P. 1
Kel 1 . Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Kel 1 . Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

5.0

|Views: 478|Likes:
Published by Yudha Adi Kusuma

More info:

Published by: Yudha Adi Kusuma on Dec 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2015

pdf

text

original

 

Fakhrizal Ahmadi  M. Riza Fauzi Brilliantara Raga R

•Sejarah Ilmu Ekonomi •Pengertian Ilmu Ekonomi

•Manfaat Ilmu Ekonomi
•Teori Ekonomi Mikro •Teori Ekonomi Makro •Peranan Teori Mikro Ekonomi •Peranan Teori Makro ekonomi •Konsep Ceteris Paribus •Kebijakan Ekonomi

Sebelum abad ke 17 masih belum ada ilmu ekonomi namun masyarakat pada masa itu sudah mengenal tindakan serta aturan ekonomi • Kemudian muncul pemikiran baru adalah Adam Smith yang sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 • Adam Smith mengembangkan ilmu ekonomi dengan ajarannya yang lebih dikenal dengan Aliran Klasik • Kemudian muncul beberapa tokoh ekonomi lainnya seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx beserta ajarannya setelah itu

   

Penyesuaian permintaan dan penawaran Bentuk pasar dengan kondisi persaingan sempurna Harga keseimbangan (harga wajar) Produksi ialah usaha untuk menghasilkan benda-benda material

Suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat dalam membuat pilihan dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan sumber daya yang terbatas, namun dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi sekarang dan di masa yang akan datang. (P.A. Samuelson)

Ilmu ekonomi dapat membantu memahami wujud perilaku ekonomi dalam dunia nyata secara lebih baik Dengan mempelajari ilmu ekonomi akan membuat yang mempelajarinya lebih mahir atau lihai dalam perekonomian Dengan menguasai ilmu ekonomi akan memberikan pemahaman atas potensi dan keterbatasan kebijakan ekonomi

adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya

Tujuan dari ekonomi mikro adalah menganalisis pasar beserta mekanisme yang membentuk harga relatif kepada produk, jasa , dan alokasi dari sumber yang terbatas di antara banyak alternatif

Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh  Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut  Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan  Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan

Ilmu ekonomi makro mempelajari variabelvariabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional

Fokus komponen ekonomi makro:  Rumah tangga (sektor rumah tangga/ek. satu sektor)  Perusahaan (sektor swasta/ek. dua sektor)  Pemerintah (sektor publik/ek. tiga sektor)  Luar negeri (sektor internasional/ek. Empat sektor)

Hubungan empat komponen tergambar dalam diagram arus melingkar, yang menunjukkan pendapatan yang diterima dan pembayaran yang dilakukan oleh masingmasing sektor perekonomian

Permasalahan ekonomi makro di kelompokkan menjadi 2 yaitu: 1. Masalah jangka pendek
Maksudnya masalah ini berkaitan bagaimana “menyetir” perekonomian nasional (makro) dari bulan ke bulan agar tidak terjadi 3 penyakit ekonomi makro: a) inflasi b) pengangguran c) ketimpangan dalam neraca pembanyaran

2. Masalah jangka panjang
Maksudnya masalah ini berkaitan mengenai bagaimana kita “menyetir” perokonomian kita agar ada keserasian antara pertumbuhan pendudukan, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana untuk investasi

Dengan mempelajari teori makro ekonomi kita dapat mengetahui hal-hal berikut :  Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.  Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.  Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.

Dilihat dari Konsumsi Harga

Ekonomi Mikro Konsumsi Individu Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja) Mebahas tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan

Ekonomi Makro Konsumsi Negara Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan) Membahas tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.

Unit analisis

Tujuan analisis

Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat

Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan

Ceteris paribus adalah sebagai suatu asumsi untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai anggapan ekonomi  Ceteris Paribus bisa digunakan dalam penentuan kebijakan yang akan diambil untuk berbagai masalah ekonomi. Karena dengan asumsi ini kita bisa lebih fokus dengan kepada pemecahan masalah yang diharapkan  Namun asumsi ini juga memiliki kelemahan hal itu dikarenakan asumsi ini hanya berfokus pada satu variabel dan menganggap variabel lainnya akan mengikuti pada variabel yang kita tentukan sebelumnya. Padahal pada kenyataannya variabel lain tersebut belum pasti sama dengan variabel yang kita tentukan sebelumnya sehingga mengakibatkan muncul masalah lain

Sebagai contoh untuk menyatakan hubungan operasional antara harga dan kuantitas suatu barang (daging sapi). Ceteris paribus di sini berarti bahwa asumsi yang diambil ialah mengabaikan berbagai faktor yang diketahui dan yang tidak diketahui yang dapat memengaruhi hubungan antara harga dan kuantitas permintaan. Faktorfaktor tersebut misalnya termasuk: harga barang substitusi (misalnya harga daging ayam atau daging kambing), tingkat penghindaran risiko para pembeli (misalnya ketakutan pada penyakit sapi gila), atau adanya tingkat permintaan keseluruhan terhadap suatu barang tanpa memperhatikan tingkat harganya (misalnya perpindahan masyarakat kepada vegetarianisme)

1. 2.

Kebijakan Pemerintah dalam bidang ekonomi dibagi menjadi dua yaitu : Kebijakan Fiskal → Menyangkut pajak dan pengeluaran Kebijakan Moneter → alat yang digunakan oleh bank sentral untuk mengendalikan pasokan (penawaran) uang

Yaitu kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengolah / mengarahkan perekonomian ke kondisi yangb lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah  Kebijakan Fiskal mempunyai kebijakan yang sama dengan Kebijakan Moneter. Perbedaannya terletak pada isntrument kebijakannya. Jika dalam Kebijakan Moneter pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar, maka dalam Kebijakan Fiskal pemerintah mengendalikan penerimaan dan pengeluaran

Kebijakan Moneter (istilah lainnya kebijakan uang ketat ) adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan ( lebih baik ) dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi. Ada 3 instrumen kebijakan instrumen yang digunakan untuk mengatur jumlah uang yang beredar yaitu : 1. Operasi pasar terbuka ( open market operation ) 2. Fasilitas Diskonto ( Discount Rate ) 3. Rasio Cadangan Wajib ( Reserve Requirement Ratio )

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->