PROPOSAL PENELITIAN MENGUBAH SAMPAH ORGANIK DI PASAR BANJARSARI (CIAMIS) MENJADI PUPUK ORGANIK PROPOSAL PENELITIAN MENGUBAH SAMPAH

ORGANIK DI PASAR BANJARSARI(CIAMIS)MENJADI PUPUK ORGANIK

Oleh : Nama/ NIM :Fahmi Hastanti M (11513075) Muh. Syariffudin Zhein (11513076) Umi Laelatushofiah (11513079)

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN

serta Inayah-Nya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul “Mengubah Sampah Organik di Pasar Banjarsari Kab. Yth : Hijrah Purnama Putra. .T.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam Proposal Penelitian ini terdapat banyak sekali kekurangan-kekurangan baik dari segi penggunaan kata dan bahasa yang belum memenuhi kaidah yang tepat.Ciamis menjadi Pupuk organik”. S. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahamat. Dalam menyelesaikan proposal penelitian ini penulis cukup banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan baik secara moril maupun material. Alhamdulillah dengan perjalanan waktu yang cukup panjang dengan pengalaman yang berliku-liku bisa penulis selesaikan.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bismillaahirrahmaanirrohiim. terima kasih.Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan bantuan. M.Ciamis ini. Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh Penulis . Proposal Penelitian berjudul Mengubah Sampah Organik menjadi Pupuk Organik di Pasar Banjarsari Kab. maupun dari isi penelitian ini sendiri.. Tidak lupa juga sholawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang telah kita tunggu-tunggu syafa’atnya di Yaumul Akhir nanti. Eng Sekali lagi penulis ucapkan syukur kepada Ilahi Rabbi semoga ilmu yang didapatkan mendatangkan makna dan manfaat dalam kehidupan. kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak yang membaca Proposal Penelitian ini. Hidayah.Oleh sebab itu penulis mempersembahkan ucapan terima kasih kepada.

Yang mana nantinya hasil pengolahan dari sampah-sampah organic tersebut yang berupa pupuk dapat kita jual kepada masyarakat. B. sekarang kita mulai berfikir bagaimana cara kita untuk mengurangi tumpukan sampah organic tersebut untuk kita olah. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk yang terus meningkat seiring peluang usaha yang semakin ketat serta untuk mendapat modal usaha sulit di Indonesia menyebabkan pertambahan konsumsi energi di segala sektor kehidupan seperti transportasi. Ciamis adalah : 1.BAB I PENDAHULUAN A. Judul Pada kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa yang akan diikuti saat ini kami mengambil judul “Mengubah Sampah Organik di Pasar Banjarsari Kab. Apa solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah tentang menumpuknya sampah khususnya sayur-sayuran dan buah-buahan di Pasar Banjarsari? 2. Rumusan Masalah Dalam melakukan penelitian mengenai mengubah sampah organic menjadi pupuk organic di Pasar Banjarsari Kab. Di sini kami telah menyiapkan progam untuk mengolah sampah-sampah organic tersebut khususnya sampah sayur-sayuran dan buah-buahan untuk kita olah menjadi pupuk. Misalnya saja Pasar Banjarsari yang terdapat di Kabupaten Ciamis. Adapun rumusan masalah yang diterapkan adalah : 1.Ciamis. C. dan lain-lain. listrik. Tentunya lama-kelamaan hal tersebut akan menjadikan tempat sampah tersebut menjadi sarang berbagai hewan dan akan menimbulkan bau yang kurang sedap. yaitu sampah organik atau sampah anorganik yang pada khususnya dihasilkan pasar-pasar tradisional. Mampu mengurangi (reduce) volume sampah yang di buang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) 2. pupuk cair dan bio gas 3. yang akan diuraikan secara jelas pada penjelasan berikut.Sampah-sampah tersebut hanya dibuang dan dibiarkan begitu saja di tempat pembuangan sampah tanpa ada pemisahan antara sampah kering dan sampah padat. Ciamis menjadi Pupuk organik ”. Tujuan Penelitian Tujuan di dirikannya Unit Pengolahan Sampah Pasar Banjarsari Kab. Maka dari itu. dan industry meningkat. buah-buahan. di pasar ini banyak kita jumpai berbagai macam sampah organik seperti sayur-sayuran. Dengan pengelolaan yang profesional konversi di harapkan bisa mendatangkan keuntungan ekonomi . Maka diperlukan rumusan masalah yang bisa membantu mencari solusi dan sebab akibat dari aktifitas masyarakat di pasar tradisional pada khususnya. Bagaimanakah proses pengolahan sampah pasar hingga menjadi pupuk organic? D. Sehingga secara langsung menimbulkan permasalahan sampah kota. Dapat mengkonversi (reuse & recycle) sampah menjadi barang yang berguna bagi masyarakat seperti pupk kompos.

