BPRU Daerah (Badan Pelaksana Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi LPJK Daerah) adalah satuan kerja tetap dalam LPJK Daerah. 24. pada tingkat nasional. yang bertugas melaksanakan registrasi pada tingkat daerah. BSLN (Badan Sertifikasi LPJK Nasional) adalah satuan kerja tetap dalam LPJK Nasional yang bertugas melaksanakan sertifikasi Badan Usaha pada tingkat nasional. 21. bertugas melaksanakan sertifikasi Badan Usaha anggotanya. Stakeholders (Pemangku Kepentingan) adalah perorangan anggota masyarakat jasa konstruksi. pada tingkat nasional. bertugas melaksanakan verifikasi dan validasi Badan Usaha anggotanya. personalia dan pengalaman. bertugas melaksanakan verifikasi dan validasi Badan Usaha anggotanya. Tenaga Ahli adalah tenaga di bidang jasa konstruksi yang memiliki sertifikat keahlian (SKA) bagi perencana konstruksi. pengurus. keuangan. BSLD (Badan Sertifikasi LPJK Daerah) adalah satuan kerja tetap dalam LPJK Daerah yang bertugas melaksanakan sertifikasi Usaha Orang Perseorangan dan Badan Usaha pada tingkat daerah. yang diterbitkan oleh LPJK. yang bertugas melaksanakan registrasi pada tingkat nasional. klasifikasi. 22. 28.

BAB II BENTUK. evaluasi penyelenggaraan sertifikasi. berdasarkan klasifikasi bidang/subbidang. 35. penyelenggaraan registrasi. dan sanksi. dan penggolongan kualifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. Usaha orang perseorangan. PJL (Penanggung Jawab Layanan) adalah tenaga ahli bersertifikat yang ditunjuk pimpinan Badan Usaha untuk bertanggung jawab atas satu layanan kegiatan teknik Badan Usaha. dan Badan Usaha nasional dan Badan Usaha asing. 36. yang merupakan persyaratan wajib bagi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi untuk dapat melaksanakan pekerjaan konstruksi secara sah. layanan/sublayanan pekerjaan dan kualifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi.33. Pasal 3 Peraturan ini bertujuan untuk mewujudkan tertib pelaksanaan penerbitan sertifikat usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi sesuai dengan persyaratan tingkat kompentensi dan kemampuan usaha. b. persyaratan. STI-LPJK Nasional (Sistem Teknologi Informasi LPJK Nasional) adalah sistem informasi berbasis teknologi yang menghimpun semua data dan informasi jasa konstruksi yang dimiliki LPJK Nasional. sifat. PERSYARATAN DAN PENGGOLONGAN KUALIFIKASI USAHA Bagian Pertama Bentuk dan Sifat Usaha Pasal 5 Bentuk usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi meliputi : a. Pasal 4 Ruang lingkup pengaturan Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi ini meliputi ketentuan tentang bentuk. penyelenggaraan sertifikasi. SIFAT. Tujuan dan Ruang Lingkup Pasal 2 Peraturan ini dimaksudkan sebagai ketentuan yang wajib dipatuhi oleh semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan penerbitan sertifikat usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. PJT (Penanggung Jawab Teknik) adalah tenaga ahli bersertifikat yang ditunjuk PJBU untuk bertanggung jawab dalam hal teknik atas keseluruhan kegiatan Badan Usaha. -5– . 34. PJB (Penanggung Jawab Bidang) adalah tenaga ahli bersertifikat yang ditunjuk pimpinan Badan Usaha untuk bertanggung jawab atas satu bidang kegiatan teknik Badan Usaha. Bagian Kedua Maksud. persyaratan permohonan sertifikasi.

dan 2) Koperasi. dalam melakukan kegiatannya di Indonesia harus membentuk usaha kerja sama operasi (joint operation) dengan Badan Usaha nasional yang berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Setiap Badan Usaha yang melakukan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b harus memiliki SBU. yang dibuktikan dengan kepemilikan TDUP. c. usaha orang perseorangan yang berkeahlian tertentu. usaha yang bersifat umum . Bagian Kedua Persyaratan Usaha Pasal 7 (1) (2) (3) Setiap Usaha Orang Perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a yang melakukan usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi harus memiliki TDUP. yang meliputi : 1) Perseroan Terbatas. b. Badan Usaha asing sebagaimana dimaksud pada huruf a. Pasal 8 (1) (2) Usaha Orang Perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1). TDUP dan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diterbitkan oleh LPJK sesuai dengan persyaratan dan tata cara yang diatur dalam Peraturan ini. dan telah memiliki kantor perwakilan di Indonesia.Pasal 6 Sifat usaha perencanaan konstruksi dan pengawasan konstruksi dapat berupa : a. yang akta notaris pendiriannya harus telah disahkan oleh menteri terkait . yang meliputi antara lain CV. -6– a. Badan Usaha nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dapat berbentuk: a. Fa. Badan Usaha asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b dapat berbentuk: Badan Usaha asing yang didirikan berdasarkan perundang-undangan asing dan berdomisili di negara asing yang telah memenuhi peraturan dan perundang-undangan yang dipersamakan dengan Perseroan Terbatas. Badan Usaha berbentuk usaha patungan (joint venture) berbadan hukum yang didirikan berdasarkan perundang-undangan Republik Indonesia dan berdomisili di Indonesia serta telah memiliki izin operasional dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang persyaratannya disamakan dengan Badan Usaha nasional. c. b. sekurang-kurangnya harus memiliki SKA dan diregistrasi oleh LPJK. Badan Usaha berbadan hukum. usaha yang bersifat spesialis. yang akta notarisnya harus didaftarkan di Pengadilan Negeri setempat. dan BT (Biro Teknik). (3) Badan Usaha bukan badan hukum. . b.

yang dinyatakan dalam Perjanjian Kerjasama Operasi (Joint Operation Agreement) yang menetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak atas kerja sama tersebut. sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran 1. dan/atau layanan pekerjaan. dan merupakan suatu badan hukum baru berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia. (4) (5) -7– . atau usaha yang bersifat spesialis. atau usaha orang perseorangan yang berkeahlian kerja tertentu. subbidang dan sublayanan pekerjaan konstruksi sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran 1. Usaha Orang Perseorangan yang berkeahlian kerja tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c hanya untuk melaksanakan 2 (dua) keahlian kerja tertentu. c. Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi yang mempunyai kemampuan melaksanakan suatu bidang/subbidang dan layanan/sublayanan pekerjaan sesuai dengan klasifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikaitkan dengan sifat usaha perencanaan konstruksi dan usaha pengawasan konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 yang dapat berupa : a. baik nasional dengan nasional atau nasional dengan asing.(4) Usaha Patungan (Joint Venture) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan usaha gabungan bersifat tetap antara satu atau beberapa Badan Usaha. b. Kerja Sama Operasi (Joint Operation) sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c merupakan usaha gabungan bersifat sementara antara satu atau beberapa Badan Usaha. (2) Usaha yang bersifat umum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a diberlakukan kepada Badan Usaha yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakan satu atau lebih bidang pekerjaan. Usaha yang bersifat spesialis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b diberlakukan kepada Badan Usaha yang mempunyai kemampuan hanya melaksanakan 1 (satu) subbidang atau 1 (satu) sublayanan pekerjaan sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran 1. (3) usaha yang bersifat umum. layanan. baik nasional dengan nasional. (5) Bagian Ketiga Klasifikasi Usaha Pasal 9 (1) Klasifikasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi ditentukan berdasarkan kemampuan melaksanakan suatu bidang. maupun nasional dengan asing.

Badan Usaha tidak boleh memiliki klasifikasi dengan kualifikasi berbeda dua tingkat ke atas dalam satu Badan Usaha atau sebaliknya. (9) Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 2 tidak harus berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT).Bagian Keempat Kualifikasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi Paragraf 1 Penggolongan Kualifikasi Usaha Pasal 10 (1) Penggolongan kualifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan usaha jasa pengawas konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 didasarkan pada kriteria tingkat / kedalaman kompetensi dan potensi kemampuan usaha. Penggolongan kualifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). berupa : • Gred 3 kualifikasi usaha kecil. c. berupa : • Gred 2 • Gred 1 (usaha orang perseorangan) (3) Kualifikasi usaha berdasarkan tingkat/kedalaman dimaksud ayat (1) didasarkan kepada : a. Badan Usaha tidak boleh memiliki dua subbidang/sublayanan yang sama dengan kualifikasi berbeda. (12) Ketentuan tentang kualifikasi Gred 4 untuk Badan Usaha asing diatur dalam Peraturan LPJK tersendiri. jenjang kompetensinya dalam Gred. Pengalaman kompetensi sebagaimana (2) (4) (5) (6) (7) (8) Kualifikasi usaha berdasarkan potensi kemampuan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada kepemilikan kekayaan bersih. berupa : • Gred 4 kualifikasi usaha menengah. serta kemampuan melakukan perencanaan dan pengawasan pekerjaan berdasarkan kriteria risiko dan/atau kriteria penggunaan teknologi dan/atau kriteria besaran biaya. dan b. Sumber Daya Manusia. Badan Usaha asing hanya dapat diberikan kualifikasi Gred 4 untuk semua klasifikasi. (11) Penggolongan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan hubungannya dengan ayat (1) ditetapkan sebagaimana tertera pada Lampiran 2. Badan Usaha bersifat umum yang seluruh subbidang/sublayanannya mempunyai Gred 2 dikelompokkan sebagai Usaha Kecil. -8– . dapat dibagi dalam golongan : a. b. (10) Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 3 dan Gred 4 nasional harus berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT). kualifikasi usaha besar.

dapat diberikan kualifikasi Gred 3 dalam 3 (tiga) bidang dan/atau layanan. maksimum untuk 5 (lima) subbidang dan/atau sublayanan. c. b. PJB. sebagaimana tercantum dalam Lampiran 3. dan PJL. (6) Batasan jumlah subbidang/sublayanan Badan Usaha baru. Badan Usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas adalah Direktur Utama atau salah seorang Direktur yang ditetapkan oleh Badan Usaha. Badan Usaha telah mempunyai pengalaman tetapi tidak/belum bersertifikat. untuk: a. PJB dan/atau PJL untuk semua kualifikasi PJBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. PJT dan PJB Pasal 12 (1) Setiap Badan Usaha harus memiliki : a. apabila didukung oleh jumlah dan kualifikasi PJT. (3) Badan Usaha baru tanpa pengalaman namun mempunyai kompetensi tinggi. Badan Usaha bukan badan hukum adalah Pimpinan Badan Usaha yang ditetapkan oleh Badan Usaha. PJT untuk semua kualifikasi c. dan dalam melaksanakan kegiatannya. Paragraf 3 PJBU. serta keuangannya. masing-masing sesuai dengan akta pendirian Badan Usaha dan akta perubahannya. b. (5) Untuk peningkatan kualifikasi bagi Badan Usaha yang baru didirikan tersebut pada ayat 1 huruf b harus telah beroperasi sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan telah memenuhi persyaratan kriteria penetapan kualifikasi. PJB atau PJL memenuhi persyaratan pengalaman. dikelompokkan ke dalam dua jenis sebagai berikut: a. (2) Badan Usaha yang baru didirikan tanpa pengalaman hanya dapat diberikan kualifikasi Gred 2 dalam 3 (tiga) bidang dan/atau layanan. Badan Usaha berbadan hukum berbentuk Koperasi adalah Pengurus yang ditetapkan oleh Koperasi. Badan Usaha baru didirikan tanpa pengalaman dan tidak/belum bersertifikat.Paragraf 2 Penetapan Kualifikasi Badan Usaha Baru Pasal 11 (1) Badan Usaha baru. dapat diberikan 3 (tiga) bidang dan/atau layanan. maksimum untuk 5 (lima) subbidang dan/atau sublayanan. PJBU untuk semua kualifikasi b. Badan Usaha harus melakukan kerjasama operasi (joint operation) dengan Badan Usaha yang telah memiliki pengalaman. maksimum untuk 10 (sepuluh) subbidang dan/atau sublayanan. (2) -9– . (4) Badan Usaha yang telah memiliki pengalaman yang sesuai dengan bidang usahanya dapat diberikan kualifikasi Gred sesuai dengan pengalamannya.

jiwa manusia. b. c. b. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dapat berisiko membahayakan keselamatan umum. bertanggung jawab atas jalannya Badan Usaha. bertanggung jawab terhadap bidang dan/atau layanan pekerjaan dari Badan Usaha yang bersangkutan. PJT. Ketentuan tentang PJBU. Setiap PJT. Risiko Tinggi. harta benda. terdiri dari : (2) . maka Badan Usaha yang bersangkutan harus langsung menggantinya dan melaporkan penggantinya kepada LPJK Nasional. PJB dan PJL harus memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan berpengalaman kerja sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2. PJBU. Badan Usaha bukan badan hukum adalah pegawai penuh waktu yang ditetapkan oleh Badan Usaha yang harus memiliki SKA serta berpengalaman kerja sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2. bila ke luar dari Badan Usaha tersebut. PJB atau PJL dapat merangkap sebagai PJT dan/atau PJBU. c. dan dilarang merangkap menjadi PJBU. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya tidak membahayakan keselamatan umum dan harta benda. harta benda. dan jiwa manusia. pada Badan Usaha yang sama. adalah pegawai penuh waktu yang ditetapkan oleh Koperasi. Bagian Kelima Risiko. Badan Usaha berbadan hukum Koperasi. yang harus memiliki SKA serta berpengalaman kerja sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2. PJT. untuk : a. PJB dan/atau PJL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. tenaga ahli yang diangkat oleh Badan Usaha sebagai pegawai yang bekerja penuh waktu sesuai dengan bidangnya.(3) PJT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. PJB dan PJL pada Badan Usaha sejenis lainnya atau usaha jasa konstruksi lainnya.10 – . PJT. PJB dan PJL untuk Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 4 asing diatur dalam Peraturan LPJK Nasional tersendiri. dan lingkungan. Badan Usaha berbadan hukum Perseroan Terbatas adalah pegawai penuh waktu yang ditetapkan oleh Badan Usaha yang harus memiliki SKA serta berpengalaman kerja sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2. Kriteria penggunaan teknologi pada pekerjaan perencanaan dan pengawasan ditentukan berdasarkan besaran biaya dan volume pekerjaan. Risiko Kecil. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya berisiko sangat membahayakan keselamatan umum. PJB dan PJL bekerja penuh waktu. PJT. Risiko Sedang. dan harus memiliki SKA. PJB dan PJL untuk suatu Badan Usaha. Teknologi dan Biaya Pasal 13 (4) (5) (6) (7) (8) (1) Kriteria risiko pada pekerjaan perencanaan dan pengawasan konstruksi terdiri dari : a. harus memenuhi ketentuan : a. b.

(10) Ketentuan lebih lanjut tentang klasifikasi dan kualifikasi usaha Badan Usaha asing yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dalam Peraturan LPJK tersendiri. dapat melaksanakan pekerjaan berisiko tinggi dan berteknologi tinggi dengan biaya dapat di bawah batasan biaya Gred-nya. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan yang pelaksanaan konstruksinya menggunakan sedikit peralatan berat dan memerlukan sedikit tenaga ahli. Bagian Keenam Pekerjaan Terintegrasi dan Kemitraan Usaha Pasal 14 (1) Pekerjaan terintegrasi merupakan layanan jasa perencanaan. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan yang pelaksanaan konstruksinya menggunakan alat kerja sederhana dan tidak memerlukan tenaga ahli. berteknologi sederhana sampai madya serta berbiaya kecil sampai sedang. serta risiko besar bagi para pihak ataupun kepentingan umum dalam satu pekerjaan konstruksi.a. penggunaan teknologi canggih. b. procurement. Badan Usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dan Badan Usaha asing yang dipersamakan dapat mengerjakan pekerjaan perencanaan dan pengawasan sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi yang ditetapkan oleh LPJK Nasional untuk jenis pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya berisiko tinggi dan/atau berteknologi tinggi dan atau berbiaya besar. Badan Usaha Gred 4 nasional. Badan Usaha Gred 2 dapat melaksanakan pekerjaan berisiko sedang dan berteknologi madya. dan pembangunan (engineering. Badan Usaha Gred 3 dapat melaksanakan pekerjaan berisiko sedang dan berteknologi madya dengan biaya dapat di bawah batasan biaya Gred-nya. mencakup pekerjaan perencanaan dan pengawasan untuk jenis pekerjaan yang pelaksanaan konstruksinya menggunakan banyak peralatan berat dan banyak memerlukan tenaga ahli dan tenaga terampil. c. (3) Ketentuan lebih lanjut tentang pekerjaan terintegrasi sebagimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan LPJK Nasional tersendiri. pengadaan. (2) Penggabungan ketiga fungsi layanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk model penggabungan perencana. Usaha Orang Perseorangan Gred 1 dapat melaksanakan pekerjaan berisiko kecil sampai sedang dan berteknologi sederhana sampai madya. .11 – . Teknologi Sederhana. Badan Usaha Koperasi dapat mengerjakan pekerjaan perencanaan dan pengawasan sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi yang ditetapkan oleh LPJK Nasional. pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan secara terintegrasi dengan memperhatikan besaran pekerjaan atau biaya. Teknologi Tinggi. Teknologi Madya. (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Badan Usaha bukan badan hukum hanya dapat mengerjakan pekerjaan perencanaan dan pengawasan sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi yang ditetapkan oleh LPJK Nasional untuk pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya berisiko kecil sampai sedang. and construction) atau model penggabungan perencanaan dan pembangunan (design and build).

Kemitraan Badan Usaha dapat dilakukan dengan perjanjian subkontrak antara Badan Usaha yang mendapatkan pekerjaan dan Badan Usaha mitranya. dimana sumber dayanya meliputi : a. dimana pengalaman bersama diambil dari nilai pekerjaan yang tertinggi nilai kontrak pekerjaan Badan Usaha yang bermitra.Pasal 15 (1) Kemitraan usaha antar Badan Usaha dapat berbentuk usaha patungan (joint venture) atau usaha kerjasama operasi (joint operation) untuk mengikuti suatu pelelangan pekerjaan konstruksi. b. Hasil pengalaman bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dinilai sama dengan kemampuan melaksanakan nilai pekerjaan sesuai dengan bobot yang tertera dalam perjanjian kerjasama operasi (joint operation agreement). KD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang tercantum dalam sertifikat dapat berubah berdasarkan tingkat pengalaman Badan Usaha yang diperolehnya terakhir dan terbaru dengan bukti autentik. dan Pengalaman Sumber daya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat digabung melalui perjanjian kerjasama operasi (joint operation agreement). . b) Apabila dalam satu kontrak terdapat beberapa subbidang pekerjaan maka NPt sebagaimana dimaksud pada huruf a) yang diperhitungkan hanya nilai pekerjaan yang sesuai dengan subbidang tersebut yang dapat dilihat dari rincian anggaran biaya pekerjaan.12 – . c. Bagian Ketujuh Kemampuan Dasar dan Nilai Konversi Pekerjaan Pasal 16 (3) (4) (5) (1) Kemampuan Dasar (KD) adalah tingkat pengalaman yang dimiliki Badan Usaha dalam menangani subbidang/sublayanan pekerjaan tertentu yang dinilai pada saat dilakukan proses sertifikasi. KD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diberlakukan untuk Badan Usaha Gred 3 dan Gred 4 nasional. Badan usaha Gred 3 tanpa pengalaman wajib melakukan perjanjian kerjasama operasi (joint operation agreement) dengan Badan Usaha Gred 3 dan/atau Gred 4. (2) Sumber Daya Manusia Kekayaan bersih. Penetapan KD dihitung dengan rumus : KD = 3 NPt (2) (3) (4) dengan ketentuan : a) NPt = Nilai Paket Pekerjaan tertinggi (yang sudah dikonversi) diperoleh berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.

Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian sertifikasi (bila belum ada dapat di hitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya).Pasal 17 (1) Nilai Paket Pekerjaan pengalaman masa lalu dapat dikonversi menjadi Nilai Pekerjaan sekarang atau present value dengan menggunakan rumus yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai berikut : Is NPs = Npo x Io dengan ketentuan : NPs = Nilai Pekerjaan Sekarang (Net Present Value) NPo = Nilai Paket Pekerjaan tertinggi yang diperoleh berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. b. dilaksanakan oleh : a. Indeks BPS yang digunakan adalah indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan.13 – . Untuk usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi. yaitu Nilai Pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) pada saat penyerahan pertama / provisional hand over (PHO). untuk Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional dan Badan Usaha asing yang membuka kantor perwakilan di Indonesia. Nilai konversi pekerjaan ini digunakan untuk menghitung pengalaman kumulatif Badan Usaha dalam jangka waktu 7 (tujuh) tahun untuk memenuhi penilaian perhitungan pengalaman. Penyelenggaraan Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). LPJK Daerah. untuk Usaha Orang Perseorangan Gred 1 dan Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 2. dan Gred 3. . (2) (3) BAB III PENYELENGGARAAN REGISTRASI Bagian Pertama Penyelenggara Registrasi Pasal 18 (1) (2) LPJK Nasional bertanggung jawab atas penyelenggaraan Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi secara nasional. LPJK Nasional. Io = lndeks dari BPS pada bulan PHO. selama 7 (tujuh) tahun terakhir.

Mengusulkan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional untuk pengenaan sanksi kepada Badan Usaha pemilik Sertifikat atas penyimpangan penggunaan Sertifikatnya.14 – Dewan Pengurus LPJK (2) (3) (2) . . Melakukan evaluasi proses sertifikasi dan memberikan pengesahan atas hasil proses Sertifikasi yang dilakukan oleh BSLN/BSAN dengan memberikan NRBU. atau menolak permohonan Registrasi Sertifikat yang diajukan oleh BSLN/BSAN dengan mengembalikan permohonan Registrasi. Menerbitkan DRBU secara periodik. Melakukan pemantauan atas pemanfaatan Sertifikat sebagaimana dimaksud pada huruf a. d. atau menolak permohonan Registrasi Sertifikat yang diterbitkan oleh BSLD/BSAD dengan mengembalikan berkas permohonan. jika tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan ini. b. Mengusulkan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional untuk pengenaan sanksi kepada Badan Usaha pemilik Sertifikat atas penyimpangan penggunaan Sertifikatnya. berdasarkan data dari setiap nomor registrasi sertifikat. Pasal 21 (1) BPRU Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) mempunyai tugas : a. c. kepada Pembina Jasa Konstruksi Nasional. jika tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan ini. Pasal 20 (1) BPRU Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) mempunyai tugas: a. BPRU Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Dewan Pengurus LPJK Daerah. BPRU Nasional/BPRU Daerah dibentuk oleh Nasional/LPJK Daerah sesuai dengan tingkatannya. c. Melakukan pemantauan atas pemanfaatan Sertifikat sebagaimana dimaksud pada huruf a. Dewan Pengurus LPJK Nasional menyampaikan laporan tentang pelayanan Registrasi sebagaimana dimaksud pada Pasal 19 ayat (1). Menerbitkan DRBU secara berkala. berdasarkan data dari setiap nomor registrasi sertifikat.Bagian Kedua Pelaksana Registrasi Pasal 19 (1) (2) Pelaksanaan Registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) dilakukan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah. b. Melakukan evaluasi proses sertifikasi dan memberikan pengesahan atas hasil Sertifikasi yang dilakukan oleh BSLD/BSAD dengan memberikan NRBU. d. BPRU Nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertanggung jawab kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional.

kepada Pembina Jasa Konstruksi Daerah Provinsi. Pasal 22 (1) Dalam hal BPRU Daerah tidak dapat melaksanakan fungsinya dalam memberikan pelayanan Registrasi terhadap sertifikasi di wilayah provinsinya. Pada saat penyerahan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3). BSAN/BSAD menyerahkan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Badan Usaha anggota Asosiasi Terakreditasi selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah SBU diterima oleh BSAN/BSAD. Proses Registrasi sebagaiman dimaksud pada ayat (1) dilakukan sebagai berikut : a BSAN/BSAD atau BSLN/BSLD menyerahkan berkas dokumen permohonan Registrasi kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah dan selanjutnya BPRU Nasional/BPRU Daerah memberikan tanda terima yang memuat nama Badan Usaha dan tanggal penerimaannya. BSAN/BSAD atau BSLN/BSLD harus menyerahkan SBU lama yang asli kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah. BPRU Nasional/BPRU Daerah setelah menerima berkas yang telah lengkap segera me-Registrasi Badan Usaha dengan menerbitkan SBU sebagai wujud Registrasi dan menyerahkannya kepada BSAN/BSAD atau BSLN/BSLD. . pelaksanaan pelayanan Registrasi tersebut dilakukan oleh BPRU Nasional. untuk Badan Usaha yang telah mempunyai SBU. BSAN/BSAD dan BSLN/BSLD harus membuat rekaman dari setiap SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dan/atau Menyatakan tidak dapat atau menolak untuk memberikan layanan Registrasi kepada Badan Usaha dengan alasan di luar ketentuan persyaratan Registrasi yang berlaku. BSLN/BSLD menyerahkan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada TVVN/TVVD untuk selanjutnya diberikan kepada Badan Usaha anggota asosiasi belum terakreditasi selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah SBU diterima oleh TVVN/TVVD.15 – (3) (4) (5) (6) (7) . Tidak dapat menepati waktu pelayanan Registrasi kepada Badan Usaha sesuai dengan ketentuan dan tidak memberikan alasan keterlambatan yang dapat diterima secara normatif.(3) Dewan Pengurus LPJK Daerah menyampaikan laporan tentang pelayanan Registrasi oleh BPRU Daerah sebagaimana dimaksud pada Pasal 19 ayat (1). (1) (2) Pemberian nomor registrasi dilakukan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah setelah proses Registrasi dilakukan. dalam batas waktu selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari. BPRU Daerah dinyatakan tidak dapat melaksanakan fungsinya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika telah terbukti : a. Bagian Ketiga Pelaksanaan Pemberian Nomor registrasi Pasal 23 (2) b. b BPRU Nasional/BPRU Daerah harus mengembalikan berkas permohonan yang tidak lengkap.

Pasal 24 (1) BPRU Nasional/BPRU Daerah berhak menolak melakukan Registrasi kepada Badan Usaha apabila : a. dokumen permohonan Registrasi dan/atau data pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) huruf a tidak lengkap, dan/atau foto copy dokumen kurang jelas, dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan ini; b. data yang disampaikan berbeda dengan data yang dimiliki oleh BPRU Nasional/ BPRU Daerah; c. kewajiban keuangan yang terkait dengan Registrasi Badan Usaha anggota Asosiasi yang tertunggak kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah belum diselesaikan. Pasal 25 (1) Badan Usaha dapat mengajukan banding atas klasifikasi dan kualifikasi yang tercantum dalam SBU bilamana tidak sesuai dengan permohonan dan data yang bersangkutan. Pengajuan banding untuk Badan Usaha kualifikasi Gred 2 dan Gred 3 ditujukan kepada BSLD/BSAD atau kepada BSLN/BSAN untuk Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4. Badan Usaha dengan Gred 2 dan Gred 3 apabila tidak puas dengan keputusan banding di tingkat BSLD atau BSAD dapat mengajukan banding lagi kepada BSLN atau BSAN. Badan Usaha yang memiliki sedikitnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional apabila tidak puas dengan keputusan banding di tingkat BSLN atau BSAN dapat mengajukan banding lagi kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional. BSLN atau BSAN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan Dewan Pengurus LPJK Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat menerima atau menolak banding yang diajukan setelah melalui penelitian yang seksama. Dalam hal banding sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diterima, selanjutnya Dewan Pengurus LPJK Daerah atau LPJK Nasional memerintahkan kepada BSLD/BSAD atau BSLN/BSAN yang bersangkutan untuk melakukan perbaikan klasifikasi dan/atau kualifikasinya untuk ditetapkan dalam SBU-nya yang baru dengan keharusan mengembalikan SBU lamanya. Dalam hal banding sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditolak, SBU yang telah dikeluarkan tetap berlaku. Keputusan Dewan Pengurus LPJK Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dan ayat (7) bersifat final.

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7) (8)

- 16 –

Bagian Keempat NRBU, Masa Berlaku dan TDUP Pasal 26 (1) SBU dinyatakan sah bilamana pada SBU telah tercantum NRBU-nya dan ditandatangani oleh Ketua BPRU Nasional dan Ketua Dewan LPJK Nasional Bidang Perusahaan untuk sertifikat yang memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4, serta oleh Ketua BPRU Daerah dan Ketua Dewan Pengurus LPJK Daerah yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang perusahaan untuk kualifikasi Gred 2 dan Gred 3. Pemberian NRBU ditetapkan sebagai berikut : a. Diberikan kepada pemohon Registrasi yang telah memenuhi persyaratan Registrasi. b. Pemberian NRBU mengikuti ketentuan sebagaimana tercantum pada Lampiran 4. c. Badan Usaha yang pindah Asosiasi, NRBU-nya tetap kecuali pada kode asosiasinya yang mengalami perubahan. d. NRBU diberikan melalui STI-LPJK Nasional dengan memasukkan NPWP Badan Usaha kedalam STI-LPJK Nasional. e. NRBU pada SBU yang memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional diberikan oleh BPRU Nasional. f. NRBU pada SBU dengan kualifikasi Gred 2 dan Gred 3 diberikan oleh BPRU Daerah dimana Badan Usaha berdomisili. g. Pemberian NRBU sebagaimana dimaksud pada huruf e, BPRU Nasional harus meminta konfirmasi ulang data Badan Usaha terlebih dahulu kepada BPRU Daerah melalui STI-LPJK Nasional, dan apabila konfirmasi tidak diperoleh dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja, maka BPRU Nasional dapat menerbitkan NRBU. h. BPRU Nasional/BPRU Daerah dilarang memberikan NRBU dalam bentuk blok alokasi NRBU kepada BSLN/BSLD/BSAN/BSAD. NRBU yang telah diberikan pada Badan Usaha tetap berlaku sepanjang Badan Usaha tersebut melakukan registrasi-ulang. NRBU dicabut dan tidak dapat digunakan lagi bilamana Badan Usaha selama 2 (dua) tahun berturut-turut tidak melakukan registrasi-ulang. NRBU akan dihapus atau tidak dapat digunakan lagi jika SBU Badan Usahanya dicabut. Badan Usaha yang SBU-nya dicabut, bilamana mengajukan permohonan untuk mendapatkan SBU kembali dan permohonannya dikabulkan Dewan Pengurus LPJK Nasional/Dewan Pengurus LPJK Daerah, maka Badan Usaha yang bersangkutan akan mendapatkan NRBU baru. LPJK Nasional/LPJK Daerah berhak menyatakan SBU yang digunakan Badan Usaha tidak sah, jika terbukti SBU tersebut telah diubah dan atau berbeda dengan rekaman SBU yang ada di LPJK.

(2)

(3) (4) (5) (6)

(7)

- 17 –

Pasal 27 (1) (2) Registrasi Badan Usaha dilakukan sepanjang tahun. Badan Usaha yang telah diregistrasi dan mendapat NRBU sebagaiamana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1), dinyatakan berlaku apabila telah tertayang dalam situs LPJK dan untuk Badan Usaha dimuat dalam DRBU bulan berjalan. Masa berlaku SBU adalah 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan wajib melakukan registrasi-ulang pada tahun ke-2 dan tahun ke-3. Registrasi-ulang pada tahun ke-2 dan tahun ke-3 sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dengan dilekatkannya leges LPJK tahun berjalan yang ditandatangani oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah.

(3) (4)

(5) SBU yang tidak melakukan registrasi-ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dinyatakan tidak berlaku untuk tahun yang bersangkutan. (6) Masa berlaku SBU bagi Badan Usaha baru berdiri yang belum menjadi anggota Asosiasi, adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan, dan tahun berikutnya harus mengurus SBU baru melalui Asosiasi. Masa berlaku SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) tetap tidak berubah dengan adanya perubahan klasifikasi dan kualifikasi selama berlakunya SBU tersebut. Pasal 28 (1) TDUP dinyatakan sah bilamana pada TDUP telah tercantum Nomor TDUP-nya dan ditandatangani oleh Ketua BPRU Daerah dan Ketua Dewan Pengurus LPJK Daerah yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang perusahaan. Pendaftaran Usaha Orang Perseorangan dilakukan sepanjang tahun. TDUP yang telah terdaftar dan mendapat nomor TDUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan berlaku apabila telah tertayang dalam situs LPJK. Masa berlaku TDUP adalah 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan, dengan ketentuan wajib melakukan registrasi-ulang pada tahun ke-2 dan ke-3. Ketentuan lebih lanjut mengenai Usaha Orang Perseorangan diatur dalam peraturan LPJK tersendiri. Bagian Kelima Legalisasi SBU Pasal 29 (1) Legalisasi rekaman SBU adalah bentuk pengesahan atas rekaman (foto copy) SBU dan setelah dilakukan pemeriksaan bahwa rekaman tersebut sesuai dengan aslinya. Legalisasi rekaman SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah. Legalisasi rekaman SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dengan atau tanpa melalui Asosiasi. Legalisasi rekaman SBU dilakukan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah tempat SBU tersebut dikeluarkan.
- 18 –

(7)

(2) (3) (4) (5)

(2) (3) (4)

(2) Biaya Sertifikasi. Untuk Badan Usaha baru-berdiri dan belum menjadi anggota asosiasi ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. dan merupakan penerimaan LPJK Nasional/LPJK Daerah.(5) Legalisasi rekaman SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan dengan cara membubuhkan cap dengan kata-kata rekaman sesuai dengan aslinya. (3) (4) (5) (6) (7) (8) . Besaran biaya registrasi-ulang Badan Usaha untuk tahun ke-2 dan tahun ke-3 sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. dan ditandatangani oleh Ketua BPRU Nasional/BPRU Daerah. Registrasi dan Registrasi Ulang Pasal 30 (6) (7) (1) Biaya Sertifikasi. Biaya penerbitan dan Registrasi Ulang TDUP ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. dan oleh LPJK untuk kegiatan Registrasi dan Registrasi Ulang. sedangkan pembagian penerimaan asosiasi kepada pusat dan cabangnya diatur oleh asosiasi yang bersangkutan. Pembagian penerimaan LPJK kepada LPJK Nasional dan LPJK Daerah diatur dalam Peraturan LPJK tersendiri. Untuk Badan Usaha anggota Asosiasi terakreditasi dan belum terakreditasi. Untuk kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dikenakan biaya administrasi legalisasi yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. Registrasi dan Registrasi Ulang yang dikenakan kepada Badan Usaha akan diterima oleh Asosiasi Terakreditasi untuk kegiatan sertifikasi. Bagian Keenam Biaya Sertifikasi. dimana kegiatan tersebut dilakukan. Untuk setiap rekaman SBU yang dilegalisasi harus dibuat rekamannya dan disimpan sebagai arsip di tempat legalisasi dilakukan. Registrasi dan Registrasi Ulang yang dikenakan kepada Badan Usaha untuk kegiatan yang ditangani oleh LPJK Nasional/LPJK Daerah pembagian penerimaannya diatur sebagai berikut : a. b.19 – . dan BPRU Nasional maupun BPRU Daerah dilarang melakukan pungutan atau tambahan biaya apapun di luar yang ditetapkan. Biaya sertifikasi dan Registrasi Badan Usaha berlaku sama di seluruh Indonesia. Dalam hal Badan Usaha naik kualifikasi maka biaya sertifikasi dan Registrasi yang harus dibayar adalah selisih antara biaya sertifikasi dan Registrasi atas kualifikasi yang baru dengan kualifikasi yang dimiliki sebelumnya. dengan bentuk cap serta cara membubuhkannya ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 5. Biaya sertifikasi dan Registrasi Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk setiap kualifikasi usaha dikenakannya per subbidang pekerjaan atau sublayanan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. dan selanjutnya pembagian penerimaan antar asosiasi pusat dan cabangnya diatur oleh asosiasi yang bersangkutan.

BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD wajib memiliki database berisi informasi lengkap data Badan Usaha yang SBU-nya telah diterbitkan. personalia. pengurus. dan data tersebut harus dapat ditayangkan pada STI BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD setempat. dan kemudian menyerahkan SBU-nya kepada BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD untuk diserahkan kepada masing-masing Badan Usaha yang bersangkutan. dan secara terus menerus melakukan pengawasan melekat. diputuskan melalui rapat Sidang Pemutus BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD yang hasilnya tertuang dalam Berita Acara Sidang Pemutus (BASP) yang memuat daftar Badan Usaha yang memperoleh klasifikasi dan kualifikasi lengkap dengan tanggal sidang dan tanda tangan Pemutus yang hadir. serta data tersebut sewaktuwaktu dapat diperiksa oleh BPRU Nasional atau BPRU Daerah.Pasal 31 (1) BPRU Nasional/BPRU Daerah dalam kegiatan Registrasi dilarang melakukan pungutan atau tambahan biaya di luar yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30. serta selanjutnya Berita Acara tersebut diserahkan ke BPRU Nasional/BPRU Daerah untuk diproses Registrasinya. Setiap penetapan klasifikasi dan kualifikasi usaha. sebagai sumber informasi bagi siapapun yang memerlukan. peralatan dan pengalaman Badan Usaha.20 – . BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD harus memiliki foto copy Sertifikat yang telah diRegistrasi oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah. BPRU Nasional/BPRU Daerah apabila setelah meneliti persyaratan dan proses sertifikasi dan ternyata memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan ini. BSLN wajib membina BSLD dan BSAN wajib membina BSAD dalam semua kegiatan terkait dengan proses dan mekanisme sertifikasi mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional. dengan melakukan penilaian atas kinerja BSLD/BSAD. Bagian Ketujuh Tata Kerja BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD Pasal 32 (1) BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen dan mandiri. tidak boleh dipengaruhi oleh siapapun baik oleh pengurus asosiasi. Pelaksanaan pembayaran biaya sertifikasi dan Registrasi dari Badan Usaha kepada Asosiasi dan dari Asosiasi kepada LPJK dilakukan melalui bank dan bukan dalam bentuk tunai. LPJK ataupun pihak lain. dan setiap BSLD/BSAD harus menyerahkan 1 (satu) lembar foto copy Sertifikat yang diterbitkan oleh BPRU Daerah kepada BSLN/BSAN. Database sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri dari data administrasi. (2) (3) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Asosiasi dalam kegiatan sertifikasi dilarang melakukan pungutan atau tambahan biaya di luar yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30. segera memproses Registrasinya. keuangan.

Alur kerja untuk memperoleh sertifikat dilakukan dengan urutan sebagai berikut : a. memeriksa berkas yang berkaitan dengan validasi dokumen dan bilamana ternyata kurang atau tidak memenuhi persyaratan maka validator dapat meminta bukti-bukti lain untuk mendukung dokumen yang telah diberikan. Badan Usaha tersebut akan menerima tanda terima penyerahan berkas yang ditandatangani oleh verifikator dan bilamana datanya belum lengkap maka berkas dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi.(8) (9) BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD dilarang menambah biaya dari biaya yang telah ditetapkan dalam Peraturan ini. untuk selanjutnya dokumen aslinya dikembalikan kepada Badan Usaha yang bersangkutan. Daerah/Kab/Kota dilarang menjadi Pemutus maupun Asesor BSAN/BSAD. Petugas database memeriksa database yang disampaikan oleh pemohon sertifikat untuk dicocokkan dengan hasil validasi oleh validator sebagaimana dimaksud pada huruf c. pemutus maupun asesor dalam BSAN/ BSAD. serta usaha orang perseorangan mengajukan sertifikatnya kepada BSLN/BSLD dan bagi Badan Usaha anggota asosiasi terakreditasi mengajukan permohonan sertifikatnya kepada BSAN/BSAD asosiasinya mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan ini. c. (12) Dalam hal kegiatan sertifikasi asosiasi yang terkena sanksi pembekuan pada tingkat nasional secara keseluruhan untuk melaksanakan sertifikasi. Pasal 33 (1) (2) Organigram BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD ditetapkan sebagaimana tergambar dalam Lampiran 7 dan Lampiran 8. (11) Dalam hal BSLD/BSAD di satu daerah terkena pembekuan wilayah kerja operasional untuk melaksanakan sertifikasi. maka pelaksanaannya dialihkan ke BSLN atau BSLD yang ditetapkan dalam Keputusan Perubahan Akreditasi dari Dewan Pengurus LPJK Nasional. dan bilamana telah benar maka diberi paraf dan memberikan tanda sah atau cap pada berkas dokumen yang diserahkan kepada BSLN/BSLD/BSAN/BSAD. atau Dewan Pertimbangan atau Dewan Penasehat. Sekretaris Umum/Sekretaris dan Bendahara Umum/Bendahara dari Dewan Pengurus. . Dewan Kehormatan Asosiasi Nasional. maka pelaksanaannya di daerah tersebut dialihkan ke BSLN/BSAN atau BSLD/BSAD di wilayah operasi terdekat yang ditetapkan dalam Keputusan Dewan Pengurus LPJK Nasional. Badan Usaha yang memohon klasifikasi yang belum dilayani asosiasi. mencocokkan dokumen yang diserahkan dengan dokumen aslinya. b. dan selanjutnya melakukan upload data tersebut ke situs STI-LPJK Nasional. 2. d. Verifikator dan Validator : 1. Anggota Dewan Pengurus atau Majelis Pertimbangan atau Badan Pelaksana LPJK Nasional/Daerah dilarang menjadi pengurus. dan Badan Usaha anggota asosiasi yang belum diakreditasi. (10) Ketua Umum/Ketua. dan bilamana tidak dapat dipenuhi maka dokumen tersebut dikembalikan.21 – .

Menyerahkan Formulir Lembar Evaluasi kepada Asesor untuk dinilai isi dokumennya yang akan menjadi Berita Acara Lembar Evaluasi.22 – . Bertanggung jawab dan menyiapkan data elektronik permohonan sertifikat yang didasarkan pada database sebagaimana dimaksud pada huruf d. Pasal 34 (1) (2) BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD dalam setiap tahapan proses sertifikasi dan Registrasi harus menggunakan STI-LPJK Nasional yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional. Validator bersama petugas database : 1. 2. Asesor melakukan evaluasi data dan memberikan penilaian pada Lembar Evaluasi Data dan diserahkan kepada Pemutus. (3) Alur kerja untuk pelaksanaan Registrasi-ulang sertifikat untuk tahun ke-2 dan tahun ke-3 dilakukan dengan urutan sebagai berikut : a. yang kemudian dicetak pada Formulir Lembar Evaluasi sebagaimana pada Lampiran 6. Petugas database mencetak data terakhir dari sertifikat tersebut yang diambil dari STI-LPJK Nasional yang selanjutnya dimintakan tanda tangan kepada Badan Usaha/pemohon perpanjangan sertifikat tersebut atas kebenarannya. h. ditanda tangani dan dicap. selanjunya sertifikat dikembalikan kepada BSLN/BSLD/BSAN/BSAD untuk diserahkan kepada pemilik sertifikat. Pemutus mengadakan Rapat Sidang Pemutus yang dipimpin oleh Ketua BSLN/BSLD/BSAN/BSAD dan bilamana diperlukan dapat mengundang Asesor untuk menghadiri sidang dan menjelaskan hasil penilaiannya. oleh petugas database BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD di-upload ke situs STI-LPJK Nasional selanjutnya data tersebut dalam STI-LPJK Nasional akan diberi tanda pengenal oleh situs dan menjadi data LPJK Nasional. Apabila data dalam database tidak sama dengan data yang tertera dalam sertifikat maka sertifikat tersebut ditahan oleh BSLN/BSLD/BSAN/BSAD dan dibuat berita acara penahanan sertifikat yang ditanda tangani oleh pemilik sertifikat. f. BSLN/BSLD/BSAN/BSAD menyampaikan sertifikat tersebut kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah untuk dilekatkan leges LPJK sesuai tahun berjalan. g.e. Pemilik sertifikat mengajukan permohonan Registrasi-ulang kepada BSLN/BSLD/BSAN/BSAD sesuai dengan tempat penerbitan sertifikat dengan melampirkan sertifikat asli. Pemutus membuat keputusan berdasarkan Rapat Sidang Pemutus dan hasil keputusannya dituangkan dalam Berita Acara Pengesahan Lembar Evaluasi (BA-PLE) yang berisi nama-nama pemohon sertifikat untuk selanjunya BAPLE bersama-sama dengan berkas permohonan sertifikat dikirimkan kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah untuk di evalusi. 1. Database Badan Usaha dan usaha orang perseorangan yang dibuat oleh pemohon. . b. 2.

. Perkembangan permohonan sertifikat setiap hari dapat dilihat melalui situs STILPJK Nasional.23 – . c. Dalam hal STI-LPJK Nasional mengalami gangguan maka pelayanan down load dari server LPJK Nasional dapat dilakukan langsung antara petugas STI-LPJK Nasional dan petugas BSLN/BSAN untuk selanjutnya petugas BSLN/BSAN wajib mendistribusikan ke BSLD/BSAD melalui E-mail. yang mempengaruhi proses sertifikasi dan hasil penilaiannya. yang menentukan klasifikasi dan kualifikasi usaha harus di-upload kembali dan harus sama dengan rumusan STI-LPJK Nasional khususnya nilai kumulatif pengalaman Badan Usaha. BAB IV PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI Bagian Pertama Penyelenggara Sertifikasi Pasal 36 (2) (1) LPJK Nasional bertanggung jawab atas penyelenggaraan sertifikasi usaha jasa perencana konstruksi dan jasa pengawas konstruksi secara nasional. Bertindak jujur dan adil dalam melakukan penilaian yang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Tidak membeberkan temuan atau informasi yang diperoleh dalam melaksanakan sertifikasi. Tidak bertindak merugikan reputasi lembaga.(3) (4) (5) (6) (7) (8) Pengisian Formulir Lembar Evaluasi untuk penerbitan sertifikat dilakukan berdasarkan data sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan Formulir tersebut akan diberi nomor khusus oleh situs. b. Seluruh unsur yang terkait dengan proses sertifikasi ini harus mentaati dan membuat Surat Pernyataan mengikatkan diri pada Kode Etik BSLN/BSAN/BSLD/BSAD. Pencetakan sertifikat menggunakan format yang ditetapkan melalui STI-LPJK Nasional dan dapat dicetak oleh BSLN/BSLD/BSAN/BSAD setelah mendapat persetujuan BPRU Nasional/BPRU Daerah. Pasal 35 (1) Kode Etik BSLN/BSAN/BSLD/BSAD adalah : a. Berita Acara Lembar Evaluasi oleh BSLN/BSLD/BSAN/BSAD. d. Tidak meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun dari Badan Usaha yang di sertifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal penentuan klasifikasi dan kualifikasi yang tercantum dalam Berita Acara Lembar Evaluasi oleh BSLN/BSAN/BSLD/BSAD berbeda dengan rumusan STILPJK Nasional maka yang digunakan adalah rumusan STI-LPJK Nasional. asosiasi dan kepentingan sistem sertifikasi dalam bentuk maupun caranya.

Asosiasi yang melayani sertifikasi ditingkat nasional dan daerah dilakukan oleh : 1. Asosiasi yang melayani sertifikasi secara terpusat dilakukan oleh BSAN untuk seluruh kualifikasi. BSAN untuk melakukan sertifikasi Badan Usaha anggotanya. 2. b. disamping verifikator dan validator yang ada BSAD dapat dibantu oleh verifikator dan validator di kabupaten/kota. Dalam hal BSAD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b angka 2. (3) (4) BSAD untuk melakukan sertifikasi bagi Badan Usaha anggotanya yang meliputi kualifikasi Gred 3 dan Gred 2. Asosiasi belum Terakreditasi harus membentuk Tim Verifikasi dan Validasi yang merupakan satuan kerja tetap dalam asosiasi yang anggotanya terdiri dari Tenaga Profesional dan bekerja penuh waktu yang diangkat oleh asosiasi bersangkutan. BSLN untuk melakukan sertifikasi Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi. Penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dilaksanakan oleh : a. mencakup kegiatan menetapkan pengakuan tingkat kompetensi dan kemampuan usaha. Gred 2 dan Usaha Orang Perseorangan Gred 1.(2) Penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud ayat (1). yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional. dan kualifikasi jasa konstruksi.24 – . b. yang meliputi kualifikasi Gred 3. b. Penyelenggaraan sertifikasi Asosiasi Terakreditasi bagi Badan Usaha anggotanya sebagaimana dimaksud Pasal 36 ayat (3) huruf b untuk : a. Asosiasi Terakreditasi untuk Badan Usaha anggota asosiasinya. BSLD untuk melakukan sertifikasi bagi Badan Usaha baru-berdiri yang belum menjadi anggota Asosiasi. . (2) Untuk melayani Badan Usaha anggotanya. Bagian Kedua Pelaksana Sertifikasi Pasal 37 (3) (1) Penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud Pasal 36 ayat (3) huruf a dilakukan oleh : a. maka untuk asosiasi yang mempunyai cabang di daerah kabupaten/kota. yang diwujudkan dalam bentuk Sertifikat. yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional. LPJK Nasional/LPJK Daerah untuk Badan Usaha yang baru berdiri yang belum menjadi anggota asosiasi dan Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi. dan Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi. klasifikasi.

c. validasi dan penilaian atas berkas permohonan sertifikasi.(5) Struktur organigram BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD terdiri dari unsur : a. Verifikator dan Validator BSAN diusulkan oleh Dewan Pengurus asosiasi tingkat nasional kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional. Menyerahkan hasil sertifikasi ke BPRU Nasional/BPRU Daerah untuk diproses Registrasinya. Asesor f. Database g. (2) (3) . dan BSAN yang telah memenuhi syarat ditetapkan oleh Dewan Pengurus Asosiasi tingkat nasional sebagai BSAN dan selanjutnya dikukuhkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional. Pengurus d. BSAD diajukan oleh Dewan Pengurus Asosiasi tingkat provinsi dan diusulkan oleh Dewan Pengurus Asosiasi tingkat nasional kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional berdasarkan rekomendasi dari LPJK Daerah. Persyaratan dan kriteria personil BSLN/BSLD/BSAN/BSAD diatur dalam peraturan tentang Akreditasi. dan BSAD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b angka 2 bertanggung jawab kepada Dewan Pengurus LPJK Daerah melalui asosiasi tingkat provinsi. Melakukan verifikasi. Dalam hal BSAN/BSAD tidak dapat melakukan fungsi dan tugasnya dalam memberikan pelayanan sertifikasi dari Badan Usaha anggotanya maka pelaksanaan pelayanan sertifikasi tersebut dilakukan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional melalui BSLN/BSLD. Pemutus e. Pasal 38 (6) (7) (8) (9) (1) Tugas dan tanggung jawab BSAN/BSAD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (3): a. Tidak dapat menepati waktu pelayanan sertifikasi sesuai dengan ketentuan dan tidak dapat memberikan alasan keterlambatan yang dapat diterima secara normatif kepada Badan Usaha. Menetapkan keputusan untuk menyetujui atau menolak permohonan sertifikasi. BSAN/BSAD dinyatakan tidak dapat melakukan fungsi dan tugasnya dalam melaksanakan fungsi pelayanan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) jika telah terbukti : a. Pengawas c. b. BSAN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a dan huruf b angka 1 bertanggung jawab kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional melalui asosiasi tingkat pusat. Banding b. dan selanjutnya BSAD dikukuhkan oleh Dewan Pengurus LPJK Daerah.25 – .

b.26 – (2) (3) (4) . i. Menyerahkan hasil sertifikasi kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah untuk diproses Registrasinya. e. f. e. F1/PR/06 : Formulir Isian Data Pengurus. Bagi Badan Usaha yang untuk pertama kalinya mengajukan permohonan Sertifikasi. yang telah diisi beserta data pendukungnya. F1/PR/13 : Bentuk Neraca Gred 4 . Pengembalian dokumen berupa formulir isian sebagaimana dimaksud pada huruf a. c. F1/PR/01 : Formulir Permohonan SBU. BAB V PERSYARATAN PERMOHONAN SERTIFIKASI Bagian Pertama Proses Sertifikasi Pasal 39 sertifikasi bagi anggotanya c. F1/PR/03 : Formulir Permohonan Bidang/Subbidang/Layanan/Sublayanan. d. c. Pengambilan formulir isian permohonan sertifikasi dilengkapi dengan disket isian. F1/PR/02 : Bentuk Surat Pengantar Badan Usaha. j. F1/PR/05 : Formulir Isian Data Administrasi. F1/PR/10 : Bentuk Neraca Gred 3. mengisi isian permohonan sertifikasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 11 dilengkapi lampiran yang memuat data Badan Usaha yang terdiri atas: a. F1/PR/11 : Bentuk Neraca Gred 2 tipe 1 (Gred 2 yang sudah beroperasi). F1/PR/08 : Formulir Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri. F1/PR/12 : Bentuk Neraca Gred 2 tipe 2 (Gred 2 baru). Badan Usaha yang untuk pertama kalinya mengajukan permohonan sertifikasi harus menyerahkan data Badan Usaha secara lengkap dalam bentuk mengisi formulir isian dan soft copy. b. Badan Usaha yang mengajukan permohonan SBU wajib mengisi database Badan Usaha kedalam STI-LPJK Nasional sesuai format yang telah ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 10 beserta dokumen pendukungnya. Menyetujui atau menolak permohonan sertifikasi. Terbukti tidak memberikan pelayanan sebagaimana diatur dalam peraturan ini. (1) Proses sertifikasi dilakukan sebagai berikut : a. h. F1/PR/09 : Formulir Data Keuangan. F1/PR/07 : Formulir Isian Data Penanggung Jawab. l. g. k. Pemeriksaan dan penilaian dokumen sebagaimana dimaksud pada huruf b. F1/PR/04 : Bentuk Surat Pernyataan Badan Usaha. m. Menyatakan tidak dapat dan atau menolak untuk memberikan layanan sertifikasi kepada Badan Usaha dengan alasan diluar ketentuan persyaratan sertifikasi yang berlaku sebagaimana diatur dalam peraturan ini. d. b.

Perubahan Kualifikasi sebagaimana dimaksud ayat (3) hanya dapat diberikan untuk satu tingkat diatas atau dibawah dari kualifikasi yang dimilikinya. F1/PR/20 : Formulir Isian Pengalaman Badan Usaha. Bagian Kedua Perubahan Klasifikasi dan Kualifikasi Pasal 40 (1) (2) (3) (4) Setiap Badan Usaha jasa perencana konstruksi dan pengawas konstruksi yang bersifat umum dapat mengajukan permohonan perubahan klasifikasi yaitu penambahan atau pengurangan bidang atau sub bidang atau layanan atau sub layanan pekerjaan. (6) (7) (8) (9) Bagi Usaha Orang Perseorangan yang mengajukan permohonan TDUP mengisi formulir permohonan TDUP sebagaimana pada Lampiran 12 dilengkapi Lampiran yang memuat data Usaha Orang Perseorangan yang terdiri atas : a. s. F1/OP/03 : Surat Pernyataan usaha orang perseorangan Permohonan SBU bagi perusahaan yang baru didirikan dengan kualifikasi Gred 2 atau kualifikasi Gred 3 dapat diberikan tanpa keharusan melampirkan pengalaman kerja.27 – . jangka waktu penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7) akan ditetapkan lebih lanjut oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional. Untuk daerah-daerah provinsi yang sulit dijangkau. F1/PR/21 : Formulir Isian Data Peralatan. r. o. t. dilaksanakan dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari kerja dan untuk TDUP 30 (tiga puluh) hari kerja.n. F1/PR/17 : Surat Pernyataan Penanggung Jawab Teknik. (5) F1/PR/14 : Formulir Isian Data Personalia. Penyelenggaraaan sertifikasi dan penerbitan SBU sesuai dengan Peraturan ini. (PJT/PJB/PJL). q. F1/PR/18: Surat Perikatan PJB dan PJL F1/PR/19 : Bentuk Daftar Riwayat Hidup. p. F1/PR/15 : Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Teknik. F1/OP/02 : Surat Permohonan TDUP c. u. Permohonan SBU bagi perusahaan yang baru didirikan dengan kualifikasi Gred 2 atau kualifikasi Gred 3 dapat diberikan tanpa keharusan melampirkan pengalaman kerja. F1/OP/01 : Formulir Permohonan TDUP b. Setiap Badan Usaha dapat mengajukan permohonan perubahan Kualifikasi yaitu peningkatan atau penurunan kualifikasi usaha yang dimilikinya. Perubahan klasifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan paling cepat setelah 6 (enam) bulan sejak SBU diterbitkan. F1/PR/16 : Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Non Teknik. .

khususnya menyangkut pengalaman kerja yang dilengkapi dengan bukti berita acara serah terima pekerjaan dan dapat melakukan klarifikasi terhadap kebenaran pengalaman kerja tersebut kepada pemberi kerja. Pasal 42 Permohonan SBU untuk peningkatan pendukung yang dimilikinya : (1) kualifikasi harus menyertakan dokumen Untuk Gred 2 naik ke Gred 3.000. perolehan pekerjaan sebagaimana dimaksud huruf b.28 – . Penurunan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada pasal 40 ayat (3) dapat dilakukan paling cepat setelah 12 (dua belas) bulan sejak SBU diterbitkan.000. Untuk Gred 3 naik ke Gred 4 nasional.000. Peningkatan kualifikasi usaha harus dilakukan penelitian oleh BSAN/BSAD atau BSLN/BSLD atas kelengkapan dokumen Badan Usaha. Pasal 41 (1) (2) (3) (4) Peningkatan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada pasal 40 ayat (3) dan ayat (4) dapat dilakukan dengan syarat : a. harus sudah dicatatkan di lembar belakang SBU dan telah di tandatangani dan distempel oleh pengguna jasa dan telah dilaporkan ke LPJK Nasional/LPJK Daerah serta mendapat NKPK sebelum permohonan perubahan peningkatan kualifikasi usaha diajukan. peningkatan kualifikasi usaha berikutnya bagi klasifikasi untuk kualifikasi Gred 2.000. adanya penambahan pengalaman pekerjaan minimum satu subbidang atau sublayanan. Badan Usaha setiap saat dapat mengajukan perubahan KD yang tercantum dalam SBU-nya dengan permohonan penggantian SBU tanpa merubah kualifikasi yang dimilikinya dengan melampirkan bukti autentik adanya tambahan pengalaman kerja yang telah diserahterimakan pertama dalam waktu paling lama 6 (enam) bulan terakhir sebelum permohonan perubahan KD diajukan. c. b.000.00 (empat ratus juta rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun. kualifikasi Gred 3 baru dapat dilakukan 12 (dua belas) bulan kemudian dan untuk kualifikasi Gred 4 baru dapat dilakukan 18 (delapan belas) bulan kemudian.(5) Peningkatan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan paling cepat setelah 6 (enam) bulan sejak SBU diterbitkan. melampirkan pengalaman melaksanakan pekerjaan Gred 2 sesuai dengan subbidang/sublayanannya dengan total nilai ≥ Rp 400. melampirkan pengalaman melaksanakan pekerjaan Gred 3 sesuai dengan subbidang/sublayanannya dengan total nilai ≥ Rp 1. melampirkan bukti autentik berita acara serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) yang diperoleh dalam 6 (enam) bulan terakhir dari permohonan peningkatan kualifikasi.00 (satu miliar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun. (2) .

dan Gred 3. b. c. c. Pemeriksaan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan apabila seluruh dokumen yang dipersyaratkan telah lengkap. yang telah diperiksa BSAN/BSAD dan telah sesuai dengan dokumen aslinya. dan bagi Asosiasi belum Terakreditasi dilakukan oleh BSLN/BSLD. F3/PR/02 : Surat pernyataan Badan Usaha. Bagi Asosiasi Terakreditasi yang tidak memiliki cabang. Formulir isian permohonan perubahan dan/atau perpanjangan sebagaimana dimaksud ayat (3) dan ayat (4) formatnya tidak boleh diubah dan harus dilengkapi dengan lampiran data pendukungnya. formulir isian permohonan sertifikasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 14 dilengkapi dokumen yang memuat data Badan Usaha terdiri dari : a. Bagi Asosiasi Terakreditasi yang memiliki cabang. F2/PR/01 : Surat permohonan perubahan SBU. b. b. Dokumen Badan Usaha Gred 2. formulir isian permohonan sertifikasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 13 dilengkapi dokumen yang memuat data Badan Usaha terdiri dari : a. F2/PR/02 : Surat pernyataan Badan Usaha. . harus menyampaikan data pendukung bukti perubahan tersebut. Pemeriksaan dokumen oleh BSAN/ BSAD dilakukan sebagai berikut : a. Badan Usaha yang mengajukan permohonan perubahan SBU dengan adanya perubahan data administrasi dan/atau perubahan klasifikasi dan/atau kualifikasi. F2/PR/03 : Surat perubahan klasifikasi dan atau kualifikasi usaha. Pasal 44 (1) (2) (3) Pemeriksaan dokumen bagi Asosiasi Terakreditasi dilakukan oleh BSAN/BSAD. Dokumen Badan Usaha yang memiliki sedikitnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 yang telah diperiksa pada tingkat BSAN/BSAD dan sesuai dengan aslinya. selanjutnya dibubuhi cap tanda telah dilakukan pemeriksaan untuk diproses lebih lanjut.Pasal 43 (1) Badan Usaha yang melakukan perubahan klasifikasi dan/atau kualifikasi harus mengisi formulir isian secara lengkap dengan menyertakan data pendukung bukti perubahan tersebut.29 – (2) (3) (4) (5) . BSAN memeriksa seluruh dokumen yang diberikan oleh Badan Usaha anggotanya dan dicocokkan dengan data aslinya. d. selanjutnya dibubuhi paraf dan cap tanda telah dilakukan pemeriksaan dan dikirimkan ke BSAN untuk diproses lebih lanjut. Badan Usaha yang mengajukan permohonan perpanjangan SBU dengan tidak mengubah klasifikasi dan kualifikasinya. Badan Usaha yang melakukan perubahan data administratif yang bukan menyangkut klasifikasi dan kualifikasi. setiap BSAD memeriksa seluruh dokumen yang diberikan oleh Badan Usaha anggotanya dan dicocokkan dengan data aslinya. F3/PR/01 : Surat permohonan perpanjangan SBU.

(4) (5) Pemeriksaan dokumen permohonan sertifikasi oleh BSLN/BSLD dilakukan sebagai berikut : a. dibubuhi paraf dan cap tanda telah dilakukan pemeriksaan. dan LPJK tidak akan memproses registrasi-ulang bila kewajiban tersebut belum diselesaikan. Data administrasi yang diteliti dan diproses adalah : 1. Surat keterangan domisili yang masih berlaku atau SITU 4. Dokumen Badan Usaha yang memiliki sedikitnya 1 (satu) klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 yang telah diperiksa oleh TVVD dan terbukti sesuai dengan dokumen aslinya. b. f. d. Petunjuk pemeriksaan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : a. e. Dokumen tersebut dikirimkan kepada BSLD untuk diproses lebih lanjut dan setelah diperiksa oleh BSLD selanjutnya dokumen aslinya dikembalikan TVVD untuk diserahkan kepada pemilik dokumen yang bersangkutan. NPWP 5. seluruh dokumen asli dikembalikan kepada TVVN untuk diserahkan kepada pemilik dokumen. Dokumen tersebut dikirimkan kepada TVVN untuk diperiksa. Bagi Asosiasi belum Terakreditasi yang memiliki cabang. neraca keuangannya untuk minimum 2 (dua) tahun sebelumnya harus dibuat oleh Kantor Akuntan Publik dilengkapi dengan opini dan harus dapat menunjukkan aslinya jika diperlukan. dan Biro Teknik (BT). Dokumen permohonan sertifikasi dengan kualifikasi Gred 2. dibentuk TVVN yang beranggotakan dari asosiasi tersebut yang bekerja sebagai sub-ordinat dari BSLN untuk melakukan koordinasi pelaksanaan proses verifikasi dan validasi untuk memeriksa kelengkapan seluruh dokumen yang diberikan oleh Badan Usaha anggotanya. dibentuk TVVD dari asosiasi tersebut yang bekerja sebagai sub-ordinat dari BSLD untuk melakukan koordinasi pelaksanaan proses verifikasi dan validasi untuk memeriksa kelengkapan seluruh dokumen yang diberikan oleh Badan Usaha anggotanya. dibubuhi paraf dan cap tanda telah dilakukan pemeriksaan. . Perseroan Terbatas. Bagi Badan Usaha berbadan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) kualifiksi Gred 3 dan Gred 4. Badan Usaha Nasional bukan badan hukum yang meliputi antara lain CV. b. Badan Usaha kualifikasi Gred 2 neraca keuangannya untuk tahun terakhir dibuat sendiri dengan harus dibubuhi meterai cukup. SBU tahun sebelumnya. dan setelah di verifikasi oleh BSLN. akte pendirian/akte perubahannya yang dibuat oleh notaris harus didaftar di Pengadilan Negeri setempat 3. dan bukan dalam bentuk neraca yang hanya diketahui atau diberi cap oleh Kantor Akuntan Publik. Akte pendirian dan Akte perubahannya yang terakhir yang dibuat oleh notaris telah disahkan oleh menteri terkait 2. Gred 3 yang telah diperiksa oleh TVVD dan terbukti sesuai dengan dokumen aslinya. baik kepada Asosiasi maupun LPJK. Keuangan 1. Bagi Asosiasi belum Terakreditasi yang tidak memiliki cabang. dan jika belum maka harus diregistrasi terlebih dahulu dan Badan Usaha yang bersangkutan harus menyelesaikan kewajibannya.30 – . c. 2. diperiksa apakah sudah di registrasi-ulang. FA.

c.

Tenaga PJBU, PJT, PJB, PJL 1. Tenaga PJBU harus tercantum di dalam akta pendirian dan atau perubahannya. 2. Untuk setiap Badan Usaha harus memiliki PJT, PJB, dan PJL sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2. Pengalaman Badan Usaha 1. Daftar pengalaman Badan Usaha melaksanakan pekerjaan diisi berdasarkan formulir isian permohonan sertifikasi dengan melampirkan kelengkapan datanya yaitu: copy kontrak, PHO dan atau FHO . 2. Dalam hal dokumen tersebut huruf d 1) diragukan keabsahannya, dapat dimintakan klarifikasi kepada pengguna jasa yang bersangkutan atau sumber lain yang terkait. Pasal 45

d.

(1) (2)

Keabsahan data administrasi, keuangan, dan pengalaman sifatnya mutlak. Tahapan evaluasi sahnya dokumen dilakukan dengan mendahulukan penilaian atas data administrasi dan keuangan serta dapat dilanjutkan dalam menilai pengalaman jika data administrasi dan keuangan tersebut lengkap dan sah. Dalam hal data administrasi dan atau keuangan dan atau pengalaman yang disampaikan tidak lengkap dan tidak benar, maka keseluruhan dokumen dikembalikan kepada yang bersangkutan untuk dilengkapi dan diperbaiki.

(3)

Pasal 46 (1) Untuk Badan Usaha Anggota Asosiasi Terakreditasi dalam menyampaikan permohonan SBU baru mengikuti ketentuan sebagai berikut : a. Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 harus menyampaikan : 1. 4 (empat) rangkap dokumen permohonan SBU lengkap dengan data pendukungnya kepada asosiasi yang selanjutnya didistribusikan oleh pengurus asosiasi daerahnya masing-masing satu set kepada BSAD, BSAN, BPRU Daerah, dan BPRU Nasional terlebih dahulu diberi cap tanda pemeriksaan telah sesuai dengan aslinya oleh BSAD. 2. Dalam hal Asosiasi Terakreditasi tidak memiliki wilayah kerja operasional tertentu, maka dokumen Badan Usaha dapat dimintakan pengesahannya oleh BSAN kepada BPRU Daerah dimana Badan Usaha berdomisili, selanjutnya didistribusikan oleh pengurus asosiasi daerahnya masingmasing 1 (satu) set kepada BSAD wilayah terdekat yang ditunjuk untuk melaksanakan sertifikasi, dan/atau BSAN, BPRU Daerah dimana Badan Usaha berdomisili dan BPRU Nasional. 3. Dalam hal sertifikasi dilakukan oleh BSAN sebagaimana dimaksud pada huruf a angka 2, maka 1 (satu) set dokumen berada di Asosiasi tingkat daerah dimana Badan Usaha berdomisili.

- 31 –

b.

Untuk Badan Usaha kualifikasi Gred 2, dan Gred 3 harus menyampaikan : 1. 2 (dua) rangkap dokumen permohonan SBU lengkap dengan data pendukungnya kepada Asosiasi yang selanjutnya didistribusikan oleh pengurus Asosiasi daerahnya masing-masing satu set kepada BSAD, dan BPRU Daerah, setelah terlebih dahulu diberi cap yang menandakan telah diperiksa dan telah sesuai dengan aslinya oleh BSAD. 2. Dalam hal Asosiasi Terakreditasi tidak memiliki wilayah kerja operasional tertentu, maka dokumen Badan Usaha dapat dimintakan pengesahannya kepada BPRU Daerah dimana Badan Usaha berdomisili, selanjutnya didistribusikan oleh pengurus Asosiasi daerahnya masing-masing satu set kepada BSAD wilayah operasional terdekat yang ditunjuk untuk melaksanakan sertifikasi dan BPRU Daerah dimana Badan Usaha berdomisili. 3. Dalam hal sertifikasi dilakukan oleh BSAD wilayah operasional terdekat yang ditunjuk sebagaimana dimaksud pada huruf b angka 2, maka satu set dokumen berada di Asosiasi tingkat daerah dimana Badan Usaha berdomisili.

(2)

Untuk Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi dalam menyampaikan permohonan SBU baru mengikuti ketentuan sebagai berikut : a. Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional, harus menyampaikan 4 (empat) rangkap dokumen permohonan SBU lengkap dengan data pendukungnya kepada TVVD yang selanjutnya didistribusikan masing-masing 1 (satu) set kepada TVVD, TVVN, BSLD dan BSLN setelah terlebih dahulu dilakukan verifikasi dan validasi dalam dua tahapan, pertama oleh TVVD dan kedua oleh TVVN serta dalam setiap tahapan diberi cap yang menandakan pemeriksaan telah sesuai dengan aslinya. b. Badan Usaha kualifikasi Gred 2 dan Gred 3 harus menyampaikan 2 (dua) rangkap dokumen permohonan SBU lengkap dengan data pendukungnya kepada TVVD yang selanjutnya didistribusikan oleh pengurus asosiasi daerahnya masing-masing 1 (satu) set kepada TVVD dan BSLD, setelah terlebih dahulu dilakukan verifikasi dan validasi oleh TVVD serta diberi cap yang menandakan pemeriksaan telah sesuai dengan aslinya. Prosedur sertifikasi bagi Badan Usaha anggota Asosiasi Terakreditasi dalam perpanjangan SBU dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : a. BSAD mencari arsip dokumen atas nama Badan Usaha tersebut ; b. BSAD melakukan pemeriksaan atas dokumen permohonan perpanjangan SBU dengan membandingkan data yang ada dalam arsip dokumen Badan Usaha periode sebelumnya ; c. Jika ternyata ditemukan berkas dalam dokumen permohonan perpanjangan SBU yang tidak sama dengan arsip dokumen karena telah mengalami perubahan, maka yang digunakan adalah data terakhir yang sah ; d. BSAD kemudian melakukan klarifikasi dengan arsip yang ada di BSAD dan memberikan tanda sah dalam berkas dokumen permohonan tersebut ; e. Dalam hal permohonan SBU, dimana BPRU Daerah atau BPRU Nasional atau BSAN belum pernah menerima dokumen Badan Usaha dimaksud, maka Badan Usaha harus menyerahkan tambahan copy dokumen kepada BSAD pada saat permohonan diajukan untuk didistribusikan lebih lanjut ;
- 32 –

(3)

f. g. h. i.

j. k.

l.

BSAD melakukan perbaikan database Badan Usaha yang ada dalam STILPJK Nasional berdasarkan perubahan data terakhir yang sah ; BSAD mencetak formulir lembar evaluasi dan selanjutnya digunakan oleh asesor dan pemutus untuk dinilai ; BSAD meminta kepada BPRU Daerah melakukan klarifikasi data melalui STILPJK Nasional ; Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional, database Badan Usaha yang ada dalam STI-LPJK Nasional yang dibuat BSAD diteliti kembali oleh BSAN, dan dalam hal BSAN mencetak kembali formulir lembar evaluasi yang digunakan sebagai Berita Acara Lembar Evaluasi yang final maka BSAN tetap melampirkan formulir lembar evaluasi yang dari BSAD ; Selanjutnya BSAN dan BSAD mengirimkan Berita Acara Lembar Evaluasi kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah, melalui STI-LPJK Nasional ; Setelah BPRU Nasional/BPRU Daerah melakukan penelitian atas seluruh kebenaran data antara dokumen yang disampaikan dengan database yang ada di STI-LPJK Nasional, maka jika memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan ini, BPRU Nasional/BPRU Daerah segera memproses Registrasinya dan SBU dibubuhi tandatangan yang berwenang dan cap, didistribusikan kepada BSAN/BSAD untuk diserahkan kepada Badan Usaha yang bersangkutan ; Dalam hal Badan Usaha melakukan perubahan data yang bukan berupa perubahan klasifikasi dan kualifikasi, maka bukti perubahan data tersebut wajib dilampirkan dan prosedurnya mengikuti sebagaimana uraian di atas.

(4)

Prosedur sertifikasi bagi Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi perpanjangan SBU dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : a. TVVD mencari arsip dokumen atas nama Badan Usaha tersebut ; b. TVVD melakukan pemeriksaan atas dokumen permohonan perpanjangan SBU dengan membandingkan data yang ada dalam arsip dokumen Badan Usaha periode sebelumnya; c. Jika ternyata ditemukan berkas dalam dokumen permohonan perpanjangan SBU yang tidak sama dengan arsip dokumen karena telah mengalami perubahan, maka yang digunakan adalah data terakhir yang sah ; d. TVVD kemudian melakukan klarifikasi dengan arsip yang ada di TVVD dan memberikan cap yang menandakan pemeriksaan telah sesuai dengan aslinya pada berkas dokumen permohonan tersebut; e. Dalam hal permohonan SBU, dimana BSLN atau BSLD atau TVVN belum pernah menerima dokumen Badan Usaha dimaksud, maka Badan Usaha harus menyerahkan tambahan copy dokumen kepada TVVD pada saat permohonan diajukan untuk didistribusikan lanjut; f. TVVD kemudian melaporkan kepada TVVN data Badan Usaha berdasarkan perubahan data terakhir untuk selanjutnya diserahkan ke BSLN/BSLD untuk dimasukkan ke dalam STI-LPJK Nasional; g. TVVD/TVVN mencetak formulir lembar evaluasi dan selanjutnya digunakan oleh asesor dan pemutus BSLN/ BSLD untuk dinilai; h. BSLN/ BSLD melakukan klarifikasi data dalam STI-LPJK Nasional;

- 33 –

(2) Blanko TDUP sebagaimana tercantum dalam Lampiran 15-3. Untuk Badan Usaha anggota Asosiasi Terakreditasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 15-1. . Selanjutnya BSLN dan BSLD mengirimkan Berita Acara Lembar Evaluasi kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah. dan Gred 3 dilakukan oleh BSAD. kemudian didistribusikan kepada BSAN/BSAD untuk diserahkan kepada Badan Usaha yang bersangkutan. Untuk Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 15-2. maka jika memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan ini. Setelah BPRU Nasional/BPRU Daerah melakukan penelitian atas seluruh kebenaran data antara dokumen yang disampaikan dengan database yang ada di STI-LPJK Nasional. BPRU Nasional/BPRU Daerah segera memproses Registrasinya dan SBU dibubuhi tandatangan yang berwenang dan cap. b. l Badan Usaha yang memiliki sekurang-kurangnya satu klasifikasi dengan kualifikasi Gred 4 nasional. j.i. Dalam hal Badan Usaha melakukan perubahan data yang bukan berupa perubahan klasifikasi dan kualifikasi.34 – . Penetapan klasifikasi dan kualifikasi untuk Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi. maka bukti perubahan data tersebut wajib dilampirkan dan prosedurnya mengikuti sebagaimana uraian di atas. k. b. Klasifikasi dengan sekurang-kurangnya satu subbidang/sublayanan untuk kualifikasi Gred 4 nasional dilakukan oleh BSLN. database Badan Usaha yang ada dalam STI-LPJK Nasional yang dibuat TVVD diteliti kembali oleh TVVN. (2) Klasifikasi dengan sekurang-kurangnya satu subbidang/sublayanan untuk kualifikasi Gred 4 nasional hanya dapat dilakukan oleh BSAN. Kualifikasi Gred 2. Pasal 48 (1) Penetapan klasifikasi dan kualifikasi untuk Badan Usaha anggota Asosiasi Terakreditasi sebagai berikut : a. Bagian Ketiga Blanko SBU. dan dalam hal TVVN mencetak kembali formulir lembar evaluasi yang digunakan sebagai Berita Acara Lembar Evaluasi yang final maka TVVN tetap melampirkan formulir lembar evaluasi yang dari TVVD. b. Penetapan Klasifikasi dan Kualifikasi Pasal 47 (1) Blanko SBU : a. Kualifikasi Gred 2. dan Gred 3 dilakukan oleh BSLD. melalui STI-LPJK Nasional. dan Badan Usaha baru berdiri yang belum pernah menjadi anggota Asosiasi sebagai berikut : a.

Blanko SBU harus diisi lengkap dan benar.(3) (4) Dalam 1 (satu) Badan Usaha tidak boleh diberikan klasifikasi subbidang yang sama untuk kualifikasi yang berbeda. Pada lembar belakang SBU yang berisi klasifikasi dan kualifikasi diberi garis penutup.d. terdiri dari 2 digit angka. dengan ukuran 3 x 4 (berwarna). dinyatakan tidak berlaku. Blanko SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (6) diisi dalam bentuk tercetak sebagai berikut : (a) / (b) / (c) / (d) / (e) a. (e) = Tahun penetapan klasifikasi dan kualifikasi. c. Nomor sertifikat : dengan keterangan : (a) = Nomor urut Badan Usaha di BSA. (c) = Kode provinsi. (5) (6) (7) . Tanggal penerbitan SBU harus diisi sesuai dengan tanggal saat diterbitkannya dan ditandatangani oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/Daerah. Photo terakhir dari PJBU yang tercantum dalam Akta Pendirian Badan Usaha atau Akta Perubahannya. mengikuti Tabel 1 Kode Kabupaten/Kota. Penetapan klasifikasi dan kualifikasi untuk Badan Usaha yang diterbitkan oleh BSAD yang tidak mempunyai kewenangan menyelenggarakan sertifikasi di wilayah kerja operasionalnya sebagaimana tercantum dalam Keputusan Dewan Pengurus LPJK Nasional tentang Pemberian Akreditasi. terdiri dari maksimum 10 huruf. terdiri dari 2 digit angka. (d) = Bulan penetapan klasifikasi dan kualifikasi. b. f. terdiri dari 2 digit angka. tidak perlu diisi. SBU ditandatangani oleh Ketua BSLN/BSLD atau Ketua BSAN/BSAD. seterusnya (b) = Singkatan nama Asosiasi perusahaan dari Badan Usaha yang bersangkutan. BSLN/BSLD/BSAN/BSAD dilarang menerbitkan klasifikasi dan kualifikasi sementara ataupun surat keterangan dalam bentuk apapun yang menyangkut kompetensi Badan Usaha. dan penandatanganan harus menggunakan tinta berwarna biru. d. e.35 – . terkecuali untuk KD bagi Gred 2 dan Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 3 baru. kecuali untuk Nama Badan Usaha harus dicetak bold dengan huruf kapital ukuran 14 (empat belas) dan untuk Nama PJBU ukuran 12 (dua belas). terdiri dari 4 digit angka yang dimulai dari nomor 0001 s. dan Ketua Umum/Ketua asosiasi. dan Ketua BPRU Nasional/BPRU Daerah dan tidak boleh diganti ataupun diwakilkan. Penulisan huruf dan angka dalam SBU menggunakan huruf Arial dengan huruf ukuran 12 (dua belas) normal. dan Dewan Pengurus LPJK Nasional/Daerah yang ditetapkan untuk itu.

Pada blanko SBU bagi Asosiasi Terakreditasi tercetak logo LPJK di halaman depan pojok kiri atas dan logo asosiasi dalam bentuk stiker ditempel di halaman belakang pojok kanan atas. Bilamana SBU ditandatangani oleh yang tidak berhak dan dengan warna tinta selain warna biru sebagaimana dimaksud pada huruf f. Badan Usaha yang telah memiliki SBU dari satu Asosiasi dan kemudian pindah ke Asosiasi Terakreditasi maupun ke Asosiasi belum Terakreditasi. Blanko sertifikat yang didistribusikan oleh LPJK Nasional kepada LPJK Daerah dan Asosiasi. maka SBU dinyatakan tidak sah. LPJK Daerah dapat meminta tambahan blanko kepada LPJK Nasional setelah melaporkan pemakaian blankonya dan permintaan tersebut akan dipenuhi bilamana LPJK Daerah telah mempertanggungjawabkan penggunaan blankonya. untuk selanjutnya diganti dengan SBU baru yang sertifikasinya dilakukan oleh BSAN/BSAD dari Asosiasi Terakreditasi lain dimana Badan Usaha tersebut menjadi anggotanya atau dilakukan oleh BSLN/BSLD bagi Asosiasi belum Terakreditasi.36 – (2) (3) (4) (5) (6) (7) (2) (3) . dan pada blanko SBU tersebut diberi pengamanan cetakan atau security printing berupa logo LPJK pada setiap seri pencetakan.g. b. . diatur sebagai berikut : a. harus dipertanggungjawabkan penggunaannya oleh LPJK Daerah/Asosiasi. Blanko SBU yang telah diisi dengan benar dan dicetak melalui STI-LPJK Nasional akan muncul kode barcode yang hanya diketahui oleh LPJK Nasional. Badan Usaha yang pindah asosiasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam proses sertifikasi untuk mendapatkan SBU baru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus menyertakan surat pernyataan di atas materai yang menyatakan bahwa Badan Usaha tersebut tidak mempunyai kewajiban keuangan kepada Asosiasi sebelumnya. Proses untuk mendapatkan SBU baru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a mengikuti ketentuan Pasal 39 ayat (4). Bagian Keempat Sertifikasi Bagi Badan Usaha Pindah Asosiasi Pasal 50 (1) Badan Usaha yang pindah asosiasi harus membuat surat pernyataan pengunduran diri dan disampaikan kepada Asosiasi sebelumnya di tempat domisilinya dengan tembusan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah. Pada blanko SBU bagi Asosiasi belum Terakreditasi hanya tercetak logo LPJK di halaman belakang pojok kanan atas dan tidak tercetak logo asosiasi. LPJK Nasional/LPJK Daerah dan Asosiasi bertanggung jawab atas beban biaya pencetakan blanko SBU yang dipergunakannya. SBU dari asosiasi yang lama dinyatakan tidak berlaku dan diserahkan kepada LPJK. Pasal 49 (1) Blanko SBU dicetak oleh LPJK Nasional.

memberikan informasi tentang proyek yang sedang dan telah dikerjakan oleh Badan Usaha. formatnya tidak boleh diubah dan harus dilengkapi dengan lampiran data pendukungnya. Badan Usaha yang pindah asosiasi harus menyerahkan kembali data badan usahanya secara lengkap dalam bentuk mengisi formulir isian dan soft copy dengan melampirkan Surat Pernyataan Pengunduran Diri dari Asosiasi lamanya sebagaimana tercantum dalam Lampiran 16 kepada Asosiasi barunya. f. (2) (3) (4) . maka yang dinyatakan benar adalah data yang terdapat dalam STI-LPJK Nasional. dan apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah surat disampaikan. c. maka BPRU Nasional/BPRU Daerah harus memperbaiki data STI-LPJK Nasional. mengeluarkan surat keterangan kebenaran data Badan Usaha d. huruf b dan huruf c ditetapkan dalam bentuk sebagaimana tercantum dalam Lampiran 17. Apabila ternyata di kemudian hari terbukti surat pernyataan Badan Usaha tidak benar. maka SBU harus diganti sesuai dengan prosedur penerbitan SBU. BAB VI KETENTUAN PELENGKAP Bagian Pertama Penggunaan STI-LPJK Nasional dan Data Registrasi Badan Usaha Pasal 51 (5) (6) (7) (1) STI-LPJK Nasional dapat digunakan untuk : a. e. BPRU Nasional/BPRU Daerah melakukan klarifikasi terhadap perbedaan tersebut kepada BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD. menampilkan data Badan Usaha untuk menyeleksi peserta pelelangan. tidak ada tanggapan dari Asosiasi lamanya maka SBU baru dapat dianggap tidak ada masalah dan dapat diterbitkan. Formulir isian permohonan pindah asosiasi. namun sebaliknya apabila data yang terdapat di STI-LPJK Nasional adalah data yang tidak benar. mengeluarkan surat keabsahan Registrasi. Pada dasarnya jika terjadi perbedaan data yang ada antara STI-LPJK Nasional dan SBU. Lampiran 18 dan Lampiran 19 dengan masa berlaku selama satu bulan sejak tanggal dikeluarkan.37 – . Surat Keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a.(4) Surat pernyataan tersebut dapat diklarifikasikan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah kepada asosiasi lamanya sebelum diterbitkannya SBU baru. b. Bilamana diperlukan klarifikasi atas perbedaan data sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dan apabila dari hasil klarifikasi data yang terdapat di STI-LPJK Nasional adalah data yang benar. mengeluarkan surat keterangan telah memberikan laporan perolehan pekerjaan. LPJK dapat mencabut SBU yang dimilikinya. mengeluarkan surat keterangan tidak dikenakan sanksi dan masuk dalam daftar hitam LPJK.

Hanya Badan Usaha yang tercantum dalam DRBU yang dapat mengikuti pengadaan jasa konstruksi. b Klasifikasi usaha yang terdiri atas bidang/subbidang dan layanan/sublayanan pekerjaan . . dan surat keterangan tersebut dapat digunakan untuk melengkapi data Badan Usaha dalam SBU. c Kualifikasi usaha. dengan memasukkan nama Badan Usaha atau NRBU. DRBU diterbitkan dalam bentuk sebagaimana tercantum dalam Lampiran 20. dan DRBU tersebut selambatlambatnya disampaikan 1 (satu) bulan setelah diterbitkan sebagaimana diatur pada ayat (2). Data Badan Usaha dalam DRBU dapat digunakan sebagai acuan oleh pengguna jasa dalam pengadaan jasa konstruksi di wilayah Republik Indonesia. Pasal 53 (1) DRBU dapat digunakan untuk : a mengetahui domisili Badan Usaha . c acuan Pengguna Jasa untuk menghitung Sisa Kemampuan Dasar (KD) bagi Badan Usaha kualifikasi Gred 3 dan kualifikasi Gred 4 nasional. DRBU dalam bentuk tercetak diterbitkan oleh LPJK Nasional untuk lingkup nasional dan oleh LPJK Daerah untuk lingkup wilayah masing-masing. b mengetahui klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha . Pengguna jasa dan Badan Usaha dapat memperoleh data status terakhir Badan Usaha yang tercantum dalam DRBU melalui STI-LPJK Nasional. DRBU disusun atas dasar wilayah kerja operasional dengan urutan : a Daerah Kabupaten/Kota dimana Badan Usaha berdomisili .Bagian Kedua DRBU dan Penggunaannya Pasal 52 (1) (2) DRBU berisi data Badan Usaha yang telah memiliki SBU yang diterbitkan oleh LPJK berdasarkan domisilinya. secara periodik setiap 3 (tiga) bulan sekali dan berlaku untuk seluruh wilayah Republik Indonesia. dalam hal diperlukan. dapat diperoleh melalui situs LPJK dalam bentuk surat keterangan Registrasi yang diberi nomor kode khusus oleh STI-LPJK Nasional. dan yang diterbitkan oleh LPJK Daerah disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Gubernur dalam wilayah masing-masing serta LPJK Nasional. berisikan data Badan Usaha yang terdapat dalam database STI-LPJK Nasional. dan dimuat dalam database STI-LPJK Nasional.38 – (3) (4) (5) (6) (7) (2) (3) . DRBU sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang diterbitkan oleh LPJK Nasional disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum. Data Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dan surat keterangan tersebut berlaku untuk dapat dipergunakan selama satu bulan sejak diterbitkannya tanpa perlu ditandatangani oleh pejabat LPJK serta keabsahan surat keterangan tersebut dapat dibuktikan dengan cara memasukkan nomor kode khusus tersebut ke dalam situs LPJK.

Bagi Badan Usaha kualifikasi Gred 2. dapat meminta surat keterangan Registrasi tersebut kepada LPJK Daerah. Bagi Badan Usaha anggota Asosiasi Terakreditasi melalui BSAN/BSAD yang selanjutnya BSAN/BSAD tersebut memasukkannya ke situs LPJK. b. . yang dimuat dalam database STILPJK Nasional.(4) Badan Usaha yang karena sesuatu hal tidak bisa mendapatkan surat keterangan Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) melalui situs LPJK. LPJK Daerah harus mengumumkan secara berkala setiap 6 (enam) bulan rekapitulasi DPP Badan Usaha dalam tahun berjalan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi balik. Setiap Badan Usaha yang memperoleh pekerjaan harus melaporkan kepada LPJK dengan menggunakan bentuk laporan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 21 sebagai berikut : a. b. 2 (dua) kali yaitu : 1. dengan menggunakan Formulir LP-02 dan Formulir LP-03 sebagaimana tercantum dalam Lampiran 24. dengan menggunakan bentuk laporan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 23. harus menambahkan datanya ke dalam DPP. Bagian Ketiga Daftar Perolehan Pekerjaan (DPP) dan Laporan Badan Usaha Pasal 54 (1) Daftar Perolehan Pekerjaan untuk selanjutnya disebut DPP adalah himpunan daftar pengalaman pekerjaan yang diperoleh dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir dari Badan Usaha yang telah memiliki SBU. Yang pertama selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja setelah memperoleh pekerjaan (SPK atau kontrak). . (2) (3) (4) Setiap kali Badan Usaha memperoleh pekerjaan baru. Bagi Badan Usaha kualifikasi Gred 3 dan Gred 4 nasional pemegang kontrak utama.39 – (5) (1) 2. Data perolehan pekerjaan suatu Badan Usaha yang terdapat dalam situs LPJK dapat dikeluarkan tercetak berupa DPP Badan Usaha dengan bentuk sebagaimana tercantum dalam Lampiran 22. dimana masyarakat dapat melaporkan jika ada data yang tidak benar. atau melalui cabang Asosiasi di tingkat kabupaten/kota dimana Badan Usaha tersebut menjadi anggotanya tanpa dipungut biaya. Bagi Badan Usaha anggota Asosiasi belum Terakreditasi melalui BSLN/BSLD yang selanjutnya BSLN/BSLD tersebut memasukkannya ke situs LPJK. Yang kedua selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah serah terima pertama pekerjaan kepada pengguna jasa. Pasal 55 Kewajiban melaporkan perolehan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (2) dilakukan sebagai berikut : a. satu kali yaitu selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah serah terima pertama pekerjaan kepada pengguna jasa dengan menggunakan Formulir LP-01 sebagaimana tercantum dalam Lampiran 24. dengan menggunakan Formulir LP-01 sebagaimana tercantum dalam Lampiran 24.

(2) Setiap pekerjaan yang dilaporkan oleh Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). satu kali yaitu selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah serah terima pertama pekerjaan kepada pemegang kontrak utama dengan menggunakan Formulir LP04 sebagaimana tercantum dalam Lampiran 24. namun BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD tidak memasukannya kedalam situs LPJK. yang pemberian nomornya sebagaimana tercantum dalam Lampiran 25.40 – (3) (4) (5) (3) (2) . Bagian Kedua Tata Cara Evaluasi Pasal 57 (1) BPRU Nasional/BPRU Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (2) menilai laporan tahunan yang dibuat oleh BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD mengenai penyelenggaraan sertifikasi nasional. Bilamana pekerjaan terlambat dilaporkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan telah dilakukan serah terima pekerjaan yang kedua. setelah memperoleh klarifikasi dari BPRU Nasional/BPRU Daerah akan diberikan Nomor Kode Pekerjaan Konstruksi (NKPK) oleh STI-LPJK Nasional. maka pekerjaan tersebut tetap diberi NKPK dari STI-LPJK Nasional dan kepada Badan Usaha dikenakan sanksi peringatan atas keterlambatan melaporkan perolehan pekerjaannya.c. Untuk Badan Usaha bukan pemegang kontrak utama (subkontrak). BPRU Nasional/BPRU Daerah dapat meminta kepada Badan Usaha yang bersangkutan untuk memperlihatkan kontrak pekerjaan aslinya atau melakukan klarifikasi kepada pengguna jasa pemberi pekerjaan. BAB VII EVALUASI PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI Bagian Pertama Pelaksanaan Evaluasi Pasal 56 (1) (2) Evaluasi penyelenggaraan sertifikasi dilaksanakan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah sesuai dengan kewenangannya. . dimaksudkan agar penyelenggaraan sertifikasi sesuai dengan Peraturan ini. maka LPJK akan memberikan sanksi kepada BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD yang bersangkutan. Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup laporan kegiatan mengenai penyelenggaraan sertifikasi selama 1 (satu) tahun. Pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh BPRU Nasional untuk tingkat nasional dan BPRU Daerah untuk tingkat daerah. Bilamana laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diragukan kebenarannya. Bilamana Badan Usaha telah menyampaikan laporan kepada BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (2). Evaluasi penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan kemudian LPJK menerima pengaduan dari Badan Usaha tersebut.

dilaksanakan oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah. melakukan pengawasan atas pelaksanaan sertifikasi yang dilakukan oleh BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD.(3) (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaporkan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah pada setiap bulan Januari. Pasal 59 (1) Audit data Badan Usaha adalah pemeriksaan kembali data Badan Usaha yang dimasukkan dalam STI-LPJK Nasional. Bagian Keempat Pengawasan Pelaksanaan Sertifikasi Pasal 60 (1) Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sertifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 dengan kewenangan : a.41 – . Audit data Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan hanya bilamana diperlukan oleh BSLN/BSAN dan BSLD/BSAD. Pengawasan terhadap pelaksanaan Sertifikasi yang dilakukan oleh BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b. atau dilakukan oleh LPJK Nasional/LPJK Daerah dan hasilnya dilaporkan kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah. Hasil audit data dijadikan dasar untuk meng-update database bila terjadi perubahan data pada Badan Usaha. (2) (3) (4) (2) . maka LPJK Nasional/LPJK Daerah akan memberikan sanksi kepada Badan Usaha atau BSLN/BSAN atau BSLD/BSAD yang bersangkutan sesuai dengan bentuk kesalahannya. mengusulkan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional untuk pemberian sanksi kepada BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD. dan peninjauan kembali atas klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha dalam SBU. atas penyimpangan dalam pelaksanaan Sertifikasi yang dilakukan. Bilamana dari hasil audit data ditemukan kesalahan yang dilakukan oleh Badan Usaha. Evaluasi penyelenggaraan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan untuk melakukan penilaian atas kinerja BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD. atau BSLN/BSAN atau BSLD/BSAD. b. Bagian Ketiga Audit Data Registrasi Pasal 58 Audit data Registrasi merupakan audit internal yang dilakukan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/Dewan Pengurus LPJK Daerah.

Surat Peringatan b.BAB VIII SANKSI Bagian Pertama Pemberi Sanksi dan Yang Dikenakan Sanksi Pasal 61 (1) Dewan Pengurus LPJK Nasional/Dewan Pengurus LPJK Daerah memberikan sanksi kepada Badan Usaha yang melakukan pelanggaran atas ketentuan dalam Peraturan ini. Untuk pelanggaran berat dikenakan dalam 1 (satu) kali Surat Peringatan d. Asosiasi dapat memberikan sanksi organisasi kepada Badan Usaha anggota asosiasi yang mendapat sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Untuk pelanggaran ringan dikenakan dalam 3 (tiga) kali Surat Peringatan b. Kategori dan Mekanisme Sanksi Paragraf 1 Jenis Sanksi Pasal 63 (1) Jenis sanksi ditetapkan sebagai berikut : a. dan selanjutnya bilamana batas 2 (dua) kali Surat Peringatan untuk pelanggaran sedang tidak dipatuhi maka pelanggaran tersebut akan dimasukan dalam kategori pelanggaran berat. e. Masuk dalam Daftar Hitam LPJK Surat Peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikeluarkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/Dewan Pengurus LPJK Daerah sebagai berikut : a.42 – (2) (2) . Surat Peringatan sebagaimana dimaksud dalam huruf c adalah merupakan Surat Peringatan pertama dan terakhir. . f. Pencabutan SBU c. Dalam hal tidak dipatuhinya batas 3 (tiga) kali Surat Peringatan untuk pelanggaran ringan maka pelanggaran tersebut akan dimasukan dalam kategori pelanggaran sedang yang pertama. Bagian Kedua Jenis. Pasal 62 Sanksi atas pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 dikenakan kepada Badan Usaha yang memiliki SBU. Badan Usaha diberi waktu 30 (tiga puluh) hari untuk mematuhi teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan sebelumnya. Untuk pelanggaran sedang dikenakan dalam 2 (dua) kali Surat Peringatan c. Untuk setiap tahapan Surat Peringatan tersebut huruf a dan b.

setelah dalam waktu 30 (tiga puluh) hari teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan untuk kategori pelanggaran berat tidak dipatuhi. Dewan Pengurus LPJK Nasional terhadap SBU yang diterbitkan oleh BSLN/BSAN. Keputusan pencabutan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikeluarkan oleh a. Dewan Pengurus LPJK Daerah terhadap SBU yang diterbitkan oleh BSLD/BSAD. PJBU/PJT/PJB/PJL yang dipersyaratkan tidak bekerja pada Badan Usaha sesuai dengan data yang ada dalam STI-LPJK Nasional dan/atau terbukti merangkap jabatan pada Badan Usaha lain dengan usaha sejenis di bidang jasa konstruksi .43 – . c. atau . b. dan bilamana diperlukan asosiasi dapat mengenakan sanksi organisasi. Setiap surat pencabutan SBU yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah kepada Badan Usaha ditembuskan kepada asosiasi dimana Badan Usaha tercatat sebagai anggota untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan. b. Pencabutan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah berdasarkan usulan BPRU Nasional/ BPRU Daerah. Contoh bentuk Surat Peringatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 26 dan contoh Surat Pencabutan SBU sebagaimana tercantum dalam Lampiran 27 dan Lampiran 28. Sanksi terhadap Badan Usaha dicatat dalam database Badan Usaha tersebut dalam STI-LPJK Nasional. atau c. dikategorikan sebagai berikut : a. Badan Usaha mempekerjakan tenaga kerja warga negara asing yang tidak memiliki sertifikat keahlian yang diregistrasi oleh LPJK Nasional dan/atau kompetensinya tidak sesuai dengan jabatan pekerjaannya . Paragraf 2 Kategori Pelanggaran Pasal 64 (5) (6) (7) (8) (1) Pelanggaran yang dilakukan oleh Badan Usaha pemilik SBU. Data administrasi identitas Badan Usaha dalam dokumen yang diserahkan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah ternyata tidak benar . Pelanggaran Ringan Pelanggaran Sedang Pelanggaran Berat (2) Pelanggaran Ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikenakan bilamana terjadi hal-hal sebagai berikut : a.(3) (4) Setiap Surat Peringatan ditembuskan kepada asosiasi dimana Badan Usaha tercatat sebagai anggota untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan. atau b.

tidak melaporkan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah atau tidak mengajukan penggantian SBU-nya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah ada perubahan pada data Badan Usaha. dilaporkan oleh asosiasinya telah melanggar kode etik asosiasi untuk yang kedua kalinya . telah menerima Surat Peringatan pelanggaran sedang yang kedua. telah menerima 3 (tiga) kali Surat Peringatan pelanggaran ringan atau Surat Peringatan pelanggaran sedang yang pertama. PJT. Badan Usaha tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam isi Surat Peringatan tersebut . atau Badan Usaha dilaporkan oleh asosiasinya tidak menyelesaikan kewajiban keuangannya kepada asosiasinya .d. atau Badan Usaha tidak menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku di tempat kegiatan konstruksi . bilamana Badan Usaha : a. dalam batas waktu yang ditetapkan dalam Pasal 55 ayat (1) . melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan klasifikasi dan atau kualifikasi usaha yang dimilikinya . atau e. atau Badan Usaha tidak langsung mengganti PJT/PJB/PJL yang keluar atau berhenti dari Badan Usaha tersebut dan/atau tidak melaporkan penggantinya kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah. atau Badan Usaha yang melaksanakan pekerjaan keteknikan tidak dilengkapi dengan PJT. namun dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkannya Surat Peringatan tersebut. h. atau c. PJB dan PJL . g. melalui Asosiasi bagi yang asosiasinya telah terakreditasi atau langsung kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah bagi yang asosiasinya belum terakreditasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (2). j. atau d. i. Pelanggaran Berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. atau Badan Usaha dilaporkan oleh asosiasinya telah pindah ke asosiasi lain tanpa memberitahukan pengunduran diri dari asosiasi lamanya . (3) Badan Usaha tidak melaporkan perolehan pekerjaan maupun penyelesaian pekerjaannya kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah. e. namun dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkannya Surat Peringatan tersebut Badan Usaha tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tertera dalam isi Surat Peringatan tersebut. PJB dan PJL tanpa seijin dari instansi Pemerintah yang bersangkutan. bilamana Badan Usaha : a. atau . atau Badan Usaha dilaporkan oleh asosiasinya telah melanggar kode-etik asosiasi. f. atau b. terbukti telah mempekerjakan tenaga Pegawai Negeri Sipil sebagai PJBU.44 – (4) . Pelanggaran Sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. f. k. terbukti meminjamkan SBU-nya kepada Badan Usaha lain untuk digunakan dalam pelelangan/mendapatkan pekerjaan . atau Badan Usaha tidak memberikan data dan/atau klarifikasi yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan oleh LPJK Nasional/LPJK Daerah atas pengaduan yang masuk ke LPJK Nasional/LPJK Daerah dalam batas waktu yang ditetapkan .

Pasal 64 ayat (2) huruf f. Pasal 64 ayat (2) huruf a. k. Paragraf 3 Tata Cara Pengenaan Sanksi Pasal 65 (1) Badan Usaha yang terkena sanksi pelanggaran ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) dan telah menerima 3 (tiga) kali Surat Peringatan tetapi tidak juga mematuhi teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan tersebut. Badan Usaha yang terkena sanksi pelanggaran sedang sebagaimana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) huruf b. Badan Usaha yang terkena pelanggaran berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) huruf a dan telah menerima surat peringatan tetapi tidak juga mematuhi teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan tersebut dikenakan sanksi pencabutan SBU. g. atau klasifikasi yang sama dengan c. l dan m selama 30 (tiga puluh) hari dan sanksi pelanggaraannya dinaikkan menjadi kategori pelanggaran sedang. j. e. atau terbukti memperoleh SBU dengan cara melanggar hukum. dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti proses pengadaan terhitung sejak dikeluarkannya surat pengenaan sanksi untuk : a. Badan Usaha yang terkena pelanggaran berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) salah satu dari huruf b sampai dengan g dikenakan sanksi pencabutan SBU.b. yang tidak sama dengan SBU aslinya. g. dilaporkan oleh asosiasinya telah melanggar kode etik asosiasi untuk yang ketiga kalinya. yang menyebabkan penetapan klasifikasi maupun kualifikasi usahanya tidak benar . b. h dan i selama 60 (enam puluh) hari dan sanksi pelanggaraannya dinaikkan menjadi kategori pelanggaran sedang. (2) (3) (4) . atau terbukti mengubah klasifikasi dan atau kualifikasi usaha dalam rekaman SBU atau rekaman turunan SBU-nya. d dan e dan telah menerima 2 (dua) kali Surat Peringatan tetapi tidak juga mematuhi teguran yang tercantum dalam isi surat peringatan tersebut. e. atau terbukti memiliki lebih dari satu SBU untuk kualifikasi berbeda. d. f. atau terbukti memalsukan surat keabsahan Registrasi.45 – . d. b. terbukti memalsukan pengalaman pekerjaan dan/atau memasukkan data pengalaman dan/atau data keuangan dan/atau data personalia yang tidak benar. c. c. yang diterbitkan oleh STI-LPJK Nasional . surat keterangan tidak sedang dikenakan sanksi dan surat keterangan telah melaporkan perolehan pekerjaan. dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti proses pengadaan selama 60 (enam puluh) hari terhitung sejak dikeluarkannya surat pengenaan sanksi dan sanksi pelanggaraannya dinaikkan menjadi kategori pelanggaraan berat.

Badan Usaha yang masih keberatan terhadap keputusan Dewan Pengurus LPJK Daerah yang menolak pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Sanksi pencabutan SBU langsung secara terbatas dikenakan kepada Badan Usaha yang terkena sanksi oleh pengguna jasa pada bidang atau subbidang atau layanan atau sublayanan pekerjaan tertentu pada wilayah tertentu untuk waktu tertentu. dapat mengajukan peninjauan kembali sanksi tersebut kepada Dewan Pengurus LPJK Daerah dengan mengajukan bukti-bukti pendukungnya. terbukti atas kesalahannya mengakibatkan kegagalan bangunan yang menimbulkan terjadinya korban jiwa . dan LPJK Nasional dapat menolak pengajuan keberatan atau menerima pengajuan keberatan dengan membatalkan pengenaan sanksi tersebut. atau f. Bagian Ketiga Peninjauan Kembali Pengenaan Sanksi Pasal 67 (1) Badan Usaha yang keberatan terhadap sanksi peringatan yang dikenakan oleh BPRU Daerah. LPJK Nasional dapat menolak pengajuan keberatan atau menerima pengajuan keberatan dengan membatalkan pengenaan sanksi tersebut. atau g. dengan sengaja mengikuti proses pengadaan pada saat sedang menjalani sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak boleh mengikuti pelelangan . terkena sanksi organisasi dari asosiasinya untuk kategori pemberhentian sementara atau pembekuan keanggotaan. Keputusan LPJK Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) bersifat final. dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan niaga . atau c. Badan Usaha yang keberatan terhadap keputusan pemberian sanksi pencabutan SBU oleh Dewan Pengurus LPJK Daerah. terbukti melakukan pengrusakan pada STI-LPJK Nasional. dan LPJK Daerah dapat menolak pengajuan keberatan atau menerima pengajuan keberatan dengan membatalkan pengenaan sanksi tersebut. atau d. terbukti memalsukan SBU . (2) (2) (3) (4) . diputuskan bersalah oleh keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang berkaitan dengan kegiatan usahanya .46 – . atau e. dapat mengajukan peninjauan kembali atas keputusan tersebut kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional dengan mengajukan tambahan bukti-bukti pendukungnya.Pasal 66 (1) Sanksi pencabutan SBU langsung dikenakan dan tidak melalui proses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 dikenakan terhadap Badan Usaha yang : a. atau b. dapat mengajukan peninjauan kembali atas keputusan tersebut kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional dengan mengajukan bukti-bukti pendukungnya.

Data administrasi berupa : 1. Tahapan Penanganan 1.47 – (2) (3) (4) (5) . Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan. LPJK Nasional/LPJK Daerah . b. Penetapan sanksi. dan 2. Masyarakat dan pengguna jasa dapat memberi masukan atau pengaduan apabila ditemui ada ketidakbenaran data Badan Usaha yang tercantum dalam DRBU kepada : a. 3. e. Alamat Badan Usaha. Masukan atau pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang disampaikan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah akan ditindaklanjuti oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah dan yang disampaikan kepada Asosiasi akan ditindaklanjuti oleh BSAN/BSAD adalah yang identitas pemberi masukan/pengaduan jelas dan permasalahan yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkannya. dan LPJK akan menjaga kerahasian pemberi masukan atau pengaduan. Informasi yang terkait dengan perolehan pekerjaan. Penerimaan laporan. Asosiasi tingkat nasional/daerah dimana Badan Usaha tersebut menjadi anggotanya. pengaduan dan temuan. dan 5. Nama PJB dan PJL. Klasifikasi dan/atau kualifikasi usaha. . Data pengalaman Badan Usaha. Ketidakbenaran data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.Bagian Keempat Tata Cara Pemeriksaan Pengaduan SBU Pasal 68 (1) Masyarakat atau pengguna jasa dapat memberi masukan atau pengaduan apabila ditemui ada ketidakbenaran data Badan Usaha yang tercantum dalam STI-LPJK Nasional atau SBU kepada : a. Nama PJT 3. c. Asosiasi tingkat nasional/daerah dimana Badan Usaha tersebut menjadi anggotanya. 4. Penanganan atas pengaduan dilakukan sebagai berikut : a. Data personalia Badan Usaha berupa : 1. LPJK Nasional/LPJK Daerah . d. NPWP b. 2. Nama PJBU 2. Perintah Pelaksanaan pemeriiksaan. b. Pemeriksaan pengaduan.

Untuk kebutuhan pemeriksaan. 3. Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada huruf b angka 3) dituangkan dalam Berita Acara Hasil Pemeriksaan dengan dikonfirmasikan kepada BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD yang menyelenggarakan klasifikasi dan kualifikasi usaha dan selanjutnya disampaikan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah. maka Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah segera menerbitkan Surat Penugasan Pemeriksaan kepada BPRU Nasional/BPRU Daerah. f Penetapan Sanksi Penetapan Sanksi atas pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh badan usaha. Pemeriksaan pengaduan 1. memberi nomor urut pengaduan dan setelah melakukan klarifikasi. Penerimaan laporan. akan ditangani oleh BPRU Nasional/BPRU Daerah dengan mencatat pengaduan. d. harus diteruskan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah setelah melakukan klarifikasi selambat-lambatnya dalam 14 (empat belas) hari kerja setelah surat pengaduan diterima. Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang disampaikan kepada Asosiasi. dillaksanakan berdasarkan Pasal 63. 64. melaporkannya kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah. Prosedur Penanganan Pengaduan 1. BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD dari asosiasi dimana Badan Usaha menjadi anggotanya. Bilamana diperlukan BPRU Nasional/BPRU Daerah dapat meminta keterangan tambahan kepada pihak lain yang terkait dengan masalah yang diadukan.b. BPRU Nasional/BPRU Daerah dapat meminta klarifikasi terlebih dahulu kepada masyarakat atau pengguna jasa yang menyampaikan pengaduan. Setiap pengaduan yang masuk kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 2. Penugasan Pemeriksaan Setelah pengaduan diterima oleh LPJK Nasional/LPJK Daerah. pengaduan atau temuan Masyarakat atau pengguna jasa dapat melaporkan kepada LPJK Nasional/LPJK Daerah tentang data Badan Usaha yang tidak benar. 65. Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah dalam melakukan pemeriksaan kepada Badan Usaha yang diadukan dapat menyertakan BPRU Nasional/BPRU Daerah. c. . e. 2. 5. Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). 4. 3. harus berbentuk surat resmi beserta lampirannya.48 – . dan 66.

Pasal 70 Badan Usaha yang dikenakan sanksi oleh LPJK Nasional/LPJK Daerah ditayangkan dalam STI-LPJK Nasional. Seluruh proses penanganan pengaduan harus diselesaikan selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak penugasan pemeriksaan dikeluarkan. harus tercantum rincian kategori pelanggaraan dan kriteria sanksi yang dapat dikenakan kepada anggotanya. Dalam petunjuk pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Asosiasi harus melakukan sosialisasi kepada anggotanya tentang Peraturan ini dan petunjuk pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagian Kelima Daftar Hitam LPJK Pasal 69 h Badan Usaha yang dapat dimasukkan dalam Daftar Hitam LPJK bila : a.49 – .g Bilamana hasil pemeriksaan menunjukkan terjadinya pelanggaran dengan sepengetahuan BSLN/BSLD atau BSAN/BSAD. BAB IX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 71 (1) Asosiasi Terakreditasi harus membuat petunjuk pelaksanaan klasifikasi dan kualifikasi bagi anggotanya sebagai petunjuk pelaksanaan yang lebih rinci yang mengacu dan tidak boleh bertentangan dengan Peraturan ini. Petunjuk pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diserahkan kepada LPJK Nasional dan LPJK Daerah. untuk wilayah kerja tertentu. maka Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah akan memberikan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan kepada BSLN/BSLD atau kepada BSAN/BSAD tersebut. atau dikenakan sanksi oleh pengguna jasa tidak boleh mengikuti pelelangan dan/atau melaksanakan kegiatan konstruksi tertentu. selama kurun waktu tertentu . (2) (3) (4) (5) . c. terbukti menyalahi peraturan perundang-undangan yang berlaku. atau Tidak memiliki SBU tetapi terbukti mengikuti proses pengadaan atau bahkan melaksanakan pekerjaan konstruksi. Dalam hal ketentuan petunjuk pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbeda dengan Peraturan ini. b. maka yang berlaku adalah ketentuan yang terdapat dalam Peraturan ini.

dan/ atau peningkatan atau penurunan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan mengikuti ketentuan sebagaiamana dimaksud dalam Pasal 40 dan Pasal 41. terdapat lebih dari satu subbidang pekerjaan atau sublayanan pekerjaan dari klasifikasi usaha sebelumnya. Pasal 73 (1) Badan Usaha yang mengajukan Registrasi dengan konversi klasifikasi dan kualifikasi usaha untuk tahun 2008. dan kepada BSLN/BSLD bagi Asosiasi belum Terakreditasi. Bilamana dalam konversi klasifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (3). b. dengan mengikuti ketentuan sebagai berikut : a. dan Peraturan LPJK Nomor 12 Tahun 2006. Tata cara dan persyaratan untuk tambahan atau pengurangan klasifikasi usaha. maka Badan Usaha dapat mengajukan subbidang pekerjaan atau sublayanan pekerjaan sebanyak-banyaknya sebagaimana tercantum dalam Lampiran 3 dengan kualifikasi usaha tetap mengikuti konversi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 30. dan Peraturan LPJK Nomor 12 Tahun 2006.50 – . dapat mengajukan Registrasi untuk tahun 2008 melalui asosiasinya dan meneruskan kepada BSAN/BSAD bagi Asosiasi Terakreditasi. dengan tetap mengacu kepada Pasal 10 dan Pasal 11. (2) (3) (4) (2) . Konversi kualifikasi usaha sebagaimana tercantum dalam Lampiran 30. Badan Usaha yang telah memiliki SBU dengan klasifikasi dan kualifikasi usahanya mengikuti ketentuan dalam Surat Keputusan Dewan LPJK Nasional Nomor 200/KPTS/LPJK/D/XI/2003. maka untuk subbidang atau sublayanan tersebut diberikan dengan kualifikasi satu Gred di bawahnya.BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 72 (1) Konversi adalah perubahan klasifikasi dan kualifikasi usaha dari yang ditetapkan berdasarkan ketentuan dalam Surat Keputusan Dewan LPJK Nasional Nomor 200/KPTS/LPJK/D/XI/2003. Konversi klasifikasi usaha sebagaimana tercantum dalam Lampiran 29. terdapat subbidang atau sublayanan pekerjaan dimana Badan Usaha belum mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan tersebut. ke dalam bentuk klasifikasi dan kualifikasi usaha yang ditetapkan berdasarkan Peraturan ini. dan/atau peningkatan atau penurunan kualifikasi berdasarkan klasifikasi dan kualifikasi usaha sebagaimana yang ditetapkan dalam konversi pada Pasal 72 ayat (1). secara bersamaan dapat mengajukan tambahan atau pengurangan klasifikasi usaha. Pasal 74 (1) Registrasi SBU tahun 2008 dilakukan dengan memperhatikan Peraturan LPJK Nomor 01/LPJK Tahun 2007 tentang Perpanjangan Masa Berlaku SBU Jasa Konstruksi Tahun 2007. Bilamana dalam konversi klasifikasi usaha sebagaimana tercantum dalam Lampiran 29. dengan ketentuan Badan Usaha harus memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan pada subbidang atau sublayanan pekerjaan yang diajukannya.

M. (3) Badan Usaha yang telah memiliki SBU tahun 2006 namun pada tahun 2007 tidak melakukan Registrasi. e. BAB XI PENUTUP Pasal 75 (1) (2) Hal-hal yang belum di atur atau belum cukup di atur dalam Peraturan ini. tidak perlu menyertakan berkas dokumen Badan Usaha. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 11 Januari 2008 DEWAN PENGURUS LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL (3) H.(2) Badan Usaha yang telah memiliki SBU tahun 2007 yang akan mengurus SBU tahun 2008 bila tidak terjadi perubahan klasifikasi maupun kualifikasi antara permohonan Registrasi tahun 2008 dengan SBU tahun 2007 dilakukan melalui mekanisme sebagai berikut : a. f. Ketua Asosiasi. Permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf a. maka apabila mengajukan permohonan Registrasi tahun 2008 harus menyelesaikan kewajiban biaya Registrasi tahun-tahun sebelumnya.51 – Dadan Krisnandar Sekretaris Umum . d. c. dan Ketua Dewan Pengurus LPJK Nasional/LPJK Daerah yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang perusahaan. Asosiasi dapat langsung mencetak berita acara secara on line melalui LPJK setelah perubahan data diperbaharui melalui proses klarifikasi LPJK Nasional/ LPJK Daerah. Dengan ditetapkannya Peraturan tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi ini. Peraturan tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. maka Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 12 Tahun 2006 dinyatakan tidak berlaku lagi. di atur lebih lanjut oleh Dewan Pengurus LPJK Nasional. BSAN/TVVN/BSAD/TVVD mencetak SBU setelah mendapat persetujuan. Ketua BPRU Nasional/Ketua BPRU Daerah mengesahkan SBU setelah sebelumnya dilakukan approval oleh admin LPJK Nasional/LPJK Daerah. Setelah ditandatangani oleh Ketua BSAD/BSAN. Setelah ditandatangani asesor dan pemutus. Badan Usaha mengajukan permohonan Registrasi tahun 2008 melalui Asosiasi masing-masing dan wajib melampirkan print out data penilaian sendiri (Self Assessment Data/SAD). Malkan Amin Ketua Umum . BSAD/TVVD mengajukan persetujuan proses registrasi kepada BSAP/TVVN-nya masing-masing. b.

karakter utama dari proyek. pagar dan tempat parkir. • jasa penyiapan sket termasuk rencana lantai.1 . 11002 Jasa Arsitektural Lansekap Lampiran 1 . yang memuat gambar dan spesifikasi tertulis yang cukup detil untuk submisi tender dan konstruksi. dan nasehat ahli pada klien pada saat undangan dan pengumuman tender. kendala biaya. • Jasa ini tidak perlu berkaitan dengan proyek konstruksi baru. dan fasilitas seperti pejalan kaki. atau penilaian kualitas bangunan atau nasehat dalam hal-hal arsitektural lainnya. dengan klien. kebutuhan hunian (okupansi). sistem mekanikal dan elektrikal dan perkiraan biaya konstruksi. bentuk. struktur. • jasa pembuatan rancangan. menunjukkan kontur lapangan. renovasi. Disain dan Administrasi Kontrak Arsitektural Jasa ini meliputi pekerjaan pra-disain/disain arsitektural untuk bangunan dan struktur lain. Jasa ini mencakup pekerjaan/kegiatan : • • • • jasa perancangan dan disain lansekap estetik untuk taman. • jasa lainnya yang mempengaruhi keaslian rancangan dan konstruksi sebuah proyek. maksud pembangunan. rencana lokasi dan pandangan luar . ini dapat berupa nasehat yang berkaitan dengan cara untuk melaksanakan pemeliharaan. Misalnya. yang memuat ilustrasi yang lebih akurat tentang konsep disain berupa rencana lokasi. batasan pembiayaan dan jadwal waktu. tinjauan iklim dan lingkungan. skedul disain dan konstruksi. Jasa disain dan administrasi kontrak meliputi : • jasa rancangan skema yang berupa penentuan. perkiraan biaya untuk pengembangan lahan (land development). dsb penyiapan peta lokasi.LAMPIRAN 1 TABEL KLASIFIKASI BIDANG/SUBBIDANG DAN LAYANAN/SUBLAYANAN JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI PERENCANAAN KODE (1) 11000 BIDANG (2) ARSITEKTURAL SUB-BIDANG (3) URAIAN (4) 11001 Jasa Nasihat/PraDisain. pepohonan yang akan ditanam. kebutuhan ruang. • jasa disain akhir. gambar kerja. jasa restorasi bangunan. nasehat dan rekomendasi yang berkaitan dengan masalah arsitektural dan hal yang terkait. lahan komersial dan hunian. bahan yang harus digunakan. analisis pemilihan lokasi. • jasa studi awal mengenai filosofi lokasi. penentuan maksud. Jasa nasihat/pra-disain mencakup kegiatan : • jasa bantuan. spesifikasi.

dekorasi interior termasuk penyempurnaan jendela dan gudang Jasa ini mencakup pekerjaan : jasa penelitian. komersial atau pertanian. nasehat cara untuk melaksanakan pemeliharaan bangunan. Dapat berupa penelitian. Jasa ini mencakup kegiatan : • • • • • • • • • • jasa bantuan. dan jasa restorasi bangunan gedung. nasehat dan rekomendasi yang terkait dengan masalah enjiniring melaksanakan persiapan studi kelayakan teknis dan studi dampak proyek jasa nasehat dan konsultasi enjiniring sebelum penggambaran proyek jasa studi kelayakan. studi dampak lingkungan. nasehat dan rekomendasi yang berkaitan dengan masalah arsitektural dan hal yang terkait.2 . • Jasa ini diutamakan berkaitan dengan bangunan yang terkena musibah kebakaran. estetik dan fungsi . Jasa ini tidak berkaitan dengan proyek konstruksi baru dan penambahan bangunan baru. • Tata cara pembongkaran (demolition) bangunan gedung. perkembangan proyek. pengkajian ekonomi sebuah proyek.PERENCANAAN KODE (1) 11003 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Desain Interior • • • 11004 Jasa Penilai Perawatan Bangunan Gedung • • URAIAN (4) jasa disain interior seperti perencanaan dan perancangan ruangan interior untuk kebutuhan fisik. Lampiran 1 . Jasa ini meliputi pekerjaan bangunan hunian dan bangunan bukan hunian seperti bangunan industrial. nasehat teknis yang terkait dengan instalasi yang ada atau ketika perselisihan muncul jasa penilaian untuk instalasi struktur. 11005 Jasa Arsitektur Lainnya • Semua layanan lain yang memerlukan keahlian arsitek. termasuk perkiraan pengembangan lahan / pematangan tanah. penggambaran draf awal. disain enjiniring struktur. • Tata cara penilaian usia bangunan. penggambaran disain untuk dekorasi interior. mekanikal dan elektrikal kesaksian ahli dan kasus-kasus litigasi. renovasi gedung. 12000 12001 SIPIL Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Bangunan. jasa parsial disain enjiniring. spesifikasi perencanaan atas pelaksanaan atau spesifikasi pasti atas nama pihak-pihak yang mengikat kontrak.

Lampiran 1 . mekanikal dan elektrikal kesaksian ahli dan kasus-kasus litigasi. perkembangan proyek. penggambaran draf awal. • • • • • • nasehat teknis yang terkait dengan instalasi yang ada atau ketika perselisihan muncul jasa penilaian untuk instalasi struktur. disain enjiniring struktur. URAIAN (4) Jasa ini meliputi pekerjaan pelabuhan. pengkajian ekonomi sebuah proyek. jalan kereta api. pengkajian ekonomi sebuah proyek. mekanikal dan elektrikal kesaksian ahli dan kasus-kasus litigasi. Jasa ini mencakup kegiatan : • • • • jasa bantuan. penggambaran draf awal. studi dampak lingkungan. spesifikasi perencanaan atas pelaksanaan atau spesifikasi pasti atas nama pihak-pihak yang mengikat kontrak. nasehat dan rekomendasi yang terkait dengan masalah enjiniring melaksanakan persiapan studi kelayakan teknis dan studi dampak proyek jasa nasehat dan konsultasi enjiniring sebelum penggambaran proyek jasa studi kelayakan. jalan raya (streets). jasa parsial disain enjiniring. Jasa ini meliputi pekerjaan jalan bebas hambatan (highways). jalan (roads). termasuk perkiraan pengembangan lahan / pematangan tanah. jalan layang. nasehat dan rekomendasi yang terkait dengan masalah enjiniring melaksanakan persiapan studi kelayakan teknis dan studi dampak proyek jasa nasehat dan konsultasi enjiniring sebelum penggambaran proyek jasa studi kelayakan. perkembangan proyek. bendungan. nasehat teknis yang terkait dengan instalasi yang ada atau ketika perselisihan muncul jasa penilaian untuk instalasi struktur.3 . spesifikasi perencanaan atas pelaksanaan atau spesifikasi pasti atas nama pihak-pihak yang mengikat kontrak. terowongan dan jalan bawah tanah. irigasi dan pekerjaan air lainnya Jasa ini mencakup kegiatan : • • • • jasa bantuan. studi dampak lingkungan. termasuk perkiraan pengembangan lahan / pematangan tanah. disain enjiniring struktur. jasa parsial disain enjiniring. landasan pacu jembatan.PERENCANAAN KODE (1) 12002 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Keairan. • • • • • • 12003 Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi. saluran air.

• • • • • • 13000 MEKANIKAL nasehat teknis yang terkait dengan instalasi yang ada atau ketika perselisihan muncul jasa penilaian untuk instalasi struktur. pengatur udara (AC). termasuk perkiraan pengembangan lahan / pematangan tanah. pendingin (refrigeration) dan instalasi mekanikal lainnya disain enjiniring akustik dan vibrasi pembangunan prototipe dan disain enjiniring detil Jasa ini mencakup kegiatan jasa nasehat/pra-disain dan disain enjiniring industrial plant dan proses untuk : • • • • • konstruksi pertambangan konstruksi pembangkit tenaga (power plant) fasilitas kimia dan yang terkait konstruksi untuk pabrik (manufaktur) otomatisasi untuk proses industri 13002 Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Industrial Plant dan Proses Lampiran 1 . penggambaran draf awal. 13001 Jasa Disain Enjiniring Mekanikal Jasa ini mencakup kegiatan : • • • disain sistem pemanasan. spesifikasi perencanaan atas pelaksanaan atau spesifikasi pasti atas nama pihak-pihak yang mengikat kontrak. pengkajian ekonomi sebuah proyek. studi dampak lingkungan. perkembangan proyek. fasilitas rekreasi dan olah raga outdoor Jasa ini mencakup kegiatan : • • • • jasa bantuan. mekanikal dan elektrikal kesaksian ahli dan kasus-kasus litigasi. nasehat dan rekomendasi yang terkait dengan masalah enjiniring melaksanakan persiapan studi kelayakan teknis dan studi dampak proyek jasa nasehat dan konsultasi enjiniring sebelum penggambaran proyek jasa studi kelayakan. disain enjiniring struktur.PERENCANAAN KODE (1) 12004 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya URAIAN (4) Jasa ini meliputi pekerjaan pemipaan.4 . ventilasi. kabel komunikasi dan jalur tenaga (power lines) jarak jauh. jasa parsial disain enjiniring. pemipaan lokal dan kabel dan pekerjaan yang terkait.

14002 Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Sistem Kontrol LaluLintas Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjineering Pekerjaan Elektrikal Lainnya TATA LINGKUNGAN Jasa ini mencakup kegiatan : sistem kontrol lalu-lintas mencakup transportasi darat. sistem komunikasi dan instalasi listrik lainnya. 15000 15001 Jasa Konsultansi Lingkungan Jasa ini mencakup kegiatan : • • • Air Minum Penyehatan Lingkungan Permukiman Persampahan Lampiran 1 . sistem penyinaran (lighting system). sistem alarm kebakaran.5 . udara dan laut 14003 Semua layanan lain yang memerlukan keahlian elektrikal.PERENCANAAN KODE (1) 13003 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Mekanikal Lainnya URAIAN (4) Semua layanan lain yang memerlukan keahlian mekanikal. 14000 ELEKTRIKAL 14001 Jasa Disain Enjiniring Elektrikal Jasa ini mencakup kegiatan : sistem ketenagaan.

6 . menggunakan hasil aktifitas survey. jalan. peta-peta dan sumber informasi lain. pemilihan lokasi. kontrol dan pemanfaatan.PERENCANAAN KODE (1) 15002 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Perencanaan Urban Jasa ini mencakup kegiatan : • • jasa pembuatan program yang berkaitan dengan tataguna lahan. penandaan batas) Jasa ini meliputi: • jasa pembuatan peta. planimetri. posisi dan/atau batas bagian permukaan bumi dengan berbagai metoda termasuk transit. topografi. URAIAN (4) 15003 Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjineering Pekerjaan Tata Lingkungan lainnya Semua layanan lain yang memerlukan keahlian tata lingkungan PERENCANAAN KODE (1) 16000 LAYANAN (2) JASA SURVEY SUB-LAYANAN (3) URAIAN (4) 16001 Jasa Survey Permukaan Jasa survey permukaan ini meliputi : • jasa pengumpulan informasi dalam bentuk. • termasuk dalam persiapan dan revisi peta berbagai jenis (misal. membuat tanda hak milik. kadastral. sistem jalan dan jasa lahan dengan tujuan untuk menciptakan dan memelihara pembangunan urban yang sitematik dan terkoordinasi pengkajian ekonomi atas program pembangunan urban. • Catatan : termasuk pembuatan peta analog dan digital (termasuk SIG . untuk keperluan membuat peta • koleksi data dengan satelit • jasa survey lapangan (land surveying) (misal. fotogrametri dan survey hidrografi. hidrografi).Sistem Informasi Geografi) 16002 Jasa Pembuatan Peta Lampiran 1 .

dsb. gravimetri. mineral. magnetometri. bahan bakar. bakteriologi. geokimia dan konsultansi saintifik lainnya. Kemurnian dan Analisis Jasa ini meliputi: • jasa tes dan analisis untuk sifat-sifat kimia dan biologi bahan seperti udara. minyak dan gas dan air bawah tanah dengan mempelajari sifat-sifat bumi dan pembentukkan batuan dan strukturnya. logam. Geofisik dan Prospek Lainnya Jasa ini meliputi: • jasa geologi. deteksi dan program kontrol korosi • investigasi kegagalan 17001 17002 Jasa Enjiniring Lainnya Lampiran 1 . air. Jasa ini meliputi: • jasa enjiniring geoteknik yang menyediakan informasi bawah tanah (subsurface) bagi para insinyur dan arsitek yang diperlukan untuk disain berbagai proyek • jasa enjiniring air bawah tanah. dan metoda survey sub-permukaan lainnya 16004 Jasa Geologi. termasuk pengkajian sumber air bawah tanah • studi kontaminasi dan manajemen kualitas • jasa enjiniring korosi. • terkait dengan lokasi deposit mineral. makanan dan kimia • jasa tes dan analisis yang terkait dengan bidang saintifik seperti mikrobiologi. termasuk inspeksi. 17000 JASA ANALISIS & ENJINIRING LAINNYA Jasa Komposisi. limbah (rumah tangga dan industri). geofisik.7 .PERENCANAAN KODE (1) 16003 BIDANG (2) SUB-BIDANG (3) Jasa Survey Bawah Tanah Jasa • • • URAIAN (4) ini meliputi: jasa yang menyediakan informasi pembentukkan sub-permukaan bumi dengan metoda yang berbeda: metoda seismografi. biokimia. tanah.

8 . jalan layang. dan • bangunan bukan hunian.PENGAWASAN KODE (1) 31000 LAYANAN (2) LAYANAN JASA INSPEKSI TEKNIS Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Bangunan Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • bangunan hunian. • bendungan. komersial atau pertanian. • landasan pacu pesawat • jembatan. • terowongan dan jalan bawah tanah. • jalan kereta api. SUB-LAYANAN (3) URAIAN (4) 31001 31002 Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • jalan bebas hambatan (highways) • jalan raya (streets). • irigasi dan • pekerjaan air lainnya Lampiran 1 . • jalan (roads). seperti bangunan industri. 31003 Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Keairan Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • pelabuhan • saluran air.

Lampiran 1 . kabel komunikasi dan jalur tenaga (power lines) jarak jauh. udara dan laut 31006 Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Sistem Kontrol Lalulintas LAYANAN JASA MANAJEMEN PROYEK 32000 32001 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Bangunan Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. • mencakup bangunan hunian dan bangunan bukan hunian.9 . undangan tender. komersial atau pertanian. • pemipaan dan pengkabelan lokal dan pekerjaan yang terkait. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain. seperti bangunan industri. • fasilitas olah raga outdoor dan rekreasi 31005 Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Industrial Plant dan Proses Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • konstruksi pertambangan • konstruksi pembangkit tenaga (power plant) • fasilitas kimia dan yang terkait • konstruksi untuk pabrik (manufaktur) • otomatisasi proses industri Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • sistem kontrol lalulintas transportasi darat. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol.PENGAWASAN KODE (1) 31004 LAYANAN (2) SUB-LAYANAN (3) Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya URAIAN (4) Jasa ini meliputi pekerjaan inspeksi teknis selama fase konstruksi untuk : • pemipaan.

• mencakup : Pelabuhan. • mencakup : Sistem kontrol lalu lintas untuk transportasi darat. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain.10 . udara dan laut. undangan tender. jalan layang. jalan (roads).PENGAWASAN KODE (1) 32002 LAYANAN (2) SUB-LAYANAN (3) Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi URAIAN (4) Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. Lampiran 1 . 32003 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Keairan 32004 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. undangan tender. • mencakup : pertambangan. dan pelaksanaan manajemen dan fungsi-fungsi kontrol. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain. jembatan. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain. Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. undangan tender. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain. kimia dan fasilitas terkait. landas pacu pesawat. undangan tender. konstruksi pembangkit tenaga (power plant). saluran air. • mencakup : pemipaan. dan otomatisasi untuk proses industri. 32006 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Sistem Kontrol Lalu Lintas Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. terowongan dan jalan bawah tanah. undangan tender. bendungan. jalan raya (streets). jalan kereta api. pemipaan lokal dan kabel dan pekerjaan yang terkait olah raga outdoor dan fasilitas rekreasi 32005 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Industrial Plant dan Proses Jasa ini meliputi : • jasa dalam pertangung-jawaban menyeluruh atas keberhasilan penyelesaian proyek konstruksi atas nama klien. konstruksi untuk manufaktur . • mencakup : jalan bebas hambatan (highways). kabel komunikasi dan jalur tenaga (power lines) jarak jauh. irigasi dan pekerjaan air lainnya. termasuk pengorganisasian pembiayaan dan disain.

.konstruksi pembangkit tenaga (power plant) . irigasi dan pekerjaan air lainnya. jalan layang.pemipaan. jasa enjiniring selama konstruksi dan fase instalasi. dan jasa enjiniring lainnya URAIAN (4) Dapat mencakup sebagian atau seluruh pekerjaan : • • konstruksi bangunan hunian dan bangunan bukan hunian seperti bangunan industri.konstruksi untuk manufaktur .jalan bebas hambatan (highways). komersial atau pertanian.jembatan.olah raga outdoor dan fasilitas rekreasi konstruksi industrial plant dan proses : .11 . jalan kereta api. landas pacu pesawat. saluran air. jasa nasehat enjiniring dan jasa pra-disain. jasa disain enjiniring. terowongan dan jalan bawah tanah. . .otomatisasi untuk proses industri konstruksi sistem kontrol lalu lintas • • Lampiran 1 . bendungan. jalan raya (streets).kimia dan fasilitas terkait . konstruksi pekerjaan teknik sipil : . kabel komunikasi dan jalur tenaga (power lines) jarak jauh. jalan (roads). .pelabuhan.PENGAWASAN KODE (1) 33000 LAYANAN (2) LAYANAN JASA ENJINIRING TERPADU SUB-LAYANAN (3) Jasa Enjiniring Terpadu Jasa ini terdiri atas : • • • • • jasa manajemen proyek yang terkait dengan konstruksi.konstruksi pertambangan .pemipaan lokal dan kabel dan pekerjaan yang terkait .

Catatan : *) PJT dan PJB/PJL dengan latar belakang yang sama/relevan dapat dirangkap.min.SKA Ahli Muda . SKA Ahli Muda (sesuai jumlah bidang) Pengalaman melaksanakan pekerjaan Gred 3 sesuai subbidangnya selama 7 (tujuh) tahun terakhir. . termasuk pekerjaan dengan biaya dibawah batasan biaya Grednya.min. T 1 org & Bidang M. . Rp 1 miliar - mampu melaksanakan pekerjaan beresiko sedang dengan teknologi madya.Penglm. tak terbatas - mampu melaksanakan pekerjaan beresiko tinggi dan berteknologi tinggi.Penglm.d.Penglm.d. ≥ 4 tahun. .Penglm ≥ 4 tahun.min.Penglm ≥ 8 tahun.dapat dirangkap PJT **) < Rp 200 juta 0 s.min. 07a . . SKA Ahli Muda (sesuai jumlah bidang) .Penglm ≥ 6 tahun.d. ≥ 6 tahun. . dengan total nilai ≥ Rp.SKA Ahli Madya .dapat dirangkap PJBU . File No. Berbadan Hukum PT.dapat dirangkap PJT Pengalaman melaksanakan pekerjaan Gred 2 sesuai subbidangnya selama 7 (tujuh) tahun terakhir. E 1 org mampu melaksanakan pekerjaan beresiko rendah sampai sedang dengan teknologi sederhana sampai madya. Rp 50 juta - K E C I L M E N E N G A H B E S A R Gred 2 1 org . memiliki NPWP Bidang A.min. ≥ 4 tahun. Rp 400 juta - - Gred 3 1 org .min. S. SKA Ahli Muda. Gred 4 1 org .d. 400 juta Rp 200 juta s. Gred 1 PJBU diri sendiri minimum penglm ≥ 6 thn dan SKA Ahli Muda xxxxx 0 s. Berbadan Hukum PT. Rp 1 miliar > Rp 400 juta s. dengan total nilai ≥ Rp. **) Disesuaikan dengan batas kualifikasi dan keterangan pada Lampiran 3. 1 miliar - > Rp 1 miliar > Rp 400 juta s.dapat dirangkap PJBU . . .d.SKA Ahli Muda .LAMPIRAN 2 PERSYARATAN PENETAPAN KUALIFIKASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI GOL USAHA 1 ORANG PERSE ORANG AN PERSONALIA KUALIFIKASI PJBU 2 3 PJT*) 4 PJB/PJL*) 5 6 Pengalaman 6 tahun di proyek konstruksi PENGALAMAN KEKAYAAN BERSIH ( Rp ) 7 BATASAN NILAI Satu Pekerjaan 8 - KETERANGAN 9 mampu melaksanakan pekerjaan beresiko rendah sampai sedang dengan teknologi sederhana sampai madya.

Agam [1308] Kab. Aceh Timur [1106] Kab. Deli Serdang [1213] Kab. Tanjung Jabung Timur [1507] Kab. Gayo Lues [1114] Kab. Langkat [1214] Kab. Dairi [1211] Kab. Aceh Besar [1109] Kab. Kerinci [1502] Kab. Sumatera Utara [1201] Kab. Bireuen [1111] Kab. Mandailing Natal [1203] Kab. Sarolangun [1504] Kab. Tapanuli Tengah [1205] Kab. Cianjur . Pelalawan [1405] Kab. Lima Puluh Koto [1309] Kab. Aceh Tenggara [1105] Kab. Serdang Bedagai [1271] Kota Sibolga [1272] Kota Tanjung Balai [1273] Kota Pematang Siantar [1274] Kota Tebing Tinggi [1275] Kota Medan [1276] Kota Binjai [1277] Kota Padang Sidempuan [03] Prop. Solok [1304] Kab. Aceh Jaya [1117] Kab. Toba Samosir [1207] Kab. Pasaman [1310] Kab. Nias Selatan [1215] Kab. Solok Selatan [1311] Kab. Tapanuli Selatan [1204] Kab. Samosir [1218] Kab. Indragiri Hulu [1403] Kab. Simalungun [1210] Kab. Tanah Datar [1306] Kab. Indragiri Hilir [1404] Kab. Aceh Barat [1108] Kab. Aceh Barat Daya [1113] Kab. Aceh Tengah [1107] Kab. Dharmas Raya [1312] Kab. Tapanuli Utara [1206] Kab. Aceh Utara [1112] Kab. Sawahlunto/Sijunjung [1305] Kab. Pesisir Selatan [1303] Kab. Merangin [1503] Kab. Riau [1401] Kab. Bengkalis [1409] Kab. Siak [1406] Kab. Batang Hari [1505] Kab. Sumatera Barat [1301]Kab. Asahan [1209] Kab. Padang Pariaman [1307] Kab. Pidie [1110] Kab. Kampar [1407] Kab. Rokan Hilir [1471] Kota Pekan Baru [1473] Kota Dumai [05] Prop. Tanjung Jabung Barat [1508] Kab. Aceh Tamiang [1115] Kab. Muaro Jambi [1506] Kab. Karo [1212] Kab. Tebo [1509] Kab. Kepulauan Mentawai [1302] Kab. Rokan Hulu [1408] Kab. Labuhan Batu [1208] Kab. Bener Meriah [1171] Kota Banda Aceh [1172] Kota Sabang [1173] Kota Langsa [1174] Kota Lhokseumawe [02] Prop. Jambi [1501] Kab. Aceh Selatan [1104] Kab. Aceh Singkil [1103] Kab. Bungo [1571] Kota Jambi 1 [06] Prop. Nagan Raya [1116] Kab. Nanggroe Aceh Darussalam [1101] Kab. Simeulue [1102] Kab. Pasaman Barat [1371] Kota Padang [1372] Kota Solok [1374] Kota Padang Panjang [1375] Kota Bukittinggi [1376] Kota Payakumbuh [1377] Kota Pariaman [04] Prop. Sumatera Selatan [3203] Kab. Humbang Hasundutan [1216] Kab. Nias [1202] Kab. Kuantan SIngingi [1402] Kab.TABEL 1 DAFTAR KODE KABUPATEN KOTA SELURUH INDONESIA [01] Prop. Pakpak Bharat [1217] Kab.

Ogan Komering Ulu Timur [1610] Kab. Seluma [1706] Kab. Boyolali [3310] Kab. Ogan Ilir [1671] Kota Palembang [1672] Kota Prabumulih [1673] Kota Pagar Alam [1674] Kota Lubuk Linggau [07] Prop. Ogan Komering Ulu Selatan [1609] Kab. Lampung Barat [1802] Kab. Demak [3322] Kab. Garut [3206] Kab. Lebong [1708] Kab. Blora [3317] Kab. Muara Enim [1604] Kab. Bengkulu Selatan [1702] Kab. Kaur [1705] Kab. Jawa Barat [3201] Kab. Rejang Lebong [1703] Kab. Sragen [3315] Kab. Tanggamus [1803] Kab. Jepara [3321] Kab. Kudus [3320] Kab. Bandung [3205] Kab. Ciamis [3208] Kab. Kuningan [3209] Kab. Mukomuko [1707] Kab. Banjarnegara [3305] Kab. Purbalingga [3304] Kab. Temanggung [3324] Kab. Sukoharjo [3312] Kab. Pemalang [3328] Kab. Lampung Selatan [1804] Kab. Semarang [3323] Kab. Way Kanan [1808] Kab. Magelang [3309] Kab. Kebumen [3306] Kab. Bengkulu Utara [1704] Kab. Pekalongan [3327] Kab. Ogan Komering Ulu [1602] Kab. Kalimantan Barat [6101] Kab. Kepulauan Seribu [3171] Kota Jakarta Selatan [3172] Kota Jakarta Timur [3173] Kota Jakarta Pusat [3174] Kota Jakarta Barat [3175] Kota Jakarta Utara [10] Prop. Cirebon [3210] Kab. Lampung [1801] Kab. Tulang Bawang [1871] Kota Bandar Lampung [1872] Kota Metro [09] Prop. Lampung Tengah [1806] Kab. Bekasi [3271] Kota Bogor [3272] Kota Sukabumi [3273] Kota Bandung [3274] Kota Cirebon [3275] Kota Bekasi [3276] Kota Depok [3277] Kota Cimahi [3278] Kota Tasikmalaya [3279] Kota Banjar [11] Prop. Sumedang [3212] Kab. Grobogan [3316] Kab. Lampung Utara [1807] Kab. Batang [3326] Kab. Musi Rawas [1606] Kab. Kepahiang [1771] Kota Bengkulu [08] Prop. Pati [3319] Kab. Indramayu [3213] Kab. Brebes 2 [3371] Kota Magelang [3372] Kota Surakarta [3373] Kota Salatiga [14] Prop. Klaten [3311] Kab. Cilacap [3302] Kab. Majalengka [3211] Kab. Subang [3214] Kab. Jawa Tengah [3301] Kab. Kendal [3325] Kab. Tegal [3329] Kab. Purwakarta [3215] Kab. Bengkulu [1701] Kab. Wonogiri [3313] Kab. Rembang [3318] Kab. Karanganyar [3314] Kab. Banyuasin [1608] Kab. D K I Jakarta [3101] Kab. Purworejo [3307] Kab. Sukabumi [3204] Kab. Lahat [1605] Kab. Banyumas [3303] Kab. Karawang [3216] Kab. Adm. Lampung Timur [1805] Kab. Musi Banyu Asin [1607] Kab. Tasikmalaya [3207] Kab. Sambas .[1601] Kab. Bogor [3202] Kab. Wonosobo [3308] Kab. Ogan Komering Ilir [1603] Kab.

Pontianak [6105] Kab. Kota Baru [6303] Kab. Tabalong [6310] Kab. Kediri [3507] Kab. Gresik [3526] Kab. Jombang [3518] Kab. Mojokerto [3517] Kab. Gunung Mas [6212] Kab. Pacitan [3502] Kab. Malinau [6407] Kab. Sleman [3471] Kota Yogyakarta [13] Prop. Kutai Barat [6403] Kab. Banjar [6304] Kab. Jawa Timur [3501] Kab. Banyuwangi [3511] Kab. Kutai [6404] Kab. Barito Timur [6213] Kab. Pulang Pisau [6211] Kab. Bantul [3403] Kab. Bangkalan [3527] Kab. Kalimantan Timur [6401] Kab. Kotawaringin Barat [6202] Kab. Lumajang [3509] Kab. Madiun [3520] Kab. Murung Raya [6271] Kota Palangka Raya [16] Prop. Lamongan [3525] Kab. Berau 3 [6406] Kab. Kalimantan Tengah [6201] Kab. Tuban [3524] Kab. D I Yogyakarta [3401] Kab. Tanah Bumbu [6311] Kab. Kapuas [6204] Kab. Kulon Progo [3402] Kab. Kapuas Hulu [6109] Kab. Prop. Landak [6104] Kab. Seruyan [6209] Kab. Bojonegoro [3523] Kab. Ketapang [6107] Kab. Bondowoso [3512] Kab. Pasuruan [3515] Kab. Melawi [6171] Kota Pontianak [6172] Kota Singkawang [15] Prop. Barito Selatan [6205] Kab. Sampang [3528] Kab. Sintang [6108] Kab. Tapin [6306] Kab. Hulu Sungai Tengah [6308] Kab. Ngawi [3522] Kab. Nunukan [6409] Kab. Pamekasan [3529] Kab. Lamandau [6208] Kab. Sukamara [6207] Kab. Nganjuk [3519] Kab. Kotawaringin Timur [6203] Kab.[3374] Kota Semarang [3375] Kota Pekalongan [3376] Kota Tegal [12] Prop. Gunung Kidul [3404] Kab. Tulungagung [3505] Kab. Hulu Sungai Selatan [6307] Kab. Blitar [3506] Kab. Trenggalek [3504] Kab.Sulawesi Tenggara . Barito Utara [6206] Kab. Jember [3510] Kab. Hulu Sungai Utara [6309] Kab. Penajam Paser Utara [6471] Kota Balikpapan [7371] Kota Ujung Pandang [7372] Kota Pare-Pare [7373] Kota Palopo [21]. Bengkayang [6103] Kab. Situbondo [3513] Kab. Kalimantan Selatan [6301] Kab. Balangan [6371] Kota Banjarmasin [6372] Kota Banjar Baru [17] Prop. Probolinggo [3514] Kab. Sanggau [6106] Kab. Katingan [6210] Kab. Malang [3508] Kab. Sumenep [3571] Kota Kediri [3572] Kota Blitar [3573] Kota Malang [3574] Kota Probolinggo [3575] Kota Pasuruan [3576] Kota Mojokerto [3577] Kota Madiun [3578] Kota Surabaya [3579] Kota Batu [6102] Kab. Sidoarjo [3516] Kab. Ponorogo [3503] Kab. Sekadau [6110] Kab. Kutai Timur [6405] Kab. Barito Kuala [6305] Kab. Tanah Laut [6302] Kab. Pasir [6402] Kab. Bulongan [6408] Kab. Magetan [3521] Kab.

Alor [5308] Kab. Lombok Timur [5204] Kab. Sinjai [7308] Kab. Gianyar [5105] Kab. Sulawesi Tengah [7201] Kab. Badung [5104] Kab. Buol [7208] Kab. Timor Tengah Selatan [5305] Kab. Belu [5307] Kab. Morowali [7204] Kab. Jembrana [5102] Kab. Tana Toraja [7322] Kab. Enrekang [7317] Kab. Parigi Moutong [7209] Kab. Lembata [5309] Kab. Maluku [3602] Kab. Bolaang Mengondow [7102] Kab. Bali [5101] Kab. Nusa Tenggara Barat [5201] Kab. Maros [7309] Kab. Sikka [5311] Kab. Lombok Tengah [5203] Kab. Toli-Toli [7207] Kab. Konawe Selatan [7406] Kab. Jeneponto [7305] Kab. Bantaeng [7304] Kab.[6472] Kota Samarinda [6473] Kota Tarakan [6474] Kota Bontang [18] Prop. Manggarai Barat [5371] Kota Kupang [25] Prop. Kendari [7404] Kab. Minahasa Selatan [7106] Kab. Klungkung [5106] Kab. Sumba Timur [5303] Kab. Wakatobi [7408] Kab. Serang [3671] Kota Tangerang [3672] Kota Cilegon . Banggai [7203] Kab. Nusa Tenggara Timur [5301] Kab. Flores Timur [5310] Kab. Ende [5312] Kab. Kepulauan Talaud [7105] Kab. Sulawesi Utara [7101] Kab. Sumba Barat [5302] Kab. Tojo Una-Una [7271] Kota Palu [20] Prop. Tangerang [3604] Kab. Bangli [5107] Kab. Timor Tengah Utara [5306] Kab. Tabanan [5103] Kab. Bone [7312] Kab. Sidenreng Rappang [7315] Kab. Luwu Timur [7401] Kab. Minahasa Utara [7171] Kota Manado [7172] Kota Bitung [7173] Kota Tomohon [19] Prop. Sangihe Talaud [7104] Kab. Kolaka [7405] Kab. Wajo [7314] Kab. Sumbawa Barat [5271] Kota Mataram [5272] Kota Bima [24] Prop. Soppeng [7313] Kab. Takalar [7306] Kab. Banggai Kepulauan [7202] Kab. Sulawesi Selatan [7301] Kab. Luwu [7318] Kab. Pangkajene Kepulauan [7310] Kab. Sumbawa [5205] Kab. Manggarai 4 [5314] Kab. Barru [7311] Kab. Muna [7403] Kab. Buleleng [5171] Kota Denpasar [23] Prop. Lombok Barat [5202] Kab. Pinrang [7316] Kab. Karang Asem [5108] Kab. Ngada [5313] Kab. Buton [7402] Kab. Minahasa [7103] Kab. Luwu Utara [7325] Kab. Bima [5207] Kab. Gowa [7307] Kab. Kolaka Utara [7471] Kota Kendari [7472] Kota Baubau [22] Prop. Bombana [7407] Kab. Poso [7205] Kab. Donggala [7206] Kab. Dompu [5206] Kab. Lebak [3603] Kab. Bulukumba [7303] Kab. Kupang [5304] Kab. Selayar [7302] Kab. Rote Ndao [5315] Kab.

Bangka Selatan [1906] Kab. Halmahera Utara [8206] Kab. Maluku Utara [8201] Kab. Fak-Fak [9102] Kab.[8101] Kab. Pegunungan Bintang [9418] Kab. Polewali Mamasa [7603] Kab. Biak Numfor [9410] Kab. Mamuju [7605] Kab. Mappi [9415] Kab. Tolikara [9419] Kab. Yahukimo [9417] Kab. Manokwari [9106] Kab. Maluku Tenggara Barat [8102] Kab. Papua [9401] Kab. Majene [7602] Kab. Maluku Utara [8202] Kab. Asmat [9416] Kab. Yapen Waropen [9409] Kab. Waropen [9427] Kab. Halmahera Selatan [8205] Kab. Mimika [9413] Kab. Bone Bolango [7571] Kota Gorontalo [30] Prop. Gorontalo [7503] Kab. Bangka [1902] Kab. Lingga [2071] Kota Batam [2072] Kota Tanjung Pinang [32] Prop. Kepulauan Aru [8106] Kab. Seram Bagian Barat [8107] Kab. Nabire [9408] Kab. Teluk Bintuni [9105] Kab. Bangka Barat [1904] Kab. Buru [8105] Kab. Banten [3601] Kab. Jayawijaya [9403] Kab. Puncak Jaya [9412] Kab. Pohuwato [7504] Kab. Belitung Timur [1971] Kota Pangkal Pinang [31] Prop. Merauke [9402] Kab. Tidore Kepulauan [28] Prop. Halmahera Tengah [8203] Kab. Kepulauan Riau [2001] Kab. Teluk Wondama [9104] Kab. Jayapura [9404] Kab. Kepulauan Bangka Belitung [1901] Kab. Pandeglang [29] Prop. Karimun [2002] Kab. Boven Digoel [9414] Kab. Kepulauan Riau [2003] Kab. Raja Ampat [9171] Kota Sorong [33] Prop. Sorong Selatan [9107] Kab. Keerom [9426] Kab. Boalemo [7502] Kab. Kepulauan Sula [8204] Kab. Irian Jaya Barat [9101] Kab. Gorontalo [7501] Kab. Mamasa [7604] Kab. Maluku Tenggara [8103] Kab. Natuna [2004] Kab. Supiori [9471] Kota Jayapura [27] Prop. Mamuju Utara 5 . Kaimana [9103] Kab. Maluku Tengah [8104] Kab. Sarmi [9420] Kab. Sulawesi Barat [7601] Kab. Belitung [1903] Kab. Bangka Tengah [1905] Kab. Paniai [9411] Kab. Seram Bagian Timur [8171] Kota Ambon [26] Prop. Sorong [9108] Kab. Halmahera Timur [8271] Kota Ternate [8272] Kab.

TABEL 2 DAFTAR ASOSIASI PERUSAHAAN NO KODE NAMA KETERANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 50 51 52 53 54 58 59 60 61 62 63 65 85 86 LPJK GAPENSI GAPENRI GABPEKNAS AKI AKAINDO AKLI INKINDO AABI APPAKSI APSPI APBI APNATEL ASPEKINDO AKSI GAPEKSINDO ASKUMINDO AKSDAI AKMI AKJI AKGEPI AKTALI ASPEKNAS APKOMATEK ASPERTANAS APPATINDO GAPEKNAS APJALIN GAPKAINDO GAKINDO AKSINDO ASKONI AKLANI APAKSINDO GAPKINDO ASKINDO AKBARINDO PERKINDO Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Gabungan Perusahaan Nasional Rancang Bangun Indonesia Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional Asosiasi Kontraktor Indonesia Asosiasi Kontraktor Air Indonesia Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Asosiasi Aspal Beton Indonesia Asosiasi Perusahaan Pengelola Alat Berat / Alat Konstruksi Indonesia Asosiasi Perusahaan Survey dan Pemetaan Indonesia Asosiasi Perawatan Bangunan Indonesia Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi Asosiasi Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia Asosiasi Kontraktor Umum Indonesia Asosiasi Kontraktor Sumber Daya Air Indonesia Asosiasi Kontraktor Mekanikal Indonesia Asosiasi Kontraktor Jalan dan Jembatan Indonesia Asosiasi Kontraktor Gedung dan Pemukiman Indonesia Asosiasi Kontraktor Tata Lingkungan Indonesia Asosiasi Pelaksana Kontruksi Nasional Asosiasi Perusahaan Kontraktor Mekanikal dan Elektrikal Indonesia Asosiasi Perusahaan Kontraktor Pertamanan Nasional Asosiasi Perusahaan Pengeboran Air Tanah Indonesia Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia Asosiasi Perawatan Jalan dan Jembatan Indonesia Gabungan Perusahaan Kontraktor Air Indonesia Gabungan Kontraktor Indonesia Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia Asosiasi Konsultan Nasional Indonesia Asosiasi Kontraktor Landscape Indonesia Asosiasi Pengusaha Kontraktor Seluruh Indonesia Gabungan Pengusaha Kontraktor Indonesia Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia Asosiasi Kontraktor Bangunan Air Indonesia Persatuan Konsultan Indonesia .

. PROPINSI : ……………………………………………………. DIGUNAKAN SELF ASSESMENT / PENILAIAN SENDIRI KEBENARAN DATA MENJADI TANGGUNG JAWAB ORANG PERSEORANGAN NAMA ORANG PERSEORANGAN : ……………………….. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (Construction Services Development Board) .LAMPIRAN 12-1 NOMOR SERI FORMULIR NOMOR REGISTRASI LPJK Diisi oleh LPJK FORMULIR PERMOHONAN PENDAFTARAAN USAHA ORANG PERSEORANGAN PILIHAN SUBBIDANG/SUBLAYANAN KODE 1 URAIAN ……………………………………………………………………. KABUPATEN/KOTA : ……………………………………………………. 2 ……………………………………………………………………..

- 8 NPWP DIISI OLEH LPJK Isikan dan cek 6 digit Kode Pendaftaran pada Tanda Daftar Usaha Orang Perseorangan (TDUP) Jenis Usaha Kode propinsi No. : : ………………………………………. Kabupaten/Kota………………………………………. ………………………………………. Kode area Nomor telepon 3 Nomor Telepon 4 5 6 7 Nomor Fax E-mail Situs Usaha Nomor Hand Phone yang dapat dihubungi . Pendaftaran Orang Perseorangan Tanda tangan dan nama jelas Petugas LPJK yg mendaftarkan ………………………….LAMPIRAN 12 . : . . . : ………………………………………. : ……………………………………….. . .2 F1/OP/01 NOMOR SERI FORMULIR LPJK DAERAH PROPINSI : FORMULIR PERMOHONAN PENDAFTARAN USAHA ORANG PERSEORANGAN 1 Nama Pemohon 2 Alamat : ………………………………………. Propinsi ………………………………………. : ……………………………………….

............................................. SIFAT....................................................... 2 Bagian Kedua Maksud.. 12 Bagian Ketujuh Kemampuan Dasar dan Nilai Konversi Pekerjaan ........... 5 5 5 6 6 6 6 7 7 8 8 9 Pasal 11 ................................................................................................................................................................................................... Pasal 8 ......................... 9 Bagian Kelima Risiko.... Bagian Pertama Bentuk dan Sifat Usaha ............ Pasal 6 ............................................................................................. 11 Pasal 15 ........................................................................................ 12 Pasal 16 ................................................................................................................................................................ PERSYARATAN DAN PENGGOLONGAN KUALIFIKASI USAHA ... 5 BAB II BENTUK....................................................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI BAB I KETENTUAN UMUM .............. Bagian Keempat Kualifikasi Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi...................................................... ............................................... 13 i ........................................ 5 Pasal 3........................................................................................................................................................................... Tujuan dan Ruang Lingkup ................................................................................. Pasal 9................................................................................... 10 Pasal 13 ......... 11 Pasal 14 ........................................ 10 Bagian Keenam Pekerjaan Terintegrasi dan Kemitraan Usaha ....................................................................................................... Bagian Kedua Persyaratan Usaha................... Pasal 5 ................................................................................................ Pasal 12 ....................................................................... 12 Pasal 17 ................... 2 Bagian Pertama Pengertian ........................................................................ 5 Pasal 2 ........................................................... Bagian Ketiga Klasifikasi Usaha....................................... 2 Pasal 1 ............................................................................................................. Pasal 10 .......... Teknologi dan Biaya............................................................................................................. Pasal 7 ................ 5 Pasal 4 .....................................................................................

.................................................................................................................................................................... Pasal 32 .................................................... 15 Pasal 23 .... Bagian Pertama Penyelenggaraan Registrasi ................................................................. Pasal 31 ................................................................................................................................. 18 Pasal 33 ......................................................................................................... Registrasi dan Registrasi Ulang ................................................................................................................................................ 18 19 19 20 22 22 Pasal 29 ........................................................................................................................ 13 13 13 14 14 14 14 15 Bagian Ketiga Pelaksanaan Pemberian Nomor Registrasi......................... 15 Pasal 24 ............ Pasal 19 .................................................................. Pasal 22 ................. Pasal 37............ 22 Pasal 35 …........................................................................................ 17 Pasal 26 .......................... 18 Bagian Kelima Legalisasi SBU ........................................................................................................................................................................................................................................... Bagian Pertama Penyelenggaraan Sertifikasi.......... Masa Berlaku dan TDUP............................................... Bagian Kedua Pelaksana Sertifikasi ............................................................................................. 23 BAB IV PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI ........................................................................................... 21 Pasal 34 ....... Pasal 36 .............................................................. Pasal 18 ...........................................................................................................................BAB III PENYELENGGARAAN REGISTRASI................. Bagian Ketujuh Tata Kerja BSLN/BSLD dan BSAN/BSAD ............................................................................................................................... Pasal 20 ............ 16 Pasal 25 .................................................................................... 16 Bagian Keempat NRBU................................................................................................................................................................................................... Pasal 30 ............... 18 Pasal 28 ............................................................................. 18 Pasal 27 .................. Pasal 38 ................................................................................................................................................................. Pasal 21 ................................................................................................................................................................................................................................... 23 23 23 24 24 25 ii ..... Bagian Kedua Pelaksana Registrasi........................... Bagian Keenam Biaya Sertifikasi..

.................. 40 Pasal 57 ....................................................................................................................... 31 Pasal 46 .................... 34 Pasal 47 ............................................................................................. 39 Pasal 55 ............................................................................................................................................................ 36 Pasal 50 ........................ 38 Pasal 53 ............................................. 40 Bagian Pertama Penggunaan STI-LPJK dan Data Registrasi Badan Usaha ........................................................................................................................................... 26 Bagian Pertama Proses Sertifikasi ....................................................................................................................................... 27 Pasal 41 ................... 40 Bagian Kedua Tata Cara Evaluasi ..................................................................................................................... 40 iii ............................................. 37 Pasal 51 ........ 38 Bagian Ketiga Daftar Perolehan Pekerjaan (DPP) dan Laporan Badan Usaha..................................................................................................................................................................................... 37 Bagian Kedua DRBU dan Penggunaannya............................................................. 29 Pasal 44 .............................. 26 Pasal 39 .................................................................................................................. 39 Pasal 54 .................... 28 Pasal 43 ..................... 37 Bagian Pertama Pelaksanaan Evaluasi ............ 31 Bagian Ketiga Blanko SBU................. 36 BAB VI KETENTUAN PELENGKAP ............................................................................................................................................................ 39 BAB V II EVALUASI PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI................................................................................................................................... 40 Pasal 56 ....................................................... 28 Pasal 42 .......... 34 Pasal 48 .............. Penetapan Klasifikasi dan Kualifikasi ......................................... 26 Bagian Kedua Perubahan Klasifikasi dan Kualifikasi.................................. 34 Pasal 49 ......................... 27 Pasal 40 .............................................................................................................................................................................................. 38 Pasal 52 ...............................................................................................................BAB V PERSYARATAAN PERMOHONAN SERTIFIKASI .................................................................. 36 Bagian Keempat Sertifikasi Bagi Badan Usaha Pindah Asosiasi ........................................................................................................................................................ 29 Pasal 45 .........

..................................................................................................................................................................... Pasal 66 ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ Pasal 71 ............................ Kategori dan Mekanisme Sanksi ........................ 49 Pasal 70 ........................................................................................................................................................................ 43 Pasal 65 ................................ 50 Pasal 75 ....................................................... 50 Pasal 74 ..................................LAIN......................................................... 49 49 50 Pasal 72 .... 50 Pasal 73 ................................... 42 Pasal 63 ............................................................................................................................................ 47 Pasal 69 ................................................... 47 Bagian Kelima Daftar Hitam LPJK .................................................................................................................... 50 BAB XI PENUTUP..... BAB X KETENTUAN PERALIHAN................................. 42 Pasal 64 ....................... Pasal 61 ......................................... 49 BAB IX KETENTUAN LAIN ............................................................... 41 Pasal 58 ............................................... 41 Pasal 59 .......................... 41 Pasal 60 ................................................ 42 42 42 42 Bagian Pertama Pemberi Sanksi dan Yang Dikenakan Sanksi ......................................... 41 BAB VIII SANKSI ..................... 45 46 46 Pasal 67 ................................................ Bagian Ketiga Peninjauan Kembali Pengenaan Sanksi ............................................................................................... Pasal 62 ........................................................................................ Bagian Kedua Jenis.................................................................................................................................................................................................................... 41 Bagian Keempat Pengawasan Pelaksanaan Sertifikasi ............................. 50 iv ......................................Bagian Ketiga Audit Data Registrasi .......... 46 Bagian Keempat Tata Cara Pemeriksaan Pangaduan SBU........................................................................................................ 49 Pasal 69 ...................................

DAFTAR ISI FORMULIR PERMOHONAN PERUBAHAN Lampiran 13-1 Lampiran 13-2 Lampiran 13-3 F2/PR/01 F2/PR/02 F2/PR/03 Surat Permohonan Perubahan SBU Surat Pernyataan Badan Usaha Perubahan Klasifikasi dan Kualifikasi .

Lampiran 26 27. Lampiran 27 28. Lampiran 14 15. Lampiran 17 18.biaya : Organigram BSLN / BSLD : Organigram BSAN / BSAD : Formulir Lembar Evaluasi : Database badan usaha : Formulir permohonan SBU : Formulir permohonan TDUP : Formulir perubahan SBU : Formulir perpanjangan SBU : Bentuk SBU : Surat pernyataan pengunduran diri : Surat Keabsahan Registrasi : Surat Keterangan Tidak Dikenakan Sanksi : Surat Keterangan Kebenaran Data Badan Usaha : Daftar Registrasi Badan Usaha (DRBU) : Daftar Perolehan Pekerjaan : Buku Perolehan Pekerjaan (DPP) : Rekapitulasi Daftar Perolehan Pekerjaan : Laporan Perolehan Pekerjaan Konstruksi : Nomor Kode Pekerjaan Konstruksi (NKPK) : Surat Peringatan : Surat Pencabutan SBU Melalui Surat Peringatan : Surat Pencabutan SBU Tanpa Melalui Surat Peringatan : Konversi Klasifikasi Usaha : Konversi Kualifikasi Usaha TABEL – TABEL 1. Lampiran 5 6. Tabel 2 3. Lampiran 24 25. Lampiran 30 : Klasifikasi Bidang / Layanan / sub bidang / sublayanan pekerjaan : Persyaratan penetapan Gred dan kompetensi badan usaha : Batasan jumlah subbidang badan usaha : Pemberian NRBU : Bentuk Cap Legalisasi Rekaman SBU : Biaya . Lampiran 21 22. Lampiran 20 21. Lampiran 22 23. Lampiran 25 26. Lampiran 1 2. Lampiran 29 30. Lampiran 2 3. Lampiran 6 7. Tabel 1 2. Lampiran 13 14. Lampiran 15 16.DAFTAR LAMPIRAN 1. Lampiran 16 17. Lampiran 23 24. Tabel 3 : Daftar Kode Kabupaten / Kota : Daftar Asosiasi Perusahaan : Daftar Kode Propinsi . Lampiran 9 10. Lampiran 8 9. Lampiran 3 4. Lampiran 19 20. Lampiran 12 13. Lampiran 11 12. Lampiran 28 29. Lampiran 4 5. Lampiran 18 19. Lampiran 7 8. Lampiran 10 11.

Nomor Pager yang dituju : : : : ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 5. Bulan. digunakan “Self Assessment/Penilaian Anda Sendiri” Jangan sekali-kali memasukkan data yang tidak benar. maka isilah : 1. Nomor Telepon Badan Usaha (Cantumkan Kode Area) 2. 2. Propinsi tempat didirikan 5. NPWP : …………………………………………………………………………… : ………. Badan Usaha agar menyertakan data/informasi permohonan ybs. Nama Badan Usaha 2. karena Badan Usaha anda dapat dikenakan sanksi. dalam format digital dengan Disket terlampir LAMPIRAN 1 . Bentuk Badan Usaha (PT. Tahun didirikan dalam Akte 4. Tanggal. Informasi dapat dilihat melalui internet www.1 FORMULIR PERMOHONAN SBU 1. Nomor Faximile (Cantumkan Kode Area) 4. Alamat E-mail 3.F1/PR-01 : FORMULIR PERMOHONAN SBU NOMOR SERI FORMULIR NAMA ASOSIASI : LAMPIRAN 11 . dll) 3. : …………………………………………………………………………… : …………………………………………………………………………… : …………………………………………………………………………… PETUNJUK PENGISIAN Dalam menentukan klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha Anda. Nomor Hand Phone : (Bagi mereka yang bersedia dihubungi) DIISI OLEH LPJK Isikan dan cek 6 digit Kode Registrasi pada Sertifikat Badan Usaha lama NOMOR REGISTRASI BADAN USAHA Nama & tanda tangan Petugas LPJK yang meregister Catatan 1.org Agar informasi untuk Badan Usaha anda cepat diterima. berdasarkan laporan masyarakat atau lainnya. CV.lpjk. Formulir ini didistribusikan : ♦ Lembar Pertama : LPJK dimana Sertifikasi diregistrasi ♦ Lembar kedua : BSA yang mengajukan permohonan registrasi ♦ Lembar Ketiga : Keperluan Lain/Arsip ……………………………………….

. . . . .. bersama ini kami lampirkan : 1. . . . Nama Jelas __________________________________ 1. . . . . . . . . .11. . . Perihal : Permohonan Baru Sertifikat Usaha Jasa Perencana Konstruksi / Jasa Pengawas Konstruksi Dengan hormat... atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Klasifikasi bidang yang diajukan (F1/PR/03) 3.. . .2 F1/PR/02: Bentuk Surat Pengantar Badan Usaha Kop Badan Usaha Nomor : Lampiran : Kepada Yth. . . . . . . . . .. . . .. Untuk dan atas nama Badan Usaha : . . . Hormat kami. . yang beralamat di . . . . Surat Pernyataan Kebenaran dan Keabsahan Data (F1/PR/04) 2. . . . . . . . . . . . bersama ini kami mengajukan Permohonan sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Sertifikasi Asosiasi dalam kategori pilihan sebagai berikut : Jenis Usaha Perencana Pengawas Sebagai bahan pertimbangan. . . . . Coret jika tidak dilampirkan. . . Penanggung Jawab Bidang/Layanan (F1/PR/14) beserta CV (F1/PR/19) dan salinan ijazahnya b. . Daftar Peralatan Khusus Pendukung Teknis (F1/PR/21) d. . . . . . . . Diisi jumlah sub-bidang sesuai sektor yang diinginkan. Ketua BSLN/BSLD/BSAN/BSAD di . .12. . . . . . . Data Dasar Administrasi (F1/RP/05) 4. . . . . . . . 3. . . . . . . Pemohon PT/CV/Fa. .LAMPIRAN 11-3 LAMPIRAN 11 . Daftar Pengalaman Badan Usaha (F1/PR/20) c. . Rekaman Sertifikat Badan Usaha Tahun 2004-2005/2007 5. . . . Data pendukung untuk permohonan klasifikasi dan kualifikasi : a... PIRAN 11-4 LAMPIRAN 11-5 . .. . . .. . . . . . . . . . . . . . . .. .. . . . .. Apabila dianggap perlu lampirkan juga Surat Keterangan/Pernyataan Dukungan Kredit dari Bank. . 200 . . . . . . . ... . 2. .. . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha GRED 2 3 4 1) . . . .13) Demikian permohonan kami. . Neraca Badan Usaha Tahun Terakhir 3 (F1/PR/10. . Daftar Nama Penanggung Jawab Teknik. . .

. Jutaan) Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 Ket: Diisi sesuai dengan Gred yang diinginkan ( 2 . . . . .LAMPIRAN F1/PR/03 : Permohonan Bidang / Layanan / Subbidang / Sublayanan Nama Badan Usaha: A No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Subbidang / Sublayanan Kode Gred Tahun KD (Rp. . . Nama Jelas . . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha NPt = Nilai Paket Pekerjaan tertinggi yang diperoleh berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. . Penetapan KD untuk Jasa Konsultansi dihitung dengan rumus : KD = 3 NPt PT/CV/Fa . . . . . KD (Kemampuan Dasar) adalah kemampuan penuh / keseluruhan kemampuan yang dimiliki Badan Usaha saat dilakukan proses Sertifikasi untuk menangani setiap subbidang pekerjaan. 3 . . . . 4 ) Yang mengajukan permohonan. . . . . . .

........... .... .......... PT/CV/Fa ........ .... .... .. ....... . . .. kami bersedia dituntut sesuai dengan peraturan perundangan dan peraturan organisasi yang berlaku.. ....... .. Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Materai Rp 6000... Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa semua data/informasi yang kami berikan di dalam berkas permohonan Sertifikasi beserta dokumen – dokumen pendukungnya adalah benar dan sah.. ... .. ... . .............. .... .. .... .............. .F1/PR/04 : Pernyataan Badan Usaha Kop Badan Usaha LAMPIRAN 11 .......... . ....... .. ... . Apabila data/informasi beserta dokumen-dokumen pendukungnya yang kami sampaikan ini palsu dan tidak benar. .. .... . . .... . ..... :.. . ....... . .. Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh tanggung jawab... ........ .. 1 ...... .. . .. ......... . . ...Dan Cap Badan Usaha Nama Jelas MPIRAN 11-8.. ...... . ......... Tgl Lahir Alamat :..... ... Hormat kami...... ...... . . . ......... ..... .. .. ... .. ... :. ... .. ... ... .......... . ....... ........ . Jabatan di Badan Usaha : .... .. ..... ...... ................ ....4 SURAT PERNYATAAN Badan Usaha Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Tempat.. . Telepon :. ... . . ....... .

Pengumuman dalam Lembaran Negara : Tgl/Bln/Thn : B.2.4. Telepon : (Jika diperlukan dapat ditambahkan dalam dalam form tersendiri) B. Faximil : (Lampirkan Denah Lokasi. Akte Pendirian Badan Usaha : a. Legalitas (Lampirkan salinan dokumen dibawah ini) : Kota/Kabupaten : Faximile : B.1. Keanggotaan Asosiasi Profesi Usaha • Nomor Keanggotaan ASOSIASI : A. Kantor : b. Kantor & Studio) Kabupaten/Kota : PO. Akte Perubahan B. Pengesahan oleh Menteri Kehakiman : Nomor Tgl/Bln/Thn Nomor : : : c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : B. Studio : Kode Pos : Propinsi : Pusat Nama Negara : Cabang LAMPIRAN 11 . Alamat a. Didirikan : Nama Singkat : No.1.2.5 Tgl.F1/PR/05 : Formulir Isian Data Administrasi A. Box : A. No. Nama Lengkap Badan Usaha : A. Telepon : No.5.3. Informasi Perkantoran A. Photo Papan Nama. Dikeluarkan di : Nama Notaris : Alamat Notaris : Nomor Tgl/Bln/Thn : : Didaftarkan di Pengadilan Negeri : Kabupaten/Kota : Nomor : Tgl/Bln/Thn : b. Status Badan Usaha (NAS/PMA/PMDN) : Surat Ijin Badan Usaha PMA/PMDN : Dikeluarkan di : Tgl/Bln/Thn : Nomor Surat Ijin : Nomor SPT : LAMPIRAN 11-9 .4.3 Status Badan Usaha E-mail : A. Alamat 2. Informasi Kantor Cabang/Perwakilan 1.

2. (1) Nama / Alamat / Nomor KTP (2) Jabatan (3) Negara / Kota / Tgl. Kepemilikan : No.1. (1) Nama / Alamat / Nomor KTP atau Nama Institusi *) (2) SAHAM Nilai Jumlah Satuan Lembar (3) (4) MODAL Modal Modal Dasar Disetor (5) (6) % Pemilikan (7) Catatan: *) Jika pemilik Badan Usaha berupa badan usaha atau institusi lampirkan akte pendirian badan usaha atau Pengukuhan institusi tersebut dan NPWP. Lahir (4) Pendidikan / Th.3. LAMPIRAN 11-9 Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 . Susunan Kepengurusan : LAMPIRAN 11 .F1/PR/06 : Formulir Isian Data Pengurus A. Penanggung Jawab Teknik : No.6 (lampirkan salinan KTP-nya berikut Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri Sesuai F1/RP/08) No. salinan KTP dan ijazah-nya) Nama / Alamat / Nomor KTP (2) Jabatan (3) Pendidikan / Th. (1) (lampirkan CV sesuai F1/PR/15. Pimpinan dan Kepemilikan A. Lulus (5) A. Lulus (4) A.

LAMPIRAN 11 . 1 2 3 4 5 Bidang Pekerjaan ARSITEKTURAL SIPIL MEKANIKAL ELEKTRIKAL TATA LINGKUNGAN 1 2 3 4 5 Nama **) Alamat/Kota NRKA *) *) Lampirkan fotocopy KTP **) Lampirkan Surat Pernyataan bukan PNS & Daftar Riwayat Hidup .7 F1/PR/07 : Formulir Isian Data Penanggung Jawab Bidang / Layanan No.

.. ... .. . ....... . ... ... .... . ...... . .... ...... . ..... ... ...... ... ... .. ....... .. .. . . ... ..... .. Materai Rp 6000. ... .... . .... .. .. . .. . ........ ... . . . .... .. Tgl Lahir Alamat :. . .. .. .. . ... . .. .... . . .. ....... ............ ...... .. Telepon :.............. . Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh tanggung jawab . ... . . .. .. ..8 F1/PR/08 : Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri Kop Badan Usaha SURAT PERNYATAAN Bukan Pegawai Negeri Yang bertandatangan dibawah ini : Nama Tempat........LAMPIRAN 11-9 LAMPIRAN 11 ......... ......... . . . . . . . . ....... . . ... .. .. : ... ... . .. . . Jabatan di Badan Usaha : .. .... . . Yang menyatakan... . ..... ... .... Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan apabila tidak benar saya sanggup dituntut sesuai dengan peraturan perundangan dan peraturan organisasi yang berlaku.. ....... ... :.... ... ..... ... .. ......... . ...... .. .. .. . Telepon :. ... . ... . .. ....... .... 200 . .... . . ..... . ....... . . .. .............. . ...... . : . ..... ......... .. .. .Dan Cap Badan Usaha (Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha) ( Nama Jelas) • Diisi oleh Direksi/Penanggung Jawab Badan Usaha/Penanggung Jawab Bidang/Layanan yang digunakan untuk memenuhi Persyaratan klasifikasi dan kualifikasi.... . . ... . .. .. ... ..... . ... .. ..... ... . . ..... .. . .. . . . . ....... . . adalah benar-benar bukan Pegawai Negeri dan saya bekerja penuh waktu pada Badan Usaha : Nama Alamat : . ..... Mengetahui... . . . . . .. . .... . .. .. ......... .. • Khusus untuk Penanggung Jawab Bidang/Layanan Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha wajib diketahui oleh Direktur . ............ .. . . ... .. ... ... .

.. 5 Total Rp.. Rp... 6 Prosentasi (%) 7 Modal (Rp. Rp..... Tahun .....9 1......... Rp... Susunan Pemilik Saham No.... KTP *) 2 Alamat 3 Jumlah Lbr 4 Saham Nilai Rp.. Rp.............) Dasar Disetor 8 9 *) Lampirkan rekaman dan gunakan Formulir sendiri 2.... Lampirkan SPT PPH badan 2 tahun terakhir 3....... Rp.....F1/PR/09 : Formulir Data Keuangan LAMPIRAN 11 .... Tahun . Tahun .... .... 1 Nama Pemilik Saham dan No....... Omzet Badan Usaha selama 5 (lima) tahun terakhir • • • • • Tahun .......... Tahun .....

Tahun “N-1” Rp. Rp.. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp No. Rp. Rp. TOTAL AKTIVA TETAP (b) Rp. Rp. I 1 2 3 4 5 6 7 II 1 2 III 1 2 3 KEWAJIBAN LANCAR Utang Usaha Utang Bank (Jangka Pendek) Uang Muka Proyek Utang Pajak Biaya yang masih harus dibayar Utang Jangka Panjang yang sudah Jatuh Tempo Utang Lainnya TOTAL KEWAJIBAN LANCAR (d) KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (e) Utang Bank (Jangka Panjang) Utang Lainnya MODAL Modal Disetor Selisih “Penilaian Kembali” Aktiva Tetap Laba Ditahan LAMPIRAN 11 . Rp. Rp.dan cap Badan Usaha Nama Jelas Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 . Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. PASIVA Tahun “N-1” Rp. Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Meterai Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Total Kekayaan Bersih = Modal Disetor + Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap + Laba Ditahan ………………………. Rp. Rp. Rp. TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Tanggal. ……………………………………………………………. Rp. I 1 2 3 4 5 6 AKTIVA LANCAR Kas dan Bank Piutang Usaha Persediaan Piutang Pajak Biaya dibayar dimuka Pekerjaan Dalam Proses TOTAl AKTIVA LANCAR (a) II 1 2 3 4 AKTIVA TETAP Peralatan Proyek Inventaris Peralatan Lainnya Komulasi Penyusutan Tahun “N” Rp. Rp. Rp. ………………………………… PT/CV. 6000. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. III AKTIVA LAINNYA (c) TOTAL AKTIVA Rp.11 Tahun “N” Rp. Rp. Rp. Rp.F1/PR/11 : Format Neraca Keuangan (Untuk Aplikan Gred 3 Lama) NERACA BADAN USAHA Per 31 DESEMBER Tahun “N” dan Tahun “N-1” (dalam ribuan rupiah) AKTIVA No. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Rp. Rp. ………………………………… PT/CV. I AKTIVA LANCAR 1 Kas dan Bank 2 Piutang Badan Usaha 3 Persediaan 4 Piutang Pajak 5 Biaya dibayar dimuka 6 Pekerjaan Dalam Proses II 1 2 3 4 AKTIVA TETAP Peralatan Proyek Inventaris Peralatan Lainnya Komulasi Penyusutan LAMPIRAN 11 . No. 6000. Tanggal. Rp. III 1 2 MODAL Modal Disetor Laba Ditahan Rp.LAMPIRAN 11-19 F1/PR/12 : Format Neraca Keuangan (Untuk Aplikan Gred 3 Baru) NERACA BADAN USAHA Per 31 DESEMBER Tahun “N” (dalam ribuan rupiah) AKTIVA No. Rp. Rp. Rp. Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Meterai Rp. ……………………………………………………………. TOTAL KEWAJIBAN LANCAR (d) Rp. Rp. Total Kekayaan Bersih = Modal Disetor + Laba Ditahan ………………………. I KEWAJIBAN LANCAR 1 Utang Usaha 2 Utang Bank (Jangka Pendek) 3 Uang Muka Proyek 4 Biaya yang masih harus dibayar 5 Utang Lainnya Tahun “N” Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. TOTAL AKTIVA LANCAR (a) Rp. TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL Rp. Rp. TOTAL AKTIVA TETAP (b) Rp. Rp. III AKTIVA LAINNYA (c) TOTAL AKTIVA Rp. Rp. II KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (e) Rp. Rp. Rp.dan cap Badan Usaha Nama Jelas Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 . Rp.12 PASIVA Tahun “N” Rp. Rp..

Rp. I AKTIVA LANCAR 1 Kas dan Bank 2 Piutang Badan Usaha 3 Persediaan 4 Piutang Pajak 5 Biaya dibayar dimuka 6 Pekerjaan Dalam Proses II 1 2 3 4 AKTIVA TETAP Peralatan Proyek Inventaris Peralatan Lainnya Komulasi Penyusutan LAMPIRAN 11 . Rp. ………………………………… PT/CV. Rp. Rp. Rp..13 PASIVA Tahun “N” Rp.LAMPIRAN 11-19 F1/PR/13 : Format Neraca Keuangan (Untuk Aplikan Gred 2) NERACA BADAN USAHA Per 31 DESEMBER Tahun “N” (dalam ribuan rupiah) AKTIVA No. Rp. ……………………………………………………………. No. TOTAL KEWAJIBAN LANCAR (d) Rp. TOTAL AKTIVA TETAP (b) Rp. 6000. Rp. TOTAL AKTIVA LANCAR (a) Rp. Tanggal. Rp. Rp. I KEWAJIBAN LANCAR 1 Utang Usaha 2 Utang Bank (Jangka Pendek) 3 Uang Muka Proyek 4 Biaya yang masih harus dibayar 5 Utang Lainnya Tahun “N” Rp. Rp. Rp. III AKTIVA LAINNYA (c) TOTAL AKTIVA Rp. II KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (e) Rp. Rp. Rp. Rp. TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL Rp. III 1 2 MODAL Modal Disetor Laba Ditahan Rp. Rp. Rp. Rp. Total Kekayaan Bersih = Modal Disetor + Laba Ditahan ………………………. Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Meterai Rp.dan cap Badan Usaha Nama Jelas Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 . Rp.

. . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Nama Jelas . . .F1/PR/14 : Formulir Isian Data Personalia No. . . . . . . . . . . . . . . . 1 LAMPIRAN 11 . . . KTP 2 Tempat Tgl / Lahir 3 No. Ijazah 5 Pengalaman Bidang kerja / Lama (Tahun) Keahlian 6 7 PT/CV/Fa . .14 Pendidikan akhir *) 4 Nama (Lengkap) Jabatan dlm Badan Usaha Alamat Rumah / No. . . . . . .

.. .. . Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan kami sanggup dikenakan sanksi dan dituntut di pengadilan apabila ada keterangan yang diberikan tidak benar..... ....... . .. .. . .. .. .. .. .. . . ... ...... .. .... . .. ..... ... .. .. ... . . Yang menyatakan.... . .. ... . . . . .... ..... . . ..... ... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya... . .. . :. . . . . . . .. . ...... ... . ...... . . . .. .... . . .... .. ... .. ......... . . : .... .. Materai Rp 6000.... . ... ... . dan Tgl Lahir : .... ……. ... . . ........ .. .... ... :. ........ .LAMPIRAN 11-9 LAMPIRAN 11 .... . . ...... .. . . .. ... .. . ....... .. ........ ... ....... ..... . . . .. .... .... .... .. ... . Tempat. ... . . . .. .. ... .. . . ... .. ..... . . ... ..... . Pendidikan Terakhir No..17 F1/PR/17 : Surat Pernyataan Penanggung Jawab Teknik Kop Badan Usaha SURAT PERNYATAAN Penanggung Jawab Teknik Yang bertandatangan dibawah ini : Nama :......Dan Cap Badan Usaha ( Nama Jelas) *) Disesuaikan . . . . Dengan rincian pengalaman kerja sebagaimana terlampir. ..... . . Ijazah terakhir NRKA/NRKT adalah benar-benar Penanggung Jawab Teknik yang diajukan oleh Badan Usaha untuk memenuhi klasifikasi & Gred Badan Usaha dan kami benar-benar bekerja pada Badan Usaha: Nama Alamat :. . 200 . ..... ... .. . … Jurusan : .... ... . . ..... . .... ... ... . . : .... .... .... . . ... . .. .. ..... .. . . .. .. .. ...... .. .

.LAMPIRAN 11 . .... . Sipil 3.. . …………………………………………… …………………………………….... .. .. ........ . . Elektrikal …………………………………………… ……………………………………... .. 6.... .......... ………………………………………... Tata Lingkungan …………………………………………… …………………………………….. ... .Dan Cap Badan Usaha Nama Jelas LAMPIRAN 11-14 ... Bidang /Layanan Nama No.... . . .. 200…. . ....... …………………………………………… ……………………………………... …………………………………………… …………………………………….. .. Arsitektural 2. . Yang menyatakan Materai Rp 6000.......... ........ ....... Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh tanggung jawab.... .. Ijazah 1. .... . .. Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan Badan Usaha kami bersedia dikenakan sanksi dan dituntut di pengadilan apabila ada keterangan yang diberikan tidak benar... : . . …………………………………………… ……………………………………...... 7. . Mekanikal 4.. . .... ........ .. ... ...... …………………………………………… ……………………………………. . ..18 F1/PR/18 : Surat Pengikatan Penanggung Jawab Bidang / Layanan Kop Badan Usaha SURAT PENGIKATAN PENANGGUNG JAWAB BIDANG / LAYANAN Yang bertandatangan dibawah ini : N a m a Direktur Utama/ Penanggung Jawab Badan Usaha Alamat :.. . . ... . .. .. 5........ . Dengan ini menyatakan melakukan pengikatan kepada Penanggung Jawab Bidang/Layanan guna memenuhi persyaratan klasifikasi dan Gred Badan Usaha dengan rincian sebagai berikut : No. ... . . .. ...... ..... .. .. ..

. . Diisi jumlah subbidang sesuai sektor yang diinginkan.LAMPIRAN 11-3 LAMPIRAN 13 .. . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha GRED 2 3 4 1) Nama Jelas __________________________________ 1. . Untuk dan atas nama Badan Usaha : . Rekaman Sertifikat Badan Usaha Tahun 2004-2005/2007 5. . Dengan hormat. atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. .. . . . .. Ketua BSLN/BSLD/BSAN/BSAD di . Daftar Pengalaman Badan Usaha (F1/PR/20) c. . . Penanggung Jawab Bidang/Layanan (F1/PR/14) beserta CV (F1/PR/19) dan salinan ijazahnya b. . .. . . . . Data pendukung untuk permohonan klasifikasi dan kualifikasi: a. . . . yang beralamat di . . . . . . .. . . . .. . . . . . . . . . Perihal : Permohonan Perubahan Sertifikat Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi . . . . . .. . . . . . . . . bersama ini kami lampirkan : 1. . . . . . . . . Daftar Nama Penanggung Jawab Teknik. . . . Data Dasar Administrasi (F1/RP/05) 4. . . . . . .. . . . . PIRAN 11-4 LAMPIRAN 11-5 . . . Neraca Badan Usaha Tahun Terakhir 3 (F1/PR/10. . . . 3. . . . Surat Pernyataan Kebenaran dan Keabsahan Data (F1/PR/04) 2. . . . . . . . Klasifikasi bidang yang diajukan (F2/PR/03) 3. .. . . . .1 F2/PR/01: Surat Permohonan Perubahan SBU Kop Badan Usaha Nomor : Lampiran : Kepada Yth. . . .11. . . . . . . . . . . Pemohon PT/CV/Fa. . . Daftar Peralatan Khusus Pendukung Teknis (F1/PR/21) d. . . . . . . . . . .12. Coret jikat tidak dilampirkan. 2. . . 200 . . . . . Apabila dianggap perlu lampirkan juga Surat Keterangan/Pernyataan Dukungan Kredit dari Bank. . . . . . . . .. bersama ini kami mengajukan permohonan perubahan sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Sertifikasi Lembaga/Badan Sertifikasi Asosiasi dalam kategori pilihan sebagai berikut : Jenis Usaha Perencana Pengawas Sebagai bahan pertimbangan. . Hormat kami. . . .13) Demikian permohonan kami. . . .

............. ...... ... ........Dan Cap Badan Usaha Nama Jelas MPIRAN 11-8..2 SURAT PERNYATAAN Badan Usaha Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Tempat..F2/PR/02 : Pernyataan Badan Usaha Kop Badan Usaha LAMPIRAN 13 ........ :............. Apabila data/informasi beserta dokumen-dokumen pendukungnya yang kami sampaikan ini palsu dan tidak benar......... ......... . ................. kami bersedia dituntut sesuai dengan peraturan perundangan dan peraturan organisasi yang berlaku. ............... . Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa semua data/informasi yang kami berikan di dalam berkas permohonan Sertifikasi beserta dokumen – dokumen pendukungnya adalah benar dan sah........... ....... ... .... :... .................... .......... .. 1 ......... :............................. PT/CV/Fa ........ ... Telepon Jabatan di Badan Usaha :..... ................. . ............... .. Hormat kami................ ........................ Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh tanggung jawab.... .......... Tgl Lahir Alamat :...... ......... Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha Materai Rp 6000........ ..... . . . .. .............................. .

......LAMPIRAN 13 – 3. Kode Subbidang / Gred Sublayanan KETERANGAN .... Kode Subbidang / Gred Sublayanan SBU TAHUN YANG DIMINTA...1 F2/PR/03-1 : PERMOHONAN KLASIFIKASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI UMUM NO BIDANG / LAYANAN / SUBBIDANG / SUBLAYANAN SBU TAHUN SEBELUMNYA....

2 F2/PR/03-2 : PERMOHONAN KLASIFIKASI USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI PEKERJAAN SPESIALIS NO SUBBIDANG / SUBLAYANAN KODE SUBBIDANG / SUBLAYANAN GRED KETERANGAN .LAMPIRAN 13 – 3.

DAFTAR ISI FORMULIR PERMOHONAN PERPANJANGAN Lampiran-14-1 Lampiran-14-2 F3/PR/01 F3/PR/02 Surat Permohonan Perpanjangan SBU Surat Pernyataan Badan Usaha .

. bersama ini kami mengajukan permohonan perpanjangan sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Sertifikasi Lembaga / Badan Sertifikasi Asosiasi dalam kategori pilihan sebagai berikut : Jenis Usaha Perencana Pengawas Sebagai bahan pertimbangan.. . . .. . . . .LAMPIRAN 14 . . . . . . . . PIRAN 11-4 LAMPIRAN 11-5 . . Data pendukung untuk permohonan klasifikasi dan kualifikasi: a. .1 LAMPIRAN 11-3 F3/PR/01: Surat Permohonan Perpanjangan SBU Kop Badan Usaha Nomor : Lampiran : Kepada Yth. . . . bersama ini kami lampirkan : 1. . . . . . . . .13) Demikian permohonan kami. . . . . Diisi jumlah sub-bidang sesuai sektor yang diinginkan. . . . . . . Coret jikat tidak dilampirkan. Surat Pernyataan Kebenaran dan Keabsahan Data (F3/PR/02) 2. . . .12. Rekaman Sertifikat Badan Usaha Tahun 2004-2005/2007 5. . . atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Hormat kami. Ketua BSLN/BSLD/BSAN/BSAD di . . . . . . . . . . . .. . . . . . . Klasifikasi bidang yang diajukan (F1/PR/03) 3 3.. Perihal : Permohonan Perpanjangan Sertifikat Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi Dengan hormat. . . . . . . . . . Daftar Peralatan Khusus Pendukung Teknis (F1/PR/21) 3 d.. . . . . . . . Apabila dianggap perlu lampirkan juga Surat Keterangan/Pernyataan Dukungan Kredit dari Bank. . . ..11. . . . . Untuk dan atas nama Badan Usaha : . 3. yang beralamat di . Neraca Badan Usaha Tahun Terakhir 3 (F1/PR/10. . . .. . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. 200 . . . . . . . Nama Jelas __________________________________ 1. . Pemohon PT/CV/Fa. . . . . 2. Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha GRED 2 3 4 1) . . Daftar Pengalaman Badan Usaha (F1/PR/20) 3 c. Daftar Nama Penanggung Jawab Teknik. Penanggung Jawab Bidang/Layanan (F1/PR/14) beserta CV (F1/PR/19) dan salinan ijazahnya b. . .. . . . . . . . . Data Dasar Administrasi (F1/RP/05) 3 4. . . . . . . .. .

LAMPIRAN 14 - 2

F3/PR/02 : Pernyataan Badan Usaha
Kop Badan Usaha

SURAT PERNYATAAN Badan Usaha
Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Tempat, Tgl Lahir Alamat

:........................................................ :........................................................ :........................................................ ........................................................

Telepon Jabatan di Badan Usaha

:........................................................ :........................................................

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa semua data dan atau informasi yang kami berikan di dalam berkas permohonan Sertifikasi beserta dokumen–dokumen pendukungnya adalah benar dan sah. Apabila data dan atau informasi beserta dokumen-dokumen pendukungnya yang kami sampaikan ini palsu dan tidak benar, kami bersedia dituntut sesuai dengan peraturan perundangan dan peraturan organisasi yang berlaku. Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh tanggung jawab. Hormat kami,

PT/CV/Fa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Direktur Utama/Penanggung Jawab Badan Usaha

Materai Rp 6000,Dan Cap Badan Usaha

Nama Jelas MPIRAN 11-8, 1

LAMPIRAN 12 - 3 F1/OP/02

Nomor Lampiran

: :

…………………….., 20..

Kepada Yth Ketua BSLD ......................... di .........................

Perihal

: Permohonan Tanda Daftar Usaha Orang Perseorangan (TDUP)

Dengan hormat, Dengan ini kami mengajukan permohonan mendapatkan Tanda Daftar Usaha Orang Perseorangan (TDUP) sesuai usaha kami sebagai berikut : 1. klasifikasi ....... (kode) dengan Keahlian Kerja .......................................... 2. klasifikasi ....... (kode) dengan Keahlian Kerja .......................................... Bersama ini kami lampirkan dokumen pendukung sebagai berikut : a. KTP b. Rekaman SKA c. Rekaman NPWP, dan d. Riwayat hidup Demikian permohonan kami dan atas perkenan Saudara kami ucapkan terima kasih.

Pemohon,

(......................................................) Tanda tangan dan nama jelas

LAMPIRAN 12 - 4 F1/OP/03

SURAT PERNYATAAN USAHA ORANG PERSEORANGAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Alamat : ……………………………..…………………………….. : ……………………………..…………………………….. ……………………………..…………………………….. Nama Ibu kandung Telepon : ……………………………..…………………………….. : ……………………………..……………………………..

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa : 1. segala data dalam dokumen yang kami berikan adalah benar. 2. kami akan mematuhi segala ketentuan LPJK serta peraturan perundangan yang berlaku, dan bersedia dikenakan sanksi bilamana kami melanggarnya; 3. apabila di kemudian hari, ditemui bahwa dokumen - dokumen yang telah kami berikan tidak benar, maka kami bersedia dikenakan sanksi dan dimasukkan pada Daftar Sanksi Usaha dan atau dikeluarkan dari Daftar Registrasi Usaha; dan 4. bilamana usaha kami dikenakan sanksi atas hal-hal tersebut butir 1, 2 dan 3 maka kami akan menerima sanksi termasuk diumumkan melalui situs LPJK. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya. ………………….. 20.. Pemohon

Materai sesuai ketentuan

(..............................................) Tanda tangan dan nama jelas

…………………………………………………… di – ……………………………….. Surat ini dapat diserahkan langsung kepada LPJK ditempat SBU dikeluarkan atau melalui Cabang Asosiasinya masing-masing pada tingkat Kabupaten/Kota...) Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha Catatan : 1... …………………...... PT/CV...... 2. Dengan ini kami laporkan bahwa : Nama badan usaha Alamat badan usaha NRBU telah memperoleh pekerjaan : Nama paket pekerjaan Nilai Pekerjaan Sumber dana proyek Nomor SPK / Kontrak Tanggal Kontrak Jangka waktu pelaksanaan Tanggal mulai pelaksanaan Tanggal selesai pekerjaan : : : : : Rp. Bagi usaha jasa konstruksi Gred 3 dan Gred 4. Setelah surat ini diserahkan dan telah dilakukan klarifikasi..LAMPIRAN 24 – 1 KODE LP ... Jl.... Perihal : Laporan Perolehan Pekerjaan Konstruksi Dengan hormat. ... selambat-lambatnya : a. Bagi usaha jasa konstruksi Gred 2.. yang kemudian akan meneruskannya kepada LPJK.... ……………………. 60 (enam puluh) hari sejak serah terima pertama pekerjaan kepada pengguna jasa..01 KEPALA SURAT BADAN USAHA Nomor Lampiran : : ………. 30 (tiga puluh) hari setelah memperoleh pekerjaan (SPK atau kontrak) b.... tahun Kepada Yth Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah Propinsi …………………………………………… Melalui : Pimpinan Cabang Asosiasi …………………………. tgl.... badan usaha akan mendapatkan Nomor Kode Pekerjaan Konstruksi (NKPK) untuk pekerjaan tersebut. : : : : : : Demikian laporan kami dan atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih......... (... bulan.

.... tahun Kepada Yth Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah Propinsi …………………………………………… Melaui : Pimpinan Cabang Asosiasi …………………………. (. PT/CV..... Dengan ini kami laporkan sebagai berikut : Nama paket pekerjaan : Nama badan usaha : Alamat badan usaha : NRBU : Sumber dana proyek : Nilai kontrak awal : NKPK : Tanggal kontrak : Amandemen (yang berisi perubahan nilai kontrak) : (jika ada... Ketentuan pelaporan ini berlaku bagi badan usaha Gred 3 dan Gred 4. tgl...LAMPIRAN 24 – 2 KODE LP ... . selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sejak serah terima pertama pekerjaan kepada pengguna jasa. Surat ini dapat diserahkan langsung kepada LPJK ditempat SBU dikeluarkan atau melalui Cabang Asosiasinya masing-masing pada tingkat Kabupaten/Kota...... …………………………………………………… di – ………………………………...... Catatan : 1.. Berita Acara serah terima pertama pekerjaan : Demikian laporan kami dan atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.. Perihal : Laporan Penyelesaian Pekerjaan Dengan hormat... Jl......02 KEPALA SURAT BADAN USAHA Nomor Lampiran : : ………... 2... bulan. mulai proyek dilaksanakan : Tgl..... …………………….. ditulis nilai perubahan kontrak) Tgl.. yang kemudian akan meneruskannya kepada LPJK.) Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha Tembusan : Satker/Pimpro …………………….

..... LPJK Nasional / Daerah ………………………... Tembusan kepada Yth : 1..1 Bentuk Surat Peringatan Pertama Untuk Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK DAERAH Nomor Lampiran : : ……………….. dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini.LAMPIRAN 26 . Kepada Yth Direktur PT / CV ….. yang dilakukan oleh PT / CV .......... dikenakan sanksi Peringatan I (pertama) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang*...20... yang Saudara pimpin........ berupa : …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………………..... Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) coret yang tidak perlu ....... Untuk itu kami minta Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk memenuhi : …………………………………………………………………………………………………. Demikian surat peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya.......... Pemerintah Daerah Kab / Kota ………..(domisili Badan Usaha) 2.. dengan ini kami beritahukan bahwa PT / CV ...... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah…………………………… …………………………. 3..…………………………...…………………………… di …………………… Perihal : Peringatan I (pertama) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang* Dengan hormat. Sehubungan dengan pelanggaran atas Peraturan LPJK Nomor : …………………. ……………..

belum memenuhi apa yang diminta dalam isi Surat Peringatan I (pertama) tersebut.. ………………… ……………………………………………………………………………….. akan dikenakan sanksi Kategori Pelanggaraan Berat serta dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti pelelangan selama 60 (enam puluh) hari**.... ternyata sampai dengan batas waktu 30 (tiga puluh) hari yang ditetapkan PT / CV .. dikenakan sanksi Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang*...........LAMPIRAN 26 ....... Menunjuk Surat Peringatan I (pertama) tanggal ..…………………………… di …………………… Perihal : Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang* Dengan hormat. Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) coret yang tidak perlu **) alinea ini digunakan untuk Kategori Pelanggaraan Sedang .. maka kepada PT / CV . Kami mengingatkan bilamana Saudara tidak juga memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Sedang ini.... yang Saudara pimpin.. dengan nomor ......... Kepada Yth Direktur PT / CV …... kepada PT / CV ..............20..(domisili Badan Usaha) 2...... dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini....... Untuk itu kami mengingatkan Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk segera memenuhi : …………………………………………………………………………………………………. kepada PT / CV........... Tembusan kepada Yth : 1.... Demikian peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya.. LPJK Nasional / Daerah ……………………….. 3....2 Bentuk Surat Peringatan Kedua Untuk Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK DAERAH Nomor Lampiran : : ………………....... Dengan Saudara tidak memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan I (pertama) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang* tersebut maka sesuai Peraturan LPJK Nomor : ..... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah…………………………… …………………………...... …………….... Pemerintah Daerah Kab / Kota ………......

. kepada PT / CV.... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah…………………………… ………………………….LAMPIRAN 26 ...... belum memenuhi juga apa yang diminta dalam isi Surat Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan tersebut...... yang Saudara pimpin.. ...... Pemerintah Daerah Kab / Kota ………...... ………………… ………………………………………………………………………………... Asosiasi tingkat pusat/daerah …………………… .. dengan nomor : . Tembusan kepada Yth : 1.. ternyata sampai dengan batas waktu 30 (tiga puluh) hari yang ditetapkan PT / CV ..... dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini... Kepada Yth Direktur PT / CV …. 3. Dengan tidak memenuhi / mengabaikan Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan tersebut maka sesuai Peraturan LPJK Nomor :................ …………….. kepada PT / CV ...(domisili Badan Usaha) 2..........…………………………… di …………………… Perihal : Peringatan III (ketiga) Kategori Pelanggaraan Ringan Dengan hormat........ dikenakan sanksi Peringatan III (ketiga) Kategori Pelanggaraan Ringan. LPJK Nasional /Daerah ………………………... maka kepada PT / CV ... Untuk itu kami mengingatkan kembali Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk segera memenuhi : …………………………………………………………………………………………………... Menunjuk Surat Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan tanggal ..................20........ Demikian peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya... Kami mengingatkan bilamana Saudara tidak juga memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan III (ketiga) Kategori Pelanggaraan Ringan ini. akan dikenakan sanksi Kategori Pelanggaraan Sedang serta dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti pelelangan selama 30 (tiga puluh) hari..3 Bentuk Surat Peringatan Ketiga Untuk Kategori Pelanggaraan Ringan KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK DAERAH Nomor Lampiran : : ……………….

.... berupa : …………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………...…………………………… di …………………… Perihal : Peringatan Kategori Pelanggaraan Berat* Dengan hormat.... maka kepada PT / CV ... yang Saudara pimpin..(domisili Badan Usaha) 2... dengan ini kami beritahukan bahwa PT / CV . Demikian surat peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya.lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini..........20..4 Bentuk Surat Peringatan Untuk Kategori Pelanggaraan Berat KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK DAERAH Nomor Lampiran : : ………………................ Untuk itu kami minta Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk memenuhi : ………………………………………………………………………………………………….. LPJK Nasional / Daerah ……………………….... dikenakan Peringatan pertama dan terakhir dengan Kategori Pelanggaraan Berat. Kami mengingatkan bilamana Saudara tidak memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan ini....... Pemerintah Daerah Kab / Kota ……….…………………………..... Sehubungan dengan pelanggaran yang dikategorikan sebagai Pelanggaraan Berat sesuai Peraturan LPJK Nomor : ………………….. Tembusan kepada Yth : 1. kemudian kategori pelanggaraan sedang dan selanjutnya kategori pelanggaraan berat. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah…………………………… ………………………….LAMPIRAN 26 ........... ……………....... dalam waktu selambat..... .. 3. yang dilakukan oleh PT / CV ..... …………………………………………………………………………………………………. ........ Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) bentuk surat peringatan ini digunakan bagi pengenaan kategori pelanggaraan berat yang terkena sanksi secara berjenjang dari kategori pelanggaraan ringan.... akan dikenakan sanksi pencabutan SBU.... Kepada Yth Direktur PT / CV …...... .

.. Kepada Yth : Direktur PT / CV…………………………… di …………………… Perihal : Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU)* Dengan hormat..LAMPIRAN 27 KEPALA SURAT LPJK Nasional / LPJK Daerah Bentuk Surat Sanksi Pencabutan SBU Nomor Lampiran : : ………………........ dengan nomor : ..... Pemerintah Daerah Kab/Kota ………………… 2. dan dengan demikian SBU dinyatakan tidak berlaku... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah ……………………… ………………………….... .... ……………. Menunjuk Surat Peringatan pertama dan terakhir dengan Kategori Pelanggaraan Berat tanggal . Demikian surat pencabutan ini kami sampaikan untuk Saudara ketahui.... Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) bentuk surat peringatan ini digunakan bagi pengenaan kategori pelanggaraan berat yang terkena sanksi secara berjenjang dari kategori pelanggaraan ringan.... Dengan tidak memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan tersebut maka dengan ini kepada PT / CV ......... kemudian kategori pelanggaraan sedang dan selanjutnya kategori pelanggaraan berat.. ternyata sampai dengan batas waktu 30 (tiga puluh) hari yang ditetapkan Saudara selaku penanggung jawab badan usaha tidak juga memenuhi apa yang diminta dalam isi Surat Peringatan tersebut..20. LPJK Nasional / Daerah……………………… 3... Tembusan kepada Yth : 1........ dikenakan sanksi Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU)...

DAFTAR ISI FORMULIR PERMOHONAN BARU Lampiran 8-1 Lampiran 8-2 Lampiran 8-3 Lampiran 8-4 Lampiran 8-5 Lampiran 8-6 Lampiran 8-7 Lampiran 8-8 Lampiran 8-9 Lampiran 8-10 Lampiran 8-11 Lampiran 8-12 Lampiran 8-13 Lampiran 8-14 Lampiran 8-15 Lampiran 8-16 Lampiran 8-17 Lampiran 8-18 Lampiran 8-19 Lampiran 8-20 Lampiran 8-21 F1/PR/01 F1/PR/02 F1/PR/03 F1/PR/04 F1/PR/05 F1/PR/06 F1/PR/07 F1/PR/08 F1/PR/09 F1/PR/10 F1/PR/11 F1/PR/12 F1/PR/13 F1/PR/14 F1/PR/15 F1/PR/16 F1/PR/17 F1/PR/18 F1/PR/19 F1/PR/20 F1/PR/21 Formulir Permohonan SBU Bentuk Surat Pengantar Badan Usaha Permohonan Bidang / Layanan / Subbidang / Sublayanan Surat Pernyataan Badan Usaha Formulir Isian Data Administrasi Formulir Isian Data Pengurus Formulir Isian Data Penanggung Jawab Formulir Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri Formulir Data Keuangan Bentuk Neraca Gred 4 nasional Bentuk Neraca Gred 3 Lama Bentuk Neraca Gred 3 Baru Bentuk Neraca Gred 2 Formulir Isian Data Personalia (PJT/PJB/PJL) Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Teknis Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Non Teknik Surat Pernyataan Penanggung Jawab Teknik Surat Pengikatan Penanggung Jawab Daftar Riwayat Hidup Isian Pengalaman Badan Usaha Isian Data Peralatan .

LAMPIRAN 3

TABEL
BATASAN JUMLAH SUBBIDANG/SUBLAYANAN BADAN USAHA
No.
1

Gred
2

Maksimum Jumlah Subbidang/ Sub-layanan
3

Batas Kualifikasi
4

Keterangan
5

1 2

Gred 1 Gred 2 Type 1

2 SB/SL Maksimum 3B/L (5 SB/SL) Maksimum 3B/L (10 SB/SL) Maksimum 6B/L (15 SB/SL) Maksimum 3B/L (5 SB/SL) Maksimum 3B/L (10 SB/SL) Maksimum 7B/L (25 SB/SL) Tidak terbatas 10B/L (33 SB/SL)

Gred 2

Sesuai PP 28/2000, pasal 8, ayat 2, huruf b Perusahaan baru tanpa pengalaman maksimal 1 thn sejak berdiri dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Perusahaan baru dengan pengalaman maksimal 1 thn sejak berdiri dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Pengalaman sesuai subbidang dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Perusahaan baru tanpa pengalaman maksimal 1 thn sejak berdiri dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Perusahaan baru dengan pengalaman maksimal 1 thn sejak berdiri dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Pengalaman sesuai subbidang dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2 Pengalaman sesuai subbidang dan memenuhi kriteria penetapan kualifikasi Lampiran 2

3

Gred 2 Type 2

Sesuai Pengalaman

4

Gred 2 Type 3

Sesuai tahun sebelumnya

5

Gred 3 Type 1

Gred 3

6

Gred 3 Type 2

Sesuai Pengalaman

7

Gred 3 Type 3

Sesuai tahun sebelumnya

8

Gred 4

Sesuai tahun sebelumnya

LAMPIRAN 5

I.

Bentuk Cap Legalisasi Rekaman SBU di BPRU Nasional

Mengetahui sesuai dengan aslinya BPRU Nasional

………………………. Ketua

II. Bentuk Cap Legalisasi Rekaman SBU di BPRU Daerah

Mengetahui sesuai dengan aslinya BPRU Daerah Propinsi……………

……………………….. Ketua

LAMPIRAN 7 STRUKTUR ORGANIGRAM BSLN / BSLD
BANDING BANDING PENGAWAS PENGAWAS KETUA BSLN/BSLD

PEMUTUS PEMUTUS PENILAI ASESOR

SEKRETARIAT

BENDAHARA

VALIDASI VERIFIKASI

VALIDATOR VERIFIKATOR

DATABASE

KEUANGAN

KETERANGAN :
1. 2. 3. Asesor dan Pemutus dapat bekerja paruh waktu Bagi asosiasi yang belum terakreditasi dibentuk TVVN-TVVD Unsur BSLN/BSLD adalah : a. Banding b. Pengawas c. Pengurus (Ketua, Sekretaris, Bendahara) d. Pemutus (asosiasi dan stake holder profesional – paruh waktu) e. Asesor (asosiasi dan stake holder profesional – paruh waktu) f. Database (profesional-penuh waktu) g. Verifikator / Validator (asosiasi, profesional – penuh waktu)

LAMPIRAN 8 STRUKTUR ORGANIGRAM BSAN / BSAD BANDING BANDING PENGAWAS PENGAWAS KETUA BSAN/BSAD PEMUTUS PEMUTUS PENILAI ASESOR SEKRETARIAT BENDAHARA VALIDASI VERIFIKASI KETERANGAN : 1. VALIDATOR VERIFIKATOR DATABASE KEUANGAN Asesor dan Pemutus dapat bekerja paruh waktu Jika asosiasi mempunyai cabang didaerah kabupaten / kota maka verifikator dan validator 1 ada di kab/kota dan pada BSAD di provinsi ditempatkan validator 2 Unsur BSAN/BSAD adalah : a. Asesor (asosiasi dan stake holder profesional – paruh waktu) f. Database (profesional-penuh waktu) g. Pengurus (Ketua. Bendahara. Sekretaris. 2. Pemutus (asosiasi dan stake holder profesional – paruh waktu) e. data base) d. Verifikator / Validator (asosiasi. 3. Banding b. Pengawas c. profesional – penuh waktu) .

Menengah.Pengawas) Golongan Badan Usaha (Besar. PENGURUS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Pengurus Jabatan yang di pegang Alamat tempat tinggal pengurus Kode Kab/Kota Nomor KTP Pendidikan terakhir Nomor Ijazah lulusan terakhir Tanggal Lahir Tempat Lahir Agama J. badan usaha) Nomor KTP pemilik saham Alamat pemilik saham Kode Kab/Kota domisili pemilik Jumlah lembar saham yang dimiliki Nilai saham perlembarnya Modal Dasar Modal disetorkan I. PJB.PMDN.Kecil) Kekayaan bersih badan usaha Kode Kab/Kota domisili badan usaha H. PJL E. TENAKER 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Nama Tenaga Kerja Jabatan tenaga kerja (PJBU/PJT/PJB/PJL) Bidang yang ditanganinya Sub bidang yang ditanganinya Alamat tenaga kerja Kode Kab/Kota Nomor KTP Pendidikan terakhir Nomor Iajazah Tanggal Lahir Tempat Lahir Agama Nomor Registrasi Tenaga Ahli untuk PJT. DRBU 1 2 3 4 5 Kode Sub bidang Klasifikasi Kode Asosiasi Kemampuan Dasar Kualifikasi Tahun .PMA) Jenis Badan Usaha (Perencana. AKTE PENDIRIAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nomor Akta Pendirian Nama Notaris Pembuat Akta Alamat Kantor Notaris Tanggal Akta Pendirian Kode Kabupaten tempat notaris Nomor Pengesahan Menteri Tanggal Pengesahan Menteri Nomor Pengesahan Pengadilan Negeri Tanggal Pengesahan Pengadilan Negeri Nomor Pengesahan Lembar Negara Tanggal Pengesahan Lembar Negara F. PERALATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jenis atau nama peralatan Jumlah peralatan Kapasitas pakai peralatan Merk peralatan Nomor seri peralatan Tahun pembuatan Kondisi sekarang Lokasi / letak peralatan Harga beli peralatan D. KEUANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Tahun SPT pertama Tahun SPT kedua Nilai SPT tahun pertama Nilai SPT tahun Kedua Tahun pemasukan pertama Tahun pemasukan kedua Tahun pemasukan ketiga Tahun pemasukan keempat Tahun pemasukan kelima Pemasukan Tahun pertama Pemasukan Tahun Kedua Pemasukan Tahun Ketiga Pemasukan Tahun Keempat Pemasukan Tahun Kelima B. AKTE PERUBAHAN 1 2 3 4 5 Tanggal Akta Perubahan Nomor Akta Perubahan Nama Notaris Pembuat Akta Alamat Kantor/Tempat Kerja Notaris Kode Kab/Kota tempat Akta dibuat G.LAMPIRAN 10 DATABASE BADAN USAHA A. PEMILIK SAHAM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Pemilik saham Jenis kepemilikan saham (perseorangan. PENGALAMAN PEKERJAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Tahun Proyek Nama Paket Pekerjaan Kilasan tentang proyek Nomor Kontrak yang dilaksanakan Nomor Kode Pekerjaan Kontruksi Nomor Berita Acara Serah Terima Tanggal Pekerjaan dimulai Tanggal Pekerjaan Selesai Nilai kontrak pekerjaan Nilai kontrak pekerjaan dihitung tahun sekarang Kode Sub Bidang Klasifikasi Pengguna Jasa atau pemberi proyek Kode Propinsi tempat proyek C. BADAN USAHA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nomor Registrasi Badan Usaha (6 digit) Nama Badan Usaha Alamat domisili Badan Usaha Kode Pos Badan Usaha Nomor telepon Badan Usaha Nomor fax badan usaha Alamat Email Badan Usaha Alamat situs / website badan usaha Nomor Pokok Wajib Pajak BentukBadan Usaha(Nasional.

.... : .................. Ditetapkan di Pada tanggal : .................................................................................................................... dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sertifikat............ Sertifikat ini dinyatakan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkan........ : Dinyatakan memiliki kompetensi dan kemampuan serta dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa pengawas konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia............................................... ....................................... No............................ Ketua Keterangan : 1................. : ....................................... Berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b Undang-Undang No............................................ : ........... ...................................... ................. : ........................................ : ...................................................... dengan ini Konstruksi Nasional menetapkan bahwa : Nama Badan Usaha Nama Pimpinan /PJBU Alamat Badan Usaha Kabupaten/Kota Provinsi Nomor Telepon E-mail NPWP Jenis Usaha Sifat Usaha Kemampuan Keuangan Nomor Registrasi 1999 tentang Jasa Konstruksi............................................... dan berdasarkan 2008 tentang Registrasi Usaha Lembaga Pengembangan Jasa : ......................................... Badan Pelaksana Registrasi Usaha LPJK Nasional / Daerah .......................................................................................................................... dengan klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana yang tercantum di halaman belakang sertifikat ini... serta harus diregistrasi ulang pada tahun ke-2 (dua) dan tahun ke-3 (tiga)....lpjk................................................................................ Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah... Usaha (SBU)............................................. 2...... : Jasa Pengawas : Umum / Spesialis : Rp. dan berakhir pada tanggal ............................................................................... : ....... Bidang Perusahaan Foto 3X 4 Penanggung Jawab Badan Usaha .................................................................... : . 18 Tahun Badan Usaha Jasa Pengawas Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Badan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor : 12a Tahun Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi..................... Ketua .................................................................................. Data yang tertera dalam SBU dan Daftar Perolehan Pekerjaan dapat diklarifikasi melalui www...........lpjk........................... kode pos : ............................................ Sertifikat ini harus dilampiri Daftar Perolehan Pekerjaan.......................... Fax : . .................................org................................................................................. : ..........................................org www..................... 3............................................................... Untuk kepentingan registrasi ulang sertifikat ini dilarang dilaminasi........................................................Lampiran 15-1 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board SERTIFIKAT BADAN USAHA JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nomor : .................................

..... ....................... ...... Dewan Pengurus Nasional / Provinsi............ Nasional / Daerah .......... ........................ .. .......................... Untuk kepentingan registrasi ulang sertifikat ini dilarang dilaminasi. 2....... .................................. ............ ............. ........... :... ..org............ ........... Ketua Keterangan : 1... Telah dilakukan registrasi ulang Tahun ke-2 LPJK BSA Tahun ke-3 LPJK BSA .................... Data yang tertera dalam SBU ini dapat diklarifikasi melalui www.. ..... Ketua Umum / Ketua ( ) ( ) ( ) ( ) ........... KD = 3 X Nlai Paket Pekerjaan tertinggi yang diperoleh selama kurun waktu 7 tahun terakhir..... Nomor Kode KUALIFIKASI SUB LAYANAN Tahun Nilai (juta Rp) LOGO ASOSIASI KEMAMPUAN DASAR Keterangan : KD = Kemampuan Dasar (dalam jutaan rupiah) pada saat Sertifikasi...................................lpjk...... ............. : ................... .. ....... Seri : ...No...................... Badan Sertifikasi Asosiasi ........ RINCIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI BADAN USAHA JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nama Badan Usaha Layanan Usaha Golongan Usaha Anggota Asosiasi : . : .... KLASIFIKASI No.................... .

Pengisian dengan diketik / huruf cetak. . Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini. Apabila lembar ini tidak mencukupi. 3. 4. Daftar Perolehan Pekerjaan ini berlampiran SBU yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai keabsahan sertifikat. 5. dan dilarang melaminating daftar ini.org.Lampiran 17 DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1. Data yang tersebut dalam Daftar Perolehan Pekerjaan ini dapat di klarifikasi melalui situs LPJK dengan alamat www. 2.lpjk.

..................................................... 2............................................ : . : ................................ .................................lpjk................................................... Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah..........................................Lampiran 15-2 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board SERTIFIKAT BADAN USAHA JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nomor : ........ : ...................................... Badan Pelaksana Registrasi Usaha LPJK Nasional / Daerah ................................................................. Sertifikat ini harus dilampiri Daftar Perolehan Pekerjaan........................... dengan ini Konstruksi Nasional menetapkan bahwa : Nama Badan Usaha Nama Pimpinan /PJBU Alamat Badan Usaha Kabupaten/Kota Provinsi Nomor Telepon E-mail NPWP Jenis Usaha Sifat Usaha Kemampuan Keuangan Nomor Registrasi 1999 tentang Jasa Konstruksi.... 18 Tahun Badan Usaha Jasa Pengawas Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Badan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor : 12a Tahun Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi......................... dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sertifikat........................................... : ........................ Bidang Perusahaan Foto 3X 4 Penanggung Jawab Badan Usaha ................................... dan berakhir pada tanggal ........................................................................................................................................................................................org www........ Ketua Keterangan : 1.................................................... 3....................................................... Ditetapkan di Pada tanggal : ......................................................... kode pos : .................................org.............................................................. : Dinyatakan memiliki kompetensi dan kemampuan serta dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa pengawas konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia.. : Jasa Pengawas : Umum / Spesialis : Rp........ ....................... No..................................................... Untuk kepentingan registrasi ulang sertifikat ini dilarang dilaminasi..... .................. ....... : ............ serta harus diregistrasi ulang pada tahun ke-2 (dua) dan tahun ke-3 (tiga).................. Fax : ................................ Usaha (SBU)........................................... : ...........................................lpjk............. : .................. dan berdasarkan 2008 tentang Registrasi Usaha Lembaga Pengembangan Jasa : ..................................... Data yang tertera dalam SBU dan Daftar Perolehan Pekerjaan dapat diklarifikasi melalui www................................................................................ Sertifikat ini dinyatakan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkan..... Berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b Undang-Undang No.................................................................................. dengan klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana yang tercantum di halaman belakang sertifikat ini.................................................. : .......... Ketua .............................................

....... ........................... Nomor Kode KUALIFIKASI SUBLAYANAN Tahun Nilai (juta Rp) KEMAMPUAN DASAR Keterangan : KD = Kemampuan Dasar (dalam jutaan rupiah) pada saat Sertifikasi.. Seri : ............. .......No... :......................... ............ ... ................. ..... Telah dilakukan registrasi ulang Tahun ke-2 LPJK TVV Tahun ke-3 LPJK TVV ` . KD = 3 X Nlai Paket Pekerjaan tertinggi yang diperoleh selama kurun waktu 7 tahun terakhir.................... ................ ...... 2....... Untuk kepentingan leges.................... : . ......... ............... ....org.... Data yang tertera dalam SBU ini dapat diklarifikasi melalui www..... RINCIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI BADAN USAHA JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nama Badan Usaha Layanan Usaha Golongan Usaha Anggota Asosiasi : .... ..... Badan Sertifikasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah ... sertifikat ini dilarang dilaminasi............. .......... Ketua Keterangan : 1.......... KLASIFIKASI No......... . ( ) ( ) ( ) ( ) ...... : .......... ..................... Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah.........lpjk.............

.lpjk. 3. 5. Pengisian dengan diketik / huruf cetak. Daftar Perolehan Pekerjaan ini berlampiran SBU yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai keabsahan sertifikat. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha.Lampiran 17 DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini. Data yang tersebut dalam Daftar Perolehan Pekerjaan ini dapat di klarifikasi melalui situs LPJK dengan alamat www. dan dilarang melaminating daftar ini. 4.org. 2. Apabila lembar ini tidak mencukupi.

............... : Jasa Perencana : Umum / Spesialis : Rp.................................... : ........................... Badan Pelaksana Registrasi Usaha LPJK Nasional / Daerah .................................................. dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sertifikat.. : ......Lampiran 15-2 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board SERTIFIKAT BADAN USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI Nomor : .................... : .................. : ............................................................................................................................................. dengan klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana yang tercantum di halaman belakang sertifikat ini...................................... : ........................................................................................................................... : Dinyatakan memiliki kompetensi dan kemampuan serta dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa perencana konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia...lpjk................. Data yang tertera dalam SBU dan Daftar Perolehan Pekerjaan dapat diklarifikasi melalui www................................. Untuk kepentingan registrasi ulang sertifikat ini dilarang dilaminasi........................................................................... kode pos : ................................................................................. Bidang Perusahaan Foto 3X 4 Penanggung Jawab Badan Usaha ............................... 3.... ........................ Badan Usaha Jasa Perencana Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU)......................................................................... dan berdasarkan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor : 12a Tahun 2008 tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi........ Fax : . : .............................................. Sertifikat ini harus dilampiri Daftar Perolehan Pekerjaan............................................... : ....... Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah....................................... Ketua Keterangan : 1.... serta harus diregistrasi ulang pada tahun ke-2 (dua) dan tahun ke-3 (tiga).............................................................................................................................................................lpjk.................... No.................................. 2....................... Berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b Undang-Undang No.............org www........... ... .................................. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi....................... .. Ditetapkan di Pada tanggal : ............................................ : ....................................................................................................... Ketua ............................................... Sertifikat ini dinyatakan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkan...............................org....... dan berakhir pada tanggal ............... dengan ini Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional menetapkan bahwa : Nama Badan Usaha Nama Pimpinan /PJBU Alamat Badan Usaha Kabupaten/Kota Provinsi Nomor Telepon E-mail NPWP Jenis Usaha Sifat Usaha Kemampuan Keuangan Nomor Registrasi : ............................................

......... : ..... Data yang tertera dalam SBU ini dapat diklarifikasi melalui www.... Telah dilakukan registrasi ulang Tahun ke-2 LPJK BSA Tahun ke-3 LPJK BSA ` ................ Untuk kepentingan leges....................... ...... . Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah....... ... ..... Ketua Keterangan : 1..... KLASIFIKASI No...... ........ ( ) ( ) ( ) ( ) .................... : .............org..... ............. KD = 3 X Nlai Paket Pekerjaan tertinggi yang diperoleh selama kurun waktu 7 tahun terakhir..... ... .............lpjk. .......................... Badan Sertifikasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah ........ .............. 2. sertifikat ini dilarang dilaminasi..............No... Seri : ........... ..................... ................ RINCIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI BADAN USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI Nama Badan Usaha Bidang / Layanan Usaha Golongan Usaha Anggota Asosiasi : .................... ... .......... ...... :.... Nomor Kode KUALIFIKASI SUB BIDANG / SUB LAYANAN Tahun Nilai (juta Rp) KEMAMPUAN DASAR Keterangan : KD = Kemampuan Dasar (dalam jutaan rupiah) pada saat Sertifikasi...............

4. Pengisian dengan diketik / huruf cetak. Apabila lembar ini tidak mencukupi. . dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha. dan dilarang melaminating daftar ini. 5.Lampiran 17 DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1.lpjk. 3. 2.org. Daftar Perolehan Pekerjaan ini berlampiran SBU yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai keabsahan sertifikat. Data yang tersebut dalam Daftar Perolehan Pekerjaan ini dapat di klarifikasi melalui situs LPJK dengan alamat www.

.. : ............ Ditetapkan di Pada tanggal : ............................................................................................. Dinyatakan memiliki keahlian kerja serta dapat melaksanakan pekerjaan jasa pengawas konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia........ : ........................... Foto 3 X 4 Bidang Perusahaan ..............Lampiran 15 ... Sertifikat ini harus dilampiri Daftar Perolehan Pekerjaan................................................................................ : Jasa Perencana Nomor Registrasi : ......... Sertifikat ini dinyatakan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkan...... serta harus diregistrasi ulang pada tahun ke-2 (dua) dan tahun ke-3 (tiga).. No.............. Ketua ................................................................kode pos : ................ : ........................ Berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b Undang-Undang No...................................lpjk.......................................... Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah..... ...................... 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi bahwa Usaha Orang Perseorangan wajib memiliki Sertifikat........................................org. dengan ini Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional...................................................................................................................................... menetapkan bahwa : Nama Alamat Kabupaten/Kota Provinsi Nomor Telepon NPWP Jenis usaha : ............................................................. : ............................ 2........................... Untuk kepentingan leges sertifikat ini dilarang dilaminasi. Ketua Keterangan : 1.............................................................................................................. dan berdasarkan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor : 12a Tahun 2008 tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi................................................................................................ : ..................... : ... dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sertifikat................................3 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board TANDA DAFTAR USAHA ORANG PERSEORANGAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nomor : ………………………................................ Badan Pelaksana Registrasi Usaha LPJK Daerah ................................................ ... dan berakhir pada tanggal ............................... 3................... Data yang tertera dalam TDUP dan Daftar Perolehan Pekerjaan dapat diklarifikasi melalui www............................ dengan klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana yang tercantum di halaman belakang sertifikat ini...... Fax : ........................................................................

. Tahun ke-2 LPJK Tahun ke-3 LPJK ` ...... ( ) ( ) .... ..... .. . 2............. Badan Sertifikasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah .. Data yang tertera dalam TDUP ini dapat diklarifikasi melalui www.. sertifikat ini dilarang dilaminasi..... ........ Untuk kepentingan leges.... ................ : Jasa Pengawas KLASIFIKASI No.............. ............lpjk..... ........ .......... ...... RINCIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI USAHA ORANG PERSEORANGAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI Nama Jenis Usaha : . Seri : ........... Nomor Kode KUALIFIKASI SUB LAYANAN Nomor SKA Telah dilakukan registrasi ulang Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah...............org................... .. Ketua Keterangan : 1...... .......No.........

Pengisian dengan diketik / huruf cetak. 3. 2.org dan dilarang melaminating sertifikat ini. .lpjk. 4.DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1. Apabila lembar ini tidak mencukupi. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha. Kebenaran data yang ada dalam sertifikat ini dapat dilihat pada Daftar registrasi Badan Usaha (DrBU) dengan alamat www.

.......................................... Data yang tertera dalam TDUP dan Daftar Perolehan Pekerjaan dapat diklarifikasi melalui www....................... No.............. dan berakhir pada tanggal .................................................... : ... Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah.......................... : ...........................kode pos : ................................lpjk......................................................................................................................................................3 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board TANDA DAFTAR USAHA ORANG PERSEORANGAN JASA PERENCANA KONSTRUKSI Nomor : ………………………............... : ............ menetapkan bahwa : Nama Alamat Kabupaten/Kota Provinsi Nomor Telepon NPWP Jenis usaha : ................... 2......... dengan ini Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional.... .............................................................................................. serta harus diregistrasi ulang pada tahun ke-2 (dua) dan tahun ke-3 (tiga)................................... ...... Foto 3 X 4 Bidang Perusahaan ....... Fax : ..................................... 3............................................ Sertifikat ini dinyatakan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkan................. dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sertifikat......................... Untuk kepentingan leges sertifikat ini dilarang dilaminasi...................................... : ................................................................................................................................... dan berdasarkan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor : 12a Tahun 2008 tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana Konstruksi dan Jasa Pengawas Konstruksi...................... Berdasarkan ketentuan Pasal 8 huruf b Undang-Undang No............... 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi bahwa Usaha Orang Perseorangan wajib memiliki Sertifikat............................. : ......................................................... dengan klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana yang tercantum di halaman belakang sertifikat ini.........................org...........................Lampiran 15 ............ Ditetapkan di Pada tanggal : ................................................... : Jasa Perencana Nomor Registrasi : ........................................................ : ....... Sertifikat ini harus dilampiri Daftar Perolehan Pekerjaan. Badan Pelaksana Registrasi Usaha LPJK Daerah ................... Dinyatakan memiliki keahlian kerja serta dapat melaksanakan pekerjaan jasa perencana konstruksi di seluruh wilayah Republik Indonesia............... Ketua ...................................................................... Ketua Keterangan : 1...

.... Tahun ke-2 LPJK Tahun ke-3 LPJK ` ...... Nomor Kode KUALIFIKASI SUBBIDANG / SUB LAYANAN Nomor SKA Telah dilakukan registrasi ulang Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah... ..................................... Seri : . : Jasa Perencana KLASIFIKASI No.. .... RINCIAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI USAHA ORANG PERSEORANGAN JASA PERENCANA KONSTRUKSI Nama Jenis Usaha : . ... .......................... .... Data yang tertera dalam TDUP ini dapat diklarifikasi melalui www... Untuk kepentingan leges.. ....... .....lpjk...........................No. Badan Sertifikasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah ... Ketua Keterangan : 1........... .org.... ( ) ( ) .......... .......... ... sertifikat ini dilarang dilaminasi...... . 2.........

. 2. 3. Kebenaran data yang ada dalam sertifikat ini dapat dilihat pada Daftar registrasi Badan Usaha (DrBU) dengan alamat www. 4.DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1.lpjk.org dan dilarang melaminating sertifikat ini. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha. Pengisian dengan diketik / huruf cetak. Apabila lembar ini tidak mencukupi. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini.

........... dan dengan pengunduran ini kami tidak ada sangkut paut lagi dengan asosiasi ………....... tahun Nomor Lampiran : : Kepada Yth. tgl.. Ketua Umum BPD / BPC Asosiasi………. segala akibat pengunduran diri ini adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami..LAMPIRAN 16 KEPALA SURAT BADAN USAHA ………….. bulan….............. bahwa terhitung sejak hari ……. bulan... tgl…….. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan dan atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih...... Hormat kami. 1...... Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha ... (Tanda tangan dan nama jelas) Tembusan Yth. di …………. PT / CV ...... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah ........ kami menyatakan : • • • mengundurkan diri sebagai anggota asosiasi………... Dengan ini kami sampaikan kepada Saudara...... tahun…….... Perihal : Pengunduran diri sebagai anggota asosiasi Dengan hormat...... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional 2..

. bukti keanggotaan terlampir.. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah . dengan ini kami sampaikan kepada Saudara....... Hormat kami.... dan menjadi anggota Asosiasi.. PT / CV ....... tahun Nomor Lampiran : : Kepada Yth......perihal... badan usaha kami telah mengundurkan diri sebagai anggota dari asosiasi ....... Demikian kami sampaikan dan atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.......... Perihal : Pemberitahuan Pindah Asosiasi Dengan hormat........ Driektur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha .. tanggal ........... bahwa terhitung mulai tanggal . tgl.. Ketua Umum BPD/BPC Asosiasi (baru) 2......... akan kami ajukan melalui BSAN / BSAD / TVVN / TTVD ……………………. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional 3.........1 KEPALA SURAT BADAN USAHA ……............. ( Tanda tangan dan nama jelas) Tembusan kepada : 1................... Berdasarkan surat kami Nomor : .....LAMPIRAN 16 .......... di ………….... yang ditujukan kepada Ketua Umum BPD / BPC asosiasi..... sesuai ketentuan yang berlaku........... Ketua BPRU Nasional / BPRU Daerah ……….... Selanjutnya pengajuan permohonan registrasi........................ bulan.

tanggal...............2 KEPALA SURAT BADAN USAHA SURAT PERNYATAAN PENGUNDURAN DIRI Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan Alamat : . Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah ................ Dalam kedudukan sebagaimana tersebut di atas.......................... PT / CV .................... tahun .LAMPIRAN 16 ....... : ...... : ............... badan usaha kami telah pindah dan menjadi anggota asosiasi ........... Terhitung sejak tanggal . Badan usaha kami telah melunasi seluruh kewajiban kami selaku anggota asosiasi................ (Tanda tangan dan Nama jelas) Copy disampaikan kepada : 1..................... tahun. bulan.... Terhitung sejak tanggal.... bulan. . Ketua Umum BPD/BPC Asosiasi 2...................... 3......... bulan ...... dan 4. 2. kami akan segera melunasi....... Demikian Surat Pernyataan ini kami buat dengan sesungguhnya atas kehendak sendiri dan dengan penuh rasa tanggung jawab.. dengan ini menyatakan : 1... tahun Yang menyatakan.. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional 3............ Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha Materai sesuai ketentuan dan cap badan usaha .. badan usaha kami telah mengundurkan diri sebagai anggota asosiasi ................... Apabila ternyata kami masih mempunyai kewajiban keuangan kepada asosiasi ...................

... Website: http://www.............lpjk.. dapat menghubungi LPJK setempat........ dengan memasukkan nomor akses..php. Surat keterangan ini diproses menggunakan STI – LPJK Nasional. 2.... Dikeluarkan tanggal .... (berlaku sampai dengan tanggal ... (Construction Services Development Board) …………………………………………………... Jika diperlukan informasi lebih lanjut. ..LAMPIRAN 17 Surat Keabsahan Registrasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ……………….... Telp: +62-………….........) Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dengan ini menyatakan bahwa : Nama Badan Usaha Alamat Badan Usaha : ……………………………………… : ……………………………………… telah teregistrasi di LPJK dengan keterangan sebagai berikut : Nomor Registrasi Badan Usaha Bidang / Layanan Kode Subbidang / Sublayanan : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… BIDANG / LAYANAN / SUBBIDANG / SUBLAYANAN DIBUAT TABEL Demikian surat keabsahan registrasi ini dibuat untuk klarifikasi terhadap SBU dan tidak untuk digunakan sebagai pengganti SBU.org / konfirmasi_surat.lpjk.... Kebenaran surat keterangan ini dapat dilihat pada http://www.. Fax : +62-………….. 1.org/ Email:………………… SURAT KEABSAHAN REGISTRASI Nomor Akses :………..

LAMPIRAN 18 Surat Keterangan Tidak Dikenakan Sanksi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ………………...... (Construction Services Development Board) …………………………………………………..... Catatan : 1............ dapat menghubungi LPJK setempat. Surat keterangan ini diproses menggunakan STI – LPJK Nasional. Demikian keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Jika diperlukan informasi lebih lanjut. Telp: +62-…………... Fax : +62-………….....lpjk.. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Date/time .......org/ Email:………………… SURAT KETERANGAN TIDAK DIKENAKAN SANKSI DAN ATAU MASUK DALAM DAFTAR HITAM LPJK Nomor Akses :……….. 2...php... . dengan memasukkan nomor akses.... Kebenaran surat keterangan ini dapat dilihat pada http://www.) Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dengan ini menyatakan bahwa : Badan Usaha Alamat Badan Usaha Kabupaten / Kota Kodepos Telepon Fax Propinsi Nomor Registrasi Badan Usaha Pimpinan Badan Usaha : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… sebagaimana disebut di atas tidak dalam status terkena sanksi dan masuk dalam daftar hitam LPJK....lpjk..... Website: http://www...org / konfirmasi_surat.... (berlaku sampai dengan tanggal .

Fax : +62-………….. Surat keterangan ini diproses menggunakan STI – LPJK Nasional.. Catatan : 1......... (Construction Services Development Board) ………………………………………………….. 2.. Website: http://www. Jika diperlukan informasi lebih lanjut.lpjk. Telp: +62-………….... dengan memasukkan nomor akses...org/ Email:………………… SURAT KETERANGAN KEBENARAN DATA BADAN USAHA Nomor Akses :……….. dapat menghubungi LPJK setempat........ .) Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi dengan ini menyatakan bahwa : Nama badan usaha Alamat badan usaha Kabupaten / kota Kode pos Telepon Fax Propinsi Nomor Registrasi Badan Usaha Nama pimpinan badan usaha : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… sebagaimana disebut di atas tercatat pada sistem informasi LPJK mempunyai kompetensi usaha..Surat Keterangan Kebenaran Data Badan Usaha LAMPIRAN 19 Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ………………....org / konfirmasi_surat.. (berlaku sampai dengan tanggal ....php........ Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Date/time ....... klasifikasi dan kualifikasi sebagai berikut : Kekayaan bersih Kemampuan keuangan Kemampuan menangani paket Klasifikasi Kualifikasi : ……………………………………… : ……………………………………… : …………………… paket pekerjaan : ……………………………………… : ……………………………………… Demikian keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.... Kebenaran surat keterangan ini dapat dilihat pada http://www.lpjk.....

. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini. Dilarang melaminasi daftar perolehan pekerjaan ini.org. Daftar Perolehan Pekerjaan ini berlampiran SBU dan TDUP yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai keabsahan sertifikat.Lampiran 21 DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Bidang Usaha Anggota Asosiasi : : : Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Pengguna Jasa Keterangan : 1. Pengisian dengan diketik / huruf cetak. 3. Apabila lembar ini tidak mencukupi. 6. 2. Data tersebut dalam Daftar Perolehan Pekerjaan ini dapat di klarifikasi melalui situs LPJK dengan alamat www. 4. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha. 5.lpjk.

……… : ………………………….. Subbidang / Bagian subbidang LAMPIRAN 23 Bidang Jumlah badan usaha Jumlah proyek Jumlah paket Nilai kontrak .REKAPITULASI DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN Propinsi Periode 6 Bulan Tanggal Cetak : …………………………... : …………. s/d ….

.... yang Saudara pimpin berupa : ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………... dengan nomor registrasi ..... Kepada Yth : Direktur PT / CV…………………………… di …………………… Perihal : Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU)* Dengan hormat.......... Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) bentuk surat peringatan ini digunakan bagi pengenaan kategori pelanggaraan berat secara langsung. …………….............. Sehubungan dengan Pelanggaraan Berat sesuai ketentuan Peraturan LPJK Nomor : .............. LPJK Nasional / Daerah……………………… 4....20...LAMPIRAN 28 KEPALA SURAT LPJK Nasional / LPJK Daerah Bentuk Surat Sanksi Pencabutan SBU Nomor Lampiran : : ……………….. Instansi Pemerintah terkait 2.. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Daerah ……………………… …………………………..…………………………..... dengan ini kepada PT / CV ... dikenakan sanksi Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU). dinyatakan tidak berlaku. **) coret yang tidak perlu ...... Tembusan kepada Yth : 1.... Demikian surat pencabutan ini kami sampaikan untuk dimaklumi.... Pemerintah Daerah Propinsi/Kab/Kota ………………… 3...... huruf b / c / d / e / f / g** yang dilakukan oleh PT / CV ... dan dengan demikian SBU atas nama PT / CV .

Isolasi Termal dan Suara. Instalasi Utilitas dan Plumbing Instalasi Minyak.LAMPIRAN 29 KONVERSI BIDANG/SUBBIDANG/LAYANAN/SUBLAYANAN SK 200/KPTS/LPJK/D/XI/2003 BIDANG/SUBBIDANG/ LAYANAN/SUBLAYANAN PERLEM 12 TAHUN 2006 DENGAN BIDANG/SUBBIDANG/ LAYANAN/SUBLAYANAN PERLEM 12a TAHUN 2008 Peraturan Registrasi Kode 11000 11001 11002 11003 11004 11005 SK 200 Kode Subbidang / Sublayanan Subbidang / Sublayanan Bidang ARSITEKTURAL Jasa Nasihat/Pra-Disain. Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi. Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya SR0300 SR0100 SR0200 SR0400 Struktur Bangunan Prasarana Keairan Prasarana Transportasi Subbidang Sipil Lainnya 13000 13001 13002 13003 Bidang MEKANIKAL Jasa Disain Enjiniring Mekanikal Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Industrial Plant dan Proses Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Mekanikal Lainnya MR0100 MR0200 MR0300 MR0400 Instalasi Tata Udara. Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Teknik Sipil Keairan. Lift dan Eskalator. Gas dan Geothermal Pekerjaan Mekanikal untuk Industri dan Ketenagaan Sub Bidang Pekerjaan Mekanikal Lainnya . Disain dan Administrasi Kontrak Arsitektural Jasa Arsitektural Lansekap Jasa Desain Interior Jasa Penilai Perawatan Bangunan Gedung Jasa Arsitektur Lainnya AR0100 AR0300 AR0200 AR0400 AR0400 Arsitektur Bangunan Arsitektur Interior Arsitektur Lansekap Subbidang Arsitektur Lainnya Subbidang Arsitektur Lainnya 12000 12001 12002 12003 12004 Bidang S I P I L Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Bangunan.

Survei Hidrografi/Batimetri Sistem Informasi Geografi Survei Hidrologi Investigasi Teknik 17000 17001 17002 Layanan JASA ANALISIS & ENJINIRING LAINNYA Jasa Komposisi.01 JA. Geofisik dan Prospek Lainnya PP.03 PP.01 Jasa Inspeksi/ Supervisi Jasa Inspeksi/ Supervisi Jasa Inspeksi/ Supervisi . Subbidang Elektrikal Lainnya Subbidang Elektrikal Lainnya 15000 15001 15002 15003 Bidang TATA LINGKUNGAN Jasa Konsultansi Lingkungan Jasa Perencanaan Urban Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Tata Lingkungan Lainnya TR0200 TR0300 TR0400 Teknik Lingkungan Pengembangan Kota dan Wilayah Sub Bidang Tata Lingkungan Lainnya 16000 16001 16002 16003 16004 Layanan JASA SURVEY Jasa Survey Permukaan Jasa Pembuatan Peta Jasa Survey Bawah Tanah Jasa Geologi.14000 14001 14002 14003 Bidang ELEKTRIKAL Jasa Disain Enjiniring Elektrikal Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Sistem Kontrol Lalu-Lintas Jasa Nasehat/Pra-Disain dan Disain Enjiniring Pekerjaan Elektrikal Lainnya ER0100 ER0200 ER0300 ER0400 ER0400 Instalasi Listrik & Penanggkal Petir Instalasi Pembangkit Jaringan.01: PP.05 PP06 Survei Teristris .04 PP. Kemurnian dan Analisis Jasa Enjiniring Lainnya TR0100 PP06 Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Investigasi Teknik 31000 31001 31002 31003 Layanan JASA INSPEKSI TEKNIS Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Bangunan Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Keairan JA.01 JA. Survei Pengindraan Jauh / Fotogrametri . Transmisi dan Distribusi Telekomunikasi .02. PP.

03 Manajemen Konstruksi .03 PP07 PP08 JA. Manajemen Proyek Manajemen Konstruksi . Manajemen Proyek Manajemen Konstruksi .03 PP07 PP08 JA.03 PP07 PP08 JA.03 PP07 PP08 JA.02 JA. Manajemen Proyek Manajemen Konstruksi .02 JA. Manajemen Proyek Manajemen Konstruksi .03 PP07 PP08 JA.02 JA.31004 31005 31006 Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Industrial Plant dan Proses Jasa Enjiniring Fase Konstruksi dan Instalasi Sistem Konstrol Lalu-Lintas JA.02 JA.01 Jasa Inspeksi/ Supervisi Jasa Inspeksi/ Supervisi Jasa Inspeksi/ Supervisi 32000 32001 32002 32003 32004 32005 32006 Layanan JASA MANAJEMEN PROYEK Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Bangunan Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Keairan Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Industrial Plant dan Proses Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Sistem Kontrol Lalu-Lintas PP07 PP08 JA.01 JA.01 JA.02 JA.02 JA. Manajemen Proyek Manajemen Konstruksi . Manajemen Proyek 33000 33001 Layanan JASA ENJINIRING TERPADU (Khusus untuk Proyek Rp 5M s/d Rp 25 M ) Jasa Enjiniring Terpadu .

LAMPIRAN 30 KONVERSI KUALIFIKASI SK 200/KPTS/LPJK/D/XI/2003 DENGAN KUALIFIKASI USAHA PERATURAN REGISTRASI INI NO SK 75 1 2 3 4 Kecil (K) Menengah (M) Besar (B) KUALIFIKASI PERLEM 12 Gred 1 Gred 2 Gred 3 Gred 4 KETERANGAN PERLEM 12 a Gred 1 Gred 2 Gred 3 Gred 4 Usaha orang perseorangan Termasuk badan usaha asing dan kantor perwakilan asing .

: …………………………………………………………. PMA/PMDN) .4.4. Pengumuman dlm. Akte Perubahan B. Lembar Negara B. Keanggotaan Asosiasi Nomor KTA Asosiasi B.1 LOGO ASOSIASI Nama Badan Usaha Alamat Nama Validator FORM F1/PR/-01 BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI FORM : FV1 Halaman 1 VALIDASI DOKUMEN PERMOHONAN SERTIFIKASI : …………………………………………………………. NAMA PERSYARATAN SURAT PERMOHONAN Lampiran Bukti Setor Biaya Sertifikasi Lampiran Pas Photo Sertifikat (3 x 4 cm) Propinsi No.c.3. LEGALITAS B. Akte Pendirian Badan Usaha B. Didaftar di Pengadilan Negeri B.2. Surat Ijin PMA/PMDN (Untuk Pers.c.2.2. : ………………………………………………………….3. Nama Badan Usaha A. Alamat Kantor A.1.b.3. INFORMASI PERKANTORAN A.2. Status Badan Usaha A. Didaftar di Pengadilan Negeri/TDP B. Pengumuman dalam Lembar Negara B. Pengesahan Menteri Kehakiman B. NPWP B.3.2.b. Telepon Tanggal Validasi DOKUMEN Ada : …………………………………………… : …………………………………………… : …………………………………………… CATATAN Perlu Dilengkapi F1/PR/04 F1/PR/03 PERNYATAAN KEBENARAN & KEABSAHAN DATA PERMOHONAN KLASIFIKASI DAN GRED Jumlah subbidang yang diajukan Kode subbidang Gred Kemampuan Dasar (KD) F1/PR/05 DATA DASAR ADMINISTRASI A.a.1.LAMPIRAN 9.a.3. Pengesahan Menteri Kehakiman B.

1. PENGALAMAN BADAN USAHA Menurut subbidang Jumlah Proyek Nilai Proyek C. Total Kekayaan bersih Lampirkan Neraca yang telah diaudit d. PERALATAN Lampiran Informasi Peralatan (sesuai F1/PR/21) F1/PR/04 PERNYATAAN PENGIKATAN PENANGGUNG JAWAB BIDANG/LAYANAN Telah ditandatangani & bermaterai cukup FORM : FV1 Halaman 2 .3. DAFTAR PERSONIL BADAN USAHA (sesuai FRP/PR/14) Jumlah Personil Informasi/Data Posisi & Spesialisasi (PJT/PJB/PJL) B.13) c.12. KEUANGAN a. Identitas Setiap Pengurus Badan Usaha Nama / Nomor KTP Negara / Kota / Tgl. PIMPINAN & KEPEMILIKAN A.Nama Badan Usaha : …………………………………………………………… A. Jumlah Nilai asset lancar Lampirkan Neraca sesuai (F1/PR/10. Identitas Setiap Pemilik Badan Usaha F1/PR/06 Nama / Nama Institusi Alamat Jumlah lembar saham Nilai satuan saham Modal dasar Modal disetor % Pemilikan Saham Copy KTP atau Akte Pengukuhan Institusi F1/PR/08 F1/PR/14 PERNYATAAN BUKAN PEGAWAI NEGERI Ditandatangani (bermaterai cukup) FORMULIR ISIAN DATA PERSONALIA A. Lahir Pendidikan / Tahun Lulus Copy KTP (dilampirkan) C. Batas dukungan kredit Bank Lampiran Surat Pernyataan / Dukungan Bank D. Jumlah Nilai asset tetap b.11.

FORM : FV1 Halaman 3 Nama Badan Usaha : …………………………………………………………… F1/PR/08 PERNYATAAN BUKAN PEGAWAI NEGERI Telah ditandatangani & bermaterai cukup F1/PR/19 F1/PR/20 F1/PR/21 CURRICULUM VITAE DAFTAR PENGALAMAN BADAN USAHA PERALATAN KANTOR Diminta kelengkapan data REKOMENDASI VALIDATOR UNTUK SEKRETARIAT Dikirim ke Asesor (Gred 2/3) Dikirm ke BSAN (Gred 4 nasional) (Nama jelas & Tanda-tangan Validator) (Nama jelas & Tanda-tangan Database) .

– Th. : ……………………………………………………. 3. Uraian Temuan Penilaian B.LAMPIRAN 9. Neraca Th. C. juta. FPP-02-3) No. Keuangan (Lihat Form FPP-02-3) No. juta. A. Saldo Akhir : Rp. --juta. 2. Nama Asesor Tanggal Nama Badan Usaha Propinsi : ………………………….) : Dukungan Kredit Bank Uraian Temuan Diaudit : Y / T – Aktiva Lancar : Rp. I. Gred Subbidang/Sublayanan . FPP-01-2. 1. Penilaian : Y /T Batas Kredit : Rp. REKAPITULASI PENILAIAN Persyaratan Dasar (Lihat Form FPP-01-1. : Rekening Koran (Bln. : ………………………….2 LOGO ASOSIASI BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI FORM : FPP-04 REKOMENDASI PENILAIAN SERTIFIKASI : …………………………………………………….

LAMPIRAN 9. Personil (PJT/PJB/PJL) (F1/PR/14) tidak memenuhi syarat 4 II. CATATAN KEKURANGAN DATA : B. Personil (PJT/PJB/PJL) (Form F1/PR/14) tidak memenuhi syarat 4. Personil (PJT/PJB/PJL) (Form F1/PR/14) memenuhi syarat 4 Kategori –4 : Pengalaman Badan Usaha (Form F1/PR/20).2 C. Gred Subbidang / Sublayanan Kode Subbidang / Subblayanan Penilaian Kategori – 1 Kategori – 2 Kategori – 3 Kategori – 4 Keterangan : Kategori –1 : Pengalaman Badan Usaha (Form F1/PR/20). Personil (PJT/PJB/PJL) (Form F1/PR/14) memenuhi syarat 4 Kategori –2 : Pengalaman Badan Usaha (Form F1/PR/20) memenuhi syarat B. CATATAN KEKURANGAN DATA & SARAN KUALIFIKASI A. SARAN KUALIFIKASI : (Non-Kategori – 1) Disarankan mengambil Gred 4 nasional dengan memenuhi kekurangan persyaratan Personil Disarankan mengambil Gred 2 atau 3 Kode Subbidang / Sublayanan Tanda Tangan Asesor : Asesor1 Asesor2 Asesor3 . Kategori –3 : Pengalaman Badan Usaha (Form F1/PR/20) tidak memenuhi syarat B.

…………………………………………………………… Tanggal Nama Badan Usaha Tanggal Nama Pemutus : …………………………. KLASIFIKASI SUBBIDANG/SUBLAYANAN YANG MEMENUHI PERSYARATAN dan DISETUJUI PERMOHONAN Kode KD Kode PENILAIAN KD PEMUTUSAN Kode : KD Pemutus …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… . …………………………………………………………… 3. : …………………………. A.LAMPIRAN 9./……/…… : 1.3 LOGO ASOSIASI BERITA ACARA FORM : FPK-01 PEMUTUSAN SERTIFIKASI ASOSIASI : ………………………………………………………………… Propinsi : ……. KEUANGAN : C. PERSYARATAN DASAR : B. …………………………………………………………… 2.

.............. Berdasarkan hasil pemeriksaan data Badan Usaha yang dilakukan oleh Asesor..................... .. 2......... ............... 5.... 12.......... 9. 11...................... Pemutus menetapkan bahwa Badan Usaha tersebut dapat diberikan gred dan klasifikasi sebagai berikut : No 1. 6.............. 8. . 13.............. 3.. ............... Database (Nama jelas & tanda tangan) Kota : Tanggal : REGISTRASI LPJKN/D Tanggal : Penanggung Jawab BSA/Ketua Pemutus ( Nama jelas & Tandatangan ) ( Nama jelas & Tandatangan ) .. 7.................... 4.... ........... Permintaan KLASIFIKASI GRED KLASIFIKASI Persetujuan GRED Demikian Berita Acara pemeriksaan berkas sertifikasi ini dibuat dan kepada Badan Usaha tersebut dapat diberikan klasifikasi / Gred sebagaimana di atas.................. 14............ 10................BERITA ACARA EVALUASI Nama Badan Usaha Alamat Nomor Telepon Propinsi Kabupaten/Kota Pimpinan Badan Usaha : : : : : : ............................................ 15.........

1 Nama Singkat LAMPIRAN 11-12. (1) Nama (2) NRKA (3) PJT (4) PJB/ PJL (5) Bidang/Layanan (6) Subbidang / Sublayanan (7) (Lampirkan CV masing-masing personil tersebut di atas menggunakan F1/PR/19) Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 .F1/PR/15 : Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Teknik Nama Badan Usaha LAMPIRAN 11 . 1 A.15. Daftar Personil Badan Usaha KODE No.

P e r a l a t a n Jenis. K e u a n g a n a.2 LAMPIRAN 11-12. sesuai dengan Subbidangnnya) C. Jumlah Nilai Aset Tetap Rp Jumlah Nilai Aset Lancar Rp (Lampirkan neraca tahun terakhir yang telah diaudit) Total Kekayaan Bersih Rp (Sesuai dengan Neraca terakhir yang telah diaudit) Batas dukungan kredit bank (Lampirkan surat keterangan pernyataan dukungan Rp D. 2 B. menggunakan F1/PR/21) Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 FRP-D01-2 . d.LAMPIRAN 11 . jumlah dan kondisi peralatan teknis penunjang sesuai layanan (Lampirkan jenis dan jumlah peralatan yang dimiliki. c. b. Pengalaman Badan Usaha Isilah tabel di bawah ini dengan jumlah dan nilai proyek yang telah dilaksanakan Badan Usaha untuk masing-masing subbidang (sesuai orientasi Badan Usaha ) dalam 7 (tujuh) tahun terakhir No Kode Subbidang / Sublayanan Jumlah Proyek Nilai Proyek (dalam Jutaan Rupiah) TOTAL Lampirkan uraian masing-masing proyek tersebut di atas menggunakan F1/PR/16.15.

F1/PR/16 : Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Non Teknik Nama ( Lengkap ) Jabatan dlm Badan Usaha 2 Tempat Tgl / Lahir 3 Pendidikan akhir *) dan No. Ijasah 4 LAMPIRAN 11 . dan riwayat hidup lengkap dng Riwayat pekerjaan Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha Nama Jelas .16 Pengalaman Bidang kerja / Lama Keahlian (Tahun) 6 7 No 1 Profesi/Keahlian 5 *) Lampirkan rekaman ijasah terakhir.

.......... ... Negara : ....... .Keahlian utama : 1 2 ..... .. .. . (1) Pengalama Pengalaman Pengalaman Membaca : Membaca : Membaca : Membaca : Membaca : : : : tahun tahun tahun Diskusi : Diskusi : Diskusi : Diskusi : Diskusi : Menulis laporan : Menulis laporan : Menulis laporan : Menulis laporan : Menulis laporan : (Lampirkan salinan ijazahnya) ../.... .... ... .. ... . ... Status Pegawai 2) 1) F/P NRKA / NRKT : …………………………….19. . . .. .... .... . .. . . . . .. .. . :. . 2 . .. . .... . . tanpa gelar dan jangan disingkat) Nomor : ..... ... . ... ... ..... B.... .. .. .. .. . . . .. . ..1 F1/PR/19 : Daftar Riwayat Hidup Nama Lengkap : (diisi sesuai dgn ijazah S1.. .. . . . ..... . ... . ... .. 3 . . .Keahlian tambahan : Jenjang Pendidikan (2) Gelar Akademis (singkatan) (3) Institusi Pendidikan / Nomor Ijazah (4) Negara (5) Tahun Lulus (6) 1) 2) 3) Diisi sesuai nomor urut PJT/PJB/PJL pada F1/PR/12 Lampirkan Surat Pernyataan PJT/PJB/PJL sesuai F1/PR/13 Diisi sesuai dengan Ijazah S1 FRP-E03-1 Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 ....... . . ./... .. ...... ... . . . . ... .... . . . .. . .. . . Propinsi : . . ...... ........ . . . .. ... . . .. . Kode subbidang/subla yanan .. . ..... ... ... .. . ... . .... .. .... . .. ...... . . ...Bahasa asing yang : dikuasai 1 . Kota : . Keahlian dan Penguasaan Bahasa Kode keahlian diisi kode subbidang / kode sublayanan sesuai dengan kompetensinya yang didukung dengan pengalaman profesi. ... Kewarganegaraan : .... . Data Umum Alamat rumah Telepon/Facsimile Tanggal lahir Jenis Kelamin Jabatan di Badan Usaha :. ... ... .. . . .. .. . . E -mail : .. .... ... ... ..... ... .. .... C.. . ... .. .. . ... . .. ... . .LAMPIRAN 11-15. .. :. . .. . ... :..... .. ......... . . . ... .. :.. .. 3) Kode Pos : ... . A.. . .. . .. ... . ... . . 4 . Kota : .... .. . . ...... .. ... Agama : .. . ... 1 LAMPIRAN 11 .. . .. . . . . . .. . . ... . .. . .. ...... . .. ..... . . . . .. ... ........... .. Pendidikan No.. .. . ... .... . .. 5 .

(1) (lampirkan Sertifikat Keahliannya jika ada) Nama Asosiasi (2) Nomor Anggota (3) Status Anggota (4) F. Pelatihan /kursus yang pernah diikuti No. Keanggotaan Asosiasi Profesi Perorangan/Keilmuan No. Karya Ilmiah yang pernah dipublikasikan No. (1) Judul Karya Ilmiah (2) Tahun Publikasi (3) Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 FRP-E03-2 . (1) (lampirkan salinan sertifikatnya) Judul Pelatihan (2) Institusi Penyelenggara (3) Negara (4) Tahun (5) Durasi ( hari ) (6) E. 2 LAMPIRAN 11 .LAMPIRAN 11-15.19.2 D.

.3 G. .LAMPIRAN 11-15.. Penanggungjawab Proyek (7) Posisi Penugasan Nama Proyek. . . . . .. . Pengalaman di Proyek Waktu Penugasan No. . .19. Lokasi. Lembar : . : ………………………… Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 FRP-E03-3 . Mulai Bulan (1) (2) No. . Lembar . Pemilik Proyek (12) Status Kepegawaian ( Tetap/Tidak Tetap. Nama Perusahaan ) (13) (8) Paraf Ybs. . Kode Kode Nilai Sub Sub Kontrak bidang layanan (9) (10) (11) Selesai Bulan (4) Thn (3) Thn (5) Durasi (bulan) (6) Perusahaan Pemberi Tugas. . 3 LAMPIRAN 11 . . / Jml. . . . . . .

Utama / Alamat Pemberi Tugas. 1) 2) LAMPIRAN 11 . .LAMPIRAN 11-16 F1/PR/20 : Isian Pengalaman Badan Usaha KODE SUBBIDANG/SUBLAYANAN : …………… Kontrak No. . . Tanggal Proyek Selesai menurut Mulai Kontrak (7) (8) Nama Proyek. . Lokasi Proyek.20 No. . . / Jml. . Pimpinan Proyek Associate (2) (3) Jumlah M/M (4) Nomor. Lembar : . . . . . . Lembar : . ribuan Rp ) (6) Berita Acara Serah Terima (9) (1) 1) 2) Urutan dikelompokkan berdasarkan subbidang dan tanggal dimulainya proyek Lampirkan salinan kontrak yang sah untuk setiap proyek yang telah dikerjaka Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 . . Tanggal (5) Nilai Kontrak (dlm. . . . . Pemberi Tugas.

Tipe. (1) Nama Peralatan **) (2) Jumlah / Kapasitas / Luas Output (3) (4) Merek.21 No. dan Nomor Seri/mesin/alat (5) Tahun Pembuatan (6) Kondisi (7) Lokasi (8) Harga sekarang Pemilikan (dalam ribuan) (milik sendiri/sewa) (9) (10) 1 2 3 4 5 Meja dan Mesin Gambar Plotter Komputer Mesin Foto copy Kendaraan *) Catatan : *) Jika diperlukan dapat dibuat rincian tersendiri untuk jenisnya. **) Dapat ditambahan sesuai dengan peralatan yang tersedia Lampiran JUKNIS Sertifikasi dan Registrasi Tahun 2004-2005 .F1/PR/21 : Isian Data Peralatan LAMPIRAN 11 .

LAMPIRAN 4 PEMBERIAN NOMOR REGISTRASI BADAN USAHA/ORANG PERSEORANGAN JASA KONSTRUKSI (NRBU) Pemberian nomor registrasi kepada badan usaha/Orang Perseorangan jasa konstruksi sejumlah 17 digit yang diatur sebagai berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Digit 1 (1 nomor ) : Jenis usaha 1 = Jasa Perencanaan 2 = Jasa Pelaksanaan 3 = Jasa Pengawasan 4 = Jasa Terintegrasi Digit 2 s.d. Elektrikal 5. Mekanikal 4. 17 (6 nomor) : Kode Propinsi berdasarkan penetapan LPJK (Tabel 3) : Nomor urut registrasi yang tercatat di LPJK Daerah Propinsi berdasarkan pencatatan yang dimulai dengan nomor urut ditulis dari belakang 000001. Arsitektural 2. Badan Usaha yang telah diberikan nomor urut pada tahun 2003 tidak perlu diganti /diubah Nomor urut ini tetap dipakai untuk Badan Usaha yang bersangkutan walaupun ada perubahan/penambahan jenis/bidang usaha kecuali selama 2 tahun berturut-turut tidak melakukan registrasi ulang atau terkena sanksi pencabutan . 5 (4 nomor ) : Kode Kabupaten / Kota dimana Badan Usaha berdomisili menurut kode BPS (Tabel 1) : Kode bidang pekerjaan 1. 8 (2 nomor) Digit 9 (1 nomor) : Nomor urut kode asosiasi / LPJK (Tabel 2) : Bentuk Usaha 1= 2= 3= 4= Badan Usaha Nasional Badan Usaha Nasional PMA Badan Usaha Asing Orang Perseorangan Digit 10 dan 11 ( 2 nomor) Digit 12 s.d.d. Tata Lingkungan Digit 6 (1 nomor) Digit 7 s. Sipil 3.

1 NAMA BADAN USAHA 2 : ……………………………….LAMPIRAN 20 DAFTAR REGISTRASI BADAN USAHA ( DRBU ) JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI PERIODE ………… S/D ………………………….. : ………………………………. Propinsi Kabupaten / Kota No... ALAMAT 3 PJBU 4 NRBU 5 KODE 6 KLASIFIKASI 7 KUALIFIKASI 8 ASOSIASI 9 Catatan : *) Diurutkan berdasarkan abjad .

Elektrikal dan Tata Lingkungan 1 …………………(Kode ) 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Thn 3 Gred 4 Kemampuan Dasar 5 Tgl cetak . Mekanikal.Halaman 2 No 1 Bidang / Layanan / Subbidang / Sublayanan 2 Arsitektural. Sipil.

f) ………………………………….LAPORAN PEROLEHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI SEBAGAI SUB KONTRAK Nama badan usaha yang mendapat pekerjaan sub kontrak : NRBU : LAMPIRAN 24 – 3 KODE LP ..sub bidang No c) Tgl mulai / Tgl selesai d) Nama Pengguna Jasa e) Tgl Kontrak Pekerjaan f) Nomor Kontrak 1 2 a) ………………………………….03 Paket pekerjaan induk : a) Nama paket pekerjaan induk & Lokasi b) Nama pekerjaan / no sub bidang / bag. c) …………………………………. e) …………………………………. Pekerjaan yang diperoleh sebagai sub kontrak Nama badan usaha pemegang kontrak induk NKPK NRBU Kode jenis pekerjaan sub kontrak / kode sub Nilai akhir sub kontrak bidang 6 7 a) Tgl mulai / b) Tgl selesai 3 4 5 8 a) ………. 1 Form ini dapat digunakan bagi Laporan Perolehan Pekerjaan dan juga Penyelesaian Pekerjaan kepada LPJK / Asosiasi yang bersangkutan 2 Setiap pekerjaan harus disertai bukti pendukung yang sah dari pemegang kontrak induk Dilaporkan oleh Nama badan usaha : Tgl Nama Direksi Cap dan tanda tangan .. b) …………………………………. d) …………………………………. b) ……….

04 LAPORAN AKHIR BAGI BADAN USAHA YANG MEMBERIKAN SUB KONTRAK KEPADA BADAN USAHA LAIN NAMA NO 1 SUB KONTRAKTOR 2 NRBU 3 KODE SUBBIDANG/ SUBLAYANAN 4 NAMA PEKERJAAN 5 NILAI KONTRAK X (Rp.00) 6 Periode Kontrak Tanggal Tanggal Mulai Selesai 7 8 Form ini harus disertakan untuk Badan Usaha yang memberikan pekerjaan kepada pihak lain.000.1.LAMPIRAN 24 – 4 KODE LP . disampaikan bersamaan dengan Laporan Penyelesaian Pekerjaan kepada LPJK / Asosiasi yang bersangkutan Dilaporkan oleh Nama Badan Usaha Tgl Nama Direksi Cap dan tanda tangan : : .

000 400.000 135.per sertifikat.000 400.000 225.000 40.000 10.000 75.000 35.000 35. 2 3 Biaya sertifikasi dan registrasi dibayar ditempat dimana sertifikasi dan registrasi dilakukan.000.LAMPIRAN 6 .000 35.1 BIAYA SERTIFIKASI DAN REGISTRASI BADAN USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI DAN USAHA ORANG PERSEORANGAN PER SUBBIDANG / SUBLAYANAN ASOSIASI TERAKREDITASI NO GRED SERTIFIKASI ASOSIASI (3) REGISTRASI LPJK (4) TOTAL (5) (6) ASOSIASI BELUM TERAKREDITASI SERTIFIKASI ASOSIASI LPJK (7) REGISTRASI LPJK (8) TOTAL (9) BADAN USAHA BELUM MASUK ASOSIASI SERTIFIKASI LPJK (10) REGISTRASI LPJK (11) TOTAL (12) USAHA ORANG PERSEORANGAN SERTIFIKASI REGISTRASI LPJK LPJK (10) (11) TOTAL (12) (1) (2) 1 GRED 1 - - - - - - - - - - 60.000 - - - 3 GRED 3 100.000 40.000 - - - Catatan : 1 Biaya tersebut di atas ditambah dengan biaya bagi pengembangan jasa konstruksi dan sistem informasi LPJK Nasional sebesar Rp 25.000 - - - 4 GRED 4 300.000 550.000 135. Pembayaran untuk Gred 4 di lakukan di LPJK Nasional / Asosiasi tingkat pusat .000 10.000 100.000 235.000 2 GRED 2 30.000 75.000 85.000 450.000 65.000 200.000 20.000 10..000 100.000 35.000 75.000 15.000 100.000 10.

000 100.000 15.000 4 GRED 4 100.LAMPIRAN 6.2 BIAYA REGISTRASI ULANG TAHUN KE-2 DAN TAHUN KE-3 BADAN USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI DAN USAHA ORANG PERSEORANGAN PER SUBBIDANG / SUBLAYANAN ASOSIASI TERAKREDITASI NO GRED SERTIFIKASI ASOSIASI (3) REGISTRASI LPJK (4) TOTAL (5) (6) ASOSIASI BELUM TERAKREDITASI SERTIFIKASI ASOSIASI LPJK (7) (8) (9) REGISTRASI LPJK TOTAL USAHA ORANG PERSEORANGAN SERTIFIKASI REGISTRASI LPJK LPJK (10) (11) TOTAL (12) (1) (2) 1 GRED 1 - - - - - - - 20.000 2 GRED 2 10.000 5.000 50.500 17.000 5.000 20.per sertifikat.000 Catatan : 1 Biaya tersebut di atas ditambah dengan biaya bagi pengembangan jasa konstruksi dan sistem informasi LPJK Nasional sebesar Rp 15.000 35.000 70.000 200.000 35. 2 Biaya sertifikasi dan registrasi dibayar ditempat dimana sertifikasi dan registrasi dilakukan.000 70.000 10.000 50..000.000 20. 3 Pembayaran untuk Gred 4 dilakukan di LPJK Nasional / Asosiasi tingkat pusat .500 35.000 3 GRED 3 35.000 10.000 100.000 17.000 200.

000 2 GRED 2 10.000 10.000 10.000 - 4 GRED 4 10.000 - .LAMPIRAN 6.000 10.000 10.3 BIAYA LEGALISASI BADAN USAHA JASA PERENCANA KONSTRUKSI DAN JASA PENGAWAS KONSTRUKSI DAN USAHA ORANG PERSEORANGAN PER LEMBAR SBU / TDUP NO (1) 1 GRED (2) GRED 1 ASOSIASI TERAKREDITASI LPJK (3) - ASOSIASI BELUM TERAKREDITASI LPJK (4) - BADAN USAHA BELUM MASUK ASOSIASI LPJK (5) - USAHA ORANG PERSEORANGAN LPJK (6) 10.000 10.000 10.000 - 3 GRED 3 10.

LAMPIRAN 25 PEMBERIAN NOMOR KODE PEKERJAAN KONSTRUKSI (NKPK) Pemberian Nomor Kode Pekerjaan Konstruksi kepada proyek konstruksi sejumlah 17 digit yang diatur sebagai berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Penjelasan 1 digit 1 dan 2 2 digit 3 = = Kode propinsi ( lokasi pekerjaan ) Jenis Usaha Badan Usaha 1 Konsultansi Perencanaan 2 Pelaksanaan 3 Konsultansi Pengawasan 4 Terintegrasi Sumber pendanaan proyek 1 = APBN 2 = APBD 3 = Loan melalui Pemerintah 4 = BUMN 5 = SWASTA Tahun awal pekerjaan dilaksanakan oleh badan usaha Nomor urut pekerjaan pada sistem informasi LPJK Nasional per tahun Nomor tersebut dapat diperoleh melalui STI .16 7 digit 17 .10 = 6 digit 11 .6 = 5 digit 7 .LPJK Nasional berdasarkan propinsi lokasi proyek Kode sub bidang Type Kontrak 1 = Utama 2 = Sub kontrak 3 = Joint Operation /Kerjasama /Konsorsium 3 digit 4 = 4 digit 5 .

.2.b. 3.3. NPWP B.Lembar Negara B. Didaftar di Pengadilan Negeri B.3.…………………………. DOKUMEN PENDUKUNG PENILAIAN TEMUAN Uraian Penilaian (6) (7) FORM : FPP-01-1 FORM PERSYARATAN DASAR Ada Tidak Ada (4) Tidak Perlu (5) Memenuhi (8) Tdk Memenuhi (9) (1) (2) (3) F1/PR/01 F1/PR/04 F1/PR/05 SURAT PERMOHONAN PERNYATAAN KEBENARAN & KEABSAHAN DATA ISIAN DATA ADMINISTRASI A. BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI PENILAIAN PERSYARATAN DASAR Nama Asesor : 1. Alamat Studio c.. LEGALITAS B.Lembar Negara B.c.….3.3. / ….b.. Akte Perubahan B.1. Pengesahan Menteri Kehakiman B. Pengumuman dlm. Denah Lokasi Kantor/Studio. a. Alamat Kantor b.2.4. Didaftar di Pengadilan Negeri B. ……………………………………………….2.2. Keanggotaan Asosiasi • Nomor KTA Asosiasi B.a.c. / ………………. Nama Badan Usaha A.2... ………………………. ……………………………………………………………………… 2. Akte Pendirian Badan Usaha B. Propinsi Tanggal : ………………………………………… : ….a.3.4. Photo & Papan Nama A. INFORMASI PERKANTORAN A.1.LOGO ASOSIASI Nama Badan Usaha : ………………………………………. Pengesahan Menteri Kehakiman B. Status Badan Usaha A. Surat Ijin PMA/PMDN (Untuk persh PMA/PMDN) .. Pengumuman dlm..

Pendidikan / Tahun Lulus .Copy KTP (dilampirkan) A.Nilai satuan saham .Ditandatangani (bermeterai cukup) .Negara / Kota / Tgl.Pendidikan / Tahun Lulus .% Pemilikan Saham . Identitas Setiap Pemilik Badan Usaha .Modal dasar .FORM : FPP-01-2 Nama Badan Usaha : ……………………………………… DOKUMEN PENDUKUNG FORM URAIAN Ada Tidak ada Tidak Perlu PENILAIAN TEMUAN Uraian Penilaian Memenuhi Tdk Memenuhi F1/PR/06 A. Identitas Penanggung Jawab Operasi (PJT) .Nama / Nomor KTP . Identitas Setiap Pengurus Badan Usaha . PIMPINAN & KEPEMILIKAN A.Copy KTP atau Akte / Pengukuhan Institusi (dilampirkan) F1/PR/08 PERNYATAAN BUKAN PEGAWAI NEGERI (untuk pengurus badan usaha) .3.Alamat .2.Modal disetor .Nama / Nomor KTP . Lahir .1.Nama / Nama Institusi .Jumlah lembar saham .Copy KTP (dilampirkan) A.

Ditandatangani (bermeterai cukup) PERNYATAAN BUKAN PEGAWAI NEGERI (untuk PJT/PJB/PJL) . 3.FORM : FPP-01-3 F1/PR/14 PERNYATAAN PENGIKATAN PENANGGUNG JAWAB BIDANG . 2.Ditandatangani (bermeterai cukup) F1/PR/08 REKOMENDASI PERSYARATAN DASAR TIDAK SETUJU SETUJU SETUJU DENGAN CATATAN (Sebutkan) 1. Tanda-tangan Asesor ………………… Tanda-tangan Asesor ………………… Tanda-tangan Asesor ………………… .

Tanda -tangan Asesor 1 Tanda-tangan Asesor 2 Tanda-tangan Asesor 3 Tanda-tangan Database . ………………………………………………… 5. ……………………………………………… 17..………. ………………………………………………… 7. ………………………………………………… 6. ………………………………………………… 3.. ………………………………………………… 9. ……………………………………………… 15. ………………………………………………… 8. ……………………………………………… 2. Th. ……………………………………………… 16. ……………………………………………… 11. ………………………………………………… 10. ……………………………………………… 21.Tg. ……………………………………….LOGO ASOSIASI BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI FORM : FPP-02-1 PENILAIAN PERSONALIA BADAN USAHA POSISI PJT / PJB / PJL Berdasarkan CV. ……………………………………………… PENDIDIKAN Jenjang / Prg. ……………………………………………… 12. ……………………………………………… 20. ……………………………………………… 13. …………………………………………….. ………………………………………………… 4. ……………………………………………… 19. ……………………………………………… 18. PJB/PJL yang diusulkan memenuhi kualifikasi sbb : (sesuai FORM F1/RP/19 ) Nama Badan Usaha : ………………………………………… (sesuai kode subbidang / sublayanan & jumlah bulan) Kode Jumlah bulan Kode Jumlah bulan Kode Jumlah bulan NAMA 1. Lulus Jurusan PENGALAMAN Kode Jumlah bulan ……………………………………………… ……………………………. ……………………………………………… 14.

..LOGO ASOSIASI Kode Subbidang/ Sublayanan BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI FORM FPP-02-2 PENILAIAN KEMAMPUAN DASAR Jumlah Proyek Nomor Proyek ( Form F1/PR/20 ) Jumlah Nilai Proyek Kemampuan Dasar (3 kali NPt) ………………………………… Tanda-tangan Asesor-1 ……………………………………………. ……………………………………… Tanda-tangan Database Tanda-tangan Asesor-2 Tanda-tangan Asesor-3 . …………………………………………….

KEUANGAN (Periksa Form F1/RP/09) Aktiva Lancar atau Surat Keterangan Bank atau Rekening Koran Tiga Bulan Terakhir BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI PENILAIAN KUALIFIKASI (lanjutan) PENILAIAN DATA ( Gred 2 ≤ Rp. Gred 3 Nilai kontrak 7 th terakhir >= 400 Jt Gred 3 / 4 = Jumlah proyek 7 th terakhir GRED Setuju Tidak Setuju KD (Rp. Jutaan) ……………………………… Tanda-tangan Asesor-1 ……………………………………. Tanda-tangan Asesor-2 ……………………………………. Tanda-tangan Database . Tanda-tangan Asesor-3 ……………………………………. 1 Milyar) Setuju Tidak Setuju FORM FPP-02-3 CATATAN REKOMENDASI B2.LOGO ASOSIASI B1. LINGKUP KONSULTANSI KONSTRUKSI REKAPITULASI PENILAIAN DATA KODE Subbidang / Sublayanan Personalia Gred 4 ( PJB/L : SKA Ahli Muda/6th ) Gred 3 ( PJB/L : SKA Ahli Muda/4th ) Gred 2 ( PJB/L : SKA Ahli Muda/4th ) Gred 4 ( PJT : SKA Ahli Madya/8th ) Gred 3 ( PJT : SKA Ahli Muda/6th ) Gred 2 ( PJT : SKA Ahli Muda/4th ) REKOMENDASI BERDASARKAN HASIL PENILAIAN Pengalaman Badan Usaha Gred 4 Nilai kontrak 7 th terakhir >= 1 M . 200 juta ) ( 200 juta ≤ Gred 3 ≤ 1 Milyar ) ( Gred 4 > Rp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful