P. 1
E. Additional 01 Pengurapan

E. Additional 01 Pengurapan

|Views: 68|Likes:
Published by Samuel Wijaya
Pengurapan atau pencurahan Roh Kudus tidak terjadi hanya satu tahun sekali, tetapi terjadi setiap hari, dan setiap gereja Tuhan yang bertumbuh adalah gereja Tuhan yang mengalami pencurahan Roh Kudus setiap hari, yang mengalami kepenuhan Roh Kudus setiap hari, yang mengalami kuasa Roh Kudus setiap hari, mengapa?
Pengurapan atau pencurahan Roh Kudus tidak terjadi hanya satu tahun sekali, tetapi terjadi setiap hari, dan setiap gereja Tuhan yang bertumbuh adalah gereja Tuhan yang mengalami pencurahan Roh Kudus setiap hari, yang mengalami kepenuhan Roh Kudus setiap hari, yang mengalami kuasa Roh Kudus setiap hari, mengapa?

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Samuel Wijaya on Dec 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

1

PENGURAPAN
JKI NATIONS’ LIGHT CHURCH

Pengurapan atau pencurahan Roh Kudus tidak terjadi hanya satu tahun sekali, tetapi terjadi setiap hari, dan setiap gereja Tuhan yang bertumbuh adalah gereja Tuhan yang mengalami pencurahan Roh Kudus setiap hari, yang mengalami kepenuhan Roh Kudus setiap hari, yang mengalami kuasa Roh Kudus setiap hari, mengapa? Kisah Para Rasul 2:17-20:
“Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalangumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.”

Ayat di atas menjelaskan pada kita bahwa Tuhan mencurahkan RohNya ke atas semua manusia sampai kepada titik sebelum datangnya hari Tuhan, atau kedatangan TuhanYesus kedua kali. Dijelaskan di atas bahwa titik pertama pencurahan Roh Kudus adalah pada saat Pentakosta pertama kali. Tidak ada penjelasan bahwa pencurahan Roh Kudus hanya terjadi pada saat Pentakosta satu kali setiap tahun. Tetapi pencurahan Roh Kudus itu akan terus terjadi setiap hari sampai titik sebelum datangnya hari Tuhan. Jadi saat ini kita sedang ada di dalam waktu-waktu dan masa-masa pencurahan yang terusmenerus ini oleh karena itu kita harus terus menjaga agar di dalam kita tetap ada pengurapan Roh Kudus. Kunci utama mendapatkan pencurahan Roh Kudus dan pengurapan adalah kehausan yang luar biasa di hadapan Tuhan. Yesaya 44:3:
“Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.”

Sekarang ini kita akan belajar mengenai pengurapan secara keseluruhan. Tradisi, Sejarah dan Latar Belakang Secara umum urapan atau minyak urapan merupakan bagian dari kebutuhan hidup sehari-hari di antara orang-orang Yahudi dan urapan itu sendiri merupakan bagian ritual dan tradisional yang ada di antara mereka sebagai bagian dari kebudayaan mereka secara umum. Di bawah ini kita akan mempelajari kepentingan-kepentingan pengurapan bagi orang-orang Yahudi, dimulai dari hal yang paling sederhana sampai kepada kepentingan yang rohani. Mengapa kita mempelajarinya juga? -- Kita mempelajari hal ini, karena kita sebagai Israel-Israel rohani perlu mengerti bahwa pengurapan di dalam kehidupan kita adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan, terutama bagi setiap kita yang melayani di dalam ladang pelayanan. Selama ini kita mengalami segala sesuatu yang berkaitan dengan pengurapan hanyalah memiliki makna secara rohani dan melalui materi ini kita hendak membuktikan bahwa pengurapan adalah sesuatu yang masih berlaku sampai sekarang ini juga bagi kita.

1. Sebagai Prasyarat Kepemilikan Untuk Acara dan Keadaan Khusus Secara umum minyak urapan dibuat dari minyak zaitun murni atau yang telah dicampur dengan parfum dan yang menjadi kegunaan yang paling umum, minyak urapan ini sering dipergunakan sebagai bagian dari berdandan atau tata rias.

2

a. Minyak urapan adalah salah satu bahan yang digemari sebagai bagian yang penting di dalam menjaga penampilan yaitu, sebagai bahan “berurap” pada saat menghadapi suatu acara yang penting, seperti perayaan suatu hari raya tertentu, menghadiri jamuan pesta, menghadap orang yang dianggap sebagai orang yang penting. • Mazmur 23:5:
“Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.”

Pengkhotbah 9:8:
“Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.”

Urapan adalah bagian yang sangat penting bagi kita untuk menghadiri suatu jamuan atau pesta sebagai bagian penghormatan terhadap orang yang mengundang dan menunjukkan kesungguhan kita sebagai orang yang diundang. Bagi kita hal ini juga memiliki suatu kepentingan rohani yang cukup tinggi yaitu, jika kita hendak menghadap “Tuhan Raja Di Atas Segala Raja”, maka hendaklah kita tetap memiliki pengurapan di dalam kita dan jangan sampai terjadi pada saat kita bertemu dengan Sang Raja, Ia menganggap kita ini tidak berisi atau di dalam kita tidak ada pengurapan. Ini yang Tuhan harapkan di dalam kehidupan kita bahwa kita ini adalah orang-orang yang diurapi dan yang hidup secara terus menerus di dalam pengurapan yang telah diberikanNya kepada kita. Oleh karena itu kita harus menjaga seluruh pengurapan yang Tuhan telah berikan kepada kita sehingga pengurapan itu akan meresap ke dalam seluruh kehidupan kita secara jasmani ataupun secara rohani. b. Berurap juga merupakan bagian yang penting dari pernyataan pemulihan kita atau suatu keadaan yang khusus. • Yehezkiel 16:9:
“Aku membasuh engkau dengan air untuk membersihkan darahmu dari padamu dan Aku mengurapi engkau dengan minyak.”

Disebutkan juga bahwa pengurapan juga sebagai tanda dari pemulihan kita, yang selalu didahului oleh pembasuhan atau mandi. Bagi kita seperti hal ini adalah sesuatu yang biasa kita lakukan sebagai bagian dari kehidupan bergereja, yaitu: Pada saat kita bertobat dari dosa-dosa kita dan percaya bahwa Yesus Anak Allah  Kita memberi diri untuk dibaptis  Tuhan akan mengurapi kita. Baptisan air bisa menjadi salah satu sarana awal pengurapan yang akan kita terima, kemudian baptisan Roh Kudus menjadi sarana yang sangat luar biasa dari pengurapan yang kita terima, karena melalui baptisan Roh Kudus ini kita akan diurapi dengan kuasa untuk melayani.
c.

Di dalam semua tindakan yang dikatakan “berurap atau mengurapi” selalu disertai dengan “mandi atau dimandikan”, dapat kita baca di dalam kitab Ruth 3:3; 2 Samuel 12:20; dan Yehezkiel 16:9. • 2 Samuel 12:20:
“Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.”

Di sini diceritakan bahwa setelah Daud menyelesaikan masa perkabungannya ia mandi dan berurap, lalu masuk ke Rumah Tuhan untuk menyembah Tuhan. Maka di sini kita ketahui bahwa terhadap siapa kita menganggap penting, pada saat kita bertemu dengannya kita harus menghadap dengan keadaan “berurap”.

3

Bagi orang-orang yang sangat miskin, merekapun terbiasa untuk menyimpan minyak urapan yang hanya akan dipakai untuk saat-saat atau kegiatan yang khusus, dan hampir dipastikan setiap rumah tangga memilikinya. Misalnya, keluarga Naomi termasuk keluarga yang miskin, tetapi ternyata juga menyimpan minyak urapan di keluarganya, di dalam kitab Ruth 3:3:
“…mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.”

Ruth diperintahkan oleh mertuanya untuk menemui Boas yang adalah majikannya secara tidak resmi, untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting dan karena Boas ini adalah seseorang yang penting dan tidak mudah untuk didekati, maka oleh mertuanya Ruth diperintahkan untuk berdandan sedemikian rupa dan “berurap” untuk bertemu dengan Boas.

2. Sebagai Bahan Yang Berfungsi Secara Klinis a. Minyak urapan juga berfungsi secara klinis bagi tubuh terutama bagi kulit. • Dikarenakan daerah Timur Tengah memiliki keadaan iklim yang cukup ekstrim yaitu, panas terik kering sepanjang tahun yang disertai keadaan yang berdebu dan sedikit berkapur, dan minyak urapan ini memiliki fungsi sebagai penyejuk atau penyegar bagi kulit dan minyak ini diurap ke secara merata pada kulit atau bagian tubuh yang terbuka terutama pada bagian wajah. Mazmur 104:15:
“…dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia.”

Dari penjelasan ayat di atas kita mengerti bahwa minyak urapan sangat diperlukan untuk menangkal keadaan ekstrim dari suatu tempat dengan iklim yang sangat tidak menguntungkan. Hal ini dapat kita bandingkan dengan contoh yang terdapat di Alkitab yang memiliki hubungan dengan hal ini: Kejadian 29:16,17:
“Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.“

Menurut terjemahan Bible in Basic English, “And Leah's eyes were clouded, but Rachel was fair in face and form.“ Secara rohani pengurapan di dalam hidup kita berfungsi sebagai bahan penyejuk atau penyegar yang terjadi terus-menerus bagi manusia rohani kita, dengan tujuan kita bisa menyegarkan atau membagi kesegaran kita kepada sekeliling kita agar orang-orang yang berada di dekat kita mendapat berkat yang membangun kehidupan mereka, dan hal ini dapat kita pelajari di dalam: Yohanes 4:13-14:
“Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."”

Yohanes 7:37-39:
“Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.”

4

Jadi pengurapan sangat diperlukan oleh manusia jasmani dan rohani kita sebagai suatu sarana agar kehidupan kita selalu bisa memberi dampak yang baik bagi sekeliling kita, dan pengurapan ini hanya akan kita dapatkan jika kita dekat dengan Tuhan Yesus sebagai pemberinya, dekat dengan Firman dan dekat dengan Roh Kudus. • Dengan kita diurapi  Roh Kudus dianugerahkan kepada kita dan menyertai kita. • Dengan kita menjalani hidup sesuai dengan kebenaran  Kita dekat atau disertai Tuhan Yesus dan berjalan dekat sesuai dengan FirmanNya • Akhirnya  Pengurapan yang telah diberikan kepada kita bukan lagi berada di atas kita tetapi akan terserap ke dalam keseluruhan manusia jasmaniah dan rohaniah kita sehingga akan memberikan kesegaran dan pancaran kemuliaan Tuhan di dalam kehidupan kita sehari-hari. b. Pada tradisi orang Yahudi minyak urapan juga berfungsi untuk keperluan pengobatan. • Yesaya 1:4-6:
“Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia. Di mana kamu mau dipukul lagi, kamu yang bertambah murtad? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak.”

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa seharusnya setiap luka seharusnya diberi minyak, dan tentunya minyak untuk mengurapi agar luka tersebut cepat sembuh. Secara rohani yang dimaksudkan di sini adalah, seringkali manusia atau kita berbuat kesalahan atau kejahatan dan dosa yang kemudian membuat luka-luka baru di dalam kehidupan kita, dan yang paling merugikan kita adalah luka-luka batin atau rohani adalah luka-luka yang paling sulit untuk disembuhkan karena luka-luka rohani akan menjadi beban atau kuk di dalam hidup kita, dan jawaban satu-satunya adalah pengurapan seperti yang disebutkan nabi Yesaya di dalam Yesaya 10:27:
“And it shall come to pass in that day, that his burden shall be taken away from off thy shoulder, and his yoke from off thy neck, and the yoke shall be destroyed because of the anointing. {be taken...: Heb. remove}” (KJV)

Secara jasmaniah pengurapan yang diberikan kepada tubuh kita akan membawa kesembuhan bagi tubuh kita, jika pada tubuh kita memang sedang mengalami sakit  sakit yang disebabkan oleh karena dosa dan kejahatan kita ataupun sakit yang dikarenakan tubuh kita mengalami kelemahan. Oleh karena itulah Tuhan mengajarkan murid-muridnya untuk mengoles minyak (urapan) ketika Ia mengutus mereka untuk melayani dan menyembuhkan orang-orang Yahudi yang sedang sakit untuk menyembuhkan mereka. • Markus 6:13: “…dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.”

Yakobus 5:14:

“Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.”

Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah mengapa pengurapan membawa kesembuhan bagi tubuh, jiwa dan roh kita? • Karena pengurapan ini selain akan mengusir penyakit, pengurapan juga akan menguduskan orang sakit itu, sehingga segala kuasa gelap yang mengikat akan dilepaskan, karena pada saat kita diurapi sebenarnya Roh Kudus sedang diberikan Tuhan Yesus kepada kita, dan jika Roh Kudus menyertai kita atau bahkan tinggal di dalam kita maka Roh Kudus akan menguduskan kita. 3. Pengurapan Sebagai Sarana Untuk Mengurapi Benda-Benda Dan Rumah Orang Yahudi biasa melakukan pengurapan terhadap benda-benda yang sering dipergunakan dan juga termasuk mengurapi rumah, dan tujuan dari pengurapan ini adalah untuk melakukan pengudusan, hal ini dapat kita buktikan melalui ayat-ayat berikut ini:

5

Pengurapan Bait Allah, rumah atau bagian-bagian dari rumah, seperti perlengkapan rumah atau furnitur, mezbah, mimbar, atau bahkan tiang-tiang. • Keluaran 29:36:
“Tiap-tiap hari haruslah engkau mengolah seekor lembu jantan menjadi korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian dan haruslah kausucikan mezbah itu, dengan mengadakan pendamaian baginya; haruslah engkau mengurapinya untuk menguduskannya.”

Kejadian 28:18:
“Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.”

Kejadian 35:14:
“Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni tugu batu; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.”

Kejadian 31:13:
“Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepadaKu; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu."”

Oleh karena hal inilah maka tidaklah suatu yang mengherankan jika kita mendengar ada orang yang mengurapi gereja, mengurapi rumah, bahkan kita seringkali mendengar para pendoa syafaat kota melakukan pengurapan di bagian-bagian kota. Dan semua tujuan dari pengurapan ini adalah untuk menguduskannya. • Pernah ada kesaksian orang yang disembuhkan dari penyakit yang telah menahun, hanya melalui pengurapan rumah di mana orang sakit itu tinggal. Mengapa hal ini terjadi, karena rumah itu dibersihkan dan dikuduskan dari segala jenis penyakit dan segala kuasa gelap yang menguasai rumah itu yang kemudian mengikat orang yang sakit tersebut. • Pada saat kami sering mengadakan doa keliling untuk kota Semarang pada tahun 2000, kita sering berdoa dan mengurapi tugu perbatasan kota, sampai seluruh daerah perbatasan yang kecil-kecil sekalipun, suatu saat kita bertemu dengan Kapolsek Semarang Barat, dia mengatakan bahwa sepanjang kurun waktu pertengahan tahun 2000 sampai pertengahan tahun 2001 angka kejahatan secara umum di kota Semarang menurun dengan drastis hingga mencapai 50%. Peralatan-peralatan yang sering kita pergunakan di gereja sebaiknya sering untuk kita doakan dan urapi dan kita pergunakan sungguh-sungguh dengan menjaga kekudusan barang-barang itu, hal ini akan menyebabkan barang-barang inipun akan penuh dengan urapan. Demikian juga terhadap perangkat pelayan-pelayan Tuhan di gereja kita, perlu untuk didoakan dan diurapi, agar mereka semua memiliki kemampuan ilahi di dalam melayani, karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pengurapan itu akan mengajar dengan sempurna (1 Yohanes 2:20,27) sehingga merekapun bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi Tuhan. 4. Pengurapan Adalah Bagian Terpenting Dari Pelantikan Dan Pentahbisan Pada ayat-ayat berikut kita dapat mempelajari bahwa ada jabatan-jabatan tertentu di Perjanjian Lama, yang setiap pengangkatan dan pelantikan mereka selalu ditandai dengan pengurapan minyak untuk menyatakan dimulainya suatu tugas di hadapan Allah. Dan kalau kita pelajari di Perjanjian Lama orang yang memiliki otoritas untuk mengurapi adalah orang yang memiliki jabatan dengan otoritas sebagai nabi atau bahkan Tuhan sendiri.

Keluaran 40:13-15:

“Kaukenakanlah pakaian yang kudus kepada Harun, kauurapi dan kaukuduskanlah dia supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku. Juga anak-anaknya kausuruhlah mendekat dan kaukenakanlah kemeja kepada mereka. Urapilah mereka, seperti engkau mengurapi ayah mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku; dan ini terjadi, supaya berdasarkan pengurapan itu mereka memegang jabatan imam untuk selama-lamanya turun-temurun."”

1 Raja-raja 19:16:

“Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari AbelMehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.”

6

a. Pelantikan dan pentahbisan Nabi 1 Raja-raja 19:16:
“…Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.” Yesaya 61:1a: “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang …”

Maksud pengurapan ini adalah untuk mengemban tugas khusus atau untuk diutus menjadi penyambung lidah Allah. b. Pelantikan dan Pentahbisan Raja 1 Samuel 15:17:
“Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?“

Melalui penjelasan ayat di atas kita ketahui bahwa saat kita menjadi orang yang diurapi artinya adalah kita sedang meneguhkan pilihan yang telah Allah buat atas segala kehendak Allah sendiri kemudian orang itu diangkat oleh Allah untuk memegang jabatan tertentu. Jadi sesungguhnya Tuhan sendiri yang mengurapi. Di dalam hal ini Saul adalah orang yang dipilih dan diangkat untuk memegang jabatan sebagai raja dan Allah mengurapi Saul melalui Nabi Samuel. c. Pelantikan dan Pentahbisan Imam Keluaran 29:7:
“Sesudah itu kauambillah minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.”

Imamat 8:12:
“Kemudian dituangkannya sedikit dari minyak urapan itu ke atas kepala Harun dan diurapinyalah dia untuk menguduskannya.”

Keluaran 30:30:
“Engkau harus juga mengurapi dan menguduskan Harun dan anak-anaknya supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku.”

Melalui ayat-ayat di atas kita mengetahui orang yang melayani sebagai imam terutama imam besar akan diangkat dan diteguhkan Tuhan melalui pengurapan untuk pengudusannya. Dan yang dimaksud dengan pengudusan adalah: Tuhan ingin memisahkan orang ini untuk melayani Tuhan dan jauh dari pencemaran dunia sebagai imam di hadapan Tuhan. Di dalam Perjanjian Baru pelantikan dan penetapan para penatua atau pelayan Tuhan atau orang yang akan diutus dilakukan oleh para rasul dan para nabi atau pelayanan kenabian. Kisah Para Rasul 14:23:
“Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.”

Kisah Para Rasul 13:1-5:
“Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi. Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.”

7

Di sini kita mempelajari bahwa pelayanan kenabian sangat bermanfaat bagi gereja Tuhan untuk memilih, menetapkan, mengangkat dan mengutus seseorang untuk memasuki ladang pelayanan, dan yang kita lihat di sini adalah akhir dari pelayanan mereka yang memberi dampak yang besar bagi dunia. Kisah Para Rasul 20:17,28:
“Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus…. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.”

1Petrus 5:1,2:
“Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.”

Melalui ayat-ayat di atas kita mempelajari bahwa para rasul dan para nabi merupakan orang-orang yang memegang peranan penting di dalam pembangunan Tubuh Kristus Setelah para rasul dan para nabi memilih dan menetapkan para pemimpin maka mereka menyerahkan mereka kepada Tuhan, karena itu semenjak itu mereka ada di tangan Tuhan untuk menyelesaikan tugas yang Tuhan bebankan kepada mereka di manapun Tuhan menempatkan mereka. Para rasul juga berfungsi sebagai konsultan dan penasihat bagi berbagai kepemimpinan gereja-gereja kota pada saat itu dan semua nasihat yang diberikan selalu membawa gereja-gereja kepada Tuhan dan untuk bertanggung jawab kepada Tuhan sendiri. Salah satu fungsi pengurapan dan pelantikan adalah untuk memperlengkapi dan memampukan orang itu untuk melayani seperti yang pernah ditulis oleh rasul Yohanes di dalam 1 Yohanes 2:20,27:
“Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya…. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.”

Kita pelajari juga bahwa pengurapan yang Tuhan beri di dalam kita akan sangat bermanfaat bagi kita untuk mengajar kita di dalam kebenaran karena seperti yang telah kita pelajari di atas sebenarnya pengurapan itu adalah Roh Kudus sendiri yang Tuhan Yesus berikan kepada kita untuk menyertai dan tinggal di dalam kita. Dan oleh rasul Yohanes dinasihatkan juga kepada kita agar kita menjaga pengurapan di dalam kita dengan cara tetap tinggal di dalam Tuhan atau tetap tinggal di dalam kebenaran atau menghidupi kebenaran itu. Karena jika hidup kita keluar dari kebenaran maka pengurapan yang Tuhan beri di dalam kita akan hilang, artinya pengurapan = pengudusan, pengurapan = sifatnya kudus, jika kita tidak kudus maka pengurapan akan hilang dari kita seperti halnya Saul di dalam 1Samuel 16:13,14:
“Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama. Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.”

8

Beberapa Karakteristik dari Pengurapan 1. Pengurapan Memiliki Bobot Otoritas Ilahi 1 Samuel 26:11a:
“Kiranya TUHAN menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang yang diurapi TUHAN."”

2 Samuel 1:14:
“Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?"”

Di sini dijelaskan bahwa pengurapan yang diterima seseorang yang berhubungan dengan jabatan di dalam Tuhan memuat suatu otoritas yang besar sehingga antar sesama orang yang diurapipun perlu ada penghargaan dan dengan demikian menghormati dan menjadi ekspresi penundukan diri kepada Tuhan yang telah memberikan otoritas tersebut. Dan kalau kita telah mempelajari di atas tentang pengurapan yang berfungsi sebagai pelantikan dan penetapan seseorang di hadapan Tuhan untuk mengemban tugas khusus kita harus sangat menghargainya, karena kita tahu bahwa pengurapan itu dilakukan dan sesungguhnya inisiatif pengurapan itu terletak pada Tuhan bahkan pelaksana pengurapan itu adalah Tuhan sendiri. Sehingga pelanggaran terhadap hal ini akan menimbulkan murka Tuhan terhadap orang tersebut. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena terhadap yang diurapi Tuhan akan memberi kemenangan dan pembelaan dalam segala hal dan perkara, termasuk terhadap orang sama-sama diurapi yang melanggar dirinya.

Roma 14:4:

“Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.”

Ayat di bawah ini sangat meneguhkan ayat di atas yang merupakan alasan Tuhan membela setiap hambaNya yang mengalami penghakiman oleh orang yang tidak memegang otoritas sebagai hakim. • Mazmur 20:7:
“Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kananNya.”

Di sini kita melihat bahwa pengurapan memiliki muatan penyertaan Tuhan kepada siapapun orang yang diurapi. “The Lord beyond the Annointed Man”. Tuhan berada di balik orang-orang yang diurapinya, maka Tuhan juga yang akan berperang dan menganugerahkan kemenangan tersebut kepada siapapun yang diurapiNya. 2. Pengurapan Merupakan Pembagian Sesuatu Melalui pengurapan ini terjadi efek impartasi atau pentransferan otoritas, bahkan pentransferan kekudusan, dan kuasa ilahi kepada siapapun yang diberi kuasa atau untuk mewakili, bahkan disebutkan di dalam pengurapan tersebut terdapat penganugerahan secara khusus Roh Allah. 1 Samuel 16:13:
“Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.”

3. Beberapa Pengurapan Di Dalam Alkitab Di dalam Perjanjian Baru, kata-kata “pengurapan” ditulis dalam bahasa Yunani “chrisma”, artinya pengurapan. Yang kemudian berkembang menjadi “charismaton” yang artinya adalah karunia Roh Kudus. Saat kita memasuki Perjanjian Baru, kita mulai mengenal bahwa tindakan pengurapan/mengurapi tidak hanya dilakukan secara jasmaniah, tetapi juga dilakukan dan dijelaskan secara rohani dan secara simbolik hal tersebut juga kita sebut sebagai pengurapan, karena di Perjanjian Baru dan selanjutnya Tuhan menyatakan dengan jelas apa yang dahulu dilakukan secara simbolik atau sekarang Tuhan bergerak secara esensial artinya Tuhan bergerak/bertindak berdasarkan maksud atau rencana Tuhan yang sesungguhnya.

9

Perbedaan yang utama: 1. Di dalam Perjanjian Lama Tuhan menyatakan pengurapan dengan pencurahan minyak atau juga dengan air dicampur darah korban persembahan yang dipercikkan pada sesuatu. 2. Di dalam Perjanjian Baru bahwa Tuhan mengurapi dengan minyak, dengan kuasa, dengan Roh Kudus, dengan otoritas, bahkan di akhir zaman ini kita menemui beberapa hal baru, yaitu Tuhan mengurapi orang-orang langsung dengan minyak yang keluar dari kulit tangan, kepala, dan lain sebagainya. Hal-hal yang sama: Ada beberapa penjelasan yang dapat menerangkan pengurapan yang terjadi di Perjanjian Lama yang ternyata secara kenyataannya sama dengan maksud Tuhan dengan pengurapan di Perjanjian Baru. Kisah Para Rasul 10:38
”yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”

1. Pengurapan membawa perubahan karakteristik manusia batin: • 1 Samuel 10:6:
“Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.”

1 Samuel 11:6:
“Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat.”

2. Pengurapan memberikan penanaman karunia Roh Kudus: • 1 Samuel 10:10:
“Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka.”

Bilangan 11:25:
“Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi.” (King James Version: … and did not cease = …dan tidak pernah berhenti)

Bilangan 11:29:
“… Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!”

3. Pengurapan memberikan wibawa atau otoritas: • 1 Samuel 16:13: • “Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.” • Bilangan 11:17: • “Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.” 4. Pengurapan menimbulkan kekuatan yang luar biasa: • Hakim-hakim 14:6:
“Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya …”

Hakim-hakim 14:19:
“Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana, …”

Hakim-hakim 15:14:

10

“Setelah ia sampai ke Lehi dan orang-orang Filistin mendatangi dia dengan bersorak-sorak, maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia dan tali-tali pada tangannya menjadi... hancur tanggal dari tangannya. ”

5. Pengurapan memberikan kepandaian dan ketrampilan: • Keluaran 36:1-2:
“Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN." Lalu Musa memanggil Bezaleel dan Aholiab dan setiap orang yang ahli, yang dalam hatinya telah ditanam TUHAN keahlian, setiap orang yang tergerak hatinya untuk datang melakukan pekerjaan itu.”

Maksud Tuhan Bagi Kita Saat Diurapi: 1. Meneguhkan, Mengangkat, Melantik dan Memberikan Kemampuan Orang PilihanNya Menyelesaikan Tugas Dengan Sempurna Ayat-ayat di atas cukup meneguhkan kita bagaimana Tuhan bekerja sama dengan umatNya atau orangorang pilihanNya dengan cara Tuhan mengurapi mereka sehingga mereka bisa menyelesaikan setiap pekerjaan yang telah dibebankan kepada mereka bukan dengan kekuatan mereka, tetapi maksud Tuhan di sini agar setiap orang percaya menyadari bahwa di dalam segala sesuatu harus ada campur tangan Tuhan di dalam apa yang sedang kita kerjakan. Semua adalah hasil karya Tuhan sendiri di dalam kita karena kita telah diurapi dengan Roh Kudus dan kuasa agar segala rencana Allah selesai dengan sempurna. Karena dengan segala kemampuannya manusia tidak pernah bisa mengerjakan segala sesuatu dengan sempurna, padahal Tuhan menuntut kita untuk menyelesaikan segala pekerjaan kita dan berlaku di hadapanNya dengan sempurna. Kejadian 17:1:
“Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. " (Amplified Bible: be perfect  sempurna (blameless, wholehearted, complete))”

Matius 5:48:
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

adalah Tuhan yang Maha Kuasa dan Tuhan yang sempurna: Dia menuntut kita untuk hidup dan bertindak dan menghasilkan sesuatu yang sempurna. Tetapi kita tidak maha kuasa tetapi di dalam kita ada banyak keterbatasan, sehingga untuk mewujudkan kemahakuasaanNya Ia akan memberikan kita pengurapan agar kita bisa menyelesaikan segala yang menjadi keinginan hatiNya lewat tindakan dan hidup kita. Sehingga Ia di dalam kemahakuasaanNya Ia berkuasa mewujudkan keinginanNya dan tidak pernah ada kegagalan di dalam Dia bahkan segala yang Ia rancang dan kerjakan adalah sesuatu yang sempurna. 2. Menyatakan Kerjasama dengan Kita Orang PilihanNya Tuhan kita adalah Tuhan yang mau bekerja sama dengan kita umatNya, dan Iapun bertanggung jawab atas segala rencanaNya sehingga Ia selalu mengurapi orang-orang pilihanNya yang telah ditetapkan untuk menyelesaikan tugas di hadapanNya: 2 Korintus 1:21:
“Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi.”

Untuk menyatakan kerjasama Tuhan dengan kita, maka kita diurapi • Diurapi untuk mengemban tugas khusus atau untuk diutus menjadi penyambung lidah Allah. • Kita diurapi artinya adalah kita sedang meneguhkan pilihan yang telah atau pernah Allah buat atas segala kehendak Allah sendiri bagi kita untuk memegang jabatan tertentu. • Pengurapan sama dengan pengudusan artinya Tuhan menguduskan mereka dengan maksud dipisahkan hanya untuk Tuhan atau bekerjasama dengan Tuhan. 3. Menyatakan Perkenanan pada AnakNya

11

Karena Allah menyukai dan berkenan bahkan mencintai orang pilihanNya, maka Ia mengurapi orang pilihanNya, oleh karena itu kita sebagai umatNya, kita wajib berlaku tidak bercela dengan menuruti dan melakukan segala perintah dan segala FirmanNya, sebagai tanda bahwa kita mencintai Tuhan, maka Tuhan akan lebih cinta kepada kita, sehingga bukan hanya keselamatan yang kita terima, tetapi Iapun akan mengurapi kita dengan kekuasaan yang maha tinggi untuk membuat setiap kehidupan dan pelayanan kita efektif. Ibrani 1:9:
“Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.”

Melalui ayat ini kita sekarang melihat, mengapa setiap orang kehidupan pelayanannya memiliki kapasitas urapan yang berbeda-beda. Ada orang yang melayani dengan luar biasa dan ada pula orang yang melayani biasa-biasa saja. Tuhan selalu memiliki orang yang menjadi anak emas, karena seorang anak harus memiliki gaya hidup yang seperti Bapanya. Kalau Bapanya mencintai keadilan dan membenci kefasikan, maka sang anakpun memiliki selera dan gaya hidup yang sama dengan Bapanya, dan seterusnya. 4. Pengurapan akan Mengajar dan Meningkatkan Ketrampilan Kita Pengurapan yang Tuhan beri akan memberikan kepada kita: • Kemampuan khusus untuk mengerjakan tugas khusus. • Meningkatkan kecerdasan kita di dalam menangkap maksud Allah yang tertentu untuk kita kerjakan. Dengan anugerah yang seperti di atas, maka kalau kita diurapi, kita akan memiliki kemampuan mengingat, mempelajari dan mengerjakan sesuatu dengan sangat baik. 1 Yohanes 2:20,27:
“Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya… Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari padaNya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.”

Keluaran 36:1-2:
“Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN." Lalu Musa memanggil Bezaleel dan Aholiab dan setiap orang yang ahli, yang dalam hatinya telah ditanam TUHAN keahlian, setiap orang yang tergerak hatinya untuk datang melakukan pekerjaan itu.”

• Salah satu contoh dari hal ini, antara lain: salah satu Hamba Tuhan Penginjil yang luar biasa dari Jawa Timur yang memiliki jaringan pelayanan internasional (pada tahun1980-an), yang pada masa pelayanannya sangat jarang hamba-hamba Tuhan dari Indonesia yang melayani ke luar negeri. Dan saya menemukan kesaksian bahwa ia mendapat kemampuan berbahasa Inggris yang sangat fasih adalah karena pada saat ia mendapat panggilan dari Tuhan untuk melayani dan membangun pelayanan internasional, tetapi ia sangat terbatas di dalam berbahasa Inggris dan ini menjadi kendala bagi panggilan pelayanannya. Sampai suatu saat ia didoakan seorang Hamba Tuhan wanita dari suatu kota kecil di Jawa Timur, dan sejak saat itu ia mendapat keajaiban sehingga kemudian ia berbahasa Inggris dengan fasih dan pada akhirnya iapun berhasil memenuhi panggilan Tuhan di dalam hidupnya. Karena sebenarnya pengurapan yang Tuhan beri kepada orang-orang pilihanNya memiliki kemampuan untuk menembus dimensi pewahyuan ilahi, sehingga kemudian mengubah keadaan dan kehidupan seseorang atau keadaan tertentu dan menjadi kenyataan di dalam alam jasmaniah. 5. Pengurapan Meningkatkan Keintiman Kita Pengurapan Roh Kudus yang kita terima akan selalu membangkitkan kesadaran di dalam kita untuk selalu tetap melekat dan semakin kuat melekat kepada Tuhan, dan bagian kita sebagai orang yang

12

diurapi bukan hanya sadar, tetapi juga melakukannya dalam hidup kita, sehingga akhir dari pengurapan yang membangun kesadaran kita ini akan membawa keintiman yang lebih lekat dengan Tuhan. 1 Yohanes 2:27:
“Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.”

6. Pengurapan akan Menguduskan, Menghancurkan Segala Kuk dan Ikatan atau Sakit-penyakit Karena salah satu tujuan dari praktek pengurapan adalah untuk menguduskannya, Keluaran 29:36:
“… dan haruslah kausucikan mezbah itu, dengan mengadakan pendamaian baginya; haruslah engkau mengurapinya untuk menguduskannya.”

Demikian hidup kita juga pada saat kita diurapi ada bagian kekudusan ilahi yang dibagikan ke dalam hidup kita sehingga kuasa ini akan menghancurkan dan meremukkan segala kekotoran dan kuk kita. Yesaya 10:27:
“Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap.”

Isaiah 10:27:
“And it shall come to pass in that day, that his burden shall be taken away from off thy shoulder, and his yoke from off thy neck, and the yoke shall be destroyed because of the anointing.” (King James Version)

Yakobus 5:14:
“Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.”

Markus 6:13:
“…dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.”

Dengan kita mempelajari beberapa ayat di atas, kita mengerti sekarang, bahwa segala kuk perhambaan akan diremukkan oleh karena pengurapan. Oleh karena itu di dalam Perjanjian Baru-pun juga dilakukan pengurapan untuk membebaskan orang dari penyakit, ataupun ikatan kuasa kegelapan. Ada beberapa kesempatan yang sangat bagus bagi kita untuk melayani pelepasan, antara lain: • Pada saat ada Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Karena pada saat itu pasti terjadi intensitas pengurapan yang sangat besar dan tebal. Kesempatan yang lain adalah pada saat baptisan air. Di Toronto Airport Church, Kanada setiap kali diadakan pengulangan baptisan air terhadap siapapun yang bertobat kembali, bahkan banyak hamba-hamba Tuhan yang dibaptis ulang oleh karena kehidupan pelayanan sebelumnya mengalami pergeseran dari kasih mula-mula dan masih banyak kasus lagi, dan yang dimaksudkan di sini dengan baptisan adalah pelepasan. • Pengurapan dari atas. karena kalau kita melayani pelepasan dengan mengandalkan pengurapan Tuhan maka baik orang yang kita layani maupun diri kita yang melayanipun tetap mendapat kesegaran terus-menerus sehingga menghindarkan kita dari kelelahan secara rohani. 7. Pengurapan Besar Sangat Penting untuk Memback-up Atmosfir Ilahi (Penjelasan point ini pelajari segmen Radiasi Pengurapan)

Praktek Pengurapan Masa Kini Setelah kita mengetahui makna sesungguhnya dari pengurapan, maka kita sekarang akan mempelajari lebih lanjut, bagaimana praktek pengurapan pada masa kini yang memiliki berbagai maksud, tujuan dan bobot ilahinya:

13

1. Penumpangan Tangan • Penumpangan Tangan untuk Mentransferkan Roh Kudus dan Otoritas Di Perjanjian Lama kita dapat mempelajari contoh yang paling mudah dan paling nyata dari pengurapan dengan penumpangan tangan, yaitu pada saat Musa meletakkan tangannya kepada Yosua dengan maksud mentransferkan Otoritas atau Kekuasaan dan Roh Kebijaksanaan dan Kewibawaan. Bilangan 27:18-20,23:
“Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: "Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya, suruhlah ia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat, lalu berikanlah kepadanya perintahmu di depan mata mereka itu dan berilah dia sebagian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Israel mendengarkan dia. … lalu ia meletakkan tangannya atas Yosua dan memberikan kepadanya perintahnya, seperti yang difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa.”

Ulangan 34:9:
“Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.”

Di dalam Perjanjian Baru kita dapat mempelajari Timotius anak rohani dari Rasul Paulus, yang memperoleh karunia-karunia Roh Kudus, melalui penumpangan tangan Sidang Penatua dan Rasul Paulus sendiri. Selain itu juga para pelayan-pelayan meja yang diangkat juga didoakan dengan penumpangan tangan, agar otoritas di dalam pelayanan merekapun muncul. Kisah Para Rasul 6:6:
“Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.”

1 Timotius 4:14:
“Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.”

2 Timotius 1:6:
“Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.”

Kisah Para Rasul 6:6:
“Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.”

• Penumpangan Tangan untuk Baptisan Roh Kudus. Baptisan Roh Kudus selalu memiliki ciri khas utama yaitu, Roh Kudus turun ke atas seseorang yang akan dibaptis, dengan kata lain pengurapan Roh Kudus akan memenuhi orang tersebut sehingga orang tersebut akan mengalami Baptisan Roh Kudus. Dan salah satu tindakan yang diambil untuk pengurapan Baptisan Roh Kudus adalah melalui penumpangan tangan. Kisah Para Rasul 8:17: “Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.” Kisah Para Rasul 19:6: “Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.” • Penumpangan Tangan untuk Pengurapan Kesembuhan Ilahi Kita melihat bagaimana cara Tuhan Yesus bergerak di antara umat pada masa-masa pelayananNya di dunia, seringkali kita membaca kesaksian mengenai Tuhan Yesus menumpangkan tangan pada orang-orang sakit untuk kesembuhan mereka, begitu juga para murid pada masa itu. Markus 6:5; 7:32; 8:23: 10:16; Lukas 4:40; 13:13

14

Kisah Para Rasul 28:8:
“Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia.”

• Penumpangan Tangan sebagai Tanda Pengurapan Pengutusan Pada zaman gereja mula-mula mereka selalu mengadakan penumpangan tangan ini sebagai tanda mereka merestui dengan diutusnya saudara-saudara untuk pergi melayani ke suatu tempat pelayanan, dan pada beberapa gereja masa kini jemaat juga melakukan hal yang sama untuk mengutus para hamba-hamba Tuhan untuk melayani di suatu tempat tertentu. Kisah Para Rasul 13:3:
“Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.”

• Penumpangan Tangan untuk Pengurapan Berkat Tuhan Yesus memberikan contoh bagi kita untuk memberkati, salah satu cara yang paling nyata adalah menumpangkan tangan, kepada siapa? --- Kepada anak-anak atau kepada orang yang mau berlaku dan memiliki hati seperti anak-anak di dalam jati dirinya, dan orang-orang yang seperti ini pasti mendapat berkat dan tidak akan kehilangan berkatnya. Matius 19:13:
“Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; ….”

2. Penuangan dan Pengolesan minyak Seperti yang telah kita pelajari di bagian atas bahwa salah satu tindakan mengurapi adalah, dengan menuangkan atau mengoleskan minyak urapan dengan berbagai kebutuhan antara lain: • Penuangan dan pengolesan minyak sebagai tanda pengudusan sehingga terjadi kesembuhan • Penuangan minyak untuk mengurapi seseorang untuk memegang jabatan tertentu di hadapan Allah • Penuangan atau pengolesan minyak terhadap suatu tempat tertentu dengan maksud menguduskan atau menyucikan sesuatu 3. Doa dan Penyembahan secara Korporat Pada saat kita mengadakan penyembahan di hadapan Tuhan secara korporat atau secara bersamasama maka akan terjadi pengurapan secara umum, misalnya: • Pada saat Musa dan ketujuh puluh tua-tua yang dipilih Tuhan untuk membantu pelayanan Musa berkumpul di depan Kemah Pertemuan bersama menghadap dan menyembah Tuhan, mereka semua yang telah dipilih mendapatkan pengurapan dengan cara mendapatkan sebagian Roh yang ada pada Musa dari Tuhan. Bilangan 11:24-25:
“Setelah Musa datang ke luar, disampaikannya firman TUHAN itu kepada bangsa itu. Ia mengumpulkan tujuh puluh orang dari para tua-tua bangsa itu dan menyuruh mereka berdiri di sekeliling kemah. Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambilNya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi (KJV:… and did not cease).”

• Pada saat 120 murid bertekun berdoa bersama-sama untuk menanti-nantikan turunnya Roh Kudus yang dijanjikan Tuhan Yesus kepada mereka di kamar loteng Yerusalem, tiba-tiba Tuhan melawat dan mengurapi mereka sampai penuh dengan Roh Kudus, yang kemudian disebut dengan Hari Pentakosta. Kisah Para Rasul 2:1-4:
“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada

15

mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

Radiasi Pengurapan atau Kapasitas Roh Penuhnya urapan pada seorang hamba Tuhan akan sangat mempengaruhi kualitas dan efektifitas pelayanan hamba Tuhan tersebut. Karena Radiasi Urapan atau Kapasitas Roh yang terdapat pada setiap hamba Tuhan tidaklah sama, semakin tebalnya radiasi urapan atau semakin besarnya Kapasitas Roh seorang hamba Tuhan, akan mempengaruhi keadaan atmosfir suatu tempat tertentu. Yang dimaksud dengan Radiasi Pengurapan atau Kapasitas Roh di sini adalah: • Ketebalan Kuasa Pengurapan yang bekerja di sekeliling hamba Tuhan yang diurapi pada saat dia melayani ataupun bukan pada saat dia melayani. Radiasi Pengurapan atau Kapasitas Roh ini akan meningkatkan efektifitas pelayanan hamba Tuhan tersebut, terutama untuk mengadakan peperangan rohani dan mendeteksi keadaan daerah tertentu secara rohani, terutama daerah yang akan dilayani, jauh sebelum memasuki daerah tersebut. Misalnya: Pendoa syafaat atau Hamba Tuhan kelas dunia seperti: Suzette Hattingh, Larry Lea, Cindy Jacobs, Reinhard Bonkke, dll. Mereka dapat mengetahui keadaan rohani suatu area tertentu, bahkan pada saat tertentu mereka dapat mengetahui bahwa mereka sudah ada di perbatasan kota atau suatu daerah padahal mereka tidak mengetahui sama sekali peta perjalanan atau peta navigasi mengenai perbatasan suatu negara, propinsi, kota yang sedang mereka masuki dan telah mereka tinggalkan. Seringkali dalam pelayanan hamba-hamba Tuhan kelas dunia yang lain seperti Benny Hinn, Oral Robert, Roberts Liardon, Kenneth E Hagin, Darrel Stott, Kathryn Khulman, Smith Wigglesworth, dll. Pada saat mereka bergerak orang-orang yang terdapat di sekeliling mereka merasa seperti mendapat sambaran atau dorongan semacam kuasa tertentu yang memiliki ketebalan tertentu, yang pada akhirnya ada di antara mereka yang jatuh tanpa disentuh sama sekali, ada yang mendapat pengurapan atau kepenuhan Roh Kudus (tertawa, menangis atau bahkan mabuk di dalam Roh Kudus, dll), dan ada juga yang disembuhkan hanya dengan dilewati saja (Kisah Para Rasul 5:14-16), dan masih banyak lagi yang dapat terjadi melalui Ketebalan Radiasi Pengurapan seorang hamba Tuhan. Bahkan hal ini bisa terjadi melalui kasetkaset khotbah, video khotbah, dll. Ketebalan Radiasi Pengurapan antar hamba-hamba Tuhan tidak sama satu dengan yang lain. Ada hambahamba Tuhan yang memiliki Radiasi Pengurapan berskala kecil (lingkungan, keluarga, gereja), tetapi ada pula hamba-hamba Tuhan yang memiliki Radiasi Pengurapan berskala besar (kota, propinsi, atau bahkan berskala satu bangsa). Kita dapat melihat contohnya dari Alkitab. Salah satu urapan yang terbesar otoritasnya di dalam jajaran Orang-orang yang diurapi adalah Urapan Otoritas seorang Nabi, di Perjanjian Lama, kita mempelajari, bahwa di saat Samuel hidup seluruh Israel berada dalam keadaan damai sejahtera, walaupun tetap ada peperangan, tetapi yang unik adalah pada masa Samuel masih hidup kita mempelajari bahwa tidak suatu saatpun orang-orang Filistin dapat menguasai sebagian tanah orang Israel. Contoh yang lain adalah semasa pemerintahan Yosua orang-orang Israel selalu mengalami kemenangan yang gemilang, bahkan sampai merebut sebagian besar tanah Kanaan, semasa Musa hidup di dalam setiap peperangan orang Israel, selama Israel menurut, dicatat di dalam Alkitab bahwa mereka kembali dari medan peperangan dengan jumlah yang sama saat mereka berangkat ke medan peperangan. Melalui penjelasan ini, kita perlu mengerti bahwa kita semua sebagai pelayan-pelayan Tuhan perlu memiliki Radiasi Pengurapan atau Kapasitas Roh yang besar agar setiap pelayanan kita efektif. Dan kalau kita melihat gaya hidup beberapa tokoh-tokoh Alkitab dan gaya hidup hamba-hamba Tuhan masa kini yang memiliki pengurapan yang besar, kita akan melihat kesamaan-kesamaannya antara lain: 1. Menjaga Gaya Hidup yang betul-betul Kudus. 2. Menjaga Gaya Hidup yang menghormati Tuhan. 3. Menjaga Hubungan dengan Tuhan dengan sempurna. Yang Harus Kita Lakukan Setelah Diurapi 1. Dikuduskan hanya untuk Tuhan dan mengemban tugas ilahi Kalau kita mempelajari dari bahan di atas kita mengerti bahwa salah satu maksud Allah untuk mengurapi orang-orang pilihanNya adalah untuk menguduskan mereka, artinya dipisahkan hanya untuk Tuhan. Jadi setiap orang yang diurapi seharusnya mengalami proses pengudusan ini, kalau setiap orang yang diurapi menolak pengudusan dan tetap mau kembali kepada kehidupan yang lama, maka keadaan

16

orang itu akan semakin buruk, contohnya Raja Saul, sebagai orang yang diurapi dia tidak keluar dari kehidupan lamanya, bahkan dia terikat kembali dengan okultisme. Akhirnya keadaan orang itu bukan lebih baik tetapi semakin buruk. Setiap orang yang dipilih dan diurapi, selalu sudah ditargetkan Allah untuk suatu tugas pekerjaan pelayanan tertentu. Orang yang mendapat tugas di hadapan Allah harus memiliki hubungan yang baik dengan Allah, bahkan di dalam kehidupannya sehari-hari ia harus berlaku tidak bercela atau sempurna di hadapan Allah (Kejadian 17:1). Orang yang dalam kehidupannya menjaga kehidupannya yang kudus dan sungguh-sungguh hidup bergaul dengan Allah tidak mustahil jika pelayanannya adalah pelayanan yang efektif dan penuh kuasa. 2. Siap masuk ke padang gurun Seperti Tuhan Yesus pada saat Ia telah dibaptis dan diurapi sehingga penuh dengan Roh Kudus, Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun. Lukas 4:1-2:
“Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.”

Kita melihat di sini bahwa Tuhan Yesuspun mengalami hal ini, tujuan dari hal ini adalah agar setiap urapan yang besar yang telah diterima itu tidak hilang percuma dikarenakan kita tidak bisa menangani dengan baik di dalam kita, karena yang dialami Tuhan Yesus membuat pengurapan yang turun itu meresap, menetap dan tinggal, bahkan berlipat ganda, karena kematian daging. Selain itu tujuan dari padang gurun ini yang terutama adalah memurnikan urapan yang diterima, juga menyaring urapan yang sesuai dengan panggilannya di dalam Tuhan. Apa yang dialami oleh Tuhan Yesus selama di padang gurun selama 40 hari? – Ia berdoa, penuh dengan Firman, dan yang pasti Ia berpuasa, dan akhir dari semua hal ini selama 40 hari adalah kematian daging sehingga urapan itu meresap ke dalam seluruh kehidupan dan keberadaanNya sebagai manusia. Karena pada saat Tuhan Yesus memasuki kehidupan secara jasmani, Diapun mengalami keadaan yang semua manusia alami, oleh karena itu dagingnya harus dimatikan dan ini adalah cara yang paling efektif agar Tuhan Yesus dapat menyelesaikan rencana seluruh Allah di dalam kehidupanNya di dunia ini. Ini yang disebut dengan mati daging akan membuat efektif pelayanan dan pekerjaan kuasa Roh Kudus di dalam pelayanan kita. Kalau kita mau memiliki pelayanan yang berkuasa dan efektif kita tidak bisa meninggalkan Pola Ilahi ini  Diurapi sampai penuh  Masuk padang gurun (Doa, Firman dan Puasa)  Melayani dengan kuasa. 3. Hidup berkemenangan Bagaimana kita menjalani hidup yang berkemenangan? Kita harus menjaga pengurapan itu tetap ada di dalam kehidupan kita dan meningkatkan kapasitas pengurapan di dalam kita. Bagaimana Menjaga dan Meningkatkan Kapasitas Pengurapan 1. Jaga Hubungan Damai dengan Tuhan terus menerus Keluaran 29:36:
“Tiap-tiap hari haruslah engkau mengolah seekor lembu jantan menjadi korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian dan haruslah kausucikan mezbah itu, dengan mengadakan pendamaian baginya; haruslah engkau mengurapinya untuk menguduskannya.”

Dengan kesadaran kita, kita harus selalu menjaga status kita sebagai orang-orang yang diurapi karena kita dipilih secara khusus untuk menyelesaikan pekerjaan Tuhan. Oleh karena itu jika kita sebagai pelaksana dari pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada kita, maka kita harus memiliki, membangun dan meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Tuhan sebagai pemilik proyek, dan ini harus dijaga dengan konsisten setiap hari dengan penuh kesungguhan.

17

2. Berdiri di atas Firman Tuhan Setiap orang yang melayani dan akan menyelesaikan pekerjaan Tuhan harus tetap berdiri teguh di atas kebenaran Firman Tuhan, karena orang yang berdiri dan berjalan di atas Firman Kebenaran akan menghasilkan iman yang betul-betul teguh dan iman yang seperti ini hanya bisa didapatkan jika memiliki dasar yang paling kuat, yaitu Firman Tuhan. Mengapa kita harus betul-betul dekat dengan Firman untuk menghasilkan Iman yang teguh? – Karena yang menjadi pemilik proyek adalah Tuhan, dan kita mengenal pemilik proyek ini hanya melalui Firman Kebenaran. Roma 10:8,17:
“Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan…Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

3. Mengenal dan Mencintai Yesus dan Roh Kudus Mengenal dan mencintai Tuhan Yesus dan Roh Kudus adalah salah satu hal yang mendasar agar kita mencapai penanggalan daging atau dengan istilah lain, yaitu mati daging. Filipi 3:10:
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”

Mengenal Dia  Mengenal Tuhan Yesus, mengenal Firman. Mengenal Kuasa KebangkitanNya  Mengenal Roh Kudus. Persekutuan dalam penderitaanNya  Bersekutu dengan berbagai macam proses, sebagai akibat pengenalan kepada Tuhan Yesus dan Roh Kudus. • Menjadi serupa dalam kematianNya  Karena mau diproses maka pada akhirnya kita mengalami kematian daging seperti Tuhan Yesus mati secara daging. Kepada setiap orang yang mau dan tetap bertahan dan tetap teguh di dalam hal-hal ini, akan semakin menguatkan roh kita bahkan mengembangkan roh kita secara kapasitas, karena Tuhan pasti mencintai, memberkati, dan menyertai pelayanan orang-orang yang mau hidup serupa dengan TuhanYesus.
• • •

Ibrani 2:4:
“Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagaibagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendakNya.”

Markus 16:20:
“Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. ”

4. Berdoa dalam bahasa Roh • Berbahasa Roh akan membuat kita kuat. 1 Korintus 14:4,18:
“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat… Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.”

Berbahasa Roh akan membangun Iman.

Yudas 1:20:
“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”

Berbahasa Roh memberi kita kuasa untuk menjadi saksi.

Kisah Para Rasul 1:8:
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

18

Kesimpulan 1. Pengurapan itu Tuhan sendiri yang melakukannya melalui iman dan ketaatan kita. 1 Samuel 15:17:
“Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?“
2.

Pengurapan dapat melekat pada material  pada minyak urapan atau cairan, baju atau jubah atau kain seperti pada kain peluh Paulus, pada Perjamuan Kudus, pada sound system dan alat-alat musik, pada manusia, bahkan pada segala hal yang dipergunakan oleh hamba-hamba Tuhan yang diurapi, dll. Kisah Para Rasul 19:12:
“bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.”

• Sebagai contoh John G Lake, seorang hamba Tuhan dari Amerika, yang melayani dalam banyak KKR Kesembuhan Ilahidi Afrika antara tahun 1908-1912, merupakan salah satu hamba Tuhan yang sangat diurapi di dunia saat itu, suatu saat di dalam perjalanannya menuju ke tempat diadakannya KKR dia beristirahat di sebuah batu besar di pedalamanan Afrika untuk sejenak, kemudian ia melanjutkan perjalanannya ke tempat diadakannya KKR, setelah ia meninggalkan tempat istirahat itu beberapa waktu kemudian ada orang yang sakit yang tidak bisa berjalan yang akan dibawa ke KKR John G Lake yang kemudian diistirahatkan dengan diletakkan di atas batu bekas John G Lake beristirahat, dan yang luar biasa tiba-tiba orang sakit itu sembuh dengan seketika dan berjalan sendiri menuju KKR John G Lake.
3.

Pengurapan dapat dirasakan kehadirannya secara fisik  terutama manifestasi yang dirasakan oleh tubuh manusia, seperti perasaan panas, dingin, terguncang-guncang, getaran listrik terhadap tubuh, hembusan angin, atau gelombang ombak terhadap tubuh seperti dorongan yang kuat pada tubuh, tubuh menjadi lemas, terkejut seperti terhantam kilat, dll.

Beberapa kesaksian mengenai pengurapan 1. John G Lake juga membandingkan urapan Roh Kudus dengan tenaga listrik, yang kemudian dia menyadari bahwa dirinya adalah “tongkat petir” Tuhan, dan ia berbicara demikian mengenai urapan Roh Kudus: “Anda berbicara mengenai tenaga listrik dari surga dan kuasa Allah! Ah, ada kilat dalam jiwa Yesus! Kilat-kilat Yesus menyembuhkan manusia dengan cahayanya! Dosa pergi dan penyakitpun lenyap bila kuasa Allah mendekat!” 2. Mengenai manifestasi kuasa Roh Kudus, William J Seymour, salah satu Bapak dalam kegerakan Pantekosta Dunia yang satu generasi dengan Charles F Parham. William J Seymour ini memberikan kesaksian seperti ini: Suatu saat datanglah menghadap dia seorang wanita yang berkata: “Bapak Pendeta, saya percaya pada baptisan Roh Kudus dan api … tetapi saya tidak paham akan suara ribut dan teriakannya.” Kemudian Seymour menjawab: “Saudari, anda persis seperti saya, kata saya. Ada berbagai manifestasi yang saya lihat di antara umat Tuhan yang saya sendiripun tidak memahami, namun tahukan anda ketika Roh Kudus Tuhan turun atas diri saya, saya menikmatinya … Sekarang silakan anda pergi ke ruang doa dan berdoa memohon baptisan Roh Kudus. Dan bila itu terjadi, jangan berteriak kecuali anda menyukainya. Jadilah diri sendiri.” Setelah itu Seymour menuju ke kantornya yang sejauh kira-kira 75 kaki dari ruangan itu dan segera lupa dengan wanita tadi. Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan yang nyaring, dan ia membuka pintu dan memeriksa gereja dan keluarlah wanita tadi dari ruang doa seakan-akan baru tertembak meriam. Dia melompat, menari, dan berteriak di dalam Tuhan. Sungguh luar biasa menyaksikan wanita pendiam dan sopan ini menari-nari melenggak-lenggok … berteriak dan sebentar menyanyi dalam bahasa Roh dan bahasa Inggris. Lalu Seymour berkata: “Apa yang anda lakukan tidak menarik bagi saya.” Tetapi apa jawab wanita ini sambil melompat dengan seenaknya dan berteriak: “Mungkin tidak, tetapi tentu saja ini menarik bagi saya.” 3. Sebuah kota di Inggris yang sedang mengalami api kebangunan rohani hari-hari ini (sejak 1994 – Sekarang), yaitu Sunderland yang mengalami api kebangunan rohani melalui gereja yang bernama Retro Church di Newcastle, mereka menyebutnya “Sunderland Refreshing”, hampir di setiap ibadah

19

mereka terjadi fenomena bahwa lantai ruangan ibadah mereka penuh dengan tubuh-tubuh yang rebah yang dilawat Roh Kudus, beberapa di antaranya bergerak perlahan, beberapa terguncang-guncang tanpa terkontrol, dan ruangan itu penuh dengan teriakan, suara erangan, suara tangisan, teriakan bahkan tertawa. Tetapi apa yang dikatakan oleh Pendeta Ken dan Lois Gott: “ Kami hanya mempersilahkan Roh Kudus menjadi Tuan Rumah dan kami tidak berusaha menyadarkan orangorang … Manifestasi-manifestasi sedang terus berlangsung, tetapi perhatian utama kami bukan pada manifestasi yang mereka alami, tetapi perhatian utama kami adalah pada kesaksian hidup mereka.”

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->