Mendukung terciptanya ketahanan pangan nasional berbasiskan pertanian organik. . 7. Mereduksi sampah secara sistematis. 4. Mengurangi beban pengelolaan sampah pemerintah daerah 6. Menambah penghasilan bagi komunitas pasar. E. 3. 2.dari hasil penjualan pupuk kompos. Menyediakan pupuk organik berkualitas tinggi bagi petani dengan harga terjangkau. 5. Menanggulangi kelangkaan pupuk dan lahan kritis. Mencegah pemanasan global. Dapat melakukan replikasi pengolahan sampah ke pasar tradisional yang lain. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat di ambil dari penelitian ini adalah : 1. pupuk cair dan bio gas 4.

Berdasarkan difinisi diatas.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan persampahan yang dikutip dari beberapa literatur. Terutama penumpukan sampah yang terjadi di tempat- . sampah kering. Sampah yang tidak dapat membusuk (refuse). jumlahnya. sayuran busuk. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari sampah. Berbagai macam sampah yang telah disebutkan diatas hanyalah sebagian kecil saja dari sumber. sumber-sumber timbulan sampah adalah sebagai berikut : a.(1996).sumber sampah yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari . terdiri dari sampah plastik.kaleng serta sampah lainnya. Beberapa hal yang akan dikutip adalah pengertian tentang sampah. Sampah dari pemukiman penduduk Pada suatu pemukiman biasanya sampah dihasilkan oleh suatu kluarga yang tinggal disuatu bangunan atau asrama. abu. Sumber. kering. plastik. kertas. 2. seperti sisa makanan atau sampah yang bersifat basah. Jenis sampah yang dihasilkan umumnya berupa sisa – sisa makanan. 3. Sampah yang berbahaya terhadap kesehatan.hari. Menimbulkan bahaya sekarang maupun yang akan datang terhadap kesehatan atau lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. abu plastik dan lainnya. gelas karet dan lainlain. Sampah yang dapat membusuk (garbage). Gas-gas yang dihasilkan dari pembusukan sampah berupa gas metan dan H2S yang bersifat racun bagi tubuh. dampak negative sampah dan teknologi pengomposan. 4.Sumber Sampah Menurut Gilbert dkk. yakni sampah B3 adalah sampah yang karena sifatnya. b. konsentrasinya atau karena sifat kimia. Pengertian Sampah Pengertian sampah adalah suatu yang tidak dikehendaki lagi oleh yang punya dan bersifat padat.jenis-jenis sampah. Sampah dari tempat – tempat umum dan perdagangan Tempat. a. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya cendrung organik. 5.tempat umum adalah tempat yang dimungkinkan banyaknya orang berkumpul dan melakukan kegiatan. logam. Sampah berupa debu/abu sisa hasil pembakaran bahan bakar atau sampah. menghendaki pengelolaan yang cepat. b. dan kaleng. Tempat – tempat tersebut mempunyai potensi yang cukup besar dalam memproduksi sampah termasuk tempat perdagangan seperti pertokoan dan pasar. Sementara didalam UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. fisika dan mikrobiologinya dapat meningkatkan mortalitas dan mobilitas secarabermakna atau menyebabkan penyakit reversible atau berpotensi irreversible atau sakit berat yang pulih. disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan.2002). (Slamet. maka dapat dipahami sampah adalah : 1.

kolera. dan sebagainya. dan kaleng. daun dan ranting. sampah rumah sakit. Menurut Gelbert dkk (1996) ada tiga dampak sampah terhadap manusia dan lingkungan yaitu : 1. 2. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut : a. buah-buahan dan lain-lain. Dampak Terhadap Kesehatan Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti. sampah kaca dan keramik. tas plastik. sampah institusi/kantor/sekolah. tepung . Yang dikategorikan sampah disini adalah bahan yang tidak dipakai lagi ( refuse) karena telah diambil bagian-bagian utamanya dengan pengolahan menjadi bagian yang tidak disukai dan secara ekonomi tidak ada harganya. Berdasarkan asalnya. sampah pasar. Selain itu. sampah industri. Sampah ini dengan mudah dapat diuraikan melalui proses alami.tempat umum seperti di pasar-pasar. Termasuk sampah organik. sampah plastik. sampah padat dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu sebagai berikut : 1. sampah detergen. (Gelbert dkk. kulit buah. sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. Sebagian besar anorganik tidak dapat diurai oleh alam/ mikroorganisme secara keseluruhan (unbiodegradable). . botol gelas. Sampah Anorganik Sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan nonhayati. sampah pertanian. Dampak Negatif Sampah Sampah padat yang bertumpuk banyak tidak dapat teruraikan dalam waktu yang lama akan mencemarkan tanah. Sampah anorganik dibedakan menjadi : sampah logam dan produk – produk olahannya. sisa – sisa makanan. pembungkus (selain kertas. ada yang berupa sampah rumah tangga. karet dan plastik). Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. sampah perkebunan. sampah kertas. pasar tradisional juga banyak menyumbangkan sampah organic seperti sampah sayuran. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik. misalnya sampah dari dapur. 1996). baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. sampah peternakan. lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Jenis– Jenis Sampah Jenis sampah yang ada di sekitar kita cukup beraneka ragam. Sementara. c. d. Penyakit diare. Sampah Organik Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan – bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. sayuran. Di pasar-pasar yang setiap harinya digunakan untuk berdagang antara penjual dengan pembeli tentunya tidak lepas dari sampah yang dihasilkannya.

Sumber sampah bisa bermacam-macam. warung. Teknik Pengolahan Sampah Sampah (refuse) adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai. pasar. Reduce (mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah. Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit). industri. 2. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). b. dan jalan. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien. Penguraian sampah yang di buang kedalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik. f. c. Hal ini mengakibatkan jalanperlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki. bangunan umum. Reuse (menggunakan kembali) yaitu penggunaan kembali sampah secara langsung. dan mendaur ulang (Recycle). Recycle (mendaur ulang) yaitu memanfaatkan kembali sampah setelah mengalami proses pengolahan.b. gas ini pada konsentrasi tinggi dapat meledak. yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri). Selain berbau kurang sedap. mengurangi (Reduce). 1. Cacing ini sebelumnya masuk kedalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/ sampah. Mengurangi sampah dari sumber timbulan. diantaranya adalah : dari rumah tangga. melalui program menggunakan kembali (Reuse).baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan (untuk mengobati kerumah sakit). 3. pengertian pengelolaan sampah 3R secara umum adalah upaya pengurangan pembuangan sampah. Pengertian Pengelolaan Sampah Dengan Konsep 3R Menurut Departemen Pekerjaan Umum Kota Semarang (2008). e. Dampak Terhadap Lingkungan Cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. 2. Berdasarkan komposisi kimianya. seperti metana. maka . Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi Dampak-dampak tersebut adalah sebagai berikut : a. seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesien akan lenyap. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang. upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam mengurangi sampah dari sumber sampah ( dari hulu ) adalah menerapkan prinsip 3R. orang akan cenderung membuang sampahnya dijalan. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai. di perlukan upaya untuk mengurangi sampah mulai dari hulu sampai hilir. kantor. tetapi bukan biologis (karena human waste tidak termasuk didalamnya) dan umumnya bersifat padat (Azwar. 4. 1990). 3.

Tetapi untuk keperluan praktis. Dimana besarnya timbulan sampah untuk kota sedang adalah sebesar 2. b. sampah dapat diolah. Tujuan utama dan kegiatan di tahap ini adalah untuk mereduksi besarnya timbulan sampah (reduce) 3. Penanganan sampah ditempat. Pengolahan (treatment) Bergantung dari jenis dan komposisinya. Oleh karena itu dalam menentukan metode penanganan yang tepat. pengolahan dan pembuangan akhir (Kartikawan. meliputi pemisahan komponen sampah (shorting) dan pemadatan (compacting). harus dilakukan dengan suatu studi. Secara garis besar. Pengangkutan (transfer and transport) Adalah kegiatan pemindahan sampah dan TPS menuju lokasi pembuangan pengolahan sampah atau lokasi pembuangan akhir. yang tujuannya adalah mempermudah penyimpanan dan pengangkutan. Hal ini disebabkan karena teknik tersebut sangat berpotensi untuk menimbulkan pencemaran udara. c. untuk mengetahui besarnya timbulan sampah yang terjadi. kegiatan di dalam pengelolaan sampah meliputi pengendalian timbulan sampah. Penanganan di tempat (on site handling) Penanganan sampah pada sumbernya adalah semua perlakuan terhadap sampah yang dilakukan sebelum sampah di tempatkan di tempat pembuangan. sehingga volumenya dapat berkurang hingga 90-95%. dan diperkirakan 78% dari sampah tersebut dapat digunakan kembali (Outerbridge. 4.Idealnya. Meski merupakan teknik yang efektif. Pembakaran (incinerate). Salah satunya adalah SK SNI S-04. Transformasi fisik. Penelitian mengenai sampah padat di Indonesia menunjukkan bahwa 80% merupakan sampah organik. 5. pemanfaatan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle). pengumpulan sampah. 2007) sebagai berikut : 1.25 liter/orang/hari atau 0.75-3. Pengumpulan (collecting) Adalah kegiatan pengumpulan sampah dan sumbernya menuju ke lokasi TPS. Pembuatan kompos (composting). merupakan teknik pengolahan sampah yang dapat mengubah sampah menjadi bentuk gas. tetapi ditimbulkan (solid waste is generated.8 kg/orang/hari. Kompos adalah pupuk alami (organik) yang terbuat dari bahan - . ed.1993-03 tentang Spesifikasi timbulan sampah untuk kota kecil dan kota sedang. Kegiatan pada tahap ini bervariasi menurut jenis sampahnya meliputi pemilahan (shorting). Pengelolaan sampah adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam menangani sampah sejak ditimbulkan sampai dengan pembuangan akhir. penentuan besarnya timbulan sampah sangat ditentukan oleh jumlah pelaku dan jenis dan kegiatannya.. Umunmya dilakukan dengan menggunakan gerobak dorong dan rumah-rumah menuju ke lokasi TPS. 1991). dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penanganan sampah pada tahap selanjutnya. telah ditetapkan suatu standar yang disusun oleh Departemen Pekerjaan Umum.sampah dibagi menjadi sampah organik dan sampah anorganik. seringkali masih memiliki nilai ekonomis. transfer dan transport. tetapi bukan merupakan teknik yang dianjurkan. 2. di antaranya adalah : a. Kegiatan ini bertolak dari kondisi di mana suatu material yang sudah dibuang atau tidak dibutuhkan.7-0. Berbagai alternatif yang tersedia dalam pengolahan sampah. not produced). Penimbulan sampah (solid waste generated) Dari definisinya dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya sampah itu tidak diproduksi.

Perlu lahan yang besar bagi tempat pembuangan akhir sehingga hanya cocok bagi kota yang masih mempunyai banyak lahan yang tidak terpakai. Hal ini akan semakin bertambah juga luasan lahan bagi TPA. . baik energi panas maupun energi listrik. di mana sampah yang ada hanya di tempatkan di tempat tertentu. Energy recovery. bisa ditambahkan pupuk buatan pabrik. Gangguan yang ditimbulkan meliputi bau. bila kota menjadi semakin bertambah jumlah penduduknya. Seperti kita ketahui bersama bahwa sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada lingkungan. Teknik yang direkomendasikan adalah dengan sanitary landfill. yaitu tranformasi sampah menjadi energi. penyebaran penyakit hingga terganggunya estetika lingkungan. Teknik yang saat ini dilakukan adalah dengan open dumping. Pembuangan akhir Pada prinsipnya.bahan hijauan dan bahan organik lain yang sengaja ditambahkan untuk mempercepat proses pembusukan. maka pada proses pembuatan kompos baik bahan baku. dan hal ini akan memerlukan dana maupun menyita waktu. Dewasa ini masalah sampah merupakan fenomena sosial yang perlu mendapat perhatian dari semua fihak. Beberapa permasalahan yang timbul dalam sistem penanganan sampah sistem yang terjadi selama ini adalah : a. sampah belum dipilah-pilah sehingga kalaupun akan diterapkan teknologi lanjutan berupa komposting maupun daur ulang perlu tenaga untuk pemilahan menurut jenisnya sesuai dengan yang dibutuhkan. b. karena setiap manusia pasti memproduksi sampah. diantaranya : . disisi lain masyarakat tidak ingin berdekatan dengan sampah. pembuangan akhir sampah harus memenuhi syarat-syarat kesehatan dan kelestarian lingkungan. misalnya kotoran ternak atau bila dipandang perlu.Dapat menjadi lahan yang subur bagi pembiakan jenis-jenis bakteri serta bibit penyakit lain juga dapat menimbulkan bau tidak sedap yang dapat tercium dari puluhan bahkan ratusan meter yang pada . Metode ini telah banyak dikembangkan di Negara-negara maju yaitu pada instalasi yang cukup besar dengan kapasitas ± 300 ton/hari dapat dilengkapi dengan pembangkit listrik sehingga energi listrik (± 96. Dari segi pengumpulan sampah dirasa kurang efisien karena mulai dari sumber sampah sampai ke tempat pembuangan akhir. Teknik ini sangat berpotensi untuk menimbulkan gangguan terhadap lingkungan. tempat pembuatan maupun cara pembuatan dapat dilakukan oleh siapapun dan dimanapun. Berbeda dengan proses pengolahan sampah yang lainnya. maka sampah akan menjadi semakin bertambah baik jumlah dan jenisnya. Pembuangan akhir ke TPA dapat menimbulkan masalah. Di mana pada lokasi TPA dilakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mengolah timbunan sampah.000 MWH/tahun) yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menekan biaya proses pengelolaan. 6. 2004). hingga kapasitasnya tidak lagi memenuhi. seperti urea (Wied. d.

tetapi lebih diutamakan untuk . Disisi lain pengomposan juga berarti menghasilkan sumber daya baru dari sampah yaitu kompos yang kaya akan unsur hara mikro. Contohnya adalah mengolah sampah organic yang dihasilkan di Pasar Banjarsari untuk dijadikan pupuk kompos (pupuk organik). Kompos tidak hanya mengandung unsur hara makro (N. Pada pengomposan secara aerob. Sementara pada pengomposan anearob dekomposisi bahan baku menjadi kompos tidak memerlukan oksigen. Komposting Di masa mendatang. proses dekomposisi bahan baku menjadi kompos akan berlangsung optimal jika ada oksigen. B. bahan baku penyusun kompos melimpah ruah dan cara pembuatannya cukup sederhana. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi timbulan sampah seperti yang terjadi di Pasar Banjarsari adalah dengan melakukan pengolahan sampah organic melalui metode yang ramah lingkungan dan mudah untuk bisa dilakukan. Penggunaan kompos tidak hanya sebagai penyedia unsur hara. g.5 Skema pemisahan sampah. Teknologi Pengomposan a.akhirnya akan mengurangi nilai estetika dan keindahan lingkungan. penggunaan kompos sebagai sumber nutrisi tanaman akan sangat berarti dan memiliki prospek bisnis yang cerah. P. S. Sumber : Dinas Kebersihan Kota Semarang Dengan melakukan metode tersebut tentunya akan berdampak positive bagi lingkungan dan masyarakat sekitar yang mengolahnya. Membuat kompos dapat dilakukan dengan metode aerob dan anaerob. Gambar 2. dan Ca) pun terkandung lengkap di dalamnya walaupun diakui kandungan haranya lebih sedikit dibandingkan pupuk kimia. unsur hara mikro (Fe. b. Pengertian Kompos Pengomposan (Composting) adalah sistem pengolahan sampah organic dengan bantuan mikroorganisme sehingga membentuk pupuk organik (pupuk kompos). Namun. dan K) . Mengolah sampah menjadi kompos (pupuk organik) dapat dilakukan dengan berbagai cara. mulai yang sederhana hingga memerlukan mesin (skala industri atau komersial). Selain menjadikan lingkungan bersih dan asri tentunya akan menghasilkan nilai ekonomi tersendiri bagi masyarakat.

Kemungkinan kompos terkontaminasi oleh zat beracun atau zat kimia c. mampu menjaga keseimbangan alam. Pemilahan dan penyeleksian sampah pun menjadi tahap penting dalam pengolahan sampah menjadi kompos.Tidak semua jenis sampah bisas dijadikan bahan dalam pembuatan kompos. kompos dapat pula meningkatkan kapasitas tukar kation. pemilahan sampah organic yang dapat didaur ulang melalui pengkomposan aerobic atau anaerobic. a. Murahnya harga jual pupuk kimia dan diperlukan sertifikat sah dari lembaga Sertifikasi Nasional atau Internasional dalam menjual pupuk organic. dan masalah lingkungan lain di tempat pengomposan Sebelum dimasukkan dalam wadah atau bak pengkomposan. Bahan organic. menambah kemampuan tanah dalam menahan air. sehat. Perajangan ini bertujuan untuk mempercepat proses pengomposan dan menghasilkan produk kompos yang halus. sebaiknya bahan-bahan terpilah dirajang terlebih secara manual atau menggunakan mesin perajang hingga mencapai ukuran 1-7. Selain kualitas kompos yang tidak merata. Timbulnya bau busuk. dan terbebas dari residu berbahaya. serta mampu meningkatkan pH pada tanah asam. terutama kompos. Prinsip Dasar Membuat Kompos Secara gambling. Penyeleksian bahan kompos dilakukan dalam dua tahap. Pengolahan sampah menjadi kompos merupakan proses mikrobiologi dan berjalan secara aerobic dan anaerobic yang saling menunjang pada kondisi lingkungan tertentu sesuai hasil rekayasa. Sayangnya penggunaan kompos sebagai pupuk alami tidak selalu berjalan mulus. Telah terbukti bahwa produk organic. yaitu pemilahan sampah organic dengan sampah anorganik. Saat pengkomposan terjadi perombakan bahan organic menjadi komponen lebih sederhana dan stabil dalam larutan berbentuk ionic dan mudah diserap oleh tumbuhan. Di beberapa lokasi. Banyak kendala yang harus diadapi terutama dari segi pemasaran. proses serta produk hasil pengomposan akan optimal. . meningkatkan aktivitas biologi dalam tanah. Jangka waktu proses pengomposan lama b. Selanjutnya. Selain lebih praktis. persaingan dagang dengan pupuk kimia menjadi halangan utama. seperti kompos memiliki peran penting dalam menjaga efektivitas dan efisiensi penyerapan unsur hara dalam tanah. sampah organic yang menggunung merupakan bahan baku kompos potensial. respon pupuk kimia alam menunjukkan hasil nyata lebih cepat disbanding kompos. kerumunan serangga. kompos dapat diartikan sebagai pupuk alami yang terbuat dari bahan-bahan hijauan dan bahan organic lain yang sengaja ditambahkan untuk mempercepat proses pembusukan.5 cm. Jenis yang dipakai ialah sampah organic yang mudah sekali busuk. Tidak hanya itu. Penyeleksianpun dilakukan untuk meminimalisir terjadinya risiko dalam pengomposan yaitu sebagai berikut. Kenyataan ini didukung pula oleh keinginan manusia untuk hidup lebih baik. Dengan bahan organic pilihan.memperbaiki kondisi fisik tanah. c.

ember 5. pengeringan Membuat Pupuk Organik dari Kompos Sampah Kompos yang sudah kering bisa dijual dalam bentuk curah atau diolah menjadi pupuk organik granul. 4. Ayakan 3. dan alat-alat bantu lainnya Untuk mempercepat proses pengomposkan gunakan aktivator pengomposan. Pengering (jika perlu) Sedangkan bahan-bahan pengayak untuk pembuatan pupuk organik antara lain: 1. keranjang sampah 4. penyusunan di dalam jalur-jalur sampah 5. Tahapan Pengomposan Tahapan pengomposan adalah sebagai berikut: 1. Data Penelitian Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan Metode pengolahan sampah ini sangat sederhana. Kaptan 2. sortasi sampah 3. sekop 9.BAB III METODOLOGI PENELITIAN a. Timbangan 5. Membuat kompos sebagai pupuk organik granul harganya lebih tinggi namun memerlukan tambahan proses pengolahan yaitu penjemuran dan pengayakan. Mesin jahit karung 6. menambahkan aktivator pengomposan 6. Alat-alat yang diperlukan untuk membuat pupuk organik granul dari kompos sampah antara lain: 1. Pan granulator 4. tetapi harganya juga murah. Mesin pencacah kompos 2. inkubasi 7. tali plastic 7.Membuat kompos curah lebih mudah. pencacahan sampah dengan mesin pencacah. Alatalat yang diperlukan antara lain: 1. sekop garpu untuk memilah-milah sampah 3. gerobak sampah 8. sehingga tidak memerlukan banyak peralatan. karung 6. dolomit . plastik mulsa untuk menutup tumpukan kompos 2. mengangkut sampah ke lokasi pengomposan 2.

Ciamis c. Penyiapan Aktivator (PROMI) Untuk mempercepat proses pengomposan kita menggunakan activator PROMI dari Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Bila di anggap terlalu basah. 6. Pencacahan Sampah. 4. fosfat alam 4. Untuk setiap 1 Ton sampah mentah di butuhkan 1 kg PROMI.Jadi 3 hari setelah sampah di masukkan ke bak pengomposan kemudian di lakukan pemeriksaan suhu kompos di dalam bak. Objek Penelitian Sampah-sampah organic pasar Banjarsari kab. Periode Penelitian Proses pembuatan pupuk organic dari sampah pasar. Pencampuran PROMI di dalam Bak Pengomposan Selanjutnya sampah yang telah dicacah dicampurkan dengan PROMI dan ditampung di bak-bak pengomposan. karena akan menyebabkan menjadi padat dan kandungan udara di dalam kompos berkurang. sampah yang telah di cacah dapat di press lagi untuk mengurangi kadar air. 7. 2. Bila di rasa terlalu panas perlu di lakukan proses pengadukan atau pembalikan untuk memberikan sirkulasi udara yang bertujuan agar proses pengomposan bisa merata. Panen Kompos Setelah 14 hari sampah akan berubah warna menjadi kehitaman dan menjadi lebih lunak. Pengumpulan Sampah dan Pemilahan Sampah. Proses pembuatan kompos/ pupuk organik dari sampah pasar dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Selain produksi dalam . Sampah dikumpulkan dari dalam pasar dan ditampung di ruang penampungan. perekat (molases atau bahan perekat lain) b. Namun di musim penghujan dimana kadar air sampah dari pasar cukup tinggi maka PROMI di campurkan dengan pasir atau tanah kering. Pengolahan Paska Panen Setelah kompos yang sudah jadi di ayak. Sampah organik yang sudah terpisah dengan sampah non organik selanjutnya dicacah dengan menggunakan mesin pencacah. tahapan ini bisa dilakukan secara manual.Karena sebagian besar sampah pasar Banjarsari adalah sampah organik.Kompos selanjutnya dipanen dan dibawa ke tempat pengolahan lebih lanjut. Kompos sampah telah cukup matang. 3. Sampah tidak boleh diinjak-injak.3. Tujuan dari pencacahan ini adalah untuk memperkecil dan menyeragamkan bahan baku kompos sehingga mempermudah proses fermentasi. Pengadukan / Pembalikan Unit Pengolahan Sampah Pasar Banjarsari ini menggunakan system aerob / dengan udara terbuka. Kalo perlu sampah yang akan di olah di press dulu. 5.Di tempat ini kompos dicacah sekali lagi untuk kemudian di ayak menggunakan saringan yang lebih kecil untuk menyeragamkan ukuran dan mempercantik tampilan kompos. Pengadukan di lakukan minimal 3 hari sekali. proses selanjutnya adalah memasukkan kompos ke gudang penyimpanan sebelum di lakukan pengemasan. Saat musim kemarau dimana sampah pasar relatif kering Promi tersebut dicampurkan bersama 20 liter air dan 1 liter tetes tebu.Di tempat ini sampah non organik dipisahkan dengan sampah organik. pupuk kandang 5.

Tanah/Pasir diayak terlebih dahulu sebelum digunakan. Langkah-langkah umumnya sebagai berikut: 1. Tujuan dari pencacahan ini adalah untuk memperkecil dan menyeragamkan bahan baku kompos. Pengumpulan dan pemisahan sampah Sampah dikumpulkan dari dalam pasar dan ditampung di ruang penampungan.bentuk kompos curah. Untuk membuat kompos curah menjadi bentuk granular menggunakan mesin molen membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit dimana sekali proses bisa di hasilkan sekitar 100kg pupuk organik granular. Prosedur Pengomposan Prosedur umum pengomposan pada prinsipnya hampir sama seperti pada prosedur yang telah kami jelaskan di bagian lain. Setiap 3 hari sekali dilakukan pembalikan sampah. Di tempat ini sampah non organik dipisahkan dengan sampah organik. tahapan ini mudah dilakukan secara manual. Sampah tidak boleh diinjak-injak. Pencacahan Sampah Sampah organik yang sudah terpisah dengan sampah non organik selanjutnya dicacah dengan menggunakan mesin pencacah.Kompos selanjutnya dipanen dan dibawa ke tempat pengolahan lebih lanjut.Setelah kering pupuk organik granular tersebut bisa di kemas. karena akan menyebabkan menjadi padat dan kandungan udara di dalam kompos berkurang. Setelah proses ini kompos atau pupuk siap untuk dipasarkan. 4. 8. . Kandungan air di dalam sampah sudah cukup tinggi sehingga penambahan air akan kurang baik untuk proses pengomposan.Kemudain kompos dikemas ke dalam karungkarung plastik. 2. Proses Membuat Pupuk Organik Granular Untuk membuat pupuk organik granular. Tetapi ada sedikit modifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik bahan yang akan dikomposkan. kompos yang sudah di saring tadi di masukkan ke dalam mesin molen yang berputar stasioner dengan di campur air dan kalsit sebagai bahan perekat. Pecampuran PROMI di dalam Bak Pengomposan Selanjutnya sampah yang telah dicacah dicampurkan dengan PROMI dan ditampung di bak-bak pengomposan. 3. Panen Kompos Setelah 14 hari sampah akan berubah warna menjadi kehitaman dan menjadi lebih lunak. Bahan yang digunakan untuk mengencerkan PROMI adalah pasir atau tanah kering. Kompos sampah telah cukup matang.Karena sebagian besar sampah pasar Banjarsari adalah sampah organik. kompos hasil ayakan juga bisa di proses lagi menjadi pupuk organik bentuk granular atau butiran. Pupuk organik berbentuk granular tersebut kemudian di jemur sampe kering. tetapi untuk sampah pasar ini PROMI tidak boleh diencerkan dengan air.Di tempat ini kompos dicacah lagi dan dikemas ke dalam karung-karung plastic. 5. Penyiapan PROMI Umumnya untuk bahan-bahan lain PROMI diencerkan dengan air. Pengolahan Paska Panen Setelah dipanen kompos dijemur untuk mengurangi kadar air kompos. Setelah itu biarkan sampah dengan terbuka sampai 14 hari dan siap di panen.Menampung sampah sekaligus menyortir sampah non organik. 6. Kompos yang telah kering selanjutnya dicacah agar ukurannya seragam dan menarik.

Sedangkan untuk pupuk organik bentuk granular 1 sak/karung berisi 25 kg. Pengemasan Setelah itu dilakukan pengemasan sesuai dengan permintaan konsumen.Untuk kompos curah kita kemas dalam karung berisi 20 kg.7. . Setelah dikemas kompos dan pupuk organik granular tersebut siap untuk di jual.

00. Ember 10 Rp 3.000.000.000.00 2.00 Rp 35.00 Rp105.00/230 m/roll Rp 460. Pan granulator 1 Rp 10. Promi 1 Rp30.00 2.000.000.00 4.000.00 4. Timbangan 1 Rp 1.00 5. Koordinator 1 Rp35.000. Karyawan 6 Rp25.00 Rp 30. Biaya Peralatan Umum No Nama Alat Jumlah Harga @ Jumlah Harga 1.00 Total Biaya Rp30.000.000.00 Total Biaya Rp 30. Pekerja 7 Rp15.000.00 3.00 4.00 2.000. Biaya Tenaga Kerja No Pelaksana Jumlah Honor/Hari Biaya 1. Biaya Peralatan Mesin NO Nama Barang Jumlah Biaya 1.00 Rp30.00 Rp 255. Mesin pencacah kompos 1 Rp 17. Ayakan 1 Rp 5.00 3.255.00 2.900.00 3.000.000. Keranjang sampah 17 Rp 15.00 Total Biaya Rp290. Plastik mulsa penutup tumpukan kompos 460 m/roll Rp230.000.000.00 Rp150.00 . Mesin jahit karung 1 Rp 650.000.00 Rp 175.000.000.BAB IV RENCANA BIAYA PENELITIAN 1.000.000.000.000.200. Biaya Bahan Tambahan No Nama Bahan Jumlah Harga Jumlah Harga 1.000.500. Sekop garpu untuk memilah-milah sampah 7 Rp 25.00 3.

Keadaan seperti penumpukan sampah dapat juga kita jumpai di pasar-pasar tradisional. Pencacahan sampah 3.00 Rp2.696.000. Tentunya keadaan tersebut secepat mungkin harus kita tangani untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.000.00 Total Biaya Rp 33. Biaya Peralatan Umum Rp3.000. Pengumpulan dan pemilahan sampah 2. yaitu dengan melakukan prosedur-prosedur sebagai berikut: 1.00 Total Biaya Rp3. Jika hal tersebut tidak segera kita tangani tentunya hal tersebut nanti akan menjadi sumber penyakit dan akan meninmbulkan bau yang tidak sedap.000.00 REKAPITULASI RANCANGAN ANGGARAN BIAYA No Nama Kebutuhan Biaya 1. Maka dari itu segera mungkin kita harus mengatasi hal tersebut. Karung 20 Rp 1.200.00 7.000.00 Rp 41.00 Rp 20. Penyiapan promi 4. Dampaknya tidak hanya sampah di pasar bunder tersebut berkurang namun juga akan menambah nilai ekonomi bagi masyarakat.00 Rp 140. Pengolahan pasca panen 7.00 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Produksi sampah untuk setiap harinya semakin hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah produk dan pola konsumsi masyarakat.000.00 6.000. Biaya Peralatan Mesin Rp 30. Gerobak sampah 5 Rp400. Biaya Bahan Tambahan Rp 30.000. Di pasar tersebut tentunya kita sering menjumpai penumpukan sampah yang terjadi di sudut-sudut pasar.255.000.00 2.5.000.121.000. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi peningkatan volume sampah tersebut adalah dengan cara mengurangi volume sampah dari sumbernya.00 3.00 8.000. Pengemasan Dengan melakukan pengkomposan terhadap sampah-sampah organic yang terdapat di pasar Banjarsari .00 4. Jawa Barat. Sekop 7 Rp 20. Karena kita dapat menjual pupuk hasil olahan tersebut.000. Dengan melakukan pengkomposan pada sampah-sampah tersebut tentunya akan mengurangi volume penumpukan sampah di pasar Banjarsari. Cara pengolahannya pun hanya sederhana. Panen kompos 6. Tali plastic 5 Rp 8. Biaya Tenaga kerja Rp 290. Cara yang dapat dilakukan adalah melakukan pengkomposan pada sampah-sampah organic seperti sayur-sayuran atau buah-buahan. misalnya pasar Banjarsari yang terletak di Kabupaten Ciamis. Pencampuran promi di dalam bak pengkomposan 5.121.000.

2008. Penanganan dan Pengolahan Sampah. Prihanto D. Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup dan ” Wall Chart ”. Yogyakarta.Kabupaten Ciamis. dan Suprihatin A. DAFTAR PUSTAKA Gelbert M. 1996. Tim penulis PS.S. PPPGT/VEDC. Kesehatan Lingkungan. Buku Panduan Pendidikan Lingkungan Hidup. 2002. Sehingga pendapatan masyarakat otomatis juga akan meningkat seiring dengan penjualan pupuk hasil olahannya. selain mengurangi penumpukannya juga akan menghasilkan nilai ekonomis terhadap pupuk hasil olahannya. Malang Slamet J. Gadjah Mada Universty Press. Jakarta : Penebar Swadaya .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful